Leaderboard


Popular Content

Showing most liked content since 06/24/2017 in all areas

  1. 6 points
    Hallo semuanya.. Setelah sukses solo travelling kemarin ke Jepang tahun 2016 yang lalu, bisa dibilang tahun 2017 ini jadi part 2 nya.. Kali ini aku nggak sendiri, tapi bareng sama temen kantor, Mba Poppy (btw sekarang dia udah pindah ke perusahaan lain). Gimana ceritanya bisa barengan? Jadi sebenernya Mba Poppy udah beli tiket duluan untuk berangkat awal tahun 2017, terus karena denger dari temennya klo aku pasti mau berangkat bulan Maret, akhirnya tiketnya di-refund dan beli tiket baru. Jadi deh kita berangkat bareng tanggal 24 Maret. Bedanya, Mba Poppy pulang di tanggal 2 April 2017, sedangkan aku lanjut sendiri sampai tanggal 7 April. Overall itinerarynya ialah : Tanggal 24 Maret 2017 : Berangkat dari Jakarta menuju Kansai Airport via Hongkong Tanggal 25 Maret 2017 : Osaka Tanggal 26-27 Maret 2017 : Kyoto Tanggal 28 Maret 2017 : Kyoto, day trip ke Uji dan Kobe Tanggal 29 Maret 2017 : Kyoto Tanggal 30 Maret 2017 : Nara Tanggal 31 Maret 2017 : Nagoya, day trip ke Inuyama dan Kuwana Tanggal 1 April 2017 : Nagoya, day trip ke Ogaki dan Kakamigahara Tanggal 2 April 2017 : Suzuka dan Nagoya Tanggal 3 April 2017 : Amanohashidate Tanggal 4 April 2017 : Kinosaki Onsen Tanggal 5 April 2017 : Hikone Tanggal 6 April 2017 : Himeji Tanggal 7 April 2017 : Pulang dari Kansai Airport ke Jakarta via Hongkong Prologue Persiapan kurang lebih sama seperti tahun 2016, bedanya sekarang pake e-paspor jadinya lebih mudah. Untuk itinerary, perhitungan biaya, beli tiket dan lain-lain, aku yang urus, sedangkan Mba Poppy bagian booking akomodasi. Untuk kurs kurang lebih dapetnya sekitar 119 yen. Btw, kita masing-masing sewa pocket wifi, klo Mba Poppy dari Jakarta pake wi2fly, aku pake Sakura Mobile yang diambil di Jepang. Kenapa nggak sewa satu pocket wifi aja biar hemat? Mba Poppy ada rencana di tanggal 27 Maret 2017 ke Tokyo bareng temennya selama 3 hari 2 malem, sedangkan aku stay di Kyoto. Day 1, 24 Maret 2017 Ok, balik lagi ke cerita waktu berangkat. Kita pulang pergi menggunakan pesawat Cathay Pacific dengan transit di Hongkong. Beli tiket sudah dari tahun 2016, dengan total biaya pulang pergi Rp 4.9 juta. Sampai di Kansai Airport, proses imigrasinya ternyata cepet banget. Sempet khawatir karena beberapa akomodasi kita pesan dari Airbnb tapi ternyata nggak ada masalah. Kita cuman cantumin salah satu alamat penginapan yang dipesan di booking.com. Selesai urusan imigrasi, kita langsung ke Kansai Airport Tourist Information Center untuk beli beberapa travel pass, yaitu: Keihan Kyoto Sightseeing Pass 1 Day (500 yen) : untuk ke Uji Hankyu Tourist Pass 1 Day (800 yen) : untuk ke Kobe Kintetsu Rail Pass 5 Days (3,800 yen): untuk ke Nagoya dan Suzuka Sedangkan travel pass yang dibeli di Indonesia antara lain: Osaka Amazing Pass 1 Day (2,300 yen): untuk explore Osaka. Beli di H.I.S. Tours & Travel Indonesia. Dapetnya tiket fisik yang langsung bisa dipakai di Jepang. JR Pass 7 Days Ordinary (29,110 yen): untuk Mba Poppy pake ke Tokyo. Kayaknya beli vouchernya di Tripvisto. JR Kansai Wide Area Pass 5 Days (8,500 yen): untuk aku pake ke Amanohashidate, Kinosaki Onsen, Hikone, dan Himeji. Beli voucher di JTB Indonesia. Untuk voucher JR Pass dan JR Kansai Wide Area Pass kita tuker di Stasiun Osaka, karena pas di Kansai Airport antriannya udah panjang mengular, takut bakal ngabisin waktu. Selain travel pass diatas kita juga beli di vending machine yaitu: ICOCA (IC Card) untuk Mba Poppy (500 yen deposit). SUICA (IC Card) yang aku beli tahun lalu bisa digunakan juga di Kansai area, jadi diisi ulang aja Tujuan berikutnya ialah langsung ke apartemen di daerah Kami Shinjo, Osaka. Dari Kansai Airport naik kereta Nankai Line sampai Stasiun Tengachaya (920 yen), lanjut naik kereta Subway Sakaisuji Line sampai Stasiun Tenjimbashisujirokuchome (280 yen), abis itu naik kereta Hankyu Line sampai Stasiun Kami Shinjo (190 yen). Waktu perjalanan kurang lebih 1 jam 15 menit. Nyari gedung apartemennya susah banget, sampe kurang lebih 1 jam kita muter-muter, mana yang punya juga susah dihubungin. Tapi pada akhirnya ketemu juga gedung apartemennya setelah kita tanya-tanya sama penduduk sekitar. Overall apartemennya oke dan kita puas menginap disana. Hongkong International Airport Cathay Pacific Moslem Meal Koleksi Travel Pass Apartemen Airbnb Day 2, 25 Maret 2017 Hari kedua di Jepang kita habiskan seharian di Osaka. Travel pass yang kita gunakan ialah Osaka Amazing Pass, dimana dengan menggunakan pass ini untuk transportasi dan beberapa admission fee tempat wisata sudah di-cover. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di web. Tempat wisata yang kita kunjungin yaitu: Osaka Castle (600 yen, open 09.00-17.00). Stasiun terdekat : Stasiun Tanimachi 4-chrome (Tanimachi / Chuo Subway Line) atau Stasiun Osakajokoen (JR Line). Koleksinya lengkap tapi klo udah pernah berkunjung ke kastil original kayaknya ada sesuatu yang kurang. Shinsekai Area & Tsutenkaku Tower (700 yen, open 09.00-21.00, untuk open air deck 10.00-18.00). Stasiun terdekat : Stasiun Shin-Imamiya (JR Line), Stasiun Dobutsuen-mae (Midosuji / Sakaisuji Subway Line), atau Stasiun Ebisucho (Sakaisuji Subway Line). Kita nggak sempet naik ke atas Tsutenkaku Tower karena ngantrinya panjang banget, waiting time-nya sampai 1 jam. Shinsaibashi Shopping Street & Dotonbori, tempatnya papan Glico Running Man dan Kani Doraku Crab. Karena letaknya di daerah Namba, aksesnya gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Nankai Line, Kintetsu Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Sennichimae Subway Line. Disini kita belanja macem-macem. Beberapa toko yang kita datangi antara lain Daiso, Daimaru Shinsaibashi Sanrio Gallery, dan Matsumoto Kiyoshi. Jam buka toko di sini kurang lebih jam 10.00-21.00. Tempozan Ferris Wheel (800 yen, open 10.00-22.00). Stasiun terdekat : Stasiun Osakako (Chuo Subway Line). Bianglala ini merupakan yang terbesar di Osaka. Pemadangan Osaka Bay Area di malam hari dari ketinggian 112.5 meter nya keren banget. Recommended. Btw ada dua jenis gondola, yang pertama gondola biasa dan yang kedua “see through cabin” dimana dasar gondola dibuat transparan. Antrian “see through cabin” lebih panjang, jadinya kita naik yang biasa aja. Umeda Sky Building (1,000 yen, open 10.00-22.30). Akses ke sini juga gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Hankyu Line, Hanshin Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Tanimachi Subway Line. Tujuan utama ke gedung yang terdiri dari dua tower ini ialah untuk melihat pemandangan kota Osaka dari Floating Garden Observatory yang berada di lantai 39. Sampai di sana antriannya cukup panjang, tapi waiting time-nya nggak sampai 1 jam. Pemandangan kota Osaka di malam hari juga cukup bagus. Tadinya kita mau makan ramen halal di daerah Namba, nama restorannya Ramen Honolu, cuman karena timing-nya nggak tepat kedainya udah tutup duluan untuk break siang (jam 14.30, buka lagi jam 17.00). Overall waktu yang dihabiskan di Osaka sangat menarik, hanya saja pada saat itu bunga Sakura belum mekar. Sepertinya tahun ini ada keterlambatan akibat cuaca yang tidak menentu. Jadinya terpaksa beberapa itinerary ada yang aku modifikasi atau kadang jalan saja spontan tanpa itinerary. One Day in Osaka Sekian untuk saat ini.. Lanjutannya bisa dilihat di link berikut: Day 3-4, 26-27 Maret 2017 : Kyoto Untuk perjalananku ke Jepang (mainly Tokyo, Takayama, Toyama, Matsumoto) di tahun 2016 bisa dilihat di link ini Terima kasih semuanya..
  2. 5 points
    Dantik

    Satu hari di Athena, Yunani

    Hello guys! Udah lama nih ga bikin FR. Mumpung masih seger biar ga lupa kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya di Yunani. Hari 1, 5 Mei 2018 Penerbangan langsung dari Singapore – Athens memakan waktu 12 jam. Setelah sampai di Athens ada 3 pilihan transportasi dari bandara ke kota. Pertama menggunakan taksi tarif flat sekitar 38 euro, kedua menggunakan Metro 3 tarif 10 euro, ketiga menggunakan Bus X95 tarif 6 euro. Kami menggunakan Bus X95 Airport – Syntagma Square 6 euro, perjalanan sekitar 45 mnt tergantung arus lalu lintas. Kami menginap di daerah Syntagma Square. 1.The Athenian Trilogy Tujuan pertama adalah The Athenian Trilogy yaitu National Library, University of Athens dan Academy of Athens. 3 neoklasik bangunan di Jalan Panepistimiou tidak jauh dari tempat kami menginap. 2.National Archaeological Museum Kemudian National Archaeological Museum. Dari National Library bisa mengggunakan Trolley Bus 2,4,5,11,15. National Archaeological Museum adalah museum arkeologi yang terpenting di dunia. Tempat artefak Yunani diantaranya Patung Zeus dan Kuda dengan Joki yang terkenal itu. Tiket masuk 10 euro. 3.Syntagma Square Kemudian dari National Archaelogical Museum kami kembali ke Syntagma menggunakan Trolley Bus yang sama. Di Syntagma Square kami melihat pergantian prajurit di depan Gedung Parlemen (The Tomb of The Unknown Soldier). Pergantian prajurit yang berlangsung sekitar 15 menit setiap jamnya. 4.National Garden dan Zappeion Setelah itu kami berjalan melewati National Garden dan Zappeion. 5.Panathenaic Stadium Kemudian menuju Panathenaic Stadium. Di Panathenaic Stadium ini kami hanya foto dari luar. 6.Temple of Olympian Zeus Dari Panathenaic Stadium kami berjalan ke Temple of Olympian Zeus. Di sini kami membeli tiket kombinasi Acropolis sebesar 30 euro mencakup Temple of Olympian Zeus, Acropolis, Roman Forum and Tower of the Winds, Hadrian's Library, Ancient Agora dan Kerameikos. Beberapa meter dari Temple of Olympian Zeus berdiri Arch of Hadrian. 7.Plaka Dari Arch of Hadrian kami menuju Acropolis. Melewati Melina Merkouri , Monument of Lysicrates / Plaka. Di sini banyak menjual souvenir dan tempat makan. 8.Acropolis Dari Plaka kami menuju Acropolis. Sayang, kami tidak ke Acropolis Museum karena sudah terlanjur masuk ke pintu masuk bagian tenggara Acropolis. Masuk menggunakan tiket kombinasi yang sudah kami beli. Acropolis adalah tempat yang wajib dikunjungi jika kita berada di Athena. Acropolis yang berada di atas bukit melewati beberapa bagian yaitu The Ancient Theatre of Dionysos, The Stoa of Eumenes, The Odeion of Herodes Atticus. Setelah melewati itu semua dari pintu tenggara, akhirnya kami berada di pintu gerbang Acropolis. Propylaea merupakan pintu utama Acropolis. Di sebelah kanan Propylaea kita akan melihat kuil Athena Nike. Setelah masuk di sebelah kiri kita akan melihat Erechtheion. Di sebelah kanan kita akan melihat Parthenon, kuil yang terbesar dan paling termasyur di Acropolis. Dari Acropolis kami keluar dari pintu barat melewati bukit Areiospagos menuju Ancient Agora. 9.Roman Forum and Tower of the Winds Sayang, Roman Forum and Tower of the Winds sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 10.Hadrian's Library Sayang, Hadrian's Library juga sudah tutup pukul 15:00. Jadi kami hanya bisa melihat dari luar. 11.Ancient Agora dan Temple of Hephaestus Untungnya Ancient Agora belum tutup hingga pukul 20:00. Ancient Agora adalah contoh yang paling terkenal dari agora Yunani kuno dan terletak di barat laut Acropolis. Di dalam Ancient Agora ini terdapat Temple of Hephaestus dan Stoa of Attalos. 12.Kerameikos Dari Ancient Agora kami buru-buru ke Kerameikos ternyata sudah tidak bisa masuk lagi karena sudah mau tutup. Cuma bisa lihat dari luar, hiks... Kami kembali ke penginapan melewati Thession Station, Monastiraki Sq. / Flea Market. Kami menginap di Small Funny World Athens Hostel, dekat dengan jalan Ermou. Berada di tengah antara Syntagma dan Monastiraki. Itulah itinerary hari pertama kami di Athena. Menurut kami Athena bisa dikunjungi dalam satu hari. Karena area yang cukup kecil berada di tengah kota sehingga mudah dijangkau dengan berjalan kaki. Hari 2, 6 Mei 2018 : Roma
  3. 5 points
    Hello Jalan2ners Sudah lama saya tidak post di forum ini, kali ini saya mau berbagi cerita trip ke Jepang musim panas ini. Sebenarnya tahun ini saya tidak ada rencana berangkat, berhubung saya berhasil mendapatkan tiket konser festival musik, mau tidak mau saya harus berangkat jadi tujuan utama trip kali ini untuk memenuhi salah satu impian saya selama ini yaitu nonton festival music & fireworks (kembang api) secara langsung. \ jadi tidak terlalu menfokuskan ke spot - spot wisata. ok dech, tanpa basi basi saya akan memulai cerita tripnya. dikarenakan saya mendapatkan kabar berhasil membeli tiket konser sekitar 1 bulan sebelum hari H, jadi saya cukup kelabakan mencari tiket pesawat + tempat penginapan & dll. setelah 1 minggu cari2 tiket murah, akhirnya dapat juga walaupun tidak semurah harga promo tapi gpp dech. kali saya menggunakan jasa ANA untuk kedua kalinya (PP Rp. 5 jt-an). 23 - 25 Agustus (Jakarta → Narita Airport → Mitaka + Yamanashi) Perjalanan dimulai dari Jakarta. pesawat pada subuh hari yang ingin saya tumpangi delay sekitar 30 menit-an. sekitar 7 jam 45 menit perjalanan, begitu landing lagi2 delay sekitar 20 menit. setelah tiba di bagian Imigrasi, saya melihat perubahan, yaitu adanya mesin untuk scan (input) mata dan sidik jari, di tengah antrian sebelum ke bagian cek paspor. kemudian saya tanya kepetugasnya, sejak kapan ada mesin ini, karena tahun lalu saya ke sini belum ada mesin seperti ini, lalu petugasnya menjawabnya semenjak April/Mei ini. walau antrian panjang otomatis dengan adanya mesin ditengah2 antrian ini sangat mempercepat proses pemeriksaan. waktu proses pemeriksaan sempat ditanya2 dan juga sempat dibongkar koper untuk diperiksa isinya. yang dimana selama ini saya tidak pernah mengalami hal ini waktu ke Jepang. saya merasakan makin ketatnya pemeriksaan belakangan ini, mungkin karena reputasi Orang Indonesia yang semakin memburuk. setelah beres saya langsung bergegas ke tempat penginapan yang telah saya booking sebelumnya melalui Airbnb. Narita International Terminal 2 → Asakusabashi (Keisei) ¥1100 → Mitaka (JR Chuo Line) ¥390 → Tempat Nginap waktu pertukaran kereta di Asakusabashi saya sempat kehilangan tiket, kalau sengaja beli lagi lumayan sekitar 1100 yen, lalu saya mencoba menggunakan bahasa Inggris gagap ke petugasnya, akhirnya diperbolehkan lewat, "thanks pak petugas !!! " begitu tiba di Stasiun di Mitaka, saya langsung menuju ke tempat penginapan, baru jalan sekitar 5 menit baju udah basah kuyup, suhu panasnya sih sama seperti sama Jakarta tapi tingkat kelembaban-nya beda banget. alhasil begitu sampai penginapan langsung mandi dech, lalu ngobrol bentar dengan tuan rumah. Plan untuk besok cuma ketemu teman saya pada siang hari untuk ambil Tiket konser, jadi paginya masih sisa banyak waktu, saya memutuskan untuk coba mengunjungi dokter gigi di dekat2 rumah. berhubung tempat temu janji cuma sekitar 20 menit jalan kaki dari tempat penginapan, jadi selama perjalanan saya menemui 4 dokter gigi, tapi tutup semua, jangan2 Hari Kamis (hari liburnya dokter gigi), tapi setelah sampai dekat tempat temu janji, saya melihat ada dokter gigi yang buka, lalu saya coba tanya2, alhasil lumayan mahal juga kalau tanpa asuransi, dan juga butuh beberapa kali datang sesuai dengan perawatan lubang-nya. setelah selesai bertanya2 dengan staff dokter gigi, saya langsung menuju ke tempat temu janji. yaitu kedai Iseya Yakitori (satay jepang) yang cukup terkenal diarea itu, karena sudah ada antrian walau belum buka. untuk websitenya bisa lihat disini > Iseya Yakitori disini teman saya memesan berbagai macam menu. setelah selesai berbincang-bincang dan menyerahkan tiket konser ke saya. dan teman saya segera balik ke Machida, dan dikarenakan saya masih mempunyai luang waktu, jadi memutuskan untuk ke mampir ke Shibuya yang dimana satu jalur dengan arah pulang teman saya. waktu jalan ke stasiun Kichijoji, teman saya menyempatkan untuk membeli Katsu (Sapi) + Korokke (pergedel jepang) di "Steak House Satou" , yang cukup terkenal enak di area Kichijoji ini. Kichijoji (Keio Inokashira Line) ¥200 → Shibuya ditengah perjalanan kereta saya berpamitan dengan teman saya karena mesti pindah jalur, lalu setelah sampai ke Shibuya Station kemudian saya langsung mencari tempat makan yg saya hampiri 2 tahun lalu yaitu "Okinawa Soba", dikarenakan saya masih cukup kenyang tapi kangen akan rasanya, jadi saya hanya memesan sayuran-nya saja yaitu Goya Chanpuru seharga 580 Yen setelah itu keliling sebentar area Shibuya lalu kemudian pulang balik ke penginapan, karena besok paginya harus bangun pagi2 untuk ke tempat konsernya. Shibuya (JR Yamanote Line) → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Tempat Penginapan) begitu balik, mandi lalu mempersiapkan keperluan untuk esok harinya , besok pagi mesti bangun sekitar jam 4.30 . Besok paginya sekitar jam 5-an, saya jalan menuju ke Station Mitaka sekitar 20 menit akhirnya sampai juga. kemudian langsung menuju ke Shinjuku Station tempat bus berangkat ke tempat konser. Mitaka (JR Chuo Line) ¥220→ Shinjuku (Official Bus Tour) ¥2800 → Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara) karena frekuensi Bus dari Shinjuku ke Yamanashi sedikit, jadi sebelumnya saya booking tiket ke pihak/staff yang berkaitan dengan event konsernya. Tiba di Shinjuku station sekitar jam 5.45 , lalu menuju ke tempat busnya, walau masih pagi tapi sudah banyak orang yang mengantri untuk naik ke bus. sekitar 40 menit mengantri, akhirnya naik juga ke Bus, perjalanan normal dari Shinjuku ke Yamanashi sekitar 2,5 jam tapi waktu di area Yamanashinya cukup macet alhasil sekitar 3.5 jam baru sampai tempat tujuan. (akhirnya bisa berjumpa juga dengan Gunung Fuji, tanpa sengaja dicari ) Acara Festival music ini berlangsung selama 3 hari, tapi saya hanya ikut 1 hari saja yaitu 10rb Yen. Ada 4 Panggung dan disini juga bisa naik Balon udara, main Canoe, atau main air di pinggir Danau sekitar untuk detailnya bisa lihat langsung ke sini Sweet Love Shower Site walau masih pagi, tapi sudah banyak pengunjung, awalnya saya perkirakan sekitar 12rb orang, ternyata saya salah .. totalnya melebih 120rb orang ternyata. waktu masuk menerima map (schedule) + wristband (yang akan dicek setiap kali pindah panggung, jadi pastikan jangan hilang ^^) karena selama perjalanan dari Tokyo belum makan, jadinya saya langsung berburu makanan begitu sampai, saya mencoba Yakiniku Kare 1000 Yen, rasanya lumayan enak. Karena Masih agak pagi , pengunjung belum benar2 padat, saya memutuskan untuk explore area ini. walau padat pengunjung tapi tetap bisa jaga kebersihan begitu juga Toiletnya cukup bersih Sekitar jam 11 cuaca makin panas, waktu nonton desakan-an di dekat panggung berasa cepat cape dan karena dempet2an suhu makin terasa panas (mungkin sekitar 40°C kali ^^) kebetulan band (Coldrain) yang saya ingin tonton manggung jam 12.00, jadi mutung dech dan alhasil bawaan-nya cari minum, tanpa terasa menghabiskan 2000 - 3000 yen untuk minum saja makin siang, makin berasa panas dan padatnya pengunjung. walau baru 2 jam-an disini rasanya energi udah habis, bawaan-nya ingin pulang aja, tapi berhubung saya udah beli tiket bus pulang ke Tokyo, dan paling awal sekitar jam 19.45 malam berangkatnya, mau kagak mau harus menunggu sekitar 7 jam-an lagi. demi menambah energi, saya mencari makan + minum. lalu saya membeli Sasebo Burger, ukuran-nya 2.5 kali lebih besar dari burger biasa, begitu juga isinya yang banyak. sambil makan, sambil lihat live (band) dari kejauhan. tidur-tiduran di taman waktu band kagak manggung ^ ^ setelah segar kembali, kemudian aktif lagi dech jingkrak2, dorong2-an walau panas, cape, tapi benar-benar puas ikut festival ini, rasanya ingin lagi berpatisipasi kalau ada kesempatan NOTE : disini dokumentasi music sangat dilarang, jadi jangan kaget waktu ngerekam tiba2 staff muncul didepan anda untuk preview (gambaran) mengenai festival music ini bisa lihat disini Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara) (Official Bus Tour) ¥2800 → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Local Bus) ¥220 →Tempat Penginapan Sekitar jam 19.15 malam saya langsung menuju ke Tempat Bus, dan menunggu antrian, sekitar 25 menit menunggu akhirnya bisa naik ke dalam Bus, kemudian langsung menuju ke Shinjuku. kali perjalanan sekitar 2.5 jam, karena tidak terlalu macet. setiba di Shinjuku saya langsung menuju ke Mitaka, dan karena sudah lelah saya memilih naik Bus untuk ke tempat penginapan, kemudian mandi dan segera beres2 dan siap barang. karena besok pagi2 mesti ke Haneda untuk ke Kochi. Untuk Lanjutan-nya bisa lihat disini 26 - 30 Agustus (Kochi, Nakamura + Sukumo) 30 Agustus - 1 September (Matsuyama, Dogo Onsen + Bansuiso) 1 - 4 September (Kure, Onomichi, <Mukoujima & Innoshima Island> + Tomonoura) 4 - 6 September (Kurashiki + Naoshima) Simak juga perjalanan saya lain-nya
  4. 5 points
    GATHERING ADVENTURE Jalaners Regional SUMUT, 9 - 10 September 2017 Hola semuwah……. Horassss..!! Berawal dari ide temen-temen saat kopdar jalaners Sumut di Raden's Crispy Steak & Spicy Chicken di akhir bulan Juli kemaren, akhirnya keluarlah rencana Gathering Adventure untuk explore Pesona Sumatera Utara yang di fix kan tanggalnya di 9-10 September 2017. Total ShareCost per orang hanya RP. 433.000, itu sudah termasuk ( Transportasi, Akomodasi, konsumsi, Penyebrangan Ferry, Retribusi Wisata, Parkir wisata & umum dan pengeluaran lain-lain) pokoknya sudah semua. Sebenarnya ShareCost Awal hanya Rp. 350.000 per orang, namun karena adanya biaya-biaya tambahan yang tidak di anggarkan sebelumnya, maka Sharecost tambahan dikenakan Rp. 83.000 per orang sehingga totalnya menjadi seperti yang di sebutkan diatas. Mari kita ikuti keseruannya… TITIK KUMPUL & KEBERANGKATAN Schedule Gatheringnya sih Sabtu-Minggu, 9-10 September 2017, tapi keberangkatan kami di hari Jum’atnya , dan sesuai kesepakatan kami pilih SPBU Setia Budi sebagai Titik Kumpul keberangkatan. Jum’at , 8 September 2017 sekitar jam 20.00 wib temen-temen sudah pada kumpul di SPBU Setia Budi, setelah saling berkenalan dengan teman-teman yang baru bergabung di komunitas maka kami pun mulai mempersiapkan tas masing-masing untuk di susun di bagasi mobil. Selanjutnya.. pengarahan dari ketua Team Gathering Adventure @Dhistiraz ( Kenzie ) dan berdo’a bersama sebelum keberangkatan. Tepatnya pukul 22.00 Wib kami berangkat dari titik kumpul menuju ke kota Pamatang Siantar sebagai destinasi pertama yang akan kami kunjungi. WISATA MALAM DI KOTA PEMATANG SIANTAR Berangkat dari titik kumpul pukul 22.00 wib dan sampai di Pematang Siantar pukul 00.30 wib ( dini hari ). Sesampainya di kota Pematang Siantar hujanpun turun dengan derasnya, kamipun mampir ke SPBU yang berada di seberang RS. Horas Insani, menurut rencana sih kami akan istirahat disana hingga pagi hari. Sudah satu setengah jam kami disana namun hujan tidak kunjung berhenti, baru sekitar menjelang jam 2.30 wib hujan mulai reda.. Sepertinya ada yang aneh nih, temen-temen pada clingak clinguk pandang-pandangan… eh ternyata temen-temen pada kelaperan… Karena di sekitar SPBU nggak ada kedai makanan yang buka, akhirnya kami menuju ke SIANTAR SQUARE yang berada di Jl. Vihara Pematang Siantar. Untuk Menuju ke Siantar Square sangat mudah, Jika Anda dari Arah Medan menuju Parapat, pasti akan melewati Jalan Sutomo atau Jalan Lintas Tengah Sumatera yang berada di pusat kota , nah dari pusat Perbelanjaan Ramayana terus saja, nanti di sebelah kiri jalan ada gapura bertuliskan SIANTAR SQUARE pas di pangkalnya Jl. Vihara. Jika Anda kemalaman dan tidak ada lagi rumah makan yang buka, silahkan mampir kemari saja, karena mereka buka sampai pagi. Mulai dari sate padang, indomie rebus, nasi goreng, teh manis panas, kopi panas , kopi susu panas pun kami tuntaskan wkwkwww TUGU BECAK BSA PEMATANG SIANTAR Setelah perut kenyang… sembari menunggu waktu subuh tiba, kamipun tidak mau menghabiskan waktu percuma, jam 04.00 wib kami menuju TUGU BECAK SIANTAR, disana mobil kami parkirkan di tempat parkir disamping tugu, tepatnya dihalaman Gedung Dinas Kebudayaan Pematang Siantar. Turun dari mobil…… weshhhh para Celebgram langsung cari posisi joss buat selfie, maklum Tugu Becak Siantar adalah salah satu Hot Spot yang lagi naik daun dan menjadi salah satu objek yang paling di buru oleh para Celebgram. Sebagai informasi, Tugu Becak Siantar ini di resmikan pada hari sabtu, 15 September 2016, Becak Siantar yang ber merk Birmingham Small Army (BSA ) dan sejenisnya ini merupakan warisan Perang Dunia yang masih beroperasi dengan baik. So ..jika rekan-rekan main ke Pematang Siantar, pastikan mampir ke Tugu Becak Siantar ini. Lokasi Tugu Becak Siantar (BSA) berada di Jalan Merdeka, di Halaman Kantor Dinas Kebudayaan Pematang Siantar, Sumatera Utara. Hingga akhirnya Adzan subuh pun berkumandang, saya dan teman-teman kita yang muslim tentu harus menunaikan ibadah wajib, dan sekitar 15 menit dari Tugu Becak Siantar, kami pun singgah di Masjid Rindam ( Al-Huda ) yang berada di jl. Bangau, Pematang Siantar. Masjidnya cukup besar dengan pelataran parkir yang luas. Setelah mobil terparkir di halaman Masjid kami semua pun turun baik yang muslim maupun yang non muslim, setelah bersih-bersih di kamar mandi kami yang muslim masuk ke dalam masjid untuk sholat subuh, dan teman-teman kami yang tidak sholat subuh beristirahat di teras depan masjid. Setelah selesai sholat subuh, kami bergabung kembali dengan teman-teman yang berada diteras depan, dan disana kami rebahan meluruskan badan sambil cerita kesana kemari. PEMANDIAN BAH DAMANIK Sekitar jam 06.30 kami bergerak dari Masjid Rindam untuk mulai melanjutkan Adventure, Jam 6.50 wib kami sampai di simpang tiga SPBU Simarimbun, atau lebih jelasnya persimpangan Jalan Parapat ( menuju Parapat) dengan Jalan Pematang Purba yang mengarah ke Sidamanik. Tujuan kami adalah pemandian Bah Damanik, sekitar 40 menit dari Simpang tiga SPBU, sampailah kami di Sidamanik tepatnya pas di depan Plank yang bertuliskan “Pemandian Bah Damanik”, Sebenarnya secara jarak sih tidaklah jauh dari simpang tiga SPBU, andaikan jalannya bagus, harusnya sekitar 15 menit sudah sampai . Tapi karena jalannya rusak sana sini membuat kami harus berhati-hati . dalam hal ini “ jika ada pejabat pemerintah yg berwenang yang membaca tulisan ini, mohon kiranya jalan menuju Sidamanik ini diperbaiki.. “ Lanjut…. Dari plank nama pemandian Bah Damanik, mobil kami terus masuk kedalam sekitar 10 menitan, jalan pelan-pelan , dan akhirnya sampai ke pelataran parkir mobil dan sepeda motor. Untuk tarif parkir disini dikenakan Rp. 15.000.- per mobil, kalo bisa dinego saja, bisa aja jadi Rp. 10.000 per mobil, soalnya belum ada aturan khusus yg mengatur tarif parkir disini. Setelah turun dari mobil kami bersiap menuju pemandian Bah Damanik dengan menuruni anak tangga, namun sebelumnya kami harus membayar retribusi terlebih dahulu sebesar Rp. 5.000,- per orang, harusnya sih kalo di kali 14 orang totalnya, Rp. 70.000.- tapi kami minta diskon jadi kami hanya bayar RP. 60.000.- saja untuk 14 orang, lumayan.. BTW nih, tarif Rp. 5.000.- itu hanya untuk mandi-mandi di pemandian, naik rakit, dan untuk kamar kecil, sedangkan untuk sewa pondok di kenakan Rp. 25.000.- per pondok. Selanjutnya….. acara bebas di pemandian… Air nya sungguh dingin dan segar… kami yang tidak tidur semalaman ini menjadi bugar begitu nyemplung ke air. Rasa kantuk juga hilang… kalo pakar kesehatan bilang, itu karena banyaknya “ ION NEGATIF “ sehingga tubuh menjadi segar…. Au ah……. Tips : Karena Pemandian BAH DAMANIK adalah salah satu Spot Wisata yang paling diburu wisatawan, maka datanglah pagi-pagi agar teman-teman bisa menikmati jernihnya air Bah Damanik, sebagaimana kami yang menjadi tamu pertama di hari itu, karena jika teman-teman datangnya siang atau sore hari, sudah keburu rame orang, daaan… airnya udah nggak jernih lagi. KEBUN TEH BAH BUTONG Jam 9.30 wib kami harus keluar dari pemandian Bah Damanik, karena masih ada destinasi wisata yang harus di kunjungi yaitu Perkebunan Teh . Kebun teh yang ada di PTPN IV Bah Butong, Sidamanik dan Tobasari di Kecamatan Sidamanik, kabupaten Simalungun, Pematangsiantar kerap ramai disambangi wisatawan. Oleh karenanya kami juga tidak ingin melewatkan perkebunan teh yang konon hasil teh dari perkebunan ini adalah merupakan teh terbaik di dunia. Lama perjalanan dari pemandian Bah Damanik ke perkebunan Bah Butong Ini hanya memakan waktu 3 menit saja, dari kejauhan sudah terlihat plank nama milik PTPN IV yang di bawahnya bertuliskan Selamat Datang di Kebun Bah Butong. Sesampai disana ternyata sudah ada beberapa rombongan wisatawan yang sudah tiba terlebih dahulu, dan kamipun mengambil posisi parkir di pinggir jalan. Tarif parkir disini Rp. 10.000, per mobil tapi di nego jadi Rp. 5.000.- saja . Satu hal yang menjadi perhatian kami disana adalah, penduduknya yang sangat ramah, siapapun orang nya yang kami tanya-tanya disana, mereka akan menjelaskan dengan ramahnya… kami bisa melihat dari mata mereka akan rasa ingin menolong orang lain yang membutuhkan jawaban. Jika Anda ingin membawa oleh-oleh dari sini, ada beberapa pedagang yang menawarkan teh hijau, teh benalu, teh linting dll yang harganya juga tidak mahal. Saya membeli 1 bungkus teh hijau seharga Rp. 15.000.- untuk ukuran 250 gr. AIR TERJUN BAH BIAK Setelah puas kami perfoto dan ber selfie ria di perkebunan teh Bah Butong ini, kami melanjutkan perjalanan menuju air terjun BAH BIAK, lokasi nya tidak jauh dari perkebunan Bah Butong, sekitar 3 menit perjalanan kami sudah melihat Plank Petunjuk menuju air terjun Bah Biak, kami pun belok ke kiri mengikuti petunjuk, sayangnya jalan menuju ke air terjun Bah Biak ini masik tanah, belum di lapisi batu krikil apa lagi aspal hehehe.. maklumlah ini kan sebenarnya jalan perkebunan.. Beberapa kali saya harus turun untuk mengecek kondisi jalan yang kami lalui, karena khawatir kalo nanti mobil akan kepater, selip atau apalah… tapi ternyata disana tanahnya pasir bercampur batu bukan tanah liat, sehingga walaupun berlumpur tapi bagian bawahnya keras. Sehingga aman untuk dilalui kendaraan. Dan sekitar 10 menitan lamanya akhirnya kamipun sampai di tempat parkiran Air Terjun Bah Biak yang letaknya berada di perkebunan teh Sidamanik. Setelah parkir , kami langsung menuju ke air terjun Bah Biak, dengan menuruni anak tangga terlebih dahulu. Retribusi masuk tempat wisata ini, Rp. 2.000 per orang. Sesampai di air terjun Bah Biak kami langsung ambil posisi cantik untuk jeprat-jepret. Namun karena hari sudah mulai siang kamipun tidak sempat untuk basah-basahan disana, karena harus melanjutkan destinasi selanjutnya, “ BUKIT SIPOLHA “. Seyogyanya kami berencana mengunjungi BUKIT INDAH SIMARJARUNJUNG terlebih dahulu sebelum menuju Bukit Sipolha, namun karena pertimbangan waktu akhirnya kami memutuskan untuk men-skip kunjungan ke Simarjarunjung. Next Time lah kami akan kesana. BUKIT SIPOLHA Rasa nya sudah tengah hari dan perut pun mulai lapar, dalam perjalanan menuju Bukit Sipolha, kami singgah di rumah makan padang yang ada di desa Sait buttu, untuk membeli nasi bungkus, yang rencananya akan kami nikmati nanti pas di Bukit Sipolha. Setelah membeli nasi bungkus, kami pun melanjutkan perjalanan, setelah beberapa menit sampailah kami di pertigaan antara Jalan Pematang Purba dan Jalan Simarjarunjung. Jika belok kekanan menuju Simarjarunjung dan Tigaras, sedangkan jika belok ke kiri menuju Sipolha dan Parapat, maka kamipun memilih belok ke kiri jalan yang menuju ke Bukit Sipolha dan Parapat. Selama perjalanan menuju bukit sipolha, kami disuguhi pemandangan yang menakjubkan, kilauan air danau toba terlihat dari kejauhan, didalam mobil teman-teman pada kegirangan melihat pemandangan pinggiran danau toba yang begitu indah. Dan sekitar 30 menitan kami sampai di persimpangan menuju Bukit Sipolha, kami pun menyusuri jalan sempit yang berbatu dan sedikit curam, namun bagi kami itu sudah biasa, jadi ya santai sajah… Sekitar 10 menitan sampailah kami di pelataran parkir yang sederhana dan mobil kamipun ambil posisi parkir yang strategis sesuai dengan arahan tukang parkir. Sayangnya Sesampai kami di parkiran, hujan turun dengan deras, sehingga kami tidak bisa langsung naik ke Bukit Sipolha, tapi kami mampir di warung kopi, sembari menunggu hujan reda, sekalian lah nyantap nasi bungkusnya, Udah lapar…. Baru sekitar setengah jam hujan mulai reda.. dan akhirnya cuaca kembali panas, maka saatnya untuk naik keatas Bukit Sipolha yang selama ini sudah di impikan… PENYEBERANGAN TIGARAS Setelah berpuas-puas di Bukit Sipolha, kami harus segera menuju ke pelabuhan Tigaras, karena kami harus mengejar jadwal penyebrangan jam 15.15 WIB, menuju Simanindo, Samosir. Sesampai di Pelabuhan Tigaras, sudah ada 12 mobil yang mengisi palataran pelabuhan dan mobil kami masuk pada urutan 13 dan 14, amanlah. Karena Kapal penyebrangan hanya bisa memuat 15-16 mobil saja, dan sisanya akan di masukan ke jadwal berikutnya. Saya langsung menuju Loket untuk membayar administrasi penyebrangan, dengan perincian sbb: Untuk Minibus Rp. 96.500, Penumpang 6 orang dewasa ( Supir tidak dihitung) Rp. 40.200, jadi perorangnya Rp. 6.700.- Asuransi keseluruhan 6.550 jadi totalny Rp. 143.250.- untuk Retribusi parkir per mobil Rp. 10.000 per mobil tapi negolah jadi Rp. 5.000.- bisa kok. Waktu penyeberangan sekitar 40 menit dari Tigaras menuju Pelabuhan Simanindo. TUGU SITIO TIO Selepas keluar dari Dermaga Simanindo kami langsung mampir ke Tugu Sitio- tio untuk sekedar berfoto-foto saja, setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Wisma AGAPE yang berada di Tomok, Samosir. Perjalanan dari Pelabuhan Simanindo ke Tomok memakan waktu sekitar 50 menitan, dengan kecepatan sedang antara 30-40 km/jam. PENGINAPAN WISMA AGAPE, TOMOK, SAMOSIR. Sengaja Kami memilih Wisma Agape karena secara harga cukup murah, untuk kamar berisi 6 ranjang seharga Rp. 180.000,- + 10% ppn + uang kebersihan Rp. 10.000 per orang. Lumayanlah untuk menghemat budget, tapi dengan catatan tidak ada air minum, tidak ada sarapan. It’s OK air mineral kami sudah lebih dari cukup. Kondisi kamar cukup bersih, kamar mandi besar dan juga bersih. Kami memesan 2 kamar, 1 kamar untuk para ladies dan 1 kamar lagi untuk para cowok.. Untuk makan malam kami beli nasi bungkus kerumah makan padang, FYI untuk temen-temen yang muslim tidak perlu khawatir, karena di Tomok, cukup banyak rumah makan Muslim . Untuk masalah harga, sepertinya sudah pada kompakan antara rumah-makan satu dengan yang lain. Yaitu harga rata-rata Rp. 20.000.- untuk nasi bungkus pake ayam maupun ikan, kecuali ikan Lele harganya Rp. 18.000.- perbungkus. Lebih mahal sih memang jika dibandingkan dengan yang di jual dikota Medan yang sebungkusnya hanya paling 9.000 – 11.000 saja. Tapi yah maklumlah mungkin karena ini tempat wisata, yang penting masih ada makanan yang bisa kami makan. Setelah makan malam bersama, kami melanjutkan dengan acara tukar kado, dimana kado ini sudah kita sepakati harganya Rp. 10.000.- saja, dan tentu saja menjadi tantangan tersendiri untuk mencari kado seharga Rp. 10.000.- udahlah… yang penting ada kado .. hahahaha Setelah acara tukar kado selesai , temen-temenpun sudah tidak sabar menuju tempat tidurnya masing-masing, maklumlah pada kurang tidur ditambah full day wisata jadi tidur malam ini sangat lelap… Pagi harinya, untuk meregangkan otot kami zumba dan aerobik ala kadarnya, yang penting otot-otot tidak kaku dan badan berkeringat.. di lanjutkan dengan mandi pagi di danau toba… segeerrrrr.. WISATA BELANJA DI TOMOK , 10 September 2017 ( day 2 ) Jam 8 pagi kami harus beres-beres dan siap-siap untuk melanjutkan perjalanan wisata, destinasi pertama adalah pusat oleh-oleh / kerajinan di Tomok, temen-temen pingin beli oleh-oleh buat dibawa pulang. Jadi silahkan berbelanjaa… sekali lagi mereka beruntung, karena mereka dapat harga bukaan dasar… PEMANDANGAN PULAU TAO Sebenarnya dari Tomok kami ingin langsung menuju Pantai Pasir Putih Parbaba, tapi ditengah perjalanan kami melihat pemandangan yang lumayan indah, yakni pemandangan pinggirian danau dengan background Pulau Tao, jadi kami mampir sejenak sekedar untuk perphoto-photo. Yang penting happy… PANTAI PASIR PUTIH PARBABA Mungkin sebagian dari kami sudah ada yang pernah ke mari, tapi pergi bersama teman-teman komunitas tentu lebih berbeda & seru. Tiket masuk pantai pasir putih parbaba Rp. 2.000.- per orang, jadi untuk 14 orang RP. 28.000.- namun seperti biasa kami minta diskon, jadi hanya bayar RP. 25.000.- saja. Rencana kami memang ingin makan siang di Parbaba, makanya pada saat kami masih di Tomok pagi tadi, kami sudah membeli nasi bungkus terlebih dahulu. Kami menyewa tikar seharga Rp. 30.000.- untuk kami duduk dan makan siang bareng-bareng, sayang duitnya sih sebenarnya karena kami hanya memakainya untuk makan siang saja, dan setelahnya kami sudah kearah tepi danau untuk berphoto ria. Dari semua pantai pasir putih yang ada di Samosir, Pantai Pasir Putih Parbaba inilah yang paling ramai dikunjungi, mungkin karena namanya yang sudah dikenal orang terlebih dahulu, dan fasilitas permainannya yang cukup banyak, sehingga wisatawan menjadikan pantai pasir putih Parbaba sebagai destinasi pilihan. PEMANDIAN AIR HANGAT – AEK RANGAT Setelah dari pantai pasir putih Parbaba, kami melanjutkan perjalanan ke AEK RANGAT, namun terlebih dahulu kami harus mengisi BBM kendaraan di kota Pangururan yang merupakan ibu kota kabupaten Samosir. Nah Bagi teman-teman yang membawa kendaraan ke pulau samosir, sebaiknya isilah BBM terlebih dahulu disini. Karena SPBU di Pulau Samosir hanya ada di sini. SPBU terdekatnya adalah di Parapat, dan Simpang tiga Jalan menuju Sidikalang itu jika temen-temen ingin pulang ke Medan melalu Tele, Jauh bukan ? Setelah isi full BBM, kami menuju ke Aek Rangat, sampai di Aek Rangat kami membayar retribusi masuk RP. 2000. Per orang, dan kami angsung menuju keatas dimana tempat biasa orang-orang berfoto dengan background Abjad “ AEK RANGAT ". Jika kami menginap satu malam lagi disini mungkin kami akan menikmati hangatnya air belerang dikawasan ini, namun karena kami masih punya beberapa destinasi lagi, maka kami harus melanjutkan perjalanan. Dan tujuan kami selanjutnya adalah Tempat Wisata AEK SIPITUDAI atau Air Tujuh Rasa. AEK SIPITUDAI Aek Sipitudai yang berarti Air Tujuh Rasa ini sudah sangat tersohor namanya dari dulu kala, namun beberapa temen-temen ada yang belum pernah mampir kemari untuk melihatnya secara langsung. So tentu saja tempat ini menjadi destinasi yang tidak boleh di lewatkan. Tiket Masuk Ke Tempat wisata ini RP. 2.000.- per orang, parkir Rp. 10.000.- per mobil, bisa saja dinego jadi RP. 5000.- per mobil. Tips Guide sukarela saja. Yang menjadi menarik para pengunjung adalah rasa airnya, penasaran” mengapa airnya bisa berbeda rasa di setiap pancurannya ”, karena mata airnya berbeda ? itu benar, tetapi dari semua mata air itu airnya megalir kedalam satu kolam penampungan dan bercampur menjadi satu. Dan dari kolam penampungan itulah airnya di alirkan ke dalam 7 Pancuran yang berbeda. Pendeknya satu penampungan 7 pancuran tapi rasanya beda. Untuk hal yang satu ini, tentu ada penjelasan secara ilmiahnya, namun saya sih menganggap ini adalah keajaiban yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. BUKIT HOLBUNG ( DOLOK HOLBUNG ) Nama Bukit Holbung Baru mencuat beberapa tahun terakhir ini, keindahan pemandangan danau toba dari puncak bukit Holbung ini tidak diragukan lagi, bahkan orang-orang yang sudah pernah kemari pun masih ingin kembali kemari hanya demi pemandangan yang menakjubkan. Tidak luput pula banyaknya informasi yang kurang pas mengenai Bukit Holbung ini, menjadikan banyak perdebatan diantara netizen mengenai letak posisi bukit ini. Ada yang mengatakan terletak di desa holbung, desa Janji Martahan, desa Hariara Pohan. Yang benar dan bisa di validasi kebenarannya adalah, Bukit Holbung / Dolok Holbung, berada di Desa Dolok Raja, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara. Anda bisa cek via Map batas desa milik pemerintah daerah maupun bisa melalui Google map. Terlepas dari perdebatan letaknya dimana, yang jelas Bukit Holbung ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta wisata, terutama bagi para Celebgram. Untuk mendapatkan hasil photo dan view yang bagus, memang untung-untungan, karena cuaca disini sangat cepat perubahannya. Terutama jika di musim hujan seperti sekarang ini. Namun secara keseluruhan pemandangan Bukit Holbung tetap Indah di cuaca apapun. Sampai saat ini tidak ada kutipan retribusi apapun, selain parkir sebesar RP. 5000.- per mobil Setelah puas kami di bukit holbung, kamipun kembali melanjutkan destinasi berikutnya, yakni air terjun Sampuran Efrata. Namun karena waktu Ashar sudah tiba, mampirlah kami ke Masjid yang ada di pinggir jalan di desa Janji Martahan untuk sholat Ashar. Sekalianlah kami numpang buang air kecil di sana soalnya udah kebelet sedari tadi. Tips : Bawalah makanan, karena udara yang dingin Anda pasti akan cepat merasa lapar, dan disini tidak ada satupun penjual makanan. Jika Anda berkunjung kemari, sebaiknya memakai sendal gunung atau sepatu tracking, karena anak tangga bisa licin bila habis diguyur hujan. Kenakanlah Jaket untuk menahan udara dingin, dan topi jika cuaca panas. Karena background pemandangan mayoritas berwarna hijau, maka pakailah pakaian yang cerah selain hijau, agar jika di photo akan terlihat lebih bagus alias mentereng.... Jika Anda kemari menggunakan sepeda motor, sebaiknya persiapkan mantel, atau setidaknya plastik pelindung tas dari air. Karena curah hujan disini tinggi. Satu-satunya tempat berteduh disini hanyalah pos penjagaan yang ukurannya kecil. Tapi jika Anda membawa tenda ya tidak akan menjadi masalah. AIR TERJUN SAMPURAN EFRATA Air terjun Efrata ini berada di desa Sosor Dolok, kecamatan Harian, kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara. Jaraknya sekitar 20 km dari kota pangururan, sebenarnya jalan menuju Air terjun Efrata ini searah dengan jalan menuju Bukit Holbung. Namun kami melewatkannya , karena kami mau mengunjungi Bukit Holbung terlebih dahulu. Baru setelah kami pulang dari bukit holbung, kami mampir ke Air Terjun Efrata ini. Tarif masuknya Rp. 2.000 per orang, dan parkir Rp. 5000 per mobil. Setelah turun dari mobil kami langsung menuju air terjun, yang letaknya tidak jauh dari rumah warga. Sebenarnya air terjun Efrata ini sangat indah, namun sepertinya tidak banyak wisatawan yang datang kemari, mungkin karena letaknya jauh dari tempat wisata utama Samosir, seperti Parapat, Tuk Tuk dan Tomok. Saran : Jika Anda mengunjungi Air terjun efrata, sebaiknya membawa bekal makanan yang cukup, minimal cemilanlah, terutama bagi yang muslim. Karena di sekitar air terjun hanya ada satu yang jual makanan, dan mungkin tidak bisa dikonsumsi oleh temen-temen yang muslim. MENARA PANDANG TELE Dari Air terjun Efrata, kami langsung menuju TELE, sebagai destinasi terakhir yang bisa kami kunjungi . Tepat pukul 18.30 wib kami sampai di Menara Pandang Tele. Sebenarnya kami khawatir jika sampai di tele ini hari sudah gelap, tapi Alhamdulillah, pukul 18.30 itu cuaca masih belum terlalu gelap, masih terlihat jelas pemandangan gunung pusuk buhit yang menjulang tinggi dan pinggiran danau toba yang terlihat indah. Kamipun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan pemandangan yang menakjubkan ini, sayangnya tidak bisa lama, karena hanya dalam beberapa menit saja hari sudah gelap dan malam pun tiba. Tiket masuk Rp. 2.000 per orang, Toilet Rp. 3.000 Setelah selesai photo-photo, kamipun melanjutkan perjalanan pulang ke Medan. Tips : Karena tidak ada Rumah makan disini, jadi sebaiknya belilah Cemilan untuk mengganjal perut. PERJALANAN PULANG KE MEDAN Tepat Pukul 19.00 wib, kami bertolak dari Menara Pandang Tele, menuju Medan. Kami melintasi jalan Dolok sanggul-Sidikalang, selama perjalanan kami tidak melihat adanya rumah makan yang buka, padahal kami sudah mulai lapar, dan persediaan cemilan sudah menipis. Dan setelah beberapa jam diperjalanan sampailah kami di simpang tiga Sidikalang, kami merasa senang karena kami melihat ada rumah makan yang buka, namun sayangnya itu rumah makan untuk non halal, sehingga kami tidak jadi singgah dan harus melanjutkan perjalanan lagi sambil berharap ada rumah makan yang buka, tapi ternyata tidak ada satupun rumah makan yang buka, mungkin karena sudah malam dan hujan pula, sehingga rumah makan tutup lebih awal. Sesampainya di Sumbul, sebenarnya kami ingin pulang lebih cepat, dengan melewati jalan besar Medan Sidikalang, namun saya mendapat informasi dari beberapa teman yang kemaren malamnya melewati jalan tersebut, mengatakan bahwa ada beberapa titik rawan longsor, dan mobil temen saya juga hampir terkena longsoran pada malam itu. Selain longsor jalanan juga sangat berkabut jarak pandang hanya sekitar 5 meter jika melintas diatas jam 9 malam, apalagi ini musim hujan. Sehingga sebagai ketua team Adventure saya memutuskan untuk mengambil jalan amannya saja, dengan pertimbangan keselamatan, meskipun dengan resiko jalan lebih jauh dan lebih buruk, mau tidak mau kami harus tempuh melalui jalan Silalahi, menyusuri pinggiran danau toba hingga akhirnya sampai ke Tongging, dan dari tongging kami naik menuju simpang merek , tepat pukul 22.30 malam kami sampai disana, dan kami berhenti di salah satu rumah makan yang masih buka, kamipun memesan makanan dan makan dengan lahap saking laparnya.. Setelah makan kami melajutkan perjalanan pulang, alhamdulillah perjalanan lancar, dan kami sampai ke Kota Medan sekitar pikul 02.00 dinihari. Dan masih sesuai Schedule, karena schedulenya jam 02.30 pagi sampai Medan. TIPS UMUM : 1. Sebaiknya persiapkan SmartPhone dan PowerBank dalam kondisi Full Charge, karena Anda akan banyak menggunakannya untuk berselfie ria dan merekam video, pastikan juga Anda membawa SD Card tambahan untuk menyimpan file video/foto atau sekurang-kurangnya, pindahkan dan kosongkan terlebih dahulu ruang penyimpanan Smartphone Anda. 2. Pastikan Anda Membawa Makanan/cemilan, Obat-obatan pribadi, karena bisa jadi anda tidak akan menemukannya di perjalanan. 3. Pastikan Anda membawa baju untuk mandi-mandi, dan baju ganti. 4. Konsumsilah Vitamin C, agak tubuh Anda tetap Vit, selama dalam perjalanan. PENUTUP Terima kasih buat temen-temen Jalaners Regional MEDAN ( SUMATERA UTARA ), yang sudah ikutan GATHERING ADVENTURE dalam Rangka Explore Pesona Sumatera Utara, semoga Pariwisata di Sumatera Utara semakin baik dan maju. Amin. Sampai Jumpa & Nantikan Keseruan Kami di Gathering Adventure Berikutnya..... Peserta Gathering Adventure : @Dhistiraz ( Kenzie Yudhistira ), @Jenatan Sianipar ( Jenatan Sianipar), @Just Fadli ( Anjas), @Vean Tristan ( Vean Tristan), @thepo (Thepo), Rizal Jali, @Hasrol Aswad Hasrol Aswad, @Diana Rose (Diana Rose), @Diana Ray (Diana Ray), @Nur Affanny Rezky (Fanny), Rara, Muni, Sarah, Indah Jho
  5. 4 points
    Raja Ampat adalah salah satu tempat wisata bahari terbaik di dunia. Menurut CNN Travel, Raja Ampat adalah tempat diving terbaik nomor lima di dunia. Untuk menuju Raja Ampat, jalur nya dari Jakarta lumayan jauh. Dari Jakarta, penerbangan harus melewati Makassar, lalu dilanjutkan ke bandara Domine Eduard Osok di Sorong. Dari Sorong, terdapat dua pilihan, yaitu langsung terbang menggunakan pesawat kecil ke Waisai, atau dengan menggunakan perahu. Jarak dari bandara Sorong ke pelabuhan sekitar 10 menit dengan taksi. Untuk penginapan, biasanya turis menginap di salah satu dari empat pulau : Waigeo, Gam, Kri, dan Arborek. Pemilik penginapan bisa diminta menjemput kita di Waisai. Dalam trip ini, saya menginap di pulau Gam. Harga penginapan di sini sekitar 700 ribu per malam termasuk makan 3x. Kebanyakan penginapan di sini sudah termasuk dengan makan karena agak susah mencari warung atau restoran di Raja Ampat. Listrik juga agak susah, genset hanya menyala dari sore sampai tengah malam. Penginapan di pulau Gam dan kebanyakan penginapan lain berupa gubuk yang menjorok ke laut. Dari depan kamar, bisa langsung loncat ke air untuk snorkeling. Bahkan kadang saya melihat ikan hiu dan Lion Fish lewat persis di depan kamar, tidak perlu jauh jauh ke tengah laut. Jangan khawatir dengan hiu, hiu yang lewat adalah hiu kecil yang justru langsung kabur begitu ada seseorang masuk ke air. Saya tidak mendapatkan foto hiu di sini, mereka kabur sangat cepat. Foto Lion Fish saya dapatkan hanya di depan kamar. Sedangkan Mooray sekitar 20 meter dari penginapan. Kegiatan yang saya lakukan tiap hari adalah freediving. Saya jarang melihat orang diving di sini, hanya di sekitar dermaga Arborek. Mungkin diving dilakukan di lokasi tersendiri. Dermaga di Arborek cukup ramai, tidak seperti di Gam. Banyak yang berenang di pantai, baik turis lokal ataupun asing. Banyak juga anak-anak warga lokal yang berenang dan bermain kano. Pengalaman baru yang saya dapatkan di Raja Ampat adalah berburu foto Manta. Kenapa saya sebut berburu ? Karena untuk melihat Manta ternyata tidak mudah. Guide kita mengatakan hal tersebut karena ikan Manta tersebut tidak sedang makan, jadi mereka bergerak terus. Di sekitar Manta Point, kita berputar2 dahulu mencari ikan Manta. Setelah menemukan Manta, tidak bisa langsung masuk ke air, namun perahu harus cepat-cepat ke depan Manta tersebut, masuk ke air perlahan-lahan, baru menunggu Manta tersebut lewat. Kalau ikan Manta nya ternyata berubah arah, kita harus cepat cepat naik ke perahu lagi, lalu ke depan ikan Manta lagi, lalu turun lagi. Hal ini dilakukan berkali-kali sampai dapat. Agak melelahkan memang. Namun kita mendapatkan bonus. Saat sedang asik berburu Manta, tiba2 ada lumba-lumba yang lewat. Langsung kapten kapal mematikan mesin agar lumba-lumba tersebut tak takut mendekat. Bahkan mereka sampai menempel2 ke kapal seperti sedang memeriksa. Binatang laut unik yang saya temukan adalah Spider Jellyfish dan Hammerhead Fish. Saya tidak pernah melihat dua binatang itu di tempat lain. Yang paling terkenal di Raja Ampat adalau pulau Wayag. Bila melihat iklan wisata Raja Ampat di televisi atau di papan iklan, itu adalah pulau Wayag. Ada bukit yang cukup tinggi di Wayag yang dari sana bisa melihat gugusan pulau unik sekitar Wayag. Sayang lokasi nya sangat jauh dan biaya nya mahal. Saya memutuskan tidak ke Wayag untuk menghemat waktu dan biaya. Gantinya, kita ke pulau Pianemo. Pianemo disebut juga little Wayag, terdapat bukit juga yang bisa melihat kepulauan sekeliling, walaupun tidak setinggi Wayag. Selain kaya akan alam bawah laut, di raja Ampat juga terdapat binatang darat yang cukup unik. Ada Kuskus yang mencuri makanan yang kami letakkan di luar kamar. Saya juga melihat kadal, kepiting, dan laba-laba yang ukurannya lebih besar dari yang biasa ada di tempat lain. Foto lengkap: https://chrizz-photography.blogspot.co.id/2018/05/keindahan-bawah-laut-raja-ampat.html
  6. 4 points
    Hai teman-teman, kali ini aku mo berbagi cerita nih perjalanan singkat aku ke Negara Brunei Darussalam ("Brunei") Brunei sebagai salah satu negara terkaya di Asia Tenggara bikin aku penasaran bgt dari beberapa tahun yg lalu, pingin tau aja sih kaya apa suasana di Brunei, hehehe... tiap temen diajakin trip kesana pasti gagal terus krn mereka lebih memilih ngetrip ke tempat lain. Akhirnya pas liburan Paskah di bulan April 2017, aku dan beberapa teman yg mempunyai rasa penasaran yg sama, berhasil jg nginjek kaki di Brunei hehehe... Kami ambil paket liburan ekonomis yg dibuat oleh Royal Brunei Airlines yg terdiri dari tiket ekonomi Jkt-Brunei-Jkt, akomodasi di hotel bintang 3 (3 hari 2 malam), city tour, 1 x makan malam dgn harga Rp.3.999.999 nett (dilempengin jd Rp. 4 juta deh). Lumayan kan krn paket ini yg paling murah. Gak lama-lama deh basa basinya, yook kita mulai ceritanya ya. Hari 1 : For info teman-teman, Royal Brunei Airlines hanya 1x penerbangan dr Jakarta yaitu jam 13.55 WIB dan landing di Brunei jam 17.35 waktu Brunei (ada perbedaan waktu 1 jam). Kesan pertama waktu masuk pesawat, kok interiornya sederhana bgt ya (hehehe... masih kalah deh dibandingin sama Batik Air) dan gak ada personal TV lho. Lumayan bosen jg sih selama penerbangan +/- 3 jam . Untung meal on board nya lumayan enak. Kejutan lg, pas kami sudah mendarat di Bandara International Brunei. Kok sepi ya, pd hal Bandara International lho. Cm pesawat yg kami tumpangi aja tuh yg landing. Imigrasi jg sepi dan terus sampe ke tempat pengambilan bagasi yg jadi satu dgn ruang penjemputan penumpang. Heran jg ya kok berbeda 360° dgn bandara pada umumnya. Setelah ambil bagasi, langsung kami dijemput oleh pihak travel Sunshine (yg ditunjuk oleh pihak Royal Brunei). Ternyata selain rombongan kami, ada 2 grup keluarga dr Indonesia jg. Hehehe...lumayan dapet teman baru yaitu FB KJJI @Dedy Saputra beserta keluarga. Oh iya, jika teman2 hendak membeli paket internet nomer lokal, sebaiknya membeli di Bandara seharga Brunei$ 10 (+/- Rp.95 rb) karena agak susah menemukan toko yg menjual nomer lokal di luar Bandara. Dr bandara, kami langsung diantar ke hotel kami yaitu Times Hotel yg lokasinya cm 10 menit dari bandara. diambil dari Google Disini kami berpisah dengan rombongan mas Dedy krn mereka tinggal di hotel lain (harga paket menentukan lokasi hotel). Setelah check ini hotel, rencananya sih pengen cari makan malam ke pusat kota naik taxi atau bus umum, yaelah ternyata gatot krn ternyata cari taxi atau bus umum susah banget (langsung loyo deh badan kita). Pantesan di jalanan dr bandara ke hotel gak liat ada taxi atw bus umum, pokoke sepi deh jalanan disana. Sempet tanya sama warga Brunei kok susah cari taxi atau bus umum, eh dia jawab hampir semua warga Brunei punya kendaraan pribadi (hehehe... maklum negara makmur sih). Info dr receptionis hotel, di sekitar hotel ada 3 mall yg bisa diliat-liat sekalian makan malam. Nah ini dia mall nya. Beda bgt ya sama mall di Jakarta hehehe. Utk cari makan malam bukan soal mudah lho krn KFC atau Mc Donald gak bertebaran di Brunei termasuk di mall ini, setelah muter-muter & tanya warga Brunei, nemu jg resto yg lokasinya di sudut mall ke 3. Namanya Kaka Restoran. Menu makanan di resto ini adalah menu masakan Melayu, Cina & Western tentunya dijamin halal dgn rasa yg enak dan harganya msh terjangkau jg. Setelah makan malam, berhubung dah gak tau mau kemana lg, terpaksa deh kami mager di Magnum Cafe sampe tutup tu cafe, pastinya gak lupa icip2 ice creamnya dgn pilihan banyak topping hehehe.. lumayan nambah lagi berat badan. Hari ke 2 Semangaat .... krn mo city tour hari ini. Setelah sarapan, kami dijemput oleh bus dr Sunshine Travel utk join city tour dgn peserta lain. Rutenya: 1. Mesjid Jame’Asr Hassanil Bolkiah Mesjid ini berlokasi di daerah Kiarong dan didirikan pada tahun 1988. Mesjid ini dinamai sesuai nama Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzadin Waddaulah pada peringatan ke 25 tahun menjadi Sultan Brunei Darussalam dan diresmikan pada tgl 14 Juli 1994. Mesjid ini merupakan mesjid yg terbesar dan termegah di Brunei. Selain bisa memuat 3,500 jemaat, masjid ini mempunyai arsitektur yg bener2 mewah. For info, kubah masjid dan menaranya berlapis emas murni, lampu2 kristal dibuat di Austria, marmer didatangkan dari Italia. Gimana gak berdecak kagum ngeliatnya. Untuk memasuki ke dalam mesjid, kita akan dipandu oleh pengurus mesjid dan ada aturan yg harus diikuti nih. 1. Dilarang utk memotret dalam mesjid. 2. Tas, HP & Kamera dititip di loker mesjid 3. Pengunjung non muslim harus memakai jubah hitam yg sudah disediakan oleh pihak mesjid. Setelah kami semua siap, pemandu akan membawa kita ke ruangan utama utk sembahyang didekor mewah, Ruangan utk pelaksanaan ijab kabul atau acara-acara resmi masjid, ruang utk belajar Alquran bagi warga Brunei atau orang yg ingin menjadi muslim. Ini foto ruang utama mesjid yg diambil dari google. Bener kan mewah bgt interiornya. Dan ini lah foto2 lain yg menggambarkan kemegahan mesjid ini. Setelah puas berfoto-foto di luar mesjid, kami diajak oleh pemandu menuju Royal Regalia Building. Sebelumnya kami mampir di depan Istana Sultan terlebih dahulu. Seperti info2 yg kami dapat, istana dibuka utk umum hanya pd hari Raya Idul Fitri saja. Jadi, ya terpaksa harus puas berfoto-foto di depannya aja hehehe... Suasana jalan raya di Bandar Seri Begawan kaya gini nih. Nah semua serba teratur, sepi dan bener toh gak keliatan transportasi umum dan taxi. Setelah dr Istana Sultan, kami diajak melihat-lihat pusat kota atau alun-alun Bandar Sri Begawan. Ini lah suasana pusat kotanya.... sama sepi jg hehehe. 2. Royal Regalia Building Gak jauh dari alun-alun kota, terletak di Jl. Sultan Omar Ali Saefuddin, disitulah lokasi Royal Regalia. Royal Regalia adalah museum yg menyimpan hadiah-hadiah yg diterima oleh Sultan Brunei dr berbagai mancanegara. Untuk masuk ke dalam ruangan museum ini, semua tas include HP & kamera harus dititipkan di pintu masuk Museum. Oh iya selain melihat hadiah2 Sultan, kita bisa lihat juga foto-foto silsilah keluarga kerajaan, replika tahta Sultan, beberapa macam mahkota, kostum seragam pengawal Kerajaan, senjata pengawal Kerajaan. Setelah puas melihat-liat, baru deh kita boleh ambil kembali tas2 kita. Nah di ruangan besar Museum setelah pintu masuk, dipajang tuh kereta kerajaan yg dipakai waktu perayaan ke 25 tahun penobatan Sultan Hassanal Bolkiah, perlengkapan prajurit Kerajaan, meriam Kerajaan dll. Disini baru kita boleh foto-foto sesuka hati dan membeli souvenir2 khas Brunei seperti gantungan kunci,magnet kulkas dll. Dari Museum ini kemudian kita diajak ke dermaga Sungai Brunei utk menyeberang ke Kampong Ayer dengan perahu motor. 3. Kampong Ayer Kenapa disebut Kampong Ayer? Krn penduduk daerah ini mendirikan rumah di atas Sungai Brunei alias Kampung di atas air. Setelah merapat di dermaga Kampong Ayer, kami diajak menyusuri jalanan di kampung ini sambil melihat rumah-rumah penduduk dan akhirnya tibalah kami di rumah penduduk yg digunakan utk menjamu turis-turis. Di rumah ini kami disuguhi beberapa makanan kecil khas Brunei dan minuman teh. Ternyata Kampong Ayer luas jg lokasinya dan penduduknya banyak juga lho +/- 30.000 orang dan khasnya rumah-rumah disini dan jalanan antar rumah penduduk dibangun dari kayu dengan pancang-pancang kayu yg kuat dan terletak di atas air.Tp jangan salah lho walaupun penduduk Kampong Ayer tinggal di atas air tetapi fasilitas rumah-rumah disini lengkap dan modern , hebatnya merekapun punya mobil jg yg diparkir di dekat dermaga Sungai Brunei. Setelah puas foto-foto dan menikmati jamuan kecil ini, kami diajak menyebrang kembali ke tempat semula. Kampong Ayer ini merupakan destinasi terakhir utk tour siang ini. Peserta akan diantar kembali ke hotel masing-masing dan sorenya dijemput oleh pihak travel utk mengunjungi Mesjid Sultan Omar Ali Saefuddin dan makan malam. Berhubung saya dan teman-teman ingin mengexplore pusat kota Bandar Seri Begawan, kami memisahkan diri dari rombongan dan akan bergabung sore hari di Mesjid Sultan Omar Ali Saefuddin. Oh iya, salah satu makanan yg katanya terkenal di Brunei adalah Nasi Katok Mama. Udah pasti kami penasaran dong mau tau kaya apa hehehe.... Nasi Katok Mama ini terletak di jalan Cator yg terletak gak jauh dari Coffee Bean Cafe di alun-alun kota. Gampang banget nemuin kiosnya ini karena terletak di hook jalan besar dan lumayan byk juga pembeli yg antri. Harganya gak mahal kok cuma Brunei$ 1 termasuk lauk tambahan seperti sate bakso ikan, sayap ayam dgn aneka rasa dll. Mau tau nasi Katok seperti apa? Hahaha...ternyata cuma nasi putih dgn lauk ayam goreng tepung dan sambal. Untuk rasa, gak ada yg spesial sih...hmm kalah jauh lah dari nasi uduk kita. Tp buat teman-teman yg berkunjung ke Brunei dgn budget terbatas, lumayan hemat biaya utk makan siang hehehe... Setelah icip-icip Nasi Katok, kami jalan kaki mengelilingi area pusat kota dan penasaran pingin lihat mall tertua di kota ini yaitu Komplek Yayasan Sultan Hassanal Bolkiah.. hehehe..maklum deh namanya cewek, kalo belum cuci mata di mall blom puas. Bangunan mallnya besar krn terdiri dari 2 bangunan berbentuk rumah tradisional Melayu. Wah kita udh bayangin bakal bagus di dalam mallnya, hehehe...sekali lagi mengecewakan karena gak sesuai harapan. Jd 2 gedung di mall ini diisi oleh Hua Ho Department Store. Walaupun besar tetapi sayang barang-barang yg dijual , kalo di Indo nih setara dengan barang-barang di Ramayana Dep Store. Pokoke kalah jauh deh dgn mal di Indo hehehe. Akhirnya utk buang waktu , kami makan lagi deh di Jolly Bee Fried Chicken yg populer di Brunei. Jolly Bee adalah franchise fried chicken yg berasal dari Filipina. Untuk rasanya enak, gak kalah dgn Kentucky Fried Chicken. Di Brunei, KFC kalah populer deh dgn Jolly Bee. Setelah bosen duduk di Jolly Bee, kami explore aja deh supermarket yg ada di mall ini. Setelah puas liat-liat, ngiler juga liat menu KFC Brunei, krn ada beberapa menu yg beda dgn di Indo. Jadi kita mager lagi deh di KFC utk menghabiskan waktu. Akhirnya sampe juga waktunya kami hrs ke Mesjid Sultan Omar Ali Saefuddin yg kebetulan terletak di seberang Komplek Yayasan Sultan Hassanal Bolkiah. 4. Mesjid Sultan Omar Ali Saefuddin Mesjid Sultan Omar Ali Saefuddin ini, oleh penduduk setempat disebut juga Mesijd Ayah Sultan. Kenapa disebut begitu? Ternyata Sultan Omar Ali Saefuddin ini merupakan ayah Sultan Hassanal Bolkiah. Mesjid ini merupakan mesjid terbesar pertama dan landmark kota Bandar Seri Begawan. Bangunannya megah banget dan unik. Kubah mesjid ini terbuat dari emas juga dengan interior di dalam mesjid yg mewah. Mesjid ini dikelilingi oleh taman yg luas dan di bagian samping mesjid ada kolam luas dengan replika Perahu abad ke 16 yg bernama Mahligai. Seperti mesjid terdahulu, pengunjung harus mematuhi peraturan : pengunjung non muslim diwajibkan mengenakan jubah hitam utk masuk ke dalam ruangan sembahyang di mesjid ini dan dilarang utk memotret di dalam mesjid. Inilah tampilan mesjid di waktu siang hari. Lebih bagus kan tampilan mesjid ini waktu malam hari krn bermandikan cahaya lampu. Setelah puas melihat-lihat dan foto-foto, kami diajak utk makan malam di suatu restoran kecil. Utk acara penutup hari ini, kami diberi kesempatan untuk berbelanja di mall terbesar dan terbaru di Brunei yaitu “the Mall” dan mengunjungi pasar malam Gadong yg terkenal itu. Inilah suasana the Mall tersebut, hehehe.... masih kerenan mall di Jakarta kan? Sambil menunggu peserta lain berbelanja, kami melihat-liat aja deh krn memang gak ada barang yg mau dibeli. Setelah peserta lain berkumpul, baru deh kami dibawa ke night market Gadong. 5. Pasar Malam Gadong Pasar malam ini terletak di daerah Gadong dan lokasinya tidak jauh dari the Mall. For info, pasar malam ini buka setiap hari mulai jam 18.00-22.00. Nah kalau pagi, lokasi ini dipakai untuk pasar umum yg jual sayur mayur, ikan, daging dan bumbu2 dapur. Oh iya, jangan bayangin pasar malam Gadong ini seperti pasar malam di Thailand ya. Isi dagangan di Pasar malam Gadong ini ada buah-buahan lokal, ikan asin dan beraneka ragam makanan dan kue-kue yg sebetulnya mirip dgn makanan di Indo cuma sebutannya lain. Contohnya: 1. Kuih Malaya Babu Cantik =Martabak manis 2. Selurut= kue celorot 3. Keropok lekor= otak2 ikan goreng 4. Cucur pisang = pisang goreng Kalo mo icip-icip makanan di sini, jgn kawatir gak menguras isi kantong kok krn rata-rata makanan dijual seharga Brunei$ 1. Nah teman-teman, kunjungan ke Pasar Malam Gadong ini merupakan penutup cerita saya ya krn di hari ke 3, pagi hari setelah sarapan kami langsung diantar ke Bandara untuk terbang kembali ke Indo. Kesan saya, suasana di ibu kota Brunei: tenang cenderung sepi, tidak crowded dan hal yg bikin iri yaitu warga Brunei sangat dimanjakan lho dgn berbagai fasilitas gratis seperti sekolah, pengobatan, rumah sakit, BBM dgn harga murah, harga mobil murah dll. Yah, smoga cerita saya ini berguna ya utk teman2 yg ingin berkunjung ke Brunei. Salam jalan-jalan. Catatan: 1. Jika ingin membeli suvenir buatan asli Brunei yg tidak pasaran & kualitas bagus, teman2 dapat membeli di toko Aewon,. Kalo di mall gak nemu, tokonya ada kok di Bandara International Brunei (area ruang tunggu keberangkatan). Harga memang agak mahal sedikit tetapi sebanding kok dgn kualitasnya. Harga gantungan kunci & magnet kulkas dibandrol rata2 Brunei $ 5. Untuk T-shirt harga agak maha sih tergantung designnya. 2. Kurs Brunei $ 1 = +/-Rp. 9.500. Jika tidak sempat membeli dollar Brunei di Indo, sebaiknya membawa USD untuk ditukar di Bandara atau Hotel krn money changer agak susah dicari walaupun di mall besar. 3. Untuk teman-teman yang suka merokok dan minuman beralkohol, hahaha... jgn berharap bisa nemuin ke 2 barang tersebut di supermarket atau di Bandara krn rokok dan minuman beralkohol dilarang dijual di Brunei. 4. Untuk wanita diwajibkan berpakaian yg sopan krn byk kunjungan ke Mesjid. Kalaupun mau memakai celana pendek sebaiknya celana pendek yg selutut.
  7. 4 points
    denorra

