Tarmizi Arl

Members
  • Content count

    1,119
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    23

Tarmizi Arl last won the day on April 18

Tarmizi Arl had the most liked content!

About Tarmizi Arl

  • Rank
    Petualang Sejati
  • Birthday 11/23/1992

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Location
    Palembang
  • Interests
    design, art, travel, short film

Contact Methods

  • Skype
    tarmizi.landscaper47

Recent Profile Visitors

2,719 profile views
  1. via ivtour.com.ua Siapa tak kenal Praha, kota yang terkenal artistik dan romantis ini selalu menjadi idaman banyak turis dari berbagai negara. Ibukota Republik Ceko ini memiliki arstitektur khas Eropa yang masih terpelihara hingga kini. Terjaganya arsitektur kota Praha hingga sekarang tak lain tak bukan karena tidak tersentuhnya kota ini dari kerusakan akibat Perang Dunia II. Praha atau Prague telah berdiri sejak abad kesebelas sebagai ibukota Bohemia yang merupakan tempat tinggal raja-raja Ceko, Romawi, dan Jerman. Pasca Perang Dunia, Praha berada dibawah kekuasaan Komunisme. Barulah di tahun 1989, terjadi Revolusi nenuju sebuah republik parlementer. Di liburan sekolah atau akhir tahun nanti mungkin kalian juga punya rencana untuk ke Eropa dengan menggunakan Visa Schengen. Karenanya, tak ada salahnya pula memasukan Ceko terkhusus Kota Praha sebagai salah satu tujuan wisata. 1.Bandara di Praha Bandara Internasional di Praha bernama resmi Vaclac Havel International Airport. Berada di wilayah Ruzyne sehingga sering disebut juga Ruzyne Airport. Bandaranya berarsitektur modern dan cukup luas tetapi tidak bisa juga dikatakan terlalu besar. Terdapat 3 terminal di bandara ini dengan peruntukan yang berbeda-beda. Terminal 1 untuk penerbangan antar benua, Terminal 2 untuk antar negara-negara Schengen, dan Terminal 3 khusus untuk carter. Kargo, pribadi dan kunjungan kenegaraan. Berada hanya sekitar 20 km sisi Utara Pusat Kota, selain taksi, bandara ini juga memiliki moda angkutan minibus dan bus yang secara khusus melayani perjalanan dari Bandara ke Pusat kota dan sebaliknya. Perjalanan dari Bandara ke pusat kota memakan waktu hanya sekitar 30 menit saja. Vaclac Havel International Airport via www.prg.aero Tiket Taksi bandara berwarna kuning bisa kamu dapat di gerai informasi taksi yang ada di ruang kedatangan. Tarifnya sendiri ialah sebesar sekitar 600 CZK. Pilihan kedua ialah minibus yang berangkat setiap 30 menit sekali dengan tujuan Namesti Republiky. Kamu bisa mendapatkan tiketnya di stand bertulis CEDAZ yang ada di terminal kedatangan atau langsung saja ke mobilnya dan membeli di sopit. Tarif ongkosnya sendiri ialah sebesar 150 CZK. Terakhir ialah dengan naik bus yang tentunya akan jauh lebih murah. Loket bus terdapat di pojok pintu kedatangan dimana bus akan berangkat sekitar 30 menit sekali dengan tujuan akhir stasiun metro Nadrazi Veleslavin. Untuk bus ini tarifnya ialah sekitar 32 CZK. 2. Mata Uang dan Biaya Hidup Meskipun masuk ke uni Eropa, Ceko ternyata tetap menggunakan mata uang sendiri yaitu Korun atau disingkat CZK. Satu CZK bernilai sekitar 550 Rupiah atau sekitar 0,4 Euro. Ceko Korun via pixabay.com Biaya hidup di Praha terbilang hampir sama dengan negara-negara Eropa Barat. Dalam sehari, menurut penelitian Turis menghabiskan rata-rata 1700 CZK atau jika dirupiahkan mencapai hampir 1 juta rupiah. Tapi itu untuk pengeluaran standar, kamu masih bisa menghemat jika memilih tinggal di losmen dan menggunakan transoprtasi umum. Tarif losmen misalkan, perorang masih bisa kamu temukan dengan biaya 300 sampai 400 CZK. Bandingkan dengan hotel yang bisa bertarif antara 3500 sampai 7000 CZK. Sedangkan untuk makan, jika kamu memilih makan di tempat makan biasa kisarannya di angka 70 sampai 100 CZK, sedangkan jika di restoran menengah tarifnya sekitar 1000 CZK. Masih butuh gambaran biaya lain? Di supermarket, sebotol air setengah liter harganya sekitar 15 CZK dan sebungkus roti sekitar 20 CZK. Untuk taksi, berlaku ketentuan dari pemerintah kota yatu tarif dasar 40 CZK, 28 CZK perkilometer perjalanan, serta 6 CZK untuk waktu tunggu permenit. Jika kamu tertarik menyewa mobil, biaya bensin di Praha ialah sekitar 32 CZK perliternya. 3. Transportasi Umum Ada 3 pilihan moda transportasi umum yang bisa dipilih ketika kamu ada di Praha selain taksi tentunya, yaitu Metro, Trem, dan Bus. Metro Prague via Czech-Transport.com Metro alias kereta bawah tanah terdiri atas 3 jalur yaitu A yang berwarna Hijau, jalur B berwarna Kuning, dan Warna Merah untuk jalur C. Jalur-jalur ini menandai lintasan atau daerah yang dilaluinya. Metro beroperasi sejak jam 5 pagi hingga 12 malam. Ketepatan waktu Metro Praha cukup bisa diandalkan dimana selang waktu antar kereta ialah sekitar 3 menit di waktu sibuk dan sekitar 5-10 menit di jam-jam lengang. Berikutnya ialah Trem. Halte Trem cukup banyak tersebar di penjuru kota terutama di tempat keramaian dan objek wisata. Setiap halte akan memberikan daftar rute trem dan jadwalnya. Trem sendiri beroperasi dari pagi sampai tengah malam. Lalu angkutan Bus. Untuk yang satu ini umumnya lebih banyak berada di pinggiran kota karena untuk di pusat kota yang digunakan ialah Trem dan Metro. 4. Keamanan Praha bisa dikatakan kota yang cukup aman. Tapi bagaimanapun juga perlu diingat bahwa kejahatan akan tetap ada apalagi bagi turis asing. Jika harus membahas soal keamanan, hal yang paling butuh diwaspadai di Praha ialah soal penipuan. Taksi contohnya, kota ini sebelumnya tercoreng dengan kebiasaan tipu-tipu harga yang dilakukan sopir taksi. Tetapi seperti yang sudah dibahas di point 2 diatas, sejak awal 2017 lalu Pemerintah Kota Praha sudah menerapkan standarisasi bagi Taksi. Jadi kalian bisa lebih kritis untuk urusan ini. Hal lain yang harus juga diwaspadai ialah soal makanan di restoran. Beberapa restoran tak terkecuali yang mewah, masih ada yang suka melakukan jebakan. Misalkan ialah biaya tambahan untuk saus atau roti yang mereka sediakan. Jika kalian memesan makanan dan mereka membawa item lain, lebih baik segera tolak dari pada harus membayarnya padahal kalian tidak memakannya. Jika kamu merasa ragu dengan harga yang mereka beri, jangan ragu juga untuk meminta rincian tagihannya. Ada kalanya mereka sengaja memasukan harga yang salah atau item yang sebenarnya tidak ada dalam pesanan. Termasuk jika mereka meminta tambahan biaya layanan, perlu diingat bahwa peraturan daerah setempat meregeluasikan biaya layanan sudah termasuk dalam tagihan total. 5. Cuaca dan Iklim Keramaian Turis saat musim panas di Praha via studyabroad101.com Praha memiliki iklim kontinental yang dipengaruhi pola cuaca dari Timur yaitu Siberia dan dari Barat yaitu Atlantik. Musim panas biasanya berlangsung antara bulan April hingga Oktober. Saat bulan-bulan ini suhu di Praha berkisar di angka 10-25 derajat celcius dan matahari bersinar selama 7 jam setiap harinya. Seperti kebanyakan negara 4 musim, Praha juga ramai kunjungan wisatawan saat musim panas ini. Jika kamu berencana datang saat Musim Panas, ada baiknya sudah membooking penginapan jauh-jauh hari. Sedangkan musim dingin terjadi di antara Desember hingga Maret dengan suhu udara sekitar minus 4 hingga 5 derajat Celcius. Salju sendiri terbilang jarang dan tidak lama terjadi di kota ini. Sedangkan hujan terbilang lebih sering dan terjadi sepanjang tahun. Curah hujan tertinggi justru berlangsung diantara Mei hingga Agustus. Tetapi sebenarnya Praha tetap menarik disemua musimnya. Musim semi, panas, gugur, hingga dingin punya karakteristiknya tersendiri dan selalu menarik. Tak heran jika hampir sepanjang tahun Turis asing selalu ramai datang ke Praha.
  2. List destinasi di hari pertama dan kedua dalam artikel sebelumnya (bisa dibaca disini) merupakan objek-objek wisata utama dari Budapest. Dalam petualangan mandiri atau non agen tour memang ada baiknya kita memasukkan destinasi wisata utama berada di hari-hari awal selain memperhitungakan kedekatan jaraknya. Hal ini tentu penting untuk menghindari resiko tak terduga seperti faktor cuaca, fisik, peluang tersesat, atau lainnya. Begitupun dalam 3 hari penjelajahan Kota Budapest ini, di hari terakhir bisa kita memanfaatkannya untuk mengunjungi pilihan destinasi-destinasi wisata berikut. Meskipun bukan objek wajib atau ikon utama, tetapi lokasi-lokasi ini tetap ramai kunjungan turis karena juga tetap punya nilai jual yang menarik. Hari 3 8. River Ride, Bus Amfibi Budapest River Ride di Sungai Danube Budapest via riverride.com Teknologi mobil yang bisa berjalan pula di air memang bukan hal baru. Di beberapa negara di Eropa, Bus Amphibi ini sudah tersedia sebagai salah satu atraksi wisata. Tak terkecuali di Budapest, kamu yang belum pernah mencoba merasakan sensasi naik bus yang mengarungi sungai, bisa mencoba pengalaman menarik tersebut di Budapest. Lokasi keberangkatan Bus ialah di 7/8 Szechenyi Istvan Square dengan jadwal yaitu jam 10 pagi, 12 siang, 3 sore, dan 5 sore di bulan April hingga Oktober, serta jam 11 siang, 1 siang, dan 3 sore pada bulan November hingga Maret. Petualangan Bus Amphibi ini berlangsung selama sekitar 1 jam 45 menit. Biayanya sendiri yaitu sebesar 8500 HUF untuk dewasa, 6000 HUF untuk anak usia 6-14 tahun, dan gratis bagi anak dibawah 6 tahun. Menariknya, dengan turut dalam paket tur ini, penumpang akan melalui lokasi-lokasi wisata yang menarik yaitu dimulai dari Hungarian Academy of Sciences, Gereja St.Stephen, Synagogue, Opera House, Heroes Square, Splash, Jembatan Chain, Parliament, Citadella, dan Royal Palace. 9. Heroes Square dan Museum of Fine Arts Memorial Millenium via ichal2world.wordpress.com Alun-alun yang dikenal dengan nama Hosok Tere dalam bahasa lokal ini berada di kota sisi Pest, ujung Jalan Andrassy dan bersebelahan dengan Taman Kota Varosliget. Area alun-alun Pahlawan ini sendiri menjadi lokasi monumental pengingat para pahlawan Hungaria. Patung-patung dari 14 pahlawan seperti St. Stephen I, St. Ladislaus, Charles I, Seven Chieftains, dan lainnya dibangun disana termasuk monumen tinggi dibagian tengah. Area ini diberi nama Memorial Millenium. Pembangunan kawasan patung Memorial Millenium ini sendiri dimulai tahun 1896 yang juga dilakukan dalam peringatan 1000 tahun hari jadi Hungaria. Di Heroes Square ini juga ada Museum of Fine Arts. Museum Seni Murni ini memiliki koleksi karya seni seperti lukisan tua, patung, karya seni peninggalan Mesir, benda-benda antik, dan lain sebagainya. Harga tiket masuk Museum of Fine Arts ini ialah sebesar 2000 HUF dan jangan lupa kalau setiap senin adalah hari libur bagi seluruh museum di Hungaria. Tepat di depan Museum of Fine Arts ada pula Palace of Art. Berbeda dengan Fine Arts Museum, Palace of Art ini adalah museum khusus seni kontemporer modern. Tentunya yang dipamerkan ialah karya seni seniman kontemporer atau modern. Harga tiket masuknya juga sama yaitu 2000 HUF dan juga tutup setiap Senin. Untuk menuju kawasan Heroes Square ini kita bisa menggunakan Metro Kuning atau Yellow dengan Metro (ulasan transportasi di Budapest bisa dibaca pada artikel pertama, disini). 10. Kastil Vajdahunyad Vajdahunyad Castle via roman-gp.deviantart.com Tak jauh dari Heroes Square tepatnya di Taman Kota atau Vegosliget, kalian bisa menyambangi pula sebuah kastil atau istana klasik yang dibangun pada tahun 1896 hingga 1908. Menariknya, awal pembangunan kastil ini hanya terbuat dari kayu dan kardus sebagai sebuah pameran tahun 1896. Namun karena cukup populer, jadilah pembangunannya dirombak dan dibangun kembali dengan bahan batu dan bata. Saat ini, didalam komplek kastil menjadi sebuah Museum Agriculture. Untuk memasuki area halamannya, pengunjung bisa bebas masuk tanpa biaya, tetapi untuk bisa masuk ke bagian dalam yang tak lain tak bukan ialah Museum of Agriculture, biayanya ialah sebesar 1.100 HUF unruk dewasa dan 550 HUF untuk anak-anak. Patung Anonymus via http://gid.travel/ Objek menarik yang bisa juga dilihat di taman Kastil Vajadahunyad ialah patung yang nampak duduk dengan kepala tertutup jubah dan memegang pena di tangan kanannya serta buku di tangan kirinya. Patung ini dikenal dengan nama Patung Anonymus. Ia adalah seorang penulis kronik abad ke 12. Karya terkenalnya ialah sejarah Hongaria kuno pertama yang berdasarkan legenda. 11. Pemandian Air Panas Szechenyi Szechenyi Thermal Bath Budapest via szechenyispabaths.com Mendengar kata pemandian air panas mungkin nampak bukan sesuatu yang spesial. Tapi singkirkan dulu pandangan itu, Budapest punya kolam pemandian air panas terbesar di Eropa yang bernama Szechenyi. Tak hanya besar, pemandian ini juga punya nilai sejarah karena berawal dari tahun 1881. Barulah tahun 1913, perluasan dan gedung dengan gaya neo-boroque dibangun. Berendam disana dengan dikeliling bangunan klasik yang megah membuat pengalaman yang sangat menarik bagai raja-raja Romawi. Setidaknya ada 3 kolam outdoor dan 15 kolam indoor di Szechenyi Thermal Bath ini dimana pasokan airnya berasal dari pengeboran sumur. Hungaria sendiri memang terkenal dengan banyaknya sumber air panas alami. Untuk harga tiket, terdapat beberapa pilihan paket yaitu sebesar 5.400 HUF untuk full day di weekdays dan 5.600 HUF di weekends dan libur. Tarif untuk pagi hari dari jam 6 sampai 8 pagi serta malam setelah jam 5 sore justru lebih murah yaitu sekitar 5.100 HUF. 12. House of Terror House of Terror? Nama yang menarik dan mengundang tanya, apa sebenarnya tempat satu ini dan Terror macam apa yang diberikannya? Bangunan House of Terror via jolieaparis.com Beralamatkan di Jalan Andrassy 60, House of Terror atau Museum Terror adalah museum yang menggambarkan kekejaman era Komunis yang terjadi di Hungaria terkhusus Budapest pada tahun 1945 sampai 1992. Untuk menuju kelokasi ini cukup mudah karena Andrassy adalah kawasan terkenal di Budapest. Menggunakan transportasi umum bisa kamu pilih dengan naik Tram no.4 atau no.6 dan turun di Oktagon. Selanjutnya kalian cukup berjalan kaki sedikit. Arsitektur House of Terror sangatlah unik dan berbeda diantara bangunan lain disekitarnya. Dinding warna abu-abu dan bagian atas yang membentuk kanopi beraksen tulisan ‘terror’ yang akan meneruskan bayangan tulisannya di dinding, menjadikan bangunan yang berada di persimpangan ini sangat mudah dikenali. Untuk memasuki bagian dalam museum, dikenakan tarif sebesar 2000 HUF dimana museum ini buka dari jam 10 pagi sampai 6 sore, jangan lupa pula setiap Senin museum tutup. Sebelum memasuki bagian dalam, pengunjung harus menyimpan barang bawaan di locker yang sudah disediakan termasuk untuk kamera. Ya, sayangnya pengunjung dilarang mengambil foto bagian dalam museum. Perlu diketahui juga bahwa meskipun House of Terror ini baru dibuka tahun 2002 silam, tetapi bangunan yang dipakai merupakan bekas markas partai Komunis saat itu dan juga menjadi tempat pembantaian para korban Komunis. Kisah sejarah ini tentu memberikan atmosfer sendiri bagi pengunjung. Koleksi patung jaman Romawi, informasi sejarah, hingga set ruangan yang menggambarkan situasi zaman itu menjadi bagian yang bisa dinikmati oleh pengunjung yang bisa membuat bulu kuduk merinding. 13. Holocaust Memorial Center Tampak udata Holocaust Memorial Center via hdke.hu Peristiwa pembantaian orang-orang Yahudi Eropa dalam Perang Dunia II oleh rezim Nazi ternyata juga dirasakan di Hungaria. Belasan juta orang Yahudi yang tewas dalam pembunuhan tersistematis itu menjadi kisah sejarah yang tak akan pernah bisa terlupa. Tak hanya di Jerman dengan memorial park Holocaustnya, di Budapest juga punya Memorial Center atas peristiwa tersebut. Bangunan Memorial ini adalah hasil renovasi dari Sinagog atau rumah ibadah umat Yahudi yang sudah ada sejak tahun 1920an. Holocaust Memorial Center ini sendiri baru dibuka tahun 2004 silam sebagai sebuah museum peringatan yang dirancang oleh arsitek Istvan Manyi. Bangunannya dibuat asimetris dengan pola-pola artistik sehingga tidak membosankan. Disini dipamerkan foto dan kisah sejarah Holocaust termasuk sebuah dinding kaca yang terukir 500 ribu nama dari Korban Holocaust di Hungaria. Museum ini dibuka setiap hari kecuali Senin dari jam 10 pagi sampai 6 sore dengan tiket masuk sebesar 1.400 HUF bagi dewasa, dan 700 HUF untuk anak-anak dan manula. Beralamat di Jalan Pava 39, kalian bisa mencapainya dengan menggunakan Metro M3 tujuan Corvin-negyed atau Tram no.4 atau no.6 dan turun di Mester utca utuk kemudian sedikit berjalan kaki. 14. Gallert Hill Citadella via http://alfahir.hu Kembali ke sisi Buda, kali ini kita menuju titik tertinggi Budapest yaitu di Bukit Gallert. Lokasi terbaik menikmati pemandangan Kota Budapest di Bukit Gallert ini ialah di Citadella, bekas benteng militer Budapest yang berada di ketinggian 235 mdpl. Citadella ini dibangun tahun 1851 oleh Julius Jacob von Haynau dan dirancang oleh Emmanuel Zitta dan Ferenc Kasselik. Pola bentek berbentuk U dengan panjang 220 meter, lebar 60 meter dan tinggi 4 meter. View kota dari Gallert Hill via expedia.com.my Melihat pemandangan dari titik tertinggi Gallert Hill ini tentu menjadi hal yang menarik. Kita bisa melihat pemandangan kota Budapest secara luas termasuk objek-objek wisata populernya. Di Cittadel ini juga ada patung wanita yang mengangkat batang olive yang menjadi simbol kedamaian. Patung ini bernama Patung Liberty. Di bagian bawah sisi kanan kiri dari patung wanita ini ada pula patung anak muda yang menjadi lambang dari perlawanan terhadap fasisme. Altar di dalam Goa Saint Ivan via wikipedia.org Tak hanya Benteng Citadella, ada juga sebuah goa yang bisa kamu singgahi. Goa ini disebut sebagai Goa Saint Ivan. Menurut kisah, foto, dan lukisan, Goa ini kabarnya di abad ke 19 digunakan sebagai rumah bagi keluarga miskin. Sejak awal abad ke 20, gua ini dijadikan sebuah kapel atau tempat ibadah. Hingga kini, kita bisa masuk dan merasakan nuansa gerjea yang unik karena berada di dalam gua. Altar dengan salib besar ada disana dan menjadikan pengalaman berdoa disana tentu akan sangat menarik. Meskipun berada di ketinggian, kalian tak perlu khawatir mendaki terlalu jauh menuju Gallert Hill ini karena kalian bisa menggunakan mobil atau naik bus nomor 27 dari Moricz Zsigmond Korter. 15. Sandor Palace Istana Sandor via panoramio.com/photo/87190916 Istana Kepresidenan bisa juga menjadi pilihan kunjunganmu di hari ke tiga di Budapest. Istana yang diberi nama Sandor atau Alexander ini merupakan kediaman dan kantor resmi Presiden Hungaria yang mulai difungsikan baru pada tahun 2003 silam. Berlokasi di St. George Square bagian kota sisi Buda, Istana ini berada persis di sebelah Utar komplek Buda Castle. Istana ini sendiri sudah terbangun di awal abad ke 19 dengan gaya Neo-klasik. Penggunaannya berganti-ganti dari mulai kantor pemerintahan hingga kantor Perdana Mentri sampai pada Perang Dunia II bangunan ini mengalami kehancuran akibat bom. Restorasi dilakukan di tahun 1989 dengan beberapa bagian tetap dibuat menyerupai bentuk aslinya. Dihari-hari biasa memang pengunjung hanya bisa melihat istana dari luar, tetapi menariknya di saat musim panas, Istana Sandor dibuka untuk umum setiap akhir pekan. Jika kamu datang ke Budapest saat musim panas, maka tak ada salahnya juga untuk mampir ke sini. 16. Hungarian Railway History Park Museum Kereta Hungaria via citadellatopevent.hu Seperti yang sudah diungkap di artikel pertama tentang transportasi Metro tua di Budapest, kota ini memang memiliki sejarah dengan moda transportasi kereta. Berada di Jalan Tatai 95, kamu yang tertarik dengan moda transportasi kereta bisa datang ke Museum yang secara khusus mengkoleksi beragam armada lokomotif dari berbagai masa. Hungarian Railwat History Park adalah museum di bekas depot dan bengkel Kereta Api Negara Hongaria. Area seluas lebih dari 70.000 meter persegi ini memiliki lebih dari seratus barang pameran dari mulai lokomotif hingga peralatan lain. Jenis keretanya juga berbeda-beda dari yang berupa mesin uap hingga mesin listrik. Tak hanya bangkai kereta saja, beberapa juga masih bisa dioperasikan. Museum yang dibuka sejak tahun 2000 silam ini bisa kalian kunjungi setiap hari Selasa sampai Minggu dari jam 10 pagi sampai 6 sore. Tiket masukya sebesar 1700 HUF untuk dewasa, 800 HUF untuk anak usia 4-18 tahun, dan gratis untuk anak dibawah 4 tahun. Fasilitas lain yang bisa dinikmati ialah naik kereta tenaga diesel dengan tarif 1200 HUF untuk 4 orang, kereta wisata keliling taman dengan biaya 700 HUF per kereta, dan beberapa lainnya. Untuk menuju museum ini sendiri dengan menggunakan angkutan umum bisa dilakukan. Kalian bisa naik Bus no.30 atau 30 A atau 230 dan turun di Rokolya Utca untuk kemudian berjalan kaki 2 blok ke arah Timur. Bisa juga naik bus no.120 dan turun di Retter Ferenc Utca. 17. Central Market Nagyvasarcarnok Bagian dalam Central Market Budapest via wikipedia.org Menyambangi pasar tradisional di sebuah kota juga merupakan hal yang menarik. Budapest juga punya pasar utama atau Central Market yang dalam bahasa lokal disebut Nagyvasarcarnok. Pasar indoor ini memiliki arsitektur kuno yang cantik dengan penataan yang rapih untuk para pedagangnya. Di lantai bawah menjadi pusat pasar tradisionalnya yang menjual buah, sayur, daging, dan kebutuhan dapur lain. Sedangkan bagi wisatawan yang mau mencari buah tangan juga bisa datang ke pasar ini karena dilantai keduanya menjadi pusat penjualan souvenir. Harganya juga relatif lebih murah dibanding souvenir yang dijual di tempat wisata. Pasar yang sudah diabangun sejak tahun 1896 dengan fasad gerbang bergaya neogothic ini berada di ujung dari pedestrian Vaci Utca, satu Shopping Street paling terkenal di Budapest sehingga sangat mudah dicari. Pasar ini sendiri beroperasi setiap Hari Senin sampai Sabtu dari jam 6 pagi dan tutup sekitar jam 5 sore di Hari Senin, jam 6 di Hari Selasa sampai Jumat, dan jam 3 sore di Hari Sabtu.
