rianifitria

Members
  • Content count

    91
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    8

rianifitria last won the day on March 14

rianifitria had the most liked content!

4 Followers

About rianifitria

  • Rank
    Tidak Baru Lagi

Profile Information

  • Location
    Jakarta

Recent Profile Visitors

1,700 profile views
  1. rianifitria

    Siem Reap - Phnom Penh Feb 2018

    Iya @deffa, soalnya kalau ber-3 atau ber-4 bias jadi nyewa mobil + supir lebih murah. Tuktuknya itu kursi 2 orang berhadap2an, jadi kalau 4 orang naik tuk2, 2 orang bakalan ngeliat ke belakang (hint buat yg biasa mabuk darat ) Dari bandara ada agen resmi mobil/tuktuk/motor, harga sewanya juga lumayan ok. Kemaren itu mobil sedan harganya untuk tour Angkor Wat 1 hari cuma US$40 + US$5 admin fee. Jadi kalau ber-4, bawa anak, bawa kereta bayi, atau takut panas dan debu, mungkin ini bisa jadi pilihan yg lebih baik.
  2. rianifitria

    [Tips] Menyeleksi Pakaian Untuk Dibawa Saat Berwisata

    Kalau jalannya kurang dari seminggu dan sering pindah2 tempat, mendingan bawa baju ganti buat ganti tiap hari. Jangan sampai kekurangan baju karena gak bisa nyuci/ngeringin baju dan gak mau belanja darurat/beli oleh2 kaos. Yg ini bener banget. Harus cek aturan berpakaian kalau pergi2.
  3. rianifitria

    Siem Reap - Phnom Penh Feb 2018

    @deffa Ok, kalau menurut artikel2 sih ya, sewa tuktuk 1 hari di Siem Reap sekitar US$20, untuk Angkor Wat tour dan pergi ke Phnom Kulen. Pas saya kesana saya kena biayanya jauh lebih gede. Ini gak tau karena temen gak nego sama sekali atau salah mengerti, atau emang karena lagi peak season, atau bias jadi dua2nya: - Sunset ke Angkor US$ 6 / orang - Sunrise ke Angkor + Angkor Wat tour 1 day US$ 20/orang - Ke Banteay Srei dari Angkor US$10/orang - Ke Phnom Kulen (kaki bukit) US$25/orang - Motor ke atas Phnom Kulen US$10/orang Kalau pas di Phnom Penh saya pakai tuktuknya sekali jalan gitu bukan nyewa seharian: - Dari deket Stadium (tempat berhenti bus) ke hostel US$3 total - Dari hostel ke Central Market US$2 total - Dari hostel ke Bandara US$6 total
  4. rianifitria

    Siem Reap - Phnom Penh Feb 2018

    @deffa Naik tuktuk... hari sebelumnya udah pesen sama supir tuktuk buat Sunrise.
  5. rianifitria

