Dimaz

Members
  • Content count

    462
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    2

Reputation Activity

  1. Like
    Dimaz reacted to deffa in Bingung itinerary kegili petelu, kondo, nanggu, terawangan 4D 3N   
    @Needha
    Mungkin yang Day 2 Gili Kondo bisa sekalian Gili Bidara dan Gili Kapal, sewa perahu banyak di pantai untuk menyebrang ke Gili Kondo, waktu itu per perahu Rp. 750.000
    mungkin mas @Dimaz bisa bantu info nya
  2. Like
    Dimaz reacted to Needha in Bingung itinerary kegili petelu, kondo, nanggu, terawangan 4D 3N   
    Assalmualikum.. gak sengaja nemu komunitas ini..langsung aja saya daftar.. hehehe 
    Agan saya berencana linuran ke lomnok 4D 3N backpacker dengan 5 teman saya (total 6 dengan saya)
    Kami ingin explore gili di lombok, ini itinerary saya yg masih belum ada pengalaman ke gili dan memperkirakan waktunya hanya berdasarkan google maps dan baca2 di internet. 
    Mohon masukannya
    D1
    07.00 - 09.00 : Surabaya - LOP. 
    OTW gili petelu (rencana nyewa mobil..pinginnya yg gak paki driver, tapi belum nemu..misal ada masukan saya sangat berterimakasih).
    Nah..ini saya kalau baca2 di blog ada 2 jalan menuju petelu lewat pantai pink dan tanjung luar.. enaknya lewat mana y?
    Snorkeling gili (belum dpt info jam yg bagus utk snorkeling disini  ) belum dpt sewa perahu belum dpt sewa alat snorkeling (masih bener2 buta lombok)
    CI hotel di praya atau kondo ya?
    D2
    snorkeling gili kondo
    habis itu cuz mataram 
    Nah ini aku gak tau tempat wisata apa aja yg bisa aku kunjungi setelah ke gili kondo otw ke mataram
    dan juga ndak tau sewa perahuharha snorkeling, alat snorkeling dll
    D3 
    Snorkeling ke gili nangguh
    nah ini juga hbis itu gak tau musti kemana lagi
    Rencana hbis ke nanggu check inn hotel di praya krn bsk terbang ke surabaya tapi penerbangan sore jam 6 
    D4
    explore pantai lombok tengah
    tanjung aan
    merese
    dll
     
    Pertanyaan saya
    1. Kalau ada yg punya cp sewa mobol ta pa driver boleh minta dong?
    2. Kalau ada info harga sewa perahu + snorkeling di petelu, kondo dan nanggu
    3. Tempat nongkrong saat malam hati yg asyik di lombok
    4. Spot sunset
    5. Spot sunrise
    6. Rekomendasi hotel budget max 350rb (klo bisa yg ada swimingpool nya hehehe)
    7. apa nutut gak ya ke gili terawangan?
    8. Kalau ada yg baik hati boleh dibantu dong memperbaiki itinerary saya..
    Terimakasih
  3. Like
    Dimaz reacted to deffa in Bingung itinerary kegili petelu, kondo, nanggu, terawangan 4D 3N   
    nah mungkin ini berguna @Needha
  4. Like
    Dimaz reacted to Titi Setianingsih in PESONA RAJA AMPAT, 12-16 APRIL 2017   
    Selamat siang JJ’er,,,duh kangen nulis niiihhhh, banyak banget yang mau ditulis, tapi kalau sudah lama berhenti kok mau memulainya luar biasa beratnya. Hhhmmmm,,,seperti ada sesuatu yang bikin malas, tapi sungguh sayang 1000x kali sayang kalau keindahan alam Indonesia tidak saya bagi ke teman2 semua,,,,nanti bakal sepi dunia pariwisata kita.
    Okey,,,saya mulai dengan cerita seputar Raja Ampat, walau sudah banyak yang kesana, tapi segei ketertarikannya biasanya beda2 ya ?
    Sebenarnya sudah lama pingin ke Raja Ampat, tp kok imagenya Raja Ampat itu wisata mahal siy ? Jadi beberapa lamanya keinginan kesana dipending terus, hingga suatu ketika dapat tawaran murah dari seorang teman facebook yang orang Sorong, iseng2 mencoba mencari informasi sekaligus mencari teman untuk kesana. Awalnya sudah dapet teman 15 orang, eeee lama2 rontok karena tergiur trip ke tempat lain (maklum Indonesia itu semuanya indah), akhirnya yang masih bertahan tinggal 9 orang, ya sudah,,,jalanlah dengan 9 orang ini, bismillah saja karena teman yang di Sorong juga belum pernah ketemu.
    12 APRIL 2017
    MAKASSAR
    Setelah deal dengan tanggal keberangkatan, akhirnya saya buking pesawat ke Sorong via Makassar menggunakan Sriwijaya Air. Berangkat dari Bandara Soekarno Hatta jam 21. 45 dan tiba di Bandara Hasanuddin Makassar jam 01.00 esok harinya. Berhubung penerbangan ke Sorong masih kurang 2 jam lagi, maka di dini hari itu kami sempatkan untuk sarapan pagi di bandara.
    13 April 2017
    SORONG
    Masih dengan pesawat yang sama, melanjutkan pererbangan ke Sorong jam 03.15 dari Bandara Hasanuddin Makassar, tiba di Bandara Domine Eduard Osok Sorong jam 06.30. Alhamdulillah cuaca begitu cerahnya, sehingga kami dapat menikmati pagi yang cerah di Kota Sorong.
    Apa yang pertama dicari di Kota Sorong ? Signaaaalllll handphone tentunya,,,iyaaa handphone saya dengan simcard XL gak bisa menangkap signal dengan baik, disana yang paling bagus Telkomsel, mau gak mau kami kudu ganti simcard dengan Telkomsel, tapi berhubung masih pagi, tokopun belum ada yang buka, terpaksa nanti di Waisai baru nyari simcard.
    Kapal ferry  yang menuju Waisai berangkat jam 09.00 kurang lebih 2 jam sampai di Pelabuhan Waisai. Kamipun menunggu sambil ber-panas2an dan ber-foto2 di sekitar Pelabuhan Rakyat Sorong. Air laut yang biru dan cerahnya langit di atas sana, menyadarkan kami kalau kami sudah berada di Indonesia Bagian Timur. Subhanallah,,,,,


    Saudara kita di Papua sudah hilir mudik di sekitar pelabuhan, ada yang berjualan di pinggir jalan, ada yang bekerja sebagai porter pelabuhan dan anak2pun bersuka ria di sepanjang jalanan itu. Kami mengikuti porter menuju pelabuhan, dan mengambil tempat duduk di belakang supaya bisa melihat laut lepas, sehingga benar2 merasakan petualangan terpanjang dalam sejarah jalan2 kami.

    Dua jam didalam kapal ferry terasa cukup lama, kebetulan saya ambil tempat duduk  sesuai nomornya pas didepan televisi, sehingga suasana kejenuhan terhibur sedikit oleh film yang ada di televisi. Sesekali layar televisi terputus, kemudian nyala lagi, begitulah kondisi persignalan di atas kapal.
     Di sela2 kantuk yang melanda, mata saya tertuju pada layar televise, dan begitu rasa haru menyelimuti hati manakala terdengar percakapan dua insan yang saling mencintai akhirnya bertemu dalam detik2 akhir hayatnya,,,
     “I knew you’d come for me”
    Nothing would ever keep me away from you”
    “I will search for you in a thousand worlds and ten thousand lifetimes until I find you”
    “I will wait for you in all of them” Mika dan Kai,,,,lambang cinta sejati dalam 47 Ronin.
    Busyeeettt daah,,,saya terbawa arus kisah film itu, hingga ketika sudah terdengar hingar bingar penumpang ferry untuk ber-siap2 turun dari kapal, rasa2nya saya sebaliknya, masih ingin duduk ber-lama2 menikmati film itu,,,lagi.
    WAISAI
    Hups,,,,Kakak Esau (guide kami) sudah teriak2 panggil porter untuk turunkan barang2 kami, ya sudahlah, move on dari 47 Ronin, saatnya menikmati kota Waisai.
    Panas terik sungguh2 menyapa kami, di tengah2 perut yang sudah keroncongan pula, akhirnya sesudah mobil jemputan datang, kamipun melesat ke Rumah Makan Sederhana untuk makan siang, kabarnya Bapak Jokowi pernah makan juga disini, ada fotonya looh,,,

    Perbedaan harga mulai dirasakan, makan sederhana dengan sayur dan udang sekitar 40.000an. Jadi untuk tmn2 yang mau ke Raja Ampat siapkan uang yang lebih ya,,
    Sehabis makan kami citytour terlebih dahulu ke pantai WTC, Waisai Torang Cinta, tempat ini seperti Taman Hiburan Rakyat, kalau sore hari anak2 dan remaja berkumpul disini, menikmati sore yang indah, bermain sepeda dan berenang di laut. Tapi karena kami datang di siang bolong maka tak satupun orang kami dapatkan disini.



    Dari pelabuhan Waisai kami lanjutkan pelayaran menuju Arborek tempat kami menginap dengan menggunakan speed boat kurang lebih 2jam lagi. Dan kali ini uji adrenalin benar2 dimulai, speed boat di laut lepas, terbayang kan ? Kami akan menyatu dengan alam, dengan samudra luas dan angin serta ombak,,,,,indahnya alam Papua,,,!!



    Sesekali kapal kami kena dentuman ombak yang besar, dan tubuh kami terlempar ke atas, air lautpun menimpa kami, basah semuanya,,,,begitupun masih ada tawa menambah serunya candaan kami dengan alam.
    ARBOREK
    Alhamdulillah kami tiba dengan selamat di Arborek, sebuah pulau kecil di Raja Ampat, pulau indah yang merupakan spot snorkeling dan diving, karena disini banyak sekali jenis2 ikannya, walau di pinggir lautpun ikan ber-warna warni sangat banyak, bagi yang pintar berenang tentu akan gatal sekali kalau tidak turun ke laut. Sabaaar kawan,,,,kita mesti ke homestay dulu, untuk ganti baju dan bersnorkling serta menikmati sunset.







    Sore itu pantai Arborek ramai, banyak juga wisatawan asing yang sedang menikmati snorkeling, anak2 kampung juga banyak, rupanya kalau senja tiba, masyarakat sekitar Arborek pada berkumpul di tepi pantai menikmati indahnya sunset, mereka bercanda dan bermain serta bernyanyi, sangat ramah mereka, dalam waktu singkat kamipun sudah akrab dengan mereka.


    Setiap kami melewati Rumah penduduk dan berpapasan dengan warga, selalu ada sapa ramah dari mereka,,,,akhirnya kamipun ikuti adat mereka,,,,sapa dan senyum terlebi dahulu kepada semua warga yang berpapasan.
    Malamnya kami bersantap special, ikan cakalang bakar, sayur kangkung dan bunga papaya, terong balado dan kerupuk. Masakan Mama homestay luar biasa enak. 
    Malam ini kami bermalam di homestay Arborek dengan ditemani bintang dan bulan,,,sungguh romantis, seandainya kantuk belum menyerang, ingin rasanya saya duduk di depan homestay ber-lama2, menjuntaikan kaki hingga menyentuh air laut,,,,
    14 APRIL 2017
    Pagi ini kami menikmati sarapan sederhana, nasi goreng doang,,, tak banyak yang kami makan, karena pagi ini kami hendak memulai petualangan yang cukup jauh, mengarungi laut, menuju pulau2 kecil di Raja Ampat, pulau yang menjadi salah satu icon Raja Ampat, Piaynemo.
    Foto selfie di Piaynemo menjadi idaman kebanyakan para JJ’er, hhmmmm pastinya, baru lihat gambarnya di kalender saja sudah bikin sakau, dan mungkin menjadi urutan pertama di wishlist teman2 ???
    Di speed boat menuju ke Piaynemo, kami seperti gak percaya, sepanjang jalan hanya air yang terlihat, gunung2 batu yang Nampak artistic, sepertinya pemandangan seperti ini ya baru kali ini saya lihat, decak kagum gak henti2nya terdengar dari mulut kami,,,,entah mau diungkapkan dengan apa untuk memuji keindahan alam Papua ini ?   
    SELPELE
    Angin yang menerpa wajah kami tidak kami pedulikan, masing2 dari kami kepingin berfoto dengan latar laut biru dan gunung2 batu yang menjulang dengan cantiknya,,,ditambah lagi di kejauhan sana sudah Nampak anak2 kampung sedang memancing di dermaga, rupanya itu Desa Selpele yang merupakan pintu gerbang untuk masuk ke Wilayah Raja Ampat / sekitar Piaynemo.

    Perkampungannya cukup ramai, banyak Rumah penduduk disini, anak2 juga banyak yang masih kecil2, kita bisa minum kopi dan makan pisang goring disini. Anak2pun Nampak senang menyambut kedatangan kami, ingin rasanya ngobrol lebih lama dengan mereka, tapi waktu terus memburu kami,,,


    Ketika boat kami sudah di area Piaynemo, dermaganya Nampak beberapa boat lainnya, pertanda masih banyak wisatawan di area ini, kamipun melanjutkan perjalanan untuk menuju Telaga Bintang terlebih dahulu. 
    TELAGA BINTANG
    Untuk menikmati keindahan Raja Ampat, ternyata kita harus berada di ketinggian, gugusan pulau2nya akan Nampak jelas terlihat, itulah sebabnya terlebih dahulu kita harus tracking menuju ketinggian, diantara batu2 karst yang terjal, sehingga sarung tangan menjadi alat bantu kita supaya tangan kita tidak terantuk batu karst.

    Untuk Telaga Bintang, tempat pijakan kaki kita sudah di semen, jadi sudah aman dari terjalnya batu karst, walau begitu tempat kita pegangan masih merupakan batuan2 yang lancip2, ke-hati2an sangat diperlukan. Dan jalan menuju ke atas merupakan jalan setapak, sehingga kita harus antri untuk menuju ke atasnya.


    Sungguh, jalan setapak ini tidak bisa buat papasan, jadi jangan memaksa naik kalau yang di atas belum pada turun, ikuti perintah guide local yang tentu lebih berpengalam ya,,,


    Dan,,,,taraaaaa,,,Telaga Bintang memang seperti bintang bentuknya, sebuah telaga yang tepiannya membentuk segilima seperti bintang, airnya ke-hijau2an, bening dan sangat menawan. Panas yang menyengat tidak menjadi halangan bagi kami untuk menikmati keindahannya,,,
    Satu persatu dipersilahkan foto2 selfie untuk kemudian turun kembali karena dibawah sudah ada yang berteriak kalau sudah ada yang antri untuk menuju ke atas. Begitulah caranya menikmati keindahan Telaga Bintang,,,,
    PIAYNEMO
    Apa yang kita bayangkan tentang Piaynemo ? Gugusan pulau2 kecil ditengah laut, yang kalau dilihat dari ketinggian seperti onggokan batu2 hijau bertebaran bagai noktah besar.


    Piaynemo terletak di Desa Pam, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.  Dari Arborek kurang lebih 2 jam lewat laut, lokasinya berdekatan dengan Telaga Bintang. Untuk bisa menikmati gugusan pulau2 di Piaynemo kita harus naik tangga yang terbuat dari kayu kurang lebih 320 anak tangga. Jangan dibayangkan banyaknya/ tingginya, kalaupun capai kita bisa istirahat sejenak, karena disekitar tangga banyak ditumbuhi pohon2an jadi suasana rindang tidak terlampau panas. Rumah2an untuk istirahatpun ada disekitar tangga.

