rianifitria

Members
  • Content count

    85
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    6

rianifitria last won the day on January 25

rianifitria had the most liked content!

4 Followers

About rianifitria

  • Rank
    Tidak Baru Lagi

Profile Information

  • Location
    Jakarta

Recent Profile Visitors

1,446 profile views
  1. Jalan2 ke China p1 Beijing

    @deffa Kayaknya ada, soalnya kemaren saya ditunjukin sama mas2 concierge dari HP-nya. Cuma ya, semuanya dalam Bahasa Mandarin, kayaknya di 'twitter'nya baidu ada live update-nya gitu, cuma saya gak tau link/app-nya dari baidu apaan. Sebelum berangkat mendingan Tanya concierge bagaimana kondisi Great Wall yg mau dikunjungi, biasanya mereka ada link/update-nya dan setidaknya bias ngasih tau kalau section-nya tutup karena cuaca.
  2. @deffa Gak ada yg khusus sih, biasanya ambil China public holiday calendar + manual school vacation input. Kalau public holidaynya ambil dari timeanddate atau beijingers. Kalau school vacationnya: - Winter Holiday: 2 weeks sebelom CNY + CNY week (Spring Festival Golden Week holiday) + 2 weeks setelah CNY - Midterm holiday: 1-7 May - Summer Holiday: 2 bulan Jul-Aug - Midterm holiday: 1-7 Oct (National Day Golden Week holiday)
  3. Jalan2 ke China p1 Beijing

    @deffa Wah, bukan macetnya yg jadi perkara. Tapi quota pengunjungnya yg jadi masalah. Jadi di tiap section itu mereka ada quota pengunjung yg boleh masuk dan naik. Kalau mau dateng dan gak kehabisan tiket, ya harus berangkat pagi2. Setelah dapet tuh tiket, baru deh boleh mempertimbangkan kemacetan dan antrian masuk dan jalan di Great Wall. Selain itu cuaca juga harus dipertimbangkan kalau mau ke Great Wall. Rencananya sih kami tadinya mau ke Great Wall section Badaling (paling deket sama Beijing), tapi karena Beijing hujan terus, itu bagian ditutup. Jadi kami harus lari ke Great Wall section lainnya. @AL-Akbar Saya dukung 200% buat pergi ke sana. Emang beneran mantep.
  4. Parah turunnya, @deffa Jadi jangan lupa cek calendar. Dan weekend termasuk 'Peak period' lho ya.
  5. Jalan2 ke China p1 Beijing

    @deffa Jangan lupa baca tanggalan, terutama Summer Holiday-nya sekolah2 di China. Kalau pas barengan tanggalnya, beneran lautan manusia.
  6. Jalan2 ke China p1 Beijing

    Coba aja maps.me, mungkin lebih cocok buat @deffa Maaf kurang bisa membantu...
  7. Jalan2 ke China p1 Beijing

    @deffa Jujur aja kemaren saya coba offline maps gitu dari beberapa apps yg free, tapi entah kenapa gak bisa dipake dengan bener/sesuai keinginan. Download peta Shanghai, dikasihnya yg regional, jadi gak bisa zoom. Begitu ada yg bisa zoom, nama2nya dalam Chinese. Kalau gak salah 3 apps dan 9 peta kemudian, saya menyerah pake app (gaptek abis). Jadi saya terpaksa old school gitu. Cari tempat2 di google maps (pas belom berangkat) dan bikin rute, terus print screen. Kalau subway/metro line mendingan download peta rute-nya langsung dari website resminya. Soalnya yg di Xi'An cuma muncul 1 line di google maps, tapi sebenernya ada 3 lines. Kalo denger2 dari orang sih pada pake maps.me. Rasa2nya kemaren udah coba tapi kurang sesuai keinginan juga.
  8. @twindry Single rider line ada, tapi pas kemaren kesana penuh sesak. Pokoknya ada tempat antri, ada manusia. Mau single atau gak tetep aja penuh. Kecuali express pass lane. @deffa Iya! Soalnya selain ngantrinya gak bikin murka, harga tiketnya juga turun jauh. Kalo di low season cuma RMB 370.
  9. @twindry Jangan sesat ya~ kembalilah ke jalan yg benar dan antri @deffa Panas, gerah, pengen ngamuk dan pingsan 3-4 jam ngantri per wahana dan desak2an kaya sarden gitu (atau bunderan HI pas tahun baru-an). Begitu balik langsung ke Dufan buat muasin naik wahana2.
  10. Jalan2 ke China p1 Beijing

