Endar

Members
  • Content count

    128
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    3

Endar last won the day on October 25 2016

Endar had the most liked content!

About Endar

  • Rank
    Tidak Baru Lagi
  • Birthday 01/22/1991

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Location
    Tangerang

Recent Profile Visitors

1,033 profile views
  1. nah itu.. susah cari makanan khas disana. Dapatnya tumis bunga pepaya sama terong goreng tepung Mas. Awalnya memang cari susu kuda atau madu ternyata juga ga ada di Sumba. Jadi pengen rawon kan... udah dong, yang banyak dicemooh itu kan. kasian banget.. Baru tau loh wkwkwkwkwk itu ketawa khas orang Indo. xixixixi kayaknya china daratan dah. 5555 thailand punya. @deffabeda pulau beda provinsi mas.. hahhahaha... wkwkwkwk eng ing enggggggg... >><<
  2. Kudanya bertuan mas @Rawonistetapi dibiarkan di alam bebas. kok kalo baca nama mas jadi inget rawon ya.. wkwkwk kesana mbak @Mulyati Asih tapi mesti agak libur panjang, sayang kalo cuma sebentar.
  3. iya.. berasa serunya mas hahha.. ini teman mas @HarrisWangdah nikah..prewednya pas ke belitung.. wkwkkw
  4. thanks mas @kyosash iya mas @deffa dadakan + kebanyakan on the spot..
  5. Cerah berawan menyambut aku dan teman-temanku di bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya. Bukan bandara besar jadi dengan cepat kami bisa bertemu Pak Harlan yang sudah dua puluh tahun menjelajah jalan-jalan Sumba. Selama empat hari kedepan kami akan ditemani Pak Harlan di tanah Sumba. Sebelum ke tujuan pertama, kami mengisi perut terlebih dahulu. Kami tidak menemukan tempat makan khusus yang menjual makanan khas Sumba. Namun kami dapat memesan makanan spesial yang tidak ada di menu, sambal bunga pepaya tumis di Warungku tempat dimana kami santap siang. Jalan utama di Sumba sudah baik, tidak ada lubang-lubang. Hanya saja jalan berliku-liku mengikuti kontur bukit. Untuk mencapai danau Weekuri sebagai tujuan pertama membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam dari Tambolaka karena jalan yang dilalui bukan jalan utama, jadi tidak semuanya mulus. Danau berair asin karena air laut yang terperangkap ini sungguh indah. Siang itu banyak pengunjung lokal karena hari libur nasional. Saya tidak mandi di danau tapi menikmati suasana danau dan deburan air laut yang menghantam dinding sebelah danau. Ke arah selatan kami pergi ke kampung adat Ratenggaro. Kubur-kubur batu seperti tugu selamat datang berbaris di pintu utama. Lestarinya agama adat Marapu juga menjadikan budaya megalitik ini tetap ada sampai sekarang. Kepercayaan akan roh orang yang sudah meninggal menjadi pengubung dengan Sang Pencipta menjadikan orang Sumba tidak bisa jauh dari kerabat yang telah meninggal maka dari itu kubur batu diletakkan di depan rumah atau perkampungan. Hari menjelang sore, bergegas kami melanjutkan perjalanan ke pantai Mawana atau Bawana. Setelah berjalan sepuluh menit di jalan setapak yang terjal kami diberikan keindahan alam yang luar biasa. Menikmati sunset di pantai Bawana bersama penduduk lokal yang memancing ikan. Besok pagi kami bertolak ke Sumba Timur. Jika di Sumba barat pohon hijau tinggi di pinggir jalan, Sumba Timur berbeda. Bukit-bukit dengan padang rumput berpohon perdu lebih mendominasi. Hal ini terlihat jelas di Bukit Wairinding. Walaupun matahari terik tapi udara tetap sejuk dan dengan gembiranya anak-anak sumba bermain di atas bukit segembira saya melihatnya. Setelah melapor di hotel kami melanjutkan ke bukit Morinda. Di atas bukit itu ada rumah makan dan juga kamar jika ingin menginap. Pemandangan di bukit Morinda begitu memesona dengan bukit yang mengelilingi dan lembah subur di bawahnya, tidak mau pulang rasanya. Mama yang menjaga tempat makan sangat ramah dan dengan semangat mempelajari bahas Inggris sebagai penunjang berkomunikasi. Belum puas sebenarnya bersantai di Morinda tapi karena waktu kami harus meninggalkan Morinda untuk mendapatkan pesona matahari terbenam di pantai Walakiri. Dalam perjalanan ke pantai Walakiri akan banyak kandang-kandang peternakan alam dengan pohon sebagai pagar. Kuda, sapi, babi, kerbau atau kambing tidak jarang kita temui di sepanjang jalan. Pantai Walakiri bukan pantai berpasir putih atau pantai dengan laut biru dengan banyak terumbu. Di pantai ini sedikit berlumpur dengan banyak pohon bakau tapi kondisi ini menjadikan pantai ini menjadi tempat yang tepat untuk menikmati matahari terbenam. Waingapu bukan kota yang besar tapi lebih ramai di banding Tambolaka atau Waikabubak. Kota ini sudah memiliki bandara dan karena letaknya yang lebih dekat dengan Flores menjadikan pelabuhan di Waingapu lebih ramai. Malam itu dengan perut yang lapar kami mencoba makanan laut di pinggir pelabuhan. Bukan musim yang tepat memang sehingga hasil laut tidak begitu banyak. Hanya ada ikan dan cumi tapi kesegarannya tidak dapat dipungkiri. Bulan terang dengan sedikit