Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation since 11/20/2017 in all areas

  1. 4 points
    denorra

    LUXEMBURG!!

    Halo jalan-jalaners! Iseng-iseng membunuh waktu, gue share pengalaman awal taon (telat bener, hihi) ke Luxemburg. Jadi karena alhamdulillah aplikasi beasiswa shortcourse gue ke Belanda diterima, gue uda siap2 sejak di Jakarta puasa senin kemis biar ga kebanyakan jajan. demi apah? iyap! demi jalan jalan bentaran:D shorcourse gue di kampung bernama Wageningen, nah kebetulan gue ada temen yg lg sekolah disitu. Ngobrol2 dan tercetuslah niatan ke luxemburg. Mayoritas temen2 gue yg sekolah ke belanda ngga rekomendasiin Lux sebagai tujuan. Setelah brosing2 baru tau, jadwal ke Lux tu ga 'semudah' ke negara lain. Dengan waktu yg cukup longgar di akhir pekan, gue sm temen2 mesti punya rencana yg matang. Satu2nya jadwal yg akomodatif adalah naik kereta ke Eindhoven jumat malem lanjut naik bis ke Lux. Kami sampe di Lux sekitaran jam 4 pagi. Gue tau sih Lux adalah salah satu negara terkaya dg tingkat kriminalitas yg rendah, tapi tetep aja ya booooo sampe ke engara orang pagi2 buta dan ngliat orang mabok jalan2 gitu serem juga. Anywaaaaaay..naiklah kami ke bus. Syok lagi karena di bus penuh sodara2! anak remaja remaji dress up abis mau ajojing, semntara gue dan temen2 kucel nahan kantuk, hahaha. Singkat cerita, bis di Lux kl wiken gratiiiis (asiiik). Trs di brosur2 tu tourism point-nya buanyak buanget. Uda kebayang ga mungkin kesampean semuanya kan ya. Ealah ternyata itu seputeran kota smuaa, hahahha. Jalan ampe gempor dr jam 10 pagi sampe jam 10 malem ngubengin tu kota. Trus suka ga sm Lux? suka bangeeeeeeeeeet. yg di atas tebing itu sepiii...kek kastil2, asiiik..di kota jg seruuu, national museumnya jg jooos. bangunan2 'modern' kelas dunia kek mengimbangi cultural/historical buildingnya gitu. langsung foto yaaaaaaaaaa:D
  2. 4 points
    rianifitria

    Jalan2 ke China p1 Beijing

    Tahun lalu saya dan keluarga pergi ke China selama 10 hari - Beijing, Xi'An dan Shanghai. Berikut ini kesan2 perjalanan saya, saya harap ini bias berguna biarpun telat banget. Hari 1: Jakarta - Beijing Penerbangan Jakarta ke Beijing - Transit di HK (Mendarat di HK - 15.00, berangkat lagi jam 20.00). Mendarat di Beijing jam 12.55 pagi hari kedua. Hari 2: Beijing Berencana mencari mainan2 dan aksesoris2 palsu gitu, jadi berangkatlah kami ke Hongqiao Pearl's Market, shopping mall yg isinya macem2 dekat Temple of Heaven. Kami naik subway, harganya lumayan murah antara RMB 3-6 per orang per perjalanan. Mesin tiketnya ada Bahasa Inggrisnya, jadi gak perlu google translate tulisan2 China. Papan penunjuk arahnya juga bilingual, jadi gak repot nyari platform maupun pintu keluarnya. Dan sebelum masuk ke platform biasanya ada X-ray buat barang2 bawaan. Keluar di stasiun Tiantan Dongmen – subway Line 5. Dari situ jalan ke Hongqiao Pearl's Market melewati sekitar 2-3 gedung. Ada tulisannya Inggris besar2, jadi gampang taunya. Di Hongqiao Pearl's Market, setiap lantai memiliki ke-khas-an masing2. Misalnya mainan di lt. 3, baju di lt.4 dll. Ada juga food court di basement. Harga makanannya juga lumayan ok, sekitar RMB 15-18 per porsi. Oh ya, jangan lupa tawar menawar kalau belanja disini. Setelah belanja dan makan, kami jalan lagi menuju National Museum of China di Tian'anmen Square. Naik subway Line 2 ke stasiun Qianmen. Nah disini baru mulai seru, soalnya banyak banget polisinya. Setiap pintu keluar ada penjaganya, tiap belokan ada penjaganya, naik turun tangga ada penjaganya berdiri. Keluar dari subway kami berjalan mengarah ke Forbidden City, dan kira2 50 m dari pintu keluar, ada X-ray dan pengecekan ID/passport. Jalan lagi, dan 50 m sebelom pintu samping National Museum ada lagi x-ray dan pengecekan ID. Masuk ke National Museumnya gratis. Di tempat ‘karcis’ mereka bakalan minta ID (sim, passport, ktp) dan ngasih 1 tiket per ID. Dari tempat karcis ngantri masuk. Adalagi X-ray plus body scanner. Setelah lewat baru deh bias masuk ke lobby National Museum. National Museumnya GEDE BANGET. Ada 4 lantai dan basement dan 28 ruangan pameran. Setiap ruangannya memiliki tema yg berbeda, misalnya 1 ruangan isinya kaligrafi, 1 ruangan isinya mengenai uang, 1 ruangan isinya keramik dsb. Di luar tiap ruangan ada kounter souvenir yg khas buat ruangan tsb, kalau ruangannya mengenai jade, maka yg dijual adalah suvenir2 jade. Dan hampir di tiap sayap ada mesin souvenir koin (souvenir paling murah). Di lt 1 banyak kounter souvenir yg jual hampir semua barang, jadi kalau misalnya nyesel tadi gak beli souvenir di lt 3, bias cari di lit 1. Mereka tutup jam 16.30 pas. Jam 16.00 kira2 para penjaganya sudah mulai mengusir orang2. Dan jam 16.30 pas, bakalan ada upacara pembubaran petugas2 museum yg lumayan militer (biarpun orang2nya gak ada yg militer). Sehabis itu penjaganya beneran bakalan ngusir semua orang dengan paksa, bahkan yg duduk2 di beranda depan museum. Boro2 foto2 di depan museum. Dari Museum ini kami jalan ke Qian Men Street buat makan malam. Tadinya kami mau nyari Peking Duck dari Quanjude, tapi antrinya panjang. Jadi kami pindah ke restoran kecil di jalan samping. Makanannya enak dan harganya juga lumayan, misalnya sepiring RMB30 gitu, tapi bias share 1-2 hidangan buat berempat gitu. Hari 3: Beijing Hari ketiga dimulai dengan HUJAN DERAS. Dan sepanjang hari HUJAN. Kami berangkat lagi ke Tiananmen Square untuk pergi ke Forbidden City. Naik subway line 2 – stasiun Qianmen. Harga tiket masuknya RMB 60/orang. Turisnya yg masuk, local maupun internasional banyaknya minta ampun. Mulai dari masuk gerbang (belom beli tiket) aja udah antri, dan penuh sesak dgn orang2 berpayung dan berjas-hujan. Seperti biasa, banyak X-ray (keluar masuk mrt, mendekati Forbidden City, gerbang masuk, gerbang tiket). Forbidden City itu BESAR dan LUAS luar biasa. Masalahnya semua orang berusaha berteduh di koridor2 yg ada atapnya. Jadi serasa orang2 se DKI berjubel di pintu2 dan koridor2, dan gak ada yg mau bergerak Karena mereka gak mau basah, jadi ya nutupin jalan dan pintu dan kami gak ada yg bias keluar masuk. Bener2 gak enjoy abis. Setelah sukses keluar dari Forbidden City kami cari makan (masih deket sama Qian Men Street). Dari dari sana kami menuju Temple of Heaven; Subway line 5 – Tiantan Dongmen. Nah Temple of Heaven ini terbagi 2 bagian. 1 yg taman untuk umum, kalau gak salah RMB 15 buat masuk. Disini ada pagoda2 gazebo dan warga setempat bersantai. Yg satu bagian lagi, Temple of Heaven-nya, perlu karcis terusan yg harganya RMB 35. Sayangnya yg terkenang cuma besar, basah dan licin. Dari sini kami naik subway ke Wangfujing Pedestrian Street yg katanya tempat belanja (masih nyari barang2 kw) melalui subway Line 1 stasiun Wangfujing. Hampir semua barang disini sudah harga supermarket besar dan barang2 bermerk, jadi lumayan mahal juga, dan masih belom nemu tuh barang2 kw. Hari 4 : Beijing Pagi hari dimulai dengan berjalan ke Bird Nest Stadium. Kami lihat2 saja dari jauh, memakai Subway Line 8 atau 15 stasiun Olympic Park. Dari sana kami pergi ke stasiun Dongzhimen dari Subway line 2 atau 13 untuk naik bus 916快 (ekspress) menuju The Great Wall of China, Mutianyu section. Harga busnya 12 yuan. Keluar dari platform di Dongzhimen, cari penunjuk arah ke Bus Transfer Hall dan cari bus 916快. Perjalanannya lumayan jauh, sekitar 2jam gitu. Sampai sana tiket masuknya RMB 45, tiket naik kereta gantung ke atas RMB 120, tiket shuttle bus ke kaki Great Wall RMB 15. Dan tembok besar China itu emang bener2 LUAR BIASA. Gak salah kalau masuk 7 Wonders of the World. Dari jauh kelihatannya kecil dan rata, tapi begitu diatasnya ternyata lebar banget, saya rasa biar kereta kuda bias lewat diatasnya. Dan gak rata sama sekali tapi naik turun-nya sekitar 3 lantai dan ini belom naik menaranya. Di tiap beberapa meter bakalan ada menara benteng. Ternyata jarak antara 2 menara itu sepanjangan 2x jarak anak panah terbang. Jadi bila ada orang memanjat tembok persis diantara 2 menara, maka orang tersebut bias dipanah dari 2 sisi. Dan kalau berdiri diatas tembok tersebut emang bener bias melihat pemandangan sampai jauh kemana2. Kalau cuma ada 1 tempat di Beijing yg bias dikunjungi, saya rekomendasikan banget The Great Wall of China. Yg lain2nya gak terlalu penting setelah melihat tembok besar ini. Semua kesusahan dan kesialan2 beberapa hari lalu sebanding dengan pesona tembok China dan gak nyesel saya datang kesini. Hari 5 : Beijing Hari ini kami akan naik rickshaw untuk Hutong District Tour. Ini dimulai dari Hutong Tour meeting point di dekat stasiun Beihai North – subway line 6; melewati ‘daerah tua’ dan sampai ke stasiun Shichahai -Subeway line 8 dimana ada Bell and Drum Tower. Harganya sekitar RMB 80 per orang. Lumayan menarik juga bisa melihat rumah2 tua dan kesannya persis sama kaya di drama cina kuno gitu. Bell dan Drum Towers adalah alun2 pada jaman dahulu dan juga berfungsi sebagai penanda waktu. Jadi mereka akan berbunyi diawal dan diakhir hari. Naik keatasnya lumayan berat, tangga-nya curam dan tinggi. Satu menaranya RMB 20, kalau beli 2 sekaligus RMB 30. Dari sana kami pergi ke Summer Palace, di stasiun Beigongmen – subway Line 4. Kami makan mie di luar gerbangnya, rasa mie-nya khas gitu. Tarif masuknya RMB 30. Di dalam ada beberapa tempat yg bias dimasukin (seperti klenteng dll) tapi harus bayar lagi. Summer Palace itu taman yg dibangun disekitar danau. Banyak warga setempat yg pergi piknik disana. Kami pulangnya naik perahu untuk menyebrang balik ke pintu masuk, RMB 10. Malamnya kami akan terbang ke Xi’An. Disambung di p2 Xi'an dan Shanghai...
  3. 4 points
    OhayoooGozaimastaaaa... (selamaaaat pagiiii kalo kata orang jepang) HOLaa semuanyaah,,, akuh kembali lagi disini dengan membawa segerombolan ibu2 rempong dari jakarta info dulu deh.. berhubung banyak yg nanyain perjalanan sakura sayah kemarin, akhirnya nekat bikin trip autumn ke jepang yang notabennya rute memang agak mirip. Jadi mungkin tulisan kali ini agak sedikit sama dengan tulisan tahun lalu, tapi dengan foto2 yg beda donks ohohohoho. Perjalanan Kali ini sayah membawa peserta kalo ditotalin brati ber 20, dgn kloter dibagi 2. (ga usah nanya deh kepala ai rasanya mau pecah ngurusin ini semua jahahaha) BUT! Because i loves japan so so much, jadeeeh ga berasa capenya perjalanan 15 hari ini. yup! 15 HARI LAGI Langsung aja yah.. tiket alhamdulilllaaaaah bgt gw dapet tiket promo. thanks to youuuuuh @mone geriliya kita selama beberapa bulan mengejar tiket murah terbayarkan sudah. Paket Tour Japan autumn ini gw bandrol seharga 19,9 jt all in kecuali makan siang dan malam. tiket pesawat, hotel, jr pass, jalan2 dsb ropeway dan lain lain udah gw tanggung. awalnya yaudah seadanya aja, 5 orang minat hayuk brangkat. Yaiks!! ternyata yg minat ada 19 orang. jadilah ya ai keteteran. pencarian hotel dan hostel yg ga abisn abisnya. dan beberapa tamu mau exclusif di hotel berbintangpun ai jabanin hayyah hayyah ibuk ibuk. Autumn atau biasa disebut musim gugur ini menurut saya musim yg agak gambling. karena pakaian menurut saya juga agak membingungkan. bentar bentar dingiiin bentar2 panaaas. tapii yang pastiii.. apa aja yg mesti dibawa ketika autumn 1. Jas Ujan! omg selama disana tiada hari tanpa hujan. ditambah dgn anginnya yg ga asik bgt...brrrrrr... kombinasi bikin sakit. anehnya kalo ujan udah berhenti, cuaca bisa tiba2 menjadi panas Jreng!! clear blue sky. jadi.. 2. Jaket ga usah terlalu tebel. (kecuali anaknya kaya sayah suka biduran, jaket tebel penting AHAHAHAHA) 3. Gunakan sepatu sebisa mungkin yg anti air kayaknya. beberapa tamu memakai sepatu kets biasa dan sepatu wanita bahan alhasil semua jadi lepek dan akhirnya bikin kaki lecet. 4. Kalo kamu tipical yang seneng bawa baju sedikit, cari penginapan yang menyediakan mesin cuci dan pengeringnnya. melihat cuaca disana yg bikin baju lepek sih emang ga enak bgt pake baju lembab kemana mana yakhaan. 5.Cek Jadwal Festival! ini nih yg paling penting menurut sayahhh. selalu gunakan waktu kita untuk festival yg ada di jepang. selain magical bgt, kita juga bisa dapat nilai plus banyak selain melihat pemandangan aja. 6.Wifi. rekomendasi, gunain wifi yg memang kerjasama dgn japan provider kaya docomo atau softbank. karena ini negara teknologi, kayaknya kalo ga ada wifi bakalan mati kutu deh (apalagi sayah zzzz) 7. JR PASS. ga bosen bosennya sayah mengingatkan ini. 8. Gunakan koper yg berbahan anti air. Kemarin beberapa tamu juga akhirnya kopernya ada yg kuyup bgt karena keguyur hujan. 9. Vitamin (yaaah namanya juga ibu ibu) 10. Cash money. Jepang masih menganut sistem hard cash. jadi ga usah takut kalo kita bawa uang 1 juta 1 lembarnya, dimanapun itu, mereka pasti punya kembaliannya. 11. Suica atau Pasmo. Kartu sakti yg juga selalu mempermudah kita beli2 makanan dan subway selama di jepang. Bisa dibeli ketika sampai di bandara atau di tempat subway lainnya. YUKS! brangkaaaat Kloter 1 terdiri dr 14 orang dan kloter ke 2 terdiri dari 6 orang Airlines Philippine airline, ANA, Cathay dan JAL adalah maskapai yg membawa kita semua. pusing ga tuh. ahahahahahaah! yup.. inilah yg akhirnya membuat gw harus bolak balik bandara sebanyak 3x demi menjemput mereka semua (longstoriiiih) cuman karena mereka mau di charge extra jadi yawesss lanjut. RUTE Tour Yellow Fox UENO, Shibuya,Tsukiji, KYOto,Kiyomizudera, Fushimi inari, Takayama Old town, Shin Hotaka, dan Shirakawagoe Sedikit Pengetahuan Tentang Jepang. 1. Taxi mereka biasanya terbuka sendiri, jadi ketika masuk ga usah nutup pake tangan. kadang malah kita suka diomelin kalo kita nutup sendiri. 2. Negara yg ga kenal makanan dibungkus. sooooo... biasanya kan kita kalo di indo, makanan ga abis suka minta dibungkus. DISINI sebisa mungkin jangan yaah. 3. Negara yg bisa ngusir kita dr restaurant kalo kita terlalu ber ramai ramai. beberapa kali sayah diusir dr restaurant krn mereka ga mau mengganggu tamu2 lainnya (apalagi kalo tempatnya sempit) jadi jgn tersinggung ya. kalo kamu group lebih dr 5 orang mungkin lebih baik pilih restaurant yg besar atau dibagi menjadi beberapa tempat makan 4. Jangan makan sambil berjalan. Bakal jadi perhatian orang2 sih. sayah pernah sekali krn lupa kebiasaan ngemil di indo sambil jalan. alhasil diliatin sama orang2 lewat ahahahaha. ndeso 5. Jangan heran kalo kita akan sangat sulit mencari tempat sampah di jalan tempat sampah biasanya ada di stasiun2 kereta. pernah satu kali kantong baju dan clana ai penuh sama sampah sehari hari jahahahaha. here we cooome Japaaaan!
  4. 4 points
    norma sofisa