    LUXEMBURG!!

    Halo jalan-jalaners! Iseng-iseng membunuh waktu, gue share pengalaman awal taon (telat bener, hihi) ke Luxemburg. Jadi karena alhamdulillah aplikasi beasiswa shortcourse gue ke Belanda diterima, gue uda siap2 sejak di Jakarta puasa senin kemis biar ga kebanyakan jajan. demi apah? iyap! demi jalan jalan bentaran:D shorcourse gue di kampung bernama Wageningen, nah kebetulan gue ada temen yg lg sekolah disitu. Ngobrol2 dan tercetuslah niatan ke luxemburg. Mayoritas temen2 gue yg sekolah ke belanda ngga rekomendasiin Lux sebagai tujuan. Setelah brosing2 baru tau, jadwal ke Lux tu ga 'semudah' ke negara lain. Dengan waktu yg cukup longgar di akhir pekan, gue sm temen2 mesti punya rencana yg matang. Satu2nya jadwal yg akomodatif adalah naik kereta ke Eindhoven jumat malem lanjut naik bis ke Lux. Kami sampe di Lux sekitaran jam 4 pagi. Gue tau sih Lux adalah salah satu negara terkaya dg tingkat kriminalitas yg rendah, tapi tetep aja ya booooo sampe ke engara orang pagi2 buta dan ngliat orang mabok jalan2 gitu serem juga. Anywaaaaaay..naiklah kami ke bus. Syok lagi karena di bus penuh sodara2! anak remaja remaji dress up abis mau ajojing, semntara gue dan temen2 kucel nahan kantuk, hahaha. Singkat cerita, bis di Lux kl wiken gratiiiis (asiiik). Trs di brosur2 tu tourism point-nya buanyak buanget. Uda kebayang ga mungkin kesampean semuanya kan ya. Ealah ternyata itu seputeran kota smuaa, hahahha. Jalan ampe gempor dr jam 10 pagi sampe jam 10 malem ngubengin tu kota. Trus suka ga sm Lux? suka bangeeeeeeeeeet. yg di atas tebing itu sepiii...kek kastil2, asiiik..di kota jg seruuu, national museumnya jg jooos. bangunan2 'modern' kelas dunia kek mengimbangi cultural/historical buildingnya gitu. langsung foto yaaaaaaaaaa:D
  8. 4 points
    desty_da10

    Raja Ampat 16-22 Desember 2016

    Salam kenal semua Mau share perjalanan ke Raja Ampat, 16-22 Desember 2016 kemarin. 4H3M Wayag-Pianemo-Kabui * Total peserta 15 orang * All in Per orang Rp. 2,4 Juta* Include : 1. Penjemputan dari Bandara Sorong / Hotel bagi peserta trip yang datang di hari sebelumnya. 2. Kapal Express Sorong - Misool PP 3. Makan, minum, snack selama trip. 4. Boat keliling pulau-pulau 5. Tiket masuk lokasi 6. Homestay di Arborek 1 Kamar 2 orang. Itinerary Raja Ampat Utara : Tgl 16 Des : * Meeting point di Pelabuhan Sorong jam 09.00 * Jam 10.00 berangkat menuju Waisai dg Kapal express. * Tiba di Pelabuhan Sekitar Jam 12.00. Istirahat dan makan siang di pelabuhan waisai. * Jam 14.00 perjalanan ke Arborek.Tiba di Arborek sekitar jam 16.00 (Molor karena Boat bermasalah). * Istirahat, Bermalam di Arborek. Tgl 17 Des : * 06.00 Sarapan * 07.00 Perjalanan ke Wayag * 11.00 Tiba Di Wayag. Explore Puncak 2 Wayag, dan pantai di sekitar wayag. Makan siang di pantai. * 14.00 Balik Ke Arborek * Tiba Di arborek sekitar jam 17.00 * 19.00 Makan malam * Istirahat Tgl 18 Des : * 06.00 Sarapan * 07.00 Perjalanan menuju Pianemo * 08.00 Tiba di Pianemo Explore Pianemo, Laguna Bintang, Teluk Kabui, Pulau Yeben, Makan siang di Pulau Friwen, Pasir timbul. * 16.00 Kembali Ke Arborek * 19.00 Makan malam * Istirahat Tgl 19 Des : * 07.00 Manta poin * 10.00 Kembali Ke Waisai * 14.00 Perjalanan ke Sorong dg Kapal express * Tiba di Sorong 16.00 * Explore Sorong sambil menunggu kapal Feri ke Misool. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Itinerary Raja Ampat Selatan : Tgl 20 Des : * 00.00 Perjalanan ke Misool * 09.00 Tiba Di Pelabuhan 35 Misool * 10.00 Tiba di Penginapan Kampung Harapan Jaya * 11.00 Explore misool.Yapap, Dafalen, Pulau Banos, Danau Ubur-ubur. * 17.00 Kembali Ke penginapan * 19.00 Makan malam * Istirahat Tgl 21 Des : * 07.00 Perjalanan menuju Balbulol. Explore Balbulol, Goa Putri termenung, Pantai Di Goa termenung, Puncak Harfat, Dapunlol, Dafalen love, Pantai Lenmakana. * 17.00 Kembali ke Penginapan * 19.00 Makan malam * Istirahat Tgl 22 Des : * 05.00 Sunrise di Misool * 07.00 Sarapan * 09.00 Menuju Pelabuhan Yellu * 10.00 Naik Feri menuju Sorong * 16.00 Tiba di Sorong * 3H2M Misool * Total peserta 16 orang Include : 1. Kapal Feri Sorong - Misool PP 2. Makan, minum, snack selama trip. 3. Boat keliling pulau 4. Tiket Di Puncak Harfat. 5. Penginapan homestay di Harapan jaya Booking 2 Kamar besar, 1 kamar ber 8 org cew, dan kamar satunya lagi 8 org Cowok. Rincian : * Boat : 4 Jt x 2 hari = 8 Jt * Penginapan dan Makan : 400 rb × 2 hari x 16 orang = 12.8 Jt * Tiket Harfat : 50rb x 16 orang = 800rb * Total : (8 jt + 12.8 + 800rb) / 16 org = 1.35 jt * Kapal Feri PP : 200rb x 2 = 400 Rb *Total per orang = 1.35 jt + 400rb = 1.75 Juta. (Infonya sekarang homestay di Misool harganya turun, dan sudah ada kapal express Sorong-Misool PP. Jadi lebih mudah pastinya akses kesana dan harganya juga lbh murah :D) Total 7h6m di Wayag-Misool = Rp 4.15 Juta. Ok Sekian share pengalaman trip Raja Ampat, semoga bermanfaat ya :) Tetap semangat jalan-jalan untuk menyusuri nusantara yg indah ini. Salam. Desty *Foto-foto 1. Wayag 2. Pianemo 3. Laguna Bintang 4. Yeben 5. Friwen 6. Pasir Timbul 7. Pulau Pef Raja4 divers Dive Resort 8. Penginapan di Arborek 9. Yapap Misool 10. Puncak Harfat 11. Dafalen Love 12. Balbulol 13. Kampung Harapan Jaya
  9. 4 points
    rianifitria

    Jalan2 ke China p1 Beijing

    Tahun lalu saya dan keluarga pergi ke China selama 10 hari - Beijing, Xi'An dan Shanghai. Berikut ini kesan2 perjalanan saya, saya harap ini bias berguna biarpun telat banget. Hari 1: Jakarta - Beijing Penerbangan Jakarta ke Beijing - Transit di HK (Mendarat di HK - 15.00, berangkat lagi jam 20.00). Mendarat di Beijing jam 12.55 pagi hari kedua. Hari 2: Beijing Berencana mencari mainan2 dan aksesoris2 palsu gitu, jadi berangkatlah kami ke Hongqiao Pearl's Market, shopping mall yg isinya macem2 dekat Temple of Heaven. Kami naik subway, harganya lumayan murah antara RMB 3-6 per orang per perjalanan. Mesin tiketnya ada Bahasa Inggrisnya, jadi gak perlu google translate tulisan2 China. Papan penunjuk arahnya juga bilingual, jadi gak repot nyari platform maupun pintu keluarnya. Dan sebelum masuk ke platform biasanya ada X-ray buat barang2 bawaan. Keluar di stasiun Tiantan Dongmen – subway Line 5. Dari situ jalan ke Hongqiao Pearl's Market melewati sekitar 2-3 gedung. Ada tulisannya Inggris besar2, jadi gampang taunya. Di Hongqiao Pearl's Market, setiap lantai memiliki ke-khas-an masing2. Misalnya mainan di lt. 3, baju di lt.4 dll. Ada juga food court di basement. Harga makanannya juga lumayan ok, sekitar RMB 15-18 per porsi. Oh ya, jangan lupa tawar menawar kalau belanja disini. Setelah belanja dan makan, kami jalan lagi menuju National Museum of China di Tian'anmen Square. Naik subway Line 2 ke stasiun Qianmen. Nah disini baru mulai seru, soalnya banyak banget polisinya. Setiap pintu keluar ada penjaganya, tiap belokan ada penjaganya, naik turun tangga ada penjaganya berdiri. Keluar dari subway kami berjalan mengarah ke Forbidden City, dan kira2 50 m dari pintu keluar, ada X-ray dan pengecekan ID/passport. Jalan lagi, dan 50 m sebelom pintu samping National Museum ada lagi x-ray dan pengecekan ID. Masuk ke National Museumnya gratis. Di tempat ‘karcis’ mereka bakalan minta ID (sim, passport, ktp) dan ngasih 1 tiket per ID. Dari tempat karcis ngantri masuk. Adalagi X-ray plus body scanner. Setelah lewat baru deh bias masuk ke lobby National Museum. National Museumnya GEDE BANGET. Ada 4 lantai dan basement dan 28 ruangan pameran. Setiap ruangannya memiliki tema yg berbeda, misalnya 1 ruangan isinya kaligrafi, 1 ruangan isinya mengenai uang, 1 ruangan isinya keramik dsb. Di luar tiap ruangan ada kounter souvenir yg khas buat ruangan tsb, kalau ruangannya mengenai jade, maka yg dijual adalah suvenir2 jade. Dan hampir di tiap sayap ada mesin souvenir koin (souvenir paling murah). Di lt 1 banyak kounter souvenir yg jual hampir semua barang, jadi kalau misalnya nyesel tadi gak beli souvenir di lt 3, bias cari di lit 1. Mereka tutup jam 16.30 pas. Jam 16.00 kira2 para penjaganya sudah mulai mengusir orang2. Dan jam 16.30 pas, bakalan ada upacara pembubaran petugas2 museum yg lumayan militer (biarpun orang2nya gak ada yg militer). Sehabis itu penjaganya beneran bakalan ngusir semua orang dengan paksa, bahkan yg duduk2 di beranda depan museum. Boro2 foto2 di depan museum. Dari Museum ini kami jalan ke Qian Men Street buat makan malam. Tadinya kami mau nyari Peking Duck dari Quanjude, tapi antrinya panjang. Jadi kami pindah ke restoran kecil di jalan samping. Makanannya enak dan harganya juga lumayan, misalnya sepiring RMB30 gitu, tapi bias share 1-2 hidangan buat berempat gitu. Hari 3: Beijing Hari ketiga dimulai dengan HUJAN DERAS. Dan sepanjang hari HUJAN. Kami berangkat lagi ke Tiananmen Square untuk pergi ke Forbidden City. Naik subway line 2 – stasiun Qianmen. Harga tiket masuknya RMB 60/orang. Turisnya yg masuk, local maupun internasional banyaknya minta ampun. Mulai dari masuk gerbang (belom beli tiket) aja udah antri, dan penuh sesak dgn orang2 berpayung dan berjas-hujan. Seperti biasa, banyak X-ray (keluar masuk mrt, mendekati Forbidden City, gerbang masuk, gerbang tiket). Forbidden City itu BESAR dan LUAS luar biasa. Masalahnya semua orang berusaha berteduh di koridor2 yg ada atapnya. Jadi serasa orang2 se DKI berjubel di pintu2 dan koridor2, dan gak ada yg mau bergerak Karena mereka gak mau basah, jadi ya nutupin jalan dan pintu dan kami gak ada yg bias keluar masuk. Bener2 gak enjoy abis. Setelah sukses keluar dari Forbidden City kami cari makan (masih deket sama Qian Men Street). Dari dari sana kami menuju Temple of Heaven; Subway line 5 – Tiantan Dongmen. Nah Temple of Heaven ini terbagi 2 bagian. 1 yg taman untuk umum, kalau gak salah RMB 15 buat masuk. Disini ada pagoda2 gazebo dan warga setempat bersantai. Yg satu bagian lagi, Temple of Heaven-nya, perlu karcis terusan yg harganya RMB 35. Sayangnya yg terkenang cuma besar, basah dan licin. Dari sini kami naik subway ke Wangfujing Pedestrian Street yg katanya tempat belanja (masih nyari barang2 kw) melalui subway Line 1 stasiun Wangfujing. Hampir semua barang disini sudah harga supermarket besar dan barang2 bermerk, jadi lumayan mahal juga, dan masih belom nemu tuh barang2 kw. Hari 4 : Beijing Pagi hari dimulai dengan berjalan ke Bird Nest Stadium. Kami lihat2 saja dari jauh, memakai Subway Line 8 atau 15 stasiun Olympic Park. Dari sana kami pergi ke stasiun Dongzhimen dari Subway line 2 atau 13 untuk naik bus 916快 (ekspress) menuju The Great Wall of China, Mutianyu section. Harga busnya 12 yuan. Keluar dari platform di Dongzhimen, cari penunjuk arah ke Bus Transfer Hall dan cari bus 916快. Perjalanannya lumayan jauh, sekitar 2jam gitu. Sampai sana tiket masuknya RMB 45, tiket naik kereta gantung ke atas RMB 120, tiket shuttle bus ke kaki Great Wall RMB 15. Dan tembok besar China itu emang bener2 LUAR BIASA. Gak salah kalau masuk 7 Wonders of the World. Dari jauh kelihatannya kecil dan rata, tapi begitu diatasnya ternyata lebar banget, saya rasa biar kereta kuda bias lewat diatasnya. Dan gak rata sama sekali tapi naik turun-nya sekitar 3 lantai dan ini belom naik menaranya. Di tiap beberapa meter bakalan ada menara benteng. Ternyata jarak antara 2 menara itu sepanjangan 2x jarak anak panah terbang. Jadi bila ada orang memanjat tembok persis diantara 2 menara, maka orang tersebut bias dipanah dari 2 sisi. Dan kalau berdiri diatas tembok tersebut emang bener bias melihat pemandangan sampai jauh kemana2. Kalau cuma ada 1 tempat di Beijing yg bias dikunjungi, saya rekomendasikan banget The Great Wall of China. Yg lain2nya gak terlalu penting setelah melihat tembok besar ini. Semua kesusahan dan kesialan2 beberapa hari lalu sebanding dengan pesona tembok China dan gak nyesel saya datang kesini. Hari 5 : Beijing Hari ini kami akan naik rickshaw untuk Hutong District Tour. Ini dimulai dari Hutong Tour meeting point di dekat stasiun Beihai North – subway line 6; melewati ‘daerah tua’ dan sampai ke stasiun Shichahai -Subeway line 8 dimana ada Bell and Drum Tower. Harganya sekitar RMB 80 per orang. Lumayan menarik juga bisa melihat rumah2 tua dan kesannya persis sama kaya di drama cina kuno gitu. Bell dan Drum Towers adalah alun2 pada jaman dahulu dan juga berfungsi sebagai penanda waktu. Jadi mereka akan berbunyi diawal dan diakhir hari. Naik keatasnya lumayan berat, tangga-nya curam dan tinggi. Satu menaranya RMB 20, kalau beli 2 sekaligus RMB 30. Dari sana kami pergi ke Summer Palace, di stasiun Beigongmen – subway Line 4. Kami makan mie di luar gerbangnya, rasa mie-nya khas gitu. Tarif masuknya RMB 30. Di dalam ada beberapa tempat yg bias dimasukin (seperti klenteng dll) tapi harus bayar lagi. Summer Palace itu taman yg dibangun disekitar danau. Banyak warga setempat yg pergi piknik disana. Kami pulangnya naik perahu untuk menyebrang balik ke pintu masuk, RMB 10. Malamnya kami akan terbang ke Xi’An. Disambung di p2 Xi'an dan Shanghai...
  10. 4 points
    JAPAN ALPINE ROUTE #TATEYAMA KUROBE Rute Saya Di Mulai Dari KYOTO >> Kanazawa Pulang Ke Kanazawa Via Nagano * * 2 Stasiun Ke TAKASak 3200 yen ( karena tidak Pake Jr nasional ) Sebagian Tercover Oleh Jr west pass 15000 yen Yang mana Jr West pas Lumayan Membantu Perjalanan Saya Selama Di Kyoto/ Osaka /Kobe /Kanazawa / Gokayama dan Banyak Lainnya Lanjut dengan itin Sistim “Deffa Hajaaarrr Saja Ko Acong” Nah inilah Rute Yang Saya Pake Menyusuri Alpine Route One Day Trip Dimulai Jam 07.00 Sd jam 20.00 Waktu Kanazawa Kanazawa Toyama Jr west pass >>> lanjut Tateyama Kurobe Pass Sd Nagano 9000 Yen Terakhir Pilih setasiun Nagano Lanjutb 2 Titik Stasiun Ke Takasaki Baru tercover Jr west Pass Lagi Pulang ke kanazawa Nah Ini Rute Simple Saya Yang Pasti Semua Orang Lebih Bisa Secara Mengingat “KEKURANGAN “ Sibocah Tua Nakal Durasi Pertitik nya Lupa Maklum Wiss sepuh Yang Pasti Durasi Trip PP nya 12 jam Sangat santai semua Tercapai Trip Autum Di Toyama Perfektur ini SEmoga nanti Di musim Puncak Kunjungan ALPINE ROUTE di bulan April Tahun Depan Saya Berkesempatan Tuk Menikmati Keindahan View Yang Berbeda Sensasinya Tunggulah Cerita Perjalanan Saya Yang Lainnya Menyusul Ayo Rencanakan Teman 2 Yang Akan Ke japan Sibocah tua nakal Saja Berani kok “ “
  11. 4 points
    OhayoooGozaimastaaaa... (selamaaaat pagiiii kalo kata orang jepang) HOLaa semuanyaah,,, akuh kembali lagi disini dengan membawa segerombolan ibu2 rempong dari jakarta info dulu deh.. berhubung banyak yg nanyain perjalanan sakura sayah kemarin, akhirnya nekat bikin trip autumn ke jepang yang notabennya rute memang agak mirip. Jadi mungkin tulisan kali ini agak sedikit sama dengan tulisan tahun lalu, tapi dengan foto2 yg beda donks ohohohoho. Perjalanan Kali ini sayah membawa peserta kalo ditotalin brati ber 20, dgn kloter dibagi 2. (ga usah nanya deh kepala ai rasanya mau pecah ngurusin ini semua jahahaha) BUT! Because i loves japan so so much, jadeeeh ga berasa capenya perjalanan 15 hari ini. yup! 15 HARI LAGI Langsung aja yah.. tiket alhamdulilllaaaaah bgt gw dapet tiket promo. thanks to youuuuuh @mone geriliya kita selama beberapa bulan mengejar tiket murah terbayarkan sudah. Paket Tour Japan autumn ini gw bandrol seharga 19,9 jt all in kecuali makan siang dan malam. tiket pesawat, hotel, jr pass, jalan2 dsb ropeway dan lain lain udah gw tanggung. awalnya yaudah seadanya aja, 5 orang minat hayuk brangkat. Yaiks!! ternyata yg minat ada 19 orang. jadilah ya ai keteteran. pencarian hotel dan hostel yg ga abisn abisnya. dan beberapa tamu mau exclusif di hotel berbintangpun ai jabanin hayyah hayyah ibuk ibuk. Autumn atau biasa disebut musim gugur ini menurut saya musim yg agak gambling. karena pakaian menurut saya juga agak membingungkan. bentar bentar dingiiin bentar2 panaaas. tapii yang pastiii.. apa aja yg mesti dibawa ketika autumn 1. Jas Ujan! omg selama disana tiada hari tanpa hujan. ditambah dgn anginnya yg ga asik bgt...brrrrrr... kombinasi bikin sakit. anehnya kalo ujan udah berhenti, cuaca bisa tiba2 menjadi panas Jreng!! clear blue sky. jadi.. 2. Jaket ga usah terlalu tebel. (kecuali anaknya kaya sayah suka biduran, jaket tebel penting AHAHAHAHA) 3. Gunakan sepatu sebisa mungkin yg anti air kayaknya. beberapa tamu memakai sepatu kets biasa dan sepatu wanita bahan alhasil semua jadi lepek dan akhirnya bikin kaki lecet. 4. Kalo kamu tipical yang seneng bawa baju sedikit, cari penginapan yang menyediakan mesin cuci dan pengeringnnya. melihat cuaca disana yg bikin baju lepek sih emang ga enak bgt pake baju lembab kemana mana yakhaan. 5.Cek Jadwal Festival! ini nih yg paling penting menurut sayahhh. selalu gunakan waktu kita untuk festival yg ada di jepang. selain magical bgt, kita juga bisa dapat nilai plus banyak selain melihat pemandangan aja. 6.Wifi. rekomendasi, gunain wifi yg memang kerjasama dgn japan provider kaya docomo atau softbank. karena ini negara teknologi, kayaknya kalo ga ada wifi bakalan mati kutu deh (apalagi sayah zzzz) 7. JR PASS. ga bosen bosennya sayah mengingatkan ini. 8. Gunakan koper yg berbahan anti air. Kemarin beberapa tamu juga akhirnya kopernya ada yg kuyup bgt karena keguyur hujan. 9. Vitamin (yaaah namanya juga ibu ibu) 10. Cash money. Jepang masih menganut sistem hard cash. jadi ga usah takut kalo kita bawa uang 1 juta 1 lembarnya, dimanapun itu, mereka pasti punya kembaliannya. 11. Suica atau Pasmo. Kartu sakti yg juga selalu mempermudah kita beli2 makanan dan subway selama di jepang. Bisa dibeli ketika sampai di bandara atau di tempat subway lainnya. YUKS! brangkaaaat Kloter 1 terdiri dr 14 orang dan kloter ke 2 terdiri dari 6 orang Airlines Philippine airline, ANA, Cathay dan JAL adalah maskapai yg membawa kita semua. pusing ga tuh. ahahahahahaah! yup.. inilah yg akhirnya membuat gw harus bolak balik bandara sebanyak 3x demi menjemput mereka semua (longstoriiiih) cuman karena mereka mau di charge extra jadi yawesss lanjut. RUTE Tour Yellow Fox UENO, Shibuya,Tsukiji, KYOto,Kiyomizudera, Fushimi inari, Takayama Old town, Shin Hotaka, dan Shirakawagoe Sedikit Pengetahuan Tentang Jepang. 1. Taxi mereka biasanya terbuka sendiri, jadi ketika masuk ga usah nutup pake tangan. kadang malah kita suka diomelin kalo kita nutup sendiri. 2. Negara yg ga kenal makanan dibungkus. sooooo... biasanya kan kita kalo di indo, makanan ga abis suka minta dibungkus. DISINI sebisa mungkin jangan yaah. 3. Negara yg bisa ngusir kita dr restaurant kalo kita terlalu ber ramai ramai. beberapa kali sayah diusir dr restaurant krn mereka ga mau mengganggu tamu2 lainnya (apalagi kalo tempatnya sempit) jadi jgn tersinggung ya. kalo kamu group lebih dr 5 orang mungkin lebih baik pilih restaurant yg besar atau dibagi menjadi beberapa tempat makan 4. Jangan makan sambil berjalan. Bakal jadi perhatian orang2 sih. sayah pernah sekali krn lupa kebiasaan ngemil di indo sambil jalan. alhasil diliatin sama orang2 lewat ahahahaha. ndeso 5. Jangan heran kalo kita akan sangat sulit mencari tempat sampah di jalan tempat sampah biasanya ada di stasiun2 kereta. pernah satu kali kantong baju dan clana ai penuh sama sampah sehari hari jahahahaha. here we cooome Japaaaan!
  12. 4 points
    Vaylyn

