wisnoe

Members
  • Content Count

    16
  • Joined

  • Last visited

About wisnoe

  • Rank
    Baru Bergabung

Profile Information

  • Gender
    Not Telling
  • Location
    Jakarta

Recent Profile Visitors

1,485 profile views
  1. wisnoe

    Info printilan Taiwan

    Sekadar info remeh soal Taiwan Bahasa Orang Taiwan menggunakan Bahasa Mandarin. Namun di Taipei banyak yang bisa bahasa Inggris. Bila kita mengalami kesulitan dengan yang tidak bisa berbahasa Inggris, gunakan saja Bahasa Indonesia, mungkin mereka malah bisa. Tempat makan Sesuai dengan namanya, rumah makan di Taiwan pada umumnya hanya menjual makanan, kecuali di rumah makan menengah ke atas. Lalu minumnya bagaimana? Biasanya mereka menyediakan minuman gratis berupa air atau teh. Perhatikan sekitar, biasanya ada tempat air dan gelas-gelas yang disediakan. Minuman ini gratis dan boleh berulang (free flow). Kemudian, rumah makan kecil -menengah seringkali tidak menyediakan sendok. Bagi yang tidak biasa makan dengan sumpit, berlatihlah. Bagi yang muslim, untuk mencari tempat makan harap googling dulu, atau kalau mau aman ke rumah makan vegetarian saja. Keuangan Beberapa tempat, baik tempat makan mau pun toko, kelas menengah masih banyak ditemui yang belum menerima kartu kredit. Jadi kita tetap harus sedia uang tunai. Tetapi tidak perlu juga membawa bergepok-gepok Taiwan dollar dari Indonesia karena mesin ATM banyak tersedia di sana. Jadi bagi kalian pemegang kartu ATM, silakan melihat kartunya dan perhatikan apakah ada logo Cirrus, Visa atau Master, bila ada, anda bisa mengambil tunai dari mesin ATM di sana yang terdapat logo-logo tersebut. Pemegang kartu ATM BCA, dikenakan biaya Rp.25.000,- untuk sekali penarikan via Cirrus. Sebaiknya kita mengambil pada pilihan maksimal, karena ambil $100 maupun $20.000 biayanya sama (Pengalaman saya, penarikan via Visa dikenakan biaya hampir Rp.80.000/ tarikan). Mengenai ratenya, sepanjang pengetahuan saya, lebih bagus daripada tempat penukaran uang di Jakarta. Transportasi Di Taiwan sarana transportasi umum ada banyak. Taxi, ada yang argo dan on line (UBER). Saya tidak mengalami supir yang berusaha mengelabui penumpang dengan jalan berputar-putar, tapi mereka mengambil tip dari uang kembalian. Misal, kembalian seharusnya $20, mereka kasih ke kita $10. Untuk daerah tujuan tertentu, ada yang tidak mau menggunakan argo, tapi menggunakan tabel jarak. Tarif awal tiap kota berbeda. Contoh, di Taipei berawal dari $70 sementara Kaohsiung $85. Bagi yang menggunakan aplikasi UBER, harap sabar menanti, karena sepertinya tidak banyak yang menjadi supir UBER. Bus ada yang dalam dan antar kota. Kereta, ada MRT di Taipei dan Kaohsiung, untuk antar kota ada yang biasa, cepat dan sangat cepat. Untuk yang biasa, menurut saya, kondisi gerbongnya lebih bagus di kita. Sekelas eksekutif, di sana tidak disediakan meja lipat, colokan listrik dan TV. Pilihan makanannya juga sedikit. Untuk tiket, MRT dan bus kota ada tiket sekali jalan (single trip), terusan 1 hari (one day pass), 3 hari (3 days pass) dan yang lebih lama lagi. Mengenai tiket ini mohon diperhatikan/ ditanyakan jenisnya, karena ada yang cuma berlaku untuk 1 jenis moda saja. Sementara tiket kereta antar kota sebaiknya dibeli jauh-jauh hari sebelumnya, karena bila mendadak, bisa-bisa kita hanya dapat tiket berdiri. Kelistrikan Taiwan menggunakan voltase 110. Tidak masalah bagi perangkat kita yang 220. Namun colokan di sana menggunakan model 2 strip sejajar beda panjang. Saran saya, sebaiknya kita membawa universal adaptor/traveller multi plug , karena model colokan kita 2 lubang sejajar. Air Air kran cukup aman diminum langsung, meski pihak kesehatan Taiwan menyarankan agar dimasak terlebih dahulu karena ada kekhawatiran karat pada pipa-pipa tua. Kecuali memang di kran minum (drink fountain) yang sudah pasti aman. Toilet Toilet umum di Taiwan berupa toilet kering tanpa semprotan (jetspray). Jadi bersiaplah tissue basah atau air botolan bila kita tidak terbiasa pakai tissue kering. Klosetnya tersedia duduk dan jongkok. Sementara ini dulu informasi remeh dari saya, siapa tau berguna.
  2. wisnoe

