Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

Dimaz

Members
  • Content Count

    417
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    2

Reputation Activity

  1. Like
    Dimaz reacted to eka wibisono in BALI DAN NUSA TENGGARA JUGA PUNYA SUNRISE YANG MEMANJAKAN MATA   
    Baguuus... bgt!!! @Luxia & @Dimaz Ntar November, kita bisa gak tuh ke Mantar jg pas ke Kenawa? Kan  msh di daerah Poto Tano tuh 
     
  2. Like
    Dimaz reacted to deffa in BALI DAN NUSA TENGGARA JUGA PUNYA SUNRISE YANG MEMANJAKAN MATA   
    yoi ajakin @Dimaz ke sana lagi mba kemarin saya juga ke Kanawa bareng dia, enenk dan om @Dodo Mursalim one day trip bisa dua pulau sekalian Pulau Paserang. November mungkin hampir sama kayak kami kemarin lagi kemarau ya
  3. Like
    Dimaz got a reaction from siti uko in ''RAFTING'' Olahraga air yg ekstrim di Sungai Cisadane   
    @siti uko wahh seru yah mb,pengen sesekali rafting tapi sayangnya jauh, heemm./ klo yg cewek yg baru pertama kali rafting....bisa kebayang dah mensretnya, hahaaaa.../
  4. Like
    Dimaz reacted to Barajiwa Patria Soedarmo in Liburan Asik di Senggigi, Gili Trawangan, Gili Air di Lombok   
    Hallloo agan dan aganwati sekalian berjumpa lagi bersama ane sang travler super sejati:ngakak . Di perjalanan ini ane mau ajak agan liburan ke Lombok, NTB tepatnya ke Sengigi, dan 3 Gili:matabelo . Bukan seperti perjalanan sebelumnya ane selalu ditemani oleh temen-temen ane tapi kali ini ane liburan bersama keluarga ane:2thumbup . Seperti biasa ane mau memperlihatkan map Lombok dulu ya gan:wow

    Ane mau ajak agan dan aganwati ke tempat yang indah yang terletak di Baratnya Lombok tepatnya di daerah Senggigi, Pulau Gili yang berada di sebelahnya dan juga anak kaki gunung Rinjani:2thumbup . Sebelum itu ane mau memperkanalkan anggota keluarga ane dalam perjalanan ini:cool


    Karena sibuk foto keluarga, buat trit, dan buat Vlog ane lupa foto sendiri:ngakak



    Perajalanan ane bersama ane dan keluarga berlangsung selama 3 hari untuk lengkapnya nyok kita simak ceritanya:2thumbup
    Day 1, 28 Mei 2016
    Perjalanan ane dari Lombok dimulai dari persiapan barang-barang yang mau ane bawa selama 3 hari dan barangnya adalah
    Koper:
    1. Baju 7
    2. Celana 7
    3. Anduk
    4. Peralatan Sholat
    Tas Camera
    1. Canon 70D
    2. Lens Canon 10-18mm
    3. Lens Canon 50mm
    4. Lens Canon 18-55mm
    5. Mic Rode Video Go Rycote
    6. 2 Baterai Cadangan Canon 70D
    7. Baterai Cadangan Mic Rode
    8. GoPro 4 Black
    9. Laptop Dell
    10. Gorilla Pod
    11. Powerbank
    12. All Charger
    13. Pembersih Lensa
    14. HDD WDC 1TB
    Setelah ane rasa lengkap bawaannya ane berangkat dari rumah jam 07.00 WIB untuk mengejar penerbangan ke Surabaya jam 08.45 WIB dengan dianter temen ane dari Tembalang, Semarang:matabelo

    Perjalanan dari Tembalang ke Bandara Ahmad Yani hanya menempuh 45 menit jadi kami masi sempat cek in di Bandara ontime:2thumbup


    Masi banyak waktu ane dan adek ane jadi kami memutuskan untuk santai dulu buat sarapan pagi karena perut ane masi lapar maklum belum makan gan:ngakak . Secangkir Green Tea Latte hangat dan makan telur keju ane lupa namanya udah buat ane kenyang kok:matabelo

    Jam sudah menunjukan jam 08.45 WIB saatnya kami untuk naik pesawat Sriwijya Air yang akan mengantarkan kami ke tempat transit yaitu Bandara Juanda di Surabaya:ngacir2


    Perjalanan dari Semarang menuju Surabaya hanya memerlukan waktu 45 menit karena memang jaraknya yang tidak begitu jauh jika menggunakan pesawat.:lehuga . Ini kali pertama ane menginjakan kaki di Bandara Juanda, ane rasa Bandara Juanda mempunyai tempat yang nyaman untuk transit disana:matabelo


    Di Bandara kami mencari tempat untuk santai lagi dan setelah dicari-cari kami menemukan tempat santai yaitu Dunkin Donuts:matabelo


    Akhirnya jam keberangkatan kami ke Lombok sudah dekat kami mulai cek in dahulu untuk pesawat board jam 13.00 WIB :cool

    Akhirnya kami sudah bisa santai di Pesawat Sriwijaya Air :lehuga

    Setelah perjalanan panjang akhirnya kami bisa sampai di Lombok jam 14.50 WITA. Lelah yang kami rasakan seolah hilang karena terbayar rasa exited kami ke Lombok:2thumbup

    Perjalanan kami dilanjutkan dengan Taxi menuju Hotel Sheraton di Sengigi. Menurut ane sepanjang jalan overall sudah bagus karena pemerintah Lombok sudah menerapkan pembangunan tepat untuk kemajuan pariwisata Lombok:matabelo :matabelo


    Perjalanan menuju Hotel Sheraton ditempuh dengan waktu 2,5 jam karena jaraknya yang cukup jauh:nohope walaupun jalannya udah bagus cuman jauh ya mau gimana lagi gan:2thumbup tapi ane tetep seneng karena bisa liat pemandangan Lombok. Akhirnya kami sampai di Hotel Sheraton Senggigi dan bayar 250ribu rupiah ke taxi. Di Hotel Sheraton inilah ane dan adik ane bertemu dengan kedua ortu ane :salaman. Dan inilah Hotel Sheraton Senggigi





    Hotel Sehraton juga punya Pantai pribadi loh gan:matabelo :matabelo


    Malamnya kami sekeluarga tidak lupa untuk menyantap makanan khas Lombok yaitu ayam Taliwang yang enak pastinya:2thumbup di rumah makan Nada Alam Nyaman


    Day 2, 29 Mei 2016
    Di hari kedua dimulai dari sarapan di Hotel Sheraton :2thumbup yang pasti enak karena menurut pendapat ane makanan hotel itu mencerminkan kualitas hotel tersebut:wow

    Setelah makan yang kenyang kami bersiap-siap untuk perjalanan hari ini. Perjalanan pertama kami adalah ke air Terjun Sendang Gile di kaki Gunung Rinjani yang katanya bagus:matabelo . Perjalanan ane kesana ditempuh dalam waktu 2 jam dari Hotel:cd: . Nah inilah air Terjunnya beserta trek menuju kesana




    Perjalanan kami dilanjutkan menuju Puncak Desa Sembalun yang dulu pernah jadi shooting Jalan-Jalan Men:matabelo . Perjalanan kesana kami bisa melihat Gunung Rinjani lenih dekat loh:2thumbup


    Akhirnya kita tiba di Taman Wisata Pusuk Sembalun yang merupakan puncak tertinggi di Sembalun:wow . Perjalanan kesana harus ditempuh dengan mobil yang tenaganya kuat karena jalannya yang cukup menanjak tinggi:mewek dan banyak jurang:cd: oiya ditambah lagi ane juga kurang hoki karena cuaca menjadi hujan dan licin:cool


    Setelah kita puas taman Wisata Pusuk Sembalun kita pulang jam 13.00 dan mencari makan. Namun kami mencari sampai jam 17.00 tepatnya di Sengigi baru dapet makanan yang sesuai dengan keinginan kami:mewek . Jadi kami makan di Rumah Makan New Furama Senggigi


    Dan Setelah makan kami kembali ke Hotel Sheraton dan membayar jasa antar mobil itu sebesar 600ribu
    Day 3, 30 Mei 2016
    Perjalanan hari ini dimulai dengan naik kapal dari Senggigi menuju Gili Trawangan:matabelo . Kapal yang kami naiki adalah kapal speedboat yang kami bayar 600ribu PP padahal harga aslinya 900ribu jadi ketika disana ane bisa kasih saran harus jago nawar biar murah:wow . Perjalanan dari Senggigi menuju Gili Trawangan dengan Speedboat hanya 10 menit beda dengan Kapal Publik yang menempuh waktu 40 menit:lehuga . Akhirnya kami tiba di Gili Trawangan




    Setelah kita sampai di Gili Trawangan kami mencari paket snorkling yang buat umum saja agar rame dan lebih murah pastinya:lehuga . Harga paket snorkling ke 3 spot itu sebesar 100ribu :sup: dan diisi oleh 50 orang 1 kapal:travel :wow


    Setalah kami snorkling di 2 spot kapal merapat ke Gili Air untuk makan siang:2thumbup kebetulan perut ane sudah lapar gan:wakaka dan kami makan di Rumah Makan Pongkor, Gili air


    Setelah kenyang baru ane bisa motret Gili Air:motret :wakaka



    Setelah makan kami snorkling di satu tempat lagi dan di spot itu ane terbawa arus laut:takut:nohope  , ane renang terus menuju kapal namun tidak sampe-sampe untuk ada orang yang menolong ane:matabelo . Akhirnya ane dibawa ke spot yang bukan arus liar dan ane bisa kembali lagi ke kapal:cool . Setelah sampai di Gili Trawangan lagi kami melanjutkan pencarian tempat sunset yang bagus:2thumbup , kata Bunga adek ane ada hotel Sunset yang bagus dengan ayunan di lautnya namun kata pak kusir ayunan itu sudah tidak ada di hotel Ombak Sunset:mewek , Jadi kami pindah ke Pandawa untuk melihat Sunset. Inilah foto andong dan Pandawa



    Akhirnya malampun tiba kami dijemput kembali oleh speedboat jam 18.30 WITA dan akhirnya ane bisa foto Gili Trawangan di malam sebelum berpisah:motret :matabelo


    Day 4, 31 Mei 2016
    Yah udah hari ke4:mewek berat langkah kami meninggalkan pulau yang penuh dengan keindahan ini:sorry


    Sebelum kami ke BAndara Lombok dengan menggunakan Taxi kami pergi ke beberapa tempat seperti pusat oleh makanan dodol rumput laut, rumah adat Lombok, dan makan dulu di rumah makan yang belum sempet ane foto karena lupa:wakaka . Namun jangan sedih karena video lengkap perjalanan ada di Travel Vlog #2: Lombok nonton yah gan:2thumbup
    Jadi inilah sepenggal cerita perjalanan ane di Lombok, ane pribadi merasa Lombok masi akan lebih berkembang lagi bahkan bisa mengalahkan Bali dikemudian hari. Akhir kata ane ucapkan
    SALAM TRAVLER

     
  5. Like
    Dimaz reacted to siti uko in ''RAFTING'' Olahraga air yg ekstrim di Sungai Cisadane   
    Hallo…
    Siti Uko disini, mau sharing keseruan kita kemarin, bersama temen2 KJJI di rafting Cisadane "Al- Nassr Rafting", dua hari sebelum puasa tepatnya tgl 04 juni 2016. HTM 200rb/0rg sudah termasuk wellcome drink, makan siang lengkap dgn minuman dingin dan kelapa muda, asuransi perjalanan dan dokumentasi 2 buah memori card, satu buat HP satu lagi buat laptop. Cukup ramah dikantong kaaan.. hehe..
    Letaknya ada di jln.raya sukabumi KM 16, sebelum pasar caringin sebelah kiri.
    Dr jakarta, keluar tol jagorawi kira2 ditempuh 10 menit perjalanan klo ga macet. Klo naik angkot nomor 02 jurusan Cicurug, ongkosnya 4000 rupiah.
    Semoga bermanfaat buat info liburan habis lebaran yak.. selamat menunaikan ibadah puasa besok.
    Salam KJJI..

    pasukan KJJI sudah siiiiiiaaaaaap...lengkap dengan baju pelampung, helm, dan dayung. sebenernya ada tiga orang diantara kami yg takut arung jeram termasuk saya sendiri, hehe.. tapi setelah dibujuk2 akhirnya mereka mau juga turun ke sungai cisadane, dengan hati yg deg2an tentunya.
     

