Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation since 09/21/2017 in all areas

  1. 5 points
    JAPAN ALPINE ROUTE #TATEYAMA KUROBE Rute Saya Di Mulai Dari KYOTO >> Kanazawa Pulang Ke Kanazawa Via Nagano * * 2 Stasiun Ke TAKASak 3200 yen ( karena tidak Pake Jr nasional ) Sebagian Tercover Oleh Jr west pass 15000 yen Yang mana Jr West pas Lumayan Membantu Perjalanan Saya Selama Di Kyoto/ Osaka /Kobe /Kanazawa / Gokayama dan Banyak Lainnya Lanjut dengan itin Sistim “Deffa Hajaaarrr Saja Ko Acong” Nah inilah Rute Yang Saya Pake Menyusuri Alpine Route One Day Trip Dimulai Jam 07.00 Sd jam 20.00 Waktu Kanazawa Kanazawa Toyama Jr west pass >>> lanjut Tateyama Kurobe Pass Sd Nagano 9000 Yen Terakhir Pilih setasiun Nagano Lanjutb 2 Titik Stasiun Ke Takasaki Baru tercover Jr west Pass Lagi Pulang ke kanazawa Nah Ini Rute Simple Saya Yang Pasti Semua Orang Lebih Bisa Secara Mengingat “KEKURANGAN “ Sibocah Tua Nakal Durasi Pertitik nya Lupa Maklum Wiss sepuh Yang Pasti Durasi Trip PP nya 12 jam Sangat santai semua Tercapai Trip Autum Di Toyama Perfektur ini SEmoga nanti Di musim Puncak Kunjungan ALPINE ROUTE di bulan April Tahun Depan Saya Berkesempatan Tuk Menikmati Keindahan View Yang Berbeda Sensasinya Tunggulah Cerita Perjalanan Saya Yang Lainnya Menyusul Ayo Rencanakan Teman 2 Yang Akan Ke japan Sibocah tua nakal Saja Berani kok “ “
  2. 5 points
    GATHERING ADVENTURE Jalaners Regional SUMUT, 9 - 10 September 2017 Hola semuwah……. Horassss..!! Berawal dari ide temen-temen saat kopdar jalaners Sumut di Raden's Crispy Steak & Spicy Chicken di akhir bulan Juli kemaren, akhirnya keluarlah rencana Gathering Adventure untuk explore Pesona Sumatera Utara yang di fix kan tanggalnya di 9-10 September 2017. Total ShareCost per orang hanya RP. 433.000, itu sudah termasuk ( Transportasi, Akomodasi, konsumsi, Penyebrangan Ferry, Retribusi Wisata, Parkir wisata & umum dan pengeluaran lain-lain) pokoknya sudah semua. Sebenarnya ShareCost Awal hanya Rp. 350.000 per orang, namun karena adanya biaya-biaya tambahan yang tidak di anggarkan sebelumnya, maka Sharecost tambahan dikenakan Rp. 83.000 per orang sehingga totalnya menjadi seperti yang di sebutkan diatas. Mari kita ikuti keseruannya… TITIK KUMPUL & KEBERANGKATAN Schedule Gatheringnya sih Sabtu-Minggu, 9-10 September 2017, tapi keberangkatan kami di hari Jum’atnya , dan sesuai kesepakatan kami pilih SPBU Setia Budi sebagai Titik Kumpul keberangkatan. Jum’at , 8 September 2017 sekitar jam 20.00 wib temen-temen sudah pada kumpul di SPBU Setia Budi, setelah saling berkenalan dengan teman-teman yang baru bergabung di komunitas maka kami pun mulai mempersiapkan tas masing-masing untuk di susun di bagasi mobil. Selanjutnya.. pengarahan dari ketua Team Gathering Adventure @Dhistiraz ( Kenzie ) dan berdo’a bersama sebelum keberangkatan. Tepatnya pukul 22.00 Wib kami berangkat dari titik kumpul menuju ke kota Pamatang Siantar sebagai destinasi pertama yang akan kami kunjungi. WISATA MALAM DI KOTA PEMATANG SIANTAR Berangkat dari titik kumpul pukul 22.00 wib dan sampai di Pematang Siantar pukul 00.30 wib ( dini hari ). Sesampainya di kota Pematang Siantar hujanpun turun dengan derasnya, kamipun mampir ke SPBU yang berada di seberang RS. Horas Insani, menurut rencana sih kami akan istirahat disana hingga pagi hari. Sudah satu setengah jam kami disana namun hujan tidak kunjung berhenti, baru sekitar menjelang jam 2.30 wib hujan mulai reda.. Sepertinya ada yang aneh nih, temen-temen pada clingak clinguk pandang-pandangan… eh ternyata temen-temen pada kelaperan… Karena di sekitar SPBU nggak ada kedai makanan yang buka, akhirnya kami menuju ke SIANTAR SQUARE yang berada di Jl. Vihara Pematang Siantar. Untuk Menuju ke Siantar Square sangat mudah, Jika Anda dari Arah Medan menuju Parapat, pasti akan melewati Jalan Sutomo atau Jalan Lintas Tengah Sumatera yang berada di pusat kota , nah dari pusat Perbelanjaan Ramayana terus saja, nanti di sebelah kiri jalan ada gapura bertuliskan SIANTAR SQUARE pas di pangkalnya Jl. Vihara. Jika Anda kemalaman dan tidak ada lagi rumah makan yang buka, silahkan mampir kemari saja, karena mereka buka sampai pagi. Mulai dari sate padang, indomie rebus, nasi goreng, teh manis panas, kopi panas , kopi susu panas pun kami tuntaskan wkwkwww TUGU BECAK BSA PEMATANG SIANTAR Setelah perut kenyang… sembari menunggu waktu subuh tiba, kamipun tidak mau menghabiskan waktu percuma, jam 04.00 wib kami menuju TUGU BECAK SIANTAR, disana mobil kami parkirkan di tempat parkir disamping tugu, tepatnya dihalaman Gedung Dinas Kebudayaan Pematang Siantar. Turun dari mobil…… weshhhh para Celebgram langsung cari posisi joss buat selfie, maklum Tugu Becak Siantar adalah salah satu Hot Spot yang lagi naik daun dan menjadi salah satu objek yang paling di buru oleh para Celebgram. Sebagai informasi, Tugu Becak Siantar ini di resmikan pada hari sabtu, 15 September 2016, Becak Siantar yang ber merk Birmingham Small Army (BSA ) dan sejenisnya ini merupakan warisan Perang Dunia yang masih beroperasi dengan baik. So ..jika rekan-rekan main ke Pematang Siantar, pastikan mampir ke Tugu Becak Siantar ini. Lokasi Tugu Becak Siantar (BSA) berada di Jalan Merdeka, di Halaman Kantor Dinas Kebudayaan Pematang Siantar, Sumatera Utara. Hingga akhirnya Adzan subuh pun berkumandang, saya dan teman-teman kita yang muslim tentu harus menunaikan ibadah wajib, dan sekitar 15 menit dari Tugu Becak Siantar, kami pun singgah di Masjid Rindam ( Al-Huda ) yang berada di jl. Bangau, Pematang Siantar. Masjidnya cukup besar dengan pelataran parkir yang luas. Setelah mobil terparkir di halaman Masjid kami semua pun turun baik yang muslim maupun yang non muslim, setelah bersih-bersih di kamar mandi kami yang muslim masuk ke dalam masjid untuk sholat subuh, dan teman-teman kami yang tidak sholat subuh beristirahat di teras depan masjid. Setelah selesai sholat subuh, kami bergabung kembali dengan teman-teman yang berada diteras depan, dan disana kami rebahan meluruskan badan sambil cerita kesana kemari. PEMANDIAN BAH DAMANIK Sekitar jam 06.30 kami bergerak dari Masjid Rindam untuk mulai melanjutkan Adventure, Jam 6.50 wib kami sampai di simpang tiga SPBU Simarimbun, atau lebih jelasnya persimpangan Jalan Parapat ( menuju Parapat) dengan Jalan Pematang Purba yang mengarah ke Sidamanik. Tujuan kami adalah pemandian Bah Damanik, sekitar 40 menit dari Simpang tiga SPBU, sampailah kami di Sidamanik tepatnya pas di depan Plank yang bertuliskan “Pemandian Bah Damanik”, Sebenarnya secara jarak sih tidaklah jauh dari simpang tiga SPBU, andaikan jalannya bagus, harusnya sekitar 15 menit sudah sampai . Tapi karena jalannya rusak sana sini membuat kami harus berhati-hati . dalam hal ini “ jika ada pejabat pemerintah yg berwenang yang membaca tulisan ini, mohon kiranya jalan menuju Sidamanik ini diperbaiki.. “ Lanjut…. Dari plank nama pemandian Bah Damanik, mobil kami terus masuk kedalam sekitar 10 menitan, jalan pelan-pelan , dan akhirnya sampai ke pelataran parkir mobil dan sepeda motor. Untuk tarif parkir disini dikenakan Rp. 15.000.- per mobil, kalo bisa dinego saja, bisa aja jadi Rp. 10.000 per mobil, soalnya belum ada aturan khusus yg mengatur tarif parkir disini. Setelah turun dari mobil kami bersiap menuju pemandian Bah Damanik dengan menuruni anak tangga, namun sebelumnya kami harus membayar retribusi terlebih dahulu sebesar Rp. 5.000,- per orang, harusnya sih kalo di kali 14 orang totalnya, Rp. 70.000.- tapi kami minta diskon jadi kami hanya bayar RP. 60.000.- saja untuk 14 orang, lumayan.. BTW nih, tarif Rp. 5.000.- itu hanya untuk mandi-mandi di pemandian, naik rakit, dan untuk kamar kecil, sedangkan untuk sewa pondok di kenakan Rp. 25.000.- per pondok. Selanjutnya….. acara bebas di pemandian… Air nya sungguh dingin dan segar… kami yang tidak tidur semalaman ini menjadi bugar begitu nyemplung ke air. Rasa kantuk juga hilang… kalo pakar kesehatan bilang, itu karena banyaknya “ ION NEGATIF “ sehingga tubuh menjadi segar…. Au ah……. Tips : Karena Pemandian BAH DAMANIK adalah salah satu Spot Wisata yang paling diburu wisatawan, maka datanglah pagi-pagi agar teman-teman bisa menikmati jernihnya air Bah Damanik, sebagaimana kami yang menjadi tamu pertama di hari itu, karena jika teman-teman datangnya siang atau sore hari, sudah keburu rame orang, daaan… airnya udah nggak jernih lagi. KEBUN TEH BAH BUTONG Jam 9.30 wib kami harus keluar dari pemandian Bah Damanik, karena masih ada destinasi wisata yang harus di kunjungi yaitu Perkebunan Teh . Kebun teh yang ada di PTPN IV Bah Butong, Sidamanik dan Tobasari di Kecamatan Sidamanik, kabupaten Simalungun, Pematangsiantar kerap ramai disambangi wisatawan. Oleh karenanya kami juga tidak ingin melewatkan perkebunan teh yang konon hasil teh dari perkebunan ini adalah merupakan teh terbaik di dunia. Lama perjalanan dari pemandian Bah Damanik ke perkebunan Bah Butong Ini hanya memakan waktu 3 menit saja, dari kejauhan sudah terlihat plank nama milik PTPN IV yang di bawahnya bertuliskan Selamat Datang di Kebun Bah Butong. Sesampai disana ternyata sudah ada beberapa rombongan wisatawan yang sudah tiba terlebih dahulu, dan kamipun mengambil posisi parkir di pinggir jalan. Tarif parkir disini Rp. 10.000, per mobil tapi di nego jadi Rp. 5.000.- saja . Satu hal yang menjadi perhatian kami disana adalah, penduduknya yang sangat ramah, siapapun orang nya yang kami tanya-tanya disana, mereka akan menjelaskan dengan ramahnya… kami bisa melihat dari mata mereka akan rasa ingin menolong orang lain yang membutuhkan jawaban. Jika Anda ingin membawa oleh-oleh dari sini, ada beberapa pedagang yang menawarkan teh hijau, teh benalu, teh linting dll yang harganya juga tidak mahal. Saya membeli 1 bungkus teh hijau seharga Rp. 15.000.- untuk ukuran 250 gr. AIR TERJUN BAH BIAK Setelah puas kami perfoto dan ber selfie ria di perkebunan teh Bah Butong ini, kami melanjutkan perjalanan menuju air terjun BAH BIAK, lokasi nya tidak jauh dari perkebunan Bah Butong, sekitar 3 menit perjalanan kami sudah melihat Plank Petunjuk menuju air terjun Bah Biak, kami pun belok ke kiri mengikuti petunjuk, sayangnya jalan menuju ke air terjun Bah Biak ini masik tanah, belum di lapisi batu krikil apa lagi aspal hehehe.. maklumlah ini kan sebenarnya jalan perkebunan.. Beberapa kali saya harus turun untuk mengecek kondisi jalan yang kami lalui, karena khawatir kalo nanti mobil akan kepater, selip atau apalah… tapi ternyata disana tanahnya pasir bercampur batu bukan tanah liat, sehingga walaupun berlumpur tapi bagian bawahnya keras. Sehingga aman untuk dilalui kendaraan. Dan sekitar 10 menitan lamanya akhirnya kamipun sampai di tempat parkiran Air Terjun Bah Biak yang letaknya berada di perkebunan teh Sidamanik. Setelah parkir , kami langsung menuju ke air terjun Bah Biak, dengan menuruni anak tangga terlebih dahulu. Retribusi masuk tempat wisata ini, Rp. 2.000 per orang. Sesampai di air terjun Bah Biak kami langsung ambil posisi cantik untuk jeprat-jepret. Namun karena hari sudah mulai siang kamipun tidak sempat untuk basah-basahan disana, karena harus melanjutkan destinasi selanjutnya, “ BUKIT SIPOLHA “. Seyogyanya kami berencana mengunjungi BUKIT INDAH SIMARJARUNJUNG terlebih dahulu sebelum menuju Bukit Sipolha, namun karena pertimbangan waktu akhirnya kami memutuskan untuk men-skip kunjungan ke Simarjarunjung. Next Time lah kami akan kesana. BUKIT SIPOLHA Rasa nya sudah tengah hari dan perut pun mulai lapar, dalam perjalanan menuju Bukit Sipolha, kami singgah di rumah makan padang yang ada di desa Sait buttu, untuk membeli nasi bungkus, yang rencananya akan kami nikmati nanti pas di Bukit Sipolha. Setelah membeli nasi bungkus, kami pun melanjutkan perjalanan, setelah beberapa menit sampailah kami di pertigaan antara Jalan Pematang Purba dan Jalan Simarjarunjung. Jika belok kekanan menuju Simarjarunjung dan Tigaras, sedangkan jika belok ke kiri menuju Sipolha dan Parapat, maka kamipun memilih belok ke kiri jalan yang menuju ke Bukit Sipolha dan Parapat. Selama perjalanan menuju bukit sipolha, kami disuguhi pemandangan yang menakjubkan, kilauan air danau toba terlihat dari kejauhan, didalam mobil teman-teman pada kegirangan melihat pemandangan pinggiran danau toba yang begitu indah. Dan sekitar 30 menitan kami sampai di persimpangan menuju Bukit Sipolha, kami pun menyusuri jalan sempit yang berbatu dan sedikit curam, namun bagi kami itu sudah biasa, jadi ya santai sajah… Sekitar 10 menitan sampailah kami di pelataran parkir yang sederhana dan mobil kamipun ambil posisi parkir yang strategis sesuai dengan arahan tukang parkir. Sayangnya Sesampai kami di parkiran, hujan turun dengan deras, sehingga kami tidak bisa langsung naik ke Bukit Sipolha, tapi kami mampir di warung kopi, sembari menunggu hujan reda, sekalian lah nyantap nasi bungkusnya, Udah lapar…. Baru sekitar setengah jam hujan mulai reda.. dan akhirnya cuaca kembali panas, maka saatnya untuk naik keatas Bukit Sipolha yang selama ini sudah di impikan… PENYEBERANGAN TIGARAS Setelah berpuas-puas di Bukit Sipolha, kami harus segera menuju ke pelabuhan Tigaras, karena kami harus mengejar jadwal penyebrangan jam 15.15 WIB, menuju Simanindo, Samosir. Sesampai di Pelabuhan Tigaras, sudah ada 12 mobil yang mengisi palataran pelabuhan dan mobil kami masuk pada urutan 13 dan 14, amanlah. Karena Kapal penyebrangan hanya bisa memuat 15-16 mobil saja, dan sisanya akan di masukan ke jadwal berikutnya. Saya langsung menuju Loket untuk membayar administrasi penyebrangan, dengan perincian sbb: Untuk Minibus Rp. 96.500, Penumpang 6 orang dewasa ( Supir tidak dihitung) Rp. 40.200, jadi perorangnya Rp. 6.700.- Asuransi keseluruhan 6.550 jadi totalny Rp. 143.250.- untuk Retribusi parkir per mobil Rp. 10.000 per mobil tapi negolah jadi Rp. 5.000.- bisa kok. Waktu penyeberangan sekitar 40 menit dari Tigaras menuju Pelabuhan Simanindo. TUGU SITIO TIO Selepas keluar dari Dermaga Simanindo kami langsung mampir ke Tugu Sitio- tio untuk sekedar berfoto-foto saja, setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Wisma AGAPE yang berada di Tomok, Samosir. Perjalanan dari Pelabuhan Simanindo ke Tomok memakan waktu sekitar 50 menitan, dengan kecepatan sedang antara 30-40 km/jam. PENGINAPAN WISMA AGAPE, TOMOK, SAMOSIR. Sengaja Kami memilih Wisma Agape karena secara harga cukup murah, untuk kamar berisi 6 ranjang seharga Rp. 180.000,- + 10% ppn + uang kebersihan Rp. 10.000 per orang. Lumayanlah untuk menghemat budget, tapi dengan catatan tidak ada air minum, tidak ada sarapan. It’s OK air mineral kami sudah lebih dari cukup. Kondisi kamar cukup bersih, kamar mandi besar dan juga bersih. Kami memesan 2 kamar, 1 kamar untuk para ladies dan 1 kamar lagi untuk para cowok.. Untuk makan malam kami beli nasi bungkus kerumah makan padang, FYI untuk temen-temen yang muslim tidak perlu khawatir, karena di Tomok, cukup banyak rumah makan Muslim . Untuk masalah harga, sepertinya sudah pada kompakan antara rumah-makan satu dengan yang lain. Yaitu harga rata-rata Rp. 20.000.- untuk nasi bungkus pake ayam maupun ikan, kecuali ikan Lele harganya Rp. 18.000.- perbungkus. Lebih mahal sih memang jika dibandingkan dengan yang di jual dikota Medan yang sebungkusnya hanya paling 9.000 – 11.000 saja. Tapi yah maklumlah mungkin karena ini tempat wisata, yang penting masih ada makanan yang bisa kami makan. Setelah makan malam bersama, kami melanjutkan dengan acara tukar kado, dimana kado ini sudah kita sepakati harganya Rp. 10.000.- saja, dan tentu saja menjadi tantangan tersendiri untuk mencari kado seharga Rp. 10.000.- udahlah… yang penting ada kado .. hahahaha Setelah acara tukar kado selesai , temen-temenpun sudah tidak sabar menuju tempat tidurnya masing-masing, maklumlah pada kurang tidur ditambah full day wisata jadi tidur malam ini sangat lelap… Pagi harinya, untuk meregangkan otot kami zumba dan aerobik ala kadarnya, yang penting otot-otot tidak kaku dan badan berkeringat.. di lanjutkan dengan mandi pagi di danau toba… segeerrrrr.. WISATA BELANJA DI TOMOK , 10 September 2017 ( day 2 ) Jam 8 pagi kami harus beres-beres dan siap-siap untuk melanjutkan perjalanan wisata, destinasi pertama adalah pusat oleh-oleh / kerajinan di Tomok, temen-temen pingin beli oleh-oleh buat dibawa pulang. Jadi silahkan berbelanjaa… sekali lagi mereka beruntung, karena mereka dapat harga bukaan dasar… PEMANDANGAN PULAU TAO Sebenarnya dari Tomok kami ingin langsung menuju Pantai Pasir Putih Parbaba, tapi ditengah perjalanan kami melihat pemandangan yang lumayan indah, yakni pemandangan pinggirian danau dengan background Pulau Tao, jadi kami mampir sejenak sekedar untuk perphoto-photo. Yang penting happy… PANTAI PASIR PUTIH PARBABA Mungkin sebagian dari kami sudah ada yang pernah ke mari, tapi pergi bersama teman-teman komunitas tentu lebih berbeda & seru. Tiket masuk pantai pasir putih parbaba Rp. 2.000.- per orang, jadi untuk 14 orang RP. 28.000.- namun seperti biasa kami minta diskon, jadi hanya bayar RP. 25.000.- saja. Rencana kami memang ingin makan siang di Parbaba, makanya pada saat kami masih di Tomok pagi tadi, kami sudah membeli nasi bungkus terlebih dahulu. Kami menyewa tikar seharga Rp. 30.000.- untuk kami duduk dan makan siang bareng-bareng, sayang duitnya sih sebenarnya karena kami hanya memakainya untuk makan siang saja, dan setelahnya kami sudah kearah tepi danau untuk berphoto ria. Dari semua pantai pasir putih yang ada di Samosir, Pantai Pasir Putih Parbaba inilah yang paling ramai dikunjungi, mungkin karena namanya yang sudah dikenal orang terlebih dahulu, dan fasilitas permainannya yang cukup banyak, sehingga wisatawan menjadikan pantai pasir putih Parbaba sebagai destinasi pilihan. PEMANDIAN AIR HANGAT – AEK RANGAT Setelah dari pantai pasir putih Parbaba, kami melanjutkan perjalanan ke AEK RANGAT, namun terlebih dahulu kami harus mengisi BBM kendaraan di kota Pangururan yang merupakan ibu kota kabupaten Samosir. Nah Bagi teman-teman yang membawa kendaraan ke pulau samosir, sebaiknya isilah BBM terlebih dahulu disini. Karena SPBU di Pulau Samosir hanya ada di sini. SPBU terdekatnya adalah di Parapat, dan Simpang tiga Jalan menuju Sidikalang itu jika temen-temen ingin pulang ke Medan melalu Tele, Jauh bukan ? Setelah isi full BBM, kami menuju ke Aek Rangat, sampai di Aek Rangat kami membayar retribusi masuk RP. 2000. Per orang, dan kami angsung menuju keatas dimana tempat biasa orang-orang berfoto dengan background Abjad “ AEK RANGAT ". Jika kami menginap satu malam lagi disini mungkin kami akan menikmati hangatnya air belerang dikawasan ini, namun karena kami masih punya beberapa destinasi lagi, maka kami harus melanjutkan perjalanan. Dan tujuan kami selanjutnya adalah Tempat Wisata AEK SIPITUDAI atau Air Tujuh Rasa. AEK SIPITUDAI Aek Sipitudai yang berarti Air Tujuh Rasa ini sudah sangat tersohor namanya dari dulu kala, namun beberapa temen-temen ada yang belum pernah mampir kemari untuk melihatnya secara langsung. So tentu saja tempat ini menjadi destinasi yang tidak boleh di lewatkan. Tiket Masuk Ke Tempat wisata ini RP. 2.000.- per orang, parkir Rp. 10.000.- per mobil, bisa saja dinego jadi RP. 5000.- per mobil. Tips Guide sukarela saja. Yang menjadi menarik para pengunjung adalah rasa airnya, penasaran” mengapa airnya bisa berbeda rasa di setiap pancurannya ”, karena mata airnya berbeda ? itu benar, tetapi dari semua mata air itu airnya megalir kedalam satu kolam penampungan dan bercampur menjadi satu. Dan dari kolam penampungan itulah airnya di alirkan ke dalam 7 Pancuran yang berbeda. Pendeknya satu penampungan 7 pancuran tapi rasanya beda. Untuk hal yang satu ini, tentu ada penjelasan secara ilmiahnya, namun saya sih menganggap ini adalah keajaiban yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. BUKIT HOLBUNG ( DOLOK HOLBUNG ) Nama Bukit Holbung Baru mencuat beberapa tahun terakhir ini, keindahan pemandangan danau toba dari puncak bukit Holbung ini tidak diragukan lagi, bahkan orang-orang yang sudah pernah kemari pun masih ingin kembali kemari hanya demi pemandangan yang menakjubkan. Tidak luput pula banyaknya informasi yang kurang pas mengenai Bukit Holbung ini, menjadikan banyak perdebatan diantara netizen mengenai letak posisi bukit ini. Ada yang mengatakan terletak di desa holbung, desa Janji Martahan, desa Hariara Pohan. Yang benar dan bisa di validasi kebenarannya adalah, Bukit Holbung / Dolok Holbung, berada di Desa Dolok Raja, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara. Anda bisa cek via Map batas desa milik pemerintah daerah maupun bisa melalui Google map. Terlepas dari perdebatan letaknya dimana, yang jelas Bukit Holbung ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta wisata, terutama bagi para Celebgram. Untuk mendapatkan hasil photo dan view yang bagus, memang untung-untungan, karena cuaca disini sangat cepat perubahannya. Terutama jika di musim hujan seperti sekarang ini. Namun secara keseluruhan pemandangan Bukit Holbung tetap Indah di cuaca apapun. Sampai saat ini tidak ada kutipan retribusi apapun, selain parkir sebesar RP. 5000.- per mobil Setelah puas kami di bukit holbung, kamipun kembali melanjutkan destinasi berikutnya, yakni air terjun Sampuran Efrata. Namun karena waktu Ashar sudah tiba, mampirlah kami ke Masjid yang ada di pinggir jalan di desa Janji Martahan untuk sholat Ashar. Sekalianlah kami numpang buang air kecil di sana soalnya udah kebelet sedari tadi. Tips : Bawalah makanan, karena udara yang dingin Anda pasti akan cepat merasa lapar, dan disini tidak ada satupun penjual makanan. Jika Anda berkunjung kemari, sebaiknya memakai sendal gunung atau sepatu tracking, karena anak tangga bisa licin bila habis diguyur hujan. Kenakanlah Jaket untuk menahan udara dingin, dan topi jika cuaca panas. Karena background pemandangan mayoritas berwarna hijau, maka pakailah pakaian yang cerah selain hijau, agar jika di photo akan terlihat lebih bagus alias mentereng.... Jika Anda kemari menggunakan sepeda motor, sebaiknya persiapkan mantel, atau setidaknya plastik pelindung tas dari air. Karena curah hujan disini tinggi. Satu-satunya tempat berteduh disini hanyalah pos penjagaan yang ukurannya kecil. Tapi jika Anda membawa tenda ya tidak akan menjadi masalah. AIR TERJUN SAMPURAN EFRATA Air terjun Efrata ini berada di desa Sosor Dolok, kecamatan Harian, kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara. Jaraknya sekitar 20 km dari kota pangururan, sebenarnya jalan menuju Air terjun Efrata ini searah dengan jalan menuju Bukit Holbung. Namun kami melewatkannya , karena kami mau mengunjungi Bukit Holbung terlebih dahulu. Baru setelah kami pulang dari bukit holbung, kami mampir ke Air Terjun Efrata ini. Tarif masuknya Rp. 2.000 per orang, dan parkir Rp. 5000 per mobil. Setelah turun dari mobil kami langsung menuju air terjun, yang letaknya tidak jauh dari rumah warga. Sebenarnya air terjun Efrata ini sangat indah, namun sepertinya tidak banyak wisatawan yang datang kemari, mungkin karena letaknya jauh dari tempat wisata utama Samosir, seperti Parapat, Tuk Tuk dan Tomok. Saran : Jika Anda mengunjungi Air terjun efrata, sebaiknya membawa bekal makanan yang cukup, minimal cemilanlah, terutama bagi yang muslim. Karena di sekitar air terjun hanya ada satu yang jual makanan, dan mungkin tidak bisa dikonsumsi oleh temen-temen yang muslim. MENARA PANDANG TELE Dari Air terjun Efrata, kami langsung menuju TELE, sebagai destinasi terakhir yang bisa kami kunjungi . Tepat pukul 18.30 wib kami sampai di Menara Pandang Tele. Sebenarnya kami khawatir jika sampai di tele ini hari sudah gelap, tapi Alhamdulillah, pukul 18.30 itu cuaca masih belum terlalu gelap, masih terlihat jelas pemandangan gunung pusuk buhit yang menjulang tinggi dan pinggiran danau toba yang terlihat indah. Kamipun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan pemandangan yang menakjubkan ini, sayangnya tidak bisa lama, karena hanya dalam beberapa menit saja hari sudah gelap dan malam pun tiba. Tiket masuk Rp. 2.000 per orang, Toilet Rp. 3.000 Setelah selesai photo-photo, kamipun melanjutkan perjalanan pulang ke Medan. Tips : Karena tidak ada Rumah makan disini, jadi sebaiknya belilah Cemilan untuk mengganjal perut. PERJALANAN PULANG KE MEDAN Tepat Pukul 19.00 wib, kami bertolak dari Menara Pandang Tele, menuju Medan. Kami melintasi jalan Dolok sanggul-Sidikalang, selama perjalanan kami tidak melihat adanya rumah makan yang buka, padahal kami sudah mulai lapar, dan persediaan cemilan sudah menipis. Dan setelah beberapa jam diperjalanan sampailah kami di simpang tiga Sidikalang, kami merasa senang karena kami melihat ada rumah makan yang buka, namun sayangnya itu rumah makan untuk non halal, sehingga kami tidak jadi singgah dan harus melanjutkan perjalanan lagi sambil berharap ada rumah makan yang buka, tapi ternyata tidak ada satupun rumah makan yang buka, mungkin karena sudah malam dan hujan pula, sehingga rumah makan tutup lebih awal. Sesampainya di Sumbul, sebenarnya kami ingin pulang lebih cepat, dengan melewati jalan besar Medan Sidikalang, namun saya mendapat informasi dari beberapa teman yang kemaren malamnya melewati jalan tersebut, mengatakan bahwa ada beberapa titik rawan longsor, dan mobil temen saya juga hampir terkena longsoran pada malam itu. Selain longsor jalanan juga sangat berkabut jarak pandang hanya sekitar 5 meter jika melintas diatas jam 9 malam, apalagi ini musim hujan. Sehingga sebagai ketua team Adventure saya memutuskan untuk mengambil jalan amannya saja, dengan pertimbangan keselamatan, meskipun dengan resiko jalan lebih jauh dan lebih buruk, mau tidak mau kami harus tempuh melalui jalan Silalahi, menyusuri pinggiran danau toba hingga akhirnya sampai ke Tongging, dan dari tongging kami naik menuju simpang merek , tepat pukul 22.30 malam kami sampai disana, dan kami berhenti di salah satu rumah makan yang masih buka, kamipun memesan makanan dan makan dengan lahap saking laparnya.. Setelah makan kami melajutkan perjalanan pulang, alhamdulillah perjalanan lancar, dan kami sampai ke Kota Medan sekitar pikul 02.00 dinihari. Dan masih sesuai Schedule, karena schedulenya jam 02.30 pagi sampai Medan. TIPS UMUM : 1. Sebaiknya persiapkan SmartPhone dan PowerBank dalam kondisi Full Charge, karena Anda akan banyak menggunakannya untuk berselfie ria dan merekam video, pastikan juga Anda membawa SD Card tambahan untuk menyimpan file video/foto atau sekurang-kurangnya, pindahkan dan kosongkan terlebih dahulu ruang penyimpanan Smartphone Anda. 2. Pastikan Anda Membawa Makanan/cemilan, Obat-obatan pribadi, karena bisa jadi anda tidak akan menemukannya di perjalanan. 3. Pastikan Anda membawa baju untuk mandi-mandi, dan baju ganti. 4. Konsumsilah Vitamin C, agak tubuh Anda tetap Vit, selama dalam perjalanan. PENUTUP Terima kasih buat temen-temen Jalaners Regional MEDAN ( SUMATERA UTARA ), yang sudah ikutan GATHERING ADVENTURE dalam Rangka Explore Pesona Sumatera Utara, semoga Pariwisata di Sumatera Utara semakin baik dan maju. Amin. Sampai Jumpa & Nantikan Keseruan Kami di Gathering Adventure Berikutnya..... Peserta Gathering Adventure : @Dhistiraz ( Kenzie Yudhistira ), @Jenatan Sianipar ( Jenatan Sianipar), @Just Fadli ( Anjas), @Vean Tristan ( Vean Tristan), @thepo (Thepo), Rizal Jali, @Hasrol Aswad Hasrol Aswad, @Diana Rose (Diana Rose), @Diana Ray (Diana Ray), @Nur Affanny Rezky (Fanny), Rara, Muni, Sarah, Indah Jho
  3. 4 points
    Hai teman-teman, kali ini aku mo berbagi cerita nih perjalanan singkat aku ke Negara Brunei Darussalam ("Brunei") Brunei sebagai salah satu negara terkaya di Asia Tenggara bikin aku penasaran bgt dari beberapa tahun yg lalu, pingin tau aja sih kaya apa suasana di Brunei, hehehe... tiap temen diajakin trip kesana pasti gagal terus krn mereka lebih memilih ngetrip ke tempat lain. Akhirnya pas liburan Paskah di bulan April 2017, aku dan beberapa teman yg mempunyai rasa penasaran yg sama, berhasil jg nginjek kaki di Brunei hehehe... Kami ambil paket liburan ekonomis yg dibuat oleh Royal Brunei Airlines yg terdiri dari tiket ekonomi Jkt-Brunei-Jkt, akomodasi di hotel bintang 3 (3 hari 2 malam), city tour, 1 x makan malam dgn harga Rp.3.999.999 nett (dilempengin jd Rp. 4 juta deh). Lumayan kan krn paket ini yg paling murah. Gak lama-lama deh basa basinya, yook kita mulai ceritanya ya. Hari 1 : For info teman-teman, Royal Brunei Airlines hanya 1x penerbangan dr Jakarta yaitu jam 13.55 WIB dan landing di Brunei jam 17.35 waktu Brunei (ada perbedaan waktu 1 jam). Kesan pertama waktu masuk pesawat, kok interiornya sederhana bgt ya (hehehe... masih kalah deh dibandingin sama Batik Air) dan gak ada personal TV lho. Lumayan bosen jg sih selama penerbangan +/- 3 jam . Untung meal on board nya lumayan enak. Kejutan lg, pas kami sudah mendarat di Bandara International Brunei. Kok sepi ya, pd hal Bandara International lho. Cm pesawat yg kami tumpangi aja tuh yg landing. Imigrasi jg sepi dan terus sampe ke tempat pengambilan bagasi yg jadi satu dgn ruang penjemputan penumpang. Heran jg ya kok berbeda 360° dgn bandara pada umumnya. Setelah ambil bagasi, langsung kami dijemput oleh pihak travel Sunshine (yg ditunjuk oleh pihak Royal Brunei). Ternyata selain rombongan kami, ada 2 grup keluarga dr Indonesia jg. Hehehe...lumayan dapet teman baru yaitu FB KJJI @Dedy Saputra beserta keluarga. Oh iya, jika teman2 hendak membeli paket internet nomer lokal, sebaiknya membeli di Bandara seharga Brunei$ 10 (+/- Rp.95 rb) karena agak susah menemukan toko yg menjual nomer lokal di luar Bandara. Dr bandara, kami langsung diantar ke hotel kami yaitu Times Hotel yg lokasinya cm 10 menit dari bandara. diambil dari Google Disini kami berpisah dengan rombongan mas Dedy krn mereka tinggal di hotel lain (harga paket menentukan lokasi hotel). Setelah check ini hotel, rencananya sih pengen cari makan malam ke pusat kota naik taxi atau bus umum, yaelah ternyata gatot krn ternyata cari taxi atau bus umum susah banget (langsung loyo deh badan kita). Pantesan di jalanan dr bandara ke hotel gak liat ada taxi atw bus umum, pokoke sepi deh jalanan disana. Sempet tanya sama warga Brunei kok susah cari taxi atau bus umum, eh dia jawab hampir semua warga Brunei punya kendaraan pribadi (hehehe... maklum negara makmur sih). Info dr receptionis hotel, di sekitar hotel ada 3 mall yg bisa diliat-liat sekalian makan malam. Nah ini dia mall nya. Beda bgt ya sama mall di Jakarta hehehe. Utk cari makan malam bukan soal mudah lho krn KFC atau Mc Donald gak bertebaran di Brunei termasuk di mall ini, setelah muter-muter & tanya warga Brunei, nemu jg resto yg lokasinya di sudut mall ke 3. Namanya Kaka Restoran. Menu makanan di resto ini adalah menu masakan Melayu, Cina & Western tentunya dijamin halal dgn rasa yg enak dan harganya msh terjangkau jg. Setelah makan malam, berhubung dah gak tau mau kemana lg, terpaksa deh kami mager di Magnum Cafe sampe tutup tu cafe, pastinya gak lupa icip2 ice creamnya dgn pilihan banyak topping hehehe.. lumayan nambah lagi berat badan. Hari ke 2 Semangaat .... krn mo city tour hari ini. Setelah sarapan, kami dijemput oleh bus dr Sunshine Travel utk join city tour dgn peserta lain. Rutenya: 1. Mesjid Jame’Asr Hassanil Bolkiah Mesjid ini berlokasi di daerah Kiarong dan didirikan pada tahun 1988. Mesjid ini dinamai sesuai nama Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzadin Waddaulah pada peringatan ke 25 tahun menjadi Sultan Brunei Darussalam dan diresmikan pada tgl 14 Juli 1994. Mesjid ini merupakan mesjid yg terbesar dan termegah di Brunei. Selain bisa memuat 3,500 jemaat, masjid ini mempunyai arsitektur yg bener2 mewah. For info, kubah masjid dan menaranya berlapis emas murni, lampu2 kristal dibuat di Austria, marmer didatangkan dari Italia. Gimana gak berdecak kagum ngeliatnya. Untuk memasuki ke dalam mesjid, kita akan dipandu oleh pengurus mesjid dan ada aturan yg harus diikuti nih. 1. Dilarang utk memotret dalam mesjid. 2. Tas, HP & Kamera dititip di loker mesjid 3. Pengunjung non muslim harus memakai jubah hitam yg sudah disediakan oleh pihak mesjid. Setelah kami semua siap, pemandu akan membawa kita ke ruangan utama utk sembahyang didekor mewah, Ruangan utk pelaksanaan ijab kabul atau acara-acara resmi masjid, ruang utk belajar Alquran bagi warga Brunei atau orang yg ingin menjadi muslim. Ini foto ruang utama mesjid yg diambil dari google. Bener kan mewah bgt interiornya. Dan ini lah foto2 lain yg menggambarkan kemegahan mesjid ini. Setelah puas berfoto-foto di luar mesjid, kami diajak oleh pemandu menuju Royal Regalia Building. Sebelumnya kami mampir di depan Istana Sultan terlebih dahulu. Seperti info2 yg kami dapat, istana dibuka utk umum hanya pd hari Raya Idul Fitri saja. Jadi, ya terpaksa harus puas berfoto-foto di depannya aja hehehe... Suasana jalan raya di Bandar Seri Begawan kaya gini nih. Nah semua serba teratur, sepi dan bener toh gak keliatan transportasi umum dan taxi. Setelah dr Istana Sultan, kami diajak melihat-lihat pusat kota atau alun-alun Bandar Sri Begawan. Ini lah suasana pusat kotanya.... sama sepi jg hehehe. 2. Royal Regalia Building Gak jauh dari alun-alun kota, terletak di Jl. Sultan Omar Ali Saefuddin, disitulah lokasi Royal Regalia. Royal Regalia adalah museum yg menyimpan hadiah-hadiah yg diterima oleh Sultan Brunei dr berbagai mancanegara. Untuk masuk ke dalam ruangan museum ini, semua tas include HP & kamera harus dititipkan di pintu masuk Museum. Oh iya selain melihat hadiah2 Sultan, kita bisa lihat juga foto-foto silsilah keluarga kerajaan, replika tahta Sultan, beberapa macam mahkota, kostum seragam pengawal Kerajaan, senjata pengawal Kerajaan. Setelah puas melihat-liat, baru deh kita boleh ambil kembali tas2 kita. Nah di ruangan besar Museum setelah pintu masuk, dipajang tuh kereta kerajaan yg dipakai waktu perayaan ke 25 tahun penobatan Sultan Hassanal Bolkiah, perlengkapan prajurit Kerajaan, meriam Kerajaan dll. Disini baru kita boleh foto-foto sesuka hati dan membeli souvenir2 khas Brunei seperti gantungan kunci,magnet kulkas dll. Dari Museum ini kemudian kita diajak ke dermaga Sungai Brunei utk menyeberang ke Kampong Ayer dengan perahu motor. 3. Kampong Ayer Kenapa disebut Kampong Ayer? Krn penduduk daerah ini mendirikan rumah di atas Sungai Brunei alias Kampung di atas air. Setelah merapat di dermaga Kampong Ayer, kami diajak menyusuri jalanan di kampung ini sambil melihat rumah-rumah penduduk dan akhirnya tibalah kami di rumah penduduk yg digunakan utk menjamu turis-turis. Di rumah ini kami disuguhi beberapa makanan kecil khas Brunei dan minuman teh. Ternyata Kampong Ayer luas jg lokasinya dan penduduknya banyak juga lho +/- 30.000 orang dan khasnya rumah-rumah disini dan jalanan antar rumah penduduk dibangun dari kayu dengan pancang-pancang kayu yg kuat dan terletak di atas air.Tp jangan salah lho walaupun penduduk Kampong Ayer tinggal di atas air tetapi fasilitas rumah-rumah disini lengkap dan modern , hebatnya merekapun punya mobil jg yg diparkir di dekat dermaga Sungai Brunei. Setelah puas foto-foto dan menikmati jamuan kecil ini, kami diajak menyebrang kembali ke tempat semula. Kampong Ayer ini merupakan destinasi terakhir utk tour siang ini. Peserta akan diantar kembali ke hotel masing-masing dan sorenya dijemput oleh pihak travel utk mengunjungi Mesjid Sultan Omar Ali Saefuddin dan makan malam. Berhubung saya dan teman-teman ingin mengexplore pusat kota Bandar Seri Begawan, kami memisahkan diri dari rombongan dan akan bergabung sore hari di Mesjid Sultan Omar Ali Saefuddin. Oh iya, salah satu makanan yg katanya terkenal di Brunei adalah Nasi Katok Mama. Udah pasti kami penasaran dong mau tau kaya apa hehehe.... Nasi Katok Mama ini terletak di jalan Cator yg terletak gak jauh dari Coffee Bean Cafe di alun-alun kota. Gampang banget nemuin kiosnya ini karena terletak di hook jalan besar dan lumayan byk juga pembeli yg antri. Harganya gak mahal kok cuma Brunei$ 1 termasuk lauk tambahan seperti sate bakso ikan, sayap ayam dgn aneka rasa dll. Mau tau nasi Katok seperti apa? Hahaha...ternyata cuma nasi putih dgn lauk ayam goreng tepung dan sambal. Untuk rasa, gak ada yg spesial sih...hmm kalah jauh lah dari nasi uduk kita. Tp buat teman-teman yg berkunjung ke Brunei dgn budget terbatas, lumayan hemat biaya utk makan siang hehehe... Setelah icip-icip Nasi Katok, kami jalan kaki mengelilingi area pusat kota dan penasaran pingin lihat mall tertua di kota ini yaitu Komplek Yayasan Sultan Hassanal Bolkiah.. hehehe..maklum deh namanya cewek, kalo belum cuci mata di mall blom puas. Bangunan mallnya besar krn terdiri dari 2 bangunan berbentuk rumah tradisional Melayu. Wah kita udh bayangin bakal bagus di dalam mallnya, hehehe...sekali lagi mengecewakan karena gak sesuai harapan. Jd 2 gedung di mall ini diisi oleh Hua Ho Department Store. Walaupun besar tetapi sayang barang-barang yg dijual , kalo di Indo nih setara dengan barang-barang di Ramayana Dep Store. Pokoke kalah jauh deh dgn mal di Indo hehehe. Akhirnya utk buang waktu , kami makan lagi deh di Jolly Bee Fried Chicken yg populer di Brunei. Jolly Bee adalah franchise fried chicken yg berasal dari Filipina. Untuk rasanya enak, gak kalah dgn Kentucky Fried Chicken. Di Brunei, KFC kalah populer deh dgn Jolly Bee. Setelah bosen duduk di Jolly Bee, kami explore aja deh supermarket yg ada di mall ini. Setelah puas liat-liat, ngiler juga liat menu KFC Brunei, krn ada beberapa menu yg beda dgn di Indo. Jadi kita mager lagi deh di KFC utk menghabiskan waktu. Akhirnya sampe juga waktunya kami hrs ke Mesjid Sultan Omar Ali Saefuddin yg kebetulan terletak di seberang Komplek Yayasan Sultan Hassanal Bolkiah. 4. Mesjid Sultan Omar Ali Saefuddin Mesjid Sultan Omar Ali Saefuddin ini, oleh penduduk setempat disebut juga Mesijd Ayah Sultan. Kenapa disebut begitu? Ternyata Sultan Omar Ali Saefuddin ini merupakan ayah Sultan Hassanal Bolkiah. Mesjid ini merupakan mesjid terbesar pertama dan landmark kota Bandar Seri Begawan. Bangunannya megah banget dan unik. Kubah mesjid ini terbuat dari emas juga dengan interior di dalam mesjid yg mewah. Mesjid ini dikelilingi oleh taman yg luas dan di bagian samping mesjid ada kolam luas dengan replika Perahu abad ke 16 yg bernama Mahligai. Seperti mesjid terdahulu, pengunjung harus mematuhi peraturan : pengunjung non muslim diwajibkan mengenakan jubah hitam utk masuk ke dalam ruangan sembahyang di mesjid ini dan dilarang utk memotret di dalam mesjid. Inilah tampilan mesjid di waktu siang hari. Lebih bagus kan tampilan mesjid ini waktu malam hari krn bermandikan cahaya lampu. Setelah puas melihat-lihat dan foto-foto, kami diajak utk makan malam di suatu restoran kecil. Utk acara penutup hari ini, kami diberi kesempatan untuk berbelanja di mall terbesar dan terbaru di Brunei yaitu “the Mall” dan mengunjungi pasar malam Gadong yg terkenal itu. Inilah suasana the Mall tersebut, hehehe.... masih kerenan mall di Jakarta kan? Sambil menunggu peserta lain berbelanja, kami melihat-liat aja deh krn memang gak ada barang yg mau dibeli. Setelah peserta lain berkumpul, baru deh kami dibawa ke night market Gadong. 5. Pasar Malam Gadong Pasar malam ini terletak di daerah Gadong dan lokasinya tidak jauh dari the Mall. For info, pasar malam ini buka setiap hari mulai jam 18.00-22.00. Nah kalau pagi, lokasi ini dipakai untuk pasar umum yg jual sayur mayur, ikan, daging dan bumbu2 dapur. Oh iya, jangan bayangin pasar malam Gadong ini seperti pasar malam di Thailand ya. Isi dagangan di Pasar malam Gadong ini ada buah-buahan lokal, ikan asin dan beraneka ragam makanan dan kue-kue yg sebetulnya mirip dgn makanan di Indo cuma sebutannya lain. Contohnya: 1. Kuih Malaya Babu Cantik =Martabak manis 2. Selurut= kue celorot 3. Keropok lekor= otak2 ikan goreng 4. Cucur pisang = pisang goreng Kalo mo icip-icip makanan di sini, jgn kawatir gak menguras isi kantong kok krn rata-rata makanan dijual seharga Brunei$ 1. Nah teman-teman, kunjungan ke Pasar Malam Gadong ini merupakan penutup cerita saya ya krn di hari ke 3, pagi hari setelah sarapan kami langsung diantar ke Bandara untuk terbang kembali ke Indo. Kesan saya, suasana di ibu kota Brunei: tenang cenderung sepi, tidak crowded dan hal yg bikin iri yaitu warga Brunei sangat dimanjakan lho dgn berbagai fasilitas gratis seperti sekolah, pengobatan, rumah sakit, BBM dgn harga murah, harga mobil murah dll. Yah, smoga cerita saya ini berguna ya utk teman2 yg ingin berkunjung ke Brunei. Salam jalan-jalan. Catatan: 1. Jika ingin membeli suvenir buatan asli Brunei yg tidak pasaran & kualitas bagus, teman2 dapat membeli di toko Aewon,. Kalo di mall gak nemu, tokonya ada kok di Bandara International Brunei (area ruang tunggu keberangkatan). Harga memang agak mahal sedikit tetapi sebanding kok dgn kualitasnya. Harga gantungan kunci & magnet kulkas dibandrol rata2 Brunei $ 5. Untuk T-shirt harga agak maha sih tergantung designnya. 2. Kurs Brunei $ 1 = +/-Rp. 9.500. Jika tidak sempat membeli dollar Brunei di Indo, sebaiknya membawa USD untuk ditukar di Bandara atau Hotel krn money changer agak susah dicari walaupun di mall besar. 3. Untuk teman-teman yang suka merokok dan minuman beralkohol, hahaha... jgn berharap bisa nemuin ke 2 barang tersebut di supermarket atau di Bandara krn rokok dan minuman beralkohol dilarang dijual di Brunei. 4. Untuk wanita diwajibkan berpakaian yg sopan krn byk kunjungan ke Mesjid. Kalaupun mau memakai celana pendek sebaiknya celana pendek yg selutut.
  4. 4 points
    denorra