awan mengurungkan niat kami untuk menikmati malam dengan langit penuh bintang di atas bukit pintu kedatangan kota Waingapu. Sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat, kami berhenti di alun-alun Waingapu. Jangan lupa untuk menikmati STMJ disini. Pagi-pagi sebelum matahari terbit kami menuju ke Puru Kambera dimana padang rumput dan pantai berpadu bersama kuda-kuda yang dibiarkan bebas. Tidak ada matahari bulat pagi itu karena cuaca yang berawan tapi pemandangan di Puru Kambera sudah membuat suasana hatu kami pagi itu begitu bahagia. Menjelang siang kami menuju pantai Tarimbang. Perjalanan ke Tarimbang memang agak lama karena jalan yang tidak bagus . Hal ini juga yang membuat pantai ini jarang dikunjungi. Tapi pemandangan dalam perjalanan seolah-olah menghilangkan waktu sehingga perjalanan tidak terasa lama. Hanya kami yang ada di pantai Tarimbang waktu itu. Sayangnya, indah pasir putih, deburan ombak dan birunya warna laut tidak dapat dibawa pulang. Hujan menemani kami dalam perjalanan kembali ke Tambolaka sehingga kami tidak bisa melihat matahari terbenam di bukit Lailara. Hari terakhir di Sumba, saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke pasar tradisional. Tidak ada penjual makanan jadi atau oleh-oleh. Hanya ada sayuran dan kebutuhan sehari-hari. Saya membeli cabai yang sangat pedas yang saya bawa ke Jakarta dan alpukat. Dibanding harga di Ibukota, harga kebutuhan sehari-hari yang dihasilkan sendiri dari tanah Sumba tidak mahal. Sayangnya siang itu saya harus meninggalkan Sumba, tempat dimana matahari tidak perlu malu untuk menyinari alam dengan bukit-bukit sabana indah. Masih banyak tempat yang sangat indah di Sumba dan tanah ini akan kurindukan.
  6. Thanks mas @deffa Thanks juga mas @Mykael Eqel Hadala semoga aja aman ya... dan tetap bisa melihat indahnya Raja Ampat dengan tenang..
  7. Teman-teman jalan2.com, saya ada rencana ke Raja Ampat di akhir Juli. Setelah cek beberapa review dan informasi, ternyata bulan Juli lagi angin utara jadi ombak agak tinggi. Rencananya ke Wayag, Pianemo, Yeben, dan Arborek.. Ada advice kah apakah ke sana di bulan Juli dengan tempat-tempat di atas sesuai? Terima kasih, Salam Lestari - Endar
  8. Waktu ke Labuanbajo 2015 akhir pernah sewa kapal sekitar IDR 5.850.000 untuk tiga orang, include makan. Kapal bisa muat 6 orang, 8 juga bisa. Kalau nambah orang, biaya tambah 750rb an...
  9. Hi Mas @idiotravelerthanks responnya. Flight sampai di TMC jam 11.00. Hari pertama rencannya ke Ratenggaro, Pantai Malandong terus sunset di Pantai Mawanna. Rencana menginap di Hotel Sinar Tambolaka Hari kedua ke Danau Waikuri, Air Terjun Lapopu, sunset Pantai Walakuri. Rencana menginap di area Waingapu. Hari ketiga ke savana Puru Kambera, Bukit Wairinding, terus ke Terimbang. Nah, dari terimbang bingung cari penginapan dimana. Antara di Lewa, Waibakul, Waikabubak karena besoknya penerbangan jam 10 pagi di TMC. Ada saran Mas? Thank you. Thanks mas @deffa
  10. Hai Semua... Saya dan teman-teman, ber7, ada rencana ke Sumba minggu depan 11-14 May. Sampai sekarang belum ada itin, transport, akomodasi fix. Buat teman-teman yang sudah pernah kesana atau domisili disana bisakah dibantu: 1. Apakah penginapan mudah ditemukan - penginapannya yg rada low budget. Cek diinternet yang semalam berjuta-juta ada. 2. Karena pulang dan pergi dari Tambolaka, kira-kira option baik kah menginap di daerah Lewa Paku yang sorenya habis sunset dari Walakiri? Besoknya pesawat jam 11 di Tambolaka 3. Kalau boleh ada info rent car kah disana? Salam lestari & terima kasih
  11. Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo memang selalu memukau ya... pengen kesana lagi...
  12. Hi @RadianBaddu.. Untuk ke Merbabu ada beberapa jalur pendakian. Tergantung lewat mana. Saya dulu via Wekas. 1,5 jam dari Jogja dengan kendaraan sewa. Untuk transportasi umum agak susah kalau ke basecamp. Kalau via Selo ada transportasinya dari: 1. Semarang Naik bus jurusan Semarang-Solo turun di kota Boyolali –> Naik bus kecil dari Pasar Sapi Boyolali ke Cepogo –> Naik bus kecil dari Pasar Cepogo ke Selo 2. Jogja Naik bus jurusan Yogya-Solo turun di Kartasura — > Naik bus jurusan Solo-Semarang turun di terminal Boyolali –> Naik bus kecil dari Pasar Sapi Boyolali ke Cepogo –> Naik bus kecil dari Pasar Cepogo ke Selo Dari pasar Selo masih rada jauh ke basecampnya. Biasanya naik ojek.
  13. wah luwukkk akhir tahun mau kesana tapi ga jadi karena kurang informasi.. Semoga bisa kesana ya...
  14. halo mas @feripwardoyo saya ada tiket ke makassar akhir tahun. Bingung mau kemana dan keinget Sombori + Labengki. Kalo jadi mau kah? *efek ada tiket tapi ga tau mau ngapain disana*
  15. hihihihi.. masih greget cari info2 sana. Susah banget. Btw, thanks mas @deffa hahahah... ini karna ada tiket ke makassar mas @HarrisWang dan ga tau lagi mau explore kemana di makassar jadi cari tempat-tempat di sekitarnya..