Tarmizi Arl

Members
  • Content count

    1,135
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    25

Tarmizi Arl last won the day on May 8

Tarmizi Arl had the most liked content!

About Tarmizi Arl

  • Rank
    Petualang Sejati
  • Birthday 11/23/1992

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Location
    Palembang
  • Interests
    design, art, travel, short film

Contact Methods

  • Skype
    tarmizi.landscaper47

Recent Profile Visitors

2,961 profile views
  1. Anugerah Pesona Indonesia yang diprakarsai oleh Kementrian Pariwisata Indonesia kembali diadakan tahun 2017 ini. Anugerah Pesona Indonesia 2017 menawarkan 15 kategori dimana masing-masingnya terdapat 10 nominator. Salah satu kategori itu ialah Tujuan Wisata Baru Terpopuler yang akan kita bahas dalam artikel ini. Sebelum kita ulik para nominatornya, diingatkan juga buat kamu ikut berpartisipasi memilih yang kamu favoritkan dalam ajang ini. Caranya denga voting di website anugerahpesonaindonesia.com atau ayojalanjalan.com serta bisa pula dengan mengirimkan SMS. Voting ini dibuka sejak awal Juni kemarin hingga akhir Oktober nanti. Dalam artikel sebelumnya (baca disini), kita juga sudah membahas untuk Kategori 10 Surga Tersembunyi Terpopuler. 1.Danau Linow – Kota Tomohon Via kebudayaanindonesia.com Kota Tomohon mungkin selama ini hanya dikenal sebagai Kota Bunga. Festival Bunga juga menjadi agenda rutin yang sudah dikenal luas para pecinta traveling. Tapi belakang mulai muncul juga destinasi wisata baru yang mulai dikenal yaitu Danau Linow. Keunikan dari danau ini ialah airnya yang bergradasi 3 warna layaknya sebuah lautan dan seringkali juga berubah-ubah warna. Danau Linow sendiri berada di Desa Lahedong, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Kota Tomohon sendiri memang memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa lantaran diapit dua gunung yaitu Gunung Lokon dan Gunung Mahawu. Untuk menuju Tomohon sangat mudah yaitu hanya sekitar 1 jam dari Kota Manado. Sedangkan untuk ke Danau Linow nya, perjalanan dilanjutkan berlanjut skeitar 3 km ke arah barat dari pusat Kota Tomohon. Jika menggunakan angkutan umum, kamu bisa naik angkot dari Terminal Kota Tomohon dan bilang saja ke supirnya untuk berhenti di Danau Linow. Namun setelahnya kamu masih harus berjalan kaki sekitar 700 meter untuk tiba di gerbang masuknya. Via indonesiakaya.com Pengelola wisata di danau seluas 34 hektar ini mematok tarif Rp 25 ribu perorang sebagai retribusi masuknya. Namun tarif ini sudah termasuk dengan minuman dan kue khas Manado yang disediakan gratis. Menariknya lagi, kawasan danau ini bisa dikatakan sangat terjaga dengan baik. Tidak hanya bersih, fasilitasnya juga lengkap seperti adanya trek yang mengelilingi danau dan dek kayu untuk cafe yang berada persis di bibir danau. Pemandangan dari cafe ini tentu menjadi spot terbaik untuk dinikmati. Waktu terbaik untuk menyambangi danau ini ialah saat pagi hari. Tak hanya udara yang masih segar, cahaya yang belum terik, serta suasana yang masih tenang juga menjadi bius yang menyentuh semua indera. Oh ya, tapi jangan coba-coba berenang ya, karena air danau ini mengandung belereng kadar tinggi. Tak heran jika dari jauhpun, aroma menyengat belerang sudah bisa tercium dan biasa menjadi penanda pengunjung bahwa danau Linow sudah dekat. 2. Danau Love – Kab. Jayapura Via indonesia-tourism.com Jika dilihat dari ketinggian, danau ini memang berbentuk tanda cinta atau love. Itulah keunikan danau yang berada di bagian Timur Sentani, tepatnya Kampung Putali, Kabupaten Jayapura. Danau yang aslinya bernama Telaga Imfote ini karena bentuknya itu akhirnya jauh lebih dikenal dengan nama Danau Love. Danau Love berukuran tidak begitu luas, namun danau ini dikelilingi oleh perbukitan kecil yang luas berupa padang rumput. Jadilah memandang danau ini dari salah satu bukitnya akan menghadirkan panorama yang memukau mata. Suasana tenang dengan hembusan semilir angin menjadi penambah nikmat untuk bersantai di danau ini. Sayangnya saat ini Danau Love belum dikelola langsung oleh Pemda setempat. Jadilah warga sekitar saja yang mengatur pengelolaanya karena bagi mereka tanah tersebut masih masuk dalam tanah adat mereka. Tarif tiket masuk yang mereka patok ialah sebesar Rp 25 ribu untuk motor dan Rp 50 ribu untuk mobil. 3. Danau Ugo – Kab. Batanghari Jika mendengar kata Batanghari mungkin yang langsung terpintas ialah dengan nama sungai terpanjang di Sumatera tepatnya di Provinsi Jambi. Nama Batanghari sendiri juga digunakan sebagai nama salah satu Kabupaten di Jambi. Ternyata kabupaten ini tepatnya di Desa Aur Gading, Kecamatan Bhatin XXIV punya potensi wisata yang menjanjikan keindahan yaitu Danau Ugo. Via instagram/muhammadallif17 Untuk menuju Desa Aur Gading, cara tercepat adalah dengan melewati jembatan gantung dari besi yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Jika tidak melalui jembatan ini atau menyebrang sungai, maka perjalanan akan lebih jauh karena harus memutar. Setelah melalui jembatan, kita masih harus melalui perkebunan karet dan jalan setapak berkelok-kelok. Cukup terpencil memang, tetapi sebagai sebuah wisara alam, Danau ugo bak surga tersembunyi yang memang harus dilalui dengan perjuangan. Namun nampaknya kondisi ini tidak lama lagi akan berubah lebih baik karena memang pemerintah daerah setempat sudah membuat rancangannya untuk menjadikan Danau Ugo benar-benar sebagai objek wisata. Danau Ugo memiliki besaran yang cukup luas. Ketenangan dari alam sekitarnya yang masih berupa hutan dan perkebunan juga menjadi daya pikatnya. Biasanya pengunjung yang datang memang lebih bertujuan untuk mencari ketenangan sembari melihat pemandangan lanskap danau yang indah. 4. Kawasan Pura Batu Kursi Pemuteran – Kab. Buleleng Via masbroo.com Selalu ada saja hal baru yang hadir di Bali, salah satunya yang sekarang juga mulai naik daun ialah kawasan Pura Batu Kursi Pemuteran di Kabupaten Buleleng. Tak begitu sulit menemukan objek wisata yang beralamat lengkap di Banjar Pekraman Yeh Panes Kanin, Yeh Panes Kauh, Jalan Raya Seririt – Gilimanuk, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Jika dari arah Singaraja, kamu bisa menjadikan patokan Hotel Matahari Beach yang berada di sisi kanan. Hanya beberapa meter setelah hotel, ada jalan ke kiri. Masuk jalan tersebut lalu lurus terus sampai mentok dan bertemu pura. Disitulah lokasi Kawasan Pura Batu Kursi ini. Objek wisata ini merupakan kawasan bukit hijau. Dinamakan Pura Batu Kursi karena di puncak bukit itulah terdapat Pura suci yang didalamnya terdapat batu berbentuk kursi dengan diamater sekitar 20 meter. Menariknya, untuk menuju pura pengunjung akan melalui bukit ini dengan menapaki jalan dan anak tangga yang seolah membelah bukit sejauh sekitar 700 meter. Mirip dengan Bukit Campuhan di Ubud yang sudah lebih dulu terkenal. Pemandangan dari kontur alam itulah yang menjadi daya tarik utama dari Pura Batu Kursi ini. Apalagi pesona alam ini bisa berubah suasana. Saat musim hujan maka hamparan rumput hijau yang tersaji, sedangkan saat musim kemarau maka rumput kering kecoklatanlah yang akan menjadi pemandangannya. Selain itu, kita juga bisa melihat birunya laut lepas yang merupakan Teluk Pemuteran. 5. Pantai Mbawana – Kab. Sumba Barat Daya Via wikimedia.org Karang besar yang bolong bak gerbang raksasa di tepi pantai memang menjadi satu keajaiban alam yang selalu menarik perhatian. Di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur ternyata juga ada si ‘karang bolong’ ini. Lokasi persisnya ialah di Pantai Mbawana, Kodi, Kabupaten Sumabawa Barat Daya. Pantai ini memang bisa dikatakan baru beberapa tahun ini disadarai pesonanya oleh warga setempat sehingga masih banyak yang belum tahu. Padahal, keindahan pantai dengan tebing karang setinggi 5 meter yang berlubang itu adalah karya alam yang tak bisa dipungkiri keindahannya. Nampaknya setelah masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia, Pantai Mbawana akan menjadi destinasi favorit selanjutnya di NTT. Apalagi fasilitas penunjang juga tengah dibangun oleh pemerintah daerah setempat karena sadar akan potensi wisata dari Pantai Mbawana ini. 6. Pulau Bokori – Kab. Konawe Via sindonews.net Sulawesi Tenggara punya daya tarik wisata baru selain Wakatobi, bahkan letaknya lebih dekat dengan ibukota Kendari. Daya tarik wisata itu ialah Pulau Bokori yang masuk dalam wilayah adminsitraif Kabupaten Konawe. Ada dua lokasi awal penyebrangan yang bisa dipilih untuk menuju Pulau Bokori. Pertama ialah dengan naik kapal laut dari Pelabuhan Kendari, sedangkan cara kedua ialah dari perkampungan Suku Bajo di Kecamatan Soropia. Di perkampungan ini, Desa Mekar misalkan, penduduk menyediakan jasa antar jemput ke Pulau Bokori dengan tarif hanya sekitar Rp 30 sampai 50 ribu perorang. Pulau Bokori sendiri dulunya sempat dihuni oleh warga Suku Bajo, namun karena mulai padat penduduk, pada tahun 80an akhirnya pemerintah setempat memindahkan penduduk pulau ke daratan yang kini mendiami lima desa di wilayah Kecamatan Soropia. Kembali tentang pesona Pulau Bokori. Pulau yang hanya memiliki diameter sekitar 2 km ini memang terkenal indah dengan garis pantai berupa pasir putih. Pohon kelapa dan pinus menjadi vegetasi utama yang hidup di sana dan membuat suasana pulau sangat mencirikan pulau-pulau Tropis. Karena juga masih jarang kunjungan wisatawan, jadilah pulau ini juga sangat tenang. 7. Pulau Hatta – Kab. Maluku Tengah Via marischkaprudence.blogspot.co.id Pernah mendengar nama Pulau Hatta? Jika belum tentu wajar saja, karena pulau ini masih terbilang baru dieskpose sebagai destinasi wisata. Pulau Hatta sendiri berada di Kecamatan Banda, sekitar 25 km sebelah timu Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Dinamakan Hatta memang terinspirasi dari sang proklamator, Muhammad Hatta yang memang pernah diasingkan di Banda Neira. Sebelumnya, nama pulau ini ialah Rozengain. Didalam Pulau Hatta terdapat 2 permukiman kecil yang tentunya dengan fasilitas minim termasuk urusan signal yang belum menjangkau disini. Karenanya, bagi turis pulau ini sangat cocok untuk mencari ketenangan di tengah keindahan alam. Turis tak perlu khawatir untuk urusan akomodasi karena dipulau ini sudah tersedia homestay dengan harga cukup terjangkau yaitu sekitar Rp 250 ribuan permalamnya. Pulau Hatta juga cocok bagi kamu pecinta snorkeling. Tak perlu jauh dari bibir pantai, variasi ikan dan terumbu karang sudah bisa dilihat. Tentunya airnya yang sangat jernih membuat kita bisa leluasa melihat kedalam air. Jangan lewatkan juga menikmati sunrise dan sunset yang langsung bertemu dengan garis pandang lautan. 8. Pulau Kumala – Kab. Kutai Kartanegara Pulau Kumala di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sebenarnya sudah cukup lama dikembangkan oleh Pemda setempat sebagai suatu kawasan wisata. Namun memang pembangunannya sempat mangkrak akibat beberapa kendala. Via wikimapia.org Pulau Kumala sendiri merupakan daerah delta di Sungai Mahakam yang memanjang di sebelah barat Kota Tenggarong. Jika dari ibukota provinsi di kota Samarinda, jaraknya sekitar 27 km. Selain kendaraan pribadi, kamu juga bisa menggunakan bus untuk menuju Tenggarong. Sedangakn untuk menyebrang ke Pulau Kumala sendiri yang berada di tengah sungai, kini sudah dibangun jembatan penghubung khusus pejalan kaki. Jembatan itu bernama Jembatan Repo-repo. Namun jika kamu mau merasakan sensasi lain, maka dengan cara naik perahu motor kecil juga bisa dilakukan dari beberapa dermaga yang ada. Jembatan Repo-repo via kutaikartagenara.com Pulau seluas sekitar 76 hektar ini ibarat pulau rekreasi. Ada banyak wahana yang bisa dinikmati seperti skytower, kereta gantung, kereta api mini, trampolin, air mancur, dan taman-taman rekreasi lain. Selain itu dipulau ini juga dibangun resort dan cottage yang cukup mewah dengan sarana memadai termasuk kolam renang. Beberapa spot foto juga sudah bisa dinikmati seperti Patung Lembuswana yang menjadi ikon Pulau Kumala, patung naga, Pura Pasak , Rumah adat Kalimantan timur, dan lain sebagainya. Karena masih terus dibangun, maka nantinya Pulau Kumala ini akan berkembang sebagai objek wisata rekreasi yang lengkap. Tarif masuk ke Pulau Kumala sendiri ialah hanya sebesar Rp 10.000,- untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak dihari kerja. Sedangkan saat weekend dan libur, tarif tiketnya naik 2 kali lipat. Sedangkan untuk setiap wahana, tarifnya berkisar diangka Rp 2.000 sampai Rp 20.000,-. 9. Skywalk – Bandung Via beritabandung.com Baru-baru ini baru saja dibuka inovasi teranyar dari Kota Bandung yaitu Skywalk di Cihampelas. Jembatan khusus pejalan kaki (skywalk) yang diberi nama Teras Cihampelas ini memang menjadi ikon baru dari Kota Bandung yang terkenal sangat inovatif berkat kepemimpinan Walikota Ridwan Kamil. Keunikan dari jembatan ini ialah karena dibuat sangat ‘nyeni’ dan variatif baik dari segi warna, tekstur, maupun bentuk. Jembatan sepanjang 450 meter dan lebar sekitar 9 meter ini juga menjadi lebih menarik orang untuk melintas juga karena diberikan ruang bagi pedagang kaki lima. Tentunya semua sudah terkonsep dalam desain yaitu semua pedagang ditempatkan di kios-kios berwarna-warni dengan penataan yang sedap dipandang. Karena berada di atas ketinggian sekitar 4,6 meter dari jalan, skywalk ini akhirnya juga semakin dekat dengan tajuk pohon. Jadilah penggunanya justru merasa lebih nyaman karena ternaungi. Komplitnya lagi, Teras Cihampelas juga ramah terhadap kaum difabel. 10. Taman Breksi – Kab. Sleman Kawasan bekas tambang seringkali menjadi masalah lingkungan. Tapi justru seringkali juga menjadi daya tarik. Seperti halnya bekas tambang batu breksi di Kabupaten Sleman satu ini. Justru kawasan ini sejak 2015 lalu dijadikan sebagai Cagar Budaya oleh Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Pelestarian ini ternyata beralasan karena tebing kapur breksi ini merupakan endapan abu vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran, sama halnya dengan Candi Ijo dan Ratu Boko yang berada di kawasan yang sama. Via priobodro.my.id Saat ini tebing breksi ini memang dikelola sebagai sebuah taman. Tebing kapur yang putih dipahat sehingga menjadi karya seni ukir raksasa yang menarik. Pembuatan tangga dan area seperti amphiteater terbuka juga membuat Taman Breksi semakin menarik untuk dijadikan lokasi nongkrong. Apalagi jika kamu datang saat sore hari, maka jingga cahaya dari matahari begitu membuat tebing kapur ini semakin nampak eksotis. Kamu juga bisa melihat matahari terbenam langsung dari atas tebing yang bisa dilalui dengan menaiki anak tangga yang jumlahnya cukup banyak. Untuk menuju Taman Breksi tidak sulit. Jaraknya tidak jauh dari Candi Ijo, tepatnya di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan. Jika dari pusat kota Jogja, maka kamu bisa mengarahkan kendaraan ke Candi Prambanan. Lalu di pertigaan pasar prambanan, ambil jalan kekanan yaitu arah Piyungan. Terus cari saja petunjuk ke arah Candi Ijo namun belok kiri di arah pertigaan sebelum SDN Sambirejo. Bagaimana dengan tiket masuk? Sejauh ini belum ada tarif khusus yang dikenakan untuk pengunjung yang mau masuk ke Taman Breksi. Biaya hanya dikeluarkan untuk parkir yaitu Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.