  3. Tak banyak kota yang menjadi warisan dunia dan dilindungi oleh UNESCO. Kota yang mendapat pengakuan ini tentunya adalah kota-kota yang sangat spesial dan memang memiliki sejarah berharga. Itulah yang dimiliki Budapest, ibukota negara Hungaria. Peta Buda dan Pest yang dipisahkan Sungai Denube Kota seluas sekitar 525,16 km persegi ini memiliki sejarah peradaban bahkan sejak sebelum abad pertama. Pada masa awal, Budapest menjadi pemukiman yang dibangun orang Celtic. Setelahnya barulah bangsa Romawi yang menguasainya. Sisa-sisa peninggalan Romawi masih bisa dilihat hingga kini dari bangunan-bangunan tuanya. Budapest juga bahkan pernah menjadi bagian dari wilayah Kekaisaran Utsmaniyah atau Ottoman, tak heran jika budaya Turki juga berpengaruh termasuk bangunan peninggalan seperti Masjid yang masih ada hingga sekarang. Nama Budapest sendiri adalah penggabungan dari nama dua kota, Obuda dan Pest. Obuda atau Buda adalah kota di sisi Barat dan Pest adalah kota di sisi Timur. Kedua kota ini dipisahkan oleh Sungai yang bernama Donau atau Denube. Penggabungan kedua kawasan kota ini menjadi Budapest terjadi pada tahun 1873. Menariknya, kedua sisi kota ini memiliki karakter alam yang berbeda, sisi Kota Buda merupakan area perbukitan, sedangkan sisi Kota Pest yang wilayahnya lebih luas merupakan dataran landai. Menuju Budapest dan Persiapannya Sejauh ini belum ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Budapest. Penerbangan dari beberapa maskapai akan dua bahkan tiga kali transit. Tarif tiket pesawatnya hampir sama dengan kebanyakan penerbangan ke negara-negara Eropa lainnya. Persiapan lain selain tiket pesawat tentunya ialah Visa selain yang pastinya paspor. Untuk visa, beruntungnya Hungaria sudah masuk dalam deretan 25 negara Visa Schengen yang artinya kamu bisa menggunakan satu visa ini untuk ke negara-negara lain di Eropa yang tergabung dalam perjanjian Schengen. Nah, karena kita mau ke Hungaria, maka pengurusan visa Schengennya dilakukan di kedutaan Hungaria tentu saja yang beralamat di Jl. Rasuna Said No.1, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan. Jika tidak sempat mengurus sendiri, kamu juga bisa menggunakan jasa agen perjalanan, namun tentu dengan tambahan biaya untuk agen tersebut. Biaya Hidup Untuk ukuran negara Eropa, Budapest terkenal cukup murah. Biaya akomodasi misalnya, kamu yang backpacker masih bisa menemukan hostel dengan biaya kurang dari 300 ribuan rupiah permalam. Oh iya, meskipun tergabung dengan Uni Eropa, Hungaria menggunakan mata uang sendiri yaitu Forint (HUF). 1 Forint saat ini setara dengan sekitar 45 Rupiah atau 1 Euro setara dengan sekitar 313 Forint. Namun meskipun menggunakan mata uang lokal, mata uang Euro juga masih bisa digunakan di beberapa lokasi seperti hotel dan tiket wisata. Selain penginapan, urusan makan juga bisa dihemat di negara ini. Kamu bisa menemukan makanan dengan harga terjangkau di Central market atau foodcourt. Ada juga ‘warteg’nya Hungaria yang bisa kamu cari di area keramaian, menu masakannya ialah masakan rumahan khas sana sehingga harganya tentu bisa lebih murah. Sekali makan di tempat-tempat seperti ini kamu bisa hanya mengeluarkan uang kurang dari 500 HUF. Transportasi Umum Tak mau kalah bersaing, Transportasi umum di Budapest juga terbilang bersahabat baik dari segi kualitas maupun tarif. Terdapat beberapa pilihan moda amgkutan umum yang ada di kota ini yaitu Bus, Trem, dan kereta bawah tanah alias Metro. Bus Wisata Budapest via Bus menjadi salah satu yang moda transportasi yang mudah ditemui. Jalurnya juga cukup banyak menghubungkan antar titik di dalam hingga pinggir kota, termasuk untuk berpindah dari sisi Kota Buda dan sisi Kota Pest. Bagi wisatawan, kalian bisa memilih Bus tingkat khusus wisata Hop on Hop off. Bus ini berkeliling tempat-tempat wisata di Budapest dan kalian bisa turun di setiap halte yang dilalui lalu kemudian naik lagi dengan bus lainnya dimana durasi antar busnya juga tak begitu lama. Tarif tiketnya memang cukup tinggi yaitu sekitar 6.500 HUF tetapi selain fasilitas bus yang sangat nyaman termasuk pemandu wisata, penumpang bisa menggunakan tiket ini untuk 48 jam atau 2 hari. Tak hanya itu, tarif ini juga termasuk dengan minuman dan makanan Goulas yaitu gulai sapi khas Budapest serta termasuk 2 kali boat trip di Sungai Danube. Tram di jalanan Kota Budapest via traveluxblog.com Lalu ada Tram sebagai alternatif lain. Tram juga terbilang cukup mudah dijangkau dengan setidaknya ada 4 trayek atau line yang tersedia. Beberapa Tram masih bergaya klasik sedangkan yang lainnya menggunakan produksi modern. Stasiun dan kereta Metro jalur M1 yang tampak Klasik via budapestagent.com Berikutnya ialah kereta bawah tanah atau Metro. Hal yang membuat Metro di Budapest layak dan patut dicoba setidaknya sekali saja ialah karena Gerbong kereta yang digunakan termasuk stasiunnya masih bergaya klasik alias kuno tapi artistik. Hal ini juga karena Metro Budapest menjadi salah satu yang tertua didunia. Gaya kuno sudah bisa terasa dari memasuki stasiunnya dimana kita harus turun menggunakan eskalator yang cukup panjang bak masuk ke lorong waktu. Di bagian interior stasiun, tidak banyak ornamen tetapi keklasikannya membuat kita seolah masuk ke era awal abad ke 20. Ketika kereta datang, maka nuansanya akan lebih kental lagi karena sebagian besar gerbong yang masih beroperasi ialah gerbong lama. Ada kekurangan dari penggunaan kereta jenis kuno ini ialah jalannya yang tidak secepat kereta modern. Tak heran jika justru warga lokal juga masih lebih memilih berjalan kaki jika harus pergi ke jarak yang tidak begitu jauh dibanding naik metro. Tapi sebagai wisatawan, tentu ini menjadi hal yang menarik. Untuk urusan tiket, selain single trip atau tiket sekali jalan, ada juga tiket yang bisa digunakan untuk jangka waktu tertentu seperti 24 jam, 72 jam, hingga 7 hari. Tiket single trip dipatok seharga sekitar 320 HUF, sedangkan jika menggunakan 24 hours travel ticket, harganya sekitar 1600 HUF. Tapi sebelum memilih memakai paket tiket ini, perhitungkan dahulu baik baik kebutuhan penggunaan transportasi karena banyak lokasi di Budapest ini masih bisa dituju dengan berjalan kaki. Hari 1 : Sisi Pest Pilihan di hari pertama untuk berkeliling Budapest bisa kalian mulai dari wilayah kota sisi Pest. Karakter lanskap yang landai bisa menjadi pertimbangan sebagai pemanasan dihari pertama menjelajah. 1.Hungarian Parliament House Parliament House di Sungai Denube via asatours.com.au Gedung megah di tepi Sungai Danube ini menjadi ikon bagi Kota Budapest. Bangunan dengan gaya Gothic Revival ini merupakan salah satu gedung parlemen atau legislatif tertua di dunia dan dianggap sebagai yang terindah ke 3 dunia. Dibangun tahun 1885 hingga 1896, Parliament House sengaja dibangun dalam rangka peringatan ulang tahun Hungaria yang ke 1000. Melihat keindahan arsitektur bangunan di area dengan panjang 268 meter dan lebar 123 meter ini tak hanya cukup dari jauh. Jika dilihat lebih dekat, detil aristekturnya akan jauh lebih menarik dengan deretan jendela, menara-menara runcing, hingga ke atap kubahnya di bagian tengah. 2. St. Stephen’s Basilica Destinasi wisata utama berikutnya ialah Gereja St. Stephen atau dalam bahasa lokal disebut Szent Istvan Bazilika. Bangunan gereja ini juga dibangun dalam rangka ulang tahun ke 1000 Hungaria. Nama gereja ini diambil dari nama raja pertama Hungaria, Stephen. St. Stephen’s Basilica via yourholidayhomes.com Kemegahan Gereja Katolik Roma bergaya arsitektur Neoklasik ini memiliki tinggi mencapai 96 meter. Detil di dinding hingga menara dan kubah utamanya sangat menarik perhatian. Apalagi dibagian depan gereja merupakan pelataran luas sehingga pengunjung bisa puas mengambil gambar keseluruhan sisi depan gereja. Pengunjung yang ingin masuk ke bagian dalam juga diizinkan dan tanpa tiket khusus, namun pengunjung bisa juga memberikan sumbangan seikhlasnya. Interior dalam gereja dijamin akan membuat berdecak kagum. Patung-patungnya, ukiran di dindingnya, jendela kaca patrinya, hingga kubah utama dengan lukisannya menjadi satu bagian yang harmoni. Bagian lain yang bisa kamu coba ialah naik ke atas menara. Namun untuk yang satu ini dikenakan biaya sebesar 500 HUF. Tersedia lift untuk memudahkan wisatawan tetapi liftnya hanya cukup menampung sekitar 4 orang saja sehingga harus antri. Namun jika kamu cukup bertenaga, menaiki tangga juga bisa dilakukan. Meskipun harus melalui ratusan anak tangga, tetapi bentuk tangganya yang melingkar cukup menarik perhatian. Sesampainya diatas, maka pemandangan 360 derajat suasana Kota Budapest akan bisa kita saksikan. 3. Hungarian State Opera Bangunan Opera via wikipedia.org Opera House di Andrassy Ave 22, Kota Budapest menjadi daya tarik wisata yang patut untuk dikunjungi. Neo-Renaissance menjadi gaya arsitektur yang digunakan oleh sang perancang, Muklos Ybl. Pembangunannya sendiri mulai dibangun pada tahun 1875 dan pertama kali diperkenalkan pada publik pada tahun 1884. Bagian dalam Bangunan Opera via beautiful-eastern-europe.blogspot.co.id Tak lengkap jika datang hanya melihat arsitektur luarnya saja, karena ini merupakan gedung opera maka tentu bagian dalamnya akan sangat menarik. Terdapat dua kali sesi tur setiap harinya yaitu siang dan sore sekitar jam 15:00. Biaya tur ini ialah sebesar 3000 HUF dengan pemanduan menggunakan bahasa Inggris. Dibagian dalam opera ini, kemegahan akan sangat kuat terasa dengan sentuhan seni tinggi. Bagian dinding hingga langit-langit seolah tanpa celah untuk dieksplore karena dipenuhi dengan lukisan dan ukiran. Begitupun dibagian ruang utamanya yang nampak menawan dengan pencahaayaan remang warna kuning. 4. Chain Bridge dan Denube Promenade Chain Bridge via THreePullpa.com Menjelang malam setelah ikut tur di State Opera, kamu bisa meluncur menuju salah satu jembatan terkenal penghubung sisi Buda dan Pest yaitu Jembatan Chain atau dikenal juga dengan nama Jembatan Rantai Szechenyi. Jembatan khusus pejalan kaki dan pesepeda yang dibangun antara tahun 1839-1849 ini memiliki dua menara dibagian tengah dengan bentuk seperti gerbang. Kesan unik nampak dari lampu-lampu antik yang menghiasi sisi jembatan dan termasuk patung singa di kanan dan kiri bagian jembatan yang mengarah ke sisi Pest. Patung Monumen Holocaust di Denube Promenade via wagonersabroad.com Setelah berfoto dan melintasi Chain Bridge, selanjutnya kalian bisa menyusuri tepi Sungai Denube. Bukan sekedar tepi sungai biasa, di tepian antara Jembatan Chain dan Jembatan Liberty baik dari sisi Pest maupun Buda ini dihiasi dengan patung-patung yang menarik. Seperti patung berupa ratusan sepatu yang berada tepat di ujung tepi sungai. Karya ini menjadi monumen untuk mengenang korban Holocaust yang dulu ditenggelamkan di Sungai Denube. Patung-patung lain seperti orang duduk dan macam lainnya juga bisa menjadi daya tarik untuk dijadikan objek foto. Saat malam, nuansanya pun akan berbeda dengan lampu-lampu dari bangunan kota yang menyala termasuk lampu Jembatan Chain. Hari 2 : Castle Hill di Sisi Buda Hari kedua berada di Budapest saat pagi hari kamu bisa langsung memilih ke Buda Castle Hill. Komplek Benteng dan Istana ini dibangun tahun 1265 dan diperuntukan sebagai tempat tinggal raja. Untuk menuju lokasi ini kalian bisa naik Metro Line M2 dari Stasiun Moszkva ter. Sesampai di Stasiun tujuan, kalian masih harus mendaki karena namanya saja Castle Hill yang berarti berada di atas perbukitan. Namun jika kamu terlalu malas untuk mendaki manual atau berjalan, sudah tersedia kereta yang akan membawa pengunjung ke atas. Kereta ini dikenal dengan nama Buda Furnicular. Tarifnya sekitar 1500 HUF pergi-pulang dengan durasi sekali jalan hanya sekitar 2 menit saja. Pilihan lain ialah dengan langsung naik Bus nomor 16 dari Deak Square. Dengan naik bus kalian akan sampai ke titik yang lebih strategis alias tidak perlu mendaki jauh. Perlu diingat bahwa Castle Hill ini merupakan komplek luas yang terdiri atas beberapa objek. Artinya kamu harus menyiapkan waktu yang panjang bahkan mungkin seharian untuk bisa menikmati semua pesonanya. Tentu tidak akan menguras waktu karena toh disanalah objek-objek wisata berada, justru kita akan lebih hemat biaya dan waktu karena tak perlu berpindah terlalu jauh. 5. Matthias Church Gereja Matthias via planetware.com Bagian pertama yang bisa dieksplore dari Buda Castle Hill ialah Gereja Matthias. Gereja Katolik Roma yang awal sekali dibangun tahun 1025 lalu dibangun ulang dengan gaya Neo-Gothic pada abad ke 14 ini tampak megah dan menarik. Pada masa pemerintahan Ottoman, gereja ini bahkan sempat dialihfungsikan sebagai Masjid selama kurang lebih 150 tahun sebelum akhirnya kembali menjadi gereja seperti saat ini. Pengunjung atau wisatawan bisa menjelajah bagian dalam museum setiap harinya diluar waktu ibadah yaiu Senin-Jumat jam 9 pagi sampai 5 sore, Sabtu jam 9 pagi sampai 1 siang, dan Minggu dari jam 1 siang sampai 5 sore. Tiket masuknya yaitu sebesar 1.500 HUF. 6. Fisherman’s Bastion Melewati Gereja Matthias, lokasi selanjutnya yang akan kalian jumpai ialah sebuah area benteng dengan balkon atau menara-menara kecil beratap kerucut dan sebuah bangunan utamanya dengan gaya neo-Gotihc dan neo-Romanesque. Itulah Fisherman’s Bastion atau dalam bahasa lokal disebut Halaszbastya. Fisherman’s Bastion via annzventures.com Dibangun antara tahun 1892 hingga 1902, Fisherman’s Bastion awalnya merupakan teras atau pelataran dimana disana menjadi perkampungan para nelayan Sungai Danube. Itulah kenapa namanya Fisherman’s Bastion. Menariknya jika diperhatikan, bangunan ini dengan atap kerucut menaranya tersebut mirip dengan logo ‘Walt Disney’ sehingga seolah kita masuk kedunia dongeng. Dari lokasi ini pula, menjadi spot terbaik untuk melihat pemandangan Kota Budapest dari mulai Sungai Denube dan jembatan-jembatannya, Sisi Kota Pest, hingga Gedung Parlemen Hungaria yang juga bisa tampak dari ketinggian lokasi Fisherman’s Bastion ini. Apalagi saat senja dan malam ketika lampu kota mulai menyala, pemandangannya tentu akan tampak lebih romantis. Menariknya lagi, ada sebuah cafe disalah satu sudut sehingga wisatawan juga bisa duduk santai mencoba cemilan dan kopi sembari menikmati pemandangan yang tersaji. Untuk bisa masuk ke area Fisherman’s Bastion ini sebenarnya tidak dipungut tiket masuk lagi. Hanya saja khusus di bangunan utamanya yang menjadi menara titik tertinggi ada tiket yang harus dibeli yaitu sebesar 800 HUF atau sekitar 2,7 Euro. 7. Royal Palace Komplek Royal Palace dilihat dari seberang sungai via free-budapest-tours.com Sedikit menjauh sekitar 1 km dari Gereja Matthias dan Fisherman’s Bastion, kalian bisa menuju ke arah selatan yaitu Royal Palace atau dikenal juga dengan Buda Castle. Bangunan yang juga di atas perbuktian dekat dengan Sungai Denube ini dibangun pertama kali setelah invasi Bangsa Mongol pada abad ke 13 dan terus berlanjut hingga abad 20. Kemegahan bangunan di area hampir 5 km persegi ini bahkan dianggap sebagai istana bergaya Gothic terbesar di akhir abad pertengahan. Sayangnya bangunan ini sempat beberapa kali rusak termasuk saat Perang Dunia II yang mengakibatkan kerusakan parah hingga Royal Palace terpaksa dibangun lagi namun dengan perpaduan gaya Neo-Boroque seperti yang ada hingga sekarang ini. Royal Palace sendiri saat ini diperuntukan bagi 3 tempat yaitu Hungarian National Gallery. Budapest History Museum, dan National Library. Taman-taman yang berada di kompleknya juga menjadi daya tarik tersendiri dengan cirinya masing-masing seperti tugu dam patung. Bagian depan Buda Castle via wikipedia.org Galeri Nasional Hungaria menempati area gedung A, B, C, dan D dimana disana menampilkan koleksi sejarah dan perkembangan seni di Hungaria. Koleksi yang bisa dikatakan sangat bernilai seperti bangunan batu abad pertengahan dan renaisans, patung kayu Gothic, dan altar Gothic. Sedangkan Museum Sejarah Budapest menempati bagian Gedung E dimana disana menjadi museum bagi koleksi peninggalan dan kisah sejarah Budapest dari awal hingga era modern. Terakhir ialah Perpusataakn Nasional yang berada di Gedung F. Perlu diingat juga bahwa semua Museum di Budapest tutup setiap hari Senin. Begitupun National Gallery dan Budapest History Museum. Keduanya buka setiap hari Selasa sampai Minggu dari jam 10 pagi sampai 6 petang. Tetapi saat libur nasional keduanya tetap buka normal mengingat itulah waktu kunjungan wisatawan. Bagaimana dengan hari ke 3? Simak lanjutan artikel ini disini.
