Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation since 01/18/2019 in Posts

  1. 1 point
    Dari pertama kali ke Jepang, saya selalu penasaran sensasi onsen di negeri sakura ini, tetapi selalu kebentur waktu/jadwal yang mepet atau tdk pede dengan onsen yang rata-rata minim bhs inggris. Kebetulan utk trip saya ini saya ada jadwal pesawat yang gak memungkinkan utk bolak balik airport ke kota. Jadi akhirnya gak hanya 1x nyoba tp nyoba 2x sekaligus . New Chitose Airport Onsen, terletak di lantai 4 di gedung terminal New Chitose Airport. Untuk nyari escalator nya harus ke lantai 2 bagian keberangkatan (departure) dan menuju ke area shopping world nya. Untuk pengalaman onsen pertama kali, onsen ini recommended bgt karena info bhs inggris cukup memadai, bisa browsing website untuk liat-liat hrg maupun kondisi onsen. Pertama kali masuk kita harus melepas alas kaki dan memasukkannya ke tas kantong yang sudah disediakan baru menuju counter untuk cashier dan information. Di counter, front staff disana memiliki kemampuan bhs inggris yang cukup utk kasi tau kalau kita harus membayar diawal biaya masuk sebesar 1,500yen, nanti kita akan dikasi tas yang isinya handuk ,bathrobe dan gelang kunci sekaligus sebagai alat pembayaran. Disini kalau kita gak request yukata, kita akan dikasi bathrobe standard warna coklat bata. Pengalaman pertama kali karena saya bengong doank pas mas2 nya neranginnya gak bikin tambah jelas, saya terima2 aja bathrobe yang ini. Heheh.. terus nyesel ndiri karena pas udh ngeh, yukata yang lucu-lucu sudah habis. Visit yang ke-2, dari awal saya sudah langsung nunjuk yukata yang saya mau, jadi langsung dikasi tas isi yukata itu. Setelah terima tas handuk+yukata, saya titip koper besar saya ke area penitipan/ cloaking room. Plus titip tas sepatu saya. Baru setelah itu saya liat2 area onsen. (arcade game) (locker kecil berbayar pake gelang kita) Pada dasarnya disini cukup jelas,fasilitas mana yang nambah bayar ataupun all inclusive di 1500yen yang pertama kali kita bayar. Yang membutuhkan barcode dari gelang kunci kita itu menandakan fasilitas itu harus bayar lagi. Di onsen ini , ada self service drink machine yang isinya kopi, teh tawar, green tea dan mineral water. Warna merah dan biru itu untuk pilihan panas/dingin masing-masing minuman. Disebelahnya disediakan juga, gula (bubuk dan cair) beserta creamer nya. Onsen di Jepang ini tidak memperbolehkan memakai baju renang, karena nya dari awal sudah dipisahkan antara ruang ganti wanita dan pria. Dari ruang ganti akan ada pintu langsung menuju kolam pemandian air panas yang sudah terpisah. Perhatikan juga ya tulisan kanji diawal angka di gelang kunci , dan samakan dengan di loker nya. Krn ternyata angka2nya berulang di setiap baris loker. Saya pun kalau gak dibantu org local yg super helpful, juga tdk bakalan ngeh, maksain aja tuh kunci sampai berkali-kali. Disini toiletries nya super lengkap, dari handuk kecil buat basuh, sisir dan sikat gigi yang masih baru, sabun, shampoo,conditioner , lotion, pembersih muka, spray rambut , hairdryer sampai sikat badan semua disediakan gratis disini. Yang kurang itu pasta gigi aja. Ada juga vending machine yang menjual ikatan rambut, sampai celana dalam ganti. Krn nge-trip sendirian, saya gak terlalu self conscious berbugil