    Ketinggiannya mencapai 3 meter sodaraaaah, dan itu yg bikin sahabat saya meni, bu rina teriak2 kaya orang kesurupanan... ahahaha.. ampun dah!
     

    Ven ven....spt nya cuma dia doang yang exited dengan arung jeram, lihat aja gaya tangannya udah bak sang juara memenangkan pertandingan dengan wajahnya yg sumringah, sementara yang lain masih dengan muka mengkerut merengut masih takuuuuuuut.. LOL

    hahaa.. spt nya mba meni sudah mulai jatuh cinta dgn arung jeram.....lihat expresinya, girang banget dah ahh..
     

    huuaaaaaaaa..,,, jantung serasa mau copot,, tapi seeerruuuuuuu!!
     

    dan akhirnya saya dan bu rina tertawa bahagia, pdhal sebelumnya sangatttt takut arung jeram... takut air...wkwkwk
     

    pemandangan disekitar camp rafting, indah sejuk dan adeeeeem... nyeeesss
     

    tempat makan siang setelah berafting ria, ada gazebo unik yang terbuat dr bambu, didepannya terdapat kolam ikan yang sangat luas, menambah asri pemandangan disekitar camp rafting
     

    terakhir.... inilah sajian makan siang dengan menu yang sangat menarik dan komplit, terdiri dari nasi putih, irisan ketimun dan tomat segar, tempe goreng, ayam goreng kampung yang ditaburi sambel peedas yg super maknyus, es teh manis, dan yang special adalah buah kelapa muda....,,, segeeeeeeerrrrr
    see you on the next trip....,,, Hollaaaaa!
  6. Like
    Dimaz reacted to deffa in TELUK TRITON, SURGA PAPUA PESAING RAJA AMPAT   
    wow saya memang pernah dengar soal teluk triton ini
    sama2 di Papua Barat dan keren sama kayak Raja Ampat nice share
    btw itu foto yang pertama paling atas bukan Teluk Triton tapi di Koh Samui Thailand mungkin bisa diganti @Tarmizi Arl
    http://itravelextra.com/koh-samui/
  7. Like
    Dimaz reacted to Tarmizi Arl in TELUK TRITON, SURGA PAPUA PESAING RAJA AMPAT   
    (via geomagz.geologi.esdm.go.id)
    Jika sudah membahas Raja Ampat, maka yang sudah pernah kesana pasti akan bercerita banyak betapa indah pesonanya bak tiada habisnya 3 hari 3 malam. Yang belum pernah pun akan menghayal betapa inginnya kesana bak seorang yang merindukan kekasihnya. Begitulah pesona yang dimiliki Raja Ampat yang diibaratkan kepingan surga yang sengaja dikirim Tuhan di Papua. Tak hanya kita, warga asingpun berburu kesana untuk menyaksikan langsung mahakarya alam satu itu.
    Seiring naik daunnya Raja Ampat, nama Teluk Triton juga turut merangkak naik mulai menjadi pesaingnya. Kedua lokasi ini sama-sama berada di Papua Barat, bedanya Raja Ampat di sisi Barat Laut sedangkan Teluk Triton di sisi Tenggara. Persisnya, Teluk Triton berada di Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana.
    Hampir sama dengan Raja Ampat, persediaan dana yang harus kalian siapkan menuju Teluk Triton terbilang sangat besar. Selain tiket pesawat menuju Papua yang sudah tinggi, selama perjalanan menuju lokasi pun tak kalah menguras isi dempot. Namun melihat animo wisatawan yang semakin meningkat saja, dapat dipastikan bahwa uang yang terkuras akan terbayar kontan melalui pemandangan alam yang disuguhkan. Benarkah? Jika dibayangkan dari foto-foto yang ada, rasanya hal itu tidak berlebihan.

    Lokasi Teluk Triton
     
    Cara Menuju Teluk Triton

    Suasana Perjalanan di Teluk Triton (via google.co.id/maps)
    Selain persiapan pendanaan seperti yang sudah diulas diatas, persiapkan juga fisik dan mental karena memang sebagai sebuah surga tersembunyi yang belum begitu booming, perjalanan menuju lokasi bukan hal yang pasti dari segala hal.
    Dari berbagai kota di luar Papua, penerbangan yang tersedia biasanya menuju Sorong atau fak fak. Jika dari sorong, kalian bisa melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat tujuan Bandara Utarom, Kaimana, yang juga biasanya transit di Kota Fak-fak. Hanya saja mungkin tidak tersedia setiap hari sehingga perlu perencanaan tepat dengan maskapai penyedia.
    Dari daratan Kaimana, barulah perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan bermotor menuju pelabuhan. Belum tersedianya kapal wisata membuat kita harus menyewa kapal baik longboat ataupun speedboat. Tarif sewa kapal inilah yang lumayan mahal yaitu mulai dari Rp 4 – 5 jutaan perhari untuk speedboat. Maka cara terampuh mengatasi hal ini ialah dengan mengajak teman 5-10 orang agar biaya bisa lebih ringan. Perjalanan dari pelabuhan menuju Teluk Triton dengan speedboat ialah sekitar 1,5 jam, sedangkan jika dengan longboat bisa mencapai 3 jam.
    Biasanya, lokasi pertama yang dituju selepas dari pelabuhan Kaimana ialah Selat Namatota atau dikenal juga dengan nama Selat Erana. Disanalah terdapat Pulau Namatota yang biasa dijadikan persinggahan awal sebelum berwisata laut.
     
    Akomodasi di Lokasi
    Tidak begitu banyak pilihan, namun tetap akan membuat aman karena tersedia penginapan di kawasan Teluk Triton tepatnya di Kampung Lobo, perkampungan terdekat yang berada di tepian teluk. Menginap tentu menjadi pilihan paling tepat karena kekeliruan besar jika menganggap liburan di Teluk Triton cukup satu hari.
     
    Rentetan Pulau-Pulau Kecil di Tengah Lautan, Pesona Bak Negeri Dongeng

    Hamparan pulau dan karang khas Teluk Triton (via pasberita.com)
    Satu ciri bentang alam Raja Ampat yang menjadikannya sangat kenamaan ialah tebaran pulau-pulau kecil dan batu karang di tengah lautannya. Keindahan ini mempesona ketika dilihat dari atas perbukitan karena ibarat sebuah negeri dongeng yang menjadi nyata.
    Itupula yang menjadikan Teluk Triton spesial dan dianggap pesaing baru bagi Raja Ampat yang sudah terlebih dahulu mendunia. Di sekitaran perairan teluk ini, terdapat pulau-pulau kecil yang sedap dipandang dari atas bukit terdekat. Selain itu, menepi di beberapa pulau berpantai juga bisa dijadikan pilihan karena pantai-pantai berpasir putih didalamnya menyajikan jamuan indah khas daerah tropis. Di pulau-pulau itu juga bisa dijadikan lokasi untuk berkemah mengisi malam.
     
    Lukisan Prasejarah di Tebing Maimai

    (via geomagz.geologi.esdm.go.id)
    Sebelum menengok keindahan alamnya, Teluk Triton juga menarik perhatian karena ditemukannya lukisan prasejarah di sebuah Tebing terjal batu gamping kawasan kars yang dikenal dengan nama Pegunungan Maimai. Di dinding tebing berwarna putih tersebut, tampak beragam lukisan berbagai bentuk seperti kadal, telapak tangan, tengkorak, dan hewan-hewan lain. Lukisan yang diperkirakan dibuat pada zaman Mesolitikum tersebut, menghiasi tebing bukan hanya beberapa spot atau beberapa meter saja, melainkan hingga 1 km.
    Satu lukisan yang terbilang memiliki nilai tertentu yaitu lukisan kadal setengah manusia yang dikenal dengan istilah Matuto. Bentuk atau motif Matuto ini punya makna keagamaan tersendiri bagi warga Kaimana dengan kata lain bahwa ‘media’ lukis raksasa tersebut ibarat tempat sakral tersendiri bagi orang lokal.
     
    Bermain dengan Hiu Paus dan Lumba-Lumba

    (via indonesiawonders.blogspot.com)
    Keunikan Teluk Triton yang juga menjadi magnet bagi wisatawan ialah keberadaan Hiu Paus di perairannya. Habitat utamanya berada di sekitar Kampung Lobo. Kehadiran paus ibarat atraksi wisata dimana semburan air dari lubang di punggungnya yang khas menjadi  pertanda keberadaannya.
    Bermain dengan Hiu Paus yang bisa mencapai panjang 12 meter tersebut bisa dilakukan dengan menyaksikan mereka dari atas kapal atau jika bernyali lebih bisa ikut menyelam langsung. Hal ini terbilang aman karena memang sejatinya mamalia laut raksasa tersebut tidak menyerang manusia dalam kondisi normal, dan tentunya harus ditemani oleh pemandu lokal demi keamanan.
    Biasanya wisatawan memanfaatkan momen menyelam bersama Paus ini sekaligus untuk keperluan fotografi. Sangat menggiurkan memang berfoto di bawah laut dengan bertemankan paus berukuran raksasa. Jadi jangan sampai tidak membawa kamera underwater ketika memutuskan berlibur ke Teluk Triton ini.
    Selain Paus, mamalia laut lainnya yang terkenal sangat bersahabat yaitu lumba-lumba juga acap kali dijumpai di perairan Teluk Triton. Seperti umumnya, lumba-lumba ini biasa berenang secara berkelompok sehingga jika beruntung, kalian tentu akan menyaksikan langsung sekawanan lumba-lumba tersebut mengelilingi perairan setempat diantara pulau-pulau kecil yang ada.
     
