Carol Laurent

Members
  • Content Count

    472
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    2

Everything posted by Carol Laurent

  1. Ini lanjutan cerita dari trip “Doladoli goes to Bandung” Keluarga Dodadoli adalah bagian dari Komunitas Jalan Jalan Indonesia, kenapa disebut keluarga karena kami memang seperti keluarga cemara yang harmonis yang tak sengaja dipertemukan pada saat Gathering Nasional ke VII Komunitas Jalan Jalan Indonesia di Malang Jawa Timur. Tanggal 31 Juli – 02 Agustus 2015 kami mengadakan trip “Doladoli goes to Pekalongan” trip ini sekaligus halal bi halal dan silahturahmi di Keluarga Pakde Eko Agus (FB Eko Agus) yang kebetulan berdomisili di Pekalongan. Total yang ikut trip ini ada 27 orang yaitu : Saya, @Hartono Hasian, Mama @Sumoi Yo She Fei, Om Christo (FB Christo Wuwur), @Abdul Rozik, Nte Menie (FB. Triwahyu Trisnaningsin), Priska (anaknya nte Menie), Nte Retsis (FB Retsis W), Ewan (Ewan San), Nungki (Eknia Nttu Nunk), Rizal (FB Rizal Mahendra), @Gindo Parlin, Mustofa, Maida, @Maya Sartika, @Gayatri, @Irmanur, Heru (suami Irmanur), @Kimonoku, Septi, Ibnu, Yudi, Eka Wahyuni, Linda, Bayu, Desi, Iskandar. Urusan tiket kereta api di koordinir oleh Irma sehingga kami semua bisa berangkat bersama dalam satu gerbong, tiket kami sudah ditangan akhir Mei 2015 tinggal menunggu hari keberangkatan. Akhirnya hari itu tiba kami berkumpul di meeting point yang sudah ditentukan yaitu depan Sevel Stasiun Pasar Senen kami akan menggunakan KA. Tawang Jaya menuju ke Pekalongan sesuai jadwal keberangkatan di tiket pukul 23.00. namun sayang sekali 4 orang teman kami yaitu Mas Rozik, Ewan, Rizal dan Gindo tidak bisa ikut karena ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Tepat pukul 23.15 kereta berangkat, bagi yang sudah tau doladoli pasti sudah bisa membayangkan kegaduhan yang terjadi dalam gerbong kereta ya begitulah kami, mulai dari sibuk berfoto-foto ria sampai ada yang menginterogasi pelayan restorasi yang keliling jualan, beruntung tidak ada penumpang lain yang komplain. Tiba di Stasiun Pekalongan pukul 04.35 kami sudah ditunggu Pakde Eko, sebelum menuju rumah pakde kami foto dulu didepan stasiun, total kami yang berangkat dari Jakarta 21 orang sementara mama Yosi dan om Christo sudah tiba duluan mereka berangkat dari Bandung, sebagian besar dari kami menginap di rumah Pakde Eko di Wiradesa dan yang datang bersama pasangan menginap di Hotel Marlin yang letaknya dekat dengan rumah pakde Eko. Sesuai itinerary hari ini kami akan mengunjungi Curug Bajing yang berada di Petungkriyono, setelah semua siap kami menuju rumah Pakde Eko di Kedungwuni untuk sarapan Sego Megono dan selanjutnya akan menuju ke Petungkriyono, sebenarnya kami akan naik mobil pick-up namun hari ini mobil yang kami pesan tidak bisa jadilah kami menggunakan 3 angkot, perjalanan dari Kedungwuni sampai ke Petungkriyono memakan waktu 2 jam dengan kondisi jalan menanjak, sampai dilokasi curug karena sedang musim kemarau maka debit air nya pun menurun, tapi tak apalah kami masih bisa menikmati air terjunnya. Setelah puas menikmati keindah curug bajing dan makan siang dilokasi kami bergegas kembali ke Pekalongan, kebetulan di kawasan Jetayu ada event Pekalongan Batik Week 2015, sampai disana ada yang belanja batik ada pula yang hanya berjalan-jalan keliling, sayang sekali kami tiba sudah sangat sore dan museum batik yang akan kami kunjungi sudah tutup tapi tak apalah masih bisa berfoto2 di depan museum. Jam 7 malam kami kumpul kembali untuk makan malam bersama Soto/Tauto khas Pekalongan, saya lupa apa nama rumah makannya, ada miss communication pas mau makan malam ini 1 mobil yang sudah duluan mengira tempat makan itu sudah tutup jadi mereka lanjut pulang ke hotel sementara 2 mobil lainnya mampir makan disitu dan tempat makan itu buka, karena jaraknya cukup jauh jadilah