Hartono Hasian

Members
  • Content count

    1,555
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    17

Hartono Hasian last won the day on August 19 2017

Hartono Hasian had the most liked content!

About Hartono Hasian

  • Rank
    Petualang Sejati

Profile Information

  • Gender
    Male

Contact Methods

  • Website URL
    balebaleku.wordpress.com

Recent Profile Visitors

3,382 profile views
  1. selama di bangkok, memang makan di food court terminal 21 adalah yang paling murah di banding dengan tempat lain, tetapi memang agak sulit cari tempat duduk di terminal 21, karena tempatnya tidak terlalu luas, dan yang makan ramai terus, mau jam makan ataupun diluar jam makan, mungkin karena murah, jadi banyak yang makan disana tetapi food court di MBK dan siam center juga bisa dijadikan sebagai pilihan, saya juga sempat makan di kedua food court ini, walau harganya lebih tinggi , tetapi orang Indonesia yang makan disana, biasa nya omong murah ya, murah ya, sama kayak orang Tiongkok kalau belanja di bali, dikit dikit murah , hehehhee, walau di ketok, tetap murah, untung ini food court dengan harga pas, jadi walau dibilang murah sama orang Indonesia, harga tetap sama saja, tidak bisa di ketok, paling porsi di sedikit kan kali ya (mungkin), hehehhee, jika mau lihat harga makanan, silakan lihat foto ya hari ini , tanggal 1 nov 2017, siap siap pulang ke Jakarta, hari ini bangun agak siangan, karena penerbangan malam hari, dan pagi hari terakhir di bangkok, turunlah hujan pagi pagi, seakan mengucapkan selamat jalan dan selamat menikmati perjalananku kembali ke jakarta, akhirnya rapi rapi lah barang yang akan dibawa ke jakarta, sebenarnya bingung apa yang akan di rapikan, karena pakaian yang di bawa dari jakarta sudah berkurang, tidak beli oleh oleh, tadinya 1 rangsel, 1 koper, sekarang barang sudah muat di 1 koper, rangsel cuma buat sedikit barang saja, akhirnya turun dapur hostel, ini pertama kali saya sarapan pagi di hostel dari 8 malam nginap disini, makanan biasa saja, cuma roti + selai, itu saja, tapi lumayan buat menganjal perut. sambil malas malasan, akhirnya jam sudah menunjukkan jam 12, saatnya harus check out dari hostel, sambil menenteng koper dan backpack, kembalikan kunci, ambil jaminan 50 bath, meluncurlah ke BTS untuk menuju stasiun mochit, memang, kepagian sih, soalnya pesawat malam, tetapi ngak apa apalah, bingung juga mau kemana lagi, di saat cuaca di kota bangkok hujan. cuma butuh waktu 1,5 jam , dari naik BTS pindah ke bus A1, sampailah di bandara bangkok, jam sudah menunjukkan hampir 14.00, perut sudah lapar, maka kelilinglah saya mencari makanan, tapi bingung juga mau makan apa, akhirnya mata melihat satu counter Bon Chon Chicken, karena penasaran, masuk lah saya ke counter ini, kenapa penasaran ? karena sepanjang di bangkok, selalu melihat di mall mall bangkok , kondisinya adalah antri , dan antri, karena antri, saya malas untuk coba, kebetulan di bandara tidak antri, jadi saya mampir membeli sebenarnya di Jakarta, di lippo mall, di food avenue, saya sudah pernah coba , tetapi kurang sesuai dengan lidahku, malah terakhir , saya cari cari, kayaknya sudah tutup deh, atau saya kelewat, kurang tahu juga. setelah beli dan makan, ternyata tetap saja, tidak sesuai selera saya, hahahha, jadi makan saja lah, sudah beli ini, atau di bandara rasanya beda sama di mall, perasaan ngak mungkin lah. habis makan