pleasejackys

Members
  • Content count

    65
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    1

pleasejackys last won the day on April 3 2015

pleasejackys had the most liked content!

1 Follower

About pleasejackys

  • Rank
    Tidak Baru Lagi

Profile Information

  • Gender
    Not Telling
  • Location
    Jakarta
  • Interests
    Peace World

Recent Profile Visitors

1,856 profile views
  1. Sejuta Alasan Inilah yang Mewajibkanmu untuk Scuba Diving di Perairan Indonesia Dari sekian banyak kegiatan pariwisata air yang ada di dunia, mungkin scuba diving adalah yang paling populer. Tidak sembarang orang bisa dan boleh melakukan scuba diving. Ada persyaratan yang harus dipenuhi dan pelatihan yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum kamu boleh menyelam ke bawah laut dan menjelajahinya. Namun, kesulitan itu rupanya tidak menjadi penghalang bagi banyak petualang. Scuba Diving yang Mengasyikkan (Sumber: ticktab.com) Bukan tanpa alasan kegiatan yang satu ini memiliki banyak peminat. Secara, memang kegiatan ini memiliki banyak keunggulan yang membuat orang tertarik. Sulitnya melakukan scuba diving rupanya dianggap sebagai tantangan yang menarik bagi banyak orang. Sehingga, hal itu justru membuat mereka semakin ingin untuk bisa menguasainya. Kemudian, dengan diving, kita bisa melihat pemandangan menakjubkan berupa ekosistem yang kaya di bawah laut. Di sana, kita bisa melihat banyak tumbuhan dan binatang laut yang sebelumnya hanya bisa kita lihat dalam gambar saja. Segala keindahan itulah yang membuat perjuanganmu sebelumnya terasa terbayarkan sudah. Banyak orang di seluruh dunia rela menjangkau jarak yang jauh untuk mengunjungi tempat-tempat yang menarik untuk diselami. Hebatnya, kita sebagai orang Indonesia tidak perlu repot-repot seperti itu. Di negara kita yang luas ini, kita bisa juga berpetulang seru menjelajah keindahan alam bawah laut. Bahkan, banyak juga turis mancanegara yang datang ke Indonesia untuk mencoba scuba diving. Mau tau kenapa? Ini dia alasannya: 1. Berjuta Spot Diving yang Tidak Akan Habis Luasnya tanah air kita tentu memiliki berjuta keindahan alam yang bisa kita eksplor, termasuk juga alam bawah lautnya. Seperti yang kita ketahui bersama, negara kita merupakan negara kepulauan. Ada lebih dari 17.000 pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Di antara sebanyak pulau itu, terhampar perairan dengan segala macam kondisi; mulai dari selat yang sempit, teluk, hingga lautan luas. Coba pikirkan, ada berapa banyak perairan di tanah air kita yang memiliki keanekaragaman hayati bawah laut tinggi. Mulai dari Morotai, Taman Laut Bunaken, Teluk Tomini, Kepulauan Aru, Derawan, dan masih banyak lagi. Dari masing-masing perairan, tentu ada banyak lagi diving spot yang dimilikinya. Apalagi jika perairan tersebut cukup luas. Selat Lembeh yang kecil itu saja memiliki sekitar 88 diving spots. Lalu, bagaimana dengan Teluk Tomini yang luas di Pulau Sulawesi? Bayangkan berapa banyak diving spots yang bisa kamu jelajahi di sana. Uniknya Diving di Teluk Tomini (Sumber: skyscanner.com) Di setiap perairannya itu sendiri pun, masing-masing diving spotsnya memiliki karakteristik dan keunikan yang berbeda-beda, walaupun jarak antar lokasinya masih saling berdekatan. Maka untuk menjelajahi satu perairan saja akan membutuhkan waktu beberapa minggu bahkan beberapa bulan. Belum lagi jika kita menemukan spot yang begitu menarik dan tidak puas jika hanya dikunjungi sekali saja. 2. Keanekaragaman yang Tinggi di Raja Ampat Terletak di antara dua benua dan dua samudra telah menjadikan lautan Indonesia menjadi perairan yang nyaman bagi beribu-ribu lebih spesies makhluk hidup. Iklim tropis yang memberikan sinar matahari cukup hingga ke bawah laut pun juga mendukung suburnya kehidupan di sana. Maka tak mengherankan jika di bawah perairan Indonesia tersimpan berbagai ekosistem bawah laut yang keanekaragaman makhluknya tinggi sekali, baik itu hewan maupun tumbuhan. Salah satu perairan yang paling tinggi keanekaragamannya antara lain adalah Raja Ampat, yang terletak di Provinsi Papua. Di Indonesia, perairan inilah yang banyak diminati oleh para petualang untuk menyelam. Menurut data yang dikeluarkan oleh para Nature Conservancy and Conservation International, diperkiran sekitar 75% jenis makhluk hidup laut yag ada di dunia bisa ditemukan di Raja Ampat. Sebagai gambaran, kira-kira di sana kamu akan dapat melihat sekitar lebih dari 600 spesies koral, 1500 spesies ikan, 700 spesies moluska, dan masih banyak lagi. Jika kamu memotret tiap-tiap spesies binatang yang kamu temui, entah berapa banyak memori yang bisa kamu habiskan untuk itu. Ragamnya Ekosistem di Raja Ampat (Sumber: rackcdn.com) Jika kamu sudah berhasil mengarungi keseluruh penjuru perairan Raja Ampat, maka dapat dibilang kamu sudah melihat hampir semua jenis makhluk laut yang ada di dunia. Orang-orang dari berbagai negara pun tertarik untuk berkunjung ke sini dan menyelam, walaupun Raja Ampat sendiri masih memiliki akses yang sulit. Di dunia ini, Raja Ampat menempati urutan ketiga sebagai area perairan dengan keanekaragaman spesies tertinggi di dunia setelah Solomon Islands dan Great Barrier Reef. Sudah sepantasnya kita sebagai orang Indonesia merasa bangga akan hal tersebut. Lalu, mengapa harus repot-repot ke luar negeri jika Indonesia sendiri memiliki kehidupan bawah laut yang semenakjubkan ini? 3. Ubur-Ubur Jinak, Tiram Raksasa, dan Keunikan Lainnya Memiliki satu area dengan keanekaragaman ketiga tertinggi di dunia bukanlah satu-satunya hal yang keren dari dunia bawah laut Indonesia. Di tempat-tempat lainnya di seluruh negeri, ada banyak area-area yang memiliki keunikannya sendiri-sendiri yang mungkin tidak bisa kamu lihat di tempat lain di dunia ini. Misalnya, area-area perairan yang menjadi habitat spesies endemik atau spesies langka tertentu. Sebagai contoh adalah Pulau Kakaban di Kepulauan Derawan. Di tengah pulau tersebut, terdapat danau purba yang menjadi habitat bagi ubur-ubur jinak. Ubur-ubur ini sebenarnya adalah ubur-ubur menyengat biasa yang kemudian terperangkap di danau di tengah pulau saat danau purba itu terbentuk ribuan tahun yang lalu. Karena terperangkap di dalam danau di tengah pulau, ubur-ubur tersebut berevolusi menjadi tiga kali lipat lebih kecil dan sengatnya pun melumpuh total. Ini membuatmu bisa berenang bersama ubur-ubur imut ini dengan aman. Di seluruh penjuru dunia, hanya ada dua tempat dimana kamu bisa berenang bersama ubur-ubur jinak. Salah satunya adalah di Indonesia. Berenang Bersama Ubur-Ubur Kakaban (Sumber: duajurai.com) Contoh lain adalah di Perairan Tolitoli di Pulau Sulawesi. Di sana merupakan habitat bagi tiram raksasa yang langka. Tiram raksasa yang umum disebut “Kima†oleh warga lokal itu memiliki ukuran tubuh sekitar satu meter bahkan lebih. Usianya bisa mencapai 100 tahun lebih. Kima tersebut memiliki andil yang besar dalam menjaga kebersihan dan kejernihan laut sehingga makhluk lain dapat hidup dengan baik di sana. Di Tolitoli, terdapat balai konservasi yang terus berusaha meningkatkan populasi kima di sana. Sehingga, semakin banyak kima yang hidup, semakin banyak pula makhluk laut lainnya yang ikut hidup di sekitarnya. Menyelami area ini, kamu bisa melihat banyak sekali tiram langka ini di antara berbagai jenis hewan dan tumbuhan laut lainnya. Bukan hanya binatang unik saja yang menjadi magnet bagi pariwisata bawah laut Indonesia. Di Morotai, kamu bisa melakukan scuba diving dengan mendapati pemandangan yang unik yaitu puing-puing sisa Perang Dunia II. Di dasar lautan Morotai, terdapat beberapa kendaraan perang yang dahulu sempat ditenggelamkan, antara lain truk, sisa-sisa meriam, bahkan pesawat terbang. Semua puing tersebut kemudian ditumbuhi koral-koral dan menjadi tempat tinggal bagi berbagai ikan berwarna-warni. Selain itu, masih banyak lagi perairan-perairan di Indonesia yang memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Tidak mungkin semuanya kita bahas satu per satu di sini. Kamulah yang harus menjelajahainya sendiri. 4. Coral Triangle (Segitiga Koral) Coral Triangle adalah suatu area yang berbentuk hampir menyerupai segitiga. Di area tersebut, lautannya merupakan habitat bagi banyak sekali spesies koral. Itulah mengapa area tersebut dinamakan Coral Triangle alias Segitiga Koral. Area yang mencakup Coral Triangle antara lain Solomon Islands, Papua New Guinea, Australia, Timor Leste, Filipina, sedikit bagian dari Malaysia, dan tentu saja, negara kita Indonesia. Tak tanggung-tanggung, wilayah Indonesia yang tercakup dalam Coral Triangle adalah dua pertiga dari keseluruhan wilayah tanah air kita. Ini berarti, sebagian besar area Coral Triangle adalah Indonesia. Area dalam Coral Triangle (Sumber: ecology.com) Keistimewaan dari area ini yang utama tentu saja adanya keanekaragaman spesies koral. Tercatat ada sekitar 500 spesies koral di setiap eko-wilayah-nya. Buktinya tercatat bahwa ada sekitar 3000 spesies ikan hidup di wilayah ini. Enam dari tujuh spesies penyu laut yang ada di dunia pun juga berhabitat di Coral Triangle ini. Daerah lain yang bukan merupakan Coral Triangle tidak mungkin bisa memiliki keanekaragaman setinggi ini. Ini karena koral tersebutlah yang memungkinkan berbagai macam hewan dan tumbuhan lainnya untuk hidup di sana. Maka bisa kamu bayangkan sendiri betapa kayanya lautan Indonesia. 5. Bertemu dengan Banyak Orang dari Seluruh Dunia di Acara Sail Indonesia Banyak orang Indonesia yang walaupun mereka tahu Indonesia memiliki jutaan potensi diving spots, tetap memilih ke luar negeri untuk scuba diving. Alasan mereka adalah karena ingin bertemu dengan turis (terutama scuba divers) dari berbagai negara lain. Dipikirnya jika mereka diving di perairan Indonesia, mereka hanya akan bertemu warga lokal dan scuba divers tanah air saja. Sungguh hal itu merupakan perkiraan yang salah besar. Kabar mengenai indahnya alam bawah laut Indonesia sudah tersebar hingga ke seluruh penjuru dunia. Bukan hanya Bunaken atau Raja Ampat saja, namun ada puluhan obyek wisata bawah laut Indonesia yang menjadi favorit untuk dikunjungi para turis asing. Coba saja kunjungi beberapa destinasi yang alam bawah lautnya indah. Dijamin di sana kamu akan bertemu dengan scuba divers asing yang sudah sering melanglang buana keliling dunia untuk menyelam. Warga Dunia Berkumpul dalam Sail Komodo 2013 (Sumber: cdn.tmpo.co) Jika kamu ingin bertemu lebih banyak lagi dengan turis asing yang tertarik dengan wisata perairan Indonesia, cobalah untuk ikut serta di acara Sail Indonesia. Sail Indonesia adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata untuk mempromosikan kepada masyarakat dunia tentang kekayaan perairan yang dimiliki oleh Indonesia. Event tersebut dihadiri oleh berbagai turis dari seluruh penjuru dunia. Ragam kegiatannya pun banyak yang mayoritasnya berhubungan dengan pariwisata air. Salah satunya adalah scuba diving. Obyek wisata yang menjadi lokasi untuk event ini berganti setiap tahun, saking banyaknya obyek wisata laut yang dimiliki Indonesia. Misalnya tahun 2012 ada Sail Morotai, tahun 2013 ada Sail Komodo, tahun 2014 ada Sail Raja Ampat, dan tahun 2015 ada Sail Tomini. Seru juga kan berlayar keliling Indonesia dengan banyak orang dari berbagai negara? 6. Tidak Perlu Repot Urus Paspor dan Visa Melakukan scuba diving di luar negeri akan sangat merepotkan. Kamu harus membeli tiket jauh hari agar tarifnya murah, padahal belum tentu waktunya tepat. Jika belum ada paspor pun kamu harus membuatnya terlebih dahulu ke kantor imigrasi. Belum lagi jika negara yang kamu tuju ternyata meminta adanya visa. Bukan hanya repot, urusan itu juga akan menghabiskan banyak uang. Apalah gunanya menghabiskan waktu, tenaga, dan terlebih lagi, uang, untuk kegiatan yang bisa kamu lakukan di tanah air? Di Indonesia, kamu tidak perlu repot dengan urusan paspor apalagi visa. Ini berarti kamu bisa menghemat lebih banyak uang dan memanfaatkannya untuk urusan lain yang lebih baik. Mungkin sah-sah untuk repot-repot keluar negeri demi scuba diving jika pengalaman yang akan kamu dapat di sana jauh lebih baik daripada apa yang akan kamu dapat jika scuba diving di tanah air. Namun dari poin-poin yang kita bahas sebelumnya, sepertinya kecil kemungkinannya itu bakal terjadi mengingat potensi scuba diving di Indonesia sendiri sudah sangat tinggi. 7. Ikut Mempromosikan Pariwisata Indonesia Indonesia adalah negara yang memiliki potensi pariwisata yang cukup tinggi. Terbukti kegiatan pariwisata merupakan salah satu sumber devisa negara yang paling besar. Maka dari itu, penting bagi negara kita untuk terus menarik sebanyak mungkin wisatawan untuk datang berlibur ke Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, kita juga bisa ikut andil dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan mengutamakan berlibur menjelajah tanah air ketimbang keluar negeri. Promosikan Wisata Laut Indonesia (Sumber: mustangcorps.com) Jika kita menyalurkan hobi scuba diving kita di tanah air, maka devisa negara akan bertambah. Warga lokal pun akan ikut kecipratan rejekinya. Kemudian jika kita berbagai cerita dan foto tentang pengalaman kita, akan semakin banyak pula orang yang tertarik untuk ikut mengunjunginya. Secara tidak langsung, itu juga bisa disebut sebagai promosi. Kita bisa berbagi pengalaman lewat media sosial, forum, blog, atau dengan cerita secara lisan ke teman dan saudara. Semakin banyak orang yang mendengar cerita tentang indahnya negeri kita, semakin banyak orang yang tertarik untuk menjelajahinya. Itu berarti, semakin besar dan maju pula industri pariwisata di tanah air kita. Ini bisa mendukung kemajuan dan kemakmuran bangsa juga. Siapa lagi yang mau ikut berpartisipasi dalam hal kemajuan bangsa jika bukan kita sebagai warga negaranya? Sebagai seorang traveller yang memiliki jiwa penjelajah, scuba diving tentu menjadi kegiatan yang sangat menarik bagi kita. Rasanya puas sekali jika bisa berenang di bawah permukaan air laut dan menikmati betapa mengagumkannya ekosistem yang Tuhan ciptakan di bawah sana. Menjelajahi satu tempat tidaklah puas. Pasti kamu ingin untuk melakukannya lagi, lagi, dan lagi. Untungnya, Indonesia bisa mengakomodir keinginan kita tersebut. Berbagai keindahan bawah lautnya tidak akan selesai untuk dieksplorasi. Belum lagi kemudahan-kemudahan yang kamu dapat dibandingkan jika kamu berwisata scuba di luar negeri. Sungguh tak ada alasan untuk tidak menyelami lautan di tanah air kita yang tercinta ini.
  2. Putus Cinta? Begini Caranya Travelling Agar Cepat Move On! Putus cinta adalah salah satu pengalaman yang sangat tidak menyenangkan untuk dirasakan. Rasa sakit yang timbul bisa sungguh menyiksa. Orang bilang, sakit hati rasanya lebih pahit daripada sakit gigi. Sakit hati akibat hubungan percintaan yang kandas di tengah jalan seringkali bertahan lama. kenangan-kenangan akan masa lalu seringkali muncul kembali di benak sehingga kita merasa sulit untuk melanjutkan hidup. Salah satu tips untuk bisa menyembuhkan sakit hati yang semacam ini dengan cepat adalah dengan melakukan travelling. Seperti yang kita sudah tahu bersama, travelling bisa memberikan kita pengalaman baru, membuat kita melihat hal baru, dan menemukan banyak sesuatu yang berharga. Hal-hal yang kita temukan saat travelling bisa sangat menginspirasi pikiran kita. Sehingga, pikiran kita tidak akan lagi terfokus pada cerita cinta yang gagal. Semuanya tergantikan oleh cerita yang lebih menyenangkan dan bermanfaat. Travelling untuk Menyembuhkan Hati yang Patah (Sumber: heartofvagabond.com) Akan tetapi, jangan asal travelling saat kamu baru putus cinta. Salah langkah justru bisa membuatmu semakin sulit melupakan sakit di hati. Sebaliknya, jika kamu melakukannya dengan baik, dijamin luka hatimu tidak akan terlalu perih terasa setiap kali kamu mengingatnya lagi. Untuk itu, simaklah beberapa cara di bawah ini agar kamu bisa move on dengan cepat dan mudah! 1. Niatkan untuk Dirimu Sendiri Saat merencanakan travelling, jangan berpikir bahwa ini adalah salah satu cara untuk melupakan mantanmu. Karena jika ini niatmu, perjalananmu akan sangat terfokus pada mantan. Apapun yang kamu lakukan dan kunjungi akan membuatmu semakin jelas mengingatnya. Akhirnya, yang ada justru kamu akan semakin kesulitan untuk bisa move on. Sebaliknya, niatkanlah untuk membuat perasaanmu menjadi lebih baik. Tanamkan dalam pikiranmu bahwa kamu adalah orang tidak boleh larut dalam kesedihan. Yakinkan dirimu bahwa kamu cukup berharga untuk merasa bahagia. Jika kamu meniatkan travelling untuk dirimu sendiri, maka kamu akan terfokus pada hal-hal yang bisa membuatmu bahagia dan bisa membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik. 2. Ajak Teman yang Seru Saat-saat yang sulit ketika baru putus cinta adalah ketika kamu sedang sendirian. Di saat sendiri, pikiran biasanya akan melayang kemana-mana. Apabila sedang patah hati, maka pikiran biasanya akan melayang ke berbagai kenangan bersama mantan. Kesendirian juga rentan terhadap rasa kesepian yang akan membuatmu lebih larut dalam kesedihan. Bahkan ketika kamu sedang melakukan kegiatan pun, besar kemungkinannya kamu akan terserang hal-hal semacam ini jika kamu sedang sendirian. Ketika sedang berada di tempat yang asing, rasa kesepian akan semakin mudah menyerang. Bahkan traveller yang tidak sedang patah hati pun seringkali merasa kesepian saat bepergian sendiri. Bayangkan bagaimana kamu jadinya jika harus menjelajah tempat asing sendirian. Bisa jadi agenda jalan-jalanmu berubah menjadi agenda tangisan. Itulah sebabnya kamu perlu mengajak teman saat travelling ketika kamu sedang berusaha move on. Serunya Travelling Bersama Banyak Teman (Sumber: daisyvega.com) Jangan pilih teman yang pendiam dan pasif karena petualanganmu akan terasa datar. Akhirnya kamu pun akan mudah teringat lagi pada kepedihan hati yang mustinya kamu lupakan. Sebaliknya, ajaklah beberapa teman yang aktif dan kocak agar petualanganmu dipenuhi keseruan oleh candaan dan keceriaan dari mereka. Saat di hotel, jangan menyewa kamar untukmu sendiri. Sewalah satu kamar yang cukup besar untuk kalian gunakan bersama. Mintalah beberapa ekstra bed jika perlu. Sendirian dalam kamar di malam hari merupakan kondisi yang mudah diserang rasa kesepian. Bisa jadi kamu tidak tidur semalaman saking galaunya. Sebaliknya jika kamarmu ramai oleh teman-temanmu, kamu akan asyik bersenda gurau sampai kamu benar-benar kelelahan dan ketiduran. Keesokan harinya saat bangun pun kamu tidak akan sempat bergalau-galau karena temanmu sudah keburu berbuat ulah yang akan membuat suasana jadi seru dan menyenangkan. 3. Matikan Handphone Sibuk mengutak-atik handphone akan membuatmu sulit melupakan mantan. Kamu pasti akan tertarik untuk membuka-buka kembali pesan lama dari mantan, mengharapkan ada pesan atau telepon lagi dari si dia, dan bahkan tergoda untuk menghubunginya kembali. Akan timbul juga keinginan untuk melihat-lihat galeri foto sampai kamu menemukan foto lama yang penuh kenangan. Kamu juga akan tergelitik untuk mengecek statusnya di media sosial, berharap dia juga sulit melupakanmu yang mana hanya akan semakin menyakitkan jika statusnya menunjukkan dia sedang berbahagia. Maka dari itu, lebih baik matikan handphone mu dan simpan di dalam tas saat jalan-jalan. Kamu cukup membukanya sesekali saja untuk mengecek apakah ada pesan masuk dari keluarga atau teman. Matikan Handphone (Sumber: whstatic.com) Saat travelling memang sulit untuk lepas dari handphone karena kita biasanya memang banyak memanfaatkan fiturnya untuk mendukung petualangan kita. Misalnya, kita berjalan keliling kota dengan aplikasi peta dan GPS, kita memotret dengan kamera handphone, check-in lokasi dan berbagai gambar pun lewat media sosial yang kita akses melalu handphone. Kamu mungkin akan berpikir, bagaimana caranya bisa mendapatkan manfaat itu semua jika handphone mu harus dimatikan? Nah, di situlah manfaat tambahan yang akan kamu dapatkan jika travelling bersama teman. Suruhlah temanmu yang menjadi navigator dengan aplikasi peta di handphone mereka. Untuk foto-foto, gunakan saja handphone temanmu dan minta mereka membaginya ke kamu nanti. Jangan lupa sampaikan juga ke keluargamu bahwa kamu akan jarang mengecek handphone sehingga mereka tidak perlu panik atau khawatir jika kamu sulit untuk dihubungi. Berikan nomor handphone teman-temanmu ke keluargamu untuk jaga-jaga jika ada sesuatu yang urgent dan kamu masih belum mengecek handphone. 4. Hindari Obyek Wisata Tertentu Ketika menjelajah kota, kamu pun harus selektif dalam memilih obyek wisata dan kegiatan untuk dilakukan. Ada beberapa tempat wisata yang sebaiknya dihindari karena beresiko membuatmu teringat lagi pada luka hatimu. Bahkan jika kamu mengunjunginya beramai-ramai dengan teman pun, resiko kesepian akan muncul bila kamu salah memilih obyek destinasi. Pantai adalah tempat yang paling wajib dihindari. Matahari terbenam, riuh ombak, dan pasir yang terhampar luas terasa sungguh romatis. Susana yang romantis itulah akan membuatmu berharap untuk bisa berada di sana berada orang yang dulu kamu kasihi itu. Belum lagi di pantai nanti kamu akan melihat banyak pasangan yang sedang berlibur bersama dengan mesranya. Rasa iri dan kesepian tentu akan semakin menyelimutimu. Landmark kota seperti Menara Eiffel juga sebaiknya dihindari karena itu merupakan tempat favorit para turis untuk memadu kasih. Merenungi Cinta di Tepi Pantai (Sumber: smarana.in) Selain tempat-tempat yang romantis, destinasi lain yang wajib kamu hindari adalah tempat yang suasananya hening dan asri, misalnya di danau atau area perbukitan. Di tempat yang seperti ini, orang cenderung gampang melamun karena terbuai dengan suasana lembut dari lingkungannya. Sementara kalau orang yang baru putus cinta melamun, pasti yang dilamunkan adalah bayangan-bayangan akan sang mantan. Heningnya suasana justru akan semakin menambah kelamnya hatimu. Meskipun sebenarnya keindahan alam di sekelilingmu sungguh menakjubkan, kamu tidak akan terlalu menyadarinya karena sibuk dengan kepiluan hatimu sendiri. Jangan nekat untuk mendatangi tempat-tempat seperti yang disebutkan di atas ketika kamu baru sakit hati. Bahkan walaupun kamu datang beramai-ramai dengan teman pun, tempat semacam itu masih cukup membahayakan perasaanmu. Karena walaupun kamu merasakan keseruan petualangan dengan teman-teman, siapa yang bisa menjamin bahwa dalam hatimu tidak berbeda? Terkadang, kesedihan masih tetap akan muncul walaupun dari luar kamu terasa sedang bergembira. 5. Perbanyak Aktivitas yang Menantang Cara yang paling efektif untuk mengendalikan sakit di hatimu adalah dengan mencari hal lain yang bisa mencuri fokus dan perhatianmu. Dengan begitu, kenangan pahit akan si mantan akan tergusur dari benak. Maka dari itu selama jalan-jalan, cobalah kamu untuk mencari jenis aktivitas yang bisa menyita seluruh perhatianmu. Biasanya, jenis aktivitas yang ampuh untuk menguasai pikiranmu adalah jenis aktivitas yang menantang. Contoh aktivitas yang semacam itu antara lain arung jeram, panjat tebing, bungee jumping, dan masih banyak lagi. Aktivitas yang memicu adrenalin akan membuat hatimu berdebar kencang. Jika kamu tidak berhati-hati, bisa jadi berbahaya. Tanpa disadari, kamu pun akan otomatis terfokus pada kegiatan ini dan tidak sempat memikirkan hal lain. Bayangkan kamu sedang asyik memikirkan mantan di atas perahu karet ketika akan memulai arung jeram. Begitu perahu karetmu mulai bergerak, pasti kamu akan terkejut dan takut perahunya terbalik. Instingmu secara otomatis akan memaksamu memusatkan perhatianmu pada sungai dan keselamatanmu. Kamu tidak akan lagi punya waktu sedetikpun untuk memikirkan mantan. Rafting yang Menegangkan (Sumber: mozatrans.com) Bahkan ketika kegiatan menantang tersebut sudah selesai dilakukan, kamu pasti masih akan terbayang-bayang bagaimana menegangkannya petualanganmu tadi. Sebagian hatimu pasti bersyukur kamu bisa menyelesaikan kegiatan tersebut dengan aman dan selamat. Adegan-adegan yang seru, kocak, atau menegangkan pasti berkelebat lagi dalam pikiranmu. Dan apabila bayangan sang mantan kembali lagi menghampiri benakmu, kamu akan merasa hal tersebut bukanlah masalah besar. 6. Wisata Kuliner Banyak orang mengatakan, makanan yang lezat dapat meningkatkan kebahagiaan seseorang. Barangkali pepatah tersebut tidak salah juga. Coba bayangkan, orang yang terbiasa makan enak memang biasanya memiliki semangat yang tinggi dan senyum yang cerah. Sebaliknya, orang yang jarang makan enak biasanya jarang tersenyum dan cenderung diam. Maka, tidak ada salahnya kamu mencoba membuktikan pepatah ini sendiri. Caranya adalah dengan wisata kuliner selama kamu berada di kota yang asing. Mencicipi Makanan Aneh (Sumber: ytimg.com) Selama jalan-jalan, cobalah untuk mencicipi makanan enak sebanyak mungkin kamu bisa. Rasa gurih dan manis yang kamu temukan akan membuatmu kagum dan senang. Saking enaknya, mungkin kamu akan tambah lagi dan lagi. Nikmatnya berkuliner ini akan membuatmu terlena sehingga tak lagi peduli dengan mantan kekasih yang melukai hatimu itu. Jika menemukan satu makanan yang enak, kamu pasti akan penasaran untuk mencari makanan lain lagi untuk dicicipi. Saking sibuknya mencari makan, kamu tak akan lagi sempat memikirkan mantanmu yang tidak penting itu. Memang tidak ada jaminan bahwa setiap kali berwisata kuliner kamu akan menyukai makanan atau minuman yang kamu temukan. Terkadang, kamu akan menemukan sesuatu yang rasanya sungguh aneh dan tidak nyaman di lidah. Namun, bukan berarti makanan yang tidak lezat itu akan melukai perasaanmu. Sebaliknya, makanan yang kurang sesuai dengan seleramu akan membuatmu merasa geli, terutama jika kamu mencicipinya bersama teman-teman. Nantinya jika kamu mengingat kembali adegan ini, kamu pasti akan tertawa sendiri mengingatnya. 7. Kunjungi Festival Keramaian adalah salah satu hal yang bisa mengalihkan perhatianmu dari pikiran-pikiran yang tidak penting. Maka dari itu, luangkanlah waktu untuk jalan-jalan ke tempat-tempat ramai yang menarik ketika kamu baru patah hati. Namun, keramaian di sini bukanlah seperti obyek wisata yang terlalu banyak pengunjung. Akan tetapi, keramaian yang dimaksud adalah keramaian yang terpusat pada satu kegiatan. Misalnya keramaian yang timbul dari sebuah upacara adat atau festival. Upacara adat atau festival yang ramai menunjukkan bahwa acara tersebut sangatlah seru dan menyenangkan sehingga semua orang tertarik untuk ikut serta. Jika semua orang bersemangat untuk mengikut jalannya acara, maka kemungkinan besar kamu juga akan demikian. Asyiknya mengikuti festival tersebut akan membuatmu tidak sempat lagi memikirkan hal-hal lain. Solar Weekend Festival di Belanda (Sumber: djnewsmag.com) Ketika ikut serta dalam sebuah festival, jangan bersikap pasif dengan melihat dari tepian saja. Cobalah untuk membaur dan ikut andil dalam ritualnya. Jangan sibuk mengabadikan keseruan festival itu dengan kameramu karena kamu akan kehilangan momen berharga ini. Simpan saja kameramu dalam tas dan meleburlah dengan orang-orang lain yang penuh semangat itu. Bagaimanapun, pengalaman ini akan terasa jauh lebih berharga daripada foto-foto yang kamu jepret. Bersenang-senanglah dengan penuh semangat dan ciptakan kenangan yang indah akan pengalaman itu. Dijamin, di kemudian hari nanti kamu tidak akan terlalu terepotkan jika teringat akan kenangan lain yang kurang menyenangkan. 8. Kursus Bahasa Asing atau Kesenian Lokal Mempelajari sesuatu yang baru juga merupakan trik yang ampuh untuk memindahkan perhatianmu dari hal yang tidak menyenangkan. Karena ketika kita sedang mempelajari sesuatu yang benar-benar baru, kita perlu berkonsentrasi tinggi untuk dapat menguasai materinya. Maka jika kamu baru patah hati, cobalah untuk mempelajari sesuatu yang baru sembari kamu travelling. Pilihlah satu topik untuk dipelajari yang sungguh-sungguh kamu minati agar kamu bersemangat dalam mempelajarinya. Kamu bisa mencoba kursus bahasa asing sesuai negara/daerah yang kamu minati. Jika kamu hobi makan dan memasak, kamu bisa mencoba kursus memasak kuliner lokal. Atau kamu juga bisa mempelajari seni tradisional tertentu seperti tari bali atau gamelan jawa. Jika subjeknya sudah sesuai minatmu, maka kamu tidak perlu berusaha keras untuk dapat fokus mempelajarinya. Sebaliknya jika kamu tidak terlalu tertarik, bisa jadi kamu malah merasa semakin tidak nyaman dan tersiksa. Travelling saat baru putus cinta bukanlah sebuah pelarian. Travelling bukan merupakan suatu cara untuk melupakan dan lari dari kenangan buruk. Karena bagaimanapun, cerita cinta yang gagal itu memang ada dan tidak bisa dipungkiri. Akan tetapi, travelling bisa membuat kita menyadari bahwa ada banyak hal baik yang bisa terjadi dalam hidupmu. Kitalah yang harus siap membuka diri pada segala kesempatan agar bisa meraihnya. Jika hal tersebut sudah kita raih, maka hati pun tidak akan terasa begitu sakit setiap kali mengingat akan kenangan pahit kita yang lalu. Karena kita yakin, di masa depan, akan ada banyak hal baik yang siap menyambut.
