Tarmizi Arl

Members
  • Content count

    1,141
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    31

Tarmizi Arl last won the day on August 6

Tarmizi Arl had the most liked content!

About Tarmizi Arl

  • Rank
    Petualang Sejati
  • Birthday 11/23/1992

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Location
    Palembang
  • Interests
    design, art, travel, short film

Contact Methods

  • Skype
    tarmizi.landscaper47

Recent Profile Visitors

3,132 profile views
  1. Kalau membicarakan soal kekayaan laut, Indonesia tak perlu diragukan lagi. Lautan Indonesia yang membentang luas sudah diakui dunia sebagai salah satu surga bawah laut terbaik. Dalam ajang yang diadakan Kementrian Pariwisata bertajuk Anugerah Pesona Indonesia pun, akan tak lengkap tentunya jika tak memasukkan pesona taman laut Indonesia dalam kategorinya. Nah, di tahun 2017 ini, terpilihlah 10 Tempat Menyelam Terpopuler yang bisa turut kamu vote sebagai bentuk support kemajuan dunia wisata Indonesia. Apalagi bagi kamu pecinta wisata terlebih yang hobi diving, 10 nominator berikut tentu menjadi referensi yang bisa dimasukkan dalam list tujuan wisata selanjutnya. Dimana saja kah ke 10 tempat menyelam terpopuler itu? 1.GOSONG SENGGORA – KAB. KOTAWARINGIN BARAT Sudah pernah dengar objek wisata satu ini? Siapa sangka ternyata surga bawah laut bukan hanya dimiliki wilayah Indonesia bagian Timur saja, nyatanya di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, terseliplah sebuah surga bawah laut yang elok dan unik. Keindahan bawah laut Gosong Senggora via ariefsaray.wordpress.com/ Berupa gugusan pulau-pulau kecil, Gosong Senggora menawarkan surga pantai berupa pasir putih bersih dengan air laut yang being serta juga surga bawah laut karena menjadi habitat aneka ikan, penyu, dugong, dan terumbu karang. Bahkan beberapa karangg langka bisa ditemui disana seperti jenis Himerometra robustipinna dan rumput laun daun lebar yang sering disebut Lamun. Bagi kamu yang datang tapi tidak membawa peralatan selam, pihak pengelola ternyata juga sudah menyiapkan alat selam untuk disewakan. Kalian juga bisa menyewa jasa perahu sekaligus pemandu yang siap mengantar ke spot-spot terbaik penyelaman. Untuk menuju lokasi Gosong Senggora sendiri, pengunjung harus menuju Pantai Tanjung Penghujan di Pangkalan Bun terlebih dahulu.. Setelahnya dilanjutkan dengan naik Speedboat selama sekitar setengah jam. 2. Kepulauan Banda – Kab. Maluku Tengah Kepulauan Banda menjadi salah satu destinasi yang tengah naik daun belakangan ini. Sebut saja Banda Naira, salah satu pulau di kepulauan ini mulai menunjukkan eksistensinya di kancah wisata bahari Indonesia, bahkan namanya juga sudah mulai dikenal dunia. Via http://reyginawisataindonesia.blogspot.com Keindahan Kepuluan Banda yang masuk wilayah Kabupaten Maluku Tengah ini memang tak bisa dielakkan. Dari atas permukaan laut dengan gugusan pulau vulkaniknya saja sudah menjanjikan pesona luar biasa, apalagi ketika kamu mulai menyelami taman lautnya. Tercatat dari situs Indonesia Travel, Kepulauan Banda memiliki lebih dari 25 situs menyelam. Beberapa diantaranya seperti di Sonegat, Pulau Keraka, Pulau Sjahrir Batu Kapal, Pulau Lontar, Pulau Ai, Pulau Hatta, dan Batu Belanda. Karena banyak spot penyelaman, maka ada banyak pula keunikan yang bisa ditemukan dimasing-masing spot. Pulau Hatta misalkan, disana kamu bisa menemukan Hutan Sea Fans seperti kipas cemara raksasa yang terhampar di kedalaman 20 mdpl. Ada juga ubur-ubur yang berukuran besar, ikan kuwe, ikan pari, bahkan jika beruntung tak jarang melihat paus bongkok dan paus pilot. Untuk menuju Kepulauan Banda, kamu bisa mengaksesnya dengan menggunakan jalur laut yaitu Kapal Ferry dari Kota Ambon menuju Banda Naira. Jika kamu memiliki uang lebih, kamu juga bisa menggunakan pesawat carter dari Ambon tujuan Banda Naira. 3. Pulau Bawah – Kab. Kepulauan Anambas Kepulauan Anambas di Kepulauan Riau ternyata harus juga menjadi impianmu berlibur apalagi untuk kamu pecinta diving. Di kepulauan yang berada di Laut Tiongkok Selatan ini, terdapat banyak spot penyelaman terbaik, tapi satu yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2017 ialah Pulau Bawah. Keindahan Pulau Bawah via halamankepri.blogspot.co.id Pulau Bawah memang sudah menjadi satu pulau yang paling populer di Anambas. Bahkan pembangunan seperti resort dan villa juga marak disana. Keindahan Pulau Bawah tak hanya soal pantai dan nuansa tropis pulaunya, tetapi yang tak kalah menggiurkan hasrat wisata ialah taman bawah lautnya. Keelokan bawah laut di Pulau Bawah hadir dari aneka satwa didalamnya. Apalagi pulau ini merupakan bagian dari gugusan 5 pulau yang membentuk laguna sehingga menghadirkan sensasi pesona laut tersendiri. Tak heran jika justru banyak pecinta diving dunia datang ke pulau ini secara khusus untuk melihat langsung keindahannya. Pulau Bawah bisa diakses melalui Tanjungpinang di Pulau Bintan. Kamu bisa memilih jalur udara atau laut. Via udara, terdapat penerbangan dari maskapai xpress air tujuan Bandara Matak di Pulau Matak. Penerbangan sendiri hanya tersedia di hari senin dan sabtu. Selanjutnya dari Matak, perjalanan dilanjutkan dengan naik kapal ke Kota Tarempa di Pulau Siantan yang merupakan ibukota Kabupaten Kepulauan Anambas. Dari Tarempa, perjalanan masih harus berlanjut dengan kapal carter langsung ke Pulau Bawah dengan waktu tempuh mencapai 4-5 jam. Pilihan kedua ialah langsung dengan jalur laut dari Tanjungpinang menggunakan ferry tujuan Tarempa. Namun perlu diperhatikan juga jadwal kapal ferry nya karena perjalanan mereka tidak berlangsung setiap hari melainkan bisa hanya seminggu sekali. Apalagi perjalanannya memang jauh yaitu mencapai 20 jam. Ada juga kapal biasa yang beroperasi setiap hari dengan durasi lebih cepat sekitar 19 jam, namun tentu berbeda tarif dengan ferry. Beruntungnya, dikabarkan mulai pertengah tahun 2017 ini, sudah mulai beroperasi pesawat amfibi dari Batam tujuan Pulau Bawah. Ini berarti akan menjadi pengalamn berbeda merasakan bandara air pertama di Indonesia bak di Maldives. 4. Pulau Karampuang – Kab. Mamuju Kejernihan air Pulau Karampuang via ardiyanta.com Sudah pernah mendengar nama Pulau Karampuang? Ya, namanya mungkin masih asing di sebagian kita. Pulau yang berada di Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat ini memang belum setenar objek wisata lain di Sulawesi. Padahal, pesona yang dimiliki pulau yang hanya seluas sekitar 637 hektar ini sangat bisa bersaing dengan wisata sejenis lain. Pulau Karampuang yang jika diartikan berarti Pulau Rembulan atau Bulan Purnama ini memiliki keindahan bawah laut berupa kekayaan terumbu karang dan biota laut. Kondisi alamnya yang masih asri dan belum ramai kunjungan wisatawan, menjadikan taman laut Karampuang masih terbilang perawan. Visibility nya juga diakui oleh para penyelam masih sangat baik sehingga memberikan kepuasan tersendiri. Pulau berada berhadapan dengan Kota Mamuju ini sendiri bisa ditempuh sekitar 30 menit menggunakan kapal dari dermaga di Mamuju. Sebelum melihat menariknya kindahan bawah laut disana, pengunjung sudah akan disambut dengan menariknya sebuah dermaga kayu ikonik sepanjang hampir 500 meter. 5. Pulau Tomia – Kab. Wakatobi Via tandionowakatobidivecenter.wordpress.com Siapa tak kenal Wakatobi. Gugusan pulau ini bernama Wakatobi yang merupakan singkatan dari 4 pulau utama yaitu Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Keempatnya mempunya pesona alam baik atas maupun bawah laut yang tak perlu diragukan lagi. Tapi salah satunya di tahun ini berhasil masuk nominasi tempat menyelam populer versi Anugerah Pesona Indonesia yaitu melalui Pulau Tomia. Tak tanggung-tanggung ada sekitar 28 spot menyelam yang tersebar di perairan sekitar Pulau Tomia. Beberapa diantaranya yaitu House reef, Ali reef, roma, Teluk Maya, dan Cornucopia. Tentunya disetiap spot punya keunikannya tersendiri seperti Roma dengan terumbu karang warna-warninya, atau Cornucopia dengan terumbu karang berbentuk dinding vertikal. Namun dari kesemuanya, hal yang sama ialah visibilitasnya yang baik dan keanekaragaman ikan yang kaya. 6. Selat Lembeh – Kota Bitung Taman Laut di Kota Bitung, Sulawesi Utara satu ini sangat layak menjadi list tujuan wisata kamu ketika berada di Sulawesi. Selat Lembeh merupakan laut pemisah Pulau Sulawesi dan Pulau Lembeh yang berada di Kota Bitung, sekitar 48 km dari ibukota provinsi, Manado. Via manadobaswara.com Keindaan taman laut Selat Lembeh terbilang khas. Perairan dengan panjang 16 km dan lebar 2 km ini berisi endapan pasir vulkanis berwarna abu kehitaman. Kondisi ini membuat visibiltas di sini tidak begitu baik saat arus kuat yaitu hanya sekitar 10 meter, sedangkan saat tenang visibilitasnya bisa mencapai 25 meter. Banyak penyelam yang memilih spot di Selat Lembeh lantaran keunikan yang disebut diatas. Spot menyelam dengan dasar laut berpasir dan tekanan udarayang sedikit ini biasa dikenal dengan nama Muck Diving. Sensasinya ialah seperti berada di akuarium raksasa dimana ikan seakan tak berpencar atau lari kemana-mana. Spot menyelam seperti ini juga cukup sulit dilakukan karena penyelam harus tidak menyentuh pasir di dasar laut, sebab jika tidak maka air akan cepat menjadi keruh. Meskipun berpasir, taman laut Selat Lembeh tetap memiliki berbagai jenis terumbu karang dan biota laut. Sejumlah spesies bahkan termasuk endemik dan langka seperti Pigmy seahorse, Nudibranch, Ghost Pipefish, Mimic octopus, dan lainnya. Untuk menuju Selat Lembeh, kalian tentu harus menuju Kota Bitung dahulu. Dari sana, kalian menuju Dermaga Ruko Pateten untuk menumpang perahu berkapasitas sekitar 15 orang dengan tarif hanya 30 ribu. Pelayaran menuju Pulau Lembeh memakan waktu hanya sekitar 15 menit saja. Kegiatan menyelam sebenarnya bisa dilakukan sepanjang tahun, namun waktu terbaik ialah diantara bulan Oktober hingga Desember. Sedangkan waktu yang kurang pas ialah saat Januari dan Februari lantaran suhu air terpanas berada di bulan tersebut dan visibitasnya juga kurang baik. 7. Tanjung Pasir Moyo – Kab. Sumbawa Via enjoysumbawa.wordpress.com Tanjung Pasir Moyo yang berada di Pulau Moyo memang menjadi primadona bagi turis ketika berada di Sumbawa, NTB. Pulau Moyo sendiri berada sekitar 3 kilometer lepas pantai utara Sumbawa. Pantai Tanjung Pasir di sisi selatan Pulau Moyo terdiri atas hamparan pasir putih dengan gugusan bukit sebagai latarnya. Keindahan ini juga bisa dinikmati dari bawah permukaan air. Taman air Tanjung Pasir memiliki habitat biota yang terbilang memukau. Menyelam disana akan ditemani oleh aneka macam ikan yang tak jarang berkerumum ramai. Kekayaan terumbu karang beraneka rupa dan warna juga menjadi daya tarik terbesar bagi Tanjung Pasir. Untuk menuju Tanjung Pasir, biasanya dicapai dari pantai Ai Bari yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan darat dari Sumbawa Besar. Perlu waktu sekitar 1 jam menggunakan perahu biasa atau hanya sekitar 20 menit jika menggunakan speedboat. 8. Teluk Maumere – Kab. Sikka Via travelsafe-aca.com Teluk Maumere yang berada di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur ini ternyata mempunyai pesona bawah laut yang siap bersaing dengan nama-nama besar lain. Diperairan yang memiliki 19 pulau ini, menjadi habitat bagi aneka terumbu karang berwarna warni dan ribuan biota laut. Ikan karang dengan ratusan spesies seperti ikan jenis Neoglyphyidodon melas, dascyllus melanurus, amblygyhydodon curracao, dan lain sebagainya hidup di teluk yang pernah diterjang tsunami tahun 1992 silam tersebut. Ya, Teluk Maumere sempat diterjang tsunami. Namun justru bencana itu seolah menjadi berkah lain karena terbentuk patahan di kedalaman 10-16 meter yang kini ditumbuhi banyak koral yang cantik. Lokasi patahan inilah yang justru kini menjadi spot selam favorit karena kabarnya juga spot patahan bawah laut seperti ini hanya ada 4 di dunia yaitu Thailand, Maldives, Srilanka, dan Maumere di Indonesia. 9. Teluk Tomini – Kab. Tojo Unauna Teluk Tomini di Sulawesi Tengah merupakan salah satu teluk terbesar di Indonesia dengan luas sekitar 6 juta hektar. Teluk ini tergolong perairan semi tertutup karena sebagian besar dibatas oleh daratan dari tiga provinsi yaiu Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Via life.viva.co.id/ Perairan Teluk Tomini memiliki rangkaian pulau sepanjang 90 km yang kita kenal dengan sebutan Kepulauan Togean. Potensi alam inilah yang menjadikan Kawasan Teluk Tomini menjadi magnet wisata termasuk perairan bawah lautnya. Taman Laut di Teluk Tomini adalah surga yang banyak diburu penyelam. Sumberdaya terumbu karang Teluk Tomini merupakan bagian dari segitiga terumbu karang dunia atau Coral Triangle. Bahkan UNESCO telah menetapkan Teluk Tomini sebagai salah satu kekayaan dunia yang patut dilindungi. Untuk menuju Teluk Tomini atau kabupaten Tojo Unauna, kalian bisa melalui jalur darat dari Palu menuju Ampana yang memakan waktu tempuh hingga 10 jam. Barulah dilanjutkan dengan menggunakan kapal atau perahu motor menuju Pelabuhan Wakai yang memakan waktu sekitar 5 jam. Kamu juga bisa menuju lokasi ini dari Kota Gorontalo yaitu menggunakan Ferry dari Pelabuhan utama di Gorontalo. Ferry KM Ynua Tomini akan berlayar menuju Wakai dengan waktu perjalanan sekitar 12 jam. 10. Tulamben – Kab. Karangasem Jika kamu ke Bali dan tertarik untuk diving, ini dia lokasi penyelaman yang pantas buat kamu coba. Berada di Kabupaten Karangasem tepatnya di perairan Pantai Tulamben, taman laut ini berhasil menarik perhatian banyak penyelam. Tak hanya terumbu karang dan ikan, di lokasi ini juga punya objek menarik berupa bangkai kapal. Via water-sport-bali.com Menyelam di perairan Tulamben akan membawa kalian merasakan berbagai sensasi. Ribuan ikan biasa bergerombol berlarian diatas ragam terumbu karang. Jika beruntung, bahkan kalian bisa bertemu dengan hiu martil dan ikan mola-mola. Seperti yang sudah diungkap diatas pula, terdapat objek bangkai kapal yang menjadi daya tarik dari Tulamben. Bangkai kapal ini merpakan bangkai kapal kargo milik AS bertipe USA Liberty Go yang karam sekitar tahun 1942. Karamnya kapal lantaran diserang oleh kapal selam Jepang dimasa Perang Dunia. Bangkai kapal ini sendiri bisa ditemui di kedalaman 100 kaki atay 30 meter dari permukaan laut. Selain itu ada juga daya tarik lain berupa terumbu karang yang memiliki kemiringan hingga 90 derajat. Tentunya ini menjadi hal menarik karena seolah kita berada di dinding karang. Untuk menuju Tulamben yang berjarak sekitar 82 km dari Kota Denpasar, ada baiknya kalian menyewa kendaraan lantaran harus menuju lokasi yang cukup jauh.
