Ahook_

Members
  • Content count

    159
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    11

Ahook_ last won the day on July 3

Ahook_ had the most liked content!

3 Followers

About Ahook_

  • Rank
    Senang Jalan Jalan
  • Birthday 08/24/1982

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Location
    Indonesia
  • Interests
    Music for healing, Reading for knowlegde, Traveling for soul...

Contact Methods

  • Website URL
    www.ranselahok.com

Recent Profile Visitors

2,250 profile views
  1. Iya bro @deffa kalau untuk aku sih masih lebih suka New Zealand ya.. hahaha untuk border, ada dong, ada pos penjagaan kedua negara. Di foto itu, semacam tugu perdamaian gitu sih. Ya harus lewatin pihak imigrasi juga. tapi ya, badan gede aja bisa tersapu loh.. hahaha
  2. Tanggal 9 Juni 2018. Trip Canada dimulai dari penerbangan Jakarta - Singapore, kemudian lanjut ke Xiamen dan berakhir di Vancouver. Bisa baca juga, butuh visa transit Cina jika lewat Xiamen. Perjalanan yang melelahkan. Belum lagi, setelah landed di Vancouver, harus ngemper semalam dulu di bandara untuk melanjutkan penerbangan ke Calgary besok paginya. Karena tujuan utama dari awal perjalanan ini adalah Waterton, terus harus melakukan perjalanan darat sekitar 3 jam. Jika ditotal, 48 jam deh, aku baru benar- benar tiba di tujuan. Oh ya, jika mau tukar uang Canada Dollar, lebih baik tukar dari Indonesia. Atau bayar pakai kartu kredit saja. Jangan pernah tukar di airport, rate macam leher kerasa digorok. Sekitar 2 minggu pertama di Canada, kami sewa mobil untuk mengitari Alberta sampai British Columbia. Kami itu bertiga, salah satunya, skydworld, satunya lagi, Henny. Pakai jasa rental mobil Avis. Ada GPS dalam mobil, jadi gampang banget mau kemana- mana. Hasil dari GPS selama pemakaian, akurat kok. Overall sih okey. Setir di Canada itu gampang- gamapang susah sih. Setirnya ada disebelah kiri, dan aku pertama kalinya setir mobil dengan posisi setir sebelah kiri. Awalnya sih gugup dan gagok. Lama - kelamaan juga jadi biasa. Pastikan saja, mobil selalu berada dijalur sebelah kanan. Total harga sewa mobil sekitar 8 juta, sudah termasuk GPS dan asuransi. Sedangkan sepanjang perjalanan, bensin habis sekitar 3 juta. Setelah proses administrasi beres dan mobil sudah ditangan, kami langsung berangkat ke Waterton. Sepanjang perjalanan, menurutku agak menoton. Lansung saja, aku bandingkan dengan New Zealand, rasanya jauh lebih indah dan bagus, terutama dibagian Selatan New Zealand. Baru kerasa alamnya ketika sekitar 1 jam sebelum sampai Waterton. Waterton. Begitu checked in, hal pertama yang dilakukan adalah tidur dan tidur sepuasnya. Tidur sampai besok pagi. Belum lagi, harus adaptasi perbedaan waktu antara Canada dengan Indonesia. Lelah. Fisik sempat drop tidak karuan selama 3 hari. Kecapekan. Waterton itu termasuk National Park. Jadi berbayar. Kemaren itu kami bayar 31,2 CND untuk 2 orang dan 2 hari. Ada baiknya beli annual pass, karena bisa dipakai di seluruh National Park yang ada di Canada. Informasi ini kami peroleh dari Chris, seorang teman yang baik nan cantik, tapi setelah berada di Calgary. Kan, ketemunya sama Chris baru di Calgary. Waterton Lake view. Selama di Waterton, ya aku main- main disekitaran saja. Menikmati sungai di belakang hotel, menikmati air terjun mini, paling jauh, ya ke perbatasan US. Dan yang paling okey adalah main ke Prince of Wales Hotel. Viewnya langsung ke Lake Waterton, view-nya dapat banget. Sayangnya, tidak berkesempatan bermalam disana. Mahal, sudah pasti. Hahahahaha... Yang jadi highlight di Waterton, anginnya kencang banget. Terutama saat di Prince Of Wales Hotel, berdiri saja, macam bisa diseret angin. Ini serius. Dan otomatis, dingin. Prince Of Wales Hotel. Kami menginap 2 malam di Bayshore Inn. Tidak ada sarapan gratis. Free wifi. Hotelnya cukup okey. Kamarnya lega dengan ranjang gede. Punya tv yang tidak pernah di-nyalain. Kamar mandi ada bathtub dan shower, pasti, ada air panas. Bersih. Pemandangan menyenangkan dari pintu belakang kamar, langsung sungai gitu. Arusnya deras banget, harusnya sih airnya dingin. Ada pemanas ruangan. Tidak menyediakan air minum botol, tidak seperti kebanyakan hotel di Asia. Jadi, semua hotel yang di Canada, harusnya seperti begini aturan mainnya. Sepanjang perjalanan di Canada, ( sepertinya ) aku tidak pernah beli air minum, kecuali juice dalam kemasan kotak. Minum, dari air kran loh. Yang buat aneh adalah housekeeping-nya, masak ya, bersihkan kamar setengah hati. Ranjang satunya diberesin, hasilnya 95 persen kelar. Satunya lagi, sama sekali tidak diberesin. Ada beberapa gelas plastik bekas pakai di atas meja