baihaki1985

Members
  • Content count

    770
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    15

baihaki1985 last won the day on March 4 2017

baihaki1985 had the most liked content!

6 Followers

About baihaki1985

  • Rank
    Petualang

Recent Profile Visitors

6,906 profile views
  1. dulu sih katanya emang lokasi jual barang curian. tapi sekarang keknya enggak lagi. lha wong ada juga yang jualan barang baru kok....
  2. yup... deket2 himalaya gituh
  3. Danau Prashar Danau Loktak bukanlah satu-satunya danau yang mempunyai pulau melayang atau floating island di India. Danau lainnya di India yang mempunyai fenomena unik dan menarik serupa bisa dijumpai di Danau Prashar. Danau ini berlokasi sekitar 49 kilometer dari kota Mandi di negara bagian Himachal Pradesh, India. Danau Prashar dengan floating island-nya (kredit: Wikipedia) Danau Prashar ini memiliki ukuran yang jauh lebih kecil kalau dibandingkan dengan Danau Loktak. Danau ini pun hanya memiliki satu buah floating island, berbeda dengan Loktak yang terdapat cukup banyak floating island. Danau Prashar ini mempunyai keliling hanya 1,5 kilometer. Sumber air Danau Prashar ini mayoritas berasal dari air hujan dan gletser. Meskipun mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan Danau Loktak, Danau Prashar ini memiliki pemandangan yang tak kalah fenomenal. Berlokasi di ketinggian 2730 meter di atas permukaan laut, danau ini pun menyuguhkan pemandangan yang fantastis. Mereka yang berkunjung ke Danau Prashar ini kebanyakan adalah para traveler yang suka dengan aktivitas penuh petualangan. Berasa seperti negeri di atas awan (kredit: tripoto) Seperti yang telah ditulis di atas, danau ini memang berukuran kecil. Meskipun begitu, Danau Prashar ini terbilang merupakan sebuah danau yang cukup misterius. Konon kedalaman danau ini sangat dalam, hingga tidak ada yang mengetahui kedalamannya secara pasti. Dan tempat ini pun menjadi sebuah lokasi yang dianggap kramat bagi masyarakat setempat dan merupakan lokasi bermeditasinya sage Prashar. Memilih Danau Prashar sebagai lokasi meditasi memang cukup masuk akal. Lokasi tempat ini memang cukup terpencil. Danau ini dikelilingi oleh perbukitan dan merupakan area yang jarang penduduk. Di sini hanya terdapat sebuah pagoda tiga lantai yang dijadikan sebagai lokasi bermeditasi untuk sage. Pagoda ini kabarnya dibangun pada abad ke 13 Masehi. Lokasinya yang terpencil pun membuat Danau Prashar ini memberikan suasana yang tenang dengan udara yang bersih. Dengan begitu, sage Prashar yang bermeditasi di sini pun bisa melakukan aktivitas semedinya dengan tanpa ada gangguan. Sementara itu, bagi para traveler bisa merasakan pengalaman yang berbeda, jauh dari suasana riuh di perkotaan. Meskipun air danau ini bersumber dari air hujan dan gletser, Danau Presher ini tidak pernah kering lho. Sepanjang tahun terus terisi air. Selain itu, lembah tempat berlokasinya danau ini juga ditumbuhi tanaman hijau setiap waktu. Pada saat musim dingin, danau ini pun berubah menjadi sebuah danau yang misterius, putih tertutupi oleh salju. Danau Prashar saat musim dingin (sumber gambar: sonaligrng) Mereka yang berkunjung ke tempat ini pun bisa datang sepanjang waktu. Baik di musim panas, musim semi ataupun musim dingin. Namun tentu saja, untuk berkunjung ke tempat ini harus menyiapkan kondisi fisik. Terlebih jalur yang dilewati selama menuju ke tempat ini tidaklah gampang. Jalur trekking menuju ke Danau Prashar ini harus melintasi hutan serta sungai. Selain itu, lokasi Danau Prashar ini juga terletak cukup dekat dengan kota-kota besar di sekitarnya seperti Delhi ataupun Chandigarh. Meskipun saya tulis dekat, jarak Delhi dengan tempat ini mencapai 430 kilometer yang mempunyai waktu tempuh sekitar 10 hingga 12 jam perjalanan. Bagi mereka yang melakukan aktivitas trekking menuju Danau Prashar, biasanya memulai dari desa terdekat, yakni Desa Bagi. Desa ini berjarak sekitar 7,5 kilometer dari Danau Prashar. Berjalan kaki dari Desa Bagi menuju ke Danau Prashar dengan pagoda di atas awannya membutuhkan waktu selama kurang lebih 4 hingga 5 jam. Danau Prashar (sumber gambar: indirover) Untuk masalah tempat menginap, Desa Bagi juga juga mempunyai penginapan yang bisa digunakan. Penginapan di Desa Bagi tersebut dilengkapi dengan sarana listrik yang bisa digunakan. Namun tentu saja jumlah kamar yang disediakan sangat terbatas. Dan ada baiknya untuk meminta informasi mengenai penyediaan makanan sebelum menginap di sana. Pilihan lainnya, bisa juga tanpa harus menginap di Desa Bagi dan camping di area Danau Prashar. Dan untuk persediaan makanan, bisa diperoleh di Kataula yang notabene merupakan desa utama di area sekitar Prashar. Dan perlu juga diperhatikan untuk membawa minuman yang cukup. Terutama karena tidak ada sumber air selama di jalur trekking, ditambah lagi jalur trekking yang dilalui adalah jalur menanjak. Meskipun punya jalur yang cukup menguras tenaga, namun pemandangan di Danau Prashar benar-benar layak untuk diperjuangkan. Di sana, traveler dapat menyaksikan pemandangan Pegunungan Dhauladhar. Suasana sunset dan sunrise pun dapat dinikmati selama berada di danau ini. Dan kalau mau, traveler juga bisa berkesempatan untuk melakukan semedi di tempat ini.