kami makan malam terpisah. Setelah selesai makan malam kami kembali ke rumah Pakde dan yang lain ke Hotel untuk beristirahat, hari yang sangat melelahkan tapi memiliki keseruan yang luar biasa. Hari kedua kami di Pekalongan diisi dengan kegiatan belajar membatik di rumah mas Arip, semua sangat antusias, sampai-sampai tempat pembuatan batik mas arip ambruk karena kebanyakan orang apalagi ada saya yang berbody big size hahaha…., tapi insiden itu tidak menyurutkan niat kami untuk melanjutkan belajar membatik. Selesai membatik untuk menghemat waktu karena jadwal kereta kami pukul 15.35 dari rumah mas Arip kami di bagi 2 kelompok ada yang mau belanja batik di International Batik Center ada juga yang mau ke Comal makan kepiting di RM. Pak Kardi. Semua kembali ke rumah Pakde Eko jam 13.00 untuk siap-siap kembali ke Jakarta, kami berangkat ke stasiun diantar oleh pakde eko, bude, mama Yosi dan Om Christo yang nanti akan berangkat ke bandung malam hari, kami naik KA Tawang Jaya lagi ke Jakarta sesuai jadwal keberangkatan pukul 15.35 dan berakhirlah trip “Doladoli goes to Pekalongan” Sampai jumpa di trip Doladoli goes to........ Terima kasih yang tak terhingga buat Pakde Eko dan Bude yang sudah mau kami repotkan Terima kasih juga buat semua anggota keluarga Doladoli yang ikut trip ini Kita semua saudara anggota Komunitas Jalan-jalan Indonesia
  2. Grabag salah satu Kecamatan yang berada di paling timur wilayah Kabupaten Magelang Jawa Tengah kurang lebih 60 menit perjalanan dari pusat kota Magelang, berada dikaki gunung Telomoyo dan gunung Andong membuat wilayah Grabag memiliki udara yg sejuk bahkan cenderung dingin, sawah dan ladang terbentang luas disebagian besar desa desa di sana, mayoritas penduduk adalah petani, berhubung saya pernah menetap di Grabag selama 4th dan sampai skrg msh sbg penduduk yg ber- KTP Magelang, saya ingin bercerita sedikit ttg objek wisata yg ada di Grabag. 1. Pemandian Candi Umbul Candi Umbul adalah situs purbakala berupa pemandian air panas yang terletak di Desa Kutoharjo Kec. Grabag, menurut cerita lokasi ini sdh ada sejak zaman syailendra (ntah tahun brp ya itu ) dan sampai sekarang sisa-sia peninggalannya masih tetap dilindungi dan dijadikan salah satu objek wisata. Ada 2 buah kolam di candi umbul, kolam yang lebih besar dengan kedalaman 1,5m airnya lebih hangat dengan gelembung2 air yang keluar dari dasar kolam, oiya dasar kolamnya masih alami lho, sedangkan kolam kecil airnya lebih dingin dan tidak terlalu dalam biasanya untuk anak2 berenang, konon menurut cerita candi umbul ini merupakan tempat mandi para putri bangsawan di masa itu… Yang unik dari candi umbul adalah tidak adanya bau belerang seperti layaknya sumber air panas di objek wisata air panas lainnya. Menuju ke lokasi bs melalui Pringsurat (jln Semarang-Jogja) atau melalui Krincing nanti ada plang disetiap jalan masuknya tapi untuk sampe ke lokasi harus menggunakan kendaraan pribadi atau bisa menggunakan ojek coz ga ada angkott , untuk tiket masuk murahh terakhir saya kesana April 2014 Rp. 3.000 (kurang update jg kalo skrg brp) 2. Air Terjun Sekar Langit Sekitar 30 menit perjalanan dari Grabag dengan menggunakan kendaraan bermotor ada objek wisata Air terjun sekar langit berada di desa Tlogorejo Kec. Grabag, Pernah dengar legenda Jaka Tarub, seorang pemuda yang iseng mencuri selendang seorang bidadari dari langit yang sedang mandi Nah konon kisahnya di bawah air terjun inilah sang bidadari cantik itu sedang mandi bersama bidadari-bidadari yang lain. Tiket masuk lokasi Rp. 5.000 saja, murah yaa.., dari gerbang pintu masuk kita akan berjalan kurang lebih 1 Km (ngos-ngosan jg sih) hingga mencapai air terjunnya, tp sudah dibuatkan jalan setapak hingga pengunjung lebih enaklah buat jalan, disepanjang perjalanan dari pintu masuk sampai ke Sekar Langit, mata kita akan di manjakan dengan hijaunya pohon bambu dan pohon2 lain. Nanti ditengan perjalanan ada sebuah jembatan yang harus kita lewati, alasnya terbuat dr bambu, agak ngeri sih kalo melewati jembatan itu tp aman kok , sampai di lokasi begitu mendengar gemuruh air yang jatuh dari ketinggian + 30 Km, semua lelah kita akan terbayarkan, so yang mau basah2an monggo, atau yang sekedar foto2 jg boleh Indahnya Negeriku...
