Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation on 09/17/2016 in all areas

  1. 1 point
    Halo... Apa kabar semuaaa…??? Kemana saja melancongnya long weekend kemarin? Oh ya.. Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1437H bagi yang merayakannya ya… 9-11September kemarin ini kebetulan aku punya rombongan yang nganggur dan bela-belain banget untuk mengisi waktu sibuknya dengan sedikit rekreasi meskipun dibutuhkan perjuangan dan cuti dari kantor. Moto kami “Yang Penting Happy” maka kami pilih lah traveling ke daerah Jawa Tengah, ke salah satu lokasi yang sangat sangat terkenal dan diimpikan oleh banyak local traveler maupun mancanegara. Bukan hanya tempatnya yang Indah, pemandangan lautnya yang biru tetapi juga tempat untuk beraktifitas water sport yang cukup mendukung serta penduduknya yang ramah-tamah. Yuk.. mari kita simak liputan kali ni. Karimunjawa, ya benar, kalau orang bicara mengenai Jepara pasti langsung nyebut Furniture, memang Jepara sangat terkenal dengan hasil hutannya yaitu Pohon Jati yang banyak digunakan untuk furniture dirumah-rumah maupun di restoran-restoran, dll. Tapi itu bagi masyarakat umum, kalau bagi traveler... pasti yang teringat dan terkenang (bagi yang sudah pernah) langsung nyebut “Pulau Karimunjawa”, bagi yang belum pernah pasti ngiler-ngiler sambil menunjukkan wajah “mupeng” (alias muka pengen) pake bingitz.. hahaha.. Sama donk kek kita-kita sebelum kesana. Karimunjawa terdiri dari 27 pulau dengan pembagian 16 pulau di Sebelah Barat dan 9 pulau di Sebelah Timur + 1 Pulau Menjangan Besar (tempat penangkaran hiu) + 1 Pulau Kemujan (tempat dimana Dewadaru Airport, airportnya Karimun Jawa, berada). Pesawat yang mendarat di Dewadaru ada Airfast, Susi Air dan Perintis Air yang berkapasitas antara 10-15 penumpang/flight dan startnya dari Semarang atau Surabaya. Sumber : Google Sedangkan kapal ferry yang berangkat dari Pelabuhan Kartini ke Pelabuhan Karimunjawa ada 2 yaitu, Kapal Ferry Siginjai dengan waktu tempuh 5-6 jam Sumber : Google dan Express Bahari dengan waktu tempuh 1-1,5 jam. Sumber : Google Selain Jepara, rute terbaru bisa via Kendal ya... tapi menurut Guide kita belum recomended lah karena jalan dari semarang menuju ke Kendalnya masih belum begitu bagus. Bagi yang mau backpackeran ke sana mohon diperhatikan baik-baik ya jadwal penerbangan maupun kapal ferry nya karena memang tiap hari tidak sama dan tidak setiap hari terbang. Juga jangan lupa untuk memantau terus info dari BMKG ya, karena gelombang lautpun bisa berubah-ubah haluannya… (Ombaknya galau mungkin.. hahaha…) Berikut share jadwal kapal penyeberangannya: Sumber : Google Kali ini kami memilih pergi lebih awal dan balik ke Jakarta juga lebih awal dikarenakan tidak ingin berdesak-desakan dengan warga Jawa Tengah yaitu Semarang dan sekitarnya yang hendak pulang kampung berlebaran dan juga warga yang juga ingin menikmati wisata laut disekitarnya. Jadilah kami berangkat pada hari Kamis malam dan kembali ke Jakarta hari Senin pagi buta. Kebetulan salah satu diantara kami ada yang muslim sehingga masih bisa mengikuti ritual Idul Adha pada pagi harinya. Team kali ini sedikit berbeda karena banyak teman-teman baru yang bergabung dan semua belum pernah pergi ke Karimun Jawa, jadi berbekal informasi dari Pakde @FB Eko Agus kamipun mengambil paket dari Karimunjawaonline travel. Pilihan paket untuk 3D2N sebagai berikut: 1. Hotel/Homestay Non AC + Kapal Siginjay = Rp 700.000,-/orang 2. Hotel/Homestay Non AC + Express Bahari = Rp 850.000,-/orang 3. Hotel/Homestay AC + Express Bahari = Rp 1.300.000,-/orang (kap. 10-14 orang) Harga sudah termasuk : 1. Tiket (Executive) Kapal Jepara-Karimun Jawa Island (PP) 2. Penginapan sesuai pilihan 3. Antar jemput local 4. Kapal tour selama tour (2 hari) – Private Boat 5. Alat snorkeling lengkap + life jacket 6. Kamera underwater 7. Guide dari HPI 8. 