sandraeka

Members
  • Content Count

    8
  • Joined

  • Last visited

2 Followers

About sandraeka

  • Rank
    Baru Bergabung
  1. sandraeka

    Memaknai kehidupan

    Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, kita sebagai manusia dianugerahi dengan akal dan pikiran untuk menjalani kehidupan. Manusia tidak bisa hidup sendiri, saling tergantung dengan alam sekitarnya. Apa tujuan hidup manusia? Secara garis besar tujuan hidup kita adalah mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya, setiap makhluk khususnya manusia akan mengalami fase-fase dalam kehidupan, dari fase sebelum dilahirkan, dilahirkan dan hadir dimuka bumi kemudian kembali kepadaNya. Jadi kehidupan manusia ini bisa di ibaratkan sebagai suatu perjalanan dimulai ketika hadir didunia ini, sebagai seorang bayi yang baru lahir kemudian tumbuh menjadi seorang balita, kanak-kanak dan seiring dengan berjalannya waktu menjadi anak remaja yang kemudian menjadi semakin dewasa. Dalam setiap tahap kehidupan itulah kita belajar. Jika kita ditanya apa makna hidup dan bagaimana memaknai kehidupan dalam perjalanan hidup kita? jawabannya akan beragam, kebanyakan kita kurang pandai mendefinisikannya secara verbal, tetapi dari lubuk hati yang paling dalam kita tahu sebenarnya apa makna hidup yang kita jalani ini. Hidup sekedar ada dalam wujud manusia tidaklah cukup, kita harus memberinya makna pada kehidupan kita. Banyak orang yang menemukan makna kehidupan setelah melewati berbagai proses pembelajaran. Apa itu hidup? Hidup adalah suatu keadaan dimana sesuatu tumbuh dan berkembang yang disebabkan oleh kekuatan dari Allah. Kita dikatakan hidup ketika roh masih berada dalam tubuh kita. Roh berfungsi sebagai kekuatan sehingga kita bisa menggunakan akal pikiran, akal budi, panca indra dan bisa juga menggerakan fisik kita sehingga tubuh bisa berfungsi dengan baik. Sementara kehidupan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan hidup itu sendiri. Makna adalah arti, makna kehidupan adalah arti dari pemahaman pada hidup kita dan lingkungan sekitar kita. Cara kita menjalani kehidupan sehari-hari dan pengajaran yang kita dapatkan dipadukan dengan pengalaman, mempunyai pengaruh yang besar dalam cara kita memaknai hidup dan kehidupan ini. Memaknai kehidupan adalah memberi makna atau arti dari hidup yang kita jalani dan apa yang telah kita kerjakan. Bisa kah kita menyederhanakannya?, misal kan kita membuang sampah pada tempatnya, membuang duri dari jalan yang dilalui orang, menanam pohon untuk penghijauan dan pada gilirannya bisa memberi manfaat untuk orang banyak dan lingkungan, mendidik anak dengan baik, berbakti kepada orang tua, bekerja dan mencari nafkah untuk keluarga bahkan memberi seberkas senyum pun, bukankah itu berarti kita telah memberi arti atau makna dari kehadiran kita dalam perjalanan hidup kita yang singkat ini atau itu hanya dipandang sebagai suatu kewajiban yang harus dilakukan tanpa ada maknanya?. Ada orang yang mencari makna kehidupan tapi merasa tidak menemukannya. Lalu bagaimana hal-hal itu bisa menjadi bermakna? Lakukanlah dengan tulus, ikhlas rendah hati dengan niat untuk ibadah. Berpikir positif, bersikap positif dan bertindak positif merupakan dasar dari proses memaknai kehidupan. Kehidupan yang bermakna adalah kehidupan yang dinamis, progresif, dan konstruktif. Dari kecil kita diajarkan untuk selalu berdoa kepada Sang Maha Pencipta, ajaran agama apapun itu. Selain berdoa kita juga harus bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Karena dengan bersyukur, kita akan cenderung menjadi pribadi yang rendah hati. Sesungguhnya kita adalah manusia yang hidup di dunia untuk sementara. Bersyukur tidak hanya karena telah diberikan yang kita inginkan saja, kita harus tetap bersyukur dalam keadaan apapun itu. Karena dalam semua hal yang terjadi pada kita pasti ada suatu manfaat dan hikmah yang dapat kita ambil. Bersyukur tidak hanya diwujudkan dalam hal ibadah saja, tapi juga berbuat kebaikan pada alam sekitar kita. Menolong orang lain disekitar kita yang membutuhkan bantuan juga merupakan bentuk syukur karena kita memiliki kemampuan dan rezeki yang lebih daripada mereka. Dengan bersyukur, kita cenderung sering melihat orang yang dibawah kita, tidak selalu melihat yang diatas, karena itu akan membuat kita tidak akan pernah puas dalam hidup ini. Agar dapat memaknai kehidupan kita harus dapat membuka diri terhadap pelajaran dan pembelajaran yang akan memperkaya batin, menajamkan indra dan mempertebal kepedulian kita terhadap hidup dan kehidupan. Pemberian makna terhadap kehidupan memang terkadang dilakukan melalui perenungan terhadap kehidupan yang telah dan sedang kita jalani. Peristiwa masa lalu yang telah dilewati dalam kehidupan kita bila tidak dimaknai, hanya akan hadir dalam ingatan kita sekedar sebagai sebuah peristiwa. Masa lalu ketika dijalani adalah sebuah kemungkinan dan pilihan, akan tetapi ketika ia telah lewat dan hadir dalam ingatan, ia menjadi kepastian yang tidak bisa dirubah. Masa lalu bisa berubah hanya dalam cara pandang dalam memberikan pemaknaan. Memaknai kehidupan menjadi penting untuk menentukan penyikapan terhadap kehidupan dan segala aspek yang berhubungan dengan kehidupan kita. Memaknai kehidupan adalah melakukan yang terbaik bagi kehidupan kita dan lingkungan sekitar, serta dapat mengambil atau menarik manfaat dari setiap peristiwa yang telah terjadi, baik pada diri kita maupun lingkungan sekitar kita. Sehingga kedepannya kita akan berusaha untuk tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah terjadi, justru diharapkan kita bisa memperbaiki dan melakukannya hal yang baik dengan lebih maksimal. Memaknai hidup dan mengambil manfaat dari hal-hal yang terjadi dalam kehidupan itu perlu. Dengan memaknai hidup, diharapkan kita akan cenderung lebih berhati-hati dalam bertindak, karena kita memiliki keinginan untuk menjadikan kehidupan kita lebih bermakna. Bermakna karena sesuatu yang baik tentunya. Dengan selalu bersemangat dalam bekerja, berpikir positif dan selalu bersyukur untuk mencapai sebuah mimpi yang besar, diharapkan kita dapat memaknai kehidupan ini sehingga perjalanan kita yang singkat di bumi Allah ini tidak sia-sia dan bisa menjadi bekal bagi kita untuk menempuh fase terakhir kembali kepada-Nya.
  2. Saya kalau bawa carrier sendiri, mungkin juga bisa 10 jam sampai ranu kumbolo dari ranu pane, tapi saya sewa porter aja... Untuk menjaga kondisi fisik, beberapa waktu sebelum mendaki ke semeru, frekwensi jogging lebih saya persering dan waktu nya diperlama, ditambah hiking juga setiap minggunya. karena saya cewek, saya tidak mau jadi beban teman-teman seperjalanan, apalagi itu adalah pendakian pertamaku.. walau hujan, jalan licin, becek dan trekking sampai malam Alhamdulillah akhirnya sampai juga dalam 5 jam.
  3. sandraeka

