Okky Kusuma

Members
  • Content count

    809
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    8

Okky Kusuma last won the day on June 11

Okky Kusuma had the most liked content!

About Okky Kusuma

  • Rank
    Petualang
  • Birthday 10/24/1985

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Location
    Jakarta
  • Interests
    Travelling & Music

Recent Profile Visitors

5,289 profile views
  1. Selain itu penting juga untuk mengenakan jaket yg berbahan wind & water proof. Bila kita udah mengetahui gejala-gejala hipotermia, maka kita akan tahu sendiri apabila tubuh kita mulai mengalami gejala itu. Dan tentunya tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya.
  2. secara teori sih ada benarnya. yaitu mentransfer panas tubuh dengan cara konduksi. Sayangnya praktek di lapangan gak pernah memberikan hasil yang memuaskan. itu mah cuma bisa-bisanya film biar kelihatan romantis dan erotis. wakakakakakakakakak...
  3. Hipotermia... Kata yang sudah tak asing lagi terdengar di telinga masyarakat umum. Terutama bagi mereka yang berada di lingkungan yang dingin. Entah karena mereka tinggal di daerah itu atau bepergian ke daerah itu atau berada di daerah itu untuk sementara waktu. Pegunungan adalah lingkungan yang paling sering terlintas di benak orang awam. Atau daerah kutub dan daerah lainnya yang mempunyai iklim dingin. Selain itu, lingkungan bawah laut juga mempunyai potensi untuk memberikan efek hipotermia. Di Indonesia sendiri, sudah banyak kasus orang yang meninggal karena hipotermia. Dan rata-rata korban dari hipotermia adalah para pendaki gunung. Padahal hipotermia dapat dicegah. Selain itu mempunyai gejala yang dapat diketahui seketika oleh orang awam sekali pun. Hanya dengan berbekal pengetahuan yang mudah didapat dimana saja dan dapat diterapkan oleh orang awam sekalipun, seharusnya kasus kematian karena hipotermia dapat ditekan serendah mungkin. Bahkan dihilangkan sama sekali. Ironisnya, banyak orang yang menyepelekan masalah ini. Banyak para pendaki gunung terutama yang pemula, yang tak mengindahkan pengetahuan ini. Sehingga mereka tak tahu apa gejala dan apa yang harus dilakukan pada orang yang menderita hipotermia. Parahnya, mereka juga tak mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah hipotermia terjadi. Okay, sebelumnya saya akan menjelaskan apa itu hipotermia... Apa sih... Secara arafiah hipotermia mempunyai arti keadaan dimana suhu tubuh manusia berada di bawah normal. Suhu tubuh normal manusia dewasa untuk yang tinggal di daerah iklim tropis (termasuk Indonesia) adalah antara 36 - 37.5 Celcius. Tubuh mempunyai mekanisme tersendiri untuk menjaga agar suhu tubuh tetap berada disekitaran suhu itu. Apabila kita berada di lingkungan yang dingin maka tubuh akan melakukan pengecilan diameter pembuluh darah agar panas tubuh tidak banyak menghilang melalui evaporasi dan otot tubuh akan berkontraksi secara involunter (menggigil) untuk menghasilkan panas. Kok bisa sih tubuh kehilangan panas tubuh... Melalui hukum fisika, ada beberapa cara bagaimana terjadi proses kehilangan panas tubuh. Yaitu ; Radiasi : Kita mendapatkan energi dingin dari lingkungan sekitar kita dalam bentuk gelombang atau partikel dalam 'ruang' Konduksi : Kita mendapatkan energi dingin dengan cara menyentuh benda padat yang bersuhu dingin Konveksi : Kita mendapatkan energi dingin dari gerakan udara atau air Evaporasi : Kita kehilangan panas dari dalam tubuh melalui penguapan Respirasi : Kita kehilangan panas dari dalam tubuh melalui hembusan nafas baik dari hidung atau mulut Selain itu, keadaan hipoglikemia (kondisi tubuh dimana kekurangan kadar