  2. Setelah tahun lalu sukses menggelar Anugerah Pesona Indonesia, tahun 2017 ini Kementrian Pariwisata Indonesia kembali mengadakan penghargaan yang sama namun dengan kategori yang lebih banyak. Sistemnya pun masih dengan cara voting melalui website anugerahpesonaindonesai.com atau ayojalanjalan.com serta bisa pula dengan mengirimkan SMS. Voting ini dibuka sejak awal Juni kemarin hingga akhir Oktober nanti. Anugerah semacam ini nampaknya memang menjadi nilai jual tersendiri bagi objek yang masuk nominasi. Bagi warga lokal, objek wisata, event, dan kuliner yang masuk nominasi apalagi menang, tentu menjadi prestise tersendiri. Dampaknya, mereka diharapkan bisa lebih mencintai potensi daerah mereka dan bangga untuk mempromosikannya. Bagi orang luar daerah tersebut, tentu juga berdampak pada minat mereka untuk datang kesana. Seperti yang sudah diungkap diawal, tahun ini ada penambahan kategori menjadi 15 dimana tahun lalu hanya 10 katregori. Kelima kategori tambahan itu ialah Kampung Adat Terpopuler, Minuman Tradisional Terpopuler, Objek Wisata Belanja Terpopuler, Objek Wisata Unik Terpopuler, dan Promosi Pariwisata Digital Terpopuler. Namun pada artikel kali ini kita akan membahas Kategoti Surga Tersembunyi Terpopuler. Ya, Indonesia yang begitu luas ini memang selalu mempunyai kejutan. Banyak lokasi indah yang belum tereksplore atau biasa kita sebut Surga Tersembunyi. Nah, kira-kira dimana saja ‘Surga-surga tersembunyi’ itu? Adakah di daerah kalian? Atau jangan-jangan kamu sudah pernah datang kesana? 1.Air Terjun Tumpak Sewu – Lumajang Via yantobasna.blogspot.com Tumpak Sewu atau biasa juga disebut Coban Sewu atau Grojogan Sewu adalah salah satu objek wisata yang tengah naik daun di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Lokasinya dekat juga dengan objek wisata Air Terjun Goa Tetes sehingga biasanya pengunjung yang datang menjadikan keduanya sebagai tujuan. Dinamakan Tumpak Sewu dimana Tumpak berarti Kumpula dan Sewu berarti Seribu jumlah sumber mata airnya yang sangat banyak. Inilah yang membuat air terjun ini berbeda karena area turunnya air melebar kesamping layaknya tirai yang menutupi dinding batu. Untuk menuju Air Terjun Tumpak Sewu tidak begitu sulit, meskipun tergolong baru, namanya sudah cukup terkenal di Lsumajang. Alamatnya berada di Sidomulyo, Pronojiwo. Jadi kamu yang berada di kawasan sekitar Lumajang, bisa ikuti saja arah ke Pronojiwo. Akan ada arah petunjuk Tumpak Sewu ini termasuk beberapa air terjun lainnya. Sesampai di gang masuk ke arah Air Terjun, pengunjung harus memarkirkan kendaraannya dengan biaya karcis jaga sebesar Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Setelahnya, kamu juga harus membayar tiket masuk di loket yang ada. Retribusi tiket ini hanya Rp 10.000 perorang. Kemudian barulah kita menuju lokasi Air Terjun dengan berjalan kaki beberapa ratus meter. Cukup melelahkan, jadi siapkan juga bekal terutama minum. Panorama dari bawah air terjun via adventuretravel.co.id Kamu bisa memilih menikmati air terjun setinggi 120 meter ini dengan dua cara, yaitu dari area Panorama yang berada di sebrang air terjun dengan view dari atas, atau turun langsung ke dasar air terjun. Semuanya sama-sama menarik dan punya sensasi tersendiri,. Hanya saja memang untuk turun ke bawah, kamu harus punya tenaga dan waktu ekstra. Jika kamu pergi dengan rombongan teman, mungkin tidak menjadi masalah, tapi jika dengan keluarga bersama orang tua dan anak-anak, rasanya akan sangat letih bagi mereka untuk turun ke bawah dan naik lagi nantinya. 2. Desa Wisata Bantaragung – Majalengka Desa Bantaragung berada di Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Desa ini menjadi populer lantaran memiliki panorama alam khas berupa hamparan sawah teras. Keindahan Sawah teras di Bantaragung, Foto:Budi/Radar Majalengka Ada beberapa Lokasi pemandangan terbaik di Bantaragung seperti di Blok Sawah Tarikolot, di sisi kiri jalan sebelum masuk kawasan Desa Bantaragung. Tak hanya sawah terasnya, yang menjadikannya lebih memukau mata ialah karena berlatar Gunung Ciremai. Ada juga persawahan Nangklak yang berada di antara Desa Bantaragung dengan Desa Payung. Senada, Gunung Ciremai juga menjadi latar yang menarik mata dari Persawahan Nagklak ini. Selain karena persawahan teras, Desa Bantaragung memang menjadi salah satu desa potensial untuk wisata. Letaknya yang berada di kaki Gunung Ciremai membuat desa ini memiliki pemandangan alam tropis yang indah. Pepohonan hijau juga selalu menjadi penyejuk karena juga desa ini selalu berlimpah sumber air. Oh ya kamu harus menggunakan kendaraan pribadi jika ingin kedesa ini karena tidak ada angkutan kota yang melalui kecuali mobil bak terbuka yang biasa digunakan warga sebagai tranpsortasi umum mereka. 3. Wanawisata Budaya Mataram Mangunan Dlingo – Bantul Hutan Pinus Wanawisata Budaya Mataram, foto : Ari Rikin/Suara Pembaharuan Mangunan dalam beberapa waktu belakang mulai dikenal oleh para pecinta wisata. Desa Mangunan di Bantul, Yogyakarta ini mempunyai banyak spot seperti yang sudah dikenal luas ialah Kebun Buah Manungan yang mempunyai pemandangan ketinggian yang memukau. Tak heran jika bahkan Desa Manungan sendiri masuk dalam nominasi untuk Kategori Kampung Adat Terpopuler. Sedangkan kategori Surga Tersembunyi Terpopuler, yang masuk nominasi ialah Wanawisata Budaya Mataram Manungan yang merupakan Hutan Pinus. Wanawisata Budaya Mataram menjadi area Resort Pengelolaan Hutan dari Kesatuan Pengelolaan hutan Provinsi DIY. Hutan Pinus menjadi satu bagian yang sekarang tengah populer lantaran menjadi spot yang cantik untuk berfoto. Jajaran kayu pinus yang menjulang tinggi dan semburat cahaya matahari yang menembus celah-celah daun menjadi pemandangan yang diburu terutama pecinta fotografi. Lantas mengapa dinamakan Budaya Mataram? Ternyata di kawasan ini juga dipercaya sebagai tempat bersejarah Kerajaan Mataram. Salah satu objeknya yaitu tempat bertapa Raja Sultan Agung. 4. Kawasan Wisata Mandeh – Kab. Pesisir Selatan Objek Wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, namanya memang tengah populer. Bahkan kawasan ini mendapat julukan Raja Ampat-nya Sumatera Barat. Pemandangan dari Puncak Mandeh via ngadem.com Lokasi persisnya ialah di Kecamatan Koto XI Tarusan yang berbatasan langsung dengan Kota Padang. Ada tiga alternatif ruas jalan untuk masuk Kawasan Mandeh yaitu dari Pasar Tarusan melalui Simpang carocok, kedua dari Bungus terus ke Sungai Pinang dan Sungai Nyalo, dan terakhir ialah melewati Carocok dan mnyusuri bibir pantai sepanjang 12,5 km. Keindahan Kawasan Mandeh yang merupakan Teluk ini berasal dari perpaduan antara gugusan pulau-pulau kecil di lautan luas dengan perbukitan hijau didaratnya. Lokasi terbaik untuk melihat perpaduan tersebut ialah di Puncak Mandeh. Dari puncak bukit inilah pemandangan yang mirip Raja Ampat di Papua bisa dilihat. Untuk menuju Puncak Mandeh dari jalan raya masih bisa dilalui dengan kendaraan motor atau mobil selama sekitar 10 menit, tetapi jalannya selain beraspal, masih ada juga yang berupa jalan tanah. Sensasi lain juga bisa kamu rasakan dengan menyewa kapal motor untuk berkeliling kawasan teluk. Tarif sewa kapalnya ialah sekitar 600 ribuan perhari dengan penumpang bisa mencapai 20 orang. Dengan menyewa tentu kamu akan jauh lebih leluasa mengarungi lautan dan singgah ke pulau-pulau kecil yang ada. Sedangkan jika kamu mau hemat, dihari kerja masyarakat mandeh juga menggunakan kapal untuk mobilitas. Jadi kamu bisa ikut menumpang dengan membayar sekitar 10 ribu atau lebih tergantung tujuan kapal. 5. Pulau Nikoi – Kab. Bintan Via fnetravel.com Bintan di Kepulauan Riau memang terkenal sebagai kawasan pengembangan wisata pantai. Lokasinya yang dekat dengan Singapura, menjadikan Bintan begitu banyak dilirik para pengembang. Tak terkecuali Nikoi, sebuah pulau seluas 16,9 hektar yang berada hanya sekitar 9 km arah timur laut Pulau Bintan. Pulau ini menjadi populer lantaran keindahan alam pantainya yang memukau dan ketenangan yang dihadirkannya. Tentu saja tenang, karena Nikoi adalah pulau pribadi. Pulau yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan resort berkelas. Kabarnya sudah ada sekitar 48 villa berbentuk rumah panggung dengan atap rumbia disana yang siap disewa dengan tarif jutaan rupiah peroangnya. Keindahan dari Pulau Nikoi memang tidak bisa dipungkiri. Bahkan pulau ini pernah mendapat penghargaan sebagai The Best private Island pada 2016 lalu oleh Majalah Conde Nest Traveler. Majalah ini mengganggap Nikoi menjadi yang teratas dalam kenyamanan, fasilitas, panorama, dan harga. Tertarik untuk menyewa salah satu resortnya? Kamu harus reservasi jauh-jauh hari bahkan bisa sampai minimal 3 bulan sebelumnya di website resmi mereka nikoi.com. Tarifnya sendiri beragam dengan kisaran terendah sekitar 320 SGD dimana biaya ini sudah termasuk antar jemput dari Pelabuhan Kawal di Pulau Bintan. 6. Pulau Dodola – Kab. Pulau Morotai Kalau kamu berkesempatan ke Maluki Utara, sempatkan juga untuk ke Pulau Dodola yang berada di Kepulauan Morotaoi. Pulau ini mulai dikenal sebagai surga baru dari Maluku karena memang memiliki pemandangan yang begitu memukau. Apalagi karena belum banyak kunjungan, jadilah pantai-pantainya masih bersih dan tentunya sangat tenang. Dua gugus Pulau Dodola , foto : LUCKY PRANSISKA/KOMPAS Pulau Dodola bisa dengan mudah dituju jika kamu sudah berada di Pulau Morotai tentunya. Menuju Morotai sendiri bisa dengan menggunakan pesawat atau kapal. Selanjutnya untuk menuju Pulau Dondola, kamu bisa menggunakan speedboat dari Kota Daruba, Morotai. Pelayaran ini memakan waktu hanya sekitar 45 menit saja. Tarifnya memang cukup mahal yaitu sekitar Rp 700 ribu sampai 1 jutaan PP. Namun itu untuk satu speedboat, jadi kamu bisa menghemat jika datang berombongan atau sharing cost dengan rombongan lain. Keindahan Pulau Dondola sudah bisa disaksikan dari jauh lantaran kilauan pasir putihnya. Bahkan pulau ini ada dua gugusan, Dodola kecil dan Dodola besar yang disambungkan oleh hamparan pasir putih. Saat air pasang tentunya pasir ini akan tenggelam sehingga yang ada ialah dua pulau terpisah. Namun saat surut, kita bisa berjalan didaratan pasir itu bak melalui jembatan antara dua pulau. Dodola sendiri ialah pulau tak berpenghuni. Tetapi sudah dikembangkan untuk wisata sehingga sudah dibangun beberapa cottages yang bisa disewakan. Tarifnya cukup terjangkau yaitu sekitar Rp 300 – 500 ribu percottages permalamnya. Kalau mau menginap, maka kamu harus membookingnya dahulu di Kantor Dinas Pariwisata di Kota Daruba. Perlu diketahui juga, meskipun masih ada signal hp, pulau ini tidak punya jaringan listrik. Tetapi melihat pengambangan yang ada, mungkin dalam waktu dekat listrik akan tersedia disana. 7. Pulau Kodingareng Keke – Makassar Indonesia sebagai negara kepulauan memang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Banyak spot diving terbaik dunia yang ada di negeri kita ini. Termasuk yang satu ini, perairan di Pulau Kodingareng Keke, Kota Makassar. Namanya mungkin belum begitu tenar dibanding wakatobi atau raja ampat, tetapi pesonanya kini mulai merekah karena keindahan bawah lautnya tersebut. Salah satu sudut Pulua Kodingareng keke via cumilebay.com Pulau Kodingareng Keke merupakan salah satu pulau di Kepulauan Spermonde, sekitar 14 km lepas pantai Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Karena tidak ada kapal reguler menuju Pulau Kodingareng keke ini, maka untuk mencapainya harus menyewa kapal cepat dengan tarif sekitar Rp 500-700 ribu perkapal. Dermaganya ada di depan Benteng Fort Rotterdam atau di Dermaga Kayu Bangkoa. Pelayaran sendiri akan berlangsung sekitar 45 menit. Pulau ini adalah pulau tak berpenghuni. Tapi karena memang sudah dikenal sebagai objek wisata, biasanya ada beberapa warga atau nelayan yang sengaja datang untuk menyewakan bale-bale bagi pengunjung dengan harga sekitar Rp 50 ribu perpetaknya. Soal pemandangan di Kodingareng keke tak perlu ditanyakan lagi. Peningkatan kunjungan wisatawan yang datang dan masuknya pulau ini dalam kategori Surga tersembunyi, tentu sudah menjadi jaminan bahwa pulau ini memang memiliki panorama yang cantik. Pasir putih berpadu dengan gradasi air laut membuat pengunjung sangat puas meskipun sekedar berjemur saja. Seperti yang sudah diungkap diatas, perairan di pulau ini juga sangat direkomendasikan untuk kegiatan Diving atau Snorkeling. Taman laut karangnya masih sangat indah. Airnya yang begitu jernih juga membuat pemandangan ini bisa dilihat jelas dari permukaan air. 8. Pulau Saponda – Kab. Konawe via jelajahsutra.com Sulawesi Tenggara tak hanya soal Wakatobi saja. Provinsi kepulauan ini masih punya pesona lainnya, salah satu yang tengah populer ialah Pulau Saponda. Pulau ini berada di kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Jika dari ibukota provinsi : Kendari, caranya bisa dengan menyebrang dulu ke Pulau Bokori selama sekitar 30 menit lalu menyebrang klagi ke Pulau Saponda dengan waktu sekitar 1 jam. Karena tidak ada kapal reguler kesana, maka pilihannya yaitu dengan menyewa langsung satu kapal seharian dengan biaya sekitar Rp 700 ribuan atau lebih tergantung hasil negosiasi. Pulau seluas sekitar 7,5 hektar ini dihuni oleh sekitar 480 kepala keluarga yang mayoritasnya adalah Suku Bajo. Mereka tinggal di dua desa yaitu Desa Saponda Darat dan Saponda Laut. Beberapa waktu ini nama Pulau Saponda memang tengah naik daun terutama oleh orang Sulawesi Tenggara sendiri. Pulau ini menjadi pilihan destinasi wisata baru lantaran memiliki pasir putih dan air laut yang dijamin bersih nan jernih. Sekedar bersantai atau berenang menjadi aktivitas yang memang diburu pendatang. Termasuk untuk mereka yang cinta sosial budaya, pulau ini juga menarik untuk disambangi. 9. Riam Merasap – Kab. Bengkayang Kabupaten Bengkayang adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat. Di Bengkayang terdapat beberapa destinasi yang cukup terkenal setidaknya bagi warga Kalimantan Barat. Namun satu yang kini menjadi sorotan ialah Riam Merasap yang berada di Dusun Dawar, Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas atau Sanngau Ledo. Riam Merasap via indonesiakaya.com Riam Merasap adalah objek wisata alam berupa Air Terjun. Riam sendiri artinya ialah Air Terjun, dan Merasap bisa diartikan kabut seperti asap akibat percikan air yang jatuh. Menjadi populer lantaran air terjun setinggi 20 meter dan lebar 8 meter ini memiliki aliran air yang sangat jernih berpadu pemandangan khas hutan rimba tropis Kalimantan. Bentuknya yang melebar juga membuatnya sering disebut miniatur dari Air Terjun Niagara. Perjalanan menuju Riam Merasap bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor. Dari Pontianak, kamu bisa mengikuti rute Pontianak – Pinyuh – Anjungan – Toho – Karangan – Bengkayang – Sanggau Ledo. Alternatif kedua ialah rute Pontianak – Pinyuh – Mempawah – Singkawang – Samalatan – Bengkayang – Sanggau Ledo. Perjalanan memang cukup panjang yaitu sekitar 6 jam. 10. Teluk Saleh – Kab. Sumbawa Via pulausumbawanews.net Aquarium Dunia. Begitulah julukan yang diberikan untuk Teluk Saleh di Kabupaten Sumbawa, NTB ini. Julukan ini diberikan langsung oleh Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) lantaran perairan di sana memiliki keunikan yaitu wilayahnya terlindung dari pengaruh laut luar. Hal ini karena di bagian barat daya Teluk Saleh dibatasi oleh Pulau Mayo. Selain itu juga tentu karena keanekaragam ikan dan terumbu karang yang ada disana yang begitu kaya. Tercatat ada sekitar 59 jenis arang dan 405 jenis ikan karang yang berhabitat disana. Perairan Teluk Saleh sendiri memiliki luas 1.495 km persegi dan panjnag 282 km yang meliputi wilayah perairan Empang, Plampang, Lape/Lopokm dan Mayo Hilir. Ada beberapa pilihan rute untuk menuju Teluk Saleh, namun yang paling umum ialah rute Labuhan Jontal, Kecamatan Plampang. Labuhan Jontan sendiri berjarak 90 km dari Sumbawa besar. Mencapainya bisa dengan menggunakan kendaraan mobil atau motor serta ada juga angkutan umum berupa bus. Jika dari Sumbawa, Bus tersedia di Terminal Sumer Payung. Tarifnya sekitar Rp 50 ribu peroang. Selanjutnya kalian turun di Simpang Labuhan Jontal untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek.
  3. Baca artikel bagian 1 disini Hari 2 8. Schloss Nymphenburg (08:30-11:30) Di awal hari kedua, pilihan yang bisa dituju ialah Schloss Nymphenburg alias Istana Nymphenburg. Istana ini letaknya masih tak jauh dari pusat kota yaitu hanya sekitar 8 km dari Marienplatz. Untuk mencapainya jika dari Marienplatz bisa menggunakan S-Bahn S2 atau S8 dan turun di Stasiun Laim. Kemudian dilanjutkan dengan naik Bus nomor 51 dan turun di Halte Hirschgartenallee. Schloss Nymphenburg via voyages-girardot.com Bagian taman istana sudah bisa dikunjungi wisatawan sejak sekitar jam 6 pagi, namun untuk masuk ke dalam istananya baru dibuka sekitar jam 10. Karenanya dengan datang saat pagipun tidak menjadi masalah karena waktunya sangat cocok untuk menikmati suasana taman. Apalagi tamannya juga luas sehingga satu jam berkeliling santaipun tak akan terasa membosankan. Istana Nymphenburg sendiri dibangun sebagai tempat istirahat musim panas para petinggi atau Adipati Bavaria. Pembangunannya juga dilatari oleh kelahiran anak Adipati Bavaria bernama Ferdinand Maria. Ia menginisasi pembangunan istana sebagai tempat beristirahat bersama sang istri dan anaknya tersebut. Namun istana yang ada sekarang sebenarnya tidak persis seperti istana awalnya karena setelah lima generasi, kerajaan melakukan rombakan besar dan penambahan luas. Dengan arsitektur bergaya Baroque, Istana ini memang nampak megah dari berbagai sisi. Apalagi taman seluas 200 hektar di sekeliling istana yang juga didesain simetris serta beberapa kolam besar, menjadikan bangunan Istana terlihat lebih cantik lagi. Great Hall di dalam istana via culturalxplorer.com Memasuki istana, ada puluhan ruang yang bisa dieksplore dari mulai Great Hall, Gallery, kamar tidur, kamar mandi, ruang rias, ruang pertemuan, kapel, dan banyak lainnya. Karenanya satu jam sebenarnya sudah sangat terburu-buru untuk menikmati bagian dalam istana ini. Selain ruang Istana, ada juga Marstallmuseum. Museum ini mengkoleksi berbagai jenis kereta kuda dan barang perlengkapan berkuda yang dulu digunakan kerajaan. Awalnya museum ini berada di bekas sekolah berkuda, namun barulah pada tahun 1952 koleksinya dipindahkan ke komplek Istana Nymphenburg ini. Oh ya, untuk masuk taman Istana ini gratis kecuali di beberapa bagian taman khusus yaitu Amalienburg, Badenburg, Pagodenburg, dan Magdalenenklause. Untuk keempat taman ini ada biaya masuk yaitu sebesar 4,5 euro.Begitupun untuk masuk kedalam istana, ada tiket yang harus dibayar yaitu sebesar 6 euro. Sedangkan untuk Marstallmuseum tiketnya 4,5 euro. 9. BMW Museum (12:00-14:30) BMW Museum, nampak jg menara kantor pusat BMW via bmwblog.com Setelah dari Istana Nymphenburg, kamu bisa langsung makan siang. Di komplek istana juga ada restoran atau jika mau makan diluar juga ada banyak pilihan termasuk didekat BMW Museum. Ya, tujuan kita selanjutnya ialah sebuah Museum. Karena siang hari, nampaknya menyambangi objek wisata dalam ruang akan lebih cocok. Lokasinya berada sekitar 8 km dari Istana Nymphenburg. Untuk menujunya bisa menggunakan Bus nomor 151 dan turun di halte Westfriedhof, lalu dilanjutkan dengan naik Bus nomor 180 tujuan Olympiazentrum. Tak akan sulit menemukan museum ini. Bagaimana tidak, bangunannya saja sudah sangat nyentrik dengan bentuk yang tak lumrah. Bentuknya seperti kuali besar dengan diameter atap 40 meter. Jika dilihat dari atas atau tampak udara, maka logo BMW akan terlihat menjadi lantai atapnya. Jika dari jauh, area BMW museum ini juga mudah terlihat karena ada gedung tinggi yang merupakan kantor pusat BMW. Tepat disampingya juga ada showroom BMW atau BMW Welt dengan gedung yang tak kalah futuristiknya. Pengunjung umum juga bisa masuk BMW Welt ini dengan jadwal dari jam 9 pagi sampai tengah malam. Salah satu Bagian pameran BMW Museum via bmwgroup.com BMW museum, seperti namanya memang menjadi museum bagi produk otomotif keluaran BMW, merek yang memang diproduksi oleh pabrik yang berpusat di Kota Munich ini. Selayaknya sebuah museum otomotif, BMW museum adalah pilihan tepat turis apalagi bagi pecinta dunia mobil dan motor. Disini ada ratusan mobil dan motor yang dikeluarkan BMW dari masa ke masa termasuk jenis mobil balap. Selain itu ada juga koleksi mesin, turbin, pesawat, dan ragam variasi mobil. BMW Museum dibuka setiap hari kecuali senin dari pukul 10 pagi sampai 6 sore. Tarif tiket masuknya yaitu sebesar 9 euro perorang. Jika kamu datang berombongan minimal 5 orang, harganya akan lebih murah. 10. Olympiapark (14:30-17:00) Tepat di seberang BMW Museum, ada destinasi menarik lainnya yaitu Olympiapark. Karena tinggal menyebrang saja, maka tak ada salahnya untuk datang ke arena yang dibangun dalam pagelaran Olimpiade 1972 tersebut. Kawasan Olympiapark via selected.de Olympiapark bisa dikatakan sebagai sport center. Di area seluas 0,85 km persegi ini terdapat berbagai sarana olahraga baik outdoor maupun indoor termasuk Stadion utama. Selain sebagai sebuah komplek olahraga yang lengkap dan asri karena penataan tamannya yang baik, hal yang membuat menarik ialah dari model-model bangunannya yang unik. Satu bagian paling mencuri perhatian ialah sebuah arena yang atapnya seperti tenda dari plexiglass transparan dan dilindungi jaring-jaring. Jangan bayangkan pula jika kita hanya akan berkeliling dan melihat-lihat saja. Ternyata di sini juga tersedia beberapa wahana permainan yang bisa dicoba seperti flying fox dan skywalk. Flying fox dibuat didalam stadion dimana pengunjung akan meluncur membelah Stadion Olympia. Untuk kegiatan satu ini, tarif yang diberikan adalah sebesar 71 euro untuk dewasa dan 61 euro untuk anak-anak. Skywalk di Olympia Stadium via selected.de Kalau tidak mau melakukan aktivitas menantang, kamu juga bisa memilih bersantai dengan berperahu di danau Olympia. Tarifnya juga lebih hemat yaitu sebesar 9-10 euro untuk satu jam. Terdapat beberapa pilihan perahu dari mulai perahu dayung hingga perahu pedal. Kamu yang memang pecinta olahraga dan fans dari banyak atlit, jangan lewatkan juga Munic Olympic Walk of Stars yang berada di tepi danau. Ini sama halnya dengan Walk of Fame nya Hollywood dimana ada cetakan tangan dari atlet bahkan artis kelas dunia yang pernah tampil di Olympiapark ini. Mau melihat pemandangan dari ketinggian? Kamu bisa naik ke Olympiaturm, sebuah platform tower setinggi 192 meter yang bisa diakses menggunakan lift. Biayanya juga tak begitu mahal yaitu hanya 5,5 euro. Dari atas tower, kalian bisa puas melihat semua bagian Olympiapark termasuk jika sore hari bisa melihat sunset. Atau pilihan lainnya ialah dengan naik ke sebuah bukit. Bukti ini memiliki tinggi 60 meter dan dengan mudah bisa didaki dengan berjalan kaki. Disini pemandangannya pun tak kalah menarik dan luas. Apalagi karena berupa bukit, maka kalian justru bisa lebih santai duduk menikmati pemandangan. 11. Englischer Garten (17:30-19:00) Via bavaria.by Masih belum puas dengan taman-taman di komplek olahraga Olympiapark? Tak ada salahnya untuk mengunjungi pula salah satu taman paling terkenal di kota ini yaitu Englischer Garten atau Taman Inggris. Letaknya juga tak begitu jauh yaitu hanya sekitar 5 km dari Olympiark. Mencapainya bisa langsung naik U-Bahn nomor U3 dari stasiun Petuelring yang tak jauh dari Olympiapark dan turun di stasiun Giselnastrasse. Setelahnya memang kamu masih harus berjalan beberapa ratus meter untuk menuju taman ini. Englischer Garten memiliki total luas mencapai 375 hektar yang menjadikannya sebagai taman kota terluas di Jerman. Ruang terbuka hijau ini bisa dikatakan mirip seperti Central Park di New York, luas, beberapa bagian dipenuhi pepohonan, dan bagian lain hanya berupa lapangan rumput. Menariknya juga, taman-tamannya dibuat tematik seperti Taman Jepang, Taman Yunani, dan lainnya. Hal ini membuat pengunjung tidak akan merasa bosan berkeliling dan bersantai karena serasa mengunjungi banyak tempat. Surfing di Sungai Eisbach, foto by Katy spichal via muenchen.de Letaknya yang berada di tepi sungai Eisbach dimanfaatkan pula oleh pengelola untuk membuat satu wahana yang terbilang unik yaitu selancar sungai. Ya, di sungai ini didesain ombak buatan sehingga para peselancar bisa mencoba latihan disana. Kamu yang tidak bisa berselancar juga tetap bisa terhibur dengan aksi-aksi mereka yang cukup menarik perhatian. Kamu yang sudah lapar juga bisa datang ke salah satu restoran yang ada di taman ini. Uniknya, bangunan restoran ini dibuat seperti pagoda sehingga menjadi objek yang tak kalah menariknya untuk dieksplore. Hari 3 12. Theatinerhof (09:00-10:30) Via wikimedia.org Di hari terakhir, rasanya lebih baik kita berwisata yang jauh lebih santai. Mengawalinyapun dengan sesuatu yang lebih santai yaitu menuju daerah Salvatorplatz 2 yang masih sangat dekat dengan Marienplatz, hanya sekitar 650 meter saja. Objek yang kita tuju bernama Theatinerhof, sebuah area taman kecil yang berada dibelakang Gereja Theatine. Sedikit tersembunyi karena jalan masuknya berupa gang kecil disebelah kiri gereja. Lantas apa yang menarik? Hal yang menjadi magnet dari Theatinerhof ialah bangunan-bangunan tua yang mengelilinginya. Pembeda lainnya ialah cat dari warna bangunan tersebut yaitu kuning. Warna ini tentu sangat mencolok dan membuatnya sangat menarik untuk dijadikan objek foto. Datang saat pagi juga cocok karena disana terdapat cafe. Kamu bisa sarapan atau sekedar meminum kopi sembari menikmati suasana tenang namun cantik yang tersaji didepan mata. 13. Wiener Markt (11:00-12:30) Via muenchen.de Kepasar? Ya, dihari terakhir tentu kamu mau beli oleh-oleh. Nah, Wiener Markt bisa menjadi pilihannya. Pasar ini memang bukan pusat oleh-oleh karena merupakan pasar tradisional, tapi beberapa buah tangan juga bisa ditemui disini dengan harga cukup miring. Wiener Markt berada sekitar 3,5 km arah barat dari Theatinerhof. Kamu bisa naik U-Bahn nomor U4 atau U5 dari stasiun odeonplatz dan turun di stasiun Max weber platz. Lalu berjalan kaki beberapa ratus meter hingga sampai di pasar yang beroperasi setiap hari Senin sampai Sabtu jam 10 pagi sampai 6 sore ini. Hampir mirip dengan Viktualienmarkt yang sudah kita kunjungi di hari pertama, pasar ini juga menarik karena dikelilingi bangunan-bangunan unik. Ragam barang yang dijual juga sangat menarik karena tak jarang karya seni juga dijual termasuk banyak penjual bunga segar sehingga menjadi pemandangan yang tak membosankan. 14. Mullersches Volksbad (13:00-14:45) Via swm.de Tertarik mencoba berenang atau sauna di Munich? Setelah lelah hampir 3 hari berkeliling, memanjakan diri dengan sauna mungkin cocok dilakukan. Kamu bisa singgah ke kolam renang yang berada di jalan Rosenheimer nomor 1 yang kebetulan sangat dekat dengan Wiener Markt, hanya sekitar 800 meter saja. Bukan kolam renang biasa, kolam renang Indoor bernama Mullersches Volksbad ini kabarnya menjadi salah satu yang tercantik di Eropa. Hal ini tidak begitu berlebihan karena memang interior bergaya art noveau yang ada sangat indah dan mewah. Pengunjung seolah menjadi keluarga kerajaan yang tengah bersantai disana. Kolam renang ini juga terbilang legendaris. Sudah ada sejak tahun 1901, Mullersches Volksbad kini menjadi salah satu kolam renang favorit warga. Buka setiap hari dari pagi jam 07:30 untuk kolam renang dan 09:00 untuk sauna, serta tutup jam 23:00 malam, tarif yang dipatok juga terbilang terjangkau yaitu 4,2 euro untuk renang dan 15,8 euro untuk sauna. 15. Stadion Allianz Arena (15:30-20:00) Kamu pecinta klub sepakbola eropa ataupun tidak, rasanya akan sangat berkesan untuk dapat mengunjungi salah satu stadion termegah di dunia satu ini. Siapa tak kenal dengan Allianz Arena, stadion markas Bayern Munchen FC ini begitu populer selain karena menjadi markas klub besar eropa, tapi juga karena keunikan dan kekhasan desainnya. Via wallpaperup.com Terletak di ujung utara Kota Munich, sekitar 15 km dari Mullersches Volksbad, kamu bisa menujunya dengan menggunakan U-bhan nomor U6 dan turun di Frottmaning untuk kemudian berjalan kaki sedikit mengikuti petunjuk arah Markenwelt. Perjalanan ini cukup memakan waktu hampir 1 jam. Kembali tentang Allianz Arena, Stadion ini tergolong baru yaitu dibangun tahun 2002 dan selesai tahun 2005, jadi wajar jika desain arsitekturnya sangat modern. Tak hanya soal bentuknya, teknologi yang digunakan juga siap memukau mata. Lapisan atau dinding terluar stadion yang seperti bungkus putih itu menggunakan teknologi ETFE-foil air panels yang mana bisa berubah-ubah warna sesuai warna tim yang sedang bertanding. Tak hanya saat sedang ada match saja, saat malam hari, lampu-lampu penghias stadion juga akan mengalah. Bervariasi setiap jangka waktu tertentu sehingga tidak akan membosankan. Karena alasan itupula, ada baiknya datang di waktu sore hari hingga malam di stadion ini agar bisa juga melihat kemegahan teknologi yang disuguhkan. Arena Tour via allianz-arena.com Lantas mengapa saya jadwalkan datang di jam 15:30 ? bukankah itu masih terlalu jauh dengan waktu malam di Jerman? Alasannya karena ada Tur yang disediakan pengelola untuk pengunjung yang mau masuk kedalam Stadion. Tur ini berlangsung dari jam 11:00 sampai 16:30 dengan durasi selama 75 menit. Rasanya sayang juga jika datang tapi tidak melihat langsung bagian dalam stadion. Tak hanya di lapangannya dan tribun, tapi tur juga akan mengajak kita ke ruang ganti pemain. Tarifnya juga masih cukup terjangkau yaitu 12 euro perorang namun dengan syarat sudah memenuhi kuota minimal 20 orang. Jika tidak, kamu tetap bisa dilayani dengan paket Individual Tour namun dengan tarif 29 euro perorang. Kemegahan Stadion saat malam via stag.com Lantas jika sudah tur sekitar jam 5 sore, mau kemana lagi untuk menunggu malam? Nah, selagi menunggu, kamu bisa menuju Museum FC Bayern. Museum sendiri memang tutup jam 6 sore dimana waktu masuk terkahir jam 17:15, jadi memang kamu hanya bisa memanfaatkan waktu 1 jam saja disana. Museum ini mengkoleksi berbagai hal yang berkaitan dengan Klub FC Bayern termasuk tropi-tropi yang pernah mereka dapatkan. Tiketnya sendiri sebesar 12 euro untuk dewasa. Jika mau hemat, kamu bisa membeli tiket kombinasi Arena Tour dan Museum yang totalnya hanya menjadi 19 euro. Setelah dari museum, jika kamu memang masih mau menikmati kemegahan Allianz Arena kala malam, maka kamu bisa mengisi kekosongan waktu dengan mencari tempat makan. Tak perlu keluar, karena didalam komplek stadion juga ada restoran sehingga sudah cukup mempermudah.