    @deffa Iya, dan logatnya mereka pas ngomong Mandarin juga beda2 banget. Biasanya mereka lebih sering pake Bahasa lokal juga, jadi biarpun tau Mandarin dikit2 (baca: ngitung 1-10 buat nawar) susah juga ngertinya. Kalau hotel besar (bintang 5 gt) biasanya concierge-nya bias Bahasa Inggris dikit2, dan mereka punya handheld translator (kita ngomong ke alatnya dan langsung translate). Tempat wisata besar2, jalan2 besar dan minimal MRT/Subway/metro/bandara juga ada tulisannya dalam Bahasa Inggris. Kalau udah keluar kota dikit aja, hilanglah tulisan2 tsb, bus juga jangan harap ada tulisan Bahasa inggrisnya. Yg saya temuin paling berguna itu kumpulan tulisan2, logo dan foto2 yg bias ditunjukin ke orang2 lain. Misalnya hotel, di HP saya ada nama dan alamat hotel dalam tulisan latin dan Mandarin. Atau mungking begitu sampe hotel/hostel, minta kartu nama mereka untuk ditunjukin orang dan juga foto depan hotel (soalnya ada beberapa hotel yg namanya sama tapi beda daerah, sempat kesasar sekali gitu). Begitu juga dgn objek2 wisata, apalagi kalau di daerah tian'anmen square yg susah banget nyetop kendaraan dan kendaraannya harus berhenti sebelom masuk daerah tian'anmen square. Makanan juga, jangan malu2 ngambil foto makanan yg lg dimakan orang dan keliatannya enak; kalau mau beli nantinya tinggal tunjukin fotonya. Pokoknya sebelom berangkat harus riset bener2 caranya pulang pergi gimana, alamatnya dimana, apa yg perlu dikunjungi dan naik apa, naik-turun dimana, jam buka, ongkos jalan kira2 berapa kalau naik taxi, barang2 yg dicari. Terus kalau udah masukin semuanya ke HP dan jangan sampe HPnya mati (kejadian juga). Misalnya kalau mau cari oleh2 perangko gitu, bawa foto2 perangko; kalau mau cari peking duck, bawa tuh foto peking duck; foto toilet/tulisan toilet juga kalau perlu. Yg kemaren ini saya sampe punya 136 peta dan tulisan buat rute2 jalan2 gitu. Dan kalkulator app. Penting itu, apalagi buat nawar.
  11. @kyosash Keliatannya aja gak padat, padahal sama mengerikannya sama Beijing. Penuh manusia. @deffa Kayaknya pas high season deh. Tapi emang pengelolaan antriannya belum bagus banget sih (kurang banyak penjaga) dan kayaknya mereka overload capacity wahana juga. Bahkan express pas aja ticket machine-nya pada rusak. Dan kata Disneyland Shanghai ini pengunjungnya masih kurang banyak. Entah gimana itu nantinya. @HarrisWang Ya, perjalanan ke Shanghai berikutnya deh~ Delay-nya beneran parah. Mungkin karena emang cuaca gak bagus ya (lagi musim hujan + badai). Makanya saya saranin naik bullet train kalau bisa daripada pesawat. Wah hebat! Taktiknya perlu dipelajarin nih. Kemaren pas antri Disneyland sih udah mulai belajar gitu. Anak kecilnya disuruh nyerobot depan dulu sambal bilang 'Mama saya di depan'. Terus gak lama Mamanya nyerobot bilang 'Itu anak saya di depan'.
  12. Jalan2 ke China p1 Beijing

