Tarmizi Arl

Members
  • Content count

    1,150
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    33

Tarmizi Arl last won the day on October 4

Tarmizi Arl had the most liked content!

About Tarmizi Arl

  • Rank
    Petualang Sejati
  • Birthday 11/23/1992

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Location
    Palembang
  • Interests
    design, art, travel, short film

Contact Methods

  • Skype
    tarmizi.landscaper47

Recent Profile Visitors

4,399 profile views
  1. Semoga video ini membantu untuk panduan wisata di Macao. Macao memang biayanya mahal parah dari mulai untuk makan sampai penginapan. Tapi setidaknya ada satu yang bisa dihemat yaitu Transport Gratis berupa Shuttle Bus dari operator semua Casino disana.
  2. Tarmizi Arl

    MENARIKNYA MANILA (Part 1)

    iya bener bisa telkomsel 150 ribu (3 hari) 2gb kalo gk salah... atau 250 untuk 7 hari... kalau beli disana ada juga kok di minimarket, harganya lumayan murah (sama kayak di indo) tapi saya lupa berapa
  3. Iya bener, awal jg mikirnya jg lgsng kyk farmhouse Lembang... Tp buat yg udh brkali2 ke KL, dr pd bingung kmna lagi, ini bisa jd alternatif lah... Disana jg ada Japanesse garden buat pilihan lain (tp gue gak sempet)... .iya trakhir jam 7.30 malem
  4. Msh ada yg 700-800ribuan ... Rata2 sejuta lah Msh dpt yg standar 700-800ribuan kyaknya sih trakhir liat
  5. Iya... Cocoknya emang buat nginep di hotelnya buat suasana baru,, dan adem yg pasti dibanding KL
  6. Hi... Buat kamu yang mau nyari alternatif wisata di Kuala Lumpur, kamu bisa pilih wisata ke Colmar Tropicale yang ada di kawasan Berjaya Hill. Colmar Tropicale ini adalah hotel/resort di Berjaya Hill, tapi buat kamu yang tidak menginap juga bisa berwisata sehari disana. Konsep Colmar Tropicale ini ialah miniatur dari pedesaan Colmar yang ada di Perancis, jadi kamu bisa merasakan sensasi berfoto ala-ala di Perancis. . Nah untuk ke sana, kamu harus membeli tiket di Berjaya Times Square Mall, KL tepatnya di Lantai 8. Lokasinya berada di tempat spa, jadi kamu harus teliti mencari. Tapi didepannya ada kok tulisan Colmar Tropcale. Lokasi Membeli Tiket di Lantai 8 Berjaya Times Square Mall Jadwal buka Tarif tiketnya sebesar 60 RM untuk dewasa dan 55 RM untuk anak-anak. Tiket ini ialah untuk shuttle Bus PP dan tiket masuk di sana. Jadwal keberangkatannya dari Berjaya Times Square Mall ialahjam 9:30, 12:00, 18:00, dan 20:30. Sedangkan jadwal pulang dari Colmar ialah jam 08:00,10:45, 16:00, dan 19:30. Tapi perlu diingat karena memakai bus kecil yang berkapasitas hanya 10 orang, jadi lebih baik membeli tiket minimal 1 hari sebelumnya. Apalagi jika hari libur, tiket bahkan bisa habis 2 hari sebelum. Selain itu perhatikan juga jam buka lokasi yang menjual tiketnya ya seperti di foto. Tiket Lokasi keberangkatan Bus ialah di dekat lobby Berjaya Hotel Lokasi Shuttle Bus di Berjaya Times Square Hotel Shuttle Bus Perjalanan ke Colmar Tropicale hanya sekitar 1 jam. Perjalanan akan menempuh jalanan berkelok-kelok dan menanjak, jadi lebih baik makan dahulu agar tidak pusing. . Dan inilah dia suasana di Colmar Tropicale... . View dari atas menara Kalau lapar, bisa makan di resto2 yang ada disana, tarifnya masih oke sekitar 20-50 RM untuk makan berat. . Beli oleh-oleh juga bisa karena ada souvenir shop Selain itu, tiket tadi juga sudah termasuk untuk ke Taman Jepang. Lokasinya cukup jauh, jadi harus naik mobil wisata ini yang berangkat di jam-jam tertentu.
  7. Tarmizi Arl

    Vlog panduan trip di Hong Kong

    Halooo... Lagi gk mood nulis banyak2, jadi tak kasih video panduan wisata di Hong Kong aja ya... Mudah mudahan membantu.... .
  8. Tarmizi Arl

    MENARIKNYA MANILA (Part 1)