  3. Fasilitas Hotel yang Paling Banyak Dicari Traveller; Kamu Bagaimana? Hotel adalah tempat yang paling banyak disinggahi oleh para traveller selain obyek wisata. Betapa tidak, hotel memang pilihan akomodasi yang paling fleksibel. Banyaknya pilihan jenis hotel memudahkan para traveller untuk menemukan tempat peristirahatan sementara yang nyaman dan menyenangkan, sesuai dengan harapan dan keinginannya masing-masing. Ragamnya jenis hotel ditentukan oleh banyak hal seperti harga, estetika, lokasi, dan masih banyak lagi. Termasuk juga diantaranya adalah fasilitas. Fasilitas yang dimiliki sebuah hotel pastilah berbeda dengan fasilitas yang ada di hotel lainnya. Ada hotel yang fasilitasnya minim, ada pula yang fasilitasnya banyak. Hotel Mewah Memiliki Sejuta Fasilitas (Sumber: blacktomato.com) Setiap traveller memiliki gaya dan preferensi sendiri-sendiri saat pergi ke kota yang asing. Kebutuhan dan keinginannya pun bermacam-macam, termasuk untuk urusan penginapan. Untuk mengakomodasi kebutuhan dan keinginan para traveller itulah, tiap hotel berusaha menyediakan fasilitasnya masing-masing. Berikut adalah contoh beberapa fasilitas yang paling banyak diincar oleh para traveller. 1. Koneksi Internet yang Cepat dan Stabil Jaman sekarang, hampir tidak ada orang yang bisa lepas dari internet, apalagi jika sudah memegang smartphone atau tablet. Koneksi internet seolah adalah nyawa bagi kita karena membawa banyak manfaat yang signifikan. Untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga, kita biasa menggunakan aplikasi messenger yang berbasis internet. Untuk urusan jalan-jalan pun kita banyak memanfaatkan internet untuk berbagai hal misalnya browsing mencari informasi, memakai aplikasi peta dan GPS untuk menentukan jalan dan arah, berbagi foto dan cerita di media sosial, serta masih banyak lagi. Pentingnya peran internet dalam kehidupan kemudian mendorong para pihak hotel untuk menyediakan fasilitas berupa koneksi internet gratis 24 jam dalam hotel. Koneksi internet ini biasanya menggunakan bentuk wifi agar praktis dan mudah digunakan oleh para tamu. Dengan adanya fasilitas ini, para wisatawan bisa dengan mudah melakukan banyak hal dengan gadget mereka masing-masing walaupun sedang dalam posisi tiduran di dalam kamar masing-masing. Menikmati Internet di Kasur (Sumber: fourteenip.com) Tidak semua koneksi internet memiliki jaringan yang kuat dan stabil. Jika koneksinya lemot dan naik turun, orang pasti malas memakainya. Maka dari itulah, jika sebuah hotel yang bisa menyediakan koneksi internet yang baik bagi pengunjungnya, dijamin hotel tersebut pasti banyak disukai oleh wisatawan. Sekarang ini tak jarang bahkan hotel-hotel murah pun juga menyediakan fasilitas internet agar banyak diminati oleh turis. 2. Kolam Renang Hotel berbintang tiga dan yang lebih tinggi lagi pasti memiliki kolam renang meskipun bentuk dan ukuran kolamnya bermacam-macam. Hal ini bukanlah sebuah kebetulan semata. Faktanya, kolam renang juga merupakan fasilitas yang banyak dicari oleh para traveller, baik itu turis maupun orang yang datang untuk urusan bisnis. Kolam Renang dengan Area Santai (Sumber: wallpaperswide.com) Kolam renang bisa jadi tempat hiburan atau sarana melepas penat. Bermalas-malasan di dalam air terasa sangat menyegarkan terutama jika cuaca sedang panas. Menyibak-nyibakan air pun rasanya sangat menyenangkan bukan hanya untuk anak-anak saja, namun juga untuk orang yang lebih tua. Berendam dan berenang santai juga efektif untuk menghilangkan rasa penat di kepala. Kolam renang juga bermanfaat untuk kesehatan. Berenang terbukti merupakan olahraga yang efektif untuk kesehatan secara general karena hampir semua organ tubuh kita akan terlatih menjadi kuat dan stabil saat berenang. Kalori pun terbakar secara merata di seluruh tubuh. Berenang juga merupakan olahraga yang menyenangkan karena kita tidak perlu berkeringat. Atas banyaknya manfaat itulah, banyak traveller yang mencari fasilitas kolam renang dalam sebuah hotel. Tiap hotel memiliki kolam renang yang bentuk, ukuran, dan kedalaman berbeda-beda. Pengunjung yang memilih hotel mempertimbangkan apa fungsi kolam renang yang diincarnya kemudian mencari hotel yang kolam renangnya dapat memfasilitasi fungsi tersebut. Misalnya, seorang turis pergi berlibur bersama anaknya. Dia berharap anaknya bisa bermain air dengan gembira dan aman di kolam. Maka, dia akan mencari hotel yang memiliki sebuah kolam kecil nan dangkal yang cocok untuk anaknya itu. 3. Restauran atau Kafe Dimanapun kita berada, kegiatan apapun yang kita lakukan, kita pasti memerlukan makan. Tanpa makan kita tidak akan bisa menjalani hari dengan baik karena tidak ada tenaga untuk itu. Termasuk juga ketika sedang travelling. Kita harus makan dengan cukup agar mempunyai energi yang cukup pula untuk jalan-jalan dan beraktivitas. Di satu sisi, seringkali kita keasyikan jalan-jalan dan bersenang-senang sampai lupa makan. Rasa lapar baru akan menyerang di larut malam ketika kita sudah berada di dalam kamar hotel dan kelelahan. Kadang pula kita harus beraktivitas sampai larut malam dan pulang ke hotel dalam keadaan belum makan. Pada kondisi demikian, pastilah malas rasanya jika harus keluar lagi untuk mencari makan. Di saat seperti inilah, adanya restauran atau kafe di dalam hotel akan terasa sangat bermanfaat. Chef Menyiapkan Banyak Makanan di Restauran Hotel (Sumber: florahospitality.com) Restauran atau kafe yang ada di sebuah hotel umumnya beroperasi 24 jam untuk memudahkan tamu hotel mengisi perut mereka di setiap waktu. Kapanpun ingin makan, mereka tidak perlu keluar gedung. Bahkan, beberapa restauran hotel memiliki layanan delivery ke kamar masing-masing. Kita hanya perlu menelepon melalui telepon hotel dan menunggu makanan diantarkan ke kamar. Sungguh fasilitas yang sangat praktis dan bermanfaat. Hotel yang berbintang tinggi, pasti memiliki restauran yang mewah dan rasanya dijamin lezat. Restauran ini bisa kamu manfaatkan untuk makan malam romantis jika kamu travelling bersama pasanganmu. Jika kamu ada janji bertemu dengan seseorang, kamu juga bisa mengajaknya ke restauran atau kafe yang ada di hotel supaya bisa sekalian menjamu mereka. Di saat yang santai, kamu pun bisa menikmati makan di sana sendirian. 4. Bar Seorang traveller biasanya memiliki semangat, stamina, dan rasa penasaran yang tinggi. Kesemua hal tersebut membuatnya ingin selalu beraktivitas dan melakukan lebih banyak hal sampai waktu dan energi mereka sudah habis. Umumnya mereka menghabiskan waktu seharian di luar untuk mengeksplorasi kota, mengunjungi obyek wisata, dan melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan. Setelah lelah seharian beraktivitas ke sana ke mari, seorang traveller biasanya merasa lelah saat malam tiba. Ini membuatnya tidak ingin melakukan hal lain selain tidur dan mengumpulkan kembali energinya untuk menjelajah kembali keesokan harinya. Namun tidak semua traveller seperti itu. Ada juga yang walaupun sudah malam, mereka masih ingin beraktivitas. Bar atau kafe biasanyalah yang menjadi jawaban bagi mereka. Akan tetapi, terkadang seseorang sudah merasa agak lelah dan malas jika harus pergi lagi keluar hotel untuk mencari sebuah bar. Maka apabila di dalam hotel yang mereka inapi memiliki sebuah bar yang lumayan bagus, hal itu tentu akan cukup menolong. Refreshing di Bar Hotel (Sumber: alpenhof.net) Di dalam bar, mereka bisa bersantai sejenak setelah lelah beraktivitas. Aktivitas ringan ini cocok untuk menunggu rasa kantuk datang sembari merenungkan kembali pengalaman yang didapatnya seharian tadi. Di sana mereka masih bisa bertemu dengan banyak orang asing jika mereka ingin memperluas pergaulannya sembari bersenang-senang. Jika nanti mereka merasa lelah atau mengantuk, mereka bisa langsung kembali ke kamarnya dan segera tidur. 5. Spa Jalan-jalan seharian serta melakukan berbagai aktivitas pariwisata dan penjelajahan tentu menguras tenaga yang tidak sedikit. Seringkali rasa lelah datang mengganggu setelah kita puas bereksplorasi di dalam kota. Saking lelahnya, terkadang tidur malam pun rasanya masih kurang cukup untuk mengembalikan stamina tubuh. Padahal, rasa lelah yang tak kunjung hilang bisa menimbulkan rasa penat dan jenuh di kepala. Saat kelelahan seperti ini, rasanya menyenangkan sekali jika membayangkan badan ini di-treatment dengan spa. Dengan aromaterapi yang menenangkan, massage yang lembut, suasana yang asri, serta air hangat untuk berendam rasanya bisa menjadi kombinasi yang ampuh untuk mengusir kelelahan dan penat tersebut. Itulah mengapa beberapa traveller mengincar hotel yang memiliki fasilitas spa. Relaks dengan Spa (Sumber: kasuribalitour.com) Spa juga cocok untuk orang yang pergi berlibur untuk melepaskan penat akibat rutinitas hidup dan beban pekerjaan. Sebelum mulai menjelajah keliling kota, mereka bisa menikmati spa terlebih dahulu. Dengan begini, mereka akan memulai petualangan mereka dengan badan yang bersih, ringan, dan pikiran yang segar. Spa juga bisa dimanfaatkan sebagai kegiatan penutup dalam agenda liburan agar kamu bisa memulai kembali rutinitas harianmu dengan pikiran yang tenang dan stamina yang sempurna. Fasilitas spa dalam sebuah hotel akan terasa lebih menyenangkan lagi jika suasana ruang spa nya memiliki pemandangan alam yang indah. Tak jarang ada orang yang menginap di hotel seperti ini hanya karena mereka ingin menikmati fasilitas spa nya saja. Malah ada juga tempat yang awalnya hanya berupa fasilitas spa dan kemudian membuka hotel di dalam areanya untuk memfasilitasi tamu spa yang berasal dari luar kota. 6. Rooftop atau Balkon Luas dengan Pemandangan yang Menarik Traveller pada umumnya memiliki jiwa yang terbuka. Oleh karenanya, mereka ingin berada di tempat yang luas dimana mereka bisa melihat dan merasakan banyak hal. Dinding yang tinggi, ruang yang sempit dan tertutup, dan lingkungan yang padat akan membuat mereka sangat jemu. Padahal, sebagian besar hotel yang ada di tengah kota memiliki kondisi yang demikian. Itulah yang membuat sebagian dari mereka cukup selektif dalam memilih hotel. Secara logika, lingkungan yang sudah terlanjur padat memang akan menyulitkan bagi sebuah hotel untuk menyediakan kamar yang luas dengan pemandangan yang menakjubkan di tengah kota. Udara yang segar juga rasanya nyaris mustahil untuk bisa didapatkan dari hotel yang berada di tengah kota. Masalah ini masih bisa disiasati dengan adanya rooftop atau balkon. Dari rooftop atau balkon, kita bisa memandang jauh dan melihat banyak hal seperti suasana kota, langit dan cakrawala. Udara pun terasa lebih segar di ketinggian karena sudah cukup jauh dari sumber polusi di jalan. Semakin tinggi posisi rooftop atau balkon tersebut, akan semakin luas pemandangan yang bisa kita nikmati sehingga semakin banyak hal yang bisa kita lihat. Udara pun akan terasa semakin bersih dan segar di ketinggian sana. Balkon yang Tinggi dan Indah (Sumber: blogcdn.com) Kita bisa membuka pintu kamar dan melangkah ke balkon setiap kali ingin menikmati suasana tersebut sendiri dalam keheningan. Sementara jika kita ingin suasana yang lebih ramai, kita bisa naik ke rooftop area dimana kita bisa bertemu tamu hotel lainnya. Rooftop hotel biasanya juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti kafe terbuka, taman, lounge, dan kolam renang sehingga kita bisa bersantai secara lebih maksimal lagi. 7. Ruang Santai Publik Selama pergi mengunjungi sebuah kota yang asing, tidak sepanjang waktu akan kita habiskan untuk berkeliling dan beraktivitas di luar. Sesekali waktu, pasti kita ingin menikmati waktu santai dengan kegiatan yang tidak melelahkan misalnya menulis jurnal, membaca, atau browsing internet. Selain itu, traveller juga seringkali memiliki keinginan untuk bertemu dan berkenalan dengan traveller lainnya. Dari situ mereka bisa saling bertukar pengalaman, berbagi informasi, merencanakan jalan-jalan bersama, atau setidaknya bersenda gurau bersama. Untuk berbagai tujuan tersebut, kita sebagai traveller memerlukan sebuah fasilitas yang disebut sebagai ruang santai publik dalam sebuah hotel yang kita inapi. Ruang santai publik adalah sebuah lounge dengan suasana yang nyaman dan tidak formal. Ruangan ini biasanya memiliki kursi, karpet, dan beberapa bantal besar. Selain itu, ada juga fasilitas pelengkap berupa televisi, koneksi internet, serta beberapa mesin permainan untuk hiburan. Ruangan ini bisa digunakan secara gratis setiap saat oleh para tamu yang menginap di hotel tersebut. Ruang Santai Publik yang Nyaman (Sumber: tripadvisor.com) Turis umum tidak semuanya tertarik dengan fasilitas seperti ini. Biasanya, yang berminat untuk menghabiskan waktu di ruang santai publik adalah para traveller muda yang jiwa petualangannya masih tinggi. Maka dari itulah, fasilitas ini banyak dijumpai di hostel dan penginapan murah yang biasa diinapi oleh para backpacker. 8. Tur atau Paket Wisata Traveller tentu akan sangat tertarik dengan berbagai pilihan kegiatan wisata yang ada di kota tersebut. Bahkan sebenarnya, potensi itulah yang seringkali menjadi alasan utama mereka untuk datang berkunjung. Mereka akan mencari tempat wisata mana sajakah yang akan didatanginya terlebih dahulu. Baru kemudian mereka akan mencari hotel yang lokasinya cukup strategis untuk menjangkau tempat tersebut. Kebiasaan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh beberapa pihak hotel dengan memberikan fasilitas berupa tur atau paket wisata. Di sini, para traveller mendapatkan kemudahan berupa tidak perlu pusing-pusing mengatur rute dan transportasi menuju tempat wisata. Mereka juga tidak perlu kebingungan lagi di obyek wisatanya karena semuanya sudah diatur dengan baik oleh pihak hotel. Fasilitas semacam ini biasanya sangat disukai oleh turis-turis yang malas mengatur ittinerary nya sendiri dan mengharapkan kepraktisan. Fasilitas tur atau paket wisata biasanya hanya ada di hotel-hotel berbintang. Mereka bekerja sama dengan beberapa pihak untuk dapat menyediakan pengalaman wisata yang menyenangkan bagi tamunya. Misalnya mereka bekerja sama dengan para kusir delman agar tamunya bisa mencoba alat transportasi tradisional yang unik itu saat berwisata. Mereka juga bekerja sama dengan produsen barang kerajinan lokal agar para tamu hotel bisa membeli oleh-oleh langsung dari para pengrajinnya sekalian melihat proses pembuatannya. Dan masih banyak lagi. Ketersediaan fasilitas merupakan satu aspek yang sering menjadi pertimbangan penting bagi seorang turis saat akan menentukan di hotel mana ia akan menginap. Itulah yang kemudian mendorong pihak hotel untuk berlomba-lomba menyediakan fasilitas yang banyak diharapkan oleh para pelancong. Termasuk juga diantaranya adalah hotel yang minim fasilitas. Banyak juga traveller yang merasa tidak memerlukan fasilitas apapun dalam hotel. Sehingga mereka akan mencari hotel yang tidak memiliki banyak fasilitas agar tarif sewanya murah. Dengan begitu, mereka tidak perlu memboroskan anggaran.
  4. Apa Sih yang Jadi Prioritasmu Saat Memilih Hotel? Ada banyak jenis akomodasi yang bisa menjadi pilihan kita saat travelling. Mulai dari menginap di hotel, menumpang di rumah orang, tidur di tempat umum seperti bandara atau masjid, dan lain sebagainya. Masing-masing jenis akomodasi tentu memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri. Misalnya, menumpang di rumah orang bisa membuat kita berhemat karena gratis. Namun, kita tidak bisa bebas berbuat sesuka hati karena harus menjaga etika. Masuk dan keluar rumah pun harus pada jam yang beradab. Tidur di tempat umum juga gratis dan kita masih bebas datang dan pergi kapanpun kita mau. Namun, resikonya adalah tidak ada kasur yang nyaman dan suasananya berisik. Belum lagi jika nanti kita diusir oleh petugas keamanannya. Kamar Hotel yang Nyaman (Sumber: cloudfront.net) Pilihan akomodasi yang paling banyak dijadikan andalan oleh para traveller adalah hotel. Di hotel, kita masih bisa tidur dengan nyaman, bisa berbuat sesuka hati, serta bisa datang dan pergi pada waktu apapun. Hotel ada banyak macamnya, baik dari segi harga, fasilitas, dan lain sebagainya. Sehingga, kita bisa dengan mudah memilih hotel mana yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Tiap-tiap hotel memiliki plus dan minus nya masing-masing untuk dipertimbangkan. Ada banyak aspek yang mempengaruhi apakah hotel tersebut cocok atau tidak. Nyaris tidak mungkin rasanya memilih hotel yang memiliki nilai plus di setiap aspeknya tanpa memiliki kekurangan. Misalnya, hotel yang bagus biasanya mahal dan hotel yang murah biasanya memiliki fasilitas terbatas. Untuk itu, tiap orang harus menentukan sendiri apa yang mereka prioritaskan dalam memilih hotel. Berikut adalah beberapa aspek yang umum menjadi pertimbangan penting saat memilih hotel untuk menginap saat travelling. Yang manakah yang menjadi prioritasmu? 1. Lokasi Hotel yang ada di tiap-tiap kota tidaklah terkumpul menjadi satu di sebuah area tertentu. Antar hotel satu dengan yang lain letaknya menyebar ke seluruh penjuru kota, meskipun banyak juga yang berjajar dan berkelompok antar satu sama lain. Hotel ada yang berada di pusat kota, di area pedesaan, di dekat tempat wisata, di pinggir jalan raya, di dalam gang, dan masih banyak lagi. Di kota besar atau kota yang memiliki potensi wisata yang cukup besar, hotel bisa ditemukan di hampir tiap jenis lokasi. Tiap lokasi tentu punya kelebihan masing-masing. Misalnya, hotel di pusat kota berarti kita bisa kemana-mana dengan mudah dan cepat. Hotel di area pedesaan berarti suasananya tenang dan asri. Dan lain-lain. Beberapa turis sangat pemilih untuk urusan lokasi hotel ini. Dimana dia akan menginap disesuaikan dengan kegiatan dan obyek wisata apa yang diminatinya. Jika dia ingin menikmati suasana pantai, tentu dia akan memilih resort yang berada di tepi pantai. Jika dia tertarik untuk berkeliling kota, biasanya hotel yang dipilih adalah yang terletak di pusat kota. Hotel di Tengah Hutan (Sumber: medti.org) Pemilihan hotel dengan lokasi yang salah bisa berpotensi menimbulkan masalah. Misalnya jika ingin jalan-jalan keliling kota tapi yang dipilih adalah resort di pedesaan. Itu akan sangat menghabiskan waktu dan biaya karena transportasi dari hotel ke kotanya akan cukup sulit dan jauh. Maka dari itu, lokasi kerap kali menjadi prioritas seorang traveller saat memilih tempat penginapan di sebuah kota yang disinggahinya. 2. Harga Jika ada orang yang bertanya, berapa tarif sewa kamar di sebuah hotel? Dijamin tidak ada orang yang bisa menjawabnya secara pasti. Ini karena tarif hotel sangatlah beragam. Penginapan yang paling murah harganya bisa di bawah Rp. 100.000,00. Sementara hotel yang termewah harganya bisa lebih dari tujuh juta rupiah. Sungguh jauh sekali kisaran harganya antara hotel yang termurah dan termahal. Harga Hotel Mempengaruhi Minat Traveller (Sumber: tnooz.com) Ada banyak hal yang mempengaruhi harga hotel. Mulai dari lokasi, pelayanan, fasilitas, sampai keindahan bangunannya. Jika dibandingkan antara satu hotel dengan yang lainnya, akan terasa sekali perbedaan antara hotel murah dan mahal. Hal ini terjadi karena traveller yang datang ke suatu kota pun bermacam-macam. Ada yang suka begini, ada yang suka begitu, ada yang ingin berhemat, ada yang ingin kemewahan, dan lain sebagainya. Keragaman hotel yang ada di sebuah kota tentu disesuaikan dengan permintaan pasar. Apabila sebagian besar pengunjung kota itu adalah backpacker, maka hotel yang banyak di sana adalah hotel murah. Sebaliknya jika kota tersebut sering dikunjungi ekspatriat dan pebisnis kelas kakap, maka hotel yang menjamu adalah hotel berbintang. Traveller tipe backpacker biasanya memilih hotel dengan memprioritaskan harganya. Mereka tidak terlalu memusingkan apakah lokasinya jauh atau dekat, apakah kamarnya nyaman atau tidak, yang penting mereka bisa menginap dengan menghabiskan uang seminimal mungkin. Jika ada kekurangan, mereka cenderung bisa bersikap toleran dan fleksibel. Toh mereka tidak akan menghabiskan banyak waktu di sana. Baginya, kamar hotel hanya digunakan untuk menumpang tidur semalaman saja jadi tidak perlu memboroskan anggaran di sana. 3. Fasilitas Perbedaan antara hotel yang satu dengan lainnya terutama tampak dari fasilitas yang ada. Itu jugalah yang menjadi acuan harga hotel. Hotel yang fasilitasnya lengkap dan mewah, tentu akan memiliki tarif sewa yang mahal. Sementara jika kita menyewa kamar hotel yang tarifnya murah, biasanya kita akan mendapat kamar dengan faasilitas minim. Yang dimaksud dengan fasilitas hotel mencakup banyak hal. Baik itu fasilitas dalam kamar maupun fasilitas hotel itu sendiri. Fasilitas kamar antara lain AC, televisi, water heater, lemari es, dan sebagainya. Sementara fasilitas hotel diantaranya adalah spa, fitness center, kolam renang, dan lain-lain. Kualitas dari masing-masing fasilitas pun akan berbeda dari hotel satu dengan hotel lainnya. Berbagai aspek fasilitas inilah yang juga sering menjadi dasar pertimbangan utama bagi seorang traveller. Spa dalam Hotel (Sumber: falkeinsteiner.com) Backpacker biasanya tidak tertarik menggunakan fasilitas hotel dan juga tidak mengharapkan fasilitas kamar yang mewah pula karena hotel hanya digunakan sebagai tempat menumpang tidur di malam hari saja. Sehingga mereka akan memilih kamar hotel yang pas-pasan saja. Traveller biasa memerlukan kamar yang nyaman namun tidak akan banyak berkegiatan di hotel. Mereka akan mencari hotel yang fasilitas kamarnya baik namun tidak memiliki banyak fasilitas hotel. Sementara, turis yang akan bersantai secara maksimal tentu berharap hotel yang ditempatinya memiliki jutaan pilihan fasilitas. Sebagian besar turis memilih hotel memang berdasarkan fasilitasnya. Mereka memilah-milah mana fasilitas yang diperlukannya dan mana yang tidak perlu. Menyewa hotel yang terlalu banyak fasilitas akan memboroskan anggaran karena hotel seperti itu biasanya mahal. Sebaliknya menyewa hotel yang fasilitasnya kurang dari yang kita perlukan akan membuat kita kerepotan dan merasa tidak nyaman. 4. Branding Seringnya kita hanya mengandalkan analisis pribadi dan insting dalam memilih hotel mana yang akan kita reservasi saat berada di suatu kota. Ini karena kita masih benar-benar belum tahu bagaimana kualitas masing-masing hotel yang ada di sana. Sebagian besar nama hotel yang ada di sana belum pernah kita dengar sebelumnya karena memang hotel tersebut tidak mempunyai cabang di lain kota. Akan tetapi, ada juga beberapa hotel yang sudah memiliki brand tersendiri dan cabangnya sudah tersebar ke berbagai daerah di Indonesia atau bahkan di luar negeri. Hotel-hotel yang brand-nya sudah terkenal tentu memiliki reputasi yang baik. Ini berarti, kualitasnya jauh lebih terjamin dan terpercaya, walaupun kita belum pernah menginap di hotel tersebut. Atau jika kita pernah menginap di hotel dengan brand yang sama di lain daerah, maka kemungkinan besar hotel lain dengan brand yang sama akan memiliki kualitas dan pelayanan yang setara pula. Keunggulan inilah yang banyak dipertimbangkan oleh para wisatawan juga dalam memilih hotel mana yang akan mereka inapi. Branding dipilih menjadi prioritas para traveller biasanya karena mereka ingin memastikan kenyamanannya saat beristirahat di hotel tidak terusik. Beberapa dari mereka mungkin sudah lelah dengan pengalaman mendapatkan hotel yang tidak nyaman berkali-kali saat memilih secara asal. Hotel yang sudah memiliki brand tentu akan berusaha keras menjaga kualitas agar reputasi mereka juga terjaga stabil dan baik. Selain terjaminnya kualitas, jaringan hotel yang memiliki branding biasanya juga memiliki promo atau harga khusus bagi pelanggan setia mereka. Keunggulan ini tentu sangat menggiurkan bagi orang-orang yang sering travelling. 5. Review Memilih hotel yang sudah memiliki branding tertentu sudah pasti terjamin kualitasnya. Namun hotel seperti ini umumnya merupakan hotel berbintang tinggi. Harganya tentu tidak mungkin murah. Padahal, tidak semua traveller mau dan mampu menghabiskan begitu banyak uang untuk sebuah kamar hotel selama mereka pergi berkunjung ke suatu daerah. Namun di sisi lain, mereka pun berharap bisa mendapatkan hotel yang kualitasnya terjamin walaupun bukan kelas bintang lima yang sudah memiliki jaringan di seluruh dunia. Pengaruh Review Hotel (Sumber: travel-academy.org) Solusi bagi orang-orang seperti ini tentu saja review dari traveller lain yang sudah menginap di hotel tersebut. Dari para mantan pengunjung hotel tersebut, kita bisa mengetahui apa kelebihan dan kekurangan dari hotel tersebut secara detail. Ketika merencanakan untuk mengunjungi sebuah kota, kita bisa mencari tahu hotel apa sajakah yang ada di kota tersebut. Masing-masing hotel itu kemudian kita cari review nya dan bandingkan antara satu sama lain. Review inilah yang akan membantu kita menilai manakah hotel yang layak untuk kita reservasi. Teknologi informasi di masa kini sudah sangat maju sehingga memungkinkan kita mendapat banyak review yang valid dari mantan pengunjung tamu hotel walaupun kita tidak mengenal orang-orang tersebut. Caranya bisa melalui forum komunitas, website informasi perhotelan, dan rekomendasi dari travel agent. Kita juga bisa menempuh cara konvensional yaitu dengan meminta review dari teman atau saudara kita yang pernah mengunjungi kota yang akan kita kunjungi. Namun cara konvensional ini tidak bisa banyak berguna jika ternyata orang tersebut mendapatkan hotel yang kurang menyenangkan juga. 7. Estetika Persaingan yang ketat dalam bisnis perhotelan membuat pihak pengelola hotel mencari cara lain untuk membuat turis tertarik menginap di hotelnya. Salah satu caranya adalah dengan membuat hotelnya tampak indah dan sedap dipandang. Secara psikologis, sesuatu yang indah untuk dilihat memang terasa lebih menarik. Disadari atau tidak, nilai estetika memang telah banyak mempengaruhi seseorang dalam menentukan pilihan moda akomodasinya. Banyak hal yang mempengaruhi estetika sebuah hotel. Dari arsitektural bangunannya sendiri, apakah ada desain khusus atau standar. Pemilihan furnitur dan penataan interior pun memiliki andil yang besar. Apalagi jika bagian dalam hotel tersebut disusun dengan tema desain interior dapat memunculkan aura tertentu. Furnitur dan hiasan dinding harus dipilih yang indah dan selaras dengan bangunannya agar nilai estetikanya lebih tinggi lagi. Hotel yang memiliki taman juga biasanya terlihat lebih menyenangkan daripada hotel yang hanya berupa bangunan saja. Selain itu, kebersihan dan kerapian pun juga bisa menambah atau mengurangi efek keindahan pada hotel tersebut. Bangunan Hotel yang Unik (Sumber: arabianhotelnews.com) Hotel yang mahal dan berbintang tak perlu diragukan lagi pasti memiliki nilai estetika yang tinggi. Ini karena hotel tersebut dirancang oleh arsitek dan desainer interior yang sudah berpengalaman. Akan tetapi, bukan berarti hotel yang lebih murah tidak bisa tampak indah. Jika kamu berkunjung ke kota-kota yang potensi wisatanya tinggi, bisa dengan mudah kamu menemukan hotel murah yang tampak indah dipandang. Memang tidak banyak traveller yang menggunakan estetika hotel sebagai prioritas mereka dalam memilih tempat menginap. Biasanya yang seperti ini adalah traveller yang memiliki jiwa seni atau traveller yang memang memiliki minat khusus di bidang arsitektur dan desain. Selain itu, estetika pun juga menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi traveller lainnya. Misalnya, jika ada dua hotel yang kualitasnya setara, tentu dia akan memilih hotel yang bangunannya cantik. 8. Asal Mengikuti Insting Banyaknya hotel dengan fitur-fiturnya sendiri terkadang terasa memusingkan bagi seorang traveller terutama ketika mereka disuruh menentukan pilihan hotel mana yang ingin diinapinya. Hal ini biasanya terjadi pada traveller yang berjiwa simple dan agak malas untuk mencari info lebih lanjut apalagi sampai membanding-bandingkan antara hotel satu dengan yang lain. Traveller yang semacam ini akhirnya memutuskan memilih hotel dengan cara asal. Umumnya mereka melakukan reservasi secara spontan langsung di tempat sekalian check-in. Ketika berangkat travelling, mereka masih belum memiliki gambaran mau menginap di mana. Sesampainya di kota destinasinya, barulah mereka melangkah sampai insting menuntun mereka ke sebuah hotel. Memilih hotel dengan metode seperti ini tentu lebih gampang karena kita tidak perlu dipusingkan dengan banyak pertimbangan. Tapi resikonya, hotel yang kita sewa bisa jadi terasa kurang memenuhi harapan kita. Oleh sebab itu, seorang traveller harus memiliki fleksibilitas dan toleransi yang tinggi terhadap kualitas hotel jika ingin memilih penginapan dengan cara seperti ini. Jika tidak, nantinya kita hanya akan merasa tidak nyaman, jengkel, dan menyesal. Perasaan ini tentu bukanlah hal yang baik untuk dirasakan selama travelling, bukan? Tak ada gading yang tak retak. Itulah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan kondisi pilihan jenis hotel yang ada. Setiap hotel sudah pasti memiliki kekurangan dan kelelbihan masing-masing. Kita hanya perlu memilih kelebihan mana yang dirasa penting bagi kita dan kekurangan mana yang masih bisa kita toleransikan.