  4. Fenomena alam yang unik kerap menjadi daya tarik yang tinggi bagi para traveler. Di negara India, ada fenomena menarik yang membuat para traveler dari berbagai penjuru dunia pun berkunjung ke sana. Fenonema menarik tersebut adalah keberadaan floating island atau pulau melayang. Tak tanggung-tanggung, terdapat dua floating island yang bisa dijumpai di negara India. Danau Loktak Fenomena floating island yang pertama di negara India bisa dijumpai di Danau Loktak yang terletak tidak jauh dari kota Moirang di negara bagian Manipur. Danau ini pun dikenal sebagai danau air tawar terbesar di kawasan timur laut India. Danau ini mempunyai luas mencapai 287 kilometer persegi dengan kedalaman rata-rata sejauh 2,7 meter. Titik terdalam di danau ini bisa mencapai 4,6 meter. Menelusuri Danau Loktak (sumber gambar: theincredibleindia) Yang membuat unik danau ini tentu tak lain adalah keberadaan floating island. Menariknya lagi, floating island yang ada di tempat ini tidak hanya satu, melainkan terdapat beberapa. Floating island terbesar yang ada di Danau Loktak ini mempunyai luas mencapai 40 kilometer persegi. Pulau melayang yang terletak di danau ini tercipta berkat keberadaan apa yang disebut dengan phumdi. Phumdi ini merupakan sekumpulan tanaman, tanah dan materi organik lainnya yang melayang di atas permukaan air. Keberadaan phumdi ini pun sudah berlangsung sejak ratusan tahun. Namun keberadaan phumdi tersebut baru diketahui pada tahun 1886. Phumdi yang berada di Danau Loktak ini pun menjadi sumber penghidupan masyarakat lokal yang tinggal di sekitar danau. Di sekitar danau ini, setidaknya terdapat 55 kampung kecil dengan total populasi mencapai 100 ribu orang. Masyarakat sekitar pun biasanya menggunakan phumdi di Danau Loktak ini sebagai lokasi memancing yang strategis. Floating island yang ada di Danau Loktak India (kredit: Flickr/Ingudam Manoranjan) Tak hanya terkenal karena fenomena unik floating island, Danau Loktak di Manipur ini juga mempunyai kekayaan hayati yang beragam. Phumdi yang terletak di danau ini pun menjadi habitat dari salah satu rusa yang terancam punah, rusa eld. Untuk itu, area tempat tinggal hewan langka tersebut dijadikan sebagai taman nasional, disebut dengan Taman Nasional Keibul Lamjao. Selain rusa langka, phumdi di Danau Loktak ini juga terkenal sebagai habitat hewan langka lainnya. Seperti di antaranya adalah ular piton india ataupun sambhar. Total spesies hewan yang diketahui tinggal di phumdi Danau Loktak ini mencapai 425 spesies, ( termasuk di antaranya adalah 249 vertebrata dan 176 lainnya hewan invertebrata ). Lokasi danau ini pun juga dikenal sebagai wilayah yang memiliki pemandangan fantastis. Mayoritas area di Manipur merupakan daerah yang berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut. Sementara Danau Loktak ini merupakan salah satu area terendah yang ada di Manipur. Dan danau ini pun dikelilingi oleh dataran tinggi hijau yang semakin membuat tempat ini indah. Bagi para traveler, fasilitas yang disediakan di tempat ini pun cukup lengkap. Bahkan terdapat sebuah tourist house yang ditempatkan di salah satu phumdi yang ada di tengah Danau Loktak. Selain itu, para traveler pun bisa berkeliling danau menggunakan perahu yang disewakan oleh masyarakat lokal setempat. Berkeliling Danau Loktak dengan floating island-nya menggunakan perahu (sumber gambar: manipurvacations) Untuk urusan tempat menginap, di area Danau Loktak tersedia dua penginapan yang bisa dimanfaatkan. Keduanya adalah Forest Lodge Phubala dan Sendra Tourist Home. Dengan keberadaan kedua tempat menginap tersebut, traveler pun tidak perlu kesulitan mencari tempat tidur saat berkunjung ke danau dengan floating island ini. Tourist Home yang ada di salah satu floating island (kredit: Flickr/Kishalaya Namaram) Lalu bagaimana dengan akses transportasi menuju ke Danau Loktak ini? Untuk yang satu ini, traveler pun tidak perlu kerepotan. Danau Loktak mempunyai jalur transportasi yang lancar menuju ke kota Imphal yang merupakan ibukota negara bagian Manipur. Jarak dari Imphal menuju ke Loktak sejauh 50 kilometer. Dan untuk kemudahan sarana perjalanan ke tempat ini, Kantor Pariwisata Manipur juga menyediakan layanan travel menuju ke sana. Lalu kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Danau Loktak ini? Musim dingin yang jatuh pada rentang antara bulan November hingga awal bulan Maret pun bisa jadi waktu yang menarik. Di momen ini, para traveler bisa berkesempatan untuk menengok keberadaan rusa langka. Selain itu, dapat pula berkesempatan untuk melihat migrasi para burung. Sebagai tambahan, pada bulan Februari atau Maret, di tempat ini juga dilaksanakan festival bulan purnama Yaosang.
  5. Sejak zaman dahulu, kota Kolkata atau yang dulu dikenal dengan nama Kalkuta merupakan sebuah kota pelabuhan yang penting di negara India. Saat ini, Kolkata pun menjadi kota terpadat ketiga di negara India setelah Mumbai dan Delhi. Dan bagi para traveler, ada cukup banyak destinasi wisata menarik yang bisa disambangi di Kolkata. Salah satunya adalah Taman Botani Kolkata. Suasana di bawah The Great Banyan (kredit: Wikipedia) Taman Botani Kolkata ini mempunyai nama resmi Acharya Jagadish Chandra Bose Indian Botanic Garden, terletak di Shibpur, Howrah, Kolkata. Taman botani ini pun dikenal sebagai taman yang menyimpan berbagai jenis spesies tanaman langka. Total koleksi tanaman yang ada di tempat ini mencapai 12 ribu spesies yang tersebar di area seluas 109 hektar. Acharya Jagadish Chandra Bose Indian Botanic Garden ini terkenal dengan landmark sebuah pohon banyan raksasa yang disebut dengan nama The Great Banyan. Pohon banyan raksasa ini bentuknya menyerupai sebuah hutan. Padahal area hijau yang tertutupi oleh pohon banyan ini hanya terdiri dari satu buah pohon banyan. Foto tua pohon The Great Banyan (sumber gambar: Oldindianphotos) Taman botani ini didirikan oleh Kolonel Robert Kyd, salah seorang petinggi militer Britesh East Endia Company pada tahun 1787. Pembangunan taman botani ini ditujukan untuk mengidentifikasi keberadaan tanaman baru, yang pada akhirnya ditujukan untuk mencari produk yang dianggap punya nilai komersial tinggi. Tanaman yang tertanam di tempat ini pun berasal dari berbagai tempat. Mulai dari tanaman langkah yang berasal dari Nepal, Brazil, Penang, Jawa ataupun Sumatera dapat dijumpai di sini. Dan selain mempunyai koleksi tanaman yang bejibun, Taman Botani Kolkata ini juga dikenal sebagai taman botani tertua yang ada di negara India. Anggapan kalau area di bawah The Great Banyan merupakan sebuah