    untung gk ad yg aneh2 sih .. spnjng jalan sy juga gak lepas foto2, tp aman kok... trus bnyk org indonesia jg trnyta yg dagang jollibee bnyk pilihan jd mau nyobain smua. apalagi murah dan dimana2 ada... . murah bgt Bang.. itu buktinya sekelas fastfood aja cuma 30ribuan. di mininarket jg harganya sama kyk indonesia. :) gak nemu sih jasa gituan.. mungkin krn weekdays.... tp kykny enakan sendiri, soalny butuh lama buat foto2...hahaha
  9. Haiiii... udah lama gak nulis :) . Mau sharing pengalaman terbang ke Manila bulan lalu... Berbekal tiket promo dari Air Asia 900rb PP Jakarta-Manila, tanpa pikir panjang gue langsung pesen untuk perjalanan 19-22 Februari kemarin. Manila mungkin belum begitu jadi favorit banyak orang, tapi gue sendiri memang dari 3 tahun lalu tertarik dengan Filipina termasuk Manila, sejak lihat foto-foto beberapa bangunan bergaya eropa yang ada disana. Apalagi tahun lalu lagi tren drama tv Filipina, eh makin semangat deh buat kesana. Ntah kenapa suka aja ama budaya, bahasa, dan orang-orangnya. Hari 1 Jadwal keberangkatan senin tanggal 19 Febuari jam 11 siang dan sampai Manila jam 4 sore waktu Manila (Waktu Manila lebih satu jam dari Indonesia). Sesampainya disana, seperti biasa ditanya-tanya di Imigrasi terutama tinggal dimana. Agak alot karena kami baru pesan untuk 1 malam, sedangkan 2 malam selanjutnya emang belum pesen karena mau lihat kondisi. Bandara Manila bernama Ninoy Aquino. Bandaranya gak begitu besar tapi pada saat sampai, kita akan disambut deretan pameran kebudayaan di Filipina. Pameran budaya di terminal kedatangan Bandara Ninoy Aquino Manila Area kedatangan bandara Loket Taksi bandara Tujuan pertama kami langsung ke Mall of Asia terlebih dahulu. Kok Mall? Iya, karena berdasar info, Mall of Asia (MOA) ini sempet jadi Mall terbesar di asia, dan berhadapan langsung dengan laut gitu dan ada alun-alun untuk bersantai dengan banyak wahana. Untuk keluar bandara, kami pilih naik Taksi. Dari pintu keluar kedatangan, belok kanan. Lurus aja sampai lihat tanda antrian Taksi. Nah disana kamu tinggal duduk dan antri sampai giliran kamu naik. Perjalanan dari bandara ke MOA sekitar 30 menit dengan argo hanya sekitar 150 Peso (Rp45.000). Oh ya, Mata uang Filipina itu Peso ( 1 Peso = Rp300 ; maret 2018 ) Tapi gue sendiri kemarin tuker banyak duitnya justru di Bandara Soetta, harganya jadi lebih mahal 1 peso = Rp350. Padahal pas nukerin duit di Bogor, ya Cuma Rp 300 itu. Lumayan loh 50..hahaha... . Singkat cerita tibalah kami di MOA. Ternyata di samping MOA ini ada juga SM Arena, satu Hall besar tempat biasanya konser-konser internasional berlangsung. Seperti halnya mall besar, MOA memang sangat semarak. Dan memang gede sih kayaknya. Kebetulan udah rada malem dan belum makan, jadilah kami pilih nyari makan dulu. Gue udah ada tujuan yaitu Jollibee. Francise kyk KFC gitu tapi asli Filipina. Jollibee ini terkenal banget di Filipina, gak bakal susah cari Jollibee di Filipina terutama Manila. Ternyata gak salah kalo jadi favorit. Menunya beragam dan dari yang gue coba di hari pertama itu memang enak. Gue lupa namanya apa, tapi gue pesen nasi + kayak steak beef gitu. Bumbunya asin manis. Meskipun gak pake sambel, tapi masih cocok di lidah kok.. Apalagi kalo ada sambel sih.. pasti lebih wow. Untuk ayam nya sendiri memang biasa aja. Kalau disuruh pilih, gue masih suka ayam KFC ama AW lah. Tapi menu lain? Jollibee juara. Sekali lagi, beragam ! jadi gak bosen. Dari 3 hari di Manila, 6 kali makan berat, 5 kali nya makan di Jollibee. Ya, selain emang mau nyoba banyak menu juga karena MURAH PARAH. Satu paket nya itu rata-rata cuma sekitar 70-100 peso. Berarti Cuma 20-30 ribuan doang. Gimana gak kalap? . Lanjut ! abis makan, mampir dikit ke SM By the Bay yang berada tepat di depan MOA. Disana memang cukup ramai dan banyak wahana rekreasi termasuk bianglala. Tapi karena masih hari pertama, kami santai-santai aja dulu disana. Gak lama, langsung cari taksi buat ke penginapan. Kami pilih penginapan di daerah Malate, namanya Wanderers Guest house. Pesen di Traveloka Cuma 190ribuan rupiah/malam. Jaraknya gak begitu jauh juga dari MOA, sekitar 30 menit udah sampai. Tarif taksi yang kami bayar juga cuma 120 Peso (36ribu). Untungnya lokasinya sangat strategis, rame, gemerlap, banyak toko dan minimarket. Jadi gak bakal susah kalau malem mau keman-mana. Untuk penginapannya sendiri karena ini Backpacker Hostel, jadi ya sebagaimana harga. Kamar mandi pun sharing. Tapi untuk sekedar tidur, masih oke kok. Apalagi ada cafe juga diatasnya, pemandangannya langsung gedung-gedung tinggi, jadi justru kelihatan menarik. Pemandangan dari cafe di Wanderers guesthouse Hari 2 Kami memulai perjalanan menuju Intramuros. WAJIB ! . ini destinasi wajib liburan ke Manila. Intramuros itu kayak kota tuanya Manila. Intra (didalam) Muros (Benteng). Ya, karena memang kota tua nya dikelilingi oleh benteng. Awalnya kami jalan kaki berbekal Google Map. Trus naik Jeepney (angkotnya filipina) dan turun di Rizal Park. Sebelum ke Intramuros, kami akhirnya terpincut dulu buat menikmati kawasan Rizal park. Awalnya gue pikir Cuma ada monumen doang, ternyata disini jadi kawasan taman kayak Monas gitu. Jadilah lumayan lama disana. Kawasan Rizal Park Rizal Monument Selesai foto-foto, barulah jalan lagi ke arah Intramuros. Di jalan ada becak nawarin jasa. Disana namanya Padyak. Dia nawarin jasa keliling Intramuros sekaligus jadi guidenya. Tarifnya 300 Peso. Semua wilayah bakal didatangi katanya. Tapi gue pikir buat keliling sendiri aja biar puas foto-fotonya. Tapi karena pengen juga nyobain naik Padyak, akhirnya kami naik buat diantar sampai ke Gereja di Intramurosnya aja. Tawar-tawar, dia kasih harga 80 Peso (24ribu). Akhirnya kita naik Padyak, dan ternyata memang cukup jauh sih kalau jalan kaki. Sampai di Gerbang Intramuros. Masuk sedikit langsung disambut bangunan megah khas arsitektur Eropa. Itu adalah Manila Cathedral. Karena bagus dan fotoable, jadilah gue lama foto-foto di sana. Menariknya, wisatawan juga boleh masuk gratis. Yang Kristiani bisa juga ikut ibadah yang rutin diadakan tiap jam, sedangkan yang tidak bisa melihat-lihat dari belakang. - Disambung nanti ya J
  10. Kalau membicarakan soal kekayaan laut, Indonesia tak perlu diragukan lagi. Lautan Indonesia yang membentang luas sudah diakui dunia sebagai salah satu surga bawah laut terbaik. Dalam ajang yang diadakan Kementrian Pariwisata bertajuk Anugerah Pesona Indonesia pun, akan tak lengkap tentunya jika tak memasukkan pesona taman laut Indonesia dalam kategorinya. Nah, di tahun 2017 ini, terpilihlah 10 Tempat Menyelam Terpopuler yang bisa turut kamu vote sebagai bentuk support kemajuan dunia wisata Indonesia. Apalagi bagi kamu pecinta wisata terlebih yang hobi diving, 10 nominator berikut tentu menjadi referensi yang bisa dimasukkan dalam list tujuan wisata selanjutnya. Dimana saja kah ke 10 tempat menyelam terpopuler itu? 1.GOSONG SENGGORA – KAB. KOTAWARINGIN BARAT Sudah pernah dengar objek wisata satu ini? Siapa sangka ternyata surga bawah laut bukan hanya dimiliki wilayah Indonesia bagian Timur saja, nyatanya di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, terseliplah sebuah surga bawah laut yang elok dan unik. Keindahan bawah laut Gosong Senggora via ariefsaray.wordpress.com/ Berupa gugusan pulau-pulau kecil, Gosong Senggora menawarkan surga pantai berupa pasir putih bersih dengan air laut yang being serta juga surga bawah laut karena menjadi habitat aneka ikan, penyu, dugong, dan terumbu karang. Bahkan beberapa karangg langka bisa ditemui disana seperti jenis Himerometra robustipinna dan rumput laun daun lebar yang sering disebut Lamun. Bagi kamu yang datang tapi tidak membawa peralatan selam, pihak pengelola ternyata juga sudah menyiapkan alat selam untuk disewakan. Kalian juga bisa menyewa jasa perahu sekaligus pemandu yang siap mengantar ke spot-spot terbaik penyelaman. Untuk menuju lokasi Gosong Senggora sendiri, pengunjung harus menuju Pantai Tanjung Penghujan di Pangkalan Bun terlebih dahulu.. Setelahnya dilanjutkan dengan naik Speedboat selama sekitar setengah jam. 2. Kepulauan Banda – Kab. Maluku Tengah Kepulauan Banda menjadi salah satu destinasi yang tengah naik daun belakangan ini. Sebut saja Banda Naira, salah satu pulau di kepulauan ini mulai menunjukkan eksistensinya di kancah wisata bahari Indonesia, bahkan namanya juga sudah mulai dikenal dunia. Via http://reyginawisataindonesia.blogspot.com Keindahan Kepuluan Banda yang masuk wilayah Kabupaten Maluku Tengah ini memang tak bisa dielakkan. Dari atas permukaan laut dengan gugusan pulau vulkaniknya saja sudah menjanjikan pesona luar biasa, apalagi ketika kamu mulai menyelami taman lautnya. Tercatat dari situs Indonesia Travel, Kepulauan Banda memiliki lebih dari 25 situs menyelam. Beberapa diantaranya seperti di Sonegat, Pulau Keraka, Pulau Sjahrir Batu Kapal, Pulau Lontar, Pulau Ai, Pulau Hatta, dan Batu Belanda. Karena banyak spot penyelaman, maka ada banyak pula keunikan yang bisa ditemukan dimasing-masing spot. Pulau Hatta misalkan, disana kamu bisa menemukan Hutan Sea Fans seperti kipas cemara raksasa yang terhampar di kedalaman 20 mdpl. Ada juga ubur-ubur yang berukuran besar, ikan kuwe, ikan pari, bahkan jika beruntung tak jarang melihat paus bongkok dan paus pilot. Untuk menuju Kepulauan Banda, kamu bisa mengaksesnya dengan menggunakan jalur laut yaitu Kapal Ferry dari Kota Ambon menuju Banda Naira. Jika kamu memiliki uang lebih, kamu juga bisa menggunakan pesawat carter dari Ambon tujuan Banda Naira. 3. Pulau Bawah – Kab. Kepulauan Anambas Kepulauan Anambas di Kepulauan Riau ternyata harus juga menjadi impianmu berlibur apalagi untuk kamu pecinta diving. Di kepulauan yang berada di Laut Tiongkok Selatan ini, terdapat banyak spot penyelaman terbaik, tapi satu yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2017 ialah Pulau Bawah. Keindahan Pulau Bawah via halamankepri.blogspot.co.id Pulau Bawah memang sudah menjadi satu pulau yang paling populer di Anambas. Bahkan pembangunan seperti resort dan villa juga marak disana. Keindahan Pulau Bawah tak hanya soal pantai dan nuansa tropis pulaunya, tetapi yang tak kalah menggiurkan hasrat wisata ialah taman bawah lautnya. Keelokan bawah laut di Pulau Bawah hadir dari aneka satwa didalamnya. Apalagi pulau ini merupakan bagian dari gugusan 5 pulau yang membentuk laguna sehingga menghadirkan sensasi pesona laut tersendiri. Tak heran jika justru banyak pecinta diving dunia datang ke pulau ini secara khusus untuk melihat langsung keindahannya. Pulau Bawah bisa diakses melalui Tanjungpinang di Pulau Bintan. Kamu bisa memilih jalur udara atau laut. Via udara, terdapat penerbangan dari maskapai xpress air tujuan Bandara Matak di Pulau Matak. Penerbangan sendiri hanya tersedia di hari senin dan sabtu. Selanjutnya dari Matak, perjalanan dilanjutkan dengan naik kapal ke Kota Tarempa di Pulau Siantan yang merupakan ibukota Kabupaten Kepulauan Anambas. Dari Tarempa, perjalanan masih harus berlanjut dengan kapal carter langsung ke Pulau Bawah dengan waktu tempuh mencapai 4-5 jam. Pilihan kedua ialah langsung dengan jalur laut dari Tanjungpinang menggunakan ferry tujuan Tarempa. Namun perlu diperhatikan juga jadwal kapal ferry nya karena perjalanan mereka tidak berlangsung setiap hari melainkan bisa hanya seminggu sekali. Apalagi perjalanannya memang jauh yaitu mencapai 20 jam. Ada juga kapal biasa yang beroperasi setiap hari dengan durasi lebih cepat sekitar 19 jam, namun tentu berbeda tarif dengan ferry. Beruntungnya, dikabarkan mulai pertengah tahun 2017 ini, sudah mulai beroperasi pesawat amfibi dari Batam tujuan Pulau Bawah. Ini berarti akan menjadi pengalamn berbeda merasakan bandara air pertama di Indonesia bak di Maldives. 4. Pulau Karampuang – Kab. Mamuju Kejernihan air Pulau Karampuang via ardiyanta.com Sudah pernah mendengar nama Pulau Karampuang? Ya, namanya mungkin masih asing di sebagian kita. Pulau yang berada di Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat ini memang belum setenar objek wisata lain di Sulawesi. Padahal, pesona yang dimiliki pulau yang hanya seluas sekitar 637 hektar ini sangat bisa bersaing dengan wisata sejenis lain. Pulau Karampuang yang jika diartikan berarti Pulau Rembulan atau Bulan Purnama ini memiliki keindahan bawah laut berupa kekayaan terumbu karang dan biota laut. Kondisi alamnya yang masih asri dan belum ramai kunjungan wisatawan, menjadikan taman laut Karampuang masih terbilang perawan. Visibility nya juga diakui oleh para penyelam masih sangat baik sehingga memberikan kepuasan tersendiri. Pulau berada berhadapan dengan Kota Mamuju ini sendiri bisa ditempuh sekitar 30 menit menggunakan kapal dari dermaga di Mamuju. Sebelum melihat menariknya kindahan bawah laut disana, pengunjung sudah akan disambut dengan menariknya sebuah dermaga kayu ikonik sepanjang hampir 500 meter. 