  3. Berawal dari Gathnas VII Batu-Malang pertengahan Februari 2015 tepatnya peserta yang menumpangi bus meeting point stasiun Pasar Turi, pertemuan dan keakraban kami terus berlanjut sampai sekarang. Terima kasih untuk Jalan2.com yang telah mempertemukan kami yang kini tak hanya menjadi teman, sahabat, tetapi sudah menjadi keluarga cemara yang harmonis (lebay dikit boleh kan maklum di dalamnya ada yang dipanggil Mama, Om, Tante dan yang masih muda sebagai anaknya ). Ide untuk kumpul-kumpul berawal dari kerinduan Mama Yosi (FB. Sumoi Yo She Fei) dan Om Christo (FB. Christo Wuwur) namun karena kesibukan mereka yang mondar mandir Bandung-Bali-Jakarta rencana untuk kopdar belum menemukan tanggal yang pas, Mama Yosi Cuma bilang sebelum beliau berangkat ke Spanyol kita harus ketemuan dulu. Setelah beberapa kali komunikasi dengan om @Hartono Hasian (Suhu kami yang di Jakarta) dan Mama Yosi akhirnya di sepakati Sabtu, 11 April 2015 kami akan Jalan-jalan ke Bandung. Awalnya kami berencana naik kendaraan umum (bus/kereta) tetapi Om Hartono berbaik hati menawarkan untuk menggunakan mobil beliau, yup saya setuju dan saya ditugaskan om Hartono untuk mengkoordinir siapa saja yang akan ikut mengingat mobil hanya muat 7 seat. Ternyata antusias teman-teman untuk ke Bandung lumayan besar sampai-sampai tante Menie (FB. Triwahyu Trisnaningsih) menyiapkan mobilnya juga untuk dipakai, terkumpul 14 orang dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok dan Karawang siap meluncur ke Bandung, dibagi 2 meeting point mobil tante Menie di depan RS. Sumber Waras Jakarta Barat dan mobil Om Hartono di depan RS. UKI Cawang tepat jam 07.00 Wib kami meluncur ke Bandung. Di mobil Om Hartono yang pasti ada om Har (suhu merangkap driver yang baik hati), saya, @Mulyati Asih, @Gayatri, Abdul Rozik, Eka Wahyuni, @ibnu dan Yudi sedangkan di mobil yang satunya ada Tante Menie, @Irmanur, Ewan San, Rizal Mahendra, Nungki dan Fahar, tiba di Bandung kurang lebih jam 10.00 Wib dan kami langsung di sambut hangat oleh mama Yosi, Om Christo dan Romo. Sebagai tujuan pertama kami di jamu dengan masakan sunda di RM. Ibu Haji Cijantung d/h. Ciganea jalan Merak No. 11 Bandung rasanya sunda pisan euy apalagi sambalnya maknyosss banget, aneka pepesnya juga tidak kalah nikmat, kami semua makan dengan lahap. Setelah perut kenyang kami menuju melanjutkan perjalanan ke destinasi kedua yaitu Taman Hutan Raya (TAHURA) Ir. Juanda yang berada di kawasan Dago Pakar. Di Tahura kami berencana mengunjungi Goa Belanda dan Goa Jepang, harga tiket masuk Rp. 10.000/org perjalanan dari pintu gerbang masuk ke Goa Belanda sesuai petunjuk 1 KM dengan kondisi jalan menurun dalam perjalanan Om Hartono bilang “waduh ini turun nya sih enak tapi coba nanti balik pasti menanjak, saya kuat gak ya?†itu yang membuat kami tertawa, tiba-tiba ada motor ojek yang lewat dan ada yang nyeletuk “udah balik naik ojek aja Om atau gak naik kuda,†akhirnya si Om semangat lagi untuk jalan. Selesai menyusuri Goa Belanda kami istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke Goa Jepang, ada hal yang unik yang membuat saya dan Om Hartono kagum di saat teman-teman kami yang beragama Islam ijin sebentar untuk melaksanakan sholat Zuhur di salah satu musholla, mereka sholat berjamaah di pimpin Mas Rozik indahnya kebersamaan tidak hanya saat jalan-jalan saja, namun ketika beribadah juga kompak, salut deh… sayang moment itu tidak sempat saya foto. Lanjut perjalanan