  4. Nama Yunani tentu sudah sangat akrab dengan kita bahkan sejak bangku sekolah. Sebutan Yunani banyak mengisi buku-buku sejarah karena memang bangsa ini menjadi bangsa dengan peradaban besar dunia dan cikal bakal lahirnya budaya dunia barat. Karenanya, negara yang disebut Hellas oleh warganya dan Greece menurut nama Internasional ini memiliki peninggalan sejarah yang sangat kaya dan menjadi magnet utama datangnya turis dari berbagai belahan dunia. Meskipun kaya akan sejarah dan kisah dewa-dewanya, tahun 2015 lalu justru menjadi masa kelam Yunani karena kebangkrutan yang dialaminya. Hal tersebut terjadi lantaran negara yang berada di sisi Tenggara Benua Eropa ini tidak mampu membayar hutang ke IMF. Tapi setidaknya itu terjad i 2 tahun lalu, meskipun belum pulih total dari krisis, Yunani tetap aman dan nyaman-nyaman saja untuk dikunjungi. Geliat wisata di negara ini nampak terus bergulir tak mengenal musim. Bahkan kamu harus tahu juga bahwa jumlah turis setiap tahunnya yang datang, melebihi jumlag warganya sendiri. Ya, begitulah Yunani yang begitu menarik dan tak pernah bosan untuk diulik. Karenanya, yuk kita jelajahi negara yang beribukota di Athena ini. 1.Persiapan : Pengurusan Visa Meskipun Yunani berada di Eropa Timur, untungnya negara ini sudah masuk menjadi bagian 25 negara-negara Schengen, jadi dengan visa Schengen kalian bisa juga masuk ke negara satu ini. Pengurusan visa schengen bisa dilakukan di salah satu kedutaan besar negara dimana yang menjadi negara pertama yang kamu masuki atau negara terlama yang kamu kunjungi. Jadi jika memang Yunani menjadi negara utama untuk kamu eksplore, maka kamu bisa mengurus visa di Kedutaan Besar Yunani yang berada di Plaza 88 Lt.12 Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Atau jika tidak mau repot kamu juga bisa mengurusnya dengan travel agen, tapi tentunya dengan tambahan biaya administrasi. 2. Akropolis di Kota Athena Tampak Udara Komplek Akropolis via weatherforecast.co.uk Mendengar nama Athena mungkin yang terbayang adalah cerita-cerita tentang mitologi dewa-dewanya. Nama Athena memang sangat terkenal karena disanalah disebut-sebut sebagai asal lahirnya peradaban dunia Barat. Pencapaian kebudayaannya bahkan sejak abad ke 4 Masehi itu menjadikan Athena memiliki banyak peninggalan akan bukti-bukti sejarahnya. Akropolis misalnya, peninggalanan Seni Yunani Klasik ini berada di atas sebuah bukit di kota Athena dan menjadi destinasi wisata wajib bagi pelancong. Sebenarnya ada banyak akropolis di Yunani, tapi secara umum orang-orang akan merujuk pada Akropolis di Kota Yunani inilah sebagai yang dimaksud. Situs Akropolis Athena resmi menjadi monumen Pusaka Budaya Eropa sejak 2007 dan tentunya juga sebagai Situs Warisa Dunia UNESCO sejak 1987. Berada di area seluas 3 hektar, Akropolis terdiri atas setidaknya 21 sisa bangunan seperti Kuil kuno, Altar, Teater, Patung, dan Parthenon. Parthenon Akopolis via sacredsites.com Parthenon bisa dikatakan sebagai bangunan utama dan paling terkenal di komplek Akropolis. Lokasinya juga memang berada di tengah dan bisa dilihat dari banyak sisi. Parthenon ini merupakan bangunan kuil persegi dengan pilar-pilar di bagian sisinya. Kuil ini sendiri dibangun kurang lebih 2500 tahun silam untuk dewi Athena karena telah memberi kesuburan untuk tumbuhnya pohon zaitun yang bermanfaat bagi penduduk disana. Kuil ini juga menjadi simbol bagi Yunani kuno serta demokrasi bagi Athena. Di sisi kanan Parthenon, ada juga kuil yang berukuran lebih kecil dengan enam pilar penyangga. Kuil ini bernama Erectheion dan dibangun untuk Dewi Athena dan Dewa Poseidon. Tak jauh ada juga amphiteater dengan sisa-sisa reruntuhan di sekitarnya. Dari sini pula kalian bisa melihat pemdangan Kota Athena dari ketinggian. Memasuki kawasan Akropolis ini, pengunjung dikenakan tarif sebesar 12 Euro perorang. Pengunjung uuga bisa menggunakan jasa tour guide untuk membantu menjelaskan berbagai hal di komplek sejarah ini dengan tarif sekitar 15-20 Euro. 3. Mykonos, Kemeriahan ‘Party Island’ Yunani termasuk negara kepulauan. Ada ribuan pulau di negara ini dan hanya ratusan saja yang berpenghuni. Dari ribuan itu tentu memiliki pesonanya sendiri, salah satunya Pulau Mykonos yang berada di 150 km sisi Timur lepas pantai Kota Athena. Pemandangan Mykonos via sacredsites.com Mykonos sangat populer bagi para turis karena pulau ini tampak sangat menarik dimana bangunan-bangunan yang ada di cat dengan dominasi warna putih. Kontur pulaunya yang berbukit menjadikan warna putih dari pulau seluas 85,5 km persegi ini bisa terlihat lebih jelas di banyak spot. Banyak sudut pulau yang bisa dieksplore dan sangat instagramable. Tak hanya bangunan rumah, juga ada kincir angin yang unik dan khas di pulau ini. Burung pelikan juga menjadi bagian penting lain dari Mykonos karena hampir di banyak tempat bisa ditemui burung pelikan yang tengah beraktivitas. Kawasan tepi pantai juga menjadi bagian paling menawan dan romantis untuk dinikmati. Jajaran restoran dan cafe banyak yang memanfaatkan pemandangan pantai berpadu keunikan bangunan yang ada di Mykonos ini sebagai daya pikatnya. Jika ingin lebih luas memandang, kamu tinggal mencari titik tertinggi yang bisa kamu capai. Tak hanya saat siang hari, kehidupan malam di pulau ini terutama di pusat kotanya sangatlah semarak. Bar, resto, dan tempat kongkow lain nampak hidup bagai sebuah kota hiburan malam yang mengundang siapa saja untuk larut dalam pesta. Itulah kenapa Mykonos juga terkenal dengan julukan lain yaitu ‘Party Island’. Hanya saja memang karena merupakan pulau wisata, biaya hidup di Mykonos terbilang tinggi. Setidaknya kisaran harag kamar hotel misalnya bisa mencapai 2x lipat dibanding kota-kota lain di Yunani. Begitupun untuk urusan makan atau kebutuhan lainnya. Ferry yang melayani pelayaran ke Mykonos via santorinidave.com Dan untuk mencapai pulau ini, pengunjung bisa menggunakan pesawat atau kapal ferry. Pelabuhan penyebrangan ke Mykonos berada di Pelabuhan Piraeus yang berada hanya sekitar 30 menit berkendara dari Kota Athena. Terdapat beberapa pilihan kapal dengan kelebihan dan kekurangan tersendiri. Pilihan kapal ferry dengan biaya termurah yaitu sekitar 20 Euro sekali jalan dengan durasi perjalanan sekitar 5 jam ialah dari Blue Star Ferries. Kapal ini berangkat setiap hari jam 7:30 pagi waktu setempat dan tiba di Mykonos antara jam 12-13 siang. Sedangkan jadwal kembali dari Mykonos ke Athena ialah di jam 15:30. Ferry cepat yang tersedia ialah bernama SeaJet. Kapal ini berangkat sekitar jam 7 pagi dan sampai Mykonos jam 9:30. Biayanya tentu lebih mahal dibanding Blue Star yaitu sekitar 40 euro sekali jalan. Namun karena ini kapal cepat, penumpang hanya bisa duduk di dalam kapal dan melihat dari jendela saja, tidak seperti ferry besar seperti Blue Star dimana penumpang bisa menikmati pemandangan dari dek kapal. 4. Santorini, Pulau Putih yang Tersohor Pemandangan Oia, Pulau Santorini via hufflintonpost.com Selain Mykonos, jika kamu sering melihat foto-foto keindahan bangunan putih yang terkenal seperti foto diatas, maka itu berada di Pulau Santorini. Kedua pulau ini berada di gugusan pulau yang sama tapi cukup berjauhan. Santorini juga termasuk pulau besar, lokasi populer seperti difoto itu sendiri berada di daerah bernama Oia, sebuah desa di ujung pulau Santorini yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari pelabuhan Santorini. Kamu bisa naik bus dari pelabuhan menuju Kota Fira dahulu, lalu berganti bus tujuan Oia. Seperti yang sudah diungkap diatas, pesona utama dari Santorini ialah banguan-bangunan putihnya. Satu bangunan yang juga mencolok ialah gereja-gereja dengan atap kubah berwarna biru cerah yang seolah menjadi pusat perhatian diantara bangunan lainnya. Lokasi permukiman yang berada di tebing dekat bibir pantai juga menjadikan pengunjung bisa menikmati kalem nya warna rumah-rumah yang ada berpadu dengan pemandangan laut lepas apalagi saat senja tiba pesonanya akan semakin menarik. Untuk pilihan menginap, jika ingin merasakan langsung keromantisan suasana di Oia, kamu bisa memilih resort yang cukup banyak tersedia. Sebagian besar akomodasi di Oia memang berupa resort mewah dengan tarif mulai dari 30 Euro hingga ratusan euro permalamnya. Sedangkan jika tidak mau terlalu mahal, kamu bisa menginap di Kota Fira saja sebagai ibukota. Seperti yang sudah disebut di awal, dari Fira ke Oia bisa ditempuh dengan menggunakan bus atau kamu juga bisa menyewa motor ataupun mobil. Jalan di Oia, Santorini via sacredsites.com Biaya untuk keperluan makan juga terbilang tinggi di pulau ini namun masih bisa disiasati. Sebagai gambaran, jika kamu makan di restoran mewah baik tepi jalan ataupun yang memiliki pemandangan indah misalnya setidaknya kamu harus menyiapkan biaya hingga 20-30 Euro sekali makan. Tapi untuk berhemat kamu bisa membeli makanan di tempat makan yang berada di gang-gang atau jauh dari jalan raya. Harga kebab misalkan hanya berkisar di angka 2-5 euro. Sama seperti ke Mykonos, untuk menuju Santorini sendiri juga bisa menggunakan pesawat ataupun dengan kapal. Dengan pesawat, armada yang menyediakan rute Athena-Santorini salah satunya ialah Aegean Airlines dengan rute direct 3 kali sehari yaitu pagi, sore, dan malam. Tiketnya sekitar 1,5 jutaan rupiah sekali jalan. Sedangkan jika dengan kapal, ialah via Pelabuhan Pireaus dengan durasi perjalanan yang lebih lama dibanding ke Mykonos. Kapal umumnya berangkat jam 7:25 pagi dan baru tiba di Santorini sekitar jam 15:10. Sedangkan jadwal sebaliknya Santorini-Athena berangkat jam 7 malam dan tiba sekitar jam 5 pagi keesokannya. 5. Corfu, Pulau Surga di Laut Ionian Jika kamu mencari ketenangan dengan pesona alam bak di surga, maka pilihlah Corfu atau orang Yunani menyebutnya Kerkyra. Pulau ini berada di bagian utara dari Laut Ionian yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Yunani yaitu Albania. Salah satu bibir pantai di Corfu via blog.bravofly.co.id Pulau ini sangat menarik karena bentang alamnya yang unik berupa perbukitan dan tebing di tepi lautnya dengan air laut yang juga menawan karena sangat jernih dan tenang. Bersantai di pantai atau di batu-batu karangnya menjadi pilihan yang tepat untuk menyegarkan pikiran. Tak hanya itu, pulau ini juga ditempati bagi desa-desa yang tak kalah cantiknya dengan Mykonos atau Santorini. Tanah disini juga sangat subur sehingga menjadi lokasi bagi perkebunan sayur. Jika sudah puas dengan ketenangan di pantai-pantainya, kamu juga bisa beranjak ke pusat kota. Kotanya juga terbilang tenang namun tetap hidup dengan aktivitas warganya. Bangunan-bangunan bertingkat dengan gaya khas yang konon merupakan perpaduan budaya Yunani, Perancis, dan Inggris menjadi pemandangan yang sangat menyenangkan. 6. Olympia, Tempat Lahirnya Olimpiade Reruntuhan Olympia via olympiarivieraresort.com Yunani dan Olimpiade memang tak bisa terpisah. Di negara inilah awal mula lahirnya pertandingan olahraga terbesar 4 tahunan yang bernama Olimpiade. Pertandingan pertama kali dilangsungkan tahun 776 Sebelum Masehi di sebuah stadion bernama Olympia yang hingga kini bisa kita lihat bekas reruntuhannya. Masa itu, hanya seorang lelaki yang boleh bertarung dimana seorang itu akan bertanding dalam 20 pertandingan berbeda seperti lompat jauh, gulat, tinju, cakram, dan lainnya. Jika menang, ia kana dianugerahi mahkota dari cabang dan daun Olive yang hingga sekarang masih begitu terkenal. Kegiatan ini juga tidak sekedar kompetisi olahraga saja, melainkan diperuntukan pula sebagai pemujaan terhadap Dewa terutama Zeus sebagai Dewa paling berkuasa di masa Yunani Kuno. Lokasi Olympia ini sendiri berada di Peloponnese, di bagian barat daratan Yunani dekat Kota Pyrgos, sekitar 300 km dari Kota Athena. Menuju ke lokasi ini, wisatawan akan disuguhi dengan pemandangan alam pegunungan yang sangat memanjakan mata sehingga tidak akan terasa membosankan. Di komplek Olympia ini, selain reruntuhan stadion tempat berlangsungnya kompetisi, ada beberapa situs lainnya seperti makam suci Altis, Kuil Hera, dan Kuil Zeus yang dulu menjadi lokasi keberadaan patung Zeus. Sayang memang lokasi ini hanya berupa sisa reruntuhannya saja, namun itulah eksotisme yang ditawarkannya sebagai sebuah situs kuno. 7. Delphi, Kota Para Peramal Reruntuhan kuil di Delphi via discovergreece.com Nama Delphi mungkin tidak begitu populer dibanding destinasi lain, namun kota yang berada 180 km Barat Laut Kota Athena ini juga menjadi situs suci dan penting dalam sejarah Yunani. Di Delphi ini terdapat kuil dimana dulunya dipercaya sebagai tempat para peramal terkenal. Orang-orang datang kesana dari seluruh wilayah untuk memperoleh ramalan akan masa depannya. Kuil tersebutdikenal dengan nama Kuil Delphi atau Kuil Apollo. Saat ini sisa reruntuhan kuil inilah yang menjadi daya tarik wisatawan untuk datang. Namun lebih dari itu, karena berada di pegunungan Parnassus, pemandangan alam yang tersuguh menjadi pelengkap keindahan dari kuil yang dibangun sejak 1500-1100 Sebelum Masehi tersebut. Selain sebagai tempat para peramal, dalam sejarah Kuil Apollo juga digunakan sebagai tempat berlangsungya perlombaan yang dinamai The Pythian Games of Delphi antara tahun 591 sampai 585 Sebelum Masehi. Amphiteater di Delphi via planetware.com Ada juga sisa amphiteater besar yang berkapasitas sampai 5.000 penonton. Amphiteater yang berada di atas bukit sebelah atas Kuil Apollo ini sangat menarik karena berada di tebing dan menghadap langsung ke barisan pegunungan. Tak jauh, adajuga area bernama Tholos yang berupa bangunan melingkar dengan reruntuhan berupa 20 pilar berukuran besar. Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih banyak, ada baiknya kamu juga masuk ke Museum Delphi. Disana menjadi tempat koleksi patung-patung, pehiasan, tembikar, dan beragam peninggalan sejarah lainnya. Untuk menuju Delphi dari Kota Athena, kalian bisa menggunakan Bus. Dari berbagai wilayah di Kota Athena kalian bisa naik metro tujuan Athiki dan turun di Praktoria. Sesampai di Praktoria, carilah terminal bis yang berlokasi ditengah-tengah perumahan sehingga ada baiknya bertanya kepada petugas atau polisi agar tidak tersasar. Bus tujuan Delphi sendiri berangkat beberapa kali sehari yaitu jam 7:30, 10:30, 13:00, 15:30 dan 20:00. Sedangkan bus kembali dari Delphi ke Athena tersedia dari jam 5:30, 9:00, 11:00, 13:30, 16:00, dan 18:00. Perjalanan sendiri memakan waktu hingga 6 jam, sehingga perhatikan jadwal bus dengan baik. Jika mau pergi sehari saja, maka ada baiknya mengambil bus terpagi jam 7:30 agar bisa pulang dengan bus terakhir jam 18:00. Biayanya yaitu sebesar 30,2 Euro Pulang Pergi. 8. Berburu Buah Tangan di Monastiraki Square Via panoramio.com Setelah puas berplesiran, tak lengkap tentunya jika tidak mencari buah tangan untuk dibawa pulang. Satu kawasan yang bisa menjadi pilihan ialah Monastiraki Square yang berada di Kota Athena. Pasar ini bisa dikatakan pasar loak yang terkenal di Athena termasuk bagi turis karena dijual juga beragam souvenir dengan harga cukup murah mulai dari 1 Euro saja.
  5. Nama Bulgaria sebagai negara destinasi wisata bagi orang Indonesia memang tidak begitu populer. Hal ini mungkin karena meskipun berada di Eropa, tetapi negara ini belum resmi bergabung sebagai anggota Schengen yang mana kita tahu bersama bahwa hanya dengan Satu Visa Schengen saja, turis sudah bisa masuk ke lebih dari 20 negara di Eropa. Terlepas dari itu, sebenarnya Bulgaria sangat layak untuk dijadikan destinasi wisata. Apalagi negara ini berbatasan darat langsung dengan Turki sehingga kamu juga bisa menujunya menggunakan jalur darat baik bus atau kereta setelah berwisata ke Turki. Negara ini juga menyimpan banyak pesona baik alam maupun peninggalan sejarahnya. Negara dengan nama ibukota yaitu Sofia ini memiliki sejarah panjang sejak masa ribuan tahun sebelum Masehi, masa pendiriannya di abad 7 Masehi, masa kekuasaan Kesultanan Ottoman, hingga masa modern. Potensi inilah yang menarik bagi Bulgaria untuk dijadikan target wisata. Apalagi untuk ukuran negara Eropa, Bulgaria termasuk yang berbiaya hidup terendah. Informasi umum seputar Bulgaria ini bisa kamu baca di artikel disini Dari pada penasaran, Yuk, kita jelajahi sebagian pesona dari negara Balkan ini. 1.Surganya Pecinta Mawar Kebun Mawar di Kazanlak via shutterstock Mau lihat kebun mawar yang luas dengan pemandangan alam pegunungan yang memanjakan mata?. Bulgaria adalah negara produsen mawar jenis damascena atau damaskus terbesar di dunia, bahkan 60 - 70 persen produksi minyak mawar dunia berasal dari negara satu ini. Karenanya Bulgaria mendapat julukan ‘Land of Roses’. Populernya Mawar dengan jenis warna pink di Bulgaria, bahkan mendorong beberapa agen wisata untuk secara khusus membuka paket wisata kebun Mawar. Lokasi perkebunan mawar ialah disekitar lembah Pegunungan Balkan. Salah satu yang cukup terkenal ialah di daerah Kazanlak, sekitar 2-3 jam perjalanan dari Kota Sofia. Kota beriklim sejuk ini tentu sangat memanjakan. Selain hamparan kebun mawar, juga karena pemandangan alamnya yang memukau. Fasilitas wisata juga tersedia dengan baik termasuk hotel atau penginapan. Waktu terbaik untuk melihat mekarnya bunga Mawar tentu ialah saat musim semi yaitu Bulan Mei dan Juni. Saat inipula diadakan festival mawar yang sudah menjadi tradisi sejak tahun 1903. Dalam festival ini, perayaan mekarnya mawar menjadi atraksi utama dan termasuk prosesi panennya. Para petani mawar akan mengenakan pakaian tradisional, mereka menari, bernyanyi, dan melakukan parade sembari membawa mawar hasil panen. Festival Mawar via www.kazanlak.bg Tak hanya tentang mawar di kebunnya, di Kota Kazanlak juga ada Museum Mawar. Museum ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1967, namun yang ada saat ini adalah hasil perombakan dan perluasan hingga mencapai luas tanah 1200 meter persegi. Di museum ini terdapat lebih dari 1.000 hasil karya yang berkaitan dengan mawar. Selain itu sejarah, metode budidaya yang sudah ada sejak 300 tahun lalu, hingga proses produksi menjadi bagian yang dipamerkan. Pengunjung bahkan juga bisa mencoba sample harum dari aneka bunga mawar yang ada di sebuah ruang khusus. 2. Vitosha Boulevard, Kota Sofia Seperti kebanyakan ibukota negara-negara di Eropa, Bulgaria juga punya ibukota yang menarik sebagai destinasi wisata. Di kota ini, ada banyak monumen, museum, dan bangunan tua lain yang bisa dijelajahi, selain juga suasana kotanya yang klasik sudah menjadi daya pikatnya tersendiri. Vitosha Boulevard, Photo by Stella via thousandwonders.net/stella Kawasan Vitosha Boulevard contohnya adalah jalan yang paling favorit dikunjungi tidak hanya turis tapi juga warga lokal. Di commercial street dari St. Nedelya Square hingga South Park dengan lantai bata warna warni ini membentang jajaran pertokoan, restoran, dan cafe. Beragam merek dari yang kelas dunia hingga lokal bersaing memikat pengunjungnya. Tak salah jika jalan ini bahkan masuk dalam jajaran jalan komersil perdagangan termahal dunia. Apalagi penataan jalannya sangat rapih, menarik, atraktif, dan bersih, sehingga selalu membuat wisatawan betah menjelajahinya. Beberapa zona yaitu antara Patriarh Evtimii Blvd dan Jalan Alabin kini juga sudah direnovasi dan hanya boleh dilintasi oleh pejalan kaki saja. 3. Masjid Banya Bashi, Kota Sofia Di Kota Sofia ini juga ada salah satu masjid tertua di Eropa peninggalan masa Kesultanan Ottoman yaitu Banya Bashi Mosque. Masjid yang berada di Jalan Maria Luisa ini menjadi satu-satunya Masjid di Sofia yang masih berperan sebagai rumah ibadah. Padahal di era Turki Usmani, setidaknya ada 70 masjid berdiri di kota ini. Banya Bashi Mosque via wikimedia.org Jika dilihat, arsitektur masjid ini mirip dengan Masjid Biru di Istanbul, Turki, dan ternyata memang arsiteknya ialah orang yang sama yaitu Mimar Sinan. Pembangunan masjid ini berlangsung ditahun 1576 pada masa Kesultanan Utsmaniyah. Dengan arsitektur khas berupa kubah setengah lingkaran dan menara yang menjulang, masjid ini memiliki luasan area untuk menampung sekitar 700 jamaah. Tampak luar saja sudah cukup menawan, ternyata dibagian dalamnya juga tak kalah memukau dengan mozaik keramik bernuansa biru tua. Kaligrafi juga tak ketinggalan menghiasi bagian dinding dan membuatnya lebih terlihat artistik. Tak jauh dari masjid, ada juga bangunan yang berbentuk unik beratap kubah. Ternyata itu adalah sebuah pemandian air panas. Diluarnya taman dengan air muncrat menjadi bagian yang membuatnya banyak dkunjungi warga untuk sekedar bersantai. Tepat didepan masjid kalian juga bisa mampir ke sebuah pasar tradisional yang disebut Centralni Sofijski Chali oleh bahasa lokal. Pasar yang terbilang rapih dan bersih ini tak hanya menjual aneka barang keperluan harian seperti sayur, buah, daging, tetapi juga ada penjual kerajinan tangan khas. 4. Gereja Alexander Nevski Cathedral Alexander Nevski via holeinthedonut.com Ini adalah salah satu ikon bagi Kota Sofia, sebuah katedral atau Gereja Ortodoks yang bernama Alexander Nevski. Tokoh yang dijadikan nama gereja ini ialah seorang raja atau tsar Rusia yang menyelamatkan Rusia dari serangan pasukan Swedia di tahun 1240. Pembangunan gereja ini di tahun 1904-1912 memang ditujukan untuk peringatan bagi 200 ribu tentara Rusia yang wafat kala itu. Dirancang oleh arsitek Alexander Pomerantsev, pengerjaan gereja ini juga melibatkan ahli dari Bulgaria sendiri, Ruisa, Hungaria, dan seniman serta arsitek dari negara Eropa lain. Pantaslah jika gereja ini tampak sangat megah dan bernilai seni tinggi. Kubah keemasan dibagian puncak utamanya, dengan kubah-kubah lain disekitarnya, nampak gagah sebuah menara lonceng di salah satu bagian serta jajaran jendela dan pintu disisi sisi dinding. Secara umum arsitekturnya masih serupa dengan Hagia Sophia dan Blue Mosque di Turki. Kemegahan tak hanya tampak dari luar, dibagian dalam gereja nampak bercahaya temaram sehingga membangkitkan nuansa sakral. Nuansa ini semakin kental karena lilin-lilin yang dinyalakan oleh para jemaat dalam berdoa. Menariknya lagi bagian dalam ini hanya ada beberapa kursi di pinggir atau bagian tengahnya hanya berupa ruang kosong. Hal ini karena saat misa, jemaat melakukaknnya dengan berdiri. Bagian dalam gereja ini sendiri bisa dikunjungi wisatawan setiap hari dari jam 7 pagi sampai 6 sore secara gratis. Tapi sayangnya pengunjung tidak diperkenankan mengambil gambar atau video untuk bagian dalam gereja ini. 5. Rila Monastery Komplek biara satu ini juga menjadi destinasi utama wisata Bulgaria. Berlokasi di lereng Gunung Rila pada ketinggian lebih dari 1.100 mdpl menjadikan lokasi ini menjanjikan pemandangan yang luar biasa cantik. Karenanya juga wisatawan datang tidak sekedar untuk berkunjung ke biara bersejarak abad ke 10 ini tetapi juga untuk bersantai menikmati pemandangan alam khas pegunungan. Tampak udara komplek Biara Rila via http://bulgaria-photos.info Biara Rila menjadi situs Warisan dunia UNESCO yang paling populer dan sangat direkomendasikan di Bulgaria. Untuk mencapainya, kalian bisa juga menggunakan transportasi umum berupa bus yang tersedia sekali dalam sehari dari Terminal Oval Kupel di Kota Sofia. Jadwal keberangkatannya ialah di jam 10:20 pagi, dan karena hanya satu-satunya, usahakan tiba jauh sebelum itu. Tarifnya sendiri ialah sekitar 11 Leva perorang sekali jalan dengan durasi perjalanan 2,5 jam. Jadwal bus pulang sendiri menuju Sofia ialah jam 3 sore, dengan kata lain jika menggunakan bus umum ini kamu disediakan waktu sekitar 2,5-3 jam untuk berkeliling. Terbilang waktu yang cukup karena memang kompleknya tidak begitu luas. Sampai saat ini Rila Monastery masih dijadikan biara sehingga tidak semua bagian ruang bisa dimasuki wisatawan. Komplek ini sendiri dikelilingi oleh tembok sangat tinggi dan tebal sebagai pembatas. Warna merah bata, putih, dan hitam mendominasi bangunan dalam dengan motif-motif sederhananya. Bagian tertua yang ada saat ini ialah Menara Hrelyu. Bangunan ini dibangun pada abad ke 14 dan sekarang difungsikan menjadi kios souvenir. Gereja utama via wikimedia.org Di bagian tengah halaman depan ada juga gereja utama bernama ‘The Nativity of The Virgin’. Bangunan dengan lima kubah ini cantik juga dibagian dalamnya dengan lukisan dan ukiran memenuhi dinding hingga kebagian langit-langit kubah. Tapi sama seperti gereja Alexander Nevski, pengunjung dilarang memfoto dan video, termasuk barang bawaan juga harus dititipkan di petugas. Ada juga sebuah museum dimana tersimpan berbagai alat upacara keagamaan gereja. Alat-alat ini ada yang terbuat dari perak hingga emas. Satu yang paling menjadi perhatian ialah sebuah salib mahakarya seorang pendeta bernama Raphael. Menjadikannya unik karena Salib berukuran 81x43 cm ini dihiasi dengan ukiran yang menceritakan 104 cerita religius serta 650 gambar super kecil. Saking detilnya, pengerjaan salib ini oleh sang pendeta memakan waktu hingga 12 tahun. Menariknya lagi, pengunjung bisa menginap di dalam komplek biara ini. Tentunya hal ini menjadi pengalaman menarik jika kamu memang menyukai nuansa tenang berkabut khas pegunungan sehingga butuh waktu lebih lama disana. Jangan ketinggalan pula mencoba mengambil air di air mancur keran dekat parkiran, air nya jernih, segar, dan bisa diminum langsung sehingga banyak yang memasukkannya kedalam botol untuk dibawa pulang. 6. Plovdiv Plovdiv adalah kota terbesar kedua di Bulgaria setelah ibukota Sofia. Kota ini berjarak sekitar 150 km dari Sofia yang bisa ditempuh dengan kendaraan umum berupa bus ataupun kereta. Pedestrian di Knyaz Aleander I via myvacationitineraries.com Plovdiv sendiri menarik menjadi destinasi wisata karena kota ini adalah sebuah kota peninggalan sejarah. Ada dua bagian kota yaitu kota modern dan kota tua. Kota modern atau kota baru di pusat kota menjadi kawasan komersil dengan bangunan-bangunan berarsitektur barock hingga modern. Menariknya sentuhan seni di Plodiv ini cukup kental dimana selain gedung-gedungnya yang dipercantik berwarna warni juga didukung dengan seniman yang banyak ditemui. Kamu bisa berkunjug ke Jalan Knyaz Alexander I untuk melihat Pemusik mengalunkan irama dijalananan, pelukis yang menjajakan karyanya di kios-kios, pemahat yang memamerkan patungnya, hingga penjual bunga yang mempercantik suasana. Di Kota Plovidiv ini juga kamu bisa menyambangi sebuah masjid bernama Dzumaya yang nampaknya berukuran lebih luas dari Banya Bashi. Masjid yang dibangun pada abad 14-15 ini memiliki arsitektur khas Turki Usmani dengan dinding berupa bata merah berseling batu alam. Menara dengan atap runcingnya menjadi bagian yang paling mengingatkan dengan nuansa Turki. Tepat di dekat masjid ini, ada juga sisa peninggalan romawi kuno seperti sebuah amphiteater. Ternyata itu adalah stadion yang memang dibuat seolah berada di bawah permukaan tanah. Hanya sebagian yang baru tergali, sebagiannya lagi nampak masih berupa undakan tanah. Roman Amphitheater via davidsbeenhere.com Bergeser ke kawasan kota tua-nya yang hanya beberapa ratus meter dari Masjid Dzumaya. Sebuah amphiteater peninggalan romawi menjadi atraksi paling utama yang diburu. Amphiteater ini selain masih meninggalkan bangku tribun penontonnya, juga masih ada sisa reruntuhan bangunan dan pilar di bagian depannya. Karena lokasinya yang berada di perbukitan menjadikan pemandangan dari amphiteater ini pun sangat menarik. Jika kamu datang di musim panas, sempatkan pula menyaksikan konser dan opera yang biasa diadakan di amphiteater ini. Suasana Old city via wikipedia.org Layaknya sebuah kota tua, atmosfernya hadir dari peninggalan bangunan yang ada, didukung pula dengan jalanan yang menggunakan batu sehingga nampak sangat klasik untuk difoto. Bangunan kuno yang ada umumnya berbahan kayu dan batu dengan arsitektur utama yaitu Turki Usmani. Beberapa rumah tua berdekorasi unik ini sekarang digunakan sebagai museum sehingga kamu bisa menjelajahinya lebih dalam. 7. Veliko Tarnovo Berada di kawasan pegunungan utara dari Bulgaria, Veliko Tarnovo juga cukup direkomendasikan karena selain memiliki pemandangan alam juga karena peninggalan sejarahnya. Kota ini sempat menjadi ibukota dari kekaisaran Bulgaria kedua di tahun 1185 hingga 1396. Untuk menujunya bisa menggunakan kereta ataupun bus dengan lama perjalanan sekitar 3 - 4 jam jika dari Kota Sofia. Benteng Tsarevets via pinterest.com Tujuan menarik yang wajib didatangi ialah benteng yang berada diatas sebuah perbukitan. Bentang bak Tembok China ini dikenal dengan nama Tsarevets. Benteng ini menjadi peninggalan kekaisaran Bulgaria kedua dan pernah ditaklukkan lalu dibakar saat pendudukan pasukan Ottoman tahun 1393. Barulah di tahun 1930 dilakukan restorasi untuk memulihkan kondisi asli benteng tersebut dimana upaya ini dilakukan dalam rangka memperingati ulang tahun Bulgaria ke 1300 saat itu. Sebagai sebuah benteng tua penuh sejarah, Tsarevets kini menjadi sebuah museum arkeologi. Kunjungan saat musim panas akan lebih menarik karena dibenteng ini akan dilengkapi dengan audiovisual dan pencahayaan yang menarik. Festival dan opera juga kerap dilakukan saat musim panas tersebut yaitu diantara bulan Juli hingga Agustus. Dibuka setiap hari dari jam 9 pagi hingga 7 petang, pengunjung dikenakan biaya sebesar 6 Leva untuk bisa masuk komplek benteng. 8. Varna Pesisir Pantai Golden Resort di Varna via tourist-destinations.com Selain punya situs sejarah, jangan lupakan bahwa Bulgaria berbatasan dengan Laut Hitam. Bergerak ke pesisir Timurnya, maka pesona alam berupa lautan dan pantai menjadi suguhannya. Salah satu kota yang punya suguhan pantai terbaik itu adalah Varna. Kota terbesar ke tiga di Bulgaria ini memiliki garis pantai dengan pasir putihnya. Memandang Laut Hitam sembari bersantai dan berjemur adalah aktivitas favorit bagi pengunjung. Fasilitas pendukung wisata juga lengkap disana termasuk akomodasi seperti hotel yang dekat dengan pantai bahkan hotel berbintang yang menghadap langsung ke laut. Tak hanya soal pantai, Varna juga terkenal sebagai pusat ekonomi, sosial, dan budaya yang besar sejak beribu tahun lalu. Kekayaan ini membuat Varna menjadi kota maju yang menarik. Banyak museum juga yang bisa menjadi alternatif selain menikmati suasana kotanya itu sendiri.