  5. Punya Anak Bayi/Balita Bukan Alasan untuk Berhenti Jalan-Jalan; Ini Dia Caranya! Ketika masih single, orang belum memiliki tanggung jawab dengan orang lain. Dia hanya perlu menjaga dan mengurus dirinya sendiri saja. Dia bisa bebas ke sana ke mari sesuka hatinya. Itulah mengapa sebabnya sebagian besar traveller adalah orang yang berusia dewasa muda namun masih belum berkeluarga. Atas alasan itulah, banyak orang yang mengatakan, “Travelling-lah sepuas-puasnya, mumpung kamu masih muda dan single.†Pendapat demikian seolah menyampaikan bahwa orang yang sudah menikah dan punya anak tidak mungkin bisa travelling. Pendapat itu memang membawa dampak yang bagus bagi para pemuda single karena hal itu memotivasi mereka untuk terus melangkah sejauh mungkin dan sesering mungkin. Namun di sisi lain, pendapat itu juga membuat banyak orang takut untuk menikah. Mereka khawatir, berkeluarga akan membuatnya harus diam di rumah dan tidak bisa jalan-jalan. Sebagian orang lain berpikir bahwa punya anak pun memang masih bisa jalan-jalan. Tetapi, itu baru bisa dilakukan nanti setelah anaknya cukup besar. Jika anak masih balita, apalagi masih bayi, rasanya mustahil untuk membawanya jalan-jalan. Alasannya bermacam-macam, mulai dari repot menyusui, repot mengganti popok, repot kalau rewel, takut kelelahan, takut si kecil terkena angin, dan masih banyak lagi. Si Kecil Mau Ikut Travelling (Sumber: sudocrem.co.uk) Mengurus bayi dan balita memang ribet. Tapi bukan berarti kita tidak bisa membawa mereka jalan-jalan. Kamu bisa saja kok jalan-jalan dengan nyaman meski sambil membawa anak yang masih bayi atau balita. Ini dia caranya! 1. Konsultasi ke Dokter Anak dan Matangkan Rencana Sesuai Sarannya Banyak orang berpendapat bahwa membawa bayi untuk jalan-jalan adalah hal yang cukup membahayakan. Ada kemungkinan bayi akan kelelahan atau organ tubuh bayi masih terlalu lemah untuk perjalanan. Jika memang demikian, maka memaksakan bayi ikut travelling tentu akan beresiko mengganggu kesehatannya. Itulah mengapa banyak orang tua yang mengurungkan niat mereka untuk jalan-jalan selagi anak mereka masih bayi. Sebenarnya, mengajak bayi jalan-jalan bukanlah hal yang buruk selama memenuhi syarat-syarat kesehatan tertentu. Misalnya, bayi boleh naik pesawat setelah usia 3 bulan. Bayi prematur tidak boleh diajak berwisata ke tempat yang dingin. Udara malam tidak baik untuk kesehatan bayi. Dan masih banyak lagi. Sebagai orang yang tidak memiliki banyak ilmu di bidang kesehatan, tentu kita akan kebingungan dimana mencari tahu kondisi kesehatan seperti apa sajakah yang aman untuk bayi diajak travelling. Periksa ke Dokter Anak (Sumber: washington.providence.org) Tak perlu bingung masalah itu. Cukup bawa saja ke dokter anak terdekat dan konsultasikan rencana travelling yang kita buat. Perhatian utamanya adalah seberapa jauh perjalanannya kesana dan seperti apa medannya. Kondisi cuaca dan udara di lokasi tujuan pun menjadi pertimbangan penting juga. Dokter anak akan memeriksa keadaan bayi kita dan kemudian memperkirakan apakah rencana wisata tersebut cukup aman baginya atau tidak. Dari dokter anak, kita akan mendapat banyak informasi yang bermanfaat tentang kesehatan bayi kita. Dokter juga tentu memberikan beberapa saran tentang apa yang baik untuk dilakukan agar kita bisa mengajak bayi kita untuk travelling tanpa perlu merugikan kesehatannya. Informasi dan saran dari dokter anak itu tadilah yang kita gunakan sebagai acuan dalam mematangkan rencana petualangan kita. Setiap aspek dari perencanaan itu harus disusun baik-baik dengan memanfaatkan apapun yang dikatakan oleh dokter anak. 2. Hati-Hati dalam Memilih Lokasi dan Jenis Kegiatan Tidak sembarang lokasi merupakan tempat yang baik untuk dikunjungi seorang bayi. Banyak hal yang harus dipertimbangkan bahkan untuk memilih destinasi wisata yang tepat. Hal pertama yang harus diperhitungkan adalah jarak. Jarak suatu destinasi berhubungan dengan waktu tempuh dan moda transportasi. Jarak yang jauh umumnya akan membutuhkan waktu tempuh yang lama. Padahal terlalu lama di perjalanan akan membuat bayi kelelahan dan gampang rewel. Perjalanan yang tidak nyaman pun juga akan membuat bayi merasa terganggu. Maka pilihlah destinasi yang bisa dijangkau dalam waktu singkat dengan perjalanan yang nyaman untuk dilalui. Kamu bebas memilih obyek wisata apapun untuk dikunjungi bersama anakmu selama kamu tahu apa-apa saja yang perlu dilakukan untuk menjamin keselamatannya. Misalnya, jangan mengajaknya menjelajah hutan atau mendaki gunung jika medannya berat dan resikonya tinggi. Tapi jika kamu yakin bisa melakukannya dengan baik, ya silahkan saja. Kenyamanan bayi selama bepergian pun harus dijadikan pertimbangan utama. Jika bayimu masih sensitif terhadap dingin, jangan paksakan untuk kamu ajak ke daerah bersalju. Naik Gunung Bersama Anak Bayi (Sumber: outsideonline.com) Berjalan-jalan keliling kota dan mengunjungi landmarknya termasuk jenis kegiatan yang aman untuk dilakukan bersama bayi. Obyek-obyek yang baik antaranya seperti kebun buah dan bunga, situs bersejarah, danau yang tenang, dan masih banyak lagi. Belanja di pasar tradisional pun sah-sah saja selama di dalam pasar nanti kita tidak berdesak-desakan dengan pengunjung lainnya. Gunakan nalurimu sebagai orang tua untuk membantu menentukan apa yang baik atau tidak untuk dikunjungi bersama anak bayimu tercinta. 3. Comforter Masalah lain yang membuat orang malas untuk jalan-jalan bersama bayi atau balitanya antara lain adalah kalau mereka rewel di tempat umum. Kita akan otomatis menjadi pusat perhatian di tempat umum jika anak kita menangis dan berteriak kencang. Sebagian besar pengunjung yang ada di sana tentu juga akan merasa terganggu kenyamanannya. Mereka akan merasa sebal dengan kita sebagai orang yang bertanggung jawab atas sang bayi. Belum lagi jika anak kita itu tidak mudah untuk ditenangkan kembali. Bisa jadi orang marah dan menganggap kita sebagai orang tua yang buruk sekaligus turis yang menyebalkan. Sebagai orang tua, tentu kita tahu apa-apa saja yang bisa membuat anak kita tenang. Maka, itulah yang harus kita jaga. Biasanya, bayi dan balita memiliki benda kesayangan masing-masing yang bisa membuatnya merasa nyaman. Benda seperti ini biasa disebut dengan istilah “comforterâ€. Benda-benda yang menjadi comforter biasanya adalah boneka, bantal, selimut, dan barang-barang lain yang teksturnya empuk. Jika anakmu memiliki comforternya sendiri, pastikan untuk selalu membawanya kemanapun kalian pergi. Boneka Sebagai Comforter Bayi (Sumber: cocukistiyorum.com) Comforter memang akan sedikit merepotkan untuk dibawa terutama saat kalian berkegiatan di obyek wisatanya. Akan tetapi, cara ini memang efektif untuk menjaga anak agar tetap tenang dan nyaman. Selain comforter, kita juga harus tahu hal-hal apa saja yang bisa menenangkan anak kita di saat rewel. Jadi jika si kecil merengek dan menjerit walaupun sudah ada comforter, kita bisa segera menenangkan anak kita sebelum ada pihak lain yang merasa terganggu dengan kerewelan anak kita tersayang. 4. Perlengkapan Menyusui Menyusui anak yang masih bayi juga merupakan hal yang bisa merepotkan saat jalan-jalan. Di satu sisi, bayi sering merasa haus. Di sisi lain, saat jalan-jalan tentu akan sulit jika bayi minta minum. Tidak mungkin kita menyusui langsung di tempat itu juga dengan orang lain berlalu lalang di sekitar kita. Sementara, belum tentu kita bisa langsung menemukan tempat yang bersih dan tertutup agar bisa menyusui. Di jaman modern seperti sekarang ini, menyusui tidak lagi harus seperti itu. Kamu bisa membeli breast pump (pompa ASI) dan tas khusus penyimpanan ASI agar tidak perlu menyusui secara langsung. Kamu bisa pergi ke toilet sebentar untuk memerah asimu ke dalam botol. Kemudian, kamu bisa membawa asi botol dengan tas khusus itu kemanapun. Dengan begini, bayimu bisa minum kapanpun saat dia lapar tanpa kamu harus repot mencari tempat. Jika ingin menyusui secara langsung, kamu bisa membeli nursing apron alias celemek menyusui. Bentuknya agak mirip seperti celemek memasak namun bisa menutupi dada secara menyeluruh. Celemek ini digunakan saat menyusui di tempat umum agar tidak terlihat orang-orang. Kedua cara ini banyak digunakan oleh para ibu-ibu muda yang suka bepergian. Menyusui dengan Nursing Apron (Sumber: aliimg.com) Susu formula juga bisa dijadikan solusi agar tidak perlu repot menyusui saat jalan-jalan. Kamu cukup membawa botol minum dan susu bubuk dalam kotak kecil. Kedua benda ini tidak akan terlalu menghabiskan tempat dalam tas. Kapanpun diperlukan, kamu bisa langsung membuat minumannya dengan cepat. Akan tetapi, tidak semua orang tua mau memberikan susu formula pada anaknya, apalagi jika tidak disertai dengan petunjuk dokter. Maka, solusinya adalah dengan memberi ASI seperti cara di atas tadi. 5. Stroller dan Carrier Meskipun kita menjalaninya dengan santai dan senang, kegiatan jalan-jalan tetap saja akan menyita tenaga kita bahkan jika kita pergi sendirian. Kaki yang pegal karena banyak melangkah dan kondisi tubuh yang lelah karena berkegiatan seharian sudah menjadi cerita klasik bagi para traveller. Lalu, bayangkan bagaimana jadinya jika masih harus menggendong bayi dengan kedua tangan saat travelling nanti? Selain bisa membuat tangan pegal, ini juga akan menyulitkanmu untuk bergerak dan melakukan banyak hal lain yang menggunakan tangan misalnya seperti makan, membayar, dan lain sebagainya. Jika anak sudah berusia balita, mungkin kamu bisa sedikit lega karena tidak lagi perlu menggendongnya sepanjang waktu. Akan tetapi, kamu juga tidak bisa mengharapkan mereka mau berjalan sendiri sepanjang hari selama jalan-jalan. Bagaimanapun, mereka masih terlalu kecil sehingga energi mereka terbatas. Mereka tentu akan lebih cepat lelah daripada orang dewasa. Tapi jika harus menggendong mereka saat mereka lelah tentu saja sulit. Badan mereka yang sudah agak besar tentu akan terasa sangat berat dan mudah melelahkan. Baby Carrier Agar Tidak Repot Menggendong (Sumber: travel.ninemsn.co.au) Jangan ketinggalan jaman. Agar bisa menggendong lebih baik, kamu bisa memanfaatkan baby carrier alias gendongan bayi modern. Ada banyak jenis baby carrier di pasaran, baik itu gendongan depan, samping, atau gendongan belakang. Baby carrier bisa membantumu menggendong bayi tanpa harus selalu dipegang oleh kedua tangan. Dengan begini, tanganmu bisa bebas melakukan hal lain. Selain itu, baby carrier juga efektif mengurangi resiko pegal. Selain baby carrier, kamu juga perlu membeli stroller alias kereta bayi. Setiap kali lelah menggendong atau jika kamu harus melakukan hal lain, kamu bisa meletakkan bayimu di stroller. Anak balita pun demikian. Kamu bisa meletakkan mereka di stroller dan mendorongnya setiap mereka merasa lelah berjalan sendirian. Praktis bukan? Umumnya, stroller bisa digunakan sampai anak berusia 3-4 tahun. Pilihlah jenis stroller yang dapat dilipat agar ringkas jika dibawa ke mana-mana. 6. Au Pair atau Day Care Jalan-jalan seharian sembari mengurus anak bayi atau balita mungkin terlalu melelahkan bagi sebagian orang, terutama jika orang tersebut travelling sendirian. Bukan hanya melelahkan, travelling sendirian sembari membawa anak juga akan sangat merepotkan. Bisa jadi, waktu dan perhatianmu tersita terlalu banyak oleh urusan anak daripada untuk jalan-jalan. Memang bukan hal yang salah jika sibuk mengurus anak, namun sesekali kamu juga berhak bersenang-senang dan refreshing bukan? Untuk masalah ini, kamu bisa menyewa seorang Au Pair alias Babysitter. Jasa mereka akan membuatmu sedikit lega dan luang sehingga kamu bisa melakukan banyak hal lain. Tenagamu juga tidak akan terlalu terforsir untuk urusan anak. Dengan menyewa seorang Au Pair, kamu bisa membawa anak bayi/balita mu jalan-jalan bersamamu tanpa kamu perlu kerepotan dan kelelahan mengurusnya. Ketika sedang berpelancong, sesekali mungkin kamu memerlukan waktu untuk berkegiatan sendirian, tanpa membawa anak sama sekali. Misalnya, kamu ingin ke kafe di malam hari atau kamu ingin mendaki tebing. Di saat seperti ini, kamu bisa meminta sang Au Pair untuk menjaga anakmu sementara waktu. Titipkan Anak ke Au Pair (Sumber: assets.babycenter.com) Solusi lain adalah, kamu bisa menitipkan anakmu ke Day Care. Di sana, anak akan diurus dengan baik. Mereka juga akan puas bermain denga sebayanya dan bahkan mendapat pendidikan yang bermanfaat dari tenaga pengajar di sana. Day Care biasanya ada di kota-kota besar sehingga solusi ini tidak berlaku jika kamu jalan-jalan ke kota kecil. Jasa Day Care bermacam-macam. Ada yang menerima penitipan anak untuk beberapa jam saja, ada yang bisa sampai 24 jam. 7. Perhatikan Keadaan Anakmu Setiap Waktu Segala cara sudah kita lakukan agar bisa tetap jalan-jalan dengan nyaman dan menyenangkan sambil membawa anak tanpa perlu mengabaikan kesehatan dan kenyamanannya. Walau begitu, kita tetap harus selalu waspada karena pada kenyataannya, bisa terjadi hal-hal yang di luar prediksi kita yang membuat si kecil merasa tidak nyaman atau terganggu kesehatannya. Sebagai contoh, anak bisa kelelahan, sakit, atau tidak nyaman. Maka dari itu, penting bagi kita sebagai orang tua untuk selalu bersikap perhatian dan tanggap terhadap anak kita sendiri. Periksa keadaan si kecil setiap waktu dan pastikan dia tetap dalam keadaan yang baik dan nyaman. Jika terlihat sang anak tampak seperti kelelahan, kedinginan, kepanasan, atau apapun yang membuatnya tidak nyaman, segeralah untuk pergi dari situ dan kembalilah ke hotel. Apabila anak terlihat tidak sehat, batalkan kegiatanmu saat itu dan segeralah pergi ke dokter anak untuk mengecek keadaannya. Jalan-jalan sambil membawa bayi tentu lebih sulit daripada jalan-jalan sendirian. Namun, bukan berarti itu adalah hal yang mustahil dilakukan. Jika kamu mau berusaha lebih, sebenarnya tidak sulit juga untuk kamu bisa jalan-jalan dengan senang dan riang sembari membawa buah hati kita yang masih mungil. Semuanya tergantung pada seberapa besar hasrat kita untuk jalan-jalan dan seberapa keras kita mau berusaha untuk mewujudkannya. Akan tetapi di balik semua itu, kesehatan dan kenyamanan anak tetaplah yang nomor satu. Jika keadaan tampaknya tidak mendukung untuk kita jalan-jalan sembari membawanya, lebih baik urungkan saja niat kita untuk jalan-jalan. Kita bisa mencobanya lagi lain kali jika keadaannya sudah lebih baik.
  6. Paling Jengkel Kalau Jalan-Jalan Kena Masalah yang Seperti Ini! Petualangan seorang traveller tidak akan pernah lepas dari yang namanya masalah. Baik itu masalah kecil atau besar, masalah yang muncul tak terduga atau masalah akibat kelalaian sendiri, dan lain sebagainya. Ya wajar saja kalau hal itu terjadi karena yang namanya hidup pun memang tak bisa luput dari masalah, bukan hanya travelling saja. Bagi seorang traveller sejati, masalah biasa dianggap sebagai tantangan yang bisa membuat petualanganmu terasa lebih berkesan. Bukan hanya itu, menghadapi masalah juga akan membuat kita banyak belajar. Pertama, kita belajar untuk bisa bersikap tenang dan menguasai diri agar tidak mudah panik saat harus menghadapi rintangan. Kedua, kita belajar untuk berfikir secara bijaksana dan kreatif dalam mencari solusinya. Ketiga, kita bisa juga belajar supaya lebih berhati-hati di kemudian hari supaya masalahnya tidak perlu terjadi lagi. Masalah juga dapat membuat traveller menjadi orang yang penyabar dan bijak dalam menghadapi hidup. Traveller yang Tertimpa Masalah (Sumber: travelandescape.ca) Meskipun begitu, ada juga beberapa jenis masalah yang tidak mudah untuk dihadapi dengan penuh kesabaran. Beberapa masalah tertentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang cukup parah sehingga hati menjadi kesal dan jengkel. Beberapa contoh masalah yang seperti itu antara lain: 1. Delay Pesawat Waktu Akan Berangkat ke Tempat yang Jauh Saat akan travelling ke tempat yang jauh, biasanya kita menggunakan jenis transportasi udara alias pesawat terbang. Cara ini umum dipilih karena pesawat mampu membawa kita ke tempat yang jauh dalam waktu yang singkat. Sayangnya, tiket pesawat bukanlah barang murah sehingga kita harus berhati-hati saat membelinya. Semakin jauh suatu tempat, biasanya semakin mahal pula tiket penerbangannya. Untuk itu, seorang traveller akan mengatur perjalanannya sedemikian rupa agar pengalaman jalan-jalan dapat optimal dan sepadan dengan uang yang telah dikeluarkan. Salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah dengan mengatur ittinerary yang detail dan terarah. Jadwal kegiatan pun dibuat padat sehingga tidak ada waktu yang tersia-siakan. Biasanya, kegiatan akan dimulai langsung setelah kita sampai di kota tujuan. Ittinerary yang dibuat ini nantinya harus diikuti dengan penuh komitmen supaya tidak ada obyek wisata yang terlewatkan selama kita berada di kota tersebut. Kita dapat mendisiplinkan diri agar bisa menaati ittinerary yang sudah kita buat sendiri tadi. Namun, hal itu tetap saja bisa dikacaukan oleh pengaruh dari luar. Salah satunya adalah keterlambatan jam penerbangan saat akan berangkat ke sana. Mati Gaya karena Pesawat Terlambat (Sumber: image.politico.com) Terlambat berangkat berarti terlambat sampai di tujuan sehingga kita punya waktu yang lebih sedikit untuk berpetualang. Padahal, jadwal yang padat sudah menanti kita di sana. Ini berarti kita harus membuat penyesuaian kembali terhadap jadwal kegiatan. Biasanya yang jadi korban adalah obyek wisata pertama yang akan kita kunjungi supaya pengaturan ulang jadwalnya tidak terlalu ribet. Lain halnya jika penerbangan yang terlambat adalah penerbangan pulang. Keterlambatan ini justru akan menyenangkan karena dapat memberikan kita lebih banyak waktu untuk jalan-jalan. Jika keterlambatannya hanya beberapa menit bukanlah masalah. Kita cukup mempersingkat alokasi waktu di satu obyek wisata yang kita datangi pertama kali. Masalahnya terasa menyebalkan ketika keterlambatannya sampai beberapa jam. Itu berarti, setidaknya kita harus membatalkan salah satu obyek wisata atau mengatur ulang seluruh jadwal dari awal. Antisipasinya untuk masalah ini adalah dengan mengatur ittinerary yang mudah diatur ulang. Obyek-obyek wisata yang sangat kita minati sebaiknya tidak diletakkan di hari pertama. Atau setidaknya jangan diletakkan sebagai obyek wisata pertama yang kita kunjungi begitu sesampainya kita di sana. Di hari pertama, buatlah kegiatan yang santai dan bukan obyek wisata yang begitu penting. Sehingga kita tidak akan merasa terlalu jengkel jika harus mengorbankannya. 2. Tempat Wisata Tutup Sebelum menyusun ittinerary sebuah perjalanan, kita biasanya terlebih dahulu mencari informasi tentang potensi wisata di daerah tujuannya. Dari situ, kita akan tahu obyek wisata apa saja yang tersedia di sana. Ittinerary kemudian kita susun berdasarkan obyek wisata apa saja yang ingin kita kunjungi. Pemilihan obyek wisata tentu saja didasarkan pada minat pribadi kita masing-masing. Dari penyusunan ittinerary sampai akhirnya kita sampai di kota tujuan, pikiran kita tentu akan sering disibukkan dengan bayangan akan petualangan kita nantinya. Obyek wisata yang kita kunjungi, apakah akan terlihat seindah di gambar yang kita temukan di internet, apakah berkegiatan di sana akan terasa se-asyik yang orang-orang bilang di forum, dan masih banyak lagi pertanyaan yang mengusik rasa penasaran kita. Tak sabar rasanya menunggu waktu untuk membuktikan hal tersebut secara langsung. Lalu, bayangkan jika setelah memendam rasa penasaran sekian lama, ternyata kamu mendapati obyek wisata yang kamu minati ternyata tutup ketika kamu sudah sampai di sana. Tentu rasanya sebal bukan main. Apalagi jika obyek wisata itu merupakan obyek wisata yang paling kita ingin kunjungi. Mustahil rasanya jika kita memaksa pihak pengelola untuk membuka obyek wisata itu untuk kita. Anak Mendatangi Kebun Binatang yang Tutup (Sumber: i.huffpost.com) Beberapa obyek wisata yang sudah terkenal secara internasional biasanya memberikan pengumuman sejak awal jika akan tutup di tanggal-tanggal tertentu. Informasi ini mereka cantumkan pada website mereka masing-masing. Obyek wisata yang tidak terlalu populer pun juga akan demikian jika pengelolanya memiliki website dan cukup aktif dalam meng-update website mereka. Apabila kamu tidak ingin mendapati masalah yang seperti ini, kamu bisa mengunjungi website resmi dari obyek wisata yang kamu minati tersebut. Jika ingin lebih yakin lagi, kamu bisa menelepon kantor pengelolanya sebelum berangkat ke sana. Namun, cara ini jarang dilakukan orang karena memang jarang terjadi obyek wisata tutup tanpa ada alasan dan pemberitahuan yang jelas. 3. Google Map Tidak Valid Seorang traveller yang berjiwa petualang biasanya suka berjalan-jalan sendiri keliling kota, baik untuk mengeksplorasi suasananya atau sekedar untuk mengunjungi obyek wisata yang diminatinya. Untuk berjalan-jalan, mereka tentu membutuhkan peta sebagai bekal pegangannya. Peta itulah yang membuatnya berani untuk melangkah sendiri karena ia jadi tahu ke arah mana dia harus berjalan. Tanpa peta, tentu dia tidak akan tahu ke mana harus pergi. Di jaman yang modern seperti ini, peta kertas yang konvensional sudah banyak ditinggalkan. Kebanyakan traveller menggunakan aplikasi GPS yang biasanya sudah otomatis ter-install dalam smartphone masing-masing. Peta konvensional sudah banyak ditinggalkan karena terasa repot jika kita harus berjalan membawa selembar kerta super lebar. Belum lagi cara membacanya pun agak sulit bagi sebagian orang. Sebaliknya, Google Map memang aplikasi yang sangat bisa diandalkan. Selain praktis karena tidak perlu dibawa-bawa, petanya pun cukup detail dan jelas. Kita juga bisa mencari alternatif jalan lain, mengetahui tingkat kemacetan, dan mengukur estimasi waktu yang diperlukan untuk sampai di sana. Peta dalam Genggaman (Sumber: image.bwbx.io) Namun rupanya tidak semua daerah tercakup dengan baik oleh aplikasi semacam ini. Ada juga daerah-daerah yang petanya bermasalah. Peta yang tidak detail membuat kita bingung saat kita menemukan jalan yang buntu atau tidak terdata dengan baik. Belum lagi jika rupanya peta tersebut merupakan peta lama yang mana keadaannya di dunia nyata sudah mengalami banyak perubahan. Terkadang bahkan ada gambar di peta yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Peta yang tidak valid beresiko membuat kita tersesat di kota yang tidak kita ketahui. Kita bisa gagal mencapai obyek wisata yang akan kita kunjungi. Otomatis, gagal sudah rencana kita untuk berwisata pada saat itu. Jika kamu berencana menggantungkan hidupmu pada Google Map pada saat akan berjalan-jalan mengelilingi sebuah kota, sebaiknya pastikan dahulu apakah peta yang ada sudah cukup update dan lengkap. Biasanya, kota besar memiliki data gambar yang lengkap dan update. Sebaliknya, kota kecil yang tidak terlalu populer biasanya tidak bisa terlalu diharapkan di aplikasi semacam ini. Walaupun sudah ada aplikasi peta GPS di smartphone, sebaiknya kamu juga membekali diri dengan peta konvensional di dalam tas. Selain itu, jangan merasa takut dan malu untuk bertanya pada penduduk lokal jika kamu menemukan sesuatu yang membingungkan di peta. 4. Terlalu Banyak Biaya Tak Terduga Travelling membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi jika tempat yang dituju cukup jauh atau terpencil. Seringkali, urusan biaya ini menghambat para traveller untuk mewujudkan hasrat jalan-jalannya terutama mereka yang biasa travelling dengan budget minim. Maka dari itu, perhitungan dan perencaan yang detail sangat diperlukan agar biaya yang dikeluarkan dapat diperkirakan dan diatur dengan baik. Sebaik-baiknya perhitungan dan perencanaan, pada kenyataannya bisa saja kita mendapati pengeluaran lain yang tidak kita duga sebelumnya. Hal ini masih bisa dibilang wajar karena kenyataan biasanya tidak mungkin bisa sama persis dengan rencana. Setiap traveller pun biasanya sudah mengalokasikan dana untuk persiapan terhadap pengeluaran-pengeluaran mendadak semacam ini. Menghabiskan Uang (Sumber: thewalisses.files.wordpress.com) Namun terkadang, suatu tempat dapat menguras uang kita lebih banyak daripada yang kita kira. Ada saja pengeluaran itu, baik yang terpaksa kita keluarkan maupun pengeluaran yang berasal dari keinginan kita sendiri. Contoh pengeluaran yang terpaksa misalnya membayar ongkos taksi karena tidak menemukan transportasi umum atau menyewa hotel yang lebih mahal karena hotel yang murah terlalu tidak memadai. Sementara contoh pengeluaran yang kita inginkan sendiri adalah seperti kita melihat barang kerajinan lokal yang begitu indah kemudian kita beli padahal harganya cukup mahal. Pengeluaran tak terduga yang berasal dari keinginan sendiri akan membuat kita merasa galau karena membuat budget semakin menipis. Namun, hal itu masih tidak akan membuat kita merasa kesal. Namun jika pengeluaran tak terduga itu merupakan keterpaksaan dan nominalnya pun besar, pasti hati ini akan terasa sangat kacau. Apalagi jika budget kita sudah sangat tipis sehingga kita harus mengambil alokasi dana dari hal lain. 5. Makanan Tidak Enak Terus Travelling tidak terasa lengkap jika kita belum mengeksplorasi nilai-nilai budaya lokalnya. Salah satu caranya adalah dengan berwisata kuliner. Mencicipi cita rasa khas suatu daerah memang merupakan pengalaman yang seru untuk dilakukan. Kegiatan ini bisa membuat kita merasakan aura dari suatu daerah secara lebih mendalam. Saat berada di suatu tempat, akan lebih seru jika kita dapat mencicipi sebanyak mungkin jenis makanan dan minuman khas daerahnya. Tidak ada jaminan bahwa kita akan menyukai rasa makanan yang akan kita santap. Memang itulah resikonya saat berwisata kuliner. Sesekali kita menemukan rasa yang benar-benar memanjakan lidah yang mungkin akan membuat kita rindu suatu hari nanti. Sesekali lain, kita menemukan rasa yang biasa-biasa saja yang mungkin akan kita lupakan. Sesekali pula, kita menemukan makanan yang begitu terasa aneh dan tidak nyaman di lidah. Begitulah dinamikanya berwisata kuliner. Makanan yang Tidak Bisa Dinikmati (Sumber: itspchan.files.wordpress.com) Terkadang, seseorang cukup sial untuk menemukan makanan yang tidak enak berkali-kali dalam waktu yang berurutan. Sarapan tidak enak, makan siang tidak enak, bahkan cemilan sore pun terasa tidak menyenangkan di indra pengecap. Padalah harga makanan tersebut tidak bisa dibilang murah juga. Kesialan seperti ini akan membuat kita sungguh merindukan masakan rumah atau masakan khas daerah tempat asal kita. Masalah seperti ini bisa dihindari. Sebelum membeli makanan, cari tahu terlebih dahulu informasi tentang makanan tersebut terutama informasi mengenai bahan dasar dan cara pemasakannya. Sebelum masuk warung makannya, coba untuk menghirup aroma masakannya, apakah terasa cukup menggiurkan atau tidak. Jika perlu tanyakan pada teman-temanmu yang sudah pernah mencicipinya, terutama ke teman-teman yang selera makannya mirip denganmu. Apabila ternyata kamu cukup sial untuk menemukan makanan yang tidak enak sampai berkali-kali secara berurutan, bisa jadi lidahmu memang tidak cocok dengan cita rasa lokal daerah situ. Kalau sudah begini, sebaiknya kamu cari makanan yang rasanya cukup familiar di lidah seperti McDonalds, nasi goreng, atau mie instan. Memang rasanya terlalu klise, namun masih lebih baik begini daripada tidak makan. 6. Jadi Korban Kriminalitas Tidak ada daerah yang terjamin 100% keamanannya. Di setiap daerah, ada saja potensi kejahatan dan kriminalitas yang mengincar turis. Rata-rata jenis kejahatan yang mengancam turis atau traveller adalah yang berkaitan dengan harta benda. Beberapa contohnya antara lain pencopetan, penodongan, penipuan, dan masih banyak lagi. Menjelajah tempat yang asing, tentu kita akan sangat berhati-hati dalam bersikap, terutama dalam menjaga diri dan harta benda yang kita bawa. Namun, terkadang kita cukup sial atau lengah sehingga menjadi korban kriminalitas. Pencopetan Marak Menyerang Turis (Sumber: rand.org) Dimanapun itu, kehilangan handphone, uang, dokumen berharga, dan harta benda lain akan terasa menyedihkan. Kita pun juga merasa jengkel bukan main kepada pelaku kejahatannya. Jika hal itu terjadi di tempat yang jauh yang mana kita masih asing dengan daerahnya, hal itu akan terasa jauh lebih menyedihkan dan menjengkelkan. Ditambah lagi kita harus repot-repot mengurus laporannya ke pihak berwajib. Agar tidak menjadi korban kriminalitas seperti ini, memang kita harus bersikap sangat hati-hati. Cari tahu tentang kriminalitas apa saja yang biasa terjadi di obyek wisata yang akan kamu datangi. Dapatkan informasinya dari internet, forum, atau dengan bertanya langsung ke warga atau polisi setempat. Jangan lupa, mintalah tips-tips untuk menghindari jenis kriminalitas tersebut. Masalah-masalah yang disebutkan di atas tadi memang bukanlah hal yang sering terjadi pada seorang traveller. Tidak semua traveller pernah memiliki pengalaman pahit yang seperti itu. Akan tetapi, jika masalah ini jatuh menimpamu, dijamin kamu akan merasa jengkel dibuatnya. Nah sekarang, dari beberapa contoh yang disebutkan di atas, adakah kejadian yang pernah menimpamu saat jalan-jalan? Atau kamu punya kejadian menjengkelkan lain yang kamu alami? Ayo ceritakan pengalamanmu di sini!
