Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

pikopikopong

Members
  • Content Count

    3
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    1

pikopikopong last won the day on July 29 2014

pikopikopong had the most liked content!

About pikopikopong

  • Rank
    Baru Bergabung

Profile Information

  • Location
    makassar

Recent Profile Visitors

1,934 profile views
  1. Makassar, hadir. klo mau ke mksr, baik sekedar transit, silakan di cotack ya. :-P
  2. salam kenal balik mas. ntar kalau dah pindahin dari kamera saku, ta upload ya. wah kebayang tuh klo pagi, siang bolong aja dingin, apalgi pagi.. sempat ke air terjunnya gak. 2 jam dari bromo, wuihh kerennya pake abis mas bro...
  3. Oke kali ini ane akan ceritain mengenai perjalanan touring ane seorang diri menggunakan notor matic dari Makassar – surabaya – probolinggo – bali – surabaya lagi – yogyakarta – bandung – jakarta yang memakan waktu 10 harian. Babak 1 Makassar – Surabaya – probolinggo - Bali Sedikit banyak ane akan nyeritain mengenai kisah touring sendirian dengan motor kesayangan ane si Merah. (karena berwarna merah, agak sarap aja otak ane kalau warnanya pink terus ane panggil merah). Well, karena otak masih waras, jadi ane panggil aja si do’i Merah. Ane dan merah sudah memadu kasih kurang lebih hampir dua tahun. Ane dapetinnya dengan cara DP 5 Jeti dan angsuran selama 11 bulan. setelah mengarungi biduk rumah tangga hampir 2 tahun itu, akhirnya fix ane sadari bahwa si merah itu ‘mandul’. Karena tiap hari ane naikin tapi gak bunting-bunting dan berikan ane keturunan juga hingga sekarang. But ist oke, ane tetap sayang ma si merah, hal itu tak kan memudarkan cinta ane padanya, Love u merah. Oke, sekian perkenalan mengenai si merah. Trus siapa ane??? Bukan siapa-siapa. Hanya manusia biasa yang cukup keren yang terlahir ke dunia fana ini. Sekian juga perkenalan gak penting mengenai diri ane. Sekarang ane ceritain petualangan perjalanan ane. Mungkin sudah banyak orang yang melalui dan menuliskan mengenai kisah perjalanan seperti yang ane lalui. Cuma gak ada salahnya juga kalau ane tulis kembali dan cerita mengenai kisah ane. Gak ada yang marah kan?? Kalau ada, ya itu urusan loe man... gw gak campur sari, apalagi campur semen. Capek coy... Oke, jadi Kisah touring ini mulai terlintas sejak zaman dulu kala, sekitar 100 tahun sebelum Masehi.Jadi ceritanya, ane mengajukan resign dari kantor tempat bekerja per 30 Juni 2014. Kantor yang sudah memberi nafkah selama kurang lebih 2 tahunan. Dengan alasan Jenuh, capek dan juga kerjaan yg makin menumpuk yg tak pernah ada habis-habisnya. Saat itu ane bekerja sebagai staff HRD disalah satu perusahaan outsource yang cukup besar. Jobdesknya ya ngerekrut, ya performansi, ya hitung gaji, ya hubungan Industrial. All in one. Tidak mau dunk masa muda ane sebagai pemuda harapan bangsa ini habis di depan komputer, hanya melototin layar sambil elus2 keypad, remas2 mouse sambil gigit2 bibir dan sesekali keluarin lidah dengan gaya yg menggoda... hehehe. Sssttt jangan bilang siapa-siapa ya, Padahal alasan sebenarnya resign itu adalah ingin melanjutkan kembali karirku dibidang modeling yg mulai