    Mungkin ada 3 kali saya istirahat, dan gak nyangka setelah istirahat ketiga akhirnya gak berapa lama sampai di puncak, Subhanallah, ini yang saya impikan, Wayag Mini alias Piaynemo, selama ini hanya dengar dari orang lain seperti apa keindahannya, sekarang sudah terbukti, saya bisa melihat dengan mata kepala sendiri,,,waktupun tidak ter-sia2kan, tongsis mulai bekerja dan cekrak cekrek sepuasnya.
    Memang mau apalagi selain foto sepuasnya ? Ketika mata sudah puas memandang, dan mengabadikannya, kamipun turun kembali. Jika turun rasanya sebentar, walau begitu, tak apalah singgah minum air kelapa muda dan jajanan di tepi dermaga, hitung2 kasih penglaris buat Bapa dan Mama penjaja makanan disitu. Tapi kaget sekali ketika beli kacang tanah goreng yang harganya 10.000 sementara kalau di Jakarta hanya 2.000,,,olala ???

    TELUK KABUI
    Baru saja boat kami berlayar, perut serasa ada yang bergelinjang di dalamnya, rupanya lapar melanda. Akhirnya bekal nasi kotak kami buka, dan ternyata kami makan siang di atas Teluk Kabui. Teluk yang sangat diminati para diver karena pemandangan alam bawah lautnya luar biasa indah, dari atas boatpun Nampak jernih sekali airnya dan sesekali Nampak terumbu karang di permukaan, jika akan menikmatinya boat harus dimatikan mesinnya, tp yang di atas kapal tdk boleh terlalu goyang karena dikhawatirkan boat akan oleng.




    Teluk Kabui masih di desa Pam Kecamatan Waigeo, kami yang bukan diver hanya bisa menikmati batu2 karst yang bertebaran disana sini dan hijaunya pohon2 di atas bebatuan. Mata kami hamper tak berkedip,,,jika dilihat dari ketinggian, Teluk Kabuipun katanya seperti Wayag. Jadi memang Wayang itu icon utama Raja 4, pulau2 lainnya hanya mirip dengan Wayag.
    PASIR TIMBUL
    Pasir Timbul hampir ada di setiap pulau jika kondisi air laut sedang surut, kondisi inipun ada di Pulau Mansuar Raja Ampat. Lokasinya sebenernya lebih dekat dengan Waisai, tapi karena kami berangkat dari Arborek lalu menuju Telaga Bintang – Piaynemo – Teluk Kabui jadinya gak berasa jauh, Cuma nanti pulangnya yang terasa agak lama, tapi keindahan yang tiada habis2nya inilah yang menyebabkan perjalanan singkat2 saja, tahu2 senja sudah menyapa nanti.
    Ketika berada di Pasir Timbul inipun mentari sudah condong ke barat, tapi teriknya masih terasa. Begitu lihat warna ke-putih2an timbul di kejauhan kamipun gak sabar,,,,segera lompat ke air dan berlari menuju pasir. Sungguh, halus sekali pasir itu, putih dan bersih tanpa adanya sampah. Sayangnya di pasir ini kami tidak ketemu dengan bintang laut, tidak seperti ketika di Lombok, Belitung dan Karimun Jawa kami bertemu dengan komunitas Bintang Laut yang terdampar di atas pasir. 





    Kami hanya bisa bersendau gurau disini, kebetulan Tour Leader kami baru saja married, jadi kami kerjain saja dia, kami giring ke tengah laut untuk kemudian kami basahin dengan air laut,,,,xixixixi,,,sebuah kerja sama team yang kompak,,,siapa sangka kalau mau dikerjain gini ???
    Maap yaaaa Kakak Desy,,,itu tanda sayang dari kami,,,!
    TELAGA MANTA
    Salah satu makhluk di lautan tropis itu manta atau ikan Pari, Raja Ampat merupakan salah satu  Rumah mereka, tapi kemunculan ikan Pari ini tidak setiap saat, biasanya pagi atau sore hari. Inipun tidak setiap hari, bagi para diver kalau sudah sampai di Telaga Manta akan menunggu sampai Ikan Pari ini muncul. Lha kalau kita yang hanya lewat dan tak bergeming dari atas boat apa yang mau dilihat ? Paling2 kapten akan bilang, itu disebelah sana yang airnya bergerak-gerak dan berombak pertanda ada ikan besar dibawahnya, bisa ikan Pari atau Ikan Paus. Nah bagi yang kepengin berenang bersama Ikan Pari tentu saja harus berani nyebur ke laut dan prepare diri karena biasanya Ikan Pari berada di laut yang dalam.
     Jadi kami hanya bisa lewat saja sambil menuju pulang ke Arborek, karena memang lokasi Telaga Manta tidak jauh dari Arborek, bisa ditempuh kurang lebih 10 menitan.




    Senja kembali menyambut kami di dermaga Arborek, teriakan anak2 kampung menyambut kami pulang, keceriaan di wajahnya masih seperti kemarin, serasa duka enggan mendekat. Kami suka kalian,,,,mari kita menari bersama sebelum malam tiba.
    Yamko Rambe Yamko
    Hee yamko rambe yamko
    aronawa kombe
    Hee yamko rambe yamko
    aronawa kombe

    Temino kibe kubano ko bombe ko
    Yuma no bungo awa ade
    Temino kibe kubano ko bombe ko
    Yuma no bungo awa ade

    Hongke hongke hongke riro
    Hongke jombe jombe riro
    Hongke hongke hongke riro
    Hongke jombe jombe riro 
    15 APRIL 2017
    WAYAG 1
    Inilah icon Raja Ampat yang paling terkenal, Kepulauan Wayag, ada Wayag 1 dan Wayag 2. Saking terkenalnya sehingga hamp1r di tiap pulau ada tempat2 yang dibilang mirip Wayag, seperti di Sulawesi Tenggara ada Pulau Labengki yang disebut sebagai Wayagnya Sulawesi, ada Pulau Painan yang disebut sebagai Wayagnya Sumatra Barat dan mungkin ada masih banyak lagi.
    Untuk menuju Wayag 1 dari Arborek kurang lebih ditempuh selama 4 jam dengan menggunakan speedboat, sehingga pagi2 sekali kita kudu siap2 dan kurang lebih jam 06.00 start menuju Wayag.
    Namun sungguh diluar dugaan kalau dini hari itu hujan turun, sehingga diluar homestay Nampak berkabut, pelayaran agak terhambat karena areanya yang akan dilalui penuh kabut, pandangan nakhoda terbatas. Dan ketika keberangkatan kami tunda 1 jam kemudian, Alhamdulillah, sinar mentari berhasil menghalau kabut hingga terang dan cerah yang kami dapatkan. Hatipun menjadi lega dan tenang menjalani petualangan ke pulau terujung dari Raja Ampat.
    Sepanjang jalan, seperti hari2 kemarin, yang Nampak batu2 karst yang menjulang, bukit2 menghijau menambah terbelalaknya mata ini dan sekaligus mengucap syukur atas nikmat Allah yang kami rasakan.




    Batu2 karst ini akan Nampak unik dan artistic jika dilihat dari ketinggian, meski untuk menuju ke atas kita butuh stamina yang luar biasa. Bayangkan jika yang mau kita daki itu batu karst yang runcing2 dan terjal, belum ada alat bantu sehingga murni masih alami. Tangan2 kita berpegangan pada pohon yang ada maupun pada dinding batu karst yang masih asli.


    Tapi sesulit apapun karena ada pemandunya, akhirnya kamipun sampai juga ke atas, dalam suasana panas terik matahari yang menyengat. Alhamdulillah,,,terbayar sudah jerih payah kami. Mungkin selama 1 jam kita mendaki bahkan lebih karena beberapa kali istirahat, dan bayangkan jika yang kami duduki itu juga batu karst yang runcing, bagaimana rasanya ? Sakiiiiiittttttt,,,,




    Ketika Guide menawarkan untuk lanjut ke puncak tertinggi dimana disitu bendera Merah Putih ditambatkan, menyerahlah saya,,,,,,tanjakannya begitu tinggi dengan sudut kemiringan yang runcing dan tanpa bantuan apapun, tak mungkin rasanya kami bisa menggapai tempat itu,,,,,,hiks
    Hanya sampai sini, dibatas inilah kami temui kepuasan, dan apa kata orang selama ini bahwa “belum ke Raja Ampat namanya kalau belum ke Wayag”, de facto kami sudah mencapainya.
    Di Wayag 1 pun kita tidak bisa terlalu ramai di perjalanan mendakinya, jadi ketika kita tahu ada kapal yang sandar di sekitar dermaga Wayag maka kita sebaiknya menunggu sampai mereka turun, atau jika terpaksanya papasan, maka sebaiknya antri untuk secara bergantian mendaki / menuruni bukit.
    Sambil menunggu, kita bisa ber-main2 di pantai sambil bercanda dengan anak2 ikan hiu. Mereka sudah jinak dan tidak terlalu besar, jadi kita tidak usah takut, tapi namanya ikan liar maka tidak mudah untuk memegangnya, begitu kita terlalu bergerak merekapun akan lari.
    TO BE CONTINUOS
     
  5. Like
    Dimaz reacted to deffa in Minta Pendapat Itin Lombok   
    ada kok saya waktu itu make damri juga kalau gak salah harga nya 40 ribu, ada yang jurusan ke Senggigi @siskawul cc @Dimaz
  6. Like
    Dimaz reacted to siskawul in Minta Pendapat Itin Lombok   
    Huah, makasih mas master Lombok @Dimaz sangat membantu. kalau gili trawangan, pingin tetep nginep. pingin ngerasain malem di sana semalem. paginya langsung cus kembali ke pulau utama. mas dimas, kalau dari bandara ke kuta dkk (hari pertama) terus lanjut ke senggigi enaknya naik apa ya? ada semacam damri gak? kalau gak ada, naik motor memungkinkan gak?
    Makasih mas min @deffa.
    kayaknya belum sempat mas @noped. hiks. 
  7. Like
    Dimaz got a reaction from eka wibisono in KEAMANAN DAN TRANSPORTASI TUJUAN WISATA DI LOMBOK   
    KEAMANAN DAN TRANSPORTASI TUJUAN WISATA DI LOMBOK.
    Selamat sore all jjers dan semuanya.
    Disaat melihat foto/gambar daerah wisata mungkin Dalam benak orang ada saja yg berfikiran bahwa daerah tersebut jalurnya mudah dan aman untuk di jangkau, tapi kadang tidak seperti yg di bayangkan.
    Nah kali ini sy akan mengupas sedikit pengetahuan sy pribadi tentang KEAMANAN DAN TRANSPORTASI daerah wisata di LOMBOK.
    KEAMANAN yang sy maksud adalah baik dari medannya dan kriminalnya.
    Langsung saja ya All jjers.
    Biar lebih singkat maka saya akan kelompokkan dalam beberapa POINT.

    POINT 1.
    --pantai Selong blanak
    –pantai mawun
    --Pantai sungkun
    --Pantai Tunak
    TRANSPORTASI : bisa di jangkau dengan sepeda motor dan mobil minibus/medium bus.
    KEAMANAN : (pantai sungkun dan Tunak) dari segi medan kalo pakai mobil hrs berhati2 karena rumput dan tumbuhan liar di samping kiri kanan bisa membuat body mobil tergores hancur.
    Dari segi kriminalitas....Harus berhati2 di POINT 1 ini, jangan pergi/pulang terlalu sore apalagi sampai malam hari bisa bahaya.
    POINT 2.
    –pantai kuta lombok
    –pantai tanjung aan 
    --pantai cemara
    --bukit merese
    --Pantai seger
    –desa adat suku sasak
    TRANSPORTASI : Bisa di jangkau oleh semua jenis kendaraan darat.
    KEAMANAN : walopun ahir2 ini sudah relatif aman tapi sebaiknya jangan pergi/pulang malam.
    POINT 3.
    --Pantai batu payung
    --Gili layar
    --Gili gede
    --Gili Rengit
    --Gili anyaran
    --Gili Asahan 
    –gili trawangan
    --Gili air
    --Gili meno
    –pantai pink 1
    –gili gosong 
    –gili petelu 
    –pantai pink 2
    --Gili semangkok
    --Pulau pasir
    –gili nanggu
    –gili sudak
    –gili kedis
    –gili kondo
    –gili kapal
    –gili petagan
    --gili bidara
    TRANSPORTASI : naah di POINT 3 ini harus menggunakan 2 jenis transportasi yaitu TRANSPORTASI DARAT (pilihannya yaitu sepedamotor/minibus/medium bus/largebus ) & TRANSPORTASI LAUT  (pilihannya yaitu perahu,boat atau fastboat).
    KEAMANAN : dari segi Medan maupun kriminalitasnya sudah cukup aman dan nyaman untuk di kunjungi, jadi tidak perlu di khawatirkan lagi.
    POINT 4.
    –air terjun sendang gile
    –air terjun tiu kelep
    –air terjun benang stokel
    –air terjun benang kelambu
    TRANSPORTASI : bisa di jangkau dengan semua jenis transportasi darat. Namun karena Medan yg cukup menguras energi...Di POINT 4 ini bisa di lanjutkan dengan tranportasi tambahan berupa ojek sepeda motor.
    KEAMANAN : sudah sangat aman dan nyaman.

    POINT 5.
    --Pusuk Sembalun
    --Bukit Selong & rumah adat
    --Air terjun Mangku sakti 
    --Air terjun Mangku kode
    TRANSPORTASI : bisa di jangkau dengan sepeda motor/minibus/medium bus.
    KEAMANAN : dari segi Medan harus berhati2 karena jalur yg di lalu adalah pegunungan , jalur tanjakan dan berkelok2. Jangan lengah apalagi ngantuk. Di setiap perjalanan barengi dengan BERDOA .
    Dari segi kriminalitas tidak perlu di khawatirkan alias aman2 saja.

    SEMOGA RANGKUMAN INI BISA DI JADIKAN PERTIMBANGAN BAIK ITU PERTIMBANGAN BIAYA PENGELUARAN (BUDGETING) MAUPUN KEAMANAN (SAFETY).
    SEMOGA BERMANFAAT.
    SALAM JALAN2.COM
  8. Like
    Dimaz got a reaction from deffa in Minta Pendapat Itin Lombok   
    Aku coba atur itinnya ya mas biar semua dapat kecuali pantai semeti.
     
    Day 1
    1.    Sampai di Bandara (jam 10 pagi)
    2.    Pantai Selong belanak.
    3.    Pantai Mawun.
    4.    Pantai Kuta Lombok.
    5.    Pantai seger.
     