    Magis dan Keindahan Ranu Kumbolo

    Yang belum ke Ranu Kumbolo.. melihat foto-fotonya pasti ingin kesana...dan yang sudah pernah kesana pasti ingin kesana lagi.. Waktu saya ke kesana gak sempat melihat sunrise.. karena telat bangun.. juga karena danau dan sekelilingnya diselimuti kabut..tapi tidak mengurangi keindahannya. saya sempat melihat Ranu Kumbolo dalam siraman cahaya bulan...Keindahan yang magis.....
  4. Mas Baehaki... Fotonya bagus2.. Pengalamannya seruu... Saya juga hampir tertidur waktu mendaki ke mahameru, sempat kena gelindingan batu-batu juga. Saya ingin kesana lagi..someday.... Insya Allah
  5. sandraeka

    Jalan-jalan gunung Semeru

    sebelum mendaki ke semeru.. saya juga gak tau gimana adab BAB di gunung... tapi setelah browsing dan bertanya ke yang sudah pernah naik gunung katanya kita harus menggali lobang yang sesuai, dengan alat apa saja yang memungkinkan ( bawa sendokan semen atau cangkul kebun yg kecil) kemudian ditimbun kembali. tentunya mencari tempat yang agak terlindung yang tidak dilalui orang. demikian yang saya tahu..
  6. salam kenal untuk semua...
  7. sandraeka

