Gulali56

Members
  • Content count

    248
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    17

Gulali56 last won the day on May 18

Gulali56 had the most liked content!

3 Followers

About Gulali56

  • Rank
    Senang Jalan Jalan

Profile Information

  • Gender
    Female
  • Location
    Jakarta

Recent Profile Visitors

4,456 profile views
  1. Rute nya lumayan.. tp kyknya utk bbrp tempat kyk ke Uluwatu ataupun GWK harus sambung charter ojek lokal krn dari halte terdkt masih jauh bgt.. Tp iya ini alternatif bgt buat solo traveler yg gak bisa bawa motor..
  2. Jadi ceritanya saya ke Bali dapet promo Traveloka discount 100rb utk pesawat domestik. Gara2 gagal mulu dpt tiket murah di tahun ini, akhirnya saya memutuskan solo traveling domestic aja sekalian cari jodoh #eh.. Rata-rata orang Indonesia ke Bali itu se-rombongan jadi bisa share cost sewa kendaraan atau kalau pergi sendiri or berdua pun pastilah sewa motor, moda transportasi termurah dan tercepat. Nah apa jadinya kalau ke Bali sendiri aja, mau ketempat jauh-jauh kemahalan utk sewa mobil, plus gak bisa nyetir motor kayak saya. Walaupun Blue bird taxi, Grab/Uber dan Gojek sudah masuk Bali, ternyata mrk itu hanya bisa beroperasi di wilayah tertentu saja (mostly seputaran Kuta-Legian-Seminyak). Dan yang pasti di Ubud dilarang. Padahal saya tiap kali ke Bali , kudu wajib ke Bebek Bengil cabang Ubud. Khan pusing tuh. Setelah browsing kanan kiri , justru dari Traveloka juga lah ketemu alternatif bus hop on hop off di Bali. YAY.. Namanya Kura Kura Bus. Perusahaan bus ini masih tergolong baru di Bali, baru 5 tahunan, sehingga gak banyak yang tau. Jangkauan area bus nya masih sekitar yang umum2 must-to-do spot di Bali . Untuk harga tiket nya cukup ekonomis one way rata-rata dibandrol Rp 20ribu kecuali ke Ubud Rp 80rb. Selain itu juga ada day pass nya. Untuk 1 hari (Rp 100.000), 3hari (Rp 150,000) dan 7 hari (Rp 250,000) . Berhubung saya butuhnya ke Ubud, jadilah saya ambil day pass 3 hari, biar ekonomis. Beli via website nya jadi Rp 135,000. Saya menginap di Seminyak Square hotel yang terletak persis disamping Seminyak Village yang juga merupakan halte stop 2 jalur Kura Kura Bus line 3 dan 4. Karena saya ceritanya mau makan siang di Bebek Bengil, saya ambil keberangkatan dari DFS (terminal pusat) yang jam 11 pagi. Ambil line 4 dari Seminyak Village yang jam 09.56 AM. Karena bus pertama , bus nya on time. Sampai di DFS jam 10.40-an liat-liat T-galeria Mall dulu sekalian numpang ngadem dan ke wc. Bis line 5 ke Ubud , teng brgkt jam 11 dari DFS. Halte stop: Alaya Ubud Resort Terletak persis disamping resto Bebek Bengil. Saya tiba di Bebek Bengil jam 12.45. Kelar makan siang dan leyeh2 dulu di bale-bale resto ngilangin pegel2, baru deh saya menanti bus berikutnya utk ke Puri Lukisan Museum jam 14.20 Halte stop : Puri Lukisan Museum Halte ini cocok utk yang mau ke Museum Blanco, Bukit Campuhan ataupun ke Babi Guling Bu Oka. Berhubung saya blm pernah ke Bukit Campuhan, jadilah saya kemari. Jalan pelan2 ke Museum Blanco dulu biar matahari gak terlalu terik. Apa daya krn saya gak tertarik masuk ke Museum Blanco, akhirnya saya jam 3 sore nanjak ke Bukit Campuhan , matahari berasa ada 3 biji alias masih panas pol. sisi bagusnya jam segini masih sepi, sisi gak bagusnya saking panasnya saya sendiri ampe ogah berhenti2 buat foto. Terus terang saya gak tll impress sama bukit Campuhan ini, saya malah langsung fokus ke Cafe dan Spa Karsa yang merupakan resto dan spa kecil samping pematang sawah setelah melewati Bukit gak penting ini. Sori to say ye.. Mungkin krn ga ada yg motoin, dan saya bukan tipe yg niat2 amat selfie kalo kepanasan . Terus ngapain kemari ye.. Setelah menghabiskan satu kelapa dan foto2 di sawahnya sampai mati gaya krn matahari mulai terbenam saya pun memutuskan balik ke halte bus utk mengejar bus terakhir jam 18.55. Kesimpulan dari trekking dadakan ini, 2km uphill itu ditempuh +/- sejam tp pas pulang bisa +/- 30menitan.. Karena takut ketinggalan bus, saya udh nongkrong dari sejam seblmnya di cafe seberang halte sambil ngopi2 dan numpang ke wc. Basically jam 18.55 itu udh gelap bgt sampai takut ketinggalan bus karena gak keliatan. Untungnya saya udh reserved via web, jadi nya supir bus nya sih udh tau bakal ada penumpang yg nungguin, scr saya cuma satu2nya penumpang mlm itu. Jam 08.30 malam akhirnya sampai juga di terminal DFS. Karena sudah gak kuat bermacet2 di area Seminyak, saya sambung naik gojek ke hotel. Tp nasib dapet tukang ojek org jawa alias nyasar2 muluk jd scr waktu gak beda jauh dgn misalnya saya pake Kura kura bus.. kesel... Kelebihan Kura Kura Bus: + cukup ekonomis utk area yang gak bisa dijangkau oleh kendaraan online. + bis ber-AC, ada free wi-fi dari telkomsel dan ada colokan listrik buat nge-charge selama mati gaya di bis. + memiliki aplikasi dan website informatif dengan pilihan bhs yang beragam dari Indonesia, Inggris, Jepang, Rusia, Korea, China + CS memiliki bhs inggris dan jepang yang cukup memadai . Kekurangan: - memakan waktu yang sangat lama apabila harus pindah line. Contoh dari seminyak village mau ke Ubud, dari line 4 harus ke DFS utk pindah ke Line 5. Total perjalanan jadi 3jam misal dibandingkan dgn naik kendaraan direct ke tujuan yang hanya 1-1.5jam. - halte bis ke-2,dst biasanya hanya palang di pinggir jalan dan tidak ada tempat parkir sehingga bis tidak bisa menunggu lama - belum menjangkau area2 di utara Bali, ataupun area Canggu yang mulai jadi tujuan wajib turis - interval bis utk Ubud line 2 jam sekali, sehingga kurang flexible - Aplikasi utk memonitor bis sangat tergantung gps bis maupun provider yang kadang angot2an.. Kesimpulannya bis ini lumayan oke utk solo traveler yang mau ke area Nusa Dua, Jimbaran maupun Ubud. Sedangkan kalau tinggal /explore di area Legian-kuta-Seminyak, lebih murah dan cepat naik ojek online saja. Kura Kura Bus http://kura2bus.com/ Interval bus: a. Line 1 : every 90 minutes, 10 rounds per day b. Line 2 : every 90 minutes, 9 rounds per day c. Line 3 : every 20 minutes, 38 rounds per day d. Line 4 : every 45 minutes, 17 rounds per day e. Line 5 : every 2 hours, 5 rounds per day
  3. @evichandrawati 3.7 jt ini udh termasuk bagasi apa blm? kk saya pernah ke Maldives dan dia bilang mending bekel aqua literan byk2 krn mahal2 beli aer disana. tp itu mungkin krn dia nginep di resort sih..
  4. Gulali56