  6. Bulgaria, salah satu negara Balkan ini berbatasan langsung dengan Turki di bagian Tenggara dan Laut Hitam di bagian Timur. Negara ini juga masih memiliki ciri-ciri yang mirip dengan Turki, hal ini tak terlepas dari sejarahnya yang pernah berada di bawah kekuasaan Kesultanan Utsmaniyah selama lima abad. Bulgaria juga memiliki keunikan karena menjadi negara tertua di Eropa yang tidak pernah berganti nama sejak didirikannya tahun 681 Masehi oleh Khan Asparukh bersama beberapa suku Slavis. Letak Negara Bulgaria via googlemap Republik Bulgaria mungkin memang masih tidak begitu populer bagi turis Indonesia karena letaknya yang memang berada di Eropa Timur, sedangkan kebanyakan favorit destinasi ialah di Eropa Barat. Namun tak ada salahnya juga jika kamu mencoba menjadikan negara berpenduduk lebih dari 7 juta jiwa ini sebagai tujuan wisata. Apalagi lokasinya yang berbatasan langsung dengan Turki, bisa dituju dengan menggunakan jalur darat baik dengan bus atapun kereta. Nah, sebelum kamu menjadikan Bulgaria sebagai pilihan destinasi wisata, berikut adalah hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang negara ini. Apa saja itu? 1.Visa Bulgaria Ilustrasi via stockphoto.com Bagi wisatawan Indonesia, pengurusan visa bisa dilakukan melalui agen atau ke kedutaan Bulgaria yang berada di Jalan Imam Bonjol No.34-36, Menteng, Jakarta Pusat. Tarif pengurusannya sendiri berkisar di angka 1 jutaan, dan terutama jika kamu menggunakan agen maka tentu bisa lebih dari itu. Kenapa tidak menggunakan Visa Schengen? Meskipun Bulgaria ada di eropa tetapi bukan berarti bisa menggunakan Visa Schengen, ya guys. Tidak semua negara eropa tergabung dalam Schengen, terkhusus negara-negara Eropa Timur atau Balkan belum secara resmi tergabung dalam schengen tersebut. Tetapi berdasarkan informasi terbaru, negara-negara Balkan termasuk Bulgaria mulai membuka pintu bagi pemegang Visa Schengen ini dengan maksimal singgah 3 bulan. Hal ini tentu cukup menjadi angin segar bagi pelancong yang ke Eropa karena bisa juga menambah Bulgaria sebagai salah satu list daftar destinasinya. 2. Mata Uang Mata Uang Leva Bulgaria via depositphoto.com Lagi-lagi meskipun berada di benua Eropa, Bulgaria tak berarti bermata uang Euro. Negara ini memiliki mata uangnya sendiri yaitu Leva atau sekarang disingkat BGN. Mata uang ini sudah digunakan sejak tahun 1881 dimana Redenominal terjadi pada tahun 1999. Mata uang 1.000 Leva disetarakan dengan 1 Leva hingga seperti yang ada saat in Leva Bulgaria terdiri dari dua jenis yaitu logam dan kertas. Uang logam terdiri atas pecahan 1, 2, 5, 10, 20, dan 50 stotinka serta 1 dan 2 Leva. Stotinka sendiri sama dengan sen dalam istilah kita dimana 100 stotinka setara dengan 1 Leva. Sedangkan uang kertas memiliki pecahan 1, 2, 5, 10, 20, 50, dan 100 Leva. Kurs BGL sendiri terhadap IDR per awal April 2017 ini ialah sebesar Rp 7.270an per 1 Leva nya. 3. Sofia, Ibukota Negara Salah satu view udara di Kota Sofia via bulgarianproperties.com Mungkin banyak yang belum tahu apa nama ibukota negara Bulgaria. Ternyata namanya cukup menarik yaitu Sofia, nama yang mungkin mengingatkan dengan Turki karena mirip dengan nama Hagia Sofia. Asal kata Sofia sendiri ialah dari bahasa Yunani yang bermakna Bijak, asal kata yang juga sama dengan Hagia Sofia nya Turki. Hal ini lagi-lagi tak terlepas dari kedekatan sejarah keduanya. Sofia sendiri sebagai ibukota negara juga menjadi kota terbesar di Bulgaria dengan penduduk sekitar 1,3 juta jiwa. Menjadi menarik karena Kota Sofia ini memiliki peninggalan sejarah yang sangat kaya. Hal ini karena memang kota ini bahkan sudah berdiri sejak 7000 tahun lalu dan menjadikannya sebagai kota tertua kedua di Eropa. Nama Sofia sendiri sebenarnya baru dipakai di abad ke 14, sebelumnya nama kota ini berubah-ubah dari Serdica di masa kuno, Sredet oleh suku Slavia, dan Triaditsa pada era Bizantium. Tak hanya soal sejarah, Sofia juga punya keunggulan secara alam. Kota ini sangat dekat dengan gunung yaitu Gunung Vitosha. Bahkan Sofia menjadi satu-satunya kota besar di Eropa yang berjarak hanya sekitar 15 menit dari gunung. 4. Mengangguk berarti ‘Tidak’, Menggeleng berarti ‘Iya’ Orang Bulgaria via cntraveller.in Beralih ke soal kebiasaan masyarakat. Sebelum ke Bulgaria ada baiknya mengetahui apa-apa saja yang menjadi kebiasaan mereka agar kita tidak gagal paham. Sebenarnya secara umum kebiasaan dan tata krama di Bulgaria sama saja seperti negara-negara eropa lain, tetapi ada satu yang cukup menarik yaitu tradisi atau kebiasaan mereka untuk mengekspresikan kata ‘tidak’. Jika kita terbiasa mengartikan menganggukkan kepala artinya ‘iya’ atau ‘setuju’, maka hal sebaliknya di Bulgaria. Mereka menganggukkan kepala untuk kata ‘tidak’. Penenakanan makna bisa dilakukan dengan mengucapkan kata ‘ne’ yang artinya ‘tidak’ Bagaimana dengan kata ‘ya’. Ternyata kebalikannya, kebiasaan orang Bulhgaria untuk menggesturekan kata ‘ya’ yaitu dengan menggelengkan kepala ke kiri dan kanan atau juga dengan berjabat tangan. Penekanan makna juga biasa dilakukan dengan mengucapkan kata ‘da’ yang artinya ‘iya’. 5. Biaya Hidup Keramaian pedestrian Vitosha Bulevard di Sofia Via flipfloppeople.com Untuk ukuran negara Eropa, Bulgaria masuk dalam jajaran negara berbiaya hidup terendah. Salah satu situs perjalanan bahkan mengeluarkan survei untuk harga hotel berbintang, makanan, dan taksi, dari hasil ini menunjukkan bahwa untuk Eropa, Bulgaria terkhusus kota Sofia memiliki biaya yang lebih murah. Tarif untuk dua orang dalam kebutuhan menginap di Hotel berbintang 4, makan, dan biaya taksi perharinya membutuhkan biaya sekitar 2 juta rupiah. Tentu ini terbilang murah untuk Eropa. Mau lebih hemat? Tentu masih bisa karena survei ini dilakukan untuk tarif standar, bukan backpacker. Sebagai gambaran, harga sepotong roti di Bulgaria masih bisa kamu temukan dengan harga 1 Leva atau sekitar 7 ribuan rupiah dan sebotol air soda dengan harga sekitar 2 Leva. Sejalan, biaya transportasi juga masih cukup wajar yaitu sekitar 1 Leva untuk bus dalam kota. 6. Transportasi Umum Tram di Kota Sofia via pinterest.com Urusan transportasi umum, Bulgaria cukup bisa diandalkan kenyamanan dan variasi nya. Di dalam kota Sofia saja contohnya, selain taksi, tersedia bus, tram, dan metro atau kereta bawah tanah. Pilihan yang beragam ini juga didukung dengan fasilitas yang memadai dan cukup nyaman. Tak ketinggalan biayanya juga masih cukup terjangkau. Bus dan tram contohnya, mematok tarif 1 Leva untuk sekali jalan. Tidak ada beda harga jauh dan dekat untuk tarif ini. Sedangkan untuk keluar kota, kamu bisa juga memilih bus atau kereta api. Keduanya punya keunggulan dan kekurangan masing-masing. Bus sedikit lebih mahal tetapi terbilang lebih cepat dan nyaman. Sedangkan kereta memang lebih murah tetapi justru lebih lama dan terkenal kurang dapat diandalkan.
  7. Majalah gaya hidup dan mode, Vogue Korea Selatan menerbitkan artikel tentang ‘The Most 7 Beautiful Beaches in Asia’ yang ditulis pada 24 Maret 2017 ini. Dalam rilisnya ini, Vogue menempatkan jajaran pantai-pantai dari Asia yang memang sudah sangat dikenal sebagai yang populer karena kecantikannya. Bersyukurnya, dari 7 pantai di Asia itu, 3 diantaranya adalah pantai yang ada di Indonesia. Hal ini tentu sangat membanggakan. Apalagi memang pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pariwisata tengah gencar mempromosikan wisata pantai bagi wisatawan asal Korea Selatan. Dengan masuknya 3 pantai ini, ibarat angin segar bagi upaya promosi ‘Wonderful Indonesia’. Nah, pantai-pantai manakah yang masuk dalam jajaran 7 terindah dunia tersebut? Apakah kamu sudah pernah menyambangi salah satunya? 1.Pantai Tangsi, Indonesia Via baligo.co Langsung dimulai dari Indonesia, nama Pantai Tangsi mungkin masih ragu-ragu dalam ingatan, dimana pantai ini berada. Namun jika disebut Pink Beach, maka dapat dipastikan kita langsung tahu bahwa yang dimaksud ialah pantai di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ya, Pantai Tangsi adalah nama asli dari Pantai Pink Lombok. Pantai Tangsi terletak di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Seperti julukannya, Pink Beach, pantai ini memang memiliki pasir yang berwarna pink, yang menjadikannya sangat unik dan mengundang perhatian. Pink beach seperti ini tercatat hanya ada 7 di dunia dan Indonesia punya 2 diantaranya yaitu di Pulau Komodo dan Pulau Lombok ini. Karang sumber warna pink via baligo.co Warna pink pantai berasal dari butir-butir pasir putih bercampur dengan serpihan karang muda berwarna merah muda. Sinar matahari dan sentuhan dari air laut membuat warna ini menjadi lebih kuat dan bersinar. Karenanya waktu terbaik untuk datang ialah saat siang hingga sekitar jam 4 sore. Lokasi Pantai Tangsi sebenarnya cukup jauh dan terpencil, tetapi keunikannya jauh lebih memikat dari sekedar soal jarak. Butuh waktu sekitar 2,5 jam perjalanan dari Kota Mataram untuk menuju Pantai Tangsi ini. Rutenya ialah Mataram – By Pass Bandara Lombok – Bandara Lombok – Praya – Jerowaru – Pemongkong – Dusun Sekaroh – Pantai Tangsi. Untuk menuju pantai ini juga kalian bisa ikuti saja petunjuk arah ke Tanjung Ringgit karena lokasinya searah. Jika sudah sampai di daerah bernama Jerowaru dan menemukan pasar, maka setelahnya ada pertigaan. Kamu tinggal ikuti petunjuk ke arah Tanjung Ringgit tersebut. Setelah itu ada lagi pertigaan namun tidak ada petunjuk arah, maka pilih jalur ke Kiri. Ikuti jalan itu terus, dan ketika mulai melihat mercusuar, maka perhatian arah sisi kiri jalan karena akan ada petunjuk lokasi bertulis Pantai Pink. Bingung? Lihat saja google map dan bertanya dengan penduduk lokal. 2. Pantai Aharen, Jepang via supercoolbeaches.com Berada di Pulau Tokashiki, Pantai Aharen menjadi salah satu favorit wisatawan karena cukup mudah diakses juga murah karena tidak perlu biaya untuk memasukinya. Pantai berpasir putih dengan karang-karangnya ini memanjang dan melengkung sekitar 800 meter. Tak hanya soal pasir putih dan bebatuan karang di bibir pantainya, Aharen juga menarik bagi pecinta snorkeling. Hal ini karena tak perlu jauh dari bibir pantai, pesona bawah laur terumbu karang sudah bisa dilihat. Ikan-ikan beraneka jenis dan warna juga bisa dilihat di antara celah-celah karang. Untuk bisa mencapai Pantai Aharen tentunya kalian harus menuju Pulau Tokashiki dulu. Ini merupakan pulau kecil di ujung Barat Daya Jepang, bahkan lebih dekat dengan Taiwan dibanding dengan Tokyo. Namun bukan berarti akan kesulitan mencapainya karena kalian bisa mencapainya dengan naik boat atau ferry dari Pelabuhan Tomari di selatan Pulau Okinawa. Boat Express memakan waktu sekitar 35 menit untuk mencapai Tokashiki dengan biaya sekitar USD 40. Sedangkan jika naik ferry perlu waktu lebih lama yaitu sekitar 70 menit tetapi biayanya hanya sekitar USD 25. Sesampainya di Pelabuhan Pulau Tokashiki, untuk menuju Pantai Aharen ialah dengan bus yang berbiaya sebesar 400 Yen. Perjalanan ini hanya memakan waktu 20 menit saja dan kalian sudah sampai di Pantai Terindah ini. 3. Gili Meno, Indonesia via baskgilimeno.com Kembali ke Indonesia dan kembali di Lombok, pantai di Pulau Gili Meno juga berhasil mecuri perhatian karena pesona kecantikan alamnya. Gili Meno sendiri merupakan pulau terkecil dan paling sepi diantara 2 Gili lain yang tersebar di Barat Lombok, yaitu Gili Trawangan dan Gili Air. Mungkin inilah yang menjadikannya lebih terjaga kealamiannya sehingga lebih terpancar pesona cantiknya. Keunggulan dari Gili Meno ialah karena hampir disemua keliling pulau ialah pantai berpasir putih yang bisa dinikmati keindahannya. Bahkan untuk bisa menikmati semua sisinya, kalian bisa berjalan kaki sekitar 1-1,5 jam. Ya, berjalan kaki karena tidak ada kendaraan bermotor yang diizinkan beroperasi di dalam pulau ini. Atau setidaknya kalian bisa menyewa sepeda atau naik andong jika tidak ingin terlalu letih menyusurinya. Selain bersantai di pinggir pantai, ragam kegiatan lain yang bisa dilakukan ialah seperti snorkeling, diving, dan termasuk mengunjungi penangkaran penyu yang ada di pulau Gili Meno ini. Tak hanya itu, ada juga taman burung yang bisa menjadi pilihan lainnya apalagi jika kalian pergi bersama anak-anak. Sama seperti ke Gili Trawangan ataupun Gili Air, menuju Gili Meno bisa dilakukan dengan naik kapal dari Pelabuhan Bangsal, Pulau Lombok. Pelabuhan Bangsal sendiri berada sekitar 1 jam dari Pantai Senggigi dan bisa dituju dengan naik taksi atau angkot. Waktu terbaik untuk berlibur ke sini ialah saat musim panas antara bulan Juli sampai November, namun memang resikonya biasanya biaya penginapan akan lebih mahal. Sedangkan jika datang saat low-season, penginapan masih bisa ditawar-menawar dan tentunya tidak ramai wisatawan. 4. Phra Nang Cave Beach, Thailand via dailytravelphotos.com Pantai Goa Phra Nang atau dikenal dengan Nang Cave Beach berada di kawasan Krabi, Thailand bagian Selatan. Pantai Phra menjadi spesial karena tebing-tebing atau bukit kapur yang mengitari daratannya. Di tebing inilah ada sebuah gua yang didialamnya ada banyak patung-patung kayu. Sesajian dan bebungaan segar juga nampak disana yang menjadi bagian ritual memohon kesuburan. Ya, gua inidipercaya sebagai tempat untuk memohon kesuburan yang bisa dilihat dari bentuk patung kayu yang ada yaitu menyerupai alat kelamin. Tak salah jika banyak pasangan suami istri yang mendatanginya selain wisatawan yang sekedar untuk berfoto-foto. Terlepas dari gua itu, Pantai Phra Nang memang sangat nyaman untuk berlibur. Pasir putih, air biru yang jernih, serta kedramatisan tebing-tebing disekitarnya membuat pantai ini sangat eksotis untuk dinikmati dan difoto. 5. Pink Beach Great Santa Cruz Island, Philippines via wikipedia.org Ternyata Filipina juga memiliki Pantai Pink layaknya di Lombok. Pink Beach ini berlokasi di ujung selatan Kepulauan Negara Filipina, di sebuah pulau kecil di Zamboanga City yang bernama Great Santa Cruz. Kawasan lindung ini menjadi surga ketenangan karena masih cukup jarang orang yang berwisata kesana. Hal ini karena memang untuk menuju Pulau Santa Cruz ini harus terlebih dahulu meminta izin dinas pariwisata di Kota Zamboanga. Setelahnya barulah kalian bisa menyewa speed boat seharga sekitar 800-1.000 Peso untuk perjalanan pulang pergi. Tapi lagi-lagi karena faktor jarangnya orang yang datang inilah yang menjadikan Pink Beach ini masih sangat alami dan memanjakan mata. Kalian bisa bebas melakukan aktivitas dari mulai sekedar bersantai hingga berenang dan snorkeling. 6. Pantai Tanjung Tinggi, Indonesia via Indonesia-Tourism.com Pasti pantai ini sudah begitu akrab di telinga kita, bahkan pasti banyak juga diantara kita yang sudah atau setidaknya bercita-cita untuk datang kesini. Pantai yang terkenal karena film Laskar Pelangi ini memang menjadi incaran turis lantaran hamparan batu granit raksasa yang ada disepanjang pantai. Seperti namanya, Pantai Tanjung Tinggi berada di semenanjung dan memiliki bebatuan tinggi. Tapi lebih dari itu, keindahannya semakin sempurna karena airnya yang super jernih, pasir putih, dan nyiur yang tersebar di pantai. Beralamat di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, untuk menuju pantai ini kini tidak lah sulit karena memang sudah begitu terkenal dan menjadi destinasi wajib jika berkunjung ke Pulau Belitung. Jaraknya sekitar 37 km dari pusat Kota Tanjungpandan, kalian bisa mencapainya dengan menggunakan motor ataupun mobil melewati jalan raya yang cukup mulus. 7. White Beach, Philippines via journeyinsider.com Kembali ke Filipina, jika kamu ingin merasakan pantai berpasir putih yang benar-benar putih, maka singgahlah ke Boracay di kepulauan bagian Selatan dari Filipina. Mencapainya memang butuh waktu karena jika dari Manila kalian harus menuju Kota Kalibo di Kepulauan Panay menggunakan pesawat. Setelahnya dilanjutkan dengan naik bis sekitar 2 jam menuju Pelabuhan Caticlan. Dari pelabuhan inilah kapal penyebrangan ke Baracay tersedia. Meskipun tampak jauh dan memakan waktu, semua akan terbayar ketika sampai di White Beach. Hamparan luas dan memanjang dari pasir pantai yang putih bersih sangat serasi dengan jernihnya laut dan pohon kelapa. Benar-benar nuansa tropis yang memanjakan. Tak heran jika bahkan beberapa media eropa pun menjadikan White Beach satu ini sebagai pantai terindah di dunia.