    Day 2
    1.    Gili Trawangan >> menginap
    ( Bisa juga gak menginap, malem langsung balik ke hotel di Senggigi atau di kota Mataram/Cakranegara)
     
    Day 3
    1.    Air terjun benang kelambu dan benang stokel
    2.  Bukit merese.
    3. Pantai Tanjung ann.
    4.    Desa Sade
     
    Day 4
    1.    One day trip 3 gili (Nanggu, Sudak, Kedis)
    2.    Beli oleh-oleh Di Cidomo dan Sasaku
  9. Like
    Dimaz reacted to deffa in Minta Pendapat Itin Lombok   
    saya coba bantu jawab ya mba @siskawul:
    Bisa aja kok nginap di Senggigi, dari Pantai Senggigi ada Fast Boat untuk ke Trawangan tiap hari dari pagi ampe sore jadi bisa PP, perjalanan cuma 15 - 30 menit tergantung cuaca Pantai Selong Belanak yang paling jauh, tapi kalau semua nya di lakukan bentar2 aja ya bisa aja kok Masih cukup kok itu mungkin mas @Dimaz bisa tambahkan
  10. Like
    Dimaz reacted to lie-lie in Travelling ke Labuan Bajo   
    Hai semua, Kenalkan saya lily, saya punya rencana untuk backpacker ke Labuan Bajo sekitar 5 hari, saya mencari info kapal atau sailing trip.  apakah ada yang punya info untuk sharing cost buat kapalnya ? atau mungkin, jika ada yang ingin kesana pada tanggal segitu, bisa bersama menyewa kapal untuk sailing tripnya. terima kasih..
  11. Like
    Dimaz reacted to deffa in Travelling ke Labuan Bajo   
    @lie-lie coba cek di bagian Jalan2 Bareng Dalam Negeri mba
    atau coba PM ke @Dimaz dia ada info sewa kapal di Bajo
  12. Like
    Dimaz reacted to anna22 in Winter in Japan Next Day (Takayama-Shirakawa-go-Kanazawa)   
    Huaaaah…lumayan jauh yaa jarak antara FR yg sebelumnya dengan yg ini…maaafkan..maklum lg sibuk mencari pundi2 emas demi trip selanjutnya hahaha
    Baiklah..next destination adalah daerah Gifu, yaitu Takayama, Shirakawa-Go, dan Kanazawa. Dari Sapporo menggunakan pesawat Skymark Airlines menuju Chubu Airport (Nagoya). Oiya Skymark ini merupakan pesawat LCC yg memberikan bagasi 20 kg lho dan harganya masuk akal. Jam 11 siang sampai di Chubu Airport, pengambilan bagasi termasuk cepat dan langsung naik kereta khusus Airport-Nagoya Station, yang nantinya jalan sedikit ke JR Nagoya Station untuk naik Wide View Hida Train (tercover JR Pass). Karena gw pengen cepet sampe Takayama, gw naik kereta tanpa reservasi karena sudah ga ada waktu lagi. Setengah berlari sambil geret koper, gw masuk gerbong apa aja yang penting masuk dulu dan pas banget, begitu masuk lgsg deh pintu keretanya tutup. Ternyata keretanya penuh, bahkan sudah ada bbrp orang yang berdiri, gw pun ikut berdiri selama berapa lama???? 2 jam..pegel2 deh..eh tapi sebenarnya gak terlalu kesel sih…kenapa??? karena gw bisa liat pemandangan yang baguuuuus banget selama perjalanan. Makanya kenapa kereta ini dinamakan Wide View Hida karena jendelanya terbilang besar sehingga penumpang bisa menikmati pemandangan yang sebagian besar masih asri dan berupa pedesaan serta hutan dan bukit. Karena musim salju, disinilah pertama kali gw melihat salju turun (karena di Sapporo sama sekali ga pernah kena hujan salju). Intinya ga kerasa deh selama 2 jam. Nah pas di Gero Station, orang2 banyak yang turun, gw pun kebagian tempat duduk. Lumayan 30 menit lagi bisa menekukkan lutut, walaupun tulang ekor gw agak gak nyaman kalo nyender
    Menjelang sore, gw pun sampai Takayama disambut hujan salju yang makin lama makin deras. Sebelum menuju Guesthouse, menyempatkan diri ke terminal bus yang ada di sebelah stasiun untuk reservasi tiket bus besok ke shirakawa-go dan lusa dari shirakawa-go ke kanazawa. Petugasnya bilang kalo tiket bus ke shirakawa-go udah full untuk yang reservation. Tapi ada tiket open seating dimana kita bisa bebas naik yang jam berapa aja (dikasih jadwalnya, busnya ada per 2 jam) dan tinggal antri. Kalo penuh, berarti tunggu bis berikutnya. Abis beli tiket dan beli nasi instan sama cemilan, gw pun menuju J-Hoppers Takayama GH. Cuman jalan 5 menit sebenarnya kalau ga pake geret2 koper di atas tumpukan salju dan hujan2an salju. Begitu check-in, gw leyeh2 bentar dan memutuskan untuk ke kitchen karena laper. Masak mie instan deh, makan pakai nasi +abon ;p
    Pas lagi makan, ada cewek Jepang gitu panggil saja dia Daisy (emang ini beneran english name-nya), tadinya dia ngobrol sama salah satu guest (cowok, entahlah dari mana). Tapi tiba-tiba si Daisy ini ngajak ngobrol dengan bilang kalau dia sering lihat beberapa tamu dari Indonesia bawa abon. Ternyata Daisy itu adalah part time staff di GH ini untuk belajar Bahasa Inggris. Aslinya dia Suster di Rumah Sakit Takayama. Pantas aja dia nongkrong di kitchen dan ngajak ngobrol orang-orang. Di akhir percakapan, gw tawarin lah yaa si abon, dan dia bilang enak. Gw tawarin pula sambel sachet, yang akhirnya Daisy ngasih gw matcha latte sachet :)
    Oiya, pas check in, gw dikasih tau sama staf kalo ada winter illumination di Hida Folk Village. Akhirnya gw dan temen2 memutuskan kesana. Naik bus dari terminal bus yang sama dan disana sudah ada beberapa turis yang menunggu (dinginnya entah kenapa lebih dingin daripada Sapporo, rasanya pengen cepet2 naik ke dalam bus). Harga tiket bus one way adalah 210 yen. Sedangkan tiket masuk Hida Folk Villagenya 300 yen. Di dalam disediakan the panas dan sake panas. Gw nyoba teh panas karena kedinginan parah tapi rasanya aneh banget. Kami ga lama-lama disana karena takut ketinggalan bus terakhir dan temen2 gw pengen makan sedangkan resto2 gitu kebanyakan udah tutup jam 9. Apa sih Hida Folk Village itu, jadi ini semacam museum rumah-rumah tua (gassho-Zukuri House). Nah sewaktu winter, museum ini buka di malam hari dengan diberikan pencahayaan yang indah. Jadi kalo misalnya tidak sempat ke shirakawa-go, bisa deh kesini untuk mengetahui rumah2 gassho-zukuri yang memang khas banget.


    Malam ini adalah malam terakhir gw bersama teman-teman, karena besok kami punya rencana sendiri2. Besok dimulailah solo trip :)
    Sebelum gw berangkat ke Shirakawa-Go, gw menyempatkan diri jalan-jalan sekitar Takayama. Ternyata hari itu, salju pun masih turun dan terpaksa gw beli payung yang akhirnya menjadi salah satu aksesoris dalam berfoto hehe. Tadinya gw masih pengen keluyuran karena Takayama ini indah banget dan banyak jajanan hahaha…tapi hari sudah semakin siang dan gw ga mau terlalu sore/malam sampai di shirakawa-go.


    Akhirnya gw memutuskan naik bus jam 13.30. Sekitar jam 15.30 gw pun sampai di Shirakawa-go. Begitu turun lgsg menuju bagian informasi untuk lapor bahwa gw akan menginap di Furusato (salah satu gassho-zukuri house yang dijadikan penginapan) sambil bertanya arah jalannya. Ternyata rumahnya itu berada paling ujung desa ini, yang cukup jauh, kalo kata ibu petugasnya sih 15 menit jalan kaki hahaha. Si ibu ini berkali-kali bilang Ganbatte! yg artinya semangat yaa. Hari itu di shirakawa juga turun salju cukup lebat sehingga jalanan tertutup tumpukan salju dan menyulitkan gw saat menyeret koper jadi tambah berat. Sepanjang jalan gw diliatin sama turis2 karena mungkin jarang yang bawa koper dan menginap disana. Pantes aja si ibu petugas berkali-kali bilang ganbatte, karena Furusato ini lumayan jauh dan agak menanjak serta berada di jalan kecil. Akhirnya gw pun sampai dan disambut oleh bapak tua (ga tau namanya), yang ramah dan sedikit bisa berbahasa Inggris. Dia pun membantu mengangkat koper gw ke dalam kamar. Setelah itu, gw diajak berkeliling rumahnya dan memberitahu letak toilet (thanks god its modern toilet), kamar mandi, dan tempat minum tes/kopi. Sebenarnya, penginapan menyediakan makan malam dan sarapan. Namun karena di email reservasi gw menuliskan memiliki food restriction (halal, non alcohol, dll). Akhirnya penginapan memutuskan untuk tidak menyediakannya. Tentu saja harga yang diberikan hanya harga kamar (jadi sedikit lebih murah). Lalu, gw makan apa buat dinner, tentu saja pop mie+nasi instan+abon (lagi2).

    Setelah leyeh-leyeh 15 menit, gw memutuskan untuk keluar jalan-jalan. Padahal itu udah jam 5 sore dan sudah agak gelap serta udah sepi pengunjung. Rencananya gw mau ke shiroyama point untuk lihat pemandangan yang paling diari-cari orang kalau ke shirakawa-go. Sebenarnya ada shuttle bus, tapi karena sudah sore, saya pun terpaksa jalan kaki sekitar 20 menit (jalan lambat banget karena takut kepeleset). Jalan ini jalan setapak yang kiri kanannya pohon pinus tinggi serta agak menanjak. Walaupun dingin karena lumayan mendaki, gw sempet loh berasa keringetan dan gerah hahahaha. Akhirnya sampailah gw ke puncak ini, sayang karena udah sore menjelang malam dan juga hujan salju yang cukup deras, pemandangan desa shirakawa ini kurang terlihat jelas. Tapi gw cukup puas hehe. Setelah foto-foto dan selfie sana sini, gw pun memutuskan kembali turun karena sudah mulai gelap karena sepanjang jalan setapak itu tidak ada penerangan sama sekali dan juga karena gw jalan sendirian jadi takut kalau ada apa2. Di sepanjang jalan turun ternyata masih ada aja loh beberapa orang yang naik dan mereka selalu nanya “masih jauh ga sih???” Gw bilang aja “Deket kok..semangat yaaaah” padahal mah hmmm lumayan masih jauh hihiihi

    Sepanjang jalan pulang ke penginapan, gw cuman melihat beberapa orang yang sebagian besar penduduk desa. Memang bener yah..berasa beda ketika siang (banyak turis) dan malam (sepi tapi menyenangkan). Menurut gw sih ini pengalaman paling mantap selama di Jepang :)
    Begitu gw sampe Furusato, host gw menawarkan untuk mulai mempersiapkan kasur. Gw iyain aja karena sudah lelah dan pengen tiduran. Sebelum ini gw makan malem dulu. Di kamar sebelah terdengar tamu lain sedang makan malam yang disediakan oleh penginapan (jadi mupeng huhuhuhu). Oiya tidur disini berasa banget kayak di film2 Jepang, beralaskan tatami, menggunakan kasur dan selimut tebal serta pakai kimono (disediakan lho). Sumpah tebel banget selimutnya dan berasa berat dan hangat banget. Peraturan penginapan ini adalah kalau malam, penghangat ruangan harus dimatikan (katanya sih biar ga terjadi kebakaran). Dan malam ini gw pun tidur dengan nyenyak, meski muka gw kedinginan parah hahaha

    Keesokan harinya, pagi2 gw udah bersiap menuju Kanazawa karena gw akan naik bus pertama jam 8 pagi. Ini karena sebelum gw kembali ke Osaka melalui Kanazawa, pengen banget jalan2 sebentar disini. Sekitar 1,5 jam perjalanan, sampailah di Kanazawa. Lgsg nyari locker untuk menyimpan koper karena repot juga jalan-jalan sambil geret koper. Setelah itu, seperti biasa ke bagian informasi untuk minta brosur dan beli tiket bus terusan. Oiya tempat wisata di Kanazawa ini bisa dicapai dengan bus lokal. Jadi belilah The Hokutetsu Bus One Day Pass seharga 500 yen. Tadinya gw berencana ke 21st Century Museum of Contemporary Art, tapi berhubung hari Senin, tutup deh yaa. Lgsg aja menuju Kenroku-en Garden. Setelah itu jalan kaki menuju Omicho Market sambil nyari makan siang.

    Berhubungan keterbatasan waktu, gw memutuskan kembali ke JR Kanazawa Stasiun karena jam 4 harus naik kereta menuju Osaka (sebelumnya udah reserve seat dan ini tercover JR pass). Yaaah selesailah sudah perjalanan gw disini..tinggal 2 hari lagi waktu gw di Jepang..hiks..next FR adalah Hiroshima dan Miyajima..see you :)
  13. Like
    Dimaz reacted to ko Acong in Bocah Tua Nakal Keluyuran di Jepang   
    Catatan Perjalan Sibocah Tua Nakal
    D.01  Sore BDO KuL  KANSAI AIrport
    D 02. pagi  Mendarat  Di Kansai airport
    Melihat situasi sekeliling Bandara .   mecari tahu tentang Wifi Rental ,  ternyata Banyak berbagai kios resmi Menawarkan Rental  /  sistim Wifi .  dan Harganya Komplit Rata2 diatas Rp 9 RATUSAN ribu
    Soal petunjuk arah,  banyak dan cukup dimengerti  “sekelas ko Acong”
    Setelah cukup  cari si eksit  sebelah kiri !!! ngudut dulu  sambil melihat situasi diluar Hall airpot             dan kutemukan Stasiun kereta ,  to  Osaka dll juga platform bus nya.  
    Beres ngudut,  lanjut menuju  stasiun sinkansen.     lansung disuguhkan robot penjual tiket (mesin )
    Nah lu,  gimanana cara  belinya.    dengan “sekelas ko Acong “ langsung cari antrian orang banyak pasti itu bantuan ,,  ternyata benar,  orang sedang beli /  tanya2  antrilah saya disana,   pas ujung antrian disortir.  Keperluannya  --- dikemukakanlah masalah saya , langsung dicatat pointnya dikertas,   oleh mereka  sampe loket,   di infokan bahwa saya sebaiknya pake bus .   1 murah-- 2 lebih cepat--- 3 karena bawa koper.  jadi langsung tujuan ( tidak perlu Pindah2 Line Kereta )  dan dianjurkan Beli ICOCA   sebesar 2000 yen.  dengan Saldo 1500 yen--- 500 buat jaminan  dan biaya kartu
    Balik lagi saya ke pltfom bus no 4  .saya mau tujuan yang dekat ke hotel  /  dotonbori> sinsabashi Area  adalah NAMBA  sts, .  beli tiket Bus 1300 yen .  Dikarenakan  kebiasaan “ ” saya bila mau masuk Negara yang belum diketahui ,   selalu Menghapal Diluar Kepala,   sekeliling Gedung.   minimal 2 minggu ke H  terus dipelajari,   seperti anak2 mau ujian Akhir ,  singkat cerita.  jos langsung sampe area hotel………. nah disinilah sedikit ada trobel >>>>>><<<<<< nyasar namun saya selalu , di damping aplikasi dari Booking.com     ada alamat bhs local , dan Google map otomatis .   namun saya nga bisa mengerti , sampe sekarang tentang google map nya .  tapi selalu Dan Selalu  dapat  dewa penolong ( KWII JIN ) lewat penduduk local setempat.   secara saya BUDDHA   
    Hotel pertama  saya  Grand Sauna  Sinshabashi Cabin Hotel  di jl.? Sangat dekat dengan area ( doton bori / Shinsabasi  dan  Namba) Area Center  Publik  / Wisata  2 hari pun cukup untuk area ini diselingi kunjungan  ke OSAKA castel  wajib   di Area Tani Machi bisa pake  subway,  oh inilah gunanya  ICOCA  dari namba ke tanimachi PP di potong 220 Yen  setelah puas main siang  malam  OH YA PERJALANAN SAYA DI DAMPINGI JUGA DENGAN XL PASS RP 200.000.- Untuk 7 Hari Siungal sangat Bagus Didukung Soft bank Japan Di gunung Sekalipun  kuota lumayan perharinya untuk Google Map Washap dan Fesbuk Lebih Dari Cukup  dengan kirim2 foto saja video belum pernah coba  
     
