Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation since 03/20/2018 in all areas

  1. 5 points
    Dantik

    Satu hari di Athena, Yunani

    Hello guys! Udah lama nih ga bikin FR. Mumpung masih seger biar ga lupa kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya di Yunani. Hari 1, 5 Mei 2018 Penerbangan langsung dari Singapore – Athens memakan waktu 12 jam. Setelah sampai di Athens ada 3 pilihan transportasi dari bandara ke kota. Pertama menggunakan taksi tarif flat sekitar 38 euro, kedua menggunakan Metro 3 tarif 10 euro, ketiga menggunakan Bus X95 tarif 6 euro. Kami menggunakan Bus X95 Airport – Syntagma Square 6 euro, perjalanan sekitar 45 mnt tergantung arus lalu lintas. Kami menginap di daerah Syntagma Square. 1.The Athenian Trilogy Tujuan pertama adalah The Athenian Trilogy yaitu National Library, University of Athens dan Academy of Athens. 3 neoklasik bangunan di Jalan Panepistimiou tidak jauh dari tempat kami menginap. 2.National Archaeological Museum Kemudian National Archaeological Museum. Dari National Library bisa mengggunakan Trolley Bus 2,4,5,11,15. National Archaeological Museum adalah museum arkeologi yang terpenting di dunia. Tempat artefak Yunani diantaranya Patung Zeus dan Kuda dengan Joki yang terkenal itu. Tiket masuk 10 euro. 3.Syntagma Square Kemudian dari National Archaelogical Museum kami kembali ke Syntagma menggunakan Trolley Bus yang sama. Di Syntagma Square kami melihat pergantian prajurit di depan Gedung Parlemen (The Tomb of The Unknown Soldier). Pergantian prajurit yang berlangsung sekitar 15 menit setiap jamnya. 4.National Garden dan Zappeion Setelah itu kami berjalan melewati National Garden dan Zappeion. 5.Panathenaic Stadium Kemudian menuju Panathenaic Stadium. Di Panathenaic Stadium ini kami hanya foto dari luar. 6.Temple of Olympian Zeus Dari Panathenaic Stadium kami berjalan ke Temple of Olympian Zeus. Di sini kami membeli tiket kombinasi Acropolis sebesar 30 euro mencakup Temple of Olympian Zeus, Acropolis, Roman Forum and Tower of the Winds, Hadrian's Library, Ancient Agora dan Kerameikos. Beberapa meter dari Temple of Olympian Zeus berdiri Arch of Hadrian. 7.Plaka Dari Arch of Hadrian kami menuju Acropolis. Melewati Melina Merkouri , Monument of Lysicrates / Plaka. Di sini banyak menjual souvenir dan tempat makan. 8.Acropolis Dari Plaka kami menuju Acropolis. Sayang, kami tidak ke Acropolis Museum karena sudah terlanjur masuk ke pintu masuk bagian tenggara Acropolis. Masuk menggunakan tiket kombinasi yang sudah kami beli. Acropolis adalah tempat yang wajib dikunjungi jika kita berada di Athena. Acropolis yang berada di atas bukit melewati beberapa bagian yaitu The Ancient Theatre of Dionysos, The Stoa of Eumenes, The Odeion of Herodes Atticus. Setelah melewati itu semua dari pintu tenggara, akhirnya kami berada di pintu gerbang Acropolis. Propylaea merupakan pintu utama Acropolis. Di sebelah kanan Propylaea kita akan melihat kuil Athena Nike. Setelah masuk di sebelah kiri kita akan melihat Erechtheion. Di sebelah kanan kita akan melihat Parthenon, kuil yang terbesar dan paling termasyur di Acropolis. Dari Acropolis kami keluar dari pintu barat melewati bukit Areiospagos menuju Ancient Agora. 9.Roman Forum and Tower of the Winds Sayang, Roman Forum and Tower of the Winds sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 10.Hadrian's Library Sayang, Hadrian's Library juga sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 11.Ancient Agora dan Temple of Hephaestus Untungnya Ancient Agora belum tutup hingga pukul 20:00. Ancient Agora adalah contoh yang paling terkenal dari agora Yunani kuno dan terletak di barat laut Acropolis. Di dalam Ancient Agora ini terdapat Temple of Hephaestus dan Stoa of Attalos. 12.Kerameikos Dari Ancient Agora kami buru-buru ke Kerameikos ternyata sudah tidak bisa masuk lagi karena sudah mau tutup. Cuma bisa lihat dari luar, hiks... Kami kembali ke penginapan melewati Thession Station, Monastiraki Sq. / Flea Market. Kami menginap di Small Funny World Athens Hostel, dekat dengan jalan Ermou. Berada di tengah antara Syntagma dan Monastiraki. Itulah itinerary hari pertama kami di Athena. Menurut kami Athena bisa dikunjungi dalam satu hari. Karena area yang cukup kecil berada di tengah kota sehingga mudah dijangkau dengan berjalan kaki. Hari 2, 6 Mei 2018 : Roma
  2. 4 points
    Raja Ampat adalah salah satu tempat wisata bahari terbaik di dunia. Menurut CNN Travel, Raja Ampat adalah tempat diving terbaik nomor lima di dunia. Untuk menuju Raja Ampat, jalur nya dari Jakarta lumayan jauh. Dari Jakarta, penerbangan harus melewati Makassar, lalu dilanjutkan ke bandara Domine Eduard Osok di Sorong. Dari Sorong, terdapat dua pilihan, yaitu langsung terbang menggunakan pesawat kecil ke Waisai, atau dengan menggunakan perahu. Jarak dari bandara Sorong ke pelabuhan sekitar 10 menit dengan taksi. Untuk penginapan, biasanya turis menginap di salah satu dari empat pulau : Waigeo, Gam, Kri, dan Arborek. Pemilik penginapan bisa diminta menjemput kita di Waisai. Dalam trip ini, saya menginap di pulau Gam. Harga penginapan di sini sekitar 700 ribu per malam termasuk makan 3x. Kebanyakan penginapan di sini sudah termasuk dengan makan karena agak susah mencari warung atau restoran di Raja Ampat. Listrik juga agak susah, genset hanya menyala dari sore sampai tengah malam. Penginapan di pulau Gam dan kebanyakan penginapan lain berupa gubuk yang menjorok ke laut. Dari depan kamar, bisa langsung loncat ke air untuk snorkeling. Bahkan kadang saya melihat ikan hiu dan Lion Fish lewat persis di depan kamar, tidak perlu jauh jauh ke tengah laut. Jangan khawatir dengan hiu, hiu yang lewat adalah hiu kecil yang justru langsung kabur begitu ada seseorang masuk ke air. Saya tidak mendapatkan foto hiu di sini, mereka kabur sangat cepat. Foto Lion Fish saya dapatkan hanya di depan kamar. Sedangkan Mooray sekitar 20 meter dari penginapan. Kegiatan yang saya lakukan tiap hari adalah freediving. Saya jarang melihat orang diving di sini, hanya di sekitar dermaga Arborek. Mungkin diving dilakukan di lokasi tersendiri. Dermaga di Arborek cukup ramai, tidak seperti di Gam. Banyak yang berenang di pantai, baik turis lokal ataupun asing. Banyak juga anak-anak warga lokal yang berenang dan bermain kano. Pengalaman baru yang saya dapatkan di Raja Ampat adalah berburu foto Manta. Kenapa saya sebut berburu ? Karena untuk melihat Manta ternyata tidak mudah. Guide kita mengatakan hal tersebut karena ikan Manta tersebut tidak sedang makan, jadi mereka bergerak terus. Di sekitar Manta Point, kita berputar2 dahulu mencari ikan Manta. Setelah menemukan Manta, tidak bisa langsung masuk ke air, namun perahu harus cepat-cepat ke depan Manta tersebut, masuk ke air perlahan-lahan, baru menunggu Manta tersebut lewat. Kalau ikan Manta nya ternyata berubah arah, kita harus cepat cepat naik ke perahu lagi, lalu ke depan ikan Manta lagi, lalu turun lagi. Hal ini dilakukan berkali-kali sampai dapat. Agak melelahkan memang. Namun kita mendapatkan bonus. Saat sedang asik berburu Manta, tiba2 ada lumba-lumba yang lewat. Langsung kapten kapal mematikan mesin agar lumba-lumba tersebut tak takut mendekat. Bahkan mereka sampai menempel2 ke kapal seperti sedang memeriksa. Binatang laut unik yang saya temukan adalah Spider Jellyfish dan Hammerhead Fish. Saya tidak pernah melihat dua binatang itu di tempat lain. Yang paling terkenal di Raja Ampat adalau pulau Wayag. Bila melihat iklan wisata Raja Ampat di televisi atau di papan iklan, itu adalah pulau Wayag. Ada bukit yang cukup tinggi di Wayag yang dari sana bisa melihat gugusan pulau unik sekitar Wayag. Sayang lokasi nya sangat jauh dan biaya nya mahal. Saya memutuskan tidak ke Wayag untuk menghemat waktu dan biaya. Gantinya, kita ke pulau Pianemo. Pianemo disebut juga little Wayag, terdapat bukit juga yang bisa melihat kepulauan sekeliling, walaupun tidak setinggi Wayag. Selain kaya akan alam bawah laut, di raja Ampat juga terdapat binatang darat yang cukup unik. Ada Kuskus yang mencuri makanan yang kami letakkan di luar kamar. Saya juga melihat kadal, kepiting, dan laba-laba yang ukurannya lebih besar dari yang biasa ada di tempat lain. Foto lengkap: https://chrizz-photography.blogspot.co.id/2018/05/keindahan-bawah-laut-raja-ampat.html
  3. 3 points
    LANJUTAN DARI PART 1 TATEYAMA KUROBE ALPINE ROUTE MIDAGAHARA Setelah puas main 1 jam di MIDAGAHARA kami berangkat menuju MURODO dengan HIGHLAND BUS lagi . Masih belum memperlihatkan keindahan sesungguhnya , selama perjalanan menuju MURODO makin membuat mata kami benar2 damai dengan pemandangan di dalam bus. SNOW WALL makin meninggi...salju makin banyak sekali, tak terasa kami sampai di MURODO station dan kami diperbolehkan turun di station nya. Beberapa saat kami mau tiba, sudah tampak sedikit orang ( hehheeh sombong sekali ya pamer keadaan sepi di sana ) lagi berfoto-foto dan berjalan sepanjang SNOW WALL . Ingin rasanya ikut bersama-sama mereka. Namun bus turun pada tempat yang disediakan . Tidak bisa seperti di sini ..tinggal stoopp BANG !!! Turun di pinggir / tengah jalan hahaha.... Masuk ke station tak sabar langsung mencari arah menuju SNOW WALK ....dan bergegaslah kami menuju SNOW WALK untuk melihat SNOW WALL yang menurut mereka hanya satu-satunya di dunia ??? Entah ... Namun FYI , snow wall ini hanya ada kira-kira bulan FEBUARI sd akhir JUNI , coba kalian cek di website lebih lanjut . SEBELUM FEB mungkin jalur SNOW WALK ini tidak dibuka karena terlalu extrem cuacanya dan badai salju . Jika kita perginya akhir JUni , SNOW WALL ini sudah mencair dan kita hanya bisa melihat pemandangan hijau-hijau saja. Jadi harus benar-benar di cek SNOW WALL kapan dibuka sebelum mengatur perjalanan ke sini. Karena menurut saya SNOW WALL inilah yang paling AMAZING dalam trip ini. KUROBE ALPINE route mungkin buka dari awal tahun sampai akhir NOVEMBER , namun SNOW WALL ini hanya beberapa bulan saja adanya. So jangan salah waktu pergi ke sini. Di sini juga ada dibuat tempat seluncuran es..dimana anak-anak saya sangat gembira memakai papan luncur yang tidak banyak disediakan , namun sekali lagi karena pengunjung saat itu sedikit kami sangat puas memakai dan bermain seluncur es ini. Bahkan saya juga sangat-sangat tergoda untuk bermain 3x seluncur di sini. Lama kami bermain disini , dan juga lunch sekalian di MURODO ini. Tidak banyak makanan di MURODO station , hanya makanan yang berat yaitu RAMEN yang dibeli vouchernya melalui vending machine seperti banyak beredar di JAPAN. Namun kehangatan kuah RAMEN dapat membuat kami nyaman dan bermain keluar snow wall dan bermain seluncuran lagi Oh ya...jangan lupa cobain bakpao yang dijual di dalam MURODO station...enak banget !!! Setelah puas bermain seluncuran , dan anak-anak saya sampai sepatu basah...( so jangan lupa bawa kaos kaki dan baju cadangan kalo mau main seluncuran ) ..KAMI LUPA BAWA !!! HAIIZZZ, so dalam perjalanan setelahnya di DAIKANBO kami jemur KAOS KAKI DAN SEPATU !!! MENUJU DAIKANBO dengan tunnel bus menembus gunung selama 10 menit juga cukup membuat kita merasa wah...Konon seluruh track transportasi di sini merupakan projek tersulit yang JAPAN pernah buat . Mereka sebenarnya buat semua jalur transportasi ini untuk mengangkut pekerja dan material untuk membangun KUROBE DAM di next station sesudah KUROBEDAIRA ini. Setelah DAM jadi , mereka memanfaatkan jalur ini untuk pariwisata ...CLEVER ! ***** BARU SADAR , kayanya foto-foto yang posisi berdiri tidak bisa diupload ya , ADMIN ??....;) MURODO _ DAIKANBO ( TUNNEL BUS ) Masuk tunnel pakai bus cuma 10 menit, sampai di DAIKANBO station, lalu kami ke,luar sebentar ke taman kecil yang view nya juga indah , sambil anak-anak bersantai jemur kaos kaki dan sepatu yang basah karena main seluncuran es. Enak juga nongkrong di taman tersebut sambil ngopi KAPAL API ...halah.... Namun sinar matahari cukup terik walaupun udara dingin, yang membuat kulit kami terbakar ...( so jangan lupa bawa sun block )...dan kami tak bawa !!! HAIZZ Sesudah kaos kaki cukup kering :) kami lanjut naik ropeway turun ke kurobedaira - lanjut dengan kurobe cable car ke KUROBEKO. Waktu kira-kira sudah jam 14 an saat itu . Saya tidak perhatikan persis. Tiba di KUROBEKO, dalam hati saya sudah selesai lah journey ini...namun ternyata setelah keluar terowongan...OALAAAA...view dari KUROBEKO jalan kaki sampai KUROBE DAM tak kalah membuat saya bersemangat kembali .....AMAZING melihat DAM besar ini ....sebelahnya air yang begitu banyak dan luas, namun sebelahnya terlihat sungai kering . Menurut info di web, akhir tahun sekitar Oktober / November saat tertentu kita bisa menyaksikan atraksi bendungan ini dibuka dan melihat air super dahsyat dialirkan ke bagian sebelah nya . Disediakan beberapa tempat untuk observasi , bisa juga kita naik tangga untuk mendaki ke puncak bendungan ini . Biasa nya mereka observasi aliran air bendungan waktu dibuka dari tempat ini. Jadi kalau kita ke kurobe alpine route ini hanya 1x, kita tidak bisa melihat semua atraksi yang disediakan. Kita harus memilih mau liat snow wall atau lihat air bendungan saat dibuka. Atau pergi 2x....hahhaha. Hajar !!! Di sini sebelum masuk terowongan untuk kembali dari Kurobedam ke Ogizawa ada tempat2 duduk menghadap view danau nya...Indah sekali , namun saat itu masih kadang terik kadang adem...saya memutuskan untuk duduk-duduk sambil makan ice cream matcha yang lezat , dan nongkrong-nongkrong saja di kurobe dam ini . Sangat nyaman dan pengalaman yang tidak pernah saya alami sebelumnya ..nongkrong dengan view sebagus ini. Inilah enaknya back packer ( tidak ikut travel , yang dikejar-kejar waktu ..hehhehe..) Saking enaknya nongkrong , tak terasa hari sudah sore ...saya putuskan semua ada akhirnya , dan relakan pemandangan ini . Kami menuju terowongan yang sangat dingin dan angin kencang selama terowongan menuju transportasi Kanden Tunnel Bus menuju OGIZAWA...BRRRRRRR...dingin loh daripada di luar nya. Sekitar 15 menit kami sampai di OGIZAWA ...lalu mencoba mencari loket bus menuju NAGANO. And....di sinilah ketegangan terjadi !!! Waktu di kurobe Dam saya masih melihat banyak turis berkeliaran , jadi saya merasa aman .....Nah waktu sampai di OGIZAWA loket bus ...nah loh...kok gerombolan pada ngumpul menuju parkiran bus ya .... WALAH mereka ternyata semua rombongan travel yang sudah ada bus tersedia !! Buru-buru saya menuju loket bus , dimana sang nenek juga tidak bisa bahasa Inggris begitu juga dengan sang sopir....DEJAVU !! Saya merasa hal ini pernah terjadi di kehidupan saya sebelumnya ....serius. Saya coba tanya dengan sopir ....NAGANO ???? Dia jawab geleng-geleng NO !! Shinano Omachi .. Waktu sudah menunjukan jam 1700 . Saya lihat map ..benar kok Shinano Imachi , tapi saya juga sadar mungkin tujuan akhir nya hanya SHINANO OMACHI , bukan ke NAGANO. Sang nenek penjaga loket juga berusaha menjelaskan lewat gambar schedule di papan...sambil menunjuk tulisan NAGANO jam 1805 kalau tidak salah. Ok, saya langsung beli tiket last bus jam 1805 menuju NAGANO di tangan dengan OPTION TICKET , jadi free. Sambil menunggu ada 1 tempat duduk yang juga nyaman ..jadi saya beli kopi dari vending machine di sana untuk menurunkan tensi stress saya .... Bayangkan cuma ada 2 orang wanita dan 1 orang pria dan tak lama ada keluarga Indonesia juga kira-kira 6 orang yang juga kebingungan ...dan saya langsung menenangkan mereka masih ada bus terakhir ke NAGANO hahhaha , kami semua menunggu bus yang sama ke NAGANO, matahari sudah semakin hilang sinarnya. Sang penjaga loket sudah tutup jendela dan pintu dan ikut bus terakhir ke SHINANO OMACHI jam 1740 an . Tinggal kami sekeluarga dan 9 orang lainnya. Akhirnya datanglah bus terakhir ...dan saya tanyakan NAGANO ?? Yes..kata sopirnya ..langsung tanpa banyak cincong lagi kami naik ....FIUHHHHH..selamat !! Bus ke NAGANO memakan waktu 1 jam 40 menit an , jadi reservasi tiket shinkansen kami dari NAGANO menuju TOYAMA sudah hangus ! Karena kami book nya jam 18 an . Dalam hati saya untung pakai JR pass...kalau tidak hilang deh YEN dengan percuma . Dalam perjalanan menuju NAGANO, bus juga berhenti2 termasuk di Shinano Omachi . Dari sini lanjut duur langsung menujuu NAGANO . Waktu semakin malam dan gelap , namun kami sempat melihat pemandangan2 juga pedesaan sepanjang perjalanan ke NAGANO station ini . Cukup puas dan menegangkan saat2 akhir. Bayangkan kalau saya nongkrong lebih lama lagi di Kurobe DAM , apakah saya bisa jadi nginep KEMPING di OGIZAWA daerah pegunungan ? Ataukah saya mengiba-ngiba pada rombongan travel untuk nebeng bus mereka ?? belum tentu mereka ke NAGANO ..hehheheheh. Untung Tuhan masih melindungi kami sekeluarga ...;) Tapi saya rasa kalau seandainya kita terlalu lama di Kurobe Dam , mungkin akan diiingatkan petugas di atas kali ya..... TAPI walau saya pergi lagi next trip ke sini , saya ga mau nekat lagi .... Bagi teman-teman saya anjurkan dari pagi berangkat ke tateyama kurobe alpine route ini, karena menurut saya 1 hari saja masih tidak cukup melihat pengalaman saya hampir ketinggalan bus terakhir menuju NAGANO. Sesampainya di NAGANO station langsung saya menuju tiket office shinkansen untuk reservasi jadwal tercepat menuju TOYAMA, akhirnya dapat dan kami pulang ke TOYAMA dengan selamat. Thanks GOD
  4. 3 points
    Dantik