  7. Sama Saja Jalan-Jalan; Apa Sih Bedanya Traveler dengan Turis? Jalan-jalan ke tempat yang asing serta melihat-lihat hal yang menarik di sana merupakan kegiatan yang disukai oleh banyak orang. Kemungkinan besar kamu juga salah satunya. Ada berbagai istilah untuk menyebut kegiatan ini; travelling, jalan-jalan, plesir, berpelancong, berwisata, dan lain sebagainya. Orang yang melakukannya biasanya disebut traveler atau turis. Yang tidak banyak diketahui orang adalah bahwa sebenarnya, traveler dan turis bukanlah dua kata yang bersinonim. Keduanya memiliki pengertiannya sendiri-sendiri. Secara garis besar, kegiatan yang dilakukan traveler dan turis tidaklah jauh berbeda. Mereka sama-sama bepergian ke suatu tempat untuk melihat atau melakukan hal yang menarik di sana. Orang awam pun tahunya dua istilah tersebut memiliki artian yang sama. Padahal sebenarnya, traveler dan turis memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan. Traveller atau Turis? (Sumber: blog.celep.com) Sebagai orang yang suka jalan-jalan, wajib bagi kamu untuk mengetahui apakah definisi masing-masing dari traveler dan turis, apa saja yang menjadi perbedaan di keduanya, serta tipe Jalan2ers apakah kamu. Sebelum membahas secara detail mengenai perbedaan dari traveler dan turis, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu pengertian dari masing-masing istilah; - Turis adalah orang yang bepergian ke suatu tempat untuk berwisata, mengunjungi obyek yang menarik, dan kemudian pulang setelah cukup bersenang-senang di lokasi tersebut. - Traveler adalah orang yang bepergian ke suatu tempat untuk menjelajahinya, mengeksplorasi budayanya, membaur dengan masyarakatnya, dan mencicipi kehidupan di sana. Dia akan melanjutkan perjalanan ke tempat lain berikutnya atau pulang kembali ke rumahnya setelah cukup puas mendapatkan pengalaman baru di tempat tersebut. Apakah kedua definisi di atas sudah cukup memberikan pandangan mengenai perbedaan antara traveler dan turis? Jika masih agak membingungkan, mari kita bahas lebih lanjut mengenai perbedaan-perbedaan yang cukup jelas antara keduanya: 1. Tujuan Apa yang kamu lakukan memberikan definisi terhadap siapakah dirimu. Termasuk dalam hal jalan-jalan. Tujuan adalah perbedaan yang paling mendasar antara traveler dan turis. Seseorang yang bepergian mungkin bisa memiliki beberapa tujuan sekaligus. Namun, pasti ada satu tujuan yang menjadi alasan utama mereka melakukan kegiatan ini. Tujuan utama itulah yang menjelaskan apakah orang tersebut merupakan seorang traveler atau turis. Senangnya Jika Tujuan Kita Saat Jalan-Jalan Bisa Tercapai (Sumber: staticflickr.com) Tujuan utama dari seorang turis adalah pariwisata. Mereka bepergian untuk rekreasi, berlibur, dan mencari kesenangan. Ketika menentukan kota yang akan menjadi destinasi pilihannya, seorang turis akan mulai dari menentukan obyek wisata apa yang ingin mereka kunjungi. Setelah itu, baru dilihat obyek itu ada di kota mana. Turis akan merasa puas berjalan-jalan jika rasa penat di kepala sudah menghilang. Segala macam persiapan yang dilakukan seorang turis sebelum keberangkatan pasti sengaja disiapkan untuk obyek tersebut. Misalnya, seorang turis ingin mengunjungi Menara Eiffel. Maka, ia akan membeli tiket ke Paris dan membeli gaun sore yang santai untuk dipakai berjalan-jalan. Waktu yang mereka pilih untuk berkunjung pun seringkali disesuaikan. Misalnya, seorang turis ingin mendaki Gunung Bromo. Maka dia akan berkunjung ke Jawa Timur di musim kemarau. Traveler memiliki tujuan utama yaitu mencari pengalaman. Di tempat yang menjadi destinasinya, seorang traveler berharap dapat memperluas wawasannya, membuka sudut pandang baru terhadap caranya melihat dunia, menjalani gaya hidup yang berbeda dari kehidupannya sehari-hari, dan menemukan berbagai hal baru. Traveler ingin terus tumbuh setiap kali menjejakkan kakinya ke tempat baru. Seorang traveller akan merasa puas dengan petualangannya jika dia mendapatkan inspirasi atau pelajaran yang berharga bagi kehidupannya atau orang lain yang ditemuinya. Traveller Siap Kemanapun Kapanpun (Sumber: topmodelosperuanas.com) Dalam menentukan destinasinya, seorang traveler tidak terlalu memikirkan obyek wisata. Mereka lebih menitik beratkan terhadap keunikan budayanya. Beberapa traveler bahkan cenderung asal dalam menentukan destinasinya dan berharap mendapatkan kejutan menarik di sana. Traveler bisa datang berkunjung kapan saja dan pergi kapan saja mereka mau. 2. Pertimbangan dalam Memilih Obyek Wisata Menjadi seorang traveler bukan berarti tidak berminat mengunjungi obyek wisata seperti turis. Traveler pun kadang atau bahkan sering juga mengunjungi tempat-tempat tertentu yang merupakan destinasi wisatawan. Akan tetapi, dalam memilih obyek wisata yang akan mereka kunjungi, traveler memiliki dasar pertimbangan yang berbeda dengan turis. Seorang turis umumnya memilih obyek destinasi melalui popularitasnya. Mereka lebih suka mendatangi tempat-tempat yang terkenal dan sering dikunjungi oleh banyak orang dari seluruh dunia. Mereka mencari pilihan obyek wisata dari situs wisata, tourism guidebook, dan iklan-iklan yang dipasarkan oleh travel agent. Kenyamanan serta kemudahan akses pun merupakan pertimbangan penting bagi mereka. Turis biasanya tidak akan tertarik untuk mendatangi suatu tempat yang terpencil dan sepi walaupun tempat tersebut memiliki keindahan yang luar biasa. Obyek Wisata yang Populer di Kalangan Turis (Sumber: images.china.cn) Traveler lebih fokus mengeksplorasi budaya masyarakatnya. Ketika sedang membaur dan bergaul dengan warga lokal, traveler akan meminta informasi dari mereka mengenai tempat apa saja yang menarik untuk dikunjungi di daerah tersebut. Dia tidak akan keberatan jika tempat tersebut sulit dijangkau. Baginya, hal itu justru menjadi tantangan tersendiri. Sepi pengunjung pun tidak akan membuatnya ragu akan keindahan tempat tersebut. Justru itulah kesempatannya untuk menikmati keindahan itu secara bebas. 3. Cara Berpikir dan Bersikap Perbedaan mendasar lain antara traveler dan turis terletak dari cara mereka dalam berpikir dan bersikap. Pola pikir mereka masing-masing ini dipengaruhi oleh niat dan tujuan mereka untuk jalan-jalan dan kemudian akan mempengaruhi sikap mereka selama berada di perjalanan dan tempat tujuan. Traveler berpikiran terbuka dan merasa siap untuk segala hal. Kesempatan apapun yang datang padanya akan langsung diambilnya tanpa banyak pertimbangan. Mereka suka berkelana jauh dari zona nyaman mereka dan menantang diri untuk mencoba hal-hal baru. Apabila bertemu kendala atau masalah, mereka cenderung mampu menguasai diri dan bersikap tenang sembari memikirkan jalan keluarnya. Ini karena dari awal mereka memang menyiapkan mental mereka untuk berbagai kemungkinan, termasuk kemungkinan terburuk sekalipun. Siap Menghadapi Segalanya (Sumber: obiturizm.com) Karena tujuannya adalah untuk memperluas sudut pandang mereka tentang kehidupan, para traveler senang berinteraksi dengan orang-orang lain, baik itu warga lokal maupun sesama traveler lainnya. Mereka tertarik mempelajari beberapa kosakata dan kalimat yang umum digunakan dalam bahasa lokal tempat mereka berkunjung. Beberapa traveler bahkan memperhatikan cara berpakaian warga lokal di sana dan kemudian berusaha meniru atau mengadaptasinya ke dalam penampilan mereka. Bagi warga lokal, usaha para traveler untuk membaur seperti ini menunjukkan betapa mereka menghargai budaya di tempat yang dikunjunginya. Hasilnya, warga lokal tersebut pun akan balik menghargai sang traveler. Di lain pihak, turis cenderung berpikiran tertutup. Fokusnya hanya tertuju pada obyek dan kegiatan wisata yang sudah direncanakannya. Mereka tidak tertarik dengan hal selain itu. Segala kesempatan yang ada dilewatkannya begitu saja seolah mereka tidak melihatnya sama sekali. Secara umum, dapat dibilang mereka lebih memilih untuk tetap berada dalam zona nyaman mereka. Bila masalah datang menghadang saat mereka sedang asyik berlibur, mereka cenderung gampang panik dan merasa sangat terganggu. Ini karena mereka tidak memikirkan hal lain selain bersenang-senang dan melepas penat di kepala. Turis tidak tertarik untuk berbasa-basi dengan warga lokal. Interaksi dengan warga lokal hanya dilakukan jika benar-benar perlu, misalnya jika akan membeli suvenir, naik kendaraan umum, dan sebagainya. Sedikit pun mereka tidak mempelajari bahasa lokal di sana karena dirasanya tidak penting. Beberapa turis bahkan merasa kesal jika ada petugas atau pedagang yang tidak paham Bahasa Inggris. Sikap para turis yang terkesan cuek terhadapa kehidupan sosial masyarakat lokal akan menimbulkan kesan bahwa mereka sombong dan tidak menghargai budaya lokal. Ini akan membuat masyarakat di sana tidak menyukai mereka. Maka, jangan heran jika memang banyak warga lokal yang membenci turis. 4. Foto dan Cara Menikmati Kegiatan Jalan-Jalannya Beda tujuan, beda pola pikir, dan beda sikap tentu akan menghasilkan perbedaan juga pada cara mereka masing-masing dalam menikmati kegiatan jalan-jalannya. Begitu pula halnya dengan traveller dan turis. Masing-masing dari mereka memiliki prioritas sendiri-sendiri saat sedang berkeliling atau berjalan-jalan di tempat tujuan mereka. Hal ini biasanya terlihat jelas dari cara mereka memotret. Seorang turis biasanya tidak akan puas jika mengunjungi suatu tempat namun tidak menghasilkan foto yang bagus. Foto tersebut bukanlah hanya sekedar untuk media untuk mengenang perjalanannya semata. Namun, foto itu juga dianggap sebagai barang bukti yang secara valid menunjukkan bahwa dia telah benar-benar ke sana. Mereka jarang memotret obyek saja. Foto yang mereka ambil biasanya adalah foto diri mereka yang secara jelas menunjukkan mereka sedang berwisata. Misalnya foto dengan background berupa obyek wisata terkenal. Tak jarang mereka sampai meminta bantuan orang lain untuk memotret agar mereka bisa berpose penuh. Turis Sedang Selfie (Sumber: skift.com) Satu foto pun tidak akan cukup bagi mereka. Mereka akan berusaha mengambil foto sebanyak mungkin. Di setiap sisi, di setiap sudut, mereka akan mengambil gambar. Seringkali mereka lebih sibuk dan terfokus untuk memotret ini itu ketimbang menikmati suasana yang ada di sekeliling mereka. Mereka baru akan mulai fokus melihat-lihat sekeliling dan menikmati kegiatannya secara penuh ketika mereka sudah puas menjepret banyak sekali gambar. Lain halnya dengan seorang traveller sejati. Baginya, suasana yang asing dan indah adalah sesuatu yang amat langka dan berharga. Oleh sebab itu, penting bagi mereka untuk dapat menikmatinya semaksimal mungkin. Seorang traveller akan sibuk berjalan ke sana kemari, melihat ini itu, mencoba berbagai hal baru, dan melakukan berbagai macam eksplorasi yang dapat memberinya pengalaman baru dan unik. Bukan berarti traveller tidak suka memotret apa yang mereka temui di perjalanan. Hanya saja, jika memotret dapat mengganggu fokus mereka dalam menikmati petualangannya, mereka akan memilih untuk menyimpan kamera mereka. Kalaupun memotret, traveller lebih banyak memotret obyek yang mereka lihat ketimbang berusaha memotret diri sediri sebagai validasi kunjungan mereka. Mereka akan memotret diri mereka hanya sesekali saja. Tak jarang pula ada traveller yang tidak sempat, lupa, atau bahkan malas menjepretkan kamera mereka saking asyiknya menikmati suasana asing yang dijumpainya. 5. Penampilan Cara berpikir dan sikapmu biasanya tercermin juga dari cara kita tampil, baik itu dari gaya berpakaian kita, cara berjalan, dan hal-hal lainnya yang tampak langsung. Traveler dan turis pun demikian. Walaupun sama-sama berkunjung ke tempat asing, mereka memiliki pikiran dan preferensi yang berbeda. Itulah mengapa kita juga bisa membedakan dua tipe orang ini secara visual. Turis biasanya tampil mencolok karena mereka memang suka memperhatikan penampilan. Mereka biasanya memakai baju yang bagus dan disesuaikan dengan atraksi yang mereka kunjungi. Berbagai macam aksesoris pendukung pun tak lupa dikenakan untuk melengkapi penampilan mereka, misalnya topi matahari, kacamata hitam, scarf yang cantik, dan lain sebagainya. Turis juga suka membawa kamera otomatis di tangan atau kamera SLR dikalungkan di lehernya. Turis sangat terfokus pada obyek wisata yang menjadi tujuan pilihannya. Mereka berusaha untuk mencapai tempat itu sesegera mungkin. Mereka cenderung tidak peduli akan apa yang mereka lewati di jalan karena mereka memang tidak tertarik. Ketika berjalan, tak jarang para turis menunjuk-nunjuk ke arah tertentu secara terang-terangan. Ini adalah refleks mereka untuk menunjukkan arah mana yang akan mereka tuju atau ketika melihat hal yang menarik di sana. Traveler cenderung berpakaian sederhana. Umumnya mereka tidak suka dengan pakaian yang ribet. Apalagi mereka juga masih belum punya rencana pasti terhadap obyek apa yang akan didatanginya ataupun kegiatan apa yang akan dilakukannya. Sehelai kaos atau kemeja santai dengan bawahan celana jeans sudah cukup bagi mereka. Traveller yang Sederhana (Sumber: paraphrasinglife.files.wordpress.com) Traveler menikmati perjalanannya. Mereka suka melihat-lihat apa saja yang mereka lewati dalam perjalanannya menuju obyek tujuan. Apabila ada hal menarik di tengah jalan, mereka akan berhenti untuk mengeksplorasinya lebih lanjut. Mereka tidak akan terburu-buru untuk langsung ke obyek wisata tujuan. Mereka juga tidak suka menunjuk-nunjuk seperti turis. Justru mereka berharap bahwa tidak ada orang yang tahu bahwa mereka bukanlah warga asli sana. Membaur dengan suasana kota merupakan prioritas utama bagi para traveler. Penjelasan penampilan tersebut di atas tidak selamanya valid. Dalam kenyataannya, banyak pula turis yang suka berpenampilan sederhana. Turis yang seperti ini biasanya memang memiliki kepribadian yang sederhana pula sehingga dalam berpakaian pun mereka terbiasa dengan pakaian-pakaian yang simpel dan seadanya. Traveler pun banyak pula yang tampil keren dan penuh gaya. Mungkin kebetulan mereka memang menyukai fashion sehingga mereka merasa tidak puas jika asal dalam berbusana. Nah. Setelah membaca penjelasan di atas, apakah sekarang kamu sudah cukup paham mengenai perbedaan antara traveler dan turis? Atau, justru penjelasan tersebut membuatmu semakin bingung? Di dunia travelling, ada orang yang lebih suka dibilang traveler daripada turis. Ada yang sampai benci kalau dipanggil turis. Ada lagi yang menyebut dirinya turis. Bahkan, ada juga yang justru memiliki istilah lain lagi untuk hobi yang dijalaninya itu. Perbedaan antara traveler dan turis sebaiknya tidak terlalu dipusingkan apalagi sampai diperdebatkan. Bukanlah hal penting apakah kamu termasuk seorang traveler, turis, kedua-duanya, atau apapun istilah lain yang bisa kamu temukan untuk ini. Selama kamu bisa menikmati manfaatnya dan tidak merugikan orang lain dalam perjalananmu, kamu bisa terus jalan-jalan kemanapun kamu mau.
  8. Huufftt.... Menyebalkan Deh Kalau Dapat Masalah yang Seperti Ini di Hotel Murah! Hidup seorang traveller banyak bergantung pada hotel. Berkelana jauh ke tempat-tempat asing dimana tidak ada sanak famili atau teman, hotel tentu menjadi tempat andalan kita untuk berbaring tidur di malam hari demi mengumpulkan kembali tenaga untuk lanjut berpetualang keesokan harinya. Keunggulan lainnya adalah hotel memiliki banyak variasi baik dari segi lokasi, fasilitas, serta harga. Dengan begini, kita bisa dengan mudah memilih satu tempat yang cocok dengan kondisi dan keinginan kita. Sebagian besar traveller lebih suka memilih hotel murah sebagai akomodasi selama berkunjung ke tempat asing. Alasannya tentu demi menghemat anggaran sehingga uang yang ada bisa digunakan untuk hal lain yang lebih penting dan bermanfaat. Lagipula, hotel hanya digunakan untuk tidur di malam hari saja. Hotel mewah terasa lebih seperti pemborosan yang tidak perlu karena segala macam fasilitasnya tidak akan terlalu banyak dimanfaatkan. Sebuah kamar hotel memiliki harga yang murah umumnya karena minim fasilitas. Ini bukanlah masalah bagi para traveller. Selama ada kasur yang nyaman, itu sudah cukup. Namun, tak jarang hotel yang murah memiliki berbagai masalah. Sebagai seorang traveller, kamu pun tentu sudah berkali-kali menemukan masalah di kamar hotel yang kamu inapi. Masalah tersebut bermacam-macam; ada yang besar dan ada yang kecil, ada yang bisa diatasi dengan mudah dan ada yang tidak bisa diapa-apakan lagi, ada yang bisa kita tolerir dan ada juga yang menyebalkan. Merasa Sebal di Kamar Hotel (Sumber: i.huffpost.com) Kalau kamu memang seorang traveller sejati yang sering menggunakan hotel murah sebagai pilihan akomodasimu, tentu setidaknya kamu pernah mengalami satu dari beberapa masalah menyebalkan berikut ini: 1. Bekas Noda yang Permanen Hal pertama yang biasanya kita lakukan begitu memasuki sebuah kamar hotel adalah melihat ke seluruh penjuru ruangan. Seberapa luas kamarnya, bagaimana perletakan interiornya, apakah ada jendela atau tidak, seberapa besar kasurnya, dan lain sebagainya. Awalnya, kita melihat secara umum dari pintu kamar. Setelah itu, barulah kita melangkah masuk, meletakkan bawaan, dan mulai melakukan apapun yang perlu kita lakukan. Di saat itulah kita bisa melihat setiap barang secara lebih dekat. Beberapa furnitur mungkin saja tidak terlalu bagus atau bahkan mungkin sudah agak usang. Namanya juga hotel murah. Bagi kita, itu bukanlah masalah selama barang tersebut masih bisa digunakan dengan baik. Namun, yang tidak bisa kita tolerir adalah jika barang tersebut kotor. Ini tentu akan membuat kita merasa jijik melihatnya, apalagi menggunakannya. Lebih parahnya lagi, jika pada barang tersebut terdapat bekas noda misterius yang tampaknya sudah lama sekali melekat di sana sehingga tidak akan bisa dibersihkan lagi. Noda Apakah Gerangan? (Sumber: worldnow.com) Bekas noda permanen yang misterius tentu akan membuat kita bertanya-tanya; darimana noda itu berasal, sejak kapan, dan sebagainya. Yang jelas, hal itu sangatlah menjijikan dan membuat kita enggan mendekatinya apalagi menyentuhnya. Lebih tidak tertahankan lagi jika noda itu ada pada benda-benda yang akan menempel langsung dengan tubuh kita misalnya sprei kasur, alat makan, dudukan toilet, dan sebagainya. Bekas noda masih bisa kita tolerir selama tidak berada di benda-benda yang menempel langsung dengan tubuh kita. Bekas noda juga bisa kita tutupi dengan benda lain agar kita tidak perlu melihatnya. Toh nodanya sudah lama sekali mengering sehingga kotornya kemungkinan besar tidak akan menjalar atau menyebar kemana-mana. Tapi biasanya kita tetap saja akan merasa jijik dan meminta diganti barangnya atau ganti kamar sekalian. 2. Bau Masalah lain yang sangat mengganggu dari sebuah kamar hotel murah adalah bau. Jika bekas noda masih bisa ditolerir dalam keadaan tertentu, lain halnya dengan masalah bau. Aroma tak sedap yang masuk ke lubang hidung akan sangat membuat kita merasa tidak nyaman. Saking terganggunya, bisa jadi kita tidak bisa tidur nyenyak dibuatnya, terutama bila bau tersebut cukup menyengat menusuk hidung. Bau yang paling sering muncul di kamar hotel murah adalah bau pesing, bau sampah, dan bau bekas makanan. Terganggu oleh Bau (Sumber: i.huffpost.com) Bau yang tidak sedap umumnya timbul dari sesuatu yang kotor. Kamar hotel yang bau akan terkesan sebagai kamar yang jorok dan kotor. Ini akan membuat kita semakin tidak nyaman lagi berada di dalamnya. Kita tentu akan kepikiran kotoran apakah yang menyebabkan bau tersebut dan apakah kotoran itu akan mengganggu kesehatan kita nantinya. Siapapun yang mendapatkan kamar hotel yang bau tentu akan mengajukan komplain kepada pihak hotel karena memang bau yang mengganggu termasuk merupakan masalah yang tidak bisa ditolerir. Harapan kita, pihak hotel bisa menemukan sumber bau tersebut dan kemudian membersihkannya agar tidak bau lagi. Masalah ini akan jadi semakin menyebalkan jika pihak hotel tidak bisa mengindentifikasi bau apakah yang muncul itu dan dari mana asalnya. Dijamin, kamu akan langsung meminta pindah kamar atau bahkan pindah hotel sekalian. 3. Asap Rokok Hotel yang mahal biasanya memiliki aturan khusus untuk tamu yang perokok. Biasanya mereka menyediakan ruangan khusus untuk merokok. Kamar hotel pun dipisah antara yang bebas rokok dengan yang boleh merokok. Akan tetapi, fitur seperti ini jarang sekali ada di hotel-hotel yang murah. Pihak manajemen hotel biasanya tidak terlalu memedulikan apakah tamunya merokok atau tidak di area hotel. Kebebasan merokok di hotel murah ini mengakibatkan seringnya ada asap rokok yang mengepul di mana-mana dalam area hotel tersebut. Bagi sebagian orang, asap rokok mungkin bukanlah hal yang besar. Namun, asap rokok bisa jadi sangat mengganggu bagi sebagian orang lainnya seperti orang yang memiliki masalah pernapasan seperti asma, alergi, atau hipersensitif. Walaupun jumlahnya sedikit pun asap rokok akan membuat orang-orang seperti ini merasa sebal dan sangat tidak nyaman. Orang yang menjaga pola hidup sehat pun tidak mau berurusan dengan asap rokok karena itu akan menjadikan mereka perokok pasif. Sebalnya Jadi Perokok Pasif (Sumber: climonomics.com) Bukan hanya asap rokok yang masih mengepul saja, bekas asap rokok yang menempel di kasur atau tirai kamar pun bisa sangat mengganggu. Bekas asap rokok yang masih menempel berarti masih ada sisa nikotin, tar, dan zat berbahaya lainnya di kain tersebut. Sisa zat tersebut bisa terbawa udara dan masuk ke dalam tubuh kita melalui mulut atau hidung. Ini sama saja efeknya seperti menjadi perokok pasif. 4. Kamar yang Sumpek dan Gerah Tidur di hotel apapun, yang paling penting adalah kita bisa berbaring dan tidur dengan nyaman. Kenyamanan itu bukan hanya bergantung pada empuknya kasur semata, melainkan juga keadaan udara yang baik. Kondisi udara dalam suatu kamar dapat dibilang nyaman jika sirkulasinya bagus, suhunya berada pada level normal, dan tidak lembab. Masalahnya, tidak semua hotel dibangun atau dirawat dengan baik sehingga tak jarang ada beberapa kamar yang sistem udaranya agak buruk. Ada kamar yang jendela dan ventilasinya minim sehingga sirkulasi udaranya tidak lancar. Ini mengakibatkan kamar terasa sumpek dan pengap. Kamar yang terlalu tertutup seperti ini juga biasanya terasa gerah karena tidak ada angin yang masuk. Hal ini bukan masalah jika kamarnya menggunakan AC. Tapi jika sistem penyejuk udaranya adalah kipas angin, kamar semacam ini pasti terasa amat tidak nyaman digunakan. Dinding kamar yang tidak di-maintenance dengan baik bisa terjadi rembes, baik rembes oleh air hujan, air dari kamar mandi, maupun dari pipa air dalam tembok. Rembes ini akan menyebabkan dinding lembab dan berjamur. Udara di dalam kamar pun jadi lembab dan cenderung agak bau. Sungguh menyebalkan jika ternyata kamar hotel yang kita sewa memiliki kondisi yang seperti ini. 5. Berisik Tidak ada yang lebih memuaskan hati selain kenyamanan yang kita rasakan saat akan tidur malam di sebuah kamar hotel setelah seharian berpetualang. Untuk mendukung kenyamanan itu, kita memerlukan kamar yang bersih, sejuk, dan suasana yang tenang. Suasana yang tenang dapat membuat badan terasa rileks dan pikiran suntuk pun hilang. Sehingga, kita pun dapat beristirahat dengan baik. Sebaliknya, jika suasana hotel cukup berisik, ketenangan kita pun akan terusik. Ini akan menggaggu kenyamanan istirahat kita. Di hotel yang berkelas, tiap-tiap kamar sudah diatur sedemikian rupa agar terlindung dari kebisingan dan suara berisik dari luar. Sementara, hal itu tidak ada di hotel-hotel kelas bawah. Berisik atau tidaknya hotel tergantung pada keberuntungan kita. Jika kebetulan pada saat itu tidak ada tamu yang gaduh dan tidak ada event tertentu di area sekitar, biasanya suasana hotel pun cenderung tenang. Berisik dari Kamar Sebelah (Sumber: spotcoolstuff.com) Berisiknya suasana hotel biasanya terjadi ketika hotel tersebut direservasi oleh sebuah kelompok besar, misalnya rombongan keluarga besar, rombongan sekolah, maupun rombongan instansi. Karena datang beramai-ramai, biasanya mereka bersemangat sehingga mereka akan saling berbicara dan bergurau dengan suara keras antar satu sama lain. Tanpa disadarinya, suara mereka akan mengganggu tamu lain yang juga menginap di sana. Jika tidak ingin terjebak dalam situasi seperti ini, kita bisa menanyakan terlebih dahulu ke pihak hotel apakah ada rombongan besar yang akan menginap di saat yang sama dengan waktu kita menginap. Tidak ada rombongan besar pun bukan jaminan hotel yang kita inapi tidak akan berisik. Bisa jadi, dinding kamar di hotel tersebut terlalu tipis. Jika temboknya tipis dan penghuni kamar sebelah membuat kegaduhan, suaranya pasti akan terdengar ke kamar kita. Mungkin suaranya tidak akan begitu jelas tetapi frekuensinya akan cukup untuk membuat kenyamanan kita terganggu. Solusinya, mintalah pindah ke kamar lain yang kamar sebelahnya tidak berisik. 6. Air Bersih yang Bermasalah Selain tempat tidur yang nyaman dan tenang, hal lain yang sangat penting dalam sebuah kamar hotel yang kita sewa adalah ketersediaan air yang terjamin bersih dan lancar. Air bersih sangat diperlukan untuk banyak hal terutama untuk mandi setelah dan sebelum jalan-jalan. Namun pada umumnya orang tidak pernah terlalu mengkhawatirkan atau mempertanyakan masalah ketersediaan air bersih saat akan melakukan reservasi hotel. Bayangkan bagaimana rasanya jika kita ingin mandi pagi supaya bisa segera jalan-jalan, lalu membuka keran air dan mendapati air yang mengalir ternyata agak keruh. Atau, air shower mendadak berhenti mengalir akibat persediaan di tangki habis. Bukan hanya menyebalkan, namun itu juga bisa menggagalkan atau setidaknya menunda agenda jalan-jalan kita. Tidak mungkin juga kan kita jalan-jalan keliling kota dalam keadaan badan masih kotor dan bau? Bagaimana Bisa Mandi? (Sumber: cloudfront.net) Sebenarnya kebanyakan hotel menggunakan air dari PAM yang lebih terjamin kejernihannya. Namun hotel-hotel kecil di pinggir kota banyak juga yang hanya mengandalkan air tanah untuk bisa menghemat anggaran. Walaupun air tanah di suatu daerah biasanya bagus pun, terkadang bisa saja terjadi airnya menjadi agak keruh karena suatu hal. Jernih dan lancarnya persediaan air bersih bukanlah masalah yang paling sering terjadi di hotel. Yang paling umum adalah water heater yang tidak berfungsi dengan baik. Entah itu mesinnya rusak, airnya kurang hangat, debit air yang kecil, dan masih banyak lagi. Memang itu bukanlah masalah yang besar. Toh kita masih tetap bisa mandi walaupun airnya tidak hangat. Tapi tetap saja rasanya menyebalkan karena kita membayar tarif kamar termasuk juga membayar biaya air hangatnya. 8. Pelayanan Buruk Terakhir, masalah menyebalkan di hotel murah yang sangat sangat sering terjadi adalah staff yang cuek terhadap tanggung jawabnya. Entah mereka terlalu cuek, tidak ramah, lamban dalam bertindak, dan masih banyak lagi sikap menyebalkan dari mereka yang menunjukkan bahwa mereka tidak terlalu serius dalam mengerjakan tanggung jawabnya. Logikanya, hotel murah tentu juga memberikan gaji yang murah kepada karyawannya. Sementara seorang karyawan jika digaji kecil pun tidak akan terlalu bersemangat. Lain halnya hotel mewah yang berani memberi gaji besar kepada karyawannya. Mereka tentu akan sangat bersemangat dan juga takut kehilangan pekerjaannya jika tidak bekerja dengan benar. Maka dari itu mereka akan melayani tamu dengan sigap, ramah, dan penuh tanggung jawab. Komplain yang Tidak Ditanggapi dengan Baik oleh Resepsionisnya (Sumber: thrillist.com) Pelayanan yang buruk dari sebuah hotel bisa membawa efek negatif yang cukup besar, baik bagi kita sebagai tamu ataupun bagi pihak hotel itu sendiri. Tamu yang tidak dilayani dengan baik tentu akan merasa tidak dihargai dan kecewa. Ini bisa menyebabkan kacaunya mood kita seharian sehingga acara jalan-jalan kita pun jadi kurang terasa menyenangkan. Akhirnya kita pun malas untuk kembali ke hotel itu lagi di lain waktu. Akhirnya, hotel itu pun jadi tidak laku karena orang-orang malas ke sana. Seharian beraktivitas dan berkelana mengeksplorasi suatu tempat tentu akan membuat kita merasa lelah di malam hari. Di saat seperti itu, satu-satunya hal yang kita inginkan dan butuhkan adalah tidur yang nyenyak dan nyaman tanpa terganggu suatu apapun. Maka jika kemudian kita menemukan satu masalah yang menyebalkan, tentu kita akan merasa sangat kesal dan terganggu. Akan tetapi, jangan sampai kita menjadi emosi dan rusak mood hanya karena hal ini terutama jika di keesokan hari kita masih memiliki agenda wisata lagi. Bersikaplah dengan tenang dan pikirkan baik-baik bagaimana cara mengatasinya agar kita bisa mendapatkan solusi yang terbaik untuk itu. Anggaplah ini sebagai sebuah tantangan yang harus kita hadapi dengan bijak.