    LUXEMBURG!!

    Halo jalan-jalaners! Iseng-iseng membunuh waktu, gue share pengalaman awal taon (telat bener, hihi) ke Luxemburg. Jadi karena alhamdulillah aplikasi beasiswa shortcourse gue ke Belanda diterima, gue uda siap2 sejak di Jakarta puasa senin kemis biar ga kebanyakan jajan. demi apah? iyap! demi jalan jalan bentaran:D shorcourse gue di kampung bernama Wageningen, nah kebetulan gue ada temen yg lg sekolah disitu. Ngobrol2 dan tercetuslah niatan ke luxemburg. Mayoritas temen2 gue yg sekolah ke belanda ngga rekomendasiin Lux sebagai tujuan. Setelah brosing2 baru tau, jadwal ke Lux tu ga 'semudah' ke negara lain. Dengan waktu yg cukup longgar di akhir pekan, gue sm temen2 mesti punya rencana yg matang. Satu2nya jadwal yg akomodatif adalah naik kereta ke Eindhoven jumat malem lanjut naik bis ke Lux. Kami sampe di Lux sekitaran jam 4 pagi. Gue tau sih Lux adalah salah satu negara terkaya dg tingkat kriminalitas yg rendah, tapi tetep aja ya booooo sampe ke engara orang pagi2 buta dan ngliat orang mabok jalan2 gitu serem juga. Anywaaaaaay..naiklah kami ke bus. Syok lagi karena di bus penuh sodara2! anak remaja remaji dress up abis mau ajojing, semntara gue dan temen2 kucel nahan kantuk, hahaha. Singkat cerita, bis di Lux kl wiken gratiiiis (asiiik). Trs di brosur2 tu tourism point-nya buanyak buanget. Uda kebayang ga mungkin kesampean semuanya kan ya. Ealah ternyata itu seputeran kota smuaa, hahahha. Jalan ampe gempor dr jam 10 pagi sampe jam 10 malem ngubengin tu kota. Trus suka ga sm Lux? suka bangeeeeeeeeeet. yg di atas tebing itu sepiii...kek kastil2, asiiik..di kota jg seruuu, national museumnya jg jooos. bangunan2 'modern' kelas dunia kek mengimbangi cultural/historical buildingnya gitu. langsung foto yaaaaaaaaaa:D
  5. 4 points
    OhayoooGozaimastaaaa... (selamaaaat pagiiii kalo kata orang jepang) HOLaa semuanyaah,,, akuh kembali lagi disini dengan membawa segerombolan ibu2 rempong dari jakarta info dulu deh.. berhubung banyak yg nanyain perjalanan sakura sayah kemarin, akhirnya nekat bikin trip autumn ke jepang yang notabennya rute memang agak mirip. Jadi mungkin tulisan kali ini agak sedikit sama dengan tulisan tahun lalu, tapi dengan foto2 yg beda donks ohohohoho. Perjalanan Kali ini sayah membawa peserta kalo ditotalin brati ber 20, dgn kloter dibagi 2. (ga usah nanya deh kepala ai rasanya mau pecah ngurusin ini semua jahahaha) BUT! Because i loves japan so so much, jadeeeh ga berasa capenya perjalanan 15 hari ini. yup! 15 HARI LAGI Langsung aja yah.. tiket alhamdulilllaaaaah bgt gw dapet tiket promo. thanks to youuuuuh @mone geriliya kita selama beberapa bulan mengejar tiket murah terbayarkan sudah. Paket Tour Japan autumn ini gw bandrol seharga 19,9 jt all in kecuali makan siang dan malam. tiket pesawat, hotel, jr pass, jalan2 dsb ropeway dan lain lain udah gw tanggung. awalnya yaudah seadanya aja, 5 orang minat hayuk brangkat. Yaiks!! ternyata yg minat ada 19 orang. jadilah ya ai keteteran. pencarian hotel dan hostel yg ga abisn abisnya. dan beberapa tamu mau exclusif di hotel berbintangpun ai jabanin hayyah hayyah ibuk ibuk. Autumn atau biasa disebut musim gugur ini menurut saya musim yg agak gambling. karena pakaian menurut saya juga agak membingungkan. bentar bentar dingiiin bentar2 panaaas. tapii yang pastiii.. apa aja yg mesti dibawa ketika autumn 1. Jas Ujan! omg selama disana tiada hari tanpa hujan. ditambah dgn anginnya yg ga asik bgt...brrrrrr... kombinasi bikin sakit. anehnya kalo ujan udah berhenti, cuaca bisa tiba2 menjadi panas Jreng!! clear blue sky. jadi.. 2. Jaket ga usah terlalu tebel. (kecuali anaknya kaya sayah suka biduran, jaket tebel penting AHAHAHAHA) 3. Gunakan sepatu sebisa mungkin yg anti air kayaknya. beberapa tamu memakai sepatu kets biasa dan sepatu wanita bahan alhasil semua jadi lepek dan akhirnya bikin kaki lecet. 4. Kalo kamu tipical yang seneng bawa baju sedikit, cari penginapan yang menyediakan mesin cuci dan pengeringnnya. melihat cuaca disana yg bikin baju lepek sih emang ga enak bgt pake baju lembab kemana mana yakhaan. 5.Cek Jadwal Festival! ini nih yg paling penting menurut sayahhh. selalu gunakan waktu kita untuk festival yg ada di jepang. selain magical bgt, kita juga bisa dapat nilai plus banyak selain melihat pemandangan aja. 6.Wifi. rekomendasi, gunain wifi yg memang kerjasama dgn japan provider kaya docomo atau softbank. karena ini negara teknologi, kayaknya kalo ga ada wifi bakalan mati kutu deh (apalagi sayah zzzz) 7. JR PASS. ga bosen bosennya sayah mengingatkan ini. 8. Gunakan koper yg berbahan anti air. Kemarin beberapa tamu juga akhirnya kopernya ada yg kuyup bgt karena keguyur hujan. 9. Vitamin (yaaah namanya juga ibu ibu) 10. Cash money. Jepang masih menganut sistem hard cash. jadi ga usah takut kalo kita bawa uang 1 juta 1 lembarnya, dimanapun itu, mereka pasti punya kembaliannya. 11. Suica atau Pasmo. Kartu sakti yg juga selalu mempermudah kita beli2 makanan dan subway selama di jepang. Bisa dibeli ketika sampai di bandara atau di tempat subway lainnya. YUKS! brangkaaaat Kloter 1 terdiri dr 14 orang dan kloter ke 2 terdiri dari 6 orang Airlines Philippine airline, ANA, Cathay dan JAL adalah maskapai yg membawa kita semua. pusing ga tuh. ahahahahahaah! yup.. inilah yg akhirnya membuat gw harus bolak balik bandara sebanyak 3x demi menjemput mereka semua (longstoriiiih) cuman karena mereka mau di charge extra jadi yawesss lanjut. RUTE Tour Yellow Fox UENO, Shibuya,Tsukiji, KYOto,Kiyomizudera, Fushimi inari, Takayama Old town, Shin Hotaka, dan Shirakawagoe Sedikit Pengetahuan Tentang Jepang. 1. Taxi mereka biasanya terbuka sendiri, jadi ketika masuk ga usah nutup pake tangan. kadang malah kita suka diomelin kalo kita nutup sendiri. 2. Negara yg ga kenal makanan dibungkus. sooooo... biasanya kan kita kalo di indo, makanan ga abis suka minta dibungkus. DISINI sebisa mungkin jangan yaah. 3. Negara yg bisa ngusir kita dr restaurant kalo kita terlalu ber ramai ramai. beberapa kali sayah diusir dr restaurant krn mereka ga mau mengganggu tamu2 lainnya (apalagi kalo tempatnya sempit) jadi jgn tersinggung ya. kalo kamu group lebih dr 5 orang mungkin lebih baik pilih restaurant yg besar atau dibagi menjadi beberapa tempat makan 4. Jangan makan sambil berjalan. Bakal jadi perhatian orang2 sih. sayah pernah sekali krn lupa kebiasaan ngemil di indo sambil jalan. alhasil diliatin sama orang2 lewat ahahahaha. ndeso 5. Jangan heran kalo kita akan sangat sulit mencari tempat sampah di jalan tempat sampah biasanya ada di stasiun2 kereta. pernah satu kali kantong baju dan clana ai penuh sama sampah sehari hari jahahahaha. here we cooome Japaaaan!
  6. 4 points
    norma sofisa

