MotorMasse

Members
  • Content count

    50
  • Joined

  • Last visited

1 Follower

About MotorMasse

  • Rank
    Tidak Baru Lagi

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Location
    Bekasi, West Java
  • Interests
    BIKERS | CERITA | WISATA

Contact Methods

  • Website URL
    http://www.motormasse.com

Recent Profile Visitors

2,890 profile views
  1. TRANSPORTASI KE KALIBIRU

    @deffa ... halo mas admin ... di Jakarta mas bro, kembali njalani training motor dulu ... @Selvia Dewartsi ... ouwww .... sip, ditunggu juga lho kunjungannya ke tempat saya di Taman Sungai Mudal. Numpang promosi ya min, www.tamansungaimudal.com untuk liat seperti apa lokasinya
  2. TRANSPORTASI KE KALIBIRU

    @Selvia Dewartsi Sudah jadi ke Kalibiru??
  3. bandung-kalibiru-pantai glagah-yogya

    @Enda Grimonia Marilah kemari ke Kulonprogo, wisata air terjunnya sedang apik karena debit air yang sedang tinggi.
  4. jarak dari malioboro ke kulon progo

    @martibas Perbukitan Menoreh itu memanjang dari barat ke timur mas .. Di sisi timur punya kebun teh Nglinggo, gunung Kukusan hingga air terjun Watu Jonggol Di sisi barat punya Taman Sungai Mudal (tempat saya), wisata air terjun seperti Grojogan Sewu, Kembang Soka hingga Kedung Pedut, serta tentunya Kalibiru dan Waduk Sermo. Sementara arah pantai ada Glagah dan pantai Congot. Jika berminat melakukan eksplorasi mendetil silakan kontak saya karena kebetulan saya dan tiim #KulonprogoYuk menjadi operator adventure roda dua pertama di Kulonprogo baik untuk kebutuhan on-road hingga off-road.
  5. jarak dari malioboro ke kulon progo

    Halo @martibas dan teman-teman lain ... Kulonprogo sebelah mana mas? karena bentangan Kulonprogo datang dari timur (Samigaluh) hingga barat (Kokap). Untuk jarak ke Wates (ibukota Kulonprogo) kurang lebih 30 kilometer jika dihitung dari Googlemaps. Akses jalan sangat baik menuju Wates melalui jalur jl Raya Wates, jika mau naik ke pegunungan Menoreh kondisi jalan baik tapi dengan aspal kualitas pedesaan. Silakan singgah juga di tempat wisata saya di Taman Sungai Mudal (www.tamansungaimudal.com - desa Banyunganti, Jatimulyo, Kulonprogo). Mau eksplorasi Kulonprogo? monggo bisa tanya2 disini atau geber pin #KulonprogoYuk di 5255AB9E. Terimakasih, Thanks @deffa atas mention nya ...
  6. Hasekkkk .....meluncur nyari threadnya ah.... Link nya donk kakak @deffa biar cepet
  7. Benar mas @deffa ... Waduk Sermo. Mau ditemani? Oh iya broadcast promo web Kulon Progo boleh ga min? Web www.kulonprogoyuk.com dah online lho :)
  8. Pesta Rakyat "jogja Gumregah" Ayok Nonton Seru

    ayo kopdar dadakan Jogja di event ini ...
  9. Hidden Paredise Di Yogyakarta

    Hidden ? Please come to Kulon Progo, we'll take you to hidden paradise we have. Uhuyyyy ...................
  10. Riiny Explore Kulon Progo

