Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation since 02/19/2019 in all areas

  1. 1 point
    hehe iya sih tergolong mahal, namanya jg fasilitas airport. Next nya mo cobain onsen di city sih kalo dpt rejeki ke jpn lagi...
  2. 1 point
    Tanggal 16 Mei 2018. Setelah trip Eropa berakhir di Italy, aku terbang dari Roma ke Kuala Lumpur dengan menumpang Emirates. Maksud hati istirahat 2 malam di Kuala Lumpur untuk menyesuaikan jam biologis yang terpaut 6 jam antara Malaysia dengan negara Eropa yang aku kunjungi. Sombong... Istirahat saja harus di Kuala Lumpur... Bukan begitu brosis, aku punya trip selanjutnya ke Cina tanggal 18 Mei 2018, yang akhirnya aku batalin di jam- jam terakhir. Untungnya, rencana trip 10 hari di China belum ada booking apapun. Walaupun sayang, mau bagaimana lagi, toh harus ada yang diutamakan... Nah, selama 2 malam, aku pilih menginap di daerah KL Sentral. Supaya tidak terlalu repot kalau mau bolak- balik KLIA. Dan kali ini, aku pilih POD - The Backpacker`s Home. Letaknya belokan pertama kalau kita turun dari Monorail. Kalau kamu naik bus dari KLIA ataupun naik kereta, ya dekat banget. Kalau yang cari penginapan, yang pertimbangkan masalah jarak dekat, hostel ini boleh-lah. Living Room. Eh, hostel ini sekaligus ada cafe-nya. Karena itu, ada live music kalau malam hari. Penyanyinya, ya, penghuni hostel kali, yang punya bakat. Kurang jelas juga sih. Karena, selama 3 malam di sini ( perpanjang 1 malam karena batal ke Cina ), yang nyanyi ya penghuni hostel. Seru sih, bisa request lagu. Per malam, aku bayar Rp 100.000,- ya, masih lebih mahal dibanding Flip Bunc, yang letaknya juga disekitaran KL Sentral, tapi masih agak jauh. Free wifi kencang baik di living room maupun di kamar sampai kamar mandi sekalipun. Kebetulan, aku nginap di lantai 4. Eitss, ada lift kok. Lift-nya lega, tidak seperti lift pada umumnya di Hongkong. Oh ya, harga segitu untuk 4 beds mixed dorm ya. Masing- masing dapat loker dan handuk mandi. Dan sudah termasuk sarapan. Aku sendiri tidak pernah bangun pagi, jadi tidak pernah sarapan. Lha, baru bisa tidur jam 5 pagi. Masih belum bisa move on dari Eropa. Jam 5 pagi Malaysia, di Eropa baru jam 11 malam shayyyy... Kamar 4 beds.. Lainnya, bersih. Soalnya nyaman, tergantung masing- masing orang. Kalau aku sih nyaman. Tenang. Kamar mandi juga lega, shower air panas ( airnya tidak terlalu panas ), wc pisah. Memang, untuk kamar isi 4 beds, agak sempit. Kamar sebelah, kamar isi 10 beds, aku lihat sih lega banget. Staff-nya ramah dan informatif sih. Ada deposit kunci 20 RM dan dikembalikan saat check out. Sepertinya hostel ini 24 jam. Staff-nya standby terus. Malam terakhir, aku sampai jam 3 pagi, duduk nyantai sambil nge-youtube di living room. Aku kasih nilai 7,5 ya untuk hostel ini. Mungkin, aku akan kembali lagi ke hostel ini kalau ada main ke KL. Ya, kalau ingin menginap sekitaran KL Sentral sini. Tambahan, Setelah kali pertama itu aku nginap disini, aku masih beberapa kali balik ke hostel ini jika ada transit di KL. Pasalnya ya itu, karena dekat banget dengan KL Sentral, akses paling cepat ke KLIA. Tapi, terakhir kali, sebelum terbang ke London Oktober 2018 dan Casablanca Desember 2018 lalu, ada kejadian yang kurang menyenangkan buat aku. Parah. Ceritanya, yang waktu transit ke London, aku memang booked kamar dorm isi 10 orang. Aku dapat ranjang dekat pintu di kamar lantai 3. Saat sedang tidur sih tidak ada kendala apapun. Setelah checked out pun begitu. Tapi setelah di