    Menjadi Saksi Keindahan Bawah Laut Teluk Triton

    (via indonesiawow.com)
    Masih seputar penyelaman, Tekuk Triton juga menjadi surganya pecinta taman laut. Di Teluk Triton ini kekayaan bawah lautnya berhasil menghipnotis dan menjadi candu bagi penikmatnya. Bagaimana tidak, tercatat 16 jenis penyu hijau, 28 jenis udang mantis, 471 jenis karang dan diantaranya meruapakan jenis baru, serta 959 jenis ikan karang berhabitat di perairan Teluk Triton ini. Lokasi atau spot penyelaman favorit karena kekayaan dan keindahannya yang memukau ialah di sekitaran kawasan Temintoi, Selat Iris.
    Perairannya yang jernih dan tenang menjadikan penyelaman di Teluk Triton juga semakin menggugah. Untuk itu, persiapkan pula peralatan penyelaman yang juga bisa langsung menyewanya di lokasi.
     
    Menuju Daratan Kampung Lobo, Singgahi Jejak Sejarah di Tugu Fort du Bus

    Tugu Fort du Bus (via twitter.com/niar_sri)
    Tidak sekedar soal keindahan lanskapnya, Kawasan Teluk Triton juga memiliki jejak sejarah peninggalan Hindia Belanda yaitu sebuah tugu kecil ‘Fort du Bus’. Ya, dari namanya bisa dipastikan bahwa sebenarnya sempat berdiri benteng disini yaitu di tahun 1828. Namun sayangnya benteng ini ditinggalkan dan hancur setelah adanya wabah malaria yang menyerang wilayah Lobo tahun 1835 yang mengakibatkan meninggalnya sebagian besar tentara Hindia Belanda. Saat ini, tugu Fort du Bus berdiri hanya sebagai simboliasasi atau pertanda sejarah keberadaan benteng tersebut.
    Nama Du Bus sendiri diambil dari nama Gubernur Jenderal hindia Belanda yang berkuasa di masa itu yaitu Burggraff du Bus de Gisignies. Keberadaan benteng sendiri menjadi tanda pendudukan koloni Hndia Belanda di tanah Papua.
     
    Hingga Senja Menyapa, Teluk Triton Tetap Punya Cerita

    (via wisatalokaleksotis.com)
    Melengkapi pesona yang nampak begitu menggiurkan sebelumnya, cerita yang dimiliki Teluk Triton masih berlangsung hingga senja menyapa. Lokasi perairan yang menghadap ke barat menjadikan sunset di sana juga menjanjikan keindahan. Golden sunset yang disuguhkan memantul di perairan serta membuat siluet bagi pulau-pulau yang ada.
    Menikmati sunset bisa dilakukan di atas perahu sembari mengitari perairan atau bisa juga sembari bersantai di pantai di salah satu pulau. Keduanya sama-sama menenangkan dan menyenangkan. Jika ingin nuansa berbeda, kalian bisa mendaki ke bukit dan menyaksikan hamparan pulau-pulau yang dijatuhi sinar mentari senja.
  8. Like
    Dimaz reacted to Hasdevi Agrippina Dradjat in Menilik Penginapan di Lombok yang Nyaman dan Ramah Kantong untukmu Si Traveler Muda   
    Lombok adalah salah satu destinasi wisata yang tentu saja menyenangkan untuk dijadikan sebagai destinasi wisata selanjutnya. Lombok memiliki banyak tempat yang menjadi primadona wisatanya seperti Pink Beach, Pantai Senggigi dan masih banyak lainnya.
    Jaraknya yang tidak begitu jauh dari Pulau Dewata, Bali, juga biasanya dijadikan pertimbangan mengapa banyak traveler memilih untuk datang mengunjungi pulau ini.
    Nah, setelah mematangkan rencanamu untuk datang menyambangi Lombok, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai penginapan di Lombok yang ramah kantong namun tetap nyaman berikut ini.
     
    1. Gili Garden Lombok, Pet Friendly Hotel di Gili Trawangan


    Gili Garden Lombok via Agoda
    Bagi kamu si Traveler Muda, tentu saja menjadi nilai tambah tersendiri jika dapat menyambangi penginapan yang nyaman namun juga sesuai dengan kantong. Nah, untuk itu Gili Garden ini dapat kamu jadikan sebagai referensi selama berada di Lombok.
    Penginapan ini terletak di kawasan Gili Trawangan, dengan lokasi tepatnya di Jalan Mahi-Mahi, Gili Trawangan.
    Penangkaran kura-kura Gili Trawangan berjarak sekitar 300 meter dari Gili Garden, sementara Pasar Seni Gili Trawangan berjarak sekitar 600 meter dari penginapan ini.
    Penginapan ini dilengkapi dengan fasilitas free wifi yang dapat kamu gunakan di area kamar tidur serta area public. Tentu saja, wifi menjadi salah satu factor pelengkap utama, bukan, karena si Traveler Muda pasti ingin menggunakan fasilitas media sosial selama liburan di Lombok.
    Nah, kabar baik bagi kamu yang ingin melakukan perjalanan wisata bersama binatang peliharaanmu. Penginapan ini adalah akomodasi yang paling ramah binatang di kawasan Gili Trawangan sehingga membawa serta binatang peliharaan bukan lagi menjadi hal yang mustahil.
    Yuk, tengok dokumentasi penginapan ini dengan lebih dekat:


    Pemandangan penginapan di malam hari via Agoda


    Pet friendly hotel via Agoda


    Penyewaan sepeda via Agoda


    Main gate via Agoda


    Teras depan Homestay via Agoda


    Taman via Agoda


    Interior kamar hotel via Agoda


    Interior kamar hotel via Agoda


    Teras kamar via Agoda


    Interior kamar hotel via Agoda
     
    Salah satu kelebihan dari penginapan ini adalah setiap kamar yang dilengkapi dengan teras dan pemandangan taman. Selain itu, para pengunjung juga dapat menikmati minuman dari bar yang tersedia.
    Selain itu, kamu juga tidak perlu merasa khawatir mengenai kamar mandi pribadi karena semua kamar yang tersedia di penginapan ini sudah dilengkapi dengan kamar mandi pribadi. Menyenangkan, bukan?
    Nah, hotel ini juga dilengkapi dengan fasilitas lobi 24 jam sehingga kamu tidak perlu khawatir jika harus check in terlalu malam.
    Selain itu, penginapan ini juga dilengkapi dengan fasilitas penyewaan sepeda yang dapat menjadi fasilitas pendukung penginapan ini. Penginapan ini juga dilengkapi dengan fasilitas penyewaan mobil.
    Fasilitas yang tersedia di hotel ini adalah lobi 24 jam, bar, jasa laundry, room service, area merokok, airport transfer, koran, jasa penyewaan mobil dan lain-lain.
    Pilihan kamar yang tersedia di hotel ini salah satunya adalah deluxe room. Fasilitas yang tersedia di kamar dengan tipe ini adalah AC, teras, kamar mandi pribadi, coffee/tea maker serta sarapan pagi. Biaya yang harus kamu keluarkan untuk menginap di kamar ini adalah sekitar mulai dari Rp 244.000,00 per malam.
    Dari segi value for money, kebanyakan reviewer yang sudah datang dan menginap di penginapan ini juga sangat menyukainya. Hal ini karena para reviewer merasa bahwa uang yang sudah mereka keluarkan untuk menginap di penginapan ini telah sebanding dengan fasilitas dan juga pelayanan yang mereka dapatkan.
     
    2. Giyat Kodong Homestay, Homestay yang Budget-Friendly


    Giyat Kodong Homestay via Agoda
     
    Inilah dia salah satu penginapan lainnya yang dapat kamu jadikan sebagai referensi untuk menginap selama berada di Lombok. Ya, hal ini terutama jika kamu adalah si Traveler Muda.
    Penginapan ini adalah Giyat Kodong Homestay yang terletak di daerah Gili Trawangan. Penginapan ini menawarkan biaya yang ramah kantong serta fasilitas restoran di dalamnya.
    Kamar di penginapan ini juga dilengkapi dengan fasilitas teras di hadapannya. Kamu juga dapat memilih sendiri apakah ingin menginap di kamar yang dilengkapi dengan fasilitas kipas angin atau AC.
    Selain itu, kamar penginapan ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas perlengkapan mandi gratis yang tentunya akan semakin menambah nyaman keberadaanmu menginap di hotel ini.
    Di sekitar penginapan ini, kamu juga dapat mencoba kegiatan diving dan snorkeling yang tentu saja menyenangkan.
    Berikut ini adalah gambaran fasilitas umum dari penginapan ini:


    Teras depan kamar via Agoda


    Interior penginapan via Agoda


    Interior kamar hotel via Agoda


    Interior kamar hotel via Agoda


    Kamar mandi pribadi via Agoda
     
    Ketika sarapan pagi, kamu dapat memilih apakah ingin menikmati makanan ala Indonesia atau Western.
    Beberapa fasilitas yang tersedia di penginapan ini adalah jasa antar jemput bandara, jasa laundry, jasa penyewaan sepeda, dan masih banyak lainnya.
    Ketika menginap di hotel ini, kamu dapat memilih sendiri apakah ingin menginap di kamar dengan tipe standard atau family room.
    Biaya yang harus kamu keluarkan jika menginap di kamar dengan tipe standard adalah sekitar mulai dari Rp 290.000 per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan adalah teras, meja kerja, shower dan masih banyak lainnya.
    Sementara jika kamu ingin menginap di kamar dengan tipe family room, biaya yang harus kamu keluarkan adalah sekitar mulai dari Rp 496.000,00 per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan adalah teras, meja kerja, shower dan masih banyak lainnya.
     
    3. Pepaya Meno Bungalows, Pilihan Akomodasi di Gili Meno


    Pepaya Meno Bungalows via Agoda
     
    Bagi kamu yang ingin menginap di kawasan Gili Meno, maka pilihan akomodasi yang satu ini dapat kamu jadikan sebagai referensi. Penginapan ini adalah Pepaya Meno Bungalows di kawasan Gili Meno.
    Lokasi tepat dari penginapan ini adalah Desa Gili Indah, Gili Meno, Lombok.
    Penginapan ini dilengkapi dengan fasilitas free wifi yang dapat kamu nikmati bukan hanya ketika kamu berada di kamarmu tetapi juga ketika kamu berada di berbagai area public lainnya selama kamu berada di penginapan ini.
    Selain itu, semua kamar di penginapan ini juga dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi pribadi. Hal ini membuat semua orang merasa nyaman ketika menginap di penginapan ini.
    Nah, berikut ini adalah gambaran beberapa fasilitas umum maupun kamar penginapan yang tersedia di penginapan ini:


    Teras kamar via Agoda


    Taman via Agoda


    Teras kamar via Agoda


    Interior kamar hotel via Agoda


    Kamar mandi pribadi via Agoda


    Restoran via Agoda
     
    Nah, itulah dia gambaran fasilitas umum maupun kamar penginapan di penginapan ini.
    Beberapa jenis kamar yang tersedia di sini antara lain adalah standard bungalow, economy double dan juga deluxe room.
    Biaya yang harus kamu keluarkan jika kamu menginap di kamar dengan tipe standard bungalow adalah sekitar mulai dari Rp 290.000,00 per malam. Fasilitas yang akan kamu dapatkan jika kamu menginap di kamar ini adalah teras, fan, kamar mandi pribadi, desk dan masih banyak lainnya.
    Sementara itu, jika kamu menginap di kamar dengan tipe economy double, biaya yang harus kamu keluarkan adalah sekitar mulai dari 372.000,00 per malam. Fasilitas yang akan kamu dapatkan jika kamu menginap di kamar ini adalah teras, desk, kamar mandi pribadi dan masih banyak lainnya.
    Lalu, jika kamu ingin menginap di kamar dengan tipe deluxe room, biaya yang harus kamu keluarkan adalah sekitar mulai dari Rp 619.000,00 per malam. Fasilitas yang didapatkan adalah AC, desk, teras, kamar mandi pribadi dan masih banyak lainnya.
    Nah, ketika kamu menginap di penginapan ini, kamu juga sudah akan mendapatkan fasilitas sarapan pagi. Menyenagkan sekali, bukan?
     