kutinggalkan sejak diterima bekerja kantoran (ngarep)... Anyway busway, julia perez naik busway- setelah ngajuin resign, akhirnya tepatnya hari senin tanggal 07 juli 2014, jam 07.00 Wita siaplah ane dengan tas jinjing besar, ransel dan juga tas jinjing kecil dipelabuhan. Kapal dijanjikan datang jam 08.00 Wita dan berangkat jam 09.00 Wita, sesuai yang tertera pada tiket. Tapi kenyataannya, tidak jauh dengan janji manisnya terry (penyanyi), kapal datang jam 10.00 Wita dan berangkat jam 14.00 Wita. Kering ane dipelabuhan, ketampanan ane luntur terbawa debu-debu pelabuhan dan teriknya matahari. Kenapa sih artis kayak ane milih naek kapal dibanding pesawat atau odong-odong aja?? Alasannnya karena si merah. Kan rencana mau bulan madu ma si merah, kan gak mungkin ane beliin tiket buat si merah naek pesawat trus duduk disamping ane. ooo jadi gitu ya bang??’ iye gitu deh coy. Finally, Yippieee berangkatlah ane ke kota pahlawan surabaya menggunakan kapal penumpang bersama si merah.Dan sebagai informasi tambahan ketika pagi berangkat ke pelabuhan, ane gak pake acara mandi karena dingin, dengan harapan mandi di kapal ajaah. ternyata gak terbukti bisa mandi di kapal. Masuk toilet kapal dengan aroma menawan mengalahkan tajamnya parfum refill. boro bisa mandi, masuk toilet aja tanpa nemu ranjau darat aja sudah Alhamdulillah dan sujud syukur deh. Jadi resmilah nicolas saputra ini tidak mandi selama 2 hari. Perjalan sendiri dengan menggunakan kapal laut dari Makassar ke Surabaya memakan waktu 34 jam. Jadi ane tiba di Surabaya sekitaran jam 24.00 Wib. Bayangkan aja, seorang diri, pemuda tampan ditengah kota besar yang gak tahu kondisinya seperti apa... hikzz. Alhasil dari pada terjadi sesuatu yang diinginkan pada ane, pemerkosaan maybe... jadiya ane langsung jalan aja lurussssss ke arah probolinggo dengan si merah. Jalannya pelan-pelan aja. Secara bawaannya banyak trus gak terlalu hapal jalan. Jadi clingak-clinguk merhatiin petunjuk jalan. Sebelumya sih udah pernah juga ke probolinggo, tapi pake Bus dari terminal di Surabaya. Jadi cukup naik, duduk manis, tidur cantik.. tarrrraaaaa tiba deh diprobolinggo. Tapi ini beda, kali ini lebih keren, coz pake si merah... Akhirnya setelah perjalanan yang cukup melelahkan, sekitar jam 05.00 wib, tibalah ane di penginapan. Lumayan bersih penginapannya dan murah meriah, hanya Rp. 60.000,- udah dapat kasur (iyalah, masa melantai), kipas angin dan toilet di dalam. Istirahatlah ane, agar tubuh bisa fit kembali, dan kulit wajah tidak kusam karena kurang istirahat. you know lah, modal utama seorang seleb kan dari penampilan, jadi ane kudu jaga aset utama ane.. ehem... Karena kelelahan, akhirnya ane bangun siang. Jadinya ane Cuma looking around alias muter-muter kota probolinggo. Ya duduk-duduk hirup udara segar di aloon-aloon sampai nari-nari india di tiang lampu merahnya probolinggo. Sekilas mengenai kota kecil ini, kotanya adem, bersih, orangnya ramah-ramah, dan makanannya murah dan enak-enak. Hari kedua di probolinggo Yap, setelah seharian istirahat.. next hari kedua. Planning hari itu adalah ke Gunung Bromo. Jadilah ane brangkat pagi langsung tancap gas dan gak pake kentut (oumar bakri) ke gunung bromo. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 2 jam. Ane lupa berapa jaraknya, yang pasti jalan pelan, santai kayak dipanti pijat, eh pantai maksudnya, menikmati pemandangan sekitar... segar .... Akhirnya setelah perjalanan yang lumayan seru tibalah juga ke gunung bromo, dan asiknya kalau bawa motor, bisa langsung pake motor turun ke kaki bukit bromo. Yang pasti menuju ke kaki bukit bromo harus pelan-pelan. Karena yang dilewatin ini bukan jalan beraspal tetapi pasir coi... pernah nonton kan filmnya dian sastro “pasir berbisik’ Nah salah satu pemandangan yang membuat takjub dipasir berisik, eh berbisik ini adalah banyak angin puting beliung kecil-kecil yang tercipta dari pertemuan angin laki dan perempuan (gila). Mereka menari-nari membuat putaran dari bawah keatas (itu versiku, mana versi kamu?). Indahhhhhh banget Nah setelah tiba dibawah kaki bukit, kalian bisa langsung parkir motor disitu. Dont worry be happy lah, coz ada kok tempat parkir disediain. Cukup bayar Rp. 5.000,-. Motor aman, hati senang. Nah selanjutnya adalah mendakinya. Pilihannya ada tiga: bisa naik kuda atau bisa naik kaki sendiri alias jalan atau bisa juga ngesot. Kalau naik kuda bisa di bawa ke tangga naik puncak bromo dengan membayar Rp. 100.000,- PP. Tapi kayaknya bisa ditawar juga sih, karena ane nolak dan dia nurunin ke Rp. 75.000,-. Tapi sebagai pemuda tampan yang gemar berjalan kaki demi penghematan uang yang tak seberapa, akhirnya milih jalan kaki deh ke tangga naik bromo. Sebenarnya pengennnn banget naik kuda, pengen ngelus-ngelus kudanya, pengen ngajak mojok dibawah bromo,pengen cerita-cerita mengenai pengalaman hidup. Tp maaf ya ‘da’, duit ane gak cukup. Ane harus hemmat pemirsa. Secara udah gak kerja, udah gak ada pemasukan. Perjuangan gak sampai disitu, masih ada tangga seribu yang harus dilalui untuk mencapai puncak bromo. Akhirnya dengan tetes darah penghabisan, ane naikin tuh tangga sampai puncak.. dan tarraaaaaa tibalah di puncak dan takjub melihat kawah bromo. Aroma belerang, angin sepoi dan pemandangan yang keren. Jadi kagum ma ciptaaan Tuhan (kalau kita sering jalan-jalan, pasti akan banyak bersyukur dan berdecak kagum akan kebesaran Tuhan, karena akan nemu ciptaan Tuhan yang Indah-Indah. Contoh salah satu keindahan ciptaan Tuhan adalah ane). Ehemmm... Setelah puas menikmati Bromo, akhirnya ane mau balik pulang. Tapi sebelum balik, ane sempat ngobrol-ngobrol dulu dengan orang-orang sekitar mengenai masalah kehidupan sexual ane (loe kata Dr. Boyke). Ane luruskan ya, jadi ane nanya-nanya ke penduduk situ, kira-kira tempat pariwisata apa yang menarik disekitar bromo sini, mereka mengatakan air terjun. Akhirnya dengan semangat juang 45 menuju 46, ane pergi mendaki gunung, melewati lembah bersama ninja hatori menuju air terjun tersebut demi membuktikan keindahannya. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 2 jam. Dan ternyata untuk menuju air terjun dibutuhkan perjuangan lagi jalan kaki menyusuri sungai, ya maybe 30 menitanlah ya. Disitu ada Guide, bisa dipake. (bukan untuk short time lho ya. Tapi untuk nganterin ke air terjun tersebut). Jadi dia bisa nganterin dengan Upah Rp. 100.000,-. Lumayan mahal sih menurutku. Tapi akhirnya aku pake aja tuh guide karena belum tahu medannya seperti apa. Tapi bagi kamu yang jiwa petualangannya kental, sekental susu bendera, medannya gak berat-berat amat kok. Saranku sih mending jalan sendirian aja, toh jalannya lurus ke atas aja kok. Sebelum menyusuri sungai, ane isi perut dulu dengan mie goreng plus telur dadar . disitu banyak penjual makanan dan minuman kok, so kalau lapar ya makan. Perut kenyang, hatipun senang. Dan motor titip aja di warung itu. Setelah kenyang, jalanlan ane bersama guide tersebut. Dia nawarin bawakan ransel ane, ya karena gak enak akhirnya dikasi deh bawakan ransel ane(beban ringan, hatipun senang lagi). Ditengah perjalanan, muncul lagi penjual jas hujan. Harganya Rp. 10.000,-. Karena medannya nanti katanya basah kena air terjun, belilah lagi. Dan emang terbukti sih, kalau gak mau basah belilah jas hujan. Atau bawalah payung atau biar romantis jika pergi bareng pasangan bawalah daun pisang, sambil nanti nyanyi ‘memory daun pisang, waktu jalan-jalan... tereret tereret. Berdua jalan kaki waktu hujan-hujan... tereret tereret.. Akhirnya terlihatlah yang dicari Dan ya Tuhan, Indaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh banget... Gak nyesel kesana, dulu sih katanya tempat bertapanya siapa gitu (ane lupa). Tapi beneran tempatnya keren banget. Banyak turis luar negeri kesana & katanya ada beberapa pula syuting iklan yang dilakukan didaerah tersebut. OMG, kalau kalian ke Bromo, usahakan ke Air terjun tersebut ya guys. Setelah puas foto-foto dan merasakan sejuk airnya baliklah ane ditempat parkiran. Dan jreng jreng jreng seorang pemuda datang dan mengatakan si merah abis dia cuci.. ah baik banget ya, akhirnya keluar lagi deh Rp. 10.000,- buat bayar ongkos cuci.. hadohhhh padahal gak minta juga tuh dicuci.. hikzzz... dan keselnya ane, kamu merah, kamu jahat ‘rah’. Selama ane pergi kamu biarin dirimu terjamah ma pemuda itu, kamu di elus-elus pake sabun, knalpotmu di pegang-pegang dan kamu diam aja gitu. Bagoooooosss, kurang apalagi ane sama kamu merah?? Pokoknya ane akan ingat perselingkuhan kamu ini ya merah. Kamu yang pake tuh cowok, masa ane yang bayar? Jahat kamu ‘rah’ jaharaaaaa kamoohhh. Oke, kita lanjut. akhirnya ane lanjutkan perjalanan, saat itu sekitar jam 15.00 wib. Ane langsung tancap gas pengen langsung ke pelabuhan ketapang demi hemat waktu. Tapi apa dikata, air laut rasanya asin, belum tiba di pelabuhan, gelap dah datang duluan. Akhirnya demi keamanan diri, ane nyari penginapan dan nemu deh. Nginap semalam terus besok pagi baru lanjut. Nah ketika dipenginapan sempat ngobrol-ngobrol lagi ma pemilik penginapannya, katanya deket dari ketapang (kurang lebih sejam) ada kawan ijen. Jadi ada api biru gitu, wowww keren kan. Jadi api biru bukan Cuma ada di kompor gas doang, di kawah ijen juga ada api biru alami. Tapi kalau mau lihat harus datang subuh ketika masih gelap ke TKP. Gak usah kuatir, katanya penduduk sana kan subuh dah mulai beraktivitas ngambil batu, jadi sudah mulai rame.Nah rencana mau kesana tapi cancel. Medannya harus jalan kaki lagi. Jd gak pergi. Nah nanti kalau ada yang mau ke kawah