5. Pulau Tomia – Kab. Wakatobi Via tandionowakatobidivecenter.wordpress.com Siapa tak kenal Wakatobi. Gugusan pulau ini bernama Wakatobi yang merupakan singkatan dari 4 pulau utama yaitu Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Keempatnya mempunya pesona alam baik atas maupun bawah laut yang tak perlu diragukan lagi. Tapi salah satunya di tahun ini berhasil masuk nominasi tempat menyelam populer versi Anugerah Pesona Indonesia yaitu melalui Pulau Tomia. Tak tanggung-tanggung ada sekitar 28 spot menyelam yang tersebar di perairan sekitar Pulau Tomia. Beberapa diantaranya yaitu House reef, Ali reef, roma, Teluk Maya, dan Cornucopia. Tentunya disetiap spot punya keunikannya tersendiri seperti Roma dengan terumbu karang warna-warninya, atau Cornucopia dengan terumbu karang berbentuk dinding vertikal. Namun dari kesemuanya, hal yang sama ialah visibilitasnya yang baik dan keanekaragaman ikan yang kaya. 6. Selat Lembeh – Kota Bitung Taman Laut di Kota Bitung, Sulawesi Utara satu ini sangat layak menjadi list tujuan wisata kamu ketika berada di Sulawesi. Selat Lembeh merupakan laut pemisah Pulau Sulawesi dan Pulau Lembeh yang berada di Kota Bitung, sekitar 48 km dari ibukota provinsi, Manado. Via manadobaswara.com Keindaan taman laut Selat Lembeh terbilang khas. Perairan dengan panjang 16 km dan lebar 2 km ini berisi endapan pasir vulkanis berwarna abu kehitaman. Kondisi ini membuat visibiltas di sini tidak begitu baik saat arus kuat yaitu hanya sekitar 10 meter, sedangkan saat tenang visibilitasnya bisa mencapai 25 meter. Banyak penyelam yang memilih spot di Selat Lembeh lantaran keunikan yang disebut diatas. Spot menyelam dengan dasar laut berpasir dan tekanan udarayang sedikit ini biasa dikenal dengan nama Muck Diving. Sensasinya ialah seperti berada di akuarium raksasa dimana ikan seakan tak berpencar atau lari kemana-mana. Spot menyelam seperti ini juga cukup sulit dilakukan karena penyelam harus tidak menyentuh pasir di dasar laut, sebab jika tidak maka air akan cepat menjadi keruh. Meskipun berpasir, taman laut Selat Lembeh tetap memiliki berbagai jenis terumbu karang dan biota laut. Sejumlah spesies bahkan termasuk endemik dan langka seperti Pigmy seahorse, Nudibranch, Ghost Pipefish, Mimic octopus, dan lainnya. Untuk menuju Selat Lembeh, kalian tentu harus menuju Kota Bitung dahulu. Dari sana, kalian menuju Dermaga Ruko Pateten untuk menumpang perahu berkapasitas sekitar 15 orang dengan tarif hanya 30 ribu. Pelayaran menuju Pulau Lembeh memakan waktu hanya sekitar 15 menit saja. Kegiatan menyelam sebenarnya bisa dilakukan sepanjang tahun, namun waktu terbaik ialah diantara bulan Oktober hingga Desember. Sedangkan waktu yang kurang pas ialah saat Januari dan Februari lantaran suhu air terpanas berada di bulan tersebut dan visibitasnya juga kurang baik. 7. Tanjung Pasir Moyo – Kab. Sumbawa Via enjoysumbawa.wordpress.com Tanjung Pasir Moyo yang berada di Pulau Moyo memang menjadi primadona bagi turis ketika berada di Sumbawa, NTB. Pulau Moyo sendiri berada sekitar 3 kilometer lepas pantai utara Sumbawa. Pantai Tanjung Pasir di sisi selatan Pulau Moyo terdiri atas hamparan pasir putih dengan gugusan bukit sebagai latarnya. Keindahan ini juga bisa dinikmati dari bawah permukaan air. Taman air Tanjung Pasir memiliki habitat biota yang terbilang memukau. Menyelam disana akan ditemani oleh aneka macam ikan yang tak jarang berkerumum ramai. Kekayaan terumbu karang beraneka rupa dan warna juga menjadi daya tarik terbesar bagi Tanjung Pasir. Untuk menuju Tanjung Pasir, biasanya dicapai dari pantai Ai Bari yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan darat dari Sumbawa Besar. Perlu waktu sekitar 1 jam menggunakan perahu biasa atau hanya sekitar 20 menit jika menggunakan speedboat. 8. Teluk Maumere – Kab. Sikka Via travelsafe-aca.com Teluk Maumere yang berada di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur ini ternyata mempunyai pesona bawah laut yang siap bersaing dengan nama-nama besar lain. Diperairan yang memiliki 19 pulau ini, menjadi habitat bagi aneka terumbu karang berwarna warni dan ribuan biota laut. Ikan karang dengan ratusan spesies seperti ikan jenis Neoglyphyidodon melas, dascyllus melanurus, amblygyhydodon curracao, dan lain sebagainya hidup di teluk yang pernah diterjang tsunami tahun 1992 silam tersebut. Ya, Teluk Maumere sempat diterjang tsunami. Namun justru bencana itu seolah menjadi berkah lain karena terbentuk patahan di kedalaman 10-16 meter yang kini ditumbuhi banyak koral yang cantik. Lokasi patahan inilah yang justru kini menjadi spot selam favorit karena kabarnya juga spot patahan bawah laut seperti ini hanya ada 4 di dunia yaitu Thailand, Maldives, Srilanka, dan Maumere di Indonesia. 9. Teluk Tomini – Kab. Tojo Unauna Teluk Tomini di Sulawesi Tengah merupakan salah satu teluk terbesar di Indonesia dengan luas sekitar 6 juta hektar. Teluk ini tergolong perairan semi tertutup karena sebagian besar dibatas oleh daratan dari tiga provinsi yaiu Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Via life.viva.co.id/ Perairan Teluk Tomini memiliki rangkaian pulau sepanjang 90 km yang kita kenal dengan sebutan Kepulauan Togean. Potensi alam inilah yang menjadikan Kawasan Teluk Tomini menjadi magnet wisata termasuk perairan bawah lautnya. Taman Laut di Teluk Tomini adalah surga yang banyak diburu penyelam. Sumberdaya terumbu karang Teluk Tomini merupakan bagian dari segitiga terumbu karang dunia atau Coral Triangle. Bahkan UNESCO telah menetapkan Teluk Tomini sebagai salah satu kekayaan dunia yang patut dilindungi. Untuk menuju Teluk Tomini atau kabupaten Tojo Unauna, kalian bisa melalui jalur darat dari Palu menuju Ampana yang memakan waktu tempuh hingga 10 jam. Barulah dilanjutkan dengan menggunakan kapal atau perahu motor menuju Pelabuhan Wakai yang memakan waktu sekitar 5 jam. Kamu juga bisa menuju lokasi ini dari Kota Gorontalo yaitu menggunakan Ferry dari Pelabuhan utama di Gorontalo. Ferry KM Ynua Tomini akan berlayar menuju Wakai dengan waktu perjalanan sekitar 12 jam. 10. Tulamben – Kab. Karangasem Jika kamu ke Bali dan tertarik untuk diving, ini dia lokasi penyelaman yang pantas buat kamu coba. Berada di Kabupaten Karangasem tepatnya di perairan Pantai Tulamben, taman laut ini berhasil menarik perhatian banyak penyelam. Tak hanya terumbu karang dan ikan, di lokasi ini juga punya objek menarik berupa bangkai kapal. Via water-sport-bali.com Menyelam di perairan Tulamben akan membawa kalian merasakan berbagai sensasi. Ribuan ikan biasa bergerombol berlarian diatas ragam terumbu karang. Jika beruntung, bahkan kalian bisa bertemu dengan hiu martil dan ikan mola-mola. Seperti yang sudah diungkap diatas pula, terdapat objek bangkai kapal yang menjadi daya tarik dari Tulamben. Bangkai kapal ini merpakan bangkai kapal kargo milik AS bertipe USA Liberty Go yang karam sekitar tahun 1942. Karamnya kapal lantaran diserang oleh kapal selam Jepang dimasa Perang Dunia. Bangkai kapal ini sendiri bisa ditemui di kedalaman 100 kaki atay 30 meter dari permukaan laut. Selain itu ada juga daya tarik lain berupa terumbu karang yang memiliki kemiringan hingga 90 derajat. Tentunya ini menjadi hal menarik karena seolah kita berada di dinding karang. Untuk menuju Tulamben yang berjarak sekitar 82 km dari Kota Denpasar, ada baiknya kalian menyewa kendaraan lantaran harus menuju lokasi yang cukup jauh.
  11. Sebagai negara yang multi suku, khazanah budaya di negeri inipun sangat beragam. Kita bisa melihat keberagaman kebudayaan itu dengan menyambangi perkampungan asli atau kampung adat di suatu daerah. Disana, kita akan merasakan secara langsung bagaimana kehidupan masyarakat yang masih menjaga nilai-nilai luhur budaya. Menariknya Indonesia, antar suku punya kebudayaan yang berbeda, bahkan di satu provinsi sekalipun. Inilah yang membuat mengeksplore lebih jauh Indonesia di Perkampungan adat tidak akan membosankan. Seperti di 10 Kampung Adat Terpopuler yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2017 berikut. Budaya baik berupa benda maupun bukan, menjadi magnet yang akan membuat wisatawan terpikat. Apalagi di era media sosial sekarang, pengembangan Kampung Adat sebagai bagian dari atraksi wisata dapat sangat menunjang peningkatan jumlah kunjungan wisata. 1.Desa Ensaid Panjang (Rumah Betang) – Kab. Sintang Kamu tertarik untuk melihat kehidupan masyarakat Suku Dayak Kalimantan? Satu tempat yang bisa kamu singgahi ialah Desa Ensaid Panjang, di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Jaraknya sekitar 27 km sebelah timur dari pusat kecamatan Kelam Permai, atau sekitar 58 km dari ibukota Kabupaten, dan atau sekitar 478 km dari ibukota Provinsi, Pontianak. Letak desa nya sendiri berada di kawasan hutan yang masih sangat alami sebagaimana kehidupan asli Suku Dayak. Rumah Betang di Desa Ensaid Panjang. Foto : Anyo Flores via panoramio.com Mencapai desa ini memang jauh dari Pontianak, butuh sekitar 9-10 jam untuk menuju Kota Sintang. Pontianak ke Sintang sendiri ada Bus dan Travel yang melayani rute tersebut. Selanjutnya dari Sintang dilanjutkan 1-2 jam untuk mencapai desa dengan jalan yang masih tidak begitu baik. Namun mengingat desa ini terus dikembangkan sebagai desa wisata, nampaknya tak lama kondisi aksesnya akan jauh lebih baik. Di Desa Ensaid Panjang ini, objek yang menjadi perhatian ialah rumah adatnya. Rumah Betang khas Suku Dayak bisa ditemukan di desa berpenghuni sekitar 500 orang ini. Rumah Betang memang memiliki keunikan arsitektur yang patut dibanggakan. Rumah berbentuk panggung tersebut berbentuk memanjang karena diisi tidak hanya satu Kepala Keluarga tapi terdiri atas beberapa bahkan bisa puluhan. Seperti Rumah Betang di Desa Endsaid Panjang ini yang ditempati oleh 88 orang dari 22 keluarga. Kegiatan menenun via colouringindonesia.com Berukuran 118 x 17 meter, Rumah Betang satu ini memiliki tinggi 12 meter. Ya, ciri khas Rumah Betang tua ialah tingginya yang benar-benar tinggi. Hal ini kabarnya selain untuk menghindari serangan hewan buas, juga dulu untuk menghindari serangan musuh. Jadi saat malam hari, tangga untuk menuju rumahpun akan dilepas sehingga tidak ada musuh yang bisa naik. Rumah Betang sendiri terdiri atas beberapa bagian. Bagian terdepan disebut ruai dimana diruang ini tidak ada sekat sehingga menjadi ruang berkumpul semua penghuni. Sedangkan ruang pribadi masing-masing keluarga berada di bagian kedua sampai keempat. Jika kamu ingin benar-benar lebih dekat dengan kehidupan warga, kamu bisa menginap di desa ini. Pengurus adat tidak menetapkan tarif khusus bagi wisatawan yang ingin tinggal sehingga kalian bisa mengira-ngira sendiri sesuai keihklasan. Kamu juga bisa membeli buah tangan asli berupa kain tenun yang memang dibuat langsung oleh kaum wanita Dayak disana. Harganya mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah berdasar ukuran. 2. Desa Tanimbar Kei – Kab. Maluku Tenggara Desa Tanimbar Kei berada di pulau bernama sama yang terletak di Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Desa ini memang terkenal berhasil menjaga kearifan budaya dan sejarah dalam kehidupan sosial mereka. Bahkan keyakinan beragama masyarakatnya juga berbeda-beda dengan mayoritas beragama Hindu, diikuti minoritas agama Kristen Protestan, Katolik dan Islam, namun semua bisa hidup rukun. via pasiarkei.wordpress.com Salah satu kearifan budaya yang ada di desa ini ialah sistem kepemimpinannya. Desa Tanimbar Kei dipimpin oleh dua raja yang masa kepemimpinannya diganti atau digilir setiap tiap tahun sekali. Gelar raja inipun dipegang oleh dua marga asli keturunan Tanimbar Kei yaitu Sarmaf dan Tabalubun. Peran raja sendiri ialah menyangkut penentuan dan pengaturan lahan garapan di darat dan laut. Kearifan lainnya juga tampak dari pembagian ruang desa dimana terdiri atas tiga pembagian tempat tinggal yaitu Ohoratan atau Kampung Atas, Tahat atau Kampung bawah, dan Lokasi Dusun Mun. Khusus Kampung atas, lokasi ini sangat disucikan oleh umat Hindu karena memiliki peninggalan sejarah seperti tempat suci, arca, meriam peninggalan belanda, dan lainnya. Karena suci, maka warga dilarang melakukan kebisingan disana, sehingga secara umum yang tinggal disana hanya khusus warga beragama Hindu. 3. Desa Tenganan Pegringsingan – Kab. Karangasem Mengeksplore Bali dengan cara berbeda bisa kamu lakukan dengan mengunjungi desa adat di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem satu ini. Desa Tenganan Pegringsingan merupakan salah satu dari desa Bali Aga, selain Trunyan dan Sembiran. Bali Aga artinya ialah desa yang masih mempertahankan pola hidup yang mengacu pada aturan tradisional yang diwariskan nenek moyang mereka. via dewey.petra.ac.id Sejarah asal desa ini memang tidak tertulis secara resmi selain dari cerita rakyat yang banyak versi, namun begitu, kearifan budaya yang ada nampaknya sudah bisa mencerminkan betapa desa ini masuk dalam jajaran desa tertua di Bali. Beberapa sistem adat yang masih dipegang tegun masyarakat Desa Tenganan ialah seperti sistem pemerintahan desa, hak tanah, hak sumber daya alam, pendidikan, upacara adat, dan perkawinan. Dalam hal keseharian, wisatawan dapat melihat langsung kehidupan warga desa yang kental dengan kegiatan gotong royong. Nuansa akrab menjadi hal lazim ditemui. Namun ada waktu terbaik untuk mengunjungi desa ini yaitu saat ada upacara adat yang biasanya diadakan pada bulan Januari, Februari, Juni, Juli, dan Desember. Satu tradisi unik salah satunya ialah mageret pandan atau perang pandan. Tradisi ini merupakan ritual untuk pemuda desa dimana mereka akan saling menyayat tubuh terkhusus punggung menggunakan duri-duri dari daun pandang. Setelahnya, luka sayatan akan diobati dengan obat tradisional dari bahan umbi-umbian. Obat yang berfungsi seperi antiseptik inipun akan menimbulkan rasa perih hingga akhirnya luka mengering sendiri setelah beberapa hari. Tradisi mageret pandan via desawisatatenganan.wordpress.com Selain dengan kehidupan sosial, tentu yang paling bisa dirasakan atau tepatnya dilihat langsung ialah dari bangunan-bangunannya. Nuansa Bali di desa ini punya sentuhan yang berbeda dibanding tempat lain. Bangunan memiliki struktur bahan dari mulai batu sungai, batu merah, tanah, dan kayu dengan atap jerami. Tak hanya bangunan rumah warga, balai pertemuan dan pura juga dibangun dengan arsitektur yang mirip. Namun sayangnya wisatawan tidak bisa menginap di Desa Tenganan. Izin untuk bisa bermalam disana harus melalui pemangku adat namun akan sangat susah didapat apalagi hanya sekedar kunjungan wisata. 4. Desa Wisata Setulang – Kab. Malinau Foto : aan hartono via kompasiana.com Lebih jauh, cobalah berwisata ke provinsi termuda, Kalimantan Utara. Di sana ada satu desa wisata yang patut menjadi pilihan yaitu bernama Desa Setulang di Kecamatan Malinau Selatan Hilir, Kabupaten Malinau. Berkunjung ke Desa Setulang akan membawa kita masuk ke kehidupan Suku Kenyah, salah satu bagian dari suku Dayak Kalimantan. Di desa ini juga masih bisa dilihat rumah adat dayak. Menariknya rumah adat ini memiliki detil yang sangat unik dan nyentrik. Satu Rumah adat dengan ukuran terbesar dan terpanjang merupakan Balai adat dan menjadi pusat kegiatan seni. Saat saat tertentu, biasanya memang diadakan pagelaran seni untuk para wisatawan. Selain bangunan rumah dan kebudayaan, bagian dari Desa Setulang yang sangat mereka banggakan ialah hutan alam nya yang masih asri. Hutan seluas 5.300 hektar itu menjadi bagian dari tanah adat yang dilindungi. 