Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation since 12/12/2016 in all areas

  1. 7 points
    Hai Sobat Jalan2 Setelah dapat Kaos dari momod @deffa dan disuruh terus ama @Maya Sartika, akhirnya nulis lagi deh tripku ke daeran Jawa Timur. Untuk sobat yang pengen merasakan sensasi gunung teteapi karena kondisi phisik yangtidak mendukung atau usia yang sdh tidak lagi muda, perjalanan kali ini cocok untuk kita2 karena aku juga ada cedera tulang punggung jadi tidak bisa menjadi. OK let's us begin Berawal dengan tugas kantor ke Surabaya, aku ingin sesekali mengeksplore daera Jawa Timur yang konon katanya banyak memiliki spot2 wisata yang keren2 abis dan keinginan untuk merasakan sensasi gunung maka aku browsing2 di internet akhirnya menemukan spot cantik di daerah Lumajang untuk menikmati sunrise dan bromo tanpa perlu mendaki namanya Puncak B29. ok ngga perlu mndaki? Karena untuk sampai ke Puncak B29, bisa ditempuh dengan naik Ojek hahahahhaa.. asyik kan. Akhirnya menyusun jadwal kerja dan mencari2 info untuk menuju ke sana. Rencana awal solo travelling dengan menyewa mobil dari Surabaya sepulang semua aktivitas kerja telah selesai. Tiba di Sby senin dan lsg full kerja ampai Jumat siang, setelah itu baru waktu bebas untuk travelling. Semua rencana dan persiapan telah matang tinggal cuss kata kekiniannya. Ternyata rencana solo travelling buyar dikarenakan ada beberapa sobat di KJJI yang ingin ikut, mereka menyusul dai Jakarta, 2 orang naik kereta ke surabaya pada hr kamis siang dan 1 org naik pesawat ke surabaya hari jumat pagi, jadilah kami ber4 ke sana, setelah semua kerjaan beres dan kamipun berangkat ke Lumajang sekitar jam 2 siang, peserta bertambah lagi 1 org yang berasal dari KJJI regional Jawa Timur. Perjalanan tanpa itinerary dimulai.... Day 1 : tgl 10 February 2017 Surabaya-Lumajang Setelah makan siang, kami memulai perjalanan sari surabaya menuju Lumajang tepatnya ke Senduro ber 5 plus 1 org supir mobil sewaan. Ternyata cuaca lagi tdak bersahabat, keberangkatan kami diringi denga hujan gerimis dan sempat terbesik waduh naik gunung hujan gini dapat sunrise ngga yaa... but the show must go on jadi dengan semangat 45 dan pede yang sangat tinggi kami tetap melanjutkan perjalanan ke Lumajang. Perjalanan Surabaya - Lumajang di temuh dalam waktu 5 jam an , kami tiba di senduro sekitar jam 7an setelah sbeelumnya mengisi peru dengan makan bakso. sesampai di senduro langsung menuju ke homestay yang sdh kami pesan terlebih dahulu melalui tukang Ojek langganannya Arai yaitu Pak Slamet. Cuaca tidak terlalu dingin karena musim hujan. Kami mandi dan beristirahat untuk memulai kegiatan esok harinya. Homestay VIP Rp 150ribu/kamar untuk 4 org cewek : Maya, Valent, Fu Cen dan Wulan, Homestay biasa Rp 100ribu : Arai dan Mas SUgeng (driver) Day 2 : 11 February 2017 Jam 3 pagi kami beriap2 untuk menuju Pangkalan Ojek didesa Argosari yang terkenal dengan sebutan Desa di atas awannya. Jalanan dari senduro meuju desa argosari kurang lebih 1 jam dan sekali lagi cuaca juga tidak bersabat, hujan gerimis kembali menemani kami berangkat. Jika kita belum memesan ojek untuk naik ke Puncak B29, di sepanjang perjalanan kita dapat memesan ojek di pangkalan ojek yang kita lalui. Pintar2 dalam menawar yaa. Jam 4.30 tiba di pangkalan ojeknya Pak Slamet, modil avanza yang kami tumpangi sempat tidak bisa menanjak karena kondis jalan yang rusak. Kami sempat menunggu agak lama di pangkalan ojek karena hujan gerimis tapi akhirnya tetap naik ke atas. Modal nekat semua.. sdh jauh dtg kalau tidak ke sana rugi dong. Karena kondisi jalan yang licin karena hujan, ojek tidak sampai di puncak B29 tapi hanya di RestAreanya saja dan kami harus berjalan kaki menuju puncak, tetapi akses ke Puncak sudah dibuatkan tanggal dan pavlingblock. Cuaca sangat berkabut dan kami tidak mendapatkan sunrise sama sekali. Sehingga kaldera promo dan awan yang jadi daya tarik utama di B29 tidak bisa kami nikmati. Kita tidak bisamemprediksikan alam sehingga belum tentu moment2 alam yang fenomenal dapat kita nikmati sesuai dengan keinginan kita. Akhirnya kami hanya berphoto2 ria sambil jualan balon (hahahaha bercanda doang)karena salah satu teman yang ikut membawa balon Jika cuaca cerah dari B29, kita bisa melihat Gunung Bromo dan Gunung Semeru serta pasir berbisik dari atas B29. Kita juga bisa camping disini untuk melihat setset dan milkyway. Menurut Pak Slamet dari puncak B29 pada malam hari sering terlihat bintang jatuh... keren bingit suatu hari pengen nge-camp di sini. Berikut photo2 cantik dari Pak Slamet jika cuaca cerah Ternyata kami belum beruntung untuk menikmati keindahan alam ini. dan akan k sana lagi untuk menikmatinya. setelah puas berphoto ria, kembali ke desa argosari untuk sarapan yang sudah disediakan oleh pak Slameet di Warungnya. Selesai sarapan kami turu ke senduro lagi untuk bersiap2 ke tujuan berikutnya yaitu Tumpak Sewu. Ternyata homestay kami tepat berada di depan Pura sehingga setelah mandi kami menyempatkan untuk berphoto sebentar di depan Pura SEmeru Agung Sekitar jam 11an kami melanjutkan perjalanan menuju Tumpakk Sewu. Tumpk Sewu adalah air terjun yang berda di dua Kabupaten yaitu Lumajang dan Malang, sehingga untuk masuk ke area ini ada 2 akses yaiyu memalui lumjang atai melalui Malang. Kami mencoba akses yang melalui malang. Di malang empat wisata ini dikenal dengan nama Coban Sewu. Dari senduro menuju Coban sewu memakan waktu 1 jam, pada saat kami tiba di coban sewu, hujan trun dengan derasnya sehingga kami harus berteduh di area parkir yang kebetulan juga ada warung makanannya. sambil menunggu hujan reda kamipun makan siang. Setelah hujan reda kami pun berjalan menuju Coban sewu dari area parkir hanya perlu bberjalan 200m2 untuk menuju lokasi. Sudah dibuatkan tangga2 tapi masih tanah dan diberi pegangan dari bambu. Karena abis hujan jalanan agak licin dan kami tidak bisa sampai ke bawah air terjun, hanya melihat dai atas dan kabut juga sudah mulai turun. Kami tidak menghabiskan waktu agak lama di Coban sewu karena cuaca dan kabut makin menebal. Perjalanan kami lanjutkan kembali meuju Surabaya karena keesokan harinya kami sudah harus balik ke Jakarta dan takut dengan kondisi jalan yang sering macet kami memutuskan untuk kembali ke Surabaya hari itu juga padahal rencana awalnya menginap di Malang.. Tiba di Surabayya sekitar jam 9 malam dan mulai mencari hotel di daerah Jenur Sari Perincian Biaya hr Ini : Ojek Rp 100.000/org sdh termasuk restribusi masuk B29 Makan pagi Rp 10.000/org ( Nasi plus telo dada, tahu tempe + sambal) Makan siang Rp 15.000/org (Nasi, empal dan sayur lodeh) HTM Coban Sewu : Rp 5000/org Parkir : Rp 10.000/mobil Makan malam : Rp 15.000 ( nasi + ikan nila goreng) Hotel di Surabaya Rp 300.000 (utk 3 org) Day 3 : 12 Februari 2017 Perjalanan ei mulai jam 7 pagi dari hotel menuju Madura terlebih dahulu kami sarapan Soto dan mampir sebentar di Kenjeran Park. Di Kenjeran Park terdapat satu tempat Ibadah agama Budha yang sering dijadikan tujuan wisata. Loasi tepat di pinggir pantai dan terdappat Patung Dewi Kwan Im 4 wajah. Sayang kami datang pagi hari dan cuaca agak mendug sehingga photo2nya kurang baik Kemudian perjalanan kami lanjutkan menuju Maduta, tempat yang kami tuju Arosbayan yang merupak pertambangan kapur di Surabaya dan berada di daerah Bangkalan. Perjalanan dari Sby Ke Srosbayan kurang lebih 1 jam. Arosbayan memiliki spot2 cantik yang unki untuk berphoto ria Setelah puas berphoto2 kami kembali ke surabaya untuk mengejar penerbangan di sore hari tak lupa sebelumnya mencicipi Bebek Sinjaynyang terkenal itu. Liburan tlah usah.. Bye2 Surabaya HTM Kenjeran Park : maaf lupa HTM Arosbayan : Rp 5000/org Oarkir di arosbayan : Rp 20ribu/mobil Sewa mobil Rp 500ribu/hari termasuk supir dan bensin Sampai jumpa di FR berikutnya
  2. 6 points
    Selamat sore JJ’er,,,,,!! Hay hay,,,,apa kabaar ???? Boleh sharing ya tentang Lombok ? Tanggal 17 Nopember 2016 hari Kamis malam kami berangkat ke Lombok menggunakan pesawat Lion ambil penerbangan malam jam 20.10. Sesampainya Bandara Praya Lombok kami rental mobil Avanza Rp. 150.000,- untuk menuju M Hotel di Jalan Rajawali No.10, Cakranegara Barat, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kami ber4 dengan pesawat dan jam penerbangan yang sama, sedang yang lainnya malah sudah sampai dari siang, jadi mereka bisa jalan2 dulu ke tempat2 lainnya. Tahu Lombok kan ? Wisatanya super duper banyak,,,,,sudah kesekian kalinya saya ke Lombok masih dengan destinasi yang berbeda dan belum habis juga di explore. Itulah sebabnya, kali ini kami datang kembali dengan ambil judul “Reuni Gathnas KJJI IX Lombok”, dan tempat2 yang dituju beda dengan yang pernah didatangi setahun yang lalu. Emejiiing… HhHhhmmmm,,,M Hotel lumayan juga loh JJ’er, cucok sama harganya yang sekitar 300.000 untuk yang stansard, tapi fasilitas didalam kamar cukup memuaskan kok, bersih. Hari Pertama, 18 Nopember 2016 Pagi hari jam 07.00 kami start dari hotel untuk menuju destinasi hari pertama, terlebih dahulu kami sarapan Nasi Balap Puyung, makanan khas Lombok yang sangat terkenal itu. Lokasinya ada di Jl Raya Puyung Jonggat, dan masuk gang kecil, warungnya sangat sederhana. Disinilah Nasi Balap Puyung Inaq Esun merupakan nasi balap yang asli, sehingga meski untuk menuju ke warungnya masuk2 lorong orang gak peduli, karena rasa biasanya lebih enak dibanding nasi2 balap lainnya. Nasi balap merupakan nasi bungkus, berupa nasi putih dengan menu ayam suwir bumbu pedas dan kering kentang, tapi pedasnya luar biasa. Satu bungkus dengan harga 15.000 bisa buat berdua, karena lumayan banyak porsinya. Enak loh, cucok di lidah saya yang dari Jawa. Recommended ! Gili Petelu Gili Petelu merupakan tujuan pertama jalan2 kami di Lombok, alamatnya di Sekaroh, Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Dari Mataram kurang lebih 2,5 jam, dan per-tama2 kita menuju ke Pelabuhan Tanjung Luar untuk sewa perahu. Yaaaa,,,,naik perahu lagi kita,,,,Lombok memang kagak ada matinya untuk urusan gili2, berbagai macam gili yang ada belum sempat terkunjungi semua. Ini Gili ke 4 di Lombok yang akan kami kenali dan nikmati. Cuaca sangat panas, anginpun kencang, namun semuanya tidak kami rasakan, hanya keindahan alamnya saja yang masih ter-bayang2, kenangan itu sungguh indah,,,, Sayang disayang, begitu sampai di Gili Petelu, ombak masih terasa besar, terbukti teman kami yang jago berenangpun kepayahan, dalam renangnya dia terbawa arus terus, tak mampu menahannya, hingga akhirnya awak kapalpun menyarankan untuk pindah tempat demi keamanan kami. Jadi disini kami hanya bisa main2 air sebentar lalu naik ke perahu lagi untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tanjung Cumi. Pantai Tanjung Cumi/Sumur Laut Nah kalau di pantai ini airnya sangat hijau dan dasar lautnya hampir kelihatan karena airnya sangat jernih juga dingin. Saking tergiurnya dengan air laut yang jernih inipun saya beranikan untuk nyebur,,,,lengkap dengan peralatan snorklingnya. Benar saja, karang2nya sangat indah,,,,begitu juga ikan2nya pada berseliweran berwarna warni, sayangnya gak siap kamera underwater, jadi Cuma mata saja yang bisa menikmatinya. Dan disini juga ada Sumur Laut katanya, ada temen kami yang berani mencari dimana Sumur Lautnya, katanya didalamnya dihuni oleh ular ? Benar atau tidak, yang jelas teman kami penasaran dan sambil bawa gopro diapun melesat ke bawah untuk ambil foto sumur laut. Ternyata memang ada, bentuknya lubang kecil di dasar laut, tapi siapa yang tahu kedalaman sumurnya ? Tentu gak ada yang berani lama2 berada disini,,,, Cukup lama di pantai ini, disamping snorkeling juga ada yang hanya sekedar main2 pelampung atau bersampan kesana kemari. Biar kelihatannya mudah tapi bagi yang gak bisa berenang akan sangat menakutkan, karena kalau tidak bisa menjaga keseimbangan badan akan kecebur pastinya,,,,hahahahah pengalaman pribadi. Ngiri lihat teman2 yang pada asyek ber-foro2 di atas pelampung berbentuk kerang raksasa,,,jadi seperti Putri Mutiara saja,,, Ketika jelang makan siang, kami lanjutkan perjalanan menuju Pantai Pink / Pantai Tangsi Pantai Pink / Pantai Tangsi Masih di desa Sekaroh, Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pantai Pink ini berada. Pantai Pink warna pasirnya memang pink, hal ini disebabkan karena karang dan ganggang yang ada didalam laut ini pink, sehingga serpihan2 karang yang terbawa ke pantai berwarna pink. Nama aslinya sebenernya Pantai Tangsi, tapi sebutan topnya Pantai Pink, makanya orang suka keliru dengan Pantai Pink yang di NTT. Pantainya memang indah, keren dan wow kalau dilihat dari atas bukit, garis pantainya sangat jelas, lengkungannya menambah cantik pantai ini. Tapi panasnya luar biasa, jangan lupa pakai topi lebar atau payung yaaa JJ’er… Di samping2 pantai juga banyak spot2 menarik seperti ayunan, gubug2 buat berteduh dan bisa sekalian buat makan siang disini. Kami kebetulan sudah bawa bekal nasi kotak, jadi langsung buka bekalnya dan menuju gubug2 untuk makan. Paling2 kami beli air kelapa muda di warung tersebut dan cemilan2 lainnya supaya orang warung tidak marah gubugnya kami pakai buat makan. Sebenernya disini bisa buat snorkeling juga, tapi mungkin teman2 sudah pada kelelahan sewaktu snorkeling di Pantai Tanjung Cumi makanya begitu nyampai di pantai langsung berlari ke daratan untuk persiapan makan yang didahului foto2 cantek,,, Hanya ada 1 teman saya yang sebelum perahu sandar sudah duluan nyemplung ke laut dan berenang sampai ke pinggir pantai, hebat sekali dia,,, Ibu2nya juga gak hilang akal, rupanya mereka bawa bekal buah2an dan sambal, jadi sesudah makan kami langsung ngrujak,,,bisa dibayangkan seperti apa kenyangnya perut kami ???? Sehabis makan kami melanjutkan berperahu menuju destinasi selanjutnya yaitu Pantai Pink 2 Pantai Sebui / Pink 2 Pantai Sebui sering disebut sebagai Pantai Pink 2 karena pasir disana juga berwarna pink. Disini kami hanya bermain pasir dan air, tidak snorkeling, mungkin sudah pada capai ya ? Jadi waktu yang ada Cuma buat foto2 wefie dan sambil menunggu sunset di Pulau Pasir. Pasirnya bagus, halus dan bersih, jadi kamipun tidak sungkan2 untuk ber-guling2an. Temen2 yang belum kena air kami paksa turun bahkan kami siram2 dengan air laut supaya basah. Gak lucu kan kalau seharian mainan di laut jadi manusia perahu kok baju masih kering kerontang ? Saya mencoba beranikan diri bermain sampan, tapi gak mau ke tempat yang dalam, yaaa,,,masih belum bisa bersahabat dengan air rupanya, masih saja takut tenggelam dan terbawa arus. Begitulah ceritanya, sehingga ketika mentari sudah condong ke barat, kamipun bergegas menuju Pulau Pasir untuk mengejar sunset,,, Pulau Pasir Pulau ini hanya timbul kalau air dalam keadaan surut, diperkirakan kalau sore sudah timbul pasirnya. Keunikan pulau Pasir hampir ada di setiap kepulauan, dan itu selalu dicari oleh wisatawan, karena biasanya di Pulau Pasir banyak terdapat bintang laut yang terdampar. Benar saja, ada beberapa bintang laut yang kami temukan, kami mainin sebentar dan kami lepas kembali supaya tidak mati karena kelamaan kena udara. Pulau Pasir disini memiliki kekhasan tersendiri, pasirnya ber-gurat2 seperti sisik ikan, saying kalau diinjak akan rusak lukisan alamnya. Tapia pa boleh buat, bermain pasir dan ber-lari2an juga merupakan permainan yang mengasyikan, sampai lupa umur kalau sudah ketemu dengan teman2… Dan acara disini memang khusus untuk menikmati sunset, sayang sunsetnya tidak terbentuk sempurna, tidak ada telor mata sapi jingga di ufuk barat, karena awan kelabupun ikut hadir mengiringi mentari ke peraduan malam. Kami hanya puas foto2 siluet,,,,,dan sesudahnya kembali ke Pelabuhan Tanjung Luar. Kurang lebih 2,5 jam lagi kami baru akan sampai ke Mataram, dan…..gak sabar rasanya pingin buru2 menikmati ayam Taliwang, makanan khas Lombok yang kami rindukan. Ayam Taliwang Irama 3 Resto ini ada di Jl Ade Irma Suryani No 10 Monjok Mataram Lombok, semuanya ada 3 resto, walau begitu konon keaslian rasanya masih dijaga. Terbukti dari sejak berdirinya tahun 1982 masih bertahan dan bahkan makin bertambah ramai. Bahkan pernah memenangkan Taliwang Champion di tahun 2015. Kami ambil tempat yang lesehan, supaya santai dan lega. Menu yang special ayam bakar, sambal beberuk dan pelecing kangkung. Temen lain ada yang pesan sop bebalung atau sop iga, dan minumannya juga beraneka tapi yang special itu kelapa muda madu. Kebanyakan dari teman2 pesannya ayam, dan ketika costnya dibagi rata masing2 kena Rp. 80.000,- menurut saya harga yang standard karena ayamnya 1 ekor, pokoknya nendang banged deeh,,,, Setelah kenyang, kami balik hotel dan zzzzzzzzz…..(jangan lupa shalat yaaaa,,,). Hari Kedua, 19 Nopember 2016 Hari ini rencana perjalanannya cukup panjang, yaitu ke Pulau Paserang dan Pulau Kenawa di Sumbawa Barat. Kami harus menyeberang pulau melalui Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur, kemudian dengan menggunakan kapal ferry sekitar 2 jam menuju Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat. Iya benar, Pulau Paserang itu ada di desa Poto Tano dan Kecamatan Poto Tano juga. Dari pelabuhan Poto Tano masih harus berlayar dengan perahu nelayan sekitar 30 menit menuju Pulau Paserang. Perjalanan panjang ini terhibur dengan adanya hiburan organ tunggal di kapal, teman2 kami ikut nyanyi dan joget2 bareng penumpang yang lainnya, suasana jadi berubah ceria,,,ini rahasianya rupanya, kata orang2 lebih baik ambil seat di kelas ekonomi saja karena aka nada hiburannya, dari pada di dalam kamar sumpek dan malah makin pusing. Benar juga ya ? Pulau Paserang Pulau Paserang terletak di kawasan Gili Balu Kabupaten Sumbawa Barat, masih di Nusa Tenggara Barat, pulau ini tidak berpenghuni jadi memang khusus untuk tujuan wisata. Bulan Oktober kemarin suasana pulau masih kering, rumput2an terlihat cokelat dan gersang, banyak debu disana sini, sehingga kalau kita sedang berjalanpun debu pada beterbangan. Kita bisa main snorkeling sebenarnya, tapi tujuan kali ini kami kepengin trecking menuju bukit yang ada di Pulau Paserang sehingga bisa melihat pemandangan pantai dan pulau2 di sekitarnya dari ketinggian. Jadi siapkan fisik untuk nanjak niihhhh,,,,pelan2 sajalah nanti juga bakal nyampai. Sepanjang perjalanan penuh dengan padang sabana, sangat bagus untuk berfoto, juga latar cottage2 disekitarnya yang masih dalam proses pembangunan menambah eksotiknya pulau ini. Listrik belum ada yaa,,,jadi pastikan power bank kita full baterei supaya tidak mati gaya disana. Jalanan menuju puncak bukit sudah bagus, batu tersusun dengan rapih sehingga kita tinggal ikuti saja jalan setapak itu,,,,dan sampailah ke tempat yang dituju. Silahkan foto2 selfie sepuasnya, tapi harap hati2 karena dibawah kita merupakan tebing yang curam dan dibawah kita air laut. Karena Pulau Paserang tidak berpenghuni maka tak akan ada warung yang jual makanan, kamipun sudah siapkan bekal nasi kotak untuk makan siang. Tapi untuk numpang shalat masih bisa, karena di cottage2 yang sedang dibangun ada penjaganya. Selesai shalat kami lanjutkan perjalanan menuju Pulau Kenawa. Pulau Kenawa Kurang lebih 45 menit – 1 jam kami berada di atas perahu, menyusuri lautan, dengan pemandangan kiri kanan yang begitu indah, pulau2 kecil berwarna coklat, padang2 rumputnyapun coklat, semuanya akibat hujan yang belum kunjung tiba, walau di lain tempat sebenernya sudah musim hujan. Gersang tapi indah, sangat ironis. Kami berniat melihat sunset di Pulau Kenawa, yang kata orang indahnya luar biasa, karena ketika di puncak bukit kita bisa melihat garis pantai di sekeliling pulau, sedang kita tepat di atas bukit yang paling tinggi, dan jika cuaca bagus, mentari jingga akan tepat berada di depan kita,,,,, Begitu dermaga panjang terlihat di kejauhan sana, pertanda sudah akan berlabuh perahu kami, dan bukit yang menjulang sudah terlihat pula, salah satu icon Pulau Kenawa, Subhanallah indahnya, karena ternyata di Bukit itu sudah agak menghijau. Namun karena mentari masih agak tinggi, maka sebagian teman2 da yang memanfaatkan waktunya untuk snorkeling ada pula yang langsung nanjak ke bukit pelan2 sambil foto2 sepanjang jalan. Oh yaaaa,,,hari itu tgl 19 Nopember 2016, Admin dan Momod KJJI yang kece (Mas Deffa Utama) sedang mengakhiri masa lajangnya di Bandung, dan kami yang ada disini tidak bisa menyaksikan langsung resepsinya, maka dengan berat hati kami hanya bisa kirim ucapan lewat video singkat, dan ada juga yang kirim ucapan via rangkaian bunga papan. Gak papa yaaaa Mas Deffa,,,yang penting kami masih ingat kalian meski jauh dimata tp di hati dekat,,,,Happy wedding Deffa & Jeanette,,,!! Well, sekarang saatnya mendaki bukit,,,meski di langit sebelah barat Nampak awan menggantung, tapi kami tetap semangat mendaki, berharap ketika sampai di puncak mentari berani menampakan sinar jingganya, dan melambaikan tangan untuk mengucapkan selamat malam,,,, Lumayan lama kami ber-main2 di pulau Kenawa, dan ketika sudah gelap kamipun turun, untuk menuju Pelabuhan Poto Tano menuju Lombok. Sebelumnya kami makan2 dan minum2 dulu di warung2 yang ada di sekitarnya. Iyaaa,,,disini sudah banyak warung2 bahkan listrik juga ada, kami bisa ngecharge handphone dengan sewa Rp. 10.000,- hingga baterai full. Dan kurang lebih 30 menit kami sudah sampai kembali di Pelabuhan Poto Tano, setelah ini kami berjuang kembali ditengah rasa kantuk yang melanda, untuk berlayar kembali menuju Pelabuhan Kayangan Lombok. Hhhhmmmm,,seru sekali petualangan hari ini…! Hari Ketiga, 20 Nopember 2016 Air Terjun Benang Stokel Hari ini kami explore Lombok Tengah, tepatnya Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Disini banyak terdapat air terjun karena topografinya pegunungan, yaitu dekat dengan Gunung Rinjani. Dan desa ini merupakan Geopark Rinjani, pintu masuknyapun dari pos pendakian Gunung Rinjani. Tapi kami enggak mau nanjak gunung laah, Rinjani gunung yang sangat tinggi, saya pribadi gak akan mampu mencapainya. Kenapa disebut Benang Stokel ? Katanya airnya seperti untaian benang ? Benarkah ? Itu yang bikin penasaran, karena kalau lihat di TV kok bagus sekali, air tercurah dengan lembutnya, ada 2 air terjun yang bersebelahan disini. Yang satunya (yang kecil) bahkan bisa memancarkan sinar pelangi jika pas matahari bersinar cerah. Letak air terjun Benang Stokel tidak terlalu berat dicapainya, kurang lebih berjalan selama 20 menitan sudah sampai ke lokasi. Pengunjung kali inipun tidak terlalu ramai jadi cukup puas menikmati serpihan airnya, lembut dan dingin. Kami tidak bermain air disini, hanya foto2 saja karena kolam yang terbentuk dibawah air terjun tidak nyaman untuk ber-main2. Jadi begitu selesai foto, kami lanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Benang Kelambu yang kebetulan