keliling keliling bandara, pertama sekali melihat ada perubahan soal waktu bawa masuk bagasi ke counter check in, sebelumnya , waktu masukin barang, harus lewat security scan dulu, terus di tempel sticker security, yang jadi masalah, stickernya sering robek, dan harus balik lagi untuk scanning berulang ulang, kali ini , tidak melihat lagi ada security scanning, jadi langsung antri ke counter check in,karena kepagian , ya, saya ngak ikut antri, keliling keliling dulu ah. saya melihat papan pengumuman, selain bahasa thailand, bahasa inggris, juga ada bahasa mandarin, thailand memang sangat memanjakan wisatawan dari tiongkok, sampai sampai pengumuman di bandara juga menggunakan 3 bahasa, thailand, inggris dan mandarin, saya maklum sih, karena selama di bandara, boleh dikatakan lebih dari separuh orang tiongkok, kiri kanan ketemu yang omong mandarin, selama wisata di kota bangkok juga, selalu ketemu yang omong mandarin logat dari RRT. sekedar informasi, omong mandarin juga ada banyak logatnya, jika kita sering mendengar, kita bisa mengira gira yang lagi omong mandarin itu dari negara apa, seperti halnya kita mengira gira orang omong bahasa Indonesia yang berlogat dari daerah mana. saat keliling bandara, melihat ada 2 ibu ibu sedang membongkar koper mereka, sampai sampai dus yang sudah di solatif, mereka bongkar juga, bingung juga , mereka lagi ngapain, awalnya kirain mereka kelebihan berat, jadi sedang membongkar bongkar, tetapi ternyata bukan, saat mereka sedang membongkar itu, ada pengumuman soal ditemukan paspor atas nama orang yang pakai nama mandarin, waktu pengumuman pakai bahasa thailand, mereka masih sibuk, waktu pengumuman pakai bahasa inggris mereka masih cuek, waktu pengumuman pakai bahasa mandarin, mereka baru tersadar, bahwa paspor mereka ketinggalan di daerah mana gitu, akhirnya buru buru mereka masukkin barang barangnya kembali, dan salah satu pergi mengambil paspor itu, satunya lagi menunggu, oh, ternyata mencari paspor yang hilang. namanya orang kepo, kurang kerjaan di bandara , keliling lagi, hehehhee, ketemu lagi hal yang tidak biasa, ada nci nci , kelihatannya seperti orang tiongkok, menenteng banyak sekali kantong plastik, bawanya juga agak susah, saya pikir, ini orang mau naik pesawat, atau pengungsi, tebakan saya, pasti waktu mau tukar boarding pass, barangnya overweight, ngak mau bayar, akhirnya di masukkin ke plastik itu, kalau bilang barang di plastik itu baru beli, kelihatan ngak mungkin, karena isinya brantakan, eh, malah dia duduk di depan saya, langsung kamera beraksi lah. pas lagi duduk, ada cowok datang,ngoceh ngoceh, ternyata kali ini saya betul, pertama mereka pakai mandarin ala negara RRT, kedua , suami nya ngoceh soal beli barang kebanyakan, (tapi itu suami sah dia bukan ya,ngak sempat tanya, hehehe), karena malas dengar ocehan mereka, saya jalan saja keliling lagi, dalam hati, belum tentu barang itu bisa naik ke pesawat, karena barang yang naik ke cabin juga ada aturannya, tapi sebodoh ah, ngak kenal ini, hehehe kita keliling lagi, sampai 3 jam sebelum penerbangan, kita ikut antri untuk ke meja counter, ternyata counter thailion antri sangat panjang, antrinya luar biasa, dan kelihatan tidak rapi, tapi saya tetap ikut antri, ternyata di saat antri, ada pengumuman untuk prioritas yang ke kota kota yang penerbangan sudah mepet, mereka dikasih prioritas, antrinya saja 1 jam lebih, jantung