    Jalan2 di jepang rame2 Help!

    Cb bantu2 jawab ya biarpun blm pernah pergi hehe 1. Untuk hitachi kayaknya ga susah aku liat diwebnya dan dibanding ke hyperdia. Langsung jalan dan transfer pun tetep kena 2270 dari ueno ke katsuta. Pas diuncheck private dan JR doang masih kemasuk disana. 2. Jam 12 kalo baru mendarat memang udah ga ada lagi trainnya. Mas2 masinis perlu bobo juga hahaha. Pilihan jam segitu memang uber/taxi. 3. Kalo makanan halal ini aga sulit sih ya. Level halal orang berbeda2 soalnya. Ada yg asalkan bukan b2, oke2 aja, ada yg ga mau sendok masakny bekas ngaduk kaldu b2, bahkan ada yg ga mau gelas bekas minum pemakan b2 biarpun sudah dicuci, atau kalo sapipun harus tau gimana potongnya. Tapi ada juga yg prinsipnya, 'asal ga ketauan/ga dikasih tau gapapa' kayak sushi sbnrny nasiny kan sdh diaduk sama mirin yg mengandung alkohol. Jadi bantu sertain link andalanku aja ya haha. https://wow-j.com/en/sp/Allguides/tokyo/ https://wow-j.com/en/sp/Allguides/kyoto/ https://wow-j.com/en/sp/Allguides/osaka/ Paling updet setauku deh kalo soal makanan/cafe2 misalkan recomended daerah a,b,c. Ntar cb dibaca2 lagi soal kehalalannya dan cocokny gmn.
  13. 4 points
    AKSI Peduli Lingkungan Hidup “ Tanam Ribuan Mangrove “ Hutan Mangrove memiliki manfaat yang sangat penting antara lain ; Mencegah Intrusi air laut atau perembasan air laut ke tanah daratan yang menyebabkan air tanah menjadi payau sehingga tidak layak untuk di konsumsi, Mencegah Erosi dan Abrasi pantai, sebagai pencegah dan penyaring alami, sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa, berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir, serta manfaat-manfaat yang lainnya. “ Pantai kita butuh kepedulian kita, mari tanam ribuan mangrove !! “ Setidaknya itu adalah kalimat yang tersirat di benak teman-teman relawan yang peduli terhadap lingkungan kita, salah satunya adalah Komunitas “ Tempat Kita Peduli (TKP) SUMUT “. Hari Minggu, 17 September 2017 kemaren teman-teman dari Komunitas Tempat Kita Peduli (TKP) SUMUT, mengadakan kegiatan Peduli Lingkungan yang melibatkan berbagai kalangan baik dari indvidu, Pelajar & mahasiswa maupun dari berbagai lintas komunitas yang ada di Sumatera Utara. Kegiatan peduli lingkungan yang bertema “ Tanam Ribuang Mangrove “ ini mendapatkan tanggapan yang sangat positif, terbukti dengan banyaknya jumlah peserta yang mencapai 800 orang lebih yang ikut dalam kegiatan ini. Aksi peduli lingkungan ini di pusatkan di lokasi “ " Mekar Bahari Konservasi Area RUMAH MANGROVE “ Desa Percut, Bagan Percut Dusun XVIII, Deli Serdang, Sumatera Utara. Tentu saja, kegiatan yang bersifat peduli lingkungan ini mendapat tanggapan yang positif pula dari temen-temen Jalaners yang tergabung dalam Komunitas Jalan-jalan Indonesia Regional SUMUT ( Jalan2.com Regional SUMUT ). Mengapa ? karena; meskipun beda komunitasnya, namun memiliki kesamaan prinsip dan pandangan yakni sama-sama peduli sekitar tanpa mengharapkan imbalan. Selama ini temen-temen dari TKP sering mengadakan kegiatan amal utk kemanusiaan, sedangkan temen-temen dari komunitas Jalan2.com Regional SUMUT sering mengadakan kegiatan explore wisata yang masih terpendam dan meng-expose keluar melalui berbagai media agar di ketahui khalayak ramai dan diharapkan berdampak positif pula terhadap perekonomian masyarakat yang ada di lingkungan wisata. Okehlah .. persamaan pandangan clear…!! Yuk Ikuti keseruannya.. Sesuai Instruksi panitia kegiatan bahwa; para peserta yang sudah mengetahui lokasi kegiatan diharapkan bisa langsung ke lokasi kegiatan, sedangkan para peserta yang tidak/belum mengetahui letak lokasi kegiatan Tanam Ribuan Mangrove “ Rumah Mangrove Mekar Bahari “ diharapkan berkumpul di SPBU Haji Anif di Jalan Cemara Medan, pada Minggu pagi ,17 September 2017 jam 07.00 wib, dan dari sana rencananya akan dipandu oleh panitia dan berkonvoi menuju lokasi kegiatan. Terus bagaimana dengan saya dan rekan-rekan jalaners Regional SUMUT ? Awalnya kami mau menggunakan sepeda motor dan berkonvoi bersama, namun karena ada teman yang rumahnya sangat jauh dan ada sebagian teman yang sepeda motornya tidak sehat sehingga saya putuskan untuk pake mobil saya saja, kebetulan yang bisa ikut kegiatan hanya 7 orang karena temen-teman yang lain sudah ada schedule pribadi pada tanggal itu. Dan kami sepakat untuk berkumpul di depan Kantor Pos Pusat samping lapangan merdeka pada jam 06.30 Wib, dan ternyata teman-teman pada tepat waktu ! thanks. Sarapan dulu !! Yew… ternyata sama ! , sama-sama belum isi perut ! , yuklah sarapan dulu… “ Buk.. Lontong sayur 5, satu pake perkedel, empat pake telor , duanya lagi nasi gurih.. " Ok Mas ! kata ibu yang jualan menu sarapan, tidak berselang lama semua pesanan pun sudah ada di atas meja dan kami pun siap untuk menyantapnya. Ayuk sarapaaan… Sarapan udah kelar, yuk langsung ke SPBU Haji Anif, OK ! kata temen-temen.. Dan sesampai di SPBU Haji Anif, ternyata belum semua peserta kumpul baru sebagian saja yang sudah pada menunggu, meskipun sudah jam 07.30 wib, saya pantau dari pembicaraan di chat group ternyata masih banyak yang OTW = on the way alias masih pada ngaspal ho ho ho…. Yaw udahlah kita coba duluan aja ke lokasi, meskipun belum tau posisi lokasinya kita coba ikuti Google Map ajah, saat itu HP saya lowbat !! haduuh padahal info lokasi ada di chat group TKP ! ya udahlah seingat saya namanya Bagan Percut, so pake HP nya si Vean, dan buka google map, cari Bagan Percut dan akhirnya mengikuti petunjuk GPS nya Google… sudah sekitar 30 menitan lamanya kami mengikuti petunjuk.. udah jauuuh bahkan sudah sampai pinggiran laut, udah habis jalan beraspalnya, sekarang sudah masuk ke jalan tanah tanggul sungai… sudah sekitar 3km lebih kami menyusuri pinggiran sungai tapi lokasi kegiatan tidak ketemu-ketemu ! Kami kesasar paaak….!! Ternyata GPS nya mengarah jalan yang salah ! ya iyalah wong titik point nya yang di ambil Bagan percut, Bagan percut itu luas ! Plaak plaak .. tepuk jidat lah…. Untung bro Anjas bawa PowerBank, setelah ngecarge HP, buka chat group dan teriak “ Saya kesasar paak !! … Dan Fast Response, panitia langsung Share Location by google map , jadi langsung balik lagi… dan akhirnya sampai dah ke lokasi kegiatan… Horeeeee !!! Sesampai di lokasi ternyata sudah ramai peserta yang datang, langsung dah jumpai panitia untuk konfirmasi peserta, dan panitia memberikan tanda peserta berupa Pita warna Hijau untuk di sematkan di kaos atau topi. Setelah pakai tanda peserta, kami langsung menuju di mana para peserta di kumpulkan dan……. Tiba-tiba suara keras terdengar dari soundsytem “ Ayok teman-teman dari komunitas Jalan2.com silahkan maju dan bergabung… “ Wah ternyata itu suara Abangda “Syukur Ricky Roy Aritonang, sang komandan TKP ! Ok bangnda kami bergabuuung…. Setelah panitia mengenalkan para petugas kegiatan serta pengenalan dan tata cara tanam pohon mangrove kami pun dibagi 3 kelompok besar untuk pengaturan lokasi tanam, dan masing-masing group di pimpin oleh satu petugas pengarah, kami diarahkan menuju lokasi bibit, dan setiap peserta di jatah minimal 5 bibit mangrove. Ayuk tanam Mangrove nya…. Semangaatt…. !!! Masing-masing bawa 5 bibit yaks..... Selama menanam mangrove, tentu saja kami saling berkenalan dengan banyak orang dari berbagai komunitas, ya ! di kegiatan peduli lingkungan seperti ini tentu banyak positifnya, selain belajar mengenal mangrove sambil berwisata juga menambah kenalan dengan teman-teman baru… ! Mau hiburan ?... tenang … di komunitas kita ada biduan, hahaha biduan… iya bener biduan.. Vokalis gitu lhoo.. Ada Muni yang suaranya merdu ada thepo yang menjadi teman duetnya Lanjuuut maang…. Hari sudah sore, dan acara sudah selesai, setelah menerima sertifikat dari panitia , kami pun meninggalkan lokasi kegiatan, dan dalam perjalanan pulang kami sepakat untuk mampir dan makan bakso di warung bakso Mas Edo di jalan sunggal, tepatnya di depan perumahan Somerset Regency. Kami suka makan disana karena disana ada bonus ceker dan tulang ayam yang banyak, tentu saja rasa nya enak dan harganya juga tidak terlalu mahal. Namun sayang, sesampai disana warung baksonya gak buka, alias tutup !!, waduh kemana nih mas edo nya.. ? ah barang kali lagi liburan… masa jualan melulu… Piknik dunk… Okeh, Fine !, kita cari warung bakso yang lain… Bakso Sahabat di jalan Merak, sunggal ini akhirnya menjadi pilihan, rasanya lumayan enak, apa lagi buat kami yang lagi kelaparan… OK Guys…. Sebegituh ajah ya Field Report (FR) saya di kegiatan Peduli Lingkungan Hidup “ Tanam Ribuan Mangrove “ semoga kegiatan ini bermanfaat bagi semua. Terima kasih kepada Komunitas Tempat Kita Peduli (TKP) SUMUT, yang sudah menyelenggarakan kegiatan peduli lingkungan ini. Terima kasih kepada “ Rumah Mangrove Mekar Bahari “ yang sudah menyediakan tempat dan berbagi ilmu tentang mangrove Dan tentu saja terima kasih buat temen-teman komunitas Jalan2.com Regional SUMUT yang sudah ikutan kegiatan peduli lingkungan; @Dhistiraz Kenzie, @Vean Tristan Vean, @just0682 Anjas, @thepo Thepo, Muni, Nopita, Indah jho.. Salam komunitas, dan Salam Lestari..
  14. 3 points
    DAY 4 TOYAMA - KYOTO Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam . Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap. Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO. Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian. Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi ! Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki . Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini . Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan . Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION. Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya . Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel ) DAY 5 ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK soon...
  15. 3 points
    LANJUTAN DARI PART 1 TATEYAMA KUROBE ALPINE ROUTE MIDAGAHARA Setelah puas main 1 jam di MIDAGAHARA kami berangkat menuju MURODO dengan HIGHLAND BUS lagi . Masih belum memperlihatkan keindahan sesungguhnya , selama perjalanan menuju MURODO makin membuat mata kami benar2 damai dengan pemandangan di dalam bus. SNOW WALL makin meninggi...salju makin banyak sekali, tak terasa kami sampai di MURODO station dan kami diperbolehkan turun di station nya. Beberapa saat kami mau tiba, sudah tampak sedikit orang ( hehheeh sombong sekali ya pamer keadaan sepi di sana ) lagi berfoto-foto dan berjalan sepanjang SNOW WALL . Ingin rasanya ikut bersama-sama mereka. Namun bus turun pada tempat yang disediakan . Tidak bisa seperti di sini ..tinggal stoopp BANG !!! Turun di pinggir / tengah jalan hahaha.... Masuk ke station tak sabar langsung mencari arah menuju SNOW WALK ....dan bergegaslah kami menuju SNOW WALK untuk melihat SNOW WALL yang menurut mereka hanya satu-satunya di dunia ??? Entah ... Namun FYI , snow wall ini hanya ada kira-kira bulan FEBUARI sd akhir JUNI , coba kalian cek di website lebih lanjut . SEBELUM FEB mungkin jalur SNOW WALK ini tidak dibuka karena terlalu extrem cuacanya dan badai salju . Jika kita perginya akhir JUni , SNOW WALL ini sudah mencair dan kita hanya bisa melihat pemandangan hijau-hijau saja. Jadi harus benar-benar di cek SNOW WALL kapan dibuka sebelum mengatur perjalanan ke sini. Karena menurut saya SNOW WALL inilah yang paling AMAZING dalam trip ini. KUROBE ALPINE route mungkin buka dari awal tahun sampai akhir NOVEMBER , namun SNOW WALL ini hanya beberapa bulan saja adanya. So jangan salah waktu pergi ke sini. Di sini juga ada dibuat tempat seluncuran es..dimana anak-anak saya sangat gembira memakai papan luncur yang tidak banyak disediakan , namun sekali lagi karena pengunjung saat itu sedikit kami sangat puas memakai dan bermain seluncur es ini. Bahkan saya juga sangat-sangat tergoda untuk bermain 3x seluncur di sini. Lama kami bermain disini , dan juga lunch sekalian di MURODO ini. Tidak banyak makanan di MURODO station , hanya makanan yang berat yaitu RAMEN yang dibeli vouchernya melalui vending machine seperti banyak beredar di JAPAN. Namun kehangatan kuah RAMEN dapat membuat kami nyaman dan bermain keluar snow wall dan bermain seluncuran lagi Oh ya...jangan lupa cobain bakpao yang dijual di dalam MURODO station...enak banget !!! Setelah puas bermain seluncuran , dan anak-anak saya sampai sepatu basah...( so jangan lupa bawa kaos kaki dan baju cadangan kalo mau main seluncuran ) ..KAMI LUPA BAWA !!! HAIIZZZ, so dalam perjalanan setelahnya di DAIKANBO kami jemur KAOS KAKI DAN SEPATU !!! MENUJU DAIKANBO dengan tunnel bus menembus gunung selama 10 menit juga cukup membuat kita merasa wah...Konon seluruh track transportasi di sini merupakan projek tersulit yang JAPAN pernah buat . Mereka sebenarnya buat semua jalur transportasi ini untuk mengangkut pekerja dan material untuk membangun KUROBE DAM di next station sesudah KUROBEDAIRA ini. Setelah DAM jadi , mereka memanfaatkan jalur ini untuk pariwisata ...CLEVER ! ***** BARU SADAR , kayanya foto-foto yang posisi berdiri tidak bisa diupload ya , ADMIN ??....;) MURODO _ DAIKANBO ( TUNNEL BUS ) Masuk tunnel pakai bus cuma 10 menit, sampai di DAIKANBO station, lalu kami ke,luar sebentar ke taman kecil yang view nya juga indah , sambil anak-anak bersantai jemur kaos kaki dan sepatu yang basah karena main seluncuran es. Enak juga nongkrong di taman tersebut sambil ngopi KAPAL API ...halah.... Namun sinar matahari cukup terik walaupun udara dingin, yang membuat kulit kami terbakar ...( so jangan lupa bawa sun block )...dan kami tak bawa !!! HAIZZ Sesudah kaos kaki cukup kering :) kami lanjut naik ropeway turun ke kurobedaira - lanjut dengan kurobe cable car ke KUROBEKO. Waktu kira-kira sudah jam 14 an saat itu . Saya tidak perhatikan persis. Tiba di KUROBEKO, dalam hati saya sudah selesai lah journey ini...namun ternyata setelah keluar terowongan...OALAAAA...view dari KUROBEKO jalan kaki sampai KUROBE DAM tak kalah membuat saya bersemangat kembali .....AMAZING melihat DAM besar ini ....sebelahnya air yang begitu banyak dan luas, namun sebelahnya terlihat sungai kering . Menurut info di web, akhir tahun sekitar Oktober / November saat tertentu kita bisa menyaksikan atraksi bendungan ini dibuka dan melihat air super dahsyat dialirkan ke bagian sebelah nya . Disediakan beberapa tempat untuk observasi , bisa juga kita naik tangga untuk mendaki ke puncak bendungan ini . Biasa nya mereka observasi aliran air bendungan waktu dibuka dari tempat ini. Jadi kalau kita ke kurobe alpine route ini hanya 1x, kita tidak bisa melihat semua atraksi yang disediakan. Kita harus memilih mau liat snow wall atau lihat air bendungan saat dibuka. Atau pergi 2x....hahhaha. Hajar !!! Di sini sebelum masuk terowongan untuk kembali dari Kurobedam ke Ogizawa ada tempat2 duduk menghadap view danau nya...Indah sekali , namun saat itu masih kadang terik kadang adem...saya memutuskan untuk duduk-duduk sambil makan ice cream matcha yang lezat , dan nongkrong-nongkrong saja di kurobe dam ini . Sangat nyaman dan pengalaman yang tidak pernah saya alami sebelumnya ..nongkrong dengan view sebagus ini. Inilah enaknya back packer ( tidak ikut travel , yang dikejar-kejar waktu ..hehhehe..) Saking enaknya nongkrong , tak terasa hari sudah sore ...saya putuskan semua ada akhirnya , dan relakan pemandangan ini . Kami menuju terowongan yang sangat dingin dan angin kencang selama terowongan menuju transportasi Kanden Tunnel Bus menuju OGIZAWA...BRRRRRRR...dingin loh daripada di luar nya. Sekitar 15 menit kami sampai di OGIZAWA ...lalu mencoba mencari loket bus menuju NAGANO. And....di sinilah ketegangan terjadi !!! Waktu di kurobe Dam saya masih melihat banyak turis berkeliaran , jadi saya merasa aman .....Nah waktu sampai di OGIZAWA loket bus ...nah loh...kok gerombolan pada ngumpul menuju parkiran bus ya .... WALAH mereka ternyata semua rombongan travel yang sudah ada bus tersedia !! Buru-buru saya menuju loket bus , dimana sang nenek juga tidak bisa bahasa Inggris begitu juga dengan sang sopir....DEJAVU !! Saya merasa hal ini pernah terjadi di kehidupan saya sebelumnya ....serius. Saya coba tanya dengan sopir ....NAGANO ???? Dia jawab geleng-geleng NO !! Shinano Omachi .. Waktu sudah menunjukan jam 1700 . Saya lihat map ..benar kok Shinano Imachi , tapi saya juga sadar mungkin tujuan akhir nya hanya SHINANO OMACHI , bukan ke NAGANO. Sang nenek penjaga loket juga berusaha menjelaskan lewat gambar schedule di papan...sambil menunjuk tulisan NAGANO jam 1805 kalau tidak salah. Ok, saya langsung beli tiket last bus jam 1805 menuju NAGANO di tangan dengan OPTION TICKET , jadi free. Sambil menunggu ada 1 tempat duduk yang juga nyaman ..jadi saya beli kopi dari vending machine di sana untuk menurunkan tensi stress saya .... Bayangkan cuma ada 2 orang wanita dan 1 orang pria dan tak lama ada keluarga Indonesia juga kira-kira 6 orang yang juga kebingungan ...dan saya langsung menenangkan mereka masih ada bus terakhir ke NAGANO hahhaha , kami semua menunggu bus yang sama ke NAGANO, matahari sudah semakin hilang sinarnya. Sang penjaga loket sudah tutup jendela dan pintu dan ikut bus terakhir ke SHINANO OMACHI jam 1740 an . Tinggal kami sekeluarga dan 9 orang lainnya. Akhirnya datanglah bus terakhir ...dan saya tanyakan NAGANO ?? Yes..kata sopirnya ..langsung tanpa banyak cincong lagi kami naik ....FIUHHHHH..selamat !! Bus ke NAGANO memakan waktu 1 jam 40 menit an , jadi reservasi tiket shinkansen kami dari NAGANO menuju TOYAMA sudah hangus ! Karena kami book nya jam 18 an . Dalam hati saya untung pakai JR pass...kalau tidak hilang deh YEN dengan percuma . Dalam perjalanan menuju NAGANO, bus juga berhenti2 termasuk di Shinano Omachi . Dari sini lanjut duur langsung menujuu NAGANO . Waktu semakin malam dan gelap , namun kami sempat melihat pemandangan2 juga pedesaan sepanjang perjalanan ke NAGANO station ini . Cukup puas dan menegangkan saat2 akhir. Bayangkan kalau saya nongkrong lebih lama lagi di Kurobe DAM , apakah saya bisa jadi nginep KEMPING di OGIZAWA daerah pegunungan ? Ataukah saya mengiba-ngiba pada rombongan travel untuk nebeng bus mereka ?? belum tentu mereka ke NAGANO ..hehheheheh. Untung Tuhan masih melindungi kami sekeluarga ...;) Tapi saya rasa kalau seandainya kita terlalu lama di Kurobe Dam , mungkin akan diiingatkan petugas di atas kali ya..... TAPI walau saya pergi lagi next trip ke sini , saya ga mau nekat lagi .... Bagi teman-teman saya anjurkan dari pagi berangkat ke tateyama kurobe alpine route ini, karena menurut saya 1 hari saja masih tidak cukup melihat pengalaman saya hampir ketinggalan bus terakhir menuju NAGANO. Sesampainya di NAGANO station langsung saya menuju tiket office shinkansen untuk reservasi jadwal tercepat menuju TOYAMA, akhirnya dapat dan kami pulang ke TOYAMA dengan selamat. Thanks GOD
  16. 3 points
    Dantik

    Jalan2 di Roma - Day 2

    Hari 1, 5 Mei 2018 : Athena Hari 2, 6 Mei 2018 : Roma – Day 1 Hari 3, 7 Mei 2018 : Venice Hari 4, 8 Mei 2018 Pagi ini kami sudah berada kembali di Roma. Setelah perjalanan selama 6,5 jam menggunakan kereta Trenitalia dari Venice S. Lucia ke Rome Termini. Naik kereta jauh lebih nyaman dibandingkan naik bus, walaupun hanya kelas ekonomi. Kita masih bisa mendapatkan harga murah jika memesan jauh-jauh hari, biasanya 3 bulan sebelum keberangkatan tiket sudah bisa dipesan. Tidak seperti pembeli yang kami temui di Stasiun dengan kelas yang sama tetapi harganya jauh lebih mahal karena membeli on the spot. Dari Rome Termini kami ke penginapan dulu untuk cek-in. Kami menginap di Marghera House dekat sekali dengan Stasiun Rome Termini, hanya berjarak sekitar 50 meter. Penginapan yang awalnya menurut kami kurang menyakinkan, tetapi setelah masuk kami merasa “feel like home”. 1.Vatican City Itinerary hari ini adalah Vatican City, kami menggunakan Metro Line A Termini – Ottaviano-San Pietro. Waktu kami berjalan menuju Vatican Museum,banyak sekali yang menawarkan jasa Skip the Line. Memang Vatican City adalah tujuan “Must See” klo ke Roma, makanya ga heran klo banyak yang menawarkan jasa Skip the Line. Setelah tawar-menawar rata-rata mereka memberikan harga yang sama yaitu 2x-3x lipat harga normal. Tapi kalo mau mengantri harus siap-siap mengantri lama karena antrian yang panjang. Akhirnya kami hanya foto-foto di St. Peter’s Square. 2. Castel Sant’ Angelo Setelah itu kami berjalan menuju Castel Sant’ Angelo, yang berada tidak jauh dari Vatican. 3. Chiesa Nuova Dari Castel Sant’ Angelo kami berjalan ke Chiesa Nuova. 4. Piazza Navona Kemudian kami ke Piazza Navona melewati Palazzo della Cancelleria. Di sini ada 3 fountains, di tengah adalah yang terbesar. Sayang, cuaca hari ini kurang mendukung karena langit mendung dan sudah mulai gerimis. 5. Santa Maria ad Martyres Pantheon Saat perjalanan ke sini hujan sudah mulai sedikit deras. Beruntung kami berada di sini sehingga kami bisa berteduh walau sebentar. Pantheon mendapat cahaya dari sinar matahari yang masuk melalui atap. Tepat di atas kubah ada bukaan bulat. Jika hujan, air yang turun dari bukaan mengalir ke dalam lubang di lantai. 6. Trevi Fountain Tidak akan lengkap kunjungan kita ke Roma bila tidak mengunjungi air mancur yang terkenal ini. Walaupun hujan, tidak mempengaruhi wisatawan yang ingin berfoto di depan Trevi Fountain. Pada dahulu kala diadakan kontes untuk merancang air mancur baru. Banyak arsitek penting yang berpartisipasi, tetapi pada akhirnya desain air mancur inilah yang memenangkan kontes. Trevi Fountain adalah air mancur terbesar di Roma. Ada di Piazza di Trevi. Konon katanya bahwa “Jika Anda melempar koin ke dalamnya air mancur dengan punggung Anda berbalik, Anda akan datang kembali ke Roma ”. Untuk alasan inilah banyak turis melempar koin ke dalam air mancur dan air mancur selalu penuh dengan koin. Koin-koin ini kemudian dikumpulkan dan digunakan untuk amal. 7. Quirinale Karena hujan yang tidak berhenti, tidak banyak yang bisa kami kunjungi lagi. Kami sudah menunggu sampai malam, dan akhirnya harus pulang kembali ke penginapan.
  17. 3 points
    Dantik

    Jalan2 di Roma - Day 1

    Hari 1, 5 Mei 2018 : Athena Hari 2, 6 Mei 2018 Pagi ini kami berangkat dari Athena menuju Roma menggunakan Ryan Air. Perjalanan selama 2 jam berjalan tepat waktu. Ryan Air adalah budget airlines yang cukup ketat dalam masalah kabin bagasi. Hanya diperbolehkan satu tas jinjing atau backpack yang muat dibawah kursi jika tidak membeli kabin bagasi. Mendarat di bandara Roma Ciampino, ada 3 pilihan transportasi dari bandara menuju kota. Pertama menggunakan taksi tarif flat 30 euro. Kedua menggunakan airport shuttle bus tarif 5-6 euro. Dan yang terakhir menggunakan bus + metro tarif 1.50 euro. Kami menggunakan pilihan ketiga yaitu dari Ciampino Airport menggunakan bus 520 turun di Cinecitta. Kemudian naik Metro A turun di Termini Station. Metrebus tiket 24 jam harga 7 euro. 1.Santa Maria Maggiore Dari Termini Station kami mulai mengeksplore kota Roma. Pertama kami menuju Santa Maria Maggiore, sudah mulai terlihat antrian masuk gereja pada saat itu. 2.San Giovanni Kemudian kami pergi ke San Giovanni menggunakan Metro A dari Vittorio Emanuele Station turun di San Giovanni Station. 3.Colosseo Dari San Giovani kami pergi ke Colosseo menggunakan Tram 3. Di sini terlihat banyak sekali wisatawan, terlihat juga antrian yang panjang. Banyak orang yang menawarkan jasa Skip The Line untuk masuk ke Colosseum. Ada 3 objek wisatawan yang bisa kita lihat di sini. Pertama Coloseum itu sendiri, kedua Arch of Constantine, dan yang ketiga Roman Forum. 4.Piramide Dari Coloseum kami pergi ke Piramide menggunakan Tram 3 yang sama turun di Porta S. Paolo. Mungkin ga banyak orang yang tau kalau di Roma itu ada Piramida juga. 5.Circo Massimo Dari Piramide kami kembali ke Circo Massimo menggunakan Tram 3 arah balik turun di Aventino. Circo Massimo ini adalah lahan luas yang dulunya dipakai untuk arena sirkus seperti pacuan kuda dll. Kemarin saya lihat di sini kalau sore banyak juga yang jogging. Sebelah Circo Massimo adalah Palatine Hill. 6.Bocca della Verita Dari Circo Massimo kami mulai berjalan menuju Bocca della Verita. Ternyata banyak orang mengantri untuk berfoto di Bocca della Verita. Bocca della Verita nama lainnya adalah Mouth of Truth. Konon katanya jika kita memasukan tangan kita ke dalam mulut batu kuno ini dan ketahuan berbohong, maka batu ini akan menggigit tangan kita sampai putus. Sayang, kami tidak sempat mengambil foto batu itu karena antrian yang panjang. 7.Isola Tiberina Dari Bocca della Verita kami berjalan lagi menuju Isola Tiberina. Isola Tiberina adalah sebuah pulau kecil di tengah sungai Tiber. Di pulau ini ada gereja San Bartolomeo dan juga taman untuk duduk-duduk di pinggir sungai. 8.Palazzo Farnese Setelah makan es krim di sini kami naik Bus 280 ke Palazzo Farnese. 9.Campo dè Fiori Dari Palazzo Farnese ini kami berjalan ke Campo dè Fiori. Di sini banyak sekali orang berjualan, mungkin seperti pasar kaget kali yah. 10.Capitoline Museums & Piazza Venezia Lalu kami berjalan lagi ke Capitoline Museums & Piazza Venezia melalui jalan Botteghe Oscure. Ini adalah tempat terakhir yang kami kunjungi sebelum kami berangkat ke Terminal Bus Tiburtina untuk melanjutkan perjalanan kami ke Venice dengan bus malam. Itulah itinerary hari pertama kami di Roma. Kami menggunakan Metrebus tiket 24 jam harga 7 euro untuk semua transportasi kami dalam satu hari. Dari Terminal Bus Tiburtina kami menggunakan Bus Center ke Venice harga tiket 21 euro. Hari 3, 7 Mei 2018 : Venice
  18. 3 points
    deffa

    Self Service SPBU di Rest Area KM 57

    Hola Deffa Here! Mau sedikit cerita pengalaman yang saya rasa agak unik nih dan mungkin juga baru di Indonesia. Jadi, weekend kemarin saya seperti biasa pulang ke Bandung, kangen my New Born Baby Girl "Yuna". Seperti biasa saya menyetir mobil sendiri dari Jakarta - Bandung. Perjalanannya sih biasa aja ya, dari tol ke tol, tapi ada satu hal yang unik yaitu SPBU Self Service. Ya, saya kebetulan mengisi bahan bakar Pertalite di Rest Area KM 57 arah Bandung dan menemukan sesuatu yang baru di SPBU ini. Ketika masuk Rest Area ada tulisan SELF SERVICE SPBU. Saya tahu artinya Self Service yang berarti melayani sendiri layak nya swalayan seperti Alfamart, Indomaret, dll. Tapi, apa mungkin seperti di film-film barat dimana kita mengisi bensin sendiri tanpa ada petugasnya? Ternyata, memang benar SPBU di Rest Area KM 57 ini menerapkan sistem tersebut, dimana pelanggan tidak di layani oleh petugas SPBU yang biasanya berdiri di samping mesin, mengisikan bahan bakar dan menerima uang pembayaran. Tapi, kita sendiri yang melakukan hal tersebut, namun tetap di pandu oleh 1 petugas. Seperti ini alurnya: Ketika kita masuk SPBU Self Service Rest Area KM 57, ada 5 jalur dimana 3 jalur untuk Pertalite sisanya Pertamax dan Bio Diesel. Di tiap jalur itu terdapat 2 buah mesin Pompa Bahan Bakar yang di jaga 1 petugas. Di tiap jalur tersebut terdapat Mesin Pembayaran Touch Screen yang di pandu oleh petugas. Ketika mobil sudah terparkir di samping Pompa Bahan Bakar, kita akan di pandu oleh petugas ke Mesin Pembayaran untuk memilih berapa banyak kita akan mengisi bahan bakar. Yang saya lihat mesin ini Touch Screen, terdapat pilihan meteran bahan bakar berupa Uang misal membeli bahan bakar sebanyak 50 ribu, 100 ribu, 150 ribu dll. Juga, berupa liter misal 10 liter, 12 liter, 15 liter, dll. Setelah memilih berapa banyak bahan bakar yang akan di sini, kita harus melakukan pembayaran terlebih dahulu. Pembayaran bisa melalui: Debit (Mesin EDC), Kartu Kredit (Mesin EDC) dan Cash (Bayar ke petugas). Menuju ke Nozzle dari Mesin Pompa Bahan Bakar untuk mengisi bahan bakar tersebut ke mobil kita. Proses ini kita lakukan sendiri dan petugas hanya menjelaskan saja tentang tata cara penggunaan Nozzle tersebut. Bahan bakar akan terisi secara otomatis, sesuai besaran yang kita pilih, saya memilih Rp. 150.000 dan mesin pompa memberikan pertalite dengan takaran yang sesuai. Proses selesai, kembalikan Nozzle ke tempat semula di Mesin Pompa. Hal ini sangat menarik bagi saya dan saya anggap SPBU ini menuju Indonesia mandiri, seperti hal nya yang di lakukan negara-negara modern lain nya. Namun, saya rasa jika sistem ini akan di gunakan di seluruh SPBU Pertamina, ada beberapa hal yang harus di tingkatkan: Penyuluhan, karena saya belum pernah dengar sistem ini di promosikan di manapun baik media cetak atau elektronik. Tutorial, saya tidak melihat adanya tutorial yang bisa di baca di area SPBU ini, hanya petugas saja yang memandu. Sistem pembayaran masih kurang, Debit hanya menerima dari BCA saja, namun mungkin ke depannya akan di tambah, lebih baik lagi bisa di tambah dengan sistem pembayaran lain seperti E-Money, Go Pay, dll. Mesin Pembayaran nya hanya 1 di tiap jalur, mungkin bisa di tambah agar bisa lebih cepat dalam proses pembayaran. Jika Rest Area KM 57 ini sebagai percontohan, hendak nya promosi yang menyeluruh dari PERTAMINA, karena edukasi dari awal akan lebih memudahkan penggunaan sistem tersebut bagi masyarakat. Saya pribadi menyambut positif sistem Self Service seperti ini di terapkan di seluruh SPBU PERTAMINA ke depannya, karena memang sudah saat nya Indonesia itu mandiri. Jadi, jika kalian mau mencoba mengisi bahan bakar ala-ala di film, cobain deh ke SPBU REST AREA KM 57 arah Bandung! :) Semoga Berguna. NOTE: Info dari teman, katanya untuk Self Service SPBU ini juga sudah ada di beberapa area di Jakarta, namun baru untuk Motor.
  19. 3 points
    ko Acong

    Trip Alpine Takayama Matsumoto

    Berapa Biaya perjalanan saya selama seminggu sejak sari Bandung - Japan - Bandung? Berikut rinciannya: Tiket Pesawat CGG - Narita - CGK PP: Rp. 2.420.000,- Bus Bandung - Jakarta PP: Rp. 230.000,- Turispass Matsumoto Alpine Takayama @17500 yen: Rp. Rp 2.275.000.- Bus Narita - Matsumoto @11.000 yen: Rp. 1.430.000.- Hostel Cabin dan Hotel 5 malam x 500.000.-: Rp 2.500.000.- (Gratisss tis dari Voucher Agoda) Bus Narita - Matsumoto seharusnya PP @12000 yen: Rp. 1.560.000,- Uang saku buat makan minum kopi ngemil dan tiket masuk berbayar, bawa Cash 20000 yen sisa 3850 yen, terpakai 16150 yen: Rp 2.100.000.- Jika tranportasinya di campur ala saya: Bus 1.430.000 + Matsumoto alpine Turispass Rp. 2.275.000 = Rp. 3.705.000 (hemat Rp 1.015.000.-) Note: Ada yang kasih tiket Narita - Tokyo bus, lumayan irit 2000 yen atau Rp 260.000) Total pengeluaran Pasti semuanya Trip Tokyo, Matsumoto, Narai, Hida, Gero, Gifu, Ena, Toyama, Nagano, Nagoya, Takayama dan masih bisa ke tempat lainya adalah: Simulasi bila pake JR Pass perbedaannya: 27000 Yen Tiket Opsional Alpine Route: 9300 Yen Jumlah 27000 - 9300 = 36300 yen (Rp 4.720.000.-)
  20. 3 points
    Gulali56