ada di desa yang sama. Air Terjun Benang Kelambu Untuk menuju kesini bisa jalan kaki sebenernya, dan jalanan juga sudah bagus karena sudah dibuat tangga2 dari batu. Temen2 banyak yang jalan kaki, saya tergoda oleh tukang ojek yang mangkal di ujung anak tangga,,,dan jujur badan saya memang juga sudah capai. Ya sutralah, order 2 motor untuk saya dan anak saya, kalau dari Pos depan sewa ojeknya 30.000 PP berhubung saya naiknya sesudah dari Benang Stokel jadi saya tawar 25.000 PP. Biarpun naik ojek perlu dipiawaian juga loh, karena dibawa melalui jalanan yang agak jelek, naik dan turun, ojek yang saya naiki pun hamper guling karena jalanannya tanah yang licin. Untung abang Ojeknya masih bisa menahannya untuk tidak guling, meski harus berkorban sandal jepitnya yang putus. Duuuhhhh,,,deg2an juga niihhhh,,,tapi memang hanya sebentar naik ojeknya, begitu sampai di parkiran kami masih harus berjuang untuk menuruni anak tangga yang lumayan banyak, hhhmmmmm kebayang nanti pulangnya bakalan nanjak….don’t give up ! Dari jauh Nampak air terjun yang halus2 bagai tirai kelambu, pantas sana namanya Air Terjun Benang Kelambu. Airnya sangat dingin,,,,bbbrrrrrr,,,,gak berani mainan air saya, teman2 yang lain juga hanya beberapa saja yang nyebur di kolam di bawah air terjun. Memang lebih bagus ini, tempatnya luas dan nyaman untuk duduk2 memandangi gemulainya air terjun ini. So sweet,,,,, Jika tidak ada teman yang harus diantar ke bandara siang ini, mungkin kami akan lama2 di tempat ini, untuk memanjakan mata dan pikiran dan menghilangkan penat2,,,,iyaaahhhh Jakarta bikin penat, jalanan yang macet dan bising bisa bikin stress, begitu di tempat ini rasanya plooooong,,,,,,suwwweerrrrrr deeehhh,,,!! Maka sesudah makan siang di warung2 di sekitar air terjun, kamipun antar teman menuju bandara. Sebelum sampai bandara kami sempatkan singgah di toko oleh2 khas Lombok. Bukit Meresse Masih di Lombok Tengah, dari Bandara Praya kurang lebih 1 jam, teman kami yang pulang duluan hanya 1, yang lainnya kebanyakan ambil penerbangan malam untuk menuju Jakartanya, sehingga sisa waktu sore ini kami masih ada waktu buat explore Bukit Merese. Lokasinya persis berseberangan dengan Pantai Tanjung Ann, dari atas bukit Merese akan Nampak juga Batu Payung, iconnya Pantai Tanjung Ann. Istimewanya di bukit ini adalah sunsetnya yang luar biasa indah, juga view pantai dan bukit2 yang ada disekitarnya Nampak artistic dan eksotik, banyak orang bilang tempat ini sangat romantic bagi pasangan yang sedang bercinta, entahlah benar atau tidak. Tapi memang, setelah melalui tracking yang lumayan berat, rasa2nya pegal2 kaki gak terasa lagi, apalagi setelah sunset tiba, Subhanallah,,,,jingganya sangat menawan, baru percaya kalau tempat ini sangat romantic. Rupanya,,,,,kebersamaan kami, ex Member Gathnas IX KJJI berakhir disini. Di akhir acara barulah terasa kalau kami sangat dekat, sangat akrab, ber-sama2 menikmati perjalanan yang mengasyikan ini. Semuanya tergambar di foto2 kami yang lucu dan seru. Terima kasih KJJI,,,,,berkat kalian kami ada, semoga persaudaraan ini terjalin selamanya,,,,aamiin. Ke Jakarta akhirnya kami kan kembali,,,,!! Trip ini terlaksana dengan apik berkat saudara kami di Lombok Mas Dimas dan Mas Dhan, serta komandan kami Kakak Ven2,,,thanks yaa semuanya,,,!! Salam Jalan2 Indonesia…!! Foto : koleksi pribadi juga foto kiriman teman2 (Ven2, Cik Eka, Mbak Ghea, Mbak Menie, Teh Uko, Mbak Lenny, Mbak Onya, Mbak Netty, Bang Duty, Mas DImaz, Mas Dhan, Abdy, Koko)
  3. 6 points
    Holaaaaa... setelah kemarin sempet cerita soal persiapan ke Jepang (ceritanya bisa dibaca di bawa ini yaaa), kali ini giliran cerita soal Osaka. Osaka merupakan kota pertama dari rangkaian perjalanan yang gw lakukan berdua suami. Untuk trip kali ini gw menggunakan Garuda Indonesia dengan transit di Denpasar. Berangkat dari Jakarta jam 20.00 WIB tanggal 2 Desember, sampe di Denpasar jam 23.00 WIB. Seperti biasa setiap jalan gw selalu membuat kebodohan kali ini kebodohan, kali ini seputar terminal keberangkatan di airport. Kebodohan pertama adalah salah terminal di bandara Soekarno Hatta. Ngooookkkk. Ini pertama kali gw naik pesawat ke luar negeri tapi pake transit di dalam negeri, ga pake nanya2 dengan PD-nya gw dan laki gw langsung minta diturunin supir Uber di terminal 2 Cengkareng dengan bawa 2 koper gede. Gw mikirnya ya kan tujuannya Osaka, ya naiknya dari terminal 2 dooongg.. ternyataaaaaaa begitu sampe pintu disuruh ke terminal 3 dulu. Imigrasinya nanti di Denpasar. OEMJIIIHHHHHH norak banget siiiikkk yaaaaaa.. Dengan berat hati kita geret2 koper pindah ke terminal ultimate . Sampe di Ultimate langsung duduk manis di Liberica sambil nunggu boarding, ternyata banyak Gate yang dipindah2 dan pengumuman tumpang tindih. Rusuh banget, maklumlah hari Jumat, biasanya jadwal penerbangan padet. Akhirnya kita ngga ngeh kalo udh boarding.. Daaaaann baru sadar pas udah last call. Langsung deh lari2 ke Gate. Aaaaaahhhh.. blom apa2 gw udah ngos2an duluan. Kebodohan gw masih berlanjut sampe di Denpasar.. Gw pikir sampe Denpasar masuk ke antrian transit, karena yaaa gw kan emang transit doang. Ternyata udah ngantri lama eeh salah pula. Aaaaakkkkkkkkkk ternyata harus keluar bandara lewat jalan setapak ke terminal internasional. Jam 12 malem, ditengah ngantuk-ngantuk pake jalan kurang lebih 20-30 menit. Mamak lelah.. Dan asli yaa airport Denpasar terminal Internasionalnya udah kaya pasar malem. Rame aja. Untung imigrasi ga pake antri lama. Langsung deh lanjut terbang Denpasar - Kansai. Sepanjang jalan lancar dan gw tidur pules banget. Bangun2 pas menjelang sarapan, 2 jam sebelum landing. Tepat 8.30 pesawat mendarat dengan mulus di Kansai, ga sempet ini itu langsung buru2 ke Namba Ticket Office buat nukerin Yokoso Pass yang udah gw beli online beberapa hari menjelang berangkat. Lokasi exchange counternya ada di lantai 2 persis di depan gate kalo mau naik train ke Osaka - Kyoto. Sampai di counter tiket tinggal tunjukin deh lembaran konfirmasi yang dikirim melalui email. Bentuknya kaya gini, jangan lupa di print yaaa Prosesnya cepet banget kira2 cuma 5 menit, langsung deh dikasih serangkaian tiket kaya gini: btw ini bukan foto tiket gw, ga sempet foto. Ini minjem dari website japanrailpass. Kok banyak banget? Lembaran yang paling gede itu Information memo, isinya gw juga ga ngerti apaan. Yang dibawahnya merupakan tiket Rapid Train Kansai - Namba. Nah kalo yang bawah kanan itu tiket reserved seat, di dalamnya tertera nomor gerbong dan nomor kursi. Kalo yang kuning merupakan tiket 1 day pass untuk naik subway - tram ataupun bus, bisa dipake hari itu juga ataupun bisa diaktifin untuk besoknya. Gw sendiri sih pake buat hari yang sama. Lumayan irit. Menurut gw kalo nginepnya di daerah Namba pass ini deal yang paling oke. Cerita soal Yokoso bisa dibaca disini Abis nuker tiket langsung deh ke seberang buat masuk ke Gate Nakai. Nah gatenya ini sebelahan sama gate JR. Gatenya Nankai yang sebelah kanan. Naik Rapid ini cuma butuh waktu sekitar 35 menitan buat sampe ke Namba station. Lumayan cepet kok. Keretanya juga nyaman banget. Sampe di Stasiun Namba langsung aktifin Day Pass, dan menuju ke Stasiun Shinsaibashi (jaraknya cuma 1 stasiun dari Namba station) untuk nitip koper di Osaka Hana Hostel. Gw menginap di Osaka selama 2 malem. dari tanggal 3 - 5 Desember. Gw merekomendasikan banget Hostel ini buat teman-teman yang berencana ke Osaka. Review soal Osaka Hana Hostel ini bisa dibaca di : Setelah nitip koper langsung jalan ke Osaka Castle, biar ga kesorean. Kebetulan cuaca cerah dan ga terlalu dingin. Tapi efeknya yaaa asli rame banget. Dari Hostel tinggal jalan kaki sekitar 3 menit ke Stasiun Subway Shinsaibashi, naik jalur yang hijau muda lalu turun di Stasiun Morinomiya. Terlampir petanya Setelah itu tinggal ikutin petunjuk menuju Osaka Castle. Sayang banget pas gw kesana Momijinya udah lewat. Daun-daun mulai berguguran dan suhu mulai dingin. Tapi masih tetap bagus kok. Dari Stasiun menuju Osaka Castle dibutuhkan waktu sekitar 20 menit, dengan melewati taman. Gw betah banget muter-muter di taman ini, sambil makan es krim. Pemandangannya kurang lebih seperti ini: Setelah jalan sambil sibuk foto2 ga berasa akhirnya nyampe juga di Osaka Castle. Ga sempet foto banyak-banyak karena waktunya cuma dikit. Kita lebih banyak duduk, ngobrol,nikmatin castle, nontonin kelakuan orang sambil nyemil. Gw mengahbiskan waktu sekitar 2,5 Jam disini, ga pake masuk ke dalam Castle yaaa.. Karena antriannya panjang banget. Maklumlah gw dateng pas hari Sabtu. Hasil foto gw juga ga ada yang bagus karena ga pake kacamata.. padahal mataharinya kenceng banget. Sekitar jam setengah 3 perut udah ga nahan lapernya, akhirnya kita putusin buat pergi makan siang. Browsing sana sini kita putusin buat makan Okonomiyaki. Nah katanya Okonomiyaki paling enak di Osaka ini aa 2, yaitu Kiji dan Ajinoya. Bahkan Ajinoya masuk dalam Michelin Guide. Karena lokasi Ajinoya ini sekitaran Dotonbori jadi lah kita putusin makan disana. Dari Osaka Castle ke Ayinoya tinggal balik ke Stasiun Morinomiya, naik jalur Hijau Tua, turun di Stasiun Hommaci lalu ganti Line Merah menuju Stasiun Namba. Dari Stasiun Namba tinggal jalan kaki sekitar 10 menit ke Ajinoya. Nyampe sana ternyata antriannya panjang bangeeeettt.. Gw nunggu hampir 1 jam baru dapet tempat. Begitu masuk ke dalam baru deh ketauan ternyata karena emang dalamnya kecil banget. Paling cuma ada sekitaran 10 meja, pantesan aja antri. Selain Mixed Okonomiyaki kita juga pesen Garlic Yakisoba (bisa pilih yang non- pork), buat minum cuma pesen air putih aja, nyari yang gratisan. Kerusakan yang terjadi cuma sekitar 2.400 Yen buat ber2. Termasuk murah sih yaaa.. karena sumpaaahh ini ENAAAAAAKKKK BANGEEEEEEETTTTTT!!! Wajib nyoba kalo mampir ke Osaka. Maaf ya fotonya agak ngeblur, maklum perut udah bergejolak kelaparan. Beres makan langsung deh puter-puter Namba sambil nyobain majajanan pinggir jalan Takoyaki, Oyster bakar, Oden, dll. Sepanjang jalan pokoknya kita nyemil. Udah ga kepikir lagi buat foto akibat sibuk ngunya. hahahaha. Yaaahh ukuran badan emang ga boong. Berbanding lurus sama kapasitas perut. Setelah puas dan kenyang muter2 Dotonbori diputuskan baut menyudahi hari dan balik ke Hostel. Kalo ditanya total pengeluaran selama di Osaka gw berapa ga tau berapa karena pake Day Pass, dan karena gw dan laki gw makannya udah kaya orang ga makan 4 hari. Selesai deh hari pertama di Osaka. Nanti dilanjut lagi dengan cerita main ke Universal Studio Japan (USJ) sambil ujan-ujanan. Link Terkait: Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo
  4. 6 points
  5. 6 points
    Sebelumnya mohon maaf, karena kisah ini terlambat dari jadwalnya. Mohon maklum, kerjaan padat menyergap seusai balik dari Jepang. Aaaah, jadi pingin liburan lagi, wkwkwwk Berbekal JR Pass nan sakti, gue pun menyusun perjalanan yang anti rugi. Maksudnya, selama bisa pakai JR Pass, ngapain musti bayar tiket lagi. Kalau bisa nyicip gratis, ngapain musti beli *Halah. Namun prinsip itu harus berhadapan dengan realitas yang cukup mencengangkan di Kyoto (apa pula bahasa gue barusan). Ya, intinya jalur yang di-cover JR Pass di Kyoto sangat terbatas. Tempat wisata utama yang dekat stasiun JR mungkin hanya Fushimi Inari (JR Inari) dan Arashiyama (JR Saga Arashiyama). Sementara penginapan yang kami pilih di Sanjo. Mau nggak mau kami musti beli tiket kereta di jalur Keihan dari Kyoto Station ke Sanjo Keihan untuk sampai di penginapan. Mungkin kalian penasaran, ngapain juga gue musti nginep di Sanjo. Ehem, beginilah ceritanya. Berbekal advice dari insidekyoto.com, salah satu wilayah yang nginep-able di Kyoto adalah Sanjo. Waii?? *Why. Karena banyak tujuan wisata yang dekat dari area ini. Sebut saja Gion, Kamo River, Sannen-zaka, Ninen-zaka, Kiyomizudera. Semua itu bisa ditempuh dengan jalan kaki. Ya, kecuali kalau kalian tipikal manjanya keterlaluan dan males jalan kaki, bus akan sedia menawarkan tumpangan berbayar. Karena dari Kyoto ke Sanjo nggak ada JR line, untuk menghemat perjalanan kami memutuskan langsung ke Fushimi Inari dari Kyoto Station pada hari pertama kedatangan kami di Kyoto. Kyoto Station Jadi, begitu Shinkansen Hikari yang kami tumpangi tiba di Kyoto Station, hal pertama yang gue cari adalah coin locker. Berat cuy bawa carier 60 L kemana-mana. Setelah nekad memohon petunjuk ke petugas station (yang kebetulan kagak ngerti bahasa Inggris) dengan bahasa tubuh kami pun menemukan loker. Setelah beres kami segera meluncur ke platform di mana kereta JR Nara Line berada. Oh, iya, begitu dapat koneksi internet di Jepang, jangan lupa untuk install app Hyperdia (entah sejak kapan, app-nya hanya bisa di-instal di Jepang. Versi web-nya masih bisa dibuka di Indonesia, sih, buat cek-cek rute di itinerary). Kereta yang kami tumpangi ini akan melewati statsiun Tofukuji dan tiba di Inari. Perjalanan berlangsung sangat cepat. Hanya 5 menit. Begitu tiba di Inari station kami disambut masa yang cukup padat. Tak jauh di seberang jalan, gerbang utama Fushimi Inari sudah terlihat. Gate Fushimi Inari Sabtu siang itu pengunjung cukup ramai. Sebelum memutuskan masuk, kami mencari makan siang dulu (ehem, rapelan sama sarapan sebenernya) di Daily Yamazaki, semacam convenience store. Karena nggak ada tempat duduk di sekitar situ, kami pun memilih makan di balik patung rubah di depan gerbang. Sungguh pilihan lokasi yang mencolok dan mengundang perhatian. Makan di balik patung ini Tak jauh dari lokasi inilah terjadi adegan salah grepe *eh! Adegan salah sapa oleh sekumpulan turis dari Thailand (denger bahasanya yang canggih luar biasa gue langsung mengenali kebangsaan mereka). Jadi ceritanya si Bobby dikira salah seorang teman dari mereka, karena emang agak mirip sih mukanya. Jadilah mereka cengar-cengir setiap ketemu kami. *Dih Punten! Sepertinya hari itu Fushimi Inari akan dipakai untuk upacara. Gue nebak begitu karena kuil utama udah rapi dan pendetanya juga kek lagi siap-siap, ditambah petugas-petugas yang beredar di sekitar kuil. Entah kenapa, ketika melihat penampakan pendeta dengan topi tingginya itu aura magis langsung terasa. Untuk mengalihkan rasa itu gue segera melihat arah lain. Wajahmu mengalihkan duniaku, Mbak :) Sesuai rencana bersama, kami memutuskan untuk tidak mendaki hingga puncak. Jadilah kita foto-foto di antara tori-tori merah nan indah itu. Tuh, rame, kan *nggak tahu diri ngganggu yang ngantri jalan Tori Foto ala ala dulu Pose siapa yang lebih sukses? Baru dapat beberapa meter kita milih jalur memutar. Dan balik. Ya, gitu doang sih. Inari Station Timetable Kami pun balik ke Kyoto Station. Selain Hyperdia, app yang sangat membantu tentu saja google map, Kyoto metro map. Tambahan bagi yang muslim, ada Halal Navi, Halal Gourmet Japan, yang bisa jadi navigator buat nyari rekomendasi tempat makan yang udah ada sertifikat halalnya. Setelah ngambil barang di loker, kami pindah ke kereta Keihan. Dari Kyoto Station ke Sanjo Keihan perlu transit sekali di Karasuma Oike. Harga tiket total 260 yen. Kejadian konyolnya adalah, gue salah memasukkan kertas receipt (bukan karcis) ke gate. Ya jelas nggak mau buka dong. Gue coba sekali lagi. Sama juga. Akhirnya munculah seorang kakek-kakek berhati malaikat yang memberitahu gue kalau yang gue masukin salah. Gue pun memasukkan kertas lain, yang mana lebih kecil dari kertas pertama. Dan berhasil. Yaelah, karcisnya ternyata yang kecil. Untung kagak gue buang. Sebelum naik kereta gue sempat bertanya pada seorang gadis Jepang, apakah kereta yang kami tumpangi benar ke arah Karasuma Oike (sebetulnya ini adalah modus nyepik). “Neng, ini kereta ke Karasuma Oike?” Tanya gue sambil merapikan sarung yang melingkar di pundak. Si eneng tampak kaget dengan pertanyaan gue. Diselipkannya anak rambutnya di belakang telinga. “Eh, iya, A’. Aa bade kemana?” “Ndak jauh, kok. Cuman ke Sanjo.” *berubah logat. “Ati-ati, ya, Mas.” *ikutan nggak konsisten. Ya, dialog di atas hanya rekaan belaka. Setelah gue Tanya beginilah reaksi sebenarnya: Si gadis yang cantik itu pun mengangguk. Bahkan dia masih melihat ke gue ketika dia turun duluan di stasiun Shijo. Entah apa maksud tatapan itu. Tatapan berat untuk berpisah, tatapan ingin meminta ID Line, atau yang paling masuk akal tatapan kasihan gue bakal salah stasiun. Tiba di Sanjo Keihan ternyata bukan sebuah kelegaan. Gue yang baca direction dari host Airbnb ngerasa lost banget karena gerbang keluar stasiun yang di foto dengan yang gue lalui kok beda. Gue sadar kalau salah keluar gerbang, tapi di mana gerbang yang di gambar lebih bikin gue bingung. Gue pun usul buat masuk ulang, cari jalan keluar lain. Tentunya pilihan ini sangat menyiksa Bobby, karena dia yang satu-satunya bawa koper harus nenteng naik turun tangga. Begitu gue nemu jalan keluar lain, kami ikuti, sampai keluar … zonk! Tetep beda. Malah pintu keluar itu cuman beberapa meter dari pintu keluar yang pertama. Sempet buntu sampai akhirnya kami berjalan ke Family Mart. Krysna yang menguasai bahasa Jepang dasar berusaha berkomunikasi dengan dua orang kakek-kakek. Dan jawaban sang kakek membuat Krysna menganga! Yaiyalah, si dua kakek itu menjawab dengan sanga cepat dan heboh, panjang. Krysna pun nggak mudeng sama sekali dengan apa yang dikatakan sang kakek. Gue akhirnya ikut nimbrung setelah gue inget lokasi penginepan di dekat studio dance. “Dansa! Dansa!” seru gue sambil membuat gerakan ala ala. Eh, si kakek ternyata nangkep. Dari omongannya gue nangkep kata “hoteru” yang mungkin artinya hotel. Dia juga nunjuk arah. Kami pun ngikutin arah itu dan … tara!!! Gambar yang ada di peta akhirnya tampak. Setelah jalan 5 menitan tibalah kami di rumah milik Madame Hanano. Tirai depan rumah yang menyambut kami Secarik pesan dari sang host Ruang tamu tempat Misae dan Shinchan bercengkerama Area rumah yang kami sewa benar-benar bersih. Rumahnya kecil tapi bersih banget. Terdiri dari dua lantai. Lantai satu berupa ruang tamu, dapur, kamar mandi. Yang gue suka, pintu gesernya Jepang banget. Naik ke lantai dua ada 3 kasur yang udah disediain buat kami. Masih sisa satu ranjang tingkat sih sebenernya. Jadi kalau kebetulan trip ber-5, rumah ini keknya masih bisa, deh. Lebih hemat lagi pembagiannya. Gue yang nggak sabar liat futon langsung nyobain tidur. Gilak! Anget banget. Nyaman banget. Jadilah khayalan live as a Japanese untuk dua malam di Kyoto ini terkabul. Karena belum makan malem, kami segera beberes untuk berangkat ke Gion. Tujuan kami adalah Gion Naritaya Ramen Halal. Di tengah dinginnya malam kami menjelajah gang-gang di area Sanjo menuju Gion. Google map always on. Meski cuman jalan kaki, gue excited banget. Ngelihat rumah-rumah dan bangunan yang gue lalui. Pas-pasan sama masyarakat local yang keknya baru pulang kerja. Ngelewatin kedai dan bar-bar Jepang. It’s not a dream! Dulu waktu kecil gue punya mimpi buat ke Jepang. Begitu beranjank dewasa mimpi itu kek hilang, karena gue mulai realistis. Gimana caranya gue ke Jepang coba? Eh, hari itu mimpi gue ternyata bisa tercapai. Yeah, gue pun sadar, terkadang realistis dan pesimis itu beda tipis. Seharusnya gue tetapin niat yang kuat dan nyari cara gimana buat mencapai mimpi gue. *motivator mode on Tibalah kami di Gion Naritaya Ramen. Kedainya lucuk, Jepang banget (yaiyalah, di Jepang). Di sebelah Gion Naritaya Ramen ada Gion Naritaya Yakiniku (yang ini special jualan daging yakiniku gitu). Sesuai rencana kami milih makan ramen malam itu. Daftar Menu Begitu masuk kedai kami disajikan ruangan yang terbilang sempit. Tapi sempitnya justru membuat semakin nikmat. Ada beberapa pengunjung berhijab yang gue perkirakan berasal dari negeri tetangga, negeri jiran. Ada satu penjaga kedai, merangkap sebagai koki, mas-mas Jepang yang masih muda banget. Malm itu gue memesan shoyu ramen + fried chicken. Harganya 1000 yen. Sambil bergunjing tentang pengunjung lain di meja sebelah, karena gue melihat “penampakan”,*Mohon untuk tidak ditiru, pesanan yang kami tunggu pun datang. Waaahhh! Shoyu Ramen Spicy Ramen Ramen Mamen Enyak! Pas banget dingin-dingin musim dingin gini, makan yang anget-anget, berkuah anget, di kedai anget. Anget banget! *Wkwkwkwk Review makanannya, jujur ini pertama kali gue makan ramen di Jepang. Sensasi yang pertama yang gue rasain adalah fresh. Kenapa? Karena lidah gue sama sekali nggak mencap adanya rasa micin macam makan mie instan atau ramen yang dijual di beberapa kedai ala-ala Indonesia (mungkin mereka pakai ramen instan). Ramennya terasa lembut. Kuah shoyu nya juga sedap. Irisan ayam bakarnya pas banget. Mateng dan lembut. Dan yang jadi juara menurut gue adalah ayam gorengnya! Potongan kecil-kecil bikin bumbunya meresap, sedaaap! Sampai kami mutusin buat pesen lagi ayamnya, he he. Makan malam pertama kali kami di Jepang ditutup dengan secangkir green tea hangat khas Jepang. Ditambah air putih gratisan. Kami pun meninggalkan kedai dengan suka cita. “Hoi, bayar dulu!!!!” teriak si penjaga kedai. Mungkin itu yang terjadi seandainya kami terlalu menikmati suasana dan meninggalkan kedai tanpa bayar. Untungnya kami belum khilaf. Setelah menimbang-nimbang kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Minna Kyoto Store. Si Bobby ngajak buat cek jaket winter. Doi belum sempet beli di Indonesia. Kami pun berjalan kaki menyusuri jalan-jalan Gion ke arah Kamo River. Udara malam itu dingin banget. Tapi suasana sekitar bikin gue tetap gigih berjalan. Gue bisa melihat Starbucks nan legendaris (karena sering mejeng di berbagai foto ketika searching tentang Kyoto). Starbucks itu berada pas di tepi Kamo River, terlihat klasik. Di Minna Store kami cek jaket di Uniqlo Jepang dan membandingkannya dengan harga di Indonesia. Emang iya, sih, di sana lebih murah disbanding di Indonesia untuk barang yang sama. Gue pun beli neck warmer yang cuman 500 yen, karena gue belum bawa syal. Usai dari Minna kami mampir ke minimarket kecil nggak jauh dari sana. Gue lupa apa nama minimarketnya. Yang pasti di situ gue nemu air mineral paling murah yang gue temuin selama di Jepang. Bayangin 52 yen udah dapet 2 liter?! Dan … malam itu harus ditutup dengan drama. Gue kebelet buang hajat! *Malu Dengan panik gue masuk lagi ke Minna Kyoto Store, nyari-nyari di mana toilet. Akhirnya nemu di saat yang tepat di lantai dasar. Fuuuuh. Malam itu kami mengakhiri petualangan hari pertama. Sebelum tidur gue sempet nyobain shower yang dinginnya naudzubillah. Kami nggak mungkin lupa nyalain pemanas ruangan. Kehangatan seketika menyeruak. Kasur di lantai 2 yang menyajikan kehangatan Sampai jumpa hari kedua :) Sebelumnya: Mention: @deffa @HarrisWang @kyosash @twindry @Vara Deliasani @Andrizki @Ikamarizka
  6. 5 points
    Dennis.Rio

    PART 3, day 2, TOKYO (more pic).....