  4. Via h-hotel.com Jerman biasanya selalu menjadi list negara tujuan bagi pemegang visa Schengen. Negara ini juga letaknya cukup strategis ditengah eropa dan berada dekat negara-negara populer wisata lain seperti Prancis, Swiss, Ceko, Belanda, dan Austria. Dari beberapa kota di Jerman, selain ibukota Berlin, nampaknya Munich atau Munchen menjadi salah satu yang paling favorit. Apalagi kota ini menjadi markas bagi klub sepakbola terkenal Bayern Munchen, jadilah Munich juga berhasil menggaet turis pecinta sepakbola eropa. Munich sendiri adalah ibukota dari negara bagian Bayern. Letaknya di sisi Selatan daratan Jerman sehingga membuatnya lebih mudah diakses dari negara-negara sekitarnya dibanding ibukota Berlin yang berada di sisi Utara. Dalam artikel tentang Kota Salzburg di Austria sebelumnya (bisa dibaca disini), Kota Munich juga seringkali menjadi persinggahan bagi Turis yang menyambangi Austria ataupun sebaliknya. Munich termasuk kota berpenduduk terbesar di Jerman dengan populasi pusat kota mencapai lebih dari 1,3 juta jiwa. Sebagaimana moto kotanya ‘Munchen menyukai anda’, kota ini memang siap menyambut siapa saja dengan ramah, yang akhirnya akan membuat kita balik menyukainya. Terbukti pada tahun 2010, Munich mendapat predikat kota ternyaman di dunia versi Majalah Monocle. Transportasi Umum Sebelum menjelajah lebih jauh, sebaiknya kita mengenal dulu kota ini terutama soal transportasi umumnya. Sebagai mana umumnya kota-kota besar Eropa, Munich juga mempunya sistem transportasi umum yang sangat baik dan nyaman. Setidaknya ada 4 moda angkutan masal yang tersedia yaitu Kereta Bawah Tanah (U-Bahn), kereta komuter (S-Bahn), Tram, dan Bus. Antar moda transportasi ini memiliki koneksi yang baik sehingga memudahkan penggunanya untuk berpindah jenis moda. U-bahn via wired.com U-Bahn dan S-Bahn berwujud sama yaitu kereta. Bedanya U-Bahn memiliki jalur dibawah tanah sedangkan S-bahn diatas tanah. Kedua jenis moda ini punya jalur atau rute yang berbeda namun terkoneksi. Oh ya, tanda stasiun untuk U-Bahn ialah huruf ‘U’ sedangkan untuk Komuter yaitu huruf ‘S’. Khusus untuk komuter S-Bahn, stasiun utamanya yaitu Munchen Hauptbahnhof yang berada di pusat kota. Selain itu ada 2 stasiun lainnya yang lebih kecil yaitu Stasiun Pasing yang berada di barat dan Stasiun Munchen Ost yang berada di timur kota. Tram Munchen via wikimedia.org Moda angkutan Tram menjadi satu yang tertua di Munich. Transportasi ini sudah dioperasikan sejak tahun 1876. Jalurnya juga tersebar cukup luas di berbagai bagian kota. Hampir sama, Bus juga mempunyai sistem yang mirip dengan Tram. Jalurnya juga menyebar luas keberbagai wilayah kota hingga pinggir kota. Menariknya, sistem tiket yang digunakan untuk keempat moda angkutan ini ialah satu tiket. Jadi, kamu cukup punya satu kartu, maka kesemua jenis transportasi bisa digunakan tanpa harus repot membeli lagi ketika pindah jenis moda. Kalian bisa membeli tiketnya di mesin tiket yang berada di setiap stasiun dan halte. Tak hanya bisa melayani pembayaran dengan uang tunai, mesin ini juga bisa melayani untuk kamu yang menggunakan kartu debit. Sebelum digunakan, tiket ini harus divalidasi dahulu yaitu dengan cukup memasukkan tiket ke mesin kecil yang tersedia. Ada beberapa jenis tiket yang tersedia yaitu Single Ticket, Striple Ticket, dan Day Ticket. Single Ticket berlaku untuk sekali jalan di dalam kota dengan tarif 2,7 euro. Jika kamu melalui rute keluar kota, maka akan dikenakan biaya tambahan tergantung zona wilayahnya. Striple Ticket hanya sedikit perbedaanya dengan Single yaitu hanya dari jarak dan berapa halte atau stasiun yang bisa dilalui saja. Sedangkan Day Ticket adalah pilihan yang paling populer untuk turis karena bisa digunakan dari hari ketika membeli hingga jam 6 pagi keesokan harinya. Selain bisa lebih murah dan praktis, Day Ticket ini juga tersedia untuk paket Group maksimal 5 orang. Jadi jika kamu pergi berdua saja misalkan, lebih simpel memilih Group Day Ticket. Pilihan Waktu Kunjungan dan Tempat Menginap Seperti layaknya mengunjung negara-negara 4 musim, biasanya ada waktu-waktu tertentu dimana musim atau cuacanya paling mendukung untuk berwisata. Biasanya juga waktu terbaik itu adalah saat penghujung musim semi. Di Munich, penghujung musim semi biasa berlangsung sekitar akhir bulan Mei. Kenapa menjadi waktu terbaik karena pada saat itulah cuaca disana tidak terlalu dingin yaitu dikisaran 18-19 derajat celcius. Selain itu pada bulan tersebut siang akan berlangsung lebih lama sehingga akan lebih banyak hal yang bisa dieskplore. Untuk pilihan tempat menginap, tentu saja di Munich ada banyak hotel dari berbagai kelas yang tersebar di seluruh penjuru kota. Namun jika dispesifikkan untuk lokasi paling strategis, maka kamu bisa memilih penginapan yang berada di sekitaran area Clemensstrabe. Kawasan ini tidak jauh dari pusat kota dan berada di dekat stasiun kereta . Selain itu cafe-cafe juga banyak berpusat disana dan terlebih lagi masih berada di kawasan permukiman warga sehingga kalian juga bisa merasakan atmosfernya kehidupan warga lokal. Hari 1 1.Frauenkirche (08:00-09:30) Mengawali perjalanan, ada baiknya kita langsung menuju destinasi wisata utama. Bukan hanya atraksi wisata utama tapi menjadi simbol kota Munich. Itu adalah sebuah bangunan gereja bernama Frauenkirche. Ya, gereja katolik roma ini menjadi simbol atau label dari Kota Munich. Tentunya hal ini tidak terlepas dari nilai sejarah bangunan gereja itu sendiri. Frauenkirche via wikipedia.org Dua menara kembar gereja menjulang tinggi dengan atas berbentuk kubah bawang. Menara ini menjadi yang tertinggi di pusat kota Munich yaitu 99 meter sehingga mudah dikenali dan bisa dilihat dari banyak sudut. Gereja yang bernama lengkap Dom zu unserer Lieben Frau atau Church of Our Dear Lady ini awalnya merupakan gereja kecil bernama Marienkirche. Baru ditahun 1468, gubernur Munich memerintahkan untuk membangun gereja baru. Memakan waktu hingga 20 tahun untuk menyelesaikannya karena kendala pendananaan. Hingga akhirnya di tahun 1488 bangunan gereja termasuk kedua menaranya selesai dibangun. Kubah menara sendiri baru ditambahkan di tahun 1524. Menariknya pengunjung tidak hanya bisa mengagumi kemegahan bangunan gereja dari luar. Pengunjung umum dibolehkan masuk jika memang tidak ada ibadah yang berlangsung. Tidak ada tarif khusus untuk masuk tetapi kamu juga sebaiknya memberi sumbangan seikhlasnya. Bagian dalam gereja via traveladventures.org Sama menariknya, bagian dalam gereja juga menampakkan dimensi vertikal sehingga nampak megah. Jendela-jendela sebagai sumber cahaya dibuat meninggi dengan lebar yang kecil didinding bangunan. Tapi letaknya seolah tersembunyi karena tepat didepannya juga ada pilar-pilar gereja. Hal ini ternyata punya cerita sendiri. Dulu sang arsitek Jorg von Halsbach kabarnya meminta bantuan iblis untuk membangun gereja dengan perjanjian tidak membuat jendela. Namun ternyata sang arsitek tetap membuatnya dibalik pilar-pilar. Hal ini membuat iblis marah tetapi tidak bisa memasuki gereja karena merupakan bangunan suci. Jadilah di ubin depan pintu masuk gereja, ada sebuah jejak kaki yang kabarnya menjadi jejak kaki iblis tersebut yang gagal masuk gereja. Selain itu, menara bagian selatan bisa juga dinaiki untuk umum. Khusus untuk naik ke atas menara dikenakan biaya yaitu sebesar 3 euro. Dari atas menara, kita bisa puas melihat pemandangan kota tua Munich dan kawasan sekitarnya termasuk pegunungan Alpen. Oh ya, untuk menuju kawasan Frauenkirche ini sangat mudah. Kamu bisa naik S-Bahn dan langsung ke tujuan stasiun Marienplatz. Bisa juga naik U-Bahn U3 atau U6 dan turun langsung di stasiun Marienplatz. Serta juga bisa naik Bus nomor 132. 2. Viktualienmarkt (09:30-11:00) Dari Frauenkirche, sebenarnya kita akan melewati Marienplatz terlebih dahulu untuk menuju Viktualienmarkt. Tapi karena Marienplatz punya atraksi yang menarik selepas jam 11 siang, maka kamu bisa melewatkannya sejenak untuk terus melangkahkan kaki ke arah tenggara. Salah satu area di Viktualienmarkt via advisortravelguide.com Viktualienmarkt adalah sebuah pasar tradisional. Ya, Mengunjungi pasar tradisional adalah cara terbaik untuk kamu merasakan kehidupan asli warga lokal. Jangan bayangkan pula kondisinya yang kumuh karena pasar tradisional ini tertata baik di area seluas 22.000 meter persegi dan diisi sekitar 140 kedai. Bisa dikatakan justru menyambanginya seolah tengah mendatangi pasar hiburan karena ada banyak hal menarik yang tersaji. Pasar yang buka setiap hari Senin sampai Sabtu dari jam 8 pagi sampai sore hari ini menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, buah, sayur, hingga bunga segar dan makanan khas. Bagi warga Munich, Viktualienmarkt tidak hanya sekedar pasar tradisional karena selain lengkap dan berada di pusat kota, tetapi juga karena pasar ini sudah sangat bersejarah. Dibentuk tahun 1807, awalnya pasar ini menjadi pusat perdagangan produk pertanian. Datang di jam-jam 10 pagi ini juga sangat cocok karena setelah sedikit lelah berkeliling Frauenkirche, kamu bisa bersantai sejenak menikmati minuman dan makanan ringan disana. Setelah cukup bertenaga lagi, barulah kita beranjak kembali ke Marienplatz. 3.Marienplatz (11:00-12:30) Marienplatz via wikipedia.org Marienplatz adalah destinasi wisata utama dan biasanya menjadi start point para Turis. Tetapi kita jadikan kunjungan ke Marienplatz agak siangan karena saat itulah ada atraksi yang bisa disaksikan. Marienplatz sendiri adalah sebuah kawasan alun-alun kota Munich. Seperti umumnya alun-alun di Eropa, Marienplatz juga dikelilingi oleh bangunan-bangunan kuno dengan arsitektur utama bergaya Baroque dan sebagian lain Gothic. Bangunan-bangunan utama yang berada di dekat Marienplatz ialah Balai Kota Baru (Neues Rathaus) di sisi utara dan Balai Kota Lama (Altes Rathaus) di sisi Timur. Di tahun 1638, sebagai peringatan berakhirnya penjajahan Swedia selama perang 30 tahun, dibuatlah sebuah monumen batu yang dibagian atasnya terdapat patung Bunda Maria yang berlapis emas. Monumen di tengah alun-alun ini disebut Mariensaule. Dari sanalah, nama Marienplatz berasal dan digunakan hingga sekarang. Monumen Mariensaule, nampak Balaikota Lama di bagian belakang, via culturepassport.co Disekeliling kawasan Marienplatz juga banyak cafe dan restoran sehingga menjadi lokasi terbaik untuk menikmati nuansa Munich sembari menyeruput kopi dan makan makanan khasnya. Hal yang juga menjadi perhatian pengunjung ialah Glockenspiel. Inilah atraksi yang sudah dijelaskan diawal. Ini merupakan pertunjukan alat musik perkusi dan boneka yang menceritakan sejarah Kota Munich. Pertunjukan bonekanya berada di sebuah menara gedung Balaikota baru. Biasanya pertunjukan ini berlangsung dari jam 11 sampai 12 siang (kecuali saat musim semi) dan jam 5 sore. Karena alasan itulah, waktu terbaik ke Marienplatz ialah saat siang hari atau nanti sore harinya. 4. Gereja St Peter (12:30-14:30) St Peterskirche via muenchen.de Di area Marienplatz ini juga ada Gereja St. Peter yang bisa menjadi destinasi. Menara gereja menjulang hampir setinggi menara Geraja Frauen. Menariknya lagi, pengunjung juga bisa naik ke atas menara dengan melalui 306 anak tangga. Untuk bisa naik ke menara, tiketnya hanya sebesar 2 euro. Dari atas menara, tentu pemandangan kota Munich bisa leluasa dilihat. Apalagi tersedia juga teropong sehingga bisa melihat objek-objek di sekitar dengan lebih detil. Karena letak Gereja St. Peter dan Frauen berdekatan, maka jika ingin melihat pemandangan kota dari ketinggian, cukup pilih salah satunya saja. Kemegahan bagian dalam gereja via bristol-business.net Gereja St. Peter dibangun pada abad ke 12 dan menjadikannya yang tertua di distrik tersebut. Bangunan Gereja Katolik Roma ini memiliki arsitektur gaya Bavarian Romanesque. Dimensi bangunannya meninggi atau vertikal sehingga nampak megah meskipun tidak banyak ukiran yang menghiasi fasad bangunannya. Menuju bagian dalam yang bisa dimasuki untuk umum secara gratis dari Senin sampai Jumat pukul 09:00-18:30 dan Sabtu-Minggu pukul 10:00 – 18:30 ini, perhatian akan langsung menuju segala penjuru karena interiornya yang wah. Warna putih dan emas nampak mendominasi, namun yang paling menarik ialah deratan patung emas yang berada di setiap pilar sepanjang ruang utama hingga ke altar. Bagian Altar juga menjadi spot paling spektakuler dari gereja ini. Bagaimana tidak, altarnya nampak megah dan dihiasi dengan ukiran patung berwarna emas. Nah setelah puas mengeksplore bagian dalam Gereja St.Peter, kalian bisa melanjutkan untuk makan siang. Ada begitu banyak restoran dan cafe di kawasan Marienplatz yang bisa menjadi pilihan. Setelahnya, barulah kita melangkah lagi namun masih tak jauh dari Marienplatz. 5. Gereja Johann Neopomuk (14:30-16:00) Wisata ke gereja lagi? Ya, tapi jangan anggap yang satu ini akan sama saja seperti gereja St.Peter atau Frauen sehingga tak layak untuk didatangi. Gereja satu ini sangat menarik apalagi bagi kamu pecinta seni dan fotografi. Lokasinya hanya berjarak sekitar 500 meter arah Barat Daya Marienplatz sehingga cukup dilalui dengan berjalan kaki. Nampak Gereja bersanding dengan bangunan lain via muenchen.de Gereja Johann Nepomuk atau lebih dikenal dengan nama Asamkirche, hanyalah gereja kecil bahkan sering terlewatkan karena bangunannya menyatu dengan bangunan di kanan kirinya. Padahal inetrior gereja ini adalah salah satu yang paling mewah, nyeni, dan menarik. Bangunan gereja bergaya Baroque-Rococo dibangun oleh Asam Bersaudata pada tahun 1733 sampai 1746. Mereka awalnya membangun gereja untuk pribadi yang karenanya lokasi gereja dibangun persis menyatu dengan rumah mereka. Namun atas permintaan penduduk, akhirnya gereja ini dibuka untuk umum. Seperti yang sudah disinggung, daya pikat dari gereja ini ialah interiornya. Awal memasuki gereja, diatas pintu masuknya ada patung Santo Neopomuk. Beliau adalah seorang biarawan masa abad 14 dan terkenal karena kemuliaan hatinya dalam beramal. Bagian dalam gereja via jetsettingfools.com Memasuki bagian dalam, maka pengunjung akan dihipnotis dengan nuansa yang memukau mata. Begitu banyak ukiran dan lukisan yang detil mengisi setiap sisi dinding hingga langit-langitnya. Ornamen-ornamen yang ada nampak menjadi bagian yang mengagumkan untuk dilihat berlama-lama. Tak ketinggalan, altar gereja juga begitu memukau dengan latar merah dan dihiasi dengan lukisan mural. Itulah kenapa meskipun gereja kecil, ada baiknya kamu menyiapkan waktu sekitar 30 sampai 60 menit untuk bisa menikmati keindahan setiap sisi gereja dengan santai. Kunjungan umum sendiri diizinkan secara gratis setiap hari dari jam 07:30 sampai 17:30 kecuali saat tengah berlangsung pelayanan atau ibadah. 6. Karlstor (16:30-18:00) Bergerak keluar dari kawasan Marienplatz, selanjutnya menuju Karlsplatz yang juga menjadi alun-alun lainnya di Kota Munich. Jaraknya hanya sekitar 2 km dari Marienplatz dan bisa dituju menggunakan S-Bahn S1,2,3,4,6,7,8 dan berhenti di Stasiun Karlsplatz. Bisa juga naik U4, U5, atau Tram nomor 27, 28 dan N27 yang kesemuanya berhenti di halte/stasiun Karlsptalz. Karlstor via vitavia.com.br Karlstor adalah gerbang kota. Di awalnya, Kota Munich hanya mencakup kawasan Kota Tua, dan untuk masuk harus melalui 4 gerbang yang tersedia. Namun salah satunya telah dihancurkan sehingga sekarang hanya tersisa 3 gerbang saja. Salah satunya yang berada di kawasan Karlsplatz ini yang bernama Karlstor, sedangkan dua lainnya bernama Isartor dan Sedlinger Tor. Jika punya waktu, mungkin kamu bisa saja menyambangi ketiganya, tapi jika tidak, rasanya satu saja sudah cukup memberi pengalaman berharga. Karlstor awalnya bernama Neuhauser Tor. Gerbang ini memiliki bentuk seperti gerbang sebuah benteng kerajaan. Hal itu karena dibagian atasnya memiliki bentuk pola benteng. Bagian pintu gerbangnya sendiri merupakan bentuk lengkungan segitiga. Gerbang utama di bagian tengah berukuran lebih besar, dan ada dua gerbang lainnya disisi kanan kiri yang berukuran lebih kecil. Karlsplatz via de.wikipedia.org Selain melihat gerbang kota Karlstor, kalian juga bisa bersantai sore di Karlsplatz. Kawasan ini juga dikelilingi oleh pertokoan sehingga kalian bisa berbelanja atau sekedar bersantai di cafe-cafe yang ada. Sore menjadi waktu teramai disana karena memang suasananya yang nyaman untuk berkumpul. Apalagi ada waterfountain besar yang keluar dari lantai pelataran sehingga menambah suasana akrab. 7. Siegestor (18:00-20:00) Menutup ekplorasi di hari pertama, kalian bisa menyambangi Siegestor, sebuah gerbang simbol kemenangan Bavaria. Letaknya sekitar 3 km dari Karlsplatz dan bisa dituju menggunakan bus 154 atau ada baiknya juga menggunakan taksi karena biasanya jika sudah malam artinya sudah cukup lelah untuk menggunakan angkutan umum. Siegestor via total-munich.com Siegestor ibarat Triumphal Arch-nya Munich. Dibangun pada pertengahan abad ke 19, gerbang ini selain sebagai monumen kemenangan Bavaria juga sebagai simbol perdamaian. Pada masa Perang Dunia II, Siegestor sebenarnya sempat hancur, namun tak lama, dilakukan rekonstruksi sesuai desain asli. Berbentuk gerbang setinggi 21 meter dengan tiga pintu melengkung dimana pintu utama dibagian tengah yang berukuran lebih besar, dinding bangunan ini juga dihiasi dengan ukiran. Dibagian atas dinding monumen juga terdapat tulisan yang jika diartikan ialah ‘Didedikasikan untuk kemenangan, dihancurkan oleh perang, dan pengingat kedamaian’’. Bagian teratas terdapat patung Bavaria, yang disimbolkan dengan seorang wanita yang membawa tombak dan mengendarai kereta yang ditarik empat ekor singa. Gerbang ini sendiri berada diantara dua jalan utama di Munich yaitu Ludwigstrasse dan Leopoldstrasse. Saat malam, sorotan lampu akan menghiasi Siegestor sehingga nampak cantik dan tak kalah menarik. --- Baca Bagian 2 (hari ke 2 dan ke 3) disini
  5. Di artikel sebelumnya (bagian 1), kita sudah membahas beberapa objek wisata yang ada di Kota Salzburg. Umumnya objek-objek tersebut berada di kawasan Old City dari Salzburg. Old City atau Kota Tua-nya Salzburg memang menjadi pusat wisata disana. Dalam artikel bagian 2 ini, mari kita melanjutkan petualangan ke destinasi-destinasi menarik lainnya. 6. Rumah Tempat Lahir Mozart (Mozarts Geburtshaus) Mozart lahir dan besar di Salzburg. Bahkan rumah tempat ia dilahirkan pun masih terawat hingga sekarang dan difungsikan sebagai sebuah museum. Lokasinya berada di Jalan Gestreidegasse nomor 9 yang juga masih di kawasan Old City, hanya sekitar 400 meter dari Residentzplatz. Mozarts Geburtshaus via solotravelerworld.com Tak akan sulit menemukan rumah apartemen ini. Bangunannya memang menyatu dengan bangunan bertingkat lain, tetapi Mozarts Geburtshaus dicat dengan warna berbeda dan mencolok yaitu kuning. Tulisan besar ‘Mozarts Geburtshaus; juga terpampang di dinding antara jendela lantai 3 dan 4 bangunan. Termasuk salah satu museum yang paling ramai kunjungan, maka jangan heran jika mungkin kalian harus mengantri untuk mendapatkan tiket masuk. Harga tiketnya sendiri yaitu sebesar 11 euro untuk dewasa, 3,5 euro untuk anak usia 6-14 tahun, dan gratis untuk anak dibawah 6 tahun. Museum sendiri dibuka setiap hari dari jam 09:00 sampai 17:30. Sayangnya, pengunjung dilarang mengambil foto bagian dalam museum ini, sehingga mungkin akan mengurangi keasyikan. Meski begitu, ada saja pengunjung yang diam-diam mencoba mengambil foto untuk kenangan. Ruang tamu di rumah Mozart via alterra.cc Sebagaimana sebuah rumah, Mozart Geburtshaus terdiri atas beberapa ruang yang memang dulunya digunakan oleh sang maestro. Ruang tamu dengan kursi, meja, dan lemari berbahan mebel nampak menunjukkan kehangatan suasana disana. Bagian yang tak boleh ketinggalan ialah sebuah kamar yang tidak begitu besar. Di kamar itulah Mozart dilahirkan. Sebuah ranjang yang ntah apakah masih asli atau tiruan saja, namun setidaknya bisa memberi gambaran bagaimana sang ibunda berjuang melahirkan putranya tersebut. Ruang lainnya yang juga menarik ialah kamar tidur Mozart ketika dia bayi hingga kanak-kanak. Kamar berukuran 4x4 meter tersebut berisikan sebuah tempat tidur, kursi, dan meja. Ada juga dapur yang menjadi tempat ibunda Mozart memasak serta makan bersama keluarga. Dapurnya juga nampak sederhana dengan lantai dan dinding berwarna coklat. Di banyak ruang juga tepajang foto dan lukisan seputar kehidupan Mozart. Sebuah piano tua juga dipamerkan dengan dilapisi kaca. Piano inilah yang digunakan Mozart utnuk belajar musik. Bisa dikatan, Piano tersebut menjadi saksi bisu lahirnya sentuhan emas dari seorang Mozart. Tak hanya satu, dipamerkan juga piano lain yang digunakan Mozart dalam berbagai kesempatan. 