    Sehari di Pulau Samosir

    Mohon maaf, barangkali admin bisa bantu, mengapa di komputer saya fotonya muncul sementara di komputer teman-teman tidak. Terima kasih.
  3. wisnoe

    Sehari di Pulau Samosir

    Di lap top saya fotonya utuh, tapi saya coba cek lagi deh. Terima kasih infonya.
  4. wisnoe

    Sehari di Pulau Samosir

    Kebetulan ada rencana ke Medan, dan karena Jokowi sudah menjajal mendarat di Silangit, maka saya berencana ke sana dengan niat mampir Danau Toba melalui Bandara Silangit. Setelah cari-cari jadwal penerbangan pagi dan tiket dengan harga yang cocok, terbanglah saya menuju Bandara Silangit di Siborong-borong. Saat pesawat mulai mengurangi ketinggian, pemandangan di bawah tampak begitu indah. Sempat juga terlihat sebagian danau ketika saat mendarat semakin dekat. Setelah mendarat maka tampaklah bangunan Bandara Silangit yang sangat...................sederhana!. Bandara Silangit, di Siborong-borong. Rasanya janggal bahwa bandara yang sudah didarati presiden ini ternyata sangat sederhana, namun bila dipikir-pikir bila presiden tidak pernah mendarat di sini boleh jadi bandara ini tidak akan berkembang. Selesai saya mengambil bagasi, yang cuma tripod, saya mencari kendaraan untuk menuju Parapat. Di luar dugaan, pengelolaan kendaraan umum (meski plat hitam) di dalam bandara ini cukup tertib, semua resmi. Berhubung saya ingin segera berangkat maka pilihan saya adalah menyewa mobil. Jarak tempuh antara Bandara Silangit dengan Parapat sekitar 80-90 km, dengan kisaran waktu 1,45 – 2 jam tanpa kemacetan. Kebetulan saya sempat mampir beli minum dulu di Balige, melihat potensi kemacetan di kota ini dan juga Laguboti karena adanya pasar. Sesampai di Parapat saya minta pak sopir untuk menurunkan saya di dermaga rakyat Tigaraja. Ini merupakan dermaga khusus orang dan kendaraan roda dua untuk menuju Tuk-tuk dan Tomok. Ada 2 dermaga di Parapat, satu lagi adalah Ajibata. Untuk kendaraan besar harus melalui Ajibata, karena dari sinilah ferry besar bertolak. Ferry yang bertolak dari Ajibata Waktu tempuh antara Tigaraja menuju Tuk-tuk di Pulau Samosir hanya sekitar 40 menit. Namun ini bukan berarti kita sampai di titik pendaratan yang kita inginkan. Kok gitu? Ya, karena uniknya, kita bisa diantar ke dermaga hotel yang kita inapi atau dermaga terdekat dari hotel kita. Berhubung hotel yang saya inapi mempunyai dermaga sendiri, maka diantarlah saya ke hotel itu. Tentu saja saya diantar bersama penumpang lain yang belum turun. Seperti halnya naik travel antar jemput. Seru!!! Merapat di dermaga rakyat Tuk-tuk Tuk-tuk Setelah check in, berkelilinglah saya di sekitar Tuk-tuk ini. Untuk mempermudah perjalanan, saya menyewa motor dari tempat persewaan yang rupanya cukup banyak dan mudah ditemui. Apabila anda malas mencari sendiri, anda bisa minta bantuan staf hotel untuk mencarikannya. Setelah keliling-keliling, bagi saya, Tuk-tuk ini serasa Ubud di pertengahan ‘90, ada banyak cafe dan hotel tapi tidak padat dan ramai. Demikian pula dengan turisnya. Tampak sekali bahwa Tuk-tuk menjadi tempat pilihan wisatawan mancanegara. Tuk-tuk dari atas Cafe atau rumah makan di daerah ini memiliki variasi makanan yang beragam namun didominasi oleh makanan gaya Barat. Makanan lokal yang menjadi andalan adalah olahan ikan hasil tangkapan dari Danau Toba. Perbedaan mendasar dibanding Ubud adalah, di Tuk-tuk saya tidak menemukan atraksi budaya. Jadi