Riky Ramadani

Members
  • Content count

    64
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    3

Riky Ramadani last won the day on April 10

Riky Ramadani had the most liked content!

About Riky Ramadani

  • Rank
    Tidak Baru Lagi
  • Birthday 03/29/1991

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Location
    Jakarta
  • Interests
    solo backpacking

    http://kakisamson.com/

Contact Methods

  • Website URL
    www.about.me/rikyramadani

Recent Profile Visitors

2,157 profile views
  1. Bucaramanga!

    ini non degree mod, doain yak ambil s2nya jadi taun ini. hehee...
  2. The Best from Antioquia, Colombia : Guatape and El Peñol

    bahasa keraton atuh.. hahaa..
  3. Bucaramanga!

    iya, mirip. tapi jauh lebih bersih dalamnya. Mereka juga udah pada pake chiller dan freezer untuk daging, ayam dan ikan. Makasih mas
  4. Bucaramanga!

    Bucaramanga adalah sebuah kota yang terletak di timur laut (northeast) Kolombia, tepatnya 8 jam dari Bogota, 4 jam dari Cucuta, kota perbatasan Kolombia dan Venezuela. Kota ini memiliki penduduk kurang dari 1 juta, dan memiliki banyak taman, sehingga disebut sebagai Ciudad de Los Parques, yang artinya kota taman. Kurang lebih, itulah informasi yang saya dapat dari om Google tentang Bucaramanga. Namun Bucaramanga lebih itu, kota kecil ini memiliki banyak tempat yang membuat kenangan baik untuk saya, dan mungkin juga untuk teman-teman saya. Mari kita bahas kota yang namanya mungkin baru kalian pernah dengar sepanjang hidup dari blog ini. Opini saya ketika tiba di Bucaramanga adalah kota yang panas! Sangat berbeda dengan Bogota yang selalu sejuk sepanjang tahun, Bucaramanga ini kota yang panas, seperti Jakarta. Padahal kota ini memiliki ketinggian 950 m di atas permukaan laut dan sangat jauh dari laut. Pantai terdekat di sinipun letaknya di Santa Marta, kota yang terletak di pantai utara Kolombia, sekitar 474 km dan memakan jarak tempuh 12 jam dari Bucaramanga. Bayangkan, udah jauh-jauh kemari, eh malah ketemu kota panas lagi macam Jakarta. huhuhu... Kota ini cukup tenang dibandingkan dengan kota lainnya di Kolombia, seperti Bogota dan Medellin. Di sini saya hampir tidak pernah merasakan macet seperti di Jakarta. Namun, hal itulah yang menyebabkan semua orang tidak sabar dalam mengemudi mobilnya, Supir taksipun bekendara seperti anak SMA yang baru mendapatkan pinjaman mobil dari orang tua. Ngebut seperti orang kegirangan dan terkesan asal-asalan! Di samping itu, orang-orang Bucaramanga sangatlah ramah kepada siapapun, dan cenderung tidak rasis. Mereka memiliki sebutan Bumanges (cowok) dan Bumanguesa (cewek), dan dikenal dengan aksennya yang sedikit agak teriak, seperti orang Batak kalau di Indonesia. Bisa dibilang di sini tempat yang baik untuk belajar bahasa Spanyol, kenapa? Karena di sini hampir mustahil menemukan orang yang bisa bahasa Inggris. Bisa dibilang cuma foreigner dan guru bahasa Inggris yang bisa berbahasa Inggris! Bahkan sesama anak pertukaran pelajarpun kami menggunakan