Gulali56

Members
  • Content count

    242
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    16

Gulali56 last won the day on December 5

Gulali56 had the most liked content!

3 Followers

About Gulali56

  • Rank
    Senang Jalan Jalan

Profile Information

  • Gender
    Female
  • Location
    Jakarta

Recent Profile Visitors

3,960 profile views
  1. Review Hostel Bangkok: Micro Hostel Pratunam

    iya agak mahal, krn saya maunya private room tp yg murah n bersih. Sauna abiss... tambah kurus liburan kali ini iya rata2 di pratunam mahal2 private room nya
  2. Tujuan utama ke Bangkok kali ini adalah shoppingkarenanya saya memutuskan mencoba menginap di area Pratunam. Pilihan saya jatuh pada Micro Hostel karena saya pergi ke Bangkok sendirian, dan private room di area ini cukup mahal. Saya kurang sreg dorm room karena gak terlalu yakin kebersihannya dan gak suka sosialisasi . Dan standar bersih saya sekinclong hostel di Jepang makanya susah Point wajib saya untuk hostel : ada hairdryer, kitchen set dan walking distance dengan airport link route. Kebetulan trip kali ini via Suvarnabhumi airport yang terhubung dengan 2 stasiun airport link di area Pratunam yaitu PhayaThai dan Ratchaprarop. Berhubung trip Bangkok ini mepet sama trip saya ke Tokyo kemarin, saya akui, kurang ngeh dengan kelemahan yang cukup menonjol dari hostel ini, yaitu tidak ada fasilitas lift. Saya book private single room seharga THB 550/malam atau sekitar 250rb semalam. Request ke hostel utk lower room, ternyata utk jenis kamar ini, hanya tersedia di lantai 4 dan 5...eng ing eng... Fasilitas hostel: free wi-fi, luggage storage, kitchen (microwave, peralatan makan, air galon) , free self service breakfast (roti), all day teh dan kopi, laundry service (THB 80) , sendal kamar, handuk, toiletries. Kelebihan hostel ini: diapit 2 stasiun airport link (Phayathai (ARL dan BTS) dan Ratchaprarop, Suvarnabhumi airport ke hostel cuma THB 45), area strategis, dikelilingi 711 dan massage & spa , jalan kaki ke Platinum dan Pratunam market cuma15-20menitan, kamar bersih dan private room utk satu orang cukup murah, ada free breakfast sederhana, resepsionis nya fluent english dan ramah. Kekurangan: kamar super mini mirip capsule dorm, bedanya bisa buka koper ukuran cabin di kamar, tempat tidur agak keras, tidak ada lemari/laci kecil untuk naro barang, 5 LANTAI DAN TIDAK ADA LIFT!!, setelah jalan kaki seharian harus naik tangga lagi itu aslik derita, akhirnya berat di ongkos pijet THB 250 utk pijet kaki dan punggung di spa sebelah 60menit belum tips., lobby hostel sempit dan penuh barang antara koper titipan dan barang jualan pemilik hostel, rute dari hostel ke stasiun rada bronx. Area wastafel dan hairdryer diruang terbuka jadi buat yang jilbaban gak memungkinkan karena orang lalu lalang, deposit kamar THB 200 (cukup gede bisa beli 3 porsi mango sticky rice) Pertama kali datang dari airport saya turun dari stasiun Ratchaprarop dan saya yang buta peta dan buta arah mengandalkan google maps menembus keramaian area Pratunam bersama tuk tuk dan mobil lalu lalang di jalan sempit sambil geret2 koper kena polusi knalpot. Butuh waktu 25menit sampai ke hostel di jam 7malam jalan kaki. At least area ramai sehingga gak takut sebagai cewe jalan sendirian. Pulangnya saya ke airport via stasiun Phayathai si resepsionis udh bilangin dari hostel tinggal belok kiri dari gang hostel, lurus mentok, kiri mentok dan sebrang rel sudah sampai stasiun Airport lInk, tapi saya belok kiri, mentok, langsung sebrang rel dan terjebak lewat jalan setapak ngelewatin kandang ayam, orang2 lagi ngebir2 