Endar

Members
  • Content count

    145
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    11

Endar last won the day on August 18

Endar had the most liked content!

About Endar

  • Rank
    Tidak Baru Lagi
  • Birthday 01/22/1991

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Location
    Tangerang

Recent Profile Visitors

1,091 profile views
  1. sama2 mas... butuh banyak refreshing mas.. sama2 bro...
  2. Flixbus dari Paris parkir dengan sempurna di area Sihlquai, dekat Zurich Central Station. Pagi itu udara masih dingin. Bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis, udara dingin di Carparkplatz Sihlquai tetap menusuk tulang walaupun sudah memakai jaket tebal. Padahal sudah bulan Mei. Zurich, kota terbesar di Swiss yang berada di tepi danau Zurich dan dekat dengan pegunungan Alpen menjadikan Zurich kota yang memiliki panorama yang menakjubkan. Tidak heran dengan kondisi ekonomi, geografi dan tentunya fasilitas yang ada, Zurich dinobatkan menjadi kota dengan kualitas hidup terbaik di dunia tahun 2006 dan 2007. Satu hari di Zurich tidak menyurutkan semangat untuk menjelajah kota ini. Dengan waktu yang sempit maka hal yang dapat dilakukan adalah city tour. Banyak paket yang ditawarkan dengan berbagai variasi waktu, fasilitas dan tujuan. Transportasi yang digunakan untuk city tour adalah trolley wisata dengan design klasik ditunjang dengan audio dalam delapan bahasa. Ada Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Portugis, Rusia dan Spanyol. Dalam waktu kurang lebih dua jam dengan biaya 35 – 40 franc, trolley akan melewati area bisnis, Bahnhofstrasse yang menjadi museum penting di Zurich, sudut kota tua Zurich, Fraumunster Church yang konon mulai dibangun tahun 1100 namun baru terlihat di abad 15 dan area perkotaan lainnya. Perjalanan city tour berhenti dua kali. Biasanya berhenti di area tepi danau Zurich di kawassan dermaga publik. Kedua di jalan Stadthausquai. Terdapat fasilitas toilet umum di setiap tempat pemberhentian, tempat makan atau penjualan souvenir. Di seberang jalan Stadthausquai dengan melewati jembatan di atas sungai Limmat terdapat jalan Limmatuquai yang banyak menjual souvernir di kios-kios kecil. Kawasan ini juga merupakan pusat bisnis dengan banyak bank, toko-toko eksklusif, restaurant dan pusat perbelanjaan. Bila tidak puas dengan city tour, terdapat tour dengan kapal pesiar yang akan berlayar di danau Zurich. Dengan kecantikannya, danau Zurich begitu menjadi daya pikat tersendiri. Tata kota dan pemanfaatan danau yang baik menambah nilai plus untuk kota Zurich. Di seputaran danau banyak terdapat pemukian yang menjadikan danau Zurich lebih hidup. Pemanfaatan danau Zurich sebagai tempat berolahraga air seperti perahu layar, kano didukung fasilitas yang memadai. Transportasi di Zurich sangatlah mudah. Banyak kereta dan trem yang menjangkau hampir seluruh sudut kota. Bagi yang tinggal di Zurich dalam waktu yang singkat terdapat ZurichCARD yang merupakan paket transportasi trem, bus, kapal, kereta api dan sarana transportasi lainnya. Terdapat juga potongan harga atau bahkan tiket gratis bagi yang memiliki ZurichCARD. Namun perlu diketahui di Zurich berlaku zona tariff sehingga tidak perlu membeli paket pada zona yang tidak dilalui. Stasiun Hauptbahnhof (Zurich HB) menjadi pintu gerbang jika kita menggunakan kereta. Stasiun terbesar di Swiss yang juga menjadi salah satu stasiun tersibuk di dunia ini sangat lengkap. Sudah seperti pusat perbelanjaan, hampir semua kebutuhan dapat ditemukan disini. Pada waktu tertentu sering diadakan bazar makanan yang menual street food dengan harga miring. Biaya hidup di Zurich termasuk tinggi dibanding kota-kota besar lainnya di Eropa. Dengan mata uang Franc yang memiliki nilai berbeda dengan Euro, harga-harga makanan di Zurich bisa 1.5 kali lipat jika di rupiahkan. Untuk akomodasi juga termasuk tinggi, harga penginapan super standar berkisar IDR 500.000 belum termasuk sarapan. Perlu kejelian dalam menyusun itinerary jika memasuki Zurich ke salah satu kota tujuan. Yang menyukai wisata kota dengan suasana yang sepi dan nyaman, Zurich dapat menjadi pilihan. Namun bagi yang menyukai suasana alam, Zurich dapat menjadi trip satu hari yang berkesan.
  3. Minta Saran ke NTB