7. Mozart Residence (Mozarts Wohnhaus) Kalau diatas adalah Rumah tempat lahirnya Mozart, maka yang satu ini adalah Rumah tinggalnya mozart. Lokasinya masih di Salzburg tentu saja, tetapi sudah diluar Old Town yaitu diseberang Sungai Salzach namun hanya sekitar 400 meter saja dari Mozart Geburtshaus sehingga masih bisa dilalui dengan berjalan kaki melalui jembatan Staatbrucke. Mozart Wohnhaus via salzburg.info/website Rumah Apartemen yang berada di kawasan bernama Makartplatz ini memang nampak biasa saja. Bangunan bercat pink muda dengan dimensi memanjang kesamping ini memiliki jendela yang berderet di setiap lantainya. Namun ternyata dibangunan itulah Mozart pernah menghabiskan masa mudanya bersama keluarga. Ia tinggal disana antara tahun 1773 sampai 1787 atau pada usianya 17 hingga 31 tahun. Bangunan ini sendiri sebenarnya sempat hancur di beberapa bagian akibar serangan udara tahun 1944. Bagian yang selamat akhirnya dibeli oleh Yayasan Mozart Internasional di tahun 1955 lalu singkatnya direkonstruksi dan dijadikan museum sebagaimana yang ada saat ini. Di museum ini tersimpan dokumen-dokumen asli milik Mozart. Koleksi foto diri Mozart yang terpajang, peralatan rumah tangga, dan tentunya kamar-kamar yang ia gunakan menjadi satu kesatuan pameran yang tersuguh disana. Museum ini dibuka setiap hari dari jam 9 pagi sampai sekitar jam 5 sore. Tiket masuknya yaitu sebesar 11 euro untuk dewasa, 4 euro untuk remaja 15-18 tahun, 3,5 euro untuk anak 6-14 tahun, dan paket khusus untuk keluarga 2 dewasa dan satu anak dibawah 18 tahun yaitu sebesar 23 euro. 8. Schloss Mirabell Schloss Mirabell artinya Istana Mirabell. Ini adalah komplek bersejarah yang terdaftar dalam Situs Warisan Budaya UNESCO. Schloss Mirabel ini adalah bangunan istana yang dibangun tahun 1606 atas perintah Pangeran Wolf Dietrich Raitenau. Letaknya tak jauh dari tepi Sungai Salzach sisi New town dari Salzburg. Jika dari Mozarts Wohnhaus, kalian cukup berjalan kaki sekitar 5 menit ke arah Utara. Komplek Istana Mirabell via salzburg.info/website Kata Mirabell sendiri berasal dari dua kata yaitu mirabile yang berarti ‘mengagumkan’ dan bella yang artinya ‘cantik’. Nama ini nampaknya menjadi gambaran kecintaan Pangeran Wolf Dietrich Raitenau kepada sang istri tercinta yang bernama Salome Alt. Bangunan Istana memiliki arsitektur gaya Baroque. Berpadu dengan taman bunga di seklilingnya, inilah yang menjadikan komplek istana ini selalu menarik pandangan. Taman-taman ini memang sengaja ditata dengan pola yang umumnya simetris sehingga menambah kesan megah dari bangunan Istana yang memang sudah tampak megah. Taman-tamannya juga tak hanya satu, tetapi ada beberapa di area yang berbeda termasuk taman labirin. Bisa dikatakan wujud komplek istana ini memang merefleksikan namanya, ‘cantik dan mengagumkan’. Komplek istana ini terbuka untuk wisatawan. Beberapa bagian dibuka dengan jadwalnya sendiri, namun secara umum dibuka setiap hari dari skeitar jam 8 pagi sampai sekitar jam 4 sore. Menariknya lagi tidak ada biaya khusus untuk tiket masuknya. 9. Schloss Hellbrunn Salah satu area di Istana Hellbrunn via salzburg.info/website Berjarak sekitar 7 km arah selatan dari Istana Mirabell, tepatnya di Jalan Furstenweg 37, ada juga sebuah istana bernama Hellbrunn. Bangunannya beragam dan tak jalah megah dengan Istana Mirabell, apalagi komplek istana ini juga cukup luas dan merupakan salah satu peninggalan kuno dari Salzburg. Dibangun antara tahun 1613 hingga 1619 oleh Pangeran Salzburg yang bernama Markus Sittikus von Hohenems, Istana ini dibangun untuk tempat tinggal musim panas. Karenanya taman-taman yang dibangun umumnya memiliki sentuhan air baik dari kolam yang luas maupun air mancur. Ada banyak hal yang bisa dieksplore di komplek Hellbrunn. Pengunjung tidak hanya sekedar bisa menikmati kemegahan bangunan istana atau sekedar bersantai ditaman-tamannya, tetapi juga akan diajak merasakan sentuhan-sentuhan menarik seperti melalui sebuah jalan yang memuncratkan air dari bawah. Pengunjung juga bisa masuk ke beberapa ruangan istana yang dijadikan ruang pameran. Jadwal bukanya sendiri yaitu setiap hari dari sekitar jam 9 pagi sampai sekitar jam 5 sore tergantung bulan atau musim yang tengah berlangsung. Tarif tiketnya yaitu sebesar 22 euro untuk dewasa dan 10,10 euro untuk anak 4-18 tahun. 10. Karajan Square Karajan Square via salzburg.info/website Karajan Square atau Karajan platz bisa menjadi pilihan lain untuk bersantai. Lokasinya kembali di kawasan Old Town tak jauh dari Old City Hall. Di lokasi yang berasal dari abad ke 17 ini terdapat sebuah kolam dengan patung kuda sebagai sebuah monumen. Disekilingnya terdapat dinding bergaya arsitektur pertengahan dengan lukisan-lukisan kuda. Hal ini lantaran disinilah dulunya menjadi tempat para pangeran uskup memandikan kuda-kuda parade mereka. Lokasinya juga berada tepat di bawah tebing Monchsberg. Jadilah pemandangan tebing yang langsung didepan mata cukup menarik perhatian apalagi untuk objek foto. Tak banyak memang hal yang bisa dilakukan disini. Tetapi karena lokasinya yang juga masih di kawasan Old Town dan mencapainya yang juga mudah dengan berjalan kaki, tak ada slaahnya juga rasanya untuk singgah kesana.
  6. Austria, negara ini menjadi salah satu tujuan wisata populer turis Eropa. Selain objek wisatanya yang beragam, juga lantaran letaknya yang strategis di tengah daratan Eropa. Bagi pemegang visa Schengen, sayang rasanya melewatkan untuk singgah ke negara satu ini. Kota utama tentu saja Wina atau Vienna sebagai ibukota negara. Info wisata kota ini sudah kita bahas di artikel sebelemnya (baca disini). Ikon wisata dari Austria lainnya yaitu Hallstatt. Sebuah desa dengan daya tarik pemandangan alam berpadu permukiman tradisional di tepi danau. Info wisata Hallstatt juga sudah dibahas di artikel sebelumnya (baca disini). Selain kedua kota itu, ada satu lagi kota wisata terkenal di Austria yaitu Salzburg. Kota Salzburg via getyourguide.com Selain mereka yang memang berencana libur ke Austria, banyak juga turis yang datang ke Salzburg lantaran lokasinya yang berada di perbatasan dengan Jerman. Turis yang ke Kota Munich di Jerman, banyak juga yang memanfaatkan waktu untuk mampir ke Salzburg. Kota terbesar ke empat di Austria ini memang berada di perbatasan negara Austria bagian Barat-Laut dan Jerman bagian Selatan. Salzburg berjarak sekitar 296 km dari ibukota Vienna dan hanya berjarak sekitar 145 km dari Kota Munich, Jerman. Dari Munich, Salzburg bisa dituju dengan menggunakan kereta dengan lama perjalanan sekitar 2 jam saja. Salzburg berada di dataran Pegunungan Alpen. Sungai Salzach jadi sungai utamanya yang membagi kota menjadi dua bagian yaitu Old Town dan New City. Seperti namanya, Old Town atau Altstadt menjadi pusat keberadaan bangunan-bangunan klasik abad pertengahan. Sedangkan New City atau Neustadt menjadi kawasan modern. 1.Old Town of Salzburg Sejak 1997, UNESCO sudah menjadikan Old Town Salzburg sebagai Situs Warisan Dunia dengan nama Historic Centre of the City of Salzburg. Kawasan Old Town ini berada persis di tepi Sungai Salzach sisi Barat. Lokasinya di tepian sungai utama ini menjadikan Old Town nampak menarik dilihat dari sungai dan seberangnya. Apalagi kawasan ini juga merupakan lahan berbukit sehingga bangunan-bangunannya nampak bertingkat dan menarik jika dilihat dari seberang sungai. Salah satu jalan/lorong teramai di Old Town via famouswonders.com Ciri khas bangunan di Old Town ini ialh berarsitektur klasik khas Medievel atau abad pertengahan dan gaya Baroque. Mengeliling kawasan Old Town terkhusus di jalan berupa lorong-lorongnya seolah membawa kita ke dimensi lain. Arsitekturnya yang kuno namun masih terawat disetiap sisi menjadikan berjalan disana tak akan membosankan. Apalagi banyak toko souvenir, makanan, dan cafe yang siap menjadi pengalih perhatian. Sempatkan untuk membeli oleh-oleh disana dan bersantai menikmati secangkir kopi untuk lebih puas menikmati pemandangan Old Town. Tak ketinggalan, sebagai kota musik, seringkali kita temui seniman jalanan yang asyik memamerkan kemampuan bermusiknya. Alun alun dan air mancurnya via ferienprofis.at Jangan lewatkan pula untuk menyambangi alun-alunnya atau dalam bahasa lokal disebut Residenzplatz Square. Dikelilingi oleh bangunan-bangunan klasik bertingkat yang terdiri atas Old Residenz di sisi Barat, New Residenz di sisi Timur, Salzburg Cathedral di sebelah Selatan, dan Royal Private Apartments di bagian Utara. Residenzplatz ini sendiri dibangun pada abad ke 16 atas perintah Pangeran Wolf Dietrich Raitenau sebagai bagian dari Salzburg Cathedral. Tepat dibagian tengah alun-alun ini juga ada sebuah air mancur berlapis marmer yang dinamai Residenzbrunnen. Air mancur ini sudah dibangun antara tahun 1656 sampai 1661. Selain berfoto di air mancur, kamu juga bisa mencoba naik kereta kuda karena ada banyak kereta kuda tradisional di kawasan alun-alun ini. Kawasan Old Town memang luas. Masih banyak bangunan bersejarah lain yang akan kita bahas selanjutnya. Bisa dikatakan pula Old Town inilah pusat objek-objek wisata utama Salzburg. Karenanya, satu wilayah ini mungkin bisa dihabiskan untuk satu harian. 2.Salzburg Cathedral Salzburg cathderal tampak sisi Barat via planetware.com Seperti yang sudah diungkap diatas, Salzburg Cathedral berada persis di sisi Selatan Residenzplatz. Gereja katolik roma yang didedikasikan untuk Saint Rupert dan Sain Vergilius ini memiliki arsitektur bergaya Baroque. Cikal bakal bangunan gereja sendiri berasal dari gereja yang dibuat oleh Saint Rupert di tahun 774. Namun sempat terjadi kebakaran dan sempat pula dibangun ulang tahun 1181. Pembangunan ulang secara total seperti kondisi saat ini sendiri baru dilakukan pada abad ke 17 tepatnya tahun 1614 sampai 1628, dibawah perintah Pangeran Wolf Dietrich Raitenau. Tepat di depan gereja, pengunjung sudah akan disuguhkan sebuah monumen patung yang nampak menjadi pelengkap keindahan bangunan gereja yang didominasirwarna abu-abu ini. Fasad bangunan di sisi Barat ini juga nampak menarik dari keberadaan jendela-jendela kecilnya dengan detil ukiran dibagian atas jendela. Terdapat juga dua menara dikedua sudutnya. Menara ini memiliki kubah kecil dibagian atasnya berwarna hijau toska. Jika dilihat dari samping, maka akan tampak juga sebuah kubah besar berwarna hijau toska disisi Timur bangunan. 3. Mozartplatz Patung Mozart via salzburg.info/website Masih di area Residenzplatz tepatnya di sisi Timur Laut, ada juga pelataran yang secara khusus didedikasikan untuk sang maestro, Mozart. Seperti yang sudah diungkap di awal, Salzburg adalah kampung halamannya Mozart dan karenanya pula Mozart sangat dicintai oleh warga Salzburg. Di Mozartplatz ini ditandai dengan sebuah monumen berupa patung Mozart. Dikeliling oleh taman bunga, patung di tengah-tengah pelataran ini tak pernah sepi kunjungan turis untuk berfoto disana. Ya, rasanya memang tak lengkap jika ke Salzburg tapi tidak berfoto dengan patung Mozart sebagai sosok ikon kota. 4. Old City Hall Jika biasanya di Eropa, pelataran Balai kota adalah alun-alunnya. Maka berbeda dengan di Old City Salzburg. Bekas balai kota atau Rathaus atau Old City Hall Salzburg ini tidak memiliki pelataran luas yang biasa dijadikan tempat berkumpul. Bangunan balai kota satu ini justru diapit oleh bangunan lain dengan gang kecil dan berada persis di tepi jalan utama yang berbatasan langsung dengan Sungai Salzach. Nampak menara jam Rathaus/Old City Hall via wikimedia.org Bangunan abad pertengahan dengan fasad bergaya Rococo ini nampak menonjol dibanding bangunan lain disekitarnya ialah dari menara jamnya. Menara jam inilah yang menjadi penciri dan membuatnya bisa dilihat dari banyak sudut termasuk dari seberang sungai. Sejak tahun 1947, Balai kota satu ini memang sudah tidak difungsikan sebagai kantor walikota karena dipindahkan ke Schloss Mirabell. Namun demikian, hingga kini masih digunakan oleh badan administratif kota untuk perkantoran dilantai atas, dan pertokoan di lantai bawah. Karenanya, kondisi bangunan yang diperkirakan dibangun pada abad ke 14 itu masih terawat hingga kini. 5. Benteng Hohensalzburg Tampak Hohensalzburg dari kejauhan via salzburg.info/website Berada hanya sekitar 500 meter dari Residenzplatz dan diatas sebuah bukit setinggi 506 meter yaitu Bukit Festungsberg, kalian bisa menyambangi sebuah benteng kuno yang dibangun lebih dari 600 tahun. Ya, benteng bernama Hohensalzburg ini awal didirikan tahun 1077 atas perintah Pangeran Gebhard von Helfenstein sebagai benteng kerajaan. Namun baru selesai pembangunannya di tahun 1681. Pembangunannya yang luar biasa lama ini membuat benteng ini sering disebut sebagai Benteng Abadi. Berwarna putih menjadikan benteng ini semakin mecolok di atas ketinggian bukit. Saat malam haripun, benteng ini dihiasi dnegan lampu kuning keemasan sehingga juga menarik perhatian. Funicular untuk menuju benteng via citytixx.com Untuk bisa naik ke atas bukit, pengunjung bisa memilih dua cara. Pertama dengan berjalan kaki alias mendaki yang hanya memakan waktu sekitar 15-20 menit. Atau dengan naik funicular atau kereta atau Festungsbahn Cable car. Mungkin naik fenicular ini menjadi pilihan paling nyaman, apalagi tiketnya sudah termasuk tiket masuk benteng. Benteng Hohensalzburg mematok tarif mulai dari 12 euro perorang dewasa. Namun tiket ini tidak termasuk untuk memasuki beberapa bagian bentang yaitu Apartment dan Mechanical Theater. Jika kalian mau mengambil paket lengkapnya yaitu ke semua kawasan dan bangunan, maka kamu bisa membeli tiket seharga 15,2 euro untuk dewasa dan 8,7 euro untuk anak 6-14 tahun. Kedua tipe tiket ini sudah termasuk audio guide yang tersedia dalam 11 bahasa yang siap menjadi pemandu. Jadwal bukanya sendiri yaitu setiap hari dari antara jam 9 pagi sampai 5 sore. Jadwalnya memang tidak menentu tergantung bulan atau musim apa yang tengah berlangsung. Terdapat banyak bagian atau area di Hohensalzburg, seperti Capel, tempat tinggal atau aprtment, taman, aula, istana/kamar raja, serta termasuk beberapa museum seperti Museum Burg yang menyimpan peralatan tawanan perang zaman dahulu, Museum Marionette, dan Museum Rainer Regiment. Karena berada di atas bukit, maka pula pengunjung bisa melihat keindahan Kota Salzburg dari berbagai mata angin. - Bersambung ke artikel berikutnya -> klik disini
  7. Via expedia.com Setelah kita berpetualang di Kota Vienna (artikelnya bisa dibaca disini), sekarang waktunya kita menjelahah lebih jauh. Ya, Austria sejatinya tidak hanya menarik dari Kota Vienna sebagai ibukota negara saja. Negara ini juga punya kota-kota lain yang tak kalah menariknya, bahkan mungkin jauh lebih memanjakan mata. Salah satunya Hallstatt yang akan kita bahas kali ini. Kota kecil ini sangat terkenal dengan pemandangan alamnya berupa pegunungan berpadu rumah-rumah warga di tepi sebuah danau. Mungkin kalau kamu mendengar namanya masih asing, tapi jika melihat fotonya, kemungkinan kamu sudah pernah melihatnya di berbagai media karena begitu terkenalnya keindagan tempat ini. Masih penasaran dengan Hallstat? Yuk kita jelajahi tanah ‘White Gold’ ini 1.Mengenal Hallstatt dan Cara Menujunya Hallstatt adalah kota kecil di Region Salzkammergut, Negara bagian Upper Austria. Lebih tepatnya Hallstatt adalah desa karena luasnya yang tak sampai 60 km persegi dan penduduknya yang hanya sekitar 800 jiwa saja. Desa ini begitu terkenal karena pemandangan alamnya yang begitu memukau. Perpaduan barisan gunung yang terjal, danau, dan permukiman tradisional adalah kesatuan lanskap yang berhasil memukau banyak mata. Seperti yang sudah saya katakan diatas, jika melihat fotonya, kemungkinan besar kamu sudah pernah melihatnya dari berbagai sumber, saking begitu terkenalnya Hallstatt. Lokasi Hallstatt di Austria Hallstatt sendiri sudah terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1997. Ya, Hallstatt bukan Cuma soal keindahan alam, desa ini ternyata juga punya cerita sejarah dan budaya yang tinggi. Tercatat Hallstatt sudah ada sebelum Romawi alias diperkirakan sejak 7000 tahun yang lalu. Sejak dulu, Hallstatt terkenal sebagai penghasil garam alami, hingga Hallstatt dijuluki sebagai ‘White Gold’. Berada di ketinggian rata-rata 511 mdpl, desa Hallstatt memang berada di tepi Danau bernama sama yaitu Danau Hallstatt. Desa yang sering disebut sebagai ‘negeri dongeng’ ini berada di 280 km atah Barat Daya dari ibukota Vienna. Mencapainya dari Vienna, kamu bisa menggunakan kereta dengan waktu tempuh sekitar 4-5 jam. Kapal menuju Hallstatt via im-salzkammergut.at Tapi perjalanan masih berlangsung. Stasiun kereta dan pusat desa Hallstatt ternyata bersebrangan dipisahkan Danau Hallstatt. Jadilah, diawal perjalanan, kita sudah akan disuguhkan pengalaman naik ferry membelah Danau Hallstatt selama sekitar 5-10 menit. Biayanya sendiri sebesar 2,5 euro dengan Jadwal ferry disesuaikan dengan jadwal kedatangan kereta, jadi tak perlu takut tertinggal. Selain dengan kereta sebenarnya bisa juga naik Bus. Menggunakan Bus biasanya dilakukan oleh mereka yang pergi dari daerah lain disekitar Hallstatt seperti Obertraun. Jika dengan bus, halte pemberhentian terakhirnya akan langsung menuju Desa Hallstatt, jadi tak perlu naik ferry lagi. 2. Classic Village View Point dan World Heritage View Postcard khas Hallstatt via http://whc.unesco.org/en/list/806 Untuk mendapatkan foto seperti diatas, kalian tinggal berjalan menuju area yang dinamai Classic Village View Point atau dikenal juga dengan Postcard view point. Dari sanalah kamu bisa puas memotret keindahan lanskap pagunungan, danau, dan pemukiman persis seperti foto-foto yang ada di postcard Austria. Welterbeblick via thekhayalan.com Titik pandang terbaik berikutnya ialah World Heritage View atau Welterbeblick. Lokasinya sekitar 1 km Selatan dari Clasic Village View Point. Lokasinya menanjak sehingga memiliki panorama yang berbeda dengan Classic Village dimana di Welterbeblick ini pemandangan dari ketinggian adalah suguhannya. 3. Rudolf’s Tower View Platform di Rudolf’s Tower via hallstatt.net Masih kurang tinggi? lokasi berikutnya yang bisa menjadi pilihan ialah Rudolf’s Tower atau Rudolfsurm. Titik di ketinggian ini menjadi tempat terbaik untuk melihat panorama Hallstatt dari ketinggian. Untuk mencapainya, kalian tak perlu mendaki. Tersedia kereta atau panoramic furnicular atau lebih dikenal dengan istilah tram. Dengan membayar tiket 13,4 euro untuk perjalanan pergi-pulang, kita akan diajak mendaki hanya sekitar 3 menit menggunakan kareta satu kabin dengan jalur rel khusus. Perjalanan yang memang singkat akan terasa semakin singkat lantaran sajian pemandangan alam yang memukau dari berbagai sisi. Tapi sayangnya untuk tram tidak beroperasi sepanjang tahun. Furnicular ini punya jadwal-jadwal off yang bisa dicek jadwalnya di laman www.salzwelten.at . Jam operasinya juga berbeda-beda namun umumnya dari jam 9 pagi sampai jam setengah 5 sore. Panoramic Funicular via world-2r.blogspot.co.id Sesampainya di atas pada ketinggian 400 meter, pengunjung akan menyebrangi jembatan yang menghubungkan jurang kecil dibawahnya. Setelahnya, barulah sampai kita di Rudolf’s Platform atau area pandang yang menggantung di ujung jurang. Dari sanalah kita diajak menyaksikan pemandangan memukau dari Hallstatt. Lantas mana menara atau towernya? Ternyata Rudolf’s Towernya sendiri berada di belakang platform ini. Bangunan menara sudah ada sejak abad 12 sebagai benteng pertahanan bagi tambang garam, sebelum akhirnya di abad ke 13 hingga 640 tahun sesudahnya digunakan sebagai tempat tinggal dan kantor Manajer Tambang. Sekarang Rudolf’s Tower difungsikan sebagai Restoran. Jadi kamu yang mau merasakan sensasi bersantap diatas ketinggian dengan pemandangan bak negeri dongeng, maka tak ada salahnya menyempatkan diri kesana. Sebenarnya jika kalian punya waktu dan uang lebih, dari Rudolf’s Tower ini kalian bisa berjalan lagi sekitar 1,5 km menuju wisata pertambangan garam. Wisata ini akan mengajak pengunjungnya merasakan kegiatan pertambangan garam yang berada di dalam tanah. Menyusuri area pertambangan bawah tanah dengan kereta kayu hingga menyaksikan video ilustrasi menjadi sebagian kecil dari kegiatan yang ditawarkan. Sayangnya seperti yang sudah dikatakan diatas, tarifnya memang tidak murah yaitu sebesar 60 euro perorangnya. 4. Bone House Michael’s Chapel Rumah tulang? Ya, jangan heran dengan namanya. Ruang ini menempati lantai pertama dari dua lantai di Kapel St. Michael. Berada di puncak sebuah bukit kecil, pengunjung harus mendaki melalui jalan tangga batu untuk mencapai Bone House. Bone House via hallstatt.net Bersebelahan dengan Gereja Katolik Paroki, Bone House ini merupakan tempat tersimpannya lebih dari 1.200 tengkorang dan tulang yang tersusun. Ini adalah warisan tradisi setempat. Dulu, kuburan berlaku dengan sistem sewa, jika masa sewa habis dan tidak diperpanjang, maka mayat harus dipindahkan untuk digantikan dengan mayat lain yang baru meninggal. Karena kekurangan lahan, maka sejak abad ke 12 dibuatlak Bone House ini untuk menyimpan tulang belulang mayat tersebut. Jika dilihat, setiap tengkorang penuh dengan lukisan dan nama. Hal ini juga merupakan tradisi yang mulai berlangsung sejak abad ke 17. Keluarga atau kerabat akan menandai tengkorak dengan nama, tahun kematian, dan hiasan lain yang menyimbolkan berbagai hal. Tapi sekarang setelah diizinkannya kremasi, tradisi peletakan mayat seperti ini sudah sangat jarang dilakukan kecuali atas wasiat. Untuk bisa masuk kedalam kapel dan melihat koleksi tengkorak, pengunjung dikenakan biaya sebesar 2 euro. Jadwal bukanya sendiri yaitu dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Pemakaman di dekat Bone House via hallstatt.net Tak hanya Bone Housenya, area pemakaman juga ada disana. Menariknya, pemakaman disana terbilang unik. Ditata dengan apik berpadu dengan tanamam bunga di sekelilingnya, makam-makam yang ada justru nampak sangat menarik. 5. Marktplatz Lebih dekat dengan rumah-rumah tradisional Hallstatt, lokasi terbaiknya ialah di Marktplatz. Bahkan sebelum sampai Marktplatz, kita sudah akan disuguhkan dengan pemandangan indah dari rumah-rumah kayu yang berjajar di tepi danau. Rumah-rumah ini berjajar melingkar keatas bukit sehingga nampak bertingkat. Salah satu sisi Markplatz via fotocommunity.de Rumah-rumah tradisional yang ada di Marktplatz memang terlihat sangat cantik. Disinilah pusat dari Desa Hallstatt sesungguhnya karena pemukiman awal berada disini. Sayangnya pada tahun 1750 sempat terjadi kebakaran hebat yang meludeskan sebagian rumah-rumah disana. Jadilah sebagian rumah adalah hasil renovasi. Pembedanya, rumah yang benar-banar tua ialah yang seluruh bagiannya masih terbuat dari kayu.