siang bolong, jalan tanah berdebu, orang kampung sebelah motong ayam , mobil bak mau ambil ayam2 dan baru akhirnya ketemu stasiun. Terus terang saya lewat gak dipalak itu udah bersyukur. misal saya gak asal nyebrang pun areanya cukup sepi gak kebayang kalau malam2 lewat, beda dengan rute via Ratchaprarop.Akan tetapi dengan semua kesusahan itu, ternyata cuma 15menit jalan terengah2 di siang bolong. Kesimpulannya saya tidak akan balik ke hostel ini tapi ke hostel sebrangnya hotel GAAM yang ada lift nya.. sekian... MICRO HOSTEL PRATUNAM Address: 39/8 Petchburi15, Petchburi Rd., Ratchathevi, Pratunam, Bangkok, Thailand, 10400 Nearest station: Phayathai (BTS&ARL), Ratchaprarop
  3. wah februari bukannya masih salju ? sepedaan dingin2 gt, istrinya gak protes ya? (saya sih kalo disuruh sepedaan pas salju, ogah bener dah) winter illumination setau saya hanya di bulan desember aja, jd kyknya kurang oke view nya Tambah mahal entar kalo dibuletin ke 500yen heheh.. Kalo ngelatih tubuhnya cuman pas liburan doank sih, gak bakal kelatih2 badannya...
  4. Showa Memorial Park atau Showa Kinen Koen adalah taman yang terletak di kota Tachikawa sekitar sejam dari kota Tokyo. Taman ini dibangun tahun 1983 untuk menghormati 50tahun masa kekaisaran Showa atau Kaisar Hirohito. Taman ini sangat luas, yaitu sekitar 160hektar yang terdiri dari berbagai macam fasilitas olahraga, wahana permainan air, ruang alam terbuka, museum dan danau. Taman ini salah satu spot untuk menikmati sakura di musim semi, menikmati keindahan dedaunan menguning di musim gugur maupun winter illumination di musim salju .Untuk musim panas, ada tambahan wahana permainan Rainbow pool dengan tambahan biaya masuk. Taman ini memiliki beberapa pintu masuk, gerbang yang paling mudah diakses transportasi publik adalah gerbang Nishi-Tachikawa yang memiliki direct access ke pintu station Nishi-Tachikawa (JR Chuo Line) . Dan gerbang Tachikawa yang dapat diakses dengan 20menit jalan kaki dari Tachikawa Station. Gerbang yang kedua ini lebih populer karena memiliki view air mancur yang cantik. Berhubung saya kemari untuk memenuhi bucket list bersepeda di luar negeri (lebay alay) yang selalu gagal karena entah temen barengan gak bisa naik sepeda ataupun pas pergi sendiri saya nya gak pede sepedaan sendirian . Jadilah saya ke Nishi-Tachikawa gate untuk menghemat energi untuk jalan kaki , karena gerbang ini dekat dengan penyewaan sepeda. Biaya masuk taman untuk dewasa adalah 410yen, anak dibawah 15thn : 80yen dan orang tua 210yen. Yang harus beli di semacam loket atm. Ini view dari Nishi-Tachikawa gate: Harga sewa sepeda di sini: Usia dibawah 16thn : sewa seharian 310yen, sewa 3jam 260yen dengan overtime 30yen/30menit Usia 16thn keatas: sewa seharian 520yen, sewa 3jam 410yen dengan overtime 70yen/30menit. Saya dan teman saya memilih sewa 3jam sebesar 410yen. Waktu 3jam disini cukup untuk bersepeda santai mengelilingi taman, foto spot di beberapa tempat, makan siang dan balik lagi ke spot awal. Tapi kalau memang bawa anak kecil , saya sarankan ambil yang sewa seharian, karena sayang banget tidak menikmati area bermain khusus anak yang sudah termasuk di biaya masuk taman. Untuk anak batita yang masih muat di kursi boncengan khusus anak kecil disini tidak ada tambahan biaya. Cara beli tiket nya menggunakan vending machine tapi jangan kuatir ada keterangan bahasa inggris nya walau minim. Saya klik tombol biru muda 820 yen (2tiket adult for rent up to 3hr) lalu masukan uang yang diminta. Setelah beli tiket , kita bisa memilih berbagai jenis sepeda. Kasi tiket nya ke paman2 penjaga sepeda yang cuma bisa