  2. Sebagai negara yang multi suku, khazanah budaya di negeri inipun sangat beragam. Kita bisa melihat keberagaman kebudayaan itu dengan menyambangi perkampungan asli atau kampung adat di suatu daerah. Disana, kita akan merasakan secara langsung bagaimana kehidupan masyarakat yang masih menjaga nilai-nilai luhur budaya. Menariknya Indonesia, antar suku punya kebudayaan yang berbeda, bahkan di satu provinsi sekalipun. Inilah yang membuat mengeksplore lebih jauh Indonesia di Perkampungan adat tidak akan membosankan. Seperti di 10 Kampung Adat Terpopuler yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2017 berikut. Budaya baik berupa benda maupun bukan, menjadi magnet yang akan membuat wisatawan terpikat. Apalagi di era media sosial sekarang, pengembangan Kampung Adat sebagai bagian dari atraksi wisata dapat sangat menunjang peningkatan jumlah kunjungan wisata. 1.Desa Ensaid Panjang (Rumah Betang) – Kab. Sintang Kamu tertarik untuk melihat kehidupan masyarakat Suku Dayak Kalimantan? Satu tempat yang bisa kamu singgahi ialah Desa Ensaid Panjang, di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Jaraknya sekitar 27 km sebelah timur dari pusat kecamatan Kelam Permai, atau sekitar 58 km dari ibukota Kabupaten, dan atau sekitar 478 km dari ibukota Provinsi, Pontianak. Letak desa nya sendiri berada di kawasan hutan yang masih sangat alami sebagaimana kehidupan asli Suku Dayak. Rumah Betang di Desa Ensaid Panjang. Foto : Anyo Flores via panoramio.com Mencapai desa ini memang jauh dari Pontianak, butuh sekitar 9-10 jam untuk menuju Kota Sintang. Pontianak ke Sintang sendiri ada Bus dan Travel yang melayani rute tersebut. Selanjutnya dari Sintang dilanjutkan 1-2 jam untuk mencapai desa dengan jalan yang masih tidak begitu baik. Namun mengingat desa ini terus dikembangkan sebagai desa wisata, nampaknya tak lama kondisi aksesnya akan jauh lebih baik. Di Desa Ensaid Panjang ini, objek yang menjadi perhatian ialah rumah adatnya. Rumah Betang khas Suku Dayak bisa ditemukan di desa berpenghuni sekitar 500 orang ini. Rumah Betang memang memiliki keunikan arsitektur yang patut dibanggakan. Rumah berbentuk panggung tersebut berbentuk memanjang karena diisi tidak hanya satu Kepala Keluarga tapi terdiri atas beberapa bahkan bisa puluhan. Seperti Rumah Betang di Desa Endsaid Panjang ini yang ditempati oleh 88 orang dari 22 keluarga. Kegiatan menenun via colouringindonesia.com Berukuran 118 x 17 meter, Rumah Betang satu ini memiliki tinggi 12 meter. Ya, ciri khas Rumah Betang tua ialah tingginya yang benar-benar tinggi. Hal ini kabarnya selain untuk menghindari serangan hewan buas, juga dulu untuk menghindari serangan musuh. Jadi saat malam hari, tangga untuk menuju rumahpun akan dilepas sehingga tidak ada musuh yang bisa naik. Rumah Betang sendiri terdiri atas beberapa bagian. Bagian terdepan disebut ruai dimana diruang ini tidak ada sekat sehingga menjadi ruang berkumpul semua penghuni. Sedangkan ruang pribadi masing-masing keluarga berada di bagian kedua sampai keempat. Jika kamu ingin benar-benar lebih dekat dengan kehidupan warga, kamu bisa menginap di desa ini. Pengurus adat tidak menetapkan tarif khusus bagi wisatawan yang ingin tinggal sehingga kalian bisa mengira-ngira sendiri sesuai keihklasan. Kamu juga bisa membeli buah tangan asli berupa kain tenun yang memang dibuat langsung oleh kaum wanita Dayak disana. Harganya mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah berdasar ukuran. 2. Desa Tanimbar Kei – Kab. Maluku Tenggara Desa Tanimbar Kei berada di pulau bernama sama yang terletak di Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Desa ini memang terkenal berhasil menjaga kearifan budaya dan sejarah dalam kehidupan sosial mereka. Bahkan keyakinan beragama masyarakatnya juga berbeda-beda dengan mayoritas beragama Hindu, diikuti minoritas agama Kristen Protestan, Katolik dan Islam, namun semua bisa hidup rukun. via pasiarkei.wordpress.com Salah satu kearifan budaya yang ada di desa ini ialah sistem kepemimpinannya. Desa Tanimbar Kei dipimpin oleh dua raja yang masa kepemimpinannya diganti atau digilir setiap tiap tahun sekali. Gelar raja inipun dipegang oleh dua marga asli keturunan Tanimbar Kei yaitu Sarmaf dan Tabalubun. Peran raja sendiri ialah menyangkut penentuan dan pengaturan lahan garapan di darat dan laut. Kearifan lainnya juga tampak dari pembagian ruang desa dimana terdiri atas tiga pembagian tempat tinggal yaitu Ohoratan atau Kampung Atas, Tahat atau Kampung bawah, dan Lokasi Dusun Mun. Khusus Kampung atas, lokasi ini sangat disucikan oleh umat Hindu karena memiliki peninggalan sejarah seperti tempat suci, arca, meriam peninggalan belanda, dan lainnya. Karena suci, maka warga dilarang melakukan kebisingan disana, sehingga secara umum yang tinggal disana hanya khusus warga beragama Hindu. 3. Desa Tenganan Pegringsingan – Kab. Karangasem Mengeksplore Bali dengan cara berbeda bisa kamu lakukan dengan mengunjungi desa adat di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem satu ini. Desa Tenganan Pegringsingan merupakan salah satu dari desa Bali Aga, selain Trunyan dan Sembiran. Bali Aga artinya ialah desa yang masih mempertahankan pola hidup yang mengacu pada aturan tradisional yang diwariskan nenek moyang mereka. via dewey.petra.ac.id Sejarah asal desa ini memang tidak tertulis secara resmi selain dari cerita rakyat yang banyak versi, namun begitu, kearifan budaya yang ada nampaknya sudah bisa mencerminkan betapa desa ini masuk dalam jajaran desa tertua di Bali. Beberapa sistem adat yang masih dipegang tegun masyarakat Desa Tenganan ialah seperti sistem pemerintahan desa, hak tanah, hak sumber daya alam, pendidikan, upacara adat, dan perkawinan. Dalam hal keseharian, wisatawan dapat melihat langsung kehidupan warga desa yang kental dengan kegiatan gotong royong. Nuansa akrab menjadi hal lazim ditemui. Namun ada waktu terbaik untuk mengunjungi desa ini yaitu saat ada upacara adat yang biasanya diadakan pada bulan Januari, Februari, Juni, Juli, dan Desember. Satu tradisi unik salah satunya ialah mageret pandan atau perang pandan. Tradisi ini merupakan ritual untuk pemuda desa dimana mereka akan saling menyayat tubuh terkhusus punggung menggunakan duri-duri dari daun pandang. Setelahnya, luka sayatan akan diobati dengan obat tradisional dari bahan umbi-umbian. Obat yang berfungsi seperi antiseptik inipun akan menimbulkan rasa perih hingga akhirnya luka mengering sendiri setelah beberapa hari. Tradisi mageret pandan via desawisatatenganan.wordpress.com Selain dengan kehidupan sosial, tentu yang paling bisa dirasakan atau tepatnya dilihat langsung ialah dari bangunan-bangunannya. Nuansa Bali di desa ini punya sentuhan yang berbeda dibanding tempat lain. Bangunan memiliki struktur bahan dari mulai batu sungai, batu merah, tanah, dan kayu dengan atap jerami. Tak hanya bangunan rumah warga, balai pertemuan dan pura juga dibangun dengan arsitektur yang mirip. Namun sayangnya wisatawan tidak bisa menginap di Desa Tenganan. Izin untuk bisa bermalam disana harus melalui pemangku adat namun akan sangat susah didapat apalagi hanya sekedar kunjungan wisata. 4. Desa Wisata Setulang – Kab. Malinau Foto : aan hartono via kompasiana.com Lebih jauh, cobalah berwisata ke provinsi termuda, Kalimantan Utara. Di sana ada satu desa wisata yang patut menjadi pilihan yaitu bernama Desa Setulang di Kecamatan Malinau Selatan Hilir, Kabupaten Malinau. Berkunjung ke Desa Setulang akan membawa kita masuk ke kehidupan Suku Kenyah, salah satu bagian dari suku Dayak Kalimantan. Di desa ini juga masih bisa dilihat rumah adat dayak. Menariknya rumah adat ini memiliki detil yang sangat unik dan nyentrik. Satu Rumah adat dengan ukuran terbesar dan terpanjang merupakan Balai adat dan menjadi pusat kegiatan seni. Saat saat tertentu, biasanya memang diadakan pagelaran seni untuk para wisatawan. Selain bangunan rumah dan kebudayaan, bagian dari Desa Setulang yang sangat mereka banggakan ialah hutan alam nya yang masih asri. Hutan seluas 5.300 hektar itu menjadi bagian dari tanah adat yang dilindungi. 5. Kampung Adat Bena – Kab. Ngada Tanah flores memang sangat menarik. Selain keindahan alam, flores juga punya kebudayaan yang khas nan menarik. Jika ingin melihat langsung khazanah budaya tersebut, kamu bisa singgah ke Kampung Bena, tepatnya di Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, NTT. Via wisata.nttprov.go.id Kampung Bena adalah perkampungan megalitikum. Ya, kampung ini memang sudah sangat tua berusia lebih dari 1.200 tahun, namun masyarakatnya sangat arif menjaga kebudayaan yang diwariskan nenek moyang. Masyarakatnya sangat menjaga alam sekitar bahkan tidak terlihat ekploitasi alam. Terbukti dengan dibiarkannya kontur tanah berbukit yang memang lokasi desa sendiri berada di kaki Gunung Inere. Rumah-rumah mereka yang jumlahya hanya 40 rumah, berbentuk saling melingkar di area berkontur dengan badan kampung berbentuk memanjang dari utara ke selatan. Ditengah-tengah kampung, terdapat beberapa bangunan yang mereka sebut Bhaga dan Ngadhu. Untuk menuju desa ini bisa menggunakan kendaraan roda dua atau empat dengan jalan yang sudah beraspal namun berkelok-kelok khas dataran tinggi. Jika dari Kupang, kalian bisa naik Travel tujuan Kota Bajawa. Sampai di Bajawa bisa langsung dilanjutkan dengan naik ojek menuju desa ini sekitar setengah jam perjalanan. Kegiatan wisata sendiri diizinkan dari pukul 8 pagi sampai 5 sore. Tidak ada tiket resmi untuk masuk memang, tapi kamu harus mengisi buku tami dan sebaiknya memberikan donasi seiklhasnya di kotak yang sudah disediakan. Perlu diperhatikan juga bahwa tidak ada penginapan dan rumah makan di sekitar desa. Biasanya wisatawan yang terpaksa bermalam, akan menginap dan makan di Kota Bajawa. Apalagi untuk Muslim, untuk menjaga kehalalan, bisa membeli makan di Kota Bajawa saja karena ada beberapa rumah makan padang disana. 6. Kampung Terapung Suku Bajo – Kab. Wakatobi Hal yang menjadi incaran wisatawan ke Wakatobi tentunya ialah alam bawah lautnya. Tapi sekarang cobalah untuk juga melihat kehidupan tradisional asli Suku Bajo di sepanjang pesisir pantau Kepualaun Wakatobi, seperti di Pulau Kaledupa, dan Pulau Wangi-wangi. via http://korem143.kodam-wirabuana.mil.id Perkampungan Suku Bajp ini memang unik karena rumah-rumahnya dibangun diatas laut sehingga nampak terapung. Tentu ini tidak terlepas dari mata pencaharian warga dimana sejak nenek moyang merekapun adalah nelayan yang kehidupannya tak bisa jauh dari laut. Mereka menjadikan laut bak daratan dimana tidak hanya rumah, tetapi jalan penghubung seperti jembatan kayu juga dibuat. Persis seperti sebuah perkampungan darat biasa. Kampung Suku Bajo di Desa Sama Bahari, Kecamatan Kaledupa misalnya. Disana hiudp sekitar 400 kepala keluarga. Perkampungannya bahkan terpisah dari daratan hingga sekitar 2 km. Dengan luas mencapai 25 hektar, mereka membangun rumah dan jalan dari kayu. Untuk beraktivitas selain dengan melalui jalan atau jembatan kayu, mereka juga biasa menggunakan sampan. Bagaimana dengan listrik? Karena jauh dari darat, mereka menggunakan genset sebagai sumber aliran listriknya. Itupun hanya untuk malam hari. 7. Desa Wisata Kakilangit Mangunan Dlingo – Kab. Bantul Via http://jogja.tribunnews.com Desa wisata satu ini tengah populer bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Desa Mangunan Dlingo di Kabupaten Bantul ini memiliki beberapa objek menarik untuk wiasata diantaranya yaitu Watu Lawang, Seribu Batu, Bukit Panguk Kadiwung, Kebun Buah Mangunan, Hutan Pinus, dan Kampung Limasan. Setiap objek punya ciri khasnya sendiri sehingga tidak akan membosankan. Tentunya kampung adatnyalah yamg masuk dalam kategori ini. Di kampung adat ini terdiri atas rumah-rumah tradisional dengan aktivitas kebudayaan warga seperti bermain gamelan. Kalau kamu mau menginap di desa ini pun bisa lantaran sudah disediakan 20 kamar di beberapa rumah tradisional. Ada juga penginapan komunal berupa satu rumah yang bisa dihuni untuk 40 orang. Secara khusus memang Desa Mangunan kini dikonsep menjadi desa wisata sehingga hasilnya pun memang sesuai untuk kegiatan wisata. Banyak wisatawan yang sengaja datang karena tertarik oleh tenarnya lokasi desa wisata kaki langit ini di media sosial. Bahkan baru-baru ini, Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama juga dikabarkan berkunjung ke sana, loh dalam lawatan liburannya ke Yogyakarta. 8. Kete Kesu – Kab. Tana Toraja Tana Toraja memang sudah sangat terkenal sebagai destinasi wisata budaya. Satu desa wisata yang begitu kental dengan kehidupan tradisionalnya itu ialah Kete Kesu yang berada sekitar 5 km di bagian tenggara Rantepao, ibukota Kabupaten Toraja Utara. Foto : yunanithebest Via flickr.com Hal menarik dari Kete Kesu tentunya ialah rumah adat Tana Toraja yaitu Rumah Tongkonan. Bentuk arsitekturnya yang unik dan khas menjadikan barisan rumah yang ada sangat menarik perhatian dan cocok untuk diabadikan dalam kamera. Di salah satu rumah tersebut, terdapat museum yang berisi koleksi benda adat kuno Toraja, mulai dari senjata, keramik, kain dari Tiongkok, ukiran, patung, dan termasuk bendera merah putih yang kabarnya merupakan bendera pertama yang dikibarkan di Toraja. Desa Kete Kesu merupakan kawasan cagar budaya karena selain benda fisik peninggalan budaya, kehidupan warganya juga masih sangat kental dengan nilai-nilai tradisional warisan nenek moyang. Contohnya juga ialah upacara adat seperti ritual pemakaman, upacara memasuki rumah baru, dan ritual lain. Kamu yang datang juga bisa mengunjungi kuburan adat di sana. Kuburan tersebut ialah berupa peti-peti jasad yang tergantung di tebing. Uniknya, peti-peti itu memiliki beragam bentuk seperti perahu, atau ukiran hewan yang menghiasi dindingnya. Namun sekarang masyarakat Toraja tidak lagi menggantung peti di tebing melainkan dimasukkan ke dalam gua. Bagi wisaratawan, biaya masuk ke Desa Kete Kesu ialah sebesar Rp 10 ribu saja. Selain menikmati suasana khas tradisional, kamu juga jangan sampai melewatkan membeli buah tangan. Disana ada sederet toko souvenir yang dibuka oleh warga desa. 9. Perkampungan Budaya Betawi – Kota Jakarta Selatan Salah satu rumah adat betawi di Setu Babakan Via Tribunnews.com/Valdy Arief Suka tidak suka, mau tidak mau, perkembangan zaman membuat nilai-nilai budaya dan termasuk bukti fisik peninggalan budaya terusir bahkan dari rumahnya sendiri. Karenanya perlindungan akan perkampungan adat menjadi mutlak dilakukan. Nah, untuk kamu yang di Jakarta, sebelum jauh mengeksplore ke pelosok negeri, ada baiknya juga mengenali dulu kebudayaan asli Betawi seperti yang ada di Kawasan Pusat Perkempungan Budaya Betawi, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, atau biasa dikenal dengan kawasan Setu Babakan. Menyambangi perkampungan ini memang seolah membawa wisatawan ke lorong waktu. Hiruk pikuk kemodernan Jakarta seperti tak tampak disini. Nuansa asri dengan rumah-rumah adat menjadi pemandangan umum yang bisa dilihat disetiap sudut. Tak hanya itu, kuliner khas Betawi dan jajanan masa lalu juga bisa ditemui di Kampung Cagar budaya tersebut. Jangan lewatkan pula menyaksikan pagelaran seni yang biasa dilakukan setiap hari Minggu siang. 10. Saribu Rumah Gadang – Koto Baru Sungai Pagu Menyambangi Sumatera Barat tentu akan menemukan banyak bangunan berarsitektur khas Rumah Gadang. Tapi untuk menemukan perkampungan asli tradisional Minangkabau, kamu bisa mendatangi Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok Selatan, sekitar 150 km dari Kota Padang. Via minangtourism.com Memasuki kawasan kampung, pengunjung sudah akan disambut dengan ratusan rumah adat Minang alias Rumah Gadang di sepanjang jalan kampung. Arsitekturnya yang khas dengan atap bak tanduk kerbau itu membuat pemandangannya sangat cantik. Nuansa klasik juga nampak karena penggunaan kayu untuk bangunannya yang kini sudah terlihat kesan tuanya. Menariknya lagi, Nagari Koto Baru ini dihuni oleh beragam suku seperti Melayu, Bariang, Durian, Kampai, Tigo Lareh, Panai, Koto Kaciak, dan Sikumbang. Setiap suku tersebut memiliki rumah gadang kaum nya sendiri. Namun meskipun beragam, nyatanya mereka tetap menjaga toleransi yang sudah diajarkan sejak dulu. Bagi wisatawan yang mau menginap, disana juga sudah disediakan homestay yang dikelola oleh masyarakat. Tentunya homestay nya tak lain tak bukan ialah rumah gadang itu sendiri.
  3. Indonesia adalah negeri kaya sejarah. Bahkan sejarah itu sudah dimulai sejak zaman prasejarah. Buktinya bisa dilihat dari jejak-jejak yang tertinggal atau biasa kita sebut Situs Sejarah. Dalam Ajang Anugerah Pesona Indonesia 2017 yang diprakarsai oleh Kementrian Pariwisata Indonesia, situs sejarah juga masuk menjadi salah satu kategori yang dilombakan. 10 situs sejarah terpopuler masuk menjadi nominator. Kesepuluh nominator inipun memiliki keberagaman masa, ada yang berasal dari era prasejarah, kerajaan, hingga kemerdekaan. Mau tahu dimana saja 10 Situs Sejarah Terpopuler itu? Sebelum kita ulik, jangan lupa juga untuk turut berpartisipasi di ajang tahunan bagi objek wisata Indonesia ini di situs ayojalanjalan.com/vote 1.Gambar Cadas Goa Karst – Kab. Kutai Kawasan Karst Sangkulirang di Kutai membentang seluas 1,8 juta hektar dengan 550ribu hektarnya merupakan kawasan ekosistem ini. Sangat-sangat luas memang sehingga menjadi potensi yang sangat berharga bagi pariwisata Indonesia. Lokasinya dikelilingi oleh dinding alam terjal, gua bawah tanah, dan perbukitan hijau. Mencapai lokasi ini memerlukan waktu sekitar 8-9 jam dari Kota Samarinda melewati Sangatta dan Bengalon. Via klikpenajam.com Dari kawasan Karst yang luas itu, satu bagian yang menarik ialah Gambar Cadas berupa cap telapak tangan di dinding-dinding goa. Ini dipercaya sebagai jejak manusia purba yang telah ada sekitar 10.000 tahun Sebelum Masehi. Lokasi gambar cadas inilah yang menjadi nominator untuk Situs Sejarah Terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia 2017. Gambar cadas peninggalan purba ini ditemukan oleh peneliti Prancis. Selain gambar atau lukisan cadas, mereka juga menemukan sejumlah bekas tempat pembakaran, patung, peralatan, perhiasan, bahkan guci menyebar dibanyak tempat di gua karst. Diduga hampir semua goa pernah ditinggali oleh peradaban manusia prasejarah. Karenanya juga kawasan Kars Sangkulirang ini sudah masuk daftar sementara warisan dunia UNESCO dan kawasan warisan geologi. 2. Istana Maimun – Kota Medan Ke Medan belum lengkap rasanya kalau tidak ke Istana Maimun. Lokasinya yang berada di pusat kota dan dekat dengan Masjid Raya Medan, membuat Istana Maimun sangat strategis untuk didatangi oleh siapa saja yang datang ke ibukota Sumatera Utara tersebut. Dok. pribadi Istana Maimun adalah situs sejarah peninggalan Kesultanan Deli. Pembangunannya berlangsung sejak tahun 1888 dan selesai tahun 1891. Istana ini terdiri atas dua lantai dan 3 bagian yaitu bangunan utama, bangunan sayap kiri, dan bangunan sayap kanan. Keunikan istana ini terdapat dari arsitekturnya yang merupakan perpaduan unsur-unsur budaya Melayu, dengan gaya Islam (timur tengah), Spanyol, India, dan Italia. Lambang atau ciri khas Melayu sangat tergambar dari warna utama Istana yaitu kuning. Warna Kuning juga merupakan warna kebesaran dari Kerajaan Deli Sumatera Utara. Pengunjung yang mau masuk ke dalam Istana cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 saja. Di bagian dalam, kita akan disuguhkan kemegahan interior dari mulai langit-langit, jendela, lampu, singgasana raja, dan ornamen lainnya. Pengunjung bahkan juga bisa menyewa pakaian adat Melayu untuk berfoto dengan harga hanya Rp 10ribu. Dibagian lain diluar bangunan utama Istana, ada sebuah bangunan kecil yang ternyata merupakan tempat disimpannya Meriam Puntung. Kisah Meriam Puntung sendiri cukup melegenda bagi warga Kota Medan. Hikayatnya, Merian Puntung adalah penjelmaan dari adik Putri Hijau dari Kerajaan Haru di tahun 1594. Cerita tentang kisah ini, bisa kamu temukan di banyak tulisan dan sumber. 3. Istana Siak Sri Indrapura – Kab. Siak Selain di Medan, peninggalan kesultanan Islam juga ada di Riau tepatnya di Kabupaten Siak. Istana Siak Sri Indrapura memang sudah cukup terkenal. Kemegahan istana peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang dibangun tahun 1889 sampai 1893 pada masa Sultan Syarif Hasyim tersebut memiliki bentuk arsitektur khas bercorak Melayu, Arab, dan Eropa. Via telertraveller.blogspot.com Masuk ke dalam istana, pengunjung dikenakan biaya masuk hanya sebesar Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak. Istana yang berlantai dua ini terdiri atas beberapa ruang. Setiap ruang punya ornamen-ornamen khas seperti lampu yang memberi kesan mewah. Kebanyakan, benda-benda Istana Siak didatangkan langsung dari Eropa, itulah yang menjadi sentuhan Eropa di istana ini. Sebelum masuk, pengunjung harus membuka alas kaki terlebih dahulu untuk menjaga kebersihan istana. Di bagian pertama, ruang tamu sultan akan menyambut dengan nuansa kerajaannya yang bisa terlihat dari meja panjang dan kursi-kursi bak sebuah ruang perjamuan. Tepat diujung meja, terdapat singgasana sultan yang kini ditempatkan dalam kotak kaca. Dibagian lain ada ruang bernama ruang gading dan kristal dimana disimpan replika mahkota sultan yang berlapis emas dan bertakhta berlian. Koleksi lain ialah hadiah pemberian dari Kaisar Tiongkok dan negara lain. Sebuah tangga menuju lantai kedua berbentuk melingkar juga menjadi perhatian lebih lantaran tangga ini tampak sangat mewah dengan ukiran yang detil. Warnanya yang didominasi warna kuning juga membuatnya sangat mencolok. Tapi tangga ini tidak digunakan untuk umum alias sudah menjadi bagian bersejarah. Di lantai dua, menjadi ruang tempat pameran foto-foto dan benda-benda peninggalan lainnya yang pernah dimiliki dan digunakan keluarga sultan. Disana juga tersimpan pedang, rompi anti peluru, dan sepatu permaisuri. 4. Komplek Situs Muarajambi – Kab. Muaro Jambi Siapa tak kenal Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan maritim terbesar dimasanya ini memiliki daerah kekuasaan yang luas dari Jawa, Sumatera, hingga Semenanjung Malaya. Situs peninggalannya berupa candi juga ternyata ditemukan di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Via otonomi.co.id Komplek Candi Muaro Jambi memiliki luas 3.981 hektar yang membuatnya menjadi komplek percandian Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara. Candi Muaro Jambi sendiri diperkirakan berasal dari abad ke 7 - 11 M dimana pertama kali ditemukan lagi pada tahun 1824 oleh seorang letnan Inggris, SC. Crooke. Saat ini ada delapan situs dari 82 situs candi yang sudah diekskavasi yaitu Candi Astono, Candi Tinggi, Candi Tinggi Satu, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, Candi Gedong Satu, Candi Gedong Dua, dan Candi Kedaton. Bagi pengunjung yang datang, pihak pengelola mematok tarif sebesar Rp 5 ribu saja untuk orang dewasa dan Rp 3 ribu untuk anak-anak. 5. Museum Joeang 45 – Kota Jakarta Pusat Sebuah bangunan peninggalan kolonial di Jakarta ini juga masuk menjadi nominator Situs Sejarah Terpopuler. Museum Joeng 45 yang menempati bangunan tua bernama Gedung Joeang 45 ini beralamatkam di Jalan Menteng Raya 31, Jakarta Pusat, hanya sekitar 100 m dari Patung Tani arah Jl. Cikini Raya. via shrayaresidence.com Bangunan Gedung Joeng 45 diperkirakan dibangun sekitar tahun 1920 sampai 1938 dimana awalnya digunakan sebagai bangunan Schomper Hotel. Pada masa pendudukan Jepang, bangunan ini digunakan sebagai markas program pendidikan politik dan dikenal dengan nama Gedung Menteng 31. Pengalihan fungsinya sebagai Museum sendiri baru diresmikan pada tahun 1974 oleh Presiden Soeharto setelah sebelumnya dilakukan renovasi. Museum Joeng 45 ini menyimpan koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia. Beberapa diantaranya ialah Mobil dinas Presiden Soekarno dan Wapres M. Hatta, Mobil pada peristiwa pemboman Cikini, serta foto-foto, lukisan, dan diorama dokumentasi perjuangan tahun 1945 sampai 1950an. Selain ruang pameran, Museum juga memiliki perpustakaan, ruang khusus anak-anak, foto studio, plaza outdoor untuk teater, bioskop untuk pemutaran film dokumenter perjuangan, dan toko souvenir. 6. Petilasan Kraton Pajang – Kota Solo Via nusantaranews.co Petilasan Kraton Pajang di Kota Solo adalah lokasi peninggalan Kerajaan Pajang yang diprakarsai keberadaannya oleh Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya. Kerajaan Pajang memang tidak berumur lama sejak berdirinya tahun 1568, tetapi kerajaan Islam ini cukup berperan dalam khazanah kerajaan di Jawa pada abd ke 16. Runtuhnya Kerajaan Pajang sendiri bersamaan dengan akhir Kekuasaan Sultan Hadiwijaya. Karena tidak memiliki penerus dan kehilangan pengaruh kekuasaan, jadilan kerajaan ini harus berakhir. Secara fisik bangunan, Kraton Pajang sudah tidak ada lagi. Sisa yang ada hanya berupa puing-puing pondasinya saja. Karenanya, dibuatlah petilasan ini sebagai replika akan bukti sejarah kerajaan Pajang dahulu. Adapun beberapa peninggalan asli yang masih ada saat ini ialah rakit kayu yang pernah dinaiki Jaka Tingkir saat melawan buaya, arca-arca, dan sebuah bongkahan batu tempat persemediaan Jaka Tingkir. Lokasi Petilasan Kratin Pajang sendiri berada di Jalan Joko Tingkir, Gang Benowo III, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartosuro, Sukoharjo, Kota Solo. 7. Pulau Sumsum – Kab. Pulau Morotai Sebuah pulau di Morotai, Maluku punya nilai sejarah yang tinggi sehingga masuk dalam Situs Sejarah di Indonesia. Pulau itu bernama Pulau Sumsum atau Zum-zum Mc. Arthur Island. Ya, pulau ini memang memiliki kedekatan dengan sosok Jenderal Mc Arthur yang merupakan pemimpin pasukan sekutu dalam peperangan di kawasan Asia Pasifik. Via http://tips-wisata-indonesia.blogspot.co.id Di pulau yang hanya berjarak sekitar 8 km dari Kota Daruba, ibukota Kabupaten Pulau Morotai inilah pasukan Amerika bersembunyi saat Perang Dunia II. Di sini juga, Jenderal Mc Arthur memberi perintah untuk mengebom Hiroshima dan Nagasaki. Beberapa bekas peninggalan yang bersentuhan dengan Mc Arthur dan pasukan perang ialah puing bekas rumah tinggal dari Mc Arthur, gua tempat persembunyian Mc Arthur yang juga menjadi pusat komando dan tempat pendaratan tank amfibi, serta ada juga bekas helipad yang berada di bibir pantai. Untuk mengenang sosok Mc Arthur dibuatlah juga sebuah monumen patung beliau. Untuk menuju Pulau Sumsum ialah dengan menyewa kapal cepat hanya perorangnya hanya seharga sekitar Rp 10.000. Pulau ini memang tengah dikembangkan kembali sebagai destinasi wisata Morotai yang memang sudah dikenal sebagai tujuan wisata bahari. Pulau Sumsum sendiri juga indah dengan pantai berpasir putihnya. 8. Rumah Betang Tumbang Gagu – Kab. Kotawaringin Timur Sebuah rumah tradisional tua di Kalimantan Tengah juga masuk dalam Situs Sejarah yang patut dijaga kelestariannya. Rumah bernama Betang di Tumbang Gagu ini adalah peninggalan asli suku Dayak Kalimantan. Dibangun tahun 1870 dan ditempati pertama pada tahun 1878, diawalnya rumah ini ditempati oleh enam kepala keluarga yang mendirikan rumah tersebut. Tidak hanya sebagai rumah tinggal, Rumah Betang juga difungsikan sebagai tempat perlindungan dari binatang buas dan pertemuan musyawarah adat. Memang salah satu pendiri dan penghuni rumah ini adalah sosok penting tokoh masyarakat Dayak Tumbang Gagu. Via jokar.com.a Bangunan rumah sendiri dibangun di lahan seluas 1.880 meter persegi dengan bentuk persegi panjang. Ukuran panjang bangunan ialah 58,7 meter, lebar 26,4 meter, dan tinggi 15,68 meter. Bahan kayunya sendiri ialah dari Kayu Ulin atau juga biasa disebut Kayu Besi. Kayu jenis ini memang terkenal kuat dan merupakan tanaman endemik di hutan Kalimantan dan Sumatera. Lokasi Rumah Betang Tumbang Gagu berada di hulu Kabupaten Katingan, Desa Tumbang Gagu, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Menuju lokasi ini bisa melalui beberapa cara. Salah satunya ialah dari Palangkaraya menuju Kasongan melalui jalur darat sejauh sekitar 84 km. Dari sana dilanjutkan dengan naik kapal cepat ke Tumbang Samba yang berjarak 128 km. Karena memakan waktu lama, pilihan terbaik ialah dengan menginap dulu di Tumbang Samba ini. Esoknya baru melanjutkan lagi perjalanan dengan perahu atau kapal menuju Desa Penda Tanggaring. Dari sana perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki 7 km melalui kebun karet dan buah. 9. Situs Gunung Padang – Kab. Cianjur Situs Gunung Padang di Cianjur memang tengah naik daun setidaknya beberapa tahun silam. Situs ini memang menjadi hits lantaran dikabarkan memiliki besar melebihi Piramida Giza di Mesir. Meskipun sebenarnya Situs Gunung Padang bukanlah piramida, karena ini merupakan punden berundak yang berasar penelitian terdiri atas lima teras dengan undakannya masing-masing. Sampai saat ini pun, penggalian dan penelitian oleh para ahli terus dilakukan untuk membuktikan seperti apa sebenarnya gunung padang ini. Via pelangi-1ndonesia.blogspot.com Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan masa Megalitikum. Diperkirakan fungsinya ialah sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat yang bermukim disana pada sekitar 2000 tahun SM. Hasil penelitian bahkan menyebutkan adanya pelibatan musik dari beberapa batu megalitikum yang ada. Keunikan dari situs ini yang sekarang menjadi daya tarik ialah tersebarnya bebatuan megalitikum di atas bukit. Ya, lokasinya memang berada di atas bukit dan bisa didaki dengan menaiki anak tangga yang sudah disediakan. Pemandangan dari atas bukitnya sendiri memang memukau karena tak hanya dari sebaran bebatuan tetapi juga dari panorama lanskap pegunungan yang tersaji didepan mata. Berlokasi di Dusun Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjut, Situs Gunung Padang bisa ditempuh dari Kota Cainjur menuju jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Dari Jalan Raya ini, kalian bisa memilih dua rute yaitu Pal Dua dan Tegal Sereh. Jika dari Pal Dua, maka harus menuju Desa Warungkondang, Dari desa ini lalu belok kanan menuju Cipadang-Cibokor-Lempengan-Pal Dua-Ciwangin-Cimanggu dan sampai di Dusun Gunung Padang. Jika menggunakan pilihan rute Tegal Serehm kalian harus menuju Desa Sukaraja lalu belok kiri ke Cireungas-Cibanteng-Rawabesar-Sukamukti-Cipanggulan dan terakhir sampai di Dusun Gunung Padang. 10. Tapurarang – Kab. Fakfak Jauh menuju daratan Papua tepatnya di Kabupaten Fakfak, ternyata ada juga situs purbakala yang serupa dengan Goa Karst Kutai yaitu berupa Gambar Cadas. Bedanya, situs purbakala di Fakfak ini berada di tebing tepi laut. Via ksmtour.com Objek lukisan yang ada dibadan tebing ini beragam. Ada gambar tangan, wajah manusia, mata, cicak, lumba-lumba, tumbuhan, hingga bumerang. Teknik yang digunakan nampak seperti semburan dimana semburan itu menjadi tepian dari masing-masing objek. Warnanya merah dan kuning yang dipastikan berasal dari pewarna alami. Bahkan warna merah pada gambar itu diyakini warga berasal dari darah manusia sehingga sering juga disebut lukisan cap tangan darah. Untuk menuju lokasi situs yang berada di Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat ini, kita harus menempuhnya dengan jalan darat dan air. Perjalanan darat dimulai dari Kota Fakfak menuju Dermaga Ubadari selama sekitar 2 jam. Lalu dilanjutkan dengan naik perahu yang juga memakan waktu sekitar 2 jam untuk bisa tiba langsung di tebing situs.