    Pengalaman Natal di Eropa

    Holiday season is coming! Tanggal 25 Desember lalu, sebagian besar penduduk dunia merayakan Natal yang didefinisikan sebagai hari kelahiran Yesus atau Nabi Isa Al Masih. Dengan segala kontroversi dan silang pendapat yang mulai familiar terdengar di telinga para netizen maupun masyarakat Indonesia setiap Bulan Desember tiba, mari kita rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia maya dan monggo dapat menyimak pengalaman saya selama di Eropa menjelang Hari Natal. Hari Natal adalah hari libur nasional bukan hanya hari besar keagamaan. Tidak seperti Indonesia, hanya rekan - rekan Kristiani yang merayakan Natal. Pengalaman saya tahun pertama di Belanda diundang salah satu teman sekelas untuk melewatkan Hari Natal bersama. Awal Desember, kami mengadakan makan malam bersama dalam rangka menyambut liburan, dan ia menanyakan akan kemanakah saya saat Natal. Tentu saja, saya yang masih Indonesian minded menjawab dengan mantap bahwa saya akan melewatkan Natal di rumah saja. Ia tampak khawatir dan kemudian mengundang saya untuk brunch di hari kedua Natal pada tanggal 26 Desember. Saat saya menyambangi kediamannya, saya disambut dengan sangat baik. Ia menghias meja makan dengan hiasan khas Natal berwarna merah serta bunga pohon pinus. Saya cukup terkesan dengan hal tersebut. Ia pun bertanya bagaimana saya merayakan Natal di Indonesia dan mengapa saya tidak kembali ke Indonesia saat Hari Natal. Saya berusaha menjelaskan bahwa Natal adalah hari besar umat Kristiani di Indonesia. Kami, yang muslim, tidak merayakan Natal secara khusus meskipun pada Hari Natal seluruh masyarakat Indonesia diliburkan. Di sisi lain, karena kami Muslim, kami memiliki hari besar yang kami rayakan yaitu Hari Raya Idul Fitri yang menjadi penutup Bulan Ramadhan dan juga Hari Raya Idul Adha, yang menjadi penutup musim haji. Teman saya surprise dengan cerita yang saya sampaikan. Selama ini ia mengira bahwa Natal adalah hari libur bagi semua orang di dunia. Dan tiap orang yang ia kenal juga berpikir demikian. Kebetulan, ia tidak terlalu terafiliasi dengan agama tertentu. Di Belanda, baik orang yang masih mempraktekkan ajaran agama Kristen maupun tidak, selalu merayakan Natal. Natal identik dengan hari libur bersama yang wajib dihabiskan bersama dengan keluarga. Agenda ke gereja hanya dilakukan bagi mereka yang masih teguh menjalankan ibadah. Natal adalah saat seluruh keluarga berkumpul dan berbagi hadiah Ya! Seperti yang mungkin teman - teman sering lihat di televisi, film Natal sering menggambarkan adegan seluruh keluarga saling menaruh kado di bawah pohon Natal dan begitu bersemangat saat membukanya. Saya mempunyai pengalaman yang cukup unik di tahun pertama saya di Belanda. Waktu itu saya tinggal dengan 2 orang roomates di apartemen. Pada tanggal 24 malam, salah satu roomate yang tidak pulang kampung, mengetuk pintu kamar. Ia menyodorkan bungkusan kecil sambil mengatakan bahwa ia memiliki kado kecil untuk saya. Saya mendadak terharu namun juga malu. Saya sama sekali tidak terpikir bahwa ia akan memberikan saya hadiah meski ia tahu saya tidak merayakan Natal. Saya sedikit malu karena saya tidak memiliki apapun untuk membalas hadiah yang diberikannya. Ia kemudian meminta saya untuk turun dan bergabung dengan teman - temannya untuk makan malam bersama. Sungguh saat itu adalah salah satu momen yang menarik karena diantara kami semua, hanya ia yang merayakan Natal. Teman - teman yang lain sengaja membuat acara makan malam karena ia tidak dapat pulang ke negaranya dan merayakan Natal bersama keluarga dekat. Sehari setelahnya, saya dan dua sahabat saya dari Indonesia bertemu dan makan siang bersama setelah mereka selesai misa di gereja. Bahkan saya sempat memenuhi undangan teman saya yang mengadakan konser dalam rangka Natal. Sungguh hari yang sibuk namun menyenangkan dan membuka wawasan baru saya tentang Natal. Tidak semua yang merayakan Natal memasang pohon Natal di rumah Pohon Natal yang setiap akhir November sudah ramai terpasang di berbagai tempat publik awalnya bukanlah bagian dari ritual keagamaan Natal. Meskipun awal sejarahnya masih sering diperdebatkan, Pohon Natal telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu oleh Kaum Pagan sebagai penanda festival musim dingin (sumber: https://www.whychristmas.com/customs/trees.shtml). Tradisi itu terus berlanjut hingga kaum Kristiani di Skandinavia pun memasang pohon Natal yang dikatakan awalnya sebagai simbol penolak bala dan tempat burung burung singgah saat Natal tiba (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Christmas_tree). Karena berbagai alasan itulah, teman - teman dekat saya kebanyakan tidak memasang pohon dan hiasan Natal di rumah mereka. Satu teman dekat memiliki pohon Natal di rumah pun karena keponakannya yang masih balita sangat ingin sekali menaruh kado-kado di bawah pohon Natal, seperti dalam film. Di sisi lain, beberapa pohon Natal yang memakai pohon cerama asli biasanya dipasang di depan stasiun besar Rotterdam dan di depan Rumah Sakit Anak Erasmus MC Sophia. Namun tidak seperti di tempat lain kebanyakan, pohon Natal tersebut dihias dengan sederhana dan bahkan tidak menyertakan simbol keagamaan. Santa Klaus datang di hari yang berbeda - beda tergantung negara Tentu sebagian besar dari kita familiar dengan seorang kakek tua berbadan tambun, berjanggut putih tebal, berbaju merah hangat, dan setiap melangkahkan kaki ke dalam rumah di malam Natal memiliki tawa khas, ho..ho..ho! Dialah Santa Klaus! Yang sejak tahun 1931, digambarkan berwajah lucu nan ramah dan berbaju tebal merah khas Coca Cola (sumber: Coca Cola). Awalnya, Santa Klaus diklaim sebagai Saint Nicholas, legenda Kristen dari Barat yang menurut cerita selalu menaruh hadiah di rumah anak - anak yang baik pada malam tanggal 24 Desember hingga 25 Desember dini hari. Perkembangan selanjutnya, Santa Klaus modern dikembangkan berdasarkan gabungan antara legenda dari Saint Nicholas, tokoh Father Christmas dari Inggris, serta Sinterklaas dari Belanda (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus). Seperti Saint Nicholas, Santa Claus di berbagai negara juga dipercaya "lewat" dan menghantarkan hadiah di malam Natal tanggal 24 November . Uniknya, tiap - tiap negara di Eropa memiliki cerita sendiri tentang kakek baik hati yang selalu berbagi kado tiap menjelang Natal ini. Di Belanda, Sinterklaas sebutannya, dipercaya datang setiap tanggal 5 Desember. Bukan dari Finlandia maupun Kutub Utara, Sinterklaas di Belanda datang dari Spanyol dan bermukim di Madrid . Ia hadir bersama dengan Piet Hitam atau Zwarte Piet yang biasanya bertugas untuk menakut-nakuti anak - anak yang nakal (sumber: https://www.whychristmas.com/cultures/holland.shtml). Sedang di Perancis, Santa Klaus disebut Père Noël atau Papa Noël. Teman Perancis saya mengucapkan Selamat Natal pada hari tanggal 24 Desember. Ia menjelaskan karena di malam harinya Papa Noël akan datang dan membagikan kado, sehingga tanggal 24 Desember sudah masuk Natal. Selain itu di Perancis ada tradisi memakan beberapa dessert dan snack wajib saat Natal. Jadi selalu siapkan perut kosong ya, saat bertandang ke rumah teman di Perancis saat Natal. Beberapa daerah di Indonesia juga memiliki tradisi ini lho! Sebagai contoh saat saya bertugas di Ambon, beberapa Sinterklaas dan sekawanan Piet Hitam berkeliling ke desa - desa terutama yang berpenduduk Kristen dimulai dari 4 minggu sebelum Natal untuk membagi - bagikan hadiah. Bapak yang menyopiri mobil sewaan kami selama di Ambon bercerita, dahulu ia pernah ditangkap oleh Piet Hitam dan hampir dimasukkan ke dalam karung karena ia dianggap sebagai anak yang nakal. Tentu saja ini hanyalah canda agar menyemarakkan acara. Yang jelas, seluruh anak - anak selalu menantikan momen Natal karena mereka akan mendapatkan hadian dari Sinterklaas. White Christmas yang belum pernah menjadi kenyataan Tahun pertama saya di Rotterdam, saya membayangkan akan melewatkan Hari Natal seperti di film - film Hollywood yang pernah saya tonton. Toko - toko yang memajang hiasan Natal dan lampu yang gemerlap serta satu hal yang mempercantik jalanan, yaitu boneka salju putih besar dan danau yang membeku karena udara yang sangat dingin. Kenyataannya, semua itu saya lihat kecuali salju! Sebelum saya tinggal di Rotterdam, saya tidak pernah mencari tahu bahwa beberapa tahun terakhir, salju jarang menyapa Rotterdam. Jika pun turun salju, itu hanyalah wet snow atau salju basah yang begitu menapak bumi langsung hilang berubah menjadi air. Pada dasarnya, musim dingin di Belanda sebagian besar dilewatkan tanpa salju. Hanya daerah - daerah tertentu yang berbatasan dengan Jerman terutama yang masih sering disambangi bulir - bulir putih itu. Lalu bagaimana jika kalian ingin sekali melewatkan Hari Natal dengan nuansa putih karena salju? Pilihannya adalah pergi ke daerah pengunungan seperti di Alps yang memiliki salju abadi di beberapa puncaknya. Alternatif lainnya adalah mengunjungi daerah Eropa Utara seperti Islandia, Finlandia utara, dan daerah - daerah utara Skandinavia. Satu cerita menarik dari keponakan teman dekat saya yang masih balita di Perancis. Saat Hari Natal tiba, ia menyeret kursi kecilnya ke dekat jendela sambil berkata salju sebentar lagi akan turun dan Papa Noël akan segera datang. Kami hanya terkekeh geli dengan imajinasinya dan menyadari bahwa salju tidak akan turun pada suhu 8 derajat. BONUS: Strategi Christmas Sale Satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah diskon besar - besaran saat Natal! Di Belanda, beberapa toko telah mempromosikan diskon besar -besar mulai dari awal Desember. Menurut pengalaman saya selama 2 tahun di Belanda, diskon yang lebih besar biasanya datang setelah Natal dan puncaknya setelah Tahun Baru. Di Belanda, diskon panjang hadir dari awal Desember hingga awal Februari. Untuk di Perancis, cokelat - cokelat dan camilan manis biasanya didiskon besar - besaran juga terutama setelah Tahun Baru. Jadi bagi kamu yang mempunyai rencana berbelanja, persiapkan jiwa, raga, serta dana di sekitar waktu - waktu tersebut. Demikian, beberapa pengalaman dan trivia Natal yang saya temui selama berada di Eropa. Kalau kamu, bagaimana pengalaman melewatkan Natal? Share ceritamu di kolom komentar ya.. Artikel ini bisa juga dibaca melalui link https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/27/my-christmas-experiences-in-europe/ Terima kasih dan semoga bermanfaat.
  5. 3 points
    JAPAN ALPINE ROUTE #TATEYAMA KUROBE Rute Saya Di Mulai Dari KYOTO >> Kanazawa Pulang Ke Kanazawa Via Nagano * * 2 Stasiun Ke TAKASak 3200 yen ( karena tidak Pake Jr nasional ) Sebagian Tercover Oleh Jr west pass 15000 yen Yang mana Jr West pas Lumayan Membantu Perjalanan Saya Selama Di Kyoto/ Osaka /Kobe /Kanazawa / Gokayama dan Banyak Lainnya Lanjut dengan itin Sistim “Deffa Hajaaarrr Saja Ko Acong” Nah inilah Rute Yang Saya Pake Menyusuri Alpine Route One Day Trip Dimulai Jam 07.00 Sd jam 20.00 Waktu Kanazawa Kanazawa Toyama Jr west pass >>> lanjut Tateyama Kurobe Pass Sd Nagano 9000 Yen Terakhir Pilih setasiun Nagano Lanjutb 2 Titik Stasiun Ke Takasaki Baru tercover Jr west Pass Lagi Pulang ke kanazawa Nah Ini Rute Simple Saya Yang Pasti Semua Orang Lebih Bisa Secara Mengingat “KEKURANGAN “ Sibocah Tua Nakal Durasi Pertitik nya Lupa Maklum Wiss sepuh Yang Pasti Durasi Trip PP nya 12 jam Sangat santai semua Tercapai Trip Autum Di Toyama Perfektur ini SEmoga nanti Di musim Puncak Kunjungan ALPINE ROUTE di bulan April Tahun Depan Saya Berkesempatan Tuk Menikmati Keindahan View Yang Berbeda Sensasinya Tunggulah Cerita Perjalanan Saya Yang Lainnya Menyusul Ayo Rencanakan Teman 2 Yang Akan Ke japan Sibocah tua nakal Saja Berani kok “ “
  6. 3 points
    Yos

    Short Trip to Seoul & Jeju (Korea - 2017)

    Bingung mau start dari mana..... Jadi kali ini short trip to Korea, 7 hari aja periode 23 - 30 Oktober 2017. Karena keterbatasan bahasa dan versi ga mau ribet, kita putuskan untuk ambil tour aja. Awalnya ambil His travel eh menjelang deadline quota masih ga terpenuhi juga ya sudah banting setir ke Bayu Buana lagi... harga idem 13jt gitu all in. Korea ini visanya ribet ya, harus pake lampiran SPT tahunan segala jujur jadi males balik lagi kalau ribet mah, masih mending rekening 3 bulan masih normal euyyyy.... Hari 1 dan 2 (Jkt - Seoul) Nah 23 oktober kita berangkat dengan pesawat malam dan 24 oktober paginya kita sudah sampai di Incheon Airport, Seoul. Seharusnya jadwal hari ini adalah bikin kimchi, terus ke Geyongbok tapi dikarenakan waktu yang ga memungkinkan 2 hal itu digusur switch ke hari terakhir. Jadi hari pertama ini kita hanya jalan2 keliling ke National Folk Museum dan lanjut ngejar pesawat ke Jeju Island dari Gimpo Airport. National Folk Museum itu sendiri rupanya menu wajib kalau kita ikut tour ke Korea. Isinya adalah sejarah kebudayaan Korea, dan sambil jalan kelilingin museum dijelasin sama si tour lokalnya.. Eh aku lupa bilang bahwa walau dari Jkt ada tour guidenya tapi semua tour yang dateng ke Korea didampingin oleh tour lokal yang fasih bahasa indonesia... Dan jujur memang kesulitan bahasa disini, orang Korea males dan ga mau belajar bahasa lain, bahasa inggris aja langka apalagi indo... Oh ya 1 lagi, orang korea itu paling anti difoto apalagi di videoin tanpa seijin mereka ... masalahnyaaaaa minta ijin pun ga bakal dikasih, ga ngerti deh kenapa mereka anti difoto, dan di banyak tempat seperti di dalam National Folk Museum ini pun ga boleh foto2... jadi hasilnya ga ada foto2 susasana di dalam National Folk Museum ini... kalau di luar sih boleh aja foto. Nah setelah dari National Folk Museum langsung lunch tapi lupa lunchnya apa terus langsung ke Gimpo Airport untuk penerbangan ke Jeju Island... Di Gimpo sambil nunggu boarding kepengen ngopi dan ketemu kopi yang ini Dan dasar ndesoooo aku baru tau dari temen bahwa caffee ini terkenal karena banyak di shoot di drama korea, lha mana aku tauuuu? Ok kita lanjut terbang ke Jeju dan bermalam di Jeju Dan ga lupa pas sampe hotel cari minimarket terdekat terus hunting2 teh, nah nemunya ginian... not bad lah untuk teh 2000 won dan hershey coklat cookiesnya promo 1000 won dpt 3 pak Hari 3 & 4 (Jeju Island) Pagi ini kita acaranya ke Seongsan Sunrise Peak, isinya adalah suatu pinggir laut gitu, isinya pemandangan pinggir laut. Ada sih beberapa pertunjukan lagi yaitu wanita penyelam tertua di Korea, tapi itu aja waktu tayangnya dan kalau mau nonton harus bayar lagi, terus kalau ikut tour pastinya ga keburu untuk liat atraksi yang ada... Sampai disini aku mulai ngoceh karena belum terasa suasana autum-nya... Kayaknya ga sah klo tiap pergi ga ada adegan kissing-nya... maaf yaaaa Nah sehabis dari Seongsan ini kita lanjut ke desa Jeju, katanya si tour guide lokal perempuan Jeju itu sesuatu banget... dan desa Jeju ini isinya masih asli rumah dan org2nya ga boleh dirubah ke modern oleh pemerintah korea. Nah sesampainya disana, perempuan Jeju itu menceritakan tentang sejarah budaya laki2 dan perempuan disana, tentang bagaimana dulu laki2 posisinya lebih tinggi dari perempuan karena jumlah laki2 1:10 dengan perempuan. Jadi poligami diperbolehkan, laki2 punya istri bisa 4 atau 5, ga perlu kerja, ongkang2 kaki, tinggal minta duit dan semua perempuan yang kerja, Beda dengan sekarang, perempuan justru posisinya lebih tinggi dari laki2... kalau dulu perempuan merit itu berarti sengsara karena harus melayani keseluruhan keluarga, kalau sekarang malah katanya laki2 korea yang cuci baju masak dll walau tetap bekerja juga... gitu katanya... Intinya sih di desa Jeju ini isinya mereka berjualan produk sejenis Goji Beri yang sudah diekstrak, madu khusus dan bubuk dari tulang kuda. Aku beli goji berinya karena harganya make sense dan sudah pernah minum yang versi barat dan manfaatnya bagus. Kalau madu dan tulang kuda duh ga dulu deh... Di desa Jeju ini juga tidak boleh foto2 apalagi video lho yaaa karena mereka ga mau dan ga jelas alasannya. Dari desa Jeju lanjut lunch dulu dong dan ini lunchnya ku sukaaa yaitu Babi Hitam (Gochan) yang memang khas peliharaan di Jeju... rasanya wowww enak.. dan untuk yang muslim maka dagingnya akan diganti dengan daging bebek Dan si tour guide lokal kasih kita coba soju rasa jeruk rasanya enak banget tapi sayangnya sampe pulang ga nemu lagi yang jual Setelah makan lanjut lagi ke Trick Eye Museum & Ice Gallery.. isinya itu seperti trick eye yang ada di ancol dan bali, tapi untuk koleksi sih maish lebih lengkap jakarta dan bali... menurutku lho yaaaa Ice Gallerynya oke tapi untuk foto hasilnya kurang bagus karena cahaya yang kurang di dalam ice gallery ini Lanjut lagi untuk nonton pertunjukan Nanta Show, dan aku acungin jempol untuk Nanta Show ini, isinya kocak, menghibur dan bikin sakit perut karena ketawa... dan skill mereka dalam memainkan alat2 dapur untuk jadi suatu pertunjukan aku acungi jempol. Tapi sayangnya ga boleh foto apalagi video jadi ga ada dokumentasi untuk ini. Durasi pertunjukan sekitar 90-120 menit. Setelah dari ini kita balik ke hotel tapi melewati dulu yang namanya Mysterius Road... dan ini adalah suatu jalan setapak kira2 300 meter, dimana tampaknya ada magnet alam di sepanjang ruas jalan itu. Jadi pas sampai di jalan itu mesin mobil bus dimatikan tapi anehnya bus tetap jalan walaupun jalannya menanjak... nah ada apa ayoooo Hari ke 4, rencana hari ini adalah pagi-pagi langsung ke Garden of Morning Calm, isinya adalah kebun bunga yang luas dan masih akan bertambah luas karena masih di expansi di beberapa bagian. Nah... akhirnya ketemu juga suasan autum disini asikkk, foto2 ahhh Dari Garden of Morning Calm kita lanjut ke Teddy Bear Museum, kecil sih museumnya tapi lumayanlah isinya.... Dan abis itu ngebut ke Nami Island yang terkenal dengan lokasi shooting Winter Sonata.. Disini suasama autum juga sudah terasa, dan karena dibatasi waktu kita langsung cari patung khas icon disini, si winter sonata itu dan untuk foto dengan patungnya antri seperti kalau mau foto sama hachiko Pas mau balik dr Nami Island antri feri nya luar biasa, antrian udah dari bbrp puluh meter sebelum anjungan, buset deh.... Tapi pas dinnernya itu sesuatu banget karena menunya itu Sup ayam ginseng... wuih 1 ekor ayam sedang untuk sendirian, pas banget malam2 makan sup ini, mantep deh plus minumnya dikasih soju atau sake ga tau persis... pasangan yang ideal Sesudahnya kita mampir sebentar aja ke Dragon Head Rock, tapi karena sudah malam ga bisa dokumentasi juga, dan bentuknya pun ga mirip dragon.... bingung.... Sudahlah balik hotel aja istirahat... Hari 5 (Mt Seorak) Nah pagi ini semangat karena mau ke Mt. Seorak yang katanya juga bagus itu.. karena kita nginepnya di Mt. Seorak juga maka perjalanan ke lokasi ga lama. Dan beruntung sampai cukup pagi karena kalau ga rasanya antri untuk naik cable car ke atas itu sesuatu. Buat temen2 yang ke Mt. Seorak inget ya kalau sudah naik cable car naik nanjak jalan kaki sampai puncak Seorak, karena worth it dan sayang banget kalau ga sampai puncak. Saran untuk temen2 yang mau ke Mt. Seorak lebih pagi datengnya lebih bagus karena pas pulangnya antrian untuk semua kendaraan menuju Mt. Seorak dah panjang banget berkm2 gitu. Saking padatnya arus kendaraan yang menuju Mt. Seorak maka mau ga mau kita jalan kaki menuju bus karena bus nya stuck macet antrian dan kalau nunggu bus itu weleh bisa berjam2 baru sampai... Akhirnya kita jalan kaki dan kok ga sampe2 ya ke bus nya? pas akhirnya kita bisa mendekati si bus yang juga usaha mendekati kita, ternyata kita sudah jalan kaki sebanyak 10600 langkah ini pun karena ada peserta tour yang bawa alat yang ngitungin jalan kaki berapa langkah itu lho... sinting berarti sekitar 6km lah jalan kakinya... laper deh.... Untungnya abis itu langsung lunch dan lunchnya oke Roast Chic with Hengju Cheese, oke lah boleh juga sebelum menuju perjalanan sekitar 3 jam dengan bus ke Everland. Setelah lunch kita menuju ke Everland, versi kecilnya disneyland di korea, mulai dari design masuk semua persis sama dengan USJ, tapi secara saya kurang begitu suka dengan isinya plus kita sampe sudah sore, dan banyak wahana yang sudah tutup jam 6 sore wah sudahlah jalan2 aja keliling dan ga foto2 liat2 aja dan akhirnya kita dinner di KFC karena dinnernya yang kali ini bayar sendiri. Paket 7500 won sudah dapat 2 ayam, minum dan kentang. Mereka ga ada menu nasi di KFC nya dan jangan harap ketemu sambel ya semuanya cuma ada saos tomat. Akhirnya balik ke hotel lagi dan posisi sudah di Seoul lagi ya sekarang... hotel di Seoul lebih kecil secara size tapi nyaman dan breakfastnya beneran american breakfast, jadi sesuai selera, dan hunting lagi malam2 ke mini market untuk cari soju terakhir Hari 6 & 7 (Seoul) Hari ke 6 ini kita akhirnya ke Geyongbok yang pas hari pertama ga bisa karena waktu mepet, setelah itu latihan bikin kimchi dan cobain han book. Geyongbook Palace isinya itu gerbang berlapis-lapis, kalau masuk ke sana pake hanbook ga usah bayar tiket. Foto bikin kimchi belum disave karena difotoin sm fotoman yang ikut sama kita selama tour, jadi di akhir tour kita dikasih hasil cetakan foto2nya baik yang candid atau bukan sementara soft filenya akan dikirimkan menyusul, tentunya bayar untuk foto2 ini lho. Cobain hanbook itu 1 gedung dengan bikin kimchi, dan akhirnya aku beli nori berbagai rasa karena enak untuk dicampur nasi, dan hanbooknya sistim pake sendiri, copot sendiri, foto sendiri, taruh lagi di rak baju ini ceritanya versi suami pulang pagi foto han booknya Sehabis kimchi dan han book, sisa hari itu lanjut dengan belanja2 ke tempat2 kosmetik seperty duty free, ginseng shop... Sampai disini masih belum beli souvenir karena harga2 souvenir di tempat2 wisata itu OMG mahalnya dan ga worth it untungnya tour guide lokal kita kasih acara tambahan ke DOOTA di Duangdaemon, itu seperti mangga dua nya jakarta tapi jauh lebih bersih dan rapih... kita diajak naik ke lantai 6 dan begitu selesai eskalator lantai 6 di depan kita udah ada toko souvenir wah harganya baru asik gantungan kunci dan magnet kulkas per 8 atau 10 pcs harganya antara 4000 - 5000 won (kalau beli 10 set dapet free lg 1 set), sepasang sumpit dan sendok khas ada ukiran koreanya 1500 won, kalau sumpit yang isinya 5 pasang 5000 won, berbagai cemilan kekinian almond berbagai rasa itu 7500 won (padahal temen yang baru aja balik dr korea bilang harga jualnya 10000 won), nah akhirnya kesampean juga beli souvenir Nah sudah puas balik deh ke hotel... Hari ke 7, hari terakhir sebelum sore balik ke jakarta... Hari ini fokusnya ke Red Pine Shop (ini juga wajib karena versi mereka jualan red pine oil yang ternyata ga di eksport ke luar korea).... harganya mahal sih tapi karena di demonstrasikan dan test gratis kondisi pembuluh darah masing2 akhirnya aku beli untuk kami berdua minum... dan sssttt... efeknya sudah terasa lho khusus untuk suami istri Dari red pine sebelum ke airport mampir sebentar di salah satu tempat untuk mereka yang belum puas beli souvenir dan mau beli ramen2 itu lho, samyang dan teman2nya... dan bisa di pak dalam dus untuk masuk bagasi nanti si airport. Akhirnya... sampai juga di airport untuk keberangkatan pulang ke jakarta. Celingak celinguk cari wrapping dan ternyata ga ada wrapping di korea dengan alasan mereka akan scan bagasi dan akan langsung dibuka kalau dirasa ada yang mencurigakan. Bener aja, salah satu koper kami diminta untuk dibuka dan ternyata yang mereka curigai adalah kaleng bedak Herocyn sodara2... dan kaleng bedak itu meraka kocok2 duh untungnya ga dibuka karena kalau dibuka berhamburan kemana2 itu bedaknya... padahal ada versi bahasa inggrisnya di kaleng tapi mereka ga bisa baca, parah kan???? Akhirnya setelah check in, berkeliaranlah kita cari makan di airport yang ternyata hanya ada di lantai 2 ya temans... makanannya enak2 dan harganya make sense menurutku. Dan inilah lunch terakhir kita sebelum pulang... Nah demikianlah short trip kali ini ke Korea... Kesan2ku adalah: 1. Korea orang2nya kaku dan individualis, jangan sekali2 foto mereka, suamiku pernah minta aja tetep ditolak 2. Makanan khasnya sendiri sebenarnya enak, jadi kemarin beruntung bisa cobain beberapa makanan uniknya 3. Jangan berharap ada wrapping di airport korea 4. Kalau memang bisa backpackeran dan oke dari segi bahasa lbh baik backpacker sih krn Garden of Morning Calm dan nami Island, dan Mt. Seorak ga puas kalau cuma sebentar 5. Bikin visa-nya ribet karena harus ada SPT tahunan 6. Untuk yang cewe lebih baik selalu sedia botol aqua kosong di tas karena toilet disana ga ada air semprotannya 7. Kalau ke Jeju beli coklat jeruknya, itu unik dan yang crunchy enak (foto menyusul) 8. Kalau mau beli souvenir murah ke Dongdaemon masuk dari DOOTA, terus langsung naik eskalator sampai lantai 6, lirik kiri dikit nah udah keliatan toko souvenir dan snacknya, harga bersahabat Demikian para suhu, semoga berkenan ya, maaf FR nya telat @deffa @twindry @HarrisWang @Hartono Hasian @Sahat
  7. 3 points
    Nicole Sacha