  9. Maksimalkan Pengalamanmu Menjelajah Tempat Asing dengan Tips Berikut Pengalaman hidup yang berharga bisa kita dapatkan dari banyak hal. Salah satunya adalah dengan travelling. Bepergian ke tempat yang jauh dan asing, kita akan mengalami banyak hal baru. Bertemu dengan orang-orang, mempelajari bahasanya, merasakan hidup dengan budaya sosial yang berbeda, dan masih banyak lagi sensasi keseruan yang bisa kita dapatkan. Berbagai pengalaman tersebut akan sangat bermanfaat bagi hidup kita. Dengan travelling, beban hidup terasa jauh lebih ringan karena tidak banyak hal yang perlu dipusingkan. Perbedaan sifat, cara berpikir, dan sudut pandang dari orang-orang yang kita temui ini akan membuka mata kita terhadap perbedaan dan keragaman hidup, serta lebih bijak dalam menilai orang. Sejuta tantangan yang kita hadapi ketika travelling juga akan mendidik dan melatih jiwa kita agar selalu merasa siap dan tenang dalam menghadapi masalah. Secara keseluruhan, travelling akan menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik. Semakin asing tempat yang kita datangi, akan semakin menarik hal-hal yang akan kita temui. Banyak tantangan yang akan kita temui sehingga semakin banyak pula pelajaran hidup yang kita dapatkan. Travelling ke Tempat yang Jauh dan Asing (Sumber: elitedaily.com) Semakin banyak pelajaran dan pengalaman, tentu akan semakin baik pula pribadi kita di masa depan. Untuk itu, kita perlu mengoptimalkan setiap petualangan yang kita lakukan di tempat asing agar manfaatnya pun juga maksimal. Berikut di bawah ini adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan saat travelling ke tempat asing agar pengalaman travellingmu terasa lebih seru, lebih menantang, dan lebih membawa banyak manfaat. 1. Browsing Informasi Sebelum Datang dan Matangkan Persiapannya Ketika datang ke tempat yang asing, akan ada banyak hal yang akan kita temukan. Beberapa dari hal tersebut bisa benar-benar mengejutkan kita. Asyik rasanya jika kita mendapatkan satu atau beberapa kejutan manis saat travelling. Akan tetapi, bagaimana jika ternyata kejutan yang ada justru merupakan sesuatu yang buruk? Mendatangi tempat asing tanpa tahu sesuatu hal pun dari tempat tersebut bukanlah ide yang bijak. Ibaratnya seperti membeli kucing dalam karung. Resikonya cukup besar dan dapat membuat kita benar-benar merugi. Agar tidak terjadi hal seperti itu, sebaiknya kita mencari informasi terlebih dahulu tentang keadaan di suatu tempat sebelum mendatangi tempat tersebut. Buku Panduan Wisata sebagai Sumber Informasi (Sumber: destination360.com) Dengan mengetahui beberapa hal dasar mengenai tempat yang akan kita kunjungi, kita bisa memiliki gambaran setidaknya secara umum terhadap tempat itu. Semakin jelas gambaran yang kita dapat, kita bisa semakin yakin untuk mengunjunginya atau tidak. Kita juga bisa memikirkan kira-kira apa saja yang akan kita lakukan di sana. Sehingga, kita bisa menyiapkan segala sesuatunya sejak sebelum keberangkatan. Apabila semuanya dipersiapkan mendadak nanti setelah tiba di sana akan merepotkan. Misalnya kita akan travelling ke kota Sabang, kota paling barat di negara Indonesia. Mencari seluk-beluk kota itu, kita akan tahu bahwa Sabang memiliki pantai yang indah. Maka sebelum berangkat, kita bisa menyiapkan kacamata hitam, perlengkapan snorkeling, dan lain-lain. Buta informasi saat berkunjung ke tempat asing bisa sangat merugikan jika ada masalah serius datang menghadang dan kita tidak bisa menemukan jalan keluarnya. Lain halnya jika kita sudah mencari informasi. Mungkin kita sudah bisa membayangkan masalah apa saja yang bisa muncul di sana sehingga kita bisa menyiapkan solusinya sejak awal. Sebagai contoh, jika akan travelling ke India, kita harus tahu bahwa angka kriminalitas terhadap wanita di negara tersebut cukup tinggi. Di situ kita tentu akan mempertimbangkan ulang apakah sebaiknya kita urungkan rencana travelling ke sananya atau tetap akan dilakukan. Apabila tetap akan berangkat, setidaknya kita tahu bahwa sebaiknya kita tidak berjalan sendirian di tempat sepi. Kita juga akan secara otomatis meningkatkan tingkat kewaspadaan kita terhadap orang-orang di sekitar. 2. Jalan-Jalan Berkeliling Kota Ada banyak cara untuk dapat mengeksplorasi suatu tempat yang asing. Cara yang cukup ampuh sebagai langkah awal adalah dengan berjalan-jalan keliling kota tersebut. Banyak hal yang bisa kita dapatkan dari kegiatan sederhana ini. Pertama, kita bisa merasakan cuaca di sana. Apakah mataharinya terlalu terik, apakah anginnya cukup kencang, apakah udaranya segar, dan sebagainya. Ini juga sebagai cara agar tubuh dapat segera beradaptasi dengan keadaan iklimnya di sana. Manfaat kedua adalah kita bisa mulai menghapal jalan. Walaupun mungkin kita tidak akan menghapal semua jalan yang ada di kota itu, setidaknya pasti ada beberapa jalan dan titik dan harus kita kenali. Saat berkeliling, kita juga melihat suasana kota secara keseluruhan. Kita bisa lihat toko-toko apa saja yang ada di sana, bagaimana orang-orang sibuk dengan keperluannya masing-masing, ramainya kendaraan di siang hari, dan masih banyak lagi. Ini adalah salah satu cara untuk mendapatkan suasana terhadap kehidupan sosial budaya masyarakatnya. Meskipun tidak akan terlihat detail, setidaknya kita akan mendapatkan gambaran secara umum. Ini merupakan langkah yang cukup baik sebagai awal petualangan kita. Jalan-Jalan Keliling Kota (Sumber: onionstatic.com) Mulailah dengan berjalan kaki mengitari lingkungan tempat kita menginap. Kita bisa mulai berkenalan dan bersosialisasi dengan warga sekitar. Mungkin kita juga bisa sekalian mempelajari gaya hidup mereka sehari-hari. Selain mengenal warga, kita juga akan tahu dimana letak-letak bangunan penting yang sekiranya akan perlu kita kunjungi seperti tempat ibadah, warung makan, ATM center, apotek, dan lain sebagainya. Untuk menjangkau lokasi yang tidak bisa dijangkau dengan berjalan kaki, cobalah mencari tahu transportasi umum apa yang bisa kita naiki untuk sampai ke sana. 3. Kunjungi Tempat-Tempat Publik Setelah cukup puas mengeksplorasi beberapa jalan, lanjutkan eksplorasimu dengan mengunjungi tempat-tempat umum dimana orang-orang biasa berkumpul untuk bersosialisasi. Tujuannya adalah supaya lebih merasakan kehidupan sosial di sana. Ketika melihat dari jalan, kita hanya bisa melihat dari kejauhan. Beda halnya dengan mendatangi langsung tempat-tempat seperti taman kota atau pasar tradisional. Di sana, kita bisa benar-benar terjun untuk melihat secara langsung dengan lebih jelas. Di tempat-tempat tersebut, kita bisa melihat bagaimana cara mereka berbicara antar satu sama lain, bagaimana mereka saling memperlakukan satu sama lain, apa saja yang biasa mereka perbincangkan dalam obrolan keseharian mereka, apa saja yang suka mereka lakukan di waktu luang masing-masing, dan lain sebagainya. Ketika berada di tempat seperti ini, akan ada banyak orang yang bisa kita amati. Banyaknya orang tentu akan menunjukkan cerita yang beragam pula. Bersantai di Taman Kota (Sumber: dailymail.co.uk) Tempat umum juga merupakan kesempatan yang baik bagi kita untuk mencoba mulai berinteraksi bersama mereka. Misalnya ketika di pasar tradisional, kita bisa mencoba membuka percakapan dengan membeli dagangan di salah satu toko. Sebelum membeli, kita bisa bertanya sedikit tentang produk yang mereka jual kemudian menawar sekedarnya. Obrolan-obrolan santai yang singkat ini cukup sebagai permulaan usaha kita untuk mengenal. Ketika melakukan observasi di tempat publik, usahakan untuk membaur dengan masyarakat yang ada. Jangan bersikap terlalu mencolok apalagi sampai membuat mereka tersinggung. Jagalah kesopanan agar mereka segan terhadap kita. Jika mereka segan, semakin mudah bagi kita untuk bergaul dengan mereka nantinya. 4. Pelajari Bahasa dari Penduduk Satu lagi hal yang sangat disarankan untuk dilakukan saat menjelajah kota atau daerah yang asing adalah mempelajari bahasa yang biasa digunakan oleh warganya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak perlu mempelajarinya secara menyeluruh dan detail jika kita tidak akan tinggal lama di sana. Minimal, kita hanya perlu mempelajari beberapa kalimat sederhana yang umum digunakan seperti terima kasih, selamat pagi, dan sebagainya. Namun jika ada kesempatan dan kemampuan, mempelajari lebih banyak kosa kata dan kalimat akan lebih baik. Mempelajari bahasa lokal terdengan seperti hal yang sepele apalagi jika yang dipelajari hanya beberapa istilah umum saja. Akan tetapi, manfaatnya cukup besar bagi kualitas pengalaman kita di sana. Pertama, menggunakan bahasa lokal akan membuat kita terkesan seperti tertarik dengan budaya masyarakat sana. Ini akan membuat mereka bangga diri dan merasa senang. Kedua, berusaha berbicara dalam bahasa mereka akan menimbulkan kesan bahwa kita berusaha menghormati mereka, walaupun kita berbicara dengan aksen yang aneh dan kalimat yang terbata-bata. Mereka Menghargai Traveler yang Bisa Berbahasa Lokal (Sumber: cetacademicprograms.com) Kita bisa memanfaatkan buku panduan wisata untuk mengetahui beberapa kosa kata standar. Akan tetapi, buku tidak akan menjelaskan bagaimana cara pengucapannya yang benar sesuai gaya bicara masyarakat lokalnya. Hal ini harus kita pelajari secara langsung. Kita bisa mengobrol dan bertanya langsung jika kebetulan bertemu warga yang ramah. Kita juga bisa mempelajarinya saat berada di tempat umum dengan cara mendengar warga lokal yang sedang bercakap-cakap antar satu sama lain. Apabila memungkinkan malah sebaiknya kita tidak menggunakan buku panduan wisata sama sekali ketika belajar bahasa lokal. Langsung saja kita mempelajarinya dari penduduk saat sembari mengobrol santai dengan mereka. Ini adalah cara yang paling efektif. Cara ini juga akan membuat kita semakin akrab dengan warga lokal. Akibatnya, akan semakin mudah pula usaha kita untuk membaur dengan kehidupan sosial masyarakat di sana. Jangan malu-malu untuk mencoba mempraktekkan dialog dengan bahasa lokal. Kita tidak perlu takut salah atau terdengar aneh saat berbicara. Orang-orang tidak akan mempermasalahkan pengucapanmu yang kacau. Yang paling mereka tangkap dari kita adalah usaha yang kita lakukan dalam menghargai mereka. Ini akan membuat mereka senang terhadap kita. Tanpa diminta, mereka pasti akan memperbaiki pengucapan kita yang kurang tepat dengan cara yang sopan dan menyenangkan. 5. Adaptasi Makanan, Pakaian, dan Gaya Hidup Mendalami budaya di tempat asing sebaiknya tidak hanya berhenti di penguasaan bahasanya saja. Aspek-aspek lainnya pun sebaiknya juga kita dalami seperti misalnya cita rasa kulinernya, cara berpakaiannya, serta gaya hidup mereka. Secara umum, semua hal ini bisa kita lihat dan amati secara langsung ketika kita sedang berjalan-jalan keliling kota atau ketika mengunjungi tempat-tempat publik. Namun, jangan berhenti di tahap pengamatan saja. Setelah memahami cara-cara mereka tersebut, cobalah untuk mengadaptasinya pada dirimu. Cicipilah beberapa masakan khas daerah tersebut. Hindari makan di restoran mewah. Sebaliknya, cobalah untuk membeli makanan di warung sederhana atau langsung dari masakan warga jika ada yang menawarkannya padamu. Dengan cara ini, keaslian rasa makanan yang kita santap tentu lebih terjaga karena restoran seringkali memodifikasi resep dasarnya. Selain itu, cara ini juga dapat membantu kita menjalin interaksi yang lebih akrab. Makanan Lokal di Singapura (Sumber: gadventures.com) Setiap orang memiliki selera berpakaiannya sendiri. Gaya berpakaian tersebut seringkali berbeda dengan preferensi orang lain. Akan tetapi, dalam suatu daerah, biasanya ada saja cara berpakaian secara umumnya. Misalnya, di negara Arab, kebanyakan wanitanya berpakaian tertutup. Sementara di Korea Selatan, kebanyakan generasi mudanya banyak mengenakan pakaian dengan desain yang imut dan perpaduan warna cerah. Gaya berpakaian mencerminkan karakter orang yang memakainya. Maka apabila kita mencoba berpakaian seperti orang-orang lokal, kita bisa lebih memahami karakter mereka. Amatilah sebanyak mungkin aspek kehidupan yang ada di daerah yang kita kunjungi tersebut dan cobalah untuk ikut mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semakin banyak yang kita tiru, semakin kita akan lebih menjiwai pengalaman ini. Secara bertahap, kita akan semakin memahami pola pikir mereka, cara mereka memandang hidup ini, serta prinsip-prinsip lain yang dianggap penting oleh mereka. Hal-hal itulah yang akan memupuk kebijaksanaan kita dalam menilai sesuatu hal. 6. Tetap Jadi Diri Sendiri Mengamati cara hidup warga lokal dan mengadaptasinya dalam hidup kita selama berada di tempat tersebut merupakan cara yang paling efektif untuk dapat meresapi nilai budaya yang ada di sana. Cara ini juga dapat melancarkan usaha kita untuk bersosialisasi dengan warga. Namun perlu diingat, mengadaptasi gaya hidup bukan berarti menirunya secara keseluruhan. Gaya hidup kita tidak perlu berubah drastis hingga menjadi mirip dengan penduduk di sana. Terlalu banyak mengambil cara mereka justru akan membuat kita tampak aneh. Kita akan terlihat canggung dan janggal. Kita akan merasa seperti kehilangan jati diri karena kita menutup-nutupi apa yang sebenarnya menjadi karakter asli kita demi bisa menunjukkan karakter ala warga lokal. Ini akan menimbulkan kesan seolah kepribadian kita terlalu dipaksakan. Tampilkan Warna Aslimu (Sumber: favim.com) Jangan takut untuk menjadi diri sendiri saat berada di daerah yang budayanya berbeda dari budaya kita. Tidak perlu ragu untuk menjadi diri sendiri dan menunjukkan karakter asli kita. Selama kita masih bisa bersikap santun dan menghargai orang lain, siapapun pasti akan merasa segan. Sebenarnya menjadi diri sendiri malah akan membuat segalanya lebih mudah. Kita bisa bergaul dengan bebas tanpa beban dan masih tampak seperti orang yang menyenangkan. 7. Ambil Pelajaran Betapapun serunya sebuah pengalaman akan sia-sia saja jika kita tidak bisa mengambil pelajaran darinya. Termasuk juga pengalaman dalam menjelajah tempat asing. Jika petualangan kita hanya dianggap sebagai jalan-jalan biasa, tentu tak akan ada kesan mendalam yang bisa membantu kita membentuk pribadi yang baik. Sungguh sayang sekali jika keadaannya seperti itu, mengingat uang dan waktu yang sudah kita habiskan untuk acara travelling tersebut. Selama di tempat tujuan petualangan, kita sudah melihat cara hidup penduduk di sana. Bagaimana mereka saling bersikap antar satu sama lain, hal apa saja yang dianggap penting bagi mereka dan bagaimana cara mereka menjaga hal itu, kebiasaan apa yang mereka miliki, dan sebagainya. Dari situ, kita bisa memilah mana hal yang baik dan mana hal yang buruk. Hal-hal yang baik dapat kemudian kita contoh untuk diterapkan secara permanen dalam hidup kita. Merenungi Pengalaman untuk Dijadikan Pelajaran (Sumber: marcandangel.com) Sebagai contoh misalnya di daerah Okinawa Jepang dimana warganya banyak yang berumur panjang. Rahasia mereka diantaranya adalah dengan tidak makan terlalu banyak dan terlalu cepat sehingga pencernaan tidak terganggu. Trik sehat ini bisa kita tiru dalam kehidupan kita supaya kesehatan kita dapat selalu terjaga. Pelajaran hidup tidak hanya kita ambil dari hasil pengamatan kita terhadap budaya lokal saja. Dalam berpetualang, tentu kita mengalami beberapa masalah. Sebagian masalah dapat terjadi karena kelalaian kita. Dari situ kita bisa mengintrospeksi diri, mencari tahu apa saja kekurangan yang ada dalam diri kita supaya dapat kita perbaiki selanjutnya. Travelling ke tempat asing tidak otomatis memberikan kita pengalaman berharga, apalagi pelajaran hidup yang bermanfaat untuk jangka panjang. Jika kita hanya datang dengan sikap cuek dan tidak memperhatikan detail di sekeliling, maka kunjunganmu tidak akan menimbulkan kesan apa-apa. Sebaliknya jika kita mengeksplorasinya secara mendalam, akan ada banyak manfaat yang bisa kita raih.