6 x makan menu prasmanan 9. Retribusi deramga, Bea sandar kapal 10. BBQ di Pulau 11. Air mineral saat tour 12. PPPK Harga belum termasuk : Tiket masuk ke penangkaran Hiu = Rp 40.000,-/orang (optional). Meeting Point kami adalah Stasiun Pasar Senen, dengan menumpang Kereta Api Menoreh kelas Ekonomi pukul 19.45 kamipun berangkat menuju ke Stasiun Tawang, Semarang. Kali ini aku bersama @Dewi Fu, @FB Eka Johana, @FB Shanty San dan 9 orang teman lainnya memberanikan diri meskipun kita semua wanita (wanita-wanita perkakassss… eh.. perkasa…). Tiada aktifitas lain selain tidur lah yach karena memang kami-kami ini adalah masih karyawan sehingga setibanya didalam gerbong lelah, letih dan kantuk pun melanda. Kereta kami tiba di Stasiun Tawang, Kota Semarang, pada pukul 02.15 dini hari. Kami memang sudah mempersiapkan armada berupa elf berkapasitas 15 s/d 17 orang yang akan mengantarkan kami ke Pelabuhan Kartini, Jepara untuk menyeberang ke Pulau Karimunjawa. Harga sewa untuk drop off dari Stasiun Tawang, Semarang ke Pelabuhan Kartini, Jepara adalah Rp 1.700.000,0 /unit (termasuk BBM + supir). Tepat pukul 02.30 elf berangkat. Perjalanan daratpun kami tempuh selama kurang lebih 2 jam karena memang jalanan sepi sekali saat itu sehingga elf-nya-pun meluncur dengan lancar dan cepat. Setibanya di Pelabuhan Kartini, waktu sudah menunjukan pukul 04.20 WIB (tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dengan Semarang maupun Jepara). Karena memang perjanjiannya elf hanya kami sewa untuk drop off Stasiun Tawang, Semarang ke Pelabuhan Kartini, Jepara (PP) saja, maka kamipun setelah tiba di Pelabuhan sudah harus menurunkan semua tas ransel dan koper-koper kami. Udara tidak begitu dingin saat itu. Setelah ditinggal pergi oleh elf, kamipun langsung berjalan menuju sebuah warung yang cukup besar didepan kami (letaknya persis berseberangan dengan pintu masuk area dermaga Pelabuhan Kartini), sudah ada beberapa pengunjung sih pada saat itu, tetapi bangku-bangku dan meja-meja panjang masih pada kosong (ada sekitar 11 meja + 22 kursi panjang serta 5 meja bundar dgn 4 kursi di masing2 meja), sehingga kami dengan leluasa dapat memilih lokasi strategis untuk melanjutkan tidur kami yang terpotong tadi.. hehehe.. Ada yang memilih lanjut tidur tetapi kebanyakan dari kami lebih memilih ritual rutin, yaitu cuci muka, dan memesan sarapan di warung tersebut. Tersedia menu Nasi Rames dengan berbagai pilihan dari sayur tumis hingga gorengan, ayam goreng, tempe, telor balado, dll. Harganya pun standard saja. Selesai makan, waktu sudah menunjukan pukul 06.30 WIB yang artinya kami sudah harus bersiap-siap “menyambut” kapal Ferry yang sudah sejak jam 06.00 pagi ber”teriak-teriak” memanggil-manggil dengan klakson nya yang nyaring… Semua terbangun dan menanti dengan penuh semangat, meskipun kapal kami jadwal berangkatnya jam 09.00 pagi. Tapi kami sudah tidak sabar ingin melihat pulau yang hendak kami tuju itu. Apalagi ada beberapa anggota kami yang memang seharusnya tahun lalu berangkat tetapi terpaksa batal karena gelombang laut yang tidak mengijinkan dan akhirnya uangnya dikembalikan lagi oleh travel agentnya. Nassiiibbb… emang nasibnya kudu jalan sama aku keknya…hahaha… Tepat pukul 08.00 WIB kami pun dijemput oleh Mas Junet (perwakilan dari Karimun Jawa Online travel) untuk bersama-sama berangkat ke Pulau dengan menumpang kapal Express Bahari. Memasuki area keberangkatan kami harus melakukan “boarding” terlebih dahulu dengan menunjukkan Kartu Identitas diri, dapat berupa KTP/SIM (WNI) atau Passport (WNA), setelah proses boarding selesai kami berjalan menuju kapal, sebelum menginjakkan kaki di dermaga kami masih harus dicek lagi tiketnya serta membayar retribusi sebesar Rp 5.000,-/orang (tambahan di luar paket, karena biaya ini baru ada belum lama ini. TO nya pun malah tidak tahu bahwa ada tambahan ini…) dan pengecekan terakhir dilakukan dipintu masuk kapal tetapi tanpa identitas diri. XiaoYing_Video_1473937087073.mp4 Perjalanan laut pun kami tempuh dalam waktu kurang lebih 1-1,5 jam ke Pulau Karimunjawa, semua baik-baik saja sampai dengan pertengahan jalan, ombaknya mulai besar dan “tarian kapal” pun mulai terasa mengguncang-guncang perut sebagian penumpang, dari kiri-kanan depan hingga belakang bangkuku ada beberapa penumpang yang asyik “jekpot” membuat aku jadi parno dan hampirrrr saja ikutan mual… hayaahhh… Beruntung gak jadi mual…. Hehehe Sekitar pukul 11.25 WIB kapal pun bersandar ditepian dermaga Pulau Karimunjawa… Memang gak salah kata orang-orang, air lautnya yang ditepian dermaga saja beniiingggg sekali, rumput laut, ikan-ikan kecil beserta penghuni laut dangkal lainnyapun terlihat me-“nari-nari” di bawah sana menyambut kedatangan kami… (asyiikkk…. bahasanya pujangga nih, hahaha). Setelah rombongan berkumpul kamipun dijemput oleh 2 mobil avanza untuk menuju ke penginapan untuk makan siang serta beristirahat sejenak