shata

Members
  • Content count

    564
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    9

shata last won the day on March 7

shata had the most liked content!

About shata

  • Rank
    Petualang
  • Birthday 07/21/1993

Profile Information

  • Gender
    Female
  • Location
    Bandung
  • Interests
    Traveling, photography, culinary

Contact Methods

  • Skype
    malahati.shatadini

Recent Profile Visitors

17,029 profile views
  1. Banget mas.. Pemandangannya mirip sama Tebing Keraton tapi enak gak perlu umpel2an haha Iya mod.. Kayanya kekurangan SDM sih jadi udah ga dibuka lg buat umum. Iya Mirip D'pakar sm Tebing Keraton mod. Ajak aku dong kalo kesana... Kangen bandung :,(
  2. Melihat pemandangan dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah wajib hukumnya kalau lagi mengunjungi Kota Bandung. Dulu setiap ke Bandung TS selalu pengen liat city view alias pemandangan ke rumah2, gedung, jalanan, lampu kota, dkk. Pemandangan kayak gini biasanya bisa dilihat dari cafe2 di daerah Dago Pakar, Sersan Bajuri, Bukit Moko, Caringin Tilu, dan lainnya. Tapi sekarang pemandangan di Kota Bandung udah bervariasi banget. Kita bisa liat deretan pohon pinus, lembah, sawah, atau gabungan dari semuanya. Pemandangan kayak gini salah satunya bisa dilihat dari Tebing Keraton. Jalan2ers mungkin udah familiar banget sama DTW (Daerah Tujuan Wisata) yang satu itu ya. Nah selain Tebing Keraton ada lagi yang pemandangannya gak kalah bagus, The Lodge Earthbound Adventure Park nama tempatnya. TS emang belum pernah ke Tebing Keraton tapi pernah ke The Lodge beberapa waktu lalu, jadi belum bisa bandingin keduanya tapi udah bisa buktiin kalau The Lodge keren banget Lokasi Alamat resmi The Lodge ada di KM 4,5 Maribaya, Cibodas, Lembang. Bingung gak sih alamatnya pake angka2 kilometer gitu? Tenang jangan sedih, TS bakal jelasin ancer2nya. Patokan paling awal dan paling mudah adalah Restoran Burgundy. Wargi Bandung mungkin banyak yang udah tau Burgundy itu dimana karena resto ini termasuk resto yang besar dengan suasana yang romantis. Letak persisnya ada di Jl. Maribaya No. 163. Rute yang paling mudah untuk menuju ke Burgundy adalah lewat Dago Giri karena jalannya lurus2 doang. Di ujung jalan Jalan2ers bakal nemu plang Burgundy. Kalau kebetulan lagi di Lembang atau lebih deket ke Lembang daripada ke Dago, bisa juga lewat rute Jalan Raya Lembang - Jalan Panorama I (lokasi De' Ranch, Tahu Tauhid, dll) - Jalan Maribaya ke arah Dago Giri, nanti di sebelah kiri ada plang Burgundy. Kalau udah nemu Restoran Burgundy jangan mampir dulu ya.. langsung lurus menuju Jalan Panorama I. Kok nama jalannya Panorama I lagi ya? Wkwk sebenernya TS juga bingung, tapi udah liat di Google Maps beneran Panorama I namanya. Dari jalanan ini Jalan2ers terus menuju Taman Wisata Maribaya yang terkenal akan curugnya. FYI, taman wisata ini lagi direnovasi loh. Waktu TS kesana hasil renovasinya keliatan bakal keren banget. Boleh dicoba tuh setelah jadi! Taman Wisata Maribaya udah terkenal dari jaman orang tua TS masih muda, jadi Jalan2ers gak mungkin nyasar karena petunjuknya jelas atau bisa tanya2 sama orang sekitar. Setelah melewati Taman Wisata Maribaya, Jalan2ers terus ikutin jalan menuju Jalan Cigalukguk dan Jalan Cibodas-Bukit Tunggul. Jalanan ini cukup panjang jadi bakal kerasa kayak gak sampe2 but be patient cause you're in the right track! Jalan2ers pernah merhatiin akad nikah penyanyi Andien yang bertema outdoor, kayu2, dan pohon pinus? Pesta tersebut diadakan di Pine Forest Camp, yang mana lokasinya berseberangan dengan The Lodge. Berhubung papan petunjuk yang dimiliki The Lodge minim banget, Jalan2ers bisa ikutin papan petunjuknya Pine Forest Camp, Mulberry Hill, atau Tania Adventure. Semuanya berdekatan dengan The Lodge. Beberapa meter setelah pintu masuk Tania Adventure (di sebelah kiri jalan) Jalan2ers akan nemuin plang The Lodge warna oranye. Plangnya sekecil itu, jadi Jalan2ers harus perhatiin baik2. Dari plang tersebut belok kanan dan lurus terus sampai nemu belokan ke kanan. JANGAN BELOK karena The Lodge nya persis ada di sebelah kiri sebelum belokan. TS hampir terlewat karena The Lodge sama sekali gak memasang tanda atau papan nama, bagian depannya cuma halaman rumput aja. Halaman rumput ini digunakan buat parkir mobil. Jadi kalau TS liat halaman rumput dengan mobil2 diatasnya, itulah The Lodge Kegunaan The Lodge saat ini Di tengah halaman rumput tersebut ada pintu masuk kayu diikuti tangga2 yang menuju kebawah. Waktu TS kesana kondisinya lagi sepi banget jadi sama sekali gak ada petugas yang jaga di depan. Nah TS gak tau kalau lagi rame gimana. Karena gak ada yang jaga, TS langsung masuk dan menuruni tangga sampe ke bagian bawah ke area rumput luas berada. Pas nurunin tangga TS lewatin area penginapan di sebelah kanan dan area restoran di sebelah kiri. Di keduanya gak ada siapa2, makanya TS gak kesana dulu, langsung turun ke bawah yang jelas2 ada wujud manusia Wujud manusia ini adalah warga lokal yang dijadikan pengurus oleh pemilik The Lodge. TS samperin mereka buat nanya2 tentang The Lodge. Merasa gak tau banyak, mereka memanggil sang pemilik. Ternyata sang pemilik punya banyak kenalan yang ada hubungannya sama ibu TS. Dunia memang selebar daun kelor! Setelah ngobrol panjang lebar sama si pemilik, akhirnya TS tau kenapa The Lodge sering sepi. Sekarang restoran, penginapan, outbound, dan aktivitas2 lain kayak berkuda, kasih makan kelinci, dan bersepeda di The Lodge sudah gak dibuka lagi buat umum. Kalau umum mau datang cuma buat foto2 (kecuali foto pre-wedding) atau sekedar liat pemandangan, silahkan datang tanpa harus bayar apa2. Tapi setelah itu, pengunjung gak bisa makan di resto, nginep di penginapannya, atau camping tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Buat Jalan2ers yang tertarik mau adain acara di The Lodge bisa reservasi di nomer 0817227966. Bagian dalam The Lodge The Lodge terdiri dari 4 area. TS sebut area yang paling deket sama pintu masuk sebagai area atas dan area yang deket sama pemandangan sebagai area bawah. Area atas sebelah kiri (kalau diliat dari posisi Jalan2ers setelah masuk The Lodge) adalah restoran, sebelah kanan area penginapan 3 lantai. Di area bawah kiri (bawahnya restoran) ada camping ground dan di area bawah kanan ada area rerumputan serta dek batu buat sightseeing. Dibawah kanan kedua tempat