    TOKYO 東京..... day 2 Jadi itu tadi perjalanan di Kawagoe. Disini saya habis waktu kurang lebih setengah hari lebih, karena jalan dari stasiun kereta lumayan jauh 30 menit-an dan juga karena banyak liat-liat juga hahaha. Overall asik disini buat yang mau liat-liat bangunan tua dan jajananya banyak jadi hati-hati kantong harus dijaga hahaha. Oke lanjut setelah dari Kawagoe langsung balik lagi ke Tokyo, tepatnya Shibuya
  7. 5 points
    Ini beberapa irisan cerita perjalanan saya dalam misi rekonstruksi uang seribu, karena saking penasarannya, saya sampai membuat itinerary backpacking ke maluku utara, ternate-tidore-morotai, sejak setahun yg lalu, namun karena kendala teknis,baru bisa berangkat september silam, alhamdulillah. Setelah menebar racun,lalu menskrining calon travelmate saya, tentunya dg berbagai alasan banyak yg membatalkannya, akhirnya saya berhasil mengajak 1 orang, masrangga nama samarannya, wkwkwk. Karena gak tega liat saya berangkat sendiri, akhirnya masrangga bersedia nemenin saya. Maacih ya mas. Berangkat dari Surabaya malam tgl 16 september,lalu transit d makassar tengah malam,lanjut terbang subuh,dan akhirnya landing dg selamat d bandara baabulah ternate jam 6 pagi tgl 17 september. Overall, bandaranya meski kecil tp view sekitar sangat memanjakan mata. Dari atas saya bisa melihat view masjid Al Munawwar (salah 1 masjid terapung di Indonesia) dan gunung Gamalama, Pulau Maitara, dan pulau2 lainnya. Ceritanya saya skip ya, next akan saya posting d lain waktu. Setelah keluar dari bandara, saya jalan sekitar 500 meteran lah,sampai ke gerbang luar,lalu nyetop angkota,atau di sini menyebutnya oto. Setelah tawar menawar,jatuh pada harga 300ribu untuk putar2 ternate seharian, lebih murah daripada sewa travel yg berada d kisaran 300-500rb. Sambil niatnya berbagi rezeki dg supir oto,krn d sana oto lumayan sepi penumpang. Deal berangkat sodara. Oiya, oto d sini sama seperti d flores,ambon,kupang,ada full musik nya. Jadi jangan heran ya nuat teman2 d jawa. Tp pas waktu masuk sholat, semua kendaraan yg lalu lalang dpn masjid mematikan lagu mereka. (Ini baru toleransi). Lanjut, setelah tanya2,dan gugling, akhirnya didapat informasi bahwa lokasi uang 1000 itu ada d 3 spot, d pantai gambesi, cafe florida, dan pantai fitu. Tp bang supirnya menyarankan ke cafe florida,karena katanya pula di sini ada pigura berinformasikan sbg lokasi uang 1000. Okelah demikian. Toh juga baru sekali ke ternate, belum tentu bisa kesana lagi next. Kemudian kami masuk,bang supir milih d luar aja. Kesan pertama memang wow banget, viewnya keren, cuma sayangnya untuk spot 1000 kurang pas, mungkin kami harus bergeser ke arah timur 10 derajat lah. Tapi krn sudah terlanjur, skalian pesen minuman, dan kami sempat terkejut, harga minuman d sini lumayan mihil untuk kantong bekpekere macem saya. Akhirnya kami sepakat untuk sedikit khilaf dg bersikap hedon selama di sini . Gb.1 view dari cafe floridas + minuman yg saya pesan Setelah gagal merekonstruksi krn posisi yg kurg bbrp derajat, akhirnya kami cuma ceki2 selfie sebentar sembari ngabisin minuman di sini. Setelahnya, kami sepakat melanjutkan perjalanan ke benteng kalamata untuk hunting sunset, karena searah lanjut balik ke pusat kota bawah sambil cari akomodasi. besok pagi sebelum berangkat ke tidore, mau menyempatkan ke pantai fitu. 18 september jam 6 pagi, kami sudah siap packing,niat awal mau ke pantai fitu,mumpung masih pagi,dan cuaca di sana cukup terik untuk jam 7 pagi ke atas, gak seperti di malang yg masih sejuk. Setelah naik oto yg menuju ke atas/ngade, tibalah kami d bibir pantai fitu, berkat pak sopir yg bersedia otonya kami carter untuk berangkat saja, 20k/2 orang. Jadi drpd jalan dr depan sampai ke bibir pantai,lumayan jauh,sekitar 300meter. Dan berikut view pantai fitu sbg spot uang 1000 Gb.2 misi rekonstruksi uang 1000 berhasil,,uyeee Pantai fitu sendiri terletak d kawasan pemukiman penduduk yg bermatapencaharian sbg nelayan, dan sebelum memasuki bibir pantai ini, kita akan melewati pemukiman/mess tentara nasional Indonesia. Tidak ada tiket masuk ke kawasan pantai fitu, kita cukup membayar dg senyuman hangat kepada penduduk sekitar. Dan penduduknya ramah dg pendatang atau turis. Setelah bermain disini kurleb 1 jam, kami beranjak menuju pelabuhan bastiong, kali ini kami membayar 6rb/orang untuk oto nya. Tetap jadi pejalan yg santun dan bijak ya jalaners. Semoga bermanfaat
  8. 5 points
    Hallow,,,,,apa kabar JJ’er ?? Lagi2, ketika saya dapat undangan married dari teman yang mantu, langsung terpikir untuk sekalian jalan2 kemana ya,,?? Kali ini undangannya di Purwokerto tanggal 6 Nopember 2016, langsung otak berputar, kira2 bisa jalan2 kemana saja dan mau ajak berapa orang ? Karena untuk urusan nginap rencananya akan nginap dirumah saya di Banyumas, jadi teman2 yang diajak itu prioritas teman yang mau diajak susah. Maklum, kamar Cuma ada 3, tentu tidak bisa untuk menampung 15 orang, jadi ada sebagian yang tidur lesehan di karpet atau sofa didepan TV. Dan untuk mencari 15 tentu mudah bagi saya, tinggal buka kontak whattsap dan broadcast ajakan mudik bareng,,,,blast,,,jawaban mereka singkat, cukup 3 huruf OKE. Well, kami ber11 berangkat bareng dari Jakarta menggunakan kereta api ekonomi Senja Utama Jogya menuju Purwokerto, tiket 185.000, ada juga yang berangkat dari Malang, dan meeting point di Stasiun Purwokerto. Peserta dari Purwokerto juga ada yang mau gabung, jadi sesudah ngumpul di Stasiun Purwokerto kami lanjutkan menuju Rumah teman saya, Lina, di Karangklesem Purwokerto. Sewa mobil avanza dari Stasiun sampai Karang Klesem seharga 60.000. Dirumah Lina kami numpang mandi dan sarapan, karena kebetulan dirumahnya ada warung makannya juga. Sehabis sarapan barulah cuss menuju Rumah saya di Banyumas untuk jemput 3 orang lagi yang dari Malang dan Jakarta. Kami rental mobil elf dari Purwokerto. Sehabis menurunkan barang2 / tas masing2, kami langsung melakukan perjalanan menuju Kebumen, hari pertama full untuk explore pantai dan bukit2 di sekitar Kebumen, selengkapnya sebagai berikut : Hari Pertama (5 Nopember 2016) : explore Kebumen 1. Pantai Menganti Pantai Menganti beralamatkan di desa Karangduwur, Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Berhubung kami menggunakan rental mobil, jadi kurang tahu dari mana kemananya, tapi kalau kita menuju arah Kebumen petunjuknya sudah lengkap, dan masyarakat di sekitarnya juga ramah2 jadi tidak mungkin tersesat, yang penting kita tidak salah menyebut nama pantainya, karena di Kebumen sangat banyak pantai2 yang dikelola oleh masing2 desa. Yang saya ingat jalanan menuju ke Pantai Menganti berkelok-kelok dan nanjak, jadi pastikan kendaraannya fit dan sopirnya handal. Lumayan juga dari Banyumas kurang lebih 2 jam baru sampai ke Kebumen, dan cuaca disana sangat terik jadi sangat bagus buat foto2 tapi bagi yang tidak tahan panas harus sedia topi lebar atau payung. Mobil tidak bisa sampai ke pinggir pantai persis, ada perkiran khusus di tempat dimana kendaraan wisatawan berada. Ya,,untuk menuju Mercusuar atau Tanjung Karangbata kami menggunakan mobil khusus yang disediakan secara gratis oleh pengelola, tapi kami kasih tips utk sopir 20.000 laah, karena jaraknya lumayan jauh dan nanjak. Kalau sudah sampai di lokasi ini, barulah Nampak ikon Pantai Menganti, deretan perahu nelayan yang berjajar di pinggir pantai, pasirnya yang putih, gubuk2 yang banyak bertebaran di pinggir pantai, karang2 dan laut selatan yang berombak, dan sangaaaat indah,,,,dan sudah dilengkapi dengan jembatan yang dihiasi bunga2 menambah cantiknya pemandangan di pantai ini. Jadi malas beranjak dari tempat ini deh,,,,, Tapi ketika lapar sudah memanggil, kamipun meninggalkan tempat ini dan menuju parkiran untuk makan siang di pinggir pantai, kami lesehan di atas tikar yang sudah disiapkan dari Rumah, juga menu makan siang special dari Ceff Lina,,,sedaap sekali,,,Alhamdulillah hanya dengan 200.000 kami bisa makan sepuasnya ber 15. HTM 15.000 per orang yaaaa…. 2. Pantai Watu Bale / Tebing Tampomas Masih di kecamatan Ayah lokasi Pantai Watu Bale ini, tepatnya di desa Pasir, beruntung dapat sopir yang sabar, kami sempat berputar sekali karena sudah kejauhan jalannya, dan seperti yang saya bilang tadi, penduduk di sekitar sini ramah2 jadi dengan modal Tanya akhirnya kamipun sampai ke lokasi yang di cari. Dari lapangan parkir mobil, sudah terdengar deburan ombak Pantai Selatan, menderu-deru persis seperti yang diceritakan orang2. Batu2 di pantai ini sangat banyak, pasirnya hitam dan panas luar biasa. Kami hanya bisa menikmati keindahannya dari jauh, dan se-kali2 berfoto ketika ombak sedang ber-gulung2 serta main ayunan ditemani angin yang semilir. Diujung timur sana Nampak Tebing Titanic,,,,,pasti bagus, tapi kami sudah kecapean sesudah dari Pantai Menganti, kami gak ada yng berani nanjak menuju Tebing Titanic,,,,aahhh terlewatkan foto2 cantek di Tebing Titanicnya, kami hanya bisa foto dengan latar Tebing Titanic di kejauhan,,,may be next time akan kesini lagi deh… HTM 5.000 per orang, dan parkir mobil 5.000 juga. 3. Pantai Sawangan Pernah lihat postingan foto pantai dengan tulisan I L U ? Saya lihat di facebook KJJI, dan ketika baca hastagnya ternyata di Pantai Sawangan Kebumen, akhirnya kami cari juga hari itu. Dan dengan menunjukkan foto tadi, dapat jugalah Pantai I L U nya, ternyata kawasan itu bernama Pantai Sawangan. Jalan masuk masih tanah dan sempit, tapi ketika warga bilang mobil bisa masuk maka kamipun nekat masuk. Beruntung juga ketika hari itu tidak hujan sehingga jalanan tidak becek, dan gak berapa lama sampai juga di Pantai Sawangan. Ternyata juga banyak spot disini, lembah, bukit, lapangan luas buat camping, goa, laut, air terjun dan hammock. Bisa dibayangkan, ke tempat ini butuh waktu yang lama supaya semua spot bisa dilihat semuanya. Dari sekian banyak spot yang ada, kami hanya bisa menikmatinya beberapa saja, yaitu Pantai I L U dan Bukit Sumber Angin. Keduanya masih masuk wilayah Kecamatan Ayah. Kedua lokasi ini berdekatan, bahkan bersebelahan, tapi untuk menuju kesini kita harus tracking kurang lebih 30 menit dan sedikit nanjak, tapi capainya tidak terasa kok, karena kita bisa melihat pemandangan yang sangat cantik,,, HTM 5.000 rupiah saja dan kita sudah diberi pendamping satu orang, dia yang akan menceritakan tempat2 yang kita lewati dan bisa juga dimintai tolong untuk foto2 serta bawakan tas kita. Anehnya begitu kami turun kembali, si Bapak tidak mau di kasih tips. Katanya cukup promosikan saja tempat ini ke temen2nya supaya makin banyak yang mengenal Bukit Sawangan. Saya jawab : tentu saja pak,,,setelah kami sampai di Jakarta akan saya promosikan tempat ini ya,,,nanti tambah ngetop pak… Begitulah akhirnya di sela2 kesibukan kantor sayapun paksa untuk menyelesaikan FR ini… Hari Kedua (6 Nopember 2016) : Explore Purwokerto 1. Telaga Sunyi Telaga Sunyi masih masuk kawasan wisata Baturaden, salah satu wisata yang sangat terkenal di Kota Purwokerto, arahnya menuju Gunung Slamet karena lokasinya memang di kaki Gunung Slamet. Karena daerah pegunungan, maka banyak sekali terdapat curug2 di sekitar Baturaden. Berhubung tgl 6 Nopember 2016 adalah hari penting saya (kondangan) maka destinasi yang diambil dengan pertimbangan mudah dijangkau supaya keduanya dapat, kondangan dan jalan2. Dan teman2 juga tidak keberatan, senang sekali kalau punya teman yang mudah kompromi. Untuk menuju Telaga Sunyi kita arahkan kendaraan kita menuju Baturaden yang lewat jalur utama, kemudian begitu sampai Baturaden kita arahkan lagi ke kanan kearah wana wisatanya, dan kalau sudah sampai gerbang wanawisata kitapun masih belok ke kanan kearah Telaga Sunyi (petunjuknya jelas kok). Ikuti jalannya dan lokasi ada di kiri jalan. HTM 10.000 dan parker mobil 5.000. Hawa dingin sangat terasa, anginnyapun basah, siap2 saja menggigil, walau begitu teman kami ada yang penasaran dengan kejernihan airnya, merekapun lompat ke telaga,,,,bbbeeerrrrrrrr Memang bisa untuk berenang bahkan snorkeling sebenernya telaga ini, Cuma pengelola belum menyediakan alat snorkeling, jadi yang bisa berenang hanya bisa menikmati renang2 saja, tapi hati2 ya, kata mereka arusnya sangat deras, teman saya hamper kebawa arus, jadi yang gak bisa berenang jangan coba2 untuk nyebur,,, Yang gak bisa berenang bisa menikmati indahnya hutan pinus di sekitar telaga Sunyi,,,,cukup bahagia dengan bercanda dan berwefie. 2. Curug Bayan Curug Bayan juga masih di kawasan Baturaden, posisinya jika dari Purwokerto, sebelum masuk Baturaden ada jalan kekiri, ikuti terus jalannya menuju Kalipagu. Kalipagu adalah jalur pendakian Gunung Slamet. Sebenernya kami mau menuju Curug Jenggala yg lagi ngehits, tapi krn hari Minggu jalanan menuju kesana full sehingga mbl elf tdk bisa masuk, bisanya hanya menggunakan ojek atau jalan kaki 45 menit. Teman2 tidak bersedia jalan akhirnya kami singgah di Curug Bayan ini karena lokasinya pas di jalan menuju Curug Jenggala. Hmmm masih ada PR ke Curug Jenggala niih… Curug Bayan sangat imut, tidak terlalu tinggi tapi airnya cukup deras sehingga terbentuk kolam yang cukup luas, bisa untuk berendam atau berenang. Hati2 karena batunya sangat licin. Di sekitar Curug Bayan terdapat cottage yang bisa dipakai untuk menginap jika akhir pekan. Sangat cocok untuk wisata keluarga karena tempatnya tidak nanjak, begitu parker langsung sudah sampai curug. Bagi saya kurang menantang,,,biar sudah lansia lebih senang destinasi yang ada treckingnya…. HTM 4.000 dan parker mobil 5.000 yaaaa,,, 3. Small Word Dari arti katanya, mempunyai arti Miniatur Dunia, jadi berbagai keajaiban dunia ada disini dalam bentuk miniaturnya. Lokasinya ada di desa Ketenger, dari Curug Bayan tadi kita ambil lurus saja kemudian ketemu pertigaan kekiri sampailah ke desa Ketenger, posisi ada di kanan jalan. Jadi yang belum bisa menikmati tempat2 terkenal di dunia bisa menikmatinya di Kota Purwokerto. Small Word merupakan wahana rekreasi sekaligus edukasi, miniatur bangunan terkenal dari seluruh dunia ada disini beserta keterangannya, seperti Kincir Angin khas Belanda dengan bunga tulip yang khas, Patung Merlion, Twin Tower, Big Ben, Colosseum, Angkorwatt, Menara Eiffel, Kinkakuji, Taman Bunga Sakura, Opera House Sidney dan banyak lainnya. Bangunan khas Indonesia juga ada seperti Rumah Tradisional dari daerah Sumatera dan Papua dengan rumah Honai, Tugu Monas, Patung Soedirman dan ada Miniatur Bundaran HI juga. HTM 15.000 dengan parker mobil 5.000 bisa dinikmati hingga jam 22.00 jika wiken. Wisata ini termasuk baru jadi belum rindang, kalau kita datang di siang hari bisa2 kepanasan, semoga kalau pas kesini lagi suasana akan lebih adem sehingga bisa ber-lama2 menikmati miniature dunia sambil berafirmasi agar suatu saat bisa kesana beneran…aamiin JJ’er…selesai sudah wisata kami selama 2 hari di Kebumen dan Purwokerto, dalam 2 hari kami hanya menghabiskan biaya 315.000 untuk keperluan sewa mobil elf, tiket masuk wisata, tips sopir, makan. Penginapan free karena nginap di Rumah saya to ? Jika ada yang kepengin tidur nyaman di hotel, di Banyumas juga sudah ada hotel di sebelah selatan alun2 Banyumas dengan rate per kamar sekitar 300.000-an. Sampai sini dulu yaaaa cerita jalan2nya,,,sampai jumpa di cerita lainnya. Salam Jalan2 Indonesia,,,!!
  9. 5 points
    Pagi hari menjelang di long weekend, banyak orang memutuskan menghabiskan longweekend untuk pergi keluar kota. Kenapa anda tidak coba mengeksplor kota Jakarta saja. Gang Gloria dan Petak 9, Glodok (Jakarta Barat) bisa menjadi salah satu pilihan anda untuk menghabiskan hari libur anda baik bersama keluarga maupun bersama teman-teman. Di Gang Gloria anda bisa berwisata kuliner baik makanan ataupun minuman yang pasti ada tidak bisa temukan di tempat lainnya. sementara di petak 9, glodok atau lebih sering dikenal dengan pasar petak 9 anda bisa merasakan suasana pecinan (china town) nuansa merah yang mendominasi. Pilihan utama untuk merasakan kuliner ketika anda di Gang Gloria yaitu Kopi Es Tak Kie. Tempat ini merupakan salah satu tempat makan yang klasik, baik dari setting maupun suasana (ambience) seakan akan kita berada di masa lampau di salah satu kota di daratan china, salah satu faktor yang membentuknya adalah Kopi Es Tak Kie sudah berdiri sejak 1927. Pilihan Minuman yang disajikan di Kopi Es Tak Kie adalah Kopi Hitam (panas/dingin), Kopi Susu (panas/dingin), Es Teh Tarik (tentunya dingin). Kopi Es Tak Kie posisinya berada di bagian tengah Gang Gloria, ketika ada melihat sebelah kanan banyak penjual Sek Ba dibagian belakangnya adalah Kopi Es Tak Kie. Sepanjang gang gloria ada akan menemukan banyak makan khas pecinan (china town) salah satunya adalah Sek Ba, Nasi Campur, Nasi Tim, Mie Kangkung dan tentunya beberapa camilan seperti Cak We, Bacang, maupun Bakso Goreng. Es Kopi Susu - Sumber www.minumkopi.com Ketika ada berada di Kopi Es Tak Kie, ada tidak perlu kuatir untuk membeli makan dari luar karena ada bisa membeli makanan dari luar dan memakannya di Kopi Es Tak Kie. Gang Gloria - sumber : www.chris13jkt.wordpress.com Setelah puas menikmati makanan di Gang Gloria dan membawa pulang beberapa makanan untuk dirumah saatnya menikmati suasana pasar petak 9. Sebenarnya pasar petak 9 tidak jauh beberbeda dengan beberapa pasar lainya, tapi di pasar ini terdiri dari beberapa bagian yang menjual barang yang dijual berbeda baik dari sayur mayur-buah buahan maupun kebutuhan sehari hari. Di bagian pinggir jalan dari petak 9 ada akan melihat kerumunan penjual dan pembeli yang melakukan transaksi jual beli seperti baju (baju dengan warna merah menyala) dan beberapa kebutuhan rumah tangga. Walaupun Tahun Baru China masih lama tapi suasana merah sangat mendominasi area ini bahkan ada beberapa penjual yang menjual angpao. Apabila anda masuk kedalam sedikit dari pasar petak 9, anda akan menemukan pasar yang menjual sayur mayur dan buah buahan yang dijual dengan segar, dan tentunya ada masih akan menemukan beberapa ornamen merah dan pecinan. Bagian dalam pasar petak 9 Kegiatan mengunjungi gang gloria dan petak 9 lebih baik dimulai dari pagi hingga siang hari, tujuan pertama sebaiknya Gang Gloria. Kenapa gang gloria menjadi pilihan pertama karena bila anda kesiangan tiba di Gang Gloria banyak makanan yang sudah habis. Apabila anda mengunjungi tempat ini jangan lupa membawa kamera digital anda untuk dokumentasi pribadi dan baiknya anda menggunka baju kaos dan celana pendek yang nyaman. Dikarenakan susahnya mencari parkir, karena tidak disediakan lapangan parkir yang sesuai standar sebaiknya menggunakan angkutan umum ataupun jasa transportasi online. Selamat menikmati Gang Gloria dan Petak 9.
  10. 5 points
    Setiap liburan, secapek apapun pasti gw kebangun pagi dan langsung seger. Termasuk pagi ini. Mungkin terlalu excited juga karena saking ga sabarnya mau nyobain roller coaster tergila yang pernah ada. Seperti biasa, ritual pagi gw mulai dengan bikin kopi. Sebelumnya pas pesen kamar tadinya ga expect banyak, yang penting deket sama stasiun dan FujiQhighland. Ealah, pas lagi ngaduk kopi, gw buka jendela pelan-pelan. Pelan banget karena takut anginnya dingin… Dan… Pas kebuka… Gw… Dapet… FUJI-SAN!!! Seseneng itu sih, gunungnya jelas banget keliatan. Ga nyangka bakal dapet kamar yang viewnya Fuji. Akhirnya foto2 dulu deh sebelum siap2. Sambil ngopi nikmatin pemandangan dulu. Setelah siap2, kita sarapan dulu. Semalem beli makanan dingin di konbini, tinggal diangetin di microwave hotel. Setelah makan selesai, kita udah ga sabar mau ke FujiQ akhirnya baru jam 8 udah jalan kaki kesana. Rute jalan kakinya agak berliku2 dan ternyata kita dapet pintu belakang yang nyambung sama stasiun Fujikyu Highland. Masih sepi banget. Dan ternyata baru buka jam 9.30. Nunggu sejam deh, mana anginnya super nusuk lagi. Sambil nunggu, ya foto2 deh. Trus liat2 ada pengumuman soal mana yang jalan dan mana yang atraksi yang tutup. Tapi dalam tulisan kanji jadi ngga ngerti. Huft. Eh tiba2 orang2 pada datang dan ngantri, untung aja nyadar, jadi langsung antri paling depan. Oiya untuk tiket FujiQ ini agak tricky. Pernah nelpon ke HIS, katanya mereka ga stock, jadi kalo mau harus nunggu beberapa hari. Malahan disuruh beli langsung karena katanya lebih murah. Lha. Hahahaha. Tapi pas lagi ngantri beli tiket, walaupun banyak juga yang antri, tapi ada beberapa yang langsung masuk. Pernah baca kayaknya ada yang tiket paketan sama transport dari Tokyo. *males googling lagi*. Setelah dapet tiketnya, kita titipin tas di locker. Ga dicek ternyata tasnya, karena pintunya electronic, ngescan sendiri kayak masuk stasiun. Jadi onigiri aman deh. Kayaknya hari ini ga terlalu rame deh. Sebelumnya kita udah atur strategi urutan mainannya. Setelah beres, kita langsung lari ke: 1. EEJANAIKA Langsung kesini karena yang paling deket sama pintu masuk belakang. Untung antrian belum terlalu panjang. Nah selama ngantri ini ada vidoe2 dan update2 soal atraksi2 lain. Perasaannya? Aslik jangan pake perasaan. Kita duduk ngegantung. Dengen tempat duduk yang bebas muter 360 derajat ikutin gravitasi, diputer2 pake lintasan yang bikin adrenalin ga karu2an. Ini edan banget. Ampe engap rasanya. Suara abis tereak2. 2. DODONPA Pas sampe di depan atraksi ini, lho kok sepi? Mmhhh, mencurigakan. Tapi kita tetep masuk. Pas udah di dalem ga ada antrian sama sekali. Cuma ada gw berdua ama orang jepang 2 biji. Begitu naik, kita dikasih google yang buat virtual reality itu lho. Setelah dijelasin cara makenya, fokusin gambar dll. Pas udah siap. Ditayangin lah video tuh, seolah2 kita lagi main dodonpanya. Pemandangannya persis sama. Trus udah. Udah. Udahan aja gitu. Gitu doing dodonpa? Usut punya usut ternyata lintasannya lagi direnovasi. Huft. Dodonpa yang putih bawah, fujiyama yang atas. 3. FUJIYAMA Nah roller coaster tertinggi ini (dulunya) sayangnya tutup karena waktu itu anginnya emang kenceng banget. Nungguin sampe sore juga ga buka2. Sedih. 4. TAKABISHA Ini juga renov. Tambah sedih. 5. ULTIMATE FORT Muter2 akhirnya liat antrian yang mayan panjang. Isinya anak muda semua. Ikutan lha yah kayaknya seru. Jadidisini kita dikasih rompi, kartu, sama timer. Mainnya adalah, kita harus nyolong iedntitas dengan cara ngetab si kartu di alat tab yang tersebar di seluruh labirin tanpa kena kamera pengintai. Kalo kena, rompinya langsung nyala warna merah. Wih berasa kayak mission impossible yah. Dan ternyata kita berhasil. Yeay. Setelah itu lanjut babak dua. Nah disini si kamera pengintainya dipasang di robot yang bergerak. Dan harus bisa keluar dengan cara ngetab di ointu yang sesuai dengan identitas yang tadi kita copy di babak satu. Ealah ketangkep. Hahaha. Mayan seru sih kalo yang suka detektif2an. 6. SHINING FLOWER Kayak bianglala gitu. Harus sih tapi ya supaya bisa liat seluruh area. Dan ternyata bener, dari sini keliatan alat2 berat lagi renov si Takabisha sama Dodonpa. 7. RUMAH HANTU Gw emang penakut, jadi gw ga masuk deh daripada ga bisa tidur sebulan kebayang2. Temen gw juga ga jadi masuk karena ternyata bayar lagi 500JPY. Ga Cuma itu sih, kita juga ke Thomas land dan mainan2 lain. Karena sepi jadi dapet banyak sih. Tapi tetep agak kecewa karena banyak yang ga buka. Akhirnya jam 3an kita memutuskan buat udahan dan ngejar kereta balik ke Tokyo. Biar ga numpang tidur doang juga. Sampe Tokyo, kita langsung lari ke hotel buat checkin dan taro barang trus jalan2 deh. Kita ngejar pengen nyobain burger Shake Shack yang buka cabang di deket stasiun Tokyo. Temen gw sekalian mau poto ama patung Godzilla deket situ. Akhirnya nemu tuh resto burger cabang New York. Antrinya nguler banget tapi cepet sih pelayanannya. Dan pas udah nyobain. Yatuhan, pattynya itu mateng tapi ga kering, dang w pesen yang double jadi agak ga muat masuk mulut gw. Hahahaha. Enak banget. Setelah makan dan temen gw udah foto ama patung Godzilla. Masih sore, akhirnya kita ke shibuya deh beli si Pablo yang disini antrinya parah banget. Udah sampe shibuya, sambil muter2 liat2 sepatu, sambil nyari Pablo. Lha tokonya wis tutup. Forever. Akhirnya kita lanjutin jalan2 aja. Karena masih penasaran akhirnya kita kejar ke stasiun Shinjuku kalo ga salah. Sekalian arah pulang sih. Sampe hotel langsung bebersih dan istirahat. Oh dan berdoa semoga besok di Takaragawa dapet salju. Karena kalo ngga ada saljunya, biasa banget. Meding kalo masih dapet daun2 merah.
  11. 5 points
    Yos

    Europe Trip 8 - 20 November 2016

    EUROPE TRIP 8-20 NOVEMBER 2016 Hi Guys, sorry ya lama banget nih au baru mau bikin FR Europe Trip kemarin di November 2016. Karena baru pertama kali bikin FR, mohon dimaklumi ya klo agak ngaco Day 1-2 : Jakarta - Abu Dhabi - Rome (Vatican) Ok, jadi ceritanya kami memang sudah pengen banget ke Europe tapi baru bisa terwujud tahun ini, dan ini pun juga udah mundur dari Agustus 2016 tp quota peserta ga terpenuhi di tanggal yang sesuai dengan kerjaan, mundur ke September 2016 eh kejadian lagi tanggal yang bisa match dgn kerjaan quotanya ga terpenuhi, mundurrrr lagi smp ke November.... akhirnya jalan juga . Nah emang dasar rejeki ga kemana, di November itu kurs euro turun jadinya total biaya tour dibalikin lagi deh sama pihak tournya sebesar 1.700.000 / orang, wah rejeki jadi total biaya tour all ini sdh termasuk visa, apt tax, tipping sekitar 27jt/orang. Kami pake tour dengan pertimbangan waktu yang terbatas tapi pengen ngunjungin banyak tempat, memang resikonya ga santai dan terkesan diuber2 dibatasin waktu tapi ya gpp deh, siapa tahu nanti ada rejeki bisa pergi lagi. So, tgl 8 November jam 12 malam pswat berangkat dan transit di Abu Dhabi, dan aku kok kecewa ya dengan Abu Dhabi, menurutku ga tll ok airport-nya, pas mau boarding naik lagi bus smp ke pesawat, dan toiletnya itu lhoo penuh banget dan terkesan kurang bersih krn orang2 seenaknya cuci kaki cuci muka gosok gigi tp ga rapih gitu. Tgl 9 November mendarat di Roma siang-siang gitu dan lgs menuju ke Vatican. Suhu bersahabat sekitar 10 derajat. Pas landing di Rome kita naik trem penghubung dulu untuk ke imigrasi, dan selfie dulu dong krn kuper bgt norak baru pertama kalinya menginjakkan kaki di Italy Di Vatican sendiri sebenernya ga boleh foto-foto, dan pas masuk petugasnya udah bilang ga boleh foto-foto tapi tetep aja turis semau foto2, dannn ya aku ikutan juga. Secara pemandangan dan arsitektur gedung bagus2, tapi memang karena ikut tour ya itu waktu terbatas jadi pas keliling pake guide tour lokal disana di dalam Vatican ga sempat banyak foto2 ga keburu tapi bagus banget. di Vatican sempet laper dan celingak celinguk akhirnya beli paket kopi dan sandwich chicken di tolo sekitar, sandwichnya gede, isi dagingnya banyak, 1 latte dan dapet 1 souvenir pencil motif Vatican ceritanya, total 6,9 Euro not bad lah ya krn sandwichnya cukup buat makan berdua, sambil menunggu makan malam. Nah setelah keliling di Vatican, jadwal untuk hari ke-2 selesai,dan kita keluar lagi dr Rome, mampir sebentar di Colloseum tapi sayangnya udah malam jadi colloseum ga keliatan apa-apa, Sehabis itu kita ke Trevi Fountain, ternyata Trevi Fountain itu udah malem pun rame banget, mau foto dgn spot yang bagus agak susah, mendingan makan gelato aja deh... Gelato pertama di Europe, not bad, 1 nya uty kisaran 2-3 Euro Dan iseng-iseng mau foto toko gelatonya tapi nanti penjualnya marah ga ya? karena sepanajang jalan ke Trevi Fountain banyak banget toko gelato, dan toko yang mau kita foto itu tadi kita ga beli gelato disana, eh ternyata penjualnya narsis dan seneng difoto dan balik ke Hotel, malam ini hotelnya adalah Best Western Tor Vergatta. sorry ga kepikir foto2 kamar hotel krn sampe hotel lgs teparrrr, linknya aja ya https://www.agoda.com/id-id/best-western-hotel-roma-tor-vergata/hotel/rome-it.html?checkin=2016-12-27&los=1&adults=2&rooms=1&cid=1416264&tag=d4acd512-998b-77e2-75ea-b6a898abc91d&searchrequestid=2ae48230-7745-49e1-8e34-39478c164bba Day 3 - 5 : Italy (Pissa - Prato - Venice - Milan) Day 3, bangun pagi, sarapan dan meluncurlah kita ke Pissa, perjalanan lumayan lamasekitar 4-5 jam dari Rome ke Pissa, tapi untungnya kita sampai masih siang, jadi foto2nya masih cakep at less mula msh seger . Di Pissa sendiri cuma ada 2 bangunan yaitu semacam katedral dan Leaning Pissa itu sendiri. Susah banget cari lokasi yang bisa buat dapet Pissa dgn lengkap, dan turis2 cina itu ga peduli udah liat ada org lg ngeker mau foto tetep aja dia lewat di depan kamera cuek bebek gitu aja . Oh ya, di Europe secara keseluruhan dogie boleh kemana aja ya, termasuk di Pissa ini banyak dogie jalan2 sore sama pemiliknya, di hotel juga dogie boleh masuk, wah kereennn Nah di hari ke 3 ini kan kita harusnya ganti supir dan bus secara permanen, jadi supir dan bus ini akan menemin kita sampai hari terakhir, supirnya asik orangnya namanya Andrea.....ehhh di tengah jalan busnya rusak dongggg padahal bus baru lho, baru 6 bulan usianya katanya, dan setelah nunggu 1 jam gitu ga bisa