    D.03 besoknya  setelah pulang dari, Osaka castel  langsung Cek out  Menuju Kyoto,   dengan Bus  dari NAMBA lagi >>>>ke Kyoto stasiun ,  sebesar 430 yen    65 menit perjalanan Pake Keihin Bus yang Murmer  
    Setelah Tiba Di Kyoto  bus sts ,  nyebrang menuju  Kyoto railway sts .   pilih kereta line  Karasuma  ke gojo ….. shijo  nah shijo lah,  Area ke Hotel Saya .  begitu Keluar  dari Subwah,  saya Disuguhi MALL yang BUesaaar Daimaru   Dilihat Saldo Di kurangi  130 yen
    Bengong deh saya,  harus cari si eksit mana .  untung tidak panic seperti kebiasaan saya (panik saya jadi bodoh)  segera Ku Buka pendamping Saya.   aplikasi  Booking.com  ternyata  sangat membantu lansung, diarahkan  dan keluar pas Hotel  ( yang Tidak saya sadari dan baru tahu setelah nyasar dulu,  dan dianter Nenek2  yang jauh Lebih tua dari saya  } yang Dituju dan Streetnya WOW  street No Satu Di Kyoto  Shijo
    Sore pun menuju Malam,  saya kurang menyenangi  SI Emall   jadi main sekeliling , dan  menghapal area pulang lagi menikmati ,  onsen  trus istirahat di  ”Ryokan”  dan beli voucher  segala minuman dari hotel
     
    04 Besok pagi mulai nih  pertempuran  , menuju  berbagai lokasi wisata , saya pilih yang susah dulu.   yaitu ke  Jalur  Nijo  temple trus  Sampe Ke  Ujiga Jinja,  yang BANYAK SEKAL, I  yang Pake Pakaian         Ala Geisha .  Dan sempat Minta Foto,   ke sepasang  anak muda  sedang  naik Beca , si ganteng tea      Pake oneday pas 500 yen Sapuasna,   pass Bus   Sore Menuju  Ke  Ciater Rasa Kyoto Namanya nga Tau yang ada kera japan  ?  mungkin ONSEN ? Sore Ke malam  pulang Ke Hotel sembari  Lihat2 isi mall Namun .  Perasaan saya  SAKIIIITTTT di hatiku !!!n ibu Ibu  Kalo Di Shijo Dori   banyak tawaran oleh2     dari baju  /  elektronik /  mainan / tentunya Makanan  snack,  yang aduhai  dengan bonus koper2 bagus pembelanjaan nilai tertentu  . ……….tapi saya tak mampu beli ,  mengingat kekuatan fisik saya membawa barang ,  yang mana saya masih banyak kota,  dan destinasi yang wajib dikunjungi
    05 Besok Pagi , Saya Siap Ke onsen  Century  hotel ,  dan Mandi . …semasa menikmati Onsen Terjadilah Sesuatu inimah HOK KIE Para  “man”  semua---- datang  Suara  gaduh ternya  4 orang perempuan Seperti nya Dari RRTn  dalam keadaan  Bugil beneran bugil losss ,  masuk mau Mandi Onsen juga  nah hokkie yang yak terduga .  hahaha rasain lu,  main nyelonong.    Beres  mandi saya  langsung cekout,   titip koper di lobby buat siang nanti di ambil 
    Dan pertempuran… ingatan saya mulai di uji lagi.   untuk ke kuil  Fushimi  dan Kenara.  Hari ini saya pake ICOCA….>>> yang menghabiska saldo sampe Hotel lagi 470 yen.  untuk 2 tempat ini
    Rincian Pengeluaran selama Di kansai > Oasaka > Kyoyo cekout
    Kansai Namba Bus          Rincian Pengeluaran selama Di kansai > Oasaka > Kyoyo cekout
    Kansai Namba Bus                                1300 yen       
    Icoca                                                        2000 yen
    Bus Ke Kyoto                                            430 yen
    Kyoto Ke Shijo                                              saldo Icoca 220 Yen 
    Subway Ke Osaka Caste                              Saldo Icoca 220 yen  
    Pa ss untuk bus Kyoto one day             500 yen
    Saldo Icoca Fushimi dan Nara                      Saldo Icoca 470 Yen
     Makan selama 4 day @ 1500x4 hari     6000 yen           Lebih Dari Cukup   apalagi campur 711  dan bekal
    Total selama Kansai lepas Kyoto          10230 Yen  + grand sauna cabin hotel 2700 yen + century  hotel 2 nit 81000 yen     total Jendral  21.030 yen
    Kira2 jam 16.00 Mendekati  Fujiyama,  Terlihat kurang Jelas View nya  duduk pas bangku jejeran Kiri dari Kyoto  (kalo dari Tpkyo minta jejeran Kanan ) siang Pake HIKARI Sinkansen no reserved   11560 yen (Bila tak ngerti beli pake Mesin  “Seperti saya “  Cari TIKET OFFICE    Lantai Gedung Hijau !!  Biasanya Berbeda Tinggal Tanya Petugas)  menuju Odawara pake Hikari change di Stsiun Koda? Lupa ganti kereta  turun pintu kanan  Dan Sudah Ditunggu Kereta Odawara ,   namun terjadi kesalahan tidak lihat kebawah spesifikasi tiket/ jenis no reserve.   saya naik  green car.  jadi merasakan greencar juga ,  tak disengaja  satu gerbong  . hanya saya  penumpangnya.   namun nga berapa lama,  diperiksa kondektur  dan dimarahi ,  pake bhs local  biarlah  nga  apa2  saya yang salah,  digiring lah ke gerbong seharusnya  dengan tatapan muka penumpang lainnya  ,  malu aku tapi.  biarlah bukan melalukan kejahatan disengaja ini  )  tiket masih tetap   Sampe Keluar  Stasiun Odawara   Tiket Free .  mencari hotel lumayan nyasar  sekitaran,   dan beruntung lagi “ kwi jin”  mendekat via anak sekolah smp dia mungkin memperhatikan.   Sebelumnya  dia sendiri menanyakan uncle? blab bla ?   Ah Pokoe ngerti , Cepat2 saya Cari Print Hotel  Dan diperlihatkannya  Ke  anak tersebut,  mengerti langsung Menyataka  Mau Anter sampe Hotel
    Namun saya perhatikan Anak  itu  Tidak Sampe Pintu Lokasi  Masih  jarak 10 meter,,,,, dan menjauh Dari saya sambil menunjuk itu SAMURAI GUEES HOASE ….. Good boy anak yang tanpa Pamrih  semoga Karma Baik selalu Untukmu Nak .  Samurai Ryokan Gaya Jadul 2700 Yen
    06. Saya menuju Ke Sts Odawara Beli Tosan Pass 2 day 4000 yen,   menuju Fuji san Dll Dimulai Naik Kereta  Romance car dari Odawara  menuju ke>>>> yumoto hakone sts  >>>>  ganti  yumoto ke Gora   >>>>ganti naik Cabel Train  menuju sts Sounsan >>> Ganti Bus Menuju>>> Kawah Tosan owakudoni Yang Masih Aktip ,  Dengan gemuruh Suara Bagai Pesawat Mau ”   Take OF   “ tak lupa Beli Telur Hitam Yang Enak , Khas Dilumuri  Lumpur Kawah.     Anteng tuh Perut Habiskan 4 Telur ,,,,  lanjut pake Rop way Menuju Kawaguciko,   lanjut naik perahu legendaries ala “ bajak laut”   untuk melihat Fuji san Dari Danau Namun saya hari ini , Kurang Beruntung   Karena Hujan besar dan Kabut Turun ,  Haduh jauh jauh impian sejak kecil mulai bisa  membaca  dan Lihat sampul buku jaman itu,  selalu ada gambar salah satunya Fujiyama dan popular waktu itu lagu Titik Sandhora  DESTINASI UTAMA SAYA KE JAPAN HANYA FUJIYAMA   haaaa gatot nih , sepertinya impianku ,     pulang lah saya menyusuri jalur tadi pagi dan langsung menuju  TOKYO   dengan rasa lunglai tak bersemangat    untuk ekplor hakone beli Tiket Shinkansen to Tokyo 1165 yen >>  Ganti Jr Line yamamoto>> Ganti lagi Narita Line Yang Dikelola JR juga   dari Tokyo Ke Minami senju Tiket Free dari Shinkansen 
    Langsung menuju Hotel   Karena tak kuat menahan badai.  anginnya Dingin . seperti biasa sampe titik Area  nga bisa cari lokasi Hotel,   langsung Minta Bantuan dan Dianter Yang Pulang Lari olah raga,  Menuju Hotel FUKUDAYA  5400 yen  mana badan penat namun nga bias mandi onsen karena jadwal mandinya masih untuk perempuan ,  dan untuk lelaki harus lewat jam 20.30 .  masuk kamar online kekinian lupa tertidur tanpa mandi 
    07.besok pagi  bangun mau mandi , eh belum boleh harus nunggu jam 20.30 ….. 2 hari deh nga mandi  hanya cuci muka dengan persaan malu,   menuju setasiun  WOW  ternyata  pas jam kantor pasti berdesakan,  dan ternyata  cewe2  cantikpun  sepertinya jarang mandi pagi ?  dan lebih bau dari saya mantelnya ……asyik PD lagi deh saya ,  langsung menuju Shibuya   dan lainnya pake iCoca ,  sampe sore menjelang malam   , dan kurasakan lagi sensasi rebutan masuk ke kereta subway Hachiko  Tokyo Govermen Building /  dan lain2 . Pulang Ke Hotel   kali ini kutunggu sd jam 8.30 malam , langsung dapat giliran mandi pertama,,,, tak ada orang lain   begitu beres dihanduk , datang bergantian yang mau mandi bersama   tentunya,  ah berhasil mandi juga setalah lewat dari    ‘50 jam      ‘  nga mandi  langsung naik ke kamar mau ngudut curi2,  buka jendela,  waduuuuh  anginnya dingin.   jadi puasa roko deh  
    Buka pemanas setel 30 degree teteup terasa dingin.  tapi ok juga bisa tidur
    D.08. esok pagi terbangunkan , oleh sinar terang sekali  matarahari terbit >   niat mau ke goji temple asakusa kubatalkan ,  saya cari informasi tentang   Gunung Fuji  Kata bos Hotel Feri nice Today
    Langsung  kejar ke Tokyo sts…. walo berdesakan di kereta namun penuh semangat  dan saya mempertimbangkan bila naik mromance car dari Tokyo takuy  kesiangan  gonta ganti moda  mending pake JR Bus Hightway menuju Kaweaguciko Sts  Bayar 1800      ternyata keputusan saya dilancarkan oleh TUHAN YME  begitu diperjalanan , muncul pemandangan yang di idamkan , tak tahan begitu sampe fujimount Station ,  Minta turun .  namun masih Kurang Puas.  eh terlihat Kereta Jadul yang Mewah menuju  Kawaguciko  120 yen..  dengan pemandanga lebih Bagus,   namun tetep masih Kurang Puas karena waktu kecil selalu melihat….. Fujiyama berbatasan dengan air  …..di sampul  Coklat jilid buku tulis saya waktu SD ,  Kucari informasi  untuk Menuju  Kawaguciko   oh ternya harus jalan kaki 15 menit dulu semua pemandangan tertutup,,  oleh bangunan hotel walo sudah sampe danau sekalipun.   tapi ada 1 feri sedang menerima penumpang ,  saya Tanya petugas ,  nga nyambung bahasanya .  ok  saya tunggu penumpang yang sudah naik .  nanti juga bakal turun  piker sata ,  nah mereka 30 menit kemudian merapat , dan penumpang pada turun.  kutanya turis asing How to  go  ? Fujiyama mount situris nunjuk ferri ,  dan mengacungkan jempol
    Langsung deh beli ke mesin tiket ferri ,  tersebut 930 yen,   naik ke ferri begitu jalan waoooo muncul tu https://www.youtube.com/watch?v=msa0D6g_cVE Fujiyama di pinggiran bangunanan , makin lama makin jelas bentuk Rupanya . itulah gunung ya selama ini ku ingin jumpai ,   
    ahhh seolah olah deh   ,, nga bis di jabarkan ..  senangya saya .  
     Sinar terang Digunung  saat itu,  terpuaskan Hatiku Bertemu,   saat saat berlalu 50 tahun lalu tak terasa berjumpa  denganmu ,   penampakanmu takkan hilang,   pada penampakanmu  , sinar matahari yang terang jadi saksi,  pertemuan kita
     Terima Kasih. Thien Akung  TUHAN YME  
     
     
    Setelah Puas penuh Kemenangan,   karena terlalu terlena , dan menurut perhitungan saya cukup Aman  untuk mengejar penerbangan pulang jam 23.20 boarding time 23.20 ---- jam 15,45 saya naik bus dari kawa guciko Ke Tokyo dengan pertimbangan 18.00 Tiba Di Tokyo Sts ,  Change  ICOCA 1000 Yen
    betul Tepat waktu namun ,  Trobel menghadang  Untuk Naik Kereta Ke Hotel 2x Ganti  sudah muncul 3 x Kereta tapi nga berhasil masuk ,   kalah berani sama local.  Akhirnya berani juga dengan gaya mereka
     tak perduli siapapun cewe ato cowo , pegang  seruduk  desak , sampe berhasil ke batas pintu
     alhasil saya tiba kembali ke Tokyo STS jam 20.00 yang seharusnya perhitungan saya harus 19.30 paling telat 
    Nah Disini Masalah nya terjadimau  Naik Shinkansen Jadwal 21.00 Ke Haneda naik bus 20.45 terakhir
    Saya mau beli Bus Saja,   biar Langsung Jos Bandara.  namun keberuntungan terjadi lagi petugas minta jadwal penerbangan saya,,,,  dan petugas menolak jual tiket ke saya ,  dengan Bhs Lokal yang sangat tidak saya ngerti ,  Beruntung Dibelakang Antrian Ada sepasang Anak muda mengajak Saya keluar Antrian
    Dan di memberikan Gambaran Pake Bahs Inggris (pokonya saya ngerti lagi deh ) Maksudnya dia menanyakan    tau kah situasi bandara Haneda   dan Bila Naik Bus itu 20.45 >>> sampe jam 22.00 saya jawab saya sudah punya Print Boarding  , Tapi Dia Bilang tidak Berlaku .  Harus Boarding Tiket Resmi jadi dia ngasih anjuran ,  altenatip pake subway ..dan monorel>>> ke bandara   dipastikan tiba Jam 21.00 dengan Catatan Uncle Must Run to Platfom  ok are yu ready  ? ya pasti saya jawab Ok,  eh Dia Justru mau Anterkan sampe Platform Yang dicari   Yamamoto line ke hamamatchuo ,  but uncle  go to Hamamatchou !! yu must run Againt !! Changge To Monorel Haneda.   hahaha Saya jawak OK . Thank Yu thankyu  dan Di Balas tak henti2nya Membungkuk  hahahahahahahaha senangnya lupa saya terlalu banyak Basa basi  karma Baik Semoga selalu padamu anak muda    
    Jumlah pengeluaran Seluruhnya Trip Bocah tua nakal Sebesar
    Total Kansai Osaka Kyoto                      21.030          
    Change ICOCA ke 2                                   1.000
    Shinkansen Ke Odawara                        11.560
    Samurai Guees Hauose                          2.700
    Hakone Pass                                             4.000
    Sinkansen Odawara Tokyo                     1.165
    Local Ferri                                                 930
    Change ICOCA terakhir  ke 3                 1.000
    Makan 4 Hari x @1500                           6.000
    Total Jendral Pengeluaran
    Perjalan  Sejak Mendarat Di Japan  HARGA REAL  1 kali Kunjungan fuji Yama  49.385
    Rate Yen 118   = RP 5.827.430 .   
     