ini ada area rerumputan lagi. Kegunaannya bisa buat apa pun.. bisa jadi camping ground, tempat sightseeing, tempat barbekyu, dll sesuai dengan keinginan. Sejauh yang TS liat, area2 di The Lodge hanya sebatas yang TS sebutkan. TS gak tau apakah ada area tambahan atau area lain diluar itu. Area rerumputan yang berbatasan dengan dek batu Area bawah kanan (bawahnya dek batu) Area rerumputan yang berada didepan penginapan (bangunan kayu di belakang adalah penginapan) View The Lodge dan spot favorit The Lodge mengusung pemandangan hutan pinus / deretan pohon pinus, kebun sayuran, dan pegunungan tapi pemadangan yang paling dominan adalah pohon pinus. Mereka sengaja ditanam oleh pemda buat mencegah erosi, makanya letak pepohonannya sangat rapi. Pemandangan ini paling bagus dilihat dari dek batu yang berbatasan langsung sama area rerumputan. Di atas dek batu ini ada 3 kursi dan meja, di sekelilingnya dibatasi dengan pagar. Kursi, meja, dan pagar terbuat dari kayu, menambah kesan rustic yang ingin ditonjolkan oleh The Lodge. Pemandangan yang didapat dari atas dek batu Foto2 disini keren banget, berasa di Grand Canyon versi lokal dengan pemandangan hutan pinus Duduk2 di kursi kayu yang ada di atas dek batu juga nikmat duniawi; menikmati angin semilir, aliran Sungai Cibodas, udara khas Lembang, sambil melihat pemandangan hijau yang bikin mata seger. Jalan2ers bisa juga liat pemandangan ini di area rerumputan yang dibawahnya lagi tapi kalau TS lebih suka di dek batu. Area rerumputan yang dibawah ditandai dengan gapura kayu yang ditanami dengan bunga kertas warna pink. Bunganya cukup banyak sehingga sangat menarik buat jadi spot foto. Camping ground juga banyak digunakan sebagai spot foto2, sayangnya TS gak eksplor sampai sana. Pohon pinus yang berjejer rapi Gapura kayu yang ditanami bunga kertas warna pink Waktu terbaik Waktu terbaik buat ke The Lodge bisa pagi, siang atau sore hari, mengingat cuaca siang hari di Lembang adem2 aja. Kalau pagi2 mau sambil liat sunrise, The Lodge tentu belum buka. Kalau sunset masih memungkinkan karena The Lodge buka dari pukul 10.00 - 17.00. Jangan dateng pas hari kerja karena The Lodge cuma buka hari Sabtu dan Minggu. Jangan juga datang pas musim hujan karena The Lodge adalah area terbuka, jarang ada atap buat berteduh. Overall, pengalaman TS di The Lodge super seru! I might say that The Lodge is recommended buat Jalan2ers yang mau cuci paru2 di tempat wisata yang anti mainstream. Walaupun letaknya gak sedekat Tebing Keraton atau tempat wisata lainnya yang ada di daerah Dago Atas dan Lembang, The Lodge will totally worth your journey
  3. Iya Mod. Pelelangan pacar ada gak yah? #eh Kapan Mod? Kesana lg yuk Iya Mas, lumayan besar dan dagingnya banyak
  4. @brocoliIya mas/mbak, harus nunggu bis lewat di halte juga
  5. Lobster. Hewan laut yang satu ini punya banyak kelebihan: dagingnya banyak, proteinnya tinggi, dan rasanya yang enak. Cuma satu kelemahannya: harganya mahal Gak heran sih kenapa harganya mahal, mengembangbiakan lobster cukup susah dan butuh waktu lama. Belum lagi biaya pengiriman dari tempat penangkapannya. Jadi hasil akhirnya harga lobster matang di tempat makan yang jauh dari tempat pengiriman lobster pada mahal2. Salah satu cara supaya bisa makan lobster yang murah adalah dateng langsung ke tempat makan yg dekat sama penangkaran lobster. Pilihan TS jatuh kepada Pusat Ikan Bakar & Resto Pelabuhan Ratu. TS sering denger kalau lobster di tempat ini murah dan enak. LOKASI Pusat Ikan Bakar & Resto Pelabuhan Ratu (PIBR) berada di dermaga yang sejajar sama pantai2 Pelabuhan Ratu. Dermaganya ditandai dengan gapura besar bertuliskan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhan Ratu. Gak jauh dari situ ada Tempat Pelelangan Ikan (TPI), yang bersebelahan sama PIBR Pelabuhan Ratu. Buat alamat persisnya TS kurang yakin, tapi sepertinya antara Jalan Raya Cisolok-Pelabuhan Ratu atau Jalan Nasional III. Pelabuhan Ratu bisa dicapai dari Jakarta, Sukabumi, atau kota-kota lainnya. Karena TS udah ke Sukabumi duluan, TS ke arah Selatan menuju Pelabuhan Ratu. TS takjub sendiri liat jalanan Sukabumi-Pelabuhan Ratu yang sekarang udah mulus banget. Jadinya waktu perjalanan yang dibutuhkan lebih cepet, cuma sekitar 1 jam. TS ikutin semua petunjuk arah ke Pelabuhan Ratu sampai tiba di tengah kota Pelabuhan Ratu yang ditandai sama Pasar Pelabuhan Ratu. Pasar ini besar dan ramai banget, jadi gampang ditemukan. Di seberang pasar ada SPBU Pertamina dan disebelahnya ada PIBR Pelabuhan Ratu. PIBR PELABUHAN RATU PIBR tampak depan PIBR Pelabuhan Ratu berbentuk gedung 2 tingkat dengan warna cat bagian depan biru dan hijau. Di bagian atas gedung tertulis Pasar Ikan & Resto Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhan Ratu. Selain tulisan itu, ada juga spanduk2 bergambar foto2 seafood yang menggugah selera. Lantai 1 PIBR Pelabuhan Ratu digunakan sebagai tempat penyajian ikan dan hewan laut lain yang masih mentah biar pengunjung bisa pilih2 dulu mau hewan apa dan berapa banyak jumlahnya. Hewan2 laut ini berasal dari TPI dan pasar ikan yang ada di sebelahnya. Penjual di TPI dan pasar ikan tentu ngambil hewan laut dari hasil tangkapan hari itu, jadi Jalan2ers gak usah ragu sama kualitas dan kesegaran hewan lautnya. Hewan laut yang dijual Hewan laut yang bisa dipilih ada ikan kakap merah, kakap putih, bawal, tuna, tongkol, layur, salmon, kerapu, dan jenis ikan lainnya. Selain ikan, ada kepiting, udang, cumi, dan tentu saja LOBSTER! Jenis lobster yang ada di TPI dan PIBR Pelabuhan Ratu adalah Homarus americanus atau yang biasa disebut sebagai lobster amerika. Warnanya hitam kemerah2an, panjangnya rata2 10-15 cm. Hewan-hewan laut ini beberapa ada yang masih hidup, tapi banyakan yang udah mati. Yang masih hidup biasanya buat dikirim ke luar kota. Contohnya ke Jakarta, Bandung, dan kota2 besar lain yang membutuhkan supply lobster. Mas2 yang bertugas melayani konsumen Aneka hewan laut tampak dari dekat Cara pesan seafood Kalau Jalan2ers bisa nentuin sendiri mana hewan laut terbaik menurut kalian, silahkan pilih terus bilang ke mas2 atau mbak2 nya biar ditimbang, dibersihin, dan dimasak. Kalau gak bisa nentuin sendiri macem TS, tinggal pasrah minta dipilihin sama mas2nya :") Oh ya, buat Jalan2ers yang mau beli hewan lautnya di pasar ikan atau di TPI boleh banget lho.. Nanti tinggal dibawa aja ke dalam PIBR dan