deg deg an juga, akhirnya ada yang mengarahkan ke counter lain yang baru di buka, dan kebetulan saya yang urutan pertama yang di suruh pindah, syukur, beruntung lagi , akhirnya tukar boarding pass, terus bagasi bawa ke tempat drop bagasi. di bangkok , habis timbang bagasi di counter, akan di kasih sticker tempel di koper, terus bagasi kita bawa ke tempat drop bagasi untuk drop bagasi kita, bukan kayak di jakarta yang selama ini saya alami, langsung drop di counter. terus buru buru saya ke imigrasi, lagi lagi beruntung, pas sampai, saya di arahkan ke counter yang kelihatan baru buka, sedang, counter lain, orang orang sedang antri lumayan panjang, tanpa kesulitan, saya masuk melewati counter imigrasi, langsung cari tempat buat naik pesawat. wah, ternyata kayak pasar malam di ruang tunggu, ramai banget, kursi tidak ada yang tersisa, duduklah saya di lantai, ikut dengan orang lain, sambil menunggu yang sedang duduk dikursi bangun karena mau naik pesawat, ternyata saat orang bangun, rebutan lah yang tadinya berdiri untuk duduk di kursi, ya, sudah, saya tetap duduk di lantai akhirnya penerbangan kami di panggil, dan dengan lancar masuk ke bus yang antar kami ke pesawat, ya, disini pakai bus juga, bukan belalai langsung, heheheh, tapi , biarin saja lah, yang penting pulang sampai di pesawat, tinggal duduk , sambil tunggu penumpang lain masuk, pesawat terbang telat 15 menit, tapi itu wajar lah, saat pesawat sudah terbang dan stabil, kita dibagi kertas beacukai khas Indonesia, saya tinggal isi form itu, ngak ada masalah selanjutnya jual makanan datang, saya pesan makanan di pesawat, berupa nasi dan daging cincang, tidak enak , tapi lumayan buat ganjal perut, habis makan, langsung tidur, ngak apa apa kan, katanya habis makan ngak boleh langsung tidur, tapi ini khan duduk, bukan berbaring, hehehehe tahu tahu bangun, pesawat sudah mau sampai jakarta, tinggal lap muka pakai tissue basah yang sudah saya sediakan sendiri, ternyata sampah yang di kursi saya sudah diambil, maklum, duduk di sisi jalan, jadi lebih gampang sisa sampah di ambil pramugari. akhirnya pesawat mendarat dengan sempurna, keluar dari imigrasi juga tidak ada masalah, hanya waktu mengambil bagasi, wow, tunggu hampir 1 jam , hahahaha, salah sendiri, tadinya pikir ngak mau masukin bagasi, tahu tahu godaan supaya ngak repot, akhirnya dimasukkin bagasi juga. habis ambil bagasi, keluar menunggu bluebird, sekarang antrian lumayan rapi, walau antrian panjang, tetapi cepat sekali giliran kita, saat sampai tempat taxi, ambil nomor dulu di mesin, ada bluebird sama non blue bird, saya ambil yang blue bird, liat di monitor, masih ada sekitar 60 orang antri, pikir ke toilet dulu ah, masih lama, habis balik dari toilet, ternyata giliran saya sudah lewat, untung boleh langsung naik akhirnya sampailah dirumah, masak mie instant, makan dulu, mandi, dan langsung tidur, nah, kali ini melanggar lagi, habis makan langsung tidur, habis mandi langsung tidur, katanya ngak boleh, tapi ngak apa apa lah, sudah kangen kasur sendir, see you, mungkin segera akan ke thailand lagi, tapi kapan ya, enak juga thailand, yang tadinya selalu di takut takuti , susah bahasa inggris disana, akhirnya bisa puas disana, dan boleh dikatakan jarang nyasar, malah dapat pengalaman pengalaman baru yang tidak dimiliki oleh orang lain.
  2. (Thailand) summer palace ala Thailand : edisi bangkok 24102017to01112017 (19)