    4.  Adinda Bungalows, Rekomendasi Penginapan di Gili Air


    Adinda Bungalows via Agoda
     
    Bagi kamu yang berencana menginap di kawasan Gili Air, yang terletak sekitar 4,4 kilometer dari Gili Trawangan, maka kamu bisa mencoba untuk menginap di Adinda Bungalows yang satu ini.
    Lokasi tepat dari hotel ini adalah di kawasan Sunset Area, Gili Air, Lombok. Nah, bagi kamu yang menyukai penginapan dengan tipe klasik maka kamu bisa mencoba untuk menginap di penginapan ini.
    Penginapan ini juga dilengkapi dengan fasilitas free wifi yang akan memudahkanmu dalam mendapatkan akses internet.
    Berikut ini adalah gambaran fasilitas umum dan juga kamar hotel di penginapan ini:


    Interior kamar hotel via Agoda


    Interior kamar hotel via Agoda


    Outdoor area via Agoda


    Interior kamar hotel via Agoda


    Interior kamar hotel via Agoda


    Interior kamar hotel via Agoda


    Teras via Agoda


    Outdoor via Agoda


    Outdoor view via Agoda
     
    Nah, setelah mengetahui hotel ini, kamu juga dapat melihat lebih dekat interior penginapan ini. Ya, penginapan ini didominasi oleh furniture kayu yang warna catnya terkesan agak memudar namun sebenarnya itu adalah bagian dari seni.
    Penginapan ini juga menyewakan fasilitas penyewaan sepeda khusus bagi kamu yang ingin menjelajahi kawasan sekitarnya dengan menggunakan sepeda.
    Beberapa jenis kamar yang tersedia di penginapan ini adalah kamar dengan tipe bungalow dan juga kamar dengan tipe deluxe bungalow.
    Biaya yang harus kamu keluarkan jika kamu ingin menginap di kamar dengan tipe bungalow adalah sekitar mulai dari Rp 352.000,00 per malam. Sementara itu, jika kamu berencana ingin menginap di kamar dengan tipe deluxe bungalow, biaya yang harus kamu keluarkan adalah sekitar mulai dari Rp 579.000,00 per malam.
    Kamar di hotel ini sudah dilengkapi dengan TV layar datar serta CD player. Selain itu, kamar di hotel ini juga sudah dilengkapi dengan teras dan juga area duduk.
    Para pengunjung yang sudah menginap di penginapan ini juga sangat menyukai pelayanan yang diberikan oleh pihak penginapan. Ya, pihak penginapan mampu memberikan pelayanan yang baik dan ramah sehingga mampu membuat para pengunjung merasa betah ketika berada di penginapan ini.
    Selain itu, para pengunjung juga menyukai kuliner yang disajikan oleh penginapan ini. Ya, kuliner yang disajikan sangat lezat sehingga hal ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi pengunjung yang menginap di penginapan ini.
     
    5.  La Bangkat Homestay, Pilihan Akomodasi di Kawasan Kuta Lombok


    La Bangkat Homestay via Agoda
     
    Inilah dia salah satu pilihan akomodasi untukmu jika kamu ingin menginap di kawasan Kuta Lombok. Ya, penginapan ini adalah La Bangkat Homestay yang beralamat lengkap di kawasan Jalan Kuta-Mawun, Kuta, Lombok.
    Hotel ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas free wifi yang dapat kamu nikmati bukan hanya ketika kamu berada di kamar penginapan ini tetapi juga ketika kamu berada di kawasan area public penginapan ini.
    Selain itu, kelebihan lain dari homestay ini adalah homestay ini memiliki fasilitas kolam renang. Selain itu, para pengunjung yang datang dan menginap di penginapan ini juga dapat menyaksikan pemandangan pegunungan yang cantik.
    Para pengunjung yang menginap di homestay ini dapat menikmati fasilitas makan di restoran homestay ini. Setiap kamar di hotel ini dilengkapi dengan kamar mandi pribadi yang dilengkapi dengan shower.
    Selain itu, kamu juga dapat menikmati fasilitas penyewaan sepeda maupun penyewaan mobil ketika menginap di hotel ini.
    Nah, berikut ini adalah gambaran dokumentasi fasilitas umum maupun kamar tidur yang tersedia di homestay ini:


    Teras dengan hammock via Agoda


    Interior kamar penginapan via Agoda


    Teras via Agoda


    Outdoor area via Agoda


    Outdoor area via Agoda


    Restoran via Agoda


    Restoran via Agoda
     
    Nah, itulah dia gambaran mengenai penginapan yang satu ini. Penginapan ini menawarkan pemandangan dengan tipe yang tradisional sehingga mampu membuat para pengunjung merasa nyaman ketika berada di penginapan ini.
    Setiap kamar di hotel ini telah dilengkapi dengan kamar mandi pribadi serta perlengkapan mandi gratis. Hal ini dapat membuat para pengunjung merasa nyaman ketika berada di hotel ini.
    Selain itu, kebanyakan kamar yang tersedia di hotel ini juga dilengkapi dengan pemandangan berupa kolam renang atau juga taman. Ya, kamu dapat memilih sendiri pemandangan yang manakah yang ingin kamu pilih selama menginap di penginapan yang satu ini.
    Ketika menginap di hotel ini, kamu juga dapat memanfaatkan fasilitas penyewaan sepeda yang sengaja dibuat untuk menambah kenyamanan para pengunjung selama berada di penginapan ini.
    Untuk masalah lokasi, penginapan ini terletak sekitar 800 meter dari Pantai Kuta Lombok. Selain itu, penginapan ini juga terletak sekitar 7 kilometer dari Pantai Tanjung Aan.
    Beberapa jenis kamar yang tersedia di penginapan ini adalah kamar dengan tipe standard dan juga double room. Nah, kamu juga dapat memilih apakah ingin menginap di kamar yang dilengkapi dengan kipas angin atau AC selama berada di penginapan ini.
    Jika kamu ingin menginap di kamar yang dilengkapi dengan AC, biaya yang harus kamu keluarkan adalah sekitar mulai dari Rp 248.000,00 per malam.
    Sementara itu, jika kamu ingin menginap di kamar yang dilengkapi dengan kipas angin, maka biaya yang harus kamu keluarkan adalah sekitar mulai dari Rp 331.000,00 per malam.
    Fasilitas yang tersedia di kamar penginapan ini adalah kamar mandi pribadi, area duduk, kamar mandi pribadi dan masih banyak lainnya.
     
    Nah, itulah dia penjelasan mengenai rekomendasi penginapan selama berada di Lombok dalam menilik penginapan di Lombok yang nyaman dan juga ramah kantong untukmu si traveler muda. Happy traveling!
     
  9. Like
    Dimaz reacted to deffa in Pantai Seraya   
    ternyata dekat dari pelabuhan bajo ya
    kalian kesini gak @Luxia @eka wibisono @Dimaz
  10. Like
    Dimaz reacted to Banyusmom in Pantai Seraya   
    Capek, bosan, jenuh, stress dengan segala aktivitas yang anda lakukan dikota? Salah satu hal yang dapat melepaskan segala beban pikiran anda adalah dengan berlibur. Melakukan perjalanan wisata, menikmati pesona alam Indonesia, dan tentunya menambah pengalaman berharga bersama teman ataupun keluarga.
     
    Kalau berbicara tentang tempat wisata di Indonesia, tentu tidak akan pernah ada habisnya. Mulai ujung barat sampai ujung timur, terhampar tempat-tempat yang indah mempesona, menenangkan jiwa, memanjakan diri kita bagaikan di surga.
    Salah satu tempat yang menjadi rekomendasi saya kali ini adalah Pantai Seraya yang berada di Pulau Seraya. Sebuah pantai eksotis yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur.
     

     
    Sejarah
     
    Sedikit kembali ke masa lalu, sekitar tahun 1970-an, Pulau Seraya ini masih sangat sepi dan terkenal angker. Tidak ada orang yang berani tinggal di Pulau ini, dikarenakan seringnya roh halus yang merasuki tubuh manusia. Penduduk sekitar Pulau Seraya percaya bahwa untuk mengusir roh jahat itu harus dilakukan ritual dengan cara menyembelih kambing dan kepalanya digantung di pohon asam yang terletak di tengah Pulau Seraya.
     
    Namun sekarang, bagi anda yang ingin menikmati Pantai Seraya di Pulau Seraya tidak perlu lagi merasa khawatir. Berbagai macam hal aneh yang dahulu katanya pernah terjadi disana, sekarang sudah tidak ada lagi. Ditambah lagi, sebagai seorang manusia yang beriman, tentunya kita percaya bahwa tidak ada kekuatan lain yang mampu mengalahkan kekuatan Tuhan Yang Maha Esa.
     
    Akses dan Akomodasi
     
    Pulau ini terletak 10 km dari Pelabuhan Bajo. Pihak pengelola sudah menyediakan fasilitas antar jemput untuk memudahkan wisatawan menikmati keindahan alam di pulau ini. Dari Pelabuhan Bajo, Pulau Seraya dapat di jangkau dengan waktu tempuh selama 45-60 menit menggunakan kapal yang disewakan dengan biaya berkisar antara Rp 300.000 – 500.000 pergi-pulang (PP).
     
    Di Pulau Seraya terdapat penginapan yang terletak tidak jauh dari bibir pantai, berbentuk rumah-rumah panggung dengan bilik-bilik yang disusun menggunakan anyaman bambu. Terasa sekali nuansa tradisionalnya, yang tentu saja akan sangat jarang anda temui ketika berada di kota.
     
    Saat mentari pagi mulai bersinar, anda bisa menikmati samudera lepas dari serambi penginapan, tidak perlu berjalan jauh, sambil menikmati sarapan, untuk mengisi tenaga. Selanjutnya kita bisa menikmati Pantai Seraya dan Pulaunya sepuas-puasnya. Biaya penginapan mulai dari Rp 400.000 per malam. Harga tersebut akan meningkat ketika musim liburan, karena terjadinya lonjakan wisatawan dan meningkatnya permintaan.
     
    Lonjakan wisatan biasanya terjadi pada bulan Juli sampai Agustus. Pihak pengelola juga membatasi waktu menginap bagi pengunjung, maksimal tiga hari. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada pengunjung lainnya agar bisa menikmati keindahan Pantai Seraya.
     
    Perlu anda tahu bahwa listrik dari PLN belum mencapai kawasan ini. Pihak pengelola telah menyediakan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik yang dinyalakan pada pukul 18.00 – 22.30 WITA. Pemadaman listrik pada pukul 22.30 ini dilakukan karena permintaan dari pengunjung yang memang menginginkan suasana yang tenang. Bukankah lebih mengasikkan dengan duduk di pinggir pantai, menyalakan api unggun, sambil menikmati sajian ikan bakar dengan aroma khasnya yang mengundang selera?
     