    Pengalaman Natal di Eropa

    Holiday season is coming! Tanggal 25 Desember lalu, sebagian besar penduduk dunia merayakan Natal yang didefinisikan sebagai hari kelahiran Yesus atau Nabi Isa Al Masih. Dengan segala kontroversi dan silang pendapat yang mulai familiar terdengar di telinga para netizen maupun masyarakat Indonesia setiap Bulan Desember tiba, mari kita rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia maya dan monggo dapat menyimak pengalaman saya selama di Eropa menjelang Hari Natal. Hari Natal adalah hari libur nasional bukan hanya hari besar keagamaan. Tidak seperti Indonesia, hanya rekan - rekan Kristiani yang merayakan Natal. Pengalaman saya tahun pertama di Belanda diundang salah satu teman sekelas untuk melewatkan Hari Natal bersama. Awal Desember, kami mengadakan makan malam bersama dalam rangka menyambut liburan, dan ia menanyakan akan kemanakah saya saat Natal. Tentu saja, saya yang masih Indonesian minded menjawab dengan mantap bahwa saya akan melewatkan Natal di rumah saja. Ia tampak khawatir dan kemudian mengundang saya untuk brunch di hari kedua Natal pada tanggal 26 Desember. Saat saya menyambangi kediamannya, saya disambut dengan sangat baik. Ia menghias meja makan dengan hiasan khas Natal berwarna merah serta bunga pohon pinus. Saya cukup terkesan dengan hal tersebut. Ia pun bertanya bagaimana saya merayakan Natal di Indonesia dan mengapa saya tidak kembali ke Indonesia saat Hari Natal. Saya berusaha menjelaskan bahwa Natal adalah hari besar umat Kristiani di Indonesia. Kami, yang muslim, tidak merayakan Natal secara khusus meskipun pada Hari Natal seluruh masyarakat Indonesia diliburkan. Di sisi lain, karena kami Muslim, kami memiliki hari besar yang kami rayakan yaitu Hari Raya Idul Fitri yang menjadi penutup Bulan Ramadhan dan juga Hari Raya Idul Adha, yang menjadi penutup musim haji. Teman saya surprise dengan cerita yang saya sampaikan. Selama ini ia mengira bahwa Natal adalah hari libur bagi semua orang di dunia. Dan tiap orang yang ia kenal juga berpikir demikian. Kebetulan, ia tidak terlalu terafiliasi dengan agama tertentu. Di Belanda, baik orang yang masih mempraktekkan ajaran agama Kristen maupun tidak, selalu merayakan Natal. Natal identik dengan hari libur bersama yang wajib dihabiskan bersama dengan keluarga. Agenda ke gereja hanya dilakukan bagi mereka yang masih teguh menjalankan ibadah. Natal adalah saat seluruh keluarga berkumpul dan berbagi hadiah Ya! Seperti yang mungkin teman - teman sering lihat di televisi, film Natal sering menggambarkan adegan seluruh keluarga saling menaruh kado di bawah pohon Natal dan begitu bersemangat saat membukanya. Saya mempunyai pengalaman yang cukup unik di tahun pertama saya di Belanda. Waktu itu saya tinggal dengan 2 orang roomates di apartemen. Pada tanggal 24 malam, salah satu roomate yang tidak pulang kampung, mengetuk pintu kamar. Ia menyodorkan bungkusan kecil sambil mengatakan bahwa ia memiliki kado kecil untuk saya. Saya mendadak terharu namun juga malu. Saya sama sekali tidak terpikir bahwa ia akan memberikan saya hadiah meski ia tahu saya tidak merayakan Natal. Saya sedikit malu karena saya tidak memiliki apapun untuk membalas hadiah yang diberikannya. Ia kemudian meminta saya untuk turun dan bergabung dengan teman - temannya untuk makan malam bersama. Sungguh saat itu adalah salah satu momen yang menarik karena diantara kami semua, hanya ia yang merayakan Natal. Teman - teman yang lain sengaja membuat acara makan malam karena ia tidak dapat pulang ke negaranya dan merayakan Natal bersama keluarga dekat. Sehari setelahnya, saya dan dua sahabat saya dari Indonesia bertemu dan makan siang bersama setelah mereka selesai misa di gereja. Bahkan saya sempat memenuhi undangan teman saya yang mengadakan konser dalam rangka Natal. Sungguh hari yang sibuk namun menyenangkan dan membuka wawasan baru saya tentang Natal. Tidak semua yang merayakan Natal memasang pohon Natal di rumah Pohon Natal yang setiap akhir November sudah ramai terpasang di berbagai tempat publik awalnya bukanlah bagian dari ritual keagamaan Natal. Meskipun awal sejarahnya masih sering diperdebatkan, Pohon Natal telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu oleh Kaum Pagan sebagai penanda festival musim dingin (sumber: https://www.whychristmas.com/customs/trees.shtml). Tradisi itu terus berlanjut hingga kaum Kristiani di Skandinavia pun memasang pohon Natal yang dikatakan awalnya sebagai simbol penolak bala dan tempat burung burung singgah saat Natal tiba (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Christmas_tree). Karena berbagai alasan itulah, teman - teman dekat saya kebanyakan tidak memasang pohon dan hiasan Natal di rumah mereka. Satu teman dekat memiliki pohon Natal di rumah pun karena keponakannya yang masih balita sangat ingin sekali menaruh kado-kado di bawah pohon Natal, seperti dalam film. Di sisi lain, beberapa pohon Natal yang memakai pohon cerama asli biasanya dipasang di depan stasiun besar Rotterdam dan di depan Rumah Sakit Anak Erasmus MC Sophia. Namun tidak seperti di tempat lain kebanyakan, pohon Natal tersebut dihias dengan sederhana dan bahkan tidak menyertakan simbol keagamaan. Santa Klaus datang di hari yang berbeda - beda tergantung negara Tentu sebagian besar dari kita familiar dengan seorang kakek tua berbadan tambun, berjanggut putih tebal, berbaju merah hangat, dan setiap melangkahkan kaki ke dalam rumah di malam Natal memiliki tawa khas, ho..ho..ho! Dialah Santa Klaus! Yang sejak tahun 1931, digambarkan berwajah lucu nan ramah dan berbaju tebal merah khas Coca Cola (sumber: Coca Cola). Awalnya, Santa Klaus diklaim sebagai Saint Nicholas, legenda Kristen dari Barat yang menurut cerita selalu menaruh hadiah di rumah anak - anak yang baik pada malam tanggal 24 Desember hingga 25 Desember dini hari. Perkembangan selanjutnya, Santa Klaus modern dikembangkan berdasarkan gabungan antara legenda dari Saint Nicholas, tokoh Father Christmas dari Inggris, serta Sinterklaas dari Belanda (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus). Seperti Saint Nicholas, Santa Claus di berbagai negara juga dipercaya "lewat" dan menghantarkan hadiah di malam Natal tanggal 24 November . Uniknya, tiap - tiap negara di Eropa memiliki cerita sendiri tentang kakek baik hati yang selalu berbagi kado tiap menjelang Natal ini. Di Belanda, Sinterklaas sebutannya, dipercaya datang setiap tanggal 5 Desember. Bukan dari Finlandia maupun Kutub Utara, Sinterklaas di Belanda datang dari Spanyol dan bermukim di Madrid . Ia hadir bersama dengan Piet Hitam atau Zwarte Piet yang biasanya bertugas untuk menakut-nakuti anak - anak yang nakal (sumber: https://www.whychristmas.com/cultures/holland.shtml). Sedang di Perancis, Santa Klaus disebut Père Noël atau Papa Noël. Teman Perancis saya mengucapkan Selamat Natal pada hari tanggal 24 Desember. Ia menjelaskan karena di malam harinya Papa Noël akan datang dan membagikan kado, sehingga tanggal 24 Desember sudah masuk Natal. Selain itu di Perancis ada tradisi memakan beberapa dessert dan snack wajib saat Natal. Jadi selalu siapkan perut kosong ya, saat bertandang ke rumah teman di Perancis saat Natal. Beberapa daerah di Indonesia juga memiliki tradisi ini lho! Sebagai contoh saat saya bertugas di Ambon, beberapa Sinterklaas dan sekawanan Piet Hitam berkeliling ke desa - desa terutama yang berpenduduk Kristen dimulai dari 4 minggu sebelum Natal untuk membagi - bagikan hadiah. Bapak yang menyopiri mobil sewaan kami selama di Ambon bercerita, dahulu ia pernah ditangkap oleh Piet Hitam dan hampir dimasukkan ke dalam karung karena ia dianggap sebagai anak yang nakal. Tentu saja ini hanyalah canda agar menyemarakkan acara. Yang jelas, seluruh anak - anak selalu menantikan momen Natal karena mereka akan mendapatkan hadian dari Sinterklaas. White Christmas yang belum pernah menjadi kenyataan Tahun pertama saya di Rotterdam, saya membayangkan akan melewatkan Hari Natal seperti di film - film Hollywood yang pernah saya tonton. Toko - toko yang memajang hiasan Natal dan lampu yang gemerlap serta satu hal yang mempercantik jalanan, yaitu boneka salju putih besar dan danau yang membeku karena udara yang sangat dingin. Kenyataannya, semua itu saya lihat kecuali salju! Sebelum saya tinggal di Rotterdam, saya tidak pernah mencari tahu bahwa beberapa tahun terakhir, salju jarang menyapa Rotterdam. Jika pun turun salju, itu hanyalah wet snow atau salju basah yang begitu menapak bumi langsung hilang berubah menjadi air. Pada dasarnya, musim dingin di Belanda sebagian besar dilewatkan tanpa salju. Hanya daerah - daerah tertentu yang berbatasan dengan Jerman terutama yang masih sering disambangi bulir - bulir putih itu. Lalu bagaimana jika kalian ingin sekali melewatkan Hari Natal dengan nuansa putih karena salju? Pilihannya adalah pergi ke daerah pengunungan seperti di Alps yang memiliki salju abadi di beberapa puncaknya. Alternatif lainnya adalah mengunjungi daerah Eropa Utara seperti Islandia, Finlandia utara, dan daerah - daerah utara Skandinavia. Satu cerita menarik dari keponakan teman dekat saya yang masih balita di Perancis. Saat Hari Natal tiba, ia menyeret kursi kecilnya ke dekat jendela sambil berkata salju sebentar lagi akan turun dan Papa Noël akan segera datang. Kami hanya terkekeh geli dengan imajinasinya dan menyadari bahwa salju tidak akan turun pada suhu 8 derajat. BONUS: Strategi Christmas Sale Satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah diskon besar - besaran saat Natal! Di Belanda, beberapa toko telah mempromosikan diskon besar -besar mulai dari awal Desember. Menurut pengalaman saya selama 2 tahun di Belanda, diskon yang lebih besar biasanya datang setelah Natal dan puncaknya setelah Tahun Baru. Di Belanda, diskon panjang hadir dari awal Desember hingga awal Februari. Untuk di Perancis, cokelat - cokelat dan camilan manis biasanya didiskon besar - besaran juga terutama setelah Tahun Baru. Jadi bagi kamu yang mempunyai rencana berbelanja, persiapkan jiwa, raga, serta dana di sekitar waktu - waktu tersebut. Demikian, beberapa pengalaman dan trivia Natal yang saya temui selama berada di Eropa. Kalau kamu, bagaimana pengalaman melewatkan Natal? Share ceritamu di kolom komentar ya.. Artikel ini bisa juga dibaca melalui link https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/27/my-christmas-experiences-in-europe/ Terima kasih dan semoga bermanfaat.
  7. 4 points
    Vaylyn

    Jalan2 di jepang rame2 Help!

    Cb bantu2 jawab ya biarpun blm pernah pergi hehe 1. Untuk hitachi kayaknya ga susah aku liat diwebnya dan dibanding ke hyperdia. Langsung jalan dan transfer pun tetep kena 2270 dari ueno ke katsuta. Pas diuncheck private dan JR doang masih kemasuk disana. 2. Jam 12 kalo baru mendarat memang udah ga ada lagi trainnya. Mas2 masinis perlu bobo juga hahaha. Pilihan jam segitu memang uber/taxi. 3. Kalo makanan halal ini aga sulit sih ya. Level halal orang berbeda2 soalnya. Ada yg asalkan bukan b2, oke2 aja, ada yg ga mau sendok masakny bekas ngaduk kaldu b2, bahkan ada yg ga mau gelas bekas minum pemakan b2 biarpun sudah dicuci, atau kalo sapipun harus tau gimana potongnya. Tapi ada juga yg prinsipnya, 'asal ga ketauan/ga dikasih tau gapapa' kayak sushi sbnrny nasiny kan sdh diaduk sama mirin yg mengandung alkohol. Jadi bantu sertain link andalanku aja ya haha. https://wow-j.com/en/sp/Allguides/tokyo/ https://wow-j.com/en/sp/Allguides/kyoto/ https://wow-j.com/en/sp/Allguides/osaka/ Paling updet setauku deh kalo soal makanan/cafe2 misalkan recomended daerah a,b,c. Ntar cb dibaca2 lagi soal kehalalannya dan cocokny gmn.
  8. 4 points
    AKSI Peduli Lingkungan Hidup “ Tanam Ribuan Mangrove “ Hutan Mangrove memiliki manfaat yang sangat penting antara lain ; Mencegah Intrusi air laut atau perembasan air laut ke tanah daratan yang menyebabkan air tanah menjadi payau sehingga tidak layak untuk di konsumsi, Mencegah Erosi dan Abrasi pantai, sebagai pencegah dan penyaring alami, sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa, berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir, serta manfaat-manfaat yang lainnya. “ Pantai kita butuh kepedulian kita, mari tanam ribuan mangrove !! “ Setidaknya itu adalah kalimat yang tersirat di benak teman-teman relawan yang peduli terhadap lingkungan kita, salah satunya adalah Komunitas “ Tempat Kita Peduli (TKP) SUMUT “. Hari Minggu, 17 September 2017 kemaren teman-teman dari Komunitas Tempat Kita Peduli (TKP) SUMUT, mengadakan kegiatan Peduli Lingkungan yang melibatkan berbagai kalangan baik dari indvidu, Pelajar & mahasiswa maupun dari berbagai lintas komunitas yang ada di Sumatera Utara. Kegiatan peduli lingkungan yang bertema “ Tanam Ribuang Mangrove “ ini mendapatkan tanggapan yang sangat positif, terbukti dengan banyaknya jumlah peserta yang mencapai 800 orang lebih yang ikut dalam kegiatan ini. Aksi peduli lingkungan ini di pusatkan di lokasi “ " Mekar Bahari Konservasi Area RUMAH MANGROVE “ Desa Percut, Bagan Percut Dusun XVIII, Deli Serdang, Sumatera Utara. Tentu saja, kegiatan yang bersifat peduli lingkungan ini mendapat tanggapan yang positif pula dari temen-temen Jalaners yang tergabung dalam Komunitas Jalan-jalan Indonesia Regional SUMUT ( Jalan2.com Regional SUMUT ). Mengapa ? karena; meskipun beda komunitasnya, namun memiliki kesamaan prinsip dan pandangan yakni sama-sama peduli sekitar tanpa mengharapkan imbalan. Selama ini temen-temen dari TKP sering mengadakan kegiatan amal utk kemanusiaan, sedangkan temen-temen dari komunitas Jalan2.com Regional SUMUT sering mengadakan kegiatan explore wisata yang masih terpendam dan meng-expose keluar melalui berbagai media agar di ketahui khalayak ramai dan diharapkan berdampak positif pula terhadap perekonomian masyarakat yang ada di lingkungan wisata. Okehlah .. persamaan pandangan clear…!! Yuk Ikuti keseruannya.. Sesuai Instruksi panitia kegiatan bahwa; para peserta yang sudah mengetahui lokasi kegiatan diharapkan bisa langsung ke lokasi kegiatan, sedangkan para peserta yang tidak/belum mengetahui letak lokasi kegiatan Tanam Ribuan Mangrove “ Rumah Mangrove Mekar Bahari “ diharapkan berkumpul di SPBU Haji Anif di Jalan Cemara Medan, pada Minggu pagi ,17 September 2017 jam 07.00 wib, dan dari sana rencananya akan dipandu oleh panitia dan berkonvoi menuju lokasi kegiatan. Terus bagaimana dengan saya dan rekan-rekan jalaners Regional SUMUT ? Awalnya kami mau menggunakan sepeda motor dan berkonvoi bersama, namun karena ada teman yang rumahnya sangat jauh dan ada sebagian teman yang sepeda motornya tidak sehat sehingga saya putuskan untuk pake mobil saya saja, kebetulan yang bisa ikut kegiatan hanya 7 orang karena temen-teman yang lain sudah ada schedule pribadi pada tanggal itu. Dan kami sepakat untuk berkumpul di depan Kantor Pos Pusat samping lapangan merdeka pada jam 06.30 Wib, dan ternyata teman-teman pada tepat waktu ! thanks. Sarapan dulu !! Yew… ternyata sama ! , sama-sama belum isi perut ! , yuklah sarapan dulu… “ Buk.. Lontong sayur 5, satu pake perkedel, empat pake telor , duanya lagi nasi gurih.. " Ok Mas ! kata ibu yang jualan menu sarapan, tidak berselang lama semua pesanan pun sudah ada di atas meja dan kami pun siap untuk menyantapnya. Ayuk sarapaaan… Sarapan udah kelar, yuk langsung ke SPBU Haji Anif, OK ! kata temen-temen.. Dan sesampai di SPBU Haji Anif, ternyata belum semua peserta kumpul baru sebagian saja yang sudah pada menunggu, meskipun sudah jam 07.30 wib, saya pantau dari pembicaraan di chat group ternyata masih banyak yang OTW = on the way alias masih pada ngaspal ho ho ho…. Yaw udahlah kita coba duluan aja ke lokasi, meskipun belum tau posisi lokasinya kita coba ikuti Google Map ajah, saat itu HP saya lowbat !! haduuh padahal info lokasi ada di chat group TKP ! ya udahlah seingat saya namanya Bagan Percut, so pake HP nya si Vean, dan buka google map, cari Bagan Percut dan akhirnya mengikuti petunjuk GPS nya Google… sudah sekitar 30 menitan lamanya kami mengikuti petunjuk.. udah jauuuh bahkan sudah sampai pinggiran laut, udah habis jalan beraspalnya, sekarang sudah masuk ke jalan tanah tanggul sungai… sudah sekitar 3km lebih kami menyusuri pinggiran sungai tapi lokasi kegiatan tidak ketemu-ketemu ! Kami kesasar paaak….!! Ternyata GPS nya mengarah jalan yang salah ! ya iyalah wong titik point nya yang di ambil Bagan percut, Bagan percut itu luas ! Plaak plaak .. tepuk jidat lah…. Untung bro Anjas bawa PowerBank, setelah ngecarge HP, buka chat group dan teriak “ Saya kesasar paak !! … Dan Fast Response, panitia langsung Share Location by google map , jadi langsung balik lagi… dan akhirnya sampai dah ke lokasi kegiatan… Horeeeee !!! Sesampai di lokasi ternyata sudah ramai peserta yang datang, langsung dah jumpai panitia untuk konfirmasi peserta, dan panitia memberikan tanda peserta berupa Pita warna Hijau untuk di sematkan di kaos atau topi. Setelah pakai tanda peserta, kami langsung menuju di mana para peserta di kumpulkan dan……. Tiba-tiba suara keras terdengar dari soundsytem “ Ayok teman-teman dari komunitas Jalan2.com silahkan maju dan bergabung… “ Wah ternyata itu suara Abangda “Syukur Ricky Roy Aritonang, sang komandan TKP ! Ok bangnda kami bergabuuung…. Setelah panitia mengenalkan para petugas kegiatan serta pengenalan dan tata cara tanam pohon mangrove kami pun dibagi 3 kelompok besar untuk pengaturan lokasi tanam, dan masing-masing group di pimpin oleh satu petugas pengarah, kami diarahkan menuju lokasi bibit, dan setiap peserta di jatah minimal 5 bibit mangrove. Ayuk tanam Mangrove nya…. Semangaatt…. !!! Masing-masing bawa 5 bibit yaks..... Selama menanam mangrove, tentu saja kami saling berkenalan dengan banyak orang dari berbagai komunitas, ya ! di kegiatan peduli lingkungan seperti ini tentu banyak positifnya, selain belajar mengenal mangrove sambil berwisata juga menambah kenalan dengan teman-teman baru… ! Mau hiburan ?... tenang … di komunitas kita ada biduan, hahaha biduan… iya bener biduan.. Vokalis gitu lhoo.. Ada Muni yang suaranya merdu ada thepo yang menjadi teman duetnya Lanjuuut maang…. Hari sudah sore, dan acara sudah selesai, setelah menerima sertifikat dari panitia , kami pun meninggalkan lokasi kegiatan, dan dalam perjalanan pulang kami sepakat untuk mampir dan makan bakso di warung bakso Mas Edo di jalan sunggal, tepatnya di depan perumahan Somerset Regency. Kami suka makan disana karena disana ada bonus ceker dan tulang ayam yang banyak, tentu saja rasa nya enak dan harganya juga tidak terlalu mahal. Namun sayang, sesampai disana warung baksonya gak buka, alias tutup !!, waduh kemana nih mas edo nya.. ? ah barang kali lagi liburan… masa jualan melulu… Piknik dunk… Okeh, Fine !, kita cari warung bakso yang lain… Bakso Sahabat di jalan Merak, sunggal ini akhirnya menjadi pilihan, rasanya lumayan enak, apa lagi buat kami yang lagi kelaparan… OK Guys…. Sebegituh ajah ya Field Report (FR) saya di kegiatan Peduli Lingkungan Hidup “ Tanam Ribuan Mangrove “ semoga kegiatan ini bermanfaat bagi semua. Terima kasih kepada Komunitas Tempat Kita Peduli (TKP) SUMUT, yang sudah menyelenggarakan kegiatan peduli lingkungan ini. Terima kasih kepada “ Rumah Mangrove Mekar Bahari “ yang sudah menyediakan tempat dan berbagi ilmu tentang mangrove Dan tentu saja terima kasih buat temen-teman komunitas Jalan2.com Regional SUMUT yang sudah ikutan kegiatan peduli lingkungan; @Dhistiraz Kenzie, @Vean Tristan Vean, @just0682 Anjas, @thepo Thepo, Muni, Nopita, Indah jho.. Salam komunitas, dan Salam Lestari..
  9. 3 points
    Yos

    Short Trip to Seoul & Jeju (Korea - 2017)