Inggris "3hour back here, 3hour back here". (oiya yang sepeda tandem ini berarti sewanya untuk 2orang dewasa, misal 2x410yen utk sewa 3jam) Saya pilih sepeda balap yang ada speed gear nya jadi bisa mengontrol berat ringan kayuhan. Semua sepeda ada keranjang sepedanya jadi bisa taro barang bawaan disitu. Yang unik dari sepeda disini, sudah ada built in gembok nya. Kunci bisa ditarik kalau posisi penguncinya sudah benar. Dan dikunci ada nomer sepeda yang juga tertempel di bagian keranjang sepeda in case lupa sepedanya yang mana. Di taman ini, aman buat yang rada oleng kalau bersepeda (kyk saya makanya pas di Amsterdam gak pede sewa sepeda), karena selain jalur nya khusus sepeda, arahnya pun searah. Tapi tetep sih harus hati-hati, apalagi ketemu turis yang berhenti seenak udel demi berfoto di spot kece atau ber-boomerang dulu di instastory (a.k.a saya dan teman saya). Berhubung jalur khusus sepeda (dan malas buka peta), terkadang kita jadi tidak tahu berada dimana, karena view pejalan kaki beda. Kunci nya harus 'aware' tiap kali ada spot parkir sepeda, artinya dibalik jalan itu ada objek wisata tertentu. Di dalam taman ini banyak food stall, minimarket maupun vending machine di spot-spot tertentu,jadi jangan takut kelaparan pas meng-explore taman ini, tapi kalau mau irit mending bawa bekal dan duduk-duduk dibangku taman ataupun berpiknik ria dilapangan rumput nya. (churros seharga 300yen) ~ pecinta churros (yang gundukan putih ini semacam bounce ball gitu bahannya, sebenarnya khusus buat anak kecil tapi biasanya org dewasa ikutan naik untuk ngejagain batita nya) ada satu area bisa utk anak usia sd. (ala-ala Machu Pitcchu) (track sepeda ) (yang merah itu plosotan , orang dewasa juga muat) Sekian hasil bersepeda 3jam di Showa Memorial Park. Gegara belagu gak pake jaket, malamnya saya masuk angin dan besoknya cuma muter2 sekitar hostel... Jadi be prepare ya kalau berencana bersepeda disini. Saya jadi kangen pengen balik lagi habis nulis artikel ini. Showa Memorial Park Address: 3173, Midoricho,Tachikawa-shi Open: 9:30 to 17:00 (March to October) , 9:30 to 18:00 (weekends and holidays between April and September) ,9:30 to 16:30 (November to February). Closed: December 31, January 1 and the 4th Monday of February and the following day Access: 20 min. walk from JR Tachikawa Station to the Tachikawa Gate. 0 min from JR Nishi-Tachikawa Station to Nishi-Tachikawa Gate. Admission: adult 410yen. Children: 80yen Website: http://www.showakinen-koen.jp/guide-english/facility-english/
  5. Festival Tori no Ichi adalah festival yang dirayakan oleh rakyat Jepang setiap bulan November untuk mendoakan kesejahteraan dan keberuntungan untuk tahun depan. Biasanya dalam setahun, festival ini dirayakan 2 atau 3 kali berdasarkan perhitungan kalender China (tori = ayam). Untuk tahun 2017, Tori no Ichi jatuh pada tanggal 6, 18 dan 30 November. Di Tokyo sendiri, ada beberapa lokasi shrine dan temple yang cukup ramai merayakan festival ini. Yang paling ramai terletak di area Asakusa dan Shinjuku. Kebetulan tanggal 18 November 2017 kemarin saya menginap di Asakusa, sehingga dapat menikmati keramaian festival ini yang hanya beberapa menit dari lokasi hostel saya menginap. Parade di Asakusa sendiri mulai dari depan hotel Richmond yang bersebelahan dengan Don Quijote di Asakusa, bukan parade yang besar. Tapi cukup menarik di lihat. Parade nya dimulai tepat jam 11.45 sesuai jadwal yang ditempel di poster-poster. Selesai mengabadikan parade. Saya pun berjalan kaki menuju 2 lokasi Tori no Ichi di Asakusa, yang hanya berjarak 1.5km dari Don Quijote. 