Hartono Hasian

Members
  • Content count

    1,667
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    17

Hartono Hasian last won the day on August 19 2017

Hartono Hasian had the most liked content!

About Hartono Hasian

  • Rank
    Petualang Sejati

Profile Information

  • Gender
    Male

Contact Methods

  • Website URL
    balebaleku.wordpress.com

Recent Profile Visitors

3,938 profile views
  1. Hartono Hasian

    (Bali) hotel euphoria, Legian , Kuta

    Wah,lu mana mau, sekarang sudah enak
  2. Hartono Hasian

    (bali) warung babi cahaya bali

    Bagi saya enak lah, orang lain belum tentu, tertarik,? Hahahaha
  3. Hartono Hasian

    (bali) warung babi cahaya bali

    Nanti saya bisikin ya,hahhaa
  4. Hartono Hasian

    (Bali) hotel euphoria, Legian , Kuta

    Ngak, oyo belum ada waktu beli,hahhaa
  5. Hartono Hasian

    (Bali) warung babi guling bu Dayu kuta

    Nanti saya bisikin ya,hehehe,
  6. Hartono Hasian

    (Yogyakarta) hotel amalia di malioboro jogjakarta

    nah, dari sumba, ke bali, terus ke yogyakarta, ngapai pula ke yogyakarta, ya, binggung ngapain, tapi ke yogyakarta karena tiket bali ke jakarta lebih mahal sekitar 300 ribu di banding saya ke yogyakarta dulu, baru yogyakarta jakarta, jadi selisihnya buat nginap di yogyakarta semalam, lumayan kan, bisa main di yogyakarta dulu di yogyakarta , saya mencari hotel yang kalau jalan ke maliboro tidak terlalu jauh, sehingga saya memilih hotel ini hotel ini posisi ada di jalan sosrowijayan, tapi bukan tepat di sosrowijayannya , masih perlu masuk ke satu gang yang muat 1 mobil, di dalam bisa parkir mobil sekitar 3 atau 4 mobil, kalau kamu masuk dari malioboro, nanti gangnya ada di sebelah kiri, ada petunjuknya di depan gang bila nginap di hotel ini, lebih baik pilih lantai loteng, jangan di lantai 1, karena jendela nya menghadap ke orang lalu lalang, sedangkan gordynnya tidak bisa di tutup rapat, sehingga orang dari luar bisa melihat ke dalam kamar, dan setiap aktifitas kita bisa kelihatan untuk harganya mulai dari Rp.240 ribu dengan menggunakan kipas angin, untuk harga yang lain silakan lihat di foto terlampir kamarnya tidak terlalu mewah, kesannya kamar hotel tua, tapi kamar mandi di dalam, dan kamar yang saya pilih adalah kamar ber ac di hotel ini , kita mendapat sarapan pagi, dan pagi ini saya mendapat sarapan pagi berupa nasi kuning, sarapan paginya bukan ala buffet, tapi kita ke loket dapur, lalu kita pesan makan disana, nanti duduk di kursi yang tersedia, tunggu di antar. secara jujur, saya tidak kenyang sama sekali dengan menu sarapannya, karena nasi kuningnya tidak di sajikan dengan padat, tapi memang sangat sedikit, akhirnya terpaksa cari makan ke malioboro yang pagi pagi sudah banyak angkringan, hindari selasa legi ya, kalau selasa legi , malioboro liburrrrrrrr, kosong karena dapat kamar lantai 1, tentunya beresiko orang bolak balik, sehingga tidur pasti terganggu, jadi sekali lagi, disarankan jangan pilih kamar lantai 1 dari segi pelayanan resepsionis masih ok lah, pelayanan dapur untuk sarapan juga ok, cepat, mungkin karena nasi kuningnya sudah tersedia, waktu check out juga sangat cepat yang sedikit masalah adalah, waktu check in, saya beli dari salah satu web online yang bayarnya di tempat pada saat check in, ternyata di tagih sesuai price list di counter, padahal waktu saya pesan di web online tersebut, ada diskon, saya kasih bukti di hp ku, akhirnya di tagih sesuai saat pesan di web online tanpa perlu tarik urat, langsung di rubah kwitansinya.
  7. Hartono Hasian