sambil menunggu waktunya berlayar ke tujuan pertama. Jarak antara Pelabuhan Karimunjawa dengan homestay kami tidak lah jauh, kalau ditempuh dengan berjalan kaki hanya menghabiskan waktu 5-10 menit saja ternyata. Pemandangan di kanan dan kiri kami penuh dengan rumah-rumah penduduk sekitar yang sebagian diperuntukan bagi pengunjung, bersih, rapi tata bangunannya, warna-warni bangunannya. Di Pulau ini sudah ada sekolah SMK, Kantor Polisi, Pom bensin kecil (hny 1 mesin yg diletakkan didepan rumah salah satu warga) untuk warga mengisi bahan bakar kendaraannya. Rata-rata penduduk Pulau menggunakan motor sebagai armada pendukung aktifitas mereka sehari-hari. Mata pencaharian penduduk Pulau adalah nelayan tetapi apabila sedang musim liburan baik local maupun internasional maka fungsi nelayanpun sebagian berubah menjadi Guide atau sebatas ABK (anak buah kapal) saja karena memang kapal-kapalnya dijadikan kapal tour ke pulau-pulau tujuan wisata. Selama kami 3 hari 2 malam di Pulau Karimunjawa tidak terlihat ada yg memelihara anjing atau ada anjing yang berkeliaran, yang banyak adalah kucing. Untuk lauk kami disuguhkan Ikan setiap hari, ketika ditanya ke warga sekitar, “disini gak ada yang pelihara ayam ya?” jawabannya ‘ada, tapi dikandangi” (padahal kami tidak melihat ada kandang ayam disana, pagi-pagi pun tidak mendengar suara ayam berkokok tuh). Kepo aja nih…. Hihihi… O yah, nama hotel kami adalah “Hotel Nemo” (hahay… persis seperti ikan favorit aku) Berikut penampakan hotel kami beserta salah satu menu makan siang kami di hotel. Selesai menikmati hidangan seadanya kami pun masuk ke kamar masing-masing untuk berganti pakaian renang dan bersiap-siap untuk berbasah-basah ria. Oh yah, di Karimun Jawa ini sangat jarang bahkan hampir tidak ada penginapan yang isinya 1 rumah or 1 ruang tidurnya ramai-ramai padahal namanya “Homestay” lho. Rata-rata 1 rumah terdiri dari beberapa kamar yang diperuntukkan 2 orang saja dalam 1 kamarnya atau ada juga yang agak besar sedikit bisa diisi ber-4 (sebagian anak kecil). Tepat pukul 13.30 WIB kami pun dijemput oleh Bapak Rofiun (owner dari Karimun Jawa Online Travel) didampingi oleh salah satu Guide kami, Mas Yonies. Dengan berjalan kaki melewati alun-alun sampailah kami di Pelabuhan Karimunjawa, sisi sebelah kanan dari dermaga tempat dimana kami mendarat beberapa jam yang lalu. (pesawaaattt kali… mendarattt.. hahaha). Tak lupa kami berfoto-foto ria terlebih dahulu sebelum berangkat, tepat posenya dibawah sebuah Merk yg dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai “payung monument”… hahaha.. lumayanlah berteduh sejenak dibawah panasnya terik matahari. Kalau bukan ingat rasa penasaran lebih besar daripada rasa kantuk dan kepanasan…mungkin kami sudah mundur teratur deh, gak jadi ke laut… hehehe… Untungnya tidak yah…Semangat Kawan!! Bertambah lagi semangat kami ketika kami melihat bahwa kami didampingi oleh 3 orang local lagi (1 Guide,Mas Yono namanya, 1 pengarah gaya saat berfoto dan 1 lagi ABK). Ok lah,,, berarti aman lah yach selama di laut. Yuk mari.. kita laksanakan niat kita..!! Day 1 : Pulau Menjangan Kecil & Tanjung Gelam Spot 1.1 : Pulau Menjangan Kecil Merupakan salah satu pulau yang terletak di sebelah Barat Pulau Karimunjawa. Nama lainnya adalah Maer, merupakan salah satu pot terumbu karang dengan berbagai jenisnya, spot snorkeling yang bagus, ikannyapun banyak dan ramah (kapal baru berenti, mesin belum dimatiin ikan-ikan kecil sudah berdatangan… membuat aku yang memang takut ikan jadi bergidik…. Tapi jangan khawatirrrr… Ikannya baik-baik koq… dikejar malah malu-malu menghindar… hahaha…) dan tidak terlalu landai sehingga bagi yang snorkeling tanpa sepatu or fin bisa aman tanpa khawatir akan terluka karena tersentuh karang dan bagi yang sudah jago menyelam juga tidak khawatir akan tersentuh karang pada saat hendak meluncur ke dalam laut untuk mengambil foto or video. Perjalanan dari Pelabuhan Karimun Jawa ke Pulau Menjangan Kecil ini ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit saja. Kurang lebih sekitar 1,5 jam lamanya kita di laut, tak terasa sama sekali, menikmati pemandangan bawah laut dan ikan-ikan kecilnya serta tak lupa juga mengabadikan momen berharga ini dengan berfoto di bawah laut. Dari yang pandai berenang sampai yang tidak bisa berenang dan tidak berani masuk ke dalam airpun semua kebagian. Spot 1.2. Pulau Tanjung Gelam Rute