Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

hiero_julz

Members
  • Content Count

    12
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    2

hiero_julz last won the day on April 2 2016

hiero_julz had the most liked content!

About hiero_julz

  • Rank
    Baru Bergabung

Profile Information

  • Location
    Jakarta

Recent Profile Visitors

912 profile views
  1. @semicolon iya di canada bisa liat, sepanjang aurora oval melintasi aerah di sana. Bisa lihat di daerah Yellowknife, Whitehorse, dll. NZ katanya bisa ya di Stewart Island, tapi ga setau saya peluangnya ga sebesar kalau liat di utara. Hai @eka wibisono, mungkin mesti luangkan waktu minimal 2 minggu ke sana, soalnya setiap daerah scenery dan bagusnya beda".. Duh jadi kangen norway euy... Tq @Nightrain, semoga bisa ke sana dan liat cahaya utara ya bro..
  2. Hallo @Asa Citra, sorry baru sempat bales lagi. Angetin muka gmn ya, bingun juga secara semua dingin , hehehe.. Sedikit foto yang bisa saya sharing di ice hotel Rovaniemi, Napapiri Kalau memang ingin lebih nyaman, sebenernya bisa ke kota Levi di Finland, tetapi sayang pada saat punya kesempatan nginap di Levi cuacanya tidak bersahabat, padahal hotelnya bagus banget dengan atap terbuka.
  3. Betul mas @deffa, visa norway harusnya bisa dipakai di wilayah schengen walaupun saya hanya gunakan visa norway di wilayah scandivania. Penerbangan ke Oslo, Norway tidak ada yang direct dari jakarta. Mesti transit 1 sampai 2 kali untuk sampai ke Oslo.
  4. @Asa Citra nice sharing.. Untuk nginap disini pastinya dibutuhkan satu ketahanan akan dingin juga ya. Kalau boleh berbagi, pada saat akan nginap di Ice hotel, kita akan diinfokan bahwa suhu udara di dalam ice hotel ada dibawah 0 derajat, dan kita akan diberikan sleeping bag untuk tidur. Dan semua peralatan komunikasi kita seperti handphone tidak boleh diaktifkan. Yang paling berasa pada saat tidur adalah muka yang cukup kedinginan dan hembusan nafas yang pastinya butuh adaptasi karena tidak terbiasa tidur diudara seperti itu. Setelah selesai nginap, kita akan diberikan semacam sertifikat. Once in a life time experience.
  5. Hallo mas @Dhistiraz aslinya lebih indah , dan memang luar biasa banget @deffa , waktu kesana untuk siang masih minus, tapi kalau malam bisa turun sampai -20an. Yang bikin makin dingin kalau ada hembusan angin yang cukup kencang.
  6. Hai teman-teman semua. Ingin sharing perjalanan awal tahun 2015 kemarin. Saya melakukan perjalanan ini bersama dengan keluarga untuk menuju tempat paling utara yang bisa kami capai selama musim dingin 2015 kemarin. Merupakan satu impian saya bisa melakukan perjalanan ini, selain ingin merasakan bagaimana suasana polar night di wilayah Arctic dan tentunya sekalian berjumpa kembali dengan si Tricky Lady "Aurora" di Norway. Perjalanan ini saya lakukan setelah sebelumnya saya mampir ke Copenhagen selama beberapa hari dan kemudian ke Pulau Lofoten untuk menikmati kesunyian di sana. Tujuan saya dari Lofoten ini adalah Nordkapp (North Cape), Kota Alta, dan Longyearbyen di Pulau Svalbard. Nordkapp atau North Cape merupakan titik paling utara dari Benua Eropa yang ada di negara Norway, dan merupakan bagian dari daerah Finmark. Perjalanan saya mulai pada malam hari dari Lofoten menuju kota Honningsvag dengan menggunakan kapal Hurtigruten MS Nordnorge yang akan berlayar sepanjang garis pantai Norway. Dari Lofoten ini kami harus tidur di kapal sebelum sampai