    @kyosash Thanks! Iya bajajnya lucu! Dan pedagang buah itu mbayarnya bisa pakai QR code lho, padahal gerobak gitu. @deffa Beijing emang seru~ rutenya... ok lah, masih bisa lebih baik lagi... Misalnya National Museumnya satu hari sendiri bukan hanya setengah hari (soalnya besar banget).
  13. Berikut adalah kelanjutan perjalanan dari p1 Beijing menuju ke Xi'An dan Shanghai.... Hari 6 : Xi'An Hari pertama di Xi’An kami pergi ke Xi'An National Museum atau Shaanxi History Museum. Naik metro ke Xiaozhai – Line 2 atau 3. Tiket masuknya RMB 30. Sejarahnya Xi’An lumayan menarik. Karena kota ini adalah satu2nya kota yg dengan suksesnya selamat dari berbagai era dan perang lumayan utuh; dan sejarahnya mereka emang panjang banget. Oleh sebab itu kota ini terkenal sebagai kota pelajar; Karena memang banyak universitas2 kelas kakap di sini (dan bukan hanya di jaman ini saja). Mulai dari jaman purba, dan menjadi ibukota untuk berbagai dinasti yg peninggalan sejarahnya lumayan tercatat rapih dan lengkap. Kota ini juga kota awal mulanya komunitas Muslim di China; yg diawali dari perdagangan Jalur Sutra. Museumnya masuknya gratis! Dari Museum, kami pergi ke The Big Wild Goose Pagoda (Dayan Pagoda) – Metro Line 3 stasiun Dayanta. Ini adalah pagoda-nya biksu Tong Sam Chong (Kera Sakti/Sun Go Kong)! Beliau termasuk biksu terkemuka yg telah membuat catatan sejarah yg luar biasa detail mengenai masa tersebut selama perjalanan Beliau ke India. Bahkan catatan beliau telah dipergunakan untuk merekayasa sejarah agama Buddha di India. Dari sini kami berjalan menuju ke Muslim Quarter. Keluar dari stasiun Zhonglou – mentro line 2- dari pintu B dan jalan menuju ke Bell Tower dan belok ke kanan. Muslim Quarter ini adalah jalan yg penuh toko2 makanan Halal dan juga tradisional/khas-nya orang Muslim di Xi’An. Mulai dari kurma yg sebesar kepalan tangan sampai kacang cabe (cabenya hebat banget) dan kue persik yg khas, semuanya ada disepanjang jalan ini. Yg menarik adalah The Great Mosque yg berada di balik jalan ini. The Great Mosque adalah Masjid pertama dan tertua di China. Dibangun oleh Raja China dan diberikan kepada kaum pedagang dari Timur Tengah yg menetap di Xi’An sebagai ‘duta’ Jalur Sutra. Bangunannya persis dengan klenteng, tapi di dalam ruang utama Masjidnya dindingnya penuh ukiran Al-Qur’an. Tiketnya RMB 25 Hari 7 - Xi'An Hari ini kami pergi pagi2 banget ke Emperor Qinshihuang's Mausoleum Site Museum. Atau lebih dikenal sebagai The Terracotta Warrior Museum. Tempatnya lumayan di luar kota, karena konon sejarahnya raja ini dikubur di satu bukit dengan 35 ruangan. Di kuburan utamanya petinya Beliau terbaring diatas ‘danau’ yg terbuat dari air raksa dan kubah-nya dihiasi dengan permata dan dibikin semirip langit malam. Yg ditemui baru 14 ruangan, yg digali baru 7, dan yg bisa ditunjukkan masa (karena isinya lumayan utuh) hanya 3. Untuk kesini kami pergi ke stasiun Wulukou dan berjalan ke arah stasiun kereta (Railway Station). Kamu pergi ke perhentian bus jalur 5, persis di depan China Post dan naik bus 306. Harga tiketnya RMB 7 dan perjalanan kira2 1,5 jam. Karcis masuknya RMB 150, ngantrinya panjang, tapi ada keterangan Bahasa Inggris. Melihat skalanya satu ruangan yg baru 1/3-nya digali saja sudah terpana. Tidak heran kalau kuburannya 1 bukit sendiri. Di bagian belakang (yg belum digali), bisa dilihat sekumpulan orang berusaha keras merakit puing2 patung2 terakota tersebut, ada beberapa patung dalam berbagai tahap rekayasa juga. Keluar dari Museum Terakota, kami harus