talentaorganizer

Members
  • Content count

    15
  • Joined

  • Last visited

About talentaorganizer

  • Rank
    Baru Bergabung

Profile Information

  • Gender
    Female
  • Location
    jakarta
  • Interests
    art

Contact Methods

  • Website URL
    http://talentaorganizer.com
  1. IMG_3912.thumb.JPG.dc3abc673e96bf1a5c8b718107570fbf.JPG

    We are event organizer specializing in art exhibition. We are also art dealer for paintings and sculptures. We maintain good relation with various artists of various style

     

  2. Pameran seni rupa dengan Tajuk “Energi Seni” yang diikuti oleh 18 seniman, yang menampilkan karya terbaru dan terbaik mereka di Plaza Indonesia,Jakarta (Function Hall lantai 2) pada tanggal 11 s/d 19 Agustus 2018

    Mereka yang tampil pada pameran ini adalah seniman dari berbagai aliran seni serta lintas generasi seperti Djoko Pekik (1938), Heri Dono (1960), Putu Sutawijaya (1970), Erica (1971), Indra Dodi (1980), Umbu Tanggela (1956) dan Putranya Rato Tanggela (1990)

     

    Catatan Kuratorial: Suwarno Wisetrotomo

    Kata ‘energi’ juga bermakna daya, kekuatan, gairah, vitalitas, elan, spirit, atau gairah. Ia melibatkan yang fisik dan non-fisik.  Yang fisik terkait dengan kekuatan yang bisa diukur dan terukur. Jika melampaui batas, maka berdampak negatif pada raga. Kemudian yang non-fisik, seringkali tampak tak terbatas, tanpa tepi, dan terasa liar. Semakin melampaui batas, semakin menemukan daya (sebutlah semacam ide-ide, terkait isi, bentuk, dan fungsi) yang tak terduga.

    Demikianlah proses kreatif berpikir dan berkarya seni yang melibatkan seluruh daya; daya nalar, daya renung, dan daya artistik. Berkesenian, tak bisa tidak, harus mengerahkan seluruh daya, agar produk karya seni memiliki dua energi yang menyatu, yakni daya pukau dan sekaligus daya ganggu. Pencapaian semacam ini, sekali lagi, hanya mungkin terjadi jika seniman bertumpu pada nalar, kepekaan jiwa, dan kepiawaian artistik. Ketiganya bukan kebetulan, juga bukan jatuh dari langit, tetapi buah dari upaya yang tak kenal menyerah.

    Karya seni yang memesona secara visual, dan mengganggu secara isi dan pesannya, dapat dikatakan sebagai karya yang memancarkan energi positif bagi penontonnya. Energi positif ini penting, karena seni memang menjadi medium yang sangat efektif untuk membangun pengertian antar manusia. Seni semestinya berada di atas banyak persoalan; isu suku, agama, ras/etnik, ideologi, politik, misalnya, akan menemukan “ruang pertemuan dan ruang dialog” melalui karya seni. Seperti halnya bidang olah raga, dunia seni juga sangat memerlukan sikap sportif. Semua pendapat harus disertai dengan argumentasi yang jelas dan kuat, sehingga perbedaan apapun yang muncul, tetap harus bersikap saling menghargai. Karena memang, tak ada makna seni yang tunggal dan absolut.

    Peristiwa Pameran Seni Rupa bertajuk ENERGI SENI dihasratkan untuk menumbuhkan pemahaman seperti itu. Menularkan energi kreatif dan positif merupakan tanggung jawab sosial dan moral setiap individu. Melalui medium karya seni rupa, diseminasi perkara energi seni, menemukan ruangnya yang menarik dan mengundang beragam kemungkinan, khususnya di area pemaknaan seni. Pameran ini diharapkan dapat menghadirkan beragam karya seni rupa yang memancarkan ‘pesona seni’, ‘imaji seni’, ‘mengundang pemaknaan yang beragam’, ‘menumbuhkan semangat dan daya hidup’, dan itulah yang dimaksudkan sebagai “energi seni”. Melalui berbagai karya seni, siapapun kita, akan tersentuh dan tumbuh daya hidup kita dengan lebih manusiawi.