    BAGIAN KE EMPAT Destinasi akhir perjalanan kami pada Rabu (18/2) adalah Kalibiru. Lagi 'happening' bahasa gaulnya karena lokasi ini mendadak tenar setelah muncul post foto sebuah rumah pohon sederhana dengan latar belakang waduk Sermo serta hijaunya pegunungan Menoreh di sisi barat. Kami sebenarnya ingin berlama-lama di Taman Sungai Mudal, apalagi kami menyempatkan diri turun ke beberapa kolam di bawahnya hingga mencoba melompat ke salah satu kolam yang punya kedalaman hingga dua meter. Waktu membatasi kami karena kadung sudah ada janji temu di Kalibiru. WISATA ALAM KALIBIRU Inilah puncak perjalanan kami. Riiny tampak masih bersemangat. Wajahnya yang segar menutupi segala raut keletihan sementara di Kalibiru sudah menunggu kawan kami mbak Ino yang datang bersama suaminya. Mereka datang menggunakan kereta yang tiba sore di stasiun Wates. Secara administratif Kalibiru berada di desa Hargowilis, kecamatan Kokap, kabupaten Kulon Progo dengan ketinggian 450 meter di atas permukaan laut (mdpl) serta memiliki jarak kurang lebih 40 kilometer dari kota Jogja menuju arah barat, 10 kilometer dari kota Wates yang menjadi ibukota Kulon Progo. Tips kunjungan : - gunakan momen 'weekdays' jika ingin lepas dari antrian panjang pengunjung yang ingin ber pose di atas rumah pohon. Dalam sehari (weekend) bisa mencapai 90 orang sementara tingkat kunjungan masuk area wisata bahkan pernah tembus 5000 pengunjung, - tiket naik ke rumah pohon adalah Rp 10,000.- dan pengunjung memiliki waktu 5-10 menit tergantung antrian sementara tiket masuknya adalah Rp 5,000.- serta tiket jasa parkir Rp 2,000.-, - siapkan fisik yang baik karena medan untuk menuju loket cukup menanjak dengan tingkat kemiringan yang curam sementara kendaraan yang ingin dibawa ke Kalibiru juga harus sehat dan mumpuni, pun dengan drivernya karena banyaknya kelokan yang memiliki elevasi curam. Kami tiba telat karena antrian sudah tidak lagi menerima pengunjung yang ingin naik. Mbak Ino pun yang datang lebih awal dari kami tidak punya kesempatan naik. Solusinya kami semua membeli tiket naik rumah pohon untuk esok pagi karena malam ini kami semua masih tinggal di homestay desa wisata Sermo yang tak berada jauh dari Kalibiru. Berikut hasil foto-fotonya yang diambil pada Rabu maupu Kamis pagi keesokan harinya. (Tamat) FOR OPEN TRIP AND SHARE COST SCHEDULE PLEASE FOLLOW OUR FAN PAGE : www.facebook.com/kulonprogotour
  11. Riiny Explore Kulon Progo