    Menikmati Keindahan Pantai dan Pulau Seraya
     

     
    Pantai seraya, keeksotisan lautnya, pasirnya yang putih, airnya yang bening, keindahan bukit-bukitnya yang berjajar rapi, membuat mata ini dimanjakan. Air yang tenang, jernih sebening kaca, terumbu karang yang beraneka ragam, dan ikan-ikan kecil yang dapat kita saksikan bergerombol di sekitar terumbu karang. Pemandangan tersebut tentunya akan membuat suasana hati siapapun yang galau menjadi gembira seketika.
     
    Semilir angin pantai, dihiasi pohon nyiur yang seolah melambai dihembus angin yang membelai lembut. Ditambah dengan beberapa bintang laut yang tampak menghiasi bibir pantai. Sungguh sebuah suasana yang bahkan kata-kata tak akan mungkin bisa mendeskripsikannya.
    Bagi anda pecinta fotografi, maupun yang hanya sekedar suka mengabadikan keindahan alam, tepat sekali anda berada di sini. Anda bisa mengeksplorasi banyak sekali obyek-obyek menarik. Mulai dari pantai pasir putih dengan deburan ombaknya yang teratur, bukit-bukit indah di sekeliling pantai, burung-burung camar yang sesekali turun ke permukaan air laut menyambar ikan sebagai santapannya, terumbu karang, bintang laut, hingga masuk ke dalam Pulau Seraya.
     
    Ketika air lautnya sedang surut, kita bisa berjalan hingga ke tengah lautan. Di sini kita bisa juga ber-snorkeling ria, menikmati keindahan dasar lautnya. Banyak sekali ikan-ikan aneh dengan beraneka warnanya yang mungkin belum pernah anda temui sebelumnya sedang berlarian kesana kemari bersama kelompoknya.
     
    Dari Pulau Seraya, kita bisa melanjutkan perjalanan kita menuju ke Pulau Komodo, menarik bukan.
    Tak perlu menunggu lama, yuk mari segera siapkan rencana, angkat ransel kita beserta kelengkapannya dan menjelajah di Pantai Seraya, Pulau Seraya, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
     
  11. Like
    Dimaz reacted to Jalan2 in LABUAN BAJO, A GATEWAY TO KOMODO ISLAND   
    @eka wibisono thanks sharing nya tentang Labuan Bajo  
    yg bukit cinta jadi inget sunset di lombok , bagus jg
  12. Like
    Dimaz reacted to Luxia in LABUAN BAJO, A GATEWAY TO KOMODO ISLAND   
    @HarrisWang: soalnya itu bandara ditengah kota, dipinggir jalan tanpa pagar or lapangan luas... begitu pintu lgs boarding, simple lah pokoknye. tempat belanja tinggal nyeberang, kebetulan tempat belanja yg murah tapi produknya dan bahan2nya layak itu adanya di hotel Exotic Komodo seberang bandara itu. Keren lah pokoknye, belanja aja kudu di hotel berbintang... hahaha... di coba atuh Ko, biar tahu bentukannya. 
    Ah lebay... Jangan didengerin Deff, Aku mah kebetulan aja ngeliat si Ifan terpaku ditepian pantai, mo mundur gak bisa, kekanan kiri gak bisa, mo maju gak bisa... ooo ternyata kakinya kena karang,,,, kalo aku gak liat, Ifan nginep tuh di Pink Beach buat prewed ma Uler laut... hahaha
  13. Like
    Dimaz reacted to deffa in LABUAN BAJO, A GATEWAY TO KOMODO ISLAND   
    @Dimaz
    bandung juga sering ujan adem neh
    main2 lah ke bandung lagi  
  14. Like
    Dimaz reacted to HarrisWang in LABUAN BAJO, A GATEWAY TO KOMODO ISLAND   
    Wah, keren juga nih naik ojek sampai depan pintu keberangkatan hahahahaha.
    Keren nih Bajo, semoga bisa kesampean kesini lah. Belum ada planning dalam waktu dekat sih, mungkin 2 tahun lagi 
    Nice share, detail banget sampe ATM segala dijabarin  
  15. Like
    Dimaz reacted to eka wibisono in LABUAN BAJO, A GATEWAY TO KOMODO ISLAND   
    @HarrisWang ATM kudu harus diinfo jelas spy teman2 gak ngalamin tragedi keabisan duit. Biasa ngegampangin krn di tempat wisata gt kan biasanya ATM BCA bertebaran   hehehe......
     
  16. Like
    Dimaz reacted to Luxia in LABUAN BAJO, A GATEWAY TO KOMODO ISLAND   
    Tetep aja dia Mba... hadeewwww... 
  17. Like
    Dimaz reacted to Luxia in LABUAN BAJO, A GATEWAY TO KOMODO ISLAND   
    @deffa: Mba??? haizzz.... 
  18. Like
    Dimaz reacted to deffa in LABUAN BAJO, A GATEWAY TO KOMODO ISLAND   
    eeeaa gue kira tadi mba @eka wibisono
    hahay mau gue edit udah keburu
    yowes lah thx mba Ven Ven  
  19. Like
    Dimaz reacted to Luxia in LABUAN BAJO, A GATEWAY TO KOMODO ISLAND   
    @Deffa: Untuk urusan panas sebenarnya sama saja, hanya saja di Lombok kan masih banyak tanam2an di pinggir jalan sehingga masih terkesan asri dan sedikit "damai" tuh. Kalo di Bajo ini Panas poll karena memang gersang, tanamannya kecil2 dan pendek2 jadi dijalanan panas banget rasanya... Terus juga kotanya kan kecil sekali serta dikelilingi pantai, jadi ya panasnya jadi bikin lengket gt... Sampe sekarang kulit masih geseng nih. Untuk wisatanya itu yg di dalam kota doank Deff, masih ada air terjun Cunca Wulang dan Cunca Rami di Labuan Bajo, hanya saja seperti yang ditulis Ci Eka... kita dah teparrr... Betis udah bukan kesebelasan lagi, tapi dah keduapuluhan gara2 tracking mulu... 
  20. Like
    Dimaz reacted to deffa in LABUAN BAJO, A GATEWAY TO KOMODO ISLAND   
    @eka wibisono
    wah seru ya explore bajo nya. ini sudah semua wisata umum yang ada di bajo ya mba ?
    kalo panas nya di banding lombok gimana ? 
  21. Like
    Dimaz reacted to eka wibisono in LABUAN BAJO, A GATEWAY TO KOMODO ISLAND   
    Welcome to Labuan Bajo!
    Teman-teman pasti dah  sering dengar  kan nama Labuan Bajo (selanjutnya disebut “Bajo”) yg merupakan tempat persinggahan utk menuju Pulau Komodo & sekitarnya.    Bajo itu merupakan kota kecil yg unik viewnya lho krn terdiri dari bukit-bukit dan pantai. Karena terletak di tepi pantai, cuacanya panass bgt, jd harus rajin2 oles sunblock kalo muka gak mau gosong hehehe...

    Kota kecil ini terletak di  pantai barat Pulau Flores, makanya Bajo  merupakan salah satu pintu masuk ke Pulau Flores juga. Oh iya kalo teman-teman mo overland  ke Desa Waerebo (desa adat yg terkenal di Kab. Manggarai) - Danau Kelimutu-Ende, start perjalanannya dari sini juga.Bajo ini kotanya kecil, relatif sepi tp cukup aman dan penduduknya ramah2 banget. Luas Bajo hanya sekitar  +/- 10 km.

    Jd kebayang kan, muterin kota Bajo ya ketemunya disitu-situ lg. Untuk akomodasi, biar kota kecil tp hotel yg tersedia banyak lho dari hotel berbintang sampai hotel backpacker. Untuk tempat makan dan nongkrong, paling banyak di jalan utama Soekarno Hatta, pilihannya ada beberapa Resto Italia, Warung Mama, café es krim Scooperific, dan warung2 kecil. Di sekitar pelabuhan, ada rumah makan Padang & warung bakso . Kalo malam hari sih gak usah kawatir cari makan karena byk warung makan seafood di daerah Kampung Ujung & seafoodnya fresh tapi harganya gak murah2 bgt sih. Nah kalo gak doyan seafood, ada juga penjual sate ayam di antara warung2 seafood, dengan harga Rp. 25 ribu per porsi (10 tusuk ) dan jgn kaget  ya krn bentuk sate ayamnya kecil2 bgt.

    Info yg penting bgt,  teman-teman yg berkunjung ke Bajo, sebaiknya membawa uang cash yg agak banyak krn toko-toko, mini market, hotel-hotel yg tidak berbintang hanya menerima pembayaran tunai.  Dan jumlah ATM yg tersedia terbatas bgt hanya ada ATM Mandiri,  BNI dan BRI. Utk ATM BCA, jgn harap nemuin deh krn bank BCA  gak ada di sini hehehe…   Tp jgn kawatir,  pemegang kartu ATM BCA bisa kok ambil uang  di mesin ATM Mandiri atau BNI. Oh iya utk supermarket & toko souvenir yg besar  atau hotel  berbintang  hanya menerima kartu kredit/kartu debit Mandiri atau BNI.
    Gak panjang lebar lagi deh, aku mulai berbagi cerita pengalaman mengexplore Bajo.
    Berhubung  harga tiket Jakarta-Labuan Bajo-Jakarta lumayan mahal (+/- Rp. 3,9 juta),  jd  setelah mengikuti trip Komodo pada tgl. 5-7 Mei 2016, aku, @Luxia, @Dimaz dan 1 orang teman  extend di Labuan Bajo selama 1 hari (tgl. 8 Mei 2016). Jauh-jauh dr Jakarta, kami pengen tau dong ada obyek wisata apa aja sih di Bajo.
    Untuk penginapan selama di Bajo, kami pilih menginap di Komodo Lodge Hotel. Hotelnya nyaman, bagus dan strategis lokasinya.  Mo ke Pelabuhan, ke jl. Soekarno Hatta yg merupakan jalanan utama di Bajo, bisa ditempuh dgn jalan kaki. Utk harga kamar, berhubung kami book via Agoda, harga kamar yg didapat adalah Rp. 457.200 per malam (kalo book langsung harga kamar +/-Rp.550rb). Fasilitas yg didapat breakfast utk 2 org, kamar AC, WIFI tapi No TV di kamar. Mau penginapan yg lebih murah, ada jg kok seperti Pagi Hotel, Hotel Pelangi, Penginapan Indahnesia dll dengan kisaran harga Rp.100rb – Rp.300 rb.