    Lost in Venice

    Hari 1, 5 Mei 2018 : Athena Hari 2, 6 Mei 2018 : Roma Hari 3, 7 Mei 2018 Setelah perjalanan selama 6,5 jam dari Roma menuju Venice, akhirnya kami turun di Venezia (Tronchetto) – P.le People Mover Isola Nova. Tronchetto ini adalah tempat Bus and Car parking. Jadi seandainya kita sewa mobil pribadi dari Roma ato daerah lain ke Venice, kita harus parkir di tempat ini. Pengalaman naik Bus Center tidak seenak naik Flix Bus. Menurut kami Flix Bus lebih nyaman dari Bus Center. Dari segi tempat duduk, wifi, charger maupun toilet. Untung pulangnya naik kereta. Sebelumnya kami ke WC dulu untuk cuci muka dll karena People Mover baru buka pukul 08.00. People Mover menghubungkan Tronchetto dan Piazzale Roma. Harga tiket untuk sekali jalan 1.50 euro. Setelah People Mover beroperasi, kami adalah orang yang pertama karena di Tronchetto ini belum banyak orang seperti di Piazza Roma. 1. P.Le Roma Tronchetto dan Piazzale Roma adalah satu-satunya tempat di Venice yang dapat diakses oleh mobil, bus dan trem. Di sini juga terdapat Vaporetto Piers yang bisa membawa kita kemana saja menggunakan Vaporetto (bus air). Piazzale Roma termasuk tempat yang tersibuk di Venice. Calatrava bridge adalah jembatan pertama yang kami lewati. Jembatan ini adalah salah satu dari 4 jembatan yang melintasi Grand Canal di Venice, yang menghubungkan Stasiun Kota dengan Piazza Roma. Dulu saya pernah nonton di NatGeo bahwa jembatan ini merupakan salah satu kesalahan konstruksi yang fatal karena panel kaca yang licin. Akibatnya pemerintah setempat harus merogoh kocek lagi untuk merenovasi jembatan tersebut. 2. Basilica Dei Frari Dari Piazza Roma kami berjalan melewati Stasiun Santa Lucia menuju jembatan kedua yaitu Scalzi bridge. Sepanjang jalan kami melihat orang-orang lokal yang saling menyapa satu sama lain. Setiap gang-gang kecil yang kami lewati belum terlihat toko-toko yang buka hanya beberapa saja yang baru mulai menata barang-barangnya. Banyak juga toko yang menjual pernak-pernik karnaval, kain, hiasan kaca dan lain2. Akhirnya kami sampai di Basilica Dei Frari. 3. Galleria Dell’Accademia Dari Basilica Dei Frari kami berjalan ke Galleria Dell’Accademia melewati Scuola Di S.Rocco dan Ca’Rezznico. Setelah sampai di Galleria Dell’Accademia, kami melihat jembatan ke 3 yaitu Accademia bridge sedang di renovasi. Sayang, kami tidak bisa mengambil foto di depan jembatan Accademia. 4. Santa Maria Della Salute Kemudian kami berjalan menuju Santa Maria Della Salute. Dari kejauhan gereja ini sudah terlihat dengan kubah hijau yang besar. Ga kebayang klo kami sedang berada di Venice, hihi… macam mimpi aja (sambil saling memandang). 5. Basilica Di S.Marco Dari Santa Maria Della Salute kami menyeberang menggunakan Traghetto. Klo kamu ingin coba naik gondola tapi ga ingin bayar mahal, mungkin naik Traghetto bisa menjadi pilihan. Traghetto adalah kapal penumpang yang melintasi Grand Canal di Venice. Traghetto itu adalah gondola besar tanpa hiasan busur, kursi yang dirajut, dan hiasan mewah lainnya. Mereka didayung oleh dua pendayung: orang yang berdiri di belakang penumpang seperti pendayung gondola tradisional, yang lain lebih dekat ke haluan. Carilah Traghetto Pier terdekat, biaya 2 euro per orang. Setelah menyeberang kami menuju Basilica Di S.Marco. Masuk melalui Correr Museum di sini banyak sekali wisatawan, baik yang mengantri untuk masuk ke dalam Basilica Di S.Marco maupun hanya berfoto di Piazza S.Marco. 6. Ponte Dell’Arsenale Sebelum sampe di Ponte Dell’Arsenale kami melewati Chiesa S.Zaccaria, Chiesa Di S.Giovanni In Bragora dan Ca’ Di Dio. Akhirnya kami sampe juga di Ponte Dell’Arsenale setelah berjalan seharian dan tidak tahu sudah seberapa jauh kaki ini melangkah. 7. Chiesa S. Maria Formosa Ponte Dell’Arsenale adalah titik terjauh perjalanan kami, kemudian kami kembali ke arah barat yaitu perjalanan pulang ke Stasiun Santa Lucia. Kami berjalan melewati Chiesa Dei Greci, Chiesa Di San Lorenzo. Karena kaki sudah keriting ada beberapa yang kami skip diantaranya Chiesa Di S.Giovanni E Paolo dan S.Maria Nova Church. 8. Ponte di Rialto Ponte di Rialto adalah jembatan ke 4 di Venice. Jembatan yang paling terkenal dan pertama kali dibangun menyeberangi Grand Canal. Jembatan ini sudah mengalami renovasi dari bentuk awalnya yang terbuat dari kayu. Ponte di Rialto ini adalah last trip kami sebelum kami kembali ke Stasiun Santa Lucia. Dari sini lah kami merasa “Lost in Venice” karena banyak sekali marka jalan menunjuk arah yang sama. Sudah beberapa kali salah jalan, karena wisatawan menyebar ke segala arah membuat kami tidak bisa berpatokan pada arah yang kami tuju. Akhirnya kami menemukan jalan yang sama pada waktu kami berangkat. Dari situ segalanya mudah sampai kami ketemu Scalzi Bridge, lalu Stasiun Santa Lucia. Kami menunggu di depan Stasiun Santa Lucia sampai jadwal keberangkatan kereta kami tiba. Kami menggunakan Trenitalia dari Venice S. Lucia ke Rome Termini dengan harga 19.90 euro.
  5. 3 points
    Dantik

    Jalan2 di Roma - Day 2

    Hari 1, 5 Mei 2018 : Athena Hari 2, 6 Mei 2018 : Roma – Day 1 Hari 3, 7 Mei 2018 : Venice Hari 4, 8 Mei 2018 Pagi ini kami sudah berada kembali di Roma. Setelah perjalanan selama 6,5 jam menggunakan kereta Trenitalia dari Venice S. Lucia ke Rome Termini. Naik kereta jauh lebih nyaman dibandingkan naik bus, walaupun hanya kelas ekonomi. Kita masih bisa mendapatkan harga murah jika memesan jauh-jauh hari, biasanya 3 bulan sebelum keberangkatan tiket sudah bisa dipesan. Tidak seperti pembeli yang kami temui di Stasiun dengan kelas yang sama tetapi harganya jauh lebih mahal karena membeli on the spot. Dari Rome Termini kami ke penginapan dulu untuk cek-in. Kami menginap di Marghera House dekat sekali dengan Stasiun Rome Termini, hanya berjarak sekitar 50 meter. Penginapan yang awalnya menurut kami kurang menyakinkan, tetapi setelah masuk kami merasa “feel like home”. 1.Vatican City Itinerary hari ini adalah Vatican City, kami menggunakan Metro Line A Termini – Ottaviano-San Pietro. Waktu kami berjalan menuju Vatican Museum,banyak sekali yang menawarkan jasa Skip the Line. Memang Vatican City adalah tujuan “Must See” klo ke Roma, makanya ga heran klo banyak yang menawarkan jasa Skip the Line. Setelah tawar-menawar rata-rata mereka memberikan harga yang sama yaitu 2x-3x lipat harga normal. Tapi kalo mau mengantri harus siap-siap mengantri lama karena antrian yang panjang. Akhirnya kami hanya foto-foto di St. Peter’s Square. 2. Castel Sant’ Angelo Setelah itu kami berjalan menuju Castel Sant’ Angelo, yang berada tidak jauh dari Vatican. 3. Chiesa Nuova Dari Castel Sant’ Angelo kami berjalan ke Chiesa Nuova. 4. Piazza Navona Kemudian kami ke Piazza Navona melewati Palazzo della Cancelleria. Di sini ada 3 fountains, di tengah adalah yang terbesar. Sayang, cuaca hari ini kurang mendukung karena langit mendung dan sudah mulai gerimis. 5. Santa Maria ad Martyres Pantheon Saat perjalanan ke sini hujan sudah mulai sedikit deras. Beruntung kami berada di sini sehingga kami bisa berteduh walau sebentar. Pantheon mendapat cahaya dari sinar matahari yang masuk melalui atap. Tepat di atas kubah ada bukaan bulat. Jika hujan, air yang turun dari bukaan mengalir ke dalam lubang di lantai. 6. Trevi Fountain Tidak akan lengkap kunjungan kita ke Roma bila tidak mengunjungi air mancur yang terkenal ini. Walaupun hujan, tidak mempengaruhi wisatawan yang ingin berfoto di depan Trevi Fountain. Pada dahulu kala diadakan kontes untuk merancang air mancur baru. Banyak arsitek penting yang berpartisipasi, tetapi pada akhirnya desain air mancur inilah yang memenangkan kontes. Trevi Fountain adalah air mancur terbesar di Roma. Ada di Piazza di Trevi. Konon katanya bahwa “Jika Anda melempar koin ke dalamnya air mancur dengan punggung Anda berbalik, Anda akan datang kembali ke Roma ”. Untuk alasan inilah banyak turis melempar koin ke dalam air mancur dan air mancur selalu penuh dengan koin. Koin-koin ini kemudian dikumpulkan dan digunakan untuk amal. 7. Quirinale Karena hujan yang tidak berhenti, tidak banyak yang bisa kami kunjungi lagi. Kami sudah menunggu sampai malam, dan akhirnya harus pulang kembali ke penginapan.
  6. 3 points
    Dantik

    Jalan2 di Roma - Day 1

    Hari 1, 5 Mei 2018 : Athena Hari 2, 6 Mei 2018 Pagi ini kami berangkat dari Athena menuju Roma menggunakan Ryan Air. Perjalanan selama 2 jam berjalan tepat waktu. Ryan Air adalah budget airlines yang cukup ketat dalam masalah kabin bagasi. Hanya diperbolehkan satu tas jinjing atau backpack yang muat dibawah kursi jika tidak membeli kabin bagasi. Mendarat di bandara Roma Ciampino, ada 3 pilihan transportasi dari bandara menuju kota. Pertama menggunakan taksi tarif flat 30 euro. Kedua menggunakan airport shuttle bus tarif 5-6 euro. Dan yang terakhir menggunakan bus + metro tarif 1.50 euro. Kami menggunakan pilihan ketiga yaitu dari Ciampino Airport menggunakan bus 520 turun di Cinecitta. Kemudian naik Metro A turun di Termini Station. Metrebus tiket 24 jam harga 7 euro. 1.Santa Maria Maggiore Dari Termini Station kami mulai mengeksplore kota Roma. Pertama kami menuju Santa Maria Maggiore, sudah mulai terlihat antrian masuk gereja pada saat itu. 2.San Giovanni Kemudian kami pergi ke San Giovanni menggunakan Metro A dari Vittorio Emanuele Station turun di San Giovanni Station. 3.Colosseo Dari San Giovani kami pergi ke Colosseo menggunakan Tram 3. Di sini terlihat banyak sekali wisatawan, terlihat juga antrian yang panjang. Banyak orang yang menawarkan jasa Skip The Line untuk masuk ke Colosseum. Ada 3 objek wisatawan yang bisa kita lihat di sini. Pertama Coloseum itu sendiri, kedua Arch of Constantine, dan yang ketiga Roman Forum. 4.Piramide Dari Coloseum kami pergi ke Piramide menggunakan Tram 3 yang sama turun di Porta S. Paolo. Mungkin ga banyak orang yang tau kalau di Roma itu ada Piramida juga. 5.Circo Massimo Dari Piramide kami kembali ke Circo Massimo menggunakan Tram 3 arah balik turun di Aventino. Circo Massimo ini adalah lahan luas yang dulunya dipakai untuk arena sirkus seperti pacuan kuda dll. Kemarin saya lihat di sini kalau sore banyak juga yang jogging. Sebelah Circo Massimo adalah Palatine Hill. 6.Bocca della Verita Dari Circo Massimo kami mulai berjalan menuju Bocca della Verita. Ternyata banyak orang mengantri untuk berfoto di Bocca della Verita. Bocca della Verita nama lainnya adalah Mouth of Truth. Konon katanya jika kita memasukan tangan kita ke dalam mulut batu kuno ini dan ketahuan berbohong, maka batu ini akan menggigit tangan kita sampai putus. Sayang, kami tidak sempat mengambil foto batu itu karena antrian yang panjang. 7.Isola Tiberina Dari Bocca della Verita kami berjalan lagi menuju Isola Tiberina. Isola Tiberina adalah sebuah pulau kecil di tengah sungai Tiber. Di pulau ini ada gereja San Bartolomeo dan juga taman untuk duduk-duduk di pinggir sungai. 8.Palazzo Farnese Setelah makan es krim di sini kami naik Bus 280 ke Palazzo Farnese. 9.Campo dè Fiori Dari Palazzo Farnese ini kami berjalan ke Campo dè Fiori. Di sini banyak sekali orang berjualan, mungkin seperti pasar kaget kali yah. 10.Capitoline Museums & Piazza Venezia Lalu kami berjalan lagi ke Capitoline Museums & Piazza Venezia melalui jalan Botteghe Oscure. Ini adalah tempat terakhir yang kami kunjungi sebelum kami berangkat ke Terminal Bus Tiburtina untuk melanjutkan perjalanan kami ke Venice dengan bus malam. Itulah itinerary hari pertama kami di Roma. Kami menggunakan Metrebus tiket 24 jam harga 7 euro untuk semua transportasi kami dalam satu hari. Dari Terminal Bus Tiburtina kami menggunakan Bus Center ke Venice harga tiket 21 euro. Hari 3, 7 Mei 2018 : Venice
  7. 3 points
    deffa

    Self Service SPBU di Rest Area KM 57

    Hola Deffa Here! Mau sedikit cerita pengalaman yang saya rasa agak unik nih dan mungkin juga baru di Indonesia. Jadi, weekend kemarin saya seperti biasa pulang ke Bandung, kangen my New Born Baby Girl "Yuna". Seperti biasa saya menyetir mobil sendiri dari Jakarta - Bandung. Perjalanannya sih biasa aja ya, dari tol ke tol, tapi ada satu hal yang unik yaitu SPBU Self Service. Ya, saya kebetulan mengisi bahan bakar Pertalite di Rest Area KM 57 arah Bandung dan menemukan sesuatu yang baru di SPBU ini. Ketika masuk Rest Area ada tulisan SELF SERVICE SPBU. Saya tahu artinya Self Service yang berarti melayani sendiri layak nya swalayan seperti Alfamart, Indomaret, dll. Tapi, apa mungkin seperti di film-film barat dimana kita mengisi bensin sendiri tanpa ada petugasnya? Ternyata, memang benar SPBU di Rest Area KM 57 ini menerapkan sistem tersebut, dimana pelanggan tidak di layani oleh petugas SPBU yang biasanya berdiri di samping mesin, mengisikan bahan bakar dan menerima uang pembayaran. Tapi, kita sendiri yang melakukan hal tersebut, namun tetap di pandu oleh 1 petugas. Seperti ini alurnya: Ketika kita masuk SPBU Self Service Rest Area KM 57, ada 5 jalur dimana 3 jalur untuk Pertalite sisanya Pertamax dan Bio Diesel. Di tiap jalur itu terdapat 2 buah mesin Pompa Bahan Bakar yang di jaga 1 petugas. Di tiap jalur tersebut terdapat Mesin Pembayaran Touch Screen yang di pandu oleh petugas. Ketika mobil sudah terparkir di samping Pompa Bahan Bakar, kita akan di pandu oleh petugas ke Mesin Pembayaran untuk memilih berapa banyak kita akan mengisi bahan bakar. Yang saya lihat mesin ini Touch Screen, terdapat pilihan meteran bahan bakar berupa Uang misal membeli bahan bakar sebanyak 50 ribu, 100 ribu, 150 ribu dll. Juga, berupa liter misal 10 liter, 12 liter, 15 liter, dll. Setelah memilih berapa banyak bahan bakar yang akan di sini, kita harus melakukan pembayaran terlebih dahulu. Pembayaran bisa melalui: Debit (Mesin EDC), Kartu Kredit (Mesin EDC) dan Cash (Bayar ke petugas). Menuju ke Nozzle dari Mesin Pompa Bahan Bakar untuk mengisi bahan bakar tersebut ke mobil kita. Proses ini kita lakukan sendiri dan petugas hanya menjelaskan saja tentang tata cara penggunaan Nozzle tersebut. Bahan bakar akan terisi secara otomatis, sesuai besaran yang kita pilih, saya memilih Rp. 150.000 dan mesin pompa memberikan pertalite dengan takaran yang sesuai. Proses selesai, kembalikan Nozzle ke tempat semula di Mesin Pompa. Hal ini sangat menarik bagi saya dan saya anggap SPBU ini menuju Indonesia mandiri, seperti hal nya yang di lakukan negara-negara modern lain nya. Namun, saya rasa jika sistem ini akan di gunakan di seluruh SPBU Pertamina, ada beberapa hal yang harus di tingkatkan: Penyuluhan, karena saya belum pernah dengar sistem ini di promosikan di manapun baik media cetak atau elektronik. Tutorial, saya tidak melihat adanya tutorial yang bisa di baca di area SPBU ini, hanya petugas saja yang memandu. Sistem pembayaran masih kurang, Debit hanya menerima dari BCA saja, namun mungkin ke depannya akan di tambah, lebih baik lagi bisa di tambah dengan sistem pembayaran lain seperti E-Money, Go Pay, dll. Mesin Pembayaran nya hanya 1 di tiap jalur, mungkin bisa di tambah agar bisa lebih cepat dalam proses pembayaran. Jika Rest Area KM 57 ini sebagai percontohan, hendak nya promosi yang menyeluruh dari PERTAMINA, karena edukasi dari awal akan lebih memudahkan penggunaan sistem tersebut bagi masyarakat. Saya pribadi menyambut positif sistem Self Service seperti ini di terapkan di seluruh SPBU PERTAMINA ke depannya, karena memang sudah saat nya Indonesia itu mandiri. Jadi, jika kalian mau mencoba mengisi bahan bakar ala-ala di film, cobain deh ke SPBU REST AREA KM 57 arah Bandung! :) Semoga Berguna. NOTE: Info dari teman, katanya untuk Self Service SPBU ini juga sudah ada di beberapa area di Jakarta, namun baru untuk Motor.
  8. 3 points
    ko Acong

