Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

fajarbuslovers

Members
  • Content Count

    8
  • Joined

  • Last visited

2 Followers

About fajarbuslovers

  • Rank
    Baru Bergabung

Profile Information

  • Location
    Bekasi
  1. Kalau aku itu cuman ngilangin galau aja. Abis itu jalan lagi..... Pulang ke Bekasi.
  2. Selamat malam, saya akan menceritakan penjelasan tentang touring ane 28 Oktober kemarin. Mohon maaf apabila ada curhat terselip di sini. Bersama bus Haryanto HR50 dan HR85. Touring Galau mikirin Tania. Awalnya, hari Sabtu, 26 Oktober 2013 sudah memiliki keinginan untuk touring dengan PO. Haryanto waktu itu. Salah satu keinginan terbesar saya untuk pertama kalinya menggunakan PO. Haryanto setelah PDKT dengan Tania selama 7 bulan terakhir. Di Lebak Bulus, aku udah memiliki keinginan kuat untuk menggunakan Netral PP. Namun, keinginan berubah seketika ketika dikomporin dengan teman sesama penggemar bus. Setelah diputuskan, akhirnya saya memilih berangkat naik HR50 pulang naik HR85 (Sebenarnya Sun Breaker/Exotic, karena sama-sama mau perpal, ya sudah pakai executioner aja). Dipesan waktu saat aku dan teman-teman pulang ke Bekasi naik bus kota. Senin, 28 Oktober 2013. Keraguan langsung muncul pagi itu. Saya sebenarnya memastikan ingin touring, namun keraguan mulai menggema ketika temanku Tania Anjani, berada di Dahsyat RCTI. Di luar dugaan saya karena ibu tidak bisa datang ke sana. Sedikit demi sedikit, rasa galau mulai menggema namun terpendam ketika saat mengantar ibu ke Babelan. Namun, emosiku tak terkendali sehingga tangispun pecah. Namun, satu persatu saya harus nerima untuk tidak bisa bertemu Tania saat itu dan memfokuskan diri untuk touring ke Tayu. 12:30 - Saatnya siapkan peralatan dan pakaian untuk touring. Memang sedikit melambat karena saya harus menunggu jemputan datang untuk antarkan saya ke Lebak Bulus. 14:42 - Saatnya take off dari rumah, check point di Kantor dan sampai di Lebak Bulus pukul 15:26, cuaca di Lebak Bulus hujan deras saat itu. Di agen Haryanto Lebak Bulus No. 60, bayar tiket yang telah dipesan. Setelah itu ketemu Pak Margono dan Pak Arif (kebetulan Pak Eka sedang sakit) sebagai sopir Netral HR50 waktu itu. Hunting foto bus dulu guys, 16:00 - Bismillah, Let's take off. Bus Netral mulai meninggalkan Lebak Bulus. Saat itu, saya bersamaan berkomunikasi melalui sosial media di internet. Kondisi perjalanan hingga tol Jatiwarna dalam kondisi hujan deras 16:30 - Melintasi Cikunir, sedikit perlahan mulai menampakkan diri bus Netral untuk bermanuver di jalan tol Cikampek. Terutama sepanjang Karawang Barat hingga Rest Area Km. 57, tepat saat bus ini mengisi solar. 17:35 - Masuk Rest Area Km. 57, di saat Netral mengisi solar, langsung saya melipir ke restoran sekitar untuk membeli makan malam. mungkin ane kurang nambah kali ya kalau makan di Cibanggala. 17:45 - Saatnya jalan lagi dan 10 km kemudian ketika Netral sudah melintasi kalihurip, bus ini melakukan manuver dengan kecepatan lebih dari 120 km/j. 18:10 - Masuk jalan Jomin, kepadatan arus lalu lintas terjadi, namun dengan beraninya bus Netral yang dikemudikan Pak Margono itu membuka jalur sepanjang 140 meter. 18:45 - Masuklah Check Point Kedua PO. Haryanto, RM. Menara Kudus, Cibanggala. Saya langsung mencari makan dan mengisi baterai HP yang mulai menipis 19:15 - Saatnya kembali masuk ke bus Netral dan digantikan oleh Pak Arif sampai Terminal Mangkang. 