gula darah) bisa menyebabkan hipotermia. Karena salah satu mekanisme tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh basal adalah dengan otot berkontraksi secara involunter (menggigil) sehingga menghasilkan panas. Nah, agar dapat berkontraksi otot memerlukan bahan bakar yang perlu dibakar. Dan bahan bakar ini adalah gula darah. Apabila kadar gula darah rendah, maka otot kekurangan bahan bakar untuk bisa kontraksi. Sehingga kontraksi tubuh tak maksimal dan panas yang dihasilkan juga tak maksimal. Yang nantinya akan kalah dengan suhu dingin yang ada di lingkungan sekitar. Seberapa parah sih hipotermia bisa terjadi... Ada 3 tingkatan yang menunjukkan derajat keparahan hipotermia tubuh. Dan derajat itu ditentukan dengan mengukur suhu basal tubuh. Cara yang paling gampang untuk mengukur suhu basal tubuh adalah melalui mulut atau lubang anus. Terus, gejalanya apa aja sih... Okay, sesuai derajat keparahan hipotermia, gejala yang timbul juga sesuai dengan penurunan suhu tubuh. Pada suhu tubuh antara 34-35 derajat, maka seluruh tubuh akan menggigil hebat. Yang pada awalnya hanya pada bagian tangan atau kaki, kini gerakan menggigil terjadi di seluruh bagian tubuh. Sedangkan pada suhu tubuh antara 33-34 derajat maka pasokan oksigen ke tubuh mulai berkurang. Kenapa bisa begitu ??? Seperti yang tadi saya jelaskan, salah satu mekanisme tubuh mempertahankan panas tubuh adalah dengan memperkecil diameter pembuluh darah untuk mencegah evaporasi yang berlebihan. Efek samping dari hal itu adalah aliran darah secara kuantitas menjadi berkurang. Sedangkan darah membawa oksigen dan zat makanan. Sehingga apa bila berlangsung lama maka organ tubuh akan kekurangan pasokan oksigen dan makanan. Apabila hal ini menyerang organ otak maka penderita akan terlihat ling-lung, diajak komunikasi tidak nyambung, bicara ngaco, dan sulit mengingat akan suatu hal. Pada suhu 32-33 derajat maka akan terjadi irama jantung yang cepat (berdebar-debar), frekuensi nafas yang cepat, serta gejala yang disebutkan di atas akan semakin berat. Penderita akan cenderung mengantuk dan tidur, namun masih dapat dibangunkan dengan teriakan atau rangsangan nyeri. Pada suhu antara 31-32 derajat, maka kesadaran penderita akan semakin menurun. Pendeita akan semakin sulit dibangunkan. frekuensi nafas dan irama jantung akan semakin cepat. Sedangkan untuk suhu antara 28-30 derajat maka tubuh akan kehilangan kemampuan kontraksinya. Penderita tak akan terlihat menggigil lagi. Frekuensi nafas mulai terlihat menurun tetapi irama jantung tetap semakin cepat dan tidak teratur. Pupil mata mulai menurun reaksinya terhadap rangsangan cahaya. Dibawah suhu 28 derajat maka penderita akan masuk ke dalam kondisi koma. Baiklah... Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mencegah dan yang harus kita lakukan pada penderita hipotermia ??? Pencegahan dan apa yang harus dilakukan pada penderita adalah cukup simple. Yaitu mencegah terjadi penurunan suhu tubuh. 1. Bawa persediaan makan yang cukup. Tinggi Karbohidrat dan Tinggi Protein. Sangat penting untuk menjaga agar perut kita selalu terisi makanan yang cukup. 2. Kenakan pakaian hangat dari kepala sampai kaki. Sekarang sudah banyak jaket yang water proof sekaligus wind proof. 3. Bawa termometer untuk mengukur suhu tubuh. Gunakan pada orang yang diduga mengalami gejala hipotermia. 4. Sediakan Hypothermia Wrap bila ada. 5. Jangan mengkonsumsi alkohol di lingkungan yang dingin. Demikianlah info mengenai hipotermia. Terima kasih atas perhatiannya. Tanyalah bila masih perlu pencerahaan sebelum kau ditanya
  4. Barotrauma - Penyakit yang Senantiasa Menghantui Para Diver

