Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation since 08/19/2018 in Posts

  1. 2 points
    enda28

    Alternatif menuju Kyoto dari Tokyo

    hello guys, finally setelah tahun kemarin gagal buat trip ke Jepang dan Alhamdulillah akhirnya bisa mengunjungi Jepang dan unlocked my bucket list trip hehhe. anyway sesuai sama judulnya kali ini saya mau kasih informasi tentang alternatif lain untuk menuju Kyoto dari Tokyo. Kebetulan trip kmren itu karena ada tiket promo airasia rute baru CGK - Narita direct flight, karena dirasa ngunjungin Jepang ga akan puas kalo cuma kunjungin 1 kota aja jadi saya memutuskan buat explore Kyoto dan Osaka juga. begitu sampai di Narita airport kalau kalian travel with budget kaya saya mungkin bisa pake bus menuju Tokyo station dengan tiket 1.000 Yen karena yang saya mau jelaskan sekarang ini adalah menuju Kyoto pake seishun 18 kippu (baca: seishun juu hachi kippu), ada yang pernah denger ga? jadi basicly seishun 18 kippu ini adalah seasonal train tiket yang disediakan oleh pemerintah Jepang buat orang yang mau berpergian baik itu domestik atau wisman menggunakan kereta atau train. Tiket nya itu tersedia hanya pada tanggal tertentu di musim2 Jepang. misalkan musim panas kemarin pas saya kesana tiket nya hanya dijual per tanggal 1 juli smpe 31 agustus tapi bisa valid sampai tanggal 30 September. tiket ini bisa digunakan ga cuma buat 1 orang tapi bisa lebih dari 1 orang, jadi dengan harga tiket 11.850 Yen kalian bisa pake itu buat sendiri buat 5 hari atau waktu itu saya pake untuk ber 2 dengan perhitungan 2 tiket untuk 2 orang pada saat dari Tokyo menuju Kyoto (untuk pergi) dan 2 Tiket untuk 2 orang buat dari Kyoto menuju ke Tokyo (perjalanan balik ke Tokyo). Perjalanan dari Tokyo ke Kyoto itu kalo pake sishun 18 kippu memang terasa lamaa banget sekitar 11 jam karena seishun 18 kippu ini pake JR yang local line jadi mostly berhenti disetiap station, jadi tips nya siapin energi dan waktu aja yah, siapin batrai gadget kalian biar ga mati gaya. Train nya bener2 kaya KRL yang ada di Jakarta tapi dengan umur yang masih muda dan terawat pastinya. Buat rute nya kalian bisa check disini : www.hyperdia.com waktu saya ke Kyoto yang saya inget itu kita harus ganti train sekitar 4-5 kali, kita pake JR tokaido line. kalo dibilang mirip kereta KRL kebayang dong kereta nya bukan yang kaya kereta di Indonesia yng buat ke luar kota yah jadi sebenernya ga tau kita dibolehin makan atau enggak jadi diusahain aja kalian bawa persiapan makanan buat dimakan pas diluar kereta pas harus ganti kereta yah. saya juga mau ngasih tips nih buat temen2 yang pertama kali ngunjungin negara 4 musim kaya Jepang harus bener2 check perkiraan cuaca soalnya saya pun menjadi korban nya, jadi pada saat saya dengan teman saya udah mau setengah perjalanan dari Kyoto menuju Tokyo, tiba2 di station yang harusnya saya ganti kereta tiba2 udah ga ada kereta lagi padahal pas di check di time table hyperdia itu masih ada kereta, jadi karena typhoon (badai) yang menghantam Jepang semua train itu ga boleh beroperasi (kecuali shinkansen) dan harga shinaknsen per 1 kali trip itu sekitar 1,7 juta , kebayang dong saya itu bukan di kota tujuan dan tiba2 udah ga ada kereta, mau pake bus pun ga ada trus akhirnya kita harus mengeluarkan uang lagi buat cari penginapan di deket stastion itu, untung nya kita berhenti di station yang lumayan besar yaitu Hamamatsu dan kami pun menginap dulu di 365base hotel dan melanjutkan perjalanan di hari berikut nya. Sekian cerita dari saya, maaf ga ada actual foto nya karena pas lagi nulis ini lagi kerja dan ga tau mau ngapain jadi mungkin di thread selanjutnya foto nya akan menyusul. semoga informasi nya bermanfaat ya...
  2. 2 points
    Hayhay, Sedang ingin melokal dulu saja nih, ke tempat yang dekat sebelum melunvcur lagi ke tempat yang jauh Diantara kalian ada yang orang Yogya ? atau pernah stay lama di Yogya ? Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan petunjuk dan arah ini yaa Siapa yang tidak kenal dengan Yogyakarta? Daerah Istimewa yang tidak ada habisnya untuk rekomendasi wisata. Long weekend 16-19 Agustus 2018 saya berkesempatan mengunjungi Yogya. Niat saya memang untuk menaiki transportasi umum di tempat ini. Untuk kalian yang senang berpergian sendiri, tanpa memesan paket wisata, semoga cerita saya bisa jadi referensi. Tepat pukul 04.00 Subuh saya tiba di stasiun Tugu Yogya. Saya keluar, belok kiri dan menelusuri jalan hingga menemui perempatan. Sampai di perempatan, saya ambil ke kanan untuk mengunjungi Jalan Malioboro. Nah buat kalain yang ingin menginap di kawasan Malioboro, dalam satu gang ini dari depan sampai belakang semuanya Hotel terjangkau loh : Jl. Kp.Sosromenduran Saya memilih menginap di Malioboro, karena aksesnya sangat dekat. Ini loh Hotel pilihan saya : Hotel Larasati Selain Hotel itu, di dalam satu gang terdapat pilihan beberapa hotel, dari ujung depan sampai ke ujung belakang. Baiklah, hari pertama tujuan tempat wisata saya adalah : 1. Candi Prambanan Tidak jauh dari hotel, saya berjalan menuju halte Malioboro 1. Saya menunggu transJogja 1A. Turun di Halte Pasar Prambanan. TransJogja 1A Halte Malioboro – Halte Pasar Prambanan Saran Saya, jangan malas jalan yaa! Memang sih ada banyak pilihan seperti bentor (becak motor), Ojek, dan Delman. Buat pelancong seperti saya, agak sayang sih! Ini tinggal ke sebrang saja, sudah sampai ke pintu masuk kawasan wisata prambanan. Jadi, jangan malas jalan! Tetap siapkan stamina *kalau bisa. Kawasan Candi Prambanan Harga tiket Masuk saat itu, 17 Agustus 2018 Rp 40,000 untuk turis Domestik. Saya rasa ini cukup mahal, mengingat harga itu hanya untuk ke candi Prambanan saja, tidak untuk satu komplek candi disekitar Prambanan. 