Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation since 09/11/2012 in all areas

  1. 13 points
    Hola Momod Here !!! Akhirnya setelah dilakukan Polling beberapa bulan kemaren dimenangi oleh Makassar. Gathering kali ini pada tanggal 29 - 30 Maret 2014 di Makassar dan sekitarnya karena minggu itu Long Weekend (tanggal 31 maret itu Hari Nyepi). Dan karena waktu nya masih lama jadi bisa Hunting Tiket Promo dari sekarang Oiya seperti biasa tiap Gathering itu BIAYA MASING MASING jadi tar ada SHARE COST untuk BIAYA BUS SELAMA JALAN2 DI MAKASSAR dan juga mungkin ada share cost BIAYA TIKET WISATA dan PENGINAPAN (Untuk Regional Makassar nampak nya gak perlu Share Cost Penginapan) Disarankan untuk meng KLIK "Follow This Topic" di kanan atas agar bisa dapet notifikasi update mengenai Gathering Makassar Daftar Hadir : 01. @deffa (Bandung) 02. @Jalan2 (Singaparna) 03. @kyosash (Jakarta) 04. @Dewi Julianti (Bali) 05. @Nana Vanila (Jogja) 06. @lastri (Jogja) 07. @Diyan Hastari (Jogja) 08. @KABULRIYANTO (Cilacap) 09. @Str@nger (Manado) 10. @spin_cobra (Gorontalo) 11. @putrynis (Jakarta) 12. @samsudinzn (Solo) 13. @dMaems 2 (Bali) 14. @ikha (Makassar) 15. @heri wantoro (Jakarta) 16. @albert_tatang (Magelang) 17. @mofrizal (Jakarta) 18. @Dodo Mursalim (Makassar) 19. @Fanny Nugraha (Jakarta) 20. @€r₩in (Toraja) 21. @dediku (Lampung) 22. @enha (Makassar) 23. @mich_an (Surabaya) 24. @Franxiescaa (Bekasi) 25. @halimun (Jakarta) 26. @mariaroswati (Makassar) 27. @Muhamad Nurulkomar 28. 29. @Yuyun (Bandung) 30. @chinghe (Makassar) 31. @Miss_Pink (Makassar) 32. @Alan (Makassar) 33. @amriadi (Makassar) 34. @ariegato 3 (Makassar) 35. @andreasagusto (Samarinda) 36. @zaqi (Jakarta) 37. @yurniadewi (Kalimantan) 38. @lelasipit (Bandung) 39. @Vinesha Siahaan 40. @yudhosa039 (Makassar) NO OOT DISINI !!!
  2. 10 points
    thoxy

    Snorkeling Di Bunaken

    Hallo sobat jalan2, kali ini aku akan berbagi sedikit cerita tentang pengalaman pertamaku snorkeling di Bunaken. Pengalaman pertama di Bunaken? yaa. Sebagai orang Manado, aib banget dah rasanya yaa kalau udah tuir begini belom pernah menginjakkan kaki (bukan nginjak2 karang lho yaa) di salah satu taman laut terkenal di dunia yang letaknya di kampung halaman sendiri. hehe... mohon maaf sebelumnya, postingan ini sedikit repost atau diringkas dari blog-ku di sini (part I) dan di sini (part II) Bunaken, 26 Desember 2014 Entah sudah berapa banyak ulasan tentang Bunaken. Aku lihat di group ini juga sudah ada beberapa. Nah, ini kutambah satu lagi nih. Siapa yang tidak kenal dengan Taman Nasional Bunaken? ayo tunjuk tangan??? kebangetan dah kalo belom pernah denger. Namanya sudah mendunia. Taman Nasional yang terletak di teluk Manado, Sulawesi Utara ini terdiri dari Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Montehage, Pulau Siladen, Pulau Nain dan Tanjung Pisok. Terletak di Segi Tiga Terumbu Karang Dunia (Coral Triangle), menjadikannya rumah bagi ratusan spesies terumbu karang, ikan dan mamalia laut. Makanya nggak heran lah kalo pesona taman lautnya itu menjadi magnet bagi para penyelam dari berbagai penjuru dunia. Jangankan para penyelam, yang nggak bisa nyelampun penasaran dengan keindahannya. Tidak hanya taman lautnya lho sobat, daratannya pun punya berbagai kekayaan ekosistem lainnya, seperti rusa, kuskus - bukan nama forum itu lho yaa - burung laut, kepiting dan hutan mangrove. Terdaftar sebagai Taman Laut pada tahun 1991, menjadikannya pula sebagai salah satu taman laut pertama di Indonesia. Kemudian terdaftar di UNESCO pada tahun 2005. Peta sebagian Sulawesi Utara, Bunaken di sebelah kiri atas (sumber: dephut.go.id) Nggak sulit kog kalau mau ke Bunaken. Dari pusat kota Manado, hanya berjarak beberapa menit saja ke Pelabuhan Calaca, sebuah pelabuhan kecil dimana terdapat banyak boat yang siap membawa anda ke Bunaken. Berhati-hati dalam memilih atau me-nego boat adalah suatu keharusan. Jangan sampe bernasib sama seperti kami kemaren. Panjang ceritanya, nggak usah ku posting di sini kali yaaa... nanti lah di sesi tanya jawab kalo penasaran. hehehe.... Pelabuhan Calaca, Manado di sore hari Rata-rata harga sewa per boat Rp. 750.000,- sehari (PP). Biasanya tukang perahu akan membuka dengan harga lebih dar Rp. 800.000,-. Tinggal ditawar saja. Bisa juga menyewa perahu Katamaran, yang ada kacanya di bagian bawah buat liat-liat karang. Mungkin akan lebih mahal. Jangan lupa pastikan tersedia life jacket. Perjalanan yang ditempuh hampir satu jam. Sebaiknya datengnya pagi. BIar adem. Manado itu fanass.. hehe.. Hampir tiba di pulau Bunaken, kami kemudian beralih sejenak dari speedboat ke kapal katamaran. Ini optional. Buat sobat yang takut nyebur, ya pake ginian. Tapi kalau niatnya mau snorkeling, sesi ini di-skip saja lah. toh pemandangan langsung di bawah laut nanti lebih paknyuuuss... lakinya maknyuusss... hehe... ini nih yang namanya katamaran nah, itu lagi pada liatin kaca.. nih view-nya. Kurang lengkap rasanya kalau tidak menginjakkan kaki di pulau Bunakennya. BIaya masuk Taman Laut Bunaken Rp. 7.500,- untuk wisatawan domestik dan Rp. 200.000,- untuk wisatawan asing atau apabila sobat ada yang merasa bule'. hehe... Di sini bisa menyewa perlengkapan snorkeling (wetsuit, snorkel, mask, fins) Rp. 150.00,-, kamera underwater Rp. 300.000,-, guide Rp. 150.000,- (optional), dan perlengkapan selam menyelam (gak sempat nanya). Mahal? menurutku sih iya. Apalagi setelah melihat kondisi fins-nya. Makanya aku bawa sendiri perlengkapannya. Pantai Bunaken Ada juga yang jualan cinderamata dan kaos khas Bunaken. Buat sobat yang mahir malang melintang dalam dunia tawar menawar, jurus anda tidak akan berlaku banget di sini. Yah, sukur2 dikasih korting Rp. 5000,-. Pendirian para penjualnya susah untuk digoyahkan... hehe... Nggak usah sesi mandi2 di sini kali yaa.. Pantainya sih menurutku biasa aja. Airnya juga agak kabur. Oh, ya. Yang terpenting dari semua aktifitas di pulau ini adalah sesi foto di icon pulaunya. Itu tuh, yang biasanya dilakukan orang-orang kebanyakan kalau dateng ke sini. narsis di sini wajib sob. hehehe.. Nyesel banget kemaren kaos Jalan2.com ketinggalan di rumah, padahal udah niat mau dipake foto di sini... hehe.... Dari sekian banyak spot snorkeling atau diving di seputaran perairan Taman Laut Bunaken, kami dikasih 2 spot saja. Pantai Barat dan Timur. Oh, ya. Jangan lupa pada saat tawar menawar, pastikan juga spot-spotnya. Kadang hanya dikasih satu spot saja, padahal bisa 2 spot. Sorkeling di Pantai Barat Bunaken. Di sini karangnya sudah banyak yang rusak. Tapi ikan-ikannya banyaaakk bangeuuuuddhh... Easy going bin friendly lagi ikan2nya tuh. BIsa diajak ramah-tamah. hehe... di sini visibilitinya sangat bagus. Airnya sangat jernih. Tidak salah memang di beberapa artikel ada yang menyebutkan kalau taman laut Bunaken ini merupakan salah satu taman laut dengan visibility terbaik di dunia. Buat yang baru belajar atau belom lancar snorkeling, tempat ini bisa menjadi pilihan karena area dangkalnya lumayan luas. Tapi hati-hati kalau sudah mendekati bagian jurangnya. Kalo gak bisa berenang, gak pake pelampung trus panik yaa bahaya. Tapi justru di jurang inilah daya tariknya menurutku. Coba deh freediving di situ, pasti seru. Buat sobat yang suka wall diving, di sinilah tempatnya. siap2 mau turun snorkeling. tampak perbatasan antara sisi dangkal dan jurangnya yang dalam. tuh, ikannya lagi ramah tamah... hehe tuh, jurangnya.. hehe yang suka wall diving?? freediving ke bawah seru juga lho Karena pengetahuanku yang masih kurang tentang perikanan dan kelautan, jadi nggak bisa menceritakan lebih lanjut spesies apa yang ada di foto itu. Nggak tahu sob, cuman asal jepret aja. hehe.... Pokoknya begitu kira-kira sedikit penampakannya. Oh, yaa. Menurutku, waktu yang tepat mengunjungi spot ini adalah saat cuaca cerah di jam siang, saat matahari mulai bergeser ke Barat. Cahaya sepertinya akan maksimal di sini. setelah belum puas dengan spot di Pantai Barat ini, kami beralih ke pantai Timur yang katanya lebih bagus terumbu karangnya. yuuukkk sob... Sorkeling di Pantai Timur Bunaken. Langsung saja yaa ke penampakan permukaan laut di Pantai Timur Bunaken. kalau diliperhatikan dari atas, di sini airnya kelihatan lebih hijau dari pantai barat tadi. Hal ini menyiratkan bahwa sepertinya keadaan terumbu karang bawah laut di spot ini lebih sehat dan lebih bagus dari spot pertama. Oke, mari kita buktikan.... eh, beneran... di sini lebih rimbun. Karang-karangnya sehat wal afiat adanya. Banyak soft coralnya juga yang menari-nari dihempas arus laut yang untungnya tidak deras. hehe... mari kita explore lebih jauh lagi sob. aaaakkk... kaget juga ketemu sama ular laut ini. Baru kali ini aku melihat dari dekat, ternyata bentuknya kayak ular di darat. Tapi lebih pintar berenangnya. Untunglah ular laut ini katanya tidak agresif. Makanya dia cuek aja waktu aku coba ambil fotonya ini. Meski begitu, aku tetap nggak berani donk yaa deket2. Bisa-nya lebih mematikan dari cobra lho... oke, mari kita lanjutkan ke pemandangan yang lain. hehe... Nah, gimana? Terumbu karangnya bagus2 nggak? Ikannya di sini banyak banget. Sama seperti spot pertama tadi, di sini ikan-ikannya juga ramah-ramah dan suka dekat-dekat dengan manusia. Jangan lupa biskuitnya. Meski tidak dikasih biskuit, mereka pasti mendekat. Jangan biarkan mereka kecewa. Kalau dikasih makan, mereka lebih senang lagi. Jangan lupa pembungkus makanannya dibawah pulang yaa. hehe... Ikannya kurang banyak ya? nih kutambahin lagi... w wooyyyy... bisa geser nggak sih nih ikan2? aku lagi foto terumbu karangnya malah mereka menghalangi di depan. heheheheheh Oke sobat jalan2, demikian sedikit catatanku waktu liburan sehari di Bunaken akhir tahun kemaren. Mohon maaf kalo kurang berkenan. Foto2 di atas itu mah nggak terlalu bagus, nggak seberapa dibanding kalo sobat liat langsung, beeuuuhhhhh.. ajeeeebbb banget dah... Masih pengen kembali ke sini. Masih pengen banget menjelajahi spot-spot yang lain. Semoga suatu saat nanti kita bisa sama2 bareng liburan di sini. Thankss udah membaca regards, Thox
  3. 9 points
    Jalan2 di Jogja sekarang udah sangat gampang lho. Bagi para wisatawan sejak awal Mei tahun 2008 sudah diluncurkan transjogja. Gak cuma di dalem kota aja lho, bahkan transJogja bisa tembus sampe ke prambanan. Yang udah hampir masuk Klaten Jawa Tengah lho padahal. Kan letaknya prambanan emang pas diperbatasan DIY sama Jateng. Jadi buat jalan2ers gak usah bingung kalo ke jogja. Lokasi – lokasi yang sering dikunjungi wisatawan di dalam Jogja hampir semua sudah terjangkau dengan Transjogja koq. Jam operasionalnya juga udah mulai dari pagi jam 6 sampai jam 10 malam. Tarifnya jauh dekat 3000 rupiah sajaaa Berikut saya kasih jalurnya ya Rute 1A RUTE UTAMA : Terminal Prambanan – Bandara Adisucipto – Stasiun Tugu – Malioboro – JEC (Jogja Expo Center) Detail : Terminal Prambanan - Kalasan – Bandara Adisucipto - Maguwoharjo - Janti (dibawah flyover Janti)- UIN Kalijaga - Demangan - Gramedia - Tugu – Stasiun Tugu - Malioboro –- Gondomanan – Pasar Sentul - SGM – Kebun Binatang Gembira Loka – Babadan Gedongkuning - JEC - Blok O - Janti (flyover) - Maguwoharjo – Bandara Adisucipto - Kalasan - Terminal Prambanan Rute 1B RUTE UTAMA : Terminal Prambanan – Bandara Adisucipto – JEC – Kantor Pusat Pos Indonesia – Pingit – UGM Detail : Terminal Prambanan – Kalasan – Bandara Adisucipto – Maguwoharjo – Maguwoharjo – babarsari(jl kledokan) - Janti (dibawah flyover Janti) – Blok O – JEC – Babadan Gedongkuning – Kebun Binatang Gembira Loka – SGM – Pasar Sentul - Gondomanan – Kantor Pusat Pos Indonesia – RS PKU Muhammadiyah – Pasar Kembang – Badran – SAMSAT – Pingit – Tugu – Gramedia – UGM – Colombo – Demangan – UIN Sunan Kalijaga – Janti – Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – Kalasan – Terminal Prambanan Rute 2A RUTE UTAMA : Terminal Jombor – Malioboro – Basen – Kridosono – UGM – Terminal Condong Catur Detail : Terminal Jombor – Monjali – Tugu – Stasiun Tugu - Malioboro – Kantor Pusat Pos Indonesia - Gondomanan – Jokteng Wetan – Tungkak – Gambiran – Basen – Rejowinangun – Babadan Gedongkuning - Kebun Binatang Gembira Loka - SGM – Cendana - Mandala Krida – Gayam – Lempuyangan flyover – Kridosono – Duta Wacana - Galeria - Gramedia – UGM - Colombo - Terminal Condong Catur -Kentungan – Monjali – Terminal Jombor Rute 2B RUTE UTAMA : Terminal Jombor – Terminal Condong Catur – UGM – Kridosono – Basen – Kantor Pusat Pos Indonesia – Wirobrajan – Pingit Detail : Terminal Jombor – Monjali – Kentungan – Terminal Condong Catur – Colombo - UGM - Gramedia – Kridosono – Duta Wacana – Lempuyangan flyover - Gayam – Stadion Mandala Krida – Cendana – SGM – Gembiraloka – Babadan Gedongkuning – Rejowinangun – Basen – Tungkak – Jokteng wetan – Gondomanan – Kantor Pusat Pos Indonesia – RS PKU Muhammadiyah – Ngabean – Wirobrajan – BPK – Badran – SAMSAT – Pingit - Jalan Magelang - Jalan Wolter Monginsidi - Jalan AM Sangaji - Pasar Pingit – Tugu – Monjali – Terminal Jombor Rute 3A RUTE UTAMA : Terminal Giwangan – Kotagede – Bandara Adisucipto – Ringroad Utara – MM UGM – Pingit – Malioboro – Jokteng Kulon Detail : Terminal Giwangan – Tegalgendu – HS Silver – JL Nyi Pembayun - Pegadaian Kotagede – Basen – Rejowinangun – Babadan Gedongkuning – JEC - Blok O – Janti (flyover) - Janti – Maguwoharjo - Airport Bandara Adisucipto - Maguwoharjo – Ringroad Utara – Terminal Condong Catur – Kentungan – MM UGM - MirotaKampus – Gondolayu – Tugu – Pingit – SAMSAT - Badran – Pasar Kembang – Stasiun Tugu - Malioboro – Central Post Office – PKU Muhammadiyah Hospital – Ngabean – Jokteng Kulon – Plengkung Gading - Jokteng Wetan – Tungkak – Wirosaban – Tegalgendu – Terminal Giwangan Rute 3B RUTE UTAMA : Terminal Giwangan – Jokteng Kulon – Pingit – MM UGM – North Ring Road – Bandara Adisucipto – Kotagede Detail : Terminal Giwangan – Tegalgendu – Wirosaban – Tungkak – Jokteng Wetan – Plengkung Gading - JoktengKulon – Ngabean – RS PKU Muhammadiyah – Pasar Kembang – Badran – SAMSAT – Pingit – Tugu – Gondolayu – Mirota Kampus – MM UGM - Kentungan – Condong Catur – Ringroad Utara – Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – Maguwoharjo – Janti (dibawah flyover) – Blok O – JEC (Jogja Expo Center) - Babadan Gedongkuning – Rejowinangun – Basen – Pegadaian Kotagede – JL Nyi Pembayun – HS Silver – Tegalgendu – Terminal Giwangan sumber http://www.feb.ugm.ac.id/iup/pdf/TransJogja_route.pdf Tuh kan udah hampir semua poin pentingnya jogja udah di lewatin sama bus TransJogja. Cuma 3000 sekali jalan. Pulang pergi 6000 deh. Udah ada ACnya lagi Mo ke malioboro, mo ke Bandara, mo ke terminal ? stasiun kereta api pun juga terjangkau kan pake TransJogja.. dan meskipun udah murah, bisa lebih murah lagi naik TransJogja. Caranya bayar pake Indomaretcard(Mandiri Punya), Flazz (BCA punya) sama pake Brizzi (BRI punya). Bayarnya jadi Cuma setengahnya aja hihihi seribu dong Jadi yang udah punya kartu2 tersebut, dipake aja, biar bisa lebih murah bayarnya hehehe Selamat jalan2 di jogja pake transJogja yaaa… ohya ini ada bonus map jalur TransJogja !
  4. 9 points
    Hola Momod Here !!! Akhirnya bisa bikin Field Report untuk Gathering Samosir - Medan 19-21 September 2014 kemaren neh Yup acara yang kita adakan tiap 3 - 4 bulan sekali ini bertajuk Gathering Nasional VI jadi peserta nya dari semua daerah di Indonesia ya. Terima kasih untuk Ketua Pelaksana @Krismartin yang udah mau di repotin untuk jalan nya acara ini Total peserta yang terkumpul ada 18 orang dari berbagai daerah yaitu : 01. @Jalan2 (Singaparna) 02. @deffa (Di Hatimu) 03. @kyosash (Jakarta) 04. @Krismartin (Medan) 05. @Sindunora (Depok) 06. Balqiz (Payakumbuh) 07. @Okky Kusumah (Jakarta) 08. @benjou (Medan) 09. @anty 1 (Solo) 10. @anty 2 (Solo) 11. @dediku (Lampung) 12. Linda Yap (Singapura) 13. @pacamucu (Depok) 14. @Fitriani Fitri 1 (Medan) 15. @Fitriani Fitri 2 (Medan) 16. @d_iis ( Jakarta) 17. Ibu Anna 1 (Bandung) 18. Ibu Anna 2 (Bandung) 19 September 2014 Hari Jumat 19 September 2014 saya berangkat ke Bandara Soekarno - Hatta untuk flight Lion Air Jakarta - Medan pukul 08.55 WIB dan ternyata bareng dengan dokter pribadi saya yaitu Dokter Ryan "Tong Fang" @Okky Kusumah. Karena saya masih dalam kondisi sakit jadi padok memberikan saya beberapa obat yang cukup manjur selama Gathering ini loh dan itu pun GRATIS Sekitar pukul 11.00 WIB pesawat tiba di bandara Kuala Namu Sumatera Utara. Pertama kali melihat bandara ini ternyata lebih bagus dari pada bandara Soekarno - Hatta loh, eh denger2 arstiek Bandara Kuala Namu ini om @adriepn ya waw ebat om . Saya langsung kontek2 an dengan peserta lain yang udah hadir pertama mimin @Jalan2 bersama mba Linda Yap dari Singapura yang sudah menunggu di Cafe Kopi di bandara, dan ternyata mba @Sindunora juga berada disana Lanjut menghubungi ketua pelaksana @Krismartin dan ternyata sudah bareng dengan mas @dediku di restoran A&W di deket situ. Lalu kita kumpul disana, kemudian hadir lah semua peserta yang sudah dlo tiba di Medan seperti @pacamucu @Fitriani Fitri @kyosash @d_iis @benjou. Sementara menunggu Ibu Anna dari Bandung landing beberapa dari kami putuskan untuk Sholat Jumat dlo di Bandara. Pukul 13.00 setelah semua peserta berkumpul kami lanjutkan perjalanan menggunakan Mini Bus 22 seat yang sudah di sewa untuk 3 hari langsung ke Samosir. Suasana Medan lagi mendung jadi selama perjalanan ini kita adem ayem dan juga Bus nya enak AC dingin. Oiya untuk mba @anty dari Solo dia nyusul ke esokan hari nya Sekitar pukul 14.00 WIB kita tiba di Lubuk Pakam disini kita jemput satu personil lagi yaitu Balqiz seorang cewek dari Payakumbuh Sumatera Barat. Dan ada sedikit kejadian unik yang terjadi ketika jemput beliau. Ketika dia mau naik Bus ini, dia langsung di samperin oleh beberapa orang tak dikenal yang mungkin mau berniat jahat, kita di dalam semua bingung di kirain ini perebutan calon penumpang travel, tapi untung bisa di selesaikan oleh Supir Bus kita dan semua aman hehehe Lanjut sekitar pukul 14.30 WIB kita mampir dlo untuk makan siang di Restoran Padang Simpang Tiga karena memang udah waktu nya makan siang, sambil poto2 dan kenalan dikit kan hehehe Setelah kenyang makan kita lanjutkan perjalanan selama kurang lebih 3 jam dengan melintasi Tebing Tinggi - Pematang Siantar - Parapat. Dan selama perjalanan kita mengetahui kalo om senior @dediku ini pelawak karena gak henti2 nya semua orang di bagian tempat duduk belakang bus ketawa dengerin beliau cerita Sampai di Pelabuhan Ajibata Parapat sekitar pukul 19.30 WIB kita sudah kelewatan untuk nyebrang kapal yang pukul 17.00 WIB jadi kita menunggu yang pukul 21.00 WIB saja. Sambil ngisi waktu kita masing2 makan malam, maen kartu dan poto2 sekitar Pelabuhan. Sekitar pukul 21.00 WIB mobil2 mulai masuk ke kapal untuk menyebrang ke Samosir, perjalanan menyebrang danau ini cuma sekitar 45 menit lah, karena malam jadi gak kerasa kalo bergerak, kata @kyosash "ini kita gak jalan2 ya apa mungkin macet di pelabuhan sana :P" Sekitar pukul 22.00 WIB tiba di pelabuhan Tomok Samosir dari sini kita langsung menuju ke penginapan yang udah di booking di Carolina Cottages cuma sekitar 15 menit perjalanan kita udah sampe penginapan. Langsung check in dan bagi2 kunci kamar yang memang berbeda2 ada yang di depan danau, di atas bukit dll Carolina Cottages ini bagus sekali konsep penginapannya loh bagi kalian yang mau liburan ke sini bisa cobain di sini worth dan harganya juga relatif murah Semua nya langsung istirahat karena udah capek jadi tar di lanjutin lagi ya Yang lain silahkan upload foto2 nya di topic ini ya
  5. 8 points
    Titi Setianingsih