1. Ootori Shrine | 鷲神社 Address: 3-18-7 Senzoku, Taito, Tokyo Access: 15 min. walk from Tawaramachi Station on the Tokyo Metro Ginza Line, 7 min. walk from Iriya Station on the Tokyo Metro Hibiya Line 2. Chokoku-ji Temple | 長国寺 Address: 3-19-16 Senzoku, Taito, Tokyo Access: 10 min. walk from Iriya Station or Minowa Station on the Tokyo Metro Hibiya line Berdasarkan google maps seperti ini. Tidak susah mencari kedua lokasi yang merayakan festival ini, karena disekitar temple dan shrine akan digelar para penjual makanan, snack, dan permainan tradisional dan semakin dekat temple/shrine akan banyak kumpulan penjual Kumade. Inilah yang namanya Kumade, yang paling khas dari festival Tori no Ichi. Semacam jimat dari dekorasi bamboo untuk menarik keberuntungan dan kesejahteraan kita ditahun depan. Harganya dimulai dari 1,000 yen untuk ukuran sekecil tangan. Dan yang paling heboh bisa mencapai harga jutaan yen. Kumade sendiri biasanya didekor sedemikian rupa dengan symbol-simbol penarik keberuntungan seperti Maneki neko (si kucing pembawa keberuntungan), Koban (koin oval emas), karung beras, topeng wanita yang melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran, warna-warna terang dan kuning yang artinya pembawa keuntungan untuk bisnis, dll . Karena Kumade ini adalah buatan tangan, setiap penjual memiliki design yang berbeda-beda . Tradisi nya, setiap tahun orang-orang akan mengembalikan Kumade tahun lalu ke temple/shrine dan membeli Kumade baru untuk tahun depan. Dan tradisinya, Kumade yang baru harus lebih besar dan lebih mahal dari Kumade sebelumnya. Niscaya semakin besar Kumade nya, semakin besar keberuntungan yang didapat. Karena nya kalau mau ikutan beli, belilah dari yang kecil sehingga tahun depan bisa beli yang sedikit lebih besar dan begitu seterusnya. Salah satu yang menarik perhatian dalam membeli Kumade adalah Tejime. Yaitu ritual para penjual bertepuk tangan dan berseru-seru setiap kali Kumade terjual. Si pembeli pun ikutan bertepuk tangan mengikuti si penjual. Ritual ini menandakan Kumade telah sah dibeli dan diharapkan mendatangkan keberuntungan di tahun depan. Ketika pulang, Kumade pun harus dibawa menghadap ke depan agar semua keberuntungan ‘nempel’ ke si empunya Kumade. Puas mengitari shrine dan temple di Asakusa, saya pun mencoba ke lokasi berikutnya yaitu di Shinjuku. Shinjuku Hanazono Shrine | 花園神社 Address: 5-17-3 Shinjuku, Tokyo Access: 3 min. walk from exit E2 of Shinjuku-sanchome Station on the Tokyo Metro Marunouchi and Fukutoshin lines or the Toei Shinjuku line. 7 min. walk from Shinjuku Station on the JR, Odakyu and Keio lines. Kalau saya perhatikan, Shinjuku ini lebih banyak pengunjung western nya. Dari segi besarnya shrine dan antrian orang-orang yang berdoa , lebih banyakan di Shinjuku ini. Hebatnya orang Jepang, antriannya sangat tertib dan dibantu oleh petugas yang memberhentikan antrian setiap kali antrian berada di perempatan jalan, baik jalan raya maupun jalan orang lalu lalang. Antrian ini bisa ber blok blok lho saking panjangnya. Tetapi kalau saya pribadi lebih suka jalan-jalan di shrine dan temple seputaran Asakusa, harga makanan pun lebih murah. Untuk waktu nya. Festival ini dimulai dari tengah malam sampai satu harian penuh. Antara siang dan malam, terus terang atmosfer nya beda-beda. Kalau malam, lampion di shrine dan temple akan menyala sehingga suasana semakin meriah. Berhubung (lagi2) kamera HP saya made in Taiwan pabrikan indo, tidak ada sinar matahari ya semakin challenge mengabadikannya. Jadi saya lebih prefer mendatangi festival ini disiang hari.
  6. Review Hostel Tokyo: Enaka Asakusa Central Hostel