hutan memang cukup masuk akal. Bagaimana tidak, The Great Banyan ini menutupi area seluas 18 ribu meter persegi. The Great Banyan ini mempunyai tinggi cabang hingga 24,5 meter. Saat ini, The Great Banyan total mempunyai sebanyak 3.772 akar gantung. The Great Banyan ini diperkirakan mempunyai usia lebih dari 250 tahun. Meskipun begitu, tidak ada catatan resmi terkait asal usul keberadaan pohon banyan raksasa ini. Catatan terkait keberadaan The Great Banyan ini hanya diketahui dari catatan perjalanan yang berasal dari abad ke 19, disebut sebagai sebuah elemen yang spektakuler. Danau di Taman Botani Kolkata (sumber gambar: wlivenews) Keberadaan pohon banyan raksasa ini pun telah melalui berbagai ujian dari alam. Mulai dari bencana angin topan yang terjadi pada tahun 1864 dan 1867. Pada kejadian tersebut, beberapa cabang utama dari The Great Banyan patah. Lalu sempat pula ada kejadian tersambar petir yang terjadi di tahun 1925. Walhasil, bagian tengah pohon ini pun akhirnya dipotong. Uniknya, meski batang tengah dari pohon ini telah dipotong dan dipindahkan, pohon banyan raksasa ini tidak mati. Bahkan keberadaannya semakin menjadi-jadi. Dan saat ini, The Great Banyan pun menjadi sebuah pohon raksasa unik yang tercatat dalam rekor dunia Guinnes. Bahkan gambar dari The Great Banyan ini juga tampil dalam koleksi perangko yang populer di India. Bentuknya yang unik pun membuat The Great Banyan jadi destinasi wisata yang sangat menarik bagi para wisatawan. Terlebih wisatawan dari luar negeri. Akar gantung yang jumlahnya mencapai angka 3.772 buah pun membuat tempat ini memiliki keunikan sendiri. Dan para traveler pun berkesempatan untuk berkeliling di bawah kanopi pohon The Great Banyan. Rumah tua bekas tempat tinggal William Roxburgh (kredit: Wikipedia) Selain terkenal akan The Great Banyan, Taman Botani Kolkata ini juga mempunyai daya tarik lainnya yang tak kalah menarik. Salah satunya adalah keberadaan Monumen Roxburgh dan bekas rumah tinggal William Roxburgh. Sosok William Roxburgh sendiri dikenal sebagai bapak botani India. Bahkan tak sedikit spesies tumbuhan yang menggunakan nama Roxburgh, yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas kinernya di bidang botani. Monumen Roxburgh di Taman Botani Kolkata (kredit: Wikipedia) Kalaupun sudah bosan berkeliling taman, ada pula aktivitas lainnya yang bisa dilakukan di taman botani ini. Aktivitas tersebut adalah naik perahu di atas danau kecil yang ada di taman. Sebagai tambahan, Taman Botani Kolkata ini juga dikenal sebagai tempat yang menyimpan koleksi buku tak ternilai di area perpustakaannya.
  6. Masalah keamanan tentu saja menjadi perhatian penting saat bepergian ke sebuah tempat baru. Dan terkait hal yang satu ini, India kerap menjadi sorotan. Terlebih untuk kasus kejahatan terhadap perempuan. India dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai tingkat kejahatan kekerasan terhadap perempuan yang cukup tinggi. Suasana di kota Chennai, India (sumber gambar: yourstory) Dan kasus pemerkosaan di India juga tak hanya menimpa masyarakat lokal. Namun juga menjadi teror untuk para traveler, terutama female traveler. Meski tentu saja, hal ini tidak bisa disama ratakan di semua kota di India. Menurut sebuah survei Quality of Living dari Mercer, kota Chennai disebut sebagai kota yang paling aman di negara India. Dalam survei yang dirilis pada awal tahun 2016 tersebut, kota Chennai menduduki peringkat nomor 113 untuk ketegori kota teraman. Sementara itu untuk kota di India yang mempunyai tingkat kualitas hidup terbaik didapatkan oleh kota Hyderabad, duduk di posisi 139. Dalam survei kualitas hidup yang dilaksanakan oleh Mercer ini, total terdapat 230 kota yang masuk dalam pendataan. Sebagai info tambahan saja, satu-satunya kota di Indonesia yang masuk dalam data Mercer ini adalah kota Jakarta. Untuk kategori umum kualitas kehidupan, kota Jakarta berada di posisi 142. Sedikit lebih baik dibandingkan kota Chennai yang ada di posisi 150. Sementara itu, untuk urusan keamanan, dalam hal ini yang dinilai adalah keamanan personal, kota Jakarta hanya berada di posisi 172. Dasar penilaian keamanan sebuah kota yang dilakukan oleh Mercer terdiri dari empat parameter. Mulai dari stabilitas internal, tingkat kejahatan, penegakan hukum serta hubungan dengan negara lain. Untuk hal yang satu ini, kota Chennai pun dianggap mempunyai kondisi lebih baik dibandingkan kota lain di India. Mulai dari warga yang taat hukum ataupun tingkat korupsi penegak hukum yang lebih sedikit dibandingkan kota lain. Chennai kota wisata terbesar di India Kota Chennai juga dikenal sebagai kota terbesar keempat di negara India. Tak hanya itu, Chennai yang dulunya dikenal dengan nama Madras ini merupakan salah satu kota yang banyak dikunjungi wisatawan luar negeri. Menurut data dari Euromonitor, Chennai berada di posisi 38 untuk kategori kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan luar negeri. Posisi yang didapatkan oleh kota Chennai itupun lebih tinggi jika dibandingkan dengan kota lainnya di India. Tengok saja, kota Mumbai dan Delhi yang notabene adalah dua kota terbesar di India masing-masing berada di posisi 50 dan 51. Sementara itu kota Agra dan Jaipur berada di posisi 67 dan 68. Dan terakhir adalah Kolkata yang ada di posisi 99. Sajian kuliner di kota Chennai (sumber gambar: chennaifoodguide) Sebagai sebuah kota wisata terbesar di negara India, tentu saja para traveler pun akan dapat menjumpai berbagai destinasi wisata menarik di tempat ini. Mulai dari pantai, tempat ibadah bersejarah yang mempunyai arsitektur menarik, ataupun monumen dan bangunan bersejarah lain yang bisa dijumpai. Tak ketinggalan, kota Chennai juga dikenal sebagai food city terbaik kedua dunia versi National Geographic. Marina Beach Pantai Marina di Chennai (kredit: Wikipedia) Kalau ingin mencari sebuah pantai di kota Chennai, Marina Beach bisa jadi pilihan terbaik. Pantai sepanjang 12 kilometer ini dikenal sebagai pantai urban terpanjang kedua di dunia. Di sini pun terdapat berbagai bangunan tua yang didirikan pada saat pendudukan pemerintah kolonial Inggris di India. Jadi tak hanya bisa menyaksikan keindahan pantai, namun juga dibarengi aktivitas berkeliling gedung-gedung tua berarsitektur menarik. Kapaleeswarar Temple Kuil Kapaleeshwarar di Chennai (kredit: Remotetraveler) Kalau ingin menilik sejarah kota Chennai, tentu tak bisa lepas dari keberadaan kuil Hindu yang satu ini. Kuil ini dikenal sebagai salah satu kuil tertua dan yang paling terkenal di kota Chennai. Konon, kuil ini didirikan pada abad