    berangkattt, Hahahahaha
  3. (Thailand) summer palace ala Thailand : edisi bangkok 24102017to01112017 (19)

    ini juga naik kereta api ala KRL, Hehehehehe
  4. hari ini bangun pagi pagi lagi, rencana akan pergi ke istana musim panas (summer palace) atau dikenal dengan Bang Pa – In Palace , summer palace dari hostel saya ke stasiun MRT sukhumvit, dari sini saya beli tiket lewat loket (tidak lewat mesin), dan naik MRT menuju ke stasiun MRT Hua Lamphong. dari stasiun Hua Lamphong saya langsung menuju ke loket, saya melihat ada penumpang yang sedang antri di batasi oleh pembatas ke loket, saya tanya ke petugas sana untuk membeli tiket, langsung di arahkan ke loket, sampai di loket , saya bilang saja ke Bang Pa – In, langsung dikasih tiket ordinary seharga 12 bath (kurs 415), saya tidak tahu, yang antri itu antri apa, mungkin ada yang bisa kasih tahu ke saya , jika anda mengetahuinya. setelah beli tiket, karena belum sarapan, saya ke kantin stasiun, makan disana, menu sangat sederhana, seharga 30 bath, ok lah, yang penting bisa kenyang waktu di kantin, saya sambil searching di internet untuk kereta saya, seperti biasa, saya meng up load daftar stasiun yang akan di lewati oleh kereta yang akan saya gunakan, supaya tidak terlewati, apalagi summer palace di Bang Pa In bukanlah daerah tujuan wisatawan asing sebanyak seperti di Ayutthaya, jika di Ayyuthaya, sangat gampang dikenali jika sudah sampai, karena wisatawan terutama wisatawan asing berbondong bondong turun dari kereta, tetapi kalau di Bang Pa In, pasti tidak terlalu banyak yang turun, karena mungkin belum banyak yang tahu, apa karena kurang promosi. karena waktu beli tiket, saya sudah dikasih tahu petugas loket jalur kereta api, jadi saya tidak perlu cek lagi ke papan pegumuman di stasiun, tapi untuk lebih menyakinkan saya, saya cek sekali lagi, dan memang ngak beda dengan informasi petugas loket tiba saatnya saya ingin naik kereta api, karena waktu berangkat sudah sampai, cuma kereta api belum masuk jalur tunggu, akhirnya kereta api terlambat 15 menit, untuk naik kereta api di bangkok, jangan harap on time, makanya, saya tidak sarankan naik kereta api jika mau ke bandara don mueang, atau jika tetap mau pakai kereta api, lebih baik berangkat lebih cepat , tidak mepet waktunya tibalah kereta , maka semua penumpang berebut untuk naik kereta api, disini beda sekali di kereta api dibanding MRT, BTS atau bis kota, disini tidak ada antri yang tertib, semua berebut, apalagi di kelas tanpa tempat duduk, karena semua berebut supaya dapat tempat duduk. selain itu, tidak seperti MRT, BTS atau bis kota, orang akan bangun memberi tempat duduk kepada yang membutuhkan, di kereta api ini jangan berharap, seperti di depan saya, ada orang tua yang pakai tongkat dan cuma satu kaki, tidak ada satupun kasih tempat duduk, akhirnya saya berdiri memberi tempat duduk, malah banyak mata warga lokal melihat ke saya yang memberi tempat duduk. seperti biasa, saat berangkat sangat lega, tetapi setelah lewat beberapa stasiun, kereta menjadi sangat padat, tetapi saya berusaha untuk mengingat setiap stasiun yang terlewati , sambil coret di smartphone saya, supaya jangan terlewat stasiun Bang Pa In tujuan saya, untung akhir bulan oktober , di bangkok udara sejuk, dan ada angin sepoi sepoi masuk ke kereta yang ber ac alam, kata satu moderator sebuah web / grup besar jalan jalan, saya selalu beruntung, heheheheh didalam kereta, anda akan menemukan tukang jual keliling, sebagaimana zaman KRL dulu di jakarta, cuma tidak sebanyak waktu zaman KRL, dan tidak ada pengamen. akhirnya sampai di stasiun Bang Pa in, saya tunjukin foto summer palace ke ojek motor, saya di hargai 20 bath, ok lah, ngak mahal, berangkat lah dari stasiun ke summer palace, eh, tunggu dulu, ternyata