    Bagian Ketiga Waktu kami cukup ketat, hanya satu hari. Jam perlahan menunjukkan waktu makan siang, kami masih tampak asik dengan apa yang kami lakukan di Kembang Soka, apalagi Riiny yang tampak masih menikmati kemenangannya. "Ayo mas Rudi…", saya mentas, pintu keluar 'trekking' Kembang Soka sudah terlihat di depan mata, hanya beberapa pijakan lagi untuk naik. Mas Rudi tampak tak membuang banyak waktu dan langsung memberi kode percepatan kepada kawannya yang bertugas menjaga parkir kendaraan di Kembang Soka. Saya tak lekas mengenakan jaket terlebih peluh masih tampak mengucur di dada sementara Riiny bergegas mengambil helm motor kami. Tujuan berikutnya adalah makan siang. WISATA KULINER JATIMULYO Provokasi soal ragam kuliner terbukti ampuh, menu yang disebut DAWET PEDAS pun akhirnya bisa diicip Riiny. Dawet pedas ini kai dapatkan dari tuan rumah pak Juwarto, sekretaris desa yang juga masih kerabat dengan mas Rudi. Huniannya tampak sederhana, ruang tamu luas dan berhawa sejuk beratap tebing-tebing berwarna yang dikenal dengan nama gunung Kelir. Dawet pedas sendiri merupakan hasil campuran dawet konvensional yang manis dan dikenal sebagai minuman dingin yang mengasyikan. Kini dawet manis tersebut beradu rasa dengan bahan lain seperti tauge, sambal kacang hingga bawang goreng. Pertama kali mencoba saya takjub dengan rasanya, semua bercampur antara manis, asin hingga pedas. Riiny yang menggemari pedas tampaknya masih kurang hingga lantas menambahkan lagi unsur pedas dari sambal kacangnya. Dawet pedas datang asli dari desa Jatimulyo, kecamatan Girimulyo, kabupaten Kulon Progo. Menu ini kerap dihidangkan pada pesta-pesta rakyat dan juga muncul di keramaian dagang pasar setempat. Turut menemani dawet sambal adalah geblek, cemilan ala aci digoreng yang dibentuk menyerupai bulatan dan saling menempel hingga tiga bulatan. Ini jelas perjalanan istimewa. TAMAN SUNGAI MUDAL Kami memiliki janji temu dengan kawan lain pukul 16.00 di lokasi wisata alam Kalibiru. Adalah mbak Ino Hutomo yang datang menggunakan kereta sore dari Jakarta dan berhenti di stasiun Wates pukul 4 kurang. Janji tinggal janji karena kami tampak lupa waktu di destinasi kami berikutnya, taman sungai Mudal. Setelah Riiny tidak kesampaian bermain air di Kembang Soka maka di Mudal lah Riiny menumpahkan rasa penasaran bermain airnya. Taman Sungai Mudal berada di ketinggian tak kurang dari 600 meter di atas permukaan laut. Persis di atasnya adalah tebing yang dikenal dengan nama Watu Wayang, konon tebing batu tersebut bergambarkan wayang namun kini sudah tak terlihat, tertutup oleh rimbunan tanaman yang merambat di sekitar tebing. Atas prakarsa kelompok sadar wisata di desa Jatimulyo akhirnya lokasi ini berkembang dan menggunakan konsep taman sungai. Datang dari sumber mata air di gua Mudal, alirannya jatuh di antara bebatuan kapur dan beberapa limpahannya jatuh di atas kolam yang jernih. "Ada 12 sampai 14 kolam mas sampai ke bawah, yang terdalam ada yang mencapai dua meter", ucap mas Rudi yang saat itu memandu susur sungai hingga 6 kolam. "Dalam ga sih mas yang itu?", Riiny penasaran, dia ingin melompat. "Coba saya ukur ya pake tongkat ini", mas Rudi mengambil patahan dahan untuk mengira-ngira kedalaman. Saya turun ke kolam untuk sekedar tau kedalamannya. Aman, kurang lebih dua meter, saya terendam hingga batas leher. Aman untuk melompat, Riiny tampak bersiap. Byuurrr……tanpa ragu Riiny melompat sejadi-jadinya, kepalanya sesaat tenggelam dan dia melakukan dua kali lompatan. Rasa penasarannya pun hilang seraya mengaku amat puas bisa berada di sini, taman sungai Mudal. Hingga kini taman sungai Mudal (TSM) terus berbenah, termasuk membangun wisata hijau berbasis kepedulian tentang alam hingga nantinya membentuk areal berkemah. Saya bisa membayangkan keindahan berkemah disini, saat pintu tenda dibuka yang ditemui adalah warna hijau di sekelilingnya sementara telinga dimanjakan suara air yang mengalir tanpa henti. Sebuah orkestra alam dambaan mereka yang jenuh dengan keseharian. Penasaran dengan TSM? Datang yuk… (bersambung…) sumber : www.motormasse.com
  12. Riiny Explore Kulon Progo