  8. Kita tahu bersama bahwa Kementrian Pariwisata tengah gencar mempromosikan wisata dalam negeri, baik untuk turis mancanegara maupun untuk orang Indonesia sendiri. Tak mau ketinggalan, pemerintah Kota Palembang bersama Dinas Pariwisata Provinsi dan Tim Pesona Sriwijaya sejak 2016 lalu pun bergerak cepat membenahi tempat-tempat bernilai jual wisata di Kota Palembang. Hal ini juga sejalan dalam rangka mensukseskan Asian Games yang bakal dihelat tahun 2018 nanti dimana Palembang juga menjadi Tuan Rumah mendampingi Jakarta. Satu lokasi yang mendapat perhatian untuk pembenahan itu ialah Kampung Arab Al Munawar yang berada di Kelurahan 13 Ulu, Palembang. Bagi orang Palembang sebenarnya nama kampung ini sudah sangat familiar sejak dulu, tapi banyak yang belum pernah datang, termasuk saya. Namun kondisi ini sudah berubah, sekarang kampung Al-Munawar selalu saja ramai dikunjungi wisatawan. Tak hanya weekend, tapi juga weekdays. Lantas apa yang membuat Kampung Arab ini menjadi begitu naik daun setidaknya bagi warga Palembang sendiri? Yuk ! ikuti perjalanan saya disana. 1.Lokasi Kampung Al-Munawar dan Cara Mencapainya Kampung Al-Munawar beralamatkan di Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang, atau di sisi bagian Ulu (Selatan) Palembang. Kampung ini tepat berada di pesisir Sungai Musi, tak jauh dari Jembatan Ampera. Sebenarnya selain Kampung Arab di 13 Ulu ini, masih ada perkampungan Arab lainnya yang masih di Kecamatan yang sama dan juga persis di pesisir Sungai Musi seperti Lorong Al-Habsyi, Al-Hadad, dan Al Kaaf di 14 Ulu serta Komplek Assegaf di 16 Ulu. Namun memang dalam tahap awal ini, Kampung Al Munawar inilah yang dirombak. Lokasi Kampung Al-Munawar dalam Peta Menuju lokasi kampung inipun sangatlah mudah. Tentunya yang pertama kalian harus sudah ada di Palembang terlebih dahulu. Nah, barulah setelahnya kita lanjutkan perjalanan. Cara pertama bisa dengan jalur darat. Kalian bisa langsung menyebrang Jembatan Ampera dari sisi Ilir menuju sisi Ulu Palembang. Bisa naik angkot, bus kota, atau Transmusi jurusan Plaju dan turun di pangkal Jembatan Ampera sisi Sebrang Ulu. Setelahnya berjalan kaki sedikit menuju Pasar 7 ulu dan naik angkot Tangga Takat berwarna biru. Berhentilah di Lorong Al-Munawar tepat di depan gedung Pos Pemadam Kebakaran yang tak begitu jauh dari pasar. Atau jika tidak mau repot gonta ganti angkutan, gunakan saja aplikasi angkutan online atau taksi. Lokasi Kampung Al-Munawar tepat di tepian Sungai Musi Cara kedua yang lebih menarik ialah dengan jalur air alias mengarungi Sungai Musi. Kalian bisa naik ‘ketek’ –sebutan perahu kecil di Palembang- dari kawasan dermaga Benteng Kuto Besak. Tarif ketek sendiri tidak menentu karena berdasarkan tawar menawar. Standar yang bisa saya berikan ialah sekitar 50 ribu Pulang Pergi perperahu, jadi akan lebih murah kalau kamu pergi ramean. Nah, biasanya juga wisatawan yang datang dengan berperahu sekalian pergi ke Pulau Kemarau. Untuk yang satu ini, tentunya memiliki tarif yang berbeda karena jarak ke Pulau Kemarau lebih jauh. Jika naik ketek biasa tarif PP dengan rute Benteng Kuto Besak - Pulau Kemarau - Kampung Kapitan - Benteng Kuto Besak ialah sekitar 100-150 ribu perperahu ketek dan sekitar 150-200 ribu perperahu speedboat. Ya, ada dua jenis perahu yang bisa dipakai yaitu ketek dengan tenaga mesin biasa dan satu lagi perahu speedboat yang bisa melaju jauh lebih cepat. 2. Waktu Kunjungan dan Tiket Masuk Loket tiket di Entrance via Sungai Perlu diketahui bahwa untuk kegiatan wisata, Kampung Al-Munawar buka dari jam 7:30 pagi sampai 5 sore. Hari Jumat adalah hari libur di kampung ini sehingga kegiatan wisata juga sejauh ini tidak diizinkan. Tidak seperti dulu yang bebas biaya bagi wisatawan, kini Kampung Al-Munawar sudah mematok tiket untuk bisa masuk kawasan sejarah ini. Tapi jangan kahwatir, tiketnya hanya sebesar Rp 2.000 rupiah saja perorangnya. Ya, harga yang sangat murah untuk sebuah Heritage Site. Tarif ini digunakan sebagai biaya perawatan kawasan itu sendiri yang tentu hasilnya bisa dirasakan oleh wisatawan. Buktinya, meskipun berada di tepian sungai tetapi kampung ini sangat bersih. Tak ada sampah yang berserakan karena tempat sampahpun tersedia di banyak titik. Area Parkir Jika kamu naik kendaraan pribadi, maka kamu bisa parkir di dalam kampung tepat di halaman luas di bagian tengah, tak jauh dari pintu masuk via darat. Untuk fasilitas parkir ini, pengunjung juga harus mengeluarkan biaya parkir namun lagi-lagi sangat murah yaitu Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil. 3. Peraturan Bagi Wisatawan Sebagai sebuah perkampungan warga dari etnis Arab dan memiliki kebudayaan yang kuat, tentunya kita sebagai wisatawan juga harus menghargai tata kehidupan yang berlaku disana. Secara jelas, pengelola juga memasang petunjuk peraturan yang harus ditaati oleh wisatawan. Sebenarnya peraturan ini adalah hal umum yang sama saja dengan norma-norma kesopanan yang Indonesia secara umum anut yaitu harus berpakaian sopan atau tertutup, baik pria atau wanita harus menggunakan celana panjang (jika kebetulan memakai celana pendek maka pihak pengelola sudah menyediakan kain untuk menutupi), tidak boleh duduk berduaan bagi lawan jenis, serta termasuk dilarang berfoto secara berpasangan bagi bukan muhrim. Prewedding pun sebenarnya masih boleh dilakukan disini, tetapi tentu tidak boleh sampai ada kontak fisik antara kedua pasangan. 4. Al-Munawar Sebagai Kampung Sejarah, Budaya, dan Religi Dijadikan sebuah kampung wisata tentunya Al Munawar mempunyai keunggulan tersendiri. Kampung ini menjadi satu kampung Arab tertua di Palembang yang sudah ada sejak lebih dari 300 tahun lalu. Dinamakan Al-Munawar karena pendiri kampung ini ialah Syeikh Abdurrahman Al Munawar, tokoh Arab yang mendiami lokasi tersebut sejak tahun 1206 Hijriah. Salah satu rumah tertua di Al-Munawar Ada sekitar 17 rumah tua di kampung ini dimana 8 diantaranya masuk dalam Bangunan Cagar Budaya. Rumah tertua berusia sekitar 350 tahun dan hingga kini masih kokoh berdiri bahkan semakin cantik setelah dipugar. Menariknya, dari sekitar 300 penduduk yang ada, semuanya memiliki garis kekerabatan yang erat. Hal ini karena tradisi disana yang tidak memperbolehkan anak perempuan menikah dengan orang diluar kampung. Untuk pria dibolehkan menikahi perempuan luar kampung tetapi tentu saja garis keturunan Ayah sebagai orang Arab tentu memiliki pengaruh lebih kental dalam silsilah. Intinya ketika datang ke kampung ini, kita seolah berada di Little Arab karena semua warganya adalah orang Arab dengan cirinya yang sangat khas. Kembali karena merupakan kampungnya warga Arab, maka nilai-nilai Islam menjadi atmosfer utama. Jumat adalah hari libur, termasuk untuk anak sekolah. Uniknya di hari Minggu justru sekolah tetap berlangsung. Di moment-moment khusus seperti Tahun Baru Islam, Maulid Nabi, dan Ramadhan, maka ada berbagai acara budaya yang dilakukan di Al-Munawar seperti kesenian gambus. Inilah yang juga menjadikan Al-Munawar sebagai salah satu lokasi wisata religi terbaik di Palembang. 5. Menelusuri Al Munawar Heritage Site yang Instagramable Saya menuju Kampung Al-Munawar melalui jalur sungai. Ketek akan langsung melabuhkan diri tepat di entrance area. Jangan khawatir nyasar karena kampung ini sangat nyentrik dimana tulisan ‘al munawar’ dan ‘logo pesona indonesia’ tepampang menghadap langsung ke Sungai Musi. Bagian Tepi Sungai Pijakan kayu dan pagar hitam menjadi penyambut wisatawan dari arah sungai ini. Penataan yang rapih dimana nuansa tradisional dibalut dengan sentuhan yang lebih modern menjadikan al-munawar di bagian tepi sungai terasa sangat nyaman dan cocok untuk latar berfoto. Bangku-bangku kayu bercat oranye kecoklatan bersanding dengan pot-pot bunga berbentuk kubus menjadi bagian yang juga langsung menarik perhatian. Musholla Tepi Sungai Tepat di bagian tepi sungai ini juga ada sebuah Musholla yang lokasinya menjorok langsung ke permukaan sungai. Sensasi beribadah disini tentu sangat berbeda. Jika kamu ingat atau pernah menonton film berjudul ‘Ada Surga di Rumahmu’ yang diperankan oleh Husein Alatas, maka di sinilah lokasi shooting itu mengambil adegan. Memasuki bagian lebih dalam, maka nuansa tradisional dan kota tua akan sangat kental terasa. Beruntungnya lorong-lorong yang ada sudah ditata sehingga tampak sangat mulus termasuk got-got kecil yang sudah diberi terali hitam sehingga nampak menjadi pemercantik kawasan. Ciri khas rumah disini ialah rumah panggung dengan lantai bawah yang juga sudah dibangun baik dengan bahan kayu maupun yang sudah berbahan bata. Sayangnya saya belum sempat bertanya mana rumah yang menjadi 8 cagar budaya seperti yang sudah diungkap sebelumnya. Namun nampaknya bisa dikira-kira bahwa rumah yang menjadi cagar budaya ialah rumah-rumah panggung dengan bahan kayu karena terlihat jauh lebih tua dan tradisional. Menyusuri tiap bagian kampung yang tidak begitu luas ini, ada banyak spot yang populer dijadikan tempat berfoto instagramable. Hal ini karena dinding rumah-rumah disini sudah di cat dengan warna yang menarik namun tetap menunjukkan nuansa kuno. Apalagi umumnya rumah-rumah tua yang ada memiliki jendela-jendela berukuran besar dan tinggi yang mengisyaratkan kemegahan sehingga semakin cantik saja untuk dipotret. Bangku-bangku, pot bunga, hingga lampu hias menjadi pelengkap lainnya. Area Lapangan utama dengan madrasah yang bercat tosca (kanan bawah) Di area lapangan kampung, terdapat sekolah madrasah dengan bentuk yang tak kalah menariknya. Madrasah ini sepintas tidak seperti sekolah karena bentuknya yang berupa rumah panggung. Didekatnya juga terdapat sebuah klinik yang nampaknya juga diurus langsung oleh warga setempat. Dari lapangan ini juga nampak beragam rumah-rumah panggung lainnya yang memiliki keunikan yang berbeda antara satu dan lainnya. 6. Menikmati Nasi Kebuli di Rumah Panggung Khusus di hari Sabtu dan Minggu, datanglah ke salah satu rumah yang berada dekat dengan entrance area via sungai. Di rumah panggung inilah tersedia sajian nasi Kebuli atau orang Palembang umum mengenalnya dengan nama Nasi Minyak. Harganya sangat bersahabat yaitu 20 Ribu rupiah saja untuk Nasi Kebuli dengan lauk ayam goreng/kecap dan sambal khasnya. Yang lebih menarik lagi ialah karena sajian ini disuguhkan di dalam rumah dengan lesehan. Sensasi merasakan langsung bak penghuni rumah adalah pengalaman yang jauh lebih berkesan. Apalagi rumah panggung ini menghadap langsung ke sungai sehingga kalian bisa melihat pemandangan sungai dari dalam rumah. 7. Festival Kopi Al-Munawar Festival Kopi Al Munawar 2016 via Liputan6.com/Nefri Inge Baru pertama kali diselenggarakan tahun lalu, Festival Kopi Al-Munawar ditetapkan menjadi event tahunan. Tahun 2017 ini rencananya Festival Kopi diselenggarakan pada akhir September nanti. Bagi warga Arab setempat, kopi memang sudah menjadi bagian kehidupan mereka. Karenanya Festival Kopi ini bisa menjadi ajang memperkenalkan Al-Munawar secara lebih beragam lagi. Dalam Festival Kopi Al-Munawar yang berlangsung beberapa hari ini, ada banyak kegiatan yang diselenggarakan mulai dari seni meracik kopi, melukis dengan kopi, workshop, bazaar, dan kegiatan pertunjukan seni lainnya.
  9. Pernah dengar nama Georgia? Bukan ! Bukan Georgia nama negara bagian di Amerika Serikat, melainkan sebuah negara sendiri. Lantas, taukah kamu dimana negara Georgia ini? Mungkin banyak diantara kita membayangkan negara ini berada di Eropa, padahal itu tidak sepenuhnya benar, meskipun tidak juga salah. Georgia mirip dengan Turki atau Rusia dimana wilayah negaranya terbagi dua, satu di Benua Asia dan lainya di Benua Eropa atau biasa dikenal Eurasia. 1.Republik Georgia Negara ini sendiri berbatasan langsung dengan Turki di bagian Barat Daya dan Rusia di bagian Utara. Sedangkan bagian Selatan dengan Armenia, bagian Timur dengan Azerbaijan, dan bagian Barat dengan Laut Hitam. Kawasan antara Laut Hitam dan Laut kaspian ini disebut juga dengan Kaukasus yaitu meliputi Rusia, Armenia, Azerbaijan, dan Georgia. Negara-negara Kaukasus ini karena berada di dua peradaban besar yaitu Asia dan Eropa membuatnya memiliki keanekaragaman linguistik dan budaya paling luas di dunia. Lokasi Negara Georgia Georgia merupakan negara berbentuk Republik semi-presidensial yang beribukota di Kota Tbilisi. Sebelum merdeka, Georgia adalah bagian dari Uni Soviet. Penduduk negara ini berjumlah lebih dari 4,4 juta jiwa dengan luas wilayah 69.700 km persegi. Menariknya negara ini selain terbagi atas 53 provinsi dan 11 kota, juga memiliki 2 republik otonomi yaitu Abhkazia dan Ajaria. 2. Visa ke Georgia Sebelum tahun 2015 sebenarnya warga Indonesia bisa mengajukan Visa on Arrival untuk kunjungan wisata ke Georgia. Tetapi sayangnya sekarang VoA ini sudah tidak berlaku lagi. Artinya, pengurusan visa hanya bisa dilakukan di Kedutaan Besar Georgia untuk Indonesia yang berada di Jl. Karang Asem Tengah Blok C5 No,22, Kuningan, Jakarta Selatan. Untuk mengurus persyaratan visa kalian bisa menghubungi terlebih dahulu atau email dimana jam kerjanya yaitu dari Senin-Jumat pukul 9 pagi sampai setengah 5 sore. 3. Cara Ke Georgia Karena tidak ada penerbangan langsung Jakarta ke Tbilisi, maka cara paling gampang untuk ke Georgia ialah melalui Turki. Apalagi karena Turki memang menjadi salah satu negara favorit wisata, maka tak ada salahnya mampir juga ke Georgia. Kamu bisa menggunakan jalur udara ataupun melalui jalur darat dari Turki ke Georgia. Jika menggunakan pesawat maka tentu tidak perlu repot karena tinggal memesan tiket dan bisa langsung terbang. Tetapi jika mau menggunakan jalur darat, maka berikut adalah tips tips nya. Bandara Internasional Tbilisi via wikimedia.org Ada beberapa pos perbatasan darat Turki dengan Georgia. Satu yang paling populer ialah melalui Batumi. Selain itu bisa juga melalui Posof karena perbatasan ini dekat dengan salah satu objek wisata menarik yaitu Ani, sebuah wisata kota tua di daerah bernama Kars. Dari Kars ini kalian bisa langsung mencari minibus tujuan Ardahan. Barulah dari kota Ardahan ini ada bus tujuan Akhaltsikhe, sebuah kota kecil di Georgia. Bus Ardahan – Akhaltsikhe hanya tersedia satu yang berangkat setiap hari di pagi hari. Pastikan kamu datang sebelum jam 8 karena keberangkatannya seringkali tidak menentu. Tarif bus sendiri ialah sekitar 40 Lira. Seperti umumnya perbatasan, penumpang harus turun di check point untuk menunjukkan paspor dan visa sebelum masuk ke Georgia. Jadi jangan sampai lupa menyiapkan semua perlengkapan itu termasuk jawaban jika ditanya soal hari kunjungan, kemana, dan dimana tinggal. Sekitar 20 km dari perbatasan, barulah kita sampai di Kota Akhaltsikhe. Untuk menuju Tbilisi, kalian bisa melanjutkan perjalanan dengan minibus yang banyak tersedia dengan waktu tempuh hanya sekitar 3,5 jam. 4. Mata Uang dan Transportasi Lari Georgia via fortuna.ge Georgia memiliki nama mata uang yaitu Lari atau disingkat GEL. Mata uang ini secara resmi digunakan baru sekitar tahun 1995 silam dimana sebelumnya menggunakan mata uang Rubel. Kurs Lira Georgia terhadap Rupiah Indonesia per Maret 2017 ini yaitu sekitar Rp 5.500 an. Untuk keperluan harian, kurang lebih tarifnya sama dengan standar negara-negara eropa. Sekali makan ditempat biasa kamu butuh 5-10 Lari. Begitupun untuk urusan transportasi umum yang kisarannya sekitar 1 Lira. Moda Transportasi Marshrutka via cookiesandthecaucasus.wordpress.com Membahas soal moda transportasi, Georgia sudah cukup nyaman dan lengkap untuk hal ini. Di dalam kota-kota besar utamanya Tbilis, kalian bisa menggunakan kereta Metro bawah tanah. Selain nyaman, moda transportasi satu ini juga terbilang tepat waktu dan tidak perlu berdesakan karena memang penduduk kotanya juga tidak padat. Selain metro, ada juga bus dengan tarif yang lebih murah atau jika butuh taksi pun tersedia cukup banyak di pusat-pusat keramaian. Sedangkan untuk berpergian keluar kota, tersedia moda transportasi sejenis mobil van yang dikenal dengan nama Marshrutka. Moda transportasi ini cukup populer karena menjangkau banyak kota di Georgia dan bisa dengan mudah ditemukan di terminal kota. 5. Tbilisi, Ibukota Negara View sebagian kota Tbilisi via nbta.bg Tbilisi sebagai ibukota negara juga kota terbesar di Georgia hanya memiliki luas sekitar 350 km persegi dan berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa. Kota yang juga masih sering disebut dengan nama turki ‘Tiflis’ ini berada di ketinggian antara 380 sampai 770 mdpl dan membuatnya bercuaca cukup sejuk. Secara umum memang Georgia memiliki kondisi geografis berupa pegunungan dan yang paling terkenal ialah pegunungan Kaukasus. Kota ini memang tidak dipenuhi oleh gedung-gedung pencakar langit, tetapi nuansa khas eropa sangat kental terasa karena memang Tbilisi merupakan kota kuno yang didirikan abad ke 5 oleh raja dari Kerajaan Iberia. Kotanya teratur dan tidak padat, bangunan-bangunan tua yang masih terjaga, serta bentang alamnya yang menarik menjadi satu kesatuan yang membuat kota ini mudah untuk dicintai. Satu wilayah yang cocok untuk kamu kunjungi jika tertarik merasakan tempo dulunya Tblilisi yaitu Old Tbilisi. Di distrik ini masih banyak bangunan berarsitektur kuno dari mulai rumah penduduk, perkantoran, hingga gereja. Kondisi saat ini pun sudah diperbaiki oleh pemerintah setempat sehingga lebih menarik bagi wisatawan. 