    Iya agak mahal sedikit. Hrg segitu kyknya dpt private room (shared bathroom) di Khaosan hostel chain ya.. Yuk ke Jpn lagi.. kalo saya sih msh nunggu ganti passport jadi e-passport baru mau balik lagi kemari utk ke 3x nya..haha
  7. Standar bgt... Belanja2 doank memang mostly nya Btw Laox itu memangnya sama dgn Rox ya..? Di lt.3 ada Daiso sih memang.
  8. Review Hostel Tokyo: Enaka Asakusa Central Hostel

    iya Khaosan chain memang lbh terkenal sih ya, jadinya taunya hostel di Asakusa ya hostel Khaosan
  9. ya ampun sedih bgt gak suka onigiri.. yg paling murah dan praktis pdhal. Saya justru buah2an gak tll suka
  10. hehehe.. iya saya krn ke SEIYU dulu baru ke DonQ , jadinya gak beli apa2 di DonQ..
  11. Berhubung sudah byk FR tentang Jepang, saya mau cerita tentang supermarket SEIYU saja hasil trip saya ke Tokyo mid November 2017 lalu. SEIYU ini adalah supermarket 24jam yang terletak di Basement floor di ASAKUSA ROX, plaza kecil yang seberang2an sama DON QUIJOTE di area ASAKUSA. Kebetulan berdasarkan saran temen2 saya yang bolak balik Tokyo, area Asakusa ini memang favorite mrk krn semua ada disini. Review hostel tempat saya menginap di Asakusa bisa di cek disini: Oke balik lagi ke SEIYU, supermarket ini unlike rata2 supermarket di Jepang, isi jualannya sama kyk supermarket di Indo, alias ada toiletries, snack2, onigiri, sushi, kue2, bhn2 mentah, dll. Kalau yang pernah baca2 , supermarket di Jepang itu rata2 jualannya aslik food groceries, jadi mo cari oleh2 coklat , shampoo, sabun mandi ya gak ada disitu. Nah makanya saya excited bgt nemu SEIYU ini. Walau buka 24jam, hrg2 nya bersaing dari DON QUIJOTE yang cuma sbrang gedung dan gak perlu ribet2 ngejar 5,000 yen biar dpt tax refund. Krn hrg after tax pun udh murmer. Buat yang menginap di Asakusa dan di hostel nya ada dapur lengkap en mau irit. Saya sarankan belanja disini dulu buat stock makan irit kalian. Berikut hasil foto2 hasil kalap belanja di SEIYU: Sayur buat numis2... or nge sop? Adaa.... Buah2an memang mahal ya bok di Jpn Ayam fillet nya mayan nih buat 2-3x masak 400-an yen Ini penting buat yg gak bawa rice cooker, ini nasi instan, masukin ke microwave bbrp menit lgsg jadi nasi pulen bisa isi 3 ataupun 5 baik yg males motong sayur ataupun maunya makan salad tp murah, versi plastikan ini murmer dan bisa beli bumbu sachetan nya juga Jepang tuh negara yg serba inovatif dan instan, dari miso soup dan soup2 instan lainnya, dan tentunya berbagai macam mie instan cup kecil gede ada... jauh lbh murah dari minimarket 24jam kayak Lawson , 711 dll Dari roti, puding, churros , goreng2an sampai snack khas jepang dengan hrg lbh murah dari food stall dijalan2... (rasa entah yak) Katanya belum afdol di Jepang, kalau blm ngerasain onigiri di supermarket2... yg ini lbh murah dari minimarket yg rata2 diatas 100yen. Yang donburi jauh lbh murah dari makan di resto2 kyk Matsuya maupun Yoshinoya.. Yang bilang air mineral di Jpn mahal, ini isi 2literan.. cuman 68 yen or kurang dari 10rb Yang ini teh susu tp warna nya kyk air putih.. ajaibb.. (norakk) Dari nge bir, nge jus, nge yogurt, sampai minum kopi ataupun susu ..... yang foto kanan bawah, warna ijo (rak ke-3). Ini Green tea latte sehrg 95 yen, enaaaakk bgt, endess... Nah foto2 yang dibawah ini kesukaan semua org buat oleh2, atao mo buat PO buat jastip dll? Yg suka beli