    Bingung mau start dari mana..... Jadi kali ini short trip to Korea, 7 hari aja periode 23 - 30 Oktober 2017. Karena keterbatasan bahasa dan versi ga mau ribet, kita putuskan untuk ambil tour aja. Awalnya ambil His travel eh menjelang deadline quota masih ga terpenuhi juga ya sudah banting setir ke Bayu Buana lagi... harga idem 13jt gitu all in. Korea ini visanya ribet ya, harus pake lampiran SPT tahunan segala jujur jadi males balik lagi kalau ribet mah, masih mending rekening 3 bulan masih normal euyyyy.... Hari 1 dan 2 (Jkt - Seoul) Nah 23 oktober kita berangkat dengan pesawat malam dan 24 oktober paginya kita sudah sampai di Incheon Airport, Seoul. Seharusnya jadwal hari ini adalah bikin kimchi, terus ke Geyongbok tapi dikarenakan waktu yang ga memungkinkan 2 hal itu digusur switch ke hari terakhir. Jadi hari pertama ini kita hanya jalan2 keliling ke National Folk Museum dan lanjut ngejar pesawat ke Jeju Island dari Gimpo Airport. National Folk Museum itu sendiri rupanya menu wajib kalau kita ikut tour ke Korea. Isinya adalah sejarah kebudayaan Korea, dan sambil jalan kelilingin museum dijelasin sama si tour lokalnya.. Eh aku lupa bilang bahwa walau dari Jkt ada tour guidenya tapi semua tour yang dateng ke Korea didampingin oleh tour lokal yang fasih bahasa indonesia... Dan jujur memang kesulitan bahasa disini, orang Korea males dan ga mau belajar bahasa lain, bahasa inggris aja langka apalagi indo... Oh ya 1 lagi, orang korea itu paling anti difoto apalagi di videoin tanpa seijin mereka ... masalahnyaaaaa minta ijin pun ga bakal dikasih, ga ngerti deh kenapa mereka anti difoto, dan di banyak tempat seperti di dalam National Folk Museum ini pun ga boleh foto2... jadi hasilnya ga ada foto2 susasana di dalam National Folk Museum ini... kalau di luar sih boleh aja foto. Nah setelah dari National Folk Museum langsung lunch tapi lupa lunchnya apa terus langsung ke Gimpo Airport untuk penerbangan ke Jeju Island... Di Gimpo sambil nunggu boarding kepengen ngopi dan ketemu kopi yang ini Dan dasar ndesoooo aku baru tau dari temen bahwa caffee ini terkenal karena banyak di shoot di drama korea, lha mana aku tauuuu? Ok kita lanjut terbang ke Jeju dan bermalam di Jeju Dan ga lupa pas sampe hotel cari minimarket terdekat terus hunting2 teh, nah nemunya ginian... not bad lah untuk teh 2000 won dan hershey coklat cookiesnya promo 1000 won dpt 3 pak Hari 3 & 4 (Jeju Island) Pagi ini kita acaranya ke Seongsan Sunrise Peak, isinya adalah suatu pinggir laut gitu, isinya pemandangan pinggir laut. Ada sih beberapa pertunjukan lagi yaitu wanita penyelam tertua di Korea, tapi itu aja waktu tayangnya dan kalau mau nonton harus bayar lagi, terus kalau ikut tour pastinya ga keburu untuk liat atraksi yang ada... Sampai disini aku mulai ngoceh karena belum terasa suasana autum-nya... Kayaknya ga sah klo tiap pergi ga ada adegan kissing-nya... maaf yaaaa Nah sehabis dari Seongsan ini kita lanjut ke desa Jeju, katanya si tour guide lokal perempuan Jeju itu sesuatu banget... dan desa Jeju ini isinya masih asli rumah dan org2nya ga boleh dirubah ke modern oleh pemerintah korea. Nah sesampainya disana, perempuan Jeju itu menceritakan tentang sejarah budaya laki2 dan perempuan disana, tentang bagaimana dulu laki2 posisinya lebih tinggi dari perempuan karena jumlah laki2 1:10 dengan perempuan. Jadi poligami diperbolehkan, laki2 punya istri bisa 4 atau 5, ga perlu kerja, ongkang2 kaki, tinggal minta duit dan semua perempuan yang kerja, Beda dengan sekarang, perempuan justru posisinya lebih tinggi dari laki2... kalau dulu perempuan merit itu berarti sengsara karena harus melayani keseluruhan keluarga, kalau sekarang malah katanya laki2 korea yang cuci baju masak dll walau tetap bekerja juga... gitu katanya... Intinya sih di desa Jeju ini isinya mereka berjualan produk sejenis Goji Beri yang sudah diekstrak, madu khusus dan bubuk dari tulang kuda. Aku beli goji berinya karena harganya make sense dan sudah pernah minum yang versi barat dan manfaatnya bagus. Kalau madu dan tulang kuda duh ga dulu deh... Di desa Jeju ini juga tidak boleh foto2 apalagi video lho yaaa karena mereka ga mau dan ga jelas alasannya. Dari desa Jeju lanjut lunch dulu dong dan ini lunchnya ku sukaaa yaitu Babi Hitam (Gochan) yang memang khas peliharaan di Jeju... rasanya wowww enak.. dan untuk yang muslim maka dagingnya akan diganti dengan daging bebek Dan si tour guide lokal kasih kita coba soju rasa jeruk rasanya enak banget tapi sayangnya sampe pulang ga nemu lagi yang jual Setelah makan lanjut lagi ke Trick Eye Museum & Ice Gallery.. isinya itu seperti trick eye yang ada di ancol dan bali, tapi untuk koleksi sih maish lebih lengkap jakarta dan bali... menurutku lho yaaaa Ice Gallerynya oke tapi untuk foto hasilnya kurang bagus karena cahaya yang kurang di dalam ice gallery ini Lanjut lagi untuk nonton pertunjukan Nanta Show, dan aku acungin jempol untuk Nanta Show ini, isinya kocak, menghibur dan bikin sakit perut karena ketawa... dan skill mereka dalam memainkan alat2 dapur untuk jadi suatu pertunjukan aku acungi jempol. Tapi sayangnya ga boleh foto apalagi video jadi ga ada dokumentasi untuk ini. Durasi pertunjukan sekitar 90-120 menit. Setelah dari ini kita balik ke hotel tapi melewati dulu yang namanya Mysterius Road... dan ini adalah suatu jalan setapak kira2 300 meter, dimana tampaknya ada magnet alam di sepanjang ruas jalan itu. Jadi pas sampai di jalan itu mesin mobil bus dimatikan tapi anehnya bus tetap jalan walaupun jalannya menanjak... nah ada apa ayoooo Hari ke 4, rencana hari ini adalah pagi-pagi langsung ke Garden of Morning Calm, isinya adalah kebun bunga yang luas dan masih akan bertambah luas karena masih di expansi di beberapa bagian. Nah... akhirnya ketemu juga suasan autum disini asikkk, foto2 ahhh Dari Garden of Morning Calm kita lanjut ke Teddy Bear Museum, kecil sih museumnya tapi lumayanlah isinya.... Dan abis itu ngebut ke Nami Island yang terkenal dengan lokasi shooting Winter Sonata.. Disini suasama autum juga sudah terasa, dan karena dibatasi waktu kita langsung cari patung khas icon disini, si winter sonata itu dan untuk foto dengan patungnya antri seperti kalau mau foto sama hachiko Pas mau balik dr Nami Island antri feri nya luar biasa, antrian udah dari bbrp puluh meter sebelum anjungan, buset deh.... Tapi pas dinnernya itu sesuatu banget karena menunya itu Sup ayam ginseng... wuih 1 ekor ayam sedang untuk sendirian, pas banget malam2 makan sup ini, mantep deh plus minumnya dikasih soju atau sake ga tau persis... pasangan yang ideal Sesudahnya kita mampir sebentar aja ke Dragon Head Rock, tapi karena sudah malam ga bisa dokumentasi juga, dan bentuknya pun ga mirip dragon.... bingung.... Sudahlah balik hotel aja istirahat... Hari 5 (Mt Seorak) Nah pagi ini semangat karena mau ke Mt. Seorak yang katanya juga bagus itu.. karena kita nginepnya di Mt. Seorak juga maka perjalanan ke lokasi ga lama. Dan beruntung sampai cukup pagi karena kalau ga rasanya antri untuk naik cable car ke atas itu sesuatu. Buat temen2 yang ke Mt. Seorak inget ya kalau sudah naik cable car naik nanjak jalan kaki sampai puncak Seorak, karena worth it dan sayang banget kalau ga sampai puncak. Saran untuk temen2 yang mau ke Mt. Seorak lebih pagi datengnya lebih bagus karena pas pulangnya antrian untuk semua kendaraan menuju Mt. Seorak dah panjang banget berkm2 gitu. Saking padatnya arus kendaraan yang menuju Mt. Seorak maka mau ga mau kita jalan kaki menuju bus karena bus nya stuck macet antrian dan kalau nunggu bus itu weleh bisa berjam2 baru sampai... Akhirnya kita jalan kaki dan kok ga sampe2 ya ke bus nya? pas akhirnya kita bisa mendekati si bus yang juga usaha mendekati kita, ternyata kita sudah jalan kaki sebanyak 10600 langkah ini pun karena ada peserta tour yang bawa alat yang ngitungin jalan kaki berapa langkah itu lho... sinting berarti sekitar 6km lah jalan kakinya... laper deh.... Untungnya abis itu langsung lunch dan lunchnya oke Roast Chic with Hengju Cheese, oke lah boleh juga sebelum menuju perjalanan sekitar 3 jam dengan bus ke Everland. Setelah lunch kita menuju ke Everland, versi kecilnya disneyland di korea, mulai dari design masuk semua persis sama dengan USJ, tapi secara saya kurang begitu suka dengan isinya plus kita sampe sudah sore, dan banyak wahana yang sudah tutup jam 6 sore wah sudahlah jalan2 aja keliling dan ga foto2 liat2 aja dan akhirnya kita dinner di KFC karena dinnernya yang kali ini bayar sendiri. Paket 7500 won sudah dapat 2 ayam, minum dan kentang. Mereka ga ada menu nasi di KFC nya dan jangan harap ketemu sambel ya semuanya cuma ada saos tomat. Akhirnya balik ke hotel lagi dan posisi sudah di Seoul lagi ya sekarang... hotel di Seoul lebih kecil secara size tapi nyaman dan breakfastnya beneran american breakfast, jadi sesuai selera, dan hunting lagi malam2 ke mini market untuk cari soju terakhir Hari 6 & 7 (Seoul) Hari ke 6 ini kita akhirnya ke Geyongbok yang pas hari pertama ga bisa karena waktu mepet, setelah itu latihan bikin kimchi dan cobain han book. Geyongbook Palace isinya itu gerbang berlapis-lapis, kalau masuk ke sana pake hanbook ga usah bayar tiket. Foto bikin kimchi belum disave karena difotoin sm fotoman yang ikut sama kita selama tour, jadi di akhir tour kita dikasih hasil cetakan foto2nya baik yang candid atau bukan sementara soft filenya akan dikirimkan menyusul, tentunya bayar untuk foto2 ini lho. Cobain hanbook itu 1 gedung dengan bikin kimchi, dan akhirnya aku beli nori berbagai rasa karena enak untuk dicampur nasi, dan hanbooknya sistim pake sendiri, copot sendiri, foto sendiri, taruh lagi di rak baju ini ceritanya versi suami pulang pagi foto han booknya Sehabis kimchi dan han book, sisa hari itu lanjut dengan belanja2 ke tempat2 kosmetik seperty duty free, ginseng shop... Sampai disini masih belum beli souvenir karena harga2 souvenir di tempat2 wisata itu OMG mahalnya dan ga worth it untungnya tour guide lokal kita kasih acara tambahan ke DOOTA di Duangdaemon, itu seperti mangga dua nya jakarta tapi jauh lebih bersih dan rapih... kita diajak naik ke lantai 6 dan begitu selesai eskalator lantai 6 di depan kita udah ada toko souvenir wah harganya baru asik gantungan kunci dan magnet kulkas per 8 atau 10 pcs harganya antara 4000 - 5000 won (kalau beli 10 set dapet free lg 1 set), sepasang sumpit dan sendok khas ada ukiran koreanya 1500 won, kalau sumpit yang isinya 5 pasang 5000 won, berbagai cemilan kekinian almond berbagai rasa itu 7500 won (padahal temen yang baru aja balik dr korea bilang harga jualnya 10000 won), nah akhirnya kesampean juga beli souvenir Nah sudah puas balik deh ke hotel... Hari ke 7, hari terakhir sebelum sore balik ke jakarta... Hari ini fokusnya ke Red Pine Shop (ini juga wajib karena versi mereka jualan red pine oil yang ternyata ga di eksport ke luar korea).... harganya mahal sih tapi karena di demonstrasikan dan test gratis kondisi pembuluh darah masing2 akhirnya aku beli untuk kami berdua minum... dan sssttt... efeknya sudah terasa lho khusus untuk suami istri Dari red pine sebelum ke airport mampir sebentar di salah satu tempat untuk mereka yang belum puas beli souvenir dan mau beli ramen2 itu lho, samyang dan teman2nya... dan bisa di pak dalam dus untuk masuk bagasi nanti si airport. Akhirnya... sampai juga di airport untuk keberangkatan pulang ke jakarta. Celingak celinguk cari wrapping dan ternyata ga ada wrapping di korea dengan alasan mereka akan scan bagasi dan akan langsung dibuka kalau dirasa ada yang mencurigakan. Bener aja, salah satu koper kami diminta untuk dibuka dan ternyata yang mereka curigai adalah kaleng bedak Herocyn sodara2... dan kaleng bedak itu meraka kocok2 duh untungnya ga dibuka karena kalau dibuka berhamburan kemana2 itu bedaknya... padahal ada versi bahasa inggrisnya di kaleng tapi mereka ga bisa baca, parah kan???? Akhirnya setelah check in, berkeliaranlah kita cari makan di airport yang ternyata hanya ada di lantai 2 ya temans... makanannya enak2 dan harganya make sense menurutku. Dan inilah lunch terakhir kita sebelum pulang... Nah demikianlah short trip kali ini ke Korea... Kesan2ku adalah: 1. Korea orang2nya kaku dan individualis, jangan sekali2 foto mereka, suamiku pernah minta aja tetep ditolak 2. Makanan khasnya sendiri sebenarnya enak, jadi kemarin beruntung bisa cobain beberapa makanan uniknya 3. Jangan berharap ada wrapping di airport korea 4. Kalau memang bisa backpackeran dan oke dari segi bahasa lbh baik backpacker sih krn Garden of Morning Calm dan nami Island, dan Mt. Seorak ga puas kalau cuma sebentar 5. Bikin visa-nya ribet karena harus ada SPT tahunan 6. Untuk yang cewe lebih baik selalu sedia botol aqua kosong di tas karena toilet disana ga ada air semprotannya 7. Kalau ke Jeju beli coklat jeruknya, itu unik dan yang crunchy enak (foto menyusul) 8. Kalau mau beli souvenir murah ke Dongdaemon masuk dari DOOTA, terus langsung naik eskalator sampai lantai 6, lirik kiri dikit nah udah keliatan toko souvenir dan snacknya, harga bersahabat Demikian para suhu, semoga berkenan ya, maaf FR nya telat @deffa @twindry @HarrisWang @Hartono Hasian @Sahat
  10. 3 points
    SIBOCAH TUA NAKAL KLILING Di KiLING FieL dan Saigon City Sibo ngubek2 SAIGON city ingin ketemu Dewi ular yang Cantik dengan modal 2 USD @100 LOW Gadget Low/ min Bhs Ingris Menurut Pengamatan Dan Menurut penglitan saya dengan perasaan yang real Awal pertama saya mendarat di Tan son nath Airport sudah Mulai Panic Dipalak Petugas Imigrasi minta Siao chien Sio vey (tip) Diselipkan 5 lbr @1 ringgit Cop cop cop Setelah Keluar Bandara Saya Arahkan Kaki belok Kanan dengan senjata Senyum dan Xie xie Kepada Para Calo pemangsa Yang Nengok kiri dan kanan Beruntung Saya Sudah Hapal dikepala Dengan Masukan Info Ter Up Date Salah satu nya Di Bandara Tan Son nath Al tempat Tukar Uang / beli Simcar dan Terpenting info yellow Bus Beroprasi Dari jam 00.03 S/ D 00.01 Bohong Kalo Dibilang Bus Malam Tidak Ada (Bus Hijau) Seperti KataKomentator Traveller “Katanya Katanya” “Konon Menurut Cerita Temen saya” Itu Info Dah Kadaluarsa 5 ato 7 Tahun lalu Bahkan Copet pun Mati kutu sekarang Lanjut Tentang Shutle Bus Ada Yellow Bus To Down town Harga 12000 VND stara Rp 7200 Setelah bus Berjalan Kenektur Dengan Sabar Menanyakan Tujuan Hotel kita dan Saya Sebutkan Beng than Area Dan di Halteu bakal sampe diberitahukan unkle next stop bus Ok H2 Setelah Pulih Dari Penatnya Perjalanan BD KL Ho chi Minh City Setelah Semalam Pesan Trip Mekong River Dengan 2 tempat Kunjungan utama Delta River Dan sampan dan Kunjungan Wajib Coconout King serta Big Budha dengan Plus Makan Siang Paket Harga 600.000 VND hasil Nawar beli Di Hotel * Sebenarnya Masih Bisa Mendapatkan Yang Lebih Murah Namun bisa bisa Jadi Mahal Bila nga Punya Waktu Karena + Sewa Taxi tuk ngejar Bus Atao Tanpa Paket Makan Ato Seperti Share2 Yang Dulu Katanya Pake Bus Umum itu Sangat Tidak Disarankan 1 Terminal bus Masih Jauh dari Distrik 1 Masih Jauh ke Delta mewkongnya Dan Jarang sekali Keberangkatannya…. Belum Pulangnya kita Kehabisan Last Bus To City Harus Sewa Ojek or Taxi Ke Pelabuhanya dan Ke lokasi Chuchi Tunel Belum susah Kita Mendapatkan Boat nya Harus Tunggu Sampe Kuota Penuh Baru Shae River Boat Dimulai Inilah Yang Bisa menjadi Mahal; Di waktu / Mahal Ke Harga berpotensi kena Scam jauh Diluar Pengawasan Petugas Turism Bule Kere Saja Nga Mau Pusing mereka Pake Tur local juga Perjalanan Mekong river cuise semua Menyenangkan dengan Dihibur Tur Guide Yang Humories Jadi Pengamatyan saya Kita Ke Saigon Sebaiknya Ambil 2 Sesi tur Lokal Mekong tur 1 day fuul antara 500000 sd 600000 VNd Chuchi Tunel Half day Tur 300 sd 400 vnd Total Rate Tengah 900.000 Vnd x0.6 =Rp 540.000.- Untuk City Tur Kita Pake Grab Missal tujuan ke Remand Warmen Yang Paling Jauh 40.000sd 50.000 VND Atao Setelah Pulang Dari Chu chi Tunel minta Turun Di tengah Jalan tujuan Reamen War museum langsung ekplor jl Kaki Durai 2 Jam Total Pengeluaran Saya Selama 4 H 3 malam Di Saigon Sbb Rinciannya 15 jam · Berawal Tukar 2 lbr @100 USD rate 2.290.000 Bayar Hotel Plus 2 Item Tur ( 1 Mekong Fullday + Chuchi Half Day ) 1.858.000 VND 12 x Kopi@ 12000vnd + Duren 1x 210000Vnd Total Habis Pengeluaran 1.488.000 Bandara Jadi Rincian selama Saya Di Saigon sbb Mendarat Tukar USD jatah 200 Beli Simcar 190.000 Tiket Bus 24.000 Hotel Bill Cek out Tur Mekong + chuci Tunel 1.858.000 VND. Jatah Makan 20000 x 3d 600.000 VND Kopi sepuasnya 12000x//// tambah Duren Total 210.000 VND _____________________________________________________ Total Estimasi .2882.000 VND D Setara RP 1.729.000.-
  11. 3 points
    Nicole Sacha

    Menyusuri Mekong - Vietnam

    Vietnam adalah salah satu destinasi yang tidak pernah masuk ke dalam bucketlist saya, singkat cerita, pada waktu itu dikomporin sama teman satu Genk's. Salah duanya adalah si @bebem & si @indah uthe dan walaupun agak telat, akhirnya saya putuskan untuk membeli tiket ke Vietnam, tepatnya Ho Chi Minh, dengan transit PP KL. Huehehe, kitamah anaknya irit, jarang beli tiket direct kalo perjalanannya ga lebih dari 5 jam eim. Perjalanan Menyusuri Mekong River Untuk harga, pada waktu itu kebetulan lumayan murah, mengingat harga tiket yang fluktuatif tiap tahunnya. Mungkin ada yang bertanya tanya, apasih yang menarik dari sungai Mekong? Well, berikut cerita perjalanan saya ke Mekong. Mekong adalah salah satu sungai utama di dunia selain Nil, Amazon, Yangtze dan masih ada beberapa Sungai lain yang tersebar di seluruh dunia. Untuk mencapai Mekong, waktu itu saya ikut One Day Tour yang ditawarkan oleh petugas Hostel tempat saya menginap di Ho Chi Minh. Starting dari Hostel, kami dijemput menggunakan ELF, diantar sampai Terminal 23/9 Park untuk berganti kendaraan dengan Bus Tour yang lebih besar ukurannya dan tentu saja bergabung dengan turis-turis lainnya (Yuhuuu, berasa Turis banget emang kalo di negeri orang, haha) Setelah berganti kendaraan, meluncurlah kami ke Mekong, sepanjang perjalanan, kami disuguhkan dengan pemandangan jalan di Vietnam yang mengingatkan saya ketika menempuh perjalanan ke Dermaga Ketapang - Pahawang dari Bandar Lampung. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 Jam, sampailah kami di Dermaga Mekong. Disini kami naik kapal kayu untuk menyusuri Mekong menuju Desa masyarakat untuk melihat pembuatan Coconut Candy, Madu Lebah hasil Desa Setempat, dan menikmati suguhan musik khas Vietnam. Cruising Mekong River Madu Limau Proses Pembuatan Coconut Candy Khas Mekong Setelah menikmati Madu Limau & melihat proses pembuatan Coconut Candy, kami disuguhkan cemilan sambil menikmati alunan musik tradisional Vietnam yang dimainkan oleh bapak-bapak yang sudah lumayan berumur, informasi dari Tour Guide, dulunya mereka adalah bekas tentara Vietnam yang ikut berjuang melawan penjajah. Sajian Musik Tradisional Suguhan dari Masyarakat Warga desa disini beberapa ada yang bisa bahasa melayu juga lho, mungkin karena masih satu rumpun ya. Habis santai-santai, tour berlanjut dengan menyusuri pedesaan menuju sungai kecil yang sudah disediakan perahu - perahu kecil untuk membawa kita kembali ke kapal. Satu perahu bisa diisi 3-4 orang dan dikemudikan oleh wanita - wanita paruh baya yang sangat strong, yaiyalah, ngedayung perahu yang isinya 4 orang bok. Si Ibu Strong Sepanjang sungai diapit oleh pepohonan yang membentuk lorong, pemandangan tersebut membuat kita sedikit menghiraukan air sungai yang warnanya cokelat banget, mirip sama air sungai di Jakarta. Faktanya, sungai Mekong adalah Golden Triangle yang merupakan perbatasan dari Thailand, Laos dan Myanmar. Mekong adalah sumber air yang harus dilindungi karena Kehidupan sekitar 60 juta warga ASEAN khususnya yang berada di Laos, Thailand, Kamboja dan Vietnam bergantung padanya. Berita lebih lengkap bisa dibaca disini https://www.antaranews.com/berita/655204/asean-harus-lindungi-sumber-air-sungai-mekong Sedikit catatan kalau mau ke Mekong : - Disarankan untuk ikut One Day Tour, setiap penginapan (hostel, losmen, hotel) biasanya sudah bekerja sama dengan Travel, selain lebih hemat, bisa menghemat waktu juga. - Pakai baju yang nyaman (karena udara disana lembab) - Bawa lotion anti nyamuk Mekong dari Lensa Gopro Hero 4 Sekian postingan saya tentang pengalaman menyusuri Mekong. Semoga bermanfaat. XOXO ANS (PS : Semua foto adalah dokumentasi pribadi milik penulis)
  12. 3 points
    val_3373

