Hartono Hasian

Members
  • Content count

    1,602
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    17

Hartono Hasian last won the day on August 19 2017

Hartono Hasian had the most liked content!

About Hartono Hasian

  • Rank
    Petualang Sejati

Profile Information

  • Gender
    Male

Contact Methods

  • Website URL
    balebaleku.wordpress.com

Recent Profile Visitors

3,847 profile views
  1. pemilihan hotel ini didapat tidak dengan sengaja, sebenarnya saya hanya ingin cari hotel di sekitar stasiun tugu saja, karena saya dapat tugas mengantar sesuatu ke yogyakarta, istilahnya hand carry kalau ngak salah bahasa kerennya, tetapi dapat pembayaran uang saku pertimbangan saya dekat stasiun tugu, karena saya hanya datang, kasih, nginap semalam dan besoknya pulang jakarta lagi waktu searching di web online, didapat lah hotel ini , dengan harga sekitar 300 ribuan, dan dapat di jangkau jalan kaki dari stasiun tugu hanya sekitar 10 menit, maka saya putuskan ambil hotel ini hotel ini lokasi nya di : Jl. Gandekan No.92, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55272 Telepon: (0274) 6429711 jika anda keluar dari pagar stasiun tugu, anda tinggal belok kanan, sampai pertigaan belok kiri, nah, hotelnya di sebelah kiri waktu saya sampai sekitar jam 14.00 an, ternyata hotel belum siap, jadi saya pesan saya ingin ranjang double, karena hanya nginap sendiri, di ok in sama resepsionis, karena kamar yang katanya belum siap, nanti akan siap sekitar jam 16.00, bagaimana pula ini, di voucher tertulis jam 14.00 bisa check in, tapi dengan kesabaran tingkat dewa, saya pergi beli gudeg dulu, gudeg bu jum, waktu dari stasiun sesampai pertigaan, saya ada melihat gudeg bu jum di sebelah kanan, tetapi saya salah lihat, ternyata bukan bu jum, tapi yu djum, akhirnya saya bungkus disana, dan bawa ke hotel untuk makan di hotel saya makan di hotel, di tempat orang sarapan pagi, tempatnya besar dan luas, makan disana sangat nyaman, sebelumnya saya sempat beli minuman di toko kelontong samping hotel, karena saya tidak melihat toko modern sejenis minimarket atau supermarket dekat hotel. setelah makan, saya ke resepsionis lagi, katanya bentar lagi kamar akan siap, karena ada rombongan yang lain, jadi saya nongkrong saja di resepsionis, supaya tidak kasih ke orang lain lagi, karena saya sudah capek, maklum, naik kereta ekonomi dari jakarta. akhirnya saya di kasih kunci untuk ke kamar, dengan senang hati saya naik lift ke kamar, ternyata saya dikasih twin , bukan double, saya terpaksa turun lagi untuk komplain, dikatakan kamar double sudah habis, wah, untung kesabaran yang di pelajari sejak sering backpacker ada gunanya, saya minta tetap harus double, sesuai janji, alasannya di voucher ngak tertulis double, saya tetap ngotot, karena jam 14.00 tadi di janjikan ada double akhirnya disuruh tunggu lagi, ternyata sampai jam 17.00 an , saya baru mendapat kamar double, luar biasa hotel ini, tapi memang ramai sekali sih hotelnya. saya tidak mengambil sarapan pagi di hotel ini, karena saya ingin makan pagi makanan khas khas yang ada di yogyakarta, lagi pula kalau saya ambil sarapan, seperti biasa, akan di hitung 2 orang, rugi kalau saya beli voucher termasuk makan pagi. dari hotel ini jalan ke malioboro memang cukup dekat, di hotelnya juga ada tersedia penjualan minuman , pisau cukur kumis, ice cream dan lain nya, tetapi saat saya mau beli ice cream, ternyata yang jualan ngak ada, ngak jadi beli deh ice cream di hotel ini tercantum cukup jelas, jika ada barang yang rusak atau hilang , maka anda harus mengantikannya ukuran kamar, seperti tipe hotel budget, hanya yang ini, wastafelnya di luar kamar mandi, bukan di dalam kamar mandi, karena kamar mandinya sangat kecil tetapi memang hotel ini dapat di jadikan sebagai alternatif bagi yang ingin dekat dengan stasiun tugu atau malioboro
  2. Hartono Hasian