daerah ini memang lebih untuk penginapan atau hang out di cafe. Puas berkeliling dan makan malam, saya kembali ke hotel. Sebelum tidur,saya sempatkan dulu untuk sekedar bersantai duduk-duduk di teras kamar yang menghadap danau sambil merencanakan perjalanan esok harinya. Ambarita Ini adalah desa tujuan pertama saya, di sini terdapat peninggalan sejarah sebelum era Kristen datang ke Samosir yang berupa tempat persidangan yang berasal dari clan Siallagan. Meja dan kursi di tempat persidangan ini terbuat dari batu. Maka tak heran bila tempat ini disebut dengan Batu Parsidangan. Gerbang masuk Batu Parsidangan Sesuai dengan namanya, tempat ini memang untuk menyidangkan dan menghukum orang-orang yang bersalah atau musuh. Terdapat dua bagian utama di tempat ini. Pertama, bagian persidangan, dimana para tokoh berkumpul dan mengambil keputusan atas hukuman yang akan dijalani. Di bagian ini pula terdapat penjara dengan alat pasung bagi terhukum. Batu Persidangan Rumah Penjara Ada panggung pertunjukan juga Bagian ke dua, adalah bagian pelaksanaan hukuman, atau eksekusi. Di bagian ini ada meja yang cukup besar, yang konon, di sinilah sang terhukum dipotong-potong bagian tubuhnya setelah terlebih dahulu dipenggal. Batu tempat pelaksanaan hukuman (eksekusi) Cerita mengenai tempat ini memang bikin bulu kuduk berdiri, namun ini memang peninggalan dari era kanibalisme. Bagaimana pun, saya tetap menyarankan anda untuk mampir ke sana supaya menambah wawasan kita akan khazanah budaya bangsa. Keluar dari tempat ini, anda akan menuju ke daerah pertokoan yang menjual berbagai suvenir. Silakan menawar apabila dirasa mahal. Simanindo Selesai di Ambarita, saya meluncur menuju Simanindo. Di sana ada museum Batak, yang menggelar pertunjukkan tari Tor-tor dan Sigale-gale. Simanindo ini juga merupakan dermaga bagi ferry yang umumnya datang dari Tigaras. Museum Batak Huta Bolon di Simanindo ini, dulunya merupakan tempat tinggal dari Raja Simalungun. Di sini terdapat rumah adat yang berisi koleksi peninggalan dari nenek moyang mereka. Di tempat ini juga terdapat pertunjukkan reguler namun apabila jumlah penonton tidak mencapai kuota maka pertunjukkan batal digelar. Biasanya ini terjadi di hari-hari biasa saat musim sepi (low season). Saya cukup beruntung karena ketika tiba di sana ada rombongan turis asing yang banyak jumlahnya sehingga saya dapat menikmati pertunjukannya. Wisatawan asing menikmati pertunjukan Tor-tor Sigale-gale Wisatawan memberi sumbangan/ donasi saat pertunjukan Pertunjukan dibuka dengan tari Tor-tor untuk selanjutnya ditutup dengan pertunjukan Sigale-gale. Sebetulnya penyebutan tari tor-tor ini menurut saya agak membingungkan karena tari tor-tor banyak jenisnya. Bahkan pertunjukan Sigale-gale ini pun sebetulnya merupakan tor-tor juga, yaitu Tor-tor Sigale- gale. Menurut saya ada yang unik di pertunjukan ini. Berbeda dengan pertunjukan budaya yang pernah saya lihat, pada tari tor-tor di sini, pemain musik Gondang Batak, berada di atas bangunan. Dengan posisi seperti itu, suara musik memang dapat menjangkau lebih jauh. Pemain Gondang Batak di atas rumah Tomok Tujuan selanjutnya adalah Tomok. Ini merupakan tujuan terakhir saya karena waktu yang terbatas. Tomok lebih mirip kota kecil, banyak aktifitas penduduk di sana. Merupakan pelabuhan ferry yang teramai di Samosir. Di sini ada banyak toko-toko suvenir juga. Saya berkunjung ke kuburan