kami selanjutnya adalah hunting sunset di Pulau Tanjung Gelam. Dari Pulau Menjangan Kecil ke Tanjung Gelam cukup dekat, hanya sekitar 10-15 menit saja. Sebuah Pulau yang cukup ramai pengunjung dan banyak yang berjualan di sini, sehingga pas banget dengan kondisi perut kami yang memang sudah sedikit lapar dan membayangkan gorengan dan mie instant pakai telorrr… Jadi sambil menunggu saatnya sunset kami berfoto-foto lagi, makan gorengan yang kebetulan baru diangkat dari kuali, jadi inget lagu jadul berjudul “Malioboro” deh, “Panas-panas goreng pisang…”, ada tempe juga, ada bakwannya yg enak itu, cabe rawitnya yg pedas nampol sembari menunggu mie instant dengan telornya yg sedang dimasak… wohohoho…. Nikmatnya itu lho… Abis itu kami bergegas ke arah paling Barat Tanjung Gelam untuk hunting sunset, emang Guide kami pandai sekali mencari spot sunset, karena memang tidak banyak yang tau tempat ini, letaknya sedikit pojokan dan banyak pohon-pohon gitu deh. Beruntunggnyaaa kamiii yahh…. Sunset @Tanjung Gelam Makasih Mas Guide kita Double Yon… hahaha…. Setelah puas bersunset ria, kamipun kembali ke kapal untuk segera kembali ke Pelabuhan Karimunjawa agar tidak terlalu gelap setibanya di sana. Selesailah acara hari pertama kami ini, perut ini ditutup dengan makan malam berupa lauk Ikan goreng dan tempe tahu oseng2 pake potongan cumi-cumi dan tumis sayur-sayuran. Malam harinya kami keliling pulau dengan berjalan kaki menuju ke alun-alun. Banyak yang jualan makanan, seperti seafood, roti bakar, kelapa bakar (karena kekenyangan jadi gak sempat cicipin semua), Juice buah, Pempek, Siomay, Baso dan juga kaos-kaos serta souvenir-souvenir cantik disana. Harga kaos-kaosnya tidak begitu mahal, sekitar 30.000 s/d 35.000 saja per potongnya. @Alun2 Pulau Karimunjawa Oh yah, kalo menurut Guide kita, Mas Yonies, kalo pingin nyobain seafood, coba aja pesan Udang Topeng dan Ikan Kerapu Bebek. Udang Topeng katanya lebih enak daripada Lobster tapi harganya lebih murah dan bersahabat. Baiklah, kami akan mencobanya besok malam, hari ni sudah kekenyangan Mas. Hahaha… Day 2 : Pulau Tengah, Pulau Cilik, Pulau Gosong dan Pulau Menjangan Besar Tujuan hari ke-2 ini adalah beberapa pulau yang terletak di sebelah Timur Pulau Karimunjawa. Sekita pukul 08.00 WIB pagi hari, setelah sarapan, rombongan kamipun dijemput oleh Pak Rofiun untuk bergegas ke pelabuhan. Yuk mari lanjutkan!! Spot 2.1. Pulau Tengah Merupakan pulau yang wajib di kunjungi apabila kita ke Karimunjawa. Berjarak waktu tempuh kurang lebih hampir sekitar 30-45 menit dari Pelabuhan Karimunjawa, kami ditunjukkan Pulaunya oleh Mas Yono tapi sayangnya saat ini telah dibeli dan dimiliki oleh seseorang secara pribadi sehingga pulau tersebut tertutup untuk umum. Pulau ini sangat cocok sekali buat wisata keluarga dan juga bisa untuk belajar snorkling karena terdapat 2 buah spot snorkling didekat pulau ini. Luasnya sekitar 4 hektar dengan pantai berpasir putih dan sedikit ke tengah merupakan karang berpasir. Bagi yang suka snorkling ada spot terumbu karang di depan dan di belakang pulau, spot terumbu karangnya landai dengan arus sedikit besar didasar lautnya. Di sini merupakan tempat yang sangat cocok sekali untuk berfoto dengan Ikan Nemo dan ikan2 kecil di daerah spot snorkling dekat Pulau Tengah. Di pulau ini juga terdapat penangkaran hiu tapi masih dalam proses pengembangan. Keadaan daratan Pulau Tengah datar dengan mayoritas ditumbuhin pohon kelapa. Di pulau ini sudah dibangun dermaga kecil dari kayu sehingga (sebelumnya) kapal-kapal kecil/kapal nelayan bisa bersandar di pulau ini. Sayang yah!! Spot 2.2. Pulau Cilik Letaknya lebih ke arah Timurnya Pulau Tengah, dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 15-20 menit. Pulau Cilik merupakan salah satu dari 8 pulau yang digunakan untuk daerah wisata bahari dan nelayan. Sesuai dengan namanya, Pulau ini kecil ukurannya, luas sekitar 2 ha saja. Terdapat dermaga cantik, ayunan dengan tali maupun hammock serta pemandangan Bukit Seruni sebagai spot foto-foto cantik. XiaoYing_Video_1473941066894.mp4 Sebelum singgah di Pulau Cilik terlebih dahulu kami snorkeling di dekat situ selama kurang lebih 1-1,5 jam. @Pulau Cilik Disini pantainya bersih sekali dari karang-karang tajam, yang ada hanyalah rumput laut, jadi aman buat sekedar berfoto ataupun duduk2 berendam di air laut. Setelah puas foto-foto dan berendam, selanjutnya acara kami adalah menikmati barbeque-an berupa ikan yang langsung dibakar dilokasi, sehingga memang berasa fresh sekali ikannya. Bagi yang menginginkan minuman selain air mineral yang memang disediakan oleh TO, kita juga bisa memesan minuman lainnya di sebuah warung kecil yang juga menjual mie instant dan sedikit snack. Kami pun melahap ikan barbeque tersebut sambil memesan mie instant goreng… mmm.. Yummyy…. View Bukit Seruni Lunch Barbeque Fish @ P.Cilik Kami di pulau Cilik kurang lebih sekitar 2 jam lamanya. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Pulau Gosong. Spot 2.3. Pulau Gosong Seperti biasa, setiap ada rute jalan-jalan yang mengunjungi pulau-pulau, pastilah ada 1 pulau yang merupakan icon dari perjalanan itu, yang artinya pemandangannya paling top dari semuanya. Nah, kali ni kita dibawa ke Pulau Gosong, yang mana sebenarnya pulau ini bukanlah merupakan bagian dari 27 pulau di Karimunjawa, mengapa demikian? Karena pulau ini terkadang terlihat terkadang tidak, lho koq gitu? Iya.. karena pada saat air pasang pulau ini akan tenggelam. Beruntung pada hari itu rombongan kami masih bisa menikmati keindahannya meskipun pulaunya sekitar 95% terendam air laut, tetapi tidak terlalu dalam koq dan masih tersisa secuil harapan dan asa… untuk berfoto dengan gaya extreme… hahaha… Berdiri @Pantai Gosong Setelah berfoto-foto kami juga masih bisa bersnorkeling ria di daerah sekitar pantai Pulau Gosong ini dan memang viewnya bagus banget lho. Berikut penampakannya. @Pantai Gosong (saat air pasang) Dipulau ini kami menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam. Spot 2.4. Pulau Menjangan Besar (Penangkaran Hiu) Merupakan tujuan akhir dari perjalanan kami di Karimunjawa. Pulau Menjangan Besar merupakan Pulau terbesar kedua setelah Pulau Karimun Jawa dimana terdapat lokasi penangkaran hiu yang biasa diabadikan wisatawan untuk berfoto dengan hiu-hiu kecil disana. Letaknya ternyata dekat sekali dengan Pelabuhan Karimunjawa. Dari tempat kami berdiri juga sudah kelihatan dermaga Karimunjawa dimana tempat para wisatawan menginap termasuk kami. Jaraknya hanya sekitar 5-7 menit saja dari Pelabuhan. Rombongan kami tidak ada seorangpun yang berminat untuk berfoto dengan hiu-hiu yang di penangkaran seperti pada umumnya wisatawan yang berkunjung. Tidak berminat…?? Mmm… tepatnya sih Tidak berani… hihihi… takut disergap Hiu. “Wujud” tempat Penangkaran Hiu lebih ke sebuah pondokan besar dengan kantin kecil disamping kirinya. Tersedia 2 buat “kolam“ yang cukup besar bagi peserta tour yang berani masuk air untuk foto dengan Hiu. Pulau ini juga sudah dibeli oleh pihak swasta sehingga harga tiket masuk yang semula sekitar Rp 10.000 sd/ 15.000 per orang sudah naik menjadi Rp 40.000,-/orang. Dan amazingnya lagi, tariff tersebut bukan hanya tariff berfoto lho, tetapi tariff sejak kita menginjakkan kaki di kayu pijakan pertama. Guide kami sempat memberikan trik-trik apabila di antara kami ada yang berminat untuk foto dengan hiu-hiu tersebut. Meskipun ukurannya kecil tetap saja tidak menutup kemungkinan kita bisa digigit lho. Gimana caranya agar tidak digigit? Caranya… Jangan pernah memasukkan tangan maupun jari-jari tangan ke dalam air tempat kita berfoto dengan hiu karena akan dikira ikan-ikan kecil. Lho koq bisa? Jadi biasanya kita sebagai manusia tentunya tidak akan luput dari dosa… eh salah… tidak akan luput dari human error dan lupa. Lupa bahwa ikan itu akan terpancing menghampiri dan tertarik untuk menggigit apabila ada gerakan2 yang timbul di dalam air. Nah untuk mengantisipasi hal tersebut maka disarankan dengan sangat untuk tidak memasukkan tangan dan jari2nya ke dalam air, tetap lah di atas udara. Terus ada yang bertanya.. apa pernah ada kejadian? Yup. Pernah. Ada yang pernah dicaplok tangan dan jarinya karena lupa untuk mengangkat tangannya begitu nyemplung, untung hiunya belum besar-besar banget sehingga yang digigit tidak sampe putus, hanya luka-luka saja. Amiiinn…. Makanyaaaa… akhirnya rombongan kami hanya nontonin orang yg foto aja dari kapal, dan akhirnya 5 orang dari kami malah tertarik untuk main water sportnya… hahaha.. nyasar yach… yah begitu lah yang terjadi…!! @Pulau Menjangan Besar Setelah puas menonton yg main water sport yg diputarin ke tengah laut sebanyak 4x putaran, akhirnya kami memutuskan kembali ke Pelabuhan untuk istirahat saja, haripun sudah