    Curug Nangga

    Awalnya takjub ketika membaca dan melihat postingan2 teman di facebook perihal keindahan Curug Nangga di Desa Pekuncen Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, secara saya kan orang asli Banyumas juga. Akhirnya rasa penasaran saya terbayar ketika ada libur harpitnas kemarin tanggal 15-17 Mei 2015. Sungguh, penuh perjuangan untuk menuju Curug Nangga. Dari Jakarta kami naik kerete ekonomi AC, KA Serayu dari Pasar Senen menuju Stasiun Purwokerto, tiket hanya Rp. 70.000,-. Jika mau lebih cepat bisa menggunakan kereta lainnya semisal yang bisnis ataupun eksekutif, kami sengaja menggunakan kelas ekonomi supaya lebih efisien. Sesampainya di Purwokerto kami rental mobil karena kebetulan kami berlima, jd kami pilih mobil kijang agar bisa muat banyak. Sewa mobil plus sopir plus bahan bakar sehari Rp 650.000,-. Ini akan murah karena kami menggunakan sistem share cost, sehingga per orang dikenakan biaya transport Rp. 130.000,- saja. Dari Purwokerto perjalanan menuju arah utara kearah kota Bumiayu, namun ketika sampai di Ajibarang bisa bertanya ke warga sekitar untuk menuju ke desa Petahunan Pekuncen Ajibarang, ketika itu kami ke arah kiri (diarahkan warga), terus menelusuri jalanan yang menanjak. Disini diperlukan sopir yang berpengalaman karena tanjakannya luar biasa curamnya, kamipun sempat terhenti karena mobil tidak kuat nanjak, sehingga kami ramai2 mencari batu untuk mengganjal ban mobil. Supaya aman kamipun berjalan saja, biarkan mobilnya mendahului kami, namun ternyata berjalan kaki menanjak itupun terasa berat,,,sungguh,,,capainya luar biasa, mungkin akan terasa ringan bagi pendaki gunung. Huufftttt,,,dua kali kami melalui jalanan menanjak, namun kurang lebih 1,5 jam menggunakan mobil akhirnya sampai juga ke lokasi parkir tempat wisata Curug Nangga. Dari tempat parkiran menuju Curug kurang lebih berjalan 2 km, naik turun bukit, persawahan dan hijaunya alam pegunungan. Amaziiing,,,sangat segar dipandang mata, padi yang masih menghijau, pohon kelapa yang melambai-lambai ditiup angin yang semilir. Pelan-pelan kami jalan, setelah sebelumnya bayar tiket masuk yang hanya Rp. 3.500,-. Wooowwww,,,Subhanallah,,,dari kejauhan sudah tampak air terjun yang bersusun-susun, benar kata orang, indahnya luar biasa,,,,,,,takjub, kagum dan inilah salah satu keindahan Indonesia,,,,luar biasa. Capai memang,,,tapi kami tidak cukup puas hanya sampai ke lokasi saja, kamipun harus naik menuju tingkat yang paling atas. Mau gak mau kamipun harus menaiki bukit,,,,,,huuffff licin dan terjal berbatu. Gak percaya akan keindahan Curug Nangga ? Lihatlah foto-foto kami.,,,,luar biasa bukan ??? So....datanglah ke Purwokerto, wisata indah yang murah meriah, jika hanya ke Curug Nangga hanya menghabiskan kocek anda sebesar Rp 373.500 dengan perincian sebagai berikut : Tiket KA PP : 140.000 Sewa mobil ber 5 : 130.000 per orang Tiket masuk : 3.500 Makan kurang lebih : 100.000 Total Rp 373.500.....cukup ekonomis kan ???? Tunggu apa lagi,,,,,,,mari berpiknik, supaya kalian tahu bahwa Indonesia itu indaaahhhh...!!!!!
  6. 8 points
    Tangkahan, The Hidden Paradise di Sumatera Utara merupakan julukan yang cocok untuk tempat yang satu ini. Sebagian besar kita tidak banyak yang tahu dan Tangkahan ini sudah lama dikenal oleh turis mancanegara, terutama bagi mereka yang berada di luar Pulau Sumatera. Tangkahan terletak di antara dua desa yaitu Namo Sialang dan Sei Serdang. Bagi orang Medan mendengar kata Tangkahan pasti akan terngiang dengan “Gajah”. Ya, memang karena tangkahan dikenal sebagai tempatnya gajah-gajah liar dan sungai yang berada di sini sangat jernih dan masih terjaga kebersihannya. Ekowisata Tangkahan hadir di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser yang terletak di Kabupaten Langkat Propinsi Sumatera Utara. Tangkahan mulai ramai dikunjungi karena panorama alamnya yang menakjubkan dan kesegaran udara yang disuguhkan membuat siapa saja betah berlama-lama di sini. Hutan Tangkahan umumnya sangat lebat di mana terdapat sungai, air terjun, air panas, lembah bahkan tumbuhan langka seperti Raflessia juga ada di tempat ini. Tak heran jika turis mancanegara mulai melirik Tangkahan The Hidden Paradise di Sumatera Utara sebagai tujuan wisata sejak dahulu kala. Objek wisata Tangkahan seolah menjadi daya magnet para pecinta keindahan alam, seolah tidak mau ketinggalan dengan yang lain, Komunitas Jalan2 Indonesia (Jalan2.com) Regional SUMUT pun mengawali kegiatan perdananya dengan mengadakan “ Gathering Regional SUMUT pada tanggal 25-26 Maret 2016 dengan spot wisata “ Tangkahan “. Yuk kita lihat apa saja yang di lakukan dalam kegiatan Gathering Regionl SUMUT untuk yang perdana ini. Peserta Gathering ; Sebenarnya kami sangat berharap jika semua member Jalan2ers yang ada di regional sumut bisa ikut bergabung dalam Gathering perdana ini. Di awal rencana yang kami bahas di Kopdar 1 dan kopdar 2, peserta Gathering perdana ini harusnya sekitar 15-20 orang, baik yang sudah join di forum Jalan2.com maupun yang belum join. Namun menjelang hari H, beberapa peserta batal ikut dengan alasannya masing-masing, bahkan salah satu peserta inti @pancaiwa terpaksa tidak bisa ikut gabung karena sakit dan harus opname di Rumah sakit ( GWS ya bro Panca …) sehingga sampai hari H peserta hanya tinggal 5 orang saja yakni : Kenzie @Dhistiraz, Aufa @Muhammad Al Aufa, Vean @Vean Tristan, Anjas @just0682, Arie @arie arhen lingga. Gathering Must Go ON, Hanya ber- 5 ? nggak papa…!! Rencana tetap harus berjalan… Akhirnya pada Jum’at, jam 6 pagi kami berangkat dari Medan menuju Tangkahan menggunakan mobil Avanza miliknya @Dhistiraz, lhoo kok pake mobil pribadi ? iyalah ..secara lebih hemat, wong cuman 5 orang kok .. Karena pada belum sarapan, kami singgah dulu mencari sarapan lontong sayur di samping Pom Bensin dekat kawasan Tomang elok sekalian isi full bahan bakar, setelah perut terisi kami lanjutkan kembali perjalanan. Selama perjalanan selalu aja ada yang jadi bahasan, apapun itu !! … Rute Perjalanan ; Rute perjalanan menuju tangkahan, Dari Medan – Binjai ( bisa dari kota binjai atau bisa juga ambil jalan pintas Jl. Megawati ) menuju Stabat, setelah melewati jembatan panjang sampailah kami di Simpang 3 Hinai, ini adalah patokan awal kita untuk menuju tangkahan. Dari simpang 3 Hinai ini belok ke kiri menuju tangkahan, Bagi yang belum pernah kesana ikuti aja terus jalan besarnya meskipun akan ketemu beberapa persimpangan jalan, karena jalan menuju ke Tangkahan lebih besar dan lebih baik dari jalan-jalan yang lain. Jika Anda bingung menentukan arah jalan, silahkan tanya saja ke penduduk setempat arah menuju Tangkahan, semua pasti tau…hahaha.. Sekitar 1 jam perjalanan sampailah kami di desa Cinta Raja, nah buat agan-agan tidak membawa perbekalan makanan ada baiknya singgah ke Warung Nasi dulu disini untuk isi perbekalan meskipun ditempat tujuan sebenarnya juga ada. Seperti kami, kami membeli nasi bungkus + cemilan pisang goreng di sini. Rumah makan yang kami singgahi, ternyata juga menjadi pavorit para wisatawan yang akan menuju tangkahan, karena biasanya wisatwan sering mampir kemari untuk mengisi perut sebelum melanjutkan perjalanan, bahkan beberapa diantaranya adalah temen-temen dari media televisi dan artis yang berkunjung ke Tangkahan, begitu kata pemilik warung nasi. Hemm… Yuk lanjutt perjalanan, setelah beli nasi bungkus kami melanjutkan perjalanan, nah di ujung desa cintaraja ini jalan Aspal yang muluspun selesai …ahhaha , dan kami pun harus menempuh perjalanan sepanjang 15 km dengan kondisi jalan berbatu dan berdebu dengan pemandangan kanan kiri pohon sawit. Oops jangan bilang aduuh dulu gan…. Meski bukan aspal, berbatu dan berdebu kondisi jalan bagus tidak ada lubang , mungkin baru di perbaiki kali ya.. Nah selama perjalanan yang melewati perkebunan kelapa sawit ini akan ketemu banyak persimpangan jalan perkebunan, pastikan agan-agan memperhatiakan Papan petunjuk arah menuju Tangkahan. Biar nggak salah belok ya gan..hehehe Tapi jangan takutlah..di setiap simpang pasti ada kok Papan Petunjuknya. Dan sekitar 45 menit dari warung nasi tadi dengan kecepatan 10-20km /jam ( jalan santai ) sampailah kami ke tempat yang di tuju, TANGKAHAN !! Jadi total perjalanan dari Medan – Tangkahan sekitar 3 jam sudah termasuk berhenti untuk jepret” dan pipis hiks.. Cek Point TANGKAHAN; begitu memasuki wilayah wisata petugas wisata sudah menunggu di depan dan kamipun harus menghentikan mobil, dan membayar tarif masuk per orang dan parkir mobil ( Rp. 3.000.-/orang dan Rp. 10.000 parkir mobil ) Murah kaaaann… Penginapan di TANGKAHAN; Setelah memarkirkan mobil kami pun turun untuk mencari penginapan. Sebenarnya kami sudah booking sebulan sebelumnya untuk 7 kamar, namun karena perubahan peserta kami memutuskan untuk membatalkannya dan memilih untuk go show aja, dan setelah bertanya ke abang-abang ( panggilan khas medan ) yang lagi duduk di warung nasi, dan ternyata dia juga seorang Guide kami pun di tunjukan ke penginapan yang paling ujung namanya Green Lodge , biar pun paling ujung tapi punya kelebihan lhoo .. Yaitu penginapan kami berada persis di samping penangkarang Gajah dan tempat pemandian Gajah dengan tarif Rp. 150.000 / kamar utk 2-3 orang. Fasilitas kamar mandi di dalam. Kegiatan Hari Pertama ; setelah makan siang ( makan nasi bungkus ) si Guide yang menunjukan penginapan tadi pun mendatangi kami dengan senyuman yang ramah sambil menawarkan ke kami Paket Tubbing, dan setelah tawar menawar harga akhirnya kami sepakat untuk Ikut paket Tubing dengan biaya Rp. 110.000 /orang, dan kamipun turun ke bawah menuju sungai, tepatnya pas di area pemandian Gajah, dan sampai sana Ban-ban besar sudah di persiapkan dan dirakit menjadi satu. Paket tubbing yang kami ikuti adalah paket sedang, dengan spot point Pemandian Gajah- Air terjun kecil-Batu Loncat- Hot Spring, Taman kupu-kupu – Air terjun besar. Kegiatan Hari Kedua; Jam 6 pagi kami sudah bersiap-siap untuk menikmati mandi pagi di sungai yang berair sangat jerniih dan suegerrr..!! Sekitar 2 jam kami bermain air, perut pun bunyi minta di isi.. Sarapan sarapan… untuk sarapan kami makan POP Mie aja + Teh manis panas, sambil menunggu acara yang paling di nanti yaitu acara Memandikan Gajah…. Sekitar jam 8.30 an Gajah-gajah sudah mulai dikeluarkan dari kandangnya dan berbaris teratur menuju ke pemandian. Nah sebagai info; untuk mengikuti acara memandikan Gajah hanya sudah membeli tiket memandikan gajah seharga Rp. 150.000 saja yang boleh masuk ke lokasi pemandian, padahal sangat banyak orang yang ingin menyaksikan acara sakral tersebut, sampai ada anak-anak lucu yang nyletuk “ Loh masa kita yang memandikan gajah, menggosok-gosok badannya kok kita yang bayar? Harusnya kitalah yang dibayar ..” heheheh dan kami pun ikut ketawa.. Sempat juga kami bertanya kepada petugas informasi “ mengapa kami yang tidak membawa tiket nggak boleh masuk? Kan pingin juga sih lihat…. Dan petugas dengan kesopanan dan keramahannya pun menjelaskan kepada kami, bahwa hal itu memang terpaksa di lakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, misalnya karena terlalu rame orang apalagi para pengunjung biasanya gemes liat baby gajah yang sangat imut terus ngelus-ngelus di khawatirkan induk gajah akan marah atau panik, nah jika sudah kejadian gini akan repot karena gajah bisa tidak terkendali… it’s OK.. we know lahh….. Ya sudahlah Jepret” dengan background Gajah pun sudah memuaskan hati….hiks… Nah Bagi Anda yang pingin Trekking Naik Gajah silahkan membeli tiketnya seharga Rp. 800.000/orang ( baik Turis asing maupun Domestik ) pada musim normal ( Low Season ), dan Rp. 1.000.000.- / orang ( Asing /Domestik) pada musim Liburan ( High Season ). Perlu di ketahui bahwa; sebagai patokan musim libur adalah masa liburan Eropa buka Indonesia, yakni bulan Mei – Oktober, di bulan ini turis dari eropa sangat banyak, dan biasanya mereka sudah booking jauh hari utk trekking Gajah. Sehingg bulan Mei-Oktober di tetapkan sebagai High Seasion dan selain bulan itu di anggap sebagai Low Seasion. Bagi Anda yang hanya ingin menaiki Gajah, Anda bisa beli tiket Naik gajah keliling penangkaran seharga Rp. 30.000.- Namun kondisi ini hanya jika Gajah sudah kembali dari Trekking normal, atau ada Gajah yang menganggur, mengingat jumlah gajah yang terbatas. Note : Hari Jum’at tidak ada kegiatan Gajah. Hunting Penginapan; mengapa kami hunting penginapan padahal kami sudah mau pulang ? jawabannya adalah “ Untuk Anda !! “ Ya benar untuk Anda.. Dari pengalaman kami ketika merencanakan perjalanan ke mari, kami tidak memiliki referensi penginapan yang lengkap. Sehingga kami sepakat untuk mencari info ini secara lengkap, dengan tujuan agar kunjungan berikutnya bisa lebih jelas dan buat Anda yang belum pernah kemari juga bisa booking penginapan. Berikut Penginapan yang Ada di Tangkahan; MEGA INN Kontak Person : Bpk. MEGA DEPARI ( Owner ) – 085371122213 Posisi Paling Strategis terletak di area persimpangan sungai ( pusat pemandian ) Jumlah kamar : 19 kamar, 4 kamar berada di tepi sungai ( River view ), 2 Family Room ( Rp. 30.000/orang ) Rate : Rp. 100.000.-/malam utk 2-3 orang , extra bed : Rp. 50.000.- Fasilitas hotel : Restoran dan Aula pertemuan Fasilitas Kamar : Kamar mandi didalam, meja kursi, Hammock ( tempat tidur ayunan didepan kamar ) Cek out : Jam 12 siang, atau jam berapa cek in jam segitu pula cek out nya, tapi mereka bilang itu hanya lihat kondisi aja, kalo nggak rame yang boleh aja jam cek outnya molor… Rate Restoran : lihat Menu Parkir kendaraan :silahkan parkir di Parkir Umum di samping Cek Point, banyak tempat dan aman GREEN LODGE Kontak person : Fernando / Novita - 081370084859 Posisi : Paling Ujung / hulu sekitar 500 meter dari Cek Point, Disamping Penangkaran Gajah, dekat dengan tempat pemandian Gajah. Jumlah Kamar : 15 kamar, 4 kamar river view ( pemandangan sungai ) Rate : Rp. 150.000 / malam utk 2-3 orang, extra bed. Rp. 50.000.- Fasilitas Hotel: Restoran, Parkir speda motor / Mobil di depan penginapan. Fasilitas kamar : Kamar mandi, sower, dan meja kursi ( air langsung dari sumber mata air yang di alirkan ke hotel ) Rate makanan : Nasi Putih 1 porsi : Rp. 5.000.- / Indomie rebus – Rp. 13.000.- Popmie Rp. 8.000.- Nasi+ayam Rp. 20.000, Nasi + Ikan Laut Rp. 17.000, Kopi Tubruk Rp. 5.000 yang lain gak sempet nanya hehehe TANGKAHAN INN Kontan Person : Darwin ( Owner) – 085206408090 Posisi : sebelum Green Lodge Jumlah kamar : 10 kamar, 4 kamar view sungai ( 2 kamar diantaranya Harga : Rp. 200.000 ) Rate : Rp. 150.000 / malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Cek Out : jam 2 siang, atau lihat kondisi Fasilitas : Restoran luas, parkir kendaraan MOUNTAIN VIEW COTTAGES & RESTAURANT Contak : 082360437146, 08126579113, 081263520408 Posisi : sebelum Tangkahan Inn Rate : Rp. 150.000/ malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Fasilitias : Restauran, parkir kendaraan DREAM LAND RESORT Reservasi: 081269631400 or 081269699057 ( Ucok ), 081260611218 ( Suka ) Posisi di pinggir sungai, sebelah MEGA INN, Jumlah kamar : 3 kamar Rate : Rp. 150.000/malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Fasilitas : Restauran JUNGLE LODGE Contact : Sitepu - 081376334787 Posisi belakang Megga Inn Jumlah kamar : 9kamar Rate : Rp. 150.000/malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Fasilitas : Restauran BAMBOO RIVER ( Black Tiger Lodge ) Contact : Wak Youn - 085358676372 Posisi belakang Megga Inn Jumlah kamar : 9 kamar Rate : Rp. 150.000/malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Fasilitas : Restauran LINNEA RESORT Contact : Benny – 081260463071, 081370531176(kinul), Posisi belakang Megga Inn Jumlah kamar : 8 kamar Rate : Rp. 150.000/malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Fasilitas : Restaurant, Aula meeting Wisata Kota Binjai ; Sekitar jam 2 siang kami pulang dari tangkahan, dan mampir ke Kota Binjai untuk menikmati ES Krim di HAWAII resto & ICE Cream Café, es krim di sini adalah yang paling favorit di kota ini. Setelah puas makan es krim, kami jalan sebentar mengitari kota binjai, dan mampir ke area wisata kuliner di Jl. Bangkatan. Disini kulinner macem-macem, nggak kalah dengan yang ada di kota medan. Udah kenyang ???...yuk lanjut Mampir ke Binjai Super Mall, dengan langkah cepat kami menuju ke CINEMA 21 Nontooon… ?? Yups.. “ SPIDERMAN vs BATMAN Mungkin masih panas kali yee itu film, jadi semua studio full seat, akhirnya kami dapat yang jam 21.15, nggak papalah meski udah malem, …tapi tetep aja kami dapet seat di baris ke 5 dari depan. Nah mungkin karena pada kecapean dari siang muter-muter pas kena ademnya ruangan studio langsung ada yang ngorok hisk…, malah si @arie arhen lingga , ampe pules dan kebangun pas film udah mo abis, pas ada adegan Superman terbunuh, Arie (sambil ngucek mata): “ Tadi Superman mati kena apa ya …?? Dan tidak berapa lama pintu EXIT studio pun terbuka…… yups kami melajutkan perjalan pulang ke Medan, dengan hati yang senang…………… OK lah… itu adalah acara Gathering Regional Sumut yang perdana Kami berharap untuk Gathering Regional kedepan peserta bisa lebih banyak lagi….Amiinn.. Setelah Agan-agan membaca rentetan kegiatan kami di atas, berikut adalah Tips dan info tambahan yang mungkin berguna buat agan : Transportasi : - BUS Pembangun Semesta ( Anda naik dari terminal Pinang Baris ) dan akan berhenti pas di pemberhentian terakhir di Cek Point Tangkahan. Saya lupa tarifnya: tapi sekitar Rp.15.000- Rp. 20.000 gitu… - Taxi ( travel ), Mini bus, Kendaraan pribadi. - Untuk Sedan, kurang di sarankan, karena ada beberapa bagian jalan yang berlubang ( sayang lecet gan..) - Jika Anda menggunakan Speda Motor, sebaiknya gunakan perlengkapan yang cukup ( Helm, masker, dan sebaiknya membawa perlengkapan tambal ban, mengingat di 15km terakhir adalah jalan berbatu dan disarankan Agan berangakat tidak sendirian, mana tau ada masalah dengan speda motor anda jadi ada yang standby. Pergi bersama rombongan mungkin lebih asik… - Bahan bakar : untuk mobil sejenis Avanza bajet Rp. 150.000 sudah cukup untuk PP, karena hanya di pakai untuk pergi dan pulang saja, selama disana mobil hanya terparkir. Rute : Tangkahan Dari Jalan raya Medan – Stabat – Terminal Bus Hinai (bukan terminal besar, tapi disimpang ini biasanya bus ngetem ) dari simpang ini Belok Kiri menuju Sawit Sebrang – Batang Serangan-Simpang Robet – Tangkahan. Jangan khawatir di setiap persimpangan akan ada papan petunjuk arah ke Tangkahan. Tarif Masuk & Parkir : - Biaya masuk Rp. 3000.-/ Orang - Parkir Roda 2 Rp. 5000.- - Parkir Roda 4 Rp. 10.000 - Biaya nyebrang jembatan gantung Rp. 3000.-/orang jika agan ingin menyebrang lewat jembatan, tapi jika agan pobia ketinggian yang nyebrang naik getek( prahu penyebrangan ) aja, ongkos suka rela aja. Kalo nggak mau ya nyebrang aja wong nggak dalam kok sungainya…keliatan dasarnya, paling hanya se pinggang… Paket Wisata : a. Mandi di sungai sepuasnya Nggak bayar b. Paket Wisata Goa ( Domestik ), Goa Kambing Dan Goa Kelelawar + Makan Siang & Peralatan+ Tubbing (pulang nganyut lewat sungai) hinggak ke Air terjun Besar Rp. 300.000.-/orang, Guide : Darwin ( owner Penginapan Tangkahan Inn ) - 085206408090 c. Paket Camping di dalam Goa Air Terjun 2Hari 1 Malam Include : Tenda, makan, perlengkapan lain2 + Tubbing ( pulang nganyut lewat sungai ) pokoknya terima beres Rp. 800.000.-/orang, Guide : Darwin ( owner Penginapan Tangkahan Inn ) - 085206408090 d. Paket Camping di area camping / luar goa 2hari 1 malam include : makan, tenda, peralatan lain2 + Tubbing ( Pulang nganyut lewat sungai ) pokoknya terima beres : Rp. 650.000.-/orang, Guide : Darwin ( owner Penginapan Tangkahan Inn ) - 085206408090 e. Paket Tubing sedang, dari pemandian Gajah- sampai ke air terjun besar (Spot terakhir ) Include Makan siang Rp. 135.000.-/orang. Dan Jika tanpa makan siang Rp. 90.000.-/orang – paket ini di pandu oleh Guide : Darwin ( owner Penginapan Tangkahan Inn ) - 085206408090 f. Paket Tubing Sedang , dari pemandian Gajah - sampai ke Air terjun besar (spot terakhir) Tanpa makan siang Rp. 120.000 / orang . khusus yg ini kami maren nego jadi Rp. 110.000/orang, Paket Tubing ini dengan Guide : Boy – 082277158251 g. Paket e & f rutenya sama, hanya harga yang beda, karena kebetulan kami ketemu dengan guide pertama ( boy ) ya ikut harga yang Rp. 110.000/orang udah nego. Coba ketemu yang Guide Darwin kan hanya Rp. 90.000.- kan bisa hemat 20 rebu ..hiksss, So Guys…pandai pandailah nawar harga… h. Paket Trekking Gajah – Low Seasion Rp. 800.000.-/orang dan High Season Rp. 1.000.000.-/orang, *high seasion ikut liburan eropa yakni bulan Mei – Oktober, selain itu di anggap Low sesion, meskipun di indonesia sedang musim liburan. Tips: - Sebaiknya agan-agan membawa sendal gunung, jangan sendal jepit bakal putus gan.dan jangan nggak pake alas kaki, soalnya selama kegiatan tubbing kita akan banyak berjalan di bebabutan di dasar/pinggir sungai, dan membawa sepatu gunung jika agan-agan memang mau ikut paket wisata goa, karena agan-agan akan berjalan menyusuri jalan setapak di hutan, pacet gan paceet…hiks - Jika agan punya Kamera anti air itu lebih baik, jika tidak ya udah pake kamera HP juga bisa tapi di bungkus plastik anti air ya gan… pastikan memory agan cukup, karena selama perjalan baik tubbing maupun trekking agan akan di manjakan dengan pemandangan yang indah nan menawan. - Bawalah Tas punggul kecil jika ada, ini untuk menyimpan barang-barang berharga agan, dompet,Hp, masukan aja ke dalam tas jangan tinggalkan di penginapan, Maaf untuk masalah keamanan kamar kami nggak menjamin. Meskipun menurut pemilik penginapan nggak masalah di tinggal di kamar, tapi untuk jaga-jaga ya sebaiknya di bawa saja. - Tidak perlu membawa pakaian yang terlalu banyak, karena selama di sini agan akan banyak bermain air, jadi satu stel pakaian bermain air bisa dipakai lagi untuk besoknya…di cuci dulu ya gan… Nggak perlu membawa jaket tebal, meskipun Tangkahan berada di kaki gunung Leuser tetep aja udaranya nggak sedingin di brastagi atau puncak, alias suhu normal namun udaranya sangat segar. - Untuk menghemat biaya konsumsi, agan tidak harus membawa Rice Cooker, karena kondisi kelistrikan yang nggak stabil. Tapi ada baiknya agan membawa stok lauk semisal ayam goreng dan sambal teri dari rumah, jadi agan tinggal beli nasi putihnya aja paling + mie kuah atau sayur , coz lauk rada mahal disana, tapi ya tetep terjangkau sihh.. - Bagi yang Pobia kegelapan, bawalah lampu emergency atau lampu senter jika punya, tapi yang kecil” aja, mana tau mati lampu,atau agan mau jalan-jalan malam/ mancing ikan di malam hari. - Jika agan hoby mancing, bawa pancing akan lebih asik , ikan jurung paling banyak disana… - Bawalah Power bank yang cukup, jika tidak ingin gadget agan lowbat, tapiii…disana untuk urusan paket data ( internet rada susah ) jadi hanya bisa mengandalkan jaringan telpon aja. - Tidak suka dengan kesunyian di malam hari ? bawalah poket mp3 agan, biar seru. - Owh yaaa…. Jika agan-agan tidak ingin menginap alias pulang hari, sebaiknya pergilah pagi-pagi dari medan, agan bisa pergi sekitar jam 4 atau jam 5 pagi, atau bisa lebih pagi lagi, karena jika agan sudah sampai sana dikisaran jam 8 pagi, agan masih sempet untuk wisata memandikan Gajah di penangkaran, kemudian agan masih sempet untuk tubbing, mengingat tubing akan memakan waktu sekitar 3 jaman, tapi itu bisa lebih lama atau lebih cepat tergantung sport yang mau kita kunjungi aja. - Untuk urusan Guide, silahkan agan bertanya aja biasanya para guide suka duduk di warung, bahkan jika agan menginap di hotel agan bisa minta cariin guide, guide disana ramah–ramah, penyabar dan bertanggung jawab. Tapi kalo mau cepet ya diatas ada 2 nama guide yang bisa agan hubugi. Guide Darwin mungkin akan jadi pilihan… ( secara paket wisatanya murah” ). Tips bagi yang suka selfie ; pakailah pakaian yang full color biar nambah jreng, karena background kebanyakan berwarna hijau gelap, dan bebatuan berwarna gelap, jadi kalo pake baju gelap ya nggak keliatan ahahahhah… Next gathering colek : @thepo, @dhiedhut, @pancaiwa, @Weny Woyla, @Arrizqi Fadhilah, @Gempur Pranata Sumitro
  7. 8 points
    Hola Momod Here !!! Seperti kalian tahu kalo tanggal 19 July 2014 kemaren Regional Jabodetabek mengadakan acara Bakti Sosial dengan tema Berbagi Kisah Kasih Bersama Veteran Indonesia Panitia yang terdiri dari : @adel_lia (Ketua Pelaksana) @ikasaroma (Sekretaris) @qonitash (Humas) @giesaka (Acara) @Mio Perdani (Acara) @KucingPintar (Konsumsi) @Yessi Febrianty (Logistik) @Arda Fauzi Fabriano (Perlengkapan) @Riduwan (Perlengkapan) @Okky Kusumah dkk (Tim Medis) @deffa (Dokumentasi) Telah berhasil merampungkan acara ini dengan sedemikian rupa agar terlaksana dengan baik Begitu juga bantuan kooperatif dari pihak Legiun Veteran Indonesia (LVRI) Acara yang bertempat di Gedung LVRI di Gedung Wira Purusa LVRI DKI Jl. Radin Inten II No. 2 Duren Sawit, Jakarta Timur Dimulai pukul 16.00 WIB sambil menunggu para veteran dan member komunitas jalan2 indonesia kumpul mengisi buku absen terlebih dahulu yang dijaga oleh @rara indrawaty @zeekyuryu @giesaka Lalu sekitar pukul 16.30 WIB acara pun dimulai dengan dibuka oleh MC dadakan Bogor Group yaitu @adriepn dan @Yessi Febrianty Dan juga dilanjutkan sambutan dari ketua pelaksana ibu Lia Maya Sari aka @adel_lia dan perwakilan dari LVRI yaitu bapak Siswanto selaku Wakil Ketua I DPD LVRI Jakarta Timur ini Acara berjalan dengan ramah tamah dan cerita perjuangan dari salah satu veteran indonesia ini yang salah satunya pernah menjemput Bung Karno dalam misi di Makassar, Panitia juga mengadakan kegiatan Medical Check Up yang dipimpin oleh Dokter Rian Tong Fang aka @Okky Kusumah beserta tim dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk (Astrid, Fadly, Pipit, Tresna dkk) Menjelang bedug magrib pukul 17.30 WIB untuk berbuka puasa hidangan sudah tersedia hasil dari donasi teman2 semua baik dari Komunitas Jalan2 Indonesia maupun dari luar. Dan pembacaan Al-Quran dari mas @Albin dan @vidya nurina Dan ketika bedug magrib sudah berkumandang waktunya untuk Sholat Magrib berjamaah dan dilanjutkan makan malam Sambil santap malam Veteran disuguhkan dengan penayangan film Nagabonar Pukul 19.30 WIB dilanjutkan dengan acara simbolik penyerahan Goodie Bag untuk para Legiun Veteran beserta hasil Medical Check Up yang dilakukan oleh Dokter Okky dan tim, yang di wakilkan oleh ibu Lia Maya Sari aka @adel_lia dan diterima oleh Perwakilan dari LVRI Dan acara ditutup dengan poto bersama dengan Spanduk kebanggan jalan2.com uye Terima kasih atas Partisipasi berupa donasi dan kehadiran member Komunitas Jalan2 Indonesia : @Jalan2 @yusuf gembel ea @riekashadrina @onnel @sisil prisilia "QC" @jane_chan @Detrile @handoko89ndok @d_iis @Shei Layla @Albin @zeekyuryu @zaqi @HeryRyanto @andi darmawan @Kingson Sagala @_TYA_ @desi asiah dll yang belum disebutkan dan special thx untuk tim medis Dokter Rian Tong Fang @Okky Kusumah Astrid, Fadly, Pipit, Tresna dkk Banyak cerita yang kita ukir disini dari yang Kepo sampe yang Modus tapi semuanya satu dalam kebersamaan Bakti Sosial Bonus Silahkan yang puya poto2 lainnya di tambahkan ya
  8. 8 points
    Hola Jalan2ers TS mau kasih pengumuman penting bingit nih Berhubung rencana kopdaran wisata malam keliling museum sepertinya tidak memungkinkan karna berbagai hal, dan dianggap kurang cihuy maka dari itu kita2 bikin kopdaran yang insya allah dijamin cihuy Emangnya mau ngapain sih? Hmmm... Ada yang pernah denger atau pernah tau games Amazing Race? Kalo blom tau, googling bentar lahhh Nah, terinspirasi dari games tsb makanya kita namain "Batavia Amazing Race". Kebayang kan.. serunya *ngga ikutan nyesel* TS kasih bocoran deh, games-nya ngapain aja.. 1. Peserta dibagi per kelompok. Iya donkkk biar kamu ngga sendirian 2. Peserta harus menyelesaikan misi dengan cara mendatangi tempat2 wisata sesuai clue yang diberikan. Tenang..cuman Jakarta Pusat kok..deket2 pula. 3. Udah segitu aja bocorannya, kalo dibocorin semuanya bisa rubuh dan kebanjiran rumahnya *lhoh Terus tujuan dari kopdar yang kayak gini nih apaan sih? 1. Memperat silaturahmi dan keakraban sesama member. Biar ndak ada gap gitu.. 2. Ngelatih kekompakan (teamwork) 3. Ngelatih quick thinking. Atur strategi yang cihuy 4. Budgeting 5. Awareness sama lingkungan sekitar 6. Kesetiaan 7. dan beberapa manfaat lainnya yang akan didapat ketika Jalan2ers udah ikutan Kapan? Minggu, 8 Desember 2013 Masih lama..jadi kalo yg ad janji bisa dipending ato dicancel dulu lahhh Yg mau pacaran yaa sekalian ajalah ajakin si pacar ikutan daripada pacaran cuman gitu2 doank.. kan bisa skalian tes kekompakan dan kesetiaan Meeting Point? Start from Kota Tua at 08.00 am (WIB) s.d selesai Finish-nya di mana? Kalo mau tau, ikutan duluuu... it surprise! Biaya? Rp 125.000 *kalau ada sisanya nanti kita bagiin lagi Include : 1. T-shirt Keren 2. Games (perlengkapan) 3. Doorprize 4. Transport lokal 5. Makan siang & air mineral 6. Snack 7. Ada games udah pasti ada hadiah donk* Bonus! foto bareng sama panitia Kalo mau ikutan gimana nih? PM/WA: nama, kontak, ID di forum Jalan2.com, ukuran kaos, dan bukti transfer ke 081319808989 (Adel) atau 087880994415 (Diyan) Transfernya ke BCA 4212513591 a/n Diyan Purwantini Batas akhir pendaftaran dan pelunasan tgl 5 Desember 2013 Dresscode: 1. Pakaian bebas (santai) 2. Bawa payung takut bleachingnya luntur ato takut tiba2 jadi putri duyung kalo kena air (optional) 3. Kamera atau HP buat poto2 narsis 4. Cemilan buat dibagi2in (optional) 5. Obat2an (optional) ditambah bawa sunglasses buat gaya2an juga boleh Siapkan fisik dan mental buat seru-seruan bareng regional Jabodetabek yaa Berangkat ngga kenal, pulang dapet pacar! minimal gebetan deh Panitianya juga jomblo2 kok *ehh Panitia: @adel_lia @diyanamatir @aprilian_teja cc: Mimin @Jalan2 Momod @deffa Daftar peserta (warna HIJAU dan BOLD u/ yg sudah TRANSFER+PM): 1. @deffa 2. @d_iis 3. @handoko89ndok 4. @Yessi Febrianty 5. @KABULRIYANTO 6. @daviduckid 7. @Arda Fauzi Fabriano 8. @sisil prisilia 9. @chell 10. @adriepn 11. @hanung 12. @Bintang 13. @Okky Kusuma 14, @Mio Perdani 15. @jane_chan 16. @Suyosan Arken 17. @eka_uca 18. @Sari Suwito 19. Temennya Panitia 20. CLOSED
  9. 7 points
    Hola Deffa Here !!! Melanjutkan Field Report petualangan saya 28 April - 5 Mei di Thailand (Pattaya - Hua Hin - Phuket) Yang sebelum nya saya Eksplor Pattaya 1 hari 2 malam di Kali ini saya menuju Hua Hin tepatnya area Cha Am yang katanya disini ada Santorini yang seperti di Yunani itu loh. Ya mungkin gak mirip karena yang disini berupa Waterpark hehe. Namun perlu di ingat Hua Hin dan Cha Am itu berbeda ya. Mereka emang berdekatan hanya 30 menitan jarak nya namun Cha Am masuk Propinsi Petchaburi dan Hua Hin masuk Propinsi Prachuap Khiri Khan Destinasi saya kesini berawal dari Twitter ketika saya lagi di Bank dan iseng menulis status "Rampok bank dulu buat modal ke Santorini" eh ada yang Retweet mba @Sari Suwito "kalo ke Santorini di Thailand gak perlu mahal mod" dan saya langsung ingat kalau di Hua Hin memang ada sekilas Santorini nya heheh 30 April 2015 Nah saya tiba lagi di Bangkok pukul 11.00 WIB dengan menggunakan Pattaya Van dan langsung menuju Pool nya di dekat BTS Victory Monument, dan ternyata disini juga ada destinasi menuju Cha Am seharga 160 Baht, yasudah gak usah repot langsung saya ambil dan cuma menunggu 10 menit, mini bus nya pun berangkat Perjalanan ditempuh selama 2 jam dan di dalam Mini Bus penuh dan saya kebagian kursi paling belakang, dan dalam perjalanan ini lagi-lagi tidak bisa tidur karena ya Demam saya mulai berulah lagi SANTORINI PARK Setelah 2 jam perjalanan sekitar pukul 13.00 WIB sang supir pun berteriak "Santorini Santorini" saya pun langsung bilang "Yes Please". Ternyata rute mini bus nya pas melalui Santorini Park jadi saya tinggal menyebrang jalan sedikit saja. Ini loh tampilan depan nya Santorini Park masih belum terlihat ya gaya khas Santorini Yunani nya hehe Ok saya masuk ke dalam dan udah mulai terlihat neh gaya bangunan khas Santorini yang ada di Yunani berupa bangunan kotak berdempetan dan penuh nuansa Putih dan Biru. Di loket masuk tertera untuk wisatawan asing seharga 150 Baht Dan ketika saya masuk, mulai lah saya sedikit terkagum-kagum dengan arsitektur nya yang memang agak mirip dengan yang saya sering lihat di Internet tentang Santorini di Yunani sana. Walaupun tidak terlalu mirip tapi mendekati lah. Dari arsitektur bangunan rumah-rumah nya yang khas kotak ditambah warna nya yang dominan putih dan biru. Lalu ada beberapa area yang di dinding rumah nya di khiasi taman gantung cukup unik dan cantik loh untuk spot foto-foto kalian hehe Pada dasarnya bangunan berupa rumah khas itu di fungsi kan juga sebagai Kafe, Restoran ataupun Toko Souvenir dan Baju. Jangan salah disini ada toko Adidas juga loh hehehe Oh ya saya sempat makan siang disini di salah satu restoran menu Jepang nya, saya pesan Chicken Katsu seharga 200 baht Ya walaupun sebentar cukup lah waktu yang di habiskan disini, memang disini lebih ke spot foto-foto, dengan bangunan-bangunan yang unik kita bisa dapat background yang bagus pula. Nah beres dari sini permasalahan berikut nya adalah bagaimana cara dari Santorini Park ke Penginapan saya di Blue Lagoon Guesthouse dekat Pantai Cha Am. Karena minim nya transportasi umum dan ketika saya tanya ke petugas Santorini, jika mau saya harus ambil semacam taksi saja seharga 400 baht ke Pantai Cha Am. Ya sudah saya ambil taksi deh. Pukul 16.30 WIB saya sudah berada di Blue Lagoon Guesthouse, reviewnya nanti ya, pemilik nya bernama Stuart, dan dia sangat baik sekali menjelaskan semua kegiatan dan destinasi wisata yang ada di Cha Am ini, hingga pas besok nya dia menawari mengantar saya ke Mini Bus Pool untuk kembali ke Bangkok. Oh iya saya booking via Agoda semalam harga nya 580 baht Karena badan sudah tidak enak jadi saya putuskan untuk istirahat saja, niat hati ingin eksplor Cha Am tapi ya apa boleh buat. Pukul 20.00 WIB saya bangun untuk cari makan malam, dan ternyata di malam hari di sini suasananya mirip di Krabi, dimana tidak berisik dan cukup tenang, banyak pedagang jualan makanan kaki lima. Akhirnya saya coba makan di salah satu resto dekat pantai dan order Thai Fried Rice Seafood seharga 100 baht + Thai Tea seharga 40 baht Beres makan Pukul 21.00 WIB saya putuskan untuk balik ke penginapan untuk istirahat dan saya ketemu lagi dengan Stuart dan dia sekali lagi menawarkan untuk mengantar saya ke Pool Mini Bus besok pukul 08.00 WIB dan saya meng iya kan 01 Mei 2015 Saya terbangun pukul 06.00 WIB langsung saya cari makanan untuk sarapan, karena di Pantai Cha Am ada Seven Eleven saya menuju kesana sekalian mau lihat pantai nya kayak gimana. Pukul 06.00 WIB pagi ini ternyata di Pantai Cha Am sudah banyak aktifitas dan ternyata juga pantai nya saya rasa kurang menarik dan tidak terlalu bersih, dan juga kurang mengenakkan nya banyak nya tenda yang di pasang di area pantai, mengurangi keindahan pantai itu sendiri. Ya sudah saya beli sarapan saja berupa Tom Yam Fried Rice di Seven Eleven seharga 50 baht. Oh iya di Cha Am ini ada satu lagi destinasi favorit yaitu Jetty Stone Cha Am. Berupa semenanjung dan tempat yang bagus jika kalan mengincar poto sunset. Sayang saya tidak sempat kesana Pukul 08.00 WIB saya sudah siap dan menunggu di lobby tidak lama kemudian Stuart datang dengan mobil nya dan langsung mengantar saya ke Pool Mini Bus untuk ke Bangkok, tidak terlalu jauh ternyata hanya 1 km dari penginapannya dan pas berada di perempatan jalan. Setelah saya mengucapkan terima kasih banyak ke Stuart saya langsung ke Pool Mini Bus tersebut dan membayar tiket seharga 160 Baht untuk menuju ke Victory Monument Bangkok Mungkin Web ini sedikit menggambarkan Santorini Park klik di SINI BANGKOK Perjalanan pulang hampir sama sekitar 2 jam an. Tiba di Victory Monument sekitar pukul 10.30 WIB. Tujuan saya disini hanya ke Platinum Mall untuk beli celana renang dan juga ke RCA Road untuk ke Siam Tamiya, yup apalagi kalo bukan beli Tamiya hahaha Ternyata di BTS Victory Monument ini kalo siang ini sangat ramai, mungkin karena lagi ada demo Hari Buruh Internasional ya bertepatan libur juga 1 Mei. Saya cukup lama antri untuk membeli tiket BTS ini. Tujuan saya ke BTS Siam untuk ke Platinum Mall namun melintasi Central World Mall dulu seharga 25 baht Kebetulan di Central World ini lagi ada pameran Toys & Hobbies Exhibition namun sayang gak ada Tamiya cuma ada Die Cast dan Action Figure Central World dan Platinum Mall hanya berjarak jalan kaki sekitar 10 - 15 menitan, disini saya cuma beli Celana Renang seharga 100 baht dan nyantai dulu di Starbucks nya minum Ice Chocolate seharga 70 baht Beres langsung balik lagi ke Central World untuk ke BTS nya kali ini naik BTS Chit Lom untuk menuju BTS Asok seharga 25 baht. Dan berganti ke MRT Sukhumvit menuju MRT Phra Ram 9 seharga 16 baht Tujuan saya adalah ke Siam Tamiya dari sini saya jalan kaki sekitar 1,5 km lumayan lah hahaha Dan setelah 30 menit jalan kaki akhirnya sampai juga di Siam Tamiya ini. Saya hanya beli 2 kit disini seharga total 700 baht Ok beres dari sini saya balik lagi ke Phra Ram 9 MRT Station tapi kali ini saya naik Bus aja deh seharga 10 baht langsung turun di MRT Station nya hahahha Ini peta BTS dan MRT Bangkok Sekarang tujuannya adalah ke Bandara Don Mueang karena nanti malam saya harus Flight pukul 20.35 ke Phuket, sekarang sudah pukul 18.00 WIB. Jadi dari Phra Ram 9 MRT Station saya menuju ke Mo Chit MRT Station seharga 30 baht Tiba di Mo Chit MRT Station saya harus menyebrang ke sisi sebelah nya karena saya berada di sisi Catchucak Market dan Bus A1 yang menuju Bandara Don Mueang ada di halte sisi sebelah nya, jadi saya menyebrang dan tidak lama Bus A1 khusus untuk ke Don Mueang tiba seharga 30 baht perorang. Tiba di Don Mueang sekitar pukul 19.30 WIB langsung saya Self Check in karena tidak ada bagasi, dan tinggal menunggu flight saya pukul 20.35 WIB ke Phuket. Sekian Petualangan saya ke Santorini Park Cha Am. Intinya jika kalian belum ada biaya untuk ke Santorini di Yunani, Santorini Park di Cha Am Thailand ini bisa jadi Opsi loh, walaupun tidak terlalu mirip tapi lumayan lah. Ini perbedaan nya Santorini Yunani dan Cha Am Thailand, poto dari mas @chrisvild | Ya saya bilang lumayan lah untuk Low Budget Santorini hehe Silahkan yang mau coba ke Santorini Park nya Cha Am di Thailand ya Pengeluaran Cha Am : Mini Bus Victory Monument ke Cha Am = 160 baht Tiket Santorini Park = 150 baht Makan Siang = 200 baht Penginapan = 580 baht Makan Malam = 140 baht Sarapan = 50 baht Mini Bus Cha Am ke Victory Monument = 160 baht Pengeluaran Bangkok : BTS Victory Monument ke BTS Siam = 25 baht Celana Renang = 100 baht Ice Chocolate Starbucks = 70 baht BTS Chit Lom ke BTS Asok = 25 baht MRT Sukhumvit ke MRT Phra Ram 9 = 16 baht Beli Tamiya = 700 baht Bus ke MRT Phra Ram 9 = 10 baht MRT Phra Ram 9 ke MRT Mo Chit = 30 baht Bus A1 ke Don Mueang = 30 baht UPDATE Untuk Mini Van dari Victory Monument ke Cha Am dan Huahin sudah pindah ke Bangkok Southern Terminal dan Ekkamai Terminal. Info dari @nashir
  10. 7 points
    Setelah melepas penat perjalanan tanpa putus dari Palu – Jakarta – Kuala Lumpur – Tokyo – Kyoto, hari kedua gue di Jepang dimulai. Seperti yang sudah diperkirakan, start hari kedua molor dari jadwal. Aslinya, sesuai rencana kami pingin jam 8 udah keluar dari penginapan, lanjut sarapan. Nyatanya? Jam 8.30 kami baru mulai jalan. Langit udah keliatan mendung. Duh, keknya bakal hujan. Telat dari jadwal tidak serta merta membuat kami segera bergegas. Kami justru tertarik buat foto di depan gang tempat penginapan Airbnb. Pas pagi gitu ternyata pemandangan rumah-rumahnya kece abis. Sebagai salah satu oleh-oleh yang mudah dikenang, kami foto-foto dulu. Jadwal sarapan kami skip. Rencana awal ke Kiyomizu kami swith dengan ke Arashiyama lebih dulu, karena lebih jauh. Gue mimpin perjalanan pagi itu ke stasiun Sanjo Keihan. Kami beli tiket seharga 210 yen untuk rute Sanjo Keihan ke Nijo. Dari Nijo gue pilih gunain fasilitas JR Pass, karena kebetulan ada kereta JR dari Nijo ke Saga Arashiyama. Pas turun di Nijo gue sempat bingung naik kereta lanjutan yang mana. Di tulisan ada kereta asing yang datang. Gue sebut asing karena nama kereta beda dengan yang ada di Hyperdia gue. Daripada kesasar, gue bertanya pada 2 bidadari manis yang sedari tadi berdiri di depan gue. “Excuse me. Is it to SAGA ARASHIYAMA?” Dalam hitungan detik, 2 cewek depan gue langsung menoleh. KAWAIIII! Gilak, 2 cewek yang dari tadi cuman kelihatan rambutnya aja, ternyata manis-manis. Pantes aja pas berdiri di belakang mereka rasanya gue nemu arti kenyamanan, kesempurnaan cin … taaaaa. Ooo…oooowww #nyanyi Gue sengaja bertanya dengan menekankan kata Saga Arashiyama buat antisipasi kalau terjadi misskomunikasi kek kemari n sama sekumpulan aki-aki pas nyari penginapan. Tapi, kalau sama yang 2 ini, misal terjadi misskomunikasi, nggak papa juga sih, betah juga. Wkwkwkwk 2 cewek kawai menjawab dengan antusias. “Yess! Yess!” sambil mengangguk dan tersenyum lebar. Makin kawaii deh. Akhirnya kami satu kereta dengan cewek-cewek tadi ke Saga Arashiyama. Perjalanan berlangsung kurang lebih 15 menit. Kami tiba di st Saga Arashiyama dan langsung disambut hujan! Horrayyyyy Karena konon hujan adalah lambang rezeki. Tapi kami sadar, kami nggak bawa payung. Zonk! Ditambah jacket yang gue pakai kali ini wool. Zonk kedua! Untungnya sepatu boots gue tahan air. Yes! Intensitas hujan masih gerimis ringan. Kami pun nekad jalan cepet ke arah yang dijelaskan oleh tourist information di stasiun. Di bawah langit mendung kami menyusuri jalan yang melewati rumah-rumah warga. Terdapat beberapa café, tempat makan, butik, bahkan toko buku di antara rumah-rumah. Seperti di Sanjo, jalanan di Arashiyama bersih banget. Setelah jalan sekitar sepuluh menit, kami tiba di pertigaan. Jika ke kiri, ke arah Tenryu-ji Temple dan sungai. Ke kanan ke Bamboo groove. Gue memutuskan ke Tenryuji dulu. Hujan turun lebih deras ketika itu. Setelah sempat foto-foto di depan pintu masuk, kami pun memutuskan untuk tidak masuk. Jadi baru foto di depannya saja kami sudah puas. Coba bayangkan, jauh-jauh ke Arashiyama, hujan pula, sampai di depan pintu Tenryu-ji malah nggak jadi masuk. Tapi, ya, mau gimana lagi, kami memang mudah puas dan mudah pula dipuaskan #eh Selanjutnya gue memimpin regu menuju bamboo groove. Hujan rintik-rintik masih terus mengguyur. Tapi gue nggak mau kalah sama semangkat para abang-abang penarik ricksaw alias becak manusia. Dan di bamboo groove itulah sepasang mataku beradu pandang dengan sepasang mata penuh keindahan. Senyum manis darinya langsung tersaji ketika tahu aku tengah menatapnya. Waktu serasa berjalan pelan dari detik ke detik. Semilir angina disertai titik air sama sekali tak membuatku mudah beralih pandangan. “Minta foto, Bang!” suara cempreng Krysna menyadarkanku. Bocah tengik itu menggodaku supaya gue ngajakin foto cewek barusan. Btw, cewek yang baru saja tersenyum padaku adalah cewek yang sama kutanya di stasiun tadi. Ternyata dia masih mengingatku. “Lu mau ngajakin mereka foto?” Tanya gue balik ke Krysna. Krysna menggeleng. Dasar cemen! Akhirnya gue pun memberanikan diri menghampiran 2 cewek kawaii asli Jepang itu. Dengan malu-malu tak tahu malu gue pun ngajakin foto bareng. Mereka pun tampak terkejut bahagia penuh suka cita pesta pora ketika menyambut ajakan gue. Kami pun ber-wefie ria beberapa jepret. Krysna ikutan. Baru akhirnya gue tending Krysna buat motion gue. Gue pun berpose di tengah dua cewek Jepang itu. Dan kejutannya, si cewek minta foto juga dengan kameranya. Ternyata diriku menarik juga *mengambil kesimpulan sepihak. Usai foto hatiku serasa melayang. Gue pun melompat-lompat menyusuri bamboo groove. The end Eh, eh, belum selesai. Meski bahagia belum berarti selesai, ya. Oke, lanjut. Setelah mengelilingi bamboo groove kami menuju restoran Yoshiya untuk makan siang. Hujan masih turun. Satu hal yang gue kagumi dari Jepang, masyarakatnya meski hujan tetap olahraga. Ini dibuktikan dengan beberapa kali gue nemuin orang Jepang lagi lari-lari nggak kenal cuaca. Mau mendung, hujan, siang, sore, tetep olahraga. Ganbatte! Yoshiya Muslim Restoran ada di tepi sungai terkenal di Arashiyama. Gue dapat rekomendasi restoran halal itu dari aplikasi Halal Navi dan Halal Gourmet Japan. Ada beberapa menu halal yang disediain. Semacam lunch set gitu. Enak, sih. Tapi sedikit lebih mahal kalau dibandingin sama bento Familymart (yaiyalah). Karena hujan yang makin deras, kami memutuskan balik ke penginapan di Sanjo dulu. *** Setelah ganti jaket yang tahan air dan bawa paying dari penginapan, kami lanjut jalan kaki menuju Kiyomizudera. Berdasarkan google maps sih, jarak jalan kaki kami sekitar 2 km menuju tkp. Lumayan jauh sih. Ditambah hujan. Tapi justru saat hujan itulah kami menemukan banyak keindahan. Tsaaah Sepatu Bobby dan Krysna ternyata nggak tahan air banget. Alhasil, agak basah-basahan lah ya. Dan di balik semua perjuangan itu, keindahan di mulai saat kami melewati Hokan-ji Temple dan Yasaka Shrine. Lanjut kami melihat betapa indahnya Sanen zaka dan Ninen zaka. Jadi intinya, Kiyomizudera hanya sebagai tambahan aja. Keindahannya dilahap abis di sepanjang jalan menuju dan dari sana. Indah banget nuansa kiri-kanan jalan yang dipenuhi bangunan-bagunan tradisional, baik café, toko, maupun rumah. Feel like … amazing! Yaudahlah, ya, bagian ini susah dideskripsikan dengan kata-kata. Lewat foto aja (meski sebagian nge-blur) Gue bikin post di blog juga nih : http://alfiandaniear.blogspot.co.id/2017/02/7-hal-yang-bikin-kamu-pingin-ke-jepang.html Panggil para idola: @deffa @Andrizki @Vara Deliasani @HarrisWang @Monfi @kyosash @twindry @Ikamarizka
  11. 7 points