  8. Tahu dong dengan Beethoven dan Mozart? Komposer musik klasik yang namanya begitu terkenal dan abadi ini menghabiskan waktu berkarya hingga wafatnya di Austria. Bagi warga Austria, mereka adalah tokoh penting bagi kebudayaan bermusik disana. Tapi tak hanya mereka berdua, masih ada sederet nama populer lain seperti Schubert, Liszt, Haydn, Mehler, dan Brucner. Tak heran jika Vienna atau Wina sebagai ibukota negara mendapat julukan sebagai Kota Musik di Barat. Austria memang menarik. Negara yang tak punya batas laut ini juga masih punya sejuta warna lain. Peninggalan arsitektur misalnya, seperti negara-negara Eropa lain, Austria juga punya bangunan tua dengan arsitektur khas yang masih terjaga. Alamnya pun bak tak mau ketinggalan. Negara yang masuk jajaran negara terkaya di dunia ini dianugerahi pula bentang alam yang menarik bagi pecinta alam. Dengan kata lain, Austria punya sejuta alternatif wisata yang bisa kalian pilih. Jika kamu memang punya rencana ke Eropa, tak ada salahnya menjadikan Austria sebagai salah satu negara tujuan. Apalagi posisinya yang sangat strategis di tengah Eropa, serta masuk dalam anggota visa Schengen, tak ada alasan lagi rasanya untuk melewatkan negara satu ini. Biar lebih yakin akan pesona warna di Austria, yuk kita jelajahi objek dan tempat-tempat menarik yang ada di sana. Sebelumnya, kamu juga bisa baca artikel tentang hal-hal umum seputar Austria di sini. 1.Schonbrunn Palace Kemegahan Istana Schonbrunn via ytimg.com Sebelum jauh melanglang buana ke berbagai tempat, tujuan pertama yang wajib kamu singgahi ialah Istana Schonbrunn. Istana ini adalah Landmark utama dari Austria. Kemegahan bangunan berarsitektur gaya Baroque – Racoco ini sudah sangat terlihat dari besarnya bangunan utama istana. Wajar saja, karena tercatat ada 1.441 ruangan didalam istana tersebut. Istana ini sendiri pertama kali dibangun pada abad ke 16 dengan nama Katterburg. Dulunya, istana ini adalah kediaman resmi keluarga Kerajaan Austria saat musim panas. Pada yajun 1996, bahkan komplek Istana Schonbrunn masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Kemegahan bangunan istana semakin kuat ditunjang oleh taman-taman yang mengelilinginya. Bahkan taman di depan istana adalah berupa taman luas dengan rumput hijau dan bunga-bunga beraneka warna. Di bagian lain juga ada taman-taman utama seperti Orangerie, Palm House, Gloriete, dan kebun binatang atau Tiergarten. Taman Labirin via schoenbrunn.at Bagi pengunjung, ada beberapa pilihan tiket untuk masuk ke Istana Schonbrunn termasuk beberapa taman yang juga bertiket. Contohnya ialah Imperial Tour yang akan membawa kita memasuki 22 ruangan dengan durasi 30-40 menit. Tur satu ini mematok tarif 14,20 euro. Ada juga Grand Tour untuk 40 ruang dengan durasi tur 1 jam dan tiket 17,50 euro. Sedangkan untuk masuk ke taman-taman tematiknya, pengunjung harus membayar sebesar 3,80 euro yaitu untuk Privy Garden, Orangery Garden, dan Gloriete. Ada juga taman labirin dengan tiket 5,5 euro. Kamu yang tertarik untuk menjelajah lebih dalam juga bisa memilih Museum Anak-anak sebagai tujuan. Museum ini secara khusus memamerkan barang-barang peninggalan anak-anak anggota kerajaan termasuk suasana kehidupan mereka. Untuk yang satu ini tiketnya yaitu sebesar 8,8 euro untuk dewasa dan 6,7 euro untuk anak usia 3-18 tahun. Loket tiket untuk masuk istana sendiri dibuka untuk umum dari pukul 8 pagi hingga sekitar jam 5 sore sedangkan untuk tiket taman berbeda-beda dari sekitar jam 9 – 10 pagi hingga 4 – 7 sore. Perihal angkutan umum menuju Schonbrunn Palace, kalian bisa menggunakan metro U4, atau Tram 10 atau 58, atau Bus nomor 10 A yang kesemuanya ke tujuan Stasium Schonbrunn. 2. Hofburg Palace Masih di Kota Wina dan masih dengan landmark utama, kali ini kita menuju ke Michaelerkuppel 1010. Kalian bisa menggunakan Metro U3 Herrengasse, atau Tram nomor 1,2, atau 71, atau Bus nomor 2A atau 3A, atau juga bisa naik Bus Hop on Hop Off di Jalur Merah. Istana Hofburg via expedia.ca Tujuan kita ialah Istana Hofburg. Istana bekas Kekaisaran Austria ini, kini masih difungsikan sebagai istana presiden. Sejak tahun 1275, para pemimpin Austria menempati istana dan tak jarang menambah bahkan merubah beberapa bagian, tak heran jika selain gaya arsitektur utamanya yaitu Baroque, di beberapa bagian istana juga ada percampuran gaya arsitektur lain seperti Renaissance, Gothic, Rococo, dan Klasik. Dibangun jauh lebih dulu dari Istana Schonbrunn yaitu pada abad ke 13, Komplek Istana megah ini sangat besar termasuk taman-tamannya yang juga luas. Karena merupakan komplek, artinya di sini ada banyak bagian bangunan yang beberapanya ada yang baru dibangun pada abad ke 18 hingga 20. Saking luasnya bangunan istana, tercatat ada lebih dari 2.600 kamar disana. Sisi Museum via wikimapia.org Meskipun sebagai Istana Kepresidenan, ada bagian Istana yang dibuka untuk umum yaitu Museum Sisi, Silver Collection, dan Imperial Apartments. Pertama Museum Sisi, disini menjadi museum yang didedikasikan untuk Permaisuri Sisi atau nama lainnya Elisabeth, putri dari Raja Austria yang terkenal dengan kecantikannya. Permaisuri ini wafat diusia muda lantaran tertusuk pisau karena ulah pemberontak. Mungkin karena itulah dibuat museum khusus untuk sang permaisuri. Museum tersebut mengkoleksi lebih dari 300 barang pribadi milik sang permaisuri dari mulai perhiasan, pakaian, gaun, alat kecantikan, dan banyak lainnya. Berikutnya ialah Imperial Silver Collection. Bagian yang menempati area di Wing Kanselir ini, menjadi ruang untuk koleksi barang-barang Kekaisaran terutama perak. Setidaknya ada 7 ribu barang koleksi yang dipamerkan disana. Perak memang menjadi salah satu ciri dari kekaisaran Austria saat itu, bahkan hingga kini, beberapa barang perak masih digunakan sebagai perjamuan resmi negara. Terakhir ialah Imperial Apartments. Seperti namanya, area ini menjadi pusat tempat tinggal bagi anggota kekaisaran. Setiap apartemen didekorasi dengan mewah bergaya Empire, Barok, dan Rococo. Pengunjung bisa menikmati dan merasakan kehidupan anggota istana kala itu yang terbilang megah nan mewah. Untuk bisa masuk dan mengeksplore ketiga tempat diatas, kalian bisa datang dari jam 9 pagi sampai sebelum jam 6 sore, setiap harinya. Tiket dipatok dengan besaran 13,9 euro untuk dewasa dan 8,2 euro untuk anak-anak. Tapi jika mau berhemat, kalian bisa menggunakan Vienna Pass. 3. Belvedere Palace Istana Atas Belvedere via wikipedia.org Ternyata tidak hanya Schonbrunn dan Hofburg, Kerajaan Austria masih punya istana lainnya yang masih di Kota Wina yaitu Istana Belvedere. Berarsitektur gaya Baroque, Istana Belvedere dibangun sebagai tempat tinggal musim panas bagi Pangeran Eugene. Istana ini terdiri atas bangunan istana utama, sebuah galeri seni, dan kandang kuda. Istana utamanya sendiri terbagi dua yaitu di istana atas dan istana bawah. Istana atas dibangun sejak tahun 1712 sampai 1718, sedangkan istana bawah dibangun mulai tahun 1717 dan selesai di tahun 1723. Kedua bangunan ini sendiri dipisahkan oleh sebuah taman yang dihiasi oleh air mancur dan patung-patung. Sekarang, Belvedere secara penuh dijadikan sebuah museum. Koleksi yang dipamerkan ialah berbagai jenis karya seni dari berbagai seniman dan berbagai masa. Dua istana : atas dan bawah difungsikan semua tetapi keduanya memiliki tiket terpisah termasuk dua bagian museum lain yaitu yang bernama 21er Haus dan winterpalais. Tarif tiketnya sendiri masing-masing ialah 15 Euro untuk Istana atas, 13 Euro untuk istana bawah, dan 7 Euro untuk 21er Haus. Kalian juga bisa menghemat dengan langsung membeli tiket terusan untuk Istana atas dan bawah yaitu sebesar 20 Euro. Serta 26 Euro untuk tiket terusan Istana atas, bawah, dan winterpalais. 4. Parliament House Gedung Parlemen Austria via checkpointmedia.com Selain Istana Presiden, Gedung Parlemen Austria juga layak untuk dijadikan tujuan wisata. Gedung yang dibangun tahun 1918 ini memiliki gaya arsitektur Yunani kuno yang khas. Itu tampak jelas dari kolom-kolom besar yang memopang bagian terdepan bangunan. Selain detil arsitekturnya bangunannya itu sendiri, hal menarik lainnya yang bisa dieksplore ialah air mancur yang berada tepat di depan gedung. Air mancur yang disebut dengan Pallas Athene Fountain ini menjadi simbol tersendiri karena adanya patung martir setinggi 4 meter dengan kostum khas dan membawa tombak. Disekelilingnya ada juga figur-figur lain yang katanya menyimbolkan Sungai Denube, Inn, Elbe, dan Moldau. Memang pengunjung tidak boleh masuk ke dalam gedung, tetapi mengabadikan diri dengan latar bangunan megah ini tentu menjadi daya tarik tersendiri. Buktinya cukup banyak juga turis yang datang untuk sekedar berfoto disana. 5. Wiener Rathaus Vienna City Hall via wikipedia.org Rathaus atau City Hall atau Balai Kota di banyak negara Eropa, juga merupakan tempat tujuan wisata bagi turis mancanegara. Hal ini karena biasanya bangunan Balai kota memiliki nilai sejarah dan berarsitektur kuno yang menarik. Ciri khas adanya pelataran luas didepannya menjadikan pula Balai kota nyaman untuk disinggahi berlama-lama. Kota Wina juga punya balai kotanya sendiri yang juga menjadi salah satu list objek tujuan wisata. Beralamatkan di Rathausplatz, Distrik Innere Stadt, Bangunan Balai Kota Wina ini dibangun antara tahun 1872 sampai 1883 dengan arsitektur gaya Neo-Gothic. Dimensinya yang besar setinggi 6 lantai dengan dominasi warna putih gading menjadikan gedung ini bak istana. Tak hanya 6 lantai itu, Balai Kota ini juga punya 2 lantai bawah tanah, total ada sekitar 1.575 kamar di gedung ini. Bagian yang juga menarik ialah terdapat 4 menara kecil dan satu menara tinggi di sisi tengahnya. Menara utama ini memiliki tinggi mencapai 98 meter. 6. Gereja St. Stephen Bangunan St.Stephen Cathedral via medievalages.net Masih di Kota Wina dan masih dengan bangunan-bangunan megahnya, kali ini kita menuju Stephansplatz 3. Sebuah Gereja Katolik Roma dengan arsitektur gaya Gothic-Romanesque menjadi salah satu objek yang menarik untuk dieksplore. Gereja ini mulai dibangun tahun 1137 dan selesai pada tahun 1160. Sebagaimana arsitektur Gothic, tiap sisi bangunan dibuat sangat detil. Bagian yang terbilang khas ialah atap limasnya yang memiliki corak beragam. Tak ketinggalan, sebuah menara utama setinggi 136 meter nampak kokoh berdiri di sisi selatan bangunan. Interior gereja via travel.nationalgeographic.com Bagi turis, diperkenankan masuk ke dalam gereja namun ada tiket masuknya yaitu sebesar 5 Euro perorang sudah termasuk audio guide. Sama megahnya dengan bagian luar, interior gereja St.Stephen ini juga sangat menunjukkan nilai seni yang tinggi. Pola vertikal dari tiang dan jendela, didukung dengan ukiran dan patung Salib Yesus raksasa menjadikan pengunjung bak terhipnotis dengan kesakralannya. Nuansa sakral juga semakin kuat terasa karena didukung oleh pencahayaan lampu beraneka warna maupun dari kaca patrinya. Terdapat 18 altar didalam gereja ini. Altar utamanya ialah Wiener Neustadt, altar yang menggambarkan perajaman batu kepada St. Stephen. Altar ini berlapis marmer yang katanya didatangkan langsung dari Polandia, Syria, dan Tyrol. Dibagian atasnya terdapat juuga patung Bunda Maria yang seolah akan membawa St. Stephen menuju Surga. Jika kamu tertarik, cobalah sekedar mampir kebelakang gereje St. Stephen. Disana ada sebuah apartemen yang pernah ditingali Mozart. Mozarhaus Vienna, itulah nama apartemen itu sekarang. 7. Hundertwasser Via wetravel.com.au Naik Tram Line 1 dan turun di Lowegasse atau Hetzgasse, tujuan selanjutnya ialah ke bangunan unik berupa apartemen. Tidak seperti bangunan kuno berarsitektur khas Eropa seperti Gothic atau Klasik, keunikan dari bangunan ini ialah karena fasadnya yang dicat berwarna warni dengan sentuhan ornamen-ornamen yang nyentrik. Memukaunya lagi, beberapa bagian dinding dibiarkan ditumbuhi tanaman termasuk balkon-balkon di bagian atas yang dengan sengaja ditumbuhi pepohonan. Jadilah apartemen ini bak karya seni baru yang tak bisa ditemui di tempat lain. Dirancang oleh seniman bernama Friedensreich Hundertwasser dan bantuan arsitek Joseph Krawina, awal pengerjaannya dimulai sejak tahun 1980an. Karya seninya ini berhasil membuat apartemen ini mencuri perhatian Turis dan warga Austria sendiri. Mereka begitu mengagumi karya tak biasa ini dan akhirnya membuat perumahan ini menjadi objek wisata yang dikembangkan dengan baik. Kunjungan wisatawan bisa dilakukan setiap hari dari jam 9 pagi sampai 6 petang tanpa biaya tiket masuk khusus. 8. Bianglala Riesenrad Bagaimana dengan wisata hiburan? Rasanya menarik juga untuk menyambangi taman hiburan-nya Vienna. Kamu bisa bertolak ke Riesenradplatz 1, distrik Leopoldstadt. Taman Hiburan ini sangat luas dengan atraksi mainan yang beragam seperti Swinging, Frolicking, bungydome, roller coaster, dan puluhan atraksi lain. Wiener Riesenrad via pinterest.com Satu ikon yang paling populer ialah Bianglala atau dikenal dengan nama Wiener Riesenrad. Bianglala setinggi hampir 65 meter ini sudah mulai dibangun sejak tahun 1897 oleh Insinyur asal Inggris, Lieutenant Walter Bassettt. Pembangunannya didedikasikan untuk perayaan 50 tahun (usia emas) dari Kaisar Franz Josef I. Awalnya, Bianglala Riesenrad memiliki 30 gondola, tapi akibat Perang Dunia II, kondisi bianglala ini rusak parah. Kini, dibangun kembali gondolanya namun hanya berjumlah 15. Naik gondola ini tentu menjadi pengalaman menarik karena kalian bisa melihat keindahan Kota Vienna dari ketinggian. Beroperasi dari jam 10 pagi sampai menjelang tengah malam, harga tiketnya ialah sebesar 10 Euro untuk dewasa, 4,5 euro untuk anak 3-14 tahun, dan gratis untuk anak dibawah 3 tahun. Kalau kamu punya Vienna Card, tarifnya lebih hemat yaitu hanya 9 euro saja. 9. Museumquartier Kawasan Museumquartier, nampak juga bangunan MUMOK di ujung kanan via mgw.at Namanya memang museum, tapi lihat lagi ! tulisannya satu kata : Museumquartier. Ini adalah Cultural Quarter alias area pelataran luas yang menjadi pusat kebudayaan. Memiliki luas mencapai 6 hektar, area ini dikelilingi oleh berbagai bangunan klasik berarsitektur Baroque hingga modern. Mencapainya, kalian bisa menaiki Trem line 1 atau 2 dan turun di halte Karl Renner Ring. Bisa juga naik metri line U3 atau U2 dan turun di stasiun Volkstheater/Museumquartier. Mengunjungi museumquartier yang berada di distrik ke7 Vienna ini ibarat menyambangi museum terbuka. Karya seni bangunan atau patung menjadi objek yang bisa dinikmati termasuk bangku-bangku tamannya yang berdesain unik. Dikawasan ini juga menjadi pusat pameran seni dan museum seperti studio arsitektur, art center, dan yang paling terkenal ialah Museum Leopold dan Museum Moderner Kunst (MUMOK). Tampak bangunan Museum Leopold via mikrostar.net Museum Leopold adalah museum seni modern yang mengkoleksi ragam karya seni dari seniman terkenal terutama Austria. Kesan Modern sudah bisa dilihat dari bangunan museum yang menampilkan bentuk modern minimalis berupa kubus. Untuk Leopold Museum, harga tiketnya ialah sebesar 13 Euro. Sama halnya dengan MUMOK (Museum Moderner Kunst). Museum ini artinya Museum Seni Modern yang memamerkan 10.000 lebih karya seni modern dan kontemporer. Bangunannya juga nampak menarik dengan struktur susunan batu yang terekspose. Bangunan yang dibuat tahun 2001 silam ini adalah karya Arsitek Austria, Ortner & Ortner.