  4. Alam Indonesia yang beragam konturnya membuat negeri ini memiliki variasi lanskap untuk dinikmati. Kamu yang suka wisata alam baik itu bawah laut, pantai, lembah, hingga pegunungan tak perlu jauh mencari kebelahan bumi lain, karena semuanya sudah ada di pertiwi ini, bahkan sudah sangat diakui oleh dunia keindahannya. Terkhusus untuk kamu pecinta wisata dataran tinggi, mungkin 10 nominator yang masuk dalam kategori Dataran Tinggi Terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia 2017 bisa menjadi referensi. Bahkan bisa dikatakan ke 10 nominatornya adalah lokasi-lokasi tengah populer selain Dieng misalkan yang memang sudah lama dikenal. Kira-kira dimana saja? Pernahkah kamu ke salah satu atau beberapanya? 1.Bukit Kelam – Kab. Sintang Kalau di Australia ada Ayers Rock, maka Indonesia punya Bukit Kelam. Ya, Bukit Kelam sama halnya dengan Ayers Rock Australia yang terkenal itu. Keduanya sama-sama merupakan batu monolit raksasa. Bedanya, Ayers Rock sudah dikenal mendunia, sedangkan Bukit Kelam belum sepopuler itu bahkan bagi orang Indonesia sendiri, padahal Bukit Kelam punya dimensi lebih besar. Via telusurindonesia.com Bukit Kelam berada di Kecamatan Kelam Permai, sekitar 20 km dari pusat Kota Sintang, atau sekitar 395 km dari Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Batu raksasa ini membentang dari barat ke timur diantara dua sungai besar yaitu Sungai Melawi dan Sungai Kapuas. Bukit ini yang tinggi membuatnya bisa dilihat dari berbagai wilayah sekitar. Menariknya setiap sudut pandang akan memberikan pemandangan bentuk bukit yang berbeda. Jika kamu punya waktu dan tenaga lebih, tak ada salahnya juga untuk izin mendaki keatas bukit dengan membayar retiribusi sebesar Rp 20 ribu saja. Jalur pendakiannya tidak begitu sulit dan bisa ditempuh sekitar 4-5 jam. Bahkan disisi barat juga sudah disediakan tangga besi yang memiliki kemiringan hingga 90 derajat. Camping diatas buktipun dimungkinkan asalkan tentunya menyiapkan perbekalan. Apalagi suhu diatas bukit saat malam bisa mencapai hanya 10 derajat celcius. 2. Bukit Khayangan – Kota Sungai Penuh Jika kamu berlibur ke Jambi, sempatkan pula mendatangi Kerinci sebagai satu destinasi wisata alam populer. Di Kerinci tepatnya di Kota Sungai Penuh, kamu juga harus menyempatkan untuk menuju Bukit Khayangan. Pemandangan Berkabut dari Bukit Khayangan (Foto Disparbud Kota Sungai Penuh) Bukit Khayangan berada di Selatan Kota Sungai Penuh yaitu Desa Renah Kayu Ambun. Perjalanan menuju gerbang wisata Bukit Kayangan tidaklah sulit karena jalannya sudah beraspal dan bisa ditempuh dengan motor atau mobil dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Sungai Penuh. Bukit Khayangan sendiri menjadi satu rangkaian dari bukit barisan. Tak perlu diragukan lagi, kondisi ini membuat pemandangan alam yang terlihat dari atas bukit adalah pemandangan perbukitan yang berbaris-baris dan berlapis-lapis. Dalam kondisi cuaca cerah, pemandangan permukiman warga diantara hijaunya alam bisa dilihat dari atas bukit. Tetapi saat cuaca berkabutpun, keeskotisan pemandanganya juga tak kalah menakjubkan. Kita bak berada di atas awan dimana perbukitan seolah menerobos tebalnya kabut. Mungkin ini juga alasan bukit ini disebut Khayangan karena kita seolah berada di atas khayangan. Sebagaimana layaknya puncak bukit, Bukit Khayangan juga menjadi lokasi terbaik melihat sunrise. Karenanya kalian bisa datang sesubuh mungkin kepuncaknya atau jika perlu juga bisa camping disana. 3. Bukit Seribu Bintang – Kab. Kuningan Memandangi alam dari ketinggian memang suatu pengalaman yamg menarik. Tak heran jika ada saja spot panorama ketinggian baru yang tereksplore. Seperti yang ada di Kabupaten Kuningan ini. Namanya Bukit Seribu Bintang yang baru resmi dibuka pertengahan tahun 2016 lalu. via ngadem.com Bukit Seribu Bintang adalah tempat terbaik menikmati pemandangan alam dengan latar Gunung Cermai. Menikmati panorama ini sangat cocok untuk menginap disana. Hal ini karena pemandangan terbaik ialah saat malam dan pagi hari. Fasilitas camping groundpun memang sudah tersedia disana sehingga tak perlu ragu dan repot. Selain itu, fasilitas lain yang tersedia ialah seperti Taman Edelweiss, gardu pandang, gazebo, dan lainnya, Fasilitas pendukung juga disediakan seperti lahan parkir, toilet, warung makan dan termasuk penginapan untuk memberi kenyamanan pengunjung. Harga tiket masuk Bukit Seribu Bintang memang terbilang tinggi dibanding objek wisata alam lain. Pengelola mematok tarif Rp 50 ribu untuk anak sekolah TK sampai SMP, Rp 75 ribu untuk anak sekolah SMA dan Mahasiswa, sedangkan untuk umum sebesar Rp 100 ribu. Harga yang tinggi memang tetapi cukup sebanding dengan pemandangan dan fasilitasnya. Apalagi memang untuk menuju lokasi harus menggunakan mobil offroad. Bukit diketinggian sekitar 1000 mdpl ini sendiri berada di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan. Letaknya sekitar 9 km dari Wisata Batuluhur. Seperti yang sudah dikatakan diatas, untuk menuju lokasi ini harus menggunakan mobil 4WD atau mobil offroad lantaran kondisi jalan yang ekstrem memasuki wilayah Taman Nasional Gunung Ciremai. Fasilitas mobil ini disediakan pengelola dari mulai lokasi pembelian tiket masuk Bukit Seribu Bintang di Batuluhur. Waktu tempuh perjalanan offroad ini sendiri ialah sekitar 40 sampai 60 menit. 4. Bukit Ngade Danau Laguna – Kota Ternate Satu lagi lokasi yang tengah hits di Ternater terkhusus bagi kawula muda yang sengaja berburu lokasi selfie. Lokasi itu ialah sebuah Bukit yang berada di tepi Danau Laguna, Kota Ternate. Bukit bernama Ngade itu memang menjadi spot terbaik untuk menikmati pemandangan alam terutama panorama Danau Laguna dari ketinggian. Via http://travellersindo.blogspot.co.id Untuk bisa sampai di Bukit Ngade tidak sulit karena hanya berjarak sekitar 8 km dari pusat Kota Ternate dan bisa dituju dengan kendaraan roa dua atau empat sekitar 20 menit saja. Alamat persisnya ialah di Desa Ngade, Kelurahan Fitu, Kota Ternate. Sebelum masuk ke kawasan bukit, pengunjung harus membayar tiket masuk yang hanya sebesar Rp 3 ribu saja. Keunggulan dari pemandangan Bukit Ngade ini ialah karena dari sana pengunjung bisa melihat Danau Laguna, laut, dan gunung. Ya, Danau Laguna sendiri memang sebagaimana namanya menjadi laguna dari air laut. Danau dan laut hanya terpisahkan sedikit daratan yang merupakan jalan raya. Pemandangan Gunung sendiri berasal dari Pulau Maitara dan Pulau Tidore yang berada di seberang laut. Panorama lanskap yang memang unik. Apalagi sekarang sudah dibuat sebuah dek pandang dari kayu yang menjorok di atas tebing. Disanalah spot terbaik untuk berfoto dan dari sana pula Bukit Ngade ini terkenal lantaran postingan foto dari para pengunjung yang setiap harinya bisa ratusan orang yang datang. 5. Gunung Daik – Kab. Lingga Kalau kamu orang Kepulauan Riau atau mau wisata ke Kepulauan Riau, coba mampir ke Kabupaten Lingga. Kabupaten yang terdiri atas beberapa pulau ini punya satu objek wisata yang kini namanya mulai dikenal luas sebagai destinasi wisata andalan yaitu Gunung Daik. Tampak dari kejauhan tiga puncak Gunung Daik Via awalinfo.blogspot.com Berada di Pulau Lingga, Gunung Daik sebenarnya sudah sangat melegenda di tanah Melayu. Bahkan nama gunung ini digunakan dalam salah satu pantun terkenal Melayu yang syairnya sebagai berikut : “Pulau Pandan jauh di tengah, Gunung Daik bercabang tiga, Hancur badan dikandung tanah, Budi baik dikenang juga”. Bagaimana? Tidak asing kan dengan isi pantunnya? Seperti isi pantun itu, Gunung Daik memang bercabang tiga yaitu puncaknya. Gunung setinggi 1.165 mdpl ini memiliki tiga puncak yaitu Puncak Gunung Daik, Gunung Pejantan, dan Gunung Cindai Menangis. Bagaimana terjadinya tiga puncak ini juga yang akhirnya menjadi misteri dikalangan warga sekitar. Cerita-cerita legendapun hadir dikalangan masyarakat. Untuk menuju Pulau Lingga, aksesnya ialah via Pulau Bintan di Pelabuhan Kota Tanjung Pinang. Kapal cepat menuju Lingga sendiri hanya tersedia pagi dan siang hari dengan pelayaran sekitar 4 jam. Pelabuhan tempat kapal bersandar di Pulau Lingga ialah Pelabuhan Tanjung Buton. Dari sana, kalian bisa menggunakan ojek atau menyewa kendaraan untuk bisa menuju pusat kota. Pemandangan Kota Daik berlatar Gunung Daik via bestahumendala.blogspot.co.id Jika kamu tertarik untuk mendaki, ada baiknya kamu mengunjungi dulu Museum Mini Linggam Cahaya Daik-Lingga. Disana kalian bisa mendapat informasi seputar pendakian gunung termasuk untuk meminta izin mendaki dan juga mencari pemandu. Pendakian ke Gunung Daik sebaiknya ditemani pemandu karena treknya yang masih sangat alami. Meskipun tidak begitu tinggi, rute dan kondisi alam di sana terbilang ekstrem untuk pendaki apalagi yang bukan berpengalaman. Perlu juga diketahui bahwa sampai saat hanya ada satu tim yang tercatat berhasil sampai di puncak gunung, itupun oleh Bule di tahun 1998. Setelah itu, tidak ada lagi yang benar-benar berhasil sampai ke puncak dengan banyak alasan terutama kondisi alam yang tidak memungkinkan. Biasanya titik tertinggi yang bisa dicapai pendaki ialah di area bernama Kandang Babi. Setelahnya, jalurnya sangat ekstrem mencapai kemiringan 90 derajat. Itulah Gunung Daik yang mungkin bagi pendaki profesional nampak kecil hanya 1.165 mdpl, tapi nyatanya sulit ditaklukkan. 6. Gunung Tambora – Kab. Dompu Nama Gunung Tambora memang sudah sangat dikenal. Bahkan gunung ini pernah meletus dahsyat tahun 1815 yang dampak setelahnya bahkan dirasakan hingga keberbagai belahan dunia dalam beberapa tahun karena adanya perubahan iklim dunia akibat debu yang dihasilkan via http://blog.cozmeed.com Pesona Gunung Tambora memang menarik. Tak hanya soal sejarah letusannya yang berdampak ke banyak hal, tetapi juga lantaran keindahan dari gunung itu sendiri. Tak heran jika akhirnya banyak pendaki yang berusaha untuk menaklukkan puncaknya di ketinggian 2.850 mdpl. Gunung di Pulau Sumbawa ini menggoda untuk didaku salah satunya karena kawah atau kaldera besar di puncaknya. Kaldera ini bahkan memiliki diameter mencapai 7 km dengan kedalaman hampir 1 km. Terbayang betapa menakjubkanya pemandangan di atas puncak tersebut. Bagi pendaki, ada dua jalur yang bisa dipilih. Pertama dari Desa Doro Mboha di sisi tenggara, dan kedua dari Desa Pancasila di sisi barat laut. Umumnya jalur Desa Pancasila lebih banyak digunakan oleh pendaki lantaran dianggap lebih mudah. Untuk menuju Desa Pancasila sendiri memang akan lebih mudah jika menyewa kendaraan. Dari Bima perjalanan memakan waktu sekitar 6-7 jam. Tapi jika tidak menggunakan kendaraan pribadi, kamu juga bisa naik bus jurusan Dompu, lalu dilanjutkan naik bus ke Calabai dan terakhir dilanjutkan dengan naik ojek ke Desa Pancasila. 7. Kalibiru – Kab. Kulon Progo Via tempatwisatajogja.net Wisata alam Kaliburu di Kulon Progo, Yogyakarta namanya memang sudah cukup populer setidaknya beberapa tahun belakang. Boomingnya Kaliburu tak lain tak bukan juga karena postingan di media sosial oleh para pengunjung. Spot yang sangat hits di awalnya ialah menara pandang seperti rumah pohon yang menghadap langsung dengan lanskap hijau, perbukitan, dan danau. Untuk bisa berfoto disana, pengunjung cukup membayar Rp 10.000 perorang. Tetapi untuk bisa mendapat foto dilokasi hits tersebut, pengunjung harus sabar antri bahkan mungkin bisa berjam-jam terutama saat liburan. Sebenarnya ada satu lagi menara pandang pohon yang ada. Letaknya justru lebih di atas. Tetapi ini dikelola oleh pihak Outbond sehingga yang bisa kesana ialah pengunjung yang mau outbond berupa jembatan gantung dan flying fox. Biayanya sebesar Rp 35 ribu sudah termasuk outbond dan tentunya foto di menara pandang itu. Biasanya, lokasi ini lebih sepi sehingga tidak perlu mengantri lama. Untuk menuju Kalibiru tidak sulit karena sudah sangat terkenal. Dari Jogja, kamu bisa ikuti jalur menuju Wetas lalu Waduk Sermo atau dari Jogja ke Sentolo lalu Waduh Sermo. 8. Malino – Kab. Gowa Malino dikenal sebagai wisata dataran tinggi atau pegunungan ala Sulawesi Selatan. Malino yang berudara sejuk khas dataran tinggi ini memiliki banyak lokasi wisata menarik seperti hutan pinus, air terjun, kebun teh, lereng pegunungan, Lembah Biru, dan bahkan bungker peninggalan Jepang. Via makassar.tribunnews.com Satu kawasan wajib ketika ke Malino sendiri ialah wisata kebun teh yang dikelola korporasi Malino Highland. Untuk masuk ke kawasan perkebunan seluas 200 hektar tersebut pengunjung harus membayar tiket sebesar Rp 50.000. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati udara sejuk dengan pemandangan lanskap yang indah, tetapi juga bisa menikmati teh hijau khas Malino di satu cafe yang ada di tengah perkebunan teh. Selain itu, ada juga aktivitas memetik bunga di area kebun bunga yang ada disana. Ya, Malino juga menjuluki diri sebagai Kota Bunga lantaran banyak bunga yang bisa dikembangkan disana. Malino sendiri berada di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, sekitar 90 km dari Kota Makassar. Perjalanan dari Makassar menuju Malino tidak sulit dan berat karena kondisi jalan yang sudah sangat baik. Hanya saja kehati-hatian harus tetap dijaga lantaran sebagai kawasan dataran tinggi, tentu jalan menuju Malino adalah tanjakan dengan banyak tikungan. 9. Mamullu – Kab. Mamasa Via amp.kaskus.co.id Provinsi Sulawesi Barat punya satu lokasi wisata yang patut diperhitungkan. Letaknya di Kabupaten Mamasa yang memang dikenal dan dicanangkan sebagai Kota Wisata Sulbar. Salah satu lokasi terbaik yang dimiliki Mamasa ialah di Desa Mamullu, Kecamatan Pana. Desa ini dikenal sebagai ‘Negeri di atas awan’ nya Mamasa. Sayangnya untuk menuju Mamullu jalannya tidak begitu mulus. Namun begitu, pemandangan alam yang tersaji akan jauh lebih menggoda. Kamu bisa menuju ke salah satu perbukitan yang ada disana dan bisa melihat pemandangan alam luas pegunungan. Selain itu, saat berkabut apalagi pagi, pemandangan hamparan kabut dibawah bukit akan membuat istilah Negeri di atas awan itu benar-benar nyata. 10. Puncak Rembangan – Kab. Jember Via wisatajatim.com Puncak Rembangan menjadi salah satu wisata andalan yang tengah populer di Jember. Ya, ternyata Jember juga punya dataran tinggi yang memiliki pesona alam yang memukau. Lokasi ini sangat cocok untuk berlibur bersama keluarga atau teman. Cuacanya yang sejuk di ketinggian sekitar 650 mdpl tentu menjadi alasan tepat untuk datang kesini. Apalagi lokasinya yang mudah dijamgkau, hanya sekitar 15 km saja di utara Kota Jember. Puncak Rembangan sebenarnya sudah ada di era Belanda. Tetapi memang namanya baru mulai hits lagi beberapa tahun belakang. Ditambah dengan semakin banyaknya fasilitas yang dibangun termasuk perkebunan buah yang dibuka untuk umum, jadilah Puncak Rembangan menjadi favorit warga Jember dan sekitarnya. Pemandangan puncak Rembangan juga sangat menjanjikan saat malam hari. Dari sini, kemerlap lampu Kota Jember bisa jelas terlihat. Ketika subuh mulai datang, sunrise juga menjadi hal yang patut dilihat.