    Trip Alpine Takayama Matsumoto

    Berapa Biaya perjalanan saya selama seminggu sejak sari Bandung - Japan - Bandung? Berikut rinciannya: Tiket Pesawat CGG - Narita - CGK PP: Rp. 2.420.000,- Bus Bandung - Jakarta PP: Rp. 230.000,- Turispass Matsumoto Alpine Takayama @17500 yen: Rp. Rp 2.275.000.- Bus Narita - Matsumoto @11.000 yen: Rp. 1.430.000.- Hostel Cabin dan Hotel 5 malam x 500.000.-: Rp 2.500.000.- (Gratisss tis dari Voucher Agoda) Bus Narita - Matsumoto seharusnya PP @12000 yen: Rp. 1.560.000,- Uang saku buat makan minum kopi ngemil dan tiket masuk berbayar, bawa Cash 20000 yen sisa 3850 yen, terpakai 16150 yen: Rp 2.100.000.- Jika tranportasinya di campur ala saya: Bus 1.430.000 + Matsumoto alpine Turispass Rp. 2.275.000 = Rp. 3.705.000 (hemat Rp 1.015.000.-) Note: Ada yang kasih tiket Narita - Tokyo bus, lumayan irit 2000 yen atau Rp 260.000) Total pengeluaran Pasti semuanya Trip Tokyo, Matsumoto, Narai, Hida, Gero, Gifu, Ena, Toyama, Nagano, Nagoya, Takayama dan masih bisa ke tempat lainya adalah: Simulasi bila pake JR Pass perbedaannya: 27000 Yen Tiket Opsional Alpine Route: 9300 Yen Jumlah 27000 - 9300 = 36300 yen (Rp 4.720.000.-)
  9. 3 points
    Gulali56

    Pakai Hop on Hop Off bus Ke Ubud

    Jadi ceritanya saya ke Bali dapet promo Traveloka discount 100rb utk pesawat domestik. Gara2 gagal mulu dpt tiket murah di tahun ini, akhirnya saya memutuskan solo traveling domestic aja sekalian cari jodoh #eh.. Rata-rata orang Indonesia ke Bali itu se-rombongan jadi bisa share cost sewa kendaraan atau kalau pergi sendiri or berdua pun pastilah sewa motor, moda transportasi termurah dan tercepat. Nah apa jadinya kalau ke Bali sendiri aja, mau ketempat jauh-jauh kemahalan utk sewa mobil, plus gak bisa nyetir motor kayak saya. Walaupun Blue bird taxi, Grab/Uber dan Gojek sudah masuk Bali, ternyata mrk itu hanya bisa beroperasi di wilayah tertentu saja (mostly seputaran Kuta-Legian-Seminyak). Dan yang pasti di Ubud dilarang. Padahal saya tiap kali ke Bali , kudu wajib ke Bebek Bengil cabang Ubud. Khan pusing tuh. Setelah browsing kanan kiri , justru dari Traveloka juga lah ketemu alternatif bus hop on hop off di Bali. YAY.. Namanya Kura Kura Bus. Perusahaan bus ini masih tergolong baru di Bali, baru 5 tahunan, sehingga gak banyak yang tau. Jangkauan area bus nya masih sekitar yang umum2 must-to-do spot di Bali . Untuk harga tiket nya cukup ekonomis one way rata-rata dibandrol Rp 20ribu kecuali ke Ubud Rp 80rb. Selain itu juga ada day pass nya. Untuk 1 hari (Rp 100.000), 3hari (Rp 150,000) dan 7 hari (Rp 250,000) . Berhubung saya butuhnya ke Ubud, jadilah saya ambil day pass 3 hari, biar ekonomis. Beli via website nya jadi Rp 135,000. Saya menginap di Seminyak Square hotel yang terletak persis disamping Seminyak Village yang juga merupakan halte stop 2 jalur Kura Kura Bus line 3 dan 4. Karena saya ceritanya mau makan siang di Bebek Bengil, saya ambil keberangkatan dari DFS (terminal pusat) yang jam 11 pagi. Ambil line 4 dari Seminyak Village yang jam 09.56 AM. Karena bus pertama , bus nya on time. Sampai di DFS jam 10.40-an liat-liat T-galeria Mall dulu sekalian numpang ngadem dan ke wc. Bis line 5 ke Ubud , teng brgkt jam 11 dari DFS. Halte stop: Alaya Ubud Resort Terletak persis disamping resto Bebek Bengil. Saya tiba di Bebek Bengil jam 12.45. Kelar makan siang dan leyeh2 dulu di bale-bale resto ngilangin pegel2, baru deh saya menanti bus berikutnya utk ke Puri Lukisan Museum jam 14.20 Halte stop : Puri Lukisan Museum Halte ini cocok utk yang mau ke Museum Blanco, Bukit Campuhan ataupun ke Babi Guling Bu Oka. Berhubung saya blm pernah ke Bukit Campuhan, jadilah saya kemari. Jalan pelan2 ke Museum Blanco dulu biar matahari gak terlalu terik. Apa daya krn saya gak tertarik masuk ke Museum Blanco, akhirnya saya jam 3 sore nanjak ke Bukit Campuhan , matahari berasa ada 3 biji alias masih panas pol. sisi bagusnya jam segini masih sepi, sisi gak bagusnya saking panasnya saya sendiri ampe ogah berhenti2 buat foto. Terus terang saya gak tll impress sama bukit Campuhan ini, saya malah langsung fokus ke Cafe dan Spa Karsa yang merupakan resto dan spa kecil samping pematang sawah setelah melewati Bukit gak penting ini. Sori to say ye.. Mungkin krn ga ada yg motoin, dan saya bukan tipe yg niat2 amat selfie kalo kepanasan . Terus ngapain kemari ye.. Setelah menghabiskan satu kelapa dan foto2 di sawahnya sampai mati gaya krn matahari mulai terbenam saya pun memutuskan balik ke halte bus utk mengejar bus terakhir jam 18.55. Kesimpulan dari trekking dadakan ini, 2km uphill itu ditempuh +/- sejam tp pas pulang bisa +/- 30menitan.. Karena takut ketinggalan bus, saya udh nongkrong dari sejam seblmnya di cafe seberang halte sambil ngopi2 dan numpang ke wc. Basically jam 18.55 itu udh gelap bgt sampai takut ketinggalan bus karena gak keliatan. Untungnya saya udh reserved via web, jadi nya supir bus nya sih udh tau bakal ada penumpang yg nungguin, scr saya cuma satu2nya penumpang mlm itu. Jam 08.30 malam akhirnya sampai juga di terminal DFS. Karena sudah gak kuat bermacet2 di area Seminyak, saya sambung naik gojek ke hotel. Tp nasib dapet tukang ojek org jawa alias nyasar2 muluk jd scr waktu gak beda jauh dgn misalnya saya pake Kura kura bus.. kesel... Kelebihan Kura Kura Bus: + cukup ekonomis utk area yang gak bisa dijangkau oleh kendaraan online. + bis ber-AC, ada free wi-fi dari telkomsel dan ada colokan listrik buat nge-charge selama mati gaya di bis. + memiliki aplikasi dan website informatif dengan pilihan bhs yang beragam dari Indonesia, Inggris, Jepang, Rusia, Korea, China + CS memiliki bhs inggris dan jepang yang cukup memadai . Kekurangan: - memakan waktu yang sangat lama apabila harus pindah line. Contoh dari seminyak village mau ke Ubud, dari line 4 harus ke DFS utk pindah ke Line 5. Total perjalanan jadi 3jam misal dibandingkan dgn naik kendaraan direct ke tujuan yang hanya 1-1.5jam. - halte bis ke-2,dst biasanya hanya palang di pinggir jalan dan tidak ada tempat parkir sehingga bis tidak bisa menunggu lama - belum menjangkau area2 di utara Bali, ataupun area Canggu yang mulai jadi tujuan wajib turis - interval bis utk Ubud line 2 jam sekali, sehingga kurang flexible - Aplikasi utk memonitor bis sangat tergantung gps bis maupun provider yang kadang angot2an.. Kesimpulannya bis ini lumayan oke utk solo traveler yang mau ke area Nusa Dua, Jimbaran maupun Ubud. Sedangkan kalau tinggal /explore di area Legian-kuta-Seminyak, lebih murah dan cepat naik ojek online saja. Kura Kura Bus http://kura2bus.com/ Interval bus: a. Line 1 : every 90 minutes, 10 rounds per day b. Line 2 : every 90 minutes, 9 rounds per day c. Line 3 : every 20 minutes, 38 rounds per day d. Line 4 : every 45 minutes, 17 rounds per day e. Line 5 : every 2 hours, 5 rounds per day
  10. 3 points
    Hi, Tanggal 18 - 27 April 2018 kemarin, gw dan kedua ortu baru aja trip ke Jepang. Untuk FR detilnya nanti ya karena lagi sortir foto2 dulu. Tapi di tulisan ini, gw akan kasih sedikit gambaran tempat-tempat yang dikunjungi selama disana. 18 April - Penerbangan pagi, sampai di Narita Sore, malamnya menuju Shinjuku Express Bus Terminal. Jam 11 malam naik sleeper bus menuju Osaka. 19 April - Menginap di Osaka 2 malam. Sampai Osaka, jalan2 menggunakan Osaka Amazing Pass for 1 day. Yang pada akhirnya tercapai adalah Osaka Castle, naik Giant Tempozan Ferris Wheel, Santa Maria Cruise, dan Tsutenkaku. Sempat makan di Matsuri (halal restaurant). 20 April - ke Kyoto. Pertama menuju Arashiyama Bamboo Forest, lanjut ke Kinkakuji, dan Fushimi Inari Shrine. Sempat makan di Ayam-Ya (Halal Ramen). Malamnya mampir ke daerah Dotonburi Namba sebelum kembali ke Guesthouse. 21 April - Menuju Kanazawa sebagai base menginap selama 2 malam. Pengennya di Toyama, tapi hotel-hotelnya mahal. Siangnya jalan-jalan di Kenrokuen Garden, makan siang di Omicho Market, dan sorenya ke Contemporary 21st century Art Museum. 22 April - 1 hari dihabiskan di Tateyama Kurobe Alpine Route. Berawal dari Toyama, berakhir di Nagano, semuanya tercover oleh Tateyama Kurobe Option Ticket (9000 yen). Dari Nagano kembali ke Kanazawa (sekitar 1 jam menggunakan kereta cepat. 23 April - pagi-pagi check out naik shinkansen menuju Aomori. Sampai ryokan di Aomori sekitar jam 2 siang. Jam 3 berangkat ke Hirosaki Station (45 menit) untuk menuju Hirosaki Park. Di tanggal 21 April s.d. 6 Mei 2018 sedang diadakan sakura festival. Disini tamannya buka sampai malam dan ada seperti pasar malam juga, mirip pasar malam di Indonesia lho, ada penjual makanan, permainan, rumah hantu, sampai pertunjukan motor (itu lho yang motornya bisa muter2 di dalam tong, tau kan? hehehehe). 24 April - Check out untuk menuju Tokyo. Menginap di tokyo 3 malam (airbnb daerah Ryogoku). Sampai sekitar jam 11 siang, tapi mampir di Akihabara (stasiun transit) untuk makan Coco Curry Halal (enaaaak). Jam 1 bisa early check in. Sore-nya keluar jalan menuju Shibuya, Harajuku, dan Odaiba. 25 April - Awalnya ingin ke Hitachi Seaside Park lalu ke Ashikaga Flower Park, tapi hari ini hujaaaaaan disertai angin. Jadilah kami hanya ke Hitachi Seaside park, tapi gatot sih secara hujan dan dingin serta gloomy parah. Baju dan sepatu basah. Sorenya lgsg balik aja ke Tokyo, tapi mampir ke Ueno-Ameyoko Market (karena emang akan transit di sini) untuk beli halal kebab dan ayam panggang. 26 April - Akhirnya di hari ini menuju ke Ashikaga Flower Park. Cuaca pun mendukung. Disini juga sedang ada festival jadi bunga2nya sedang mekar. Yang utama adalah Bunga Wisteria. Sorenya dilanjutkan berbelanja di daerah Asakusa sekalian mampir ke Kaminarimon dan Sensoji Temple. 27 April - Flight pulang ke Jakarta sebenarnya jam 6 sore. Tapi orang tua sudah kehabisan tenaga sehingga diputuskan hanya ke Tokyo Camii sekalian Papa Solat Jumat. Jadi check out jam 10, titip koper di Nippori, lanjut ke Yoyogi Uehara Station, merupakan station terdekat. Berhubung tidak ada tempat menunggu, gw dan Mama menunggu di station. Jam 2 siang langsung saja kami kembali ke Nippori St untuk ambil koper dan langsung ke Narita Airport. Melihat tempat-tempat diatas, mungkin ada yang kurang familiar dan bertanya-tanya "kenapa ga kesana, kenapa ga kesini?". Jadi perjalanan dengan orang tua itu harus disesuaikan juga dengan preferensi mereka, nah ortu gw suka dengan taman, bunga, dan pemandangan serta terutama tidak terlalu menguras fisik. Sayangnya di tengah-tengah perjalanan, Mama kena flu dan batuk. kemudian kakinya juga sakit (krn mmg sudah bawaan). Jadi pada akhirnya itinerary disesuaikan dan diubah sesuai kondisi tersebut. Saya pakai JR pass dgn ordinary type 7 days, osaka amazing pass, kyoto bus 1 day pass, Kanazawa bus 1 day pass, Tateyama Kurobe Alpine Option Ticket, dan PASMO. Nah untuk detil lebih lanjut serta foto2 nanti yaaa menyusul. Sekian. Terima kasih sudah membaca :)
  11. 2 points
    Timaro