melewati daerah souvenir yg sudah seperti kota kecil. Tapi saya rasa souvenir yg khasnya bias didapat di dalam gedung Museum. Kami sempat beli persik (karena lagi musim) dan rasanya enak, renyah dan manis. Dari Museum Terakota kami kembali ke pusat kota dan pergi ke Xi'an City Wall – South gate. Kami naik metro line 2 ke Yongningmen dan karcis masuknya RMB 54. Xi'an City Wall adalah satu2nya ‘pagar’ atau ‘benteng’ kota yg masih utuh di China. Dan kami bias jalan diatasnya mengelilingi kota, dan bahkan bisa bersepeda diatas benteng ini. Di South Gate malam hari ada biasanya ada pergelaran dan kalau gak salah harga tiketnya RMB 600an, jadi kami tidak nonton. Malamnya kami pergi ke mall2 disekitar hotel. Hari 8 : Shanghai Pagi hari kami terbang ke Shanghai dan sampai pada sore hari. Malamnya kami pergi melihat Nanjing Road Pedestrian Street, naik subway ke People’s Square (line 1, 2 dan 8). Tempat shopping dan barang2nya mahal2, dan masih gak keliatan barang2 kw. Kami juga naik tram dari ujung ke ujung Nanjing Road, harganya RMB 5. Hari 9 : Shanghai Hari ini kami berangkat ke Shanghai Museum yg terletak diantara Dashijia (Subway line 8) dan People’s Square (Line 1,2,8). Shanghai Museum jadi terasa ‘biasa’ karena kami sudah pergi ke Beijing National Museum yg megah dan Xi’An Museum yg bersejarah. Tapi koleksinya Shanghai Museum juga lumayan banyak dan menarik, terutama lantai lukisan China-nya. Tiket masuknya gratis, tapi untuk koleksi ‘special’ harus mengantri dari pintu lain. Dari sini make pergi ke The Bund untuk naik Huangpu River Cruise. Perjalanan dimulai dari Shiliupu Wharf yg berada di belakang Yu Yuan Garden. Jalannya dari stasiun Yu Yuan Garden (line 10) lumayan juga. Harga tiketnya 120 yuan dan perjalanan total sekitar 50 menit. Kami naik kapal naik-turun sungai HuangPu untuk melihat kedua sisi Shanghai, dimana satu sisi memiliki bangunan2 tua dan sisi satunya penuh pencakar langit. Dari sini kami pergi ke Yu Yuan Garden, tiket-nya RMB 40. Yu Yuan Garden adalah taman bikinan yg penuh dengan berbagai dekorasi yg saya rasa lebih untuk menarik turis. Yg menarik adalah penataan tamannya sehingga taman tersebut terasa lebih besar dan lebih panjang dari ukuran aslinya. Yu Yuan Garden itu dikelilingi oleh toko2 berjualan souvenir, cheong-sam dan makanan. Kalau malam, lampu2 pertokoannya menyala dengan indah. Hari 10 : Shanghai Kami berangkat jam 6 pagi menuju Disneyland Shanghai memakai subway Line 11 – stasiun Disney. Antriannya luar biasa panjangnya; baik untuk X-ray barang bawaan, kemudian untuk masuk Disney (total waktu antri 3 jam), juga di setiap wahana. Selama satu hari kami hanya dapat naik 2 wahana karena terlalu lama mengantrinya. Setelah mengantri selama itu dengan cuaca panas sekali dan orang2 yg saling menyela antrian hanya untuk naik wahana 10 menit, kami jadi malas mengantri lagi dan akhirnya hanya duduk2 saja. Merasa agak rugi juga membayar RMB499 buat masuk Disneyland untuk duduk2. Nah pulangnya yg jadi masalah. Karena menurut website, subway bakalan buka sampe jam 23.00 lewat. Tapi ternyata saat kamu ke Subway jam 10an malem, sudah tutup subwaynya. Tidak ada bus juga karena bus terakhir jam 9an, taxi juga tidak ada sama sekali. Untungnya di China banyak sejenis grab/uber driver. Di Beijing biasanya mobil2nya akan memasang tanda di kaca depan. Di Xi’an maupun Shanghai kami tidak melihat tanda2 tersebut, tetapi ada yg menawarkan jasa mengantar kami pulang. Dan harganya kurang lebih sama dengan naik taksi dari Disneyland balik ke