    Pakai Hop on Hop Off bus Ke Ubud

    Jadi ceritanya saya ke Bali dapet promo Traveloka discount 100rb utk pesawat domestik. Gara2 gagal mulu dpt tiket murah di tahun ini, akhirnya saya memutuskan solo traveling domestic aja sekalian cari jodoh #eh.. Rata-rata orang Indonesia ke Bali itu se-rombongan jadi bisa share cost sewa kendaraan atau kalau pergi sendiri or berdua pun pastilah sewa motor, moda transportasi termurah dan tercepat. Nah apa jadinya kalau ke Bali sendiri aja, mau ketempat jauh-jauh kemahalan utk sewa mobil, plus gak bisa nyetir motor kayak saya. Walaupun Blue bird taxi, Grab/Uber dan Gojek sudah masuk Bali, ternyata mrk itu hanya bisa beroperasi di wilayah tertentu saja (mostly seputaran Kuta-Legian-Seminyak). Dan yang pasti di Ubud dilarang. Padahal saya tiap kali ke Bali , kudu wajib ke Bebek Bengil cabang Ubud. Khan pusing tuh. Setelah browsing kanan kiri , justru dari Traveloka juga lah ketemu alternatif bus hop on hop off di Bali. YAY.. Namanya Kura Kura Bus. Perusahaan bus ini masih tergolong baru di Bali, baru 5 tahunan, sehingga gak banyak yang tau. Jangkauan area bus nya masih sekitar yang umum2 must-to-do spot di Bali . Untuk harga tiket nya cukup ekonomis one way rata-rata dibandrol Rp 20ribu kecuali ke Ubud Rp 80rb. Selain itu juga ada day pass nya. Untuk 1 hari (Rp 100.000), 3hari (Rp 150,000) dan 7 hari (Rp 250,000) . Berhubung saya butuhnya ke Ubud, jadilah saya ambil day pass 3 hari, biar ekonomis. Beli via website nya jadi Rp 135,000. Saya menginap di Seminyak Square hotel yang terletak persis disamping Seminyak Village yang juga merupakan halte stop 2 jalur Kura Kura Bus line 3 dan 4. Karena saya ceritanya mau makan siang di Bebek Bengil, saya ambil keberangkatan dari DFS (terminal pusat) yang jam 11 pagi. Ambil line 4 dari Seminyak Village yang jam 09.56 AM. Karena bus pertama , bus nya on time. Sampai di DFS jam 10.40-an liat-liat T-galeria Mall dulu sekalian numpang ngadem dan ke wc. Bis line 5 ke Ubud , teng brgkt jam 11 dari DFS. Halte stop: Alaya Ubud Resort Terletak persis disamping resto Bebek Bengil. Saya tiba di Bebek Bengil jam 12.45. Kelar makan siang dan leyeh2 dulu di bale-bale resto ngilangin pegel2, baru deh saya menanti bus berikutnya utk ke Puri Lukisan Museum jam 14.20 Halte stop : Puri Lukisan Museum Halte ini cocok utk yang mau ke Museum Blanco, Bukit Campuhan ataupun ke Babi Guling Bu Oka. Berhubung saya blm pernah ke Bukit Campuhan, jadilah saya kemari. Jalan pelan2 ke Museum Blanco dulu biar matahari gak terlalu terik. Apa daya krn saya gak tertarik masuk ke Museum Blanco, akhirnya saya jam 3 sore nanjak ke Bukit Campuhan , matahari berasa ada 3 biji alias masih panas pol. sisi bagusnya jam segini masih sepi, sisi gak bagusnya saking panasnya saya sendiri ampe ogah berhenti2 buat foto. Terus terang saya gak tll impress sama bukit Campuhan ini, saya malah langsung fokus ke Cafe dan Spa Karsa yang merupakan resto dan spa kecil samping pematang sawah setelah melewati Bukit gak penting ini. Sori to say ye.. Mungkin krn ga ada yg motoin, dan saya bukan tipe yg niat2 amat selfie kalo kepanasan . Terus ngapain kemari ye.. Setelah menghabiskan satu kelapa dan foto2 di sawahnya sampai mati gaya krn matahari mulai terbenam saya pun memutuskan balik ke halte bus utk mengejar bus terakhir jam 18.55. Kesimpulan dari trekking dadakan ini, 2km uphill itu ditempuh +/- sejam tp pas pulang bisa +/- 30menitan.. Karena takut ketinggalan bus, saya udh nongkrong dari sejam seblmnya di cafe seberang halte sambil ngopi2 dan numpang ke wc. Basically jam 18.55 itu udh gelap bgt sampai takut ketinggalan bus karena gak keliatan. Untungnya saya udh reserved via web, jadi nya supir bus nya sih udh tau bakal ada penumpang yg nungguin, scr saya cuma satu2nya penumpang mlm itu. Jam 08.30 malam akhirnya sampai juga di terminal DFS. Karena sudah gak kuat bermacet2 di area Seminyak, saya sambung naik gojek ke hotel. Tp nasib dapet tukang ojek org jawa alias nyasar2 muluk jd scr waktu gak beda jauh dgn misalnya saya pake Kura kura bus.. kesel... Kelebihan Kura Kura Bus: + cukup ekonomis utk area yang gak bisa dijangkau oleh kendaraan online. + bis ber-AC, ada free wi-fi dari telkomsel dan ada colokan listrik buat nge-charge selama mati gaya di bis. + memiliki aplikasi dan website informatif dengan pilihan bhs yang beragam dari Indonesia, Inggris, Jepang, Rusia, Korea, China + CS memiliki bhs inggris dan jepang yang cukup memadai . Kekurangan: - memakan waktu yang sangat lama apabila harus pindah line. Contoh dari seminyak village mau ke Ubud, dari line 4 harus ke DFS utk pindah ke Line 5. Total perjalanan jadi 3jam misal dibandingkan dgn naik kendaraan direct ke tujuan yang hanya 1-1.5jam. - halte bis ke-2,dst biasanya hanya palang di pinggir jalan dan tidak ada tempat parkir sehingga bis tidak bisa menunggu lama - belum menjangkau area2 di utara Bali, ataupun area Canggu yang mulai jadi tujuan wajib turis - interval bis utk Ubud line 2 jam sekali, sehingga kurang flexible - Aplikasi utk memonitor bis sangat tergantung gps bis maupun provider yang kadang angot2an.. Kesimpulannya bis ini lumayan oke utk solo traveler yang mau ke area Nusa Dua, Jimbaran maupun Ubud. Sedangkan kalau tinggal /explore di area Legian-kuta-Seminyak, lebih murah dan cepat naik ojek online saja. Kura Kura Bus http://kura2bus.com/ Interval bus: a. Line 1 : every 90 minutes, 10 rounds per day b. Line 2 : every 90 minutes, 9 rounds per day c. Line 3 : every 20 minutes, 38 rounds per day d. Line 4 : every 45 minutes, 17 rounds per day e. Line 5 : every 2 hours, 5 rounds per day
  21. 3 points
    Hi, Tanggal 18 - 27 April 2018 kemarin, gw dan kedua ortu baru aja trip ke Jepang. Untuk FR detilnya nanti ya karena lagi sortir foto2 dulu. Tapi di tulisan ini, gw akan kasih sedikit gambaran tempat-tempat yang dikunjungi selama disana. 18 April - Penerbangan pagi, sampai di Narita Sore, malamnya menuju Shinjuku Express Bus Terminal. Jam 11 malam naik sleeper bus menuju Osaka. 19 April - Menginap di Osaka 2 malam. Sampai Osaka, jalan2 menggunakan Osaka Amazing Pass for 1 day. Yang pada akhirnya tercapai adalah Osaka Castle, naik Giant Tempozan Ferris Wheel, Santa Maria Cruise, dan Tsutenkaku. Sempat makan di Matsuri (halal restaurant). 20 April - ke Kyoto. Pertama menuju Arashiyama Bamboo Forest, lanjut ke Kinkakuji, dan Fushimi Inari Shrine. Sempat makan di Ayam-Ya (Halal Ramen). Malamnya mampir ke daerah Dotonburi Namba sebelum kembali ke Guesthouse. 21 April - Menuju Kanazawa sebagai base menginap selama 2 malam. Pengennya di Toyama, tapi hotel-hotelnya mahal. Siangnya jalan-jalan di Kenrokuen Garden, makan siang di Omicho Market, dan sorenya ke Contemporary 21st century Art Museum. 22 April - 1 hari dihabiskan di Tateyama Kurobe Alpine Route. Berawal dari Toyama, berakhir di Nagano, semuanya tercover oleh Tateyama Kurobe Option Ticket (9000 yen). Dari Nagano kembali ke Kanazawa (sekitar 1 jam menggunakan kereta cepat. 23 April - pagi-pagi check out naik shinkansen menuju Aomori. Sampai ryokan di Aomori sekitar jam 2 siang. Jam 3 berangkat ke Hirosaki Station (45 menit) untuk menuju Hirosaki Park. Di tanggal 21 April s.d. 6 Mei 2018 sedang diadakan sakura festival. Disini tamannya buka sampai malam dan ada seperti pasar malam juga, mirip pasar malam di Indonesia lho, ada penjual makanan, permainan, rumah hantu, sampai pertunjukan motor (itu lho yang motornya bisa muter2 di dalam tong, tau kan? hehehehe). 24 April - Check out untuk menuju Tokyo. Menginap di tokyo 3 malam (airbnb daerah Ryogoku). Sampai sekitar jam 11 siang, tapi mampir di Akihabara (stasiun transit) untuk makan Coco Curry Halal (enaaaak). Jam 1 bisa early check in. Sore-nya keluar jalan menuju Shibuya, Harajuku, dan Odaiba. 25 April - Awalnya ingin ke Hitachi Seaside Park lalu ke Ashikaga Flower Park, tapi hari ini hujaaaaaan disertai angin. Jadilah kami hanya ke Hitachi Seaside park, tapi gatot sih secara hujan dan dingin serta gloomy parah. Baju dan sepatu basah. Sorenya lgsg balik aja ke Tokyo, tapi mampir ke Ueno-Ameyoko Market (karena emang akan transit di sini) untuk beli halal kebab dan ayam panggang. 26 April - Akhirnya di hari ini menuju ke Ashikaga Flower Park. Cuaca pun mendukung. Disini juga sedang ada festival jadi bunga2nya sedang mekar. Yang utama adalah Bunga Wisteria. Sorenya dilanjutkan berbelanja di daerah Asakusa sekalian mampir ke Kaminarimon dan Sensoji Temple. 27 April - Flight pulang ke Jakarta sebenarnya jam 6 sore. Tapi orang tua sudah kehabisan tenaga sehingga diputuskan hanya ke Tokyo Camii sekalian Papa Solat Jumat. Jadi check out jam 10, titip koper di Nippori, lanjut ke Yoyogi Uehara Station, merupakan station terdekat. Berhubung tidak ada tempat menunggu, gw dan Mama menunggu di station. Jam 2 siang langsung saja kami kembali ke Nippori St untuk ambil koper dan langsung ke Narita Airport. Melihat tempat-tempat diatas, mungkin ada yang kurang familiar dan bertanya-tanya "kenapa ga kesana, kenapa ga kesini?". Jadi perjalanan dengan orang tua itu harus disesuaikan juga dengan preferensi mereka, nah ortu gw suka dengan taman, bunga, dan pemandangan serta terutama tidak terlalu menguras fisik. Sayangnya di tengah-tengah perjalanan, Mama kena flu dan batuk. kemudian kakinya juga sakit (krn mmg sudah bawaan). Jadi pada akhirnya itinerary disesuaikan dan diubah sesuai kondisi tersebut. Saya pakai JR pass dgn ordinary type 7 days, osaka amazing pass, kyoto bus 1 day pass, Kanazawa bus 1 day pass, Tateyama Kurobe Alpine Option Ticket, dan PASMO. Nah untuk detil lebih lanjut serta foto2 nanti yaaa menyusul. Sekian. Terima kasih sudah membaca :)
  22. 3 points
    Hay sahabat2 tercinta, para JJ’er apa kabar ? Sebenarnya apa siy yang jadi tujuan kita jalan2 ? Pasti bukan karena mau saingan kan ? Terus terang sejak masuk komunitas jalan2 saya jadi makin sering jalan2, tentu saja karena banyak informasi tentang tempat2 wisata di Indonesia dan Luar Negeri yang diposting para membernya jadi keinginan untuk berkunjung ke tempat itu makin menggebu. Nah sejak tahu bahwa postingan temen2 sangat bermanfaat / bisa dijadikan referensi jalan2 bagi pembaca, akhirnya saya punya keinginan lain, salah satunya kepengin posting hal2 baru yang bisa dijadikan referensi juga oleh orang lain. Hal2 baru bukan berarti tempat wisata baru, tapi bisa juga itinerary ke suatu tempat. Kebetulan saya beberapa kali dapat japri dari temen2, perihal itinerary ini, jadi kalau dia mau jalan di hari libur selalu nanya ke saya, pingin kearah Bandung sama anak2 cocoknya kemana ya ? Ada juga yang mau ke Bogor sehari bisanya kemana saja ya ? Bahkan ada yang nanya destinasi di luar Pulau Jawa, tentu saja saya hanya bisa jawab kota2 yang sudah pernah disinggahi saja. So, dengan hobby menulis ini, semoga bisa bermanfaat bagi teman2 travellers. Nah ide gila kali ini adalah kepengin jalan2 ke 3 propinsi di libur wiken bisa gak ya ? Jarak antar kota tentu saja sangat menentukan bisa / tidaknya. Pikir2, kalau untuk seputar Jawa masih bisa lah, dan melihat request temen2 banyak yang kepengin ke arah Jogya akhirnya saya buatlah itinerary ke 3 propinsi di tanggal 19-21 Januari 2018 dengan destinasi sekitar Solo, Pacitan dan Jogyakarta. HARI PERTAMA, 19 JANUARI 2018. Hari pertama kami berpetualang didalam Kereta Api Brantas, dari Stasiun Senen jam 17.00 menuju Stasiun Solo Jebres jam 02.47, tiketnya murah meriah hanya Rp. 84.000 sudah sampai Solo. Kalau ada yang murah kenapa beli yang mahal to ? Alhamdulillah selama di kereta tidak ada kendala, berangkatnya tepat waktu sampainya juga tepat waktu, alhamdulillah. Sepanjang jalan masih disempatkan bercanda meski kereta full seat, tapi begitulah, Ibu2 kalau sudah ngumpul gak bisa diam. HARI KEDUA, 20 JANUARI 2018. 1. Sarapan Gudeg Ceker Ini kali yang kedua saya sarapan disini, gudeg ceker Bu Kasno yang berlokasi di Mertoyudan / dekat gereja Kristen Jawa di Jl Monginsidi, atau dekat SMA Negeri I Surakarta. Yang khas dari gudeg Bu Kasno adalah lauknya / daging ayamnya dari ayam kampung. Beraneka macam lauk bisa dipesan mulai dari daging yang di suwir2, kepala ayam dan ceker ayam, jeroan (ati rempelo) juga telor ayamnya. Sedang asesories lainnya ada gudeg nangka, sayur kerecek, tahu tempe bacem dan sambal. Kalau saya yang terbayang cekernya, dan jika belum sempat makan ceker di TKP maka bisa dibungkus. Beberapa teman sempat kaget karena ternyata 1 porsi ceker yang isi 10 buah harganya Rp. 40.000,-. Cekernya siy enak tapi ketika ingat harganya jadi ter-kaget2. Xixixixi Sehabis sarapan singgah di Masjid Karanganyar Solo untuk Shalat Subuh dan bersih2 badan serta ganti baju. 2. Curug Jumog Lokasi curug ada di desa Berjo, Kec Ngargoyoso Kab Karanganyar Jawa Tengah. Kalau bicara Karanganyar pasti banyak yang familier karena disitulah tempatnya wisata2 yang manarik mulai dari wisata alam dan wisata sejarah, yaitu banyak ditemukannya curug/air terjun beaneka dari yang sudah termashur seperti Tawangmangu juga sampai yang belum terkenal seperti Jumog ini. Tapi sekarang Curug Jumog sudah menjadi incaran para wisatawan dan menjadi pilihan wisatawan juga karena begitu sampai ke parkiran mobil tinggal jalan beberapa menit sudah sampai ke curug, jadi tidak perlu capai2 untuk mendapatkan spot yang cantik ini. Sepanjang jalan menuju curug juga disuguhi pemadangan yang indah, kali kali tempat mengalirnya air yang jatuh dari Curug Jumog. Begitu sampai ke atas, wow, emejing banged, tumpahan airnya lebar / bercabang 2 kemudian air yang turun ke kali juga menyerupai curug kecil, jadi kalau dari jauh curugnya terlihat bertingkat. Airnya jernih dan bersih jadi sangat cocok untuk ber-mandi2 disini, jika yang tidak mau bermain air maka bisa memakai mantel karena cipratan airnya cukup deras dan bisa membuat baju kita masah walau kita tanpa mendekati pusat pancuran air. Salah satu teman yang maniac banged sama air terjun langsung nyemplung dan membasahi rambutnya, walau sebenernya air pagi itu sangat dingin karena kami sampainya paling pagi, loketpun belum buka sebenernya. Ketika dirasa sudah puas mandi2, kami lanjutkan perjalanan menuju Pacitan, waktu tempuh Solo-Pacitan diperkirakan 4 jam. 3. Soto batok Suasana pagi itu agak mendung, gerimispun datang, tapi kami tetap menjalankan rencananya. Walau hujan tetap cuzz menuju Pacitan. Teman2 berkesempatan istirahat / tidur karena waktunya yang lumayan lama di perjalanan. Kurang lebih jam 9 kami meninggalkan Curug Jumog, ke Pacitan via Sukoharjo. Sepanjang jalan disuguhi pemandangan alam persawahan yang menghijau, asri sekali, hampir2 tergoda hati ini untuk turun dan berfoto, tapi ketika ingat tujuan masih jauh maka hati menjadi tak tergoda sedikitpun. Tapi menjadi tergoda lagi ketika didepan mata kami ada sebuah warung yang bertuliskan Soto Batok, penasaran dong dengan namanya. Lokasi tepatnya di Jl Karanganyar Km 2 Jumowono Sukarasa, masih di Sukoharjo ini. Tapi biasa kalau urusan perut gak bisa ditunda, jadilah kami serbu kuliner yang namanya unik ini. Dan memang tempatnya yang unik ternyata, sebuah mangkok yang terbuat dari batok kelapa. Kalau sotonya berkuah bening, dengan daging ayam di suwir2 dengan asesories beraneka sate seperti sate usus, sate telor puyuh, goreng2an dan kerupuk. Layaknya Soto Solo ada tambahan toge rebusnya. Harganya lumayan murah, per mangkok Rp. 6.000,- dan goreng2annya Rp. 500,- ber bijinya. Sudah hilang rasa penasarannya ketika sudah selesai makan Soto Batok. Memang pintar pemilik Soto Batok dalam menjaring pembeli, keunikan namanya yang punya nilai jual. 4. Goa Gong Secara administratif, Gua Gong berada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Gua ini berjarak sekitar 37 km dari pusat kota Pacitan ke arah barat (arah Wonogiri). Jadi kalau kami yang masuk ke Pacitan via Solo maka Kota Pacitan belum terlewati. Jalanan menuju Goa Gong berkelok-kelok dan naik turun, tapi jalanan sudah halus di aspal jadi nyaman. Mobil wisatawan mempunyai tempat parkir khusus, dan menuju goa disediakan ojek wisata dengan sewa Rp. 5.000,- tapi jika pulang / kembali ke tempat parkir tidak boleh naik ojek. Tiket masuk wisata seharga Rp. 15.000,- untuk orang dewasa dan Rp. 5.000,- untuk anak2, kemudian jika hendak menyewa senter juga Rp. 5.000,- per buah, ada juga jasa guidenya sebesar Rp. 30.000,- Tidak seperti kebanyakan goa, di Goa Gong banyak terdapat sumber airnya atau dalam Bahasa Jawa disebut sendang. Namanya ber-macam2 sesuai dengan manfaatnya (menurut keyakinan masyarakat setempat, siapa saja yang meminum air sendang akan memperoleh manfaat masing2 sesuai nama sendang itu, ada yang awet muda juga ada yang mendapatkan kemuliaan hidup). Tapi ini mythos ya, jadi kita tidak wajib melakukannya. Memasuki seluruh ruangan goa bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam, apalagi Ibu2 yang maunya disetiap sudutnya maunya berfoto, bisa lebih 2 jam. Itulah sebabnya dari awal emmasuki gua diingatkan tentang waktunya ini, jangan sampai rencana selanjutnya menjadi kacau balau. 5. Sungai Maron Ketika saya menghubungi basecamp Sungai Maron via telepon, operatornya bilang bahwa waktu yang tepat untuk caving Sungai Maron itu pagi hari, supaya airnya masih jernih sehingga viewnya bagus, juga agar terhindar dari hujan yang biasanya turunnya di sore hari. Tapi kata driver, berhubung lokasinya satu arah dengan Goa Gong alangkah baiknya untuk dicoba, itulah sebabnya maka ketika didalam goa diusahakan disiplin waktu. Dan memang dekat jarak antara Goa Gong dan Sungai Maron, kurang lebih 45 menit sampai ke Sungai Maron setelah menempuh jalanan yang menanjak extreme, kami sempat berdoa jangan sampai mesin mobil mati ketika pas menanjak itu. Deg2an sudah pasti, tapi alhamdulillah Driver kami luar biasa. Lokasi Sungai Maron ada di desa Darsono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, memang benar, ketika kami dating sore2 air sungai berwarna cokelat, nampaknya sisa banjir Pacitan masih terlihat dengan adanya lumpur2 di ranting2 pohon disepanjang sungai. Bisa dibayangkan banjir Pacitan lumayan tinggi, dan banyak rumah2 warga yang dekat sungai pada kemasukan air bah. Kami sewa 3 perahu, masing2 perahu isi 4 penumpang dan 1 pengemudi / pemilik perahu. Sewa per perahu Rp. 100.000,- PP kurang lebih menyusuri sungai dalam waktu 45 menit hingga menuju Pantai Ngiroboyo. Jika akan bersandar di pantai untuk ber-foto2 maka nambah biaya tiket Rp. 5.000,- per orangnya. Tiada detik tanpa berfoto, karena hanya itulah bukti dari jalan2 kami. Cuaca lagi kurang bersahabat gaees, mendung bergelayut di langit, ngeri jika tiba2 hujan sementara kami masih dipinggir pantai dan harus pulang menyusuri sungai,,,ah pasti akan sangat mencekam. Kamipun buru2 pulang, dan alhamdulillah, gerimis mengundang, kamipun cepat2 masuk mobil untuk kemudian cuzz meninggalkan desa Darsono. 6. Pantai Klayar Pantai klayar ini berada di desa Kalak, Kecamatan Donorejo, Kab Pacitan. Sebenernya kami berencana mau kejar sunset disini, krn kalau lihat foto2 sunset Pantai Klayar cukup bagus, tapi apa daya karena cuaca mendung jadi gak kebagian sunset. Masih gerimis kecil ketika sampai sini, tapi teman2 masih sempat guling2an di pasir, mungkin gemas lihat pasirnya yang putih kecoklatan. Ditawari bonceng motor beroda 3 untuk menuju air mancur di tengah laut juga tidak berani, karena dalam kondisi gerimis dan gelap karena mendung suasana di lokasi sangat sepi. (Takut dibawa lari xixixixi). Padahal air mancur di antara batu2 karang merupakan keunikan alam tersendiri, saying moment itu dilewatkan begitu saja, semoga lain waktu bisa kesini lagi, yang penting kali ini terpuaskan dengan hanya ber-main2 air dan pasir pantai. Gerimis itupun akhirnya berubah menjadi hujan, pelan2 kami menuju hotel tempat kami menginap yang lokasinya dekat kota, ternyata tempatnya lumayan jauh kalau mau menuju kota. Sempat juga kami melintasi perkebunan, sepi, ditambah lagi karena ternyata seluruh Pacitan sedang mati lampu. Gelap gulita menemani perjalanan kami, driver dengan sabarnya berkendara dan sepertinya dengan lapang dada menghadapi suasana malam yang mencekam ini. Begitu sampai di hotel apa daya, mati listrik membuat segala yang kami angan2kan menjadi buyar seketika, gelap dan tanpa air menyala di kamar mandi merupakan sesuatu yang menyiksa, kamipun akhirnya meninggalkan hotel untuk kemudian bali menuju Jogya. Keputusan inipun dirundingkan dengan alot, karena hotel sudah kami bayar, dan uang tidak kembali. Di malam itupun (sambil makan malam), kami hunting homestay via traveloka dan dapat homestay disekitar Pekuncen Jogyakarta. Dalam gerimis kami mencari lokasi homestay yang ternyata tidak mudah. Lagi2 driver yang baik itu masih terlihat legowo mengantar kami dan menemani kami hingga dini hari. HARI KETIGA, 21 JANUARI 2018. 1. Soto Kadipiro Pagi ini kami ada di Propinsi DI Jogyakarta, apa yang terlintas di otak kita ketika bangun tidur dan tiba2 ada di Jogya ? Yang per-tama2 terpikir adalah kuliner, itulah sebabnya maka kami memutuskan untuk sarapan di Soto Kadipiro. Bayangan ayam kampung dan jeroannya yang menggoda. Dengan suasana pagi yang masih gerimis, pastilah akan pas jika sarapannya panas2 gini. Cuzz lah kami ke Soto Kadipiro yang ada di Jl Wates No 33 Jogyakarta. Sudah beberapa kali kami kesini tapi gak ada bosan2nya, enak, legit dan mengeyangkan tentunya. 2. Persawahan Songgo Langit Selesai sarapan kami menuju Desa Dlingo yaitu mengejar spot foto yang lagi kekinian yaitu sebuah persawahan. Lokasinya ada di Songgolangit Sukarame Dlingo Mangunan, termasuk wisata baru karena pas kami kesini masih gratis tapi boleh isi kotak seikhlasnya untuk tujuan pengembangan, yang mbangun mahasiswa KKN. Terdapat persewaan caping bagi yang mau berfoto ala2 petani. Ketika kami sampai sini, situasi sawah lagi cantik2nya, daunnya menghijau bak permadani jadi pas banged buat selfie. Gerimis kecil tak menghalangi kami untuk tetap menuju lokasi, toh tempat berfotonya gak becek karena kita bediri di atas jembatan bamboo yang sengaja dibangun di atas persawahan dengan bentuk LOVE. Cukup istagramable kalau mau pinjam istilah anak muda. Dan ternyata pagi2 juga sudah banyak yang dating di lokasi ini. Gak akan bosan2 memandangi hamparan hijau yang cantek ini, jika belum Lelah ingin rasanya berbaring di jembatan bambu sambil memandang matahari….(lebay ya ?) 3. Kebun Buah Mangunan Masih di desa Mangunan / berdekatan dengan lokasi persawahan terdapat Kebun Buah Mangunan, awal dibangun memang merupakan Kebuh Buah, banyak terdapat jenis buah2an yang ditanam, namun belakangan banyak sekali spot2 gardu pandang yang dibangun dikarenakan area ini mempunyai keindahan tersendiri ketika sunrise dan sunset. Iya..kita bisa menikmati keduanya di lokasi yang sama. Paduan antara pegunungan, awan, pepohonan, sungai dan kabut di pagi hari sangat memanjakan para wisatawan. Itulah sebabnya akhirnya tempat ini dijuluki Negeri Di atas Awan, meski ketinggiannya hanya 200 mdpl. Banyak sekali spot foto disini, silahkan pilih se-puasnya. Kalau kami karena hari ini juga harus kembali ke Jakarta, maka tidak bisa lama2 disini, setelah puas foto2 dan makan siang mie2an (karena tdk ada menu maski yg nendang) kamipun melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Lempuyangan sekalian mencari makan siang di sekitar stasiun. Puas rasanya hanya 2 hari bisa berkeliling di 3 propinsi, dan badan ini terasa Lelah. Walau bagi kami merupakan trip yang dipaksakan tapi kami puas bisa melaluinya dengan sukses. Ya dipaksakan, 3 propinsi loh, jarang2 kan ? Kalau teman2 ada yang pingin ikutin itinerary ini silahkan, total cost hanya sekita Rp. 700.000an sudah termasuk tiket kereta api PP dari Jakarta Jogya, sewa mobil Hi Ace, tiket wisata, homestay, makan masing2. Cukup efisien kan ? Terima kasih untuk yang sudah meramaikan acara kita kali ini, Salam Jalan2 Indonesia !
  23. 3 points
    Dhistiraz

    Happy 2nd Anniversary Jalaners SUMUT

    HAPPY 2nd ANNIVERSARY Jalaners Regional SUMUT " Two Years Of Colorful Togetherness" " Two Years Of Colorful Togetherness" Tidak terasa sudah dua tahun kita bersama-sama, banyak hal yang sudah kita lalui dan rasakan bersama, berbagi cerita, keceriaan, kesedihan,harapan dan pengalaman. Berpetualang untuk melihat dan merasakan betapa indahnya ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita adalah sahabat, kita adalah keluarga. kita selalu kompak, meski kita berbeda-beda. Selamat Merayakan 2 tahun kebersamaan yang penuh warna. Semoga kedepan kita semakin solid & kompak untuk terus berbagi informasi wisata dimanapun kita berada. Amiin.. Just Info : Selain acara potong kue, kami juga ada tukar kado lhoo... meskipun dengan budget Rp. 20.000 tetep menarik tuh kadonya... Terima kasih buat temen2 jalaners yang sudah bisa hadir diacara ini : Jenatan @Jenatan Sianipar , Anjas @just0682 , Yoe Zubair @Yoe zubair , Gempur @Gempur Pranata Sumitro Nur Affany @Nur Affanny Rezky Ririn Wandes @ririnwandeslubis Rita @dhiedhut Rizal Jali, Endri Dikoto, Nasrida Sahara, Ruth Novella, Asmuni Situmorang, Erna Runa, Diana Rose, INdah Jho, dan Kenzie Yudhistira @Dhistiraz Buat temen Jalaners Regional Medan, yang nggak sempet datang... kita ketemu di Kopdar Reguler yah....... Note : Buat Jalaners SUMUT yang ingin bergabung di Group WA silahkan contact WA kami : 085216429123 thanks..
  24. 3 points
    Pulau Santorini adalah salah satu destinasi wisata yang populer bagi traveler di seluruh penjuru dunia. Terletak di Laut Aegean, berjarak kurang lebih 200 km dari di selatan Yunani daratan. Sebelumnya, Pulau Santorini disebut Thera atau Thira (sumber: Wikipedia). Menurut sensus yang dilakukan tahun 2011, Santorini memiliki luas daratan sebesar 90.623 km2 dengan jumlah penduduk permanen sebesar 15.550 jiwa (sumber: www.thira.gov.gr). Dengan ukuran pulau yang cukup luas, perkiraan saya sedikit meleset. Tadinya, saya membayangkan bisa mengelilingi pulau ini dengan naik dokar atau menyewa sepeda. Penerbangan ke Santorini, khususnya dari Eropa barat, biasanya melalui transit di Bandara Athena. Sewaktu berkunjung kesana pada Juli, musim panas lalu, kami memang mengunjungi beberapa tempat dahulu sebelumnya, termasuk Athena. Dari Athena, kami naik pesawat tengah malam dan sampai dini hari di Bandara Thira. Perlu dipertimbangkan pula, jika bepergian saat musim panas, rate penerbangan biasanya melonjak naik secara signifikan. Sebagai contoh, dari Amsterdam - Santorini pada Juli kemarin bisa mencapai lebih dari 200an Euro pulang pergi. Anggaplah 1 Euro setara dengan Rp 15000, biaya pesawat saja dapat menyentuh angka lebih dari 3 juta rupiah. Cukup mahal juga untuk ukuran backpaker seperti saya. Dikarenakan niat dan tekad kami begitu kuat pengin mencicipi keindahan Santorini, kami pun memutar otak. Akhirnya, setelah mempertimbangkan plus minusnya, kami memutuskan rute terbang Roma-Athena-Santorini. Tentu saja, dengan rute tersebut kami menghabiskan biaya pesawat yang kurang lebih sama, namun kami dapat sekaligus berkunjung ke kedua kota lainnya. Ada beberapa landmark terkenal yang wajib dikunjungi disini. Fira dan Oia, dua "kota" yang terkenal dengan rumah-rumah bercat putih biru di atas tebingnya. Di tempat ini, keindahan dan orisinilitas Santorini banyak diekploitasi oleh fotografer baik amatir maupun professional. Tak ketinggalan, selebriti tanah air dan internasional beberapa kali mengabadikan momen spesial mereka seperti foto pre-wedding atau saat berbulan madu di spot-spot cantik yang ada di Fira maupun Oia sehingga menginspirasi banyak orang untuk datang. Di bawah tebing Fira, terdapat Old Port Fira yang sayang juga dilewatkan. Jika kamu cukup kuat, kamu bisa menuruni tangga langsung menuju kesana. Namun jika ingin merasakan sensasi yang berbeda, kamu bisa menyewa keledai yang banyak dijajakan di pinggiran tangga. Tarif untuk naik keledai cukup fluktuatif. Jika sepi, kamu bisa mendapatkan harga yang cukup murah sekitaran 7.5 Euro pulang pergi. Alternatif lainnya yang cukup menarik adalah dengan naik cable car. Tarif menaiki wahana ini sekitar 5 Euro sekali jalan. Kami awalnya mencoba untuk turun ke bawah dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit (kadang berhenti sejenak karena panas dan lelah), setelah menghabiskan waktu beberapa saat di tepi pelabuhan, kami kembali ke atas dengan cable car. Di Oia, jangan sampai absen untuk menikmati indahnya matahari yang terbenam. Satu tempat ideal untuk memotret sunset ada di semacam bukit kecil yang dekat dengan laut. Pada saat kami berada disana, ribuan orang berusaha mengabadikan momen sehingga cukup sulit untuk menuju ke tempat tersebut. Akhirnya, sehari setelahnya kami memutuskan untuk mengejar sunset di Fira. Yang jelas, pemandangannya tak kalah luar biasa. Perissa dengan pantai pasir hitam dan airnya yang jernih tidak boleh untuk dilewatkan. Kami mengunjungi tempat ini pada hari terakhir. Laut Aegean sangat tenang, airnya jernih dan segar. Pada musim panas, banyak sekali turis yang berenang atau sekedar main air. Tidak mau bermain air karena hitam tapi tetap ingin nongkrong di Pantai? Bisa juga! Seperti saya yang saat itu lupa membawa baju renang yang sudah dipersiapkan di hotel. Di sepanjang Pantai Perissa terdapat banyak restoran yang menyediakan payung payung beratapkan daun rumbia dan dilengkapi dengan kursi panjang di bawahnya, sehingga kamu bisa berlama-lama disana tanpa takut kepanasan. Dengan biaya sewanya 6 Euro saja, kamu bisa bersantai, tidur, membaca buku, maupun berfoto rio sepanjang hari disitu. Saat itu, kami sengaja berlama - lama di tempat ini sambil menunggu waktu pergi ke Bandara di sore hari. Kawasan wisata lainnya yang bisa masuk list kamu adalah Pyrgos dan Emporio. Di desa yang masuk kawasan Traditional area ini, cukup populer dengan rumah rumah kunonya. Pyrgos letaknya dekat dengan Fira, sedang Emporio berada beberapa kilometer sebelum Pantai Perissa. Jika kamu menggunakan bus untuk berkeliling Santorini, dua desa ini masuk dalam rute bus, sehingga cukup mudah dijangkau. Red beach, Black beach, Hot Spring Volcano, dan Wine Tasting juga bisa kamu agendakan lho saat kemari. Menurut pengalaman kami, jika kamu tidak mau repot merencanakan, kamu bisa ikut tur yang diselenggarakan para agen travel lokal. Biasanya tur dimulai pagi hari, sekitar pukul 8.00 dan kamu juga bisa memilih tempat wisata mana saja yang ingin kami kunjungi. Saat itu kami berencana mengikuti tur Hot Spring Volcano. Dengan fasilitas antar jemput dan juga sewa kapal ke sumber mata air panas, biaya yang harus dikeluarkan sekitar 30 Euro. Tentu saja, harga bisa sedikit bervariasi antar agen travel. Namun karena kami terlambat mendaftar dan waktu yang mepet dengan jadwal pulang, akhirnya kami pun mengurungkan niat. Pengalaman saya dan rekan di Santorini bisa dibilang seperti nano nano yang rame rasanya. Tentu saja, fasilitas dan kehidupan di pulau amat berbeda dengan Eropa daratan. Untuk lebih mengerti situasi kondisi saat berwisata ke pulau ini, berikut tips yang perlu diketahui: 1. MEMILIH HOTEL Saat peak season di Bulan Juli hingga akhir Agustus, rate hotel di Santorini melonjak tajam. Jika di Bulan Mei, hotel pinggir pantai Perissa berkisar 25 Eur per malam, pada periode ini bisa naik sampai 100 hingga 200 Eur per malam. Jikalau ingin dekat dengan pusat keramaian dan landmark populer, sebaiknya memilih hotel atau penginapan di sekitar Fira atau Oia. Namun yang jelas ratenya pasti akan lebih mahal daripada penginapan di Emporio atau jalan besar menuju Perissa. Kami kebetulan menginap di daerah dekat Emporio yang kira - kira membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke Fira dengan bus. Hotel yang kami tinggali tergolong lumayan. Fasilitasnya pun cukup oke, terdapat pula kolam renang di belakang hotel yang bebas digunakan oleh tamu hotel. Untuk kamar dengan double single beds, kamar mandi privat, handuk, dan dapur kecil, kami menghabiskan kira-kira 40 Eur per malam. 2. TRANSPORTASI Perlu digarisbawahi, pusat keramaian Santorini berada di Fira, sehingga jalur transportasi publik seperti bus lokal dan taksi, terpusat disana. Rute semua bus lokal adalah dari dan ke Fira, berangkat setiap 15 hingga 30 menit sekali dengan tarif 1.8-2.4 Euro satu kali jalan. Beberapa desa dan tempat yang dijangkau oleh bus adalah Perissa, Kamari, Oia, Red Beach, dan Airport. Perlu diketahui bahwa bus di Pulau ini mirip dengan Bus Mira Ekonomi AC, yang selama kelihatannya ada tempat, penumpang boleh masuk. Jadi jangan kaget jika bus dengan rute dari Fira ke Oia biasanya penuh hingga berdesak-desakkan. Malangnya, saya termasuk gampang mabuk darat. Karena jalanan dari Fira ke Oia penuh liku -liku naik dan turun, saya selalu berusaha mencari waktu - waktu tertentu dimana bus sedang tidak terlalu padat sehingga saya bisa mendapatkan tempat duduk. Pilihan lainnya yang lebih mudah dan easy going adalah menyewa mobil, motor, atau ATV per hari. Hal ini banyak dilakukan oleh turis karena memang mobilitas di Pulau akan cukup tinggi. Dengan kendaraan sewa, wisatawan dapat lebih fleksibel dan santai. Saat disini, kami menggunakan bus lokal karena kami lupa membawa SIM Internasional. Jadi bagi yang ingin menyewa kendaraan jangan lupakan SIM Internasional dan juga CREDIT CARD. Saya tidak terlalu paham aturan pada penyewaan mobil lokal, namun untuk rental mobil yang cukup bonafit seperti SIXT memberlakukan aturan, pengemudi wajib memiliki SIM dan Credit Card. Jadi harus dipastikan bahwa pengemudi memiliki SIM dan credit card dengan nama yang sama sebagai penjamin. 3. MAKANAN Feta cheese dan Greek Yogurt adalah ikon makanan dari Yunani yang telah mendunia. Karena aromanya yang tidak terlalu kuat, Feta biasanya dihidangkan sebagai toping dalam salad sayur. Yang jadi favorit saya selama disana adalah Frozen Greek Yogurt! Rasanya 'nyess' banget apalagi jika dinikmati saat udara sedang panas-panasnya. Saat membeli yogurt di kafe biasanya kamu dihadapkan pada dua pilihan rasa yaitu plain yogurt alias yogurt tawar atau yogurt yang sudah diberi perisa buah. Favorit saya rasa mangga dengan toping buah-buahan. Pilihan toping lainnya juga tidak kalah seru seperti bubbles, jelly, hingga selai cokelat atau stroberi. Harganya bervariasi mulai 2.5 Euro ke atas tergantung banyaknya yogurt dan jumlah serta variasi topingnya (dihitung dalam gram). Untuk main dishes atau makanan besar khas Yunani biasanya berbahan dasar ikan atau daging. Menurut saya pribadi, masakan disini bukan yang terbaik. Ada beberapa makanan yang terasa kurang cocok di lidah seperti sajian ayam dengan madu, atau ikan bakar yang terkesan terlalu kering. Kurangnya menu sayur di dalam komposisi makanan khas Yunani adalah salah satu hal yang "membuat kurang pas di hati. Mungkin karena saya suka juga masakan yang menyajikan banyak sayur di dalamnya. Namun jika ingin merasakan makanan lokal, ada baiknya mencari restoran yang agak masuk ke dalam dan tidak terlalu dekat dengan pusat keramaian. 4. PAKAIAN Bagi pengunjung yang merencanakan datang saat musim panas atau Summer, siap siap menghadapi cuaca panas ekstrem dengan suhu berkisar antara 30 - 40 derajat celcius. Berbeda dengan udara di Indonesia, panas dan kering khas Mediterrania sangat mendominasi udara pada sekitar Bulan Juni hingga Agustus akhir. Saya sendiri tidak cukup tahan dengan panas yang menyengat ini. Mulai pukul 8 pagi, matahari sudah tinggi dan badan sudah berkeringat. Di musim panas, hampir semua turis mengenakan pakaian dengan bahan kaus yang tipis dan menyerap keringat. Topi dan kacamata hitam adalah asesoris wajib yang harus dikenakan untuk perlindungan, bukan hanya sekedar gaya. Jika kebetulan kamu tidak membawa baju yang tepat, jangan khawatir! Salah satu komoditi yang terkenal dari Yunani adalah katun. Nah, di Santorini banyak toko yang menjual baju - baju katun baik katun murni 100% maupun campuran. Yang spesial di Santorini, kamu bisa dengan mudah menemukan baju - baju dan gaun berwarna putih. Toko - toko pakaian yang dimiliki pengusaha lokal akan banyak kamu temukan di Fira. Harga yang dipatok untuk sehelai atasan atau gaun mulai 20 Euro hingga 100 Euro. Hal ini tentu saja dikarenakan kualitas kain dan presentasi katun yang dimiliki. Pakaian serba putih yang banyak dijajakan ini mungkin ada hubungannya dengan tips beberapa rekan, jikalau ingin berfoto di Santorini, baiknya memakai baju putih supaya semakin terlihat cemerlang. 5. TIPS BONUS... Santorini adalah salah satu tempat ini sangat romantis yang pernah saya kunjungi. Saran saya, ajak pasangan masing - masing untuk mengunjungi tempat ini, menikmati Froyo sembari berburu pemandangan saat matahari tenggelam. Syahdu sekali pastinya! Untuk saya, ini adalah salah satu mimpi yang masih tertunda (curcol :D). Demikian, beberapa tips dan informasi yang semoga dapat bermanfaat bagi kamu yang akan atau sedang merencanakan liburan ke Santorini. Satu hal yang kurang saya sukai dari Santorini adalah hampir semua spot strategis di Fira dan Oia telah dikomersialisasi menjadi restoran, resort, atau apartement sehingga wisatawan yang tidak menginap atau tidak ingin makan disana tidak bisa mengaksesnya. Hal ini tentu saja memiliki imbas dalam memilih makanan dan juga keleluasaan saat mengambil foto. Jika kita ingin duduk di tempat strategis untuk menikmati sunset yang masuk dalam area restoran, otomatis kita harus membeli makanan yang tentunya dipatok dengan harga yang kurang rasional. Begitu juga dengan spot berfoto. Sebagai contoh, Three Bells Fira berada satu area dengan sebuah hotel sehingga akses masuk kesana hanya diperuntukkan bagi tamu hotel. Yang melanggar tidak akan segan - segan untuk diusir keluar. Bagi kamu yang sudah pernah berkunjung ke Santorini, bisa share juga pengalamannya di bagian komentar di bawah ya! Kamu juga bisa baca artikel ini di link berikut: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/11/santorini-dreams-tips-and-things-you-should-know/ Terima kasih dan sampai bertemu di artikel selanjutnya
  25. 3 points
    Gulali56

    Serba Serbi Metro di Moscow

    Dengan luas kota Moscow yang hampir 4x wilayah DKI Jakarta, dan merupakan kota terbesar di benua Eropa, keliling kota Moscow yang paling praktis dan murah itu adalah naik kereta (baik underground maupun monorail) Naik kereta dalam kota jauh dekat hanya 50 rubles atau sekitar 11ribu Rupiah. Kalau menggunakan Troika card (semacam e-money di Moscow) malah hanya 35 rubles atau hanya 8ribu Rupiah sekali jalan. Tak heran ini adalah moda transportasi favorit penduduk kota Moscow. Dengan 14 jalur kereta dan memiliki total 243 buah stasiun, jumlah penumpang di jaringan transportasi di Moscow hanya kalah dari Tokyo dan Seoul. Walaupun rata-rata kereta bawah tanah disini itu tua-tua seperti commuter line di Jakarta, di Moscow sangatlah on time dan interval dengan kereta berikutnya hanya kurang dari 2menit, sehingga tidak perlu lari-lari terburu-buru mengejar kereta. Jaringan kereta bawah tanah di Moscow sendiri mulai dibangun dari kepemimpinan Uni Soviet Joseph Stalin di tahun 1930-an. Proyek metro ini merupakan salah satu proyek arsitektur ambisius Stalin yang konon pembangunannya tetap berlanjut disaat Rusia sedang perang dan dibombardir oleh Jerman ditahun 1941. Station metro di Moscow rata-rata terletak jauh di bawah tanah, dengan stasiun terdalam yaitu Stasiun Park Pobedy yaitu 84meter dibawah tanah. Karena kedalamannya, di jaman perang, stasiun-stasiun disini beralih fungsi jadi bunker perlindungan. Selain multi fungsi sebagai bunker, stasiun diMoscow terkenal karena keindahannya, dimana saat itu Stalin menerapkan ide “palaces for the people”untuk arsitekturnya. Dari langit-langit yang tinggi, dinding dan pilar dari marmer, lampu gantung , lukisan dan patung-patung, keindahan stasiun di Moscow adalah objek wisata tersendiri. Setidaknya ada 44 stasiun di Moscow yang termasuk dalam list peninggalan budaya. Dibawah ini ada beberapa stasiun yang wajib didatangi karena keunikan dan keindahannya: 1. Prospekt Mira (pic by David Burdeny) (pic by Vokabre) Design nya mencerminkan keindahan Botanical Garden di Moscow State University. Pilar-pilar dengan relif bunga, chandelier, lantai kotak-kotak hitam abu-abu, stasiun ini berkiblat dari arsitektur Yunani dan Rusia. 2. Mayakovskaya (pic by David Burdeny) Pilar stainless steel yang berkilauan dengan mosaic di langit-langit, Mayakovskaya merupakan arsitektur Soviet yang modern futuristic dijamannya. 3. Ploschad Revolyutsii Dihiasi oleh puluhan patung perunggu para serdadu, petani, anak sekolah, pekerja di pilar-pilarnya, melambangkan berbagai golongan yang membangun dan memperjuangkan Uni Soviet. Ada 2 patung yang paling terkenal di sini. Yaitu patung serdadu Rusia beserta anjing yang konon nya dapat mendatangkan keberuntungan buat yang mengusap moncong anjingnya. Dan satu lagi patung wanita dengan ayam, yang justru membawa kesialan. Untuk berfoto dengan 2 patung ini, butuh perjuangan sendiri, karena penumpang baik penduduk lokal maupun turis yang turun naik kereta di stasiun ini, akan mengusap nya setiap kali melewati kedua nya. Stasiun ini terletak di area Red Square dekat GUM mall dan Bolshoi teather. 4. Kiyevskaya (pic by David Burdeny) Stasiun berdinding marmer putih ini dihiasi lukisan dan mosaic yang menggambarkan kehidupan di Ukraina dan tentaranya selama perang revolusi dan perang saudara. Stasiun ini dekat dengan Hotel Ukraina Radisson, yang merupakan salah satu gedung pencakar langit dari Seven Sisters building di Moscow. 5. Belorusskaya (pic by David Burdeny) Sesuai namanya, panel distasiun ini menceritakan kehidupan rakyat Belarusian. 6. Novoslobodskaya Stasiun ini dihiasi dengan mosaic dengan tema bunga dan menggambarkan penyanyi, pelaut, maupun arsitek di kesehariannya. 7. Taganskaya Tema di stasiun ini adalah perang, dari serdadu angkatan laut, darat dan udara. 8. Komsomolskaya Stasiun ini identik dengan langit-langitnya yang berwarna kuning, dihiasi mosaic keemasan dan lampu –lampu gantung dan pilar-pilar marmer. Konon warna langit-langit yang kuning menggambarkan kekuasaan Stalin,dimana seakan-akan orang harus menengadah ke atas untuk melihat kecantikan interior stasiun ini. Komsomolsakaya ini merupakan stasiun metro yang bersebelahan dengan 3 stasiun kereta antar kota Leningradsky , Yarislavsky dan Kazansky. 9. Dostoyevskaya (pic by Zigurds Zakis) Stasiun ini dibuka tahun 2010, terinspirasi dari karya-karya sastrawan Rusia Fyodor Dostoyevsky, Crime and Punishment dan The Idiot. 10. Elektrozavodskaya Terinspirasi dari pabrik bohlam di dekat stasiun. Masih banyak lagi stasiun cantik di seputar Moscow, tetapi setidaknya 10 stasiun ini yang rata-rata dimasukan dalam group tur keliling Metro Moscow. Untuk yang akan ke Moscow, luangkan sedikit waktu disela-sela keliling kota untuk menikmati keindahan stasiun-stasiun di Moscow yang disetarakan berada di Museum dan Istana. Foto-foto dan artikel dari berbagai sumber. Kalau mau realita foto amatiran menggunakan kamera saku dan HP made in Indonesia (alias ASUS, krn penulis kebanyakan traveling sehingga gak punya budget lebih beli hp mahalan) dan memiliki kelemahan gak bisa menilai komposisi dan sudut. Begini lah jadinya: Satu hal lagi, hati-hati dalam meng-upload ke social media, karena sebagian besar stasiun dibangun jaman Uni Soviet, ornamen dan lukisan palu arit banyak dijumpai dimana-mana. Berhubung isu aliran ini somehow sensitif dimasa-masa (uhuk) pilpres, jadi lebih bijaksana dalam ber pose.(lho)
  26. 3 points
    rianifitria