bahasa Spanyol. Buat yang laki-laki, Bucaramanga mungkin mempunya daya tarik sendiri karena kota ini dikenal sebagai gudangnya wanita-wanita cantik dan bahenol. di sini dikenal cantik, Ditambah karena cuacanya yang panas, wanita-wanita cenderung menggunakan baju terbuka, tidak seperti di Bogota yang dingin, Meski begitu wanita di Bucaramanga terkenal sebagai wanita berani, kerasa dan bossy di dari seluruh Kolombia! Lucu ya! Hal ini tentu berbeda dengan perspektif kaum hawa mengenai cowok Bucaramanga. Bagi mereka, penampakan cowok-cowok Bogota kayaknya jauh lebih keren baik dalam sisi penampilan dan behaviour. Yang ngomong ini bukan hanya saya lho, tapi juga orang-orang Kolombia, Indonesia, dan juga orang asing lainnya. Kesukaan Bumanguesos adalah party dan bailar aka dance aka menari. Hampir tidak ada orang yang tidak bisa menari dengan baik. Sungguh! Di sini, saya tinggal bersama keluarga pemilik kos dan teman kos saya. Keluarga pemilik kosnya terdiri dari Luz, Carlos dan anaknya Sebastian. Mereka adalah keluarga asli Kolombia. Sedangkan teman kos saya bernama Nick, orang Inggris yang sudah tinggal di Kolombia kurang lebih 1 tahun (pada saat itu). Saya teringat pada saat pertama kali bertemu, Nick pernah bilang bahwa dia kenal dengan Ibu Dubes Indonesia. Lah kok bisa? Ternyata dia pernah menjadi penerjemah Bahasa Spanyol-Bahasa Inggris ketika bu dubes melakukan kunjungan ke Bucaramanga. Lucunya, meski kita sama-sama bisa berbahasa Inggris, kita selalu berbahasa Spanyol (dengan Spanyol saya yang terbata-bata dan modal nekat) selama di Kolombia. Coba tebak yang mana orang Inggris, mana Indonesia? Luz, seorang pemilik kos sekaligus Ibu rumah tangga yang gemar belajar bahasa Inggris, setiap harinya dia selalu mempelajari bahasa Inggris melalui aplikasi duolingo dan menulisnya di sebuah buku. Ternyata, salah satu alasannya adalah kedua anaknya tertuanya menetap di luar negeri, di negara yang menggunakan bahasa Inggris, yang pertama ada di London, Inggris, yang kedua ada di Texas, Amerika Serikat. Saya mengetahuinnya ketika dia rutin melakukan skype dengan keduanya. Luz, Parasit Numpang, Sebastian Setelah tinggal lebih dari sebulan, saya menemukan Bucaramanga sebagai kota yang cukup nyaman. Kota ini sangat tenang, namun sangat hidup. Orang-orangnya yang friendly dan reputasi sebagai kota paling aman di Kolombia membuat anggapan buruk kami mengenai hilang secara perlahan. Bucaramanga adalah kota yang sangat bersahabat bagi pejalan kaki, polusinya tidak parah seperti Jakarta, tidak bising, dan sangat hijau. Saya sendiri setiap hari berjalan kaki sejauh 1.5-2 km hanya untuk menuju kampus atau kosan teman, dan itu tidak termasuk pulangnya lho. Secara keseluruhan, saya merasakan peningkatan kualitas hidup dibandingkan dengan di Jakarta. Selain itu, life balance kehidupan kami sebagai mahasiswa benar-benar seimbang. dan memang benar-benar kota yang cocok untuk kami, para mahasiswa, buat belajar dan menjalani kehidupan karena biaya hidupnya tidak semahal