  5. Daya tarik suatu lokasi atau obyek wisata tak hanya dipengaruhi soal keunikan dan keindahannya. Faktor lain seperti kebersihan juga bisa menjadi alasan orang untuk datang kesana, karena semua itu menyangkut pula dengan kenyamanan pengunjung untuk betah berlama-lama di lokasi atau obyek tersebut. Di Anugerah Pesona Indonesia 2017 yang digagas Kementrian Pariwisata Indonesia, ternyata ada juga kategori yang secara khusus menyoroti obyek wisata populer yang terkenal bersih. Ini tentu bisa menjadi poin lebih bagi tempat tersebut selain juga untuk mempengaruhi tempat-tempat lain agar turut mencontoh ke 10 oyek wisata yang masuk dalam nominasi ini. Lantas, dimana sajakah obyek wisata yang masuk dalam Kategori Obyek Wisata Bersih Terpopuler di ajang Anugerah Pesona Indonesia 2017 tersebut? 1.Danau Sebangau – Kota Palangkaraya Jika kamu ke Kalimantan Tengah tepatnya Kota Palangkaraya, kamu bisa sempatkan untuk singgah ke obyek wisata alam satu ini. Namanya Danau Sebangau atau dikenal juga dengan sebutan Dermaga Kereng Bangkirai. Via bappeda.palangkaraya.co.id Beralamatkan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, tak sulit untuk menuju lokasi danau ini yang berjarak sekitar 11 km dari Pusat Kota Palangkaraya. Sebenarnya area ini juga tidak sepenuhnya seperti danau karena areal perairan disini adalah anak sungai yang cukup luas sehingga mirip danau. Bahkan nama persisnya juga tidak ada, namun karena areanya berada di Kecamatan Sebangau, maka dari itu akhirnya disebut Danau Sebangau meskipun jauh lebih populer orang mengenalnya dengan nama Dermaga Kereng Bangkirai. Ya, keindahan danau berarus tenang dengan pemandangan vegetasi hijua disekelilingnya semakin cantik lantaran dibangun dermaga oleh Dinas Perhubungan Kota Palangkaraya. Dermaga kayu ini terlihat sangat indah dengan dibuatnya spot pondok kecil dengan atap berbentuk atap rumah adat. Selain itu ada juga bangunan seperti tribun penonton yang juga memiliki bentuk tradisional. Ini merupakan tribun yang digunakan untuk kegiatan olahraga lantaran di danau ini pernah diadakan kejuaraan Nasional Dayung. Disis lain, ada juga satu rumah panggung tradisional yang nampak sudah sangat tua yang juga bisa menjadi daya tarik. Wahana permainan di Danau Sebangau via beritasampit.co.id Masih di kawasan tepi danau, sekarang juga sudah ditata dan dihiasi dengan permukiman pelangi. Rumah penduduk yang merupakan rumah panggung tepi danau serta jalan kayu yang juga merupakan jalan panggung, diberikan cat warna-warni. Untuk terus menarik kunjungan, ada juga wahana permainan seperti perahu, bola air, bebek-bebekan, hingga ski air. Jadilah kawasan yang dulu sempat sepi setelah perhelatan olahraga itu kini kembali menjadi primadona warga untuk berekreasi. 2. Islamic Centre – Kota Samarinda Warga Samarinda patut berbangga punya Masjid sekaligus Islamic Centre yang begitu lengkap dan juga megah. Dengan latar depan berupa Sungai Mahakam, Islamic Centre ini nampak sangat ingin menunjukkan jati diri Samarinda sebagai sebuah kota sungai. Via travelerien.com Dibangun diarea seluas 43.500 meter persegi. Kawasan Islamic Centre Samarinda terdiri atas beberapa bagian dan fungsi seperti ruang belajar, TK islam, ruang pertemuan, perpustakaan, koperasi, poliklinik, dan tentunya Masjid bernama Baitul Muttaqien yang mampu menampung 45.000 jemaah. Bangunan Masjid sendiri memiliki 7 buah menara dimana ada satu menara utama yang memiliki tinggi 99 meter. Ke 7 menara ini bersama dengan kubah utamanya nampak sangat jelas terlihat dari kejauhan termasuk dari seberang Sungai Mahakam termasuk dari Jembatan Mahakam yang bahkan berjarak sekitar 2 km. Sebagai sebuah pusat studi Islam, tentu kebersihan memang menjadi perhatian pihak pengelola. Kebersihan kawasan senantiasi dijaga untuk keindahan sekaligus kenyamanan. Bagi pengunjung, kebersihan di Islamic Centre Samarinda juga menjadi alasan mereka untuk bisa tenang dan nyaman berwisata religi disana. 3. Kampoeng Radja – Kota Jambi Via kampoeng-radja.blogspot.com Kampoeng Radja yang beralamat di Jalan Lingkar Barat, Kenali Besar, Simpang Rimbo, Kota Jambi ini merupakan theme park yang tengah menjadi favorit warga Jambi. Memiliki luas sekitar 8 hektar, taman rekreasi keluarga ini memiliki banyak wahana yang bisa dinikmati pengunjung seperti kolam renang untuk berbagai usia, boom-boom car air, water slide, kiddy land, go car, mobil glf, kereta api. Paint ball, istana balon, pemancingan, outbond, dan banyak lainnya. Sejak dibuka tahun 2006 silam, Kampoeng Radja memang mendapat respon positif oleh warga Jambi termasuk wisatawan yang datang ke Jambi. Apalagi ketika sekarang sudah semakin banyak wahana yang disiapkan pengelola, Kampoeng Radja semakin tenar saja. Taman Rekreasi Kampoeng Radja sendiri dibuka setiap hari Senin, Rabu, dan Kamis dari jam 9 pagi sampai setengah 6 sore, lalu hari Jumat jam 2 siang sampai setengah 6 sore, dan sabtu minggu serta hari libur dibuka sejak jam 8 pagi sampai 6 sore. Khusus hari Selasa, Kampoeng Radja tutup kecuali saat libur nasional. Tiket masuknya yaitu sebesar Rp 45 ribu sudah untuk termasuk 10 wahana. Beberapa wahana memang ada yang memungut biaya berbeda seperti mobil gplf, kereta api, paint ball, istana balon, dan pemancingan. 4. Kawasan Monas – Kota Jakarta Pusat Via sporturism.id Rasanya tak perlu diperjelas lagi tentang obyek wisata ini. Monumen Nasional menjadi ikon bagi DKI Jakarta dan selalu menjadi buruan wisatawan yang datang dari luar daerah. Kawasan Monas sendiri memang sudah sangat tertata dari mulai taman sampai fasilitas penunjang termasuk lapangan olahraga seperti futsal dan basket. Kawasan Monas yang lengkap ditunjang dengan lokasinya yang sangat strategis memang menjadi andalan warga dan wisatawan untuk menikmati ibukota langsung di ikonnya. Hal itu juga yang disadari Pemprov DKI untuk terus membenahi kawasan Monas termasuk menjaga kebersihannya. Apalagi semenjak dilarangnya pedagang asongan berjualan didalam taman Monas, menjadikan Kawasan Monas terlihat jauh lebih tertib dan bersih. Kenyamanan pengunjung juga dirasa lebih terpenuhi. 5. Pantai Tiga Warna – Kab. Malang Malang memang surganya wisata. Dari mulai wisata dataran tinggi hingga pantai bisa dijumpai di sana. Seperti yang satu ini, Pantai Tiga Warna yang sudah cukup populer bagi kalangan wisatawan dalam 2-3 tahun belakang. Dinamakan Tiga Warna karena memang pantai ini jika dilihat mempunyai gradasi tiga warna berbeda. Via maripiknik.com Lokasi Pantai Tiga Warna berada di Malang Selatan tepatnya di Desa Tambakrejo. Ada dua pilihan rute untuk menuju pantai ini. Salah satu yang paling umum ialah yang serute dengan Pantai Goa Cina. Dari Kota Malang, kalian bisa menuju daerah Gadang Turen dan ikuti arah menuju Pantai Sendang Biru. Sekitar 2 jam perjalanan, akan ada persimpangan yang menuju ke dua arah berbeda yaitu Pantai Goa Cina dan Sendang Biru. Pilih jalan yang menuju Pantai Goa Cina dan lurus saja terus sekitar 2 km sampai bertemu persimpangan lagi. Disini, pilih jalan ke kiri yang menuju Tempat Pelelangan Ikan. Dari sana ada perkampungan warna dan ambil jalan arah ke Clungup Mangrove Conservation. Dari pintu gerbang Clungup Mangrove Conservation ini, akan ada pintu masuk menuju Pantai Tiga Warna yang kita maksud. Jika menggunakan motor, kalian bisa terus masuk menuju lokasi pantai, tetapi jika menggunakan mobil harus diparkir sekitar 1 km sebelum masuk ke mangrove conservation. Tiket masuknya sendiri hanya sebesat Rp 5 ribu saja. Via piknikasik.com Pantai Tiga Warna tidak hanya cantik dari gradasi warna lautnya. Pasirnya yang putih bersih juga menambah keindahan pantai. Apalagi pepohonan hijau disekitar daratan serta tebing karang di bibir pantai juga membuat pantai ini semakin eksotis. Wisatawan bisa menikmati panorama pantai dengan berbagai cara seperi dengan membuka tenda. Pihak pengelola juga menyediakan jasa sewa tenda dengan harga Rp 50 ribu. Selain itu kamu juga disarankan menggunakan jasa guide jika ingin treking dengan tarif Rp 100 ribu. Snorkeling juga dimungkinkan dengan menyewa peralatannya yang dipatok harga mulai dari Rp 15 ribu perset. Dari kesemua pesona keindaha Pantai Tiga Warna itu, hal yang paling penting ialah kebersihan. Pantai Tiga Warna memang dari dulu terkenal sangat bersih. Alasan alaminya dimungkinkan karena warna lautnya dari Samudera Hindia yang jernih serta pasir pantainya yang putih bersih membuat jika ada sampah akan sangat mudah terlihat dan sangat mengganggu mata. Dan yang terpenting ialah adanya pengecekan barang bawaan ketika masuk pantai dan ketika keluar. Jika ada sampah yang tertinggal, maka pengunjung akan dikenakan denda mulai dari Rp 100 ribu peritem. 6. Pantai Harlem – Kab. Jayapura Papua adalah tanah surga. Di Pulau palng timur Indonesia ini ada banyak keeksotisan yang sayangnya masih banyak yang belum terjamah dan dikembangkan sebagai destinasi wisata. Via winaprt.blogspot.co.id Pantai Harlem contohnya. Ini adalah salah satu pesona alam yang dimiliki Papua tepatnya di Kampung Tablanusu, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Dari Kota Jayapura, perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam. Namun itu baru sampai di Dermaga Depapre, karena untuk bisa menuju lokasi pantainya harus melalui jalur laut alias dengan kapal cepat. Hal ini karena belum memadainya jalur darat yang harus melintasi perbukitan dengan kondisi jalan yang belum memadai. Kapal cepat sendiri bisa disewa PP seharga Rp 350 ribu dengan kapasitas 10 penumpang. Pelayaran sendiri hanya berlangsung sekitar 15 menit. Perjalanan panjang itu akan sangat terbayarkan dengan bagaiamana suguhan alam yang diberikan oleh Pantai Harlem. Dengan garis pantai sepanjang sekitar 700 meter, suasana teduh tropis sangat kuat lantaran lebar pantainya yang sempit alias langsung dengan dekat rerimbunan pepohonan. Penduduk setempat juga menyediakan pondok untuk disewakan serta ayunan tali yang dibuat antara dua pohon, cocok untuk lokasi foto kekinian. Sayangnya saat ini belum ada penginapan dan restoran yang ada didekat pantai sehingga kunjungan wisatawan masih untuk waktu singkat saja. Hal yang penting ialah soal kebersihan. Pantai harlem memang terlihat sangat bersih. Sulit menemukan sampah berserakan baik di pasir pantai maupun lautnya. Hal ini mungkin karena belum ramainya kunjungan wisatawan kesana dan memang lokasinya yang terbilang cukup terpencil. 7. Pantai Jikumerasa – Kab. Buru Via Instagram @d.s.mahulette Indonesia Timur memang surganya bahari. Ada banyak pantai indah disana termasuk taman lautnya yang juga cantik mempesona. Pulau Buru di Provinsi Maluku menjadi salah satunya. Pulau ini punya satu pantai yang kini mulai populer yaitu Pantai Jikumerasa. Dinamakan demikian karena memang lokasinya berada di daerah bernama Jikumerasa, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru. Pantai Jikumerasa tampak eksotis karena selain pasir pantainya yang putih berkilau serta air lautnya yang biru jernih, juga karena pepohonan rimbun dan pohon kelapa tinggi yang tersebar. Nuansa tropis inilah yang membuat pantai ini sangat digemari untuk bersantai. Di dekat pantai ini juga ada Danau Air Asin. Danau kecil ini bersumber air dari air laut yang pasang. Dengan kata lain air danau ini adalah air laut yang terperangkap di daratan. 8. Pantai Pemuteran – Kab. Buleleng Bali memang tak perlu diragukan lagi pesona alamnya. Dari sekian banyak pantai disana, pernahkah kamu ke Pantai Pemuteran? Pantai ini mungkin tidak setenar pantai-pantai lain di Selatan Pulau Bali, tetapi keindahan dan kebersihannya berhasil memikat banyak mata. Foto oleh KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F Pantai Pemuteran berada di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, sekitar 200 km dari Kota Denpasar dengan melalui jalur Denpasar – Singaraja – Gilimanuk. Pantai ini memiliki potensi yang menarik karena berpanorama daratan berupa perbukitan tinggi. Meskipun tidak berpasir putih, pesona pantai tetap terasa lantaran atmosfer tenang yang dihadirkannya. Biasanya memang wisatawan yang datang ke pantai ini sengaja untuk mencari ketenangan atau meditasi, tidak seperti kawasan pantai lain di Bali yang dipenuhi hiruk pikuk manusia dan tempat hiburan. Selain ketenangan nuansa pantainya, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan bawah laut. Taman Laut di Pantai Pemuteran juga tak kalah kayanya dengan terumbu karang dan ikan. Bahkan kawasan Pemuteran ini pernah mendapat penghargaan dari organisasi pariwisata bawah laut dunia karena keindahan bawah lautnya ini. 9. Pantai Sisi Serasan – Kab. Natuna Via wisatalova.com Salah satu primadona wisata pantai di Indonesia ialah Kepulauan Natuna. Kepulauan yang berada di Provinsi Kepulauan Riau ini memang memiliki anugerah alam bahari yang patut diperhitungkan. Seperti salah satu pulaunya yaitu Pulau Serasan. Letaknya memang jauh, menjadi pulau terjauh dari Ibukota Kepualauan Riau, Tanjung pinang. Jika naik kapal bahkan bisa memakan waktu hingga 3 hari. Karenanya Pulau Serasan ini justru sangat jauh lebih dekat jika dituju dari Sambas di Kalimantan Barat. Di pulau seluas tak lebih dari 150 km persegi inilah salah satu pantai bersih terpopuler yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2017 berada. Namanya Pantai Sisi. Pesonanya ternyata sudah dikenal dunia, bahkan menyandang status sebagai pantai alami terbaik di dunia versi Majalah ISLANDS edisi September 2006 lalu. Pantai dengan hamparan pasir putih sepanjang 7 km ini memiliki perairan jernih dengan taman lautnya yang ditumbuhi aneka terumbu karang dan ikan. Pantai Sisi sendiri bagi warga Pulau Serasan sudah sangat dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menikmati alam hingga sengaja menunggu nelayan pulang dan membeli ikan langsung dari mereka. Menariknya lagi, setiap Lebaran diadakan permainan rakyat di kawasan pantai dari mulai panjat pinang, tarik tambang, dayung sampan, dan permainan tradisional lainnya. Suasana budaya yang sangat menarik sebagai atraksi wisata. 10. Pantai Waha (Pantai Cemara) – Kab. Wakatobi Foto oleh andreashalim.blogspot.co.id Bicara soal Wakatobi maka artinya bicara soal keindahan pantai dan taman laut. Begitu banyak hal yang bisa dieksplore di kawasan kepulauan di Sulawesi Tenggara ini. Satu diantaranya ialah Pantai Waha atau biasa dikenal juga dengan nama Pantai Cemara. Lokasinya berada di Desa Waha, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Tepatnya di sisi utara dari Pulau Wangi-wangi. Pantai Waha ini siap menghadirkan ketenangan dengan pemandangan lanskap yang tiada tanding. Pasir pantainya yang putih ditambah air laut yang jernih membuat pantai ini sangat cocok untuk bersantai. Bawah lautnya pun sangat menjanjikan, tak perlu jauh dari bibir pantai, kita akan langsung disuguhkan pemandangan dari terumbu karang. Karenanya sangat direkomendasikan untuk melakukan snorkeling atau diving ketika sudah sampai di pantai ini.