  9. Kamu punya rencana liburan ke Eropa? Sudah menentukan negara mana saja yang bakal jadi persinggahan? Bagaimana dengan Austria, sudahkah masuk dalam list? Ya, Republik Austria sangat layak diperhitungkan sebagai destinasi wisata di Eropa. Apalagi, negara ini masuk dalam anggota negara Schengen sehingga tentu akan sangat memudahkan untuk masuk kesana dengan satu visa Schengen. Lokasi negara Austria di Eropa via googlemap Negara ini juga sangat strategis. Republik Austria berada di tengah daratan Eropa dan dikepung dengan daratan alias tidak punya laut. Batas negaranya meliputi Jerman dan Ceko di bagian utara, bagian timur dengan Slowakia dan Hongaria, bagian barat dengan Swiss dan Liechtenstein, serya dengan Slovenia dan Italida di bagian selatan. Sebelum kamu ke Austria, yuk kita berkenalan dulu dengan salah satu negara terkaya di dunia ini. 1.Pengurusan Visa Seperti yang sudah diungkap diatas, Visa untuk masuk ke Austria ialah Visa Schengen. Tentunya kalian sudah tahu bahwa satu visa ini mencakup puluhan negara di Eropa. Jadilah, mengunjuki Austria sangat bisa dilakukan dalam tur eropa. Khusus untuk pengurusan Visa Schengen di kedutaan Austria, kamu bisa langsung menghubung kedutaan Austria untuk Indonesia yang berada di Jalan Diponegoro no.44 Menteng, Jakarta Pusat. Syarat-syaratnya sama seperti pembuatan visa pada umumnya seperti paspor yang berlaku minimal 6 bulan, pas foto, surat sponsor, kartu keluarga, slip gaji, dan lain-lainnya yang bisa kamu pastikan ke kedutaan. Biasanya pembuatan visa ini memakan waktu sekitar 3 minggu dengan biaya sekitar 1 jutaan. Harga tentu akan lebih tinggi jika kamu memesan via travel agent. 2. Wina, Ibukota Negara Siapa tak kenal dengan Wina. Kota ini sangat terkenal sebagai kota target wisata banyak turis dari berbagai negara termasuk Indonesia. Wina atau Wean dalam dialek Austro atau Vienna dalam Bahasa Inggris, adalah ibukota Austria yang dulunya juga merupakan ibukota dari Kekaisaran Habsburg (Austro-Hungaria). Tampak udara Vienna via airpano.com Wina sebagai kota modern juga dikenal sebagai kota budaya dan Kota Musik di Barat. Bahkan seniman terkenal dunia banyak yang berasal dan meniti karir dari kota di Timur Laut Asutria ini seperti Schubert, Brahms, dan termasuk Mozart dan Beethoven. Eits, ada satu lagi yang dibanggakan dari Wina. Kota ini pada tahun 2016 lalu dinobatkan sebagai Kota Paling Nyaman untuk Ditinggali Manusia mengalahkan 230 kota lain dari seluruh dunia. Penelitian ini dilakukan oleh Lembaga Survei Mercer yang mengambil indikator seperti stabilitas politik, biaya hidup, cuaca, tingkat kriminalitas, nilai tukar uang, perumahan, kesehatan, pendidikan, dan wahana rekreasi. Peninggalan sejarah di kota ini juga masih sangat terjaga. Bangunan-bangunan arsitektur kuno masih terlindungi seperti layaknya kota-kota di Eropa lain. Gaya arsitektur bangunannya juga beragam dari mulai periode Gothic, Barok, dan tentunya modern. Sebagai ibukota negara, Wina tentu menjadi salah satu gerbang masuk ke Austria terutama via udara. Bandara di kota ini bernama sama yaitu Vienna International Airport yang berada di Schwechat, sekitar 18 km arah tenggara dari pusat kota. 3. Biaya Hidup Austria, seperti negara-negara uni eropa lain, juga menggunakan mata uang Euro. Biaya hidup di negara ini terbilang cukup tinggi meskipun semua kembali tergantung kepada pola hidup masing-masing. Tapi jika dikaitkan dengan wisata, kebutuhan uang di Austria bisa dikatakan sejajar dengan negara eropa lain. Salah satu pusat perbelanjaan di Wina via shutterstock.com Keperluan konsumsi misalkan, untuk makanan ringan atau jajanan seperti es krim atau snack, harganya mulai dari 2,5-4 euro. Sedangkan untuk makanan berat di rumah makan biasa, harganya mulai dari 6-8 Euro. Bisa dikatakan untuk sehari dengan 3 kali makan berat dan cemilan, kamu harus menyiapkan uang minimal 35 Euro. Keperluan transportasi seperti metro, tarif tiketnya ialah sekitar 4,2 Euro sekali jalan. Sedangkan untuk akomodasi, penginapan termurah sejenis hostel backpacker atau dorm ialah sekitar 30 euro. Tentunya akan jauh lebih tinggi jika kamu menginap di hotel berbintang 2 atau 3 yaitu minimal sekitar 80-100 euro permalam. 4. Transportasi Transportasi umum di Austria terkenal sebagai salah satu sistem transportasi terbaik dan ternyaman di dunia. Banyak negara yang mengadopsi cara Austria mengelola layanan dan infrastruktur transportasinya. Artinya untuk urusan kenyamanan, kebersihan, keamanan, dan juga termasuk ketepatan waktu, rasanya tak perlu diragukan lagi. Bahkan warga Austria sendiripun terkenal gemar menggunakan transportasi umum. Hal ini juga didukung dengan kebijakan harga bahan bakar serta pajak kendaraan yang relatif tinggi, ditambah lagi lahan parkir yang memang terbatas. Metro di Wina via vienncouver.com Ada 4 angkutan darat umum yang ada di Austria, terutama kita membahas Kota Wina, yaitu Komuter atau disebut S-Bahn, kereta bawah tanah atau U-Bahn, Tram atau Strassenbahn, dan Bus. Antar moda ini, terintegrasi dengan sangat baik dan rapih sehingga sangat memudahkan penumpangnya menuju berbagai titik. Halte bus dan trem misalnya, ada banyak dan tidak begitu jauh antar satu halte dan lainnya. Hingga tengah malampun, di Kota Wina masih tersedia angkutan Bus, U-Bahn, dan S-Bahn. Jadilah penduduk Wina tak perlu khawatir sekalipun harus pulang menjelang pagi. Tram di Wina via wikipedia.org Dari kesemuanya, yang bisa dikatakan menjadi keunggulan dari Transportasi umum di Austria ialah sistem tiketnya. Satu tiket, bisa kamu pakai untuk berbagai moda alias tiket terintegrasi (kecuali tiket kereta bandara ke pusat kota). Ya, kamu bisa memilih pilihan tiket terusan dengan pilihan waktu dari 24 jam, 48 jam, 72 jam, seminggu, sebulan, hingga untuk satu tahun. Tarifnya ialah 6,2 Euro untuk 24 jam, 11,7 euro untuk 48 jam, 14,5 euro untuk 72 jam, 15 euro untuk seminggu, dan 365 euro untuk tiket jangka waktu satu tahun. Tiket satuan atau sekali jalan juga bisa, tapi jika kamu bakal beberapa kali pake angkutan umum, tiket sekali jalan akan lebih mahal karena rata-rata tarifnya ialah 2 euro. 5. Turis Muslim Austria terkhusus Wina adalah salah satu kota di Eropa yang terkenal ramah terhadap Muslim. Di Wina, muslim tak perlu takut karena toleransi di sana terbilang berjalan dengan sangat baik. Penduduk beragama Islam di Kota Wina sendiri berjumlah sekitar 120 ribu (8 persen dari totak penduduk Wina) dari sekitar 390 ribu total Muslim di Austria (lebih dari 4,2 persen dari total penduduk Austria). Islamic Centre Vienna via catrionarobertson.org Masjid dan Mushola juga menjadi hal yang tidak begitu sulit dicari di Kota Wina. Tercatat lebih dari 50 masjid ada di kota ini termasuk Masjid As-Salam yang menjadi Masjid Indonesia pertama di Austria. Masjid As-Salam yang baru diresmikan tahun 2012 silam ini berada di Distrik 12 Meidling. Masjidnya memang tidak begitu besar namun memiliki arti besar bagi geliat muslim terutama dari Indonesia di Wina. Berbicara Turis Muslim, maka pasti tak lepas pula dari kuliner halal. Di Wina-pun hal ini tidak menjadi masalah serius. Kota ini punya banyak restoran berlabel halal yang kebanyakan berasal dari Turki dan Timur tengah. Jika kesulitan, kamu bisa langsung mencarinya lewat aplikasi halal di smartphone yang mulai banyak pilihan. Tapi kalau kamu juga mau merasakan sensasi lokal, ada satu rumah makan Indonesia di Wina yaitu Rumah Sate. Lokasinya sendiri berada di Burg gasse nomor 43.
  10. Makau ! Daerah Khusus dari Republik Rakyat Tiongkok ini biasanya menjadi persinggahan ketika liburan ke Hongkong. Ya, Makau dan Hongkong berada tidak begitu jauh dan keduanya bisa ditempuh dengan menggunakan kapal. Tetapi dalam waktu dekat, tepatnya mulai Agustus 2017 ini, salah satu maskapai low budget telah membuka penerbangan langsung dari Jakarta ke Makau. Bahkan tiketnya sudah bisa dibooking mulai sekarang. Tentunya ini menjadi kabar gembira karena sekarang semakin banyak pilihan destinasi untuk berlibur tanpa harus repot transit sana-sini. Berbicara soal Makau, mungkin yang terlintas dipikiran ialah tentang dunia Perjudian atau Casino-nya. Makau memang bisa dikatakan sebagai Las Vegas-nya Asia. Tetapi sebenarnya Makau juga tak sekedar soal Casino, kota ini juga punya segudang daya pikat wisata. Tak terkecuali bagi kamu yang mau berbulan madu, Makau juga bisa dan pantas dijadikan pilihan. Beberapa hotel mewah, unik, dan romantis bisa menjadi referensi selain juga beberapa lokasi wisata yang menarik untuk menjalin kedekatan yang lebih intim bersama pasangan. Sebelumnya, kamu juga bisa membaca dulu artikel sebelumnya untuk mengenal Makau secara umum (klik disini) dan objek-objek wisata utama di sana (klik disini). 1.Venetian Hotel Venetian Macao adalah properti yang menggabungkan area Kasino, hotel, restoran, pusat perbelanjaan, dan hiburan. Kemewahan yang disuguhkan oleh properti ini sudah sangat nampak dari komplek gedung-gedungnya. Memasuki lobby, maka kemewahan itu akan semakin kuat terasa karena nuansa glamor dari interior yang dirancang begitu sempurna. Tak heran jika diarea welcoming ini saja sudah banyak pengunjung yang asyik berfoto. Royal Suite di Venetian Hotel via venetianmacao.com Untuk hotelnya, Venetian Macao memiliki beberapa tipe yaitu Royal Suite dengan luas kamar 70 meter persegi, Rialto Suite dengan luas kamar 170 meter persegi, Famiglia Suite yang juga menyediakan area khusus anak-anak, serta Florence Suite dengan luas mencapai 290 meter persegi. Dari fasilitasnya, untuk berbulan madu rasanya Royal Suite dan Rialto Suite menjadi pilihan yang paling cocok. Ruangannya cukup besar, ruang tamu dan kamar tidur terpisah, memiliki desain yang sangat mewah serta menggunakan kasur king-size menjadikan tipe ini siap memanjakan bulan madu kalian. Tarifnya sendiri ialah mulai dari 1.124 sampai 2.948 MOP permalamnya. Hal yang paling membuat Venetian Macao sangat cocok untuk bulan madu ialah karena di sini terdapat miniatur dari Venesia. Ya, Venesia yang terkenal sebagai kota kanal serta kendaraan air khasnya yaitu Gondola bisa kamu rasakan sensasinya di Venetian Macao. Meskipun indoor, settingnya dibuat seolah-olah outdoor. Selain didukung dengan deretan pertokoan yang diset bergaya arsitektur Venice, juga langit-langit ruangnya dibuat persis seperti langit alami dan menyesuaikan dengan kondisi cuaca di diluar ruang dengan bantuan teknologi pencahayaan. Jadilah pengunjung benar-benar berasa seperti berada di Venesia sesungguhnya. Gondola di Venetian Macao via a.travel-assets.com/ Jangan ketinggalan untuk naik gondola karena inilah atraksi wisata yang romantis untuk dicoba sepasang kekasih. Perahu gondolanya dibuat persis seperti di Venice termasuk pendayungnya yang juga merupakan orang eropa asli dan dengan dandanan khas sebagaimana layaknya pendayung gondola di Venice. Ia juga akan bernyayi sepanjang perjalanan untuk melengkapi atmosfer Venice yang dibangun. Untuk menikmati pelayanan romantis satu ini, kalian bisa menyewa satu perahu dengan harga 512 MOP. 2. Grand Lapa Hotel Kolam Renang di Grand Lapa via grandlapa.com Hotel bintang 5 satu ini terkenal karena tarifnya yang terbilang murah untuk kelasnya. Hotel bernuansa resort ini berada di semenanjung Macau, tepatnya di Avenida da Amizade nomor 956-1110. Lokasinya yang strategis di pusat keramaian menjadikan Grand Lapa memiliki point lebih. Bagi pasangan muda, Grand Lapa cocok dijadikan penginapan karena fasilitasnya yang sangat memanjakan. Kamar yang luas dan nyaman, kolam renang utama yang besar dengan desain konsep alam, restoran mewah dan cocok untuk nuansa romantis, fasilitas spa yang beragam pilihan jenis, serta gym dengan peralatan lengkap termasuk adanya lapangan tennis. Tipe Deluxe room via grandlapa.com Pilihan tipe kamar yang tersedia ialah Superior, Deluxe, Grand Deluxe, dan Suite. Bagi pasangan bulan madu, tipe deluxe dan suite bisa jadi pilihan. Tipe ini menawarkan kasur king size dan terdapat beberapa tipe dekorasi interior yang menghadirkan kehangatan dan keintiman. Letaknya juga berada di lantai-lantai teratas dan terdapat juga balkon sehingga pemandangan luar menjadi latar yang menarik. 3. Makan Malam Romantis di Macau Tower Mencoba sesuatu yang spesial tentu akan membuat hubungan kalian semakin erat. Jika merasa terlalu biasa makan di restoran mahal, maka cobalah sesuatu yang baru. Kamu bisa memilih Macau Tower sebagai alternatifnya. Setidaknya ada 3 restaurant, 2 cafe, dan 1 patisserie yang ada disana, dari yang berada di lantai bawah hingga yang berada di lantai teratasnya. Tentu yang paling spesial ialah yang berada di lantai atas. 360 cafe via littlestepsasia.com 360o cafe adalah satu yang berada di lantai 60. Hal yang membuatnya unik bukan hanya karena berada di ketinggian lebih dari 220 meter, tetapi juga karena resto ini akan memutar 360 derajat dengan durasi sekali putaran sekitar 45 menit. Artinya, kalian bisa melihat semua sisi Kota Makau dari ketingggian ini. Keunikannya ini dan memang menjadi satu-satunya di Makau, membuat 360 Cafe selalu ramai pengunjung. Bahkan pengunjung harus reservasi terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya di kontak (853) 8988-8622. Keromantismean suasana yang tersuguh akan lebih maksimal jika kalian dan pasangan memesan untuk makan malam. Pemandangan kota dengan gemerlap cahaya dari gedung bertingkat adalah latar sempurna untuk sepasang kekasih. Hidangan yang tersedia di resto ini juga beragam terutama hidangan laut atau seafood. Tarifnya ialah mulai dari 500 MOP perorang (all yu can eat) khusus untuk makan malam. Sedangkan untuk makan siang hanya sebesar 278 MOP dan tea set hanya sebesar 178 MOP. Beroperasi setiap hari, untuk makan malam mulai di buka sejak pukul 6:30 sore sampai 10 malam. 4. Pantai Hac Sa dan Cheoc Van Pantai dan bulan madu seringkali menjadi satu paket. Meskipun Macau tidak begitu mengandalkan wisata pantai, tetapi tak ada salahnya juga menjadikan Pantai Hac sa dan Cheoc Van sebagai pilihan. Pantai Hac Sa via Beach-on-Map.com Pantai Hac Sa berarti Pantai Pasir Hitam. Pasir di pantai berbentuk sabit ini memang berwarna hitam akibat erosi. Namun di bagian lain, untuk menunjang kegiatan wisata, pemerintah setempat juga menambahkan pasir berwarna kuning sehingga jadilah pantai yang berada di tenggara Pulau Coloane ini bak punya dua warna. Selain karena untuk menikmati suasana pantai dan angin sepoi-sepoi, yang membuat pantai ini menarik ialah fasilitasnya yang cukup beragam dari mulai kolam renang, play ground, area untuk BBQ party, lapangan golf mini, dan water sport seperti jetski. Pantai Cheoc Van via theculturetrip.com Berikutnya ialah Pantai Cheoc Van. Pantai ini punya panorama yang lebih menarik dengan pasir berwarna kuning keemasan. Berada tidak begitu jauh dari Pantai Hac Sa, Pantai Cheoc Van dikellingi oleh pepohonan rimbun serta bangunan bergaya Portugis yang masih terjaga. Hal ini juga yang membuatnya unik dan menarik karena pengunjung tidak hanya bisa bersantai di atas pasir pantai tapi juga dimanjakan dengan perpaduan alam dan nuansa kolonial. Tak ketinggalan, dibangun juga sebuah kolam renang besar persis di pantainya. Hal ini tentu menarik karena kalian bisa berenang tepat di garis pantai. 5. Menyaksikan Pelangi Air Mancur di Danau Nam Van Cybernatic Fountain di Danau Nam Van via macau.com Danau Nam Van yang berada di dekat Ferry Terminal Macao ini merupakan danau buatan dengan atraksi air mancur terbesar di Asia. Setidaknya ada 86 titik aliran air yang akan menyemprotkan air keudara hingga bisa mencapai tinggi 80 meter. Tidak hanya sekedar air mancur biasa, atraksi ini didukung dengan teknologi sinar laser beraneka warna. Jadilah setiap muncratan air akan memiliki pola-pola warna tersendiri dan membuatnya tak akan bosan untuk dilihat. Tapi sayangnya saat ini atraksi air mancur disini tidak beroperasi setiap hari. Kamu dan pasangan harus datang di hari Rabu dan Sabtu dari jam 8 hingga 10 malam untuk bisa menyaksikan atraksi yang menarik ini. Tetapi selain kedua hari tersebut, Danau Nam Van juga punya agenda lain yaitu di hari Sabtu,Minggu, dan Senin ada live music yang berlangsung dari siang sampai malam. 6. Docas Waterfront Via cina.panduanwisata.id Menghabiskan sisa malam di Macau bersama sang kekasih dapat kamu lakukan dengan menikmati kehidupan malam di Docas Waterfront yang berada di antara Macau Cultural Center dan Wynn Casino Resort. Ini adalah satu kawasan favorit terkhusus kaum muda untuk berpesta dan mengabiskan malam karena disana berjajar restoran, cafe, bar, dan klub yang buka hingga larut malam. Bagi pasangan muda, Docas Waterfront bisa menjadi pilihan karena pemandangan di tepi laut dengan jajaran kapal serta gemerlap lampu adalah pelengkap atmosfer romantis yang ingin dibangun. Kalian bisa berjalan sejenak menikmati angin malam lalu bersantai di cafe. Live music juga menjadi hiburan tersendiri sebagai pemanis suasana. Meskipun cukup ramai apalagi saat akhir pekan, kalian tetap bisa menikmati keintiman dengan pintar-pintar mencari restoran atau cafe yang tepat, kecuali jika memang kamu berdua mau menikmati nuansa gemerlap dan hingar bingar.