    (Lampung) Lampung tidak hanya pantai, laut dan pulau

    Tempatnya enak buat nge date, nongkrong, santai,
  3. Hartono Hasian

    (Lampung) Lampung tidak hanya pantai, laut dan pulau

    Ya, tapi saya lebih suka puncak mas
  4. Hartono Hasian

    (malang) Wood Lot penginapan backpacker dekat stasiun kota malang

    Hahahahah, setuju
  5. Hartono Hasian

    (malang) Malang Dorm Hostel (MADOR) yang dekat stasiun lama malang

    Betul, bayarin ya, bukan di bayarin
  6. Hartono Hasian

    (malang) Wood Lot penginapan backpacker dekat stasiun kota malang

    wkwkwkkwkw, contohnya yang tulis ini
  7. setiap kali kalau bicara wisata ke lampung, yang di sarankan selalu tidak jauh dari pantai, laut dan pulau, termasuk juga saat saya minta saran wisata ke lampung, sudah tercantum jelas, wisata non pantai, pulau, laut, nyelam, tetap saja yang kasih saran, masih sekitar sekitar itu akhirnya dengan bekal beberapa informasi dari teman teman, berangkat lah saya ke lampung dengan membawa mobil, perjalanan sangat santai, dari grogol sampai merak makan waktu sekitar 2 jam, naik kapal dari merak sampai bakauheni sekitar 2 jam, dan dari bakauheni sampai ke hotel de green di bandar lampung sekitar 2,5 jam , semua waktu termasuk istirahat minum dan makan cepat waktu sampai merak, kami membeli tiket Rp.347 ribu, harga tiket itu adalah untuk mobil xenia termasuk penumpang, mobil kami langsung di arahkan ke kapal ferry, ternyata mobil kami naik ke lantai atas, sedangkan lantai bawah adalah untuk mobil besar seperti bus/ truk berjalanlah kapal kami menuju bakauheni, perjalanan sekitar 2 jam, sampai di bakauheni, kami turun kapal, terus jalan menuju bandar lampung dengan lewat tol yang masih gratis, ternyata jalan tolnya hanya pendek, kami hanya ngak terlalu lama di tol, ngak hitung berapa lama, pas turun dari tol, kami mampir dulu makan siang di restoran padang, setelah makan, kami langsung menuju ke bandar lampung, check in hotel check ini sangat lancar di hotel de green, walau tadinya saya minta supaya ganti 2 kamar yang tempat tidurnya 2 , diganti dengan 1 kamar dengan tempat tidur 4, dan tidak disetujui dengan alasan sistim (silakan baca tulisan tentang hotel de green), tapi, so far , semua lancar setelah check in, kami menuju satu lokasi yang di beri tahu perserta perjalanan kali ini, adalah little europe di perumahan citra, tetapi ternyata itu hanya ruko yang hampir semua tidak buka, dan agak kotor, ternyata informasi salah, heheheh PUNCAK MAS : akhirnya kami searching lokasi lain, dapat lah lokasi yang namanya puncak mas, lokasi tersebut ternyata sangat nyaman, dengan tiket masuk perorang Rp.20 ribu dan mobil Rp.10 ribu, kami nongkrong di dalam sana, banyak sekali spot buat foto foto, dan ada tempat duduk buat santai dan ngobrol, sayang sekali, tidak ada tempat makan yang lumayan, yang ada hanya warung kaki lima, di lokasi puncak mas juga ada penginapan , anda boleh nginap disini , jika berminat. kami duduk santai disana, pertama sampai masih sepi, tapi makan sore dan makin malam, tempatnya makin ramai, tempatnya sangat nyaman, sejuk, bisa lihat pemandangan kota lampung dari atas, tanpa sadar, ternyata sudah malam, kami mesti pulang ke hotel buat istirahat, tetapi sebelum ke hotel, kami mampir dulu makan malam di rumah makan mbok wito lokasinya kami ikuti map di android hp ku, jalanan cukup mulus, walau ada beberapa tanjakan dan tikungan yang mesti hati hati, tapi secara keseluruhan, cukup nyaman perjalanan KELENTENG THAY HIN BIO DAN PUSAT OLEH OLEH : setelah semalaman tidur di hotel, hari ini pagi pagi kami bangun untuk keliling lagi, kondisi ngak tahu mau kemana, cuma sempat pesan sama hotel, bahwa hari ini kami pindah ke kamar yang 4 tempat tidur, sedangkan barang barang minta tolong di pindahkan berangkat lah kami, tujuan pertama kami adalah ke kelenteng Thay Hin Bio, kelenteng ini punya kesan tersendiri bagi saya, karena saat bhiksu Ashin Jinarakhita , bhiksu pertama orang Indonesia setelah runtuhnya majapahit di semayamkan disana saat beliau meninggal, sebelum di kremasi di lempasing, waktu itu saya juga sempat mengantar dari jakarta sampai ke lampung (kelenteng Thay Hin Bio), dan sampai