Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation on 11/12/2017 in all areas

  1. 1 point
    Travel Mate atau travel companion memang memengaruhi asyik atau seru tidaknya perjalanan yang kita lakukan. Pernah nggak mengalami hal-hal yang menjengkelkan dengan teman jalan kita? Penting banget memilih teman perjalanan yang satu visi dengan kita agar tidak banyak cekcok yang menguras energi atau bahkan membuat mood liburan kacau. Berikut ini tipe teman jalan yang nyebelin banget kalau diajak jalan. - Tukang telat Telat memang penyakit yang nggak cuma buruk di dunia karir dan pekerjaan saja, tapi juga jika kamu bepergian bersama-sama. Tukang telat bisa membuat teman perjalanannya dirugikan. Bayangkan, jika kamu punya teman jalan yang selalu saja terlambat di waktu-waktu yang penting, seperti hendak terbang, naik kereta, dan lain sebagainya. Bukan cuma waktu yang terbuang percuma, tapi kamu bisa jadi malah rugi uang. Untuk menghadapi teman jalan yang sukanya terlambat, jangan ragu untuk memberinya peringatan sejak jauh hari. Minta datang jauh lebih awal dari jam janjian kamu untuk meminimalisasi ketinggalan pesawat, kereta atau bus. - Selfish Punya teman yang egois kalau diajak jalan? Maunya dituruti saja keinginan dia dan kamu harus melulu debat denganya. Ini adalah teman jalan yang paling nggak banget. kamu akan selalu kerepotan karena dia sulit diajak kerja sama. Biasanya, dia menginginkan hal-hal yang akan menguntungkan dirinya sendiri dan kamu harus punya cara untuk mengatasinya. - Malas Nggak cuma di kegiatan harian aja malas itu mengganggu, tapi juga jika dalam urusan jalan-jalan. Punya teman jalan yang kerjanya cuma malas-malasan akan merugikan kamu. Menghabiskan waktu lama di hotel sambil tidur-tiduran atau malas pindah lokasi dengan alasan lelah dan sebagainya. Hmm.. kalau yang kayak gini enaknya diapain ya? - Nggak mau capek Hmmm jalan-jalan emang untuk mendapatkan suasana hati dan pikiran yang lebih segar. Tapi biasanya, nggak ada jalan-jalan yang nggak capek. Seru-seruan sama temen perjalanan, mengeksplorasi dunia baru, rasanya menyenangkan meski melelahkan. Tapi ada saja teman yang nggak mau repot, nggak mau capek. Maunya terima jadi dan yang parahnya lagi, banyak komplen Kalau ketemu temen perjalanan kayak gini, harus banyak-banyak sabar nih - Repot karena banyak barang Teman jalan jadi nggak asik juga jika dia termasuk tipe yang repot banget sama barang bawaan dia yang super banyak. Beda ya lengkap sama banyak banget. Yang ngerepotin adalah yang nggak bisa packing. Semua barang dibawa tapi nggak efektif. Yang ada, bagasi atau kabin penuh sama punya dia atau malah berceceran di banyak tempat karena saking banyaknya. Ini termasuk yang ganggu banget. Kamu akan ikut repot merapikan barang bawaan teman kamu itu dan mungkin akan kebagian jatah ikut bawa barang mereka. Cara mengatasinya Nah, sekarang, gimana cara menghadapi temen jalan yang kayak gitu ya? Ini dia beberapa tips untuk kamu yang kedapatan teman jalan yang nggak asik kayak di atas. - Perbaiki cara berkomunikasi Yang pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan memperbaiki komunikasi kita dengan teman kita itu. Untuk menghindari banyak kesalahpahaman, komunikasikan semuanya dari awal. Beberkan apa yang kamu inginkan dan dia inginkan. Buat rencana yang bisa menemuan solusi win win alias 2-2nya happy. Jelaskan sejak awal dan nantinya bisa meminimalisir ketidaknyamanan satu sama lain. - Stay Cool Kalau hari H emang tetep nyebelin, stay cool. Trip kamu nggak harus berantakan cuma gara-gara teman jalan. Tidak usah banyak dipikirkan dan kamu nikmati saja perjalanan kamu. Stay cool juga bisa menuruti keinginan dia walaupun emang berat, tapi nggak menutup kemungkinan untuk bisa dilakukan, bukan? Ini bisa membuat dia nggak enak sendiri dan bisa jadi membuat dia mau ngalah sama kamu. Masih banyak hal yang bisa kamu nikmati saat jalan-jalan, jadi jangan habiskan enerji kamu untuk menghadapi orang nggak asik kayak teman kamu aja. - Speak Up Ungkapkan apa yang membuat kamu tidak nyaman dengan teman kamu itu. Misalnya, kamu nggak suka kalau dia terlalu banyak bicara atau bahkan terlalu diam. Kamu nggak suka kalau dia terlambat atau misalnya kamu nggak suka kalau biaya perjalanan selalu pakai uang kamu dulu. Kamu bisa memberikannya saran agar bisa sama-sama enak. Minta waktu untuk kamu istirahat biar nggak keganggu waktu di pesawat, misalnya. Atau minta dia segera mengganti uang kamu karena budget yang kamu bawa sangat pas-pasan. Terkadang, seseorang menjadi tidak menyenangkan karena nggak sadar atau tidak peka sama orang lain. Makanya, dibutuhkan juga pembicaraan yang bisa mempersempit kesalahpahaman. - Punya Me Time Pernah ngalamin nggak