bener juga akhirnya vendor busnya memutuskan untuk minta dikiirmkan bus dan supir lain untuk gantiin dia, jadilah kita nunggu di rest area sekitar hmpr 3 jam smp bus baru dateng, supirnya agak galak namanya Fernando. Kenapa ak sebutin namanya nanti ya ada cerita lain tentang supir ini... Dikarenakan waktu sudah terbuang banyak, jadilah kita semua sepaat tujuan ke pusat pembuatan tas kulit Piero Tuci di skip aja , kite semua lebih pilih untuk langsung menuju ke Pissa, kan sayang bangat klo sampe kesorean dan ga bisa foto2 di Pissa. Nah siangnya sebelum sampai di Pissa kita stop dulu di rest area seperti biasa buat lunch dan ke toilet, lumayan menghemat karena di sini ke toilet aja bayar klo di rest area sebagian besar free. Makanan di rest area juga enak2 kok, nah ini ngeliat sandwich napsuin semua bentuknya, harga sekitar 7 Euro dan bisa makan berdua karena perut masih kenyang abis sarapan di hotel paginya. dan ini sandwich pilihan kita harganya cuma 7 Euro blm lagi ngeces liat banyak banget kopi cair di cup gitu, jadilah cobain 1 aja deh, harganya rata-rata 3 Euro per cup. Kalau buat lidahku sih kemanisan. Hubby ku ga mau kalah bergaya gitu di menara PIssa nya Setelah dari Pissa, disini waktu kita fleksibel krn skip 1 tujuan, kita dinner di chinesse food dan abis itu ke hotel lagi istirahat. kali ini hotelnya President Prato. Ohya untuk souvenir disini lumayan terjangkau, gantungan kunci 1 Euro/pc dan 5 Euro dapat 6 pcs, magnet kulkas sedikit lebih mahal 2 Euro/pc dan 5 Euro dapat 3pcs, syal besar 5 Euro/pc. Day 4, pagi dr hotel kita menuju ke Venice, di perjalanan menuju Venice kita lunch dulu di rest area, menu di rest area oke2 ternyata, kita makan berdua udah sampe perut ga muat lagi ga sampe 20 Euro, kali ini kita pilih menu salmon dan pasta untuk masing2. Salmonnya gede dan tebel banget dimasak dengan cara convit direndem dengan minyak sampe mateng jadi warnanya tetap pink tapi matang total, untuk pasta dibuat langsung begitu pesan. Nah di rest area ini juga ada coklat ferero segede bola voli gitu, aku ga beli karena bingung bawanya gimana, keteken kan ancur Habis lunch perjalanan lanjut ke Venice , asik nih udah pengen liat gondola nya, untuk naik gondola itu per gondola muat maksimal 6 orang, dan per orangnya dikenakan biaya 25 Euro, jadi per gondola itu 150 Euro. Kalau mau berdua aja juga boleh kok tapi ya bayar 150 Euro buat berdua. Setelah diskusi ya sudahlah kita naik ber-6 aja toh lumayan asik orang2nya. Dan emang dasarnya ak dan hubby cuek, rasanya ga sah klo ga kissing sambil naik gondola, kapan lagi gitu lho udah jauh2 kesini tp ga kissing pas naik gondola? nah pas gondola keliling sebenernya setelah sekitar 100 meter ya ga banyak yang bisa dilihat, jadi buat temen2 yang ke Venice sini, kalau mau foto di gondola itu pas awal2 naik, karena setelah 200 meter itu suasananya suram ga ada pemandangan. Disini waktu kita banyak banget kebanyakan malah 2,5 jam buat keliling, dengan suhu yang tidak bersahabat dan angin kencang buset deh dingin banget, plus ujan, lengkaplah sudah brrrr.... Souvenir di Venice sini lebih murah kalau beli yang di depan sebelum nyebrang naik boot ke Venice nya, gantungan kunci dan magnet yang di stand2 luar hargamya sama dgn di Pissa, kalau sudah nyebrang ke Venice nya harganya naik rata-rata 1 Euro per pc. Syal besar 7 Euro/pc. Topeng Venesia di dalam bervariasi dan cantik-cantik, ak sampe beli 3 padahal pengen beli lebih banyak tapi bingung ngaturnya di koper karena riskan hancur kalau tertekan. Dan winter boot yang aku pakai entah kenapa protes, rusak dia pinggirnya mulai coak, duh mana ga bawa boot cadangan konsultasi dengan tour leader katanya beli di milan aja besokannya, dan perjalanan dilanjutkan dengan boot yang rusak, yang penting bertahan sampe besok deh. Oh ya, di day 4 ini pas siang2 menuju Venice tiba2 kaca depan mobil kena batu di jalanan yang mental dan retak, buset deh kaca segitu bisa retak, ak udah deg2an kok bisa retak ya? Feeling ga enak tapi ya mau gimana lagi terusin aja deh. Setelah dr Venice seperti biasa dinner chinnese food dan ke hotel. Day 5, pagi setelah breakfast kita berangkat dari Venice ke Milan, udah ga sabar mau cari boot baru karena boot ini tampaknya akan wafat hari ini. Tujuan hari ini kita mau menuju ke Swiss tapi dalam perjalanan akan ke Milan dulu yaitu ke Piazza El Duomo (alun-alun lota Milan) dan kemudian shopping ke Victorio Emanuelle yang jadi satu dengan alun-alun Milan. baru setelah itu melanjutkan perjalanan dan bermalam di Swiss. Seperti biasa lunch di rest area, kali ini kita masih kenyang dan pilih menu lunch risotto (kan pengen cobain rissoto itu kayak gimana sih) , turkey dan potato, itu aja ga habis potatonya kita bawa ke hotel akhirnya abisnya gede banget. harga menurutku sih dengan kualitas dan ukuran lumayan bersahabat. Ternyata Nutella B Ready itu hanya ada di Italy, keluar dari daerah Italy ga bakal ketemu lagi Nutella itu, tour leader kasih tau ayo yang mau beli ini kesempatan terakhir, kalau di Indo harga Nutella B Ready di yang jualan online kan sekitar 100rb-an, nah di Italy harganya 2,9 Euro jadilah aku beli 6 sedikit kalap ya, dan masih nyesel kok ga beli banyakan . Di setiap rest area pasti nemu Nutella ini, dan pimter2nya kita cari coklat yang promo di bundling gitu. Supir kita pas perjalanan dari hotel ke Milan dia berbaik hati menawarkan mau ga mampir sebentar di San Siro Stadium? Tapi hanya mampir ya foto-foto 15 menit karena disana ga boleh parkir jadi kita harus lari-lari untuk supaya deket ke stadiumnya dan bisa foto, dan semua cowo2 mau dong mampir kesana hadeuhhh Piazza El Duomo itu seperti gereja di tengah Alun-alun, kita ga masuk ke sana dan kalau masuk antri dan dikenakan tiket per orang. Harga tiketnya ak ga nanya krn hari ini fokus untuk cari boot pengganti drpd besoknya ga punya boot nyeker kan lucu. Sepanjang El Duomo itu udah shopping area, toko dimana-mana, food truck gelato di tiap persimpangan. Usaha masuk ke tiap toko ternyata yang jual boot itu sedikit, lebih banyak fashion drpd boot, akhirnya dapet juga di 1 toko walau bukan winter boot gpp deh, harga 50 Euri not bad lah... Baru abis itu jalan balik kita makan lagi aja gelato krn waktu udah habis dipakai untuk keliling cari boot jadi ga sempet foto-foto kesana kemari, duh sayang ya tapi yang penting boot udah aman. Ini Milan Gthic Cathedral yang ada di tengah alun-alun Dan dogie dimana-mana Nah seperti biasa, habis dr Milan ini sambil perjalanan pulang kita dinner lagi chinesse food, baru check in ke hotel, tapi ak acungin jempol pilihan chinese food selama kita disana itu lumayan rasanya, bahkan ada yang pake chilli oil duh senengnya krn disana kan ga ada sambal.... jadi selesailah kita di Italy dan resmi malem ini menginap di Swiss. Day 6 - 8 : Swiss (Zurich - Lucerne - Schauhauseen - Frankfurt - Koln) Ok, stamina badan drop, demam dan kena radang duhhh ga asik banget nih, tp untung tour leadernya sigap dia bawa amoxcylin sementara ak sendiri udah bawa redoxon, fg troche, obat flu, tolak angin dll tapi ga nyangka harus stok antibioitik, pengalaman berharga banget lain kali kalau pergi durasi lama bawa deh antibiotik karena ga tau kapan diperlukan. Apalgi tujuan hari ini ke Mt. Pilatus, bisa drop habis stamina. Btw, sebenenrnya tujuan awal itu ke Mt. Titlis yang lebih tinggi sekitar 1000 m daripada Mt. Pilatus, tapi Mt. Titilis mendadak sedang tidak bisa dikunjugi karena renovasi dan jalur yang tersedia pun sedang tidak bisa digunakan, jadi kita beralih ke Mt. Pilatus. Untuk menuju ke Mt. Pilatus ada 2 tahapan naik cable car, pertama naik cable car sekitar 10 menit dan berhenti di Kriens, kemudian lanjut naik cable car lg ke Mt. Pilatus dengan lama perjalanan 20 menit. Pemandangan selama naik cable car beneran bagus, ak sih ga banyak foto-foto biar aja hubbyku yang foto-foto karena rasanya sayang kalau tidak diserap semua pemandangannya , keren banget baru kali itu liat salju sebanyak itu, dan suhu sekitar -2 aja sih tapi anginnya itu lho brrrr... Pemberhentian pertama di kriens Pemandangan selama naik cable car Dan akhirnya narsis di Mt.Pilatus Nah disini kita makan siang sendiri di Mt Pilatus, lumayan kok makanannya untuk harga di Swiss yang mahal, 20 Euro udah dapat porsi yang bisa buat berdua, udah plus hot chocolate. Oh ya, kalau main game kan snowflake itu bentuknya seperti bintang ya, dan ternyata bener spt bintang lhooo karena ada salju yang jatuh di coat dan kita foto zoom ternyata memang bentuknya seperti bintang, norak ya hehehhee Dari Mt. Pilatus kita lanjut ke Lucerne untuk liat Lion Minument, karena aku demam aku ga ikut turun bus, mendingan di bus aja deh buat jaga stamina buat hari berikutnya sayang perjalanan masih panjang, hubby ku turun untuk ke Lion monument , yang berupa pahatan di dinding yang melambangkan sejarah. Dari Lucerne kita lanjut ke acara shopping dan makan sendiri. ak cari foto dinnernya kok ga ketemu ya, sehabis dinner kita balik lagi ke hotel, tidurrrr istirahat untuk lanjut besok. Day 7, hari ini kita akan mengunjungi Rhine Falls (masih area Swiss) dan kemudian masuk ke Jerman dan berkunjung ke Lake Titise dan area yang jual chucko clock. Horeeee, antibiotiknya berhasil, demam menurun dan semangat lagi untuk lanjut Paginya kita langsung menuju Rhine Falls (air terjun) yang ada di Swiss, lumayan tapi ga bisa didekati air terjunnya, cuma bosa diliat aja dari jauh, tpp g[[ lah bagus juga kok pemandangannya, dan disini pisau liat Victorinox itu banyak banget yang jual, harganya lebih murah dari Indo, untuk yang 15 fungsi harganya itu sekitar 30 Euro dan kalau belinya ditoko tertentu bisa langsung digrafir nama free of charge. Nah kita lanjut yuk ke Lake Titise. Overall lake titise ini biasaaaa banget ga banyak yang bisa diliat tapi sepanjang jalan ke ujungnya itu toko-toko semua dan ada drubba shop yang biasa dikunjungi turis dan dapet tax refund. Uniknya kita lunch disini, ada resto Zur Muhle yang terkenal sm prok knuckle nya tapi memang ndeso, kita salah pesen menu lain, tapi gpp lah tetep enak dan juga sekalian cobain bir asli Jerman ini . Dasar maruk pesennya 2 porsi makanannya, megap-megap ngabisin tapi worth it harganya cuma 20 Euroan per porsi tp buanyak banget.Titise ini udah masuk Jerman ya, okelah makanannya, aku suka banget Plus cobain black forest cake nya juga, kepengen tau yang asli itu seperti apa, beda sama di indo, black forest cake asli itu bolunya moist banget dan rhum nya asik kenceng pisan tapi krimnya banyak ga dilapis coklat kyk di indo Sekarang perut udah kenyang, hati senang, bolehlah masuk liat-liat ke Druba shop, akhirnya cuma beli ban pinggang aja sih buat hubby, emang bukan hobi belanja. Malam ini kita dinner chinesse food lagi, dan balik ke hotel untuk besok mulai menuju ke Amsterdam. Day 8, hari ini kita mau ke Koln yang parfum eau de cologne itu, melewati Gothic Cathedral dan lanjut ke Amsterdam untuk bermalam. Buatku hari ini ga efektif, karena berkunjung ke Koln, peserta yang ibu-ibu sih langsung aja semangat hunting shopping parfum, aku sih ga heheheh.... dan Gothic Cathedral itu berdiri di tengah jalan persimpangan, dan suhu sedang tidak bersahabat, jadinya daripada angin-anginan ujan-ujanan dengan resiko drop lagi mendingan ak ngetem di Mcd, chicken wingsnya enak banget sampe nambah dan juga sekalian cobain real apple pie yang mulai dibikin lagi di indo, lumayan lebih enak yang di sono. Selesai dari Gothic Cathedral, menuju ke area yang banyak toko branded, dan yang jual jam Rolex itu lho, harganya menakjubkan ya jam Rolex dan karena aku bukan tipe belanja, sekalian masih jaga stamina, jadilah kita sekalian dinner aja deh di Bachman Chocolatier, itu toko coklat gede, banyak coklat Lindt (tapi di jakarta kan juga banyak jadi ga unik), dan Bachman juga sekaligus caffe pizza jadi kita pesen pizza, kopi dan hot coklat, sambil numpang duduk dan pake wifi nya. ibu-ibu shopping dan makan, perjalanan lanjut lagi untuk ke Amsterdam dan bermalam di Amsterdam. Day 9 - 10 : Amsterdam & Brussel (Zaanse Schans - Volendam - Belgia - Grand Palace - Maneken Piss Sampai di Amsterdam malam sebelumnya, pagi ini kita jalan ke Zaanse Schans yang ada kincir angin tuanya dan sepatu bakiak kayu itu. Pas turun dari bus, udah ada tukang foto yang standby dan dia akan ambil foto candid kita, dia akan cetak foto kita ukuran besar dilengkapi dengan foto kecil untuk dicrop masuk ke gantungan kunci yang juga sudah disertakan, plus kalender. Jadi kalau kita berkenanmaka fotonya bisa kita beli seharga 10 Euro sepaket itu. Kincir aginnya ga terlalu banyak, aku malah sibuk nyariin mana itu si sirup waffle yang katanya enak itu, setelah menghangatkan diri sebentar sekalian beli souvenir di toko, foto2 sebentar pake bakiak kayyu yang guede itu, kita balik lagi ke depan untuk liat foto kita bagus ga, cakep ga? dan bagus kok lagipula sekalian menghargai usaha mereka juga kan, sekalian nanya mana sih yang jual syrup waffle? Ternyata jualannya ngumpet pake jendela, nah balik lagi karena penasaran sama si syrup waffle ini, dengan 2 Euri udah bisa dapetin syrup waffle yang dilumurin coklat, tapi lupa difoto karena udah langsung caplok aja baru nyadar itu belum difoto. Bentuknya seperti waffle yang ada di starbuck tp jauh lebih enak karena fresh lansgung dibikin pas kita pesen. worth it to try... Akku juga suka ngumpulin koin, kalau ketemu mesin yang jual koin souvenir langsung deh mampir, sayangnya ga banyak ketemu mesin ini, sempet ketemu pas di Rome, dan ini ketemul agi jadi buat koleksi Zaanse Schans selesai yuk lanjut ke Volendam,alias pelabuhan dan kita makan siang di Volendam, karena pakai grup jadi bisa pesen steak gitu tinggal pilih mau pork atau beef. Tapi sebelumnya kita foto dulu dong pakai baju khas sana, dan aku keliatan tembem banget di foto omg Sehabis lunch kita lanjut ke Coaster diamond, itu tempat kyk jual diamond gitu, dan ak ga tertarik jadi aku bilang sm hubby silahkan ajaak stay di bus aja istirahat. Turns out ini keputusan yang tepat krn mereka lama sekali di tempat diamond itu, dan ak pengen pee ngacir jalan2 sendirian cari toilet, eh malah ketemu alun-alun amsterdam dan selfie cepet2 disana sebelum dicariin karena hilang ga balik ke bus dan peserta lain ga ngunjungin alun-alun itu lumayan hehehe Dari situ kita ke jalan menuju dinner (chinesefood again) sambil lewatin Royal Palace, ada beberapa peserta yang tertarik ke Sex Museum tapi ak dan hubby lebih milih hunting coklat di minimarket setempat karena krucil-krucil ponakan banyak banget. Sehabis dinnerkita balik lagi ke hotel. Day 10, hari ini kita akan walkimg tour ke Maneken Piss dan nyobain waffle yang bertebaran sepanjang jalan. Yang disebut walking tour itu beneren walking lumayan jauh, intinya sih cuma ngeliat patung Meneken Piss yang kecil itu, tapi jalannya jauh euy. Btw, coklat Godiva asalnya dari sini juga, jadi ada 2 toko Godiva yang aku liat ada disana. Dan tokoh komik Tintin juga dari sini jadi instead of hunting yang enah-aneh, ak dan hubby sepakat kita makan waffle, hunting coklat, dan ke toko Tintin. Grand Palace di Brussel Wafel yang menggoda, enak dan banyak pilihan toppingnya Di TinTin Boutique sayangnya model kaos kerahnya ga banyak. modelnya flat tp at less tetep aja Tintin gitu lhoooo Nah setelah dari Maneken Piss di bus ibu-ibu teriak dong sm tour leadernya," Meicooooo shopping lagi dong" Rembuk punya rembuk, si supir pun setuju untuk mampir dulu ke Rourmont, disana ada Mac Glenn Factory Outlet, dan harganya lebih murah daripada Paris nanti, dan dikaish waktu 2 jam untuk belanja, dan ternyata komplek outletnya guede banget jadi kyk perumahan isinya banyak toko-toko semuanya branded. Ya sutra kita hunting tas buat mertua, eh ketemu winter boot prada lagi sale, dan tas ransel Kipling kecil, dan amaze harganya emang beneran murah disini. Puas belanja, cussss lanjut ke Paris dan bermalam di Paris Day 10 - 11 : Paris (Eiffel Tower - Notre Dame - Arch De Triomphe - Louvre - Galleries Lafayete) Day 10, hari ini akan full keliling Paris, dimulai dari Arch De Triomphe, monumen bentuknya seperti gerbang gitu, letaknya ditengah-tengah jalan persimpangan, kita stop sebentar foto-foto di situ dan terus lanjut ke Eiffel. Di Eiffel dan sekitarnya mulai dari Arch de Triomphe itu sudsah cari toilet, ga ada toilet umum, ada pun jauh dari Eiffel dan bentuknya portable toilet, jadi kita lebih pilih tahan pee aja dan pee nanti di restoran pas lunch. Jadi judulnya hari ini adalah foto-foto dan belanja di Lafayete yang mahal (kita ga belanja apa-apa ) di sana itu. Di Eiffel itu kalau bisa sampai sore-sore lebih bagus lagi pemandangannya, dan kita juga ga maik ke atas Eiffelnya karena antrinya luar biasa, waktunya ga akan terkejar. Dari Eiffel kita lanjut lunch dan abis itu lanjut ke Louvre di depannya aja yang penting dapert foto-foto Louvre, terus lanjut ke Ben Lux (outlet murah buat turis), baru lanjut lagi ke Galerie Lafayete. Di Galerie Lafayete kita lebih pilih dinner aja, dan ini dinner trakhir kita di Paris, kita pilih beef steak, choccolate cake dan minumnya red wine 1 jar yang udah tinggal ambil di etalase pendingin, and quess what? red wine nya itu cuma 4 Euro sebanyak itu udah kita tuang kok ga abis-abis ternyata isinya lumayan banyak ga seperti perkiraan semula krn keliatannya jar nya kecil, dan gara-gara kita makan chocolate cake, beberapa peserta lain ketularan ngeces liat dan beli juga itu chocolate cake Habis dari Galerie Lafayete balik ke hotel, ada beberapa orang yang mau balik lagi ke Eiffel buat dapetin suasana sorenya (tapi dengan syarat mereka balik sendiri ke hotel). kita memilih untuk balik ke hotel untuk packing-packing karena waktunya tinggal besok check out dari hotel dan semuanya sudah harus rapih. Day 12 : Waktu bebas sampai jam 2 siang dan lanjut check in ke airport untuk kembali ke Jakarta Hari ini lebih santai, ga terburu-buru. Sesuai pengambilan suara sebelumnya, sebagian peserta ikut Canal Cruise (tour tambahan naik kapal pesiar) dan sebagian lagi termasuk ak dan hubby lebih milih untuk ngabisin waktu balik lagi ke Louvre. Tiket masuk ke Louvre itu 15 Euro/orang, dan usia di bawah 16 tahun free ga usah beli tiket. Hasilnya, Louvre itu luasnya ga tau deh berapa, kita sudah kelilingin 3 jam masih juga ga tercover semuanya. Lukisan Monalisa yang terkenal itu ukurannya kecil dan cuma bisa difoto dari jauh karena dibuat lagi pembatas supaya pengunjung tidak mendekat. Ada beberapa patung lagi yang terkenal aku lupa namanya apa aja karena memang dasarya minim sejarah tapi bagus-bagus sih, kalau mau ke Louvre dan bisa kelilingin semuanya, harus luanin waktu seharian baru bisa. Dan kalau sudah ke Louvre susah payah masuk kayaknya ga klop kalau ga beli coin nya untuk dikoleksi, ada 2 macam koin untuk dikoleksi, yang 1 monalisa dan yang 1 lagi yang gambar patung sayap itu... Foto-foto di dalam louvre ada lumayan tapi belum di copy sm hubby, isinya mostly semua karya seni. Selesai dr Louvre, kita makan siang di mal Louvre nya. letaknya di samping pintu keluar Louvrenya, baru deh abis itu kita naik taxi ke titik kumpul untuk lanjut ke airport. jam 6 sore, pesawat take off, bye bye Europe.... who know nanti bisa kesana lagi Day 13 : Landing di Jakarta, kembali ke Jakarta yang padat dan macet. Nah balik ke cerita tentang supir kita selama tour si Fernando, setelah beberapa hari sampai di Jakarta kita dapet kabar bahwa pas setelah Fernando drop kita di airport, beberapa menit kemudian dia terkena serangan jantung dan meninggal seketika dan busnya nabrak ppan reklame maish di area airport. Waduh, jadi apakah itu arti dari kaca mobil yang retak? apapun itu untungnya kejadiannya setelah kita semua selamat di drop di airport, kalau ga FR ini ga ada duh serem juga. Semoga berkenan ya teman-teman dengan FR ini, maklum baru pertama kali bikin FR
  12. 5 points
    Teringat kisah perjalanan orang-orang sebelumnya di jalan2.com yang penuh drama -- let me mention @deffa yang baru sadar uangnya ketinggalan di rumah pas sampai di bandara Bandung, termasuk keasikan keliling KLIA, juga @Vara Deliasani yang dengan bangga mempersembahkan istilah “kebodohan” untuk kesalahannya minta Uber nurunin doi dan suami di T2 Soetta padahal harusnya di T3, kemudian kebodohan salah antri di Denpasar, lalu masih banyak kebodohan lagi (au deh, kebodohan kok dikoleksi *eh *ngumpet) -- gue pun sempat was-was, drama macam apa yan menimpa kami. Menilik kisah-kisah yang gue mention di atas, jumlah atau intensitas drama sebanding dengan jumlah personil trip. Sementara gue bertiga, akankah ada lebih banyak drama? HUAAAPAKAH?! Ternyata teori gue di atas … BENAR! HOREEE! *eh (muka bego). Berikut dengan bangga, gue bersama partner (Kami menamai diri kami AKB – A (inisial nama gue) Krysna Bobby) mempersembahkan daftar drama pra keberangkatan menuju Narita: Palu, 6 Januari 2016 Sekitar pukul 7.30 WITA Pertama, sejam setengah sebelum pesawat gue berangkat dari Palu ke Jakarta, gue masih gedor-gedor rumah penjahit buat ngambil celana yang musti gue bawa. Cerita ini bermula akibat keteledoran gue menitipkan 2 celana utama yang mau dibawa ke Jepang untuk dipermak sama penjahit. Gue udah janji mau ngambil Kamis siang. Berhubung gue sibuk di kantor, gue samperin penjahit malam harinya. Ternyata … tutup! Gue berusaha postif thinking untuk ngambil besok pagi, padahal jadwal penerbangan besok pagi jam 9. Artinya paling nggak jam 8 udah ready buat check in di bandara. Dengan polos, paginya gue ke penjahit lagi. Dan … masih tutup saudara-saudara! Mana celana gue yang lain lagi di laundry. (Selingan, setelah membaca penjelasan celana gue yang dijahit dan di laundry, kira-kira bahan apa yang gue pakai sebagai pengganti celana untuk menemui penjahit pagi itu? *nggak penting) Gue pun berusaha nyepik penjaga bengkel sebelah kios penjahit. “Wah, semalem belum dapet? Biasa dorang buka siang-siang dang,” ucap sang cici dengan logat Sulawesinya. Duh! “Tapi dorang tinggal di mana?” tanya gue polos. “Di situ juga jo. Coba ngana ketuk pintunya.” Si cici menunjuk rumah di belakang kios jahit. “Sssst, tapi jangan bilang-bilang kalau kita yang kasih tahu ngana.” Hmmm, gue tahu maksud loh, sis. Gue pun mengerlingkan mata sebagai imbalan terima kasih. Konon kedipan brondong bermanfaat untuk wanita dewasa. *teori sesat Setelah dengan tanpa rasa bersalah menggedor-gedor pintu, batang hidung sang penjahit pun muncul. Baru bangun tidur beliaunya. Transaksi pengambilan celana pun hanya dilakukan via jendela. Berasa kek lagi transaksi gelap atau nemuin pasangan hubungan gelap nih. Ternyata drama ini sepaket dengan kita belum ngumpul padahal tinggal sekitar setengah jam lagi pesawat berangkat. Untungnya bandara di Palu deket, tinggal guling-guling juga sampe. Drama pertama usai ketika kita udah ready di ruang tunggu sebelum boarding. Kedua, saat antri boarding, si Bobby baru sadar boarding pass yang dicetak salah, bukan atas nama dia. Tapi atas nama Andi whatsoever . Kami pun terhenti di gate boarding, sementara petugas menghubungi pegawai counter. Sepuluh menit hingga lima belas menit kemudian kami baru bisa bernapas lega diizinkan masuk ke pesawat. Pesawat tiba di Jakarta tanpa hambatan. Udah sempat santai nunggu penerbangan ke KL, ternyata drama belum usai. Ketiga, giliran Krysna. Ketika jelang boarding MH ke KL, Krysna masih janjian dengan mamang gojek yang membawa SIM Card Docomo yang dipesannya via bukalapak. Tanpa rasa bersalah, gue dan Bobby ngelewatin imigrasi duluan hingga ke ruang tunggu. Sementara Krysna masih di emperan terminal 2, menanti SIM Card yang akan dia pakai di Jepang *ralat, SIM Card dia dan Bobby … dan gue à sementara kami pergi ninggalin dia. Bahkan hingga setik post ini diterbitkan, uang SIM card itu belum kami ganti. Tengkyu, Krysna Beberapa menit menjelang jadwal boarding Krysna pun tiba di ruang tunggu dengan napas terengah-engah, keringat bercucuran, dan muka pucat. “Lo kenapa?” tanya gue polos. “Lari dari imigrasi ke sini.” Dan gue sadar, ini perjalanan internasional pertama Krysna. Dia takut akan tertinggal. Gue pun berdoa dalam hati, semoga drama berakhir. Sensasi Pertama Bersama Malaysia Airlines Pesawat dari Jakarta ke KL sedikit telat dari jadwal. Seperti biasa, antri di taxy way. Ini kali pertama naik Malaysia Airlines. Karena terbiasa naik Lion (ehem, selain murah, hanya pesawat inilah yang punya rute direct dari Palu ke Surabaya untuk pulkam), gue sedikit surprise ketika masuk ke dalam pesawat suasananya sunyi. Biasa kalau di JT kan pramugari banyak ya, di MH gue cuman nemu 1 pramugari dan 1 pramugara yang mandu naruh bagasi kabin. Pesawat yang gue tumpangi ke KL adalah MH-720, masih yang satu lorong. Kelas ekonomi ruang buat kaki standar aja, sedikit sempit untuk yang kakinya panjang. Entertainment dilengkapi tv dengan film dan musik. Overall nyaman aja gue. Penumpangnya juga lebih tenang, nggak ada yang protes atau ngedumel pas pesawat telat dari jadwal. Makanan yang disajiin, hmm … enak! Gue milih chicken steam with mashed potato. Pelayanan secara umum nggak ada yang gue komplain sih. Nice. Pesawat dengan lancar tiba di KL sekitar jam 8 malam. Tiba di KLIA2 suasananya tenang, nggak terlalu rame. Gue bingung, ini counter transit di mana, ya. Sempet tertarik buat turun ke exit terus ngecap paspor, buat koleksi, tapi nggak jadi. Setelah sempat nanya-nanya, ternyata gate ke Narita ada di bangunan lain, jadi musti naik sky train yang berasa mau naik wahana itu. Sebelum itu kami sempetin nuker rupiah ke ringgit buat beli minum sama jajan. Cuz naik skytrain. Abis dari counter transit MH gue cek ke gate yang akan menjadi gerbang keberangkatan kami ke Tokyo. Wuhuuuu! Masih sepi banget ternyata. Selanjutnya kami mampir buat jajan di Burger King. Mampir ke mushola KLIA 1 juga. Beberapa jam transit lumayan nggak kerasa hingga gate dibuka. Penerbangan dari KL menuju Narita akan ditempuh sekitar 7 jam. Take off jam 23.35 waktu KL. Kali ini pesawat yang gue tumpangi MH -88 dengan 2 lorong. Ketika memasuki pesawat sambutannya terasa lebih hangat dan semarak dibanding penerbangan CGK-KL, mungkin karena flight attendant-nya lebih banyak, ya. Karena penerbangannya lebih lama, full service maskapai lebih terasa. Kami dapat makan dan snack juga. Bahkan pas tengah malam, mungkin sejam setelah pesawat take off, gue dibangunin. “Chicken pie or mushroom pie?” si encik flight attendant langsung bertanya. Gue pun segera menyahut. Gue lupa pilih yang mana, he he. Tapi anehnya gue masih inget rasanya. Hangat dan sedap. Aih! Sisa perjalanan gue tidur lagi. Gue punya kebiasaan untuk terlelap setiap naik pesawat. Tau yah, sejakbeberapa tempo terakhir, gue selalu langsung bisa tidur begitu naik pesawat. Terkadang pesawat belum take off pun gue udah ketiduran. *Dasar pelor Sabtu, 7 Januari 2017 Sejam sebelum landing, gueterbangun untuk sarapan. Kali ini pilihan makanan ada 2. “Western food or Japanese food? Western is … japanese is …” Gue lupa menu apa waktu itu. Gue cuman inget milih japanese food, trus dapet chicken teriyaki satu set gitu kalau nggak salah. Sekitar jam 07.00 waktu Tokyo kami pun tiba di Narita. HOREEE!!! Begitu masuk ke area terminal hawa dingin langsung terasa. Gue pun mempercepat jalan supaya tubuh lebih hangat. Gue melewati jendela kaca lebar yang memperlihatkan matahari terbit. Mataharinya kelihatan, angetnya nggak kerasa tapinya. Gue lanjut ke bagian imigrasi. Antrian langsung ramai begitu gue dan para penumpang flight gue masuk. Untung gue dan Bobby masuk duluan. Krysna? Dia lupa belum ngisi lengkap form yang dikasih di pesawat, dia pun ketinggal buat ngisi dan ngambil form customs. Antri nggak begitu lama lanjut turun ke lantai bawah buat ngambil bagasi yang – “Eh, itu koper gue!” Si Bobby nunjuk kopernya yang lagi muter di belt. Gue dengan sigap ngejar (padahal nggak akan lari juga tuh belt) dan menangkapnya. Nunggu bagasi nggak terlalu lama. Lebih lama nunggu Krysna. Bahkan bagasi doi juga udah kami ambilin. Lanjut ke customs yang gue pikir akan sedikit ribet ternyata cuman lewat. Next, nuker JR Pass. Sempet nanya-nanya dan diarahin turun 1 lantai lagi. Kita pun ambil bawaan dari trolly dan turun, pas sampai bawah baru sadar kalau trolly nya bisa turun eskalator. *Wkwkwkwk. Di lantai bawah bingung nyari JR Office. Nyari yang ada antrian muncul 2 pilihan. Antrian pertama tertulis NEX. Dugaan gue itu pada ngantri beli tiket Narita Express. Antrian 2 nggak jelas, tapi gue langsung ke situ dan nanya. Fuuh, bener. Tulisannya belum dipasang karena belum buka! Ya, belum jam 8.15 di mana operasional baru dimulai. Kami dapet antrian lumayan depan. Gue ngintip di dalam kantor lagi pada briefing, beberapa menit sebelum buka. Begitu teng jam 8.15, buka. Beuhh, pas banget. Pas dapet giliran gue sekalian nanya soal tiket NEX dan Shinkansen ke Kyoto. Si mbak-mbak counternya langsung janji buat reserve 2 tiket itu buat kami. Dia ngasih rekomendasi jam keberangkatan NEX yang 8.53, tiba di Shinagawa jam 10.02, lalu lanjut Shinkansen Hikari ke Kyoto jam 10.40. Kata mbaknya, dipilihin itu biar kami nggak buru-buru. Gue pun sempat nanya, cukupkah waktu kami untuk ke toilet dulu sebelum ke platform NEX. Mbaknya menjawab, “Cencu saja chukup. Platform sangat dekat. Kechuali kalian di coilet mau bikin tutorial make up ala Koreah.” *Tentu saja jawaban ini didramatisir. Lagian Mbaknya bukan Cinca Laurah. Setelah dapet JR Pass kami yang sakti mandraguna, kami menuju toilet. Pakai long john saudara-saudara! à urutan lengkapnya sebagai berikut: long john, kaos dalam, kaos luar lengan panjang, jaket (untuk atasan). Bawahan? Daleman + long john + celana. Kenapa pemakaian long john + daleman antara bagian atas dan bawah terbalik/berbeda? Nggak tahu! Gue juga baru sadar, wkwkwkwk. Usai ritual dress up itu kami ke platform NEX yang ternyata emang deket dari te ka pe ganti long john. Kesan pertama, dingin banget di platform itu. Mungkin karena di bawah tanah juga, ya. NEX yang ditunggu pun tiba. Kami mencari no.car dan seat yang tertera di tiket pemberian mbak counter JR. Perjalanan di NEX sungguh menyenangkan. Kami begitu excited melihat luar. Ada sawah, rumah, dll. Ketika lihat sawah padi gue berpikir, sawahnya nggak beda jauh kek di Jombang, hmmm. *nggak penting Mumpung nganggur kami sambil pasang SIM Card Docomo penyebab drama di kereta. Gue harap-harap cemas kalau nggak bisa dipakai di HP gue. Soalnya pas ngecek HP gue nggak tercantum di list situs Docomo. Pas dicoba? Yeay, bisa! Tentang koneksi internet, awal mula mau sewa wifi. Sempat tertarik produk yang dipakai Bang Syahrul (yang segedung sama tempat kerja doi), tapi pas cek IG produk ini jadi dejavu sama IG awkarin yang diserbu hatersnya. Gara-gara di tiap foto IG-nya berisi komen keluhan, komplain hingga sumpah serapah customer. Sedih. Pingin pilih wifi yang di Jepang, si Krysna bilang mau ganti SIM card aja. So, wifi dicoret dari opsi. Gue udah sempat bikin back plan dengan ngisi pulsa Telkomsel gue 500 ribu buat roaming 7 hari. Karena si Docomo bisa dipakai, pulsa Telkomsel aman. Docomo beli di bukalapak cuman 275 ribu 8 hari. Sinyalnya ok ok aja, sih, nggak ada masalah. Btw, gue sengaja usul ke tim buat transit di Shinagawa atas rekomendasi komen anonim di internet. Dikatakan bahwa, Shinagawa station lebih mudah dibanding Tokyo station yang konon gedhenya naujubilah. Dan beneran, pas tiba di Shinagawa, mudah banget buat kami pindah ke platform Shinkansen. Waktu nunggu Shinkansen nggak terasa. Yang terasa adalah dinginnya udara luar begitu gue berdiri di platform. Tangan yang belum disarungin berasa dinginnya. Cek cek, suhu saat itu sekitar 8 derajat. Pengalaman Shinkansen pertama kali dalam hidup ini pun dimulai jam 10.40 waktu Tokyo. Kyoto, are ready to welcome us? Tag para penghuni kece: @deffa @Vara Deliasani @HarrisWang @kyosash @twindry @Andrizki