    (Suwarno Wisetrotomo / Kurator )

     

     

     

    IMG_4202a.jpg

    IMG_3912.JPG

    DSC_6431.JPG

    DSC_6447.JPG

    DSC_6416.JPG

    IMG_3892a.jpg

    IMG_3905a.jpg

    IMG_4033.JPG

  3. talentaorganizer

    Pameran Seni "Energi Seni"

    Pameran seni rupa dengan Tajuk “Energi Seni” yang diikuti oleh 18 seniman, yang akan menampilkan karya terbaru dan terbaik mereka di Plaza Indonesia,Jakarta (Function Hall lantai 2) pada tanggal 11 s/d 19 Agustus 2018 Mereka yang akan tampil pada pameran ini adalah seniman dari berbagai aliran seni serta lintas generasi seperti Djoko Pekik (1938), Heri Dono (1960), Putu Sutawijaya (1970), Erica (1971), Indra Dodi (1980), Umbu Tanggela (1956) dan Putranya Rato Tanggela (1990) Catatan Kuratorial: Suwarno Wisetrotomo Kata ‘energi’ juga bermakna daya, kekuatan, gairah, vitalitas, elan, spirit, atau gairah. Ia melibatkan yang fisik dan non-fisik. Yang fisik terkait dengan kekuatan yang bisa diukur dan terukur. Jika melampaui batas, maka berdampak negatif pada raga. Kemudian yang non-fisik, seringkali tampak tak terbatas, tanpa tepi, dan terasa liar. Semakin melampaui batas, semakin menemukan daya (sebutlah semacam ide-ide, terkait isi, bentuk, dan fungsi) yang tak terduga. Demikianlah proses kreatif berpikir dan berkarya seni yang melibatkan seluruh daya; daya nalar, daya renung, dan daya artistik. Berkesenian, tak bisa tidak, harus mengerahkan seluruh daya, agar produk karya seni memiliki dua energi yang menyatu, yakni daya pukau dan sekaligus daya ganggu. Pencapaian semacam ini, sekali lagi, hanya mungkin terjadi jika seniman bertumpu pada nalar, kepekaan jiwa, dan kepiawaian artistik. Ketiganya bukan kebetulan, juga bukan jatuh dari langit, tetapi buah dari upaya yang tak kenal menyerah. Karya seni yang memesona secara visual, dan mengganggu secara isi dan pesannya, dapat dikatakan sebagai karya yang memancarkan energi positif bagi penontonnya. Energi positif ini penting, karena seni memang menjadi medium yang sangat efektif untuk membangun pengertian antar manusia. Seni semestinya berada di atas banyak persoalan; isu suku, agama, ras/etnik, ideologi, politik, misalnya, akan menemukan “ruang pertemuan dan ruang dialog” melalui karya seni. Seperti halnya bidang olah raga, dunia seni juga sangat memerlukan sikap sportif. Semua pendapat harus disertai dengan argumentasi yang jelas dan kuat, sehingga perbedaan apapun yang muncul, tetap harus bersikap saling menghargai. Karena memang, tak ada makna seni yang tunggal dan absolut. Peristiwa Pameran Seni Rupa bertajuk ENERGI SENI dihasratkan untuk menumbuhkan pemahaman seperti itu. Menularkan energi kreatif dan positif merupakan tanggung jawab sosial dan moral setiap individu. Melalui medium karya seni rupa, diseminasi perkara energi seni, menemukan ruangnya yang menarik dan mengundang beragam kemungkinan, khususnya di area pemaknaan seni. Pameran ini diharapkan dapat menghadirkan beragam karya seni rupa yang memancarkan ‘pesona seni’, ‘imaji seni’, ‘mengundang pemaknaan yang beragam’, ‘menumbuhkan semangat dan daya hidup’, dan itulah yang dimaksudkan sebagai “energi seni”. Melalui berbagai karya seni, siapapun kita, akan tersentuh dan tumbuh daya hidup kita dengan lebih manusiawi. (Suwarno Wisetrotomo / Kurator )
  4. talentaorganizer

    The place to enjoy Indonesian artwork

    Nyai Rasa Resto & Gallery is an alternative spot for art lovers to enjoy various indonesian arts, where The kemang 58 gallery exhibit solo and group arts continuously The concept was to meet the art lovers and patrons to the artist in hope that there is a communication build between them to share idea, characters, style and backgrounds The resto & gallery where located jn cipete raya 65, jakarta
  5. talentaorganizer

    talenta organizer art

    We are event organizer specializing in art exhibition. We are also art dealer for paintings and sculptures. We maintain good relation with various artists of various style talentaorganizer website
  6. talentaorganizer

    Nyai Rasa Resto & Galeri

    Nyai Rasa Resto & Galeri adalah sebuah ruang alternative untuk para pecinta seni bisa menikmati karya seni dari berbagai aliran dan gaya, dari berbagai seniman Indonesia Galeri ini secara rutin mengadakan acara pameran seni baik pameran tunggal maupun pameran kelompok. Konsep dari Nyai Rasa Resto & Galeri adalah mempertemukan seniman, karya seninya dengan para penikmatnya supaya bisa terjadi komunikasi mengenai konsep karya, inspirasi dan kualitas karya tersebut, disamping itu para pecinta seni juga bisa mengetahui karakter, serta latar belakang seorang seniman Resto & Galeri yang berlokasi Jakarta selatan tepatnya di jl cipete raya no 65 ,jakarta selatan