    Menyusuri Mekong - Vietnam

    Vietnam adalah salah satu destinasi yang tidak pernah masuk ke dalam bucketlist saya, singkat cerita, pada waktu itu dikomporin sama teman satu Genk's. Salah duanya adalah si @bebem & si @indah uthe dan walaupun agak telat, akhirnya saya putuskan untuk membeli tiket ke Vietnam, tepatnya Ho Chi Minh, dengan transit PP KL. Huehehe, kitamah anaknya irit, jarang beli tiket direct kalo perjalanannya ga lebih dari 5 jam eim. Perjalanan Menyusuri Mekong River Untuk harga, pada waktu itu kebetulan lumayan murah, mengingat harga tiket yang fluktuatif tiap tahunnya. Mungkin ada yang bertanya tanya, apasih yang menarik dari sungai Mekong? Well, berikut cerita perjalanan saya ke Mekong. Mekong adalah salah satu sungai utama di dunia selain Nil, Amazon, Yangtze dan masih ada beberapa Sungai lain yang tersebar di seluruh dunia. Untuk mencapai Mekong, waktu itu saya ikut One Day Tour yang ditawarkan oleh petugas Hostel tempat saya menginap di Ho Chi Minh. Starting dari Hostel, kami dijemput menggunakan ELF, diantar sampai Terminal 23/9 Park untuk berganti kendaraan dengan Bus Tour yang lebih besar ukurannya dan tentu saja bergabung dengan turis-turis lainnya (Yuhuuu, berasa Turis banget emang kalo di negeri orang, haha) Setelah berganti kendaraan, meluncurlah kami ke Mekong, sepanjang perjalanan, kami disuguhkan dengan pemandangan jalan di Vietnam yang mengingatkan saya ketika menempuh perjalanan ke Dermaga Ketapang - Pahawang dari Bandar Lampung. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 Jam, sampailah kami di Dermaga Mekong. Disini kami naik kapal kayu untuk menyusuri Mekong menuju Desa masyarakat untuk melihat pembuatan Coconut Candy, Madu Lebah hasil Desa Setempat, dan menikmati suguhan musik khas Vietnam. Cruising Mekong River Madu Limau Proses Pembuatan Coconut Candy Khas Mekong Setelah menikmati Madu Limau & melihat proses pembuatan Coconut Candy, kami disuguhkan cemilan sambil menikmati alunan musik tradisional Vietnam yang dimainkan oleh bapak-bapak yang sudah lumayan berumur, informasi dari Tour Guide, dulunya mereka adalah bekas tentara Vietnam yang ikut berjuang melawan penjajah. Sajian Musik Tradisional Suguhan dari Masyarakat Warga desa disini beberapa ada yang bisa bahasa melayu juga lho, mungkin karena masih satu rumpun ya. Habis santai-santai, tour berlanjut dengan menyusuri pedesaan menuju sungai kecil yang sudah disediakan perahu - perahu kecil untuk membawa kita kembali ke kapal. Satu perahu bisa diisi 3-4 orang dan dikemudikan oleh wanita - wanita paruh baya yang sangat strong, yaiyalah, ngedayung perahu yang isinya 4 orang bok. Si Ibu Strong Sepanjang sungai diapit oleh pepohonan yang membentuk lorong, pemandangan tersebut membuat kita sedikit menghiraukan air sungai yang warnanya cokelat banget, mirip sama air sungai di Jakarta. Faktanya, sungai Mekong adalah Golden Triangle yang merupakan perbatasan dari Thailand, Laos dan Myanmar. Mekong adalah sumber air yang harus dilindungi karena Kehidupan sekitar 60 juta warga ASEAN khususnya yang berada di Laos, Thailand, Kamboja dan Vietnam bergantung padanya. Berita lebih lengkap bisa dibaca disini https://www.antaranews.com/berita/655204/asean-harus-lindungi-sumber-air-sungai-mekong Sedikit catatan kalau mau ke Mekong : - Disarankan untuk ikut One Day Tour, setiap penginapan (hostel, losmen, hotel) biasanya sudah bekerja sama dengan Travel, selain lebih hemat, bisa menghemat waktu juga. - Pakai baju yang nyaman (karena udara disana lembab) - Bawa lotion anti nyamuk Mekong dari Lensa Gopro Hero 4 Sekian postingan saya tentang pengalaman menyusuri Mekong. Semoga bermanfaat. XOXO ANS (PS : Semua foto adalah dokumentasi pribadi milik penulis)
  8. 3 points
    val_3373

    Plitvice - Croatia, yang tak terlupakan

    Hi Jalan2er, Ini membagikan secuil pengalaman saat berkunjung ke Croatia tahun ini dari perjalanan ke Eropa. Setelah mendapat cuti dan tiket , kamilalu membuat itinerari yang diperlukan untuk bertualamgam di eropa dan coatia menjadi salah satu pilihannya karena jatuh hati pada saat browsing tempat wisata di Croatia. Saya tidak pergi ke Zagreb salah satu kota cantik do Croatia tetapi yang menjadi incaran saya yaitu PLITVICE National Park yang sangat indah banget Photo ini diambil dari google dan gara2 photo ini maka itinerari berubah dari rencana awal hanya menjelajahi Eropa barat melenceg jauh menuju Croatiaa walaupun cuma 1 hari hahahahahaaaa.. Indah banget kan , siapa yang ngga jadi mupeng Plitvice berada di croatia tengah dan berjaraj tempuh sekitar 2.5 jam dari Kota Zagreb dan ada bus dari Zabreb menuju Plitvice dan berhenti tepat di pintu masuk Plitvice, Kalau saya ke Plitvice dengan mobil sewaan dari Budapest dan menginap di homestay sekitar Plitvice seharga Euro 80/kamar Harga tiket masuk ke Plitvice berubah sesuai dengan waktu kedatangan kita, harga termahal pada saat bulan July-Agustus yaitu sebesar 180 Kuna (mata uang Coatia) setara dengan Euro 24. dan karena saya berkunjung di bulan Juni, harga tiket masuk 110 Kuna sekitar Euro 15l Ada 2 pintu masuk menuju Plitvice yaitu Entrance 1 (Higher Lake) dan entrance 2 (lower lake). Papan petunjuk menuju Plitvice sangat kecil sehingga yang berangkat dengan mobil pribadi harus berjalan pelan2 untuk dapat melihat papan petunjuknya.Di dalam Taman National disediakan boat dan bus untuk menjelajahinya dan juga jalur trekking bagi yang suka tantangan. Maksud hati hanya sebentar di Plitvice untuk melihat view seperti gambar diatas dan photo2 sebentar setelah itu menuju ke tempat wisata lain di croatia tetapi karena kami masuk dari Entrance 2 (lower lake ) dan tidak mengerti kami terjebak di dalam selama 4.5 jam trekking naik turun yang cukup melelahkan tertapi terbayarkan dengan pemandangan yang dilalui selama trekking tetapi view dari atas tidak kami dapat hiks..hiks.. hiks... untuk mendapat view seperti atas kita harus masuk melalui entrance 1. Seandainya masuk dari Entrance 2, seharusnya langsung menuju station Bus dan naik Bus menuju Station 1. Walaupun akhirnya kami bisa juga ke station 1 tapi sudah kehabisan tenaga untuk trekking lagi hahahahahahaa.. akhirnya diputuskan untuk menyerah saja karena kaki sudah sangat pegal Berikut photo2 yang kami dapatkan selama trekking : oh ya sebelum rekking siapan air minum karena selama jalur trekking tidak tersedia yang toko/warung hahahahaa.... Setelah Plitvice rencana selanjutnya menuju sebuah danau yang bisa dipakai untuk berenang karena di Plitvice kita tidak bisa berenang tetapi apa daya begitu keluar dari Plitvice jalanan macet karena ada kecelakaan berhubung jalanan menuju plitvice sempit dan hanya bisadilalui 2 kendaraan saja,maka antrian panjang sekali dan kami tertahan sekitar 3 jam dijalanan tanpa bergerak dan rencana ke danau batal karena kami harus mengejar flight selanjutnya. Belum puas rasanya untuk explore Croatia dan berjanji untuk datang lagi ke Plitvice dan Croatia.. Semoga FR ini bisa membantu temen2 yang ada rencana ke Croatia Salam Jalan2..
  9. 3 points
    Dhistiraz