saat itinerary kalian mentok banget nggak ketemu? Misalnya, kamu cuma punya 2 hari untuk mengeksplorasi satu kota. Teman kamu ingin ke museum, sedangkan kamu ingin banget ke pantai. Saat diskusi nggak menghasilkan kesepakatan yang sama, kamu bisa kok punya waktu sendiri untuk melakukan apa yang kalian inginkan masing-masing. Biarkan dia pergi ke museum dan kamu tetap ke pantai. Ini bisa membuat waktu kalian lebih santai. Kalian bisa menikmati waktu yang lebih tenang masing-masing. Siapa tahu malah timbul rasa kangen keriweuhan satu sama lain? hihii. Sebut saja ini me time yang bisa membuat kamu merasa liburan atau jalan-jalan kamu begitu menenangkan tanpa diwarnai diskusi alot tanpa ujung. - Cari teman ngobrol lain Ketika kepala udah mumet banget menghadapi teman jalan yang super repot, cari udara segar dan juga teman yang lebih menyegarkan. Lupakan ketidakseruan kamu dan coba cari teman ngobrol lain. Kamu bisa pindah tempat duduk di kereta yang kosong dan membuka percakapan dengan orang lain. Atau, bisa juga bertemu orang baru di restoran atau tempat wisata. Siapa tahu, waktu kamu bersama orang baru itu bisa membuat kamu lebih segar dan nggak suntuk menghabiskan waktu dengan teman rempong kamu. - Ngalah Cara yang paling mentok memang harus ada yang mengalah, entah itu kamu atau dia. Mengalah, kata pepatah, bukan berarti kalah. Kamu mungkin bisa mengikhlaskan keinginan kamu demi damainya perjalanan kamu. :) Untuk menghindari dapat teman yang nyebelin saat jalan-jalan Kata pepatah lainnya, "lebih baik mencegah dari pada mengobati." lebih baik memilih dulu teman jalan dari pada repot kemudian, hehehe. Untuk mencegah ketidakseruan kamu saat jalan-jalan, ini dia sedikit tips memilih temen jalan. - Satu visi Temen jalan yang paling pas buat kamu adalah yang punya satu visi soal traveling dengan kamu. Misalnya, kalau kamu itu budget traveler yang suka banget meminimalisir pengeluaran saat traveling, dia pun begitu. Kamu bisa bikin planning cara menghemat budget jalan bareng dia. Bisa berbagi biaya penginapan, makan, dan lain sebagainya. Nggak hanya soal di budget, kamu juga bisa menyamakan visi soal tujuan kamu traveling atau tempat-tempat yang ingin dikunjungi. Teman seperti ini akan membuat jalan-jalan kamu damai dan tenang. - Flexible Teman yang asik untuk diajak jalan-jalan adalah yang fleksibel, nggak kaku. Teman seperti ini yang bisa diajak berdiskusi jika kamu menemukan tantangan saat jalan-jalan. Misalnya, kamu berdua ingin pergi ke pantai tapi tenyata hujan terus di lokasi tujuan. Kamu bisa ganti destinasi dengan kesepakatan yang sudah didiskusikan dengan teman kamu. Dan berbagai situasi lain yang membuat kamu harus mendiskusikan dengan teman perjalanan kamu. - Simple dan sigap Mendapat teman yang simple juga asik buat diajak jalan-jalan. Nggak ribet, nggak banyak maunya. Simple aja, nggak perlu barang bawaan yang berkoper-koper cuma untuk tujuan 2 malam. Tapi lengkap dan sigap. Dia bisa bawa dirinya dan orang lain nyaman dan aman. Kamu nggak perlu berdebat sama urusan yang nggak penting. Kelamaan mandilah, lama datengnya lah atau barang bawaan yang banyak banget. Tapi kamu bisa enjoy bareng, menikmati perjalanan yang bareng. Kalau ada situasi yang nggak mengenakkan, kamu bisa tetap santai dan tenang. Happy traveling with good travel mate, felas!! :)
  2. 1 point
    Assalamualaikum Salam kenal, Panggil saya, Nia Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ; 1. JKT-KLIA2 Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm. Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta. Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga. Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe. 2. Melaka dan Wisatanya Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat. Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu. Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh! Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe. Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya. Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah. Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh. Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat. Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha. Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 4. Check Out Melaka Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral. Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima, bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh. Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 5. Sehari di Kuala Lumpur Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat. Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh. Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
×
×
  • Create New...