20:12 - Bertemu dengan bus Putra Luragung dan berkonvoi ria sepanjang Pantura Indramayu (Eretan - Losarang). 20:46 - Masih berkonvoi dengan Zentrum, Pahala Kencana dan OBL di Jatibarang hingga masuk tol Palikanci, walaupun tidak bisa menyalip namun sangat menikmati sekali armada ini 21:15 - Masuk GT. Plumbon, mulailah persaingan terjadi antara Netral dengan Nusantara HS221 sampai Brebes. Tidak ada pesaing berat hingga Pejagan. Malahan, HR109 dengan enaknya menyalip Netral yang sudah menguntit dari belakang dengan agresif. 22:16 - Mengakhiri tol Pejagan, mulailah kembali berkonvoi dengan HR109, sedikit demi sedikit Netral juga disalip oleh HR36 dan temannya HR109 mulai menjauhi Netral saat itu. 22:25 - Masuk kembali ke jalur Pantura. Kegiatan konvoi masih terjadi di jalur ini dengan beriringan 3 bus Haryanto sekaligus, HR109, HR36 dan HR50. Pada saat itulah, saya juga merekam video yang berada di jalur tersebut. 22:43 - Ternyata HR109 sudah menjauh dari jangkauan Netral saat itu, Namun, bus HR36 dan Nusantara HS221 disalip saat memasuki Kota Brebes. 23:05 - di Tegal, bus Netral ketemu bus OBL, Pahala Kencana dan Garuda Mas. Seperti biasa, walaupun tidak nyalip, mereka konvoi secara jama'ah hingga Pekalongan, bener-bener konvoi nikmat walaupun gak begitu lari. Namun, di sinilah pertanda ada salah satu keganjalan pada bus ini. 23:36 - Memasuki Kota Pekalongan, memang semuanya sudah terjadi. Bus Haryanto lainnya menyalip Netral dan Netral tak sanggup mengejar. Selasa, 29 Oktober 2013 00:12 – Netral akhirnya tidak bisa berjalan ngebut, sering disalip oleh bus lain seperti Nusantara dan Santoso menimbulkan tanda-tanda yang besar dalam bus ini. Akhirnya Pak Arif menyibukkan diri dengan menelepon salah satu kru PO. Haryanto untuk bertemu di terminal Mangkang. 00:30 – Memasuki jalur lama Alas Roban, meskipun tanda permasalahan mulai muncul, bus Haryanto Netral tidak menyerah untuk sampai ke tujuan. Awalnya terpikir, mengapa tidak berhenti dulu sejenak di RM. Menara Kudus Gringsing. Saat itu juga bus Haryanto masih bisa konvoi dengan bus Nusantara HS221 yang diuntit sejak Cirebon. Akhirnya saya tidak bisa menahan lelah, akhirnya saya tertidur pulas hingga Terminal Mangkang. 01:15 - Masuk Terminal Mangkang Kota Semarang, akhirnya bus Netral sejak beristirahat. Mumpung limited edition, cari gorengan + arem-arem di sana, sayang banget, gorengan tempe mendoan tidak enak sama sekali. Namun, Arem-arem di sana cukup membuat saya puas dengan isi ati ayam dan cabe yang membuat keringatan saya di cuaca yang sangat dingin. Ternyata, setelah ditelusuri bus Haryanto Netral mengalami permasalahan di rem penghambat/retarder. Akhirnya, bus ini diatur ulang retardernya agar aman di perjalananan. 02:00 - Kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan ke Tayu. Bus ini masih saja menguntit Bus Nusantara yang pada akhirnya "GASPOL" begitu saja.... . Akhirnya, selama perjalanan dari Demak hingga Pati, saya tertidur pulas karena tidak menahan lelah. 03:15 - Satu persatu penumpang PO. Haryanto jurusan Pati dan Tayu mulai meninggalkan armada ini. Dimulai dari Pati, kurang lebih 4 penumpang turun di sini. Berlanjut ke Trangkil kurang lebih 4 orang juga dan akhirnya sampai di Tayu saya turun dengan selamat. Alhamdulillah. 