2. Candi Borobudur Nah, siapa yang tidak kenal dengan candi ini ! Pernah menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia, dan masih menjadi warisan sejarah dunia. Berangkat dari Halte Pasar Prambanan, saya memutuskan untuk lanjut saja ke candi Borobudur. Saya naik transJogja 1A arah balik menuju Malioboro, namun berhenti di halte Bandara Adisujipto lalu sambung transJogja 5B. Menaiki transJogja 5B, turun di terminal Jombor. Memang banyak juga yang menyarankan naik dari terminal Giwangan, tapi kebetulan saya dapat saran dari petugas transJogja untuk berhenti di terminal Jombor. Tapi memang dibutuhkan kesabaran bila kalian memutuskan berpergian menggunakan transportasi umum. TransJogja bisa dibilamg berputar hampir ke seluruh pusat kota Jogja. Turun di terminal Jombor, kalian akan temui kenek bus yang berteriak “Ayo Borobudur, Borobudur!” sayang saya nggak foto busnya karena terburu-buru waktu itu. Bus itu seperti kopaja kalau di Jakarta. Waktu beroprasi bus ini 05:00am-03:00pm dari terminal Jombor. Dari terminal Magelang, bus paling terakhir pukul 05.30pm (setengah enam sore), lepas itu tidak ada bus lagi ke Yogya. Tarif bus ini relatif sih! Jadi pengalaman saya, pas pertama berangkat pakai bahasa Nasional 25RB setara dengan turis asing di belakang saya. Nah, pas pulang saya pakai bahasa Jawa! Yaa memang kebetulan orang Purwokerto sih hehehe, tarifnya 20RB. Sejen lah, karo wonge dewek aja larang-larang! Hahaha. Beda lah, sama orangnya sendiri jangan mahal-mahal! Gituuh. Halaman utama Borobudur menghadap Gunung Merapi Turun dari terminal, kalian akan ditawari Ojek menuju pintu masuk Borobudur. Tawar saja 10RB, karena tempatnya hampir 1km dari terminal Magelang. HTM borobudur dikenakan 40RB untuk wisatawan Domestik. Kalian bisa memandang Gunung Merapi dari ketinggian. Tetap waspada dan hati-hati yaa! Tangga menaiki candi cukup curam. Patung Budha di atas Candi Borobudur Menunggu Sunset ataupun Sunrise disini memang sungguh indah. Melihat keagungan ciptaan Sang Illahi, Masha Allah. Aslinya lebih bagus daripada fotonya. 3. Keraton Kesultanan Tidak lengkap rasanya kalau kalian datang ke Yogya tanpa melewati Keraton Kesultanan. Lokasinya hanya lurus saja dari jalan Malioboro. Ditempuh jalan kaki sekitar 25 menit saja. Keraton Kesultanan Yogyakarta Yaps, gambar halaman depan Keraton Kesultanan Yogyakarta ! Saya tidak masuk ke dalamnya, karena bagi saya cukup melihat dari luar saja, heheh. Lapangan di depan Keraton Kesultanan Kebetulan, saat itu sedang 17 Agustus perayaan hari Merdeka. Malamnya, akan diadakan konser musik dan beberapa pameran. Di samping jalan, terdapat dua pohon beringin Kramat. 4. Nol Kilometer Jalanan ini hampir mirip kota tua bagi saya. Bangunan tua bekas kolonial Belanda masih berdiri kokoh, yang sekarang digunakan sebagai gedung perkantoran. Perempatan Jalan Nol Kilometer Jalanan ini cukup bersih, udaranya segar, ramai juga. Waktu itu cuaca cukup terik sekitar 38C. Tapi semua terbayar dengan semilir angin dan pohon-pohon besar yang teduh, heheh. Bangunan Pos Indonesia di Nol Kilometer 5. Jalan Malioboro Sengaja saya tempatkan diurutan terakhir untuk wisata di Malioboro. Saya menginap di kawasan Malioboro karena di tempat ini cukup strategis untuk akses transpotasi umum, ataupun bagi yang mau pick up taxi-ojek Online. Dari Stasiu Tugu, hanya keluar lalu belok kiri, menemukan perempatan dan belok kanan. Sampai deh, di Malioboro. Kawasan sekitar Jalan Malioboro Tempat ini menjajakan berbagai macam kuliner Yogya, ada toko pakaian, tas, sepatu dan macam-macam. Dari harga murah sampai yang menengah. Kawasan ini cukup padat, ramai dan tidak cocok untuk berfoto bagi saya. Kalau ingin berfoto di Malioboro, buat saya lebih baik bangun sebelum subuh dan mengelilingi jalan Malioboro yang sepi. Malioboro saat pagi hari Nampak di atas gerobak yang ditutupi terpal biru. Kalau malam, di depan itu semua para pedagang kaki lima menjajakan kaos dan oleh-oleh khas Yogya. Maaf itu kakinya nebeng narsis heheh . Sebenarnya jika kalian memiliki stamina yang cukup kuat, kalian bisa mendatangi kelima tempat itu dalam waktu satu hari. Ambil kereta malam, agar sampai pagi di Yogya. Jadi begitu sampai bisa langsung ke Borobudur lalu lanjut ke kawasan wisata sekitar pusat kota Yogya. Sekian cerita jalan-jalan saya, semoga bermanfaat untuk kalian uang sedang bingung ingin berwisata kemana. Tapi jangan dipaksain loh yaa, nanti sakit tipes lagi heheh
  3. 2 points
    Bluebell