ke Goa Jepang ternyata tidak melawati jalan yang sama ketika kami berangkat jadi tidak ada acara naik ojek hehehe.., foto-foto sebentar dan kami bergegas keluar lokasi Tahura karena hari sudah mau hujan, tujuan selanjutnya Paskal Food Market disana kami sudah janjian akan bertemu dengan Momod @deffa dan salah satu teman kami Vera @kimonoku yang nyusul dari Jakarta menggunakan travel (nekat yaa dan patut diacungi jempol) itulah kebersamaan kami. Di Paskal Food Market acaranya bebas, ya bebas memilih makanan apa yang akan dimakan karena disitu tersedia kurang lebih 50 booth makanan dan minuman, selesai makan dan bertemu dengan momod @deffa dan @kimonoku kami sebenarnya berencana untuk bergegas pulang karena hari sudah sore tapi tiada kesan ke Bandung tanpa buah tangan khas Bandung, kami diantar @deffa ke Batagor Kingsley dan lanjut ke Kartika Sari ada yang belanja oleh-oleh ada juga sebagian yang makan malam di RM. Ampera. Kira-kira pukul 19.00 di parkiran Kartika Sari acara kami selesai, saling berpamitan untuk bertemu kembali oh iya mama Yosi tidak ikut kami ke Kartika Sari jadi kami sudah berpamitan pas didepan Batagor Kingsley. Kami pulang ke Jakarta dengan hati senang dan siap merencanakan jalan-jalan selanjutnya. Terima kasih untuk Mama Yosi dan Om Christo, Momod Deffa, Om Hartono, Tante Menie, bahkan semua teman-teman yang ikut, see you next trip… Bonus foto-fotonya nih
  4. Masih lanjutan acara Gathering kantor ke Bandung akhir Mei kemarin, sesuai itinerary hari kedua kami akan mengunjungi Tebing Keraton dan Tahura. Tepat pukul 03.30 Wib alarm berbunyi, tandanya harus segera bangun karena pagi ini sesuai rencana rombongan kami akan berburu sunrise di tebing keraton, pukul. 04.00 Wib kami sudah berkumpul di lobby Guest House dan mendapat pengarahan dari Panitia, dan ternyata untuk perjalanan ke tebing keraton kami menggunakan mobil Jeep offroad. Perjalanan dari Guest House kami di daerah Ciumbuluit ke tebing keraton kurang lebih 45 menit, bagi yang sudah pernah ke tebing keraton pasti tahu kalau mobil hanya sampai di Warung Bandrek dan untuk menuju ke tebing keraton harus jalan kaki menanjak kurang lebih 45 menit atau bisa menggunakan jasa ojek Rp. 30.000 sampai di pintu masuk tebing keraton. Beruntunglah kami karena menggunakan Jeep jadi bisa sampai depan pintu masuk tapi lumayan memacu adrenalin karena kondisi jalan yang menanjak dan agak rusak sampai ada beberapa jeep yang mogok ditengah jalan. Tebing Karaton merupakan sebuah tebing yang berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Tahura). Tebing ini terletak di Kampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Bandung, Jawa Barat Indonesia. Dari Tebing Keraton kita dapat menikmati pemandangan spektakuler, harga tiket masuk ke tebing keraton Rp. 11.000,- itu juga sudah satu paket masuk Kawasan Tahura juga. Hari masih gelap ketika kami sampai di lokasi tebing keraton, namun sudah ada beberapa pengunjung yang sudah siap dengan kamera dan tripod untuk mengabadikan munculnya sang fajar, udara yang dingin tak menghentikan langkah kami untuk mencari posisi yang pas buat foto-foto, Sang Fajar muncul dengan malu-malu ditengah cuaca yang sedikit berkabut. Maha besar Tuhan menciptakan alam yang begitu indah, kami bisa melihat awan yang ada disekitar tebing, pemandangan hutan belantara dan pepohonan di bawah tebing sungguh menyejukkan hati. Oh iya ketika kami berada di tebing keraton kami bertemu Nadine Chandrawinata yang sedang syuting untuk program TV My Trip My Adventure (MTMA) ini merupakan acara favorit saya dan mungkin jg acara favorit teman-teman jalan2.com, kamipun diajak bersama-sama Nadine meneriakkan my trip my adventure. Perjalanan yang menyenangkan… Indahnya Indonesiaku Bonus foto petani sedang menggarap kebun sayuran di sekitar jalan menuju tebing keraton
  5. Carol Laurent