    (Bali) relaksasi di pantai kuta bali

    sebagai penikmat musik, sangat suka bila mendengar musik live, baik itu di cafe atau di panggung terbuka, maka tidak heran, sering pergi menikmati musik di panggung di sebuah mall di barat jakarta yaitu sumareccon mall serpong, terutama hari selasa, saya suka nongkrong di panggung broadway untuk mendengarkan musik mandarin jam 19.30 sampai 21.30 dan musik rock klasik pas diajak dengar musik di pantai kuta di malam hari, saya langsung terima, malam itu adalah musik serba serbi ada country, ada pop, ada rock klasik, duduk di kursi hadap pantai sambil di temani sebotol bir, rasanya semua stress hilang. dengan angin sepoi sepoi, dengan suara ombak yang beraturan, warna ombak yang putih di suasana yang gelap yang menari nari, rasanya semua keruwetan hidup hilang dalam sekejab, rasanya semua kecapekan selama jalan jalan juga hilang , yang ada seperti semua yang jelek jelek terbawa bersama angin , dan tinggal kesenangan dan kenikmatan bagi anda yang ke bali, boleh lah malam malam nongkrong di pantai kuta, relaksasi disana, bagi yang mau ngobrol sama teman, disana juga cukup bersahabat, cuma dengan suara yang harus sedikit di tinggikan Bali memang tempat yang sangat layak di kunjungi, tidak heran wisatawan asing banyak sekali, dibalik wisatawan dari negeri naga yang banyak sekali berkunjung kemari, juga banyak sekali bule dan wisatawan negeri asia timur lainnya, Bali memang luar biasa
  8. Hartono Hasian

    (bali) penitipan barang di bandara bali

    jika kita ke bali, kadang sudah sampai bali, tapi belum waktunya boleh check in hotel, atau sudah check out hotel, tapi nanti ngak keburu balik hotel lagi , karena penerbangan mepet, sedangkan bawaan banyak, anda tidak perlu binggung , di bandara bali terdapat tempat penitipan barang, harganya pun murah, sehari hanya Rp.50 ribu / bagasi
  9. Hartono Hasian

    (bali) wihara satya dharma tanjung benoa bali

    sebagaimana tujuan ke bali kali ini, selain untuk bersantai, mencari kesunyian dan rohani, maka saya berkunjung ke wihara ini dengan menggunakan ojek online sebenarnya kurang cocok jika di gunakan istilah wihara, karena tempat ini juga di gunakan untuk konghucu dan tao, tapi sudah umum di Indonesia, umumnya di namakan Wihara, mungkin ini karena dipengaruhi politik waktu orde baru yang hanya mengakui agama Buddha, tetapi sebenarnya lokasi ini di namakan tempat peribadatan Tridharma, dimana agama Buddha, Konghucu dan tao di jadikan satu lokasi, maka di Indonesia juga ada Majelis Tridharma Indonesia. Vihara Satya Dharma berlokasi pada ujung utara jalan tol di Pelabuhan Benoa. Dana pembangunan tempat ibadah ini dikumpulkan oleh yayasan dari sumbangan umat di Indonesia khususnya Bali dan pendatang dari Bagansiapi api, juga dari para pelaut Jepang, Taiwan, dan Thailand yang singgah di Pelabuhan Benoa. Pembangunan berlangsung selama enam tahun hingga akhirnya diresmikan pada tahun 2012. Perayaan peresmian bangunan vihara dilakukan pada hari Rabu, 22 Agustus 2012, dengan dihadiri Wakil Gubernur Bali AA Ngurah Puspayoga. tuan rumah dari vihara ini adalah Na cha , sedangkan altari kiri adalah kwan kong, sedangkan altar kanan adalah altar Ma cho, sehingga wihara ini juga sebagai tempat sembahyang Ma Cho bagi nelayan yang merapat di pulau bali bagi anda yang berkunjung ke Pulau Bali, boleh lah berkunjung ke wihara ini, arsiteknya OK, tempatnya luas, dan di dalam ada kantin yang jual makanan dan minuman
  10. Hartono Hasian