    FR kuliner Osaka - Kyoto - Tokyo

    Gyu-an - Kobe Lalu dari hajime, saya diajak teman menuju kobe.. dan dinner di Gyu-an Ada 1 daging sapi emang beda.. kata teman saya (bukan yang ajak saya makan) mungkin daging sapi kobe.. Setelah makan kita kembali ke hotel... Lanjut nanti
  4. 1 point
    Dantik

    Santorini Day 2

    Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1 Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2 Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3 Hari 6, 10 Mei 2018 : Santorini Day 1 Hari 7, 11 Mei 2018 Hari kedua yaitu hari terakhir di Santorini kami mengambil paket Day Tour yang telah disediakan oleh penginapan. Dengan harga 35 euro/pax, kami berkeliling dari barat ke timur, dari selatan ke utara. Sebelum mengikuti Day Tour yang dimulai pukul 10.30 kami pergi dulu ke Oia menggunakan Local Bus. Memang, sunset di Oia juga termasuk dalam paket Day Tour tetapi tentu berbeda antara suasana pagi dengan sore hari. 1. Oia Dari Terminal Bus Fira kami menggunakan Local Bus ke Oia. Kemudian dari Main Bus Stop & Parking Lot kami berjalan menuju Oia Castle melewati large church at Nikolaou Nomikou square. Dari Halte Bus Utama & Tempat Parkir, berjalan kaki ke selatan 120 meter ke gereja besar di Nikolaou Nomikou square. Pergi ke barat di “jalan utama” sebagai ditunjukkan dalam peta ini. Oia Castle / Fortress memiliki pemandangan yang spektakuler. Kemudian kami kembali ke penginapan menggunakan Local Bus ke Terminal Bus Fira. 2. Profitis Ilias Monastery Ini adalah tujuan pertama Day Tour kami yaitu Profitis Ilias Monastery yang merupakan puncak tertinggi di Santorini. 3. Santo Wines Ini adalah tujuan kami yang kedua yaitu Santo Wines. Santo Wines adalah tempat dimana kita bisa mencoba semua Santorini wine, baik red wine maupun white wine. Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Jika kita tidak ingin menikmati wine, kita bisa menikmati pemandangan dan hanya sekedar berfoto-foto disana. 4. Light House Ini adalah tujuan kami yang ketiga yaitu Light House. Light House berada di ujung paling selatan Santorini. 5. Red Beach Ini adalah tujuan kami yang keempat yaitu Red Beach. Dinamakan Red Beach karena memiliki tebing yang berwarna merah yang merupakan hasil dari lava vulkanik. Pantai merah ini bisa dibilang salah satu pantai paling terkenal dan indah dari Santorini. Terletak hanya beberapa langkah dari situs kuno Akrotiri. Ukuran pantai yang kecil menciptakan suasana yang ramai dan kami memilih untuk tidak sampai ke pantai dan mengagumi pemandangan unik dari batuan vulkanik merah dan hitam dari tanjung. 6. Perissa Ini adalah tujuan kami yang kelima yaitu Perissa. Perissa adalah pantai dengan pasir hitam yang ada di Santorini. Banyak orang yang berenang, berjemur atau hanya sekedar makan siang di restaurant pingggir pantai sambil menikmati suasana laut. 7. Firostefani Ini adalah tujuan kami yang keenam yaitu Firostefani. Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini. Dan ini adalah kali kedua kami mengunjungi Firostefani. 8. Oia Ini adalah ending dari perjalanan Day Tour kami yaitu menikmati Sunset di Oia. Kali ini kami memulai perjalanan kami dari Bus Stop pertama. Tentu berbeda dengan suasana pagi hari, karena lebih banyak orang yang ingin menikmati Sunset di sini. Jika kita membawa pasangan tentu akan terasa lebih romantis, bukan. Santorini adalah tempat yang indah dengan pemandangan Kaldera dan Laut biru Aegea. Siapapun yang kesana pasti akan dibuatnya takjub dengan segala keindahan pemandangan dan budayanya yang khas. Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi kami. Ciao, Santorini!
  5. 1 point
    Halo, aku lg cari partner backpackeran ke Korea pas autumn 2019. udah ada 1 orang yg fix tp kami belum prepare apapun, untuk tiket pesawat lg tunggu promo". Sekalian dong mohon tips dan info yang udah pernah ke Korea pas Autumn gitu. Thank you ^^
  6. 1 point
    min0ru