  10. Tips Scuba Diving Pemula untuk Petualangan yang Seru dan Aman Scuba diving adalah kegiatan yang paling seru untuk dilakukan di lautan terutama jika di bawah permukaan lautnya terhampar sebuah ekosistem yang harmonis dan penuh variasi spesies makhluk hidup. Memang, indahnya dunia bawah lautlah yang banyak menjadi alasan bagi orang-orang untuk mencoba scuba dive. Apalagi, negara kita Indonesia memiliki banyak spot-spot bawah laut yang menakjubkan untuk dijelajahi. Akan tetapi, scuba diving bukanlah suatu kegiatan yang gampang dilakukan. Untuk bisa menyelami cantiknya kehidupan bawah laut, ada banyak proses yang harus kita lakukan sebelumnya. Dari mulai kualifikasi dan tes, pelatihan, serta mempersiapkan perlengkapan menyelamnya, semua harus dilakukan dengan baik dan penuh hati-hati. Menyelam Dalam ke Bawah Laut (Sumber: elysium-hotel.com) Bukan tanpa alasan bahwa scuba diving memiliki proses yang cukup ribet. Keadaan laut yang kompleks memang membuat kegiatan menyelam menjadi sesuatu yang agak sulit untuk dilakukan. Berbagai resiko pun menghadang jika scuba diving tidak dilakukan dengan benar dan penuh persiapan. Kondisi inilah yang kemudian banyak membuat orang merasa ragu dan takut saat akan mulai menocba scuba diving, bahkan mereka yang sudah mendapatkan pelatihan sekalipun. Apabila kamu termasuk seorang pemula di kegiatan seru yang satu ini, kamu bisa mencoba berbagai tips-tips di bawah ini agar petualangan bawah airmu terasa seru dan menyenangkan, namun tetap aman dan terkendali: 1. Jaga Kesehatan dan Asupan Nutrisi Beratnya scuba diving membutuhkan fisik yang benar-benar sehat dan kuat untuk melakukannya. Maka setiap kali kamu memiliki agenda untuk menjelajah alam bawah laut, pastikan kamu menjaga kesehatan badanmu sejak beberapa minggu sebelum hari H. Pastikan semua organ tubuhmu bekerja dengan baik dan lancar. Stamina badan dan kekuatan tulang pun harus baik. Kebugaran Tubuh untuk Fisik yang Kuat (Sumber: examiner.com) Jangan paksakan untuk menyelam jika tubuh terasa lemas, pegal, atau kepala terasa pusing. Fisik yang tidak fit bisa membahayakan keselamatanmu saat berada di kedalaman air nanti. Jangan sampai kelelahan sejak beberapa hari sebelumnya agar staminamu benar-benar maksimal saat menyelam nanti. Jika perlu, periksakanlah kesehatanmu ke dokter atau klinik sehari sebelum melakukan scuba diving untuk memastikan kamu cukup fit untuk kegiatan tersebut. Selain kesehatan badan, kamu juga harus memperhatikan apa yang kamu makan dan minum menjelang saat petualanganmu. Perbanyaklah minum air putih agar badan terasa bugar. Pastikan menu makanan harianmu mengandung nutrisi yang lengkap dan seimbang. Jangan mengkonsumsi minuman beralkohol saat akan menyelam karena bisa membuatmu lemas, pusing, dan dehidrasi saat berada di bawah laut nanti. Konsumsi obat-obatan pun harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter karena ada beberapa jenis obat yang bisa membahayakan jika dikonsumsi saat akan menyelam. 2. Jangan Menyelam Sendirian Sangat berbahaya bagi seorang scuba diver pemula untuk melakukan penyelaman sendirian, bahkan di spot yang mudah sekalipun. Bahkan bila kamu lulus dari kelas pelatihan menyelam dengan nilai yang mengagumkan pun, kamu tetap tidak boleh menyelam sendirian di beberapa kesempatan awalmu. Ini karena keadaan di laut lepas bisa sangat berbeda dengan keadaan perairan yang biasa kamu gunakan untuk latihan. Oleh sebab itu, mahir di tempat latihan bukanlah jaminan kamu juga akan langsung mahir di laut lepas. Sebaiknya seorang pemula melakukan scuba diving dengan ditemani oleh seorang instruktur selam bersertifikat supaya keamanan dan keselamatannya terjamin. Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan jika sering melakukan scuba diving bersama seorang pelatih selam yang bersertifikat. Manfaat pertama adalah kita merasa lebih aman. Pelatih bersertifikat tentu sudah dipersiapkan bukan hanya untuk mengajar, namun juga untuk mendampingi penyelam pemula di bawah air. Mereka tahu masalah apa saja yang biasa menghadang penyelam pemula dan bagaimana cara mengatasinya. Mereka juga sudah terlatih untuk bisa sigap menolongmu sesegera mungkin saat kamu membutuhkannya. Kamu bisa meminta pelatihmu untuk selalu mendampingimu saat kamu masih awal-awal mencoba scuba diving. Jika kamu tidak bisa mendapatkan pelatih atau intruktur untuk mendampingimu, minimal kamu harus ditemani oleh teman penyelam lain yang lebih jago dan berpengalaman. Sebaiknya, teman yang semacam ini juga memiliki sertifikasi menyelam juga. Idealnya scuba diving dilakukan secara berkelompok agar kalian bisa saling mendukung satu sama lain. Jumlahnya tidak perlu terlalu banyak, cukup 3-7 orang saja. Di bawah permukaan air nanti, kalian harus saling memperhatikan satu sama lain. Sehingga jika salah satu anggota membutuhkan pertolongan, yang lain bisa segera membantunya. Saat menyelam, jangan sampai kamu berenang terlalu jauh dari kelompokmu. Pastikan juga bahwa tidak ada temanmu yang bergerak terlalu jauh. Menyelam Secara Berkelompok Agar Lebih Aman (Sumber: rubicondiving.com) Kenyamanan pribadi juga merupakan hal yang penting saat melakukan scuba diving. Untuk menjamin hal tersebut, pilihlah teman menyelam yang memang kamu merasa nyaman dan kompak bersamanya. Menyelam dengan orang yang tidak bisa rukun denganmu justru akan membuatmu repot dan kesal sendiri. Akibatnya, petualanganmu tidak terasa begitu menyenangkan. Belum lagi jika ada masalah, bisa jadi kalian tidak bisa mengatasinya dengan baik karena minimnya kekompakan. 3. Meniru Partner yang Berpengalaman Selain bisa menjagamu dengan lebih baik, partner scuba diving yang bersertifikat dan berpengalaman juga bisa membuatmu belajar banyak. Penyelam yang sudah jago seperti mereka ini tentu memiliki berbagai macam teknik penyelaman yang aman, nyaman, dan efektif. Teknik-teknik itu bisa kamu pelajari juga agar kemampuan menyelammu bisa berkembang menjadi semakin baik lagi. Sembari scuba diving bersama, kamu bisa memperhatikan teknik yang mereka gunakan di dalam air. Bagaimana cara mereka bergerak, menyeimbangkan tekanan air, memakai dan menggunakan peralatan mereka, dan masih banyak lagi. Cobalah untuk meniru apa yang mereka lakukan dan lihat apakah cara itu juga cocok dengan kamu atau tidak. Semakin sering kamu melakukan penyelaman bersama mereka, semakin bertambah pula pengetahuanmu akan teknik-teknik menyelam. Semakin banyak gaya yang coba kamu tiru, akan semakin meningkat pula keahlian menyelammu. Inilah salah satu contoh cara berlatih menyelam yag paling efektif. Belajar dari yang Berpengalaman (Sumber: static.groupon.co.au) Mempelajari teknik penyelaman dari seorang profesional tidak melulu harus dilakukan secara langsung saat menyelam bersama. Kamu pun bisa juga mengakses internet dan melihat video-video scuba diving dari seorang profesional. Ikuti juga akun sosial media mereka untuk mendapatkan tips-tips dan teknik-teknik lain yang bermanfaat. Di jaman canggih seperti sekarang, hal-hal seperti itu bukanlah hal yang sulit untuk ditemukan di internet. 4. Hati-Hati Saat Akan Membeli Perlengkapan Kenyamanan dan keamananmu saat scuba diving bergantung juga pada perlengkapan yang kamu kenakan. Apakah ukurannya cocok, apakah kualitasnya sesuai standar, apakah pemakaiannya benar, dan banyak faktor lainnya. Tak mengherankan jika kamu memang seharusnya mempersiapkan perlengkapan menyelammu dengan baik dan benar. Seorang penyelam pemula biasanya belum begitu paham tentang bagaimana memilih perlengkapan yang baik. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu jangan terburu-buru untuk segera membelinya. Lebih baik kamu menyewanya terlebih dahulu di tempat persewaan alat selam setiap kali akan melakukan scuba diving. Kamu bisa mencoba beberapa merk perlengkapan dari beberapa tempat persewaan yang berbeda agar kamu bisa merasakan masing-masing perbedaannya. Dari situ, kamu bisa tahu alat mana yang terasa nyaman dan baik untuk kamu pakai. Siapkan Peralatan Menyelam yang Berkualitas (Sumber: perfectafrica.com) Agar lebih yakin dalam memilih perlengkapanmu, sering-seringlah berkonsultasi atau mengobrol dengan penyelam lain yang lebih berpengalaman. Siapa tahu ada hal-hal yang luput dari pertimbanganmu. Ketika sudah yakin perlengkapan seperti apa sajakah yang cocok untukmu, barulah kamu bisa membelinya sendiri. Namun ketika akan datang ke toko untuk membelinya, disarankan kamu datang dengan ditemani oleh teman yang lebih berpengalaman. 5. Relaks Di saat-saat awal mulai menyelam, seorang pemula biasanya merasa agak takut dan ragu. Bayangan akan berbagai hal yang mengerikan kadang muncul di benaknya. Takut terseret ombak, takut kelelahan, takut tidak bisa bernapas dengan baik, dan masih banyak ketakutan lainnya. Wajar saja jika hal ini juga terjadi pada kamu. Yang penting, jangan sampai kamu mengurungkan niatmu untuk menyelam hanya karena pikiran yang absurd ini. Tariklah nafas dan hembuskan secara perlahan. Ulangi hal ini berkali-kali sampai kamu merasa cukup rileks. Setelah itu barulah kamu bisa mulai masuk ke dalam air. Jangan mulai menyelam jika perasaanmu masih belum tenang. Menyelam dalam keadaan panik justru akan membuatmu cepat kelelahan dan sulit bernapas. Ini justru akan membahayakan keselamatanmu. 6. Perlahan Tapi Pasti Keanekaragaman flora dan fauna bawah laut yang kamu lihat akan membuatmu sangat terpesona dan semakin bersemangat. Penyelam pemula umumnya akan langsung menjadi tidak sabar bergerak ke sana ke mari untuk melihat lebih dekat dan lebih banyak lagi. Kamu pun mungkin akan mengalami hal yang sama. Ini merupakan hal yang lumrah mengingat pemandangan menakjubkan ini tidak akan bisa kamu temui di daratan. Tanpa disadari, ketidaksabaran untuk mengeksplorasi lebih banyak akan memacumu untuk bergerak lebih cepat. Padahal saat scuba diving, seorang penyelam sebaiknya tidak terburu-buru dalam bergerak. Bergerak terlalu cepat akan membuatmu menghirup lebih banyak udara. Akibatnya, oksigen dalam tabung yang kamu kenakan akan lebih cepat habis. Ini berarti, waktumu di dalam air akan jadi lebih singkat. Belum lagi, energi yang kamu gunakan untuk bergerak cepat juga sangatlah besar karena harus melawan tekanan air. Ini akan menyebabkan kamu mudah kelelahan. Menyelam Secara Perlahan Tapi Pasti (Sumber: yurtopic.com) Setelah berhasil mengeksplorasi satu spot, jangan terburu-buru untuk segera mencari spot lain untuk diselami. Beristirahatlah terlebih dahulu agar energimu terkumpul kembali. Periksa lagi semua perlengkapan menyelammu, apakah ada yang rusak atau tidak. Jangan memaksakan diri untuk lanjut menyelam lagi ke spot selanjutnya jika kondisi badan atau perlengkapanmu tidak memungkinkan untuk itu. Kekaguman yang kamu rasakan saat menjelajah dunia bawah laut akan membuatmu tak sabar untuk mencoba spot lain yang menyediakan pemandangan lebih indah. Spot seperti ini biasanya terletak di perairan yang lebih dalam dan arusnya kuat. Ini berarti, diperlukan kemampuan selam yang lebih mahir lagi. Jangan tergesa-gesa untuk mencoba spot diving yang level kesulitannya lebih tinggi sebelum kamu benar-benar yakin dapat menghadapinya. Nyawamulah yang akan menjadi taruhannya jika kamu nekat menyelam ke spot yang sulit ketika kemampuanmu masih biasa-biasa saja. 7. Underwater Camera Serunya petualangan yang kamu alami di bawah permukaan air laut pasti ingin kamu abadikan dalam beberapa buah foto sebagai kenang-kenangan. Berbagai macam species flora dan fauna laut yang unik pun mungkin juga akan membuatmu tertarik untuk mengambil gambarnya. Memang saat ini banyak penyelam yang tertarik dengan bidang fotografi bawah laut. Untuk ini, kamu akan memerlukan kamera khusus yang biasa dikenal dengan istilah underwater camera. Kamera Khusus untuk Menyelam (Sumber: marmarisdiving.com) Underwater camera bukan saja memiliki ketahanan untuk tetap berfungsi dalam keadaan basah. Kamera ini juga dibuat dengan teknologi khusus agar kuat menahan tekanan air serta bisa menangkap gambar dengan jelas di bawah air sekalipun. Harga underwater camera pada umumnya tentu lebih mahal daripada kamera biasa. Tetapi, ada juga beberapa produk underwater camera yang murah, termasuk diantaranya adalah disposable underwater camera alias kamera bawah air sekali pakai. Meski demikian, sebaiknya jangan mudah tergiur oleh kamera-kamera murah semacam itu. Kamera semacam itu menghasilkan foto dengan kualitas gambar yang rendah. Padahal, pengalamanmu terlalu berharga untuk diabadikan dalam sebuah gambar yang buram. Belum lagi memori penyimpanannya yang rendah akan membuatmu bingung jika ada terlalu banyak pemandangan yang ingin kamu abadikan. Jika kamu benar-benar tertarik untuk terus dan terus melakukan scuba diving, belilah sebuah underwater camera yang berkualitas baik meskipun harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Anggaplah ini sebagai sebuah investasi karena kamu akan menggunakannnya lagi dan lagi. Apabila kamu tidak yakin atau belum mampu membeli underwater camera, kamu bisa menyewa terlebih dahulu atau pinjam punya teman jika ada. 8. Evaluasi dan Terus Belajar Lagi Lakukanlah evaluasi setiap kali baru selesai melakukan sebuah penyelaman. Ingat kembali kendala apa saja yang kamu hadapi di laut dalam tadi, kesalahan apa yang kamu lakukan, serta kesulitan apa yang kamu rasakan. Dari hal-hal tersebut, coba bahas bersama teman-teman kelompokmu bagaimana seharusnya menghadapi hal tersebut, apakah kalian sudah melakukannya dengan baik, apa yang sebaiknya dilakukan lain kali agar tidak timbul masalah yang sama, dan lain sebagainya. Evaluasi seperti ini merupakan cara yang paling efektif agar kamu bisa lebih mahir lagi ketika melakukan penyelaman. Evaluasi Penyelaman Bersama Team (Sumber: ohsdiveteam.files.wordpress.com) Evaluasi sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. Begitu selesai menyelam, saat semua anggota sudah berada di pantai atau di atas kapal, evaluasi bisa langsung dimulai sembari beristirahat dan membereskan peralatan menyelam yang baru digunakan. Semakin cepat evaluasi dimulai akan semakin baik mumpung semua hal yang kamu alami masih tersimpan segar di ingatan. Jika ditunda-tunda, ingatan sudah mulai memudar dan evaluasi pun terasa semakin malas untuk dilakukan. Yang jelas, jangan memulai penyelaman baru sebelum evaluasi dari penyelaman sebelumnya selesai dilakukan. Petualangan pertama di bawah laut akan menjadi sebuah pengalaman yang sangat berkesan dan tidak mudah terlupakan. Bukan hanya rasa kagum atas keindahan ekosistem laut saja yang membuat kita bahagia. Rasa bangga bercampur sedikit ketakutan pun akan mewarnai perasaan kita di saat tersebut. Perasaan itu mungkin masih akan muncul di beberapa kesempatan berikutnya. Makin sering kamu menyelam, kamu akan merasa semakin nyaman dan ketagihan. Jangan khawatir akan kehabisan spot karena di Indonesia, ada ribuan spot diving yang menunggu untuk kamu jelajahi.
  11. Menabung untuk Jalan-Jalan Tidak Lagi Sulit dengan Kiat-Kiat Berikut! Hal yang cukup tidak menyenangkan saat travelling adalah betapa banyaknya uang yang harus kita keluarkan untuk sebuah rencana jalan-jalan. Semakin jauh lokasinya, semakin unik obyek wisatanya, akan semakin mahal pula biaya yang harus kita habiskan di sana. Padahal sebagai seorang traveler, rasa penasaran untuk mengunjungi obyek satu ke obyek lainnya terasa seperti tak pernah surut apalagi padam. Demi memuaskan hasrat dan rasa penasaran dalam hati, banyak orang rela berusaha keras untuk menabung agar memiliki cukup uang untuk rencana petualangan berikutnya, berikutnya lagi, dan seterusnya. Di sisi lain, menabung bukanlah hal yang gampang dilakukan. Seseorang harus dapat mengendalikan diri untuk tidak mudah membelanjakan uangnya. Yang lebih sulit lagi adalah menjaga konsistensi dari pengendalian diri tersebut. Terkadang, seseorang dapat menghemat dengan baik ketika baru mulai menabung. Lama kelamaan, mereka semakin kesulitan untuk menahan diri dan akhirnya niat mereka pun terkacaukan sendiri. Tabungan untuk Keliling Dunia (Sumber: pennywize.co) Bagi traveler yang tidak punya banyak uang, menabung merupakan hal yang sangat krusial. Bisa atau tidak bisanya mereka jalan-jalan sangat bergantung pada sukses atau tidaknya mereka dalam hal menghemat pengeluaran dan mengumpulkan uang yang ada. Untuk itu, agar rencana jalan-jalan kita dapat direalisasikan dengan baik, kita harus mampu mengatur diri agar dapat terus menabung. Untuk membantu niat tersebut, cobalah simak beberapa langkah di bawah ini yang dapat membuatmu merasa tidak terlalu kesulitan dalam menabung: 1. Tentukan Tujuan dan Hitung Jumlah yang Diperlukan Setiap usaha yang kita lakukan, apapun itu, akan terasa lebih sulit untuk dilakukan jika tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas. Semakin jelas pencapaian apa yang ingin kita raih, semakin mudah usaha tersebut kita lakukan. Tujuan yang jelas akan memberi kita motivasi yang lebih besar. Selain itu, tujuan yang jelas juga dapat memberikan ukuran pada kita tentang sejauh apa kita harus melangkah untuk mencapainya. Menabung untuk travelling pun demikian. Memang tujuannya adalah untuk jalan-jalan. Tetapi, jalan-jalan kemana yang ingin kita tuju? Travelling ke Bali tentu akan membutuhkan budget yang berbeda dengan travelling ke Hong Kong. Beda tujuan, beda jumlah uang yang harus kita tabung. Tanpa tujuan yang pasti, kita tidak tahu seberapa banyak uang yang harus kita tabung. Menentukan lokasi tujuan masih belum cukup memberikan kita petunjuk dan pegangan untuk menabung. Kita harus mendetailkan keinginan tersebut serinci mungkin. Tujuan dan perencanaan yang rinci akan menunjukkan pengeluaran apa saja yang perlu kita keluarkan nanti. Dari masing-masing pengeluaran tersebut, bisa kita buat anggarannya berdasarkan perkiraan dan target limit. Perincian tersebut akhirnya akan mengarah pada berapa total uang yang harus kita kumpulkan untuk rencana jalan-jalan tersebut. Rencana yang Detail (Sumber: farm3.staticflickr.com) Apabila estimasi biaya sudah jelas, maka hal yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah mengatur berapa lama kita akan menabung, bagaimana kita akan mengumpulkan uang sebanyak itu, dan detail-detail lainnya. Sesekali waktu sembari menabung, kita bisa melakukan kroscek ulang antara uang yang sudah berhasil kita tabung dengan jumlah total uang yang perlu dikumpulkan. Hasil kroscek tersebut akan menjelaskan apakah tabungan kita sekiranya akan mencapai target atau tidak. 2. Tentukan Deadline Pemesanan Tiket Satu lagi hal yang kita perlukan saat mengusahakan sesuatu adalah deadline. Deadline akan membuat langkah kita lebih terfokus karena ada konsekuensi yang akan kita terima jika kita gagal dalam usaha tersebut. Sebaliknya, jika deadline terpenuhi, kita akan merasa sangat puas dan bangga diri. Menabung untuk travelling pun demikian. Di poin pertama tadi sudah kita bahas tentang destinasi dan biaya travelling yang menjadi target kita. Selanjutnya, kita harus menentukan tanggal berapa kita akan berangkat dan tanggal berapa kita akan membeli tiket pesawatnya. Deadline tanggal pembelian tiket pesawat akan menunjukkan seberapa sungguh-sungguh kita dalam usaha menabung untuk travelling ini. Selanjutnya jika tiket pesawat yang mahal ini sudah terbeli, tentu kita akan memiliki deadline baru untuk usaha menabung kita ini yaitu tanggal keberangkatan. Tiket Travelling yang Mahal (Sumber: pinimg.com) Cara ini memang beresiko tinggi karena bisa jadi uang yang terkumpul saat tanggal keberangkatan masih belum cukup untuk meng-cover seluruh biaya jalan-jalan padahal tiket pesawat sudah terlanjur terbeli. Namun, justru itulah yang akan memacu kita untuk berusaha dengan lebih giat untuk memastikan kita menabung sampai cukup. Karena secara psikologis, tentu kita tidak mau tiket pesawat yang kita beli mahal-mahal ini terbuang percuma hanya karena kita kurang giat mengumpulkan uang. Kebanyakan orang mengatur langkahnya dengan cara menabung terlebih dahulu sampai terkumpul sebanyak mungkin. Ketika mereka sudah mulai lelah menabung dan uang tabungan terasa sudah cukup banyak, barulah mereka akan mulai membuat rencana travelling. Acara travelling termasuk segala biayanya disesuaikan dengan jumlah uang yang ada. Setelah itu, barulah mereka akan melakukan reservasi dan sebagainya. Cara konvensional tersebut memang paling aman dan santai karena tidak memiliki resiko. Akan tetapi, cara ini akan membuat kita lengah. Kegigihan kita dalam mengumpulkan uang tidak akan seberapa. Di tengah jalan pun, kita akan lebih mudah tergiur untuk memboroskan uang apalagi jika kita sedang merasa suntuk menabung. Akhirnya, kita akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk mengumpulkan uang dengan jumlah yang sama. 3. Buat Target dalam Setiap Periode Target dan deadline membuat kegiatan menabung kita menjadi lebih terfokus. Untuk semakin mendukung konsistensi kita dalam menabung, kita perlu juga untuk menentukan target-target lain yang lebih kecil di setiap periode-periode tertentu. Sebagai contoh, dalam bulan pertama kita harus sudah punya cukup uang untuk membeli tiket pesawat, bulan kedua uang harus sudah cukup untuk reservasi hotel, bulan ketiga harus sudah terkumpul biaya jalan-jalan sampai 50%, dan seterusnya. Target dalam Setiap Jangka Waktu Tertentu (Sumber: 2.bp.blogspot.com) Target kecil-kecil seperti ini akan membuat kita lebih teratur dan stabil. Setiap periode, kita tahu pasti pencapaian apa yang sedang kita kejar. Setiap kali sedang menghemat atau mengumpulkan uang, kita akan terbayangkan target tersebut. Di saat kita merasa kesulitan untuk menabung, bayangan akan target inilah yang akan membuat kita merasa sayang untuk memboroskan uang. Sebaliknya, setiap ada satu target yang berhasil terpenuhi, kita akan merasa senang dan semakin termotivasi untuk memenuhi target berikutnya. Semakin banyak target kecil yang terpenuhi, semakin dekat kita dengan tujuan besar kita yaitu travelling. Selain lebih termotivasi, menabung dengan cara ini juga terasa lebih ringan. Misalnya bulan ini kita perlu menabung untuk reservasi kamar. Membayangkan harga kamar tentu terasa lebih ringan daripada membayangkan budget travelling secara keseluruhan. Beban yang ringan ini akan membuat kita lebih optimis bahwa kita dapat memeuhi target tersebut. Sebaliknya, target yang langsung besar akan membuat kita merasa terbenani dan takut tidak bisa memenuhinya. Apabila kita kurang giat menabung, maka target kecil periode ini tidak akan terpenuhi. Di akhir periode, kita akan langsung menyadari kesalahan kita tersebut. Sehingga, di periode berikutnya kita dapat berusaha lebih keras lagi agar bisa memenuhi kekurangan tabungan di periode selanjutnya sambil tetap menabung untuk mengejar target di periode ini. Tanpa target kecil-kecil ini, kita pasti kesulitan untuk mengetahui apakah kita sudah cukup giat menabung atau belum. 4. Gambar untuk Motivasi Berbagai rencana dan target untuk menabung sudah dibuat. Ini berarti, asal kita tetap berada di jalan yang benar, kita akan mencapai tujuan kita. Agar bisa sampai di tujuan tepat pada waktunya, kita perlu berjalan dengan langkah yang mantap dan konsisten. Untuk itu, diperlukan tekad yang kuat, semangat, dan motivasi yang tinggi. Salah satu cara menjaga motivasi kita ketika sedang menabung untuk travelling adalah dengan memasang gambar lokasi tujuan kita di tempat-tempat yang gampang terlihat oleh mata kita. Contohnya, kita bisa memasang foto obyek tersebut dalam ukuran besar di dinding kamar, memasang wallpapernya di layar handphone atau laptop, atau menuliskan rencana travelling tersebut ke dalam buku catatan harian. Kota Paris di Dinding Ruang Santai (Sumber: st.houzz.com) Gambar dan tulisan yang terlihat dan terbaca setiap hari akan terus mengingatkan kita bahwa ada tujuan berharga yang harus kita perjuangkan. Dengan diingatkan setiap hari seperti ini, kecil kemungkinannya kita akan merasa lengah. Karena, setiap kali melihat gambar atau tulisan tersebut, pikiran kita otomatis akan langsung terbayang akan petualangan yang akan kita lakukan di kemudian hari nanti, jika kita berhasil menabung. Gambar yang dipilih untuk dipajang sebaiknya adalah gambar yang kompleks dan memiliki banyak detail karena nantinya kita akan sering-sering memperhatikan gambar tersebut. Semakin diperhatikan, semakin kita menyadari bahwa banyak detail yang bisa kita eksplor. Ini akan semakin membuat kita penasaran dan berkeinginan untuk benar-benar mengunjungi tempat tersebut dan melihat detail-detail itu secara langsung. Semakin besar semangat kita untuk berkunjung, akan semakin besar pula semangat kita dalam menabung. Sebaliknya gambar yang tidak banyak detail akan membuat kita bosan jika melihatnya setiap hari. Tanpa kita sadari, semangat kita untuk mengunjunginya pun akan semakin menurun. Walaupun semangat itu tidak mungkin akan hilang sama sekali, namun hal itu jelas akan memperlambat langkah kita dalam usaha menabung untuk travelling yang sedang kita lakukan. 5. Umumkan Rencanamu Terus memotivasi diri dan menjaga semangat adalah hal yang penting untuk mensukseskan suatu usaha yang sedang kita lakukan. Namun terkadang itu semua belum cukup. Akan ada saatnya dimana kita merasa malas atau lengah. Ini bisa mengakibatkan target kita tidak tercapai. Untuk itu, kita membutuhkan bantuan dari orang-orang terdekat juga untuk memberikan dukungan pada usaha yang tengah kita lakukan. Ceritakan ke beberapa teman dan anggota keluargamu tentang rencana travelling yang kita buat termasuk rencana bahwa kita akan menabung selama beberapa waktu ini untuk membiayai perjalanan tersebut. Pada satu atau beberapa orang yang sangat dekat, kita bisa menceritakan rencana secara lebih detail. Seiring berjalannya waktu, orang-orang tersebut nantinya akan sesekali menanyakan kita bagaimana perkembangan rencananya. Umumkan Rencanamu (Sumber: afa-kismo.net) Logikanya jika kita masih rajin menabung tentu perkembangan rencananya pun baik. Sehingga jika ditanya orang, kita dapat menjawabnya dengan mantap dan bangga. Lain halnya jika kita malas-malasan dalam menabung. Jumlah uang yang tidak cukup bisa mengacaukan rencana. Sementara apabila rencana travelling kita gagal, tentu kita akan malu menjawabnya bila nanti ada orang yang menanyakan. Akibatnya, kita akan semakin memicu diri kita untuk terus rajin menabung demi mensukseskan rencana yang telah dibuat. Pilih satu atau beberapa orang yang sangat peduli pada kita. Ceritakan pada mereka jumlah uang yang kita perlukan untuk dapat berangkat jalan-jalan nanti. Mintalah mereka untuk mengingatkan kita bila kita lengah nanti. Bukan hanya mengingatkan sesekali, mungkin mereka juga akan mengontrol secara berkala apakah uang tabungan terus bertambah dalam jumlah yang cukup atau tidak. Dukungan seperti ini sangatlah bermanfaat bagi kita. Namun untuk menceritakan tentang nominal uang yang perlu ditabung, kita harus benar-benar selektif dalam memilih orang yang akan kita ceritai itu. Kita harus benar-benar merasa nyaman menceritakan hal-hal semacam ini kepadanya supaya tidak canggung. 6. Bayangkan Petualanganmu Sesekali waktu, akan ada masanya dimana kita merasa malas untuk terus menabung. Berbagai godaan untuk menggunakan uang yang kita miliki akan bermunculan dan mengusik hati kita misalnya seperti keinginan untuk membeli gadget baru, ingin belanja di mall, ingin nongkrong di kafe, dan masih banyak lagi. Terkadang bahkan keinginan tersebut bukanlah hal yang penting sama sekali. Pelan-pelan tanpa kita sadari, godaan ini akan membuat kita berpikir dua kali untuk meneruskan rencana awal kita. Dalam otak pun akan terbesit pikiran bahwa mungkin travelling bukanlah hal yang begitu penting. Jika mental kita cukup lemah, kita akan tergoda untuk membatalkan atau setidaknya menunda rencana travelling tersebut agar uangnya bisa kita pergunakan untuk hal-hal lainnya. Di saat-saat lemah seperti ini, kita perlu sesuatu untuk menguatkan mental dan meningkatkan motivasi kita. Saat sedang lelah atau malas untuk melanjutkan menabung, luangkanlah waktu untuk bersantai sejenak. Duduk atau berbaringlah dengan tenang kemudian rilekskan badan. Selanjutnya, coba bayangkan bagaimana petualangan kita saat travelling nanti, seandaianya tabungan kita cukup terpenuhi pada waktunya. Apa saja yang akan kita lakukan di sana, apa saja yang akan kita temukan di sana, dan sebagainya. Rasakan bagaimana serunya jika impian ini benar-benar bisa terealisasikan dengan baik. Kemudian, bayangkan apa rasanya jika kita hanya berdiam diri di rumah tanpa pergi kemanapun atau melakukan apapun yang menarik. Indahnya Bayangan Akan Petualangan (Sumber: fotothing.com) Bayangan tentang mimpi yang menjadi kenyataan merupakan motivasi yang cukup ampuh untuk mengembalikan semangat dan tekad. Sebaliknya, bayangan akan kegagalan akan membuat kita takut untuk berhenti berjuang. Agar dapat membayangkan dengan lebih baik dan jelas, bukalah internet atau buku wisata. Carilah gambar-gambar yang menunjukkan suasana tempat tujuan kita dan bayangkan kita berada di tengahnya. Cari tahu kegiatan apa saja yang bisa dilakukan dan bayangkan kita sedang asyik melakukannya. Semakin banyak bahan yang kita dapat, akan semakin nyata terasa gambarannya di benak kita. Ini akan menimbulkan motivasi yang semakin kuat pula. Apabila langkah-langkah tersebut di atas dipraktekkan dengan baik, menabung bukanlah menjadi hal yang sulit dilakukan. Apabila dilakukan dengan penuh kedisiplinan, rencana jalan-jalanmu pasti akan terlaksana sesuai.