juga tidak dibuang. Oneng juga si mbak- mbaknya. Asumsinya, mungkin tidak tempel beberapa Canada Dollar diatas tempat tidur kali ya. Parah! Hotel ini ada tempat parkir ya dan bebas parkir. Belakang kamar hotel. Kalau bingung mau main ke mana selama di Waterton, tinggal ke receptionist saja. Hahaha.. Aku pikir sih, 3 hari full adalah paling banyak. Tapi entahlah, kalau kamu suka, bisa saja stay lebih lama. Eittss, sebagai negara yang identik dengan beruang. Jadi saat berkeliaran di Waterton, harus waspada, bisa saja kamu ketemu beruang. Baca petunjuknya di penginapan kamu, trik menghadapi beruang itu gimana, ini serius. Sekitaran hotel. Kalau kamu suka camping, menurut Chris, jika tidak salah dengar, Waterton juga tempat orang- orang camping sih. Cuma, ada temannya, yang pegangin tendanya semalaman karena anginnya super kencang. Lah iya lah, wong aku tidur didalam kamar saja, suara gemuruh angin diluaran sana sudah macam lagi perang. Air terjun. Border US- CANADA. Transit satu malam di Calgary. Sebelum langsung ke Banff, kami menginap satu malam dulu di Calgary. Kami nginap di Nuvo Suites. Okey, penginapan ini termasuk salah satu yang terbaik sepanjang trip Canada. Terletak di tengah kota, sebenarnya, kalau tanpa mobil-pun mau kemana- mana juga bisa. Ada transportasi umum. Soal Nuvo Suites, memang best. Lihat saja di foto. Bisa muat 4 orang. Ada dapur dalam kamar, jadinya kamu bisa masak- masak. Apalagi seberang, sudah ada grocery. Free wifi, free sarapan yang lumayan. Dapat slot parkir gratis, tapi di blok yang berbeda. Tidak terlalu jauh sih. Jalan kaki bisa sampai juga. Kamar mandi shower ada air panas. Calgary view. Di Calgary, diajak Chris jalan- jalan. Main ke Factory outlet untuk menghabiskan isi dompet, terus makan eskrim di Village Ice Cream. Kata Chris, eskrim ini wajib loh, karena lokal banget. Dan benar saja, pas ke sana, ramai. Kemudian ke spot keren untuk lebih kota Calgary dari atas, aduh lupa namanya, cari di google lagi, kok gak muncul nama tempatnya. Tempatnya sih asik, pemandangan, tempat foto- foto-lah. Dan malam itu berakhir dengan makan bersama di salah satu restoran rekomendasi dari Chris juga. Intinya ya, si Chris, soal kuliner memang juara. Memang, tidak banyak tempat yang didatangi selama di Calgary, sebagaimana sebuah kota. Keesokan harinya, setelah checked out, sudah bersiap menuju ke Banff. Nah tungguin postingan selanjutnya ya tentang Banff. With Love, @ranselahok www.ranselahok.com ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
  3. gag kok bro @deffa aku ke NZ kemaren itu juga pakai Airasia dan connecting kok. Airasia pasti connecting. Dia cuma transit 75 menit saja, kalau tidak salah.
  4. Kalau tidak connecting flight sudah pasti, harus ada visa OZ. hahaa bro @deffa
  5. Harusnya gak sih Bro.. Kalau transit via OZ mau ke NZ sebenarnya tidak perlu Visa kalau connecting flight, yang artinya tidak keluar imigrasi, walaupun lewat screening. Kalau tidak connecting flight, sudah pasti harus pakai visa OZ karena kan keluar imigrasi terus ambil bagasi dan check in ulang. Aku kemaren itu ke NZ, tidak perlu visa OZ kok, teman-teman yang lain, yang setelah aku pulang baru pergi juga sama, tidak perlu visa OZ buat transit. Hahahaa.. Ini barusan, ada pembacaku, sedang di NZ, tidak perlu visa juga. Karena semua pakai connecting flight. Begitu bro... @deffa
  6. @deffa so far so good, hahaa.. buatku sih NZ lebih cocok, banding Kanada, ya perbandingannya, sama2 lihat indahnya alam ya.. Terus Kanada mahal pakai banget, pas summer kali ya... hikss..
  7. Tanggal 9 Juni 2018. Setelah jantung berdebar- debar menunggu kepastian persetujuan Visa Kanada dari proses permohonan secara online hingga proses Visa-nya tertempel di paspor, yang mana semuanya, serba last minute. Bagaimana tidak? Baru applied online 2 minggu sebelum berangkat, baru dapat konfirmasi visa disetujui 5 hari sebelum berangkat, kemudian langsung proses di VFS untuk mendapatkan stempel visa, paspor ditangan 2 hari sebelum berangkat, dan akhirnya, baru berani issued tiket 2 malam sebelum keberangkatan. Itupun, sudah minta tolong pakai banget ke pihak VFS untuk prioritaskan paspor aku, termasuk email- emailan dengan pihak kedutaan Kanada. Penerbangan leg-1 dari Jakarta ke Singapore mulus seperti biasa. Tidak ada kendala apapun, kecuali si @skydworld, sepertinya sudah langganan berhadapan dengan pihak imigrasi Singapore karena single name di paspornya. Tidak butuh waktu lama juga sih, sudah bisa melenggang bebas masuk. Oh ya ada sedikit hiburan sih, kita kan pakai Batik Air, lucu saja, kita landed sempurna di Changi Airport sebelum crew pesawat kelar