Hartono Hasian

Members
  • Content count

    1,383
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    16

Hartono Hasian last won the day on July 7

Hartono Hasian had the most liked content!

About Hartono Hasian

  • Rank
    Petualang Sejati

Profile Information

  • Gender
    Male

Contact Methods

  • Website URL
    balebaleku.wordpress.com

Recent Profile Visitors

3,035 profile views
  1. (Yogyakarta) cafe bale bale dan hotel , edisi lebaran 2017 (13)

    hotel, ini di hotel, Hehehehehe
  2. (Yogyakarta) gardu pandang, 1 lokasi 3 rasa , edisi lebaran 2017 (12)

    siang ok, malam juga ok
  3. sehabis pulang dari gardu pandang, perut sudah lapar, udara yang cukup dingin menambah keinginan untuk cari makanan, padahal waktu di gardu pandang, sudah sempat makan di kantin yang ada di lokasi yang ke pikir adalah cafe bale bale, adanya di jalan kaliurang km 19, dulu pernah makan disini, dan saya sangat suka dengan nasi goreng balenya, nasinya di goreng, terus di bungkus dengan telor, ngak tahu kenapa masih rindu dengan masakan itu, akhirnya kami putuskan untuk makan di cafe ini soal harga , tidak terlalu mahal juga, mengingat cafenya ada di hotel, tetapi bukan di dalam hotelnya, tapi di bagian depan hotel (masih dalam 1 kompleks), dan konsepnya adalah ruangan terbuka, sehingga tambah nikmat dengan udara kaliurang yang dingin di malam ini tadinya juga ada pemikiran kalau sampai sana, sudah habis nasi gorengnya, sebagaimana waktu pertama menginap disini, tetapi saat kami sampai disana, ternyata nasi gorengnya masih ada, menurut pegawainya, sekarang sudah di benahi semua, jadi managemen sudah lebih bagus, karena saat pertama kami kesana tahun 2015, kondisi baru buka, sehingga banyak belajar dan membenahi, jam tutup cafe ini adalah jam 23.00 nasi gorengnya tetap masih enak,malah terasa lebih enak, saat ditanya pegawainya, katanya sekarang nasi gorengnya sudah tidak memakai micin, wah, malah lebih enak kalau ngak pakai micin, karena saya termasuk orang yang memang tidak suka dengan micin untuk kalian kalau mau nongkrong atau meeting, cafe ini bisa dijadikan sebagai alternatif, udara segar, tempat nya berkesan mewah dengan harga yang tidak mewah, pelayanan juga lumayan cepat dan ramah dengan ruangan yang bersih. sedangkan untuk hotel bale bale, kondisi masih sama dengan tahun 2015, masih tetap bersih, resepsionisnya pun masih tetap sama orangnya, keramahannya pun masih tetap sama, harga nya pun masih tetap Rp.450 ribu, tidak ada kenaikan , dan agak antik adalah anda akan tidak mudah menemukan di web online, karena hotel ini tidak perioritas jual lewat agen di web online, harganya adalah harga pas, mau beli lewat manapun, katanya tetap Rp.450 ribu mencari hotel dan cafe ini sangat mudah, jika anda naik ke kaliurang, adanya di pinggir jalan, letaknya disebelah kanan dengan papan nama yang besar, apalagi kalau malam hari, terang amat papan namanya. jika butuh pemesanan kamar atau alamat hotel dan cafe ini, ini kartu namanya
  4. setelah puas dari museum benteng vredeburg, kamu masih sempat berkunjung ke hamzah batik, mencari sedikit oleh oleh, tapi cari sana cari sini, tetap ngak beli apa apa , hahahhaaa karena waktu masih sore, kami akhirnya pikir mau coba pergi makan bakmi pathuk, tadinya tanya temanku yang biasa ajak kesana, dia juga bingung kasih petunjuk, karena dia tahu tempat, tapi bingung kalau kasih petunjuk gimana, akhirnya tanya salah satu teman yang tinggal di jogja, dia asal kasih tahu saja, akhirnya dengan bantuan google maps, sampailah kami di lokasi tersebut, tetapi harus kecewa kali ini , ternyata bakmi nya libur, akhirnya kami putuskan berangkat saja ke kaliurang, tujuan kami adalah gardu pandang kaliurang, yang disana saat ini lagi ada acara festival of light dan air mancur menari, sungguh menarik , pikir saya dengan bantuan google maps lagi, kami menuju ke gardu pandang, tetapi kali ini , kami di arahkan arah ke sawah, ceritanya kami ikutin saja arah yang di tunjuk oleh smart phone ku, sebenarnya sudah agak curiga, kok jalannya makin menyempit, terus kiri kanan sawah, tapi pikir ah, mungkin kayak saya kalau ke serang atau ke karawang, kondisi juga gitu, tetapi ternyata kami dibawa ke jalan buntu, untung di ujung jalan ada 1 rumah yang bisa di gunakan oleh kami untuk memutar, akhirnya ada satu orang buat kami tanya, memang kami salah jalan, dan kami bukan satu satunya yang salah jalan, menurut orang tersebut, akhirnya kami keluar lagi, dan ikutin maps lagi setelah agak lama di perjalanan, untung ngak macet, kami sampailah di daerah gardu pandang, tetapi tidak segampang itu kami menemukan pintu masuk, karena ternyata parkir mobil tidak bisa masuk kedalam gardu pandang, harus parkir di pinggir jalan, sesuai info