minta dibersihin kemudian dimasak. TS malah saranin begitu karena pilihan hewan lautnya jauh lebih banyak dan bahkan bisa lebih murah karena bisa tawar-menawar. Pilihan cara memasak seafood nya gak sebanyak di tempat2 makan seafood di Jakarta, cuma bisa digoreng biasa, dibakar, bisa juga dimasak dengan saus padang, mentega, asam manis, dan saus tiram. Semua hewan laut bisa dihidangkan dengan cara masak tersebut. Spesial buat Jalan2ers, TS kasih rekomendasi berdasarkan hasil tanya2 dan coba sendiri. Udang paling enak dibakar, ikan dimasak saus asam manis, dan lobster dimasak saus mentega. Jangan lupa juga pesan nasi putih atau menu lain karena belum termasuk. Tempat makan di PIBR Restoran / tempat makan PIBR ada di lantai 2. Jalan2ers yang udah selesai pesan, bisa langsung naik ke lantai ini nanti pesanannya akan diantar. Pesan minum atau lauk lain selain seafood bisa ke pelayan yang ada di lantai ini. Luas lantai 2 lumayan, bisa menampung sekitar 80 orang. Setiap meja adalah meja kayu dengan taplak kotak2 hitam putih, dilengkapi kursi plastik. Di lantai ini juga ada jendela yang cukup besar, dari situ kita bisa liat pemandangan langsung ke laut dan Pelabuhan Ratu. Pelayanan, rasa hidangan, dan total harga Kurang lebih 15 menit, semua pesanan TS, lengkap dengan nasi putih bakul dan lalapan, udah dateng. TS pesen 3 jenis seafood: udang bakar, lobster saus padang, dan ikan kerapu asam manis. Udang dan ikan kerapu nya terasa segar, enak, lobsternya juga tapi agak kurang pas sausnya. Makanya TS menyarankan buat pilih saus jenis yang lain untuk lobsternya. Buat minuman, pilihannya gak banyak dan gak tertera di menu. Jadi Jalan2ers bisa langsung tanya ke pelayan sekaligus pesan. Pelayanan di PIBR tipikal pelayanan restoran daerah. Jumlah yang ada di lantai 2 hanya beberapa, semuanya pake baju bebas yang kasual, dan sibuk mondar-mandir sama kerjaan masing2. Agak susah buat manggil mereka. Untungnya mereka cepet dalam menyelesaikan pesanan dan Alhamdulillah pas TS gak ada pesanan yang salah. Seafood Pelabuhan Ratu TS bilang cukup murah. Total semua pesanan TS sekitar 300.000-an. Itu udah termasuk 1/2 kg udang, 1/2 kg lobster, 1 kg ikan kerapu, nasi 1 bakul, cah kangkung 1 porsi, tempe & tahu goreng 1 porsi, dan lalapan. Rincian untuk seafood: udang Rp 100.000/kg, lobster RP 200.000/kg, ikan kerapu 50.000/kg. Ini harga untuk yang masih mentah. Ada tarif tambahan buat masaknya sebesar Rp 10.000 buat 1/2 kg dan Rp 15.000 buat 1 kg. Tarif ini berlaku untuk satu jenis seafood, tapi berlaku buat semua cara masak. Mau digoreng, dibakar, dicampur saus, semua sama saja. 3 seafood, tempe tahu goreng, lalapan Lobster Saus Padang 1/2 kg Udang Bakar 1/2 kg Kerapu Asam Manis 1 kg Overall TS puas sama rasa seafood Pelabuhan Ratu, terutama lobsternya walau ukurannya gak sebesar yang TS bayangkan. Rasa dan harganya sangat sebanding. Next time kalau ke PIBR lagi TS mau beli hewan lautnya di TPI atau di pasar ikan supaya bisa pilih jenis hewan laut yang lain, yang lebih segar, dengan harga yang lebih murah juga. Jalan2ers yang sedang merencanakan atau bahkan sedang ada di Sukabumi dan sekitarnya, TS sarankan segera meluncur buat coba seafood ala PIBR
  6. Haha bener ya Mas dulu disebutnya Jibeuh? jaman kapan sih? jaman aku udah disebut kue balok heuheu Iya Mod nyambung ama yang kemaren. Gak semua penjual kue balok jual yang green tea Mod, susah juga nyarinya euy. Btw aku kangen Bandung dan kue balok HUHU Iya ada nasi goreng green tea Mas!! Tapi aku belom pernah coba sih.. Soon aku coba deh. Makasih Mas
  7. Fenomena green tea emang gak ada habisnya. Hampir semua jajanan dicampur dengan green tea. Setelah ngebahas kue cubit dan kue bandros green tea di Bandung, sekarang lanjut ngebahas kue balok dan martabak. Kedua jajanan ini juga kena imbas modifikasi green tea. Mana aja penjual kue balok dan martabak green tea di Bandung? Yuk kita simak! KUE BALOK Begitu tau kue balok juga dimodifikasi dengan green tea TS seneng banget karena TS sangat suka kue balok. Kue tradisional yang terbuat dari terigu, telur, susu/air, dan gula sebagai bahan utamanya ini teksturnya padat, bentuknya menyerupai balok, rasanya juga manis sehingga mengenyangkan. Karena mengeyangkan, kue balok juga sering disebut dengan kue jibeuh (dari bahasa sunda hiji oge seubeuh) yang artinya satu juga kenyang. Proses pembuatan kue balok juga unik banget. Adonan akhir dituang ke dalam loyang kue balok yang posisinya udah ada di atas panggangan berisi arang. Setelah adonan dituang, loyang ditutup dengan wadah besi yang bagian atasnya juga diberi arang. Wadah atas ini bisa diangkat dan biasanya diangkat 2-3 kali buat mastiin kue udah mateng atau belom. Panas dari arang atas dan bawah membuat kue balok bertekstur padat, matang sempurna, berwarna kecoklatan, dan beraroma nikmat. Walaupun hasil akhirnya bagus, proses pembuatan kue balok cukup merepotkan. Makanya penjual kue balok gak terlalu banyak jumlahnya, gak kayak penjual kue cubit dan kue2 tradisional lainnya. Sebenernya ada beberapa penjual kue balok yang TS pernah coba di Bandung, tetapi yang menjual rasa green tea baru ada dua yang TS pernah coba. 1. Kue Balok Cihapit (Mang Udju) Lokasi & penampakan: Kue Balok Cihapit adalah kue balok yang legendaris di Bandung. Juga tempat TS mencicipi kue balok untuk pertama kali. Terletak di pinggir persimpangan antara Jalan Cihapit dan Jalan Sabang. Patokan paling gampangnya adalah Toko Djitu yang ada di Jl Cihapit. Kue Balok nya ada di samping pager Toko Djitu. Pemilik Kue Balok Cihapit bernama Mang Udju. Dia menggunakan gerobak kecil berwarna coklat kayu dengan 1 alat panggang dan 2 loyang. TS gak tau Mang Udju yang mana orangnya karena setiap TS beli, yang ngelayanin selalu beda2. Terakhir TS kesana yang ngelayanin badannya agak gemuk dan tau banyak tentang kue baloknya begitu TS tanya2. TS sangat yakin kalau dia lah Mang Udju *sotoy* Mang Udju menyediakan beberapa kursi bakso buat pembeli yang ingin makan di tempat. Mang Udju juga udah buka cabang di Jl Cicalengka (Antapani) dan Jl Ganesha (deket ITB). Kalau yang di Antapani TS belom pernah coba dan yang di deket ITB TS justru gak pernah liat padahal sering banget lewat sana. Gerobak Kue Balok Cihapit Menu, harga, & rasa: Kue Balok Cihapit terdiri dari rasa yang biasa (warna coklat) dan green tea (warna hijau). Masing-masing bisa ditambahkan topping