saya di turunkan di salah satu wihara , katanya itu lokasi nya, saya turun saja, dan dia buru buru kabur, saya tanya ke salah satu pegawai wihara yang lagi membersihkan lapangan, ternyata salah, akhirnya dengan berbaik hati, dia suruh salah satu orang disana mengantar saya ke summer palace, lagi lagi, beruntung, saya mau bayar kasih 50 bath, dia ngak mau terima, dia cuma bilang thank you, terus kabur, eh, dia yang thank you, bukan saya, beruntung , anda juga bisa jalan kaki dari stasiun ke summer palace, sekitar antara setengah jam sampai 1 jam sudah sampai, ada petunjuk nya jelas. Dengan membeli tiket summer palace senilai 100 bath (kurs 415), akhirnya saya melangkah masuk ke daerah dengan luas 46 are. summer palace ini letaknya masih di provinsi ayutthaya, jika di hitung dari bangkok, jauhnya adalah 60 km, saya naik kereta api hampir 2 jam, dan kereta api terlambat setengah jam. Bang pa in royal palace atau lebih di kenal sebagai summer palace, karena pada zaman dulu, merupakan tempat berlibur para raja raja thailand, saat ini sudah tidak digunakan lagi oleh keluarga inti kerajaan, tetapi masih digunakan sewaktu waktu untuk acara ke negaraan, jadi jangan heran, jika anda menemukan tentara yang menggunakan senjata laras panjang menjaga di lokasi. lokasi ini sangat indah, dengan bangunan, jembatan, sungai, danau , dan lainnya, semua sungguh indah, total sesuai peta yang didapat saat beli tiket adalah 39 spot yang bisa di jadikan buat foto foto, tetapi jika saya keliling, harusnya lebih dari 39 spot, tetapi sayang sekali, Wat Niwet Thammaprawat yang diidesain ala kathedral dan Gothic temple ini dihiasi kaca patri dan ksatria bersenjata sedang renovasi, jadi tidak bisa masuk ke dalam. sesuai info, ada 10 bangunan utama di sini, yaitu : 1. Aisawan Thiphya-Art bangunan ini berupa pavilium yang sangat indah, dibangun di tengah tengahSebuah pavilion indah yang dibangun di tengah-tengah danau, pavilium nya berciri khas thai, mirip dengan bangunan yang ada di grand palace, bangkok, selain itu juga ada patung tembaga seukuran tubuh king rama V. 2. Warophat Phiman Throne Hall Bangunan ini merupakan bangunan paling penting, dimana didalamnya terdapat singgasana yang biasanya Raja duduk disana, bangunan ini dipengaruhi oleh yunani dan neo classical dengan pilar pilar yang menjulang tinggi. 3.Gerbang Thewarat Khanlai Gerbang ini merupakan gerbang penghubung dari bagian luar ke istana dalam yang bergaya Corinthian Neo-Classical 4. Bridges of Statues Jembatan ini terdapat banyak patung bergaya yunani berdiri di jembatan ini 5. Wehart Chamrunt Royal Mansion (Heavenly Light) Ini dibangun oleh kamar dagang cina pada tahun 1889, sehingga kenapa gedung ini sangat kental dengan orament oriental nya, gedung ini dominan dengan warna merah dan warna emas, dan dibangun untuk Raja chulalongkorn (rama V). 6. Krachom Trae Pavilion Bangunan ini bentuknya seperti trompet, jika anda untuk melihat pemandangan sekitar kompleks, maka bangunan ini adalah tempat paling pas. 7. Utthayan Phumisathian Royal Mansion Istana kediaman untuk raja dan ratu didesain sangat Eropa dalam gaya Swiss Chalet, dan terletak di sepanjang danau.. Meskipun bangunan aslinya terbakar di tahun 1938, tetapi raja Bhumibol membangunnya kembali di lokasi yang sama dan mendekorasinya dengan perabotan dari era Napoleon III 8. Withun Thasana Tower (Sages ‘Lookout) bangunan ini juga merupakan bangunan yang ideal untuk melihat pemandangan sekitar 9. Memorial to Queen Sunandakumariratana pada masa itu, hukum di Thailand melarang orang biasa menyentuk atau memegang ratu, sehingga hal itu mengakibatkan tewasnya sang ratu pada tahun 1880, dimana Ratu Sunanda yang sedang berperahu tenggelam di sungai Chao Phraya , dan tidak ada yang berani menolong ratu, termasuk penjaga istimewanya, akibat peristiwa tersebut, raja rama V mengubah hukuman tersebut, dan mendirikan obeliks marmer untuk mengenang sang ratu . 