ijen, ikut ya sob. Asli pengen lihat tuh kawah ijen, sekalian pengen mandi dikawah itu, hehehe jadinya langsung ke pelabuhan ketapang, bayar Rp. 19.000,- brangkat deh (waktu itu bayarnya Rp. 20.000,- gak tahu napa sama petugas gak dibalikin Rp. 1.000,-. Okelah Cuma seribu, tp coba deh di kali ratusan motor sehari, apa gak kaya tuh bapak???. Apa ini termasuk korupsi kecil2an??. Aku sudah coba bertanya sama rumput yang bergoyang, tetapi gak dijawab. Karena kecewa, akhirnya tuh rumput aku cabut aja). Finally, Naiklah ane dikapal itu, namanya Reny II. Kapalnya cukup nyaman kok. Ketika ane naik tuh kapal, banyak yang manggil-manggil dari pelabuhan. Ternyata penyamaran nicholas saputra terungkap deh, ane jalan dengan pedenya, mendekat ke mereka, makin kencanglah mereka manggilnya. Akhirnya ane berhenti, terus ane beri ciuman jauh ke mereka, dan ane mendapat tatapan nanar. Mungkin kurang, fikir ane. ane berikan sekali lagi ciuman manis ane, jadilah ane dapet pop mie, kacang goreng serta tahu goreng. GRATISSSSSS???? Gak lah bayar Rp. 10.000,-. Ternyata mereka penjual yang menjajakan makanan sambil teriak-teriak dan manggil-manggil ke penumpang-penumpang kapal yang pada mau nyebrang ke Gilimanuk. Nyebrang ke gilimanuk itu cukup cepat kok, yang lama itu nunggu kapal ngantri buat nurunin penumpang. Ya sejamlah ada kali ya. Setelah tiba di Gilimanuk, akhirnya turunlah ane, trus jangan lupa siapkan KTP. Karena nanti diperiksa KTPnya pas keluar dari pelabuhan. Nah setelah pemeriksaan KTP, tinggal jalan ikutin petunjuk jalan yang banyak tertera dimana-mana. So gak usah kuatir tersesat kalau mau ke arah Kuta. Toh jalanannya juga gak berliku banget seperti hidup loe. Jalanannya lurus-lurus aja. Sepanjang perjalanan nanti kita disuguhi pemandangan alam bali, trus ada temen-temen nonngkrong loe juga pada dipinggir jalan duduk-duduk nyantai. ‘hah temen nongkrong Gw?? Yang mana?? Perasaan gak punya temen di Bali deh?? Ngaco loe ah?? Hah masa sih, masa gw salah. Itu lho yang lucu-lucu trus berekor dan hobi makan pisang. Banyak lho di jalan-jalan ketika jalan ke denpasar, itu kan temen loe. ‘wah bro, salah bro. Bukan temen gw tuh. Tapi sodara gw’ opss maaf dah kalau gitu. Oke, jadi perjalanan dari gilimanuk ke kuta lumayan juga sob. Tapi buat ane sih cukup menyenangkan karena suasananya kan beda. Jadi mungkin kurang lebih 4 jamlah dari gilimanuk ke kuta. Setiba dikuta ane nyari penginapan murah lagi. Ya dapatnya sih Rp. 120.000,-/ hari. Itu juga udah lumayan murah kalau di bali. Apalagi tempatnya di poopies (tulisannya bener gak ya, tahunya di baca popis aja gitu). Ada sih yang lebih murah Rp. 70.000/ malam, tp penuh coy. Kalau yang gratis juga ada, noh dipinggir jalan. Nah sekian dulu cerita ane dari Makassar – surabaya – probolinggp - bali. Nanti ane lanjutin ya. Masih panjangggg banget sepanjang anu ane, kisah hidup ane maksudnya. Masih ada dari bali ke surabaya, trus ke yogya, trus ke bandung, trus yang sekarang di jekarda. Oo iya, yang mau berteman ma ane bisa add FB ane. Vick_room@yahoo.com Tengkis ya teman-teman. Salam chayank buat kalian cemua. Tetap cemumud dan jangan lupa untuk tetep bernafas.
×
×
  • Create New...