oleh2 coklat, snack2 di Daiso maupun Don Quijote, cek sini dulu deh hrg nya.. Buat yg suka beli KITKAT saya sarankan beli yg model bungkusan kyk gini isi 16pcs yg dlm nya mini KITKAT yg diwrap satu2, cocok buat oleh2 grosiran buat temen2 kntr . Hrgnya 248 yen , kalo beli 2 bks malah jadi 470yen. Kalo udh model kotak kyk di jual di airport, dengan jml isi hampir sama, harganya bisa 600-800yen. . Yang coklat2 ataupun permen2 dibwh 100 yen ini , biasa di jual di Daiso 100 yen plus tax .. nah kalo yg diatas ini mahal... kalo nemu di Daiso , produk sejenis dan pastinya beda merek.. mending beli di Daiso yg cuma 100yen Di SEIYU ini ada 2sistem cashier... ada yg self service cashier.. biasa org yg kemari krn belanjanya dikit biar cepet aja scan hrg sendiri, terus masukin uang pembayaran ke mesin. Berhubung eike org indo asli yg doyan dilayani, dan males mikir cara2 nya, ya antri yg ada mbak2 cashier nya. Disini plastik kecil free, tp yg size gedean byr 2 yen or cuma 250perak. Dan ini hasil belanja saya... plus tax 8% gak sampai 3,000 yen , buat makan 2hari dan oleh2 buat selusin org kntr yg ribet kalo saya kebanyakan tinggal cuti.... Oiya keranjang kuning ini artinya saya udh bayar belanjaan saya, tinggal packing ke plastik sendiri.. no wonder org Jpn di indo pd betah.. diladenin mulukkk... Selamat berbelanja di Supermarket Jepang ROX Asakusa Address: 1 Chome-25-15 Asakusa, Taito, Tokyo 111-0032, Japan
  12. Pertengahan November 2017 lalu saya dan teman saya balik lagi ke Tokyo . Kali ini kami tidak mengambil kartu pass JR sehingga area menginap tidak lagi tergantung kedekatan dengan stasiun JR di Tokyo. Dibanding tempat saya menginap di Tokyo sebelumnya, Enaka Central Hostel ini beneran lbh “enakan” , baik dari segi lokasi maupun fasilitas. Review hostel di Tokyo seblmnya: Fasilitas: locker, luggage lock, locked cupboard, laptop desk inside capsule, free toiletries (sabun, shampoo), shared bathroom , towels , sendal kamar, hairdryer, shared kitchenette (lengkap peralatan masak, peralatan makan, microwave, oven, kompor, kulkas), ac/heating, free wi-fi , laundry (coins), memiliki lift, ada bar (locker outside ) (lock for luggage ~ pic from booking.com) (inside capsule ~ pic from booking.com) (shared toilet) (shared laundry coins) ( lounge and kitchenette ) ( shower room ) ( vending machine) (toilet at 1st floor) (rooftop view ~ pic from booking.com) Kelebihan: hostel masih baru , fasilitas modern dan bersih, 5menit jalan kaki dari Asakusa Station (Ginza line/ Asakusa line), lokasi Asakusa yang serba lengkap (minimarket/supermarket 24jam, Don Quijote, Uniqlo, Daiso, Matsumoto Kiyoshi, shopping line Nakamise dori, Matsuya, Tendon Tenya, dll) , Jalur kereta direct ke Haneda airport menggunakan Asakusa line (¥620) Kekurangan: bantal agak keras (khas jpn kali ya), didlm toilet ada pengering tangan shg tengah malam agak berisik apabila ada yg memakai, untuk pemakai JR pass, stasiun JR terdekat harus naik subway lokal dulu utk transfer ke JR station terdekat alias berbayar . Stasiun Asakusa masih banyak tangga nya sehingga tamu dengan koper besar masih harus effort turun naik tangga. ENAKA Asakusa Central Hostel Address: 111-0032 Tokyo Prefecture, Taito-ku Asakusa 1-29-9, Japan How to go: Asakusa station exit 1 Harga permalam: mix dorm: ¥ 3,100
  13. Mengunjungi sebagian Yunani