    BAGIAN DUA Ada yang berbeda di depan mata kami saat itu. Bentangan alam Kulon Progo yang menjulur ke barat tampak sedang diselingi beberapa kondisi cuaca. Awan putih dengan sinar yang cerah beradu dominasi dengan awan hitam yang ada di sebelah kiri pandangan. Awan hitam berkumpul seperti jamur sementara garis hujan vertikal tengah terbentuk. Kami menatap pergerakan hujan yang bergerak dari timur ke barat. Gardu pandang gunung Gajah berada di ketinggian tak kurang dari 600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tidak terlampau tinggi memang sehingga memberikan efek sejuk tanpa harus terjebak dalam dingin. Beberapa kios kayu tengah dibangun pertanda warga sekitar mulai sadar ada sebuah peluang usaha di sekitar gardu pandang. Gardu pandang memiliki sudut pandang lebih luas dan lebih tinggi ketimbang Kalibiru, latar belakang masih dimanjakan dengan bentuk unik waduk Sermo dikejauhan. Riiny bergerak ke tempat yang lebih tinggi, menaiki pijakan yang dibuat apa adanya. Semangat sekali dia, enerjik. TAMAN AIR TERJUN KEMBANG SOKA Saya mengirim pesan singkat ke mas Rudy, seorang guru yang juga menjadi penggiat aktif kelompok sadar wisata pedukuhan gunung Kelir, desa Jatimulyo, kecamatan Girimulyo, Kulon Progo. Pesan singkat yang mengabarkan kami telah tiba di Kembang Soka. Kembang Soka lebih seperti sebuah lembah dengan hiasan beberapa curahan air yang amat sangat nikmat dipandang. Tersedia beberapa kolam yang dapat dibuat tempat berendam bahkan mandi. Kembang Soka resmi dibuka awal tahun 2015 (Januari) setelah warga dari tiga Rukun Tetangga sepakat untuk mengimplementasikan sebuah paham sadar wisata. Pertama kali saya ke Kembang Soka jalurnya masih penuh dengan perbaikan, berlumpur dan masih dalam pembukaan lahan, maklum sejatinya kawasan ini dulu adalah halaman belakang warga desa Jatimulyo yang penuh dengan berbagai macam tanaman. Riiny seperti biasa tampak aktif bahkan tertantang untuk menaklukan rute air terjun dan mata air Kalimiri hingga naik ke bebatuan untuk tiba di air terjun Kembang Soka serta dua mata air yang berada di atas, masing-masing mata air Jaran dan mata air bernama sama, Kembang Soka. Nama Kembang Soka sudah dikenal lama lintas generasi karena dulu pernah tertanam tanaman Soka disini. Airnya yang keluar dari bebatuan dan dialirkan melalui sebuah bambu sederhana kerap dijadikan tempat mandi oleh warga sekitar. Tak hanya untuk mandi, air yang keluar pun dapat langsung diminum tanpa penyaring. Amat sangat segar, kami berdua mencobanya di dua sumber mata air tadi. Jalur 'trekking' Kembang Soka punya tantangan yang cukup membuat jantung terpompa. Jalur masuk hingga ke jembatan aliran sungai pertama tak kurang berjarak 100 meter, kombinasi pijakan tanah berundak dikelilingi pepohonan ala pedesaan. Air terjun (grojogan dalam bahasa Jawa) pertama yang dapat dilihat dari atas bukit bernama Kalimiri. Cantik dipandang baik dari atas maupun bawah, di lokasi juga sudah banyak disediakan tempat duduk bambu sebagai tempat istirahat. Maklum bagi sebagian orang mungkin jalur ini akan berat. Lepas Kalimiri terdapat sebuah jembatan menghadap ke sebuah kolam, warung-warung bertenda biru tampak diatur agar tidak merusak pemandangan, ke depannya bahkan bahan tenda terpal akan ditutup dengan ijuk agar nuansa alamnya makin terasa. Riiny yang sudah mengeluarkan kameranya dari awal tampak menikmati setiap bidikan gambar yang diambil. Dari kolam jernih cantik inilah usaha 'trekking' dimulai. Layaknya sebuah aktifitas 'cross country' hendaknya pengunjung punya persiapan yang baik mulai dari fisik hingga pakaian dan alas kaki, ini dirasa penting karena rutenya yang cukup curam. Bayaran dari aktifitas ini tentunya adalah pengalaman berharga bermain di halaman belakang yang hijau serta bisa menikmati kesegaran dua mata air. Di akhir garis Riiny tampak merayakan kemenangannya seraya mengangkat tangan meninggalkan saya yang sedikit kehabisan nafas dan tenaga. Aaah…si Riiny….. (bersambung…)