berupa potongan kacang almond, kacang tanah, keju, kismis, dan choco chip. Harga yang biasa Rp 2.500/pcs dan yang green tea Rp 3.000/pcs (dengan topping maupun tanpa topping). Pembeli yang mau makan di tempat dan ingin kue balok yang fresh from the loyang, bisa minta ke yang jaga pasti langsung dibikinin asal mau nunggu. Kalau mau langsung beli yang udah jadi juga oke karena Mang Udju berani menjamin kalau kue baloknya akan tetep lembut meski udah dingin. Kalau mau dimakan setelah disimpan di kulkas berhari2 juga tinggal dipanasin di microwave, magic jar, atau dengan teflon. Rahasia kue balok Mang Udju bisa tetep lembut terletak pada bahan cair yang digunakan buat mengencerkan adonan adalah susu murni, bukan air atau cairan lain. Karena udah pernah nyoba yang biasa, TS pesen yang green tea pake semua jenis topping. Soal rasa udah pasti enak banget, wajar kalau Kue Balok Cihapit jadi kue balok legendaris di Bandung. Green tea nya cukup terasa, teksturnya lembut dan padat, jadi makan satu pun beneran langsung kenyang. Toppingnya juga pas, gak nabrak sama rasa green tea nya. Oh ya! TS juga dapet bocoran dari Mang Udju kalau dia mau melanjutkan inovasi rasa buat kue baloknya. Dia belom mau bocorin rasa persisnya tapi pas TS sebut taro, red velvet (dan rasa2 lain yang lagi ngehits), dia ngangguk2 penuh arti Karena TS udah lama belom beli lagi jadi gak tau apakah inovasi Mang Udju udah ada atau belom. Sok dicoba Jalan2ers! Kue balok Green Tea in the making - Kue Balok Green Tea Topping Kismis Waktu beli: Kue Balok Cihapit udah buka dari pagi (sekitar jam 8an) sampai adonan habis. Adonan biasanya habis sekitar sore menjelang waktu maghrib. Kadang bisa siang udah abis, kadang juga bisa sampe malem, sesuai keadaan pembeli hari itu. Saran TS jangan terlalu pagi karena suka belum jualan dan jangan terlalu malem takut udah kehabisan. Hari jualannya Mang Udju juga suka gak tentu. TS pernah lagi ke Toko Djitu, iseng2 ngintip Kue Balok Cihapit, ternyata lagi gak jualan. 2. Kue Balok Pajagalan Lokasi & penampakan: Sebagian besar warga Bandung mungkin tau atau bahkan udah pernah nyoba Nasi Goreng Bistik Astana Anyar. Nasi Goreng Bistik ini udah terkenal dari lama dan gak pernah sepi pengunjung. Waktu TS makan nasi goreng bistik Astana Anyar, TS gak sengaja nemuin penjual kue balok di seberangnya. Ternyata nama kue balok tersebut adalah Kue Balok Pajagalan. Pajagalan diambil dari nama jalan yang berbatasan sama Jalan Astana Anyar. Di pertemuan kedua jalan ini ada trotoar berbentuk segitiga. Disitulah tempat Kue Balok Pajagalan berada. TS gak tau siapa nama penjualnya, yang jelas waktu TS beli ada 2 orang yang jaga; yang satu laki2 masih muda, yang satu lagi laki2 agak tua. Mereka menggunakan gerobak yang cukup besar dan memasang tanda bertuliskan Kue Balok yang jelas. Jadi siapapun yang lewat Jalan Astana Anyar atau sedang makan di Nasgor Bistik Astana Anyar bisa gampang ngeliatnya. Menu & rasa: Sama kayak Kue Balok Cihapit, Kue Balok Pajagalan juga terdiri dari rasa original dan green tea. Ada toppingnya juga tetapi sejujurnya TS lupa apa aja. Yang TS inget banget ada keju dan coklat. Coklatnya berasal dari mesis coklat. Harga kue balok yang original Rp 5.000/pcs dan yang green tea Rp 6.000/pcs. Kenapa lebih mahal dari Kue Balok Cihapit? Karena ukurannya jauh lebih besar, kira2 seperempat kali lebih besar. Besarnya Kue Balok Pajagalan bikin teksturnya jadi kurang padet.. Tapi makan satu aja udah cukup ngenyangin kok. Soal rasa, TS lebih suka Kue Cubit Cihapit karena rasa green tea nya lebih terasa. Selain itu, ukuran kue balok Pajagalan yang besar jadi bikin kuenya gak kayak kue balok (lebih mirip kue bolu malah), tingkat kematangan kuenya juga kurang sempurna. Waktu beli: TS gak tau persis kapan Kue Balok Pajagalan buka. Banyak orang yang bilang kalau kue balok ini buka dari pagi banget karena ngincer warga yang pergi ke pasar deket situ. TS sendiri kesana pada waktu magrib menjelang malam hari karena niat awal mau makan Nasgor Astana Anyar (bukanya sore ke malam). Pas sampe disana, kue balok Pajagalan udah buka. Setelah TS selesai pun Kue Balok Pajagalan masih tetap buka. MARTABAK Who doesn't love martabak? Jajanan yang disukai banyak orang ini sekarang variasinya macem2. Dulu sempet ngehits martabak toblerone, nutella, dan ovomaltine. Sekarang bahkan bertambah jadi ada martabak red velvet, taro, green tea, dan rasa2 kekinian lainnya. Kalau di Bandung varian rasa martabak seperti red velvet, taro, mungkin belum banyak ada. Tapi kalau rasa green tea udah ada di beberapa kios martabak. Dari total 4 kios yang TS mau sebutin, baru 2 yang TS pernah coba secara langsung. Jadi yang 2 lagi TS belum bisa ngasih komentar ya :) 1. Martabak San Fransisco (SF) Lokasi & penampakan: Martabak San Fransisco secara lengkap udah pernah TS bahas di trit http://jalan2.com/forum/topic/8917-3-martabak-paling-top-di-bandung/. Waktu TS tulis trit itu, martabak green tea belum ada di Martabak SF. Baru beberapa saat setelah jajanan green tea menyerbu Bandung, martabak green tea jadi salah satu menu favorit di Martabak SF. Lokasi Martabak SF ada di 5 tempat di Bandung: Jl Burangrang 42, Jl Karapitan 76, Jl Waas 13, Jl Pasir Kaliki 64 B, dan Jl Dago 105. Yang TS suka datengin tentu yang di Dago. Beberapa bulan yang lalu kios Martabak SF Dago udah di renovasi jadi lebih rapi dan bersih. Menu & harga: Satu hal yang TS suka dari Martabak SF adalah menunya yang lengkap. Di kios martabak ini ada martabak asin (telor) dan manis. Isi yang asin pilihannya mulai dari daging ayam, sapi, dan ikan tuna. Yang manis lebih banyak lagi pilihannya. Mulai dari yang standard2 kayak coklat, keju, kacang, sampe yang unik kayak buah blueberry, durian, kiwi dan yang kekinian kayak nutella, ovomaltine dan green tea. Pilihan rasa yang kekinian baru ada setelah fenomena martabak2 kekinian muncul. Waktu awal2 TS kuliah masih belum ada. Semua martabak di Martabak SF terbagi atas martabak tipis yaitu martabak yang adonannya tipis dan dipanggang sampai kering sehingga renyah pas di makan, kadang suka disebut martabak tipker (tipis-kering); Martabak medium yaitu martabak biasa (yang tebal) tapi ukurannya medium (dapet sekitar 8 potong); Martabak large yaitu martabak biasa tapi ukurannya lebih besar dari medium (dapet sekitar 16 potong); dan martabak special juga martabak biasa tapi menteganya