     
    Biaya mengunjungi Fujiyama Yang Ke 2  3600 Yen PP sd Tokyo station  Saldo  ICOCA masih sisa 1610 yen Mengenai Sensasi Ryokan / ONSEN/ Destinasi Wisata / suka duka mencari jalur kereta / makanan akan di ulas terpisah lain waktu
    Mohon Maaf saya Tidak bias Cara Menulis  dan penempatan titik koma  juga terlalu panjang cerita saya
    Semua ini hanya menunjukan kebanggaan saya  telah berhasil menaklukan ketakutan saya yang biasa baca2 di komen  lainnya  saya pake sistim HAJAR SAJA KO ACONG ujar @Deffa
    Catt “  ”  Secara ko Acong low student Low teknologi Low International Speak
     


























































  14. Like
    Dimaz reacted to ko Acong in Trip Chengdu   
    Terima kasih Kepada TUHAN  YME
    Sbb
    Berawal racun keindahan Kutebar ,tentang desa kecil 9 paqngeran Naga,   diujung perbatasan Kaki gunging HIMALAYA, Jiuzhaigou … idaman para kepala Negara seluruh dunia tuk mengunjunginya .
     
    Maka terbentuk lah Grup goes to Chengdu.   yang Di motori juga oleh Ibu Elinar Heryawan,  Ketua TMC
    Dan terkumpulah, lebih dari 2 puluhan peserta  dari multi komunitas ,  CC .Hargiyanto Aja dan Kawan2 di BI  . dengan Sistim Share Cosh Murni
    Tanpa ada uang ditransfer Serupiah pun , untuk keperluan tiket pesawat/ hotel dll Semua bayar masing2 baik tiket , maupun selama di tiongkok.   dan kita semua WAJIB kerja sama , tidak ada pelayanan sedikitpun  (walo memang ada saling bantu biking tiket pesawat namun itu membantu sesame teman dekat dan saya tau itu tanpa fee dan UP harga
     
    Puji Syukur Terhadap TUHAN yang maha esa 
    Trip ini Berjalan Sukses ,  dengan ending penuh kekeluargaan,  dan canda tawa .   walo ada trobel 1 peserta,  terserang AMS .   karena ketidak tahuannya ada penyakit bawaan ,  yaitu Jantung (jadi kurang diantisipasi)   beruntung UGD local,  berhasil menanganinya,   walo pasien Harus keluar dana ektra tak terduga  , namun Kami semua juga gotong royong membantu,  sebagian dana silkulir,  untuk meringankan beban , teman trip kita .   indahnya berbagi,  sangat terlihat pada momen ini,  dengan tanpa Pamrih tentunya
    Demi untuk melihat Ciptaannya yang Indah,   dan Agung . Kami rela menempuh perjalanan,  lintas Negara ribuan mile ,  dan lintas darat Ribuan KM,   juga tenaga ektra tuk Hiking puluhan KM .   serta Tal Lupa jalan kaki  puluhan Km , Untuk demi SHOPING  kegemaran BUIBU 
     
    Tapi Endingnya semua Enjoy
    Semoga Kita Masih terus diberikan kesehatan untuk Ekplor ke indahan lainnya
     











     
















    Tentang Bagaimana Cara Kesana  Silahkan Di sini Jalan2.com tempat semua Bertanya jangan Sungkan silahkan bila ada yang mau kesana
  15. Like
    Dimaz reacted to Rawoniste in Ngetrip ke batu, bromo, river tubing 4D3N   
    Tglas 14 April Kemaren Saya nyoba ikut open trip paket ke bromo - river tubing X-maro,  ini sebetulnya trip buat Bulan Mei nanti,  beruntung trip bulan Maret ke ciletuh Geopark gagal,  Saya majuin saja ke April trip yg ini.  
    Naik KA Malabar yg di tempuh dalam waktu 12jam lebih cukup melelahkan,  akan terapi karena hari pertama aktitas yg yg ringan2 Jd nya pilih KA saja. 
    Meting point di statsiun malang Baru,  kedatangan Saya jam 7an dan langsung di jemput jam 8an kurang,  ada 2 peserta yg sudah Stanby di meting point  berasal Dr Jakarta.  Lha Cuma bertiga?  Iya...  Soalnya 2 lagi milih ke batu dulu.  Baru gabung ke bromo.  
    Kita bertiga langsung  menuju Candi Jago,  Candi yg udah di kepung rumah warga.  Tidak ada yg special di sini. 
    .. 
    Beres poto2 menuju homestay di setelah mandi dan makan kita istirahat dulu sebentar,  jam 11 kita di jemput untuk main river tubing,  horeee kesampaian jg main beginian.  Nyanpe di Basecamp kita di briefing dulu.  Nama Sungai nya X maro....  Tipikal Sungai deres dgn batu2 mecungul tapi gak dalam.  Gak punya dokumentasinya di sini,  karena gak punya underwater camera,  lagian ribet jg musti pegang2 kamera ketika  "bahaya"  mengancam.  
    Peserta Dr Jakarta yg gendut (maaf yah)  udah gak keitung berapa x terbalik hehehe sampe kacamatanya hilang,  saya sih cuma sekali jatuh cantik karena terpaksa Harus peganging go pro punya orng lain,  disebut jatuh cantik karena  udah secara sadar mau jatuh dan udah siap2 untuk jatuh. 
    Setengah perjalanan  kita istirahat dulu,  ngopi dan nyemil bala2. 
    Lanjut dan sampe finish.  Peserta nya 3 orang team rescue nya 5 orang hahaha. 
    Beres river tubing,  kita pulang menuju homestay.  Mandi dan istirahat.  Teman trip request untuk minta anter beli kacamata.  Ada keinginan untuk kulineran di malang,  tetapi Mobil nya di pake  jemput dulu peserta Dr Batu.  Jam 4 sore Baru Datang....  Eh gila ni sopir,  minta bayaran 400k,  jelas gw batalin saja cos,  Nyanpe malang pastinya jam 5 jam 7 paling telat harus pulang karena harus istirahat buat hiking ke bromo jam 2 malam.  
    Set alarm jam 1 pagi,  Dan langsung di jemput.  Di Mobil jeep udah ada 2 peserta   ce,  di Mobil 1 lg masih kosong,  cukup kesel jg nunggu 1 jam an kurang sama peserta yg 1 Mobil tsb.  Brangkat.....  Wuzzz. 
    Ternyata cukup jauh jg udah gitu jalananya jelek bergelombang jg,  tapi tetep semangat. 
    Kunjungan pertama udah pasti bukit penanjakan  untuk melihat sunrise.  Dgn jalananan yg di tembok cukup nanjak,  plus tanga yg berkelok2. Teman Saya yg gendut tiap  kelokan Selalu istirahat dulu,  demi kebersamaan gw jg ikut rehat jg.  Ahir nya Nyanpe ke puncak,  udah byk yg Stanby disana.  Saya Hanya  nyeruput teh Manis hangat di warung....  Semua harga gorengan dan minum an hangat 5ribuan 
    sunrise nya kurang Indah ternyataya
    tapi terbayar dgn view hamparan embun di bawah nya.....  Begitu Indah ninggali jejak dulu 
    Puas poto2 di sini kita turun lg menuju kawah bromo 
    peserta jeep yg 1 lg ternyata udah berada disini duluan views ketika turun Dr penanjakan 
    ningalin jejak dulu 

    Lagi...... 

    Selanjut nya kita menuju kawahnya,  Dr jauh udah kliatan nanjak bgt dan maceeet.  
    2 peserta ce nyerah gak mau ke puncak kawah,  2 lg byk istirahat.  Ahir nya gw minta Ijin naik duluan.  Klo antri begini,  ini tanga gak terasa jauh dan cape karena Baru 3 step aja udah berenti dulu 
    Nyanpe di puncak kawah,  ya ampun sempit bgt pantesan macet,  ini bener an di bibir kawah itu Hanya untuk 2 orang yg lewat bayangkan saja seperti pematang di sawah,  gak kuat lama2 diatas sini takut kesenggol ato nyengol orng bisa2 jatuh ke kawah ato ke sini sebelahnya 
    Kawahnya kedengeran mendidih. 
    Pas turun Saya ketemu peserta lain yg baru naik 
    Turun ah.....  Kaki udah gemelatak gini. 
    poto2 dulu di Pura 
    Saya istirahat di jeep sambil nunggu yg lain turun. 
    Lanjut ke pasir berbisik.....  Teman saya ada yg mupeng naik motor...  Tp nyewanya harus di pos tiket x yah 
    ya Hanya hamparan pasir Maha luas saja,  Dan ini Hanya ada beberapa gundukan batu di spot ini saja. 
    Kelar poto2 disini,  lanjut ke Bukit Teletubies lagi
    Pengen sekali guling2 disana,  tapi jauh bgt no 
    Area sini panas menyengat jg tp cukup sejuk,  gak bikin keringat deras 
    Puas poto2 kitapun pulang ke honestay lg,  mandi makan dan siap2 dijemput jam 2 siang untuk pulang.  Selesai sudah open trip nya.  Tetapi tidak ada yg pulang di hari tsb,  yg 2 ce nginep di balava malang,  2 lg di Haris.  Saya milih batu jadi nya kita minta kulineran plus dianter ke hotel.  Tujuan pertama baso kota cak man,  Baru pertama x makan baso seenak ini.  Lanjut toko oen.  Nyesel bgt ke sini,  es krim nya gak enak samsek. 
    Ntar di lanjut setelah jumatan  

  16. Like
    Dimaz reacted to jhoon_pantau77 in TIPS NONTON MOTOGP SEPANG MALAYSIA   
    SELAMAT SIANG SOBAT  
     
    Ini saya mau berbagi pengalaman saya NONTON BARENG MOTOGP SEPANG MALAYSIA
    Sirkuit Internasional Sepang secara wilayah terletak di Selangor, Malaysia, yang berdekatan dengan Bandara Internasional Kuala Lumpur. Sirkuit ini adalah tempat yang digunakan untuk semua ajang balapan di Malaysia,
    Dibuka secara resmi oleh Mahathir Mohamad, saat itu menjabat perdana menteri Malaysia, pada tanggal 7 Maret 1999, sirkuit ini digunakan ajang MotoGP Malaysia untuk pertama kalinya pada 20 April 1999, dan Formula 1 Malaysia Grand Prix pada 17 Oktober 1999.
    Jadi apabila anda br pertama x mau nonton motogp sepang malaysia.., jangan takut sobat...,
    anda tidak akan tersesat kok, disana kita bisa pakai bahasa indonesia, mereka msh ngerti kok kalo kita gk bs bisa bahasa inggris.
    OKE.... KITA MULAI,........,
     

    TIPS 1. TIKET MOTOGP
    sebaik nya beli tiket motogp sebelum tanggal 31 maret, karena masih ada diskon 30 % dari tarif normal (EARLY BIRD)
     

    tiket bs kita dapatin di INDONESIA, banyak kok yg jual di indonesia, salah satu nya di Tx Travel (maaf bukan promosi)
    tp biasa nya anda cm dapat invoice dl. TIKET FISIK NYA baru keluar bulan September.
     
    TIPS KE 2
    TIKET PESAWAT

    Sobat harus rajin cek tiket pesawat, banyak aplikasi buat  cek tiket pesawat..., sobat sekalian apsti sdh tau
     
    TIPS KE 3
    HOTEL SELAMA DI KUALA LUMPUR
    Kalau menurut saya.., apa yg saya rasakan...,
    ada 2 daerah yg cocok untuk di jadikan Hotel tempat kita menginap
    A. DAERAH BUKIT BINTANG
    disini kawasan yg sangat ramai.., tempat pusat perbelanjaan, dan juga ada jalan ALor disini, tempat pusat makanan kaki lima di pinggir jalan.
    saya biasa nya hotel SOLEIL
    atau di alpha genesis dan masih banyak lagi yg sejenis
     
    B. DAERAH KL SENTRAL
    disini dekat dengan KL SENTRAL (PUSAT PERTEMUAN SEMUA MODA TRANSPORTASI)
    enak nya disini dekat ke KL sentral, jd kalau mau naik monorail dan lain2 deket
    biasa nya saya hotel MY HOTEL, Hotel Metro, atau Hotel Summer View
     
    TIPS KE 4.
    CARA KE SEPANG SIRKUIT
    A. apabila sobat pengen nonton Qualifikasi Motogp, sobat bs datang hari sabtu ke Sepang Sirkuit.
    Sobat bs naik Bis Kusus ke SEPANG, BUS RAPID KL

     
    Sobat bisa naik dari halaman KL SENTRAL, atau di Halaman KLCC
     
    Kalau anda mau bertemu dengan pembalap idola sobat anda bisa datang pagi pagi hari sabtu untuk antri meet n greet
     
    B. CARA KE SEPANG WAKTU RACE HARI MINGGU
    Kalau saya sarankan.. sebaik nya anda pakai grab taksi aja untuk race nya hari minggu
    apabila anda kurang dr ber 4, cb aja say hay ke orang2 yg mau nonton motogp yg menginap di hotel sobat.
    lebih enak naik taksi, tarif kurang lebih 100 ringgit. lebih simple.. dan lebih nyaman.
    kenapa saya bilang lebih nyaman, kalau sobat naik bus rapid kl. dijamin... anda akan penuh sesak...
    berjubel broooooooo.........
     
    trus untuk pulang nya gt jg..,
    naik grab aja bro..
    Tau gak antrian mau naik bus rapid nya waktu pulangnya.., bs sd 500 meter antrian nyya......................... panjaaang..

     
     

     
     

    bayak bro grab taksi disana, jangan takut gk dapat. tarif flat.., jd gak takut di puter puter.
    wangi ber ac lagi........,
    intinya, jangan malu malu buat say hai dengan teman2 di deket km. sp tau mau diajak share grab taksi nya.
     
    TIPS KE 5.
    Suasana SIrkuit sepang sangat panas..,
    jd jangan lupa membawa sunblok, kacamata hitam, earplug (karena suara motor nya sangat kencang), Tysu basah
    banyak yang membagikan kipas di stand sebelum pemeriksaan Tiket
    hawa disana SANGAT SANGAT PANAS..
     