    Siem Reap - Phnom Penh Feb 2018

    Wah, jauh @deffa. Dari Downtown (alias daerah deket2 Night Market, Pub Street dan Old Market) sekitar 30-45 menit gitu ke Angkor Wat. Yg deketan ke Angkor itu kalau nginep-nya di hotel berbintang. Tapi kalau malam hotel2 ini gak deket daerah night life. @kyosash Makasih~ Iya ini bus malem bagus buat yg mau hemat biaya nginap 1 malam.
  6. Bulan kemaren saya dan temen saya pergi ke Kamboja (Siem Reap dan Phnom Penh). Berikut catatannya. Hari 1 : Jakarta - Siem Reap Penerbangan Jakarta ke Siem Reap, transit di Bangkok. Mendarat sekitar jam 21.00. Tips: Pas masuk ke Bandara, sebelum imigrasi, rombongan turis akan langsung pergi ke 'Visa On Arrival'. Jangan ikut2an, soalnya Indonesia bebas Visa. Tapi harus ngambil 'Arrival/Departure Card' sebelum di cap di imigrasi. Kemaren pas saya kesini kertas 'Arrival/Departure Card' itu dipegang sama petugas yg jaga2 meja free visa dan harus nanyain mereka sebelom dapet. Kira2 disini (kotak merah 'petugas free visa'): Seharusnya kami dijemput sama penginapan, tapi karena gak ada orangnya (salah ngasih jam), jadi kami naik mobil resmi dari Bandara. Mobil ini juga bisa disewa untuk tur Angkor Wat seharga $40 per hari. Hari 2: Siem Reap Pagi dan siang kami jalan2 seputar daerah turis di Siem Reap, di daerah Pub Street dan Psar Chas/Old Market. Kami juga mampir ke Wat Damnak yg memiliki perpustakaan regional. Jam 16.00 kami berangkat ke loket tiket Angkor Wat untuk membeli tiket Angkor Wat untuk hari berikutnya. Tiketnya US$37 per orang. Kalau beli diatas jam 17.00, maka tiketnya berlaku untuk hari berikutnya. Dan memakai tiket ini kami bisa juga masuk kompleks Angkor Wat di hari yg sama. Jadi kami berangkat ke Phnom Bakheng untuk melihat Sunset. Malamnya kami menonton Apsara Dance and dinner di Apsara Theatre Restaurant. Harganya sekitar US$29++ per orang. Tadinya mau menonton Apsara Dance aja, gak pake dinner; tapi ternyata sanggar yg ini udah tutup. Hari 3: Siem Reap - tour de Angkor Hari ini dimulai dari pagi buta; jam 4.30 kami berangkat mengejar Sunrise di Angkor Wat. Tips: dari kolam tempat nonton sunrise, cepat2 masuk ke Angkor Wat dan pergi naik ke Bakan sebelum mulai ngantri. Dari Angkor Wat kami berjalan menuju Angkor Thom, melalui gerbang selatannya yg terkenal. Di dalam kompleks Angkor Thom kami pergi ke The Terrace of the Elephants, kuil Baphuon, kuil Bayon dan ke kuil Ta Phrom (Tomb Raider). Dari Ta Phrom kami pergi ke kuil Banteay Srei, yg berada sekitar 24 km di Utara kompleks Angkor Wat. Sekitar 45 menit perjalanan naik tuk tuk. Dari Banteay Srei kami balik ke kompleks Angkor Wat, melihat kuil Preah Khan sebelum kembalik ke Kota. Malamnya kami makan di Bugs Cafe yg hidangannya kebanyakan adalah serangga (ada yg bukan serangga kok di menu). Hari 4: Siem Reap - Gunung Phnom Kulen Kami berangkat jam 7.30 menuju bukit Phnom Kulen. Perjalannya sekitar 2 jam dari Kota. Tuk tuk hanya boleh dipergunakan sampai di kaki bukit saja. Dari tempat parkir tuk tuk kami naik sepeda motor ke atas. Kami dikenai biaya extra US$10, ini juga karena kurang negosiasi sama supir tuktuk. Rencananya sih pengen hiking, tapi ternyata ini lebih tempat piknik untuk orang lokal daripada tempat hiking. Kami sempat berenang di air terjun, selama sekitar satu jam. Karena perjalanan menuju puncak berdebu banget (baju, tas dan kulit sampai ganti warna), saya sarankan untuk naik mobil ke atas kalau memang ada niat main ke sini. Di sana kami juga makan siang (banyak penjual makanan) sebelum naik ke Preah Ang Thom (kuil Buddha tidur). Dan kami berjalan2 di sekitar sini dan telah melewati beberapa 'kuil' kecil2 yg dibangun di tengah2 alam liar. Turun dari gunung kami mampir ke Kbal Spean (Site of Thousand Linga) yg sebenernya gak terlalu bisa kelihatan karena ada di tengah2 sungai dan pinggiran sungai dibatasi oleh tali2. Dari Phnom Kulen kami kebali ke kota untuk ganti sebelum berjalan-jalan menikmati ke Night Market. Hari 5: Siem Reap Hari ini kamu berleha2 dan jalan2 di sekitar kota lagi. Melewati Royal Residence dan kuil2 di