  13. BAGIAN SATU Kulon Progo menjadi wilayah yang asing bagi wanita cantik yang satu ini. Bogor -tempat tinggalnya- rela ditinggal sejenak. Tapi mengunjungi tempat 'asing' bukan jadi hal baru karena melangkahkan kaki dalam sebuah petualangan adalah hal biasa bagi seorang wanita yang sehari-harinya bekerja di bidang distribusi 'spare part' kendaraan ini. Adalah Riiny, begitu panggilannya, yang akan berpetualang di bumi Kulon Progo selama 2 hari. Kulon Progo secara wilayah menjadi bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta, sebuah kabupaten di barat Jogja dan bertetangga langsung dengan wilayah Purworejo di Jawa Tengah. Kulon Progo secara kepariwisataan memang masih tertinggal dari tetangga yang masih berada di bawah payung DIY, tetangganya tersebut adalah kota Jogja itu sendiri lalu Sleman, Bantul dan terakhir adalah Gunung Kidul yang tengah nge-hits dengan kawasan pantainya. Mau kemana wanita cantik ini di Kulon Progo? Terhitung bakal ada nama-nama destinasi baru yang mempesona yang akan dikunjunginya yaitu desa wisata Sermo, waduk Sermo, taman air Kedung Pedut, taman air terjun Kembang Soka hingga melihat pembangunan wisata alam berbentuk taman sungai bernama Mudal di wilayah desa Jatimulyo, kecamatan Girimulyo, kabupaten Kulon Progo serta tak ketinggalan singgah di wisata alam Kalibiru. WATES Riiny tiba di Wates sesuai agenda, kereta api dari Jakarta bergerak masuk ke stasiun Wates setelah menempuh 12 jam perjalanan. Tiket perjalanan Rp 140,000.- tak terbuang percuma karena rasa ingin kembali melihat sawah hijau langsung terbayar beberapa saat sebelum kereta berhenti. Layar ponsel saya menerima berita seperti ini "Duh bahagia banget bisa liat sawah lg . Hahaha", syukurlah karena pagi itu cuaca tampak sangat bersahabat. Rabu (18/2), setelah sejenak santap pagi bubur ayam di alun-alun kota Wates kami lantas bergerak naik menuju homestay di desa wisata Sermo. Perjalanan menuju homestay tidak jauh, hanya dalam kisaran waktu 30-45 menit kami dapat tiba di sebuah rumah sederhana milik warga yang dialihfungsikan sebagai sebuah hunian untuk tamu wisata. Riiny tampak bersemangat, senyumnya -meski terlihat sedikit lelah- tampak masih terus menunjukkan energi positif. Tas punggung besar ala backpacker menempel sempurna di punggung sementara tas tambahan biru kecil tampak di bagian depan. Riiny pertama kali tau ada sebuah kawasan bernama Kalibiru sejak masa SMU, seorang kerabat memberitakan panorama yang menarik dan itu adalah kabar berita yang sudah dia terima sejak 7 tahun lalu. Kini Kalibiru sudah sangat berbeda, orientasi keuntungan dari sebuah aktifitas wisata jelas jadi menu bahagia warga sekitar. GARDU PANDANG GUNUNG GAJAH Setelah menaruh barang kami sedikit berdiskusi tentang destinasi agar segala sesuatunya bisa lebih maksimal dikerjakan. Pertama adalah sedikit mengelilingi waduk Sermo, mungkin hanya seperempatnya, gerimis menghentikan putaran roda kendaraan kami dan lantas berbalik berteduh sebelum akhirnya bergerak naik menggunakan jalur landai memutar menuju Tamanan, disini telah dibangun sebuah gardu pandang sederhana yang terbuat dari kayu bernama gardu pandang gunung Gajah. Panoramanya jauh lebih memikat ketimbang bentangan alam yang ditawarkan Kalibiru karena dari sisi ketinggian lokasi ini jauh lebih tinggi dan masih gratis. Seperti apa sih di gardu pandang gunung Gajah? Ini dia tangkapan lensanya. (bersambung…) SUMBER : http://motormasse.com/riiny-explore-kulon-progo-bagian-1/ FAN PAGE : http://www.facebook.com/kulonprogotour http://www.facebook.com/motormasse
  14. Film dokumenter wajib bagi para petualang bermotor, seri LONG WAY ROUND dan LONG WAY DOWN. Di perjalanan pertama, Long Way Round, mereka melakukan perjalanan bermotor dari London menuju New York, sementara di Long Way Down mereka melakukannya mulai dari John O Groats (Skotlandia) hingga Cape Town (Afrika Selatan). Bintang : Ewan McGregor dan Charley Boorman Website : http://longwayround.com/