di Bogota. Sebagai gambaran, biaya tempat tinggal di sini sekitar 350.000-600.000 Colombian Peso (setara dengan 1,5-2,5 juta Rupiah) untuk sebuah kamar, biasanya sudah termasuk listrik dan internet. Namun perlu diingat bahwa tempat tinggal ini termasuk di kawasan yang baik, alias harganya cenderung mahal. Alasannya karena kampus kami terletak di kawasan tersebut sehingga tidak lagi memerlukan transportasi. Untuk makan sehari-hari, berada di kisaran 6.000-9.000 Colombian Peso (setara dengan 30.000 - 45.000 Rupiah). Untuk transportasi, kita bisa menggunakan bus atau taxi. Harga bus sekitar 1.500 Colombian Peso. Di samping itu, adapula bus Metrolinea sebagai Transjakartanya Bucaramanga, bus ini mempunyai cakupan zona yang lumayan jauh walaupun tidak memiliki terlalu banyak tempat, dan harganya sekitar 2.000 Colombian Peso (setara 10.000 Rupiah). Sedangkan Taxi biasanya sekitar 5000-8000 peso sudah hampir mencakup jarak terjauh Bucaramanga. Harga ini sangat murah, mengingat hanya sekitar 25.000-40.000 Rupiah. Hal ini pula yang membuat kami, mahasiswa Indonesia, malas menggunakan bus. Jika ditotal, pengeluaran kami selama sebulan sekitar 1.000.000-1.300.000 Colombian Peso. Ini tergantung tingkat gaya hidup, tapi kebanyakan dari kami yah segitu. Tentu saja biaya tersebut di luar biaya jalan-jalan. hehee.. Colombian Peso, 1 Peso setara dengan 4,5-5 Rupiah (rate 2015-2017) Metrolinea Bucaramanga ini seperti perpaduan hutan dan kota. Di kota ini, kita masih bisa menemukan hutan kota dengan mudah. Selain masih banyak hutan, terdapat pula taman-taman yang indah. Saking banyaknya, terdapat sekitar 160 taman di seluruh Bucaramanga, maka dari itu Bucaramanga mendapat julukan Ciudad de Los Parques yang artinya Kota Taman-Taman. Taman yang yang kenal di antaranya adalah Parque de Los Niños, Parque de San Pio, Parque Santander, Parque de Las Palmas dan Parque de San Francisco. Di kota ini kita bisa jalan kaki hingga 2 km dengan tidak terlalu lelah, karena trotoarnya yang lebar, dan polusinya tidak terlalu gila seperti di Jakarta. Parque de Las Palmas Parque de los niños Di Bucaramanga, terdapat 2 kawasan pusat keramaian yang paling terkenal, yaitu Cabecera dan Cañaveral. Dua kawasan tersebut dikenal zonanya kehidupan anak muda, kafe dan juga kehidupan malam. Cabecera terletak sangat dekat kampus saya di Bucaramanga, yaitu UNAB. Di situ terdapat komplek mall perbelajaan yang bernama Etapa 1 hingga Etapa 5, jadi seperti komplek kafe dan mall. Di dekat situ, terdapat sebuah kawasan yang berisi banyak bar yang dikenal sebagai Cuadra Picha. Cuadra Picha ini tempatnya anak-anak muda Bucaramanga nongkrong dan party sampai bego. Quinta Etapa, Cabecera Cuadra Picha Di luar itu, Bucaramanga juga punya beberapa mall besar, yang menurut saya pribadi ukurannya sangat besar untuk kota dengan populasi sekitar 2.5 juta (Bucaramanga dan Metronya). Mall-mall besar tersebut diantaranya adalah Mall Cañaveral dan Mall Caracolí yang menyambung satu sama lain, serta mall Cacique