10. Wat Niwet Thammaprawat dengan design ala kathedral dan Gothic temple ini dihiasi kaca patri dan ksatria bersenjata dari petugas. selain bangunan tersebut, kita juga bisa menemukan bangunan bangunan tempat tinggal keluarga raja, tetapi sayang sekali, umumnya bagian dalam baik bangunan utama maupun bangunan lainnya tidak boleh di foto. saya mengelilingi tempat wisata ini sekitar 3,5 jam, dan sebagian besar wisatawan yang ada di dalam sini adalah wisatawan dari Tiongkok, sehingga berisik nya luar biasa, seperti biasanya didalam area ini, anda sulit mendapatkan makanan , yang ada cuma minuman ringan (kayaknya sponsor dari salah satu perusahaan minuman ringan, karena semua minuman ringan produk perusahaan tersebut), dan cuma ada makanan kecil, saya tidak menemukan makanan berat baik di counter counter maupun di tempat yang agak lega dekat pintu keluar. jam buka adalah jam 08.00 sampai jam 16.00, para pengunjung di wajibkan memakai pakaian sopan sebagaimana jika mengunjungi wat wat di thailand, jika anda tidak mau capek keliling area ini, anda bisa menyewa golf car yang tersedia. akhirnya waktu yang membuat saya harus pulang ke bangkok, tiket kereta untuk pulang saya menggunakan kereta rapid, dengan harga 20 bath, saat pulang, terjadi hal yang tidak di duga, saat akan masuk ke stasiun hua lamphong bangkok, kereta sempat berhenti sebelum masuk stasiun 1 jam lebih, (jadi ingat kalau kereta mau masuk stasiun beos/ kota jakarta) , sehingga terjadi keterlambatan hampir 2 jam. untuk anda yang ingin bertanya tanya, silakan , dan jangan lupa follow blog ku untuk mendapatkan cerita cerita lain.
  5. malam malam pas lagi ngobrol sama orang hostel, siap siap mau keluar makan, ada beberapa orang bule dekatin, tanya rencana mau kemana, saya jawab saja belum tahu, cuma mau cari makan, lalu di ajak minum ke cowboy soi, saya ok ok saja, namanya juga kelas backpacker, sama sama ngak kenal, cuma bedanya mereka nginap di dorm, yang 1 kamar 4 ranjang atau 6 ranjang , kalau saya lebih bonafid, nginap di kamar 1 orang private room, hehehehe akhirnya kami berjalan menuju cowboy soi, tidak terlalu jauh dari penginapan kami, tempatnya hanya sekitar 10 menit jalan kaki, jika terminal 21 di tengah tengah, maka hostel kami di jalan sebelah kanan mall, maka cowboy soi di sebelah kiri mall. saat kami masuk ke gang nya, banyak sekali calo calo menawarkan sambil memegang sebuah kertas/karton berisi menu, gangnya tidak terlalu panjang, kiri kanan ramai bar bar yang penuh lampu kelap kelip, didalamnya ada penari penari sedang menari, pintu bar sengaja di buka sedikit, supaya kita bisa melihat ke dalam dari depan , hehehe akhirnya kami pilih minum dan makan di salah satu bar, duduk tidak terlalu lama disana, karena diantara bule itu , ada pasangan suami isteri, akhirnya kami sepakat berpisah, saya jalan sendiri ke ujung jalan satu lagi,mereka jalan balik, ngak tahu kemana mereka. ternyata di ujung jalan , ada banyak panti pijat, sambil jalan dan lewat , melihat lihat, sedikit foto foto, karena banyak calo, takut ngak boleh, hehehe tidak terlalu jauh beda dengan cowboy soi, cuma saat ke Pat Pong, calo calonya lebih banyak, dan kelihatan lebih ketat, saya mau foto, langsung di tegor salah satu calo, cuma yang membedakan dengan cowboy soi adalah disini ada tempat belanja yang lumayan luas, saya tidak mampir, cuma sambil lewat saja sih karena tidak terlalu lama di tempat hiburan ini, jadi informasi juga tidak terlalu banyak, hehehhee
  6. kebetulan akhir okt sampai jan, udara bangkok enak, angin lewat jendela, sejuk
  7. (Thailand) China town : edisi bangkok 24102017to01112017 (13)