    Liburan Hari Raya Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini saya merayakan Idul Adha di Malaysia. Saya berangkat H-1 sebelum Hari Raya Idul Adha, esok paginya saya ikut sholat Idul Adha di masjid. Setelah selesai sholat Idul Adha kembali ke rumah, bersalam-salaman dan menikmati kue, kami menuju ke rumah kerabat di Sungai Kertas untuk menyaksikan acara pemotongan hewan kurban. Kali ini daging kurban tidak dibagikan mentah kepada tetangga-tetangga, tetapi akan dimasak lalu mengundang tetangga untuk menikmati daging kurbannya. Jadi setelah selesai pemotongan hewan kurban, daging segera dipotong-potong untuk diolah menjadi berbagai menu masakan untuk dihidangkan pada malam harinya. Hari kedua Idul Adha adalah waktunya jalan-jalan, tujuan wisata kami adalah ke Colmar Tropicale Berjaya Hills. Colmar Tropicale merupakan model dari kota Colmar pada abad ke-16 di daerah timur laut Alsace, Perancis, juga menggabungkan desain dan arsitektur dan unsur-unsur dari desa desa kuno di sekitarnya, seperti Riquewihr, Turckheim and Kaysersberg. Realisasi desa bertema Perancis ini berasal dari wish list Perdana Menteri Malaysia ke empat yaitu Tun Dr. Mahathir bin Muhammad yang sangat terkesan pada saat kunjungannya ke wilayah Alsace. Lalu memberi gagasan kepada Tan Sri Vincent Tan, pendiri Berjaya Corporation Berhad untuk membuat replika serupa dengan Kota Colmar di Malaysia. Begitu kita keluar dari toll kita sekitar 2-3km kita akan menemukan dua papan penunjuk arah ke beberapa obyek wisata dari group Berjaya Co. Bhd, untuk menuju ke Colmar Tropicale kita belok ke kanan. Tak lama kemudian kami sampai di gerbang ticketing, membayar tiket masuk seharga RM 13 untuk dewasa, dan RM 8 untuk anak-anak. Di kawasan ini di paling depan terdapat Colmar Tropicale, lalu di atasnya ada adventure park, dan paling atas ada tempat parkir untuk ke Japanese Village dan Botanical Garden. Dari tempat parkir kita perlu menaiki 88 anak tangga sebelum kita lanjutkan berjalan kaki lagi menuju ke Botanical garden dan Japanese Village. Saya memilih untuk melihat-lihat kawasan Botanical Garden terlebih dahulu. Di bagian depan Botanical garden ini terdapat aneka tanaman hias dan kolam kecil. Disini juga terdapat satu restoran Jepang Ryo Zan Tei tempat untuk melepas lelah setelah berjalan menyusui Botanical Garden. Menyusuri jalan setapak yang menurun kita bisa mengamati aneka tumbuhan herbal maupun tumbuhan langka lainnya. Tanaman yang menarik buat saya adalah sejenis pohon anggur tapi lupa apa nama latinnya. Ada dua jenis yaitu warna pink dan merah, sangat cantiiik... Menyusuri jalan setapak yang menurun, dari kejauhan tampak bangunan Green House, saya pun melihat-lihat beberapa koleksi tanaman yang ada di dalamnya. Semakin jauh kita berjalan kita akan menuju kawasan hutan yang dihuni beberapa spesies monyet liar, bahkan dari sini pun terdengar suaranya yang bersahut-sahutan. Saya pun jadi takut dech, jadi memutuskan untuk keluar aja dari Botanical Garden. Setelah keluar dari Botanical Garden, kami berjalan menuju ke Japanese Village, terlebih dahulu mampir ke toko souvenier untuk beli minuman dan beli souvenier, saya membeli magnet tempelan kulkas bergambar Colmare Tropicale, saya beli 1 pax isi 3pcs seharga RM 10.50. Lanjut...memasuki Japanese Village kita menapaki jalan yang terbuat dari susunan batu-batu kecil di bawah rimbunnya pepohonan hutan hujan tropik. Lalu sampailah kami lokasi di taman dengan aliran sungai yang terdapat ikan koi di dalamnya. Di taman ini juga terdapat beberapa air terjun mini, sayang gambar air terjunnya tertutup badan saya. hehehe.... Japanese Village terletak 3,500 kaki di atas permukaan laut, ini merupakan Japanese Village yang pertama dari jenisnya yang berada di luar Jepang. Taman ini dirancang oleh arsitek terkenal Jepang, Kaio Ariizumi dan dibangun oleh tim dari 22 pengrajin terampil dari Jepang. Taman ini berada dalam hutan hujan tropis yang rimbun dan memiliki fitur menarik seperti Japanese Tea House, disini tamu dapat memilih untuk berpartisipasi dalam Upacara Teh (4 sesi setiap hari) di mana kita akan belajar lebih banyak tentang budaya Jepang atau menyewa kimono untuk berfoto. Setelah keluar dari Japanese Garden, kami kembali ke tempat parkir berhubung tadi sebelum berangkat lupa ga isi BBM maka kami berniat untuk naik bus shuttle untuk ke Colmare Tropicale, tapi setelah bertanya ke security ternyata bus shuttlenya sedang ada masalah atau bahkan rusak, jadi mungkin harus menunggu agak lama. Akhirnya kami bawa mobil aja langsung ke Colmar Tropicale, kami sempat berhenti sebentar di gedung parkir yang berada di bagian depan hotel, bangunan berada di sebelah The Chateau. Gedung parkirannya mirip kastil gitu dech, dari atas kita bisa berfoto dengan latar belakang bangunan Colmare Tropicale. Selesai berfoto, kami lanjut menuju tempat parkir yang berada di bawah lobby hotel Colmar Tropicale, lalu naik lift menuju lobby hotel daaan...taraaaa....sampailah kami di Kota Colmar. Saatnya berfoto-foto...hehehe... Untuk mendapatkan view dari atas, kita bisa naik ke menara yang berada di ujung Colmar Tropicale ini, kita bisa naik lift atau naik tangga. Menara pandang ini terdiri dari 3 lantai, dari atas kita bisa melihat pemandangan bukit di seberang dengan beberapa bangunan bungalow di atasnya. Kami juga sempat menyaksikan pertunjukan tari di stage performance, pengunjung yang berminat juga boleh ikutan menari di atas panggung kok. Kalo saya sih pilih nonton dan berfoto bersama penarinya aja dech. Berikut Jadwal stage performance-nya; Di sini juga terdapat beberapa fasilitas seperti toko souvenier, toko roti, restaurant, tempat bermain anak, 6D motion ride, dll. Berjalan ke bagian ujung luar, kita bisa menuruni tangga untuk menuju ke kanal kecil, diatas aliran kanal ini terdapat beberapa angsa hitam dan putih yang berenang-renang. Terdapat tanda larangan untuk tidak memberi makan, tapi saya melihat beberapa pengunjung memberi makan tuch. hehehe... Setelah berfoto di dekat kanal ini saya kembali ke atas, untuk ambil gambar di bagian jembatan kastil ini, tapi sayaang saya lupa ga berfoto di depan air mancur yang ada patung burung bangaunya. hehehe... Oh ya, sewaktu saya foto-foto di atas jembatan ini tiba-tiba ada cewek panggil-panggil saya, "mak cik mak cik, boleh minta tolong fotokan saya?" Saya langsung noleh, saya bilang "mba dari Jakarta? Saya juga dari Jakarta lho". Dia jawab "Saya dari Bekasi". Lalu saya bilang, baiklah mari saya fotokan. Saya fotokan beberapa pose. Lalu kami berpisah disitu. Setelah itu kami pun kemudian memutuskan untuk pulang karena sudah mulai lapar, tapi sepertinya kami ingin makan siang di rest area Genting Sempah aja, yang lokasinya tak jauh dari terowongan genting sempah. NB : Untuk ke Colmare Tropicale bisa juga naik Shuttle bus dari Berjaya Times Square Kuala Lumpur. Harga tiket (sudah termasuk tiket bus PP, tiket masuk wisata ke Japanese Village dan Botanical Garden) : Dewasa : RM 60 Anak-anak : RM 55 Sebaiknya membeli tiket 1 hari sebelum keberangkatan untuk menghindari full booked. Info lebih lanjut tentang jadwal shuttle bus silahkan baca di http://www.colmartropicale.com.my/services.php
  12. 7 points
    TRIP REPORT HONGKONG-MACAU-SINGAPORE 17 -25 Oktober 2015 Halo lg guys, mo nulis FR lg nih, kali ini trip ke Hong Kong, Macau dan Singapore selama 1 minggu pada tanggal 18 Oktober - 24 Oktober 2015 lalu. Seperti biasa, saya pergi bersama pasukan, istri dan anak saya, bertiga aja kemana2 :) Sebenernya trip kali ini ga terpikir sebelumya, saya sudah rencana mau ngetrip jauh2 hari, tapi trip domestik. Berhubung sikon kantor kurang kondusif, maksudnya kepastian ijin cuti saya belum didapat dikarenakan hal-hal tertentu sehingga posisi saya waktu itu diPHPin sama kantor. Jadinya semua urusan tiket pesawat, hotel dan lain2 sama sekali blm saya urus. Jelang hari H, kira2 seminggu sblm hari H, eh itu ijin tau-tau keluar ijinnya. Cek cek cek...ternyata tiket ke destinasi domestik saya harganya sudah naik. Ga tau kenapa tiba - tiba terbersit ngerubah haluan...ke Hong Kong!!! Dan saat itu juga saya hunting tiket, penginapan dll. Tiket ke HK dan ke destinasi domestik saya ga jauh bedanya ternyata. Ya sudah sy putuskan saja ke HK. Langsung saja ya... Day #1 Sabtu 17 Oktober 2015 : Makassar - Jakarta - Singapore Ada pengalaman yang cukup bikin kesel stengah mati. Pada tanggal 18 kami berangkat dari Makassar. Jadwal penerbangan pada pukul 14.05 wita. Kami berangkat dari rumah pukul 12.30 wita. Dengan harapan biar cepet kelar urusan, langsung tinggal nungguin aja flightnya. Eh sudah pukul 15.00 baru ada pengumuman kalau delay, mundur jadi jam 16.30. Saya mulai berhitung kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Jika jam segitu berangkat berarti masih aman penerbangan lanjutan di CGKnya. Ya sudah tenang - tenang saja. Tapi ternyata sampai jam 16.30 pun tidak ada tanda - tanda kehadiran pesawatnya. Mulai gusarlah saya. Kembali berhitung dan mengira - ngira hmmm... Perkiraan dan kekawatiran saya pun benar terjadi bahwa pesawat akan baru take off jam 18.30, meleset sedikit yaitu tepatnya jam 18.15 wita. Pupus sudah, hangus tiket saya dari CGK-SIN hiks . Pesawat lanjutan ke SIN adalah menggunakan TR jam 19.40 wib. Secara teori, saya sudah mencoba merancang kemungkinan-kemungkinan yang akan tercover jeda durasi dari penerbangan 1 dari Makassar ke penerbangan 2 dari Jakrta yaitu selama 6 jam. Namun apa mau dikata, kenyataan jauh berbeda. Sampai CGK jam 19.30. 10 menit kemudian saya sampai di terminal 2. Harapan saya, pesawat TRnya delay haha . Nanya mbak - mbak counter ternyata pesawatnya on time berangkatnya. Ironisnya, pas saya sampai terminal 2, pas pada saat itu waktu take off pesawat tersebut . Saya kemudian diarahkan mbak counter tadi untuk menuju konter informasi di dalam gedung yang sama di keberangkatan 2E. Atas info mbak itu masih ada flight terakhir ke SIN pake 3K. Dan dia menyarankan untuk menanyakan di konter informasi itu. Sayapun juga baru tau kalau ternyata dikonter informasi ternyata "bisa" melayani tiket go show. Dadakan lagi! Alhamdulillah akhirnya saya dapet tiket ke SIN malam itu juga pakai 3K. Harga tiket perorang 600an, jadi totalnya 1,8jtan sekali jalan. Tiket saya ke HK adalah tiket terusan TR dengan rute CGK-SG-HK, jadi sebisa mungkin saya ngejar flight yang dari SG-HK di pagi hari besoknya (jam 6.05 waktu SIN) supaya ga rugi-rugi amat hangusnya . Opsi terakhir adalah pake AK besok paginya via KL, tp artinya itu benar-benar beli tiket baru dari CGK-HK via KL. Untung aja...(masih bilang untung)...saya masih dapet tiket malam itu. Rencana awal penerbangan jika pakai TR harusnya landed SIN jam 22.30 waktu SIN, sehingga masih banyak cukup waktu untuk beristirahat di Changi. Tapi karena insiden diatas, maka kami baru landed di Changi pada jam 00.30. Karena penerbangan 3K ada di T1 maka saya langsung geser ke T2 dimana penerbangan TR akan berlangsung besok paginya, jadi maksudnya supaya lebih mudah kalo kita kesiangan . Sampailah kami di T2 dan langsung cari spot tidur. Ini adalah pengalaman kami pertama kali tidur di airport. Sebelumnya ga pernah kepikir . Tempat mojok kita saat itu di T2 Lt 2 diatas cekin counter. Ternyata disitu sudah banyak orang-orang yang mojok juga. Gelar kain pantai dan sajadah supaya tidak terlalu dingin, dan tidurlah kita. Saya sendiri cuma bisa tidur 2 jam. Day #2 Minggu 18 Oktober 2015 : Singapore – Hong Kong Jam 4 pagi bangun ternyata sudah ramai dibawah sana. Kami lalu siap - siap, cekin, dan menuju ruang tunggu. Sesuai jadwal penerbangan kami take off jam 6.05. Dipesawat kelar sarapan yang sudah kami pesan online bersamaan dengan reservasi tiket, setelah makan lalu langsung tidur lagi. Jam 10.30 kami akhirnya landed di HKIA. Setelah kelar urusan imigrasi yang ga ribet, kami istirahat bentar di Arrival Hall yang guede itu. Cari ganjelan perut lagi, minum-minuman hangat, dan cari Octopus Card buat modal keliling HK. Mengenai Octopus Card pasti dah banyak yang tau kali ya. Kalo ga tau tinggal gugling aja, banyak kok informasinya, salah satu hal penting dimiliki selama di HK. Tadinya, list itinerary saya pertama setelah landing adalah langsung menuju ke Ngong Ping dan Disneyland. Tapi karena kami sepertinya kelelahan karena kurang tidur, akhirnya saya ubah itin. Setelah istirahat sejenak kami lanjut menuju penginapan kami di Kowloon pake bus. Bisa pake kereta cepat bandara, tp harganya jauh lebih mahal, sayang duitnya . Lokasi terminal bus di HKIA adalah setelah keluar dari Arrival langsung belok kanan, jalan aja terus ikutin orang-orang nanti ga lama ketemu terminal busnya. Rute – rute busnya sendiri terpampang sangat jelas disana jadi tidak perlu bingung. Tarifnya saya lupa…kalo ga salah sih HKD 33 ya. Kalo pake kereta bisa kena HKD 100, 3 kali lipat . Sayang kan, harga segitu bisa buat bertiga padahal. Bus dari airport bisa langsung dibayar pake Octopus Card tadi. Busnya sendiri model double decker, jd enakan ambil seat diatas biar bisa bebas lihat-lihat pemandangan. Jalannya santai jadi ya agak lama, sekitar 1 jam kami baru sampe di Kowloon tepatnya di distrik Tsim Sha Tsui (TST). Lokasi ini sebelumnya sudah saya riset, dan putuskan untuk ambil lokasi disini karena pertimbangan beberapa hal, tapi belakangan saya justru lebih prefer ambil di HK Island aja daripada di TST. Bus berhenti tidak jauh dari lokasi penginapan saya. Sampe Hostel langsung bersih-bersih dan istirahat tidur lagi. Nama penginapannya adalah Ashoka Hostel yang berlokasi di gedung Chungking Mansion. Gedung ini sendiri sepertinya sudah sangat terkenal karena kalo boleh saya bilang, gedung ini adalah sebuah kampung kecil, karena isinya lengkap banget, ada penginapan hostel maupun hotel, restoran, laundry, souvenir, toko kelontong dll, lengkap pokoknya. Satu gedung disebelahnya juga sama, yaitu Mirador Mansion. Sekilas tentang lokasi penginapan ini, kalau boleh saya bilang, daripada Chungking Mansion, masih lebih baik di Mirador. Chungking terlalu rame, ramenya pake banget, ya persis seperti kampung gitu, ramai sekali orang-orang didalamnya dengan berbagai aktifitas. Dan yang sedikit bikin ga nyaman adalah calo-calo penginapan dan restoran yang kadang suka maksa dan ngikutin kita terus. Pertama kali saya masuk gedung langsung dikuntit oleh beberapa orang, cukup saya tunjukkan printout bukingan penginapan saya dan sayapun bebas dari kerumunan mereka . Satu lagi adalah calo-calo restoran, bukan calo sih ya…tapi seperti orang-orang suruhan pemilik resto yang menginginkan dia mencari orang agar datang dan makan di restonya. Orang-orang ini juga gigihnya luar biasa haha . Ga cukup sekali dua kali ditolak/diusir. Bikin risih. Sajauh pengamatan saya, di Mirador Mansion gak gitu-gitu amat deh. Ya tetap ada sih tapi ga seramai di Chungking. Sayangnya saya tidak mengambil foto di depan Chungking Mansion maupun foto ashoka hostelnya. Uniknya, di Chungking Mansion terdapat 2 lift, 1 untuk lantai genap, dan satunya lagi lantai ganjil. Jadi perhatikan saja dimana kita harus naik lift menuju penginapan kita, tertulis di printout bukingan via Booking com. Untuk Ashoka sendiri terletak di lantai 13. Saya ga perhatikan di printoutnya, ternyata sudah tertulis bahwa CSnya hostel ini ada di lantai 16. Aneh banget kan . oke…sayapun naik ke lantai 16 pakai tangga. Yup, pake tangga karena lift dari lantai-lantai setelah lantai dasar tidak ada pencetan keatas lagi, Cuma ada panah ke bawah. Sampai di lantai 16 ternyata disitu ada Delta Hotel. Pemiliknya sama ternyata. Kami cekin waktu itu sekitar jam 12.30, dan ternyata kami diijinkan masuk, padahal seharusnya jam 2 siang baru boleh masuk. Alhamdulillah…bisa cepat istirahat. Masuk, beberes, madi, dan tidur, bayar kurang tidur semalem. Bangu jam 5 sore. Mandi, dan langsung jalan, langsung menuju Avenue of Stars (AOS). Yaitu tempat seperti Walk of Fame nya di LA gitu. Sampai sana ternyata AOS sedang direnov…yaaahhhh…ga bisa deh poto-poto. Akhirnya kami nongkrong aja di dekat clock tower situ melihat-lihat pemandangan malam kota HK diseberang laut sana. Tidak lama disitu akhirnya kami putuskan untuk cari makan, nyebrang ke HK Island tujuannya adalah warung malang. Pelabuhan penyeberangannya dekat banget dengan clock tower. Jalan sekitar 200-300m udah sampai. Karena tujuan kita adalah warung malang, maka kami beli tiket menuju Wan chai pier. Dari Wan chai pier kami jalan kaki, cukup jauh ternyata. Muter muter muter kok ga nemu…nanya sama beberapa orang HK ga ada yang tau. Untungnya ketemu beberapa kali dengan TKW yang baik-baik, mau nunjukin dan nganter pula. Ada satu mba mba TKW yang kita temui bersedia nganter, dalam perjalanan dia banyak cerita ini itu, sampai suggest kita beli kartu SIM HK. Eh ga taunya dia malah nganterin kita ke konter jualan simcard, bukan ke tempat makan . Saya sendiri memang tidak berencana membeli simcard karena kan tidak lama di HK. Soal simcard, di HK ada simcard khusus untuk orang-orang Indonesia, namanya saya lupa, tapi yang jelas disana terpampang gede tulisan berbahasa Indonesia. Kalau lokasinya saya masih inget. Kami lalu berpisah dengan mba nya karena dia beda arah, dan untuk menghargai si mba tadi akhirnya kami berjalan kearah yang ditunjukkan. Tapi karena kami memang tidak rencana beli simcard jadinya ya Cuma muter bentar aja disitu liat-liat. Ga lama kamipun jalan arah balik, dan tanpa sengaja justru menemukan warung “Sedap Gurih”, tertulis Halal. Walaupun saya sendiri agak meragukan kehalalannya karena yang jualan orang-orang Chinese. Bisa berbahasa Indo patah-patah. Karena perut sudah lapar ya sudahlah sikat aja makanan disitu. Mudah-mudahan benar Halal. Selesai makan kami pun balik ke Kowloon. Kali ini tidak pakai kapal penyeberangan tapi pakai MTR. Dari lokasi warung sedap gurih kami pake Tram menuju Admiralty station. Naik sekali aja udah sampai di TST Station. Jarak dari TST staion ke Chingking todak jauh, hanya sekitar 200-300m saja. Sampai hostel istirahat lagi untuk Day #3 Senin 19 Oktober 2015 : Ngong Ping dan Ladies Market Bangun pagi jam 7, mandi, siap-siap, cari sarapan sekedarnya di sevel sebelah Chungking Mansion. Lalu ke TST station untuk menuju Ngong Ping. Perlu 2x ganti kereta. Kereta pertama dengan rute TST-Lai king, lalu dilanjutkan lagi dari Lai king station-Tung cung station. Dari tung cung kami memilih naik Cable Car menuju Ngong Ping. Sebenarnya ada 2 pilihan, bisa naik bus, bisa juga naik cable car. Kami memilih naik Cable Car karena kapan lagi kesini naik Cable Car yang rutenya cukup jauh dan melintas diatas laut… Harga tiket lumayan mahal. Untuk Standar cabin kena HKD115, anak-anak HKD60. Sementara kalo pake bus Cuma sekitar 30an dollar aja. Pembelian tiket bisa booking internet, bisa juga on the spot. Nah untungnya saya ga beli online, coba kalau dah keburu beli waktu itu, badan masih remek masa harus dipaksakan jalan-jalan pada hari pertama, yang ada malah ga menikmati. Tapi ga enaknya ya harus ngantri beli tiketnya. Ngantrinya afgan lagi...puanjaaaaaaang…kami ngantri ada kali 1 jam. Keuntungan naik cable car selain bisa melihat pemandangan, juga jaraknya yang jadi lebih dekat, perjalanan kurang lebih 30 menit. Sementara kalua naik bus, rutenya memutar gunung, jadinya jauh, bisa 1jam dari Tung cung-Ngong ping atau sebaliknya. Pada saat akan sampai, sudah terlihat di kejauhan patung Buddha raksasa. Disitulah lokasi Ngong Ping. Sampai di ngong ping langsung poto-poto dulu dong haha Tempatnya sendiri luas, ada beberapa spot wisata disana, yaitu Tian Tan Buddha, Ngong Ping Piazza, Po lin Monestery, Wisdom Path, Lantau Peak, dan satu lagi saya lupa sebutannya…yaitu jalur treking di bukit-bukit sekitar situ mengitari area Ngong Ping. Pilihan terakhir tidak kami ambil karena sudah lelah. Tian Tan Buddha, Ngong Ping Piazza, dan Po Lin Monestery berada di satu kawasan yang berdekatan, sementara Wisdom Path cukup jauh, sekitar 500m. Kelar dari Ngong Ping kami pulang, tapi ga naik cable car lagi, kami ambil bus ke Tung Cung. Terminal busnya dekat dengan pintu masuk Ngong ping, jadi pas kita datang udah keliatan tuh terminalnya. Jadwalnya juga jelas dan sangat ontime. Dari Tung cung pake MTR lagi menuju TST dengan rute yang sama namun kebalikannya. Tadinya mau langsung ke ladies market, tapi sepertinya ini badan udah lengket ga keruan. Jadi kami balik dulu ke hostel, mandi, dan istirahat bentar. Lepas magrib kami mulai jalan lagi menuju Laddies Market (LM). Kembali kami ke TST station dan ambil rut eke Mong Kok. Lokasi LM mudah sekali dicapai. Pokoknya ikuti saja apa yang ada di Google Maps, semua lengkap dan akurat. Oh iya, sekedar info, tadi kan saya bilang ga beli kartu sim HK, lah kok bisa pake Google Maps??? Jadi gini…Google Maps itu akan menyimpan semua cookies chache dll lokasi-lokasi yang udah pernah kita jelajahi (pernah kita lihat di smartphone kita). Selagi masih di Indonesia, saya buka-buka terus maps yang berlokasi di HK (dan Macau serta Singapore), setidaknya lokasi-lokasi yang akan kita rencanakan untuk dilewati. Begitu sampai di HK, meskipun smartphone kita tidak dapat sinyal internet, kita masih bisa buka maps lengkap dengan keterangan-keterangan yang ada secara offline. Itulah mengapa saya tidak membeli simcard, karena kebutuhan saya/alat bantu yang paling penting dalam sebuah perjalanan hanya GPS dan Mapsnya saja, internet bisa diakses dari wifi hostel ataupun tempat-tempat yang memang menyediakan akses wifi gratis. Nah bicara menganai akses wifi di HK, jangan kuatir, di HK banyak sekali tempat-tempat yang ada akses wifi gratisnya, terutama ditempat-tempat public. Saya juga baru tau…jadi bukan sengaja ga beli simcard karena itu loh…karena hal tersebut baru saya ketahui selama ada disana. Balik ke leptop. Menurut saya, LM tidak begitu menarik. Banyak barang murah, tapi kualitas barang sesuai dengan harganya yang murah alias tidak begitu bagus kualitasnya. Bagi saya, yang disebut barang murah adalah barang dengan harga murah tapi kualitas barang tidak dikorbankan. Alias ada valuenya disitu. Nah di LM tidak demikian. Saya kaget sewaktu tiba-tiba melintas di depan kios tshirt. Penjualnya ngomong “100-5”, maksudnya HKD100 dapet 5 kaos. Lalu saya datangi kios itu, liat-liat barangnya, ga menarik , bahannya menyedihkan. Eh tiba-tiba dia bilang “100-8”. Byuuuuuh….murah amat diobral. Yah karena sy sudah ilfil dengan bahannya jadi ya tetap tidak saya beli. Eh dia teriak lagi…”100-9”…masyaAllah…hahaha . Tapi sesuai yang saya bilang diatas, harga barang berbanding lurus dengan kualitas. Skip deh. Saya Cuma beli beberapa souvenir khas HK saja disana. Karena hampir semua dagangannya tidak begitu menarik, pendapat saya pribadi loh ya… Belakangan ternyata harga souvenir hampir sama dimana-mana, bedanya, kalo di LM kita harus tawar-menawar. Paling males deh sama nawar-nawar gitu. Soalnya salah-salah justru bisa jadi lebih mahal dari tempat lain. Pulang dengan tangan setengah hampa, LM diluar ekspektasi saya dan istri. Banyangan kami, LM itu seperti di Chatuchak atau Pratunam di BKK, yang barang-barangnya murah tapi kualitasnya ga gitu-gitu amat jeleknya. DI BKK pun saya lebih suka beli oleh-oleh di MBK, udah tempatnya bersih, berAC, harga jelas. Bener-bener diluar dugaanlah di LM…Hong Kong gitu loh…kota fashion yang deketan sama daratan China…kirain bakalan dapet harga lebih murah dan punya kualitas bagus daripada di Thailand…eh ternyata… Pulang sampe Chungking langsung cari makan. Bingung cari-cari karena banyak disana, dapetlah restoran Malaysia (katanya sih gituh ). Pesan nasi lemak, yang keluar bubur hahaha . Jadi itu nasinya benyek gitu, ga tau tuh gimana cara masaknya, kaya nasi basi gitulah...benyek-benyek menjijikkan gitu untungnya si owner melihat mimik wajah aneh kami, dia menawarkan untuk ditukar, ya sudah kami minta tukar nasinya menjadi nasi yang normal saja hahaha . Rasanya…haduh…ga lagi-lagi deh . Ini pertama kalinya kami makan di Chungking Mansion, soalnya sudah pada kecapekan, males mau jalan jauh lagi. Dan lagipula harganya itu loh…mahal-mahal euy…rata-rata harga makanan diatas HKD50 atau sekitar IDR100. Ini kantong beraaat banget buat keluarin duit. Mending makanannya jelas…lah ini… . Sebenarnya di warung Sedap Gurih juga ga murah-murah amat, harga makanan juga sama, sekitar HKD 50-70, tapi rasa dan seleranya jelas. Kalau di Chungking banyakan masakan-masakan India gitu. Saya sendiri ga gitu cocok dengan selera India. Paling kalo terpaksa ya briyani atau roti prata/canai aja. Sebenarnya di Chungking banyak warung halalnya, hanya saja hampir semuanya orang India yang punya. Ada 1 chinese food halal disana, belom sempat nyoba juga sih, mahal sih harganya . Ada juga masakan Turki kebab-kebaban gitu. Kalo kalian muslim dan ga rewel soal makanan, sepertinya ga jadi masalah kalo tinggalnya di Chungking Mansion karena banyak makanan halalnya disana. Diluar Chungking saya belom pernah nemu masakan halal selain di HK island. Oh iya, selagi di LM (Mong Kok) juga beberapa kali ditawari orang-orang India gitu bilang Halal food. Disana juga ada 1 resto Indonesia, tapi sayangnya tidak halal, karena jelas-jelas tertulis menu bahan daging babi. Day #4 Selasa 20 Oktober 2015 : The Peak, Time Square, AOS. Kali ini kami bangun agak siang sekitar jam 8 karena si kecil kayanya kecapekan, jadi kami biarkan saja dia tidur sepuasnya dulu. Mulai start jalan sekitar jam 9. Seperti biasa, cari sarapan sekedarnya. Dari penginapan kami menggunakan MTR menuju Admiralty station. Di dekat Admiralty station ada semacam tempat ngetem bus-bus yang akan menuju ke The Peak langsung, maupun ke stasiun Tram menuju The Peak. Saya sendiri pakai bus menuju ke stasiun Tram. Sebenarnya harganya lebih mahal naik tram daripada naik bus. Tapi kapan lagi bisa naik tram yang bisa mendaki gunung? Di loket penjualan tiket tram tersedia tiket one way atau return. Ada juga tiket paketan, tiket tram itu sendiri plus tiket masuk ke Sky Terrace. Saya beli paketan tiket tram one way plus sky terrace. Secara umum, menurut saya satu-satunya hal yang menarik adalah naik tram nya itu sendiri. Di lokasi The Peak kalo boeh dibilang tidak ada yang special. Atraksi utama disana adalah kita bisa liat kota HK dari ketinggian. Udah…gitu aja . Nothing special. Yah…buat sekedar tau aja sih. Mungkin pemandangan akan lebih bagus jika berkunjung pada malam hari. Tapi…menurut cerita-cerita orang-orang, semakin malam akan semakin ramai, artinya antrian menuju the peak dan suasanya diatas sana bakalan heboh dengan keramaian. Pada saat kita baru turun dari Tram, kita akan digiring melewati toko-toko souvenir. Saya cukup kaget juga, ternyata harga-harga souvenir disini ga gitu-gitu mahal. Jadi menurut saya, daripada ke Ladies Market, mending kalo ke The Peak sekalian aja beli beberapa souvenir sekalian. Karena disini kita ga perlu kuatir ketipu dengan harga barang. Jatuhnya sama beti-beti kok. Beberapa item ada yang sama harganya. Okey…setelah “puas” berada disana yang panasnya naujubilah, sampe mata perih karena sangat terik, kamipun turun menuju terminal bus. Ya…kami tidak naik tram lagi, sengaja, biar ngirit hahaha , yang penting udah ngerasain tramnya kan. Ternyata rute bus dari/ke The Peak lumayan beda jauh, muter-muter perbukitan. Kalo naik tram hanya diperlukan waktu hanya 10-15 menit, sementara kalo naik bus bisa 45mnt-1jam. Namanya juga lebih murah . Rute bus nya sendiri hanya ada dari The Peak menuju Central. Padahal saya maunya turun di Admiralty supaya tidak kejauhan. Eh ternyata, saya cek di Gmaps, itu rute busnya sebenarnya juga ngelewatin akses ke Admiralty station, saya lupa daerah apa, jadinya saya ga turun di Central, jalan dikit udah sampe di station. Dari Admiralty saya menuju ke Causeway bay station untuk mencari kembali warung malang yang kemarin ga ketemu. Penasaran. Ternyata, pada hari pertama saya mencari itu, saya disorientasi, jadi agak bingung membaca maps. Nah kali ini, lokasinya ternyata memang sama persis dengan apa yang ada di Gmaps, tertera disitu “Warung Malang Club”. Secara posisi, ini warung memang ga mencuri perhatian, hampir ga keliatan, karena dia berada di lantai 3 ruko-ruko gitu. Kami makan disitu. Masakannya juga enak. Ibunya ramah banget. Ga kaya waktu di Sedap Gurih. Ciciknya agak-agak jutek gitu. Di Warung Malang jelas terlihat label halal, ditambah lagi si ibu penjual dan anak-anak buahnya semua memakai hijab. Sudah kenyang, kami lanjut jalan kaki menuju Jardines Bazzar dan Jardines Cressent. Nah menurut saya, buat para cewe-cewe, disinilah sebaiknya berbelanja. Banyak toko-toko fashion maupun kaki lima yang dagangannya lebih beragam dibanding di Ladies Market. Setelah muter-muter disitu kami lanjut jalan kaki lagi menuju Time Square, mall elitnya HK. Ga belanja sih, cuma pengen tau aja kaya apa. Wong kita Cuma nongkrong-nongkrong aja disana, sambal menfaatin wifi gratis dari beberapa gerai toko di mall itu, skalian ngelurusin kaki. Sudah capek, sudah gempor, kami lalu pulang kembali ke hostel. Istirahat bentar sampe magrib. Selepas magrib kami menuju AOS lagi untuk menikmati malam terkahir kami di HK sambal ngeliat Symphony of Light, yang saya bilang sih juga biasa-biasa aja…permainan lampu dan laser dari gedung-gedung tinggi disebrang sana, di pulau HK. Permainan lasernya sih yah…cukupan lah…Cuma yang bikin annoying adalah music pengiringnya, kok kaya ga nyambung dan ga elegan gitu ya. Malamnya cari makan lalu balik ke kamar untuk packing karena besok paginya kami akan bergeser ke Macau. Day #5 Rabu 21 Oktober 2015 : Hong Kong – Macau – Hong Kong Saya sengaja tidak menginap di Macau, karena sebelumya saya sudah cari-cari referensi di blog-blog. Kesimpulan saya, tidak banyak hal menarik di Macau. Dari beberapa tulisan banyak yang memasukkan itinnya ke casino-casino terkenal disana. Hmmm…bagi saya kayanya biasa aja sih ya. Lagian saya kan juga bawa anak kecil, mana bisa masuk casino hahaha . Okey…dari penginapan di chungking kami start jalan kaki jam 6.30 menuju ke pelabuhan Hong Kong China Ferry Terminal. Sampai sana jam 6.45 lah kira-kira. Jarak hanya sekitar 500m. Jadwal kapal paling pagi ada di jam 07.00. Bangunan ini sama sekali tidak menunjukkan ciri-ciri sebuah pelabuhan, tapi lebih ke sebuah Mall. Dan memang benar saja, bangunan ini sebenarnya adalah sebuah Mall, tapi didalamnya ada pelabuhannya. Mungkin dulunya berupa bangunan terpisah trus direnov trus jadi satu kesatuan bangunan. Mungkin loh ya…kira-kiranya saya aja hahaha . Untuk menuju ke hall pelabuhan kita harus naik ke Lt.1. Pelabuhannya juga bersih banget, udah kaya bandara aja, ada gate-gate nya gitu. Nah trus dipelabuhan ini juga ada imigrasinya, karena destinasi-destinasi kapalnya semua keluar “negara” HK. Setelah beli tiket on the spot (bisa juga beli online di http://www.turbojet.com.hk/en/ ), lalu menuju imigrasi, lalu ke ruang tunggu, kapal diberangkatkan tepat jam 07.00. Semua proses-proses itu dilewati dengan tanpa ada masalah. Petugas imigrasinya juga ga ketat-ketat amat jadi semua berjalan lancer hanya dalam waktu kurang lebih 15 menit saja. Masuk kedalam kapal, cari seat dan…konek wifi! Ya…di kapal ini disediakan wifi gratisannya. Asik banget kan . Kapalnya juga bersih banget. Seatnya kaya di pesawat tapi lebih lebar. Perjalanan laut dari Hong Kong menuju Macau ditempuh dalam waktu sekitar 50mnt sampai 1 jam. Ga lama sampailah kami di pelabuhan Macau Outer Ferry Terminal yang ga kalah bersihnya dengan yang ada di HK. Jam 8 kami turun kapal. Tujuan pertama adalah mencari tempat penitipan tas. Menurut keterangan yang ada di blognya mba Vicky Kurniawan, ada 2 tempat penitipan tas. DI lantai 2, dan di lantai dasar. Karena saya mendaratnya masuk ke arrival hall di lantai 2, maka saya mencarinya disitu. Tempat penitipan tas ini modelnya self service, terdiri dari banyak loker-loker penitipan yang cukup besar, sepertinya ada beberapa pilihan ukuran ruang loker, saya ga gitu perhatikan detail. Biayanya kalau ga salah MOP 20/jam (20 Pataca, mata uang Macau). Setelah nukerin uang HKD, saya coba sewa loker ini untuk selama 8 jam. Entah kenapa, beberapa kali saya coba masukkan uang selalu keluar lagi uang saya. Bolak balik, dan coba berbagai pecahan uang lain tetap ga bisa. Padahal masih ada sisa 1 loker lagi yang kosong. Ya sudah, setelah beberapa kali mencoba dan tidak berhasil, kesimpulan saya semua loker penuh terpesan, dan sisa 1 aja rusak. Saya coba cari tempat penitipan tas di lantai dasar, tapi ternyata tidak ada. Mungkin dulunya ada sesuai keterangan di blog nya mba Vicky tadi, nanya ke petugas juga katanya Cuma ada di lantai 2. Apa mau dikata, kami harus jalan-jalan di Macau dengan membawa Backpack kami yang berat L . Apesnya lagi…beberapa keterangan yang mengatakan bahwa untuk nebeng menggunakan free shuttlebus dari pelabuhan ke casinobisa mengakomodir anak-anak. Ternyata saya ditolak! Hiks L. Karena saya bawa anak kecil sementara batas usia buat nebeng minimal 21 tahun. Saya berencana nebeng ke Hotel Grand Lisboa yang bertujuan agar dekat dengan Senado Square, tujuan yang pertama kami sesampainya di Macau. Lalu saya coba tunggu tebengan ke hotel lain yaitu hotel sintra. Tapi ditunggu-tunggu kok ga dateng-dateng. Akhirnya daripada waktu yang sempit ini terbuang, saya terpaksaaaaaaaaaaaaaaa banget naik taksi ke senado square hwuaaaa… L. Kena MOP34, yah sekitar 60-70rb rupiah lah. Ga mahal-mahal amat sih, tapi rasanya ga puas aja harus pake taksi. Oh iya, sekedar info saja, bagi yang belum tau, jadi kalo di Macau itu kita bisa nebeng dengan bebas free shuttlebus yang memang disediakan oleh oleh-hotel yang ada Casino nya di Macau. Katanya sih bebas untuk siapa aja, tp nyatanya karena saya bawa anak kecil, saya tidak diijinkan ikut bus itu. Mungkin tidak semua juga sih. Bagi yang mau ke Pulau Taipa, nunggu bus nya harus nyebrang dari pelabuhan. Tapi kalo cuma mau ke Macau bagian peninsula, ga perlu nyebrang, tinggal jalan aja dikit diluar pelabuhan, keluar dari kedatangan langsung belok kiri, disitu banyak bus-bus yang ngetem nunggu penumpang penuh ke berbagai tujuan. Okey setelah turun dari taksi di Senado Square, kami istirahat bentar disana, duduk-duduk, beli ganjelan perut, ngopi-ngopi bentar dan foto-foto. Saya tidak melihat satupun makanan halal disini. Satu-satunya makanan yang kami rasa paling "aman" adalah McD, pilih burger yang isi ikan. Terlepas dari minyak apa yang dipakai, paling tidak kami sudah sangat berhati-hati dalam memilih makanan karena tidak ada pilihan lain lagi, daripada kelaperan. Setelah puas disana, kita lanjut jalan kaki menuju Ruins of St.Paul, ikon kota Macau, berupa bangunan gereja yang sudah tinggal dinding depannya saja. Jarak dari Senado Sq ke St.Paul tidak jauh, hanya berkisar kira-kira 500-600m, petunjuknya jelas yang terpasang disepanjang sisi jalan mulai dari Senado Sq, tinggal ikuti saja. Foto-foto disitu sambil duduk-duduk istirahat. Setelah itu lanjut ke sebelah St.Paul ada benteng tua peninggalan jaman Portugis, namanya Monte Fort (Mount Fortress), dinamakan demikian karena benteng ini terletak diatas bukit. Jadi agak perlu usaha manjat beberapa anak tangga untuk mencapai benteng ini. Bebas masuk kedalam benteng tanpa dipungut biaya. Enaknya di Macau, mungkin hampir semua tempat-tempat tujuan wisatanya gratis, bahkan ada 1 theme park namanya Fisherman’s Wharf pun juga gratis. Tapi saya tidak kesana, karena selain waktunya juga tidak cukup, beberapa referensi juga mengatakan tidak terlalu bagus isinya alias biasa saja. Setelah itu tidak ada lagi tujuan kami di Macau, jadi saya putuskan untuk kembali ke pelabuhan saja dan menunggu jadwal kapal balik ke HK sambal istirahat di loby nya yang adem. Kami jalan kaki kearah belakang St.Paul lalu belok kanan. Dalam perjalanan itu tanpa sengaja kami lihat sebuah toko souvenir yang bertuliskan “Indonesia Philippines Store”. Penasaran, masuklah kami kedalam. Ternyata penjaga tokonya orang Indonesia. Bosnya orang Chinese Macau, baek banget, ramah. Harga-harganya sih standar, ga murah, tp juga ga mahal-mahal amat. Beli beberapa souvenir lalu lanjut lagi jalan kaki. Sebenarnya istri udah merengek-rengek minta naik taksi. Tapi saya ga mau haha . Namanya juga jalan-jalan, ya harus jalan biar bisa ngelihat dan tau banyak hal. Saya lalu teringat ada satu-satunya masjid di Macau. Karena sudah masuk waktu shalat, sekalian dalam perjalanan pulang itu mampir masjid dulu. Saya bilang aja mau mampir masjid dulu, nanggung jaraknya. (Saya sengaja ga bilang kalau jaraknya nyampe 3 kiloan dari St.Paul, saya tau karena sudah ceh di Gmpas ). Jalan…jalan….jalan…sampailah kami di dekat waduk. Kalau ke kiri ke arah masjid, kalo lurus ke arah waduk dan pelabuhan. Saya mampir shalat. Sementara istri nunggu di taman dekat waduk itu. Kebetulan istri sedang tidak shalat. Di taman waduk itu ternyata tempat berolahraga warga Macau, ada beberapa fasilitas olahraga yang bisa dipakai secara bebas disana. Dan sedikit uraian mengenai masjid Macau, masjidnya kecil banget, mungkin lebih tepatnya disebut mushalla kalau di Indonesia, saking kecilnya. Dari persimpangan waduk yang saya sebutkan tadi sudah keliatan gerbang masjid, kira-kira hanya berjarak 200-300m saja. Pas saya kesana, ternyata edang ada perkumpulan orang-orang muslim yang bermukin di Macau. Banyak orang Indonesia, menurut mereka, sebenarnya ini adalah acaranya orang Pakistan, mereka rutin mengadakan pertemuan di measjid ini setiap bulan untuk silaturrahmi. Mereka membawa makanan masing-masing dan akan memakannya sevara bersama-sama. Tapi karena banyak juga muslim dari negara lain, akhirnya mereka berbaur dan makan bersama dengan seluruh jamaah yang ada disana sat itu. Sayapun sebenarnya juga diundang makan, tapi sungkan, lagipula nanti istri yang lagi nunggu di taman waduk kelamaan nunggu saya. Maka setelah selesai shalat, saya langsung berpamitan saja dengan orang-orang yang ada disitu. Balik ke taman waduk tadi. Dawi waduk itu, sudah keliahatan bangunan pelabuhan Macau, berjarak kira-kira 500m. Lanjut lagi jalan kearah pelabuhan dan menunggu jadwal kapal. Oh iya, sewaktu dari HK dan mendarat di pelabuhan Macau, saya langsung beli tiket balik ke HKIA. Ya, saya beli tiket balik dengan tujuan langsung ke Airport di HK. Dengan tujuan supaya tidak perlu lagi gonta ganti transportasi. Disinilah kesalahan saya, seharusnya duluuu….pas bikin itin…seharusnya saya ambil flight saja dari Macau langsung Singapura tanpa perlu balik lagi ke HK dulu. Tapi entah kenapa…kenapa tidak sampe kepikir saat itu. Saya udah terlanjur beli tiket pesawat HK-SG. Ya sudahlah…dah terlanjur juga. Padahal harga tiket kapalnya juga cukup mahal. Kalo dirupiahin sekitar 500rb per org dewasa. OK, singkat cerita, baliklah saya ke HK langsung ke HKIA. Di pelabuhan Macau kembali masuk imigrasi. Dan perlu diketahui, jika kita ambil rute kapal dari Macau langsung ke HKIA, maka sesampai di bandara HK tidak masuk imigrasi lagi, jadi langsung masuk ke airside dan sudah dianggap steril, ga bisa keluar bandara lagi. Lagi-lagi ini adalah suatu kesalahan, 2x kesalahan. Kesalahan yang pertama, karena akibatnya saya jadi ga bisa refund kartu Octopus saya karena lokasi konternya berada di hall depan airport. Lumayan ada deposit saya sebesar HKD50, kalo dikalikan 3 udah dapet HKD150, ditambah lagi sisa HKD yang masih belum kepakai didalam kartu itu. Buat beli makan malam juga bisa tuh…hiks L . Jadinya kartu itu dibuat sebagi kenang-kenangan aja Kesalahan yang kedua, saya jadinya terlalu cepat tiba di HKIA dimana seharusnya saya masih bisa menghabiskan waktu di Macau. Perkiraan saya kenapa saya ambil jadwal kapal yabg jam 16.30, karena jika kapal berangkat pada jam itu, maka memerlukan waktu 1 jam sampai di HK jam 17.30, masih kena urusan imigrasi dll yang bisa memakan waktu sekitar 1 jam juga, anggaplah kelar semua urusannya jam 18.30. Jadwal pesawat HK-SG jam 21.40, jadi pas waktunya. Ternyata semua perhitungan saya jauh meleset karena tidak hati-hati membaca referensi-referensi yang sudah tertulis di blog. Akibatnya saya sudah tiba di HKIA jam 17.30 dengan hanya perlu melakukan cekin yang memakan waktu tidak lebih dari 15 menit. Kecepetan banget kan. Balik ke urusan kapal. Setelah beres semua urusan, kami lalu ditransfer ke main hall keberangkatan HKIA. Disini baru saya melihat betapa besarnya airport ini. Luas banget…jalan dari ujung ke ujung jauhnya minta ampun. Sambil menunggu jadwal penerbangan kami mencari makan malam dulu. Lagi-lagi saya dapat info dari blognya mba Vicky Kurniawan yang mengatakan ada 2 resto halal di HKIA, satu di landside, satunya lagi di airside, di ruang tungu bandara. Yang di Landside tidak saya temukan sewaktu mendarat pertama kali di HK. Nama restonya adalah “Popeyes Lousiana Kitchen” cari aja ngider-ngider tempat makan di lantai atasnya ruang tunggu. Sejauh ini yang saya lihat memang inilah satu-satunya resto halal yang ada di HKIA. Belakangan saya juga baru tau ternyata di Singapura juga ada banyak cabangnya, dan sama-sama bersertifikat halal. Selesai makan lalu menuju ke ruang tunggu. Karena gate pesawat kami belum tertera di boarding pass, maka kami acak milih kursinya. Gate belum ada karena kita tadi cekin terlalu cepat. Dan setelah beberapa lama menunggu kepastian gate kami, ternyata di display informasi penerbangan, pesawat kami kena delay yang lumayan lama, dari seharusnya boarding jam 21.10 menjadi jam 23.55 L. Saya manfaatkan untuk istirahat. Untuk tempat shalat, tidak saya temukan ruang shalat di bandara HKIA, sama sekali tidak ada petunjuknya. Jadilah kami shalat di ruang tunggu bandara yang luas itu. Sementara si kecil sudah tidur duluan. Setelah menunggu beberapa lamanya, akhirnya saya dapatkan informasi gate pesawat kami. Sialnya jaraknya ternyata lumayan jauh, harus turun lagi 1 lantai. Day #6 Kamis 22 Oktober 2015 : Hong Kong - Singapura Akhirnya tepat jam 00.30 pesawat take off menuju Singapura. Sebenarnya, singapura tadinya tidak masuk dalam list perjalanan saya. Tadinya rencana saya adalah Hong Kong-Senzhen-Macau, tapi karena setelah baca-baca referensi di Senzhen tidak begitu ada hal yang menarik akhirnya saya skip dan alihkan mampir ke Singapura karena kebetulan istri dan anak saya juga belum pernah ke Singapura. Jam 4.00 kami landed Singapura. Langsung mencari tempat pewe buat tidur lagi. Jam 6.30 kami bangun dan keluar bandara. Sebenarnya kalopun eluar kami juga belum tau mau ngapain, kalopun tetap di bandara juga bingung, udah mulai rame dan jd ga tenang juga istirahatnya. Hotel yang kami pesan baru akan menerima kami jam 14.00. Kali ini saya tidak memilih hostel, tapi sengaja pilih hotel. Karena jika kami ambil hostel, biaya rata-rata perkepala kan bisa 200-500rb per malam, ya mending sekalian aja ambil hotel yang tarifnya 800an rb/malam. Saya dapat di Hotel Victoria, di Victoria St. Dari Bugis station jalan kaki sepanjang jalan Victoria kira-kira 500m. Sengaja milih daerah bugis supaya dekat kemana-mana, cari makan tinggal ke albert center, atau popeye bugis. Cari oleh-oleh dan belanja macem-macem tinggal ke bugis street. Ke merlion dekat, ke Gardens by the bay tinggal lurusnya lagi. Ke orchard juga dekat. Ke MRT station bugis dekat. Ke masjid Sultan juga dekat. Selama di Singapura kami jarang pake MRT, jadi keman-mana jalan kaki aja. Jaraknya nanggung-nanggung soalnya. Di Singapura kami stay selama 3H2M saja. Dari tanggal 22-24 Okt 2015. Pada saat pertama kali sampai hotel, sekitar jam 8. Kami langsung nitipin tas di hotel. Ya saya iseng-iseng nanya bisa nggak masuk kamar lebih awal. Saya sudah tau jawabannya tentu saja tidak bisa hahaha :D. Namanya juga nanya :p. Sejak saat itu kami jadi seperti gelandangan di sana. Udah ngabisin waktu di bugis liat-liat, kalo ada yang menarik sekalian dibeli, udah sarapan, udah muter-muter daerah sekitar sana juga. Sepertinya waktu berjalan sangat lamaaaa banget :D. Ini badan uadh mulai kerasa pegel-pegel capek banget, udah gitu rasanya lepek minta ampun karena mandi terakhir kami adalah pagi hari sehari sebelumnya pada saat mau jalan dari HK menuju Macau hihihi :D. Mana di Singapura itu gerah banget rasanya. Keringat ngucur terus. Singkat cerita, akhirnya kami berhasil masuk kamar tepat jam 14.00, tepat bangetlah, ga mo rugi hotelnyah hahaha Langsung beres-beres, mandi, tidur sampe sore. Malamnya kami jalan ke Merlion dan Garden by the Bay. Day #7 Jumat 23 Oktober 2015 : Singapura Hari ini kami jalan ke orchard, cuma jalan dan liat-liat aja. Etapi dapet juga beberapa item diskonan hahaha :D. Dari Orchard kami naik MRT menuju bugis karena ngejar waktu Shalat jumat di masjid Sultan. Sebenarnya hari ini saya berenca ake Henderson Bridge yang unik itu, tapi karena tempatnya agak jauh, dang a bisa sekali diakses pake MRT, harus nyambung bus, padahal saya ga gitu paham rute bus di singapura, akhirnya lagi-lagi saya skip tujuan kesana. Sisa hari hanya dihabiskan di bugis street buat bela beli kebutuhan sendiri dan juga oleh-oleh. Malamnya si bocah malah pengen balik lagi ke Gardens by The Bay karena kemarin ketinggalan light shownya. Day #8 Sabtu 24 Oktober 2015 : Singapura – Jakarta Hari terakhir di Singapura tidak ada agenda khusus mau kemana, hanya kami manfaatkan untuk packing karena siangnya kita harus cekout hotel. Setelah cekout kita nitipin tas lagi karena jam penerbangan saya malam hari jam 20.55. Kami cari sarapan dulu ke albert center. Selasai makan langsung ambil task e hotel dan cabut ke Changi. Sengaja kami langsung ke Changi biar bisa istirahat disana sambal nunggu jam penerbangan. Sampai di Changi kami tidak langsung cekin, tapi nunggu diluar dulu karena masih siang. Kalo butuh makan biar ga repot cari makannya. Soalnya duit di kantong hanya tinggal SGD25 plus beberapa keeping uang sen, bayangin aja duit segitu harus cukup buat 3 orang . Saya ngincer makan di Staff Canteen yang sudah banyak diulas di blog-blog supaya dengan uang segini bisa mencukupi kebutuhan makan buat 3 orang . Agak sorean mulailah saya cari-cari jalan menuju Staff Canteen itu. Ternyata tidak susah karena ada keterangannya juga. Bagi yang belum tau, Staff Canteen ini berlokasi di T1 Changi (katanya di T2 juga ada tapi saya belum coba cari), lokasinya di level B1. Jadi kalo kita berada di cekin hall Changi T1, pergilah ke row 12, lalu masuk ke belakang, lihat arah kanan, disitu ada petunjuk tertulis “Staff Canteen” berdampingan dengan petunjuk menuju Toilet. Carilah Lift yang ada disitu, lift mana saja (Ada 2 lift, lift barang dan orang), tekan level B1. Keluar dari lift sudah bisa kita lihat area kantin tersebut. Makanan-makanan yang dijual disitu seharga standar biaya makan di downtown Singapore. Berkisar antara SGD3-5. Bahkan tertulis 2 harga, harga untuk Staff, dan harga Public. Yang untuk staff lebih murah lagi harganya. Ada makanan halalnya juga disana. Kami makan bertiga hanya menghabiskan sebanyak SGD11.9 saja, duit di kantong masih bersisa juga hahaha , sisa uangnya kami belikan cemilan di Sevel Changi sebagai teman menunggu jadwal penerbangan. Pas deh…uangnya tinggal receh-recehnya aja buat koleksi . Kali ini jadwal penerbangannya ga delay lama lagi. Jam 21.00 kami boarding. Jam 21.30 take off menuju Jakarta. Sampai Jakarta jam 22.30 dan langsung menuju T1 untuk melanjutkan perjalanan lagi menuju Makassar. Day #9 Minggu 25 Oktober 2015 : Jakarta – Makassar Pesawat menuju Makassar kali ini Alhamdulillah ontime. Saya sengaja ambil yang jadwal tengah malam jam 00.05 alias flight pertama pada tanggal 25 Oktober. Jadi waktu tunggu saya dari mulai landing dari Singapura di T3 sampai berangkat lagi lanjut ke Makassar di T1 tidak lama. Pengalaman menggunakan pesawat “S” pada jam yang sama dulu, saya bawa 1 bagasi, pas sampe Makassar bagasi saya ga ada, ternyata terangkut pada pesawat lain pada jam setelahnya. Mau ga mau harus nunggu dulu dan itu sangat menjengkelkan karena badan sudah sangat letih plus ngantuk banget. Nah kali ini, karena saya juga punya bagasi 1, saya akalin aja. Begitu samai di Jakarta, semua barang saya atur ulang. Backpack anak saya dikeluarin semua dan dipepet-pepetin supaya bisa masuk backpack saya dan istri sehingga bagasi yang 1 lagi itu bisa saya tenteng dan masuk ke kabin, aman. Kebetulan juga cabin size. Saya tidak mau terulang kejadian beberapa waktu lalu dimana saya jadinya harus menunggu bagasi sampai pagi, semalam suntuk ga tidur. Bagasi yang saya bawa itu semua berisi pakaian kotor selama di Singapura. Ceritanya saya ga tau harus nyari laundry dimana di singapura, daripada habis waktu, dan juga pasti laundry di sana pasti juga mahal, akhirnya kami membeli saja kaos baru di Singapura yang harganya SGD10 dapet 5 itu…hahaha sebagai ganti baju-baju kami yang kotor :D. Backpack juga ga berat dan penuh seperti waktu kita berangkat. Semua baju kotor masuk ke tas khusus, diiket, di wrap di bandara sampe penyet jadi seukuran cabin size. Jam 3 pagi WITA sampailah kami kembali di Makassar dan berakhirlah trip kami kali ini. Kesimpulan trip kali ini, sebagai pandangan dan perbandingan biaya hidup, atau biaya kehidupan pokok/makan selama di HK dan SG. Kalau di SG sekali makan, perorang rata-rata SGD3-5 atau kalo dirupiahkan ya sekitar 30-50rb. Nah kalo di HK, sekali makan rata-rata bisa HKD50-70, atau kalo dirupiahkan bisa 100-150rb perorang sekali makan. Makanya selama di HK tiap pagi saya sarapannya beli di sevel aja, roti-roti sekedar buat ganjel perut. Standar harganya di warung-warung sederhana ya, bukan di resto gede atau café-café, ga masuk budget kalo itu mah :p. Ok, sekian dulu Trip Report kali ini, semoga bisa menjadi referensi bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke HK. Bonus foto kabut asap di Singapore
  13. 7 points
    Halo Momod Here !!! Seperti yang kalian tahu Forum kita tercinta ini baru aja ngadain Gathering Nasional ke 3 di Dieng dan Bandung Nah udah pada nanyain neh Gathering berikutnya kapan, yup sekarang sudah terjawab kalo Gathering ke 4 kita akan diadakan tgl 2-3 november di Bali wwwuuuhhhuuuuuuuu FYI tanggal 5 november itu tanggal merah loh jadi bisa long weekend dari tanggal 1-5 november jadi Official Gathering nya tgl 2-3 terus tgl 4-5 nya edisi bebas aja Untuk itu disini kita akan mendata siapa2 aja member yang mau ikut gathering di Bali tersebut. Itinerary akan disusun oleh @spin_cobra kebetulan beliau lagi di Bali Seperti biasa sistem Gathering kita ini BAYAR MASING MASING (BIAYA SENDIRI) ketemu langsung di TKP yaitu Bali Untuk kemudahan saya akan coba bantu update tiket2 promo Maskapai Penerbangan ya jadi kalian bisa dapet tiket murah, karna acara nya masih lama jadi bisa hunting2 dari sekarang Daftar Hadir : 01. @Deffa 02. @Jalan2 03. @Diyan Hastari 04. @sisil prisilia 05. @KABULRIYANTO 06. @albert_tatang 07. @albertorazzi 08. @hobijalan2poto2 09. @ameryudha 10. @spin_cobra 11. @Nana Vanila 12. @Okky KusumaH 13. @herliena 14. @Afdhal A Syamsoe 15. @frankieseven 16. @Rizky Ramadhan 17. @Masdavia 18. @Fei 19. @Rangga 20. @samsudinzn 21. @vidya nurina 22. @AriadneSelmita 23. @gsugiarto 24. @rerefaradina 25. @abiprasetya 26. @adel_lia 27. @Alim_Holmes 28. @zie 29. @Keitaro3660 30. @diyanamatir 31. @lastri 32. @rinlove_rain 33. @sarman 34. @daki tapir 35. @halimun 36. @Sep Andrie Aditya Lahardy 37. @yudicchio 38. @ameryudha 39. @syarif ahmad 40. @puputeryaa 41. @adriepn 42. @paradiso 43. @m150aja Itinerary sementara : Update Promo Tiket Pesawat : Promo Merpati semua tujuan 170 ribu
  14. 7 points
    Fei