pake yang merk wisman dan telur yang dipake dalam adonan jumlahnya 3. Menu Martabak Kekinian San Fransisco Menu martabak green tea SF ada 4 variasi: green tea keju, green tea coklat kacang, kit kat green tea, dan kit kat green tea keju. Yang namanya ada kit kat nya berarti ditambahkan potongan kit kat rasa green tea di dalam martabaknya. Sedangkan yang green tea biasa, cuma adonannya aja yang ditambah bubuk green tea, gak pake potongan kit kat. Karena kit kat green tea harganya mahal, harga martabak dengan kit kat green tea jadi 2 kali lipat harga martabak green tea biasa. Harga martabak green tea keju dan green tea coklat kacang adalah Rp 39.000 (tipis), Rp 40.000 (medium), Rp 78.000 (large), dan Rp 89.000 (special). Harga martabak kit kat green tea adalah Rp 83.000 (tipis), Rp 84.000 (medium), Rp 166.000 (large), dan Rp 177.000. Buat martabak kit kat green tea harganya Rp 88.000 (tipis), Rp 89.000 (medium), Rp 176.000 (large), dan Rp 187.000 (special). TS hidup di jaman dimana harga martabak bisa mencapai 200.000 Jadi lah TS beli rame2 patungan sama temen, TS beli yang kit kat green tea. Rasa & waktu beli: Karena ditambah potongan kit kat, tekstur martabak jadi ada crunchy2 nya. Kesan potongan pertama: wah enak, green tea nya kerasa banget. Kesan potongan selanjutnya: eneg juga ya.. green tea nya kebanyakan. HEHE maaf labil ya Jalan2ers. Tapi emang bener kayak gitu yang TS rasain. Untung aja belinya barengan, kalau TS beli buat dimakan sendirian pasti ngabisinnya setengah mati. Lain kali TS bakal beli yang green tea biasa, tanpa kit kat. Selain harganya lebih murah, green tea nya juga gak terlalu dominan jadi gak bikin eneg. Tapi buat Jalan2ers yang emang suka banget sama green tea, boleh lah coba beli yang pake kit kat biar pooool Semua kios Martabak SF buka dari jam 4 sore. Tutupnya beda2 tergantung hari. Hari Senin-Kamis jam 23.30, Jumat jam 23.00, Sabtu jam 21.00, dan Minggu jam 21.30. Martabak Green Tea San Fransisco 2. Martabak Nikmat Andir Lokasi & penampakan: Martabak Nikmat Andir sering banget disebut2 sebagai salah satu martabak legendaris di Bandung. Berlokasi di Jalan Sudirman No. 431, kios martabak ini udah ada dari tahun 1976. Bernama Martabak Andir karena ada di deket Jalan Andir, atau mungkin asal muasal martabak ini ada di Jalan Andir. Jalan Sudirman adalah jalan besar dan satu arah. Kios Martabak Andir ada di sebelah kiri, plangnya warna biru muda. Plang jelas dan ukuran kios juga cukup besar jadi gak mungkin terlewat. Patokan paling gampang adalah Pasar Andir yang ada di sebrang kios martabak ini. Karena Pasar Andir adalah pasar tradisional yang gede banget, banyak orang lalu lalang dan parkiran mobil seringkali penuh. Jalan2ers bisa langsung parkir di depan kios Martabak Andir atau di sekitarnya. Di depan kios ada gerobak buat tempat memasak martabak telor. Gerobak buat martabak manis ada di dalam kios beserta beberapa meja-kursi makan buat pembeli yang mau dine in. Yang paling mencolok dari bagian dalam Kios Martabak Andir adalah meja dan kursi makan yang terbuat dari ukiran kayu. Buat sebuah kios martabak kok niat banget pake ada ukiran kayu segala. Tapi justru itu lah yang bikin Martabak Andir makin unik. Keunikan yang kedua terletak pada para pekerjanya yang hampir semua bapak2. Biarpun udah agak tua, mereka kerjanya gesit banget. Gak ada tuh yang namanya ngobrol2 sambil kerja. Setiap pembeli yang dateng juga langsung disambut dengan sigap. Lucunya lagi, mereka seperti berasal dari macem2 daerah. Ada yang bapak2 cina, ada yang pribumi, dan ada yang agak2 india. Semuanya super ramah dan product knowledge nya bagus banget. Seneng Kios Martabak Andir Tampak Luar Menu, harga, rasa: TS foto menu lengkapnya Martabak Andir yang terpampang jelas di kaca gerobak. Selain menu yang ditempel di kaca gerobak, ada juga menu2 yang ditempel di tempat lain. Biasanya menu tambahan kayak martabak2 kekinian; green tea, taro, ovomaltine, dsb. TS kesana sekitar 4 bulan yang lalu, mungkin sekarang bisa aja berubah baik dari soal rasa maupun harga. Varian Martabak Andir yang paling best seller adalah pandan jagung keju. Pandan disini maksudnya adonan kulit/base martabaknya. Jadi martabaknya beraroma pandan dan berwarna hijau, isinya jagung peritilan dan parutan keju. Berhubung best seller + Martabak Andir juga gak diragukan lagi eksistensinya, rasa martabak pandan jagung keju udah pasti enak banget. Kulit martabaknya lembut banget, keliatan kalau di adonannya banyak pake susu. Martabak juga gak terlalu tebel jadi gampang dipegang. Dan yang paling penting keju dan jagungnya gak pelit. Surgawi <3 Menu Martabak Nikmat Andir Karena TS ke Andir baru sekali, TS beli yang pandan jagung keju, belum sempet cobain yang kekinian2 termasuk yang green tea. Tapi TS sempet kepo, ternyata martabak green tea nya Andir mirip2 sama martabak green tea nya SF. Variannya ada yang Kit Kat Green Tea dan Green Tea Keju. Yang Kit Kat Green Tea Adonannya hijau berkat penambahan bubuk green tea, ditambah susu kental manis, parutan keju rasa green tea, dan pake potongan kit kat green tea juga. Sedangkan yang Green Tea Keju martabak dengan adonan green tea plus parutan keju. Banyak yang bilang kalau rasanya agak pahit, mungkin karena jumlah bubuk green tea nya cukup banyak karena rasa asli green tea emang pahit. Bagus lah berarti martabak green tea Andir bergizi, gak cuma bikin gendut doang Nikmatnya Martabak Pandan-Jagung-Keju (Rp 75K) dan Martabak Kit Kat Green Tea (Rp 130K) Waktu beli: Kios Martabak Andir buka dari jam 4 sore sampai 11 malam. Inventoris Martabak Andir nampaknya diatur dengan baik karena jarang ada menu yang habis walaupun beli pas mendekati jam 11 malam. Tapi kalau akhir minggu ada baiknya dateng jangan terlalu malem ya Jalan2ers 3. Martabak Jendral Lokasi & penampakan: Dibandingkan dengan kedua martabak di atas, Martabak Jendral termasuk bisnis martabak yang paling baru. Kira2 baru 9-10 bulan yang lalu, awal2 TS kuliah belum ada. Biarpun masih tergolong baru, Martabak Jendral sukses menarik minat beli banyak orang. Salah satu alasannya adalah lokasi Martabak Jendral sebelahan sama Kampus Universitas Padjadjaran yang di Dipati Ukur. Daerah Dipati Ukur adalah daerah yang rame sama mahasiswa dan anak kos2an. Lokasi tepatnya ada di depan gerbang masuk Fakultas Hukum Univ. Padjadjaran, Jl Teuku Umar. Martabak Jendral bentuknya belum