    TIPS 6.
    MEMILIH TEMPAT DUDUK
    Menurut saya..., enak di MGS bro....... sis...........
    karna tiket tdk begitu mahal.., yg ke dua.. dekat bgt melihat rider rider
     
    pintu masuk MGS

     
    Kalau mau foto foto, sy sarankkan waktu baru datang broo siss...,
    soal nya wajah msh fresh... segaaar,, dan belum berjubel...,
     
    narsis dl ..........  
    '
     

     

     

     
     

     

     
     
    setelah pemeriksaan tiket kita memasuki MGS Bro................
     
    di situ kita ada dua pilihan tempat duduk.
     
    yg pertama MENGHADAP GARIS START / MENGHADAP GARASI TEAM
    kelebihan dan kekurangan nya..,
    A. KELEBIHAN NYA DUDUK DISITU
    1. kita bisa lihat langsung team idola kita di garasi nya,
    misalnya pass manasin motor..., pas Rossi keluar masuk garasi
     

     
     

     

     

     

     
     
    suasana menghapad garis start

     

    2. kita bisa lihat start dan finish balapan
     

     
     
    3. kita bs lihat raider naik podium
     

     

     
    KEKURANGAN NYA
    Kita gk bs dengan leluasa waktu lihat pembalap lwt depan kita
    soal nya cuma jalan lurus saja... paling lihat cm... weeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng.......
    weeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng................ weeeeeeeeeeeeeeeeeeng ....
     
    cuma per sekian detik aja. jd kurang seru .
     
     
    B. TEMPAT DUDUK DI MGS BAGIAN BELAKANG
    kelebihan :
    1. ada bayak tikungan tikungan di sini yg bisa kita lihat, dan juga jalan lurussssss sebelum putar balik ke garis finish.
    disini biasa nya yg banyak duduk bule bule...,
    dan gue biasa nya duduk disini jg... heheheee
    lbh puas liat para raider overtake disini dan jg banyak yg jatuh disini, kayak kmaren marquez, ianone, jatuh di area sini
     
    Situasi nya seperti ini

     

     

     
     

     
     

     
     

     
    ada tv gede nya jg.............. (BIG SCREEN)
     

    IANONE JATUH DI SINI JG..........

     

     

     

     
     
     
    TIPS SELANJUTNYA
    HATI HATI DENGAN BARANG BAWAAN ANDA
    setelah motogp selesai... semua akan berjubel jadi satu...,
     
    bener bener penuh sesak bro..........
     

     

     
     

     

     
     
    Demikian semua tips dari saya BROOOO N SISSSSS
     
    insya allah motogp 2017  sepang saya nonton jg..,
     
    bisa kita kopdar disana..,
     
    kalau ada pertanyaan atau yg lain lain.., inbox aja brooooooooooooooo
     
     
    salaaaaaaaaaaaaam VR 46 

     
     

     
     
     
     
     


  17. Like
    Dimaz got a reaction from eka wibisono in KEAMANAN DAN TRANSPORTASI TUJUAN WISATA DI LOMBOK   
    KEAMANAN DAN TRANSPORTASI TUJUAN WISATA DI LOMBOK.
    Selamat sore all jjers dan semuanya.
    Disaat melihat foto/gambar daerah wisata mungkin Dalam benak orang ada saja yg berfikiran bahwa daerah tersebut jalurnya mudah dan aman untuk di jangkau, tapi kadang tidak seperti yg di bayangkan.
    Nah kali ini sy akan mengupas sedikit pengetahuan sy pribadi tentang KEAMANAN DAN TRANSPORTASI daerah wisata di LOMBOK.
    KEAMANAN yang sy maksud adalah baik dari medannya dan kriminalnya.
    Langsung saja ya All jjers.
    Biar lebih singkat maka saya akan kelompokkan dalam beberapa POINT.

    POINT 1.
    --pantai Selong blanak
    –pantai mawun
    --Pantai sungkun
    --Pantai Tunak
    TRANSPORTASI : bisa di jangkau dengan sepeda motor dan mobil minibus/medium bus.
    KEAMANAN : (pantai sungkun dan Tunak) dari segi medan kalo pakai mobil hrs berhati2 karena rumput dan tumbuhan liar di samping kiri kanan bisa membuat body mobil tergores hancur.
    Dari segi kriminalitas....Harus berhati2 di POINT 1 ini, jangan pergi/pulang terlalu sore apalagi sampai malam hari bisa bahaya.
    POINT 2.
    –pantai kuta lombok
    –pantai tanjung aan 
    --pantai cemara
    --bukit merese
    --Pantai seger
    –desa adat suku sasak
    TRANSPORTASI : Bisa di jangkau oleh semua jenis kendaraan darat.
    KEAMANAN : walopun ahir2 ini sudah relatif aman tapi sebaiknya jangan pergi/pulang malam.
    POINT 3.
    --Pantai batu payung
    --Gili layar
    --Gili gede
    --Gili Rengit
    --Gili anyaran
    --Gili Asahan 
    –gili trawangan
    --Gili air
    --Gili meno
    –pantai pink 1
    –gili gosong 
    –gili petelu 
    –pantai pink 2
    --Gili semangkok
    --Pulau pasir
    –gili nanggu
    –gili sudak
    –gili kedis
    –gili kondo
    –gili kapal
    –gili petagan
    --gili bidara
    TRANSPORTASI : naah di POINT 3 ini harus menggunakan 2 jenis transportasi yaitu TRANSPORTASI DARAT (pilihannya yaitu sepedamotor/minibus/medium bus/largebus ) & TRANSPORTASI LAUT  (pilihannya yaitu perahu,boat atau fastboat).
    KEAMANAN : dari segi Medan maupun kriminalitasnya sudah cukup aman dan nyaman untuk di kunjungi, jadi tidak perlu di khawatirkan lagi.
    POINT 4.
    –air terjun sendang gile
    –air terjun tiu kelep
    –air terjun benang stokel
    –air terjun benang kelambu
    TRANSPORTASI : bisa di jangkau dengan semua jenis transportasi darat. Namun karena Medan yg cukup menguras energi...Di POINT 4 ini bisa di lanjutkan dengan tranportasi tambahan berupa ojek sepeda motor.
    KEAMANAN : sudah sangat aman dan nyaman.

    POINT 5.
    --Pusuk Sembalun
    --Bukit Selong & rumah adat
    --Air terjun Mangku sakti 
    --Air terjun Mangku kode
    TRANSPORTASI : bisa di jangkau dengan sepeda motor/minibus/medium bus.
    KEAMANAN : dari segi Medan harus berhati2 karena jalur yg di lalu adalah pegunungan , jalur tanjakan dan berkelok2. Jangan lengah apalagi ngantuk. Di setiap perjalanan barengi dengan BERDOA .
    Dari segi kriminalitas tidak perlu di khawatirkan alias aman2 saja.

    SEMOGA RANGKUMAN INI BISA DI JADIKAN PERTIMBANGAN BAIK ITU PERTIMBANGAN BIAYA PENGELUARAN (BUDGETING) MAUPUN KEAMANAN (SAFETY).
    SEMOGA BERMANFAAT.
    SALAM JALAN2.COM
  18. Like
    Dimaz reacted to eka wibisono in Family Camp at Batu Tapak Camping Ground 31 Des 2016 (Cidahu, Cicurug-Sukabumi)   
    Kaya apa ya rasanya merayakan pergantian Tahun Baru rame2 dgn keluarga di alam terbuka?? Hmm... pastinya  sensasinya berbeda deh. Oleh karena itu kami sekeluarga besar memilih utk  kemping di malam Tahun Baru 2017 ini.

    Kemping di tempat yg agak mahal udh pernah cobain (Tanakita Riverside Cisaat), nah kali ini kami ingin cobain kemping dgn harga gak terlalu mahal tp mendapat fasilitas yg cukup oke alias gak menderita2 bgt kondisinya hehehe....  Setelah survey,  kami memilih kemping di Batu Tapak Camping Ground (“Batu Tapak”). Batu Tapak ini berlokasi di desa Cidahu, Cicurug, Sukabumi. Lokasinya gak sejauh ke Cisaat dan gampang banget arahnya.
    Kalo naik kendaraan pribadi , dari perempatan lampu merah setelah pintu tol Ciawi, ambil arah jalan raya ke Sukabumi,  pas sampai di daerah Cicurug kita akan lewatin pasar, pabrik Pocari Sweat, Pabrik Aqua (di kanan jalan), setelah lewatin rel kreta api nah kita  siap2  belok kanan, masuk ke jalan agak kecil menuju Batu Tapak ini. Lokasi Batu Tapak ini kebetulan berdekatan dengan Javana Spa yg terletak di area Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Dr jalan raya sekitar 30-45 menit lah baru sampai di lokasi krn kondisi jalan yg  agak sempit,  jd kendaraan mau gak mau harus pelan2 jalannya.
     

    Ada pilihan transportasi lain jg sih yaitu naik kreta api. Dari informasi yg didapat, naik kreta  jurusan Bogor-Sukabumi.  Nanti turun di Stasiun Cicurug dan tinggal pilih mo sewa angkot yg  byk  parkir di depan stasiun atau naik angkot yg ke arah Cidahu.
    Untuk harga sewa tenda menurut saya sih masih terjangkau ya krn cukup worth it lah dgn fasilitas yg didapat. Nah ini  list harga dan contact personnya.
     


    Asiiknya nih, utk liburan Tahun Baru, Natal dan Lebaran, harga di Batu Tapak ini gak ada tambahan biaya lho, jd harga sewa tenda dll ya sama dgn harga di hari weekdays atau weekend.  Spesial utk malam pergantian tahun, pengelola Batu Tapak membuat acara permainan, musik,  pertunjukan kembang api dan menyediakan makanan gratis utk semua tamu yg menginap.  Asiik kan
    Kebetulan kami semua memutuskan utk ambil paket tenda  yg VIP, dan fasilitas yg didapat yaitu breakfast (sesuai kapasitas tenda), 1 termos air panas, teh gula kopi (sachet ky di hotel), aqua botol, listrik yg menyala sepanjang malam, kamar mandi dgn air panas & dingin. Untuk api unggun, gak termasuk paket tp gak mahal kok, utk seikat kayu dikenakan biaya cuma Rp. 5.000. Oh iya, area kemping yg kita booking disebutnya Area Salak 2. Cocok bgt deh utk kami yg jumlahnya ber 26 org krn di depan tenda kita ada lapangan luas dgn pemandangan  yg  bagus bangeet... Jd anak-anak mo main apapun gak terganggu.
    Yuuk kita liat ada apa aja di lokasi kemping dan bentuk tendanya kaya apa.  
     

     
     
     
     
    Toilet

    Tempat breakfast (Restoran Batu Tapak)

    Males mo masak2 buat makan siang dan makan malam? Jgn kawatir tinggal pesen aja ke restoran yg dikelola oleh Batu Tapak atau beli di kantin yg terletak di parkiran mobil. Kebetulan keluarga kami sih bawa lauk yg udah matang, jadi cuma masak nasi aja..hehehe jg gak pusing urusan makan.
    Saran saya sih buat teman2 yg gak mau repot urusan makan, sebaiknya  tetap membawa indomie, teh, kopi & gula, cadangan aqua utk minum, kompor gas kecil utk masak air panas & indomie, spy gak repot kalau malam2 berasa lapar atau pingin minuman hangat krn restoran pengelola  dan kantin gak buka 24 jam.
    Hmm... apa aja yg bisa diexplore di lokasi kemping ini?

    Selain ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak (yg pintu gerbangnya bersebelahan dng lokasi  Batu Tapak), so pasti  air terjun  yg terletak  di dalam lokasi kemping area. Keluarga kami  pilihnya explore air terjun aja sih krn anak2 pingin pd berendam di air terjun. Ada 3 lokasi air terjun g yg bisa kita explore dr  sini.:
    1.    Air terjun 1 paling deket bgt, cuma jalan kaki 10 menit dah sampe tapiii... air terjunnya kecil dan  agak keruh airnya,  ada kolam buatan jika anak2 mau main air. Tapi kurang menarik sih menurut saya.
     
     

    2.    Air terjun 2.
    Utk menuju air terjun ke 2 ini lokasinya agak di atas, jadi kita mau gak mau harus trekking  deh. Jgn kawatir trekkingnya gak ekstrem dan gak terlalu jauh kok. Dari lokasi kemping, yah paling cuma jalan kaki sekitar 30- 45 menit (jalan santai) dan sepanjang jalan mata kita disuguhi pemandangan yg menyegarkan mata lho.  
     

     
    Yg mesti  sedikit berhati-hati  sewaktu berjalan turun ke lokasi air terjun krn agak curam jalan setapaknya.
     
     

     
    Rasa cape terbayar tuh melihat air terjun yg walaupun gak terlalu besar tapi airnya bersih dan jernih bgt. Ini dia  air terjunnya.
     
     

     
     
    Air terjun ini termasuk aman kok buat yg mau berenang, tapi untuk anak-anak tetap disarankan  main airnya di pinggir aja ya.
     
     
    3.    Air terjun 3 disebut juga air terjun Javana Spa. Sayang kami gak sampe ke air terjun 3 tuh krn dr lokasi air terjun 2 kita harus jalan kaki lagi  sih sekitar 30  menit. Wah anak2 kecil langsung deh  teriak gak mau... hehehe... takut gak kuat pas jalan pulang krn gak ada ojek sih. Spy gak penasaran, ini dia air terjun Javana Spa (dicomot dr Google)

     
    Saran:
     -memakai sepatu kets atau sendal gunung krn trekking ke air terjun ke 2 agak licin jika hujan, terutama di jalur turun ke lokasi air terjun..
     -bawa payung  kecil atw jas ujan krn suka hujan tiba2
     -bawa air mineral
     
    Menariknya nih, selain kegiatan jalan2 ke  air terjun, pengelola juga menyediakan permainan  flying fox untuk anak2 tp harus bayar lho harga Rp.100 rb/anak utk 5 permainan. Dijamin pengunjung yg  bawa anak-anak gak akan berasa bosan.

    Pokoke recommended deh tempat kemping Batu Tapak ini.
     
    Nah teman-teman,  ayo jgn ragu utk membawa keluarga nginap di alam terbuka  dgn rasa aman. Salam jalan-jalan!
  19. Like
    Dimaz reacted to deffa in Tanya penginapan murah dan sewa mobil di lombok   
    @Ryandio_ramadhan
    coba di Hotel Cendrawasih ini: 
     
    kalau sewa mobil coba ke mas @Dimaz
  20. Like
    Dimaz reacted to Ryandio_ramadhan in Tanya penginapan murah dan sewa mobil di lombok   
    Mau tanya dong penginapan murah di lombok (kalau bisa daerah dekat mataram mall) dimana ya? dan tempat sewa mobil murah (kalau bisa driver+bbm) di lombok dimana ya?
  21. Like
    Dimaz reacted to deffa in Tanya penginapan murah dan sewa mobil di lombok   
    ya 150 dia
    kalau mau gratis ya ke Rumah Singgah Lombok aja
    bisa tanya2 mas @Dimaz atau @Dhan Doank
    @Ryandio_ramadhan
  22. Like
    Dimaz reacted to deffa in Tanya penginapan murah dan sewa mobil di lombok   
    kalau @Dimaz PM aja ke dia tr di balas kok dia OL malam biasanya @Ryandio_ramadhan
  23. Like
    Dimaz reacted to Tarmizi Arl in PERNAH TERPIKIR MENJADIKAN TIMOR LESTE SEBAGAI DESTINASI LIBURAN? YUK, CARI DAYA PIKATNYA   
    Kebanyakan kita pasti memimpikan liburan ke Luar Negeri, Eropa, Amerika, Turki, Jepang, Korea, atau setidaknya negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tapi bagaimana dengan Timor Leste? Bukankah negara ini juga bertetangga dekat dengan kita bahkan pernah menjadi bagian dari negara kita?
    Nama Timor Leste atau dulu sebelum memisahkan diri dari NKRI dikenal dengan sebutan Timor Timur, memang sudah sangat kita kenal. Tetapi memang negara yang berbatasan darat dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini bukanlah destinasi favorit untuk wisata. Selain banyak yang belum tahu tentang keunikan apa yang ada disana, faktor lain yang cukup menguatkan alasan untuk tidak memasukkan Timor Leste sebagai list tujuan liburan ialah karena biaya transportasi ke sana yang terbilang tinggi. ‘Dengan biaya segitu, mending saya ke X aja sekalian yang jelas lebih menarik’ Kurang lebih begitulah pemikiran kebanyakan kita.
    Lantas apakah Timor Leste memang sebegitu tidak menariknya? Kuy, kita ulik saja.
     