    Hi bro @noped... bisa dipertimbangkan camp di Kenawa atau Lombok baru paginya nyebrang ke Poto Tano (lihat jadwal kapal juga). Bisa juga explore pulau-pulau lainnya di selat Alas...
  4. Salam Kenal dari Sidoarjo

    Hi @Asrifinsalam kenal dari Tangerang...
  5. ntar kesana lagi mas *entahkapan* lanjutkan mas kekep dompetnya.. tapi jangan lama-lama nahanya... kudu kesana mas...
  6. 4hari 3 malam mas @deffa.. itu aja kurang.. Misool masih belum kesentuh.. kemarin paket total 2jtan Bro.. paket ekonomis..
  7. iya Mas @deffa... akhir juli banget mas @kyosash, Kalo dah masuk air pengennya ga mau naik lagi..
  8. Berkunjung ke Raja Ampat sudah menjadi impian banyak orang. Alam yang indah dengan pemandangan menakjubkan dari atas hingga bawah lautnya menjadikan Raja Ampat surga tersendiri bagi para traveler, diver dan juga photographer alam. Dengan gugusuan kepulauan di sebelah barat Kepala Burung Pulau Papua, Raja Ampat memiliki banyak pulau yang dapat dijadikan tempat menginap bila berkunjung kesana. Salah satunya pulau Arborek. Pulau kecil nan cantik ini dapat ditempuh kurang lebih satu jam dari Waisai, ibukota Raja Ampat. Banyak homestay atau penginapan di Arborek yang hampir semuanya pondok kayu beratapkan daun rumbia. Sebuah konsep ramah lingkungan yang menyatu dengan alam. Bahkan, beberapa homestay memberikan pengalaman tinggal di atas air. Kamar di homestay hanya terdapat kasur dan kelambu. Tidak ada kamar mandi privat, semuanya terpisah dan digunakan bersama-sama. Fasilitas di pulau Arborek sudah cukup memadai. Listrik menyala dari pukul enam sore hingga enam pagi, cukup untuk mengisi daya gadget-gadget kebutuhan traveling. Air sedikit agak asin dan tidak ada sumber air bersih disini tapi dapat digunakan untuk MCK. Untuk sinyal agak sulit, hanya dapat menggunakan layanan SMS atau telepon dan itu pun harus berada di area dermaga jika ingin sinyal yang kuat. Waktu saya kesana terdapat dua dermaga. Satu lagi ditutup karena sepertinya dipergunakan khusus untuk kebutuhan salah satu homestay di Arborek. Jika pergi sendiri jangan lupa untuk mengisi buku tamu dan membaca dengan jelas aturan-aturan saat berkunjung kesini. Salah satunya, kita tidak boleh melompat dari atas jetty, bahasa warga Arborek menyebut dermaga, jika ingin snorkeling di sekitar dermaga Arborek. Menikmati pesona bawah laut di Arborek menjadi hal yang istimewa. Saat boat kita bersandar di dermaga, kita bisa melihat ikan-ikan langsung dari atas dermaga. Tentunya, air yang jernih menambah rasa tidak sabar untuk masuk ke air. Feasibility yang bagus menjadikan kita bisa melihat jelas ikan dan terumbu karang. Jika beruntung kita bisa bertemu dengan schooling fish yang bahkan tidak terganggu dengan kehadiran manusia. Kipas laut, lili laut atau spons laut dapat kita temukan hidup sehat di tiang-tiang dermaga. Cobalah untuk snorkeling di sore hari, sinar matahari sore akan menambah warna biota-biota laut lebih bersinar. Pulau Arborek tidak terlalu luas, kita dapat menikmati pesona matahari terbit dan terbenam di pulau ini. Sayang waktu saya disana pagi hari selalu mendung jadi tidak bisa menikmati matahari terbit dengan sempurna. Namun matahari terbenamnya begitu memesona. Kita dapat dengan santainya duduk di dermaga setelah snorkeling dan menikmati matahari terbenam. Setelah matahari masuk ke peraduannya, cakrawala seolah-olah menaburkan warna-warna sihir. Biru, jingga, kuning, ungu, hitam semuanya berpadu menunjukkan indahnya karya Pencipta. Kearifan lokal menjadikan pulau Arborek ini begitu bersahaja. Warga Arborek sepakat untuk menjaga pulau Arborek dan perairan di sekitarnya tetap lestari. Dibuatnya dua zona Kawasan Konservasi Laut Daerah menjadi bukti bagaimana warga Arborek begitu menjaga perairan mereka. Pada zona ini siapapun dilarang mengambil hasil laut. Jika kita ingin memancing, terdapat aturan tidak tertulis yang disepakati yaitu memancing diijinkan minimal 200 meter dari pinggir pantai. Jadi jika ingin memancing silakan dengan boat atau bersama perahu nelayan sampai dengan batas yang diijinkan. Tertarik bermalam di Arborek dan menikmati keindahannya? Beberapa paket tour Raja Ampat menjadikan Arborek tempat bermalam. Jika berpergian sendiri, dengan kisaran IDR 350ribu sampai IDR 450ribu per orang kita sudah dapat bermalam di Arborek ditambah tiga kali makan per hari. Selain itu kita sudah bisa menejelajah Arborek di darat dan bawah lautnya.
  9. Merbabu, 3142 mdpl