di kota Tromso dan singgah selama kurang dari 3 jam. Sayang karena cuaca yang sangat buruk dan listrik di kota Tromso tiba-tiba padam selama kami singgah di sana, maka kami hanya berjalan di sekitaran area pelabuhan sambil mengenang pengalaman tahun sebelumnya mengeksplore kota Tromso sampai ke Ersfjordbotn yang menurut saya sangat-sangat indah. Cuaca dingin dan angin kencang sangat menusuk badan, walaupun sudah dilapisi oleh baju dan jaket yang cukup tebal. Karena cuaca yang tidak bersahabat, tidak banyak aktifitas yang bisa kami lakukan dan akhirnya kami balik ke kapal sambil menunggu kapal berlayar. Dari kota Tromso perjalanan dilanjutkan menuju kota Honningsvag, setelah sebelumnya singgah selama beberapa menit di kota Skjervoy, Oksfjord, Hammerfest, dan Havoysund. Kami sampai di kota Honningsvag keesokan harinya di sekitar jam 11 siang. Dari sini langsung kami menuju ke local tourist office setempat yang tidak jauh dari pelabuhan untuk mencari bus ke arah Nordkapp dan Alta. Sebetulnya kita bisa saja mengambil excursion ke Nordkapp dari kapal Hurtigruten karena mereka juga menyediakannya, tetapi karena jauh lebih mahal dan kami harus pergi ke Kota Alta dari station ini juga, maka beli tiket bus sendiri adalah pilihan kami saat itu. Suasana pelabuhan di Honningsvag Perusahaan bus yang menyediakan rute sepanjang area Finmark adalah Boreal Transport. Karena keterbatasan Bahasa dan kami harus registrasi online untuk membeli arctic travel pass, maka supir bus yang menunggu kami terlihat cukup kesal. Arctic travel pass bisa kami gunakan untuk naik bus disepanjang area Finmark di Norway yang meliputi daerah seluas 48.000 km lebih. Bisa dimaklumi karena perjalanan menuju ke Nordkapp harus konvoi kendaraan, dimulai dari kendaraan pengeruk salju yang akan membuka jalan di depan dan kendaraan yang akan menyisir kendaraan lain di belakang. Konvoi kendaraan ini akan dimulai di pertengahan perjalanan pada saat kita akan memasuki daerah Nordkapp. Salju yang cukup tebal dan hamparan daratan yang semuanya putih menjadi landscape perjalanan menuju Nordkapp. Bus yang kami tumpangi hanya berisi kami berempat, supir bus dan 2 orang turis lain yang juga menuju ke sana. Sampai di sana kami harus membayar tiket masuk dan akhirnya kami tiba di titik paling utara benua Eropa. Ditandai dengan tugu bola dunia di pinggiran tebing yang langsung menghadap ke Barents Sea dan Norwegia Sea. Ada perasaan bahagia banget kami bisa sampai di sini, di titik paling ujung benua Eropa. Udara yang sangat dingin dan angin kencang cukup menusuk tulang, terutama di muka dan kaki. Tapi hal itu tidak menyurutkan kami untuk menjelajahi setiap area di sana. Speechless, ga tau apa yang mau dikatakan, kami bisa sampai di titik ini. Sebelumnya kami sudah diingatkan bahwa harus tepat waktu selama di Nordkapp karena apabila kami tidak sesuai dengan skedul yang ditetapkan, bus akan meninggalkan kami di sana. Kami sangat maklum karena bus dan kendaraan yang ke Nordkapp harus dijaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama berkendara di sana. Di perjalanan balik bus kami merupakan kendaraan pertama yang melaju didahului truk pengeruk es yang lumayan ngebut. Perjalanan balik memakan waktu sekitar 45 menit sampai ke pusat tourist information kota Honningsvag. Kami harus menunggu sekitar 1 jam di sana sebelum berangkat kembali menggunakan bus menuju kota Alta. Semua penumpang bus menggunakan seatbelt, dan