kios, masih berupa tenda pinggir jalan. Mas Bagus, si empunya Martabak Jendral, pake gerobak besar buat berjualan. Dia juga nyediain satu meja kayu besar dan beberapa kursi bakso. Menu & harga: Di Martabak Jendral baru ada martabak manis, belum ada martabak telor. Yang manis terdiri dari kategori manis biasa, green tea, toblerone, silverqueen, pisang, white coffee, nutella, dan skippy. Masing2 kategori ada varian rasanya lagi, selengkapnya Jalan2ers bisa liat di foto yang TS cantumkan. Setiap kategori martabak (kecuali green tea dan white coffee) terdiri dari 2 ukuran yang dinamakan kopral dan jendral. Sesuai sama pangkat kopral yang lebih tinggi, ukuran martabak kopral lebih besar dibanding jendral. Kira2 1 kotak isi 8 potong. Sedangkan jendral isi 2 potong (atau 4 potong tanpa tutup). Adanya martabak berukuran kecil (jendral) menurut TS inovatif banget! Anak kosan yang malem2 iseng pengen makan martabak, cukup beli yang jendral aja, bisa dimakan sendiri dan udah cukup ngenyangin. Harganya juga lebih murah dibanding martabak pada umumnya, sehingga pas dikantong anak kosan/mahasiswa. Memang secara umum, harga Martabak Jendral cukup ramah di kantong. Menu Martabak Jendral Rasa & waktu beli: Karena deket sama daerah jajahan TS, TS sering banget beli Martabak Jendral terutama yang green tea. Martabak green tea nya Jendral menggunakan krim yang udah dicampur sama bubuk green tea. Jadi setelah martabak selesai dipanggang, krim tersebut langsung diolesin ke atas martabak. Martabak green tea ini bisa ditambah topping macem2. Selain yang di menu, bisa juga ditambah dengan marshmallow atau oreo. Marshmallow nya juga bisa pilih mau dibakar (pake alat yang bernama butane torch) atau gak. Favorit TS green tea + marshmallow dibakar. Karena cuma pake krim green tea, rasa green tea nya gak lebay dan gak bikin eneg. Duuuh enaknya suka kebayang2 sampai sekarang Martabak Green Tea + Marshmallow Bakar Ukuran Jendral (Rp 10k) Kalau siang sampai sore hari, tempat Martabak Jendral dipake buat jualan jus. Jadi jangan cari Martabak jendral siang2 ya Jalan2ers! Martabak Jendral baru buka jam 6 sore. Bukanya sampai malam sekitar jam 12. Kalau bisa datang secepatnya soalnya jam 7an keatas pasti selalu antri. Selamat mencobaaaahhh Sumber foto: Pribadi, haphap.com, AskFM, Zomato, Doyankuliner
  8. Beneran 1 jam mbak? aku kira sekarang udah gak terlalu parah ngantrinya ternyata masih ya haha. Kelamaan nunggu jadi capek duluan ya mbak.. Makasih mas :D Aku juga suka banget Mas.. Di Bandung lagi banyak variasi karena apa apa serba green tea. Bisa meledak perut aku kalo dicoba semua Aku udah lulus Senen kemaren hikz hikz sedih meninggalkan Bandung Mod...
  9. Enaaakkkkkk banget Mbak Wih kita sehati min Di SG banyak banget makanan dan minuman yang di campur green tea kan Mas? Aku googling yang di SG kayaknya enyak2 hehehe.. Kalo Green tea disini ku bilang kurang kerasa green tea nya
  10. Iya Mas green tea lagi menjamur nih di Bandung. Makasih ya mas :) Dulu tiap hari Mod rame.. Sekarang udah gak terlalu karena udah ada 4 gerobak. Kalo weekend emang masih rame hehe
  11. Beberapa waktu lalu, jajanan dengan modifikasi green tea mendadak jadi ngetop. Bandung sebagai surga kuliner juga ikut jadi korban. Saking apa-apa serba greentea, TS pernah liat ada jokes yang isinya kalau jomblo ditaburin green tea pasti laku. TS pengen deh ditaburin green tea supaya laku Sebagai mahasiswi Bandung dan pecinta green tea, TS lumayan ngikutin perkembangan jajanan2 green tea yang hits di Bandung. Ada 4 jenis jajanan yang TS perhatiin paling kena dampak fenomena green tea --> kue cubit, kue balok, bandros , martabak, dan es krim. TS bakal sebutin nama merek dan tempat jualan masing2 jajanan yang jadi favoritnya warga Bandung. Karena bakal panjang buanget, TS bagi jadi 2 sampai 3 trit sesuai dengan kategori jajanan. Kue Cubit Kue yang satu ini adalah salah satu kue indonesia favorit TS. Begitu fenomena green tea menyebar luas di Bandung, hampir semua penjual kue cubit jadi punya menu kue cubit green tea. Baik abang2 pinggir jalan yang pake gerobak maupun restoran2 cantik ber-AC yang punya menu kue cubit (atau yang gak punya tiba2 jadi punya menu kue cubit green tea). Diantara mereka, ada beberapa penjual yang terkenal karena mereka yang mencetuskan ide kue cubit greentea dan terbukti emang enak. TS bakal sebutin apa aja dan nambahin kue cubit yang pernah TS coba, enak, tapi gak banyak orang yang tau. 1. Kue Cubit Cisangkuy (Nu Sadaya) Lokasi & penampakan: Kue cubit ini ada di sisi kiri Jalan Cisangkuy, di depan bangunan antara Pasar Cisangkuy (nama restoran loh bukan pasar) dan rumah disebelahnya. Buat Jalan2ers luar Bandung, Jalan Cisangkuy ada di sebelah Taman Lansia, sebrangnya kantor pusat Pos Indonesia di Bandung. Kue cubit cisangkuy punya nama dagang Nu Sadaya, dijual dengan menggunakan gerobak warna biru, dan ada 3 gerobak. TS pernah nanya sama si aa' yang jualan, katanya ketiga gerobak tersebut sama aja, mulai dari yang punya sampai menu kue cubitnya. Kue cubit cisangkuy termasuk salah satu pionir kue cubit green tea karena pas dulu awal2 kue cubit green tea baru booming, dia udah ada. Karena salah satu pionir, kue cubit cisangkuy dulunya rame pembeli sampe ngantri2 segala. Sekarang sih udah gak terlalu karena banyak saingan dan gerobaknya udah ada 3. TS kemarin baru lewat Jalan Cisangkuy lagi dan liat ada gerobak kue cubit Nu Sadaya juga tapi di sisi kanan jalan, di seberang restoran Sambel Hejo, gerobaknya warna putih. Di tempat yang biasa mangkal juga tetep ada. Nah, TS ga tau apakah sama atau beda dengan Kue Cubit Nu Sadaya yang biasa. Boleh tuh Jalan2ers tanya dulu sebelom beli. Tapi TS rasa bakal sama2 aja lah rasanya Gerobak (warna biru dengan payung warna-warni) dan para pembeli Kue Cubit Cisangkuy Waktu beli: Waktu awal2 Kue Cubit Cisangkuy booming, adonan udah habis dari sore hari bahkan siang hari. Tapi berhubung sekarang udah dikembangin sampe ada 4 gerobak, sampai sekitar waktu magrib Jalan2 masih bisa kebagian beli Kue Cubit Cisangkuy. Harga, menu, & rasa: Menu Kue Cubit Nu Sadaya ada yang green tea dan ada yang biasa. Yang green tea ada yang polos dan pake topping. Topping yang tersedia ada keju, mesis, nutella, dan oreo. Harganya berkisar antara Rp 10.000 - Rp 22.000. Yang paling murah tentu yang polos dan yang paling mahal yang pake topping nutella. Oh ya bisa request mau tekstur kue yang mateng, setengah mateng, dan 3/4 mateng. TS nyoba beli yang green tea + nutella 3/4 mateng 1 porsi dapet 10 pcs. Rasanya enak, green tea nya lumayan kerasa, nutellanya pas jadi ga terlalu manis. 