    trip (gratis) ke london

    wah impian saya juga... ke London ...gratis
  5. Menarikkk... jadi pengen balik ke HK, biasanya cuma numpang transit 2-3jam doank
  6. Tgl 18 Nov lalu di Tokyo juga ya mas? sering2 buka web tgl2 festival aja pas mo book tiket, tp saya jg kebetulan sih... abis issued tiket baru cari2 info acara/festival di bulan keberangkatan
  7. Gulali56

    Review Hostel Bangkok: Micro Hostel Pratunam

    iya agak mahal, krn saya maunya private room tp yg murah n bersih. Sauna abiss... tambah kurus liburan kali ini iya rata2 di pratunam mahal2 private room nya
  8. Tujuan utama ke Bangkok kali ini adalah shoppingkarenanya saya memutuskan mencoba menginap di area Pratunam. Pilihan saya jatuh pada Micro Hostel karena saya pergi ke Bangkok sendirian, dan private room di area ini cukup mahal. Saya kurang sreg dorm room karena gak terlalu yakin kebersihannya dan gak suka sosialisasi . Dan standar bersih saya sekinclong hostel di Jepang makanya susah Point wajib saya untuk hostel : ada hairdryer, kitchen set dan walking distance dengan airport link route. Kebetulan trip kali ini via Suvarnabhumi airport yang terhubung dengan 2 stasiun airport link di area Pratunam yaitu PhayaThai dan Ratchaprarop. Berhubung trip Bangkok ini mepet sama trip saya ke Tokyo kemarin, saya akui, kurang ngeh dengan kelemahan yang cukup menonjol dari hostel ini, yaitu tidak ada fasilitas lift. Saya book private single room seharga THB 550/malam atau sekitar 250rb semalam. Request ke hostel utk lower room, ternyata utk jenis kamar ini, hanya tersedia di lantai 4 dan 5...eng ing eng... Fasilitas hostel: free wi-fi, luggage storage, kitchen (microwave, peralatan makan, air galon) , free self service breakfast (roti), all day teh dan kopi, laundry service (THB 80) , sendal kamar, handuk, toiletries. Kelebihan hostel ini: diapit 2 stasiun airport link (Phayathai (ARL dan BTS) dan Ratchaprarop, Suvarnabhumi airport ke hostel cuma THB 45), area strategis, dikelilingi 711 dan massage & spa , jalan kaki ke Platinum dan Pratunam market cuma15-20menitan, kamar bersih dan private room utk satu orang cukup murah, ada free breakfast sederhana, resepsionis nya fluent english dan ramah. Kekurangan: kamar super mini mirip capsule dorm, bedanya bisa buka koper ukuran cabin di kamar, tempat tidur agak keras, tidak ada lemari/laci kecil untuk naro barang, 5 LANTAI DAN TIDAK ADA LIFT!!, setelah jalan kaki seharian harus naik tangga lagi itu aslik derita, akhirnya berat di ongkos pijet THB 250 utk pijet kaki dan punggung di spa sebelah 60menit belum tips., lobby hostel sempit dan penuh barang antara koper titipan dan barang jualan pemilik hostel, rute dari hostel ke stasiun rada bronx. Area wastafel dan hairdryer diruang terbuka jadi buat yang jilbaban gak memungkinkan karena orang lalu lalang, deposit kamar THB 200 (cukup gede bisa beli 3 porsi mango sticky rice) Pertama kali datang dari airport saya turun dari stasiun Ratchaprarop dan saya yang buta peta dan buta arah mengandalkan google maps menembus keramaian area Pratunam bersama tuk tuk dan mobil lalu lalang di jalan sempit sambil geret2 koper kena polusi knalpot. Butuh waktu 25menit sampai ke hostel di jam 7malam jalan kaki. At least area ramai sehingga gak takut sebagai cewe jalan sendirian. Pulangnya saya ke airport via stasiun Phayathai si resepsionis udh bilangin dari hostel tinggal belok kiri dari gang hostel, lurus mentok, kiri mentok dan sebrang rel sudah sampai stasiun Airport lInk, tapi saya belok kiri, mentok, langsung sebrang rel dan terjebak lewat jalan setapak ngelewatin kandang ayam, orang2 lagi ngebir2 siang bolong, jalan tanah berdebu, orang kampung sebelah motong ayam , mobil bak mau ambil ayam2 dan baru akhirnya ketemu stasiun. Terus terang saya lewat gak dipalak itu udah bersyukur. misal saya gak asal nyebrang pun areanya cukup sepi gak kebayang kalau malam2 lewat, beda dengan rute via Ratchaprarop.Akan tetapi dengan semua kesusahan itu, ternyata cuma 15menit jalan terengah2 di siang bolong. Kesimpulannya saya tidak akan balik ke hostel ini tapi ke hostel sebrangnya hotel GAAM yang ada lift nya.. sekian... MICRO HOSTEL PRATUNAM Address: 39/8 Petchburi15, Petchburi Rd., Ratchathevi, Pratunam, Bangkok, Thailand, 10400 Nearest station: Phayathai (BTS&ARL), Ratchaprarop