    Siem Reap - Phnom Penh Feb 2018

    Bulan kemaren saya dan temen saya pergi ke Kamboja (Siem Reap dan Phnom Penh). Berikut catatannya. Hari 1 : Jakarta - Siem Reap Penerbangan Jakarta ke Siem Reap, transit di Bangkok. Mendarat sekitar jam 21.00. Tips: Pas masuk ke Bandara, sebelum imigrasi, rombongan turis akan langsung pergi ke 'Visa On Arrival'. Jangan ikut2an, soalnya Indonesia bebas Visa. Tapi harus ngambil 'Arrival/Departure Card' sebelum di cap di imigrasi. Kemaren pas saya kesini kertas 'Arrival/Departure Card' itu dipegang sama petugas yg jaga2 meja free visa dan harus nanyain mereka sebelom dapet. Kira2 disini (kotak merah 'petugas free visa'): Seharusnya kami dijemput sama penginapan, tapi karena gak ada orangnya (salah ngasih jam), jadi kami naik mobil resmi dari Bandara. Mobil ini juga bisa disewa untuk tur Angkor Wat seharga $40 per hari. Hari 2: Siem Reap Pagi dan siang kami jalan2 seputar daerah turis di Siem Reap, di daerah Pub Street dan Psar Chas/Old Market. Kami juga mampir ke Wat Damnak yg memiliki perpustakaan regional. Jam 16.00 kami berangkat ke loket tiket Angkor Wat untuk membeli tiket Angkor Wat untuk hari berikutnya. Tiketnya US$37 per orang. Kalau beli diatas jam 17.00, maka tiketnya berlaku untuk hari berikutnya. Dan memakai tiket ini kami bisa juga masuk kompleks Angkor Wat di hari yg sama. Jadi kami berangkat ke Phnom Bakheng untuk melihat Sunset. Malamnya kami menonton Apsara Dance and dinner di Apsara Theatre Restaurant. Harganya sekitar US$29++ per orang. Tadinya mau menonton Apsara Dance aja, gak pake dinner; tapi ternyata sanggar yg ini udah tutup. Hari 3: Siem Reap - tour de Angkor Hari ini dimulai dari pagi buta; jam 4.30 kami berangkat mengejar Sunrise di Angkor Wat. Tips: dari kolam tempat nonton sunrise, cepat2 masuk ke Angkor Wat dan pergi naik ke Bakan sebelum mulai ngantri. Dari Angkor Wat kami berjalan menuju Angkor Thom, melalui gerbang selatannya yg terkenal. Di dalam kompleks Angkor Thom kami pergi ke The Terrace of the Elephants, kuil Baphuon, kuil Bayon dan ke kuil Ta Phrom (Tomb Raider). Dari Ta Phrom kami pergi ke kuil Banteay Srei, yg berada sekitar 24 km di Utara kompleks Angkor Wat. Sekitar 45 menit perjalanan naik tuk tuk. Dari Banteay Srei kami balik ke kompleks Angkor Wat, melihat kuil Preah Khan sebelum kembalik ke Kota. Malamnya kami makan di Bugs Cafe yg hidangannya kebanyakan adalah serangga (ada yg bukan serangga kok di menu). Hari 4: Siem Reap - Gunung Phnom Kulen Kami berangkat jam 7.30 menuju bukit Phnom Kulen. Perjalannya sekitar 2 jam dari Kota. Tuk tuk hanya boleh dipergunakan sampai di kaki bukit saja. Dari tempat parkir tuk tuk kami naik sepeda motor ke atas. Kami dikenai biaya extra US$10, ini juga karena kurang negosiasi sama supir tuktuk. Rencananya sih pengen hiking, tapi ternyata ini lebih tempat piknik untuk orang lokal daripada tempat hiking. Kami sempat berenang di air terjun, selama sekitar satu jam. Karena perjalanan menuju puncak berdebu banget (baju, tas dan kulit sampai ganti warna), saya sarankan untuk naik mobil ke atas kalau memang ada niat main ke sini. Di sana kami juga makan siang (banyak penjual makanan) sebelum naik ke Preah Ang Thom (kuil Buddha tidur). Dan kami berjalan2 di sekitar sini dan telah melewati beberapa 'kuil' kecil2 yg dibangun di tengah2 alam liar. Turun dari gunung kami mampir ke Kbal Spean (Site of Thousand Linga) yg sebenernya gak terlalu bisa kelihatan karena ada di tengah2 sungai dan pinggiran sungai dibatasi oleh tali2. Dari Phnom Kulen kami kebali ke kota untuk ganti sebelum berjalan-jalan menikmati ke Night Market. Hari 5: Siem Reap Hari ini kamu berleha2 dan jalan2 di sekitar kota lagi. Melewati Royal Residence dan kuil2 di dekatnya, ke Angkor National Museum. Kemudian kembali ke arah penginapan melalui Wat Preah Prom Rath dan Psar Chas untuk belanja oleh2. Kami sempat makan di restoran Marum. Restoran ini adalah tempat pelatihan murid2 sekolah pramusaji dan juga charity organisation. Makanan-nya mengarah ke fushion and yg terkenal adalah tumis daging sapi dengan semut rangrang. Malamnya kami pergi ke Art Centre Night Market yg ada di seberang sungai. Dan jam 23.00 kami berangkat ke agen bus Olongpich untuk menaiki bus tengah malam menuju Phnom Penh. Tips: Beli tiket bus mendingan langsung di Siem Reap aja. Bukan hanya lebih murah (saya beli online US$10 dan penawaran di dekat hostel US$7), tapi agen bus ini agak susah ngurus tiket yg saya beli online. Si agen bus gak bisa buka daftar penumpang dari BookMeBus.com, jadi siangnya kami sempat panik karena pas ditelpon katanya nama kami gak ada di daftar penumpang. Sepertinya beli secara manual lebih efektif disini. Hari 6: Phnom Penh Kami sampai di Phnom Penh jam 6.00. Setelah menaruh tas di penginapan, kami berjalan kaki mengelilingi pusat kota Phnom Penh. Rutenya dari penginapan kami jalan menuju Central Market untuk sarapan. Ternyata jam 7 pagi itu pasar belom buka, cuma sedikit yg buka di bagian pasar basah dan makanan. Dari Central Market kami jalan menuju Wat Phnom dan National Library. Dari Wat Phnom kami mengarah ke sungai untuk membeli tiket Sunset Cruise di sungai Tonle Sap. Dari tempat tiket kami berjalan menyusuri sungai ke Royal Palace. Dari Royal Palace kami terus berjalan sampai Independence Monument sebelum kembali ke arah Royal Palace. Melewati Pagoda Botumvatey dan sampai ke National Museum of Cambodia. Harga tiketnya US$10, tapi lumayan menarik isinya. Dari National Museum kami kembali ke penginapan untuk check-in sebelum mulai jalan lagi ke dermaga untuk Sunset Cruise. Dari Sunset Cruise kami jalan balik ke hostel, melewati Night Market. Hari 7: Phnom Penh Hari ini saya pergi ke Royal Palace, harga tiketnya US$10 untuk orang asing. Di dalamnya agak mirip Royal Palace di Thailand dan di tempat utamanya (Royal Palace dan Silver Temple) gak boleh ngambil foto. Jadi foto2nya gedungnya aja. Dari sana saya pergi ke Central Market (naik tuk2 dari Royal Palace sekitar US$2) dan Pagoda Saravoan Techo yg berada di dekat hostel. Setelah itu kami berangkat menuju airport untuk kembali ke Jakarta, naik tuktuk sekitar 1 jam dan US$6. Total pengeluaran (oleh2, tiket pesawat dan akomodasi tidak termasuk): US$ 217 per orang Akomodasi: Siem Reap US$ 11 per kamar (2 orang) per malam. Phnom penh US$22 per kamar (2 orang) per malam. Harga makanan: di pinggir jalan 1 porsi US$1-2. di restoran sekitar US$5-9/porsi. Tuk tuk: Siem Reap, perhari sekitar US$40 (bisa turun lebih jauh lagi, soalnya ini peak season dan temen saya gak nawar ). Phnom Penh, dalam daerah 'kota' sekitar US$1-2. Menuju bandara US$6. Bus malam: US$10 (kalau beli langsung di tempat bisa US$7) US$ 1 = Riel 4000 Tips super extra: Credit Card Credit card lumayan tidak berguna di Kamboja. Saya cuma bisa pake karta saya pas makan di Marum (yg jelas ada di bawah naungan charity organisation international) dan saat beli tiket Angkor Wat. Lainnya, lupakanlah. Kemaren saya mau pake Master Card di toko souvenir yg lumayan mahal gak bias karena ada tanda 'Maestro' and 'Cirrus'. Jadi bawa cash. Dan kalau bisa paksa money changer untuk ngasih pecahan US$1 karena hampir semua makanan dan minuman US$1. Cuaca Tanahnya daerah Siem Reap itu Tanah terracotta yg halus. Jadi kalau musim panas dan terik kaya pas kemaren saya pergi itu, maka jalanan berdebu. Debunya lengket, halus dan warnanya kuning-merah. Nempel banget di kulit, baju dan rambut. Dan kalau musim hujan jadinya Tanah lempung yg nempel di sepatu dan licin. Saran saya, bawa masker kalau berangkat di musim panas, dan jangan pakai baju putih. Bagusnya pas musim hujan, volume turis turun, jadi bias ngeliat kuil2 tanpa rombongan manusia. Kalau teman2 ada yg perlu informasi lebih detail lagi atau mau minta itinerary/budget, boleh PM saya.
  27. 3 points
    deffa

    Our 9-day Babymoon Trip in Japan

    Hola Deffa Here!!! Wah dah lama gak posting di forum, karena kesibukan baru di Jakarta. Iya, saya sekarang sudah stay di Jakarta yang tadi nya di Bandung (FYI aja sih ). Anyway, bulan February lalu saya dan istri berkesempatan kembali lagi ke Jepang. Kali ini kami lakukan dalam 9 hari dengan rute Kansai - Kanto: Osaka - Kobe - Kyoto - Takayama - Shirakawago - Yokohama - Tokyo - Odaiba. Nah, yang bikin agak beda adalah perjalanan kali ini kami ber 2,5 orang, maksudnya istri saya sedang hamil, jadi ini adalah Babymoon Trip. Sebenarnya babymoon trip ini tidak di planning sih, tiket AA sudah di beli dari tahun lalu dan kebetulan istri saya hamil deh jadi nya Babymoon. Untuk mengenang perjalanan Babymoon Trip saya dan istri yang pertama ini, maka saya berinisiatif membuat satu Video. Mungkin, jika kalian berkenan untuk menonton nya saya berterima kasih sekali, karena beberapa lokasi di video ini adalah tempat wisata terkenal di Jepang. Oh ya, kalau untuk cerita lengkap perjalanan kami nanti ya, karena pasti panjang dan perlu waktu untuk nulisnya.
  28. 3 points
    Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh penghuni forum jalan2.com hehe saya gabung udah setahun tapi baru buka lagi hari ini x_x Salam kenal untuk member baru semuanyaaa dan salam hormat untuk suhu yang ada di sini Kembali ke judul. Awal bulan Juli, setelah lebaran tepatnya, saya dan keluarga jalan-jalan ke Batu, Malang, Jawa Timur. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah BNS (Batu Night Spectacular). Kami berangkat pukul 07.00 wib dari Semarang, dan sampai kira-kira pukul 19.00 wib. Karena sudah malam, akhirnya sebelum sampai penginapan, kita mampir dulu ke BNS. Awalnya nggak tahu apa itu BNS *kudet dan setelah masuk, ternyata semacam taman lampion. BNS tampak depan, tapi orang-orangnya tak nampak. Gapapaaah Dari depan aja udah kelihatan kan ya, banyak lampu-lampu lucu gitu. Untuk HTMnya per orang Rp 40.000,- untuk weekend dan Rp 30.000,- untuk weekday Jam buka: 15.00 – 23.00 Senin – Kamis (Weekday) 15.00 – 24.00 Jumat – Minggu (Weekend) Setelah masuk, beginilah sebagian potret tempatnya *abaikan orang-orangnya Lokasinya dekat dengan Jatim Park 1, Jatim Park 2, dan Museum Angkut. Mereka kayak bergerombol gituloh deket-deketan . Kalau mampir ke sana, jangan kaget dengan parkirannya semacam tempat hitz yang masih diserbu banyak pengunjung. Oya, selain lampion-lampion juga ada banyak permainan (tiket bayar sendiri, kecuali pakai tiket terusan) nggak lupa juga ada pertunjukan water dancing. Yang sayang anak, recomended deh tempatnya. Yang lain juga boleh cobain hehe. Nggak makan banyak waktu kalau mau ke tempat-tempat itu. Tapi bagiku, jajanannya mahal-mahal wkwkw *kayakemak2rumpi* tapi udah biasa lah ya tempat wisata yang memang harga jajannya lebih mahal dari aslinya. Untuk lebih jelasnya, kalian bisa ke link ini http://www.batunightspectacular.co.id/ Sekian. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
  29. 3 points
    Yos

    Short Trip to Seoul & Jeju (Korea - 2017)

    Bingung mau start dari mana..... Jadi kali ini short trip to Korea, 7 hari aja periode 23 - 30 Oktober 2017. Karena keterbatasan bahasa dan versi ga mau ribet, kita putuskan untuk ambil tour aja. Awalnya ambil His travel eh menjelang deadline quota masih ga terpenuhi juga ya sudah banting setir ke Bayu Buana lagi... harga idem 13jt gitu all in. Korea ini visanya ribet ya, harus pake lampiran SPT tahunan segala jujur jadi males balik lagi kalau ribet mah, masih mending rekening 3 bulan masih normal euyyyy.... Hari 1 dan 2 (Jkt - Seoul) Nah 23 oktober kita berangkat dengan pesawat malam dan 24 oktober paginya kita sudah sampai di Incheon Airport, Seoul. Seharusnya jadwal hari ini adalah bikin kimchi, terus ke Geyongbok tapi dikarenakan waktu yang ga memungkinkan 2 hal itu digusur switch ke hari terakhir. Jadi hari pertama ini kita hanya jalan2 keliling ke National Folk Museum dan lanjut ngejar pesawat ke Jeju Island dari Gimpo Airport. National Folk Museum itu sendiri rupanya menu wajib kalau kita ikut tour ke Korea. Isinya adalah sejarah kebudayaan Korea, dan sambil jalan kelilingin museum dijelasin sama si tour lokalnya.. Eh aku lupa bilang bahwa walau dari Jkt ada tour guidenya tapi semua tour yang dateng ke Korea didampingin oleh tour lokal yang fasih bahasa indonesia... Dan jujur memang kesulitan bahasa disini, orang Korea males dan ga mau belajar bahasa lain, bahasa inggris aja langka apalagi indo... Oh ya 1 lagi, orang korea itu paling anti difoto apalagi di videoin tanpa seijin mereka ... masalahnyaaaaa minta ijin pun ga bakal dikasih, ga ngerti deh kenapa mereka anti difoto, dan di banyak tempat seperti di dalam National Folk Museum ini pun ga boleh foto2... jadi hasilnya ga ada foto2 susasana di dalam National Folk Museum ini... kalau di luar sih boleh aja foto. Nah setelah dari National Folk Museum langsung lunch tapi lupa lunchnya apa terus langsung ke Gimpo Airport untuk penerbangan ke Jeju Island... Di Gimpo sambil nunggu boarding kepengen ngopi dan ketemu kopi yang ini Dan dasar ndesoooo aku baru tau dari temen bahwa caffee ini terkenal karena banyak di shoot di drama korea, lha mana aku tauuuu? Ok kita lanjut terbang ke Jeju dan bermalam di Jeju Dan ga lupa pas sampe hotel cari minimarket terdekat terus hunting2 teh, nah nemunya ginian... not bad lah untuk teh 2000 won dan hershey coklat cookiesnya promo 1000 won dpt 3 pak Hari 3 & 4 (Jeju Island) Pagi ini kita acaranya ke Seongsan Sunrise Peak, isinya adalah suatu pinggir laut gitu, isinya pemandangan pinggir laut. Ada sih beberapa pertunjukan lagi yaitu wanita penyelam tertua di Korea, tapi itu aja waktu tayangnya dan kalau mau nonton harus bayar lagi, terus kalau ikut tour pastinya ga keburu untuk liat atraksi yang ada... Sampai disini aku mulai ngoceh karena belum terasa suasana autum-nya... Kayaknya ga sah klo tiap pergi ga ada adegan kissing-nya... maaf yaaaa Nah sehabis dari Seongsan ini kita lanjut ke desa Jeju, katanya si tour guide lokal perempuan Jeju itu sesuatu banget... dan desa Jeju ini isinya masih asli rumah dan org2nya ga boleh dirubah ke modern oleh pemerintah korea. Nah sesampainya disana, perempuan Jeju itu menceritakan tentang sejarah budaya laki2 dan perempuan disana, tentang bagaimana dulu laki2 posisinya lebih tinggi dari perempuan karena jumlah laki2 1:10 dengan perempuan. Jadi poligami diperbolehkan, laki2 punya istri bisa 4 atau 5, ga perlu kerja, ongkang2 kaki, tinggal minta duit dan semua perempuan yang kerja, Beda dengan sekarang, perempuan justru posisinya lebih tinggi dari laki2... kalau dulu perempuan merit itu berarti sengsara karena harus melayani keseluruhan keluarga, kalau sekarang malah katanya laki2 korea yang cuci baju masak dll walau tetap bekerja juga... gitu katanya... Intinya sih di desa Jeju ini isinya mereka berjualan produk sejenis Goji Beri yang sudah diekstrak, madu khusus dan bubuk dari tulang kuda. Aku beli goji berinya karena harganya make sense dan sudah pernah minum yang versi barat dan manfaatnya bagus. Kalau madu dan tulang kuda duh ga dulu deh... Di desa Jeju ini juga tidak boleh foto2 apalagi video lho yaaa karena mereka ga mau dan ga jelas alasannya. Dari desa Jeju lanjut lunch dulu dong dan ini lunchnya ku sukaaa yaitu Babi Hitam (Gochan) yang memang khas peliharaan di Jeju... rasanya wowww enak.. dan untuk yang muslim maka dagingnya akan diganti dengan daging bebek Dan si tour guide lokal kasih kita coba soju rasa jeruk rasanya enak banget tapi sayangnya sampe pulang ga nemu lagi yang jual Setelah makan lanjut lagi ke Trick Eye Museum & Ice Gallery.. isinya itu seperti trick eye yang ada di ancol dan bali, tapi untuk koleksi sih maish lebih lengkap jakarta dan bali... menurutku lho yaaaa Ice Gallerynya oke tapi untuk foto hasilnya kurang bagus karena cahaya yang kurang di dalam ice gallery ini Lanjut lagi untuk nonton pertunjukan Nanta Show, dan aku acungin jempol untuk Nanta Show ini, isinya kocak, menghibur dan bikin sakit perut karena ketawa... dan skill mereka dalam memainkan alat2 dapur untuk jadi suatu pertunjukan aku acungi jempol. Tapi sayangnya ga boleh foto apalagi video jadi ga ada dokumentasi untuk ini. Durasi pertunjukan sekitar 90-120 menit. Setelah dari ini kita balik ke hotel tapi melewati dulu yang namanya Mysterius Road... dan ini adalah suatu jalan setapak kira2 300 meter, dimana tampaknya ada magnet alam di sepanjang ruas jalan itu. Jadi pas sampai di jalan itu mesin mobil bus dimatikan tapi anehnya bus tetap jalan walaupun jalannya menanjak... nah ada apa ayoooo Hari ke 4, rencana hari ini adalah pagi-pagi langsung ke Garden of Morning Calm, isinya adalah kebun bunga yang luas dan masih akan bertambah luas karena masih di expansi di beberapa bagian. Nah... akhirnya ketemu juga suasan autum disini asikkk, foto2 ahhh Dari Garden of Morning Calm kita lanjut ke Teddy Bear Museum, kecil sih museumnya tapi lumayanlah isinya.... Dan abis itu ngebut ke Nami Island yang terkenal dengan lokasi shooting Winter Sonata.. Disini suasama autum juga sudah terasa, dan karena dibatasi waktu kita langsung cari patung khas icon disini, si winter sonata itu dan untuk foto dengan patungnya antri seperti kalau mau foto sama hachiko Pas mau balik dr Nami Island antri feri nya luar biasa, antrian udah dari bbrp puluh meter sebelum anjungan, buset deh.... Tapi pas dinnernya itu sesuatu banget karena menunya itu Sup ayam ginseng... wuih 1 ekor ayam sedang untuk sendirian, pas banget malam2 makan sup ini, mantep deh plus minumnya dikasih soju atau sake ga tau persis... pasangan yang ideal Sesudahnya kita mampir sebentar aja ke Dragon Head Rock, tapi karena sudah malam ga bisa dokumentasi juga, dan bentuknya pun ga mirip dragon.... bingung.... Sudahlah balik hotel aja istirahat... Hari 5 (Mt Seorak) Nah pagi ini semangat karena mau ke Mt. Seorak yang katanya juga bagus itu.. karena kita nginepnya di Mt. Seorak juga maka perjalanan ke lokasi ga lama. Dan beruntung sampai cukup pagi karena kalau ga rasanya antri untuk naik cable car ke atas itu sesuatu. Buat temen2 yang ke Mt. Seorak inget ya kalau sudah naik cable car naik nanjak jalan kaki sampai puncak Seorak, karena worth it dan sayang banget kalau ga sampai puncak. Saran untuk temen2 yang mau ke Mt. Seorak lebih pagi datengnya lebih bagus karena pas pulangnya antrian untuk semua kendaraan menuju Mt. Seorak dah panjang banget berkm2 gitu. Saking padatnya arus kendaraan yang menuju Mt. Seorak maka mau ga mau kita jalan kaki menuju bus karena bus nya stuck macet antrian dan kalau nunggu bus itu weleh bisa berjam2 baru sampai... Akhirnya kita jalan kaki dan kok ga sampe2 ya ke bus nya? pas akhirnya kita bisa mendekati si bus yang juga usaha mendekati kita, ternyata kita sudah jalan kaki sebanyak 10600 langkah ini pun karena ada peserta tour yang bawa alat yang ngitungin jalan kaki berapa langkah itu lho... sinting berarti sekitar 6km lah jalan kakinya... laper deh.... Untungnya abis itu langsung lunch dan lunchnya oke Roast Chic with Hengju Cheese, oke lah boleh juga sebelum menuju perjalanan sekitar 3 jam dengan bus ke Everland. Setelah lunch kita menuju ke Everland, versi kecilnya disneyland di korea, mulai dari design masuk semua persis sama dengan USJ, tapi secara saya kurang begitu suka dengan isinya plus kita sampe sudah sore, dan banyak wahana yang sudah tutup jam 6 sore wah sudahlah jalan2 aja keliling dan ga foto2 liat2 aja dan akhirnya kita dinner di KFC karena dinnernya yang kali ini bayar sendiri. Paket 7500 won sudah dapat 2 ayam, minum dan kentang. Mereka ga ada menu nasi di KFC nya dan jangan harap ketemu sambel ya semuanya cuma ada saos tomat. Akhirnya balik ke hotel lagi dan posisi sudah di Seoul lagi ya sekarang... hotel di Seoul lebih kecil secara size tapi nyaman dan breakfastnya beneran american breakfast, jadi sesuai selera, dan hunting lagi malam2 ke mini market untuk cari soju terakhir Hari 6 & 7 (Seoul) Hari ke 6 ini kita akhirnya ke Geyongbok yang pas hari pertama ga bisa karena waktu mepet, setelah itu latihan bikin kimchi dan cobain han book. Geyongbook Palace isinya itu gerbang berlapis-lapis, kalau masuk ke sana pake hanbook ga usah bayar tiket. Foto bikin kimchi belum disave karena difotoin sm fotoman yang ikut sama kita selama tour, jadi di akhir tour kita dikasih hasil cetakan foto2nya baik yang candid atau bukan sementara soft filenya akan dikirimkan menyusul, tentunya bayar untuk foto2 ini lho. Cobain hanbook itu 1 gedung dengan bikin kimchi, dan akhirnya aku beli nori berbagai rasa karena enak untuk dicampur nasi, dan hanbooknya sistim pake sendiri, copot sendiri, foto sendiri, taruh lagi di rak baju ini ceritanya versi suami pulang pagi foto han booknya Sehabis kimchi dan han book, sisa hari itu lanjut dengan belanja2 ke tempat2 kosmetik seperty duty free, ginseng shop... Sampai disini masih belum beli souvenir karena harga2 souvenir di tempat2 wisata itu OMG mahalnya dan ga worth it untungnya tour guide lokal kita kasih acara tambahan ke DOOTA di Duangdaemon, itu seperti mangga dua nya jakarta tapi jauh lebih bersih dan rapih... kita diajak naik ke lantai 6 dan begitu selesai eskalator lantai 6 di depan kita udah ada toko souvenir wah harganya baru asik gantungan kunci dan magnet kulkas per 8 atau 10 pcs harganya antara 4000 - 5000 won (kalau beli 10 set dapet free lg 1 set), sepasang sumpit dan sendok khas ada ukiran koreanya 1500 won, kalau sumpit yang isinya 5 pasang 5000 won, berbagai cemilan kekinian almond berbagai rasa itu 7500 won (padahal temen yang baru aja balik dr korea bilang harga jualnya 10000 won), nah akhirnya kesampean juga beli souvenir Nah sudah puas balik deh ke hotel... Hari ke 7, hari terakhir sebelum sore balik ke jakarta... Hari ini fokusnya ke Red Pine Shop (ini juga wajib karena versi mereka jualan red pine oil yang ternyata ga di eksport ke luar korea).... harganya mahal sih tapi karena di demonstrasikan dan test gratis kondisi pembuluh darah masing2 akhirnya aku beli untuk kami berdua minum... dan sssttt... efeknya sudah terasa lho khusus untuk suami istri Dari red pine sebelum ke airport mampir sebentar di salah satu tempat untuk mereka yang belum puas beli souvenir dan mau beli ramen2 itu lho, samyang dan teman2nya... dan bisa di pak dalam dus untuk masuk bagasi nanti si airport. Akhirnya... sampai juga di airport untuk keberangkatan pulang ke jakarta. Celingak celinguk cari wrapping dan ternyata ga ada wrapping di korea dengan alasan mereka akan scan bagasi dan akan langsung dibuka kalau dirasa ada yang mencurigakan. Bener aja, salah satu koper kami diminta untuk dibuka dan ternyata yang mereka curigai adalah kaleng bedak Herocyn sodara2... dan kaleng bedak itu meraka kocok2 duh untungnya ga dibuka karena kalau dibuka berhamburan kemana2 itu bedaknya... padahal ada versi bahasa inggrisnya di kaleng tapi mereka ga bisa baca, parah kan???? Akhirnya setelah check in, berkeliaranlah kita cari makan di airport yang ternyata hanya ada di lantai 2 ya temans... makanannya enak2 dan harganya make sense menurutku. Dan inilah lunch terakhir kita sebelum pulang... Nah demikianlah short trip kali ini ke Korea... Kesan2ku adalah: 1. Korea orang2nya kaku dan individualis, jangan sekali2 foto mereka, suamiku pernah minta aja tetep ditolak 2. Makanan khasnya sendiri sebenarnya enak, jadi kemarin beruntung bisa cobain beberapa makanan uniknya 3. Jangan berharap ada wrapping di airport korea 4. Kalau memang bisa backpackeran dan oke dari segi bahasa lbh baik backpacker sih krn Garden of Morning Calm dan nami Island, dan Mt. Seorak ga puas kalau cuma sebentar 5. Bikin visa-nya ribet karena harus ada SPT tahunan 6. Untuk yang cewe lebih baik selalu sedia botol aqua kosong di tas karena toilet disana ga ada air semprotannya 7. Kalau ke Jeju beli coklat jeruknya, itu unik dan yang crunchy enak (foto menyusul) 8. Kalau mau beli souvenir murah ke Dongdaemon masuk dari DOOTA, terus langsung naik eskalator sampai lantai 6, lirik kiri dikit nah udah keliatan toko souvenir dan snacknya, harga bersahabat Demikian para suhu, semoga berkenan ya, maaf FR nya telat @deffa @twindry @HarrisWang @Hartono Hasian @Sahat
  30. 3 points
    Endar

    Gili di Lombok Tidak Selamanya Trawangan

    Lombok, bukan memiliki arti cabai seperti yang sering kita kira. Lombok bermakna lurus yang tertulis sejak zaman kerajaan Majapahit pada buku Negara Kertagama pada kalimat ‘Lombok Sasak Mirah Adi’ yang artinya masyarakat Lombok memiliki hati yang lurus untuk dijadikan permata kejayaan. Seperti pengertiannya, begitu juga yang saya rasakan saat berkunjung ke Lombok. Ramahnya masyarakat Lombok dari kota hingga desa, dari pesisir pantai hingga daerah dataran tinggi menemani saya saat menjelajah Lombok. Keramahan ini juga dipadu dengan indahnya alam Lombok yang begitu memesona menjadikan Lombok sebagai tujuan wisata yang harus masuk ke dalam daftar utama tempat wisata yang wajib dikunjungi. Masyur dengan gili Trawangan, Air dan Meno di barat laut dan lokasinya yang dekat dengan pulau Bali menjadikan gili-gili tersebut menjadi destinasi favorit di Lombok. Namun banyak yang tidak tahu jika Lombok menyimpan banyak pesona wisata selain gili-gili di barat lautnya. Perpaduan keindahan alam, kearifan budaya dan lezatnya kuliner dapat kita dapatkan di Lombok. Fasilitas dan akses juga sudah mendukung sehingga tidak sulit bagi traveler untuk menjelajah Lombok. Gili-gili di Lombok Barat bagian bawah di area pelabuhan Lembar salah satunya. Tidak sulit untuk menemukan penyebrangan ke gili Sudak. Dengan aplikasi penunjuk jalan di smartphone sudah cukup menunjukkan jalan dengan jelas. Dari Mataram sekitar satu setengah jam menggunakan kendaraan roda dua dengan mengambil titik tujuan Penyebrangan ke Gili Sudak. Nikmati saat masuk jalan Raya Sekotong – Lembar, bukit-bukit dengan padang rumput kuning kecoklatan, gradasi laut toska dan biru gelap, awan seperti kapas lembut yang melayang serta suasana pelabuhan Lembar menjadikan perjalanan yang tidak membosankan. Kami ragu saat aplikasi mengarahkan ke jalan tanah merah berbatu. Tiba-tiba seorang ibu yang sepertinya melihat keraguan kami dengan ramahnya menyapa lalu menanyakan tujuan kami. Ibu yang tidak sempat saya tanyakan namanya memberitahukan kalau jalan tersebut memang jalan menuju penyeberangan gili Sudak. Masuk ke area pemukian sudah terdapat banyak plang-plang yang menyediakan jasa perahu penyeberangan. Kami disambut dengan tawaran-tawaran jasa penyebrangan dengan ramah tanpa paksaan. Pak Nasar dan kedua anaknya menemani kami. Selain memberikan jasa perahu, Pak Nasar juga seorang nelayan yang menangkap ikan dengan teknik spearfishing. Tidak dengan alat yang modern tapi masih dengan tombak tradisional. Ikan-ikan yang diambil juga tidak sembarangan. Jenis, ukuran dan lokasinya harus sesuai ketentuan, pilih-pilih. Bukan karena nantinya tidak laku saat dijual, tapi untuk menjaga kelestarian biota laut di perairan Sekotong. Hasil tangkapan Pak Nasar dijual di homestay dan restoran di area gili Sudak. Gili Naggu menjadi pemberhentian pertama. Lokasinya terluar diantara gili-gili lainnya di area Sekotong. Sudah banyak homestay dan resort disini dan cukup ramai dikunjungi. Perahu tidak boleh sembarangan menepi karena terdapat kawasan konservasi terumbu karang. Perahu hanya bisa menepi di area dekat dermaga yang dasarnya pasir. Kearifan lokal dalam mengelola sumber daya dan menjaga lingkungan berhasil menjaga keindahan bawah laut di gili Nanggu. Terumbu karang cukup dangkal jadi kita harus berhati-hati saat snorkeling agar tidak merusak terumbu karang. Berbeda dengan gili Naggu, gili Sudak lebih sepi pengunjung hanya terdapat beberapa orang yang santap siang. Di gili Sudak juga terdapat homestay. Kondisi bawah laut gili Sudak agak memprihatinkan ditambah dengan jarak pandang yang rendah sehingga saya tidak berlama-lama di dalam air. Jarak gili Sudak dan Lombok yang cukup dekat membuat wisatawan yang menginap di Lombok hanya menggunakan kano ke gili Sudak hanya untuk makan siang. Sebelum kembali ke Lombok saya singgah di gili Kedis, ukurannya lebih kecil dari ukuran lapangan sepak bola. Di gili Kedis kita harus membayar restribusi. Cobalah memutari pulau, terdapat sisi yang hanya berupa pasir dan sisi lainnya berbatu. Cocok untuk yang suka fotografi. Hari masih siang tapi kami sudah kembali ke Lombok, terlalu cepat menurut Pak Nasar. Tapi perjalanan kami masih jauh karena harus ke Sembalun. Sambil antre bilas dan bersih-bersih, kami menikmati pisang goreng dan teh hangat buatan istri pak Nasar yang ternyata adalah ibu yang memberitahukan jalan saat kami kebingungan. Kami berbagi cerita dengan Pak Nasar. Dengan geliat pariwisata di daerah Sekotong yang semakin baik, Pak Nasar memiliki rencana untuk memiliki jasa penyeberangan dalam kapasitas besar. Sudah banyak permintaan dalam jumlah besar yang menggunakan bus-bus pariwisata tapi karena tidak adanya fasilitas yang mendukung seperti lahan parkir, tempat bilas yang banyak atau ruang tunggu, mereka pindah ke tempat lain. Kami pamitan dan melanjutkan perjalanan ke Sembalun, dari pesisir pantai ke dataran tinggi. Saya yakin di Sembalun akan melihat pemandangan yang indah dan ramahnya masyarakat Lombok yang tidak kalah seperti di Sekotong.
  31. 3 points
    Tanggal 20 Oktober kemaren saya explore sekitaran Banyuwangi. Tujuan utama snorkling di pulau menjangan. Gara2 baca FR nya mbak Ika, Saya jadi semangat. Tidak bisa berenang bukan alasan untuk tidak mencoba kan ? Hahahaha. Ini pertama kalinya saya mencoba snorkeling jadi ngeri2 sedap . Perjalanan Naik kereta api Hari kamis sore nyampe di statsiun Gubeng jam 6 pagi. Karena Jemputan ke Banyuwangi jam 11 malam, Saya exploration Surabaya dulu. Saya pun berangkat ke Pantai Kenjeran Naik Grab . Ternyata ini tempat sudah hilang pamor bersaing dengan tempat wisata lainnya. Padahal kalo saya bayangkan ketika habis di bangun, pastinya ramai sekali. Karena difasilitasi dgn baik oleh pengembang. Pantai nya emng tidak Ada indah2nya . Saya pun mulai menjelajah sudut2nya. Panasnya udara Surabaya tidak menyurutkan Saya untuk jalan2 disini. Cukup supprise jg, ternyata banyak kelenteng Dan bangunan nuansa china disini. Masih terawat Dan Masih dipake buat sembahyang . Ada patung dewi kwan in persis di bibir pantai, tapi harus masuk kelenteng dulu. Ada patung dewa china 4 muka, Ada jg bangunan gede yang seperti Pagoda (Saya jadi ingat, ini bangunan tempat menyekap siluman ular putih di film white snake ) Lapaaar..... clingak clinguk sepanjang jalan banyak yg jusl Lontong kupang .Apaan itu ? Saya pun mendekat. Oh ternyata itu lontong yg diguyur dgn kuah butek kupang cilik (kerang) lumayan lah cuma 8k, sayapun pesen lontong balap jg 10k, sate kerang 8K Ada Atlantis land yang sepertinya tutup, jg Ada komplek waterboom yg sepertinya lagi renovasi jg. Teman saya ngebet renang, geser sedikit ketemu kenjeran water park. Tiket cuma 10k Cape main disini, Saya pun pesan grab lagi untuk pulang ke penginapan. Karena hanya transit doang, Saya pun nyari yang semurah2 mungkin sekedar buat istirahat Dan Mandi sejenak hahaha. Tidak salah transit di Loxy Inn jln Embong Kenongo. Karena meskipun murah cuma 135k kamar nya bersih, tidak kecium bau2. Kamar Mandi share tapi bersih Dan tidak bau jg. Free wifi Dan free kopi/teh sepuasnya . Ada dapur jg yg bisa dipake . Deket dengan Tunjungan Plaza tinggal jalan saja. Mandi, istirahat sejenak, pesen go food karena udah males gerak lagi, jam 10 malam Saya cabut ke statsiun Gubeng sebagai titik mepo Selama perjalanan Saya tidur saja di jok belakang , jauh jg surabaya-banyuwangi itu. Kurleb 7 jam Itin nya ternyata tdk sesuai jadwal, tapi bodo amat karena cuma ngerubah kunjungan saja. Kunjungan pertama adalah Taman Nasional Baluran Savanna Bekol. Keren kalo di kunjungi di musim kemarau karena rumput kering nya itu serasa afrika sekali. Ya disini bisa puas2in poto bagi penggemar selfie, tidak Ada yg bisa di explore lebih jauh Demi keamanan. Konon suka Ada macan jg. Cukup keren view nya !! Disini disediakan pondok penginapan jg. Ada yang unik dari Baluran ini, ketika di perjalanan yang sepanjang jalan kering kerontang,Ada spot yang sangat kontras ! Semua tumbuhan Dan pohon disana hijau lebat .hah ? Katanya dibawah tanah Ada aliran sungainya. Mini hutan inj disebut evergreen. Kalo dipoto via drone bakal kliatan kontras nya. Puas poto2 disini Saya menuju ke watu dodol. Tempat untuk menyebrang ke pulau menjangan tsb. Horeeee... Kesiangan jg sebenarnya, karena jam 12an baru snorkling nya. Kebayang Kan panas nya. Tapi siapa takut semua pada semangat. Oles sunblock tebal2 tapi tetep hasilnya gosong hahahaha. Byurrr...... Karena pemula Dan tidak bisa renang jg meskipun pake pelampung, Saya tidak bisa leluasa . Cuma "nangkuban" saja gak sampe nyelam. Mungkin suatu saat nanti saja dah . Kitapun pindah2 spot , Ada spot yg cukup ngeri karena ombaknya lumayan gede. Saya tidak berani turun . Puas snorkeling, Kita merapat ke pulau menjangan nga. Makan Siang disana. Dan tampak menjangan2 kluyuran bahkan Ada yang main di Pantai segala. Mari pulang..... Menjelang sore angin Makin kenceng Dan OMG ombak nya mulai gede. Sampe pada basah kuyup semuanya "disapu" ombak Abis bersih2, istirahat .... Yey makan lagi! Entah kenapa selama trip in Saya males bgt buat makan, bawa cemilan dari rumah 90% dihabisin teman saya. Tapi beruntung sehat2 saja. Jam 7an, Kitapun menuju penginepan . Diperjalanan guide ngajak berkunjung ke festival coffin Osing Kemiren, Saya ok saja karena percuma tidur jg, soalnya jam 11 malam udah harus bangun untuk hiking ke gunung ijen. Berada di pinggiran ini festival rame sekali dgn pengunjung , Desa Osing dijadikan desa wisata budaya. Meskipun tidak sekeren desa penglipuran di Bali. Tapi jejak rumah traditional nya masih ada dempetan dgn rumah modern. Peran serta masyarakat sangat tinggi, mereka gelar tikar, kursi Dan meja dikeluarkan sbg tempat nongkrong pengunjung. Kita tinggal nyari tempat kosong, duduk2 Dan tadaaaa..... Makanan langsung di sediakan tentunya kopi jg. Semuanya gratis. Saya cukup kaget jg waktu lihat cemilan2nya itu, lha di Bandung jg banyak yg seperti itu, Mana yg ciri khas nya ? Tidak Ada sama sekali! Cuma beda nama saja x yah. Ada lepeut,ciu,tape ketan,Dan yg gak saya tau namanya. Tapi semuanya tidak asing. Barulah tour leader Saya nyeletuk konon dulu Raja Pajajaran "menaklukan" wilayah ini , jadi budaya sundanya emng kental . Termasuk pakaian jg, emak2 msh Ada yg pake kebaya, laki2 pake pangsi hitam . Oh begitu.... Beres ngopi gratis kita cabut penginapan Dan akan di jemput jam 11:30 . Lumayan lah tidur sejam sampe stel alarm Di Mobil Saya berusaha lanjut tidur lagi, tapi ya begitulah Nyampe Paltuding sbg titip pertama pendakian, udah rame banget Kaya pasar malam. Loket baru dibuka jam 2 malam. Jadi tidak boleh ada yg masuk termasuk para penambang belerang jg. Minum teh hangat dulu, ke toliet dulu yg antriannya bikin kebabayan hahahaha. Hayuuu nanjak! Eh buseet dari spot awal langsung nanjakkkkk tidak Ada yang datar samasekali. Ini baru ngeh kalo pas turun. Karena suasana gelap waktu naik Secara jam 2an hiking nya jadi tidak begitu nyata.(untung nya nanjak gel2an) Jalannya lebarr Mobil jg bisa masuk udah seperti jalan raya saja, cuma tidak beraspal . Sepanjang jalan banyak yang nawarin ojek angkut , bkn ojek yg sebenarnya itu gerobak yg di dorong. Gak tau bayar berapa karena ada jg yg tidak kuat nanjak yg pada ahirnya Naik ojek tsb. Hiking kurleb 2 jam sampe lah pada ujung kawah, Saya pun turun ke bibir kawah tempat si api biru tersebut. Banyak yang urung turun karena mereka mikir naiknya gimana , takut tidak kuat . Jalan curam berbatu2, desekan Dan papasan jg dgn penambang belerang. Harus hati2 ! Yey ahirnya bisa lihat blue fire jg, rada kurang bagus karena tebalnya asap belerang mengaburkan warna birunya. Puas memandang blue fire, Saya pun cabut. Berangsur2 terang padahal baru jam 4an subuh tanpak birunya kawah samar2. (Kirain tdk Ada danau kawah nya) Saya pun ahirnya nunggu sampe terang buat take poto. Kameran HP tidak berkutik ngambil gambar blue fire hahahaha. Biarin lah yang penting bisa lihat dgn Mata kepala sendiri. Puas poto2 Saya pun turun buat pulang. Nyampe penginepan bersih2, packing Dan akan dijemput jam 10an. Nyampe Surabaya jam 8an malam, Saya pun balik pengiepan loxy inn lagi . Pesen go food .... Tidur pulas banget. Bangun tidur nyari sarapan, googling yg deket bubur 3 rasa, eh pas didatangin bubur nya Blum ready, pesen telor jg tdk Ada. Serius nig yg jualan ? Karena jam kepulangan KA jam 7 malam, udah males jg keluyuran di luar yang panasnya bikin meleleh. Kita ngeMall saja di Tunjungan. Backpac Dan dus2 oleh2 dititip dulu di penginapan. Gede jg yah Tunjungan Plaza yang sekarang. Terakhir kesini Masih kecil. Karena Jalan di mall jg tetep kringetan, ahirnya ngadem saja di XXI nonton film Geostrom . Baru jam 3an ngapain lagi yah, pas jalan liat resto TaWan Dan yg kebayang Bubur nya itu. Kitapun mampir situ cuma pesen bubur 1 mangkok di bagi 2 plus teh doang Hahahahaha, soalnya antara lapar ato ngak, numpag nongkrong doang sampe jam 5.
  32. 3 points
    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Bukit Bantir ini saya pikir hanya sebatas bukit biasa. Tapi, kata teman-temanku, bukit ini lagi hits di Semarang. Saya nggak tahu kenapa, ya, karena di pikiran saya hanya bukit biasa wkwk. Jalan-jalan ke sana sama temen-temen ini nggak ada rencana sebelumnya. Main kumpul aja trus berangkat. Letaknya di Desa Losari, Kec. Sumowono, Kabupaten Semarang. Dari lokasi wisata Candi Gedong Songo, masih lurus terus, tapi kita nggak masuk ke gapura candi, ya. Awalnya karena sudah siang, mau ke tempat biasa untuk sekedar ngobrol. Tapi ternyata, kita diajak ke Bukit Bantir. Jalan ke sana sudah beraspal, tapi jalannya menanjak (yaiyalah namanya juga mau ke bukit). Hal yang paling nggak enak adalah, waktu di pasar jimbaran sampai ke daerah bandungan, jalanannya padat. Nah, ini naik motor aja udah badmood gitu kan, mikir mau nyelip dari sisi mana. Apalagi kalau naik mobil, duuuh. Kalau saran saya, sih, lebih baik naik motor, karena selain bisa nyelip-nyelip, juga bisa menikmati udara pegunungan (maklum lah ya, Semarang panas). Tapi, kalau memang nggak ada alternatif lain selain mobil, bolehlah. Cuma saran aja pake motor. Selain menanjak juga jalannya menukik (?) tapi nggak tajam, kok. Sampai di lokasi, kita diarahin tukang parkir untuk markirin motor. Bayangan saya di rumah, ketika sampai parkiran, kita sudah sampai di tempat. Ternyata..... Dari parkiran motor, kita masih harus naik dengan berjalan kaki, mendaki bukit. Sempat di tengah jalan, teman saya nggak kuat dan minta turun. Yaaahh.... Tapi akhirnya kita mutusin buat istirahat di bawah pohon besar beberapa menit. Lalu lanjut perjalanan lagi, kalau ngap, istirahat lagi, begitu seterusnya hihi. Dari perjalanan menuju puncak bukit, kita banyak ngelewatin tulisan-tulisan dan juga beberapa spot yang mungkin dianggap “hits” sama orang-orang. Sampailah di atas bukit. Amazeeee seumur-umur saya belum pernah naik bukit wkwkwk. Pemandangannya bagus, banyak yang diriin tenda di sana, katanya juga biasa buat kemah. Yah, kita cuma nikmatin bentar aja. Bukan nikmatin, sih, lebih tepatnya numpang duduk, numpang istirahat, kita bawa 6 air mineral dan itu habis semua saking keringnya kerongkongan hahaha. Saatnya turun ke bawah, di tengah perjalanan yang masih mayan jauh, hujaaaaaannnn ya Allah pengen nangis jadinya hahaha. Kita neduh di salah satu tempat kayak gazebo gitu, memang sengaja disediain karena saya lihat ada beberapa di sana, walaupun udah basah kuyup karena semua tempat yang buat neduh udah dipenuhi sama pengunjung lain. Hal yang saya nggak suka habis hujan dan posisi di atas bukit adalah, jalannya jadi licin, susah buat jalan, takut kepleset, dan kaki harus bener-bener bisa ngerem. Tiket parkir : Rp 2.000,- Tiket masuk : Rp 5.000,- -Sekian- Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
  33. 3 points
    Cirebon, salah satu kota di daerah jawa barat yang patuh dicoba untuk destinasi wisata di weekend anda. 2hari saja sudah cukup kalau anda ingin berkeliling di kota Cirebon, anda bisa wisata kuliner dan belajar sejarah tentang kerajaan di cirebon dari keraton kasepuhan, keraton kacirebonan hingga keraton kanoman. Akses yang bisa anda tempuh menuju kita Cirebon bisa menggunakan kereta api ataupun membawa mobil sendiri. Apabila anda menggunakan kereta api anda cukup menghabiskan biaya Rp 100,000,- sudah sampai cirebon dengan menggunakan kelas ekonmi ac. Kereta ekonomi AC sehari ada 3 jadual, jadi tinggal pilih sesuai dengan kenginan anda. Apabila anda memutuskan untuk membawa mobil sendiri biaya tol yang akan anda keluarkan untuk sekali jalan dari tol dalam sekitar Rp 110,000 dengan jarak yang ditempuh kurang lebih 200km. Bagaimana dengan hotel di Cirebon, jangan khawatir banyak pilihan hotel disana dari kelas budget atau luxury bahkan ada guest house juga. Penulis selama dicirebon menginap di 2 hotel yaitu di Hotel Amaris dengan rate sekitar Rp 300,000 (sudah termasuk breakfast 2 orang) didaerah Jalan Siliwangi (jalan boulevard kota cirebon, tidak jauh dari kantor balaikota. Hotel Amaris juga tidak jauh dari stasiun kereta api cirebon) dan Hotel Batiqa dengan harga sekitar Rp 350,000 (belum termasuk makan pagi). Tapi jangan kuatir di cirebon banyak makanan lokal yang cocok untuk sarapan pagi dari nasi lengko ataupun docang. Wisata sejarah menjadi salah satu wisata yang sangat direkomendasikan selama anda di kota Cirebon, karena kota cirebon sendiri memiliki 3 keraton yaitu keraton kasepuhan (terbesar), keraton kacirebonan dan keraton kanoman. Penulis merekomendasikan keraton yang pertama kali dikunjungi yaitu keraton kacirebonan kemudiaan keraton kasepuhan yang terakhir keraton kanoman. Dimulai dengan keratonan kacirebonan, keraton ini tidak terlalu luas hanya perlu waktu 30menit - 1 jam untuk melihat keraton ini. Harga tiket untuk masuk keraton kacirebonan sebesar Rp 10,000. Destinasi selanjutnya yaitu keraton kasepuhan, Keraton ini lebih besar dibandingkan keraton kacirebonan. Harga tiket masuk kedalam keraton kasepuhan dikenakan biaya Rp 15,000. Jam yang direkomendasikan untuk mengunjungi keraton kasepuhan yaitu diatas jam 1 siang walapun panas tapi anda akan bisa melihat pertunjukan tari khas cirebon secara gratis. Selain melihat pertunjukan tari anda juga akan beberapa peninggalan keraton lainya tapi kalau anda ingin masuk ketempat tersebut akan dikenakan biaya lagi sekitar Rp 10,000 - Rp 25,000 tergantung tempatnya. Selain itu di keraton kasepuhan anda bisa melihat mata air yang konon tidak pernah kering sepanjang musim, sama halnya dengan tempat lain didalam keraton kasepuhan untuk masuk ke area mata air dikenakan biaya Rp 10,000. Destinasi keraton yang terakhr yaitu keraton kanoman, tidak susah payah melihat keraton kanoman karena hanya tersisa bagian luar saja masuk kedalam tidak memungkinkan karena digunakan untuk tempat tinggal. Tapi didepan keraton kanoman terdapat fresh market yang tidak hanya menjual sayur tapi makanan khas cirebon bahkan hasil laut khas cirebon. Apabila anda ingin ke keraton kanoman, penulis menyarankan pagi hari dikarena didepan pasar kanoman terdapat makan khas cirebon seperti Tahu Gejrot (tepat diseberang ruko manisan shinta), Docang (di seberang pintu masuk pasar kanoman), Es Duren (dimana kalian akan mendapatkan 3 buah duren) dan Nasi Leko (Nasi yang diberi potongan tahu, tempe dan oncom). Selain makan tersebut ada 2 makan khas lagi yang perlu dicoba selama dicirebon yaitu Nasi Jambalang (rekomendasi Nasi Jamblang Mang Dul dan Nasi Jamblang Ibu Nur) dan Empal Gentong (rekomendasi Empal Gentong Krucuk dan Empal Gentong H Apud) Selain ketiga keraton, anda juga bisa mengunjungi Gua Sunyaragi. Letak dari gua ini agak keluar kota cirebon (sekitar 3-4km dari area kota cirebon). Penulis menyarankan apabila anda mengunjungi gua sunyaragi pada sore hari, karena warnanya baik untuk foto. Gua Sunyaragi cocok untuk anak muda yang suka posting di social media khususnya instagram, karena area ini instagramable (kata anak muda sekarang, silakan cek instagram penulis ada foto di gua sunyaragi -id : herr.sitepu). Kalau ingin membawa buah tangan khas cirebon silakan anda menuju Batik Trusmi (sekitar 7-8Km dari area kota cirebon). Anda mencari batik khas cirebon yaitu mega mendung? Ada di batik trusmi baik batik tulis atau batik cap. Harga di batik trusmi dari Rp 50,000 sampai adanya yang Rp 5,000,000 (umumnya batik tulis). Di batik trusmi juga ada tempat untuk belajar membatik, dan hasil membatik kita bisa dibawa pulang juga. Tidak hanya batik di batik trusmi anda bisa membawa buah tangan berupa makanan khas cirebon seperti kerupuk melarat. Jadi tunggu apalagi, apakah anda tidak penasaran dengan kota Cirebon? Selamat traveling.
  34. 3 points
    chrizz_msweb

    Freediving di Bunaken

    Bunaken adalah taman laut pertama di Indonesia, keindahan bawah lautnya terkenal sampai manca negara. Saya telah membuktikannya sendiri, selama freediving beberapa kali di Indonesia, yang terbaik menurut saya adalah di Bunaken. Sayang keindahan Indonesia ini tampaknya lebih banyak dinikmati orang asing daripada orang Indonesia sendiri. Terutama sejak Cina membuka penerbangan langsung ke Menado. Sepanjang saya di sana, hanya satu rombongan turis lokal yang saya temui. Sisanya adalah orang asing. Maklum kegiatan yang menarik di Bunaken adalah diving, bahkan snorkeling seperti dianggap kegiatan nomor dua di sini. Mungkin olahraga diving masih terlalu mahal untuk ukuran kantong orang2 Indonesia. Karena tujuan utama saya adalah untuk freediving, susah susah gampang di Bunaken. Kapal dari operator diving hanya mau mengantarkan turis yang diving. Seperti nebeng turis lain yang diving ceritanya. Saat saya sedikit memaksa, mereka mengatakan mau mengantarkan tapi tetap dengan tarif diving. Rugi, saya membawa perlengkapan seperti snorkel dan fin sendiri, juga tidak memerlukan BCD atau regulator seperti orang diving. Tidak kehabisan akal, saya mencari penduduk lokal di warung yang bisa menyewakan kapal unuk snorkeling. Tak lupa juga mengajak turis lokal lain (satu-satunya rombongan turis lokal yang satu hotel dengan kami) untuk patungan. Mereka juga tidak diving, tentu saja mereka lebih senang dengan kapal penduduk lokal ini daripada kapal dari diving operator yang harganya gila gila an bila tidak dibarengi turis yang diving. Lumayan, kami mendapatkan harga 500 ribu untuk 5 orang. Tentu saja kapal nya kalah jauh dengan kapal dari diving operator, tapi inilah yang lebih pas di kantong. Banyak sekali spot yang menarik untuk snorkeling atau diving di bunaken. Keunggulan utamanya adalah jenis terumbu karang yang berbentuk wall. Di tempat lain jarang saya menemukan wall sebagus di Bunaken. Yang terbaik menurut saya adalah spot bernama Cela Cela. Disebut Cela Cela karena banyak terdapat lubang atau celah di kumpulan terumbu karang, di celah ini saya menemukan Lion Fish. Agak susah mengambil gambar nya, saya harus sedikit masuk ke celah tersebut, dan harus berhati-hati juga jangan sampai terkena Lion Fish tersebut. Lion Fish memiliki racun di duri nya yang indah. Spot lain yang saya rekomendasikan adalah Lekuan. Di sini banyak terdapat penyu. Mereka suka bersarang di celah terumbu karang yang berbentuk wall. Guide kita menunjukkan ada penyu sedang tidur di sarangnya. Mungkin ini pengalaman sekali seumur hidup memotret penyu di sarang nya yang alami, biasa saya melihat penyu di perarian saja. Di spot yang dangkal, lebih banyak ikan berwarna-warni. Salah satu yang menarik adalah Trumpet Fish berwarna kuning. Tidak setiap tempat bisa menjumpai Trumpet Fish. Tidak seperti Nemo (Clown Fish) yang bisa dijumpai di hampir semua tempat yang banyak Anemon nya. Sayang tidak terdapat ikan besar di Bunaken. Tidak ada Manta atau Whale Shark seperti di Lombok atau Kalimantan. Memang di Bunaken lebih terkenal dengan sususan terumbu karang nya. Namun yang menarik difoto bukan cuma ikan, banyak juga jenis tanaman yang menarik. Selain ikan, penyu, dan tanaman, yang menarik difoto tentu saja turis lain yang sedang diving. Di Bunaken banyak orang belajar diving atau sekedar Fun Diving. Fun Diving adalah diving ditarik oelh instruktur, tidak perlu sertifikat, namun di kedalaman maksimal sekitar 6 meter. Fun Diving inilah yang paling gampang difoto. Ingat bahwa semakin dalam maka cahaya matahari makin sedikit dan warna makin cenderung kebiru- biruan. Tidak banyak saya melihat turis yang freediving seperti saya. Freediving adalah kegiatan diving tanpa menggunakan tabung oksigen. Hanya mengandalkan fin, masker, dan kekuatan tahan nafas. Cara ini lebih praktis untuk saya, tidak perlu pusing memikirkan tetek bengek seperti safety stop, decompression time, license, dan lain lain. Dan tentunya, lebih bersahabat di kantong. Di kedalaman sekitar 6 meter saya menemukan kerang. Apa yang bisa kita nikmati di Bunaken selain pemandangan bawah laut nya ? Jujur, tidak banyak. Hampir tidak ada apa-apa di sini. Bila tidak ada rencana basah-basahan, tidak disarankan untuk ke Bunaken. Beruntung saya mendapatkan foto sunset yang lumayan. Foto Lengkapnya : http://chrizz-photography.blogspot.co.id/2017/08/freediving-di-bunaken.html
  35. 3 points
    안녕하세요.... Finally Incess Traveller ndeso tingkat pemula (jadi belom expert haha ) yang manjah ini come back nulis lagi. Im so sorry, 미안해 Baru balik lagi. Dan aku akan share sebuah sweet story about my Journey. Tentang sebuah Rumah yang sangat keren, cute, nice and eye catching. Serius ini aku ga sok lebay yak. Sunday yang cerah. Aku memulai perjalanan ke Rumah Paris. Rumah Paris ini berada di Jalan arah ParangTritis. Jadi gampang kalo mau nyari, pakai Google Map pun juga ketemu. Yaapp akhirnyaaaa. Parkir mobil dan memasuki rumah paris. This is a Rumah paris. Sebuah rumah kecil yang sangat manis di dominasi warns Biru pastel. Rumah ini terdiri dari dua Lantai. Inilah isi dari Rumah Paris. ** Bagian Depan ## Setelah Pintu Masuk :: Bagian Dalam ;; Bagian Lantai 2 // Bagian Tangga %% Bagian Belakang Disini sudah dilengkapi dengan AC, Kulkas, Kompor, TV. Jadi sangat lengkap. Banyak spot bagus untuk berfoto manjjaahh. Berapa banyak biaya untuk bisa menikmati Rumah Paris ? - ** Untuk berfoto di bagian depan saja hanya membayar 10 K IDR (ada tulisan di depan rumah paris). ** Berfoto menggunakan HP full semua bagian membayar 25 K per person dengan jangka waktu selama 30 menit. So, harus pinter atur waktunya yaa biar maksimal foto di semua tempat. ** Untuk Cam sejenis DSLR maupun Mirrorless (jenis Cam besar gitu yaa) tarif nya beda lagi. ** Untuk menginap maupun sewa tempat juga ada tarif lainnya. Inilah rincian tarifnya: Apa sih yang Dewi rasakan di Rumah Paris ? - Yap, I'm so happy. Seru dan suka aja pokoknya dengan konsepnya yang sangat cute ini. Segala pernak pernik yang menghiasi itu bikin aku betah. Yang jelas sih yaaa disini bersih banget. Ber AC jadi tenang aja pas foto foto ga akan berkeringat, kecuali di luar yaa. Dan untuk dapat foto yang bagus sih yaa aku sarankan datang di siang hari biar cahaya nya itu pas. Jauh ga sih Rumah Paris, dan gimana cara kesana kalo pake kendaraan umum ? - Bisa pakai Taxi maupun Transport Online. Dari Jogja Kota kisaran 30 menit berkendara. Kalau misal nyetir sendiri dan ga tau arah bisa langsung pakai Google Maps. Gampang kok lokasinya. Dan inilah Alamatnya: - JL. PARANGTRITIS KM. 8,4 TIMBULHARJO SEWON, BANTUL, YOGYAKARTA 55186 Contact: - WA: 089683799665 BBM: 7ED1435D Telf: 0274-6463042 Telf: 089683799665 Email: paris.rumah@gmail.com Twitter, IG, FB: RumahParis
  36. 3 points
    Perjalanan yang serba mendadak, tanpa persiapan alias ingat langsung cus saja. Browsing dulu sebentar sempet galau mau nginap dimana Dan Hari apa. Ahirnya memutuskan booking penginapan via traveloka. Dan saya pun berangkat Hari jumat, untuk hiking Hari sabtunya. Lokasi gunung papandayan tidak terlalu jauh dari pusat Kota garut, searah dgn samarang yang Ada resort exlusife nya itu. Berada di wilayah cisurupan . Gampang di cari baik Naik Mobil umum ataupun pribadi. Kalo Naik umum musti lanjut ngojek dgn bayaran 25K . Tanjakan gunung papandayan sebenarnya sudah di mulai dari sini, lumayan sih ngurangi nanjaknya yg sekitaran 3km . Ahirnya saya sampe jg di PCG (Papandayan Camping Grounds) Dan ini satu2nya tempat transit yg paling "mewah" diantara tempat lainnya. Disebut mewah karena Ada treehouse, cabin Dan tenda. Tergantung mau pilih yg Mana. Kalo tempat lain hanya menyediakan tenda saja seperti di depannya, bukit nangklak . Nenda kena tarif 250k bisa 4 orang, cabin 300k untuk 2 orang tapi muat sampe 4 orang jg, Dan percaya dah pasti ada 4 orang dalam cabin itu lebih bahagia ! Knp ? Karena dingin nya itu yg nyampe 13° , jadi Makin banyak Makin hangat wkwkwkwk . Rumah pohon kena 450k. Awalnya saya sudah booking tenda karena pengen nyoba jg ngecamp di tenda, berhubung Hari jumat itu sepiiiii terus nanya ke owner di tenda tentunya lebih dingin, ahirnya saya upgrade ke kabin nambah 100k . Dan yg ngecamp hari itu hanya kita2 saja. Inilah alesan Saya ambil pergi jumat karena hari sabtu nya udah penuh bookingan. Listrik baru Ada jam 6 sore itupun kalo di luar udah gelap bgt, sampe jam 12 malam. Karena nyampe PCG jam 2an Siang, tiduran sebentar lalu jam 4an Kita explore sekitar PCG buat narsis gak kerasa udah gelap. Sepanjang malam saya kebangun berapa x, saking dinginnya. Udah gitu tumben pemgen pipis sampe 2x. Yg pertama Aman karena diluar Masih ada Lampu reman2, dgn bantuan senter bisa sampe toilet, yg ke2 udah gelap yang benar2 gelap, jiper jg u ke toilet, ahirnya samping cabin Aja pip nya hahahaha. Sebelum saya udah tannya2 ke owner Dan pemilik warung Dan mereka sepakat, kalo cuma sampe pondok saladah tdk usah pake guide karena pasti rame dan jalurnya jelas , tetapi kalo mau sampe hutan mati, Tegal alun apalagi sampe Tegal panjang, bagi orang awam pemula sangat dianjurkan . Dan 3 area tsb sudah bukan jangkauan asuransi pengelola lho. Jd resiko tanggung sendiri. Ahirnya sepakat sewa guide 250k sampe Tegal alun, start jam 5 subuh. Tepat jam 5 udah didatangin guide , saya pun langsung cabut . Cuma 1km jarak Dr pcg Ke camp david dan nanjak terus sampe mampus. Ngopi dulu di warung ngobrol ngalor ngidul sampe ahirnya yg punya warung nawarin tempat,Ni mas kalo kemalaman sampe sini, boleh nginap di atas cuma alakadarnya saja, gratis kok ! Wah baik banget yah . Tepat jam 6 pagi, Saya pun mulai mendaki. View pertama sih reruntuhan hasil erupsi dgn bebatuan yg ke gading2an , keren jg. Ketika melewati tebing soni, mas yunus guide saya nyeletuk. In tebing soni, dinamakan begitu karena Ada yg meningal disana gara2 parasut nya tdk terbuka Dan namanya Sony. Harusnya disini dapet view sunrise. Akan tetapi kabut nya terlalu tebal sang sunrise pun tidak berani nongol. Setelah poto sana sini exlpore kawah dan bebatuan , selanjutnya ke hutan mati dulu. Sambil nunjuk ke arah atas, oalah kliatan jauh banget dan tinggi pula. Ya dijabanin saja. Nyampe jg hutan mati , Dan kebetulan saya Masih dapat kabut Dan terobosan sinar matahari disini, meskipun tdk maksimal. Cos hutan mati kliatan magis cenderung menyeramkan kalo Ada kabutnya. Seperti di film2 horor. Fav yg datang kesini biasanya sore Dan mereka yang ngecamp di pondok saladah. Puas Dan bahagia disini, Saya pun nanya lg, terus kemana lagi ? Mas yunus pun nunjuk ke atas dgn view segaris pepohonan yg sangat lebat. Buset tinggi Dan jauh pula hahaha. Memasuki area hutan cantigi, yunus nanya, mas bawa air minum kah ? Yeee... Tadi Kan mas yunus bilang bakal Ada warung Dan beli disana drpd berat bawa dari camp david. Dan diapun beralasan bahwa tadinya mau ke pondok saladah dulu, beli air disana. Ya udah lah toh says pribadi tdk Haus kok, tapi snak mah udah bawa dari Bandung jg. Mungkin dia yg kehausan ? Hahahaha. Saya break dulu buka cemilan karena kata yunus sekarang bakal Ada tanjakan lagi. Lanjut Makin keatas Makin nanjak, sampe ahirnya dapat kemiringan extreme . Dimana Kita harus berpegangan sama batu2an Dan akar2 pohon. Ini namanya tanjakan mamang, disebut begitu karena dulu Ada guide yg bernama mamang meningal disini. Dia yg mewanti2 pasukannya malah dia yg tergelincir. Ah tapi bodo amat gak serem sama sekali dapet cerita orang mati. Kalo saya penakut mah Mana berani ngecam di tempat sepi . Tidak sia2 melewati tanjakan tsb, karena tepat di depan adalah Tegal alun hamparan edelweiss tsb, rasa cape langsung hilang berasa dapat energi baru disini. Saya pun lansung loncat2 kegirangan. Kata yunus karena udah masuk ahir kemarau Blum Ada hujan, banyak yang mati Dan mengering bagusnya setelah musim hujan masuk ke kemarau pemandangannya spektakular. Ah bodo amat , pemandangan ini jg sudah cantik bgt. Unik jg yah diatas gunung gitu Ada hamparan datar yg isinya edelweiss Dan rumput apaan yah yg cantik jg, tdk Ada pohon sama sekali yg tumbuh disana. Pohon cantigi hidup di mengelilingi dataran Tegal alun ini. Cukup lama Saya main disini sampe gulingan di rumput yg mirip karpet mahal itu. Sepanjang perjalanan sampe kesini, Saya cuma ketemu 2 orang petugas patroli di hutan mati, abg 4 orang di Tegal alun . Sepi yah ? Ternyata says mah emng melawan arus, orang lain banyakan ngecam di pondok saladah , baru ke yg lainnya. Puas di Tegal alun, hayuuuu turun . Turun nya kembali ke jalur awal karena menuju ke tegal alun hanya jalur ini saja. Nyampe hutan mati Kita ngambil jalur Kiri karena tepat di bawah sana yg kliatan jauh nan mudun banget itulah pondok saladah. Pondok saladah merupakan area camping yg dianjurkan karena berada di area datar Dan dikelilingi pohon cantigi. Disini ternyata Ada edelweiss jg tapi tidak sebanyak di Tegal alun. Mushola, toliet yg bersih Dan warung lemgksp disini. Rehat disini Saya Langsung beli pocari Dan aqua langsung habis . Kalo saya lihat Dan rasakan kalo Dr bawah menuju pondok saladah ini cukup panjanggggg nanjaknya , beruntung says kebagian turun hahaha. Yes pake guide it emng enaknya seperti ini. Dia bisa nyari jalan yg lebih meringankan huhuhu. View perjalanan ke pondok saladah itu keren luarbiasa . View gunung sana sini langit biru jernih, gersannya bebatua yg luas, kontras dgn hamparan pohon yg menghijau. Nah kalo mulai turun banyak banget yg mau Naik, beneran rame jalur yg ini. Kita mah udah nyantai mudun, orang lain masih hah heh hoh kecapean di tanjakan hahahaha. Rasain hahahaha. Ada 1 area Camping lg namanya ghober hut , berada di bibir jurang dengan view gunung Dan bukit2 Dan kalo lg beruntung sunrise bagus dilihat dari sini. Tapi kslo saya lihat tidak Ada yg camping disini. Ketika melewati jalan yg diapit 2 bukit, wussssss angin kenceng menerpa badan. Dan kata yunus inilah lawang angin . Makin ke bawah Makin banyak yang baru Naik. Dan Ada sepasang suami istri yg gendong anak kecil jg . Buset dah nekad bgt ngecamp . Ahirnya nyampe di percabangan hutan mati-pondok saladah. Saya pun istirahat dulu di warung, duh enak bgt semangka nya. Warung depan dihuni sekelompok in ibu2 bapak2 yg berisik , tanpa guide yg satu pengen kesini yg satu pengen kesana, yg satu ngotot yg satu nyinyir seru jg. Ahirnya dideketin yunus Dan dikasi rekomendasi musti kemana dulu. Ada yg ngejago pengen ke tegal alun soalnya. Hahaha. Sayapun pamit sama mereka untuk pulang duluan. Sepanjang perjalanan turun ni guide udah banyak ngegaidin orang x yah, Ada yg yunusnya gak inget tapi yang baru Naik maksa harus nginget bahwa dia pernah diguidin hahaha. Ada yg di jalan ketemu, katanya Dr tadi di tlp gak aktif2 . Ya jelas diatas gunung Mana Ada sinyal. Sampe ahirnya janjian besoknya Minta dianter ke hutan mati Dan Tegal alun. Berarti byk yang bolak balik jg yah kesini bkn hanya 1 x saja. Perjalanan Saya tiktok hanya menghabiskan 5 jam saja. Pergi jam 6 pulang jam sebelas siang sampe Camp David lg. Di camp david Saya penasaran dgn kolam air panas rendam nya, berhubung jam 11 siang berendam di air panas gimana rasanya ? Urunng beli Tiket seharga 25k. Minta poto2 doang , tp sama penjaga tdk boleh karena Ada Bos di dalam katanya. Ya udah poto saja Dr pintu masuk doang sekedar dokumentasi. Di dalam view nya keren kalo liat di Google. Kolam rendam dgn view gunung reruntuhan erupsi . Dari camp david Saya cabut pulang ke PCG lagi, karena staff nya baik2 jg katanya pulang Dr atas mending istirahat dulu disini, Mandi , makan dll Cuma sayang waktu mau Mandi airnya gak Ada ! Katanya rusak lg di benerin ahirnya dianter yunus ke sebrang ngadon Mandi. Mantap airnya Kaya es meskipun siang Hari. Habis Mandi saya langsung cabut pulang ke Bandung. Inilah pengalaman pertama saya Naik gunung dgm ketinggian 2600mdpl sekian , begitu antusias begitu terkesan Dan tentunya bahagia bgt karena keinginan Dr dulu itu udah terlaksana sekarang hahahaha. Selanjutnya mikir mau Naik gunung apa lagi yah ?
  37. 3 points
    Hi Jalan2ers, Masih ingin membagikan pengalaman saat ke Eropa tahun lalu. Selain Paris, Perancis juga mempunyai tempat wisata alam yang sangat indah terutama yang ska dengan petualangan dan hiking. Setelah puas cuci mata di Nice, Cannes dan Antibes, maka tujuan wisata yang menjadi incaran kami kali ini adalah Gorges Du Verdon atau yang dikenal dengan Grand Canyonnya Perancis. yang terletak di Tenggaanya Perancis dan dapat ditempuh dari Nice dengan mobil kurang lebih 2.30 jam perjalanan. Ada Local tour dari Nice jika kita ingin berkunjung ke tempat ini. Salah satu yang menarik dari Gorges Du Verdon adalah danaunya yang berwarna Turquoise . Kita bisa main kano di sini samil menyusurin sungai di sela2 tebing2 tinggi yang keren abis. Tetapi kami tidak mencoba berkano kali ini tetapi hiking dari pont entrance sampai ke danaunya untuk uji stamina hahahahahaha. Sudah ada tangga dan jalan setapak yang dibuat untuk awal2 hiking setelah itu jalanan semakin kecil dan masih alami. Jarak tempuh dati hiking pont sampai ke danau sekitar 6 jam berjalan kaki untuk yang sudah sering hiking. Kami hanya bertahan 1 jam perjalanan karena kondisi jalan yang makin jelek dan diperingatkan oleh para pendaki lokal bahwa peralatan kami tidak memadai untuk melanjutkan perjalanan sehingga hanya menikmati sedikit dari pemandangan yang indah di sini. Gimana ngga diperingatin slaah satu temenku pake high heel hahahahahaha.... Berikut photo2 yang berhasil kami ambil dan maaf kualitasnya kurang bagus karena sinar matahariterik sekali sehingga backlight bagi anda pencinta alam, jangan lewatkan untuk ke Gorges du verdon jika berkunjung ke Perancis. Salam Jalan2
  38. 3 points
    Hai, sebenernya trip ini udah sejak April kemarin, tapi karena tugas negara dan gw harus berpindah-pindah tempat beberapa bulan terakhir, jadi baru sempat bikin field report-nya. Langsung aja kali yaaa... Berikut adalah highlight itinerary kemarin (Part 1 - Selcuk, Pamukkale, Cappadocia, nanti yang Istanbul akan dibahas di Part 2): Day 0 21 April 2017 CGK-KUL Day 1 22 April 2017 KUL-IST IST-ADB (Izmir) Izmir-Selcuk (Urkmez Hotel) Day 2 23 April 2017 Ephesus Archeological Museum Celsus Library Sirince Isa Bey Mosque St. John's Basilica Selcuk Pidecisi (makan pide) Day 3 24 April 2017 Selcuk-Denizli Denizli-Pamukkale Pamukkale Traverten Denizli-Goreme Day 4 25 April 2017 Goreme Otobus terminal-Cozy Villa Cappadocia Uchisar Castle Huzur Pide Salonu (makan pide) Day 5 26 April 2017 Hot Air Ballon Red Tour Cappadocia Sunset 21 April 2017 Gw berangkat dari Bandara Soetta (bareng Mba Nesa) pakai AA ke KLIA2 (lagi-lagi dapat gate E4) pukul 18.55. Awalnya sempat takut delay, karena flight sebelumnya yang ke Singapore kena delay hampir 2 jam, kan berabe kalo kita yang ke KL ikutan delay. Bayangan ribetnya ambil bagasi yang biasanya lama, pindah dari KLIA2 ke Main Terminal (KLIA1), belum antrian imigrasinya. Tapi alhamdulillah semuanya lancar. Sampai di KLIA2 pukul 22.00 waktu setempat, imigrasi lancar, antriannya pendek kok (mungkin karena memang sudah malam), bagasi juga cepet. Setelah ambil bagasi kita langsung cari stasiun kereta untuk transfer ke KLIA1, letaknya setelah dari baggage claim ke arah luar ikutin jalan aja terus, kemudian belok kanan (perhatikan baik-baik papan petunjuk, nggak susah kok nemunya) nanti gate dan loket tiketnya ada di situ. Setelah bayar RM2, kita masuk dan turun pakai eskalator. Di bawah akan ada dua jalur (KLIA Transit dan KLIA Ekspres), karena kita cuma mau ke KLIA1 naik yang mana aja sama. Jarak tempuh antar dua terminal ini nggak sampai 5 menit. ================================================================================================================================== 22 April 2017 Dari Main Terminal, kami lanjut check-in di counter Etihad. Semua lancar, paling diledek bapak2 petugas counter karena kami pakai E-visa. Nggak kebanyakan ba-bi-bu, kami langsung masuk imigrasi dan nunggu pesawat di boarding room. Perjalanan ke Atarurk total flight-nya sekitar 12 jam (7 jam Kuala Lumpu-Abu Dhabi, dan 5 jam Abu Dhabi-Istanbul), ditambah 3 jam transit. Kita sampai di bandara Ataturk tengah hari dengan mata ngantuk. Sampai di imigrasi...amburadul Antrian ga jelas, tapi ada petugas yang ngatur kita masuk loket berapa. Tapi imigrasi di Ataturk ini relatif lancar kok. Dan tiba-tiba ada yang manggil kita sambil nanya "Orang Indonesia ya?" Ternyata itu Mba Ika yang janjian sama kita untuk ketemu di Istanbul. Katanya karena kita keliatan beda di antara yang lain makanya dia langsung ngenalin kita. Hahaha... Setelah ambil bagasi, kita cari ATM, karena sesungguhnya gw ga bawa uang cash Lira sepeser pun! Susah nyari money changer di Jakarta yang punya Lira. Ternyata bisa kok, dengan rate yang fair dari bank provider ATM kita dan biaya tarik tunai debit 25,000 IDR untuk sekali tarik. Gw sendiri pakai BNI, Mba Nesa dan Mba Ika pakai Mandiri. Lanjuuut kita keluar International Terminal, gw langsung ambil wi-fi pocket dari All Day Wifi (60USD untuk 10hari), bisa dipesan di mari: https://alldaywifi.com Kemudian kita lurus ke Domestic Terminal (keluar pintu belok kiri) untuk langsung melanjutkan perjalanan ke Izmir. Dipikir-pikir capek juga itu, hampir 24 jam sejak meninggalkan Jakarta. Dari Istanbul ke Izmir, kita pakai Pegasus Airlines (web-nya bisa di-cek di sini https://www.flypgs.com/en/). Sebenarnya banyak pilihan maskapai lain juga, tapi yang harganya terjangkau menurut gw bisa pilih antara Pegasus Airlines ini atau Onu Air. Dari Istanbul ke Izmir kita dapat harga 13GBP atau sekitar 190,000IDR (muraaah banget kaaan). Pesawat kita pun on time, take off pukul 16.40 dan landing 17.45 di bandara Adnan Menderes, Izmir. Dari bandara (atau dalam bahasa Turki: havalimani), kita lanjut naik kereta menuju Selcuk. Stasiun kereta letaknya ada di seberang bandara, kita beli tiket kereta ke Selcuk seharga 5TYR dengan lama perjalanan sekitar 45menit. Awalnya kita bingung harus naik kereta yang mana, sampai akhirnya ada kakek-kakek yang kayaknya kasihan liat kita kebingungan dan kebetulan tujuan kita sama, jadi beliau nemenin kita sampai kereta tujuan akhir Denizli (kereta ini yang lewat Selcuk Gari; Gari artinya stasiun) ini lewat. Di dalam kereta ternyata cukup penuh, jadi kita duduk misah-misah. Gw sendiri duduk di sebelah bapak-bapak sama anaknya. Terharu banget waktu di tengah jalan si anak cowok yang masih balita ini ngasi kuenya. Sampai di stasiun Selcuk, hari mulai gelap (sekitar pukul 20.00 waktu itu), si kakek bahkan nganterin kita ke pintu hostel yang untungnya gak sampai 5menit jalan kaki dari stasiun. Kita menginap di Urkmez Hostel, dan disambut abang-abang resepsionis yang gantengnya ga sopan (maap ga berani ambil fotonya, belakangan kita baru tahu kalau ternyata dia masih SMA dan lagi magang di situ). Kita dapat kamar di lantai 3, dan ternyata hostel kita persis di depan bangunan Selcuk Efes Kent Bellegi dan semacam alun-alun pusat kotanya. Kita udah ga kuat ngapa-ngapain, setelah mandi dan bongkar bawaan masing-masing, kita bertiga langsung ambruk di kasur. ================================================================================================================================== 23 April 2017 Paginya, selain disuguhi sarapan, kita juga disuguhi pemandangan luar biasa dari ruang makan hostel yang terletak di lantai 6. Dari segala macam makanan yang disediakan, gw cuma berani makan kentang, keju, telur, dan buah-buahannya. Perut kenyang, kita langsung ke resepsionis untuk menanyakan taksi ke Celsus Library, karena dari hasil riset untuk sampai di pintu masuk yang di atas (supaya nggak bolak balik), lebih baik berangkat pakai taksi, pulangnya baru naik dolmus (sejenis angkot di sana) saat keluar pintu yang di bawah. Ternyata di resepsionis ada tiga mahasiswa asal Taiwan yang kuliah di Turki, juga sedang menunggu taksi ke arah Celsus Library. Akhirnya, kita bertiga nebeng mereka deh, lumayan biaya taksi 20TYR jadi bisa dibagi 6. Perjalanan dari pusat kota ke Ephesus paling cuma 10 menit. Di pintu masuk kita disambut deretan toko souvernir dan... puluhan kucing. Banyak banget kucing mondar-mandir di sini. Gw pun ngantri tiket untuk kita bertiga, sementara Mba Ika dan Mba Nesa foto-foto di pintu masuk. Harga tiket masuk Ephesus Archeological Site ini (termasuk si Celsus Library adalah 40TYR). Satu lagi yang gw sendiri kesel dan bingung: pelayanan di loket pembelian tiket ini lamanyaaaaa minta ampun (loket di tempat wisata di mana pun di Turki lho, tadinya gw kira di Ephesus ini aja, tapi bahkan nantinya di Istanbul juga begitu). Tapi mau beli Museum Pass pun masih lebih mahal dari ngeteng (kalau untuk area Ephesus dan sekitarnya), jadi yasudahlah. Setelah masuk gate, kita langsung disambut reruntuhan (yang mana gw sendiri nggak bisa bedain, ini lebih ke Yunani atau Romawi), dan...amphitheater. Kita foto-foto di sini, bahkan ketemu rombongan keluarga dari Indonesia yang sedang mengunjungi saudaranya yang menetap di Turki. Dari amphitheater ini bisa kelihatan jalan ke bawah yang ujungnya adalah Celsus Library. Jadi, setengah jam di sekitar amphitheater, kita melanjutkan foto di sepanjang 100meter jalanan yang masih juga diisi reruntuhan, dan berakhir di Celsus Library. Kita benar-benar takjub dengan arsitekturnya dan pemandangan bukit-bukit hijau di sekelilingnya juga nggak kalah bikin melongo. Jadi, sebelum kita keluar lewat jalan yang dikeliling pohon-pohon rindang, ternyata di sana ada dua amphitheater (yang di dekat pintu keluar bawah, amphitheater-nya lebih besar). Sebelum tengah hari kita harus kembali ke pusat kota, karena ingin mengunjungi Sirince. Rencana naik dolmus kembali ke kota pun gagal karena kita bingung naik dolmus yang mana, akhirnya kita putuskan naik taksi lagi ke terminal Selcuk (Selcuk Otogari), tarifnya sama: 20TYR. Turun di depan terminal Selcuk, kita ditawari para supir untuk naik dolmus ke berbagai macam jurusan. Pas gw bilang "Selcuk" salah satu dari mereka langsung menggiring kita untuk naik ke dolmus dengan tulisan Sirince di kaca depannya. Tarif dolmus dari Selcuk ke Sirince: 3.5TYR/orang. Nantinya kita akan diturunkan di tengah-tengah pasar di Sirince ini. Gw sendiri kurang tahu sebenernya Sirince ini seluas apa, karena kita cuma jalan-jalan di pasarnya aja. Jualannya macam-macam, dari souvernir, buah-buahan, sayuran, bunga, baju, sabun, body lotion, dan berbagai macam kafe. Kita bertiga ngiler waktu lihat ada yang jual buah strawberry yang gedhe-gedhe, jadilah kita patungan beli sekilo dan harganya cuma 6TYR (24rebu rupiah!!! strawberry? sekilo? manis dan gedhe-gedhe banget pula?!). Buat oleh-oleh gw pun beli beberapa sabun handmade dan body lotion yang terbuat dari extract buah zaitun (zaitun ini ga pernah ketinggalan kalo kita makan di manapun di Turki). Harganya per buah cuma 2TYR, borooong dah! Puas foto-foto dan belanja, kita naik dolmus untuk kembali ke Selcuk. Kali ini isi dolmusnya cuma kita bertiga, jadi gw sama mba Nesa pede aja makan bekal nasi pake lauk gepuk daging sapi di dalam dolmus. Sampai saat itu, kita masih menyimpan uangnya buat makan malam aja, makan siang gausah keluar duit dulu. Tujuan kita selanjutnya adalah Ephesus Archeological Museum, dengan harga tiket masuk 10TYR. Isi museum ini sebagian besar adalah pindahan dari Ephesus Archeological Site (mungkin diamankan biar ga diambil atau dirusak orang). Di dekat museum ini ada deretan restoran yang menjual Pide (pizza ala Turki) dan sederet toko souvernir. Gw sempat beli gelang (harganya 3TYR) dan beberapa bookmar (1TYR/pcs). Kemudian kita lanjut jalan kaki ke Isa Bey Mosque. Di Isa Bey Mosque ini masih berfungsi sebagai masjid. Tadinya Mba Nesa mau nyoba sholat di situ, tapi karena gw sama Mba Ika gak mau ikutan (abis ribet tepat wudlu-nya, dan gw ngerasa awkward diliatin orang-orang), akhirnya dia gajadi. Setelah cuma numpang foto-foto sebentar di sini, kita lanjut ke St John's Basilica yang nggak terlalu jauh dari situ. Tiket masuk St John's Basilica: 10TYR. Suasananya masih mirip kayak di Celsus Library, tapi jauh lebih sepi. Sepiii bangetttt. Gw memutuskan buat naik sampai ke atas, ke dekat benteng-bentengnya, tapi Mba Nesa dan Mba Ika ngeluh capek jadi mereka milih nunggu di bawah. Ternyata memang bikin megap-megap buat nyampe ke atas, tapi dibayar lunas sama pemandangannya. Terus tiba-tiba Mba Ika nongol, ternyata dia pengen liat juga pemandangan kota Selcuk dari atas. Pas kita turun, ternyata Mba Nesa udah dapet kenalan cowok lokal (gw lupa namanya), mungkin dia kesepian ditinggal gw sama Mba Ika naik sampai ke atas. Kita berdua cuma sempat ngobrol sebentar sebelum kembali ke hostel berjalan kaki. Gw suka banget sama tata kota Selcuk ini, rapiii banget. Nyaman deh buat jalan kaki, apalagi dengan pemandangan di sekelilingnya. Kita memutuskan buat istirahat di hotel sebentar sebelum malamnya kita berencana makan pide di restoran dekat museum yang gw sebut tadi, namanya Selcuk Pidecisi (gw dapet info dari tripadvisor). Dan review-nya benar; harganya murah, pide-nya enak, pelayanannya ramah banget, bahkan kita dikasih bonus semacam kue kacang (kalau gw bilang, rasanya mirip ting-ting khas kita). Sejujurnya gw benci banget sama makanan yang namanya pizza, tapi buat pide ini pengecualian deh. Ini enak banget, karena adonannya lebih mirip tortilla, jadi bukan roti tebel kayak pizza gitu. Total 2 pide daging ukuran besar (harusnya cukup buat 4 orang), teh, kopi, air mineral: 28TYR Kita pun balik ke hostel setengah lari-lari karena kedinginan, kemudian re-packing untuk besoknya lanjut ke Pamukkale, Denizli. ================================================================================================================================== 24 April 2017 Pukul 08.00 kita udah mulai sarapan karena ngejar kereta jam 09.00. Catatan: kereta api di sini masih kayak di Indonesia, ngaret. Dari stasiun Selcuk harusnya kita berangkat jam 09.10, tapi kereta baru datang sekitan 09.30. Ditambah waktu tempuh ke Denizli 3 jam, kita sampai pukul 12.30. Harga tiket kereta Selcuk-Denizli: 16.5TYR/orang. Dari stasiun Denizli ke terminal Denizli, kita harus nyebrang dulu dan jalan kaki sekitar 300meter. Di terminal ini, pertama kita taruh koper di tempat penitipan barang dengan tarif 5TYR/bag. Tempat penitipan koper ini ada di lower ground, satu lantai dengan terminal dolmus (terminal bus besar ada di lantai ground). Enteng sudah bawaan kita, dan bersiap lanjut naik dolmus ke Pamukkale. Dari terminal Denizli ini kita naik dolmus ke North Entrance (bilang aja ke supirnya) dengan tarif 4TYR. Sampai di North Entrance, lanjut aja ke dalam terus nanti akan ketemu loket penjualan tiket masuk). Harga tiket masuk: 35TYR. Setelah beli tiket, kita masuk gate dan kemudian di situ ada dolmus lagi (ini shuttle buat yang males jalan jauh ke travertine-nya, itu lho si Cotton Castle yang tersohor itu). Sayangnya nggak gratis, tarifnya 3TYR. Shuttle ini akan berhenti di depan Ancient Pool. Kita bertiga memutuskan buat makan siang dulu di dalam Ancient Pool ini. Harganya lumayan, gw menghabiskan 19TYR untuk burger+french fries, yang gw makan sambil nontonin bule-bule berenang. Perut kenyang, semangat deh kita jalan ke Travertenleri. Gw langsung melongo waktu ngeliat pemandangan serba putih dari kejauhan. Kita harus copot sepatu kalau mau turun ke traverten ini. Awalnya ragu-ragu takut kepleset, tapi ternyata permukaannya keset (tips: dasar yang warna putih teksturnya keset, jadi nggak akan kepleset; justru hindari dasar yang warna cokelat, itu licin, kayaknya si itu lumut) Kayaknya ada satu jam kita di situ, bener-bener terpesona oleh si Cotton Castle. Tapi di sini mataharinya terik banget, jangan lupa pakai sunblock. Rasanya terik (matahari), tapi dingin (angin), tapi anget (waktu kaki kita berendam di kolamnya), campur-campur deh... Sudah puas, kita kembali ke terminal Denizli dengan rute yang sama dengan saat berangkat. Gw nggak berani bereksperimen nyari jalan lain, karena kita udah punya tiket bus ke terminal Goreme (Cappadocia), kan nggak lucu kalau sampai ketinggalan. Dan untung banget kita masih agak sore sampai di terminal Denizli lagi, jadi gw sama Mba Ika memutuskan buat jalan-jalan di sekitar terminal (Mba Nesa nggak mau ikut, capek katanya). Malamnya, kita menunggu bus ke Goreme di peron 14. Bus-nya sendiri kita pakai dari agen Suha, harga tiketnya 60TYR (bisa cek di mari: http://www.suhaturizm.com.tr/). Banyak kok pilihan bus menuju Goreme (ada Metro, Kamilkoc, Pamukkale, dll). Di perjalanan, kita diberi snack berupa kue bolu dan ditawari minum 2x (malam saat mulai berangkat, dan pagi saat hampir sampai). Waktu tempuh Denizli-Goreme ini hampir 10jam, lumayan bikin pantat tepos. ================================================================================================================================== 25 April 2017 Jadi, kita sampai di terminal Goreme pukul 08.00 dan langsung disambut oleh Yasar, si empunya guesthouse yang akan kita tempati selama 2 malam di Cappadocia. Kaget juga si Yasar ini lumayan lancar bahasa Indonesia, yang ternyata dia pernah kuliah setahun di Jakarta. Kita dijemput dari terminal pakai mobil pribadi dia, gratissss (ya ampuuuun, baik bangettttt). Sampai di rumahnya (yang awalnya gw heran, kok kayak rumah-rumah di drama korea, padahal ini kan di Turki), kamar belum siap (karena kita memang kepagian), jadi kita istirahat dulu di living room yang cozy banget. Dan muncul deh bininya Yasar, namanya Eva yang ternyata orang Korea. Ooookeeee, terjawab sudah kenapa ini rumah interior & eskteriornya kayak di drakor-drakor yang sering ditonton temen-temen kantor. Namanya guest house-nya: Cozy Villa Cappadocia. Di booking.com ada kok, atau mau hubungi langsung si Yasar bisa ke nomer WA berikut: +905437681309, dia akan meladeni dengan sangaaaaatttt ramah. Kita bertiga dapat dua kamar, Mba Ika+Mba Nesa satu kamar, gw sendirian dapat kamar loteng yang lucu banget macem di film-film (meskipun kamar mandinya di luar), tapi pengalaman tidur di kamar loteng gitu bener-bener unik. Setelah istirahat dan bongkar barang bawaan, kita bertiga berangkat ke Uchisar Castle yang masih seperjalanan kaki. Kawasan Uchisar ini nggak seramai Selcuk. Jalanannya lebih lebar tapi jarang ada mobil lewat . Kita foto-foto aja di sekitar Uchisar, dan cuma gw yang masuk ke dalam castle-nya dan naik sampai ke atas (yang lain ga mau, capek katanya). Emang megap-megap si pas sampai di puncak. Harga tiket masuknya 7TYR. Mba Ika & Mba Nesa menunggu gw dengan setia di bawah. Setelah gw turun, kita beli oleh-oleh tempelan kulkas di sekitar castle. Kemudian kita makan pide (lagi, ini jadi favorit gw banget selama di sana) di restoran yang namanya Huzur Pide Salonu. Kita diantar pake mobilnya si Yasar (di mobil ada anaknya, namanya Cinar, ngguanteng banget campuran Turki+Korea gitu), dia pun bilang ke yang punya resto kalo kita saudaranya, mungkin biar dilayani dengan baik atau dikasih diskon kali ya? Untuk 2 porsi besar pide dan 3 jenis minuman totalnya 38TYR. Sisa hari kita habiskan dengan tiduuuuurrr, siap-siap besok subuh naik balon. ================================================================================================================================== 26 April 2017 Gw udah bangun dari pukul 3 pagi. Mandi dan siap-siap segala macem, tinggal nunggu subuh dan dijemput. Dan gilaaak luar biasa itu dinginnya subuh-subuh gitu. Gw gabisa diem waktu di tanah terbuka nunggu naik balon, kalau diem bawaannya menggigil. Si Yasar sampai meminjamkan syal-nya ke Mba Nesa, karena dia yang paling kedinginan (bener2 full service deh ni tuan rumah) Di lokasi disediakan easy breakfast macam kopi, teh, dan berbagai macam roti. Kita juga bayar tiket naik hot air balloon-nya di situ sebesar 80EUR dan akan dikasih bon tanda terima gitu. Sekitar pukul 5 akhirnya kita naik balon. Gw sempet deg-degan karena sejujurnya gw orang yang takut ketinggian (banget, biasanya kaki gemeteran dan bawaannya kayak ada hasrat pengen loncat kalo pas lagi di ketinggian gitu, entah kenapa). Tapi gw juga nggak tau kenapa, rasanya biasa aja pas balon-nya mulai take off. Beneran deh, take off-nya smooth banget, pas udah di atas juga gw ngerasa biasa aja, terpesona sama pemandangannya kali ya... Oh iya, di dalem balon dibagi 4 sekat, satu sekat isi 4 orang, jadi total 16 orang dalam satu balon. Dalam satu balon ini kita ketemu dua orang Indonesia lain, namanya Rere dan Eka. Jadi pede dong minta-minta difotoin Total penerbangan 1-1.5jam, dan ketika mendarat (justru ternyata proses landing ini yg bikin deg-degan), kita dikasih celebration (sok-sokan buka botol wine gitu deeh) dan dikasih medali. Pulang dari naik balon, kita lanjut ikut tour. Karena di Cappadocia ini hampir nggak ada kendaraan umum, jadi pilihannya ya sewa mobil atau ikut tour. Kita bertiga memilih ikut Red Tour (selain itu ada Green, Blue, dan Yellow yang biasanya dimulai dari pukul 09.00-09.30 sampai sore). Red Tour ini sendiri itinerary-nya adalah sebagai berikut: Uchisar Panorama, Goreme Open Air Museum, Cavusin Village, Avanos, Pasabag Monks Valley, Devrent Valley, Urgup Fairy Chimney, dan Avanos Pottery Workshop. Jeleknya gw adalah kurang memperhatikan apa yg dikasih tahu sama tour guide kalo lagi ikut tour gini, jadiii gw sendiri lupa foto ini lagi di spot yang mana...gomeeen Mba Nesa dan Mba Ika pun tergeletak di kamar usai tour (iyalah, udah bangun dari jam 4). Tapi entah dapat energi dari mana, gw pengen ikut rombongan 14 orang dari Indonesia yang baru datang sore itu. Mereka mau liat sunset katanya. Hajarr bleeh!!! (modal SKSD, tapi yang namanya sama-sama jauh dari rumah, ketemu sodara setanah air biarpun baru kenal rasanya kok kayak udah kenal lama ya?) ================================================================================================================================== 27 April 2017 Hari ini kita akan balik ke Istanbul (kali ini ke Sabiha Gokcen) pake Pegasus lagi, penerbangan pukul 13.05. Jadi kita minta shuttle yang 10.00 untuk diantar ke bandara Nevsehir (karena letak bandara militer ini cukup jauh, jadinya nggak mungkin kita minta tolong Yasar untuk anterin lagi). Tarif shuttle ke bandara Nevsehir adal TYR25/orang. Tapi sebelumnya kita diantar Eva untuk beli oleh2 khas Cappadocia di toko langganan dia. Lumayan ngeborong juga kita di sana. Sediiih banget waktu mau pisah sama Yasar & Eva ini Pengen gituuu sebulan lagi numpang di rumah mereka #ngareppppp Yak, lanjutan Part 2 yang Istanbul nanti gw share di lain kesempatan ya Owari...
  39. 3 points
    Annyeong cingu.... apa kabar? Kali ini saya mau cerita perjalanan ke korea selatan di musim gugur tanggal 24 oktober-4 november 2017. Sebetulnya masih ada utang FR yg indochina tapi krn gagal submit berkali-kali jd mager (semoga yg ini bisa muncul yah di forum). Trip ini adalah kedua kalinya saya ke korea. Pertama kali yaitu musim semi di tahun 2016, yang mana perginya bareng2 temen berempat selama 7 hari. Tapi utk kali ini saya ‘terpaksa’ pergi sendiri, yg pd akhirnya malah ketemu beberapa temen perjalanan. Kalau ditanya perjalanan yang paling seru, jawabannya adalah Jeju!!! Sumpah ini pulau kereeen dan banyak tempat yg bisa didatengin. Tapi tempat2 di seoul juga asyik sih apalagi dengan pesona daun2 musim gugurnya. Yup sekian pembukaannya... mari lanjut ke isi, jadi ngapain aja sih keluyuran 11 hari di Korea???? 23 okt - direct flight malam jkt-seoul 24 okt-sampe jam 8.20 pagi. Abis lewat imigrasi dan ambil bagasi langsung menuju pengambilan simcard yg sebelumnya udah dibeli pas di indo (dr web trazy) tinggal nunjukkin bukti pesan lgsg deh dapet. Habis itu naik kereta untuk ke GH. Abis check in, ngobrol2 sm staf dan guest lain serta mandi+dandan, lgsg cabut ke Itaewon. Isi perut dulu dengan Samgyetang halal di Ied resto. Setelah itu menuju Haneul Park yg dekat World Cup stadium. 25 okt- pagi2 ke daerah deoksugung palace krn mau nyusurin wall stone street-nya sambil sarapan. Dari sini jalan ke Gwanghamun square lalu ke Gyeongbokgung palace, national folk museum, samcheodong, insadong. Sempet balik ke GH bentar. Setelah itu ke war museum, terakhir myeongdong street. Minta foto sama turis asal Malaysia krn pada pakai hanbok (atas) war museum (bawah) 26 okt-nami island, morning calm garden, krn cuman sempet makan siang roti, pulang dari sini lgsg menuju Yanggood halal lamb bbq. Enaaaak walaupun cukup mahal hahaha. Tapi kan udah ngirit sebelumnya 27 okt- awalnya mau ke Asan krn pengen liat Ginko Tree street. Tapi jauh dan transportnya agak ribet. Akhirnya setelah ngobrol sambil sarapan dengan staf GH, saya pun memutuskan ke tempat2 gratis dan rasanya cocok untuk solo traveler. Pertama pergi ke National Museum of Korea. Setelah itu ke Gwangjang Market yg terkenal dgn bibimbap alley, bindetteok Alley, dll. Perut kenyang lanjut ke Seoullo 7017 (tempat wisata baru di seoul). Foto2 jalan2, duduk2 sambil ‘people watching’. Sorenya ke daerah Hyewa untuk menuju Ihwa-dong Mural Village dan Naksan Park yg terkenal dengan seoul city wall dan night city view-nya. Agak cepet pulang ke GH krn besok pagi sekali akan ke Jeonju. 28 okt- menuju Jeonju menggunakan bus antar kota. Beli tiket on the spot di terminal bus, dapat tiket jam 8.25. Sambil nunggu 1,5 jam sarapan dan beli bekel. Busnya on time lho. Karena hari Sabtu, jalanan padat dan beberapa kali kena macet jadi total perjalanan sekitar 4 jam. Sampe di Jeonju lgsg ke GH pakai taksi. Setelah check in dan beres2 sambil baca2 peta, jalan kaki ke jeonju hanok village. Salah banget deh hari sabtu pas kimchi festival pula. Rameeeee sekali. Sampe mau beli cemilan aja antrinya bisa 15-20 org. Yg saya datangi di Jeonju dengan jalan kaki yaitu, Jeondong Cathedral, Gyeonggijeon, omokdae, jaman mural village. 29 okt-sebelum kembali ke seoul dengan kereta itx, jalan2 pagi sambil cari sarapan yg terkenal yaitu Kongnamul Gukbap (sop tauge) di nambu market. Kembali ke GH, check out, pakai taksi ke stasiun. Disini saya beli snack yg cuman ada di jeonju yaitu PnB chocopie. Nyesel cuman beli 2 karena enak paraaaaah!!!! sampai Seoul lgsg menuju Gimpo Airport utk naik pesawat sore ke Jeju. Yeaaaay!!! sampai2 udah mulai gelap. Pakai bus umum ke Yeha GH(recommended lhoo). 30 okt-di Jeju say pakai bus umum. Dan gampang sih. Alhamdulillah ga pernah nyasar. Waktu tunggu bus pun paling lama 30 menit. Tujuan pertama: pyeoson jeju folk village. Lalu ke Yongnuni Oreum dan Bijari Forest. Malamnya menuji Dongmun Market untuk cemal cemil sblm kembali ke GH. 31 okt- nah mulai hari ini dan besok saya punya teman jalan yg dapet dari forum ini. Kami bertiga ternyata sama2 menginap di yeha dan 1 kamar pula (female dorm) padahal ga janjian lho hahaha. Jam 8 menuju terminal bus untuk ke Seopjikoji. Ini masih 1 wilayah dengan Udo Island dan Seongsan Ilchubong. Dari halte bis terakhir, naik taksi ke sepjikoji ini. Begitu pula dari seopjikoji-terminal ferry yg menuju ke Udo. Karena dekat gak terlalu mahal apalagi dibagi bertiga. Nyebrang pakai ferry sekitar 15 menit ke Udo Island. Terus pakai tour bus seharga 6000 won yg berhenti di 4 tempat wisata utama. Tapi kita cuman ke 2 tempat krn keterbatasan waktu. Pertama ke Udo Peak, lalu ke Hagosudong Beach . Abis itu balik ke tempat naik ferry. Dari terminal, naik taksi ke Pintu masuk Seongsang Ilchubong. Karena lapar, makan dulu di resto yg banyak tersebar disana. Setelah isi tenaga, menaiki tangga ke puncak (kok jadi inget lagi AFI ‘menuju puncak’ oops ketauan umurnya hahaha) foto2 pas sunset sambil istirahat. Saat mulai gelap, turun dan jalan kaki menuju halte bus untuk kembali ke GH. Seongsan Ilchubong (atas) Udo island (bawah) 1 nov - karena kami2 ini penggemar GD (itu lho leader Bigbang) sehabis sarapan pergilah kami ke cafe miliknya yg terkenaaal sekali, selain krn juga bagus banget view-nya. Disini juga ada Bonmal Cafe (yg muncul di drakor) serta cafe2 ucul lainnya. Setelah itu menuju O’sulloc tea farm yg juga ada Innisfree (ada bbrp produk khusus jeju yg ga bisa kita dapetin di seoul lhoo). Nah sorenya ke daerah Jungmun Resort. Tapi karena sudah sore dan lelah, kami hanya ke Cheonjeyoun waterfall dan sekitarnya. Itu pun udah mau tutup kesananya. 2 nov: hari ini kembali ke Seoul. Menginap di GH daerah Sungkyungkwan, yg hype abis, gak kalah sih sama Hongdae tapi entah kenapa lebih homey. Setelah check in dan beberes, roommate yg merupakan cewek dr singapore ngajak makan siang dan jalan bareng. Setelah makan, kami ke seoul forest (banyak yg bisa dilihat disini dan gratisss). Menuju GH sempat mampir ke Dongdaemun Design Plaza lg ada pameran. 3 nov -shopping time hohoho. Ke daerah Dongdaemun Toy Market utk cari titipan ponakan (ini surganya kalau mau beli mainan, ada puluhan toko). Abis itu menuju Myeongdong. Karena agak ribet bawa barang balik dulu ke GH utk simpen barang. Lanjut lagi menuju Namdaemun Market (makin sore itu makin banyak penjual di tengah2 jalan jadi hati2 kalap yah). Setelah puas belanja dan jajan2, saya ke lantern festival di Cheonggyecheon stream. Pas banget baru dibuka hari itu. Pas nyusurin liat2 lampion, eh ketemu roommate di Jeju (ini beda lagi dan doi solo trip juga) dr Indo. Karena udah malam dan lapar kami menuju Grilled Fish Alley di daerah Dongdaemun. Habis itu kita pisah dan pulang ke GH utk packing. 4 nov -waktunya pulang krn penerbangan jam 10 pagi jadinya naik airport bus jam 6.30 dekat dr GH. Yaah sekian highlight atau rangkuman perjalanan saya. Utk secara detail nanti ya kalau rajin hehehe. Tapi kalau ada pertanyaan atau komen silahkan yaa ^^
  40. 3 points
    Berikut adalah kelanjutan perjalanan dari p1 Beijing menuju ke Xi'An dan Shanghai.... Hari 6 : Xi'An Hari pertama di Xi’An kami pergi ke Xi'An National Museum atau Shaanxi History Museum. Naik metro ke Xiaozhai – Line 2 atau 3. Tiket masuknya RMB 30. Sejarahnya Xi’An lumayan menarik. Karena kota ini adalah satu2nya kota yg dengan suksesnya selamat dari berbagai era dan perang lumayan utuh; dan sejarahnya mereka emang panjang banget. Oleh sebab itu kota ini terkenal sebagai kota pelajar; Karena memang banyak universitas2 kelas kakap di sini (dan bukan hanya di jaman ini saja). Mulai dari jaman purba, dan menjadi ibukota untuk berbagai dinasti yg peninggalan sejarahnya lumayan tercatat rapih dan lengkap. Kota ini juga kota awal mulanya komunitas Muslim di China; yg diawali dari perdagangan Jalur Sutra. Museumnya masuknya gratis! Dari Museum, kami pergi ke The Big Wild Goose Pagoda (Dayan Pagoda) – Metro Line 3 stasiun Dayanta. Ini adalah pagoda-nya biksu Tong Sam Chong (Kera Sakti/Sun Go Kong)! Beliau termasuk biksu terkemuka yg telah membuat catatan sejarah yg luar biasa detail mengenai masa tersebut selama perjalanan Beliau ke India. Bahkan catatan beliau telah dipergunakan untuk merekayasa sejarah agama Buddha di India. Dari sini kami berjalan menuju ke Muslim Quarter. Keluar dari stasiun Zhonglou – mentro line 2- dari pintu B dan jalan menuju ke Bell Tower dan belok ke kanan. Muslim Quarter ini adalah jalan yg penuh toko2 makanan Halal dan juga tradisional/khas-nya orang Muslim di Xi’An. Mulai dari kurma yg sebesar kepalan tangan sampai kacang cabe (cabenya hebat banget) dan kue persik yg khas, semuanya ada disepanjang jalan ini. Yg menarik adalah The Great Mosque yg berada di balik jalan ini. The Great Mosque adalah Masjid pertama dan tertua di China. Dibangun oleh Raja China dan diberikan kepada kaum pedagang dari Timur Tengah yg menetap di Xi’An sebagai ‘duta’ Jalur Sutra. Bangunannya persis dengan klenteng, tapi di dalam ruang utama Masjidnya dindingnya penuh ukiran Al-Qur’an. Tiketnya RMB 25 Hari 7 - Xi'An Hari ini kami pergi pagi2 banget ke Emperor Qinshihuang's Mausoleum Site Museum. Atau lebih dikenal sebagai The Terracotta Warrior Museum. Tempatnya lumayan di luar kota, karena konon sejarahnya raja ini dikubur di satu bukit dengan 35 ruangan. Di kuburan utamanya petinya Beliau terbaring diatas ‘danau’ yg terbuat dari air raksa dan kubah-nya dihiasi dengan permata dan dibikin semirip langit malam. Yg ditemui baru 14 ruangan, yg digali baru 7, dan yg bisa ditunjukkan masa (karena isinya lumayan utuh) hanya 3. Untuk kesini kami pergi ke stasiun Wulukou dan berjalan ke arah stasiun kereta (Railway Station). Kamu pergi ke perhentian bus jalur 5, persis di depan China Post dan naik bus 306. Harga tiketnya RMB 7 dan perjalanan kira2 1,5 jam. Karcis masuknya RMB 150, ngantrinya panjang, tapi ada keterangan Bahasa Inggris. Melihat skalanya satu ruangan yg baru 1/3-nya digali saja sudah terpana. Tidak heran kalau kuburannya 1 bukit sendiri. Di bagian belakang (yg belum digali), bisa dilihat sekumpulan orang berusaha keras merakit puing2 patung2 terakota tersebut, ada beberapa patung dalam berbagai tahap rekayasa juga. Keluar dari Museum Terakota, kami harus melewati daerah souvenir yg sudah seperti kota kecil. Tapi saya rasa souvenir yg khasnya bias didapat di dalam gedung Museum. Kami sempat beli persik (karena lagi musim) dan rasanya enak, renyah dan manis. Dari Museum Terakota kami kembali ke pusat kota dan pergi ke Xi'an City Wall – South gate. Kami naik metro line 2 ke Yongningmen dan karcis masuknya RMB 54. Xi'an City Wall adalah satu2nya ‘pagar’ atau ‘benteng’ kota yg masih utuh di China. Dan kami bias jalan diatasnya mengelilingi kota, dan bahkan bisa bersepeda diatas benteng ini. Di South Gate malam hari ada biasanya ada pergelaran dan kalau gak salah harga tiketnya RMB 600an, jadi kami tidak nonton. Malamnya kami pergi ke mall2 disekitar hotel. Hari 8 : Shanghai Pagi hari kami terbang ke Shanghai dan sampai pada sore hari. Malamnya kami pergi melihat Nanjing Road Pedestrian Street, naik subway ke People’s Square (line 1, 2 dan 8). Tempat shopping dan barang2nya mahal2, dan masih gak keliatan barang2 kw. Kami juga naik tram dari ujung ke ujung Nanjing Road, harganya RMB 5. Hari 9 : Shanghai Hari ini kami berangkat ke Shanghai Museum yg terletak diantara Dashijia (Subway line 8) dan People’s Square (Line 1,2,8). Shanghai Museum jadi terasa ‘biasa’ karena kami sudah pergi ke Beijing National Museum yg megah dan Xi’An Museum yg bersejarah. Tapi koleksinya Shanghai Museum juga lumayan banyak dan menarik, terutama lantai lukisan China-nya. Tiket masuknya gratis, tapi untuk koleksi ‘special’ harus mengantri dari pintu lain. Dari sini make pergi ke The Bund untuk naik Huangpu River Cruise. Perjalanan dimulai dari Shiliupu Wharf yg berada di belakang Yu Yuan Garden. Jalannya dari stasiun Yu Yuan Garden (line 10) lumayan juga. Harga tiketnya 120 yuan dan perjalanan total sekitar 50 menit. Kami naik kapal naik-turun sungai HuangPu untuk melihat kedua sisi Shanghai, dimana satu sisi memiliki bangunan2 tua dan sisi satunya penuh pencakar langit. Dari sini kami pergi ke Yu Yuan Garden, tiket-nya RMB 40. Yu Yuan Garden adalah taman bikinan yg penuh dengan berbagai dekorasi yg saya rasa lebih untuk menarik turis. Yg menarik adalah penataan tamannya sehingga taman tersebut terasa lebih besar dan lebih panjang dari ukuran aslinya. Yu Yuan Garden itu dikelilingi oleh toko2 berjualan souvenir, cheong-sam dan makanan. Kalau malam, lampu2 pertokoannya menyala dengan indah. Hari 10 : Shanghai Kami berangkat jam 6 pagi menuju Disneyland Shanghai memakai subway Line 11 – stasiun Disney. Antriannya luar biasa panjangnya; baik untuk X-ray barang bawaan, kemudian untuk masuk Disney (total waktu antri 3 jam), juga di setiap wahana. Selama satu hari kami hanya dapat naik 2 wahana karena terlalu lama mengantrinya. Setelah mengantri selama itu dengan cuaca panas sekali dan orang2 yg saling menyela antrian hanya untuk naik wahana 10 menit, kami jadi malas mengantri lagi dan akhirnya hanya duduk2 saja. Merasa agak rugi juga membayar RMB499 buat masuk Disneyland untuk duduk2. Nah pulangnya yg jadi masalah. Karena menurut website, subway bakalan buka sampe jam 23.00 lewat. Tapi ternyata saat kamu ke Subway jam 10an malem, sudah tutup subwaynya. Tidak ada bus juga karena bus terakhir jam 9an, taxi juga tidak ada sama sekali. Untungnya di China banyak sejenis grab/uber driver. Di Beijing biasanya mobil2nya akan memasang tanda di kaca depan. Di Xi’an maupun Shanghai kami tidak melihat tanda2 tersebut, tetapi ada yg menawarkan jasa mengantar kami pulang. Dan harganya kurang lebih sama dengan naik taksi dari Disneyland balik ke Hotel. Hari 10 : Shanghai Paginya kami pergi ke Qibao Ancient Town. Bagian Shanghai yg masih memiliki rumah2 tua (hampir mirip Hutong di Beijing, tapi jauh lebih kecil dan sempit. Qibao adalah bagian dari Shanghai tua yg dilestarikan oleh pemerintah karena sejarah daerah ini berawal dari dinasti Song sekitar 1000 tahun lalu. Kami naik subway Line 9 ke stasiun Qibao. Untuk jalan2 saja di Qibao gratis, tapi untuk atraksi2 harus bayar sendiri2. Kami kemudian berangkat ke Airport. Sayangnya karena cuaca buruk (badai), semua penerbangan hari itu dibatalkan dan kami harus cari penginapan sendiri (tidak dibantu pihak maskapai maupun bandara). Hari 11: Shanghai Akhirnya dapat penerbangan ke Jakarta langsung dari Garuda! Sekian laporan perjalan saya ke Beijing - Xi'An - Shanghai. Dari perjalanan saya tersebut ada beberapa tips: - Download peta google map China, atau screenshots peta2 karena sampai di China google gak bisa dipake. - Masukan foto2 dari nama tempat2 dan alamat2 tempat2 wisata yang Anda akan datangi, juga nama hotel dan alamat hotel (English dan Chinese) ke HP. Ini akan mempermudah cari jalan maupun bila perlu naik taksi/grab/uber - Selama perjalanan yg saya lihat semua tempatnya bersih, sampah jarang, orang2nya gak ada yg berniat menipu dan malah baik2 banget begitu mereka sadar bahwa kami semua turis kesasar, harga2 juga gak dinaikin gila2an. Emang yg pas ngantri di Disneyland agak mengerikan banget, tapi selain itu semuanya aman tentram dan disiplin. - Barang2 kw gak keliatan sama sekali, sedihnya... - Kalau bias naik kereta dari antar kota. Keretanya cepat dan tepat waktu, sementara penerbangan antar kotanya selalu delay (mungkin karena pas kami disana cuaca emang jelek banget). Waktu-nya kira2 sama, harga lebih murah dan banyak pemandangan. - Xi'An beneran surga oleh2 Halal, terutama di Muslim Quarter. - Selalu sedia uang kecil untuk beli karcis bus/subway/metro. - Kalau terdampar di airport tanpa hotel, tanya petugas yg berjaga di konter maskapai dan sekitarnya apakah mereka tahu penginapan murah. Biasanya mereka punya kenalan/tahu ada losmen murah yg bukan hotel resmi airport. - Jangan khawatir soal Bahasa, di 3 kota ini bus dan subway/metro petunjuknya bilingual (Inggris dan Mandarin). Apa lagi ya? Nanti kalo inget saya tambahin... kalau teman2 ada yg mau penjelasan lebih panjang lagi bilang aja, saya akan coba sebisanya untuk membantu.
  41. 3 points
    Endar