    Jalan-jalan gunung Semeru

    Salam lestari... Mendaki semeru dan sampai ke Mahameru (pendakian pertamaku) sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Saya bersama teman-teman kesana akhir Desember 2012 lalu. Karena masih dalam musim hujan perjalanan kami diwarnai oleh gerimis, hujan, guruh dan petir. trek dari ranu pane menuju ranu kumbolo yang licin, becek dan sebagian waktu kami habiskan dengan trekking malam hari tidak membuat kami kehilangan semangat. bagi saya yang pertama kali mendaki memang ada sedikit nervous, takut dan ragu apakah akan sanggup menjalani perjalanan yang panjang menuju tujuan. Tapi perasaan exciting menghapus semuanya. Apapun yang kutemui diperjalanan semua menggugah minatku, dibawah guyuran hujan semua begitu indah dimataku, pada dasarnya aku memang suka hujan, hanya satu yang aku takutkan yaitu rasa dingin.Dari referensi yang aku baca, didaerah itu musim hujan tidaklah sedingin musim panas, tetapi bagi ku masih tetap dingin apalagi kalau berhenti lama-lama untuk beristirahat. Hari sudah gelap dan hujan berhenti, kami beristirahat sejenak, aku begitu takjub ketika melihat ke langit, ternyata langit bertabur bintang berkelap-kelip, dan bulan yang bulat mulai terbit malu-malu. Kami semua mematikan headlamp, menikmati indahnya suasana. Subhanallah…. Sepertinya bulan dan bintang-bintang begitu dekat diatas kami. Sampai akhirnya Ranu kumbolo muncul di depan mata, bayangan bulan, bintang dan perbukitan dipermukaan air danau menciptakan kesan indah yang magis.. begitu eloknya nuansa alam yang ku saksikan ditambah dengan kelap-kelip penerangan pendaki yang sudah duluan sampai dipinggir Ranu kumbolo membuat kami lebih bersemangat untuk segera sampai disana. Ranu Kumbolo memang sangat indah, disekeliling danau… lereng bukit tanjakan cinta, dimana-mana hijau muda rerumputan diselingi hijau ketuaan daun cemara dan hitam berkerak keputihan dahan dan pohonnya. Kabut tak mengurangi keindahannya dimataku malah melengkapinya. Takjub.. jub.. jub….Sampai sekarang jika saya membayangkan tempat yang paling indah, yang muncul adalah Ranu Kumbolo dan sekitarnya. Demikian juga perjalanan dari Ranukombolo ke Kali mati… tak berkurang keindahannya sedikitpun, padang oro-oro ombo, cemoro kandang, jambangan sampai kali mati, semua yang kutemui penuh keindahan, hijau, coklat, ungu, putih, hitam, merah dan bauran dari berbagai warna lainnya mendominasi pemandangan, pohon cemara dan aneka flora yang yang belum pernah kutemui; daun, bunga, buah, dahan, ranting, rumput-rumputan, jamur, kerak, lumut semua betul-betul menggugah minat keingintahuan ku. Ditingkahi oleh keceriaan,sendagurau, nafas yang terengah para pendaki membuat semuanya penuh nuansa yang pada akhirnya selalu ku rindukan. Mahameru…. Tibalah waktunya summit attack, 12.01 Wib, dihari pertama diawal tahun 2013. Walau hampir seharian cuaca cerah, gerimis, kabut, hujan datang silih berganti, udara dingin betul-betul sampai ketulang, tapi malam itu kami sangat beruntung, cuaca sangat bersahabat, cerah ceria, bulan bersinar terang, bintang bertaburan menerangi malam. Kami berangkat dan sampai 2 jam kemudian ke Arcopodo.. Dan setelah berjuang lebih kurang 5 jam di lerengan pasir lembab semeru yang tipis oksigen, diterangi cahaya bulan dan bintang-bintang ditambah cahaya headlamp dan cahaya lampu-lampu perkotaan nun dikejauhan, akhirnya kami menjejakan kaki di tanah tertinggi pulau Jawa, Mahameru… Pemandangan dan pengalaman di Mahameru sulit dilupakan, aku sempat menyaksikan letusan dari kawah jongring saloka, kepulan asap yang kemudian membentuk cendawan raksasa berwarna putih, kehitaman dicampur sedikit warna kuning, membuatku takjub. Aku, si Pemula berada disini, diberi kesempatan dan kenikmatan oleh Tuhan untuk mereguk keindahan alam ciptaannya tanpa kurang suatu apapun… Sebelumnya, ketika merasakan beratnya berjuang di pasir semeru menuju puncak, melawan rasa dingindan perasaan mengantuk karena udara yang tipis serta beratnya kaki melangkah karena ketakutan pada rasa gamang diketinggian aku sempat bergumam "tidak akan kesini lagi !