    Kuliner Ikan Patin Bakar Bambu

    Huhuy… mau weekend lagi nih , mungkin ada teman yang ingin menikmati weekend di daerah Bogor dan sekitarnya gak ada salahnya melipir sebentar di kawasan Sentul City, untuk wisata kuliner di "Rumah Makan Karimata" Berada di seberang pintu Tol Sentul Selatan rumah makan ini menawarkan menu special ikan patin bakar dalam bambu, proses memasaknya ikan patin dilumuri bumbu rempah-rempah yang sudah dihaluskan kemudian dibungkus daun pisang dan dimasukan ke dalam bambu dan dibakar selama dua jam. Untuk penyajiannya ikan tidak akan dikeluarkan dari bambu melainkan disajikan dengan bambu yang sudah dibelah begitu daun pisang yang membungkus ikan dibuka, aroma harum langsung menusuk hidung, kematangan ikan pun tak perlu dikhawatirkan proses membakar selama dua jam cukup mematangkan ikan di dalam bambu. Untuk harga ikan patin bakar bambu Rp. 120.000 bisa dinikmati 2-3 org, disantap dengan nasi hangat dan cah kangkung Rp. 10.000 atau tauge ikan asin Rp. 12.500, untuk minuman harganya kisaran Rp. 10.000-20.000. Rumah makan ini tidak hanya menyediakan menu ikan bakar bambu saja tapi msh ada menu lainnya yang tak kalah enak, buka hari Selasa s/d Minggu mulai jam 10 pagi – 9 malam, saat jam makan siang lumayan banyak pengunjung tempat makan ini kaum pekerja kantoran Sentul City dan sekitarnya memilih untuk makan siang disini apalagi setelah tanggal gajian pasti penuh dan susah mencari tempat duduk plus tempat parkir . Kebetulan bos dikantor saya doyan ikan patin bakar bambu ini jadilah kami beberapa kali diajak untuk makan siang bersama, jaraknya juga tidak begitu jauh dari kantor, sudah reservasi dan order lebih dulu lewat telp jadi begitu sampe sana makanan langsung dihidangkan, makan sambil menikmati angin sepoi-sepoi dengan pemandangan jalan tol BORR. So yang mau coba silahkan mampir lokasinya mudah kok kalau dari Jakarta keluar tol Sentul selatan belok kanan ke arah tol borr nanti sudah kelihatan plang nya di sebelah kiri jalan. Have a nice weekend Jalan2ers…
  6. Yuks nte @Mulyati Asih di schedule lagi, Iya nih @deffa belum kesampaian kulineran d Bandung
  7. iyupp uni @kimonoku 10 jam saja Bandung - Jakarta
  8. Bagusss tp nanti aja mod, musim liburan gini capek macetnya hehehe...
  9. Carol Laurent