ke 8 Masehi. Dan tempat ini juga setiap tahunnya menyelenggarakan sebuah festival yang bernama Arubathi Mooval, biasanya jatuh pada bulan Maret atau April. San Thome Basilica Gereja St Thomas Basilica yang ada di kota Chennai juga kerap menjadi lokasi perhentian para traveler. Gereja yang satu ini dibangun pada abad ke 16 oleh para penjelajah dari Portugis. Pada tahun 1893, bangunan gereja ini mengalami proses pembangunan kembali oleh orang-orang Inggris. Dan bangunan itupun hingga sekarang masih berdiri dengan kokoh. Gereja St Thomas Basilica (kredit: NTWeblog) Bangunan St Thomas Basilica ini merupakan sebuah gereja Katolik Roma yang hadir dengan desain arsitektur Neo-Ghotic. Gereja ini pun menjadi pusat kunjungan para peziarah para pemeluk agama Katolik di India. Terlebih Gereja St Thomas Basilica ini memperoleh status sebagai gereja nasional pada tahun 2006 lalu. Masjid Wallajah Di tempat ini pun tak ketinggalan terdapat sebuah masjid bersejarah yang dibangun pada tahun 1795. Masjid yang bernama Triplicane Big Mosque ini didirikan oleh keluarga Muhammad Ali Khan Wallajah, jadi tidak heran kalau banyak pula yang menyebut masjid ini dengan nama Masjid Wallajah. Masjid Wallajah (kredit: Wallajah Mosque) Sisi menarik dari bangunan ini tak hanya pada usianya yang sudah tua. Namun desain bangunan yang ada pada masjid ini juga tak kalah menarik. Bagaimana tidak, seluruh struktur bangunan ini ternyata dibangun dengan menggunakan batu granit. Pembangunan masjid ini pun tidak menggunakan bahan lain seperti besi ataupun kayu. Nah itu sebagian destinasi wisata menarik yang bisa ditelusuri selama di kota Chennai. Nanti deh akan dituliskan destinasi wisata menarik lainnya yang ada di kota Chennai.
  7. Setiap berkunjung ke sebuah kota, ada sangat banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi. Terlebih untuk sebuah kota besar seperti Mumbai di India. Di tempat ini, tak hanya destinasi wisata populer yang banyak dikunjungi para wisatawan. Pasar tradisional yang menjadi tempat transaksi jual beli masyarakat lokal pun tak kalah menarik untuk didatangi. Ada cukup banyak pasar tradisional yang berada di kota Mumbai. Di antara pasar-pasar tradisional tersebut, tiga pasar tradisional berikut di bawah ini menjadi pilihan yang banyak dikunjungi oleh para traveler. Chor Bazaar Kalau di Surabaya, ada daerah julukannya Pasar Maling, tepatnya di sekitar Wonokromo. Nah di kota Mumbai, ada tempat serupa yang mempunyai julukan Pasar Maling. Tempat tersebut adalah Chor Bazaar yang kalau dalam bahasa India, artinya memang adalah Pasar Maling. Pasar Maling Chor Bazaar di Mumbai (kredit: Flickr/santosh_sinha) Pada awal kemunculannya, nama pasar tradisional yang satu ini bukanlah Chor Bazaar, melainkan Shor Bazaar yang artinya Pasar Ribut. Namun lama kelamaan, karena kesalahan pelafalan oleh orang-orang Inggris yang ada di India, tempat ini pun kerap disebut dengan nama Chor Bazaar. Walhasil, tidak heran kalau pada akhirnya para pencuri pun menjual barang hasil curiannya ke sini. Barang yang dijual di Chor Bazaar Mumbai (sumber gambar: happytrips) Barang-barang yang bisa dijumpai di Chor Bazaar ini tak ubahnya seperti yang ada di Pasar Gembong Surabaya ya. Mulai dari barang-barang bekas tidak berguna alias rongsokan, barang-barang antik hingga barang-barang kuno. Jadi harus pintar-pintar memilih kalau berbelanja di tempat ini. Dan kalau beruntung, mungkin bisa memperoleh barang berharga di tempat ini. Chor Bazaar ini pun dikenal sebagai pasar tradisional yang sudah berusia lebih dari 150 tahun di kota Mumbai India. Pasar ini buka setiap hari mulai dari pukul 11 pagi hingga pukul 7.30 malam, kecuali hari Jumat, karena digantikan Juma Market. Lokasi Chor Bazaar ini berada di Mutton Street yang berdekatan dengan Mohamma Ali Road di South Mumbai. Colaba Causeway Colaba Causeway atau juga dikenal dengan nama Shahid Bhagat Singh Road merupakan sebuah area jalanan komersial yang sangat terkenal di kota Mumbai. Terlebih Colaba Causeway ini lokasinya sangat berdekatan dengan destinasi wisata populer di kota Mumbai. Mulai dari Fort, Gateway of India hingga Hotel Taj Mahal Palace & Tower yang sama-sama berlokasi di South Mumbai. Produk perhiasan yang dijual di Colaba Causeway (sumber gambar: mapsofindia) Colaba Causeway memperoleh julukan sebagai Culture Square-nya kot Mumbai. Di sini para traveler pun akan bisa menjumpai banyak bangunan tua dengan arsitektur uniknya. Mulai dari bangunan National Gallery of Modern Art (NGMA), Regal Cinema, Museum Chhatrapati Shivaji Maharaj dan lainnya. Secara khusus, area ini memang lebih banyak dikenal sebagai pusatnya galeri seni di kota Mumbai. Sebagai sebuah jalanan komersil, tentu saja para traveler pun akan dapat menjumpai berbagai jenis toko di Colaba Causeway ini. Ada anekdot masyarakat India terkait Colaba Causeway ini, "sab kuch milega" yang artinya Anda dapat menemukan segalanya di tempat ini. Di tempat ini, para traveler bisa menjumpai berbagai jenis produk, mulai dari kerajinan tangan, hasil karya seni, buku, perhiasan, baju dan lain-lain. Sembari menikmati suasana kultural yang ada di Coloba Causeway, ada banyak destinasi wisata yang tak kalah menariknya di area ini. Terutama sih bakal menarik bagi mereka yang suka dengan bangunan tua. Seperti di antaranya adalah Gereja St John the Evangelist ataupun Sassoon Docks yang saat ini dikenal sebagai pasar ikan terbesar di kota Mumbai. Crawford Market Pasar tradisional yang satu ini merupakan pasar tradisional paling populer di kalangan masyarakat lokal di kota Mumbai. Terlebih karena Crawford Market ini dikenal sebagai pasar buah dan sayuran terbesar yang ada di kota Mumbai. Tak hanya itu, di pasar ini para pengunjung juga dapat menjumpai para penjual yang menjajakan produk daging unggas serta hewan peliharaan. Bangunan Crawford Market (kredit: mapsofindia) Namun daya tarik tempat yang juga dikenal dengan nama Mahatma Jyotiba Phule Mandai adalah desain bangunan klasiknya. Bangunan Crawford Market ini merupakan sebuah bangunan tua yang didirikan pada tahun 1869 oleh seorang arsitek bernama William Emerson. Nama Crawford Market pun diambil dari nama Komisaris Kota pertama di Mumbai, yakni Arthur Crawford. Lokasi dari Crawford Market ini pun sangat strategis dan dapat dengan mudah dikunjungi oleh para traveler. Pasar tradisional yagn satu ini berada bersebelahan dengan stasiun kereta Chhatrapati Shivaji Terminus. Kalau ingin melihat kondisi keramaian sehari-hari di pasar ini, jangan datang di hari Minggu, karena sebagian besar toko tutup.