  13. 5 points
    . Halo jalan2ner ....... Hari minggu kemaren tgl 11 December 2016 ada undangan pernikahan di sindangbarang. Kami memutuskan untuk sekalian liburan karena hari senin nya libur nasional. Pergi dari bandung jam 4 pagi , rencananya jam 3 pagi .... Biasa lah mana bisa tepat waktu kalo rombongan. Perjalanan menuju cianjur dulu karena harus menjemput seseorang dan 1 Mobil lagi udah menunggu disana untuk jalan bareng. Aha ternyata ke sindangbarang lewat cianjur ini jaraknya sangat jauh, 2x lipat perjalanan dibandingkan via ciwidey ato pangalengan. Kira2 260km deh. Dan perjalananpun sangat tidak asik,pemandangan boring,berlubang dan berkelok2. Mobil saya berisi orang2 yg easy going,doyan makan,berisik dll.Kontras dgn 1 Mobil lain yg tertib .... Nyaris tidak terdengar Hahaha. Denger2 kalo perjalanan daerah situ jrng ada Rumah makan ,emng bener ....makanya temen saya inisiatif masak malam2 buat botram di pinggir jalan ,yay.... Kapan lagi beginian Kita jalannya nyantai2 saja, bahkan Mobil yg satu minta berenti di masjid buat sholat dhuha dulu. Kebetulan ada bangku Dan meja kosong sebelah mesjid,Dan kita pun buka perbekalan Dan makaaaaannnnn. Mobil yg 1 lg terlalu gengsi makan dijalan, mereka tdk ikutan makan .bilang nya udah sarapan bubur . ya udah .... Lanjut perjalanan ... Baru 15 menitan, saya mulai merasa mau mabuk, hwaaas.... Keringat dingin mulai terasa. Dari semalam perut emng lg tdk nyaman,plus jalan yg kulak kelok,berlubang Dan baru diisi perutnya. Tapi beruntung tdk sempet keluar, setelah minum antangin. Nyampe sindangbarang sekitar jam 14an, kami minta dibookingin penginepan sama yg punya hajatan. Sindangbarang adalah "kota" transit , nyebut nya apa yah ? Kota ? Gak ada Kedah kota2nya, lebih tepatnya kampung saja deh. Ada alun2 yg kecil tidak terawat, bank hanya BRI,Alfa SM,selamat SM. Indomaret malah tidak ada. Nasi padang nemu 1 ...bjb udah lenyap. Penginepan jg tdk banyak. Hotel mana Ada. kaya gini penampakan nya, ini lokasi deket dgn alun2 . saya nginep disini rp.200k permalam. Sederhana banget,tapi ada AC nya. So so saja bersih gak jorok jg ngak., ada 20 kamar. Penginepan yg lain malah lebih murah, 150k . sempet tlp dulu ke tiga putri ini, bilang nya 300k/malam.... Wuih untung dibookingin yg punya hajatan. Ada apa saja di sindangbarang ? Ternyata tidak ada apa2 yg bisa menarik wisatawan. Pantesan sepi .ada 2 pantai yaitu pantai arpa dan sereg. Tapi tipe pantai yg hanya buat dilihat saja, gak bisa main2 di pantai. Bahkan penduduk lokal pun yg mancing gak ada yg mendekati ke bibir pantai. Setelah istirahat dulu sebentar, kamipun siap2 menuju pantai arpa yg sangat dekat dgn penginepan, mungkin 500 meteran deh. bibir pantai yg cekung, kagak ada yg berani ke bibir pantaitingginya ada yg semetetan lebih, ngeri kalo ke gulung ombakair laut bisa luber ke atas pasir yg menyerupai tanggul ini,iya kiri adalah muara sungai cisadea, kanan adalah lautan anak2 setempat main perahu2an di muaraada penganut nudist jg menikmati pantai sambil main kucing yg main domba jg adaaamuara sungai cisadea Biji apa yah ? Oya ini pantai sebrangnya adalah benua Australia . jarak terdek via laut ke OZ adalah via sini. Katanya cuma 260km menjelang sunset baru indahyipiiii.... Kamipun ahirnya pulang ke penginepan. Tidak ada aktifitas apa2 dimalam hari, hanya nyari makan di tenda pesen bihun goreng,ada yg nyate,ada yg nyoto . Malam panjang dilewatkan begitu saja, semua pada tidur jam 9an jg. Iya kami memutuskan untuk cabut Dari sini esok hatinya, nyari tempat wisata lain. Dan pilihan adalah rancabuaya. Pagi2 kami udah bangun, ada yg sarapan ada yg cuma diem saja di penginepan. Jam 10an kami cabut Dari penginepan menuju kondangan. Oalah disana itu kondangan dimulai jam 10an, kami yg hanya 10menit perjalanan udah dalam keadaan ngantri macet yg salaman sama pengantin. Perkiraan saya jam 12san jg ini nikahan udah kelar. Makan sedikit disini, karena semua pada ngidam seafood. Masa main ke pantai gak makan seafood ? Cabut lah kita ke pelabuhan jayanti. Kira2 30 menitan Pesen cumi sama ikan kakap , hanya 165k termasuk jasa masak. Murah,enak,puas,kenyang bahkan nyisa pelabuhan jayantipantainya yg kebiru2an . Kamipun makan disaung2 yg disediakan, sempet terjadi insiden. Ada saung yg udah miring tp tetep pada didudukin. Saya yg sebelan kaget setelah saung tsb ambruk. Bruk untung tdk ada yg lg duduk2. Mobil yg 1lg tdk mau gabung jg, bilang nya mau ke mesjid dulu. Eh blakangan tlp mau langsung meluncur ke rancabuaya. Beres makan Dan poto2, kami melanjutkan ke rancabuaya. Ada 2 kubu mau nginep di rancabuaya ato santolo. Kami memuskan ke rancabuaya saja, Karena ada penginepan yg layak huni.nginep disini permalam 350k, 2 bed ,ac,TV gitu doang.tapi kamarnya bersih, lumayan luas bisa gelaran extra bed 2 jg masuk.WC nya kg bersih. Udah ada 4 Vila ini yg dibangun deketan . gak ada yg lebih bagus drpd yg ini. Sampe sini langsung diguyur hujan, ampe magrib baru reda.otomatis gak bisa ngapa2in. Malam nya kita nyifood lg, Mobil yg 1 Kali ini mau gabung. Pesen ikan yg gede nya 3kg plus udang. Pengen sayuran tdk ada. Kata yg jualan adanya seminggu sekali hihihihi. Kena 360k. Murah kenyang jg .tapi kalo rasa enakan yg di jayanti. Ada situasi yg bikin bete, dilingkunan villa tsb ada gazebo , nah ada rombongan yg bawa petalatan sendiri bikin "konser" karaokean disana. Kami masih maklum, lewat jam 10 malam kami mulai mengerutu merasa terganggu karena pengen tidur. Masih mending kalo lagunya chainsmoker clean bandit etc deh ini lagu dandut yg saya sendiri asing dengar nya, dandut jadul . yg tau cuma jeeereraa.... Jera jera jera Hahahaha. Wajar saja sih karena itu rombongan emak2 Dan bapak2. Jam 11an ahirnya saya protes ke receptionists , udah gelap office nya. Aku gedor2 saja. Minta segera dihentikan itu aktifitas dandutan. Setelah protes panjang lebar, saya menuju kamar,dia pun menuju kumpulan dandutan tsb. Langsung senyap ,mengahiri aktifitas mereka. Dipikir2 saya galak Dan berani jg yah protes beginian Hahahaha, Penghuni lain gak ada yg punya nyali. Ini terbukti ketika pagi2 saya Tanya ke penghuni sebelah. Mereka merasa keganggu tapi gak berani protes. Kalo tdk saya protes, konon menurut yg punya warung di seorang rata2 bisa sampe jam 2an .gilax !! Setelah kuping nyaman, kamipun tertidur dgn pulas. Bagi2 udah cabut buat menyusuri pantai rancabuaya. Pantai ini cocok nya buat poto2 doang, kurang ramah buat main2 di air. Byk karangnya.kalo airnya deras,bisa jg spot yg menarik ini air terjun. Malahan sebelum nya saya kesini ini air terjun tdk ada airnya sama sekali Puas main2 , kami cabut otw bandung lg jam 10an, tadinya mau jam 12an soalnya mau ke pantai lain, ahirnya dibatalkan. Perjalanan tetep via cianjur lagi soalnya harus nurunin penumpang , udah bete bgt di perjalanan nya. Nyampe bdg jam 9an malam Via cianjur ada jg kebun teh, tapi tidak seluas ato sebagus kalo lewat ciwidey ato pangalengan diajak lg kesini via cianjur jelas malesin banget, tapi kalo via ciwidey ato pangalengan hayuk aja.
  14. 5 points
    Universal Studio Japan (USJ) Universal Studi Japan (USJ) merupakan tujuan utama gw dalam perjalanan ke Jepang kali ini,, karena gw emang doyan banget baca Harry Potter. Baca loh yaaaa.. bukan nonton, bahkan 1 pun filmnya ga ada yang gw tonton sampe selesai. abisnya kalo setelah baca buku lalu nonton film suka jadi bete karena ga sesuai dengan apa yang gw imajinasikan. So.. daripada kecewa mendingan gw ga nonton filmnya. hahaha Oke balik lagi ke cerita kunjungan ke USJ. Sebenernya pengennya ke USJ pada saat hari kerja biar ga terlalu rame.. tapi apa boleh buat jadwal ga memungkinkan.. Gw kesana tanggal 4 Desember 2016, pas banget jatuhnya di hari minggu. Udah kebayang pasti penuh. Jadilah diniatin sampe USJ harus pagi banget dan begitu pager dibuka mau langsung lari menuju ke area Harry Potter (sebelom keramean). Karena planningnya gitu jadinya gw harus beli tiket USJ dari pas masih di Jakarta. Berhubung yang paling deket rumah itu JTB akhirnya diputusin buat beli di JTB. Tiketnya cuma selembar gitu. Open date dan berlaku selama 1 tahun. Walaupun jangka waktunya 1 tahun tapi cuma bisa dipakai untuk 1 kali kunjungan. Pada saat pembelian tiket dijelasin kalo tiket ini cuma buat sekali masuk, jadi kalo udah keluar gabisa masuk lagi. Beda banget sama Universal Studio Singapore yang keluar masuk sampe pusing. Tiket USJ dari JTB Dari Osaka Hana Hostel menuju USJ harus sekali ganti kereta. Dari Shinsaibashi station menuju ke Osaka Station, lalu ganti ke JR line dan turun di Universal City. Untuk pembayaran transportasi ga di cover yaa sama day pass yang dapet dari paketan Yokoso Pass, kenapa? karena perjalanan ke USJ harus menggunkan JR line. Jadi gw beli ICOCA buat bayar transportasi sekalian nanti selama di Tokyo. ICOCA Card Hari yang di nanti akhirnya tiba!!! Lalu seperti biasa... gw dan kebodohan gw kembali menjadi perusak rencana. Kali ini gw salah setting alarm. AAAAAAAKKKKKKKK!!! Niatnya bangun pagi banget trus jam 8an udah harus sampe di USJ. Tapi kenyataannya jam 8 BARU BANGUN. HAHAHAHAHA. Telaaattt deeehhhh.. Blom lagi pake salah liat peta dan salah stasiun. hahahaha. Jadinya jam 9.30 baru sampe USJ. Udah pengen nangis kebayang pasti bakalan penuh. Turun dari kereta, gw jalannya udah lesu gitu, kehilangan semangat. hahahaha. Tapi begitu liat gerbang USJ waaahh ternyata ga terlalu rame. Belom serame cendol.. Waaaaahhhhh... gw langsung semangat lari ke dalem. Btw kita ber 2 ga sempet sarapan jadinya ngebungkus onigiri, tadinya udah takut tas diperiksa trus onigirinya dibuang.. tapi ternyata pas nyampe gate ga diperiksa. Yeeeeeiiiii... tapi sayang cuma bawa 4 biji. Tau gitu kan bawa 15 bijiiiii, sekalian buat bekel makan siang sampe malem. hahahaha. Padahal lumayan kaaaaann bisa irit... maklum lah rencananya seharian disana dan makanan disana mahal. Pintu Utama USJ Map USJ Oke sampe didalam langsung panik lari ke arah kanan, buru-buru jalan ke arah Harry Potter. Sampe di depan area gw pikir bakalan dibatesin gitu masuknya. Harus pake ngambil tiket yang ada waktu masuknya gitu. tapi ternyataaaaaa.... aaaaaahhhh ga pake tiket. Yeeeeiiiiiii!!! kayanya sih karena masih pagi jadi belom terlalu rame. Masuk area Harry Potter, ga pake liat kiri kanan langsung menuju Hogwarts buat ngantri main Harry Potter and the Forbidden Journey. Antrinya udah 100 menit. Dan ga ada single ride. Ya udahlah yaaaaa... terima aja. Masuk ke antrian sambil makan bekel onigiri. Ga berasa udah nyampe giliran.. semangat banget langsung naik dengan cengengesan. Ternyata cuma bentar banget ride-nya.. cuma kedip-kedip udah kelar aja gitu. Gw sama laki gw begitu selesai cuma liat2an trus langsung ketawa meringis.. udaaaahhh??? gitu doaaaanggg???? hahahahhaha. Ngantri 100 menit, mainnya cuma 5 menit. Udah gitu ga ada single ride.. mungkin karena itungannya sepi kali yaaa jadi ga dibuka single ridenya. Atau mungkin memang ga ada? Ntahlah... tapi saran gw emang pertama masuk harus kesini dulu. Karena ride ini emang yang paling rame. Beres dari situ kita putusin muter-muter area Harry Potter dulu baru setelah itu geser ke area Jaws. Di dalam are ini ada 2 ride utama, selain Harry Potter and the Forbidden Journey ada Flight of The Hippogriff. Laki gw males ngantrinya.. gw juga ikutan males. Masih kebayang pegel ngantri. Jadilah kita muter-muter sambil foto-foto aja. Sebelum keluar kita sempetin mampir ke Wand Magic, kebetulan antrinya cuma 15 menit aja,. Disini bakalan ketemu Ollivander, nanti kita semua disuruh masuk ke ruangan lalu Ollivander bakalan milih satu orang buat nyoba dan milih wand yang pali sesuai. Ntah kenapa tiba-tiba GW YANG KEPILIH!!!! OEEEMMMMJIIIIHHH!!! Majulah gw, disuruh nyobain beberapa tongkat. Ujung2nya "dapet" tongkat yang cocok.. trus disuruh pegang dan keluar ruangan.. gw udah GR aja kaaannn.. Gw pikir beneran dikasih. Lumayaaannn kaaaaannn.. Ternayat begitu diluar ruang disuruh beli aja cuuuiiii. OGAAAAAHHH. hahahaa. Males banget.. mendingan duitnya buat makan. (Iyaaaa gw pelit. hahaha). Oke udah puas muter-muter disini akhirnya kita putusin buat pindah ke area lain. Kalo diliat di peta USJ kita muternya berlawanan dengan jarum jam.. Jadi tujuan berikutnya adalah area Amity Village. Di area ini ride utamanya cuma Jaws. Liat antrian 60 menitan gitu. Cek antrian single ride wah cuma 5 menit. Jadi diputusin buat ambil antrian single ride aja. Ga barengan gpp orang tujuannya emang mau mainya kaaann.. Ga pake lama2 ngantri langsung deh naik ke perahu. Seru sih yaaaaa.. tapi sayang bahasa Jepang. Ya ga paham laaah gw mba2nya cerita apa. Tapi overall oke lah. Seru juga, apalagi ledak2annya gitu. Cuma sayang gw ga kebagian basah2an. hahaha (yang lain berharap ga kena basah gw malah pengennya basah2an). Ya abis ga seru kaaaannn kalo ga basah,,, ga ada ceritanya. Ga sempet foto siang-siang karena pengen ngejer show di waterworld yang udah mau mulai. Jadi foto "ikan"nya pas malem deh. Beres dari area Amity Village pindah ke Waterworld. Seru sih yaa.. cuma lagi-lagi gw ga paham mas mbak nya cerita apa. Ya kaliiiii dia kira semua bisa bahasa Jepang. Jadilah cuma duduk sambil celingak celinguk. Tapi actionnya oke lah. Gw mau sih nonton lagi. Cuma lebih oke kalo pake bahasa inggris. Shownya sendiri sekitar 15-20 menit kalo ga salah. Salah Satu Sudut di Waterworld Beres nonton atraksi di Waterworld kita langsung pindah ke area Jurrasic Park. Tadinya sih laki gw mau naik The Flying Dinosaur, tapi begitu liat cuma digantung gitu trus pake muter-muter langsung dia mundur teratur. hahaha. Kalo gw sih emang udah niat ga bakalan mau naik. Makin berumur makin ga kuat main beginian. Tanda-tanda ke jompo-an. Akhirnya selama di area ini kita cuma ngetawain yang naik roller coaster sambil makan onogiri. Abis itu langsung main Jurrasic Park - The Ride. Ceritanya naik perahu trus keliling area Jurrasic Park, trus nanti ada tanjakan trus meluncur turun gitu. Udah gitu doang. Kita ber2 emang cupu. hahaha. Tapi lagi2 gw ga basah. Kecewaaaaaaaaa....... Setelah itu pindah area lagi.. Kali ini giliran area San Francisco. Di area ini ada 2 ride, yaitu Back to The Future dan Backdraft. Sayangnya back to the futurenya lagi di renovasi. Ngoookkkk. Jadi cuma main Backdraft aja. Backdraft ini kalo di Universal Studio Singapore kaya Lights Camera Action. Kta dibawa ke area yang di set kaya tempat syuting Backdraft. Lagi2 bahasa Jepang,, tapi untung gw udah pernah nonton filmnya, jadi yaa lumayan ngerti lah ya. Antrinya juga ga lama cuma sekitar 40 menitan. Dari situ pindah lagi ke area New York.. disini ada Spiderman dan Terminator. Buat Spiderman kita pake single ride lagi.. cuma ngantri 30 menit aja. Ridenya mirip kaya Transformer di Universal Singapore. Kalo terminator kombinasi 3D dan Live Show. Keren.. tapi gw paham ceritanya. hahaha. Disini juga harusnya ada Space Fantasy tapiiii tapiii tapiiii.. ditutup buat acara Cool Japan. KECEWAAAAAAAAAHHHHHHH. Padahal ini dan Back to The Future merupakan mainan yang paling gw tunggu2. Didepannya Back to The Future aditutup pake kayu-kayu dilukis gambar Minions gitu.. jadilah buat menghibur diri kita foto-foto disini aja. Lalu mendadak ujan aja doooonggg. UJAAAAAAANNNNNNNN Dari situ lanjut ke area Hollywood, disini ada Hollywood Dream - The ride tapi kan ujan.. jadi tutup deeeh... Gw emang ga bakalan naik tapiii tapiii tapiii kan ga asik ajaaaaaaa... Kalo kata @syahrulsiregar gw semacam gadis pengundang hujan (Gadis yaaaa.. gadis..). Karena ujan emang suka ngikutin gw. Bahkan nanti sampe ngikut gw ke Takayama pas gw janjian sama om alul. Karena ujan ya udah deh kita main yang ga penting-penting yang di indoor sambil muter-muter sambil foto-foto. Semua parade juga di cancel. Syeeeddddddiiiiiiiiihhh... Kita keasikan main sampe lupa makan. Padahal udah jam 7 malem. Padahal cuma baru diganjel makan onigiri 2 biji/orang. Mendadak laper... akhirnya kita putusin udaha aaah.. Pulang ke Hotel. Lagian besok pagi-pagi udah harus jalan ke Shirakawago. Kesimpulan : Seru sih yaaa main kesini. Boleh lah dicoba. Kalo antrian panjang manfaatin aja single ride, lumayan bisa menghemat waktu dan tenaga. Toh dateng kesana niatnya main kan.. jadi ga barengan gpp lah yaaa. Perlu beli express pass? hhhmmm... kalo ada duit lebih sih gpp, tapi mending adteng terus liat kondisi dulu aja. kalo emang antriannya udah ga ketolong banget, bahkan dengan single ride, ya boleh lah beli express pass. Dadaaaaaaaahhhh USJ... Sampe ketemu laaaagiiiiiii..... Gw bakalan balik lagi khusus buat main Back to The Future dan Space Fantasy dan nonton Parade. Link Terkait: Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo
  15. 5 points
    syahrulsiregar

    TRIP SALJU JEPANG : SAPPORO

    Perjalanan kereta dari Hakodate ke Sapporo memakan waktu kurang lebih 5 jam. Di tiket sih harusnya 4 jam tapi karena katanya ada badai salju, jadi beberapa kali berhenti ato nurunin kecepatan. Ga terlalu menikmati perjalanan ini karena entah kenapa kepala gw pusing trus rasanya ngga sampe2. Mungkin karena pake kereta limited express yah, jadi sempet liat jalanan dan makin berasa deh lamanya. Tapi aslik pemandangannya bagus dan kayak di negeri antah berantah. Jadi relnya itu di pesisir laut. Jadi hamparan luas warna putih. Ga kebayang kalo kecemplung disana. Agak ngeri sih ya sebetulnya. Akhirnya sekitar jam 6 sampe Sapporo, langsung transfer subway ke hotel buat checkin. kebetulan emang cari hotel yang di daerah Susukino supaya bisa happening sampe malem dan depan hotel persis ada pintu masuk subway. Setelah checkin dan naro tas, tanpa bebersih dan lain2 kita langsung cabut lagi. Itin malem ini ga neko2 sih. Yang penting menikmati Sapporo malam hari. Aslik, udaranya enak banget, adem. Cuman karena anginnya kenceng ya, jadi menggigil. Sebelumnya udah browsing, ada acara apa di Sapporo di awal desember gini. Jadi dari akhir November sampe awal desember, di Sapporo ada winter illumination. Jadi lampu2 hias betebaran di pohon2 dan taman2, dengan latar salju, jadi bagus banget. Areanya di sekitar odori park dan susukino. Selain itu, tepat di odori parknya, ada lampu2 yang lebih heboh lagi. Plus ada si German Christmas Market,. Jadi , karena Sapporo ini sister city sama Munich, orang jerman bikin pasar malem di sini. Isinya makanan dan pernak pernik khas jerman. bahkan yang jualan pun orang jerman. tapi bisa ngomong Jepang. Nah lho. Begitu sampe langsung terkagum sama lampu2 hias yang dibentuk jadi macem. Bengong. PLAKK!!! Ditampar angina dingin. Alhasil, Cuma foto2 bentar sok ga kedinginan, trus lanjut ke pasar malem di ujung taman tepat di bawah TV Tower, keliatannya lebih hangat. Begitu sampe lebih bengong lagi, tempatnya lucu banget. Di tengah2 ada paduan suara nyanyi lagu natal, dan semua mulutnya berasep kedinginan. Kita keluar liat2 sebentar dan berakhir di stand makanan. Hahaha. Asepnya kemana-mana bikin ngiler. Tapi akhirnya pilihan jatuh ke Turkey Leg. Favorit banget ini tiap ke US pasti beli. Setelah khatam kita putusin buat cari oleh2 karena takut besok ga sempet. Kebetulan pas tadi berangkat kita lewat kayak semacam dotonburinya Sapporo gitu. Jadi kita ke situ lagi. Setelah belanja sogokan buat bos dan tim, kita makan. Gw udah berjanji sama diri sendiri buat makan malem coco curry. Hahahah ga penting. Cuman udah ngidam banget dari pertama sampe jepang. Kita pesen nasi yang paling kecil, karena tadi udah makan turkey leg. Seperti biasa, minumnya air es tetep. Kalo ada emak gw, udah diomelin nih. Yatuhan, dikucurin madu sama dicampur pickle sih , langsung meledak di mulut. Setelah makan, temen gw bilang kalo di Jakarta itu lagi happening banget Cheesetart Hokkaido. Nah harusnya asalnya dari sini dong yah. kita cari deh tuh ada dimana. Ternyata yang peling deket itu di Sapporo station. Sayangnya tutup jam 8, sedangkan waktu itu udah 21.30. yaud kita jalan2 lagi muter2 sampe akhirnya badai salju, ujan salju lebat, yang membuat kita nyerah dan pulang aja. Keeseokan harinya… Bangun langsung semangat mau main ski lagiiii. Sebelumnya sempet sedih karena tempat ski andalan (gratis) belum buka. Jadi kudu nyari yang udah buka dan itupun baru beberapa. Akhirnya, dengan pertimbangan waktu dan tempat, kita pilih Sapporo Teine Ski Resort. Selain udah buka duluan, aksesnya mudah. Tinggal naik kereta sambung bus langsung turun di resortnya. Sesudah packing, kita jalan ke Stasiun Sapporo dulu buat naro tas di locker. Trus lanjut naik kereta JR ke stasiun Teine, total 30 menit. Keluar stasiun langsung disambut tumpukan salju karena semalem hujan salju lebat. Tapi uniknya matahari bersinar cerah. Jadi hangat. Untuk kemudian PLAKKK!!!. Ditampar angin. Langsung ke bus stop nomor 3 persis di depan mister donat (patokan). Ternyata bis pertama jam 9.10 (bisnya sejam sekali). kita langsung bediri aja disitu. Celingak celinguk kok sepi. Padahal udah jam 8.50. karena kita lihat info di plangnya bener, kita diri aja situ. Pas jam 9 teng, orang2 mulai berdatangan, ada yang baru keluar dari mister donat, ada yang baru keluar dari ruang tunggu (ternyata ada di belakang kita). Dari tadi kita kedinginan, ternyata orang2 ini anget di dalem. Sad. Tapi gpp jadinya kita paling depan (dan paling kedinginan). Persis jam 9.10 bis dating. Kita semua masuk. Alhamdulillah busnya juga JR, jadi gratis deh perjalanan ski ini. Oiya perlu dicatat, jadwal bisnya berubah menyesuaikan keadaan yah. jadi emang ga update terus di papan bus stop. Perjalanan sekitar 30 menit. Mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera. Alhamdulillah sampe dengan selamat. Kita ga punya banyak waktu karena harus ngejar flight jam 7 malem ke Osaka. Akhirnya langsung lari ke tempat penyewaan alat. Diputuskan kita nyewa alat aja, satu perlengkapan ski dan satu perlengkapan snowboard masing2 5000an JPY. Alhamdulillah cerah banget, jadi agak hangat. Walaupun anginnya lagi2 PLAKK!!! nampar2 yah. kita nyoba dulu di turunan landai yang emang buat latian. Gw karena udah pernah main jadi lumayan masih inget. Temen gw yang baru pertama kali plus pake acara mau nyobain snowboard, awalnya agak kagok tapi akhirnya bisa seru2an. Setelah nyoba kita beli tiket lift seharga 3000an JPY. Oiya tiket sama harga nyewa tadi itu Cuma untuk 4 jam. Liftnya ada banyak. Kita pilih yang keliatannya ga curam2 banget. Njir, naik lift yang bawahnya gw yakin ada salju setinggi pohon cemara dan tanpa pengaman sih serem juga yah. hahahaha. Sampe diatas, ada 2 turunan. Yang ke kiri dan ke kanan. Pas kita turun di atas agak kagok karena belum biasa. sama bapak penjaganya yang ngeliat kita, dia nyaranin ke kanan aja, lebih landai katanya. Kita liat emang landai. Kita coba deh, lumayan lancar dan seru. Trus di tengah jalan, ngeliat theme park yang tutup, bagus banget, bianglala warna warni di tengah putihnya salju. Oiya sama dari sini kita bisa liat kota Sapporo dari ketinggian. Nah abis foto2 ketawa2 bahagia. Ternyata eh ternyata, si landai itu Cuma sampe tengah, abis itu turunan 45 derajat. Njir. Kita berdua keder lah. Ngeri banget. Sempet diem pengen nangis aja. Tapi itu satu2nya jalan ke bawah L Mau gamau akhirnya kita Cuma pelan2. EALAH YA MANA MUNGKIN BISA PELAN2?!?!. Yang ada nyerodok, meluncur tak terkendali untuk akhirnya jatuh teguling2. Aslik kesel banget ama si bapak yang menjerumuskan kita ke lembah yang dalam ini. Karena yang paling susah adalah berdiri dengan 2 kaki nemplok si alat ski. Susah payah akhirnya sampe bawah juga. Kita cuman bisa ketawa lah. Selanjutnya kita maen2 di yang landai2 aja. Sampe akhirnya udah mau jam 1. Kita putusin buat udahan supaya ngejar bis yang jam 13.30. Walaupun sebentar tapi puas banget sih. Cuacanya cerah banget soalnya. Kebayang kalo lagi badai, pasti dingin banget. Sampe di Stasiun Sapporo, kita beli Hokkaido bake cheese tart dulu buat oleh2 (dan dimakan sendiri). Kita juga sempetin makan siang dulu di stasiun terbesar di Hokkaido ini. Kita ambil tas trus lanjut ke bandara. Sampe bandara Chitose kita masih punya waktu buat muter2 bentar sebelum akhirnya masuk pesawat dan tidur. Bangun2 udah di Kansai airport. rencananya malem ini kita tidur disini aja biar hemat dan ga repot. Area paling enak adalah di terminal 1 lantai 2 di depan information center. Disitu lampunya redup, pojokan dan belakang mcd sama Lawson dan toilet. Jadi tenang deh. Enaknya lagi kursi2 disini ga ada armchairnya jadi bisa nyelonjor. Tadinya disini bisa minjem selimut, tapi karena sekarang harus jalan agak jauh, kita berdua males, lagi pula ga terlalu dingin malem ini. Gw putuskan buat mandi dulu, sebelum tidur karena dr siang kagak mandi, sekalian biar besok pagi ga usah mandi. Mandinya di Kansai Lounge, bayar 510JPY buat 15 menit air. Make kamar mandinya sih bisa 40 menit max. jadi kita bakal dikasih koin gitu buat dimasukin di dalem kamar mandi. Ga perlu kuatir karena sabun dan shampoo sudah ada. Sebetulnya ini persis eksekutif lounge, Cuma siapa aja bisa bayar. Dan ratenya per 30 menit. Setelah mandi bisa tidur dengan tenang. Bangun2 dibangunin satpam. Ga usah kuatir karena dia Cuma ngecek random aja dokumen dan nanya2 dikit. Soalnya ternyata emang banyak juga homeless yang tidur dipojokan bandara. Bebersih bentar di toilet. Checkin. imigrasi. Ini tumben, kamaren2 antriannya panjang ampe luar2, kali ini sepi. Bener2 bukan peak season. Semalem juga ga terlalu rame yang tidur di bandara. Akhirnya naik pesawat. Perjalanan jepang kali ini bener penuh keberuntungan sih. dari awal ngecek semua rencana bakalan gagal tapi ternyata semuanya persis apa yang kita pengenin dari awal. Yeay, thank you Jepang. Thank you teman2 yang udah nemenin deg2an di hari2 menuju keberangkatan (Jemaah Haji kali ah) jalan2 @Vara Deliasani @deffa @twindry @HarrisWang @kyosash dll. Bahkan saat gw naik pesawat, gw udah mikir kapan kemungkinan gw bisa balik lagi. So, that’s my 3rd trip to Japan. Hope you guys enjoy, feel free to ask anything.. ARIGATO!!!