    Happy 2nd Anniversary Jalaners SUMUT

    HAPPY 2nd ANNIVERSARY Jalaners Regional SUMUT " Two Years Of Colorful Togetherness" " Two Years Of Colorful Togetherness" Tidak terasa sudah dua tahun kita bersama-sama, banyak hal yang sudah kita lalui dan rasakan bersama, berbagi cerita, keceriaan, kesedihan,harapan dan pengalaman. Berpetualang untuk melihat dan merasakan betapa indahnya ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita adalah sahabat, kita adalah keluarga. kita selalu kompak, meski kita berbeda-beda. Selamat Merayakan 2 tahun kebersamaan yang penuh warna. Semoga kedepan kita semakin solid & kompak untuk terus berbagi informasi wisata dimanapun kita berada. Amiin.. Just Info : Selain acara potong kue, kami juga ada tukar kado lhoo... meskipun dengan budget Rp. 20.000 tetep menarik tuh kadonya... Terima kasih buat temen2 jalaners yang sudah bisa hadir diacara ini : Jenatan @Jenatan Sianipar , Anjas @just0682 , Yoe Zubair @Yoe zubair , Gempur @Gempur Pranata Sumitro Nur Affany @Nur Affanny Rezky Ririn Wandes @ririnwandeslubis Rita @dhiedhut Rizal Jali, Endri Dikoto, Nasrida Sahara, Ruth Novella, Asmuni Situmorang, Erna Runa, Diana Rose, INdah Jho, dan Kenzie Yudhistira @Dhistiraz Buat temen Jalaners Regional Medan, yang nggak sempet datang... kita ketemu di Kopdar Reguler yah....... Note : Buat Jalaners SUMUT yang ingin bergabung di Group WA silahkan contact WA kami : 085216429123 thanks..
  10. 3 points
    Pulau Santorini adalah salah satu destinasi wisata yang populer bagi traveler di seluruh penjuru dunia. Terletak di Laut Aegean, berjarak kurang lebih 200 km dari di selatan Yunani daratan. Sebelumnya, Pulau Santorini disebut Thera atau Thira (sumber: Wikipedia). Menurut sensus yang dilakukan tahun 2011, Santorini memiliki luas daratan sebesar 90.623 km2 dengan jumlah penduduk permanen sebesar 15.550 jiwa (sumber: www.thira.gov.gr). Dengan ukuran pulau yang cukup luas, perkiraan saya sedikit meleset. Tadinya, saya membayangkan bisa mengelilingi pulau ini dengan naik dokar atau menyewa sepeda. Penerbangan ke Santorini, khususnya dari Eropa barat, biasanya melalui transit di Bandara Athena. Sewaktu berkunjung kesana pada Juli, musim panas lalu, kami memang mengunjungi beberapa tempat dahulu sebelumnya, termasuk Athena. Dari Athena, kami naik pesawat tengah malam dan sampai dini hari di Bandara Thira. Perlu dipertimbangkan pula, jika bepergian saat musim panas, rate penerbangan biasanya melonjak naik secara signifikan. Sebagai contoh, dari Amsterdam - Santorini pada Juli kemarin bisa mencapai lebih dari 200an Euro pulang pergi. Anggaplah 1 Euro setara dengan Rp 15000, biaya pesawat saja dapat menyentuh angka lebih dari 3 juta rupiah. Cukup mahal juga untuk ukuran backpaker seperti saya. Dikarenakan niat dan tekad kami begitu kuat pengin mencicipi keindahan Santorini, kami pun memutar otak. Akhirnya, setelah mempertimbangkan plus minusnya, kami memutuskan rute terbang Roma-Athena-Santorini. Tentu saja, dengan rute tersebut kami menghabiskan biaya pesawat yang kurang lebih sama, namun kami dapat sekaligus berkunjung ke kedua kota lainnya. Ada beberapa landmark terkenal yang wajib dikunjungi disini. Fira dan Oia, dua "kota" yang terkenal dengan rumah-rumah bercat putih biru di atas tebingnya. Di tempat ini, keindahan dan orisinilitas Santorini banyak diekploitasi oleh fotografer baik amatir maupun professional. Tak ketinggalan, selebriti tanah air dan internasional beberapa kali mengabadikan momen spesial mereka seperti foto pre-wedding atau saat berbulan madu di spot-spot cantik yang ada di Fira maupun Oia sehingga menginspirasi banyak orang untuk datang. Di bawah tebing Fira, terdapat Old Port Fira yang sayang juga dilewatkan. Jika kamu cukup kuat, kamu bisa menuruni tangga langsung menuju kesana. Namun jika ingin merasakan sensasi yang berbeda, kamu bisa menyewa keledai yang banyak dijajakan di pinggiran tangga. Tarif untuk naik keledai cukup fluktuatif. Jika sepi, kamu bisa mendapatkan harga yang cukup murah sekitaran 7.5 Euro pulang pergi. Alternatif lainnya yang cukup menarik adalah dengan naik cable car. Tarif menaiki wahana ini sekitar 5 Euro sekali jalan. Kami awalnya mencoba untuk turun ke bawah dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit (kadang berhenti sejenak karena panas dan lelah), setelah menghabiskan waktu beberapa saat di tepi pelabuhan, kami kembali ke atas dengan cable car. Di Oia, jangan sampai absen untuk menikmati indahnya matahari yang terbenam. Satu tempat ideal untuk memotret sunset ada di semacam bukit kecil yang dekat dengan laut. Pada saat kami berada disana, ribuan orang berusaha mengabadikan momen sehingga cukup sulit untuk menuju ke tempat tersebut. Akhirnya, sehari setelahnya kami memutuskan untuk mengejar sunset di Fira. Yang jelas, pemandangannya tak kalah luar biasa. Perissa dengan pantai pasir hitam dan airnya yang jernih tidak boleh untuk dilewatkan. Kami mengunjungi tempat ini pada hari terakhir. Laut Aegean sangat tenang, airnya jernih dan segar. Pada musim panas, banyak sekali turis yang berenang atau sekedar main air. Tidak mau bermain air karena hitam tapi tetap ingin nongkrong di Pantai? Bisa juga! Seperti saya yang saat itu lupa membawa baju renang yang sudah dipersiapkan di hotel. Di sepanjang Pantai Perissa terdapat banyak restoran yang menyediakan payung payung beratapkan daun rumbia dan dilengkapi dengan kursi panjang di bawahnya, sehingga kamu bisa berlama-lama disana tanpa takut kepanasan. Dengan biaya sewanya 6 Euro saja, kamu bisa bersantai, tidur, membaca buku, maupun berfoto rio sepanjang hari disitu. Saat itu, kami sengaja berlama - lama di tempat ini sambil menunggu waktu pergi ke Bandara di sore hari. Kawasan wisata lainnya yang bisa masuk list kamu adalah Pyrgos dan Emporio. Di desa yang masuk kawasan Traditional area ini, cukup populer dengan rumah rumah kunonya. Pyrgos letaknya dekat dengan Fira, sedang Emporio berada beberapa kilometer sebelum Pantai Perissa. Jika kamu menggunakan bus untuk berkeliling Santorini, dua desa ini masuk dalam rute bus, sehingga cukup mudah dijangkau. Red beach, Black beach, Hot Spring Volcano, dan Wine Tasting juga bisa kamu agendakan lho saat kemari. Menurut pengalaman kami, jika kamu tidak mau repot merencanakan, kamu bisa ikut tur yang diselenggarakan para agen travel lokal. Biasanya tur dimulai pagi hari, sekitar pukul 8.00 dan kamu juga bisa memilih tempat wisata mana saja yang ingin kami kunjungi. Saat itu kami berencana mengikuti tur Hot Spring Volcano. Dengan fasilitas antar jemput dan juga sewa kapal ke sumber mata air panas, biaya yang harus dikeluarkan sekitar 30 Euro. Tentu saja, harga bisa sedikit bervariasi antar agen travel. Namun karena kami terlambat mendaftar dan waktu yang mepet dengan jadwal pulang, akhirnya kami pun mengurungkan niat. Pengalaman saya dan rekan di Santorini bisa dibilang seperti nano nano yang rame rasanya. Tentu saja, fasilitas dan kehidupan di pulau amat berbeda dengan Eropa daratan. Untuk lebih mengerti situasi kondisi saat berwisata ke pulau ini, berikut tips yang perlu diketahui: 1. MEMILIH HOTEL Saat peak season di Bulan Juli hingga akhir Agustus, rate hotel di Santorini melonjak tajam. Jika di Bulan Mei, hotel pinggir pantai Perissa berkisar 25 Eur per malam, pada periode ini bisa naik sampai 100 hingga 200 Eur per malam. Jikalau ingin dekat dengan pusat keramaian dan landmark populer, sebaiknya memilih hotel atau penginapan di sekitar Fira atau Oia. Namun yang jelas ratenya pasti akan lebih mahal daripada penginapan di Emporio atau jalan besar menuju Perissa. Kami kebetulan menginap di daerah dekat Emporio yang kira - kira membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke Fira dengan bus. Hotel yang kami tinggali tergolong lumayan. Fasilitasnya pun cukup oke, terdapat pula kolam renang di belakang hotel yang bebas digunakan oleh tamu hotel. Untuk kamar dengan double single beds, kamar mandi privat, handuk, dan dapur kecil, kami menghabiskan kira-kira 40 Eur per malam. 2. TRANSPORTASI Perlu digarisbawahi, pusat keramaian Santorini berada di Fira, sehingga jalur transportasi publik seperti bus lokal dan taksi, terpusat disana. Rute semua bus lokal adalah dari dan ke Fira, berangkat setiap 15 hingga 30 menit sekali dengan tarif 1.8-2.4 Euro satu kali jalan. Beberapa desa dan tempat yang dijangkau oleh bus adalah Perissa, Kamari, Oia, Red Beach, dan Airport. Perlu diketahui bahwa bus di Pulau ini mirip dengan Bus Mira Ekonomi AC, yang selama kelihatannya ada tempat, penumpang boleh masuk. Jadi jangan kaget jika bus dengan rute dari Fira ke Oia biasanya penuh hingga berdesak-desakkan. Malangnya, saya termasuk gampang mabuk darat. Karena jalanan dari Fira ke Oia penuh liku -liku naik dan turun, saya selalu berusaha mencari waktu - waktu tertentu dimana bus sedang tidak terlalu padat sehingga saya bisa mendapatkan tempat duduk. Pilihan lainnya yang lebih mudah dan easy going adalah menyewa mobil, motor, atau ATV per hari. Hal ini banyak dilakukan oleh turis karena memang mobilitas di Pulau akan cukup tinggi. Dengan kendaraan sewa, wisatawan dapat lebih fleksibel dan santai. Saat disini, kami menggunakan bus lokal karena kami lupa membawa SIM Internasional. Jadi bagi yang ingin menyewa kendaraan jangan lupakan SIM Internasional dan juga CREDIT CARD. Saya tidak terlalu paham aturan pada penyewaan mobil lokal, namun untuk rental mobil yang cukup bonafit seperti SIXT memberlakukan aturan, pengemudi wajib memiliki SIM dan Credit Card. Jadi harus dipastikan bahwa pengemudi memiliki SIM dan credit card dengan nama yang sama sebagai penjamin. 3. MAKANAN Feta cheese dan Greek Yogurt adalah ikon makanan dari Yunani yang telah mendunia. Karena aromanya yang tidak terlalu kuat, Feta biasanya dihidangkan sebagai toping dalam salad sayur. Yang jadi favorit saya selama disana adalah Frozen Greek Yogurt! Rasanya 'nyess' banget apalagi jika dinikmati saat udara sedang panas-panasnya. Saat membeli yogurt di kafe biasanya kamu dihadapkan pada dua pilihan rasa yaitu plain yogurt alias yogurt tawar atau yogurt yang sudah diberi perisa buah. Favorit saya rasa mangga dengan toping buah-buahan. Pilihan toping lainnya juga tidak kalah seru seperti bubbles, jelly, hingga selai cokelat atau stroberi. Harganya bervariasi mulai 2.5 Euro ke atas tergantung banyaknya yogurt dan jumlah serta variasi topingnya (dihitung dalam gram). Untuk main dishes atau makanan besar khas Yunani biasanya berbahan dasar ikan atau daging. Menurut saya pribadi, masakan disini bukan yang terbaik. Ada beberapa makanan yang terasa kurang cocok di lidah seperti sajian ayam dengan madu, atau ikan bakar yang terkesan terlalu kering. Kurangnya menu sayur di dalam komposisi makanan khas Yunani adalah salah satu hal yang "membuat kurang pas di hati. Mungkin karena saya suka juga masakan yang menyajikan banyak sayur di dalamnya. Namun jika ingin merasakan makanan lokal, ada baiknya mencari restoran yang agak masuk ke dalam dan tidak terlalu dekat dengan pusat keramaian. 4. PAKAIAN Bagi pengunjung yang merencanakan datang saat musim panas atau Summer, siap siap menghadapi cuaca panas ekstrem dengan suhu berkisar antara 30 - 40 derajat celcius. Berbeda dengan udara di Indonesia, panas dan kering khas Mediterrania sangat mendominasi udara pada sekitar Bulan Juni hingga Agustus akhir. Saya sendiri tidak cukup tahan dengan panas yang menyengat ini. Mulai pukul 8 pagi, matahari sudah tinggi dan badan sudah berkeringat. Di musim panas, hampir semua turis mengenakan pakaian dengan bahan kaus yang tipis dan menyerap keringat. Topi dan kacamata hitam adalah asesoris wajib yang harus dikenakan untuk perlindungan, bukan hanya sekedar gaya. Jika kebetulan kamu tidak membawa baju yang tepat, jangan khawatir! Salah satu komoditi yang terkenal dari Yunani adalah katun. Nah, di Santorini banyak toko yang menjual baju - baju katun baik katun murni 100% maupun campuran. Yang spesial di Santorini, kamu bisa dengan mudah menemukan baju - baju dan gaun berwarna putih. Toko - toko pakaian yang dimiliki pengusaha lokal akan banyak kamu temukan di Fira. Harga yang dipatok untuk sehelai atasan atau gaun mulai 20 Euro hingga 100 Euro. Hal ini tentu saja dikarenakan kualitas kain dan presentasi katun yang dimiliki. Pakaian serba putih yang banyak dijajakan ini mungkin ada hubungannya dengan tips beberapa rekan, jikalau ingin berfoto di Santorini, baiknya memakai baju putih supaya semakin terlihat cemerlang. 5. TIPS BONUS... Santorini adalah salah satu tempat ini sangat romantis yang pernah saya kunjungi. Saran saya, ajak pasangan masing - masing untuk mengunjungi tempat ini, menikmati Froyo sembari berburu pemandangan saat matahari tenggelam. Syahdu sekali pastinya! Untuk saya, ini adalah salah satu mimpi yang masih tertunda (curcol :D). Demikian, beberapa tips dan informasi yang semoga dapat bermanfaat bagi kamu yang akan atau sedang merencanakan liburan ke Santorini. Satu hal yang kurang saya sukai dari Santorini adalah hampir semua spot strategis di Fira dan Oia telah dikomersialisasi menjadi restoran, resort, atau apartement sehingga wisatawan yang tidak menginap atau tidak ingin makan disana tidak bisa mengaksesnya. Hal ini tentu saja memiliki imbas dalam memilih makanan dan juga keleluasaan saat mengambil foto. Jika kita ingin duduk di tempat strategis untuk menikmati sunset yang masuk dalam area restoran, otomatis kita harus membeli makanan yang tentunya dipatok dengan harga yang kurang rasional. Begitu juga dengan spot berfoto. Sebagai contoh, Three Bells Fira berada satu area dengan sebuah hotel sehingga akses masuk kesana hanya diperuntukkan bagi tamu hotel. Yang melanggar tidak akan segan - segan untuk diusir keluar. Bagi kamu yang sudah pernah berkunjung ke Santorini, bisa share juga pengalamannya di bagian komentar di bawah ya! Kamu juga bisa baca artikel ini di link berikut: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/11/santorini-dreams-tips-and-things-you-should-know/ Terima kasih dan sampai bertemu di artikel selanjutnya
  11. 3 points
    deffa