airport, badanku mulai keluar bintik- bintik merah. Gatal. Dan makin lama, makin banyak dan semakin besar bentolannya. Jadinya, sepanjang penerbangan ke London garuk terus. Dan baru sembuh, setelah 1 minggu di London. Aku cuma kasih minyak oles saja. Dan aku tidak bisa memastikan, sumbernya itu dari hostel ini apa bukan? Karena kan, baru mulai gatal, setelah di airport. Setelah checked out, aku masih ada pergi ke pasar. Asumsiku ya mungkin digigit serangga dari pasar. Aku diam dan tidak komplain. Setelah dari London, aku masih nginap di sini, tapi ranjangnya bagian atas dan dekat jendela, kamar yang sama. Ini yang pertama.. Bentolan sekitar pundak sampai ke lengan. Ketika mau transit ke Casablanca Desember 2018 lalu, kali ini sudah confirmed dari ranjangnya yang penuh serangga. 1 jam-an gitu setelah rebahan, badanku terasa gatal- gatal. Aku masih berpikir positif, aku bersihin spreinya sendiri. Tapi, kok semakin gatal ya. Terkejut, ketika melihat bentolannya sudah gede- gede banget. Tidak tahan lagi, langsung protes ke staffnya tengah malam itu juga. Aku minta pindah ranjang. Aku kasih lihat dong bentolan- bentolannya. Ya staffnya, minta maaf ( doang ). Keesokan paginya, ya ampun, bentolannya semakin banyak. Merah kayak delima. Aku kasihkan lihat lagi ke mereka. Dan staffnya bilang, memang sih, sudah saatnya semprot anti serangga. Buset. Oh ya, itu ranjang yang sama dengan ranjang yang aku tempati saat mau ke London sebelumnya, kamar lantai 3, dekat pintu, ranjang bagian bawah. Dan terparah adalah ketika mau ke Casablanca. Kaki kiri bengkak, bentolan juga ada di pundak, lengan dan paha. Dan sekarang, nilai yang pernah aku kasih 7,5 sepertinya tinggal 5 sih. Seharusnya, aku tidak mau balik lagi ke hostel ini, jika memang ada transit lagi di KL. Harga dorm isi 10 orang lebih murah, sekitar Rp 80.000 dan sudah termasuk dapat sarapan juga. Artikel ini bukan untuk menjelekkan hostel ini. Hanya sekedar bagi pengalaman tidak menyenangkan saja. Karena tidak berlaku untuk semua, karena kebetulan ( juga bisa saja ). Karena itu, mau nginap di hostel manapun, lebih waspada saja. Baca dengan seksama reviews dari yang sudah pernah nginap sebelumnya. Baik dari sisi kebersihan maupun keamanannya. Ini adalah pengalaman aku. Ada baiknya, sebelum rebahan diranjang, bersihkan dulu sejenak. Atau bawa sprei cadangan, kalau perlu... Sebetulnya, aku cocok sama hostel ini. Oke- oke saja. Karena memang sesuai harganya lah. Asik, santai dan paling penting karena lokasinya strategis banget. Tapi, pengalaman digigit serangga di hostel ini bukan yang pertama kali dan bukan yang terparah. Next, aku akan bagi pengalaman, bagaimana digigit serangga sampai harus ke 4 dokter baru sembuh. Dan itu gigitannya, aku dapat dari Sydney, Australia. With Love, @ranselahok www.ranselahok.com ---Semua mahluk hidup berbahagia---
  3. 1 point
    wah, sepertinya jarang dicuci tuh spreinya, btw thanks for the information
  4. 1 point
    @Fernando Hutapea 1.) Bisa naik Kereta atau Bus kok, klo saya biasa naik Bus Narita -> Tokyo lumayan murah sekitar 1000 yen. habis itu baru naik kereta ke Shinjuku. 2.) Bisa kok. 3.) Beda area cakupannya (coverage area), bisa lihat di bagian Service Zone JR East Tokoku ; JR East Nagano Niigata ; JR Tokyo Wide Pass (<-- klik untuk detailnya) 4.) tidak perlu harus ke Tokyo, klo mau langsung ke Shinjuku juga bisa kok dari Narita Airport. bisa naik Limousine Bus https://www.limousinebus.co.jp/en/areas/detail/nrt/shinjuku/dep sekitar 3100 Yen.