  6. Banyak hal-hal unik di negeri kita ini seperti keajaiban alam dan khazanah budayanya. Keunikan ini pula yang bisa menjadi magnet untuk menarik kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Semakin unik, berbeda, bahkan mungkin satu-satunya, maka semakin besar pula kekuatan magnet tersebut. Anugerah Pesona Indonesia yang diprakarsai oleh Kementrian Pariwisata Indonesia juga menjadikan keunikan suatu tempat sebagai salah satu kategori penghargaan yaitu Obyek Wisata Unik Terpopuler. Sebelum kita ulik para nominatornya, diingatkan juga buat kamu ikut berpartisipasi memilih yang kamu favoritkan dalam ajang ini. Caranya denga voting di website anugerahpesonaindonesia.com atau ayojalanjalan.com serta bisa pula dengan mengirimkan SMS. Voting ini dibuka sejak awal Juni kemarin hingga akhir Oktober nanti. Dalam artikel sebelumnya (baca disinii), kita juga sudah membahas untuk Kategori 10 Surga Tersembunyi Terpopuler dan artikel (baca disini) untuk Kategori 10 Tujuan Wisata Baru Terpopuler 1.Air Jin – Kab. Buru Selatan Via burselkab.go.id Namanya saja sudah unik, Air Jin. Meskipun namanya seram, namun nyatanya objek wisata ini justru akan membuat kamu tenang dan betah berlama-lama disana. Ini merupakan wisata alam berupa kucuran air yang keluar dari dalam sebuah lubang batu karang dan langsung ke lautan. Airnya yang berwarna toska jernih dengan rimbunnya pepohonan hijau sekitar menjadi pemandangan yang membuat Air Jin ini semakin memikat. Selain itu, di atas Air Jin ini juga punya peninggalan datuk dan leluhur warga berupan bekas telapak kaki manusia raksasa. Masih ada juga potensi alam lain yaitu adanya 9 buah gua yang di dinding dalam guanyya terdapat lukisan manusia. Lokasi objek wisata ini ialah di kaki Gunung Kapala Madan. Kabupaten Buru Selatan. Provinsi Maluku. Untuk menuju lokasi ini, pengunjung bisa langsung menuju Desa Biloro di Pulau Tomaho Kecamatan Kapala Madan. Setelanya perjalanan dilanjutkan dengan naik perahu atau speedboat menuju lokasi Air Jin dengan tarif sekitar Rp 300 ribuan perperahu. 2. Air Panas (Air Terjun) Semolon – Kab. Malinau Via humasmalinau.go.id Airnya yang bertingkat-tingkat seperti terasering adalah keunggulan dan keunikan dari Air Panas Semolon di Kecamatan Mentarang, Desa Paking, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara ini. Bagi kamu pemburu keunikan alam apalagi pecinta fotografi, maka memang Semolon ini adalah tujuan tepat. Air Panas Semolon memang merupakan sumber air panas. Karena berbentuk undakan tangga, jadilah juga dikenal dengan sebutan air terjun. Bagi warga Kalimantan Utara khususnya, memang objek wisata ini sudah cukup dikenal. Apalagi sebagai sebuah sumber air panas, banyak orang meyakini dengan berendam disana akan menyembuhkan berbagai penyakit terutama penyakit kulit. Berada di kawasan hutan yang masih sangat alami membuat Air Panas Semolon juga mempunyai pemandangan alam yang menarik. Kita seolah tengah melihat air terjun bertingkat dengan dikelilingi hijaunya pepohonan. Gemericik yang tenang juga menjadi penambah keeksotisan lokasi wisata alam unik satu ini. Menariknya lagi, pengunjung yang mau menginap juga tersedia cottage yang khusus disiapkan. Kamu dan teman atau keluarga bisa merasakan langsung ketenangan hutan kalimantan dengan menginap di cottage ini. Dalam waktu dekat juga dinas pariwisata setempat akan membangun sejumlah fasilitas penunjang lain seperti outbond, playground, dan lain sebagainya. 3. Gua Jomblang – Kab. Gunung Kidul via piknikasik.com Unik dan Eksotik. Itulah dua kata yang bisa mewakili keindahan alam yang ada di Jetis Wetan, Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta ini. Namanya Gua Jomblang, sebuah gua vertikal yang sudah cukup dikenal bagi pecinta wisata alam. Tak salah jika gua di kawasan pegunungan Karst ini masuk dalam kategori Wisata Unik lantaran memang Gua Jomblang terbilang unik sebagai sebuah wisata alam. Gua ini mempunyai mulut gua vertikal atau diatas dengan jarak antara mulut gua dengan dasar yang bervariasi namun paling dalam mencapai sekitar 80 meter. Karena alasan ini pula, pengunjung yang mau turun ke bawah ada baiknya memiliki kemampuan khusus dan tentunya bersama tim ahli yang memang ada disana. Sebenarnya untuk masuk ke dalam gua ada empat jalur yang bisa dipilih. Pertama merupakan jalur termudah yang sering disebut VIP. Jalur yang bisa dipilih untuk mereka yang pertama kali mencoba ini akan melintasi tebing terjal 15 meter yang masih bisa ditapaki kaki, namun tentu tetap menggunakan tali pengaman. Setelahnya baru dengan meluncur dengan tali sejauh sekitar 20 meter. Sementara itu, ketiga jalur lainnya merupakan pilihan khusus untuk mereka yang memang sudah biasa melakukan olahraga ekstrem karena terbilang lebih sulit. Via wisataku.id Meskipun tentunya melelahkan dan menegangkan, namun semua itu akan terbayar dengan pengalaman yang didapat. Setelah sampai di dasar gua, maka kamu akan merasakan sensasi berbeda. Bak disebuah hutan, meskipun di gua tetapi disekeliling dasar gua ini justru tetap ditumbuhi tanaman hijau. Hal yang paling menarik ialah saat ada cahaya matahari yang masuk, maka semburatnya akan masuk dari mulut gua ke dasar gua bak sebuah cahaya surga. Inilah fenomena yang paling diburu pengunjung. Tak hanya cantik dilihat mata, mencari momen terbaik dan hasil terbaik untuk dipotret juga menjadi incaran. Jika kamu mau mengeskplore lebih jauh, kamu juga bisa menyusuri gua. Uniknya, lorong di gua ini terhubung dengan gua vertikal lainnya yaitu Gua Grubug yang berjarak sekitar 300 meter. Tertarik untuk datang dan mencoba langsung pengalaman menuruni gua vertikal ini? Kamu bisa langsung menuju Gunung Kidul tepatnya di Jetis Wetan. Kamu bisa singgah dulu di rumah Kadus Jetis Wetan karena bisa menitipkan barang disana, lalu dilanjutkan dengan berjalan sekitar 3 km. Jauh memang karena harus melalui hutan. Untuk masuk ke kawasan Gua Jomblang memang gratis, tetapi itu hanya sebatas mulut gua. Jika kamu mau turun, maka kamu harus ikut dalam paket wisata khusus. Tentunya ini karena perlu peralatan dan sedikit pelatihan untuk bisa masuk kedasar gua. Tarifnya sendiri cukup beragam tergantung jumlah peserta atau rombongan. 4. Lumpur Sidoarjo – Kab. Sidoarjo Siapa yang tak tau dengan Lumpur Sidoarjo. Kawasan yang merupakan lokasi bencana semburan lumpur panas dari pengeboran milik Lapindo Brantas Inc. ini memang menjadi sebuah ironi. Terjadi sejak 2006 silam, lumpur yang merendam permukiman padat seluas 1500 hektar itu seolah tak ada solusi untuk menghentikan semburannya. Berbagai metode dan teknologi hingga hal-hal takhayul sempat dilakukan, tapi semua nihil. Via cnnindonesia.com Fenomena bencana yang memang terbilang tak biasa ini pada akhirnya membuat lokasi lumpur ini justru menarik perhatian sejak awal-awal terjadinya. Banyak orang yang malah sengaja datang untuk sekedar ingin tahu, seperti apa lautan lumpur itu bisa begitu dahsyatnya. Pada akhirnya, hal tersebut menjadi peluang. Alih-alih sebagai sebuah kawasan bencana, sekarang kawasan Lumpur Lapindo menjadi sebuah objek wisata yang unik. Terlebih lagi ketika tahun 2014 lalu, seorang seniman asal Tegal bernama dadang justru menuangkan idenya dengan membuat patung dari bahan Lumpur Lapindo. Puluhan patung berbentuk orang yang nampak kesusahan itu menjadi gambaran penduduk kampung yang rumahnya terendam lumpur. Patung-patung itu diletakkan diatas lokasi lumpur yang mengering dan membuatnya menjadi begitu menarik. Sejak itulah warga sekitar membuka tempat wisata baru yang mereka namai Wisara Lumpur Lapindo. Lokasi lumpur lapindo sendiri sangat mudah dituju karena berada di jalan penghubung Surabaya Malang. Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi atau bus untuk mencapainya. Karena sudah dikelola menjadi tempat wisata, ada retribusi yang harus pengunjung bayar. Untuk parkir kendaraan dan tiket masuk ialah sebesar Rp 15 ribu. Karena luas, kamu yang mau menuju pusat semburan, bisa menggunakan jasa ojek sebesar Rp 25 ribu rupiah. Memang harus menggunakan ojek karena untuk menuju lokasinya cukup berbahaya bagi orang biasa atau mereka yang tidak pengalaman. 5. Pasar Terapung Lok Baintan – Kab. Banjar Via cumilebay.com Pasar Terapung di Banjar, Kalimantan Selatan tentu sudah sangat kamu kenal. Ini adalah salah satu keunikan budaya yang dimiliki negeri kita yang harus dijaga. Di Kalimantan Sendiri sebenarnya Pasar Terapung yang dulu sangat terkenal ialah yang berada di Muara Kuin, anak Sungai Barito. Inilah Pasar Terapung alami yang legendaris karena sudah berusia ratusan tahun. Kalau kamu ingat brand iklan salah satu TV swasta tahun 90an, Pasar Terapung Muara Kuin inilah lokasinya. Namun sayang di tahun 2000an, pasar terapung ini meredup dan hilang pamor akibat turunnya pula pariwisata setempat. Beruntung dalam beberapa tahun lalu, terekspose kembali satu pasar terapung lain yang berhasil mengangkat kembali budaya pasar terapung Kalimantan Selatan. Itulah Pasar Terapung Lok Baintan di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Tampak jembatan gantung Lok Baintan via cumilebay.com Pasar terapung Lok Baintain berada di atas Sungai Martapura. Lokasinya memang diluar Kota Banjarmasin, namun justru itulah yang katanya membuat Pasra terapung ini lebih eksotis. Dari Kota Banjarmasin, wisatawan bisa naik perahu mesin khas dengan perjalanan sekitar 1 jam. Selama perjalanan, pemandangan alam yang masih asri menjadi suguhan. Ditambah aktivitas warga tepi sungai juga menjadi atraksi yang menarik untuk dilihat. Selain via sungai, kamu juga bisa menuju lokasi melalui jalur darat. Jarak dari Kota Banjarmasin sekitar 10 km dan bisa dituju dengan kendaraan mobil maupun motor, namun perlu diingat bahwa jalannya kecil dan tidak sepenuhnya dalam kondisi baik. Arahnya ialah dari Banjarmasin menuju Jalan Veteran atau Jalan Martapura lama ke Pasar Sungai Lulut. Lalu kamu akan melihat jembatan kecil dengan ciri konstruksi atas berbentuk melengkung, lintasilah jembatan itu karena jika lurus justru kita akan menuju Kota Martapura. Setelah melalui jembatan, jalan lurus saja terus hingga sekitar 4 km dan bertemu pertigaan jalan di Desa Gudang Hiring atau di dekat SDN Gudang Hiring 2. Ambil jalan ke kiri dan terus hingga sekitar 1 km dan bertemu Jembatan Gantung Lok Baintan. Dibawah jembatan itulah Pasar Terapung berada. Oh ya, perlu diingat juga bahwa Pasar Terapung berjalan di subuh sampai pagi hari. Datanglah sekitar jam 6 pagi untuk bisa menikmati suasana ini karena jika sudah jam 8 biasanya perahu-perahunya sudah mulai bergerak menyebar. 6. Patung Seribu Budha – Kota Tanjungpinang Via travelingyuk.com Kalau kamu mau mencari tempat wisata unik dan menarik, Patung Seribu Budha di Tanjungpinang, Kepulauan Riau memang sangat cocok untuk dipilih. Bayangkan saja di lapangan terbuka di sebuah bukit, terdapat 500 patung budha yang berjajar berdekatan. Menariknya lagi, patung-patung itu memiliki gaya yang berbeda-beda sehingga tidak membosankan untuk dilihat satu persatunya. Kawasan bukit tempat keberadaan patung ini memang dirancang sebagai tempat ibadah. Mencapainya bisa menggunakan kendaraan roda empat. Arahnya ialah dari simpang tiga Batu 9, ambil jalan ke arah Kijang sampai melewati Lanud TNI AU. Tak jauh, kamu akan bertemu jalan Asia Afrika di sebelah kanan. Dari sana, hanya sekitar 2 menit, kamu akan sampai di gerbang vihara lokasi patung Seribu Budha. Nuansa gerbang begitu indah seolah kita berada di negeri Tiongkok. Patung Buddha raksasa yang tengah duduk juga menjadi objek menarik di depan Vihara. 7. Pulau Gunung Api Batutara – Kab. Lembata Sudah pernah dengan dengan objek fenomena alam satu ini? Namanya Pulau Gunung Api Batutara (jika di peta namanya Pulau Komba) yang berada di perairan Laut Flores Kabupaten Lembata, NTT.. Untuk mencapainya, pengunjung bisa berangkat dari Pelabuhan Lewoleba Lembata. Sebaiknya untuk melihat keindahan fenomena alam gunung ini ialah saat gelap atau sesubuh mungkin. Biasanya wisatawan berangkat dari pelabuhan paling lama jam 2 dini hari karena pelayaran memakan waktu sekitar 3 jam. Kenapa subuh? Karena saat itulah cahaya semburan lava dari gunung api bisa dilihat lebih memukau. Via indahnyalembata.tk Pulau Gunung Batutara ini terbentuk dari gunung api yang masih aktif (stratovolcano). Hal yang menjadi spesial ialah gunung ini secara rutin mengeluarkan lava hampir setiap 20 menit sekali. Fenomena yang memang jarang ditemui di tempat lain. Setelah melihat keindahan lava bak kembang api raksasa dan ketika pagi sudah tiba, wisatawan juga bisa melakukan penyelaman di perairan sekitar pulau. Atau jika tidak ikut menyelam, kamu juga bisa sekedar menepi di sisi pantai yang landai untuk merasakan langsung tanah Pulau Komba ini. Jangan kaget dan tetap hati-hati juga karena seperti yang sudah diungkap diatas bahwa gunung akan meletus mengeluarkan lava secara berkala. 8. Pulau Kakaban – Kab. Berau Via kompasiana.com Pulau Kakaban di Kalimantan Timur mempunyai keunikan berupa danau yang mengisi bagian tengah pulau seperti sebuah perairan yang terperangkap daratan. Air di danau ini meruapakan campuran dari air hujan yang turun serta rembesan air laut dari pori-pori tanah, karenanya Danau Kakaban ini membuat suatu habita endemik sendiri yang berbeda dari kebanyakan. Satu jenis fauna khas dari Danau Kakaban ialah ubur-ubur yang terdiri atas 4 jenis ubur-ubur. Uniknya, jika ubur-ubur di lautan bersifat menyengat, maka ubur-ubur di Kakaban tidak menyengat. Ini diperkirakan karena evolusi yang terjadi ribuan tahun lalu akibat kondisi habitat yang terperangkap ditengah pulau. Karena tanpa sengatan, kamu bisa snorkeling atau diving di danau ini dengan aman. Ubur-ubur di Danau Kakaban Via alamendah.org Selain di Danau Kakaban, pengunjung juga bisa mengeksplore keindahan lain dari Pulau seluas 774,2 hektar ini. Alamnya yang masih hijau bisa menjadi pilihan selain juga menikmati perairan di sekitar pulau. Bahkan koral di perairan Kakaban ini dikatakan sebagai yang terbaik kedua di Indonesia setelah Raja Ampat. Pulau Kakaban sendiri ialah salah satu pulau di Kepualaun Derawan, Kalimantan Timur. Untuk menujunya, kamu harus menggunakan kapal dari Dermaga Tanjung Batu dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. 9. Taman Wisata Batu Putih Tangkoko – Kota Bitung Via sepasangsepatuhidup.blogspot.com Kota Bitung di Sulawesi Utara ternyata juga punya objek wisata alam yang menarik dan unik yaitu Taman Wisata Batu Putih Tangkoko. Taman Wisata Alam berupa hutan alam ini menjadi habitat bagi Tarsius, hewan ikon Sulawesi Utara, dan Yaki, monyet hitam endemik Sulawesi. Kedua hewan asli Tanah Celebes inilah yang menjadi daya tarik utama dari Taman Wisata Alam (TWA) yang berada di dalam Taman Nasional Tangkoko ini. Lokasi TWA Batu Putih berada di Kelurahan Batu Putih Bawah, Kecamatan Ranowulu, sekitar 20 km dari pusat Kota Bitung atau sekitar 60 km dari Kota Manado. Jika kamu ingin mengeksplore TWA Batu Putih ini, perlu menggunakan jasa pemandu yang memang sudah siap oleh pihak pengelola. Pemandu atau guide memang sangat penting selain agar tidak tersesat di hutan, juga untuk mempermudah menemukan lokasi untuk melihat Yaki ataupun Tarsius. Untuk mempermudah, pengelola sudah menyiapkan tiga paket wisata yang bisa dipilih wisatawan yaitu Short Trip, Midle Trip, dan Long trip. Ketiganya tentu dibedakan berdasar jangka waktu yang pengunjung bisa lakukan. 10. Telaga Biru – Kab. Merangin Via jambidaily.com Kejernihan air tidak hanya ada di laut lepas. Nyatanya, di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, ada danau kecil atau telaga yang airnya begitu jernih bak kaca. Padahal lokasinya berada di dalam hutan lebat. Berada di daerah ketinggian sekitar Gunung Masurai, sumber air Telaga Biru berasal dari bawah tanah. Dengan diameter sekitar 20 meter dan kedalaman yang belum diketahui, air tanah ini memang nampak begitu biru jernih yang membuatnya kontras dengan alam sekitarnya yang didominasi warna hijau. Sebenarnya di Jambi ada satu lagi kembaran Telaga Biru di Merangin ini yaitu Danau Kaco di Kerinci. Keduanya bisa dikatakan sangat mirip, bedanya hanya dari sumber airnya saja karena Danau kaco di Kerinci sumber airnya dari aliran sungai kecil yang langsung menuju danau.
  7. Anugerah Pesona Indonesia yang diprakarsai oleh Kementrian Pariwisata Indonesia kembali diadakan tahun 2017 ini. Anugerah Pesona Indonesia 2017 menawarkan 15 kategori dimana masing-masingnya terdapat 10 nominator. Salah satu kategori itu ialah Tujuan Wisata Baru Terpopuler yang akan kita bahas dalam artikel ini. Sebelum kita ulik para nominatornya, diingatkan juga buat kamu ikut berpartisipasi memilih yang kamu favoritkan dalam ajang ini. Caranya denga voting di website anugerahpesonaindonesia.com atau ayojalanjalan.com serta bisa pula dengan mengirimkan SMS. Voting ini dibuka sejak awal Juni kemarin hingga akhir Oktober nanti. Dalam artikel sebelumnya (baca disini), kita juga sudah membahas untuk Kategori 10 Surga Tersembunyi Terpopuler. 1.Danau Linow – Kota Tomohon Via kebudayaanindonesia.com Kota Tomohon mungkin selama ini hanya dikenal sebagai Kota Bunga. Festival Bunga juga menjadi agenda rutin yang sudah dikenal luas para pecinta traveling. Tapi belakang mulai muncul juga destinasi wisata baru yang mulai dikenal yaitu Danau Linow. Keunikan dari danau ini ialah airnya yang bergradasi 3 warna layaknya sebuah lautan dan seringkali juga berubah-ubah warna. Danau Linow sendiri berada di Desa Lahedong, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Kota Tomohon sendiri memang memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa lantaran diapit dua gunung yaitu Gunung Lokon dan Gunung Mahawu. Untuk menuju Tomohon sangat mudah yaitu hanya sekitar 1 jam dari Kota Manado. Sedangkan untuk ke Danau Linow nya, perjalanan dilanjutkan berlanjut skeitar 3 km ke arah barat dari pusat Kota Tomohon. Jika menggunakan angkutan umum, kamu bisa naik angkot dari Terminal Kota Tomohon dan bilang saja ke supirnya untuk berhenti di Danau Linow. Namun setelahnya kamu masih harus berjalan kaki sekitar 700 meter untuk tiba di gerbang masuknya. Via indonesiakaya.com Pengelola wisata di danau seluas 34 hektar ini mematok tarif Rp 25 ribu perorang sebagai retribusi masuknya. Namun tarif ini sudah termasuk dengan minuman dan kue khas Manado yang disediakan gratis. Menariknya lagi, kawasan danau ini bisa dikatakan sangat terjaga dengan baik. Tidak hanya bersih, fasilitasnya juga lengkap seperti adanya trek yang mengelilingi danau dan dek kayu untuk cafe yang berada persis di bibir danau. Pemandangan dari cafe ini tentu menjadi spot terbaik untuk dinikmati. Waktu terbaik untuk menyambangi danau ini ialah saat pagi hari. Tak hanya udara yang masih segar, cahaya yang belum terik, serta suasana yang masih tenang juga menjadi bius yang menyentuh semua indera. Oh ya, tapi jangan coba-coba berenang ya, karena air danau ini mengandung belereng kadar tinggi. Tak heran jika dari jauhpun, aroma menyengat belerang sudah bisa tercium dan biasa menjadi penanda pengunjung bahwa danau Linow sudah dekat. 2. Danau Love – Kab. Jayapura Via indonesia-tourism.com Jika dilihat dari ketinggian, danau ini memang berbentuk tanda cinta atau love. Itulah keunikan danau yang berada di bagian Timur Sentani, tepatnya Kampung Putali, Kabupaten Jayapura. Danau yang aslinya bernama Telaga Imfote ini karena bentuknya itu akhirnya jauh lebih dikenal dengan nama Danau Love. Danau Love berukuran tidak begitu luas, namun danau ini dikelilingi oleh perbukitan kecil yang luas berupa padang rumput. Jadilah memandang danau ini dari salah satu bukitnya akan menghadirkan panorama yang memukau mata. Suasana tenang dengan hembusan semilir angin menjadi penambah nikmat untuk bersantai di danau ini. Sayangnya saat ini Danau Love belum dikelola langsung oleh Pemda setempat. Jadilah warga sekitar saja yang mengatur pengelolaanya karena bagi mereka tanah tersebut masih masuk dalam tanah adat mereka. Tarif tiket masuk yang mereka patok ialah sebesar Rp 25 ribu untuk motor dan Rp 50 ribu untuk mobil. 3. Danau Ugo – Kab. Batanghari Jika mendengar kata Batanghari mungkin yang langsung terpintas ialah dengan nama sungai terpanjang di Sumatera tepatnya di Provinsi Jambi. Nama Batanghari sendiri juga digunakan sebagai nama salah satu Kabupaten di Jambi. Ternyata kabupaten ini tepatnya di Desa Aur Gading, Kecamatan Bhatin XXIV punya potensi wisata yang menjanjikan keindahan yaitu Danau Ugo. Via instagram/muhammadallif17 Untuk menuju Desa Aur Gading, cara tercepat adalah dengan melewati jembatan gantung dari besi yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Jika tidak melalui jembatan ini atau menyebrang sungai, maka perjalanan akan lebih jauh karena harus memutar. Setelah melalui jembatan, kita masih harus melalui perkebunan karet dan jalan setapak berkelok-kelok. Cukup terpencil memang, tetapi sebagai sebuah wisara alam, Danau ugo bak surga tersembunyi yang memang harus dilalui dengan perjuangan. Namun nampaknya kondisi ini tidak lama lagi akan berubah lebih baik karena memang pemerintah daerah setempat sudah membuat rancangannya untuk menjadikan Danau Ugo benar-benar sebagai objek wisata. Danau Ugo memiliki besaran yang cukup luas. Ketenangan dari alam sekitarnya yang masih berupa hutan dan perkebunan juga menjadi daya pikatnya. Biasanya pengunjung yang datang memang lebih bertujuan untuk mencari ketenangan sembari melihat pemandangan lanskap danau yang indah. 4. Kawasan Pura Batu Kursi Pemuteran – Kab. Buleleng Via masbroo.com Selalu ada saja hal baru yang hadir di Bali, salah satunya yang sekarang juga mulai naik daun ialah kawasan Pura Batu Kursi Pemuteran di Kabupaten Buleleng. Tak begitu sulit menemukan objek wisata yang beralamat lengkap di Banjar Pekraman Yeh Panes Kanin, Yeh Panes Kauh, Jalan Raya Seririt – Gilimanuk, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Jika dari arah Singaraja, kamu bisa menjadikan patokan Hotel Matahari Beach yang berada di sisi kanan. Hanya beberapa meter setelah hotel, ada jalan ke kiri. Masuk jalan tersebut lalu lurus terus sampai mentok dan bertemu pura. Disitulah lokasi Kawasan Pura Batu Kursi ini. Objek wisata ini merupakan kawasan bukit hijau. Dinamakan Pura Batu Kursi karena di puncak bukit itulah terdapat Pura suci yang didalamnya terdapat batu berbentuk kursi dengan diamater sekitar 20 meter. Menariknya, untuk menuju pura pengunjung akan melalui bukit ini dengan menapaki jalan dan anak tangga yang seolah membelah bukit sejauh sekitar 700 meter. Mirip dengan Bukit Campuhan di Ubud yang sudah lebih dulu terkenal. Pemandangan dari kontur alam itulah yang menjadi daya tarik utama dari Pura Batu Kursi ini. Apalagi pesona alam ini bisa berubah suasana. Saat musim hujan maka hamparan rumput hijau yang tersaji, sedangkan saat musim kemarau maka rumput kering kecoklatanlah yang akan menjadi pemandangannya. Selain itu, kita juga bisa melihat birunya laut lepas yang merupakan Teluk Pemuteran. 