semua sangat tertib di sana. Perjalanan yang cukup jauh selama hampir 3,5 jam sebelum sampai di Alta. Beberapa kali bus berhenti untuk mengangkut penumpang sambil menembus udara subzero di atas lingkar artic. Hujan salju yang menemani perjalanan kami, membuat sendu suasana dan akhirnya sempat membuat mata saya tertutup selama beberapa saat. Supir bus yang membawa kami mengingatkan bahwa sebentar lagi kami akan sampai di Alta. Turun di hatle bus yang sangat kecil, kami harus berjalan kurang lebih selama 10 menit menggeret koper menuju penginapan kami di salah satu guesthouse di sana. Olahraga malam di tengah hamparan salju yang cukup tebal yang menutupi jalan, cukup menguras tenaga kami yang jarang berolahraga ini. Berharap dapat melihat aurora di malam pertama kami di Alta, setelah gagal di Lofoten, tetapi sepertinya kami harus gagal lagi karena cuaca yang cukup tidak bersahabat. Esok harinya kami mengeksplore kota Alta dengan berjalan menuju city centre sambil mencari cara bagaimana menemukan cahaya utara ini. Kami sempat meminta dihubungkan dengan Aurora Hunter di sana, tetapi mereka sama sekali tidak menjanjikan bisa melihat karena cuaca di Alta, yang walaupun dikenal cukup stabil, tetapi dalam beberapa hari ini seluruh daerah Finmark ditutupi awan yang tebal. Pemilik guesthouse menyarankan kami untuk menyewa mobil untuk pergi ke salah satu daerah, sedikit di luar Alta untuk mencoba peruntungan di sana. Tetapi hampir semua penyewan mobil di sana tidak mempunyai mobil yang tersedia untuk kami hari itu. Hope terakhir kami kembali ke airport untuk sekali lagi mencoba peruntungan, dan ternyata ada 1 mobil yang tersedia. Malam hari, langit cukup cerah dengan hamparan bintang yang bertebaran, menyemangatkan kami untuk berburu cahaya utara. Akhirnya kami mengarahkan tujuan kami ke daerah bernama Kviby menggunakan aplikasi gps offline di hand phone. Di mana lokasi pastinya, kami juga tidak tahu karena sangat sepi, tidak ada orang yang terlihat, dan kami berjalan terus sampai berhenti di pinggir jalan di mana landscape utamanya berupa danau dan lembah dibelakang kami. Sangat sedikit kendaraan yang melewati daerah ini, tetapi ada beberapa rumah yang cukup sepi dan saya tidak melihat seorang pun di sekitar daerah itu. Istri saya menanyakan berapa lama kami harus menunggu untuk bisa melihat? Tidak ada jawaban yang pasti. Saya bersama dengan ayah mertua mensetting tripod dan kamera di luar sambil mencari spot yang bagus. Hampir 1 jam kami menunggu tidak ada tanda-tanda dan waktu sudah hampir jam 10 malam. Hanya hembusan yang sangat dingin yang bisa kami rasakan. Kami hanya menghangatkan diri di mobil karena yang paling tidak tahan adalah jari kaki, walaupun sudah mengenakan kaus kaki wool 2 lapis masih sangat menusuk. Kami memutuskan untuk mencoba bertahan di tempat yang sama sekali asing, sepi, tidak ada orang, dan gelap. Dan yang dinanti muncul. Perlahan asap putih seperti berhembus di atas langit. Kalau sendiri mungkin serem juga sih untuk nunggu ginian. Dan cahaya hijau semakin membesar di atas. Dari yang semula hanya 1 garis panjang melengkung, dari balik lembah muncul beberapa cahaya hijau. Memang sangat indah dan cantik, dan memenuhi langit malam itu. Tetapi karena saking kagumnya saya lupa menyingkirkan filter uv pada kamera saya dalam mengabadikan aurora ini. Pertunjukan ini tidak berhenti selama hampir 4 jam nonstop tanpa jeda sedikitpun. Project yang harus saya