    Serunya Menghabiskan Akhir Pekan di BSD

    Apa yang terlintas di benak temen-temen semua ketika mendengar kata short getaway? Apakah kabur entah ke mana? ataukah kabur berlibur ke tempat yang keren? Menurut gue, short getaway adalah kabur sejenak dari kesibukan sehari-hari di pekerjaan ke tempat yang tidak jauh dari lingkungan asal gue. Yup! Ngga perlu jauh-jauh dari lingkungan kalian kok. Contohnya nih ya, beberapa minggu lalu gue short getaway ke daerah BSD sedangkan lingkungan gue tinggal di Jakarta yang jaraknya kurang lebih 20 menitan dari BSD, deket banget kan? Siapa bilang di BSD ngga ada tempat keren dan seru? Salah besar tuh! Oke langsung aja deh ya gue sharing beberapa lokasi yang menurut gue keren dan seru plus bisa banget didatengin buat short getaway kalian.. 1. Branchsto Equestrian Park Siapa yang sangka kalo di BSD ada peternakan kuda? Wong gue aja ngga nyangka. Maksud gue, tempat hiburan atau wisata yang ada kuda untuk dinaikin itu sudah biasa, tapi kalo peternakan sih baru pertama kali gue tau dan kunjungin. Tidak ada biaya apapun untuk masuk ke Branchsto tapi kalian harus bayar kalo mau naik wahana seperti ATV, naik kuda, naik kereta, main panah dan sebagainya. Menurut gue, yang bikin tempat ini berbeda dari tempat pada umumnya adalah kudanya besar-besar banget seperti kuda eropa kali ya dan semuanya terlihat sehat dan gemuk lalu kita boleh liat ke wilayah kandang kuda dan bisa liat kuda-kudanya dari jarak deket. Terus di Branchsto juga kita bisa belajar berkuda dengan biaya yang terbilang cukup murah yaitu 250ribu per kedatangan. Lapangan luar juga sudah disediakan jadi pengalaman berkuda bagi pengunjung sangat baik. Branchsto memiliki 1 buah restoran dan beberapa kafe untuk kita yang mau makan siang, FYI Branchsto sudah buka sejak pagi, tetapi biasanya mereka agak siang menuju sore untuk beroperasi penuh saat hari biasa. 2. BSD Xtreme Park Satu lagi nih taman yang gue juga baru tau ternyata seru untuk dikunjungi, karena awalnya gue juga tau dari insta-story temen dan karena rasa penasaran untuk menyambangi tempat baru akhirnya gue masukkin list deh. BSD Xtreme Park ini rupanya dibangun untuk mengakomodir teman-teman yang suka dengan olahraga yang agak tidak biasa buktinya mereka punya bike park, skate park, paint ball field, lapangan untuk panahan, gokart, panjat tebing, dan beberapa lainnya. Salah dua yang gue coba tuh gokart dan panahan. Mirip dengan Branchsto, masuk ke BSD Xtreme Park ini GRATIS! kecuali kita mau main wahana di dalamnya. Bedanya kalau di Xtreme Park ini kita harus beli gelang dulu seharga 30.000 yang nantinya gelang itu bisa diisi saldo sesuai dengan keinginan kita. Kalo kemarin gue main panahan itu harganya 60.000 untuk 30 menit, kita dikasih anak panah sebanyak 10-12 lalu diajari memanah jika belum pernah sebelumnya, nah setelah memanah 10-12 anak panah, kita ambil sendiri deh tuh anak panahnya sendiri (ngga diambilin abangnya) saran gue, ga usah ngincer target yang jauh-jauh tar capek ngambilinnya apalagi kalo meleset kayak gue banyak meleset alhasil jauh ngambilnya. Permainan yang lain yang gue coba juga itu Gokart! 60.000 cuma 5 menit sebentar banget yak?! tapi seru banget kok apalagi kalo mainnya rame-rame. Untuk main ini kita diwajibkan untuk pake helm dan jaket yang sudah disediakan. Yang jarang olah raga siap-siap aja tangan agak pegel soalnya gokartnya ngga power steering 3. Scientia Square Park Sebenernya gue sudah 2 kali main ke Summarecon Digital Center tempat Scientia Square Park ini, tapi baru kali ini gue masuk ke dalemnya. Gue kira cuma taman biasa aja, ngga taunya seru euy! Begitu masuk sudah disambut oleh ayunan dan jungkat-jungkit. Di sini juga bisa panjat pinang tebing tuh. Anyway untuk harga tiket masuk ke Scientia Square Park (SSQ Park) ini kita dikenakan 50.000 / orang lalu di dalamnya bayar lagi kalau mau main wahananya. Di dalam SSQ Park ini juga ada wahana trampolin yang akhir-akhir ini lagi cukup dicari orang, lalu ada juga track untuk main remote control, bahkan di sini ada kuda poni dan delman yang bisa disewa untuk keliling SSQ Park. Salah satu spot favorit di SSQ Park ini tuh ada tempat duduk di bawah pohon rindang, untuk yang mau leyeh-leyeh di bean bag atau pacaran atau bengong duduk di bawah pohon pun enak banget deh (saking enaknya sampe lupa banget foto lokasinya ). Spot utama yang menurut gue paling menarik itu taman bunga matahari! Jujurnya gue belom pernah liat langsung dan pegang bunga matahari. Beberapa minggu sebelumnya ada sahabat gue yang ke Jogja dan berfoto di kebun bunga matahari huff jadi kepengen, eh taunya di sini pun ada! Senang! Bunga matahari itu mekar 2 bulan sekali dan sekalinya mekar hanya 3 minggu. Kalau mau masuk ke taman bunga matahari, kita harus masuk dulu ke Arumdalu Farm dengan membayar / membeli Blue Pea Tea seharga 20.000 atau bisa juga beli paket Tempeh Burger with chips seharga 35.000. Gue sendiri coba yang Blue Pea Tea yang rasanya cukup unik dan bisa berubah warna kalau dicampur dengan jeruk nipis! How cool is that! Nah satu lagi yang menyenangkan kalau temen-temen bawa anak kecil, gue sangat merekomendasikan rumah kelinci. Ada 1 area kecil di mana banyak sekali kelinci dan kita bisa kasih makan wortel dengan hanya membayar 10.000. Gemes-gemes kelincinya. 4. Wisata Kuliner Bagian yang paling gue suka ya kulineran . Boleh kan kalo kulineran gue sebut sebagai wisata? Wisata buat nyenengin perut . Gue yang doyan makan ini serasa dimanjakan dengan banyaknya pilihan makanan di Pasar Modern BSD dan Pasar 8 Alam Sutera. Gimana engga? Kalian sebut aja deh makanan yang biasanya nongol kalau malem hari, rata-rata di sana ada. Contohnya nih ya, nasi goreng gila gondrong obama yang terkenalnya di Menteng, seafood berlimpah, ketoprak, tahu krispi, soto betawi, bebek goreng, pecel lele, chinese food, martabak, dan masih buanyak lagi makanan lainnya yang kalo gw listing di sini nanti berabe ngga kelar-kelar. Sinar Garut (kedai yang menjual minuman). Favorit banget sama minuman di sini. Buah-buahan segar yang diracik dan disajikan bener-bener bikin haus hilang terutama di musim kemarau seperti sekarang ini. Kesukaan gue sih alpuket + kelapa atau alpuket + kopyor. Jadi? Minat weekend getaway ke BSD?
  7. 1 point
    Gabriella Vania Wijaya