Hotel. Hari 10 : Shanghai Paginya kami pergi ke Qibao Ancient Town. Bagian Shanghai yg masih memiliki rumah2 tua (hampir mirip Hutong di Beijing, tapi jauh lebih kecil dan sempit. Qibao adalah bagian dari Shanghai tua yg dilestarikan oleh pemerintah karena sejarah daerah ini berawal dari dinasti Song sekitar 1000 tahun lalu. Kami naik subway Line 9 ke stasiun Qibao. Untuk jalan2 saja di Qibao gratis, tapi untuk atraksi2 harus bayar sendiri2. Kami kemudian berangkat ke Airport. Sayangnya karena cuaca buruk (badai), semua penerbangan hari itu dibatalkan dan kami harus cari penginapan sendiri (tidak dibantu pihak maskapai maupun bandara). Hari 11: Shanghai Akhirnya dapat penerbangan ke Jakarta langsung dari Garuda! Sekian laporan perjalan saya ke Beijing - Xi'An - Shanghai. Dari perjalanan saya tersebut ada beberapa tips: - Download peta google map China, atau screenshots peta2 karena sampai di China google gak bisa dipake. - Masukan foto2 dari nama tempat2 dan alamat2 tempat2 wisata yang Anda akan datangi, juga nama hotel dan alamat hotel (English dan Chinese) ke HP. Ini akan mempermudah cari jalan maupun bila perlu naik taksi/grab/uber - Selama perjalanan yg saya lihat semua tempatnya bersih, sampah jarang, orang2nya gak ada yg berniat menipu dan malah baik2 banget begitu mereka sadar bahwa kami semua turis kesasar, harga2 juga gak dinaikin gila2an. Emang yg pas ngantri di Disneyland agak mengerikan banget, tapi selain itu semuanya aman tentram dan disiplin. - Barang2 kw gak keliatan sama sekali, sedihnya... - Kalau bias naik kereta dari antar kota. Keretanya cepat dan tepat waktu, sementara penerbangan antar kotanya selalu delay (mungkin karena pas kami disana cuaca emang jelek banget). Waktu-nya kira2 sama, harga lebih murah dan banyak pemandangan. - Xi'An beneran surga oleh2 Halal, terutama di Muslim Quarter. - Selalu sedia uang kecil untuk beli karcis bus/subway/metro. - Kalau terdampar di airport tanpa hotel, tanya petugas yg berjaga di konter maskapai dan sekitarnya apakah mereka tahu penginapan murah. Biasanya mereka punya kenalan/tahu ada losmen murah yg bukan hotel resmi airport. - Jangan khawatir soal Bahasa, di 3 kota ini bus dan subway/metro petunjuknya bilingual (Inggris dan Mandarin). Apa lagi ya? Nanti kalo inget saya tambahin... kalau teman2 ada yg mau penjelasan lebih panjang lagi bilang aja, saya akan coba sebisanya untuk membantu.
  14. Tahun lalu saya dan keluarga pergi ke China selama 10 hari - Beijing, Xi'An dan Shanghai. Berikut ini kesan2 perjalanan saya, saya harap ini bias berguna biarpun telat banget. Hari 1: Jakarta - Beijing Penerbangan Jakarta ke Beijing - Transit di HK (Mendarat di HK - 15.00, berangkat lagi jam 20.00). Mendarat di Beijing jam 12.55 pagi hari kedua. Hari 2: Beijing Berencana mencari mainan2 dan aksesoris2 palsu gitu, jadi berangkatlah kami ke Hongqiao Pearl's Market, shopping mall yg isinya macem2 dekat Temple of Heaven. Kami naik subway, harganya lumayan murah antara RMB 3-6 per orang per perjalanan. Mesin tiketnya ada Bahasa Inggrisnya, jadi gak perlu google translate tulisan2 China. Papan penunjuk arahnya juga bilingual, jadi gak repot nyari platform maupun pintu keluarnya. Dan sebelum masuk ke platform biasanya ada X-ray buat barang2 bawaan. Keluar di stasiun Tiantan Dongmen – subway Line 5. Dari situ jalan ke Hongqiao Pearl's Market melewati sekitar 2-3 gedung. Ada tulisannya Inggris besar2, jadi gampang taunya. Di Hongqiao Pearl's Market, setiap lantai memiliki ke-khas-an masing2. Misalnya mainan