    Gathering Huru Hara

    Sudah pukul 2 dini hari ketika gue memaksakan diri mengatupkan kelopak mata yang tak kunjung mencapai moment mengantuk, alhasil usaha ini hanya membuahkan efek guling-guling gak jelas di atas kasur gue dengan aroma apeknya yang semerbak. Entah karena terlalu deg-deg serr menanti pukul 5 pagi, atau karena alam bawa sadar gue memikirkan nasib se-ember seprai yang sudah gue rendam sejak tiga hari lalu, namun tak kunjung gue jamah. Ahhhh, gak bisa tidur, nyuci sajalah. Jarum jam dilayar android gw sudah menunjukkan pukul 4.30 WIB, manakala gue sudah duduk manis di atas boncengan seorang security minimarket yg subuh2 buta ini gw paksa menjadi ojek untuk membawa gw menyambangi poll x-trans yang sebetulnya bisa ditempuh dengan angkot. Rupanya nasib sedang tidak mujur, disebuah spanduk yang di bentangkan asal di depan pangkalan travel ini tertulis besar-besar jadwal keberangkan pertama x-trans menuju Bandung adalah pukul 6 pagi ini, ahhhh rupanya info yang tertera di laman website mereka tak sesuai dgn kenyataan. Payah! Maka beberapa detik kemudian, roda-roda ninja besi ini sudah kembali menjamahi permukaan aspal, dan membawa gue menuju pangkalan taxi. Moda transportasi berlogo burung biru ini tepat sampai di halaman Hotel Kartika Chandra sesuai waktu yg gw pinta, walau dengan kecepatan menyamahi kecepatan siput yg dipaksa lari marathon. Namun apa daya, perasaan was-was yang sedari tadi menyelimuti perasaan telak terbukti. Gue masuk daftar waiting list saudara, dan itu menjengkelkan. Mari berdoa, semoga keajaiban datang dan malaikat membuat orang-orang yang telah reservasi untuk keberangkatan subuh ini terlelap hingga pukul 12 siang. Bandung........ Mata gue masih terasa seperti diglendotin dua t***k, berat sekali untuk terbuka saat langkah kaki gue semakin melaju menuju restroom Ciwalk untuk menyelesaikan hasrat alami pagi ini. Ada kekuatan maha dasyat dr isi usus dan kantung kemihnyang ingin segera dibebaskan dari tempatnya berdiam semalaman suntuk. Sementara itu 30 menit sudah beranjak dr pukul 8 pagi, waktu yg ditetapkan panitia gathering untuk bersua di simpang dago. Jadi "kewajiban" pagi ini harus segera dituntaskan setuntas tuntasnya. Bukan hal sulit sebenarnya untuk bisa sampai dalam waktu singkat ke daerah Dago, tapi disaat-saat genting seperti ini, rupanya para tukang ojek pun raib entah kemana, so angkotlah yg menjadi penolong pagi ini, walau akhirnya bikin kepala betanduk juga. Emang2sopir : "Sakedap ya A." Rupanya emang2sopir yg tak seberapa keceh ini menangkap juga aura tak suka di muka gw, saat keputusan sepihaknya nge-tem tak jauh dari pasar deprok yg kami lewati. Hemmm demi kebutuhan memenuhi kuota isi angkotnya dia rela dicemberutin sama gue. 2nd floor, MC D simpang Dago Tak sulit menemukan keberadaan rombongan kecil ini, terlebih logo Jalan2.com terpampang nyatah di punggung beberapa orang dalam balutan t-shirt warna torquise yang kemudian gw ketahui sebagai Ko Rudi yg tak lain dan tak bukan adalah founder situs pencinta jalan-jalan ini. So, keterlambatan gw dateng ke meeting point yg mencapai 1,5 jam setidaknya termaafkan (ada kali yg baru berangkat jam 8 pagi dr Jakarta, hahahahahaa). Sejam lagi posisi matahari tepat berada diubun-ubun dunia ketika rombongan ini bergerak menuju destinasi pertama: Taman Hutan Raya. Sejujurnya ketika kali pertama menginjakkan kaki di depan gerbang taman hutan ini, sesungguhnya dibenak gw hanya ada satu asumsi ~> Mari kita berekreasi ala-ala perpisahan Anak SD, tapi ketika rombongan mulai melewati pintu gerbang terbentanglah hamparan hutan hijau memanjakan mata. Semua sudut rasanya pas untuk jadi spot photo. Oke sesi photo-photo dengan gaya manis dimulai dari sini (semoga di spot photo berikutnya posenya bisa lebih fun). Jalan setapak menuju Gua Jepang sesekali berliku dengan turunan yg cukup terjal, energi setiap orang dalam rombongan gathering kali ini begitu meluap-luap. Pun begitu, mana kala mulut gua jepang yg kami tuju sudah menyambut kami dengan segala kemisteriusannya. Beberapa orang yg menyewakan senter untuk menjelajah dalam kegelapan gua hanya berbuah ketidakpedulian kami untuk sementara waktu. Kegiatan photo mem-photo lebih menarik perhatian gue dan member-member lain. Dinding-dinding gua menyambut dengan aroma apek nan lembab. Sejurus mata memandang hanya ada kegelapan disana sini, rombongan ini berjalan berhimpit-himpitan dibawah arsitektur yang melengkung. Tanpa pemandu wisata yang paham betul tentang history dibalik lorong-lorong beraroma spoky ini, membuat rombongan kami beberapa kali harus berhadapan dengan jalan buntu. Maka perjalan dlm goa ini lebih semacam main petak umpet tanpa tahu tentang segelintir kejadian yg pernah terjadi dalam rongga dibawah gunung ini. Lepas hilir mudik dalam kegelapan, pasukan kecil kami beranjak menuju goa Belanda yang jaraknya lumayan bikin betis berkonde. Beruntunglah ada beberapa gubuk disepanjang jalan sempit ini yg menggelar dagangan, seporsi jagung bakar yang keasinan lumayan menjadi pengganjal perut yang mulai mengeluarkan suara2 aneh. Goa Belanda terletak dipenghujung area wisata ini, hemmmm rupanya dulu Jepang dan Belanda berteman baik sehingga tempat persembunyian mereka tak seberapa jauh. Dengan halaman yg cenderung lebih luas, mulut gua ini sedikit terasa lebih mistis. Tapi itu tak cukup menarik perhatian gw, cukup sudah gue menderita menahan gatal disekujur tubuh manakala menyusuri Gua Jepang. Aksi monyet-monyet kecil yg jumpalitan dr satu dahan ke dahan lain diatas gua kompeni ini lebih menarik perhatian gue. Oke kita tinggalkan keriaan di area Taman Hutan Raya. Saatnya beranjak ke destinasi berikutnya. Wisata kuliner. Daerah Punclut, Cimbeluit menjadi lokasi yang dipilih oleh Momod. Restoran sunda ini menawarkan view yang ciamik, rumah panggung bermaterial besek dengan dinding terbuka, membuat angin bebas merdeka menyapa setiap costumer yang datang untuk memadamkan kelaparannya disini. Hamparan pegunungan dan perkebunan terpampang dibawah sana membuat gue dan member lain boleh menjamahnya dengan pandangan takjub sembari menanti hidangan siap untuk disantap. Oke gue gak suka bagian ini, gue merasa di dzolimi, makanan gue di sabotase, walhasil ketika 24member sedang syahdu menyantap makan siang mereka, gue hanya duduk sambil mengunyah irisan ketimun dengan sambel terasinya yang bikin tandunk bermunculan dikepala gw, makanan gue mana woiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii. Ketika segelas teh manis panas sudah gw tandaskan, dan ketika Amer sang ketua panitia sudah menandaskan pete bakarnya dengan lahap gue masih saja mengunyah irisan ketimun, selera makan gue rontok seketika. Ahhhhhh menyebalkan sekali, terlebih saat pramusajinyg gue semprot hanya datang membawa billing makanan gue tanpa tahu dimana piring berisi segepok ikan asin dan cumi asin itu berada. Seseorang : "Itu kali makan loe fei." 24 pasang mata kemudian mengarah pada sepiring nasi merah dan sepiring lauk pauk berisi ikan asin jambal, cumi asin, dan seiris tahu yang teronggok begitu saja ditengah-tengah kumpulan kecil ini. Sejujurnya kejadian ini membuat gw ilang rasa lapar. Ditambah nasi yang sudah nyaris mengering tertitup dinginnya angin kawasan ini, tapi kata orang tua mubazir kl gak dimakan, ada ribuan orang diluar sana yg rela saling bunuh demi sepiring nasi. Maka tandaslah makanan itu. Kawan tahukah kau kekekian gw semakin memuncak manakala ikan asin jambal berukuran sedikit lebih besar dari ukuran dadu di hargai 6000perak per pcsnya. Jiamput! Baiklah, kita tinggalkan saja moment tak mengenakan ini. Saatnya berpacu dengan waktu, perjalanan masih panjang untuk bisa sampai ke puncak perahu kayu yang konon ditendang seorang pemuda bernama sangkuriang karena murka pada Dayang Sumbi dan kemudian perahu itu menjelma menjadi perahu. 1 1/2 jam waktu tempu kami untuk kemudian bergabung dengan wisatawan lain menghirup wangi belerang yang menusuk indra penciuman. Hufffttttt, terbayar sudah perjalanan panjang ini. Sejauh mata memandang yang ada hanyalah kekaguman. Tuhan Maha Besar menciptakan pemandangan se-elok ini. Waktu kami tak banyak, hanya sekitar 30 menit sebelum gerbang Tangkuban perahu ditutup sore ini. Maka tak ingin kehilangan moment, serta merta kami menyebar mencari spot-spot ciamik untuk pose-pose ganteng. Kawasan antah berantah....... Kepala gue pening, tertidur dengan posisi edgy dalam kotak besi yang terus meluncur, leher gue terasa kaku disertai mual yang menggedor-gedor dinding lambung gw. Oke fineeeeeeeee asam lambung gue naik. Gue kelelahan. Gue berjalan sedikit sempoyongan saat melangkah ke rumah kayu yang menjadi tmpt kami bernaung malam ini. Gw mendapati diri gue di kawasan antah berantah, malam sudah menjalar sejak tadi, agak bergidik juga mendapati villa yg di ruang tamunya terdapat tmpt sembahyang lengkap dengan aroma dupa. Alamak, dimana ini? Planing bakar-bakar jagung ternyata gagal total malam ini, rupanya persediaan belum tersedia, sehingga lepas acara perkenalan secara resmi antar member yang menjadi peserta gathering ini, sebagian besar member memilih untuk wisata kuliner, sementara gw memilih tinggal dipenginapan, menyelesaikan pekerjaan lalu terlelap dalam belaian angin malam yang tak bersahabat.
  15. 6 points
    Hola Deffa Here !!! The Lodge Maribaya Will Brighten Your Day, itu adalah judul tulisan saya kali ini, sesuai judul tersebut apa yang saya rasakan ketika berkunjung kesini sungguh membuat saya Ceria kembali, menempuh perjalanan yang cukup lama dan sedikit menyulitkan. Akhirnya di hibur dengan pemandangan Hijau, Cerah dan Udara yang Bersih, dari satu tempat yang bernama The Lodge Maribaya Mungkin kalian pernah dengar tentang The Lodge ini dari Social Media, tempat yang sempat tutup dan khusus untuk pribadi (pemilik) ini. Akhirnya di buka kembali untuk umum awal tahun 2016 ini. Apa saja yang di tawarkan dan bagaimana cara kesini baca terus ya ALAMAT Alamat : Jl. Maribaya Timur Km. 6 Kampung, Kosambi, Cibodas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Telepon : 022-2536110 Google Map : KLIK HTM : Weekdays Rp. 15.000 | Weekend Rp. 25.000 | Periode Liburan Rp. 35.000 Berada di sebelah Timur dari Kota Lembang mungkin sekitar 30 menit perjalanan menggunakan Mobil Pribadi. Jadi kalian harus perhitungkan waktu kunjungan ya. Cara menuju ke The Lodge menggunakan Kendaraan Pribadi. Arahkan kendaraan kalian ke Lembang, lembang berada di Utara Kota Bandung di Kabupaten Bandung Barat. Setelah tiba di tengah kota Lembang arahkan kendaraan kalian menuju Jalan Maribaya. Setelah berada di Jalan Maribaya patokan kalian adalah arah ke Burgundy Dine & Wine Restaurant. Akan banyak plang petunjuk nya di jalan Maribaya ini, ikuti saja. Lalu ikuti saja terus jalan ini sampai tiba di Desa Cibodas, lalu sekitar 500 meter dari Gerbang Desa, di sebelah kanan akan ada Plang Petunjuk The Lodge. Advice jalan di Desa Cibodas ini jelek sekali jadi hati-hati ya Cara menuju ke The Lodge menggunakan Angkutan Umum. Gunakan angkot St. Hall - Lembang biasanya dari Stasiun Bandung, lalu turun di Pasar / Alun-Alun Lembang seharga Rp. 8.000 - 10.000. Lalu lanjut menggunakan angkot Lembang - Cibodas ke arah Maribaya / Desa Cibodas dan turun di Desa Cibodas dekat The Lodge, lalu jalan kaki sekitar 500 meter ke The Lodge, seharga Rp. 5.000 - 8.000 REVIEW Ada apa saja di The Lodge Maribaya ? Mungkin itu kalimat yang paling sering saya dengar jika orang bertanya tentang suatu tempat wisata baru. Garis besar nya di The Lodge kalian bisa Camping dan menikmati keindahan Alam Hutan Pinus dari Ketinggian. Namun sebelum nya saya sudah tulis jika tempat ini sempat di tutup untuk umum sekitar tahun 2015 dan di buka lagi untuk umum di tahun 2016 awal. Ya dulu sebelum tahun 2015 tempat ini merupakan perpaduan dari Restoran, Outbound, Camping Ground dan Rabbit Farm. Namun dengan alasan tertentu akhirnya di tutup lalu di buka lagi dengan konsep yang sedikit berbeda, dengan lebih mengutamakan Camping Ground dan juga Pine View. Walaupun tetap ada cafe nya. Sebelum masuk ke area Parkiran The Lodge kalian akan melewati jalan kecil yang di kiri kanan nya terdapat Ladang yang ditanami Bawang dll. Sekitar 500 meter dari situ yang melewati sebuah pemukiman warga, kalian akan menemukan plang petunjuk ke arah parkiran The Lodge. Dan disini harus hati-hati. Karena jalan ke parkiran nya hanya cukup untuk Satu Mobil saja, jadi harus bergantian, dahulu kan yang mau keluar dari The Lodge ya. Parkiran nya cukup luas Masuk ke dalam kita akan berjalan menuruni tangga, karena posisi The Lodge ini ada di pinggir jurang, dan ketika menuruni tangga di sebelah kanan ada sebuah Villa bernama Villa Kayu. Namun setelah saya tanya petugas villa ini tidak di sewakan, hanya untuk pemilik dan keluarga saja. Di sisi kiri dari Villa ini terdapat sebuah Restoran yang bernama Dapur Hawu. Jika kalian mau makan disini tempatnya karena menunya lebih ke masakan Sunda, dengan konsep semacam Rumah Saung Lalu jalan turun lagi akhirnya kita akan bertemu dengan area utama dari The Lodge ini yang di bagi atas beberapa area. Di area pertama terdapat sebuah kafe bernama Pines Cafe, disini kita bisa bersantai sambil menikmat view The Lodge dan juga menikmati minuman dan makanan ringan. Dengan Range Harga dari Rp. 10.000 - 30.000 Lalu area berikut nya jika kita melihat ke arah Pines Cafe ini di sisi kiri dan kanan dari cafe ini terdapat Camping Ground. Nah disini unik nya Camping Ground nya berupa Glamping atau Glamour Camping. Ya camping yang berasa menginap di Hotel ini sedang booming di Bandung. Karena kalian tetap bisa merasakan seru nya Camping di alam dengan tenda yang sudah di sediakan, namun dengan fasilitas di dalam dan luar tenda setara menginap di Hotel loh. Bentuk Glamping nya juga unik seperti Mini Kubah berwarna orange, satu tenda bisa muat sampai 4 orang dan harga nya pun bervariasi. Daftar Harga Glamping The Lodge : Single Occupancy : IDR 475.000 ++ /pax /night Double Occupancy : IDR 375.000 ++ /pax /night 3 person Occupancy : IDR 325.000 ++ /pax /night 4 person Occupancy : IDR 275.000 ++ /pax /night Rates Include : Entrance Fee Welcome Drink Dinner One Night Stay in Tent Breakfast Guided Trekking Horse Ridding Archery Lalu ada beberapa spot menarik di sini untuk kalian berfoto, seperti di depan Pines Cafe, terdapat sudut yang di lengkapi pagar kayu dengan background Hutan Pinus yang hijau, dan juga Flower Gate sebagai penghubung area atas dan bawah Turun melalui Flower Gate, kita bisa menemui Gardu Pandang loh, ya seperti Gardu Pandang yang ada di Kalibiru. Di The Lodge juga ada hanya beda nya tidak terlalu tinggi dan juga viewnya hanya Hutan Pinus, namun cukup bagus dan indah loh. Untuk naik ini harus antri dan bayar tiket lagi, per orang Rp. 10.000. Bayar tiket nya di Pines Cafe Ke bawah lagi ada satu spot yang menarik yaitu sebuah Meja dan Kursi Kayu seperti foto saya di awal di paling atas, view nya kece badai disini. Jadi kalian harus banget foto di sini ya karena salah satu ikonik The Lodge foto di sini Turun ke bawah lagi kita akan bertemu sebuah pagar kayu yang di bentuk bulat cukup unik untuk tempat foto, dan juga sebuah lapangan hijau yang cukup luas, mungkin di sini biasanya untuk event mungkin Wedding, tapi kemarin sedang tidak bisa di masuki. Karena sudah di reserved Untuk kegiatan Outbound seperti Archery dan Berkuda hanya bisa di lakukan jika kalian menginap di Glamping karena itu paketan dari Glamping tersebut. Lalu jika kalian ingin melakukan Professional Photography seperti Photo Session, Photo Pre Wedding atau pun Booklet School Photo. Harganya berbeda lagi berikut daftar nya : Namun jika selain dari Professional Photography di atas, harga Tiket Masuk tetap Rp. 15.000 dan boleh membawa Kamera DSLR dan Tripod tentu nya Ya sekian review tentang The Lodge Maribaya ini, sangat worth sekali di kunjungi loh, jika kalian punya waktu lebih di Lembang. Cobalah ke bagian timur lembang ini karena kalian akan menemukan tempat dengan View yang Kece Badai. Juga di area Timur Lembang ini juga ada beberapa tempat yang keren lagi loh seperti Pines Forest Camp (Tempat penyanyi Andine melakukan pernikahan). Lalu Air Terjun Maribaya dll Semoga berguna dan silahkan di Share jika berkenan
  16. 6 points
    Jalan jalan ke Jepang Bagian 3 ini meliputi Harajuku, Shibuya, Shinjuku dan lainnya. Kalau belum baca tulisan bagian 1 dan 2 bisa klik disini ya. Hari ke 6: Harajuku - Shibuya - Shimbashi - Shinjuku Dari Osaka menuju ke Tokyo St dulu untuk nitipin koper (lagi). Tujuan pertama adalah Harajuku! penasaran pengan tau ada apa aja sih disana. Ditengah perjalanan ke Harajuku yang sudah menjelang siang itu, saya browsing ke mbah google kira-kira ada makanan apa ya yang enak disantap di Harajuku(?) dan yang keluar malahan banyak crepes terutama Marion Crepes yang legendaris, jadi penasaran apa sih bedanya crepes di Harajuku ini dibandingkan dengan yang ada di Indonesia. Keluar dari Harajuku St yang super padat langsung nyebrang jalan mengikuti arahan dari googlemaps menuju ke Marion Crepes. Lewatin gang kecil yang entah dimana tapi tetap banyak yang lewat jadi ga usah kuatir nyasar (google maps kasian kok sama turis jadi ga akan parah kalau pun nyasar :p). Sekitar 10 menitan jalan dari Harajuku St, ketemu juga yang namanya Marion Crepes. Pada saat itu udah ampir jam makan siang yang untungnya Marion Crepes nya juga belum ramai. Sedikit tambahan hari itu di Harajuku sangat ramai pengunjung yang mayoritas adalah turis wanita, dijalanan itu memang banyak tempat shopping kosmetik dan fashion dengan harga yang memang cukup miring. Jreng jrenggggg! Gedeeee aja ini crepesnya hahaha. Yang saya pesan ini lupa namanya yang pasti mayoritas coklat isinya. Es krim coklat, wafer, choco crunch, mesyes, kismis dan lainnya. Rasanyaaa enakkk! dan bolehlah untuk ganjel perut sementara karena memang yang menarik untuk dicoba ya crepes ini di Harajuku. Disini ngga cuma Marion Crepes tetapi ada banyak lagi merk lain yang ngga kalah ramai dengan ini. Harga rata-rata untuk crepes ini adalah ¥500. Harajuku terkenal dengan "Harajuku Style" which means kostum dan penampilan anehnya *please correct me if i'm wrong* dan memang saya menemui satu toko yang menjual kostum macam-macam dan cukup unik. Ga cuma tokonya, saya pun ga sengaja berpapasan dengan orang-orang yang berkostum unik ditengah hari bolong. Yang 1 berkostum ala ala Harry Potter dengan menggiring binatang peliharaan yang ternyata adalah boneka ditarik-tarik dan yang satunya Wanita berkostum kurcaci warna warni *ngasal mendeskripsikannya* :p. Melanjutkan eksplorasi ke arah Shibuya karena penasaran dengan patung Hachiko didepan Shibuya St. Tadinya mau naik kereta ke Shibuya tetapi karena liat ke stasiun sangat padat sekali jadi saya memutuskan untuk jalan kaki aja (liat di google maps sih cuma 30 menit jalan kaki). Oh ya saya sempet lihat dibelakang Harajuku St ada yang namanya Meji Shrine ngga begitu paham seberapa dalam masuknya ke dalem, baru 10 menit jalan ke arah dalem aja saya sudah nyerah akhirnya foto-foto bentar. Ngga nyesel deh memutuskan jalan kaki dari Harajuku ke Shibuya, saya melewati toko sepeda yang menurut saya keren sekali (kebetulan doyan sepeda) lalu juga nikmatin cuaca yang tidak begitu terik sambil lihat-lihat sekitar. Perjalanan 30 menit bikin crepesnya cepet diolah sama perut nih, sampe Shibuya laper lagi! Lagi lagi nanya mbah google makanan apa yang enak di Shibuya dan pilihan jatuh kepada Sushi. Tempat sushinya agak susah buat dicari mungkin karena lokasinya ada didalam gedung. Pertama masuk ke gedung udah mulai kuatir "jangan jangan didalam gedung gini mahal nih". Begitu sampai didepan restoran sushinya eh antrinya melingker kayak uler tangga (agak lebay) tapi walaupun panjang waktu antrian saya ngga sampai 10 menit sudah dipanggil, ini membuktikan bahwa orang jepang selesai makan langsung keluar, ngga kongkow gosip dulu macam orang kita hahaha. Saya duduk di sushi bar karena memang sendirian juga kesana, lihat-lihat menu dan murah loh hoho, saya pesen 4 menu + minum cuma ¥1200 aja. Setelah sushi saya menyeberang jalan untuk ke patung hachiko, penuh sekali dengan wisatawan yang ingin foto bareng sama hachiko dan banyak orang indo nya juga :p. Saya mah yang penting pernah lihat, pegang sama foto dah cukup. Sudah cukup puas jalan-jalan di Shibuya, tujuan selanjutnya adalah Shimbashi, singkat cerita sesampainya di Shimbashi St begitu keluar ada banyak stand komik dan majalah didepan stasiun. Tujuannya adalah ke Tamiya Shop yang terletak 10 menitan jalan dari Shimbashi St. Salah satu tempat yang bisa menguras isi dompet nih! harganya pun dibandingkan dengan di Jakarta bisa lebih murah sekitar 40% (IMO). Sayangnya saya ga berani mengambil foto dalamnya takut kena omel :p. Sedikit info bahwa disekitar Shimbashi St banyak sekali kedai makanan dengan menu yang berbeda-beda, mungkin lain waktu mau coba nginap di daerah Shimbashi. Malam ini saya menginap di Boothnet cafe & capsule di Shinjuku. Karena jepang terkenal dengan capsule hotelnya, bolehlah cobain nginep di capsule semalam aja. Reviewnya bisa dibaca disini. Malam itu saya keluar untuk cari makan dan berjalan kaki saja disekitaran hostel. Memang hostel saya ini terletak dilokasi yang sangat strategis karena dekat dengan Shijuku St, beberapa tempat makan, shopping dan saya baru ingat ini adalah salah satu red district di Jepang. Pantas saja malam itu ada beberapa orang kulit hitam yang menawari saya untuk melihat tontonan yang "indah" dengan harga yang bervariatif dan rupanya mereka semacam germo / marketing / sales / apa pun itu haha. Selain itu banyak sekali di pojokkan jalan tulisan DVD 24 hours dan karena penasaran saya masuk ke dalam salah satu toko yang ternyata isinya adalah penyewaan dan penjualan DVD (film box office maupun film yang syur syur) :p. Uniknya dari tempat DVD ini adalah mereka menyediakan ruangan untuk menonton DVD yang disewa oleh orang dengan harga yang cukup murah sekitar Rp. 100.000 / 3 jam (sudah termasuk sewa DVD). Hari ke 7: Mount Fuji, Kawaguchiko Tujuan hari ini adalah Gunung Fuji yang terletak di wilayah Kawaguchiko dan dimulai dari Shijuku St menuju ke Otsuki St. Nanti dari Otsuki St pindah jalur ke Fujikyu Railways menuju Kawaguchiko St. Untuk rute Shinjuku ke Otsuki masih tercover oleh JRPASS (68 menit perjalanan) tetapi Otsuki ke Kawaguchiko harus membeli tiket seharga ¥1140 / trip (60 menit perjalanan). Tiket untuk ke Kawaguchiko bisa dibeli dengan 2 cara yaitu di loket biasa dan dimesin seperti ATM di Otsuki St. Sebisa mungkin kalau memang lagi musim liburan, bangunlah dan berangkatlah sepagi mungkin jika ke gunung Fuji karena memang sangat padat dan ramai pada saat kemarin saya pergi. Pemandangan selama perjalanan menuju Kawaguchiko sangat indah sekali dan gunung Fuji menampakkan puncaknya dengan sangat jelas. Setibanya di Kawaguchiko saya langsung mengantri bus untuk menuju Kawaguchiko lake. Ada beberapa line untuk naik sight seeing bus di Kawaguchiko dan saya naiki adalah bus yang berada di red line dengan biaya ¥480 untuk sampai ujungnya danau Kawaguchiko sedangkan saya hanya membayar ¥150 karena saya hanya sampai di Ropeway. Nah dengan ropeway inilah kita akan dibawah ke viewpoint untuk foto dan menikmati gunung Fuji. Harga tiket ropeway ini ¥710 / return. Sangat disayangkan sesampainya diatas, puncak gunung fuji sudah tertutup oleh awan tebal :(. Saya habiskan waktu sekitar 1 jam diatas menunggu apakah akan hilang awan dipuncaknya dan ternyata tidak. Di lokasi viewpoint terdapat warung oleh-oleh dan snack. Saya pun mencoba membeli semacam sate bulat-bulat yang terbuat dari tepung (lupa namanya) seharga ¥400 termasuk green tea lalu saya juga mencoba eskrim yang dibeli melalui vending machine seharga ¥350. Turun ah! kembali kepinggiran danau Kawaguchiko tempat awal saya turun dari bus red line tadi. Dibawah terdapat satu toko yang menjual cookies khas Kawaguchiko dan saya pun membeli beberapa untuk oleh-oleh karena saya pikir ciri khas dari daerah situ, ternyata setelah dicoba rasanya mirip sama lidah kucing khas Indonesia loh haha! Sekembalinya ke Tokyo dari Kawaguchiko waktu sudah menjelang malam dan saya masih harus seret-seret koper menuju hostel selanjutnya. Malam ini saya menginap di IRORI NIHONBASHI yang reviewnya sudah saya ketik disini. Saya ngga tau menau daerah tempat saya menginap karena memang diluar dari Yamanote Line juga dan menanyakan rekomendasi makan yang enak dari staff hostel. Selama di Jepang belum ngerasain ramen yang enak jadi menu malam itu diputuskan adalah ramen dan rekomendasi dari hostel memang sungguh luar biasa enaknyaaaa! Lagi-lagi saya lupa namanya dan lupa foto ramennya udah laper tingkat dewa (lebay). Pertama kalinya makan di kedai ramen yang pesennya pake koin, noraklah waktu itu ngga ngerti cara pesennya dan pegawainya pun ngga bisa bahasa inggris. Simplenya sih gini, begitu masuk pintu kedai pasti ada mesin (mirip vending machine) disitu kita bisa pilih mau makan apa (mesti nanya ke pegawainya apakah mengandung babi atau tidak bagi yang muslim), setelah pilih mau makan apa baru masukkin koin sesuai harga makanan lalu pencet tombol menu yang pilih. Pork Ramen super enak seharga ¥1080 yang bikin begah perut malam itu :p. Hari ke 8: Ueno Park - Odaiba - Akihabara - Asakusa Belum dapet penampakan bunga sakura yang ciamik bikin saya penasaran dan memutuskan untuk pagi-pagi berangkat ke Ueno Park dan terFujilah ketemu satu pohon yang bagus banget dikelilingi beberapa wisatawan yang sibuk memotret keindahan bunga sakura tersebut, selain itu banyak juga yang sudah duduk ber-Hanami ria. Lagi seru motret eh ada pasangan Indonesia yang pre-wedding disitu juga. Puas berfoto dipohon sakura, lanjut lihat-lihat sekeliling dan masuk ke temple kecil nah dari situ dapet lagi spot bagus untuk foto mengarah ke danau. Jalan kaki dari temple kecil ke danau memakan waktu 5 menit aja dan disitu bisa duduk-duduk sambil bengong. Kebetulan beli sandwich jadi sembari ngemil aja sekitar 30 menitan disitu. Ga kerasa sudah mulai siang jadi balik ke Ueno St buat melanjutkan perjalanan ke Asakusa. Sesampainya di Asakusa ternyata banyak juga pohon sakura dipinggir sungai dan lagi-lagi banyak orang yang berfoto disitu. Cuaca bagus nih, yuklah jalan kaki aja ke Akihabara! berdasarkan info dari googlemaps yang katanya bisa jalan 30 menit akhirnya nekat jalan dan ternyata 1 jam baru sampai hahaha. Dijalan menuju Akihabara saya melewati kantornya BANDAI yang didepannya terdapat beberapa patung seperti Doraemon, Anpan Man, Satria Baja Hitam, Ultraman dan lainnya. Ternyata capek juga jalan kaki ya dan perut udah laper eh ngelewatin Yoshinoya, ya udah deh makan lagi disitu. Sampai juga di Akihabara yang tujuan utamanya adalah hunting barang 2nd hand di SOFMAP! Banyakkk banget gedung SOFMAP disitu tetapi yang saya masukki pertama adalah SOFMAP main building ada 7 lantai dengan macam-macam jenis gadget yang dijual dan berbeda-beda disetiap lantainya. Barang yang kebanyakan dijual di SOFMAP main building adalah barang baru, sedangkan barang 2nd hand banyakan berada di gedung seberang main building yang agak lebih kecil tetapi cukup lengkap (gedung SOFMAP berwarna biru). Sedikit informasi mengenai barang di SOFMAP kalau kalian cari asesoris semacam kabel data, earphone, casing dan lainnya udah jelas lebih murah jika beli di Tokopedia / Kaskus / Indonesia lah pokoknya. Nah sedangkan kalau beli gadget macam PS4 / Handphone / Kamera itu bisa lumayan jauh bedanya karena tanpa tax dan jika transaksi dengan kartu kredit dapat diskon tambahan 5% lagi kalau tidak salah. Puas lirik sana sini di Akihabara saya lanjutkan perjalanan menuju Odaiba, Divercity Mall lebih tepatnya. Disana ada patung Gundam yang super besar dan buat foto seru-seruan aja sih, sisanya ya cuma shopping area aja. Yang lumayan mengejutkan saya adalah ternyata ada bunga tulip yang tumbuh di area dekat Gundam itu dan sangat bagus sekali. Di Divercity juga saya mencari oleh-oleh untuk orang rumah seperti Tokyo Banana dan lainnya. Menjelang sore saya memutuskan untuk pulang ke hostel untuk packing karena besok paginya sudah harus pulang ke Jakarta :(. Makan malam hari terakhir adalah Tonkotsu yang lagi-lagi direkomendasikan oleh staff hotel tempat saya menginap. Jalan kaki pun hanya 10 menit dari hostel. Harga makanannya ¥900. Yak selesai sudah bagian ke 3 Jalan Jalan ke Jepangnya! Semoga semua informasinya walaupun sedikit bisa bermanfaat buat temen-temen yang membaca tulisan saya ini. Cheers!
  17. 6 points
    Berburu Salju Udah hari ke 5 aja nih. Dan ini dia nih perjalanan yg paling ter random dan ter gila yg pernah saya alamin. semua bener2 diluar rencana. Ceritanya memang udah mau pulang dari Takayama dan langsung menuju Kyoto, tapiiii... ketika sesampainya di nohi bus, iseng liat kok ada penawaran promo paket ke negeri salju dgn harga yg menurut saya sih murah bgt. 6000yen udah include 1. bus ke shin hotaka ropeway pulang pergi 1 jam 30 menit 2. naik rope way ke puncak gunung bolak balik 3. makan siang 4. dan pemandian onsen di tengah gunung Gak pake pikir panjang, langsung lempar koper ke loker stasiun dan cabut ke rope way ahahahahahhaha. random aselik. eitss...sblum lempar koper, ngubek2 dulu ambil coat, boots sama sarung tangan, dan beli syal hitam di supermarket nya. takut kedinginan. maklum cuman pake 2 lapis. Liat jam pukul 8.00 pagi, jadwal brangkat 8.40. kayaknya masih memungkinkan untuk jalan2 di sekitar takayama, sekitar 40 menit. So.. saya memutuskan utk langsung jalan ke arah takayama old town. Selama jalan kaki ini banyak bgt little cafe yg menggiurkan bgt utk disandangin, cuman apa daya kejar2 an sama waktu jadi saya lebih milih utk foto2 kegiatan sekitar, lingkungannya dan toko tokonya. yang pertama, selalu ngerasa nyaman ngeliat rumah kayu mereka. homey bgt. kentel suasana tradisionalnya kalo di takayama. Toko tokonya pun unik unik seneng bgt tiba2 nemu kuil mungil ngumpet, tapi ada mata air nya. jadilah numpang minum, sruput....yatalam dingin ajah nih air, kaya ngemut es ahaha. Waks ga berasa udah abis waktu saya, liat jam tinggal sisa 15 menit utk jalan balik ke stasiun. cabutt... dan iya pas bgt, kurang 2 menit doang sblum bus brangkat ahahaha (anak nya suka lupa waktu kalo udah pegang camerah) Naik bus hanget and here i come SNOW. Selama perjalanan pemandangannya berhasil bikin dada saya deg deg an bgt. krn blum pernah seumur umur ngeliat salju betumpuk tumpuk. salah satu impian dari kecil sih liat salju ahahahaha, di shirakawago kemarin kan cuman sisa sisa aja. pgn liat yg bener2 massive!! WoHOOoo. 1 jam berlalu.. yak ini dia nih.. breathtaking view di awal perjalanan salju kitah dreamland.. Sampaaaaaaai! BRRRRRRRR.... dingiiiin ajjj jaaah.. tapi terus bengong......... pertama kali liat view se mistis ini. liat ga itu ada atap terbuka di foto yg bawah. itu dibawahnya mengalir sumber mineral air panas dr gunung. atau bisa kita sebut mini onsen. di situ kita bisa duduk sambil merendam kaki yg biasanya utk mati rasa atau kelelahan. Jadi coba dibayangin duduk nyelupin kaki di air panas dgn pemandangan depan belakang kaya bgini. okay jangan kelamaan bengong, langsung ngantri lah di shin hotaka rope way, saya ga motret si ropeway karena udah keburu terlalu excited lari2 masuk ke dalem. jadi foto dr dalem aja deh ahahaha. kira kira kaya gini nih kalo si ropeway difoto dari luar Untuk naik keatas dgn ropeway cuman dibutuhin sekitar 20 menit sepertinya. 2x naik ropeway untuk mencapai ketinggian 2156 meter. yaiks... cek temperature, -3 aja sodara sodaraa. kaki dan tangan pun langsung beku seketika. sarung tangan kulit bener2 ga bisa halangin dinginnya shin hotaka. keadaan juga makin okeeh ketika salju mulai turun, visibility mulai berkabut dan permukaan salju jadi licin bgt. alhasil cuman bisa jalan2 sekitar 10 meter dari welcome door ahahaha. ga papa deh, modal tongsis dan tangan gemeteran mari kita fotoh fotoh.. oh ini yg namanya salju. nggggggg jadi kepingin es serut. nah foto diatas ini sebenernya dek utk mountain view. cuman pemandangan kehalang sama salju yg waktu itu lagi turun lumayan agak deres. ga papa deh, seneng juga kok maen salju ahahahaha. Naik ke Lantai 2 yuk, nah ini dia nih medan sulitnya. kalo ga pake sepatu bergerigi mendingan jgn pergi jauh2. kepleset meluncur terjun bebas kemana mana ahahaha. berhubung saya emang agak 'NGEYEL' Jadi sdikit nekat pegangan ke tali tipis disamping samping pohon. (yaudahlah yaaa.. ga jauh jauh amat kok ahahaha) cuman memang dinginnya ampun ampunan, ga sedikit orang2 yg lewatin saya ngelirik amaze, krn kok pakaian saya cuman se adanya, sedangkan mreka tebel2 bgt. Yang penting dpt foto bagus!! pantang mundur sayaaaah. salju ngebingkai dahannya cantik cantik bgt. yaudah selfie dulu AHAHAHAHA Cuman kuat sekitar 15 menit aja saya diluar. langsung ngerangkak balik ke dalem dek. sampainya didalem dek langsung mojok deket heater dapur brrrrr. oh ya FYI jgn minum air yg disediain cafetaria disini yah. gratis sih memang.. tapi pas saya minum YASALAM AIR DINGIN kaya Salju! haduh haduh haduh... (langsung nyembur) saya kira air anget.. cem macem aja inih caetaria, lg dingin dikasi air salju. Saya menemukan heater yg lebih enak di daerah oleh2, jadilah saya nongkrong disana, duduk skitar 15 menit, langsung cabut lagi ke ropeway 1 buat foto2 dong. scene hutan disini juga banyak bgt. kaya di wonderland Nah puas foto foto, liat jadwal udah jam 3 sore, harus cepet2 balik nih, kan mau ke onsen dulu ehehehe. tapi kali ini ga bisa foto saya lagi berendem yah, byk yg mandi soalnya buahahahahaha. Berendem cuman 10 menit aja dan langsung cabut lagi naik bus ke takayama station. sesampainya di takayama station saya dikejutin dgn berita buruk. HIDA trainnya yg jam 6 sold out!! mati deh!!... gimana cara mau ke osaka ni kalo bgini, penginapan disini jg pasti udah full book. lemes sambil geret2 koper bingung mau ngapain. tiba tiba kok liat ada kereta hida lagi nangkring, liat jam baru jam 5 kok. iseng nanya kondekturnya, ini kereta hida yg jam 6 kah? dia jawab "ini kereta tambahan utk ke osaka dan kyoto, brangkat dalam 2 menit" APAAAAAAAAAH!!!!! langsung masuk lagi ke takayama station, ngomel sama kasirnya "kenapa ga dikasi tau ke saya ada kereta tambahan?!!' dia jawabsambil clinguk keluar "oh iya saya lupa bilang, silahkan naik miss, nanti keburu berangkat, ini tiketnya" #@$%$%^%&%%$^&$!!! udah males marah langsung ambil tiket dan angkat kaki masuk ke HIDA train, dan saya udah kaya adegan mister bean ketinggalan kereta kayaknya "waitt for meeeeeeee" masuk... lempar koper.. cssssss pintu kereta ketutup AHAHAHA bisa gila inih adrenalin. duduk udah gemeteran ajah ahahahaha. okay liat jam nunjukin pukul 5 brati saya akan sampai osaka sekitar pukul 9 malam. FIUH what a day! Lets get Lost bgt ini judulnya kwkwkwkwk
  18. 6 points
    Goede dag! Akhirnya bisa buka forum jalan2 lagi . Pas banget baru selesai trip keliling Eropa bbrp hari yang lalu. Itinerary nya 14 hari keliling 6 negara: Belanda-Perancis-Belgia-Jerman-Swiss-Italy. Dimulai dari book tiket Qatar di bulan Januari pas bom sarinah. Gara2 ke-2 temen saya udh duluan book tiket dan promo hampir berakhir. Rupiah yang baru aja terpuruk inflasi akhir thn dan instability situation, saya tetep nekat beli juga. Hasilnya, promo yg gak berasa promo. Saya apply visa Schengen di akhir juni via Netherland embassy pas sebelum dialihkan ke- agen visa VFS jadi lebih murah 200rb (agent fee) drpd temen2 saya yg via Italy embassy di VFS Kuningan City. Kenapa beda2? Pertama karena saya start nya dr Belanda. Walao gak ngaruh juga sih, karena temen saya startnya dari Paris, tp karena liat kondisi Perancis yg paranoid gara2 Charlie Hebdo attack, mrk apply via embassy yg berbeda. Yang pasti embassy german kita sama2 hindarin krn terkenal strict nya. Itu juga yg membuat saya pilih Belanda yg terkenal santai dan hampir 100% lolos (katanya). Sempet repot juga, karena salah 1 syarat apply visa di embassy tertentu adalah negara tempat kita apply harus paling byk ditinggali. Padahal itinerary actual , paling lama justru di German. Walhasil harus byk bikin booking-an hotel dgn free cancelation fee yg dibuat seakan2 kita lama di negara tsb. Biaya visa dengan kurs saat itu adalah Rp 910,000 ($60). Stlh visa ditangan, baru deh mulai beli2 tiket kereta,bus dll. Ternyata harga tiket kereta slth kurang dari 3bln semakin mahal padahal visa paling cepet apply 3bln sblm tgl keberangkatan. Tau gini beli tiket 4-5bln seblmnya walo blm dpt visa (sok pede,pdhal deg2an mulu takut gak dpt visa). Day 1 - Selasa, 20 Sep 2016 Akhirnya tibalah di Schipol airport Amsterdam . Selama 18 jam perjalanan termasuk 3jam transit di Doha, saya tidur kurang dari 5 jam krn kegerahan (salah pake baju winter) dan nahan pipis krn kejebak duduk di kursi bgn jendela shg susah keluar masuk buat ke wc. Sebelah saya tidur nya kyk org mati. Yang ada saya sukses nonton The Peanuts movie, Angry Bird, dan Kung Fu Panda 3 selama perjalanan dari CGK ke Doha. Baru setelah pswt lanjutan Doha-Amsterdam bisa tidur padahal seduduk sama cowo2 Belanda yg mayan lucu2 walo curiga rada melambai. Yg saya suka dari Qatar, selain makannya lumayan generous, alias dpt jatah 2x makan+ 1x snack walo pesawat tengah mlm sekalipun, audio entertainmentnya cukup oke touch screen nya, video safety nya pun menarik (baca: pemain2 barca yg ganteng2 yg jadi pemandunya) .Basically satu2nya airlines yg saya niat ngeliatin dari awal sampai akhir iklan2nya. Ok balik lg soal Schipol. Bayangan saya Schipol tuh gedung airport gede yang shopping plazanya gede bgt. Ternyata Schipol plaza itu semacam deretan toko di semi outdoor area,dengan platform kereta di undergroundnya. Untuk beli ticket di mesin pun ternyata, hanya terima pecahan COIN dan credit card. Nah yang gak punya duit coin cukup, mending langsung aja antri di Dutch railways ticket desk. Disana saya bisa top up OV-Chipkaart (hasil pinjeman) sebesar € 10 dan beli single ticket ke Bijlmer Arena tmpt hostel saya berada sebesar € 4.8. Kenapa ngepas bgt. Krn saya bermaksud mo beli day pass Amsterdam&Region Ticket buat besok full day. Jadi € 10 cukup utk hari pertama dan ketiga saja yg cukup utk bolak balik Bijlmer Arena dan Centraal 3x.NOTE: saldo minimum OV-Chipkaart itu € 4 utk naik metro dan tram. € 20 utk naik NS (train airport dan antar kota mrk). Berhubung I Amsterdam office di Schipol panjang bgt antriannya, saya putuskan beli di kantor I Amsterdam di Amsterdam Centraal stn utk day pass besok. Mesin tap utk masuk ke platform kereta itu mirip kyk mesin meter parkiran, jadi pengantar yang tidak akan naik kereta pun bisa masuk ke platform kereta. Jeleknya utk turis yg awam kyk kita, harus inget2 utk tap kartu sblm masuk platform. Karena baca2 ada tulisan huruf2 “I Amsterdam” di dpn Schipol Plaza, saya sempatkan dulu foto2 di depan nya , karena setau saya ”I Amsterdam” di dpn Rijksmuseum rame bgt susah dpt angle bagus. Stlh puas liat2 Schipol Plaza yg mirip Citos satu lantai, saya baru turun ke platform, ternyata salah jalur.hahaha.. lagian pede bgt. Taunya yg platform itu khusus ke Amsterdam Centraal. Untung petugas2nya bisa bhs inggris semua. Airport ke Bijlmer ArenA membutuh kan waktu 35menit. Hostel saya terletak 400mtr dari stasiun Bijlmer Arena. Tp karena buta arah, malah ngelilingin gedung stasiun dulu (untung stasiun kecil) baru ngeh arah. Itu pun berkat google map malah jadi turun naik tangga krn dianggap lbh dekat. Pdhal berat koper saya hampir 20kg. Berkat nyasar ini, akhirnya saya putuskan mandi dulu krn keringetan , dari rencana abis check in jam 4 udh bisa jln lagi keliling kota, yg ada baru jam 5 saya keluar hostel. Kali ini saya naik metro , karena lbh murah dan saldo kartu saya cuma € 10. Naik NS (minimum saldo € 20) utk rute Bijlmer-Centraal sebesar € 2.70.Sedangkan metro hanya € 2.17 dgn minimum saldo € 4. Di Bijlmer, jalur NS dan metro setidaknya dibatasi secara jelas dari jalur eskalatornya, walaupun platformnya sebelah2an. Pokoknya lambang NS itu panah bolak balik sedangkan metro itu tulisan METRO gede-gede. Karena sudah sore dan cape, saya hanya mengelilingi daerah seputar Centraal Stn. Wah byk yg bisa dilihat dan ramai sekali orang lalu lalang , tram, sepeda. Aslik harus waspada jalan disini. Apalagi bentuk jalannya conblock semua , gak jelas mana jalan raya mana jalan org. Untuk I Amsterdam office dpn Centraal Stn masih buka jam 5.30 ini. Saya udh pasrah aja keburu tutup krn terlihat sepi bgt. Setelah beli day pass buat besok, saya lanjut jalan lurus menuju arah Madam Tussaud lalu balik Centraal Stn lagi melalui Red Light Distric. Karena tidak punya sim card local, saya hanya mengandalkan screen shot denah, scr peta2 disini berbayar ternyata. Kirain dpt peta gratis dari airport maupun hostel entah keabisan ato memang disini begitu. Serba byr. Harga peta di I Amsterdam cuma € 2.50 sih tp saya males berbayar gt.hahaha. Dari deretan toko2 souvenir di sepanjang jalan, akhirnya berkat saran teman saya, saya dpt toko souvenir termurah. € 5 dpt 3 magnet. Patokannya toko souvenir setelah hiasan sepatu klompen item dpn toko keju. Dari arah stn berarti sisi sebelah kanan. Rata2 magnet ditmpt lain € 5 cuma dpt 2. Hanya toko ini yg dpt3. Dan model magnetnya banyak. Mrk juga jual peta seharga € 1 tp peta weed.Hahaha..tp saya nyesel jg gak beli.Pdhal unik jg tuh. Krn saya blm makan dari turun pesawat tadi siang, akhirnya saya putuskan beli Pho Bo di Little Saigon, mie Vietnam, krn saya butuh kuah2. Sebodo makanan khan Belanda. Saya butuh kuah drpd seret leher (dan mahal lagi utk beli soup). Mo beli masakan Indonesia, sayang, baru hari pertama, udh harus keluar € 7 utk masakan indo. Berhubung pernah ke Vietnam, ya pho bo nya so so bgt. Mie nya agak alot malahan. Tp dagingnya berlimpah bgt. Sampe bisa saya comotin terus bawa pulang. TIPS: selalu bawa kotak makanan di Eropa sini. Porsi gede2 bow. Mayan buat sarapan besok. Untungnya kuah nya enak bgt panas2 stlh jalan kaki melawan angin mlm di Amsterdam. Bun Bo Noung (rice noodle with beef) saya seharga € 7.5 dan teh sereh yang ternyata air panas dan potongan sereh doank (apa saya salah baca menu ya) € 3.50. No worries menunya ada bhs inggrisnya kok. Dan resto ini ada free Wi-Fi nya.Hihi… Akhirnya jam 8 saya balik hotel, dan lgsg black out tidur stlh mandi. Day 2 - Rabu, 21 Sep 2016 Kesiangan!! Semestinya udh bangun dari pagi2 jam 6 tp malah bangun jam 8, stlh mandi dan sarapan pop mie plus daging sisa pho bo semlm, jam 9 saya segera berangkat. Menggunakan day pass “Amsterdam Region day” saya seharga € 13.50. Day card ini berlaku utk Amsterdam tram, bus, metro dan bus2 menuju Zaanse Schans dan waterland region. Ternyata ada untungnya saya kesiangan. Krn matahari baru terbit jam 7.40 dan kalo blm ada matahari, disini diinginnya banget banget. Siangan pun anginnya masih menusuk, cuman ketolong sedikit dengan sinar matahari. Later on, memang Netherland dingin krn letaknya yg agak ke Utara. Dari Bijlmer Stn saya menuju Centraal Stn utk naik bis #391 di platform E. Untung saya udh browse dulu. Krn penunjuk halte2 bis nya entah dimana, dan platform bis ini gede bgt. Mayan kalo hrs nyari2 dulu. Platform bis ini terletak di lt.1. jadi dari platform metro naik escalator 2x. Bus #391 ini interval nya 15menit sekali. Perjalanan ke Zaanse Schans sekitar 40menitan. Bis nya full Wi-fi. Woohoo. Saya sibuk update socmed deh sepanjang jalan. Petunjuk dlm bis pun cukup jelas. Ada layar monitor yang memberitahu sampai 3 nama halte berikutnya. Jadi bisa siap2 jauh2 sblmnya. Plus Zaanse Schans ini pemberhentian terakhir, jadi aman deh. Zaanse Schans Setiba di Zaanse Schans, saya dan penumpang2 lain yg rata2 turis juga. Sama2 bingung krn lokasi halte nya berasa antah berantah dengan gedung yg spt bekas warehouse.Ternyata memang kea rah gedung dibalik halte itu lah lokasinya. Stlh melewati gedung museum Zaanse Schans, baru deh keliatan arah ke lokasi kincir anginnya. Well mnrt saya dan juga sempet baca2. Memang Zaanse Schans ini newly built windmill buat turis. Ada cheese factory lagi, klompen factory, sempet nonton juga cara pembuatan klompen dan tentunya windmill yang ciamik bgt buat difoto2. Walo dibilang kyk theme park. Saya sih suka.. ga ada entrance fee pula..hahaha.Tapi utk masuk ke windmill ada byr sih. Lupa. Krn gak masuk juga. keramean. Krn saya mengejar wkt makan siang di Volendam. Itinerary saya memang absurd bgt. Saya cuma 1.5jam disini. Puas fotoin kincir angin dari berbagai angle. Saya pun naik bis kembali ke Centraal stn dari halte yang sama. Setiba di Centraal Stn, saya ketemu papan petunjuk nama bis beserta nama haltenya dan estimasi kedatangan. Dari situ saya segera menuju halte tempat bus #314 berada. Volendam Yup disini saya kedapetan bis yg layar info nya matek. Walhasil bukannya buka google maps, gegara liat ada turis2 dari indo dan sempet ngobrol ada yg pernah ke Amsterdam, saya pikir aman donkkk,tinggal liat mrk.Eh kelewatan tuh halte ke Volendam. Hegh. Saya nyadar stlh ngeliat nama2 halte pas bis berhenti sudah ada embel2 Edam, yg saya inget lokasinya setelah Volendam. Walaupun saya pernah baca Edam itu justru lbh bagus dan less touristy, saya gak ada wkt kesana. Akhirnya saya dan turis indo itu memilih keluar di halte selanjutnya yg keliatan ada bis nomer yg sama lagi ngetem kea rah kebalikan. Andddd jrenggg si day pass kami, gak bisa semua. Mungkin krn kita stop dan masuk di jalur halte non turis, bis2 ini memang melewati jalur hunian penduduk, jadi byk penduduk lokal yg turun naik, untung supir nya baekk. Krn gw bilang kita kelewatan halte ke Volendam, kita semua di ijinin masuk . Ternyata kita kelewatan 10menit, dan halte turunnya agak ditengah. Jadi saya balik ke halte tempat semestinya kita turun yang dekat dengan information centre untuk foto2. Sedangkan turis indo yg bareng saya itu langsung menyusuri ke arah dock tempat keramaian turis. Memang beda suasana di Zaanse Schans dengan Volendam, kecuali gak ada windmill ya, di Volendam ini masih merupakan tempat hunian penduduk lokal.Suasananya less touristy (kecuali dkt dock) sepi,nyaman, dan tentram.. pokoknya yang demen sepi2, bakal seneng menyusuri daerah sini. Mendekati daerah dock mulai rame banyak turis dan toko2 souvenir dan restaurant . Disini yg terkenal tentu saja foto ala2 Dutch lady, alias pake baju tradisional sana. Hrg nya € 15/org dan rata2 tarifnya sama aja tuh sepanjang saya jalan kaki nyusurin dock. Mana nih yg bilang bisa dpt € 8. Hrg souvenir stdr. € 5 dpt 2pcs magnet. Berhubung sudah beli 3 kmrn. Jadi saya pass aja. Saya menyusuri deck utk mencari ferry express untuk menyebrang ke Marken.Setelah melihat jadwal saya masih ada waktu 30menit utk keberangkatan berikutnya. Beli tiket dulu € 7.5 utk one way baru cari kibbeling yaitu snack fish n chips. Berhubung harga di resto dengan view laut diatas € 8 semua. Jadinya saya beli yg di food stall seharga € 4.5 fillet fish dengan saus tartar. Terus duduk2 di kursi-kursi yang menghadap laut. Makan sambil menikmati angin laut. Senangnya. (macam gak kedinginan). Tp kalo soal rasa sih.. masih enakan fish n co Jakarta..hahaha .Mnrt saya agak greasy dan msh ada duri ikannya. Yikes, pdhal saya paling illfeel makan ikan ada durinya gt. Yah.. € 4.5 mo complain apa lagi. Dari segi size sih cukup besar. Tp berhubung ga ada French fries nya, dikenyang2in sajalah. Nasib ,ga ada wkt beli waffle disebelah food stall fish n chip, krn cukup antri. Jadinya langsung naik ferry. Org ferry nya ngasih peta seputar waterland region, jadi di ferry bisa baca peta mo ngapain aja di Marken nanti. Soal view, yg bagus sesaat setelah brgkt dan sesaat seblm sampai.. selebihnya ya laut aja yg ga ada view. Makanya di ferry jualan beverages juga buat kongkow2 ngisi waktu. Marken Marken ini ya setipe dengan Volendam. Ada clog (klompen factory) juga, cheese factory (lagi dan lagi). Ada hunian penduduk juga. Berhubung saya absurd dikejar wkt plus nyasar dikit di kotanya. Padahal desanya kecil dan udh ada peta. Akhirnya malah nemu halte bis. Terus saya ambil bis #315 dan balik ke Centraal Stn (pemberhentian terakhir). Summary: Zaanse Schans: Bis #391. Platform E. Interval 15mins. Traveling time 40mins. Volendam: #312 ,#314, #316 .arah Edam. Cari aja yg tercepat. Turun di halte: Julianaweg/centrum Volendam. Traveling time 40mins. Marken : #315. Turun di halte Kerkbuurt-Centrum. Interval 30mins. Traveling time: 35mins. Berhubung sampai Centraal stn masih jam 3-an. Saya akhirnya naik tram #2 ke Rijksmuseum. Ambil foto di depan huruf2 I Amsterdam dan foto di tamannya. Rijksmuseum Amsterdam (everyday:09.00-17.00.Fare 17.50euro. garden area (Museumplein) is free to stroll up to 18.00) and I Amsterdam letter. How to get there: By tram (from Central Station) - lines 2 or 5 (exit on stop Hobbemastraat); from elsewhere in the city - tram 6, 7 or 10 (stop Spiegelgracht). By bus: 145, 170, 172 (stop Hobbemastraat). Please note that the bus stop Museumplein is far from the city museums. Karena saya gak minat masuk museum. Saya jalan kaki ke arah Hard Rock Café Amsterdam utk beli kaosnya. Later on ini kepake banget karena saya keabisan t-shirt. Hard Rock Café Address: Max Euweplein 57, 1017 MA Amsterdam, Netherlands Open: 9am-1am Dari situ jalan kaki lagi ke resto Dutch lokal yang namanya Hap Hmm. Ini katanya recommended. Makanya saya bela2in kemari.Plus ternyata ada menu bhs inggrisnya dan free Wi-fi (penting!). Pesen grandmother meatballs (grootmoeders gehaktbal-€ 8.50) , coklat souffle dengan ice cream vanilla (Chocoladesouffle met ijs ens slagroom-€ 3.5) dan peppermint tea €3.00. Rasa: meatballsnya mayan enak. Dpt 2meatballs tp gede bgt. Dan kentang rebus nya byk bgt . Dpt bayam tumbuk (?) rasanya asiiin dan creamy, jadi saya gak makan byk. Saking gedenya porsinya (mnrt saya) jadi saya masukin ke kotak makan utk besok pagi ¼ nya. Dan itu pun tetap byk lah. Serius kenyang bgt. Souffle saya sampai gak abis. Huhuhuhu padahal justru yg ini enak bgt. Lava cake gt. Coklat dlmnya meleleh pas dipotong… hiksss sediiihh. Gak mungkin juga dibawa pulang. Kotak makannya cuma 1. Hap Hmm Address: Eerste Helmersstraat 33, 1054 CZ Amsterdam, Netherlands Open: Mon-Fri: 4.30pm-8.45pm Selesai makan. Saya mo ke arah Rembrandt House melewati Bloemenmarkt. Naik tram #1 ke arah centraal Stn turun di Koningsplein. Dari situ saya nyasar.. cuma ketemu Bloemenmarkt. Yg udh tutup juga krn sudah jam 5an.Jadi gak festive2 amat. Semestinya ke museum Rembrandt saya malah cuma ketemu patungnya tok. Mungkin deket2 situ ya. Tp krn sudah mulai jam 7, sudah mulai gelap. Saya akhirnya memutuskan ke Anna Frank yang semestinya saya datangin di hari pertama. Nekat sih.. krn sebenarnya kalo udh gelap agak riskan jg cari jalan sendiri. Menimbang betapa payahnya saya membaca peta. Anna Frank ini sebenarnya buka sampai malam. Justru yg beli on the spot itu memang dibolehkan nya stlh sore. Tp nasib. Turun tram #14 yg kebetulan sejalur dari Rembrandtplein, eh bukannya belok kiri saya malah ke kanan. Ya gmn yee.. di screenshot peta, deket canal, nah tiap 2 lajur jalan, canal semua. Mana saya tau arah mana. Setelah jalan 30menit, saya baru berasa, kyknya kebalik arah, nemu laki2 cakep (harus donk nanya sama yg kece2) lg ngafe sendirian diluar sambil maenan gadget, akhirnya saya samperin, saya tanya arah Anna Frank House yg ke mana dan benerlah.. memang arah kebalikan saya. Dia kasi tunjuk google map nya dia. “Approx 30mins walking from here” hiks bgt. Sebenarnya kata si bule cakep itu, patokannya dkt sama gereja. Berhubung udh gelap, gak jelas juga penampakan gerejanya. Akhirnya saya jalan sesuai kata dia. Kyknya ketemu gerejanya. Daaan ternyata memang dkt abis dari tmpt saya turun tadi. Berhubung udh gelap,krn udh jam 9.15. Walaupun masih byk yg antri diluar.Saya cuma foto2 dikegelapan doank.Males masuk.Krn udh gak mood.Dan seinget sy di dlm museum naik2 tangga lagi. Gagal deh mo liat scene first kiss “The Fault in Our Stars” (lho). Maaf saya blm baca buku Anna Frank nya. Sad ending gt gak kuat deh baca ampe akhir (ya iyalah memoar dari diary korban WW1), mending baca ikhtisar nya aja udh cukup. Seandainya masih ada energy dan space diperut. Sebenarnya masih blm kesampaian makan apple tart yg recommended nya itu dkt Anna Frank House. Hiks .sudahlah. Akhirnya naik tram dkt gereja (empet bgt) apalah nomernya yg penting adad tulisannya Amsterdam Centraal. Langsung pulang ke hostel dan packing buat besok ke Paris. Anna Frank House: Open: Daily 9am-9pm (till 10:00 pm on Saturdays).Online visitor up to 3.30pm. Onsite visitor only after evening. Ticket € 9 How to get there: Streetcar 13, 14, or 17 to the Westermarkt stop.Bus 170, 172 or 174 to the Westermarkt stop.The Museum Boat stops directly in front of the Anne Frank House.15 minutes walking from the Central Train Station Day 3- Kamis 22 Sep. Check out. Stlh pake drama krn sekamar sama2 bule2 yg pada gak biasa bangun pagi dan lampu nyala. Akhirnya saya packing diluar kamar dan kehilangan gembok kesayangan saya.HIks. Selesai sarapan dengan meatball sisa semlm. Saya cabut ke Centraal Stn. Biar bisa geret koper dengan santai. Udh santai2 bgt gt, masih aja sampai centraal Stn sejam sebelum keberangkatan. Sampai papan info nomer platform nya aja blm muncul. Untung ada petugasnya, dan kereta Thalys ke Paris yg berangkat jam 11.17 ada di platform 15b. Sesampai di platform 15b saya liat dia anak tangga biasa ke platform yg letaknya diatas. Untungnya saya kekeuh ambil yg 15a pakai escalator. Ternyata nyambung, Dan ternyata dingin ya boookk. Apadaya ternyata di Centraal stn jarang bangku, toko2 pun cuma seimprit. Akhirnya duduk di bangku khusus perokok di platform yg kebuka, dan dingin berangin. Sisi bagusnya , saya jadi mempelajari antara lokasi gerbong saya harus tunggu di tanda stop-an yg mana krn ada denah gerbongnya. 15menit menjelang kereta datang. Penumpang mulai keliatan berkerumun banyak. Dan keretanya datang 5menit seblm waktu keberangkatan. Beuh. Untung saya masih dpt tmpt koper dkt pintu. Krn kalo tidak harus taro koper di rack atas kursi. Bye bgt. Angkat koper 24inchi seberat 18kg. Thalys nya gak se-extraordinary bayangan saya. Masih bagusan Shinkansen Jepang jauhhhh…At least masih dpt free wi-fi, dan colokan later on kereta2 German malah ga kasi apa2. Padahal semua serba mahal. Jarak antar kursi pun memang kurang memungkinkan utk taro koper di kaki kita, gak seperti di Shinkansen. Dgn koper yg sama, saya msh bisa taro kaki disela2 koper dan bangku. Thalys ini saya beli 2.5bln seblmnya, stlh dpt visa. Dpt di harga € 52. Kalo beli 4bln sblmnya bisa dpt diharga € 35 saja. Sedih ya. Hasil dari nunggu kelamaan tadi, saya jadi bisa beli sandwich (€3) dan stroopwafel (€ 1) utk dimakan dikereta. Kepikiran LINDL supermarket dkt hostel yg gak sempat saya datangin, gara2 gak boleh bawa backpack kedlm. Pasti lbh murah2 lagi pilihannya. Ah sudahlah.. bersambung di FR Paris ya..
  19. 6 points
    eka wibisono