6. Benteng Narikala, Tbilisi Tampak Benteng dari bawah bukit via wikipedia.com Di sebuah kawasan bukit Kota Tbilisi terdapat sebuah benteng bernama Narikala. Benteng telah ada sejak abad ke 4 Masehi meskipun sebagian besarnya yang ada sekarang adalah hasil pembangunan abad ke 8. Selain itu di tahun 1827, sebagian benteng ini juga sempat runtuh akibat ledakan amunisi meskipun kemudian dibangun kembali. Lokasi benteng yang berada di atas bukit membuatnya bisa dilihat dari banyak titik. Melihat keindahan kota secara luas juga tentunya bisa dilakukan dari benteng ini. Dibagian dalam benteng ini terdapat sebuah gereja bernama St. Nicholas. Gereja ini dibangun di abad ke 13 namun sempat hancur akibat kebakaran untuk kemudian dibangun ulang di tahun 1996 sampai 1997. Menariknya pengunjung yang ingin datang ke Benteng ini bisa secara bebas datang alias gratis tanpa tiket khusus. Saat ini untuk memudahkan wisatawan, sudah tersedia tram gantung dari Terminal di Rike Park, di tepi Sungai Mtkvari dengan biaya 1 Georgian Lari (GEL), mata uang Georgia 7. Bridge of Peace, Tbilisi Bridge of Peace Tbilisi via viatcheslav.livejournal.com Ini adalah satu ikon dari Kota Tbilisi yang juga menjadi kebanggan warganya. Jembatan Perdamaian ini menjadi penghubung antara Old Tbilis dengan Tbilisi yang modern dimana membentang 150 meter di atas Sungai Kura alias Mtkvari. Bukan jembatan besar karena jembatan ini hanya untuk pejalan kaki atau jembatan penyebrangan orang saja. Jembatan ini memiliki bentuk unik yaitu melengkung dengan atap baja bertutup atau dilapisi kaca. Karenanya jembatan ini juga sering disebut ‘Glass Bridge’. Baru diresmikan tahun 2010 silam, Bridge of Peace jembatan ini semakin modern terlihat saat malam karena dirangka bajanya dilengkapi dengan ribuan lampu LED yang membuatnya sangat berwarna dan menarik untuk dilihat. 8. Pegunungan Kaukasus Bentang alam satu ini adalah magnet Georgia yang sangat kuat memikat mata pendatangnya. Pegunungan Kaukasus membentang di Eropa Timur dan Asia Barat. Pegunungan ini memiliki karakter khas dari mulai kontur hingga perpaduan warnanya. Ada banyak lokasi yang bisa menjadi pilihan untuk bisa melihat langsung pesona alam pegunungan ini, salah satunya di Taman Nasional Borjom-Kharagauli. Taman Nasional Borjomi Kharagauli via georgia-tours.eu Borjomi Kharagauli National Park (BKNP) berada di tengah daratan Georgia. Bentang alam seluas 85 ribu hektar ini sangat menarik yaitu berupa pegunungan dengan hutan lebat, sungai, dan lembahnya. Bagi turis yang hendak melakukan wisata alam juga difasilitasi dengan baik karena trek dari yang pendek hingga panjang disediakan dan dikelola dengan baik. Berkemah, bersepeda, bahkan berkuda juga bisa menjadi pilihan jika kamu memang menyukai wisata alam pegunungan. 9. Gereja Gergeti Trinity, Khevi Jika wisata gereja di Eropa kita biasanya tercengang dengan kedetailan arsitekturnya, maka sensasi lain akan kamu rasakan ketika mengunjungi gereja di Desa Gergeti, Luar Kota Stephantsminda, Provinsi Khevi ini. Bangunannya memang tidak megah tetapi lokasinya yang berada di puncak gunung lah yang membuatnya tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Gergeti Trinity Church via someforeignguy.com Gereja Gergeti ini memang berada di salah satu puncak tertinggi dimana disekitarnya juga terhampar pemandangan pegunungan dan puncak lainnya. Sudah ada sejak abad ke 14, Gereja ortodoks ini memang terpencil karena berada di atas gunung yang curam, tapi nyatanya kondisi ini justru membuatnya lebih terkenal dan tidak mengurungkan jamaat sekitar untuk beribadah. Bagi wisatawan, kini bisa memilih naik jeep khusus untuk bisa menuju gereja ini dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Tetapi jika kamu memiliki waktu lebih dan suka tantangan, bisa juga memilih mendaki alias berjalan kaki selama sekitar 2 jam atau lebih. Namun tentunya perjalanan ini tidak akan membosankan karena pemandangan alam yang menjadi teman. Apalagi ketika sudah sampai lokasi, semua letih tentu akan terbayar. 10. Desa Svaneti Desa Tradisional Svaneti via travelworld.org.ua Kalau kamu tertarik dengan wisata budaya dan ingin merasakan kehidupan warga lokal yang tradisional di Georgia, maka kamu bisa mengunjungo Svaneti. Di wilayah ini hidup sejumlah warga dari beberapa desa yang sudah ada di abad ke 9. Menariknya lagi Svaneti ini berada di perbatasan dengan rusia dengan bentang alam berupa Pegunungan Kaukasus Selatan. Inilah yang menjadikan desa-desa ini terlihat sangat nyaman untuk dihuni. Karena kondisi alamnya yang begitu memukau, menyambangi desa ini tentu tidak hanya akan memberikan gambaran kehidupan warga lokal yang memang terkenal ramah, tetapi juga menjadi penyegar mata tersendiri. Bayangkan saja deretan rumah di lembah antara pegunungan yang memiliki latar pegunungan lainnya di kejauhan. 11. Benteng Gonio, Adjara Berada tepat di ujung Barat Daya Georgia, Benteng Gonio berada di Desa Gonio, daerah Adjara sekitar 15 km Selatan Kota Batumi atau hanya 4 km sisi utara dari perbatasan dengan negara Turki. Benteng ini merupakan peninggalan Romawi yang sebelumnya dikenal dengan nama Asparuntos. Gonio Fortress via wikimedia.org Menempati area seluas 4,5 hektar, dinding benteng membentang sepanjang 900 meter dan tinggi 5 meter. Di beberapa titik terdapat menara yang kini jumlahnya hanya tersisa 18 menara. Dari empat gerbang yang ada, saat ini hanya gerbang masuk bagian Barat saja yang masih ada dan digunakan. Saat ini benteng Gonio memang hanya berupa sisi reruntuhan dengan beberapa bagiannya saja yang masih utuh. Namun bentukan dan suasana yang ada disana cukup memberikan gambaran bagaimana dulunya benteng ini berdiri dan bisa dikatakan menahan serangan dari arah laut. Ya, lokasinya yang juga dekat dengan garis pantai membuat banyak pula wisatawan yang datang untuk bisa pula merasakan keindahan pantai disana yang dianggap jauh lebih bersih dibanding pantai lain di Kota Batumi. 12. Mtskheta Tulisan dan cara bacanya memang membingungkan, tetapi Mtskheta adalah salah satu destinasi yang tidak serumit itu untuk dikunjungi karena hanya berada sekitar 20 km dari Ibukota Tbilisi. Mtskheta adalah nama kota di Provinsi Mtskheta-Mtianeti. Kota ini menjadi menarik karena merupakan salah satu kota tua di Georgia yang masih menyimpan banyak bangunan tua pula. Pemandangan dari Jalan Gamsakhurdia di Mtskheta via wikipedia.org Kota ini memiliki sejarah penting bagi agama kristen di Georgia, bahkan oleh Gereja Ortodoks Georgia dianobatkan sebagai Kota Suci sejak 2014 lalu. Tak hanya secara lokal, UNESCO juga menjadikan bagian dari Mtskheta sebagai situs warisan dunia sejak tahun 1994. Beberapa bangunan bersejarah yang ada di Mtskheta saat ini ialah seperti Cathedral Svetitskhoveli yang dibangun di abad ke 11 dan Biara Jvari yang dibangun di abad ke 6. Selain kedua diatas, masih ada beberapa gereja, biara, monumen, dan termasuk Benteng Bebris Tsikhe yang dibangun di abad ke 14 yang menjadi bangunan peninggalan sejarah penting disana. Kalian bisa menyusuri banyak tempat di Mtskheta yang dalam perjalananpun sudah bisa merasakan nuansa kuno sebuah kota. 13. Desa Omalo Omalo via wikimedia.org Sensasi menenangkan di atas ketinggian lebih dari 2.800 mdpl bisa kamu nikmati jika berkunjung ke Omalo, desa di wilayah Tusheti. Lokasinya yang berada di pegunungan Kaukasus Besar menjadikan Desa Omalo memiliki pemandangan yang super menarik. Hamparan rumput luas membentang dengan tekstur bergelombang berpadu tebing-tebing curam menjadikan panoramanya sangat eksotis. Lokasinya yang hanya bisa diakses dari satu jalan utama yaitu Abano Pass, menjadikan tidak begitu banyak wisatawan yang datang. Hal ini juga menguntungkan karena membuat Omalo tetap hening dan suara alamlah yang dominan bisa dirasakan
  10. Terlepas dari kondisi Turki yang masih bergejolak, negara dua benua ini tetap menjadi daya tarik wisata bagi turis dari berbagai negara. Selain Istanbul yang terkenal karena Hagia Sophia dan Blue Mosque nya, masih banyak kota wisata lain di Turki terkhusus yang memiliki nilai-nilai sejarah tinggi. Cappadocia atau orang Turki menyebutnya Kapadokya adalah salah satu yang bisa menjadi pilihan destinasi. Kota ini memilki keunikannya utama berupa. bangunan dari bebatuan kapurnya yang dikenal dengan sebutan Fairy Chimneys atau Cerobong Peri. Letak Cappadocia di Peta Turki Kota Cappadocia berada di tengah daratan Turki tepatnya di Region Anatolia Tengah. Berjarak sekitar 750 km dari Kota Istanbul dan 300 km dari Kota Ankara, Cappadocia bisa dituju dengan jalur udara ataupun darat. Jika dari Istanbul, penerbangan ke Cappadocia tersedia dari Bandara Sabiha Gokcen, bukan Bandara Attaruk sebagai bandara utama kedatangan Internasional yang keduanya berjarak sekitar 60 km. Karenanya untuk menuju Bandara Sabiha ini kalian bisa naik Taksi atau Bus dari shuttle bus di daerah Taksim dengan waktu perjalanan sekitar 30-45 menit. Bandara utama di Cappadocia ialah Nevsehir Kapadokya Airport yang berjarak hanya sekitar 30 km dari pusat kota. Namun ada juga bandara pangkalan udara militer diluar kota yang juga bisa didarati maskapai komersil yaitu Kayseri yang berjarak sekitar 75 km dari Kota Cappadocia. Keduanya bisa menjadi pilihan karena bisa menjadi pertimbangan ketika menentukan waktu dan biaya yang pas karena penerbangan ke kedua bandara ini terbilang berbeda termasuk biayanya. 1.Mahakarya Kuno Kota Bawah Tanah Rumah-rumah bawah tanah khas Cappadocia via funnytourism.com Inilah keunikan paling memukau dari Cappadocia. Bak sebuah negeri asing, disana ada hamparan luas daratan dengan bebatuan berwarna abu kecoklatan yang berkontur seperti bukit-bukit tajam atau rumah semut raksasa yang karenanya pula disebut cerobong peri. Ini bukanlah sebuah fenomena bentukan alam biasa melainkan sebuah kota bawah tanah. Ya, bebatuan sedimen yang terbentuk dari material vulkanik lebih 3 sampai 9 juta tahun lalu itu mengalami pengikisan sehingga membentuk menara atau pilar tinggi. Dari sanalah, bangsa Het dari Kerajaan Hittites sekitar lebih dari 3.000 tahun lalu membuat dan membentuk ruang-ruang di dalam bebatuan itu. Bangsa ini memang merupakan salah satu imperium termaju di dunia kuno dimana kekuasaanya berlangsung sejak tahun 1700 SM sampai 1.190 SM. Struktur kota bawah tanah ini begitu luas dan bahkan bisa menampung 50.000 orang untuk tinggal disana. Tinggi bangunannya pun bahkan bisa mencapai 11 lantai kebawah. Tidak hanya rumah tinggal, disebut ‘kota’ karena memang disana juga dibangun gereja, masjid, jalan terowongan, dan fungsi lainnya yang tentunya semua berada di bawah gundukan batuan. 2. Goreme Open Air Museum Kawasan ‘Kota bawah tanah’ Cappadocia sangat luas, karenanya dibuat bagian-bagian yang bisa disambangi pengunjung. Salah satunya ialah Goreme Open Air Museum. Area ini merupakan bagian yang terdiri atas komplek biara dan termasuk gereja. Lokasi ini menjadi salah satu yang difavoritkan pengunjung karena tidak jauh dari Goreme, desa utama turis di Cappadocia. Goreme Open Air Museum, photo by Alen Daldabanoğlu via moris.com Biaya masuk Goreme Open Air Museum yaitu sebesar 25 Lira. Di sana pengunjung bisa merasakan langsung bagaimana sentuhan reliji hadir di lokasi yang berbeda yaitu seperti dalam goa. Bangunan pertama yang bisa langsung ditemui ialah Biara Perempuan yang berada tepat di sebelah kiri pintu masuk Goreme. Selain kamar, biara dengan 7 lantai ini juga dilengkapi dengan ruang makan, dapur, kapel, dan ruang khusus lain. Di lantai ketiga bangunan biara juga terdapat gereja yang bisa dilalui melewati sebuah terowongan. Lukisan di dalam Dark Church via peraair.com Selain di dalam biara, masih ada sejumlah gereja lainnya seperti Gereja St. Barbara, Gereja Apel, Gereja Carikli, Gereja Ular, dan Gereja Gelap. Meskipun tampak luar sama saja dengan struktur batuan lain di sana, tetapi jangan anggap bagian dalamnya akan tampak monoton. Justru interiornya juga tetap dihiasi lukisan sebagaimana umumnya gereja kuno lainnya. Bagian ruang gereja ini juga tetap dilengkapi dengan lengkungan kubah bagian dalam dan kolom-kolom penyangga. 3. Zelve Open Air Museum Bagian lain yaitu bernama Zelve. Kawasan ini dulunya menjadi salah satu komunitas terbesar yang dihuni oleh warga dengan latar agama berbeda yaitu Kristen dan Islam. Mereka hidup dengan sangat harmonis hingga pada tahun 1924 orang Kristen harus pergi karena pertukaran minoritas antara Yunani dan Turki untuk kemudian di tahun 1950an giliran umat Islam yang terpaksa berpindah karena faktor alam berupa erosi. Salah satu sisi Zelve via turkeyculturaltour.com Rumah–rumah goa Zelve sekarang memang sudah tidak berpenghuni dan masih terus mengalami erosi. Tetapi secara umum kondisinya masih baik. Lokasinya di kawasan lembah juga membuat Zelve nampak lebih menarik dengan jalanan naik turunnya. Bangunan atau ruang Gereja dengan lukisan-lukisan tua simbolik keagamaan, hingga Masjid di bagian lainnya menjadi bagian yang juga masih sangat bisa disaksikan. Dengan membayar tiket sebesar 10 Lira, pengunjung bisa berkeliling Zelve yang cukup luas ini dari jam 8 pagi sampai 5 sore dimusim dingin dan 7 sore dimusim panas. 4. Underground Cities Ilustrasi Underground Cities Cappadocia via sometimes-interesting.com Ada sebanyak 36 area kota yang berada di bawah tanah atau underground city di Cappadocia. Tapi setidaknya ada dua yang paling utama yaitu Derinkuyu yaitu menjadi yang terdalam dan Kaymakli yaitu menjadi yang terluas. Secara spesifik disebut Underground City karena keduanya memiliki sistem fasilitas dan penghubungnya benar-benar dibangun dibawah tanah. Salah satu bagian Derinkuyu via dailynewsdig.com Derinkuyu berada sekitar 40 km dari Goreme. Ada sekitar 600 pintu masuk untuk menuju sistem kota bawah tanah ini yang tersebar dan tersembunyi di halaman atau area permukiman. Menjadi yang terdalam karena Derinkuyu ini mencapai kedalaman hingga 85 meter dibawah permukaan tanah yang terdiri atas beberapa tingkatan. Setiap tingkat dihubungkan oleh tangga seperti umumnya sebuah bangunan. Sebagaimana kota, disana terdapat ruang-ruang atau bisa dikatan gedung mulai dari permukiman, kantor, kandang hewan, gudang, gereja, dan tentunya koridor jalan penghubung. Untuk sistem udaranya sendiri, setidaknya ada 15.000 ventilasi yang menghubungkan kota bawah tanah ini dengan udara luar diatasnya. Saat ini hanya 10% kawasan Derinkuyu saja yang diizinkan dimasuki oleh turis. Waktu kunjungannya ialah dari jam 8 pagi sampai 5 sore saat musim dingin dan sampai jam 7 sore saat musim panas. Biaya tiketnya sendiri sebesae 15 Lira. Kaymakli via urkey-trip.com Kedua, yaitu Kaymakli yang menjadi underground city terluas dengan perkirakan arkeolog bisa menampung hingga 3.500 orang penduduk. Kaymakali berada dibawah bukit Kaymakali dengan tingkatan mencapai 8 tingkat. Namun hanya sampai tingkat ke 4 saja yang bisa dikunjungi turis. Sama seperti Derinkuyu, di sini juga terdapat berbagai fasilitas dan gedung mulai dari perkebunan anggur dan gudangnya, perumahan, gereja, dan macam lainnya. 5. Naik Balon Udara Panorama dari atas Balon Udara Cappadocia via boldtravel.com Ini adalah salah satu atraksi yang populer dilakukan wisatawan berdompet tebal jika tengah berada di Turki terkhusus Cappadocia. Ya, mencoba naik balon udara memang menjadi pengalaman menarik yang bisa dipilih apalagi pemandangan kerucut-kerucut bukit batu yang tersebar menjadi pelengkap eksotisme dan sangat cantik untuk difoto. Untuk bisa merasakan sensasi naik balon udara ini, kamu bisa memesan di hotel tempat kamu menginap agar lebih mudah dalam mobilisasi. Apalagi jadwal balon udara ini yaitu sangat pagi sekitar jam 7 pagi yang artinya mobil jemputan sudah standby sejak jam 5 subuh. Biayanya tentu tidak murah, setidaknya kamu harus menyiapkan uang 200 USD perorangnya untuk bisa mengudara setinggi 600 kaki selama sekitar 1 jam mengitari kawasan Cappadocia dengan berbagai latar. Ya, menarinya balon udara ini benar-benar mengudara alias berpindah, dan karena ada puluhan balon udara yang terbang disana setiap paginya, maka sudah tentu pemandangannya akan semakin menarik mata.