5. Kampung Adat Bena – Kab. Ngada Tanah flores memang sangat menarik. Selain keindahan alam, flores juga punya kebudayaan yang khas nan menarik. Jika ingin melihat langsung khazanah budaya tersebut, kamu bisa singgah ke Kampung Bena, tepatnya di Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, NTT. Via wisata.nttprov.go.id Kampung Bena adalah perkampungan megalitikum. Ya, kampung ini memang sudah sangat tua berusia lebih dari 1.200 tahun, namun masyarakatnya sangat arif menjaga kebudayaan yang diwariskan nenek moyang. Masyarakatnya sangat menjaga alam sekitar bahkan tidak terlihat ekploitasi alam. Terbukti dengan dibiarkannya kontur tanah berbukit yang memang lokasi desa sendiri berada di kaki Gunung Inere. Rumah-rumah mereka yang jumlahya hanya 40 rumah, berbentuk saling melingkar di area berkontur dengan badan kampung berbentuk memanjang dari utara ke selatan. Ditengah-tengah kampung, terdapat beberapa bangunan yang mereka sebut Bhaga dan Ngadhu. Untuk menuju desa ini bisa menggunakan kendaraan roda dua atau empat dengan jalan yang sudah beraspal namun berkelok-kelok khas dataran tinggi. Jika dari Kupang, kalian bisa naik Travel tujuan Kota Bajawa. Sampai di Bajawa bisa langsung dilanjutkan dengan naik ojek menuju desa ini sekitar setengah jam perjalanan. Kegiatan wisata sendiri diizinkan dari pukul 8 pagi sampai 5 sore. Tidak ada tiket resmi untuk masuk memang, tapi kamu harus mengisi buku tami dan sebaiknya memberikan donasi seiklhasnya di kotak yang sudah disediakan. Perlu diperhatikan juga bahwa tidak ada penginapan dan rumah makan di sekitar desa. Biasanya wisatawan yang terpaksa bermalam, akan menginap dan makan di Kota Bajawa. Apalagi untuk Muslim, untuk menjaga kehalalan, bisa membeli makan di Kota Bajawa saja karena ada beberapa rumah makan padang disana. 6. Kampung Terapung Suku Bajo – Kab. Wakatobi Hal yang menjadi incaran wisatawan ke Wakatobi tentunya ialah alam bawah lautnya. Tapi sekarang cobalah untuk juga melihat kehidupan tradisional asli Suku Bajo di sepanjang pesisir pantau Kepualaun Wakatobi, seperti di Pulau Kaledupa, dan Pulau Wangi-wangi. via http://korem143.kodam-wirabuana.mil.id Perkampungan Suku Bajp ini memang unik karena rumah-rumahnya dibangun diatas laut sehingga nampak terapung. Tentu ini tidak terlepas dari mata pencaharian warga dimana sejak nenek moyang merekapun adalah nelayan yang kehidupannya tak bisa jauh dari laut. Mereka menjadikan laut bak daratan dimana tidak hanya rumah, tetapi jalan penghubung seperti jembatan kayu juga dibuat. Persis seperti sebuah perkampungan darat biasa. Kampung Suku Bajo di Desa Sama Bahari, Kecamatan Kaledupa misalnya. Disana hiudp sekitar 400 kepala keluarga. Perkampungannya bahkan terpisah dari daratan hingga sekitar 2 km. Dengan luas mencapai 25 hektar, mereka membangun rumah dan jalan dari kayu. Untuk beraktivitas selain dengan melalui jalan atau jembatan kayu, mereka juga biasa menggunakan sampan. Bagaimana dengan listrik? Karena jauh dari darat, mereka menggunakan genset sebagai sumber aliran listriknya. Itupun hanya untuk malam hari. 7. Desa Wisata Kakilangit Mangunan Dlingo – Kab. Bantul Via http://jogja.tribunnews.com Desa wisata satu ini tengah populer bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Desa Mangunan Dlingo di Kabupaten Bantul ini memiliki beberapa objek menarik untuk wiasata diantaranya yaitu Watu Lawang, Seribu Batu, Bukit Panguk Kadiwung, Kebun Buah Mangunan, Hutan Pinus, dan Kampung Limasan. Setiap objek punya ciri khasnya sendiri sehingga tidak akan membosankan. Tentunya kampung adatnyalah yamg masuk dalam kategori ini. Di kampung adat ini terdiri atas rumah-rumah tradisional dengan aktivitas kebudayaan warga seperti bermain gamelan. Kalau kamu mau menginap di desa ini pun bisa lantaran sudah disediakan 20 kamar di beberapa rumah tradisional. Ada juga penginapan komunal berupa satu rumah yang bisa dihuni untuk 40 orang. Secara khusus memang Desa Mangunan kini dikonsep menjadi desa wisata sehingga hasilnya pun memang sesuai untuk kegiatan wisata. Banyak wisatawan yang sengaja datang karena tertarik oleh tenarnya lokasi desa wisata kaki langit ini di media sosial. Bahkan baru-baru ini, Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama juga dikabarkan berkunjung ke sana, loh dalam lawatan liburannya ke Yogyakarta. 8. Kete Kesu – Kab. Tana Toraja Tana Toraja memang sudah sangat terkenal sebagai destinasi wisata budaya. Satu desa wisata yang begitu kental dengan kehidupan tradisionalnya itu ialah Kete Kesu yang berada sekitar 5 km di bagian tenggara Rantepao, ibukota Kabupaten Toraja Utara. Foto : yunanithebest Via flickr.com Hal menarik dari Kete Kesu tentunya ialah rumah adat Tana Toraja yaitu Rumah Tongkonan. Bentuk arsitekturnya yang unik dan khas menjadikan barisan rumah yang ada sangat menarik perhatian dan cocok untuk diabadikan dalam kamera. Di salah satu rumah tersebut, terdapat museum yang berisi koleksi benda adat kuno Toraja, mulai dari senjata, keramik, kain dari Tiongkok, ukiran, patung, dan termasuk bendera merah putih yang kabarnya merupakan bendera pertama yang dikibarkan di Toraja. Desa Kete Kesu merupakan kawasan cagar budaya karena selain benda fisik peninggalan budaya, kehidupan warganya juga masih sangat kental dengan nilai-nilai tradisional warisan nenek moyang. Contohnya juga ialah upacara adat seperti ritual pemakaman, upacara memasuki rumah baru, dan ritual lain. Kamu yang datang juga bisa mengunjungi kuburan adat di sana. Kuburan tersebut ialah berupa peti-peti jasad yang tergantung di tebing. Uniknya, peti-peti itu memiliki beragam bentuk seperti perahu, atau ukiran hewan yang menghiasi dindingnya. Namun sekarang masyarakat Toraja tidak lagi menggantung peti di tebing melainkan dimasukkan ke dalam gua. Bagi wisaratawan, biaya masuk ke Desa Kete Kesu ialah sebesar Rp 10 ribu saja. Selain menikmati suasana khas tradisional, kamu juga jangan sampai melewatkan membeli buah tangan. Disana ada sederet toko souvenir yang dibuka oleh warga desa. 9. Perkampungan Budaya Betawi – Kota Jakarta Selatan Salah satu rumah adat betawi di Setu Babakan Via Tribunnews.com/Valdy Arief Suka tidak suka, mau tidak mau, perkembangan zaman membuat nilai-nilai budaya dan termasuk bukti fisik peninggalan budaya terusir bahkan dari rumahnya sendiri. Karenanya perlindungan akan perkampungan adat menjadi mutlak dilakukan. Nah, untuk kamu yang di Jakarta, sebelum jauh mengeksplore ke pelosok negeri, ada baiknya juga mengenali dulu kebudayaan asli Betawi seperti yang ada di Kawasan Pusat Perkempungan Budaya Betawi, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, atau biasa dikenal dengan kawasan Setu Babakan. Menyambangi perkampungan ini memang seolah membawa wisatawan ke lorong waktu. Hiruk pikuk kemodernan Jakarta seperti tak tampak disini. Nuansa asri dengan rumah-rumah adat menjadi pemandangan umum yang bisa dilihat disetiap sudut. Tak hanya itu, kuliner khas Betawi dan jajanan masa lalu juga bisa ditemui di Kampung Cagar budaya tersebut. Jangan lewatkan pula menyaksikan pagelaran seni yang biasa dilakukan setiap hari Minggu siang. 10. Saribu Rumah Gadang – Koto Baru Sungai Pagu Menyambangi Sumatera Barat tentu akan menemukan banyak bangunan berarsitektur khas Rumah Gadang. Tapi untuk menemukan perkampungan asli tradisional Minangkabau, kamu bisa mendatangi Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok Selatan, sekitar 150 km dari Kota Padang. Via minangtourism.com Memasuki kawasan kampung, pengunjung sudah akan disambut dengan ratusan rumah adat Minang alias Rumah Gadang di sepanjang jalan kampung. Arsitekturnya yang khas dengan atap bak tanduk kerbau itu membuat pemandangannya sangat cantik. Nuansa klasik juga nampak karena penggunaan kayu untuk bangunannya yang kini sudah terlihat kesan tuanya. Menariknya lagi, Nagari Koto Baru ini dihuni oleh beragam suku seperti Melayu, Bariang, Durian, Kampai, Tigo Lareh, Panai, Koto Kaciak, dan Sikumbang. Setiap suku tersebut memiliki rumah gadang kaum nya sendiri. Namun meskipun beragam, nyatanya mereka tetap menjaga toleransi yang sudah diajarkan sejak dulu. Bagi wisatawan yang mau menginap, disana juga sudah disediakan homestay yang dikelola oleh masyarakat. Tentunya homestay nya tak lain tak bukan ialah rumah gadang itu sendiri.
  12. Indonesia adalah negeri kaya sejarah. Bahkan sejarah itu sudah dimulai sejak zaman prasejarah. Buktinya bisa dilihat dari jejak-jejak yang tertinggal atau biasa kita sebut Situs Sejarah. Dalam Ajang Anugerah Pesona Indonesia 2017 yang diprakarsai oleh Kementrian Pariwisata Indonesia, situs sejarah juga masuk menjadi salah satu kategori yang dilombakan. 10 situs sejarah terpopuler masuk menjadi nominator. Kesepuluh nominator inipun memiliki keberagaman masa, ada yang berasal dari era prasejarah, kerajaan, hingga kemerdekaan. Mau tahu dimana saja 10 Situs Sejarah Terpopuler itu? Sebelum kita ulik, jangan lupa juga untuk turut berpartisipasi di ajang tahunan bagi objek wisata Indonesia ini di situs ayojalanjalan.com/vote 1.Gambar Cadas Goa Karst – Kab. Kutai Kawasan Karst Sangkulirang di Kutai membentang seluas 1,8 juta hektar dengan 550ribu hektarnya merupakan kawasan ekosistem ini. Sangat-sangat luas memang sehingga menjadi potensi yang sangat berharga bagi pariwisata Indonesia. Lokasinya dikelilingi oleh dinding alam terjal, gua bawah tanah, dan perbukitan hijau. Mencapai lokasi ini memerlukan waktu sekitar 8-9 jam dari Kota Samarinda melewati Sangatta dan Bengalon. Via klikpenajam.com Dari kawasan Karst yang luas itu, satu bagian yang menarik ialah Gambar Cadas berupa cap telapak tangan di dinding-dinding goa. Ini dipercaya sebagai jejak manusia purba yang telah ada sekitar 10.000 tahun Sebelum Masehi. Lokasi gambar cadas inilah yang menjadi nominator untuk Situs Sejarah Terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia 2017. Gambar cadas peninggalan purba ini ditemukan oleh peneliti Prancis. Selain gambar atau lukisan cadas, mereka juga menemukan sejumlah bekas tempat pembakaran, patung, peralatan, perhiasan, bahkan guci menyebar dibanyak tempat di gua karst. Diduga hampir semua goa pernah ditinggali oleh peradaban manusia prasejarah. Karenanya juga kawasan Kars Sangkulirang ini sudah masuk daftar sementara warisan dunia UNESCO dan kawasan warisan geologi. 2. Istana Maimun – Kota Medan Ke Medan belum lengkap rasanya kalau tidak ke Istana Maimun. Lokasinya yang berada di pusat kota dan dekat dengan Masjid Raya Medan, membuat Istana Maimun sangat strategis untuk didatangi oleh siapa saja yang datang ke ibukota Sumatera Utara tersebut. Dok. pribadi Istana Maimun adalah situs sejarah peninggalan Kesultanan Deli. Pembangunannya berlangsung sejak tahun 1888 dan selesai tahun 1891. Istana ini terdiri atas dua lantai dan 3 bagian yaitu bangunan utama, bangunan sayap kiri, dan bangunan sayap kanan. Keunikan istana ini terdapat dari arsitekturnya yang merupakan perpaduan unsur-unsur budaya Melayu, dengan gaya Islam (timur tengah), Spanyol, India, dan Italia. Lambang atau ciri khas Melayu sangat tergambar dari warna utama Istana yaitu kuning. Warna Kuning juga merupakan warna kebesaran dari Kerajaan Deli Sumatera Utara. Pengunjung yang mau masuk ke dalam Istana cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 saja. Di bagian dalam, kita akan disuguhkan kemegahan interior dari mulai langit-langit, jendela, lampu, singgasana raja, dan ornamen lainnya. Pengunjung bahkan juga bisa menyewa pakaian adat Melayu untuk berfoto dengan harga hanya Rp 10ribu. Dibagian lain diluar bangunan utama Istana, ada sebuah bangunan kecil yang ternyata merupakan tempat disimpannya Meriam Puntung. Kisah Meriam Puntung sendiri cukup melegenda bagi warga Kota Medan. Hikayatnya, Merian Puntung adalah penjelmaan dari adik Putri Hijau dari Kerajaan Haru di tahun 1594. Cerita tentang kisah ini, bisa kamu temukan di banyak tulisan dan sumber. 3. Istana Siak Sri Indrapura – Kab. Siak Selain di Medan, peninggalan kesultanan Islam juga ada di Riau tepatnya di Kabupaten Siak. Istana Siak Sri Indrapura memang sudah cukup terkenal. Kemegahan istana peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang dibangun tahun 1889 sampai 1893 pada masa Sultan Syarif Hasyim tersebut memiliki bentuk arsitektur khas bercorak Melayu, Arab, dan Eropa. Via telertraveller.blogspot.com Masuk ke dalam istana, pengunjung dikenakan biaya masuk hanya sebesar Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak. Istana yang berlantai dua ini terdiri atas beberapa ruang. Setiap ruang punya ornamen-ornamen khas seperti lampu yang memberi kesan mewah. Kebanyakan, benda-benda Istana Siak didatangkan langsung dari Eropa, itulah yang menjadi sentuhan Eropa di istana ini. Sebelum masuk, pengunjung harus membuka alas kaki terlebih dahulu untuk menjaga kebersihan istana. Di bagian pertama, ruang tamu sultan akan menyambut dengan nuansa kerajaannya yang bisa terlihat dari meja panjang dan kursi-kursi bak sebuah ruang perjamuan. Tepat diujung meja, terdapat singgasana sultan yang kini ditempatkan dalam kotak kaca. Dibagian lain ada ruang bernama ruang gading dan kristal dimana disimpan replika mahkota sultan yang berlapis emas dan bertakhta berlian. Koleksi lain ialah hadiah pemberian dari Kaisar Tiongkok dan negara lain. Sebuah tangga menuju lantai kedua berbentuk melingkar juga menjadi perhatian lebih lantaran tangga ini tampak sangat mewah dengan ukiran yang detil. Warnanya yang didominasi warna kuning juga membuatnya sangat mencolok. Tapi tangga ini tidak digunakan untuk umum alias sudah menjadi bagian bersejarah. Di lantai dua, menjadi ruang tempat pameran foto-foto dan benda-benda peninggalan lainnya yang pernah dimiliki dan digunakan keluarga sultan. Disana juga tersimpan pedang, rompi anti peluru, dan sepatu permaisuri. 