beres- beres. #Tidakpentingjuga. Penerbangan leg-2 dari Singapore ke Xiamen, sebelum melanjutkan penerbangan ke negara tujuan, Kanada. Penerbangan Singapore - Vancouver sih memang connecting flight pakai Xiamen Airline, tapi transit di Xiamen, Cina. Nah, dramanya dimulai... Saat checked in, jantung malah dibuat berdebar, ditanya, kamu ada Visa Cina tidak ? OM2G.. Visa Cina? Kan transit doang. Terus, transitnya hanya 2 jam sahaja. Secara review, umumnya transit di Cina, tidak perlu visa, terlebih lagi, transit dengan jedah waktu sesingkat itu. Tapi ini beneran!!! Kita ditanyain soal Visa Cina. Aku sendiri sih aman, kebetulan masih ada Visa Cina multiple yang seharusnya aku pakai akhir Mei kemaren, tapi tidak jadi. Ya sih si @skydworld, tidak ada persiapan sama sekali perihal Visa Cina. Dia sih sudah sempat tanya- tanya, infonya ya itu, tidak perlu Visa transit sama sekali. Proses checked in hari itu termasuk lama. Cewek kece yang bertugas sampai menelepon atasannya, untuk memastikan soal ini. Dan intinya, @skydworld ikut terbang ke Xiamen dengan catatan harus tanda- tangan 1 form, semacam form, yang memberitahukan, kalau ada apa- apa saat proses lewat imigrasi di Xiamen, maskapai tersebut tidak bertanggung-jawab, ya mungkin seperti itu isinya. Singapore - Xiamen. Ternyata, Transit di Xiamen itu butuh visa. Kenapa ? Karena, saat transit, penumpang transit wajib keluar dari imigrasi. Di Xiamen airport, tidak ada ruang transit seperti bandara international pada umumnya. Dari Singapore, kita dikasih boardingpass Singapore ke Xiamen doang, terus kita wajib check in ulang untuk mendapatkan boardingpass dari Xiamen ke Vancouver. Walaupun, bagasi kita langsung diterbangkan dari Singapore ke Vancouver, tanpa harus ambil bagasi di Xiamen kemudian check in ulang bagasi lagi di Xiamen. Proses yang lumayan aneh, tapi nyata. Karena, tidak seperti proses pada umumnya di bandara international lainnya. Prosesnya buat ribet, rempong dan deg- deg-an juga. Setelah landed di Xiamen International Airport, drama lebay selanjutnya dimulai. Ketika sudah mendapat giliran menghadap petugas imigrasi, perihal Visa masuk Cina @skydworld dipertanyakan. Proses untuk mendapatkan izin masuk walaupun cuma transit doang itu terasa cukup lama. Bolak- balik dipertanyakan, bolak- balik petugasnya bertanya ke atasannya, bolak- balik cek dokumen, bolak - balik cek ini- itu, bolak - balik tanya ini-itu. Sampai pada akhirnya, @skydworld diperbolehkan masuk Cina. Hahahaha... Masuk Cina ? Padahalkan, tidak berniat masuk Cina, kan hanya mau transit doang. Kan tidak lucu, gara- gara tidak ada Visa Cina, terus dideportasi, nah, bagaimana, liburan Kanada yang sudah didepan mata? Aku sendiri, sempat dikasih pilihan, Visa Cina yang ada mau dipakai atau tidak ? Lah, dikasih pilihan, ya sudah, aku bilang saja, aku tidak mau pakai. Aku bilang, bulan depan, aku punya rencana jalan- jalan ke Cina lagi. Prosesnya lebih cepat dibanding @skydworld. Pada intinya, kami masuk Cina ketika transit di Xiamen, kami dikasih Visa, semacam Visa On Arrival gitu, tapi tidak perlu bayar. Oh ya, menurut @skydworld, pihak imigrasi saat itu juga ada cek daftar manifest nama- nama penumpang transit dari Xiamen Airline. On board, Xiamen Airline, Singapore - Xiamen. Kesimpulannya, kalau kamu transit di Xiamen, pastikan punya Visa Cina terlebih dahulu. Atau mau pakai gaya koboi, ya kayak kita, masa bodo saja. Pura- pura tidak paham soal diperlukannya Visa transit. Tapi kalau kamu transitnya cuma 2 jam ya, kalau lebih, aku kurang paham juga. Mungkin, memang wajib punya Visa dan tidak bisa mengandalkan Visa On Arrival seperti yang kami dapatkan. Ini sesuai dengan pengalaman dan bukan berarti berlaku disemua bandara di Cina. Untuk itu, kamu perlu cek sendiri informasinya. Karena ada teman yang pernah transit di Guang Zhou, katanya tidak perlu visa sama sekali, karena tidak keluar dari imigrasi. Walaupun begitu, walaupun deg- deg-an, prosesnya santai dan tidak mencekam kok. Soalnya, sudah pasti, nama kamu pasti muncul didaftar manisfest penumpang airline bersangkutan sebagai penumpang transit. Dan untuk alasan apapun, selalu cek informasi terbaru terkait proses transit di satu negara tertentu, terutama di bandara tertentu. Kebijakan setiap tempat bisa berbeda dan bisa diperbaharui senantiasa. With Love, @ranselahok www.ranselahok.com ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
  8. Hahahahaaaa.. lagi keliling Kanada doang bro... wakakaka... Sudah banyak trip yang terlewatkan postingannya... trip 2 tahun lalu belum kelar- kelar juga... @deffa
  9. @deffakabar baik bro... kamu baek - baek juga kan? hahaha
  10. Hostel Di Brussels, Belgium.