di lt. 3, baju di lt.4 dll. Ada juga food court di basement. Harga makanannya juga lumayan ok, sekitar RMB 15-18 per porsi. Oh ya, jangan lupa tawar menawar kalau belanja disini. Setelah belanja dan makan, kami jalan lagi menuju National Museum of China di Tian'anmen Square. Naik subway Line 2 ke stasiun Qianmen. Nah disini baru mulai seru, soalnya banyak banget polisinya. Setiap pintu keluar ada penjaganya, tiap belokan ada penjaganya, naik turun tangga ada penjaganya berdiri. Keluar dari subway kami berjalan mengarah ke Forbidden City, dan kira2 50 m dari pintu keluar, ada X-ray dan pengecekan ID/passport. Jalan lagi, dan 50 m sebelom pintu samping National Museum ada lagi x-ray dan pengecekan ID. Masuk ke National Museumnya gratis. Di tempat ‘karcis’ mereka bakalan minta ID (sim, passport, ktp) dan ngasih 1 tiket per ID. Dari tempat karcis ngantri masuk. Adalagi X-ray plus body scanner. Setelah lewat baru deh bias masuk ke lobby National Museum. National Museumnya GEDE BANGET. Ada 4 lantai dan basement dan 28 ruangan pameran. Setiap ruangannya memiliki tema yg berbeda, misalnya 1 ruangan isinya kaligrafi, 1 ruangan isinya mengenai uang, 1 ruangan isinya keramik dsb. Di luar tiap ruangan ada kounter souvenir yg khas buat ruangan tsb, kalau ruangannya mengenai jade, maka yg dijual adalah suvenir2 jade. Dan hampir di tiap sayap ada mesin souvenir koin (souvenir paling murah). Di lt 1 banyak kounter souvenir yg jual hampir semua barang, jadi kalau misalnya nyesel tadi gak beli souvenir di lt 3, bias cari di lit 1. Mereka tutup jam 16.30 pas. Jam 16.00 kira2 para penjaganya sudah mulai mengusir orang2. Dan jam 16.30 pas, bakalan ada upacara pembubaran petugas2 museum yg lumayan militer (biarpun orang2nya gak ada yg militer). Sehabis itu penjaganya beneran bakalan ngusir semua orang dengan paksa, bahkan yg duduk2 di beranda depan museum. Boro2 foto2 di depan museum. Dari Museum ini kami jalan ke Qian Men Street buat makan malam. Tadinya kami mau nyari Peking Duck dari Quanjude, tapi antrinya panjang. Jadi kami pindah ke restoran kecil di jalan samping. Makanannya enak dan harganya juga lumayan, misalnya sepiring RMB30 gitu, tapi bias share 1-2 hidangan buat berempat gitu. Hari 3: Beijing Hari ketiga dimulai dengan HUJAN DERAS. Dan sepanjang hari HUJAN. Kami berangkat lagi ke Tiananmen Square untuk pergi ke Forbidden City. Naik subway line 2 – stasiun Qianmen. Harga tiket masuknya RMB 60/orang. Turisnya yg masuk, local maupun internasional banyaknya minta ampun. Mulai dari masuk gerbang (belom beli tiket) aja udah antri, dan penuh sesak dgn orang2 berpayung dan berjas-hujan. Seperti biasa, banyak X-ray (keluar masuk mrt, mendekati Forbidden City, gerbang masuk, gerbang tiket). Forbidden City itu BESAR dan LUAS luar biasa. Masalahnya semua orang berusaha berteduh di koridor2 yg ada atapnya. Jadi serasa orang2 se DKI berjubel di pintu2 dan koridor2, dan gak ada yg mau bergerak Karena mereka gak mau basah, jadi ya nutupin jalan dan pintu dan kami gak ada yg bias keluar masuk. Bener2 gak enjoy abis. Setelah sukses keluar dari Forbidden City kami cari makan (masih deket sama Qian Men Street). Dari dari sana kami menuju Temple of Heaven; Subway line 5 – Tiantan Dongmen. Nah Temple of Heaven ini terbagi 2 bagian. 