4. Komplek Situs Muarajambi – Kab. Muaro Jambi Siapa tak kenal Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan maritim terbesar dimasanya ini memiliki daerah kekuasaan yang luas dari Jawa, Sumatera, hingga Semenanjung Malaya. Situs peninggalannya berupa candi juga ternyata ditemukan di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Via otonomi.co.id Komplek Candi Muaro Jambi memiliki luas 3.981 hektar yang membuatnya menjadi komplek percandian Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara. Candi Muaro Jambi sendiri diperkirakan berasal dari abad ke 7 - 11 M dimana pertama kali ditemukan lagi pada tahun 1824 oleh seorang letnan Inggris, SC. Crooke. Saat ini ada delapan situs dari 82 situs candi yang sudah diekskavasi yaitu Candi Astono, Candi Tinggi, Candi Tinggi Satu, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, Candi Gedong Satu, Candi Gedong Dua, dan Candi Kedaton. Bagi pengunjung yang datang, pihak pengelola mematok tarif sebesar Rp 5 ribu saja untuk orang dewasa dan Rp 3 ribu untuk anak-anak. 5. Museum Joeang 45 – Kota Jakarta Pusat Sebuah bangunan peninggalan kolonial di Jakarta ini juga masuk menjadi nominator Situs Sejarah Terpopuler. Museum Joeng 45 yang menempati bangunan tua bernama Gedung Joeang 45 ini beralamatkam di Jalan Menteng Raya 31, Jakarta Pusat, hanya sekitar 100 m dari Patung Tani arah Jl. Cikini Raya. via shrayaresidence.com Bangunan Gedung Joeng 45 diperkirakan dibangun sekitar tahun 1920 sampai 1938 dimana awalnya digunakan sebagai bangunan Schomper Hotel. Pada masa pendudukan Jepang, bangunan ini digunakan sebagai markas program pendidikan politik dan dikenal dengan nama Gedung Menteng 31. Pengalihan fungsinya sebagai Museum sendiri baru diresmikan pada tahun 1974 oleh Presiden Soeharto setelah sebelumnya dilakukan renovasi. Museum Joeng 45 ini menyimpan koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia. Beberapa diantaranya ialah Mobil dinas Presiden Soekarno dan Wapres M. Hatta, Mobil pada peristiwa pemboman Cikini, serta foto-foto, lukisan, dan diorama dokumentasi perjuangan tahun 1945 sampai 1950an. Selain ruang pameran, Museum juga memiliki perpustakaan, ruang khusus anak-anak, foto studio, plaza outdoor untuk teater, bioskop untuk pemutaran film dokumenter perjuangan, dan toko souvenir. 6. Petilasan Kraton Pajang – Kota Solo Via nusantaranews.co Petilasan Kraton Pajang di Kota Solo adalah lokasi peninggalan Kerajaan Pajang yang diprakarsai keberadaannya oleh Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya. Kerajaan Pajang memang tidak berumur lama sejak berdirinya tahun 1568, tetapi kerajaan Islam ini cukup berperan dalam khazanah kerajaan di Jawa pada abd ke 16. Runtuhnya Kerajaan Pajang sendiri bersamaan dengan akhir Kekuasaan Sultan Hadiwijaya. Karena tidak memiliki penerus dan kehilangan pengaruh kekuasaan, jadilan kerajaan ini harus berakhir. Secara fisik bangunan, Kraton Pajang sudah tidak ada lagi. Sisa yang ada hanya berupa puing-puing pondasinya saja. Karenanya, dibuatlah petilasan ini sebagai replika akan bukti sejarah kerajaan Pajang dahulu. Adapun beberapa peninggalan asli yang masih ada saat ini ialah rakit kayu yang pernah dinaiki Jaka Tingkir saat melawan buaya, arca-arca, dan sebuah bongkahan batu tempat persemediaan Jaka Tingkir. Lokasi Petilasan Kratin Pajang sendiri berada di Jalan Joko Tingkir, Gang Benowo III, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartosuro, Sukoharjo, Kota Solo. 7. Pulau Sumsum – Kab. Pulau Morotai Sebuah pulau di Morotai, Maluku punya nilai sejarah yang tinggi sehingga masuk dalam Situs Sejarah di Indonesia. Pulau itu bernama Pulau Sumsum atau Zum-zum Mc. Arthur Island. Ya, pulau ini memang memiliki kedekatan dengan sosok Jenderal Mc Arthur yang merupakan pemimpin pasukan sekutu dalam peperangan di kawasan Asia Pasifik. Via http://tips-wisata-indonesia.blogspot.co.id Di pulau yang hanya berjarak sekitar 8 km dari Kota Daruba, ibukota Kabupaten Pulau Morotai inilah pasukan Amerika bersembunyi saat Perang Dunia II. Di sini juga, Jenderal Mc Arthur memberi perintah untuk mengebom Hiroshima dan Nagasaki. Beberapa bekas peninggalan yang bersentuhan dengan Mc Arthur dan pasukan perang ialah puing bekas rumah tinggal dari Mc Arthur, gua tempat persembunyian Mc Arthur yang juga menjadi pusat komando dan tempat pendaratan tank amfibi, serta ada juga bekas helipad yang berada di bibir pantai. Untuk mengenang sosok Mc Arthur dibuatlah juga sebuah monumen patung beliau. Untuk menuju Pulau Sumsum ialah dengan menyewa kapal cepat hanya perorangnya hanya seharga sekitar Rp 10.000. Pulau ini memang tengah dikembangkan kembali sebagai destinasi wisata Morotai yang memang sudah dikenal sebagai tujuan wisata bahari. Pulau Sumsum sendiri juga indah dengan pantai berpasir putihnya. 8. Rumah Betang Tumbang Gagu – Kab. Kotawaringin Timur Sebuah rumah tradisional tua di Kalimantan Tengah juga masuk dalam Situs Sejarah yang patut dijaga kelestariannya. Rumah bernama Betang di Tumbang Gagu ini adalah peninggalan asli suku Dayak Kalimantan. Dibangun tahun 1870 dan ditempati pertama pada tahun 1878, diawalnya rumah ini ditempati oleh enam kepala keluarga yang mendirikan rumah tersebut. Tidak hanya sebagai rumah tinggal, Rumah Betang juga difungsikan sebagai tempat perlindungan dari binatang buas dan pertemuan musyawarah adat. Memang salah satu pendiri dan penghuni rumah ini adalah sosok penting tokoh masyarakat Dayak Tumbang Gagu. Via jokar.com.a Bangunan rumah sendiri dibangun di lahan seluas 1.880 meter persegi dengan bentuk persegi panjang. Ukuran panjang bangunan ialah 58,7 meter, lebar 26,4 meter, dan tinggi 15,68 meter. Bahan kayunya sendiri ialah dari Kayu Ulin atau juga biasa disebut Kayu Besi. Kayu jenis ini memang terkenal kuat dan merupakan tanaman endemik di hutan Kalimantan dan Sumatera. Lokasi Rumah Betang Tumbang Gagu berada di hulu Kabupaten Katingan, Desa Tumbang Gagu, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Menuju lokasi ini bisa melalui beberapa cara. Salah satunya ialah dari Palangkaraya menuju Kasongan melalui jalur darat sejauh sekitar 84 km. Dari sana dilanjutkan dengan naik kapal cepat ke Tumbang Samba yang berjarak 128 km. Karena memakan waktu lama, pilihan terbaik ialah dengan menginap dulu di Tumbang Samba ini. Esoknya baru melanjutkan lagi perjalanan dengan perahu atau kapal menuju Desa Penda Tanggaring. Dari sana perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki 7 km melalui kebun karet dan buah. 9. Situs Gunung Padang – Kab. Cianjur Situs Gunung Padang di Cianjur memang tengah naik daun setidaknya beberapa tahun silam. Situs ini memang menjadi hits lantaran dikabarkan memiliki besar melebihi Piramida Giza di Mesir. Meskipun sebenarnya Situs Gunung Padang bukanlah piramida, karena ini merupakan punden berundak yang berasar penelitian terdiri atas lima teras dengan undakannya masing-masing. Sampai saat ini pun, penggalian dan penelitian oleh para ahli terus dilakukan untuk membuktikan seperti apa sebenarnya gunung padang ini. Via pelangi-1ndonesia.blogspot.com Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan masa Megalitikum. Diperkirakan fungsinya ialah sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat yang bermukim disana pada sekitar 2000 tahun SM. Hasil penelitian bahkan menyebutkan adanya pelibatan musik dari beberapa batu megalitikum yang ada. Keunikan dari situs ini yang sekarang menjadi daya tarik ialah tersebarnya bebatuan megalitikum di atas bukit. Ya, lokasinya memang berada di atas bukit dan bisa didaki dengan menaiki anak tangga yang sudah disediakan. Pemandangan dari atas bukitnya sendiri memang memukau karena tak hanya dari sebaran bebatuan tetapi juga dari panorama lanskap pegunungan yang tersaji didepan mata. Berlokasi di Dusun Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjut, Situs Gunung Padang bisa ditempuh dari Kota Cainjur menuju jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Dari Jalan Raya ini, kalian bisa memilih dua rute yaitu Pal Dua dan Tegal Sereh. Jika dari Pal Dua, maka harus menuju Desa Warungkondang, Dari desa ini lalu belok kanan menuju Cipadang-Cibokor-Lempengan-Pal Dua-Ciwangin-Cimanggu dan sampai di Dusun Gunung Padang. Jika menggunakan pilihan rute Tegal Serehm kalian harus menuju Desa Sukaraja lalu belok kiri ke Cireungas-Cibanteng-Rawabesar-Sukamukti-Cipanggulan dan terakhir sampai di Dusun Gunung Padang. 10. Tapurarang – Kab. Fakfak Jauh menuju daratan Papua tepatnya di Kabupaten Fakfak, ternyata ada juga situs purbakala yang serupa dengan Goa Karst Kutai yaitu berupa Gambar Cadas. Bedanya, situs purbakala di Fakfak ini berada di tebing tepi laut. Via ksmtour.com Objek lukisan yang ada dibadan tebing ini beragam. Ada gambar tangan, wajah manusia, mata, cicak, lumba-lumba, tumbuhan, hingga bumerang. Teknik yang digunakan nampak seperti semburan dimana semburan itu menjadi tepian dari masing-masing objek. Warnanya merah dan kuning yang dipastikan berasal dari pewarna alami. Bahkan warna merah pada gambar itu diyakini warga berasal dari darah manusia sehingga sering juga disebut lukisan cap tangan darah. Untuk menuju lokasi situs yang berada di Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat ini, kita harus menempuhnya dengan jalan darat dan air. Perjalanan darat dimulai dari Kota Fakfak menuju Dermaga Ubadari selama sekitar 2 jam. Lalu dilanjutkan dengan naik perahu yang juga memakan waktu sekitar 2 jam untuk bisa tiba langsung di tebing situs.
  13. Alam Indonesia yang beragam konturnya membuat negeri ini memiliki variasi lanskap untuk dinikmati. Kamu yang suka wisata alam baik itu bawah laut, pantai, lembah, hingga pegunungan tak perlu jauh mencari kebelahan bumi lain, karena semuanya sudah ada di pertiwi ini, bahkan sudah sangat diakui oleh dunia keindahannya. Terkhusus untuk kamu pecinta wisata dataran tinggi, mungkin 10 nominator yang masuk dalam kategori Dataran Tinggi Terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia 2017 bisa menjadi referensi. Bahkan bisa dikatakan ke 10 nominatornya adalah lokasi-lokasi tengah populer selain Dieng misalkan yang memang sudah lama dikenal. Kira-kira dimana saja? Pernahkah kamu ke salah satu atau beberapanya? 1.Bukit Kelam – Kab. Sintang Kalau di Australia ada Ayers Rock, maka Indonesia punya Bukit Kelam. Ya, Bukit Kelam sama halnya dengan Ayers Rock Australia yang terkenal itu. Keduanya sama-sama merupakan batu monolit raksasa. Bedanya, Ayers Rock sudah dikenal mendunia, sedangkan Bukit Kelam belum sepopuler itu bahkan bagi orang Indonesia sendiri, padahal Bukit Kelam punya dimensi lebih besar. Via telusurindonesia.com Bukit Kelam berada di Kecamatan Kelam Permai, sekitar 20 km dari pusat Kota Sintang, atau sekitar 395 km dari Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Batu raksasa ini membentang dari barat ke timur diantara dua sungai besar yaitu Sungai Melawi dan Sungai Kapuas. Bukit ini yang tinggi membuatnya bisa dilihat dari berbagai wilayah sekitar. Menariknya setiap sudut pandang akan memberikan pemandangan bentuk bukit yang berbeda. Jika kamu punya waktu dan tenaga lebih, tak ada salahnya juga untuk izin mendaki keatas bukit dengan membayar retiribusi sebesar Rp 20 ribu saja. Jalur pendakiannya tidak begitu sulit dan bisa ditempuh sekitar 4-5 jam. Bahkan disisi barat juga sudah disediakan tangga besi yang memiliki kemiringan hingga 90 derajat. Camping diatas buktipun dimungkinkan asalkan tentunya menyiapkan perbekalan. Apalagi suhu diatas bukit saat malam bisa mencapai hanya 10 derajat celcius. 2. Bukit Khayangan – Kota Sungai Penuh Jika kamu berlibur ke Jambi, sempatkan pula mendatangi Kerinci sebagai satu destinasi wisata alam populer. Di Kerinci tepatnya di Kota Sungai Penuh, kamu juga harus menyempatkan untuk menuju Bukit Khayangan. Pemandangan Berkabut dari Bukit Khayangan (Foto Disparbud Kota Sungai Penuh) Bukit Khayangan berada di Selatan Kota Sungai Penuh yaitu Desa Renah Kayu Ambun. Perjalanan menuju gerbang wisata Bukit Kayangan tidaklah sulit karena jalannya sudah beraspal dan bisa ditempuh dengan motor atau mobil dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Sungai Penuh. Bukit Khayangan sendiri menjadi satu rangkaian dari bukit barisan. Tak perlu diragukan lagi, kondisi ini membuat pemandangan alam yang terlihat dari atas bukit adalah pemandangan perbukitan yang berbaris-baris dan berlapis-lapis. Dalam kondisi cuaca cerah, pemandangan permukiman warga diantara hijaunya alam bisa dilihat dari atas bukit. Tetapi saat cuaca berkabutpun, keeskotisan pemandanganya juga tak kalah menakjubkan. Kita bak berada di atas awan dimana perbukitan seolah menerobos tebalnya kabut. Mungkin ini juga alasan bukit ini disebut Khayangan karena kita seolah berada di atas khayangan. Sebagaimana layaknya puncak bukit, Bukit Khayangan juga menjadi lokasi terbaik melihat sunrise. Karenanya kalian bisa datang sesubuh mungkin kepuncaknya atau jika perlu juga bisa camping disana. 