lakukan adalah membuat foto sebanyak mungkin untuk saya jadikan time lapse. Keagungan Tuhan sungguh luar biasa, Aurora yang begitu indah yang sangat kami nantikan berdansa dan mengeluarkan aura magis nya di angkasa. Banyak moment yang akhirnya saya putuskan hanya untuk menikmati keindahan tarian cahaya utara ini dengan mata sendiri. Jari kaki semakin sakit, dan saya hampir tidak merasakan apapun kecuali rasa sakit yang cukup menusuk, tapi pesona aurora masih menguatkan saya untuk tetap bertahan untuk mengabadikannya sambil mengagumi keindahannya. Saya harus masuk ke dalam mobil untuk menghangatkan diri menggunakan heater yang ada. Akhirnya karena udara semakin dingin menusuk, dan anggota keluarga juga sudah mulai ngantuk dan kedinginan, kami putuskan untuk balik, walaupun pikiran dan badan saya masih ingin bertahan. Sambil menyetir kami sempat berhenti dan mengabadikan kembali cahaya aurora ini di spot yang berbeda yang benar-benar bebas polusi cahaya. Perjalanan balik ke kota Alta kami masih sempat diperlihatkan Aurora di Norway ini baik sepanjang kami menyetir bahkan sampai kami masuk ke penginapan. Walaupun di kota cahaya lebih terang, Aurora ini masih mengeluarkan magisnya dan cahaya nya yang luar biasa. Karena kota Alta ini mempunyai sejarah panjang untuk Aurora, sehingga sering dijuluki City Of Norther Light. Kota ini juga mempunyai Gereja yaitu Northern Light Cathedral. Banyak aktifitas yang sebetulnya bisa dilakukan di sini. Tapi karena keterbatasan waktu dan kami harus berangkat ke kota Longyearbyen di Pulau Svalbard, maka terpaksa kami harus tinggalkan kota ini dengan penuh kenangan yang luar biasa. Catatan perjalanan ke Svalbard akan saya tuliskan di kesempatan nanti.
  7. Hallo @cnw dan @kyosash, Untuk biaya hurtigruten silahkan untuk cek websitenya langsung seperti yang sudah dijawab oleh @kyosash. Dan semuanya bisa dicustom tergantung dari mana pergi dan tujuan akhir perjalanannya. Setahu saya kita juga bisa menyesuaikan tanggalnya dengan kapal yang kita inginkan. Salah satu yang paling legendaris adalah MS Lofoten, tetapi kapal ini cukup kecil dan sudah cukup berumur. Saya cukup senang pernah bertemu dengan satu-satunya crew Hurtigruten asal Indonesia yang sangat ramah dalam perjalanan dari Pulau Lofoten ke Tromso. Kalau ingin cepat pasti menggunakan pesawat jauh lebih efisien. Bisa cek airlines nya Norwegian Air atau Wideroe. Saya pernah menggunakan pesawat wideroe dari Bodo ke Lofoten, kalau ga salah menggunakan jenis pesawat Bombardier Dash 8. Perjalanan menggunakan pesawat dan hurtigruten pasti akan sangat beda pengalamannya. Hurtigruten merupakan kapal feri sekaligus disulap menjadi cruide sederhana yang akan melalui jalur pesisir norway dari bergen sampai ke Kirkenes (perbatasan dengan Rusia). Kita bisa melihat keindahan pesisir norway dan fjord yang indah, dan terdapat seremoni kecil apabila kita melewati arctic circle. Kalau beruntung kita juga bisa melihat aurora dari kapal ini.
  8. Hallo @AndyLee Kota di Swis yang bisa saya rekomendasikan yaitu St. Moritz, Lugano, jangan lupa untuk pergi ke Zermat di mana di kota ini kita bisa naik ke gunung Matterhorn, dan di kota Zermat bebas dari polusi karena seingat saya di kota ini hanya ada kendaraan listrik. Kota lain yang bisa dikunjungi yaitu Geneva, Lausanne, dan tentunya kota Interlaken yang keren banget. Dari kota Interlaken bisa pergi ke Jungfraujoch, salah satu pegunungan tertinggi di Swis..