    Haaahaa.. Makasih ya.. @deffa ngubek sendiri di situs2 hotel gitu.
  11. Hostel Di Brussels, Belgium.

    Tanggal 18 April 2018 Setelah melewati imigrasi Belanda dengan hati yang sangat lega, bisa baca disini, kenapa? Selanjutnya adalah ambil ranselnya ahok, yang beratnya tidak ketulungan. Padahal yang dibawa cuma sedikit loh, tapi beratnya 18 kg. Bongkok deh yang ada. Untuk itu, kepada teman- teman yang baik hati dan sangat perhatian, terima kasih banget untuk tidak dimintain titipan beli ini- itu, karena untuk membopong ransel yang isinya cuma pakaian seharian saja, aku kewalahan, apalagi mau tambah titipan belanjaan kamu. Mending, begitu belanja langsung pulang, ini mau keliling, hadeh... KASIHANILAH AKU... AKU TIDAK OPEN PO... Sekitaran Grand Palace. Selanjutnya, harus tunggu datangnya pagi, tunggu Flix Bus jam 6.10 pagi tujuan Brussels, Belgium. Sesuai arahan yang di-email dari pihak bus, aku diminta untuk tunggu bus di line C, tapi tidak ada plang yang menunjukkan flix busnya berada. Plangak- plongok dipagi buta yang dingin, aku menunggu dengan tidak pasti, busnya mana? Khawatir akan ketinggalan bus, karena waktu itu, sudah 6.05, bus belum datang juga. Apakah aku menunggu di tempat yang salah? Kemudian ketemu 3 orang asal Russia, yang juga menunggu bus yang sama dan sama- sama bingung. Urban City Hostel. Busnya tidak tepat waktu. Busnya datang lewat dari jadwal. Yang pasti, pagi itu, Flixbus membawaku ke Brussels dengan menempuh 2 jam perjalanan. Harga bus dari Bandara Schiphol ke Brussels, aku bayar Rp 193.333,- atau 11,24 Euro. Bus berhenti di Brussels North Train Station, yang mana jauh banget dari hostel. Hahaha.. Salah perkiraan. Waktu pesan hostel, lihat jarak dari google maps, sih dekat. Hahaa, setelah dijalani, amsiong coy... Ya tergantung juga sih kamu tinggalnya dimana. Urban City Hostel Aku sih nginap di Urban City Hostel, yang mana sebenarnya lebih dekat ke South Train Station, lebih dekatnya juga beda 10 menit doang. Hikss.. Oh ya, Flix Bus dari Bandara Schiphol itu kalau ke Brussels memang berhenti di North Station. Jadi, intinya, pilih penginapan terdekat dengan station-lah. Tapi entah juga, buat kamu yang biasa naik taxi, jarak bukanlah kendala. Urban City Hostel. Aku 3 malam di Brussels. Artinya nginap di hostel ini 3 malam. Aku bayar 65 Euro untuk 3 malam, bayar ditempat, booking via Agoda. Tidak ada sarapan. Wifi gratis, tanpa buffering. Living room sih nyaman. Akses keluar masuk pakai key card. Bersih. Ada outdoor juga buat duduk- duduk santai. Urban City Hostel bagian dari Hotel BRXXL5. Receptionist-nya ada di Hotel. Kamu tidurnya di bagian hostel. Hahaha.. Untuk fasilitas, harusnya hotel lebih baguslah. Naik turun pakai lift. Walaupun begitu, yang nginap di hostel, boleh pakai living room-nya juga. Urban City Hostel Kamar sih okey. Lega. Ada loker. Bawa gembok sendiri ya. Kamar mandi bersih. Air panas tersedia dengan shower. Yang buat mampus adalah tangganya, terutama yang kebagian kamar lantai 4. Kalau kata mereka, itu sih tangga jahanam. Anjritt... menjulang naik ke atas, tanpa basa- basi, total 81 anak yang harus kamu injak jika kamu mau sampai di lantai 4. Bawa diri saja sih enteng. Bopong ransel depan belakang, ngap coy, rasanya nafas tinggal sehembus. Oh ya, yang kupingnya tahan sama berisiknya orang- orang Brussels lagi ngumpul, kamu sih bisa nginap disini. Kalau tidak, sebaiknya, cari tempat lain. Yups, tepat diseberang hostel ini, banyak restaurant gitu. Ada yang sudah mulai gelar kursi dari pagi ke pagi. Ada yang baru gelar kursi setelah jam 6 sore sampai ke