yang berada dekat dengan kawacan Caberra. Tidak hanya mall, pasar tradisional di Bucaramangapun menjadi salah satu tempat favorit saya untuk di kunjungi, diantaranya ada La Plaza de Mercado Central dan San Andresito. Nah kedua pasar ini adalah tempat terbaik untuk mencari oleh-oleh Kolombia dan sesuatu yang khas tentang Kolombia, seperti sombrero, hammock, rokok tembakau, aguardiente, dll. Mall Cacique James aja belanja di sini Berandanya Mercado Central Tukang buah di dalam pasar Mercado Central Untuk yang suka jalan-jalan menikmati keindahan alam atau kegiatan outdoor, Bucaramanga merupaklan tempat yang sangat menarik, kenapa? karena Bucaramanga letaknya dikelilingi pegunungan (cordillera), dan hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk tiba di San Gil, pusatnya kegiatan alam di Kolombia. Kamu bisa rafting, parasailing, bungee jumping, air terjun, hiking pegunungan, paramo dan melakukan kegiatan lainnya! Namun, bagian ini akan saya tulis di tulisan berikutnya berhubung Bucaramanga mempúnyai banyak tempat keren yang wajib dikunjungi, hehee... Bagaimana dengan kampus tempat saya belajar setiap harinya? Kampus keren bernama Universidad Autonoma de Bucaramanga atau yang bisa disebut UNAB. UNAB adalah kampus swasta yang paling penting dan terbaik di provinsi Santander. Kampus ini memiliki 3 sede alias headquarter alias gedung kampus. Kampus utamanya terletak di El Jardin (The Garden) yang sangat dekat dengan kawasan Cabecerra, bisa dibilang tempat ini adalah pusatnya keramaian di Bucaramanga. Kampus ini sangat autentik karena dikelilingi dengan hutan, pohon-pohon di dalamnya. Benar-benar eco campus! Yang kedua, adalah Centro de Servicios Universitarios (CSU)! CSU ini terletak di Terrazas, dekat kosan saya, yaitu cukup jalan kaki kurang dari 5 menit. UNAB Terrazas ini adalah sport center dan pusatnya ekstrakurikuler mahasiswa. Terdiri dari banyak kelas, laboratorium, lapangan basket, sepakbola, tenis, taman, gym, dan studio musik yang semuanya gratis untuk digunakan. Ini salah satu tempat favorit saya selama di Kolombia. Sedangkan yang ketiga namanya Kampus El Bosque (The Forest) yang terletak di kawasan Floridablanca, dekat Cañaveral. Lokasi kampus ketiga ini sangat jauh dari kedua kampus yang sebelumnya saya sebutkan. Kampus ini dikhususkan untuk mahasiswa jurusan kedokteran dan keperawatan, dan letaknya memang sangat dekat dengan rumah sakit-rumah sakit paling penting dan terbaik di Bucaramanga. Silahkan di buka deh video tentang kampusnya.. Kampus UNAB Wong Indonesia di UNAB Los Intercambios aka Exchangers Ngomong-ngomong soal event, Bucaramanga juga tidak kalah dibandingkan dengan kota lainnya. Bucaramanga juga memiliki komunitas traveling yang asyik. Hanya saja kedua hal berikut akan saya bahas di artikel selanjutnya..hehee... Bucaramanga, Kota Sukacita Baca juga: Belajar Bahasa Spanyol di Kolombia Kejutan di Tahun 2015 >> Amerika Selatan Diary of Indonesian Students
  5. The Best from Antioquia, Colombia : Guatape and El Peñol