    keren bgt view nya... tp kyknya capek bgt ya medan nya.. fisik hrs fit Thank you info meteora nya, bisa dijadikan bucket list di next trip nih
  14. Serba Serbi Metro di Moscow

    iya.. dan ternyata saya pun salah usap sih ayam, gegara temen saya bilang ngusap ayam konon balik lagi ke Moscow. Ternyata versinya beda2...semoga kebagian yg naik gaji.. Asus merk Taiwan... tp yg saya punya tulisan nya made in Indonesia...hahaha..
  15. Serba Serbi Metro di Moscow

    Dengan luas kota Moscow yang hampir 4x wilayah DKI Jakarta, dan merupakan kota terbesar di benua Eropa, keliling kota Moscow yang paling praktis dan murah itu adalah naik kereta (baik underground maupun monorail) Naik kereta dalam kota jauh dekat hanya 50 rubles atau sekitar 11ribu Rupiah. Kalau menggunakan Troika card (semacam e-money di Moscow) malah hanya 35 rubles atau hanya 8ribu Rupiah sekali jalan. Tak heran ini adalah moda transportasi favorit penduduk kota Moscow. Dengan 14 jalur kereta dan memiliki total 243 buah stasiun, jumlah penumpang di jaringan transportasi di Moscow hanya kalah dari Tokyo dan Seoul. Walaupun rata-rata kereta bawah tanah disini itu tua-tua seperti commuter line di Jakarta, di Moscow sangatlah on time dan interval dengan kereta berikutnya hanya kurang dari 2menit, sehingga tidak perlu lari-lari terburu-buru mengejar kereta. Jaringan kereta bawah tanah di Moscow sendiri mulai dibangun dari kepemimpinan Uni Soviet Joseph Stalin di tahun 1930-an. Proyek metro ini merupakan salah satu proyek arsitektur ambisius Stalin yang konon pembangunannya tetap berlanjut disaat Rusia sedang perang dan dibombardir oleh Jerman ditahun 1941. Station metro di Moscow rata-rata terletak jauh di bawah tanah, dengan stasiun terdalam yaitu Stasiun Park Pobedy yaitu 84meter dibawah tanah. Karena kedalamannya, di jaman perang, stasiun-stasiun disini beralih fungsi jadi bunker perlindungan. Selain multi fungsi sebagai bunker, stasiun diMoscow terkenal karena keindahannya, dimana saat itu Stalin menerapkan ide “palaces for the people”untuk arsitekturnya. Dari langit-langit yang tinggi, dinding dan pilar dari marmer, lampu gantung , lukisan dan patung-patung, keindahan stasiun di Moscow adalah objek wisata tersendiri. Setidaknya ada 44 stasiun di Moscow yang termasuk dalam list peninggalan budaya. Dibawah ini ada beberapa stasiun yang wajib didatangi karena keunikan dan keindahannya: 1. Prospekt Mira (pic by David Burdeny) (pic by Vokabre) Design nya mencerminkan keindahan Botanical Garden di Moscow State University. Pilar-pilar dengan relif bunga, chandelier, lantai kotak-kotak hitam abu-abu, stasiun ini berkiblat dari arsitektur Yunani dan Rusia. 2. Mayakovskaya (pic by David Burdeny) Pilar stainless steel yang berkilauan dengan mosaic di langit-langit, Mayakovskaya merupakan arsitektur Soviet yang modern futuristic dijamannya. 