Raja Sidabutar, yang terletak cukup dekat dengan pusat keramaian namun penandanya sangat kurang. Tak jauh dari kuburan itu, juga terdapat pertunjukkan Sigale-gale namun saya tidak menemukan adanya informasi yang menyatakan adanya pertunjukkan reguler. Makam Raja Sidabutar Sigale-gale di Tomok Berhubung saya harus segera kembali ke Tuk-tuk untuk bertolak menuju Parapat, maka saya tidak menjelajahi tempat lain di sekitar sini. Namun demikian, saya sungguh ingin kembali lagi suatu saat dan saya sangat menyarankan kalian yang senang jalan-jalan untuk menjelajahi Pulau Samosir ini. Biaya-biaya: Informasi yang saya sampaikan tidak termasuk tiket pesawat Jakarta – Silangit ya. ü Transportasi: o sewa mobil dari bandara Silangit ke Parapat, Rp. 350.000, apabila per orang menjadi Rp. 100.000 tapi menunggu penuh baru berangkat. Ini merupakan harga resmi dari Bandara Silangit. o Kapal penyeberangan dari Tigaraja ke Tuk-tuk, Rp. 15.000/ orang. o Sewa motor di Samosir, cukup bervariasi dengan kisaran Rp 90.000 – Rp 120.000 untuk 12 jam. Sedangkan bila sewa jam-jaman, per jamnya Rp. 30.000 – Rp. 35.000,-. Sudah termasuk helm. ü Penginapan, harga cukup variatif. Saya menemukan dari yang 100 ribuan hingga jutaan. Bisa pesan melalui web atau aplikasi pemesanan hotel. ü Makan, di daerah ini harganya cukup wajar. Saya menemukan rentang harga Rp. 25.000 – Rp. 150.000 per orang. ü Tiket masuk: o Batu Parsidangan, Ambarita: Rp. 3.000,-/ orang o Museum Batak Simanindo: Rp. 50.000,- / orang o Makam Raja Sidabutar, berupa donasi. Menarik!!! o Kapal penyeberangan mengantar kita ke dermaga hotel ( atau yang terdekat), demikian pula penjemputannya. Untuk penjemputan cukup dengan meletakkan barang-barang kita di ujung dermaga sebagai tanda. o Berkeliling naik motor o Makanan dan minuman variatif, baik gaya lokal, nusantara bahkan Barat. Khusus vegetarian juga ada. o Banyak titik-titik untuk berfoto ria. Pemandangan keren dan ada beberapa pantai yang aman untuk berenang. o Keramah-tamahan yang saya temui di Pulau Samosir ini sangat luar biasa. Di luar dugaan saya. Menunggu Jemputan Menyebalkan!! o Sedikit sekali toko dan tempat makan yang terima kartu kredit sementara ATM adalah barang langka di pulau ini. Sangat menyebalkan mengingat Pulau Samosir sudah mempunyai sejarah panjang sebagai daerah wisata. o Pengisian BBM berupa eceran yang buka/tutupnya terserah kepada penjual. o Meski seru, sewa motor adalah satu-satunya pilihan transportasi yang paling utama. Angkutan umum tidak bisa diandalkan, sedangkan sewa mobil tidak nyaman karena jalanan tidak leluasa. o Meski seru, penyeberangan dengan sistem antar jemput ini akan sangat mengkhawatirkan apabila anda akan kembali ke Parapat setelah jam 15.00, apabila terjadi pembatalan penyeberangan, anda tidak akan mendapat informasi itu sehingga beresiko "menunggu Godot". Saran o Bila ingin menuju Pulau Samosir melalui Bandara Silangit, gunakanlah penerbangan pagi supaya punya lebih banyak waktu dan tidak kesorean saat menyeberang (ada kemungkinan pembatalan penyeberangan setelah jam 16.00). Sedangkan saat penerbangan pulang, pilihlah yang siang atau sore, supaya ada waktu perjalanan yang cukup. Kecuali anda menginap di kota terdekat. o Bawa uang tunai. Mesin EDC dan ATM adalah sesuatu yang langka di Pulau Samosir. Saya hanya melihat ATM BRI dan Bank Sumut di Tomok. o Sewa motor sangat disarankan. Jika anda tidak bisa