dekatnya, ke Angkor National Museum. Kemudian kembali ke arah penginapan melalui Wat Preah Prom Rath dan Psar Chas untuk belanja oleh2. Kami sempat makan di restoran Marum. Restoran ini adalah tempat pelatihan murid2 sekolah pramusaji dan juga charity organisation. Makanan-nya mengarah ke fushion and yg terkenal adalah tumis daging sapi dengan semut rangrang. Malamnya kami pergi ke Art Centre Night Market yg ada di seberang sungai. Dan jam 23.00 kami berangkat ke agen bus Olongpich untuk menaiki bus tengah malam menuju Phnom Penh. Tips: Beli tiket bus mendingan langsung di Siem Reap aja. Bukan hanya lebih murah (saya beli online US$10 dan penawaran di dekat hostel US$7), tapi agen bus ini agak susah ngurus tiket yg saya beli online. Si agen bus gak bisa buka daftar penumpang dari BookMeBus.com, jadi siangnya kami sempat panik karena pas ditelpon katanya nama kami gak ada di daftar penumpang. Sepertinya beli secara manual lebih efektif disini. Hari 6: Phnom Penh Kami sampai di Phnom Penh jam 6.00. Setelah menaruh tas di penginapan, kami berjalan kaki mengelilingi pusat kota Phnom Penh. Rutenya dari penginapan kami jalan menuju Central Market untuk sarapan. Ternyata jam 7 pagi itu pasar belom buka, cuma sedikit yg buka di bagian pasar basah dan makanan. Dari Central Market kami jalan menuju Wat Phnom dan National Library. Dari Wat Phnom kami mengarah ke sungai untuk membeli tiket Sunset Cruise di sungai Tonle Sap. Dari tempat tiket kami berjalan menyusuri sungai ke Royal Palace. Dari Royal Palace kami terus berjalan sampai Independence Monument sebelum kembali ke arah Royal Palace. Melewati Pagoda Botumvatey dan sampai ke National Museum of Cambodia. Harga tiketnya US$10, tapi lumayan menarik isinya. Dari National Museum kami kembali ke penginapan untuk check-in sebelum mulai jalan lagi ke dermaga untuk Sunset Cruise. Dari Sunset Cruise kami jalan balik ke hostel, melewati Night Market. Hari 7: Phnom Penh Hari ini saya pergi ke Royal Palace, harga tiketnya US$10 untuk orang asing. Di dalamnya agak mirip Royal Palace di Thailand dan di tempat utamanya (Royal Palace dan Silver Temple) gak boleh ngambil foto. Jadi foto2nya gedungnya aja. Dari sana saya pergi ke Central Market (naik tuk2 dari Royal Palace sekitar US$2) dan Pagoda Saravoan Techo yg berada di dekat hostel. Setelah itu kami berangkat menuju airport untuk kembali ke Jakarta, naik tuktuk sekitar 1 jam dan US$6. Total pengeluaran (oleh2, tiket pesawat dan akomodasi tidak termasuk): US$ 217 per orang Akomodasi: Siem Reap US$ 11 per kamar (2 orang) per malam. Phnom penh US$22 per kamar (2 orang) per malam. Harga makanan: di pinggir jalan 1 porsi US$1-2. di restoran sekitar US$5-9/porsi. Tuk tuk: Siem Reap, perhari sekitar US$40 (bisa turun lebih jauh lagi, soalnya ini peak season dan temen saya gak nawar ). Phnom Penh, dalam daerah 'kota' sekitar US$1-2. Menuju bandara US$6. Bus malam: US$10 (kalau beli langsung di tempat bisa US$7) US$ 1 = Riel 4000 Tips super extra: Credit Card Credit card lumayan tidak berguna di Kamboja. Saya cuma bisa pake karta saya pas makan di Marum (yg jelas ada di bawah naungan charity organisation international) dan saat beli tiket Angkor Wat. Lainnya, lupakanlah. Kemaren saya mau pake Master Card di toko souvenir yg lumayan mahal gak bias karena ada tanda 'Maestro' and 'Cirrus'. Jadi bawa cash. Dan kalau bisa paksa money changer untuk ngasih pecahan US$1 karena hampir semua makanan dan minuman US$1. Cuaca Tanahnya daerah Siem Reap itu Tanah terracotta yg halus. Jadi kalau musim panas dan terik kaya pas kemaren saya pergi itu, maka jalanan berdebu. Debunya lengket, halus dan warnanya kuning-merah. Nempel banget di kulit, baju dan rambut. Dan kalau musim hujan jadinya Tanah lempung yg nempel di sepatu dan licin. Saran saya, bawa masker kalau berangkat di musim panas, dan jangan pakai baju putih. Bagusnya pas musim hujan, volume turis turun, jadi bias ngeliat kuil2 tanpa rombongan manusia. Kalau teman2 ada yg perlu informasi lebih detail lagi atau mau minta itinerary/budget, boleh PM saya.
  7. rianifitria

