Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

Donnie

Members
  • Content Count

    89
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    3

Donnie last won the day on August 14 2018

Donnie had the most liked content!

About Donnie

  • Rank
    Tidak Baru Lagi
  • Birthday 03/13/1977

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Location
    Jakarta
  • Interests
    Musik, makanan enak, buku, dan travelling

Contact Methods

  • Yahoo
    donaldus95@yahoo.com

Recent Profile Visitors

3,257 profile views
  1. Durian, siapa diantara kita yang tidak mengenal buah ini? Kulit keras berduri, kadar alkohol, serta baunya yang kuat membuatnya dijuluki ‘king of fruit’ alias rajanya buah. Layaknya seorang raja dan rakyatnya, kharisma buah asli Asia Tenggara ini seakan tak habis dipuja para penggemarnya. Aneka varietas baik lokal maupun impor silih berganti menguasai pasar, sebut saja durian Petruk dari Jawa, durian Medan dan Sidikalang dari Sumatera serta durian Monthong dan Musang King dari Thailand dan Malaysia. Masing-masing memiliki penggemarnya sendiri-sendiri. Alhasil, seiring derasnya permintaan, harga buah ini pun kerap terkerek naik. Namun bagi para pecintanya, harga puluhan bahkan ratusan ribu untuk per kepala durian kualitas tinggi bukanlah masalah, ada kualitas ada harga, begitu kira2 dalam benak mereka. Penulis, sebagai seorang rakyat durian, memilih Sidikalang sebagai durian lokal favorit dan Musang King dari Malaysia sebagai side kicknya. Bicara durian Musang King, penulis punya oleh-oleh nih, waktu ke Singapur kemarin. Durian? Bukan, tapi info tempat makan durian enak banget dengan harga yang gak bikin kantong bolong. Nama tempatnya ‘Combat Durian,’ lokasinya dipinggir jalan raya Ballestier road 249, seberang-seberangan dengan Hotel 81. Kalo naik bis atau taxi, begitu masuk Ballestier road pasti langsung tertangkap pandangan mata karena posisi kedainya yang bersebelahan dengan halte bis dan tak jarang nampak kerumunan pecinta durian yang mengular, antre menunggu giliran untuk dilayani. Walau dari depan terlihat seperti lapak buah kecil, ternyata bagian dalam kedai ini sangat luas. Dibagian dalam terdapat beberapa meja dan kursi yang sanggup menampung kira-kira 50 orang. Tumpukan durian terus berdatangan, ditingkahi suara teriakan para pegawai lapak sebagai soundtrack ‘acara belah duren’ kami setiap kesana. ‘Very creamy,’ ‘smells like heaven,’ ‘perfect gold’, adalah kata-kata Yang sering diteriakkan para ‘jagal duren’ disana, sesaat setelah duren terbelah. Tentu saja hal itu dilakukan kalo lapak lagi rame, mungkin untuk menghibur konsumen yang mengantre. Soalnya waktu penulis kesana pas lagi sepi pegawainya pada diem aja. Trus kenapa namanya Combat Durian? Ini ada ceritanya, namun sebelum masuk ke bagian itu kita kilas balik dulu ke awal lapak duren ini berdiri. Alkisah seorang Ang Sek Chuan muda harus menerima nasib, tidak dapat melanjutkan studi dan harus membantu sang ayah di percetqkan tempatnya bekerja. ‘Saya yang tertua diantara 15 bersaudara.,’ ujarnya. ‘Gaji ayah yang tidak seberapa tak cukup untuk menghidupi seluruh keluarga, jadi kami harus menentukan prioritas.’ Selepas lulus SD-sekitar tahun 1955, usianya saat itu 13 tahun-mulailah saya bekerja membantu ayah di percetakan,’ kenang Ang. Dua tahun ikut ayahnya bekerja, Ang memberanikan diri membuka bisnis, kini ia dikenal sebagai seorang pedagang sayur dan buah-buahan. Seiring waktu berjalan, Ang menutuskan untuk fokus menjadi pedagang durian, sekaligus menjadi importir durian dari Malaysia ke Singapura. Posisi lapak nya pun berpindah dari pasar ke pinggir jalan raya Ballestier road 249 sejak tahun 1965. Wow, kalo dihitung-hitung sudah 54 tahun lapak Combat Durian berdiri, gak terhitung berapa pesohor Yang sudah pernah mampir si lapak Pak Ang. ‘Aktor Hongkong Chouw Yun Fat, Menteri Dalam Negeri Singapur K. Shanmugam adalah 2 pesohor yang pernah merasakan nikmatnya suguhan Combat Durian. Tak heran jika lapak duren milik Pak Ang yang kini sudah berusia 78 tahun berhasil menyabet gelar ‘Singapore best food’ tahun 2017. ‘Soal kualitas dagangan, saya tidak pernah kompromi. Jika supplier membawa barang dibawah standar. Saya pulangkan mereka. Lebih baik saya tidak jualan dibanding menjual barang seperti itu.’ Bahkan demi menjaga kualitas dan kuantitas suplai, kini Combat durian memiliki kebun durian mereka sendiri di Malaysia. Lalu kenapa Combat? Seperti yang sudah diutarakan diatas, demi agar adik-adiknya bisa makan, Pak Ang kecil rela meninggalkan bangku sekolah diusia dini. ‘Sekolah saya hanya sampai sekolah dasar, Bahasa Inggris saya sangat buruk. Saat mulai berjualan saya selalu berkata ‘Semoga datang kembali (comeback)’ kepada tiap pelanggan. Namun saya melafalkan ‘comeback’ dengan ‘combat’, para pelanggan yang mengerti menyukai hal itu. Dan semenjak lapak ini dibuka, saya menamakannya ‘combat durian.’ Jadi durian seperti apakah yang dijual di Combat Durian? Sekilas, dari papan namanya saya lihat ada sekitar 5-6 jenis durian yang dipajang disana. Namun karena saya hanya mencoba 2 diantaranya maka cuma yang 2 ini yang saya review. Sisanya? Tunggu kunjungan berikutnya. Jenis durian pertama Yang saya cicipi tentunya andalan mereka, durian rajah kunyit alias durian mentega, yang lebih dikenal dengan nama kota kelahiran mereka yaitu ‘Gua Musang’, Yang kemudian berubah menjadi Musang King alias Raja Musang. Lucunya lagi, di lapak Combat, durian dengan banyak nama itu diberi nama baru lagi oleh komunitas penggemarnya yaitu ‘Mao Shan wang’ alias Rajanya raja. Gak heran juga sih dikasih nama kaya gitu. Abis rasanya enaaakkk banget, daging buahnya custard banget, creamy. Rasanya seperti vla susu, manisnya pas, gurih, dengan sedikit semburat rasa pahit. Pendek kata, ini duren enak banget. Duren kedua yang saya coba adalah jenis ‘red prawn’ alias udang merah, awalnya saya tertarik untuk mencoba karena ukuran kepalanya yang relatif kecil. Pas sebagai ‘hidangan pelengkap’ setelah menyantap satu kepala Musang king berdua istri yang ukurannya menggantung (satu kepala kurang, dua kepala kebanyakan). Selain ukuran kepalanya yang relatif lebih kecil dibandingkan Musang king, daging buahnya berwarna oranye seperti tembaga, bijinya kecil, dagingnya creamy sedikit lebih kering dibanding Musang king dan baunya tak terlalu menyengat. Rasanya? Enak banget, mirip durian Sidikalang. Jadi, buat teman-teman rakyat durian, khususnya yang mau melancong ke Singapur, jangan lupa mampir menikmati sang raja diraja. Selamat menikmati!
  2. Nginep gak @deffa di Kawaguchiko? Asik tuh dingin2 nyobain onsen outdoor
  3. Kayanya sama ya..Jalur turis non pendaki professional @deffa
  4. Gak mendaki..naik bus tour, ada pos nya jg..ini fotonya
  5. Kayanya kl bencana mah gak kenal season @deffa waktu winter taun kmrn saya kesana jg malah badai salju..ada longsor jg di gunung Fuji jd jadwal naik sampai pos 4 (sekitar diatas 3rb m dpl) dipangkas jd cuma sampe pos 1 (2rb sekian m dpl)..Summer bnyk festival malah asik jg buat hunting foto..Musim semi sy jg gak prefer krn selain org jepangnya ndiri pd liburan, orang dari seluruh penjuru dunia jg dateng buat liat Sakura..penuh sesak hehe
  6. Kalo ngalamin lgsg mah cuma gempa doang dikit ya..dikit versi sana loh alias lumayan kenceng (to ngeliat org sana cuek kita jg ‘belanja cuek’) kita jg dah deg2an jg krn saya kesana gak lama setelah gempa Osaka..pas disana jg kita denger berita ada banjir di Osaka n beberapa daerah lain.. @deffa
  7. Yup..summer kemarin..kalo Tokyo mah kaya di Jakarta aja lah ya, jadi masih familiar hahaha..kalo sore malah adem..Kalo mau aktivitas outdoor sore aja sampe malem mendingan..kalo summer sorenya panjang, jam 7 mmlm jg masih terang tapi udah gak panas
  8. @deffahalooo Iya lama jg y gak nulis disini hehehe lama gak jalan2 jg soale ..btw Iya @deffa kalo difoto style tawuran pake yoroi, kabuto, n katana itu gratis ..Yg bayar kalo kita mau difoto sama fotografer mereka didandanin ala daimyo gt (kaya di Volendam kalo k Belanda Yg pake baju belanda itu @kyosash Thank you Bro
  9. Anda seorang yang menyukai cerita-cerita perang, cukup tertarik dengan sejarah, dan berencana jalan-jalan ke Tokyo dalam waktu dekat? Baiklah, museum Samurai yang terletak di Kabukicho, Shinjuku adalah tempat yang tepat untuk anda kunjungi. Buat anda para sejarawan ‘serius’ atau bahkan kolektor pedang, sebenarnya untuk rujukan yang lebih komplet dan detail anda bisa mengunjungi National museum di Taito atau Sword Museum di Yoyogi. Namun bagi anda para traveller yang mencari penjelasan ringkas ditengah kota Tokyo yang cukup bernuansa ‘medsosable’, yup datanglah ke Samurai museum. Gak akan nyesel deh hehehe.. Baiklah, museum ini terdiri atas dua lantai yang masing-masing lantai terbagi dalam beberapa area. Lantai satu-tempat dimana semua bermula-berisi deretan yoroi (baju zirah), ada yang asli dan (kebanyakan) replika-yang dipakai oleh para samurai diwaktu yang berbeda-sejarah para