    "CIMON" IGA PENYET MAKYUSS

    Abis libur Lebaran kaya sekarang ini, salah satu yg bikin orang kantoran pusing adalah mencari tempat untuk makan siang. Ya maklum aja deh OB belum standby semua di kantor dan yang jual makanan di sekitar kantor jg masih banyak yang tutup. Mau gak mau deh, terpaksa cari ilham menu makan siang dan kudu jalan beli sendiri. Karena udah gak ada ide, jadilah makan siang hari ini, aku, @Luxia dan salah satu teman berburu makan di daerah Karet, dan pilihan jatuh lagi ke rumah makan CIMON. Kalo denger nama tempatnya, orang biasanya ragu tuh mo icipin menu di Cimon. Tp kalo udh cobain..hmm..pasti pengen balik lg (banyak orang2 kantor sekitar Sudirman, Karet & Kuningan udah lama jadi fansnya CIMON). Untung hari ini, belum byk karyawan kantor yg efekti kerja, jd masih belum terlalu ramai org yg makan di sana (gak perlu antri cari tempat duduk). Berhubung laper berat, jadi lah kami memesan Paket Iga Penyet Goreng (2 porsi), Nasi goreng seafood, Tahu kipas, Cumi bakar dan jamur crispy (hehehe...udh kalap krn laper). Ini dia tampilan pesanan kami (cumi bakarnya gak sempet ke foto krn udah terlanjur masuk perut hehehe) CIMON ini banyak macam menunya antara lain Bakmi Bangka, Soto Betawi, Sop Buntut, Chinese Food, Ayam Penyet dll. Tp Menu CIMON yg banyak dicari orang adalah Iga Sapi Penyet goreng atau Iga Sapi kuah. Untuk urusan rasa boleh deh diadu dengan Iga Penyet "TEKO' atau "LEKKO". Oh iya sebelum Iga Penyet "TEKO" atau Iga Penyet "LEKKO" ada, Cimon ini udah duluan jual menu olahan Iga Sapi lho. Jam operasional: 11.00 - 21.00 WIB (Senin-Minggu). Lokasi Cimon ini di Jl. Prof Satrio No. 18. Strategis bgt lokasinya. Nih petunjuknya kalo mau ke Cimon. 1. Kalo dari arah bunderan HI, masuk ke jl. Sudirman, setelah Gedung WTC belok kiri ke Jl. Prof Satrio arah Mall Ambasador. Telusuri aja terus jl. Prof Satrio, nah setelah lewat pertigaan Karet Pedurenan, langsung deh keliatan tuh lokasinya CIMON yg bersebelahan dengan Warung Sate (pokoke sebelum Mall Ambasador). 2. Kalo dari arah Tebet, ambil jalan ke arah Jl. Sudirman tapi jgn naik ke jalan layang yg langsung ke jl. KH Mansyur), nanti putar balik di bawah jalan layang Karet (deket gedung Sampoerna Strategic) masuk ke Jl. Prof Satrio lagi. Udah gitu ikutin deh petunjuk seperti di No. 1. 3. Kalo dari arah Semanggi, setelah halte Benhil, ambil jalan arah ke Jl. KH Mansyur, puter balik di depan Citiwalk, ambil jalan layang Karet yg ke arah mall Ambasador (jangan ambil jalan layang yg langsung ke jl. Casablanca). Tinggal ikutin deh petunjuk seperti di No. 1. Nih aku kasih liat deh daftar menunya (tp udh aku pilih menu yg jd favorit banyak orang) Untuk harga seporsi Nasi, Iga Penyet goreng (4/ 5 potong tergantung besar kecil iga) dan kuah kaldu sapi dibandrol Rp.50 rb. Dibandingin dengan Teko atau Leko harga masih lebih murah di Cimon, menurut aku sih. Yang bikin mantep Iga Penyet Cimon adalah sambelnya yang pedes tp bikin nagih dan kuah kaldu sapi gratis sebagai pendamping. Mo minta tambah sambel lg, jgn kawatir gratiis pula. Abis kepedesan makan Iga Penyet, boleh jg tuh pesen menu Es-Es an buat mengurangi rasa pedes di mulut. Ini dia pilihannya: Jadi teman-teman yg berkantor di segitiga emas Sudirman atau yg kebetulan lewat di seputaran daerah Karet, kalo belum pernah icipin CIMON, jgn ragu deh cobain makan di sana. Dijamin gak nyesel.
  20. 6 points
    Hola Momod Here !!! Seperti yang kalian tahu tiap 3 - 4 bulan sekali Komunitas Jalan2 Indonesia dari Forum Jalan2 ini mengadakan Gathering Nasional, dimana kita mengumpulkan member dari seluruh Indonesia untuk Jalan2 Bareng mengunjungi suatu daerah dan destinasi yang ada. Nah kali ini tanggal 31 Mei - 2 Juni 2015 Gathering Nasional ke 8 dilaksanakan kembali dengan hasil Voting destinasi Sumatera Barat yang terpilih kita kunjungi. Dan @vitriya saputra dari Regional Padang dengan Sukarela mau menjadi Panitia acara ini, terima kasih banyak vit Btw peserta nya lebih banyak cewek loh, cowok nya total hanya 7 orang hahaha Berikut Cerita Perjalanannya 31 Mei 2015 Peserta yang terkumpul total 31 orang dan ada yang udah tiba dari tanggal 30 Mei 2015 yaitu : @Jalan2 (Singaparna) @deffa (Di Hatimu) @kyosash (Jakarta) @Atana Sarah Dinda Nadhirah (Bogor) @Hasdevi (Bogor) @eka wibisono 1 (Jakarta) FB Luxia Kwan (Jakarta) FB Netty Neh (Jakarta) FB Lenny Zein (Aceh Singkil) FB Azra zahrah nadhirah ikhwani @dediku (Lampung) FB Agnisaa Dwi Handayani (Jakarta) FB Siti Rukoyah 1 (Jakarta) FB Siti Rukoyah 2 (Jakarta) FB Siti Suwarni (Bandung) FB Iva Sativa (Bandung) FB Edhis Subhana 1 (Jakarta) FB Edhis Subhana 2 (Jakarta) FB Edhis Subhana 3 (Jakarta) FB Tri Noviarty (Pontianak) FB Sarah Eyiee (Batam) FB Agustin Darmayanti (Palembang) FB Agustina Soleh (Palembang) FB Eknia Nttu Nunk (Jakarta) FB Triwahyuni Trisnaningsih (Jakarta) @Sari Suwito (Jakarta) FB Junita Sitompul (Bandung) @mone (Jakarta) @vitriya saputra (Padang) FB Bayu Kelana (Palembang) FB Anggun Setianingrum (Palembang) Untuk Rute tanggal 31 Mei 2015 ini adalah : 08.00 : Meeting Point Di Bandara Padang 08.30 : Menuju Bukittinggi 09.30 : Tiba di Lembah Anai (Foto2) 10.30 : Perjalanan menuju Bukittinggi (Melewati Serambi Mekkah Padang Panjang) 11.30 : Tiba di Koto Gadang (Ishoma) 12.30 : Menuju Lubang Jepang, Great Wall Koto, Janjang Seribu, Ngarai Sianok, Taruko. 18.30 : Wisata Kuliner di Sekitar Jam Gadang 22.00 : Menuju Penginapan Hello Guesthouse Bukittinggi BANDARA MINANGKABAU Meeting Point pukul 08.00 WIB di Bandara Minangkabau International Airport, jadi yangs udah tiba di Padang 30 mei, harus kembali lagi ke Bandara ini, karena bandara ini searah dengan rute ke Bukittinggi. Btw yang menginap di Sofyan Inn Rangkayo Basa Hotel, ada kejadian unik, pagi-pagi air nya gak nyala dan sebagian gak mandi cc @Jalan2 @kyosash @dediku Tiba di bandara Minangkabau meeting point ternyata semua nya tepat waktu loh, dan sudah terkumpul 30 orang yang harus nya 31 orang karena @mone harus mengantar orang tua nya ke daerah Dharmasraya sekitar 6 jam dari Bandara, dan janjian ketemu di Bukittinggi saja. Bus menggunakan Bus Pariwisata 35 seater. Yuhu perjalanan pun di mulai dengan destinasi awal ke Air Terjun Lembah Anai, perjalanan sekitar 1 jam lebih, dan disini masih pada malu-malu karena masih belum berkenalan, kecuali rombongan laki-laki di bagian belakang Bus yang di kompori oleh Upin @dediku hahaha AIR TERJUN LEMBAH ANAI Sekitar pukul 09.30 WIB kita tiba di Lembah Anai dan memang Air Terjun ini berada tepat di sisi jalan lintas Padang - Bukittinggi jadi kita tidak akan terlewatkan. Harga tiket masuk perorang Rp. 3.000 perorang untuk weekend, di mulai lah mencar untuk cari spot-spot terbaik, ada yang di sisi kiri-kanan malahan ada yang dekat dengan kolam nya biar oke Tidak lama disini mungkin sekitar 1 jam, lalu kita memulai perjalanan lagi yang cukup jauh sekitar 2 jam untuk ke destinasi berikutnya yaitu Koto Gadang. Seperti biasa kalau perjalanan jauh pasti semua nya tertidur kecuali rombongan belakang bus yang masih semangat karaokean lagu Ria Amelia - Ayam Den Lapeh vokal @dediku featuring @kyosash hahah KOTO GADANG Tiba di Koto Gadang sekitar pukul 11.30 WIB, dan kita langsung sedikit takjub dengan pemandangan yang di berikan di kiri kanan banyak nuansa Hijau dari Sawah dan Padi, dan juga Rumah Adat Koto Gadang ini memberikan kita spot yang bagus untuk Poto-Poto. Oh iya kita disini sekalian makan siang dengan Nasi Box yang sudah di pesan dan juga Sholat di Mesjid nya Setelah selesai istirahat dan makan kita lanjutkan perjalanan ke Great Wall Koto Gadang yang sebenarnya tidak jauh dari tempat kita istirahat sekitar 1 km, namun demi menghemat waktu kita sewa Angkot saja dari sini, karena bus tidak bisa naik jalan nya kecil. Karena angkot cuma 1 jadi kita gantian naik sampai 3 kali bolak balik. Oh ya sambil nunggu angkot nya kita nyobain Ice Cream Cone keliling yang enak dan murah loh cuma Rp. 3.000 Oh ya karena saya dan beberapa peserta lain memutuskan untuk jalan aja sambil nunggu angkot datang lagi, kami melewati perumahan penduduk yang cukup unik bangunan nya GREAT WALL KOTO GADANG Tidak lama kita pun tiba di Great Wall Koto Gadang (Janjang Koto Gadang) alias Tembok Besar Cina nya Bukittinggi (Sumatera Barat), tiket masuk nya Gratis hanya Sumbangan se ikhlasnya saja. Ya jika dilihat sepintas mirip lah dan juga ada semacam View Area yang menyerupai Benteng, nah disana lah yang saya rasa mirip Tembok Besar Cina nya, dan merupakan Spot Foto yang bagus, btw hati-hati ada monyet disini heheh NGARAI SIANOK Oh iya rute Great Wall Koto Gadang ini nyambung sampai ke Ngarai Sianok dan Lobang Jepang jadi banyak spot foto bagus selama perjalanan ini yang sayang jika di lewatkan. Dan juga kita melewati Ngarai Sianok dari jembatan veiwnya bagus loh. LOBANG JEPANG Setelah berjalan yang lumayan cukup jauh akhirnya tiba di depan Lobang Jepang dan ternyata Bus kita parkir disini, ya kita masuk lah ke dalam gua ini, dengan membayar tiket perorang Rp. 8.000 Weekend dan juga membayar jasa guide setelah negosiasi dapat lah harga Rp. 150.000. Dari penjelasan Guide, Lobang Jepang ini dulu nya merupakan tempat persembunyian nya Tentara Jepang selama Perang Dunia II, dimana disini juga di gunakan untuk para tentara Jepang menculik warga yang tidak sengaja lewat daerah ini, karena dulu nya disini adalah pegunungan. Disini terdapat banyak ruangan seperti Penjara, Dapur, dll. JANJANG SARIBU Beres dari Lobang Jepang, kita kembali naik bus dan rute selanjut nya kita ke Ngarai Sianok dan Janjang Saribu, namun sayang ketika di perjalanan ke Ngarai Sianok, busa tidak bisa masuk karena jalan nya yang kecil. Kami terpaksa turun dan jalan melalui arah dari Janjang Saribu ke Ngarai Sianok, tapi entah kenapa kita malah tertarik menaiki Janjang Saribu ini, mungkin karena tadi udah dapat poto dari atas Ngarai Sianok heheh. Oh iya tiket masuk Janjang Saribu Rp. 2.000 perorang Oh iya Janjang Saribu ini berupa tangga yang katanya jika di hitung terdapat 1000 anak tangga dan di Puncak nya terdapat semacam area Panorama untuk melihat dari puncak Walaupun saya gak ikut naik tapi bisa di lihat dari poto diatas kan heheh Beres dari Janjang Saribu ini kita menuju ke destinasi berikut nya yaitu Taruko Sebenarnya perjalanan cukup pendek dari Janjang Saribu hanya sekitar 10 menitan, namun karena lagi-lagi jalan yang kecil, bus tidak bisa lewat, jadi kita haru jalan kaki sejauh 1,5 km untuk menuju ke Taruko ini. Dan melalu jalan yang masih kurang bagus pula. Namun sepanjang perjalanan ini kita di suguhi pemandangan alam yang Ciamik dah TARUKO CAFE Setelah jalan kaki selama sekitar 20 menitan tiba lah kita di Taruko Cafe, yup taruko ini berupa Cafe & Restoran yang menjual berbagai jenis makanan dan juga yang pasti pemandangan alam jadi Point utama mereka. Dari segi makanan rasa nya biasa saja dan harga nya juga standar harga Jakarta. Tapi dari segi pemandangan nya Priceless deh Continue
  21. 6 points
    Istilah travelling berarti bepergian ke suatu tempat untuk berpetualang atau berwisata. Kegiatan ini tergolong sangat menyenangkan. Maka tidak heran banyak orang yang menjadikan travelling sebagai hobi mereka. Namun, sebagian orang lain merasa bahwa travelling adalah kegiatan yang sia-sia, membuang waktu, dan menghabiskan uang. Padahal, kenyataannya justru bertolak belakang dengan itu. Travelling adalah suatu kegiatan yang dapat memberikan pengalaman dan pelajaran berharga dalam hidup. Hal inilah yang banyak membuat orang suka melakukannya. Bagi orang yang belum pernah travelling, tentu akan sulit untuk memahami apalagi merasakan manfaat dari kegiatan yang satu ini. Melihat Dunia Lewat Travelling (Sumber: Flikcr. Credit: Raffaele Camardella) Jika Anda termasuk orang yang belum mengerti manfaat travelling bagi kehidupan, coba simak ulasan di bawah ini. Siapa tahu, Anda bisa terinspirasi untuk segera memulai petualangan Anda dalam menjelajah tempat-tempat unik di seluruh dunia. 1. Menghindari Kejenuhan dan Stress Banyak orang yang melakukan travelling untuk sekedar refreshing. Ini adalah manfaat utama dari kegiatan travelling. Tanpa travelling, seseorang akan terjebak dalam situasi yang sama, lingkungan yang sama, dan rutinitas harian yang sama. Hal ini tentu saja akan menyebabkan kejenuhan. Padahal, kejenuhan adalah pangkal dari stress. Orang yang terkena stress, cenderung akan mengalami penurunan performa dan kesehatan dalam hidupnya. Alhasil, kualitas hidup pun berkurang. Kejenuhan atas Rutinitas (Sumber: Flickr. Credit: Fariza S.) Dengan bepergian, meninggalkan segala macam rutinitas kehidupan untuk sementara, tentu kejenuhan akan berkurang. Apalagi, jika kita berwisata ke tempat-tempat yang menyenangkan, melakukan aktivitas yang kita suka, tentunya kita akan semakin jauh dari resiko stress. 2. Meningkatkan Kesehatan dan Stamina Tubuh Berbagai jenis obyek wisata dan kegiatan bisa membantu kita meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh. Misalnya adalah penjelajahan alam seperti trekking, mountaineering, rock climbing, caving, dsb. Ketika melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, fisik kita akan terlatih untuk berjalan jauh. Ini akan sangat menyehatkan jantung, tulang, dan juga sistem pernapasan kita. Kita semua tahu bahwa jantung adalah organ yang paling banyak terserang penyakit mematikan. Selain itu, penjelajahan alam juga akan membuat kita menghirup udara yang masih segar dan bersih. Tentunya paru-paru kita akan menjadi lebih sehat. Hidup Sehat dengan Udara Segar di Alam Bebas (Sumber: Flickr. Credit: Akram Elsadawie) Kegiatan travelling juga akan meningkatkan stamina tubuh kita. Dengan seringnya melakukan kegiatan dan berkeliling, tentu badan kita akan terlatih dengan aktivitas yang tinggi. Akibatnya, tulang dan otot-otot kita akan jadi lebih kuat dan tidak mudah lelah. Manfaat ini tentunya akan sangat terasa bagi kehidupan kita, baik di masa kini maupun di masa tua nanti. 3. Lebih Berani Mengambil Resiko Travelling berarti meninggalkan rutinitas hidup. Meninggalkan rutinitas hidup berarti meninggalkan zona nyaman. Ini berarti, akan ada resiko yang harus kita ambil. Kegiatan travelling memang beresiko, apalagi jika tujuan kita cukup jauh. Misalnya, kita bisa saja tersesat, kita bisa saja kehabisan uang sebelum pulang, atau bisa juga kita tidak menyukai makanan yang ada di sana. Bagi sebagian orang, ini merupakan hal yang sangat tidak menyenangkan. Mengambil Resiko (Sumber: Flickr. Credit: Jordi Puente) Dengan memberanikan diri untuk berpelancong, kita akan memberanikan diri untuk mengambil resiko tersebut. Semakin sering kita bepergian, semakin besar resiko yang kita akan berani ambil. Mulailah mengunjungi tempat-tempat yang dekat dulu agar resikonya kecil. Lama-lama, kita akan semakin berani untuk mengunjungi tempat yang benar-benar jauh dan asing. Tanpa disadari, travelling akan melatih kita untuk lebih mengambil resiko lain dalam hidup. Sementara kita tahu, berani mengambil resiko adalah salah satu kunci meraih kesuksesan dalam hidup. Maka, secara tidak langsung dapat kita simpulkan bahwa travelling dapat membantu kita meraih dalam meraih kesuksesan. 4. Lebih Kreatif dalam Menghadapi Tantangan dan Masalah Saat berwisata, kita akan menghadapi berbagai macam tantangan, apalagi jika kita bepergian sebagai backpacker. Mulai dari kesulitan mensiasati budget, kebingungan mencari transportasi umum di kota tujuan, dan sebagainya. Jika kita memang berniat untuk travelling, maka kita akan memutar otak untuk mencari solusi terbaik. Semakin sering kita menghadapi masalah saat merencakan dan melaksanakan travelling, maka akan semakin sering kita memaksa otak kita untuk berpikir mencari jalan keluar. Dengan terbiasa berpikir seperti ini, otak kita tentunya akan jadi semakin kreatif dalam menghadapi tantangan. Mencari Jalan Keluar (Sumber: Flickr. Credit: Beijing… Beijing…) Otak yang kreatif bukan hanya bermanfaat dalam kegiatan travelling saja, tapi juga dalam setiap aspek di kehidupan kita. Kita bisa lebih kreatif juga di tempat kerja, lebih kreatif dalam menghadapi masalah sehari-hari, dan juga lebih kreatif dalam usaha meraih kesuksesan. 5. Lebih Fleksibel Pada saat travelling, tentunya kita sudah punya rencana untuk tujuan, rute, budget, dan lain sebagainya. Beberapa orang bahkan membuat perencaan travelling yang sangat detail dan terarah. Namun, pada saat sudah benar-benar di lokasi tujuan, seringkali keadaan tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Namun karena sudah kepalang tanggung, tidak mungkin kita pulang begitu saja. Alhasil, kita harus mencari jalan lain agar tetap bisa menikmati wisata yang kita inginkan. Misalnya, kita berencana jalan-jalan ke India. Sesampainya disana, kita mendapati bahwa hampir semua makanan mempunyai bumbu rempah yang kuat sementara kita tidak terlalu menyukainya. Akhirnya, kita mulai melatih lidah kita untuk lebih fleksibel dengan masakan rempah. Orang yang perfeksionis mungkin sangat perlu melakukan travelling agar bisa melatih diri untuk lebih fleksibel. Bagaimanapun, kehidupan ini tidak selamanya akan berjalan sesuai dengan rencana dan keinginan kita. Orang yang tidak bisa fleksibel dalam menghadapi keadaan hidup tentu akan lebih mudah stress. Sebaliknya, dengan menjadi orang yang fleksibel, kita bisa lebih menikmati hidup. Sikap Fleksibel Membuat Kita Lebih Menikmati Hidup (Sumber: Flickr. Credit: 希佳 曹 ) 6. Mengenal Orang-Orang Baru Semakin jauh kita bepergian, akan semakin asing lingkungan yang kita temui. Orang-orang di sana pun juga akan semakin berbeda dengan orang-orang yang ada di lingkungan kita sehari-hari. Di tempat yang kita kunjungi, orang-orang akan memiliki budaya yang berbeda, kebiasaan yang berbeda, bahkan selera berpakaian pun bisa juga berbeda jauh. Dunia ini begitu luas dan beragam. Semakin banyak tempat yang kita sambangi, semakin banyak keragaman yang kita temui. Bertemu Orang-Orang Baru (Sumber: Flickr. Credit: New People) Saat travelling, seringkali juga kita berjumpa dengan traveler lain, apalagi jika kita bepergian ke obyek wisata yang sudah terkenal di dunia. Bukan tidak mungkin kita bisa mendapatkan banyak teman baru dari berbagai belahan dunia. Semakin banyak teman yang kita miliki, tentu hidup kita akan semakin terasa menyenangkan. Apalagi, jika teman-teman kita berasal dari tempat dan budaya yang beragam. 7. Mendapat Pelajaran dan Inspirasi Hidup Dengan menemui lingkungan dan orang-orang yang baru, kita dapat mengambil banyak pelajaran berharga, terutama pelajaran tentang kehidupan. Misalnya, di Singapura, kita akan belajar tentang toleransi beragama. Di desa wisata suku Badui Dalam, kita akan belajar tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Dari sesama traveler pun, kita juga bisa saling berbagi cerita dan pengalaman. Dari sinilah, kita juga dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang berarti. Seringkali juga, pelajaran-pelajaran yang kita ambil saat berwisata dapat memberikan inspirasi untuk kehidupan kita. Selain mendapatkan pelajaran secara langsung dari orang yang kita temui, kita juga bisa mempelajari pengalaman hidup traveler-traveler lain yang tidak kenal. Caranya adalah dengan mengikuti forum komunitas di internet atau membaca novel non-fiksi yang ditulis berdasarkan pengalaman hidup seorang traveler. Beberapa novel travelling yang cukup inspiratif antara lain: The Turk Who Loved Apples, Unlikely Destinations, The Geography of Bliss, dan masih banyak lagi. 8. Merubah Sudut Pandang Anda Dengan berbagai macam tantangan yang kita hadapi dan pelajaran hidup yang kita terima dari orang-orang baru, kita akan semakin melihat bahwa ada begitu banyak hal di dunia ini yang belum pernah kita sadari sebelumnya. Hal-hal tersebut akan merubah cara Anda melihat dunia. Seringkali, pengalaman yang kita alami membuka mata kita pada suatu sudut pandang baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Travelling Membuka Sudut Pandang Baru (Sumber: Flickr. Credit: Lauren Parker) Melihat dunia dengan sudut pandang yang luas dan beragam, akan membuat kita lebih bijak dalam mengambil keputusan. Kita juga akan lebih bisa menghargai dan memahami orang-orang lain di sekitar kita. Tentunya, kita juga akan bisa lebih kreatif dalam mencari jalan menuju kebahagiaan dan kesuksesan hidup. 9. Mengagumi Ciptaan Tuhan Kita pasti sudah sering mendengar bahwa Tuhan menciptakan dunia ini begitu indah. Sebagai orang yang beragama, kita tentu percaya akan hal itu. Namun, tetap saja rasanya akan jauh berbeda ketika kita benar-benar melihat keindahan ciptaan Tuhan itu dengan mata kita sendiri. Cobalah mengunjungi tempat-tempat yang terkenal dengan keindahan alamnya, misalnya Pulau Komodo atau Raja Ampat. Coba lihatlah secara langsung keunikan alam dan keragaman makhluk hidup yang ada di sana. Hal ini tentunya akan membuat Anda benar-benar takjub dan kagum. Bagi orang yang beragama, mengagumi ciptaan Tuhan seperti ini dapat meningkatkan iman kita terhadap Tuhan. Mengagumi Alam yang Indah (Sumber: Flickr. Credit: Moyan Brenn) 10. Mengenal dan Menyayangi Alam Pepatah mengatakan, “tak kenal maka tak sayangâ€. Hal itu berlaku juga pada alam dan bumi tempat kita tinggal. Dengan berwisata ke tempat-tempat yang kondisi alamnya begitu indah dan menakjubkan, kita akan semakin merasa sayang pada bumi kita. Menikmati indahnya alam akan membuat kita menyadari betapa pentingnya menjaga kelestarian bumi tempat kita hidup. Orang yang sering travelling ke obyek-obyek wisata alam, akan cenderung lebih suportif terhadap kampanye pelestarian alam. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka cenderung untuk tidak membuang sampah sembarangan, meminimalisir polusi, menanam lebih banyak tanaman di halaman rumah mereka, dan lain sebagainya. Sebaliknya, orang yang tidak pernah menghirup udara segar dari hutan dan gunung akan cenderung lebih acuh terhadap alam. Mereka tidak menyadari bahwa jika alam ini rusak, maka hidup mereka pun akan terancam. Peduli Pada Pelestarian Alam (Sumber: Flickr. Credit: Sarah Cowan) 11. Lebih Banyak Bersyukur Semakin banyaknya pengalaman hidup yang kita ambil dari setiap perjalanan kita akan membuat kita semakin menyadari bahwa banyak hal indah yang kita miliki dalam hidup kita. Bertemu dengan berbagai macam orang juga akan membuat kita sadar bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Untuk itu, tidak ada gunanya membanding-bandingkan, apalagi merasa iri terhadap orang lain. Akhirnya, kita dapat lebih fokus atas apa yang kita miliki dan mensyukurinya. Orang yang lebih banyak bersyukur cenderung lebih santai dalam menjalani hidup. Rasa syukur akan membuat kita lebih bisa menikmati hidup. 12. Lebih Optimis dan Penuh Semangat Travelling juga bermanfaat untuk meningkatkan semangat dan optimisme dalam menjalani hidup. Dengan jiwa yang jauh dari stress, tentunya pikiran negatif dan berbagai rasa takut akan terusir jauh dari otak kita. Selain itu, berbagai macam tantangan yang sudah kita hadapi saat travelling juga akan membuat kita menyadari bahwa kita mempunyai kemampuan untuk terus maju jika kita mau terus berusaha. Belum lagi jika dalam perjalanan kita bertemu dengan orang lain yang memiliki kisah hidup yang penuh perjuangan dan berakhir indah. Hal ini tentunya juga akan semakin memberikan inspirasi kita untuk bersikap pantang menyerah. Sikap Optimis (Sumber: Flickr. Credit: Karen) Optimisme dan semangat juang adalah hal yang penting dimiliki setiap orang yang ingin sukses. Karena, kesuksesan akan semakin mudah diraih jika kita selalu bersikap optimis. Setiap perjuangan yang kita lakukan dengan penuh semangat akan lebih membuahkan hasil yang baik daripada usaha yang kita lakukan asal-asalan. 13. Lebih Bijak dalam Mengelola Uang Tak bisa dipungkiri, travelling adalah suatu kegiatan yang menghabiskan uang. Apalagi jika kita suka melakukan aktivitas-aktivitas yang unik seperti diving atau caving. Tentunya kita akan membutuhkan dana khusus untuk menyewa atau membeli peralatannya. Bepergian ke tempat yang jauh juga akan memakan banyak biaya, terutama untuk transportasi dan visa. Namun, jika kita memang sudah hobi, maka berbagai cara pun akan kita usahakan. Pengelolaan Uang yang Baik untuk Travelling (Sumber: Flickr. Credit: epSos.de) Untuk bisa memenuhi impian wisata kita, tentu kita perlu mengatur keuangan bulanan kita supaya dapat menabung. Uang tabungan tersebutlah yang nantinya akan kita gunakan untuk membiayai perjalanan dan petualangan kita. Semakin mahal wisata yang kita inginkan, akan semakin ketat kita dalam mengelola keuangan. Akhirnya, setiap pengeluaran akan kita pertimbangkan masak-masak. Jika dirasa tidak terlalu penting, otomatis kita akan mengurungkan niat kita. Besarnya keinginan kita untuk travelling akan membuat kita semakin menghindari hidup berfoya-foya. 14. Mendekatkan Hubungan Travelling tidak harus dilakukan sendirian. Bisa juga kita mengajak keluarga atau pasangan untuk berpetualang bersama. Justru, travelling juga dapat memberi manfaat yang baik dalam hubungan kita dengan keluarga atau pasangan. Travelling dengan Pasangan (Sumber: Flickr. Credit: Mikko Miettinen) Bepergian bersama berarti menikmati hidup bersama, menghadapi masalah bersama, dan mencari solusi bersama. Ini akan meningkatkan kekompakan antara Anda dengan keluarga atau pasangan. Saat merencanakan atau melakukan travelling, sering kali pula Anda memiliki keinginan atau pendapat yang berbeda dari pasangan Anda. Berarti, kalian akan terlatih untuk lebih menghargai satu sama lain. Komunikasi pun akan terjalin lebih baik. Pada dasarnya, sering menghabiskan waktu bersama keluarga atau pasangan memang akan lebih meningkatkan keeratan hubungan. Apalagi jika waktu tersebut dihabiskan untuk kegiatan yang berkualitas. Ajaklah seluruh anggota keluarga Anda untuk ikut berpendapat setiap kali Anda merencakan tujuan wisata untuk mereka. Dengan begini, mereka akan lebih merasa dihargai dan lebih semangat. Bagi Anda yang belum pernah travelling, janganlah takut untuk memulai. Tidak ada kata terlambat untuk mencoba hal baru, mencari pengalaman baru, dan mengeksplorasi tempat baru. Cukup bulatkan tekad, rencanakan perjalanan, dan matangkan persiapan Anda. Jangan ragu untuk menghabiskan uang dan waktu Anda karena pengalaman yang akan Anda dapat bisa jadi tak ternilai harganya.
  22. 6 points
    Halooooooo, teman2s. Bertemu lagi dengan saya Ade Perdhana Putra yang lahir, tumbuh dan tinggal di Surabaya. hahahay Agaknya agak terlambat tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali Postingan kali ini cuman ingin berbagi moment tentang baksos atau bakti sosial untuk bencana Letusan Gunung Kelud. Seperti yang kita ketahui, tanggal 13 Februari 2014 kemarin, Gunung Kelud yang terletak di Kabupaten Kediri meletus dahsyat, yang mana dampak abu vulkanik menyebar hingga 1000 km ke arah Samudra Indonesia. Kota2 sekitar Kelud tertutup abu vulkanik. Menurut saya, bencana tersebut adalah hadiah Valentine dari Kelud yang harusnya menjadi pelajaran buat kita agar terus beribadah dan menjaga alam kita yang SANGAT INDAH ini :) Langsung saja, baksos ini kita salurkan ke lembaga sosial masyarakat yang ada di Surabaya. Kebetulan salah satu temen kita punya temen disana. Awalnya kita mau datang langsung ke tekape, cuman banyak temen2 yang sibuk, akhirnya diwakili beberapa temen lain yang bisa mewakili. Ada juga beberapa temen dari kita yang langsung ke tekape dan memberikan informasi bagaimana kondisi para pengungsi dilapangan. Potret dari penyerahan bantuan untuk pengungsi gunung Kelud Ini adalah sedikit potret dari kondisi para pengungsi yang ada di lokasi penampungan Itulah tadi postingan singkat tentang laporan untuk baksos Gunung Kelud. Harapan saya, kita sebagai warga Indonesia yang mencintai alam dan kekayaannya agar selalu bersama-sama dalam membantu siapa saja yang membutuhkan dan menjaga selalu apa yang dimiliki oleh negara kita ini, mulai dari alam, budaya dan masyarakat itu sendiri. Sehingga kita bisa menjadi negara yang kompak dan kuat dalam menghadapi segala permasalahan yang ada. Amin Terima kasih.
  23. 6 points
    Haluuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu, Ade Perdhana is back. hehehehe kali ini, kali iniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii... #nyanyidangdut Saya akan melaporkan Rafting yang diadain temen2 Surabaya tanggal 1 Februari 2014 kemarin. Sesuai rencana kita Rafting di Sungai Pekalen, Kabupaten Probolinggo. Dan sesuai kenyataan rencana tersebut terealisasikan #uopoiki Personelnya: Seperti digambar, itu pertama kali kita nyampe langsung olah tekape a.k.a poto. gimana personelnya? Cantik2 bukan? yang ganteng hanya satu, itu yang pake kerudung. piss yooooo!!! 1. @[member="imam17stat"] (satu kata untuk mas yang satu ini, besar..) 2. @r4chman (mas yang tiap kopdaran selalu hadir. patuh amir) 3. @adipramana (yang mau jadi bapak nih, amin) 4. Temennya Angga 5. @andyhardyan (kasian keliatan kepalanya doang) 6. Angga, belum nemu id nya 7. @[member="chandra anugrah"] (bapak bangkir. hehehe) 8. @Diana Andri (wes gak usah dijelasno maneh ) 9. Pak Dokter, calon imam bonjolnya bu bidan. uhuk uhukkkk 10. Yang terakhir adalah.. saya. #keprok keprok ada 3 personel yang gak jadi ikut, karena sakit dan barusan operasi. next time semoga bisa ngikut pak ustadz @masfizz karena sakit, mbak @mariaulfa karena nyuapin pak ustadz yang lagi sakit, sama mbak @jibot yang juga sakit. hehehehehe Sesuai rencana kita berangkat jam 5 pagi, alhasil jam setengah 5 kita harus berangkat menuju rumah pak deny. Nyampe tekape ternyata yang dateng paling duluan adalah mas andy, si pak po dan kita pun berangkat sekitar jam6 pagi. perjalanan menempuh waktu kurang lebih 3-4 jam. Nyampe tekape, kita langsung koordinasi dengan panitia disana. Setelah dipesan dulu oleh pak Deny. Alhasil kita harus membagi 2 kelompok. Kelompok pertama: Pak Deny, Saya, Mbak Diana, Pacar Mbak Diana, Mas Andy. Kelompok kedua: Mas Chandra, Cak Man, Mas Imam, Angga dan temen Angga. Sungai Pekalen yang kita coba ini adalah pekalen atas yang panjang sungai yang digunakan untuk rafting adalah 12 km. Sungai ini tergolong atau masuk grade 3, yang termasuk golongan untuk pedayung profesional. Lama waktu yang ditempuh adalah 2-3 jam. Pada setengah perjalanan, kita berhenti dulu buat istirahat, lumayan dapet stmj anget sama pisang goreng. Setelah berhenti sejenak, kita lanjutkan perjalanan. Fasilitas yang kita dapet yaitu makan siang. Jadi setelah capek2 ngedayung, kita dapet makan presmanan. menunya sih lumayan oke lah, apalagi buat perut yang sudah kosong. hahahahah Langsung saja yaa poto di tekape: sebelum beraksi, poto dulu waktunya beraksi!!! Dari hasil rafting kemarin, ada 2 hal yang penting: 1. Angga, waktu ngedayung, doi ngeliat sendal hanyut di sungai, dia bilang,"sandal siapa tuh hanyut sebelah?" sambil ketawa2. pas raftingnya udahan, dia nyariin sendalnya yang sebelah. kapokmu kapan le 2. Bu bidan melakukan percakapan yang cukup emejing dengan mas pemandunya pemandu : Itu tadi adalah jeram bla bla bla (lupa namanya) mbak diana : terus yang nyusun batu2 itu siapa, mas? saya, pacarnya mbak diana, pak deny dan mas andy langsung membahana Sekian laporan dari acara jalan2 temen2 Surabaya. Sampai ketemu dilain kesempatan dan diwaktu yang tidak sama NB: - sewa elf : 850rb - rafting : 180rb (min 8 orang) - berangkat : 05.30 - pulang : 19.00
  24. 6 points
    Tanggal 30 Maret 2014 Bangun pagi pukul 08.00 WITA kayaknya udah rame aja yang lain udah pada ready udah mandi sarapan dll. Gw baru sadar hahahah Langsung deh sarapan di tempat makan di yang punya Homestay namanya Mama Roma, Indomie + Telor + Teh Manis = 10 ribu aja. Beres sarapan kita langsung bagi2 baju Gathering yang baru dan hebat nya kali ini ukurannya pas untuk @d_iis hahahah Pukul 09.00 WITA semua udah ready berkumpul di depan Homestay sambil poto2 narsis bersama para berondong cc @dMaems @Nana Vanila dll Bus akhirnya dateng pukul 10.00 WITA lama amat neh bus ke makassar dlo kali ya Yaudah kita cabut ke destinasi pertama di Toraja yaitu Bori. lama perjalanan sekitar 1 setengah jam lah. Pukul 11.30 WITA kita sampai di Bori, Bori ini berupa makam dan peninggalan Prasejarah, yang terkenal disini adalah Baby Graves atau makam Bayi yang di tanam di batang pohon yang besar. Ada juga makam2 batu lainnya dan juga bebatuan yang tinggi tempat kita poto2. Dan disini lah TKP dari Flash Mob #ModStyle keren kan hahahahahah Pukul 12.30 WITA Beres di Bori kita menuju Pasar Rantepao Toraja Utara untuk beli oleh2 khas Toraja yaitu Kopi Asli Toraja yang masih berupa biji2an dan di giling di tempat, disini kita di kasih petunjuk oleh mba @mariaroswati yang kebetulan asli Toraja. 1 liter lebih kopi giling Toraja seharga 20 ribu. Dan @spin_cobra @Dewi Julianti @Str@nger @ariegato @enha sibuk menghabiskan es krim bersama sambil lesehan karena panas nya Toraja. Sedangkan @non_sarii lanjut shopping yang hampir ketinggalan bus Lanjut menuju destinasi berikutnya ke Kete' Kesu, katanya kalo ke Toraja gak kesini gak sah Pukul 13.00 WITA sampai lah di Kete' Kesu suasana agak gerimis tapi enjoy aja deh. Kete' Kesu merupakan cagar budaya berupa Perumahan Asli Toraja yaitu Tongkonan yang sudah berumur ratusan tahun dan dilestarikan, disini juga ada kuburan yang berada di atas bukit. Apalagi kalo gak poto2 dlo dnk hehehe. Gak lama kemudian hujan pun turun saya @ariegato @yurniadewi @mich_an berrteduh di salah satu Bale disana sambil mendengarkan informasi soal budaya Toraja dari mba @mariaroswati Pukul 14.30 WITA kita cukupkan di Kete' Kesu lanjut ke Homestay dlo untuk ambil nasi box dari Mama Roma yang sudah di pesan untuk makan siang. Ternyata perjalanan singkat cuma 15 menitan hehehe. Tapi kita tidak makan di Homestay Mama Roma, namun di Hotel Misliana di depan Hoemstay Mama Roma. Hotel Misliana ini salah satu hitel terbaik di Toraja karena kemaren juga pak Beye menginap disini. Kebetulan owner nya hotel teman mba @mariaroswati jadi kita di ijinkan sekedar numpang makan dan poto2 di Tongkonan yang ada di Hotel ini heheheh Ok pukul 15.00 WITA beres makan dan poto2 kita lanjut ke destinasi berikutnya yaitu Londa sangat dekat dari hotel cuma 15 menitan perjalanan. Kondisi hujan rintik di Londa tetap lanjut sajo. Oiya Londa ini berupa Pemakaman Gua yang sangat tinggi, disini ada guide lokal dan Petromax untuk penerangan di dalam perorang nya 50 ribu. Oke lah kita ikutin guidenya ternyata emang suasana di dalam gua itu sempit, gelap dan agak licin jadi kudu hati2, tapi hal itu tidak berlaku untuk @d_iis saya dan @Str@nger yang nge bolang sendirian ampe ke dalam gua. Dan dicariin oleh guide nya Sekitar Pukul 16.00 WITA beres di Londa dan kita ucapkan selamat tinggal di Toraja karena kita otw pulang ke Makassar, namun berhenti dlo di kota Makale. mba @Nana Vanila @dMaems + nike mau nyobain Baso Babi nya jadi kita nungguin mereka deh sambil poto2 di dekat semacam tugu kota nya gitu Pukul 17.00 WITA beres lanjut pulang ke Makassar namun kita akan stop di Bukit Nona dlo untuk makan malam. Sebenernya Bukit Nona ini salah satu destinasi karena katanya sunsetnya keren disini, namun apa daya kita udah kesorean jadi gak dapet. Gak papa lah saya tetep suka "Bukit Nona" kok Pukul 20.00 WITA akhirnya sampai di Bukit Nona udah kelaparan dan gak sabar saya pengen mandi hahaha, oya disini saya rasa nama Bukit Nona selain sunset yang indah ternyata ada makna lain. Waitress cewek nya cakep2 loh kayaknya pas tuh nama Bukit Nona ya gak cuy cc @aRai Makan malam cuma ada 2 tipe Sop Ayam + Ayam Goreng. Jadi saya pilih Sop Ayam + Nasi + Teh Manis sajo biar anget = 25 ribu. Yang vegetarian kayaknya cuma bisa pop mie ya @non_sarii dan itupun di embat juga oleh @spin_cobra Pukul 21.00 WITA beres makan malam kenyang dan bernagkat lagi perjalanan 6 jam ke Makassar. Sekitar pukul 02.00 WITA tanggal 31 maret akhirnya di bangunkan karena udah masuk Makassar, karena kita tidak masuk jalan tol jadi bisa anter mas @ariegato + family @ardiy @putri itani @Nana Vanila @lastri yang semuanya turun di daerah Sudiang. Kita pun lanjut balik ke hotel Wisma Banda. Istirahat dah Tanggal 31 Maret 2014 Yak pagi ini yang tersisa di Wisma Banda ada saya @Jalan2 @kyosash @Dewi Julianti @d_iis @mich_an @yurniadewi @Str@nger @dMaems + nike @aRai @non_sarii + adik2nya @spin_cobra @Ten + teman2nya @enha Rencana nya pagi ini kita mau makan di Coto Nusantara deket hotel tapi karena @non_sarii + adik2nya ada flight pukul 1 siang jadi kakang @spin_cobra mengantarkan mereka dengan penuh Jadilah pukul 10.00 WITA kami yang sisa nya berangkat jalan2.com aka jalan kaki ke Coto Nusantara itu yang berjarak sekitar 1 km an. Kalo kata mimin @Jalan2 "nah ini baru jalan2.com kita jalan kaki bukan mobil2.com :P" Sampai lah di Coto Nusantara, pukul 10.30 WITA, bagi kalian yang belom pernah kesini. Tampilan luar Restoran ini udah terlihat penuh sesak yang antri untuk duduk, karena emang di dalam penuh banget jadi kita harus cepat2 ambil meja ketika tamu yang lain udah beres makan hehehe. Semua nya sepakat pesan Coto Daging, disini makannya gak pake nasi tapi diganti Ketupat / Lontong seru kan. Jadi kalo di itung saya makan Ketupat 3 + Coto Daging + Es Teh Manis = 25 ribu sml_gallery_6_894_1770261.jpg Kenyang, kita lanjutin perjalanan ke Fort Rotterdam karena lusa kemaren kita gak sempet eksplor cuma meeting point saja, namun mba @Ten harus berpisah disini karena dia ada Flight juga pukul 14.00 WITA.. Jalan2.com lagi kita sekitar 15 menitan ke Fort Rotterdam. Pukul 11.00 WITA sampai di Fort Rotterdam ada telpon dari mas @ar.azzam kalo dia mau dateng nganterin Pisang Ijo waw baik banget mas azzam hehehe tapi doi gak bisa stay karena ada flight juga pulang ke Kalimantan. Masuklah rombongan kita ke Fort Rotterdam, oiya disini gak ada tiket masuk ya. Dan seperti biasa @d_iis the explorer sudah dloan menjajaki Fort Rotterdam ini bersama duet mautnya @Dewi Julianti Yak disini seperti yang sering kita baca2 di buku sejarah SD ada benteng dan museum sejarah nya, jadi lumayan nambah wawasan juga heheheh. Dan btw saya nemu uang 20 ribu di bagian atas benteng dan kata mba nike temennya @dMaems saya harus buang uang yang lebih kecil yaudah saya buang uang 2000. Dan uang 20 ribu buat traktir temen2 masuk museum hehehe Pukul 12.00 WITA sambil nungguin @spin_cobra dan @putri itani dateng kita putuskan untuk makan Pisang Ijo dari mas Azzam wuih nikmat dan gratis pula, makasih banyak mas Azzam Pas @spin_cobra dan @putri itani udah dateng akhirnya kita poto2 dlo dan ketemu bos nya si Putri di Celebes TV yang lagi poto2 pre wed (mungkin) dengan pakaian adat Makassar yaudah kita numpang poto juga Beres, next destination ke Pantai Losari karena gak lengkap kalo ke Makassar gak kesini kan. Yak jalan2.com lagi aka jalan kaki sekitar 20 menitan. Pukul 13.00 WITA sampai di Pantai Losari seperti biasa exist dlo semuanya poto2 di tengah panas nya matahari Makassar ini hahaha Pukul 14.00 WITA kita putuskan untuk makan siang di Kawasan Kuliner Losari didekat situ tepat nya di restoran Lae-Lae rekomendasi @putri itani buat makan seafood. Jadi kita pilih 3 jenis ikan salah satunya Baronang (2 lagi lupa namanya) + Kangkung + Es Teh Manis. Ikan Baronang nya enak di bakar gitu, tapi sambel2 nya gak ada yang pedas semuanya manis heheheh. Beres makan siang saat nya acara Pidato Perpisahan dari ketua Panitia (2 kali) Gathering @spin_cobra dilanjutkan mimin @Jalan2 dan saya, yang sangat berterima kasih sekali atas kehadiran teman2 komunitas jalan2 indonesia, dan juga om @Dodo Mursalim atas bantuannya selama acara gathering ini Pukul 15.00 WITA kita jalan2.com lagi balik ke Wisma Banda tapi kita ngelewatin jl. Somba Opu untuk beli oleh2. Harga Kopi Toraja disini agak mahal 100 ribuan padahal kemaren di Toraja cuma 20 ribu heheh Oke jalan lagi mampir bentar untuk nyobain es teller durian di depan Fort Rotterdam, habis itu kita naik pete2 (angkot) ke Wisma Banda karena ngejar waktu saya n @mich_an ada flight sore. Pukul 15.30 WITA sampai di Wisma Banda, saya n @mich_an langsung prepare untuk pulang sedangkan yang lain masih santai2 dan planning jalan2 besok. Pukul 16.00 WITA saya dan @mich_an berangkat ke bandara menggunakan mobil sewa dari hotel seharga 150 ribu sekali antar. Flight mba @mich_an sekitar pukul 17.00 WITA ke Surabaya pakai Garuda sedangkan saya Pukul 19.30 WITA pakai Citilink. Jadi saya nyantei dlo tiduran sambil upload2 poto, kebetulan airport nya lagi sepi mungkin dampak dari Hari Nyepi di Bali ya heheh Pukul 17.30 WITA Citilink saya take off, bye bye Makassar. Terima Kasih teman2 Komunitas Jalan2 Indonesia yang udah ikutan Gathering Nasional V di Makassar kali ini, kalian ebat, ketemu lagi di Gathering selanjutnya ya Untuk Foto2 yang lain bisa di lihat di album nya : @ariegato >> 5th Gathering Makassar @aRai >> Makassar - Toraja Yang lain silahkan menambahkan poto2nya disini ya
  25. 6 points
    Bagaimana cara meng-upload foto2 kita ke section "Gallery / Foto2" ? Mungkin sebagian besar member2 disini sudah tahu caranya mengupload foto ke Section "Gallery / Foto2" ini. tapi berhubung ada beberapa member yang masih kurang begitu tahu caranya.. jadi saya ingin mencoba untuk membantu menjelaskan caranya Langkah awal adalah dengan menklik menu "Foto2" yang terletak diatas kiri. Kemudian akan muncul menu seperti pada gambar dibawah ini, kemudian klik menu "Upload" yang terletak diatas kanan. Kemudian klik "Create New Album" , untuk membuat album foto baru. Lalu isi nama Album foto anda, kemudian pilih apakah foto2 anda ingin dapat di-dilihat secara Umum (Public) , cuma Anda yang bisa lihat (Private) , atau cuma teman2 anda saja yang bisa lihat (Friend Only) Kemudian pilih gambar yang ingin anda upload, jika sudah, Lalu klik "Review & Publish" untuk melanjutkan proses. Dimenu ini, anda bisa memberikan keterangan atau deskripsi lebih lengkap mengenai gambar2/foto2 yang akan anda upload, jika sudah selesai silahkan men-klik " Finish & Publish" Jika sudah, maka foto2 yang tadi anda upload akan tampil di section Gallery / Foto2 Sekian penjelasan dari saya, semoga bisa membantu bagi yang belum tahu cara menggunakan-nya Mohon Maaf Sebelumnya Jikalau Ada Kesalahan/Kekurangan, mohon panduan-nya Kalau ada yang mau menambahkan pun di-persilahkan :) Selamat mencoba
  26. 6 points
    Halohalohalo Jalan2ers! Sebelumnya maaf banget ya baru sekarang saya bikin field report sahur on the road regional Bandung yang dilaksanain 21 Juli kemarin. Soalnya kemarin belum sempet ngupload foto2nya. Nggak asik kan kalau nggak pake foto Yuk merapat! Ide untuk ngadain acara sahur on the road (SOTR) atau sahur dijalan ini datangnya dari akang yang paling kasep aka akang @ameryudha. Setelah saya dan amer melakukan perundingan beribu ribu kali *lebay* akhirnya kami putuskan mau ngadainnya pas sahur hari Minggu tanggal 21 Juli. Habis nentuin tanggal, saya, Momod tercinta, dan Amer ngubungin semua kontaknya regional Bandung. Tapi apa daya, respon para regional banyak yang nggak bisa karena satu dan lain hal, hanya ada beberapa aja yang bisa. Saya dan Amer mutusin buat tetep jadiin SOTR ini. Supaya makin rame dan seru, Amer ngajak temen2nya yang di Bandung. Sebelum pembagian Pas jam 2 pagi, Amer udah muncul di depan kosan saya. Sebelumnya kami emang udah janji mau ketemu di kosan saya. Sebelum ke kosan saya, Amer udah mesen nasi bungkus sebanyak 200 bungkus beserta aqua gelas 5 kardus. Amer jemput pake mobil dan udah ada 2 temennya Amer di dalem mobil. Setelah saya naik, kami ber 4 ketemu sama temennya Amer yang lain dulu didepan FO Grande. Temennya Amer juga ada yang nunggu di depan Unisba, jadi kami semua ke Unisba dulu. Sampai di Unisba, kami semua turun buat ngedistribusiin nasi bungkus ke tiap2 mobil. Total ada 4 mobil. Kami juga sempet foto2 dulu tentunya! Biar makin kece, kami fotonya pake spanduk Jalan2 yang keren banget itu lho. Ini dia rombongan SOTR kali ini: Waktu Pembagian Kami udah nentuin sebelumnya kalau kami akan bagiin nasi bungkus ke para tunawisma yang ada di sekitar kawasan Braga alias kawasan kota tua nya Bandung. Jadi setelah semuanya beres, kami pergi dari Unisba dan lanjut ke kawasan sekitar Braga. Di perjalanan menuju Braga, kami sudah melihat beberapa tunawisma, kami pun langsung bagiin ke mereka. Kami memilih buat ngebagiin di daerah sekitar Jalan Braga karena disana jumlah tunawisma memang banyak. Nggak tau juga alesannya kenapa.. Sekitar 10 menit akhirnya kami sampai di kawasan kota tua dan mulai bagiin ke setiap tunawisma yang kami liat. Karena dirasa cukup dan tunawisma yang ada di kawasan Braga udah nggak ada lagi, kami mutusin buat pindah tempat ke Jalan Cihampelas dan kawasan Pasar Baru Bandung. Memang nggak sebanyak yang ada di kawasan Braga tapi ada beberapa. Selama di perjalanan dari satu tempat ke satu tempat yang lain, kami aktif bagiin nasi bungkus ke tunawisma yang kami temuin. Berikut foto2nya: Setelah Pembagian Sekitar jam 4an, kami semua memutuskan buat udahan karena kami juga harus sahur. Alhamdulillah semua nasi bungkus udah dibagiin semua. Sisa nasi bungkus buat makan sahur kami. Kami nyari tempat yang enak buat sahur bareng2 dan akhirnya memilih buat ke kampus saya yaitu Kampus Unpad yang ada di Jalan Dipatiukur. Di dalem kampus ini ada masjid dan didepannya pendopo yang nyaman buat duduk2 sambil makan. Setelah semuanya kebagian makanan, kami sahur dan beres tepat beberapa menit sebelum subuh. Karena pada ngantuk dan ada acara lain yang harus dilakuin, kami semua balik ke tempat masing2. Alhamdulillah SOTR hari Minggu 21 Juli kemarin lancar. Semoga taun depan saya, Amer, dan regional Bandung lainnya bisa ngadain SOTR lagi dan semoga semuanya lebih baik. Amiiiin
  27. 5 points
    Selesai meng-explore Derawan saya punya waktu lebih dari 6 jam saat transit di Tarakan sebelum kembali ke Jakarta dengan pesawat Lion Air penerbangan pukul 19:00 waktu setempat. Tak mau bosan menunggu, dengan penuh semangat 45 saya dan 6 orang teman lainnya yang bernasib sama akhirnya memutuskan untuk menyewa mobil berikut supirnya (yang merangkap jadi guide juga) untuk menemani kita keliling kota Tarakan. Saya juga sudah membawa secarik kertas berisikan daftar tempat-tempat must see selama di Tarakan, sebelum jalan saya komunikasikan dulu ke pak Rahman (supir kami) mengenai tempat-tempat wisata tersebut, agar mendapatkan rute yang effektif untuk bisa mengunjungi hampir semua tempat2 wisata tersebut. 1. Pasar Oleh-oleh Pelabuhan Teng Kayu Sekembalinya kami dari derawan, kami langsung dijemput mobil kijang untuk kembali ke bandara, tapi sebelumnya kami diajak berburu oleh-oleh dulu di pasar dekat pelabuhan Teng Kayu Tarakan. Oleh2 yang terkenal disini adalah krupuk ikan asin, saya ajah sampe beli 3kg, xixixixxi . Lanjut kami menuju bandara, karena harus men-drop dulu sebagian besar teman-teman yang akan kembali ke Jakarta dengan pesawat pagi. Sisanya, kami ber-tujuh meneruskan sewa mobil tersebut untuk putar-putar area Tarakan, sewa mobilnya ternyata cukup murah, kami mendapatkan mobil kijang dengan harga Rp.70.000/mobil/jam, sudah termasuk supir dan bensinnya, jadi kalau di sharing ber-7 masing-masing kita hanya saweran 10rb/jam nya, kalau mau kontak PIC nya inbox akuh ajah yawh #promosi Tongue Out. 2. KFC alias Kaltara Fried Crab selanjutnya, kami diajak isi perut dulu alias makan siang, biar lebih semangath saat keliling nanti. "Ya sudah lah, kita KFC saja yah" ujar pak Rahman saat kami minta direkomendasikan tempat makan yang harus kami coba di Tarakan. Mendengarnya kami langsung manyun, yah masa fastfood? di Jakarta juga banyak pak . Ternyata, KFC yang dimaksud bukan ayam, melainkan kepiting tulang lunak alias kepiting soka yang di goreng tepung. Wuhuy, kami langsung bersorak gembira, kepiting gitu lhooooo ... sikat!!! Tidak hanya kepiting goreng, ada juga sup kepiting dan lainnya, harga paket nasi+kepiting+sup gak lebih dari 25rb an, cukup terjangkau lah yah. Rumah makannya seperti jadi satu dengan gudang produksi, banyak stereofoam yang menyimpan kepiting2 untuk siap kirim. Saat menanyakan, apakah bisa dibungkus untuk oleh2? Pramusaji menjawab bisa, tapi gak boleh lebih dari 12 jam yah ... weleh ... tapi tempat makan ini, Kaltara Fried Crab, recommended buat dicoba!!! 3. Kaos Borneo Indah salah satu teman trip agak "rewel" dan keukeuh untuk mencari souvenir kaos tarakan yang pernah dia liat dikenakan salah satu turis di bandara tadi. Akhirnya pak Rahman membawa kita ke Jalan cendrawasih ke salah satu tempat kerajinan tangan dan kaos khas Tarakan. Yang saya ingat, posisinya ada disamping hotel Paradise dan di depan Hotel Samkho. Lumayan lengkap koleksinya, dan harganya mayan cukup terjangkau dengan kualitas kaos yang ok. 4. Kawasan konservasi mangrove dan bekantan Next Stop, sowan ketemuan sama BEKANTAN!!! Yeay, kita mau lihat makhluk endemik khas wilayah ini, si monyet dufan yang terkenal itu. Dengan luas 22 hektar, tempat ini menjadi taman konservasi mangrove dan bekantan di tengah pusat kota Tarakan yang paling nyaman menurut saya. Dengan biaya masuk 3000 per orang, cukup worth it mengunjungi tempat ini :) 5. Museum Rumah Bundar "suka sama rumah-rumah dan kendaraan jaman dulu gak?" tanya pak Ramhan, langsung kami jawab sukaaaaaaaaaa sperti paduan suara anak-anak TK. Maka dibawalah kami ke suatu komplek perumahan penduduk, seperti perumahan militer gitu deh disebut dengan nama museum rumah bundar. Sebenarnya sih rumahnya gak bundar-bundar amat, tapi atapnya yang seperti 1/2 lingkaran, kalau beneran bundar, bisa menggelinding donk rumah-rumah ituh . Ditempat ini, selain bentuk rumahnya yang menjadi andalan, juga terdapat beberapa kendaraan lama yang cukup terawat, museum ini berisi peninggalan sejarah milik Belanda dan Jepang. 6. Pantai Amal Pantai Amal, terdiri dari 2 buah pantai, yaitu pantai amal baru dan pantai amal lama, pantai ini terletak di Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur. Kebetulan yang saya datangi adalah pantai amal lama. Karena habis ke derawan, menurut saya pemandangan di pantai amal ini so so lah. Justru yang menarik perhatian saya adalah jenis makanan yang disajikan beberapa warung makan disini, selain seafood, juga ada yang menjual daging hewan trenggiling lho 7. Benteng Jepang Hari mulai sore, tapi matahari sedang murah senyumnya sampai satu-satu dari kami ogah turun dari mobil saking panasnya. Pak Rahman masih membawa kami ke stiap spot-spot tempat wisata yang ada di kertas coret-coretan saya. Kali ini pak Rahman membawa kami ke Benteng Jepang. Bentuk bentengnya sendiri sudah tidak jelas, tapi masih banyak tempat peralatan amunisi berdiri tegak disini. 8. Islamic Center Baitul Izzah adalah masjid terbesar di Kalimantan Timur bagian utara. Waktu pertama kali lihat saya langsung kagum, wah keren bangeth ini masjid, didepannya pun terletak kantor KUA wilayah setempat, wah, pas bangeth yah kalau mau akad nikah disini #eh Puas foto2 dengan latar belakang masjid ini, Pak Rahman segera mengingatkan kami untuk segera ke Bandara, ya karena salah satu teman kami ada yang harus naik pesawat di jam 4 sore nanti, jadi kami harus segera jalan untuk men-drop nya baru kemudian sight seeing lagi disekitaran bandara. 9. Masjid Bandara dan Bungker Peninggalan Jepang di Bandara Juwata Setelah men-drop teman di bandara, waktu sudah mau masuk sholat ashar, kami sepakat untuk mencari masjid terdekat untuk ishoma. Salah satu masjid diarea bandara ini menjadi tempat persinggahan kami untuk ishoma :) Selanjutnya pak rahman membawa kami ke bagian samping bandara, disana terdapat beberapa pesawat kecil yang diparkir dan juga benteng jepang. Awalnya saya tidak terlalu bersemangat, kan tadi sudah lihat benteng jepang, kok ksitu lagi sih, apa bedanya?. Ternyata pak Rahman salah menginformasikan ke kami, bukan Benteng, tapi Bunker! seruuuuuuu 10. Baloy Adat Tidung "Pak, daritadi kita belum liat kebudayaan sini lho, macem tari2an gitu deh pak" tanya saya ke Pak Rahman, cuma dijawab "oh iya yah, yuk kita ksini yuk" jawabnya dengan penuh senyum. Kami memasuki semacam areal tempat dengan banyak rumah adat, macam kayak di taman mini gitu deh. Ternyata itu adalah museum adat Tidung, tidung adalah nama perkampungan masyarakat asli di tarakan, wah, saya pikir itu tempat warga kepulauan tidung yang ada dipulau seribu, hehehehehehe . Saat kami datang, tempat itu sedang ramai karena sedang persiapan tarian penutupan untuk menandakan museum akan segera ditutup, memang waktu itu sudah mulai sore sih. Kami cukup beruntung bisa melihat dan berfoto dengan para penari-penari dengan pakaian adat lengkap ini, puas rasanya sight seeing sharian ini :) Masih banyak sebenarnya tempat wiasata di Tarakan, seperti penangkaran buaya, wahana wisata persemaian anggrek, museum kilang minyak, dll. Tapi dengan waktu hanya 6 jam an dan sudah melihat hampir semua yang ada di Tarakan rasanya sudah cukup puas untuk kami, sebelum di drop kembali ke bandara, kami puas-puaskan dulu ber-foto seperti orang gila ditengah jalan gerbang bandara Juwata, have fun with the picture yah guys
  28. 5 points
    Setelah sekian lama memendam rasa penasaran untuk bisa menapakkan jejak di Gunung Pusuk Buhit, akhirnya pada beberapa waktu lalu kesampaian juga menapakkan jejak di gunung yang satu ini.. :) Pusuk Buhit, gunung ini memang tidak populer di mata para pendaki.. Tak seperti Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak yang hampir selalu ada di list kegiatan para Pecinta Alam di Sumatera Utara. Tapi taukah Anda bahwa Pusuk Buhit ini merupakan satu-satunya gunung di Sumatera Utara yang sangat disakralkan oleh etnis Batak ? Baik etnis Batak yang bermukim di Sumatera Utara, di Indonesia, bahkan di dunia.. Gunung Pusuk Buhit, gunung ini terletak di Kabupaten Toba Samosir, Kota Pangururan - Pulau Samosir. Dan merupakan titik tertinggi di sekitar objek wisata Danau Toba. Menurut informasi, Gunung Pusuk Buhit adalah satu-satunya anak Gunung Api Toba (Purba) yang masih aktif ketika 17.000 tahun yang lalu letusan Gunung Api Toba tersebut meluluh-lantakkan dataran Sumatera hingga kemudian membentuk Danau Toba yang kini dikenal sebagai danau terbesar ke-2 di dunia. Bahkan letusannya sendiri lebih dahsyat di bandingkan letusan Gunung Krakatau yang ada di Selat Sunda. Nah, kabarnya Gunung Pusuk Buhit inilah yang pada saat peristiwa letusan dahsyat tersebut tidak / belum meletus !! Gunung Pusuk Buhit juga diyakini sebagai lokasi pertama di turunkannya Siraja Batak, nenek moyang etnis Batak oleh Mula Jadi Na Bolon ratusan tahun silam. Dan di atasnya juga terdapat sebuah pendopo silsilah Siraja Batak yang dinamakan Sopo Guru Tatea Bulan.. *** Kisah pendakian ini bermula dari informasi yang di sampaikan oleh salah seorang teman saya yang juga hobbi meng-eksplor tempat-tempat indah di seluruh Sumatera Utara. Beliau menginformasikan kegiatan pendakiannya menuju Puncak Pusuk Buhit. Maka di sekitar bulan Januari saya dan teman-teman membuat planning untuk melakukan kegiatan pendakian ke gunung yang satu ini. Apalagi sebahagian besar teman-teman saya adalah etnis Batak dengan marga-marga Batak yang tercantum di belakang nama mereka.. Ya, pastinya mereka semangat sekali untuk mendaki gunung yang satu ini ! "Pulang kampung" kata mereka.. hehehe.. * Hari Pertama (I) Dari Terminal Amplas - Kota Medan, kami menggunakan Bus Sejahtera dengan tujuan Kota Wisata Parapat yang terletak di Kabupaten Simalungun. Dengan membayar ongkos Rp. 35.000,- / orang yang akan memakan waktu sekitar 5 jam perjalanan.. Kemudian, tibalah kami di Kota Wisata Parapat setelah melalui 5 jam perjalanan yang rasa-rasanya cukup menjemukan. Namun, karena waktu telah menunjukkan pukul 16.00 WIB, kami urungkan niat kami untuk melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Tigaraja, pelabuhan dimana kami dapat menemukan ferry yang akan membawa kami menuju Pulau Samosir. Kami memilih menginap di rumah salah seorang teman yang kebetulan berdomisili di kota Parapat.. Lumayan, gratis..!! Ya, hari itu kami menghabiskan waktu berjalan-jalan di kota Parapat saja. Udaranya sejuk dengan panorama Danau Toba di depan mata. Indah sekali.. Tapi, ada satu hal yang menarik perhatian saya ketika tiba di kota Parapat ini, saya melihat sebuah angkot berwarna putih dengan tulisan "Wonderful Indonesia" lengkap dengan gambar burung garuda di sisi kanan dan kirinya. Saya pun berpikir, jarang-jarang ada angkot yang "nasionalis" seperti ini..!! Tapi, kebiasaan "ngetem" sembarangannya nampaknya juga belum bisa di hilangkan.. Hehehe.. * Hari Kedua (II) Pagi hari, kami sibuk dengan agenda persiapan pendakian dan rapat koordinasi kecil-kecilan. Semua perlengkapan pendakian serta logistik di persiapkan dan di periksa kembali. Siapa tau ada sesuatu yang terlupakan.. Pukul 7.30 WIB kami menggunakan ferry dari Pelabuhan Tigaraja - Parapat dengan tujuan wilayah Tomok yang terletak di Pulau Samosir. Dengan ongkos sekitar Rp. 6.000,- dan dengan waktu tempuh sekitar 30 menit perjalanan akhirnya kami pun tiba di pelabuhan Tomok. Panorama Danau Toba di sepanjang perjalanan tadi begitu memanjakan mata, apalagi dari kejauhan juga tampak tulisan besar berwarna putih yang bertuliskan SAMOSIR. Mirip tulisan yang ada di Hollywood.. Namun, karena cuaca pagi hari yang masih berkabut.. Tulisan tersebut hanya terlihat samar-samar saja dari kejauhan.. Di sepanjang perjalanan menggunakan ferry ini, terdengar alunan musik Batak yang mengalun dengan kencang. Mulai dari list tembang-tembang Batak seperti Sinanggar Tulo, Butet, Poda hingga Pos Ni Uhur dan semua tembang yang begitu familiar di telinga. Benar-benar terasa sekali nuansa Batak di sepanjang perjalanan ini.. Setelah tiba di Tomok, kemudian kami menggunakan mini bus yang akan membawa kami ke kota Pangururan - sebuah kota kecil dengan jarak 50 KM yang dapat di tempuh dalam waktu 1,5 jam dari wilayah Tomok. Perjalanan dengan waktu selama itu sama sekali tidak membuat kami lelah karena panorama Danau Toba terlihat sangat indah di sepanjang perjalanan.. Malah salah seorang teman saya sibuk sekali dengan acara ber-narsis ria di depan kamera.. * Di Kota Pangururan Setelah tiba di kota Pangururan kami memilih beristirahat sejenak sebelum melakukan pendakian. Kami beristirahat di sebuah warung dengan membeli beberapa perbekalan lagi. Waktu istirahat ini kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya sebelum menempuh perjalanan untuk melakukan pendakian menuju puncak Pusuk Buhit. Suasana kota Pangururan ini sendiri berbeda dengan kota Parapat, kota ini terlihat lebih kecil dan masih terlalu "tradisional" di bandingkan dengan kota Parapat. Tak banyak aktivitas masyarakat di kota Pangururan ini yang sebahagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang.. ** Setelah 20 menit kami beristirahat, kami pun mulai melakukan pendakian ke Gunung Pusuk Buhit. Start pendakian kami tempuh dari Desa Sianjur Mula-Mula, ini adalah start pendakian yang biasa di gunakan oleh para pendaki yang masih "awam" dengan Pusuk Buhit yang letaknya pun tepat berada di kaki Pusuk Buhit. Menurut informasi yang di dapat dari warga sekitar, pendakian Pusuk Buhit melalui Desa Sianjur Mula-Mula ini terbilang sangat singkat. Ya, hanya sekitar 2 jam perjalanan saja.. Di sepanjang perjalanan dari Desa Sianjur Mula-Mula, ada banyak sekali jenis wisata budaya etnis Batak yang dapat kami saksikan. Seperti Aek Sipitu Dai (Mata Air Tujuh Rasa), Batu Hobon, Batu Cawan hingga kawasan pemakaman Raja-raja Batak yang usianya di sinyalir sudah ratusan tahun sejak di bangunnya wilayah pemukiman oleh generasi-generasi awal Siraja Batak di kaki Pusuk Buhit ini. Namun sangat disayangkan sekali. Semua wisata budaya tersebut masih dikelola sepenuhnya oleh masyarakat Batak yang bermukim di desa ini, tanpa adanya campur tangan pemerintah untuk melestarikan situs-situs yang mengandung nilai-nilai historis pada semua objek wisata tersebut. * Ntah apa sebabnya.. Seandainya saja pemerintah ikut memberikan kontribusinya, mungkin objek wisata di Desa Sianjur Mula-Mula ini akan menjadi populer di mata wisatawan..!! Tiba di lereng Pusuk Buhit setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari Desa Sianjur Mula-Mula, kami pun berniat untuk menyinggahi Sopo Guru Tatea Bulan. Ya, ini adalah sebuah tempat dimana kita dapat menyaksikan silsilah keturunan generasi awal Siraja Batak melalui media patung. Tempat ini sendiri adalah sebuah tempat pemujaan bagi etnis Batak yang masih bermukim di Samosir dan tentunya sangat di sakralkan. Sehingga siapa saja yang ingin memasuki Sopo Guru Tatea Bulan ini harus mempunyai niat yang suci tanpa adanya maksud terselubung.. Sopo Guru Tatea Bulan ini sangat terkenal dengan kesan mistisnya. Terang saja, letaknya yang jauh dari pemukiman penduduk serta berada di lereng gunung yang terkenal "keangkerannya" membuat Sopo Guru Tatea Bulan ini identik dengan nuansa angkernya. Menurut salah seorang penjaga tempat ini, terkadang muncul makhluk halus yang mirip seorang kakek tua berjalanan mengelilingi kawasan ini.. Tak peduli apakah cerita tersebut adalah realita ataukah hanya isapan jempol semata, tetapi mendengarnya saja sudah membuat bulu kuduk ini merinding.. Setelah puas menelusuri Sopo Guru Tatea Bulan di lereng Pusuk Buhit, kami pun melanjutkan perjalanan untuk menuju ke titik tertinggi di Pusuk Buhit. Tak terasa hari semakin siang, kami pun dengan semangat menapaki jejak demi jejak untuk menggapai 1982 mdpl, dimana puncak Pusuk Buhit ini berada.. Jalur pendakian Pusuk Buhit ini sendiri bisa dikatakan tidak terlalu sulit bagi para pendaki pemula, apabila di bandingkan dengan jalur pendakian Gunung Sinabung yang dipenuhi bebatuan serta bukit-bukit yang terjalnya mencapai 75 derajat. Justru sebahagian besar jalur pendakian menuju ke Puncak Pusuk Buhit ini telah di aspal, sehingga memudahkan siapa saja untuk menapakinya. Meskipun pada beberapa jalur masih terlihat bebatuan yang tajam serta tebing-tebing jurang yang curam, tetapi jalur tersebut masih bisa untuk dilalui dan kami tidak menemukan kesulitan yang berarti.. Di sepanjang perjalanan menelusuri puncak Pusuk Buhit ini, tampak panorama Danau Toba dari titik tertinggi yang semakin terlihat jelas. Kabut yang tadinya tampak menyelimuti Danau Toba sudah tak terlihat lagi dan telah berganti dengan cuaca cerah yang seakan-akan mulai membuka "tabir" Danau Toba untuk mempertunjukkan keindahannya bagi siapa saja yang menyaksikannya.. Sementara, temperatur udara ketika menapaki jejak demi jejak menuju Puncak Pusuk Buhit ini pun kian lama kian rendah, sehingga suhunya menjadi sangat dingin. Kami pun memilih untuk beristirahat sembari meneguk air mineral dan membuka makanan-makanan ringan yang kami bawa sebelum melanjutkan pendakian menuju puncaknya yang hanya berjarak 200 meter lagi.. Setelah beristirahat sejenak, kami pun kembali melanjutkan pendakian untuk menggapai Puncak Pusuk Buhit yang dengan angkuh mempertunjukkan kemegahannya di tengah Danau Toba ini. Segera kami langkahkan kaki untuk menggapainya.. Air mineral dan makanan-makanan ringan yang kami santap, tentunya akan menghindari kami dari gejala Hipotermia. Sebab setiap jejak yang kami tapaki, temperatur udara kian menusuk tulang.. Dingin sekali..!! Setelah melalui perjalanan yang panjang dan cukup melelahkan, akhirnya kami pun tiba di Puncak Pusuk Buhit. Ya, puncak yang sangat kental dengan nilai-nilai historis Siraja Batak. Puncak yang sangat kental dengan aroma mistis Pusuk Buhit yang keberadaannya masih sangat di sakralkan oleh sebahagian besar etnis Batak Puncak yang memaksa kami untuk menyaksikan panorama Danau Toba dari atas titik tertinggi yang benar-benar sangat luar biasa..!! Sungguh maha karya Sang Pencipta yang tiada duanya.. Puncak Pusuk Buhit di tandai dengan sebuah plakat yang terbuat dari bebatuan. Plakat ini merupakan plakat untuk menginformasikan titik tertinggi Pusuk Buhit bagi siapa saja yang melakukan pendakian. Di sebelah plakat tersebut terdapat lokasi pemujaan agama Parmalim berupa cawan berwarna putih yang di dalamnya tedapat jeruk purut. Agama Parmalim sendiri merupakan salah satu lokal yang masih di anut oleh sebahagian kecil etnis Batak di Pulau Samosir. Kabarnya, mereka juga membangun pemukiman di Puncak Pusuk Buhit ini. Hanya saja karena kurangnya informasi, sangat disayangkan sekali karena kami tidak mengetahui pasti dimana letak pemukiman para penganut kepercayaan Parmalim tersebut berada.. Di Puncak Pusuk Buhit yang berdiri megah di atas panorama Danau Toba, kami pun akhirnya memilih beristirahat sembari melakukan kegiatan masak-memasak di atas puncak. Ya, ini waktunya makan siang setelah hampir 2 jam perjalanan menapaki jejak-jejak untuk menuju Puncak Pusuk Buhit ini yang cukup melelahkan dan menguras energi. Kemudian, kami pun melaksanakan sholat dzuhur berjama'ah di atas ketinggian Pusuk Buhit - di tengah maha karya Sang Pencipta yang luar biasa indahnya. Setelah menunaikan kewajiban 5 waktu tersebut, kami pun mulai menyusuri kawasan-kawasan lain di sekitar Puncak Pusuk Buhit ini yang terlihat sangat luas.. Hari pun semakin sore. Waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB. Syukurlah, akhirnya kami pun berhasil menyelesaikan kegiatan pendakian ini dan kembali turun melewati jalur yang sama seperti jalur yang kami lewati untuk sebelumnya. Keanehan pun terjadi, jalur yang membawa kami ketika menapaki puncak dengan jalur yang membawa kami untuk turun ke Desa Sianjur Mula-Mula ini ternyata lebih singkat dari biasanya. Ya, tak sampai 1 jam kami pun sudah tiba di Desa Sianjur Mula-Mula.. Sungguh suatu fenomena yang tak dapat di terima logika, tetapi kami memilih untuk tetap positive thinking tanpa banyak berbicara untuk membahas peristiwa yang baru saja kami alami. Habisnya seram juga kalau dibayangkan.. Demikianlah pengalaman kami dalam meng-eksplor jejak-jejak historis pada gunung yang sangat di sakralkan oleh etnis Batak ini. * Pusuk Buhit, semoga di lain waktu kami dapat menapaki puncakmu kembali, dan bercengkrama dengan aroma kesakralanmu yang sangat di sucikan oleh etnis asli di dataran Sumatera Utara ini.. Sekian.. :)
  29. 5 points
    Hai.. hai.. hai...Apa kabar hari ini...? Ketemu lagi sama uko disini. Alhamdulilah ya, ga kerasa 25 hari lagi LEBARAN….. Yeeeeeaaaaaaayyyyy!! ***masih lamaaaaaa kewleeeess… hadeuhh Biasanya nih, diawal2 puasa temen2 pasti udah pada ngerencanain bukber kaaan.. ya kan? Ya kan.. ya kan.. **iya aja deh.. dr pada bonyok ..heee selain buat ajang reunian juga buat ajang silaturahmi, mempererat hubungan tali persaudaraan dan pertemanan tentunya. Nah.. sering dong kita mendengar obrolan spt ini nih : A : " hai.. bukber yuk.. B: " ayuk.. kangen nih.. C : "kapan..?? A : ‘’kapan aja gw sih bisaaa.. hubungin yg lain dong B : ‘’gampang.. atur2 aja lah.. ……………*****………..dan sepi……………. Tiba2 terdengar kumandang takbir LEBARAN pun tiba Yaelaaaahhh,, kesian bener dah ahh.. yuk wujudkan rencana bukber nya, jangan sampai rasa kangen kalian cuma tinggal angan2. Saya ada info nih tempat kulineran yg asik, nyaman, muat buat rombongan, luas tempatnya, pemandangannya juga oke, indah.. cocok buat foto2 canteeekkk. Menunya bervariasi loh, dr mulai nasi goreng hijau, yap.. nasinya hijau.. dan warna hijaunya berasal dr cabe rawit, kebayang kan pueddesnyaa, mie goreng india, mie tek2, bakso special, ayam goreng krispi, ayam kecap, sop ayam, soto ayam, dan masih banyak lagi. Dilengkapi minuman dingin dan jus segar. Yang special disini adalah menu TUTUT SEUHAH, yap.. tuttuuuuuuuuut.. kaya bunyi kereta api yak.. hehehe.. ga semua org suka tutut siih, tp saya sendiri suka. Yg bikin special adalah bumbu sambel ijonya yg banyaaakk bgt, dijamin bisa bikin bibir kalian maju lima senti kaya suneo.. ahahaa.. saking nahan pedes. Lama lama.. SEUHAH… HAH.. HAHHH.. HAAAHHHH…………………………………….……… *jgn dipraktekin kaliiiii.. baca baca ajjjaa, kasian org sebelah, kebau an.. wkwk ambil tissue tutup idung Note : SEUHAH = istilah sunda utk org yang udah sangat..sangat ,, kepedesan Ada yang unik, di sekeliling warkop ini terdapat patung2 kuda cantik berwarna putih. Eeeehhh.. emang iya cantik? Hemmm.. biasa aja kalo nulis. Heee.. nah oleh karnanya tempat ini dinamakan ‘’WARKOP VILLA KUDA’’. Tuh yaaaa.. kuda aja punya villa… aq punya apahhh..??? **berpelukan sama tiang, sambil gigit jari .. menangis terseduk2 wkwkwk Akses menuju Warkop Villa Kuda dr Jakarta sangat dekat dan mudah, keluar tol jagorawi ambil jalan kekiri atas arah puncak, sampai dipertigaan Bakso Seuseupan belok kanan, ketemu pertigaan lagi, belok kanan lurus terus nyampe dah. Posisinya ada disebelah kiri jalan. Klo temen2 naik angkutan umum, dr pintu keluar tol jagorawi naik angkot warna biru no,02 jurusan CiCurug turun di Talang Satu Ratna, ongkosnya 3ribu rupiah aja, lama tempuh kira kira 5 menit klo ga macet. Dr situ naik ojeg kira kira 5 menit juga ongkosnya 5rb aja, nyampe deh, posisi ada disebelah kanan. Kalo bawa mobil sendiri rombongan bisa juga sih, ngikutin jalur angkot… tapiiii seringnya macet, jd disarankan ambil jalan pintas aja ke pertigaan Bakso seuseupan. Ini alamat lengkap nya : Warkop Villa Kuda jln.Veteran II Telukpinang Ciawi Bogor Cekidot yak,, foto2 kita kemarin sahabat2 KJJI sebelum puasa. Didepan warkop villa kuda, tempat parkir nya luas, leluasa utk 6-7 mobil dan puluhan motor Itu dia beberapa patung kuda putihnya.. NICE yaaaaak Ada dua mobil antik, VW dan COMBI.. seru lah buat foto2 Meja makannya panjang, bisa buat banyakan Ada panggung buat LIVE MUSRIK loooh.. maaf salah ketik,, hehe.. MUSIK buuuuuuu, tariiiik mang! Ini dia ayam goreng crispi RP. 15.000,- TUTUT SEUHAH….. Haaaaaaaaaahhhh! Rp.10.000,- Roti bakar special, yummy.. ditengahnya ada irisan pisang manis, mangga dan ice cream Rp.15.000,- Ada WIFI gratis, dilengkapi dua unit computer buat yg ga punya HP, **yaelahh hare gene ga punya HP?? Ciyuuussss luh.. nelen asbak,hihii. Dan buat yg HPnya lowbeth, gak usah khawatir karna disetiap sudut ruangan dan ditengah2 ruangan ada meja khusus buat ngecharge. Ruangannya didesain mirip Bar Eropa jama dulu.. antik2 gituuu.. Nah ini dia si VW imut, boleh dibuka loh pintunya dan boleh dinaikin sesuka hati, jadi buat momy2 and papih2 yg bawa anak kesayangan, dijamin anteng main didalem mobil. Jd gak gangguin mom nya rumpiiiih , sip kan Ada lapangan buat bermain anak2 juga Ruang makannya yg luas, cocok buat rombongan Oke gays..,, semoga bermanfaat.. sampai ketemu lagi sama uko, di perjalanan wisata berikutnyaaaaaa.. yeaaaayyy.. see u
  30. 5 points
    Vara Deliasani