    Our 9-day Babymoon Trip in Japan

    Hola Deffa Here!!! Wah dah lama gak posting di forum, karena kesibukan baru di Jakarta. Iya, saya sekarang sudah stay di Jakarta yang tadi nya di Bandung (FYI aja sih ). Anyway, bulan February lalu saya dan istri berkesempatan kembali lagi ke Jepang. Kali ini kami lakukan dalam 9 hari dengan rute Kansai - Kanto: Osaka - Kobe - Kyoto - Takayama - Shirakawago - Yokohama - Tokyo - Odaiba. Nah, yang bikin agak beda adalah perjalanan kali ini kami ber 2,5 orang, maksudnya istri saya sedang hamil, jadi ini adalah Babymoon Trip. Sebenarnya babymoon trip ini tidak di planning sih, tiket AA sudah di beli dari tahun lalu dan kebetulan istri saya hamil deh jadi nya Babymoon. Untuk mengenang perjalanan Babymoon Trip saya dan istri yang pertama ini, maka saya berinisiatif membuat satu Video. Mungkin, jika kalian berkenan untuk menonton nya saya berterima kasih sekali, karena beberapa lokasi di video ini adalah tempat wisata terkenal di Jepang. Oh ya, kalau untuk cerita lengkap perjalanan kami nanti ya, karena pasti panjang dan perlu waktu untuk nulisnya.
  12. 3 points
    Hi Jalan2ers, Masih ingin membagikan pengalaman saat ke Eropa tahun lalu. Selain Paris, Perancis juga mempunyai tempat wisata alam yang sangat indah terutama yang ska dengan petualangan dan hiking. Setelah puas cuci mata di Nice, Cannes dan Antibes, maka tujuan wisata yang menjadi incaran kami kali ini adalah Gorges Du Verdon atau yang dikenal dengan Grand Canyonnya Perancis. yang terletak di Tenggaanya Perancis dan dapat ditempuh dari Nice dengan mobil kurang lebih 2.30 jam perjalanan. Ada Local tour dari Nice jika kita ingin berkunjung ke tempat ini. Salah satu yang menarik dari Gorges Du Verdon adalah danaunya yang berwarna Turquoise . Kita bisa main kano di sini samil menyusurin sungai di sela2 tebing2 tinggi yang keren abis. Tetapi kami tidak mencoba berkano kali ini tetapi hiking dari pont entrance sampai ke danaunya untuk uji stamina hahahahahaha. Sudah ada tangga dan jalan setapak yang dibuat untuk awal2 hiking setelah itu jalanan semakin kecil dan masih alami. Jarak tempuh dati hiking pont sampai ke danau sekitar 6 jam berjalan kaki untuk yang sudah sering hiking. Kami hanya bertahan 1 jam perjalanan karena kondisi jalan yang makin jelek dan diperingatkan oleh para pendaki lokal bahwa peralatan kami tidak memadai untuk melanjutkan perjalanan sehingga hanya menikmati sedikit dari pemandangan yang indah di sini. Gimana ngga diperingatin slaah satu temenku pake high heel hahahahahaha.... Berikut photo2 yang berhasil kami ambil dan maaf kualitasnya kurang bagus karena sinar matahariterik sekali sehingga backlight bagi anda pencinta alam, jangan lewatkan untuk ke Gorges du verdon jika berkunjung ke Perancis. Salam Jalan2
  13. 3 points
    Annyeong cingu.... apa kabar? Kali ini saya mau cerita perjalanan ke korea selatan di musim gugur tanggal 24 oktober-4 november 2017. Sebetulnya masih ada utang FR yg indochina tapi krn gagal submit berkali-kali jd mager (semoga yg ini bisa muncul yah di forum). Trip ini adalah kedua kalinya saya ke korea. Pertama kali yaitu musim semi di tahun 2016, yang mana perginya bareng2 temen berempat selama 7 hari. Tapi utk kali ini saya ‘terpaksa’ pergi sendiri, yg pd akhirnya malah ketemu beberapa temen perjalanan. Kalau ditanya perjalanan yang paling seru, jawabannya adalah Jeju!!! Sumpah ini pulau kereeen dan banyak tempat yg bisa didatengin. Tapi tempat2 di seoul juga asyik sih apalagi dengan pesona daun2 musim gugurnya. Yup sekian pembukaannya... mari lanjut ke isi, jadi ngapain aja sih keluyuran 11 hari di Korea???? 23 okt - direct flight malam jkt-seoul 24 okt-sampe jam 8.20 pagi. Abis lewat imigrasi dan ambil bagasi langsung menuju pengambilan simcard yg sebelumnya udah dibeli pas di indo (dr web trazy) tinggal nunjukkin bukti pesan lgsg deh dapet. Habis itu naik kereta untuk ke GH. Abis check in, ngobrol2 sm staf dan guest lain serta mandi+dandan, lgsg cabut ke Itaewon. Isi perut dulu dengan Samgyetang halal di Ied resto. Setelah itu menuju Haneul Park yg dekat World Cup stadium. 25 okt- pagi2 ke daerah deoksugung palace krn mau nyusurin wall stone street-nya sambil sarapan. Dari sini jalan ke Gwanghamun square lalu ke Gyeongbokgung palace, national folk museum, samcheodong, insadong. Sempet balik ke GH bentar. Setelah itu ke war museum, terakhir myeongdong street. Minta foto sama turis asal Malaysia krn pada pakai hanbok (atas) war museum (bawah) 26 okt-nami island, morning calm garden, krn cuman sempet makan siang roti, pulang dari sini lgsg menuju Yanggood halal lamb bbq. Enaaaak walaupun cukup mahal hahaha. Tapi kan udah ngirit sebelumnya 27 okt- awalnya mau ke Asan krn pengen liat Ginko Tree street. Tapi jauh dan transportnya agak ribet. Akhirnya setelah ngobrol sambil sarapan dengan staf GH, saya pun memutuskan ke tempat2 gratis dan rasanya cocok untuk solo traveler. Pertama pergi ke National Museum of Korea. Setelah itu ke Gwangjang Market yg terkenal dgn bibimbap alley, bindetteok Alley, dll. Perut kenyang lanjut ke Seoullo 7017 (tempat wisata baru di seoul). Foto2 jalan2, duduk2 sambil ‘people watching’. Sorenya ke daerah Hyewa untuk menuju Ihwa-dong Mural Village dan Naksan Park yg terkenal dengan seoul city wall dan night city view-nya. Agak cepet pulang ke GH krn besok pagi sekali akan ke Jeonju. 28 okt- menuju Jeonju menggunakan bus antar kota. Beli tiket on the spot di terminal bus, dapat tiket jam 8.25. Sambil nunggu 1,5 jam sarapan dan beli bekel. Busnya on time lho. Karena hari Sabtu, jalanan padat dan beberapa kali kena macet jadi total perjalanan sekitar 4 jam. Sampe di Jeonju lgsg ke GH pakai taksi. Setelah check in dan beres2 sambil baca2 peta, jalan kaki ke jeonju hanok village. Salah banget deh hari sabtu pas kimchi festival pula. Rameeeee sekali. Sampe mau beli cemilan aja antrinya bisa 15-20 org. Yg saya datangi di Jeonju dengan jalan kaki yaitu, Jeondong Cathedral, Gyeonggijeon, omokdae, jaman mural village. 29 okt-sebelum kembali ke seoul dengan kereta itx, jalan2 pagi sambil cari sarapan yg terkenal yaitu Kongnamul Gukbap (sop tauge) di nambu market. Kembali ke GH, check out, pakai taksi ke stasiun. Disini saya beli snack yg cuman ada di jeonju yaitu PnB chocopie. Nyesel cuman beli 2 karena enak paraaaaah!!!! sampai Seoul lgsg menuju Gimpo Airport utk naik pesawat sore ke Jeju. Yeaaaay!!! sampai2 udah mulai gelap. Pakai bus umum ke Yeha GH(recommended lhoo). 30 okt-di Jeju say pakai bus umum. Dan gampang sih. Alhamdulillah ga pernah nyasar. Waktu tunggu bus pun paling lama 30 menit. Tujuan pertama: pyeoson jeju folk village. Lalu ke Yongnuni Oreum dan Bijari Forest. Malamnya menuji Dongmun Market untuk cemal cemil sblm kembali ke GH. 31 okt- nah mulai hari ini dan besok saya punya teman jalan yg dapet dari forum ini. Kami bertiga ternyata sama2 menginap di yeha dan 1 kamar pula (female dorm) padahal ga janjian lho hahaha. Jam 8 menuju terminal bus untuk ke Seopjikoji. Ini masih 1 wilayah dengan Udo Island dan Seongsan Ilchubong. Dari halte bis terakhir, naik taksi ke sepjikoji ini. Begitu pula dari seopjikoji-terminal ferry yg menuju ke Udo. Karena dekat gak terlalu mahal apalagi dibagi bertiga. Nyebrang pakai ferry sekitar 15 menit ke Udo Island. Terus pakai tour bus seharga 6000 won yg berhenti di 4 tempat wisata utama. Tapi kita cuman ke 2 tempat krn keterbatasan waktu. Pertama ke Udo Peak, lalu ke Hagosudong Beach . Abis itu balik ke tempat naik ferry. Dari terminal, naik taksi ke Pintu masuk Seongsang Ilchubong. Karena lapar, makan dulu di resto yg banyak tersebar disana. Setelah isi tenaga, menaiki tangga ke puncak (kok jadi inget lagi AFI ‘menuju puncak’ oops ketauan umurnya hahaha) foto2 pas sunset sambil istirahat. Saat mulai gelap, turun dan jalan kaki menuju halte bus untuk kembali ke GH. Seongsan Ilchubong (atas) Udo island (bawah) 1 nov - karena kami2 ini penggemar GD (itu lho leader Bigbang) sehabis sarapan pergilah kami ke cafe miliknya yg terkenaaal sekali, selain krn juga bagus banget view-nya. Disini juga ada Bonmal Cafe (yg muncul di drakor) serta cafe2 ucul lainnya. Setelah itu menuju O’sulloc tea farm yg juga ada Innisfree (ada bbrp produk khusus jeju yg ga bisa kita dapetin di seoul lhoo). Nah sorenya ke daerah Jungmun Resort. Tapi karena sudah sore dan lelah, kami hanya ke Cheonjeyoun waterfall dan sekitarnya. Itu pun udah mau tutup kesananya. 2 nov: hari ini kembali ke Seoul. Menginap di GH daerah Sungkyungkwan, yg hype abis, gak kalah sih sama Hongdae tapi entah kenapa lebih homey. Setelah check in dan beberes, roommate yg merupakan cewek dr singapore ngajak makan siang dan jalan bareng. Setelah makan, kami ke seoul forest (banyak yg bisa dilihat disini dan gratisss). Menuju GH sempat mampir ke Dongdaemun Design Plaza lg ada pameran. 3 nov -shopping time hohoho. Ke daerah Dongdaemun Toy Market utk cari titipan ponakan (ini surganya kalau mau beli mainan, ada puluhan toko). Abis itu menuju Myeongdong. Karena agak ribet bawa barang balik dulu ke GH utk simpen barang. Lanjut lagi menuju Namdaemun Market (makin sore itu makin banyak penjual di tengah2 jalan jadi hati2 kalap yah). Setelah puas belanja dan jajan2, saya ke lantern festival di Cheonggyecheon stream. Pas banget baru dibuka hari itu. Pas nyusurin liat2 lampion, eh ketemu roommate di Jeju (ini beda lagi dan doi solo trip juga) dr Indo. Karena udah malam dan lapar kami menuju Grilled Fish Alley di daerah Dongdaemun. Habis itu kita pisah dan pulang ke GH utk packing. 4 nov -waktunya pulang krn penerbangan jam 10 pagi jadinya naik airport bus jam 6.30 dekat dr GH. Yaah sekian highlight atau rangkuman perjalanan saya. Utk secara detail nanti ya kalau rajin hehehe. Tapi kalau ada pertanyaan atau komen silahkan yaa ^^
  14. 3 points
    Berikut adalah kelanjutan perjalanan dari p1 Beijing menuju ke Xi'An dan Shanghai.... Hari 6 : Xi'An Hari pertama di Xi’An kami pergi ke Xi'An National Museum atau Shaanxi History Museum. Naik metro ke Xiaozhai – Line 2 atau 3. Tiket masuknya RMB 30. Sejarahnya Xi’An lumayan menarik. Karena kota ini adalah satu2nya kota yg dengan suksesnya selamat dari berbagai era dan perang lumayan utuh; dan sejarahnya mereka emang panjang banget. Oleh sebab itu kota ini terkenal sebagai kota pelajar; Karena memang banyak universitas2 kelas kakap di sini (dan bukan hanya di jaman ini saja). Mulai dari jaman purba, dan menjadi ibukota untuk berbagai dinasti yg peninggalan sejarahnya lumayan tercatat rapih dan lengkap. Kota ini juga kota awal mulanya komunitas Muslim di China; yg diawali dari perdagangan Jalur Sutra. Museumnya masuknya gratis! Dari Museum, kami pergi ke The Big Wild Goose Pagoda (Dayan Pagoda) – Metro Line 3 stasiun Dayanta. Ini adalah pagoda-nya biksu Tong Sam Chong (Kera Sakti/Sun Go Kong)! Beliau termasuk biksu terkemuka yg telah membuat catatan sejarah yg luar biasa detail mengenai masa tersebut selama perjalanan Beliau ke India. Bahkan catatan beliau telah dipergunakan untuk merekayasa sejarah agama Buddha di India. Dari sini kami berjalan menuju ke Muslim Quarter. Keluar dari stasiun Zhonglou – mentro line 2- dari pintu B dan jalan menuju ke Bell Tower dan belok ke kanan. Muslim Quarter ini adalah jalan yg penuh toko2 makanan Halal dan juga tradisional/khas-nya orang Muslim di Xi’An. Mulai dari kurma yg sebesar kepalan tangan sampai kacang cabe (cabenya hebat banget) dan kue persik yg khas, semuanya ada disepanjang jalan ini. Yg menarik adalah The Great Mosque yg berada di balik jalan ini. The Great Mosque adalah Masjid pertama dan tertua di China. Dibangun oleh Raja China dan diberikan kepada kaum pedagang dari Timur Tengah yg menetap di Xi’An sebagai ‘duta’ Jalur Sutra. Bangunannya persis dengan klenteng, tapi di dalam ruang utama Masjidnya dindingnya penuh ukiran Al-Qur’an. Tiketnya RMB 25 Hari 7 - Xi'An Hari ini kami pergi pagi2 banget ke Emperor Qinshihuang's Mausoleum Site Museum. Atau lebih dikenal sebagai The Terracotta Warrior Museum. Tempatnya lumayan di luar kota, karena konon sejarahnya raja ini dikubur di satu bukit dengan 35 ruangan. Di kuburan utamanya petinya Beliau terbaring diatas ‘danau’ yg terbuat dari air raksa dan kubah-nya dihiasi dengan permata dan dibikin semirip langit malam. Yg ditemui baru 14 ruangan, yg digali baru 7, dan yg bisa ditunjukkan masa (karena isinya lumayan utuh) hanya 3. Untuk kesini kami pergi ke stasiun Wulukou dan berjalan ke arah stasiun kereta (Railway Station). Kamu pergi ke perhentian bus jalur 5, persis di depan China Post dan naik bus 306. Harga tiketnya RMB 7 dan perjalanan kira2 1,5 jam. Karcis masuknya RMB 150, ngantrinya panjang, tapi ada keterangan Bahasa Inggris. Melihat skalanya satu ruangan yg baru 1/3-nya digali saja sudah terpana. Tidak heran kalau kuburannya 1 bukit sendiri. Di bagian belakang (yg belum digali), bisa dilihat sekumpulan orang berusaha keras merakit puing2 patung2 terakota tersebut, ada beberapa patung dalam berbagai tahap rekayasa juga. Keluar dari Museum Terakota, kami harus melewati daerah souvenir yg sudah seperti kota kecil. Tapi saya rasa souvenir yg khasnya bias didapat di dalam gedung Museum. Kami sempat beli persik (karena lagi musim) dan rasanya enak, renyah dan manis. Dari Museum Terakota kami kembali ke pusat kota dan pergi ke Xi'an City Wall – South gate. Kami naik metro line 2 ke Yongningmen dan karcis masuknya RMB 54. Xi'an City Wall adalah satu2nya ‘pagar’ atau ‘benteng’ kota yg masih utuh di China. Dan kami bias jalan diatasnya mengelilingi kota, dan bahkan bisa bersepeda diatas benteng ini. Di South Gate malam hari ada biasanya ada pergelaran dan kalau gak salah harga tiketnya RMB 600an, jadi kami tidak nonton. Malamnya kami pergi ke mall2 disekitar hotel. Hari 8 : Shanghai Pagi hari kami terbang ke Shanghai dan sampai pada sore hari. Malamnya kami pergi melihat Nanjing Road Pedestrian Street, naik subway ke People’s Square (line 1, 2 dan 8). Tempat shopping dan barang2nya mahal2, dan masih gak keliatan barang2 kw. Kami juga naik tram dari ujung ke ujung Nanjing Road, harganya RMB 5. Hari 9 : Shanghai Hari ini kami berangkat ke Shanghai Museum yg terletak diantara Dashijia (Subway line 8) dan People’s Square (Line 1,2,8). Shanghai Museum jadi terasa ‘biasa’ karena kami sudah pergi ke Beijing National Museum yg megah dan Xi’An Museum yg bersejarah. Tapi koleksinya Shanghai Museum juga lumayan banyak dan menarik, terutama lantai lukisan China-nya. Tiket masuknya gratis, tapi untuk koleksi ‘special’ harus mengantri dari pintu lain. Dari sini make pergi ke The Bund untuk naik Huangpu River Cruise. Perjalanan dimulai dari Shiliupu Wharf yg berada di belakang Yu Yuan Garden. Jalannya dari stasiun Yu Yuan Garden (line 10) lumayan juga. Harga tiketnya 120 yuan dan perjalanan total sekitar 50 menit. Kami naik kapal naik-turun sungai HuangPu untuk melihat kedua sisi Shanghai, dimana satu sisi memiliki bangunan2 tua dan sisi satunya penuh pencakar langit. Dari sini kami pergi ke Yu Yuan Garden, tiket-nya RMB 40. Yu Yuan Garden adalah taman bikinan yg penuh dengan berbagai dekorasi yg saya rasa lebih untuk menarik turis. Yg menarik adalah penataan tamannya sehingga taman tersebut terasa lebih besar dan lebih panjang dari ukuran aslinya. Yu Yuan Garden itu dikelilingi oleh toko2 berjualan souvenir, cheong-sam dan makanan. Kalau malam, lampu2 pertokoannya menyala dengan indah. Hari 10 : Shanghai Kami berangkat jam 6 pagi menuju Disneyland Shanghai memakai subway Line 11 – stasiun Disney. Antriannya luar biasa panjangnya; baik untuk X-ray barang bawaan, kemudian untuk masuk Disney (total waktu antri 3 jam), juga di setiap wahana. Selama satu hari kami hanya dapat naik 2 wahana karena terlalu lama mengantrinya. Setelah mengantri selama itu dengan cuaca panas sekali dan orang2 yg saling menyela antrian hanya untuk naik wahana 10 menit, kami jadi malas mengantri lagi dan akhirnya hanya duduk2 saja. Merasa agak rugi juga membayar RMB499 buat masuk Disneyland untuk duduk2. Nah pulangnya yg jadi masalah. Karena menurut website, subway bakalan buka sampe jam 23.00 lewat. Tapi ternyata saat kamu ke Subway jam 10an malem, sudah tutup subwaynya. Tidak ada bus juga karena bus terakhir jam 9an, taxi juga tidak ada sama sekali. Untungnya di China banyak sejenis grab/uber driver. Di Beijing biasanya mobil2nya akan memasang tanda di kaca depan. Di Xi’an maupun Shanghai kami tidak melihat tanda2 tersebut, tetapi ada yg menawarkan jasa mengantar kami pulang. Dan harganya kurang lebih sama dengan naik taksi dari Disneyland balik ke Hotel. Hari 10 : Shanghai Paginya kami pergi ke Qibao Ancient Town. Bagian Shanghai yg masih memiliki rumah2 tua (hampir mirip Hutong di Beijing, tapi jauh lebih kecil dan sempit. Qibao adalah bagian dari Shanghai tua yg dilestarikan oleh pemerintah karena sejarah daerah ini berawal dari dinasti Song sekitar 1000 tahun lalu. Kami naik subway Line 9 ke stasiun Qibao. Untuk jalan2 saja di Qibao gratis, tapi untuk atraksi2 harus bayar sendiri2. Kami kemudian berangkat ke Airport. Sayangnya karena cuaca buruk (badai), semua penerbangan hari itu dibatalkan dan kami harus cari penginapan sendiri (tidak dibantu pihak maskapai maupun bandara). Hari 11: Shanghai Akhirnya dapat penerbangan ke Jakarta langsung dari Garuda! Sekian laporan perjalan saya ke Beijing - Xi'An - Shanghai. Dari perjalanan saya tersebut ada beberapa tips: - Download peta google map China, atau screenshots peta2 karena sampai di China google gak bisa dipake. - Masukan foto2 dari nama tempat2 dan alamat2 tempat2 wisata yang Anda akan datangi, juga nama hotel dan alamat hotel (English dan Chinese) ke HP. Ini akan mempermudah cari jalan maupun bila perlu naik taksi/grab/uber - Selama perjalanan yg saya lihat semua tempatnya bersih, sampah jarang, orang2nya gak ada yg berniat menipu dan malah baik2 banget begitu mereka sadar bahwa kami semua turis kesasar, harga2 juga gak dinaikin gila2an. Emang yg pas ngantri di Disneyland agak mengerikan banget, tapi selain itu semuanya aman tentram dan disiplin. - Barang2 kw gak keliatan sama sekali, sedihnya... - Kalau bias naik kereta dari antar kota. Keretanya cepat dan tepat waktu, sementara penerbangan antar kotanya selalu delay (mungkin karena pas kami disana cuaca emang jelek banget). Waktu-nya kira2 sama, harga lebih murah dan banyak pemandangan. - Xi'An beneran surga oleh2 Halal, terutama di Muslim Quarter. - Selalu sedia uang kecil untuk beli karcis bus/subway/metro. - Kalau terdampar di airport tanpa hotel, tanya petugas yg berjaga di konter maskapai dan sekitarnya apakah mereka tahu penginapan murah. Biasanya mereka punya kenalan/tahu ada losmen murah yg bukan hotel resmi airport. - Jangan khawatir soal Bahasa, di 3 kota ini bus dan subway/metro petunjuknya bilingual (Inggris dan Mandarin). Apa lagi ya? Nanti kalo inget saya tambahin... kalau teman2 ada yg mau penjelasan lebih panjang lagi bilang aja, saya akan coba sebisanya untuk membantu.
  15. 2 points
    Dimulai perjalanan dari Jakarta menuju Kendari, Kemudian kami sudah di jemput oleh orang dari penginapan perjalanan dari Bandara menuju Dermaga tempat Speed Boat kami hanyak 40 Menit. orang biasa menyebut dengan lokasi By Pass Kendari setelah itu melanjutkan perjalanan laut sekitar 2 Jam dan sampailah kami di resort "Labengki Nirwana Resort" tempat menginap (kami mengambil paket tour full board All-in yang disediakan pihak ressort) Mejeng Dulu Depan Kamar: Setelah Istirahat Sejenak dan Makan siang kami langsung diajak Menuju "Blue Lagoon".. sekitar 15 Menit Menggunakan Speed Boat dari Resort setibanya di Blue Lagoon pemandangan nya sangat bagus pantai yang di kelilingi bukit dan tebing kars kars.. tapi masih bingung di mana posisi blue lagoon nya.. Pantai Menuju Blue Lagoon: ternyata oh ternyata kami diajak menaiki lebih tepatnya memanjat karena terjal, belum ada jalan yang dibuat, benar benar alami manjat di bebatuan kars yang tajam (harus pakai sepatu karet, atau sandal gunung) sepatu saat itu kami di pinjamkan dari pihak resort, setelah sekitar 15-20 menit panjat memanjat akhirnya tiba juga di blue laggon blue lagoon: pagi hari berikutnya jam 5 pagi kami sudah bersiap di restorant resort untuk treking "Labengki Lovers Walk" untuk melihat Sekitar Resort dan "Teluk Cinta" teluk cinta ini unik karena pantai nya terlihat seperti bentuk Hati. Teluk Cinta: Pemandangan Dari Puncak Labengki: Treking ini dimulai dari bawah resto resort - puncak labengki - nyebrang kepulau sebrang itu naik kepuncak nya kemudian turun lagi dan pulang nya di jemput nyebrang menggunakan sampan keseluruhan sekitar 1 jam. (untuk labengki lovers walk hanya dapat dilakukan oleh tamu yang menginap di resort, bagi pengunjung umum hanya bisa naik kepuncak untuk melihat teluk cinta melalu sisi sebelah lain bukit tersebut) okeh setelah treking kami siap siap berangkat menuju kepulauan Sombori, (Sombori sudah memasukin Sulawesi Tengah, sedangkan Labengki di Sulawesi Tenggara) jadi antar propinsi hahah.. perjalanan laut sekitar 1 jam naik speedboat, tiba di sombori diharuskan melapor dahulu dan membayar biaya retribusi kemudian meminta guide local untuk mendampingi selama di kepulauan sombori (gak tau berapa bayarnya karena paket kami sudah All-in) kantor Pemerintahan Sombori: setelah pelaporan selesai langsung nyebur untuk snorkling tepat di sekitar kantor ini.. kondisi peraian di labengki dan sombori landai tapi tiba-tiba langsung dalam seperti palung laut dari sekitar 1 meter bisa langsung ke puluhan meter.. setelah puas snorkling kamu berangkat ke spot pertama yaitu "Puncak Khayangan".. 10 menit dari tempat tadi sampai lah di puncak khayangan, dari tempat kapal bersandar harus treking dengan jalur yang masih alami dan terjal sekitar 15 - 20 menit sampailah di puncak khayangan Puncak Khayangan: lanjut menuju spot ke 2 yaitu goa kristal.. sekitar 15 menit perjalanan dari sini, menuju sebuat goa yang dalamnya apabila di sorot dengan cahaya menyala mengkilat seperti kristal, sayangnya susah sekali tertangkap camera hanya bisa di nikmati dengan mata secara langsung. goa kristal: lanjut menuju spot ke-3 yaitu "Pantai Air Kiri" disebut begitu karena di pantainya ada sumber air tawar yang hanya bisa di ambil dengan tangan kiri. sekitar 15 menit perjalanan dari goa kristal. melewati perairan yang sekelilingnya perbukitan dan batuan kars serta pantai pantai dan pulau pulau kecil berpasir putih. akhirnya sampai dan pemandangan yang supeeer.. Pantai nya diapit oleh dua Lautan yang airnya bening seperti kaca. Pantai Air Kiri: lanjut menuju spot 4 yaitu goa berair, 10 menit saja perjalan dari pantai air kiri, menuju goa yang ada dimasuki oleh air laut, banyak terumbu karang besar disini, dan juga banyak sekali bintang laut goa berair: kemudian searah dengan perjalanan kembali ke resort kita mampir di spot ke-5 yaitu pantai "pasir panjang".. ini merupakan spot snorkling terbaik menurut saya karena banyak sekali jenis ikan dan terumbu karang nya dan juga di pasir panjang ada spot yang menjadi icon yaitu dua buah pohon kelapa yang sejajar dan bengkok, seperti pohon kembar. menikmati pantai di hamock yang dipasang di pohon iconic jadi hal yang harus disini heheh pasir panjang: selain menuju spot spot diatas banyak kegiatan yang dapat di lakukan di labengki, misalnya seperti Canoing, Flying Fox, Snorking, Floating-Floating, Tidur di Hamock menikmati Suasana sampai main loncat loncat, di sini U can Snorkling Every Where keluar kamar langsung snorkling pun bisa, di peraian sekitar resort akan di jumpai Kima (kerang raksasa) karena disana adalah habitat species Kima Kegiatan lain: Sekian Sedikit cerita dari Labengki dan Sombori.. mohon maaf kalo berantakan heheh Note: * Asumsi Waktu Perjalanan diatas kami memakai Speed Boat 200pk (Kendari - Labengki - Sombori - Kendari maupun Island Hooping)
  16. 2 points
    maipura

    Liburan ke Bangka...

    izin bikin field report ya.. :) tulisan dan foto nya di copy dari blog :) mohon maaf sebelumnya kalau banyak kekurangan, Liburan Natal kemarin saya dan istri jalan-jalan ke Bangka. Sebenarnya kami sudah jauh-jauh hari merencanakan untuk liburan ke Bangka ini, bahkan tiket sudah kami beli bulan April lalu. Agak khawatir juga sebenarnya ke Bangka di akhir tahun, soale wisata di Bangka kan kebanyakan pantai, sekarang kan lagi musim hujan, gak asik kan hujan-hujan ke pantai... Dan bener aja, empat hari kami disana kemarin setiap hari pasti hujan. Haha Hari pertama, 23 Desember 2017 Kami janjian untuk bertemu di Bandara Depati Amir, saya berangkat dari Palembang sedangkan istri berangkat dari Jakarta, pas kami sampai disana pagi hari pun Bangka baru saja diguyur hujan. Kami berdua punya keluarga di Bangka, saya punya pakwo sedangkan istri ada om, mereka sama-sama tinggal di Sungai Liat. Jadi liburan kali ini kami tidak perlu pusing soal penginapan maupun transportasi. :) Perjalanan dari Bandara Depati Amir ke Sungai Liat kurang lebih 45 menit sampai 1 jam. Kami sampai di Sungai Liat sekitar pukul 10 pagi. Tadinya mau langsung jalan-jalan, tapi ternyata hujan turun lagi. Jadi nya nunggu dulu.. Agak siang sekitar jam 2 siang, hujan sudah reda dan kami pun diajak jalan-jalan oleh kakak sepupu ke Pantai Matras. Dari rumah ke Pantai Matras gak terlalu jauh, sekitar 20 menitan lah. Tapi sebelum ke Pantai Matras kami mampir dulu di Pantai Turun Aban terus jalan ke sebelahnya, Pantai Tanjung Kelayang. Dua pantai ini sepertinya belum di kelola secara profesional, tidak ada fasilitas apa-apa disana, masih alami, hanya ada beberapa pondokan yang dibangun mungkin untuk tempat warga sekitar berjualan. Padahal pantai nya bagus lho.. pasir nya halus, dan banyak batu-batu besar :) Dari pantai ke Pantai Matras kira-kira 5-10 menit. Beda dengan pantai sebelumnya, Pantai Matras sudah lengkap dengan bermacam fasilitas pendukung nya, lokasi parkir memadai, kamar mandi, warung-warung makan, mushalla dan taman-taman. Yang sama dengan pantai sebelumnya kalau kata saya ya pasir pantai nya, pasir pantai nya halus banget.. sayang nya pantai ini sepertinya mengalamai abrasi, pinggiran pantainya mulai terkikis, makanya dibuat pemecah ombak Waktu kami kesana pengunjung nya lumayan rame, pengen rasanya ikutan nyebur ke laut, tapi udah sore dan gak bawa baju ganti, karena dari awal emang gak ada niatan buat mandi di laut.. haha Hari kedua, 24 Desember 2017 Hari ini sama seperti kemarin, hujan dari malam sampai pagi. Baru agak siang hujan reda. Setelah Dzuhur, sekitar pukul dua siang kami pun kembali jalan-jalan. Kali ini yang mengantar om-nya istri ku. Beliau membawa kami ke Puri Tri Agung dan Pantai Tikus Emas. Puri Agung ini sebenarnya tempat ibadah, namun banyak wisatawan yang datang kesini,untuk sekedar foto-foto dan melihat-lihat. Dari Puri Tri Agung, kami kemudian mampir ke Pantai Tikus Emas sebelum pulang. Lokasi Puri dan pantai ini berdekatan soale. Pantai Tikus Emas ini sangat ramai dengan pengunjung. Mungkin karena hari minggu dan kebetulan cuaca-nya mendukung. Tiket masuk kalau tidak salah Rp.3000 per orang, ditambah tarif parkir sebesar Rp.5000. Banyak aktifitas yang bisa dilakukan di Pantai Tikus Emas selain berenang di pantai, yang suka olahraga air bisa maen banana boat atau jet ski, mau balapan ATV ada, permainan untuk anak-anak juga banyak. Lengkap lah pokoknya, gak salah kalau pantai ini ramai. Pantai Tikus Emas bersebelahan dengan Pantai Tanjung Pesona. cottage Tanjung Pesona kelihatan dari Pantai Tikus Emas Malam hari nya kami mengujungi de locomotive, yang masih satu bagian dengan pantai Tongaci, tapi berhubung kalau malam pantainya tutup jadi kami mampir kesini, de Locomotief. Tadinya saya kira tempat ini adalah tempat hiburan malam seperti cafe atau pub gitu, ternyata saya salah. Memang didalamnya ada Bar, tapi selain itu ada juga ruang pamer benda-benda kuno, museum, taman-taman dan tempat makan pastinya. Di tata apik dengan lampu-lampu warna-warni tempat ini cocok sebagai tempat santai dan foto-foto kalau malam. Hari ketiga, 25 Desember 2017 Hari ini kami berencana mengunjungi pantai parai tenggiri dan kebetulan pagi ini tidak hujan. Sekitar pukul sembilan kami bergegas menuju pantai parai tenggiri. Pantai Parai Tenggiri adalah Pantai resort jadi tiket masuknya agak mahal, Rp. 25.000 per orang nya. Sedang asyik-asyiknya menikmati pantai Parai Tenggiri, tiba-tiba hujan turun, sepakat kami pun memutuskan untuk pulang. Sekitar pukul dua siang dan hujan sudah reda, om mengajak kami untuk jalan lagi, kali ini agak jauh. Tujuan kami adalah Danau Kaolin, orang Bangka biasa menyebutnya Kulong Biru. Perjalanan menunju Danau Kaolin dari Sungai Liat memakan waktu kurang lebih 2 jam. Dan jalan masuk menuju ke lokasi nya masih jalan tanah, jadi harus hati-hati kalau habis hujan. :) Menjelang ashar kami tiba di lokasi, tidak ada tiket masuk yang ada hanya biaya parkir sebesar Rp.5000.- Hari keempat , 26 Desember 2017. Hari terakhir kami di Bangka, kami akan pulang hari ini. Saya kembali ke Palembang dan Istri saya kembali ke Jakarta. Jadi tidak ada agenda di hari terakhir ini. Selepas dzuhur kami berangkat ke Bandara setelah sebelumnya mampir sejenak untuk membeli oleh-oleh di BTS. Praktis liburan ke Bangka kali ini kami habiskan di Sungai Liat, Pangkal Pinang tidak tersentuh sama sekali, apalagi Mentok. Padahal saya ingin melihat Museum Timah dan Rumah penginggalan Bung Karno. Mungkin lain kali ya… Sekian field report pertama saya :)
  17. 2 points
    noped