    1.Perlukah Visa ke Timor Leste?
     
    via Topsy.fr
    Timor Leste menempatkan Visa On Arrival bagi wisatawan Indonesia. Artinya kamu bisa mengurus visa ketika tiba di sana melalui bandara atau jalur masuk lainnya. Biayanya sendiri sekitar USD 30 atau sekitar Rp 390 ribu. Tapi ada juga perbatasan yang tidak memerlukan visa on arrival sekalipun yaitu perbatasan di wilayah Atambua, NTT, tetapi sayangnya turis hanya dibolehkan masuk sejauh 5 km saja, jadi untuk berwisata opsi ini harus dicoret. Kecuali kalau kamu hanya sekedar ingin menginjakkan kaki saja alias ‘setidaknya pernah ke Timor Leste’.
     
    2. Perjalanan ke Timor Leste
    Seperti yang sudah disinggung di awal, perjalanan menuju Timor Leste sebenarnya mudah, tapi mahal. Dari Jakarta, belum ada penerbangan langsung ke Dili, jadi kamu harus transit dulu di Bali. Tarif standar pesawat Jakarta-Dili kurang lebih Rp 2,5 juta atau setidaknya kamu harus menyiapkan uang sekitar 5 juta untuk pulang pergi. Eits, tapi itu untuk penerbangan kelas ekonomi, ya.
     
    Perbatasan Indonesia-Timor Leste di Atambua NTT via sinarharapan.net650 × 372
    Selain jalur udara, jalur darat juga sangat bisa menjadi pilihan, setidaknya kamu bisa sedikit lebih hemat dibanding menggunakan pesawat. Caranya ialah dengan mengambil penerbangan tujuan Kupang, NTT. Lalu barulah perjalanan dilanjutkan dengan jalur darat. Tersedia minibus travel yang melayani perjalanan darat Kupang ke Dili. Tarifnya hanya sekitar Rp 200.000. Perbatasan yang akan dilalui ialah di Mota’ain atau Batu Gade jika dari sisi Timor Leste. Perjalanan darat ini sendiri berlangsung sekitar 9-11 jam dengan pembagian sekitar 6-7 jam dari Kupang ke perbatasan, dan sekitar 3-4 jam dari perbatasan ke Dili.  Jangan lupa, diperbatasan kalian harus membayar Visa on Arival yang sudah dijelaskan sebelumnya, ya.
     
    3. Dua Mata Uang, Centavos dan Dollar Amerika
     
    Koin untuk mata uang Centavos via timorlestemerdeka.wordpress.com
    Salah satu keunikan dari Timor Leste ialah dari penggunaan mata uangnya. Negara ini meskipun mantan bagian dari Indonesia, tetapi mereka tidak menggunakan Rupiah. Mereka menggunakan mata uang Centavos untuk pecahan koin dari 1 hingga 100 dan Dollar Amerika untuk pecahan uang kertas. 100 centavos setara dengan 1 Dollar Amerika. Ya, Dollar Amerika bukan Dollar Timor Leste, yang artinya kurs nya pun sama dengan Dollar Amerika. Hal ini tentu bisa menjadi kemudahan juga bagi turis karna tentunya sangat mudah menukarkan kurs ke USD.
     
    4. Dili, City of Peace
    Tak lengkap tentunya jika membahas sebuah negara tapi tidak mengulas ibukota negaranya. Timor Leste sendiri beribukota masih sama dengan ibukota saat masih menjadi provinsi NKRI, yaitu Kota Dili. Mantan presidennya, Jose Ramos Horta, menjuluki kota di pantai utara Timor Leste ini dengan nama City of Peace.
     
    Bird view dari Kota Dili via momentum.tl
    Seperti ibukota negara pada umumnya, Dili menjadi pintu gerbang utama memasuki Timor Leste. Bandara Internasional di kota ini bernama Presidente Nicolau Lobato, di sisi Barat Kota Dili. Namun, jangan pula membayangkan Dili seperti Jakarta atau ibukota negara pada umumnya, di kota yang kental dengan nuansa portugis ini lebih mirip kota-kota kecil di Indonesia, tanpa gedung pencakar langit, ditambah kurang penghijauan dan cuaca khas Timor yang kering menjadikannya tampak kering nan berdebu. Penduduknya sendiri hanya sekitar 220 ribu jiwa sehingga sangat lengang apalagi saat malam.
    Meskipun ibukota negara, nyatanya kehidupan malam kota ini sangat senyap. Kebanyakan pertokoan tutup maksimal jam 7 malam. Hanya mall dan beberapa tempat makan yang masih buka itupun mungkin, karena bahkan restoran di mall sekalipun juga tutup di jam 7 malam. Kabarnya hanya Burger King yang buka hingga jam 9 malam. Mungkin inilah yang disebut City of Peace, benar-benar damai untuk pecinta kesunyian.
    Namun menariknya, karena berada di pesisir pantai utara, Dili memiliki pemandangan pantai. Hidangan laut di sana juga banyak tersedia sehingga cukup memanjakan hasrat wisata kuliner. Tak hanya soal pantai dan laut, bagian selatan kota juga berupa lanskap perbukitan sehingga juga menjadi potensi keindahan tersendiri.
     
    5. Biaya Hidup?
    Mungkin karena menggunakan mata uang Dollar Amerika dan kebanyakan merupakan produk impor, harga berbagai kebutuhan hidup di Timor Leste terbilang tinggi. Sekali makan di rumah makan biasa, setidaknya kamu harus merogoh kocek USD 3-5, itupun belum termasuk minum. Bayangkan dengan kurs sekarang, artinya kamu harus merogoh kocek setidaknya 50 ribu rupiah sekali makan. Itu di rumah makan biasa, apa jadinya kalau kamu makan di restoran?.
    Sebanding lurus, biaya bensin di sana juga lebih mahal dibanding di negara kita. Satu liter BBM mencapai harga USD 1,5 perliternya. Tentu ini akan berpengaruh juga pada biaya transportasi disana.
    Tapi ada yang murah, loh ! Mobil. Ya, harga mobil di Timor Leste bisa 30-40 % lebih murah dibanding di Indonesia. Hal ini karena pajak barang impor disana jauh lebih rendah.
     
    6. Transportasi Umum
    Antar kota di Timor Leste bisa dituju dengan menggunakan Bus atau Minibus. Sedangkan untuk di dalam Kota Dili sendiri, tersedia mobil angkot yang disebut mikrolet, bus, dan taksi. Biasanya mikrolet lebih umum digunakan warga untuk mobilitas di dalam kota. Jumlahnya pun cukup memadai meskipun tidak juga dikatakan banyak.
     
    Mikrolet di Kota Dili, pict by Zamush via flickr
     
    Mungkin pula karena saking sepinya, jika kamu naik taksi, bisa jadi dinaiki oleh penumpang lain. Maksudnya di tengah perjalanan, jika ada penumpang lain, supir taksi juga bisa mengangkut mereka meskipun sudah ada penimpang di dalam taksi.
    Tidak mau ribet? Kamu bisa menyewa mobil. Tarifnya juga lebih mahal dibanding di Indonesia, yaitu sekitar Rp 500 ribu untuk sehari sewa.
     
    7. Penginapan
    Masih terbilang mahal, tarif hotel bintang 3 atau 4 sekitar USD 100-200. Tetapi tidak selalu, karena kalau kamu mau lebih berhemat, kamu bisa menginap di beberapa penginapan atau guesthouse murah seharga sekitar USD 15-25. Beberapa penginapan murah di Kota Dili ialah seperti Casa Minha Backapcker, Dili Central Backpacker, dan East Timor Backpacker.
     
    8. Kuliner
    Hidangan laut cukup banyak menjadi andalan makanan favorit terkhusus di Kota Dili. Banyak kedai makan di dekat pantai yang secara khusus menghidangkan seafood. Dan perlu diingat bahwa mayoritas penduduk Timor Leste ialah Kristiani sehingga bagi wisatawan muslim bisa mencari restoran berlabel halal. Tidak begitu sulit meskipun tidak juga mudah. Beberapa rumah makan khas Indonesia masih bisa dijumpai di beberapa titik di Kota Dili, seperti Restoran Wong Solo didekat Timor Plaza, Restoran Makassar di dekat Kampung Alor, Restoran 77 di dekat Masjid An Nur Kampung Alor, termasuk restoran Jepang, Wasabi dan restoran Burger King di Komplek Timor Plaza yang juga berlabel Halal.
    Sedangkan bagi kamu yang non Muslim tentu bukan lagi menjadi kendala. Pada sore hingga malam, selain ikan bakar juga ada penjual daging babi panggang di sekitaran jalanan tepi pantai.
     
    Roti Paun khas Timor Leste via estrelaonline.co
    Bagaimana dengan makanan tradisional? Perpaduan unsur Portugis, Indonesia, Tiongkok, bahkan Arab sangat bisa dirasakan di negara ini. Di Pagi hari, bahkan kalian sudah bisa merasakan sensasi khas dari Roti Pa’un yang biasa dijual pedagang sarapan. Roti ini lebih cenderung berasa tawar namun dengan sentuhan rasa sedikit asin. Biasanya roti ini dimakan dengan segelas kopi hangat.
     
    Untuk makanan berat, ada Carne assada yaitu daging kerbau bakar yang diberi saus kental dan taburan merica. Ada juga Caldeirada yang terbuat dari daging sapi atau kambing yang dibumbui tomat, cabe merah, garam, merica, cuka dan bir serta potongan kentang dan wortel.
    Ada juga hal sambal khas yang populer bagi warga Timor Leste, Sambal Belimbing. Jangan bayangkan rasanya pedas dari kata sambal, tetapi bayangkan rasa belimbingnya. Sambal ini berasa sangat asam dan sangat asin dalam satu waktu. Mungkin kurang cocok bagi kamu yang menderita maag atau memang tidak suka dengan rasa yang terlampau kuat seperti ini.
     
    9. Ramelau, Puncak Tertinggi Tempat Bertakhtanya Patung Bunda Maria
     
    Puncak Ramelau dan Patung Ave Maria via visiteasttimor.com
    Patung Raksasa Bunda Maria atau Ave Maria atau Virgin Mary memang cukup banyak ada di beberapa negara, termasuk Timor. Patung Ave Maria raksasa yang menjadi kebanggaan warga Timor Leste sekaligus menjadi objek wisata andalan di sana.
    Patung setinggi sekitar 3 meter yang berada di atas ketinggian 2.985 mdpl ini berada di puncak tertinggi dari daratan Timor Leste yaitu puncak Gunung Ramelau atau biasa juga di sebut Tatamailau. Berada sekitar 70 km sebelah Selatan dari Kota Dili, Ramelau menjadi pilihan mendaki favorit di Timor Leste, apalagi dengan adanya Patung Ave Maria, pendakian juga dilakukan untuk berwisata religi. Untuk mendaki puncak gunung ini, kalian bisa memulai pendakian dari desa Aimeta di sisi utara atau Kota Hato Bulico di sisi Timur Laut.
     
     
    10. Mundo Perdido, The Lost World dari Timor Leste
     
    View dari Mundo Perdido via australianmuseum.net.au
    Hutan Tropis mungkin terdengar tidak begitu menarik untuk dikunjungi, tetapi untuk daratan Timor yang identik dengan suasana gersang, keberadaan hutan dengan pepohonan hijau atau padang rumput luas merupakan sesuatu yang cukup menarik. Cobalah ke Mundo Perdido, sebuah hutan pegunungan di bagian tengah dari sisi Timur negara Timor Leste.  Tak hanya soal lanskap hijau pegunungan, daya tarik lainnya ialah dari sebaran aneka satwa yang sering dijumpai, termasuk jika beruntung kalian bisa melihat segerombolan kuda tengah mencari makan di padang rumput. Padang rumput di atas ketinggian inilah yang menjadi spot utama yang paling mempesona untuk dikunjungi.
    Namun untuk bisa mencapai puncak padang rumput Mundo Perdido, perjalanan yang harus ditempuh tidaklah mudah, itulah mengapa disebut The Lost World of Timor Leste. Kalian harus mendaki dengan trek khas kawasan pegunungan yang naik turun selama sekitar 5 jam. Lebih menarik lagi jika kamu menyewa pemandu wisata dengan biaya sekitar USD 15 untuk menemani petualangan agar lebih efektif dan efisien.
     
    11. Areia Branca, Pantai Pemikat Hati
     
    Pantai Areia Branca, pict by vi27hahah via panoramio.com
    Jika ada sesuatu yang wajib untuk dikunjungi ketika di Timor Leste, maka Areia Branca adalah salah satunya. Pantai yang artinya pasir putih ini memang memiliki keunggulan dari pasir pantainya yang berwarna putih, lautan biru jernih berkilau dengan ombak yang bersahabat, serta daratan perbukitan yang menjadi pendampingnya. Tak heran jika Areia Branca adalah pemikat hati paling ampuh yang dimiliki Timor Leste untuk warganya sendiri dan wisatawan.
    Pantai ini berada di sebelah Timur Laut Kota Dili, tepat di kaki bukit dimana Patung Kristus, Cristo Rei yang terkenal itu berada. Untuk mencapainya juga sangat mudah karena cukup mengikuti jalan raya tepi pantai di arah timur kota. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 15 menit dari pusat kota Dili. Memasuki pantai ini juga tidak perlu menyiapkan biaya alias gratis.
     
    12. Cristo Rei, Patung Kristus Raja Tertinggi Kedua di Dunia
     
    Patung Cristo Rei menghadap laut lepas via id.pinterest.com/pin/545568942332529209
    Objek menarik lain yang juga wajib disambangi ketika berada di negara yang memisahkan diri dari Indonesia tahun 2002 ini ialah Patung Kristus Raja atau Cristo Rei. Patung yang menghadap ke laut lepas ini menjadi kebanggan bagi warga Timor Leste karena selain menjadi ikon, juga karena Patung Cristo Rei setinggi 27 meter ini merupakan yang tertinggi kedua di dunia setelah patung Christ the Redeemer di Brazil.
    Terletak 90 mdpl di puncak sebuah bukit di Tanjung Fatucama, pengunjung bisa dengan mudah mencapainya karena sudah diberikan akses menggunakan tangga. Apalagi tidak ada biaya atau tiket masuk untuk bisa mencapainya. Menariknya lagi, selama pendakian, terdapat gua-gua yang diset sesuai alur cerita bak perhentian jalan salib mengenang peristiwa penyaliban Yesus Kristus.
     