    Walks in Vienna

    Mumpung kantor sepi waktu memenuhi janji posting soal Vienna. Vienna atau biasa disebut Wien, merupakan ibukota negara Austria. Vienna merupakan kota yang cantik yang nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Sebenarnya transportasi umum di Vienna cukup beragam dan mudah untuk digunakan, namun menurut gw pribadi jalan kaki merupakan cara yang paling menarik untuk menikmati keindahan kota Vienna. Seluruh tempat wajib di Vienna sebenarnya terletak di pusat kota, hanya 1 tempat saja yang memang harus ditempuh menggunakan kereta, yaitu Schönbrunn Palace. Sisanya benar-benar berada di Innere Stadt yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Gw memulai perjalanan dari Hotel dengan Metro ke stasiun the Karslplatz di seberang the Opera building, dari sana menyeberang ke arah gedung Opera lalu menuju Hofburg Palace, jangan lupa berenti di Burggarten sambil berfoto dan menikmati taman di depan gedung yang sekarang berfungsi sebagai museum.. Berjalan ke arah kanan gedung terdapat sebuah cafe lucu bergaya vintage di dalam sebuah lorong, sayang gw ga smpat foto mengingat waktu yang sudah siang. Setelah menyusuri Hofburg Palace jalan ke Volksgarten, salah satu taman lainnya yang berada di komplek Hofburg Palace. Keluar dari komplek Hofburg Palace berjalanlah ke arah kiri dan menyebrang ke Museum Quartier, buat yang tertarik mengunjungi museum bisa mencoba memasuki museum-museum yang berada disana. Namun lagi-lagi karena hanya punya 1 hari untuk mengelilingi Vienna, gw cuma mampir untuk istirahat dan berfoto sejenak. Dari sana perjalanan dilanjut lagi... ga jauh dari sana terdapat gedung Parlement dan Rathaus, yang merupakan salah satu ikon Vienna. Pada saat musim dingin area di depan Rathaus biasanya ditutup dan diubah menjadi area ber-ice skating. kebetulan pada saat kesana area baru aja di bongkar. aaaaaaaaaaahhhh kecewaaaaaaaaaa.... padahal udah kebayang mau ice skatingan di tengah kota Vienna yang kece.... Puas muter-muter di sekitar Rathaus tinggal nyeberang sampailah di Burgtheater. Kalo masih kuat jalan boleh lanjut jalan lagi ke daerah Graben. Gw udah nyeraaaaahhh.. kaki sakit banget... akhirnya naik metro turun di Graben. Graben sendiri merupakan "surga" belanja di Vienna, berbagai macam merk terkenal berada di seputaran area ini. Mau nyobain naik kereta kuda keliling pusat Vienna? Di lapangan sebelum Graben merupakan tempat yang pas. Gw sendiri ga nyobain, maklumlah turis kere. hahaha Menyusuri Graben sambil cuci mata dan nyemil emang paling asik, ga perlu masuk ke toko, udah jelas gw ga akan sanggup belanja apapun. hahaha. Perjalanan dilanjut lagi, ga jauh dari Graben persis diujung jalan terdapat Stephansdom. Ini nih tujuan utama gw ke Vienna. Sampe Stephansdom ternyata bagian kanan gedung lagi di renovasiiii.. AAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK.... KECEWAAAAAAAAAA... manalah di hari menjelang sore jadi area di depan Stephansdom rame bangeeeeeeetttt.. susah mau nyari spot foto, Disaat yang lain sibuk nyari cemilan dan coklat gw masih sibuk foto2, sampe akhirnya yaaa lumayanlah dapet foto yang agak layak. hahaha. daripada pulang ga bawa foto trus kebawa mimpi ya kaaaaannn... Beres dari Stephansdom beres lah perjalanan jalan kaki menyusuri pusat kota Vienna. Persis di area ini terdapat U-Bahn untuk menuju kembali ke hotel. Waktu yang gw dan teman2 butuhkan untuk mengexplore kota Vienna sekitar setengah harian. Pengennya sih lanjut ke Schönbrunn Palace tapi apa daya,,, kaki udah nyut-nyutan ditambah hari udah menjelang malam. Mungkin nanti bisa jadi alasan untuk balik lagi ke Vienna Butuh peta dan panduan jalan kaki? silakan cek link berikut. Vienna-Walking-Tour-Center.pdf Vienna-Attractions.pdf Selamat Menjelajah Vienna!!!!
  31. 5 points
    Persiapan Tiket Nah sebetulnya tiket dari GATF ini udah beli duluan sebelum insiden dibeliin tiket buat trip ke Sapporo kemarin. Alhamdulillah dapetnya open jaw tiket, masuk dari Tokyo keluar di Osaka. Karena kemaren udah kedinginan selama trip, kali ini berdoa supaya agak lebih anget dan sempet liat Sakura di hari2 terakhir d OSAKA karena tripnya masih maret 2-11. Udah sempet googling rute kereta dan memutuskan ga perlu beli JR pass karena perjalanan bakal searah pulang. Jadwal sakura dan bunga2 lain juga dipantau, plus cuaca dan suhu udara pastinya. Untuk liburan kali ini ga terlalu ambisius, jadi lebih santai dan ga padet. Gw pake willer untuk perjalanan dari Tokyo ke Kyoto, kebetulan lg diskon untuk kursi yang supergede. Jadi bisa hemat hotel semalem. Tiket USJ dan Disneysea juga udah dibeli di HIS, kebetulan deket kantor ada cabangnya. Beli Kansai pass buat selama di Kyoto dan Osaka. Pakaian Karena suhu diperkirakan masih aman rata-rata di 3 kota itu 10-15 derajat jadi kayaknya ga seheboh ke Sapporo yah. Tapi setelah ngobrol sama temen yang disana katanya suhu sih bisa segitu, tapi anginnya bisa nusuk banget, yang akhir nya membuat gw bawa semua perlengkapan ke Sapporo kemaren. Ternyata terbukti, pas disana, semuanya gw pake. Capek juga anginnya nusuk banget. Wifi Kalo Wifi gw pake Global Advance Communication total JPY6000 untuk 10 hari termasuk tax dan delivery. Dianter langsung ke kantor pos bandara. Tinggal ambil, dan balikin di kotak pos manapun. Jadi ga masalah walaupun ambilnya di Haneda dan balikin di Kansai. http://globaladvancedcomm.com/ Penginapan Tokyo: Hostel Imano Tokyo Shinjuku. Hostel baru buka banget jadi masih bersih dan diskon pastinya. Memutuskan nginep di Shinjuku karena pengen jalan2 malem dan Shinjuku salah satu yang tetep rame walau udah malem. Kyoto: Piece hostel Kyoto Hostel terkenal di kalangan backpacker. Cuma beberapa menit dari stasiun Kyoto. Osaka: J-hoppers Osaka Apalagi yah, mmhh.. udah agak lama jadi udah gaak lupa juga… nanti kalo ada pertanyaan, silakan di comment aja yah… Day1: CGK – HND Dapet flight malem (GA874) dan direct ke HND jadi pulang kantor masih sempet pulang bebersih dan berangkat ke bandara. Pesawat agak kosong. Mungkin karena belom peak season karena peralihan musim. Salju udah ngga ada, sakura belum mekar. Alhamdulillah bisa selonjoran dan minta snacknya yang semacam wrap gitu 2 biji. Bisa tidur nyenyak banget sampe dibangunin 2 jam sebelum landing, sarapan dibagikan. Day2: HND – Kawaguchiko Mendarat dengan lancer dan aman di HND. Imigrasi agak ramai, kayaknya peak hour ya mendarat jam 8an waktu sana. Karena udah pernah pake waiver waktu ke jepang sebelumnya jadi lebih tenang deh. Cuma ditanya mau ngapain, berapa lama, nginep dimana sama bakal keluar dari mana, trus langsung dicap deh. Oiya setelah lolos imigrasi, langsung menuju kantor pos buat ambil WIFI. Karena udah dapet sarapan di pesawat, langsung ngacir ke Shinjuku buat naik Highway Bus ke Kawaguchiko. Milih naik bus karena tinggal duduk dan ga ribet ganti2 kereta. Dari stasiun Shinjuku lumayan susah nyari si terminal karena kalo ngebayangin terminal ya keluarnya terminal kampong rambutan dll yah. Ternyata lebih kayak shuttle travel bandung cuman ini bus gitu. Letaknya agak di belakang gedung2 dan banyak toko2 elektronik. Jadi musti spare waktu lumayan sih karena stasiunnya juga kan gede banget. Nah karena kelamaan di jalan dan cari lokasinya, akhirnya dapet bus yang agak siangan sedangkan ga berencana nginep di kawaguchiko, jadi waktu explore kawaguchikonya berkurang deh. Sambil nunggu buka HP cek google maps di sekitar situ ada apa aja. Eh akhirnya nyamper taman2 deket situ. Dan ternyata deket sama gedung Tokyo Metropolitan Government Buliding yang atasnya bisa liat Tokyo dari ketinggian. Tapi ga sempet naik jadi cuma liat2 sekitarnya aja. Sempet beli kopi trus jalan ke taman. pas disana ada yang lg latian biola. aslik, angin sepoi2 sejuk, matahari anget, gemerisik daun, biola, sama kesendirian. pas banget.. (buat bunuh diri). 30 menit sebelum schedule balik ke terminal dan naik pas waktunya. Busnya anget (penting!). Oiya ada kejadian lucu waktu naik bis ini. Jadi kan gw solo trip nih (I know, sad, right!) kebetulan kursi bisnya 2-2 gitu. Pas gw duduk, gw liat ada couple gitu naik, ternyata mereka kepisah duduknya. Yang cowok sebelahan ama kakek2, yang cewek sebelahan ama gw. Agar supaya ga nambah kesenduan perjalanan bis ini, dan supaya ada lope2 di udara sepanjang perjalanan nanti, gw tawarin buat tukeran ama si cowok. *im good, thank you* Oiya di luar suhunya sih 12C tapi anginnya lebih dingin lagi (ga kebayang suhu perasaan gw yah). Sepanjang perjalanan ketiduran. *pelor*. Kebangun pas udah deket dan orang2 heboh bediri motion si fuji. Alhamdulillah ga mendung jadi bisa liat Gunung Fuji dengan sangat jelas. Akhirnya turun di stasiun kawaguchiko. Dan anginnya super dingin. Sempet menggigil dan gemeretak gigi gw. Seperti yang udah banyak ditulis yah jadi busnya ada 2 jalur, yang merah dan hijau. Tapi karena gw ga punya terlalu banyak waktu, jadi memutuskan jalur yang lebih pendek. Kalo ga salah yang merah deh. Ikutan keliling si bus. Sempet turun di beberapa halte buat jalan2. Sepertinya emang bukan waktu yang tepat buat liburan yah, secara pemandangan memang lagi aneh. Belum semi banget tapi udah ga salju. Tapi enaknya kawaguchiko jadi sepi banget. Dan gunung Fujinya tampak jelas. Setelah keliling-keliling ga berasa udah mau malem, dan karena makin sepi, akhirnya memutuskan buat balik aja ke stasiun sambil nunggu bus terakhir ke Tokyo. Anginnya makin dingin dan stasiun makin sepi. Aslik serem banget di jalan kayak ga ada orang sama sekali, gelap, lalu kebayang hantu2 jepang di film2. Pas waktunya, si bus datang dan membawa kita balik ke Tokyo. Sampe Tokyo (Shinjuku) langsung jalan kaki ke penginapan Imano Tokyo, hostel baru buka banget waktu itu. Check in dan istirahat karena besok pagi rencana seharian ke Disneysea. Bersambung... ke
  32. 5 points
    angeline