    Review Kereta Api Malabar

    Sedikit Review naik KA MALABAR Bandung - Malang minggu lalu Buat yang suka naik umum, kereta ini sangat cocok dan di rekomendasikan untuk menempuh perjalanan yang cukup panjang dari Bandung – Malang dan sebaliknya. Harga tiket untuk kelas Eksekutif 465k, bisnis 270k, Ekonomi 225k. Untuk menghindari kehabisan tiket, sayapun memesan 3 minggu sebelum keberangkatan menggunakan aplikasi favorite pegipegi Nama kereta api Malabar diambil dari nama gunung berapi yaitu Gunung Malabar. Gunung ini terletak di bagian selatan Kabupaten Bandung dengan titik tertinggi 2.343 meter di atas permukaan air laut. Namun sebagian orang mengatakan nama Malabar tersebut berasal dari singkatan dari jurusan akhir kereta ini, yakni Malang-Bandung Raya (sumber wikipedia) atau lelucon dalam bahasa pejalan Malabar (Mantan Tak Lagi Berkabar). Kelebihan, sudah dilengkapi AC pada semua bagian kelas serta pengisian baterai. Tersedia TV hanya di bagian depan (kelas Eksekutif), Majalah “Rel” yang isinya ringan2 seperti kuliner,obyek wisata (kelas Eksekutif), Bantal mini yang telah tersedia di kursi sejak keberangkatan (kelas Eksekutif), untuk selimut disediakan saat mendekati jam tidur (kelas Eksekutif), AC sentral, bukan split seperti di kelas bisnis/ekonomi, menyewakan bantal tambahan dengan harga 7k Kekurangan kereta ini belum menyediakan wifi gratis, ruang khusus ibadah (mushola) dan AVOD di setiap bangku (kelas Eksekutif) Oh ya saran buat yang akan menggunakan kereta ini, di karenakan perjalanan malam hari dan kondisi suhu di dalam gerbong sangat dingin, gunakan pelindung kaki, jaket yang cukup tebal, pentup mulut dan telinga atau buff masker serta sarung tangan. saya post juga di noped.net
  18. 2 points
    Endar

    Pergasingan, Nirwana di Lombok Timur

    Lombok tidak hanya diberikan keindahan pada pesisir pantainya, tapi juga pada dataran tingginya yang tidak kalah indah. Menjelajahi Lombok Timur, kawasan dataran tinggi Sembalun tidak hanya menjadi salah satu pintu masuk pendakian gunung Rinjani. Sembalun, dataran tinggi yang dikelilingi oleh bukit-bukit berbalut padang rumput ini menyimpan begitu banyak pesona. Bukit pergasingan salah satunya. Berada pada bukit dengan ketinggian 1700mdpl ini kita dapat melihat cantiknya Rinjani dipadu dengan indahnya formasi perkebunan buah dan sayur masyarakat Sembalun. Lelah berkendara tiga jam dari Sekotong ke Sembalun, bergelut dengan truk-truk besar, melewati jalan berkelak-kelok dan harus berhati-hati dengan kawanan monyet yang menyeberang setelah memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, tidak menghilangkan semangat saya untuk mendaki Pergasingan. Setelah menyiapkan bekal dan peralatan untuk bermalam di Pergasingan saya siap untuk mendaki di malam hari. Pendakian saya ditemani oleh satu orang warga asli Sembalun, Pak Agus, yang lebih sering menemani pendakian ke Rinjani dari pada Pergasingan. Bisa dibilang ini pendakian Beliau ke Pergasingan setelah beberapa belas tahun lalu. Jika membawa kendaraan, terdapat parkir motor di akhir perkampungan warga sebelum memasuki pintu masuk. Begitu juga untuk yang membawa mobil, tapi untuk mobil tidak terdapat parkiran tertutup hanya di pinggir jalan saja. Saya memulai pendakian sekitar pukul delapan malam dan bertemu dengan penjaga pintu pendakian Pergasingan di tengah jalan perjalanan saat mereka akan pulang. Restribusi sepuluh ribu rupiah per orang dan mereka memberikan nomor yang dapat dihubungi jika terjadi sesuatu. Saya senang karena bukan tergolong pungutan liar yang tidak bertanggung jawab. Lima menit berjalan dari tempat parkir ke pintu masuk. Pendakian awal adalah anak tangga yang sebenarnya lebih melelahkan dibanding dengan jalan tanah biasa. Pendakian awal tergolong terjal namun masih terdapat area pijakan dan batu untuk berpegang yang cukup membantu. Semakin ke atas pendakian semakin landai karena memasuki bagian atas bukit. Malam itu terang bulan jadi cukup membantu saya untuk melihat jalur pendakian. Setelah 45 menit mendaki, sudah terlihat kelap-kelip lampu kemah para pendaki yang menambah semangat saya tapi juga menjadi sugesti bahwa pendakian sebentar lagi. Target pendakian dua jam dapat dipercepat menjadi satu setengah jam. Mencari tempat mendirikan tenda cukup sulit karena saat itu ramai dan kami tidak cukup mengenal area Pergasingan. Akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan tenda di dekat jalur akhir pendakian walaupun angin secara langsung menerpa tenda. Tenda selesai dan teh hangat datang. Setelah cukup beristirahat saya coba untuk keluar menikmati taburan bintang. Memesona sekali, sinar bulan terang saat itu tidak mengurangi keindahan bintang. Tidak puas kalau tidak mengabadikan momen ini. Angin bertiup semakin kencang dan udara semakin dingin. Akhirnya saya menyerah, kamera saya biarkan di luar untuk foto time lapse dan saya beristirahat.. Pagi hari waktunya menikmati pesona lain, matahari terbit. Saya sedikit berjalan ke timur bersama pendaki lainnya. Sayangnya cuaca tidak begitu mendukung, awan di timur menutupi matahari terbit. Namun pagi yang semakin terang semakin memperjelas indahnya Pergasingan. Rinjani benar-benar megah terpapar oleh kuningnya matahari pagi dan Sembalun benar-benar elok dengan polesan kabut tipis. Saya takjub, saya terpesona. Cukup lama kami berfoto dan kembali ke tenda. Banyak yang mulai membereskan tenda dan turun menghindari perjalanan di siang hari karena kondisi jalur tanpa pohon menjadikan perjalanan yang dapat sangat panas di siang hari. Setelah sarapan mie instan dan minum teh hangat kami membereskan tenda dan turun. Kurang memang rasanya jika hanya satu hari di Sembalun karena masih banyak tempat-tempat memesona lainnya. Lain kali, lain waktu, lain suasana saya akan ke tempat ini lagi. Semoga tetap lestari.
  19. 2 points
    Hola Deffa Here !!! Tips Menulis Itinerary Untuk Syarat Apply Visa Jepang, karena baru-baru ini saya teringat akan sebuah pertanyaan di Facebook saya. Waktu itu seperti ini : A : Kang Deffa, nanya itu kalau Itinerary untuk Apply Visa Jepang nya di tulis lengkap gak ya ? B : Gak perlu kok, yang penting inti nya saja A : Terus kan saya malam pertama nginap di Bandara Haneda, itu ditulis juga di bagian Tempat Tinggal ? B : Ya, di tulis saja tidak jadi masalah kok itu, asalkan di Malam berikut nya di tulis penginapan Fix dan alamat yang lengkap nya A : Ok, kang Hatur Nuhun B : Sami2 Ya sedikit perbincangan tersebut membuat saya tercetus ide untuk menulis Panduan Menulis Itinerary untuk Apply Visa Jepang ini. Karena pasti bagi yang pertama kali ke Jepang masih agak bingung ya. Saya juga mengalami hal itu kok dulu pas pertama kali apply visa jepang, jadi sudah selayak nya saya bagikan tips-tips nya Tapi sebelum nya kalian harus tahu dulu syarat untuk Apply Visa Jepang ya. Dokumen-dokumen yang perlu dilengkapi dalam mengajukan permohonan Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri Paspor maksimal 6 bulan sebelum masa berlaku habis Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram) Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili) Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa) Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang) Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang) Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu) Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan: Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya * Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya). Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 - 8 sebelum diserahkan di loket. Bagi yang termasuk dalam kategori berikut, maka Pemohon maupun anggota keluarga (suami/istri dan anak) tidak perlu melampirkan bukti keuangan (tercantum pada nomor 8). (Bila diperlukan, dokumen tambahan akan diminta untuk melengkapi atau membuktikan hal tersebut). Pemohon adalah karyawan perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia. Pemohon adalah karyawan BUMN. Pemohon adalah karyawan dari perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang. Pemohon adalah karyawan dari perusahaan joint venture Indonesia - Jepang, atau anak perusahaan Jepang, atau cabang dari perusahaan Jepang. Pemohon adalah karyawan dari instansi pemerintah. Pemohon adalah budayawan/ seniman yang sudah go-international; atlit yang sudah diakui ; dekan, profesor, asisten profesor dari universitas; pimpinan museum, atau lembaga penelitian pemerintah maupun swasta. *Bila aplikan ingin mengajukan permohonan visa untuk kunjungan berkali-kali (Multiple Visa), maka harus melampirkan surat penjelasan alasan keperluan kunjungan berkali-kali ke Jepang atau surat penjelasan dari pihak Pengundang. *Untuk visa kunjungan berkali-kali, harap melihat persyaratan visa untuk kunjungan berkali-kali. *Biaya Pembuatan Visa : Single Entry = Rp. 330.000 Multiple Entry = Rp. 660.000 Info Lengkap kunjungi Website Embassy Jepang berikut KLIK Panduan Penulisan Itinerary Pada Formulir Jadwal Perjalanan Pengajuan Visa Jepang Di syarat Dokumen yang harus di siapkan di atas pada point no. 6 terdapat syarat "Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)" Ini berarti kita harus menuliskan semua rute wisata yang akan kita tempuh selama kunjungan kita di Jepang, lengkap beserta Alamat tempat kita Tinggal atau Menginap. Contoh Formulir nya yang telah di download dari link di atas adalah berupa File Microsoft Word seperti ini 01. Tulis tanggal dari awal mendarat (menginjakkan kaki) di Bandara (wilayah Jepang) lainnya 02. Untuk bagian Tempat yang akan di kunjungi cukup Tulis Inti nya Saja misal : Tokyo : Tokyo Disneyland, Tokyo Tower. 03. Untuk bagian Tempat Menginap, tulis lah nama Penginapan sesuai dengan Bukti Booking penginapan tersebut beserta Alamat Lengkap. 04. Jika selama beberapa hari menginap di Penginapan yang sama, di hari berikut nya cukup tulis nama Penginapan nya saja 05. Jika malam pertama Menginap di Bandara. Tulis Bandara tempat Menginap. Misal : Haneda Airport atau Kansai International Airport 06. Di bagian akhir paling bawah, isi lengkap Tanggal dan Tanda Tangan Pemohon Visa 07. Saran walaupun kalian mengisi Itinerary nya hanya Garis Besar saja, namun untuk Tempat Menginap WAJIB SESUAI dengan Bukti Booking yang diserahkan untuk Apply Visa. Note: AirBNB sekarang sudah resmi di perbolehkan di Jepang, jadi kalian boleh menyertakan booking AirBNB sebagai syarat apply visa. 08. Jangan Dummy Booking Tiket Pesawat! Bukti Booking Tiket Pesawat Jangan Dummy Booking, karena beberapa waktu lalu, ada kasus Apply Visa Jepang dengan mengajukan syarat Bukti Pembelian Tiket Pesawat dengan Dummy Booking. Visa nya Approved. Namun ketika di imigrasi Jepang. Bermasalah, karena Bukti Booking yang diserahkan ke Embassy Jepang ketika Apply Visa, berbeda dengan Tiket yang mereka pegang (Dummy Booking menggunakan Garuda, Tiket asli menggunakan Air Asia). Akhirnya mereka di DEPORTASI. Contoh Penulisan Itinerary Formulir Jadwal Perjalanan Pengajuan Visa Jepang Demikianlah semoga berguna untuk teman-teman sekalian, walaupun sepele tapi kadang bikin bingung dan bertanya-tanya. Silahkan di share jika berkenan
  20. 2 points
    Festival Tori no Ichi adalah festival yang dirayakan oleh rakyat Jepang setiap bulan November untuk mendoakan kesejahteraan dan keberuntungan untuk tahun depan. Biasanya dalam setahun, festival ini dirayakan 2 atau 3 kali berdasarkan perhitungan kalender China (tori = ayam). Untuk tahun 2017, Tori no Ichi jatuh pada tanggal 6, 18 dan 30 November. Di Tokyo sendiri, ada beberapa lokasi shrine dan temple yang cukup ramai merayakan festival ini. Yang paling ramai terletak di area Asakusa dan Shinjuku. Kebetulan tanggal 18 November 2017 kemarin saya menginap di Asakusa, sehingga dapat menikmati keramaian festival ini yang hanya beberapa menit dari lokasi hostel saya menginap. Parade di Asakusa sendiri mulai dari depan hotel Richmond yang bersebelahan dengan Don Quijote di Asakusa, bukan parade yang besar. Tapi cukup menarik di lihat. Parade nya dimulai tepat jam 11.45 sesuai jadwal yang ditempel di poster-poster. Selesai mengabadikan parade. Saya pun berjalan kaki menuju 2 lokasi Tori no Ichi di Asakusa, yang hanya berjarak 1.5km dari Don Quijote. 1. Ootori Shrine | 鷲神社 Address: 3-18-7 Senzoku, Taito, Tokyo Access: 15 min. walk from Tawaramachi Station on the Tokyo Metro Ginza Line, 7 min. walk from Iriya Station on the Tokyo Metro Hibiya Line 2. Chokoku-ji Temple | 長国寺 Address: 3-19-16 Senzoku, Taito, Tokyo Access: 10 min. walk from Iriya Station or Minowa Station on the Tokyo Metro Hibiya line Berdasarkan google maps seperti ini. Tidak susah mencari kedua lokasi yang merayakan festival ini, karena disekitar temple dan shrine akan digelar para penjual makanan, snack, dan permainan tradisional dan semakin dekat temple/shrine akan banyak kumpulan penjual Kumade. Inilah yang namanya Kumade, yang paling khas dari festival Tori no Ichi. Semacam jimat dari dekorasi bamboo untuk menarik keberuntungan dan kesejahteraan kita ditahun depan. Harganya dimulai dari 1,000 yen untuk ukuran sekecil tangan. Dan yang paling heboh bisa mencapai harga jutaan yen. Kumade sendiri biasanya didekor sedemikian rupa dengan symbol-simbol penarik keberuntungan seperti Maneki neko (si kucing pembawa keberuntungan), Koban (koin oval emas), karung beras, topeng wanita yang melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran, warna-warna terang dan kuning yang artinya pembawa keuntungan untuk bisnis, dll . Karena Kumade ini adalah buatan tangan, setiap penjual memiliki design yang berbeda-beda . Tradisi nya, setiap tahun orang-orang akan mengembalikan Kumade tahun lalu ke temple/shrine dan membeli Kumade baru untuk tahun depan. Dan tradisinya, Kumade yang baru harus lebih besar dan lebih mahal dari Kumade sebelumnya. Niscaya semakin besar Kumade nya, semakin besar keberuntungan yang didapat. Karena nya kalau mau ikutan beli, belilah dari yang kecil sehingga tahun depan bisa beli yang sedikit lebih besar dan begitu seterusnya. Salah satu yang menarik perhatian dalam membeli Kumade adalah Tejime. Yaitu ritual para penjual bertepuk tangan dan berseru-seru setiap kali Kumade terjual. Si pembeli pun ikutan bertepuk tangan mengikuti si penjual. Ritual ini menandakan Kumade telah sah dibeli dan diharapkan mendatangkan keberuntungan di tahun depan. Ketika pulang, Kumade pun harus dibawa menghadap ke depan agar semua keberuntungan ‘nempel’ ke si empunya Kumade. Puas mengitari shrine dan temple di Asakusa, saya pun mencoba ke lokasi berikutnya yaitu di Shinjuku. Shinjuku Hanazono Shrine | 花園神社 Address: 5-17-3 Shinjuku, Tokyo Access: 3 min. walk from exit E2 of Shinjuku-sanchome Station on the Tokyo Metro Marunouchi and Fukutoshin lines or the Toei Shinjuku line. 7 min. walk from Shinjuku Station on the JR, Odakyu and Keio lines. Kalau saya perhatikan, Shinjuku ini lebih banyak pengunjung western nya. Dari segi besarnya shrine dan antrian orang-orang yang berdoa , lebih banyakan di Shinjuku ini. Hebatnya orang Jepang, antriannya sangat tertib dan dibantu oleh petugas yang memberhentikan antrian setiap kali antrian berada di perempatan jalan, baik jalan raya maupun jalan orang lalu lalang. Antrian ini bisa ber blok blok lho saking panjangnya. Tetapi kalau saya pribadi lebih suka jalan-jalan di shrine dan temple seputaran Asakusa, harga makanan pun lebih murah. Untuk waktu nya. Festival ini dimulai dari tengah malam sampai satu harian penuh. Antara siang dan malam, terus terang atmosfer nya beda-beda. Kalau malam, lampion di shrine dan temple akan menyala sehingga suasana semakin meriah. Berhubung (lagi2) kamera HP saya made in Taiwan pabrikan indo, tidak ada sinar matahari ya semakin challenge mengabadikannya. Jadi saya lebih prefer mendatangi festival ini disiang hari.
  21. 2 points
    Titi Setianingsih

    Pulau Madura Kereeen ..!!