  16. 5 points
    Pagi semuanya. Saya sudah book tiket terbang tanggal 20 Nov pulang tanggal 4 Des. Tapi bakal sampai di Jepang tanggal 21 pagi. Tujuan buat thread disini bukan buat cari temen jalan2 dari awal sampai akhir, tapi buat nyari teman ketemuan selama dijepang nanti. Karena saya orangnya galauan, tadinya mau jalan bentar 7 harian ala momod @deffa trus ngiler main salju Shin Hotaka dari member2 disini sebut saja @Monfi @Ikamarizka @Vara Deliasani (Kaka, lanjutan FR dong) jadinya nambah 12 hari, lalu apa daya kombinasi tiket termurah adalah 14 hari yang selisih harga tiketnya cukup buat biaya hotel sama makan ngirit selama djepang . Setelah ditakut-takutin sama nyokap soal jalan sendiri, yg sebenernya saya pikir lebih baik jalan sendiri setelah sadarnya berubah2nya itienary yg saya planning bbrp bulan lalu. Lalu sadar 1 hal, masa 14 hari terasingkan tanpa nemu org indonesia sama sekali . Setelah menimbang2 dan baca FR2 bbrp member yg ketemuan di jepang biarpun sekedar makan bareng, akhirnya bikin thread ini untuk ngajak ketemuan dijepang (iya, saya ga yakin bisa ketemu jodoh jalan-jalan seperti @twindry dan @Sahat) Kebetulan rangka saya jalan2 kejepang ini untuk menikmati Autumn Foliage di jepang dan taman2 dijepang, yang semoga saja bisa sesuai planning . Jika ada yg mau jalan2 kejepang dan sedang nyari tiket/ tanggalnya samaan boleh coba toel saya, siapa tau kita bisa ketemuan untuk makan bareng dan day trip. Terlampir Rough Plan saya yg hotel sdh book bbrp, dan sudah menentukan bermalam dimana, jadi tinggal menyusun rincian detilnya, kecuali ada yg bikin saia galau lagi Feel free to mail at Vay_lyn@yahoo.com Itienary Japan.xlsx
  17. 4 points
    Hola Hola Traveleeer.. Saya mau berbagi pengalaman tentang si pulau yang menakjubkan ini nih. Menjangan. kronologisnya bgini. Saya kan anaknya suka bgt sama yg namanya pantai sepi, atau bisa disebut juga pantai yg masih perawan a k a sepi dan ga banyak orang. Hunting pantai yg masih perawan tuh udah kaya kecanduan saya dari kecil. Daya tahan saya nyemplung di aer bisa dr jam 7 pagi sampe jam 6 sore.. NAH TUH kalah duyung kwkwkwkw. Saya suka bgt dgn yg namanya laut dari umur 5 thn. Si bapak memang hobi bgt bawa saya ke pelosok pelosok daerah nyari air bening. Terakhir Kali saya bener2 melihat laut dan coral yg masih sehat itu di GILI MENO lombok pada tahun 90. Itu pertama kalinya saya jatuh cinta sama yg namanya si air asin. Laut biru sampai ga terlihat karena banyaknya ikan. laut yg harusnya dalam nya 11 meter jadin hanya 3 meter. Kok bisa> karena si 8 meternya bertumbuk si karang berwarna warni bertumpuk tumpuk mencari celah untuk bertumbuh ck ck ck. saya selalu kembali tiap tahun ke lombok krn ada banyak saudara disana. Dan di tahun 2006 selang 2 thn saya tidak kembali ke sana, ketika nyemplung... karang sudah habis... habis bis bis... di Bom. Gili trawangan yg asri berubah jadi pemukiman mewah dan pub pub dimana mana. harapan saya cuman gili air waktu itu. Itupun karena ada kebijakan dr petinggi disana utk melarang adanya pub malam. eh... kok jadi curhat.. Nah dgn semakin susahnya nyari coral yg masih sehat di indonesia. ini kenapa otomatis saya harus rajin bgt nanya sana sini, pantai dan laut mana sih yg masih sepi. saya jadi ter obsesi utk mencari coral paradise seperti si gili meno. Kebetulan ini kedua kalinya saya sudah ke Menjangan. Yang pertama kali saya post nanti yah. yg ini aja dulu, mumpung masih inget. Menjangan ini masih di daerah Pulau Bali tentunya. tapiiiii... kalo yg sering bgt mangkal di kuta legian dkk nya mah alamat jauh bgt pastinya. Biasanya memang harus nyewa mobil dan nyetir kira2 selama 4 sampe 5 jam. hehehe jauh yak. demi air bening... cuk kucluk naik air asia dpt tiket murah 800rb pp nih.. lets goooh perjalanan kali ini memang saya ambil dari bali karena mengikuti rombongan yg udah carter elf dan penginapan bareng. So perjalanannya melalui medan danau batur ubud dan gunung2 sekitarnyah. Lumayan lah ya nyegerin mata ama yg ijo ijo dulu.. tapi ijo duit jg bikin seger.. LaH.. Perjalanan juga bisa ditempuh dari surabaya. surabaya nyebrang ke pelabuhan gilimanuk. Mungkin ini malah lebih deket. Menjangan ini terletak tdk jauh dr pelabuhan Gilimanuk. Dia merupakan pulau sendiri, pulau cagar alam yang memang tidak boleh dihuni oleh penduduk. Di menjangan hanya terdapat pura berwarna putih yang megah bgt. Menjangan juga disebut menjangan krn kata nya niih.. banyak bgt rusa disitu. dan benar aja saya menemukan beberapa rusa besar disana. Untuk datang ke Pulau Menjangan ini ada beberapa tips dari sayah 1. kalo untuk kamu yg orang lokal. beruntunglaah karena satu boat hanya di charge sekitar 800rb sampai 1,5 jt. boleh di isi sampai 15 orang ( jadi cari deh orang yg bisa diajak barengan. kalo gak mah.. bokek) dan inipun belum termasuk alat2 snorkling ya. kalo mau tambah si alat snorkeling tambah lagi sekitar 180 rb ( google fin and safety jacket) 2. tarif tidak berlaku utk wna yup. utk mereka bisa dikenakan 400rb per orangnya. Jadi yang punya abang, teteh, kakek or nenek orang bule... ya bakalan dipalak beda urusannya. 3. Daripada bolak balik menjangan legian or kuta. mendingan nginep di sekitaran pelabuhan menjangan. Kaya di penginapan yg saya inepin nih. dapet 200rb per kepala dan mewah bgt. tapi lumayan aga banyak juga sih hostel2 kecil disini sepertinya. 4. Buat kamu yg doyan makan... nah wasalam.. disini jarang bgt restoran or mini market kecil. apalagi atm. jadi pastikan bawa uang tunai yg cukup ya kesini. kalo saya memang ngikut yg punya penginapan, alias makan aja apa yg disediain dr penginapan (coba telp dan tanya utk makan malam dan sarapan bisa tidak disiapkan. jgn dadakan tapi yah) saya cuman makan 2 kepiting 1 ikan 2 cumi ama 1 potong ayam betutu. #rakus 5. sun blok kalo ga mau kebakar, kamera underwater harus bgt kalo mau kesini. Untuk si kamera underwater.. entah kenapa ini yg ke 2 kalinya kamera saya rusak. huffff... sedih bgt. emang saya rasa ada apa apanya nih pulau. sering bgt ada aneh2 nya ahahaha. dari nemuin putung rokok di pulau banyak yg nyala bertebarn dimana mana, tapi ga orang disana ( kata si penjaga pura.. itu buat yg "jaga") hadeuuuh.. jadi ati2 ya kalo ngomong disana. Sampah juga jgn pernah dibuang sembarangan. okeh yuk brangkaaat n nyemplung... ini tempat keberangkatan nih. mobil yg kamu sewa bisa diparkir disini juga. Tampilan si Kapal seperti ini yes. FYI ga perlu takut dgn bingung arah arahnya.. pasti ada guide yg akan nemenin kita kesana kok. perjalanan dari pelabuhan ke menajangan sekitar 40 menit.. jadi saya usap usap sun block sambil mejeng dulu yah ohohohoho. okay di spot pertama nih nyemplung yuuuuks! Oh ya! Dan ada 1 hal yg saya inget bgt ketika saya disini. yang saya inget bgt ketika saya sampai di menjangan dan nyemplung... saya Mewek.. alias nangis berlinangan airmata. (norak yah ehehehe ) Saya bener2 berburai air mata didalem google sayah ahahahhaa, Ga percaya masih menemukan laut sebegini bersih dan sebegini sehatnya. Rindu saya terhadap si coral Gili Meno yg hancur ter obati sudah oleh si Menjangan inih. Coral semua warna ada. Hijau, merah, ungu, pink, biru, kuning , orange you name it semua ada. School fish dari ukuran 1cm sampe 30 cm semua ada. Palung biru ga terlihat sama sekali, kenapa? YUP ketutup IKAN! Nemo? ratusan disini... hufff... asli saya ga mau naik dari sini.. mau tinggal disini aja ahahahaha. spot spot dive nya pun ada banyak. Namun fav saya the great Wall.. menghipnotis. dr atas aja udah bikin ngiler and........ VOILAAAAH.... semua pasir tertutup oleh coral coral yup beberapa memang ada yg sudah bleach atau biasa disebut pemutihan. Kejadian ini diakibatkan oleh gerhana bulan waktu itu yg sangat ramai dibicarakan orang2. gerhana bulan itu membuat hampir 80% coral diseluruh dunia mengalami pemutihan. Sedih ya... cuman its a nature that we are talking about. Jadi yg bisa dilakukan saat ini adalah menyelamatkan terumbu2 yang ada dan siap dibudidayakan lagi. Saya bener2 kehabisan kata2 disini... dari berpuluh puluh pulau dan laut yg saya lihat dan nyilem.. Menjangan akan selalu menjadi destinasi ter fav saya di Bali. yuks kita jaga laut manteman.. supaya nanti si anak cicit bisa ikut liat gituuuuuh ehehehhe. Pindah spooot yuks.. Disini saya seperti mempunyai kewajiban yg sama seperti bapak.. yaitu memperkenalkan si alam buat si kecil.. Daripada nge mall mendingan ngemPLUNG yakhaaaan ehehehehe si abang seneng bgt ngelamun di pinggiran hihi. terbayar sudah saya natar dia berenang 3 thn dikolam ohohohoho. cape ya bang ngikutin ibu nya wara wiri di laut? Bentar lagi juga pasti bakalan saya nih yg ditinggal renang dia kmana mana ahahaha ga lupa saya bawa balon balon unyu utk istirahat bentar kalo kaki udah mulai kram cihiiiiiy. Sekian disini cerita singkat saya di Menjangan. Semoga ada info berguna dari saya untuk man teman semua yah.. Viva La sea just info.. buat yg suka pake sunblock, hindari pemakaian produk terkenal si "pisang perahu" yes.. krn bahan2 dia salah satunya mengandung bahan pemutih si karang. Okhaaaay... see yuuuh agaiiin salam blub blub blub
  18. 4 points
    Nama “Harajuku” mungkin sudah tak asing lagi di telinga kebanyakan orang, entah orang tersebut penggemar segala sesuatu yang bertema Jepang atau tidak. “Harajuku” kerap diasosiasikan dengan segala sesuatu yang berbau budaya pop Jepang, dan istilah “Harajuku style” pun identik dengan segala sesuatu yang funky dan unik, khususnya dalam hal style fashion. “Harajuku” juga acapkali identik dengan orang-orang yang berdandan unik dan khas, cosplayer yang memenuhi jalan, dan banyak stereotipe lain tentang Harajuku – yang sebagian diantaranya too good to be true. Agar tidak terjebak dengan ilusi tentang Harajuku, dan agar tidak kecewa saat memiliki kesempatan untuk berkunjung ke sana (khususnya bagi first time traveller), yuk mari mengenal sedikit tentang Harajuku. Sebetulnya, Harajuku itu apa? Dan apa saja yang bisa kalian temukan dan dapatkan disana? Simak detailnya berikut ini. * * * * * Informasi Dasar Harajuku, via (imagine)/flickr/creative commons Saat menyebut nama “Harajuku”, tak sedikit yang mengira jika Harajuku adalah nama sebuah distrik di Tokyo. Sayangnya, pendapat tersebut kurang tepat. Sejatinya Harajuku adalah nama sebuah kawasan (bukan distrik resmi) yang berada di sekitar Stasiun Harajuku. Bahkan Harajuku tidak digunakan sebagai alamat surat menyurat lho, karena secara administratif Harajuku ini termasuk dalam Distrik Shibuya. Jadi, saat melihat peta Tokyo, jangan harap kalian dapat menemukan nama Harajuku tercantum sebagai nama kawasan disana. Sejarah Harajuku sebagai pusat fashion anak muda dan tren budaya pop Jepang terkini konon dimulai paska Perang Dunia II berakhir. Pada saat itu, banyak tentara Amerika dan penduduk sipil yang tinggal di area (yang kini menjadi Harajuku). Secara tidak langsung, penduduk di Harajuku pun jadi terinspirasi dengan gaya fashion Western yang dibawa oleh warga Amerika tersebut, yang akhirnya menarik minat pada desainer fashion untuk meluncurkan “Harajuku style”. Tren tersebut semakin mewabah sejak pelaksanaan Tokyo Olympics pada tahun 1964 yang selenggarakan di Yoyogi National Gymnasium (dekat Harajuku). Event tersebut otomatis membuat Harajuku ikut kebanjiran didatangi oleh turis asing, dan mendorong tumbuhnya berbagai toko untuk mengakomodasi kebutuhan turis tersebut. Sejak saat itulah Harajuku populer sebagai salah satu tempat kongkow trendi, dan seiring berjalannya waktu, dikenal sebagai pusat trend fashion anak muda Jepang terkini. * * * * * Daya Tarik Harajuku Ada banyak hal yang membuat Harajuku menarik untuk dikunjungi saat berada di Tokyo. Mari mulai dengan Takeshita-dori (atau Jalan Takeshita) yang menjadi jantungnya Harajuku. Kepadatan di pintu masuk Takeshita-dori, via jdnx/flickr/creative commons Dari seluruh daya tarik Harajuku, Takeshita-dori layak mendapat peringkat pertama, sehingga belum sah rasanya menjejakkan kaki di Harajuku jika belum mampir ke Takeshita-dori. Jalan sepanjang 400 meter ini memiliki banyak toko, kafe, outlet fashion, hingga restoran fast food di sepanjang sisinya. Dari toko-toko di jalan inilah lahir tren fashion yang dikenal sebagai Harajuku Style. Takeshita-dori ini sangat populer, dan selalu ramai dipadati oleh pengunjung, khususnya dari kalangan anak muda Jepang. La Foret Harajuku, via Comyu/wikimedia commons Tak hanya memiliki toko-toko kecil yang menawarkan tren fashion terkini, Harajuku juga memiliki pusat perbelanjaan yang cukup populer, yaitu LaForet Harajuku. Pusat perbelanjaan yang terdiri dari 7 lantai ini memiliki banyak butik fashion dan toko, serta museum di lantai atasnya. Tak jauh dari La Foret Harajuku, ada Tokyu Plaza Omotesando Harajuku yang baru beroperasi sejak tahun 2012. Sama seperti La Foret Harajuku, Tokyu Plaza ini juga memiliki banyak toko fashion dan lifestyle. Meiji Jingu, via Kakidai/wikimedia commons Selain memiliki Takeshita-dori, di Harajuku juga terdapat terdapat beberapa obyek wisata menarik. Salah satu yang paling terkenal adalah Meiji-jingu, sebuah kuil Shinto yang lokasinya dekat sekali dengan Stasiun Harajuku. Meiji-jingu ini merupakan sebuah kuil yang dipersembahkan untuk mengenang dan menghormati Kaisar Meiji. Suasana di sekitar Meiji-jingu ini sangatlah asri karena dipenuhi dengan pepohonan. Kontras dengan suasana lain di sekitar Harajuku yang sibuk dan ramai. Obyek wisata lain yang cukup dekat dengan Takeshita-dori adalah Togo Shrine atau Togo Jinja, sebuah kuil yang didedikasikan untuk mengenang Admiral Togo. Posisi kuil ini sebetulnya ada di kawasan Aoyama, namun cukup dekat dari Takeshita-dori Yoyogi Park, via Eyewall ZRH/flickr/creative commons Tak jauh dari Meiji-jingu ada sebuah taman yang disebut-sebut sebagai salah satu taman publik terluas di Tokyo, yaitu Yoyogi Park. Taman ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas menarik seperti area joging, hutan, spot untuk piknik, dan lain-lain. Ngomong-ngomong, Harajuku ini posisinya sangat dekat dengan beberapa kawasan populer di Tokyo. Dua diantaranya adalah Aoyama dan Omotesando. Aoyama merupakan salah satu kawasan elit di Tokyo yang memiliki banyak pusat perbelanjaan, restoran, dan pusat hiburan. Sedangkan Omotesando memiliki banyak butik dan retail yang dirancang dengan gaya arsitektur yang menarik. Detailnya bisa kalian simak dalam bagian selanjutnya. * * * * * Yang Wajib Dilakukan di Harajuku Ada banyak aktifitas gratis dan non-gratis yang bisa kalian lakukan di Harajuku. Mari mulai dari yang gratisan lebih dulu: 1. Melihat-lihat Takeshita-dori Jalan-jalan di Takeshita-dori, via Leng Cheng/flickr/creative commons Sebagai daya tarik utama dari Harajuku, mengunjungi Takeshita-dori jelas merupakan sebuah kewajiban. Asyiknya, jalan ini menarik untuk dikunjungi tanpa harus membeli apapun, alias window shopping saja. Itu karena Takeshita-dori selalu ramai dipadati oleh pengunjung, sehingga suasananya selalu hidup dan menarik untuk dinikmati. Tambahan lain, di Takeshita-dori banyak muda mudi yang kerap berdandan dengan padu padan menarik. Bagi kalian yang suka bingung mix and match baju, bisa mencari inspirasi dari dandanan pada muda mudi di Harajuku. 2. Mengunjungi Meiji-jingu Pesta pernikahan di Meiji Jingu, via Everjean (EverJean) from Antwerp, Belgium/wikimedia commons Yes, Meiji-jingu ini bebas biaya tiket masuk alias dapat dikunjungi secara gratis – kecuali jika kalian masuk ke Treasure House dan/atau taman di bagian dalam (biaya JPY500 untuk masing-masing spot). Nggak sulit kok untuk mencapai Meiji Jingu ini, karena lokasinya yang sangat dekat dengan Stasiun Harajuku. Hanya saja, walau terbilang dekat, kalian membutuhkan waktu kira-kira 15 menitan jalan kaki melewati hutan sebelum betul-betul bisa mencapai kuil ini. 3. Mampir ke Togo Jinja Togo Jinja, via Rs1421/wikimedia commons Togo Jinja merupakan sebuah kuil yang didedikasikan untuk mengenang Admiral Togo Heihachiro, seorang jenderal di periode Taisho yang pernah mengalahkan armada kapal Rusia pada perang Russo-Jepang tahun 1905. Walau kalah megah dari Meiji Jingu, kuil ini cukup populer dijadikan spot pemotretan foto pernikahan karena suasananya yang cukup menarik. Togo Jinja juga memiliki danau, jembatan kecil, dan tempat penjualan jimat. PS: kuil ini hanya berjarak 5 menitan jalan kaki dari Stasiun JR Harajuku. 4. Menghabiskan waktu di Yoyogi Park Dancer di Yoyogi Park, via blondinrikard/flickr/creative commons Sebagai salah satu taman publik terbesar di Tokyo, Yoyogi Park ini memiliki hampir semua yang bisa dicari dari sebuah taman: danau, lapangan terbuka, area hutan, taman bunga, dan banyak lagi. Jika kalian berkunjung ke taman ini pada akhir pekan, kalian dapat melihat berbagai pertunjukan dari street performer (dance, band, dll). PS: Taman ini bebas tiket masuk lho. 5. Berburu Cosplayer Cosplayer di Harajuku, via Jacob Ehnmark/wikimedia commons Salah satu daya tarik Harajuku yang sudah populer ke mancanegara adalah keberadaan para cosplayer yang kerap berdiri di titik-titik tertentu. Para cosplayer ini biasanya akan dengan senang hati meladeni permintaan berfoto bersama, atau bahkan memperagakan beberapa adegan dari cosplay yang tengah diperankannya. Tips: salah satu spot yang jadi tempat nongkrong favorit para cosplayer adalah Harajuku Bridge. 6. Menghadiri Berbagai Festival Harajuku Omotesando Genki Matsuri Super Yosakoi, via 工房 やまもも/wikimedia commons Ada beberapa festival menarik yang digelar di Harajuku, atau setidaknya, cukup dekat dari Harajuku. Beberapa festival yang layak masuk dalam agenda kalian antara lain: - St.Patrick’s Day Parade (pertengahan Maret), - Yoyogi Park Wanwan Carnival (pertengahan April), - Tokyo Rainbow Pride (pertengahan Mei), Thai Festival (pertengahan Mei), - The Okinawa Festival (akhir Mei), - Vietnam Festival (pertengahan Juni), - Ocean Peoples Toko (awal Juli), - Brazilian Day Japan (pertengahan Juli), - Taiwan Festa (akhir Juli), - Jingu Gaien Fireworks Festival (pertengahan Agustus), - Harajuku Omotesando Genki Matsuri Super Yosakoi (akhir Agustus), - Fashion’s Night Out (awal September), - Namaste India (akhir September), - Hokkaido Fair in Yoyogi (akhir September-awal Oktober), - Indonesia Japan Friendship Festifal (pertengahan Oktober), - Omotesando Halloween Pumpkin Parade (akhir Oktober), - Tokyo Vegefood Festa (akhir Oktober), - Meiji Jingu Shrine Yabusame (awal November), - Fiesta de Espana (akhir November), Note: Beberapa festival di atas mungkin saja bukan festival tahunan. Ada baiknya lakukan double check untuk memastikan tanggal pelaksanaan festival sebelum memasukkan dalam itinerary. Tapi jika kalian berkunjung ke Harajuku diluar waktu tersebut, setidaknya kalian bisa mencoba main ke Meiji Jingu maupun Togo Shrine. Jika beruntung, siapa tahu kalian berkesempatan melihat acara pernikahan khas Shinto yang digelar di kedua kuil tersebut. 7. Main-main ke Aoyama, Omotesando, atau Shibuya Sudah tahu kan kalau Harajuku sangat dekat dengan Aoyama, Omotesando, atau Shibuya? Maka tentu saja salah satu aktifitas gratisan yang bisa kalian lakukan di Harajuku, adalah dengan sekaligus mengunjungi kawasan-kawasan tersebut. Selama kalian mau berjalan kaki beberapa menit, cukup mudah kok untuk mencapai Aoyama, Omotesando, dan Shibuya tanpa harus mengeluarkan tiket kereta sama sekali. Berikut ini daftar beberapa rekomendasi aktifitas yang bisa kalian lakukan di Aoyama, Omotesando, dan Shibuya: Aoyama Icho Namiki Avenue, via Kakidai/wikimedia commons - Jalan-jalan di Icho Namiki Avenue (khususnya kalau berkunjung ke Tokyo saat musim gugur). Icho Namiki Avenue merupakan sebuah jalan yang memiliki deretan pohon Ginkgo. Saat musim gugur, pohon-pohon tersebut akan berubah warna menjadi keemasan. - Mampir ke Akasaka Palace - Mengunjungi Aoyama Cemetery (Aoyama Reien). Ya, Aoyama Cemetery adalah salah satu kuburan publik tertua di Jepang. Tempatnya cukup luas, dan di kuburan ini terdapat banyak makam orang dan tokoh ternama – salah satunya adalah anjing Hachiko. Lanskap di pemakaman ini pun cukup menarik, dan populer dikunjungi saat musim semi tiba (untuk melakukan hanami). - Jalan-jalan ke Killer-dori (Killer Street) yang memiliki banyak toko street fashion. Lokasinya terletak di Minami Aoyama, tak jauh dari Aoyama Cemetery. Omotesando Omotesando Hills, via IQRemix/flickr/creative commons - Jalan-jalan menikmati suasana. Omotesando bertabur banyak bangunan yang memiliki gaya arsitektur menarik. - Belanja. Tak hanya memiliki banyak gedung menarik, Omotesando juga bertabur toko dan butik ternama. Prada dan Louis Vuitton hanyalah sebagian brand yang bisa kalian temukan di Omotesando. - Mengunjungi beberapa museum keren di Omotesando, seperti Nezu Museum dan Ota Memorial Museum of Art. Shibuya Patung Hachiko di Shibuya, via Leng Cheng/flickr/creative commons - Melihat/memotret/melintas di Shibuya Crossing. - Shopping. Shibuya kaya akan berbagai tempat belanja, mulai dari shopping mall besar hingga toko-toko kecil. - Mencicipi izakaya, atau bar ala Jepang. - Jalan-jalan di berbagai walking spot populernya, seperti Dogenzaka Street, Nonbei Yokocho, dan lain-lain. - Berpose di Patung Hachiko. - Mengubah penampilan di berbagai salon trendi di Shibuya. - Mengunjungi beberapa kuil di Shibuya. Walau kuil-kuil itu sebetulnya bukan kuil populer, namun lumayan bisa dijadikan tempat pelarian sejenak jika kalian sudah bosan dengan suasana Shibuya yang ramai. Sedangkan aktifitas non-gratisan yang bisa kalian lakukan di Harajuku antara lain: 1. Belanja, Belanja, Belanja Deretan toko di Harajuku, via Joe Mabel/wikimedia commons Sudah tahu, kan, kalau di Harajuku bertabur banyak tempat belanja? Jadi, jelas banget kalau shopping menjadi aktifitas yang wajib dilakukan saat berada di Harajuku. Kalian bisa keluar masuk berbagai toko di Harajuku – mulai dari toko kecil hingga shopping mall – untuk belanja, maupun sekedar mencari inspirasi mix and match fashion. Sedangkan jika kalian ingin membeli pernak-pernik murah untuk dijadikan oleh-oleh, Daiso Harajuku bisa menjadi pilihan asyik untuk dilirik. Sedangkan kalau ingin mencari toko mainan terkenal, bisa mampir ke Kiddy Land. PS: Jangan hanya fokus pada toko-toko yang ada di jalan utama. Terkadang kalian akan menemukan toko-toko menarik di jalan kecil yang ada di belakang jalan utama. Informasi beberapa toko populer di Harajuku dan sekitarnya bisa dilihat disini. 2. Kulineran! Display crepes di Harajuku, via Leng Cheng/flickr/creative commons Sebagai salah satu kawasan yang populer di kalangan anak muda, tentu saja Harajuku memiliki beberapa kuliner khas. Salah satu yang paling wajib untuk dicoba adalah mencicipi aneka crepes dengan berbagai kombinasi rasa. Harga aneka crepes ini biasanya ada di kisaran JPY500, dan kalian akan mudah menemukan kios penjual crepes di Takeshita Dori. 3. Membuat Purikura Contoh booth purikura, via Pixelms/wikimedia commons Purikura, atau photo sticker booth (di Indonesia lebih populer dengan sebutan ‘photo box’), sebetulnya sudah banyak ditemukan di Indonesia. Hanya saja, purikura di Jepang biasanya memiliki lebih banyak fitur imut dan juga bisa mengedit wajah. Membuat purikura merupakan salah satu aktifitas yang disukai oleh remaja Jepang, dan di Harajuku kalian bisa dengan mudah menemukan berbagai mesin purikura. * * * * * Akses Stasiun JR Harajuku, via Chris 73/wikimedia commons Harajuku terletak di sekitar area Stasiun Harajuku, yang jaraknya hanya terpaut 1 stasiun dari Stasiun Shibuya dan 2 stasiun dari Stasiun Shinjuku. Otomatis Harajuku ini asyik dikunjungi saat kalian berwisata ke Shibuya maupun Shinjuku. Stasiun Harajuku ini dilalui oleh JR Yamanote Line, yaitu sebuah jalur kereta loop line mengelilingi Tokyo, sehingga jalur ini mudah sekali di akses dari mana-mana. Dari Stasiun Harajuku, kalian hanya tinggal menyeberang jalan untuk mencapai Takeshita Dori. Alternatif lainnya, kalian dapat naik Chiyoda dan Fukutoshin Subway Lines, dan turun di Stasiun Meijijingu-mae. Dari stasiun ini, kalian tinggal jalan kaki beberapa menit untuk mencapai Takeshita Dori. Ngomong-ngomong, stasiun ini juga relatif dekat dengan Omotesando lho. Jika turun di Meijijingu-mae, kalian bisa bebas memilih apakah akan menjelajah Omotesando atau Harajuku lebih dulu. Ingin jalan-jalan sambil menikmati suasana? Jika berangkat dari Shibuya, kalian bisa jalan kaki untuk mencapai Harajuku. Jarak tempuhnya mungkin kira-kira 10-15 menitan jalan kaki. Tidak terlalu jauh kan? * * * * * Note: Seluruh foto diambil dari creative commons (credit tercantum dalam setiap foto). Tidak ada proses editan tambahan lainnya selain proses resizing.