mengendarai motor dan memiliki SIM C, jangan pergi sendiri. Pergilah bersama teman yang sudah mahir mengendarai motor dan memiliki SIM. Ya, menurut penduduk setempat di sana ada razia juga kadang-kadang. o Ada banyak tempat makan halal, terutama di Tomok. o Bila anda senang dengan suasana yang sepi, datanglah pada hari-hari biasa dan saat sepi liburan (low season). o Jangan lupa bawa obat-obatan pribadi. o Terakhir, menginap lebih dari 1 malam sangat disarankan. Pengalaman saya yang hanya sehari semalam, terus terang tidak cukup dan rasanya seperti terburu-buru sementara yang bisa dilihat masih banyak. ____________
  5. Bandung lagiiiii!!! Setelah bulan Maret lalu, bulan Juni ada lagi. Masih untuk pemula, jadi ini kesempatan emas untuk belajar sebelum libur sekolah/kuliah atau pun lebaran. Loka karya ini cocok bagi pelajar, mahasiswa atau pun umum yang masih minim pengetahuan akan teknik fotografi. Di sini akan dipelajari teknik dasar dan pelatihan/ praktik. Syarat dan Ketentuan Kamera yang digunakan adalah jenis kamera digital, baik DSLR, "prosumer" maupun "compact", yang mempunyai pengaturan Manual (M). Sangat disarankan agar membawa buku manual dari kamera dimaksud. Sangat disarankan untuk tidak memakai kamera secara bergantian atau pun berganti-ganti kamera selama pelatihan berlangsung (1 orang = 1 kamera tetap). Peserta minimal berusia 13 tahun Biaya Rp.500.000 sudah termasuk makan siang dan rehat kopi. Pendaftaran dilakukan melalui web www.leonardophotoworks.webs.com Seandainya mau tanya-tanya dulu, boleh, bisa menghubungi saya di 08787 8982 836, telepon boleh, via WA juga boleh. Terima kasih
  6. Def, mau bikin di Jakarta? ..tapi udah langsung workshop "travel photography"
  7. Halo-halo Bandung!!! Siapa tau ada temen-temen di Bandung atau yang lagi mau ke sana dan pengen belajar fotografi, saya akan menyelenggarakan loka karya (workshop) satu hari. Acara ini akan diselenggarakan pada: Loka karya ini cocok bagi pelajar, mahasiswa atau pun umum yang masih minim pengetahuan akan teknik fotografi. Di sini akan dipelajari teknik dasar dan pelatihan/ praktik. Hari / tanggal: Sabtu 21 Maret 2015 (pas tanggal merah nih!!!) Tempat: Lotus Hotel, Jl. Tubagus Ismail VIII no 45 Bandung Jam: 9.00 - 16.00 WIB Biaya: Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah) sudah termasuk 2 kali rehat kopi dan 1 kali makan siang. Loka karya ini cocok bagi pelajar, mahasiswa atau pun umum yang masih minim pengetahuan akan teknik fotografi. Di sini akan dipelajari teknik dasar dan pelatihan/ praktik. Jumlah peserta dibatasi hingga hanya 6 (enam) orang saja supaya bisa lebih penuh perhatiannya. Syarat dan Ketentuan Pendaftaran di lokasi pada hari H hanya bisa dilakukan apabila masih ada tempat. Kamera yang digunakan adalah jenis kamera digital, baik DSLR, "prosumer" maupun "compact", yang mempunyai pengaturan Manual (M). Sangat disarankan agar membawa buku manual dari kamera dimaksud. Sangat disarankan untuk tidak memakai kamera secara bergantian atau pun berganti-ganti kamera selama pelatihan berlangsung (1 orang = 1 kamera tetap). Peserta minimal berusia 13 tahun Pendaftaran dilakukan melalui web www.leonardophotoworks.webs.com Seandainya mau tanya-tanya dulu, boleh, bisa menghubungi saya di 08787 8982 836, telepon boleh, via WA juga boleh. Targetnya, selesai dari workshop ini harus sudah bisa bikin foto yang keren Terima kasih
  8. wisnoe