    Tips Itinerary ke Vietnam dalam 3 hari

    Tips menyusun itinerary di Ho Chi Minh. Ho Chi Minh Itinerary & Resources Bepergian ke Vietnam saat ini banyak sekali dilakukan, terutama oleh para backpacker. Yang menjadi permasalahannya adalah , kemana dulu akan pergi ? Begitulah resiko bepergian tanpa tur atau orang yang memang tahu seluk beluk keasyikan wisata di lokasi ( semoga anda bisa menemukan). Bila nasib tidak berpihak, dan tiket sudah di tangan maka tidak mungkin anda batal pergi kan ? Sebelumnya, anda harus tentukan dulu, anda mau berapa hari di Vietnam, selain itu juga tentukan apakah anda ingin keliling Vietnam, ataukah keliling kota tersebut saja( tidak menutup kemungkinan keduanya bisa anda lakukan bila cukup waktu), tentukan juga kota mana yang ingin anda jadikan homebase. Berikut ini adalah itinerary yang bisa anda jadikan acuan agar anda tidak bingung kemana saja dulu. Kedatangan anda sebaiknya malam hari, supaya anda punya waktu istirahat untuk besoknya, beberapa hotel bisa jadi hanya mencharge anda setengah harga untuk hal ini. Chek di Http://Hotels.jalan2.com untuk membandingkan harga-harga hotel di Ho Chi Minh atau Saigon Day 1. Di hari pertama anda bertraveling di Ho Chi Minh , kunjungi pasar terbesar di Ho Chi Mind yang bernama Ben Thanh. Disini anda akan melihat pasar tradisonal, mirip Indonesia . Yang membedakan hanya kualitas produknya, Vietnam lebih bagus dari negara kita. Bagi anda yang suka pertanian mungkin akan terinspirasi disini. Pergi ke Notre Dame Cathedral memakai Cyclo. Disini adalah tempat terahir yang bsia anda kunjungi-selain Reunification Place- kalo ingin hemat, cukuplah foto-foto disini. Ingin mencoba makan di sini ? Harganya tidak Vietnam sekali loh, disini High End Class, kalo anda termasuk ‘mampu’ belanja saja disini( barangnya sama seperti di Indo ko-. Setelah itu pergilah ke War Remnants Museum. Disini anda akan melihat mesin-mesin dan senjata untuk perang dari perspektif yang berbeda. Kelemahan museum ini adalah , TIDAK ADA AC jadi buat anda yang ingin ngadem, buang jauh-jauh pikiran anda, bawa air putih kesini bila anda tidak mau dehidrasi. Kembali ke hotel setelah berimajinasi Perang Vietnam tampaknya ide bagus, untuk meredakan ketegangan otot kaki, anda bisa pijat kaki di salon-salon di daerah sekitar situ, harganya murah juga. Usahakan jangan masuk ke Salon yang ada SPG nya, pasti harganya mahal. Setelah itu , anda bisa makan malam di Bia Hoi Sidewalk, jangan khawatir soal harga karena disini murah dengan masakan autentik Vietnam. Day 2 Kira –kira, aktivitas apa yang seru yang bisa anda lakukan lagi di Vietnam ? kenapa tidak mencoba memeasak bersama orang local ? walaupun bukan Farah Quinn, tapi anda harus mencoba memasak masakan local Vietnam. Ada beberapa provider tur local yang menyediakan tempat, guide, dan juga aktivitas memasak ini. Disini anda akan dijemput di hotel, dan berkeliling kota mencari local family yang bisa diajak berbelanja bahan masakan di Vietnam. Anda akan masak untuk makan siang rupanya. Nyumiii , menjadi chef sehari akan sangat menyenangkan tentunya. Setelah selesai makan siang, akan sangat disayangkan bila anda tidak pergi kemana-mana. Anda harus melihat Pagoda-pagoda yang bertebaran di Saigon ini. Ingin lihat Pagoda yang angker ? pergilah ke Emperor Jade di Distrik 3. Chinatown juga bisa anda kunjungi karena ada Pagoda cantik disana, kunjungi Giac Lam Pagoda. Day 3 : Kunjungi To Cu Chi dan Cao Dai. 2 tempat ini merupakan wisata wajib di Vietnam, ingin lepas dari crowd orang ? ikut tur, anda bisa datang lebih pagi dan tidak berdesak-desakan dengan orang. Best time berkunjung adalah di pagi hari serta sore hari, karena siang hari sangat panas. Anda juga disini akan melihat jaman perang Vietnam. Bila anda ikut tur, kurang lebih waktunya adalah 90 menit untuk berkeliling. Ada shooting range untuk mencoba berbaga senjata, harganya ? lumayan!! Cao Dai merupakan agama popular di Vietnam selatan, dimana agama tersebut diambil dari Budha, Islam, Kristen, dan Taoisme. Temukan kuil Cao Dai untuk mengetahui hal ini lebih lanjut. Sisa di hari ini bisa anda lanjutkan dengan shopping atau beristirahat.
  33. 5 points
    Hai apa kabarnya Jalan2ners,,masih lancarkan puasanya?? Lama ga nulis FR nih,,skalinya nulis hasil perjalanan kerja sambil disempatin jalan2 dikit. Kali ini mau cerita tentang wisata sejarah di Bengkulu walaupun cuman city tour dikarenakan waktu jalan2 yang sangat terbatas. Bengkulu sendiri kota yang penuh dgn sejarah, terutama sejarah tentang Presiden RI 1 Ir. Soekarno, mulai dari masa pembuangan sampai kisah cinta beliau dgn Ibu Fatmawati Soekarno. Tiba di Bengkulu mendarat di Bandara Fatmawati Soekarno langsung disambut dengan teriknya matahari dan gerah (maklum daerah pantai sih) dan dilanjutkan memenuhi hasrat cacing2 di dalam perut yg lagi kelaparan a.k Makan siang di Resto Seafood Marola dkat Pantai Panjang,,makananya semua jenis seafood ada n enakkkk banget dan minum dgn kelapaa muda (maaf bukan untuk menggoda iman yg puasa) hehehehe.. . Selesai makan lanjut ke Bengkulu Tengah karena kerjaan sudah menunggu disana selama 5 hari.. Tgl 25 Juni 2014,, karena kerjaan yg aga lowongan, jadinya saya sempat2kan deh untuk city tour ke kota Bengkulunya n foto2 selfie . Ada beberapa objek wisata sejarah yang teman2 jalaners kunjungi Pantai Panjang Ini dia nih pantai yang paling terkenal di propinsi Bengkulu yang jadi tempat pacaran Bung Karno dengan Ibu Fatmawati dan sampai sekarang masih menjadi kebanggan warga Bengkulu. Disini banyak disediakan sepeda bagi yang ingin menikmati pantai panjang sambil bersepeda, ada warung2 makan, n dekat dengan Mall. Tapi sayangnya waktu saya kesana pantainya aga kotor Fort Marlborough Benteng ini benteng peninggalan Inggris di kota Bengkulu. Benteng ini didirikan oleh East India Company (EIC) tahun 1713-1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris. Konon, benteng ini merupakan benteng terkuat Inggris di wilayah Timur setelah benteng St. George di Madras, India. Benteng ini didirikan di atas bukit buatan, menghadap ke arah kota Bengkulu dan membelakangi samudera Hindia. Benteng ini juga merupakan kebanggaan warga Bengkulu. Kalau sabtu sore or malam minggu banyak banget jajanan khas bengkulu dan pastinya tempat nongkrong sekaligus pacaran,,hehehehehe Rumah Pengasingan Bung Karno Ini dia nih yang pengen banget saya datangi kalau ke Bengkulu, rumah yang penuh dengan sejarah. Disini banyak terdapat benda2 sejarah peninggalan Bung Karno dan Ibu Inggit Ganarsih selama di pengasingan, termasuk surat cinta Bung Karno untuk Ibu Fatmawati. sedangkan untuk oleh2, Bengkulu terkenal dengan Batik Besureknya, Sirup Kalamansi, Kopi Khas Bengkulu dan Kue Perut Punai yang semuanya harganya dapat dijangkau n bersahabatlah dengan kantong
  34. 5 points
    Universal Studio Japan (USJ) Universal Studi Japan (USJ) merupakan tujuan utama gw dalam perjalanan ke Jepang kali ini,, karena gw emang doyan banget baca Harry Potter. Baca loh yaaaa.. bukan nonton, bahkan 1 pun filmnya ga ada yang gw tonton sampe selesai. abisnya kalo setelah baca buku lalu nonton film suka jadi bete karena ga sesuai dengan apa yang gw imajinasikan. So.. daripada kecewa mendingan gw ga nonton filmnya. hahaha Oke balik lagi ke cerita kunjungan ke USJ. Sebenernya pengennya ke USJ pada saat hari kerja biar ga terlalu rame.. tapi apa boleh buat jadwal ga memungkinkan.. Gw kesana tanggal 4 Desember 2016, pas banget jatuhnya di hari minggu. Udah kebayang pasti penuh. Jadilah diniatin sampe USJ harus pagi banget dan begitu pager dibuka mau langsung lari menuju ke area Harry Potter (sebelom keramean). Karena planningnya gitu jadinya gw harus beli tiket USJ dari pas masih di Jakarta. Berhubung yang paling deket rumah itu JTB akhirnya diputusin buat beli di JTB. Tiketnya cuma selembar gitu. Open date dan berlaku selama 1 tahun. Walaupun jangka waktunya 1 tahun tapi cuma bisa dipakai untuk 1 kali kunjungan. Pada saat pembelian tiket dijelasin kalo tiket ini cuma buat sekali masuk, jadi kalo udah keluar gabisa masuk lagi. Beda banget sama Universal Studio Singapore yang keluar masuk sampe pusing. Tiket USJ dari JTB Dari Osaka Hana Hostel menuju USJ harus sekali ganti kereta. Dari Shinsaibashi station menuju ke Osaka Station, lalu ganti ke JR line dan turun di Universal City. Untuk pembayaran transportasi ga di cover yaa sama day pass yang dapet dari paketan Yokoso Pass, kenapa? karena perjalanan ke USJ harus menggunkan JR line. Jadi gw beli ICOCA buat bayar transportasi sekalian nanti selama di Tokyo. ICOCA Card Hari yang di nanti akhirnya tiba!!! Lalu seperti biasa... gw dan kebodohan gw kembali menjadi perusak rencana. Kali ini gw salah setting alarm. AAAAAAAKKKKKKKK!!! Niatnya bangun pagi banget trus jam 8an udah harus sampe di USJ. Tapi kenyataannya jam 8 BARU BANGUN. HAHAHAHAHA. Telaaattt deeehhhh.. Blom lagi pake salah liat peta dan salah stasiun. hahahaha. Jadinya jam 9.30 baru sampe USJ. Udah pengen nangis kebayang pasti bakalan penuh. Turun dari kereta, gw jalannya udah lesu gitu, kehilangan semangat. hahahaha. Tapi begitu liat gerbang USJ waaahh ternyata ga terlalu rame. Belom serame cendol.. Waaaaahhhhh... gw langsung semangat lari ke dalem. Btw kita ber 2 ga sempet sarapan jadinya ngebungkus onigiri, tadinya udah takut tas diperiksa trus onigirinya dibuang.. tapi ternyata pas nyampe gate ga diperiksa. Yeeeeeiiiii... tapi sayang cuma bawa 4 biji. Tau gitu kan bawa 15 bijiiiii, sekalian buat bekel makan siang sampe malem. hahahaha. Padahal lumayan kaaaaann bisa irit... maklum lah rencananya seharian disana dan makanan disana mahal. Pintu Utama USJ Map USJ Oke sampe didalam langsung panik lari ke arah kanan, buru-buru jalan ke arah Harry Potter. Sampe di depan area gw pikir bakalan dibatesin gitu masuknya. Harus pake ngambil tiket yang ada waktu masuknya gitu. tapi ternyataaaaaa.... aaaaaahhhh ga pake tiket. Yeeeeiiiiiii!!! kayanya sih karena masih pagi jadi belom terlalu rame. Masuk area Harry Potter, ga pake liat kiri kanan langsung menuju Hogwarts buat ngantri main Harry Potter and the Forbidden Journey. Antrinya udah 100 menit. Dan ga ada single ride. Ya udahlah yaaaaa... terima aja. Masuk ke antrian sambil makan bekel onigiri. Ga berasa udah nyampe giliran.. semangat banget langsung naik dengan cengengesan. Ternyata cuma bentar banget ride-nya.. cuma kedip-kedip udah kelar aja gitu. Gw sama laki gw begitu selesai cuma liat2an trus langsung ketawa meringis.. udaaaahhh??? gitu doaaaanggg???? hahahahhaha. Ngantri 100 menit, mainnya cuma 5 menit. Udah gitu ga ada single ride.. mungkin karena itungannya sepi kali yaaa jadi ga dibuka single ridenya. Atau mungkin memang ga ada? Ntahlah... tapi saran gw emang pertama masuk harus kesini dulu. Karena ride ini emang yang paling rame. Beres dari situ kita putusin muter-muter area Harry Potter dulu baru setelah itu geser ke area Jaws. Di dalam are ini ada 2 ride utama, selain Harry Potter and the Forbidden Journey ada Flight of The Hippogriff. Laki gw males ngantrinya.. gw juga ikutan males. Masih kebayang pegel ngantri. Jadilah kita muter-muter sambil foto-foto aja. Sebelum keluar kita sempetin mampir ke Wand Magic, kebetulan antrinya cuma 15 menit aja,. Disini bakalan ketemu Ollivander, nanti kita semua disuruh masuk ke ruangan lalu Ollivander bakalan milih satu orang buat nyoba dan milih wand yang pali sesuai. Ntah kenapa tiba-tiba GW YANG KEPILIH!!!! OEEEMMMMJIIIIHHH!!! Majulah gw, disuruh nyobain beberapa tongkat. Ujung2nya "dapet" tongkat yang cocok.. trus disuruh pegang dan keluar ruangan.. gw udah GR aja kaaannn.. Gw pikir beneran dikasih. Lumayaaannn kaaaaannn.. Ternayat begitu diluar ruang disuruh beli aja cuuuiiii. OGAAAAAHHH. hahahaa. Males banget.. mendingan duitnya buat makan. (Iyaaaa gw pelit. hahaha). Oke udah puas muter-muter disini akhirnya kita putusin buat pindah ke area lain. Kalo diliat di peta USJ kita muternya berlawanan dengan jarum jam.. Jadi tujuan berikutnya adalah area Amity Village. Di area ini ride utamanya cuma Jaws. Liat antrian 60 menitan gitu. Cek antrian single ride wah cuma 5 menit. Jadi diputusin buat ambil antrian single ride aja. Ga barengan gpp orang tujuannya emang mau mainya kaaann.. Ga pake lama2 ngantri langsung deh naik ke perahu. Seru sih yaaaaa.. tapi sayang bahasa Jepang. Ya ga paham laaah gw mba2nya cerita apa. Tapi overall oke lah. Seru juga, apalagi ledak2annya gitu. Cuma sayang gw ga kebagian basah2an. hahaha (yang lain berharap ga kena basah gw malah pengennya basah2an). Ya abis ga seru kaaaannn kalo ga basah,,, ga ada ceritanya. Ga sempet foto siang-siang karena pengen ngejer show di waterworld yang udah mau mulai. Jadi foto "ikan"nya pas malem deh. Beres dari area Amity Village pindah ke Waterworld. Seru sih yaa.. cuma lagi-lagi gw ga paham mas mbak nya cerita apa. Ya kaliiiii dia kira semua bisa bahasa Jepang. Jadilah cuma duduk sambil celingak celinguk. Tapi actionnya oke lah. Gw mau sih nonton lagi. Cuma lebih oke kalo pake bahasa inggris. Shownya sendiri sekitar 15-20 menit kalo ga salah. Salah Satu Sudut di Waterworld Beres nonton atraksi di Waterworld kita langsung pindah ke area Jurrasic Park. Tadinya sih laki gw mau naik The Flying Dinosaur, tapi begitu liat cuma digantung gitu trus pake muter-muter langsung dia mundur teratur. hahaha. Kalo gw sih emang udah niat ga bakalan mau naik. Makin berumur makin ga kuat main beginian. Tanda-tanda ke jompo-an. Akhirnya selama di area ini kita cuma ngetawain yang naik roller coaster sambil makan onogiri. Abis itu langsung main Jurrasic Park - The Ride. Ceritanya naik perahu trus keliling area Jurrasic Park, trus nanti ada tanjakan trus meluncur turun gitu. Udah gitu doang. Kita ber2 emang cupu. hahaha. Tapi lagi2 gw ga basah. Kecewaaaaaaaaa....... Setelah itu pindah area lagi.. Kali ini giliran area San Francisco. Di area ini ada 2 ride, yaitu Back to The Future dan Backdraft. Sayangnya back to the futurenya lagi di renovasi. Ngoookkkk. Jadi cuma main Backdraft aja. Backdraft ini kalo di Universal Studio Singapore kaya Lights Camera Action. Kta dibawa ke area yang di set kaya tempat syuting Backdraft. Lagi2 bahasa Jepang,, tapi untung gw udah pernah nonton filmnya, jadi yaa lumayan ngerti lah ya. Antrinya juga ga lama cuma sekitar 40 menitan. Dari situ pindah lagi ke area New York.. disini ada Spiderman dan Terminator. Buat Spiderman kita pake single ride lagi.. cuma ngantri 30 menit aja. Ridenya mirip kaya Transformer di Universal Singapore. Kalo terminator kombinasi 3D dan Live Show. Keren.. tapi gw paham ceritanya. hahaha. Disini juga harusnya ada Space Fantasy tapiiii tapiii tapiiii.. ditutup buat acara Cool Japan. KECEWAAAAAAAAAHHHHHHH. Padahal ini dan Back to The Future merupakan mainan yang paling gw tunggu2. Didepannya Back to The Future aditutup pake kayu-kayu dilukis gambar Minions gitu.. jadilah buat menghibur diri kita foto-foto disini aja. Lalu mendadak ujan aja doooonggg. UJAAAAAAANNNNNNNN Dari situ lanjut ke area Hollywood, disini ada Hollywood Dream - The ride tapi kan ujan.. jadi tutup deeeh... Gw emang ga bakalan naik tapiii tapiii tapiii kan ga asik ajaaaaaaa... Kalo kata @syahrulsiregar gw semacam gadis pengundang hujan (Gadis yaaaa.. gadis..). Karena ujan emang suka ngikutin gw. Bahkan nanti sampe ngikut gw ke Takayama pas gw janjian sama om alul. Karena ujan ya udah deh kita main yang ga penting-penting yang di indoor sambil muter-muter sambil foto-foto. Semua parade juga di cancel. Syeeeddddddiiiiiiiiihhh... Kita keasikan main sampe lupa makan. Padahal udah jam 7 malem. Padahal cuma baru diganjel makan onigiri 2 biji/orang. Mendadak laper... akhirnya kita putusin udaha aaah.. Pulang ke Hotel. Lagian besok pagi-pagi udah harus jalan ke Shirakawago. Kesimpulan : Seru sih yaaa main kesini. Boleh lah dicoba. Kalo antrian panjang manfaatin aja single ride, lumayan bisa menghemat waktu dan tenaga. Toh dateng kesana niatnya main kan.. jadi ga barengan gpp lah yaaa. Perlu beli express pass? hhhmmm... kalo ada duit lebih sih gpp, tapi mending adteng terus liat kondisi dulu aja. kalo emang antriannya udah ga ketolong banget, bahkan dengan single ride, ya boleh lah beli express pass. Dadaaaaaaaahhhh USJ... Sampe ketemu laaaagiiiiiii..... Gw bakalan balik lagi khusus buat main Back to The Future dan Space Fantasy dan nonton Parade. Link Terkait: Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo
  35. 5 points
    Hello Momiji Part 1 cek di sini Momiji here i come!!! Day 4 - Tokyo (Part 1) 3. Odaiba How to reach Odaiba from Asakusa : dari stasiun Asakusa (A18) ke stasiun Shimbashi (A10), kemudian ganti kereta Yurikamome Line ke stasiun Odaiba-Kaihikoen sebelum ganti kereta yurikamome, kita beli tiket ke odaiba menggunakan kartu passmo seharga 350 Yen one way (yurikamome line tidak dicover oleh Subway Pass 24 Hrs). saya sangat menikmati perjalanan dari shimbashi ke odaiba, karena pemandangan yang disuguhkan sungguh2 sugoooiiiii begitu sampai di stasiun, kita langsung berjalan mengikuti arus penumpang (yang menurut insting saya pasti mau ke odaiba juga). lalu karena jalannya bercabang, saya pun tanya ke petugas stasiun. Saya : sumimasen, odaiba doko desuka? (lagi2 songong ) karena terlalu songong, saya ngak ngerti apa perkataan bapak itu. yang jelas dia ngarahin suruh jalan mengikuti jembatan penyebrangan. saya pun jawab Saya : haik. wakata. arigatou (padahal gak ngerti ) lalu kita pun jalan mengikuti JPO yang menurut saya keren banget. JPO aja di desain sedemikian rupa biar bisa foto2 juga dari atas sini dan yang keren lagi... panjang bhoook JPO nya cape juga jalan dari ujung ke ujung. View dari JPO akhirnya kita pun sampai di depan venus fort didekat venus fort ada taman kecil gitu. kita istirahat sejenak sambil nyari tempat makan yang recomended di daera odaiba. hasilnya nihil mahal2 semua. alhasil kita pun jalan menyusuri jalan dan akhirnyaaaaaaaaa..... ketemu dengan EARLY MOMIJI!!!! yeayyy... jadwal tahun ini menurut pantauan autumn forecast yang saya baca di http://www.japan-guide.com/blog/koyo16/ seharusnya daerah tokyo masuk ke autumn di akhir november. Inilah our first lucky di trip ini. jadilah kita foto2 beberapa saat di sekitar pohon2 yang sudah mulai berubah warna menjadi merah. Our first lucky in this trip. EARLY MOMIJI yeayyy Ini bakal keren kalo udah puncak musim gugur di Tokyo kayaknya puas foto2, kami pun lanjut lagi dan tibalah di bawah kaki gundam berukuran 1:1 di depan diver city odaiba. suasananya cukup rame. kita foto2 bentar setelah itu liat2 ke dalam gundam cafe. untungnya saya bukan pengoleksi action figure gundam, jadi gak tergoda untuk beli selamaaaaaatttt selamaaaaaatttt. Replika gundam 1:1 Giliran saya yang di foto, si bapak itu gk mau lari sengaja dia nutup2in Gundam Cafe di diver city odaiba menjelang sore, perut udah keroncongan banget karena tadi pagi cuman makan ramen doank. sambil jalan ke arah aquacity, ketemu konbini di bawah mall aqua city odaiba. jadilah kita beli makan siang merangkap sore di sana. harganya juga lumayan bersahabat 460 Yen + 108 Yen untuk air mineral botol dan belinya pakai saldo sisa di passmo. jadilah kita bawa makanan itu ke atas seaside view deck. cara ke deck tinggal jalan aja lewat mall aqua city nya langsung deh keluar udh hadap ke laut. kita pun menghabiskan sore di odaiba sambil menunggu sunset dan lampu di tokyo bridge nya nyala. semakin larut angin di odaiba semakin kencang akhirnya kita pun nyerah dan memutuskan untuk meninggalkan odaiba dan menuju ke Daimon station untuk melihat tokyo tower dari kejauhan di waktu malam sebelumnya kita beli tiket kembali seharga 350 Yen menuju ke Shimbashi Station. belinya juga pakai saldo sisa di passmo View dari atas deck Makan dulu braaaayy Ini sarapan saya Tokyo Bridge di kala senja Ini dia Feeris Wheel Odaiba 4. Tokyo Tower How to reach there from odaiba : dengan Yurikamome line turun di Shimbashi Station. dari Shimbasi Station (A10) turun di Daimon Station (A09) dengan menggunakan Asakusa line sebenarnya Tokyo Tower masih jauh jika kita turun di Daimon Station. jadi kenapa turun di sini?? yapp.. karena kita cuman foto tokyo tower dari kejauhan. ngak ada planing buat masuk ke observation deck nya karena mahal dan memang ngak nyisihkan budget ke sana juga . Untuk foto tokyo tower dari kejauhan, kita pun menuju ke Zojo-ji Temple (tiket masuk : Free) karena di sini lah spot foto paling oke. biar dapat gambar kayak2 di gugel gitu begitu sampai di zojoji eeehh malah rame banget karena sepertinya ada acara. sialnya lagi acaranya udah mau selesai kayaknya jadilah kita cuman numpang foto2 sebentar kemudian pergi. tujuan selanjutnya adalah Akihabara tempat dedek2 gemes kata @deffa Zojo-ji Temple dan Tokyo Tower 5. Akihabara a.k.a Akiba How to reach there from Daimon Station : dari Daimon Station (A09) turun di Ningyocho Station (A14) pakai Asakusa Line, kemudian ganti ke Hibiya Line masih di Ningyocho Station (H13) menuju Akihabara Station (H15) sampai di akihabara station, baru juga keluar station modem wifi kami sudah tewas alhasil, dengan keadaan kaki gempur kami pun mencari2 arah untuk menuju ke AKB48 cafe dan Gundam Cafe yang terkenal itu. setelah sempat tersesat sana sini, akhirnya ketemu juga ujung2nya karena kaki udah gempur kita cuman foto2 bentar di sini kemudian pulang. ngak explore terlalu banyak lagi di AKB. padahal masih banyak toko2 yang patut untuk di sambangi terutama toko yang menjual barang2 absurd . padahal saya juga udh planning mau hunting figure digimon. tapi ya sudah lah. toh baru hari pertama. kalo pun ketemu figure nya pasti bakal nguras duit lagi Pemandangan begitu keluar dari stasiun subway Yang kayak gini banyak bertebaran di AKB assoooyy Ngak nonton live, numpang foto pun oke lah ya Tepat di sebelah AKB48 Cafe How to back to asakusa : dari Akihabara Station (H15) balik ke Ningyocho Station (H13) pakai Hibiya Line, ganti ke Asakusa Line dari Ningyocho Station (A14) turun di Asakusa Station (A18) sampai di asakusa, perut pun mulai keroncongan lagi. mungkin karena pengaruh cuaca dingin, perut jadi cepat lapar ya . alhasil kita ketemu sebuah toko makan waktu perjalanan pulang. kalo gk salah namanya udon tenya ya. masuk lah kita dan pesan makan di sana. sewaktu menunggu pesanan jadi, kamvret momen terjadi. ada 2 pelayan di toko itu. satunya kasir (sebut saja A) merangkap tugas bersih2 mangkok yang udah dipakai konsumen. satunya lagi (sebut saja B ) yang tukang ngantar2 pesanan yang udah jadi dari dapur ke konsumen. nah si A itu yang kamvret. apa yang dilakukan dia coba. NGUPIL!!!!! anjaaaayyy banget *flip table* udh gitu, makin kita liatin dia makin ngorek kamvretnya lagi udh di korek di MAKAN!!!! BANGSAAAATTT!!!! saya dan sahat udah berdoa agar jangan dia yang nyuguhin makanan pesanan kami. untungnya si B yang nganterin makanan jadinya makanan yang saya pesan rasanya hambar. padahal porsinya lumayan oh ya.. makan malamnya seporsi 500 Yen. murah meriah euy setelah makan, kita pun akhirnya balik ke hostel dan istirahat karena besok mau kejar train pertama ke nikko. gimana kelanjutan kisahnya??? see ya di postingan berikutnya ya Kaminarimon Gate di waktu malam Kampret momen terjadi di sini Tips and Trick : pelajari terlebih dahulu map subway di tokyo sebelum hari keberangkatan untuk lebih menghemat waktu. wifi is a must!!! kami dengan modal wifi aja masih sesat2 setiap stasiun ada nomornya menurut line yang dilintasi (misalnya stasiun asakusa nomor A18 di line asakusa dan nomor G19 di line ginza). setelah tau posisi kita di stasiun nomor berapa dan line apa, selanjutnya tinggal menentukan tempat tujuan kita. misalnya kita mau ke ueno. ueno dilalui oleh ginza line dengan nomor stasiun G16 dan hibiya line dengan nomor stasiun H17. jadi jika kita dari asakusa, ambillah line ginza (G19) dan carilah platform yang mengarahkan kita ke ueno (G16). jangan sampai salah exit!!! bisa berabe jadinya stasiun subway di tokyo rata2 lumayan luas. sebelum menentukan exit yang mana, carilah map stasiun yang biasanya berada di tiang ataupun tembok stasiun. cukup jelas di map kita harus keluar di exit yang mana kalo bingung mau makan dimana, kunjungi aja http://www.picrumb.com cukup lengkap beserta range harga menunya tapi hanya area2 tertentu aja yang ada rekomendasinya kalo picrumb terlalu mahal dan kebetulan tidak ada ulasan di sana, bisa buka google maps kita. ada rekomendasi tempat makan terdekat. lumayan rekomen juga saran2 dari mbah yang satu ini
  36. 5 points
    Jika menyebut kata “ninjaâ€, apa yang akan kalian bayangkan? Sosok ninja Hattori dalam anime Ninja Hattori, sosok Naruto dan teman-temannya dalam anime Naruto, aneka film bertema ninja seperti American Ninja dan Kura-kura Ninja, atau lainnya? Apapun itu, yang pasti sosok ninja merupakan salah satu aspek dalam budaya tradisional dan sejarah Jepang yang paling misterius. Kemisteriusan ninja membuatnya menarik untuk diadaptasi dalam berbagai budaya pop modern, yang akhirnya memunculkan rasa penasaran akan sosok ninja yang sebenarnya dan mengundang siapapun yang tertarik dengan ninja untuk datang dan berwisata ke Jepang sebagai negara tempat ‘kelahiran’ ninja. Anime Naruto Shippuden, contoh adaptasi sosok ninja dalam budaya pop modern, via uwants Masalahnya, nggak sedikit yang menganggap ninja hanyalah mitos belaka, dan kemampuan khusus yang dimiliki oleh seorang ninja hanyalah kreasi berlebihan dari karya sastra tempo doeloe. Padahal, ninja itu memang (pernah) ada di Jepang. Bahkan hingga saat ini kalian masih dapat mengunjungi beberapa peninggalan yang menegaskan eksistensi ninja di Jepang. Bagi yang ingin mengenal lebih lanjut tentang ninja dan cara untuk mengunjungi berbagai peninggalan sejarah yang berhubungan dengan ninja, kenalan dulu dengan ninja di Jepang yuk! Tentang ninja, ahli spionase dan senjata rahasia dari Jepang Ninja (kanjinya bisa juga dibaca sebagai “shinobiâ€) merupakan sebutan bagi prajurit yang memiliki keahlian “nggak biasa†dibanding prajurit pada umumnya. Seseorang baru bisa disebut sebagai ninja jika dia telah menguasai ninjutsu, yaitu strategi dan teknik bertarung yang merupakan kombinasi dari teknik mata-mata serta survival skill. Misalnya saja, salah satu keahlian khusus yang dimiliki oleh ninja adalah mahir menggunakan berbagai senjata rahasia, ahli menyusup ke kediaman lawan, bergerak tanpa bersuara, berjalan di atas air, melakukan berbagai manipulasi visual, terbang menggunakan layang-layang, dan banyak lagi; sesuatu yang nggak dipelajari dalam ilmu bela diri biasa. Karena keahlian utamanya adalah spionase, profesi ninja ini diselimuti dengan rahasia, serba misterius, identik dengan “trik dan jebakanâ€, dan itulah yang membuat dokumen yang menguliti kehidupan ninja sulit untuk ditemukan. Ninja, via worsal Sebetulnya nggak jelas sejak kapan profesi ninja ini ada. Profesi mata-mata sekaligus pembunuh di Jepang di duga sudah muncul sejak abad ke-4, walau nggak ada catatan yang pasti tentang hal tersebut. Baru pada abad ke-10, beberapa taktik dan keahlian yang biasa digunakan oleh ninja mulai disebut dalam literatur. Profesi ninja semakin berkembang pada abad ke-11, dan pada masa tersebut reputasi klan Iga dan Koga sebagai klan ninja terbaik semakin dikenal luas. Banyak daimyo yang lantas memanfaatkan jasa ninja dari Iga maupun Koga untuk bermacam tujuan (terutama untuk memenangkan sebuah pertempuran), terutama pada abad ke-15 dan 16 saat politik Jepang sedang tidak stabil. Setelah periode Edo dimulai (tahun 1603), ninja dipekerjakan secara khusus oleh shogun Tokugawa untuk memata-matai para daimyo di setiap daerah. Banyak ninja terkenal yang akhirnya mengabdi pada klan Tokugawa, salah satunya adalah Hanzo Hattori (pasti pernah dengar nama itu kan?). Ciri khas dan keahlian dari ninja Ada beberapa perbedaan interpretasi ninja dalam berbagai literatur dan adaptasi modern dengan kenyataannya. Misalnya saja, dalam hal kostum. Saat ini ninja kerap digambarkan mengenakan kostum serba hitam dengan wajah yang nyaris tertutup. Pada kenyataannya, karena sifat profesinya yang memang serba rahasia, nggak ada bukti khusus maupun dokumentasi resmi jika ninja memiliki kostum serba hitam seperti yang dikenal saat ini. Justru kostum ninja asli diduga mirip dengan kostum samurai (sehingga tidak mencolok) yang dimodifikasi untuk memudahkan pergerakan. Dan, saat sedang menjalankan misi, seorang ninja tidak akan mengenakan pakaian ketat berwarna hitam yang akan terlihat mencolok di tengah cahaya bulan. Ninja asli akan mengenakan pakaian ketat berwarna biru laut gelap yang dianggap lebih adaptif secara visual terhadap berbagai situasi dan kondisi di lapangan. Beberapa gadis mencoba berkostum ala ninja di sebuah tempat wisata, via selasar Begitu juga dalam hal senjata. Ninja kerap digambarkan membawa shuriken, yaitu senjata rahasia berbentuk bintang yang dapat dilontarkan kapanpun diinginkan. Namun konon ninja asli nggak selalu membawa shuriken karena akan membuat identitas mereka sebagai ninja terbongkar jika ada pemeriksaan saat mereka tengah menjadi mata-mata. Ninja asli akan membawa senjata yang mirip dengan benda-benda yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya seperti kama atau sabit rumput (jika diberi tambahan tali dapat digunakan sebagai alat pemanjat dinding), ashikaga atau sepatu berkait khusus untuk menginjak permukaan licin di sawah (yang bisa dimanfaatkan untuk memanjat dinding maupun memberikan tendangan khusus), dan banyak lagi. Tentu saja ada senjata yang memang betul-betul digunakan dalam pertarungan seperti katana (pedang panjang), shuriken, kunai (pisau berbentuk ujung mata tombak), dan sebagainya. Sebagian kecil ragam senjata yang biasa digunakan oleh ninja, via Julio Ponce/pinterest Menelusuri jejak ninja di era modern Pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para penggemar ninja adalah: Apakah saat ini ninja itu masih ada? Kalau ada, dimana bisa melihat mereka secara langsung? Untuk menjawab apakah ninja masih ada atau tidak, mari kembali ke masa beberapa ratus tahun silam. Saat politik Jepang semakin stabil, perlahan tapi pasti profesi ninja pun semakin menghilang. Saat ini ninja diduga telah punah, walau sebetulnya hal ini nggak bisa dipastikan dengan akurat. Ingat, ninja adalah seorang mata-mata dan juga pembunuh gelap profesional, sehingga jati diri mereka yang sebenarnya sangatlah rahasia (dan pada kenyataannya, sampai saat ini masih ada yang mengaku dirinya sebagai ninja maupun ninja terakhir di Jepang). Namun, kalian bisa mengunjungi beberapa tempat yang menjadi saksi bisu eksistensi profesi ninja yang tersebar di berbagai tempat di Jepang. Minimal, kalian bisa mengunjungi berbagai tempat di Jepang yang menjual ‘ninja’ sebagai daya tarik utamanya. Berikut beberapa diantaranya: [to be continued]
  37. 5 points
    Hello Jalan2ners Sudah lama saya tidak post di forum ini, kali ini saya mau berbagi cerita trip ke Jepang musim panas ini. Sebenarnya tahun ini saya tidak ada rencana berangkat, berhubung saya berhasil mendapatkan tiket konser festival musik, mau tidak mau saya harus berangkat jadi tujuan utama trip kali ini untuk memenuhi salah satu impian saya selama ini yaitu nonton festival music & fireworks (kembang api) secara langsung. \ jadi tidak terlalu menfokuskan ke spot - spot wisata. ok dech, tanpa basi basi saya akan memulai cerita tripnya. dikarenakan saya mendapatkan kabar berhasil membeli tiket konser sekitar 1 bulan sebelum hari H, jadi saya cukup kelabakan mencari tiket pesawat + tempat penginapan & dll. setelah 1 minggu cari2 tiket murah, akhirnya dapat juga walaupun tidak semurah harga promo tapi gpp dech. kali saya menggunakan jasa ANA untuk kedua kalinya (PP Rp. 5 jt-an). 23 - 25 Agustus (Jakarta → Narita Airport → Mitaka + Yamanashi) Perjalanan dimulai dari Jakarta. pesawat pada subuh hari yang ingin saya tumpangi delay sekitar 30 menit-an. sekitar 7 jam 45 menit perjalanan, begitu landing lagi2 delay sekitar 20 menit. setelah tiba di bagian Imigrasi, saya melihat perubahan, yaitu adanya mesin untuk scan (input) mata dan sidik jari, di tengah antrian sebelum ke bagian cek paspor. kemudian saya tanya kepetugasnya, sejak kapan ada mesin ini, karena tahun lalu saya ke sini belum ada mesin seperti ini, lalu petugasnya menjawabnya semenjak April/Mei ini. walau antrian panjang otomatis dengan adanya mesin ditengah2 antrian ini sangat mempercepat proses pemeriksaan. waktu proses pemeriksaan sempat ditanya2 dan juga sempat dibongkar koper untuk diperiksa isinya. yang dimana selama ini saya tidak pernah mengalami hal ini waktu ke Jepang. saya merasakan makin ketatnya pemeriksaan belakangan ini, mungkin karena reputasi Orang Indonesia yang semakin memburuk. setelah beres saya langsung bergegas ke tempat penginapan yang telah saya booking sebelumnya melalui Airbnb. Narita International Terminal 2 → Asakusabashi (Keisei) ¥1100 → Mitaka (JR Chuo Line) ¥390 → Tempat Nginap waktu pertukaran kereta di Asakusabashi saya sempat kehilangan tiket, kalau sengaja beli lagi lumayan sekitar 1100 yen, lalu saya mencoba menggunakan bahasa Inggris gagap ke petugasnya, akhirnya diperbolehkan lewat, "thanks pak petugas !!! " begitu tiba di Stasiun di Mitaka, saya langsung menuju ke tempat penginapan, baru jalan sekitar 5 menit baju udah basah kuyup, suhu panasnya sih sama seperti sama Jakarta tapi tingkat kelembaban-nya beda banget. alhasil begitu sampai penginapan langsung mandi dech, lalu ngobrol bentar dengan tuan rumah. Plan untuk besok cuma ketemu teman saya pada siang hari untuk ambil Tiket konser, jadi paginya masih sisa banyak waktu, saya memutuskan untuk coba mengunjungi dokter gigi di dekat2 rumah. berhubung tempat temu janji cuma sekitar 20 menit jalan kaki dari tempat penginapan, jadi selama perjalanan saya menemui 4 dokter gigi, tapi tutup semua, jangan2 Hari Kamis (hari liburnya dokter gigi), tapi setelah sampai dekat tempat temu janji, saya melihat ada dokter gigi yang buka, lalu saya coba tanya2, alhasil lumayan mahal juga kalau tanpa asuransi, dan juga butuh beberapa kali datang sesuai dengan perawatan lubang-nya. setelah selesai bertanya2 dengan staff dokter gigi, saya langsung menuju ke tempat temu janji. yaitu kedai Iseya Yakitori (satay jepang) yang cukup terkenal diarea itu, karena sudah ada antrian walau belum buka. untuk websitenya bisa lihat disini > Iseya Yakitori disini teman saya memesan berbagai macam menu. setelah selesai berbincang-bincang dan menyerahkan tiket konser ke saya. dan teman saya segera balik ke Machida, dan dikarenakan saya masih mempunyai luang waktu, jadi memutuskan untuk ke mampir ke Shibuya yang dimana satu jalur dengan arah pulang teman saya. waktu jalan ke stasiun Kichijoji, teman saya menyempatkan untuk membeli Katsu (Sapi) + Korokke (pergedel jepang) di "Steak House Satou" , yang cukup terkenal enak di area Kichijoji ini. Kichijoji (Keio Inokashira Line) ¥200 → Shibuya ditengah perjalanan kereta saya berpamitan dengan teman saya karena mesti pindah jalur, lalu setelah sampai ke Shibuya Station kemudian saya langsung mencari tempat makan yg saya hampiri 2 tahun lalu yaitu "Okinawa Soba", dikarenakan saya masih cukup kenyang tapi kangen akan rasanya, jadi saya hanya memesan sayuran-nya saja yaitu Goya Chanpuru seharga 580 Yen setelah itu keliling sebentar area Shibuya lalu kemudian pulang balik ke penginapan, karena besok paginya harus bangun pagi2 untuk ke tempat konsernya. Shibuya (JR Yamanote Line) → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Tempat Penginapan) begitu balik, mandi lalu mempersiapkan keperluan untuk esok harinya , besok pagi mesti bangun sekitar jam 4.30 . Besok paginya sekitar jam 5-an, saya jalan menuju ke Station Mitaka sekitar 20 menit akhirnya sampai juga. kemudian langsung menuju ke Shinjuku Station tempat bus berangkat ke tempat konser. Mitaka (JR Chuo Line) ¥220→ Shinjuku (Official Bus Tour) ¥2800 → Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara) karena frekuensi Bus dari Shinjuku ke Yamanashi sedikit, jadi sebelumnya saya booking tiket ke pihak/staff yang berkaitan dengan event konsernya. Tiba di Shinjuku station sekitar jam 5.45 , lalu menuju ke tempat busnya, walau masih pagi tapi sudah banyak orang yang mengantri untuk naik ke bus. sekitar 40 menit mengantri, akhirnya naik juga ke Bus, perjalanan normal dari Shinjuku ke Yamanashi sekitar 2,5 jam tapi waktu di area Yamanashinya cukup macet alhasil sekitar 3.5 jam baru sampai tempat tujuan. (akhirnya bisa berjumpa juga dengan Gunung Fuji, tanpa sengaja dicari ) Acara Festival music ini berlangsung selama 3 hari, tapi saya hanya ikut 1 hari saja yaitu 10rb Yen. Ada 4 Panggung dan disini juga bisa naik Balon udara, main Canoe, atau main air di pinggir Danau sekitar untuk detailnya bisa lihat langsung ke sini Sweet Love Shower Site walau masih pagi, tapi sudah banyak pengunjung, awalnya saya perkirakan sekitar 12rb orang, ternyata saya salah .. totalnya melebih 120rb orang ternyata. waktu masuk menerima map (schedule) + wristband (yang akan dicek setiap kali pindah panggung, jadi pastikan jangan hilang ^^) karena selama perjalanan dari Tokyo belum makan, jadinya saya langsung berburu makanan begitu sampai, saya mencoba Yakiniku Kare 1000 Yen, rasanya lumayan enak. Karena Masih agak pagi , pengunjung belum benar2 padat, saya memutuskan untuk explore area ini. walau padat pengunjung tapi tetap bisa jaga kebersihan begitu juga Toiletnya cukup bersih Sekitar jam 11 cuaca makin panas, waktu nonton desakan-an di dekat panggung berasa cepat cape dan karena dempet2an suhu makin terasa panas (mungkin sekitar 40°C kali ^^) kebetulan band (Coldrain) yang saya ingin tonton manggung jam 12.00, jadi mutung dech dan alhasil bawaan-nya cari minum, tanpa terasa menghabiskan 2000 - 3000 yen untuk minum saja makin siang, makin berasa panas dan padatnya pengunjung. walau baru 2 jam-an disini rasanya energi udah habis, bawaan-nya ingin pulang aja, tapi berhubung saya udah beli tiket bus pulang ke Tokyo, dan paling awal sekitar jam 19.45 malam berangkatnya, mau kagak mau harus menunggu sekitar 7 jam-an lagi. demi menambah energi, saya mencari makan + minum. lalu saya membeli Sasebo Burger, ukuran-nya 2.5 kali lebih besar dari burger biasa, begitu juga isinya yang banyak. sambil makan, sambil lihat live (band) dari kejauhan. tidur-tiduran di taman waktu band kagak manggung ^ ^ setelah segar kembali, kemudian aktif lagi dech jingkrak2, dorong2-an walau panas, cape, tapi benar-benar puas ikut festival ini, rasanya ingin lagi berpatisipasi kalau ada kesempatan NOTE : disini dokumentasi music sangat dilarang, jadi jangan kaget waktu ngerekam tiba2 staff muncul didepan anda untuk preview (gambaran) mengenai festival music ini bisa lihat disini Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara) (Official Bus Tour) ¥2800 → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Local Bus) ¥220 →Tempat Penginapan Sekitar jam 19.15 malam saya langsung menuju ke Tempat Bus, dan menunggu antrian, sekitar 25 menit menunggu akhirnya bisa naik ke dalam Bus, kemudian langsung menuju ke Shinjuku. kali perjalanan sekitar 2.5 jam, karena tidak terlalu macet. setiba di Shinjuku saya langsung menuju ke Mitaka, dan karena sudah lelah saya memilih naik Bus untuk ke tempat penginapan, kemudian mandi dan segera beres2 dan siap barang. karena besok pagi2 mesti ke Haneda untuk ke Kochi. Untuk Lanjutan-nya bisa lihat disini 26 - 30 Agustus (Kochi, Nakamura + Sukumo) 30 Agustus - 1 September (Matsuyama, Dogo Onsen + Bansuiso) 1 - 4 September (Kure, Onomichi, <Mukoujima & Innoshima Island> + Tomonoura) 4 - 6 September (Kurashiki + Naoshima) Simak juga perjalanan saya lain-nya
  38. 5 points
    tki

    Cairo

    Tidak banyak (malah mungkin tidak ada) field report mengenai Afrika. Oleh karenanya saya akan sharing sedikit mengenai trip kami beberapa waktu yang lalu ke Cairo - yang secara geografis termasuk benua Afrika, tetapi secara kultur lebih dekat ke middle east. Kunjungan ini adalah biz trip; dibayari kantor tapi enaknya bisa dikatakan nggak kerja karena merupakan preview trip, yaitu untuk melihat kondisi, fasilitas, suasana kerja sekaligus mencari pilihan rumah yang nantinya akan kami tinggali kalau kita pindah kesana. Selama di Cairo kami tinggal di hotel Intercontinental citystar. Meskipun tidak terletak di pinggir sungai nil, namun lokasi hotel ini sangat strategis dan terhubung langsung dengan Citystar mall, mall terbesar dan paling ramai di cairo. Selain mengunjungi kantor, kita juga berkesempatan untuk jalan2 menikmati indahnya sungai Nil yang menjadi denyut kehidupan jutaan orang selama ribuan tahun. Di bantaran sungai ini berdiri hotel2 megah bintang lima seperti Four season, Intercontinental semiramis, Ritz Carlton, dll dan juga sejumlah restauran terapung. Para expat di cairo umumnya tinggal di daeran New Cairo; dimana di lokasi ini telah dikembangkan sejumlah perumahan modern dan mewah antara lain Katameya heights dan El safwa; yang di rekomendasikan oleh kantor saya dan sempat kami kunjungi. Penampakan El safwa dari balkon salah satu villa yang kita lihat. Tentunya, kunjungan ke cairo tidaklah lengkap jika tidak mampir ke Piramid di Giza, yang tidak jauh dari New cairo - dapat ditempuh dengan mobil sekitar setengah jam dari New cairo. Meskipun fasilitas sangat lengkap, namun terus terang ada beberapa hal yang saya kurang nyaman dengan Cairo, antara lain traffic yang sangat padat, cara mengendarai kendaraan yang main serobot seperti Jakarta, banyak sudut kota yang kotor dan jorok, dan yang paling menyebalkan adalah begitu banyaknya orang merokok dimana saja, bahkan didalam mall mewah. Saya sendiri pada dasarnya lebih menyukai kota kecil yang tidak ramai.
  39. 5 points
    min0ru

    Berpetualang di Kyoto - Kobe - Osaka

    Setelah sukses dengan tulisan Jalan Jalan ke Jepang versi Ogie kini mari kita lanjutkan ke Jalan Jalan ke Jepang Bagian 2 (cieelah macam penulis terkenal aja). Yuk lanjut dibaca ya, semoga ga ngebosenin. Hari ke 4: Arashiyama - Fushimiinari - Philosopher Path Pagi ini saya start menuju ke Arashiyama St via Higashiyama St jam 08.00 perjalanan ditempuh selama kurang lebih 40 menit. Untuk menuju ke Bamboo Groove dari Arashiyama St hanya tinggal keluar dari stasiun dan turun kebawah, nanti disebelah kanan ada stasiun kecil tempat Sagano Romantic Train. persis di sebelahnya stasiun itu ada gang kecil di sebelah kanan, nah tinggal ikutin jalan itu untuk menuju ke hutan bambunya (jika kalian sudah menemukan tempat sewa sepeda berarti sudah benar ). Diujung gang ini nanti akan ketemu jalan berukuran 2 mobil, belok aja ke kiri lalu nyebrang jalan dan belok ke kanan. Memang agak bingung tapi pasti ketemu karena banyak juga wisatawan lain yang kesana. Yuk mari masuk dan eksplor hutan bambu ini. Ada beberapa temple kecil yang cukup menarik di dalam area hutan bambu ini. Untungnya saya datang agak pagian jadi belum terlalu padat wisatawan (bisa narsis dulu sana sini). Salah satu yang saya ingat adalah Nonomiya Shrine yang didepannya terparkir kereta2 yang terkenal dengan sebutan rickshaw. Para penarik rickshaw dengan sopan menghampiri saya ketika sedang foto2 dan menawarkan jasanya yang dimulai dari ¥5000 keatas. Saya menemukan 1 spot yang masih sangat sepi untuk berfoto ria, maju sedikit dari Nonomiya Shrine (arah rel kereta api) ada disebelah kanan jalan. Melanjutkan perjalanan singkat dari Bamboo Groove, saya kembali mengarah ke stasiun tempat Sagano Romantic Train dan membeli tiket seharga ¥620 / one way. Sebagai informasi tambahan bahwa Sagano Romantic Train ini tutup setiap hari rabu dan akhir desember sampai dengan akhir februari (musim dingin). View yang kita dapat jika naik kereta ini sangatlah menarik, keluar masuk terowongan, melewati sungai dan melihat pohon2 dengan warna daun yang menarik. Oh ya dijalan menuju ke stasiun saya mampir untuk membeli cemilan yang keliatannya enak. Lupa namanya tapi harganya cukup murah ¥200. Sembari nunggu jam berangkat Sagano Romantic Train saya makan di cafe yang terletak di stasiun. Pesan nasi goreng dan mencoba roti es krim matcha yang enakkkk. Sagano Romantic Train ini berujung di Torokko Kameoka Station, nah dari sini saya harus jalan kaki kurang lebih 20 menit menuju Umahori Station karena saya mau lanjut ke Fushimi Inari yang berjarak 40 menitan naik kereta. Penampakan dari stasiunnya sih ngga begitu ramai tetapi begitu mendekati gapura pintu masuk *jrengg jrenggg* ternyata ruameeee sekali tapi tetep sih rame ngga rame ya harus mejeng hahaha. Disebelah pintu masuk ada beberapa tenda yang berjualan dan salah satunya jualan Yukata yang cukup murah hanya seharga ¥1500. Berjalan menuju ke atas menyusuri puluhan, ratusan bahkan ribuan gapura (lebay) bersamaan dengan wisatawan lainnya. Butuh usaha dan kesabaran lebih untuk menunggu momen yang tepat dan sepi jadi seolah2 tempat kita foto itu sepi padahal mah numpuk sama wisatawan :D. Sebelum lupa, foto dibawah ini nih yang ada ibu2 narsis sebenernya adalah semacam tempat untuk membersihkan diri untuk masuk ke tempat suci *ceritanya gitu* tapi malah jadi tempat foto2 tanpa tau artinya termasuk saya ngga coba cuci tangan apalagi minum dari air itu haha. Lelahhhh kaki hayati bangggg! Ga usahlah naik sampai atas, turun aja udah sore nih. Ngacir buru2 balik ke stasiun mau ngejar ke Philosopher Path. Dari Inari St balik ke Higashiyama St lalu lanjut naik bus nomor 100 dan turun di Ginkakuji. Jalan atau hanya sekedar duduk2 di Philosopher Path ini sungguh menyenangkan (dimana coba di Kyoto yang ga menyenangkan) :p. Kebanyakan sakurannya sudah lewat masa bloomingnya jadi saya cuma dapet sisa2nya aja :(. Hari ke 5: Osaka - Kobe Nah hari ini pagi2 saya udah di Osaka loh! Numpang titip koper di Osaka St dan langsung cus ke Kobe untuk cobain kobe beef yang terkenal ituh :D. Buat meat lovers, kobe beef sangat sangat sangatttt saya rekomendasikan! ENAKKKKKKK. Restoran yang saya coba adalah steakland, sekitar 10 menitan jalan kaki dari Kobe St. Nah kobe beef ini murah pada jam makan siang alias lunch set menu seharga ¥3500 / orang (salad, main course dan dessert + minum). Kobe sendiri seperti kota pada umumnya dan mungkin next time akan kesini lagi untuk explore, salah satunya mount rokko sepertinya cukup menarik karena bisa melihat kota dari atas. Yak! perut kenyang, saatnya kembali ke Osaka! Direct menuju ke Osaka Castle via Osakajokoen St. Sampai di Osakajokoen St saya masih harus berjalan kaki sekitar 20-30 menit menuju Osaka Castle-nya. Yak betul, cukup jauh tapi ngga kuatir karena sepanjang jalan banyak pemandangan indah seperti sungai, orang main baseball, banyak orang piknik dan lainnya. Karena pas saya kesini Sakuranya hampir habis total jadi saya berasa seperti wisatawan asing yang lagi main ke MONAS (cuma gini doang nih?!) :p. Saya juga ngga tertarik masuk ke Osaka Castle karena saya pikir ya hanya begitu saja, dan masuknya bayar ¥600 terkecuali anda pemegang Osaka Amazing Pass ya gratis sih. Didepan Osaka Castle banyak food truck yang menjual berbagai macam cemilan dengan harga yang sangat menggiurkan dan salah satunya jualan Takoyaki! Beli deh. :D. 1 jam berlalu gitu aja dan sampai pada saatnya harus angkat pantat dari tempat ini dan lanjut ke Umeda Sky Building. Ngapain disini? Ya Umeda Sky Building itu kita bisa naik ke rooftop buat liat kota Osaka dari atas, terserah mau foto2 narsis atau nungguin sunset atau motret kota pada malam hari. Gedung ini mirip sama twin towernya Kuala Lumpur jadi kita masuk ke gedung 1 dan naik ke lantai 3, nyebrang ke gedung 2 dan naik ke lantai 35, sampai 35 masih gratis tapi untuk naik ke rooftop kita diharuskan membayar ¥800 dan lagi2 pemegang Osaka Amazing Pass GRATIS! *sigh*. FYI dari Osaka St harus berjalan kaki sekitar 10 menit nyebrang jalan menuju ke Umeda Sky Building ini. Kalo ngga salah waktu itu saya naik ke atas jam 5 sore. Nungguin sunset 1 jam udah mengigil karena dingin banget diatas dan anginnya lumayan kencang. Rupanya matahari hari itu malu2 dan ngumpet dibalik awan tebal bikin pupus harapan dapet golden sunset :(. Udah tanggung diatas ya sudah sekalian lah nunggu lampu kota pada nyalah buat motret city lights dan akhirnya dapet foto yang lumayan memuaskan. Thats it! waktu balik ke Osaka St untuk ambil koper dan check in ke hostel. Setelah check in, keluar lagi dari hostel untuk jalan ke Namba - Shinsaibashi. Namba isinya cuma tempat shopping sih sejauh yang saya lihat dan banyak wisatawan yang berkumpul di depan Glico Man untuk foto2. Makan malem hari itu dipersembahkan oleh Yoshinoya dan diakhiri dengan membayarkan sejumlah uang dikasir (dipersembahkan seolah2 disponsorin padahal mah kagak). Jalan jalan hari itu ditutup dengan belanja di Daiso. Ada yang gatau Daiso? Daiso itu tempat dimana semua barang harganya cuma ¥100, kalo ngga inget koper udah mau penuh mungkin bakalan belanja banyak. ===== @HarrisWang @mayanurm tolong dikoreksi kalau ada yang kurang tepat. maklum ingatan terbatas memorynya
  40. 5 points
    tiara

    3 Gadget Wajib Bawa Kalau Jalan2.com

    Ada gadget mania disini??? Well, saya termasuk salah satu gadget freak dan sekarang saya mau share beberapa peralatan yang selalu saya bawa kalau sedang travelling. Rasanya kalau ketiga barang ini sudah berada di tas, hati sudah 50% tenang hehehe…. Pertama, my I Pod. Disini tersimpan ribuan koleksi lagu dari beberapa genre, kalo di jalan bosen tinggal setel dan mood kembali normal Kedua, kamera saku Casio 10MP ku tercinta. Dgn gadget ini, saya bisa mengabadikan momen2 berharga selama travelling. Setiap selesai travel pasti langsung di back up dan di susun di folder2 khusus. Ngga ada gadget ini sama aja gak ada kenang2an dari jalan2 kita Ketiga, hp smartphone….tentu aja ini HP sekaligus tempat main game kalo lg suntuk. Ngga kebayang deh kalo lupa bawa ini sama aja memutus kontak dengan dunia luar hehehe…lebay.co.id Ngga banyak kan bawaan gadget nya?? Yang jelas 3 barang itu wajib saya bawa demi tenangnya perjalanan travelling saya Bagaimana dengan kawan2 sekalian?? Boleh di share yah…Thanks!!
  41. 5 points
    ariegato