  8. Traveling menjadi momen di mana kita berusaha untuk memuaskan diri sepenuhnya. Tidak heran kalau pada saat traveling, waktu yang ada pun dimanfaatkan semaksimal mungkin. Tak hanya berkeliling suatu tempat pada siang hari, malam hari pun jadi momen yang banyak dimanfaatkan untuk menjelajah. Terlebih lagi ketika berkunjung ke sebuah kota besar seperti Mumbai. Sebagai sebuah kota metropolitan, tempat hiburan malam pun bisa dengan mudah ditemukan di kota Mumbai, India. Bagi yang suka clubbing, Mumbai pun jadi destinasi yang sangat menyenangkan. Namun tentunya, tak hanya sarana clubbing yang bisa dijumpai di suasana malam hari kota Mumbai. Ada beragam aktivitas lainnya yang tak kalah menariknya. Terutama bagi mereka yang memang nggak suka pergi night club. Moonlight kayaking Di kota Mumbai, para traveler bisa juga menghabiskan waktu malam hari untuk melakukan aktivitas bermain kayak. Dan menariknya lagi, aktivitas bermain kayak tak hanya bisa dilakukan pada siang hari. Para traveler pun dapat pula berkesempatan untuk bermain kayak di malam hari. Ditemani dengan sinar rembulan serta nyanyian burung hantu. Moonlight Kayaking (sumber gambar: alienadv) Aktivitas kayaking di malam hari itu bisa dilakukan di Sungai Bhatsa yang berjarak sekitar 70 kilometer dari kota Mumbai. Ada cukup banyak travel agent yang menawarkan paket Moonlight Kayaking di tempat ini. Salah satu agen travel, mematok biaya sebesar 2750 rupee per orang atau setara 500 ribu rupiah. Tentunya aktivitas yang bisa dilakukan di lokasi Sungai Bhatsa ini tak hanya kayaking. Para traveler juga bisa melakukan aktivitas lain. Terlebih paket yang ditawarkan biasanya sekalian bermalam di area campground beserta pesta bbq. Dan tentu saja, kalau ingin mencoba, bisa pula berburu ataupun memancing ikan di sungai. Sajian karya seni di Kamis malam Bagi para pecinta karya seni, malam hari di kota Mumbai juga bisa menjadi waktu yang menarik. Terutama pada setiap Kamis malam kedua di setiap bulannya. Pada momen tersebut, galeri kesenian yang ada di area Colaba bakal buka lebih lama, hingga pukul 21.30. Di tempat ini, traveler pun bisa menyaksikan berbagai karya seni kontemporer oleh para seniman India. Salah satu hasil karya seni di galeri yang ada di Colaba (kredit: Aalok Soni) Star gazing Kota Mumbai juga memberikan aktivitas berupa star gazing atau menyaksikan pemandangan bintang di langit malam kota. Program ini dilaksanakan di Planetarium Nehru. Program yang bernama Sky Oberservation ini dilaksanakan di Planetarium Nehru setiap hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 6 hingga pukul 7. Tentunya jika kondisi cuaca memungkinkan. Planetarium Nehru Mumbai (sumber gambar: mumbailocal) Para traveler yang tertarik untuk mengikuti acara ini pun akan dikenakan biaya sebesar 40 rupee per orang atau setara 8 ribu rupiah. Dengan biaya yang murah tersebut, traveler pun sedikit bisa berkesempatan untuk mempelajari dan melihat secara lebih dekat kondisi langit di kota Mumbai. Glow Poi Poi yang berasal dari Suku Maori di Selandia Baru merupakan aktivitas yang dilakukan sebagai salah satu bentuk bela diri masyarakat setempat. Poi dilakukan dengan menggunakan beban yang selanjutnya akan diayunkan sesuai dengan ritme dan pola tertentu. Tak jarang poi ini juga dibarengi dengan tarian. Glow Poi (sumber gambar: twistedglow) Nah, di kota Mumbai, ada pula aktivitas serupa yang dilakukan di malam hari. Disebut dengan Glow Poi yang dilaksanakan di Juhu dan Bandra. Disebut Glow Poi karena memang melibatkan lampu LED sehingga memberikan kesan penampilan yang lebih menarik di malam hari. Jadi bisa digunakan sebagai sarana olahraga sekaligus pertunjukan seni. Berkeliling sepeda malam hari Mengeksplorasi kota Mumbai di malam hari dapat pula dilakukan menggunakan sepeda. Ada beberapa travel agent yang menawarkan aktivitas tur sepeda tengah malam berkeliling kota Mumbai. Aktivitas ini dimulai dari Stasiun Kereta Churchgate yang berada di South Mumbai hingga menuju ke Bandra. Tur sepeda malam hari di Mumbai (sumber gambar: mumbaitravellers) Aktivitas berkeliling Mumbai menggunakan sepeda ini menempuh jarah sejauh 20 kilometer dengan durasi mencapai lima jam. Tur seperti ini biasanya dilaksanakan pada hari Sabtu, dimulai pukul 22.30. Dalam aktivitas ini, traveler pun akan diajak untuk berkunjung ke landmark-landmark kota Mumbai. Aktivitas ini pun memberikan suasana yang berbeda jika melakukannya di siang hari. Terlebih kondisi Mumbai di malam hari bakal terasa lebih menarik. Mulai dari kondisi Marine Drive yang memperoleh julukan sebagai Queen's Necklace hingga gemerlap Chhatrapati Shivaji Terminus. Dinner romantis di kapal pesiar Sebagai sebuah kota pesisir, Mumbai mempunyai suasana yang sangat romantis dan menarik dikunjungi bagi mereka yang tengah mabuk asmara. Dan aktivitas malam hari romantis yang bisa dilakukan selagi berada di kota Mumbai adalah menikmati sajian makan malam romantis di atas kapal pesiar. Menghabiskan waktu di atas kapal pesiar, traveler pun bisa menghabiskan momen makan malam romantis dengan pemandangan malam hari Laut Arab. Tak hanya itu, dari atas kapal, traveler juga bisa menyaksikan gemerlap malam hari kota Mumbai. Namun tentunya, aktivitas romantis seperti ini tidak bisa diperoleh dengan murah ya Street food Siapa yang nggak suka makan? Nah kalau ingin menikmati makanan tradisional India, tentunya akan sangat disayangkan kalau melewatkan aktivitas berkeliling street food di malam hari kota Mumbai. Mulai dari makanan seperti Bhelpuri yang banyak dijumpai di Chaupati, hingga berbagai sajian makanan halal yang dapat dijumpai di sekitar area Minara Masjid. Street food di kota Mumbai (sumber gambar: seatrr) Pijat Ayurveda Capek setelah berkeliling kota Mumbai di siang hari, traveler dapat pula bersantai sambil memperoleh pijatan khas India, yakni pijat Ayurveda. Ayurveda sendiri dikenal sebagai obat-obatan tradisional India yang kerap digunakan dalam berbagai jenis terapi. Termasuk di antaranya adalah digunakan saat proses pemijatan. Pijat Ayurveda pun dipercaya mempunyai banyak manfaat. Mulai dari manfaat dalam menangani berbagai jenis penyakit hingga sebagai sarana relaksasi. Dan selepas pijat, aktivitas berkeliling kota Mumbai pun bisa dilakukan dalam kondisi tubuh yang lebih segar di pagi hari.