    luar biasa mas @chrizz_msweb...
  10. PESONA RAJA AMPAT, 12-16 APRIL 2017

    Indonesia luar biasa ya.....
  11. ini akhir mei sebenarnya mas @deffa jalur udah ada tapi hutannya rapet mas.. sampai tempat camp jam 4 sorean. Dari tempat camp ke puncak sekitar 3 jam jalan santai...
  12. iya sampe 8 bro tapi ada juga yg bilang 9 pos krn 1 lagi kayak puncak bayangan ya walaupun masih lumayan ke puncaknya. hihihi yg ada shelter di pos 3/7 tapi kalo pondok jualan hampir disetiap pos.. Kyaknya sama deh. ini yg sering dilalui..
  13. Tambahan foto karena error kalo di upload di report.. ga mas.. rombongan...
  14. Dinginnya pagi kota Purwokerto dan rasa lelah karena perjalanan di bus Tangerang – Purwokerto tidak menyurutkan antusias saya untuk mendaki atap Jawa Tengah, gunung Slamet. Dengan ketinggian 3.428 mdpl, gunung yang masih aktif ini terletak di lima kabupaten, Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang. Terdapat beberapa jalur untuk mendaki yang dimulai dari kabupaten-kabupaten disekitar kaki gunung Slamet. Ada Guci dan Kaliwadas yang dimulai dari Brebes, Baturraden yang dimulai dari Purwokerto dan Brambangan yang dimulai dari Purbalingga. Saya sendiri memilih jalur Brambangan karena sudah resmi dan paling banyak direkomendasikan. Kondisi cuaca di basecamp Brambangan saat itu mendung dengan kabut tipis, cuaca yang tepat untuk mendaki asal saja tidak hujan. Setelah menyusun kembali keril agar lebih nyaman dibawa dan mendaftar di basecamp, saya dan teman-teman siap untuk memulai pendakian. Jam tangan saya menunjukkan pukul 10.21 pagi saat melewati gerbang pendakian gunung Slamet. Di awal pendakian, saya disambut dengan suburnya tanah vulkanis Jawa yang ditanami sayuran khas dataran tinggi oleh penduduk sekitar. Senyum dan sapa ramah penduduk yang sedang bekerja juga menjadi penyejuk. Jalur Brambangan dimulai dengan jalan perkebunan warga yang lama kelamaan menjadi jalur setapak dengan suasana hutan khas gunung. Walaupun gunung Slamet berada di Jawa Tengah, kondisi hutannya lebih mirip dengan gunung-gunung di Jawa Barat. Jika gunung-gunung di Jawa Tengah lebih banyak hutan dengan pohon-pohon pendek dan padang rumput, Slamet berbeda. Hutan disini lebih diisi dengan pohon yang besar dan rimbun dan hampir tidak ditemukan padang rumput. Saya harus lebih berhati-hati karena perjalanan sedikit agak licin dan basah oleh hujan tadi malam sehingga jika tidak tepat melangkah dan tidak berhati-hati akan sangat mudah terpeleset. Mendekati pos 1, saya bertemu dengan seorang bapak yang membawa tabung gas hijau, karung berisi semangka dan bahan-bahan jualan lainnya. Tidak terbayangkan besarnya usaha bapak itu mencari rejeki membawa beban begitu berat naik dan turun gunung. Namun dengan berat yang dibawa, bapak itu tetap menjawab dengan ramah saat disapa, suatu budaya yang saya sukai saat mendaki. Tidak lama setelah itu, saya tiba di pos 1 yang terdapat banyak pondok-pondok jajanan yang menjual Mendoan – olahan tempe yang digoreng dengan tepung tapi tidak sampai kering khas Purwokerto dan sekitarnya, semangka dan minuman-minuman. Jika dalam kondisi ramai pendaki seperti saat ini maka pondok-pondok di pos-pos pendakian Slamet akan diisi oleh penjual-penjual. Harganya pun tidak terlalu mahal jika kita bandingkan