    Jumpa lagi gaaeesss,,para JJ'er yang ruar biasa loyal sama KJJI Tangan sudah gatel nih, lama gak nulis, semoga report saya kali ini menarik. Pingin share info jalan2 kami (baca : Moms RM) di seputar Jawa Timur tepatnya Pulau Madura dan Probolinggo. Kami kesana tanggal 15 - 18 Pebruari 2018 kemarin, berangkat dari Jakarta dengan menggunakan kereta api Ekonomi AC dari Stasiun Senen, ambil yang jam 14.00 dan sampai di Stasiun Surabaya Pasar Turi kurang lebih jam 01.40. Hampir 12 jam di kereta, pasti cape ya ? Tapi karena kami tidur di kereta jadi rasa2nya gak cape, bahkan mobil rental sudah siap menanti dan kami langsung cuzz ke Pulau Madura, di stasiun hanya cuci muka dan sikat gigi saja. Begitu sampai Sampang madura, kami singgah shalat Subuh sekalian janjian sama teman JJ'er yang ada disana, dia sengaja nyegat kami dijalan krn tdk bisa ikutan jalan2 sehingga cukup ketemu sebentar dan tak lupa kasih bekal buat kami. Sarapan pagi masih di Sampang, di pinggir jalan yang kebetulan banyak perahu2 nelayan tertambat, jadi sambil sarapan sambil ambil foto keren, sinar mentari pagi itu sungguh cetar, sementara di Jakarta sana lagi dilanda banjir. Sungguh misteri alam yang masih menjadi rahasia Sang Maha Pencipta. HARI PERTAMA, 16 PEBRUARI 2018 Tujuan kami ke Gili Labak, lokasinya masuk ke wilayah Kabupaten Sumenep, Kabupaten tertimur di Pulau Madura. Sebagai gambaran, di Madura itu ada 4 kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Kalau dari Jembatan Suramadu, kekiri itu ke Kab. Bangkalan, kalau mau ke Sumenep ke kanan. Lumayan lama dari Jembatan Suramadu ke Sumenep, kurang lebih 4 jam dengan menggunakan kendaraan roda 4. Jadi kurang lebih jam 9an kami sampai di pelabuhan kalianget, yang merupakan salah satu penyeberangan menuju Gili Labak. Kami go show aja jadi nyar kapalpun dadakan, yang ternyata juga ketemu calo, sehingga harga sewa kapal lumayan mahal, kami dikenai Rp. 800.000,- PP, itupun sudah ditawar terlebih dahulu. Perjalanan menuju Gili Labak kurang lebih 2jam, mentari sudah panas menyengat, tapi cuaca seperti itulah yang cucok buat foto2 di pantai, foto jadi cerah dan keren. Ini sesuatu banged kan ? Menurut bapak pengemudi kapal, bermain di Gili Labak cocoknya bulan Maret-April, kalau bulan Pebruari angin sedang besar, jadi dikhawatirkan ombak akan besar. Dan nyatanya, kapal2 besar banyak yang bersandar di kalianget karena dilarang berlayar oleh Kepala Pelabuhan. Entah kenapa kapal kecil macam yang kami naiki masih boleh berlayar ke Gili Labak, cuma pesannya gak boleh pulang sore2, maksimal jam 15.00 harus sudah balik ke dermaga kalianget. Tapi namanya Mommy2 kalau udah deket air laut dan pasir mana mau cepat pulang ? Gak ada puas2nya foto dengan berbagai gaya, walau kami gak snorkling krn waktunya yg kurang tepat, cukup puaslah kami menikmati indahnya Gili Labak, pasirnya yg putih, airnya yang jernih, cemara buaya berjejer dengan anggunnya, dan perahu2 kecil berseliweran kesana kemari, juga masih ada yang berani main banana boat, semua perlu keberanian pastinya. Dan begitu sudah mendekati jam 15.00 kamipun sudah berada kembali di kapal, apa yang terjadi ? Beberapa kali kapal balik ke pantai, angin sudah lumayan kencang, kami semua was2, tapi bapak pengemudi kapal memang sangat cakap dan pemberani, ombak yang bergulung-gulung itupun diterjangnya (memang arah pulang itu melawan arus ombak), dan yang ada di kapal hanya bisa bantu dengan doa, semoga kami semua selamat sampai dermaga kembali. Alhamdulillah, kurang lebih jam 17 kami mendarat kembali di pelabuhan Kalianget, salut utk si Bapak, dentuman kapalnya yang keras tertabrak ombak masih terngiang di telinga, kami semua menatap penuh harap kepengin mendapat jawaban yang melegakan dari si Bapak,,,Bapak itu bilang tidak apa2, dan kamipun kasih kode jempol buat si Bapak. Di pojok dermaga ada kamar mandi untuk bilas, dengan tarif Rp. 5.000,-. Sesudah mandi kami mencari makan di sekitar alun2 Sumenep. Dan mata kami tertuju pada sebuah rumah makan yang lumayan bagus, yaitu Rumah Makan kartini, alamatnya di Jl Diponegoro No. 83 Sumenep. Begitu masuk memang lumayan bagus tempatnya, menunya juga lumayan banyak, ada rawon, sate, sop buntut dll, dan ada yang aneh menurut kami yaitu cakee, akhirnya kamipun coba menu yang lain daripada yang lainnya. Rupanya setelah dirasa-rasa mirip2 dengan capcay cuma beda bumbunya, tentu saja kurang nendang bagi yang belum makan nasi. Sambil makan kami browsing2 hotel buat menginap malam ini, maklum ketika di Jakarta browsing via Traveloka tak ada satupun yang muncul nama hotel di Sumenep. Begitu di Sumenep kok muncul ? Selesai makan malam, kami singgah ke masjid Jamik atau sekarang disebut sebagai Masjid Agung Sumenep, yang merupakan icon Pulau Madura juga. Masjid ini sudah berumur ratusan tahun, dididirikan tahun 1.779, dengan arsitektur China dan India menjadikan masjid ini menjadi terkenal dan bahkan merupakan 10 besar masjid tertua di Indonesia, jika wisata religi ke wilayah Madura pasti mampir ke Masjid ini. Beruntung kamipun disempatkan singgah, lokasi ada di depan alun2 Kota Sumenep. Selesai foto2 kami langsung menuju hotel untuk istirahat, kami menginap di Hotel Surabaya yang berlokasi di Jalan Mustika No. 1 Sumenep, lokasinya masuk gang, kami kebagian yang per kamarnya Rp. 140.000 single bed, jika menggunakan extra bed nambah Rp. 40.000 lagi, lumayan murah ya ? HARI KEDUA, 17 PEBRUARI 2018 Pagi hari kurang lebih jam 06.00 kami check out dari hotel, dan mencari bekal sarapan untuk menuju Pulau Gili Iyang, disebut juga Pulau Oksigen karena di daerah ini memiliki kadar Oksigen tertinggi di dunia (ini menurut hasil penelitian dari Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jawa Timur), hal ini juga yang membuat kami mendatangi pulau ini saking penasarannya. Kami terlebih dahulu menuju Pelabuhan Dungkek supaya bisa menyeberang ke Pulau Gili Iyang, dengan menyewa perahu kayu seharga Rp. 500.000,- PP. Waktu menyeberang kurang lebih hanya 45 menit jadi terasa singkat dan tidak was2. Begitu sampai di Gili Iyang sudah ada odong2 yang menunggu kami, okelah kami naik odong2 karena kalau jalan kaki akan lama dan cape tentunya. Sewa odong2 untuk keliling pulau seharga Rp. 150.000,- dan kami sewa 2 buah odong2. Ternyata ada beberapa tempat wisata yang ditawarkan di Pulau Gili Iyang, bukan hanya Titik Oksigen saja, tapi masih banyak yg lainnya seperti pantai, goa dan batu2an unik. Per-tama2 kami singgah ke Titik Oksigen, di titik inilah posisi kadar Oksigen tertingginya, dan kebetulan ada sebuah rumah yang dihuni oleh pasangan suami istri yang usianya sudah diatas 100 tahun tapi masih nampak muda dan sehat, sayangnya mereka tidak mempunyai keturunan sehingga kami tidak bisa membandingkan dengan anak2nya ? Sedikit keraguan muncul, jika ada anaknya maka kami akan bisa membuktikan seusia berapakah anaknya tersebut ? Juga cucunya dan cicitnya barangkali ? Tapi faktanya, di pulau ini banyak sekali orang tua, dan ibu2nya juga kuat2 karena terlihat mereka bisa angkat kayu ataupun galon di kepalanya, sementara suaminya hanya membantu menaikkan barang itu ke kepalanya,,,,(tergetar hati melihat pemandangan seperti ini) Sesudah ngobrol dengan pasangan suami istri tersebut, perjalanan kami lanjutkan ke Batu Cangga, tidak jauh jika dicapai dengan odong2, namun untuk menuju ke lokasi kita tetap harus melewati tahapan jalan kaki. Tapi tak usah khawatir, berjalan diantara kebun2 yang berdaun hijau dan rimbun bisa menjadi terapi awet muda, bukankah ini Pulau Oksigen ? Oh ya, di lokasi ini kami dipungut biaya masuk Rp. 3.000,- katanya untuk perbaikan fasilitas. Dan nyatanya betul, ketika kami browsing tempat ini awalnya tidak ada bambu pengaman sama sekali, jadi kita kudu merambat seperti cicak ke tebing2 batu itu untuk mencapai Batu Cangganya, sangat berbahaya. kalau sekarang, sepanjang tebing dipagari dengan bambu untuk pengaman, supaya kita tidak kecebur ke laut,,,,na'udzubillah, jangan lah yaaaa,,,makanya kudu hati2 dan waspada lihat jalanan, karena jalanannya licin dan sempit. Begitu sampai Batu Cangga, mata kita terbelalak dan mulut kita berdecak kagum, batu unik di tebing lautan luas, pastinya tidak semua orang bisa sampai sini ? benar2 emejing,,, Untuk yang pobia ketinggian disarankan tidak usah kesini, karena didepan kita bener2 laut yang dalam, takutnya lompat, jika perlu bawa pendamping yang benar2 tahu kondisi kita. Setelah puas foto2 di Batu Cangga, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Ropet, Madura kaya akan pantai, namun setiap pantai mempunya keindahan yang berbeda. Kalau di pantai Ropet merupakan spot sunrise yang indah (katanya) karena kami pas sampai sininya sudah siang. Tapi dengan datang di siang hari juga tidak akan menyesal, karena pantainya benar2 cantek, paduan airnya antara hijau dan biru, juga batu2annya unik2. Jangan bosan gaeesssss,,,perjalanan masih panjang, kami malam ini targetnya nginap di Surabaya karena besoknya harus melakukan perjalanan lagi ke Probolinggo, jadi hari kedua ini benar2 padat acara, full time di jalan. Dan supaya Pulau Madura benar2 terkelilingi, maka kami ambil jalan pulang lewat Pantai Utara Pulau jawa, pantainya jangan ditanya, pasti indah dan mengagumkan. Salah satu pantai yang kami singgahi yaitu Pantai Slopeng masih di Sumenep. Kabarnya disini terdapat gundukan pasir yang unik, yang saya bayangkan seperti Gumuk Pasir atau apalah, tapi ini sudah menjadi tanah yang padat menyerupai bukit jadi sudah tidak seperti pasir yang asli lagi. Alhasil kami hanya main2 di pantainya saja, masih dengan pasir putihnya yang menawan. Kami hanya singgah sebentar di pantai ini karena waktu sudah menunjukkan jam 16.00, dan masih ada satu lagi yang menjadi target kami yaitu air terjun Toroan. Konon, air terjun ini merupakan air terjun satu2nya di Madura, dan air terjun yang sangat unik krn airnya langsung menuju ke laut. disamping itu jika datang sore hari akan bertepatan dengan matahari tenggelam / sunset, keindahannya sangat langka, dan ini view yang sangat kami idamkan. Ketika di sepanjang jalan terlihat air laut pasang, kami sudah ber-debar2 jangan sampai nanti tidak bisa turun ke air terjun. Nampaknya keberuntungan masih berada dipihak kami, meski air laut pasang, tapi kami masih bisa menikmatinya, hanya saja tidak bisa dekat2 dengan air karena ombaknya lumayan gede. Subhanallah, ini kali pertama saya lihat pemandangan yang luar biasa indah ini. Alhamdulillah, hari ini tercapainya semua spot yang dituju, cuaca mendukung sekali, terima kasih Ya Allah atas karuniaMU kepada kami semua. Makan malam kami singgah ke Bebek Songkem, karena kalau ke Bebek Sinjai sudah dipastikan tutup. Perjalanan berikutnya menuju Surabaya dan cuzz ke Hotel Walisongo di Jl Petukangan sekitar Ampel, hotel murah yang per malamnya hanya Rp. 100.000an, jika nambah extra bed nambah Rp. 85.000,- (kalau ada yang murah kenapa pilih yang mahal to ?). HARI KETIGA, 18 PEBRUARI 2018. Jam 05.00 kami bergegas keluar hotel untuk menuju Probolinggo, tujuan kami adalah ke Gili Ketapang, spot snorkling yang lagi ramai pengunjung, kabarnya karena murah dan tidak harus menyeberang terlalu lama. Dan nyatanya kami hanya menyeberang sekitar 45 menit dari pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo. Dengan paket sebesar Rp. 100.000,- kita sudah bisa menikmati snorkling, foto underwater, dan makan siang termasuk ongkos kapal PP. Bagi kami Mommy2 yang jarang2 mainan underwater, snorkling di Gili Ketapang sudah cukup menghibur, hitung2 buat latihan. Dan dengan adanya snorkling ini maka jalan2 kami menjadi lengkap, semua terlihat puas dan biaya juga hemat karena kami sharecost. Sekian cerita jalan2 kami ya Gaeeesssss,,,semoga bermanfaat untuk referensi jalan2, dan terima kasih untuk yang sudah membaca sampai tuntas tas tas...!! Terima kasih juga yang sudah berkontribusi di jalan2 ini SALAM JALAN2 INDONESIA,,,,,!!
  22. 2 points
    Ahook_

    Jalan- Jalan Ke Chengdu,Cina.