    Untuk keliling kota Bajo ini kami ber 4 memutuskan untuk sewa mobil spy dpt semua obyek wisata yg mo diliat. Ada alternative lain sih kalo gak mau sewa mobil, yaitu sewa ojek motor. Nah ini jg salah satu keunikan di Bajo, ojek motor banyak bgt yg bisa disewa untuk anter keliling Bajo, dgn sensasi sedikit dag..dig..dug.. sedap krn jalanan di Bajo kan berkelok-kelok naik turun bukit. Oh iya ojek motor ini bisa lho anter kita ke Bandara Komodo dgn biaya rata-rata Rp.20 rb (dianter sampe ke dalam bandara, pas depan pintu masuk keberangkatan, asiik kan).    Atas rekomendasi Rubi (TL Indahnesia),  kami menghubungi Pak Melki (HP:081339524272) utk urusan sewa mobil.  Untuk sewa mobil Avanza selama 8 jam, harga yg dipatok adalah Rp.500rb. Untuk antar ke Bandara Komodo, biaya sewa mobil adalah Rp. 60rb.  Di Bajo ini  obyek wisatanya lumayan banyak dan menarik, ada wisata gua, air terjun, pantai. Untuk lokasi wisata air terjun yg terkenal adalah Air Terjun Cunca Wulang & Cunca Rami. Sebetulnya pengen jg ke tempat lokasi air terjun tp gak jadi, berhubung kondisi  kami sudah kecapean stelah Trip Komodo, nyerah deh kalo harus trekking  ke air terjun krn lumayan jauh jg trekkingnya.
    Setelah berembuk, kami memutuskan ambil rute yg gak terlalu cape. Nih rute yg kami ambil:
    Goa Batu Cermin  
    Goa Batu Cermin terletak di pinggiran kota Bajo. Dgn berkendaraan mobil, waktu yg ditempuh dari penginapan kami cuma 15 menit.
    Untuk memasuki kawasan Goa Batu Cermin, kita hrs membayar tiket  masuk sebesar Rp.20 rb per orang ( sudah termasuk biaya guide). Untuk menuju lokasi Goa, dari parkiran mobil, kita harus berjalan kaki sekitar 300 meter dan melewati rangkaian pohon bamboo yg menarik.
     

     
    Nih sedikit cerita ya mengenai Goa Batu Cermin. Goa ini ditemukan oleh seorang pastor sekaligus arkeolog dari Belanda yaitu Theodore Verhoven pd thn 1951. Di goa ini ditemukan tanda-tanda goa ini berasal dari dasar lautan jutaan tahun lalu. Ada buktinya lho, ada fosil yg berbentuk kura-kura, ikan dan batu karang. Kenapa bisa disebut Goa Batu Cermin? Hal ini disebabkan ada lubang di bagian atas goa yg merupakan jalan masuk cahaya matahari ked lm goa. Nah sinar matahari yg masuk ini, memantul di dinding batu dan mereflesikan bayangan seperti cermin. 
    Untuk memasuki goa ini kita akan dipandu oleh pemandu yg disediakan oleh pengelola dan kita diwajibkan menggunakan helm. Yuuk kita mulai masuk ke dalam goa.
     

     
    Dari jalan masuk, kita akan berjalan melalui  lorong2 yg sempit & kadang2 harus jongkok utk melalui lorong itu (kalo gak jongkok ya lumayan kepala bisa kepentok sama batu krn memang rendah bagian atas lorong).
     

     
    Setelah berjalan sekitar 10 menit, sampe deh kita di ruangan  goa yg agak luas utk melihat fosil binatang laut seperti ikan di bagian langit2 gua.
     

     
    Setelahnya kita akan diajak masuk lorong sempit lagi, untuk melihat fosil berbentuk kura-kura, batu yg berbentuk “Bunda Maria” (sebutan org beragama Katolik utk Ibunya Nabi Isa), fosil berbentuk karang laut dan akhirnya sampai ke bagian gua, dimana ada lubang tempat sinar matahari masuk ke dalam  gua. Sayang sekali kami tidak dapet moment ‘cahaya matahari masuk ke dalam goa” Menurut pemandu kami, waktu yg tepat adalah sekitar jam 12 siang.  Ya sudahlah memang belum jodoh hehehe…

     
    Nih penampakan kalo mau liat cahaya matahari pas masuk ke lubang gua (foto diambil dari Google).
     
     

     
    Setelah selesai mengexplore goa, puas-puasin deh foto2 di luar goa yg gak kalah menarik jg lho buat obyek foto.
     

     
    Setelah puas melihat2 di sekitar goa, hari sudah lumayan siang jg dan perut sudah minta diisi nih. Di area parkiran ada sih rumah makan, tp kurang menarik. Jadi kami memutuskan utk balik ke tengah kota Bajo utk makan siang. Rumah makan yg lumayan oke rata-rata terletak di Jl. Soekarno Hatta yg merupakan jalanan utama di Bajo.
    Sebelum makan siang, kami sempat mampir sebentar tuh di daerah pelabuhan krn mau beli oleh2 ikan asin khas Bajo yg kata orang enak yaitu ikan Cara. Harga  ikan asin Cara dibandrol Rp.25 rb per kg.  Selain ikan Cara, ada jg ikan asin yg unik krn kulitnya berwarna hijau dng harga Rp. 40 rb per kg. Kalo orang local Bajo nyebutnya Ikan Mojong, tp nama umumnya adalah Ikan Kakaktua. Dan terbukti memang enak ikan asinnya
     
     

     
    Untuk makan siang, kami  pilih Warung Mama yg terletak di jalan Soekarno Hatta. Tempatnya bersih, nyaman dan dapat bonus cuci mata lho yaitu sambil makan kita bisa melihat view laut dan pelabuhan. Tp jgn kaget ya krn harga makanan agak mahal. Seperti ayam goreng harga Rp.25rb per potong, Rendang Rp.22 rb per potong, Tempe orek Rp. 7 ribu per porsi.  Rata-rata makanan yg dijual di Bajo memang agak mahal sih krn mereka hrs mendatangkan bahan makanan dari luar Labuan Bajo, bahkan ada bahan makanan yg didatangkan dari Surabaya, Bali dan Lombok. Nah di Warung Mama ini rasa masakannya oke sih. Dan  yg paling enak adalah nasi merah, masakan cumi dan  ikan balado.
     
     
     
    Stelah perut kenyang, kami  lanjut deh ke Pantai Waicicu.
     
     
    Pantai Waicicu. Pantai yg kami kunjungi ini terletak di kawasan Silvia Resort. Tenang aja, orang luar boleh kok masuk ke dalam kawasan resort ini dan gratis. Byk bule lho yg menginap di sini, tp yaah  agak kecewa sih, krn pantai yg kata orang bagus, ternyata gak sebagus yg dibayangkan. Pantainya agak kotor dan gak istimewa.
    Setelah liat2 sebentar, kami segera cabut ke tujuan berikutnya yaitu Bukit Silvi. Nih dia pantainya.
     

     
     
    Setelah liat2 sebentar, kami segera cabut ke tujuan berikutnya yaitu Bukit Silvi.
     
    3. Bukit Silvi.
     
    Bukit Silvi ini terletak bersebrangan jalan dgn pintu masuk Silvia Resort. Untuk melihat viewnya, mau gak mau kita harus trekking dikit ke puncak bukit. Tenang aja gak curam kok, yg bikin mantep sinar mataharinya itu lho, panasnya poll bikin kulit gosong hehehe. Tp view yg kita liat sebanding deh sama penderitaan kejemur matahari. Baguss bgt viewnya.
     

     
    Setelah puas foto-foto, saking kepanasan, kami memutuskan utk cari minuman yg bikin seger stelah kejemur matahari. Jadi kami pergi deh ke cafe es krim “Scooperific” yg  terletak bersebrangan dengan Warung Mama. Gak nyangka kan di kota sekecil Bajo, ada tempat ngadem yg jual es krim gelato kaya di Jakarta gt. Tempatnya kecil tp nyaman deh kalo buat  duduk santai abis panas2 an kejemur matahari. (foto tampilan depan cafe "Scooperific" diambil dari Google)
     

     
    Gelato yg dijual byk macamnya lho dan ada menu lain yg bisa kita pesan seperti crepes dll. Tapiii, jgn kaget ya krn harga yg dibandrol utk gelato dan makanan lainnya hampir sama dgn  harga di Jakarta. Nih tampilan es krim kami.
     
     

     
    Abis puas ngadem, kami lanjut lg deh ke tempat berikutnya yaitu Pantai Pede.
     
     
    4. Pantai Pede
    Nah pantai Pede ini merupakan pantai umum, tempat penduduk local Bajo bersantai-santai. Untuk viewnya lbh bgus sih dr pada Pantai Waicicu, tp sayang pantai Pede ini kurang terjaga kebersihannya juga. 

    Setelah puas liat-liat sebentar, cepet2 kami cabut ke tujuan terakhir kami yaitu Bukit Cinta utk melihat sunset. 
    5. Bukit Cinta
    Jarak dari Pantai Pede ke Bukit Cinta gak terlalu jauh kok, Cuma 10 menit dah sampe. Kenapa disebut Bukit Cinta? Kata orang sih krn tempatnya romantis pas sunset, cocok deh buat pasangan yg sedang jatuh cinta hehehe. Nah utk liat sunset, mau gak mau kita hrs trekking dikit naik ke atas Bukit Cinta. Hehehe… selama di Bajo pegel jg kaki krn trekking melulu (mengingat selama Trip Komodo kita dijejelin acara trekking tiap hari).
    Trekking di Bukit Cinta ini lbh curam dikit dibanding di Bukit Silvi, tp gak tinggi  kok. Jalan aja pelan-pelan, gak berasa sampe kok di puncak bukitnya.

    Pas kami sampe di atas bukit jam 5 sore, ternyata lumayan byk orang lho yg udah nongkrong disana buat nunggu moment sunset. Nah view dr atas Bukit Cinta ini agak unik krn kita bisa lihat pesawat naik dan turun di landasan Bandara Komodo + pemandangan laut. Pas bgt, gak lama setelah sampe di atas,  moment yg ditunggu-tunggu mulai deh. Waduuh… memang bener, baguuss banget  moment sunsetnya. Gak nyesel deh bela-belain ke sini.



    Berhubung pd tgl. 7 malam kami sudah icip-icip seafood di Kampung Ujung, nah utk makan malam tgl. 8 ini,  kami pilih icip-icip ke resto Italia “MadeInItaly” yg namanya cukup populer diantara traveler. Bukannya gaya lho kami pilih makan disini, tp penasaran pengin icip-icip krn ada rekomendasi dari seorang teman kalo makanannya enak & tempatnya nyaman utk ngobrol.


    Ini dia makanan yg kami pilih. Utk harga lumayan mahal tp sebanding sih sama rasanya dan berhubung patungan jd gak berasa mahalnya hehehe.
     
     
    Oh iya kalo teman-teman mo bawa  oleh-oleh khas Bajo selain ikan asin ada juga Kopi Flores (yg kata orang enak). Untuk  toko oleh-oleh yg lengkap dan kualitas barang yg bagus, sebaiknya teman-teman pergi ke toko Souvenir Exsotic yg lokasinya berseberangan dgn Bandara Komodo.

    Nah teman-teman akhirnya selesai juga deh acara explore Bajonya dan esok harinya (tgl. 9 Mei) kami ber 3 harus berpisah dgn  Dimaz utk kembali ke kota kami masing-masing. Sampe ketemu lg di trip berikutnya.
     
     
     
     
     
     
  22. Like
    Dimaz got a reaction from Titi Setianingsih in Kota Kediri Jawa Timur di Obok-Obok, 15 - 16 Nopember 2014   
    @Titi Setianingsih,
    Waktu ke kelud ketemu aMa jalan yang "Bermagnet" itu gak mbak??