2. Kue Cubit Asiong Lokasi & penampakan: kue cubit Asiong ada di Jalan Sultan Agung, tepatnya di depan gerbang Sekolah St. Aloysius, di seberang Rumah Makan Legoh dan distro Flashy. Penjual Kue Cubit Asiong adalah aa' dan teteh, jualannya pake gerobak warna abu2 dengan spanduk bertuliskan Kue Cubit Asiong. Kue cubit ini lumayan ngetop juga karena TS taunya dari beberapa orang yang ngomongin kue cubit ini. Penampakan Gerobak Kue Cubit Asiong Penampakan Sekolah Santo Aloysius lokasi Kue Cubit Asiong berada Waktu beli: Waktu yang paling tepat buat beli kue cubit Asiong adalah pas jam sekolah. Karena berlokasi di depan sekolah, kue cubit Asiong selalu laku sama anak2 sekolah, jadi sore sekitar jam 4 (jam pulang sekolah) suka udah abis. Jangan harap jam setengah 5 ke atas gerobak Kue Cubit Asiong masih ada... Harga, menu & rasa: Menu kue cubit di Asiong ternyata gak cuma original dan green tea aja tapi juga ada kue cubit taro dan red velvet. Gaya banget ya kue cubit jaman sekarang Masing-masing rasa bisa pake topping sesuai selera. Bisa juga beli campur / semua rasa, dengan tingkat kematangan bisa di rikues. Daftar rasa, topping, dan harga bisa diliat di foto yang TS cantumin: Menu Kue Cubit Asiong TS coba beli green tea plus topping oreo 3/4 mateng. Nyesel juga gak sekalian nyoba yang taro dan red velvet padahal udah ditawarin sama si aa' nya dengan harga yang sama. Untuk rasa enak, green tea nya pas, matengnya juga sesuai sama yang TS harapkan, harga juga lebih murah dibanding Kue Cubit Cisangkuy walaupun bedanya gak jauh. 3. Green Tea Holics Lokasi & penampakan: Beralih ke seberang Kue Cubit Asiong ada kios Green Tea Holic. Kios ini ada di depan distro D'loops, satu tempat sama kios Kedai Ling-ling, Juicide, dan lain2. Green Tea Holics dan kios2 disebelahnya bentuknya kayak bar, jadi pembeli duduk di kursi2 bar yang tinggi dan menghadap ke dapur/tempat operasional kedai. Pihak Green Tea Holics juga nyediain meja makan tambahan kalau lagi ramai pembeli. Kios Green Tea Holics Harga, menu & rasa: Green Tea Holics punya menu macem2, lebih jelasnya bisa diliat di foto berikut: Menu Green Tea Holics Kalau Kue Cubit Nu Sadaya dan Asiong bentuknya menyerupai bunga, kue cubit Green Tea Holics bentuknya bulet2 kecil. Setiap pcs kue dikasih potongan topping diatasnya dan bisa pake tambahan es krim juga. TS pesen kue cubit red velvet (waktu itu kue cubit green tea nya lagi abis) dengan mix semua topping. Soal rasa TS bilang red velvetnya gak terlalu terasa. Pesenan TS juga dibuat gak sesuai (dibuat 1/2 mateng padahal TS pesen 3/4 mateng). Untung toppingnya beragam jadi rasanya lebih enak. Bentuk kuenya yang bulet dan imut2 jadi kurang ngenyangin dibanding Nu Sadaya dan Asiong. Soal harga, bisa diliat di foto menu. Lebih mahal sedikit dibanding Nu Sadaya dan Asiong karena bentuk Green Tea Holics kios dan pengunjung bisa makan di tempat. Waktu beli: Kalau Jalan2ers mau nikmatin kue cubit malem2 tapi udah kehabisan Kue Cubit Asiong dan Nu Sadaya, langsung aja beralih ke Green Tea Holics. Kios ini buka sampai malam sekitar jam 8an. Tapi ketersediaan rasa memang tergantung hasil penjualan hari itu. Kayak waktu TS ke Green Tea Holics jam setengah 8 malam udah gak kebagian yang rasa green tea karena udah abis terjual. Kue Cubit Green Tea di Green Tea Holics 4. Nom Nom Eatery Cafe Lokasi & penampakan: Dari gerobak dan kios sekarang beralih ke restoran yang punya menu kue cubit green tea. Restorannya Nom Nom Eatery namanya. Lokasinya di Jalan Merak no. 2, satu gedung sama toko kaos C59, Nom nom nya ada di lantai 2. Curhat dikit, Nom Nom adalah salah satu cafe favorit TS karena lokasinya deket kampus, interiornya nyaman, suasananya sepi, pelayannya baik2, dan makanannya enak. Wuih paket komplit deh! Luas cafe Nom Nom gak terlalu besar, makanya suasananya enak karena gak terlalu ramai pengunjung. Satu hal yang paling menarik di Nom Nom adalah dinding interiornya yang super cute. Pihak Nom Nom gambar frame pake cat item di dinding. Frame ini ditujukan buat pengunjung yang mau gambar apapun, baik yang berhubungan dengan Nom Nom atau gak. Kalau pengunjung berminat, pihak Nom Nom bakal ngasih spidol item. Thanks to pengunjung2 yang kreatif, dinding Nom Nom jadi penuh lukisan2 lucu. Lukisan dinding di Nom Nom Harga, menu, & rasa: Begitu kue cubit green tea ngetop, Nom Nom ikutan bikin menu kue cubit green tea. Pengen beda dari kue cubit pada umumnya, koki Nom Nom buat kue cubit green tea berukuran besar. Setiap porsi dapet satu kue, lengkap dengan potongan biskuit oreo, saus coklat, dan es krim vanilla. Harga 1 porsi Rp 15.000. Dengan kue cubit Nom Nom Finally TS bisa ngerasain kue cubit yang green tea nya kerasa walaupun agak sedikit berlebihan. Coba dikurangin sedikit aja mungkin rasa green tea nya akan pas. Green tea yang kebanyakan ditambah potongan oreo dan saus coklat ngebuat kue jadi manis banget.. Apalagi ada es krim vanilla. Dijamin setelah makan kue cubit ini kenyangnya bisa bertahan sampe taun depan Selain kue cubit green tea, Nom Nom juga punya menu pannacotta green tea. Harganya Rp 15.000, ukurannya kecil. Panna cotta green tea favorit TS karena rasanya enak banget. One of the must-try item at Nom Nom! Kue Cubit Green Tea di Nom Nom Pannacotta Green Tea di Nom Nom Waktu beli: Nom Nom Eatery buka dari jam 10.00 sampe jam 22.00 (Weekdays) dan sampe jam 23.00 (Weekend). TS beberapa kali ke Nom Nom pas malem banget selalu gak pernah kehabisan apa yang TS pesen. Tapi balik lagi sesuai dengan ketersediaan dan jumlah pengunjung di hari itu. Bandros Bandros adalah kue jajanan asal Jawa Barat yang terbuat dari tepung beras, kelapa parut, dan santan. Kalo di Jakarta, bandros sama kayak kue pancong. Begitu green tea ngehits, bandros juga ikut termodifikasi jadi bandros green tea, walaupun penjualnya gak sebanyak kue cubit green tea. Jalan2ers bisa nemuin penjual bandros green tea di tempat2 berikut: 1. Depan Yoghurt Cisangkuy Lokasi & penampakan: Di depan kedai yoghurt legendaris di Bandung, yoghurt Cisangkuy, ada banyak jajanan yang bisa dijadikan pelengkap minum yoghurt. Salah satunya adalah Bandros Green Tea. Sang penjual