    hassle free Taiwan Visa!

    2 hari lagi bakalan traveling ke Taiwan hehe karena punya stock visa yang lumayan jadi bisa digunakan untuk buat visa taiwan gratis. bikinnya cuma 5 menit aja hahaha buat step2nya bahasa inggris bisa cek di http://bit.ly/hasslefree-taiwanvisa program ini khusus untuk penduduk Indonesia, Vietnam, Laos, Myanmar, Cambodia dan India aja. we are so lucky guys buat included juga, karena lumayan loh harga single entry nya >< lebih mahal dari pada visa Jepang .... so gampang sih buatnya, yang penting punya visa/ resident permit yang expirednya tidak lebih dari 10 tahun dari tanggal kedatangan di Taiwan dari negara Eropa, Jepang, Australia, New Zealand, UK &USA. langsung aja ke website https://niaspeedy.immigration.gov.tw/nia_southeast/ setelah pilih bahasa, mereka akan menjelaskan alur dari pembuatan visa, lalu ada penjelasan term and condition dan juga persyaratan yang dibutuhkan untuk membuat visa ini. Selanjutnya tinggal isi aja deh data2 yang mereka tanyakan :) yang terpenting kalian sudah punya tiket pulang pergi, tempat penginapan dan juga visa yang kalian gunakan untuk mendaftar. simple banget, cuma 5 menit and its free! Selamat mencobaaaa
  8. 1 point
    Oh I see, thanks info nya. dah lama gak ke Jogja jadi kangen liat poto2nya @Daniyah Isa
  9. 1 point
    Bluebell

    FR kuliner Osaka - Kyoto - Tokyo

    Osaka 18 - 20 Agustus 2018 Ramenkiou Saya diajak teman saya untuk mencoba ramenkiou di daerah tanimachi 9.. dan kita memesan gyoza Ramen nya menurut saya kuah nya enak... dan gyoza nya kurang banget (alias ga enak) Shirasagido Lalu kita mencoba dessert jepang yaitu mochi dan ice cream matcha.. beda banget mochi nyaaaaa... lembut dan enak... Shirasagido ini berada tepat di seberang hajime kastil Cremia Setelah mencoba dessert coba.. kami jalan lagi dan mata saya melihat ice cream "cremia".. saya langsung membeli.. cone nya beda karena cone nya dari biskuit tp sangat disayangkan es krimnya mencair.. huhhh...
  10. 1 point
    deffa

    FR kuliner Osaka - Kyoto - Tokyo

    Woh, jangan lupa Morning Glory plus Sambal Matah ala thailand nya min, favorit banget itu heheh
  11. 1 point
    aku aku @deffa @Dini Belia tapi autumn ya huhu aku plannya pas libur lebaran >< soalnya biar ga cuti,, sama aku juga blm beli apa2 lagi nunggu tiket promo2 :)
  12. 1 point
    norma sofisa