  11. Kabar gembira travelers !!! Mulai 7 Agutus 2017 nanti maskapai low budget Air Asia akan membuka rute penerbangan direct baru dari Jakarta yaitu tujuan Macau. Tiketnya pun sudah bisa dibook mulai sekarang, loh ! Harga? Karena masih promo, maskapai ini mematok tarif cukup murah yaitu mulai dari IDR 788k persekali jalan. Dengan adanya penerbangan direct ini, apa kamu tertarik untuk menjadikan Macau sebagai pilihan destinasi wisata berikutnya? Ingat ! Macau yang berjuluk ‘The Vegas of the East’ ini tak hanya soal perjudian casino-nya, negara ini juga berhasil menggaet puluhan juta wisatawan juga karena potensi wisatanya itu sendiri. Lantas, apa saja destinasi wisata yang dimiliki Macau? Sebelumnya kamu juga bisa baca artikel tentang hal-hal yang perlu kamu tahu sebelum ke Macau di laman berikut. 1.Reruntuhan St. Paul Bisa dikatakan sebagai ikon atau landmark dan bukit sejarah kuno dari Macau, sisa reruntuhan Komplek St. Paul menjadi destinasi wajib untuk dikunjungi. Satu objek yang wajib pula dijadikan latar berfoto sebagai bukti kamu pernah ke Macau yaitu reruntuhan gereja St. Paul. Reruntuhan yang berupa dinding fasad dari bangunan gereja ini menjadi objek utama. Seperti sebuah monumen, sisi bangunan gereja St. Paul ini menjadi gambaran kemegahan bangunan asli gereja. Ruins of St. Paul via sedwebdigital.com Gereja St. Paul sendiri memang mempunyai cerita panjang. Pertama kali dibangun tahun 1580, gereja ini mengalami kebakaran besar 15 tahun setelahnya. Barulah di tahun 1602 dilakukan rekontsruksi besar-besaran dan baru selesai di tahun 1637. Kala itu gereja ini menjadi satu gereja Katolik terbesar di Asia Timur dengan pembangunan menggunakan batu putih, ukiran dan patung yang detil, serta memiliki kubah besar di bagian atasnya. Tapi kisah kelam kembali terjadi, tepat pada tanggal 26 Januari 1835 terjadi kebakaran hebat akibat topan besar. Hancurlah semua bagian gereja kecuali fasad atau dinding terdepan sebagaimana yang ada saat ini. Kemegahan gereja tampak juga karena sebelum sampai di sisi depan bangunan, kita harus melalui 66 anak tangga. Hal ini membuat gereja atau kini hanya puingnya ini nampak lebih agung karena berada di area lebih tinggi. Berlatar langsung dengan langit, keelokan dan detil puing bangunan juga semakin jelas terlihat. Sebagai sebuah bangunan sejarah dan bukti peradaban yang kaya, sejak tahun 2005, UNESCO bahkan sudah menetapkan Puing St. Paul ini sebagai situs warisan dunia. Karena itu, pemerintah setempat juga begitu serius menjaga peninggalan ikon sejarah dari Macau ini. Senado square via jrnny.com Untuk menuju lokasi St. Paul tentunya bukan hal sulit karena begitu terkenal. Kalian bisa menuju Senado Square dengan menggunakan bus. Senado Square bisa dikatakan alun-alunnya kota tua Macau. Dari sanalah, kalian cukup berjalan kaki sekitar 200 meter saja menuju Reruntuhan St. Paul. Sepanjang perjalanan kalian juga bisa mengeksplore banyak hal karena di sekitaran Senado Square ini berjajar bangunan tua peninggalan Portugis. Toko-toko souvenir dan jajanan juga banyak berjajar dan selalu ramai. Kalian bisa mampir mencoba beberapa yang mungkin menarik, seperti Egg Tart khas Portugis yang sudah menjadi makanan khas di Macau. 2. Fisherman’s Wharf Apa dan seperti apa yang dimaksud Fisherman’s Wharf di Macau ini? Apa hanya sebuah area dermaga? Ternyata kawasan ini adalah sebuah taman hiburan atau Theme park ditepi laut, tak jauh dari Terminal ferry Macau. Didalam Theme Park ini terdapat replika gedung-gedung terkenal dunia. Salah satu yang paling populer ialah replika Colosseum Roma. Replika Colosseum via cwfoodtravel.blogspot.com Menempati area seluas 111.500 meter persegi, theme park ini memilliki beberapa tema dari berbagai negara di seluruh dunia. Tapi 3 tema pokoknya yaitu Dynasti Wharf yang memamerkan sejarah dan budaya Tiongkok terkhusus Dinasti Tang. Ada juga East Meet West yang seperti namanya menampilan percampuran budaya Timur dan Barat di Macau. Ketiga ialah Wharf Legend yang menjadi area rekreasi. Fisherman’s Wharf juga menjadi satu komplek kawasan terpadu dimana didalamnya juga ada tempat perjudian Casino, restoran, toko, dan termasuk Hotel. Karenanya pula, kawasan ini buka 24 jam setiap harinya. Zona eropa kuno via smartface.tv Tapi sayangnya kejayaan Fisherman’s Wharf sudah mulai memudar saat ini. Jika kalian datang, jangan heran jika suasananya akan lengang. Meskipun menjadi komplek lengkap termasuk untuk pecinta Casino, nampaknya Fisherman’s Wharf kalah bersaing dengan lokasi hiburan lain yang lebih modern. Untuk menuju lokasi ini tidaklah sulit. Seperti yang sudah diungkap diatas, Fisherman’s Wharf berada dekat dengan Terminal Ferry Macau. Kalian bisa langsung berjalan kaki saja jika dari pelabuhan ini. Pilihan lain dari berbagai sudut kota ialah dengan menggunakan Bus nomor 1A, 3, 3A, 8, 10, 10A, 10B, 17, 28A, 28B, 28C, atau 32 dan langsung turun di Halte Macau Fisherman’s Wharf. 3. Guia Fortress Benteng peninggalan Portugis di abad ke 17 ini adalah salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Berada di atas Bukit Guia, Sao Lazaro. Benteng ini adalah komplek seluas 800 meter persegi bekas pertahanan militer kolonial yang terdiri atas benteng, Kapel Bunda Maria, serta sebuah mercusuar. Benteng dan kapel dibangun sejak tahun 1622 dan 1638, sedangkan mercusuarnya yang setinggi 91,4 meter dibangun antara tahun 1864 dan 1865. Kapel dan Mercusuar di Guia Fortress via metrotvnews.com Kapel dan Mercusuar bisa dikatakan menjadi ikon utama. Letaknya yang berdampingan membuatnya seolah menjadi satu kesatuan. Kapel Bunda Maria atau Chapel of Our Lady memiliki bentuk yang sederhana dengan bagian atas berupa lengkungan kubah khas gereja-gereja kuno. Meskipun nampak sederhana, tapi detil mural dindingnya cukup menarik perhatian. Pengunjung juga diperbolehkan masuk kebagian dalam setiap hari Selasa sampai Minggu tanpa biaya atau tiket khusus. Sedangkan untuk semua kawasan Guia Fortress sendiri dibuka setiap hari dari jam 09:00 sampai 17:30 yang juga Gratis. Berbeda lagi dengan Mercusarnya, jadwal buka dan dibolehkannya pengunjung masuk hanya berlangsung di tanggal 20 Mei saja setiap tahunnya. Untuk menuju Guia Fortress yang berada di atas bukit setinggi 300 mdpl, pengunjung sudah dipermudah dengan menggunakan Cable car. Beroperasi dari jam 8 pagi sampai 6 sore, kereta gantung ini mematok tarif sebesar 3 MOP untuk sekali jalan atau 5 MOP Pulang-Pergi. Titik awal naik Cable car ialah di luar pintu masuk Flora Garden di Rua do Tunel. Mencapainya bisa naik Bus no.2, 2A, 6, 9, 9A, 18, 18A, 28C, atau 32 dengan tarif bus 3,2 MOP. 4. Kuil A Ma A Ma Temple yang berada di bagian Selatan Semenanjung Makau ini menjadi salah satu pilihan wisata favorit turis. Kuil ini menjadi Kuil tertua di Makau dan juga membuatnya menjadi salah satu bangunan terawal yang ada di sana serta tercatat dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Dibangun pada masa Dinasti Ming sekitar tahun 1488, Kuil A-Ma menjadi lokasi pertama bangsa Portugis mendarat di Macau. Kuil ini juga bahkan dianggap sebagai titik awal dari sejarah Kota Macau. Bahkan nama Macau-pun bersumber dari nama kuil ini dimana dulu ketika orang Portugis menanyakan tempat kuil ini, orang lokal menyebutnya Maa-gok, sehingga orang Portugis mengartikannnya dengan Macau atau Macao. Pelataran luar Kuil A-Ma via wikipedia.org Seperti umumnya Kuil di Tiongkok, arsitektur Kuil A-Ma juga kental akan nuansa Oriental dengan dominasi warna merah. Di pintu masuk, terdapat sebuah batu besar dengan ukiran pelayaran tradisional dan satu lagi dengan ukiran berupa doa kepada dewa. Bagian komplek kuil terdiri dari beberapa pavilion yang ditujukan untuk dewa-dewa yang berbeda. Kesemuanya dihubungkan oleh jalan berputar melewati gerbang khas dengan pintu bentuk lingkaran. Lokasinya yang berada di bukit berbatu, menjadikan komplek kuil akan nampak bertingkat-tingkat. Kuil di titik tertinggi, secara khusus diperuntukan untuk menyembah Kuda Lam. Datang ketingga tahun baru Tiongkok akan memberi pengalaman lebih semarak. Hal ini karena di Kuil A-Ma ini akan ada ritual membakar kemenyan yang dilakukan oleh para remaja putri dan putra. Selain itu, Festival A-Ma juga diselenggarakan pada tanggal 23 dari bulan ke 3 Kalender Tiongkok atau sekitar bulan April-Mei. Untuk menuju Kuil A-Ma, kalian bisa menggunakan Bus TCM nomor 1, 2, 5, 6B, 7, 10, 10A, 11, 18. 21A, 26, 28B, 55, MT4, atau N3 dengan tarif 3,2 MOP dari berbagai halte di Semenanjung Makau. 5. Macau Tower Macau Tower via makemytrip.com Setelah menjelajahi wisata sejarah dan budaya, kita singgah sebentar untuk melihat modernitas yang ada di Macau. Gedung-gedung pencakar langit Macau memang menjadi salah satu daya tarik yang memikat. Melihat langsung skyline Macau menjadi satu aktivitas yang juga paling diburu oleh turis. Nah, kamu bisa melihat keindahan Kota Macau dari ketinggian salah satunya yaitu dari atas Macau Tower. Macau Tower memiliki tinggi 338 meter di dekat perairan laut dan jembatan Sai van. Menara ini memiliki banyak bagian didalamnya dari mulai convention hall, mall, bioskop, restoran, dan yang menarik ialah Observation Deck nya yang berada di ketinggian 223 meter. Observation deck Macau Tower via macautower.com Observation Deck ini memberikan pemandangan 360 derajat dari Macau. Kalian bisa naik kesana dengan membayar sekitar 132 MOP untuk dewasa dan 73 MOP untuk anak-anak. Jam bukanya ialah dari jam 10 pagi sampai 9 malam di weekdays dan jam 9 pagi sampai 9 malam di weekend dan hari libur. Tak Cuma naik dan melihat keindahan Macau dari ruangan Observation Deck, kalian yang bernyali lebih juga bisa mencoba berjalan langsung di area terluarnya alias Skywalk. Kalian akan diberi tali pengaman dan dipandu untuk berjalan mengitari sisi terluar menara dan secara langsung merasakan angin kencang dari ketinggian. Untuk bisa mencoba pengalaman ini, kalian bisa membeli tiket paket sebesar 788 MOP (masuk Macau Tower + skywalk). Sky walk di Macau Tower via macautower.com Mau lebih menantang, ada juga Bungy Jump, Sky Jump, dan tower climb. Mencoba langsung terlempar dari gedung tinggi atau memanjang gedung pencakar langit tentu akan menjadi pengalaman berharga. Tapi tentu untuk ketiga aktivitas ekstreem ini, biayanya juga tak murah yaitu sebesar 3.488 MOP untuk Bungy Jump, 2.288 MOP untuk Tower Climb, dan 2.588 MOP untuk Sky Jump. Harga ini sudah termasuk souvenir, foto dan video dokumentasi yang disimpan dalam USB. Sensasi menarik lainnya juga bisa kamu coba dengan mendatangi beberapa cafe dan restaurant di lantai 60. Cafe ini tak hanya berada di ketinggian, tetapi bisa memutar 360 derajat selama 45 menit untuk satu kali putaran penuh. Artinya kamu bisa menikmati santapan sembari ditemani pemandangan dari udara yang berbeda-beda. Untuk yang satu ini, ada baiknya kamu memesan kursi terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya di website resmi Macau Tower karena peminatnya sangat banyak. Tarifnya ialah mulai dari 300an MOP perorang dengan menu All you can eat. 6. Venetian Macao Via wizardofmacau.com Di Makau tapi mau ngerasain sensasi bak di Venesia? Tepat banget kalau kamu mampir ke Venetian Macao, satu kawasan kasino terbesar, hotel, resort, pusat perbelanjaan dan hiburan. Beralamat di Cotai Strip, Venetian Macao ini adalah ‘saudara’ dari Casino Resort The Venetian di Las Vegas, Amerika Serikat. Kalau kamu mau mencoba bermain Casino, silahkan saja langsung menuju area Casino di lantai 1. Tapi kali ini kita akan membahas soal area rekreasinya yaitu Grand Canal Shoppes. Di area indoor ini, deretan pertokoan dibuat beraristektur khas Eropa Venesia dengan bagian tengah dibuat kanal persis Kota Venice di Italia. Meksipun indoor, lukisan langit dan pencahayaan dibuat sealami mungkin sehingga pengunjung seolah berada di luar ruang. Gondola di area Grand Canal Venecian Macao via stylistalyssa.com Tak lengkap tentunya jika hanya berjalan menikmati suasananya saja tapi tidak mencoba naik gondola. Ya, ciri khas utama Venice yaitu Gondola tentu menjadi atraksi wisata yang menarik. Tak hanya perahunya yang dibuat mirip. Pendayung Gondolanya juga asli orang eropa, berpakaian khas garis biru putih, bertopi, dan akan bernyanyi sepanjang perjalanan. Untuk bisa menikmati pengalaman naik gondola ini, kalian harus membayar tiket seharga 118 MOP perorang. Satu gondola berisis maksimal 4 orang, jadi kalau kalian tidak berempat, bisa saja satu gondola diisi oleh pengunjung lain juga. Jika tidak mau alias ingin lebih privasi, kamu bisa menyewa satu gondola dengan tarif 472 MOP. 7. City of Dream Masih belum puas dengan kemewahan Venetian Macao? Silahkan menyinggahi juga City of Dream yang berada tepat di depan Venetian Macao. Jika Venetian Macao punya Grand Canal yang membuat kita seolah berada di Venesia, maka City of Dream terkenal akan atraksi aquarium raksasanya, Dragon Bubble Show, dan Dancing Water Theatre. Bisa dikatakan sebagai pusat hiburan berbalut teknologi tinggi. Vquqrium via matthewniederhauser.com Di pintu masuk City of Dream, kita akan langsung disambut Aquarium raksasa tersebut yang berlatar proyektor. Disebut dengan Vquarium, perpaduan aquarium dan video hasil teknologi mutakhir ini memiliki tinggi 6,7 meter dan lebar 19 meter. Dari dinding aquarium ini akan tampil video putri duyung yang seolah nyata tengah berenang bersama ikan-ikan. Bagi anak-anak, atraksi ini pasti sangat menarik. Dragon Treasure via domeprojection.com Berikutnya Dragon Bubble Show atau Dragon Treasure. Ini adalah pertunjukan video dengan layar super raksasa mengelilingi setiap sisi ruangan yang berbentuk setengah bola. Menggunakan teknologi 3D, penonton akan dibuat terpukau karena seolah berada di setting asli video. Apalagi didukung dengan sound mutakhir, efek cahaya, dan multimedia lain menjadikan pertunjukan ini tak akan membuat bosan. Sebelum pertunjukan 3D ini, penonton akan disuguhkan dulu dengan sebuah pertunjukan Dancing water. Untuk pertunjukan Dragon Treasure ini, kalian bisa langsung datang ke level 1 City of Dream antara jam 12 siang sampai 6 sore, lalu dilanjutkan jam 7 sampai 10 malam. Durasi pertunjukan sendiri berlangsung selama sekitar 30 menit. Harga tiket masuknya sendiri cukup terjangkau yaitu sebesar 30 MOP.
  12. Kabar gembira travelers !!! Setelah akan direncanakannya pembukaan rute baru maskapai Air Asia dari Jakarta ke Tokyo, ternyata mulai 7 Agutus nanti maskapai low budget ini juga akan membuka rute penerbangan direct baru dari Jakarta yaitu tujuan Macau. Tiketnya pun sudah bisa dibook mulai sekarang. Ya, jika sebelumnya jika kita mau ke Macau harus via Kuala Lumpur, sekarang kita bisa mempersingkat waktu. Tak perlu transit dan biayanyapun bisa lebih murah. Berdasarkan beberapa webstie resmi air asia, harga awal yang mereka tawarkan untuk penerbangan Jakarta-Macau bulan Agustus ialah mulai dari IDR 788k. Penawaran harga per Mei 2017 Dengan adanya penerbangan direct ini, apa kamu tertarik untuk menjadikan Macau sebagai pilihan destinasi wisata berikutnya? Ingat ! Macau tak hanya soal perjudian casino-nya, kota ini juga berhasil menggaet puluhan juta wisatawan juga karena potensi wisatanya itu sendiri. Lantas, seperti apa potensi yang dimiliki Macau? yuk kita kenali dulu kota ragam pesona ini ! 1.Seputar Macau Sama seperti Hongkong, sejak tahun 1999 Macau juga merupakan Daerah Administratif Khusus dari Negara Tiongkok. Artinya, beberapa urusan diurus langsung oleh Pemerintahan Macau kecuali tanpa tergantung dengan negara Tiongkok atau mirip dengan sistem Otonomi. Tampak udara Makau via cina.panduanwisata.id Macau atau Macao selama lebih dari 400 tahun ada di bawah jajahan Portugis. Barulah di tahun 1999 tersebut, terjadi penandatanganan perjanjian antara Tiongkok dan Portugal untuk membebeskan Makau dan Hongkong. Hal itulah yang membuat Makau banyak terpengaruh dengan Portugis seperti bahasa dan budaya. Bukti fisik juga bisa dilihat dari peninggalan bangunan-bangunan kolonial yang hingga kini masih terawat dan bersanding dengan bangunan-bangunan pencakar langit modern. Karena itu pula, Makau sering disebut sebagai ‘kota masa lampau dan masa depan’. Peta Macau via maps-of-the-world.net Letak Makau sendiri berada di sisi Tenggara daratan Tiongkok atau sekitar 70 km sebelah Barat Daya Hong Kong. Kawasan darat Makau sangat kecil yaitu hanya sekitar 30 km persegi dengan penduduk sekitar 643 ribu jiwa. Selain daratan utamanya yang menyatu dengan daratan Tiongkok, Makau punya dua pulau lain yaitu Taipa dan Coloana, tetapi keduanya kini dihubungkan oleh pulau buatan yang disebut Cotai sehingga ketiganya nampak menjadi seperti satu pulau tersendiri. Untuk mengubungkan pulau tersebut dan daratan utama Makau maka dibuatlah 3 buah jembatan. 2. Mata Uang Bukan Yuan atau Dollar, Macau punya mata uangnya sendiri yaitu Pataca atau disingkat MOP. Per awal Mei 2017 ini, nilai tukar 1 MOP ialah sebesar sekitar 1.660 IDR. Lantas apa hanya MOP yang bisa dipakai? Ternyata tidak ! Di Macau kalian bisa menggunakan mata uang Yuan (CNY) ataupun Dollar Hongkong (HKD). Menariknya, karena nilai ketiganya tidak berbeda jauh, jadilah ketiga mata uang ini dianggap memiliki nilai tukar yang sama. Artinya 1 MOP sama saja dnegan 1 CNY dan sama saja pula dengan 1 HKD. Tapi perlu diketahui bahwa jika di konversi ke Rupiah, ketiganya memiliki nilai yang berbeda. Justru MOP punya tukaran terendah terhadap rupiah, sedangkan jika 1 CNY per Mei 2017 ini ialah sebesar 1.930 IDR, sedangkan 1 HKD ialah sebesar 1.711 IDR. Artinya, kita akan lebih untung jika menggunakan mata uang MOP saja. Bayangkan jika membeli barang seharga 10 MOP yang jika dirupiah sekitar 16.600an, tapi jika kamu pakai Yuan maka barang itu seharga 19.300an. Selain itu, jika kita membayar pakai HKD atau Yuan dan ada kembaliannya, maka sudah bisa ditebak bahwa pedagang akan mengembalikan kembaliannya pakai mata uang MOP. Yang artinya lagi, kita mendapat kembalian yang nilainya lebih kecil dari semestinya. 3. Transportasi Umum Pilihan transportasi umum yang bisa digunakan di Macau ialah Bus. Moda angkutan massal ini menjadi yang termurah, mudah ditemui, dan menjangkau banyak titik. Apalagi Macau yang tidak begitu luas, tentunya Bus bisa dikatakan sudah menjadi solusi untuk mobilitas. Setiap trayek ditandai dengan nomor bus. Di setiap halte juga akan ada petunjuk nomor bus apa saja yang akan berhenti di halte itu termasuk trayek atau jalur yang dilaluinya. Tapi yang sering menjadi kesulitan utama ialah penggunakan aksara dalam petunjuknya. Macau umumnya hanya memakai tulisan Mandarin dan Portugis, ditambah lagi warganya yang sedikit dapat memahami bahasa Inggris. Jadilah ketelitian kita masing-masing harus sangat diandalkan. Bus di Macau via cptdb.ca Tips terbaik agar tidak salah ialah kalian harus sudah menyiapkan itinerary kemana saja tujuan yang akan didatangi. Setibanya di Macau baik bandara atau pelabuhan, langsung saja ke Tourism office untuk meminta peta yang tentunya gratis, di peta ini sebenarnya sudah ada juga keterangan halte bus, nomor dan tujuannya. Tapi untuk meyakinkan kalian bisa langsung tanyakan ke petugas yang ada. Tarif bus sendiri ialah bekisar di angka 3,2 sampai 5 MOP tergantung jalur dan dari mana halte awal kalian masuk. Ya, tarif bus di Macau bukan hanya dihitung berdasarkan jauh atau jarak perjalanan, melainkan juga berdasar halte bus yang anda naiki. Halte khusus area di semenanjung Macau misalnya memiliki tarif tiket 3,2 MOP, sedangkan jika menyebrang menuju Taipa maka bus yang digunakan ialah bertarif 4,2 MOP. Jangan lupa juga untuk menyiapkan uang pas karena tidak akan ada kembalian untuk kelebihan pembayaran. Ketika masuk bus dari pintu depan akan ada kotak tempat pembayaran. Disana juga tertulis tarif yang harus dibayar. 4. Akomodasi Sebagai sebuah ‘Kota Perjudian Dunia’, rasanya terbayang sudah betapa glamornya kehidupan di Macau. Tapi ternyata itu tidak juga benar meskipun tidak juga salah. Macau terbilang sama saja dengan kota-kota besar lain seperti Hongkong. Justru jika sepintas dilihat, Hongkong jauh lebih mewah. Intinya, kemewahan dan kehidupan hedon ya khusus untuk mereka yang mau saja. Kalau tidak, kamu masih bisa melakukan wisata hemat kok di Macau. Nam Pan Guesthouse via tedveller.com Akomodasi misalnya. Macau masih punya beberapa penginapan bertarif rendah sekelas hostel atau guesthouse. Beberapa contoh yang mungkin bisa menjadi referensi ialah San Va Hospedaria di Rua Da Felicidad dengan tarif mulai dari 160 MOP permalam. Karena merupakan bangunan tua di jalan kecil, Guesthouse ini nampak tidak begitu menarik. Kamar mandinya pun diluar kamar alias shared bathroom. Tapi bagi backpackers, tentu hal itu bukan menjadi kendala. Selagi murah dan masih layak, kenapa tidak? Berikutnya ada juga Penginapan Nam Pan yang beralamat di Avenida de D. Jaoi IV no. 8.20 Andar. Sama seperti penginapan San Va, Nan Pan juga nampak tidak begitu menarik dari tampak bangunannya. Lagi-lagi, ada rupa ada harga. Penginapannya berada di lantai 3 sehingga kita harus naik tangga dahulu untuk naik. Di lantai 3 inilah ruang reservasi dan kamar tersedia. Meskipun kecil tapi suasananya terbilang sangat nyaman dan bersih. Pelayannya pun sangat ramah. Untuk yang satu ini, tarifnya mulai dari 280 MOP permalam untuk single room, 380 MOP untuk double room, 480 MOP untuk triple beds room, dan 580 MOP untuk four beds room. Harga ini naik masing-masing 100 MOP jika kalian datang di hari atau musim liburan. Kedua diatas hanya contoh untuk tipe hostel atau guesthouse. Sedangkan kalau kamu mau yang lebih nyaman, maka Hotel tentu menjadi pilihannya. Sebagai bayangan, hotel bintang 2 misalkan tarif terendahnya mulai 600 MOP. Untuk hotel tentu tidak sulit mencarinya, mau di jalan besar maupun kecil ada sangat banyak hotel di Macau. Tapi tentu cara terbaik ialah browsing dan booking terlebih dahulu. 5. Kuliner Halal Golden Peacock, salah satu restoran Halal di Macau via rebeccasaw.com Bagaimana untuk urusan makanan halal? Ternyata meskipun perjudian menjadi identitas dari Macau, kaum Muslim tetap bisa berwisata dengan nyaman disini. Beberapa restoran halal tersedia di beberapa titik. Kalian bisa melihat logo Halal yang terpampang di depan restoran sebagai identitas bahwa Restoran tersebut menyediakan masakan halal. Beberapa contoh restoran halal tersebut ialah Taste of India di kawasan Fisherman’s Wharf. Seperti namanya, menu makanan utama yang disediakan di rumah makan ini ialah masakan khas India seperti Nasi Briyani, masala, chikken tikka, naan, Indian Tea, dan lainnya. Ada juga di R. Do Teatro, dekat Senado Square, sebuah restoran halal yang menyediakan menu makanan yang sangat beragam dari mulai makanan khas Tiongkok hingga Timur Tengah. Nama restoran ini ialah Loulan. Selain dua diatas, ada juga rekomendasi lain yaitu Golden peacock, Indian Kitchen, Xin Yue MuSiLin, Indian Spice, dan sebuah restoran khas Indonesia bernama Cafe Enak San Ma Lou dan Loly Indonesian Food. --- baca bagian 2 di sini