5. Pantai Mbawana – Kab. Sumba Barat Daya Via wikimedia.org Karang besar yang bolong bak gerbang raksasa di tepi pantai memang menjadi satu keajaiban alam yang selalu menarik perhatian. Di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur ternyata juga ada si ‘karang bolong’ ini. Lokasi persisnya ialah di Pantai Mbawana, Kodi, Kabupaten Sumabawa Barat Daya. Pantai ini memang bisa dikatakan baru beberapa tahun ini disadarai pesonanya oleh warga setempat sehingga masih banyak yang belum tahu. Padahal, keindahan pantai dengan tebing karang setinggi 5 meter yang berlubang itu adalah karya alam yang tak bisa dipungkiri keindahannya. Nampaknya setelah masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia, Pantai Mbawana akan menjadi destinasi favorit selanjutnya di NTT. Apalagi fasilitas penunjang juga tengah dibangun oleh pemerintah daerah setempat karena sadar akan potensi wisata dari Pantai Mbawana ini. 6. Pulau Bokori – Kab. Konawe Via sindonews.net Sulawesi Tenggara punya daya tarik wisata baru selain Wakatobi, bahkan letaknya lebih dekat dengan ibukota Kendari. Daya tarik wisata itu ialah Pulau Bokori yang masuk dalam wilayah adminsitraif Kabupaten Konawe. Ada dua lokasi awal penyebrangan yang bisa dipilih untuk menuju Pulau Bokori. Pertama ialah dengan naik kapal laut dari Pelabuhan Kendari, sedangkan cara kedua ialah dari perkampungan Suku Bajo di Kecamatan Soropia. Di perkampungan ini, Desa Mekar misalkan, penduduk menyediakan jasa antar jemput ke Pulau Bokori dengan tarif hanya sekitar Rp 30 sampai 50 ribu perorang. Pulau Bokori sendiri dulunya sempat dihuni oleh warga Suku Bajo, namun karena mulai padat penduduk, pada tahun 80an akhirnya pemerintah setempat memindahkan penduduk pulau ke daratan yang kini mendiami lima desa di wilayah Kecamatan Soropia. Kembali tentang pesona Pulau Bokori. Pulau yang hanya memiliki diameter sekitar 2 km ini memang terkenal indah dengan garis pantai berupa pasir putih. Pohon kelapa dan pinus menjadi vegetasi utama yang hidup di sana dan membuat suasana pulau sangat mencirikan pulau-pulau Tropis. Karena juga masih jarang kunjungan wisatawan, jadilah pulau ini juga sangat tenang. 7. Pulau Hatta – Kab. Maluku Tengah Via marischkaprudence.blogspot.co.id Pernah mendengar nama Pulau Hatta? Jika belum tentu wajar saja, karena pulau ini masih terbilang baru dieskpose sebagai destinasi wisata. Pulau Hatta sendiri berada di Kecamatan Banda, sekitar 25 km sebelah timu Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Dinamakan Hatta memang terinspirasi dari sang proklamator, Muhammad Hatta yang memang pernah diasingkan di Banda Neira. Sebelumnya, nama pulau ini ialah Rozengain. Didalam Pulau Hatta terdapat 2 permukiman kecil yang tentunya dengan fasilitas minim termasuk urusan signal yang belum menjangkau disini. Karenanya, bagi turis pulau ini sangat cocok untuk mencari ketenangan di tengah keindahan alam. Turis tak perlu khawatir untuk urusan akomodasi karena dipulau ini sudah tersedia homestay dengan harga cukup terjangkau yaitu sekitar Rp 250 ribuan permalamnya. Pulau Hatta juga cocok bagi kamu pecinta snorkeling. Tak perlu jauh dari bibir pantai, variasi ikan dan terumbu karang sudah bisa dilihat. Tentunya airnya yang sangat jernih membuat kita bisa leluasa melihat kedalam air. Jangan lewatkan juga menikmati sunrise dan sunset yang langsung bertemu dengan garis pandang lautan. 8. Pulau Kumala – Kab. Kutai Kartanegara Pulau Kumala di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sebenarnya sudah cukup lama dikembangkan oleh Pemda setempat sebagai suatu kawasan wisata. Namun memang pembangunannya sempat mangkrak akibat beberapa kendala. Via wikimapia.org Pulau Kumala sendiri merupakan daerah delta di Sungai Mahakam yang memanjang di sebelah barat Kota Tenggarong. Jika dari ibukota provinsi di kota Samarinda, jaraknya sekitar 27 km. Selain kendaraan pribadi, kamu juga bisa menggunakan bus untuk menuju Tenggarong. Sedangakn untuk menyebrang ke Pulau Kumala sendiri yang berada di tengah sungai, kini sudah dibangun jembatan penghubung khusus pejalan kaki. Jembatan itu bernama Jembatan Repo-repo. Namun jika kamu mau merasakan sensasi lain, maka dengan cara naik perahu motor kecil juga bisa dilakukan dari beberapa dermaga yang ada. Jembatan Repo-repo via kutaikartagenara.com Pulau seluas sekitar 76 hektar ini ibarat pulau rekreasi. Ada banyak wahana yang bisa dinikmati seperti skytower, kereta gantung, kereta api mini, trampolin, air mancur, dan taman-taman rekreasi lain. Selain itu dipulau ini juga dibangun resort dan cottage yang cukup mewah dengan sarana memadai termasuk kolam renang. Beberapa spot foto juga sudah bisa dinikmati seperti Patung Lembuswana yang menjadi ikon Pulau Kumala, patung naga, Pura Pasak , Rumah adat Kalimantan timur, dan lain sebagainya. Karena masih terus dibangun, maka nantinya Pulau Kumala ini akan berkembang sebagai objek wisata rekreasi yang lengkap. Tarif masuk ke Pulau Kumala sendiri ialah hanya sebesar Rp 10.000,- untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak dihari kerja. Sedangkan saat weekend dan libur, tarif tiketnya naik 2 kali lipat. Sedangkan untuk setiap wahana, tarifnya berkisar diangka Rp 2.000 sampai Rp 20.000,-. 9. Skywalk – Bandung Via beritabandung.com Baru-baru ini baru saja dibuka inovasi teranyar dari Kota Bandung yaitu Skywalk di Cihampelas. Jembatan khusus pejalan kaki (skywalk) yang diberi nama Teras Cihampelas ini memang menjadi ikon baru dari Kota Bandung yang terkenal sangat inovatif berkat kepemimpinan Walikota Ridwan Kamil. Keunikan dari jembatan ini ialah karena dibuat sangat ‘nyeni’ dan variatif baik dari segi warna, tekstur, maupun bentuk. Jembatan sepanjang 450 meter dan lebar sekitar 9 meter ini juga menjadi lebih menarik orang untuk melintas juga karena diberikan ruang bagi pedagang kaki lima. Tentunya semua sudah terkonsep dalam desain yaitu semua pedagang ditempatkan di kios-kios berwarna-warni dengan penataan yang sedap dipandang. Karena berada di atas ketinggian sekitar 4,6 meter dari jalan, skywalk ini akhirnya juga semakin dekat dengan tajuk pohon. Jadilah penggunanya justru merasa lebih nyaman karena ternaungi. Komplitnya lagi, Teras Cihampelas juga ramah terhadap kaum difabel. 10. Taman Breksi – Kab. Sleman Kawasan bekas tambang seringkali menjadi masalah lingkungan. Tapi justru seringkali juga menjadi daya tarik. Seperti halnya bekas tambang batu breksi di Kabupaten Sleman satu ini. Justru kawasan ini sejak 2015 lalu dijadikan sebagai Cagar Budaya oleh Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Pelestarian ini ternyata beralasan karena tebing kapur breksi ini merupakan endapan abu vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran, sama halnya dengan Candi Ijo dan Ratu Boko yang berada di kawasan yang sama. Via priobodro.my.id Saat ini tebing breksi ini memang dikelola sebagai sebuah taman. Tebing kapur yang putih dipahat sehingga menjadi karya seni ukir raksasa yang menarik. Pembuatan tangga dan area seperti amphiteater terbuka juga membuat Taman Breksi semakin menarik untuk dijadikan lokasi nongkrong. Apalagi jika kamu datang saat sore hari, maka jingga cahaya dari matahari begitu membuat tebing kapur ini semakin nampak eksotis. Kamu juga bisa melihat matahari terbenam langsung dari atas tebing yang bisa dilalui dengan menaiki anak tangga yang jumlahnya cukup banyak. Untuk menuju Taman Breksi tidak sulit. Jaraknya tidak jauh dari Candi Ijo, tepatnya di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan. Jika dari pusat kota Jogja, maka kamu bisa mengarahkan kendaraan ke Candi Prambanan. Lalu di pertigaan pasar prambanan, ambil jalan kekanan yaitu arah Piyungan. Terus cari saja petunjuk ke arah Candi Ijo namun belok kiri di arah pertigaan sebelum SDN Sambirejo. Bagaimana dengan tiket masuk? Sejauh ini belum ada tarif khusus yang dikenakan untuk pengunjung yang mau masuk ke Taman Breksi. Biaya hanya dikeluarkan untuk parkir yaitu Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.
  8. Setelah tahun lalu sukses menggelar Anugerah Pesona Indonesia, tahun 2017 ini Kementrian Pariwisata Indonesia kembali mengadakan penghargaan yang sama namun dengan kategori yang lebih banyak. Sistemnya pun masih dengan cara voting melalui website anugerahpesonaindonesai.com atau ayojalanjalan.com serta bisa pula dengan mengirimkan SMS. Voting ini dibuka sejak awal Juni kemarin hingga akhir Oktober nanti. Anugerah semacam ini nampaknya memang menjadi nilai jual tersendiri bagi objek yang masuk nominasi. Bagi warga lokal, objek wisata, event, dan kuliner yang masuk nominasi apalagi menang, tentu menjadi prestise tersendiri. Dampaknya, mereka diharapkan bisa lebih mencintai potensi daerah mereka dan bangga untuk mempromosikannya. Bagi orang luar daerah tersebut, tentu juga berdampak pada minat mereka untuk datang kesana. Seperti yang sudah diungkap diawal, tahun ini ada penambahan kategori menjadi 15 dimana tahun lalu hanya 10 katregori. Kelima kategori tambahan itu ialah Kampung Adat Terpopuler, Minuman Tradisional Terpopuler, Objek Wisata Belanja Terpopuler, Objek Wisata Unik Terpopuler, dan Promosi Pariwisata Digital Terpopuler. Namun pada artikel kali ini kita akan membahas Kategoti Surga Tersembunyi Terpopuler. Ya, Indonesia yang begitu luas ini memang selalu mempunyai kejutan. Banyak lokasi indah yang belum tereksplore atau biasa kita sebut Surga Tersembunyi. Nah, kira-kira dimana saja ‘Surga-surga tersembunyi’ itu? Adakah di daerah kalian? Atau jangan-jangan kamu sudah pernah datang kesana? 1.Air Terjun Tumpak Sewu – Lumajang Via yantobasna.blogspot.com Tumpak Sewu atau biasa juga disebut Coban Sewu atau Grojogan Sewu adalah salah satu objek wisata yang tengah naik daun di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Lokasinya dekat juga dengan objek wisata Air Terjun Goa Tetes sehingga biasanya pengunjung yang datang menjadikan keduanya sebagai tujuan. Dinamakan Tumpak Sewu dimana Tumpak berarti Kumpula dan Sewu berarti Seribu jumlah sumber mata airnya yang sangat banyak. Inilah yang membuat air terjun ini berbeda karena area turunnya air melebar kesamping layaknya tirai yang menutupi dinding batu. Untuk menuju Air Terjun Tumpak Sewu tidak begitu sulit, meskipun tergolong baru, namanya sudah cukup terkenal di Lsumajang. Alamatnya berada di Sidomulyo, Pronojiwo. Jadi kamu yang berada di kawasan sekitar Lumajang, bisa ikuti saja arah ke Pronojiwo. Akan ada arah petunjuk Tumpak Sewu ini termasuk beberapa air terjun lainnya. Sesampai di gang masuk ke arah Air Terjun, pengunjung harus memarkirkan kendaraannya dengan biaya karcis jaga sebesar Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Setelahnya, kamu juga harus membayar tiket masuk di loket yang ada. Retribusi tiket ini hanya Rp 10.000 perorang. Kemudian barulah kita menuju lokasi Air Terjun dengan berjalan kaki beberapa ratus meter. Cukup melelahkan, jadi siapkan juga bekal terutama minum. Panorama dari bawah air terjun via adventuretravel.co.id Kamu bisa memilih menikmati air terjun setinggi 120 meter ini dengan dua cara, yaitu dari area Panorama yang berada di sebrang air terjun dengan view dari atas, atau turun langsung ke dasar air terjun. Semuanya sama-sama menarik dan punya sensasi tersendiri,. Hanya saja memang untuk turun ke bawah, kamu harus punya tenaga dan waktu ekstra. Jika kamu pergi dengan rombongan teman, mungkin tidak menjadi masalah, tapi jika dengan keluarga bersama orang tua dan anak-anak, rasanya akan sangat letih bagi mereka untuk turun ke bawah dan naik lagi nantinya. 2. Desa Wisata Bantaragung – Majalengka Desa Bantaragung berada di Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Desa ini menjadi populer lantaran memiliki panorama alam khas berupa hamparan sawah teras. Keindahan Sawah teras di Bantaragung, Foto:Budi/Radar Majalengka Ada beberapa Lokasi pemandangan terbaik di Bantaragung seperti di Blok Sawah Tarikolot, di sisi kiri jalan sebelum masuk kawasan Desa Bantaragung. Tak hanya sawah terasnya, yang menjadikannya lebih memukau mata ialah karena berlatar Gunung Ciremai. Ada juga persawahan Nangklak yang berada di antara Desa Bantaragung dengan Desa Payung. Senada, Gunung Ciremai juga menjadi latar yang menarik mata dari Persawahan Nagklak ini. Selain karena persawahan teras, Desa Bantaragung memang menjadi salah satu desa potensial untuk wisata. Letaknya yang berada di kaki Gunung Ciremai membuat desa ini memiliki pemandangan alam tropis yang indah. Pepohonan hijau juga selalu menjadi penyejuk karena juga desa ini selalu berlimpah sumber air. Oh ya kamu harus menggunakan kendaraan pribadi jika ingin kedesa ini karena tidak ada angkutan kota yang melalui kecuali mobil bak terbuka yang biasa digunakan warga sebagai tranpsortasi umum mereka. 3. Wanawisata Budaya Mataram Mangunan Dlingo – Bantul Hutan Pinus Wanawisata Budaya Mataram, foto : Ari Rikin/Suara Pembaharuan Mangunan dalam beberapa waktu belakang mulai dikenal oleh para pecinta wisata. Desa Mangunan di Bantul, Yogyakarta ini mempunyai banyak spot seperti yang sudah dikenal luas ialah Kebun Buah Manungan yang mempunyai pemandangan ketinggian yang memukau. Tak heran jika bahkan Desa Manungan sendiri masuk dalam nominasi untuk Kategori Kampung Adat Terpopuler. Sedangkan kategori Surga Tersembunyi Terpopuler, yang masuk nominasi ialah Wanawisata Budaya Mataram Manungan yang merupakan Hutan Pinus. Wanawisata Budaya Mataram menjadi area Resort Pengelolaan Hutan dari Kesatuan Pengelolaan hutan Provinsi DIY. Hutan Pinus menjadi satu bagian yang sekarang tengah populer lantaran menjadi spot yang cantik untuk berfoto. Jajaran kayu pinus yang menjulang tinggi dan semburat cahaya matahari yang menembus celah-celah daun menjadi pemandangan yang diburu terutama pecinta fotografi. Lantas mengapa dinamakan Budaya Mataram? Ternyata di kawasan ini juga dipercaya sebagai tempat bersejarah Kerajaan Mataram. Salah satu objeknya yaitu tempat bertapa Raja Sultan Agung. 4. Kawasan Wisata Mandeh – Kab. Pesisir Selatan Objek Wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, namanya memang tengah populer. Bahkan kawasan ini mendapat julukan Raja Ampat-nya Sumatera Barat. Pemandangan dari Puncak Mandeh via ngadem.com Lokasi persisnya ialah di Kecamatan Koto XI Tarusan yang berbatasan langsung dengan Kota Padang. Ada tiga alternatif ruas jalan untuk masuk Kawasan Mandeh yaitu dari Pasar Tarusan melalui Simpang carocok, kedua dari Bungus terus ke Sungai Pinang dan Sungai Nyalo, dan terakhir ialah melewati Carocok dan mnyusuri bibir pantai sepanjang 12,5 km. Keindahan Kawasan Mandeh yang merupakan Teluk ini berasal dari perpaduan antara gugusan pulau-pulau kecil di lautan luas dengan perbukitan hijau didaratnya. Lokasi terbaik untuk melihat perpaduan tersebut ialah di Puncak Mandeh. Dari puncak bukit inilah pemandangan yang mirip Raja Ampat di Papua bisa dilihat. Untuk menuju Puncak Mandeh dari jalan raya masih bisa dilalui dengan kendaraan motor atau mobil selama sekitar 10 menit, tetapi jalannya selain beraspal, masih ada juga yang berupa jalan tanah. Sensasi lain juga bisa kamu rasakan dengan menyewa kapal motor untuk berkeliling kawasan teluk. Tarif sewa kapalnya ialah sekitar 600 ribuan perhari dengan penumpang bisa mencapai 20 orang. Dengan menyewa tentu kamu akan jauh lebih leluasa mengarungi lautan dan singgah ke pulau-pulau kecil yang ada. Sedangkan jika kamu mau hemat, dihari kerja masyarakat mandeh juga menggunakan kapal untuk mobilitas. Jadi kamu bisa ikut menumpang dengan membayar sekitar 10 ribu atau lebih tergantung tujuan kapal. 5. Pulau Nikoi – Kab. Bintan Via fnetravel.com Bintan di Kepulauan Riau memang terkenal sebagai kawasan pengembangan wisata pantai. Lokasinya yang dekat dengan Singapura, menjadikan Bintan begitu banyak dilirik para pengembang. Tak terkecuali Nikoi, sebuah pulau seluas 16,9 hektar yang berada hanya sekitar 9 km arah timur laut Pulau Bintan. Pulau ini menjadi populer lantaran keindahan alam pantainya yang memukau dan ketenangan yang dihadirkannya. Tentu saja tenang, karena Nikoi adalah pulau pribadi. Pulau yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan resort berkelas. Kabarnya sudah ada sekitar 48 villa berbentuk rumah panggung dengan atap rumbia disana yang siap disewa dengan tarif jutaan rupiah peroangnya. Keindahan dari Pulau Nikoi memang tidak bisa dipungkiri. Bahkan pulau ini pernah mendapat penghargaan sebagai The Best private Island pada 2016 lalu oleh Majalah Conde Nest Traveler. Majalah ini mengganggap Nikoi menjadi yang teratas dalam kenyamanan, fasilitas, panorama, dan harga. Tertarik untuk menyewa salah satu resortnya? Kamu harus reservasi jauh-jauh hari bahkan bisa sampai minimal 3 bulan sebelumnya di website resmi mereka nikoi.com. Tarifnya sendiri beragam dengan kisaran terendah sekitar 320 SGD dimana biaya ini sudah termasuk antar jemput dari Pelabuhan Kawal di Pulau Bintan. 6. Pulau Dodola – Kab. Pulau Morotai Kalau kamu berkesempatan ke Maluki Utara, sempatkan juga untuk ke Pulau Dodola yang berada di Kepulauan Morotaoi. Pulau ini mulai dikenal sebagai surga baru dari Maluku karena memang memiliki pemandangan yang begitu memukau. Apalagi karena belum banyak kunjungan, jadilah pantai-pantainya masih bersih dan tentunya sangat tenang. Dua gugus Pulau Dodola , foto : LUCKY PRANSISKA/KOMPAS Pulau Dodola bisa dengan mudah dituju jika kamu sudah berada di Pulau Morotai tentunya. Menuju Morotai sendiri bisa dengan menggunakan pesawat atau kapal. Selanjutnya untuk menuju Pulau Dondola, kamu bisa menggunakan speedboat dari Kota Daruba, Morotai. Pelayaran ini memakan waktu hanya sekitar 45 menit saja. Tarifnya memang cukup mahal yaitu sekitar Rp 700 ribu sampai 1 jutaan PP. Namun itu untuk satu speedboat, jadi kamu bisa menghemat jika datang berombongan atau sharing cost dengan rombongan lain. Keindahan Pulau Dondola sudah bisa disaksikan dari jauh lantaran kilauan pasir putihnya. Bahkan pulau ini ada dua gugusan, Dodola kecil dan Dodola besar yang disambungkan oleh hamparan pasir putih. Saat air pasang tentunya pasir ini akan tenggelam sehingga yang ada ialah dua pulau terpisah. Namun saat surut, kita bisa berjalan didaratan pasir itu bak melalui jembatan antara dua pulau. Dodola sendiri ialah pulau tak berpenghuni. Tetapi sudah dikembangkan untuk wisata sehingga sudah dibangun beberapa cottages yang bisa disewakan. Tarifnya cukup terjangkau yaitu sekitar Rp 300 – 500 ribu percottages permalamnya. Kalau mau menginap, maka kamu harus membookingnya dahulu di Kantor Dinas Pariwisata di Kota Daruba. Perlu diketahui juga, meskipun masih ada signal hp, pulau ini tidak punya jaringan listrik. Tetapi melihat pengambangan yang ada, mungkin dalam waktu dekat listrik akan tersedia disana. 7. Pulau Kodingareng Keke – Makassar Indonesia sebagai negara kepulauan memang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Banyak spot diving terbaik dunia yang ada di negeri kita ini. Termasuk yang satu ini, perairan di Pulau Kodingareng Keke, Kota Makassar. Namanya mungkin belum begitu tenar dibanding wakatobi atau raja ampat, tetapi pesonanya kini mulai merekah karena keindahan bawah lautnya tersebut. Salah satu sudut Pulua Kodingareng keke via cumilebay.com Pulau Kodingareng Keke merupakan salah satu pulau di Kepulauan Spermonde, sekitar 14 km lepas pantai Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Karena tidak ada kapal reguler menuju Pulau Kodingareng keke ini, maka untuk mencapainya harus menyewa kapal cepat dengan tarif sekitar Rp 500-700 ribu perkapal. Dermaganya ada di depan Benteng Fort Rotterdam atau di Dermaga Kayu Bangkoa. Pelayaran sendiri akan berlangsung sekitar 45 menit. Pulau ini adalah pulau tak berpenghuni. Tapi karena memang sudah dikenal sebagai objek wisata, biasanya ada beberapa warga atau nelayan yang sengaja datang untuk menyewakan bale-bale bagi pengunjung dengan harga sekitar Rp 50 ribu perpetaknya. Soal pemandangan di Kodingareng keke tak perlu ditanyakan lagi. Peningkatan kunjungan wisatawan yang datang dan masuknya pulau ini dalam kategori Surga tersembunyi, tentu sudah menjadi jaminan bahwa pulau ini memang memiliki panorama yang cantik. Pasir putih berpadu dengan gradasi air laut membuat pengunjung sangat puas meskipun sekedar berjemur saja. Seperti yang sudah diungkap diatas, perairan di pulau ini juga sangat direkomendasikan untuk kegiatan Diving atau Snorkeling. Taman laut karangnya masih sangat indah. Airnya yang begitu jernih juga membuat pemandangan ini bisa dilihat jelas dari permukaan air. 8. Pulau Saponda – Kab. Konawe via jelajahsutra.com Sulawesi Tenggara tak hanya soal Wakatobi saja. Provinsi kepulauan ini masih punya pesona lainnya, salah satu yang tengah populer ialah Pulau Saponda. Pulau ini berada di kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Jika dari ibukota provinsi : Kendari, caranya bisa dengan menyebrang dulu ke Pulau Bokori selama sekitar 30 menit lalu menyebrang klagi ke Pulau Saponda dengan waktu sekitar 1 jam. Karena tidak ada kapal reguler kesana, maka pilihannya yaitu dengan menyewa langsung satu kapal seharian dengan biaya sekitar Rp 700 ribuan atau lebih tergantung hasil negosiasi. Pulau seluas sekitar 7,5 hektar ini dihuni oleh sekitar 480 kepala keluarga yang mayoritasnya adalah Suku Bajo. Mereka tinggal di dua desa yaitu Desa Saponda Darat dan Saponda Laut. Beberapa waktu ini nama Pulau Saponda memang tengah naik daun terutama oleh orang Sulawesi Tenggara sendiri. Pulau ini menjadi pilihan destinasi wisata baru lantaran memiliki pasir putih dan air laut yang dijamin bersih nan jernih. Sekedar bersantai atau berenang menjadi aktivitas yang memang diburu pendatang. Termasuk untuk mereka yang cinta sosial budaya, pulau ini juga menarik untuk disambangi. 9. Riam Merasap – Kab. Bengkayang Kabupaten Bengkayang adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat. Di Bengkayang terdapat beberapa destinasi yang cukup terkenal setidaknya bagi warga Kalimantan Barat. Namun satu yang kini menjadi sorotan ialah Riam Merasap yang berada di Dusun Dawar, Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas atau Sanngau Ledo. Riam Merasap via indonesiakaya.com Riam Merasap adalah objek wisata alam berupa Air Terjun. Riam sendiri artinya ialah Air Terjun, dan Merasap bisa diartikan kabut seperti asap akibat percikan air yang jatuh. Menjadi populer lantaran air terjun setinggi 20 meter dan lebar 8 meter ini memiliki aliran air yang sangat jernih berpadu pemandangan khas hutan rimba tropis Kalimantan. Bentuknya yang melebar juga membuatnya sering disebut miniatur dari Air Terjun Niagara. Perjalanan menuju Riam Merasap bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor. Dari Pontianak, kamu bisa mengikuti rute Pontianak – Pinyuh – Anjungan – Toho – Karangan – Bengkayang – Sanggau Ledo. Alternatif kedua ialah rute Pontianak – Pinyuh – Mempawah – Singkawang – Samalatan – Bengkayang – Sanggau Ledo. Perjalanan memang cukup panjang yaitu sekitar 6 jam. 10. Teluk Saleh – Kab. Sumbawa Via pulausumbawanews.net Aquarium Dunia. Begitulah julukan yang diberikan untuk Teluk Saleh di Kabupaten Sumbawa, NTB ini. Julukan ini diberikan langsung oleh Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) lantaran perairan di sana memiliki keunikan yaitu wilayahnya terlindung dari pengaruh laut luar. Hal ini karena di bagian barat daya Teluk Saleh dibatasi oleh Pulau Mayo. Selain itu juga tentu karena keanekaragam ikan dan terumbu karang yang ada disana yang begitu kaya. Tercatat ada sekitar 59 jenis arang dan 405 jenis ikan karang yang berhabitat disana. Perairan Teluk Saleh sendiri memiliki luas 1.495 km persegi dan panjnag 282 km yang meliputi wilayah perairan Empang, Plampang, Lape/Lopokm dan Mayo Hilir. Ada beberapa pilihan rute untuk menuju Teluk Saleh, namun yang paling umum ialah rute Labuhan Jontal, Kecamatan Plampang. Labuhan Jontan sendiri berjarak 90 km dari Sumbawa besar. Mencapainya bisa dengan menggunakan kendaraan mobil atau motor serta ada juga angkutan umum berupa bus. Jika dari Sumbawa, Bus tersedia di Terminal Sumer Payung. Tarifnya sekitar Rp 50 ribu peroang. Selanjutnya kalian turun di Simpang Labuhan Jontal untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek.