  12. Ingin Belajar Scuba Diving? Inilah Hal-Hal yang Musti Kamu Perhatikan Indonesia adalah negara yang memiliki banyak lautan dan perairan yang luas. Di bawah permukaan air tersebut, terhampar berbagai keindahan berupa ekosistem cantik yang terhimpun dari beribu jenis makhluk hidup. Banyak dari keindahan tersebut yang sudah menjadi tujuan wisata yang terkenal di bumi nusantara dan bahkan di luar negeri. Karena itu, sungguh sayang sekali jika kamu melewatkannya begitu saja. Ada banyak cara untuk menikmati keindahan tersebut. Namun, cara yang paling memuaskan adalah dengan menyelam atau scuba diving. Masalahnya, scuba diving bukanlah kegiatan yang bisa dilakukan oleh sembarang orang atau secara asal-asalan. Tekanan air, arus ombak, dan sebagainya membuat kegiatan menyenangkan yang satu ini menjadi penuh resiko jika tidak dilakukan dengan baik dan penuh persiapan. Jelajah Dunia Bawah Laut dengan Scuba Diving (Sumber: seriouslyscuba.co.uk) Bagi yang tidak bisa diving, bisa menjelajah keindahan alam bawah laut dengan cara snorkeling atau berperahu dengan glass-bottom boat. Kegiatan ini tidak membutuhkan keahlian yang sulit. Peralatannya pun cukup sederhana. Akan tetapi, snorkeling hanya bisa memberikanmu pemandangan di laut dangkal saja. Padahal, di perairan yang lebih dalam, ekosistemnya lebih beragam dan lebih indah. Glass-bottom boat pun tak jauh beda dari snorkeling. Lalu, sudah jelas bahwa tidak ada kegiatan lain untuk menjelajah bawah laut yang bisa lebih seru daripada scuba diving. Maka jika kamu benar-benar tertarik untuk mengeksplorasi ekosistem laut yang indah, kamu perlu menguasai scuba diving. Nah jika kamu ingin mulai belajar bagaimana caranya menyelam ke lautan dengan baik dan benar, sebaiknya kamu perhatikan terlelbih dahulu hal-hal di bawah ini: 1. Kualifikasi Awal Menyelam bukanlah kegiatan yang mudah dilakukan seperti berenang atau snorkeling. Kegiatan ini merupakan sesuatu hal yang berat. Resiko yang dihadapi pun tinggi. Diperlukan kekuatan fisik serta kemampuan yang baik bagi seseorang untuk dapat melakukan penyelaman dengan aman dan terkendali. Agar bisa melakukan scuba diving dengan baik, seseorang harus menjalani latihan dengan baik. Akan tetapi, bahkan tidak semua orang boleh menjalani latihan menyelam. Ada beberapa kualifikasi yang harus dipenuhi oleh seseorang agar diizinkan untuk mengikuti pelatihan scuba diving. Beberapa kualifikasi tersebut antara lain batas usia, level kolesterol, tidak sedang hamil, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui kualifikasi apa saja yang harus dipenuhi, silahkan datang saja ke pusat pelatihan scuba diving resmi. Fisik yang Bagus untuk Menyelam (Sumber: diveversity-piscadera.com) Bukan hanya persyaratan fisik saja, seseorang yang akan mengikuti pelatihan scuba diving juga diwajibkan mengisi kuesioner. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner tersebut berkisar tentang kondisi kesehatannya. Misalnya seperti alergi apa yang dimiliki, kekuatan jantung, kesehatan paru-paru, dan lain sebagainya. Kuesioner ini digunakan untuk mengukur apakah orang tersebut cukup kuat dan bugar untuk melakukan kegiatan yang berat seperti menyelam. 2. Tempat Latihan, Pelatih, dan Kelas Latihan yang Sesuai Jika kamu yakin bahwa kondisi fisik dan kesehatanmu cukup aman dan memenuhi persyaratan untuk scuba diving, hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah mencari tempat pelatihannya. Pusat pelatihan scuba diving biasanya banyak terdapat di kota-kota besar atau di daerah sekitar tempat wisata bawah laut. Dari berbagai pusat pelatihan tentu memiliki penawaran yang berbeda-beda mulai dari lamanya pelatihan, harga, fasilitas, dan sebagainya. Ada ketentuan standar internasional yang dipatok untuk sebuah training dan sertifikasi scuba diving untuk menjamin keamanan dan keselamatan semua pesertanya. Setiap badan pelatihan yang resmi pasti mengikuti standar tersebut sebagai acuan. Maka dari itu, pastikan untuk mendaftar latihan menyelam hanya di pusat pelatihan yang resmi. Masalah harga, fasilitas, dan lain sebagainya bisa kamu pilih sendiri sesuai keinginan. Kelas Menyelam sesuai Usia (Sumber: gmsog.net) Selain memilih badan pelatihan yang tepat, pilih juga pelatihmu sendiri jika hal itu memungkinkan. Ini karena setiap pelatih memiliki metode pelatihan yang berbeda-beda. Ada pelatih yang tegas, ada pelatih yang penyabar, ada yang banyak memberi instruksi, ada yang cenderung pendiam, dan masih banyak lagi. Di sisi lain, setiap orang juga memiliki cara belajarnya sendiri-sendiri. Mendapatkan pelatih yang tidak sesuai dengan cara belajarmu akan membuatmu kesulitan dan lamban dalam menguasai sesuatu. Dalam kasus ekstrim, bisa saja pelatihan itu justru akan membuatmu stress dan malas. Bukan hanya pelatih, kelas latihan menyelam pun bermacam-macam. Ada kelas dalam kelompok besar, kelompok kecil, dan juga kelas privat. Sama seperti memilih pelatih, memilih kelas mana yang ingin diikuti juga merupakan preferensi dari masing-masing orang. Ada orang yang lebih konsentrasi jika belajar secara privat, ada juga yang justru merasa termotivasi jika punya banyak teman untuk berlatih bersama. Sekali lagi, ini semua tergantung pada cara belajar yang kamu suka. 3. Siapkan Peralatannya Tanpa perlu dibahas lagi, tentu kamu juga sudah tahu bahwa scuba diving memerlukan banyak peralatan untuk dipakai. Berbagai macam peralatan tersebut bukanlah sebagai aksesoris belaka. Masing-masing alat memiliki fungsinya sendiri-sendiri ketika dipakai untuk menyelam. Namun secara umum, semuanya bermanfaat untuk menjaga keamanan, keselamatan, serta kenyamanan kita di bawah laut sana nanti. Ketika mengikuti latihan scuba diving, kamu akan memerlukan berbagai peralatan tersebut untuk digunakan. Tabung Oksigen untuk Menyelam (Sumber: scubadivejamaica.com) Karena pentingnya peranan dari masing-masing peralatan tersebut, kamu harus memastikan bahwa semua peralatan yang kamu pakai dalam keadaan yang sempurna. Ukuran yang dikenakan harus sesuai dengan ukuran tubuhmu. Kualitasnya pun harus baik dan memenuhi standar keamanan yang telah ditentukan. Meskipun hanya sedang latihan pun, kita harus memastikan semua peralatannya baik. Peralatan tersebut bisa kamu beli sendiri di toko menyelam. Kamu juga bisa menyewanya di tempat pelatihan atau tempat persewaan alat-alat selam. Untuk para pemula yang baru mulai berlatih, disarankan untuk menyewanya saja terlebih dahulu. Setelah mencobanya beberapa kali, nantinya kamu akan memahami sendiri peralatan seperti apa tepatnya yang kamu butuhkan. Setelah itu, barulah kamu bisa membelinya. Jika kamu membeli dahulu secara asal sebelum mulai mencoba menyelam, bisa jadi kamu membeli peralatan yang salah atau kurang cocok sehingga mengganggu keamanan dan kenyamananmu dalam menyelam. Tentu hal itu sangat disayangkan mengingat harga peralatan scuba yang tidak murah. 4. Watermanship Test Sudah memenuhi kualifikasi awal tidak serta merta menjamin bahwa kamu bisa langsung memulai kelas latihanmu. Saat mendaftar di sebuah pusat pelatihan, kamu masih harus melewati satu tahapan lagi sebelum diijinkan mengikuti latihannya. Tahap tersebut biasa disebut dengan Watermanship Test. Tes ini dilakukan untuk menguji seberapa kemampuanmu saat berada di air. Karena, orang yang berbadan sehat dan bugar pun belum tentu mampu menguasai diri saat sudah mencelupkan diri ke perairan yang cukup dalam. Watermanship Test terdiri dari dua tahapan. Tahapan pertama cukup mudah. Kamu hanya perlu mengapung di permukaan air selama 10 menit. Ada dua cara yang efektif untuk bisa lolos dari tahap ini. Cara pertama adalah dengan berbaring terlentang di atas air. Cara ini adalah yang paling mudah karena kamu tidak perlu bergerak dan mengeluarkan tenaga. Selama kamu bisa berbaring dengan santai, badanmu otomatis akan stabil berada di permukaan air. Cara kedua adalah dengan menginjak air. Tidak semua orang bisa melakukan injak air, bahkan orang yang bisa berenang sekalipun. Selain itu, cara ini juga akan menghabiskan tenaga. Mengapung dengan Telentang (Sumber: media.lonelyplanet.com) Tahapan tes yang kedua adalah tes berenang. Ada dua pilihan untuk lolos dari tahap ini. Pilihan pertama adalah dengan berenang tanpa henti sejauh 200 meter tanpa menggunakan peralatan apapun. Pilihan kedua adalah berenang tanpa henti sejauh 300 meter dengan menggunakan snorkel, fin, dan masker selam. Satu hal yang penting kamu tahu adalah bahwa kamu tidak memiliki batas waktu untuk menyelesaikan tahapan ini. Artinya, kamu bisa berenang sepelan apapun asal kamu tidak berhenti sebelum tercapai jarak minimumnya. Justru, berenang secara perlahan akan membuatmu stabil dan tidak mudah kehabisan nafas sehingga kemungkinan kamu untuk lolos tahap ini akan semakin besar. Karena, kunci dari kesuksesan melewati tahapan ini adalah berenang dengan kecepatan yang stabil, tidak penting seberapa cepatnya. Alangkah baiknya jika kita melakukan sendiri Watermanship Test ini terlebih dahulu sebelum mulai mendaftar kelas latihan. Jadi jika kemampuan kita ternyata kurang, kita tidak perlu bolak-balik ke pusat pelatihan untuk mencoba dan mencoba lagi. Pergilah ke kolam renang biasa dan coba lakukan Watermanship Test mu sendiri. Jika masih belum bisa, teruslah berlatih terlebih dahulu. Jika kamu sudah menguasainya dengan baik, barulah coba datang ke pusat pelatihan scuba diving. 5. Kuasai Semua Teorinya Tahap seleksi sudah dilewati dengan baik. Peralatan pun sudah lengkap tersedia. Tibalah waktunya untuk memulai latihanmu. Namun, jangan terburu-buru untuk segera mencemplungkan diri ke air yang dalam. Sebelum mulai praktek berlatih, kamu harus mempelajari seluk beluk scuba diving dari teorinya terlebih dahulu. Jika teorimu sudah cukup matang, barulah kamu bisa mulai coba mempraktekkannya. Tidak banyak teori yang harus kamu kuasai saat berenang di kolam renang. Tapi jika sudah masuk ke dalam laut, ada banyak hal yang harus kamu kuasai. Sebelum masuk ke dalam air, kamu harus tahu peralatan apa saja yang perlu dipakai, apa fungsinya masing-masing, dan bagaimana cara menggunakannya. Kamu juga perlu memahami tentang tekanan air laut, dampaknya terhadap tubuhmu, dan bagaimana cara mensiasatinya. Untuk dapat berkomunikasi di bawah permukaan laut, kamu perlu menguasai berbagai macam bahasa isyarat pula. Dan masih banyak lagi teori yang perlu kamu kuasai. Berkomunikasi dengan Isyarat Saat Berada di Bawah Air (Sumber: dive-a-log.com) Tak perlu khawatir, semua teori tersebut akan diajarkan satu per satu di setiap kelas latihan sebelum kamu mulai disuruh untuk mencoba masuk ke dalam air. Namun, untuk dapat menguasainya dengan baik, kamu harus belajar dengan sungguh-sungguh. Jangan menyepelekan teori ini. Langsung mulai latihan sebelum memahami teorinya justru akan membuatmu kesulitan sendiri. 6. Perhatikan Pelatihmu Apabila kamu mengikuti latihan menyelam di pusat pelatihan scuba diving yang resmi, tentu orang yang akan jadi pelatihmu adalah orang yang memiliki sertifikasi dalam hal diving. Ini berarti, kemampuan menyelamnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Keahliannya ini bisa kamu manfaat dengan bersungguh-sungguh dalam berlatih. Meskipun banyak teori penting yang wajib dikuasai, scuba diving tetaplah suatu hal yang tidak bisa dikuasai hanya dengan buku. Dalam mempraktekkannya, pelatih memegang peranan yang cukup penting. Maka, kamu perlu memperhatikan baik-baik tiap hal yang diajarkan dan diinstruksikan oleh pelatihmu. Turuti Apa yang Pelatihmu Ajarkan (Sumber: borneodivers.info) Selain menurutinya, kamu juga perlu memperhatikan caranya menyelam. Sekali lagi, pelatihmu memiliki sertifikasi menyelam yang valid. Memperhatikan tekniknya dalam menyelam serta menirunya secara langsung adalah cara yang paling efektif agar kamu bisa sehebat dia untuk urusan berenang di bawah laut. 7. Malu Bertanya Sesat di Jalan Umumnya ketika seseorang sedang mempelajari hal baru, dia akan memiliki satu, beberapa, atau bahkan banyak pertanyaan dalam benaknya. Termasuk juga untuk urusan berlatih menyelam. Kamu pun mungkin juga akan memiliki sesuatu untuk ditanyakan. Jangan pernah malu atau urung untuk bertanya setiap kali berlatih menyelam. Kamu tidak perlu khawatir bahwa pertanyaanmu akan dianggap sebagai pertanyaan bodoh, apalagi ditertawakan. Pelatihmu memang sudah disiapkan untuk menerima segala macam pertanyaan. Dia akan menjawabnya dengan baik dan jelas. Setiap kali kamu memiliki pertanyaan namun merasa enggan untuk bertanya, ingatlah bahwa menyelam merupakan kegiatan yang beresiko. Jika kamu kurang menguasainya dengan baik, maka resikonya akan meningkat lagi secara drastis. Sebaliknya, resiko tersebut bisa kita hindari dengan efektif dengan cara menguasainya secara menyeluruh dan sempurna. 8. Mulai dari yang Mudah Scuba diving bukanlah berenang biasa yang mana kamu bisa melakukannya di sembarang lokasi. Kamu bisa berenang di kolam renang mana saja dan rasanya tidak akan berbeda. Sementara ketika scuba diving, pemilihan lokasi akan membawa pengaruh yang cukup besar. Perbedaan tersebut berdasarkan pada kedalaman lokasi, kejernihan air, tekanan air, kuatnya arus, dan masih banyak lagi. Pemilihan lokasi seharusnya disesuaikan dengan kemampuan dan pengalamanmu dalam menyelam. Sebagai pemula, carilah spot diving yang tidak terlalu dalam dan lautnya cenderung tenang sehingga kamu tidak akan kewalahan. Tanyakan pada pelatihmu spot mana saja yang aman untuk diselami dengan tingkat kemampuanmu. Spot yang Dangkal dan Tenang untuk Diver Pemula (Sumber: padi.com) Penyelam pemula tidak boleh menyelam sendirian walaupun prakteknya saat latiha sudah dapat dibilang bagus sekali. Mintalah pelatih atau instruktur untuk mendampingimu saat berada di bawah air. Jika perlu, menyelamlah secara berkelompok bersama beberapa orang lainnya. Metode ini membuat kegiatan scuba diving mu jadi terasa lebih mudah, lebih aman, dan juga lebih menyenangkan. Orang yang belum pernah melakukannya akan berpikir bahwa scuba diving adalah kegiatan yang seru. Namun, banyak orang yang urung melakukannya karena takut akan resikonya. Padahal, sebenarnya resiko itu bisa dihindari secara efektif dengan latihan yang giat, peralatan yang berkualitas, dan fisik yang sehat tentunya. Masalahnya, sebagian orang sudah pesimis terlebih dahulu sebelum mulai mendaftar ke kelas latihan menyelam. Kenyataannya jika dijalani, latihan menyelam bukanlah sesuatu yang sulit asal dilakukan dengan niat yang kuat. Pada akhirnya, rasa puas, bangga, dan senang akan datang ketika seseorang sudah berhasil menguasai seluruh teknik dan teori dalam menyelam.
  13. Punya Travelling Blog? Ini Triknya Agar Ramai Dikunjungi Asyiknya travelling membuat kita ingin membagi ceritanya ke orang lain. Berbagai pengalaman yang seru dan pelajaran berharga yang kita dapat rasanya sungguh sayang jika hanya kita simpan sendiri dalam kenangan. Ada berbagai cara untuk dapat membagi cerita kita tersebut. Yang paling mudah adalah dengan menceritakannya secara langsung kepada teman atau saudara saat bertemu. Itupun jika mereka berminat mendengarnya. Cara lain untuk berbagi pengalaman travelling adalah melalui blog. Travelling blog cukup efektif bagi kita untuk membagi cerita kepada orang lain. Siapapun dapat mengakses blog tersebut walaupun tidak mengenal kita sama sekali. Blog juga bisa diakses kapan saja. Dengan travelling blog, kita bisa menjangkau semakin banyak orang tanpa batas waktu. Berbagi Pengalaman Travelling Melalui Blog (Sumber: lostgirlsworld.com) Suatu blog dikatakan sukses apabila ramai dikunjungi orang. Tiap-tiap laman yang kita buat, tiap-tiap cerita yang kita unggah, banyak diakses dan ditanggapi. Blog yang sukses bisa tentu akan membuat kita merasa senang. Rasa puas dan bangga akan tumbuh dalam hati mengetahui ada banyak orang yang menikmati kisah kita. Selain itu, blog yang sukses pun bisa juga kita manfaatkan untuk menghasilkan uang. Caranya adalah dengan memasang iklan ataupun mendapatkan sponsor untuk rencana travelling kita selanjutnya. Masalahnya, membuat travelling blog yang sukses bukanlah perkara mudah. Besarnya manfaat yang bisa didapatkan dari travelling blog telah memotivasi banyak traveler untuk membuat blog masing-masing. Travelling blog menjadi tren yang cukup banyak diikuti oleh para traveler. Agar blog kita cukup sukses, kita harus bisa membuat blog kita tersebut berbeda dan lebih menarik dibanding travelling blog lainnya. Untuk mendapatkan tujuan tersebut, berikut adalah beberapa triknya: 1. Jangan Gunakan Platform Umum dan Template Membuat blog yang paling mudah adalah dengan menggunakan platform media blog seperti Blogspot atau Wordpress. Selain gratis, kita juga tidak perlu dipusingkan dengan urusan bahasa pemrograman dan istilah komputer lainnya. Pengaturannya sangat mudah dan sederhana sehingga kita bisa membuat satu laman blog tanpa ribet dan menghabiskan banyak waktu. Apalagi, tiap-tiap platform blog memiliki beberapa template desain dengan berbagai tema yang indah. Semuanya siap dipakai tanpa kita perlu atur ulang. Blog Template Siap Pakai (Sumber: wpthemess.net) Namun, mudahnya penggunaan platform dan template tersebut rupanya sudah banyak dimanfaatkan oleh para blogger. Alhasil, kita bisa menemukan beberapa macam blog dengan tampilan yang sama. Apabila kita juga memanfaatkan platform gratisan beserta template nya seperti ini, maka blog kita pun akan menjadi mirip dengan banyak blog lainnya. Padahal, agar blog kita sukses, kita harus membuatnya tampak unik dan berbeda dibanding blog-blog lainnya. Sebaiknya, kita membuat website sendiri untuk travelling blog yang akan kita buat. Jika kamu kesulitan membuatnya sendiri, kamu bisa menyewa jasa ahli IT untuk membuatkannya untukmu. Membuat website sendiri seperti ini memang membutuhkan biaya. Akan tetapi, cara ini efektif untuk membuat blog mu tampil lebih menarik dibandingkan blog-blog milik traveler lainnya. 2. Desain yang Bagus Tampilan pada blog kita juga akan sangat mempengaruhi menarik atau tidaknya orang untuk mengunjungi blog kita. Desain yang bagus dan rapi akan membuat orang betah berlama-lama melihat blog kita dan membaca lebih banyak tulisan yang kita unggah. Sebaliknya, desain tampilan yang berantakan dan asal-asalan akan membuat orang malas membaca tulisan kita, walaupun sebenarnya artikel yang kita unggah cukup bagus. Ada banyak aspek yang bisa membentuk sebuah desain blog yang bagus. Yang pertama harus dipertimbangkan adalah penampilan. Tampilan yang indah akan memberikan kesan pertama yang baik bagi para pengunjung sehingga mereka cukup tertarik untuk melihat-lihat isi dalam blog. Agar tampilannya indah, kita bisa menggunakan tema khusus yang unik dengan dipadukan dengan pilihan warna yang selaras. Desain Travelling Blog dengan Konsep Retro (Sumber: template.vn) Selain desain tampilan yang bagus, interface nya juga harus mudah dipahami dan digunakan. Website juga harus memiliki berbagai fitur yang berguna agar semakin banyak hal yang bisa dilakukan para pengunjung di travelling blog yang kita buat tersebut. Yang paling penting, web blog yang kita buat harus cukup mudah diakses dan tidak banyak error. 3. Tulisan yang Nyaman Dibaca Aspek paling penting dalam sebuah blog adalah tulisan yang diunggah di dalamnya. Jika tulisannya baik, maka banyak orang akan menikmatinya. Ini akan mendorong mereka untuk membaca lebih banyak, mengunjunginya lagi lebih sering, dan bahkan merekomendasikannya lagi ke orang lain sehingga semakin bertambah lagi pengunjung blog kita itu. Semakin banyak orang menikmati tulisan kita, tentu akan semakin ramai pula blog yang kita buat. Ada beberapa kiat yang bisa kita tempuh agar tulisan kita cukup nyaman dan menarik untuk terus dibaca. Pertama adalah pemilihan bentuk, warna, dan ukuran tulisan. Warna yang terlalu mencolok atau tidak kontras dengan warna background akan membuat mata tidak nyaman. Bentuk dan ukuran huruf yang terlalu tidak lazim juga akan membuat pembaca cepat lelah dan bosan. Sebaiknya, pilih warna yang netral namun kontras dengan warna latar belakangnya agar nyaman dipandang. Font juga dipilih yang tidak terlalu aneh dengan ukuran yang normal. Selain tampilan tulisan, bahasa yang digunakan pun bisa mempengaruhi minat orang untuk membacanya. Bahasa yang terlalu baku akan membuat tulisanmu terkesan kaku. Dalam urusan resmi, bahasa baku memang wajib digunakan. Namun untuk travelling blog, sebaiknya menggunakan bahasa yang cukup santai. Akan tetapi, jangan sampai bahasa yang kita gunakan jadi terlalu santai bahkan terkesan alay. Hal ini justru akan membuat orang sebal membacanya. Article Blog yang Bagus (Sumber: genesisblogs.com) Tampilan tulisan yang nyaman dipandang serta bahasa yang nyaman dibaca masih belum cukup untuk membuat banyak orang mau membaca tiap tulisan dalam blog. Kita masih harus berusaha memastikan setiap tulisan memiliki isi yang menarik. Pengalaman-pengalaman yang kita ceritakan harus benar-benar unik dan menarik, bahkan menginspirasi. Sehingga, orang akan merasa penasaran akan hal apa lagi yang kita tulis berikutnya. 4. Informasi yang Lengkap dan Bermanfaat Orang-orang mengunjungi travelling blog bukan melulu untuk menghibur diri dengan berbagai kisah-kisah seru dari para petualang. Terkadang, mereka mencari inspirasi dan rekomendasi untuk agenda jalan-jalan mereka berikutnya. Hal tersebut memang seringkali bisa didapat dari cerita tentang pengalaman yang kita bagikan di blog. Meraih Informasi Melalui Internet (Sumber: elcomcms.com) Tujuan lain yang diharapkan seseorang ketika mengunjungi travelling blog adalah mendapatkan informasi dan referensi yang spesifik tentang destinasi tertentu. Referensi tersebut mereka perlukan sebagai bekal untuk membuat perencanaan travelling mereka sendiri. Informasi yang mereka harapkan antara lain berupa pilihan akomodasi, rekomendasi tempat makan, harga dari masing-masing keperluan, serta jenis dan rute transportasi umum yang bisa digunakan. Jika blog yang kita buat memuat berbagai macam informasi seperti ini, tentu akan banyak orang yang mengaksesnya. Semakin lengkap referensi yang kita berikan, semakin banyak orang yang menganggap blog kita dapat diandalkan. Di setiap cerita petualangan jalan-jalan yang kita tulis, sebaiknya cantumkan pula informasi yang lengkap seputar hal tersebut. Misalnya, kita bercerita tentang mendaki Gunung Bromo. Ceritakanlah transportasi apa yang kita gunakan untuk sampai ke sana, berapa biayanya, dimana kita menginap, hal apa saja yang kita lakukan, berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendaki, serta biaya apa lagi yang kita keluarkan selama di sana, dan lain-lain. Semakin lengkap informasinya, semakin baik. Namun, jangan terlalu terfokus dengan informasi sampai lupa menceritakan keseruan petualangan kita ya? 5. Foto yang Jelas dan Bagus Desain yang indah dan isi tulisan yang bermutu memang penting diusahakan supaya orang-orang tertarik untuk berlama-lama dan bersering-sering dalam mengunjungi travelling blog kita. Namun, itu semua masih belum cukup jika tidak kita lengkapi dengan beberapa gambar dan foto. Tanpa adanya gambar, postingan yang kita unggah akan tampak monoton dan membosankan. Jauh dari kata menarik untuk ukuran travelling blog. Gambar dan foto penting adanya untuk melengkapi kisah petualangan jalan-jalan yang kita ceritakan. Foto dapat berperan sebagai bukti bahwa kisah kita bukanlah bualan belaka. Foto juga bisa membantu pembaca mendapatkan gambaran tentang suasana yang kita alami di sana. Di samping itu, gambar juga menjadi selingan yang menyegarkan mata agar postingan kita tidak terlalu penuh dengan tulisan. Fotografi Travelling (Sumber: jetsettimes.wordpress.com) Foto yang kita unggah sebaiknya foto yang kita jepret sendiri sehingga orang tidak akan menemukannya di web lain. Orisinalitas foto yang kita unggah tentu dapat menjadi nilai lebih bagi blog. Resolusi gambar pun harus tinggi agar foto terlihat cerah dan jelas sehingga menyenangkan untuk dilihat. Hindari mencatut gambar dari sumber lain apalagi jika gambarnya sampai buram. Walaupun sederhana, kualitas gambar yang kita unggah memang sangat berpengaruh terhadap ketertarikan dan kenyamanan para pengunjung yang akan membaca postingan kita. 6. Media Sosial Di jaman modern seperti ini, tidak ada media yang dapat menyebar sesuatu dengan lebih cepat dibandingkan dengan media sosial. Facebook, twitter, path, dan lain sebagainya memang efektif untuk membagikan berbagai hal menarik terhadap teman dan saudara. Mulai dari musik, video, game, hingga berbagai macam website atau blog yang menarik bisa kita tersebar dengan mudah dan cepat jika dibagikan ke sosial media. Kecanggihan media sosial ini juga bisa kita manfaatkan untuk mempromosikan travelling blog yang kita buat. Media Sosial Menghubungkan Segalanya (Sumber: growingsocialmedia.com) Manfaatkan akun media sosialmu untuk membagi link ke blog yang kita buat. Ini adalah langkah awal yang efektif untuk mengenalkan travelling blog kita ke lingkup teman-teman yang kita miliki. Beberapa dari teman kita pasti ada yang akan cukup penasaran untuk membukanya. Selanjutnya, kita bisa melakukan share lagi setiap kali ada update yang menarik di blog tersebut. Selain kita share sendiri, berilah kesempatan bagi pengunjung blog untuk membaginya juga ke lingkup pertemanan mereka masing-masing. Caranya adalah dengan menyediakan fitur share yang terhubung langsung ke beberapa media sosial. Apabila ada orang yang men-share blog yang kita buat, otomatis akan semakin banyak pula orang yang mungkin akan mengunjunginya. Untuk menjamin hal ini, kita harus memastikan bahwa isi blog tersebut benar-benar menarik dan berkualitas. 7. Interaktif Orang yang membaca tulisan kita terkadang memiliki sesuatu dalam pikirannya yang ingin dia ungkapkan. Pikiran itu bisa berupa komentar, sanggahan, kritik, saran, maupun pertanyaan. Blog umum biasanya menyediakan kolom komentar di bagian bawah setiap artikel dimana semua pengunjung bisa menyampaikan apapun yang muncul di benaknya saat membaca tulisan kita. Fitur seperti ini sebaiknya juga disediakan dalam blog kita. Interaksi Membuat Blog Lebih Berwarna (Sumber: simpletranslation.com) Menyediakan kesempatan untuk menyampaikan pikirannya belumlah cukup untuk membuat blog kita ramai dikunjungi. Sebagai pemilik blog, kita pun harus menanggapi setiap komentar yang masuk. Tanggapannya pun tidak boleh asal dan basa-basi saja agar pengunjung tersebut merasa dihargai dan puas. Jawab pertanyaan mereka dengan jelas dan lengkap. Usahakanlah untuk memenuhi permintaan khusus mereka. Bersikaplah terbuka terhadap setiap kritik dan saran. Jika memungkinkan, pancing mereka untuk menyampaikan lebih banyak komentar. Dengan begini, mereka akan kembali ke blog kita untuk melanjutkan komentarnya. Lama-lama, terbentuklah sebuah komunikasi yang interaktif antara kita sebagai pemilik blog dengan para pengunjung yang membaca tulisan kita. Interaksi yang aktif dan berkualitas terbukti efektif untuk menarik pengunjung kembali mengunjugi blog yang kita buat. Semakin aktif kita menanggapi setiap komentar yang masuk, semakin banyak pengunjung yang akan tertarik untuk kembali. Beberapa dari mereka bahkan mungkin akan tertarik menjadi pengunjung tetap. 8. Update yang Konsisten Apabila blog yang kita buat sudah cukup menarik untuk dikunjungi banyak orang, maka kemungkinan besar mereka aka mengunjunginya lagi di lain waktu. Ketika mengunjunginya lagi, tentu mereka berharap untuk menemukan sesuatu yang baru lagi di sana. Mereka penasaran untuk melihat apa lagi yang kita unggah berikutnya, pengalaman apa lagi yang kita ceritakan, dan informasi apa lagi yang bisa kita bagikan. Untuk memuaskan rasa penasaran mereka, kita harus rajin mengunggah tulisan-tulisan baru lagi secara berkala dan menerus. Sehingga, jika orang mengunjunginya berkali-kali, dia akan selalu mendapatkan hal baru lagi yang akan membuatnya semakin penasaran dan ketagihan. Tanpa ada artikel yang update, orang akan bosan mengunjungi blog kita. Lama kelamaan, blog kita pun akan semakin sepi pengunjung. Update Blog Agar Menarik (Sumber: malwarebytes.org) Untuk mengefektifkan update tulisan, sebaiknya kita membuat jadwal dan target tertentu. Misalnya, seminggu sekali, minimal kita mengunggah satu artikel. Disiplinkan diri untuk mengejar target ini. Hindari mengunggah banyak artikel sekaligus dalam satu waktu namun kemudian kosong update hingga beberapa minggu. Update yang tidak konsisten seperti ini akan membuat pembaca bingung. Sebaliknya, update yang teratur dan stabil justru akan membuat pengunjung menunggu-nunggu kapan mereka akan mendapatkan cerita baru lagi. Maka apabila kita memiliki beberapa tulisan yang bisa kita unggah bersamaan, sebaiknya kita unggah dahulu salah satu. Sisanya dapat kita unggah kemudian di jadwal update yang selanjutnya. Cara ini cukup manjur untuk memastikan kita tidak akan kehabisan update di periode berikutnya. Pengalaman seru yang kita dapatkan selama travelling sangat sayang jika hanya disimpan sendiri. Dengan travelling blog, cerita tersebut dapat kita bagikan ke orang lain. Walaupun sederhana, apa yang kita unggah ke blog mungkin bisa bermanfaat bagi orang lain. Pengunjung blog yang membaca tulisan kita mungkin bisa mendapatkan inspirasi, hiburan, dan informasi yang bisa mereka manfaatkan untuk rencana jalan-jalan mereka berikutnya. Apalagi kalau kita bisa mengeruk keuntungan dari blog yang kita buat tersebut. Tentunya hal itu akan sangat menyenangkan bukan?