    Karimunjawa Backpacker By Ariegato

    Akhirnya bisa nulis FR lagi. Kali ini adalah FR perjalanan ke Karimunjawa (KJ) yg cukup penuh perjuangan hehe lebay Perjalanan ke KJ ini merupakan salah satu rangkaian perjalanan dari liburan saya akhir 2014 yg lalu. Dan sbnrnya tadinya sy ga ada rencana ke KJ,jd persiapan menuju kesana termasuk dadakan dan agak2 nekad. Ini adalah perjalanan sy pertama kali ke KJ dan tanpa ikut tur2 apapun, murni Backpackeran, dan modal nekad plus mupeng. Saya berangkat bertiga, Saya, Istri, dan Anak 1. Tadinya rangkaian perjalanan liburan saya dengan starting point dari Makassar menuju Jakarta, Bandung, Pangandaran, lalu pulkam ke Solo. 2 minggu sblm kebrgkatan sy udah cari2 info mengenai Pangandaran. Namun utk yg ke Pangandaran saya batalkan, sy pengennya main Body Rafting di Ciujung. Tapi krn info2 yg saya dapatkan sptnya tdk memungkinkan utk main Body Rafting bersama anak2 ditambah lagi musim yg kurang mendukung utk main air disana. Akhirnya sy putuskan utk merubah rute liburan ke KJ. Persiapan ini hanya sekitar seminggu sblm keberangkatan, amat sangat dadakan banget. Sy akan menuliskan sedikit perjalanan ke Jakarta dan Bandung tp tdk secara detail ya, meskipun sbnrnya banyak hal2 menarik dan kocak. Proses keberengkatan ke KJ cukup bikin pusing krn waktunya udah mepet ditambah musim liburan yg susah buat nyari tiket. Semua tiket sudah sy buking via internet kecuali tiket kapal menuju KJ. Berhubung sy berangkatnya secara solo karier, alias ga pake jasa tur2an, maka dari itu sy blm pegang tiket kapal penyeberangan nih. Waktu pas masih di Makassar sy sempet telpon sana sini utk cari info tiket. Tadinya sy berencana naik kapal cepat Express Bahari, tp ternyata tiketnya habis. Beruntungnya pas sy telp ke dinas pelayaran apa gitu ya...lupa saya...sy diberi info kalo pada hari itu (Jumat 26 Des) ada kapal tambahan ke KJ, tp kapal Ferry. Lebih lama perjalannya. Kalo kapal cepat sekitar 3 jam, nah kalo kapal ferry sampe 4,5 jam. Yaudah, krn tdk ada pilihan lain maka sy tekadkan utk brgkt ke Jepara. Tiket kapalnya sendiri tidak bisa di booking, jd harus datang lgsg dan antre tiket. Tgl 20 Des 2014 Sy terbang dari Makassar ke Jakarta ambil flight pertama pagi jam 6. Sampai Jakarta sekitar jam 8, cari Damri lalu lgsg menuju hotel utk nitipin barang2, lgsg lanjut ke Dufan sampe malam. Malamnya balik ke Hotel dan tidur krn besoknya akan lanjut ke Bandung. Tgl 21-24 Des 2014 Bangun pagi lgsg sarapan dan siap2 ke Gambir utk meluncur ke Bandung. Di Bandung stay 3 hari. Jalan jalan ngiderin kota ini. Saya suka Bandung. Bersih,orgnya jg ramah2. Enak kotanya. Tgl 24 Des 2014 Cekout hotel jam 12.00wib lgsg menuju Stasiun Bandung, nitip barang2 dan cus lg jalan2 ngabisin waktu sambil nunggu jadwal kereta jam 19.30wib. Nah perjalan ini adalah utk menuju ke KJ. Waktu sblm berangkat dulu,sy rencananya mau ambil rute Bandung-Semarang via Kereta, tp kehabisan tiket. Coba nyari2 info Bus antarkota jg udah abis. Sy maklum krn memang musim liburan dan sayanya juga dadakan nyarinya. Akhirnya sy ambil Kereta dengan rute Bandung-Solo, lanjut Solo-Semarang. Dari Bandung kereta berangkat jam 19.30wib. Tgl 25 Des 2014 Sampai Solo jam 4.30wib. Lanjut lagi Kereta Solo-Semarang jam 5.30wib. Sampai Semarang jam 8.00wib. Sebenarnya, sy sdh cb telp jasa mobil travel dari Semarang ke Jepara,sdh pula janjian ketemu di stasiun tawang jam 9. Eh pas mobilnya dateng ternyata hanya terbuking utk 1 org, padahal sy ber 3. akhirnya sy batalkan dan segera nyari taksi utk menuju ke Terminal Bus Terboyo. Oh iya, sy ambil rute ke KJ via Jepara, krn jadwal kapal dari Semarang nggak konek dengan jadwal kedatangan kereta sy. Akhirnya dapet bus dan perjalanan ke Jepara selama 2 jam. Sy buta sama sekali mengenai Jepara. Sy cm mengandalkan Google Map untuk mengira2 dimana sy harus berhenti dan turun dari bus di kota Jepara utk selanjutnya menuju ke Homestay yg sudah saya pesan. Singkatnya,setelah masuk kota Jepara, turunlah saya di sebuah pertigaan. Disitu sdh banyak becak yg mangkal. Lgsg saja sy ambil 2 becak, 1 untuk sy dan ransel2, 1 lagi utk sitri dan anak :). Saya menuju ke Homestay Kota Baru, sebuah Homestay yg byk direkomendasikan oleh blogger2 dan para tukang becak udah tau semua. Setelah sampai homestay kami segera mandi, dan ini adalah mandi kita pertama setelah melalui perjalanan selama hampir 18 jam dari Bandung menuju Jepara hahaha Tdnya sy pikir bisa mandi sore di stasiun Bandung, ternyata tdk diperbolehkan, begitu juga pas sampe si Solo jg sdh tidak diijinkan lg mandi di stasiun. Jadilah kita ngegembel bau acem selama perjalanan itu Memang benar apa yg tertulis di blog2, Homestay ini memang bersih dan murah, dengan dekorasi ala Bali gitu. dekat dengan dermaga dan gampang cari makan. Diatas homestay ada tempat terbuka utk nongkrong2 sambil nunggu sunset sayang sunsetnya ketutup pohon2 tinggi Homestay ini juga menyediakan sepeda motor yg bisa gunakan utk keperluan2 spt cari makan diluar komplek homestay, cari kebutuhan2 di toko2,dll...gratis lagi :) SY booking kamar via telp di nomor yg spt terlihat pd foto diatas. Bookingnya dengan cara transfer DP, dan bukti struk transfernya jgn dibuang, nanti akan dipakai pd saat kita cekin sbg bukti transaksi, cukup tunjukkan sj dan kita bayar uang kekurangannya. Sy dapat kamar AC dengan KM luar,semalem 160K. Nah karena wkt dari bandung sy ada banyak pakaian kotor, maka segera sy cari jasa laundry. Letaknya agak jauh,jd hrs pake motor,kira2 1Km dari homestay. Nama Laundrynya "PAPAYO", sayang sy ga sempet ambil fotonya. Laundry ini jg murah bgt, cukup bayar 3500 per Kg,udah disetrika. Udah gitu cepet lg, sy masukin pakaian jam 2, jam 4 pakaian sdh disetrika. Tp baru sy ambil jam 6 skalian cari makan malam. Bagi yg males keluar, tiap malam ada tukang sate, dan nasgor yg lewat depan homestay. Atau ada juga penjual2 makanan lain di sekitar komplek. Homestay ini terletak di dalam komplek wisata pantai Kartini. Pantainya sih biasa banget, tp didlm komplek ada semacam seaworld mini gitu, bentuk bangunannya Kura2 yg besar bgt. Kalo mau masuk sekitar 15K kalo ga salah tp sy ga masuk. cuma liat2 sekeliling aja. Tgl 26 Des 2014 Bangun pagi2 banget jam 4.30, mandi, siap2, lalu jam 5 jalan kaki ke Dermaga yg jaraknya kira2 300-500m. Sy dapet info dari orang2 homestay, kalo mau beli tiket kapal hrs antri plg lama jam 5.30. Sy curi start jam 5 sdh jalan. Benar saja, jam segitu tnyata sdh ada bbrp org yg sdh antre tiket. Jam 5.30 sy nengok belakang, dan antrean sdh mengular ga rugi bangun pagi2 Selingan info nih, pd hari sblmnya sy ditawari tiket kapal cepat oleh seseorang yg ngakunya dari dinas pariwisata, tp adanya cm VIP dan hrgnya dikasih lbh mahal. Tentu sj sy tolak Jadi jangan takut kehabisan kapal, asal itu kapal ferry, kemgknan besar msh dpt tiket kok, krn belinya hrs lgsg, jd cepet2an aja antre. Jgn mau dikibulin deh pokoknya Jam 7 kapal mulai jalan. Kapalnya cukup bersih. Sy ambil kelas eko hrgnya 57K dewasa, 37K anak2. Jam 11.30 kapal sampai di KJ. Segera sy telpon seseorang utk jemput sy di pelabuhan. Orang ini adalah org yg sdh sy hubungi sebelumnya utk memesan penginapan. Namanya Pak Antok. Dapet nomornya juga dari blog. Iseng2 aja nelpon dan nyambung. Sy transfer DP 200K. Oh iya, tadinya sy pengen nginep di Wisma Apung, tp pas sy telp katanya udah ful sampe tgl 2 januari 2015...busyeeeet trus sy browsing2 lagi dapetlah kontaknya pak antok ini. Sekedar info,ternyata wisma apung letaknya jg cukup jauh dari daratan, jd agak repot jg nanti kalo bosen disitu dan pengan jalan2 sekitar pulau. Belakangan sy baru tau, ternyata pak Antok ini sbnrnya jg penyedia paket tur KJ. Nama tur nya Salami Sy tadinya dikasih penginapan bukan di homestay pak Antok krn penuh, tp di homestay yg menurut sy terlalu mewah, mubajir aja sih, secara seharian kita kan ga stay di homestay mulu, udah gitu percuma juga krn listrik mati seharian. Kamarnya sih besar, KM dalam, ada AC, TV dll...terlalu mewah buat sy. dan hrgnya kemahalan jg buat sy yg backpackeran gini. DItambah lagi lokasinya jauh dari alun alun, satu2nya tempat keramaian di KJ, jd kalo butuh apa2 repot juga kan. Akhirnya sy cm stay semlm dan segera minta pindah penginapan ke rmh pak Antok yg kebtln ada yg cekout besoknya. Homestaynya pak Antok dekat dengan Alun2 KJ, dekat jg dengan Pasar kalo mau cari sarapan atau cemilan pagi2. Alun2 KJ berubah jadi pasar kaget kalo pas malam hari, disitu byk penjual2 sovenir, baju, celana dll...dan byk juga penjual makanan, seafood, bakso, soto dll... Kalo makan siang carinya di dekat dermaga lama, diujung Alun2. Ya ada jg sih bbrp penjual makanan di perkampungan disekitar alun2 tp sy ga nyoba. Sampai di homestay lalu beberes, cari sewa motor 75K sehari, lalu cari makan, dan dilanjutkan keliling pulau naik motor bertiga. Pulaunya cukup luas juga kalo dijelajahi. Tujuan pertama adalah mencari lokasi Mangrove Tracking, cukup jauh ternyata. Pas sampe lokasi ternyata tdk ada petugas jaganya. Biaya masuknya sih cuma 5K. Kadung udah nyampe sono akhirnya kita manjat pagar utk bisa masuk ternyata kita ketemu dengan bbrp org didalam dan setelah kita tanya ternyata jg pada manjat pagar, bahkan ada juga bapak2 tentara dan bule yg ga disiplin Ada peringatan utk menggunakan celana panjang, lotion anti nyamuk, dan sepatu tracking. Sy cuma pake celana pendek dan sendal jepit untung istri sy bawa minyak kayu putih, jadilah kita diolesin kayu putih buat penangkal nyamuk. Nyamuknya sadis2 jg, kalo gigit perih banget. Masuk kedalam ada semacam jembatan kayu gitu sbg jalur tracking memasuki hutan bakaunya. jauh jg, kira2 sekitar 500-1Km. Puas muter2 disitu kita lanjutkan jalan lagi nyari lokasi Bandara Dewadaru KJ. Bukan objek wisata ataupun tempat yg menarik sih, tp pengen aja nemuin dimana lokasinya jarak dari Mangrove jg lumayan jauh. Bandaranya kecil dan tidak ada petugas. Yang ada hanya pekerja2 proyek aja, Bandara ini sptnya sdg membuat bangunan terminal baru yg lebih besar. Sampai disana poto2 aja Puas poto2 dilanjutkan lagi ke kampung Bugis. SY penasaran aja dengan tulisan bbrp blog yg mengatakan ada sebuah kampung dimana orang2nya keturunan suku Bugis, dimana asal suku ini adalah tempat sy tinggal sekarang yaitu Makassar. Rumah2nya bbrp ada yg masih berupa rumah adat Bugis yang berupa bangunan rumah panggung, tp byk juga yg sdh spt rumah2 pd umumnya. Bahasa Bugis masih digunakan, tp mereka juga bisa berbahasa Jawa. Kita jalan sampai pada sebuah rumah yg masih Bugis banget, lalu sy berhenti. Turun dari motor lalu meminta ijin pemilik rumah utk foto2 didepan rmhnya. ngobrol2 sebentar basa basi gitu deh :) Dari situ lanjut perjalan lagi ternyata mentok disuatu daerah yg ada portalnya. Sayangnya sy ga sempet nanya sama penduduk sekitar tempat apa itu. Sy lalu balik arah menuju arah pulang. Tp seblm pulang sy mampir dulu di pantai Batu Topeng dan Ujung Gelam. Pantai Batu Topeng cukup cantik, airnya tenang dengan view yg bagus, cm pantainya kecil bgt, garis pantainya paling cm sekitar 500m. Jalan masuk ke pantai ini cukup unik, krn masuknya hrs naik bukit dulu, trus turun, baru ketemu pantainya, lokasinya tersembunyi. Dari batu topeng lanjut ke Ujung Gelam. Pantai Ujung Gelam tdk seindah Batu Topeng, biasa aja, sy tdk ambil foto disini. Puas dari situ lalu kita pulang ke homestay. Mandi dan bersih2 lalu malamnya cari makan ke Alun2. Kalo malem rame banget Alun2 KJ. Hampir semua wisatawan numplek disini utk sekedar lihat2, belanja sovenir atau makan malam. Harga makanan cukup murah lagi. Ga semahal yg kita bayangkan kalo lg di tempat wisata. Seharian jalan, malemnya masih ngiderin Alun2, hasilnya...tidur pules skalian persiapan besoknya buat ikutan jalan ke Pulau2. Tgl 27 Des 2014 Saatnya main air ke pulau2. Kali ini kita akan ke pulau2 di gugusan pulau sebelah timur. Td sdh sy tulis mengenai Pak Antok yg selain punya homestay, dia juga punya bbrp perahu utk paketan tur ke pulau2. Sy cukup membayar 150 utk ikutan gabung dgn anggota2 tur pd salah 1 kapalnya. Hrg yg cukup murah krn tur ini akan menuju ke 4 pulau, sudah termasuk alat snorkeling dan makan siang ikan bakar di salah satu pulau. Pagi2 jam 8 sy dijemput dari homestay oleh Pak Antok menju ke Homestaynya (Sy pindah homestay dulu). Stlh itu siap2, cari sarapan dulu ke dermaga lama sambil nunggu kapal siap. sekitar jam 9 kapal siap dan mulai jalan. Pulau pertama adalah pulau Gosong. Pulau yg hanya muncul jika Air Surut. Pulau ini cukup "ajaib" krn kita serasa berdiri diatas air Selanjutnya menuju pulau Cilik. Di Pulau ini mulai bisa snorkeling. Kegiatan snorkeling disini cukup lama. Tp sayang sy ga sempet/ga bisa ikutan snorkeling. Nggak tau apa krn sy mabuk laut (kynya nggak sih ) apa gimana...itu pas sy pake alat snorkelingnya...masyaAllaaaaaah....itu baunya udah gak keruan, sy lgsg jekpot ditempat ga kuat nahan baunya. coba ambil napas dulu...lalu pake lagi...masih juga ga nahan...akhirnya nyerah sy...ke pantainya aja main2 air dengan anak dan istri disitu, dan poto2. Badan sampe lemes krn jekpot mungkin ada sekitar 1 jam orang2 anggota tur pada snorkelingan, sementara sy menyepi di tepi pantainya hiks setelah itu mrk pd naik dan guide kita nyiapin makan siang, bakar ikan segar di tepi pantai. sambil nunggu acara bakar ikan selesai kita bisa nongkrong di satu2nya warung di pulau cilik itu. kalo dah kelaperan bisa mesen mie instan panas, gorengan, air kelapa, kopi panas, dan aneka jajanan lain disitu Sudah kenyang...lanjut jalan lagi ke Pulau Tengah utk snorkelingan lagi. Nah disini sy baik2 saja, krn alat snorkelingnya ga bau ky tadi Kapal tidak menepi ke pulau tp hanya buang jangkar aja ditengah lau di karang2 sekitar pulau. Disitu kita nyebur lg, snorkleingan lg, poto2 bawah air. Sayangnya...poto2 sy selama disana yg diambil dari kamera guide currupt semua, ga tau kenapa tuh...jg sy ga punya nih dokumentasinya, cuma adanya dari poto yg diambil dari kamera pribadi aja spt foto2 yg diatas Dari pulau tengah kapal lalu berbalik arah ke arah pulang, tp seblm itu mampir dulu di salah satu pulau tempat penangkaran hiu. sy ga tau nama pulaunya apa, yg jelas itu pulau yg terdekat dari pulau KJ. Kirain masuknya gratis, ternyata ada biaya sebesar 25K seorang. Ada jajanan jg disitu, bisa ngopi, ngeteh, makan popmie dan nyamil2. Setelah dari pulau itu lalu pulang kembali ke pulau KJ. Beres2 dan bersih, mandi...lalu persiapan cari makan malam di Alun2. Nah apesnya, pas kapal sdh mendarat di pelabuhan tiba2 hujan deres. Kita jalan hujan2an ke homestay. Sampe malam hujan blm jg berenti. Ga bisa keluar cari makan. Jadilah kita mengais2 isi backpack, nemu roti yg udah hampir keras dan keripik. Jadilah kita ganjal perut seadanya lalu tidur utk melupakan rasa lapar...miris deh Tgl 28 Des 2014 Bangun pagi2, mandi dan packing. Sbnrnya jadwal sy fleksibel, bisa tetap stay dan ikut tur pulau lg, bs jg lgsg cabut. Tdnya renc utk ikutan lg tur ke pulau2 bagian barat. Tp rasanya badan ini udah kecapean. Kebetulan dapet info jg dari pak Antok bhw hari itu ada kapal yg lgsg ke Semerang, KM Kartini. Jadi sy putuskan utk pulang sj, segera pesan tiket kapal via pak Antok. Jam 8 kami diantar ke Pelabuhan oleh Pak Antok. Jam 9 kapal mulai jalan menuju Semarang. Perjalanan dengan Kapal cepat KM.Kartini selama 4,5 jam. Hrg tiketnya 126K Bisnis. Sampai Semarang jam 13.30wib KESIMPULAN, CATATAN, DAN TIPS TIPS 1. Ternyata, melakukan perjalanan ke KJ tdk sesulit yg dibayangkan. Dengan cara solo karier alias Backpackeran pun jd. Asal mau sedikit repot dan diniatkan, semua bisa terlaksana. 2. Cara menuju ke KJ bisa dari Semarang ataupun Jepara. Yg sy tau, pilihan kapal penyeberangan lebih banyak dari Jepara. Tp konsekwensinya harus menginap dulu disana. krn Kapal brkt dari Jepara pagi2. 3. Jika tidak ikut paket tur, harus rela pagi2 ngantri di loket tiket kapal di dermaga. 4. Homestay di Jepara ada bbrp pilihan, salah satunya Homestay Kota Baru, ada lg 2 atau 3 homestay yg tdk sempat sy catat. Kalo perlu Hotel, ada 1 hotel jg di kawasan sekitar pelabuhan Jepara, namanya Samudra Hotel, tp pasti mahal. 5. Dengan cara Backpaker, hrg yg didapat jauh lebih murah, jadwal yg fleksibel dan lbh bebas. Info aja, ada bbrp org yg sy tanyain yg hampir semua ikut paket tur, rata2 dpt hrg 900 s/d 1jt perOrg utk paket selama 3H2M. Dengan cara spt saya bisa dptkan hrg separuhnya. Berikut Nota pengeluaran sy utk "Paket" 3H2M ala Backpacker Hrg tersebut blm termasuk biaya tiket kapal Jepara-KJ 151K, dan konsumsi. Utk biaya makan rata2 sy bertiga habis sekitar 50k utk makan di Kantin Pelabuhan lama. Dan 100K jika makan malam seafood di Alun2, jajanan pasar utk sarapan sekitar 25K. Bayngin aja kalo sy ikutan paket tur, jika seorang 900K maka hbsnya bakal 2,7jt. Jika seorang 1jt ya totalnya 3jt. Sekian FR sy ke KJ. Mudah2an bisa bermanfaat. Barangkali ada yg kelewatan bisa ditanyakan disini, termasuk kontak person jika diperlukan.
  42. 5 points
    @eka wibisono Lesan Tafo Vihara utamanya kata gued jangan di foto untuk umat budaha karena udah di Isi Benar jiu zhai gou untuk rute Bus berjalan kira2 20 Km Disana ada jalan persimpangan Kalo Dulu Ada 2 warna bus ditempuh 2 Kali pertama belok kiri pake warna hijau belok kanan warna biru sekarang di satukan rute ko Acong Kemarin Baru rute 1 Ke kanan dengan pemandangan Puluhan danau2 Kalo Kekiri Dominan Air terjun Seperti Nurilang Water fal Dll Lebih indan dari jalur kanan sayang ngak kuat tidak bawa tabung oksigent ketinggalan di hotel kepala Agak pusing mungkin darah tingginya naik kalo foto huangloong udah kirim tapi ngak muncul nanti sama anak di periksa kalo sate kerbao berbulu Mao Niu hanya ada di tibet kerbau nya nanti di foto huang loong ada kerbaunya juga oleh tibetan orang2 belinya dendeng kerbau berbulu emang setelah makan badan terasa hangat soalnya sikerbao tukang makan rumput Tung Chung Chao dan rebutan sama manusia untuk rumput tersebut Adanya Dipuncak salju abadi dubawah es salju
  43. 5 points
    deffa

    Dusun Bambu Family Leisure Park

    Holla Deffa Here !!! Weekend kemaren saya menghabiskan waktu di Lembang dan sempat mencoba ke Dusun Bambu. Yang katanya tempat lagi hits di Lembang ini karena keindahan konsep tempatnya dan juga keaneka ragaman kulinernya. Dusun Bambu Family Leisure Park itu tagline mereka yang benar2 mengkonsep tempat nya sebagai Taman Rekreasi Keluarga. Dimana banyak wahana dan juga kuliner yang cocok untuk keluarga. Lokasi nya berada di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Cisarua Bandung. Masih masuk daerah Lembang seh cuma agak ke Barat kalo liat di Google Maps seperti ini. Ya walaupun agak jauh tapi perjalanan ke sini cukup menyenangkan karena udara di Lembang kan dingin dan juga pemandangan Lembang di ketinggian Bandung itu keren. Sampai di Dusun Bambu kita akan di tarik tiket masuk perorang Rp. 10.000 dan per Mobil Rp. 15.000 kalo permotor Rp. 10.000. Dan jangan sampai hilang tiket masuk nya karena akan di minta pas keluar. Pertama kali masuk kalian akan langsung di suguhkan pemandangan sawah (pas saya datang padi nya udah di semai) dan kita akan menunggu angkutan khusus Dusun Bambu namanya Wara Wiri untuk mengangkut kita dari tempat parkir sampai ke Dusun Bambu, sebenarnya tidak jauh seh cuma jalan nya nanjak jadi kalo gak mau jalan kaki ya naik mobil ini aja GRATIS. Sampai di Dusun Bambu tempat ini sangat luas saya kurang tahu berapa luas tepatnya tapi cukup capek untuk di kelilingi. Terdapat 3 Bangunan utama yaitu : Burangrang di mana di isi oleh Restoran dan Aneka Kuliner dan juga Jajanan di Pasar Khatulistiwa. Lalu Purbasari adalah pondok-pondok yang berada di sisi danau buatan jadi kalian bisa makan di pondok dan bermain di danau seperti main kano dan bola air. Dan juga ada Lutung Kasarung sebuah tempat makan khusus seperti sarang burung. Untuk menu kulinerannya beraneka ragam dan rata-rata yang terkenal dan khas di bandung seperti Batagor, Sate Gendong, Kembang Tahu, Siomay, Mie Kocok Bandung, Nasi Liwet, Es Cendol dll Oiya yang unik adalah sistem pembayarannya disini kita harus menggunakan uang khusus / voucher khusus Dusun Bambu. Ada tempat penukaran uang ke voucher ketika kita masuk komplek Dusun Bambu ini. Untuk nilai tukar nya 1 : 1 jadi sama saja, tukar 10 ribu dapet voucher nya juga 10 ribu. Saya tukar 75 ribu aja pake Debit Bca. Tapi ingat uang voucher ini TIDAK BISA DI REFUND jadi habiskan lah voucher nya karena sayang kalo ada sisa Saya mencoba Sate Gendong (35 ribu) + Siomay (25 ribu) + Kembang Tahu (15 ribu) + Es Cendol (10 ribu) = 75 ribu Sate Gendong nya tadi nya pengen coba yang Sate Susu tapi sayang udah habis jadi cuma yang Sate Ayam + Lontong saja, ya lumayan karena lagi lapar belom makan siang. Kembang tahu nya karena dah lama gak makan ini jadi agak kaget pas di lidah karena rasa jahe dari kuah nya ini sangat nendang jadi bikin anget di tenggorokan pas untuk alam lembang yang dingin. Siomay nya seh standar aja dapet 4 potong untuk 1 porsi tapi cukup gede seh porsi nya bikin kenyang. Es Cendol nya ini ya lumayan khas bandung tapi kayak nya saya salah pesan karena minum es di lembang itu kayak masuk kulkas . Puas makan siang dan uang voucher udah habis, saya coba eksplor ada apa aja disini. Oiya satu yang terkenal disini adalah ruang makan khususnya yang disebut Lutung Kasarung seperti yang pernah @shata tulis di SINI. Sayang nya ketika saya kesini sedang ada renovasi di area Lutung Kasarung jadi di tutup untuk sementara, sejati nya berupa tempat dining area untuk grup dengan konsep seperti gubuk / pondok mirip sarang burung. Lalu di sekitar area gedung Burangrang ada taman bermain untuk anak-anak yang cukup banyak wahana nya dari jungkat-jungkit, ayunan, dll Lanjut naik ke atas dikit kita akan melihat semacam taman bunga-bunga bunga-bunga kiss kiss kiss kiss from italy roma *ala syahrini Yup ada taman bunga yang cukup luas disini cocok untuk spot foto2. Dan juga di dekat nya ada semacam Air Terjun Mini dan Sungai Buatan yang cukup keren kalo menurut saya. Karena pemandangan dari sini bagus banget sayang kalo gak di abadikan Ke atas dikit dari sungai buatan ini ada semacam area outbound gitu ada penyewaan sepeda dan becak mini lalu ada area permainan nya juga. Turun ke bawah kita akan melihat Danau Buatan di area Purbasari disini kalian bisa bermain kano muterin danau atau ada semacam Bola Air gitu. Dan ada dermaga apung yang cocok buat tempat foto2. Puas muterin Dusun Bambu ini, ketika mau pulang udah mau sore pas di bagian Lobby Pintu Masuk, beberapa akang2 lagi mencoba menyalakan Api Unggun, karena memang kalo sore ke malam selalu di nyalakan Api Unggun di area Lobby. Ya sekian untuk laporan jalan2 ke Dusun Bambu nya, menurut saya bagi kalian yang ingin berwisata keluarga tempat ini memang sangat cocok apalagi jika sudah punya anak, bakalan suka bermain disini. Apalagi disini juga menyewakan vila untuk bermalam. Oiya karena saya rasa tempat ini yang di jual adalah konsep tempat dan pemandangan nya jadi kalo dari segi kuliner nya standar saja, dan soal harga itu relatif. Silahkan di coba
  44. 5 points
    adel_lia

    Batavia Amazing Race Part 2

    Hola Jalan2ers Apakabar semuanya? Semoga makin banyak yang main ke forum yaah FYI: Gathering Regional Jalan2.com Jabodetabek dengan tema BATAVIA AMAZING RACE Part 2 (lanjutannya Batavia Amazing Race yang sebelumnya) Kapan? Sabtu, 11 April 2015 Di mana? PLAZA FESTIVAL (Lapangan Parkir UniversitasBakrie), Jakarta Selatan Jam berapa? Pukul 08.00 WIB (no ngaret yaa ) Sekilas tentang Batavia Amazing Race Batavia Amazing Race adalah games yang diadakan oleh Regional Jabodetabek untuk memperkenalkan beberapa tempat wisata di Jakarta dan sekitarnya. Games ini tidak menetap di satu tempat saja sehingga akan banyak manfaat yang akan didapatkan pesertanya. Selain networking, pengalaman baru, keseruan selama games berlangsung, daaan yang paling penting adalah solidaritas antar sesama anggota komunitas Jalan2.com, khususnya Regional Jabodetabek. Akan tetapi Jalan2ers selain dari Regional Jabodetabek juga sangat boleh kok kalau mau ikutan. Mau tau bagaimana Batavia Amazing Race part 1??? cek link di bawah ini tapi dilarang ngakak sendiri yah, karna ada yang nyasar ke Angke #nomention ah Masih berasa kaaaan keseruan yang bikin kita semua semakin akrab Kebayang dooonk Batavia Amazing Race Part 1 aja masih berasa keseruannya, gimana Part 2 nya??? Kalau mau ikutan gimana caranya? 1. PM No. HP/WA ke inbox saya @adel_lia atau ke 081319808989 (Call/WA) atau BBM ke 7D9966EC 2. Melakukan transfer biaya pendaftaran sebesar Rp 100.000 untuk fasilitas selama games berlangsung Ke Rekening: BCA 106 223 1747 an. Lia Maya Sari 3. Konfirmasi setelah transfer yaaa Siap buat keseruan di Batavia Amazing Race? Daftar hadir: 1. @adel_lia 2. @bobbow 3. @diyanamatir 4. @ameryudha 5. @qonitash 6. @rara indrawaty 7. @maria Kuntarti 8. Noppieta 9. @desi asiah 10. Ari Pangaribuan 11. @Yessi Febrianty 12. @Kayla Noya 13. Maulana 14. Rina Dwi C 15. Made Ima 16. Netty 17. @eka wibisono 18. Yanti 19. Ino Hutomo 20. Titi S 21. Farah 22. Sharie Rean 23. Bayu Aji Tabrani 24. Dormis 25. Tuty Rusmiyati 26. Budi H 27. @adriepn 28. @Sindunora 29. @jane_chan 30. Ika 31. @euniche 32. @Sari Suwito 33. Feni Oktaviani 34. Budi Sugeng 35. @elphy 36. @Maria Ulfa 37. Bunda Elly Nizhar 38. Tantin 39. Nikmah 40. @Arda Fauzi Fabriano 41. @Albin 42. Dimas Nubita 43. @Dwi Rahayu 44. @Mio Perdani 45. Deni Akbar Note: Pendaftaran hanya sampai tgl 5 April 2015 cc: Mimin @Jalan2 Modski @deffa @bobbow @diyanamatir @ameryudha @qonitash @rara indrawaty Rute Angkutan Umum: 1. Naik KRL: - Turun di Stasiun Cikini, naik P20 (AC bayar Rp 5.000/ non AC bayar Rp 4.000) turun di Plaza Festival/GOR Sumantri. - Turun di stasiun Cawang, naik TransJakarta ke arah Kuningan. Transit ke arah Dukuh Atas. Turun di halte GOR Sumantri. 2. Naik TransJakarta. - Dari Grogol, naik ke arah Cawang atau Pinang Ranti. Turun di Kuningan. Transit ke arah Dukuh Atas. Turun di halte GOR Sumantri. - Dari Harmoni, naik arah blok M. Turun di Dukuh Atas. Transit arah Kuningan/Mampang/Ragunan. Turun di halte GOR Sumantri. - Dari Ragunan, naik arah Dukuh Atas. Turun di halte GOR Sumantri. 3. Bus/Metromini/Kopaja. - Terminal Senen, naik P20 (AC/non AC) turun di halte GOR Sumantri atau Plaza Festival. - Terminal Kampung Melayu, naik mikrolet 44 arah ke karet. Turun di trowongan kuningan (setelah Kuningan City) jalan kaki dan nyebrang naik p20 ke arah Plaza Festival.
  45. 5 points
    Hola Deffa Here !!! Akhirnya kita tiba di Gathering Nasional VII Komunitas Jalan2 Indonesia Malang 7-8 Februari 2015 Terima kasih bantuan dari Regional Jawa Timur @aRai @Agus Bolang Setiawan @ines @chandra anugrah @adeperdhana @Iskandar Alam @al_an @vicky @non_sarii @wulan syabelle dll Akhirnya itinerary dan semua akomodasi bisa terkumpulkan. Adapun acara ini bebas untuk UMUM jadi diluar member Forum Jalan2 juga boleh ikutan Dengan syarat membayar uang Share Cost : Rp. 350.000 per orang TRANSFER ke BCA 7750548550 Deffa Utama GRATIS Kaos Komunitas Jalan2 Indonesia Include : Bus AC 2 hari selama tour Vila 1 malam Makan 2 kali di Vila (Malam dan Pagi) Tiket Masuk (Pantai Balekambang, Selecta Malang, Coban Rondo) Exclude : Tiket Masuk Batu Night Spectacular (70 ribu) Tiket Kereta / Bus / Pesawat ke Malang Makan Siang Petik Apel Penampakan Vila : THX U YANG UDAH DAFTAR YANG DP MOHON PELUNASAN SEBELUM TANGGAL 19 JANUARI Karena Bus berangkat dari Surabaya jadi akan ada 2 Meeting Point : Meeting Point Surabaya tanggal 7 Februari 2015 pukul 01:00 WIB (dini hari) di Airport Juanda, Stasiun Pasar Turi Surabaya, Stasiun Gubeng, Terminal Bungurasih Surabaya Meeting Point Malang tanggal 7 Februari 2015 pukul 07.00 WIB (pagi) di Stasiun Malang Jadi disarankan yang dari luar Jawa Timur untuk tiba di Malang tanggal 6 Februari 2015 Malam (Jumat Malam) Itinerary Gathering Malang - Batu 7-8 Februari 2015 DAY 1: 01:00 WIB | Penjemputan di Airport Juanda, Stasiun Pasar Turi Surabaya, Stasiun Gubeng, Terminal Bungurasih Surabaya 02:00 WIB | Berangkat Menuju Malang 06:30 WIB | Meeting Point di Stasiun Malang 10:00 WIB | Sampai di pantai Selatan Malang (Balekambang, dll) 14:00 WIB | Kembali Ke Batu 17:00 WIB | Check In Homestay Vila (Istirahat, Mandi, dll) 19:00 WIB | Makan Malam Prasmanan di VIla 20:00 WIB | Alun-Alun Batu 21:00 WIB | Batu Night Spectacular (Optional) 22:00 WIB | Malam Keakraban (Fun Game) DAY 2: 07:00 WIB | Makan Pagi Prasmanan Vila 09:00 WIB | Check Out Homestay Vila 10:00 WIB | Air Terjun Coban Rondo 12:00 WIB | Makan Siang di Batu 13:00 WIB | Wisata Petik Apel atau Taman Selecta Malang 15:00 WIB | Belanja di pusat oleh oleh Malang + Kuliner 16:30 WIB | Drop Off di Stasiun Malang 17:00 WIB | Kembali ke Surabaya 19:30 WIB | Kembali ke stasiun Pasar turi, Airport Juanda, Stasiun Pasar Turi Surabaya, Stasiun Gubeng, Terminal Bungurasih Surabaya 20:00 WIB | Sampai di Surabaya CLOSED FULL PESERTA THX U YANG UDAH DAFTAR @Jalan2 (Singaparna) LUNAS @deffa (Dihatimu) LUNAS @kyosash (Jakarta) LUNAS @Rita Mutiara (Bekasi) 1 LUNAS @Rita Mutiara (Bekasi) 2 LUNAS FB Sumoi Yo She Fei 1 (Bandung) LUNAS FB Sumoi Yo She Fei 2 (Bandung) LUNAS @LastBreath (Tangerang) LUNAS FB Abdul Rozik (Jakarta) LUNAS @imam17stat (Surabaya) LUNAS @kimonoku (Jakarta) LUNAS @Gayatri (Jakarta) LUNAS @Irmanur (Jakarta) LUNAS @adel_lia 1 (Jakarta) LUNAS @adel_lia 2 (Jakarta) LUNAS @Carol Laurent (Bogor) LUNAS @Mulyati Asih (Jakarta) LUNAS FB Maya Sartika (Bekasi) 1 LUNAS FB Maya Sartika (Bekasi) 2 LUNAS @ibnu (Karawang) 1 LUNAS @ibnu (Karawang) 2 LUNAS @spin_cobra (Entah Di Hutan Mana Sekarang ) LUNAS FB Kancutlizer Utara (Jakarta) 1 LUNAS FB Kancutlizer Utara (Jakarta) 2 LUNAS @dn09nu (Jakarta) 1 LUNAS @dn09nu (Jakarta) 2 LUNAS @enha (Makassar) LUNAS FB Maverick Parakkasi (Makassar) LUNAS @Ismi Chevalier Sweetie (Jakarta) LUNAS @Dewi Julianti (Bali) LUNAS @ines (Malang) LUNAS @qonitash (Jakarta) LUNAS @non_sarii (Malang) LUNAS @Eko Agus (Pekalongan) 1 LUNAS @Eko Agus (Pekalongan) 2 LUNAS @mich_an (Surabaya) LUNAS @PrinceJuju (Batu) LUNAS @Okky KusumaH (Jakarta) LUNAS @Astrid Anindita (Jakarta) LUNAS @Dodo Mursalim (Makassar) LUNAS @andi darmawan (Jakarta) LUNAS FB Nony Sri Lestari (Jogja) LUNAS @adiguna (Serang) LUNAS @zie (Bali) LUNAS @handoko89ndok (Jakarta) LUNAS @kembali (Bali) LUNAS @Atana Sarah Dinda Nadhirah (Bogor) LUNAS @Diyan Hastari (Jogja Atau Mungkin Dieng ) LUNAS Kania (Jogja) LUNAS @Gabriella Giovani (Bali) LUNAS @miss_kanti (Jakarta) LUNAS @_TYA_ (Jakarta) LUNAS FB Triwahyuni Trisnaningsih (Jakarta) 1 LUNAS FB Triwahyuni Trisnaningsih (Jakarta) 2 LUNAS FB Triwahyuni Trisnaningsih (Jakarta) 3 LUNAS @al_an (Malang) LUNAS FB Abdul Rasyid (Balikpapan) LUNAS @ujhe LUNAS FB Eka Wahyuni (Jakarta) 1 LUNAS FB Eka Wahyuni (Jakarta) 2 LUNAS FB Eka Wahyuni (Jakarta) 3 LUNAS @adeperdhana (Surabaya) LUNAS @Agus Bolang Setiawan (Gresik) LUNAS @aRai (Surabaya) LUNAS @Ten (Surabaya) LUNAS @umi shahifah (Surabaya) LUNAS @Hartono Hasian (Jakarta) LUNAS @Iskandar Alam (Malang) LUNAS @mariaroswati (Makassar) LUNAS @Arda Fauzi Fabriano (Jakarta) LUNAS @d_iis (Jakarta) LUNAS @aprilian_teja (Suka Suka Dia Dimana) DP @cheezlover (Bali) LUNAS
  46. 5 points
    Halo skrg kan ada point system tuh di Jalan2.com , symbol nya Rp / rupiah, nah ini biar member2 lebih semangat kontribusi ke forum ini dengan sharing2 / tanya2 / membantu yg laennya Enaknya system ini bisa di tuker apa yah hadiah nya kalo sudah besar ? Saya sih skrg kepikiran nya bisa : 1. Beli HIGHLIGHTED Topic Title - Jadi topic anda berwarna / terlihat banyak / banyak yg click masuk ke Topic anda 2. PIN Topic - Jadi topic anda di PIN selama berapa lama gitu 3. Special items di profile nya - nanti di pikiran lagi 4. Masukan Anda ? Tolong terusin aja dari no 4 ke selanjut nya , kita ingin INPUT KAMU sebagus2 & sebanyak2 nya . Nanti kita bikinin kalo mungkin. thanks
  47. 5 points
    Yoo guyzz, hari ini gw mau share laporan perjalanan ke Bali weekend kemaren. Gw ngelewatin sebuah tempat wisata yang tergolong baru dan menurut gw bakala menjadi salah satu tempat wisata yang oke punya, namanya Pandawa Beach. Tempat ini terletak di dekat Uluwatu dan Nusa Dua. Sebenarnya meskipun masih dalam tahap pembangunan, namun di sekitar pantai ini sudah banyak terdapat restoran dan aktivitas olahraga air untuk para turis. Salah satu hal yang menjadi daya tarik dari tempat ini adalah di sepanjang tebing menuju Pandawa Beach ini akan dipahat tokoh-tokoh pandawa, sehingga para pecinta kisah pewayangan akan bisa melihat tokoh2 pujaan mereka di tebing2 yang tinggi dan megah ini. Unik banget ya? memang orang Bali itu adalah seniman sejati, sampai tebing-tebing kapur yang tinggi besar itu pun mereka pahat hingga membantuk tokoh pandawa. Suatu maha karya yang nantinya akan menjadi daya tarik luar biasa di pulau dewata. Diperkirakan di tahun 2013 ini daerah ini sudah siap untuk menerima turis dengan tempat yang sudah tertata rapih. jadi temen2 mulai aja deh nabung untuk pergi ke tempat ini hehehe.... Ini ada beberapa foto hasil jepretan dari BB saya untuk temen2 Jalan2ers :)
  48. 5 points
    Hai Jalan2ers Udah pada tau kan kemarin tanggal 9 mei 2013 itu merupakan Gathering Nasional jalan2.com ke II, yang bertempat di JOGJA Untuk informasi saja, komunitas kita ini udah mengadakan 2 kali gathering nasional, yang pertama sekitar 2 bulan lalu di Jakarta tepatnya tgl 9 Maret 2013. Untuk gatering kedua ini, sedikit berbeda dengan gathering pertama, yang mana di gathering kali ini, kita selain berkumpul kopdar di salah satu tempat, tapi juga mengadakan trip/jalan2 bareng. Kopdar di Jogja di laksanakan di salah satu restoran terkenal dengan ke-khas an Jawa nya, yaitu “The House of raminten†Kotabaru dan dilanjutkan dengan Trip ke bekas lahar dingin saat erupsi merapi dengan menggunakan jeep, atau yang dikenal dengan Merapi Jeep Tour Gathering kali ini dihadiri +- 25orang dari seluruh penjuru Indonesia termasuk Asia Tenggara Sebagai orang yang diminta bantuan dari Staff jalan2.com saya diminta bantuan untuk mengkoordinir jalannya acara dll dll dll di Jogja Untuk gathering kemarin kita membuat panitia kecil2an yang terdiri dari 5 orang, yaitu : @albertorazzi, @hobijalan2poto2, @Dr Sheehan, @nana Vanilla dan @hanung . kita mempersiapkannya dalam kurun waktu +- 1 bulan dengan melakukan 2 kali kopdar (Angkringan KR dan Alun2 selatan ) FR kali ini akan di bagi menjadi 4 part. Yang mana part pertama ini merupakan pembukaan/sekilas ttg Gathering II, part 2 : HARI I, part 3 : HARI II (gathering), part 4 : HARI 3 Yang terakhir, kami dari tim regional jogja meminta maaf jika ada hal2 yang kurang berkenan selama acara gathering kemarin, semoga semua fun dan ditunggu di gatehring2 selanjutnya oiya, ni Rundown acara di Jogja kemarin : fotografer by @marthin
  49. 5 points
    Berawal dari rencana ku berkunjung ke rumah saudara di bogor . akupun berfikir untuk menghubungi salah satu sahabat ku . *** minggu , 29 sep 13 setelah membayar tarif kereta kalibata-bogor , sayapun masuk ke dalam stasiun, setelah menunggu g lebih dari 10 menit kereta jurusan bogor pun datang . penumpang ga terlalu banyak tapi bukan berarti ada tempat duduk yang free. keretapun berjalan dengan pasti . terkadang berfikir, enak jugaa ya kalo hidup itu seperti jalannya kereta . lurus dan kebanyakan berhasl sampai dengan tujuan tanpa di halangi dengan masalah yang berarti .tetapi apakah saat hidupku selurus dan senyaman itu . aku masih tetap berfikir pentingnya Tuhan , keluarga dan sahabat ? hahhh.... dunia memang menyuguhkan banyak pilihan , tapi tak semua hal bisa kita pilih utk menjadi takdir dalam hidup kita. kurang lebih setengah jam di dalam kereta yang ber-ac , sampailah saya di bogor... bogor yang terkenal sebagai kota hujan , berarti setidaknya cuacanya diingin -setidaknya itu menurut orang yang ga terlalu banyak tahu tentang daerah ini-tapi "apes"nya saat saya baru tiba di statsiunnya aja pendapat itupun hilang mencair bersama sinar matahari yang begitu eksis diatas sana .. diluar terminal banyak pedagang asongan ,yang menurut sebagian besar pakar /ahli/master/ profesor /peniliti/pemerhati. dll .. mereka salah satu sumber kemacetan , memang betul terlihat jelas bahwa kemacetan terjadi didepan stasiun . mobil padat dengan ukuraan jalan yang tak seberapa, sebagian jalan untuk kendaraan dan separuhnya untuk pedagang asongan . secara fisik memang tak bisa dibantahkan jika para pedagang asongan menjadi salh satu faktor kemacetan tersebut namun yang slalu ada di dalam pikiran saya . "jika ada kerjaan yang lebih baik dari ini pasti akan mereka lakukan" . kita yang duduk manis di dalam mobil ber-ac saja bisa merasakan panas . bagaimana dengan mereka ? jika seseorang dengan gaji yang cukup dapat memasang penyaring udara di rumah mereka . bagaimana dengan mereka yang menghirup carbon dioksida, carbon monoksida , dan bermacam-macam virus yang berada diudara tanpa alat penyaring.. kalopun ada alat penyaring yang mereka miliki itu sebatas bulu" halus yang terdapat di dalam hidung . yah untuk membeli maskerpun merka mungkin berfikir "2000 bisa untuk uang jajan anak ku disekolah ". ahhhh... hidup itu keras , tapi dia bisa menjadi begitu lembut jika kau melihatnya dengan kacamata yang berbeda dari orang kebanyakan . sesampainya dirumah keluargaku di cilendek daerah karya bakti . saya pun menghubungi ASWITA dan dia pun memutuskan untuk menjemput saya . oiya wita begitu nama panggilannya adalah sahabat yang saya kenal sejak smp . kita berpisah karena kita melanjutkan kuliah di kota yg berebda . setelah meluluskan s1 di IPB dia melanjutkan s2 dan menjadi salah satu peneliti di fakultas kehutanan di kampus yang sama . saya memiliki ribuan kenalan ,ratusan teman , banyak sahabat, beberapa sahabat sejati dan wita adalah salah satunya . jika dosen saya slalu mengatakan bahwa "teman adalah harta" maka untuk saya "jika keluarga adalah ruh maka sahabat sejati adalah nafas" . *** setelah menunggu hampir setengah jam . witapun dateng bersama aswar yang dikenalkan oleh witaa sebagai calon suminya serta si jamal teman wita, alhamdulillah punya kenalan baru lagi . ga tau kenapa saya selalu senang jika mempunyai kenalan baru . berharap setiap berkenalan mereka bisa menjadi saudara . setelah pamitan kepada tante . kamipun memulai perjalanan mengelilingi sebagian kota bogor . daerah yang pertama kami datengi adalah kawasan sentul city . karena perjalanan kita dah agak siang jadi wajar aja kalo zat-zat dalam tubuh udah mulai meminta imbalan dari kerjanya .. kamipun singgah di rumah makan karimata . wita mesen ikan yang menjadi icon rumah makan tersebut .. cara olahannya beda .. seperti ikan pepes tapi ini dibuatnya di dalam bambu . sebenernya caa masak kaya gini ada di beberapa daerah . ada nasi bambu di maluku , ada sayur daun ubi di campur darah babi yang di taruh di dalah bambu kemudian di olah (di menado), dll. tapi ini beda karena bahan dasarnyaikan tapi bumbunya seperti bumbu rendang .pemandagannya juga bagus banget. setelah makan kamipun melanjutkan perjalanan ke kawasan jungle land kemudian ngeliat perumahan" yaang baru di bangun dikawasan sentul (yahhh namanya juga harapan" , jadi harus setinggi mungkin ) . kawasan sentul mengingatkan saya dengan suasana di kebun raya bali . memang sih ga serimbun KRB tapi setidaknya udaranya masih bersih dan hawanya ga sepanas di kota bogornya. mengelilingi kawasan sentul kamipun singgah di tempat makan ah poong . untuk sekedar duduk minum aja .namun karena terlalu padet rasa haus pun hilang dengan sendirinya .lalu kami melanjutkan perjalanan ke daerah perumnas ada sop buah pak ewok . kemudian perjalanan di lanjutkan ke daerah padjajaran .selama perjalanan kami bercerita tentang hal" konyol yang kami pun ga ngerti inti pembahasannya apa, emang terkadang kita prlu bersikap "konyol" untuk membuat otak sedikit lebih rileks. setelah puas muter tempat terakhir yang menjadi tujuan kami adalah botani square. gramedia menjadi tujuan utama saya dan wita . namun apes buku yang saya cari ga ada .. dari gramedia wita pun singgah untuk membeli cireng ."CIRENG KERATON" katanya sih itu cireng yang paling enak . ternyata cireng sekotak gede yang dia beli taddi itu dikasih untuk oleh-oleh. whalahhhhh.... kebahagiaan hari inipun harus berakhir karena jam sudah menunjukkan jam 18.20 . wita sempet mengajakku untuk nginap di tempatnya tapi karena ada kuliah di hri senin jadi ga bisa. setalah mengisi kartu commuter akupun masuk ke dalam kereta.. setelah kereta berjalan 5 menit . hp q pun b'bunyi menandakan ada sms yang masuk dan ternyata aku menerima sms yang begitu indah "jarkom , untuk pak wayan pindah jadwal hari jum'at jam setengah 4, dgn kata lain slamat berlibur besok dan sampai ketemu dihari selasa dengan jam yang sama" . kalo itu mikrolet mungkin dah aku bilang "kiri bang" tapii helloooo ini kereta. .. huhhh..... tapi mungkin inilah yang pernah di bilang " semua hal pasti ada endingnya, termasuk kebahagiaan dan kesedihan" . finally, untuk semua cerita seru dan kebersamaan dihari ini . membuatku semakin bersyukur karena TUHAN begitu mencintaiku . dengan mengirimkan banyak orang-orang baik dalam hidupku . mereka datang dengan berbagai cara , dengan cerita dan cara yang tak pernah bisa ku tebak. untuk sahabat ku wita/nona .... 1 doa sederhana untukmu .. "semoga kau selalu diberi kebahagiaan dalam hal apapun" aamiin allahumma aamiin .. 30-09-2013
  50. 5 points
    Lia Cute

    Foto Post-Wedding di Parapat :p

    Ada yang sudah pernah ke Parapat, Medan?? Ini tempat keren banget! pemandangan danau Toba nya bagus dengan bukit-bukitnya keliatan subur karena warnanya hijau semua. Saya dan suami kesini karena ada undangan nikahan temen deket, berhubung panoramanya bagus banget, ngga tahan deh buat bikin foto post-wedding hahahaha! Nih saya kasih contekannya dikit, dengan ada latar belakang pemandangan danau toba nya....kalau yang lain ga bisa di share karena sensor bo' Kalau mau kesini saya sangat rekomen asal harus siap2 dengan perjalanannya dari kota Medan, kira2 yaaa 5 jam lah hehehe....jalannya lumayan bagus tapi jauhnya itu yang bikin pantat rada tepos Kata orang asli sana, Medan ini jalannya memang jauh-jauh karena untuk membuat jalan dari satu kota ke kota lainnya, mereka harus "membelah bukit", karena memang dimana-mana terlihat bukit. Sewa mobil untuk ke Parapat kira-kira350-450 ribu, belum termasuk bensin. Disana ga perlu kuatir tempat nginep banyak banget, mulai dari yang murah sampai yang mahal. Pemandangannya tentu saja danau toba :) di sepanjang tepi danau toba juga banyak spot-spot untuk makan jagung bakar seperti di Lembang, Bandung, tapi yang ini pemandangannya tentu saja Danau Toba. Kalau ada kesempatan pengen banget kesana lagi, soalnya tempatnya bagus dan hawanya dingin kayak di puncak hehehe!
×
×
  • Create New...