pagi. Bayangkan, mereka ngobrol, ketawa terbahak- bahak dan sebagainya. Aku sendiri, tidak pernah ada masalah terkait ini. Tidur ya tidur saja, pulas sampai pagi. Dari hostel, mau kemana- mana sih gampang dan tidak terlalu jauh dari pusat keramaian. Situs wisata seperti Grand Palace bisa dicapai dengan jalan kaki. Lagian, menurutku sih, Brussels itu ya seputaran sana saja. Aku, seperti biasanya, bukan yang tipe, buat itinerary khusus untuk setiap traveling. Aku hanya jalan kaki, jalan sesampainya kaki dimana berhenti. Grand Palace. Keliling Brussels, pengalamanku sih okey - okey saja. Bersih. Tidak terlalu banyak mobil. Kebetulan, beberapa ruas jalan utam sedang diperbaiki. Begitupun, masih bersih dan tidak amburadul. Sebagaimana seperti kota- kota lainnya di Eropa, arsitektur bangunan Brussels ya seperti itu. Sudut kota Brussels. Aku didekatin 3 kali oleh 3 orang yang berbeda, dengan akting pura- pura mabuk, sok mau bantuin dan mau tanya jalan. Aku cuekin saja. Entah-lah, katanya itu yang harus kamu lakukan, cuekin saja jika ada orang aneh seperti mendekatimu. Alasannya, keselamatan jiwa dan raga. Lebay ya... Aku tidak banyak mendatangi situs- situs yang katanya wajib didatangi kalau sudah ke Brussels. Aku lebih banyak jalan menyusuri lorong- lorong yang tidak ada orangnya. Setelah sadar, baru putar balik. Aku sendiri tidak bisa membedakan, mana asli orang Belgia, mana yang bukan? Hahaha.. Bahasa yang sering aku dengar, kalau tidak Jerman, ya Perancis. Walau, aku sendiri tidak mengerti, mereka lagi ngomongin apa, termasuk tetamu hostel dan hotel. Snack Brussels. Tentu, mata uang yang bisa dipakai Euro. Aku keseringan makan crossant selama di Belgia. Memang sudah doyan crossant dari sananya. Jadi tidak terlalu ribet kalau mau makan. Udaranya, masih tergolong dingin, sejuk dan ber-angin. Masih dibawah 20 derajat. Panas matahari sih menyengat, tapi tidak buat badan kamu kepanasan, apalagi sampai bau matahari, kayak macam naik motor di Jakarta 1 jam saja. Hahahaha... Katanya, kudu cobain snack semacam waffle gitu. Oke-lah rasanya. Town Square Untuk urusan perut, ada McD, terus banyak yang jualan kebab dan sejenisnya. Gampang cari makanan kayak dari Turki gitu. Harusnya tuh halal kali ya. Buat yang wajib makan nasi, di restoran Turki, ada pilihan nasi. ( Tapi, aku gak tahu pasti deh, itu restoran Turki atau bukan ya, maksud aku sih makanan asal Timur Tengah atau semacamnya.. ). Entah turis apa orang lokal, yang pasti bule gitu perawakannya, mereka suka banget ya ngumpul- ngumpul di town square dekat McD. Duduk- duduk sambil jemuran begitu. Matahari sih memang terik, tapi ya itu, tidak buat kepanasan. Di Grand Palace juga sama, pada duduk- duduk sembari menikmati hidup. Oh ya, didekat Grand Palace, ada sebuah patung, yang nempel ke dinding, patung seorang wanita sedang tiduran. Nah, semua turis pasti ngantri, selain buat foto dengan patung tersebut, para turis juga mengeluskan tangannya dari ujung kepala sampai ke ujung kaki patung itu. Kalau sudah bosan foto- foto di Grand Palace, jalan- jalan santai-lah, keluar masuk toko souvenir. Untuk kamu yang suka nongkrong sambil ngebeer, atau sekedar ngopi, kayaknya, cocok deh. Tinggal pilih mau nongkrong di cafe yang mana. Duduk, kemudian nikmati hidupmu. Sederhana... With Love, @ranselahok www.ranselahok.com ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
  12. Hahahaa... @twindry makasih yaa... yuhuuu... Andy Lau... the best mah... wakakka iya nih... Luxembourg the best sih ... @kyosash thanks.. Iya nih @deffa ranselahok main ke kota.. biasanya ke kampung - kampung doang... hahaha