    (bali) warung babi cahaya bali

    awalnya dapat saran dari teman dan saudara warung ini, tetapi tidak terlalu tertarik, masa babi lagi babi lagi, kepengen coba yang lain, tetapi saat lagi santai di hotel, malas bangun, maklum, setelah bercapek ria di pulau sumba, tujuan ke bali hanya untuk rileks dan ketenangan, tiba tiba teman sudah di lobby hotel, semua gara gara pasang status check in di medsos, hehehehe, diajaklah kita pergi makan, ayo saja , kita berangkat ternyata saya di bawa ke Jalan Dewi Ratih No.1, Legian, Kuta, Legian, Kuta, Kabupaten Badung, dimana warung cahaya berada, bentuknya kayak rumah biasa, tidak terlalu jauh dari sate bawah pohon kuta, tapi terlihat lumayan ramai, saat kami masuk, tidak ada tempat duduk , semua penuh, tapi kami jalan ke kasir dulu, pesan disana dan bayar dulu. ternyata di warung ini gaya bayar dulu, di kasih nomor antri, dan cari tempat duduk , nanti makanan akan di antar, tunggu sekitar 15 menit lah rasa makanan enak, rasa cabe matha nya enak juga, saya tidak suka cabe, tapi disini, makan cabenya enak juga,walau dengan keringatan seluruh tubuh, hehehe tentunya di restoran ini makanan khas adalah babi goreng matah, selain babi goreng, ada juga menu capcay, nasi goreng, ayam dan lain lain, makanan babi goreng ini tetap favorit ternyata tidak salah di ajak kesini
  11. Hartono Hasian

    (Bali) hotel euphoria, Legian , Kuta

    saya mendapat hotel ini , karena harga nya yang murah , untuk menginap 2 malam hanya kena Rp.499.388,- , dan hasil konfirmasi dengan teman saya yang kerja di Bali, katanya temannya pernah tinggal disini, dan tidak mengecewakan saya membeli lewat web agen online, jadi bayar langsung , dari hotel hotel yang saya cari, ini paling murah dan memang setelah sampai sana , tidak mengecewakan dekat hotel ada mini market, di hotel sendiri juga ada jual minuman, saya melihat banyak rombongan tour yang nginap di sini, khususnya tamu dari negeri tiongkok, terlihat dari karakteristik mereka dan gaya bicara mereka, serta tidak bisa bahasa inggeris waktu pertama sampai lobby , lobby nya enak, terus waktu check in, pelayanan ok, ada lift, waktu sampai di kamar, ternyata bantal belum di sarung, jadinya panggil deh petugas untuk sarungin itu sarung bantal. yang saya suka dari kamar ini adalah dari ranjang bisa melihat keluar , karena kacanya cukup besar dan lebar, untuk kebersihan lumayan bersih lah dari hotel jalan kaki ke pantai tidak terlalu jauh, mau makan juga tidak terlalu susah, panggil grab atau gojek, juga tidak perlu tunggu terlalu lama bagi anda yang mau ke bali, hotel ini bisa di jadikan sebagai pilihan
  12. Hartono Hasian