  9. Thanks mas @deffa Kebetulan winter di Lofoten merupakan low season di sana. Tapi memang suasana di sana relatif sepi. Norway untuk living cost nya lumayan mahal mas. Lofoten sama seperti kota lainnya di Norway. Termahal yang saya rasakan ada di kota Longyearbyen, Svalbard. Hallo @Soul Seeker. Untuk menyiasati Living cost di sana, selama saya di Norway saya banyak belanja kebutuhan sehari-hari di supermarket seperti di Rema dan Kiwi. Penginapan coba cari yang mempunyai dapur di dalam kamar. Ini pasti akan menghemat biaya makan yang lumayan mahal di sana. Saya cukup menghindari makan di restoran, kecuali sudah bosan banget masak. Iya fjord di sana bagus banget. Naik Hurtigruten bisa menikmati pemandangan fjord di Norway, dan kalau melewati arctic circle dengan Hurtigruten, ada acara arctic circle ceremony yang unik oleh King Neptune. Semoga mimpinya bisa terwujud ya.
  10. @Jalan2, mereka rata-rata bisa ngomong Inggris bro. Suhu di lofoten selama ke sana paling dingin -3 derajat celcius, tapi kalau naik ke atas lagi misalnya ke kota Alta bisa sampai minus 20an. Semoga suatu saat bisa lihat aurora juga bro. @kyosash aurora bisa dilihat sepanjang cuacanya mendukung dan bebas dari polusi cahaya.
  11. Hallo semua rekan jalaners, saya ingin berbagi pengalaman sewaktu saya mempunyai kesempatan untuk pergi ke Lofoten Islands di Norway. Perjalanan saya ini merupakan perjalanan ke dua saya mengunjungi pulau ini yaitu di Februari 2014 dan Januari 2015 kemarin. Mungkin bagi sebagian orang masih asing dengan nama dan lokasi Pulau Lofoten. Sudah ada beberapa artikel yang membahas mengenai Pulau Lofoten di Norway di forum ini. Pulau ini termasuk dalam lingkar Arctic sehingga suhu di wilayah ini cukup dingin tetapi tidak ekstrim. Sebagai wilayah yang sudah masuk ke lingkar arctic sudah pasti akan mengalami 2 fenomena alam yang sangat unik. Pada saat musim panas, antara bulan Mei – Agustus, wilayah ini akan mengalami fenomena midnight sun di mana matahari akan bersinar sepanjang hari dan tidak mengalami gelap. Dan pada musim dingin antara bulan Desember – Februari akan mengalami fenomena alam Polar Night (gelap sepanjang hari dan tidak ada matahari yang terbit) dan tentu saja kita dapat melihat The Tricky Lady, si Aurora Borealis atau Northern Star yang akan saya sharingkan nanti. Pulau Lofoten ini dapat dicapai dengan beberapa cara. Penerbangan dari Jakarta harus menuju ke ibukota Norway di Oslo. Dari sana kita dapat memilih mode transportasi untuk mencapai pulau ini. Apabila ingin cepat sampai ke sana, maka penerbangan menjadi alternative pilihan tercepat. Penerbangan dari Oslo harus transit di kota Bodo baru lanjut menuju Lofoten sampai di kota Svolvær. Jika kita memilih menggunakan mode transportasi ini, maka kita akan menggunakan pesawat bombardier dash 8, sejenis pesawat propeller yang dioperasikan oleh maspakai penerbangan Wideroe. Kita juga bisa mencapai Lofoten dengan cara menaiki Cruise Ship Hurtigruten yang akan berjalan sepanjang pesisir garis pantai negara Norway, di mana perjalanan dengan kapal Hurtigruten dimulai dari kota Bergen. Kalau ingin menikmati pemandangan fjord dan kota-kota di pesisir garis pantai negara Norway, pilihan ini sangat saya rekomendasikan. Kita bisa memilih excursion yang ditawarkan dan cruise ship ini akan berlayar sampai dengan kota paling ujung di Norway yang berbatasan dengan