  13. Tanggal 18 April 2018. Drama penggantian paspor baru benar- benar berakhir begitu dikasih senyum manis sama petugas imigrasi Belanda. Hati langsung plong. Kenapa? Permasalahannya dimulai dari paspor yang masa berlakunya baru akan habis 2 tahun lagi, tapi halaman kosongnya sisa 1. Kemudian, tahun ini, berancana ke Cina lagi, daripada visa ditolak, karena tidak ada halaman untuk tempelan kertas visa, akupun memutuskan untuk perpanjang paspor saja. Hitung- hitung, aku sekalian tambah nama keluarga, yang mana, selama ini, paspor yang ada, cuma single name. Okey, buat kamu punya single name dipaspor seperti aku, apalagi yang namanya umum dan banyak orang punya nama yang sama, harusnya punya pengalaman bagaimana harus menghadapi bawelnya petugas imigrasi dari beberapa negara. Jika tidak pernah, syukurlah.. Kalau pernah, berarti kamu akan mengerti. Tidak menakutkan sih. Bukan juga sampai ditahan seperti apa. Mereka cuma memastikan nama kamu doang sesuai dengan data diri kamu. Pasalnya, banyaknya nama yang sama, mungkin buat mereka kesulitan, yang mana ya yang kamu? Atau dengan alasan lainnya, seperti kena random check, ketatnya imigrasi dan sebagainya. Yang pasti, karena memang berencana mau perpanjang paspor. Aku mengambil kesempatan ini untuk menambah nama keluargaku. Aku tidak mengurusnya sendiri. Aku pakai jasa travel agent. Cukup mahal. Sama seperti paspor sebelumnya, paspor baru ini aku applied yang epassport. Dengan kondisi, belum pernah ada penambahan nama keluarga di halaman endorsment. Jadi, yang pertama dikerjakan adalah, daftarkan dulu nama keluarga dihalaman endorsment. Proses ini, katanya memakan waktu sekitar 3 hari. Setelah BAP kelar atau dihalaman endorsment sudah tertera nama kamu beserta nama keluarga kamu, selanjutnya, baru bisa proses pengajuan pembuatan paspor. Karena aku mau, dipaspor baru, halaman depan sudah langsung tercetak nama keluargaku. Jika tidak demikian, aku harus menunggu sampai kamu mengganti paspor baru lagi, nama keluarga baru bisa muncul dihalaman depan. Maksudnya begini, nama di paspor yang masih berlaku Andy. Ingin menambahkan nama keluarga Lau. Jadi Andy Lau. Harus buat BAP dihalaman endorsment terlebih dahulu. Dihalaman 4 tersebut akan tertulis Andy Lau, sedangkan dihalaman depan, tetap Andy. Saat penggantian paspor, Andy Lau akan secara otomatis dipindahkan ke halaman depan. Jika tidak urus halaman endorsment, maka, saat pengurusan perpanjangan paspor, Andy Lau cuma muncul di halaman 4 dan baru akan muncul di halaman depan, saat penggantian paspor berikutnya lagi. Proses pengurusan paspor, aku butuh 20 hari. Dari urus BAP halaman 4, tunggu jadwal foto sampai paspor diterima. Itupun drama yang tidak terhindarkan saat proses pengambilan foto. Petugas imigrasinya bilang paspor aku tetap 1 suku kata saja seperti paspor lama. Baru bisa pindahkan nama dengan nama keluarga di paspor berikutnya. Aku ngotot dong, aku kan sudah buat BAP, halaman endorsment sudah jelas, sudah tertera ada nama keluarga. Bolak- balik keluar masuk kantor. Aku tetap ngotot dan sampai akhirnya, aku pulang. Kalau tidak, masa aku nginap? Sampai pada akhirnya, setelah 20 hari paspor ditangan juga. Tapi drama selanjutnya dimulai, dengan paspor baru, yang sudah ada nama keluarga, berarti wajib merubah tiket- tiket yang sudah dibeli sebelumnya pakai paspor lama. Airasia, gampang banget, mau langsung ke kantornya, email atau via call center, urusan beres. Aku sih langsung ke kantornya, seketika itu, tiket- tiketku, berubah sesuai dengan identitas di paspor baru tanpa ada pertanyaan, tanpa