3. Ploschad Revolyutsii Dihiasi oleh puluhan patung perunggu para serdadu, petani, anak sekolah, pekerja di pilar-pilarnya, melambangkan berbagai golongan yang membangun dan memperjuangkan Uni Soviet. Ada 2 patung yang paling terkenal di sini. Yaitu patung serdadu Rusia beserta anjing yang konon nya dapat mendatangkan keberuntungan buat yang mengusap moncong anjingnya. Dan satu lagi patung wanita dengan ayam, yang justru membawa kesialan. Untuk berfoto dengan 2 patung ini, butuh perjuangan sendiri, karena penumpang baik penduduk lokal maupun turis yang turun naik kereta di stasiun ini, akan mengusap nya setiap kali melewati kedua nya. Stasiun ini terletak di area Red Square dekat GUM mall dan Bolshoi teather. 4. Kiyevskaya (pic by David Burdeny) Stasiun berdinding marmer putih ini dihiasi lukisan dan mosaic yang menggambarkan kehidupan di Ukraina dan tentaranya selama perang revolusi dan perang saudara. Stasiun ini dekat dengan Hotel Ukraina Radisson, yang merupakan salah satu gedung pencakar langit dari Seven Sisters building di Moscow. 5. Belorusskaya (pic by David Burdeny) Sesuai namanya, panel distasiun ini menceritakan kehidupan rakyat Belarusian. 6. Novoslobodskaya Stasiun ini dihiasi dengan mosaic dengan tema bunga dan menggambarkan penyanyi, pelaut, maupun arsitek di kesehariannya. 7. Taganskaya Tema di stasiun ini adalah perang, dari serdadu angkatan laut, darat dan udara. 8. Komsomolskaya Stasiun ini identik dengan langit-langitnya yang berwarna kuning, dihiasi mosaic keemasan dan lampu –lampu gantung dan pilar-pilar marmer. Konon warna langit-langit yang kuning menggambarkan kekuasaan Stalin,dimana seakan-akan orang harus menengadah ke atas untuk melihat kecantikan interior stasiun ini. Komsomolsakaya ini merupakan stasiun metro yang bersebelahan dengan 3 stasiun kereta antar kota Leningradsky , Yarislavsky dan Kazansky. 9. Dostoyevskaya (pic by Zigurds Zakis) Stasiun ini dibuka tahun 2010, terinspirasi dari karya-karya sastrawan Rusia Fyodor Dostoyevsky, Crime and Punishment dan The Idiot. 10. Elektrozavodskaya Terinspirasi dari pabrik bohlam di dekat stasiun. Masih banyak lagi stasiun cantik di seputar Moscow, tetapi setidaknya 10 stasiun ini yang rata-rata dimasukan dalam group tur keliling Metro Moscow. Untuk yang akan ke Moscow, luangkan sedikit waktu disela-sela keliling kota untuk menikmati keindahan stasiun-stasiun di Moscow yang disetarakan berada di Museum dan Istana. Foto-foto dan artikel dari berbagai sumber. Kalau mau realita foto amatiran menggunakan kamera saku dan HP made in Indonesia (alias ASUS, krn penulis kebanyakan traveling sehingga gak punya budget lebih beli hp mahalan) dan memiliki kelemahan gak bisa menilai komposisi dan sudut. Begini lah jadinya: Satu hal lagi, hati-hati dalam meng-upload ke social media, karena sebagian besar stasiun dibangun jaman Uni Soviet, ornamen dan lukisan palu arit banyak dijumpai dimana-mana. Berhubung isu aliran ini somehow sensitif dimasa-masa (uhuk) pilpres, jadi lebih bijaksana dalam ber pose.(lho)