  9. Baca artikel bagian 1 disini Hari 2 8. Schloss Nymphenburg (08:30-11:30) Di awal hari kedua, pilihan yang bisa dituju ialah Schloss Nymphenburg alias Istana Nymphenburg. Istana ini letaknya masih tak jauh dari pusat kota yaitu hanya sekitar 8 km dari Marienplatz. Untuk mencapainya jika dari Marienplatz bisa menggunakan S-Bahn S2 atau S8 dan turun di Stasiun Laim. Kemudian dilanjutkan dengan naik Bus nomor 51 dan turun di Halte Hirschgartenallee. Schloss Nymphenburg via voyages-girardot.com Bagian taman istana sudah bisa dikunjungi wisatawan sejak sekitar jam 6 pagi, namun untuk masuk ke dalam istananya baru dibuka sekitar jam 10. Karenanya dengan datang saat pagipun tidak menjadi masalah karena waktunya sangat cocok untuk menikmati suasana taman. Apalagi tamannya juga luas sehingga satu jam berkeliling santaipun tak akan terasa membosankan. Istana Nymphenburg sendiri dibangun sebagai tempat istirahat musim panas para petinggi atau Adipati Bavaria. Pembangunannya juga dilatari oleh kelahiran anak Adipati Bavaria bernama Ferdinand Maria. Ia menginisasi pembangunan istana sebagai tempat beristirahat bersama sang istri dan anaknya tersebut. Namun istana yang ada sekarang sebenarnya tidak persis seperti istana awalnya karena setelah lima generasi, kerajaan melakukan rombakan besar dan penambahan luas. Dengan arsitektur bergaya Baroque, Istana ini memang nampak megah dari berbagai sisi. Apalagi taman seluas 200 hektar di sekeliling istana yang juga didesain simetris serta beberapa kolam besar, menjadikan bangunan Istana terlihat lebih cantik lagi. Great Hall di dalam istana via culturalxplorer.com Memasuki istana, ada puluhan ruang yang bisa dieksplore dari mulai Great Hall, Gallery, kamar tidur, kamar mandi, ruang rias, ruang pertemuan, kapel, dan banyak lainnya. Karenanya satu jam sebenarnya sudah sangat terburu-buru untuk menikmati bagian dalam istana ini. Selain ruang Istana, ada juga Marstallmuseum. Museum ini mengkoleksi berbagai jenis kereta kuda dan barang perlengkapan berkuda yang dulu digunakan kerajaan. Awalnya museum ini berada di bekas sekolah berkuda, namun barulah pada tahun 1952 koleksinya dipindahkan ke komplek Istana Nymphenburg ini. Oh ya, untuk masuk taman Istana ini gratis kecuali di beberapa bagian taman khusus yaitu Amalienburg, Badenburg, Pagodenburg, dan Magdalenenklause. Untuk keempat taman ini ada biaya masuk yaitu sebesar 4,5 euro.Begitupun untuk masuk kedalam istana, ada tiket yang harus dibayar yaitu sebesar 6 euro. Sedangkan untuk Marstallmuseum tiketnya 4,5 euro. 9. BMW Museum (12:00-14:30) BMW Museum, nampak jg menara kantor pusat BMW via bmwblog.com Setelah dari Istana Nymphenburg, kamu bisa langsung makan siang. Di komplek istana juga ada restoran atau jika mau makan diluar juga ada banyak pilihan termasuk didekat BMW Museum. Ya, tujuan kita selanjutnya ialah sebuah Museum. Karena siang hari, nampaknya menyambangi objek wisata dalam ruang akan lebih cocok. Lokasinya berada sekitar 8 km dari Istana Nymphenburg. Untuk menujunya bisa menggunakan Bus nomor 151 dan turun di halte Westfriedhof, lalu dilanjutkan dengan naik Bus nomor 180 tujuan Olympiazentrum. Tak akan sulit menemukan museum ini. Bagaimana tidak, bangunannya saja sudah sangat nyentrik dengan bentuk yang tak lumrah. Bentuknya seperti kuali besar dengan diameter atap 40 meter. Jika dilihat dari atas atau tampak udara, maka logo BMW akan terlihat menjadi lantai atapnya. Jika dari jauh, area BMW museum ini juga mudah terlihat karena ada gedung tinggi yang merupakan kantor pusat BMW. Tepat disampingya juga ada showroom BMW atau BMW Welt dengan gedung yang tak kalah futuristiknya. Pengunjung umum juga bisa masuk BMW Welt ini dengan jadwal dari jam 9 pagi sampai tengah malam. Salah satu Bagian pameran BMW Museum via bmwgroup.com BMW museum, seperti namanya memang menjadi museum bagi produk otomotif keluaran BMW, merek yang memang diproduksi oleh pabrik yang berpusat di Kota Munich ini. Selayaknya sebuah museum otomotif, BMW museum adalah pilihan tepat turis apalagi bagi pecinta dunia mobil dan motor. Disini ada ratusan mobil dan motor yang dikeluarkan BMW dari masa ke masa termasuk jenis mobil balap. Selain itu ada juga koleksi mesin, turbin, pesawat, dan ragam variasi mobil. BMW Museum dibuka setiap hari kecuali senin dari pukul 10 pagi sampai 6 sore. Tarif tiket masuknya yaitu sebesar 9 euro perorang. Jika kamu datang berombongan minimal 5 orang, harganya akan lebih murah. 10. Olympiapark (14:30-17:00) Tepat di seberang BMW Museum, ada destinasi menarik lainnya yaitu Olympiapark. Karena tinggal menyebrang saja, maka tak ada salahnya untuk datang ke arena yang dibangun dalam pagelaran Olimpiade 1972 tersebut. Kawasan Olympiapark via selected.de Olympiapark bisa dikatakan sebagai sport center. Di area seluas 0,85 km persegi ini terdapat berbagai sarana olahraga baik outdoor maupun indoor termasuk Stadion utama. Selain sebagai sebuah komplek olahraga yang lengkap dan asri karena penataan tamannya yang baik, hal yang membuat menarik ialah dari model-model bangunannya yang unik. Satu bagian paling mencuri perhatian ialah sebuah arena yang atapnya seperti tenda dari plexiglass transparan dan dilindungi jaring-jaring. Jangan bayangkan pula jika kita hanya akan berkeliling dan melihat-lihat saja. Ternyata di sini juga tersedia beberapa wahana permainan yang bisa dicoba seperti flying fox dan skywalk. Flying fox dibuat didalam stadion dimana pengunjung akan meluncur membelah Stadion Olympia. Untuk kegiatan satu ini, tarif yang diberikan adalah sebesar 71 euro untuk dewasa dan 61 euro untuk anak-anak. Skywalk di Olympia Stadium via selected.de Kalau tidak mau melakukan aktivitas menantang, kamu juga bisa memilih bersantai dengan berperahu di danau Olympia. Tarifnya juga lebih hemat yaitu sebesar 9-10 euro untuk satu jam. Terdapat beberapa pilihan perahu dari mulai perahu dayung hingga perahu pedal. Kamu yang memang pecinta olahraga dan fans dari banyak atlit, jangan lewatkan juga Munic Olympic Walk of Stars yang berada di tepi danau. Ini sama halnya dengan Walk of Fame nya Hollywood dimana ada cetakan tangan dari atlet bahkan artis kelas dunia yang pernah tampil di Olympiapark ini. Mau melihat pemandangan dari ketinggian? Kamu bisa naik ke Olympiaturm, sebuah platform tower setinggi 192 meter yang bisa diakses menggunakan lift. Biayanya juga tak begitu mahal yaitu hanya 5,5 euro. Dari atas tower, kalian bisa puas melihat semua bagian Olympiapark termasuk jika sore hari bisa melihat sunset. Atau pilihan lainnya ialah dengan naik ke sebuah bukit. Bukti ini memiliki tinggi 60 meter dan dengan mudah bisa didaki dengan berjalan kaki. Disini pemandangannya pun tak kalah menarik dan luas. Apalagi karena berupa bukit, maka kalian justru bisa lebih santai duduk menikmati pemandangan. 11. Englischer Garten (17:30-19:00) Via bavaria.by Masih belum puas dengan taman-taman di komplek olahraga Olympiapark? Tak ada salahnya untuk mengunjungi pula salah satu taman paling terkenal di kota ini yaitu Englischer Garten atau Taman Inggris. Letaknya juga tak begitu jauh yaitu hanya sekitar 5 km dari Olympiark. Mencapainya bisa langsung naik U-Bahn nomor U3 dari stasiun Petuelring yang tak jauh dari Olympiapark dan turun di stasiun Giselnastrasse. Setelahnya memang kamu masih harus berjalan beberapa ratus meter untuk menuju taman ini. Englischer Garten memiliki total luas mencapai 375 hektar yang menjadikannya sebagai taman kota terluas di Jerman. Ruang terbuka hijau ini bisa dikatakan mirip seperti Central Park di New York, luas, beberapa bagian dipenuhi pepohonan, dan bagian lain hanya berupa lapangan rumput. Menariknya juga, taman-tamannya dibuat tematik seperti Taman Jepang, Taman Yunani, dan lainnya. Hal ini membuat pengunjung tidak akan merasa bosan berkeliling dan bersantai karena serasa mengunjungi banyak tempat. Surfing di Sungai Eisbach, foto by Katy spichal via muenchen.de Letaknya yang berada di tepi sungai Eisbach dimanfaatkan pula oleh pengelola untuk membuat satu wahana yang terbilang unik yaitu selancar sungai. Ya, di sungai ini didesain ombak buatan sehingga para peselancar bisa mencoba latihan disana. Kamu yang tidak bisa berselancar juga tetap bisa terhibur dengan aksi-aksi mereka yang cukup menarik perhatian. Kamu yang sudah lapar juga bisa datang ke salah satu restoran yang ada di taman ini. Uniknya, bangunan restoran ini dibuat seperti pagoda sehingga menjadi objek yang tak kalah menariknya untuk dieksplore. Hari 3 12. Theatinerhof (09:00-10:30) Via wikimedia.org Di hari terakhir, rasanya lebih baik kita berwisata yang jauh lebih santai. Mengawalinyapun dengan sesuatu yang lebih santai yaitu menuju daerah Salvatorplatz 2 yang masih sangat dekat dengan Marienplatz, hanya sekitar 650 meter saja. Objek yang kita tuju bernama Theatinerhof, sebuah area taman kecil yang berada dibelakang Gereja Theatine. Sedikit tersembunyi karena jalan masuknya berupa gang kecil disebelah kiri gereja. Lantas apa yang menarik? Hal yang menjadi magnet dari Theatinerhof ialah bangunan-bangunan tua yang mengelilinginya. Pembeda lainnya ialah cat dari warna bangunan tersebut yaitu kuning. Warna ini tentu sangat mencolok dan membuatnya sangat menarik untuk dijadikan objek foto. Datang saat pagi juga cocok karena disana terdapat cafe. Kamu bisa sarapan atau sekedar meminum kopi sembari menikmati suasana tenang namun cantik yang tersaji didepan mata. 13. Wiener Markt (11:00-12:30) Via muenchen.de Kepasar? Ya, dihari terakhir tentu kamu mau beli oleh-oleh. Nah, Wiener Markt bisa menjadi pilihannya. Pasar ini memang bukan pusat oleh-oleh karena merupakan pasar tradisional, tapi beberapa buah tangan juga bisa ditemui disini dengan harga cukup miring. Wiener Markt berada sekitar 3,5 km arah barat dari Theatinerhof. Kamu bisa naik U-Bahn nomor U4 atau U5 dari stasiun odeonplatz dan turun di stasiun Max weber platz. Lalu berjalan kaki beberapa ratus meter hingga sampai di pasar yang beroperasi setiap hari Senin sampai Sabtu jam 10 pagi sampai 6 sore ini. Hampir mirip dengan Viktualienmarkt yang sudah kita kunjungi di hari pertama, pasar ini juga menarik karena dikelilingi bangunan-bangunan unik. Ragam barang yang dijual juga sangat menarik karena tak jarang karya seni juga dijual termasuk banyak penjual bunga segar sehingga menjadi pemandangan yang tak membosankan. 14. Mullersches Volksbad (13:00-14:45) Via swm.de Tertarik mencoba berenang atau sauna di Munich? Setelah lelah hampir 3 hari berkeliling, memanjakan diri dengan sauna mungkin cocok dilakukan. Kamu bisa singgah ke kolam renang yang berada di jalan Rosenheimer nomor 1 yang kebetulan sangat dekat dengan Wiener Markt, hanya sekitar 800 meter saja. Bukan kolam renang biasa, kolam renang Indoor bernama Mullersches Volksbad ini kabarnya menjadi salah satu yang tercantik di Eropa. Hal ini tidak begitu berlebihan karena memang interior bergaya art noveau yang ada sangat indah dan mewah. Pengunjung seolah menjadi keluarga kerajaan yang tengah bersantai disana. Kolam renang ini juga terbilang legendaris. Sudah ada sejak tahun 1901, Mullersches Volksbad kini menjadi salah satu kolam renang favorit warga. Buka setiap hari dari pagi jam 07:30 untuk kolam renang dan 09:00 untuk sauna, serta tutup jam 23:00 malam, tarif yang dipatok juga terbilang terjangkau yaitu 4,2 euro untuk renang dan 15,8 euro untuk sauna. 15. Stadion Allianz Arena (15:30-20:00) Kamu pecinta klub sepakbola eropa ataupun tidak, rasanya akan sangat berkesan untuk dapat mengunjungi salah satu stadion termegah di dunia satu ini. Siapa tak kenal dengan Allianz Arena, stadion markas Bayern Munchen FC ini begitu populer selain karena menjadi markas klub besar eropa, tapi juga karena keunikan dan kekhasan desainnya. Via wallpaperup.com Terletak di ujung utara Kota Munich, sekitar 15 km dari Mullersches Volksbad, kamu bisa menujunya dengan menggunakan U-bhan nomor U6 dan turun di Frottmaning untuk kemudian berjalan kaki sedikit mengikuti petunjuk arah Markenwelt. Perjalanan ini cukup memakan waktu hampir 1 jam. Kembali tentang Allianz Arena, Stadion ini tergolong baru yaitu dibangun tahun 2002 dan selesai tahun 2005, jadi wajar jika desain arsitekturnya sangat modern. Tak hanya soal bentuknya, teknologi yang digunakan juga siap memukau mata. Lapisan atau dinding terluar stadion yang seperti bungkus putih itu menggunakan teknologi ETFE-foil air panels yang mana bisa berubah-ubah warna sesuai warna tim yang sedang bertanding. Tak hanya saat sedang ada match saja, saat malam hari, lampu-lampu penghias stadion juga akan mengalah. Bervariasi setiap jangka waktu tertentu sehingga tidak akan membosankan. Karena alasan itupula, ada baiknya datang di waktu sore hari hingga malam di stadion ini agar bisa juga melihat kemegahan teknologi yang disuguhkan. Arena Tour via allianz-arena.com Lantas mengapa saya jadwalkan datang di jam 15:30 ? bukankah itu masih terlalu jauh dengan waktu malam di Jerman? Alasannya karena ada Tur yang disediakan pengelola untuk pengunjung yang mau masuk kedalam Stadion. Tur ini berlangsung dari jam 11:00 sampai 16:30 dengan durasi selama 75 menit. Rasanya sayang juga jika datang tapi tidak melihat langsung bagian dalam stadion. Tak hanya di lapangannya dan tribun, tapi tur juga akan mengajak kita ke ruang ganti pemain. Tarifnya juga masih cukup terjangkau yaitu 12 euro perorang namun dengan syarat sudah memenuhi kuota minimal 20 orang. Jika tidak, kamu tetap bisa dilayani dengan paket Individual Tour namun dengan tarif 29 euro perorang. Kemegahan Stadion saat malam via stag.com Lantas jika sudah tur sekitar jam 5 sore, mau kemana lagi untuk menunggu malam? Nah, selagi menunggu, kamu bisa menuju Museum FC Bayern. Museum sendiri memang tutup jam 6 sore dimana waktu masuk terkahir jam 17:15, jadi memang kamu hanya bisa memanfaatkan waktu 1 jam saja disana. Museum ini mengkoleksi berbagai hal yang berkaitan dengan Klub FC Bayern termasuk tropi-tropi yang pernah mereka dapatkan. Tiketnya sendiri sebesar 12 euro untuk dewasa. Jika mau hemat, kamu bisa membeli tiket kombinasi Arena Tour dan Museum yang totalnya hanya menjadi 19 euro. Setelah dari museum, jika kamu memang masih mau menikmati kemegahan Allianz Arena kala malam, maka kamu bisa mengisi kekosongan waktu dengan mencari tempat makan. Tak perlu keluar, karena didalam komplek stadion juga ada restoran sehingga sudah cukup mempermudah.