    Jalan2 ke China p1 Beijing

    @deffa Kayaknya ada, soalnya kemaren saya ditunjukin sama mas2 concierge dari HP-nya. Cuma ya, semuanya dalam Bahasa Mandarin, kayaknya di 'twitter'nya baidu ada live update-nya gitu, cuma saya gak tau link/app-nya dari baidu apaan. Sebelum berangkat mendingan Tanya concierge bagaimana kondisi Great Wall yg mau dikunjungi, biasanya mereka ada link/update-nya dan setidaknya bias ngasih tau kalau section-nya tutup karena cuaca.
  8. @deffa Gak ada yg khusus sih, biasanya ambil China public holiday calendar + manual school vacation input. Kalau public holidaynya ambil dari timeanddate atau beijingers. Kalau school vacationnya: - Winter Holiday: 2 weeks sebelom CNY + CNY week (Spring Festival Golden Week holiday) + 2 weeks setelah CNY - Midterm holiday: 1-7 May - Summer Holiday: 2 bulan Jul-Aug - Midterm holiday: 1-7 Oct (National Day Golden Week holiday)
  9. rianifitria

    Jalan2 ke China p1 Beijing

    @deffa Wah, bukan macetnya yg jadi perkara. Tapi quota pengunjungnya yg jadi masalah. Jadi di tiap section itu mereka ada quota pengunjung yg boleh masuk dan naik. Kalau mau dateng dan gak kehabisan tiket, ya harus berangkat pagi2. Setelah dapet tuh tiket, baru deh boleh mempertimbangkan kemacetan dan antrian masuk dan jalan di Great Wall. Selain itu cuaca juga harus dipertimbangkan kalau mau ke Great Wall. Rencananya sih kami tadinya mau ke Great Wall section Badaling (paling deket sama Beijing), tapi karena Beijing hujan terus, itu bagian ditutup. Jadi kami harus lari ke Great Wall section lainnya. @AL-Akbar Saya dukung 200% buat pergi ke sana. Emang beneran mantep.
  10. Parah turunnya, @deffa Jadi jangan lupa cek calendar. Dan weekend termasuk 'Peak period' lho ya.
  11. rianifitria

    Jalan2 ke China p1 Beijing

    @deffa Jangan lupa baca tanggalan, terutama Summer Holiday-nya sekolah2 di China. Kalau pas barengan tanggalnya, beneran lautan manusia.
  12. rianifitria

    Jalan2 ke China p1 Beijing

    Coba aja maps.me, mungkin lebih cocok buat @deffa Maaf kurang bisa membantu...
  13. rianifitria

    Jalan2 ke China p1 Beijing

    @deffa Jujur aja kemaren saya coba offline maps gitu dari beberapa apps yg free, tapi entah kenapa gak bisa dipake dengan bener/sesuai keinginan. Download peta Shanghai, dikasihnya yg regional, jadi gak bisa zoom. Begitu ada yg bisa zoom, nama2nya dalam Chinese. Kalau gak salah 3 apps dan 9 peta kemudian, saya menyerah pake app (gaptek abis). Jadi saya terpaksa old school gitu. Cari tempat2 di google maps (pas belom berangkat) dan bikin rute, terus print screen. Kalau subway/metro line mendingan download peta rute-nya langsung dari website resminya. Soalnya yg di Xi'An cuma muncul 1 line di google maps, tapi sebenernya ada 3 lines. Kalo denger2 dari orang sih pada pake maps.me. Rasa2nya kemaren udah coba tapi kurang sesuai keinginan juga.
  14. @twindry Single rider line ada, tapi pas kemaren kesana penuh sesak. Pokoknya ada tempat antri, ada manusia. Mau single atau gak tetep aja penuh. Kecuali express pass lane. @deffa Iya! Soalnya selain ngantrinya gak bikin murka, harga tiketnya juga turun jauh. Kalo di low season cuma RMB 370.
  15. @twindry Jangan sesat ya~ kembalilah ke jalan yg benar dan antri @deffa Panas, gerah, pengen ngamuk dan pingsan 3-4 jam ngantri per wahana dan desak2an kaya sarden gitu (atau bunderan HI pas tahun baru-an). Begitu balik langsung ke Dufan buat muasin naik wahana2.