  9. wah februari bukannya masih salju ? sepedaan dingin2 gt, istrinya gak protes ya? (saya sih kalo disuruh sepedaan pas salju, ogah bener dah) winter illumination setau saya hanya di bulan desember aja, jd kyknya kurang oke view nya Tambah mahal entar kalo dibuletin ke 500yen heheh.. Kalo ngelatih tubuhnya cuman pas liburan doank sih, gak bakal kelatih2 badannya...
  10. Showa Memorial Park atau Showa Kinen Koen adalah taman yang terletak di kota Tachikawa sekitar sejam dari kota Tokyo. Taman ini dibangun tahun 1983 untuk menghormati 50tahun masa kekaisaran Showa atau Kaisar Hirohito. Taman ini sangat luas, yaitu sekitar 160hektar yang terdiri dari berbagai macam fasilitas olahraga, wahana permainan air, ruang alam terbuka, museum dan danau. Taman ini salah satu spot untuk menikmati sakura di musim semi, menikmati keindahan dedaunan menguning di musim gugur maupun winter illumination di musim salju .Untuk musim panas, ada tambahan wahana permainan Rainbow pool dengan tambahan biaya masuk. Taman ini memiliki beberapa pintu masuk, gerbang yang paling mudah diakses transportasi publik adalah gerbang Nishi-Tachikawa yang memiliki direct access ke pintu station Nishi-Tachikawa (JR Chuo Line) . Dan gerbang Tachikawa yang dapat diakses dengan 20menit jalan kaki dari Tachikawa Station. Gerbang yang kedua ini lebih populer karena memiliki view air mancur yang cantik. Berhubung saya kemari untuk memenuhi bucket list bersepeda di luar negeri (lebay alay) yang selalu gagal karena entah temen barengan gak bisa naik sepeda ataupun pas pergi sendiri saya nya gak pede sepedaan sendirian . Jadilah saya ke Nishi-Tachikawa gate untuk menghemat energi untuk jalan kaki , karena gerbang ini dekat dengan penyewaan sepeda. Biaya masuk taman untuk dewasa adalah 410yen, anak dibawah 15thn : 80yen dan orang tua 210yen. Yang harus beli di semacam loket atm. Ini view dari Nishi-Tachikawa gate: Harga sewa sepeda di sini: Usia dibawah 16thn : sewa seharian 310yen, sewa 3jam 260yen dengan overtime 30yen/30menit Usia 16thn keatas: sewa seharian 520yen, sewa 3jam 410yen dengan overtime 70yen/30menit. Saya dan teman saya memilih sewa 3jam sebesar 410yen. Waktu 3jam disini cukup untuk bersepeda santai mengelilingi taman, foto spot di beberapa tempat, makan siang dan balik lagi ke spot awal. Tapi kalau memang bawa anak kecil , saya sarankan ambil yang sewa seharian, karena sayang banget tidak menikmati area bermain khusus anak yang sudah termasuk di biaya masuk taman. Untuk anak batita yang masih muat di kursi boncengan khusus anak kecil disini tidak ada tambahan biaya. Cara beli tiket nya menggunakan vending machine tapi jangan kuatir ada keterangan bahasa inggris nya walau minim. Saya klik tombol biru muda 820 yen (2tiket adult for rent up to 3hr) lalu masukan uang yang diminta. Setelah beli tiket , kita bisa memilih berbagai jenis sepeda. Kasi tiket nya ke paman2 penjaga sepeda yang cuma bisa Inggris "3hour back here, 3hour back here". (oiya yang sepeda tandem ini berarti sewanya untuk 2orang dewasa, misal 2x410yen utk sewa 3jam) Saya pilih sepeda balap yang ada speed gear nya jadi bisa mengontrol berat ringan kayuhan. Semua sepeda ada keranjang sepedanya jadi bisa taro barang bawaan disitu. Yang unik dari