    13. Pantai Dolok Oan, Diantara Perbukitan dan Lautan
     
    View Pantai Dolok Oan dari arah Bukit Fatucama via nnoart.com
    Jika kamu sudah berada di atas Bukit Fatucama tempat patung Cristo Rei, maka tengoklah ke bawah sisi Timur, itulah Pantai Dolok Oan, pantai yang masih satu garis pantai dengan Pantai Areia Branca. Karenanya, pantai inipun memiliki karakter yang tidak berbeda dengan pantai Areia Branca tersebut. Fasilitas wisata pada awalnya memang belum ada di Dolok Oan, berbeda dengan Areia Branca yang sudah dilengkapi fasilitas wisata. Tetapi, sekarang Pantai Dolok Oan sudah mulai dibangun fasilitas penunjang wisata tersebut.
    Untuk menuju pantai yang befrada di wilayah Metinaro, Kota Dili ini kalian bisa mengikuti jalur jalan menuju Hera dan Dolok Oan Beach. Arahnya sama dengan menuju Areia Branca, hanya saja jika ke Areia belok ke kiri, sedangkan ke Dolok Oan mengarah ke kanan. Ikuti saja petunjuk arahnya. Atau bisa juga dengan berjalan kaki menaiki anak tangga yang menuju patung Cristo Rei. Sesampainya di stasi ke 16, kalian pilih tangga menurun di sisi kanan. Dari sanalah arah menuju Pantai Dolok Oan. Tidak begitu jauh, perjalanan menurun ini hanya memakan waktu sekitar 5-10 menit.
     
    14. Pantai Tutuala di Ujung Timur Timor
    Berada di ujung paling timur dari daratan Timor, membuat Pantai Tutuala sering dilewatkan. Padahal pantai yang masuk dalam wilayah Taman Nasional Nino Konis Santana ini memiliki pemandangan yang menawan dari hamparan pasir putih dan laut lepas yang berkilau. Apalagi karena masih jarang terjamah, kebersihan akan sangat kental terasa.
    Lokasi pantai ini sendiri berada di Desa Tutuala yang berjarak sekitar 234 km dari Kota Dili. Jika dibayangkan sekilas, dengan jarak tersebut harusnya bisa dituju dengan lama perjalanan sekitar 4-5 jam, tetapi kenyataannya infrastruktur jalan menuju sana sangat buruk apalagi jika musim hujan. Perjalanan justru bisa memakan waktu hingga 2 kali lipat dari seharusnya atau sekitar 8-10 jam. Selain itu sangat sulit menemukan angkutan umum menuju ke lokasi sehingga ada baiknya memang kalian sudah membawa kendaraan pribadi saja.
     
    15. Pulau Jaco di Lepas Pantai Timur Timor Leste
     
    Tampak udara Pulau Jaco via ekonomipos.com
    Dari lepas Pantai Tutualu, terdapat satu pulau yang tak kalah menarik untuk disambangi. Jaco, begitulah nama pulau yang masuk dalam wilayah Tutuala di distrik Lautem. Pulau yang memiliki luas hanya sekitar 10 km persegi ini bisa dituju menggunakan perahu nelayan yang bisa ditemui di pinggir pantai Tutuala. Tarifnya sekitar USD 6 perorang pulang-pergi. Pelayaran sendiri hanya berlangsung sekitar 15 menit saja.
    Bukan pulau berpenghuni menjadikan Pulau Jaco bisa dinikmati untuk bersantai meskipun memang dahulu, pulau ini masih dianggap suci dan dilarang untuk dimasuki. Tetapi sekarang wisatawan bisa bebas masuk untuk berbagai kegiatan seperti menyelam, berenang, atau sekedar bersantai. Namun karena masih masuk dalam wilayah Taman Nasional Nino Konis Santana, wisatawan harus ekstra menjaga untuk tidak mengotori apalagi merusak.
     
    15. Baucau, Kota Atmosfer Portugis
    Banyak sudut di Timor Leste yang kental dengan nuansa Portugal sebagai negara yang menjajahnya di sekitaran abad ke 15. Bahkan pasca pendudukan Belanda lalu Jepang, setelah Perang Dunia II pun, Portugal kembali menguasai Timor Leste. Barulah di tahun 1976, Timor Leste resmi menjadi bagian dari NKRI meskipun pada akhirnya sekarang kembali berpisah sebagai negara merdeka.
    Sejarah inilah yang akhirnya membuat Timor Leste lebih kental dengan nuansa Portugis dibanding nuansa Indonesia, dari mulai Bahasa hingga atmosfer kota. Salah satu kota yang masih meninggalkan jejak-jejak Portugis yang kental ialah Baucau. Kota terbesar kedua setelah Dili ini berada 122 km sisi Timur dari Dili. Dihuni sekitar 16.000 jiwa, Baucau memiliki sejarah yang panjang. Pada masa referendum kemerdekaan tahun 1999, banyak bangunan disana yang hancur dan dirusakkan. Tetapi untungnya sejumlah sisa-sisa bangunan kolonial Portugis masih bisa dilihat di wilayah kota lama-nya. Itulah yang sekarang menarik menjadi objek wisata.
    Kota lama atau kota tua itu berada di bawah perbukitan. Kotanya sejuk dengan pemandangan yang menawan. Mirip dengan Bogor yang dimasa Belanda dijadikan kota singgah, maka Baucau juga begitu dijadikan pusat aktivitas kolonial Portugis karena kenyamanannya.
     
    Bekas Pasar di Kota Tua Baucau via cornelioaniceto.wordpress.com
    Beberapa sisa puing bangunan yang menarik itu seperti Pousada de Baucau yang sekarang menjadi sebuah hotel, kolam renang dan pemandian bernama Piscina de Baucau, serta sebuah bekas pasar lama O-Mercadu dengan gerbang khas nuansa mediteran kuno. Kondisinya yang sudah tua nan kusan, justru membuat bangunan ini menjadi lebih eksotis.
    Kalau ada Kota Lama, maka ada juga Kota Baru. Wilayah di Baucau ini memang baru dikembangkan pada masa Indonesia. Nuansa kota lama lebih tampak modern. Bahkan di kota ini terdapat masjid satu-satunya di Baucau yaitu Masjid Al Amal. Tak hanya masjid, di kompleknya juga terdapat semacam panti asuhan dan sekolah.
  24. Like
    Dimaz reacted to min0ru in Liburan Hemat ke Lombok   
    Akhir bulan lalu saya liburan hemat ke lombok. Yup hemat ala backpacker / flashpacker kali yah :p. Pada perjalanan ini saya dapat tiket promo dari citilink loh, tiketnya seharga Rp. 980.000 untuk pulang pergi dari Soekarno-Hatta Intl Airport. Kira-kira jam 06.00 WIB saya sudah sampai dibandara dan langsung check in tanpa bagasi karena cuma bawa ransel gendong aja. Sayangnya promo yang saya dapatkan ini transit selama 1 jam di Surabaya (gpplah yang penting promo :p) Keberangkatan ini lancar tanpa delay, ngga seperti perjalanan saya ke Malang yang delay hampir 3 jam 

    Kira-kira jam 11.30 itu saya sudah tiba di LOP (Lombok Airport) begitu turun pesawat langsung cari counter DAMRI yang berada persis setelah pintu otomatis keluar dari ruang kedatangan. Harga tiket DAMRI untuk sampai kota Mataram adalah Rp. 25.000 sedangkan jika mau sampai Senggigi Rp. 35.000. Berbeda dengan DAMRI di Jakarta yang dengan kondisi apa pun (penuh atau tidak penuh) tetap berangkat, DAMRI di Lombok nunggu sampai penuh! baru jalan dan saya menghabiskan 1 jam untuk nunggu bus itu penuh :(. Saya naik yang sampai Senggigi lalu makan siang di warung soto pinggir jalan karena darurat sudah kelaparan banget ; makan soto ayam 2 mangkok + es teh manis + aqua botol + krupuk 3 seharga Rp. 55.000 :D.

    Dari situ nyambung ke pelabuhan ferry bangsal yang berjarak kurang lebih 30-40 menit dari senggigi dengan menggunakan taksi burung biru alias bluebird seharga Rp. 80.000. Sebenarnya ada cara lebih hemat untuk ke pelabuhan bangsal dari kota mataram dengan naik semacam angkot gitu tetapi lama harus menunggu sampai penuh baru berangkat dan menurut saya sangat membuang waktu. Oh ya biasanya taksi tidak boleh masuk sampai kedalam pelabuhan tetapi beruntungnya waktu saya datang diperbolehkan untuk masuk sampai kedalam. Buat kalian yang nanti akan mengalami larangan masuk ini ga usah kuatir, jalan kaki cuma 6-10 menit aja dari depan gerbang pelabuhan kira-kira 300 meter atau naik delman yang disebut cidomo kalau di Lombok yang harganya Rp. 25.000 – 30.000 aja.
    Well kira-kira jam 15.00 saya sampai di pelabuhan bangsal dan membeli tiket kapal umum Rp. 20.000 untuk sekali jalan menuju ke Gili Trawangan. Alternatif untuk ke Gili Trawangan bisa juga dengan kapal cepat seharga Rp. 80.000 cuma 15 menit katanya, tapi saya memilih kapal umum (nunggu penuh baru berangkat). Ngga sampai 5 menit nunggu sudah mau berangkat aja nih kapal yang saya tumpangi dan perjalanan ke Gili Trawangan hanya memakan waktu 40 menit aja.

    Sesampainya di Gili Trawangan saya pun langsung menuju ke penginapan karena badan sudah cukup lelah eh ternyata jalannya jauhhhh dan agak menanjak menuju penginapan kira-kira 15-20 menit jalan kaki dari pelabuhan GilTraw. Sampai penginapan mandi dan leyeh-leyeh dulu sebentar dan menjelang sunset baru keluar lagi naik sepeda.

    Lokasi kekinian untuk melihat sunset adalah Ombak Sunset yang ada ayunannya itu loh tapi sayangnya hari itu saya kurang beruntung karena ada awan tebal yang menutupi matahari terbenam :(. Yoweslahhh lanjutkan muterin pulau dan akhirnya berhenti di The Exile Bar and Resto lanjut nikmatin sisaan sunset yang malah warna orangenya keluar dan bagus. Beer disini Rp. 30.000 / botol sedangkan snack kayak chicken wing Rp. 40.000-an ya harga yang standartlah ya. 

    Lanjut dari The Exile saya coba lanjut lagi gowes sepeda dan menemukan pasar malam yang isinya makanan semua! wah surgaaaa buat perut buncit saya ini :p. Bentuknya sih sederhana ya hanya gerobak-gerobak besar dengan pilihan makanan yang sangat bervariasi mulai dari ikan, ayam, udang, sate, martabak, pancake dan masih banyak lagi dengan harga yang relatif murah Rp. 10.000 – Rp. 50.000.

    Keesokan harinya saya sudah standby kembali didekat pelabuhan GilTraw karena ikutan island hopping 3 Gili (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air) dengan snorkeling. Harga paketnya Rp. 100.000 per orang sudah termasuk kapal dan alat snorkeling. Paket 3 pulau ini dimulai jam 10.30 dan berakhir jam 15.00 dengan 3 spot snorkeling dan makan siang di Gili Air (kalau tidak salah jika dengan makan siang harganya menjadi Rp. 120.000).

    Kondisi perairan di 3 Gili ini masih sangat bersih makanya ngga heran banyak sekali turis yang kesini untuk snorkeling bahkan diving. Banyak juga sekolah diving di Gili Trawangan ini. Dilokasi snorkeling terakhir, guide saya memberikan roti untuk makan ikan sehingga nanti ikan berkumpul disekitaran kita yang snorkeling dan bisa difoto-foto. Sore harinya saya coba mencari sunset tetapi masih juga ketemu awan yang tebal, alhasil melipir aja deh ke toko kebab, es krim gelato dan ditutup dengan makan malam dipasar malam.

    Hari berikutnya setelah breakfast saya sudah bersiap menuju kembali ke Lombok dengan kapal umum yang kali ini tiketnya cukup Rp. 15.000 ga jelas kenapa lebih murah, mungkin yang lalu termasuk tiket wisata kali ya :p. Jam 10.00-an saya sudah merapat kembali ke pelabuhan bangsal dan naik siburung biru lagi menuju ke senggigi karena malam terakhir akan saya habiskan disenggigi. Dijalan menuju senggigi saya sempat mampir di 2 tempat yaitu warung ayam taliwang dan tempat oleh-oleh. Menurut saya pribadi, ayam taliwang yang begitu terkenal itu ternyata ngga seenak yang saya bayangkan atau mungkin saya makan diwarung yang kurang pas ya :). Oleh-oleh juga sama seperti diBali, Surabaya dan lainnya yang isinya cuma keripik, kacang, emping pedes, kerupuk dll dan menurut saya masih lebih murah belinya dicarrefour atau dihypermart ahahaha.
    Hari terakhir ini saya habiskan hanya dihotel saja bersantai dan berenang plus mencoba spa 15 menit yang gratisan. 

    Hari keempat waktunya pulang kembali ke Jakarta, bawaan sudah banyak dan gamau repot jadinya langsung naik burung biru ke bandara dengan jarak tempuh 50 menit saja dan bayar Rp. 170.000 karena kalau naik damri mesti ke pool DAMRI Mataram lalu nunggu penuh lagi seperti membuang waktu dan tenaga. Sampai di Jakarta masih sore sekitar jam 15.00 dan tiba kembali dirumah masih jam 17.00, bisa istirahat dulu sebelum besoknya kerja lagi.
    Estimasi pengeluaran selama dilombok:
    Tiket Pesawat PP : Rp. 980.000 DAMRI LOP – Senggigi : Rp. 35.000 Taksi Senggigi – Bangsal : Rp. 80.000 Kapal Bangsal – Gili Trawangan : Rp. 20.000 Hotel di Gili Trawangan : Rp. 350.000 / 2 malam Paket Snorkeling 3 Gili : Rp. 100.000 Kapal Gili Trawangan – Bangsal : Rp. 15.000 Taksi Bangsal – Senggigi : Rp. 150.000 (sudah termasuk mampir 2 tempat) Hotel di Senggigi : Rp. 500.000 / malam Taksi Senggigi – LOP : Rp. 170.000 Total : Rp. 2.400.000
    Nahh kira-kira itu yang bisa saya sharing mengenai liburan hemat ke lombok versi saya. Pengeluaran untuk makan tidak saya sertakan karena tergantung selera tetapi ditulisan diatas sudah saya tuliskan perkiraan biaya untuk persekali makan. Pengeluaran diatas pun masih bisa ditekan lagi sehingga bisa lebih hemat seperti hotel dan transportasi. Silahkan disesuaikan dengan kantong masing-masing.
    Cheers! 
  25. Like
    Dimaz reacted to Luxia in LOMBOK - SUMBAWA TRIP (18-20 November 2016)   
    Tadinya kita2 juga pingin liat,,, tapi gara2 pas mo turun dari perahu salah satu abk di kapal tetangga nyebut... ada ular di bawah... wah langsung dah lemes nih kaki... renangnya jadi gak konsen,,, gak kepingin jauh2an ma perahu jadinya... hadehhh.... ceyemmm... soalnya bentukannya dah pernah liat wkt renang di lautnya pantai namo, Labuan Bajo... deg2an plus lemes seluruh sendi....
    Ci @eka wibisono: itu foto yg di ferry... kenapa yang ada akunya ya yg di share..