    UMROH BACKPACKER RAMADHAN 2019

    Mana tau ada teman teman yang berminat umroh di bulan puasa tahun depan. Bisa inbox saya untuk diberikan nomor kontak ketua grup nya. Kabarnya makin banyak yang ikut makin murah LA nya. umrohnya ini yg ekonomis (nginapnya i'tikaf di masjid, tiketnya nunggu promo dengan rute KUL-MED JED-KUL) Ayo yang mau ikut....
  12. 2 points
    Hi...ini sekilas perjalanan saya dan keluarga selama 13 hari di Jepang. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang akan berkunjung ke sana . Bagi saya ini perjalanan kedua ke Jepang sejak 2016 lalu. Semua perjalanan saya , saya beranikan diri untuk backpacker bersama keluarga dengan bantuan info-info dari googling dan terutama forum di jalan2.com ini. Jadi saya merasa ada kewajiban khusus untukk share pengalaman saya backpacker bersama keluarga di forum ini untuk membantu teman-teman lain juga untuk memberanikan diri melalukan perjalanan tanpa tour/travel ke Jepang. Semoga bermanfaat ! Persiapan Tentunya hal pertama yang saya lakukan adalah hunting tiket pesawat . Setelah berminggu-minggu terus buka web airlines, dan pergi ke berbagai macam travel fair. Akhirnya saya membeli tiket pesawat di TRAVEL juga ...hahaha. Saat itu ada travel fair yang berlangsung di JCC , namun karena saya enggan untuk kesana antri dari subuh2 ( menurut cerita kebanyakan orang ) untuk dapat tiket promo , so saya mencoba telpon salah satu travel di Jakarta , dan ternyata jawabannya " Promo di sana berlaku juga kok di kantor kami Pak ! What....????!! kabar gembira pertama datang ! Namun saya masih ragu karena harga tiket masih diluar budget Hari itu juga setelah makan siang di kantor , masuklah sms dari salah satu CC mengenai promo cash back untuk travel fair JCC yang sedang berlangsung ......what ??? Ini pertanda nih dalam hati saya hahahaha...saya berpikir , "Ok..jika cash back ini berlaku juga di kantor travel tsb , akan saya selon aja beli . Lalu saya langsung telpon lagi ke travel tsb , dan ternyata jawabannya " Ya Pak..berlaku juga kok promo CC itu ...".....Kabar gembira kedua Tanpa pikir panjang langsung saya book , dan sore itu juga saya tebus tiketnya ke kantor travel tsb yang tak jauh dari kantor saya. Akhirnya saya dapatkan tiket GARUDA INDONESIA , airlines kebanggaan Indonesia di tangan , dan dengan hati yang gembira saya kabarkan berita baik ini ke keluarga saya ..HEHEHE. Dalam pikiran saya untung juga saya tidak pergi ke travel fair , sudah jauh tempatnya , antri dari subuh, dan juga bayar lagi masuknya , nah ini tanpa antri dan mudah bisa mendapatkan promo yang sama di kantor travel tersebut . Ini menjadi pengalaman bagi saya dan saya juga bagikan ke teman-teman untuk selalu mengecek promo yang berlaku di kantor travel yang berpartisipasi di fair tersebut . BTW, tiket sudah saya dapatkan kira-kira 8 bulan sebelum hari H tanggal 4 Juni 2018. Dalam rentang waktu tersebut , saya mengurus VISA JAPAN , booking hotel-hotel di AGODA dan membaca-baca google serta forum ini untuk tempat wisata di sana yang bagus-bagus serta menyusun itinerary kami . Awalnya Alpine route tidak ada di itinerary kami. Cuma Tokyo - Osaka- Kyoto - Tokyo. Namun dengan semangat membaca pengalaman2 teman-teman dan hasil googling japan-guide , serta tripadvisor , selang beberapa bulan sebelum hari H , saya menemukan Tateyama Kurobe Alpine Route yang menurut saya sangat amazing ( hanya satu-satu nya snow wall di dunia ..katanya loh ; ) Langsung saya obrak abrik itinerary kami , saya bertekad wajib untuk ke sana ! Dan mencari tahu bagaimana, berapa harga tiketnya dan sebagainya ), bahkan saya harus meng cancel beberapa malam hotel di agoda untuk mengganti hotel baru di TOYAMA demi ke Alpine route ini. Singkat kata jadi lah itinerary saya seperti di judul saya di atas . Sisa beberapa bulan saya terus menggali info dan menyusun rincian ititenary yang lebih akurat , serta membeli online berbagai macam tiket yang bias dibeli secara online seperti Universal Studios beserta Express Pass 7 nya , Tiket Disneyland , dan tentunya JR PASS 14 days. Untuk tiket Alpine route , saya email ke CS pengelola web Tateyama Kurobe Alpine Route dan mereka jawab tanggal itu tidak begitu ramai, dan saya tidak perlu booking , tinggal langsung saya beli di tiket-tiket counter yang sesuai web mereka. Lagipula tiket terusan (option ticket) 9000 YEN, dari TOYAMA - ALPINE ROUTE - TOYAMA , tidak ada bisa dibeli secara online. So , ya sudah....saya percaya dengan jawaban orang Jepang itu . Oh ya...perjalanan kali ini saya tidak sewa WIFI JEPANG , namun langsung beli paket roaming 1 BULAN 5GB , karena saya memakai TEL*****L. Internet wajib selama perjalanan di Jepang , karena kita butuh HYPERDIA dan GOODLE MAPS. Hari demi hari persiapan akhir , sampailah pada tanggal 4 JUNI . DAY 1 Penerbangan JAKARTA - HANEDA Tak banyak cerita menarik di sini , karena berangkat dari Jakarta jam 23:40 dan tiba di Haneda pagi sekitar jam 7. Hanya sebelum itu memang tersiar kabar santer bahwa pilot GARUDA akan melakukan demo mogok kerja . Haizzz ini yang bikin deg-deg an hari-hari sebelumnya. Yah..semoga mereka bisa menyelesaikan permasalahan mereka tanpa mogok kerja deh ya.. karena ini menyangkut nama baik perusahaan dan Negara kita juga . Kalau mereka mogok , maka mereka pilot sendiri yang rugi kan kalau semua sudah tidak percaya GARUDA INDONESIA lagi. Loh..jadi curcol Anyway , pelayanan GA sangat baik di pesawat , pesawat juga bagus , dan flight ON TIME Maju terus Garuda Indonesia ! DAY 2 TOKYO Sesampainya di HANEDA AIRPORT , kami langsung menukarkan JR PASS kami di bandara ( Kantor JR EAST HANEDA ) , serta tak lupa membeli tiket OPTION ( terusan ) Tateyama Kurobe Alpine Route seharga Y9000 untuk dewasa , dana anak2 Y4500. Tak lupa juga untuk melengkapi perjalanan kami , saya juga membeli PASMO CARD untuk saya beserta istri serta kedua anak saya . PASMO CARD mungkin sudah banyak yang tahu , jadi saya tak uraikan lebih lanjut. Namun JR pass dan PASMO ini menurut saya sudah cukup untuk melakukan perjalanan seantero JAPAN , tidak usah membeli kartu2 pass yang lain yang banyak macamnya di berbagai kota di JAPAN. Dengan bermodal JR PASS, kami dapat naik TOKYO MONORAIL menuju HAMAMATSUCHO secara free, dan lanjut dari sana memakai JR line menuju AKIHABARA dan sambung lagi ke daerah KAMEIDO dimana hotel kami berada. ( MY STAYS KAMEIDO ) Dari Kameido Station ke hotel tersebut sekitar 15 menit jalan kaki , agak jauh memang buat geret2 koper sambal pakai backpack 60 liter hahhaha...namun semua perjalanan dari Haneda menuju Kameido station free dicover JR PASS. Itu kelebihannya bagi yang bisa memanfaatkan jalur JR. Tentunya kami tidak bisa check in , karena jam check in jam 15, so kami titip semua bagasi kami ke front desk , dan langsung menuju ROPONGGI dan malamnya ke daerah GINZA. 2 Tahun lalu kami sudah menjelajah hampir semua TOKYO district dan FUJI HAKONE , jadi kali ini Tokyo tidak banyak yang kami rencanakan untuk kunjungi .Hanya ROPONGGI dan GINZA ini yang kami belum pernah , jadi kami memutuskan ke sana. ROPONGGI HILLS tak banyak yang menarik sih menurut saya , hanya untuk shopping dan melihat LABA-LABA besar di Roponggi Hills dan stasiun TV ASAHI . Sesudah dari GINZA, kami juga sempat pergi dan masuk ke salah satu bagian taman dari Tokyo Imperial Palace untuk sekedar menikmati dan menghabiskan waktu sore, yang mana ternyata sangat luas dan melelahkan karena ternyata kami tidak bisa melihat Imperial Palace nya sama sekali dari taman tersebut , ( kemungkinan saya salah masuk bagian dari salah satu taman istana kali ya .....) Lelah mengitari taman, kami pulang ke hotel . DAY 2 TOKYO - TOYAMA Malam sebelumnya , saya sudah reservasi ticket shinkansen TOKYO - TOYAMA , tentunya memakai JR PASS, untuk kereta sekitar jam 9 an. Namun hari kedua ini berhubung masih semangat ternyata saya dan keluarga bangun pagi sekitar jam 6 . Karena memang sengaja tidak pesan breakfast di hotel , biar cepat dan langsung kami check out sekitar jam 7 an dan membeli sarapan di luar . Sesampainya di Tokyo station , berhubung jam keberangkatan masih lama , maka saya masuk lagi ke kantor ticket shinkansen dan memajukan jam keberangkatan kami , dan ternyata memang diperbolehkan . Jadi kami berangkat ke TOYAMA lebih pagi 1 jam an. Untung bagi kami , karena bisa sampai TOYAMA lebih pagi, daripada menunggu di stasiun kereta TOKYO Sesampainya di TOYAMA , seperti biasa kami mencari lokasi hotel kami ( APA VILLA HOTEL TOYAMA ) melalui googlemaps, dan ternyata cuma perlu 5 menit jalan dari Toyama Station. Titip koper lagi di front desk , dan langsung mencari maps kota TOYAMA dan kami langsung jalan kaki untuk explore kota TOYAMA tersebut . Tempat yang kami kunjungi pertama adalah TOYAMA castle dimana kami bisa masuk melihat2 ke dalam castle dan naik ke puncak castle nya . Castle ini sudah dijadikan museum dan tentunya untuk masuk harus membeli tiket. Cukup menarik di dalamnya walaupun kecil . Pulang dari sana kami berjalan kaki melewati beberapa shrines ( kuil ) kecil sepanjang perjalanan. Sebenarnya kami rencanakan untuk sewa sepeda dimana banyak tempat penyewaan sepeda di TOYAMA . Selagi bingung melihat2 mesin nya dan cara menyewa sepeda , tiba2 ada seorang bapak2 ramah berkata dalam Bahasa Inggris ke saya , singkatnya " Sepertinya kamu butuh suatu kartu untuk dapat meminjam sepeda yang terparkir ini , memang kelihatannya sederhana tapi system nya yang agak sulit untuk penyewaan sepeda di TOYAMA ini " . Ternyata Bapak ini obrol punya obrol juga penduduk TOYAMA dan dia juga tidak tahu bagaimana system sewa sepeda nya untuk turis ....HAHAHA...tapi minimal bapak ini sudah ramah sekali mencoba membantu saya yang sedang mencoba pakai kartu pasmo untuk membuka kunci sepeda . WKKWKWK.....Akhirnya saya menyerah dan selama di TOYAMA menggunakan kedua kaki untuk menjelajah . Makan malam kami masuk ke dalam suatu plaza , dimana beruntungnya sedang ada seorang "MAIKO" ( entah benar MAIKO atau GEIHA istilahnya ) ramah yang mau kami ajak berfoto . Sesudah itu kami langsung pulang karena mau mempersiapkan fisik untuk besok kami menjelajah KUROBE ALPINE route yang mana merupakan tujuan utama kami ke JEPANG ini. DAY 3 TOYAMA - TATEYAMA KUROBE ALPINE ROUTE - NAGANO - TOYAMA Bangun pagi dengan semangat 2018, sekitar jam 5.30 , karena ini lah tujuan utama travelling kami kali ini. Untuk keberangkatan pertama dari station DENTETSU TOYAMA ( letaknya pas disebelah nya station TOYAMA , yang merupakan station pemberhentian shinkansen dari tokyo station) kalau saya tidak salah ingat sejak jam 6 pagi sudah ada . Namun setelah berberes , bangunin anak-anak yang agak susah dan beli sarapan seadanya dulu di LAWSON dan sejenisnya yang banyak berterbaran di pelosok Jepang , maka kami sampai di station Dentetsu Toyama sekitar jam 6.30. Kami tukarkan voucher Tateyama Kurobe Options yang dibeli di kantor JR EAST HANEDA dengan tiket aslinya , dan langsung kami disuruh antri untuk naik kereta dari DENTETSU TOYAMA menuju TATEYAMA station menggunakan kereta CHIHO RAILWAYS. Tepat jam 7 pagi , kereta berangkat. BTW, saya anjurkan sepagi mungkin kalian berangkat dari DENTETSU TOYAMA , karena Alpine route ini really amazing dan seharian pun kita akan merasa kurang waktunya. Di akhir FR cerita ini , kalian akan tau kenapa saya bilang 1 harian pun akan kurang ...Oh ya sehari sebelumnya juga saya sudah reservasi tiket shinkansen dari NAGANO kembali menuju TOYAMA sekitar jam 1800. Berikut jalur TATEYAMA KUROBE ALPINE ROUTE ( untuk lebih jelas nya kita dapat mengakses web resmi dari Alpine route ini, karena banyak alternatif yang sesuai waktu dan itinerary kita ) https://www.alpen-route.com/en/ Namun saya mengambil jalur sesuai tiket option route 9000 YEN adults ini, yaitu dari TOYAMA - ALPINE ROUTE - NAGANO . Bisa juga tiket ini digunakan terbalik jalurnya NAGANO _ ALPINE ROUTE - TOYAMA. Namun karena sesudahnya saya ingin ke KYOTO , maka saya pilih base di TOYAMA. MOhon diperhatikan tiket ini hanya one way , jadi tidak bisa kembali melalui jalur yang sama menuju tempat asal. Ada juga pilihan round way TOYAMA - MURODO - KUROBEDAIRA ( KUROBE DAM ) - TOYAMA. Semua bisa kalian lihat di web resminya. Namun saya sih anjurkan ambil yang one way dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri , lalu kembali menggunakan shinkansen untuk balik ke TOYAMA atau NAGANO. Berikut pemandangan selama perjalanan dari dentetsu toyama ke tateyama, menggunakan TOYAMA CHIHO RAILWAY. Banyak anak-anak sekolah juga yang sedang berangkat ke sekolah saat itu yang jadi pemandangan yang menarik . Ternyata sekolah di Jepang masuknya agak siang ya..mungkin sekitar jam 8 atau 830 , karena mereka masih terlihat santai sekitar jam 730 an. Saya juga merasa masuk sekolah di Indonesia rasanya terlalu pagi jam 650 , sehingga banyak anak-anak masih mengantuk di jam pertama pelajaran sehingga tidak efektif . IMHO . Sepanjang perjalanan disuguhi view semacam ini ...oh indahnya hidup . Mungkin bagi anak-anak sekolah di sana naik kereta dengan pemandangan seperti ini sudah biasa dan melihat saya norak berfoto-foto ...hahhaha. Namun beruntung mereka memiliki kota/ kampung halaman seindah dan sesegar udara di sini. Setelah melewati beberapa station kecil yang sudah tampak tua( tidak seperti station-station yang kita lihat selama perjalanan shinkansen maupun di tokyo ), 1 jam tepat ( di Jepang semua serba on time pas-pas-pas waktunya ) maka kami sampai di TATEYAMA station . TATEYAMA STATION - BIJODAIRA( menggunakan TATEYAMA CABLE CAR )===> mohon maaf banyak picture saya ga bisa berhasil UPLOAD ( UPLOAD FAILED ) jadi mungkin ada gambar yang penting untuk menggambarkan arah namun tidak bisa diupload , entah kenapa ...maklum agak GAPTEK nih saya... Cable car ini juga memasuki terowongan, dan lama perjalanan 7 menit kami sampai di BIJODAIRA station . Dari station sana sebenarnya saya baca di maps kita bisa menelusuri pohon pinus , dulu sebelum menuju MIDAGAHARA. Namun saya tanya ke petugas dimana track ke hutan pinus , beliau menjawab tutup dengan menyilangkan tangan di depan dada nya, dan berkata sedang tidak aman track ke hutan pinus. Saya sih percaya dengan tingkat keamanan di Jepang. Apa yang mereka bilang tidak aman pasti tidak aman , kita jangan nekat wkwkkwkw. Dari station Bijodaira ada 2 jalur antrian ....jangan sampai salah ! Saya hampir mengantri di antrian yang langsung ke MURODO !!! Haizzz karena mengikuti gerombolan orang terbanyak dan ternyata mereka gerombolan tour dari HONGKONG jadi mungkin mereka terkejar waktu jadi langsung ke MURODO. Untungnya saya berbekal map di atas , jadi tahu tujuan selanjutnya jadi langsung pindah antrian yang paling kiri ( kalau ga salah tulisannya STOP OVER )...nah ini yang transit dulu di MIDAGAHARA. Beruntungnya saya sadar kesalahan fatal ini, karena jika saya langsung ke MURODO , saya tidak diperbolehkan balik lagi ke MIDAGAHARA . Setelah liat-liat toko souvenir sebentar , kami disuruh masuk ke BUS TATEYAMA HIGHLAND BUS menuju MIDAGAHARA. BUS dari BIJODAIRA ke MIDAGAHARA hanya beberapa orang saja didalamnya, serasa bus privat ( paling 10 orang hehhehe), jadi kami bebas memilih seat yang paling nyaman dan bagus untuk melihat pemandangan . Kemungkinan karena kami pergi ke sana bukan saat weekend dan high season , jadi selama perjalanan Alpine route ini kami sangat puas dan nyaman karena tidak banyak orang ... NAMUN ada kekurangannya juga tidak banyak orang ini....cerita agak membuat ciut hati menyusul hehhehe. Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan hijau dan puncak gunung yang ada es nya ..benar-benar seperti di ALPINE SWISS ;). Bus pakai penjelasan dari TV memakai bahasa inggris juga , dan berhenti di beberapa titik yang dianggap bagus, seperti air terjun dan 1 pohon yang dianggap penting ( saya lupa namanya ) . Perjalanan sekitar 30 menit tak terasa karena disuguhi pemandangan sebagus ini . Tibalah kami di MIDAGAHARA 1930m. Turun dari bus.......lebih AMAZING lagi view nya...dan lagi kami bisa bersentuhan langsung dengan salju yang banyak , dan bisa menginjakan kaki di atas salju dan bermain-main . VIEW nya TOP ! Di sana ada 1 station kecil dengan petugas yang menanyakan jam berapa kami mau berangkat ke MURODO , dan kami bilang 1 jam lagi ..lalu di catat oleh petugas tersebut. 1 JAM puas kami bermain salju dan foto-foto , karena memang lokasi tidak begitu luas untuk di explor karena ada pembatas tali dimana kami tidak boleh over pass. Setelah 1 jam berangkatlah bus TATEYAMA HIGHLAND BUS kami langsung menuju MURODO ( entah kenapa tidak berhenti di TENGUDAIRA sesuai map ). Namun selama perjalanan menuju MURODO kami pikir sebelumnya akan sama view nya dengan sebelumnya, namun SALAH BESAR !!! Makin ke MURODO , es bertambah banyak , view makin indah ! Dan mulai tampak SNOW WALL pendek , dan semakin menuju murodo SNOW WALL bertambah tinggi ...AMAZING !!! MAAF KUOTA UPLOAD PICTURES NYA HABIS ...HHAHAHHAA...lanjut ke topic lanjutan di lapak yang lain ! ya.... SPOILER DIKIT... IMG_4498.AAE
  13. 2 points
    Tarmizi Arl

    MENARIKNYA MANILA (Part 1)

    Haiiii... udah lama gak nulis :) . Mau sharing pengalaman terbang ke Manila bulan lalu... Berbekal tiket promo dari Air Asia 900rb PP Jakarta-Manila, tanpa pikir panjang gue langsung pesen untuk perjalanan 19-22 Februari kemarin. Manila mungkin belum begitu jadi favorit banyak orang, tapi gue sendiri memang dari 3 tahun lalu tertarik dengan Filipina termasuk Manila, sejak lihat foto-foto beberapa bangunan bergaya eropa yang ada disana. Apalagi tahun lalu lagi tren drama tv Filipina, eh makin semangat deh buat kesana. Ntah kenapa suka aja ama budaya, bahasa, dan orang-orangnya. Hari 1 Jadwal keberangkatan senin tanggal 19 Febuari jam 11 siang dan sampai Manila jam 4 sore waktu Manila (Waktu Manila lebih satu jam dari Indonesia). Sesampainya disana, seperti biasa ditanya-tanya di Imigrasi terutama tinggal dimana. Agak alot karena kami baru pesan untuk 1 malam, sedangkan 2 malam selanjutnya emang belum pesen karena mau lihat kondisi. Bandara Manila bernama Ninoy Aquino. Bandaranya gak begitu besar tapi pada saat sampai, kita akan disambut deretan pameran kebudayaan di Filipina. Pameran budaya di terminal kedatangan Bandara Ninoy Aquino Manila Area kedatangan bandara Loket Taksi bandara Tujuan pertama kami langsung ke Mall of Asia terlebih dahulu. Kok Mall? Iya, karena berdasar info, Mall of Asia (MOA) ini sempet jadi Mall terbesar di asia, dan berhadapan langsung dengan laut gitu dan ada alun-alun untuk bersantai dengan banyak wahana. Untuk keluar bandara, kami pilih naik Taksi. Dari pintu keluar kedatangan, belok kanan. Lurus aja sampai lihat tanda antrian Taksi. Nah disana kamu tinggal duduk dan antri sampai giliran kamu naik. Perjalanan dari bandara ke MOA sekitar 30 menit dengan argo hanya sekitar 150 Peso (Rp45.000). Oh ya, Mata uang Filipina itu Peso ( 1 Peso = Rp300 ; maret 2018 ) Tapi gue sendiri kemarin tuker banyak duitnya justru di Bandara Soetta, harganya jadi lebih mahal 1 peso = Rp350. Padahal pas nukerin duit di Bogor, ya Cuma Rp 300 itu. Lumayan loh 50..hahaha... . Singkat cerita tibalah kami di MOA. Ternyata di samping MOA ini ada juga SM Arena, satu Hall besar tempat biasanya konser-konser internasional berlangsung. Seperti halnya mall besar, MOA memang sangat semarak. Dan memang gede sih kayaknya. Kebetulan udah rada malem dan belum makan, jadilah kami pilih nyari makan dulu. Gue udah ada tujuan yaitu Jollibee. Francise kyk KFC gitu tapi asli Filipina. Jollibee ini terkenal banget di Filipina, gak bakal susah cari Jollibee di Filipina terutama Manila. Ternyata gak salah kalo jadi favorit. Menunya beragam dan dari yang gue coba di hari pertama itu memang enak. Gue lupa namanya apa, tapi gue pesen nasi + kayak steak beef gitu. Bumbunya asin manis. Meskipun gak pake sambel, tapi masih cocok di lidah kok.. Apalagi kalo ada sambel sih.. pasti lebih wow. Untuk ayam nya sendiri memang biasa aja. Kalau disuruh pilih, gue masih suka ayam KFC ama AW lah. Tapi menu lain? Jollibee juara. Sekali lagi, beragam ! jadi gak bosen. Dari 3 hari di Manila, 6 kali makan berat, 5 kali nya makan di Jollibee. Ya, selain emang mau nyoba banyak menu juga karena MURAH PARAH. Satu paket nya itu rata-rata cuma sekitar 70-100 peso. Berarti Cuma 20-30 ribuan doang. Gimana gak kalap? . Lanjut ! abis makan, mampir dikit ke SM By the Bay yang berada tepat di depan MOA. Disana memang cukup ramai dan banyak wahana rekreasi termasuk bianglala. Tapi karena masih hari pertama, kami santai-santai aja dulu disana. Gak lama, langsung cari taksi buat ke penginapan. Kami pilih penginapan di daerah Malate, namanya Wanderers Guest house. Pesen di Traveloka Cuma 190ribuan rupiah/malam. Jaraknya gak begitu jauh juga dari MOA, sekitar 30 menit udah sampai. Tarif taksi yang kami bayar juga cuma 120 Peso (36ribu). Untungnya lokasinya sangat strategis, rame, gemerlap, banyak toko dan minimarket. Jadi gak bakal susah kalau malem mau keman-mana. Untuk penginapannya sendiri karena ini Backpacker Hostel, jadi ya sebagaimana harga. Kamar mandi pun sharing. Tapi untuk sekedar tidur, masih oke kok. Apalagi ada cafe juga diatasnya, pemandangannya langsung gedung-gedung tinggi, jadi justru kelihatan menarik. Pemandangan dari cafe di Wanderers guesthouse Hari 2 Kami memulai perjalanan menuju Intramuros. WAJIB ! . ini destinasi wajib liburan ke Manila. Intramuros itu kayak kota tuanya Manila. Intra (didalam) Muros (Benteng). Ya, karena memang kota tua nya dikelilingi oleh benteng. Awalnya kami jalan kaki berbekal Google Map. Trus naik Jeepney (angkotnya filipina) dan turun di Rizal Park. Sebelum ke Intramuros, kami akhirnya terpincut dulu buat menikmati kawasan Rizal park. Awalnya gue pikir Cuma ada monumen doang, ternyata disini jadi kawasan taman kayak Monas gitu. Jadilah lumayan lama disana. Kawasan Rizal Park Rizal Monument Selesai foto-foto, barulah jalan lagi ke arah Intramuros. Di jalan ada becak nawarin jasa. Disana namanya Padyak. Dia nawarin jasa keliling Intramuros sekaligus jadi guidenya. Tarifnya 300 Peso. Semua wilayah bakal didatangi katanya. Tapi gue pikir buat keliling sendiri aja biar puas foto-fotonya. Tapi karena pengen juga nyobain naik Padyak, akhirnya kami naik buat diantar sampai ke Gereja di Intramurosnya aja. Tawar-tawar, dia kasih harga 80 Peso (24ribu). Akhirnya kita naik Padyak, dan ternyata memang cukup jauh sih kalau jalan kaki. Sampai di Gerbang Intramuros. Masuk sedikit langsung disambut bangunan megah khas arsitektur Eropa. Itu adalah Manila Cathedral. Karena bagus dan fotoable, jadilah gue lama foto-foto di sana. Menariknya, wisatawan juga boleh masuk gratis. Yang Kristiani bisa juga ikut ibadah yang rutin diadakan tiap jam, sedangkan yang tidak bisa melihat-lihat dari belakang. - Disambung nanti ya J
  14. 2 points
    Agung Kristiono