perbatasan Rusia, yaitu di kota Kirkenes. Kita tentunya bisa memilih kota keberangkatan dan tujuan kita dengan Hurtigruten ini. Dan tentunya kita akan berhenti di setiap kota walaupun sebentar. Oh iya apabila menggunakan hurtigurten sebagai pilihan ke Lofoten maka pada perjalanan dari Bodo ke Lofoten, perut akan sedikit terkocok-kocok dengan ombak perairan Norway, dan cukup menyiksa juga sebetulnya bagi saya yang tidak terbiasa naik kapal laut. Sesampai nya di Svolvaer, Lofoten, salah satu kota terbesar di pulau ini, kita bisa menyewa mobil di sana. Cukup sediakan passport dan SIM Internasional. Penginapan sudah saya booking dari Jakarta, dan saya memilih tempat tinggal yang dinamakan Rorbuer, rumah tinggal yang sebetulnya dulunya digunakan oleh nelayan sana untuk tinggal. Penduduk di sana sangat jarang, tetapi mereka cukup ramah dan helpful dengan turis. Karena saya pergi pada saat winter, maka banyak bus yang jam operasionalnya terbatas dan tempat wisata juga banyak yang tutup. Sebetulnya di sana terdapat Viking Museum, tetapi tutup pada saat saya sampai di sana. Antara pulau yang satu dengan yang lain dihubungkan dengan jembatan penyeberangan sehingga semuanya terkoneksi dengan baik. Jalanan nya juga mulus dan cukup baik. Berkendara pada saat winter dan kondisi jalan yang membeku tentunya harus berhati-hati. Ada batas kecepatan yang ditetapkan dan ban mobil di sana menggunakan ban mobil jenis winter di mana ada paku-paku yang tertancap pada ban sehingga grip kendaraan didapatkan. Walaupun musim dingin di arctic dirasakan sangat dingin, tetapi karena Lofoten ada di pinggir pesisir laut, maka arus hangat laut yang terbawa cukup menghangatkan pulau ini, sehingga suhu musim dingin di sini tidak ekstrim. Selama saya di sana antara -3 derajat sampai dengan 2 derajat celcius. Yang menjadi musuh tentunya angin yang berhembus kencang. Karena posisinya yang ada di pesisir laut maka cuaca di Lofoten dapat berubah-rubah dan cenderung berawan. Salah satu impian saya pada saat pergi ke Lofoten adalah melihat aurora borealis yang katanya sangat fenomenal dan harus untung-untungan, karena selain factor cuaca, lokasinya harus bebas dari polusi cahaya, artinya harus gelap. Pada februari 2014 kemarin, setelah saya turun dari Hurtigruten, saya mendapati cuaca malam di Svolvaer, Lofoten cukup cerah tapi hujan salju turun dengan malu-malu. Di hati kecil saya, mana mungkin bisa melihat aurora di cuaca yang seperti ini. Supir Taxi yang mengantar kami dari pelabuhan ke penginapan akhirnya kami tanyai, apakah kami bisa melihat aurora pada hari ini. Ajaibnya dia mengatakan 1 jam sebelum kami tiba dia melihat aurora yang cukup besar. Hancur sudah harapan saya, tapi masih terbersit satu keyakinan bahwa saya pasti bisa melihatnya. Sesaat setelah sampai, si Supir Taxi ini mengatakan, finger cross sir, kata-kata yang cukup menyemangati saya. Dia mengatakan bahwa cuaca akan berangsur membaik dan bintang sudah mulai bertebaran dan menampakkan cahaya keindahannya. Tetapi ada satu hal yang mengganggu pada saat itu. Cahaya bulan juga menyinari malam di kota Svolvaer dengan sangat terangnya. Akhirnya setelah masuk ke rorbuer dan menaruh koper dan perlengkapan, hal yang saya lakukan adalah bawa senter ke depan dan memberanikan diri untuk nongkrong di belakang rorbuer. Ditemani istri saya, saya sempat takut karena tiba-tiba di tempat