1 yg taman untuk umum, kalau gak salah RMB 15 buat masuk. Disini ada pagoda2 gazebo dan warga setempat bersantai. Yg satu bagian lagi, Temple of Heaven-nya, perlu karcis terusan yg harganya RMB 35. Sayangnya yg terkenang cuma besar, basah dan licin. Dari sini kami naik subway ke Wangfujing Pedestrian Street yg katanya tempat belanja (masih nyari barang2 kw) melalui subway Line 1 stasiun Wangfujing. Hampir semua barang disini sudah harga supermarket besar dan barang2 bermerk, jadi lumayan mahal juga, dan masih belom nemu tuh barang2 kw. Hari 4 : Beijing Pagi hari dimulai dengan berjalan ke Bird Nest Stadium. Kami lihat2 saja dari jauh, memakai Subway Line 8 atau 15 stasiun Olympic Park. Dari sana kami pergi ke stasiun Dongzhimen dari Subway line 2 atau 13 untuk naik bus 916快 (ekspress) menuju The Great Wall of China, Mutianyu section. Harga busnya 12 yuan. Keluar dari platform di Dongzhimen, cari penunjuk arah ke Bus Transfer Hall dan cari bus 916快. Perjalanannya lumayan jauh, sekitar 2jam gitu. Sampai sana tiket masuknya RMB 45, tiket naik kereta gantung ke atas RMB 120, tiket shuttle bus ke kaki Great Wall RMB 15. Dan tembok besar China itu emang bener2 LUAR BIASA. Gak salah kalau masuk 7 Wonders of the World. Dari jauh kelihatannya kecil dan rata, tapi begitu diatasnya ternyata lebar banget, saya rasa biar kereta kuda bias lewat diatasnya. Dan gak rata sama sekali tapi naik turun-nya sekitar 3 lantai dan ini belom naik menaranya. Di tiap beberapa meter bakalan ada menara benteng. Ternyata jarak antara 2 menara itu sepanjangan 2x jarak anak panah terbang. Jadi bila ada orang memanjat tembok persis diantara 2 menara, maka orang tersebut bias dipanah dari 2 sisi. Dan kalau berdiri diatas tembok tersebut emang bener bias melihat pemandangan sampai jauh kemana2. Kalau cuma ada 1 tempat di Beijing yg bias dikunjungi, saya rekomendasikan banget The Great Wall of China. Yg lain2nya gak terlalu penting setelah melihat tembok besar ini. Semua kesusahan dan kesialan2 beberapa hari lalu sebanding dengan pesona tembok China dan gak nyesel saya datang kesini. Hari 5 : Beijing Hari ini kami akan naik rickshaw untuk Hutong District Tour. Ini dimulai dari Hutong Tour meeting point di dekat stasiun Beihai North – subway line 6; melewati ‘daerah tua’ dan sampai ke stasiun Shichahai -Subeway line 8 dimana ada Bell and Drum Tower. Harganya sekitar RMB 80 per orang. Lumayan menarik juga bisa melihat rumah2 tua dan kesannya persis sama kaya di drama cina kuno gitu. Bell dan Drum Towers adalah alun2 pada jaman dahulu dan juga berfungsi sebagai penanda waktu. Jadi mereka akan berbunyi diawal dan diakhir hari. Naik keatasnya lumayan berat, tangga-nya curam dan tinggi. Satu menaranya RMB 20, kalau beli 2 sekaligus RMB 30. Dari sana kami pergi ke Summer Palace, di stasiun Beigongmen – subway Line 4. Kami makan mie di luar gerbangnya, rasa mie-nya khas gitu. Tarif masuknya RMB 30. Di dalam ada beberapa tempat yg bias dimasukin (seperti klenteng dll) tapi harus bayar lagi. Summer Palace itu taman yg dibangun disekitar danau. Banyak warga setempat yg pergi piknik disana. Kami pulangnya naik perahu untuk menyebrang balik ke pintu masuk, RMB 10. Malamnya kami akan terbang ke Xi’An. Disambung di p2 Xi'an dan Shanghai...
  15. Tax Rebate di Benua Eropa

    ¡Hola! @Claudia Natalia Yup, sesuai kata @deffa, Spanyol masih bagian dari EU, jadi prosedurnya sama. Ini link tempat2 global-blue tax refund di Spanyol: http://www.globalblue.com/destinations/spain/tax-free-shopping-in-spain/ Tips untuk Spanyol: Kebanyakan tempat2 pembelanjaan masuk ke 'tax-free' group, tapi gak pasang tanda. Jadi lebih amannya sih tiap toko yg gak ada tanda-nya tanyain aja bisa minta form tax dari mereka gak. Tax rebate-nya minimal pembelanjaan: ‎€ 90,16