  19. 4 points
    Yak, akhirnya weekend juga (disempet2in deh bikin field report) Hi! Gw baru balik dari Thailand 2 minggu lalu nii... Dan terus terang dari sekian tempat jauh yang sudah gw jabanin, Thailand ini justru negara ASEAN pertama gw (what a shame! malu2in anggota ASEAN aje lu pi! ) Awalnya nekat pengen berangkat sendiri suatu hari nanti (semua orang yg gw kenal udah pernah ke sana), eh ada temen kuliah pas dia nemenin ke GATF Oktober lalu yang nyeletuk "Ke Bangkok aja yuk!" (mungkin maksudnya menghibur gw yg waktu itu belum juga dapet tiket ke Hong Kong). Lha, diajakin begituan mah gw kagak bisa nolak (kayak emak gw kalo diajakin ke mall pas midnight sale).. nggak pake babibu, kita langsung buka laptop, cari tiket paling murah ke Bangkok tanggal berapa aja deh yg penting Januari, dan dapet deh berangkat tanggal 12 Jan, balik 17-nya pake Air Asia Yah, orang2 mah mungkin udah bosen bolak balik ke Bangkok, tapi ga papa ya gw tetep bikin field report (kan gw baru pertama kali ini ke sana ) DAY 1 (12 Jan 2017) Gw sama temen gw (sebutlah namanya si Ocie), harusnya berangkat dari Bandara Soetta Terminal 2F jam 16.00, tapi berhubung kita udah excited jadi kepagian nyampe sana. Kita makan dulu lah, jajan dulu lah, keliling2 aja pokoknya (setelah check-in dan lewat imigrasi tentunya). Gw ampe nyalahin si Ocie, "Gara2 lu, gw jadi jajan ni!" setelah gw keluar 18rebu buat beli Beard Papa di dalem bandara karena ikut2an ni bocah. Trus kelamaan ngobrol sambil makan tu kue soes-nya Beard Papa (kita udah di depan gate-nya!), kita ampe nggak nyadar kalo udah ada panggilan boarding dari tadi. Kita langsung masuk deh, dan abis ngasih boarding pass gw ke toilet dulu (gw pikir masih lama dooong, itu masih setengah 4 lebih)...lah abis keluar dari toilet ada mas2 petugas AA-nya udah nenteng tas gw sambil teriak, "Ayok mba, buruan..tinggal mba-nya!" Jeng jeeeng, kita berdua langsung lari ke bawah. Di bawah, bus yang harusnya nganter kita ke pesawat udah jalan, tapi untungnya belum jauh trus dipanggil lagi sama petugas yg di situ...mundur deh diaa Langsung kita dipelototin satu bus (iya maap, saya memang salah...) Yak, kita masuk juga di dalem pesawat. Tapi ternyataaa, seat kita paling belakang (bener2 belakang banget, pas depan lavatory-nya), mana gw sama si Ocie jadi beda kolom (gw di D, Ocie di C)...dang! Yasudahlah... Sampe mba-nya keliling buat ngitung penumpang, sebelah gw masih kosong (E kosong, F isi). Gw langsung nanya mas2 yg duduk di F, dia lagi nunggu temennya ato nggak, karena menurut dia di kursi E itu kosong, gw ajak si Ocie pindah (daripada dia jadi obat nyamuk-nya love bird yang duduk di seat A & B ) Basa basi busuk gitu deh gw sama si mas2 seat F, yang ternyata anak JJ-er juga..summon dulu ah @enda28 (moga2 nggak salah panggil, agak2 budeg waktu itu di pesawat). Kita sharing pengalaman kena turbulence yang lumayan kenceng waktu itu (mana kerasa banget pulak duduk di ekor begitu), beneran bikin jantungan ampe mau nangis gw Anyway, kita mendarat di Don Mueang dengan selamat (dan cenderung mulus banget, entah memang karena pilot-nya yang jago ato aspal runway-nya yang alus) Alhamdulillah... Dari Don Mueang, gw udah males mikir, jadinya kita pesen Uber aja yang langsung nyampe guest house. Pake Uber kita kena 350 Baht, sama toll 70 Baht, total 420 Baht dibayar tunai sampai ke guest house kita di deket kawasan Khaosan Road, namanya A&A Guest House, bisa di-cek di mari: https://goo.gl/maps/Gq4qdzGVTsk A&A Guest House ini kita pesen lewat Agoda, dan kita pilih karena deket banget dari Phra Arthit Pier (yang bakal jadi andalan kita esok harinya) dan deket Khaosan Road (buat yg mau jedag jedug di sana :P) *kalo ada yang bertanya2, gw udah nulis ngalor ngidul wetan kulon ga genah gini tapi belum ada foto-nya, nanti ada penjelasan di hari terakhir* DAY 2 (13 Jan 2017) Pagi2 kita bangun jam 8, sarapan dari yang disediakan guest house (meskipun akhirnya cuma kita makan roti tawar sama telur-nya karena yang lain cuma ada ham, itupun ada bapak2 yang ngasih tau karena kayaknya liat si Ocie yang pake hijab ). Kita makan cepet2, udah gatel ni kaki! Our first stop is Ananta Samakhom Kita ke sana (lagi2 pake Uber, gw lagi masih males mikir bus), dengan ongkos 64.5 Baht, tapi supir Uber-nya baik banget kita kasih 100 Baht dibalikin 40 Baht Nyampe Ananta Samakhom, gerbangnya belum buka (kita kepagian), jadi sambil nunggu kita liat rombongan turis2 pada sibuk pake saroong. Katanya memang aturan masuk ke sana harus pake rok. Untung gw udah siap bawa kain pantai ala ala Bali gitu, gw pake aja ikut2an yang lain (si Ocie udah prepare pake rok). Jam 10.00 gerbang dibuka, kita lewat security, dicek tas-nya trus boleh masuk deeh dan melongo ngeliat bangunan Throne Hall-nya. Gak lupa ambil kamera trus cekrek cekrek sampe ngga nyadar kalo diliatin satpam. Trus kita disamperin, ditanyain tiketnya mana. Kita bingung, dan balik nanya belinya di mana. Dia nunjuk bangunan di belakang kita, suruh beli tiket dulu sama naruh tas di situ. Siap! Setelah beli tiket seharga 150 Baht, kita harus pakai rok (yg mana sudah kita laksakan--mba-nya sampe berdiri dari loker gitu, meriksa kita udah beneran pake rok) dan disuruh naruh tas di loker. Semua harus ditaruh situ; HP, minuman, makan, kamera, bawa diri aja pokoknya. Lha kalo mau foto2 gimana? Hahaha, emang ga boleh ambil foto di situ ternyata Tapi gw sempet ambil beberapa foto Throne Hall-nya sebelum si bapak satpam negur (dan untungnya dia ga minta kita hapus fotonya) Kita keluar loket tiket, antrian masuk Throne Hall udah panjang dan dipisah antara antrian cowo sama cewe. Gw lho sempet bertanya2, ke mana yaa bule2 yg kita lat sepanjang jalan pas di Khaosan Road? Di sini blassss ga ada bule, turisnya Asia semua. Pas lagi asik ngobrol di tengah antrian, tiba2 ada mas2 petugasnya buka tali antrian dan nyuruh kita ikutin dia. Gw pikir dia bikin antrian baru karena antriannya udah panjang banget, tapi ternyata ga ada yg ngikutin kita di belakang (talinya dipasang lagi). Jadiiii, ternyata cuma kita berdua yang disuruh masuk duluan. Jujur gw gatau alasannya, gw sama si Ocie bingung. Spekulasi kita si, karena kita bukan orang2 yang ikut tour, jadi ga punya rombongan. Tapi darimana mas-nya tau ya kita bukan peserta tour?? Setelah dikasih peralatan audio guidance, setengah jam aja kita di dalam Throne Hall yang dibuat jadi museum ini. Sebenernya di dalam kita bikin terkagum-kagum, tapi karena nggak boleh foto-foto yasudah apa daya cuma liat-liat terus pindah tempat. Pas kita sampai di luar..ebusettttt rame banget, semua jalan aspal di depan Throne Hall udah sesak manusia. Satpam yang tadi negur kita kewalahan niupin peluit ke turis-turis yang bandel duduk dan foto-foto di atas rumput Ambil tas dan segala macam, kita langsung keluar dan pesen Uber (lagi) buat ke Phra Arthit Pier, karena kita bakal lanjut ke Grand Palace. Sejujurnya gw excited mau naik express boat ini, makanya gw setengah lari waktu masuk dermaga Phra Arthit. Di depan ada meja tempat petugasnya jual tiket—yang mana setelah gw melihat beberapa dermaga, cara mereka jual tiket beda-beda. Di Phra Arthit ini ada mas2 yang jual tiket untuk boat dengan bendera orange, di sebelahnya ada mba2 yang jual untuk boat dengan bendera biru. Dua-duanya lewat dermaga Ta Chang (dermaga terdekat dari Grand Palace), tapi orange flag harganya 15 Baht, sedangkan yang biru 40 Baht (karena dia tourist boat), jadi kita beli yang orange aja. Abis beli tiket kita foto-foto dulu deh nunggu si perahu datang. Ini si eneng Ocie (jomblo lhooo) : Setelah berdiri beberapa belas menit di perahu, akhirnya kita sampai di Tachang. Keluar dermaga Tachang, gw ngiler liat buah-buahan potong yang dijual sepanjang jalan menuju Grand Palace. Sampai di Grand Palace udah tengah hari, makannya udah penuh orang. Di sinilah kita mulai bingung, main attraction-nya di sebelah mana, beli tiket di mana, yang sebelah sini ngantri apa, sebelah sana ngantri apa, di sono rame apaan. Dengan pede-nya kita ikut-ikutan antrian (kita pikir mereka antri tiket), sampai lima menit kemudian ada satpam (lagi-lagi satpam) nyamperin kita trus nanya kita lagi ngapain di situ. Akhirnya baru gw nanya, emang beli tiketnya di mana. Si satpam nunjuk suruh masuk lewat jalur tali gitu buat diperiksa tas-nya dan loketnya masih jauh ke dalam lagi. “Ooooooh…” cuma itu respon gw sama Ocie sambil ngeloyor pergi dan nyengir2 karena semua orang ngeliatin kita Dan yang tadi antrian apa juga masih jadi misteri sampai saat ini. Kemudian kita beli tiket 500 Baht per orang, mahal kalau menurut gw, tapi ternyata itu termasuk tiket untuk Ananta Samakhom Throne Hall. Gw sama Ocie nangis, tau gitu ke Grand Palace duluuuuu (lumayan ngirit 150 Baht) Yasuda…tadinya gw pun sempet tegang, karena dari yg gw baca-baca sebelumnya, kalau masuk Grand Palace juga harus berpakaian sopan. Gw si waktu itu pake jeans, dan sebenrnya udah siap kain Bali yang tadi. Dan pas kita di pintu masuk ada ibu-ibu lagi nego sama petugasnya pake bahasa Mandarin, karena nggak boleh masuk selama dia masih celana yoga. Waduh, pikir gw… Tapi ternyata gw boleh2 aja masuk pake jeans, model hipster pula. Kita mulai pakai sunglasses saking panasnya waktu muter-muter di dalam kawasan Grand Palace, sambil terpesona sama detail bangunan-bangunannya. Ada beberapa bangunan yang bisa kita masuki dengan melepas alas kaki. Nah, di dalam Grand Palace ini kita lumayan lama, karena areanya lumayan besar. Setelah dari Grand Palace, kita lanjut ke Wat Pho. Sempet nyasar dan salah arah waktu jalan kaki ke Wat Pho, akhirnya kita nyampe juga dan bayar 100 Baht untuk tiket masuknya. Walaupun setelah muter-muter nyari2 si Reclining Buddha yang legendaris itu, kita sadar kalau kita masuk dari pintu belakang Wat Pho. Keluar dari Wat Pho, kita nyebrang ke Wat Arun lewat dermaga Ta Thien yang nggak jauh dari pintu keluar (bayar 4 Baht). Sebelum nyebrang, gw sempet jajan Coconut Ice Cream dulu (udah ga tahan sama panasnya Bangkok), yang mana penjualnya bisa Bahasa, meskipun cuma sekedar “Kelapa Ice Cream” dan “Pakai kacang? Pakai cokelat?” Tapi kita ga langsung masuk ke dalam Wat Arun. Sebelumnya berangkat kita emang udah cari-cari masjid dekat Wat Arun, jadi kita bablas aja cari masjid buat sholat. Lumayan jauh sih lokasinya. Dari pintu Wat Arun kita masih lurus terus, jalan kaki ngelewatin sekolah, rumah penduduk, ketemu rombongan biksu, di pengkolan menuju jalan besar kita pun ngiler liat warung makan kayak di Indonesia yang jualan ayam sama lele goreng tapi lele gorengnya mereka segedhe lengan gw. Masih jalan sampe di bawah flyover, masjidnya belum keliatan, kita pede aja ikutin google map, sampe lewatin kuburan muslim yang ternyata pintu belakangnya masjid itu Selesai sholat, kita balik lagi ke Wat Arun. Sayangnya, bangunan-bangunan di Wat Arun ini banyak yang masih direnovasi, jadi nggak banyak yang bisa kita lihat. Gak sampai setengah jam, kita memutuskan nyebrang balik untuk ke Nagaphirom Park, kemudian ke Asiatique. Tapi sepanjang jalan dari dermaga Ta Thien ke Tachang kita ga nemu si Nagaphirom Park (ada yang salah?), akhirnya kita langsung lanjut ke Asiatique. Untuk ke Asiatique kita naik boat dari Tachang ke Sathorn, kali ini kita naik yang blue flag dengan membayar 40 Baht (agak jauh, untungnya kita dapat tempat duduk). Jam 5 kita sampai di Sathorn, untuk lanjut naik free shuttle boat ke Asiatique (gratis). Asiatique ini modelnya kayak mall outdoor gitu. Dan berhubung dari pagi kita belum makan apa-apa (beneran, gw cuma minum sama makan coconut ice cream doang abis keluar dari guest house ), kita memutuskan makan di KFC—iyaaa, jauh2 ke Bangkok makannya KFC lagi Perut kenyang, tenaga udah diisi ulang, kita lanjut keliling Asiatique. Tadinya gw maksa Ocie buat nemenin gw naik ferrish wheel, tapi gw pun undur diri karena ternyata mahal (sekitar 600 Baht kalo nggak salah). Yasudah kita window shopping aja di dalam Asiatique, sambil sesekali jajan. Kita memang ga berniat beli apa-apa di sini, karena harganya tergolong mahal. Sampai kita memutuskan buat pulang pukul setengah 8 malam. Tadinya mau naik bus, tapi waktu liat dermaga ternyata masih ada antrian free shuttle boat, berarti masih ada boat untuk ke Sathorn. Sayangnya, sampai di Sathorn petugasnya bilang boat yang lain cuma beroperasi sampai jam 7. Jadi kita naik bus nomor 15 dari depan Hotel Silom (dekat dermaga) dan turun di dekat Khaosan Road. Bus ini agak muter-muter, kita bahkan melewati kawasan Siam. Tapi bus di Bangkok ini nggak ngetem kayak di Jakarta, mereka berhenti nggak sampai semenit di tiap halte, dan yang bikin kita bingung waktu mau bayar berapa dan ke siapa…ternyata gratis! Yak, sempat melewati riuhnya Khaosan Road, foto-foto, dan jajan buah-buahannya, kita pun sampai di guest house dengan kaki nyut2an. DAY 3 (14 Jan 2017) Di hari berikutnya kita cuma mau ke Chatuchak Market dan Madame Tussauds. Sebelum pergi (kita nggak ambil sarapannya), kita check out sekalian titip luggage sama petugas guest house-nya. Bapak petugasnya kemudian nanya, kita abis ini mau ke mana. Setelah gw jawab mau ke Phuket, dia nawarin shuttle seharga 150 Baht per orang ke bandara Don Mueang (diitung2, dari pada naik Uber lagi modal 420 Baht, kita iyain aja). Setelah bayar dan dikasih kwitansi sebagai tiket shuttle, si bapak bilang, sebelum jam 4 udah di sini ya (karena pesawat kita jam 6, dan kita sudah check in online). Kita berdua menangguk mantap. Kita berangkat lagi dari Phra Arthit ke dermaga Sathorn naik orange flag (bayar lagi 15 Baht), dari dermaga Sathorn kita jalan kaki (sekitar 20meter) ke BTS Saphan Taksin. Di Saphan Taksin kita beli One Day Pass, dan melengang masuk ke dalam peron. Karena kita akan menuju Chatuchack Market yang letaknya dekat dengan stasiun Mo Chit, pertama-tama kita naik BTS Silom Line ke National Stadium, turun di stasiun Siam untuk pindah jalur ke Sukhumvit Line dan berhenti di Mochit. Inilah kenapa gw beli One Day Pass, gw males ngitung berapa ongkos dari mana ke mana. Di Chatuchak, gw langsung buka peta pasarnya, langsung menuju ke tempat makanan dan tempat oleh2. Pertama, kita beli mango sticky rice seharga 50 Baht, kita makan sambil duduk di depan toko yang belum buka. Setelah perut isi, kita lanjut cari oleh-oleh di pasar yang super gedhe ini; dompet kecil2, kaos, buah kering, apa aja deh Jam 11 siang kita kembali ke stasiun Mo Chit (kita jalan melawan arah, orang2 baru mulai berdatangan, kita udah nenteng kresek belanjaan). Dari stasiun Mo Chit, kita naik Sukhumvit Line ke arah Bearing turun di Siam. Dari stasiun Siam, kita keluar di dalam Siam Center, kemudian nyebrang ke Siam Discovery, tempat museum Madame Tussauds di lantai 6. Sebelumnya kita udah beli tiket Madame Tussauds ini lewat online (harganya 645 Baht beli di http://www.hotels2thailand.com), jadi tinggal tuker print out email-nya dengan tiket asli di loket. Ternyata kita dapat tiket Ice Age Show juga. Di dalam Madame Tussauds, yang bikin gw menjerit bahagia adalah waktu ketemu patungnya Hannibal Lecter dari sekian banyak patung lilin lainnya (oke, gw tau Hannibal tokoh antagonis, tapi…sudahlah, judge me if you want). Setelah puas foto-foto, kita lanjut nonton 4D Ice Age Show. Mirip dengan 4D Show-nya One Piece Tower di Tokyo. Kalau One Piece Tower efeknya angin sama air, Ice Age ini efek 4D ada di kursinya dan ada semburan salju (entah salju beneran atau bukan). Seru kok! Keluar dari Siam Discovery, kita cari masjid lagi. Kali ini masjidnya di kawasan Ratchathewi. Kita nemu namanya Masjid Darul ‘Aman, yang ternyata di sekitarnya banyak tempat makan halal. Jadi, setelah sholat, kita masuk ke salah satunya, kemudian pesan Pad Thai dan Tom Yum untuk makan siang. Selesai makan udah hampir jam 3 aja. Kita pikir waktu kita cukup untuk balik ke guest house. Dari stasiun Ratchathewi kita naik BTS ke Saphan Taksin, dari stasiun Saphan Taksin, kita jalan ke dermaga Sathorn untuk naik boat kembali ke Phra Arthit. Di boat ini kita udah mulai gelisah. Hampir jam 4! Kita sampai di Phra Arthit jam 4 kurang lima menit. Turun dari boat, kita berdua lari kayak dikejar setan. Sampai di belokan setelah gang dari Phra Arthit ke guest house kita udah liat bapak yang tadi nawarin kita shuttle udah di tengah jalan dengan tangan di pinggang nungguin kita. Kita langsung pucet waktu dia bilang shuttle-nya udah berangkat. Tapi setelah kita ambil luggage yang kita titipkan, ternyata dia nelpon driver shuttle-nya buat balik lagi. Aduuuh, si bapak ini baik banget gak pake marahin kita pula, gimanapun kita yang salah dan dia tetep ramah Daaaan, ketebak dooong, waktu masuk ke dalam shuttle kita lagi-lagi dipelototin satu mobil… Dan dengan nggak tau dirinya, kita berdua langsung teler, karena kecapekan lari-lari kita tidur sepanjang jalan ke bandara diiringi lagu Wonderful Tonight-nya Eric Clapton yang disetel bapak supir. Hampir sejam kemudian kita bangun dan sampai di bandara Don Mueang, siap2 menuju Phuket!! TO BE CONTINUE...
  20. 4 points
    Vara Deliasani

    Review : Osaka Hana Hostel

    Pada awal Desember 2017 ini gw berkesempatan travelling ke Jepang dan menghabiskan 2 malam di Osaka. Tadinya gw udah booking hotel berbintang di sekitaran Shin-Osaka Station tapi karena kebodohan (kesalahan tanggal) yang baru gw sadari sekitar 1 minggu sebelum berangkat, terpaksa mengcancel bookingan hotel dan nyari alternatif lain di menit-menit terakhir. NIatnya tetep stay di hotel, berhubung gw rempong kalo soal urusan tempat tinggal, kamar harus privat dan bersih, kamar mandi en suite, full privacy. Tapi karena last minute harga hotel di Osaka udah ga masuk akal semua, akhirnya mencari alternatif lain selain hotel. Beruntung tiba2 ada kamar pivate yang available di Osaka Hana Hostel, tapi kamar mandinya sharing.. Awalnya sempat ragu-ragu karena ini pertama kali mencoba nginep di Hostel. Gw langsung kebayang pasti kamar ga nyaman, kalo mau ke toilet repot keluar2 dulu. Tapi setelah baca2 review @deffa @min0ru soal nginep dibeberapa guest house dan hostel di Jepang, kayanya nyaman2 aja malah seru kayanya. Jadilah gw memberanikan diri buat booking di Osaka Hana Hostel. Aaaahhh.. pengalaman pertama nih nyobain nginep di Hostel. Hasilnya? KETAGIHAAAANNNN!!! hahahaha. Gw emang senorak itu sih. Pengalaman nginep di Osaka Hana malah jadi pengalaman menginap yang paling berkesan perjalanan kemarin. Apa sih yang bikin segitu berkesannya nginep di Osaha Hana? alasan utama gw karena pelayanan dan keramahan staffnya yang luar biasa, lokasinya yang strategis, teman2 yang seru.. Buat teman-teman yang akan berkunjung ke Osaka mungkin bisa membaca review gw berikut ini siapa tau jadi tertarik juga buat nginep disana. Sumber : http://osaka.hanahostel.com/ Osaka Hana Hostel ini masih 1 group dengan J-Hoppers, kalo gw baca dari websitenya mereka kayanya pembedanya adalah J-Hoppers disebut sebagai guest house dan Osaka Hana disebut sebagai Hostel. Bedanya dimana? ntahlah... karena gw belom pernah nginep di J-Hoppers. Mungkin @syahrulsiregar bisa nambahin, karena kemarin dia sempet nyobain nginep di J-Hoppers Takayama. Osaka Hana ini deket banget dengan exit 7 stasiun shinsaibashi, cuma butuh jalan kaki sekitar 5 menit. Sempet agak bingung karena memang plang hotelnya kecil banget. Daaaaaaannnn resepsionisnya di lantai 2 daaaaaaaaannnn harus naik tangga. Lumayan pegel si ngangkat koper gw yg lumayan berat. Begitu sampai lobby ternyata suasananya "rumah"an banget. Langsung betah. Tampilan Depan dan Lobby (sumber : http://osaka.hanahostel.com/) Buat gw Osaha Hana ini homey bangeeeettt... Gw sampe hotel jam 10 pagi, sedangkan seperti biasa check in jam 4 sore. Begitu masuk langsung di sambut sama Manager Hostel, namanya Masae. Pertanyaan pertama yang ditanya Masae begitu liat paspor gw dengan stempelan tanggal hari itu adalah gimana tadi di pesawat, lancar ga, pasti pegel2 badannya. Seumur-umur gw travelling kemana-mana ga pernah ditanya gimana tadi di jalan. Aaaaahh langsung berasa kaya ketemu temen lama. hahaha. Sambil proses check-in gw dan Mase ngobrol panjang lebar soal travelling dan rencana selama di Osaka. Sebenarnya check in baru bisa sore hari, tapi karena jadwal gw yang emang padat dan resepsionis tutup jam 10 mlm akhirnya check-in dan serah terima kunci dilakukan pagi itu juga. Setelah proses check in beres Masae langsung ngajak keliling Hostel dan karena tau ini pertama kali gw nginep di Hostel dijelasin deh satu-satu mulai dari cara pake kompor sampai mesin cuci.. Hostel ini terdiri dari 8 lantai, gw sendiri dapat kamar di lantai paling atas. Di lantai 8 ini terdapat 3 kamar private dan 1 toilet. Adalift dengan kapasitas 3-4 orang yang bisa dipake untuk menuju lantai 7, dari lantai 7 ke lantai 8 harus naik tangga. AAAAAAAAAKKKKK!!! Yaah itung-itung olahraga lah yaaaa. Untuk shower room, living room dan dapur terletak di lantai 7. 1 Shower room dan 2 toilet digunakan barengan buat 6 orang. (Yaaaah emang sih jadi lumayan ngantri karena ternyata bangunya samaan pagi2 semua, jam 6 kita udah pada manis ngantri mandi ). Shower room emang sempit tapi bersih banget. Sabun dan Sampo juga disediain kok. Toilet juga dilengkapi pemanas, dan sendal jadi yaa cukup nyaman. Shower Room di Lantai 7 Kamar di lantai 8 (maaf yaaa berantakan Dapur dan ruang makan terdapat di lantai 2 dan 7, dapurnya lengkap banget. Malah pas hari ke 2 gw sempet masak buat sarapan dan bekal main ke USJ. Lumayan... jadi agak ngirit, Dapur Lantai 7 Living Room Lantai 7 (sumber : http://osaka.hanahostel.com/) Dapur dan Living Room lantai 2 Di lantai 1 ada Hana Sake Bar, gw sempet nyobain sake disana sambil ngobrol-ngobrol dengan tamu hostel dan pengunjung umum. Segelas sake seharga 500 yen. Pilihannya ada banyaaaaaakkk benget. Gw nyoba beberapa (ntah karena doyan atau kesambet) dan favorit gw Sugi-Isamai dari Yamagata Pref (hasil rekomendasi Masae). Lebih lengkap soal Hana Sake Bar bisa diliat disini http://hanasakebar.com/index.php Satu lagi yang gw suka dari Hostel ini, tiap gw mau keluar Masae selalu ngingetin soal cuaca dan payung. Pas hari ke2 gw mau ke USJ, pas mau jalan Masae ngingetin: Var, siang ini sekitar jam 2 ujan..bawa payung. Setelah ngecek tas baru ngeh kalo payung ketinggalan di kamar, tapi kalo naik lagi harus buka sepatu lagi. Manalah boots gw talinya rempong. Liat muka gw yang cemberut Masae langsung minjemin payung lipat, pake dipilihin lagi yang paling ringan, katanya kasian backpack gw udah berat. Aaaaaahhh terharrruuuuu.. Soal rate menurut gw juga terjangkau banget.. karena booking di menit-menit terkahir gw dapet harga sekitar 600ribuan rupiah semalem, kalo itung perkepala jadinya ya 300ribuan perorang permalem. Secara keseluruhan gw sih puas bangeeeeettttt. Pelayanan oke, fasilitas lengkap, ke stasiun cuma selemparan kolor. Laki gw juga seneng banget selama di Osaka Hana, kita janjian nanti kalo ke Osaka harus ngenep disana lagi, sekalian kangen2an sama Misae. Btw kalo ada temen2 yang ada rencana nginep disana kabarin gw boleh yaaaa yaaaa yaaaaa.. Gw mau nitip oleh2 buat Misae. Foto keluarga bareng Masae (Maafkan mata gw yang bengkak akibat alergi dingin ) Info lebih lengkap soal Osaka Hana Hostel bisa diliat di http://osaka.hanahostel.com/ bisa booking langsung melalui website hostel atau bisa juga lewat Agoda atau lewat Booking.com. Semoga membantu teman-teman yang lagi bingung nyari akomodasi di Osaka.