    Pengalaman Natal di Eropa

    Holiday season is coming! Tanggal 25 Desember lalu, sebagian besar penduduk dunia merayakan Natal yang didefinisikan sebagai hari kelahiran Yesus atau Nabi Isa Al Masih. Dengan segala kontroversi dan silang pendapat yang mulai familiar terdengar di telinga para netizen maupun masyarakat Indonesia setiap Bulan Desember tiba, mari kita rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia maya dan monggo dapat menyimak pengalaman saya selama di Eropa menjelang Hari Natal. Hari Natal adalah hari libur nasional bukan hanya hari besar keagamaan. Tidak seperti Indonesia, hanya rekan - rekan Kristiani yang merayakan Natal. Pengalaman saya tahun pertama di Belanda diundang salah satu teman sekelas untuk melewatkan Hari Natal bersama. Awal Desember, kami mengadakan makan malam bersama dalam rangka menyambut liburan, dan ia menanyakan akan kemanakah saya saat Natal. Tentu saja, saya yang masih Indonesian minded menjawab dengan mantap bahwa saya akan melewatkan Natal di rumah saja. Ia tampak khawatir dan kemudian mengundang saya untuk brunch di hari kedua Natal pada tanggal 26 Desember. Saat saya menyambangi kediamannya, saya disambut dengan sangat baik. Ia menghias meja makan dengan hiasan khas Natal berwarna merah serta bunga pohon pinus. Saya cukup terkesan dengan hal tersebut. Ia pun bertanya bagaimana saya merayakan Natal di Indonesia dan mengapa saya tidak kembali ke Indonesia saat Hari Natal. Saya berusaha menjelaskan bahwa Natal adalah hari besar umat Kristiani di Indonesia. Kami, yang muslim, tidak merayakan Natal secara khusus meskipun pada Hari Natal seluruh masyarakat Indonesia diliburkan. Di sisi lain, karena kami Muslim, kami memiliki hari besar yang kami rayakan yaitu Hari Raya Idul Fitri yang menjadi penutup Bulan Ramadhan dan juga Hari Raya Idul Adha, yang menjadi penutup musim haji. Teman saya surprise dengan cerita yang saya sampaikan. Selama ini ia mengira bahwa Natal adalah hari libur bagi semua orang di dunia. Dan tiap orang yang ia kenal juga berpikir demikian. Kebetulan, ia tidak terlalu terafiliasi dengan agama tertentu. Di Belanda, baik orang yang masih mempraktekkan ajaran agama Kristen maupun tidak, selalu merayakan Natal. Natal identik dengan hari libur bersama yang wajib dihabiskan bersama dengan keluarga. Agenda ke gereja hanya dilakukan bagi mereka yang masih teguh menjalankan ibadah. Natal adalah saat seluruh keluarga berkumpul dan berbagi hadiah Ya! Seperti yang mungkin teman - teman sering lihat di televisi, film Natal sering menggambarkan adegan seluruh keluarga saling menaruh kado di bawah pohon Natal dan begitu bersemangat saat membukanya. Saya mempunyai pengalaman yang cukup unik di tahun pertama saya di Belanda. Waktu itu saya tinggal dengan 2 orang roomates di apartemen. Pada tanggal 24 malam, salah satu roomate yang tidak pulang kampung, mengetuk pintu kamar. Ia menyodorkan bungkusan kecil sambil mengatakan bahwa ia memiliki kado kecil untuk saya. Saya mendadak terharu namun juga malu. Saya sama sekali tidak terpikir bahwa ia akan memberikan saya hadiah meski ia tahu saya tidak merayakan Natal. Saya sedikit malu karena saya tidak memiliki apapun untuk membalas hadiah yang diberikannya. Ia kemudian meminta saya untuk turun dan bergabung dengan teman - temannya untuk makan malam bersama. Sungguh saat itu adalah salah satu momen yang menarik karena diantara kami semua, hanya ia yang merayakan Natal. Teman - teman yang lain sengaja membuat acara makan malam karena ia tidak dapat pulang ke negaranya dan merayakan Natal bersama keluarga dekat. Sehari setelahnya, saya dan dua sahabat saya dari Indonesia bertemu dan makan siang bersama setelah mereka selesai misa di gereja. Bahkan saya sempat memenuhi undangan teman saya yang mengadakan konser dalam rangka Natal. Sungguh hari yang sibuk namun menyenangkan dan membuka wawasan baru saya tentang Natal. Tidak semua yang merayakan Natal memasang pohon Natal di rumah Pohon Natal yang setiap akhir November sudah ramai terpasang di berbagai tempat publik awalnya bukanlah bagian dari ritual keagamaan Natal. Meskipun awal sejarahnya masih sering diperdebatkan, Pohon Natal telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu oleh Kaum Pagan sebagai penanda festival musim dingin (sumber: https://www.whychristmas.com/customs/trees.shtml). Tradisi itu terus berlanjut hingga kaum Kristiani di Skandinavia pun memasang pohon Natal yang dikatakan awalnya sebagai simbol penolak bala dan tempat burung burung singgah saat Natal tiba (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Christmas_tree). Karena berbagai alasan itulah, teman - teman dekat saya kebanyakan tidak memasang pohon dan hiasan Natal di rumah mereka. Satu teman dekat memiliki pohon Natal di rumah pun karena keponakannya yang masih balita sangat ingin sekali menaruh kado-kado di bawah pohon Natal, seperti dalam film. Di sisi lain, beberapa pohon Natal yang memakai pohon cerama asli biasanya dipasang di depan stasiun besar Rotterdam dan di depan Rumah Sakit Anak Erasmus MC Sophia. Namun tidak seperti di tempat lain kebanyakan, pohon Natal tersebut dihias dengan sederhana dan bahkan tidak menyertakan simbol keagamaan. Santa Klaus datang di hari