  11. sblmnya malah Yunani.. baru ke Romawi, baru Kesultanan Islam.... :)
  12. Kondisi kemanan Turki yang sempat bergejolak belakangan ini ternyata sangat berpengaruh dengan sektor pariwisatanya. Kunjungan turis mancanegara menurun drastis dan seolah melesu. Tetapi keamanan Turki sebenarnya tidak sebegitu parahnya, wisatawan masih bisa menikmati negara penuh sejarah itu dengan cukup aman. Apalagi sebenarnya kondisi ini cukup menguntungkan karena keramaian di objek wisata yang biasanya terjadi justru berkondisi berbeda. Sekarang sebenarnya kondisi itu mulai pulih meskipun tidak sepenuhnya, terbukti dengan mulai kembali menggeliatnya wisatawan mancanegara yang datang. Terlepas dari kondisi diatas, Turki memang menarik perhatian karena kekayaan sejarah yang dimilikinya. Sejarah yang tidak hanya tentang negara itu saja tetapi juga menyangkut peradaban dunia termasuk tentang cerita Para Nabi. Letak Provinsi Izmir di Turki Izmir contohnya, provinsi di bagian Barat daratan Turki ini memiliki sejarah dengan kebesaran Yunani dan Romawi. Provinsi yang saat ini berpenduduk sekitar 4 juta jiwa ini beribukota di kota bernama sama yaitu Kota Izmir atau dulu bernama Smyrna dalam bahasa Yunani. Untuk menuju Izmir, kita bisa menggunakan pesawat dari beberapa kota di Turki seperti Istanbul. Perjalanan udara Istanbul ke Kota Izmir ini memakan waktu hanya sekitar 1 jam. Selain itu, bisa juga dengan menggunakan bus yang sangat nyaman dengan lama perjalanan sekitar 9 jam. Kota utama untuk wisata di Provinsi Izmir yaitu di Kota Selcuk. Untuk menuju Selcuk, jika kamu naik pesawat maskapai Atlasjet, maka kamu tak perlu repot karena maskapai ini menyediakan bus gratis untuk menuju Selcuk. Kamu cukup menunjukkan boardingpass saja ketika naik bus ini. Jika tidak, maka kamu bisa naik kereta dari Stasiun Basmane, Kota Izmir. Tarif tiket kereta tujuan Selcuk hanya sebesar 10 Lira dan perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam. Atau juga bisa naik Bus dari Izmir menuju Kusadasi. Kedua pilihan ini sama nyamannya karena fasilitas transportasi Turki terkenal sangat modern. Kota Selcuk ini memiliki peninggalan penting ketika Yunani lalu Romawi yaitu di Kota Kuno Ephesus. Menyambangi reruntuhan situs peninggalan disana membuat kita seolah masuk ke lorong waktu. Namun selain tentang peninggalan sejarah Yuanani- Romawi, Ephesus juga memiliki ikatan sejarah dengan agama Kristen dan Islam. Lantas seperti apakah Ephesus ini? Ephesus, Kota Kuno Yunani dan Romawi Ini adalah tujuan paling utama di Selcuk. Ephesus atay Efes dalam bahasa Turki awalnya merupakan kota kuno Yunani namun beralih dan mengalami kejayaan ketika berada di tangan bangsa Romawi. Sudah ada sejak tahun 117 M, saat ini Ephesus meninggalkan reruntuhan bangunan Romawi tersebut. Hal ini juga karena dalam sejarahnya, kota ini sempat hilang akibat gempa bumi tahun 614 M, namun kemudian dibangun kembali dan hingga kini menjadi destinasi wajib bagi wisatawan ketika di Turki. Via archaeological.org Ephesus sendiri berada di Efes Yolu, Distrik Selcuk. Karena disebut kota, maka Ephesus tentu memiliki banyak bagian, alias tidak hanya satu atau dua objek saja. Di kawasan kota kuno ini ada reruntuhan perpustakaan kota (Celcus Library), kuil Artemis, Kuil Domitian, teater utama (Grand Theater), bekas pasar (Agora), Makam Adik dari Cleopatra (Arsione), Vila tempat tinggal kaum elit Romawi (Terraces Houses), Jalan Curetes, Pemandian (Varius Bath), air mancur penghormatan nymph atau peri air (Nymphaeum), Gerbang Herkules, Aula Pertunjukan (Odeion), Goa Ashabul Kahfi, Rumah Bunda Maria, dan peninggalan sejarah besar lainnya. Jam Buka dan Tiket Masuk Perlu diketahui juga bahwa kawasan wisata Ephesus dibuka setiap hari dari jam 08:30 sampai 19:00 dengan tiket masuk sebesar 30 Lira saja. Untuk menuju gerbang masuknya, kalian bisa naik taksi untuk menuju gerbang atas atau naik Dolmus alias mininbus dari Otogar untuk menuju Gerbang bawah dengan tarif sekitar 5 Lira. Fasilitas Audio Guide Nah, bagi kamu yang ingin mengetahui banyak soal Ephesus, ada baiknya kamu menyewa sebuah Audio Guide yang tersedia di counter khusus di sebelah kanan pintu gerbang. Audio Guide ini akan menjadi pemandu pengunjung untuk mengetahui berbagai informasi seputar Ephesus dan setiap bagiannya. Tersedia beberapa pilihan bahasa di audio guide ini terutama Inggris, Turki, dan beberapa bahasa negara-negara Eropa. Untuk bisa menyewanya, kalian harus membayar 15 Lira dan meninggalkan paspor sebagai jaminan. 1.Library of Celcus Library of Celcus via wikimedia.org Library of Celcus bisa dikatakan menjadi ikon dari Ephesus. Wajib hukumnya pengunjung yang datang untuk mengabadikan diri di sisa dinding dan pilar bagian depan perpustakaan. Dulunya Library of Celcus menjadi yang terbesar ketiga dimasanya dimana pembangunan oleh Gauis Julius Aquila di tahun 135 M ditujukan kepada sang ayah yang juga senator Romawi yaitu Tiberius Julius Celsus Poelmaeanus. Meskipun kini Library of Celcus ini hanya berupa puing bagian depan dan ruang kosong tak beratap dibagian dalam, tetapi dari sisa bangunannya saja pengunjung bisa membayangkan kemegahan perpustaakaan yang dulu menyimpan 12.000 koleksi gulungan kertas atau perkamen ini. Di dinding bagian depan perpustakaan ini bisa dilihat patung 4 wanita yang melambangkan kebijaksanaan, keunggulan, pemahaman, dan pengertian. Namun kabarnya patung ini hanya duplikatnya saja karena yang asli sudah disimpan di Museum Ephesus di Vienna. 2. Grand Theatre Grand Theatre Ephesus via pinterest.com Berikutnya yang juga menjadi bagian paling populer ialah Grand Theatre. Area teater terbuka super besar ini bisa menampung sekitar 25 ribu penonton. Dulunya, ini merupakan tempat pertarungan para gladiator dan juga tempat pertunjukan drama. Tak hanya itu, Grand Theatre juga tercatat dalam Injil Perjanjian Baru dimana disini menjadi tempat berkotbah Rasul Paulus selama tinggal 3 tahun di Ephesus. Menapaki theatre galidiator ini, kita akan merasakan betapa megahnya Ephesus saat itu. Apalagi lokasinya yang dikelilingi oleh perbukitan menjadikan theater ini tidak hanya soal batuan bangku melingkar tetapi juga berpadu dengan alam yang memukau mata. 3. Agora Agora via holylandphotos.wordpress.com Setelah dari Grand Theatre, kalian akan berjalan di jalan marmer tepat di sebelah lahan luas dengan puing-puing tiang dan hamparan sisa bangunan lainnya. Area itu adalah bekas pasar alias Agora. Dulunya, Agora ini merupakan pasar yang memiliki atap dibagian atasnya, tetapi kini yang bisa dilihat hanya tiang-tiangnya saja. Hamparan puing ini juga tak kalah eksotisnya untuk dijadikan lokasi berfoto. Apalagi ciri khas tanah gersang saat musim panas menjadi pelengkap kesan kuno Romawi bagi latar dari Agora ini. Sebenarnya selain Agora di sisi ini, ada juga pasar lainnya yang disebut Civic Agora. Kondisinya juga hampir sama dengan agora yang satu ini. Diujung jalan marmer dari Agora ini, pengunjung akan langsung sampai ke Library of Celcus. Didekatnya pula ada sebuah batu seperti prasasti yang kabarnya merupakan makam dari Arsinoe IV, saudara tiri dari Cleopatra VII. Monumen berbentuk persegi delapan ini diusulkan menjadi makam Arsinoe setelah dilakukan penelitian di sana sekitar tahun 1990. 4. Terrace House Terrace House via ephesusbreeze.com Terraces House adalah villa atau rumah tinggal mewah kaum elit Romawi jaman itu. Seperti namanya, bangunan ini terdiri atas tingkatan atau berteras. Setidaknya ada tiga tingkatan rumah ini dimana lantai pertama terdiri atas ruang tamu dan ruang makan. Lantai kedua merupakan kamar tidur dan kamar tamu, sedangkan lantai teratas sudah runtuh. Terdapat mosaik dan lukisan dinding yang ditemukan di dalam rumah yang mulai dilakukan pengalian tahun 1960 ini. Lukisan dan mosaik yang sudah mulai mengelupas ini tetap bisa menggambarkan kemegahan rumah ini dahulunya.Dan untuk menjaga kondisi bahan bangunan agar tidak rusak, sekarang sudah dipasang rangka atap di kawasan ini. Pendingin ruangan khusus juga diberikan untuk menjaga kondisi ini. Tetapi untuk masuk ke Terrace House, ada biaya khusus selain tiket utama masuk ke Ephesus. Biaya tiketnya yaitu sebesar 15 Lira. 5. Varius Bath Varius Bath via shutterstock.com Setelah dari Terrace House, pengunjung akan melalui jalan yang bernama Curetes. Di kiri kanan jalan ini terdapat reruntuhan puing yang membuatnya juga nampak menarik. Tak jauh, sampailah di bekas area pemandian yang bernama Varius Bath. Ini adalah komplek pemandian umum yang dibangun pada zaman Helenistik sekitar abad ke 2 Masehi. Dulunya komplek pemandian ini terbilang sangat lengkap termasuk tersedianya ruang mewah untuk bangsawan. Bahan pembangunannya juga menggunakan bahan terbaik dari batuan alami. Namun dalam sejarahnya, Varius Bath sempat mengalami beberapa kali perubahan. Namun sekarang, kondisi pemandian ini hanya berupa sedikit bagian reruntuhan. Hampir tidak ada struktur yang bisa menggambarkan secara utuh bagaimana pemandian ini dulunya. Berjalan terus ke arah atas, maka objek peninggalan berikutnya yang bisa dilihat ialah bekas taman air mancur yang dikenal dengan nama Nymphaeum. Aliran airnya berasal dari saluran lembah Sungai Caster yang berjarak 40 km. Selanjutnya ada juga Gerbang Herkules yang tak kalah populernya dijadikan lokasi berfoto. 6. Heracles Gate Gerbang Herkules via ephesustoursguide.com Heracles Gate alias Gerbang Herkules berada tepat diujung Curetes Street. Gerbang Herkules bukanlah sebuah gerbang besar melainkan hanya dua tiang batu di kanan dan kiri layaknya gerbang. Dinamai Herkules sendiri karena ada patung atau relief Herkules di bagiannya. Nampaknya dulu gerbang ini sebenarnya berukuran cukup besar dan megah. Yang ada saat ini tentunya hanya sisa reruntuhannya saja. Disekitar dua pilar gerbang ini juga bertebaran sisa-sisa pilar lainnya yang menjadikan nuansanya benar-benar bak kota kuno yang hancur. Selepas dari gerbang ini, objek menarik berikutnya yang akan kita temui ialah Kuil Domitian. 7. Kuil Domitian Temple of Domitian via biblicalephesus.com Berada di ujung selatan Domitianus Street, Kuil ini dibangun di area seluas 50 x 100 meter. Dinamakan Domitian karena kuil ini dibangun oleh Kaisar Domitian dan untuk orang-orang memuja dirinya sendiri pula. Kaisar ini memang dianggap memiliki sifat Megalomania berlebihan yaitu mengganggap dirinya adalah dewa. Meskipun memang kondisi reruntuhannya sangat besar, sisa-sisa pilar dan reruntuhan yang tersebar disana terbilang cukup bisa menggambarkan bagaimana sebenarnya besar dan megahnya kuil ini. 8. Odeon Odeon via wikimedia.org Hampir mirip dengan Grand Theatre, Odeon juga berupa Teater terbuka namun berukuran lebih kecil. Fungsinya lebih terkhusus untuk pertemuan para wakil rakyat atau disebut bouleuterion serta sebagai aula untuk pertunjukan berbagai hal seperti konser musik, nyanyian, sampai lomba puisi dan lainnya. Dibangun di abad ke 2 Masehi, kapasitas dari Odeon ini ialah sebanyak 1.500 penonton. Menariknya dibagian belakang panggung atau yang berhadapan langsung dengan penonton, terhampar luas perbukitan dengan rumput dan pepohonan sehingga terbayang bagaimana menariknya teater ini ketika dilihat saat ada pertunjukan. 9. Haus der Maria Sebenarnya lokasi dari Haus der Maria atau Rumah Bunda Maria tidaklah berada di kawasan kota kuno Ephesus. Kalian harus keluar dari kawasan wisata itu dan berkendara sekitar 7 km, tepatnya di gunung Nightingale, wilayah Bulbul dagi. Rumah ini ditemukan pada abad ke 19 dan dianggap sebagai rumah terakhir bagi Bunda Suci Maria dalam sebuah buku dari seorang biarawati. Meskipun tidak ada bukti yang secara kuat membenarkan hal tersebut, tetapi kepercayaan ini tetap terjaga terbukti dengan banyaknya ziarawan yang datang termasuk beberapa tokoh Paus. House of Virgin Mary via wikimedia.org Bangunan ini merupakan sebuah gereja era Bizantium yang sampai sekarang masih berperan sebagai sebuah gereja. Setiap minggu tetap diadakan misa disana sebagai mana gereja umumnya. Misa khusus juga dilakukan yaitu di tanggal 15 Agustus setiap tahunnya dimana tanggal ini dipercaya sebagai hari terangkatnya Bunda Maria ke Surga. Kawasan wisata ini mematok tarif tiket sebesar 15 Lira bagi wisatawan. Kunjungan wisata sendiri bisa dilakukan sejak jam 8:00 sampai 19:00. Gereja ini sendiri bukanlah sebuah bangunan besar. Dibangun pada abad ke 6, strukturnya berupa bata ekspose. Memasuki bagian dalam, terdapat altar khusus Bunda Maria yang menarik mata karena patung Bunda Maria dengan berlatar tembok batanya. Tak hanya umat Kristiani, umat Islam pun boleh masuk dan berziarah. Namun sayangnya, tidak diizinkan mengambil gambar dibagian dalam ini. Untuk keluar dari bangunan, kita bisa menuruni anak tangga dan menuju ke sebuah sumber air. Air ini dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan sehingga banyak pula pengunjung yang mengambil dan menyimpannya di botol untuk dibawa pulang. 10. The Cave of Seven Sleepers (Ashabul Kahfi) Ashabul Kahfi Cave di Selcuk, photo by Farchan via liputanislam.com Sebenarnya masih menjadi perdebatan dimana sebenarnya Goa tempat cerita Tujuh orang Ashabul Kahfi yang tertidur lebih dari 300 tahun itu berada. Para ahli sejauh ini memprediksi beberapa lokasi yang dipercaya sebagai lokasi goa tersebut seperti di Yordania, Suriah, Tunisia, Palestina, dan salah satunya di Turki ini yaitu di Ephesus, Selcuk. Dipercayanya lokasi di dekat Ephesus ini karena berdasarkan sejarah Ephesus itu sendiri yang merupakan kota kuno Romawi. Dalam sejarah Kristen dan Islam keduanya memiliki keterkaitan untuk menyimpulkan goa tersebut berada di Selcuk ini. Terlepas dari perdebatan itu, tak ada salahnya juga kalau sudah berada di Selcuk untuk mencoba menyambangi Goa tempat tidurnya Ashabul Kahfi ini. Lokasinya juga berada di kaki Pegunungan Bulbul dagi dan cukup terpencil. Untuk menuju lokasi ini dari pusat kota Selcuk memang harus menggunakan taksi atau kendaraan pribadi karena belum adanya angkutan umum yang khusus menuju jalur ini. Didekat area masuk, terdapat sebuah restoran perkebunan. Disanalah titik yang bisa dikatakan cukup hidup karena selama perjalanan ke lokasi ini saja kalian akan melalui jalanan lengang dan sepi, apalagi untuk menuju gua nya, maka jalanan tanah tanpa fasilitas wisata adalah temannya.
  13. Setelah di bagian 1 artikel ini yang membahas 7 lokasi yang bisa didatangi dengan Istanbul Museum Pass paket 3 hari seharga 85 Lira. Maka di bagian 2 ini kita lanjutkan dengan tambahan lokasi museum lain jika kamu memilih paket 5 hari yang seharga 115 Lira. Terdapat 5 destinasi tambahan dengan pilihan paket ini yaitu Chora Museum, Galata Mevlevi House Museum, Yildiz Palace, Rumeli Hisari Museum, dan Fethiye Museum. 8. Chora Museum Bangunan Museum via stevesayskanpai.wordpress.com Memiliki cerita yang mirip dengan Hagia Sophia, Chora Museum juga awalnya merupakan Gereja era Bizantium sekitar tahun 400an. Kemudian dialihfungsikan menjadi Masjid pada era Utsmaniyah abad ke 16. Barulah di tahun 1948, Chora dijadikan sebagai sebuah Museum. Ketika menjadi Masjid, dekorasi dan hiasan dinding bagian dalam yang dipenuhi dengan lukisan bernafas Kristiani, ditutup dengan plester. Sekarang setelah menjadi museum, lukisan dinding itu kembali dibuka dan menjadi bagian paling mencolok pandangan. Setidaknya ada 3 bagian ruang di Museum ini dan yang terbesar ialah ruang utama dimana diatasnya terdapat kubah besar dengan lukisan yang menggambarkan Bunda Maria dan tokoh-tokoh kudus lainnya. Begitu tuanya bangunan ini dan termasuk efek plester menjadikan lukisan nampak mulai memudar seiring waktu, namun tidak menghilangkan kesan agungnya. Bagian dalam Museum via magiccityistanbul.blogspot.com Berada di wilayah Karieye Camii Sokak, sekitar 7,5 km arah Barat Laut dari Hagia Sophia, Chora Museum buka setiap hari, dari jam 09:00 sampai 19:00 di musim panas (April-Oktober), dan sampai pukul 17:00 di musim dingin (November-Maret). Dalam kondisi tertentu museum mungkin saja tutup terutama hari Rabu, jadi untuk memastikannya kamu bisa menghubungi atau melihat di situs resmi mereka. Untuk tiket sendiri yaitu sebesar 15 Lira. 9. Galata Mevlevi House Museum Dari namanya mungkin kita tak terbayang museum apa ini. Namanya memang tidak begitu familiar, tapi jika disinggung tentang sufi dan tarian memutarnya, maka tentu kita akan langsung terbayang. Mevlevi ialah julukan untuk para pengikut Mawlana Jalaludin Rumi. Anggota Mevlevi tersebar di seluruh dunia dan mereka juga dikenal sebagai Penari Darwis. Ruang pentas di Mevlevi House via luxuryistanbul.com Galata Mevlevi House ini sendiri awalnya merupakan rumah pertama bagi Mevlevi yang dibangun tahun 1491 di atas bukit bernama Galata. Bangunan awal ini sempat hancur karena gempa besar Istanbul tahun 1509 untuk kemudian direnovasi ulang. Namun di tahun 1765 rumah ini juga sempat mengalami kebaran besar untuk juga langsung diperbaiki ditahun yang sama. Setelah tahun-tahun itu, Rumah Mevlevi terus mengalami renovasi oleh beberapa masa pemerintahan hingga akhirnya di tahun 1925 fungsinya sebagai Rumah bagi para Mevlevi dihentikan karena kasus hukum. Pemanfaatannya sebagai Museum mulai tahun 1946. Terdapat beberapa bagian ruang di museum ini mulai dari ruang utama berupa ruang segi delapan yang bagian tengahnya merupakan panggung tempat penari sufi beraksi dengan memutarkan diri, lalu ruang kamar para darwis, ruang pameran alat musik, perpusatakaan, dan termasuk area pemakaman tokoh darwis. Jika kamu tertarik menyambangi museum unik ini, kalian bisa menuju Sahkulu Mh. Galip Dede Caddesi, wilayah Tunel Beyoglu. Buka setiap hari dari jam 09:00 sampao 19:00 dimusim panas dan sampai pukul 17:00 di musim dingin, pengunjung non pemegang Istanbul Museum Pass dikenakan tarif sebesar 10 Lira untuk masuk ke museum ini. 10. Yildiz Palace Istana Yildiz adalah istana terkahir dari Sultan Ottoman yang mulai dibangun tahun 1880 hingga awal abad 20 dan langsung digunakan oleh Sultan Abdul Hamid II. Komplek istana seluas 500 ribu meter persegi ini bernama Yildiz yang berarti Bintang. Nama ini diimplementasikan dibagian langit-langit kubah yang dihiasi dengan lukisan bintang-bintang. Bangunan Istana Yildiz via www.traveldk.com Setelah kekaisaran Ottoman berakhir, istana ini bahkan sempat dijadikan sebuah bangunan untuk kasino mewah untuk kemudian berubah fungsi menjadi sebuah rumah tamu bagi kepala negara atau orang penting lain yang datang ke Istanbul. Barulah kemudian ditahun 1970an pengelolaannya diambil alih oleh organisasi kebudayaan setempat hingga akhirnya di tahun 1993 diubah lagi menjadi museum seperti saat ini. Bangunan bercat putih dua lantai ini memang tidak semegah istana lain, tetapi arsitekturnya yang khas dengan jendela kayu yang berjajar rapih disemua sisi bangunan menjadikan kesan megah dan resmi bisa dirasakan. Bagian-bagian ruang istana sebagaimana museum dijadikan sebuah galleri yang menampilkan cerita serta benda artefak peninggalan istana termasuk perabot rumah tangga yang digunakan oleh keluarga istana. Tak ketinggalan interior dinding dan termasuk atap atau langit-langitnya yang begitu detil menjadi pelengkap keindahan ruang Istana dan membuat pengunjung bisa membayangkan bagaiman dulunya kehidupan keluarga istana berjalan. Istana ini beralamat di Yildiz park, Serencebey, Barbaros Bulvari No.62. Jadwal buka untuk umum ialah dari jam 09:30 sampai 16:30 dengan waktu tutup ialah setiap hari Senin dan Kamis, namun jadwal ini juga sangat mungkin berubah. Biaya masuknya sendiri jika tidak memiliki Istanbul Museum pass ialah sebesar 10 Lira. 11. Rumeli Hisari Museum Tampak Rumeli Hisari dari arah Selat Bosporus via PackageTours-Turkey.com Rumeli Hisari adalah sebuah benteng atau kastil yang berada di tebing bibir pantai. Selain bentuk khas kastilnya, lokasinya ini membuat Rumeli Hiasari ini terlihat sangat menarik. Terletak di distrik Sariyer, Rumeli Hisari dibangun oleh Sultan Ottoman Mehmed II antara tahun 1451 dan 1452. Pembangunannya diperuntukan untuk mengontrol lalu lintas di Selat Bosporus serta mencegah datangnya bantuan dari luar saat penaklukan Turki oleh Ottoman. Benteng ini dirancang oleh arsitek Muslihiddin yang awalnya diberi nama Bogazkesen yang berarti ‘Pemotong Selat’ dimana merujuk pada posisinya di Selat Bosporus. Namun istilah Bogaz juga memiliki multitarfsir yang juga bisa berarti tenggorokan, sehingga nama ini diganti menjadi Rumelihisari yang berarti ‘Benteng di Tanah Roma’ yang merujuk pada Byzantium Eropa atau Balkan. Bagian dalam benteng via visit-istanbul.org Terlepas dari sejarah panjangnya, benteng yang kini menjadi museum sejak tahun 1960 ini memilliki daya pikat karena tampak gagah ditepi jurang. Bagian yang terlihat jelas ialah menaranya dimana terdapat tiga menara utama di kastil ini yang masing-masing berada di dekat pintu gerbang, bagian Selatan, dan bagian Utara. Serta terdapat juga satu menara kecil dan tiga belas menara pengawas kecil yang ditempatkan di dinding penghubung menara utama. Setiap menara memiliki keunikan arstitekturnya sendiri, seperti Menara utama bagian Utara yang disebut Pasha Tower memiliki bentuk silinder dengan ketinggian 28 meter dan diameter 23,3 meter dengan tebal dinding mencapai 7 meter. Selain bisa berkeliling bagian benteng, pengunjung yang datang saat musim panas juga bisa saja beruntung karena tengah diadakan festival disana sehingga dibuatlah teater terbuka yang akan menampilkan pertunjukan atau konser. Dibuka setiap hari kecuali Rabu, pengunjung bisa masuk sejak pukul 09:00 sampai 19:00 di musim panas dan sampai pukul 17:00 di musim dingin. Tarif masuknya sendiri bagi non pemegang Istanbul Museum Pass ialah sebesar 10 Lira. 12. Fethiye Museum Bangunan Fethiye Museum via howtoistanbul.com Fethiye awalnya merupakan bangunan gereja yang dibangun pada periode Romawi Timur sekitar abad ke 11 oleh kaisar Bizantium Michael VII Ducas. Bangunan berupa bata ekspose menjadi penguat kesan kuno dari Gereja Fethiye yang mulai direstorasi sejak tahun 1930an dan menjadi bagian dari Museum Hagia Sophia. Barulah kemudian difungsikan sebagai museum sendri sejak tahun 2006. Selain bagian luar arsitektur bangunannya yang megah, bagian dalampun tetap tampak kemegahannya dengan keunikan dimasing-masing ruang. Lukisan bernafas kristiani masih banyak menempel didinding hingga langit-langit. Lukisan ini tampak sangat detil dan berwarna sehingga menarik mata. Bagian dinding yang masih berupa bata eskpose juga membuat perpaduannya nampak sangat kuno namun tetap megah. Dibagian lain terdapat juga ruang yang jendela-jendelanya dilapisi kaca berwarna warni sehingga pantulan cahaya membuatnya seolah seperti pelangi. Museum ini buka setiap hari dari jam 09:00 sampai 19:00 di bulan pertengahan April sampai akhir Oktober dan pukul 09:00 sampai 17:00 di bulan akhir Oktober sampai pertengahan April. Jika tidak memiliki Istanbul Museum Pass, pengunjung dikenakan tarif tiket sebesar 5 Lira untuk bisa masuk Museum Fethiye ini.