tukang parkir, kalau lagi ada acara, memang selalu tidak bisa parkir di dalam, karena orang akan ramai sekali. akhirnya kami parkir di pinggir jalan, tetapi karena loket belum buka, kami tunggu sebentar disana, kami sampai jam 16.00, loket buka jam 17.00, akhirnya loket buka, dan kami beli tiket masuk, karena tidak melihat lagi tiket, jadi kami langsung masuk, setelah sampai didalam, kami baru sadar, ternyata kami juga ditagih uang parkir sebesar Rp.10 ribu oleh penjual karcis, padahal ngak parkir di dalam, tapi sudah lah, mau gimana lagi, padahal tadi parkir di pinggir jalan juga sudah diminta Rp.10 ribu. saat kami masuk ke dalam, udara segar dan sejuk langsung terasa enak, pemandangan yang ada , lumayan juga, akhirnya kami duduk duduk didalam, merasakan rasa yang pertama, cuaca masih terang, dengan udara yang enak, dan pemandangan gunung berkabut saya suka suasana begini, padahal cuma duduk duduk saja, sambil merasakan udara yang segar, suasana yang mulai dingin, dan pemandangan yang walau tidak terlalu luas, tapi masih ok lah didalam gardu pandang juga banyak pedagang gerobak, ada tempat buat duduk, tapi sayang sekali, hampir semua jual makanan yang jenisnya sama, seperti roti bakar, jagung, sosis, mie cup makin sore, matahari mulai umpet di barat, dan langit mulai gelap, pada saat itu, festival of light di mulai, lampu lampu sudah mulai di nyalakan, sungguh indah pemandangannya, suasana romantis pun segera terasa, sayang sekali, tidak bawa pasangan kesini, hehehe, makin malam , pengunjung makin banyak, dari tadi kami sampai, pengunjung yang masih puluhan, sekarang rasanya sudah ratusan, semua orang berlomba foto foto di lampu lampu yang sungguh indah ditengah nikmati pemandangan yang indah, ada pegumuman bahwa tarian air mancur, akan segera dimulai 45 menit lagi, langsung , pengunjung pengunjung mendekat ke samping air mancur , dalam hitungan menit, sekeliling kolam langsung ramai oleh manusia, termasuk kami tetapi di tengah menunggu air mancur akan segera di mulai, datang pengumuman susulan, bahwa lokasi tertentu, nanti akan basah kuyup oleh air mancur, sedangkan lokasi tertentu, akan lebih bagus melihat air mancurnya, lokasi tersebut juga tergantung arah angin, jadi kami segera bergeser ke lokasi yang dibilang terbaik, yang kurang gesit, terpaksa tunggu dibelakang, saya masih punya nasib baik, berdiri paling depan (ngak ada tempat duduk) , saat nya dimulai air mancur menari, sungguh indah air mancurnya, maka rasa ketiga pun kerasa, dengan musik yang sungguh indah, dengan tarian air yang sangat serasi, dengan teriakan teriakan kekaguman dari pengunjung, dengan lampu warna warni dan variasi air mancur nya, rasanya segala stress (kalau ada) akan hilang dalam sekejab tadinya rencana kami hanya akan menonton 1 sesi , tetapi karena bagus sekali, sehingga kami lanjut nonton sesi kedua juga, 1 malam ada 3 sesi, masing masing sekitar setengah jam lebih. tapi sayang sekali, acara tersebut sudah usai tanggal 31 juli 2017 kemarin, moga moga lain kali masih ada gardu pandang, jika tidak ada acara, cuma rasa pertama yang ada, cuma 1 lokasi 1 rasa, tetapi malam itu, kami mendapatkan 1 lokasi 3 rasa, rasa masih sore , rasa lampu dinyalakan, dan rasa air mancur beraksi tidak rugi kesini, walau sempat nyasar ke sawah, heheheheh, tapi puas,sangat puas, bagi yang tidak sempat menonton disini, karena disini hanya waktu tertentu, anda bisa berkunjung ke purwakarta atau monas jakarta setiap akhir pekan, di purwakarta dan monas gratis pula, hehehe
  5. ayam ya, banyak yang bilang enak terus ambil pakai tangan juga masih ada, coba cari yang mobile, yang nga menetap tempatnya
  6. sehabis jalan jalan di tempat yang sejuk dan berbukit bukit, tentunya membakar kalori lebih banyak, maka satu satunya yang bisa di lakukan sekembalinya sampai ke kota jogja adalah cari makan, saya mengantar mereka ke daerah wijilan , maksudnya mau makan nasi gudeg yu djum, tetapi antriannya panjang amat, maklum, tempatnya kecil banget, akhirnya kami masuk ke nasi gudeg bu widodo soal rasa, tidak kalah dengan yu djum, enak, malah saya merasa ini lebih enak, kalau yang yu djum punya , sangat sangat super manis, yang diabet, baiknya hindari makan nasi gudeg sih, walau yang bu widodo ini juga sudah sangat manis, yang yu djum lebih manis lagi. untuk harga juga masih masuk akal lah untuk lokasi wisata, daerah wijilan ini adalah daerah wisata kuliner, khususnya nasi gudeg. untuk rumah makannya, bu widodo ini jauh lebih luas tempatnya, dan lebih lega, juga lebih adem, di banding yang yu djum sebelahnya , sempit dan kesannya panas amat kalau ke wijilan, dari pada sempit sempitan dan antrinya, ini boleh di coba lah, ngak kalah rasanya kok
  7. saya tahunya kjji juga, tapi ntah kalau disini