    ya estoy en yakarta ahora. hablamos pues. jejee
  6. The Best from Antioquia, Colombia : Guatape and El Peñol

    @Fauzan Ammary estudié español por un semestre, hablamos español conmigo mas. jejee... pero de hecho, viajé mas que estudiar alii. jajaa.. @deffa kebetulan aja itu ngambil fotonya begitu mod. hahahaa...
  7. Pengalaman mengunjungi Angkor Wat, Kamboja

    @Ervita Rachma ga pake tuk-tuk = betis kekar! haha @Gerald Audi Pramudya @Bambang Eko makasih ya mas.hehe
  8. Pengalaman mengunjungi Angkor Wat, Kamboja

    @Ervita Rachma iya mbak, bisa lepek kalo kunjungan seharian kesana. Apalagi kalo ga pake tuk tuk. hahaha
  9. The Best from Antioquia, Colombia : Guatape and El Peñol

    @HarrisWang hahaha..itu lagi flying fox sebenarnya.. tapi anglenya keambil kayak gitu.
  10. Medellin, kota terbesar kedua di Kolombia, yang lebih dikenal sebagai kotanya Pablo Escobar dahulu dan juga kota paling innovatif sekarang ini terletak di Departemen Antioquia. Selain kota Medellin, ternyata Antioquia juga memiliki tempat keren yang wajib dikunjungi. Tempat tersebut adalah Guatape dan el Peñol atau yang biasa juga disebut la Piedra. Hanya diperlukan waktu 2 jam untuk menuju tempat tersebut dari kota Medellin. Old Peñol adalah sebuah replika kota Peñol yang sengaja dilestarikan untuk mengenang kota yang dilanda banjir pada akhir 1970-an dalam rangka pembuatam bendungan Penol-Guatapé.Ketika kompleks pembangkit listrik tenaga air megah tersebut dibangun, megaproyek ini memberikan dampak besar pada pembangunan sosial, ekonomi, politik, lingkungan dan budaya di wilayah ini. Melalui pembangunan bendungan ini, Guatapé menjadi salah satu pusat penghasil listrik di Kolombia. Satu-satunya yang tersisa dari kota lama original hanyalah tiang salip di puncak gereja. Di replika kota tua ini, pengunjung dapat melihat replika situs penting seperti gereja dan balai kota. Setelah 2 jam perjalanan, kami tiba di sebuah kota kecil yang bernama Guatape. Nama Guatape diambil dari nama seorang Cacique (kepala suku) yang mengendalikan tempat tersebut pada abad ke 16, disaat tempat ini masih ditempati suku pribumi. Guatape sendiri artinya adalah batu dan air dalam bahasa Quecha. Sebelum memasuki kota kecil Guatape, kami menyusuri sebuah bendungan yang menjadi pembangkit listrik bagi departmen Antioquia. Dengan menggunakan sebuah ferry, kami berlayar mengelilingi danau buatan yang indah ini. Diantara pulau-pulau kecil ini kami juga melihat sebuah rumah yang dimiliki Pablo Escobar. Setelah puas "maen aer", kami segera menelurusi pueblo ini. Guatape adalah desa kolonial kecil (pueblo) yang setiap bangunan rumahnya memiliki hiasan dan dekorasi mural disepanjang tembok bagian bawahnya. Hiasan ubin/relief tersebut memiliki warna cerah dan timbul seperti efek 3 dimensi. Konon gambar-gambar relief tersebut budaya warisan pertanian masyarakat. At least but not least, sore harinya kami mengunjungi El Peñol yang juga dikenal sebagai la Piedra (Si Batu). El Peñol adalah sebuah batu yang sangat besar dan tinggi menyerupai gunung batu. Sebelum jaman kolonial, batu megalitik ini adalah sesembahan bagi orang pribumi disini.Tiket masuk untuk menaiki batu ini sebesar COP 10.000 (sekitar Rp. 50.000).Dari atas batu tersebut, pengunjung akan disuguhi pemandangan yang kerennya luar biasa. Pemandangan sebuah danau dengan banyak pulau kecil seperti di Raja Ampat, akan tetapi pemandangan ini disuguhkan oleh danau. Bahkan mereka berani mengklaim el Peñol sebagai the best view lake in the world!Untuk mencapai puncak batu tersebut, dibutuhkan tenaga untuk menaiki 700 anak tangga! Tidak usah khawatir, jika lelah kita bisa segera melihat pemandangan danau untuk merecharge kembali tenaga kita. hehee...Semakin tinggi posisi kita berdiri, semakin indah pemandangan yang dapat kita lihat.Dan akhirnya kami disuguhkan pemandangan yang spektakuler dari ketinggian 2.135m dpl... info lebih lanjut : http://www.kakisamson.com/2016/11/the-best-from-antioquia-colombia.html
  11. Bogota, kesan pertama mengenai Kolombia!

    @aprisnando disana itu orang banyak banget yang ga punya pulsa. sengaja dirantai emang biar engga dicuri (rawan). itu tulisan 200 minutos artinya, 200 peso/menit, alias kurang dari 1000 rupiah. Jujur aja dibandingin sama Kolombia, orang Indonesia ini jauh lebih update mengenai gadget. Orang juga agak parno menelpon/main hape di jalanan, takut kena curi/rampok. iya, mereka lebih cepat dan lebih banyak cabang rutenya. bahkan ada banyak rute dalam 1 halte.
  12. Old Manila City Tour Gratisan

    @deffa yah mod, baru pulang dari sana ini.hahaaa
  13. Bogota, kesan pertama mengenai Kolombia!

    makasih ya mas.hehee
  14. Bogota, kesan pertama mengenai Kolombia!

    @deffa WNI engga perlu visa ke Kolombia, Ekuador, Peru, dan Chile mod. Kuliah bahasa 1 semester disini.hehee...
  15. Bogota, kesan pertama mengenai Kolombia!

    silahkan dibaca di kakisamson.com yaaa.heheee