…" tapi hati dan pikiranku kompak berbisik untuk meralat gumamanku, ‘belum akan kesini lagi dalam waktu dekat, karena kamu harus rajin nabung agar bisa segera kesini lagi’ Setelah pendakian ke Semeru itu, kami punya rencana untuk berada diatap langit tertinggi lainnya… Rinjani dan Kerinci.. dan selanjutnya…Mahameru lagi……..Memang tidak cukup satu kali untuk bisa mengeksplore keindahan Semeru, mungkin suatu hari nanti aku akan kesana lagi pada musim yang berbeda…Insya Allah. Ada beberapa catatan… Saya sangat menyesali sikap para pendaki yang katanya mencintai alam tapi mereka tidak peduli pada lingkungan di sepanjang jalur semeru, membuang sampah sembarangan..! pada hal sudah ada ketentuan bahwa sampah masing-masing harus dibawa turun, ada dendanya lagi… trus kejorokan mereka dalam.. maaf.. buang hajat sembarangan, sungguh…apa ya.. memalukan mungkin … ada juga dalam plastik kresek…waduuh.. waktu nemu itu.. ( tidak hanya 1 kresek) saya betul-betul kaget…juga tissue-tissue basah bertebaran sungguh tak sedap dimata dan di hidung…trus ada lagi, saya nemu diapers juga..mungkin merknya confident...entahlah... apa mereka tidak tahu adabnya buang hajat di alam bebas yang wajib kita jaga dari polusi apapun itu bentuknya, trus dari segi kesehatan juga sangat merugikan, para pendaki itu/pendaki lain yang gak tau menahu pun bisa sakit jika makanan mereka terkontaminasi oleh bibit penyakit yang mungkin ada dalam ‘hajatan’ mereka itu. Gimana caranya memberitahu/membangkitkan kesadaran tentang hal itu untuk para pendaki ya? …agar kegunung manapun mereka mendaki peraturan tentang hal itu tetap harus dipatuhi…
  8. Halo.. aku mau share pengalaman pertama naik gunung juga nih.... Semasa muda dulu aku ingin sekali mendaki gunung2 berapi yang ada di daerahku Sumatera Barat ; Marapi, singgalang, tandikat dan talang. tapi tak pernah dapat izin karena kondisi fisik ku yang lemah.. dengan berjalannya waktu aku menjadi orang yang lebih kuat.. sering jogging dan hiking ke berbagai tempat dengan teman2 membuat ku jadi lebih kuat tapi kesempatan mendaki sudah tidak ada lagi Kesempatan untuk mendaki datang juga, gak tanggung-tanggung kami akan mendaki gunung semeru! sebelum mendaki aku sudah melakukan berbagai persiapan fisik dengan jogging dan hikking ke bukit secara rutin. aku juga rajin browsing untuk refensi mendaki ke semeru. yang paling kutakutkan adalah rasa dingin, aku tidak tahu bagaimana mempersiapkan diri untuk yang satu itu kecuali membawa pakaian hangat yang cukup. Akhirnya tanggal 29 Desember 2012 niatku kesampaian juga.Kami sampai di diranupani dan memulai perjalanan. menurut ku, jalur semeru dari Ranu pani sampai Ranu kumbolo lebih kurang 10 km tidak terlalu susah (bukan sombong) , mungkin karena hari hujan trek nya becek , licin dan kami trekking sore hingga malam jadi waktunya lebih lama. aku butuh waktu 5 jam kurang. oh ya, aku pakai porter jadi hanya bawa daypack aja. sementara teman-teman yang lain butuh 7 jam karena mereka bawa carrier sendiri. ( kalau aku bawa carrier sendiri mungkin aku bisa 10 jam..dan gak sanggup melanjutkan perjalanan lagi) dan untungnya aku dapat porter yang sangat baik. Kami ngecamp di ranukumbolo.. Esok harinya melanjutkan perjalan lagi, dari ranu kumbolo sampai kali mati lebih kurang 7 km, jalur masih bisa di