  13. Jika berbicara soal Republik Ceko, maka tentu yang terbayang ialah keindahan dan eksotisme Kota Praha yang begitu terkenal seantero dunia. Praha atau Prague memang menjadi ibukota negara yang berhasil mencuri perhatian turis untuk datang sepanjang tahunnya. Tapi jangan lupa juga bahwa Ceko atau Czech tidak hanya soal Praha. Republik yang pernah dikuasai rezim Komunis ini masih punya segudang kota atau tempat lain yang tak kalah menariknya. Selain Praha, masih ada 13 wilayah bagian lain yang siap dieksplore. Apa dan dimana saja daya tarik wisata tersebut? 1. Kastil Karlstejn Kastil Karlstejn via traveltipy.com Mencoba sedikit keluar dari Kota Praha, kalian bisa menuju 30 km arah Barat Daya yaitu ke Cesky Kras 267, desa Karlstejn. Di daerah ini, kalian bisa menyambangi sebuah kastil yang berada di atas sebuah bukit. Kastil bernama sama dengan desanya yaitu Karlstejn, merupakan kastil bergaya Gothic terluas yang dibangun tahun 1348 Masehi oleh Kaisar Romawi, Charles IV. Dulunya, Kastil Karlstejn ini menjadi tempat penyimapanan harta kekasiatan dan permata mahkota Bohemia. Dari Praha, kalian bisa menggunakan kereta lokal bernama Ceske Drahy menuju Karlstejn. Tarifnya sangat terjangkau yaitu 40 CZK. Sesampai di stasiun kereta api Karlstejn, untuk menuju komplek kastil berjarak sekitar 2 km. Cukup jauh memang tapi untuk berjalan kaki jika kalian punya tenaga rasanya masih sangat menyengkan karena pemandangannya yang tidak membosankan. Apalagi toko-toko makanan dan souvenir banyak tersedia sehingga kalian bisa mampir kesana kemari. Tapi jika kamu tidak mau berjalan, ada juga minibus berbayar yang disediakan oleh salah satu operator travel setempat. Membahagiakannya, untuk masuk area komplek kastil, pengunjung tidak perlu membayar. Tiket hanya diperuntukan kalau pengunjung mau masuk ke bangunan yang sekarang berfungsi sebagai museum sejarah kastil dan Desa Karlstejn. 2. Bohemian Paradise Geopark Bohemian Paradise via unexploredparadises.eu/ Mau merasakan senasi lain dari Ceko selain kekayaan seni dan peninggalan sejarah? Cobalah ke Bohemian Paradise yang berlokasi di Cesky Raj, sekitar 90 km arah Timur Laut dari Ibukota Praha. Ini adalah kawasan alami alias cagar alam pertama di Republik Ceko. Menempati area seluas 182 km persegi, Bohemian Paradise tercatat sebagai Geopark UNESCO. Keunikan dari area berbukit ini ialah batuan alam raksasa yang menempatinya. Pengunjung bisa naik ke bukit batu dengan cukup aman karena ada jalur tangga yang sudah disediakan oleh pengelola. Dari atas bujit ini, pemandangan luasnya hutan, padang rumput, bebatuan raksasa, dan permukiman warga menjadi suguhannya. Benteng Trosky di Bohemian Paradise via wikipedia.org Bukan Cuma melhat panorama lanskap alam, di puncak salah satu bukit di Bohemia ini juga ada satu ikon yaitu sebuah benteng bernama Trosky. Bukan sebuah benteng utuh melainkan saat ini hanya tinggal reruntuhannya saja. Bangunan benteng didirikan pada paruh kedua abad ke 14. Khusus untuk masuk ke benteng yang hancur akibat letusan gunung api ini diperlukan biaya masuk sebesar 80 CZK untuk dewasa dan 60 CZK untuk anak dibawah 15 tahun. Kunjungan diizinkan dari jam 9 pagi sampai sekitar jam 4 atau 5 sore (tergantung musim). Hari kunjungan juga berbeda yaitu Bulan April dan Oktober dibuka hanya Hari Sabtu dan Minggu, Mei-Juni dan September buka di hari Selasa sampai Minggu, sedangkan Juli – Agustus buka setiap hari. 3. Cesky Krumlov Desa Cesky Krumlov via worldfortravel.com Tak lengkap rasanya jika pergi keluar ibukota tapi tidak sekalian merasakan kehidupan warga kota kecil atau bisa dikatakan pedesaannya. Nah, jika kamu tertarik untuk menyambangi kota-kota kecil di Ceko, mungkin Cesky Krumlov bisa masuk dalam pilihan. Kota ini berada di bagian Barat Daya daratan Ceko tepatnya sekitar 170 km arah Selatan dari Praha. Mencapainya dari Praha, kita harus menuju Ceske terlebih dahulu, baru kemudian melanjutkan dengan kereta api yang langsung menuju Ceske Krumlov atau orang setempat mengenalnya juga dengan nama Bohemian Crumlay. Kota di ketinggian hampir 500 mdpl ini hanya seluas 22,16 km persegi dan dihunia 14 ribu orang ini telah dibangun sejak tahun 1253. UNESCO bahkan menjadikannya sebagai salah satu Situs Warisan Dunia sejak tahun 1992 silam. Ini artinya Kota Cesky Krumlov memang memiliki keunikan. Lantas apa saja yang bisa dieskplore? Cesky Krumlov memiliki peninggalan sejarah budaya yang kaya. Di kota ini ada benteng bernama sama yaitu Cesky Krumlov yang dulunya sebagai istana. Didalam benteng ini juga masih ada Gereja St. Vitus dengan arsitektur gaya Gothic peninggalan abad ke 15. Taman-taman istana bergaya Rococo dan teater bergaya Boroque juga masih menjadi bagian di dalam komplek benteng yang bisa dieksplore. Festival Mawar di Cesky Krumlov via czechtourism.com Mau merasakan kemeriahan? Datanglah saat musim panas, jika kebetulan kalian datang di musim panen mawar, maka kalian bisa melihat Five-Petaled Rose Festival. Festival budaya ini akan menyulap Kota Cesky Krumlov menjadi bak desa abad pertengahan karena akan dipenuhi dengan pengrajin, seniman, musisi, dan warga lokal yang memang menggunakan kostum adat khas abad pertengahan. Mereka juga akan menampilkan tarian dan pertunjukan rakyat lain. Ada juga Festival Musik Internasional yang biasanya berlangsung di bulan Juli hingga Agustus. Event ini akan mengundang para musisi dunia dari berbagai genre atau aliran musik. Tak cukup di dua festival saja, ada juga Festival Blues, rock, dan Soul Open Air Krumlov yang berlangsung di akhir Juni. 4. Taman Nasional Podyji Mau merasakan tantangan lebih jauh lagi? Ya, jika kamu memang punya alokasi waktu yang banyak dan memang memburu wisata alam, tak ada salahnya juga menuju arah ter-Selatan daratan Ceko yang berbatasan dengan Negara Austria, tepatnya di Region South Moravian. Podyji National Park via traveltipy.com Podyji, itulah nama taman nasional yang berada di ketinggian antara 200-526 mdpl ini. Mencakup area seluas 63 km persegi, Podyji merupakan kawasan lembah dengan Sungai Dyje sebagai aliran air utama. Keindahan dari taman nasional satu ini ialah hutan alam lembab yang sangat alami. Beda musim, maka tentu nuasanyapun akan berbeda pula. Bagi wisatawan yang mau masuk dan berkeliling, tidak ada biaya atau tiket khusus selain tentunya harus izin di gerbang masuk kawasan. Pengunjung bisa menggunakan mobil untuk melintasi hutan lebatnya. Jika kamu memang suka tantangan, memilih untuk berjalan kaki atau bersepeda juga sangat direkomendasikan. Terdapat track khusus yang sudah disediakan untuk memberi kenyamanan. 5. Adrspach Masih mau dengan keunikan alam lain? Bergeserlah ke Timur Laut distrik Bohemia, di dekat perbatasan negara Ceko dengan Polandia. Dari Praha, jaraknya sekitar 170 km dan bisa ditempuh dengan menggunakan bus atau kereta api tujuan akhir stasiun Teplice nad Metuji. Gerbang memasuki Adrspach via slavorum.org Disana ada formasi bebatuan alam raksasa yang menakjubkan. Menempati area seluas 17 km persegi, kawasan ini bahkan sudah dijadikan cagar alam nasional Republik Ceko. Memasuki gerbang awal saja, dijamin pengunjung akan dibuat penasaran. Sebuah gerbang dibuat diantara dua tebing batu super tinggi. Pengunjung akan melalui lorong diantara dua tebing tersebut sebelum akhirnya melihat langsung betapa menakjubkannya Adrspach. Via trekearth.com Memang sangat menarik, dikawasan luas terbuka pada ketinggian sekitar 550 mdpl, kalian akan melihat pemandangan berupa batu-batu super besar dan tinggi yang tersebar baik sebagian berkumpul seperti bukit ataupun terpisah-pisah. Pengunjung yang datang, bisa menikmati keunikan Adrspach dengan mengikuti jalur wisata yang sudah tersedia. Bahkan bagi pemanjat tebing, bebatuan ini juga sangat cocok dijadikan lokasi menguji kemampuan. Tak hanya soal bebatuan alamnya, kawasan alam Adrspach juga menjadi area perlindungan elang terbesar di Eropa. Karenanya, beberapa bagian kawasan ini terlarang bagi pengunjung untuk menjaga kelestarian elang. 6. Kota Brno Sebagian tampak udara Brno via keywordsuggests.com Puas dengan wisata alam, mari kita kembali ke wisata kota. Kali ini kita menuju kota terbesar kedua din Ceko setelah Praha tentunya yaitu Kota Brno. Kota yang berjarak sekitar 200 km arah Tenggara Praha ini, terletak di persimpangan Sungai Svitava dan Sungai Svrata. Kota yang menjadi pusat administrasi dari region Moravia Selatan ini juga menarik sebagai tujuan wisata karena ada ratusan bangunan berarsitektur menarik, ikonik, dan bersejarah. Gedung Peradilan contohnya, bangunan ini menjadi salah satu ikon dari Brno. Kenapa mesti peradilan? Ternyata Brno memang dikenal sebagai pusat peradilan negara Ceko. Semua badan peradilan dari Konstitusi, Pengadilan Tinggi, hingga Pengadilan Administrasi berada di kota berpenduduk sekitar 400 ribu jiwa ini. Tampak dari Kejauhan Cathedral St.Peter and Paul via anthonyhennen.wordpress.com Ada juga Katedral St. Peter and Paul, sebuah bangunan tua abad 14 dan 15 dengan gaya neo-Gothic yang tercermin kuat dalam dua menaranya. Di tengah pelataran sebuah Pasar Sayur juga ada patung/fountaim yang sangat menarik bernama Parnas. Fountain ini berbentuk tumpukan batu dan dibagian atasnya nampak patung seorang tokoh. Ternyata fountain yang dihiasi air mancur ini juga sudah berusia tua karena dibangun pada tahun 1693 sampai 1695. Masih belum puas? Sambangi juga Old Town Hall, sebuah balaikota lama Brno. Bangunan dengan menara ini juga sangat instagramable untuk didatangi. Menariknya, pengunjung juga boleh naik ke atas menara dan dari sana banyak ikon kota yang bisa dilihat. Brno Astronomical Clock via czechtourism.com Tak cukup disitu, ternyata Brno juga punya jam astronomi layaknya di Praha seperti yang pernah kita bahas di artikel sebelumnya. Tapi jangan bayangkan Jam astronomi di Brno ini mirip dengan yang di Praha, karena nyatanya keduanya sangat jauh berbeda. Brno Astronomical Clock yang berada di pelataran utama Kota Brno yaitu Namesti Svobody ini, justru jika dilihat hanya seperti sebuah monumen tinggi besar seperti peluru berwarna hitam. Cara membacanya pun sangat-sangat sulit bagi orang awam. Spilberk Castle via pinterest.com Jangan lupakan juga bahwa Brno-pun punya benteng yang juga menjadi ikon utama. Namanya Spilberk Castle. Benteng ini dibangun pada abad ke 13 dengan arsitektur gaya Gotik-Romanis oleh Raja Premyslid dan diselesaikan pada masa Raja Bohemia, Ottokar II. Lokasinya yang berada di atas sebuah bukit berpohon lebat membuat bentang ini sangat mencolok perhatian. Bagi pengunjung yang ingin datang diperkenankan dari hari Selasa sampai Minggu jam 10 pagi sampai 6 sore. 7. Kota Trebon Masarky Square via skillzone.cz Kota kecil di 140 km arah Selatan ibukota Praha ini juga merupakan kota kuno yang berdiri sejak abad ke 12. Kota bernama Trebon ini hanya berpenduduk sekitar 8.800 jiwa dengan sektor pariwisata dan pertanian sebagai unggulan ekonominya. Ya, kota ini juga punya lahan perkebunan yang luas bahkan memang awalnya kota ini dikembangkan dari perkebunan dan budidaya tambak ikan. Area perkebunan menjadi satu destinasi menarik bagi wisatawan. Nuansa pedesaan yang tenang bisa menjadi tujuan yang tepat kalau kamu mau mencari atmosfer berbeda dari hiruk pikuk khas kota-kota besar Eropa. Trebon juga punya alun-alun sebagai ikonnya. Bernama Masarky Square, pelataran memanjang yang dikeliling oleh bangunan-bangunan bertingkat dengan arsitektur khas Eropa ini menjadi lokasi favorit warga untuk berkumpul. Mereka biasa menikmati sore disana karena memang sangat nyaman dan banyak cafe untuk bersantai. Bagi turis juga sangat menarik karena cantik untuk dijadikan latar foto. 8. Kutna Hora Sedikit lebih dekat dengan Praha yaitu sekitar 80 km arah Timur, Kutna Hora menjadi kota yang juga layak untuk disinggahi. Kota kecil yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke 13 ini memiliki objek wisata yang cukup banyak. St. Barbara Church via flickr.com/photos/missus_magik Gereja St. Barbara misalkan. Memiliki arsitektur gaya gothic, Gereja Katolik Roma ini sangat terciri dari elemen meruncing di sisi kanan dan kiri bangunan. Bangunan gereja sendiri sebenarnya sudah mulai dibangun sejak tahun 1388, tetapi hingga tahun 1900an, gereja ini tidak juga terbangun sempurna. Barulah setelah tahun 1900an itu gereja ini kembali dibangun dibawah arahan arsitek J. Mocker dan L.Labler. Sedlec Cathedral via wikipedia.org Gereja yang juga tak kalah bersejarah dan populer ialah Gereja Sedlec atau nama resminya yaitu The Church of the Assumption of Our Lady and Saint John the Baptist. Berarsitektur gaya baroque-gothic, gereja ini juga masuk dalam situs warisan dunia. Nampak luar, gereja ini dihiasi oleh jendela-jendela tinggi di setiap sisinya dan di dua lantainya. Gaya Gothic sendiri kental terasa di bagian depan atau pintu utama gereja sehingga tampak lebih menonjol. Dimensinya yang tinggi membuat kemegahan gereja ini semakin terasa ketika kita masuk ke bagian dalamnya. Tidak terlalu banyak ornamen dan warna, kepoloksan justru membuat interior gereja nampak megah karena menjulang begitu tinggi. Ruang utama menjadi seperti lorong yang mengagumkan. 9. Kastil Hluboka Komplek Kastil Hluboka via wikipedia.org Kembali dengan wisata Kastil atau Benteng, kali ini yang berada di Hluboka nad Vltavou. Kota di ketinggian 394 mdpl ini berada sekitar 140 km dari ibukota Praha dan bisa dituju dengan menggunakan bus. Kastil Hluboka sangat direkomendasikan sebagai tujuan untuk wisata karena kastil ini dianggap sebagai salah satu yang terunik dan terindah. Dibangun pada pertengahan abad ke 13, Kastil Hluboka didominasi oleh warna putih khas kastil-kastil eropa. Bangunannya tinggi, besar, dan luas sehingga bisa dilihat dari banyak sisi dengan karakter bentuk yang berbeda-beda. Komplek kastil juga dikelilingi oleh taman-taman yang indah dan tertata. Menyambanginya, kita seolah berada di istana-istana negeri dongeng. Apalagi kastil ini tidak terlalu padat kunjungan terutama di hari kerja sehingga kalian bisa bebas menikmati nuansa mewah bak raja dan ratu istana. Kastil Hluboka sendiri buka setiap hari kecuali Senin dari jam 9 pagi sampai sekitar jam 5 sore. Biaya atau tiket masuknya ialah sebesar 130 CZK untuk dewasa dan 70 CZK untuk pelajar dan anak dibawah 15 tahun. Penawaran spesial juga diberikan untuk keluarga yang terdiri atas 2 orang dewasa dan maksimal 3 anak-anak yaitu biaya tiketnya hanya 320 CZK.
  14. Iya... dampingan ama ampera jalur LRT nya....haha @dhonnies masih ada Kampung Al Munawar tuh yg skrg lg hits... udah didtengi MTMA jg link
  15. Di artikel sebelumnya (baca disini) kita sudah membahas petualangan di Praha pada hari pertama dan kedua. Kali ini kita lanjutkan dalam perjalanan di hari ke tiga. Seperti yang sudah kita bahas di bagian 1, pada hari pertama dan kedua adalah saat dimana kita mengunjungi destinasi utama atau unggulan. Makan di hari terakhir ini, kita akan menunjukkan beberapa pilihan destinasi. Kalian bisa memilih beberapanya yang memang paling sesuai minat. Kemana saja itu Hari 3 9. Lennon Wall Jika kalian tidak berniat turut dalam paket tur Prague Riverside Parties yang sudah dibahas di artikel bagian 1, dimana dalam paket tur tersebut memasukan Lennon Wall sebagai salah satu tujuannya. Maka kalian bisa juga tetap datang ke lokasi ini dihari ketiga. Berada di Velkopresvorska namesti, di dekat tepi sungai Vlvtava sisi Barat, kalian bisa mencapainya dengan naik Trem no. 12, 20, 22, atau 23 dari Stasiun Metro Malostranska. Lalu turun di Halte Malostranseke namesti atau Hellichova sebagai halte terdekat dengan Velkopresvorska namesti. Salah satu bagian The Lennon Wall via Foreigners.cz Dinding Lennon ini adalah dinding memanjang yang dihiasi oleh lukisan. Ya, sama dengan seni grafiti jalanan kurang lebih. Hal yang membuat The Lennon Wall berbeda ialah sejarahnya. Dinamakan Lennon karena dinding ini memang awalnya diisi dengan grafiti dan lukisan John Lennon yang terinspirasi dari lagu-lagu The Beatles. Grafiti pertama sendiri awalnya dimulai sejak tahun 1980an dan terus berlanjut. Bahkan di tahun 1988, tembok itu akhirnya menjadi media untuk menyampaikan keluhan atau aspirasi pemuda-pemuda Ceko. Kegiatan menulis keluhan di dinding ini bahkan memiliki istilah khusus yang disebut ‘Lennonisme’. Lebih dari itu, The Lennon Wall juga dianggap menjadi inspirasi Revolusi Velvet yang tanpa adanya kekerasan di Ceko pada tahun 1989. Sekarang, dinding ini begitu penuh dengan lukisan dan tulisan. Bahkan karena sudah tidak ada ruang, lukisan yang lama akan hilang dengan sendirinya karena sudah ditertutup dengan yang baru. Bagi warga Ceko, Lennon Wall adalah simbol cita-cita akan kedamaian dan cinta kasih global. Berfoto di sepanjang Lennon Wall tentu akan sangat menarik, bahkan kalian juga bisa turut menuangkan ide disana melalui lukisan atau tulisan. 10. Vysehrad Castle Tampak udara Komplek Kastil Vysehrad via VisitPraha.cz Selain Prague Castle, ada juga benteng yang dibangun 70 tahun setelahnya yaitu Vysehrad. Nama Vysehrad sendiri dalam bahasa Ceko berarti Kastil yang berada diketinggian. Memang Vysehrad juga berada di atas bukit di daerah V Pevnosti. Awalnya, di komplek ini hanya dibangun sebuah Gereja dan Benteng pos perdagangan. Barulah di tahun 1085, pangeran dinasti Premyslid yaitu Vratislav II membangun kastil. Pada saat itu selama 40 tahun, Kastil Vysehrad ini menjadi kastil utama di Praha. Namun kemudian berpindah atau kembali lagi ke Prague Castle. Saat ini memang kastil di dalam kawasan benteng sudah hancur akibat perang. Namun tetap masih ada banyak hal yang bisa dinikmati. Terdapat 5 museum dan galeri yang ada dan bisa dikunjungi. Tapi di 2 museum yaitu Vysehrad brick gate dan Vysehraf case mate pengunjung yang mau masuk harus menunggu tur yang diadakan setiap satu jam sekali. Harus turut dalam tur karena museum ini tidak hanya berisi diorama, melainkan ada juga pemutaran video visual yang akan menerangkan sejarah Praha dan benteng-benteng yang pernah ada. Kapel St. Rotunda via wikipedia.org Jangan lewatkan pula menyambangi Gereja St. Peter and Paul, Pemakaman kuno para seniman, komposer, penulis, dan tokoh penting lain, ada juga Kapel tertua di Praha yang bernama St.Rotunda, dan beberapa patung yang ada di area taman kastil. Karena berada di atas bukit, maka pengunjung juga bisa menikmati keindahan pemandangan Kota Praha dari ketinggian. Apalagi Vysehrad ini terbilang tidak seramai objek wisata lain di Praha, jadi kalian bisa bebas berkelilng dan berfoto narsis. 11. Bukit Petrin Stasiun Fernicular menuju puncak bukit via www.fototuristika.cz Masih dengan bukit, kali ini di Bukit Petrin yang hanya berjarak sekitar 6 km saja dari Vysehrad. Tapi jika Vysehrad berada di sisi Timur Sungai Vltava, maka Petrin berada di sisi Barat dan berjarak sekitat 130 meter saja dari tepi sungai. Bukit yang puncaknya setinggi 327 meter ini memiliki daya tarik dari taman-taman, Hunger wall : sebuah dinding yang dulu berfungsi seperti benteng pelindung, dan sebuah menara mirip Menara Eiffel mini. Untuk menuju puncak bukit, selain dengan mendaki sendiri, kalian bisa memilih menggunakan kereta atau funicular. Titik start atau stasiun fernicular ini berada di Halte Tram Ujezd atau Tram nomor 12, 22, dan 23. Kereta angkut ini berangkat setiap hari dari jam 9 pagi sampai 11:30 malam dengan durasi perjalanan sekitar 15 menit. Tarifnya sendiri yaitu sebesar 26 CZK. Bersantai di taman dengan latar Petrin Tower via wikimapia.org Menaiki menara yang dikenal dengan nama Petrin Tower ini menjadi hal yang tak boleh dilewatkan. Untuk menaiki puncaknya yang memiliki tinggi 63,5 meter, kamu tak perlu mengeluarkan biaya alias gratis. Tetapi kalian harus menyiapkan tenaga ekstra karena harus melalui 299 anak tangga yang artinya cukup membuat lelah. Tapi tentunya sesampainya diatas, pemandangan yang tersuguh akan sangat menawan. Sensasi ketika ada goyangan akibat angin dan banyak pengunjung juga mungkin bisa menjadi pemacu adrenalin tersendiri. 12. Prague National Gallery Salah satu bagian ruang Galeri Nasional Praha via prague-me.cz Jika kalian tertarik juga dengan pameran seni, maka tak ada salahnya menjadikan National Gallery of Prague sebagai pilihan. Galeri atau Museum seni yang sudah didirikan sejak tahun 1796 ini menjadi salah satu museum terbesar di Eropa Tengah. Alamatnya berada di Veletrzni Palac, Dukelskych hrdinu 47. Ragam koleksi yang tersedia di Galeri Nasional ini mencakup berbagai jenis karya dari berbagai seniman terkenal seperti Picasso, Monet, Van Gogh, Renoir, Munch, dan lainnya. Beberapa karya seniman bahkan ditempatkan di satu ruang sendiri sehingga pengunjung bisa lebih fokus. Dibuka setiap hari kecuali Senin dari jam 10 pagi sampai 6 sore, pengunjung dikenalan tarif masuk sebesar 250 CZK dan gratis untuk anak-anak, bahkan remaja usia dibawah 18 tahun termasuk pelajar dibawah usia 26 tahun. 13. Museum of Communism Salah satu bagian ruang Museum via muzeumkomunismu.cz Masih dengan wisata museum, kali ini kita bisa menyambangi Museum yang akan memaparkan sejarah rezim Komunis yang pernah ada di Ceko. Rezim komunis pernah menguasi negara yang dulu masih mencakup Cekoslovakia (sekarang negara Ceko dan negara Slovakia) ini pada tahun 1948 hingga 1989. Kekejaman komunis dengan penyiksaan terhadap rakyat adalah kekelaman yang paling buruk dalam sejarah Ceko. Dalam catatan sejarah, rezim ini telah menewaskan ratusan ribu nyawa warga. Belum lagi yang disiksa, dipenjara, dan diasingkan. Kisah dan perjalanan kelam Ceko tersebut setidaknya bisa sedikit kamu bayangkan di Museum yang beralamatkan di Na Prikope 10, Nove Mesto ini. Pengunjung bisa datang setiap hari kecuali Senin dari jam 9 pagi sampai 8 petang. Tiketnya sendiri sebesar 190 CZK untuk dewasa dan gratis untuk anak dibawah 10 tahun. Banyak bagian ruang di Museum yang mulai dibuka tahun 2001 ini yang bisa dijelajahi. Secar spesifik lagi, Museum yang menempati area seluas 500 meter persegi ini mengusung tema ‘Komunisme : Impian, Kenyataan, dan Mimpi Buruk’. Menariknya, pengunjung tidak hanya sekedar melihat diorama melainkan akan diajak seolah masuk ke situasinya karena setting yang baik dan juga menarik. Sebuah ruang khusus pemutaran video film pendek juga tersedia sehingga bisa lebih memberi gambaran kepada pengunjung. 14. Taman Monumen Korban Komunis Masih soal sejarah rezim Komunis. Jika tertarik sempatkanlah juga untuk datang ke sebuah taman di Mala Strana 118. Di sana ada sebuah monumen peringatan berupa patung yang bisa membuat merinding. Communism monument park via roundtable.typepad.com Terdapat 7 patung yang nampak melangkah menuruni tangga. Tapi seramnya, patung-patung tanpa menggunakan busana ini berbentuk tak utuh atau tampak robek-robek badannya. Patung terdepan dibuat utuh, tetapi patung kedua dibuat robek sedikit, lalu patung ketiga dengan bagian yang lebih banyak tak utuh, dan seterusnya hingga patung terakhir yang hanya menyisahkan kaki. Selain patungnya yang memang dibuat menyeramkan layaknya zombie, latarnya yang berupa pepohona juga menjadi penyempurna atmsofer yang hendak dihadirkan. Ide desain ini dibuat oleh arsitek dan pemaung yaitu Jan Kerel dan Zdenek Holzel. Taman ini sendiri buka setiap saat dan tanpa biaya masuk. Bisa dikatakan saat sore hari ketika cahaya mulai mereda menjadi waktu terbaik untuk bisa mendapatkan suasana yang lebih mencekam.