samurai terbentang selama kurang lebih 800 tahun yang terbagi dalam beberapa jaman seperti jaman Kamakura, dan terutama era Muromachi (1336-1573), dan Edo (1600-1868)-dengan derajat yang berbeda sesuai jenjang kepangkatan mereka. Bagi para bangsawan, jenderal, dan kalangan atas lainnya tentu bahan-bahan yang digunakan untuk membuat zirah-zirah tersebut lebih kuat dengan warna-warni dan relief yang menunjukan tingginya derajat mereka. Untuk para prajurit, pastinya lebih sederhana dan minim relief. Oh ya, untuk menikmati dan memahami secara utuh koleksi-koleksi museum, pihak pengelola menyediakan tour guide yang ‘cukup fasih’bahasa Inggris (walau logat Jepangnya kental banget dan bikin kita susah paham apa yang dia ucapkan :D). Satu tour guide melayani sekitar 15 pengunjung untuk satu sesi tour selama kira2 dua jam. Waktu kami (saya, istri dan dua anak saya) tiba sudah ada sekitar 12 orang yang stand by menunggu kuota pengunjung terpenuhi. Pas. Setelah menyelesaikan ‘admission fee’ di reception kami memperoleh tiket dan siap diantar mengelilingi oleh Kyoko, tour guide kami hari itu. Sekedar info, harga tiket masuk atau admission fee disini memang relative mahal dibanding museum-museum pada umumnya. Untuk dewasa, dibanderol 1.900 Yen, usia 12 tahun kebawah 900 Yen, 3 tahun kebawah bebas biaya masuk. Tapi percayalah, gak rugi deh untuk mampir kesini. Lanjut kelantai dua, sebelum memasuki ruang-ruang pamer kita diwajibkan mencopot alas kaki sebelum memasuki area ruang display. Bicara ruang display saya cukup kagum dengan perancang museum ini. Nuansa tradisional yang dihadirkan lewat arsitektur jepang kuno yang bernuansa kayu, pernik-pernik seperti tatami, lampion, lukisan, dengan tata lampu yang redup diperkuat dengan lagu-lagu tradisional Jepang yang diputar lirih. Benar-benar membangun suasana yang oke banget. Ruang pertama yang kami datangi adalah ruang pedang yang berisi aneka pedang katana dan senjata-senjata bilah lainnya (tombak, pedang pendek, pisau, anak panah, tombak pendek, sampai golok besar yang khusus dipergunakan untuk menyerang kaki kuda dalam pertempuran). Kyoko, sang tour leader secara fasih menjelaskan kegunaan dan perkembangan teknologi pembuatan bilah pedang termasuk peralatan-peralatan pendukungnya seperti helm pelindung kepala saat perang berlangsung, yang semakin maju seiring berkembangnya jaman. Seraya juga fasih menceritakan beberapa pertempuran besar yang melibatkan dunia samurai, yaitu perang Sekigahara dan pertempuran melawan invasi bangsa Mongol, yang masing-masing diabadikan dalam lukisan kuno yang dipajang dalam kotak kaca. Sayangnya lukisan itu tidak boleh difoto entah kenapa-saya juga gak nanya, karena lebih tertarik memperhatikan kecantikan Kyoko dan koleksi senjata dalam museum hehehe. Dari penjelasan Kyoko pula saya baru tahu bahwa para samurai tidak selalu identic dengan pedang, ada beberapa samurai yang terkanal sebagai ‘si jago memanah’, bahkan dijaman yang lebih modern, saat senapan matchlock dipergunakan secara luas dalam berbagai pertempuran di Jepang, ada beberapa samurai yang terkenal sebagai ‘jago tembak’, salah satunya Sakatomo Ryoma, samurai terkenal dari daerah Sochi. Sesi keliling terus berlanjut dan diakhiri dengan penjelasan tebntang berakhirnya era samurai semenjak restorasi Meiji yang membawa Jepang kepada ‘abad perubahan’ dimana mereka mulai membuka diri pada pengaruh-pengaruh asing dan memulai era industrialisasi. Kyoko menjelaskan sejarah singkat tokoh-tokoh terkenal dalam dunia samurai, hingga tokoh-tokoh yang membawa Jepang menuju abad modern. Selesai sesi ini kita boleh loh mencoba yoroi, lengkap dengan helm dan pedangnya. Bahkan kalau mau merogoh kocek sedikit lebih dalam, anda dan keluarga bias dirias berdandan ala para shogun atau daimyo tempo dulu unbtuk kemudian diabadikan oleh juru potret professional. Ada pula kursus singkat kaligrafi, ilmu pedang, dan menggambar pada hari-hari dan jam tertentu. Berhubung masih banyak tempat yang harus saya datangi, terpaksa saya skip deh bonus-bonusnya. Cukup foto sekali bergaya komandan samurai dan belanja-belanja dikit di souvenir shopnya. Pedang asli katana dengan kualitas bilah premium juga dijual loh disitu. Tertarik juga sih Cuma bingiung bawa masuknya aja ke Indonesia. Sekian laporan singkat saya dari museum Samurai, Shinjuku, Tokyo. Untuk yang Tanya-tanya arah untuk sampai kesana, saya sertakan link dibawah berikut untuk
  10. film transformers yang pertama mas @budhi sugeng
  11. Donnie