    pasti... tapi mau gimana lagi, nyokap ngidam kesana
  5. Barotrauma - Penyakit yang Senantiasa Menghantui Para Diver

    rencana lebaran di bandung nih bro
  6. Barotrauma - Penyakit yang Senantiasa Menghantui Para Diver

    karena telinga berhubungan langsung dengan dunia luar. oleh karena itu salah satu solusinya adalah mengenakan ear plug
  7. Travel During Pregnancy - Amankah ???

    Setujuh !!! apa lagi kalo dibayarin...
  8. itenerary hokkaido

    biasanya bikin sendiri masbro. wah... gagal jantung dengan EF 25% gak mungkin traveling yang membutuhkan mobilitas tinggi atau kegiatan ekstrim kayak hiking atau climbing. Dan tentunya masbro perlu partner yang mengerti betul kondisi masbro dan tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan yang gawat dengan diri masbro.
  9. Travel During Pregnancy - Amankah ???

    Sumber: ohbaby.co.nz Pertanyaannya??? "Dok, istri saya sedang hamil. Tapi kita ada rencana mau melakukan traveling. Amankah ???". Pertanyaan yang sering saya alami ketika bekerja sebagai dokter keluarga. Jawabannya??? Aman... Selama tak ada penyulit yang menyertai kehamilan itu. Pertanyaan selanjutnya adalah, "penyulit yang seperti apa yah, dok ?". Okay, akan saya sedikit jelaskan apa saja penyulit-panyulit itu. Pertama adalah usia kehamilan. Merupakan pengetahuan umum kalau usia kehamilan manusia adalah 9 bulan (kurang-lebih). Dimana selama 9 bulan itu kita bagi menjadi 3 masa berdasarkan perkembangan janin dan placenta. Yaitu Trimester pertama (bulan 1-3), Trimester kedua (bulan 4-6), dan Trimester ketiga (bulan 7-9). Dan usia kehamilan yang paling aman untuk melakukan traveling adalah pada trimester kedua dan pertengahan trimester ketiga (usia kehamilan 4-8 bulan). Kenapa??? Pada trimester pertama (usia 1-3 bulan), 90% pada seluruh kasus kehamilan (khususnya kehamilan pertama kali), akan mengalami hiperemesis gravidarum atau bahasa awamnya morning sickness. Gejalanya tentu saja muntah-muntah dan diperparah nafsu makan yang menurun sampai tidak ada sama sekali. Tentunya gak mau donk saat travel, pasangan kita muntah-muntah terus ??? yang ada bukannya menikmati tempat wisata, malahan sibuk merawat pasangan. Selain itu, apabila aktivitasnya cukup berat (seperti hiking contohnya), ada kemungkinan terjadinya abortus. Gejala awalnya adalah perdarahan berupa flek-flek pervaginam. Yang tentu saja hal ini dapat menghambat proses pertembuhan sang janin Sedangkan pada akhir trimester ketiga (usia > 8 bulan), adalah saat yang rentan untuk proses persalinan. Sering terjadi persalinan premature (khususnya kehamilan yang sudah kesekian kalinya) apabila sang ibu terlalu banyak aktivitas yang menyebabkan kelelahan. Kedua, adalah komplikasi selama kehamilan. Komplikasi apa saja yang sering terjadi pada masa kehamilan???? Satu, Diabetes Gestational. Yaitu penyakit Diabetes Mellitus (kencing gula) yang terjadi selama masa kehamilan. Tentunya apabila ini terjadi, maka sang ibu harus mengkonsumsi obat-obatan anti diabetes. Yang menjadi masalah adalah bukan ketika kadar gula yang tinggi, tapi ketika kadar gula yang rendah akibat dari cara minum obat yang salah atau dosis yang salah. Karena ketika kadar gula rendah, maka sang janin otomatis akan kekurangan asupan makanan. Keadaan ini tentu saja membahayakan jiwa sang ibu dan sang janin. Biasanya gejala yang timbul adalah tiba-tiba sang ibu bertingkah aneh, bicara meracau, cenderung tidur, bengong, kontak tidak adekwat, dan keringat dingin. Dua, Hipertensi Gestational. Yaitu penyakit hipertensi (darah tinggi) yang terjadi selama masa kehamilan. Sebenarnya tidak masalah ketika tekanan darah sang ibu dapat dikontrol dengan obat-obatan anti hipertensi. Yang jadi masalah adalah ketika tekanan darah tetap tinggi walau sudah mengkonsumsi obat anti hipertensi. Ini yang kita sebut sebagai Persistent Hypertension. Keadaan ini cukup gawat, karena akan mempengaruhi kondisi sang janin. Tiga, Pre-eklampsia /Eklampsia. Ini sedikit complicated dibanding yang lainnya. Karena penyakit ini adalah kumpulan dari berbagai macam gejala. Gejala awal yang terdeteksi adalah tekanan darah yang meningkat dan menetap. Kemudian seluruh tubuh akan terlihat bengkak, biasanya bagian yang pertama kali bengkak adalah kedua kaki. Dan paling parah adalah terjadi kejang. Keadaan ini tentunya membahayakan jiwa sang ibu dan sang janin. Kesimpulannya adalah... Ibu yang sedang mengandung dengan usia kehamilan 4-8 bulan tanpa adanya komplikasi kehamilan, cukup aman melakukan traveling. Tentunya sangat disarankan untuk tidak melakukan solo traveling