  9. nah, emang... dan seperti yang aku tulis siih.... perasaan ada travel agent serupa yang jalanin aktivitas wisata seperti ini http://edition.cnn.com/2009/WORLD/asiapcf/07/29/indonesia.slum.tourism/index.html?iref=24hours yup...
  10. Para traveler biasanya menghabiskan waktu traveling-nya untuk berkunjung ke tempat-tempat yang dianggap menarik. Mulai dari sebuah tempat dengan pemandangan alam yang fantastis, hingga tempat dengan aktivitas budaya yang turun temurun terjaga dengan baik. Namun siapa sangka, sebuah perkampungan kumuh di kota Mumbai, India ternyata juga menjadi daya tarik yang tinggi bagi para traveler dunia? Kondisi perkampungan kumuh Dharavi di kota Mumbai (kredit: jonasbendiksen) Tempat pemukiman kumuh tersebut adalah Dharavi yang sempat disebut-sebut sebagai area pemukiman kumuh terbesar di Asia. Pemukiman kumuh Dharavi ini juga dikenal sebagai tempat yang menginspirasi film populer India, Slumdog Millionare. Dan berkat film Slumdog Millionare itu pulalah, tempat ini pun kini menjadi sebuah tempat yang banyak dikunjungi oleh para traveler. Aktivitas wisata berkunjung ke area kumuh seperti Dharavi ini bukanlah sebuah hal yang baru. Pada tahun 1800an, mereka yang termasuk dalam kategori orang kaya di kota London biasanya menghabiskan waktu untuk berkunjung ke pemukiman kumuh yang ada di sekitarnya. Aktivitas seperti ini pun kemudian berlanjut ke wilayah lain. Dan di negara India, Dharavi menjadi wisata poverty tourism yang banyak didatangi. Kondisi rumah-rumah di Dharavi (sumber gambar: archidev) Keberadaan wilayah pemukiman kumuh Dharavi di kota Mumbai ini memang menjadi sebuah fenomena tersendiri. Bagaimana tidak, sekitar 55 persen penduduk kota Mumbai berada di wilayah ini. Di samping itu, kota Mumbai dikenal sebagai kota metropolitan dan kota terbesar di negara India. Kota ini pun menjadi tempat tinggal para selebritis serta orang-orang kaya di India. Dan agen travel yang menawarkan wisata kemiskinan di area pemukiman kumuh Dharavi ini adalah Reality Tours & Travel. Mereka pun beralasan kalau aktivitas traveling yang mereka tawarkan ini ditujukan untuk membantu keseharian hidup mereka yang tinggal di Dharavi. Bahkan agen travel ini juga menyediakan paket traveling merayakan festival Holi di Dharavi. Selain merupakan sebuah area perkampungan kumuh, Dharavi dikenal sebagai pusat daur ulang sampah di kota Mumbai. Namun hal ini juga berimbas pada tingkat polusi yang sangat tinggi di perkampungan tersebut. Terlebih mereka yang tinggal di perkampungan ini mencapai angka lebih dari 1 juta orang, dalam area seluas 217 hektare. Pembuatan pot tanah liat di Dharavi (kredit: Wikipedia) Tak hanya dikenal sebagai wilayah industri daur ulang sampah, Dharavi ini juga banyak dihuni oleh mereka yang mempunyai usaha dalam pembuatan pot tanah liat serta tekstil. Bahkan di tempat ini terdapat kurang lebih 5000 tempat usaha dan 15 ribu industri rumahan yang berkembang. Dan tentunya, mereka yang tinggal di sini adalah orang-orang dengan kemampuan ekonomi yang rendah. Terlebih biaya sewa rumah di sini sangat murah, yakni 500 rupee (setara 100 ribu rupiah) per bulan, jauh lebih murah dibandingkan dengan sewa kos mahasiswa di Indonesia ya Dhobi Ghat di Dharavi (sumber gambar: 011now) Namun keberadaan wisata kemiskinan di Dharavi ini menuai pro dan kontra. Tak sedikit yang beranggapan kalau tur wisata yang ditawarkan ini merupakan bentuk ekspoitasi terhadap para penduduk Dharavi. Dan aktivitas tur seperti ini pun dianggap sebagai bentuk pembiaran terhadap masalah sosial yang ada di wilayah Dharavi. Di sisi lain, pihak travel agent mengatakan kalau sebagian besar keuntungan yang mereka peroleh diberikan kepada komunitas warga Dharavi. Sekitar 80 persen pendapatan, setelah dipotong pajak dan gaji pegawai, kabarnya menjadi milik warga Dharavi. Ditambah lagi, bisnis yang dilaksanakan oleh agen travel ini cukup menguntungkan. Pada peak season, seperti Desember dan Januari, setidaknya terdapat 22 traveler berkunjung ke Dharavi setiap harinya. Lalu tur seperti apa sih yang ditawarkan oleh Rality Tours and Travel di Dharavi ini? Para traveler akan diajak untuk berkeliling di wilayah Dharavi dan berkesempatan untuk melakukan interaksi secara langsung dengan masyarakat setempat. Selama 2 jam setengah, traveler bisa mengunjungi Dhobi Ghat ( laundry terbuka ) yang ada di Dharavi ataupun dapat pula menghabiskan waktu makan siang bersama dengan penduduk Dharavi. Betewe, tur seperti ini sepertinya juga pernah ada di Indonesia. Kalau tidak salah, pernah salah satu televisi swasta nasional di tanah air menayangkan aktivitas wisata kemiskinan yang dilaksanakan di kota Jakarta. Dan mereka yang turut serta dalam aktivitas ini kebanyakan adalah para traveler bule, yang mungkin bagi mereka sangat sulit untuk menemukan pemukiman kumuh di dekat tempat tinggalnya kali ya?