    Memulai Rencana Ke Eropah

    Ini mau berangkat kapan? Kalo brangkatnya setelah akhir Februari, biasanya tiket ga semurah Desember- Februari awal, karena udah mau musim semi. ini juga berarti orang kalo jalan-jalan lebih nyaman. Punya waktu 18 hari bisa berapa negara? Tergantung, mau ngejar banyak negara atau mau ngejar tempat jalan-jalannya. Kalo ngejar banyak negara (= banyak foto di berbagai negara ), misal, start dari Amsterdam/ Belanda, 2 hari (h) 2 malam (m). Lanjut ke Brussel/ Belgia, 2 h 2m, trus ke Luxemburg, 2 h 1m, trus ke Paris/ Perancis 3h 2m, trus ke Jenewa / Swiss, 2 h 2m, terus lanjut ke Milan/ Itali 2 h 2m, lalu ke Venesia, 2 h 1 m terakhir nutup ke Roma . Dapet deh 6 negara. Jadi berangkat dari Jakarta - Amsterdam, pulang dari Roma - Jakarta. Perjalanan antar negara enaknya pake kereta (euro rail) karena berangkat dari kota sampainya langsung ke kota juga. Kalo pake pesawat, meski cepet tapi ribet karena airportnya jauh di pinggir kota. Sementara ini dulu, semoga berkenan.
  9. Akhirnya urusan ini beres juga, pihak mereka mengganti rugi tapi tetep aja...ada potongan biaya admin dari travel bironya....agak sedikit kurang ajar memang . So, topik ini saya tutup dan terima kasih untuk semuanya
  10. Kepada rekan-rekan semua, barangkali ada di antara kalian, baik kalian sendiri maupun kerabat atau handai tolan, yang hingga hari ini (25 Nov 14) belum pernah menerima ganti rugi dalam bentuk apa pun dari pihak Mandala Tiger Air atas penutupan penerbangan maskapai tersebut. Saya mengumpulkan ini untuk melihat peluang percepatan penggantian apabila dilakukan secara beramai-ramai dan melalui jalur hukum. Bagi yang ingin bergabung silakan kirim infonya melalui PM dengan format: Nama (sesuai tiket) - kode booking - Rute/jurusan Upaya ini saya tempuh setelah usaha saya tampaknya diabaikan oleh pihak mereka, jadi ya siapa tahu kalo "dikeroyok" mereka akan sadar dan lebih memperhatikan Terima kasih. Salam... Referensi http://www.tempo.co/read/news/2014/06/18/092586231/Tigerair-Siap-Bantu-Pengembalian-Tiket-Mandala
  11. wisnoe

    Halal Bihalal Regional Jabodetabek

    Ini pesan ruangan sendiri ga? saya belum pernah ketemuan soalnya
  12. wisnoe

    Italy Pass Eurorail

    Kalo ga punya CC bisa beli lewat agennya di Indonesia kok. Kalo beli langsung di sana malah bisa jadi lebih mahal dan belum tentu dapet tempat duduk. Sekedar info juga: - Eurorail agen Indonesia memberikan dua jenis "dokumen", yang pertama adalah "pass", yang kedua adalah "seat reservation" (= tiket). - jika sudah punya "seat reservation" = sudah bisa langsung naik keretanya, dan duduk sesuai nomor. Tapi sang kondektur tetap akan memeriksa kedua "dokumen" itu, khususnya kalo kita beli yang paketan (berhubung yang ini biasanya harga promo), karena di "pass"lah keterangan harga paketnya tertera. - Beberapa perjalanan domestik di suatu negara, semisal Perancis, tidak semua staf keretanya bisa bahasa Inggris, tetapi kereta yang lintas negara dapat dipastikan staf keretanya bisa berbahasa Inggris. Sementara itu dulu infonya, semoga membantu.
  13. wisnoe

    Salam Kenal

    Regional Jakarta kalo kopdar kapan aja ya? tiap bulan skali gitu?
  14. wisnoe

    Salam Kenal

    Cempaka Putih, Jakarta Pusat :)
  15. wisnoe

    Salam Kenal

    wah ramai jadinya ya.... terima kasih terima kasih ...