    Klo malem di jalan Doho tuh enak kulineran, asyik, bisa kulineran sambil ngafe. paporit pecel jawa./
  23. Like
    Dimaz reacted to Sahat in Makan Murah di Changi Airport Singapore   
    Buat orang-orang yang sudah pernah ke singapore atau yang akan pergi ke singapore pasti sudah terbayang dengan mahalnya "living cost" dinegara ini.  Biaya hidup di singapore cukup tinggi, dan  kalau mau makan di food court , siap-siap mengeluarkan kocek mulai dari $3-12, dan air minum mineral saja mulai dari $1.2. Dan, sudah bukan rahasia lagi kalau harga makanan di airport cenderung mahal. Apalagi di bandara Changi singapore yang selalu mendapat predikat sebagai salah satu airport terbaik di dunia. Waduh, kebayang dong, mahalnya seperti apa mau makan  di sana? Nah karena beberapa hal ini, mulailah saya berpikir untuk menekan pengeluaran makan saya di singapore yang kebetulan hanya transit saja. Kebetulan trip kali ini saya transit di singapore (saya baru saja kembali dari trip Macau-Hongkong , Field Report nya menyusul) dan budget sisa dari perjalanan macau-hongkong sudah sangat-sangat minim. Mulailah memutar otak bagaimana caranya supaya bisa makan hemat dibandara changi ini. Modal connect ke Wifi Airport Changi mulailah search-search soal keberadaan si "Staff Canteen" yang sebelum-sebelumnya sudah pernah saya dengar dan baca dari berbagai sumber. Modal browsing tersebut, mulailah saya dan tiga teman saya yang lain mengeksplore bandara changi. Kebetulan pesawat kita dari Hongkong landed di Terminal 2, dan dari info yang kita baca bahwa staff canteen ini ada di Terminal 1. Mulailah kita pergi ke terminal 1 by sky train changi.
    Berikut Deskripsi lengkapnya:
    Di bandara changi singapore terdapat food court atau canteen yang bernama "staff canteen", kali ini saya akan membahas "staff canteen" yang ada di Terminal 1. Saya tidak terlalu tau jika diterminal lain juga ada atau tidak. Untuk itu saya akan membahas yg di Terminal 1 ya. Ok. Lets do it. Untuk makan di "staff canteen" terminal 1 changi ini Saya sudah membuktikannya sendiri, jadi ini bukan sekedar teori saja. Restoran ini sebenarnya lebih dikususkan untuk staff yang bekerja di bandara changi, tetapi tidak tertutup untuk public. Restoran ini tidak dimasukkan didalam denah bandara , sehingga tidak semua orang mengetahuinya. Restoran ini berada di Terminal 1 bandara Changi. Untuk dapat mengakses restoran ini, bisa dengan melihat Block Counter Check In armada AirAsia di block 12, berjalanlah ke arah departure hall (jangan masuk ke departure hall nya), kemudian belok kanan sampai mentok. Akan ada petunjuk Staff Canteen. Tepat di samping toilet, ada lift, masuk lift dan turun ke level B1. Nah di level B1 inilah akan anda jumpai langsung restorannya. Kisaran harga makanannya di range 2 SGD- 5SGD, cukup murah kan untuk ukuran singapore. Walaupun range harga nya cukup murah, food court disini menyajikan banyak varian menu, tempatnya juga cukup nyaman, adem dan sama saja seperti restoran food court lainnya, sangat nyaman.
    JadiTunggu apalagi, lets check it out.
     









  24. Like
    Dimaz reacted to chrisvild in Menikmati Kepulauan Derawan Dalam 3 Hari (+ Itinerary)   
    Hi Guys,

    saya Mario dari www.mariophotoworks.com di thread kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya travel ke Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur namun dalam bentuk itinerary/rencana perjalanan. Tulisan dan foto saya ini dimuat di majalah MyTrip vol 21/2015 (Maret 2015), cuman pasti ga semuanya baca dan oleh karena itu saya share disini ya, semoga membantu. Enjoy!
     

    Sunset di Pulau Derawan
     
    Sekilas tentang Kepulauan Derawan
    Kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur memang menyimpan sejuta pesona terutama akan kekayaan bawah lautnya. Mempunyai biodiversitas terkaya kedua setelah Raja Ampat di Papua, membuat tempat ini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2005. Terdapat 5 Pulau yang terkenal di Kepulauan ini, Pulau Derawan, Pulau Kakaban, Pulau Sangalaki, Pulau Maratua, dan Pulau Nabucco. Pengalaman menyelam di Pulau Maratua dan berenang bersama ubur-ubur tak bersengat (Stingless Jellyfish) merupakan pengalaman unik yang bisa dilakukan di Kepulauan Derawan. Untuk pergi kesini, jumlah peserta memang tidak ada minimal namun akan lebih baik jika beramai-ramai karena selain lebih seru, pembagian biaya atau istilah kerennya sharing cost tentu akan lebih ringan. Disini saya akan membagi biayanya dengan jumlah peserta 6 orang.

    Kenapa 6 orang?
    Keindahan Kepulauan Derawan akan sangat mengasyikan jika diexplore bersama teman-teman. Selain itu juga akan memperingan biaya sewa boat antar pulau tentunya.
    Kenapa 3 hari?
    Jadwal keberangkatan dari pelabuhan SDF Tarakan – Pulau Derawan adalah pergi hari Jumat dan pulang hari Minggu atau pergi hari Sabtu pulang hari Senin (weekend trip)
    INFO: Zona waktu: WITA.
     

    Berenang bersama ubur-ubur di Pulau Kakaban
     
    ITINERARY:
    Hari 1
    Jakarta-Tarakan (penerbangan paling pagi)
    Transportasi dari Bandara Tarakan Juwata: Ada taksi jurusan Pelabuhan SDF (Rp 75.000) atau jurusan Pelabuhan Beringin bila kita sewa boat sendiri (Rp 75.000). Sekitar Pelabuhan Beringin banyak terdapat toko yang menjual kepiting dan udang super besar khas Tarakan yang bisa dibawa ke Kepulauan Derawan.

    Tarakan - Pulau Derawan – Pulau Sangalaki (boat)
    - Tiba di Pulau Derawan, langsung check-in di homestay terdekat dan makan siang di resto yang banyak terdapat di dalam pulau.
    - Snorkeling bareng satwa langka penyu hijau dan penyu sisik.
    - Sore hari menuju Pulau Sangalaki yang dapat ditempuh dalam waktu 45 menit untuk melihat budidaya tukik atau anak penyu yang baru menetas disertai dengan pembelajaran dari petugas setempat.
    - Island hopping di sekitar Pulau Sangalaki dan pada malam hari kita dapat melihat langsung proses penyu kembali ke pantai untuk bertelur.
    - Kembali ke Pulau Derawan untuk bermalam.
    Info: Masuk ke dalam Pulau Sangalaki dikenai tiket masuk Rp 20.000/orang sedangkan alat snorkeling dapat disewa di Dive Center yang banyak terdapat di Pulau Derawan.
     

    Jernihnya Air Laut di Pulau Sangalaki
     

    Tukik di Pulau Sangalaki
     
     
    Hari 2
    Pulau Kakaban - Pulau Maratua (boat)
    - Selesai sarapan langsung menuju Pulau Kakaban yang berjarak sekitar 45 menit untuk berenang bersama ubur-ubur yang tak bersengat (stingless jellyfish). Selain di Pulau Kakaban dan Pulau Eil Malk di Negara Palau, ubur-ubur tak bersengat juga ada di Misool, Raja Ampat, Papua Barat.
    - Naik speedboat selama 45 menit dari Pulau Derawan ke Maratua.
    - Jika suka diving, banyak dive spot di pulau ini namun jika tidak suka diving, snorkeling di dermaga juga merupakan alternatif yang menyenangkan.
    - Lanjut di siang hari, berenang di dalam gua karst di Pulau Maratua. Ada sekitar 300 gua karst baik vertikal maupun horisontal terdapat di pulau ini.
    - Menikmati sunset di bagian barat pulau.
    - Kembali ke Pulau Derawan untuk bermalam.
     

    Perairan di Sekitar Pulau Kakaban
     
     
    Hari 3
    Pulau Derawan – Tarakan (penerbangan sore)
    - Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk mengexplore Pulau Derawan dengan sepeda dan bercengkrama dengan penduduk lokal sebelum kembali ke Tarakan
    Info: Pulau Derawan luasnya hanya 44 Ha dan dapat dikelilingi hanya dalam waktu 30 menit menggunakan sepeda.
     

    Pulau Maratua dari Kejauhan
     
     
    PESAWAT:
    Lion, Sriwijaya, dan Citilink dan garuda melayani rute ke Tarakan dari Jakarta, ada yang direct, ada pula yang transit di Yogyakarta, Surabaya atau Balikpapan. Harga tiket PP normal mulai Rp 1.900.000. Lama penerbangan direct 2 jam 50 menit. Lion punya jadwal penerbangan pada pagi hari dan ini menjadikan waktu ekpslorasi di Derawan maksimal. Pergi dari Jakarta jam 5 pagi, jam 9 sudah tiba di Tarakan. Pulangnya pun bisa pilih Lion yang terbang sekitar jam 5.50 sore direct langsung ke Jakarta atau transit sebentar di Balikpapan.


    TEMPAT MAKAN/KULINER:
    Tidak ada tempat makan khas di Kepulauan Derawan. Yang ada hanya warung seafood yang dikelola penduduk sekitar. Jika berkunjung ke Tarakan mungkin beberapa tempat ini bisa dicoba:
    - Ikan Bakar Turi di Jl.Yos Sudarso. Menyediakan berbagai sajian seafood. Primadona di sini adalah bandeng bakar cabut durinya yang maknyuss!
    - KFC alias Kaltara Fried Crab. Tempatnya sangat strategis yaitu berada di area Bandara Juwata. Menu andalannya kepiting soka goreng tepung yang berasa gurih dan renyah di mulut namun terkadang mereka hanya menjual versi Frozen Food nya. Patut dicoba!
    - Nasi Lalap Mandor yang mempunyai banyak cabang di Kota Tarakan. Nasi lalap adalah sajian ayam goreng dibalut tepung disertai sayur mayur ala Jawa (lalap) yang direbus.

    PENGINAPAN:
    Pulau Derawan: Ada banyak homestay dan hotel seperti Pelangi Cottage, Fisheries Eco Villas, dan Derawan Dive Resort yang tarifnya berkisar antara Rp 200.000-1.000.000 per malam.
    Pulau Maratua: Homestay sederhana banyak terdapat di dalam pulau dengan tarif Rp 350.000 per malam sedangkan untuk Maratua Paradise Resort yang berada di atas laut tarifnya Rp 900.000/orang.
     
     

    Pelangi Cottage di Pulau Derawan
     
     
    TRANSPORTASI:
    - Sewa boat: Rp 300.000/orang/sekali jalan dari pelabuhan SDF Tarakan sampai Pulau Derawan. Jika penumpang lebih banyak maka harganya bisa lebih murah.
    - Sewa boat antar pulau: Rp 1.000.000 – Rp 1.500.000/hari.