  10. Okay... Setelah sekian lama, ketemu lagi dengan saya Okky Kusuma tanpa 'H'. Untuk pembukaan mari kita mengingat sejenak bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang di dunia, yaitu 95.181 km !!!! dimana 2/3 dari total luas negara Indonesia adalah lautan yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Hal itu yang membuat Indonesia kaya akan sumber daya alam bawah laut. Salah satunya adalah keindahan bawah laut yang membuat negara Indonesia menjadi salah satu negara tujuan wisata bahari. Ratus ribuan wisatawan baik dari manca negara atau domestik berlomba-lomba mengeksplore keindahan bawah laut. Membuat Diving menjadi salah satu kegiatan yang sangat diminati. Diving... Itu kata kuncinya. Kegiatan olah raga sekaligus wisata yang termasuk dalam golongan ekstrim. Tak sembarangan orang bisa melakukan kegiatan diving dan harus mengikuti pelatihan-pelatihan khusus sampai pada akhirnya ia bisa dapat melakukan kegiatan itu. Ancaman lingkungan adalah salah satunya. Karena manusia pada hakikatnya adalah makhluk darat yang tak bisa hidup dengan lingkungan bawah laut. Kehidupan di atas permukaan laut dan di bawah permukaan laut sangatlah berbeda. dua dunia dan dimensi yang berbeda. Kali ini saya akan mencoba memaparkan penyakit yang selalu akan terjadi pada setiap diver apabila dia melakukan penyelaman tanpa pengetahuan yang cukup atau ketidak hati-hatian. Penyakit ini disebut Barotrauma. Dan sesuai dengan namanya, artinya adalah trauma yang terjadi pada organ tubuh yang diakibatkan oleh tekanan. Tentunya besar tekanan antara lingkungan di bawah permukaan laut dengan di atas permukaan laut cukup berbeda. Perbedaan tekanan ini diatur dan dirumuskan dalam Hukum Boyle Dimana P itu adalah Tekanan (Preassure) dan V itu luas permukaan (Volume) Mulai bingung ??? Okay, mungkin ini akan lebih gampang dimengerti... Masih bingung ??? Okay... tahan sebentar. disimpan dulu sambil mencerna info terakhir mengenai hukum Boyle yang ditetapkan pada kedalaman laut. Yaitu, bahwasanya, setiap kita menyelam sedalam 33 Meter, maka tekanan akan meningkat sebanyak 1 Atm. Jadi kasarnya pada permukaan laut (dimana dihitung 0 meter) besar tekanan adalah 1 Atm, sedangkan pada kedalaman 33 Meter di bawah laut besar tekanan 2 atm. Sampai disini masih pahamkan ??? Kita balik lagi ke Barotrauma dimana penyakit ini terjadi akibat adanya trauma pada organ tubuh akibat tekanan. Dan organ tubuh yang pertama kali kena adalah organ tubuh yang mengalami rongga. Yang paling sering adalah Telinga, Sinus, Paru-paru, dan pembuluh darah. Sekarang kita fokus dulu ke paru-paru karena organ tubuh ini yang paling besar persentasenya mengalami trauma. Dan sebelum saya menjelaskan lebih lanjut, coba cermati gambar berikut ini untuk lebih gampang dalam membayangkannya. Sudah ??? Sekarang saya coba menjelaskan... Paru-paru bekerja dengan mengembangkan-kempiskan dirinya. Dengan mengembangkan dirinya, maka udara akan masuk ke dalam paru-paru yang kemudian disalurkan keseluruh tubuh. Sebaliknya dengan mengempiskan dirinya, maka udara akan keluar dari paru-paru ke alam bebas. Pada tekanan 1 Atm, paru-paru akan berkembang dengan sempurna (Kita menganaloginya dengan skala 5). Semakin tinggi tekanan, maka daya mengembang paru-paru akan terhambat. Menurut penelitian, daya kembang paru-paru akan berkurang 1/5nya setiap peningkatan 1 Atm. Jadi pada kedalaman 33 meter dimana tekanannya naik menjadi 2 atm, daya kembang paru-paru maksimal hanya sampai 4/5 dari total 5/5 (skala yang awalnya 5, menjadi 4). Bisa dimengerti ??? Jadi apabila pada daya kembang di skala 5, oksigen dapat masuk sebanyak 10 buah. maka pada skala 4 (kedalaman 33 meter, tekanan 2 atm), oksigen dapat masuk hanya 8 buah. Tentunya ini yang membuat tubuh lama-lama akan mengalami kekurangan pasokan oksigen. Nah apa bila kita turun dengan perlahan-lahan, maka tubuh akan bisa beradaptasi dengan perubahan itu. Tapi apabila kita terlalu cepat turun, maka tubuh akan kaget dan tidak bisa beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat itu. Hal ini lah yang membuat tubuh mengalami hipoksia (keadaan kekurangan oksigen). Dan apabila organ otak mengalaminya, akan terjadi blackout (pingsan). Bagaimana dengan saat kita naik ??? okay... bayangkan ketika kita meniup balon. Bila kita meniup balon dengan cepat, maka pengembangan balon akan sangat cepat. Pengembangan yang cepat ini akan membuat balon lebih gampang meledak dibanding pengembangan yang lambat. Begitu juga dengan paru-paru. Katakan saat ini kita berada di kedalaman 66 meter dengan tekanan 3 atm. Berarti saat ini, paru-paru kita hanya dapat mengembang 3/5nya saja (skala 3). Ketika kita naik dengan cepat, maka tekanan akan cepat pula berkurang. Dengan tekanan yang cepat berkurang maka daya mengembang paru-paru akan semakin cepat. Yang pada akhirnya akan menyebabkan paru-paru kita akan meledak karena paru-paru mengembang dengan begitu cepat (sama kayak balon tadi). Ketika paru-paru meledak, maka disebut pneumothorax. Okay... Sampai di sini dulu. Ada pertanyaan ???
  11. itenerary hokkaido