    london gw dateng (lagi)

    awal mei adalah awal yang baik buat gw, gw bisa jalan lagi ke london buat ke-2 kali ya 6 bulan terakir, kali ini gw dapet free trip dari salah satu perusahaan rokok terbesar di indonesai, Djarum super, melalui even "Super Soccer" yang diadain di RCTI dan MNC TV,, puji Tuhan gw kepilih buat nonton bola "Chelsea vs Liverpool" langsung di Stamford Bridge ayo segera download aplikasi ya di app/playsore, subscribe dan ikuti terus activity ya, denger2 bulan agustus besok super soccer mau ngadain acara nonton bareng di london lg lho.....ayo siapa mau... Ok..lanjut cerita ya, mendarat pagi hari di manchester airport,langsung ke imigrasi, seperti biasa ya, gw paling takut berhadapan sama orang imigrasi, seperti sebelum ya gw ajak temen gw buat nemenin ke meja imigarsi, berbekal ilmu bahasa inggris yang cap..cip..cup dan kl ditanya jawab ya "YES" doang ( padahal gw gk ngerti dia nanya apa) akhir ya gw bs lolos petugas imigrasi yang bertato.... dr bandara tujuan kita langsung menuju ke Old trafford, stadion tour dan belanja mercandise Hari ke-2 lanjut menuju Liverpool, ky biasa ya aja stadion tour "Anfiel" dan ke museum band musik terkenal "The Beatles" hari-3 menuju london, kaya biasa ya, paling muter2 kota, belanja di primax, dan naik london eye disini pun sy syuting buat iklan super soccer.....akhirya gw masuk tipi,,hihiih hari ke-4 hari yang paling ditunggu-tungu, nonton big match CHELSEA vs LIVERPOOL, langsung di Stamford Bridge, untung ya chelsea menang 1-0 lewat gol Giroud hari ke-5 tour stadion Chelsea... kota london bikin sy terkesima, kangen dan pengen balik lagi, apa pun yang saya dapat, di syukuri saja....saya masih penasaran buat liat stadion Wembley...mungkin suatu saat nanti saya bakal melihat ya langsung dan berfoto..
  15. 2 points
    anna22

    FR Spring Family Trip-Japan 2018

    Beberapa minggu pulang dari Korea sekitar akhir November 2017, gw diultimatum sama ortu untuk tidak ke Jepang atau Korsel lagi. Lebih baik umroh atau ke negara lain. Padahal gw masih penasaran dengan musim semi di Jepang. Ya udahlah gw coba melancarkan taktik dengan mengajak ortu gw untuk jalan2 ke Jepang di musim semi 2018. Kebetulan gw agak lowong di akhir bulan April, begitu pula dengan Ibu yg sudah santai dengan pekerjaannya. Nemulah harga tiket JAL pp jakarta-narita Tokyo 5,3 jt. Menurut gw sih udah lumayan harganya, full service airlines sekaligus direct flight. Cuman memang jam keberangkatannya hanya dapat yang pagi. Ya udahlah yaaa.... Di bulan Desember tiket pun terbeli. Setelah itu sambil menunggu urus visa (krn masih pake paspor biasa), gw pun mulai membuat itinerary dan setelah fix lanjut mencicil pesan penginapan. Ortu gw bilang perjalanan ke Jepang ini inginnya sekali aja jadi gw puter otak gimana caranya bisa mendatangi tempat2 yang ok di jepang pada waktu yang tepat pula. Kebanyakan tempat2 yang didatangi berupa taman bunga dan tidak ketinggalan tentunya Tateyama Kurobe Alpine Route. Oleh karena itu, pemilihan tanggal 18-27 April ini banyak dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya rute Tateyama sudah dibuka, ada festival sakura besar di Hirosaki (pengen banget kesini dari dulu), taman bunga ashikaga dan hitachi seaside juga sedang mekar, dan belum dimulainya golden week. Hmmm panjang yaaa cerita awal mulanya, boleh diskip kok hehe langsung baca yg di bawah ini saja ya ^^ 18 April Flight jam 6.15 pagi dari Soetta Terminal 2D. Sampai di Narita jam 4 sore. Cek Imigrasi aman dan lancar tanpa tanya jawab. Setelah itu, sambil ortu istirahat, solat dan bersih2, gw ngurus sim card khusus paket data internet yang sudah dipesan melalui Klook (8 hari 4G/3 GB = Rp. 280.000). Lanjut ke JR office untuk tuker voucher JR pass walaupun baru akan aktivasi di tanggal 20. (Voucher JR pass udah dibeli di Indonesia pesan di Bobobobo). Sekalian juga beli Tateyama Kurobe Alpine Ticket seharga 9000 yen. Setelah itu beli pasmo(seperti e-money utk naik kereta, bis, beli sesuatu di vending machine, bayar di minimart, atau bayar loker)buat ortu dan isi ulang pasmo gw yg lama. Setelah urusan ini itu beres, sebelum ke Shinjuku Express Bus Terminal, kami makan terlebih dahulu di Tentei Tempura dan Soba (halal certified) di lantai 4 terminal 2. Setelah perut terisi, kami ke lantai bawah untuk naik kereta menuju Shinjuku. Sebenarnya banyak pilihan kereta, tapi gw milih yang murah walaupun lama toh gak ngejar waktu juga sih hehe Sekitar jam 8.30 malam, sampailah di Shinjuku setelah transfer dr Nippori. Tadinya pengen mampir ke Tokyo Metropolitan Government Building, tapi ortu masih jetlag kayaknya jadi lgsg aja menunggu di terminal. Nah gw kan gak betah ya anaknya, jadi pas ngelihat ada Don Quijito, setelah memastikan waktu dan tempat naik sleeper bus ke Osaka nanti, gw pun minta izin untuk jalan2 sebentar. Bapak gw akhirnya ikut. Oiya kenapa kami lgsg ke Osaka, dan menggunakan bus malam??? Selain efektif dan efisien yaitu, juga memberikan pengalaman sleeper bus ke ortu. Ternyata mereka senang karena baru pertama kali naik bis seperti itu. Tepat jam 23.30, bus pun datang yang ternyata gak penuh2 amat. Setiap 2 jam sekali, bus pasti akan berhenti di rest area sekitar 20 menit untuk mempersilahkan penumpang ke toilet. 19 April Tepat jam 7 pagi, sampailah kami di Willer terminal Umeda Sky Building. Setelah cuci muka dan ke toilet, kami lanjut ke penginapan untuk titip koper. Dari Umeda Sky Building, jalan kaki ke Osaka Station. Disana saya sempat ke information center untuk membeli Osaka Amazing Pass 1 day yang akan digunakan seharian ini (2500 yen) baik untuk tiket masuk lokasi wisata maupun osaka subway. Pilihan penginapan adalah Osaka Guesthouse Nest (selain dekat JR station =teradacho st, ada pilihan kamar untuk 3-4 orang, harga sesuai kantong juga ). Setelah titip koper, kami lanjut ke Osaka Castle. Sebelum naik ke atas Castle, kami makan bekal dulu di tempat duduk yg ada di halaman depan castle. Harga tiket masuk sudah tercover OAP juga ya... Perjalanan dilanjutkan ke Osakako Station untuk menuju Tempozan Giant Ferris Wheel dan Santa Maria Cruise. Ini juga sama tercover OAP. Menjelang sore, kami memutuskan ke Matsuri Halal Restaurant. Sebenarnya ingin ke tempat lain, tapi terlalu jauh sedangkan kami sudah lapar. Kalau menurut kami sih rasa dan harga kurang sepadan. Rasanya biasa saja kalau dibandingkan makanan halal di resto lain yaa tapi balik lagi tergantung selera loh Malamnya kami ke daerah Sinsekai untuk ke Tsutenkaku Tower. Sama ini juga tercover OAP. Tadinya mau lanjut ke Namba Dotonburi tapi ortu udah ga sanggup dan mengingat juga besok akan ke Kyoto pagi2 jadilah akhirnya kami pulang ke penginapan dan istirahat. 20 April Jam 7 pagi setelah sarapan perbekalan di penginapan, kami menuju Kyoto. Hari ini JR pass sudah mulai diaktifkan. Tujuan pertama di Kyoto adalah Bamboo Forest Arashiyama. Disini kami berhenti di Jr saga arashiyama st krn pakai kereta Jr. Sekitar jam 9 sudah sampai dan kebetulan belum terlalu ramai. 1,5 jam kemudian saat kami akan kembali ke station, tiba2 makin banyak orang dan terutama anak2 sekolah ternyata banyak yang sedang study tour. Di Kyoto ada penyesalan saya yaitu membeli 1 day Kyoto Bus Pass karena kami tidak memaksimalkan penggunaannya. Apalagi harganya sudah naik yaitu 600 yen huhu. Kami hanya memakai sekitar 460 yen aja. Perjalanan dilanjutkan ke Kinkakuji (kuil emas). Ini juga tempatnya ramai dikunjungi orang. Dan cuaca sangat bersahabat bahkan cenderung panas terik. Inginnya minum terus. Mengingat belum makan siang, gw pun mencari resto halal terdekat dan nemu Ayam-Ya yang dekat Karasuma. Ini sebuah keputusan tepat, selain enak harganya juga bersahabat dan yang serve itu 2 perempuan Indonesia jadi nyaman untuk nanya2 menu (berhubung ortu gw suka agak bingung milih menu makan). Kalau kesini kayaknya harus coba spicy miso ramen (ada 3 level dan ayamnya banyak). Ada tempat solatnya pula. Setelah kenyang, kami menuju Fushimi Inari Shrine dengan menggunakan kereta JR juga. Untuk masuk kesini gratis dan kalau sanggup bisa sampai ke atas. Tapiiii ya kami ga sanggup jadi hanya foto2 di dekat gerbang torii saja. Udah cukup puas lah. Sama disini juga ramai dengan turis. Tadinya gw merencanakan ke Nishiki Market dan Gion. Tapi ortu sudah tidak sanggup dan lelah. Pada akhirnya gw putuskan kembali ke Osaka dengan mampir ke Dotonburi sebelum pulang ke penginapan. 21 April Pagi sekitar jam 7, kami check out karena harus pindah kota, yaitu ke Kanazawa. Tercover dengan JR pass naik Thunderbird sekitar 3 jam. Sesampainya di Kanazawa kira2 jam 12an, kami check in di Good Neighbors Hostel yang hanya sekitar 5-7 menit jalan kali dari JR kanazawa station. Selain dekat, disini juga ada kamar khusus ber-3 dengan shared bathroom dan toilet. Ternyata bisa lgsg check in. Setelah istirahat sebentar, jam 1 an, kami pergi ke Kenrokuen Garden. Oiya sebenarnya saya sempat merencanakan ke Shirakawa Go, tapi tampaknya akan sangat melelahkan apalagi besok kami akan berpergian seharian jadi harus menghemat tenaga. Ya sudah akhirnya jalan2 di sekitar Kanazawa dengan 1 day city bus pass (500 yen). Kira2 2 jam kami berkeliling di dalam Kenrokuen Garden ini (tiket masuk 300 yen). Dan masih ada bunga sakura tipe Kikuzakura. Lumayaaan..disini sempet nyoba eskrim berlapis emas karena tahun lalu penasaran hehe mumpung ada yang bantuin ngabisin beli deh walaupun muahaaal hiks Perjalanan lanjut ke Omicho Market. Makan siangnya Seafood dan Vegetable Tempura. Pulangnya beli strawberry yang segar dan manis. Nah ortu udah nyerah nih dan pengen pulang aja istirahat sedangkan gw pengen banget ke 21st Contemporary art Museum (karena tahun lalu mau kesini tapi tutup). Ya udah akhirnya gw jalan sendiri. Tapi gw cuman lihat exhibition yang di luar aja termasuk kolam renang yg terkenal itu karena gratis (haha). Tadinya mau lanjut ke daerah Chaya District (samurai district) tapi entah kenapa rasanya cape banget dan super ngantuk, sehingga gw memutuskan pulang. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Kami pun tidur cepat karena besok pagi sekali harus berangkat. 22 April Bertepatan dengan hari Minggu, jam 6 pagi kami sudah keluar penginapan. Oiya tiket kereta cepat ke Toyama sudah reserve seat sehari sebelumnya. Lamanya hanya sekitar 25 menit. Kenapa ke Toyama? Karena ini adalah salah satu titik awal perjalanan Tateyama Kurobe Alpine Route. Kalau ga dari Toyama ya sebaliknya Nagano. Dari stasiun Toyama, kami menuju ke Dentetsu Toyama station yang hanya berjalan kaki ke gedung sebelah. Dari sini, tiket pass yang sudah dibeli sebelumnya diaktifkan (jadi nanti sampai Nagano station ga usah bayar apa2 lagi). Disini kami menukarkan voucher dan mendapatkan 1 pass yang tidak boleh hilang karena harus selalu ditunjukkan sebelum menaiki transportasi tertentu. Ga usah bingung ketika disini ya karena mmg lagi dibuka rutenya jadi segala petunjuk jelas begitu pula dengan petugasnya helpful banget. Jadi gak akan mungkin kesasar heee Berikut gw kasih gambaran perjalanan ya ya: Dentetsu Toyama-Tateyama (naik kereta lokal sekitar 1 jam, sebaiknya sih dapet duduk ya karena lumayan juga lama) Tateyama-Bijodaira (Tateyama Cable Car). Gak lama sih ini. Bijodaira-Murodo atau snow wall (Highland Bus) jadi di perjalanannya itu makin lama makin naik dan berkelak kelok, kanan kiri itu hutan dengan tumpukan salju. Lamanya naik bus ada 15 menit. Jujur gw agak mabok sih hahaha karena berkelok2nya agak esktrem dan busnya pelan. Begitu sampai di Murodo, kami berjalan kaki di sepanjang jalan dengan dinding salju yang saat itu paling tinggi 17 meter. Bisa juga jalan melalui jalanan berlapis salju (tapi karena gw masih trauma jatuh di tahun lalu, yg baca FR gw pada tau lah yaaa) gw pun memilih jalan di aspal heuheu. Di tempat perberhentian Murodo itu ada 3 lantai, ada restoran, waiting room, jual oleh2, dan di lantai 3 paling atas ada observation desk yang ternyata menuju bukit gitu, jadi bisa main2 salju disini nih. Orang2 yg mau snow boarding juga lewat sini. Daan saat gw mau foto dengan hamparan salju, gw berpegangan erat ke tangan Bapak saking takutnya jatoh Oiya jangan terlena main disini ya kawan, karena kita harus melanjutkan perjalanan. Murodo-Daikanbo (Tateyama Tunnel Trolley Bus) ini menarik sih karena trolley bus ini melewati lorong yang panjang. Berhubung terminal Daikanbo ini kecil dan orangnya banyak, kami langsung ke Kurobedaira. Daikanbo-Kurobedaira (Tateyama Ropeway) ini kereta gantung cukup ngeri sih secara di bawahnya itu lembah/jurang. Mana dipenuh2in gitu pas naik. Tapi untung tidak terlalu lama. Disini kami sempat ke observation deck untuk melihat pemandangan sekitar. Kurobedaira-Kurobeko (Kurobe Cable car) nah dari sini jalan kaki melewati Kurobe Dam. Besar banget sih dan anginnya itu loh lumayan dingiin. Agak jalan kaki tapi diselingi foto2 juga. Kurobe Dam - Ogizawa (Kanden Tunnel Trolley Bus) disini terminal untuk naik bus menuju Nagano. Karena masih termasuk pass, kami naik Alpico Express Bus ke Nagano JR station. Sekitar 1 jam perjalanan. Sampai di Nagano Station, kami kembali ke Kanazawa menggunakan shinkansen sekitar 1 jam perjalanan. Fyi: Tateyama Kurobe Alpine ini cukup menguras tenaga. Ada tempat2 yang harus jalan dan menanjak. Bawa makanan atau cemilan karena restoran ramai. Untuk yang muslim bisa juga bawa bekal saja karena sulit mencari halal food disana. 23 April Hari ini kami pindah kota lagi menuju Aomori. Aomori itu letaknya di utara Jepang dan termasuk Tohoku Region. Untuk ke Aomori, kami harus naik shinkansen, yaitu Kanazawa-Omiya. Omiya-Shin Aomori. Nah waktu transfer di Omiya ini mepet banget cuman 6 menit, mana ada drama salah platform lgi jadilah ketinggalan kereta. Akhirnya reserve seat lagi untuk keberangkatan kereta selanjutnya yaitu 1 jam kemudian. (Kalau jalan sama ortu, gw harus selalu reserve seat). Tapi jadinya duduk agak pisah2, ya sudahlah ga apa2 yg penting cepet nyampe. Total perjalanan sekitar 5 jam. Jam 1an sampailah kami di Shin-Aomori. Berhubung kami menginap dekat Aomori Station, jadi kami naik kereta lokal sekitar 6 menit. Disini kami menginap 1 malam di Iroha Ryokan yang hanya sekitar 5 menit jalan kaki dr station. Berhubung Ryokan, ya ala2 penginapan khas Jepang yang beralaskan tatami. Meski kecil, Ryokan ini bersih dan cukup lengkap. Di dalam kamar sudah disediakan cemilan, teh, kopi,air panas,handuk, dan kimono untuk tidur. Overall, ortu gw seneng banget sih nginep disini hehehe karena berasa seperti di film2 Jepang, sayang cuman semalam. Setelah check in dan solat, kami lgsg berangkat lagi menuju Hirosaki. Sebenarnya ada beberapa jenis kereta, salah satunya kereta dengan waktu tempuh cukup cepat yaitu 30 menit. Tapiii waktunya tidak pas sehingga kami naik kereta lokal sekitar 45 menit (Aomori-Hirosaki). Sesampainya di Hirosaki st., mampir dulu ke Information Center untuk ambil peta Hirosaki Park. Berhubung sedang festival, ada bus lgsg menuju salah satu gate, harga tiketnya 100 yen. Perjalanan naik bus sekitar 10 menit. Begitu sampai di Hirosaki Park, kami piknik dulu makan siang eh sore deng tepatnya di taman yang telah disediakan. Lalu dilanjutkan dengan berkeliling taman yang luas termasuk ke Hirosaki Castle. Untuk masuk kawasan castle ada tiket masuk yaitu 300 yen. Tempatnya luas banget sih dan saran saya lebih baik dateng kesini dari siang menuju malam karena ada light up illumination menjelang malam dan juga ada pasar malam. Yang saya lihat sih kebanyakan turis lokal seperti anak2 sekolah. Turis asingnya agak jarang. Kalaupun ada kebanyakan dari China dan Korea. Akhirnya sekitar jam 7 malam, kami kembali ke penginapan. Seruuu, kalau disuruh ngulang kesana lagi pas musim semi, gw mau2 aja sih hahahaha 24 April Seperti biasa kami check out pagi karena hari ini akan ke Tokyo, yaitu kota terakhir. Selama 3 malam 4 hari kami akan di Tokyo. Perjalanan ditempuh sekitar 4 jam. Oiya di Aomori ini terkenal dengan buah Apelnya. Untuk oleh2 bisa beli jus apel atau makanan olahan dari Apel. Jus apelnya enaaaak banget sampe Ibu saya beli beberapa botol kecil sebagai oleh2 hahahahaha Di Tokyo kami menginap dengan airbnb di daerah Ryogoku. Ini juga cukup nyaman dan ok tempatnya. Hostnya cepat tanggap. Berhubung akan sampai jam 1 sedangkan waktu check ini baru jam 3, tadinya niat titip koper tapi wa si host, ternyata boleh check in lebih awal..yeaay. Nah sebelum ke Ryogoku pasti transfer di Akihabara. Kebetulan ada Coco Curry Halal di dekat station ini. Yaa kami melipir dulu sekalian makan siang. Enaaaaknyaaa (sorry ya yg baca ini lagi puasa hehehe) Sorenya hanya gw dan Bapak yang jalan karena Ibu makin parah flu dan batuknya sehingga memutuskan istirahat aja di kamar. Untuk menghabiskan waktu sore dan malam, gw ngajak Bapak ke Shibuya, Harajuku dan terakhir Odaiba. Oiya jalan sama ortu itu kudu sabar dan jangan bikin mereka kelaperan! 25 April Pas bangun pagi ini, seperti biasa gw cek accuweather dan ternyata hari itu akan hujan seharian. Agak bimbang sih pergi atau enggak ke Hitachi Seaside Park. Gw pun gambling dengan berpikir mungkin kalau udah agak siangan hujannya berhenti. Untuk kesini, naik kereta dari Ueno sekitar 1,5 jam berhenti di Katsuta Station. Lalu dilanjutkan naik bus sekitar 15 menit. Ternyata oh ternyata... selama disana masih hujan disertai angin. Mana gw ga pake jaket, jadi walaupun pake payung tetep basahlah baju, celana, sepatu. Mana ada acara pake kepisah pula dengan ortu Jadi ceritanya untuk menuju miharashi hill yg terdapat hamparan bunga nemophila (baby blue eyes), ada 2 cara yaitu dengan cara berjalan kaki sekitar 15 menit atau naik shuttle bis tapi bayar 300 yen sekali jalan. Nah gw lebih milih jalan dengan alasan ingin lihat taman lainnya sedangkan ortu naik bus itu. Kami pun sepakat untuk bertemu di dekat toilet (sambil menunjukkan peta). Ternyata halte shuttle bus itu beda dengan arah kedatangan gw dan ada 2 toilet. Jadilah gw mencari2 dan bahkan sempat balik lagi ke pintu masuk sambil menunggu. Akhirnya gw memutuskan naik shuttle bus karena kemungkinan mereka nunggu dekat situ. Eeeh bener aja pas gw nyampe, mereka lagi duduk sambil foto2. Sempet khawatir gmn kalau sampe hilang huaaaa Alhamdulillaaah Nah tadinya kan setelah dari Hitachi Seaside Park, kami akan ke Ashikaga Flower Park. Tapi karena basah dan kedinginan dan kayaknya sama aja bohong kalau cuacanya ga mendukung. Akhirnya kami memutuskan pulang. Tapi sebelumnya pas di Ueno kami menyempatkan ke Ameyoko Market untuk beli cemilan dan makan malam. Sekalian pengen nyoba juga halal kebab dan ayam panggang. Herannya pas di Ueno, cuaca cerah dong. Kzl. Pesan moral: percayalah pada perkiraan cuaca di Jepang. Kalau memang hujan besar jangan memaksakan diri untuk berkegiatan di luar karena jadinya percuma kurang menikmati. 26 April Di dalam itinerary yg gw buat, harusnya hari ini ke Kawaguchiko, tapi setelah berunding, kami memutuskan ke Ashikaga Flower Park apalagi hari ini diperkirakan cuaca cerah. Ini keputusan yang sangat tepat karena ortu gw seneng banget ke taman bunga ini. Gw juga sih secara udah pernah ke Kawaguchiko, kalau kesini kan belum hehehe. Untuk kesini jg sama, gw naik kereta dari Ueno ke Oyama lalu dilanjutkan dengan JR Ryomo Line menuju Ashikaga Flower Park Station. Tinggal jalan kaki 3 menit deh. Agak jauh sih ini dari tokyo, total 2 jam lah. Enaknya dari pagi kesini jadi belum terlalu ramai, tapi sebenarnya bisa juga sore menjelang malam karena ada light up illumination. Harga tiket masuknya bervariasi tergantung banyaknya bunga yang sedang mekar. Saat itu harga tiketnya 1000 yen/orang. Sebenarnya tempat ini lumayan luas dan banyak arena untuk duduk2 santai sambil makan siang. Ada juga restoran tapi karena kurang tahu ada halal atau tidak, kami sih bawa bekal. Seru juga makan bekal dengan pemandangan bunga warna warni. Wangi pula. Saking wanginya banyak lebah, tapi tenang aja mereka gak menyengat kok asal kita gak ganggu. Bunga utama disini adalah Wisteria, ada warna putih, ungu, kuning, dan pink. Saat kami datang, yg sedang mekar adalah warna putih dan ungu. Ada 1 pohon wisteria yang paling tua dan besar loh. Bagi pecinta bunga wajib sih kesini!!! Kebanyakan yang kesini orang tua, agak jarang lihat yang muda mudi hehehe. Jangan lupa mencicipi eskrim khas yg konon katanya terbuat dari bunga wisteria ungu. Pulang dari sana, setelah mengantar Ibu ke apartemen, gw dan Bapak lgsg lanjut jalan lagi. Tujuannya sih belanja karena besok hari terakhir huhuhu. Sebelumnya sempat mampir ke Sensoji Temple dan Asakusa. 27 April Ini hari terakhir kami di Jepang. Meski penerbangan masih jam 6 sore, kami memutuskan hanya ke Tokyo Camii sekalian Bapak solat jumat disana. Jadilah kami leyeh2 dan baru check out jam 10. Sebelum ke Tokyo Camii, kami ke Nippori station untuk titip koper karena nantinya kami naik kereta dari Nippori untuk ke Narita. Kami sampai di Tokyo Camii jam 11an dan ternyata waktu solat jumat baru mulai jam 12.45. Dan saat solat jumat tidak ada tempat menunggu untuk wanita. Alhasil saya dan Ibu kembali lagi ke Yoyogi-Uehara St untuk menunggu sambil makan bekal. Agak mepet sih pulangnya karena gw milih naik kereta biasa untuk ke Narita. Untungnya kami sudah web check in sehingga tinggal print boarding pass (secara mandiri) dan setelah itu drop bagasi. Cumaaan pas di imigrasi antriii daaaan gate kami jauuuh sekali, jadi gak sempet tuh yg namanya last minute shopping di airport. Kagak sempet, baru duduk 1 menit udah lgsg dipanggil boarding hahahaha Apps berguna selama trip: -Japan Travel by Navitime. Selain menunjukkan waktu keberangkatan kereta dengan tepat, saat reserve seat shinkansen atau kereta express, bisa sambil menunjukkan ini ke petugas. Sayangnya harus ada konektivitas internet. Tapi kalau udah sebelumnya masuk ke pencarian akan tersimpan kok atau screenshoot aja. -Google Maps. Penting bagi yang suka nyasar dan pengen cari tempat tertentu. Akurat kok ini kalau di Jepang. -google translate. Kalau mau nanya2 ke orang lokal. Atau menerjemahkan tulisan jepan. -Muslim Pro. Bagi yang muslim, untuk arah kiblat dan waktu solat. -traveloka, booking.com, airbnb. Untuk pesan2 penginapan, tiket pesawat Website penting dan berguna: -www.japan-guide.com. Ini sih sumber no 1 bagi gw. -www.halalmedia.jp. Untuk tahu resto halal dan tempat solat. -forum jalan2. Ini juga penting karena banyak info keren dan menarik. Note: foto2 disini diambil dengan kombinasi kamera hp dan kamera mirrorless
  16. 2 points
    Ahook_