  11. Sejatinya, perayaan Holi dilaksanakan di hampir semua kota di negara India. Namun terdapat beberapa kota yang melaksanakan Festival Holi dengan cara yang berbeda. Penasaran bukan dengan pelaksanaan Festival Holi di kota-kota di India? Barsana Ada hal yang berbeda dengan perayaan Holi di Desa Barsana yang terletak tak jauh dari Mathura di Uttar Pradesh. Perayaan Holi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Barsana dikenal dengan nama Lathmar Holi yang pelaksanaannya dilakukan seminggu sebelum Festival Holi secara umum. Lathmar Holi di Desa Barsana (kredit: Wikipedia) Pada perayaan Holi tersebut, wanita dari Desa Barsana pun akan berbondong-bondong memenuhi jalanan dengan membawa tongkat kayu. Tongkat tersebut pun akan mereka gunakan untuk memukuli para pria. Dalam pelaksanaannya, para wanita itupun berusaha agar wajahnya tidak dikenali. Dan masih di tempat yang sama, yakni di Desa Barsana, ada pula perayaan yang disebut dengan nama Laddoo Holi. Perayaan Laddoo Holi ini dilakukan karena Barsana merupakan tempat yang spesial untuk Krishna. Konon di Barsana lah Krishna bertemu dengan Radha. Dan di desa ini pun terdapat sebuah kuil yang didedikasikan untuk Radha. Pelaksanaan Laddoo Holi ini dilakukan sehari sebelum Lathmar Holi. Pada perayaan Laddoo Holi ini, masyarakat Barsana pun akan melemparkan kue laddoo, sebuah kue manis tradisional india dengan diiringi lagu spiritual yang berkaitan dengan Radha dan Krishna. Mathura and Vrindavan Mathura dan Vrindavan menjadi pilihan berikutnya untuk bisa menyaksikan perayaan Holi yang semarak. Mathura dikenal sebagai tempat kelahiran Krishna, sementara Vrindavan adalah tempat Krishna menghabiskan masa kecilnya. Perayaan Holi yang dilaksanakan di kedua tempat ini dilakukan secara tradisional. Dan tempat yang paling ramai untuk saling melempar bubuk berwarna adalah di Kuil Dwarkadheesh yang ada di Mathura. Festival Holi di Vrindavan (sumber gambar: traveltriangle) Anandpur Sahib Di kota Anandpur Sahib yang merupakan wilayah dari negara bagian Punjab, ada Festival Holi yang unik dan berbeda. Festival Holi di kota Anandpur Sahib ini dilaksanakan oleh para pemeluk agama Sikh dan festival tersebut diberi nama Hola Mohalla. Festival Hola Mohalla ini pertama kali dilaksanakan di Anandpur Sahib pada tahun 1701. Hola Mohalla di Anandpur Sahib (sumber gambar: eternaljourneys) Di tempat ini, pelaksanaan Hola Mohalla jauh berbeda dengan Festival Holi yang dilaksanakan di tempat lain. Alih-alih saling melempar bubuk berwarna, para pemeluk agama Sikh di sini mempertunjukkan kebolehannya dalam ilmu beladiri. Setiap tahunnya, lebih dari 100 ribu pemeluk agama Sikh turut serta dalam ajang Hola Mohalla ini. Meski begitu, tentu saja aksi saling melempar bubuk juga tetap ada. Udaipur Pelaksanaan Festival Holi di Udaipur dilakukan dengan cara yang lebih elegan. Di Udaipur, para traveler pun bisa berkesempatan untuk turut serta dalam Festival Holi yang dilaksanakan oleh Keluarga Bangsawan Mewar di area City Palace. Namun tentu saja, prosesi yang dilakukan di tempat ini bukanlah Rangwali Holi, melainkan Holika Dahan. Prosesi Holika Dahan di Udaipur (sumber gambar: mediaindia) Mumbai Sebagai kota terbesar yang ada di India, tentu saja pelaksanaan Festival Holi di Mumbai jadi pengalaman unik tersendiri. Terlebih di sini Festival Holi dilakukan di tempat kumuh Mumbai, yakni di Dharavi. Para traveler pun akan bisa terjun secara langsung dan merayakan Holi bersama dengan masyarakat miskin yang tinggal di perkampungan kumuh Dharavi. Festival Holi di Mumbai (sumber gambar: happyholiwishes) Pihak travel agent yang menyediakan fasilitas untuk merayakan Holi di Dharavi ini pun menjanjikan pelaksanaan yang aman. Dan yang terpenting, mereka menjanjikan kalau segala jenis keuntungan yang didapatkan dari acara ini akan digunakan untuk membantu kelangsungan hidup masyarakat miskin di Dharavi. Jaipur Pelaksanaan Festival Holi yang unik berikutnya dilangsungkan di kota Jaipur, Rajashtan. Di kota ini, pelaksanaan Festival Holi dimeriahkan oleh kehadiran para gajah. Di sini, akan ada parade gajah yang juga diramaikan dengan hiburan lainnya seperti tari-tarian tradisional dan event lainnya. Festival Holi dengan gajah di Jaipur (kredit:nomadicfoot) Tentu saja di Festival Holi yang ada di kota Jaipur ini juga dimeriahkan dengan aksi lembar bubuk berwarna seperti halnya di kota lain. Namun keberadaan gajah pada Festival Holi di Jaipur ini sempat mendapatkan aksi protes dari para pecinta binatang. Meski begitu, kehadiran gajah dalam Festival Holi di Jaipur masih tetap berlangsung. Namun untuk turut serta merayakan Festival Holi dengan gajah, dikenakan biaya sebesar 4000 rupee (setara 800 ribu rupiah) per orang. Kalau ingin berpartisipasi dalam ajang Festival Holi di India, ada hal-hal yang harus diperhatikan. 1. Safety first. Perhatikan saat akan bercampur baur dengan kelompok orang yang merayakan Festival Holi. Tak sedikit terjadi aksi pelecehan yang menimpa para traveler, utamanya para traveler wanita. 2. Gunakan baju lama. Tentunya nggak ingin baju kesayangan rusak gara-gara warna yang tidak bisa dihilangkan bukan? 3. Lumuri tubuh dan rambut dengan minyak. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan bekas warna dengan mudah. 4. Pakai kacamata sebagai pelindung. 5. Jangan mudah tersinggung. Terlebih saat perayaan Holi, kita akan banyak bersinggungan dengan orang-orang asing. Jangan marah kalau mereka tiba-tiba menyemprotkan air ataupun melemparkan bubuk warna ke arah kita.