    PESONA AMBON

    Kereennn ghea berhasil buat FR...
  10. Hallo teman-teman Jalan2.com Kali ini aku mau berbagi sedikit cerita tentang objek wisata “Kalibiru” Kalibiru adalah obyek wisata yang letaknya cukup dekat dengan kota Yogyakarta. Objek wisata ini berada diatas perbukitan Menoreh kurang lebih 450 Mdpl, Desa Hargowilis Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo Propinsi DI Yogyakarta. Menurut informasi dari pengelola dahulu tempat ini merupakan hutan milik negara yang kondisinya memprihatinkan, namun masyarakat sekitar berinisiatif untuk membuat dan memelihara hutan ini menjadi subur dan tetap hijau. Objek wisata kalibiru ini sudah dibuka untuk umum sekitar tahun 2008 namun baru heboh 1 tahun belakangan ini. Selasa pagi dihari terakhir bulan Juni saya yang kebetulan sedang ada keperluan di Magelang dan Jogja menyempatkan diri untuk berkunjung kesana bersama dengan teman-teman Jalan2.com regional Yogyakarta yang baik hati dan tidak sombong , mereka bersedia menemani saya ke kalibiru, rencana awal yang akan berangkat saya, bu guru @Diyan Hastari, mbak Kania dan mbak Lusi, kami kesana menggunakan 2 sepeda motor, namun karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan maka mbak Kania batal ikut, jadilah kami bertiga yang berangkat. Berangkat dari rumah mbak Kania di seputaran Sorowajan Kota Yogyakarta sekitar pukul 7.30 WIB, saya dibonceng mbak Lusi dan bu guru @Diyan Hastari motoran sendiri, jarak dari Yogya ke Kalibiru kurang lebih 40 km perjalanan kami tempuh selama 90 menit memang agak lama, karena medan menuju kesana cukup berat dan banyak tanjakan yang aduhaii… walaupun jalan sudah aspal tetapi tetap berhati-hati, ditambah lagi kami bertiga baru pertama kali kesana jadi sempat beberapa kali bertanya kepada penduduk setempat dan ternyata kami ditunjukan jalan yang lebih jauh harus memutar tapi tak apalah jadinya kami bisa mampir sebentar di Waduk Sermo sebelum tiba di Kalibiru. Akhirnya kami tiba di Kalibiru sekitar pukul 9.00 WIB, masuk ke lokasi kami membayar karcis Rp. 5.000/orang dan parkir motor Rp. 2.000, dan ternyata untuk bisa tiba di lokasi fenomenal itu harus berjalan menanjak kira-kira 200 – 250 meter, beberapa kali saya harus beristirahat mengatur nafas sekalian foto-foto tentunya, sesampainya di puncak semua terbayar ketika saya melihat pemandangan yang super duper indah dengan sebuah pohon yang berada ditepi jurang yang menjadi tujuan objek foto dari setiap pengunjung. Untuk bisa naik keatas pohon dan difoto harus membayar Rp. 10.000, beruntung kami tiba disana dengan kondisi masih sangat sepi jadi langsung diperbolehkan naik ke pohon karena informasi dari beberapa teman yang sudah pernah kesana mereka antri paling cepat 1 jam untuk bisa naik ke pohon rejeki anak soleh , setelah memakai perlengkapan safety harness mbak Lusi mendapat giliran pertama untuk naik, selanjutnya bu guru dan terakhir saya, walaupun sedikit gemeteran akhirnya saya bisa berada diatas pohon itu, mungkin hanya untuk sekedar sebuah foto tapi dari tempat ini saya bisa melihat karya Tuhan yang luar biasa indah. Awesome God… Maha Besar Tuhan… Indonesia indah teman..
  11. Carol Laurent

    Camping Ceria Curug Cihurang

    iyaa enak punya banyak teman yaa nte.. kapan yah kita camping bareng heheheh
  12. Carol Laurent

    Camping Ceria Curug Cihurang

    wah seru yahh, ada nte @Mulyati Asih ternyata
  13. @deffa colak colek muluuu, ditraktir dong...heheheh tripmate jadi kan desember k Bandung @Mulyati Asih @kimonoku @Irmanur @Gayatri @Maya Sartika
  14. Carol Laurent

    Rahasia Menjelajahi Bogor Si Kota Hujan Yang Akan Menambah Seru Liburan Akhir Pekanmu

    Hayuuu yg mau ke Bogor hehehe...
  15. Wah nice share, ternyata seru juga ya ke holyland tanpa tour travel hehehe...
  16. @Dwi Rina kmrn tanggal 31 Juli - 2 Sept kami ke Petungkriyono sm mas eko agus juga..
  17. Carol Laurent

    haloo..salam kenal dari bogor

    Hallo salam kenal aku jg dari Bogor..., slmt bergabung di forum jalan2.com
  18. Carol Laurent

    Doladoli in action di Pekalongan

    kita lihat nanti hahaha...
  19. Carol Laurent

    Tour Dieng

    saya dan teman2 ke Dieng tgl 28-30 Agustus
  20. Carol Laurent

    Doladoli in action di Pekalongan

    saya jg BWI klo Lombok ga ikut kyknya