bernama Mang Ade, dia menggunakan gerobak kecil dengan spanduk bertuliskan Bandros Green Tea didepannya. Spanduknya jelas banget, bikin orang2 yang lewat Jalan Cisangkuy tertarik buat nyoba bandros green tea. Oh ya, lokasi Yoghurt Cisangkuy tepat berada disebelah Pasar Cisangkuy (TS udah sebutin lokasi lengkapnya di bagian kue cubit cisangkuy), jadi Jalan2ers bisa beli Kue Cubit Cisangkuy dan Bandros Mang Ade secara bersamaan. Gerobak Bandros Green Tea Mang Ade Menu & rasa: Kata Mang Ade walaupun green tea sekarang lagi ngetop, masih banyak pembeli yang lebih menyukai bandros original. Jadi Mang Ade tetap mempertahankan bandros original. Buat bandros green tea, Jalan2ers bisa pake tambahan topping silverqueen, silverqueen keju susu, silverqueen selai kacang, silverqueen oreo, oreo keju susu, tobleron, dan tobleron keju susu. Sedangkan yang original rasanya bisa pilih mau gurih, gurih gula mentega, manis polos, manis coklat, keju susu, dan coklat meses. Selain green tea dan original, kabar2nya Mang Ade juga jual bandros rasa taro sekarang. Sayangnya pas TS beli belum ada rasa taro. Semua rasa bandros Mang Ade jual mulai dari Rp 8.000 sampai Rp 40.000-an tergantung rasa dan jumlah yang dipesan. TS beli 1 porsi (isi 6 potong) bandros green tea polos seharga Rp 8.000. Yang TS heran, bandros dengan modifikasi green tea rasa dan teksturnya malah lebih mirip sama kue pukis. Adonan yang digunakan bukan lagi tepung beras, parutan kelapa, dan santan tapi adonan yang hampir sama dengan adonan kue pukis. Bandros kan aslinya gurih karena pake santan dan parutan kelapa, mungkin aneh kali ya kalau dicampur sama green tea. Jadilah pake adonan kue pukis, termasuk bandros green tea nya Mang Ade. Tapi dari segi rasa tetep enak kok. Green tea nya kerasa, tekstur bandrosnya juga lembut. Dengan harga yang sama, seporsi bandros lebih ngenyangin dibanding kue cubit. Recommended!!! Bandros Green Tea Polos Waktu beli: Bandros Mang Ade buka dari jam 10.30 sampai 18.30. Yoghurt Cisangkuy dan jajanan2 di depannya identik dengan makanan buat sarapan tapi sayangnya kalau dateng jam 8an masih pada belum buka. Kalo terlalu mendekati jam tutup kadang2 Bandros Mang Ade juga suka udah abis terjual, terutama pas akhir minggu. 2. Factory Outlet Rumah Mode Lokasi & penampakan: Rumah Mode adalah factory outlet yang sangat terkenal di Bandung. Lokasinya di Jalan Doktor Setiabudi No. 41. Di dalam Rumah Mode ada area kuliner dengan jenis kuliner yang macem2, salah satunya bandros. Bandros Rumah Mode ada di jejeran stand jajanan khas Indonesia, di sebelah kanan pintu masuk ke bagian kuliner (bersebrangan dengan area pakaian). Menu & rasa: Menu Bandros Rumah Mode terbagi atas bandros gurih/asin, bandros manis, bandros special, dan bandros toblerone. Bandros gurih / asin adalah bandros original yang diberi garam sehingga rasanya gurih atau asin. Bandros manis adalah bandros yang diberi gula dan topping oreo atau mesis. Bandros special adalah bandros dengan pilihan topping silverqueen, nutella, chunky bar, kit kat, cadburry, dan milo. Bandros toblerone diberi pilihan topping toblerone, susu keju, meses susu keju, dan oreo susu keju. Gak tau kenapa susu keju, meses susu keju, dan oreo susu keju masuk ke dalam bandros toblerone, sepertinya ditambah toblerone juga... Semua bandros kecuali bandros gurih/asin adonannya bisa pilih mau original atau green tea. Bahan adonannya juga sama kayak kue pukis. Mungkin yang gurih/asin baru ditambahin parutan kelapa dan santan. Harga2 bandros Rumah Mode TS sertakan di foto. TS pesen bandros green tea dengan nutella (bandros special). Rasanya terlalu manis karena adonan dasarnya udah manis + nutella yang lumayan banyak. Kalau nutellanya dikurangin sedikit pasti lebih mendingan. Tekstur kuenya juga jauh lebih lembek dibanding Bandros Mang Ade. TS gak rekomen tapi buat Jalan2ers yang iseng2 pengen nyoba kue green tea boleh lah beli sekalian belanja belanji di Rumah mode Bandros Green Tea Nutella in the Making - Menu Bandros Rumah mode - Bandros Green Tea Nutella Waktu beli: Jam buka area kuliner Rumah Mode mengikuti jam buka Rumah Mode yaitu jam 09.30 sampai 20.30. Tetapi kalau lagi banyak pengunjung (biasanya akhir minggu) kadang suka cepat habis, gak tersedia sampai jam tutupnya area kuliner. Sumber foto: koleksi pribadi, suakaonline.com, aneka kuliner bandung, kompas travel, dan id.openrice.
  12. Halo Mas @willyhan salam kenal Aku di Bandung cuma numpang kuliah doang, bentar lg selesai trus balik jakarta deh.. Iya sering2 cek forum aja Mas. Kalo mau ada kopdar pasti dikasih tau. Terakhir reg Bandung kopdar makan korea di Arang 123. Next time semoga Mas bisa ikut yaa :)
  13. Hai mbak @Sheva Maaf ya baru kasih tanggepan.. Jadinya naik apa ke Penangnya? aku gak saranin nginep di bandara atau sekitar bandara soalnya bandara penang lumayan jauh dari pusat kota dan cenderung gak ada apa2. Kalau mbak jadi naik bis, setelah sampe penang langsung tur seharian aja. Objek wisata yang disebutin mbak @sasanatasya udah oke tuh mbak. Aku sendiri rekomen Kek Lok Si Temple sama Penang Hill. Dua2nya lokasinya deketan walau lumayan jauh jdari pusat kota. Tapi they both worth to visit karena bagus banget dan sesuatu yang baru lah (aku ga pernah ke tempat yg kayak 2 tempat itu sebelomnya, di indo atau di negara lain). Kalau makanan aku saranin Gurney Drive Hawker Center soalnya disana semua makanan khas Penang ngumpul jadi satu. Udah gitu letaknya deket laut jadi bisa sekalian liat pemandangan yg keren. Street art dan kios2 lucu banyak di Georgetown Area, hostel2 murah juga banyak disini. Aku gak ke Batu Ferringhi soalnya gak sempet. Bamyak yg blg batu ferringhi termasuk pantai yg bagus. Tapi kalo mbak cuma punya waktu sehari, aku gak saranin kesana soalnya lumayan jauh juga. Mending ke Kek Lok Si atau Penang Hill. Oh ya, kendaraan umum di Penang ada bis Rapid Penang. Bersih dan aman banget trus supirnya suka ngajak ngobrol karena tau kita turis hahah... Kalo ga salah jam beroperasi paling malem jam 11an (tergantung rute juga ya). Aku naik jam yang paling malem dan masih jalan kaki lagi ke penginepanku, gak apa2 banget. Super aman!!
  14. field report

    Dimana itu Mbak? Kayak gimana bentuknya? Aku malah baru denger...
  15. field report

    Ada beberapa deh Mas kuburannya. Harus hati2 kalau salah langkah trus keinjek ntar berabe lagi Makasih ya mas