    Zurich, Kota Tua rasa Modern

    Flixbus dari Paris parkir dengan sempurna di area Sihlquai, dekat Zurich Central Station. Pagi itu udara masih dingin. Bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis, udara dingin di Carparkplatz Sihlquai tetap menusuk tulang walaupun sudah memakai jaket tebal. Padahal sudah bulan Mei. Zurich, kota terbesar di Swiss yang berada di tepi danau Zurich dan dekat dengan pegunungan Alpen menjadikan Zurich kota yang memiliki panorama yang menakjubkan. Tidak heran dengan kondisi ekonomi, geografi dan tentunya fasilitas yang ada, Zurich dinobatkan menjadi kota dengan kualitas hidup terbaik di dunia tahun 2006 dan 2007. Satu hari di Zurich tidak menyurutkan semangat untuk menjelajah kota ini. Dengan waktu yang sempit maka hal yang dapat dilakukan adalah city tour. Banyak paket yang ditawarkan dengan berbagai variasi waktu, fasilitas dan tujuan. Transportasi yang digunakan untuk city tour adalah trolley wisata dengan design klasik ditunjang dengan audio dalam delapan bahasa. Ada Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Portugis, Rusia dan Spanyol. Dalam waktu kurang lebih dua jam dengan biaya 35 – 40 franc, trolley akan melewati area bisnis, Bahnhofstrasse yang menjadi museum penting di Zurich, sudut kota tua Zurich, Fraumunster Church yang konon mulai dibangun tahun 1100 namun baru terlihat di abad 15 dan area perkotaan lainnya. Perjalanan city tour berhenti dua kali. Biasanya berhenti di area tepi danau Zurich di kawassan dermaga publik. Kedua di jalan Stadthausquai. Terdapat fasilitas toilet umum di setiap tempat pemberhentian, tempat makan atau penjualan souvenir. Di seberang jalan Stadthausquai dengan melewati jembatan di atas sungai Limmat terdapat jalan Limmatuquai yang banyak menjual souvernir di kios-kios kecil. Kawasan ini juga merupakan pusat bisnis dengan banyak bank, toko-toko eksklusif, restaurant dan pusat perbelanjaan. Bila tidak puas dengan city tour, terdapat tour dengan kapal pesiar yang akan berlayar di danau Zurich. Dengan kecantikannya, danau Zurich begitu menjadi daya pikat tersendiri. Tata kota dan pemanfaatan danau yang baik menambah nilai plus untuk kota Zurich. Di seputaran danau banyak terdapat pemukian yang menjadikan danau Zurich lebih hidup. Pemanfaatan danau Zurich sebagai tempat berolahraga air seperti perahu layar, kano didukung fasilitas yang memadai. Transportasi di Zurich sangatlah mudah. Banyak kereta dan trem yang menjangkau hampir seluruh sudut kota. Bagi yang tinggal di Zurich dalam waktu yang singkat terdapat ZurichCARD yang merupakan paket transportasi trem, bus, kapal, kereta api dan sarana transportasi lainnya. Terdapat juga potongan harga atau bahkan tiket gratis bagi yang memiliki ZurichCARD. Namun perlu diketahui di Zurich berlaku zona tariff sehingga tidak perlu membeli paket pada zona yang tidak dilalui. Stasiun Hauptbahnhof (Zurich HB) menjadi pintu gerbang jika kita menggunakan kereta. Stasiun terbesar di Swiss yang juga menjadi salah satu stasiun tersibuk di dunia ini sangat lengkap. Sudah seperti pusat perbelanjaan, hampir semua kebutuhan dapat ditemukan disini. Pada waktu tertentu sering diadakan bazar makanan yang menual street food dengan harga miring. Biaya hidup di Zurich termasuk tinggi dibanding kota-kota besar lainnya di Eropa. Dengan mata uang Franc yang memiliki nilai berbeda dengan Euro, harga-harga makanan di Zurich bisa 1.5 kali lipat jika di rupiahkan. Untuk akomodasi juga termasuk tinggi, harga penginapan super standar berkisar IDR 500.000 belum termasuk sarapan. Perlu kejelian dalam menyusun itinerary jika memasuki Zurich ke salah satu kota tujuan. Yang menyukai wisata kota dengan suasana yang sepi dan nyaman, Zurich dapat menjadi pilihan. Namun bagi yang menyukai suasana alam, Zurich dapat menjadi trip satu hari yang berkesan.
  42. 3 points
    Hongkong Macau Cara Termurah Trik Tranportasi Mendarat Di Hongkong Airport Belilah Kartu Oktopus Janga Ragu Bisa Fuul Refund Bila Tidak Terpakai Dan Bikin Mudah Simple Tuk Naik Tranpotasi Selama Di Kowloon dan Hongkong Bahkan Tuk Jajan pun Pake Oktopus Jangan Ragu Tuk Top Up balance semua Bisa Kembali di Stasiun Terakhir Kita Pulang Jangan Pake Kereta Sutle Airport Mahal 136 HKD Mendingan Pake Bus A 21 or A22 To Kowloon Hanya 33 HKD Sampe Kowloon Termasuk area Cungkhin mansion / mongkok /Tzimtsasui Bila Mau Ke hongkong Tinggal Nyebrang Pake Star Feri Demaga 7 Tsimtsasui ke Central Pier Hongkong 2. .2 HKD Dibanding Naik Sutle Train 136 HKD ngirit 100 HKD sekali Jalan Begitu Juga Bila Tiap Hari Perjalanan Kowloon Nyebrang Ke HK Sebaiknya Pake Star Feri Bisa Ngirit Belasan HKD per Tripnya Waktu Hanya Beda 10 Menitan Nama2 Yang Perlu Di ingat Kowloon Al Mongkok , Nathan Road . Jordan. Tsim sha tsui Yumathei Honkong Central Pier/ Wanchai/ Suny bay seungwan Kita Hanya Perlu Fokus Di Map MTR Line Merah Dan Hijau Khusus Area Wisata Dengan Mempelajari Hal2 Diatas Saja Kita Sudah Bisa Ekplore Kemanapun Destinasi Yang Kita inginkan Jangan Takut Nyasar Insan Tourism Setempat Pasukan Jaket Kuning dan Costumer servise nya siap membantu Lanjut Tentang Macau Kita Mendarat Di Airport , Atau Masuk dari Tsim Sha Tsui / Maupun Dari Hk sheungwan … Ada Shutel Bus Hotel Gratisan Misal Yang Paling Gampang Kita Pilih Venetian Hotel kita Turun Di mail Lobby sudah Siap Sevise Bagasi Berbayar 10 Pataca /10 HKD Walo Koper Gede Gabanpun Harga Sama Dengan satu Tentengan Kecil Bila Kita Berakhir Mau Terbang Via Macau Airport . Sebutkan Bagasi Kita Untuk Tranfer Ke Main Lobby to Airport Sutle Bus Dan Penting Bus Terakhir Jam 22.30 Dengan Kita Memilih Venetian Sudah 2 Tempat terkenal kita Datangi City Of Dream Hotel Casino mall Dan Venetian Casino Mall Bila kita Mau Ke Area Lain Tinggal Ikut Sutle Bus Gratis to macau feri Terminal Ganti Bus hotel Lainnya Semua Tranportasi Gratis tis Tinggal Siap kan Dana Miss Jinjing mau Kelas Biasa Or Branded Tersedia
  43. 3 points
    SIBOCAH TUA NAKAL KLILING Di KiLING FieL dan Saigon City Sibo ngubek2 SAIGON city ingin ketemu Dewi ular yang Cantik dengan modal 2 USD @100 LOW Gadget Low/ min Bhs Ingris Menurut Pengamatan Dan Menurut penglitan saya dengan perasaan yang real Awal pertama saya mendarat di Tan son nath Airport sudah Mulai Panic Dipalak Petugas Imigrasi minta Siao chien Sio vey (tip) Diselipkan 5 lbr @1 ringgit Cop cop cop Setelah Keluar Bandara Saya Arahkan Kaki belok Kanan dengan senjata Senyum dan Xie xie Kepada Para Calo pemangsa Yang Nengok kiri dan kanan Beruntung Saya Sudah Hapal dikepala Dengan Masukan Info Ter Up Date Salah satu nya Di Bandara Tan Son nath Al tempat Tukar Uang / beli Simcar dan Terpenting info yellow Bus Beroprasi Dari jam 00.03 S/ D 00.01 Bohong Kalo Dibilang Bus Malam Tidak Ada (Bus Hijau) Seperti KataKomentator Traveller “Katanya Katanya” “Konon Menurut Cerita Temen saya” Itu Info Dah Kadaluarsa 5 ato 7 Tahun lalu Bahkan Copet pun Mati kutu sekarang Lanjut Tentang Shutle Bus Ada Yellow Bus To Down town Harga 12000 VND stara Rp 7200 Setelah bus Berjalan Kenektur Dengan Sabar Menanyakan Tujuan Hotel kita dan Saya Sebutkan Beng than Area Dan di Halteu bakal sampe diberitahukan unkle next stop bus Ok H2 Setelah Pulih Dari Penatnya Perjalanan BD KL Ho chi Minh City Setelah Semalam Pesan Trip Mekong River Dengan 2 tempat Kunjungan utama Delta River Dan sampan dan Kunjungan Wajib Coconout King serta Big Budha dengan Plus Makan Siang Paket Harga 600.000 VND hasil Nawar beli Di Hotel * Sebenarnya Masih Bisa Mendapatkan Yang Lebih Murah Namun bisa bisa Jadi Mahal Bila nga Punya Waktu Karena + Sewa Taxi tuk ngejar Bus Atao Tanpa Paket Makan Ato Seperti Share2 Yang Dulu Katanya Pake Bus Umum itu Sangat Tidak Disarankan 1 Terminal bus Masih Jauh dari Distrik 1 Masih Jauh ke Delta mewkongnya Dan Jarang sekali Keberangkatannya…. Belum Pulangnya kita Kehabisan Last Bus To City Harus Sewa Ojek or Taxi Ke Pelabuhanya dan Ke lokasi Chuchi Tunel Belum susah Kita Mendapatkan Boat nya Harus Tunggu Sampe Kuota Penuh Baru Shae River Boat Dimulai Inilah Yang Bisa menjadi Mahal; Di waktu / Mahal Ke Harga berpotensi kena Scam jauh Diluar Pengawasan Petugas Turism Bule Kere Saja Nga Mau Pusing mereka Pake Tur local juga Perjalanan Mekong river cuise semua Menyenangkan dengan Dihibur Tur Guide Yang Humories Jadi Pengamatyan saya Kita Ke Saigon Sebaiknya Ambil 2 Sesi tur Lokal Mekong tur 1 day fuul antara 500000 sd 600000 VNd Chuchi Tunel Half day Tur 300 sd 400 vnd Total Rate Tengah 900.000 Vnd x0.6 =Rp 540.000.- Untuk City Tur Kita Pake Grab Missal tujuan ke Remand Warmen Yang Paling Jauh 40.000sd 50.000 VND Atao Setelah Pulang Dari Chu chi Tunel minta Turun Di tengah Jalan tujuan Reamen War museum langsung ekplor jl Kaki Durai 2 Jam Total Pengeluaran Saya Selama 4 H 3 malam Di Saigon Sbb Rinciannya 15 jam · Berawal Tukar 2 lbr @100 USD rate 2.290.000 Bayar Hotel Plus 2 Item Tur ( 1 Mekong Fullday + Chuchi Half Day ) 1.858.000 VND 12 x Kopi@ 12000vnd + Duren 1x 210000Vnd Total Habis Pengeluaran 1.488.000 Bandara Jadi Rincian selama Saya Di Saigon sbb Mendarat Tukar USD jatah 200 Beli Simcar 190.000 Tiket Bus 24.000 Hotel Bill Cek out Tur Mekong + chuci Tunel 1.858.000 VND. Jatah Makan 20000 x 3d 600.000 VND Kopi sepuasnya 12000x//// tambah Duren Total 210.000 VND _____________________________________________________ Total Estimasi .2882.000 VND D Setara RP 1.729.000.-
  44. 3 points
    Trip 17 Agustusan ini saya mengunjungi Rusia. Gara2 terbujuk tiket promo dari Thai airways yang cuma Rp 5,4jt Jkt-Moscow pp. Belinya pas sakit2nya, bokek2nya. Berangkatnya stlh kelar pengobatan. Pulangnya sakit lagi.. hahaha.. Awalnya saya ragu kemari, pas beli tiket ini pas lagi angot2nya Rusia dan Amrik dan sempet ada terror bom di St. Petersburg. Eniwei krn kebetulan ada sahabat saya yg baru pindah ke Rusia Des 2016 lalu, dan dia bilang jangan termakan berita negatif tt Rusia krn rata2 media ada pengaruh Amrik, sedangkan kondisi Rusia aman terkendali akhirnya pergilah saya kemari. Pengajuan visa Rusia itu gampang2 rumit. Gampang krn gak minta surat ket kerja maupun rek Koran 3 bulan. Rumit krn ada sistem visa support seblm pengajuan visa yang kalau diajukan sendiri harus menambah biaya USD 30-USD 45 karena warga Indo dicap hobi jadi imigran gelap. Untungnya saya dibantu sahabat saya shg visa support ini gratis via kantor suaminya yg merupakan organisasi international, walo butuh waktu sebulan sendiri pengurusannya. Sempet deg2an karena saya pergi sama 1 temen yg kerja di perusaah non profit yang dibiayai oleh Amerika dan sempet jadi sorotan slm bbrp hari. In the end, dptlah kami visa support ini dan langsung mengurus visa di Konsulat Visa Rusia di Kuningan depan pasar festival. Tips yang bisa saya kasih: 1.Datang awal krn maximum nomer pengajuan visa cuma 20 nomer per hari dan sistem nya lelet bgt. Please jangan samain dgn urus visa di jpn,korea apalagi agen VFS. 2.Bawa duit USD pecahan baru (pecahan lama ditolak) sedangkan byr pk Rupiah, USD dipatok di Rp 14,000 sedangkan saya beli USD cuma Rp 13,300. Harga visa single entry: USD 70. Proses normal 14-20hari. Express 3hari USD 140. Day 1: Kamis, 17 Agustus 2017 Kami tiba di Domodedovo airport di Moscow jam 4 sore,stlh layover semlm di Bkk (maklum tiket promo, layover nya 12jam), kena antrian imigrasi Russia yg absurd krn petugas nya non English speaking semua shg mostly org2 sama2 gak ngerti knp antrian mengular dan acak2an. Dari airport yang 11-12 dgn airport Soetta terminal 3, kami janjian sama sahabat saya di stasiun kereta Aeroexpress yang berada disebrang airport. Harga tiket nya RUB 500/org/way. Kalo beli online bisa RUB 420. Tp entah terima cc luar/tdk. Perjalanan dari Domodedovo airport ke Paveletskaya Stn (city central) sekitar 45menit. Interval kereta tiap 30menit sekali. Tiket dapat di beli via machine yg ada pilihan menu Inggris. Di Paveletskaya stn, disini ada station Metro dan railway juga utk keluar kota. Jadi liat2 ya pintu masuknya. Masih ada tulisan latinnya/English kok nya jadi masih aman. Apartemen teman saya terletak di antara 2 station metro jadi kami lanjut naik metro ke apt nya. Single ride metro itu sebesar RUB 50. Karena temen saya punya spare kartu Metro Troika, kami cukup top up isinya, per one ridepake Troika cuma RUB 35 (Rp 8,050). Perlu diingat mesin top up nya tidak terima kembalian, alias harus uang pas. Padahal duit belum pecah, sehingga nominal nya RUB 1,000 semua. Akhirnya dibantuin temen saya di top dgn kartu debitnya (rekening local Rusia). Di top up RUB 350 dulu. Tips lagi, kartu Troika ini sebenarnya bisa dipake bbrp orang, krn di Moscow, metro nya jauh dekat sama tarifnya. Dan tap kartu cukup di awal masuk platform Keluar nya cukup bablas. Kalau tidak salah harga kartu Troika adalah RUB 50 (Rp 11,500). Murah khan di Rusia? Samping apt teman saya ada counter penjual sim card local Rusia, Beeline, hasil survey, Beeline ini yg paling murmer diantara yg lain. Harga RUB 300 (Rp 69,000) dapat paket 12GB , ini harga promo sih , normalnya dpt 3GB, lbh dari cukup utk trip 2minggu, google map dan socmed aktif. Bisa dipakai ke St.Petersburg juga. Kita cukup beruntung si penjual bisa Inggris dikit2. Jadi cukup kasi passport utk register, dia mengaktifkan paket kartu via sistem nya. Karena udah kecapean gotong2 koper turun naik tangga di station. Yuppp berhubung station di Rusia itu dibangun jaman Uni Soviet yg jadul2 jadi masih skip ya escalator/lift kecuali untuk turun platform yg bisa 20meteran dibawah tanah.That is why di Moscow, traffic kendaraan itu rame padet bgt, mungkin krn sistem keretanya yg msh blm disable friendly. Buat cewe2 yg bawa koper gede,cowo2 sini baek2 nawarin bawain koper kok pas naik/turun tangga, tp berhubung sahabat saya baru ceritain betapa gak amannya St.Petersburg, saya jadi panik2 sendiri kalo koper saya dibantuin bawa…hahaha.. tp ternyata Moscow cukup aman kok asal tetep waspada. Tp mungkin 2018, akan lbh comfort krn menjelang World Cup 2018, Russia sudah byk berbenah. Spt memperbanyak tulisan latin instead of Cyrillic , yg pasti sih, utk Moscow pas saya disana, yg ada tulisan latinnya baru station Aeroexpress dan Metro jalur coklat doank. Selebihnya mati gaya ngenalin karakter Cyrillic utk nama2 metronya. Tips: Aplikasi wajib install di Moscow: Yandex Metro (Moscow&St.Petersburg), Offline Metro map 2bhs (Moscow&St.Peters), Yandex Taxi, Google maps, Google translate/Yandex Translate. Day 2: Jumat, 18 Agustus 2017 Berhubung masih jetlag, kami memulai aktivitas baru jam 9.30pagi. Langsung ke area Red Square berhubung teriknya matahari bikin kita kepanasan dan keausan lgsg deviasi ke GUM,the most famous shopping mall di Moscow. Kata teman saya sih mall ini bagusan pas winter, dimana dalam dan luar mall byk lampu2 warna warni. Di mall ini ada premium supermarket, yg interiornya cantik bgt, disini kami beli pirozhki, roti khas Russia.Harganya berkisar RUB 40-RUB 80 tergantung isiannya apa. Sori gak ada bhs inggris, jadi depends on sahabat saya yg baru level 3 kursusnya , jadi kadang sukses translate nya kadang tidak. Saya beli rasa kentang& daging giling, rasa raspberry, dan rasa apel yg katanya khas. IMO, pirozhki ini kyk roti kampung, yg savory kyk panada, yg sweet/fruit kyk roti buaya.hahaha… Total 3roti RUB 250. Selain itu di GUM ada ice cream murah yg keterkenalannya setara es krim 1 dollar di Singapore. Murah dan wajib beli. Harganya Cuma RUB 50 aja. Letak counter nya di dekat fountain maupun di dekat pintu masuk kiri kanan gedung. Pokoknya intip aja hrgnya RUB 50 atau tidak,jgn kebalik beli di café. Rasanya ada byk varian , si penjual dikit2 bisa bhs inggris scr menu nya pake Cyrillic. Saya pesen rasa blueberry. Temen saya rasa lemon,dan 1lagi rasa strawberry. Rasa nya milky bgt. Enaaakkk buat cuaca panas. Selain ice cream 50rubles, di GUM ada cafeteria yg cukup terkenal di lantai paling atas, namanya Stolovaya 57, mostly Russian cuisine resto itu konsep nya self service kyk makan di cafeteria/ warteg2 indo. Bawa baki terus tinggal tunjuk makanan dari appetizer, soup, main course sampai dessert. Mahal murah, tergantung byk nya porsi , hrg tercantum rata2 hrg 100gr. Karena sistemnya gram2an, even makan per menu pun di menu Russia suka tertulis besarnya porsi dlm gram. Karena sudah sarapan di apt temen dan makan roti buaya eh Pirozhki, segeralah kami ke tujuan selanjutnya di Red Square. How to go to GUM mall ( ГУМ ) : Metro: Ploschad Revolyutsii Address: Red Square, 3 metro Ploshchad Revolutsii. Open daily: 10:00-22:00. St.Basil Cathedral (Собор Василия Блаженного ~ Sabor Vasiliya Blazhennava) Open :11.00-17.00, closed on Tuesdays. Katedral iconic cantik nan warna warni di Moscow. Katedral ini dibangun di abad 16, dijaman Ivan The Terrible (Ivan IV), dan sesuai nama nya The Terrible, konon arsiteknya dibutakan matanya setelah katedral ini selesai dibangun agar design nya tidak ditiru orang lain. Dan konon juga, warna warni di kubah nya baru ada setelah abad ke 17, sebelumnya kubahnya hanya plain putih batu. Spt kebanyakan gereja objek wisata di Russia, gereja ini sudah berubah fungsinya jadi museum saja. Harga tiket masuk khusus summer adlh RUB 500.Normalnya RUB 350. Bisa foto2 didlm Katedralnya. Tips: Kalau ada rencana ke St.Petersburg sih mendingan foto2 di luar St.Basil aja..krn mnrt saya St.Isaac dan Church of the savior on Spilled Blood di St.Peter lbh magnificent. Dari St.Basil kami ke Bolshoi Theater, berhubung mimpi nonton ballet di Bolshoi gak kesampaian (pas mid Agustus, gak ada show), jadi kita foto2 diluarnya. Ke Bolshoi ini sebnarnya bolak balik, jadi alurnya jgn ngikutin saya ya.. kebetulan kami cewe2 yg ngeliat mall langsung deviasi. Jadinya berantakan arahnya. Dari Bolshoi ternyata ada entrance metro Teatralnaya langsung deh masuk stasiun krn dari mbah google dibilang ke area Arbat kudu jalan kaki 30menit kaki org Rusia.Bhay.. .: Old Arbat :. Ada 2jalan Arbat di Moscow, dan 2-2 nya kebetulan sejajar. Saya ke Old arbatnya krn mo ke Hard Rock Café Moscow dan dari segi objek wisata lebih terkenal krn ada museum Pushkin dan monument nya. Walau mnrt saya mirip jalanan Pasar Baroe, conblock, kiri kanan toko souvenir dan resto. Dari HRC kita late lunch di My My (sbrang HRC) bacanya Mu-Mu, salah 1 food chain cafeteria di Moscow. Rasanya mayan , harga juga oke, ada definisi dlm bhs inggris, walaupun staf nya only speak Russian semua. Saya pesen grechka pake daging unggas (hahaha auk apaan, mbak2nya kepak2 tangan jadi kyknya daging burung), sama semangkuk garlic bread. Total RUB 442. Yang saya suka dari masakan Russia , ada nasi2an nya. Entah itu nasi basmati, buckwheat yang nama localnya grechka ataupun couscous . Saya pribadi lbh suka grechka, karena rasa nya mirip brown rice (nasi merah) dan konon lbh sehat dari brown rice . Yup buat org penyakitan kyk saya, makanan sehari2 saya yg nasi merah, sayur dan lauk dgn sedikit garam, non msg, non penyedap. Russia itu surga, krn jarang msg, sedikit garam (nyaris hambar)..hahaha. . Old Arbat itu diapit 2 stasiun, yg dkt Kremlin , metro : Arbatskaya. Yg dkt Hard Rock Café .Address: Stary Arbat 44 (old Arbat). Daily 9am-12am. Metro: Smolenskaya. Krn kami dari metro Smolenskaya, kita menyusuri jln Old Arbat dan pulang lewat Metro Arbatskaya. Berhubung masih jetlag, kami sore udh balik apt. Ngobrol2 sambil nunggu suami temen pulang kerja baru dinner di food chain deket apt. Namanya Karavaevi, another self service cafeteria, tp lbh ribet dan non english, plus kudu ambil nomer dan tunggu dipanggil nomer kita (in Russian) , unless ditemenin org yg apal nomer dlm bhs Russia, mending tuh nomer di tempel di jidat, krn walau ada display nomer yg dipanggil, krn org Russia suka ngambil nomer skaligus byk, jadi kalo nomer didisplay suka skip2 dgn sadisnya kalau gak gak ngerti bhs Russia. Dari segi rasa, varian dan tampilan yg ini lbh bagusan sih dari My My. Saya order nasi basmati pake daging saus teriyaki. Rasanya lbh tasty. Krn laper, nasinya banyakan jadinya lbh mahal.Haha… yg saya inget harga sepoci teh RUB 70. Tinggal isi air panas, bisa buat minum 2orang. Total dengan lauk pauk RUB 288. Day 3: Sabtu, 19 Agustus 2017 Kali ini kami ke Izmailovsky market, pasar tempat oleh2 di Moscow. Dari metro Partizanskaya, keluar exit langsung kearah kiri di kejauhan akan keliatan Kremlin (complex) Izmailovsky yg warna warni spt istana boneka.Kalo gak pede, ikutin aja org2 kebanyakan. Kalau jalan di conblock khusus pejalan kaki memang banyakan org turun di station ini kearah sini semua kok. Dari entrance, kalau kamu hobi ngoceh dan kedengeran salah 1penjual yg bisa bhs Indonesia dkt entrance. Saya sarankan beli sama dia aja, hihi, krn saya ke pasar ini 2x , pertama kalinya beli ke toko yg blusuk2 ternyata toko yg bisa bhs Indonesia ini hrgnya sama aja. Jadi teori, toko yg dpn pintu masuk lbh mahal gak berlaku disini. Tp kalo mo liat2 dulu monggo silahkan, karena ada bbrp design yg mungkin hy ada di bbrp toko. Kisaran harga souvenir disini: Matryoshka : start fr RUB 90 (depend size dan jumlah nya) berhubung mnrt saya makin murah makin kecil size nya dan makin asal designnya. Saya beli yg kisaran harga RUB 250-300 kalo beli byk bisa disc. Yg design bagusan dan ukuran medium, seharga RUB 800 saya beli yg tema keluarga, jadi seset designnya beda2. Bagus, gak nyesel , cuma gak penting aja..stlh sampai rmh, pusing taro dimana, krn makan tempat. Magnet : start from RUB 50. Mostly harga nya RUB 50 dlm berbagai bentuk. Terbukti di pasar ini yg paling murah deh. Shawl: size kecil RUB 250-300, medium RUB 500, Large : RUB 800. Again semua disini bisa ditawar kalo beli lbh dari 1. Agak ketengah pasar ada para penjual BBQ shashlik. Mostly satu tusuk harga nya RUB 500 sudah termasuk semacam roti besar, salad dan sour cream+sauce. Variannya ada sate kambing, ayam, jamur, babi,& seafood. IMO, satu tusuk ngenyangin sih. Krn kita gak pake tanya hrg dulu , sate jamur dipukul rata RUB500 juga. Kita pesen sate kambing, ayam, jamur dan salmon plus 3 botol ice tea .Total RUB 2,350. Yup mehong beud. Berhubung makannya pas jam 12 , kita makannya pake payung, saking teriknya tp laper. Hiks. Stlh belanja2 gak penting, kita naik tangga ke lt.2 tempat jualan barang2 second. Dari keramik2 sampai peninggalan Uni Soviet. Dari lt.2 ada jalan menuju Kremlin or complex ke rumah2 lucu yg tadi diliat di kejauhan. How to go to Izmailovsky market: Metro Partizanskaya belok kiri. Daily: 10am-6pm. Closed : Monday Dari Izmailovsky kita lanjut ke Palace. Ini sbnrnya Palace yg gak umum buat tourist. Apalagi yg ada rencana ke St.Petersburg. Tp berhubung ini rekomen temen saya dan dia yg nganterin. Ya suds dijalanin. .: Tsaritsyno Palace :. Park open:6am-12am . Free. Palace closed on Monday. Open 11am-6pm. Admission: RUB 250. Metro: Tsaritsyno / Orekhovo Stn Mostly disini org local yg kongkow di taman. Berhubung ini palace pertama yg kami kunjungin. Ya seneng2 aja liatnya. Tempatnya gak tll crowded, yg bikin sedih yg jualan minuman gak pake es. Padahal pas hari itu panasnya gila2an. Entah hrs minta lagi es batu nya ato krn kitanya aja yg salah pilih stand aja. Disini saya bliny, pancake Rusia. Sbnrnya rasa yg khas yg sour cream, tp saya beli yg rasa raspberry, temen saya yg rasa sour n cream. Hrg RUB 150 or sktr Rp 35rb. Yg rasa sour cream lama2 enek ngabisinnya. Cukup mahal jg utk jajanan pinggir jln. Spt layaknya taman istana dan istana2 di Rusia. Segala macam luas dan extravagant, basically total jalan kaki kami hari ini dari pagi (market) sampai keliling taman&istana mencapai 16km… pdhal besok pagi2 kita kereta pagi ke St.Petersburg. Disini saya pisah dari sahabat saya yg masih lanjut ke festival kembang api sedangkan saya dan teman saya yg sama2 non speaker Russian, pulang ke apt dan kembali ke cafeteria Karavaevi mencoba peruntungan tanpa ngerti bhs Rusia blas. Stlh nomer kelewat, krn entah petugasnya ngomong apa, nomer urut saya taro di jidat (maklum laper, jadi extreme malu2innya) dan berdiri didpn mas2nya. Dengan segala bhs tarzan akhirnya berhasil juga pesen grechka dan ayam teriyaki dgn total RUB 192. Bersambung ke part 2-St.Petersburg. Tips : Buat yang mau ngurus sendiri visa support nya silahkan baca blog mas satu ini, isinya informatif ,detail dan ter-update mnrt saya. https://pakansi.com/2017/02/10/mengurus-visa-rusia/
  45. 3 points
    Nicole Sacha

    Menyusuri Mekong - Vietnam

    Vietnam adalah salah satu destinasi yang tidak pernah masuk ke dalam bucketlist saya, singkat cerita, pada waktu itu dikomporin sama teman satu Genk's. Salah duanya adalah si @bebem & si @indah uthe dan walaupun agak telat, akhirnya saya putuskan untuk membeli tiket ke Vietnam, tepatnya Ho Chi Minh, dengan transit PP KL. Huehehe, kitamah anaknya irit, jarang beli tiket direct kalo perjalanannya ga lebih dari 5 jam eim. Perjalanan Menyusuri Mekong River Untuk harga, pada waktu itu kebetulan lumayan murah, mengingat harga tiket yang fluktuatif tiap tahunnya. Mungkin ada yang bertanya tanya, apasih yang menarik dari sungai Mekong? Well, berikut cerita perjalanan saya ke Mekong. Mekong adalah salah satu sungai utama di dunia selain Nil, Amazon, Yangtze dan masih ada beberapa Sungai lain yang tersebar di seluruh dunia. Untuk mencapai Mekong, waktu itu saya ikut One Day Tour yang ditawarkan oleh petugas Hostel tempat saya menginap di Ho Chi Minh. Starting dari Hostel, kami dijemput menggunakan ELF, diantar sampai Terminal 23/9 Park untuk berganti kendaraan dengan Bus Tour yang lebih besar ukurannya dan tentu saja bergabung dengan turis-turis lainnya (Yuhuuu, berasa Turis banget emang kalo di negeri orang, haha) Setelah berganti kendaraan, meluncurlah kami ke Mekong, sepanjang perjalanan, kami disuguhkan dengan pemandangan jalan di Vietnam yang mengingatkan saya ketika menempuh perjalanan ke Dermaga Ketapang - Pahawang dari Bandar Lampung. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 Jam, sampailah kami di Dermaga Mekong. Disini kami naik kapal kayu untuk menyusuri Mekong menuju Desa masyarakat untuk melihat pembuatan Coconut Candy, Madu Lebah hasil Desa Setempat, dan menikmati suguhan musik khas Vietnam. Cruising Mekong River Madu Limau Proses Pembuatan Coconut Candy Khas Mekong Setelah menikmati Madu Limau & melihat proses pembuatan Coconut Candy, kami disuguhkan cemilan sambil menikmati alunan musik tradisional Vietnam yang dimainkan oleh bapak-bapak yang sudah lumayan berumur, informasi dari Tour Guide, dulunya mereka adalah bekas tentara Vietnam yang ikut berjuang melawan penjajah. Sajian Musik Tradisional Suguhan dari Masyarakat Warga desa disini beberapa ada yang bisa bahasa melayu juga lho, mungkin karena masih satu rumpun ya. Habis santai-santai, tour berlanjut dengan menyusuri pedesaan menuju sungai kecil yang sudah disediakan perahu - perahu kecil untuk membawa kita kembali ke kapal. Satu perahu bisa diisi 3-4 orang dan dikemudikan oleh wanita - wanita paruh baya yang sangat strong, yaiyalah, ngedayung perahu yang isinya 4 orang bok. Si Ibu Strong Sepanjang sungai diapit oleh pepohonan yang membentuk lorong, pemandangan tersebut membuat kita sedikit menghiraukan air sungai yang warnanya cokelat banget, mirip sama air sungai di Jakarta. Faktanya, sungai Mekong adalah Golden Triangle yang merupakan perbatasan dari Thailand, Laos dan Myanmar. Mekong adalah sumber air yang harus dilindungi karena Kehidupan sekitar 60 juta warga ASEAN khususnya yang berada di Laos, Thailand, Kamboja dan Vietnam bergantung padanya. Berita lebih lengkap bisa dibaca disini https://www.antaranews.com/berita/655204/asean-harus-lindungi-sumber-air-sungai-mekong Sedikit catatan kalau mau ke Mekong : - Disarankan untuk ikut One Day Tour, setiap penginapan (hostel, losmen, hotel) biasanya sudah bekerja sama dengan Travel, selain lebih hemat, bisa menghemat waktu juga. - Pakai baju yang nyaman (karena udara disana lembab) - Bawa lotion anti nyamuk Mekong dari Lensa Gopro Hero 4 Sekian postingan saya tentang pengalaman menyusuri Mekong. Semoga bermanfaat. XOXO ANS (PS : Semua foto adalah dokumentasi pribadi milik penulis)
  46. 3 points
    norma sofisa

    Pengalaman Natal di Eropa

    Holiday season is coming! Tanggal 25 Desember lalu, sebagian besar penduduk dunia merayakan Natal yang didefinisikan sebagai hari kelahiran Yesus atau Nabi Isa Al Masih. Dengan segala kontroversi dan silang pendapat yang mulai familiar terdengar di telinga para netizen maupun masyarakat Indonesia setiap Bulan Desember tiba, mari kita rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia maya dan monggo dapat menyimak pengalaman saya selama di Eropa menjelang Hari Natal. Hari Natal adalah hari libur nasional bukan hanya hari besar keagamaan. Tidak seperti Indonesia, hanya rekan - rekan Kristiani yang merayakan Natal. Pengalaman saya tahun pertama di Belanda diundang salah satu teman sekelas untuk melewatkan Hari Natal bersama. Awal Desember, kami mengadakan makan malam bersama dalam rangka menyambut liburan, dan ia menanyakan akan kemanakah saya saat Natal. Tentu saja, saya yang masih Indonesian minded menjawab dengan mantap bahwa saya akan melewatkan Natal di rumah saja. Ia tampak khawatir dan kemudian mengundang saya untuk brunch di hari kedua Natal pada tanggal 26 Desember. Saat saya menyambangi kediamannya, saya disambut dengan sangat baik. Ia menghias meja makan dengan hiasan khas Natal berwarna merah serta bunga pohon pinus. Saya cukup terkesan dengan hal tersebut. Ia pun bertanya bagaimana saya merayakan Natal di Indonesia dan mengapa saya tidak kembali ke Indonesia saat Hari Natal. Saya berusaha menjelaskan bahwa Natal adalah hari besar umat Kristiani di Indonesia. Kami, yang muslim, tidak merayakan Natal secara khusus meskipun pada Hari Natal seluruh masyarakat Indonesia diliburkan. Di sisi lain, karena kami Muslim, kami memiliki hari besar yang kami rayakan yaitu Hari Raya Idul Fitri yang menjadi penutup Bulan Ramadhan dan juga Hari Raya Idul Adha, yang menjadi penutup musim haji. Teman saya surprise dengan cerita yang saya sampaikan. Selama ini ia mengira bahwa Natal adalah hari libur bagi semua orang di dunia. Dan tiap orang yang ia kenal juga berpikir demikian. Kebetulan, ia tidak terlalu terafiliasi dengan agama tertentu. Di Belanda, baik orang yang masih mempraktekkan ajaran agama Kristen maupun tidak, selalu merayakan Natal. Natal identik dengan hari libur bersama yang wajib dihabiskan bersama dengan keluarga. Agenda ke gereja hanya dilakukan bagi mereka yang masih teguh menjalankan ibadah. Natal adalah saat seluruh keluarga berkumpul dan berbagi hadiah Ya! Seperti yang mungkin teman - teman sering lihat di televisi, film Natal sering menggambarkan adegan seluruh keluarga saling menaruh kado di bawah pohon Natal dan begitu bersemangat saat membukanya. Saya mempunyai pengalaman yang cukup unik di tahun pertama saya di Belanda. Waktu itu saya tinggal dengan 2 orang roomates di apartemen. Pada tanggal 24 malam, salah satu roomate yang tidak pulang kampung, mengetuk pintu kamar. Ia menyodorkan bungkusan kecil sambil mengatakan bahwa ia memiliki kado kecil untuk saya. Saya mendadak terharu namun juga malu. Saya sama sekali tidak terpikir bahwa ia akan memberikan saya hadiah meski ia tahu saya tidak merayakan Natal. Saya sedikit malu karena saya tidak memiliki apapun untuk membalas hadiah yang diberikannya. Ia kemudian meminta saya untuk turun dan bergabung dengan teman - temannya untuk makan malam bersama. Sungguh saat itu adalah salah satu momen yang menarik karena diantara kami semua, hanya ia yang merayakan Natal. Teman - teman yang lain sengaja membuat acara makan malam karena ia tidak dapat pulang ke negaranya dan merayakan Natal bersama keluarga dekat. Sehari setelahnya, saya dan dua sahabat saya dari Indonesia bertemu dan makan siang bersama setelah mereka selesai misa di gereja. Bahkan saya sempat memenuhi undangan teman saya yang mengadakan konser dalam rangka Natal. Sungguh hari yang sibuk namun menyenangkan dan membuka wawasan baru saya tentang Natal. Tidak semua yang merayakan Natal memasang pohon Natal di rumah Pohon Natal yang setiap akhir November sudah ramai terpasang di berbagai tempat publik awalnya bukanlah bagian dari ritual keagamaan Natal. Meskipun awal sejarahnya masih sering diperdebatkan, Pohon Natal telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu oleh Kaum Pagan sebagai penanda festival musim dingin (sumber: https://www.whychristmas.com/customs/trees.shtml). Tradisi itu terus berlanjut hingga kaum Kristiani di Skandinavia pun memasang pohon Natal yang dikatakan awalnya sebagai simbol penolak bala dan tempat burung burung singgah saat Natal tiba (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Christmas_tree). Karena berbagai alasan itulah, teman - teman dekat saya kebanyakan tidak memasang pohon dan hiasan Natal di rumah mereka. Satu teman dekat memiliki pohon Natal di rumah pun karena keponakannya yang masih balita sangat ingin sekali menaruh kado-kado di bawah pohon Natal, seperti dalam film. Di sisi lain, beberapa pohon Natal yang memakai pohon cerama asli biasanya dipasang di depan stasiun besar Rotterdam dan di depan Rumah Sakit Anak Erasmus MC Sophia. Namun tidak seperti di tempat lain kebanyakan, pohon Natal tersebut dihias dengan sederhana dan bahkan tidak menyertakan simbol keagamaan. Santa Klaus datang di hari yang berbeda - beda tergantung negara Tentu sebagian besar dari kita familiar dengan seorang kakek tua berbadan tambun, berjanggut putih tebal, berbaju merah hangat, dan setiap melangkahkan kaki ke dalam rumah di malam Natal memiliki tawa khas, ho..ho..ho! Dialah Santa Klaus! Yang sejak tahun 1931, digambarkan berwajah lucu nan ramah dan berbaju tebal merah khas Coca Cola (sumber: Coca Cola). Awalnya, Santa Klaus diklaim sebagai Saint Nicholas, legenda Kristen dari Barat yang menurut cerita selalu menaruh hadiah di rumah anak - anak yang baik pada malam tanggal 24 Desember hingga 25 Desember dini hari. Perkembangan selanjutnya, Santa Klaus modern dikembangkan berdasarkan gabungan antara legenda dari Saint Nicholas, tokoh Father Christmas dari Inggris, serta Sinterklaas dari Belanda (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus). Seperti Saint Nicholas, Santa Claus di berbagai negara juga dipercaya "lewat" dan menghantarkan hadiah di malam Natal tanggal 24 November . Uniknya, tiap - tiap negara di Eropa memiliki cerita sendiri tentang kakek baik hati yang selalu berbagi kado tiap menjelang Natal ini. Di Belanda, Sinterklaas sebutannya, dipercaya datang setiap tanggal 5 Desember. Bukan dari Finlandia maupun Kutub Utara, Sinterklaas di Belanda datang dari Spanyol dan bermukim di Madrid . Ia hadir bersama dengan Piet Hitam atau Zwarte Piet yang biasanya bertugas untuk menakut-nakuti anak - anak yang nakal (sumber: https://www.whychristmas.com/cultures/holland.shtml). Sedang di Perancis, Santa Klaus disebut Père Noël atau Papa Noël. Teman Perancis saya mengucapkan Selamat Natal pada hari tanggal 24 Desember. Ia menjelaskan karena di malam harinya Papa Noël akan datang dan membagikan kado, sehingga tanggal 24 Desember sudah masuk Natal. Selain itu di Perancis ada tradisi memakan beberapa dessert dan snack wajib saat Natal. Jadi selalu siapkan perut kosong ya, saat bertandang ke rumah teman di Perancis saat Natal. Beberapa daerah di Indonesia juga memiliki tradisi ini lho! Sebagai contoh saat saya bertugas di Ambon, beberapa Sinterklaas dan sekawanan Piet Hitam berkeliling ke desa - desa terutama yang berpenduduk Kristen dimulai dari 4 minggu sebelum Natal untuk membagi - bagikan hadiah. Bapak yang menyopiri mobil sewaan kami selama di Ambon bercerita, dahulu ia pernah ditangkap oleh Piet Hitam dan hampir dimasukkan ke dalam karung karena ia dianggap sebagai anak yang nakal. Tentu saja ini hanyalah canda agar menyemarakkan acara. Yang jelas, seluruh anak - anak selalu menantikan momen Natal karena mereka akan mendapatkan hadian dari Sinterklaas. White Christmas yang belum pernah menjadi kenyataan Tahun pertama saya di Rotterdam, saya membayangkan akan melewatkan Hari Natal seperti di film - film Hollywood yang pernah saya tonton. Toko - toko yang memajang hiasan Natal dan lampu yang gemerlap serta satu hal yang mempercantik jalanan, yaitu boneka salju putih besar dan danau yang membeku karena udara yang sangat dingin. Kenyataannya, semua itu saya lihat kecuali salju! Sebelum saya tinggal di Rotterdam, saya tidak pernah mencari tahu bahwa beberapa tahun terakhir, salju jarang menyapa Rotterdam. Jika pun turun salju, itu hanyalah wet snow atau salju basah yang begitu menapak bumi langsung hilang berubah menjadi air. Pada dasarnya, musim dingin di Belanda sebagian besar dilewatkan tanpa salju. Hanya daerah - daerah tertentu yang berbatasan dengan Jerman terutama yang masih sering disambangi bulir - bulir putih itu. Lalu bagaimana jika kalian ingin sekali melewatkan Hari Natal dengan nuansa putih karena salju? Pilihannya adalah pergi ke daerah pengunungan seperti di Alps yang memiliki salju abadi di beberapa puncaknya. Alternatif lainnya adalah mengunjungi daerah Eropa Utara seperti Islandia, Finlandia utara, dan daerah - daerah utara Skandinavia. Satu cerita menarik dari keponakan teman dekat saya yang masih balita di Perancis. Saat Hari Natal tiba, ia menyeret kursi kecilnya ke dekat jendela sambil berkata salju sebentar lagi akan turun dan Papa Noël akan segera datang. Kami hanya terkekeh geli dengan imajinasinya dan menyadari bahwa salju tidak akan turun pada suhu 8 derajat. BONUS: Strategi Christmas Sale Satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah diskon besar - besaran saat Natal! Di Belanda, beberapa toko telah mempromosikan diskon besar -besar mulai dari awal Desember. Menurut pengalaman saya selama 2 tahun di Belanda, diskon yang lebih besar biasanya datang setelah Natal dan puncaknya setelah Tahun Baru. Di Belanda, diskon panjang hadir dari awal Desember hingga awal Februari. Untuk di Perancis, cokelat - cokelat dan camilan manis biasanya didiskon besar - besaran juga terutama setelah Tahun Baru. Jadi bagi kamu yang mempunyai rencana berbelanja, persiapkan jiwa, raga, serta dana di sekitar waktu - waktu tersebut. Demikian, beberapa pengalaman dan trivia Natal yang saya temui selama berada di Eropa. Kalau kamu, bagaimana pengalaman melewatkan Natal? Share ceritamu di kolom komentar ya.. Artikel ini bisa juga dibaca melalui link https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/27/my-christmas-experiences-in-europe/ Terima kasih dan semoga bermanfaat.
  47. 3 points
    val_3373

    Plitvice - Croatia, yang tak terlupakan

    Hi Jalan2er, Ini membagikan secuil pengalaman saat berkunjung ke Croatia tahun ini dari perjalanan ke Eropa. Setelah mendapat cuti dan tiket , kamilalu membuat itinerari yang diperlukan untuk bertualamgam di eropa dan coatia menjadi salah satu pilihannya karena jatuh hati pada saat browsing tempat wisata di Croatia. Saya tidak pergi ke Zagreb salah satu kota cantik do Croatia tetapi yang menjadi incaran saya yaitu PLITVICE National Park yang sangat indah banget Photo ini diambil dari google dan gara2 photo ini maka itinerari berubah dari rencana awal hanya menjelajahi Eropa barat melenceg jauh menuju Croatiaa walaupun cuma 1 hari hahahahahaaaa.. Indah banget kan , siapa yang ngga jadi mupeng Plitvice berada di croatia tengah dan berjaraj tempuh sekitar 2.5 jam dari Kota Zagreb dan ada bus dari Zabreb menuju Plitvice dan berhenti tepat di pintu masuk Plitvice, Kalau saya ke Plitvice dengan mobil sewaan dari Budapest dan menginap di homestay sekitar Plitvice seharga Euro 80/kamar Harga tiket masuk ke Plitvice berubah sesuai dengan waktu kedatangan kita, harga termahal pada saat bulan July-Agustus yaitu sebesar 180 Kuna (mata uang Coatia) setara dengan Euro 24. dan karena saya berkunjung di bulan Juni, harga tiket masuk 110 Kuna sekitar Euro 15l Ada 2 pintu masuk menuju Plitvice yaitu Entrance 1 (Higher Lake) dan entrance 2 (lower lake). Papan petunjuk menuju Plitvice sangat kecil sehingga yang berangkat dengan mobil pribadi harus berjalan pelan2 untuk dapat melihat papan petunjuknya.Di dalam Taman National disediakan boat dan bus untuk menjelajahinya dan juga jalur trekking bagi yang suka tantangan. Maksud hati hanya sebentar di Plitvice untuk melihat view seperti gambar diatas dan photo2 sebentar setelah itu menuju ke tempat wisata lain di croatia tetapi karena kami masuk dari Entrance 2 (lower lake ) dan tidak mengerti kami terjebak di dalam selama 4.5 jam trekking naik turun yang cukup melelahkan tertapi terbayarkan dengan pemandangan yang dilalui selama trekking tetapi view dari atas tidak kami dapat hiks..hiks.. hiks... untuk mendapat view seperti atas kita harus masuk melalui entrance 1. Seandainya masuk dari Entrance 2, seharusnya langsung menuju station Bus dan naik Bus menuju Station 1. Walaupun akhirnya kami bisa juga ke station 1 tapi sudah kehabisan tenaga untuk trekking lagi hahahahahahaa.. akhirnya diputuskan untuk menyerah saja karena kaki sudah sangat pegal Berikut photo2 yang kami dapatkan selama trekking : oh ya sebelum rekking siapan air minum karena selama jalur trekking tidak tersedia yang toko/warung hahahahaa.... Setelah Plitvice rencana selanjutnya menuju sebuah danau yang bisa dipakai untuk berenang karena di Plitvice kita tidak bisa berenang tetapi apa daya begitu keluar dari Plitvice jalanan macet karena ada kecelakaan berhubung jalanan menuju plitvice sempit dan hanya bisadilalui 2 kendaraan saja,maka antrian panjang sekali dan kami tertahan sekitar 3 jam dijalanan tanpa bergerak dan rencana ke danau batal karena kami harus mengejar flight selanjutnya. Belum puas rasanya untuk explore Croatia dan berjanji untuk datang lagi ke Plitvice dan Croatia.. Semoga FR ini bisa membantu temen2 yang ada rencana ke Croatia Salam Jalan2..
  48. 3 points
    kimonoku

    wadup bro??

    wadup bro??
  49. 3 points
    twindry

    cara hemat liburan ke jepang

    berhubung banyak teman yang tanya ke saya total saya habisin berapa duit selama disana. untuk gambaran kasarnya saya bawa 40.000 JPY (dengan kurs Rp130/jpy) atau sekitar Rp5,2 juta plus tiket pp + penginapan dari KL - Tokyo seharga Rp5,3 juta. jadi total saya habisin duit sekitar Rp10,5 juta itupun sudah include belanja oleh2 (tidak termasuk tiket pp saya dari pontianak ke KL). lah kok judulnya beda sih ama prolog nya? eetts tunggu. baca sampai habis dulu ya. untuk perinciannya mari kita simak sama2. Welcome to Tokyo Day 1 - KL to Tokyo untuk hari pertama sampai di tokyo saya cuman keluarin duit 370 JPY atau sekitar Rp48.000 untuk beli sushi roll. karena sampai tokyo udah malam jadi saya nginap di bandara. Total pengeluaran hari pertama Rp48.100 SUSHI ROLL ¥370 Rp 48.100 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-1 ¥370 Rp 48.100 Sushi Roll keliling dulu di haneda. mumpung nginep Day 2 - Tokyo hari kedua di tokyo saya beli welcome tokyo pass (round trip) + subway pass 24hrs seharga 1.500 JPY. setelah itu sewa wifi dan makan ramen di asakusa masing2 1.500 JPY dan 400 JPY. setelah itu saya beli kartu passmo seharga 2.000 JPY dan all day nikko pass seharga 4.520 JPY. lanjut ke odaiba saya bayar tiket dari shimbashi station ke odaiba-kaihinkoen seharga 320 JPY. di odaiba saya beli bento box + air mineral seharga 460 JPY dan 108 JPY. kemudian bayar lagi tiket 320 JPY buat balik ke shimbashi station. (semua biaya di odaiba bayar pakai kartu passmo. jadi tidak dihitung lagi). malamnya saya makan malam di asakusa seharga 500 JPY. total pengeluaran saya selama hari ke-2 adalah Rp1.354.600. WELCOME TOKYO PASS (ROUND TRIP) + SUBWAY PASS ¥1.500 Rp 195.000 SEWA WIFI ¥1.500 Rp 195.000 MAKAN RAMEN DI ASAKUSA ¥400 Rp 52.000 TOP UP PASSMO ¥2.000 Rp 260.000 ALL DAY NIKKO PASS ¥4.520 Rp 587.600 MAKAN MALAM ¥500 Rp 65.000 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-2 ¥10.420 Rp 1.354.600 Welcome tokyo pass dan tokyo metro & toei 24 hours pass first ramen i have ever tried ketemu early momiji di odaiba Day 3 - Nikko the beauty of nikko karena tiket ke nikko udah beli kemarin jadi hari ini tinggal lenggang kangkung aja. gak perlu bayar lagi. puas seharian makai bus di area kota nikko + tiket kereta PP tokyo - nikko. paginya sebelum berangkat beli onigiri, lip balm, dan sarung tangan di sevel seharga total 1.600 JPY. di nikko saya belanja oleh2 coklat 580 JPY, miniatur toshogu shrine dan three wise monkeys seharga 450 JPY dan 350 JPY. setelah itu makan kinoko udon seharga 950 JPY. malamnya setelah balik ke tokyo saya beli topi seharga 756 JPY dan makan malam seharga 560 JPY di sevel dekat hostel. total pengeluaran untuk hari ini Rp698.880 LIP BALM, ONIGIRI, SARUNG TANGAN ¥1.600 Rp 208.000 KINOKO UDON ¥950 Rp 123.500 COKLAT ¥580 Rp 75.400 MINIATUR TOSHOGU SHRINE ¥450 Rp 58.500 MINIATUR MONKEY EVIL (three wise monkeys) ¥350 Rp 45.500 MINUMAN KALENG ¥130 Rp 16.900 TOPI ¥756 Rp 98.280 MAKAN MALAM ¥560 Rp 72.800 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-3 ¥5.376 Rp 698.880 kinoko udon Day 4 - Kawaguchiko dan Chureito Pagoda stasiun kawaguchiko hari ini kita naik bus ke kawaguchiko dari shibuya dan hampir ketinggalan bus. untungnya si supir mau nungguin kita. pagi sebelum ke shibuya saya beli onigiri 120 JPY, lalu naik subway ke shibuya dari asakusa 240 JPY. bus pp shibuya - kawaguchiko 3.600 JPY. setelah di stasiun kawaguchiko saya melanjutkan perjalanan ke staiun shimoyoshida seharga 600 JPY untuk tiket pp + tambahan 200 JPY karena kita pakai kereta retro. puas foto2 di chureito pagoda, saya santai2 dulu sejenak di shimoyoshida club yang letaknya tepat di sebelah stasiun shimoyoshida. sambil nunggu kereta datang saya pesan roti + minuman seharga 480 JPY dan beli oleh2 biskuit bentuk gunung fuji 5 pcs seharga 140 JPY/pcs nya. setelah kembali ke stasiun kawaguchiko saya lanjut ke fujikawaguchiko festival pakai bus retro red line (pp) seharga 760 JPY. lalu beli mie di sana seharga 500 JPY. setelah duduk2 di pinggiran danau kawaguchiko sampai sunset, saya kembali ke stasiun kawaguchiko untuk kemudian balik ke shibuya. sesampainya di shibuya saya beli metro pass 1 day seharga 600 JPY biar bisa pakai metro subway sepuasnya selama 24 jam. sesampainya di area asakusa saya beli makan malam di sevel (lagi) seharga 408 JPY. total pengeluaran saya hari ini Rp1.067.040 ONIGIRI ¥120 Rp 15.600 ASAKUSA - SHIBUYA ¥240 Rp 31.200 SHIBUYA - KAWAGUCHIKO ¥3.600 Rp 468.000 KAWAGUHCIKO - Shimoyoshida Sta. (PP) ¥600 Rp 78.000 SPECIAL TRAIN ¥200 Rp 26.000 ROTI + MINUMAN DI SHIMOYOSIDA CLUB ¥480 Rp 62.400 BISKUIT FUJI 5 PCS @ 140 YEN ¥700 Rp 91.000 Retro bus red line(PP) ¥760 Rp 98.800 MAKAN MIE ¥500 Rp 65.000 METRO PASS 1 DAY ¥600 Rp 78.000 MAKAN MALAM ¥408 Rp 53.040 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-4 ¥8.208 Rp 1.067.040 kereta retro Chureito Pagoda biskuit gunung fuji Day 5 - Shinjuku, Harajuku, Shibuya (Tokyo) shinjuku government building hari ini cuman main2 di dalam kota tokyo. agenda cuman ke shinjuku, harajuku, dan shibuya. makanya tadi malam saya beli metro pass. lebih hemat dan ngak perlu takut tersesat karena bebas naik metro subway sepuasnya. jadi untuk transport hari ini udah gak usah pusing lagi. pagi sebelum jalan tidak lupa belanja di sevel lagi. kali ini beli bakpao isi kacang merah dan roti coklat yang harganya 120 JPY dan 138 JPY. rasanya mayan maknyuooos tapi sayang kurang bikin kenyang (karena cacing dalam perut besarnya kayak betis the rock. bahahahah). puas eksplor shinjuku, kali ini makan siang agak mewah. makan di resto coco curry ichibanya seharga 1.024 JPY. pertamanya bangga makan di resto ini, rupanya usut punya usut resto ini juga ada di indo. wakakak. ketahuan deh katroknya saya. lalu lanjut ke harajuku dan shibuya. di sana saya cuman liat2 aja karena memang selain kurang menarik barangnya juga mahal2. di shibuya cuman liat orang lalu lalang sambil nungguin teman beli thumbler di star bucks. setelah itu balik ke hostel karena teman saya udah mau pulang. di hostel cobain vending machine. saya beli takoyaki seharga 370 JPY. setelah itu beli minuman vit c seharga 100 JPY di vending machine depan kamar. total kerusakan hari ini cuman Rp227.760 BAKPAO ¥120 Rp 15.600 ROTI COKLAT ¥138 Rp 17.940 MAKAN DI COCO CURRY ICHIBANYA ¥1.024 Rp 133.120 TAKOYAKI ¥370 Rp 48.100 VIT C ¥100 Rp 13.000 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-5 ¥1.752 Rp 227.760 pertama bangga makan ini di jepang. rupanya di jakarta ada juga dasar anak daerah wakakak Day 6 - Tokyo hari ini praktis saya cuman jalan sendirian karena teman jalan saya udah pulang tadi malam. paginya saya liat2 di nakamise dori untuk nyari oleh2. setelah muter sana sini akhirnya cuman dapat permen bentuk sushi seharga 270 JPY. lalu lanjut ke yasukuni shrine, sebelumnya beli tokyo metro + toei pass seharga 1.000 JPY untuk transportasi hari ini. sebelum ke yasukuni shrine saya makan siang dulu. pesan katsudon 530 JPY dan sup miso 50 JPY. setelah makan baru lanjut ke yasukuni shrine, hie shrine dan kemudian balik ke harajuku. di harajuku saya masuk lagi ke daiso dan untungnya hari ini ngak serame kemarin. jadinya saya belanja di sini dan habisin duit 972 JPY. lalu saya balik ke nakamisse untuk beli pajangan tokyo sky tree 720 JPY, monjamochi 520 JPY, sama baju kaos 1.200 JPY. setelah taruh barang belanjaan di hostel, saya balik ke daiso asakusa. di sini saya ngabisin 1.188 JPY. puas belanja saya ketemu taiyaki di jalan. karena rame dan penasaran saya ikut antri. saya pesan taiyaki isi kacang merah seharga 160 JPY. karena cuaca dingin jadi cepat lapar, saya lanjut makan syoyu ramen 390 JPY baru balik ke hostel dan langsung menuju ke bandara. di bandara saya habisin semua sisa uang yen saya. total di bandara saya abisin 5.943 JPY. puas banget nenteng banyak barang belanjaan wakakakak. total hari terakhir saya di tokyo saya abisin Rp1.682.590 PERMEN DI NAKAMISE DORI ¥270 Rp 35.100 TOKYO METRO + TOEI PASS ¥1.000 Rp 130.000 KATSUDON ¥530 Rp 68.900 MISO SOUP ¥50 Rp 6.500 DAISO HARAJUKU ¥972 Rp 126.360 MINIATUR TOKYO SKY TREE ¥720 Rp 93.600 MONJAMOCHI ¥520 Rp 67.600 BAJU ¥1.200 Rp 156.000 TAIYAKI ¥160 Rp 20.800 SYOYU RAMEN ¥390 Rp 50.700 DAISO ASAKUSA ¥1.188 Rp 154.440 DUTY FREE ¥5.943 Rp 772.590 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-6 ¥12.943 Rp 1.682.590 katsudon taiyaki jadi total pengeluaran saya selama di jepang adalah Rp5.078.970 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-1 ¥370 Rp 48.100 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-2 ¥10.420 Rp 1.354.600 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-3 ¥5.376 Rp 698.880 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-4 ¥8.208 Rp 1.067.040 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-5 ¥1.752 Rp 227.760 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-6 ¥12.943 Rp 1.682.590 TOTAL PENGELUARAN SELAMA DI JEPANG ¥39.069 Rp 5.078.970 sebenarnya pengeluaran ini bisa ditekan jika : 1. saya tidak ke nikko (all day nikko pass 4.520 JPY) 2. kalau saya tidak ke nikko maka otomatis pengeluaran di hari ke-3 bisa hemat karena saya tidak perlu membeli oleh2 miniatur dan coklat mochi. jadi saya cuman ngeluarin duit buat beli lip balm dll, makan siang dan makan malam plus beli metro + subway pass (dengan anggapan saya hanya jalan2 di sekitaran tokyo). anggap saja di hari ke-3 saya cuman menghabiskan 4.500 JPY, jadi saya masih bisa hemat sekitar 876 JPY. 3. kemudian di hari ke-4 sebenarnya bisa hemat sekitar 2.640 JPY kalau saya tidak naik kereta retro ke shimoyoshida (cukup pakai kereta biasa sudah ada gambar thomas and friend kok), tidak makan roti + minum di shimoyoshida club, tidak beli biskuit fuji, lalu kalau saya tidak naik bus ke fujikawaguchiko festival, dan tidak beli mie di sana. 4. kemudian di hari ke-5 kalau saya tidak makan di coco curry dan diganti dengan makan di sevel maka saya bisa hemat sekitar 400 JPY (anggap saja saya beli makan siang seharga 600 JPY di sevel) 5. hari terakhir kalau saya tidak belanja saya bisa hemat sekitar 10.813 JPY. angka yang lumayan fantastis ya bwahahahahah. SUSHI ROLL ¥370 Rp 48.100 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-1 ¥370 Rp 48.100 WELCOME TOKYO PASS (ROUND TRIP) + SUBWAY PASS ¥1.500 Rp 195.000 SEWA WIFI ¥1.500 Rp 195.000 MAKAN RAMEN DI ASAKUSA ¥400 Rp 52.000 TOP UP PASSMO ¥2.000 Rp 260.000 MAKAN MALAM ¥500 Rp 65.000 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-2 ¥5.900 Rp 767.000 MAKAN PAGI DAN MALAM + BELI LIP BALM DAN TOPI Rp - TOKYO METRO + TOEI PASS Rp - TOTAL PENGELUARAN HARI KE-3 ¥4.500 Rp 585.000 ONIGIRI ¥120 Rp 15.600 ASAKUSA - SHIBUYA ¥240 Rp 31.200 SHIBUYA - KAWAGUCHIKO ¥3.600 Rp 468.000 KAWAGUHCIKO - Shimoyoshida Sta. (PP) ¥600 Rp 78.000 METRO PASS 1 DAY ¥600 Rp 78.000 MAKAN MALAM ¥408 Rp 53.040 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-4 ¥5.568 Rp 723.840 BAKPAO ¥120 Rp 15.600 ROTI COKLAT ¥138 Rp 17.940 ANGGAP MAKAN DI SEVEL ¥600 Rp 78.000 TAKOYAKI ¥370 Rp 48.100 VIT C ¥100 Rp 13.000 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-5 ¥1.328 Rp 172.640 PERMEN DI NAKAMISE DORI Rp - TOKYO METRO + TOEI PASS ¥1.000 Rp 130.000 KATSUDON ¥530 Rp 68.900 MISO SOUP ¥50 Rp 6.500 TAIYAKI ¥160 Rp 20.800 SYOYU RAMEN ¥390 Rp 50.700 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-6 ¥2.130 Rp 276.900 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-1 ¥370 Rp 48.100 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-2 ¥5.900 Rp 767.000 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-3 ¥4.500 Rp 585.000 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-4 ¥5.568 Rp 723.840 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-5 ¥1.328 Rp 172.640 TOTAL PENGELUARAN HARI KE-6 ¥2.130 Rp 276.900 TOTAL PENGELUARAN SELAMA DI JEPANG ¥19.796 Rp 2.573.480 jadi total pengeluaran saya "HANYA" sekitar Rp2.573.480 selama di jepang, apabila saya tidak melakukan beberapa hal di atas. tapi balik lagi ke selera, itin dan budget masing2 orang. sebenarnya tiket saya bisa lebih murah dari harga yang saya sebutkan di awal karena harga tiket PP + penginapan masih terhitung harga yang cukup tinggi mengingat tokyo belum memasuki puncak musim gugur pada waktu itu. dan juga sialnya pada waktu saya akan berangkat kurs JPY menguat, jadi dengan berat hati kena kurs Rp130/JPY yang dimana sekarang kurs JPY berada di kisaran Rp120-125/JPY. so, bagi teman2 yang mempunyai mimpi ke jepang. setelah baca sharing saya yang ini, masihkan jepang mustahil bagi kalian semua? saya rasa tidak. dengan sedikit ketekunan menabung dan berdoa, saya percaya kalian juga bisa nyusul menginjakkan kaki ke jepang suatu saat nanti. belanjaan di daiso harajuku dan asakusa ini semua belanjaan di haneda yang bikin saya hampir ngak pulang
  50. 3 points
    Hi Jalaners..... Dear Mimin @Jalan2 Momod @deffa , Mau Info nih, Regional Medan mo Ngadain Gathering Adventure pada 9-10 September 2017, Gathering kali ini mempunyai misi " Explore spot-spot wisata yang masih terpendam di Sumatera Utara, untuk kemudian bisa di expose ke kalangan luas... " Kawasan-kawasan yang kami Explore diantaranya : kawasan wisata kabupaten Simalungun, Samosir, Dairi dan Tanah Karo Gathering Adventure ini bersifat Share Cost, dengan iuran dana sementara per orang Rp. 350.000.- , jika ternyata dilapangan nanti mengalami kekurangan dana, maka akan ditarik iuran tambahan sesuai kesepakatan bersama, dan jika ada kelebihan dana maka akan dibagi rata dan dikembalikan, atau dipergunakan untuk hal lain sesuai kesepakatan bersama di lapangan. Daftar Peserta Sementara : 1. Kenzie @Dhistiraz , 2. Vean Tristan @Vean Tristan , 3. Anjas @Just Fadli, 4. Jenatan @Jenatan Sianipar, 5. Rizal alias Thepo @thepo, 6. Rizal Jali , 7. Hasrol, 8. Diana Rose @annarose, 9. Indah jho, 10. Fanny, 11. Rara, 12. Sarah, 13. Silvi padang @silvi Padang need confirm, 14. Yoe @Yoe zubair need confirm NB : Buat Temen Jalaners yang ingin merekomendasikan Spot Wisata Menarik di 4 kawasan diatas , dengan senang hati kami akan menerimanya, dan semoga bisa kami explore dan bisa di Expose lebih luas..