sepeda disini, sudah ada built in gembok nya. Kunci bisa ditarik kalau posisi penguncinya sudah benar. Dan dikunci ada nomer sepeda yang juga tertempel di bagian keranjang sepeda in case lupa sepedanya yang mana. Di taman ini, aman buat yang rada oleng kalau bersepeda (kyk saya makanya pas di Amsterdam gak pede sewa sepeda), karena selain jalur nya khusus sepeda, arahnya pun searah. Tapi tetep sih harus hati-hati, apalagi ketemu turis yang berhenti seenak udel demi berfoto di spot kece atau ber-boomerang dulu di instastory (a.k.a saya dan teman saya). Berhubung jalur khusus sepeda (dan malas buka peta), terkadang kita jadi tidak tahu berada dimana, karena view pejalan kaki beda. Kunci nya harus 'aware' tiap kali ada spot parkir sepeda, artinya dibalik jalan itu ada objek wisata tertentu. Di dalam taman ini banyak food stall, minimarket maupun vending machine di spot-spot tertentu,jadi jangan takut kelaparan pas meng-explore taman ini, tapi kalau mau irit mending bawa bekal dan duduk-duduk dibangku taman ataupun berpiknik ria dilapangan rumput nya. (churros seharga 300yen) ~ pecinta churros (yang gundukan putih ini semacam bounce ball gitu bahannya, sebenarnya khusus buat anak kecil tapi biasanya org dewasa ikutan naik untuk ngejagain batita nya) ada satu area bisa utk anak usia sd. (ala-ala Machu Pitcchu) (track sepeda ) (yang merah itu plosotan , orang dewasa juga muat) Sekian hasil bersepeda 3jam di Showa Memorial Park. Gegara belagu gak pake jaket, malamnya saya masuk angin dan besoknya cuma muter2 sekitar hostel... Jadi be prepare ya kalau berencana bersepeda disini. Saya jadi kangen pengen balik lagi habis nulis artikel ini. Showa Memorial Park Address: 3173, Midoricho,Tachikawa-shi Open: 9:30 to 17:00 (March to October) , 9:30 to 18:00 (weekends and holidays between April and September) ,9:30 to 16:30 (November to February). Closed: December 31, January 1 and the 4th Monday of February and the following day Access: 20 min. walk from JR Tachikawa Station to the Tachikawa Gate. 0 min from JR Nishi-Tachikawa Station to Nishi-Tachikawa Gate. Admission: adult 410yen. Children: 80yen Website: http://www.showakinen-koen.jp/guide-english/facility-english/
  11. Festival Tori no Ichi adalah festival yang dirayakan oleh rakyat Jepang setiap bulan November untuk mendoakan kesejahteraan dan keberuntungan untuk tahun depan. Biasanya dalam setahun, festival ini dirayakan 2 atau 3 kali berdasarkan perhitungan kalender China (tori = ayam). Untuk tahun 2017, Tori no Ichi jatuh pada tanggal 6, 18 dan 30 November. Di Tokyo sendiri, ada beberapa lokasi shrine dan temple yang cukup ramai merayakan festival ini. Yang paling ramai terletak di area Asakusa dan Shinjuku. Kebetulan tanggal 18 November 2017 kemarin saya menginap di Asakusa, sehingga dapat menikmati keramaian festival ini yang hanya beberapa menit dari lokasi hostel saya menginap. Parade di Asakusa sendiri mulai dari depan hotel Richmond yang bersebelahan dengan Don Quijote di Asakusa, bukan parade yang besar. Tapi cukup menarik di lihat. Parade nya dimulai tepat jam 11.45 sesuai jadwal yang ditempel di poster-poster. Selesai mengabadikan parade. Saya pun berjalan kaki menuju 2 lokasi Tori no Ichi di Asakusa, yang hanya berjarak 1.5km dari Don Quijote. 