  14. Buang Gengsimu untuk Makan Hemat ala Traveler Berikut Ini! Bagi para traveler dengan budget rendah, segala cara dan upaya pasti rela dilakukan demi menekan pengeluaran selama jalan-jalan. Penghematan dilakukan di setiap aspek. Mulai dari transportasi, akomodasi, dan bahkan juga untuk urusan makan. Masalah transportasi bisa dihemat dengan cara mencari tiket promo, memanfaatkan transportasi umum, dan berjalan kaki. Sementara untuk urusan akomodasi, biaya bisa diminimalisisr dengan menginap di hostel atau mencari tumpangan menginap di rumah orang lain. Yang agak sulit dikontrol adalah untuk urusan makan dan minum. Di satu sisi, makan dan minum memang bukanlah pengeluaran yang kecil karena dilakukan berkali-kali, setidaknya sekitar tiga kali dalam sehari. Di sisi lain, tidak mungkin juga jika memaksakan diri untuk tidak makan karena merupakan kebutuhan dasar manusia. Tanpa makan, badan akan terasa lemah dan tidak berenergi. Padahal untuk dapat jalan-jalan, kita memerlukan energi yang cukup banyak. Makan ala Traveler (Sumber: blog.timesunion.com) Sebenarnya, masih ada banyak cara yang bisa kita lakukan demi menekan pengeluaran untuk makan. Masalahnya, hampir semua cara tersebut memerlukan kita untuk membuang jauh-jauh rasa gengsi kita. Selama kita masih menjaga gengsi, tidak mungkin kita bisa menghemat biaya makan selama travelling. Untuk lebih jelasnya berikut adalah beberapa cara-cara tersebut: 1. Lupakan Restoran, Singgahlah ke Warung Kaki Lima Tanpa perlu diperdebatkan lagi, semua orang pasti sudah tahu dan sepakat bahwa jika kita ingin menghemat biaya makan, sebaiknya kita tidak makan di restoran. Restoran pada umumnya memang memasang harga makanan yang lebih tinggi karena mereka menyediakan tempat yang bagus dan nyaman, peralatan makan yang lebih berkelas, serta chef yang sudah memiliki sertifikasi dan pengalaman yang mumpuni. Semakin mewah restorannya, umumnya harga makanannya akan semakin mahal. Sebaliknya di warung kaki lima ataupun pinggir jalan, harga makanan bisa jauh lebih murah. Hal ini karena penjualnya tidak mengeluarkan modal untuk sewa tempat yang mahal maupun peralatan makan yang mewah. Yang memasak makanannya pun bukanlah chef atau koki yang berkelas melainkan hanya orang biasa yang kebetulan bisa memasak enak. Makanan Pinggir Jalan yang Murah Meriah (Sumber: files.whereiscat.com) Makan di restoran tidak selamanya mahal. Terkadang, ada restoran yang masih terjangkau untuk kalangan menengah. Selain itu, beberapa restoran juga kadang mengadakan promo hemat seperti diskon khusus atau menu paket. Promo ini merupakan kesempatan emas bagi kita untuk menikmati makan di tempat mewah. Sebaliknya, warung yang sederhana pun ada juga yang mahal dan hampir atau bahkan setara dengan harga restoran. Biasanya warung yang seperti ini adalah warung yang laris manis atau yang melegenda. Selain itu, beberapa warung kadang menggunakan cara licik seperti menaikkan harga makanan secara signifikan bagi turis yang langsung memesan makanan tanpa menanyakan harga. Untuk itu, sebaiknya kita memastikan dahulu kisaran harga makanan yang dijual di sana. 2. Dibungkus untuk Makan Berikutnya Di beberapa negara atau di beberapa tempat makan, ukuran standar umum porsi makanan bisa lebih besar daripada standar umum porsi makan di Indonesia. Ini berarti, bagi kita, porsi makanan tersebut terlalu banyak. Nyaris tidak mungkin bagi kita untuk menghabiskannya sendiri secara langsung dalam satu kali makan. Jikapun dipaksakan, pasti kita akan sangat kekenyangan dan akhirnya malah tidak bisa jalan-jalan karena perut terasa sakit. Porsi yang Besar Tidak Mungkin Langsung Dihabiskan Sendiri (Sumber: envato.com) Apabila porsi makanan tersebut hanya kita makan sebagian saja dan kemudian sebagian sisanya dibuang, tentu akan sangat mubadzir. Hal itu akan sangat bertentangan dengan niat kita untuk menghemat anggaran makan. Apalagi jika sisa makanan tersebut masih cukup banyak dan bahkan cukup untuk makan sekali lagi. Daripada mubadzir dibuang, lebih baik sisa makanan tersebu kita simpan untuk sesi makan berikutnya. Selain lebih bermanfaat, cara ini juga bisa membuat kita berhemat karena kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk makan sekali lagi nanti. Trik ini efektif untuk menekan budget karena kita bisa menghemat 50% dari anggaran makan. Jika kamu cukup gengsi untuk meminta pramusajinya membungkuskan sisa makananmu, kamu bisa mensiasatinya dengan berbagai cara. Pertama, kamu bisa membungkus sendiri makananmu itu. Bawalah kotak makanmu sendiri sehingga kamu bisa langsung memindahkan sisanya. Agar makanan tidak cepat basi, lebih baik kamu pindahkan sebagian makanan tersebut ke kotak makananmu sebelum kamu mulai memakannya. Jika tidak membawa kotak makan, kamu bisa membeli makanan dengan take away alias dibungkus semua untuk dimakan di rumah. Dengan begini, kamu bisa menyisakan dan menyimpan sisa makanannya tanpa kelihatan orang lain. 3. Sharing dengan Teman Meskipun porsinya besar, tidak semua makanan bisa kita bungkus atau sisakan untuk waktu makan berikutnya. Beberapa jenis masakan bisa cepat basi atau berubah rasa dalam waktu cepat. Di India misalnya, makanan seperti ini akan sangat sering kita jumpai. Di sana, nasi kare porsi umumnya benar-benar jumbo sementara kandungan santan dalam masakan tersebut bisa membuatnya cepat basi. Padahal, mubadzir juga kalau makanan sebanyak itu harus kita buang begitu saja. Solusinya yang cukup jitu adalah dengan cara membaginya dengan teman. Misalnya, kamu dan seorang temanmu lagi bisa membeli satu porsi makanan untuk dimakan bersama. Harga makanan tersebut kemudian dibagi dua. Cara ini juga bisa membuatmu menghemat anggaran makan hingga 50% dan tidak perlu ada makanan yang terbuang percuma. Namun, cara ini tidak bisa kita terapkan jika kita travelling sendirian. Sharing Makanan Saat Travelling (Sumber: lowcostholiday.com) Apabila makanan yang akan kita beli memiliki porsi yang normal pun, sharing makanan dengan teman bisa menguntungkan juga. Caranya adalah dengan membeli dua menu yang berbeda agar bisa saling mencicipi. Kamu jadi bisa merasakan dua macam makanan yang berbeda dengan hanya membeli satu makanan saja. 4. Nasi yang Banyak Orang Indonesia umumnya merasa makan kurang puas kalau belum makan nasi. Prinsip seperti ini mungkin terdengar agak kuno. Secara ketika jalan-jalan ke berbagai negara di dunia tentu kita akan menemukan banyak pilihan menu selain nasi. Akan tetapi, prinsip ini bisa sangat menguntungkan bagi mereka yang berimpian untuk travelling dengan budget rendah. Dari satu menu makanan lengkap, nasi adalah elemen yang paling mengenyangkan. Nasi juga kaya akan karbohidrat yang mampu menghasilkan energi. Energi tersebut sangat bermanfaat agar kita bisa jalan-jalan dan melakukan berbagai aktivitas dengan penuh semangat dan stamina. Yang lebih hebatnya lagi, dari segala elemen dalam menu makanan lengkap, nasi biasanya merupakan elemen yang paling murah. Berbagai benefit dari nasi tersebut dapat kita manfaatkan secara maksimal, termasuk untuk melakukan penghematan anggaran tanpa perlu menahan lapar. Caranya adalah dengan memperbanyak jumlah nasi dalam setiap kali membeli makan. Makin Banyak Nasi Makin Kenyang (Sumber: upload.wikimedia.org) Apabila menu yang kita beli hanya berupa daging atau sayur dan tidak ada sumber karbohidratnya, kita bisa membeli seporsi nasi untuk dimakan bersama masakan yang kita beli tadi. Porsinya tentu akan jadi dua kali lipat lebih banyak. Nah, sebagiannya bisa kita simpan untuk makan berikutnya atau untuk dibagi bersama teman. Menambah seporsi nasi tidak akan menghabiskan terlalu banyak uang namun sangat efektif untuk membuat perut terasa kenyang. Tetapi, nasi tidak selamanya dijual dengan harga murah. Apabila kita berjalan-jalan di Indonesia atau negara-negara lain di Asia, harga nasi biasanya masih murah meriah sehingga kita bisa mempraktekkan cara ini untuk berhemat. Ditambah lagi sebagian besar menu makanan di Asia memang akan terasa nikmat jika dikombinasikan dengan sepiring nasi. Namun bila kita sedang berada di Eropa misalnya, cara ini tidak begitu efektif karena nasi cukup sulit untuk didapat dan harganya pun tidak murah lagi. Selain itu, menu makanan di Eropa biasanya tidak cocok jika dimakan bersama nasi. 5. Hindari Makanan Pelengkap Beberapa jenis makanan seringkali disajikan bersama beberapa menu pelengkap. Misalnya ketika kita membeli semangkuk soto di warung. Di meja makan pasti juga akan tersedia berbagai pilihan lauk dan krupuk seperti gorengan, sate-satean, telur, daging asap, dan sebagainya. Lauk-lauk inilah yang akan membuat hidangan soto yang kita santap terasa lebih nikmat. Semangkuk Soto dengan Berbagai Menu Pelengkap (Sumber: kulinerkhassemarang.files.wordpress.com) Akan tetapi, dibalik kenikmatan tersebut, makanan pelengkap tersebut dapat membuat kita boros anggaran makan. Sebagai contoh, misal semangkuk soto harganya Rp 10.000,00. Selama makan, kita mengambil beberapa pelengkap berupa satu tempe goreng, sepotong ayam, dan satu tusuk sate telur puyuh. Total harga makanan yang harus kita bayarkan nantinya akan menjadi Rp. 22.000,00. Itu berarti kita mengeluarkan uang dua kali lipat lebih banyak daripada seharusnya. Padahal, hanya semangkuk soto tanpa tambahan apapun sudah cukup untuk membuat kita kenyang. Sewajarnya orang memang mengambil menu pelengkap saat makan seperti ini. Tapi bila kita ingin mengirit, kita harus menekan keinginan kita tersebut. Jangan mudah tergiur oleh lauk-lauk tersebut. Boleh juga mengambil lauk pelengkap agar makanan terasa lebih nikmat. Asalkan, kita harus mengambilnya dalam jumlah minim. Lauk yang kita ambil pun harus kita pilih yang sekiranya murah agar tidak terlalu membengkakkan biaya. 6. Makanan Instan Solusi lain yang bisa kita lakukan agar tidak banyak memboroskan biaya untuk urusan makan saat travelling adalah dengan mengkonsumsi makanan instan misalnya seperti mie, sarden, sereal, dan lain sebagainya. Rata-rata, makanan instan dijual dengan harga yang lebih murah dibanding dengan makanan yang dimasak langsung. Walaupun begitu, ada juga makanan instan yang harganya cukup mahal. Agar tidak salah langkah, pastikan dahulu harga tiap-tiap produk makanan instan yang akan kita beli. Bagi kalian yang suka berwisata kuliner, jangan berpikiran bahwa makanan instan akan membatasi petualangan cita rasamu saat berada di luar negeri. Karena, di setiap negara pasti memiliki beberapa produk makanan instan produksi dalam negeri masing-masing yang diolah dengan cita rasa lokal mereka. Mempertimbangkan hal tersebut, bisa dibilang bahwa mencicipi berbagai makanan instan dari suatu negara juga merupakan bagian dari wisata kulinermu. Berbagai Makanan Instan di Malaysia (Sumber: friedchillies.com) Banyaknya pilihan produk makanan siap saji ini mungkin akan membingungkanmu saat akan membelinya. Solusinya sama saja seperti kamu akan membeli makanan segar di warung atau restoran. Kamu bisa bertanya pada warga lokal atau petugas supermarket atau toko yang kamu kunjungi tersebut mengenai produk mana saja yang paling laris dan populer. Atau, gunakan saja instingmu. Namun perlu kita ingat juga bahwa makanan instan tidaklah menyehatkan jika dikonsumsi terlalu banyak atau terlalu sering. Kadar pengawet dan bahan kimia lainnya dapat mengganggu kesehatan kita secara permanen. Untuk itu, sebaiknya cara ini hanya dilakukan sesekali saja sebagai selingan. Selain itu, usahakan untuk memilih makanan instan yang bahan kimianya paling minim sehingga resiko buruknya terhadap kesehatan bisa kita minimalisir. 7. Bekal Tidak semua traveler memiliki minat yang tinggi dalam berwisata kuliner. Beberapa ada yang hanya tertarik untuk mencicipi beberapa jenis makanan khas lokal dan kemudian kembali ke menu-menu makanan yang familiar di lidahnya. Beberapa lainnya bahkan tidak suka dengan jenis-jenis makanan yang tidak biasa dimakannya. Biasanya, orang-orang yang semacam ini biasanya kerepotan sendiri saat berada di tempat yang asing karena cenderung sulit menemukan makanan apa yang dapat dinikmatinya di sana. Seandainya akhirnya mereka menemukan restoran yang menjual menu lokal Indonesia pun, tentu harganya akan sangat mahal. Akhirnya, anggaran makan pun membengkak. Sebenarnya, pilihan selera yang seperti ini justru dapat membantu kita menghemat biaya makan. Caranya adalah dengan menyiapkan bekal dari rumah. Dengan membawa bekal, kita tidak perlu menghabiskan banyak uang karena biasanya makanan dari rumah jauh lebih murah daripada membeli makanan di warung apalagi restoran di luar negeri. Bekal Makanan dari Rumah (Sumber: photobucket.com) Ada berbagai jenis makanan yang bisa kita sebagai bekal. Sebagai makanan utama, kita bisa membawa beras jika di tempat tujuan kita nanti bisa mendapatkan pinjaman rice cooker. Jika tidak, kita bisa membawa nasi yang sudah matang. Namun, nasi matang hanya bisa bertahan sekitar satu hari saja. Untuk lauknya, kita bisa menyiapkan menu yang tidak cepat basi misalnya seperti rendang, kering kentang, atau abon. Kita juga bisa membawa beberapa makanan instan kemasan seperti mie instan atau sarden kalengan. Mungkin kita akan merasa gengsi atau sedikit malu bila travelling bersama teman dan sengaja membawa bekal dari rumah untuk berhemat. Tapi, cara ini memang paling efektif untuk itu. Kalau kesulitan menjaga gengsi, lebih baik travelling sendirian saja agar tidak ada orang lain yang tahu. 8. Menjadi Pramusaji Freelance Satu cara yang bisa membuatmu lebih menghemat anggaran makan saat jalan-jalan adalah dengan menjadi pramusaji dadakan di kafe atau restoran di kota tempat kita berwisata. Pramusaji dadakan seperti ini biasanya mendapat upah dengan hitungan per jam atau sehari. Atau, jika pramusajinya adalah turis, biasanya mereka akan meminta upah berupa makan gratis di restoran tersebut. Trik ini bagus untuk kalian yang ingin menikmati makanan lezat di restoran atau kafe namun tidak mau mengeluarkan banyak uang untuk itu. Dengan bekerja freelance seperti ini, kita bisa makan enak secara gratis. Apabila jam kerja kita cukup panjang, upah yang kita terima mungkin bahkan masih akan tersisa setelah kita pakai makan di sana sekalipun. Waitress alias Pramusaji (Sumber: careercast.com) Kebanyakan restoran atau kafe akan menerima pekerja dadakan dengan sistem seperti ini adalah waktu restoran mereka sedang kebanjiran pengunjung sampai pramusaji yang ada cukup kewalahan melayani semuanya. Inilah saat emas bagi kita untuk mencoba kesempatan ini. Akan tetapi, tidak semua tempat makan mau membuka lowongan untuk pramusaji freelance seperti ini. Rasa gengsi akan menyulitkan kita sendiri, terutama apabila kita sedang melakukan travelling dengan biaya yang minim. Tanpa membuang gengsi, kita akan terpaksa mengeluarkan lebih banyak uang untuk berbagai macam hal, termasuk untuk membeli makanan. Orang yang gengsinya tinggi pasti akan malu dalam mempraktekkan cara-cara di atas. Namun sebaliknya, traveler yang easy-going justru akan menganggap hal-hal tersebut sebagai tantangan dan pengalaman yang memberikan sensasi tersendiri. Pada dasarnya, semua itu tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya.
  15. Tips untuk Para Snorkeling Pemula Mengeksplorasi keindahan alam bawah laut adalah suatu kegiatan rekreasi sekaligus olahraga yang sangat menyenangkan. Setelah dilakukan sekali, pasti kita tergerak untuk melakukannya lagi dan lagi. Berbagai jenis ikan dengan berbagai warna dan ukuran yang berenang ke sana ke mari, berjuta spesies terumbu karang yang terhampar di dasar lautan, serta berbagai ragam binatang dan tumbuhan unik lainnya yang bertebaran di seluruh perairan, menjadi suatu pemandangan yang sungguh tak ternilai harganya. Ada banyak cara untuk dapat menikmati keindahan alam bawah laut ini. Mulai dari snorkeling, diving, glass boat, sea walking, dan masih banyak lagi kegiatan yang seru bisa kamu lakukan untuk mengekplorasi kehidupan lautan yang menakjubkan itu. Namun, dari sekian banyak kegiatan, snorkeling adalah salah satu jenis kegiatan yang paling banyak dipilih. Serunya Snorkeling (Sumber: magicdiveclub.com) Snorkeling tidak memerlukan keahlian khusus yang rumit seperti diving, sehingga hampir semua orang bisa melakukannya. Seorang pemula hanya perlu menjalani training singkat satu kali dan langsung dapat mempraktekannya. Peralatan yang diperlukan pun tidak banyak dan cukup murah. Bahkan, peralatan snorkeling pun banyak disewa-sewakan di berbagai pantai yang keindahan bawah lautnya cukup menarik untuk dieksplorasi. Walaupun terlihat mudah dan sederhana, bukan berarti semua orang dapat snorkeling begitu saja tanpa mengetahui apapun dan tanpa persiapan apapun. Tetap saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan melakukan snorkeling, terutama bagi para pemula. Tanpa perlu panjang lebar lagi, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi para snorkeler pemula: 1. Jangan Asal Murah Orang yang baru mau mencoba snorkeling, biasanya hanya karena iseng saja dan bukan karena benar-benar ingin berolahraga dan melihat keindahan bawah laut. Umumnya, mereka hanya penasaran akan bagaimana rasanya snorkeling. Karena niatnya hanya iseng, wajar saja jika rata-rata dari mereka akan merasa sayang jika harus mengeluarkan banyak uang. Maka dari itu, biasanya mereka cenderung lebih memilih snorkeling yang murah. Snorkeling murah biasanya menggunakan peralatan yang murah. Ini berarti, peralatan tersebut bisa jadi tidak memenuhi standar keamanan atau sudah agak rusak. Mungkin beberapa di antara kalian mengira ini bukanlah masalah besar karena snorkeling sendiri bukanlah kegiatan yang beresiko tinggi. Namun, bagi para pemula, peralatan yang tidak memadai dapat menyebabkan masalah yang cukup mengganggu bagi mereka. Sebagai contoh, snorkel yang tidak bagus bisa menyulitkanmu dalam bernafas. Lalu, fins yang tidak cocok ukurannya bisa membuat kakimu cedera. Peralatan Snorkel yang Berkualitas (Sumber: phuket.thaivisa.com) Menyewa peralatan yang murah memang terasa menarik untuk ukuran coba-coba saja. Akan tetapi, jika sudah terkena masalah, kita akan kesusahan belakangan. Bisa jadi, pengalaman yang seharusnya seru ini justru jadi terasa menyebalkan. Lebih baik, keluarkan uang sedikit lebih banyak namun petualanganmu terasa benar-benar asyik dan aman. Peralatan untuk snorkeling sebaiknya dipersiapkan jangan terlalu mendadak. Survey dahulu beberapa tempat persewaan alat snorkeling atau toko (jika kamu berniat membelinya sendiri). Bandingkan kualitas barang antara satu tempat dengan yang lainnya. Bahkan kalau bisa, sebaiknya kamu mencobanya dulu agar tahu pasti apakah peralatan tersebut cocok ukurannya dengan kita atau tidak, nyaman dipakai atau tidak, dan sebagainya. 2. Training Banyak orang yang takut mencoba snorkeling karena merasa tidak bisa berenang. Padahal, untuk dapat melakukan snorkeling, seseorang tidak harus memiliki kemampuan untuk berenang. Walaupun begitu, bukan berarti setiap orang bisa langsung melakukan snorkeling tanpa mempelajari apapun terlebih dahulu. Ada beberapa ilmu dan keahlian yang perlu dipelajari terlebih dahulu sebelum memulai snorkeling. Pertama, kamu harus mengetahui alat-alat apa saja yang diperlukan untuk snorkeling, apa fungsinya, bagaimana cara memakainya, dan bagaimana cara penggunaannya. Kamu juga perlu tahu teknik-teknik snorkeling, bagaimana caranya bernapas di bawah permukaan air, dan lain sebagainya. Berlatih Snorkeling (Sumber: diving.ie) Jika kita melakukan snorkeling menggunakan jasa dari sebuah perusahaan management snorkeling, kemungkinan besar kita akan mendapatkan pelatihan yang semacam ini sebelum kita mulai mencelupkan diri ke lautan. Namun, apabila kita hanya menyewa peralatan snorkel dari persewaan sederhana, mereka biasanya tidak melayani pelatihan semacam ini. Maka dari itulah, bagi snorkeller pemula sebaiknya menggunakan jasa profesional untuk pengalaman pertama mereka. Training yang paling penting untuk dikuasai sebelum snorkeling untuk yang pertama kali adalah kemampuan untuk bernapas menggunakan alat snorkel. Orang yang belum terbiasa akan sangat kesulitan untuk menggunakan snorkel sebagai alat untuk menghirup udara. Padahal, di bawah air nanti, snorkel adalah satu-satunya yang bisa menyuplai udara segar bagi kita untuk bernapas. Agar lancar, berlatihlah di kolam renang atau di pantai yang dangkal dan tenang. Jika sudah cukup luwes, barulah kamu bisa mulai menggunakannya untuk snorkeling sungguhan. 3. Instruktur Setelah mendapatkan peralatan snorkel yang memenuhi standar keamanan serta menerima cukup pelatihan tentang dasar-dasar snorkeling, maka dapat dibilang bahwa kamu sudah siap memulai petualangan bawah air pertamamu. Masalahnya, di bawah permukaan air nanti, keadaannya bisa berbeda dari yang kamu bayangkan. Tekanan air, kekuatan fisik, dan kelihaianmu dalam bergerak mungkin tidak akan semulus yang dibayangkan. Dalam keadaan seperti ini, bisa jadi kamu akan mendapatkan masalah, baik itu masalah kecil maupun masalah yang lebih serius. Masalah tersebut bisa membuatmu panik dan merusak keasyikan snorkelling. Instruktur Akan Mengawasi Kita (Sumber: savendra.com) Untuk meminimalisir resiko itu, kita bisa menyewa jasa seorang instruktur profesional dari perusahaan management snorkeling. Perusahaan management snorkeling yang profesional biasanya menyediakan instruktur bersertifikat untuk mendampingi para snorkeler atau diver pemula. Instruktur ini akan menyelam dan bergerak bersamamu. Jika kamu melakukan kesalahan di dalam air dia akan langsung mengoreksimu. Dan jika ada masalah, dia akan otomatis menolongmu tanpa perlu diminta. Seorang instruktur juga kerap memberikan tips-tips jitu agar petualanganmu terasa lebih seru. Beberapa instruktur memiliki pengetahuan yang luas tentang dunia bawah air. Jika kamu cukup beruntung mendapatkan instruktur yang semacam ini, maka dia juga akan bertindak sebagai tour guide mu di bawah lautan nanti. 4. Teman Jika tidak mampu menemukan instruktur yang baik untuk menemanimu snorkeling, maka allternatif lainnya adalah dengan mengajak teman. Yang penting, jangan pernah snorkeling sendirian jika kamu masih seorang pemula. Saat snorkeling bersama teman, pastikan untuk tidak berenang terlalu jauh dari teman tersebut. Sehingga jika nanti kamu butuh pertolongan, temanmu bisa langsung datang membantu. Sebaiknya, teman yang kamu ajak adalah teman yang sudah cukup mahir atau berpengalaman dalam hal snorkeling atau diving. Dengan begitu, dia akan bisa banyak membantu. Semakin banyak teman yang diajak pun semakin baik karena kalian bisa saling menjaga dan menolong satu sama lain. Keberadaan teman di pengalaman pertama snorkeling pun dapat membuat petualanganmu terasa lebih asyik dan lebih berkesan daripada jika kamu snorkeling sendirian. Snorkeling Bersama Teman (Sumber: blog.hi-indonesia.com) Kamu akan sedikit repot jika ternyata tidak ada teman yang bisa kamu ajak ternyata juga belum berpengalaman dalam hal snorkeling. Ini berarti, kalian sama-sama seorang pemula. Keadaan seperti akan sulit bagi kalian untuk saling mengandalkan, walaupun itu masih lebih baik daripada pergi snorkeling sendirian. Namun, sebaiknya keadaan seperti ini dihindari saja. Jangan memaksakan diri untuk snorkeling jika kamu belum mendapatkan instruktur atau teman yang cukup bisa diandalkan. Ingat, keselamatanmu lebih penting daripada terburu-buru untuk bersenang-senang. 5. Pilih Lokasi yang Tepat Berenang di kolam renang sangatlah berbeda dengan snorkeling. Untuk berenang biasa, kamu bisa melakukannya hampir di sembarang kolam renang. Keadaannya kurang lebih hampir sama. Jika kamu bisa berenang di kolam A, maka kemungkinan besar kamu juga akan bisa berenang dengan baik di kolam B, C, dan sebagainya. Lain halnya dengan snorkeling. Snorkeling berlokasi di lautan. Sementara, tiap spot di lautan memiliki keadaan yang berbeda-beda antar satu sama lain. Bahkan untuk dua spot yang terletak di laut dan pantai yang sama pun, kondisinya bisa jauh berbeda. Mampu snorkeling dengan baik di spot A belum tentu juga mampu snorkeling dengan baik di spot B. Segalanya bergantung pada banyak hal seperti misalnya kekuatan arus laut, arah arus, kedalaman air, kejernihan air, dan masih banyak lagi. Lokasi Snorkeling yang Mudah dan Aman (Sumber: nirbhaygandhi.files.wordpress.com) Berbagai kondisi spot snorkeling membutuhkan kemampuan yang berbeda-beda. Maka dari itu, bagi para pemula, sangat disarankan untuk ekstra berhati-hati dalam memilih spot untuk berpetualang. Apabila kamu menggunakan jasa instruktur profesional, dia dapat membantu memilihkan spot yang cukup aman bagimu. Inilah mengapa snorkeler pemula sangat disarankan untuk menggunakan jasa instruktur profesional. Lokasi yang cocok untuk kalian yang baru akan mencoba snorkeling untuk pertama kali adalah perairan yang cukup dangkal dan arusnya relatif tenang. Arus yang tenang akan memudahkan seseorang untuk bergerak sehingga kamu bisa berenang tanpa perlu kelelahan di bawah air. Selain itu, semakin tenang arus laut, semakin jauh pula jarak pandangnya sehingga semakin banyak yang bisa kita lihat saat snorkeling. Perairan yang semacam ini biasanya terletak tidak jauh dari bibir pantai. Bagi snorkeler yang sudah mahir, spot yang seperti ini akan terasa sangat membosankan karena tidak ada tantangannya. Namun bagi para pemula, justru spot seperti inilah yang ideal dan menyenangkan karena terasa mudah ditaklukkan dan tidak menguras banyak tenaga. Satu lagi tips yang penting dalam menentukan lokasi snorkeling, pergilah snorkeling di pagi hari dimana arus laut cenderung tenang dan stabil. 6. Jangan Sampai Kelelahan Kelelahan saat snorkeling adalah masalah paling umum yang dialami para pemula. Padahal, hal ini cukup efektif dalam mengurangi keasyikan petualangan pertamamu. Tanpa penguasaan diri yang baik, seseorang akan mudah mengalami kelelahan saat snorkeling. Akhirnya, dia akan mengakhiri petualangannya lebih cepat karena sudah tidak sanggup bergerak dalam air lagi. Orang yang sanggup berenang lama di kolam renang belum tentu sanggup snorkeling cukup lama. Arus ombak yang kuat dapat menyulitkan seseorang untuk bergerak. Akhirnya, dia harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk dapat bergerak dalam air. Belum lagi indahnya pemandangan bawah laut juga akan membuat snorkeler terlalu bersemangat untuk mengeksplorasinya. Secara tidak disadari, dia pun akan berenang secara terburu-buru dan tidak beraturan. Maka wajarlah jika dia akan mudah mengalami kelelahan walaupun sebenarnya dia baru berada di dalam air selama beberapa menit. Kuncinya, selalu bergerak secara tenang dan perlahan di dalam air. Jangan menegangkan badanmu untuk bergerak lebih kuat dan cepat. Sebagai permulaan, berdirilah dengan menapakkan kakimu di dasar laut. Biasakan badanmu dengan kekuatan dan arah arusnya. Kemudian, pelan-pelan, angkat kakimu dari dasar dan buatlah posisi menelungkup di dalam air dengan wajah menghadap ke bawah. Buka tangan dan kaki secara perlahan agar badan terasa lebih ringan melayang di air. Saat badan sudah terasa rileks, barulah kamu bisa mulai menggerakan kakimu untuk berenang. 7. Nikmati Namun Tetap Waspada Snorkeling adalah salah satu kegiatan untuk bersenang-senang. Untuk itu, pastikan bahwa kamu dapat benar-benar menikmatinya. Jangan terlalu khawatir atau tegang saat akan masuk ke dalam air. Asal segala macam persiapan sudah dilakukan dengan benar, maka kemungkinan besar kamu akan baik-baik saja di bawah sana nanti. Bersenang-senang dengan Snorkeling (Sumber: getoutofmyhead.files.wordpress.com) Namun, menikmati bukan berarti kamu bisa membiarkan dirimu terlena dengan suasananya. Kewaspadaan tetap harus dijaga. Perhatikan keadaan sekitarmu, apakah ada sesuatu yang membahayakan atau tidak, apakah teman atau instrukturmu masih ada di dekatmu atau tidak, dan lain sebagainya. Saat akan berdiri, kamu juga harus berhati-hati. Jangan sampai kakimu menapak pada terumbu karang atau bintang laut. Di tengah-tengah kegiatan, mungkin kamu akan mengalami atau menemukan sebuah masalah. Mulai dari ombak yang datang mendadak, peralatan yang tidak berfungsi baik, atau apapun. Jangan mudah panik jika menemui keadaan seperti ini. Tetaplah tenang dan kuasai dirimu. Instruktur atau temanmu pasti akan membantumu menyelesaikannya. 8. Jaga Kelestarian Laut Snorkeling terasa menarik karena adanya pemandangan alam bawah laut yang menakjubkan. Terumbu karang yang terhampar di seluruh dasar laut, berjuta ragam ikan berenang ke sana ke mari, serta masih banyak lagi biota laut yang unik hidup harmonis dalam keselarasan alam. Oleh sebab itu, jangan sampai kelestarian laut ini rusak akibat ulah kita. Saat melakukan snorkeling, jangan pernah menangkap binatang laut apapun, baik yang langka maupun yang umum. Terumbu karang pun tidak boleh disentuh apalagi dicabut. Perlu diingat bahwa tiap makhluk laut memiliki perannya sendiri-sendiri dalam keseimbangan ekosistem di spot tersebut. Bila salah satu diambil, maka keseimbangan tersebut dapat terganggu dan beresiko mengacaukan keselarasan alam bawah laut tersebut. Kelestarian Alam Bawah Laut (Sumber: ourbelizevacation.com) Di Indonesia, banyak spot snorkeling yang menurun kualitas keindahannya. Sebagian besar justru karena ulah para turis yang melakukan snorkeling dan diving dengan tidak bertanggung jawab. Dari mulai membuang sampah sembarangan, mengambil biota laut yang dilihatnya menarik, atau merusak terumbu karang baik sengaja maupun tidak. Padahal, bila ekosistem laut sudah rusak, lalu bagaimana lagi kita akan snorkeling? Ketika baru akan melakukan snorkeling untuk pertama kali, mungkin kita tidak akan memiliki gambaran tentang apa yang penting dan apa yang tidak terlalu penting untuk diperhatikan. Untuk itu, ada baiknya untuk mempelajari terlebih dahulu teori yang berkaitan dengan hal tersebut. Tips-tips tersebut di atas bukan saja bisa membuatmu lebih aman saat snorkeling nanti. Namun, tips tersebut juga bisa membantumu lebih menikmati petualangan pertamamu. Jika semuanya berjalan lancar, dijamin pasti kamu akan merasa ketagihan.