    hahahhaa, wah, mesti kesana ni, hehehe
  8. hari ini saya bangun pagi pagi lagi, karena hari ini tujuan saya adalah ke siam ancient city, daerah ini seperti taman mini indonesia indah, yang berisi duplikasi bangunan dari seluruh thailand sesuai petunjuk, saya bisa naik bus no.511 tujuan ke pasar pak nam, bus ini dari pink lao, saya langsung menuju ke halte bus yang berada di depan hotel westin/ robinson, tetapi setelah saya lihat sana sini, kok ngak ada papan nama yang menulis , akhirnya saya balik lagi tanya satpam yang ada di depan terminal 21, hebatnya satpam itu juga kurang tahu, dan dia kontak temannya dengan Handy talkie setelah dikasih tahu tunggu di depan hotel westin, saya pun menuju kesana untuk menunggu, memang untuk kota sadar wisata sama kota tidak sadar wisata ada perbedaan, pas saya lagi tunggu, melonggok kesana kemari, satpam itu datang lagi, kasih tahu no.511 ya, turun dipasar pak nam, wah, terima kasih sekali untuk satpam itu. setelah bis datang, naik lah saya keatas bis itu, karena tempat duduk di dekat pintu belakang kosong, cuma ada 1 cewek disana, jadi saya duduk saja disana, untuk bis di kota bangkok, anda bebas naik atau turun lewat depan atau belakang, dan untuk bayarnya , nanti ada kondektur yang akan tagih karena di bis ada televisi yang sedang menyiarkan tentang mendiang raja thailand , maka basa basi saya membuka pembicaraan dengan cewek itu, sambil memuji mendiang raja thailand, dan sekalian bilang nanti akan ke muangboran (orang sana tahunya muangboran, kalau kamu bilang ancient city, orang tidak akan tahu), maksud saya , nanti saya akan tanya tanya kalau ada yang binggung, ternyata cewek itu bisa bahasa inggris yang masih bisa di mengerti. setelah bis berjalan melewati 1 halter, berdiri lah cewek itu sambil mengeluarkan tabung seng/aluminium panjang (bentuknya kayak tabung wisuda , bulat panjang), ternyata cewek itu kondektur, heheheheh, sambil melihat orang lain bayar, saya lihat yang di depan saya sebut pak nam , dan dia membayar 30 bath (kurs 415), pas sampai ke saya, saya mau bayar juga, dijawab “no need to pay” saya binggung, habis itu dia tagih langsung ke belakang saya, pas balik, saya mau bayar lagi, dia bilang “free for you”, cieeeee, gratis ni, tentu senang hati lah, tetapi bingung juga, kok bisa gratis, akhirnya saya simpulkan sendiri, mungkin karena saya puji puji mendiang raja mereka. pas sudah mendekati pasar pak nam, dia datang ke tempatku, katanya nanti turun , saya disuruh naik songtheaw no.36, katanya di bagian depan atap shongtheaw ada tulisan gede 36, jadi anda tinggal naik, nanti kasih tahu mau turun di muangboran saya ikuti petunjuk dia, turun dari bus, nyeberang jalan, karena bentuk jalan nya pertigaan, jadi nyeberang , langsung jalan lurus, disana sudah banyak songtheaw yang tunggu, saya naik saja yang paling depan, masih kosong saya sendiri, tetapi hanya dalam waktu sebentar, sudah ramai , dan berangkatlah songtheaw tersebut, saya perhatikan jalan sekitar, akhirnya sebelum ancient city, penumpang tinggal berdua, satu lagi orang thailand berumur, saya yakin dia ngak bisa bahasa inggris, mateng lah, tetapi nekad, saya omong ke dia , muangboran, karena saya takut sudah sampai tapi supir ngak berhenti, dia kelihatan ngerti, ngak tahu omong apa dalam bahasa thailand, pas sudah sampai depan ancient city, benaran, supir ngak berhenti, lalu sama dia di tekan bel yang ada di atas songtheaw, mobil berhenti, sambil ucapkan thank you, saya turun, terus bayar ke supir 8 bath (tarif resmi),supir pas lihat saya, langsung pukul jidat dia, sambil bilang muangboran, ternyata benaran, supirnya lupa, hehehhee, untung bahasa tubuh berguna juga. setelah bayar, langsung jalan melewati 1 jembatan, dan selfie dulu di jembatan itu, ok, sedikit banyak tentang the ancient city bila kita berkunjung ke negara manapun, biasanya mereka mempunyai bangunan kuno atau kota kuno, seperti halnya jakarta ada kota tua dekat stasiun beos sebagai contoh, karena bangunan atau kota kuno itu merupakan salah satu sumber sejarah tentang kejadian , kemegahan atau kejayaan masa lalu. dari hotel westin/asok yang dekat dengan penginapan saya, perjalanan sampai ke pasar paknam sekitar 1 jam, dan dari paknam sampai ancient city memakan waktu sekitar 1 jam juga, alternatif lain, jika anda tidak mau dipusingkan dengan naik bus terus ganti songtheaw lagi, anda bisa naik BTS sampai ke stasiun bearing, dari stasiun bearing anda naik taxi, maka akan jauh lebih cepat dan murah, dibanding jika naik taxi langsung dari kota bangkok. Ancient Siam ini mempunyai luas sekitar 250 hektare. Bentuknya sesuai dengan peta negara Thailand. Area Ancient Siam diisi dengan duplikat bangunan megah dengan berbagai ukuran seperti candi, istana, pasar terapung, restoran, patung, gunung, danau, taman, dan masih banyak lagi. Ancient Siam atau Ancient City (alias Kota Kuno) atau orang thailand lebih mengenal sebagai muangboran adalah taman yang dibangun oleh Lek Viriyaphant. Ide awal pembuatnya adalah membuat lapangan golf yang dihiasi dengan berbagai benda-benda yang berhubungan sejarah Thailand. Ketika melakukan riset, ternyata dia mengtahui bahwa banyak benda-benda yang dimaksud telah rusak seiring waktu. Akhirnya diputuskan untuk membuat replika dari struktur-struktur tersebut dalam ukuran asli atau skala yang lebih kecil. ratusan candi yaitu bangunan yang dibuat identik menyerupai bangunan yang ada atau bangunan kuno dari seluruh Thailand. Di sini, wisatawan juga akan melihat beberapa bangunan yang menakjubkan, termasuk beberapa bangunan seperti Wat Arun, The Grand Palace, dan pasar terapung. Karena kawasan ini sangat luas, maka disediakan sepeda gratis yang bisa digunakan untuk mengeliling daerah tersebut, atau anda bisa menyewa mobil golf untuk mengeliling daerah tersebut Setelah lelah berkeliling seharian, wisatawan dapat beristirahat dan makan di tempat yang telah disediakan di pasar terapung. Selain makanan, di pasar ini juga terdapat toko-toko kecil yang menjual barang kerajinan dan cinderamata khas Thailand. kembali ke setelah melewati jembatan sejak turun dari songtheaw, saya bingung loket karcis dimana, karena petunjuk tidak jelas, saya tanya ke satpam, di kasih tahu ke satu ruangan, ternyata ruangan tersebut adalah untuk penjualan tiket group, akhirnya saya di kasih tahu ke loket penjualan tiket loket penjualan tiket juga ada di satu ruangan, harga tiket adalah 700 bath orang dewasa, dan 350 bath anak anak umur 6 samapi 14 tahun, dibawah 6 tahun gratis, mahal memang, karena di kelola oleh swasta, saya sampai jam 09.00 tepat, jam buka loket, mau lebih murah ? bisa, anda datang jam 16.00 sore, maka anda hanya akan di suruh beli tiket setengah harga, untuk dewasa seharga 350 bath, dan anak anak umur 6 sampai 14 tahun seharga 175 bath, sedangkan dibawah 6 tahun adalah gratis, jam tutup adalah jam 19.00 malam harga tiket sudah termasuk pemakaian sepeda dan Audio guide service in English, Chinese, Thai, Korean or Russian, pemakaian audio nya cukup gampang, tinggal ikutin petunjuk waktu kita mengambil setelah beli tiket, saya dikasih sebuah masker, dan semua yang beli tiket juga dikasih masker, bingung juga saya, buat apa masker itu, dijawab nanti didalam akan tahu, ya, sudah, bawa saja, ternyata dibagian dalam banyak sekali yang lagi sapu lantai sehingga debu berterbangan, dan ada daerah tertentu lagi perbaiki jalan, dan banyak debu, pantas dikasih masker. setelah beli tiket, saya jalan menuju ke pintu masuk, saat akan masuk, saya dipanggil seseorang, saya disuruh ambil sepeda, tapi saya ngotot , saya akan jalan kaki kata dia total 320 are, ngak mungkin jalan kaki, saya tanya berapa jam untuk keliling, katanya sekitar 3 jam kalau jalan kaki, ya, ngak masalah, saya tetap pilih jalan kaki, cuma saya masih binggung, apa benar ya, 320 are itu 250 hektar, mungkin ada yang bisa bantu jawab, akhirnya masuk lah saya dengan berjalan kaki. didalam ancient city terdapat 120 spot antara lain seperti the old market, sanphet prasat palace ayutthaya, the phra kaew pavilion, the floating market, wat chong kham lampang, the wihan of wat chiang khong chiang rai, kuan yin, dan lain lain , untuk mengelilingi spot spot tersebut dengan jalan kaki, akhirnya saya menyelesaikan dengan waktu 6 jam lebih (bukan 3 jam), hehehehhehe, capek memang, apalagi cuaca panas terik, sudah itu, spot spotnya tidak berurutan, kadang mesti keliling keliling. tetapi saya suka sekali disana, selain tantangan mencari spot spot sesuai nomor urut, kadang kadang ternyata spot sudah di depan mata, tapi tidak terlihat, kadang spot dibelakang kita, tapi kita cari kemana mana, tanya sama petugas didalam dengan cara tunjukin peta? sama saja bohong, mereka tidak hafal, tapi senang sekali, akhirnya selesai juga mencari spot tersebut, walau ada yang terlewati, hehehehhe, tapi next , mau kesini lagi , walau mahal, tapi masih OK lah, enak, seharian didalam setelah keliling, akhirnya saya naik lagi songtheaw no.26 kembali ke pasar paknam, dan kembali lagi naik bus no.511 , eh, kali ini kondektur cowok, pas saya mau bayar, tangannya di goyang goyang, saya mau kasih duit, goyang terus, pas disebelah saya yang cewek, tanya dalam bahasa thai, saya bilang ngak ngerti, ternyata dia bisa inggris, dia tanya ada apa, saya bilang, saya mau kasih duit dia ngak mau, terus dia tanya dalam bahasa thai ke kondektur dan terjemahkan ke saya, katanya kondektur bilang gratis untuk saya, bingung khan, saya tanya ke cewek itu kenapa, cewek itu bilang, sudah , kalau dikasih gratis terima saja, ya, sudah, saya suruh kasih tahu terima kasih ke kondektur itu. akhirnya balik ke penginapan, mandi terus tidur.
  9. tapi yang tidak terbiasa jalan kaki jangan coba coba