1. Ootori Shrine | 鷲神社 Address: 3-18-7 Senzoku, Taito, Tokyo Access: 15 min. walk from Tawaramachi Station on the Tokyo Metro Ginza Line, 7 min. walk from Iriya Station on the Tokyo Metro Hibiya Line 2. Chokoku-ji Temple | 長国寺 Address: 3-19-16 Senzoku, Taito, Tokyo Access: 10 min. walk from Iriya Station or Minowa Station on the Tokyo Metro Hibiya line Berdasarkan google maps seperti ini. Tidak susah mencari kedua lokasi yang merayakan festival ini, karena disekitar temple dan shrine akan digelar para penjual makanan, snack, dan permainan tradisional dan semakin dekat temple/shrine akan banyak kumpulan penjual Kumade. Inilah yang namanya Kumade, yang paling khas dari festival Tori no Ichi. Semacam jimat dari dekorasi bamboo untuk menarik keberuntungan dan kesejahteraan kita ditahun depan. Harganya dimulai dari 1,000 yen untuk ukuran sekecil tangan. Dan yang paling heboh bisa mencapai harga jutaan yen. Kumade sendiri biasanya didekor sedemikian rupa dengan symbol-simbol penarik keberuntungan seperti Maneki neko (si kucing pembawa keberuntungan), Koban (koin oval emas), karung beras, topeng wanita yang melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran, warna-warna terang dan kuning yang artinya pembawa keuntungan untuk bisnis, dll . Karena Kumade ini adalah buatan tangan, setiap penjual memiliki design yang berbeda-beda . Tradisi nya, setiap tahun orang-orang akan mengembalikan Kumade tahun lalu ke temple/shrine dan membeli Kumade baru untuk tahun depan. Dan tradisinya, Kumade yang baru harus lebih besar dan lebih mahal dari Kumade sebelumnya. Niscaya semakin besar Kumade nya, semakin besar keberuntungan yang didapat. Karena nya kalau mau ikutan beli, belilah dari yang kecil sehingga tahun depan bisa beli yang sedikit lebih besar dan begitu seterusnya. Salah satu yang menarik perhatian dalam membeli Kumade adalah Tejime. Yaitu ritual para penjual bertepuk tangan dan berseru-seru setiap kali Kumade terjual. Si pembeli pun ikutan bertepuk tangan mengikuti si penjual. Ritual ini menandakan Kumade telah sah dibeli dan diharapkan mendatangkan keberuntungan di tahun depan. Ketika pulang, Kumade pun harus dibawa menghadap ke depan agar semua keberuntungan ‘nempel’ ke si empunya Kumade. Puas mengitari shrine dan temple di Asakusa, saya pun mencoba ke lokasi berikutnya yaitu di Shinjuku. Shinjuku Hanazono Shrine | 花園神社 Address: 5-17-3 Shinjuku, Tokyo Access: 3 min. walk from exit E2 of Shinjuku-sanchome Station on the Tokyo Metro Marunouchi and Fukutoshin lines or the Toei Shinjuku line. 7 min. walk from Shinjuku Station on the JR, Odakyu and Keio lines. Kalau saya perhatikan, Shinjuku ini lebih banyak pengunjung western nya. Dari segi besarnya shrine dan antrian orang-orang yang berdoa , lebih banyakan di Shinjuku ini. Hebatnya orang Jepang, antriannya sangat tertib dan dibantu oleh petugas yang memberhentikan antrian setiap kali antrian berada di perempatan jalan, baik jalan raya maupun jalan orang lalu lalang. Antrian ini bisa ber blok blok lho saking panjangnya. Tetapi kalau saya pribadi lebih suka jalan-jalan di shrine dan temple seputaran Asakusa, harga makanan pun lebih murah. Untuk waktu nya. Festival ini dimulai dari tengah malam sampai satu harian penuh. Antara siang dan malam, terus terang atmosfer nya beda-beda. Kalau malam, lampion di shrine dan temple akan menyala sehingga suasana semakin meriah. Berhubung (lagi2) kamera HP saya made in Taiwan pabrikan indo, tidak ada sinar matahari ya semakin challenge mengabadikannya. Jadi saya lebih prefer mendatangi festival ini disiang hari.
  12. Gulali56

    Review Hostel Tokyo: Enaka Asakusa Central Hostel

    Iya agak mahal sedikit. Hrg segitu kyknya dpt private room (shared bathroom) di Khaosan hostel chain ya.. Yuk ke Jpn lagi.. kalo saya sih msh nunggu ganti passport jadi e-passport baru mau balik lagi kemari utk ke 3x nya..haha
  13. Standar bgt... Belanja2 doank memang mostly nya Btw Laox itu memangnya sama dgn Rox ya..? Di lt.3 ada Daiso sih memang.
  14. Gulali56

    Review Hostel Tokyo: Enaka Asakusa Central Hostel

    iya Khaosan chain memang lbh terkenal sih ya, jadinya taunya hostel di Asakusa ya hostel Khaosan
  15. ya ampun sedih bgt gak suka onigiri.. yg paling murah dan praktis pdhal. Saya justru buah2an gak tll suka