    Plitvice - Croatia, yang tak terlupakan

    Hi Jalan2er, Ini membagikan secuil pengalaman saat berkunjung ke Croatia tahun ini dari perjalanan ke Eropa. Setelah mendapat cuti dan tiket , kamilalu membuat itinerari yang diperlukan untuk bertualamgam di eropa dan coatia menjadi salah satu pilihannya karena jatuh hati pada saat browsing tempat wisata di Croatia. Saya tidak pergi ke Zagreb salah satu kota cantik do Croatia tetapi yang menjadi incaran saya yaitu PLITVICE National Park yang sangat indah banget Photo ini diambil dari google dan gara2 photo ini maka itinerari berubah dari rencana awal hanya menjelajahi Eropa barat melenceg jauh menuju Croatiaa walaupun cuma 1 hari hahahahahaaaa.. Indah banget kan , siapa yang ngga jadi mupeng Plitvice berada di croatia tengah dan berjaraj tempuh sekitar 2.5 jam dari Kota Zagreb dan ada bus dari Zabreb menuju Plitvice dan berhenti tepat di pintu masuk Plitvice, Kalau saya ke Plitvice dengan mobil sewaan dari Budapest dan menginap di homestay sekitar Plitvice seharga Euro 80/kamar Harga tiket masuk ke Plitvice berubah sesuai dengan waktu kedatangan kita, harga termahal pada saat bulan July-Agustus yaitu sebesar 180 Kuna (mata uang Coatia) setara dengan Euro 24. dan karena saya berkunjung di bulan Juni, harga tiket masuk 110 Kuna sekitar Euro 15l Ada 2 pintu masuk menuju Plitvice yaitu Entrance 1 (Higher Lake) dan entrance 2 (lower lake). Papan petunjuk menuju Plitvice sangat kecil sehingga yang berangkat dengan mobil pribadi harus berjalan pelan2 untuk dapat melihat papan petunjuknya.Di dalam Taman National disediakan boat dan bus untuk menjelajahinya dan juga jalur trekking bagi yang suka tantangan. Maksud hati hanya sebentar di Plitvice untuk melihat view seperti gambar diatas dan photo2 sebentar setelah itu menuju ke tempat wisata lain di croatia tetapi karena kami masuk dari Entrance 2 (lower lake ) dan tidak mengerti kami terjebak di dalam selama 4.5 jam trekking naik turun yang cukup melelahkan tertapi terbayarkan dengan pemandangan yang dilalui selama trekking tetapi view dari atas tidak kami dapat hiks..hiks.. hiks... untuk mendapat view seperti atas kita harus masuk melalui entrance 1. Seandainya masuk dari Entrance 2, seharusnya langsung menuju station Bus dan naik Bus menuju Station 1. Walaupun akhirnya kami bisa juga ke station 1 tapi sudah kehabisan tenaga untuk trekking lagi hahahahahahaa.. akhirnya diputuskan untuk menyerah saja karena kaki sudah sangat pegal Berikut photo2 yang kami dapatkan selama trekking : oh ya sebelum rekking siapan air minum karena selama jalur trekking tidak tersedia yang toko/warung hahahahaa.... Setelah Plitvice rencana selanjutnya menuju sebuah danau yang bisa dipakai untuk berenang karena di Plitvice kita tidak bisa berenang tetapi apa daya begitu keluar dari Plitvice jalanan macet karena ada kecelakaan berhubung jalanan menuju plitvice sempit dan hanya bisadilalui 2 kendaraan saja,maka antrian panjang sekali dan kami tertahan sekitar 3 jam dijalanan tanpa bergerak dan rencana ke danau batal karena kami harus mengejar flight selanjutnya. Belum puas rasanya untuk explore Croatia dan berjanji untuk datang lagi ke Plitvice dan Croatia.. Semoga FR ini bisa membantu temen2 yang ada rencana ke Croatia Salam Jalan2..
  13. 3 points
    Pulau Santorini adalah salah satu destinasi wisata yang populer bagi traveler di seluruh penjuru dunia. Terletak di Laut Aegean, berjarak kurang lebih 200 km dari di selatan Yunani daratan. Sebelumnya, Pulau Santorini disebut Thera atau Thira (sumber: Wikipedia). Menurut sensus yang dilakukan tahun 2011, Santorini memiliki luas daratan sebesar 90.623 km2 dengan jumlah penduduk permanen sebesar 15.550 jiwa (sumber: www.thira.gov.gr). Dengan ukuran pulau yang cukup luas, perkiraan saya sedikit meleset. Tadinya, saya membayangkan bisa mengelilingi pulau ini dengan naik dokar atau menyewa sepeda. Penerbangan ke Santorini, khususnya dari Eropa barat, biasanya melalui transit di Bandara Athena. Sewaktu berkunjung kesana pada Juli, musim panas lalu, kami memang mengunjungi beberapa tempat dahulu sebelumnya, termasuk Athena. Dari Athena, kami naik pesawat tengah malam dan sampai dini hari di Bandara Thira. Perlu dipertimbangkan pula, jika bepergian saat musim panas, rate penerbangan biasanya melonjak naik secara signifikan. Sebagai contoh, dari Amsterdam - Santorini pada Juli kemarin bisa mencapai lebih dari 200an Euro pulang pergi. Anggaplah 1 Euro setara dengan Rp 15000, biaya pesawat saja dapat menyentuh angka lebih dari 3 juta rupiah. Cukup mahal juga untuk ukuran backpaker seperti saya. Dikarenakan niat dan tekad kami begitu kuat pengin mencicipi keindahan Santorini, kami pun memutar otak. Akhirnya, setelah mempertimbangkan plus minusnya, kami memutuskan rute terbang Roma-Athena-Santorini. Tentu saja, dengan rute tersebut kami menghabiskan biaya pesawat yang kurang lebih sama, namun kami dapat sekaligus berkunjung ke kedua kota lainnya. Ada beberapa landmark terkenal yang wajib dikunjungi disini. Fira dan Oia, dua "kota" yang terkenal dengan rumah-rumah bercat putih biru di atas tebingnya. Di tempat ini, keindahan dan orisinilitas Santorini banyak diekploitasi oleh fotografer baik amatir maupun professional. Tak ketinggalan, selebriti tanah air dan internasional beberapa kali mengabadikan momen spesial mereka seperti foto pre-wedding atau saat berbulan madu di spot-spot cantik yang ada di Fira maupun Oia sehingga menginspirasi banyak orang untuk datang. Di bawah tebing Fira, terdapat Old Port Fira yang sayang juga dilewatkan. Jika kamu cukup kuat, kamu bisa menuruni tangga langsung menuju kesana. Namun jika ingin merasakan sensasi yang berbeda, kamu bisa menyewa keledai yang banyak dijajakan di pinggiran tangga. Tarif untuk naik keledai cukup fluktuatif. Jika sepi, kamu bisa mendapatkan harga yang cukup murah sekitaran 7.5 Euro pulang pergi. Alternatif lainnya yang cukup menarik adalah dengan naik cable car. Tarif menaiki wahana ini sekitar 5 Euro sekali jalan. Kami awalnya mencoba untuk turun ke bawah dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit (kadang berhenti sejenak karena panas dan lelah), setelah menghabiskan waktu beberapa saat di tepi pelabuhan, kami kembali ke atas dengan cable car. Di Oia, jangan sampai absen untuk menikmati indahnya matahari yang terbenam. Satu tempat ideal untuk memotret sunset ada di semacam bukit kecil yang dekat dengan laut. Pada saat kami berada disana, ribuan orang berusaha mengabadikan momen sehingga cukup sulit untuk menuju ke tempat tersebut. Akhirnya, sehari setelahnya kami memutuskan untuk mengejar sunset di Fira. Yang jelas, pemandangannya tak kalah luar biasa. Perissa dengan pantai pasir hitam dan airnya yang jernih tidak boleh untuk dilewatkan. Kami mengunjungi tempat ini pada hari terakhir. Laut Aegean sangat tenang, airnya jernih dan segar. Pada musim panas, banyak sekali turis yang berenang atau sekedar main air. Tidak mau bermain air karena hitam tapi tetap ingin nongkrong di Pantai? Bisa juga! Seperti saya yang saat itu lupa membawa baju renang yang sudah dipersiapkan di hotel. Di sepanjang Pantai Perissa terdapat banyak restoran yang menyediakan payung payung beratapkan daun rumbia dan dilengkapi dengan kursi panjang di bawahnya, sehingga kamu bisa berlama-lama disana tanpa takut kepanasan. Dengan biaya sewanya 6 Euro saja, kamu bisa bersantai, tidur, membaca buku, maupun berfoto rio sepanjang hari disitu. Saat itu, kami sengaja berlama - lama di tempat ini sambil menunggu waktu pergi ke Bandara di sore hari. Kawasan wisata lainnya yang bisa masuk list kamu adalah Pyrgos dan Emporio. Di desa yang masuk kawasan Traditional area ini, cukup populer dengan rumah rumah kunonya. Pyrgos letaknya dekat dengan Fira, sedang Emporio berada beberapa kilometer sebelum Pantai Perissa. Jika kamu menggunakan bus untuk berkeliling Santorini, dua desa ini masuk dalam rute bus, sehingga cukup mudah dijangkau. Red beach, Black beach, Hot Spring Volcano, dan Wine Tasting juga bisa kamu agendakan lho saat kemari. Menurut pengalaman kami, jika kamu tidak mau repot merencanakan, kamu bisa ikut tur yang diselenggarakan para agen travel lokal. Biasanya tur dimulai pagi hari, sekitar pukul 8.00 dan kamu juga bisa memilih tempat wisata mana saja yang ingin kami kunjungi. Saat itu kami berencana mengikuti tur Hot Spring Volcano. Dengan fasilitas antar jemput dan juga sewa kapal ke sumber mata air panas, biaya yang harus dikeluarkan sekitar 30 Euro. Tentu saja, harga bisa sedikit bervariasi antar agen travel. Namun karena kami terlambat mendaftar dan waktu yang mepet dengan jadwal pulang, akhirnya kami pun mengurungkan niat. Pengalaman saya dan rekan di Santorini bisa dibilang seperti nano nano yang rame rasanya. Tentu saja, fasilitas dan kehidupan di pulau amat berbeda dengan Eropa daratan. Untuk lebih mengerti situasi kondisi saat berwisata ke pulau ini, berikut tips yang perlu diketahui: 1. MEMILIH HOTEL Saat peak season di Bulan Juli hingga akhir Agustus, rate hotel di Santorini melonjak tajam. Jika di Bulan Mei, hotel pinggir pantai Perissa berkisar 25 Eur per malam, pada periode ini bisa naik sampai 100 hingga 200 Eur per malam. Jikalau ingin dekat dengan pusat keramaian dan landmark populer, sebaiknya memilih hotel atau penginapan di sekitar Fira atau Oia. Namun yang jelas ratenya pasti akan lebih mahal daripada penginapan di Emporio atau jalan besar menuju Perissa. Kami kebetulan menginap di daerah dekat Emporio yang kira - kira membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke Fira dengan bus. Hotel yang kami tinggali tergolong lumayan. Fasilitasnya pun cukup oke, terdapat pula kolam renang di belakang hotel yang bebas digunakan oleh tamu hotel. Untuk kamar dengan double single beds, kamar mandi privat, handuk, dan dapur kecil, kami menghabiskan kira-kira 40 Eur per malam. 2. TRANSPORTASI Perlu digarisbawahi, pusat keramaian Santorini berada di Fira, sehingga jalur transportasi publik seperti bus lokal dan taksi, terpusat disana. Rute semua bus lokal adalah dari dan ke Fira, berangkat setiap 15 hingga 30 menit sekali dengan tarif 1.8-2.4 Euro satu kali jalan. Beberapa desa dan tempat yang dijangkau oleh bus adalah Perissa, Kamari, Oia, Red Beach, dan Airport. Perlu diketahui bahwa bus di Pulau ini mirip dengan Bus Mira Ekonomi AC, yang selama kelihatannya ada tempat, penumpang boleh masuk. Jadi jangan kaget jika bus dengan rute dari Fira ke Oia biasanya penuh hingga berdesak-desakkan. Malangnya, saya termasuk gampang mabuk darat. Karena jalanan dari Fira ke Oia penuh liku -liku naik dan turun, saya selalu berusaha mencari waktu - waktu tertentu dimana bus sedang tidak terlalu padat sehingga saya bisa mendapatkan tempat duduk. Pilihan lainnya yang lebih mudah dan easy going adalah menyewa mobil, motor, atau ATV per hari. Hal ini banyak dilakukan oleh turis karena memang mobilitas di Pulau akan cukup tinggi. Dengan kendaraan sewa, wisatawan dapat lebih fleksibel dan santai. Saat disini, kami menggunakan bus lokal karena kami lupa membawa SIM Internasional. Jadi bagi yang ingin menyewa kendaraan jangan lupakan SIM Internasional dan juga CREDIT CARD. Saya tidak terlalu paham aturan pada penyewaan mobil lokal, namun untuk rental mobil yang cukup bonafit seperti SIXT memberlakukan aturan, pengemudi wajib memiliki SIM dan Credit Card. Jadi harus dipastikan bahwa pengemudi memiliki SIM dan credit card dengan nama yang sama sebagai penjamin. 3. MAKANAN Feta cheese dan Greek Yogurt adalah ikon makanan dari Yunani yang telah mendunia. Karena aromanya yang tidak terlalu kuat, Feta biasanya dihidangkan sebagai toping dalam salad sayur. Yang jadi favorit saya selama disana adalah Frozen Greek Yogurt! Rasanya 'nyess' banget apalagi jika dinikmati saat udara sedang panas-panasnya. Saat membeli yogurt di kafe biasanya kamu dihadapkan pada dua pilihan rasa yaitu plain yogurt alias yogurt tawar atau yogurt yang sudah diberi perisa buah. Favorit saya rasa mangga dengan toping buah-buahan. Pilihan toping lainnya juga tidak kalah seru seperti bubbles, jelly, hingga selai cokelat atau stroberi. Harganya bervariasi mulai 2.5 Euro ke atas tergantung banyaknya yogurt dan jumlah serta variasi topingnya (dihitung dalam gram). Untuk main dishes atau makanan besar khas Yunani biasanya berbahan dasar ikan atau daging. Menurut saya pribadi, masakan disini bukan yang terbaik. Ada beberapa makanan yang terasa kurang cocok di lidah seperti sajian ayam dengan madu, atau ikan bakar yang terkesan terlalu kering. Kurangnya menu sayur di dalam komposisi makanan khas Yunani adalah salah satu hal yang "membuat kurang pas di hati. Mungkin karena saya suka juga masakan yang menyajikan banyak sayur di dalamnya. Namun jika ingin merasakan makanan lokal, ada baiknya mencari restoran yang agak masuk ke dalam dan tidak terlalu dekat dengan pusat keramaian. 4. PAKAIAN Bagi pengunjung yang merencanakan datang saat musim panas atau Summer, siap siap menghadapi cuaca panas ekstrem dengan suhu berkisar antara 30 - 40 derajat celcius. Berbeda dengan udara di Indonesia, panas dan kering khas Mediterrania sangat mendominasi udara pada sekitar Bulan Juni hingga Agustus akhir. Saya sendiri tidak cukup tahan dengan panas yang menyengat ini. Mulai pukul 8 pagi, matahari sudah tinggi dan badan sudah berkeringat. Di musim panas, hampir semua turis mengenakan pakaian dengan bahan kaus yang tipis dan menyerap keringat. Topi dan kacamata hitam adalah asesoris wajib yang harus dikenakan untuk perlindungan, bukan hanya sekedar gaya. Jika kebetulan kamu tidak membawa baju yang tepat, jangan khawatir! Salah satu komoditi yang terkenal dari Yunani adalah katun. Nah, di Santorini banyak toko yang menjual baju - baju katun baik katun murni 100% maupun campuran. Yang spesial di Santorini, kamu bisa dengan mudah menemukan baju - baju dan gaun berwarna putih. Toko - toko pakaian yang dimiliki pengusaha lokal akan banyak kamu temukan di Fira. Harga yang dipatok untuk sehelai atasan atau gaun mulai 20 Euro hingga 100 Euro. Hal ini tentu saja dikarenakan kualitas kain dan presentasi katun yang dimiliki. Pakaian serba putih yang banyak dijajakan ini mungkin ada hubungannya dengan tips beberapa rekan, jikalau ingin berfoto di Santorini, baiknya memakai baju putih supaya semakin terlihat cemerlang. 5. TIPS BONUS... Santorini adalah salah satu tempat ini sangat romantis yang pernah saya kunjungi. Saran saya, ajak pasangan masing - masing untuk mengunjungi tempat ini, menikmati Froyo sembari berburu pemandangan saat matahari tenggelam. Syahdu sekali pastinya! Untuk saya, ini adalah salah satu mimpi yang masih tertunda (curcol :D). Demikian, beberapa tips dan informasi yang semoga dapat bermanfaat bagi kamu yang akan atau sedang merencanakan liburan ke Santorini. Satu hal yang kurang saya sukai dari Santorini adalah hampir semua spot strategis di Fira dan Oia telah dikomersialisasi menjadi restoran, resort, atau apartement sehingga wisatawan yang tidak menginap atau tidak ingin makan disana tidak bisa mengaksesnya. Hal ini tentu saja memiliki imbas dalam memilih makanan dan juga keleluasaan saat mengambil foto. Jika kita ingin duduk di tempat strategis untuk menikmati sunset yang masuk dalam area restoran, otomatis kita harus membeli makanan yang tentunya dipatok dengan harga yang kurang rasional. Begitu juga dengan spot berfoto. Sebagai contoh, Three Bells Fira berada satu area dengan sebuah hotel sehingga akses masuk kesana hanya diperuntukkan bagi tamu hotel. Yang melanggar tidak akan segan - segan untuk diusir keluar. Bagi kamu yang sudah pernah berkunjung ke Santorini, bisa share juga pengalamannya di bagian komentar di bawah ya! Kamu juga bisa baca artikel ini di link berikut: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/11/santorini-dreams-tips-and-things-you-should-know/ Terima kasih dan sampai bertemu di artikel selanjutnya
  14. 3 points
    Gulali56

    Serba Serbi Metro di Moscow

    Dengan luas kota Moscow yang hampir 4x wilayah DKI Jakarta, dan merupakan kota terbesar di benua Eropa, keliling kota Moscow yang paling praktis dan murah itu adalah naik kereta (baik underground maupun monorail) Naik kereta dalam kota jauh dekat hanya 50 rubles atau sekitar 11ribu Rupiah. Kalau menggunakan Troika card (semacam e-money di Moscow) malah hanya 35 rubles atau hanya 8ribu Rupiah sekali jalan. Tak heran ini adalah moda transportasi favorit penduduk kota Moscow. Dengan 14 jalur kereta dan memiliki total 243 buah stasiun, jumlah penumpang di jaringan transportasi di Moscow hanya kalah dari Tokyo dan Seoul. Walaupun rata-rata kereta bawah tanah disini itu tua-tua seperti commuter line di Jakarta, di Moscow sangatlah on time dan interval dengan kereta berikutnya hanya kurang dari 2menit, sehingga tidak perlu lari-lari terburu-buru mengejar kereta. Jaringan kereta bawah tanah di Moscow sendiri mulai dibangun dari kepemimpinan Uni Soviet Joseph Stalin di tahun 1930-an. Proyek metro ini merupakan salah satu proyek arsitektur ambisius Stalin yang konon pembangunannya tetap berlanjut disaat Rusia sedang perang dan dibombardir oleh Jerman ditahun 1941. Station metro di Moscow rata-rata terletak jauh di bawah tanah, dengan stasiun terdalam yaitu Stasiun Park Pobedy yaitu 84meter dibawah tanah. Karena kedalamannya, di jaman perang, stasiun-stasiun disini beralih fungsi jadi bunker perlindungan. Selain multi fungsi sebagai bunker, stasiun diMoscow terkenal karena keindahannya, dimana saat itu Stalin menerapkan ide “palaces for the people”untuk arsitekturnya. Dari langit-langit yang tinggi, dinding dan pilar dari marmer, lampu gantung , lukisan dan patung-patung, keindahan stasiun di Moscow adalah objek wisata tersendiri. Setidaknya ada 44 stasiun di Moscow yang termasuk dalam list peninggalan budaya. Dibawah ini ada beberapa stasiun yang wajib didatangi karena keunikan dan keindahannya: 1. Prospekt Mira (pic by David Burdeny) (pic by Vokabre) Design nya mencerminkan keindahan Botanical Garden di Moscow State University. Pilar-pilar dengan relif bunga, chandelier, lantai kotak-kotak hitam abu-abu, stasiun ini berkiblat dari arsitektur Yunani dan Rusia. 2. Mayakovskaya (pic by David Burdeny) Pilar stainless steel yang berkilauan dengan mosaic di langit-langit, Mayakovskaya merupakan arsitektur Soviet yang modern futuristic dijamannya. 3. Ploschad Revolyutsii Dihiasi oleh puluhan patung perunggu para serdadu, petani, anak sekolah, pekerja di pilar-pilarnya, melambangkan berbagai golongan yang membangun dan memperjuangkan Uni Soviet. Ada 2 patung yang paling terkenal di sini. Yaitu patung serdadu Rusia beserta anjing yang konon nya dapat mendatangkan keberuntungan buat yang mengusap moncong anjingnya. Dan satu lagi patung wanita dengan ayam, yang justru membawa kesialan. Untuk berfoto dengan 2 patung ini, butuh perjuangan sendiri, karena penumpang baik penduduk lokal maupun turis yang turun naik kereta di stasiun ini, akan mengusap nya setiap kali melewati kedua nya. Stasiun ini terletak di area Red Square dekat GUM mall dan Bolshoi teather. 4. Kiyevskaya (pic by David Burdeny) Stasiun berdinding marmer putih ini dihiasi lukisan dan mosaic yang menggambarkan kehidupan di Ukraina dan tentaranya selama perang revolusi dan perang saudara. Stasiun ini dekat dengan Hotel Ukraina Radisson, yang merupakan salah satu gedung pencakar langit dari Seven Sisters building di Moscow. 5. Belorusskaya (pic by David Burdeny) Sesuai namanya, panel distasiun ini menceritakan kehidupan rakyat Belarusian. 6. Novoslobodskaya Stasiun ini dihiasi dengan mosaic dengan tema bunga dan menggambarkan penyanyi, pelaut, maupun arsitek di kesehariannya. 7. Taganskaya Tema di stasiun ini adalah perang, dari serdadu angkatan laut, darat dan udara. 8. Komsomolskaya Stasiun ini identik dengan langit-langitnya yang berwarna kuning, dihiasi mosaic keemasan dan lampu –lampu gantung dan pilar-pilar marmer. Konon warna langit-langit yang kuning menggambarkan kekuasaan Stalin,dimana seakan-akan orang harus menengadah ke atas untuk melihat kecantikan interior stasiun ini. Komsomolsakaya ini merupakan stasiun metro yang bersebelahan dengan 3 stasiun kereta antar kota Leningradsky , Yarislavsky dan Kazansky. 9. Dostoyevskaya (pic by Zigurds Zakis) Stasiun ini dibuka tahun 2010, terinspirasi dari karya-karya sastrawan Rusia Fyodor Dostoyevsky, Crime and Punishment dan The Idiot. 10. Elektrozavodskaya Terinspirasi dari pabrik bohlam di dekat stasiun. Masih banyak lagi stasiun cantik di seputar Moscow, tetapi setidaknya 10 stasiun ini yang rata-rata dimasukan dalam group tur keliling Metro Moscow. Untuk yang akan ke Moscow, luangkan sedikit waktu disela-sela keliling kota untuk menikmati keindahan stasiun-stasiun di Moscow yang disetarakan berada di Museum dan Istana. Foto-foto dan artikel dari berbagai sumber. Kalau mau realita foto amatiran menggunakan kamera saku dan HP made in Indonesia (alias ASUS, krn penulis kebanyakan traveling sehingga gak punya budget lebih beli hp mahalan) dan memiliki kelemahan gak bisa menilai komposisi dan sudut. Begini lah jadinya: Satu hal lagi, hati-hati dalam meng-upload ke social media, karena sebagian besar stasiun dibangun jaman Uni Soviet, ornamen dan lukisan palu arit banyak dijumpai dimana-mana. Berhubung isu aliran ini somehow sensitif dimasa-masa (uhuk) pilpres, jadi lebih bijaksana dalam ber pose.(lho)
  15. 3 points
    Endar