  21. 4 points
    Hallo, Kayaknya beban banget yah kalau di cariin FR pas habis jalan jalan, hahahaha.. Kalau senang foto, FR nya sih bakalan bagus, foto foto lebih banyak berbicara dari pada kata kata biasanya lol. Lakita, moto aja burem melulu, wkwkwkwkwk Jadi kemarin, lanjutan dari ajakan nge trip ke Jepang yang ini akhirnya kesampean, dan udah kelar dan udah balik di negara Indonesia tercintah Persiapan: Semua semuanya emang udah di beli dari awal sih, apalagi ini udah trip ke 2 kali nya ke Jepang. Jadi udah lebih santai jiwa raga. Udah pede aja tanpa itin berangkat ke Jepang wkwkwkwkwk. JRPass beli di bobobobo.com karena udah ada yang pernah, si @Daniear jadi nekat aja beli disana hahahaha Penginapan udah dipesan temen semuanya, kebetulan ada 1 cewe dalam trip kali ini, jadi beliau yang beresin semuanya Berangkat ber 4, yakni 3 cowo dan 1 cewe. Senangnya nge trip dengan teman gw yang ini, ga pernah pake itin, jadi ngalir gitu aja entah kemana mau kemana hari itu, cari Gmaps dan explore sepuasnya. Lagi ngga mood, tinggal gabut gabutan di coffeshop terdekat lol. 26 Feb 2017 Karena 1 dan lain hal, pesawat mendarat dengan delay dan semua waktu yang dijadwalkan menjadi molor. Landing sekitar jam 12 siang, dan baggage clearance + imigrasi kelar kelar udah hampir jam setengah 3. Cerita lucu ketika di imigrasi: Udah wanti wanti dari lama, kalau ke Jepang segala sesuatu harus di print out, in case ditanyain di imigrasi, bisa nunjukin buat meyakinkan mereka kalau kita hanya akan berkunjung sebagai tourist. Apa daya, karna gw bahkan hampir lupa dan baru ngeh gw akan berangkat ke Jepang H-1 ga sempat kepikiran, pulpen aja ga bawa, buat isi embarcation card pake manggil pramugari dulu lol. Jadi ketika di imigrasi, antriannya panjang dan semua yang di depan gw rata rata ditanyain ini itu macem macem. Pas 2 orang di depan gw, malah sampai bongkar bongkar tas buat nunjukin semacam print out akomodasi dari AirBnB (ketauan karna keliatan lambangnya). Deg degan dong, kirain gw juga bakalan ditanyain, soalnya memang nginapnya beberapa di AirBnB. Eh, ternyata pas giliran gw (awalnya gw senyum dan basa basi bilang good morning ke mba nya), eh ga pake ditanya apa apa saudara saudara, langsung biomteric dan foto retina (yang faktanya setengah badan di fotoin) dan langsung di cap sambil bilang "welcome back to Japan". Omg! Hampir gw teriak HAHAHAHA... Klimaks dari deg degan sepanjang ngantri, tetiba ga diapa apain itu rasanya gimana gitu wkwkwkwkwkwk. Cerita lucu ketika di Custom: Pengalaman dari sebelumnya, form declaration sudah di isi selama di pesawat (pulpen minjem dari pramugari) jadi harusnya tinggal lewat lewat aja. Lagi lagi dibikin panik, karena beberapa orang yang di depan gw (ada banyak barisan yang ada, dan hampir semuanya kejadian) bagasinya pada di buka bukain. Kurang paham, padahal kan kena XRay, kenapa harus digeledah lagi secara manual yang ujung ujungnya juga ga nemu apa apa. Bahkan ada si om yang sampe badan badannya di rogoh habis habisan, asli bikin pucet. Ga bawa barang apa apa sih, tapi kondisi sekitar bisa beneran bikin pucet LOL. Pas giliran gw, cuma dilirik kertasnya, dan langsung disuruh lewat sambil senyum bilang "be careful, so cold outside". Omg! Hampir mau loncat hahahahaha... Sambutan yang cukup hangat namun terbalaskan dengan kejadian berikutnya yang mengenaskan hahahahahahahaha. Langsung turun ke bawah kantor JR untuk nukerin JRPass, antri hampir 45 menit an. Gile, lagi rame yang landing Langsung tanya tanya tentang tiket ke Sapporo dan si mas nya jelasin udah ga memungkinkan, karena Narita - Tokyo sudah 1 jam an. Tokyo - Hakodate udah 4 Jam an, udah ga kekejar last train dari Hakodate ke Sapporo nya. Sempat WA an sama teman, dan gw sempat mau cancel ke Hakodate karena dengan pikiran lebih gampang cari penginapan di Tokyo di banding Hakodate (yang sama sekali gw gatau keadaan disana). Tapi finally tetap ambil reserved seat nya sampe Hakodate. The jouney about to begin (Reserved Seat Narita Express NEX bound for Tokyo St) Setelah sempat makan yang mahalnya gausah di mention langsung turun ke platform buat naik NEX ke Tokyo Station, karena Shinkansen Hayabusa (tujuan Hakodate - Sapporo) naiknya dari Tokyo St. Cuss, perjalanan sekitar 1 jam ga terasa, pemandangannya kece abis, dan emang penggemar kereta Nyampe di Tokyo St langsung fokus cari platform Shinkansen, dan bisa di cek di monitor yang ada juga. Tinggal cek nama train yang kita akan gunakan beserta nomor nya, terus lihat di platform berapa. Langsung menuju kesana, jangan sampai telat, karna ga bakalan ditungguin hahahaha. (Reserved Seat Hayabusa bound for Shin Hakodate) Perjalanannya wah banget pokoknya selama masih terang, sisanya pas gelap gw sih tidur, ga paham ada apaan di luar hahahaha.... Sekitar jam 10 malam nyampe di Shin Hakodate Hakuto St. Gw bingung harus kemana, karena memang sama sekali belum pernah kesini. Gw nanya dong, kalau kereta ke Sapporo harus kemana. Dan ternyata Stasiunnya kepisah hahahahaha Harus naik kereta local, kayak odong odong gitu cuma 2 gerbong. Mana di luar dingin banget minus 10 dan semua rel ketutupan salju Ya sudah, ikutin naik keretanya dan nyampe di Hakodate St. Ngenesnya adalah Stasiun nya ngga ber pemanas, dan semi open gitu. Kecil dan tidak operated 24 hours. LOL Mau ngga mau harus keluar stasiun dan samperin hotel hotel kecil (consider budget dan lamanya menginap), 3 hotel kecil kecil disamperin dan semuanya bilang pada full book. Gw aja ga bisa kebayang malam itu gw ngeret ngeret koper di jalanan licin penuh salju, dibawah suhu minus 10 derajat dan sendirian pula hahahahhaa (FYI, teman gw yang udah duluan sampai ke Sapporo karna gw delayed). Sempet kepikiran mau ngemper di Smile Hotel karena yang jaga bilang ga ada kamar, eh ga dibolehin HAHAHAHAHA/ Ya sudah, uji peruntungan ke Hotel Four Points nya Sheraton, nanya kamar, katanya kosong juga. Bingung, sebenarnya pada full apa karna ga bisa English buat jelasin sih. Untungnya hotel terakhir ini staff nya jago English, langsung izin buat stay di Lobby nya (karena gw liat ada sofa segede gede gaban dan ber pemanas ruangan juga). Di izinini, dan langsung say thank you dan langsung nongkrong di lobby nya yang segede aula itu. Sebenarnya masih pengen nyari hotel lain, tapi udah ga kuat jalan, ditambah suhunya ga kuat, plus udah jam 2an, sementara jam 5an gw udah harus balik ke Stasiun buat kejar kereta jam 6 subuh ke Sapporo. Ya sudah, ngemperlah malam itu 27 Feb 2017 Jam 5 udah stand by di Stasiun karena kereta nya jalan jam 6.10. Dinginnya ajegile, dalam stasiun pun dingin hahahahaha.... (Reserved Seat Super Hakuto bound for Sapporo St) Akhirnya berangcut! Excited banget ke Sapporo nya, sumvvah perjalanan sekitar hampir jam juga, jadi total total Tokyo - Sapporo sekitar 8 Jam. View nya amazing, dan gw baru ngeh belum makan dari semalam, dan di kereta ini untungnya jual makanan lol Dan langsung terpukau karena pemandangannya langsung salju semua. MOV_0030.mp4 MOV_0040.mp4 Sekitar jam 10an pagi nyampe dan langsung pindah naik subway buat menuju AirBnB. Senang banget, AirBnB nya berada persis di samping Odori Park dan dekat banget dari Stasiun Subway. Langsung naik ke AirBnB dan ternyata teman teman gw masih pada molor HAHAHAHA. Gw nyampe langsung gw recokin, beberes, dan langsung mulai jalan hari itu. Makan siang di Sukiya (lebih murah dari pada Yoshinoya tapi konsep dan makanan mirip), cuma sekitar 359 Y untuk paket beef bowl ukuran Large. Dan ini jadi tempat makan favorit saya sama Mitsuya dan Yoshinoya hahahahahaha. Kita langsung main main di Odori Park, taman nya semua ketutupan salju Dan langsung foto foto dong hahahahaha. (Odori Park, No Filter) (Travel Mate gw kali ini yang tadinya sama sama anak Jakarta tapi sekarang pindah ke Bali ) Puas di Odori Park, kita terusin jalan jalan aja seputaran kota Sapporo. Kirain Sapporo itu desa kecil yang ga ada apa apanya, ternyata kota Metro juga kayak Osaka/Kyoto dll Di Sapporo kita nyobain naik tram, dan ke Mt Moiwa dan pas lagi turun salju tipis tipis (Nyerokin salju buat dibawa pulang lol) (Strolling around Sapporo City) Sumpah yah, Sapporo itu dingin banget, bawaannya cuma pengen makan, tidur, makan, tidur LOL. Pokoknya hawa hawanya ngajakin males malesan doang hahahahahahaha 28 Feb 2017 Kita bangun juga udah agak siangan, betah di kamar, anget dan nyaman hahahahaha... Lupa keluar jam berapa, tapi yang pasti tujuan kita cuma mau ke Sapporo Beer Museum. Naik subway entah turun dimana, terus lanjut jalan kaki sekitar 1 KM. dan langsung sampai (Sapporo Beer Museum) Setelah ada semacam tour ngiterin museum, tibalah saat yang di tunggu tunggu, icip icip beer hahahahahaha. Asli, semua varian enak enak, ga nyesal kesini, harganya juga murehhh Hari ini kita sekalian check out karena mau langsung ke Hakodate. Tapi karena memang kita pemalas, di Hakodate pun tidak kemana mana, hanya untuk transit semalam buat istirahat sebelum lanjut ke Osaka lol 1 Mar 2017 Hari ini langsung cuss ke Osaka, udah cape dengan dinginnya Sapporo dan Hakodate hahahahaha (Bye Hakodate) Untuk di Osaka Kyoto dan Tokyo, standard lah ya, udah banyak yang tau hahaha... cuma makan ichiran Ramen sampe 2 kali , Dotonburi, Arashiyama, Starbucks Shibuya Crossing dll. Lebih enak foto yang berbicara lol (Arashiyama Bamboo Grove) (Dotonburi) Sekian. lol
  22. 4 points
    Di tengah trip ini sengaja diselipin onsen karena ngeliat itin yang super bikin sesek napas ada baiknya maen ke onsen yang terkenal di seluruh penjuru dunia ini. Best viewnya untuk ke onsen ini pas autumn ato pas winter. Karena onsennya tepat dipinggir sungai, dan sungainya di tengah hutan, jadi bakalan bagus banget viewnya smabil berendem. Nah usut punya usut, googling sana googling sini, buat ngecek di tanggal gw visit ini bakalan dapet view seperti apa. Ternyata hampir semua info bilang bahwa kemungkinan besar viewnya bakalan abu2 lempeng aja. Karena daun2 merah udah pada gugur dan salju belum dating karena masih terlalu early. Sempet mikir dan diskusi sama temen gw, apa mau diterusin ato mau cari rute lain. Anyway, kita belum beli apa2 sih buat kesini. Tapi akhirnya disepakati buat disamperin aja. Oiya sampe sekarang belum nemu livecamnya buat ngecek kayak di shirakawago. Perjalanan lumayan panjang.sebetulnya ada beberapa cara buat kesini. dan infonya menurut gw agak kurang lengkap. jadi kudu baca banyak sumber supaya ngeuh maksudnya apa. plus, kita tergantung banget sama local bus buat menuju area onsennya. dan schedulenya sangat terbatas. Dari stasiun Tokyo, kita akhirnya naik kereta Shinkansen ke TakasakiNah serunya shinkansennya yang MAX, jadi double decker gitu. Kirain bakal lebih sempit ternyata sama aja. Seru banget. Dapetnya yang lantai atas, jadi liat view lebih tinggi. Nah dari takasaki, masih harus naik kereta local selama sejam ke Minakami. Keretanya tua banget. Kayak comuter laine jaman dulu. Isinya pun entah kenapa lansia-lansia gitu. Sampe takasaki udah keliatan gunung2 di kejauhan, tapi ngga ada putih2nya. Sad. Yaudahlah yah kita berendem sambil merem aja. Perjalanan dari takasaki ke minakami ini lewatin gunung2. Terowongan2 juga. Nah setelah beberapa kali masuk terowongan. Di terowongan yang ke sekian, tiba2, pas keluar terowongan, semuanya berubah putih. Aslik kayak masuk ke Narnia. Sebelumnya ga ada tanda2 apapun. Bahkan matahari juga lagi terang2nya. Makin kea rah minakami, makin deres hujan saljunya, dan makin keliatan gunungnya putih2. Girang banget parah. Akhirnya sampe lah di stasiun Minakami. Nah dari sini harus naik bis local. Jadwalnya agak terbatas, apalagi yang langsung ke Takaragawa Onsen, Cuma ada 2x sehari. Kalo ngga kita haruse minta dianter ke halte terdekat sama orang onsennya. Gw ambil yang paling pagi. Tiketnya bisa dibeli di information center di seberang stasiun, paketannya bis pp ke stasiun sama tiket onsennya total 2900JPY. Perjalanan ke onsennya kurang lebih 40 menit. Selama perjalanan berdoa aja sih karena hujan saljunya lebat banget saljunya super tebel, dan jalanan sempit berliku pinggir2nya jurang. Aslik bikin deg2an. Tapi akhirnya sampe juga di Takaragawa Onsen. Pas sampe, hampir semua yang jaga ibu2 tua. Mencoba ngasih tahu arah2nya karena agak berliku2 nih dari lobby sampe akhirnya di pinggir sungai. Akhirnya karena ga sabar, kita sotoy2an aja lah. Lama ngejelasinnya. Ngikutin peta aja pelan2. Pas buka pintu terakhir. YATUHAAAANNN.. Viewnya ga ngerti lagi. Super happy dan kedinginan. Saljunya tebel banget. Nah disini kolamnya ada banyak. Beberapa kolam ada yang campur, ada yang khusus cewe. Jadi harus ati2 salah masuk yah. Ngga kayak onsen lain, disini, diijinin kalo mau pake celana pendek. Tapi gw sih bodo amat, mana enak berendem pake celana telanjang bullet aja lah. Kita keliling bentar liat2 sebelum memutuskan mau nyemplung di kolam yang mana. Aslik dinign banget, gimana kalo ga pake bajuuuu.. ternyata eh ternyata, pas telanjang malah biasa aja lho. Ya tapi kalo lama2 pasti masuk angin yah. akhirnya kita nyemplung deh. Tiba2 dunia kayak damai banget. Airnya anget. Aliran darah berasa langsung lancar. Pegel2 lumayan berkurang. Dan ngeliat viewnya jadi makin pasrah sama dunia. Enak banget sensasinya. Nah tibalah saatnya pengen nyobain kolam yang lain. Ahahaha, ga berani keluar. Karena ngeliat salju di sepanjang jalan. Tapi ternyata sepanjang jalan setapaknya itu dialiri air anget, jadi kalo kita jalan, yang dingin Cuma badannya, itupun ga semenggigil kalo kena angina sih. Sempet ngumpet2 foto2 karena sebetulnya ga boleh poto2. Tapi berhubung sepi Alhamdulillah deh jadi bisa poto2. Sayang, waktunya terbatas, karena harus ngejar bis, karena kalo ngga bakal sore banget buat itin selanjutnya. Selesai mandi dan bebersih balik ke lobby. Tadi udah janjian sama orang lobbynya kalo kita mau naik bis yang jam 13. Jadi sama dia udah disuruh stand by sebelum jam 13 trus dianter sama dia ke halte terdekat. Selama nunggu jalanan tuh sepi banget. Cuma ada satu dua mobil lewat. Setelah di bism perjalanan deg2an kembali di mulai. Jalannya berliku banget dan anehnya, ngga ada suara klakson sama sekali. Mulus aja gitu walaupun sisipan di belokan pinggiran jurang. Alhamdulillah sampe di Minakami dengan selamat. Perjalanan ke Takaragawa ini bener ajaib banget sih menurut gw. Dari masuk terowongan masih kering, keluar terowongan udah putih. Kolam air anget dipinggi sungai yang bersalju. Bene2 salah satu yang akan gw rekomendasikan ke semua orang kalo mereka winter ke jepang. Plus dari Tokyo Cuma 2 jam. Sangat worth it. Next time semoga bia nginep palingga semalem disana. Selanjutnya balik ke stasiun Tokyo buat ngejar kereta ke Hakodate. See you di Hakodate...
  23. 4 points
    Pengalaman di Sapporo gk berenti sampai situ, mimpi buruk saya terjadi saat penerbangan dari Sapporo ke Osaka di CANCEL karena emang pagi itu hujan saljunya lebat banget. Dan kalian bisa bayangin kalian sendiri disana dan dapet pengumuman kaya gitu, semua rencana kalian di kota selanjutnya pasti udah berantakan apalagi kalo kalian harus pulang ke Indonesia hari itu dari Tokyo atau Osaka, sudah pasti JEGEEERRR paniknya bukan main. Dan ini terjadi pada penumpang Indonesia yang kebetulan ketemu saat bingung denger pengumuman ini. Dia pulang ke Indonesia lewat Tokyo di malam harinya dan flight dia dari Sapporo pagi itu juga di cancel yang akhirnya membuat dia berdebat dan marah-marah ke petugas jetstarnya hahaha. Jadi saran ke sembilan saya lagi nih buat kalian yang ke Sapporo saat musim salju baiknya kasi spare waktu 1-2 hari sebelum kalian pulang ke Indonesia kalo baliknya lewat kota lain (Tokto/Osaka). Kalo baliknya lewat Sapporo sih gk masalah, kalo flight kalian di cancel pasti ada ganti flightnya. Jadi saat ada pengumuman flight di cancel, pihak Jetstar langsung kasi pengumuman kita dapat reschedule atau refund tiketnya. Opsi buat saya sudah pasti reschedule dan berita buruknya lagi mereka kasi schedule besoknya dan sore hari. Buat saya ini rugi banget karena sudah hilang 2 hari waktu saya di Osaka. Tapi untungnya setelah nego-nego dengan staffnya dan dengan muka memelas saya dikasi flight sorenya dengan konsekuensi kalo masi hujan salju bakalan di cancel lagi wkwkwkwk. Tapi saya ambil itu, walau delay tapi tetep bisa berangkat dan akhirnya Osaka . Untuk si penumpang yang marah-marah tadi saya gk tau kelanjutanya gimana tapi saya sempat dengar dia minta ganti rugi 2 kali lipat dan flight dia ke Indonesia (via ANA) di reschedule oleh pihak Jetstar. Nah disini juga saya belajar kenapa baiknya booking langsung lewat website maskapai, jadi saya dikasi penjelasan sama pihak Jetstar, kalo kalian pesen lewat travel agent dll itu untuk refund tidak bisa minta langsung ke pihak jetstar melainkan harus lewat travel agent dimana kita beli tiket tersebut. Lain cerita kalo pesen lewat website langsung, kalo ada kejadian gini bisa langsung di refund walaupun bukan berupa uang cash melainkan voucher seharga ticket.
  24. 4 points
    Ikamarizka

    Sisi Lain Singapore

    Jalan Jalan, dua kata pengulangan ini sangat menempel di jidad saya.“si Tukang Jalan jalan” “Si Ga bisa Diem” “Si Petakilan” banyak bgtsebutan ini terlontar dari mulut teman2 saya kalo bertemu sayaEhehehehehe. Kali ini Judulnya Jalan2 tapi Dibayarin, Karena Mengurus Kerjaan juga.Yang sering baca fr saya pasti tau saya anaknya emang ga suka bgt amayg namanya kota padat, banyak orang atau mall. Aduhh..Jadi ketika ditawarin kerjaan di Negeri yg isinya bangunan tinggi danpusat perbelanjaan ini, langsung aga mules.Dimana sih? Yup SINGAPURA. Saya disuruh liput acara konser anak2 mudayg unyu2 plus konser metal disana selama 2 hari. Ga mau rugi dgnkesempatan, akhirnya saya memperpanjang stay saya menjadi 4 hari.Lho?? Kok malah jadi 4 hari? Karena saya bertekad bgt nih pgn blusukanke pedalaman Singapore. Hasil2 tanya sana sini memang ada beberapatempat yg sepertinya saya pasti suka. Cuman setelah hitung2 budget.Saya hanya bawa uang 1,5 jt aja untuk semua mua selama tinggal disana.Gak tau deh gimana ntar disana ahahahaha. Modal nekat aja. Yg pentingjgn belanja. Jujur, saya paling ga suka ke Singapura. Udah beberapa kali kesinipasti ada aja pengalaman yg ga enak. Terutama mungkin karena saya mukamelayu, jadi pasti ada aja drama dgn penduduk lokal. Kaya gimanacontohnya? Ntar simak terus yah drama nya zzzzz. Yg pertama saya harus membeli Singapore pass dulu untuk 3 hari. Karenaaakan wara wiri jauh2, si Singapore pass ini ternyata menghematbangeeet. Mrt dan bus semua tercover dengan si kartu sakti ini. Untukharga 20$ selama 3 hari dan 10$ sebagai depositnya (nanti akandikembalikan di hari terakhir) total 30$.Ok transport udah beres. Untuk penginapan. Hostel pastinya. Hostel ygsaya pilih lagi jadi perbincangan banyak orang karena hospitality nyayg bagus, rate yg ok dan tempatnya yg cozy. Dan Yup bener aja ketikasampai disana tempatnya enak bgt. Menyerupai capsul inn tapi lebihbernuansa rumah. Namanya The POD. Semalamnya sekitar 300rb an lengkap dgn1. sarapan pagi yg berlimpah dan enak bgt2. peralatan mandi sabun odol sikat gigi handuk sampoo hair dryersemua udah disediakan3. baju kotor?? Jangan sedih, laundry gratisssss. Tiap hariii.Deterjen softener its all free4. setrikaan disediain5. bantal diberi 2 per orang plus selimut tebel hmmmm6. internet kenceng bgt7. kopi dan teh 24 hour silahkan diminum8. air hangat tersedia9. Kamar mandi tiap lantai ada 3 dan sangat amat sangat bersih.10. Yang nginep sangat bersih dan cakep2 juga (eh…..)(bonus)sip!! Semua udah siap. Brangkat dehDay 1Flight subuh dan sampai disana sekitar jam 8 pagi. WUahhh bandaranyaudah berubah banyak. Terakhir kesini masih banyak pembangunan di thn2014 silam. Kucluk2 ke imigrasi. Entah kenapa saya selalu ada adegandi imigrasi (dimanapun itu) kali ini…Kali ini kejadian agak norak jugak, krn byk bgt tentengan (maklum gapake bagasi) jadi agak repot.Immigration man: miss, please open your hats.Me ; okayImmigration man; please look at me missMe; he? Ooo…okhaayImmigration man ; your passport and your thumb missMe ; (aneh bgt nih mas mas minta jempol) (yaudah sodorin passport plus2 jempol ke dia)Immigration man : I MEAN YOUR THUMB ON THE SCREEN MISSMe ……………. (pgn pulang rasanya) (BILANG DONK BUAT DI LAYAR) (kebanyakanbengong) taro jempol langsung minggat. AhahahahahahahaSelesai semua urusan saya langsung menuju bugis street untuk makansiang dan taruh semua barang di penginapan.Buat yang bawa minim budget, Singapore food tergolong mahal. Tapi cobadeh jalan ke belakang bugis junction, ada food hawker yg murah bgt.Plus enak bgt.Singapore food will never go wrong with Hainan rice. Satu porsiseharga $3.50. Kalo tidak salah nama stall nya Tong Fong Fatt Hainan ricechicken. Enak bgt. Murah. Tapi pake drama…Jangan tian tian Hainan rice (rasa hambar dan ngantri panjang bgt)Ini nih.. alasan kenapa saya ga suka bgt ke singapura. Tidak Ramah.Percaya atau ga, setiap kali saya pesen makanan di hawker singapur,karyawannya pasti entah marah2 dan sangat ga sopan.Yg ini kejadiannya ketika mesen saya nunjuk ke bagian paha ayam. Yangmelayaninya si cici malah marah2 sambil ngelempar makanan saya ke tray. Dgn bahasa Chinese dia dan koki saling marah2.Saya ga ngerti mreka ngomong apaan. Jadi saya tanya baik2.“is something wrong?"Cici sang istri dari chefnya bilang dgn bahasa singlish yg saya terjemahin aja“ lain kali kalo kamu mau pesen paha ayam, bilang dari awal, suamisaya sudah potongin dada ayam, jadi saya dimarahi. Karena sayadimarahi suami saya, jadi saya marahi kamu!” saya…… diem terkesima. Ini nih yg bikin saya paling males. The impoliteness of the local people. kalo dihitung, ini berarti udah kejadian ke 5 kali saya diginiin tiap ke Singapore. Usut2 saya tanyakmarin ke teman saya yg kebetulan penduduk di Singapore, kenapa mrekamemperlakukan orang melayu seperti itu. Ternyataaaaa… kalo kata diasih. Orang melayu yg datang ke daerah ini biasanya tkw tkw ygbekerja disana. Jadi ya muka muka kaya gw nih dipukul sama rata aliassama aja kaya pembantu atau kasta yg lebih rendah dr mreka.Hmmmmmm…. #$#@$% pantesan setiap ke sing ada aja perlakuan ga sopan drmreka. Dr uang kembalian di lempar, piring masih ada isinya diambil,sampe berantem masalah menu. Grrrrrr… udah ah bayanginnya jadi emosikwkwkwk lanjuuuuut…. (untung makanannya enak)Selesai makan, buat ngilangin bete, saya taruh barang dan keliling dulu sebentar di haji lane dan arab street. Buat yang suka art dan design, daerah ini bertaburan bgt dgn mural2 warna warni. surga banget buat yg doyan foto foto (sambil nunjuk diri sendiri kwkwkwkwk) apalagi buat update di medsos. ihihihihi (caption foto = masa tampilan kaya gini diomel omelin..... kwkwkwkwkw) coffee shop yg saya foto ini mempunyai rekomendasi yg sangat bagus dr berbagai medsos. plus coffee nya katanya enak juga. tiap hari selasa pun ada discount 30 persen untuk makanan dan minumannya. sempet tergiur sih, tapi ketika liat menunya... yaiks! penuh dgn pork menu dan harganya berkisar antara 25$ an. PASS DEH YAAAH.... (budget anak kost). jam menunjukkan pukul 2, gate konser udah dibuka. bermodalkan tiket gratis hehehehehe, langsung menuju tkp tempat saya harusmeliput acara konser ini. Acara konser ini bernama “Laneway”. genre musicnya lebih ke folk dan hip hop rnb. Bertempat di garden by the baymarina bay. Suka bgt dgn theme mereka yg open space dan nuansa rumput. Tapi sayangga sampai 1 jam saya disana, arena konser diguyur hujan habis habisan.Alhasil saya hanya bisa menikmatinya selama 3 jam saja. Mengumpulkanbahan2 untuk kerjaan dan langsung pulang ke hostel. Ga mau ambilresiko sakit krn hujan2an. untung bawa jas hujan hihihi. tapi takjub dgn penonton disini. ga ada satupun yg ngomel2 karena hujan. dan semua acara berjalan seperti biasa, pengunjung malah asik nari ditengah hujan deras, belum lagi itu pakaian pada nyeplak jyahahahahaa. buat penggemar tiger asix, mreka membuat booth disini. jadi kalo beli sepatunya disini didiskon sekitar 30 persen. hadeuuuh (kekeup dompet). Selesai acara lineway. saya langsung mandi di hostel dan lanjut ke hawker di belakang hostel the "kampoeng glam" tempatnya bernuansa islamic bgt. makanannyapun halal dan murah meriah. saya betah bgt duduk2 disini. karena pemandangannya yg mirip2 turki sih kalo menurut saya. Restaurant dan penginapan yang bermacam mcam motif morocco. dan juga Sultan mosque yang megah bgt. makanan saya kali ini astaga enak bgt. chicken paprika dgn harga 5$ dan the tariknya yg aselik juara bgt. cuman 1.50$ ajah. porsinya udah kaya porsi kuli. ga abis ini sendirian ehehehehee. fiuuuuh.... kenyang sudah.. mesti nyiapin badan nih buat perjalanan besok. pulang tinggal jalan kaki 5 menit, nyelesaiin pekerjaan di ruangan the pod yg enak bgt. free coffee pula 24 jam wuihhhhh.. Satu kata "BetAH". . see you tomollow aaa
  25. 4 points
    PERSIAPAN KEBERANGKATAN Berawal dari iseng2 main ke Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) pada April 2016, ga sengaja kebeli tiket ke Jepang buat tanggal 2 - 12 Desember 2016. Berangkat dari Jakarta, tiba di Osaka dan pulang melalui Haneda di Tokyo. Dapet harga yang lumayan sekitar 4juta PP. Berasa familiar? awal ceritanya emang mirip kaya cerita @syahrulsiregar. Kita sama2 beli disaat GATF, tapi dengan rute dan tanggal yang berbeda, dengan harga yang sedikit berbeda... (sampe detik ini gw masih meratapi kenapa harga gw lebih mahaaaaaaaallll ). Itinerary gw bisa diliat disini : Rute gw dan om alul emang beda, tapi kebetulan ada tanggal dimana gw dan dia bakalan 1 kota bareng, yaitu di Takayama. Jadi deh kita janjian buat duduk2 lucu sambil makan malem. Cerita lengkapnya bisa dibaca dipostingan syahrul. Belum baca ceritanya om alul? Bisa cek link dibawah ini: Oke sebelum masuk ke drama kepedihan dan kesialan gw selama di Jepang, kita bahas dulu mengenai persiapan menjelang keberangkatan. Awal Desember merupakan peralihan Fall ke Winter, jadi hal yang pertama gw lakukan adalah mengecek prakiraan cuaca dan suhu, biar ga salah kostum. Website yang biasa gw pake buat ngecek cuaca adalah http://www.accuweather.com/en/jp/japan-weather dan https://weather.com/. Jadi hasil liat sana sini diperkirakan suhu berkisar -7 sampai dengan 10 derajat. Jadi akhirnya diputusin buat bawa perlengkapan winter yang cukup lengkap. Kalo suhu segitu kira2 bawa apa aja? Jaket, bawa yang tebel biar hangat. Sebenarnya cukup bawa 1 atau 2 aja, tapi kalo gw emang lebai sih. hahaha. Gw bawa 1 insulated jacket, 1 coat, 1 jaket jeans dan 1 jaket tebel bahan cotton gitu. Long john. Bawa sesuai kebutuhan aja. Sarung tangan wool Kaos kaki wool Sepatu yang bawahnya agak bergerigi, biar ga licin kalo dipake jalan di salju. Gw sendiri pake ankle boots Palladium. Kalo kena basah nembus ga? sepatu gw nembus.. jadi untuk mencegah kaki kedinginan karena kena rembesan salju sepatunya gw semprot dengan wax, biar jadi waterproof. Stiker pemanas buat di kaki dan tangan Syal Earmuffs Winter legging Sweater emang bawaan jadi banyak banget sih.. tapi gw emang ga tahan dingin, jadi daripada disana ga bisa nikmatin suasana, mendingan bawa perlengkapan winter. Untung ada vacuum bag yang menyelamatkan hidup gw. Cukup masukin ke vacuum bag, sedot. Langsung deh bawaan jadi ga terasa banyak. Lumayan.. bisa ngurangin volume jadi 1/4 dari volume awal. Packing udah beres.. persiapan berikutnya ngecek http://www.hyperdia.com/ buat liat jadwal terupdate semua transportasi selama di Jepang. Karena takutnya kalau winter ada beberapa penyesuaian jadwal. Gw dan syahrul juga rutin ngecek live cam beberapa area di Jepang, buat melihat kondisi terupdate. @syahrulsiregar sempat galau pas ngecek live cam Shirakawago dan Takayama, karena belum ada tanda2 bakalan bersalju, dia sempet mikir mau re-route tapi akhirnya memutuskan tetap jalan ke Shirakawago. Untuk transportasi gw beli Takayama Hokuriku Pass melalui JTB Aeon Mall seharga 14.000 Yen. Pass ini berlaku selama 5 hari, yang bisa digunakan untuk perjalanan dari Osaka, Kyoto, Kanazawa, Shirakawago, Takayama, Nagoya. Lebih lengkap soal pass ini bisa dibaca di http://touristpass.jp/en/takayama_hokuriku/. Pass ini baru gw aktifin pada hari ke 5, pada saat akan berangkat dari Kyoto ke Kanazawa, dan berakhir di Nagoya. Nanti bakalan dikasih voucher yang tinggal di tuker di JR ticket office yang ada di hampir seluruh stasiun besar. gw sih nukernya di airport, tapi ngaktifinnya pas di Kyoto. Untuk transportasi dari Kansai ke Osaka, dan tranportasi dalam kota Osaka gw pake Yokoso Pass.Beli online sebelum berangkat. Apa sih Yokoso Pass? bisa baca postingan gw dibawah ini. Untuk transportasi selama di Kyoto gw memutuskan untuk beli Kyoto Sightseeing Two-day Pass. Pass ini bisa digunakan buat naik bus dan subway sepuasnya selama 2 hari di Kyoto. Belinya dimana? beli di tourist information center di Kyoto Station. Info lebih lanjut bisa liat di http://www2.city.kyoto.lg.jp/koho/eng/access/transport.html#cvcrd. Untuk transportasi selama di Tokyo gw menggunakan ICOCA yang gw beli sejak di Osaka Station. Untuk jaringan internet selama disana gw sewa Wi-Fi router dari JTB seharga Rp 70.000/hari, dengan deposit 1juta. Untuk tiket USJ gw juga beli lewat JTB, milih yang open date, biar ga garing kalo tiba2 ujan. Untuk Yen gw cuma nuker seperlunya aja, kalo kurang tinggal narik di ATM 7 bank, cuma kena biaya Rp 25.000/penarikan. (tergantung kebijakan bank penerbit kartu yaaa.. kebetulan gw pake BNI). Ratenya juga bersahabat. Sempet narik disana kena rate Rp 124, ga jauh beda dengan rate waktu gw nuker di Jakarta. Persiapan udah beres... dan ga terasa hari keberangkatan udah di depan mata. AAAAAAAAAKKKKK JEPAAAAAAAAAANGGGGGGG AKUUUU DATAAAANGGGG!!!!! Link Terkait: Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo