Gulali56

Members
  • Content count

    197
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    9

Gulali56 last won the day on November 2 2016

Gulali56 had the most liked content!

1 Follower

About Gulali56

  • Rank
    Senang Jalan Jalan

Profile Information

  • Gender
    Female
  • Location
    Jakarta

Recent Profile Visitors

3,441 profile views
  1. field report

    kalo pernah ke eropa sih engga.. hahaha.. gotemba ini menang di view gunung Fuji nya. imo. Utk brand2 sportwear, ada bbrp model yg gak masuk indo dan itu tergolong murah. Tp buat saya sih tetep mahal
  2. @deffa 860rb/mlm via Panorama travel normal rate kyknya sekitar 700rb-an
  3. Cita2 dari jaman sma mo ke UK.. skrg masih sebatas bikin notif di google flight utk dpt tiket murah , skalinya ada murah.. eh pake Malaysia Airline. haha jadinya masih mimpi dulu... Blkgn ini Surat referensi bank mulai byk diminta utk pengurusan visa ya, padahal isinya dan rekening 3 bln lbh lengkap print-an 3bln yg detail, curiga ini gara2 byk org yg coba2 nipu2 bikin print-an rekening. Padahal bank2 skrg semakin komersil, bikin surat referensi bank hrs byr 50rb, print 3 bln, bayar 5rb/lembar
  4. Hotel BW Suite ini terletak di daerah Tanjung Pandan alias masih dlm radius pusat kota Pulau Belitung. Jarak dari airport ke hotel sekitar 15km yang dapat ditempuh dlm waktu sekitar 20menitan menggunakan kendaraan pribadi. DiBelitung sampai saat ini blm ada istilah macet jadi gak usah buru2 ke airport seperti di Jkt.Apalagi di airport nyaris gak ada apa2. Foodcourt juga adanya jualan indomie/pop mie hrg 10rb. Saya disini menginap selama 2malam pas libur long weekend Maulid Nabi 2016 kemarin. Dpt harga di Panorama Travel agent sebesar Rp 860,000/malam utk kamar Superior di rate Long weekend termasuk breakfast buat ber-2. Penampakan dari luar sih gedung ini standar2 aja utk standar org Jkt, tp utk daerah Belitung termasuk oke dan megah. Dari foto2 situs booking online, kamarnya gak berbeda jauh dari fotonya. Jadi jangan kuatir kecele. Satu2nya yg bikin kecele mungkin foto swimmingpool nya yg kesannya remarkable bgt. Krn seperti infinity pool yg lanjut ke laut. Swimmingpool nya kecil dan entah saat itu mungkin habis badai, jadi warna lautnya sedang gak fotogenic alias kecoklatan gak kece. (sayang bgt lautnya kotor gini) (swimmingpoolnya kecil ajaa.. tp agak kebantu krn view laut) -Untuk fasilitas, krn ini hotel Bintang 4, fasilitasnya cukup lengkap ada swimmingpool, karaoke lounge, gym, spa, dan breakfast/resto lounge.Oiya penting jg, jasa massage disini 24hr, jadi habis ngepantai bisa pijetan dgn tarif sejam sekitar 250rb-an (net) -Kamarnya pun cukup luas. Sekitar 25m2, yg mnrt saya cukup langka jaman skrg dpt kamar twin bed Superior tapi masih muat extra bed 2 lagi saking gedenya. -Toiletries cukup lengkap: sabun, shampoo, sikat gigi, pasta gigi, handuk badan,handuk tangan,keset, dan sandal kamar -Ada hairdryer 1200watt, walau modelnya nempel di kamar mandi, dan tiap semenit mati, for the sake of energy saver. -ada in-house safe, coffee/tea maker , refrigerator, dan re-stock 2bottle of mineral water. -ada lemari baju. Jaman skrg mulai langka ada lemari baju, adanya hanger doank. -tiap kamar ada balkon, walau balkonnya rada kurang safety krn memungkinkan utk gampang loncat ke kamar sebelahnya (utk ukuran superior kamar ini lega bgt) (balkonnya nempel dengan kamar sebelah... mlm2 bisa ngetok2 jendela tetangga nih ) Untuk fasilitas breakfastnya. Mix review sih, teman saya berpendapat rasanya standard. Tp buat saya lumayan. Mungkin saya lapar Dari segi variasi makanan. Cukup banyak pilihan. Dari cereal (Koko crunch& cornflakes), salad bar, roti2an , nasi goreng, nasi putih dengan 1 lauk khas Belitung (setiap hari berbeda2, biasanya ikan spt gangan, sup ikan,dll) , sosis ,ayam , veggies, omelettes made by order, bubur dengan condiment yg cukup variatif, another masakan khas Belitung, pas saya kedapetan Mie Belitung (rasanya msh dibawah Mie Atep di Jl Sriwijaya tp lumayan jg) hari berikutnya soto khas Belitung, dan tentu saja kue2, buah2an dan juice2 bahkan ada sop buah. Yg pasti sih saya satu suara utk bubur ketan hitam dan bubur sumsumnya gak ada manis2nya. (makan saya memang banyak... ) Kalau ditanya dari segi lokasi, krn terletak di daerah Tanjung Pandan, hotel ini sangat strategis utk mencari tempat makan , tempat ngupi2 dan tmpt beli oleh2 .Akan tetapi ke tempat berjarak 60-an km aja bisa dicapai dlm waktu 1.5jam , saya rasa dimanapun tinggal di Belitung ini asalkan ada kendaraan , tdk tll menjadi masalah. Overall , hotel ini cukup oke dengan tarif per mlm yg masih reasonable dengan fasilitas yg kita dapatkan. Hotel BW Suite Belitung Address: Jl. Pattimura, Tanjung Pandan, Belitung 33411 Built: 2013 Check in : 2pm Check out: 12pm
  5. halo pengantin baru.. semoga awet sampai kakek nenek dan bahagia selalu ya def ...maap gak bisa datang, mo ks tau eh ganti hp jd hilang semua nomer di hp lama Honeymoon nya di extend ke mari aja deffa... 2mlm jg cukup.. Kmrn saya ber-9, total bill hampir 4jt
  6. @kyosash Thank you udh mampir...iyo mahal bgt utk standard hrg diBelitung.
  7. Berhubung sudah banyak yang membuat FR tentang Belitung, maka kali ini saya akan bercerita tentang resort cantik di Belitung hasil liburan long weekend kemarin. Arumdalu merupakan Eco-Luxury resort pertama dan sampai saat ini masih satu2nya di Pulau Belitung. Terletak di bagian selatan Belitung, tepatnya di kecamatan Membalong, 60-an km dari Tanjung Pandan / pusat kota, private resort ini dapat ditempuh dalam waktu 1.5jam menggunakan kendaraan pribadi. Arumdalu Private Resort saat ini memiliki 10 buah villa pribadi nan mewah yang masing-masing memiliki kolam renang private di setiap villanya. Tetapi tentunya nilai plus tertingginya ada di pantai pribadi sebesar 800mtr yang dimiliki resort ini. Untuk yang datang ke Belitung di musim-musim liburan, menemukan pantai yang kosong tapi juga cantik itu langka adanya. Apalagi kalau island hopping ke Pulau Lengkuas, Kepayang dll, semua pantai disana penuh sesak dan cenderung kotor. Kekurangannya, tentu saja mahal bukan kepalang at least buat ukuran saya, rate yang ditawarkan saat ini adalah 6jutaan per malam termasuk breakfast utk 2 orang. Rate 10juta utk paket kamar dan island hopping dengan ferry. Jadi disaat yg murah2 pakai kapal nelayan, resort ini memberikan layanan ferry khusus utk island hopping. Untuk yang belum mampu ber-honeymoon disini, boleh juga walk in numpang nge-pantai dan minum2 cantik di resort ini dengan membayar cover charge sebesar Rp 250,000 per orang. Untuk anak dibawah 5 tahun masih boleh gratis. Cover charge ini bisa dipakai untuk makan dan minum di Sahang Beachfront Restaurant. Apabila bill dibawah 250rb duit gak dikembalikan ya, jadi dihabis2kan utk minum2 saja. Berhubung saya kemari sekalian dinner, yang ada nombok, karena main course disini start from 200rb dan belum pajak 21%. Hitung-hitung kalo makan dan minum plus pajak, per orang bisa habis sekitar 300ribuan. Kalau ditanya apakah worth it? Worth it kalau kalian menggunakan fasilitas yang ada di resort ini dengan maksimal. Kesalahan saya dan teman2 saya kemarin adalah kami baru datang sesuai jam reservasi dan sebelumnya menghabiskan waktu di pantai Membalong yang hanya 5menit dari resort(yang masih merupakan milik penduduk lokal sekitar resort). Pantai Membalong ini seriously di skip aja kalau memang ada niatan ke Arumdalu. Karena langsung pale in comparison dibandingkan pantai pribadi di Arumdalu. (credit to arumdalu website, berhubung kesana pas gerimis) (credit to arumdalu website) And to be honest.. kalau saya bisa ngulang hari, saya bakalan seharian deh di resort ini. Gak perlu ke pantai2 lainnya di hari itu. Arumdalu resort kalau dari depan akan terlihat seperti pagar perumahan biasa, jadi kalau nyetir jgn kenceng2 kalau GPS sudah memberitahukan kalau kita sudah dekat. Di pagar kita akan disambut penjaga yg menanyakan tujuan kami ke villa, dan mengingatkan kalau masuk property mrk hrs membayar voucher sebesar 250rb. Krn kami sudah reservasi sblmnya, jadi kami dipersilakan masuk dan parkir. Area parkirnya kecil, bahkan saat itu tdk ada kendaraan lain yang parkir disana. Kami satu2nya rombongan non tamu hotel yg kemari sore itu. Dkt area parkir ada taman kecil utk tanaman hidroponik yg mnrt saya basa basi. Pelengkap biar dikata eco-resort keliatannya. Haha.. blm2 udh suudzon. Dari situ kami masuk ke penerima tamu utk mendengar penjelasan singkat mengenai term& condition voucher dan cara pembayarannya. Dengan voucher 250ribu, kami dipersilakan menggunakan pantai pribadi mereka lengkap dengan fasilitas toilet utk membersihkan diri, berhubung kami kesana pas gerimis dan lagi bawa anak kecil, ya sudah cukup memuaskan diri menjajal masakan chef Bintang 5 saja. Sambil menunggu pesanan kami datang, yang sebenarnya mnrt standar restaurant terbilang cukup lama, kami diantar salah 1 waiter merangkap petugas villa (??) keliling resort. Karena villa sedang tidak full (padahal long weekend) jadi kami diperbolehkan mengintip isi dalam villa seharga 6jutaan per malam ini. (di setiap villa ada private swimmingpool & sunlounge) IMO, ini asli villa buat honeymoon banget.Hahaha.. karena gak ada TV sama sekali boo.. tidak ada pintu /sekat terpisah utk bathtub.Soo awkward rendem2 disini kalo datangnya barengan temen doank,bukan TTM atau pasangan. Anyway, untungnya toilet dan standing shower masih ada pintunya. (TV gak adaaaa.... musik mana musik?? ) (itu batita anak teman saya.. bukan patung ya.. liat kasur bawaannya mo manjat...) Selain mengintip isi villa, kami diajak melihat bangunan semacam kincir angin yang instagramable banget deh. (kata mas nya, disini biasa dipake utk foto2 pre-wed ) Setelah puas2 foto, baru deh kami balik ke restaurant. Dan pesanan pun ternyata baru datang. Like maybe 20-25minutes of waiting seandainya kami gak puter2 resort dulu. Mungkin itu maksudnya ya. (hiasan2 di resto) (fancy dining set) Sahang Restaurant berdasarkan yg saya baca dari buku menunya artinya lada dalam bhs lokal Belitung. Main course dari restaurant ini merupakan percampuran antara masakan lokal, Western dan Chinese. Kalau pusing melihat list menunya (gak hanya pusing liat harganya) bisa minta menu bergambar sehingga ada bayangan kayak apa masakannya. Dan memang presentation di menu foto dan aslinya cukup dibilang akurat lho. Jadi tdk ada istilah kecele sama hasil foto. (pusing liat harga2 di menu (ya kaleee mineral water harga 40rb ) Saya pesan Bird in a cage dengan opsi daging bebek (250rb++) dan minum mocktail Rambai Sunset (60rb++). Bird in a cage ini ternyata bebek goreng crispy dengan kacang panjang yang ditumis di atas seporsi nasi dgn 3 varian sambal. Mengingatkan saya dengan Bebek bengil di Bali. Tampilan ‘kandang2an’ utk bebek nya memang membuat menarik dilihat. Dari segi rasa pun, daging bebeknya empuk dan cukup gurih. Kenapa saya bilang cukup, karena masih lbh gurih Bebek Bengil sih. Saya suka sambal matah nya, walau tidak se-asli di Bali tentunya,tapi cukup ok dan sambal asam pedasnya pun segar. Entah apaan namanya. Kalau yg sambal merahnya, asli pedes mnrt lidah saya yg Jawa. Dari segi harga, rasa dan tampilan. Bebek ini worth it Bintang 5-lah. Yang saya sedihkan , karena resto ini kecil, daya tampungnya utk 10penghuni villa kyknya, jadi waiter2nya terlampau sigap menanti utk melayani kita. Knp sedih, krn salah 1nya ada bule cakep yang khusus menangani foreigner ikutan supervisi, mo gerogoti bebek sampai ludes jadi malu2 sendiri. Rambai Sunset, ini merupakan minuman mocktail bersoda yang menggunakan buah lokal Belitung yang mirip kelengkeng. Rasanya asam , manis dan menyegarkan. Untuk makanan yg ikutan saya icip antara lain Steak on a Beach (300rb++), dagingnya empuk bgt. Meleleh dilidah, tp sayang bumbunya kurang khas. Fish & chips with pineapple tartar (200rb++) kentang gorengnya renyah tapi sayang ikan nya berasa makan pisang goreng, gak berasa ikannya tp tepung nya yg tebal. Saus tartarnya cukup khas tp kurang cocok dilidah saya. (message wall dari customer resort dan resto) (nelangsa aja mas..... ) Salah 1 yang rada effort (selain effort ngirit2 ) adalah jauhnya lokasi resort , tidak mendapat view sunset karena lokasi pantai yang tidak menghadap barat, datang kemari sore-sore, dijamin pulangnya ngeri2 sedap karena jalan menuju pusat kota, masih miskin lampu penerangan jalan, GPS tidak nyala karena sinyal hp terputus even Telkomsel (provider lain mati total) utk menelpon pun tidak bisa, sampai menempuh jarak 5km dari resort. Tips: datang dari siang , utk menikmati pantai private di resort sampai puas. Dan diusahakan balik ke kota sblm gelap. Sahang Beachfront Café & Resto Address: Arumdalu Private Resorts Jl. Batu Lubang, Membalong, Pulau Belitung 33452. Open daily: 08.00-19.00 Reservasi: 0819-2760-7626.
  8. kalo gak salah baca sih start from € 25
  9. @kyosash@deffa@HarrisWang thank you udh mampir Sayangnya hostel ini khusus cewe ya.. jadi ga tll ngaruh juga
  10. Ketika memutuskan traveling sendiri ke Eropa, yg ada dipikiran saya adlh penginapan. Dgn kurs 1 Euro itu Rp 15,000, susah menemukan akomodasi murah di Amsterdam utk kantong saya. Kriteria saya wkt itu adlh tidak lebih dari Rp 350,000/mlm , bukan mix dorm, dekat station kereta, ada heating nya, harus ada hairdryer, akses lift dan kamar mandi yg bersih. Dari semua kriteria itu jatuhlah pada Hostelle , hostel khusus wanita. Hostelle ini lgsg mencuat krn jarak hrgnya yg sangat murah utk dorm non mix dibanding hostel lainnya di seantero Amsterdam dengan tgl yg saya mau. Tersedia pilihan kamar dorm ber-4, ber-6 dan ber-8. Harga per malam ini via booking.com adalah € 20.40 atau sekitar Rp 306,000/mlm,- utk kamar dorm ber-4. Harga ini didpt apabila byr full atau no refundable. Krn masih kuatir visa ditolak, jadi utk jaga2 saya book dulu yg hrg non promo tp dengan free cancellation, € 20 utk kamar ber-8., stlh visa di-approve baru saya cancel booking-an pertama kemudian book kamar ber-4 utk harga promo, non refundable. Fasilitas Hostelle ini adalah: -shared bathroom, -shared kitchen, -lounge, -heating, -hairdryer, -passcode room Kelebihan Hostelle ini: -paling murah utk kamar non mix, -dekat dengan stasiun kereta (Bijlmer ArenA Station) , direct access dengan Schipol Airport (NS train) -kamar mandi yg bersih, dekat supermarket, -ada hairdryer, -ada kulkas, peralatan makan&minum, kompor, microwave, mesin pembuat kopi/the, -ada akses lift, -dekat supermarket dan resto2 Kekurangan: -tidak disediakan breakfast, -kitchen nya kecil, -tmpt tidur besi yang berisik,dan langit2 yg rendah shg disarankan pilih bed yang bawah, -tidak ada penutup/gorden di bed, -colokan sangat terbatas, -jauh dari pusat kota (15-20menitan dari Amsterdam Centraal Stn dengan Metro € 2.17/one way~ interval 15menitan sekali. NS train € 2.70/one way, -locker tdk aman ,krn modelnya ada lubang jendelanya, handphone dan dompet bisa lewat -tidak ada mesin cuci, -tidak menyediakan handuk (handuk harus sewa lagi). (receptionist ~ foto dari booking.com) ( kitchen - foto dr booking.com) (penampakan kamar dorm utk ber-4 - foto credit dari booking.com) (foto hasil camera saya yg bernasib buruk tidur di upper bed) (shared bathroom - foto credit dari booking.com) (gang kamar - foto credit dari Booking.com) Stasiun terdekat utk mencapai Hostelle ini adlh Bijlmer ArenA Station. Stasiun Bijlmer ArenA merupakan Stasiun yang meng-akomodasi NS train (kereta antar kota di Belanda) dan Metro (kereta dlm kota Amsterdam). Stasiunnya gak terlalu besar jadi jangan kuatir nyasar. Dari Schipol Airport ke stasiun Bijlmer ArenA sekitar 40menit, menggunakan kereta NS. Seharga EUR 4.80 apabila tidak menggunakan OV-Chipkaart (kartu pass utk Kereta di Belanda) . Tapi apabila menggunakan OV-Chipkaart cukup EUR 3.80. Dari pusat kota Amsterdam atau Stasiun Amsterdam Centraal ke Bijlmer ArenA sekitar 15-20menitan menggunakan Metro no.54, tiap 15menitan sekali dengan tarif EUR 2.17 Seperti terlihat dari screenshot diatas, keluar dari Bijlmer ArenA cukup nengok ke kanan dari pintu keluar , apabila sudah keliatan Hotel Hampton dan resto2 berarti anda dijln yg benar. Spt kebykn jalan di Amsterdam, rata2 jalannya dari conblock , buat yg bawa koper beroda, asli setengah mati geret2 di tipe jalan kyk gini. Saya sempet ngeyel searching pake Google Maps alamat hostel dan dibawalah ke jalan bertangga2 yg curam. Jadi cukup ikutin garis biru buatan saya diatas ini ya.. Disepanjang garis biru itu ada deretan toko2, cafe dan minimarket. Kalo sudah liat Supermarket Lidl disebelah kiri kalian berarti tinggal belok kiri cari jalan dibawah jembatan, karena si hostel ini letaknya dibawah jalan raya. Ini penampakan jalan setapak dibwh jembatan. Entah kedpnnya jalan ini memang bentukannya spt ini, ato karena sedang ada pembangunan disamping kirinya. Dari jembatan ini sudah keliatan ujung nya sudah gedung tempat Hostelle ini berada. Alamat Hostelle : Frankemaheerd 2 1102 AN Amsterdam The Netherlands Telephone: + 31 (0) 20 233 7446 Fax: + 31 (0) 84 749 4042 E-mail: info@hostelle.com Apakah hostel ini recommended/tidak, dari segi harga yang dibayar mnrt saya fasilitas dan lokasi sekeliling hostel sudah cukup oke. Tapi utk stay wkt yg lama, perlu dipertimbangkan juga biaya dan wkt yg dikeluarkan terutama apabila pusat wisata dan kegiatan lbh byk di pusat kota / stasiun centraal.
  11. @Yos oo pake tour ya..enaklah itu tinggal poto2 ajaa..gak pake nyasar iya bawa electric kettle , kebetulan teman saya bawa. Plus bawa sendal kamar, kalo saya sih..dan gelas buat teh/kopi (biasa ada gelas buat sikat gigi doank) abis hotel bintang 3 di eropa pelit2 . Di german malah gak ada free wi-fi dihotelnya..
  12. makasihh udh baca2.. iya bawa kotak makan buat makanan sisa dan tmpt minum buat ambil air keran... hahaha air botolan mahal disana, seharga sama bir/wine kalo bisa sih cari penginapan yg ada shared kitchen yg ada microwave dan refrigerator biar enak.. iyaaa mas.. ayo ke europe
  13. ini part terakhirnya ya.. : thank you udh baca2 yaa @Yos @deffa @kyosash @Soul Seeker
  14. Ciao! Ini lanjutan dari trip 14 hari -6 negara: Belanda-Perancis-Belgia-Jerman-Swiss-Italy. Dan merupakan part terakhir dari perjalanan liburan ke Eropa saya. Day 1-2 Belanda: http://jalan2.com/forum/topic/22562-fr-amsterdam-zaanse-schans-volendam-marken-20-22-sep-2016/ Day 3-5 Paris: http://jalan2.com/forum/topic/22578-fr-3-malam-di-kota-paris/ Day 6 Brussels : http://jalan2.com/forum/topic/22617-satu-malam-di-brussels-25-sep-2016/ Day 7 – Frankfurt: http://jalan2.com/forum/topic/22627-fr-15-jam-di-frankfurt/ Day 8 – Oktoberfest di München : http://jalan2.com/forum/topic/22642-merayakan-oktoberfest-di-münchen-27-sep-2016/ Day 9 – Salzburg : http://jalan2.com/forum/topic/22691-fr-10-jam-di-salzburg-austria-28-sep-2016/ Day 10 – Neuschwanstein castle Füssen Jerman : http://jalan2.com/forum/topic/22698-neuschwanstein-schloss-castle-nya-sleeping-beauty-29-sep-16/ Day 11-12 Swiss: Zurich-Mt.Titlis-Lucerne: Day 13: Minggu, 02 Oktober 2016 Kali ini kami akan ke Italy naik panoramic train. Berhubung di cover oleh Swiss Travel Pass utk perjalanan kereta di area Swissnya. Dari hotel naik tram subuh2 Nama kereta nya Bernina Express .Sbnrnya perjalanan ke Milan Italy dari Zurich itu sekitar 5jam-an dengan kereta biasa, tp berhubung kapan lagi naik scenic train , perjalanan ke Italy jadi molor hampir 9jam. Later on kata kakak saya yg juga pernah ke Swiss dan Italy naik kereta biasa, scr view sebenarnya sama2 bagusnya kok. Bernina express Chur (Swiss) ke Tirano (Itali) cuma 1x sehari schedule nya. Yaitu berangkat dari Chur jam 8.32 pagi. Jadi kami brgkt dari Zurich HB jam 07.07am utk sampai ke Chur jam 08.22. Station di Chur itu kecil tp ada stasiun halte bus di atas dan di basement masih ada deretan toko2 makanan dan minimarket.Saya sempatkan cari roti di Coop minimarket terkenal di Swiss yg ada dimana2.Gara2 ini saya sempet bikin panic temen2 saya krn pas kereta datang,saya masih antri di supermarket. YG pasti jgn coba2 beli onigiri di Supermarket di Eropa..haha krn jenis beras diEropa beda dgn beras Asia. Yg ada pas digigit buyar semua nasi kepalnya. Hahaha.. Recommended beli yaitu croissant. Enak renyah ,harga € 1, kosongan. Krn kita mengejar view, jadi kita reserved seat diseat jendela, krn gak tau bakal dpt view mana yg terbagus, kita ber-3 duduknya nyebar, msg2 duduk di seat jendela. Reserve seat byr lagi CHF 14/org. Kayaknya kalo gak reserved bisa jadi gak kedptn bangku krn kereta ini cukup full. Drpd repot mesti tanya satu2 bangku kosong/tdk dan was2 tiap kali kereta berhenti di statiun2. Mending memang hrs reserved. Dan jauh2 hari biar skalian dpt seat jendela. View sepanjang 3jam perjalanan dgn Bernina: Kami sampai di Tirano (Italy) jam 12.45 dari sini kami lanjut naik kereta biasa yg kualitasnya sama kyk kereta commuter di jkt, malah lbh parah, krn gak pake ac. Hrgnya € 11.50, beli di office nya sblm platform. Platform Bernina dan train Trenord local Italy itu dipisahkan dgn ‘rumah’ station yg berbeda, cuma beda 50mtr doank kok. Station lokalnya mirip stn Jurangmangu sblm di renov deh..sederhana. Tiket nya berupa kertas kyk struk, yg harus divalidasi di mesin sblm naik kereta. Mesin validasinya ada di platform. Sesampai Itali lgsg berasa bedanya. Itali blm apa2 udh ngaret. Saya jd inget pas naik Flixbus dari German ke Swiss, duduk sama org Itali, yg ngos2an krn hampir ketinggalan bis. Pas saya tanya apa dia org German, dia lgsg jwb, “gak lahh makanya saya hampir telat, bukan org Jerman yg serba on time.” Kereta kelas ekonomi ini asli butut bgt, sampai saya gak berani intip ke wc nya,pdhal saya paling hobi ke wc di kereta, scr wc dimana2 byr yak,jadi mumpung di kereta,sempet2in ke wc yg gratis.So far wc tercanggih ya kereta ICE nya German, yg serba otomatis. Berhubung kereta berangkatnya telat 15menit, dan di berhenti di bbrp station kami sampai di Milan hampir jam 4.30pm. Kali ini kami book kamar apartment yg 5 menit dari Milano central Stn. Apt nya model tua, dengan lift tua yg hanya bisa jalan kalau kita tutup semua pintu2nya scr manual. Milano 71 Apartments Address: Via Melchiorre Gioia 71, Stazione Centrale, 20125 Milan, Italy Per night: € 84/kamar ber-3. 1unit Apartment ada 2kamar. Fasilitasnya: free wifi, share bathroom dan shared kitchen, elevator, ac, fan, hairdryer, towel and toiletries provided Selesai check in dan mandi, krn kumel bgt badan gara2 debu2an di kereta dari Tirano-Milan, kami lgsg explore Milan. Dari pintu apt lgsg keliatan tangga metro Sondrio Stn. Jadi dari segi lokasi apt ini oke bgt. Tp berhubung mau cari simcard lokal, soalnya besok saya lagi2 misah dari temen2 saya krn pswt ke Jkt nya besok mlm, jadi walo pintu metro dpn mata, kita kembali jalan kaki ke Milano central stn, cari simcard lokal. Dari hasil browsing, yg termurah adalah Lycamobile. Yg jualan nya dpn pintu2 station, cuma booth sementara dan rata2 org India yg jualan. Agak mencurigakan sih, scr didlm station ada competitor yg mahalan ada counter resmi dan antriannya justru lbh panjang,pdhal lbh mahal. Kecurigaan terjawab, ternyata, kita beli € 5, tulisan inggrisnya sih ada tp asli gak jelas bener. Utk beli barengan 3simcard, passport nya cukup 1 dan hrs isi form. Selebihnya kita usaha sendiri nyalainnya gmn aktivasi paketnya gmn, nanya ke bpknya, jawabannya template. Diulang2 ,nanya-nya apa jawabnya apa.hahaha.. Ada hrg ada rupa bener.Yg pasti sore itu saya gak sukses ngaktifin di Iphone saya. Dari beli sampai balik apt lagi. Later on baru bisa keluar sinyalnya pake hp Android saya yg jadul, stlh restart 5-6x.Byk sabar. Stlh beli simcard, kita lanjut naik metro ke Duomo. Beli single urban ticket € 1.5 yg valid utk semua moda transportasi selama 90menit kedpn. Duomo -largest and most complex Gothic Cathedral building.Mon - Sun: 8:00 - 19:00 (last ticket: 18:00). Admission €2.Ascent on foot: € 9.Ascent with elevator: € 13 how to go: Duomo stn (M1/M3) Galleria Vittoria Emanuele - oldest shopping mall. Open 24hr. Next to Duomo Selesai puter2 Duomo, dan area mall mewah disekitarnya, akhirnya kita coba dinner disalah satu resto di sblh Duomo. Dari segi harga masih relative murah. Bukan kebykn duit. Keluar dari Swiss, semua berasa lbh murah dan worth it deh. Yg pasti beli pasta doank gak lbh dari € 11. rasanya cheesy bgt... saya sih suka free cold veggies.. kirain roti ini gratis, ternyata byr € 1 pcs-nya. KERASSSS dan dikasi tanpa diminta, gak dimakan pun tetep kena chrg Krn saya masih penasaran cari koper tambahan, jadi masih keliling mall sampai tutup toko yaitu jam 9mlm. Baru stlh itu balik apt. Temen saya harus istirahat cepat krn besok mrk mau ke Venice pagi2. Day 14: Senin, 03 Oktober 2016 Last day!! Berhubung hari ini saya memisahkan diri, jadi saya brgkt agak siangan, teman2 saya udh keluar apt dari jam 7pagi, saya jam 9lah baru keluar apt. Nunggu matahari terbit dulu biar gak tll dingin.Scr rata2 matahari baru muncul jam 9kurang. Hari ini saya beli day pass € 4.5. Beli di mesin, ada pilihan bhs inggrisnya kok. Untung belinya di metro stn dpn apt, jadi antriannya gak sepanjang di stn Central. Day pass ini bisa dipake disemua moda transportation di Milan:tram, bus, metro baik Trenord maupun Passante Ferroviario. Kalo beli di station, validate nya ya cukup di gate di stiap masuk platform.Kalo validate di bus, ada mesin yg biasanya samping supir. Kartunya dimasukan ke mesin. Berhubung kali ini inet aktif. Jadi saya tinggal googling mau kemana naik apa.Plus udh install aplikasi public transportation di Milan biar lbh jelas, jam2 dan intervalnya. Kejelekan Lyca ini entah kenapa gak bisa tethering ke Iphone saya. KZL, pdhal hp android saya hp jadul yg hobinya overheat dan nge hang. Plus entah saya itu buta arah, hp error, atau sinyal lemah, kerjanya nyasar mulu. Hrsnya ke kiri pasti saya ke kanan,dan sebaliknya. Yg pasti saya kalo pergi sendirian sll kebykn jalan kakinya. Ini rencana awalnya: Tapi berhubung kemarin sudah ke Duomo jadilah skip lgsg ke Piazza della scala dan lanjut ke Castello Sforzesco Teatro alla Scala [opera House] - Piazza della Scala - Monument Leonardo da Vinci - Palazzo Marino [city hall] How to: M1/M3 Duomo stop.Tram number 1, 2, 3, 12, 14, 15, 16, 19, 23, 24, 27; Autobus 54. Daerah sini ternyata daerah perkantoran gt , jadi rame org kantoran kece2 org sibuk2 beraktivitas pagi ke kntr. Dari sini lanjut jln kaki ke Castello Sforzesco krn ternyata gak ada tram dkt2 sini.. Castello Sforzesco. Tue-Sun 9am-7.30pm. Mon closed. Admission €5 How to: Metro: Cairoli / 10mins walking from Duomo Sempione Park... untungnya gak segede taman dpn Louvre Arco della Pace - a tribute to Napolean’s victories Dari Arco della Pace saya ke Cimitero Monumentale Cimitero Monumentale (cemetary building).Tue - Sun: 8:00 - 18:00. Mon closed.Free How to : M2 (green line) station Garibaldi.M5 (lilac line) station Monumentale.Suburban Railway: Station: Garibaldi.Railway Station: F.S. Garibaldi. Tram: 2 - 4 - 10 - 12 - 14 - 33. Dari cemetery jalan kaki 1km ke Porta Garibaldi.. nothing special disini.. Dari situ akhirnya cari makan ke : C'era una volta una piada. Address: Viale Coni Zugna 37, 20144 Milan.Open 10am-3pm, 07.30pm-11pm. Range harganya € 3.8-€ 5.00 tempatnya rame bgt. Byk org order bawa pulang juga. Modelnya kita pesen di kasir, terus dikasi semcm bel yg akan bergetar kalo pesenan kita sudah dtg. Resto ini terkenal dikalangan pelajar,hari itu rame rombongan anak kuliah. model meja2nya adalah meja panjang, jadi terserah mo duduk dimana. Sbnrnya saya sudah browse menu sblm kemari. Eh pas liat menu ditmpt beda donk ye.. antara menu di web dngn buku menunya. Akhirnya sengaja pilih yg hrg € 5, krn isiannya paling byk, dan terserah dah salami itu daging apaan. Selama ga ada tulisan Porchetta yg jelas2 artinya pork.Selebihnya saya tutup mata. Dari segi porsi. GEDE bgt.Dagingnya berlimpah ruah. Saya sampai malu2 masukin ke tupperware saya sementara org2 disebelah pada licin tandas. Org disini porsi makannya gede2 bgt tp tetep cakep2 ye. Dari segi rasa, saya memang suka black olives. Pokoknya dimenu ada tulisan olive nere berarti mengandung black olives. Salaminya 1/2matang, terus ada kejunya juga. Well itu aja yg saya tangkap dari yg saya makan. Overall sih edible buat saya. Berhubung sudah kelar semua itinerary hari ini. Akhirnya saya browse masih mo cari koper idaman.. Eastpak ukuran 18inchi. Dari C'era una Volta saya naik metro terdekat cari mall terdkt. Later on, semua mall keliatannya berpusat didaerah Duomo. Dari hasil google dibawalah saya ke The Brian & Barry dept store. Saking mewahnya sampai self conscious.. Dkt2 situ byk deretan toko, rata2 toko2 di Eropa berupa semacam ruko2 di bangunan kuno yg cantik2 jadi seru2 aja jalan kaki kelilingnya. Sempet ke KIKO cosmetic asli dari Milan, yg harga eyeshadow nya 2 euro-an, ada counter Eastpak juga. Berhubung model yg saya mau tinggal ukuran 24inchi, akhirnya batal beli. Later on nyesel senyeselnya knp gak beli model lain yg ukuran cabin krn koper eastpak gak dijual di indo Berhubung di Italy, rugi kalo gak beli gelato, maka belilah gelato di counter seketemunya. Harga 2 scoop nya € 5 kalo gak salah.. Byr di cashier dulu baru pilih rasanya..Variannya byk bgt.. dan resto2 gelato kyknya pada penuh2 ya, jadi susah mo minta diladenin nyobain rasa ini itu. Seinget saya pesennya rasa yogurt kyknya strawberry dgn campuran entahlah tp ternyata gak asem2 bgt dan nyambung dgn pilihan kedua saya yaitu rasa coklat tiramisu. ENAKKK Karena pesawat saya jam 23.55 saya putuskan jam 4-an sore balik ke apartemen, packing, mandi terus sempet2in ke carrefour express deket apt. Dari situ brgkt ke Malpensa Airport pake bus airport yg ngetem di Milano Central Stn. beli tiketnya ini rada rancu, based on blog2 sih naik apa aja bisa dan rata2 mrk brgkt tiap 10-20menitan. Nah dpn stasiun tuh ada counter 2 perusahaan bis.Counternya kyk counter yg suka jualan modem BOLT di jkt. Tapi somehow saya deviasi liat counter2 didpn mata malah nyebrang ke semacam warung majalah/snack2 samping bis yg keliatan jg jualan tiket bis. DIsitu saya cuma tanya mana bis yg berangkat duluan. Gak dijawab sih. Tp lgsg dikasi karcis aja. Hrg tiket nya € 8. Jgn tanya bis yg mana, ada 3 bis deretan beda perusahaan, saya cuma bengong dgn koper saya, si kondektur terdekat lgsg manggilin (kyknya pokoknya cakep deh jd saya dateng2 aja ) ternyata bis nya dia. Tiket di scan terus dibantu masukin koper ke bagasi. Selesai deh tinggal brgkt . Terminal international itu di terminal Terminal 1. Kalo gak salah terminal 2 itu biasanya utk maskapai Easyjet. Di Malpensa airport ketemu mesin yg menukar recehan cent2an jadi bentuk vchr belanja duty free ditambah bonus 10% dari total penukaran . Berhubung cent itu pecahan paling gak penting saya abisin semua yg di dompet koin. Sbnrnya dari segi hrg, souvenir lokal dan coklat2 di duty free itu mahal2 bgt dibanding hrg di city. Tp drpd nih vchr gak kepake ya saya beli sekotak coklat seharga € 8. Toko2 di airport Milan ini ternyata modelnya sblm masuk imigrasi. Saya baru ngeh setelah menjelang jam 11 jalan kaki menuju gate saya dan baru ketemu imigrasinya Untung antriannya gak tll panjang. Sedihnya walo di airport, toko2nya sudah mulai tutup2 dari jam 8mlm. Pdhal di city aja masih buka s/d jam 9-10mlm. Apa2an sih ini. Eniwai akhirnya pulang juga dehhh Satu hal yg paling berkesan bgt di Milan ini. Org2nya cakep2 bgt hahahaha ada ya 1 kota isi org cakepnya 70% dari populasi gini. Saya sempet nonton pemotretan pas tadi jalan di city nya, antara model yg difoto sama org2 yg lewat.. asli sama2 aja cakep dan gantengnya... Hal ini sangat kontras terasa ketika transit di airport Doha , org cakepnya cuma 30% aja..hahahahaha belum end up dari Doha- Jkt saya duduknya malah sama TKW indonesia yg serba antik2 kelakuannya... Next year belajar bhs Itali aja ah.. terus balik lagi ke Eropa keliling Italy. Sampai disini ya cerita keliling Eropa saya. Terimakasih sudah sempatkan membaca Auf wiedersehen, au revoir , arrivederci
  15. Guten Tag! Ini lanjutan dari trip 14 hari -6 negara: Belanda-Perancis-Belgia-Jerman-Swiss-Italy. Day 1-2 Belanda: http://jalan2.com/forum/topic/22562-fr-amsterdam-zaanse-schans-volendam-marken-20-22-sep-2016/ Day 3-5 Paris: http://jalan2.com/forum/topic/22578-fr-3-malam-di-kota-paris/ Day 6 Brussels :http://jalan2.com/forum/topic/22617-satu-malam-di-brussels-25-sep-2016/ Day 7 – Frankfurt: http://jalan2.com/forum/topic/22627-fr-15-jam-di-frankfurt/ Day 8 – Oktoberfest di München : http://jalan2.com/forum/topic/22642-merayakan-oktoberfest-di-münchen-27-sep-2016/ Day 9 – Salzburg : Day 10 – Neuschwanstein castle Füssen Jerman : http://jalan2.com/forum/topic/22698-neuschwanstein-schloss-castle-nya-sleeping-beauty-29-sep-16/ Day 11 – Jumat, 30 Sep 2016 Hari ini kami menuju kota Zurich di Swiss, lagi2 menggunakan Flixbus.Berangkat jam 9pagi. Dapat di harga € 15/one way/pax (booked 2.5bln sblmnya). 