    Drama Tambah Nama Di Paspor Dengan Visa

    Tanggal 18 April 2018. Drama penggantian paspor baru benar- benar berakhir begitu dikasih senyum manis sama petugas imigrasi Belanda. Hati langsung plong. Kenapa? Permasalahannya dimulai dari paspor yang masa berlakunya baru akan habis 2 tahun lagi, tapi halaman kosongnya sisa 1. Kemudian, tahun ini, berancana ke Cina lagi, daripada visa ditolak, karena tidak ada halaman untuk tempelan kertas visa, akupun memutuskan untuk perpanjang paspor saja. Hitung- hitung, aku sekalian tambah nama keluarga, yang mana, selama ini, paspor yang ada, cuma single name. Okey, buat kamu punya single name dipaspor seperti aku, apalagi yang namanya umum dan banyak orang punya nama yang sama, harusnya punya pengalaman bagaimana harus menghadapi bawelnya petugas imigrasi dari beberapa negara. Jika tidak pernah, syukurlah.. Kalau pernah, berarti kamu akan mengerti. Tidak menakutkan sih. Bukan juga sampai ditahan seperti apa. Mereka cuma memastikan nama kamu doang sesuai dengan data diri kamu. Pasalnya, banyaknya nama yang sama, mungkin buat mereka kesulitan, yang mana ya yang kamu? Atau dengan alasan lainnya, seperti kena random check, ketatnya imigrasi dan sebagainya. Yang pasti, karena memang berencana mau perpanjang paspor. Aku mengambil kesempatan ini untuk menambah nama keluargaku. Aku tidak mengurusnya sendiri. Aku pakai jasa travel agent. Cukup mahal. Sama seperti paspor sebelumnya, paspor baru ini aku applied yang epassport. Dengan kondisi, belum pernah ada penambahan nama keluarga di halaman endorsment. Jadi, yang pertama dikerjakan adalah, daftarkan dulu nama keluarga dihalaman endorsment. Proses ini, katanya memakan waktu sekitar 3 hari. Setelah BAP kelar atau dihalaman endorsment sudah tertera nama kamu beserta nama keluarga kamu, selanjutnya, baru bisa proses pengajuan pembuatan paspor. Karena aku mau, dipaspor baru, halaman depan sudah langsung tercetak nama keluargaku. Jika tidak demikian, aku harus menunggu sampai kamu mengganti paspor baru lagi, nama keluarga baru bisa muncul dihalaman depan. Maksudnya begini, nama di paspor yang masih berlaku Andy. Ingin menambahkan nama keluarga Lau. Jadi Andy Lau. Harus buat BAP dihalaman endorsment terlebih dahulu. Dihalaman 4 tersebut akan tertulis Andy Lau, sedangkan dihalaman depan, tetap Andy. Saat penggantian paspor, Andy Lau akan secara otomatis dipindahkan ke halaman depan. Jika tidak urus halaman endorsment, maka, saat pengurusan perpanjangan paspor, Andy Lau cuma muncul di halaman 4 dan baru akan muncul di halaman depan, saat penggantian paspor berikutnya lagi. Proses pengurusan paspor, aku butuh 20 hari. Dari urus BAP halaman 4, tunggu jadwal foto sampai paspor diterima. Itupun drama yang tidak terhindarkan saat proses pengambilan foto. Petugas imigrasinya bilang paspor aku tetap 1 suku kata saja seperti paspor lama. Baru bisa pindahkan nama dengan nama keluarga di paspor berikutnya. Aku ngotot dong, aku kan sudah buat BAP, halaman endorsment sudah jelas, sudah tertera ada nama keluarga. Bolak- balik keluar masuk kantor. Aku tetap ngotot dan sampai akhirnya, aku pulang. Kalau tidak, masa aku nginap? Sampai pada akhirnya, setelah 20 hari paspor ditangan juga. Tapi drama selanjutnya dimulai, dengan paspor baru, yang sudah ada nama keluarga, berarti wajib merubah tiket- tiket yang sudah dibeli sebelumnya pakai paspor lama. Airasia, gampang banget, mau langsung ke kantornya, email atau via call center, urusan beres. Aku sih langsung ke kantornya, seketika itu, tiket- tiketku, berubah sesuai dengan identitas di paspor baru tanpa ada pertanyaan, tanpa biaya. Luxemburg City, negara mungil yang kece banget. Pernah beli tiket via Expedia. Haduh, yang ini, minta ampun, berminggu- minggu. Dari email yang tidak ada responnya sama sekali, telepon ke kantornya, di oper ke maskapai terkait. Dari maskapai minta harus urus ke Expedia, karena penggantian nama, penambahan nama harus ke tempat kamu beli tiketnya. Email lagi, telepon lagi. Berkali- kali sampai akhirnya, ada email masuk, setelah sekian lama menunggunya. Katanya dalam email itu, aku diminta tunggu, mereka akan konfirmasi dulu ke pihak maskapai, apakah bisa penambahan nama atau tidak? Oh ya, saat aku email ke pihak Expedia, aku lampirkan paspor lama, paspor baru dan halaman endorsment. Proses menunggu keputusan ini saja butuh 2 minggu. Memang, setelah ada responded dari pihak Expedia, aku akui, pelayanan mereka bagus. Setiap 2 hari sekali telepon, kalaupun tidak, mereka email, hanya untuk memberitahu kalau masih menunggu kabar dari pihak maskapai. Dan entah sudah berapa banyak biaya pulsa yang aku habiskan, hahahaha.. jelas, aku tidak tunggu diam saja, aku telepon balik ke kantornya yang ternyata berpusat di Amerika sana, terus di email, minta telepon ke pihak kantor cabang di Malaysia. Mungkin, kasus ini ditangani langsung dari kantor pusat, pihak Malaysia cuma hah, heh, tambah kesel. Terus telepon balik lagi ke kantor pusat, email lagi. Hati ini sungguh, lelah. Keputusannya, tiketku bisa diganti sesuai dengan permintaan karena penambahan nama keluarga. Ada biaya perubahan nama di tiket, dengan kode booking yang tetap sama. Katanya, ini adalah aturan pihak maskapai. Pihak Expedia tidak menarik satu sen pun. Ya sudahlah... Yang penting, satu urusan kelar. Bisa bersantai tenang sarapan di salah satu sudut kota Brussels, Belgium. Terkait VISA.... Erhmmm...buat jantungan. Visa yang ditangan yang masih berlaku adalah Australia dan Schengen. Terus bagaimana? Okey... tarik nafas... hembuskan pelan- pelan... Setiap urusan, dikerjakan, pasti beres. Ikutin saja aturannya. Untuk Visa Australia, seorang teman, sebut saja namanya Cindy, punya pengalaman yang hampir sama. Kalau dia, ganti paspor baru, nama tetap sama, tapi nomor paspor berbeda. Jadi, untuk Visa Australia, wajib lapor ke mereka. Begitu aturan tertulis yang aku baca. Berbekal arahan dari Cindy, terus petunjuk dari website resminya. Aku isi form permohonan perubahan/ penambahan nama keluarga di Visa. Aku sih pakai download, kemudian tulis tangan. Isi saja sesuai dengan petunjuknya. Gampang banget. Lengkapi dengan data- data yang diminta, upload terus email. Aku sendiri, kurang dari 24 jam ( hitungan aku ), sudah dapat email balasan beserta Visa perubahan sesuai dengan data baru yang aku submit. Bisa klik link disini untuk permintaan perubahan nama. Untuk Visa Schengen, aku dag- dig-dugnya entah sudah seperti apa. Hahaha.. Tanya pengalaman teman- teman yang sudah bolak- balik Eropa, macam pulang kampung saja, dia bilang tidak akan ada masalah. Tidak perlu apply visa baru. Tidak perlu lapor. Visanya masih berlaku kok, yang penting, masa berlaku visa yang ada masih ada. Okey, begini, Visa Schengen yang masih berlaku dan tertempel di paspor lama adalah single name dengan nomor paspor lama. Sedangkan, paspor baru, sudah ada nama keluarga, yang mana, di Visa Schengen tidak ada nama keluarga. Ini yang buat aku jantungan. Kenapa repot? Ya, tunggu saja, masa berlakunya habis. Buat baru... Pasalnya, lagi ingin keliling Eropa selagi Visa Schengen masih valid. Sayang dong. Sangking repotnya, aku datangi kantor Kedutaan Perancis. Mereka bilang, tidak ada masalah. Kamu boleh saja traveling ke Eropa. Tapi, ini versi Perancis, karena setiap negara punya kebijakan masing- masing. Ada baiknya kamu tanya ke negara yang mau kamu datangi. Begitu kalimat tambahannya. Kan buat bingung kan ya. Dia bilang, asal bawa paspor baru dan paspor lama yang ada Visa Schengen-nya. Kemudian pindah ke Kedutaan Belanda. Aku tidak tahu aturannya, ternyata harus buat janji dulu. Aku pulang tanpa hasil apapun. Grand Palace, Brussels, Belgium. Daripada repot, aku email Kedutaan Belanda, Italia, Hungaria dan Jerman. Sistem kerja yang sangat cepat. Malah, aku langsung ditelepon dari Jerman. Petugasnya bilang, harusnya tidak akan ada masalah. Asal bawa kedua paspor. Tapi, nah ini-nih.. ada tapinya, terkadang kita tidak tahu, oknum di lapangan. Mungkin saja, kamu bisa tidak diizinkan masuk. Kalau kamu tetap mau, silahkan saja. Sedangkan yang dari Belanda dan Italy membalas emailku dengan kalimat yang buat hati senang. Aku bisa keliling Eropa dengan menggunakan kedua paspor itu. Itulah, kenapa aku terbang ke Eropa, memilih masuk dari Belanda dan keluar dari Italy. Aku sudah ada jaminan dari email itu. Aku print out buktinya dong. Hahahaha... Aku juga baca review dan pembahasan dari para traveler yang terangkum di google. Baca dari forum yang ada dengan kasus yang hampir sama. Mereka, rata- rata bilang, tidak ada masalah. Ini adalah hal yang wajar. Karena, bagaimana seorang perempuang kemudian menikah terus pakai nama keluarga suaminya. Dan berbagai contoh kasus lainnya. Walaupun begitu, benar adanya kata pihak Jerman, bisa saja oknum di lapangan, mungkin kurang peka terhadap kasus beginian. Akhirnya jadi bermasalahan. Sudut kota Brussels, Belgium. Dan akupun, deg- deg- an saat antri imigrasi saat mendarat di Belanda 3 jam lalu. Semakin mendekat ke meja petugas, deg- deg- an makin kencang. Aku bawa print-an , bukti email tadi, tiket pulang, siapkan jawaban yang mungkin ditanya. TERUS...... Ketika tiba giliranku... Aku cuma ditanya, mau ngapain disini? Berapa hari? Sendiri? Total berapa lama di Eropa? Sudah.. itu saja. Dengan senyum manis, dia stempel pasporku, ceklek... yihaa... Kekhawatiranku yang berlebihan itu langsung sirna.... Plong... Sekarang, duduk manis di Starbucks bandara Schipol, sambil menahan kantuk, aku buat artikel ini. Setelah terbang dari Kuala Lumpur dan ngemper semalaman di Dubai. Akupun, benar- benar plong... Karena itu, soal dokumen, surat- surat, akte- akte, persiapkanlah dengan baik, untuk segala kemungkinan. Sehingga tidak perlu repot- repot konfirmasi sana- sini. Buat pusing, khawatir, deg- deg-an. Dari awal, sebisa mungkin, tidak ada perubahan apapun. Kita, yang sudah terlanjur dari orangtua kita, ya sudah. Tapi untuk anak- anakmu, persiapkan dengan baik. Karena kita tidak pernah apa yang akan terjadi Frankfurt, Germany. Ya intinya, khawatir berlebihan saja sih... Lagian, ada kan sudah data biometrik untuk Visa Schengen. Karena beginilah hidup, kadang kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kan tidak lucu, sudah mendarat di Belanda, terus tidak masuk karena masalah nama paspor berbeda dengan Visa yang ada, terus dipulangkan. Lebih baik pastikan dulu, kalau memang tidak bisa, ya lebih baik tidak berangkat. Capek, naik pesawatnya... Artikel ini di publish di Frankfurt, Germany. With Love, @ranselahok www.ranselahok.com ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
  17. 2 points
    itsmeu