biaya. Luxemburg City, negara mungil yang kece banget. Pernah beli tiket via Expedia. Haduh, yang ini, minta ampun, berminggu- minggu. Dari email yang tidak ada responnya sama sekali, telepon ke kantornya, di oper ke maskapai terkait. Dari maskapai minta harus urus ke Expedia, karena penggantian nama, penambahan nama harus ke tempat kamu beli tiketnya. Email lagi, telepon lagi. Berkali- kali sampai akhirnya, ada email masuk, setelah sekian lama menunggunya. Katanya dalam email itu, aku diminta tunggu, mereka akan konfirmasi dulu ke pihak maskapai, apakah bisa penambahan nama atau tidak? Oh ya, saat aku email ke pihak Expedia, aku lampirkan paspor lama, paspor baru dan halaman endorsment. Proses menunggu keputusan ini saja butuh 2 minggu. Memang, setelah ada responded dari pihak Expedia, aku akui, pelayanan mereka bagus. Setiap 2 hari sekali telepon, kalaupun tidak, mereka email, hanya untuk memberitahu kalau masih menunggu kabar dari pihak maskapai. Dan entah sudah berapa banyak biaya pulsa yang aku habiskan, hahahaha.. jelas, aku tidak tunggu diam saja, aku telepon balik ke kantornya yang ternyata berpusat di Amerika sana, terus di email, minta telepon ke pihak kantor cabang di Malaysia. Mungkin, kasus ini ditangani langsung dari kantor pusat, pihak Malaysia cuma hah, heh, tambah kesel. Terus telepon balik lagi ke kantor pusat, email lagi. Hati ini sungguh, lelah. Keputusannya, tiketku bisa diganti sesuai dengan permintaan karena penambahan nama keluarga. Ada biaya perubahan nama di tiket, dengan kode booking yang tetap sama. Katanya, ini adalah aturan pihak maskapai. Pihak Expedia tidak menarik satu sen pun. Ya sudahlah... Yang penting, satu urusan kelar. Bisa bersantai tenang sarapan di salah satu sudut kota Brussels, Belgium. Terkait VISA.... Erhmmm...buat jantungan. Visa yang ditangan yang masih berlaku adalah Australia dan Schengen. Terus bagaimana? Okey... tarik nafas... hembuskan pelan- pelan... Setiap urusan, dikerjakan, pasti beres. Ikutin saja aturannya. Untuk Visa Australia, seorang teman, sebut saja namanya Cindy, punya pengalaman yang hampir sama. Kalau dia, ganti paspor baru, nama tetap sama, tapi nomor paspor berbeda. Jadi, untuk Visa Australia, wajib lapor ke mereka. Begitu aturan tertulis yang aku baca. Berbekal arahan dari Cindy, terus petunjuk dari website resminya. Aku isi form permohonan perubahan/ penambahan nama keluarga di Visa. Aku sih pakai download, kemudian tulis tangan. Isi saja sesuai dengan petunjuknya. Gampang banget. Lengkapi dengan data- data yang diminta, upload terus email. Aku sendiri, kurang dari 24 jam ( hitungan aku ), sudah dapat email balasan beserta Visa perubahan sesuai dengan data baru yang aku submit. Bisa klik link disini untuk permintaan perubahan nama. Untuk Visa Schengen, aku dag- dig-dugnya entah sudah seperti apa. Hahaha.. Tanya pengalaman teman- teman yang sudah bolak- balik Eropa, macam pulang kampung saja, dia bilang tidak akan ada masalah. Tidak perlu apply visa baru. Tidak perlu lapor. Visanya masih berlaku kok, yang penting, masa berlaku visa yang ada masih ada. Okey, begini, Visa Schengen yang masih berlaku dan tertempel di paspor lama adalah single name dengan nomor paspor lama. Sedangkan, paspor baru, sudah ada nama keluarga, yang mana, di Visa Schengen tidak ada nama keluarga. Ini yang buat aku jantungan. Kenapa repot? Ya, tunggu saja, masa berlakunya habis. Buat baru... Pasalnya, lagi ingin keliling Eropa selagi Visa Schengen masih valid. Sayang dong. Sangking repotnya, aku datangi kantor Kedutaan Perancis. Mereka bilang, tidak ada masalah. Kamu boleh