yang berbeda - beda tergantung negara Tentu sebagian besar dari kita familiar dengan seorang kakek tua berbadan tambun, berjanggut putih tebal, berbaju merah hangat, dan setiap melangkahkan kaki ke dalam rumah di malam Natal memiliki tawa khas, ho..ho..ho! Dialah Santa Klaus! Yang sejak tahun 1931, digambarkan berwajah lucu nan ramah dan berbaju tebal merah khas Coca Cola (sumber: Coca Cola). Awalnya, Santa Klaus diklaim sebagai Saint Nicholas, legenda Kristen dari Barat yang menurut cerita selalu menaruh hadiah di rumah anak - anak yang baik pada malam tanggal 24 Desember hingga 25 Desember dini hari. Perkembangan selanjutnya, Santa Klaus modern dikembangkan berdasarkan gabungan antara legenda dari Saint Nicholas, tokoh Father Christmas dari Inggris, serta Sinterklaas dari Belanda (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus). Seperti Saint Nicholas, Santa Claus di berbagai negara juga dipercaya "lewat" dan menghantarkan hadiah di malam Natal tanggal 24 November . Uniknya, tiap - tiap negara di Eropa memiliki cerita sendiri tentang kakek baik hati yang selalu berbagi kado tiap menjelang Natal ini. Di Belanda, Sinterklaas sebutannya, dipercaya datang setiap tanggal 5 Desember. Bukan dari Finlandia maupun Kutub Utara, Sinterklaas di Belanda datang dari Spanyol dan bermukim di Madrid . Ia hadir bersama dengan Piet Hitam atau Zwarte Piet yang biasanya bertugas untuk menakut-nakuti anak - anak yang nakal (sumber: https://www.whychristmas.com/cultures/holland.shtml). Sedang di Perancis, Santa Klaus disebut Père Noël atau Papa Noël. Teman Perancis saya mengucapkan Selamat Natal pada hari tanggal 24 Desember. Ia menjelaskan karena di malam harinya Papa Noël akan datang dan membagikan kado, sehingga tanggal 24 Desember sudah masuk Natal. Selain itu di Perancis ada tradisi memakan beberapa dessert dan snack wajib saat Natal. Jadi selalu siapkan perut kosong ya, saat bertandang ke rumah teman di Perancis saat Natal. Beberapa daerah di Indonesia juga memiliki tradisi ini lho! Sebagai contoh saat saya bertugas di Ambon, beberapa Sinterklaas dan sekawanan Piet Hitam berkeliling ke desa - desa terutama yang berpenduduk Kristen dimulai dari 4 minggu sebelum Natal untuk membagi - bagikan hadiah. Bapak yang menyopiri mobil sewaan kami selama di Ambon bercerita, dahulu ia pernah ditangkap oleh Piet Hitam dan hampir dimasukkan ke dalam karung karena ia dianggap sebagai anak yang nakal. Tentu saja ini hanyalah canda agar menyemarakkan acara. Yang jelas, seluruh anak - anak selalu menantikan momen Natal karena mereka akan mendapatkan hadian dari Sinterklaas. White Christmas yang belum pernah menjadi kenyataan Tahun pertama saya di Rotterdam, saya membayangkan akan melewatkan Hari Natal seperti di film - film Hollywood yang pernah saya tonton. Toko - toko yang memajang hiasan Natal dan lampu yang gemerlap serta satu hal yang mempercantik jalanan, yaitu boneka salju putih besar dan danau yang membeku karena udara yang sangat dingin. Kenyataannya, semua itu saya lihat kecuali salju! Sebelum saya tinggal di Rotterdam, saya tidak pernah mencari tahu bahwa beberapa tahun terakhir, salju jarang menyapa Rotterdam. Jika pun turun salju, itu hanyalah wet snow atau salju basah yang begitu menapak bumi langsung hilang berubah menjadi air. Pada dasarnya, musim dingin di Belanda sebagian besar dilewatkan tanpa salju. Hanya daerah - daerah tertentu yang berbatasan dengan Jerman terutama yang masih sering disambangi bulir - bulir putih itu. Lalu bagaimana jika kalian ingin sekali melewatkan Hari Natal dengan nuansa putih karena salju? Pilihannya adalah pergi ke daerah pengunungan seperti di Alps yang memiliki salju abadi di beberapa puncaknya. Alternatif lainnya adalah mengunjungi daerah Eropa Utara seperti Islandia, Finlandia utara, dan daerah - daerah utara Skandinavia. Satu cerita menarik dari keponakan teman dekat saya yang masih balita di Perancis. Saat Hari Natal tiba, ia menyeret kursi kecilnya ke dekat jendela sambil berkata salju sebentar lagi akan turun dan Papa Noël akan segera datang. Kami hanya terkekeh geli dengan imajinasinya dan menyadari bahwa salju tidak akan turun pada suhu 8 derajat. BONUS: Strategi Christmas Sale Satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah diskon besar - besaran saat Natal! Di Belanda, beberapa toko telah mempromosikan diskon besar -besar mulai dari awal Desember. Menurut pengalaman saya selama 2 tahun di Belanda, diskon yang lebih besar biasanya datang setelah Natal dan puncaknya setelah Tahun Baru. Di Belanda, diskon panjang hadir dari awal Desember hingga awal Februari. Untuk di Perancis, cokelat - cokelat dan camilan manis biasanya didiskon besar - besaran juga terutama setelah Tahun Baru. Jadi bagi kamu yang mempunyai rencana berbelanja, persiapkan jiwa, raga, serta dana di sekitar waktu - waktu tersebut. Demikian, beberapa pengalaman dan trivia Natal yang saya temui selama berada di Eropa. Kalau kamu, bagaimana pengalaman melewatkan Natal? Share ceritamu di kolom komentar ya.. Artikel ini bisa juga dibaca melalui link https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/27/my-christmas-experiences-in-europe/ Terima kasih dan semoga bermanfaat.
  13. 1 point
    twindry