    [FR] Quick escape to KL-Melaka

    Haloooooo~ Long time no see banget ga aktif di grup ini karena di tahun 2017 aku vakum backpackeran dan jalan-jalan krn satu dan lain hal,pokoknya real life di 2017 bener2 ga memungkinkan keadaanya hiks. Sampai di toel-toel kakak @deffadi thread ditanya kabarnya... btw aku baik kakk :)) mau liat forum jalan2 takut sedih dan ngiler liat field report temen-temen semua Tapi tapi tapiii 2018 ini aku akan berpetualang lagiii dan baru sempet mau share field report aku. Jadi di awal tahun aku berencana buat refresh dr tahun kemarin, kemana aja deh yang deket yang terjangkau juga biayanya akhirnya aku dan teman-teman memutuskan untuk ke Malaka, salah 1 kota yang dilindungi oleh UNESCO dan tentunya ke Kuala Lumpur juga. Ok start. Tanggal perjalanan: 19 – 21 Januari 2018. Jumlah orang: 4 orang Tiket pesawat: AA PP Rp. 669300 Stay di: Condo Merci Summer Suites Studio. 1 malam : RM 143.1 ~ Rp 481.000 / 4 (org) = Rp 120250/orang 19/01 Kita sampe di KLIA2 itu jam 14.15, begitu sampe kita langsung beli simcard HOTLINK. Note: Aku sampe cuman berdua, 2 temenku lagi nyusul sorenya dan bakal ketemuan di hotel aja Simcard hotlink: RM 30. Dapet pulsa RM 13 dan kuota 3 gb, nahh tipsnya kita harus donlot aplikasi Hotlink RED di playstore. Nah di bagian internetnya, jangan lupa klik CLAIM. Disana kita bisa claim paket social dan chat (kalau ga salah inget). Nah sebagai anak yg suka instastoryan dan tau kuota IG itu gede maka pilihan jatuh di paket social. Wa sama line mah ga gitu makan kuota dan udah punya kuota 3Gb kan tadi, cukuplah. Abis itu proses imigrasi berjalan dengan lancar, kita turun ke Lt. 1 buat beli tiket bus KLIA2-KL Sentral. Tiket bus KLIA2-KL Sentral Aeorobus RM 9 jam 15.00 Abis itu cari makan dulu. Makan murah banyak di KLIA2 ada di... yes.. NZCurry dong, tau dari forum sini juga. NZ Curry ada di lantai 1 ya, deket loket bus-bus ke KL. Krn brangkatnya jam 15.00 kita take away aja, udah sore banget soalnya. Nasi briyani, telor dadar, ais teh tarik RM 11 kalau pake sayur + RM 1 Jam 15.00 kita masuk bus, jalan tol lenggang dan hujan sedikit deras. Mendung. Wah rencana ke Genting kayaknya ga bisa terlaksana nih, soalnya perkiraan kita sampe KL sentral pasti jam 16.30an,nanti baru berangkat jam 17.00 walah,, sampe genting udah gelap mau liat apaa? Lagian masih dalam renovasi juga kan untuk pembuatan themepark 20th century fox itu. Yaudah pending besok. 16.45 Sampe KL Sentral, jalan ke ujung arah sevel, naik 1 lantai trus ke pojok kiri, cari counter Go-Genting. Bener pemberangkatan selanjutnya jam 17.00 , bener prakiraan kita jd kita pending besok pagi aja,lagian genting bukan tujuan utama kita kok. Jadi kita lanjutin check in hotel dulu, dari KL Sentral, naik LRT ke arah Dan wangi. Turun di Stasiun Dan Wangi. (LRT RM 2) Dari LRT Dan wangi, jalan lurus aja lewatin KL Tower sampe ke daerah bukit nanas. Sampe di condo kita, wah condo ini rekomen bangeeeeeet, bersih, lengkap, murah dan terrace viewnya adalah KL Tower yang cantik banget kalau malam hari. Sampe kamar istirahat bentar sambil makan nasi briyani yang tadi dibeli, duhh emang enak bgt nasi briyani di malaysia, ga tau beli nasi briyani yang rasanya pas gini klo di jakarta di mana? Hmm Lanjut, langit udah mulai mendung tapi ga hujan, jam udah pukul 18.00,kita cus langsung ke central market. Ini cuman 1 stasiun dari stasiun dan wangi. Jam 18.30 Oiya karena kita udah pernah ke KL sebelumnya jadi di central market ini udah ga buta buta amat hahaha, langsung ke toko oleh-oleh makanan yg penjualnya orang surabaya. aku beli teh tarik chekhub RM 15 isi 30, milo cube RM 10 isi 20 dan kuruku ikan (ini ciki enak lohh) RM 10 Selesai belanja, jalan jalan bentar ke kasturi walk mau mampir ke sevel (kangen sevel yang udah tutup di indo haha), beli es krim milo (yg waktu itu blom masuk indo juga). Abis makan es krim sekitar jam 19.30 kita cus ke stadium negara. Btw kita ga ada schedule di itin malam ini karena ga jadi ke genting, so... karena kita berdua itu kpoper (lol) dan pas di bus ke kl sentral kaget kalau hari ini itu dedek2 gemes Wannaone konser di stasium negara (omg omg, kirain besoknya) so jadilah kita mau stalking hahha Dari stasiun central market naik monorail ke hangtuah (harusnya), kita malah turun setelah hangtuah dan itu stadium merdeka tempat orang main bola haha jadi balik lagi 1 stasiun ke hangtuah. Rugi deh RM 2 haha. 20.30 Sampe hangtuah, kita tinggal nyebrang jalan kaki ke stadium negara, wuaaaa rame seperti biasanyalah konser kpop. Kocak, dadakan gini..pingin stalking sampe nungguin dedek2 wannaone keluar, biasanya jam 22.00 konser palingan udah kelar. Tapiiii ini jam 22.00 baru mulai waiiit what? Ternyata karena di dalam ricuh dan banyak yg pingsan, konser ditunda 1 jaman, jam 22.00 baru mulai kelar jam 23.00 dong, yaudah deh berhubung kita ga ngefans-ngefans banget akhirnya kita berencana balik ke hotel aja buat istirahat, besok perjalanan masih panjang. Cuman kalau itu idol lain yg kita ngefansnin pasti sih dijabanin buat nunggu wkkwkw Hasil stalking dadakan 23.00 sampe hotel dan sudah ada 2 teman kita yang baru sampe hotel jam 21.00 karena kesasar naik LRT (lol), menikmati pemandangan KL Tower akhirnya tertidur. Walaupun tidurnya juga diatas jam 01.00 yang penting tidur. End of the day 1 20/01 jam 05.30 udah bangun semua, yg sholat udah selesai, yang mandi juga udah siap. Tapi ga tau kenapa keluar hotel itu jam 06.15 ya... hemm. Sarapan beli nasi uduk di depan jalan hotel, ini yang jual juga orang indo jadi dapet porsinya banyak banget. Kita mau menuju KL Sentral nih. 06.00 KL sentral, cek loket genting lagi, jam 07.00 baru buka trus pikir2 lagi ke genting ga yah?? (emang udah pada ga niat ke genting sih ini orang-orang), akhirnya ga jadi hahah. Oiya sebelumnya kita titip tas dulu di kl sentral, depan loket genting ada loker gitu. Loker canggih dah, perlu face scan buat buka kuncinya. Kita sewa box yang gede buat 4 tas. Locker box besar 40 RM-sekali buka 06.30 Kita langsung naik MRT ke Batu Cave. 07.30 Sampe batu cave, wuahh lagi rame banget, ternyata lagi hari suci budha apa gitu namanya. Foto foto, sambil nungguin temen yang naik tangganya yg panjang itu buat liat kuil, ak jalan-jalan sama temen yang ga naik, ada kuil hanoman, dewi sinta dll. Mau beli manisan-manisan india tapi takut ga doyan, nyobain kue ternyata ga doyan jadinya ga beli Jam 08.30 kita balik ke KL Sentral trus naik MRT ke terminal TBS. -continue-
  18. 2 points
    Hola Deffa Here! Jadi bulan Februari 2018 kemarin saya ke Jepang untuk ke 3 kali nya. Untuk kali ini agak berbeda, selain saya jalan bareng dengan istri saya yang sedang hamil (Babymoon), juga kami tidak menyewa penginapan berupa Hostel, melainkan menyewa AirBNB yang notabene berupa Kamar Pribadi atau Apartemen Pribadi. Sebelum tahun 2018, pemerintah Jepang masih belum mengeluarkan ijin resmi atas penyewaan lodging bersifat properti pribadi. Kadang-kadang, hal ini juga yang sering menimbulkan masalah ketika di imigrasi dan mengakibatkan wisatawan Indonesia di tolak masuk ke Jepang, alasannya karena menggunakan Private Lodging seperti AirBNB (walaupun biasanya tidak di sebutkan alasan utama nya oleh petugas imigrasi). Karena, pada saat itu Private Property (Lodging) atau AirBNB ini masih bersifat Ilegal. Namun pada Februari 2018 lalu, pemerintah Jepang mengeluarkan Peraturan Baru yang Memperbolehkan Private Property untuk Disewakan bagi Wisatawan. Sebuah berita yang sangat menggembirakan bagi wisatawan Indonesia dan tentu nya juga bagi saya, yang waktu itu akan berangkat ke Jepang. Karena, dari harga AirBNB relatif lebih murah dan juga untuk keperluan saya dan istri, kami lebih memilih menyewa Apartemen. Namun perlu di perhatikan, ada beberapa peraturan yang harus kalian dan pemilik Private Lodging tahu. Salah satu nya yang terpenting adalah Kamar Kosong di Properti Pribadi boleh di sewakan kepada Turis sampai dengan 180 hari pertahun. FYI: Saya sudah mendengar berita ini dari awal tahun 2018, lalu memesan AirBNB pada bulan Januari 2018 sebelum keberangkatan di awal Februari 2018. Ketika menuliskan Form Kedatangan yang di bagikan di dalam pesawat, kami tidak ragu untuk menuliskan AirBNB beserta alamat lengkap nya di Tempat Tinggal selama di Jepang. Lalu, ketika di periksa di Imigrasi tidak ada masalah dan langsung di cap saja E-Passport saya. Jadi, sebelum kalian booking dari AirBNB, lebih baik tanya dulu ke pemilik nya via Chat/Email. "Apakah kamar nya sudah melebihi Kuota 180 hari pertahun untuk disewakan?" Karena, bisa jadi pemilik lupa akan hal ini dan tetap mengiklan kan properti nya. Untuk info lengkap nya kalian bisa baca artikel berikut ini: Regional rules set ahead of Japan law on private lodging
  19. 1 point
    Setiap tanggal 21 April tepat dihari ini selalu diperingati dengan Hari Kartini. Raden Ajeng Kartini atau R.A Kartini dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional yang dikenal memiliki semangat, kuat untuk memperjuangkan emansipasi wanita dikala beliau hidup. Beliau lahir tanggal 21 April 1879 di Kota Jepara. Mungkin saat ini kita tidak lagi merasakan keseruan memakai baju adat di sekolah / acara upacara dengan menyanyikan lagu ibu kita kartini lagi, namun yang pasti sifat-sifat teladan yang dimiliki ibu Kartini tentu memberikan motivasi pada kartini-kartini Indonesia untuk meneruskan perjuangannya, dan meniru sifat teladannya. Seperti apa saja sifat teladan R.A Kartini semasa hidupnya 1.Cerdas Dan Pintar Sebagai motivator dan mengerahkan semangat juang pada sleuruh wanita di Indonesia, R.A Kartini memang memiliki tekad kuat dan rajin, dengan sifat dasar itulah yang membuat ia cerdas dan pintar bahkan bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran yang kritis serta mampu membawa perubahan untuk bangsa Indonesia. 2. Ramah Dan Sopan R.A Kartini sangat supel dalam bergaul, dihormati banyak orang karena ia sangat ramah dan sopan terhadap orang lain. Bukti bahwa ia ramah , supel dan sopan R.A Kartini memiliki teman wanita Belanda yakni Rosa Abendanon, dan Estelle “Stella” Zeehandelaar juga mendukung pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh R.A Kartini melalui surat surat yang di tulis Kartini 3. Rendah Hati Sekalipun R.A Kartini dilahirkan oleh keluarga bangsawan dan terpandang, Ia tidak pernah menunjukannya, yang ia perlakukan sehari-hari yakni merakyat tanpa membeda-bedakan kasta. Ia selalu rendah hati dan tidak pernah sombong dalam kehidupannya. 4. Patuh dan Menghormati orangtua Buki bahwa R.A kartini mematuhi orang tuanya saat ayahnya melarang untuk melanjutkan studynya di Batavia ataupun ke Negeri Belanda , Kartini pun mematuhi perintahnya. Karena orang tuanya pernah mengatakan bawah anak wanita tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, walau punya pemikin sendiri, kartini selalu menghormati pendapat orang tuanya. Ia tidak membangkang / melakukan tingkah yang mengecewakan orang tuanya seperti ( mogok makan, kabur dari rumah atau yang lain sebagainya ) . 5. Optimis , Ambisius, Ulet dan Pantang Menyerah Walau banyak hal yang menghalangi cita-citanya, Kartini tetap optimis dan berpikir positif. Ia tidak pernah menyerah dan tetap fokus memperjuangkan hak perempuan untuk bisa memperoleh pendidikan yang sama. Kalau kita punya cita-cita tinggi, kita juga harus berjuang walau beberapa hal menghalangi impian itu. Kartini juga sangat ulet dan pantang menyerah dalam mewujudkan cita-citanya. Ia juga pernah mengatakan kalimat motivasi yakni : “Kejarlah kesuksesan hingga kamu tak perlu lagi memperkenalkan namamu karena mereka telah mengenalmu.” 6. Mandiri Sebagai makhluk sosial, kita memang tidak bisa lepas dari bantuan orang lain. Tapi, tak ada salahnya kalau kita melakukannya sendiri selama kita mampu. Seperti R.A Kartini, meskipun kala itu dipingit, ia bisa mencari cara sendiri agar dirinya bisa berpengaruh bagi sekitarnya. Meskipun ia tidak disekolahkan tinggi-tinggi, ia belajar dengan cara menulis surat dengan para sahabat penanya dan belajar melalui pengalaman mereka. Hasilnya, ia bisa membangun sekolah Perempuan Pertama di Jawa. 7. Berjiwa sosial dan Penuh Kasih sayang Ia selalu menyayangi anak-anak perempuan khususnya anak didiknya. Ia bahkan pernah mengatakan pada Nyonya Abendanon kalau ia selalu mengasihi anak-anak didiknya. 8. Sabar Dan Setia R.A Kartini sangat setia dengan suaminya K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang merupakan seorang bangsawan dan juga bupati di Rembang yang telah memiliki tiga orang istri. Kartini setia sampai mati. Dan sekalipun dalam perjuangannya mengangkat hak-hak wanita / mengajak kartini-kartini Indonesia ke hal yang lebih baik lagi , ia juga sering sekali mendapat tantangan, cemoohan dari banyak orang. Tetapi Kartini selalu sabar untuk menghadapinya tanpa harus marah dan terus berjuang untuk mewujudkan cita-citanya. 9. Cinta Tanah Air Dan Bangsa Kartini berjuang agar para wanita di negerinya bisa memiliki persamaan hak terutama hak untuk mendapatkan pendidikan yang nantinya para wanita bisa turut serta memberikan sumbangan demi kemajuan bangsa dan tanah air tercinta ini. 10.Gigih Dan Berani Pada kala itu para wanita Indonesia memang dilarang untuk belajar, tetapi R.A Kartini berani menunjukan kegigihannya untuk mengajak wanita Indinesia berada dijalur yang benar dan tidak melakukan perbuatan tercela. Nah itulah sifat teladan ibu Kartini yang harus generasi perempuan Indonesia contoh / tirukan untuk hidup yang lebih baik dan untuk hidup yang lebih indah serta bermanfaat bagi orang disekitarnya. Tanpa semangat, tanpa kerja keras, tanpa tekad dan keberanian apalah jadinya diri kalian, “Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam.” . Percayalah bahwa “ Habis gelap terbitlah terang ! “. Selamat Hari Kartini Untuk Perempuan Indonesia
  20. 1 point
    kyosash

    <ASK> Itinerary 8D 7N Hokkaido to Osaka

    @Dimas101031 Kawaguchi ini kawaguchiko yang di dekat Gunung Fuji atau daerah Saitama yah? kalau yang dekat daerah Gunung Fuji. iya bisa kok, cuma dari Kawaguchiko ke Mishimanya, frekuensi busnya agak jarang, sekitar 1-2 jam sekali. habis itu naik Shinkansen turun di Nagoya trus ganti Shinkansen ke Kyoto.
  21. 1 point
    deffa