3. Bukit Seribu Bintang – Kab. Kuningan Memandangi alam dari ketinggian memang suatu pengalaman yamg menarik. Tak heran jika ada saja spot panorama ketinggian baru yang tereksplore. Seperti yang ada di Kabupaten Kuningan ini. Namanya Bukit Seribu Bintang yang baru resmi dibuka pertengahan tahun 2016 lalu. via ngadem.com Bukit Seribu Bintang adalah tempat terbaik menikmati pemandangan alam dengan latar Gunung Cermai. Menikmati panorama ini sangat cocok untuk menginap disana. Hal ini karena pemandangan terbaik ialah saat malam dan pagi hari. Fasilitas camping groundpun memang sudah tersedia disana sehingga tak perlu ragu dan repot. Selain itu, fasilitas lain yang tersedia ialah seperti Taman Edelweiss, gardu pandang, gazebo, dan lainnya, Fasilitas pendukung juga disediakan seperti lahan parkir, toilet, warung makan dan termasuk penginapan untuk memberi kenyamanan pengunjung. Harga tiket masuk Bukit Seribu Bintang memang terbilang tinggi dibanding objek wisata alam lain. Pengelola mematok tarif Rp 50 ribu untuk anak sekolah TK sampai SMP, Rp 75 ribu untuk anak sekolah SMA dan Mahasiswa, sedangkan untuk umum sebesar Rp 100 ribu. Harga yang tinggi memang tetapi cukup sebanding dengan pemandangan dan fasilitasnya. Apalagi memang untuk menuju lokasi harus menggunakan mobil offroad. Bukit diketinggian sekitar 1000 mdpl ini sendiri berada di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan. Letaknya sekitar 9 km dari Wisata Batuluhur. Seperti yang sudah dikatakan diatas, untuk menuju lokasi ini harus menggunakan mobil 4WD atau mobil offroad lantaran kondisi jalan yang ekstrem memasuki wilayah Taman Nasional Gunung Ciremai. Fasilitas mobil ini disediakan pengelola dari mulai lokasi pembelian tiket masuk Bukit Seribu Bintang di Batuluhur. Waktu tempuh perjalanan offroad ini sendiri ialah sekitar 40 sampai 60 menit. 4. Bukit Ngade Danau Laguna – Kota Ternate Satu lagi lokasi yang tengah hits di Ternater terkhusus bagi kawula muda yang sengaja berburu lokasi selfie. Lokasi itu ialah sebuah Bukit yang berada di tepi Danau Laguna, Kota Ternate. Bukit bernama Ngade itu memang menjadi spot terbaik untuk menikmati pemandangan alam terutama panorama Danau Laguna dari ketinggian. Via http://travellersindo.blogspot.co.id Untuk bisa sampai di Bukit Ngade tidak sulit karena hanya berjarak sekitar 8 km dari pusat Kota Ternate dan bisa dituju dengan kendaraan roa dua atau empat sekitar 20 menit saja. Alamat persisnya ialah di Desa Ngade, Kelurahan Fitu, Kota Ternate. Sebelum masuk ke kawasan bukit, pengunjung harus membayar tiket masuk yang hanya sebesar Rp 3 ribu saja. Keunggulan dari pemandangan Bukit Ngade ini ialah karena dari sana pengunjung bisa melihat Danau Laguna, laut, dan gunung. Ya, Danau Laguna sendiri memang sebagaimana namanya menjadi laguna dari air laut. Danau dan laut hanya terpisahkan sedikit daratan yang merupakan jalan raya. Pemandangan Gunung sendiri berasal dari Pulau Maitara dan Pulau Tidore yang berada di seberang laut. Panorama lanskap yang memang unik. Apalagi sekarang sudah dibuat sebuah dek pandang dari kayu yang menjorok di atas tebing. Disanalah spot terbaik untuk berfoto dan dari sana pula Bukit Ngade ini terkenal lantaran postingan foto dari para pengunjung yang setiap harinya bisa ratusan orang yang datang. 5. Gunung Daik – Kab. Lingga Kalau kamu orang Kepulauan Riau atau mau wisata ke Kepulauan Riau, coba mampir ke Kabupaten Lingga. Kabupaten yang terdiri atas beberapa pulau ini punya satu objek wisata yang kini namanya mulai dikenal luas sebagai destinasi wisata andalan yaitu Gunung Daik. Tampak dari kejauhan tiga puncak Gunung Daik Via awalinfo.blogspot.com Berada di Pulau Lingga, Gunung Daik sebenarnya sudah sangat melegenda di tanah Melayu. Bahkan nama gunung ini digunakan dalam salah satu pantun terkenal Melayu yang syairnya sebagai berikut : “Pulau Pandan jauh di tengah, Gunung Daik bercabang tiga, Hancur badan dikandung tanah, Budi baik dikenang juga”. Bagaimana? Tidak asing kan dengan isi pantunnya? Seperti isi pantun itu, Gunung Daik memang bercabang tiga yaitu puncaknya. Gunung setinggi 1.165 mdpl ini memiliki tiga puncak yaitu Puncak Gunung Daik, Gunung Pejantan, dan Gunung Cindai Menangis. Bagaimana terjadinya tiga puncak ini juga yang akhirnya menjadi misteri dikalangan warga sekitar. Cerita-cerita legendapun hadir dikalangan masyarakat. Untuk menuju Pulau Lingga, aksesnya ialah via Pulau Bintan di Pelabuhan Kota Tanjung Pinang. Kapal cepat menuju Lingga sendiri hanya tersedia pagi dan siang hari dengan pelayaran sekitar 4 jam. Pelabuhan tempat kapal bersandar di Pulau Lingga ialah Pelabuhan Tanjung Buton. Dari sana, kalian bisa menggunakan ojek atau menyewa kendaraan untuk bisa menuju pusat kota. Pemandangan Kota Daik berlatar Gunung Daik via bestahumendala.blogspot.co.id Jika kamu tertarik untuk mendaki, ada baiknya kamu mengunjungi dulu Museum Mini Linggam Cahaya Daik-Lingga. Disana kalian bisa mendapat informasi seputar pendakian gunung termasuk untuk meminta izin mendaki dan juga mencari pemandu. Pendakian ke Gunung Daik sebaiknya ditemani pemandu karena treknya yang masih sangat alami. Meskipun tidak begitu tinggi, rute dan kondisi alam di sana terbilang ekstrem untuk pendaki apalagi yang bukan berpengalaman. Perlu juga diketahui bahwa sampai saat hanya ada satu tim yang tercatat berhasil sampai di puncak gunung, itupun oleh Bule di tahun 1998. Setelah itu, tidak ada lagi yang benar-benar berhasil sampai ke puncak dengan banyak alasan terutama kondisi alam yang tidak memungkinkan. Biasanya titik tertinggi yang bisa dicapai pendaki ialah di area bernama Kandang Babi. Setelahnya, jalurnya sangat ekstrem mencapai kemiringan 90 derajat. Itulah Gunung Daik yang mungkin bagi pendaki profesional nampak kecil hanya 1.165 mdpl, tapi nyatanya sulit ditaklukkan. 6. Gunung Tambora – Kab. Dompu Nama Gunung Tambora memang sudah sangat dikenal. Bahkan gunung ini pernah meletus dahsyat tahun 1815 yang dampak setelahnya bahkan dirasakan hingga keberbagai belahan dunia dalam beberapa tahun karena adanya perubahan iklim dunia akibat debu yang dihasilkan via http://blog.cozmeed.com Pesona Gunung Tambora memang menarik. Tak hanya soal sejarah letusannya yang berdampak ke banyak hal, tetapi juga lantaran keindahan dari gunung itu sendiri. Tak heran jika akhirnya banyak pendaki yang berusaha untuk menaklukkan puncaknya di ketinggian 2.850 mdpl. Gunung di Pulau Sumbawa ini menggoda untuk didaku salah satunya karena kawah atau kaldera besar di puncaknya. Kaldera ini bahkan memiliki diameter mencapai 7 km dengan kedalaman hampir 1 km. Terbayang betapa menakjubkanya pemandangan di atas puncak tersebut. Bagi pendaki, ada dua jalur yang bisa dipilih. Pertama dari Desa Doro Mboha di sisi tenggara, dan kedua dari Desa Pancasila di sisi barat laut. Umumnya jalur Desa Pancasila lebih banyak digunakan oleh pendaki lantaran dianggap lebih mudah. Untuk menuju Desa Pancasila sendiri memang akan lebih mudah jika menyewa kendaraan. Dari Bima perjalanan memakan waktu sekitar 6-7 jam. Tapi jika tidak menggunakan kendaraan pribadi, kamu juga bisa naik bus jurusan Dompu, lalu dilanjutkan naik bus ke Calabai dan terakhir dilanjutkan dengan naik ojek ke Desa Pancasila. 7. Kalibiru – Kab. Kulon Progo Via tempatwisatajogja.net Wisata alam Kaliburu di Kulon Progo, Yogyakarta namanya memang sudah cukup populer setidaknya beberapa tahun belakang. Boomingnya Kaliburu tak lain tak bukan juga karena postingan di media sosial oleh para pengunjung. Spot yang sangat hits di awalnya ialah menara pandang seperti rumah pohon yang menghadap langsung dengan lanskap hijau, perbukitan, dan danau. Untuk bisa berfoto disana, pengunjung cukup membayar Rp 10.000 perorang. Tetapi untuk bisa mendapat foto dilokasi hits tersebut, pengunjung harus sabar antri bahkan mungkin bisa berjam-jam terutama saat liburan. Sebenarnya ada satu lagi menara pandang pohon yang ada. Letaknya justru lebih di atas. Tetapi ini dikelola oleh pihak Outbond sehingga yang bisa kesana ialah pengunjung yang mau outbond berupa jembatan gantung dan flying fox. Biayanya sebesar Rp 35 ribu sudah termasuk outbond dan tentunya foto di menara pandang itu. Biasanya, lokasi ini lebih sepi sehingga tidak perlu mengantri lama. Untuk menuju Kalibiru tidak sulit karena sudah sangat terkenal. Dari Jogja, kamu bisa ikuti jalur menuju Wetas lalu Waduk Sermo atau dari Jogja ke Sentolo lalu Waduh Sermo. 8. Malino – Kab. Gowa Malino dikenal sebagai wisata dataran tinggi atau pegunungan ala Sulawesi Selatan. Malino yang berudara sejuk khas dataran tinggi ini memiliki banyak lokasi wisata menarik seperti hutan pinus, air terjun, kebun teh, lereng pegunungan, Lembah Biru, dan bahkan bungker peninggalan Jepang. Via makassar.tribunnews.com Satu kawasan wajib ketika ke Malino sendiri ialah wisata kebun teh yang dikelola korporasi Malino Highland. Untuk masuk ke kawasan perkebunan seluas 200 hektar tersebut pengunjung harus membayar tiket sebesar Rp 50.000. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati udara sejuk dengan pemandangan lanskap yang indah, tetapi juga bisa menikmati teh hijau khas Malino di satu cafe yang ada di tengah perkebunan teh. Selain itu, ada juga aktivitas memetik bunga di area kebun bunga yang ada disana. Ya, Malino juga menjuluki diri sebagai Kota Bunga lantaran banyak bunga yang bisa dikembangkan disana. Malino sendiri berada di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, sekitar 90 km dari Kota Makassar. Perjalanan dari Makassar menuju Malino tidak sulit dan berat karena kondisi jalan yang sudah sangat baik. Hanya saja kehati-hatian harus tetap dijaga lantaran sebagai kawasan dataran tinggi, tentu jalan menuju Malino adalah tanjakan dengan banyak tikungan. 9. Mamullu – Kab. Mamasa Via amp.kaskus.co.id Provinsi Sulawesi Barat punya satu lokasi wisata yang patut diperhitungkan. Letaknya di Kabupaten Mamasa yang memang dikenal dan dicanangkan sebagai Kota Wisata Sulbar. Salah satu lokasi terbaik yang dimiliki Mamasa ialah di Desa Mamullu, Kecamatan Pana. Desa ini dikenal sebagai ‘Negeri di atas awan’ nya Mamasa. Sayangnya untuk menuju Mamullu jalannya tidak begitu mulus. Namun begitu, pemandangan alam yang tersaji akan jauh lebih menggoda. Kamu bisa menuju ke salah satu perbukitan yang ada disana dan bisa melihat pemandangan alam luas pegunungan. Selain itu, saat berkabut apalagi pagi, pemandangan hamparan kabut dibawah bukit akan membuat istilah Negeri di atas awan itu benar-benar nyata. 10. Puncak Rembangan – Kab. Jember Via wisatajatim.com Puncak Rembangan menjadi salah satu wisata andalan yang tengah populer di Jember. Ya, ternyata Jember juga punya dataran tinggi yang memiliki pesona alam yang memukau. Lokasi ini sangat cocok untuk berlibur bersama keluarga atau teman. Cuacanya yang sejuk di ketinggian sekitar 650 mdpl tentu menjadi alasan tepat untuk datang kesini. Apalagi lokasinya yang mudah dijamgkau, hanya sekitar 15 km saja di utara Kota Jember. Puncak Rembangan sebenarnya sudah ada di era Belanda. Tetapi memang namanya baru mulai hits lagi beberapa tahun belakang. Ditambah dengan semakin banyaknya fasilitas yang dibangun termasuk perkebunan buah yang dibuka untuk umum, jadilah Puncak Rembangan menjadi favorit warga Jember dan sekitarnya. Pemandangan puncak Rembangan juga sangat menjanjikan saat malam hari. Dari sini, kemerlap lampu Kota Jember bisa jelas terlihat. Ketika subuh mulai datang, sunrise juga menjadi hal yang patut dilihat.
  14. Daya tarik suatu lokasi atau obyek wisata tak hanya dipengaruhi soal keunikan dan keindahannya. Faktor lain seperti kebersihan juga bisa menjadi alasan orang untuk datang kesana, karena semua itu menyangkut pula dengan kenyamanan pengunjung untuk betah berlama-lama di lokasi atau obyek tersebut. Di Anugerah Pesona Indonesia 2017 yang digagas Kementrian Pariwisata Indonesia, ternyata ada juga kategori yang secara khusus menyoroti obyek wisata populer yang terkenal bersih. Ini tentu bisa menjadi poin lebih bagi tempat tersebut selain juga untuk mempengaruhi tempat-tempat lain agar turut mencontoh ke 10 oyek wisata yang masuk dalam nominasi ini. Lantas, dimana sajakah obyek wisata yang masuk dalam Kategori Obyek Wisata Bersih Terpopuler di ajang Anugerah Pesona Indonesia 2017 tersebut? 1.Danau Sebangau – Kota Palangkaraya Jika kamu ke Kalimantan Tengah tepatnya Kota Palangkaraya, kamu bisa sempatkan untuk singgah ke obyek wisata alam satu ini. Namanya Danau Sebangau atau dikenal juga dengan sebutan Dermaga Kereng Bangkirai. Via bappeda.palangkaraya.co.id Beralamatkan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, tak sulit untuk menuju lokasi danau ini yang berjarak sekitar 11 km dari Pusat Kota Palangkaraya. Sebenarnya area ini juga tidak sepenuhnya seperti danau karena areal perairan disini adalah anak sungai yang cukup luas sehingga mirip danau. Bahkan nama persisnya juga tidak ada, namun karena areanya berada di Kecamatan Sebangau, maka dari itu akhirnya disebut Danau Sebangau meskipun jauh lebih populer orang mengenalnya dengan nama Dermaga Kereng Bangkirai. Ya, keindahan danau berarus tenang dengan pemandangan vegetasi hijua disekelilingnya semakin cantik lantaran dibangun dermaga oleh Dinas Perhubungan Kota Palangkaraya. Dermaga kayu ini terlihat sangat indah dengan dibuatnya spot pondok kecil dengan atap berbentuk atap rumah adat. Selain itu ada juga bangunan seperti tribun penonton yang juga memiliki bentuk tradisional. Ini merupakan tribun yang digunakan untuk kegiatan olahraga lantaran di danau ini pernah diadakan kejuaraan Nasional Dayung. Disis lain, ada juga satu rumah panggung tradisional yang nampak sudah sangat tua yang juga bisa menjadi daya tarik. Wahana permainan di Danau Sebangau via beritasampit.co.id Masih di kawasan tepi danau, sekarang juga sudah ditata dan dihiasi dengan permukiman pelangi. Rumah penduduk yang merupakan rumah panggung tepi danau serta jalan kayu yang juga merupakan jalan panggung, diberikan cat warna-warni. Untuk terus menarik kunjungan, ada juga wahana permainan seperti perahu, bola air, bebek-bebekan, hingga ski air. Jadilah kawasan yang dulu sempat sepi setelah perhelatan olahraga itu kini kembali menjadi primadona warga untuk berekreasi. 