    Mei 2017. Nah selama 3 hari 2 malam di Chengdu, aku main ke beberapa tempat yang menurutku prioritas deh. Dengan waktu sesingkat itu, sebenarnya kurang puas untuk mengeksplore satu kota. Tapi ya sudahlah, manfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin. Kota Chendgu yang rapi, bersih dan tertata. Setelah checked in di Mrs. Panda Hostel ( bisa baca disini ), hal pertama yang aku lakukan adalah cari makan. Erhmm.. kan 3 hari kemaren, sejak hari pertama naik kereta dari Lhasa, bisa dikatakan belum makan. Yalah, cuma biskuit dan pop mie sehari sekali saja. Bisa baca disini. Banyak sekali atraksi dari anak muda Chengdu.. Dari hotel, aku jalan kaki ke arah Hong Xin Road, sekitar 20 menit jalan kaki. Okey disini, menjadi pusat keramaian. Anak mudanya banyak. Mall bergengsi. Restoran banyak bertebaran. Tempat shopping kelas atas. Dan jika sudah ada di Chengdu, makanan yang wajin dicoba adalah hot pot-nya. Makan Hot Pot// Aku makan di Wonderful Hot Pot di Mall Silver. Bayar 68 CNY per orang. Makan sepuasnya. Semacam Hanamasa kalau di Indonesia. Buat lidahku, kurang cocok. Ya gak salah sih kalau untuk mencobanya. Banyak restoran yang menawarkan hot pot. Aku lihat sih, harganya hampir sama. Entah dimana saja, pasti ramai. Orang lalu lalang. Ya, anak- anak muda Cina, yang katanya kaya- kaya itu. Pas aku disana, sedang ada pre-event untuk satu acara dari salah satu radio terkenal di Cina. Siapapun, boleh ikutan event itu. Buat sekedar berfoto dan sebagainya. Artinya, aku sedang berada di Chengdu... Panda sebagai icon kota Chengdu, jelas terlihat dipusat keramaian tersebut. Ada panda besar yang berdiri ditengah dan ada satu panda yang sedang memanjat keatas gedung, yang kelihatan hanya pantat pandanya saja. Mau kesini sih gampang banget, ada Metro line. Kawasan ini ternyata besar sekali. Dan keramaiannya merata disetiap sudut jalan. Aku sendiri, eksplor sampai setiap jalanannya. Hahahaha… Panda sedang memanjat.. Yang tidak boleh dilewatkan adalah melihat panda aslinya di Giant Panda Research yang berjarak 30 menit perjalanan dari hostel ini. Kamu bisa pergi sendiri naik bus, seharusnya. Tapi karena dari pihak hostel ada penawaran harga bagus, aku pakai jasa dari mereka saja. Sudah termasuk transport pulang pergi dan tiket masuk. Aku bayar 120 CNY per orang. Karena rasa letih dan lelah yang masih terasa dari sisa perjalanan di Tibet dan perjalanan 44 jam naik kereta api tersebut. Harga asli tiket masuk per orang 60 CNY. Paket yang ditawarkan itu adalah paket setengah hari. Jadi jam 11 siang sudah jalan pulang lagi ke hostel. Turis sedang antri mobil, aku pilih jalan kaki... di dalam Giant Panda Research.. Betul kata pihak hostel, untuk kunjungi panda, waktu yang cocok adalah pagi hari. Kalau bisa lebih pagi kesana. Biar bisa melihat panda- panda itu sarapan pagi. Sarapan? Iya, sarapannya, bambu. Kalau sudah lewat jam makannya, panda – panda itu kebanyakan sudah tidur, sudah malas- malasan. Sedang sarapan.. Aduh, sumpah, ngakak lihat panda – panda itu bertingkah. Setelah kenyang makan, mereka itu ya, sebelum bermalasan tidur- tiduran, mereka itu main dulu. Saling ganggu satu dengan lainnya. Ada saja tingkah panda yang buat ngakat pengunjung pagi itu. Malahan ya, yang paling buat tertawa geli ketika 2 ekor panda saling mesra- mesraan, manja-manjaan, saling mengganggu. Jangan lupa, ambil peta lokasi Giant Panda Research. Sedang bermesraan.. Setelah diantar pulang ke hostel, waktu sudah menunjukkan jam 11.30. Manfaatkan wifi hostel untuk mencari informasi tempat yang bisa dikunjungi setengah hari dan berada ditengah kota. Dengan catatan, ada akses mudah menuju ke sana. Suasana di dalam Jin Li Street. Pilihannya adalah Jinli Street. Kawasan belanja yang ramai turis lokal maupun asing itu boleh kamu kunjungi. Yang aku suka kawasan ini, bangunannya yang masih kental dengan nuansa Cina jaman dulu. Sepanjang kawasan tersebut, yang ditawarkan sudah pasti restoran, jajanan, jual souvenir, ada taman dan arsitektur bangunannya yang menarik mata. Jin Li Street. Dari hostel, jalan kaki ke Bin Jiang Street, cari bus stop, tunggu bus no.182. Bayar 2 CNY per orang, kamu akan langsung diantar sampai didepan Wu Hou Temple. Loh kok Wu Hou Temple? Jinli Street tepat berada disebelahnya vihara ini. Jadi sekali dayung 2 pulau terlampui, begitulah kira- kira. Jalan – jalan di kawasan Jinli Street, mungkin bisa habiskan waktu minimum 2 jam kali ya. Atau bisa lebih buat kamu yang betah keliling. Kawasan ini luas sekali. Aku sempat coba makan mie lokal Chengdu. Entahlah, lidahku, untuk mie ini juga kurang cocok. Kalau coba juice mangga sih aku suka. Jin Li Street. Sedangkan untuk Wu Hou Temple, kalau kamu mau masuk, harus bayar 60 CNY per orang. Komplek ini sangat luas. Lebih tepatnya, tempat ini semacam museum sih, menurutku. Kuil ini dibangun untuk menghormati Zhu Ge Liang, seorang Perdana Menteri dan Penasihat terkemuka di era Kaisar Liu Bei pendiri kerajaan Shu. Wu Hou Temple. Sebelum menginggalkan Chengdu dihari terakhir, aku putuskan untuk kunjungi Le Shan Ta Fo – Giant Buddha yang terletak di kota Le Shan, 2 jam perjalanan naik bus dari Chengdu. Tinggal ngesot saja ke sebelah hostel, terminal bus antar kota. Beli tiket dilantai 2. Bayar 53 CNY per orang. Kebetulan waktu itu, jam-nya pas. Tidak perlu tunggu lama, bus tipe minivan isi 6 orang langsung berangkat ke Le Shan. Pagi itu, hujan deras melanda kota Chengdu hingga Le Shan. Untungnya, ketika sudah tiba di Le Shan Ta Fo, hujan berhenti. Oh ya, kalau mau kesini, ada baiknya kamu cari bus yang langsung dari Chengdu ke Le Shan Ta Fo, jangan naik bus yang cuma sampai ke terminal Le Shan saja. Kamu harus naik bus umum lagi ke Le Shan Ta Fo. Repot. Aku diturunkan dipinggir jalan, sudah dikawasan Giant Buddha. Aku sih kemaren tidak baca review-an tentang cara ke Giant Buddha. Dari pengalamanan aku ini, aku cerita deh. Supir minivan itu akan minta kamu pindah ke mobil kecil. Kamu akan diantar sampai di dekat pintu masuk utama. Ini tumpangan gratis. Begitu turun, kamu akan langsung ditawarkan tiket pulang ke Chengdu. Mereka akan bilang, bus ada jam 3, jam 4 dan jam 5. Tergantung kamu keluar jam berapa, bus jam berapa-pun boleh kamu naik. Nah, disini, sebenarnya tidak perlu. Maksudnya tidak perlu ikut naik mobil gratis tersebut ke atas. Giant Buddha.. view dari samping tangga. Foto diambil, sembari tangan gemetaran... Karena, kamu tinggal jalan kaki saja beberapa saja ke arah atas, sudah ketemu pintu masuk ke Giant Buddha. Kalau kamu ikut naik tumpangan gratis itu seperti aku, bisa juga. Tapi dari pintu masuk utama itu, harga tiketnya jadi mahal, bayar 80 CNY + 90 CNY = 170 CNY per orang. Dimana 80 CNY untuk melihat objek wisata lainnya, baru kemudian yang tiket 90 CNY khusus untuk masuk ke kawasan Giant Buddha. Nah, karena tujuanku memang ke Giant Buddha, ngapain bayar esktra 80 CNY. Karena tidak bayar tiket yang 80 CNY, tidak bisa masuk dari pintu utama sini. Jadi, jalan kaki turun lagi kebawah sekitar 1,5 KM sampai dipintu masuk khusus ke Giant Buddha. Pahamkan maksudku tadi, untuk apa ikut tumpangan gratis itu ke atas? Toh kamu harus jalan kaki turun ke bawah lagi. Kecuali kamu memang mau eksplore dari objek wisata yang ditawarkan dari pintu masuk utama tadi. Antri untuk turun ke bawah... Tidak perlu khawatir soal beli tiket pulang balik ke Chengdu, dekat pintu masuk maupun pintu keluar timur dari Giant Buddha, banyak kok yang tawarin tiket bus pulang. Harganya sih aku tidak tahu berapa, tapi aku beli sama yang menawarkan tiket pas turun dari mobil tumpangan diatas, bayar 50 CNY. Mau ke Le Shan Giant Buddha, ada baiknya datang lebih pagi. Biar tidak terburu- buru dan bisa lebih menikmati. Antrian untuk turun ke bawah melihat secara utuh Giant Buddha itu butuh waktu 1 jam loh. Belum lagi kamu harus naik mendaki ( pakai tangga ), tetap butuh waktu kan? Tangga turun ke bawah... Aku sendiri, datangnya sudah siang. Dan harus berburu waktu karena mau kejar pesawat malam buat pulang. Jadinya, aku seadanya saja. Ikutan antri turun kebawah. Selebihnya, pemandangan dan objek lainnya, aku sudah tidak menikmatinya lagi. Akhirnya, di bawah juga.... Sudah sampai disini, ya wajib turun-lah. Le Shan Ta Fo, kerap dijadikan tempat syuting film Cina. Aku sendiri tertarik kesini, juga karena rekomendasi dari film yang aku tonton. Kamu juga bisa ambil paket kapal yang akan membawamu keliling, pastinya, melihat Giant Buddha lebih dekat lagi, tapi tidak bisa turun dan mendekat ke Giant Buddha-nya. Hanya boleh di kapal saja. Puas? Tidak … Masih banyak tempat lain yang bisa dikunjungi. Keterbatasan waktu memang menyebalkan. Hahahah… Mungkin, suatu hari lagi, jika punya kesempatan, aku akan balik ke Chengdu. With Love, @ranselahok www.ranselahok.com ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
  23. 2 points
    Hi Jalan2ers Kali ini ingin membagikan sedikit pengalaman sewaktu jalan2 ke Eropa bulan July 2017 kemaren, kalau dibuat dalam 1 FR puanjang banget deh hahahahaha karena aku pergi selama 21 hari..... Jadi kali ini aku ingin membagikan pengalaman saat ke Itali. Saat bicara tentang Itali, yang muncul pasti Roma, Venezia(Venice), Milan, Pisa tapi kali ini aku ngga akan membahas kota2 tersebut walaupun aku juga pergi ke sana. Aku ingin membagikan pengalamabn pada saat berkunjung ke Cinque Terre. Ada yang sudah pernah mendengar nama Cinque terre? Cinque Terrre adalah 5 desa yang berada di Itali Utara yang sangat indah yaitu Riomaggiore, Manarola. Corniglia ,Vernazza dan Monterosso. Sebenernya untuk ke Cinque Terre bisa dengan menggunakan kereta api melalui kota La Spezia, dikarenakan kami sudah menyewa mobil dari Roma untuk 5 hari selama di Itali jadi kami memtuskan untuk ke Cinque Terre dengan bawa mobill sendiri. Sangat tidakdisarankan untuk membawa monil sendiri karena jalanan yang sempit, terjal dan penh jurang. saat kami pergi saja kabut turun sangat cepat sehigga jarang pandang sangat terbatas, hampir tidak bisa melihat jalan sama sekali sedangkan samping kiri/kana adalah jurang yang terjal, huft lumayan spot jantung juga hahahahahaa. Selain itu spae parkir juga terbatas di tiap desa dan kita harus berjalan cukup jauh dari tempat parkiran ke tengah desanya. Jika naik kereta api bisa langsung sampai di tengah desa. Dikarenakan cuaca yang tidak mendukung, maka kami hanya bisa pergi ke 3 desa saja yaitu Monterosso, Vernazza dan Riomaggiore. Perlu stamina yang cukup baik untuk ke sini karena kita akan trekking naik turun melewatin bangunan/rumah yang berwarna warni di sini. Monterosso adalah desa pertama yang kamikunjungi, daerahnya landai sehingga tidak terlalu menguras energi untuk ke sini. Lami hanya mengeluarkan uang sebesar Euro 15 untuk biaya parkir selama 2 jam di sini. 2. Vernazza Perjalanan dari Monterosso ke Vrnazza dengan menggunakan mobil sekitar 30 menit dikarenakan jalanan yang sempit dan terjal serta kabut sudah mulai turun dan sangat pekat karena cuaca hujan gerimis saat itu. dari tempat parkir mobil, kita harus berjalan kaki selama 15 memit dengan jalanan yang menurun tajam... hahahaha perginya enak karena menurun pulangnya lumayan menanjak. Desa ini lumayan naik turun tidak seperti monterosso yang landai, sehingga lumayan menguras energi sehingga kami memutuskan untuk menikmatin makan siang di sini yaitu Pizza... hahahahhaa . Setelah kenyak, kami meneruskan perjalanan ke desa selanjutnya.... 3. Riomaggiore Dari Vernazza ke Riomaggiore memakan waktu sekitar 45 menit, kabut semakin tebal dan sudah mulai gelap sehingga kami sangat berhati2. Riomaggori lebih besar dibandingkan dengan 2 desa yang sebelumnya dan tersedia gedung untuk parkir mobil. desa ini sangat terjal sehingga trekkingnya lumayan menguras tenaga, naik turun melalui lorong2 sempit rumah2 warna warni dikarenakan cuaca yang tidak mendukung karena kabut di jalanan semakin tebal, maka kami memutuskan hanya berkunjung ke 3 desa saja.. jadi ada alasan untuk kembali berkunjung ke Cinque Terre... hehehehehee Salam jalan2...
  24. 2 points
    Pertama kali, terima kasih banyak buat mas @deffa buat kaus Jalan2 nya..... barang sudah diterima dengan aman dan sempurna di rumah. Sesuai janji sebelumnya untuk buat FR, maka hari ini saya coba sharing pengalaman ke Dubrovnik pada bulan Juli 2017 kemaren. Perjalanan ke Dubrovnik kebetulan salah satu perjalananku yang tidak direncanakan pada bulan Juli 2017. Setelah selesai urusan kantor yang membosankan selama seminggu di Paris, pada saat makan malam dengan teman, tiba2 di layar monitor TV muncul iklan Game of Thrones (GOT) dan pembicaraan kami pun beralih tentang GOT. Kalo yang belom tau GOT, serial ini termasuk 18++ ya, jadi jangan nonton bersama anak kecil atau pasangan tak resmi !!!! Surprisingly teman ini bilang kalo kebanyakan setting King's Landing di GOT itu ada di sekitar Dubrovnik dan kebetulan juga dia tinggal di sana. Secara spontan, dia langsung ngusulin bagemana kalo maen2 ke tempatnya dia. Tanpa pikir panjang walau sedikit shock, malam itu juga kami cari ticket untuk pergi ke sana menggunakan LCC Flight EasyJet. Urusan visa juga dicek, dan sangat kebetulan sekali, visa Schengen bisa digunakan untuk masuk Crotia. Untungnya lagi kebetulan dapat direct flight yang ticket yang lumayan murah (160 Euro pp), jadi malam itu juga kami packing untuk siap2 berangkat besok paginya dan stay di sana untuk 2 hari saja. DAY 1 - DUBROVNIK Penerbangan ke Dubrovnik menggunakan EasyJet berangkat jam 6.55 pagi dari airport Paris Orly dan waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 2.5 jam. Jadi jam 4 pagi udah bangun, cek out dan langsung ngacir pake Uber ke airport. Untuk penerbangan EasyJet, check in harus dilakukan sebelumnya by online, sehingga di airport tinggal drop bagage aja kalo perlu. Sempat was2 sebenarnya kalo aja ada isu, karena emang semuanya serba last minute, tapi syukurlah, semuanya berjalan lancar..... Sesampainya di Dubrovnik, udara hangat bulan Juli langsung menyambut semua pendatang yg turun dari pesawat. Sekilas melihat sekitar airport, landscapenya berbukit dan tanamannya pun khas tanaman yang tumbuh di savana, jadi sedikit mirip dengan kontur di Yunani utara. Dari airport, sempat browsing2 dulu (free wifi) bagemana cara ke kota dan akhirnya bisa tau kalo ada Shuttle Bus yang secara reguler berangkat dari airport ke Dubrovnik Old Town dengan biaya 40 Kuna (1 Kuna sekitar 2150 rupiah). Shuttle bus ini lokasinya agak di luar, ada tulisan ATLAS di depannya, jadi kalo mo hemat, ngga perlu naik taxi, coba liat aja counter bus ATLAS dan beli ticketnya di situ sekaligus nanyain di mana mesti nunggu. Nah nanti kalo busnya udah datang, tinggal masuk, cari duduk dan nungguin supirnya meriksa tiket aja..... penting di sini, kalo udah di dalam bus, ngga bisa bayar tiket, jadi harus balik lagi ke counter busnya untuk beli tiket. Karena frekuensi busnya cuma setiap 30 menit, kalo mesti balik lagi ke counternya, biasanya bus udah keisi penuh dan berarti harus nunggu 30 menit lagi untuk bus selanjutnya. Perjalanan menggunakan bus ke Old Town butuh sekitar 45 menit, dan terus terang pemandangannya bener2 bagus, jadi usahakan cari tempat duduk di sebelah kiri (kalo menghadap depan), karena di sebelah kirilah nanti pemandangan lautnya. Di Dubrovnik, bus nya persis berhenti di gerbang Old Townnya dan semua penumpang harus turun di sana. Kebetulan karena kami berdua mutusin tinggal di hostel aja (soalnya rumahnya agak jauh dari Old Town), jadi kami melanjutkan dengan bus lokal untuk cek in di hostel dan ninggalin bagasi dulu di hostelnya. Kami kebetulan milih Hostel 365 for U dengan biaya 68 Euro untuk 2 malam per orang; hostel ini cukup baru dan bersih, dan kamarnya berisikan 6 tempat tidur. Setelah drop bagasi, barulah kami berangkat lagi ke Old Town menggunakan bus lokal. Di Dubrovnik ada 10 jalur bus dengan biaya 12 kuna per trip atau bisa menggunakan tiket harian sebesar 30 kuna. Nah... karena saya yakin bakal sering pake bus, makanya kami beli tiket harian aja. Sesampainya di Old Town Dubrovnik, kami pun menyusun agenda hari ini untuk keliling Old Town aja. Perjalanan dimulai dari menyisiri dinding benteng yang melingkari seluruh kota tuanya. Untuk menikmati pemandangan dan menyisiri seluruh benteng kota tuanya, butuh sekitar 3-4 jam. Saran saya, untuk menyiapkan botol air sebelum naik ke bentengnya karena di atas tempat jual air tidak terlalu banyak dan kontur bentengnya akan sering naik turun dan menguras banyak keringat. Selama menyusuri benteng kota tuanya, banyak sekali spot2 yang familiar bagi penggemar GOT, jadi siapkanlah kamera untuk mengambil gambar sebanyak mungkin !!! Di atas benteng kotanya juga ada tempat makan, jadi kalo mau istirahat sambil makan siang, pilihannya ada. Es krim juga banyak ditawarkan di sana, karena emang summer bulan Juli, terasa agak panas di sana. Setelah puas mengitari kota tua lewat bentengnya, barulah kami mulai menyusuri bagian dalam kota tuanya. Kota tua Dubrovnik, bener2 terjaga dan tertata dengan saat baik dan suasana medieval zaman pertengahan memang terasa kental sekali kalau kita menyusuri kota tuanya. Di sana juga kita bisa meminta peta secara gratis dari Departement Pariwisatanya sebagai acuan untuk melihat spot2 mana saja yang akan dilalui. Untuk menyusuri kota tuanya secara detail, ini membutuhkan 3-4 jam juga. Tak terasa setelah puas menyusuri kota tuanya, kami baru sadar perut tiba2 udah keroncongan. Ya pas lah, jam 8 malam, aktifitas malam dengan banyaknya restoran di kota tuanya juga bisa dikunjungin. Overall rasa makanan di sana sih sedang2 aja.... tapi yang pasti harga makanan di kota tuanya bener2 mahal coy.... :) Setelah selesai makan, kami pun pulang ke hostel untuk beristirahat. DAY 2 - LOKRUM, MOUNT SRD, FORT LOVRIJENAC Jam 7 pagi kami pun bangun dan segera mandi untuk menghindari antrian di hostel. Kebetulan malam sebelumnya juga kami kurang nyenyak tidurnya karena ada satu penghuni yang ngoroknya gede banget Jadi ya udahlah, mending bangun sekalian, dan siap2 untuk hari kedua. Untuk hari kedua, agenda utamanya kami akan menuju Lokrum, salah satu pulau yang bisa ditempuh selama 30 menit dari Dubrovnik. Lokrum juga menjadi salah satu tempatnya Game of Thrones, di sinilah singgasana Iron Thrones itu berada. Jam 8 pagi, setelah makan pagi, kami pun langsung berangkat ke Lokrum. Kapal menuju Lokrum bisa ditemui di kota tua Dubrovnik dengan biaya 40 kuna one way. Perjalanan ke sana betul2 menyenangkan karena airnya ternyata jernih banget, jadi ikan2 bener2 keliatan kalo kita duduk di bagian tepi kapalnya. Sesampainya di Lokrum, kami pun segera menuju ke counter Departemen Pariwisatanya untuk meminta peta Lokrum. Setelah melihat peta, ternyata Lokrum tidak besar2 amat, jadi kami perkirakan sekitar 3 jam kami sudah bisa menyelesaikan trip ini. Lokrum ini merupakan tempat bekas biara pada zaman dulu, dan masih banyak peninggalan gereja2 tua yang digunakan para biarawan untuk menyepi dan berdoa di zaman dulu. Di sini, saya baru sadar ternyata banyak burung merak liar di seluruh penjuru pulau. Sebagai orang Indonesia, udah sering dong liat Merak, cuma bagi bule2, populasi Merak ini merupakan salah satu daya tarik tersendiri di Lokrum. Pulau ini juga dikelilingi karang2 terjal di semua penjuru pulaunya. Jadi viewnya juga betul2 menarik untuk diexplore dan difoto tentunya. Di salah satu spotnya, ada juga spot tempat orang lokal dan turis untuk mandi. Sempat terpikir untuk ikutan mandi, tapi karena ngga ada baju ganti ya akhirnya ngga jadi deh. Setelah puas muter2 Lokrum, akhirnya kami pun balik ke Old Town Dubrovnik menggunakan kapal ferry yang sama. Di tengah perjalanan balik dari Lokrum, keliatan lumayan banyak cable car menuju salah satu puncak bukit. Menurut teman, nama bukit itu Mount Srd dan di bukit itulah spot terbaik untuk melihat seluruh Dubrovnik dan dia pun menyarankan untuk pergi ke sana. Tanpa pikir panjang, aku pun menyetujui dan langsung menuju pos cable carnya sesampainya di Dubrovnik. Biaya untuk cable carnya sekitar 140 kuna untuk pulang balik. Antrian untuk cable car sih lumayan panjang, jadi kalo mo ke sini, kayaknya yang terbaik sih di pagi hari. Trip di cable carnya sendiri sekitar 15 menit, dan lereng pendakiannya lumayan curam, jadi betul menantang lah proses ke atasnya :) Sewaktu sampai ke atas, baru keliatan pemandangan Dubrovnik dan laut sekitarnya yang bener2 aduhai....... Di atas sini, ada restoran mahal tempat pasangan2 romantis makan malam sambil meliat sunset di ufuk barat. Kebetulan karena ngga ada pasangan, jadi ya acara sunset kami putusin diskip aja :) Di atas sana, angin yang berhembus cukup kuat, jadi sebaiknya membawa jaket yang cukup. Kami di atas sana tinggal selama 2 jam untuk makan siang (fast food) sambil menikmati pemandangan sebelum kami turun lagi ke Old Town. Seterusnya kami pun melanjutkan tour ke Fort Lovrijenac, yang di GOT merupakan salah satu gerbang King's Landing. Untuk ke fort ini, kita bisa menggunakan tiket yang sama pada saat naik dinding benteng kota tua, jadi jangan hilang ya tiketnya. Perlu waktu sekitar 30 menit jalan santai sambil mendaki bukit dan foto2 ke fort ini. Jadi sekali lagi, butuh persiapan air minum yang cukup, karena di tower ini ngga ada orang jual air. Di tower ini sendiri, sebenarnya ngga ada apa, hanya peninggalan tower kosong, tapi view Old Town dari sini betul2 indah. Setelah puas ngambil foto dan memutari tower ini, kami pun kembali kota tua untuk makan malam terakhir dan tentunya melakukan acara wajib.... cari oleh-oleh !!! Sekitar jam 10 malam pun kami balik ke hostel untuk beristirahat dan packing untuk saya siap pulang besok pagi jam 10 untuk penerbangan balik ke Paris dilanjutkan ke Jakarta malamnya. Secara keseluruhan..... Dubrovnik salah satu tempat yang layak dikunjungi untuk menikmati suasana kota2 zaman pertengahan. Dan tentunya jika kamu2 sekalian penggemar2 Game of Thrones, tempat ini adalah salah satu tempat yang harus dijelajah. Sekedar referensi untuk liat perbandingan gambar reality Dubrovnik vs gambar movienya Game of Thrones, bisa dilihat di sini atau di sini. Buat GOT fans pasti udah hapal dong dengan opening songnya.... Sekian sementara sharing FR tentang Dubrovnik !!!
  25. 2 points
    Vaylyn

    Jalan2 di jepang rame2 Help!

    Cb bantu2 jawab ya biarpun blm pernah pergi hehe 1. Untuk hitachi kayaknya ga susah aku liat diwebnya dan dibanding ke hyperdia. Langsung jalan dan transfer pun tetep kena 2270 dari ueno ke katsuta. Pas diuncheck private dan JR doang masih kemasuk disana. 2. Jam 12 kalo baru mendarat memang udah ga ada lagi trainnya. Mas2 masinis perlu bobo juga hahaha. Pilihan jam segitu memang uber/taxi. 3. Kalo makanan halal ini aga sulit sih ya. Level halal orang berbeda2 soalnya. Ada yg asalkan bukan b2, oke2 aja, ada yg ga mau sendok masakny bekas ngaduk kaldu b2, bahkan ada yg ga mau gelas bekas minum pemakan b2 biarpun sudah dicuci, atau kalo sapipun harus tau gimana potongnya. Tapi ada juga yg prinsipnya, 'asal ga ketauan/ga dikasih tau gapapa' kayak sushi sbnrny nasiny kan sdh diaduk sama mirin yg mengandung alkohol. Jadi bantu sertain link andalanku aja ya haha. https://wow-j.com/en/sp/Allguides/tokyo/ https://wow-j.com/en/sp/Allguides/kyoto/ https://wow-j.com/en/sp/Allguides/osaka/ Paling updet setauku deh kalo soal makanan/cafe2 misalkan recomended daerah a,b,c. Ntar cb dibaca2 lagi soal kehalalannya dan cocokny gmn.