ria. Lah semua nya jg bugil dan gak kenal pulak. Jadilah sok santai sambil lirik2 ke org lokal harus bgmn dulu. Menuju ke kolam pemandiannya, kita diharuskan mandi di sisi sebelah kolam ada tempat mandi rame-rame yang kurleb seperti di foto (hsl google) cuman bedanya ada sekat2 jadi gak senggol2 amat. Masing-masing ada sabun cuci muka, sabun mandi, shampoo dan conditioner merek keluaran Kracie dari Kanebo. Ada juga bilik shower versi modern tp saya intip toiletries nya justru tidak ada, lagian mendingan mandi sambil duduk2 khan, apalagi sehabis long flight dari Jakarta-Narita-Sapporo. (hasil google bukan dari foto onsen di new chitose ini) Abis mandi langsung siap nyebur. Sebnrnya yang benar rendem kaki dulu biar badan gak kaget , tapi berhubung saat itu Sapporo sudah minus 6 derajat jadi baru berdiri sebentar sudah menggigil. Jadi saya langsung berendam seluruh badan saja.. setelah anget dan mati gaya, baru saya nyobain outdoor bath yang lbh beku lagi. Ternyata seru bgt lho, berendam air panas sementara kita bisa liat snowing. (ini foto dari website nya, susah curi-curi foto disini krn ada aja yg lagi rendem2) Di kolam pemandian ini ada akses ke wc juga, jadi tidak perlu jauh2 ke kamar ganti utk ke wc. Ada akses ke massage berbayar, maupun ke wet dan dry sauna yang gratis. Wet sauna itu kamar steam yang dindingnya ubin, sedangkan dry sauna itu yg dinding nya kayu. Semua nya saya coba. Inget ya kalo di wet/dry sauna itu maximal hanya 10-15menit, yang ada bisa dehidrasi badan kita. Setelah puas mencoba semua jenis sauna yang gratisan, akhirnya stlh bilas baru deh balik ke ruang ganti utk siap2 mo tidur di onsen. Yes… di onsen ini ada fasilitas relaxing room nya dimana kita bisa nginep overnight disini, cukup nambah 1,500 yen yg dibyr pas pulang nanti. Dari tambahan ini besok pagi kita akan dpt breakfast buffet. Relaxing room itu terdiri dari deretan kursi panjang seperti kursi pijat di reflexology, ada tv di masing2 kursi dan bisa reclining juga. Disediakan handuk utk selimut. Karena pada wkt pertama kesini, gak tll penuh, saya ambil handuknya 3lapis. Satu buat alas bdn, satu buat kepala dan satu buat selimut. Mohon jgn ditiru kerakusan saya ini. Sebnrnya ada private room jg, tp hrg room nya start from 5,000 yen. Berhubung saya mau optimal nyobainnya, saya cukup yg relaxing room saja. So far sih gak empuk2 amat tapi gak keras juga kursinya dipakai tidur. Yg jadi mslh krn saya cukup anxious utk early flight keesokan harinya, saya jadi gampang terbangun dengan suara ngorok orang sebelah, pdhal sudah pilih relaxing room yang khusus wanita. Yang tadinya mau bangun jam 6, malah dari tiap 2jam kebangun, yang ada jam 3pagi saya kebangun haus terus foto2 onsen diwaktu sepi.. hehe kalau byk org pasti dilarang foto2 disini.Sayangnya jam 3pagi pun ada aja yg berendem di outdoor bath jadinya saya gak bisa ambil foto disitu. Breakfast buffet di mulai dari jam 6pagi, ada miso soup, nasi, sosis, berbagai sayur fermentasi khas jpn dll. Jgn Tanya halal/tdk ya, saya jg tdk ngerti. Basically onsen di awal dan akhir perjalanan saya ke Hokaido ini merupakan highlight saya saking bahagianya beranget ria di bulan Februari di Hokaido. Untuk info lbh lanjut silakan browse: http://www.new-chitose-airport.jp/en/spend/relax/spa/
  2. 1 point
    deffa