    Gili di Lombok Tidak Selamanya Trawangan

    Lombok, bukan memiliki arti cabai seperti yang sering kita kira. Lombok bermakna lurus yang tertulis sejak zaman kerajaan Majapahit pada buku Negara Kertagama pada kalimat ‘Lombok Sasak Mirah Adi’ yang artinya masyarakat Lombok memiliki hati yang lurus untuk dijadikan permata kejayaan. Seperti pengertiannya, begitu juga yang saya rasakan saat berkunjung ke Lombok. Ramahnya masyarakat Lombok dari kota hingga desa, dari pesisir pantai hingga daerah dataran tinggi menemani saya saat menjelajah Lombok. Keramahan ini juga dipadu dengan indahnya alam Lombok yang begitu memesona menjadikan Lombok sebagai tujuan wisata yang harus masuk ke dalam daftar utama tempat wisata yang wajib dikunjungi. Masyur dengan gili Trawangan, Air dan Meno di barat laut dan lokasinya yang dekat dengan pulau Bali menjadikan gili-gili tersebut menjadi destinasi favorit di Lombok. Namun banyak yang tidak tahu jika Lombok menyimpan banyak pesona wisata selain gili-gili di barat lautnya. Perpaduan keindahan alam, kearifan budaya dan lezatnya kuliner dapat kita dapatkan di Lombok. Fasilitas dan akses juga sudah mendukung sehingga tidak sulit bagi traveler untuk menjelajah Lombok. Gili-gili di Lombok Barat bagian bawah di area pelabuhan Lembar salah satunya. Tidak sulit untuk menemukan penyebrangan ke gili Sudak. Dengan aplikasi penunjuk jalan di smartphone sudah cukup menunjukkan jalan dengan jelas. Dari Mataram sekitar satu setengah jam menggunakan kendaraan roda dua dengan mengambil titik tujuan Penyebrangan ke Gili Sudak. Nikmati saat masuk jalan Raya Sekotong – Lembar, bukit-bukit dengan padang rumput kuning kecoklatan, gradasi laut toska dan biru gelap, awan seperti kapas lembut yang melayang serta suasana pelabuhan Lembar menjadikan perjalanan yang tidak membosankan. Kami ragu saat aplikasi mengarahkan ke jalan tanah merah berbatu. Tiba-tiba seorang ibu yang sepertinya melihat keraguan kami dengan ramahnya menyapa lalu menanyakan tujuan kami. Ibu yang tidak sempat saya tanyakan namanya memberitahukan kalau jalan tersebut memang jalan menuju penyeberangan gili Sudak. Masuk ke area pemukian sudah terdapat banyak plang-plang yang menyediakan jasa perahu penyeberangan. Kami disambut dengan tawaran-tawaran jasa penyebrangan dengan ramah tanpa paksaan. Pak Nasar dan kedua anaknya menemani kami. Selain memberikan jasa perahu, Pak Nasar juga seorang nelayan yang menangkap ikan dengan teknik spearfishing. Tidak dengan alat yang modern tapi masih dengan tombak tradisional. Ikan-ikan yang diambil juga tidak sembarangan. Jenis, ukuran dan lokasinya harus sesuai ketentuan, pilih-pilih. Bukan karena nantinya tidak laku saat dijual, tapi untuk menjaga kelestarian biota laut di perairan Sekotong. Hasil tangkapan Pak Nasar dijual di homestay dan restoran di area gili Sudak. Gili Naggu menjadi pemberhentian pertama. Lokasinya terluar diantara gili-gili lainnya di area Sekotong. Sudah banyak homestay dan resort disini dan cukup ramai dikunjungi. Perahu tidak boleh sembarangan menepi karena terdapat kawasan konservasi terumbu karang. Perahu hanya bisa menepi di area dekat dermaga yang dasarnya pasir. Kearifan lokal dalam mengelola sumber daya dan menjaga lingkungan berhasil menjaga keindahan bawah laut di gili Nanggu. Terumbu karang cukup dangkal jadi kita harus berhati-hati saat snorkeling agar tidak merusak terumbu karang. Berbeda dengan gili Naggu, gili Sudak lebih sepi pengunjung hanya terdapat beberapa orang yang santap siang. Di gili Sudak juga terdapat homestay. Kondisi bawah laut gili Sudak agak memprihatinkan ditambah dengan jarak pandang yang rendah sehingga saya tidak berlama-lama di dalam air. Jarak gili Sudak dan Lombok yang cukup dekat membuat wisatawan yang menginap di Lombok hanya menggunakan kano ke gili Sudak hanya untuk makan siang. Sebelum kembali ke Lombok saya singgah di gili Kedis, ukurannya lebih kecil dari ukuran lapangan sepak bola. Di gili Kedis kita harus membayar restribusi. Cobalah memutari pulau, terdapat sisi yang hanya berupa pasir dan sisi lainnya berbatu. Cocok untuk yang suka fotografi. Hari masih siang tapi kami sudah kembali ke Lombok, terlalu cepat menurut Pak Nasar. Tapi perjalanan kami masih jauh karena harus ke Sembalun. Sambil antre bilas dan bersih-bersih, kami menikmati pisang goreng dan teh hangat buatan istri pak Nasar yang ternyata adalah ibu yang memberitahukan jalan saat kami kebingungan. Kami berbagi cerita dengan Pak Nasar. Dengan geliat pariwisata di daerah Sekotong yang semakin baik, Pak Nasar memiliki rencana untuk memiliki jasa penyeberangan dalam kapasitas besar. Sudah banyak permintaan dalam jumlah besar yang menggunakan bus-bus pariwisata tapi karena tidak adanya fasilitas yang mendukung seperti lahan parkir, tempat bilas yang banyak atau ruang tunggu, mereka pindah ke tempat lain. Kami pamitan dan melanjutkan perjalanan ke Sembalun, dari pesisir pantai ke dataran tinggi. Saya yakin di Sembalun akan melihat pemandangan yang indah dan ramahnya masyarakat Lombok yang tidak kalah seperti di Sekotong.
  16. 3 points
    Tanggal 20 Oktober kemaren saya explore sekitaran Banyuwangi. Tujuan utama snorkling di pulau menjangan. Gara2 baca FR nya mbak Ika, Saya jadi semangat. Tidak bisa berenang bukan alasan untuk tidak mencoba kan ? Hahahaha. Ini pertama kalinya saya mencoba snorkeling jadi ngeri2 sedap . Perjalanan Naik kereta api Hari kamis sore nyampe di statsiun Gubeng jam 6 pagi. Karena Jemputan ke Banyuwangi jam 11 malam, Saya exploration Surabaya dulu. Saya pun berangkat ke Pantai Kenjeran Naik Grab . Ternyata ini tempat sudah hilang pamor bersaing dengan tempat wisata lainnya. Padahal kalo saya bayangkan ketika habis di bangun, pastinya ramai sekali. Karena difasilitasi dgn baik oleh pengembang. Pantai nya emng tidak Ada indah2nya . Saya pun mulai menjelajah sudut2nya. Panasnya udara Surabaya tidak menyurutkan Saya untuk jalan2 disini. Cukup supprise jg, ternyata banyak kelenteng Dan bangunan nuansa china disini. Masih terawat Dan Masih dipake buat sembahyang . Ada patung dewi kwan in persis di bibir pantai, tapi harus masuk kelenteng dulu. Ada patung dewa china 4 muka, Ada jg bangunan gede yang seperti Pagoda (Saya jadi ingat, ini bangunan tempat menyekap siluman ular putih di film white snake ) Lapaaar..... clingak clinguk sepanjang jalan banyak yg jusl Lontong kupang .Apaan itu ? Saya pun mendekat. Oh ternyata itu lontong yg diguyur dgn kuah butek kupang cilik (kerang) lumayan lah cuma 8k, sayapun pesen lontong balap jg 10k, sate kerang 8K Ada Atlantis land yang sepertinya tutup, jg Ada komplek waterboom yg sepertinya lagi renovasi jg. Teman saya ngebet renang, geser sedikit ketemu kenjeran water park. Tiket cuma 10k Cape main disini, Saya pun pesan grab lagi untuk pulang ke penginapan. Karena hanya transit doang, Saya pun nyari yang semurah2 mungkin sekedar buat istirahat Dan Mandi sejenak hahaha. Tidak salah transit di Loxy Inn jln Embong Kenongo. Karena meskipun murah cuma 135k kamar nya bersih, tidak kecium bau2. Kamar Mandi share tapi bersih Dan tidak bau jg. Free wifi Dan free kopi/teh sepuasnya . Ada dapur jg yg bisa dipake . Deket dengan Tunjungan Plaza tinggal jalan saja. Mandi, istirahat sejenak, pesen go food karena udah males gerak lagi, jam 10 malam Saya cabut ke statsiun Gubeng sebagai titik mepo Selama perjalanan Saya tidur saja di jok belakang , jauh jg surabaya-banyuwangi itu. Kurleb 7 jam Itin nya ternyata tdk sesuai jadwal, tapi bodo amat karena cuma ngerubah kunjungan saja. Kunjungan pertama adalah Taman Nasional Baluran Savanna Bekol. Keren kalo di kunjungi di musim kemarau karena rumput kering nya itu serasa afrika sekali. Ya disini bisa puas2in poto bagi penggemar selfie, tidak Ada yg bisa di explore lebih jauh Demi keamanan. Konon suka Ada macan jg. Cukup keren view nya !! Disini disediakan pondok penginapan jg. Ada yang unik dari Baluran ini, ketika di perjalanan yang sepanjang jalan kering kerontang,Ada spot yang sangat kontras ! Semua tumbuhan Dan pohon disana hijau lebat .hah ? Katanya dibawah tanah Ada aliran sungainya. Mini hutan inj disebut evergreen. Kalo dipoto via drone bakal kliatan kontras nya. Puas poto2 disini Saya menuju ke watu dodol. Tempat untuk menyebrang ke pulau menjangan tsb. Horeeee... Kesiangan jg sebenarnya, karena jam 12an baru snorkling nya. Kebayang Kan panas nya. Tapi siapa takut semua pada semangat. Oles sunblock tebal2 tapi tetep hasilnya gosong hahahaha. Byurrr...... Karena pemula Dan tidak bisa renang jg meskipun pake pelampung, Saya tidak bisa leluasa . Cuma "nangkuban" saja gak sampe nyelam. Mungkin suatu saat nanti saja dah . Kitapun pindah2 spot , Ada spot yg cukup ngeri karena ombaknya lumayan gede. Saya tidak berani turun . Puas snorkeling, Kita merapat ke pulau menjangan nga. Makan Siang disana. Dan tampak menjangan2 kluyuran bahkan Ada yang main di Pantai segala. Mari pulang..... Menjelang sore angin Makin kenceng Dan OMG ombak nya mulai gede. Sampe pada basah kuyup semuanya "disapu" ombak Abis bersih2, istirahat .... Yey makan lagi! Entah kenapa selama trip in Saya males bgt buat makan, bawa cemilan dari rumah 90% dihabisin teman saya. Tapi beruntung sehat2 saja. Jam 7an, Kitapun menuju penginepan . Diperjalanan guide ngajak berkunjung ke festival coffin Osing Kemiren, Saya ok saja karena percuma tidur jg, soalnya jam 11 malam udah harus bangun untuk hiking ke gunung ijen. Berada di pinggiran ini festival rame sekali dgn pengunjung , Desa Osing dijadikan desa wisata budaya. Meskipun tidak sekeren desa penglipuran di Bali. Tapi jejak rumah traditional nya masih ada dempetan dgn rumah modern. Peran serta masyarakat sangat tinggi, mereka gelar tikar, kursi Dan meja dikeluarkan sbg tempat nongkrong pengunjung. Kita tinggal nyari tempat kosong, duduk2 Dan tadaaaa..... Makanan langsung di sediakan tentunya kopi jg. Semuanya gratis. Saya cukup kaget jg waktu lihat cemilan2nya itu, lha di Bandung jg banyak yg seperti itu, Mana yg ciri khas nya ? Tidak Ada sama sekali! Cuma beda nama saja x yah. Ada lepeut,ciu,tape ketan,Dan yg gak saya tau namanya. Tapi semuanya tidak asing. Barulah tour leader Saya nyeletuk konon dulu Raja Pajajaran "menaklukan" wilayah ini , jadi budaya sundanya emng kental . Termasuk pakaian jg, emak2 msh Ada yg pake kebaya, laki2 pake pangsi hitam . Oh begitu.... Beres ngopi gratis kita cabut penginapan Dan akan di jemput jam 11:30 . Lumayan lah tidur sejam sampe stel alarm Di Mobil Saya berusaha lanjut tidur lagi, tapi ya begitulah Nyampe Paltuding sbg titip pertama pendakian, udah rame banget Kaya pasar malam. Loket baru dibuka jam 2 malam. Jadi tidak boleh ada yg masuk termasuk para penambang belerang jg. Minum teh hangat dulu, ke toliet dulu yg antriannya bikin kebabayan hahahaha. Hayuuu nanjak! Eh buseet dari spot awal langsung nanjakkkkk tidak Ada yang datar samasekali. Ini baru ngeh kalo pas turun. Karena suasana gelap waktu naik Secara jam 2an hiking nya jadi tidak begitu nyata.(untung nya nanjak gel2an) Jalannya lebarr Mobil jg bisa masuk udah seperti jalan raya saja, cuma tidak beraspal . Sepanjang jalan banyak yang nawarin ojek angkut , bkn ojek yg sebenarnya itu gerobak yg di dorong. Gak tau bayar berapa karena ada jg yg tidak kuat nanjak yg pada ahirnya Naik ojek tsb. Hiking kurleb 2 jam sampe lah pada ujung kawah, Saya pun turun ke bibir kawah tempat si api biru tersebut. Banyak yang urung turun karena mereka mikir naiknya gimana , takut tidak kuat . Jalan curam berbatu2, desekan Dan papasan jg dgn penambang belerang. Harus hati2 ! Yey ahirnya bisa lihat blue fire jg, rada kurang bagus karena tebalnya asap belerang mengaburkan warna birunya. Puas memandang blue fire, Saya pun cabut. Berangsur2 terang padahal baru jam 4an subuh tanpak birunya kawah samar2. (Kirain tdk Ada danau kawah nya) Saya pun ahirnya nunggu sampe terang buat take poto. Kameran HP tidak berkutik ngambil gambar blue fire hahahaha. Biarin lah yang penting bisa lihat dgn Mata kepala sendiri. Puas poto2 Saya pun turun buat pulang. Nyampe penginepan bersih2, packing Dan akan dijemput jam 10an. Nyampe Surabaya jam 8an malam, Saya pun balik pengiepan loxy inn lagi . Pesen go food .... Tidur pulas banget. Bangun tidur nyari sarapan, googling yg deket bubur 3 rasa, eh pas didatangin bubur nya Blum ready, pesen telor jg tdk Ada. Serius nig yg jualan ? Karena jam kepulangan KA jam 7 malam, udah males jg keluyuran di luar yang panasnya bikin meleleh. Kita ngeMall saja di Tunjungan. Backpac Dan dus2 oleh2 dititip dulu di penginapan. Gede jg yah Tunjungan Plaza yang sekarang. Terakhir kesini Masih kecil. Karena Jalan di mall jg tetep kringetan, ahirnya ngadem saja di XXI nonton film Geostrom . Baru jam 3an ngapain lagi yah, pas jalan liat resto TaWan Dan yg kebayang Bubur nya itu. Kitapun mampir situ cuma pesen bubur 1 mangkok di bagi 2 plus teh doang Hahahahaha, soalnya antara lapar ato ngak, numpag nongkrong doang sampe jam 5.
  17. 3 points
    Cirebon, salah satu kota di daerah jawa barat yang patuh dicoba untuk destinasi wisata di weekend anda. 2hari saja sudah cukup kalau anda ingin berkeliling di kota Cirebon, anda bisa wisata kuliner dan belajar sejarah tentang kerajaan di cirebon dari keraton kasepuhan, keraton kacirebonan hingga keraton kanoman. Akses yang bisa anda tempuh menuju kita Cirebon bisa menggunakan kereta api ataupun membawa mobil sendiri. Apabila anda menggunakan kereta api anda cukup menghabiskan biaya Rp 100,000,- sudah sampai cirebon dengan menggunakan kelas ekonmi ac. Kereta ekonomi AC sehari ada 3 jadual, jadi tinggal pilih sesuai dengan kenginan anda. Apabila anda memutuskan untuk membawa mobil sendiri biaya tol yang akan anda keluarkan untuk sekali jalan dari tol dalam sekitar Rp 110,000 dengan jarak yang ditempuh kurang lebih 200km. Bagaimana dengan hotel di Cirebon, jangan khawatir banyak pilihan hotel disana dari kelas budget atau luxury bahkan ada guest house juga. Penulis selama dicirebon menginap di 2 hotel yaitu di Hotel Amaris dengan rate sekitar Rp 300,000 (sudah termasuk breakfast 2 orang) didaerah Jalan Siliwangi (jalan boulevard kota cirebon, tidak jauh dari kantor balaikota. Hotel Amaris juga tidak jauh dari stasiun kereta api cirebon) dan Hotel Batiqa dengan harga sekitar Rp 350,000 (belum termasuk makan pagi). Tapi jangan kuatir di cirebon banyak makanan lokal yang cocok untuk sarapan pagi dari nasi lengko ataupun docang. Wisata sejarah menjadi salah satu wisata yang sangat direkomendasikan selama anda di kota Cirebon, karena kota cirebon sendiri memiliki 3 keraton yaitu keraton kasepuhan (terbesar), keraton kacirebonan dan keraton kanoman. Penulis merekomendasikan keraton yang pertama kali dikunjungi yaitu keraton kacirebonan kemudiaan keraton kasepuhan yang terakhir keraton kanoman. Dimulai dengan keratonan kacirebonan, keraton ini tidak terlalu luas hanya perlu waktu 30menit - 1 jam untuk melihat keraton ini. Harga tiket untuk masuk keraton kacirebonan sebesar Rp 10,000. Destinasi selanjutnya yaitu keraton kasepuhan, Keraton ini lebih besar dibandingkan keraton kacirebonan. Harga tiket masuk kedalam keraton kasepuhan dikenakan biaya Rp 15,000. Jam yang direkomendasikan untuk mengunjungi keraton kasepuhan yaitu diatas jam 1 siang walapun panas tapi anda akan bisa melihat pertunjukan tari khas cirebon secara gratis. Selain melihat pertunjukan tari anda juga akan beberapa peninggalan keraton lainya tapi kalau anda ingin masuk ketempat tersebut akan dikenakan biaya lagi sekitar Rp 10,000 - Rp 25,000 tergantung tempatnya. Selain itu di keraton kasepuhan anda bisa melihat mata air yang konon tidak pernah kering sepanjang musim, sama halnya dengan tempat lain didalam keraton kasepuhan untuk masuk ke area mata air dikenakan biaya Rp 10,000. Destinasi keraton yang terakhr yaitu keraton kanoman, tidak susah payah melihat keraton kanoman karena hanya tersisa bagian luar saja masuk kedalam tidak memungkinkan karena digunakan untuk tempat tinggal. Tapi didepan keraton kanoman terdapat fresh market yang tidak hanya menjual sayur tapi makanan khas cirebon bahkan hasil laut khas cirebon. Apabila anda ingin ke keraton kanoman, penulis menyarankan pagi hari dikarena didepan pasar kanoman terdapat makan khas cirebon seperti Tahu Gejrot (tepat diseberang ruko manisan shinta), Docang (di seberang pintu masuk pasar kanoman), Es Duren (dimana kalian akan mendapatkan 3 buah duren) dan Nasi Leko (Nasi yang diberi potongan tahu, tempe dan oncom). Selain makan tersebut ada 2 makan khas lagi yang perlu dicoba selama dicirebon yaitu Nasi Jambalang (rekomendasi Nasi Jamblang Mang Dul dan Nasi Jamblang Ibu Nur) dan Empal Gentong (rekomendasi Empal Gentong Krucuk dan Empal Gentong H Apud) Selain ketiga keraton, anda juga bisa mengunjungi Gua Sunyaragi. Letak dari gua ini agak keluar kota cirebon (sekitar 3-4km dari area kota cirebon). Penulis menyarankan apabila anda mengunjungi gua sunyaragi pada sore hari, karena warnanya baik untuk foto. Gua Sunyaragi cocok untuk anak muda yang suka posting di social media khususnya instagram, karena area ini instagramable (kata anak muda sekarang, silakan cek instagram penulis ada foto di gua sunyaragi -id : herr.sitepu). Kalau ingin membawa buah tangan khas cirebon silakan anda menuju Batik Trusmi (sekitar 7-8Km dari area kota cirebon). Anda mencari batik khas cirebon yaitu mega mendung? Ada di batik trusmi baik batik tulis atau batik cap. Harga di batik trusmi dari Rp 50,000 sampai adanya yang Rp 5,000,000 (umumnya batik tulis). Di batik trusmi juga ada tempat untuk belajar membatik, dan hasil membatik kita bisa dibawa pulang juga. Tidak hanya batik di batik trusmi anda bisa membawa buah tangan berupa makanan khas cirebon seperti kerupuk melarat. Jadi tunggu apalagi, apakah anda tidak penasaran dengan kota Cirebon? Selamat traveling.
  18. 3 points
    안녕하세요.... Finally Incess Traveller ndeso tingkat pemula (jadi belom expert haha ) yang manjah ini come back nulis lagi. Im so sorry, 미안해 Baru balik lagi. Dan aku akan share sebuah sweet story about my Journey. Tentang sebuah Rumah yang sangat keren, cute, nice and eye catching. Serius ini aku ga sok lebay yak. Sunday yang cerah. Aku memulai perjalanan ke Rumah Paris. Rumah Paris ini berada di Jalan arah ParangTritis. Jadi gampang kalo mau nyari, pakai Google Map pun juga ketemu. Yaapp akhirnyaaaa. Parkir mobil dan memasuki rumah paris. This is a Rumah paris. Sebuah rumah kecil yang sangat manis di dominasi warns Biru pastel. Rumah ini terdiri dari dua Lantai. Inilah isi dari Rumah Paris. ** Bagian Depan ## Setelah Pintu Masuk :: Bagian Dalam ;; Bagian Lantai 2 // Bagian Tangga %% Bagian Belakang Disini sudah dilengkapi dengan AC, Kulkas, Kompor, TV. Jadi sangat lengkap. Banyak spot bagus untuk berfoto manjjaahh. Berapa banyak biaya untuk bisa menikmati Rumah Paris ? - ** Untuk berfoto di bagian depan saja hanya membayar 10 K IDR (ada tulisan di depan rumah paris). ** Berfoto menggunakan HP full semua bagian membayar 25 K per person dengan jangka waktu selama 30 menit. So, harus pinter atur waktunya yaa biar maksimal foto di semua tempat. ** Untuk Cam sejenis DSLR maupun Mirrorless (jenis Cam besar gitu yaa) tarif nya beda lagi. ** Untuk menginap maupun sewa tempat juga ada tarif lainnya. Inilah rincian tarifnya: Apa sih yang Dewi rasakan di Rumah Paris ? - Yap, I'm so happy. Seru dan suka aja pokoknya dengan konsepnya yang sangat cute ini. Segala pernak pernik yang menghiasi itu bikin aku betah. Yang jelas sih yaaa disini bersih banget. Ber AC jadi tenang aja pas foto foto ga akan berkeringat, kecuali di luar yaa. Dan untuk dapat foto yang bagus sih yaa aku sarankan datang di siang hari biar cahaya nya itu pas. Jauh ga sih Rumah Paris, dan gimana cara kesana kalo pake kendaraan umum ? - Bisa pakai Taxi maupun Transport Online. Dari Jogja Kota kisaran 30 menit berkendara. Kalau misal nyetir sendiri dan ga tau arah bisa langsung pakai Google Maps. Gampang kok lokasinya. Dan inilah Alamatnya: - JL. PARANGTRITIS KM. 8,4 TIMBULHARJO SEWON, BANTUL, YOGYAKARTA 55186 Contact: - WA: 089683799665 BBM: 7ED1435D Telf: 0274-6463042 Telf: 089683799665 Email: paris.rumah@gmail.com Twitter, IG, FB: RumahParis
  19. 3 points