yang cukup gelap, walaupun dari seberang terlihat hurtigruten yang masih berlabuh menunggu meninggalkan Lofoten, ada sayup-sayup awan putih seperti asap tipis yang terbang menari dan berjalan di atas. Saya sempat bilang apakah ini mahkluk halus atau apa? Tapi asap putih itu terus membesar dan berubah perlahan menjadi hijau dan memanjang dan meliuk perlahan dengan malu-malu. Itulah si cahaya utara, aurora borealis, the northern star. Oh Tuhan, rasanya pengen nangis, seneng, bahagia, campur aduk. Saking senang dan emosi yang meluap-luap, kaki tripod hampir patah saya putar karena semangatnya. Sambil terus menikmati aurora yang semakin memperlihatkan dirinya, saya menyiapkan kamera dan mulai mengabadikannya. Dari seberang terdengar teriakan bahagia dan senang dari penumpang hurtigruten yang berhasil melihat aurora setelah berlayar selama beberapa hari. Kemudian cahaya aurora mulai redup dan kadang menghilang. Pantas saya pikir dia disebut the tricky lady. Semangat saya masih menggebu, maka saya keluar dari rorbuer dan menunggu di luar sambil memandangi langit yang penuh bintang dan ditiup hawa yang cukup dingin. Tidak lama menunggu ternyata si tricky lady ini muncul kembali dan semakin membesar. Saya sampai bingung apakah harus menikmati atau mengabadikan moment ini. Akhirnya di awal saya memutuskan untuk mulai mengabadikan cahaya utara ini. Berbekal informasi cara untuk memfoto aurora, saya berdoa agar bisa mengabadikannya dengan baik. Sampai akhirnya saya ingin menikmati aurora ini menari, meliuk dan betul saja, disaat saya tidak siap dengan kamera saya, cahaya ini seperti bertabrakan, meletup mengeluarkan warna hijau, putih, ungu, merah. Hanya rasa senang dan bahagia, bahwa Tuhan masih mengizinkan kami untuk melihat ini semua. Kami berdoa dan sangat berterimakasih bahwa diberi keberuntungan untuk melihat ini. Setelah kami mencari informasi, memang betul bahwa kami sangat beruntung karena Lofoten dengan cuaca yang berubah-rubah sangat sulit melihat aurora. Hari berikutnya, betul saja kami tidak mempunyai kesempatan untuk melihatnya kembali, karena awan yang cukup tebal menyelimuti malam di Lofoten. Karena waktu yang cukup singkat dan harus menuju ke Tromso, maka pada saat itu saya harus meninggalkan pulau yang indah ini, dan berharap suatu saat bisa dating kembali. Di Januari 2015 lalu pada saat saya mempunyai kesempatan untuk kembali lagi ke pulau ini selama beberapa hari, tidak ada kesempatan sedikit pun kami bisa melihatnya karena dikarenakan badai yang cukup kencang di malam hari dan cuaca yang selalu berawan. Tetapi sekali lagi bahwa Tuhan sangat baik, perjalanan kami di 2015 kemarin masih dapat melihat aurora yang jauh lebih besar lagi walaupun bukan di Lofoten, tetapi di Alta dan Svalbard yang juga merupakan bagian dari negara Norway. Ada perasaan cukup kecewa karena tidak bisa melihat aurora, tetapi pemandangan alam yang sangat menakjubkan di sini membuat saya sangat takjub dan hanyut dengan suasananya. Mengapa memilih Lofoten? Satu jawaban pasti yang tidak pernah bisa saya jawab, tetapi tempat ini telah membuat saya jatuh cinta karena ketenangannya, pemandangan alam yang sangat luar biasa, pertemuan saya pertama kali dengan aurora borealis, udara yang sangat sejuk dan bersih, serta angin wilayah arctic yang membeku yang membuat saya ingin mengulangi pengalaman ini kembali.
×
×
  • Create New...