    Penang 30 mei-02 juni

    ok thanks info nya
  22. 1 point
    Hola Deffa Here !!! Saya tanggal 7 Maret 2016 nanti akan ke Jepang dan tujuan utama nya adalah Osaka - Nara - Kyoto. Nah di Osaka saya akan sempatkan 1 hari untuk bermain di Theme Park yang sangat terkenal yaitu UNIVERSAL STUDIOS JAPAN Saya memang penggemar Theme Park, maklum karena saya masa kecil nya lahir di tengah area Perminyakan Sumatera Selatan yang tidak mengenal apa itu Dufan / Ancol dan lain lain. Jadi mumpung masih ABG, puas-puasin deh berkunjung ke Theme Park di seluruh dunia Dan juga saya penggemar Harry Potter jadi salah satu wahana baru, yang jadi salah satu agenda wajib kenapa saya harus ke USJ ini, yaitu ke The Wizarding World of Harry Potter Nah berdasarkan data yang saya cari dari website resmi Universal Studios Japan disingkat USJ di SINI Ada berbagai cara untuk membeli Tiket Universal Studios Japan ini, dan salah satu nya juga bisa di beli di Indonesia dan juga secara Online. HARGA TIKET Adapun harga tiket Universal Studios Japan ini sebagai berikut, baik secara Online, On The Spot atau pun via Travel Agent di Indonesia. Harga Resmi adalah 7400 yen untuk 1 Day Pass Dewasa, jika di konversikan ke Rupiah per tanggal 4 Maret 2016 sekitar Rp. 850.000 CARA MEMBELI TIKET USJ DI INDONESIA Nah untuk pembelian tiket USJ di Indonesia ini di cover oleh beberapa Travel Agent yaitu : Jalan Tour Golden Rama Panorama Tours Smailing Tour List nya bisa di lihat langsung di web USJ di SINI Namun dari ke 4 Travel Agent yang di sediakan di sana, hanya satu yaitu JALAN TOUR saja yang memberikan keterangan lengkap untuk pembelian tiket USJ tersebut di website mereka di SINI Saya sudah menelepon ke JALAN TOUR dan mem booking untuk tiket tanggal 8 pembelian bisa via Transfer dan Email atau pun datang langsung ke kantor nya yang ber alamat di Wisma KEIAI Lantai 3, Jl. Jend. Sudirman Kav 3-4, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, (021) 2510550. Saya memilih untuk datang langsung walaupun di wakilkan teman untuk membeli tiket nya, hanya perlu Fotocopy KTP, Fotocopy Passport dan Uang tentunya Nah demikian lah cara membeli tiket Universal Studios Japan di Indonesia, agar lebih memudahkan saja. Karena dengar kabar tiap hari di USJ ini ramai jadi jika membeli On The Spot di Ticket Counter USJ antri dan makan waktu. Bukan bertujuan promosi namun hanya berbagi pengalaman saja :) Note : Sejak tahun 2014 website Universal Studios Japan tidak lagi menjual langsung secara Online tiket nya, jadi hanya melalui Travel Agent atau On The Spot Baca Juga : 3 Hari di Osaka itu Seru Loh IG / Twitter / Steller: @Deffa_Utama Facebook : Deffa Boys N Root
  23. 1 point
    Mkoskos33

    Jalan-Jalan Ke Seoul Korea Selatan

    Halo Semua Saya Newbie mau berbagi pengalaman jalan2 saya pertama kali ke Luar Negeri tepatnya 24 April - 1 Mei 2014. Persiapan menuju Korea Selatan : 1. Booking tiket Pesawat Air Asia promo PP dengan harga 3 jtan sudah termasuk bagasi dan makan n minum 2. Booking penginapan di booking.com yang bisa bayar belakangan, aku nginep di agit guest house (rekomend banget deh) untuk 8 hari 7 malam aku membayar 350.000 won untuk kamar twin kapasitas 2 orang dan dengan fasilitas komplit tanpa biaya tambahan. Laundry, dan terutama berlimpah ruah aneka makanan (roti, keju, snack2, telur, bacon dan beras) dan minuman (teh,kopi,susu,jus,air putih) menghemat budget makan deh dengan catatan semua bikin sendiri ya.. peralatan dapur lengkap kok. 3. Bikin Pasport urus sendiri murah kok cuma 255.000 yah tambah uang makan, ongkos n fotocopy tapi gak ampe 400rb kok 4. Bikin Visa, nah ini dia yang dag dig dug ... Alhamdulillah lancar, aku mempersiapkan semua dokumen secara lengkap yang terutama bukti pembayaran tiket pesawat, booking tempat menginap, rencana perjalanan plus biaya yang dihabiskan, surat keterangan kerja dan yg gosipnya sangat membantu adalah asuransi perjalanan. Untuk saldo tabungan aku blak2an nih ya.. saldo tabunganku cuma 11 juta rupiah 5. Bawa uang 500.000 won DAY 1 24 APRIL Tiba di Incheon sekitar jam 9 pagi, seneng banget deh akhirnya bisa menjajakkan kaki di negri orang. dari turun pesawat ke tempat imigrasi jauh banget TT_TT. Setelah dari imigrasi ke tempat pengambilan barang juga jauh... dari pengambilan barang ke pintu keluar juga jauh.. tuh bandara beneran sumpah gede banget berasa banget lemak2 berguguran *seneng sih* setelah berhasil menemukan pintu keluar kita nyari 7eleven beli T-Money buat bayar transportasi kita isi langsung banyak 50.000 won dan itu masih sisa 12.000 won ketika sampe lagi dibandara buat pulang, refundnya sama aja di tempat yang beli T-Money. Dari bandara naik subway yang ternyata jauh juga.. sambil nunggu sempat kenalan juga ma orang korea yang bisa bahasa Indonesia. Setelah kereta datang kamipun berpisah dia ternyata tinggal di daerah Incheon, perjalanan dari bandara ke Seoul kira2 hampir 1 jam dan harus transit, aku dan temanku sudah tau rute dimana kami transit dan untung saja papan arah jelas semua ada tulisan latin juga bagi yang gk bisa huruf hanggul dan pengumuman di kereta pake bahasa korea, inggris, japan dan cina. Perjalanan lancar sampai kami shock melihat tangga naik dan turun ketika transit maklum bawa koper besar. Ketika sampai di stasiun yang dituju agak bingung pintu keluarnya karena sedang renovasi, akhirnya nanya dengan anak kecil yang lewat dengan bahasa korea, dia bilang keluar aja lalu nyebrang. Akhirnya dengan susah payah kami sampai di tempat penginapan, disambut ramah oleh Nick. kamipun memilih istirahat dulu karena tak menyangka akan jalan segini jauuuuuuuuhhhhhhhhhnya. Setelah sholat Ashar waktu Seoul dan mengisi perut dengan memanfaatkan fasilitas didapur, aku dan temanku memutuskan ke Myeongdong *dah langsung belanja aja* kamipun naik subway lagi. Di myeongdong agak bingung juga, tapi ada pemandu turis yang pake baju n topi merah mereka jago bahasa inggris, akupun memilih pria tampan untuk bertanya ha.ha.ha.ha., kami dikasih peta myeongdong dan cara menuju tempat yg dituju dengan mudah. Di myeondong kami membeli lumayan banyak barang dan sedikit menyicipi jajanan pinggir jalan. Disana klo makan langsung kasih ke pedagangnya atau buang dimana ada banyak sampah numpuk, disana buang sampah sembarangannya agak beda... agak kompak gitu XD Matahari terbenam dan gelap kira-kira jam 8 kamipun keliling sebentar lagi, dan menemukan banyak orang Indonesia. Setelah puas kamipun pulang ke penginapan. DAY 2 25 APRIL Pagi2 kami jalan ke kantor pos sebentar dideket penginapan, mengirim paket buat teman. Dengan deg2an karena pertama kalinya aku berkomunikasi ma orang korea dewasa dengan full bahasa korea, sebelumnya ma anak kecil bahasa korea jelas banget dan cuma percakapan singkat yg gampang dimengerti. Setelah selesai aku dan temenku tertarik dengan toko yang ada diskon baju anak2.. yup orang korea yang mayoritas ibu2 muda sedang berbelanja. kamipun ikut2an buat beliin baju anak temen kami. Lalu mampir lagi ke toko mainan membeli mainan khas korea dan alat tulis khas korea. *belanja mulu* Setelah sholat dzuhur kami keluar menuju Gwanghwamun square, seperti biasa menggunakan subway lagi. disana ternyata ada banyak polisi muda tampan sepertinya ada demo kulihat disebelah kanan tapi tertib kok. Pengamanannya ketat banget, polisi tampan yg muda betebaran di sekitar gwanghwamun karena memang ada banyak turis juga, ada juga turis bule yang malah minta foto ma pak polisi, aku juga pengen tapi gk berani jadinya memandang sajalah. Cuaca cukup dingin bagiku yang terbiasa dengan panasnya Jakarta dan bis TJ tapi matahari sinarnya terik sekali. Kami menikmati gwangwamun square, gyeongbokgung Palace dan kami beruntung sedang gratis hari itu, sempat lihat pergantian penjaga istana. Temenku nganggep para penjaga itu boneka, lalu kami tegaskan dan liat matanya gerak kearah kami *ampun om*, kami bermain tuho sebentar di deket museum nasional dan mencoba beli minuman kaleng di mesin dengan recehan yg didapet ketika beli roti di mini mart dan horeee berhasil dengan cara nebak2 prosesnya *katro*. setelah puas melihat museum kamipun menuju cheonggyechoen stream yang ternyata ada lampion festival, cantik sekali ada aneka lampion kami disana sampe matahari tenggelam dan indah banget ketika lampion nyala. oh ya aku sholat ashar dan maghrib di Korea Travel Organization yang gak jauh dr cheonggyecheon stream, disana aku mengambil brosur2 tentang tempat yg ku kunjungi selanjutnya, lumayan banyak diskon juga ternyata, tempat yang kukunjungi sedang ada diskon sampe 31 April *beruntungnya* Disini sempat nyebrang sembarang juga he.he.he.he. tapi ikutin orang local loh *jangan ditiru* Setelah menikmati lampion2 yg indah kamipun kembali ke guest house. DAY 3 26 APRIL KOREAN FOLK VILLAGE Karena kecapean kamipun berangkat cukup siang... dan ketinggalan bis grastis yg pertama. Cukup lama menunggu yg ke 2. Perjalanan cukup jauh hampir sejam dari stasiun kereta. Sesampain di tujuan jangan lupa Tanya tempat sholat dulu ketika beli karcis krn klo Tanya yang lain banyak yang gak tahu kalau ada tempat sholat disana. Disini kami gk lama karena waktu tutupnya sebelum matahari tenggelam jadi disarankan untuk pagi2 sekali datang karena perjalanan jauh. Buka jam 09.30 pagi tutup jam 6 sore. Sedih juga gk liat pertunjukkan tradisional karena kesorean datengnya TT___TT Disini kami jug sempat bermain loh *dasar bocah* ada ajushi baik yang mengajarkan permainan tradisional korea bernama yutnori dengan pake bahasa korea beliau menjelaskan.. kami memperhatikan dengan baik sampai lupa minta foto hiks.. Kami sempat membeli ice cream gelato dan rasanya itu.. adalah ice cream terlezat yg pernah ku makan *ndeso* Kami keluar pas ketika jam tutup dan sempat berbelanja buru2 di toko souvenir. Pulang kami menggunakan bis umum dengan menunggu halte bis yang ada disberang.. kami jalan dulu menyebrangi tempat parkir. Sempat was was karena sudah gelap dan rute bisnya tak sama seperti rute bis gratis. tapi Alhamdulillah kami tiba ditujuan dan pulang dengan selamat. DAY 4 27 APRIL Kami menuju daerah Gapyong yang ada diluar kota seoul untuk mengunjungi The garden of morning calm and petite france. Naik bis tur dengan membayar 5000rb won untuk All day jadi klo naik lagi hanya tunjukkan karcis. perhatikan jadwal bus juga ya. untuk The Garden of Morning Calm seperti taman bunga... bagus kok *lom pernah ketaman bunga* disini nemu tulip *ndeso* Setelah puas mengelilingi taman bunga kitapun mengejar jadwal bis menuju petite france, jangan berkunjung kesini jika anda bukan penggemar drama korea. *nyesel* Kamipun langsung pulang dan malamnya mengunjungi Itaewon untuk makan besar .. lumayan mahal sih satu porsi 8000 - 10.000 won tapi porsinya really big... porsi orang arab x ya. DAY 5 28 APRIL Siang sampe sore kita laundry baju krn pakaian dah pada kepake smua.. Malam harinya ke Namsan tower.. dingin banget dan kamipun memutuskan naik cable car. Warning dari station subway menuju tempat cable car lumayan jauhh.. gempor karena tanjakan curam TT_TT Peringatan.. jika kalian ingin melihat gembok cinta jangan membeli karcis masuk Karena lokasinya ada di luar. Kami gk lama disini karena kejamnya udara dingin dan tak berhasil mendapat foto bagus disini krn tak canggihnya kamera kami TT_TT DAY 6 29 April SHOPPING TIME.... kami pergi ke Insadong dan Namdaemun market sebelumnya cari prangko titipan tuk koleksi di museum prangko. Di Insadong kami beli semua souvenir, disini juga ada tas bagus dgn kualitas sama yg senilai 100rban dan klo diindo bisa 300rban. dan disini juga ada scarf yg motifnya hanggul dan bisa dipake buat jilbab harganya 10.000rb won lagi diskon sih. Di Namdaemun kami beli teh dan permen gingseng, kain, baju dan jajan camilan hotteok. DAY 7 30 April Changdeokgung Palace dan Huwon secret garden Tempat ini rekomendasi banget klo kesininya tuh musim gugur... klo ke Huwon secret gardennya harus ikut tur jadi di cek dulu jam turnya. Ketika keluar hendaklah diperhatikan peta karena kami salah keluar dan harus memutar jauh ketika menuju subway TT_TT nambah gempoorrr DAY 8 1 Mei Waktu cepat berlalu dan waktunya kembali ke Tanah air Hampir aja ketinggalan pesawat karena nunggu didepan counter chek in.. untung saja ada petugas yang menghampiri dan kamipun langsung ngacir karena tmpat imigrasi dan gate itu jauh bangeeeettt... *lupa klo bandara luasnya berhektar hektar* TIPS dari saya... 1. Pilihlah tempat yg berdekatan klo mo mengunjungi lbh dr 2 tempat 2. Perhatikan peta klo ditempat yg luas 3. Selalu cek promo2 itu penting banget krn bisa irit dan uangnya dialihkan buat shopping 4. Siapkan otot kaki.. klo yang mau naik subway n bis aja 5. Untuk makanan bisa diirit kalau guest housenya seperti yg saya pilih he.he.he.he. Maaf tidak ada fotonya karena saya sudah mencoba melampirkan foto tapi selalu gagal. Maaf jika tulisan saya membuat bosan... Terima kasih..
  24. 1 point
    twindry

    trip (gratis) ke london

    weh asik bener jalan2 gretongan ke london lagi
  25. 1 point
    Hi guys, back to nature... A few months ago, I went on a vacation with some of my friends. We went to Guci, a natural hot water bath located in Tegal town. We came here using a bus from Semarang and stopped on Tegal Terminal. From there, we went on again using a minibus to Tuwel Village. It took us 30 minutes from Tuwel to Guci Baths. But we quite enjoyed the trip as the view was amazing. When we almost reach our destination, we could see a Pine Jungle with a mountain on the background. Because we came there during school holidays, this place was quite crowded. We had to wait in line to buy tickets. The ticket costed us 7,000 rupiahs per person. Normally it was just 5,000 rupiahs person. The ticket was being more expensive during holidays. There were several baths here; some are open baths for publics and some other were closed bath tub for personal usage. Because we planned to have fun, we chose the public baths so we could play along together. We agreed to have some personal tub later after we done playing. The hot water in Guci Baths came out from several natural waterfalls or water fountains. The most crowded public baths is the Pemandian 13 (Bath of 13). Apparently, this bath is very popular due to its myth. People told us that the water was a gift from the Queen of Southern Ocean called Nyi Roro Kidul. It is said that the Queen’s dragon was the reason why the water could be hot. People believed that if they took a bath here during midnight, their prayers would be granted. I and my friend never believed to such things. So we went on to a less crowded waterfall. The water’s temperature was perfectly warm. It contained no sulfur so we would not need to be worried about chemical poisoning. While we were enjoying our bath and playing along on this public bath, we overheard a kid asked her mom to move to a water boom. To our curiosity, we asked them about what water boom they were talking about. Good thing they were friendly. They answered that there was a hot water boom nearby this Public Baths. The water came from another fountain around this area. Hearing about this, I and my friends got excited to go to the water boom. So we got out of the baths quickly. We agreed to skip the personal hot tub and get dressed up. We then went to the water boom right away using public transportation. It really was a short trip to go from Guci Baths to Guci Mas Water Boom. In Guci Mas Water Boom, we had to buy tickets again. The tickets, as expected, were more expensive than its normal price. During normal weekdays, each ticket is sold for 20,000 rupiahs. But during holiday like that time, it costed us 30,000 per person. Coming inside, we could see several swimming pools and other facilities. There were three swimming pools. The Oval Pool was intended for children. It was really shallow and had a huge water pot that pours water in high velocity every several minutes. It would be too childish if we swim in there, so we skipped it. And then we found a pool with medium depth. There were slides on it so we decided to try this one out. But after a few while, we realized that there was still another bigger pool. This one we tried on was just the Medium Pool intended for teens or adults who could not swim well enough. So we got out of the pool and went on to the real main pool. The main pool was wider and had a better slide set with spiral game on it. It was more fun for us to play along here. Besides this main pool with slides, there were also several outbound pool games such as Flying Fox and Rope Bridge. All those games are above the pool. So if we fell down, it would feel fun instead of hurts. We had really fun especially with the Flying Fox. We intentionally fell down for several fun because we liked the sensation of falling down and drown ourselves for a while. Playing in a pool made us hungry. So we went out of the pool to take the snacks we brought. We sat down on a side and relax while enjoying our snack. Our sight then found a soaking pool. It was a small pool for people to relax and soak their selves in a hot shallow pool. We were not interested in trying this one out as we had enough soaking in Guci Baths before. But then my friend found something else that seemed to be more amusing; Cascade Stream. The Cascade Stream is an engineered pool for simulating a cascade of sea streams. We never knew who it feels like to be in a cascade of water streams, so we got really interested for this object. We sat down a few more minutes to let our stomach digest the snack we ate. And then, we walked to the Cascade Stream. This Cascade Stream was so much fun if you were not afraid of height or water. All of us were screaming together as we cascaded. But, our screams were different from each other. Most of us were screaming in excitement. But one of my friends was screaming because we felt really scared. She did not want to ride it again. So she waited on a side while the others were trying to ride for once again. It was almost 2 o’clock in the afternoon when we finished cascading. So we decided to have a lunch. Luckily, there was a restaurant in Guci Mas so we did not have to go outside. But before going to the restaurant, we went to the bathroom first to rinse off, take a bath, and get dressed up again. The meal was delicious and we were already satisfied with our water play. Also, it was already late afternoon. So we had to come back. But we did not mind because we had a lot of fun during this vacation.