sore, waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB. Malam harinya kami benar-benar berniat untuk mencicipi menu seafood yang namanya Udang Topeng… sayang sekali kami terlambat, udang topengnya sudah habis, yang tersisa lobsternya doank. Padahal saat itu baru pukul 07.00WBI malam lho. Yaaa… gak jadi lagi deh. Ternyata memang udang topeng favorit di sana. Puas berkeliling, kamipun kembali lagi ke hotel untuk beristirahat atau sekedar nonton TV dan ngobrol-ngobrol ngolar-ngidul. Day 3 : Karimun Jawa – Semarang Setelah sarapan, rombongan pun bersiap-siap untuk berangkat ke Pelabuhan untuk kembali ke Jepara dan melanjutkan perjalanan menuju Semarang dengan Kereta Gumarang jam 20.05 WIB menuju Jakarta. Jadwal kapal Express Bahari yang semula berangkat dari Pelabuhan Karimunjawa ke Pelabuhan Kartini, Jepara adalah pukul 11.00WIB tetapi sekitar pukul 09.30WIB kami diinfokan jadwal keberangkatan kapal dimajukan menjadi pukul 10.00WIB dikarenakan ada info dari BMKG akan ada ombak. Jadilah kami yang tadinya santai-santai ngobrol-ngobrol langsung bubarrr jalan dan bergegas berkemas… takut gak bisa balik Jakarta tepat waktu. Selesai sudah acara kami kali ini. Semua kenangan indah kami bawa bersama kami kembali ke Jakarta berikut foto-foto dan cerita kami selama perjalanan. Benar memang kata orang-orang di luar sana, Karimunjawa memang tempat yang bagus bagi traveler yang mencintai aktifitas laut. Meskipun perjalanan pergi dan pulangnya disertai perasaan deg-degan takut kapalnya terbalik karena terhempas ombak dan gak bisa pulang tepat waktu, tetapi semuanya terbayarkan sudah dengan segala yang kami dapatkan di sana… Bye Karimunjawaaaa…!!! Nantikan kami di lain kesempatan yaaahhh…. Kami kan kembaliii lagiiii…!!! PS. Special thanks to karimunjawaonline tour & travel, thanks to our guide especially double Yon (Mas Yono & Mas Yonies). Thanks juga buat Pakde Eko Agus atas rekomendasinya!! Info tambahan: 1. Harga Popmie = Rp 10.000,-/cup 2. Harga Indomie kuah/goreng + telor (Pulau Karimunjawa & pulau2 sekitarnya) = Rp 10.000,-/bungkus 3. Harga Indomie kuah/goreng + telor (Warung Pelabuhan Kartini) = Rp 13.000,-/bungkus 4. Perlengkapan tambahan selain untuk bermain air adalah Autan, Soffel atau sejenisnya (nyamuknya di pulau karimunjawa gede-gede) XiaoYing_Video_1473591203249.mp4
  2. 1 point
    rizkarc

    BACKPACKER LOMBOK 19 OKT - 23 OKT

    Hallo perkenalkan saya Rizka. Saya ada rencana ke lombok tgl 19 oktober - 23 oktober. Waktu tersebut sudah termasuk perjalanan. Start dari solo via darat. Kalo ada yg mau kita ketemuan di stasiun Banyuwangi. Paling ga 5 orang lebih hehehe jadi biaya lebih murah. Bisa email ke saya di rizkarachmaniar@gmail.com Oh ya jgn lupa berkunjung ke www.bonvoyagebyrizkarc.wordpress.com Ada postingan sedikit tentang jalan2 itinerary dan budget :)
  3. 1 point
    Di artikel bagian 1, kita sudah membahas sebagian hal tentang Sulawesi Timur dari mulai calon ibukota provinsinya yaitu Kota Luwuk serta beberapa objek menarik untuk berwisata yang tersebar di berbagai kabupaten seperti Air Terjun Salodik dan Pantai Kilo Lima di Luwuk, Padang Rumput Lenyek dan Pulau Dua di Kabupaten Banggai, Kepulauan Sombori di Kabupaten Morowali, serta Kepulauan Togean di Kabupetan Tojo Una-una. Tentunya hal itu hanya sebagian kecil dari pesona yang dimiliki oleh calon provinsi baru, Sulawesi Timur ini. Selain tempat-tempat yang sudah kita bahas di artikel 1, masih ada segudang destinasi menarik lainnya. Apa dan dimana saja? Mari kita lanjutkan ! 8. Istana Raja Mori – Kabupatean Morowali Utara Morowali ternyata tidak hanya sebuah kabupaten biasa. Kabupaten ini ternyata memiliki sejarah yang panjang dengan kerajaannya. Bukti kesejarahan itu masih ada yaitu berupa bekas Istana Raja yang dikenal dengan nama Istana Raja Mori. Istana ini sebenarnya ialah hadiah dari pemerintahan Hindia Belanda di tahun 1926 atas terpilihnya Raja Mori yaitu Mokole Owulu Marunduli. Tampak depan Istana Raja Mori via witamori.online.com Suku Mori sendiri merupakan suku asli penduduk wilayah pesisir Timur Sulawesi Tengah saat ini atau di sekitar Teluk Tomori. Dari keberadaan suku inilah yang akhirnya menghadirkan sistem pemerintahan sendiri dan melahirkan Kerajaan yang dikenal Kerajaan Mori. Meskipun bukan kerajaan besar, tetapi Mori nyatanya bertahan hingga ratusan tahun serta turut serta berperang dalam melawah Hindia Belanda di abad ke 19. Alamat persis dari Istana ini ialah di Kelurahan Bahontula, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara. Dengan luas bangunan sekitar 214 meter persegi, bangunan kayu istana nampak sudah tidak begitu baik karena faktor usia. Meskipun begitu, bangunan berbentuk rumah ini sebenarnya bisa lebih menarik lagi jika memang mendapat perhatian lebih. 