04:35 - Sudah sampai di Tayu, sepi masih menjulang waktu itu. Akhirnya saya mencari rekomendasi hotel dengan ojek yang disediakan oleh sopir bus PO. Haryanto, Pak Margono. 04:51 - Hotel pertama gagal dijadikan hotel saya, karena memang memiliki aturan pembayaran dihitung setiap jam 5:00, harus bayar 2 hari apabila masih check-in pada jam tersebut. 05:15 - Hotel berikutnya, hotel Langsung Indah, ada peraturan pembayaran dihitung setiap jam 6:00. Memang agak berat sih mencari hotel yang memiliki sistem hitungan waktu, bukan sistem batas check-in check-out hotel. Akhirnya, saya dan tukang ojek ybs akhirnya bisa sarapan dulu sebelum bobo di Hotel. 06:00 - Alhamdulillah, akhirnya bisa sampai di Hotel tujuan. Bobo, MCK hahaha.... 07:25 - Namun, galau mulai membara lagi. Ketika Tania, salah satu siswi dari MNC Talent Academy (semacam pelatihan bakat dunia hiburan) kembali hadir di Dahsyat. Langsung sedih dan pikir 203 kali, "Kapan ya saya bisa ketemu Tania?". Dalam hati ini sebenarnya pengen bicara bahwa aku suka sama beliau semenjak 7 bulan terakhir di HomeSchooling. Satu kelas dengan saya dan selalu PDKT dengannya. Permasalahan mendasar dari hal ini adalah: Terlalu takut ditolak cintanya. Karena true story, aku pernah ngalamin gagal dapat pacar pas SMP kelas 1, 2008 silam. 07:45 - Hanya bisa pasrah di balik galau berkepanjangan. Ya sudah, aku tidur saja sampai siang jam 12:00. 12:00 - Mulailah berkemas untuk kembali ke Bekasi. Saatnya pulang sembari itu, memindah data video semalaman di bus Haryanto Netral HR50. Dimulai dari Warnet yang lemotnya (bukan lemot koneksinya, proses data terlalu lama) hingga ke agen bus Haryanto di Tayu. Alhamdulillah, ada kenalan di sana dan memiliki komputer yang sesuai keinginan saya. Bisa mindahin data dengan cepat. Kurang lebih 30 menit data dipindah dari data kamera ke data.... Aku udah ngantuk dulu. Nanti akan dilanjutkan di postingan berikutnya. Cerita ane bakal detail ini....
  3. Iya. Jadi sering touring naik bus. Pengen jajal jalur tengah naik motor ini...
  4. Salam kenal Jalan2 Lovers. Nama Saya Fajar Wicaksono, Panggil Fajar. Saya punya twitter di @fajarbuslovers Saya baru di jalan2.com, semoga dengan jalan2.com bisa membantu dan menambahkan info touring di sini. Kebetulan suka touring naik bus. :). Postingan sudah saya lengkapi di Salam kenal Regional, Share Social Media dan FR. Salam :)
  5. Salam Travelling, Mau pengen posting tentang pengalaman koplak ane tentang Travel ke Kota Satelit (Gak Satelit Amat). Kali ini, saya ceritakan pengalaman nyosor ke Pantai Hurip, Babelan, Bekasi..... 1 Juli 2013, waktu itu lagi nganterin ibunda tercinta Ta'lim di rumah saudara yang berlokasi di Ujung Harapan. Rute ane adalah: Perumnas Bj. Menteng - Narogong Raya - Asrama Haji - Ahmad Yani - Summarecon Bekasi - KH. Mochtar Tabrani - Kaliabang Tengah - Alinda Indah - Raya Ujung Harapan - Masjid At-Taqwa Ujung Harapan (Drop Off Ibunda) - Raya Babelan - Pantai Hurip PP. Naik motor dengan normal, ya sekitar 40-70 km/jam dengan Honda Revo 100cc. Awal puncak cerita adalah setelah nganterin ibu Ta'lim, Gaspol terus ke Babelan (barangkali ngeksplor ke sana). Berkat niat dan Basmalah, langsung ke Babelan Utara tepatnya di Pantai Hurip. Pas di perjalanan, enaknya