    (Bali) warung babi guling bu Dayu kuta

    pas sampai di kuta dari bandara selepas dari sumba island, langsung teman ajak makan disini, katanya enak banget, ya, pasrah saja, namanya juga di jemput dan diantar makan, dan di antarlah ke lokasi ini parkir di sini susah, mau cari tempat duduk pun susah, jadi kesimpulan saya adalah tempat ini harusnya menyediakan makanan yang enak di makan. sesampai di lokasi, saya ikut teman saya pesan apa saja, jadi saya ikut dia, makanan yang disajikan memang enak banget, sesuai selera saya, cuma kalau mau kesini, bagusnya pakai go car atau grab, karena di bali, go car atau grab sangat banyak, biar ngak pusing cari parkir tempat makannya hanya berupa warung gerobak di kaki lima, tapi yang makan, wah, luar biasa banyaknya, tapi antri tidak terlalu lama, duduk, ngak lama langsung tersajikan di meja kita, dengan perut yang sudah lapar, langsung makan dengan "rakusnya", sedang di meja samping, ada rombongan wisatawan asing (dari gaya bicara mungkin orang singapore atau malaysia), terus ada bule bule juga untuk anda yang boleh makan babi, ngak ada salahnya anda mampir kesini kalau ke daerah kuta di bali, katanya di daerah ubud juga ada, tapi saya belum coba. alamatnya ? saya cuma tahu di jalan kuta raya, kuta, itu ada telepon di spanduk, anda boleh telepon untuk tanyain
  13. tidak ada perjalanan tanpa ada perpisahan, demikian juga perjalanan kami kali ini, kami akan segera berpisah dengan pulau sumba, saatnya kami menuju ke bandara , cuma kali ini kami pulang bukan lagi lewat sumba barat daya, tapi lewat bandara yang ada di sebelah timur pulau sumba, yaitu di kota waingapu ,mobil kami sampai duluan, sehingga kami langsung masuk ke bandara untuk tukar boarding pass, karena pikir, toh, nanti bisa ketemu di dalam, diluar itu panas banget, ternyata keputusan itu salah, karena yang lain foto foto di luar , kecuali kami bertiga yang sampai duluan perjalanan ke bandara ternyata tidak terlalu jauh, sesampai di bandara, antri cukup panjang, baru merasa badan itu capek sekali, dan ngantuk yang luar biasa, maka setelah tukar boarding pass, saya langsung masuk ketempat tunggu pesawat, karena rasanya kaki sudah ngak kuat berdiri. ternyata itu keputusan yang salah untuk kedua kalinya, karena yang masuk ke dalam, rasanya cuma saya sendiri, sedangkan yang lain masih di tempat tukar boarding pass , dan setelah tukar boarding pass, mereka foto foto di lokasi tukar boarding pass, heboh banget nah, ketiga kali, ngak mau keputusan salah lagi, saat mau masuk pesawat, tunggu dulu, dan tidak terlewatkan sesi foto foto disini, dan sesi foto ini menjadi sejarah, termasuk juga untuk komunitas jalan jalan indonesia (www.jalan2.com/forum) , apa ya ? seru banget foto foto, kami semua sebenarnya dari beberapa kelompok kecil , yang induknya adalah komunitas jalan jalan indonesia, dan bisa akrab dari awal sampai akhir, tolong menolong, saling mendukung, luar biasa foto foto pun selesai, kami semua masuk ke pesawat #NAMair , akhirnya pesawat kami pun mengudara, tidak ada yang spesial, semua duduk di tempat duduk masing masing, saat sedang terbang, seperti biasa, pilot akan mengumumkan pengumuman, dan di saat pengumuman tersebut , beliau ucapkan "Kami ucapkan selamat datang anggota KOMUNITAS JALAN JALAN INDONESIA, selamat beraktivitas kembali setelah jalan jalan" , tentunya kami merasa terhormat, dan ada beberapa teman bertanya tanya, kok pilot bisa tahu, padahal sebelum terbang, ada yang datang ke saya, tanya kami dari komunitas mana, karena kami heboh sekali waktu di bandara dan waktu mau masuk pesawat, juga dengan baju kuning kuning , ya, saya kasih tahu dari komunitas jalan jalan indonesia, yang tahu cuma saya dan salah satu bidadari yang duduk disamping ku dalam penerbangan pulang, terima kasih #NamAir yang secara tidak langsung membuat kita semakin dekat. penerbangan cukup lancar, cuma di pesawat sempat baca berita, salah satu kampung adat di sumba terbakar, sayang sekali, moga moga bisa segera di bangun kembali, karena bangun rumah di kampung adat butuh biaya yang sangat besar, selain bahan bangunan, juga perlu sumbang hewan untuk di sajikan ke para tamu yang hadir, dan itu bisa ratusan juga. akhirnya kami mendarat di denpasar tepat waktu, di denpasar , disini kami berpisah, ada yang nginap dulu di Denpasar, ada yang cuma transit dan langsung pulang ke Jakarta pada hari yang sama perjalanan yang sangat menyenangkan, moga lain kali di ajak lagi, jangan lupa ya, bidadari sulung dan bidadari lainnya, kalian baik sekali dan luar biasa