9. Pemandian Panapa – Kabupaten Morowali Utara Masih di Morowali Utara yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Morowali, sekarang kita menuju Desa Wawopada untuk menyegarkan diri di sebuah pemandian alami. Bernama Pemandian Panapa, lokasi destinasi wisata alam ini berjarak sekitar 25 km dari ibukota kabupaten di Kota Kolonodale. Pemandian Panapa via http://kampungwitamori.blogspot.co.id/ Pemandian berupa seperti danau ini memiliki sumber air langsung dari aliran sungai. Kejernihan airnya yang berwarna toska menjadikan pengunjung merasa segar dan tertarik untuk berenang. Apalagi arusnya yang tenang dengan pemandangan alam hutan di sekitarnya menjadikan suasana nyaman sangat kental terasa. 10. Air Terjun Tembang – Kabupaten Banggai Kepulauan Wisata alam masih menjadi primadona, kali ini bergeser ke Kabupaten Banggai kepulauan, kabupaten yang memang merupakan kawasan kepulauan di timur Sulawesi Tengah saat ini atau Sulawesi Timur nantinya. Lokasi yang kita tuju ialah di Desa Luk Sagu, Kecamatan Tinangkung Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, di Pulau Peleng, pulau utama dan terbesar di kabupetan tersebut. Air terjun Tembang via goresanabuabu.blogspot.co.id Keindahan air terjun ini ialah karena bentuknya yang bertingkat dengan setiap tingkatan memiliki tinggi sekitar 4-5 meter. Karena berupa bebatuan, aliran dari air memberikan sensasi visual yang menarik mata. Banyak pula pengunjung yang menikmati kesegaran air terjun dengan berenang di aliran airnya yang memang sangat sejuk nan jernih. Kondisi alam yang masih sangat alami juga membuat kesejukan itu semakin memanjakan tubuh. 11. Danau Tower – Kabupaten Banggai Panorama Danau Tower via news.luwukpost.info Meskipun namanya Danau Tower, tentunya bukan berarti danau ini berada di atas menara. Nama Tower ialah nama desa dimana danau ini berada. Ya, Desa Tower namanya, desa yang berada di Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai. Danau ini menjadi spesial ialah karena pemandangan lanskap perbukitan di sekitarnya. Perbukitan hijau dari pepohonan rindang nampak berpadu dengan hijaunya savana di puncak perbukitan. Aktivitas nelayan juga menarik untuk disaksikan sembari bersantai baik di pinggir danau maupun langsung menaiki perahu. Pesona Danau Tower memang belum banyak dikenal sehingga tidak ada fasilitas penunjang aktifitas wisata yang tersedia disana. Tetapi bagi kamu pecinta petualangan, rasanya Danau Tower tak ada salahnya untuk dicoba disambangi. 12. Penangkaran Burung Maleo – Kabupaten Banggai Sekumpulan Burung Maleo via pep.pertamina.com Kamu tahu Burung Maleo? Ya, itu adalah burung asli alias endemik dari Sulawesi, karenanya Burung Maleo menjadi salah satu burung yang sangat dilestarikan keberadaanya apalagi memang statusnya sebagai hewan langka. Jika kita ke Sulawesi, akan semakin lengkap tentunya jika berhasil pula menyaksikan langsung si Burung Maleo ini, termasuk ketika kalian ke Kabupaten Banggai. Di sana, tepatnya di Desa Taima, Kecamatan Bualemo, sekitar 156 km dari ibukota Kabupaten Banggai, terdapat penangkaran Burung Maleo tersebut. Lokasi penangkaran berada di tepi pantai karena memang habitat Maleo berada di kawasan pantai. Maleo juga bertelur dan menyimpannya di dalam pasir, mirip dengan cara penyu menyimpan telur. Telur inilah yang sering diburu ilegal dan membuat Penangkaran menjadi hal penting untuk menjaganya. 