    Rencana pertama kali ke Jepang

    @Fernando Hutapea 1. Cukup kok 3 hari Tokyo 1 hari ke Kawaguchiko dan sekitarnya 2. Cukup PASMO saja, karena ke Kawaguchiko gak di cover JR Pass, atau kalau mau tetap beli pass, beli JR Tokyo Wide Pass, ini cover sampai ke Kawaguchiko 3. Bisa PP, Feb 2018 lalu saya PP dari Tokyo 4. Ke Osaka habis waktu di jalan jadi kurang worth, lebih baik full time di area Tokyo saja 5. Penginapan banyak cek di Traveloka atau agoda saja, untuk referensi daerah Asakusa asik Untuk referensi ini cerita perjalanan saya kemarin ke Kawaguchiko: http://deffautama.com/2018/09/16/babymoon-ke-jepang-part-8-kawaguchiko-akihabara/
  3. 1 point
    kyosash

    Rencana pertama kali ke Jepang

    udah saya jawab di post atas
  4. 1 point
    Ahook_

    Sehari Jalan- Jalan Di Antwerp, Belgia.

    Tanggal 20 April 2018. Kemaren itu aku hanya 4 hari di Belgium, terasa singkat banget ya. Dan kalau ditanya, selama 4 hari itu, ngapain saja di Belgium, aku malah bingung mau jawab apa. Karena ya itu, aku mah ngetripnya santai pakai banget. Bukan yang bangun pagi- pagi buat kesana -sini, terus pulangnya malam- malam. Eh, mungkin itu dulu kali ya.. Sekarang, sepertinya bergeser ala yang malas. Hahahaha... Tapi, kalau sesekali sih okey-lah, atau, memang harus, sudah tidak ada pilihan, seperti harus dailytrip atau local tour yang menarik hati, boleh sih. Toko- toko seputaran Cathedral. Setelah sadar kalau traveling itu kan semacam liburan. Traveling itu kan mau relax, mau menikmati hidup. Lha kalau diburu- buru, bagaimana mau menikmati waktu yang ada? Ini versi aku sih. Tujuan dari traveling kan beda - beda untuk masing- masing orang. Kalau aku sih, sebisa mungkin untuk santai, kalaupun harus grasak- grusuk, ya ayo juga.... Jadi, 4 hari itu di Belgium, 3 hari-nya aku Brussels (bisa baca disini ) dan 1 hari-nya lagi aku jalan- jalan ke Antwerp. Aku naik Flixbuss jam 7 pagi dari North Station bayar 10, 2 Euro untuk pulang pergi ya. Dan pulang dari Antwerp itu jam 8 malam. Lama perjalanan butuh 1 jam untuk sekali jalan. Aku hampir selalu beli online, tiket bus maupun penginapan selama trip aku di Eropa. Aku juga pisahin antara uang yang dibutuhkan keseharian. Jadi, berasa emak- emak setiap kali mau bayar, keluarin dompet kecil punya emak- emak gitu. Central Station. Sepanjang perjalanan sih, tidak banyak yang bisa dinikmati. Lagian cuma 1 jam perjalanan saja, belum merem saja sudah sampai. Begitu sampai di Antwerp, penunpang diturunkan di Central Station. Masih terasa paginya di Antwerp. Masih sepi. Cuaca dingin, sejuk tapi tidak buat mengigil, begitupun matahari terik. Seperti biasa, aku tidak punya itinerary buat daily trip di Antwerp. Aku bahkan tidak tahu harus ngapain. Yang aku tahu, aku jalan saja, ikutin kaki melangkah sembari bertanya pada om Google. Kemana kaki ini harus melangkah? Kemudian, ikutin rombongan demi rombongan saja, aku kok merasa, mereka pasti memberikan petunjuk kepada aku, mau ngapain saja. Lah, sudah pasti-lah, kemanapun rombongan itu pergi, sudah pasti, objek wisata yang dituju. Dari Central Station, aku berjalan