handle lah.... Kami ngecamp dikali mati, malamnya melanjutkan perjalanan ke arcopodo lebih kurang 2 jam perjalanan, trek nya udah mulai bikin nafas ngos-ngosan, menanjak terus dengan jalur yang sempit. target ku hanya sampi arcopodo, karena aku hanya bawa sepatu jogging jadi rasanya gak akan sanggup menapak dipasir kasar semeru. waktu itu belum terbayang kondisi lereng yang curam dan ketakutan akan ketinggian. aku hanya mempersiapkan diri/fisik dan perlengkapan untuk trek yang panjang, udara dingin dan hujan saja. tapi lupa (mungkin juga gak tau..) untuk mempersiapkan mental menghadapi ketinggian. waktu bilang bahwa aku hanya sampai arcopodo saja..teman-teman bilang bahwa kita harus sampai puncak.. motivasiku bangkit lagi apalagi hari itu adalah hari ulang tahun ku.. jadi... setengah perjalanan di lereng pasir itu kutempuh dengan berlari... maksudnya .. tanganku dipegangi teman dari atas, kemudian dengan langkah cepat aku jejakkan kaki 4 sampai 5 langkah keatas (dengan cara begitu aku tidak terlalu merosot tapi butuh perjuangan sekali...) ditengah jalan karena oksigen sudah menipis dan udara sangat dingin kita jadi mengantuk jadi aku berusaha untuk jalan terus... rembulan sangat indah dan bintang2 bertaburan, kelap-kelip lampu dari perkotaan disekitar juga mememani.. begitu pagi suasana begitu indah. Subhanallah... sayang aku tidak begitu berani menikmati pemandangan indah yang tersaji di belakang ku.. aku hanya berani melihat keatas ke puncak..dari arcopodo sampai mahameru sudah tidak ada tanaman lagi aku tempuh dalam waktu 5 jam.. ditengah jalan sempat tercium bau belerang yang sangat kuat dan hujan belerang berwarna kuning.. aku jadi ketakutan juga, jadi ingat soe hok-gie dan idan lubis... soe hok-gie juga akan berulang tahun dipuncak semeru... belakangan setelah baca ulang buku "soe hok-gie sekali lagi" aku mempunyai perkiraan mereka mendaki bukan dari arah pendakian yang sekarang diperbolehkan tapi lebih ke dekat kawah yang aktif, karena disana diceritakan kalau disepanjang perjalanan mereka mendengar dentuman2 dari arah kawah...aku pernah melihat tayangan kick andy tentang topik ini... katanya idan lubis juga takut ketinggian... Allahu Alam bisawab. akhirnya aku sampai di mahameru... tidak ada rasa takut sampai disana karena di puncak cukup luas yang ada hanya rasa syukur, melihat langsung muntahan materiil dari kawah jongring saloka, melihat cendawan raksasa yang terbentuk... yang terjadi setiap 20 sampai 30 menit.. sayangnya aku tidak kuat terlalu lama dipuncak, udara yang sangat dingin dan kabut yang sudah mulai menebal membuat ku dan beberapa teman yang udah sampai kepuncak memutuskan untuk segera turun.. aku turun ber-body rafting-ria kebawah merosot memakai pantat dan mendayung dengan tangan karena gak berani menuruni jalur dengan berdiri.. ya apa boleh buat. setengah jalan aku ketemu guide dari kelompok lain, dengan bantuan dia aku bisa menuruni pasir dengan berdiri dan berjalan memakai tumit. adventure yang seru, indah dan bermakna, membuat kita semakin bersyukur kepada Allah SWT bahwa karunia-Nya sungguh tak berbatas berupa nikmat keindahan alam yang tiada duanya. btw dari ranu pani sampai ranu kumbolo dari kelompok kami, akulah yang pertama sampai, dari ranu kumbolo sampai kalimati aku juga yang pertama sampai ( itu karena aku pakai porter, he..he..) dari cewek-cewek di kelompok ku, aku yang pertama sampai di mahameru.. ( itu karena didampingi dan dibantu teman) Setelah naik gunung untuk pertama kali, membuat kami bertekad tidak akan berhenti untuk mendaki, masih ada puncak2 gunung lain yang menunggu untuk didaki... Kami sepakat target berikutnya adalah gunung rinjani dan gunung kerinci.. Insya Allah.