13. Pantai Bongo Pulau Banggai – Kabupaten Banggai Laut Kabupaten Banggai Laut berada cukup jauh dari daratan utama Pulau Sulawesi. Seperti namanya, kabupaten ini bisa dikatakan memang berada di tengah laut berupa kawasan kepulauan dengan Pulau Banggai sebagai pulau utama. Untuk menuju Banggai Laut harus menggunakan kapal yang tersedia di pelabuhan utama di sekitaran Kabupaten Banggai termasuk Kota Luwuk. Jika dari Luwuk, perjalanan laut ke Pulau Banggai memakan waktu sekitar 8 jam. Pantai Bongo via twitter.com/banggaiisland Karena merupakan kawasan kepulauan, Banggai Laut mempunyai andalan wisata berupa pesona bahari, salah satunya ialah Pantai Bongo yang berada di Pulau Banggai. Pantai ini berada di Desa Bone Baru, Kecamatan Banggai Utara. Menjadi favorit wisata, pasalnya pantai ini selain memiliki hamparan pasir putih yang luas dengan laut yang berwarna toska jernih, juga memiliki pemandangan lanskap perbukitan sekitarnya yang hijau serta sudah tersedianya gazebo wisata atau saung dan jembatan kayu yang menarik untuk dijadikan spot bersantai apalagi berfoto. Bagi kamu pecinta snorkeling atau diving juga bisa menjadikan Pantai Bongo ini sebagai tujuan karena kejernihan airnya bahkan bisa dibuktikan dengan terlihatnya suasana bawah air dari atas permukaan. 14. Pantai Pasir Putih Maleo - Kabupaten Banggai Mau bersantai sejenak? Pilihan ke pantai memang selalu menarik. Nah, Pantai yang berada di Desa Taima ini bisa menjadi pilihannya. Memang Pantai yang dikenal dengan nama Pantai Pasir Putih atau Pantai Maleo ini tidak begitu banyak perbedaan dengan pantai-pantai umumnya di Indonesia Timur. Pantai Pasir Putih, Maleo, via instagram.com/kartikahatibie Ketika sampai di Pantai ini, hamparan pasir putih akan langsung menyambut berpadu dengan gradasi warna biru yang jernih berkilauan dari lautan lepas yang terhampar luas. Bahkan, saking jernihnya air laut ini, dari jauhpun sudah nampak karang yang ada didasar, memberikan sensasi warna yang menarik mata. Apalagi karena belum menjadi andalan wisatawan untuk datang membuat pantai ini relatif sepi kunjungan, bersantaipun semakin leluasa bak memiliki pantai pribadi. 15. Gua Tuo Molangke – Kabupaten Tojo Unauna Melangkah ke Kabupaten Tojo Unauna, tepatnya di Desa Tombiano, Kecamatan Tojo Barat, sekitar 2 jam dari Kota Ampana. Kali ini kita menuju sebuah Gua alam yang sudah cukup populer sebagai objek wisata di kawasan tersebut. Namanya Gua Tuo Molangke, gua alami yang berada di dalam kawasan hutan Tombiano. Gua ini juga menjadi habitat bagi ratusan bahkan mungkin ribuan kelelawar yang bersarang didalamnya, sehingga jangan kaget jika ketika memasuki gua, aroma tak sedap akan terasa serta sesekali kelelawar melintas di depan mata. 16. Air Panas Marowo – Kabupaten Tojo Unauna Berada di wilayah Kecamatan Ulobongka, sumber air panas alami ini bisa ditempuh sekitar 40 menit dari Ampana, ibukota dari kabupaten Tojo Unauna. Objek wisata ini cukup populer dipilih wisatawan lokal maupaun luar daerah karena dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan, cerita-cerita mistik juga masih kerap dipercaya oleh masyarakat setempat sehingga membuat pemandian air panas satu ini tetap dijaga baik. Tidak sulit untuk menuju air panas ini karena sudah sangat dikenal di kawasan setempat serta tidak jauh dari jalan raya Trans Sulawesi. Bahkan signage atau petunjuk juga sudah tersedia di pinggir jalan untuk mengarahkan wisatawan untuk sampai di tujuan. 17. Sungai Bongka – Kabupaten Tojo Unauna Sungai Bongka via flickriver.com Sungai jadi objek wisata? Ya !, Sungai Bongka di Kecamatan Ulobongka ini mempunyai beberapa spot yang indah apalagi air sungainya cenderung berwarna hijau toska yang menjadikan panoramanya mampu memanjakan mata. Tak hanya sedap dipandang, bagian hulu sungai ini juga cocok dijadikan pilihan untuk berarung jeram dengan aliran sungai yang cukup deras. Kawasan yang dilalui juga berupa Hutan Lindung sehingga pemandangan alam khas daerah tropis sangat kental terasa. Keberadaan air terjun yang airnya langsung menuju sungai juga menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk bertandang dan berfoto. Di beberapa bagian di tengah sungai, pemukiman tradisional juga menjadi pemandangan yang tak kalah menariknya.
  4. 1 point
    noped

    Kenalan wkwkkw

    hai hai @Feya Mifta Sari salam kenal dan selamat datang
  5. 1 point
    Wah Propinsi baru, semoga akses kesana mudah, aman dan nyaman ya. Nice share
  6. 1 point
    Ahmad Andi Affandi

    Kenalan wkwkkw

    welcome @Feya Mifta Sari salam kenal...jgn lupa share pengalamannya ya
  7. 1 point
    nice share keren2 fotonya. mantap juga ya budgetnya jadi ceritanya honeymoon ini bang @Hendry_yoi?
  8. 1 point
    Rawoniste

    Mendaki Rinjani 3D2N part 3

    Bro @Ivan chen merhatiin gak waktu para porter yg bawa tangungan itu melewati bebatuan yg super miring apa tetep di panggul dipundaknya ? Idealnya kan kalo manjat begitu udah pasti tangan ikut merangkuh bebatuan nah bebawaannya gimana ?
×
×
  • Create New...