dengan usaha membawa barang jualan dari bawah. Suasana ini terjadi di beberapa pos hingga pos 7. Entah karena tersihir oleh warna merah semangka dan aroma mendoan, pada setiap pos saya berhenti untuk beristirahat dan jajan. Waktu menunjukkan pukul tiga sore. Saya hampir tiba di pos 4 menurut ucapan pendaki turun yang berpapasan dengan saya. Cuaca semakin mendung dan tidak lama setelah itu hujan datang, tidak deras. Saya bergegas menuju pos ke 4 dan memutuskan untuk bermalam disitu. Setelah tenda selesai didirikan saya beristirahat, memanjangkan kaki, melepas lelah sambil menikmati segarnya udara dan dingin hujan yang tidak terlalu deras. Setelah hujan reda saya menikmati secangkir teh hangat dan santap malam yang sederhana tapi terasa begitu nikmat. Damainya menikmati malam dengan suara serangga hutan dan batang pohon yang tertiup angin yang juga menjadi lagu pengantar tidur. Esok hari saya bangun pukul tiga pagi untuk melanjutkan perjalan ke puncak, masih ada empat pos lagi sebelum puncak. Saya membawa kamera, air minum dengan botol 1.5L, camilan pengganjal perut sebagai amunisi saya dan perlengkapan yang dibutuhkan agar beban tidak berat dan tidak cepat letih. Dalam perjalanan pagi itu saya tidak banyak istirahat begitu juga teman-teman lainnya. Menjelang pos 8 sudah mulai jarang pepohonan. Saya putuskan untuk menunggu matahari terbit sebelum pos 8. Setelah mendapatkan posisi nyaman, saya mempersiapkan kamera untuk mengabadikan suasana matahari terbit. Tidak beberapasihir yang mencipatkan keindahan yang menghipnotis itu muncul. Warna merah, jingga, ungu, kuning dan biru berpadu. Kota di kaki gunung Slamet yang ditutupi kabut dan jajaran gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu dan Lawu menambah tegas suasana matahari terbit pagi itu. Sayang sekali awan agak tebal sehingga matahari hanya muncul sebentar lalu kembali bersembunyi di balik awan. Pos 8 adalah batas vegetasi. Dari pos 8 hingga puncak tidak akan ditemukan pohon-pohon hanya terdapat jalur pasir berbatu. Usaha untuk melangkah semakin besar sebanding dengan sudut kemiringan. Setelah terhenti beberapa kali, meghitung langkah satu demi satu lalu berhenti lagi, tibalah saya di puncak Slamet. Saya terduduk, bersyukur dan takjub dengan pemandangan yang begitu memesona. Ke arah barat terlihat puncak Ciremai, ke arah timur akan terlihat deretan gunung-gunung di Jawa Tengah. Cuaca yang tadinya mendung menjadi cerah. Langit biru membalut alam menjadi batas pandangan dengan hitamnya dunia diluar bumi. Saya tidak turun ke area bibir kawah karena perjalanan mendaki dan menurun yang cukup jauh. Perjalanan turun tidak semudah yang dibayangkan. Dari puncak ke tenda tidak begitu sulit karena beban yang dibawa tidak begitu banyak. Namun setelah semua perlengkapan masuk ke keril saya harus lebih menguatkan kaki dan menjaga keseimbangan. Saya tiba kembali di basecamp Brambangan sekitar pukul empat sore. Suasana basecamp tidak seramai kemarin. Seruput teh yang saya pesan menemani gemetarnya kaki. Saya berkata cukup untuk saat itu namun rindu muncul kembali esok harinya. Tambahan info biaya: - Transport Bus Tangerang-Purwokerto vv IDR 250.000 - Sewa mobil Purwokerto - Brambangan vv IDR 600.000 - SImaksi IDR 5.000 per orang - Logistik sesuai kebutuhan