    banyak kok. khususnya dengan pasien diabetes yang mendapat terapi insulin, biasanya punya dog tag yang memberitahu bahwa dia penderita diabetes dan menggunakan terapi insulin. untuk pasien dengan gagal jantung tentunya pasti melakukan traveling setelah keadaannya stabil
  12. FLU SINGAPORE, TIDAK HANYA DI SINGAPORE

    sama2 bro. masih lah
  13. FLU SINGAPORE, TIDAK HANYA DI SINGAPORE

    @deffa @Dewi Calico Nama Asli Flu Singapore adalah Hand-Foot-Mouth Disease (HFMD). Kenapa bisa disebut Flu Singapore ??? karena pada April 2008 pernah terjadi epidemik di Singapore dengan pelaporan telah terjadi 2.600 kasus. Flu Singapore disebabkan oleh virus Coxsackie. Dan sesuai namanya, gejala yang timbul adalah muncul ruam-ruam kemerahan di daerah mulut, tangan, dan kaki. Lama-lama ruam ini akan membentuk vesikel yang pada akhirnya akan pecah. Selain itu, ruam-ruam ini akan memberikan rasa nyeri, gatal, dan panas pada daerah tempat dia muncul. Bila pada mulut, maka akan menimbulkan gejala nyeri tenggorokan. Dan kenapa dinamakan flu padahal gak ada flu (pilek) ??? itu dikarenakan gejala umum yang timbul pada kebanyakan penyakit. Kita menyebutnya Flu-like syndrome. gejala-gejala tersebut adalah demam, kepala pusing/nyut-nyutan, badan pegal/ngilu-ngilu, nafsu makan menurun, dan kadang disertai mual. Dan sama kayak penyakit virus lainnya, obatnya adalah banyak istirahat serta meningkatkan daya tahan tubuh disamping obat untuk meredakan gejala-gejala yang ada. karena penyakit yang disebabkan oleh virus adalah jenis penyakit yang self-limiting disease. Artinya penyakitnya akan sembuh sendiri bila daya tahan tubuh kita membaik. Sebagai info tambahan, penyakit ini sempat epidemik di Jakarta pada tahun 2009.
  14. already done... monggo dicek bro. btw gw berangkatnya kayaknya dari tanggal 24nya bro
  15. Gw mah yang penting kebersamaan Wakakakakakakakak