  14. sebenarnya di jadwal kami harusnya mengunjungi pusat tenun Ama Tukang, tetapi semua gara gara mobil VIP yang isinya si raja, bidadari miss universe dan saya, ceritanya begini, saat kami ingin ke pusat tenun Ama Tukang, tiba tiba kami bertiga bisa kepikir, ngapain kesana, toh ngak ada rencana beli tenun, dan hanya mau beli makanan kalau ada, akhirnya di tawarkan oleh supir untuk ke toko yang jual oleh oleh makanan. setelah kami sepakat ingin ke toko jual oleh oleh makanan, saya whatsapp ke grup kami , bahwa kami tidak ke pasar/ pusat tenun, ternyata grup innova satu lagi punya pemikiran yang sama, meraka juga tidak mau kesana, karena terus terang, harga tenun diatas Rp.1 juta , wow, saya mana sanggup beli, maklum, budget terbatas. akhirnya kami ketemu di toko makanan yang bernama UD Utama, eh, pas kami sampai disana, ternyata mobil elf juga tidak jadi ke pusat tenun Ama Tukang, ternyata mereka juga ikut ke toko oleh oleh makanan ini, hehehe semua akhirnya masuk ke UD Utama , ada yang lihat kaos sama borong makanan, saya yang tidak berminat beli makanan, dan ke belet, pas tanya sama pegawai di UD Utama, dicuekin, mungkin dikira saya ngak beli ngapain minjam toilet, atau karena terlalu sibuk melayani pembeli dan tidak dengar. akhirnya saya ke toko sebelah, lihat ncik ncik lagi jaga, sok dikit bicara mandarin, mau pinjam toilet ada ngak, eh, katanya silakan masuk, ada, di belakang, dengan ramahnya, padahal saya ngak ada rencana beli oleh oleh, terpuaskan lah saya membuang air yang sudah di tahan tahan. karena ngak enak, saya belanja saja beberapa macam makanan yang made in sumba, akhirnya saya balik lagi ke UD Utama, ternyata ada beberapa teman tidak belanja, karena katanya setelah di lihat, umumnya bukan made in Sumba, malah ada yang dari malang, karena hutang budi sama toko sebelah yang pinjamin toilet (saya dapat komplain dari salah satu moderator grup jalan jalan/ backpacker bahwa dari awal bicara toilet saja, ya, memang wisata ke pulau sumba ini sangat menarik bicara toilet, dari jarangnya toilet, pipis mesti bayar Rp.10 ribu/ kali, sampai ada toilet yang tarif di tulis di pintu , kamar Rp 10 ribu dan kamar 5 ribu , ), saya bilang, di sebelah, makanan rata rata Made in Sumba, (nih, saya promosikan kan, gara gara kalian berbaik hati dan ramah pinjami toilet, padahal saya cuma pinjam toilet, ngak ada rencana belanja, sayang sekali, saya lupa tanya nama tokonya, karena tokonya ngak ada nama dan ngak ada spanduk jual oleh oleh, saya sudah sarankan ke mereka supaya paling tidak pasang banner atau spanduk, supaya orang tahu, moga di turuti, hehee) akhirnya , teman teman ke toko sebelah, dan belanja lah di sana , lumayan banyak, terus ada rombongan lain lihat toko yang pinjamkan saya toilet ramai, mereka masuk ke sana juga belanja, itu lah perbuatan baik ke orang baik (pinjamkan toilet, heheheheh) yang segera berbuah kebaikan. setelah belanja lumayan banyak, baik di UD Utama maupun di toko sebelah, kami tidak belanja di tempat lain lagi lah, sudah buanyakkkkkk, hehehehehhe
  15. balik dari acara melihat sunrise, kami buru buru mandi , ganti pakaian , dan sarapan pagi, sekalian bawa koper untuk check out, karena kami tidak balik ke hotel ini lagi, langsung ke bandara untuk terbang ke bali. akhirnya tiba lah waktunya kami harus segera berangkat untuk menuju ke bukit persahabatan atau bukit persaudaraan, jangan heran, karena mungkin management yang belum bagus, maka ada beberapa tempat wisata yang penggunaan namanya tidak standar, sehingga agak membinggungkan saya yang dari luar pulau sumba, sedangkan tour guide sendiri juga suka bingung, karena dia bukan asli pulau sumba, sedangkan supirku yang saya tanya, dia bilang bukit ini ada yang sebut bukit persaudaraan ada yang sebut bukit persahabatan, apa saja deh, ya, saya ikut saja deh, apa saja kalian mau sebut, betul semua di bukit ini juga cukup indah, tapi ada satu yang spesial di bukit ini yaitu adanya pematang sawah yang tersusun rapi, bagaikan sebuah karya seni yang sengaja di buat, tapi baik di sengaja atau tidak disengaja, itu tidak penting, karena keindahan yang di lihat dari atas bukit luar biasa, kami foto foto dengan latar belakang pematang sawah itu, dan segera balik untuk cari makan, dan makan siang kali ini, makan di restoran padang, tapi bukan restoran kayak sederhana atau garuda gitu ya, cuma warung biasa, tapi yang penting makan lah, heheheh, soal restoran ini tidak ada yang spesial untuk di cerita, makanan pun biasa saja, ngak ada yang spesial, silakan lihat foto foto nya, kalau masih ngak puas, boleh buka facebook ku , silakan di cari heheh