2. Islamic Centre – Kota Samarinda Warga Samarinda patut berbangga punya Masjid sekaligus Islamic Centre yang begitu lengkap dan juga megah. Dengan latar depan berupa Sungai Mahakam, Islamic Centre ini nampak sangat ingin menunjukkan jati diri Samarinda sebagai sebuah kota sungai. Via travelerien.com Dibangun diarea seluas 43.500 meter persegi. Kawasan Islamic Centre Samarinda terdiri atas beberapa bagian dan fungsi seperti ruang belajar, TK islam, ruang pertemuan, perpustakaan, koperasi, poliklinik, dan tentunya Masjid bernama Baitul Muttaqien yang mampu menampung 45.000 jemaah. Bangunan Masjid sendiri memiliki 7 buah menara dimana ada satu menara utama yang memiliki tinggi 99 meter. Ke 7 menara ini bersama dengan kubah utamanya nampak sangat jelas terlihat dari kejauhan termasuk dari seberang Sungai Mahakam termasuk dari Jembatan Mahakam yang bahkan berjarak sekitar 2 km. Sebagai sebuah pusat studi Islam, tentu kebersihan memang menjadi perhatian pihak pengelola. Kebersihan kawasan senantiasi dijaga untuk keindahan sekaligus kenyamanan. Bagi pengunjung, kebersihan di Islamic Centre Samarinda juga menjadi alasan mereka untuk bisa tenang dan nyaman berwisata religi disana. 3. Kampoeng Radja – Kota Jambi Via kampoeng-radja.blogspot.com Kampoeng Radja yang beralamat di Jalan Lingkar Barat, Kenali Besar, Simpang Rimbo, Kota Jambi ini merupakan theme park yang tengah menjadi favorit warga Jambi. Memiliki luas sekitar 8 hektar, taman rekreasi keluarga ini memiliki banyak wahana yang bisa dinikmati pengunjung seperti kolam renang untuk berbagai usia, boom-boom car air, water slide, kiddy land, go car, mobil glf, kereta api. Paint ball, istana balon, pemancingan, outbond, dan banyak lainnya. Sejak dibuka tahun 2006 silam, Kampoeng Radja memang mendapat respon positif oleh warga Jambi termasuk wisatawan yang datang ke Jambi. Apalagi ketika sekarang sudah semakin banyak wahana yang disiapkan pengelola, Kampoeng Radja semakin tenar saja. Taman Rekreasi Kampoeng Radja sendiri dibuka setiap hari Senin, Rabu, dan Kamis dari jam 9 pagi sampai setengah 6 sore, lalu hari Jumat jam 2 siang sampai setengah 6 sore, dan sabtu minggu serta hari libur dibuka sejak jam 8 pagi sampai 6 sore. Khusus hari Selasa, Kampoeng Radja tutup kecuali saat libur nasional. Tiket masuknya yaitu sebesar Rp 45 ribu sudah untuk termasuk 10 wahana. Beberapa wahana memang ada yang memungut biaya berbeda seperti mobil gplf, kereta api, paint ball, istana balon, dan pemancingan. 4. Kawasan Monas – Kota Jakarta Pusat Via sporturism.id Rasanya tak perlu diperjelas lagi tentang obyek wisata ini. Monumen Nasional menjadi ikon bagi DKI Jakarta dan selalu menjadi buruan wisatawan yang datang dari luar daerah. Kawasan Monas sendiri memang sudah sangat tertata dari mulai taman sampai fasilitas penunjang termasuk lapangan olahraga seperti futsal dan basket. Kawasan Monas yang lengkap ditunjang dengan lokasinya yang sangat strategis memang menjadi andalan warga dan wisatawan untuk menikmati ibukota langsung di ikonnya. Hal itu juga yang disadari Pemprov DKI untuk terus membenahi kawasan Monas termasuk menjaga kebersihannya. Apalagi semenjak dilarangnya pedagang asongan berjualan didalam taman Monas, menjadikan Kawasan Monas terlihat jauh lebih tertib dan bersih. Kenyamanan pengunjung juga dirasa lebih terpenuhi. 5. Pantai Tiga Warna – Kab. Malang Malang memang surganya wisata. Dari mulai wisata dataran tinggi hingga pantai bisa dijumpai di sana. Seperti yang satu ini, Pantai Tiga Warna yang sudah cukup populer bagi kalangan wisatawan dalam 2-3 tahun belakang. Dinamakan Tiga Warna karena memang pantai ini jika dilihat mempunyai gradasi tiga warna berbeda. Via maripiknik.com Lokasi Pantai Tiga Warna berada di Malang Selatan tepatnya di Desa Tambakrejo. Ada dua pilihan rute untuk menuju pantai ini. Salah satu yang paling umum ialah yang serute dengan Pantai Goa Cina. Dari Kota Malang, kalian bisa menuju daerah Gadang Turen dan ikuti arah menuju Pantai Sendang Biru. Sekitar 2 jam perjalanan, akan ada persimpangan yang menuju ke dua arah berbeda yaitu Pantai Goa Cina dan Sendang Biru. Pilih jalan yang menuju Pantai Goa Cina dan lurus saja terus sekitar 2 km sampai bertemu persimpangan lagi. Disini, pilih jalan ke kiri yang menuju Tempat Pelelangan Ikan. Dari sana ada perkampungan warna dan ambil jalan arah ke Clungup Mangrove Conservation. Dari pintu gerbang Clungup Mangrove Conservation ini, akan ada pintu masuk menuju Pantai Tiga Warna yang kita maksud. Jika menggunakan motor, kalian bisa terus masuk menuju lokasi pantai, tetapi jika menggunakan mobil harus diparkir sekitar 1 km sebelum masuk ke mangrove conservation. Tiket masuknya sendiri hanya sebesat Rp 5 ribu saja. Via piknikasik.com Pantai Tiga Warna tidak hanya cantik dari gradasi warna lautnya. Pasirnya yang putih bersih juga menambah keindahan pantai. Apalagi pepohonan hijau disekitar daratan serta tebing karang di bibir pantai juga membuat pantai ini semakin eksotis. Wisatawan bisa menikmati panorama pantai dengan berbagai cara seperi dengan membuka tenda. Pihak pengelola juga menyediakan jasa sewa tenda dengan harga Rp 50 ribu. Selain itu kamu juga disarankan menggunakan jasa guide jika ingin treking dengan tarif Rp 100 ribu. Snorkeling juga dimungkinkan dengan menyewa peralatannya yang dipatok harga mulai dari Rp 15 ribu perset. Dari kesemua pesona keindaha Pantai Tiga Warna itu, hal yang paling penting ialah kebersihan. Pantai Tiga Warna memang dari dulu terkenal sangat bersih. Alasan alaminya dimungkinkan karena warna lautnya dari Samudera Hindia yang jernih serta pasir pantainya yang putih bersih membuat jika ada sampah akan sangat mudah terlihat dan sangat mengganggu mata. Dan yang terpenting ialah adanya pengecekan barang bawaan ketika masuk pantai dan ketika keluar. Jika ada sampah yang tertinggal, maka pengunjung akan dikenakan denda mulai dari Rp 100 ribu peritem. 6. Pantai Harlem – Kab. Jayapura Papua adalah tanah surga. Di Pulau palng timur Indonesia ini ada banyak keeksotisan yang sayangnya masih banyak yang belum terjamah dan dikembangkan sebagai destinasi wisata. Via winaprt.blogspot.co.id Pantai Harlem contohnya. Ini adalah salah satu pesona alam yang dimiliki Papua tepatnya di Kampung Tablanusu, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Dari Kota Jayapura, perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam. Namun itu baru sampai di Dermaga Depapre, karena untuk bisa menuju lokasi pantainya harus melalui jalur laut alias dengan kapal cepat. Hal ini karena belum memadainya jalur darat yang harus melintasi perbukitan dengan kondisi jalan yang belum memadai. Kapal cepat sendiri bisa disewa PP seharga Rp 350 ribu dengan kapasitas 10 penumpang. Pelayaran sendiri hanya berlangsung sekitar 15 menit. Perjalanan panjang itu akan sangat terbayarkan dengan bagaiamana suguhan alam yang diberikan oleh Pantai Harlem. Dengan garis pantai sepanjang sekitar 700 meter, suasana teduh tropis sangat kuat lantaran lebar pantainya yang sempit alias langsung dengan dekat rerimbunan pepohonan. Penduduk setempat juga menyediakan pondok untuk disewakan serta ayunan tali yang dibuat antara dua pohon, cocok untuk lokasi foto kekinian. Sayangnya saat ini belum ada penginapan dan restoran yang ada didekat pantai sehingga kunjungan wisatawan masih untuk waktu singkat saja. Hal yang penting ialah soal kebersihan. Pantai harlem memang terlihat sangat bersih. Sulit menemukan sampah berserakan baik di pasir pantai maupun lautnya. Hal ini mungkin karena belum ramainya kunjungan wisatawan kesana dan memang lokasinya yang terbilang cukup terpencil. 7. Pantai Jikumerasa – Kab. Buru Via Instagram @d.s.mahulette Indonesia Timur memang surganya bahari. Ada banyak pantai indah disana termasuk taman lautnya yang juga cantik mempesona. Pulau Buru di Provinsi Maluku menjadi salah satunya. Pulau ini punya satu pantai yang kini mulai populer yaitu Pantai Jikumerasa. Dinamakan demikian karena memang lokasinya berada di daerah bernama Jikumerasa, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru. Pantai Jikumerasa tampak eksotis karena selain pasir pantainya yang putih berkilau serta air lautnya yang biru jernih, juga karena pepohonan rimbun dan pohon kelapa tinggi yang tersebar. Nuansa tropis inilah yang membuat pantai ini sangat digemari untuk bersantai. Di dekat pantai ini juga ada Danau Air Asin. Danau kecil ini bersumber air dari air laut yang pasang. Dengan kata lain air danau ini adalah air laut yang terperangkap di daratan. 8. Pantai Pemuteran – Kab. Buleleng Bali memang tak perlu diragukan lagi pesona alamnya. Dari sekian banyak pantai disana, pernahkah kamu ke Pantai Pemuteran? Pantai ini mungkin tidak setenar pantai-pantai lain di Selatan Pulau Bali, tetapi keindahan dan kebersihannya berhasil memikat banyak mata. Foto oleh KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F Pantai Pemuteran berada di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, sekitar 200 km dari Kota Denpasar dengan melalui jalur Denpasar – Singaraja – Gilimanuk. Pantai ini memiliki potensi yang menarik karena berpanorama daratan berupa perbukitan tinggi. Meskipun tidak berpasir putih, pesona pantai tetap terasa lantaran atmosfer tenang yang dihadirkannya. Biasanya memang wisatawan yang datang ke pantai ini sengaja untuk mencari ketenangan atau meditasi, tidak seperti kawasan pantai lain di Bali yang dipenuhi hiruk pikuk manusia dan tempat hiburan. Selain ketenangan nuansa pantainya, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan bawah laut. Taman Laut di Pantai Pemuteran juga tak kalah kayanya dengan terumbu karang dan ikan. Bahkan kawasan Pemuteran ini pernah mendapat penghargaan dari organisasi pariwisata bawah laut dunia karena keindahan bawah lautnya ini. 9. Pantai Sisi Serasan – Kab. Natuna Via wisatalova.com Salah satu primadona wisata pantai di Indonesia ialah Kepulauan Natuna. Kepulauan yang berada di Provinsi Kepulauan Riau ini memang memiliki anugerah alam bahari yang patut diperhitungkan. Seperti salah satu pulaunya yaitu Pulau Serasan. Letaknya memang jauh, menjadi pulau terjauh dari Ibukota Kepualauan Riau, Tanjung pinang. Jika naik kapal bahkan bisa memakan waktu hingga 3 hari. Karenanya Pulau Serasan ini justru sangat jauh lebih dekat jika dituju dari Sambas di Kalimantan Barat. Di pulau seluas tak lebih dari 150 km persegi inilah salah satu pantai bersih terpopuler yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2017 berada. Namanya Pantai Sisi. Pesonanya ternyata sudah dikenal dunia, bahkan menyandang status sebagai pantai alami terbaik di dunia versi Majalah ISLANDS edisi September 2006 lalu. Pantai dengan hamparan pasir putih sepanjang 7 km ini memiliki perairan jernih dengan taman lautnya yang ditumbuhi aneka terumbu karang dan ikan. Pantai Sisi sendiri bagi warga Pulau Serasan sudah sangat dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menikmati alam hingga sengaja menunggu nelayan pulang dan membeli ikan langsung dari mereka. Menariknya lagi, setiap Lebaran diadakan permainan rakyat di kawasan pantai dari mulai panjat pinang, tarik tambang, dayung sampan, dan permainan tradisional lainnya. Suasana budaya yang sangat menarik sebagai atraksi wisata. 10. Pantai Waha (Pantai Cemara) – Kab. Wakatobi Foto oleh andreashalim.blogspot.co.id Bicara soal Wakatobi maka artinya bicara soal keindahan pantai dan taman laut. Begitu banyak hal yang bisa dieksplore di kawasan kepulauan di Sulawesi Tenggara ini. Satu diantaranya ialah Pantai Waha atau biasa dikenal juga dengan nama Pantai Cemara. Lokasinya berada di Desa Waha, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Tepatnya di sisi utara dari Pulau Wangi-wangi. Pantai Waha ini siap menghadirkan ketenangan dengan pemandangan lanskap yang tiada tanding. Pasir pantainya yang putih ditambah air laut yang jernih membuat pantai ini sangat cocok untuk bersantai. Bawah lautnya pun sangat menjanjikan, tak perlu jauh dari bibir pantai, kita akan langsung disuguhkan pemandangan dari terumbu karang. Karenanya sangat direkomendasikan untuk melakukan snorkeling atau diving ketika sudah sampai di pantai ini.
  15. Banyak hal-hal unik di negeri kita ini seperti keajaiban alam dan khazanah budayanya. Keunikan ini pula yang bisa menjadi magnet untuk menarik kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Semakin unik, berbeda, bahkan mungkin satu-satunya, maka semakin besar pula kekuatan magnet tersebut. Anugerah Pesona Indonesia yang diprakarsai oleh Kementrian Pariwisata Indonesia juga menjadikan keunikan suatu tempat sebagai salah satu kategori penghargaan yaitu Obyek Wisata Unik Terpopuler. Sebelum kita ulik para nominatornya, diingatkan juga buat kamu ikut berpartisipasi memilih yang kamu favoritkan dalam ajang ini. Caranya denga voting di website anugerahpesonaindonesia.com atau ayojalanjalan.com serta bisa pula dengan mengirimkan SMS. Voting ini dibuka sejak awal Juni kemarin hingga akhir Oktober nanti. Dalam artikel sebelumnya (baca disinii), kita juga sudah membahas untuk Kategori 10 Surga Tersembunyi Terpopuler dan artikel (baca disini) untuk Kategori 10 Tujuan Wisata Baru Terpopuler 1.Air Jin – Kab. Buru Selatan Via burselkab.go.id Namanya saja sudah unik, Air Jin. Meskipun namanya seram, namun nyatanya objek wisata ini justru akan membuat kamu tenang dan betah berlama-lama disana. Ini merupakan wisata alam berupa kucuran air yang keluar dari dalam sebuah lubang batu karang dan langsung ke lautan. Airnya yang berwarna toska jernih dengan rimbunnya pepohonan hijau sekitar menjadi pemandangan yang membuat Air Jin ini semakin memikat. Selain itu, di atas Air Jin ini juga punya peninggalan datuk dan leluhur warga berupan bekas telapak kaki manusia raksasa. Masih ada juga potensi alam lain yaitu adanya 9 buah gua yang di dinding dalam guanyya terdapat lukisan manusia. Lokasi objek wisata ini ialah di kaki Gunung Kapala Madan. Kabupaten Buru Selatan. Provinsi Maluku. Untuk menuju lokasi ini, pengunjung bisa langsung menuju Desa Biloro di Pulau Tomaho Kecamatan Kapala Madan. Setelanya perjalanan dilanjutkan dengan naik perahu atau speedboat menuju lokasi Air Jin dengan tarif sekitar Rp 300 ribuan perperahu. 