    Pengalaman Natal di Eropa

    akhirnya di post di sini udah baca tadi pagi mantap
  14. 1 point
    Jalan2

    Gak Jelas Cara Gunain Forum ?

    Halo temen2 :), Kalo temen2 masih bingung cara gunakan forum ini, bisa request disini untuk Tutorial apa yg di butuhkan, nanti kita coba buatkan. thanks :) rudy
  15. 1 point
    Hi guys, back to nature... A few months ago, I went on a vacation with some of my friends. We went to Guci, a natural hot water bath located in Tegal town. We came here using a bus from Semarang and stopped on Tegal Terminal. From there, we went on again using a minibus to Tuwel Village. It took us 30 minutes from Tuwel to Guci Baths. But we quite enjoyed the trip as the view was amazing. When we almost reach our destination, we could see a Pine Jungle with a mountain on the background. Because we came there during school holidays, this place was quite crowded. We had to wait in line to buy tickets. The ticket costed us 7,000 rupiahs per person. Normally it was just 5,000 rupiahs person. The ticket was being more expensive during holidays. There were several baths here; some are open baths for publics and some other were closed bath tub for personal usage. Because we planned to have fun, we chose the public baths so we could play along together. We agreed to have some personal tub later after we done playing. The hot water in Guci Baths came out from several natural waterfalls or water fountains. The most crowded public baths is the Pemandian 13 (Bath of 13). Apparently, this bath is very popular due to its myth. People told us that the water was a gift from the Queen of Southern Ocean called Nyi Roro Kidul. It is said that the Queen’s dragon was the reason why the water could be hot. People believed that if they took a bath here during midnight, their prayers would be granted. I and my friend never believed to such things. So we went on to a less crowded waterfall. The water’s temperature was perfectly warm. It contained no sulfur so we would not need to be worried about chemical poisoning. While we were enjoying our bath and playing along on this public bath, we overheard a kid asked her mom to move to a water boom. To our curiosity, we asked them about what water boom they were talking about. Good thing they were friendly. They answered that there was a hot water boom nearby this Public Baths. The water came from another fountain around this area. Hearing about this, I and my friends got excited to go to the water boom. So we got out of the baths quickly. We agreed to skip the personal hot tub and get dressed up. We then went to the water boom right away using public transportation. It really was a short trip to go from Guci Baths to Guci Mas Water Boom. In Guci Mas Water Boom, we had to buy tickets again. The tickets, as expected, were more expensive than its normal price. During normal weekdays, each ticket is sold for 20,000 rupiahs. But during holiday like that time, it costed us 30,000 per person. Coming inside, we could see several swimming pools and other facilities. There were three swimming pools. The Oval Pool was intended for children. It was really shallow and had a huge water pot that pours water in high velocity every several minutes. It would be too childish if we swim in there, so we skipped it. And then we found a pool with medium depth. There were slides on it so we decided to try this one out. But after a few while, we realized that there was still another bigger pool. This one we tried on was just the Medium Pool intended for teens or adults who could not swim well enough. So we got out of the pool and went on to the real main pool. The main pool was wider and had a better slide set with spiral game on it. It was more fun for us to play along here. Besides this main pool with slides, there were also several outbound pool games such as Flying Fox and Rope Bridge. All those games are above the pool. So if we fell down, it would feel fun instead of hurts. We had really fun especially with the Flying Fox. We intentionally fell down for several fun because we liked the sensation of falling down and drown ourselves for a while. Playing in a pool made us hungry. So we went out of the pool to take the snacks we brought. We sat down on a side and relax while enjoying our snack. Our sight then found a soaking pool. It was a small pool for people to relax and soak their selves in a hot shallow pool. We were not interested in trying this one out as we had enough soaking in Guci Baths before. But then my friend found something else that seemed to be more amusing; Cascade Stream. The Cascade Stream is an engineered pool for simulating a cascade of sea streams. We never knew who it feels like to be in a cascade of water streams, so we got really interested for this object. We sat down a few more minutes to let our stomach digest the snack we ate. And then, we walked to the Cascade Stream. This Cascade Stream was so much fun if you were not afraid of height or water. All of us were screaming together as we cascaded. But, our screams were different from each other. Most of us were screaming in excitement. But one of my friends was screaming because we felt really scared. She did not want to ride it again. So she waited on a side while the others were trying to ride for once again. It was almost 2 o’clock in the afternoon when we finished cascading. So we decided to have a lunch. Luckily, there was a restaurant in Guci Mas so we did not have to go outside. But before going to the restaurant, we went to the bathroom first to rinse off, take a bath, and get dressed up again. The meal was delicious and we were already satisfied with our water play. Also, it was already late afternoon. So we had to come back. But we did not mind because we had a lot of fun during this vacation.