    Lima Hari Di Dubai

    ini juga fotonya gak keluar ya Mas @deffa..ini sy uploadin cuma ketemu dikit..nanti saya tambahin lagi kalo nemu tq
  12. dapet juga tuh foto2nya Bro @deffa..buat Bro @HarrisWang monggo..semoga bermanfaat, thx seblmnya
  13. @deffa mas deffa..ini foto2nya ggak bs ditongolin ya?
  14. hai @chyntia07, ke inggris lumayan mahal emang costnya beberapa tips supaya bs jalan2 kesana dengan ngirit udah sy jabarin di tulisan jalan2 ke UK part 1..standar sh, pilih tiket promo, disana kalo punya temen (untungnya sy ada) dirayu aja biar bs ditebengin nginep..kalo gak, ada kok dsana hostel2 buat budget traveller tp sekamar bs beberapa orang pake tmpt tdr susun..nyaman dan bersih cuma privasi agak kurang. kl soal makanan, dsana bnyk kok pilihannya..susah sih kal mau nyari halal 100%, soalnya biar makan ayam kita kan gak tau disembelihnya gmn..wallahuallam deh, baca bismillah n niatin yg baik2 aja..hehehehe..at least buat saya jgn ada babinya aja, sandwich biasanya sy milih tuna, kl ada KFC ya makan KFC, atau beef-chicken burger, roti coklat, keju, selama gak ada babinya hajar bleh aja
×
×
  • Create New...