  12. Seperti halnya di negara lain, sebuah perayaan atau festival menjadi ajang yang sangat menarik untuk dikunjungi para traveler. India pun terkenal dengan beberapa festival yang dilaksanakan setiap tahunnya. Festival yang paling terkenal di India tak lain adalah Diwali yang dikenal sebagai Festival Cahaya. Namun ada pula festival lain yang tak kalah menariknya di India, yakni Holi yang dikenal sebagai perayaan penuh warna. Perayaan penuh warna, Festival Holi (kredit gambar: greetingseveryday) Holi merupakan sebuah perayaan yang biasa dilakukan di India dan Nepal dan dirayakan oleh para pemeluk agama Hindu. Perayaan Holi ini dilakukan selama dua hari, dimulai pada hari munculnya bulan purnama di bulan Falgun pada penanggalan Vikram Samvat Hindu. Perayaan ini biasanya jatuh antara akhir bulan Februari hingga pertengahan bulan Maret. Di tahun 2016 ini, perayaan Holi bertepatan dengan tanggal 24 Maret. Sementara di tahun depan, perayaan Holi akan dilaksanakan pada tanggal 13 Maret. Hari pertama perayaan Holi ini dikenal dengan nama Chhoti Holi atau Holika Dahan. Sementara hari kedua festival Holi dikenal dengan sebutan Rangwali Holi, Dhuleti, Dhulandi atau Dhulivandan. Pada zaman dahulu, perayaan ini memang hanya dilakukan oleh para pemeluk agama Hindu. Namun seiring dengan perkembangan zaman, mereka yang bukan pemeluk agama Hindu pun turut menyemarakkan perayaan Holi. Tak hanya mereka yang tinggal di Benua Asia, namun juga dirayakan oleh komunitas yang berdomisili di luar Benua Asia. Festival Holi dilakukan oleh masyarakat India sebagai bentuk perayaan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Tak hanya itu, Festival Holi ini juga menjadi penanda berakhirnya musim dingin dan dibarengi dengan kedatangan musim semi. Festival Holi ini juga dikenal dengan sebutan Festival Warna-warni, karena pada hari itu orang-orang akan saling melemparkan tepung berwarna satu sama lain. Saling melemparkan bubuk berwarna (sumber gambar: vergecampus) Aksi saling melempar tepung berwarna itulah yang membuat Festival Holi ini jadi sebuah perayaan yang banyak dikunjungi oleh para traveler. Terlebih, mereka yang turut serta pada perayaan ini juga biasanya sekaligus merayakan pesta serta berdansa di bawah guyuran air. Sangat pas untuk mereka yang suka dengan keramaian dan bermain basah-basahan. Festival warna pada perayaan Holi ini memperoleh namanya dari aktivitas yang biasanya dilakukan oleh Krishna. Krishna yang dikenal sebagai reinkarnasi Dewa Wisnu merupakan sosok yang suka bermain-main dan cukup jahil. Hampir mirip dengan sosok jahil Krishna yang digambarkan dalam film kartun yang biasa ditayangkan di televisi tanah air. Lalu kenapa aksi yang dilakukan pada Festival Holi ini merupakan aktivitas yang biasa dilakukan oleh Krishna? Tak lain karena sosok yang berhasil mengalahkan sosok Raja Hiranyakashipu yang dikenal sebagai sosok raja setan yang berkuasa di wilayah Multan, Punjab. Api Holika (kredit: Wikipedia) Perayaan Holi dimulai pada malam hari dengan dinyalakannya api unggun Holika. Orang-orang pun bakal berkumpul dan mengerubungi api unggun tersebut. Ritual ini pun berjalan dengan khusyuk, di mana orang-orang akan berdoa agar kejahatan yang ada dalam diri masing-masing akan hilang seiring dengan dinyalakannya api unggun Holika. Selanjutnya, hari kedua Festival Holi merupakan waktu yang dinanti-nanti. Orang-orang pun akan berpesta dalam sebuah festival penuh warna. Mereka pun akan saling melemparkan tepung berwarna satu sama lain. Bahkan tak sedikit pula yang membekali dirinya dengan membawa mainan senapan air. Biasanya, perang penuh warna ini akan berlangsung di jalan umum, di luar kuil bahkan di taman dan tempat terbuka lainnya. Di berbagai tempat, perayaan Holi pun dilakukan dengan cara yang berbeda. Bahkan termasuk tentunya adalah perayaan Holi yang dilaksanakan di negara luar Asia seperti Amerika, Jerman, Brazil, Belanda dan lain-lain. Namun sebagian besar, festival warna yang dilakukan di luar India tersebut dilaksanakan tanpa ada kaitan apapun dengan Festival Holi. Waktu pelaksanaannya pun terkadang berbeda. Perayaan Festival Holi di Utah, Amerika Serikat (kredit: Wikipedia) Tepung berwarna yang digunakan pada perayaan Holi ini merupakan bubuk yang menggunakan warna yang berasal dari tanaman. Warna-warna yang digunakan pun beragam. Mulai dari warna warna oranye, merah, hijau, kuning, biru, ungu, magenta, cokelat bahkan hitam. Dan masyarakat India pun percaya kalau bubuk berwarna yang mereka tebar akan membuat penyakit ataupun jamur yang berasal dari musim dingin menyingkir. Bubuk berwarna yang dijual jelang Festival Holi (kredit: Wikipedia)