    RINCIAN BIAYA PER ORANG SESUAI ITINERARY:
    Catatan: Penginapan dibagi 2, boat per orang, taksi dan boat antar pulau dibagi 6.
    - Tiket pesawat Jakarta-Tarakan PP: Rp 1.900.000
    - Taksi bandara–pelabuhan PP: Rp 25.000
    - Transportasi (boat) pelabuhan–Derawan PP: Rp 600.000
    - Transportasi (boat) antar pulau: Rp 3.000.000/6: Rp 500.000
    - Penginapan 2 malam di Pulau Derawan: Rp 700.000/2: Rp 350.000
    - Biaya wisata lainnya (retribusi pantai): Rp 55.000
    - Biaya 6X makan (sarapan di hotel) dan air mineral: Rp 250.000
    - Sewa sepeda perhari: Rp 30.000
    - Airport tax Jakarta: Rp 40.000
    - Airport tax Tarakan: Rp 40.000
    Total: Rp 3.790.000
     

    Kalau mau baca versi lengkapnya dan juga tentang Indonesia kita tercinta bisa diliat disini ya guys!
     
  25. Like
    Dimaz reacted to thoxy in Snorkeling Di Bunaken   
    Hallo sobat jalan2, kali ini aku akan berbagi sedikit cerita tentang pengalaman pertamaku snorkeling di Bunaken. Pengalaman pertama di Bunaken? yaa. Sebagai orang Manado, aib banget dah rasanya yaa kalau udah tuir begini belom pernah menginjakkan kaki (bukan nginjak2 karang lho yaa) di salah satu taman laut terkenal di dunia yang letaknya di kampung halaman sendiri. hehe...
    mohon maaf sebelumnya, postingan ini sedikit repost atau diringkas dari blog-ku di sini (part I) dan di sini (part II)
     
    Bunaken, 26 Desember 2014
    Entah sudah berapa banyak ulasan tentang Bunaken. Aku lihat di group ini juga sudah ada beberapa. Nah, ini  kutambah satu lagi nih.
     
    Siapa yang tidak kenal dengan Taman Nasional Bunaken? ayo tunjuk tangan??? kebangetan dah kalo belom pernah denger. Namanya sudah mendunia. Taman Nasional yang terletak di teluk Manado, Sulawesi Utara ini terdiri dari Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Montehage, Pulau Siladen, Pulau Nain dan Tanjung Pisok. Terletak di Segi Tiga Terumbu Karang Dunia (Coral Triangle), menjadikannya rumah bagi ratusan spesies terumbu karang, ikan dan mamalia laut. Makanya nggak heran lah kalo pesona taman lautnya itu menjadi magnet bagi para penyelam dari berbagai penjuru dunia. Jangankan para penyelam, yang nggak bisa nyelampun penasaran dengan keindahannya. Tidak hanya taman lautnya lho sobat, daratannya pun punya berbagai kekayaan ekosistem lainnya, seperti rusa, kuskus - bukan nama forum itu lho yaa - burung laut, kepiting dan hutan mangrove. Terdaftar sebagai Taman Laut pada tahun 1991, menjadikannya pula sebagai salah satu taman laut pertama di Indonesia. Kemudian terdaftar di UNESCO pada tahun 2005.
     

    Peta sebagian Sulawesi Utara, Bunaken di sebelah kiri atas (sumber: dephut.go.id)
     
    Nggak sulit kog kalau mau ke Bunaken. Dari pusat kota Manado, hanya berjarak beberapa menit saja ke Pelabuhan Calaca, sebuah pelabuhan kecil dimana terdapat banyak boat yang siap membawa anda ke Bunaken. Berhati-hati dalam memilih atau me-nego boat adalah suatu keharusan. Jangan sampe bernasib sama seperti kami kemaren. Panjang ceritanya, nggak usah ku posting di sini kali yaaa... nanti lah di sesi tanya jawab kalo penasaran. hehehe....

    Pelabuhan Calaca, Manado di sore hari
     
    Rata-rata harga sewa per boat Rp. 750.000,- sehari (PP). Biasanya tukang perahu akan membuka dengan harga lebih dar Rp. 800.000,-. Tinggal ditawar saja. Bisa juga menyewa perahu Katamaran, yang ada kacanya di bagian bawah buat liat-liat karang. Mungkin akan lebih mahal. Jangan lupa pastikan tersedia life jacket.
     
    Perjalanan yang ditempuh hampir satu jam. Sebaiknya datengnya pagi. BIar adem. Manado itu fanass.. hehe..
     
    Hampir tiba di pulau Bunaken, kami kemudian beralih sejenak dari speedboat ke kapal katamaran. Ini optional. Buat sobat yang takut nyebur, ya pake ginian. Tapi kalau niatnya mau snorkeling,  sesi ini di-skip saja lah. toh pemandangan langsung di bawah laut nanti lebih paknyuuuss... lakinya maknyuusss... hehe...

    ini nih yang namanya katamaran

    nah, itu lagi pada liatin kaca..

    nih view-nya.
     
    Kurang lengkap rasanya kalau tidak menginjakkan kaki di pulau Bunakennya. BIaya masuk Taman Laut Bunaken Rp. 7.500,- untuk wisatawan domestik dan Rp. 200.000,- untuk wisatawan asing atau apabila sobat ada yang merasa bule'. hehe... Di sini bisa menyewa perlengkapan snorkeling (wetsuit, snorkel, mask, fins) Rp. 150.00,-, kamera underwater Rp. 300.000,-, guide Rp. 150.000,- (optional), dan perlengkapan selam menyelam (gak sempat nanya). Mahal? menurutku sih iya. Apalagi setelah melihat kondisi fins-nya. Makanya aku bawa sendiri perlengkapannya.

    Pantai Bunaken
     
    Ada juga yang jualan cinderamata dan kaos khas Bunaken. Buat sobat yang mahir malang melintang dalam dunia tawar menawar, jurus anda tidak akan berlaku banget di sini. Yah, sukur2 dikasih korting Rp. 5000,-. Pendirian para penjualnya susah untuk digoyahkan... hehe...
     
    Nggak usah sesi mandi2 di sini kali yaa.. Pantainya sih menurutku biasa aja. Airnya juga agak kabur. Oh, ya. Yang terpenting dari semua aktifitas di pulau ini adalah sesi foto di icon pulaunya. Itu tuh, yang biasanya dilakukan orang-orang kebanyakan kalau dateng ke sini.

    narsis di sini wajib sob. hehehe.. Nyesel banget kemaren kaos Jalan2.com ketinggalan di rumah, padahal udah niat mau dipake foto di sini... hehe....
     
    Dari sekian banyak spot snorkeling atau diving di seputaran perairan Taman Laut Bunaken, kami dikasih 2 spot saja. Pantai Barat dan Timur. Oh, ya. Jangan lupa pada saat tawar menawar, pastikan juga spot-spotnya. Kadang hanya dikasih satu spot saja, padahal bisa 2 spot.
     
    Sorkeling di Pantai Barat Bunaken.
    Di sini karangnya sudah banyak yang rusak. Tapi ikan-ikannya banyaaakk bangeuuuuddhh... Easy going bin friendly lagi ikan2nya tuh. BIsa diajak ramah-tamah. hehe... di sini visibilitinya sangat bagus. Airnya sangat jernih. Tidak salah memang di beberapa artikel ada yang menyebutkan kalau taman laut Bunaken ini merupakan salah satu taman laut dengan visibility terbaik di dunia. Buat yang baru belajar atau belom lancar snorkeling, tempat ini bisa menjadi pilihan karena area dangkalnya lumayan luas. Tapi hati-hati kalau sudah mendekati bagian jurangnya. Kalo gak bisa berenang, gak pake pelampung trus panik yaa bahaya. Tapi justru di jurang inilah daya tariknya menurutku. Coba deh freediving di situ, pasti seru. Buat sobat yang suka wall diving, di sinilah tempatnya.

    siap2 mau turun snorkeling. tampak perbatasan antara sisi dangkal dan jurangnya yang dalam.

    tuh, ikannya lagi ramah tamah... hehe

    tuh, jurangnya.. hehe

    yang suka wall diving??

    freediving ke bawah seru juga lho

    Karena pengetahuanku yang masih kurang tentang perikanan dan kelautan, jadi nggak bisa menceritakan lebih lanjut spesies apa yang ada di foto itu. Nggak tahu sob, cuman asal jepret aja. hehe.... Pokoknya begitu kira-kira sedikit penampakannya.
     
    Oh, yaa. Menurutku, waktu yang tepat mengunjungi spot ini adalah saat cuaca cerah di jam siang, saat matahari mulai bergeser ke Barat. Cahaya sepertinya akan maksimal di sini.
     
    setelah belum puas dengan spot di Pantai Barat ini, kami beralih ke pantai Timur yang katanya lebih bagus terumbu karangnya. yuuukkk sob...
     
     
    Sorkeling di Pantai Timur Bunaken.
    Langsung saja yaa ke penampakan permukaan laut di Pantai Timur Bunaken.

    kalau diliperhatikan dari atas, di sini airnya kelihatan lebih hijau dari pantai barat tadi. Hal ini menyiratkan bahwa sepertinya keadaan terumbu karang bawah laut di spot ini lebih sehat dan lebih bagus dari spot pertama. Oke, mari kita buktikan....

    eh, beneran... di sini lebih rimbun. Karang-karangnya sehat wal afiat adanya. Banyak soft coralnya juga yang menari-nari dihempas arus laut yang untungnya tidak deras. hehe... mari kita explore lebih jauh lagi sob.

    aaaakkk... kaget juga ketemu sama ular laut ini. Baru kali ini aku melihat dari dekat, ternyata bentuknya kayak ular di darat. Tapi lebih pintar berenangnya. Untunglah ular laut ini katanya tidak agresif. Makanya dia cuek aja waktu aku coba ambil fotonya ini. Meski begitu, aku tetap nggak berani donk yaa deket2. Bisa-nya lebih mematikan dari cobra lho...
     
    oke, mari kita lanjutkan ke pemandangan yang lain. hehe...

     
    Nah, gimana? Terumbu karangnya bagus2 nggak? Ikannya di sini banyak banget. Sama seperti spot pertama tadi, di sini ikan-ikannya juga ramah-ramah dan suka dekat-dekat dengan manusia. Jangan lupa biskuitnya. Meski tidak dikasih biskuit, mereka pasti mendekat. Jangan biarkan mereka kecewa. Kalau dikasih makan, mereka lebih senang lagi. Jangan lupa pembungkus makanannya dibawah pulang yaa. hehe... Ikannya kurang banyak ya? nih kutambahin lagi...


    w
    wooyyyy... bisa geser nggak sih nih ikan2? aku lagi foto terumbu karangnya malah mereka menghalangi di depan.   heheheheheh
     
    Oke sobat jalan2, demikian sedikit catatanku waktu liburan sehari di Bunaken akhir tahun kemaren. Mohon maaf kalo kurang berkenan. Foto2 di atas itu mah nggak terlalu bagus, nggak  seberapa dibanding kalo sobat liat langsung, beeuuuhhhhh.. ajeeeebbb banget dah...
     
    Masih pengen kembali ke sini. Masih pengen banget menjelajahi spot-spot yang lain. Semoga suatu saat nanti kita bisa sama2 bareng liburan di sini. Thankss udah membaca
    regards,
    Thox
×
×
  • Create New...