  14. Istanbul dengan anak Selat Bosporus-nya via jumeirah.com Istanbul adalah gerbang utama masuknya turis ke Turki. Kota terbesar di Turki ini juga menjadi magnet wisata utama salah satunya karena keunikan yang dimilikinya yaitu berada di dua benua. Kedua bagian darat ini terpisahkan oleh Selat Bosporus dan keduanya juga diubungkan dengan dua jembatan. Hal yang langka inilah yang membuat wisatawan tertarik datang untuk merasakan sensasi melintasi antar benua tetap masih dalam satu negara bahkan kota. Terlepas dari itu semua, Turki terkhusus Istanbul memang menarik karena memiliki sejarah peradaban yang kaya. Siapa yang tak tahu dengan sejarah Konstantinopel? nama terdahulu dari Istanbul. Sejarahnya yang begitu terkenal dan berpengaruh menjadikan kota ini tidak hanya sebuah daratan untuk dihuni, tetapi juga menjadi bukti peradaban dan kekuasaan yang berputar. Peninggalan-peninggalan sejarah inilah yang hingga kini menjadi magnet bagi banyak orang untuk datang ke Turki. Banyak bangunan dan bukti sejarah tersimpan disana dan selalu menarik perhatian karena juga memiliki cita rasa seni dan kemegahan yang menawan. Memang saat ini kondisi keamanan Turki akibat Kudeta masih menjadi kekhawatiran banyak orang apalagi Turis. Dampaknya sangat terasa apalagi di Istanbul karena banyak serangan tertuju di kota ini. Namun jika memang kalian memiliki keyakinan, sebenarnya Turki tetap layak untuk dipilih sebagai destinasi wisata saat-saat ini. Justru kondisinya sedikit di untungkan karena tempat-tempat wisata yang biasanya selalu ramai, antri, dan berdesakan, kini bisa leluasa untuk didatangi. Nah, jika memang datang dan berwisata ke Turki terkhusus Istanbul tetap menjadi pilihan. Maka tentu kalian tidak akan melewatkan datang ke tempat sejarah dan museumnya. Menarik dan hematnya, ada alternatif yang bisa kamu pilih yaitu dengan membeli Istanbul Museum Pass. Kartu ini bisa dikatakan tiket masuk terusan untuk beberapa objek wisata utama dan museum di kawasan Istanbul termasuk destinasi wisata yang paling wajib yaitu Hagia Sophia dan Istana Topkapi. Ada dua tipe kartu yaitu yang 3 hari dan 5 hari. Kartu untuk paket 3 hari bertarif 85 Lira dan bisa masuk ke 6 museum yaitu Hagia Sophia, Istana Topkapi, Hagia Irene, Istanbul Archaeology Museum, Turki and Islamic Art Museum, Istanbul Mosaic Museum, dan Museum of The History of Science and Technology in Islam. Sedangkan untuk paket 5 hari memiliki tarif 115 Lira dimana bisa masuk selain daftar diatas juga tambahan 5 lain yaitu Chora Museum, Galata Mavlevi House Museum, Yidiz Palace, Rumeli Hisar Museum, dan Fathiye Museum. Anak dibawah 12 tahun tidak perlu membeli tiket karena gratis memasuki objek-objek wisata tersebut. Harga 85 Lira saja contohnya, tentu sangat bermanfaat untuk penghematan dibandingkan harus membeli tiket ke masing-masing tempat. Sebagai contoh, Hagia Sophia dan Istana Topkapi saja, tiket masuknya masing-masing 40 Lira. Artinya datang kedua tempat ini saja sudah memakan biaya 80 Lira. Sedangkan di museum lain tarifnya sekitar 20 Lira, artinya mengunjungi 3 tempat saja, kita sudah mendapat untung dengan membeli Istanbul Museum Pass. Istanbul Museum Pass via citytransferistanbul.com Istanbul Museum Pass bisa didapatkan di sebuah mobil tiket bertuliskan Muzekart / Istanbul Museum Pass di Hagia Sophia, Istanbul Mosaic Museum, Istana Topkapi, Archeological Museum, Chora Museum, dan Museum of Turkish and Islamic Art. Tersedia juga di loket / counter khusus di dekat loket tiket masuk Hagia Sophia serta di Tourist Information di Bandara. Untuk membeli kartu, kalian harus menunjukkan paspor sebagai data diri. Kalau kartu sudah ditangan, maka waktunya untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut ! 1.Hagia Sophia Bangunan Hagia Sophia via planetware.com Ini adalah salah satu tujuan wisata paling utama di Istanbul. Belum ke Istanbul rasanya jika belum berfoto dengan latar kemegahan bangunan abad ke 6 Masehi ini. Bangunannya yang megah dengan arsitektur yang sangat khas, menjadikan Hagia Sophia sebagai destinasi komplit antara perpaduan sejarah, budaya, dan seni. Hagia Sophia sendiri saat ini dijadikan sebagai museum dimana awalnya diperuntukan sebagai katedral atau gereja kristen antara tahun 537 sampai 1054. Kemudian beralih menjadi katedral Ortodoks Yunani, lalu menjadi Katedral Katolik Roma, kembali lagi menjadi Katedral Ortodoks Yunani sampai tahun 1453. Barulah di tahun 1453, ketika kekuasaan Konstantinopel direbut oleh Kesultanan Utsmani, banguan ini menjadi Masjid hingga ditutup untuk umum setelah berdirinya Republik Sekuler Turki tahun 1931. Barulah di tahun 1935, Hagia Sophia kembali dibuka untuk umum dan hingga kini dijadikan sebagai Museum. Cerita panjang fungsi Hagia Sophia menjadikannya sebagai saksi bisu dari perguliran kekuasaan yang terjadi. Lepas dari itu, secara artistik pun, bangunan dengan kubah besar dan 4 menara runcing ini sangat memukau pandangan. Bagian dalam Hagia Sophia via planetware.com Hagia Sophia sendiri berada di kawasan Sultan Ahmet, tepat di depan ikon lain dari Istanbul yaitu Masjid Biru. Jika naik Tram jurusan T1, kalian turun di Stasiun Sultan Ahmet, dan berjalan kaki sebenat menuju lokasi. Tutup hanya di hari Senin, Hagia Sophia buka sejak jam 9 pagi sampai 5 petang dengan terakhir masuk kunjungan jam 4 sore. Namun jika saat musim panas, museum buka lebih lama yaitu sampai pukul 7 petang. Seperti yang sudah diungkap sebelumnya, jika tanpa Istanbul Museum Pass, tiket masuk ke Hagia Sophia adalah sebesar 40 Lira. Siapkan cukup banyak waktu untuk menikmati setiap sisi bangunan megah ini karena ada banyak hal yang menarik baik didalam maupun luar bangunan utama. Bahkan dibagian belakang Hagia Sophia juga terdapat makam para sultan dan keluarga yang bisa didatangi secara gratis. 2. Topkapi Palace Destinasi utama lainnya yaitu Istana Topkapi. Istana tempat kediaman Kesultanan Utsmaniyah selama 600 tahun ini sangat menarik perhatian karena bentuk gerbangnya saja sudah mirip dengan istana-istana negeri dongeng Disney. Istana Topkapi berada di pinggir pantai selat Bosporus, tak sampai 500 meter arah Timur Laut dari Hagia Sophia. Jika dari wilayah luar Sultan Ahmet, kalian bisa naik trem dan turun di Stasiun Gulhane. Dari sana kalian bisa berjalan kaki menuju Topkapi atau jika tak mau capek atau kebetulan kamu membawa balita ataupun orang tua, lebih baik kalian naik shuttle ataun sejenis mobil golf yang memang disediakan pengelola Istana untuk mobilitas pengunjung. Menariknya, layananan ini gratis, kok. Gerbang Istana Topkapo via firdausguritno.com Memasuki gerbang utama (tentunya tidak perlu mengantri tiket kalau sudah memiliki Istanbul Museum Pass), kita akan melewati security check terlebih dahulu. Sebenarnya dalam kondisi normal, antrian masuk akan sangat panjang. Tetapi sejak tahun lalu dimana isu keamanan di Turki tidak stabil, berdampak besar terhadap kondisi pariwisata disana yang dapat dilihat dari antrian tempat wisata yang tidak seramai dulu. Saat ini sebenarnya kondisi itu sudah mulai membaik meskipun tidak benar-benar kembali seperti dulu. Memasuki gerbang utama bernama Gerbang Babussalam, pengunjung akan diajak seolah masuk ke dunia dongeng dengan arsitektur kastilnya yang khas. Bedanya, kaligrafi Islam yang menghiasi bagian atas pintu membawa nuansa yang berbeda. Bagian utama yang dituju setelah gerbang ini ialah Second Courtycard yang dipenuhi oleh pepohonan rindang. Di salah satu sisi taman terdapat sebuah bangunan yang didalamnya menjadi museum untuk koleksi jam yang bernama Outer Treasury. Tetapi sayangnya pengunjung yang msuk bagian ini tidak diperkenankan untuk memotret. Disamping gedung Outer Treasury terdapat wilayah atau area tempat tinggal Sultan dan keluarga. Area ini dinamai The Harem. Untuk masuk kesini sebetulnya perlu tiket lagi, tetapi bagi pemegang Istanbul Museum Pass tidak perlu membeli tiket itu. Hanya saja jika kamu membawa anak dibawah 12 tahun (yang sebelumnya tidak perlu tiket), maka tetap dikenakan tiket seharga 25 Lira per anak. Interior The Harem via worldwanderista.com Bangunan di The Harem ini sangat layak untuk dikunjungi, Bagian interiornya dihiasi dengan keramik yang begitu detil hiasannya termasuk kaligrafi dan kaca patri. Detil yang hampir tidak ada ruang kosong untuk dilewatkan dan sangat menarik untuk difoto. Ya, untungnya dibagian ini pengunjung diizinkan membawa kamera dan mengambil foto. Dibagian halaman The Harem, kalian bisa melihat pemandangan kota Istanbul yang sangat memukau. Lokasi istana yang berada di atas perbukitan, menjadikan pemandangan dari sana sangat luas terbentang. Selain kedua bangunan itu, masih ada banyak bagian lain yang bisa di jelajahi di Istana Topkapi yang dikelilingi benteng sepanjang 5 km ini. Satu yang tak boleh terlewat ialah Chambers of The Sacred Relics. Di ruang itulah koleksi barang-barang peninggalan Para Nabi dan sahabat, termasuk Nabi Muhammad SAW disimpan. Pengunjung Non Muslim tetap diperbolehkan masuk tetapi disediakan sarung dan selendang sebagai bentuk penghormatan. Disinilah terdapat tongkat Nabi Musa yang dalam sejarah sebagai tongkat yang berubah menjadi ular. Ada juga Serban nabi Yusuf, Potongan Janggut Nabi Muhammad, Pedang Nabi Muhammad, pakaian Fatimah Az Zahrah, dan masih banyak lainnya. Sayangnya pengunjung tidak boleh mengambil foto didalam sini. Puas berkeliling komplek istana yang begitu luas, kalian bisa beristirahat di cafe khusus di dalam kawasan istana yang menghadap langsung ke Selat Bosporus. Kamu juga bisa membeli oleh-oleh khas di dekat pintu keluar. Agar bisa puas mengelilingi setiap bagian istana, kamu harus menyiapkan banyak waktu. Perlu diingat juga bahwa Istana Topkapi buka dari jam 9:00 sampai 17:00 namun Tutup Setiap hari Selasa. Hal ini nampaknya menjadi strategi wisata karena hari libur antara Istana Topkapi dan Hagia Sophia berbeda, sehingga jika kamu datang selepas weekend, setidaknya kamu harus menyiapkan waktu 2 hari agar bisa datang ke keduanya. 3. Istanbul Arcaeology Museum Sangat dekat dengan Istana Topkapi, kamu juga bisa memanfaatkan Istanbul Museum Pass untuk masuk ke Museum Arkeologi Istanbul. Dalam tarif normal, tiket masuk museum ini ialah sebesar 20 Lira dimana jam buka museum ialah dari jam 09:00 sampai 19:00 di musim panas dan 09:00 sampai 18:00 di musim dingin. Museum ini sendiri tutup setiap hari Senin. Bangunan utama Museum Arkeologi Istanbul via istanbularkeoloji.gov.tr Seperti namanya, Istanbul Arcaeology Museum menjadi tempat koleksi beragam benda dari beberapa masa peradaban sejarah dunia sejak tahun 7 ribu sebelum masehi sampai zaman Khalifah Usmani dan Republik Turki. Koleksi paling terkenal ialah seperti Peti mati Alexander, Patung-patung dari Kuil Zeus, Patung Alexander Agung dan Zeus, Fragmen dari Kuil Athena, koin-koin era Ottoman, manuskrip perjanjian damai yang ditandatangani Raja Ramses II, Artefak peradaban Mesopotamia, Saudi, dan Mesir, dan tentunya masih ada ribuan bahkan jutaan koleksi lainnya. Selain Museum Arkeologi di gedung utama, komplek ini juga memiliki 2 bagian museum lain yaitu Museum Orient Kuno dan Museum Seni Islam. 4. Hagia Irene Bangunan Hagia Irene via Youropi.com Berdekatan dengan Hagia Sophia, tepatnya di halaman pertama Istana Topkapi, kalian bisa menyempatkan pula menyambangi Hagia Irene, bekas gereja Yunani Ortodoks. Pembangunan awal gereja ini ialah sejak abad ke 4 Masehi, namun sempat mengalami kerusakan akibat Kerusuhan untuk kemudian direnovasi di era Justinan I. Setelahnya, renovasi terus dilakukan karena sempat juga mengalami beberapa kerusakan karena kebakaran dan juga gempa. Kini, Hagia Irene dijadikan sebagai museum dimana bagian dalamnya memang hanya berupa ruang kosong. Namun kemegahan dengan nuansa kuno menjadi kental terasa dari bahan dinding bangunan yang terekspose. Selain sebagai museum, ruangan di Hagia Irene juga digunakan sebagai lokasi konser musik klasik dan pameran seni dalam event-event tertentu. Hagia Irene buka setiap hari kecuali Hari Selasa dari jam 09:00 sampai 17:00. Jika tidak memakai Istanbul Museum Pass, pengunjung dikenakan harga tiket sebesar 20 Lira untuk bisa masuk museum gereja ini. 5. Turkish and Islamic Art Museum Koleksi karpet di salah satu ruang Museum via traveldk.com Selanjutnya ialah Museum yang menyimpan lebih dari 40 ribu koleksi dari yang berkaitan dengan seni seperti kaligrafi islam, ubin, etnografi dari berbagai budaya Turki termasuk sejarah kerajaan dan kesultanan di Turki, dan yang paling utama ialah koleksi seni karpet dari abad ke 13. Berlokasi masih di kawasan Sultan Ahmet yaitu persis di seberang Blue Mosque, dahulunya bangunan museum yang dibangun tahun 1524 M ini diperuntuk sebagai Istana Sultan ibrahim Pasha. Peruntukannya sebagai museum sendiri dimulai pada abad ke 19. Museum ini juga layak untuk disambangi karena selain berada di dekat objek wisata utama lain, secara khusus Museum Seni Islam ini terbilang memiliki koleksi yang berbeda dibanding museum pada umumnya. Kita seolah diajak masuk ke nuansa lain dari koleksi-koleksinya. Museum ini buka setiap hari dari jam 09:00 sampai 19:00 dengan tiket masuk normal alias jika tidak punya Istanbul Museum Pass yaitu sebesar 20 Lira. 6. Istanbul Mosaic Museum Bagian dalam Museum via atriptoistanbul.com Istanbul Mosaic Museum atau nama resminya The Great Palace Mosaic Museum merupakan tempat koleksi berbagai mozaik atau tulisan dan lukisan mozaik peninggalan periode Bizantium. Bangunan Museum ini memang tidak besar dan tidak mencolok, tetapi koleksi didalamnya cukup menarik pandangan. Sudut-sudut dinding berhiaskan koleksi lukisan mozaik bahkan dibagian dasar ubin pun tak lepas dari lukisan mozaik ini. Tidak ada tema khusus keagamaan dalam koleksi museum ini melainkan semuanya tentang kehidupan alam, keseharian, dan mitologi. Tak heran banyak dijumpai mozail hewan, manusia, dan termasuk aktivitas didalamnya. Museum ini berada di dekat kawasan Sultan ahmet tepatnya di Arasta Carisi. Buka dari jam 09:00 sampai 19:00 di musim panas dan 09:00 sampai 17:00 di musim dingin, museum ini mematok tarif tiket masuk sebesar 15 Lira perorangnya. 7. Museum of The History of Science and Technology in Islam Salah satu ruang pameran museum via hassa.com Islam dalam sejaranya dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi memang sangat dekat. Sejarah mencatat banyak ilmuwan muslim yang sudah menemukan berbagai temuan mutakhir yang berpengaruh besar terhadap kemajuan sains dunia, termasuk soal peta dunia. Karenanya dibagian halaman museum ini kita akan langsung disambut dengan bola dunia besar. Museum yang baru dibuka tahun 2008 ini mengambil luas lahan 3.500 meter persegi. Meskipun terlihat membosankan karena bertajuk sejarah sains dan teknologi, tetapi justru museum ini akan mengajak pengunjung memahami sejarah itu dengan lebih mengasyikkan. Diorama dan koleksi yang dihadirkan tidak sebatas sebuah teks tetapi turut membuat pengunjung berinteraksi serta dibuat artsitik. Bahkan disalah satu ruang, terdapat lorong yang bagian atasnya juga dihaiasi lukisan yang bercahaya sehingga membuatnya menarik dan tidak membosankan. Jika kamu sangat tertarik dengan ini, maka wajib untuk mendatangi Museum Sejarah Ilmu Pengerahuan dan Teknologi dalam Islam yang beralamat di Taman Gulhane, Jalan Taya Hatun, Cangkurtaran Mahallesi, Istanbul, tak sampai 1 km dari kawasan Sultan Ahmet. Dengan tiket sebesar 10 Lira, pengunjung bisa datang dari jam 9:00 sampai 18:30 di musim panas dan sampai pukul 16:30 di musim dingin. Baca juga bagian 2 artikel ini di sini
  15. Siapa yang tak mau ke Turki? Negara Eurasia alias wilayahnya sebagian kecil berasa di Eropa dan sebagian besar lain di Asia ini memiliki keunggulan wisata yang selalu mencuri perhatian. Sejarahnya yang kaya dan penting bagi peradaban dunia serta budayanya yang juga perpaduan antara Timur dan Barat membuat Turki sering disebut sebagai Jembatan Antara Dua Peradaban. Sebagai destinasi wisata favorit turis dari berbagai negara, Turki memang layak untuk kamu perhitungkan. Tapi sayangnya hampir jarang ada penerbangan promo ke Turki untuk kita yang berupaya menghemat biaya. Keperluan di Turki pun terbilang tidak begitu murah meskipun masih dalam taraf wajar karena dia bersentuhan dengan perekonomian Eropa. Jadilah, jika kita berbudget minim harus pintar-pintar mensiasati pengeluaran. Nah, apakah siasat-siasat itu bisa cukup membantu mengurangi sedikit biaya? 1.Kapan Penerbangan Termurah? Seperti yang sudah dikatakan diatas, sangat jarang ada penerbangan promo ke Turki. Jadilah kita harus cermat-cermat menanti kapan kira-kira ada tiket yang lebih murah dibanding waktu lainnya. Sama seperti kebanyakan penerbangan ke tempat wisata lain, harga termurah ialah saat Low Seasson alias bukan saat liburan atau saat terbaik untuk liburan. Low Season di Turki berlangsung saat musim dingin atau sekitar Desember-Maret. Sayangnya tidak ada wisata khusus musim dingin yang ada di Turki, jadi sangat wajar jika selain penerbangan, harga kamar hotelpun bisa turun selama Low Season ini. Intinya selama musim ini sebenarnya bukan waktu yang cocok untuk berlibur ke Turki. Sedangkan jika mau datang di saat terbaik, maka datanglah saat musim semi dan gugur yang biasanya berlangsung antara April sampai pertengahan September. Matahari yang bersinar cerah, langit biru bersih, dan waktu siang yang lebih lama menjadikan bulan ini sebagai high season yang membuat segala hal berkaitan wisata menjadi lebih mahal pula. 2. Apply e-Visa, Hemat USD 10 Bagi turis Indonesia, pemerintah Turki memberlakukan sistem Visa On Arrival dengan durasi tinggal maksimal 30 hari dan masa berlaku via selama 180 hari. VOA dilakukan saat kita tiba di bandara dimana kita harus mengantri untuk mengajukan visa ini dan sekaligus membayar biayanya sebesar USD 35 (per 2016), dan ingat bahwa biaya ini hanya bisa dibayar dengan cash alias tidak bisa dengan kartu kredit. Tapi ada yang lebih gampang dan bisa lebih murah yaitu dengan mengurus e-Visa atau secara online. Ya, dengan cara ini kalian tidak perlu repot mengantri sesampainya di bandara Turki, ditambah lagi biaya e-Visa ini lebih murah yaitu sebesar USD 25 plus. Jadi, sudah bisa mengirit sekitar 10 Dollar ! Pembuatan e-Visa juga sangat gampang, kamu cukup masuk ke web resmi evisa.gov.tr/en/ dan mengisi formulirnya. Setelahnya kamu bisa langsung membayar dengan kartu kredit (cc) mastercard/visa/union pay. Kalau kamu tidak punya cc tersebut sendiri, kamu bisa memakai cc teman karena akun cc tidak mesti sama dengan pengaju visa. Selain itu juga satu cc bisa langsung untuk membayar maksimal 10 apply. Seperti yang sudah disebut diatas, biayanya sebesar USD 25 plus beberapa dollar (hanya sekitar 0,7 USD) untuk service fee cc nya. 3. Hemat Beberapa Dollar dengan Menggunakan Mata Uang Lira Banyak tempat di Turki bersedia menerima uang Dollar Amerika ataupun Euro. Tetapi kurs yang mereka gunakan biasanya lebih tinggi dibanding kurs resmi, jadi sangat disarankan untuk menggunakan mata uang lokal Turki saja yaitu Lira (TL). Apalagi menariknya, saat ini awal tahun ini (2017) rupiah menguat terhadap Lira yaitu sebesar 3.600an Rupiah per 1 Lira, berbeda jauh dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai IDR 5.500 per 1 Lira. Jika kamu mau menukarkan uang Dollar ke TRL, ada baiknya jangan di Bandara. Sekalipun harus dibandara, turkarkan secukupnya saja misal dengan nominal minumum yaitu USD 10 untuk keperluan transportasi keluar bandara saja. Jika kamu mendarat di Istanbul, lokasi terbaik untuk mendapat penawaran yang pas ialah di kawasan Grand Bazaar. Carilah money changer hingga ke bagian dalam dan bandingkan ratenya di setiap toko. Biasanya dibagian dalam Grand Bazar, Money Changernya justru memberi rate lebih baik. Sedangkan jika kamu menukar di Indonesia, selain sangat susah menemukan money changer yang memiliki uang Lira, sekalipun ada biasanya harganya jauh lebih tinggi. Pilihan buruk untuk penghematan. Berbeda lagi jika kamu mau menarik uang di ATM di Turki, ada biaya layanan untuk sekali transaksi. Kamu bisa mengeceknya dahulu ke Bank masing-masing untuk biaya transaksi di Turki ini karena setiap bank berbeda-beda tarif, tetapi kisarannya yaitu sekitar Rp 25.000an. Oh ya, jika sempat ada baiknya kamu melapor dulu ke bank kamu bahwa kamu akan pergi ke Turki dan mengambil sejumlah uang disana. Setidaknya ini bisa mengurangi resiko jika kartu ATM tiba-tiba di blokir karena ada transaksi penarikan di negara lain. Selain itu juga untuk mengurangi resiko jika saja ada kendala dalam penarikan uang seperti tidak keluarnya uang saat penarikan. 4. Mandiri atau Paket Tour? Baik mengatur perjalanan secara mandiri ataupun dengan ikut paket tour, semuanya memiliki lebih-kurangnya masing-masing. Jika kamu pergi sendiri hanya berdua orang, ikut Paket Tour mungkin bisa membantu pengeluaran jika kamu bandingkan dengan menyewa mobil yang tentunya juga harus menyediakan pengeluaran bensin juga. Tetapi jika kamu tidak mempermasalhkan bila harus menggunakan angkutan umum, maka secara mandiri tentu akan lebih murah. Apalagi transportasi umum seperti Bus dan Trem umumnya melewati objek wisata utama disana sehingga tidak perlu takut kesulitan. Berbeda lagi jika kalian pergi berombongan lebih dari 3 orang atau keluarga, maka sharing cost sewa mobil tentu bisa menjadi lebih hemat. Kalian juga bisa bebas berpergian tanpa ada batasan waktu. Tarif sewa mobil ialah sekitar 120 Lira perhari dan tentunya belum termasuk bensin. 5. Makan di Luar Kawasan Wisata, Hemat 12-20 Lira Perhari Urusan makan sebenarnya sama seperti kebanyakan tempat wisata di negara manapun, jika kita membeli makan di objek wisata maka dijamin harganya akan lebih mahal dibanding jika kita membelinya di luar kwasan wisat tersebut. Di Turki juga demikian. Jika ingin hemat, carilah tempat makan yang banyak didatangi orang lokal, bukan turis. Salah satu kedai lokal murah di Istanbul via zomato.com Kebab misalnya, sebagai makanan yang sangat identik dengan Turki, harga Kebab di tempat wisata bisa mencapai 6-10 Lira perporsi. Bandingkan jika membelinya di tempat keramaian warga lokal, maka harganya hanya sekitar 4 Lira saja dan itupun ada yang sudah termasuk dengan segelas minuman. Itu baru kebab, menu makanan lain juga tentunya bisa memiliki selisih yang lebih besar. Selisih ini tentu bisa sangat bermanfaat jika sehari kamu makan 3 kali saja, maka kamu sudah bisa menghemat setidaknya 12 Lira perhari. 6. Membeli Minum dan Cemilan di Minimarket Cara ini juga sangat pas untuk menghemat pengeluaran. Untuk kebutuhan minum yang pasti kita butuhkan, ada baiknya membeli di Minimarket atau supermarkt saja dibandingkan selalu membeli di pinggir jalan atau di restoran ketika makan. Harga sebotol air mineral besar sekitar 5 Liter harganya hanya 3 Lira di Minimarket dan ini tentu bisa digunakan seharian bahkan mungkin lebih. Begitupun dengan cemilan, belilah saja di minimarket dengan harga yang juga lebih murah. 7. Hemat 23 Lira dengan Istanbul Museum Pass Museum Pass Istanbul via theistanbulinsider.com Khusus di Kota Istanbul, jika kamu memang berencana masuk ke banyak tempat wisata utama disana, kamu bisa menghemat biaya dengan membeli Istanbul Museum Pass. Kamu bisa mendapatkan kartu yang resmi dikeluarkan oleh Departemen Pariwisata setempat ini di sebuah mobil van bertulis Muzekart / Istanbul Museum Pass, dekat pintu masuk Hagia Sophia. Harga kartu ini ialah 85 Lira dan berlaku selama 3 hari. Harga ini akan menghemat pengeluaran sebesar 23 Lira dibanding kamu harus membeli tiket dimasing-masing tempat wisata berikut yaitu Hagia Sopia, Istana Topkapi, Archeological Museum, Istanbul Mozaic Museum, Museum of Turkish and Islamic Art, dan Museum Chora. Sebagai contoh, Hagia Sophia dan Istana Topkapi saja sebagai objek wisata paling populer, tiket masuk masing-masingnya 30 Lira. Artinya keduanya sudah 60 lira. Ditambah objek wisata museum lain yang dikisaran 10-20 Lira, maka dengan kartu ini kalian dipastikan bisa menghemat. Selain hemat, dengan kartu ini juga kamu tidak perlu lagi mengantri untuk membeli tiket, karena pemegang kartu ini bisa langsung masuk ke tempat wisata tersebut. Jadi secara langsung juga bisa menghemat waktu perjalanan.