  5. 1 point
    Indonesia dengan negara kepulauannya yang luas membuat kita bisa menyusuri pulau satu dan lainnya yang masih tergabung dalam satu negara. Jalan-jalan sejauh apapun di Indonesia masih masuk ke dalam perjalanan domestik. Tapi bagaimana rasanya, jika jarak yang tidak terlalu jauh sudah menjadikan kita jalan-jalan lintas negara? Itu bisa dirasakan di beberapa negara di berrbagai belahan dunia. Indonesia dengan Singapura dan Malaysia, Malaysia dan Singapura, dengan Thailand, dan sebagainya. Postingan kali ini, sedikit membahas tentang bagaimana menikmati jalan-jalan lintas negara Malaysia hingga Thailand dengan menggunakan jalur darat. Kenapa Jalur Darat? Dengan menggunakan transportasi darat, anda memang akan membutuhkan waktu yang lama, namun anda bisa menghemat sedikit budget perjalanan anda. Dan bagi yang suka berpetualang, jalur darat ini akan lebih cocok karena anda mendapatkan lebih banyak cerita dan juga menikmati suasana yang berbeda dari pada hanya beberapa jam di dalam pesawat. Mungkin anda tertarik? Ini dia jalurnya: Dengan bus Kita mulai perjalanan dengan menggunkan bus. Anda bisa menuju Terminal Pudu Raya yang ada di kawasan Pudu. Dari Kuala Lumpur City Centre atau dari Bukit Bintang, lokasinya tidak terlalu jauh. Terminal Pudu Raya ini juga jangan dibayangkan seperti terminal-terminal di Indonesia yang padat, panas, seram, dan kotor. Sebaliknya, anda seperti akan menuju ke sebuah mall atau pelayanan publik lain dengan gedung ber-AC, bertingkat, bersih, rapi, dan teratur. Harus diakui, kita memang sebaiknya nggak dipusingin sama masalah berantem ama Malaysia terus, tapi gimana caranya bisa maju lagi kayak mereka (OOT). Ok, setelah di Terminal Pudu, beli karcis di loket yang ada di lantai atas dan cari dengan tujuan Hatyai, Thailand. Harganya sekitar RM 40 hingga RM 50 kalau dirupiahkan sekitar Rp 120.000 hingga Rp 150.000. Oya, Hatyai ini masih di Thailand Selatan ya. Memang kita harus menuju Hatyai ini dulu yang merupakan kota untuk kita transit dan jarak tempuhnya sekitar 10 jam kurang lebih. Nantinya, kita akan diminta untuk turun saat berada di perbatasan untuk pemeriksaan. Dua kali, saat masih di wilayah Malaysia dan saat masuk ke Kuala Lumpur. Setelah tiba di Hatyai, baru kita bisa menentukan perjalanan selanjutnya. Anda bisa ke Phuket atau bisa juga langsung menuju Bangkok. Kalau mau ke Phuket dengan bus, anda bisa merogoh kocek dengan tarif 400 Bath atau dalam rupiah sekitar Rp 130.000 kurang lebih. Nanti dari Phuket anda bisa juga melanjutkan perjalanan ke tempat lainnya. Atau kalau mau langsung dari Hatyai juga bisa menuju Bangkok dengan menggunakan kereta api. Nanti kita bahas. Dengan kereta api Untuk perjalanan kereta api, kita juga mulai dari Kuala Lumpur dan tentunya dari stasiun KL Sentral. Dari sinilah semua tujuan bisa anda kunjungi. Pilihan menuju Thailand dengan kereta api ini beragam. Jika anda ingin menikmati suasana di Penang sejenak, anda bisa naik Kereta dengan tujuan KL Sentral – Butterworth atau Penang dan nantinya lanjut lagi ke Hatyai, Thailand. Jika jalur ini yang anda ingin anda lalui, anda bisa menghabiskan waktu sebenatra di Penang dan menikmati pemandangan di sekitar Penang terlebih dahulu. Tapi jika anda ingin langsung, bisa menggunakan jalur KL Sentral - Hatyai, Thailand. Untuk perjalanan menggunakan kereta, anda bisa mencari informasi soal jam keberangkatannya di banyak situs atau bisa langsung menanyakannya di stasiun. Ada sekitar 3 kali keberangkatan kereta dari Kuala Lumpur menuju Penang setiap harinya. Namun, untuk kereta yang langsung membawa anda ke Hatyai tanpa transit hanya satu kali, yaitu sekitar pukul 9 malam. Untuk sampai ke Hatyai dengan jalur kereta, tarifnya tidak jauh berbeda dengan menggunakan bus, yaitu sekitar 40 RM tapi bisa disesuaikan dengan kelas kereta yang anda naiki. Ada yang kelas 3, 2, juga 1, semua memiliki tarif yang berbeda. Waktu tempuhnya agak lebih lama yaitu sekitar 12 hingga 13 jam kurang lebih. Tapi tenang saja, keretanya nyaman kok. Dari Hatyai, jika ingin langsung ke Bangkok bisa naik kereta api sekitar 300 bath, nggak beda jauh sama naik bus lah. Harganya juga bisa disesuaikan dengan kelas kereta yang dipilih. Untuk waktu tempuh juga sekitar 12 jam. Lumayan lama ya? Hahaha.. memang karena Hatyai ke Bangkok jauh. Biar gampang saya kasih gambaran poinnya. Bus: Pudu Raya - Hatyai - Phuket/Bangkok/dll Kereta : KL - Penang - Hatyai - Bangkok/dll atau KL - Hatyai - Bangkok/dll