    Perjalanan yang serba mendadak, tanpa persiapan alias ingat langsung cus saja. Browsing dulu sebentar sempet galau mau nginap dimana Dan Hari apa. Ahirnya memutuskan booking penginapan via traveloka. Dan saya pun berangkat Hari jumat, untuk hiking Hari sabtunya. Lokasi gunung papandayan tidak terlalu jauh dari pusat Kota garut, searah dgn samarang yang Ada resort exlusife nya itu. Berada di wilayah cisurupan . Gampang di cari baik Naik Mobil umum ataupun pribadi. Kalo Naik umum musti lanjut ngojek dgn bayaran 25K . Tanjakan gunung papandayan sebenarnya sudah di mulai dari sini, lumayan sih ngurangi nanjaknya yg sekitaran 3km . Ahirnya saya sampe jg di PCG (Papandayan Camping Grounds) Dan ini satu2nya tempat transit yg paling "mewah" diantara tempat lainnya. Disebut mewah karena Ada treehouse, cabin Dan tenda. Tergantung mau pilih yg Mana. Kalo tempat lain hanya menyediakan tenda saja seperti di depannya, bukit nangklak . Nenda kena tarif 250k bisa 4 orang, cabin 300k untuk 2 orang tapi muat sampe 4 orang jg, Dan percaya dah pasti ada 4 orang dalam cabin itu lebih bahagia ! Knp ? Karena dingin nya itu yg nyampe 13° , jadi Makin banyak Makin hangat wkwkwkwk . Rumah pohon kena 450k. Awalnya saya sudah booking tenda karena pengen nyoba jg ngecamp di tenda, berhubung Hari jumat itu sepiiiii terus nanya ke owner di tenda tentunya lebih dingin, ahirnya saya upgrade ke kabin nambah 100k . Dan yg ngecamp hari itu hanya kita2 saja. Inilah alesan Saya ambil pergi jumat karena hari sabtu nya udah penuh bookingan. Listrik baru Ada jam 6 sore itupun kalo di luar udah gelap bgt, sampe jam 12 malam. Karena nyampe PCG jam 2an Siang, tiduran sebentar lalu jam 4an Kita explore sekitar PCG buat narsis gak kerasa udah gelap. Sepanjang malam saya kebangun berapa x, saking dinginnya. Udah gitu tumben pemgen pipis sampe 2x. Yg pertama Aman karena diluar Masih ada Lampu reman2, dgn bantuan senter bisa sampe toilet, yg ke2 udah gelap yang benar2 gelap, jiper jg u ke toilet, ahirnya samping cabin Aja pip nya hahahaha. Sebelum saya udah tannya2 ke owner Dan pemilik warung Dan mereka sepakat, kalo cuma sampe pondok saladah tdk usah pake guide karena pasti rame dan jalurnya jelas , tetapi kalo mau sampe hutan mati, Tegal alun apalagi sampe Tegal panjang, bagi orang awam pemula sangat dianjurkan . Dan 3 area tsb sudah bukan jangkauan asuransi pengelola lho. Jd resiko tanggung sendiri. Ahirnya sepakat sewa guide 250k sampe Tegal alun, start jam 5 subuh. Tepat jam 5 udah didatangin guide , saya pun langsung cabut . Cuma 1km jarak Dr pcg Ke camp david dan nanjak terus sampe mampus. Ngopi dulu di warung ngobrol ngalor ngidul sampe ahirnya yg punya warung nawarin tempat,Ni mas kalo kemalaman sampe sini, boleh nginap di atas cuma alakadarnya saja, gratis kok ! Wah baik banget yah . Tepat jam 6 pagi, Saya pun mulai mendaki. View pertama sih reruntuhan hasil erupsi dgn bebatuan yg ke gading2an , keren jg. Ketika melewati tebing soni, mas yunus guide saya nyeletuk. In tebing soni, dinamakan begitu karena Ada yg meningal disana gara2 parasut nya tdk terbuka Dan namanya Sony. Harusnya disini dapet view sunrise. Akan tetapi kabut nya terlalu tebal sang sunrise pun tidak berani nongol. Setelah poto sana sini exlpore kawah dan bebatuan , selanjutnya ke hutan mati dulu. Sambil nunjuk ke arah atas, oalah kliatan jauh banget dan tinggi pula. Ya dijabanin saja. Nyampe jg hutan mati , Dan kebetulan saya Masih dapat kabut Dan terobosan sinar matahari disini, meskipun tdk maksimal. Cos hutan mati kliatan magis cenderung menyeramkan kalo Ada kabutnya. Seperti di film2 horor. Fav yg datang kesini biasanya sore Dan mereka yang ngecamp di pondok saladah. Puas Dan bahagia disini, Saya pun nanya lg, terus kemana lagi ? Mas yunus pun nunjuk ke atas dgn view segaris pepohonan yg sangat lebat. Buset tinggi Dan jauh pula hahaha. Memasuki area hutan cantigi, yunus nanya, mas bawa air minum kah ? Yeee... Tadi Kan mas yunus bilang bakal Ada warung Dan beli disana drpd berat bawa dari camp david. Dan diapun beralasan bahwa tadinya mau ke pondok saladah dulu, beli air disana. Ya udah lah toh says pribadi tdk Haus kok, tapi snak mah udah bawa dari Bandung jg. Mungkin dia yg kehausan ? Hahahaha. Saya break dulu buka cemilan karena kata yunus sekarang bakal Ada tanjakan lagi. Lanjut Makin keatas Makin nanjak, sampe ahirnya dapat kemiringan extreme . Dimana Kita harus berpegangan sama batu2an Dan akar2 pohon. Ini namanya tanjakan mamang, disebut begitu karena dulu Ada guide yg bernama mamang meningal disini. Dia yg mewanti2 pasukannya malah dia yg tergelincir. Ah tapi bodo amat gak serem sama sekali dapet cerita orang mati. Kalo saya penakut mah Mana berani ngecam di tempat sepi . Tidak sia2 melewati tanjakan tsb, karena tepat di depan adalah Tegal alun hamparan edelweiss tsb, rasa cape langsung hilang berasa dapat energi baru disini. Saya pun lansung loncat2 kegirangan. Kata yunus karena udah masuk ahir kemarau Blum Ada hujan, banyak yang mati Dan mengering bagusnya setelah musim hujan masuk ke kemarau pemandangannya spektakular. Ah bodo amat , pemandangan ini jg sudah cantik bgt. Unik jg yah diatas gunung gitu Ada hamparan datar yg isinya edelweiss Dan rumput apaan yah yg cantik jg, tdk Ada pohon sama sekali yg tumbuh disana. Pohon cantigi hidup di mengelilingi dataran Tegal alun ini. Cukup lama Saya main disini sampe gulingan di rumput yg mirip karpet mahal itu. Sepanjang perjalanan sampe kesini, Saya cuma ketemu 2 orang petugas patroli di hutan mati, abg 4 orang di Tegal alun . Sepi yah ? Ternyata says mah emng melawan arus, orang lain banyakan ngecam di pondok saladah , baru ke yg lainnya. Puas di Tegal alun, hayuuuu turun . Turun nya kembali ke jalur awal karena menuju ke tegal alun hanya jalur ini saja. Nyampe hutan mati Kita ngambil jalur Kiri karena tepat di bawah sana yg kliatan jauh nan mudun banget itulah pondok saladah. Pondok saladah merupakan area camping yg dianjurkan karena berada di area datar Dan dikelilingi pohon cantigi. Disini ternyata Ada edelweiss jg tapi tidak sebanyak di Tegal alun. Mushola, toliet yg bersih Dan warung lemgksp disini. Rehat disini Saya Langsung beli pocari Dan aqua langsung habis . Kalo saya lihat Dan rasakan kalo Dr bawah menuju pondok saladah ini cukup panjanggggg nanjaknya , beruntung says kebagian turun hahaha. Yes pake guide it emng enaknya seperti ini. Dia bisa nyari jalan yg lebih meringankan huhuhu. View perjalanan ke pondok saladah itu keren luarbiasa . View gunung sana sini langit biru jernih, gersannya bebatua yg luas, kontras dgn hamparan pohon yg menghijau. Nah kalo mulai turun banyak banget yg mau Naik, beneran rame jalur yg ini. Kita mah udah nyantai mudun, orang lain masih hah heh hoh kecapean di tanjakan hahahaha. Rasain hahahaha. Ada 1 area Camping lg namanya ghober hut , berada di bibir jurang dengan view gunung Dan bukit2 Dan kalo lg beruntung sunrise bagus dilihat dari sini. Tapi kslo saya lihat tidak Ada yg camping disini. Ketika melewati jalan yg diapit 2 bukit, wussssss angin kenceng menerpa badan. Dan kata yunus inilah lawang angin . Makin ke bawah Makin banyak yang baru Naik. Dan Ada sepasang suami istri yg gendong anak kecil jg . Buset dah nekad bgt ngecamp . Ahirnya nyampe di percabangan hutan mati-pondok saladah. Saya pun istirahat dulu di warung, duh enak bgt semangka nya. Warung depan dihuni sekelompok in ibu2 bapak2 yg berisik , tanpa guide yg satu pengen kesini yg satu pengen kesana, yg satu ngotot yg satu nyinyir seru jg. Ahirnya dideketin yunus Dan dikasi rekomendasi musti kemana dulu. Ada yg ngejago pengen ke tegal alun soalnya. Hahaha. Sayapun pamit sama mereka untuk pulang duluan. Sepanjang perjalanan turun ni guide udah banyak ngegaidin orang x yah, Ada yg yunusnya gak inget tapi yang baru Naik maksa harus nginget bahwa dia pernah diguidin hahaha. Ada yg di jalan ketemu, katanya Dr tadi di tlp gak aktif2 . Ya jelas diatas gunung Mana Ada sinyal. Sampe ahirnya janjian besoknya Minta dianter ke hutan mati Dan Tegal alun. Berarti byk yang bolak balik jg yah kesini bkn hanya 1 x saja. Perjalanan Saya tiktok hanya menghabiskan 5 jam saja. Pergi jam 6 pulang jam sebelas siang sampe Camp David lg. Di camp david Saya penasaran dgn kolam air panas rendam nya, berhubung jam 11 siang berendam di air panas gimana rasanya ? Urunng beli Tiket seharga 25k. Minta poto2 doang , tp sama penjaga tdk boleh karena Ada Bos di dalam katanya. Ya udah poto saja Dr pintu masuk doang sekedar dokumentasi. Di dalam view nya keren kalo liat di Google. Kolam rendam dgn view gunung reruntuhan erupsi . Dari camp david Saya cabut pulang ke PCG lagi, karena staff nya baik2 jg katanya pulang Dr atas mending istirahat dulu disini, Mandi , makan dll Cuma sayang waktu mau Mandi airnya gak Ada ! Katanya rusak lg di benerin ahirnya dianter yunus ke sebrang ngadon Mandi. Mantap airnya Kaya es meskipun siang Hari. Habis Mandi saya langsung cabut pulang ke Bandung. Inilah pengalaman pertama saya Naik gunung dgm ketinggian 2600mdpl sekian , begitu antusias begitu terkesan Dan tentunya bahagia bgt karena keinginan Dr dulu itu udah terlaksana sekarang hahahaha. Selanjutnya mikir mau Naik gunung apa lagi yah ?
  20. 3 points
    Hongkong Macau Cara Termurah Trik Tranportasi Mendarat Di Hongkong Airport Belilah Kartu Oktopus Janga Ragu Bisa Fuul Refund Bila Tidak Terpakai Dan Bikin Mudah Simple Tuk Naik Tranpotasi Selama Di Kowloon dan Hongkong Bahkan Tuk Jajan pun Pake Oktopus Jangan Ragu Tuk Top Up balance semua Bisa Kembali di Stasiun Terakhir Kita Pulang Jangan Pake Kereta Sutle Airport Mahal 136 HKD Mendingan Pake Bus A 21 or A22 To Kowloon Hanya 33 HKD Sampe Kowloon Termasuk area Cungkhin mansion / mongkok /Tzimtsasui Bila Mau Ke hongkong Tinggal Nyebrang Pake Star Feri Demaga 7 Tsimtsasui ke Central Pier Hongkong 2. .2 HKD Dibanding Naik Sutle Train 136 HKD ngirit 100 HKD sekali Jalan Begitu Juga Bila Tiap Hari Perjalanan Kowloon Nyebrang Ke HK Sebaiknya Pake Star Feri Bisa Ngirit Belasan HKD per Tripnya Waktu Hanya Beda 10 Menitan Nama2 Yang Perlu Di ingat Kowloon Al Mongkok , Nathan Road . Jordan. Tsim sha tsui Yumathei Honkong Central Pier/ Wanchai/ Suny bay seungwan Kita Hanya Perlu Fokus Di Map MTR Line Merah Dan Hijau Khusus Area Wisata Dengan Mempelajari Hal2 Diatas Saja Kita Sudah Bisa Ekplore Kemanapun Destinasi Yang Kita inginkan Jangan Takut Nyasar Insan Tourism Setempat Pasukan Jaket Kuning dan Costumer servise nya siap membantu Lanjut Tentang Macau Kita Mendarat Di Airport , Atau Masuk dari Tsim Sha Tsui / Maupun Dari Hk sheungwan … Ada Shutel Bus Hotel Gratisan Misal Yang Paling Gampang Kita Pilih Venetian Hotel kita Turun Di mail Lobby sudah Siap Sevise Bagasi Berbayar 10 Pataca /10 HKD Walo Koper Gede Gabanpun Harga Sama Dengan satu Tentengan Kecil Bila Kita Berakhir Mau Terbang Via Macau Airport . Sebutkan Bagasi Kita Untuk Tranfer Ke Main Lobby to Airport Sutle Bus Dan Penting Bus Terakhir Jam 22.30 Dengan Kita Memilih Venetian Sudah 2 Tempat terkenal kita Datangi City Of Dream Hotel Casino mall Dan Venetian Casino Mall Bila kita Mau Ke Area Lain Tinggal Ikut Sutle Bus Gratis to macau feri Terminal Ganti Bus hotel Lainnya Semua Tranportasi Gratis tis Tinggal Siap kan Dana Miss Jinjing mau Kelas Biasa Or Branded Tersedia
  21. 3 points
    Trip 17 Agustusan ini saya mengunjungi Rusia. Gara2 terbujuk tiket promo dari Thai airways yang cuma Rp 5,4jt Jkt-Moscow pp. Belinya pas sakit2nya, bokek2nya. Berangkatnya stlh kelar pengobatan. Pulangnya sakit lagi.. hahaha.. Awalnya saya ragu kemari, pas beli tiket ini pas lagi angot2nya Rusia dan Amrik dan sempet ada terror bom di St. Petersburg. Eniwei krn kebetulan ada sahabat saya yg baru pindah ke Rusia Des 2016 lalu, dan dia bilang jangan termakan berita negatif tt Rusia krn rata2 media ada pengaruh Amrik, sedangkan kondisi Rusia aman terkendali akhirnya pergilah saya kemari. Pengajuan visa Rusia itu gampang2 rumit. Gampang krn gak minta surat ket kerja maupun rek Koran 3 bulan. Rumit krn ada sistem visa support seblm pengajuan visa yang kalau diajukan sendiri harus menambah biaya USD 30-USD 45 karena warga Indo dicap hobi jadi imigran gelap. Untungnya saya dibantu sahabat saya shg visa support ini gratis via kantor suaminya yg merupakan organisasi international, walo butuh waktu sebulan sendiri pengurusannya. Sempet deg2an karena saya pergi sama 1 temen yg kerja di perusaah non profit yang dibiayai oleh Amerika dan sempet jadi sorotan slm bbrp hari. In the end, dptlah kami visa support ini dan langsung mengurus visa di Konsulat Visa Rusia di Kuningan depan pasar festival. Tips yang bisa saya kasih: 1.Datang awal krn maximum nomer pengajuan visa cuma 20 nomer per hari dan sistem nya lelet bgt. Please jangan samain dgn urus visa di jpn,korea apalagi agen VFS. 2.Bawa duit USD pecahan baru (pecahan lama ditolak) sedangkan byr pk Rupiah, USD dipatok di Rp 14,000 sedangkan saya beli USD cuma Rp 13,300. Harga visa single entry: USD 70. Proses normal 14-20hari. Express 3hari USD 140. Day 1: Kamis, 17 Agustus 2017 Kami tiba di Domodedovo airport di Moscow jam 4 sore,stlh layover semlm di Bkk (maklum tiket promo, layover nya 12jam), kena antrian imigrasi Russia yg absurd krn petugas nya non English speaking semua shg mostly org2 sama2 gak ngerti knp antrian mengular dan acak2an. Dari airport yang 11-12 dgn airport Soetta terminal 3, kami janjian sama sahabat saya di stasiun kereta Aeroexpress yang berada disebrang airport. Harga tiket nya RUB 500/org/way. Kalo beli online bisa RUB 420. Tp entah terima cc luar/tdk. Perjalanan dari Domodedovo airport ke Paveletskaya Stn (city central) sekitar 45menit. Interval kereta tiap 30menit sekali. Tiket dapat di beli via machine yg ada pilihan menu Inggris. Di Paveletskaya stn, disini ada station Metro dan railway juga utk keluar kota. Jadi liat2 ya pintu masuknya. Masih ada tulisan latinnya/English kok nya jadi masih aman. Apartemen teman saya terletak di antara 2 station metro jadi kami lanjut naik metro ke apt nya. Single ride metro itu sebesar RUB 50. Karena temen saya punya spare kartu Metro Troika, kami cukup top up isinya, per one ridepake Troika cuma RUB 35 (Rp 8,050). Perlu diingat mesin top up nya tidak terima kembalian, alias harus uang pas. Padahal duit belum pecah, sehingga nominal nya RUB 1,000 semua. Akhirnya dibantuin temen saya di top dgn kartu debitnya (rekening local Rusia). Di top up RUB 350 dulu. Tips lagi, kartu Troika ini sebenarnya bisa dipake bbrp orang, krn di Moscow, metro nya jauh dekat sama tarifnya. Dan tap kartu cukup di awal masuk platform Keluar nya cukup bablas. Kalau tidak salah harga kartu Troika adalah RUB 50 (Rp 11,500). Murah khan di Rusia? Samping apt teman saya ada counter penjual sim card local Rusia, Beeline, hasil survey, Beeline ini yg paling murmer diantara yg lain. Harga RUB 300 (Rp 69,000) dapat paket 12GB , ini harga promo sih , normalnya dpt 3GB, lbh dari cukup utk trip 2minggu, google map dan socmed aktif. Bisa dipakai ke St.Petersburg juga. Kita cukup beruntung si penjual bisa Inggris dikit2. Jadi cukup kasi passport utk register, dia mengaktifkan paket kartu via sistem nya. Karena udah kecapean gotong2 koper turun naik tangga di station. Yuppp berhubung station di Rusia itu dibangun jaman Uni Soviet yg jadul2 jadi masih skip ya escalator/lift kecuali untuk turun platform yg bisa 20meteran dibawah tanah.That is why di Moscow, traffic kendaraan itu rame padet bgt, mungkin krn sistem keretanya yg msh blm disable friendly. Buat cewe2 yg bawa koper gede,cowo2 sini baek2 nawarin bawain koper kok pas naik/turun tangga, tp berhubung sahabat saya baru ceritain betapa gak amannya St.Petersburg, saya jadi panik2 sendiri kalo koper saya dibantuin bawa…hahaha.. tp ternyata Moscow cukup aman kok asal tetep waspada. Tp mungkin 2018, akan lbh comfort krn menjelang World Cup 2018, Russia sudah byk berbenah. Spt memperbanyak tulisan latin instead of Cyrillic , yg pasti sih, utk Moscow pas saya disana, yg ada tulisan latinnya baru station Aeroexpress dan Metro jalur coklat doank. Selebihnya mati gaya ngenalin karakter Cyrillic utk nama2 metronya. Tips: Aplikasi wajib install di Moscow: Yandex Metro (Moscow&St.Petersburg), Offline Metro map 2bhs (Moscow&St.Peters), Yandex Taxi, Google maps, Google translate/Yandex Translate. Day 2: Jumat, 18 Agustus 2017 Berhubung masih jetlag, kami memulai aktivitas baru jam 9.30pagi. Langsung ke area Red Square berhubung teriknya matahari bikin kita kepanasan dan keausan lgsg deviasi ke GUM,the most famous shopping mall di Moscow. Kata teman saya sih mall ini bagusan pas winter, dimana dalam dan luar mall byk lampu2 warna warni. Di mall ini ada premium supermarket, yg interiornya cantik bgt, disini kami beli pirozhki, roti khas Russia.Harganya berkisar RUB 40-RUB 80 tergantung isiannya apa. Sori gak ada bhs inggris, jadi depends on sahabat saya yg baru level 3 kursusnya , jadi kadang sukses translate nya kadang tidak. Saya beli rasa kentang& daging giling, rasa raspberry, dan rasa apel yg katanya khas. IMO, pirozhki ini kyk roti kampung, yg savory kyk panada, yg sweet/fruit kyk roti buaya.hahaha… Total 3roti RUB 250. Selain itu di GUM ada ice cream murah yg keterkenalannya setara es krim 1 dollar di Singapore. Murah dan wajib beli. Harganya Cuma RUB 50 aja. Letak counter nya di dekat fountain maupun di dekat pintu masuk kiri kanan gedung. Pokoknya intip aja hrgnya RUB 50 atau tidak,jgn kebalik beli di café. Rasanya ada byk varian , si penjual dikit2 bisa bhs inggris scr menu nya pake Cyrillic. Saya pesen rasa blueberry. Temen saya rasa lemon,dan 1lagi rasa strawberry. Rasa nya milky bgt. Enaaakkk buat cuaca panas. Selain ice cream 50rubles, di GUM ada cafeteria yg cukup terkenal di lantai paling atas, namanya Stolovaya 57, mostly Russian cuisine resto itu konsep nya self service kyk makan di cafeteria/ warteg2 indo. Bawa baki terus tinggal tunjuk makanan dari appetizer, soup, main course sampai dessert. Mahal murah, tergantung byk nya porsi , hrg tercantum rata2 hrg 100gr. Karena sistemnya gram2an, even makan per menu pun di menu Russia suka tertulis besarnya porsi dlm gram. Karena sudah sarapan di apt temen dan makan roti buaya eh Pirozhki, segeralah kami ke tujuan selanjutnya di Red Square. How to go to GUM mall ( ГУМ ) : Metro: Ploschad Revolyutsii Address: Red Square, 3 metro Ploshchad Revolutsii. Open daily: 10:00-22:00. St.Basil Cathedral (Собор Василия Блаженного ~ Sabor Vasiliya Blazhennava) Open :11.00-17.00, closed on Tuesdays. Katedral iconic cantik nan warna warni di Moscow. Katedral ini dibangun di abad 16, dijaman Ivan The Terrible (Ivan IV), dan sesuai nama nya The Terrible, konon arsiteknya dibutakan matanya setelah katedral ini selesai dibangun agar design nya tidak ditiru orang lain. Dan konon juga, warna warni di kubah nya baru ada setelah abad ke 17, sebelumnya kubahnya hanya plain putih batu. Spt kebanyakan gereja objek wisata di Russia, gereja ini sudah berubah fungsinya jadi museum saja. Harga tiket masuk khusus summer adlh RUB 500.Normalnya RUB 350. Bisa foto2 didlm Katedralnya. Tips: Kalau ada rencana ke St.Petersburg sih mendingan foto2 di luar St.Basil aja..krn mnrt saya St.Isaac dan Church of the savior on Spilled Blood di St.Peter lbh magnificent. Dari St.Basil kami ke Bolshoi Theater, berhubung mimpi nonton ballet di Bolshoi gak kesampaian (pas mid Agustus, gak ada show), jadi kita foto2 diluarnya. Ke Bolshoi ini sebnarnya bolak balik, jadi alurnya jgn ngikutin saya ya.. kebetulan kami cewe2 yg ngeliat mall langsung deviasi. Jadinya berantakan arahnya. Dari Bolshoi ternyata ada entrance metro Teatralnaya langsung deh masuk stasiun krn dari mbah google dibilang ke area Arbat kudu jalan kaki 30menit kaki org Rusia.Bhay.. .: Old Arbat :. Ada 2jalan Arbat di Moscow, dan 2-2 nya kebetulan sejajar. Saya ke Old arbatnya krn mo ke Hard Rock Café Moscow dan dari segi objek wisata lebih terkenal krn ada museum Pushkin dan monument nya. Walau mnrt saya mirip jalanan Pasar Baroe, conblock, kiri kanan toko souvenir dan resto. Dari HRC kita late lunch di My My (sbrang HRC) bacanya Mu-Mu, salah 1 food chain cafeteria di Moscow. Rasanya mayan , harga juga oke, ada definisi dlm bhs inggris, walaupun staf nya only speak Russian semua. Saya pesen grechka pake daging unggas (hahaha auk apaan, mbak2nya kepak2 tangan jadi kyknya daging burung), sama semangkuk garlic bread. Total RUB 442. Yang saya suka dari masakan Russia , ada nasi2an nya. Entah itu nasi basmati, buckwheat yang nama localnya grechka ataupun couscous . Saya pribadi lbh suka grechka, karena rasa nya mirip brown rice (nasi merah) dan konon lbh sehat dari brown rice . Yup buat org penyakitan kyk saya, makanan sehari2 saya yg nasi merah, sayur dan lauk dgn sedikit garam, non msg, non penyedap. Russia itu surga, krn jarang msg, sedikit garam (nyaris hambar)..hahaha. . Old Arbat itu diapit 2 stasiun, yg dkt Kremlin , metro : Arbatskaya. Yg dkt Hard Rock Café .Address: Stary Arbat 44 (old Arbat). Daily 9am-12am. Metro: Smolenskaya. Krn kami dari metro Smolenskaya, kita menyusuri jln Old Arbat dan pulang lewat Metro Arbatskaya. Berhubung masih jetlag, kami sore udh balik apt. Ngobrol2 sambil nunggu suami temen pulang kerja baru dinner di food chain deket apt. Namanya Karavaevi, another self service cafeteria, tp lbh ribet dan non english, plus kudu ambil nomer dan tunggu dipanggil nomer kita (in Russian) , unless ditemenin org yg apal nomer dlm bhs Russia, mending tuh nomer di tempel di jidat, krn walau ada display nomer yg dipanggil, krn org Russia suka ngambil nomer skaligus byk, jadi kalo nomer didisplay suka skip2 dgn sadisnya kalau gak gak ngerti bhs Russia. Dari segi rasa, varian dan tampilan yg ini lbh bagusan sih dari My My. Saya order nasi basmati pake daging saus teriyaki. Rasanya lbh tasty. Krn laper, nasinya banyakan jadinya lbh mahal.Haha… yg saya inget harga sepoci teh RUB 70. Tinggal isi air panas, bisa buat minum 2orang. Total dengan lauk pauk RUB 288. Day 3: Sabtu, 19 Agustus 2017 Kali ini kami ke Izmailovsky market, pasar tempat oleh2 di Moscow. Dari metro Partizanskaya, keluar exit langsung kearah kiri di kejauhan akan keliatan Kremlin (complex) Izmailovsky yg warna warni spt istana boneka.Kalo gak pede, ikutin aja org2 kebanyakan. Kalau jalan di conblock khusus pejalan kaki memang banyakan org turun di station ini kearah sini semua kok. Dari entrance, kalau kamu hobi ngoceh dan kedengeran salah 1penjual yg bisa bhs Indonesia dkt entrance. Saya sarankan beli sama dia aja, hihi, krn saya ke pasar ini 2x , pertama kalinya beli ke toko yg blusuk2 ternyata toko yg bisa bhs Indonesia ini hrgnya sama aja. Jadi teori, toko yg dpn pintu masuk lbh mahal gak berlaku disini. Tp kalo mo liat2 dulu monggo silahkan, karena ada bbrp design yg mungkin hy ada di bbrp toko. Kisaran harga souvenir disini: Matryoshka : start fr RUB 90 (depend size dan jumlah nya) berhubung mnrt saya makin murah makin kecil size nya dan makin asal designnya. Saya beli yg kisaran harga RUB 250-300 kalo beli byk bisa disc. Yg design bagusan dan ukuran medium, seharga RUB 800 saya beli yg tema keluarga, jadi seset designnya beda2. Bagus, gak nyesel , cuma gak penting aja..stlh sampai rmh, pusing taro dimana, krn makan tempat. Magnet : start from RUB 50. Mostly harga nya RUB 50 dlm berbagai bentuk. Terbukti di pasar ini yg paling murah deh. Shawl: size kecil RUB 250-300, medium RUB 500, Large : RUB 800. Again semua disini bisa ditawar kalo beli lbh dari 1. Agak ketengah pasar ada para penjual BBQ shashlik. Mostly satu tusuk harga nya RUB 500 sudah termasuk semacam roti besar, salad dan sour cream+sauce. Variannya ada sate kambing, ayam, jamur, babi,& seafood. IMO, satu tusuk ngenyangin sih. Krn kita gak pake tanya hrg dulu , sate jamur dipukul rata RUB500 juga. Kita pesen sate kambing, ayam, jamur dan salmon plus 3 botol ice tea .Total RUB 2,350. Yup mehong beud. Berhubung makannya pas jam 12 , kita makannya pake payung, saking teriknya tp laper. Hiks. Stlh belanja2 gak penting, kita naik tangga ke lt.2 tempat jualan barang2 second. Dari keramik2 sampai peninggalan Uni Soviet. Dari lt.2 ada jalan menuju Kremlin or complex ke rumah2 lucu yg tadi diliat di kejauhan. How to go to Izmailovsky market: Metro Partizanskaya belok kiri. Daily: 10am-6pm. Closed : Monday Dari Izmailovsky kita lanjut ke Palace. Ini sbnrnya Palace yg gak umum buat tourist. Apalagi yg ada rencana ke St.Petersburg. Tp berhubung ini rekomen temen saya dan dia yg nganterin. Ya suds dijalanin. .: Tsaritsyno Palace :. Park open:6am-12am . Free. Palace closed on Monday. Open 11am-6pm. Admission: RUB 250. Metro: Tsaritsyno / Orekhovo Stn Mostly disini org local yg kongkow di taman. Berhubung ini palace pertama yg kami kunjungin. Ya seneng2 aja liatnya. Tempatnya gak tll crowded, yg bikin sedih yg jualan minuman gak pake es. Padahal pas hari itu panasnya gila2an. Entah hrs minta lagi es batu nya ato krn kitanya aja yg salah pilih stand aja. Disini saya bliny, pancake Rusia. Sbnrnya rasa yg khas yg sour cream, tp saya beli yg rasa raspberry, temen saya yg rasa sour n cream. Hrg RUB 150 or sktr Rp 35rb. Yg rasa sour cream lama2 enek ngabisinnya. Cukup mahal jg utk jajanan pinggir jln. Spt layaknya taman istana dan istana2 di Rusia. Segala macam luas dan extravagant, basically total jalan kaki kami hari ini dari pagi (market) sampai keliling taman&istana mencapai 16km… pdhal besok pagi2 kita kereta pagi ke St.Petersburg. Disini saya pisah dari sahabat saya yg masih lanjut ke festival kembang api sedangkan saya dan teman saya yg sama2 non speaker Russian, pulang ke apt dan kembali ke cafeteria Karavaevi mencoba peruntungan tanpa ngerti bhs Rusia blas. Stlh nomer kelewat, krn entah petugasnya ngomong apa, nomer urut saya taro di jidat (maklum laper, jadi extreme malu2innya) dan berdiri didpn mas2nya. Dengan segala bhs tarzan akhirnya berhasil juga pesen grechka dan ayam teriyaki dgn total RUB 192. Bersambung ke part 2-St.Petersburg. Tips : Buat yang mau ngurus sendiri visa support nya silahkan baca blog mas satu ini, isinya informatif ,detail dan ter-update mnrt saya. https://pakansi.com/2017/02/10/mengurus-visa-rusia/
  22. 3 points
    kimonoku