menuju Meir, semacam Orchad rd gitu kalau di Singapore. Sepanjang jalan, kanan kiri butik ternama semua. Lha, ngapin ke sana ? Belanja? Kagak... Numpang lewat doang.. Kan itu akses jalannya, kalau mau ke beberapa objek wisatanya, lewati jalanan bermerk ini. Ya, boleh lah, pas lewat, cara berjalannya lebih sombong dikit, padahal mah, tidak berani ngelirik kanan- kiri. Seputaran Cathedral Kalau masih pagi, masih sepi. Toko juga belum banyak yang buka. Orang- orang yang ada juga masih sedikit. Masih tidur kali ya? Wong, pagi- pagi, enakan tidur...Ya nih, kalau bukan untuk daily trip, aku mah tidurnya sampai kadang, teman- teman sekamar sudah pada berhilangan. Maksud hati sih ingin masuk ke museum Rubenshuis, ehh.. pagi itu, masih tutup. Dia bukanya dari jam 10 pagi - jam 5 sore. Mau masuk, bayar ya. Karena aku tidak masuk, aku tidak tahu bagaimana bentukannya di dalam. Untuk sejarahnya, baca saja disini. Cathedral of Our Lady. Kaki berhenti tepat di depan Cathedral Of Our Lady. Kathedral Bunda Maria ini adalah Katedral Katolik Roma di Antwerp. Walaupun konstruksinya berakhir pada tahun 1521, tapi Kathedral ini tidak pernah selesai. Pada bulan Oktober 1533, gereja ini sempat dilahap oleh api dan sempat diselamatkan oleh Lancelot II of Ursel. Gereja Gothic ini, pada awalnya, akan dibangun 2 menara bagian depan yang sama tingginya. Tapi ketika berakhirnya pembangunan ini, kedua menara tersebut malah tidak sama tinggi. Kemudian, pindah ke Het Steen yang tidak berapa jauh dari area Kathedral. Benteng dari pertengahan abad ke-13 ini berada disamping sungai Scheldt dan merupakan bangunan pertama yang terbuat dari batu. Het Steen Aku sendiri tidak begitu lama di Het Steen. Aku kemudian jalan sekenanya saja, jalan kaki, ikutin langkah kaki dan seperti biasanya, tidak jelas. Keluar masuk lorong- lorong tidak jelas, hingga ketemu pasar loak yang sedang banting harga. Lalu sok- sok macam bule lokal, duduk dan jemuran di taman gitu. Eh, benaran loh.. Lebih hangat ketika badan kena matahari. Tidak sedingin hati ini. #ciaattt.... Pasar loak. Hingga waktu makan siang tiba. Saat itu, seingatku, hampir 3 jam, betah duduk santai di salah satu tempat makan dekat Groenplaats. Maklum, ada dinas yang harus diselesaikan. Oh ya, keramaian Antwerp itu disekitaran Groenplaats dan Grote Markt. Museum Aan De Stroom. Terus, kali ini jalan kaki lebih jauh, ke MAS, Museum aan de Stroom. Yups, jalan kaki sekitar 30 menit. Menurutku sih, museum ini biasa- biasa saja. Ya, karena aku memang tidak masuk ke dalam ruangan museumnya. Aku lihat, yang datang kesini pada umumnya juga begitu. Tidak ada yang beli tiket. Jadi, langsung naik eskalator sampai rooftop untuk menikmati sekeliling kota Antwerp. Kalau betah, yang nongkrong di atas. Kalau tidak, ya turun, terus pulang. Okey, overall, menurutku kalau mau jalan- jalan ke Antwerp seharian doang, itu bisa! Bahkan, aku bilang sih, sudah termasuk yang santai. Walaupun begitu, jika ingin bermalam di Antwerp, itu okey juga. Kotanya lebih santai. With Love, @ranselahok www.ranselahok.com ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---