saja traveling ke Eropa. Tapi, ini versi Perancis, karena setiap negara punya kebijakan masing- masing. Ada baiknya kamu tanya ke negara yang mau kamu datangi. Begitu kalimat tambahannya. Kan buat bingung kan ya. Dia bilang, asal bawa paspor baru dan paspor lama yang ada Visa Schengen-nya. Kemudian pindah ke Kedutaan Belanda. Aku tidak tahu aturannya, ternyata harus buat janji dulu. Aku pulang tanpa hasil apapun. Grand Palace, Brussels, Belgium. Daripada repot, aku email Kedutaan Belanda, Italia, Hungaria dan Jerman. Sistem kerja yang sangat cepat. Malah, aku langsung ditelepon dari Jerman. Petugasnya bilang, harusnya tidak akan ada masalah. Asal bawa kedua paspor. Tapi, nah ini-nih.. ada tapinya, terkadang kita tidak tahu, oknum di lapangan. Mungkin saja, kamu bisa tidak diizinkan masuk. Kalau kamu tetap mau, silahkan saja. Sedangkan yang dari Belanda dan Italy membalas emailku dengan kalimat yang buat hati senang. Aku bisa keliling Eropa dengan menggunakan kedua paspor itu. Itulah, kenapa aku terbang ke Eropa, memilih masuk dari Belanda dan keluar dari Italy. Aku sudah ada jaminan dari email itu. Aku print out buktinya dong. Hahahaha... Aku juga baca review dan pembahasan dari para traveler yang terangkum di google. Baca dari forum yang ada dengan kasus yang hampir sama. Mereka, rata- rata bilang, tidak ada masalah. Ini adalah hal yang wajar. Karena, bagaimana seorang perempuang kemudian menikah terus pakai nama keluarga suaminya. Dan berbagai contoh kasus lainnya. Walaupun begitu, benar adanya kata pihak Jerman, bisa saja oknum di lapangan, mungkin kurang peka terhadap kasus beginian. Akhirnya jadi bermasalahan. Sudut kota Brussels, Belgium. Dan akupun, deg- deg- an saat antri imigrasi saat mendarat di Belanda 3 jam lalu. Semakin mendekat ke meja petugas, deg- deg- an makin kencang. Aku bawa print-an , bukti email tadi, tiket pulang, siapkan jawaban yang mungkin ditanya. TERUS...... Ketika tiba giliranku... Aku cuma ditanya, mau ngapain disini? Berapa hari? Sendiri? Total berapa lama di Eropa? Sudah.. itu saja. Dengan senyum manis, dia stempel pasporku, ceklek... yihaa... Kekhawatiranku yang berlebihan itu langsung sirna.... Plong... Sekarang, duduk manis di Starbucks bandara Schipol, sambil menahan kantuk, aku buat artikel ini. Setelah terbang dari Kuala Lumpur dan ngemper semalaman di Dubai. Akupun, benar- benar plong... Karena itu, soal dokumen, surat- surat, akte- akte, persiapkanlah dengan baik, untuk segala kemungkinan. Sehingga tidak perlu repot- repot konfirmasi sana- sini. Buat pusing, khawatir, deg- deg-an. Dari awal, sebisa mungkin, tidak ada perubahan apapun. Kita, yang sudah terlanjur dari orangtua kita, ya sudah. Tapi untuk anak- anakmu, persiapkan dengan baik. Karena kita tidak pernah apa yang akan terjadi Frankfurt, Germany. Ya intinya, khawatir berlebihan saja sih... Lagian, ada kan sudah data biometrik untuk Visa Schengen. Karena beginilah hidup, kadang kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kan tidak lucu, sudah mendarat di Belanda, terus tidak masuk karena masalah nama paspor berbeda dengan Visa yang ada, terus dipulangkan. Lebih baik pastikan dulu, kalau memang tidak bisa, ya lebih baik tidak berangkat. Capek, naik pesawatnya... Artikel ini di publish di Frankfurt, Germany. With Love, @ranselahok www.ranselahok.com ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
  14. Hostel City Lodge, Auckland, New Zealand.

    bro @deffa aku punya postingan, pengalaman ikut event COUCHSURFING ASEAN kemaren di KUALA LUMPUR. Boleh share disini gak ya ? Mohon petunjuknya... makasih.,