2. Air Panas (Air Terjun) Semolon – Kab. Malinau Via humasmalinau.go.id Airnya yang bertingkat-tingkat seperti terasering adalah keunggulan dan keunikan dari Air Panas Semolon di Kecamatan Mentarang, Desa Paking, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara ini. Bagi kamu pemburu keunikan alam apalagi pecinta fotografi, maka memang Semolon ini adalah tujuan tepat. Air Panas Semolon memang merupakan sumber air panas. Karena berbentuk undakan tangga, jadilah juga dikenal dengan sebutan air terjun. Bagi warga Kalimantan Utara khususnya, memang objek wisata ini sudah cukup dikenal. Apalagi sebagai sebuah sumber air panas, banyak orang meyakini dengan berendam disana akan menyembuhkan berbagai penyakit terutama penyakit kulit. Berada di kawasan hutan yang masih sangat alami membuat Air Panas Semolon juga mempunyai pemandangan alam yang menarik. Kita seolah tengah melihat air terjun bertingkat dengan dikelilingi hijaunya pepohonan. Gemericik yang tenang juga menjadi penambah keeksotisan lokasi wisata alam unik satu ini. Menariknya lagi, pengunjung yang mau menginap juga tersedia cottage yang khusus disiapkan. Kamu dan teman atau keluarga bisa merasakan langsung ketenangan hutan kalimantan dengan menginap di cottage ini. Dalam waktu dekat juga dinas pariwisata setempat akan membangun sejumlah fasilitas penunjang lain seperti outbond, playground, dan lain sebagainya. 3. Gua Jomblang – Kab. Gunung Kidul via piknikasik.com Unik dan Eksotik. Itulah dua kata yang bisa mewakili keindahan alam yang ada di Jetis Wetan, Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta ini. Namanya Gua Jomblang, sebuah gua vertikal yang sudah cukup dikenal bagi pecinta wisata alam. Tak salah jika gua di kawasan pegunungan Karst ini masuk dalam kategori Wisata Unik lantaran memang Gua Jomblang terbilang unik sebagai sebuah wisata alam. Gua ini mempunyai mulut gua vertikal atau diatas dengan jarak antara mulut gua dengan dasar yang bervariasi namun paling dalam mencapai sekitar 80 meter. Karena alasan ini pula, pengunjung yang mau turun ke bawah ada baiknya memiliki kemampuan khusus dan tentunya bersama tim ahli yang memang ada disana. Sebenarnya untuk masuk ke dalam gua ada empat jalur yang bisa dipilih. Pertama merupakan jalur termudah yang sering disebut VIP. Jalur yang bisa dipilih untuk mereka yang pertama kali mencoba ini akan melintasi tebing terjal 15 meter yang masih bisa ditapaki kaki, namun tentu tetap menggunakan tali pengaman. Setelahnya baru dengan meluncur dengan tali sejauh sekitar 20 meter. Sementara itu, ketiga jalur lainnya merupakan pilihan khusus untuk mereka yang memang sudah biasa melakukan olahraga ekstrem karena terbilang lebih sulit. Via wisataku.id Meskipun tentunya melelahkan dan menegangkan, namun semua itu akan terbayar dengan pengalaman yang didapat. Setelah sampai di dasar gua, maka kamu akan merasakan sensasi berbeda. Bak disebuah hutan, meskipun di gua tetapi disekeliling dasar gua ini justru tetap ditumbuhi tanaman hijau. Hal yang paling menarik ialah saat ada cahaya matahari yang masuk, maka semburatnya akan masuk dari mulut gua ke dasar gua bak sebuah cahaya surga. Inilah fenomena yang paling diburu pengunjung. Tak hanya cantik dilihat mata, mencari momen terbaik dan hasil terbaik untuk dipotret juga menjadi incaran. Jika kamu mau mengeskplore lebih jauh, kamu juga bisa menyusuri gua. Uniknya, lorong di gua ini terhubung dengan gua vertikal lainnya yaitu Gua Grubug yang berjarak sekitar 300 meter. Tertarik untuk datang dan mencoba langsung pengalaman menuruni gua vertikal ini? Kamu bisa langsung menuju Gunung Kidul tepatnya di Jetis Wetan. Kamu bisa singgah dulu di rumah Kadus Jetis Wetan karena bisa menitipkan barang disana, lalu dilanjutkan dengan berjalan sekitar 3 km. Jauh memang karena harus melalui hutan. Untuk masuk ke kawasan Gua Jomblang memang gratis, tetapi itu hanya sebatas mulut gua. Jika kamu mau turun, maka kamu harus ikut dalam paket wisata khusus. Tentunya ini karena perlu peralatan dan sedikit pelatihan untuk bisa masuk kedasar gua. Tarifnya sendiri cukup beragam tergantung jumlah peserta atau rombongan. 4. Lumpur Sidoarjo – Kab. Sidoarjo Siapa yang tak tau dengan Lumpur Sidoarjo. Kawasan yang merupakan lokasi bencana semburan lumpur panas dari pengeboran milik Lapindo Brantas Inc. ini memang menjadi sebuah ironi. Terjadi sejak 2006 silam, lumpur yang merendam permukiman padat seluas 1500 hektar itu seolah tak ada solusi untuk menghentikan semburannya. Berbagai metode dan teknologi hingga hal-hal takhayul sempat dilakukan, tapi semua nihil. Via cnnindonesia.com Fenomena bencana yang memang terbilang tak biasa ini pada akhirnya membuat lokasi lumpur ini justru menarik perhatian sejak awal-awal terjadinya. Banyak orang yang malah sengaja datang untuk sekedar ingin tahu, seperti apa lautan lumpur itu bisa begitu dahsyatnya. Pada akhirnya, hal tersebut menjadi peluang. Alih-alih sebagai sebuah kawasan bencana, sekarang kawasan Lumpur Lapindo menjadi sebuah objek wisata yang unik. Terlebih lagi ketika tahun 2014 lalu, seorang seniman asal Tegal bernama dadang justru menuangkan idenya dengan membuat patung dari bahan Lumpur Lapindo. Puluhan patung berbentuk orang yang nampak kesusahan itu menjadi gambaran penduduk kampung yang rumahnya terendam lumpur. Patung-patung itu diletakkan diatas lokasi lumpur yang mengering dan membuatnya menjadi begitu menarik. Sejak itulah warga sekitar membuka tempat wisata baru yang mereka namai Wisara Lumpur Lapindo. Lokasi lumpur lapindo sendiri sangat mudah dituju karena berada di jalan penghubung Surabaya Malang. Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi atau bus untuk mencapainya. Karena sudah dikelola menjadi tempat wisata, ada retribusi yang harus pengunjung bayar. Untuk parkir kendaraan dan tiket masuk ialah sebesar Rp 15 ribu. Karena luas, kamu yang mau menuju pusat semburan, bisa menggunakan jasa ojek sebesar Rp 25 ribu rupiah. Memang harus menggunakan ojek karena untuk menuju lokasinya cukup berbahaya bagi orang biasa atau mereka yang tidak pengalaman. 5. Pasar Terapung Lok Baintan – Kab. Banjar Via cumilebay.com Pasar Terapung di Banjar, Kalimantan Selatan tentu sudah sangat kamu kenal. Ini adalah salah satu keunikan budaya yang dimiliki negeri kita yang harus dijaga. Di Kalimantan Sendiri sebenarnya Pasar Terapung yang dulu sangat terkenal ialah yang berada di Muara Kuin, anak Sungai Barito. Inilah Pasar Terapung alami yang legendaris karena sudah berusia ratusan tahun. Kalau kamu ingat brand iklan salah satu TV swasta tahun 90an, Pasar Terapung Muara Kuin inilah lokasinya. Namun sayang di tahun 2000an, pasar terapung ini meredup dan hilang pamor akibat turunnya pula pariwisata setempat. Beruntung dalam beberapa tahun lalu, terekspose kembali satu pasar terapung lain yang berhasil mengangkat kembali budaya pasar terapung Kalimantan Selatan. Itulah Pasar Terapung Lok Baintan di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Tampak jembatan gantung Lok Baintan via cumilebay.com Pasar terapung Lok Baintain berada di atas Sungai Martapura. Lokasinya memang diluar Kota Banjarmasin, namun justru itulah yang katanya membuat Pasra terapung ini lebih eksotis. Dari Kota Banjarmasin, wisatawan bisa naik perahu mesin khas dengan perjalanan sekitar 1 jam. Selama perjalanan, pemandangan alam yang masih asri menjadi suguhan. Ditambah aktivitas warga tepi sungai juga menjadi atraksi yang menarik untuk dilihat. Selain via sungai, kamu juga bisa menuju lokasi melalui jalur darat. Jarak dari Kota Banjarmasin sekitar 10 km dan bisa dituju dengan kendaraan mobil maupun motor, namun perlu diingat bahwa jalannya kecil dan tidak sepenuhnya dalam kondisi baik. Arahnya ialah dari Banjarmasin menuju Jalan Veteran atau Jalan Martapura lama ke Pasar Sungai Lulut. Lalu kamu akan melihat jembatan kecil dengan ciri konstruksi atas berbentuk melengkung, lintasilah jembatan itu karena jika lurus justru kita akan menuju Kota Martapura. Setelah melalui jembatan, jalan lurus saja terus hingga sekitar 4 km dan bertemu pertigaan jalan di Desa Gudang Hiring atau di dekat SDN Gudang Hiring 2. Ambil jalan ke kiri dan terus hingga sekitar 1 km dan bertemu Jembatan Gantung Lok Baintan. Dibawah jembatan itulah Pasar Terapung berada. Oh ya, perlu diingat juga bahwa Pasar Terapung berjalan di subuh sampai pagi hari. Datanglah sekitar jam 6 pagi untuk bisa menikmati suasana ini karena jika sudah jam 8 biasanya perahu-perahunya sudah mulai bergerak menyebar. 6. Patung Seribu Budha – Kota Tanjungpinang Via travelingyuk.com Kalau kamu mau mencari tempat wisata unik dan menarik, Patung Seribu Budha di Tanjungpinang, Kepulauan Riau memang sangat cocok untuk dipilih. Bayangkan saja di lapangan terbuka di sebuah bukit, terdapat 500 patung budha yang berjajar berdekatan. Menariknya lagi, patung-patung itu memiliki gaya yang berbeda-beda sehingga tidak membosankan untuk dilihat satu persatunya. Kawasan bukit tempat keberadaan patung ini memang dirancang sebagai tempat ibadah. Mencapainya bisa menggunakan kendaraan roda empat. Arahnya ialah dari simpang tiga Batu 9, ambil jalan ke arah Kijang sampai melewati Lanud TNI AU. Tak jauh, kamu akan bertemu jalan Asia Afrika di sebelah kanan. Dari sana, hanya sekitar 2 menit, kamu akan sampai di gerbang vihara lokasi patung Seribu Budha. Nuansa gerbang begitu indah seolah kita berada di negeri Tiongkok. Patung Buddha raksasa yang tengah duduk juga menjadi objek menarik di depan Vihara. 7. Pulau Gunung Api Batutara – Kab. Lembata Sudah pernah dengan dengan objek fenomena alam satu ini? Namanya Pulau Gunung Api Batutara (jika di peta namanya Pulau Komba) yang berada di perairan Laut Flores Kabupaten Lembata, NTT.. Untuk mencapainya, pengunjung bisa berangkat dari Pelabuhan Lewoleba Lembata. Sebaiknya untuk melihat keindahan fenomena alam gunung ini ialah saat gelap atau sesubuh mungkin. Biasanya wisatawan berangkat dari pelabuhan paling lama jam 2 dini hari karena pelayaran memakan waktu sekitar 3 jam. Kenapa subuh? Karena saat itulah cahaya semburan lava dari gunung api bisa dilihat lebih memukau. Via indahnyalembata.tk Pulau Gunung Batutara ini terbentuk dari gunung api yang masih aktif (stratovolcano). Hal yang menjadi spesial ialah gunung ini secara rutin mengeluarkan lava hampir setiap 20 menit sekali. Fenomena yang memang jarang ditemui di tempat lain. Setelah melihat keindahan lava bak kembang api raksasa dan ketika pagi sudah tiba, wisatawan juga bisa melakukan penyelaman di perairan sekitar pulau. Atau jika tidak ikut menyelam, kamu juga bisa sekedar menepi di sisi pantai yang landai untuk merasakan langsung tanah Pulau Komba ini. Jangan kaget dan tetap hati-hati juga karena seperti yang sudah diungkap diatas bahwa gunung akan meletus mengeluarkan lava secara berkala. 8. Pulau Kakaban – Kab. Berau Via kompasiana.com Pulau Kakaban di Kalimantan Timur mempunyai keunikan berupa danau yang mengisi bagian tengah pulau seperti sebuah perairan yang terperangkap daratan. Air di danau ini meruapakan campuran dari air hujan yang turun serta rembesan air laut dari pori-pori tanah, karenanya Danau Kakaban ini membuat suatu habita endemik sendiri yang berbeda dari kebanyakan. Satu jenis fauna khas dari Danau Kakaban ialah ubur-ubur yang terdiri atas 4 jenis ubur-ubur. Uniknya, jika ubur-ubur di lautan bersifat menyengat, maka ubur-ubur di Kakaban tidak menyengat. Ini diperkirakan karena evolusi yang terjadi ribuan tahun lalu akibat kondisi habitat yang terperangkap ditengah pulau. Karena tanpa sengatan, kamu bisa snorkeling atau diving di danau ini dengan aman. Ubur-ubur di Danau Kakaban Via alamendah.org Selain di Danau Kakaban, pengunjung juga bisa mengeksplore keindahan lain dari Pulau seluas 774,2 hektar ini. Alamnya yang masih hijau bisa menjadi pilihan selain juga menikmati perairan di sekitar pulau. Bahkan koral di perairan Kakaban ini dikatakan sebagai yang terbaik kedua di Indonesia setelah Raja Ampat. Pulau Kakaban sendiri ialah salah satu pulau di Kepualaun Derawan, Kalimantan Timur. Untuk menujunya, kamu harus menggunakan kapal dari Dermaga Tanjung Batu dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. 9. Taman Wisata Batu Putih Tangkoko – Kota Bitung Via sepasangsepatuhidup.blogspot.com Kota Bitung di Sulawesi Utara ternyata juga punya objek wisata alam yang menarik dan unik yaitu Taman Wisata Batu Putih Tangkoko. Taman Wisata Alam berupa hutan alam ini menjadi habitat bagi Tarsius, hewan ikon Sulawesi Utara, dan Yaki, monyet hitam endemik Sulawesi. Kedua hewan asli Tanah Celebes inilah yang menjadi daya tarik utama dari Taman Wisata Alam (TWA) yang berada di dalam Taman Nasional Tangkoko ini. Lokasi TWA Batu Putih berada di Kelurahan Batu Putih Bawah, Kecamatan Ranowulu, sekitar 20 km dari pusat Kota Bitung atau sekitar 60 km dari Kota Manado. Jika kamu ingin mengeksplore TWA Batu Putih ini, perlu menggunakan jasa pemandu yang memang sudah siap oleh pihak pengelola. Pemandu atau guide memang sangat penting selain agar tidak tersesat di hutan, juga untuk mempermudah menemukan lokasi untuk melihat Yaki ataupun Tarsius. Untuk mempermudah, pengelola sudah menyiapkan tiga paket wisata yang bisa dipilih wisatawan yaitu Short Trip, Midle Trip, dan Long trip. Ketiganya tentu dibedakan berdasar jangka waktu yang pengunjung bisa lakukan. 10. Telaga Biru – Kab. Merangin Via jambidaily.com Kejernihan air tidak hanya ada di laut lepas. Nyatanya, di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, ada danau kecil atau telaga yang airnya begitu jernih bak kaca. Padahal lokasinya berada di dalam hutan lebat. Berada di daerah ketinggian sekitar Gunung Masurai, sumber air Telaga Biru berasal dari bawah tanah. Dengan diameter sekitar 20 meter dan kedalaman yang belum diketahui, air tanah ini memang nampak begitu biru jernih yang membuatnya kontras dengan alam sekitarnya yang didominasi warna hijau. Sebenarnya di Jambi ada satu lagi kembaran Telaga Biru di Merangin ini yaitu Danau Kaco di Kerinci. Keduanya bisa dikatakan sangat mirip, bedanya hanya dari sumber airnya saja karena Danau kaco di Kerinci sumber airnya dari aliran sungai kecil yang langsung menuju danau.