09.00-12.45 München ZOB (Hackerbrücke) to Zürich HB (Carpark Sihlquai) Kali ini hotel kami di Zurich cukup jauh dari stasiun kereta, shg turun dari bis yang dkt dari Zurich HB (main station) kami lanjut naik tram #4 utk turun di halte Helmhaus dkt hotel kami. Di Swiss ini kami menggunakan Swiss Travel Pass seharga CHF 210 utk 3hari unlimited travel di seantero Swiss. Travel pass ini agak mirip dgn JR Pass nya Jepang, cuman kalo Swiss ini semua moda transportasi (regional train, metro, trams,bus, boat) dicover. Bahkan disc 50% utk cable cars (termasuk ke Mt.Titlis) dan mountain railways. Dan free admission utk 490 museum2 di Swiss. TBH, masih tetep mahal sih, Swiss pass ini baru impas/untung kalo dlm sehari kalian pindah2 kota terus. Krn rata2 kota di Eropa itu, tourist spot nya berdekatan. Jadi banyakan jalan kaki dlm kotanya.Hampir 3jt utk 3hari berarti sehari hampir satu juta mnrt saya super overpriced . Untuk info lebih lanjut mengenai Swiss Travel Pass silahkan klik: https://www.swiss-pass.ch/swiss-pass/ Yang pasti naik tram sambil bawa koper gede itu derita, dan dengan bodohnya kita salah ambil pintu masuk tram krn cuma ngeliatin org dpn aja. Ternyata pintu yg rada besar , yg muat koper gede, stroller dll terletak di tengah tram, sedangkan pintu yg kami ambil yg pintu paling belakang yg beranak tangga, dan sempit.Hampir ketinggalan satu org saking susah payahnya angkat 1 koper. Di tram ada layar monitor yg menunjukan nama halte tempat tram stop, jadi gak usah pusing ngitungin jml halte. Kalo sudah dkt halte kita (keliatan di layar), cukup tekan bell, biar supirnya ngeh ada penumpang yg mau berhenti. Krn kalau tdk mrk lanjut terus. Ditram, ga ada pemeriksaan tiket maupun mesin utk validitas. Lagi2 sistem percaya aja, tp ada warning sih, kalo misal ada random pemeriksaan, apabila ketauan tdk membawa tiket yg valid, akan dikenakan denda sebesar CHF 60. Hotel kami di Zurich adalah: Hotel California Address: Schifflände 18, 1. Zurich Old Town–City Centre, 8001 Zürich Rate: CHF 135/mlm utk 3orang. Hotelnya imo keliatan kusam, krn mengambil tema, ala2 Amerika tempo dulu yg identic dengan cowboy, dll. Dari segi lokasi: station kereta api terdekat adalah Zürich Stadelhofen Stn (+/- 500mtr). Tram terdekat (+/- 50meter) adalah halte Helmhaus yang dilewati tram nomer: 2,4,10,11,15. Kelar process check in dan istirahat sebentar kami mulai jalan kaki seputar Zurich. Gak byk yg bisa dilihat dari Zurich tp overall tetep cantik sih kotanya. Makanya org lebih senang stay di Bern yang lbh byk objek wisatanya. Disini teman2 saya tarik tunai di ATM2 yang tersebar disepjg jln. No worries, ada pilihan bhs inggrisnya kok, cuman yg masih misteri buat kami itu pecahannya. Mostly ATM itu bisa mengeluarkan dari pecahan CHF 20-CHF 500. Tp kalo kita masukan angka CHF 100 yang akan keluar ya pecahan CHF 100 aja , bukan pecahan CHF 20 atau CHF 50. Berhubung saya masih byk bekal euro nya, jadi saya putuskan tuker euro ke CHF. Tp ternyata susah nyari money changer nya. Bank sih masih buka pas kita kesana, tp saya males coba2 antri. Toh saya baca2 mrk masih terima Euro utk pembelian, cuman hrs siap rugi aja dng nilai tukarnya. Later on, nilai tukar yg mayan agak fair itu kalo belanja di Supermarket, 10 euro dihargai CHF 11. Sedangkan di resto2, mereka menyamaratakan Euro dan CHF. Pdhal CHF itu lbh rendah sedikit dari Euro. Kelar muterin Altstadt, kami memutuskan memaximalkan Swiss pass dengan naik ferry di Lake Zurich. Yang dicover Swiss pass adalah durasi ferry 1.5hr. 1.5jam ini mnrt saya udh cukup bgt sih , cenderung kelamaan malah. Kelar keliling danau dengan ferry teman2 saya ngajak makan makanan lokal. Saya udh stress aja, krn dari hasil browse saya , resto di Swiss ini muahalnya minta ampun sedangkan teman saya itu penganut paham “experience itu priceless” alias keluar duit gede gak masalah namanya jg nyobain makanan lokal. Main course itu diatas € 25. Akhirnya saya setanin utk beli roti dulu di supermarket di station dengan alasan utk bekal besok pagi sarapan utk ke Titlis. Disini saya bayar pake Euro, skalian nuker CHF. Tanya di kasir “Nehmen Sie Euro?” “apakah kamu terima euro?” si mba2 kasirnya jawabnya “Ja, bla bla bla panjang bener”. Yg saya tangkap sih boleh aja, tp nilai tukar nya 10euro setara 11 swiss franc. Dlm hati ya memang itu maksud saya. Utk 3hari di Swiss, apalagi menggunakan Swiss pass, bekal CHF 100 cukuplah. Nyaris tak bersisa kalo utk saya. Kalau teman saya tarik tunai CHF 150 jg gak bersisa, tp itu krn dia penganut paham makan mahal gak masalah. Krn kasian sama saya, akhirnya kelar belanja buat besok, kami mampir ke Sternen Grill, semacam food stand yg menjual bratwurst yg katanya recommended dan cukup murah di Zurich. Sternen Grill,10.30am-11.30pm Theaterstraße 22 (Kreis 1). Kita beli St. Galler bratwurst CHF 7.5 udh dpt unlimited bread dan saus mustard nya. Buat ukuran swiss ini, oke bgt murahnya kyknya, krn rata2 saus itu berbyr. Buat saya sih mending beli sandwich di supermarket +/- CHF 5-6.. Bread nya ada 2 jenis, yg satu cocok buat lempar kucing, yang satu kerasnya agak mendingan tp ukurannya agak kecilan (yg ada difoto). Mostly org ambil yg gedean yg kerasnya bgt2. Gigi org Eropa kuat2 kayaknya. Dari segi rasa. Bratwurst nya standar. Saya lg mikir hrg segini, dpt 2 bratwurst di Jerman, disediain di piring dan dpt coleslaw. Day 12 – Sabtu, 01 Oktober 2016 Hari ini kami ke mt.Titlis. Tadinya teman2 saya bermaksud ke Lucerne dan Berne,krn mrk merasa sudah pernah ke resort salju di Jepang thn lalu. But last minute, mrk akhirnya pergi juga ke Titlis, krn termakan omongan, ke Swiss tp gak ke Titlis itu sayang bgt. Utk ke Titlis dari Zurich harus naik kereta ke Lucerne terus lanjut kereta lagi ke Engelberg. Dan lanjut naik bus #1 ke Titlis. Zurich – Luzern itu 45menit naik kereta dgn interval kereta 30menit sekali. Berhubung hari ini weekend kami memutuskan naik kereta pagi agar bisa mendptkan cable car terpagi utk menghindari crowded nya antrian. Zurich HB (06.04am) – Luzern HB (06.49am) Lanjut Luzern HB (07.10am) – Engelberg (07.53am) Interval Lucerne –Engelberg itu 1jam sekali. Dari Engelberg kami naik bis #1 dengan interval 15menit. Perjalanan nya gak lebih dari 10menit. Sampai cable car station, masih blm operasi cable carnya (start nya 8.30am), tp loketnya sudah buka. Dinginnya sudah menusuk sampai disini. Krn pakai Swiss travel pass kami cukup bayar CHF 44.50 dari harga normal CHF 89. Sambil nunggu cable car jalan, kami foto2 dulu di dpn nya.Swiss itu apa2 memang cantik kotanya... Mula2 kami naik cable car kecil sampai station Titlis Rotair. Ada 1x pemberhentian diatas, di tmpt halte resort di Titlis, gak usah ikutan turun ya, tp no worries sih kalo turun, biasanya disuruh duduk lagi,,,hahah,, krn salah jalan. Stn Titlis Rotair ini ada operatornya dan bisa muat byk org. unlike cable car awal yg max 6org. Rotair ini meng-claim sbg the first gondola yg bisa berputar 360 derajat.IMO biasa aja.. haha.. revolvingnya malah bikin kliyengan, lgpula tanpa berputar kita juga udh sibuk wira wiri kiri kanan ambil foto. Tp mungkin ini krn masih pagi masih kosong (we were basically the first customer arrived).Ngaruh mungkin kalo gondolanya rame. Jadi gak pake rebutan foto semua kebagian view cantik. Gedung station di Mt.Titlis ini ada 5lantai,ada restaurant, souvenirs shops, toilet dan glacier cave. Basically gedung ini adalah penyelamat/penghangat, karena berhubung masih pagi, angin di Titlis sangat menusuk. Liat petunjuk suhu sebenarnya ‘hanya’ -1 derajat. Tapi anginnya ini yg gak nahan. Tiba di lt.1 kita segera masuk ke glacier cave alias gua es. Gak pake byr. Isi dlm nya, ya lorong es dan lampu2 warna warni. Yang pasti super licin, dan berhubung kita tamu terpagi, cuma kami bertiga dan satu tamu lagi dan satu tukang bersih2 di gua itu.hahaha.. Di sini cuma 5-8menitan. Terowongannya pendek dan gak ada apa2. Dari situ langsung ke lt.5 utk ke viewing gallery, disini kita mulai ketemu rombongan turis dari China. Kyknya di eropa yg bangun pagi memang hy rombongan asia.hahah.. Mrk sibuk lari2 lebay keluar masuk gedung dan deck viewing, krn kedinginan tp pengen foto cantik. Suer annoying. Macam yg punya gedung. Kelar foto2 di deck viewing, kami mencoba menjajal ke lokasi ‘tertinggi’ utk liat view yg lbh oke. Dulu ya jujur bayangan liat salju itu empuk2 lucu gimana.hahah apeee seh. Taunya bongkahan es. Jalan susah payah krn licin bukan krn masuk ke salju yg tebal, ngeri bgt kepleset,apalagi jalannya menanjak dan cukup curam. Untuk ke titik tertinggi ini, cuma semeter terakhir doank yg ada tali utk bantu pegangan. Disini saya dan temen saya yg 1 memutuskan menyerah gak ikutan naik ice flyer atau lift yg biasa digunakan org2 utk ski. Gak kebayang anginnya. Naik ice flyer ini nambah lagi CHF 12. Jadi temen saya yg satu lagi pergi sendirian menyusuri es licin , later on sih saya rada nyesel juga.. krn memang pas dia naik lift itu sudah hampir jam 11 jadi ada matahari dan angin sudah mulai berkurang kencengnya. Saya dan temen saya cuma nunggu dia di café di lt.3 sambil minum susu coklat seharga CHF 5 sambil liatin view di café yg hangat… di lantai ini ada studio foto juga.. ada dipajang artis2 seantero dunia, kalo dari indo ada Okan Cornelius (gak penting bgt).. agak kurang manis mnrt ukuran lidah saya.. Turun dari Titlis, kami segera mengejar kereta ke Lucerne utk makan siang sama temen yg memang tinggal di Swiss krn menikah sama org sini. Berhubung ada org Swiss, teman2 saya ngikut rekomen dia aja pas pilih menu. Padahal mahalnya minta ampun, dan later on ajaibnya minta ampun..hahaha saya sih cuman senyum2 aja, krn saya baca menunya udh tau modelnya kyk apa, tp gak ada yg dengerin. bir lokal paittt.. sup nya ada 3 size, berhubung temen saya yg di sini cerewet bgt, dia kecepetan pesen, ambil yg size starter.. itu pun udh mahal ini namanya Raclette, makanan khas Swiss. Si bule suaminya temen saya dia makan sendiri. Hrgnya € 33 tp kalo kita sih bagi-4.Udh bikin enek kejunya. Basically lembaran keju ini dipanasin di grill khusus, setelah meleleh ,dituangkan keatas potongan kentang, dan acar2an gak penting di piring. Dikenyang2in aja.. Tp ini pengalaman juga sih. Total bir, soup kecil, 1/4 raclette adalah € 26 Kelar makan kita puter2 kota Lucerne. Gak byk tempat wisata disini. Salah 1 yg populer yg bahkan ‘Princess Syahrini ‘ sempet video-in di instagram nya (gak penting) adlh Kappellbrücke alias jembatan kayu di sungai Reuss. Mnrt saya sih so-so aja..keseringan liat jembatan. Yg pasti ada love lock juga disini seperti kebykn jembatan terkenal di Eropa.Lokasinya dekat Lucerne main station. Yg cukup menarik di Lucerne justru adalah Löwendenkmal alias monument singa sekarat yang terpahat di batu. Monumen ini mnrt temen kita si org Swiss itu melambangkan pasukan Swiss yg menjadi korban revolusi Perancis jaman Raja Perancis Louis XVI. Dimana pasukan Swiss kalah jumlah . Scr rakyat Swiss cuma seiprit ya, pake acara bantu2 segala,gmn gak abis2an. ferry lagi ferry lagi sebnrnya ini juga di cover sama Swiss Pass tp udh bosen.. Kita beli souvenir di Lucerne.. nyari magnet yg paling murah seharga € 5 ga ada yg murah di Swiss... Karena sudah sore, kita semua akhirnya berpisah di stasiun Lucerne. Temen kita yg org Swiss itu balik ke kotanya di Basel dan kita kembali ke Zurich. Sampai Zurich gak pake dinner lagi, masih enek kebanyakan makan keju. Siap2 packing buat besok pagi check out. Bersambung di Bernina Express ke Italy ya .