    wadup bro??

    wadup bro??
  23. 2 points
    KL trip Day 1 (27 Des 2017) berangkat sore naik pesawat lion Jkt-KL, setelah tiba di KLIA naik bus dari airport ke China Town (tiket@ rm 10). Baru tahu ada bus ke China Town, sebelumnya hanya sampai KL sentral, ternyata busnya hanya sampai KL sentral, yg mau ke destinasi lain seperti pasar seni, china town, pudu dll, diantar pakai van, lumayanlah koper langsung angkat ke van tidak usah lanjut pakai Lrt, Van mengantarkan kami sampai di depan China Town, kami pun check in hotel lalu keluar cari makanan favorit kami. Day 2 Hari ini rencananya mau ke Genting. Kami naik Lrt ke Titiwangsa untuk naik bus ke Genting (@rm 10), tapi ternyata busnya tidak langsung sampai genting tapi sampai ke awana highland tempat naik cable car ke genting, hmm padahal pingin naik bus yg langsung ke genting (dulu pernah naik dari sini), kalau cuma sampai ke stasiun cable car mending naik dari KL sentral lebih murah dan dekat. Yah sudahlah..., beli dulu tiket pulang ke KL sentral (@rm4.3). Lalu makan siang di food court dan keliling di awana highland yang merupakan premium outlet, setelah itu beli tiket cable car ke Genting (one way @rm8). Sebenarnya lebih prefer naik bus soalnya agak deg2 kan naik cable car, cable carnya sangat nyaman dan bisa menampung sekitar 8 penumpang, untuk yang bawa koper ada tambahan biaya. Kami berhenti untuk wisata dulu di Chin Swee Temple yang merupakan stop pertama dari genting cable car. Ini adalah kuil yang cukup besar dengan pemandangan di atas gunung yang indah. Dari hatle cable car pengunjung berjalan menuruni ekscalator yang panjang ke kuil, setelah melihat2 dan berfoto2, di sana turun hujan, kami pun kembali ke stasiun cable car untuk melanjutkan cable car ke Genting. Di Genting berkeliling di sky avenue melihat hiasan pohon natal yang di dominasi dengan tema tour of the world with snoopy (patung snoopy dengan pakaian dari berbagai negara), hmm theme parknya tempat bermainnya masih renovasi (sepertinya sudah bertahun-tahun). Setelah berkeliling kamipun antri cable car untuk kembali ke awana highland. Sampai di awana highland sekitar jam 6 sore, tiket pulang ke KL sentral jam 8.30, kami mampir ke tempat jual tiket untuk menanyakan apa tiket bisa ditukar, kalau ngga bisa tukar pingin beli tiket baru saja untuk jam 6.30, karena harga tiket bus tidak terlalu mahal. Tapi semua tiket untuk hari itu sudah sold out , untunglah sudah beli tiket duluan walau jam 8.30 J, masih banyak waktu kami makan dan shopping dulu sebelum pulang... Day 2 Sebenarnya tidak ada rencana yang pasti untuk trip kali ini, berhubung membawa anak-anak, trip hari ini kami pergi ke planetarium naik taxi, supir taxi bilang dia tidak terlalu familiar dengan lokasinya tapi dia bersedia membawa kami dengan argo tentunya..., planetarium tidak terlalu jauh dari china town, tapi berhubung tidak ada mrt ke sini lebih baik naik taxi saja...argonya juga tidak mahal. Planetarium gratis untuk pengunjung, di sini kami bisa melihat peragascience yang berhubungan dengan benda2 angkasa. Juga ada lift untuk naik ke lantai atas di mana ada menara pandang yang bisa melihat kota Kuala Lumpur. Di planetarium juga ada bioskop khusus untuk menoton film luar angkasa. (htm @ rm12), berhubung planetariumnya tidak terlalu besar dan tidak memerlukan waktu lama untuk berkeliling, kami pun membeli tiket untuk nonton di planetarium. Layar bioskopnya berbentuk setengah bola, filmnya tentang bintang2 yang terlalu ilmiah untuk dicerna... Dari planetarium kami ke KWC yang merupakan tempat belanja retail, makan dan shopping (tidak beli banyak takut kelebihan berat bagasi)... lalu pulang ke pasar seni lanjut cuci mata dan keliling2, di belakang pasar seni ada illution 3D art museum, kami mampir untuk melihat berhubung tiket masuk mahal (@rm48), kami tidak masuk. Makan di restoran mamak Yusoof and Zakhir favorit kami di samping pasar seni, cuci mata di pasar seni dan china town night market dalam perjalanan kaki menuju hotel. Day 3 Hari ini pingin jalan2 santai saja, naik lrt ke Suria Mall, kami berjalan di dalam dan di luar suria mall, banyak pohon natal menghiasi interior dan eksterior mall. Berhubung rada malas ke tempat lain, kami pun masuk ke petrosains yang ada di dalam suria mall (@rm30), petrosains merupakan tempat bermain dengan alat2 peraga tentang sains, berhubung ini sudah yg kedua kali main ke sana, kesannya biasa2 saja, tapi berhubung membawa anak2, jadi sekalian menemani mereka main. Di KL kami menginap di D’Oriental Hotel Rp 300.000/malam untuk kamar triple Siem Reap Trip Day 4 Hari ini kami melanjutkan perjalanan menuju Siem Reap. Booking taxi dari hotel (rm100) ke airport. Sampai di airport kondisi fisik sedikit capek, mampir ke watson beli vitamin C agar kondisi bisa lebih fit..., di pesawat tidur dan istirahat... Sampai di Siem Reap sudah segar lagi.., cuaca sangat panas di sana, turun dari pesawat harus jalan kaki ke terminal lagi, walau tidak jauh tapi cuaca panas sangat menyengat.. Dari airport booking airport taxi ke hotel (usd 10 untuk sedan, usd 15 untuk van, usd 9 untuk tuk tuk), kami ber4 pesan yang sedan saja, karena antrian sedannya belum ada kami diantar pakai van. Dalam perjalanan ke hotel, supirnya menawarkan charter mobilnya untuk wisata sore ke kampong phluk floating market, yang katanya 30 menit dari kota siem reap, berhubung cuaca panas, kami tidak tertarik dan bilang mau istirahat di hotel, lalu dia pun menawarkan transportasi ke angkor wat keesokkan harinya (saat pesan taxi di bandara kami dibagi brosur bawa mereka menyediakan charter car ke angkor wat dengan harga usd 40 untuk sedan dan usd 45 untuk van), berhubung cuaca yang panas kami pun setuju naik mobil saja dibandingkan naik tuk tuk, nego harga dengan supirnya usd 40 untuk one day tour ke angkor wat. Check in hotel, minta peta tanya info jalan, minta bantuan staff hotel untuk pesan bus dari Siem Reap ke Bangkok. Staff hotel membantu pesan direct bus ke bangkok @usd 13. Setelah istirahat sebentar di hotel, kami keluar makan malam, kami mampir ke KFC untuk makan dikit dulu, lalu jalan ke pasar lama, di pasar banyak jualan souvenir dll, tapi tidak beli apa2, lalu ke seberang ada art center night market cuma melihat tidak beli apa2, lalu hunting street food umumnya harganya usd1, beli kelapa, pancake (martabak), mie goreng, nasi goreng, camilan lainnya...berkeliling di sepanjang pasar lama, pub street, night market, melihat suasana pergantian tahun di sana..., lalu naik tuk tuk pulang hotel (usd 3) Day 5 Sarapan pagi di hotel menu 2 roti bakar, 2 telur goreng, teh/kopi dan buah. Kami di jemput jam 8 pagi di hotel, sepanjang perjalanan ke angkor wat, supir menawarkan mampir shopping ke toko batu mulia, sutera dll, yang semuanya kami tolak. Kami mengiyakan tawarannya untuk membeli tiket untuk dinner di Koulen restoran untuk dinner dengan menu prasmanan yang katanya kita bisa mencicipi lokal food di sana juga menonton tarian lokal (@usd12). Terlebih dahulu kami berhenti untuk beli tiket ke angkor wat @usd37 untuk one day tiket (anak2 di bawah 12 tahun gratis). Setiap pengunjung di foto dan fotonya dicetak di tiket, supir memberi info agar kami membeli gantungan name tag untuk tiket agar tiket tidak hilang berhubung tiket akan diperiksa di setiap pintu masuk candi yang akan dikunjungi. Kunjungan I ke candi angkor wat, cuaca cukup panas di sana, pengunjung berjalan melewati jembatan apung menuju candi, komplek candi cukup luas. Walau cuaca panas tapi di dalam candi cukup adem buat berisitirahat dan melihat2, mirip candi hindu di indo dengan beberapa ukiran halus di dinding, untuk menaiki candi dibuat tangga dari kayu (entah dulu aslinya pakai tangga apa). Di dalam candi terdapat tempat pemujaan untuk Buddha yang bukan merupakan bagian dari candi jaman dulu tapi adalah patung Buddha yang ditambahkan kemudian untuk sembahyang. Juga ada bhikkhu yang membaca paritta untuk pengunjung, kami memutari candi angkor wat dan keluar dari jalan samping candi di mana terdapat telaga kecil, yang merupakan tempat pengambilan foto best view untuk angkor wat di mana banyak tukang foto stand by menawarkan foto langsung jadi. Di dekat pintu keluar banyak pedagang menawarkan souvenir maupun makanan umumnya harganya usd1. Kami melanjutkan perjalanan ke Candi Bayon, candi ini ukurannya lebih kecil dari angkor wat, kami melihat dan beristirahat sebentar di sini, mencicipi jajanan jagung rebus, lemang (ketan di dalam bambu), mangga, crepes... Lalu melanjutkan perjalanan ke candi Ta Prohm, di mana view yang khas di sini adalah akar pohon besar yang ada di candi. Kompleks candi angkor wat sangat besar kami hanya mengunjungi 3 candi utama, untuk candi lainnya rada malas karena cuaca yang panas, supir mengantarkan kami makan di resto yang ber AC, menu di sini cukup mahal berkisar usd 7-10, tapi ngga apalah pesan sedikit (berhubung malam mau dinner prasmanan nggak perlu makan banyak) sambil beristirahat dan ber wifi. Setelah itu supir mengantar kami pulang, di perjalanan dia mendrop kami untuk melihat toko batu mulia katanya lihat2 saja tidak perlu beli agar dia bisa mendapat kupon undian..., hm... tokonya tidak besar menjual batu permata dan souvenir, setelah melihat2 kami pulang hotel untuk beristirahat, sore kami jalan kaki ke koulen resto sebelumnya kami mampir ke lucky mall di seberang resto. Dinner di sini dengan harga usd12 tidak termasuk minum, untuk minum mesti pesan lagi. Makanan di sini cukup banyak, ada western food dan lokal food, minuman es campur, buah, kue dll, cocok buat makan santai dan beristirahat, juga ada tarian dan pertunjukkan alat musik lokal, yang mana iramanya agak lambat. Restorannya cukup besar dan banyak turis yang makan di sana. Hotel : Oral D' Angkor Rp 320.000/malam untuk quad room Bangkok trip Day 6 Pagi sarapan di hotel, lalu di jemput bus untuk perjalanan ke bangkok, bus masih menjemput beberapa penumpang lagi lalu berangkat ke perbatasan kamboja thailand, sebelum sampai ke imigrasi kamboja, bus berhenti untuk ke toilet dan belanja. Jam 12 kami tiba di perbatasan, imigrasi kamboja hanya sebuah ruang kecil untuk cap paspor, antrian tidak sampai setengah jam sudah selesai, selanjutnya perlu berjalan kaki sekitar 1 km ke imigrasi thailand melewati pasar kecil dan sebuah kasino, di sini orang yang mau masuk ke thailand lumayan banyak, dan antrian cukup panjang perlu waktu 1 jam lebih untuk antrian cap paspor (entah karena peak season atau biasanya memang ramai), setelah keluar dari imigrasi kami langsung mencari bus kami, di mana sebagian penumpang sudah naik bus dan masih perlu menunggu penumpang lain yang antri imigrasi, cuaca cukup panas membuat kami malas mencari makan ke toko yang ada di sekitarnya, di tempat parkir tidak ada yang jualan makanan. Setelah menunggu agak lama bus berangkat jam 3 sore. Kami naik bus yang sama dengan bus yang kami naiki dari kamboja tapi supirnya sudah ganti orang (stir bus di sebelah kiri, walau stir kenderaan di thailand ada di sebelah kanan). Dalam perjalanan ke Bangkok kami melalui banyak titik kemacetan, mana belum makan siang lagi. Supir akhirnya berhenti di rest area sekitar jam 5 sore, semua penumpang turun mencari makanan, bus lalu melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Kami sampai di bangkok jam 9 malam (13 jam perjalanan , sebelumnya diberitahu 8 jam). Bus berhenti di daerah Khao San, di sana ada sebuah wat/tempat pemujaan, banyak orang lokal yg sembahyang di sana, di dalamnya ada tempat sembahyang dengan patung raja Bhumibol. Banyak taxi yang standby menawarkan harga tertentu untuk penumpang yang berminat, kami masuk ke dalam wat untuk melihat2 dan masuk toilet, setengah jam kemudian taxi yg standby sudah tidak ada lagi, kami menyetop taxi di jalan untuk ke hotel dengan argo tentunya J. Berhubung perjalanan yang panjang dan melelahkan, anak2 pada komplain lebih baik ke borobudur daripada ke angkor wat ö, menurut saya kalau dibandingkan dengan borobudur, kompleks candi angkor wat lebih luas dan kawasan sekelilingnya banyak gapura dan candi yang lain dan melewati lapangan dengan pohon2 membuat candi angkor wat terlihat megah dan indah, kalau dari segi bangunan saya lebih menyukai candi borubudur dengan pahatan di dinding yang indah dalam bangunan candi yang menyeluruh dengan banyak patung Buddha. Di angkor wat tidak terdapat banyak pahatan patung melainkan ukiran halus di dinding dengan nuansa candi Hindu yang mana kemudian beralih fungsi menjadi candi Buddha. Yang pasti tiket masuk Borobudur sangat terjangkau dibanding tiket ke angkor wat yang harganya sekitar Rp. 500 ribu untuk turis asing, untuk warga lokal tiket masuk gratis. Day 7 Meminta peta dan info ke hotel, serta menanyakan apa ada daily tour, tapi di hotel tidak menyediakan paket daily tour. Hari ini tidak berminat berwisata, ingin shopping saja... Kami berangkat naik taxi dari hotel ke Platinum mall (tempat shopping seperti mangga 2 di jakarta). Sampai di Platinum makan siang dulu di food court lalu mulai shopping, sampai sore hasil belanjaan cukup banyak. Dari Platinum kami naik taxi ke Saphan taksin untuk naik shuttle boat ke Asiatique,berhubung sore hari di jam kemacetan, supirnya tidak mau pakai argo mesti menawar harga. Di Saphan taksin bts kami naik shuttle boat gratis ke Asiatique, boatnya cukup bagus dan nyaman, pemandangannya boat sepanjang sungai juga indah. Di Asiatique terdapat banyak resto di tepi sungai, juga toko2 untuk belanja dan tempat bermain seperti bianglala, komedi putar, dll. Kami mencari makan, mengitar toko2, dan menikmati pemandangan di tepi sungai chao phraya, lalu mengantri shuttle boat kembali ke saphan taksin, dalam perjalanan boat sekarang kami menikmati pemandangan sungai di malam hari dengan lampu2 hotel berbintang/gedung lain di tepi sungai, sebelumnya saat datang kami menikmati pemandangan di sore hari. Dari sini naik taxi ke hotel. Walau di sini ada BTS (mrt) tapi kami memilih naik taxi selama di Bangkok untuk menghemat tenaga dan waktu, karena harga taxi tidak terlalu mahal (< THB 100 untuk jarak dekat, <THB200 untuk jarak yang agak jauh), sebelumnya pernah naik BTS, mrt setelah dihitung X 4 orang ongkosnya lebih mahal... Day 8 Hasil belanjaan kemarin membuat isi koper bertambah, ingin menambah bagasi Air Asia, setelah membuka web air asia untuk menambah bagasi, baru sadar tiket kali ini bukan beli di airasia.com tapi beli di traveloka, soalnya saat hunting tiket pada mahal, lalu beli tiket transit bangkok KL AA, KL jakarta Lion, setelah coba2 add luggage di web AA tapi tidak bisa, lalu send message minta bantuan traveloka untuk add luggage, kata traveloka tidak bisa mesti ke AA office, ya sudahlah screen shot alamat AA office nanti sekalian mampir. Hari ini ingin berwisata ke wat2 (temple) di Bangkok, dari hotel kami naik taxi ke Wat Arun, karena agak jauh jadi sekalian melihat pemandang kota bangkok sepanjang jalan. Htm Wat Arun @thb50, jika cuma ingin sembahyang di vihara di sampingnya tidak usah beli tiket. Bangunan wat Arun seperti stupa dengan ornamen porselen, terletak di tepi sungai menambah keindahan pemandangan di wat arun, tapi cuaca yang panas membuat kami tidak betah berlama2 di sini, dari sini kami naik taxi lagi ke wat pho, sebenarnya naik boat tinggal nyebrang, berhubung kami termasuk wisatawan yang malas jalan, jadi naik taxi saja lah. Sampai di wat pho supir taxi menunjukkan dermaga yg tidak jauh dari wat pho katanya bisa menyebrang dengan perahu ke wat arun di sini, kami menyiakan dan bilang next time mau naik perahu. Tiket masuk wat pho @thb 100, wat pho adalah vihara yang indah dengan patung Buddha tidur yang besar, selain vihara utam di depan yang berisi Buddha tidur di dalam masih terdapat komplek vihara dengan banyak patung Buddha. Kami masuk ke salah satu vihara di belakang dengan patung Buddha yang besar, banyak turis asing masuk dan duduk di sana, ada pengawasnya tidak boleh berdiri di dalam hanya boleh duduk dengan sopan, ternyata banyak yang duduk lama di dalam, ada juga yang meditasi, kami pun duduk cukup lama di sana, apalagi terasa sejuk di sana. Sebelum pulang kami mampir ke massage room di dalam vihara pho pingin mencoba massage di sana, tapi katanya mesti antri 1 jam, ya tidak jadi malas nunggu. Keluar dari wat pho banyak tuk tuk dan taxi yang mangkal, sudah tahu bakal nego harga dan nggak mau paki meter, ya kami coba tanya tujuan ke kantor air asia di khao san yang tiidak jauh dari wat pho, ternyata supir yang mangkal di sana bisa berbahasa Inggris dengan baik, yang pasti dia menanyakan jumlah penumpang sebelum membuka harga (biasalah kalau penumpang banyak harga lebih mahal) berhubung dia tahu letak kantor air asia yang kami cari ya kami menyiakan tawaran harga thb 200, mau jalan juga lokasi di sana luas sekali untuk jalan dari pintu keluar wat ke jalan raya juga jauh. Ternyata supir taxi ini mengoper kami ke taxi yang antri paling depan, lumayan juga etika mereka mencari penumpang tidak rebutan, kalau dapat penumpang dioper ke paling depan. Sopir taxi yang kami tumpangi juga lancar berbahasa Inggris, dia mengenalkan wat emerald buddha, grand palace yang berada di samping wat pho kepada kami, berbincang dengan kami dan menawarkan kami booking taxi untuk tour ke floating market dengan harga thb 1800 pulang pergi, yg ini kami kurang tertarik berhubung cuaca panas malas aktivitas outdoor, tapi berhubung sebelumnya saya pingin tour ke pattaya saya pun menanyakan harga booking taxi ke pattaya pp, supir taxi bilang harganya thb 2500, mau ke mana dan waktunya berapa lama... up to you katanya..., saya sangat tertarik..., saya tanya perlu bayar DP berapa dia bilang ngga usah, besok dijemput di hotel J, setelah perbincangan kami baru tahu bahwa besok bukan supir taxinya yang membawa kita jalan melainkan temannya, dia bilang sudah dibooking orang ke Hua Hin, saya tanyain harga taxi ke Hua Hin berapa, katanya dia bawa penumpang one way thb 2500, kalau pp thb4000. Kemudian kami ke kantor Air Asia untuk membeli tambahan bagasi, saya tanya ke staff di sana apa bisa beli tambahan bagasi dengan telepon, katanya bisa tapi mesti bayar pakai kartu kredit. Kemudian kami mampir ke khao san road yang ada di dekat kantor air asia, yang terdapat toko-toko dan food street si sepanjang jalan, tapi anak2 lebih tertarik makan mac di. Setelah membeli sedikit camilan dan melihat2, kami pun menyetop taxi untuk ke tesco/lotus yang tidak jauh dari hotel, pingin belanja sedikit barang lokal di hypermarket. Pattaya trip Day 9 Supir taxi menjemput kami di hotel untuk perjalanan ke Pattaya. Kami memilih tour ke pattaya karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari bangkok jadi tidak habis banyak waktu di jalan, juga menurut info banyak objek wisata yang menarik di sana. Sebelumnya saya ada tanya di hotel kalau ke Pattaya naik taxi thb 1800/one way, naik bus @ thb 140. Supir taxi yang mengantar kita ke pattaya bahasa inggrisnya tidak sebaik supir taxi kemarin, dia menanyakan kami mau ke mana, saya menunjukkan foto lokasi yang ingin kami kunjungi: laser Buddha, silver lake, wat big Buddha dan pattaya beach. Di pattaya banyak objek wisata yang bisa dikunjungi, kami memilih beberapa yang gratis tiket masuk saja. Di perjalanan kami mampir untuk makan di rest area, lalu melanjutkan perjalanan ke Pattaya, sampai di kota Pattaya kami melewati floating market pingin mampir tapi cuaca panas jadi malas. Laser Buddha adalah kompleks vihara dengan latar belakang pahatan gunung yang ada gambar laser Buddha, setelah mampir dan melihat2 kami melanjutkan perjalanan ke silver lake perkebunan anggur yang letaknya tidak jauh dari laser buddha, di sini kami naik tram keliling kebun @thb180, selain kebun anggur di dalamnya terdapat kebun bunga dan telaga yang indah untuk spot foto. Selanjutnya kami menuju wat big buddha, di vihara ini terdapat patung buddha besar, juga bisa melihat pemandangan laut dari atas vihara. Lalu kami mampir untuk makan siang di pantai pattaya, di sepanjang pantai banyak kedai makan dan toko2, kami memilih makan tom yam di salah satu kedai, harganya tidak terlalu mahal dan rasanya enak... Selesai makan kami mampir ke pantai yang kebetulan saat sunset, kami menikmati pemandangan yang indah di pantai, memberi makan merpati dengan roti yang dibeli di sana... Setelah itu pulang ke Bangkok dan berpesan ke supir kami mau di drop di chatuchak week end market tidak usah balik ke hotel. Sepanjang perjalanan supir taxi menyalakan argo dan harga argo sampai kembali ke bangkok adalah thb 4500. Dan enaknya supir taxi ini juga tidak menawarkan kami pergi shopping atau apapun seperti supir di siem reap. Setelah sampai di chatuchak market kami membayar sewa mobil seperti yang disepakati ditambah sedikit tips (lumayan juga bayar saat turun, saat pergi tidak ditagih biaya apapun, juga tidak membayar biaya tol). Tiba di week end market tentunya mau shopping..., chatuchak market cukup besar, barangnya bervariasi dan banyak juga barang lama dan kuno, saya tidak belanja apapun di sini, cuma makan saja, karena sudah agak capek dan barangnya kelihatan agak old fashion jadi malas shopping, teman saya belanja baju2... Selesai shopping naik taxi pulang hotel. Day 10 Hari ini kami akan pulang ke indo, tapi karena penerbangan malam masih ada waktu untuk jalan2, pagi kami istirahat di hotel sampai siang sekalian check out dan menitipkan koper, hari ini kami mau shopping saja ke platinum lagi... kami berhenti di seberang platinum mall yang katanya ada pasar yang menjual barang dengan harga lebih murah, tapi cuaca yang panas membuat saya agak pusing, saya cuma melihat sebentar lalu ke platinum mall, istirahat di food court, waktu mau mulai shopping kepala agak pusing, mampir ke toko mau beli obat, penjual merekomendasikan minyak angin lokal (merek siang pure), saya pun membeli sebotol kecil yang bisa roll on harganya thb35, penjual memberitahukan supaya setelah dipakai dipijat sedikit di kepala, dia bilang bisa buat pegal linu dan gigitan serangga juga. Setelah memakai minyak angin saya mencari tempat duduk untuk beristirahat, tidak lama kemudian saya sudah segar lagi, dan mulai semangat untuk shopping..., sebelum pulang saya mampir lagi ke toko tempat menjual minyak angin tadi, beli sekotak isi 6 untuk di bawa pulang, ternyata ada juga minyak angin siang pure yang hot dan yang untuk pilek, sekalian beli beberapa botol. Sore hari setelah puas belanja dan makan di platinum mall, kami pun menyetop taxi pulang, taxi mulai dengan penawaran harganya ..., beruntung kami mendapat taxi yang mau pakai argo, supirnya perempuan, di tengah perjalanan kami tanya apa bisa booking taxinya dari hotel ke bandara, diapun menyiakan..., sampai di hotel kami merapikan koper menata hasil shopping dan naik ke taxi. Harga taxi dari hotel ke bandara tidak terlalu mahal biaya lewat tol thb 70, harga taxi thb 150 lebih..., otw back home. Hotel di bangkok : Bangkok 68 harga 600.000/malam untuk 4 orang yang terdiri dari 2 kamar dengan pintu penghubung. Harga tiket pp 2.7 juta
  24. 2 points
    Chans

    Tour ke Hainan China

    Share waktu jalan-jalan ke Pulau Hainan di China ya.. jadi sekarang lagi ada banyak tour-tour nawarin paket ke China, ada yang harganya lumayan murah (5jutaan) ini ke Hainan di China. Tempatnya lumayan bagus, banyak tempat-tempat yang instagrammable juga. Perjalanan dari Jakarta-ke bandara Haikou jam 7 malam, sampai di sana kira-kira 00.25 (waktu China yang lebih cepat 1 jam dari Jakarta), jadi perjalanan naik pesawat kira-kira 4 jam lebih. Langsung bermalam di hotel. Hari ke 2, dapat makan sarapan dengan menu lumayan lengkap, ada nasi+lauk-lauknya, mie, bubur, roti dll, lalu naik bus menuju Sanya, agak lama naik bus dari Haikou ke Sanya,mungkin ditotal sekitar 5 jam-an (ada makan siang+stop buat ke toilet). Selama tour, tiap makan siang selalu dapat makan 9-10 macam menu Chinese Food. Di Sanya, pergi ke tempat namanya Deer Looking Back Sculpture, di sini bisa naik kereta kecil buat naik ke atas bukit dan bisa melihat pemandangan kota Sanya dari atas bukit. Dilanjutkan ke Dadong Sea dan mampir supermarket belanja makanan kecil. Di Hainan rata-rata yang dijual makanan olahan kelapa, mulai dari biskuit, permen, kopi. Malamnya, optional tour bisa nonton show atau naik cruise, kita milih naik cruise 200 RMB ( 1RMB sekitar Rp.2.000,-). Di kapal nonton pertunjukkan tari-tarian, sulap, pertunjukkan topeng. Bisa juga naik ke atas dek buat foto-foto. Hari ke 3, dibawa ke tempat yang menjual produk-produk bambu. Disini banyak produk yang menarik, seperti handuk yang bisa mengeringkan rambut sendiri (dibungkus pakai handuk 1 jam, rambut sudah kering), baju dalam yang bisa buat lampu nyala, tissue super bersih (bisa bersihin noda kecap dll sekali usap udah bersih) bisa dipakai 1 bulan jadi bisa dicuci dan dipakai lagi. Saya beli tissuenya, memang enak buat bersih-bersih, dll. Lalu mengunjungi tempat yang ada patung Dewi Kwan Im tertinggi di dunia, 108 meter, disini dapat makan makanan vege yang lumayan enak, tempat ini besar banget, cuma kita langsung dibawa ke tempat yang ada patung Dewi Kwan Im nya naik kereta kecil. Sorenya dibawa ke tempat yang jual Omega 3 Fish Oil. Pemandunya bisa berbahasa Indonesia, jadi penjelasan dalam bahasa Indonesia. Ada dijelasin seputar kesehatan juga, sepertinya bagus juga produk yang dijual, cuma harganya mahal dan bahannya terbuat dari hewan-hewan seperti anjing laut (tidak tega hehe). Hari ke 4, mengunjungi suku minoritas Yetian Minority Nationality Village, dibawa ke tempat berjualan obat Bao Fu Ling yang bagus buat luka bakar (sambil denger penjelasan produk, kita duduk sambil pakai mesin pijat di kaki, enak dipijat hehe) dan sorenya ke Desa Bali. Di sini beberapa peserta tour sempat nari dulu sama penari-penari yang didatangkan dari Indonesia. Hari ke 5, menuju Haikou lagi naik kereta cepat. 45 menit sudah sampai di Haikou. Haikou cuacanya lumayan dingin, kalau di Sanya dan di hari ke-3 dan ke-4 cuaca panas terik, di Haikou lebih dingin (pakai jaket 1 saja sudah cukup, walau ada peserta tour yang gak pakai jaket juga). Di Haikou, pergi ke Qilou Old Street, disini yang banyak dibeli adalah pie durian (made in Vietnam). Menurut saudara yang dikasih oleh-oleh ini memang enak katanya, pantas pada beli banyak-banyak, saya gak mencicipi karena gak doyan durian. Dari sana dibawa ke Movie Town, disini sangat banyak spot buat foto-foto. Ada 2 pintu masuk tempat disini, 1942 street dan Nanyang street. Di 1942 street, tempatnya kayaksetting film dengan rumah-rumah jadul yang terbuat dari kayu, disini ada studio buat foto sama Chiang Kai Shek. Di Nanyang Street, tempatnya kayak setting film dengan bangunan yang lebih modern dari yang di 1942 street. Tapi dua-duanya sama bagus. Disini bisa foto studio sama mei ni yang pakai baju Shanghai (mei ni bahasa mandarinnya cewek cantik, tapi semua cewek juga dipanggil mei ni di China gak hanya yang cantik-cantik aja), fotonya nanti dicetak dan bisa diambil (yang gratis dapat ukuran kecil, yang besar bayar 20 RMB). Disini waktunya agak terbatas, setelah foto-foto studio dan belanja sebentar, lalu jalan-jalan sedikit tau-tau waktu sudah habis, sudah waktunya pergi TT lihat di web nya rupanya masih banyak tempat-tempat yang bagus. Link: http://www.movietownhaikou.com Setelah dari Movie Town, dibawa ke Mall yang besar, memang China itu negara besar, jadi mallnya pun besar banget. Setelah itu makan malam dan dibawa ke airport untuk perjalanan pulang. Karena kurs RMB (China Yuan) yang masih terjangkau, rasanya belanja dan makan-makan disini gak terlalu mahal. Next jadi mau ke China lagi, ke kota yang lainnya (kalau bisa backpacker tanpa ikut tour biar lebih puas). Sekian share saya, dikit aja karena gak pinter bercerita, ada beberapa hal yang juga udah lupa hehe.
  25. 2 points
    deffa

    Saran untuk itinery ke Jepang

    hi @Renn Irennee Di Jepang yang pasti moda transportasi nyaman dan murah itu Subway ya, jangan pernah naik Taksi kalau kamu gak Tajir Mampus wkwkwkwk Untuk area Tokyo coba gunain Tokyo Wide Pass, itu cover semua Rute Kereta JR di Kanto Region (Tokyo, Yokohama, Odaiba, dll) Osaka ke Shirakawago jelas naik Kereta lagi, tapi ketika di Takayama harus naik bus untuk ke Shirakawago nya, ada petunjuk nya kok, coba baca2 tulisa @Ikamarizka :)