motret ini dulu (masih alami). Awalnya sih nggak sengaja ngarepin bisa ke pantai Utara Bekasi gak dengan akses situ, karena jalannya pas di beton bisa gaspol 70-75 km/jam (padahal jalan desa). Ini jalannya Ini bener-bener Pandora bagi ane, jalannya udah mulus banget, pas di tengah jalan, Akhir Jalan Beton, Rusak Parah. Mulailah cerita Off Road di sini, Mantab! Nuansa hampar pedesaan di Pantai Hurip masih begitu berasa euy.... Awalnya kepikiran bisa akses gak ke Taruma Jaya, ternyata sensasi Off Road bener-bener kerasa banget.... Masuklah ane ke Lubang Kenikmatan sekaligus Adrenalin Membara. Jarang cuy yang berani kayak ginian, sampe Panther Pick-Up aja keserimpet Tanah dengan hal-hal kayak ginian.... Nah, inilah penampakan motor ane setelah bertarung di jalan beginian dan yang paling mengerikan adalah pertanyaan yang membingungkan saya, "Kapan Saya Bisa Pulang? Bisakah Saya Pulang?" Yo wiss lanjut jalan, masih ngelintasin tanah di sini. Enaknya, jalan ini masih bisa saya lihat hamparan sawah yang membentang sepanjang jalan ini, ngerti euy karena Licin sehabis hujan. Akhirnya, Setelah lolos dari jebakan maut Off Road ini, saya mengakhiri kisah ini dengan makan bakso di Pondok Ungu Permai Sektor 5, Ajiib... Dan Alhamdulillah, saya pulang ke rumah langsung dengan selamat.... Jadi, ternyata beberapa wilayah di Bekasi Kabupaten (meskipun kota ini termasuk maju), wilayah ini masih sangat minim infrastruktur dengan jalan yang diharapkan masyarakat di sana. Salah satunya di Pantai Hurip, Babelan ini. Semoga FR kali ini termasuk FR pertama ane yang masih acak adul.... Silakan berkomentar di sini. :)
  6. Yang terbiasa dari sistem Commuter Line adalah, Ngantre dan berdesakan (apalagi pas jam pergi/pulang kantor). Pernah, waktu naik KRL, banyak banget Ibu-Ibu yang bawa anak-anak atau Lansia tidak memiliki prioritas. Yang masih terkendala dalam sistem ini adalah: 1. Sistem Commuter Line masih kayak serasa pake tiket biasa. Masih minim terintegrasi dengan kartu elektronik bank (kartu prabayar), Macam Flazz/E-Money atau SIM Card. Padahal sistem Commuter Line bisa terintegrasi dengan Kartu Elektronik melalui RFID System (Radio Frequency Identification). 2. Adakah prioritas khusus Ibu Hamil, Lansia, Balita dsb di setiap stasiun (bukan setiap gerbong)? Harusnya PT. KAI (Persero) memiliki ruang prioritas untuk mereka di setiap stasiun untuk meminimalisir peristiwa "Diskriminasi" Ruang Prioritas? Minimal sih, Gerbong, Pintu Masuk/Keluar dan Ruang Stasiun khusus orang cacat, Lansia, Ibu Hamil, Balita (Bukan Kursi Prioritas). Ingat Kursi Prioritas sudah tidak efektif untuk memisahkan antara masyarakat ybs dengan masyarakat normal (tidak hamil dll). Itu dulu ini....
  7. Ini akun Twitter saya @fajarbuslovers Nama Facebook: Fajar Wicaksono (http://facebook.com/fajarpbb) Aku baru di forum ini, semoga bisa membantu untuk mendapatkan pengetahuan baru tentang touring dan travelling.
  8. Boleh dong perkenalkan diri, saya anggota baru di sini dan mendapat rekomendasi dari ayah saya ini. Nama: Fajar Wicaksono Alamat: Jl. Meranti Selatan II Blok D/218, Perum Bumi Bekasi Baru, Bojong Menteng, Bekasi. Hobi: Touring, Travelling, Fotografi Model, Ngalor Ngidul. Silakan kalau mau berkonsultasi atau mau bincang-bincang nanti di topik lainnya. See You :)
×
×
  • Create New...