ke tempat kremasi, waktu itu luar biasa, manusi ramai sekali mengantar beliau sampai ke tempat kremasi, luar biasa sehingga saya mempunyai kesan mendalam di kelenteng ini, saat masuk ke kelenteng ini, saya sudah sangat salut, karena terpasang tulisan Namo Shangyang Adi Buddhaya, yang dapat kira kira di artikan terpujilah ketuhanan yang maha esa, umumnya wihara/kelenteng khas Buddhayana ada tulisan itu terutama dalam kebaktian maka saya sembahyang disana kali ini, petugas disana pun sangat ramah melayani kami yang akan sembahyan, dikasih tahu arah sembahyang, walaupun sebenarnya sudah ada tulisan urutan dari angkat 1 dan seterusnya selesai sembahyang, kami mampir sebentar ke tempat oleh oleh untuk belanja, walau biasanya orang bilang belinya di toko yen yen, tapi saya ngak kesana, karena belum buka, saya ke toko seberang kelenteng, beli saja yang saya suka, selesai belanja, kami menuju ke tempat wisata lain MUNCAK PASS : setelah belanja , kami langsung menuju ke satu lokasi namanya Muncak Pass, tadinya saya pikir puncak mas dan muncak pas adalah lokasi yang sama, ternyata lokasinya beda, walau tiket masuk adalah sama, perorang rp.20 ribu dan mobil Rp.10 ribu jalan menuju muncak pass tidak semulus jalan ke puncak mas, tanjakan lebih tajam, jalan lebih rusak, jalan lebih sempit, jadi perlu lebih hati hati kesini akhirnya kami sampai ke lokasi setelah melewati jalan yang tidak terlalu bagus, tadinya pikir mungkin ngak nyasar, masa tempat wisata yang bagus, tapi jalannya begitu, ternyata kami tidak salah, sampai di lokasi, tempatnya nyaman juga , tempatnya hampir mirip dengan puncak mas, tetapi dengan design yang berbeda diatas sini juga terasa sejuk, nyaman, dan tenang, kami juga kepengen berlama lama disini, tetapi setelah hampir 2 jam disini, kami segera turun,mengingat masih kepengen ke lokasi lain didalam lokasi muncak pass ini ada lokasi campingnya juga, tetapi kami tidak meninjau kesana, karena tidak ada rencana camping BUKIT RANDU : setelah turun dari muncak pass, perut sudah mulai lapar, walau masih sore, maka kami putuskan untuk mampir ke bukit randu, mau makan malam disana waktu kami sampai, kami kasih tahu satpam mau makan malam, kami di arahkan ke hotel, padahal restoran di bawah hotel, dan mobil bisa parkir di depan restoran. karena kepalang ke hotel yang ada di atas, kami terpaksa turun tangga, tetapi terpaksa membawa berkah, karena saat kami turun itu, kami bisa mendapatkan spot spot foto yang menarik, jadi jepret sana jepret sini akhirnya kami sampai di restorannya, restoran bukit randu, disini yang keren cuma pemandangan sih, makanan so so, harga go go, tapi pemandangan dan suasana emang enak banget, (silakan baca tulisan bukit randu), boleh lah, kalau mau melamun atau nongkrong ramai ramai disini dari bukit randu, kami putuskan pulang ke hotel untuk istirahat, kami wisata tidak model bak buk bak buk, tapi wisata dengan santai dan nyaman PASIR PUTIH : pagi pagi kami bangun, setelah sarapan di hotel, kami segera check out, karena hari ini kami akan pulang ke Jakarta dalam perjalanan dari bandar lampung ke bakauheni, kami mampir dulu ke satu pantai namanya pantai pasir putih, di pintu masuk tertulis camp latihan pasir putih, ngak tahu camp latihan apa disini tiket masuk disini perorang adalah Rp.20 ribu, dan mobil Rp.10 ribu, pantai disini cukup sejuk waktu kami kesini, enaknya nongkrong disini sambil makan kelapa yang dihargai 1 biji Rp.10 ribu fotonya juga lumayan keren, bole lah mampir kesini PANTAI EMBE setelah dari pasir putih, kami masuk ke daerah kalianda resort, kami ada dikasih saran waktu tinggalkan hotel, supaya ke pantai embe, pas sampai di lokasi, saya melihat tempatnya tidak terlalu nyaman, sedangkan tiket masuk perorang adalah Rp.25 ribu perorang, jadi saya tidak jadi masuk, hanya numpang lewat saja, cuma saya sempat foto tarif kalau mau permainan disana GRAND ELTY KRAKATOA : dari pantai Embe, kami lanjut ke Grand Elty Krakatoa, tujuan sebenarnya mau survey dulu, supaya bulan agustus ini mau kesana, cuma ada ketidak nyamanan waktu masuk ke hotel ini dan waktu keluar (silakan baca tulisan tersendiri tentang hal ini ) pantainya cukup bersih, tempatnya sejuk dan adem, spot spotnya bagus, cafenya nyaman untuk nongkrong dan ngobrol disini, juga cocok sebagai tempat istirahat waktu perjalanan dari dan ke lampung dari dan ke jakarta. waktu mau masuk, satpam kasih batas waktu 10 menit untuk di dalam, jika tidak, tiap orang harus bayar Rp.50 ribu, jadi kesimpulan saya , harga tiket Rp.50 ribu perorang, tetapi saya ngak bayar, karena saya makan minum di cafenya PULANG : setelah makan minum sekitar 2 jam di cafe , akhirnya kami melakukan perjalanan pulang, kami kali ini tidak lewat tol, tapi lewat jalan biasa, perjalanan ngak beda jauh sih antara lewat tol dan biasa, karena jalan tolnya pendek, untuk kedepannya , tol akan sampai bandar lampung beli tiket ferry tetap Rp.347 ribu , dan lagi lagi mobil di arahkan ke lantai atas kapal , berjalanlah kapal kembali ke jakarta perjalanan yang sangat puas , kepengen balik lagi ke lampung kapan kapan, tidak macet, tidak sepolusi jakarta, bisa ke tempat yang sejuk ngak usah macet macet an
  8. pada saat kami ingin pulang dari lampung menuju ke jakarta, kami berusaha untuk mampir ke beberapa pantai di sepanjang kalianda, salah satunya yang kami mampir adalah hotel Grand Elty Krakatao (kalianda resort) sebenarnya kami ke hotel ini tujuan adalah untuk mampir makan siang dan sekalian lihat hotelnya, siapa tahu, Agustus 2018 rencana mau nginap disini. saat kami ingin masuk ke hotel ini, satpam memberitahukan bahwa maksimal kami boleh di dalam adalah 10 menit, jika tidak, kami harus bayar Rp.50 ribu / orang, agak aneh juga ya, saya bilang, saya ingin makan siang , sekalian survey hotel, mana cukup 10 menit, langsung ditanya, benar ngak ? rasanya ngak percaya amat , memang sih, pakaian ku kumal, dan saya nyetir mobil, jadi kayak supir gitu lah, ngak punya potongan punya duit buat makan disana atau nginap disana, hehehe setelah saya yakinkan, bahwa kami mau makan siang, dan survey hotel, akhirnya kami masuk, dan ke resepsionis, saya langsung tanya resepsionis, bagaimana bisa 10 menit kalau saya survey, terus makan siang di sana, kata resepsionis , nanti dia akan kasih tahu ke satpam akhirnya dengan tenangnya kami makan disana, suasana cukup nyaman dan enak, petugas cafe juga sangat bagus pelayanannya, sambil makan, kami sambil foto foto disana, dan sambil bicara dengan pelayan nya, soal satpam tadi. setelah duduk hampir 2 jam, setelah kenyang perut, akhirnya kami keluar, sampai di pos satpam, satpam tanya "ngak jadi nginap dan makan , pak " , wah, memancing emosi, saya langsung bilang, apa perlu saya kasih lihat bonnya, dengan segan, dibuka lah portal, saya langsung keluar dari hotel tersebut, rencana bulan agustus 2018 akan nginap disana, jadi nafsu hilang lah, ngak lucu kalau nanti bolak balik digituin. nama tempatnya sih grand elty krakatoa, tapi saya tidak melihat ada gunung krakatau disana, setelah tanya pegawai disana, katanya memang jauh banget krakataunya , kadang kelihatan pun kecil sekali. makanan yang di sajikan sih cukup ok, harga juga tidak terlalu mahal, dan di dalam kalian bisa main permainan permainan di dalam, ada daftar harga harga nya, cukup nyaman tempatnya , dengan pasir putihnya, dengan tempat fotonya yang keren, dengan angin sepoi sepoi yang sejuk, cuma tetap tidak nyaman dengan kondisi pertama kali sampai dan saat mau tinggalkan hotel tersebut tapi boleh di coba sih, kalau memang terasa capek dari lampung ke jakarta atau dari jakarta ke lampung, jujur, tempatnya ok, pelayan resto/cafe ok, cuma saya ngak tahu satpam di depan, memang , supaya tempatnya cukup private, tetapi mungkin bisa gunakan cara lain, sehingga kesan ramah dan melayani itu tidak tercoreng
  9. Hartono Hasian

    Zhangjiajie, Fenghuang, Guilin

    wah, hoax kali, heheheh
  10. Hartono Hasian

    (Lampung) Mbok Wito, boleh di coba kalau anda ke lampung

    kwwkwkwkkw
  11. di baris pertama saya sudah tulis sih, hehehehe, cuma momod mesti tambah kaca mata:)
  12. Hartono Hasian

    (batu) hotel mentari, hotel yang dekat dengan dhammadipa arama dan jatim park 3

    ya sih, termasuk deffa temanku juga baik
  13. Hartono Hasian

    (malang) Wood Lot penginapan backpacker dekat stasiun kota malang

    banyak banget, heheheheh,