  10. Via h-hotel.com Jerman biasanya selalu menjadi list negara tujuan bagi pemegang visa Schengen. Negara ini juga letaknya cukup strategis ditengah eropa dan berada dekat negara-negara populer wisata lain seperti Prancis, Swiss, Ceko, Belanda, dan Austria. Dari beberapa kota di Jerman, selain ibukota Berlin, nampaknya Munich atau Munchen menjadi salah satu yang paling favorit. Apalagi kota ini menjadi markas bagi klub sepakbola terkenal Bayern Munchen, jadilah Munich juga berhasil menggaet turis pecinta sepakbola eropa. Munich sendiri adalah ibukota dari negara bagian Bayern. Letaknya di sisi Selatan daratan Jerman sehingga membuatnya lebih mudah diakses dari negara-negara sekitarnya dibanding ibukota Berlin yang berada di sisi Utara. Dalam artikel tentang Kota Salzburg di Austria sebelumnya (bisa dibaca disini), Kota Munich juga seringkali menjadi persinggahan bagi Turis yang menyambangi Austria ataupun sebaliknya. Munich termasuk kota berpenduduk terbesar di Jerman dengan populasi pusat kota mencapai lebih dari 1,3 juta jiwa. Sebagaimana moto kotanya ‘Munchen menyukai anda’, kota ini memang siap menyambut siapa saja dengan ramah, yang akhirnya akan membuat kita balik menyukainya. Terbukti pada tahun 2010, Munich mendapat predikat kota ternyaman di dunia versi Majalah Monocle. Transportasi Umum Sebelum menjelajah lebih jauh, sebaiknya kita mengenal dulu kota ini terutama soal transportasi umumnya. Sebagai mana umumnya kota-kota besar Eropa, Munich juga mempunya sistem transportasi umum yang sangat baik dan nyaman. Setidaknya ada 4 moda angkutan masal yang tersedia yaitu Kereta Bawah Tanah (U-Bahn), kereta komuter (S-Bahn), Tram, dan Bus. Antar moda transportasi ini memiliki koneksi yang baik sehingga memudahkan penggunanya untuk berpindah jenis moda. U-bahn via wired.com U-Bahn dan S-Bahn berwujud sama yaitu kereta. Bedanya U-Bahn memiliki jalur dibawah tanah sedangkan S-bahn diatas tanah. Kedua jenis moda ini punya jalur atau rute yang berbeda namun terkoneksi. Oh ya, tanda stasiun untuk U-Bahn ialah huruf ‘U’ sedangkan untuk Komuter yaitu huruf ‘S’. Khusus untuk komuter S-Bahn, stasiun utamanya yaitu Munchen Hauptbahnhof yang berada di pusat kota. Selain itu ada 2 stasiun lainnya yang lebih kecil yaitu Stasiun Pasing yang berada di barat dan Stasiun Munchen Ost yang berada di timur kota. Tram Munchen via wikimedia.org Moda angkutan Tram menjadi satu yang tertua di Munich. Transportasi ini sudah dioperasikan sejak tahun 1876. Jalurnya juga tersebar cukup luas di berbagai bagian kota. Hampir sama, Bus juga mempunyai sistem yang mirip dengan Tram. Jalurnya juga menyebar luas keberbagai wilayah kota hingga pinggir kota. Menariknya, sistem tiket yang digunakan untuk keempat moda angkutan ini ialah satu tiket. Jadi, kamu cukup punya satu kartu, maka kesemua jenis transportasi bisa digunakan tanpa harus repot membeli lagi ketika pindah jenis moda. Kalian bisa membeli tiketnya di mesin tiket yang berada di setiap stasiun dan halte. Tak hanya bisa melayani pembayaran dengan uang tunai, mesin ini juga bisa melayani untuk kamu yang menggunakan kartu debit. Sebelum digunakan, tiket ini harus divalidasi dahulu yaitu dengan cukup memasukkan tiket ke mesin kecil yang tersedia. Ada beberapa jenis tiket yang tersedia yaitu Single Ticket, Striple Ticket, dan Day Ticket. Single Ticket berlaku untuk sekali jalan di dalam kota dengan tarif 2,7 euro. Jika kamu melalui rute keluar kota, maka akan dikenakan biaya tambahan tergantung zona wilayahnya. Striple Ticket hanya sedikit perbedaanya dengan Single yaitu hanya dari jarak dan berapa halte atau stasiun yang bisa dilalui saja. Sedangkan Day Ticket adalah pilihan yang paling populer untuk turis karena bisa digunakan dari hari ketika membeli hingga jam 6 pagi keesokan harinya. Selain bisa lebih murah dan praktis, Day Ticket ini juga tersedia untuk paket Group maksimal 5 orang. Jadi jika kamu pergi berdua saja misalkan, lebih simpel memilih Group Day Ticket. Pilihan Waktu Kunjungan dan Tempat Menginap Seperti layaknya mengunjung negara-negara 4 musim, biasanya ada waktu-waktu tertentu dimana musim atau cuacanya paling mendukung untuk berwisata. Biasanya juga waktu terbaik itu adalah saat penghujung musim semi. Di Munich, penghujung musim semi biasa berlangsung sekitar akhir bulan Mei. Kenapa menjadi waktu terbaik karena pada saat itulah cuaca disana tidak terlalu dingin yaitu dikisaran 18-19 derajat celcius. Selain itu pada bulan tersebut siang akan berlangsung lebih lama sehingga akan lebih banyak hal yang bisa dieskplore. Untuk pilihan tempat menginap, tentu saja di Munich ada banyak hotel dari berbagai kelas yang tersebar di seluruh penjuru kota. Namun jika dispesifikkan untuk lokasi paling strategis, maka kamu bisa memilih penginapan yang berada di sekitaran area Clemensstrabe. Kawasan ini tidak jauh dari pusat kota dan berada di dekat stasiun kereta . Selain itu cafe-cafe juga banyak berpusat disana dan terlebih lagi masih berada di kawasan permukiman warga sehingga kalian juga bisa merasakan atmosfernya kehidupan warga lokal. Hari 1 1.Frauenkirche (08:00-09:30) Mengawali perjalanan, ada baiknya kita langsung menuju destinasi wisata utama. Bukan hanya atraksi wisata utama tapi menjadi simbol kota Munich. Itu adalah sebuah bangunan gereja bernama Frauenkirche. Ya, gereja katolik roma ini menjadi simbol atau label dari Kota Munich. Tentunya hal ini tidak terlepas dari nilai sejarah bangunan gereja itu sendiri. Frauenkirche via wikipedia.org Dua menara kembar gereja menjulang tinggi dengan atas berbentuk kubah bawang. Menara ini menjadi yang tertinggi di pusat kota Munich yaitu 99 meter sehingga mudah dikenali dan bisa dilihat dari banyak sudut. Gereja yang bernama lengkap Dom zu unserer Lieben Frau atau Church of Our Dear Lady ini awalnya merupakan gereja kecil bernama Marienkirche. Baru ditahun 1468, gubernur Munich memerintahkan untuk membangun gereja baru. Memakan waktu hingga 20 tahun untuk menyelesaikannya karena kendala pendananaan. Hingga akhirnya di tahun 1488 bangunan gereja termasuk kedua menaranya selesai dibangun. Kubah menara sendiri baru ditambahkan di tahun 1524. Menariknya pengunjung tidak hanya bisa mengagumi kemegahan bangunan gereja dari luar. Pengunjung umum dibolehkan masuk jika memang tidak ada ibadah yang berlangsung. Tidak ada tarif khusus untuk masuk tetapi kamu juga sebaiknya memberi sumbangan seikhlasnya. Bagian dalam gereja via traveladventures.org Sama menariknya, bagian dalam gereja juga menampakkan dimensi vertikal sehingga nampak megah. Jendela-jendela sebagai sumber cahaya dibuat meninggi dengan lebar yang kecil didinding bangunan. Tapi letaknya seolah tersembunyi karena tepat didepannya juga ada pilar-pilar gereja. Hal ini ternyata punya cerita sendiri. Dulu sang arsitek Jorg von Halsbach kabarnya meminta bantuan iblis untuk membangun gereja dengan perjanjian tidak membuat jendela. Namun ternyata sang arsitek tetap membuatnya dibalik pilar-pilar. Hal ini membuat iblis marah tetapi tidak bisa memasuki gereja karena merupakan bangunan suci. Jadilah di ubin depan pintu masuk gereja, ada sebuah jejak kaki yang kabarnya menjadi jejak kaki iblis tersebut yang gagal masuk gereja. Selain itu, menara bagian selatan bisa juga dinaiki untuk umum. Khusus untuk naik ke atas menara dikenakan biaya yaitu sebesar 3 euro. Dari atas menara, kita bisa puas melihat pemandangan kota tua Munich dan kawasan sekitarnya termasuk pegunungan Alpen. Oh ya, untuk menuju kawasan Frauenkirche ini sangat mudah. Kamu bisa naik S-Bahn dan langsung ke tujuan stasiun Marienplatz. Bisa juga naik U-Bahn U3 atau U6 dan turun langsung di stasiun Marienplatz. Serta juga bisa naik Bus nomor 132. 2. Viktualienmarkt (09:30-11:00) Dari Frauenkirche, sebenarnya kita akan melewati Marienplatz terlebih dahulu untuk menuju Viktualienmarkt. Tapi karena Marienplatz punya atraksi yang menarik selepas jam 11 siang, maka kamu bisa melewatkannya sejenak untuk terus melangkahkan kaki ke arah tenggara. Salah satu area di Viktualienmarkt via advisortravelguide.com Viktualienmarkt adalah sebuah pasar tradisional. Ya, Mengunjungi pasar tradisional adalah cara terbaik untuk kamu merasakan kehidupan asli warga lokal. Jangan bayangkan pula kondisinya yang kumuh karena pasar tradisional ini tertata baik di area seluas 22.000 meter persegi dan diisi sekitar 140 kedai. Bisa dikatakan justru menyambanginya seolah tengah mendatangi pasar hiburan karena ada banyak hal menarik yang tersaji. Pasar yang buka setiap hari Senin sampai Sabtu dari jam 8 pagi sampai sore hari ini menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, buah, sayur, hingga bunga segar dan makanan khas. Bagi warga Munich, Viktualienmarkt tidak hanya sekedar pasar tradisional karena selain lengkap dan berada di pusat kota, tetapi juga karena pasar ini sudah sangat bersejarah. Dibentuk tahun 1807, awalnya pasar ini menjadi pusat perdagangan produk pertanian. Datang di jam-jam 10 pagi ini juga sangat cocok karena setelah sedikit lelah berkeliling Frauenkirche, kamu bisa bersantai sejenak menikmati minuman dan makanan ringan disana. Setelah cukup bertenaga lagi, barulah kita beranjak kembali ke Marienplatz. 3.Marienplatz (11:00-12:30) Marienplatz via wikipedia.org Marienplatz adalah destinasi wisata utama dan biasanya menjadi start point para Turis. Tetapi kita jadikan kunjungan ke Marienplatz agak siangan karena saat itulah ada atraksi yang bisa disaksikan. Marienplatz sendiri adalah sebuah kawasan alun-alun kota Munich. Seperti umumnya alun-alun di Eropa, Marienplatz juga dikelilingi oleh bangunan-bangunan kuno dengan arsitektur utama bergaya Baroque dan sebagian lain Gothic. Bangunan-bangunan utama yang berada di dekat Marienplatz ialah Balai Kota Baru (Neues Rathaus) di sisi utara dan Balai Kota Lama (Altes Rathaus) di sisi Timur. Di tahun 1638, sebagai peringatan berakhirnya penjajahan Swedia selama perang 30 tahun, dibuatlah sebuah monumen batu yang dibagian atasnya terdapat patung Bunda Maria yang berlapis emas. Monumen di tengah alun-alun ini disebut Mariensaule. Dari sanalah, nama Marienplatz berasal dan digunakan hingga sekarang. Monumen Mariensaule, nampak Balaikota Lama di bagian belakang, via culturepassport.co Disekeliling kawasan Marienplatz juga banyak cafe dan restoran sehingga menjadi lokasi terbaik untuk menikmati nuansa Munich sembari menyeruput kopi dan makan makanan khasnya. Hal yang juga menjadi perhatian pengunjung ialah Glockenspiel. Inilah atraksi yang sudah dijelaskan diawal. Ini merupakan pertunjukan alat musik perkusi dan boneka yang menceritakan sejarah Kota Munich. Pertunjukan bonekanya berada di sebuah menara gedung Balaikota baru. Biasanya pertunjukan ini berlangsung dari jam 11 sampai 12 siang (kecuali saat musim semi) dan jam 5 sore. Karena alasan itulah, waktu terbaik ke Marienplatz ialah saat siang hari atau nanti sore harinya. 4. Gereja St Peter (12:30-14:30) St Peterskirche via muenchen.de Di area Marienplatz ini juga ada Gereja St. Peter yang bisa menjadi destinasi. Menara gereja menjulang hampir setinggi menara Geraja Frauen. Menariknya lagi, pengunjung juga bisa naik ke atas menara dengan melalui 306 anak tangga. Untuk bisa naik ke menara, tiketnya hanya sebesar 2 euro. Dari atas menara, tentu pemandangan kota Munich bisa leluasa dilihat. Apalagi tersedia juga teropong sehingga bisa melihat objek-objek di sekitar dengan lebih detil. Karena letak Gereja St. Peter dan Frauen berdekatan, maka jika ingin melihat pemandangan kota dari ketinggian, cukup pilih salah satunya saja. Kemegahan bagian dalam gereja via bristol-business.net Gereja St. Peter dibangun pada abad ke 12 dan menjadikannya yang tertua di distrik tersebut. Bangunan Gereja Katolik Roma ini memiliki arsitektur gaya Bavarian Romanesque. Dimensi bangunannya meninggi atau vertikal sehingga nampak megah meskipun tidak banyak ukiran yang menghiasi fasad bangunannya. Menuju bagian dalam yang bisa dimasuki untuk umum secara gratis dari Senin sampai Jumat pukul 09:00-18:30 dan Sabtu-Minggu pukul 10:00 – 18:30 ini, perhatian akan langsung menuju segala penjuru karena interiornya yang wah. Warna putih dan emas nampak mendominasi, namun yang paling menarik ialah deratan patung emas yang berada di setiap pilar sepanjang ruang utama hingga ke altar. Bagian Altar juga menjadi spot paling spektakuler dari gereja ini. Bagaimana tidak, altarnya nampak megah dan dihiasi dengan ukiran patung berwarna emas. Nah setelah puas mengeksplore bagian dalam Gereja St.Peter, kalian bisa melanjutkan untuk makan siang. Ada begitu banyak restoran dan cafe di kawasan Marienplatz yang bisa menjadi pilihan. Setelahnya, barulah kita melangkah lagi namun masih tak jauh dari Marienplatz. 5. Gereja Johann Neopomuk (14:30-16:00) Wisata ke gereja lagi? Ya, tapi jangan anggap yang satu ini akan sama saja seperti gereja St.Peter atau Frauen sehingga tak layak untuk didatangi. Gereja satu ini sangat menarik apalagi bagi kamu pecinta seni dan fotografi. Lokasinya hanya berjarak sekitar 500 meter arah Barat Daya Marienplatz sehingga cukup dilalui dengan berjalan kaki. Nampak Gereja bersanding dengan bangunan lain via muenchen.de Gereja Johann Nepomuk atau lebih dikenal dengan nama Asamkirche, hanyalah gereja kecil bahkan sering terlewatkan karena bangunannya menyatu dengan bangunan di kanan kirinya. Padahal inetrior gereja ini adalah salah satu yang paling mewah, nyeni, dan menarik. Bangunan gereja bergaya Baroque-Rococo dibangun oleh Asam Bersaudata pada tahun 1733 sampai 1746. Mereka awalnya membangun gereja untuk pribadi yang karenanya lokasi gereja dibangun persis menyatu dengan rumah mereka. Namun atas permintaan penduduk, akhirnya gereja ini dibuka untuk umum. Seperti yang sudah disinggung, daya pikat dari gereja ini ialah interiornya. Awal memasuki gereja, diatas pintu masuknya ada patung Santo Neopomuk. Beliau adalah seorang biarawan masa abad 14 dan terkenal karena kemuliaan hatinya dalam beramal. Bagian dalam gereja via jetsettingfools.com Memasuki bagian dalam, maka pengunjung akan dihipnotis dengan nuansa yang memukau mata. Begitu banyak ukiran dan lukisan yang detil mengisi setiap sisi dinding hingga langit-langitnya. Ornamen-ornamen yang ada nampak menjadi bagian yang mengagumkan untuk dilihat berlama-lama. Tak ketinggalan, altar gereja juga begitu memukau dengan latar merah dan dihiasi dengan lukisan mural. Itulah kenapa meskipun gereja kecil, ada baiknya kamu menyiapkan waktu sekitar 30 sampai 60 menit untuk bisa menikmati keindahan setiap sisi gereja dengan santai. Kunjungan umum sendiri diizinkan secara gratis setiap hari dari jam 07:30 sampai 17:30 kecuali saat tengah berlangsung pelayanan atau ibadah. 6. Karlstor (16:30-18:00) Bergerak keluar dari kawasan Marienplatz, selanjutnya menuju Karlsplatz yang juga menjadi alun-alun lainnya di Kota Munich. Jaraknya hanya sekitar 2 km dari Marienplatz dan bisa dituju menggunakan S-Bahn S1,2,3,4,6,7,8 dan berhenti di Stasiun Karlsplatz. Bisa juga naik U4, U5, atau Tram nomor 27, 28 dan N27 yang kesemuanya berhenti di halte/stasiun Karlsptalz. Karlstor via vitavia.com.br Karlstor adalah gerbang kota. Di awalnya, Kota Munich hanya mencakup kawasan Kota Tua, dan untuk masuk harus melalui 4 gerbang yang tersedia. Namun salah satunya telah dihancurkan sehingga sekarang hanya tersisa 3 gerbang saja. Salah satunya yang berada di kawasan Karlsplatz ini yang bernama Karlstor, sedangkan dua lainnya bernama Isartor dan Sedlinger Tor. Jika punya waktu, mungkin kamu bisa saja menyambangi ketiganya, tapi jika tidak, rasanya satu saja sudah cukup memberi pengalaman berharga. Karlstor awalnya bernama Neuhauser Tor. Gerbang ini memiliki bentuk seperti gerbang sebuah benteng kerajaan. Hal itu karena dibagian atasnya memiliki bentuk pola benteng. Bagian pintu gerbangnya sendiri merupakan bentuk lengkungan segitiga. Gerbang utama di bagian tengah berukuran lebih besar, dan ada dua gerbang lainnya disisi kanan kiri yang berukuran lebih kecil. Karlsplatz via de.wikipedia.org Selain melihat gerbang kota Karlstor, kalian juga bisa bersantai sore di Karlsplatz. Kawasan ini juga dikelilingi oleh pertokoan sehingga kalian bisa berbelanja atau sekedar bersantai di cafe-cafe yang ada. Sore menjadi waktu teramai disana karena memang suasananya yang nyaman untuk berkumpul. Apalagi ada waterfountain besar yang keluar dari lantai pelataran sehingga menambah suasana akrab. 7. Siegestor (18:00-20:00) Menutup ekplorasi di hari pertama, kalian bisa menyambangi Siegestor, sebuah gerbang simbol kemenangan Bavaria. Letaknya sekitar 3 km dari Karlsplatz dan bisa dituju menggunakan bus 154 atau ada baiknya juga menggunakan taksi karena biasanya jika sudah malam artinya sudah cukup lelah untuk menggunakan angkutan umum. Siegestor via total-munich.com Siegestor ibarat Triumphal Arch-nya Munich. Dibangun pada pertengahan abad ke 19, gerbang ini selain sebagai monumen kemenangan Bavaria juga sebagai simbol perdamaian. Pada masa Perang Dunia II, Siegestor sebenarnya sempat hancur, namun tak lama, dilakukan rekonstruksi sesuai desain asli. Berbentuk gerbang setinggi 21 meter dengan tiga pintu melengkung dimana pintu utama dibagian tengah yang berukuran lebih besar, dinding bangunan ini juga dihiasi dengan ukiran. Dibagian atas dinding monumen juga terdapat tulisan yang jika diartikan ialah ‘Didedikasikan untuk kemenangan, dihancurkan oleh perang, dan pengingat kedamaian’’. Bagian teratas terdapat patung Bavaria, yang disimbolkan dengan seorang wanita yang membawa tombak dan mengendarai kereta yang ditarik empat ekor singa. Gerbang ini sendiri berada diantara dua jalan utama di Munich yaitu Ludwigstrasse dan Leopoldstrasse. Saat malam, sorotan lampu akan menghiasi Siegestor sehingga nampak cantik dan tak kalah menarik. --- Baca Bagian 2 (hari ke 2 dan ke 3) disini
  11. Di artikel sebelumnya (bagian 1), kita sudah membahas beberapa objek wisata yang ada di Kota Salzburg. Umumnya objek-objek tersebut berada di kawasan Old City dari Salzburg. Old City atau Kota Tua-nya Salzburg memang menjadi pusat wisata disana. Dalam artikel bagian 2 ini, mari kita melanjutkan petualangan ke destinasi-destinasi menarik lainnya. 6. Rumah Tempat Lahir Mozart (Mozarts Geburtshaus) Mozart lahir dan besar di Salzburg. Bahkan rumah tempat ia dilahirkan pun masih terawat hingga sekarang dan difungsikan sebagai sebuah museum. Lokasinya berada di Jalan Gestreidegasse nomor 9 yang juga masih di kawasan Old City, hanya sekitar 400 meter dari Residentzplatz. Mozarts Geburtshaus via solotravelerworld.com Tak akan sulit menemukan rumah apartemen ini. Bangunannya memang menyatu dengan bangunan bertingkat lain, tetapi Mozarts Geburtshaus dicat dengan warna berbeda dan mencolok yaitu kuning. Tulisan besar ‘Mozarts Geburtshaus; juga terpampang di dinding antara jendela lantai 3 dan 4 bangunan. Termasuk salah satu museum yang paling ramai kunjungan, maka jangan heran jika mungkin kalian harus mengantri untuk mendapatkan tiket masuk. Harga tiketnya sendiri yaitu sebesar 11 euro untuk dewasa, 3,5 euro untuk anak usia 6-14 tahun, dan gratis untuk anak dibawah 6 tahun. Museum sendiri dibuka setiap hari dari jam 09:00 sampai 17:30. Sayangnya, pengunjung dilarang mengambil foto bagian dalam museum ini, sehingga mungkin akan mengurangi keasyikan. Meski begitu, ada saja pengunjung yang diam-diam mencoba mengambil foto untuk kenangan. Ruang tamu di rumah Mozart via alterra.cc Sebagaimana sebuah rumah, Mozart Geburtshaus terdiri atas beberapa ruang yang memang dulunya digunakan oleh sang maestro. Ruang tamu dengan kursi, meja, dan lemari berbahan mebel nampak menunjukkan kehangatan suasana disana. Bagian yang tak boleh ketinggalan ialah sebuah kamar yang tidak begitu besar. Di kamar itulah Mozart dilahirkan. Sebuah ranjang yang ntah apakah masih asli atau tiruan saja, namun setidaknya bisa memberi gambaran bagaimana sang ibunda berjuang melahirkan putranya tersebut. Ruang lainnya yang juga menarik ialah kamar tidur Mozart ketika dia bayi hingga kanak-kanak. Kamar berukuran 4x4 meter tersebut berisikan sebuah tempat tidur, kursi, dan meja. Ada juga dapur yang menjadi tempat ibunda Mozart memasak serta makan bersama keluarga. Dapurnya juga nampak sederhana dengan lantai dan dinding berwarna coklat. Di banyak ruang juga tepajang foto dan lukisan seputar kehidupan Mozart. Sebuah piano tua juga dipamerkan dengan dilapisi kaca. Piano inilah yang digunakan Mozart utnuk belajar musik. Bisa dikatan, Piano tersebut menjadi saksi bisu lahirnya sentuhan emas dari seorang Mozart. Tak hanya satu, dipamerkan juga piano lain yang digunakan Mozart dalam berbagai kesempatan. 7. Mozart Residence (Mozarts Wohnhaus) Kalau diatas adalah Rumah tempat lahirnya Mozart, maka yang satu ini adalah Rumah tinggalnya mozart. Lokasinya masih di Salzburg tentu saja, tetapi sudah diluar Old Town yaitu diseberang Sungai Salzach namun hanya sekitar 400 meter saja dari Mozart Geburtshaus sehingga masih bisa dilalui dengan berjalan kaki melalui jembatan Staatbrucke. Mozart Wohnhaus via salzburg.info/website Rumah Apartemen yang berada di kawasan bernama Makartplatz ini memang nampak biasa saja. Bangunan bercat pink muda dengan dimensi memanjang kesamping ini memiliki jendela yang berderet di setiap lantainya. Namun ternyata dibangunan itulah Mozart pernah menghabiskan masa mudanya bersama keluarga. Ia tinggal disana antara tahun 1773 sampai 1787 atau pada usianya 17 hingga 31 tahun. Bangunan ini sendiri sebenarnya sempat hancur di beberapa bagian akibar serangan udara tahun 1944. Bagian yang selamat akhirnya dibeli oleh Yayasan Mozart Internasional di tahun 1955 lalu singkatnya direkonstruksi dan dijadikan museum sebagaimana yang ada saat ini. Di museum ini tersimpan dokumen-dokumen asli milik Mozart. Koleksi foto diri Mozart yang terpajang, peralatan rumah tangga, dan tentunya kamar-kamar yang ia gunakan menjadi satu kesatuan pameran yang tersuguh disana. Museum ini dibuka setiap hari dari jam 9 pagi sampai sekitar jam 5 sore. Tiket masuknya yaitu sebesar 11 euro untuk dewasa, 4 euro untuk remaja 15-18 tahun, 3,5 euro untuk anak 6-14 tahun, dan paket khusus untuk keluarga 2 dewasa dan satu anak dibawah 18 tahun yaitu sebesar 23 euro. 8. Schloss Mirabell Schloss Mirabell artinya Istana Mirabell. Ini adalah komplek bersejarah yang terdaftar dalam Situs Warisan Budaya UNESCO. Schloss Mirabel ini adalah bangunan istana yang dibangun tahun 1606 atas perintah Pangeran Wolf Dietrich Raitenau. Letaknya tak jauh dari tepi Sungai Salzach sisi New town dari Salzburg. Jika dari Mozarts Wohnhaus, kalian cukup berjalan kaki sekitar 5 menit ke arah Utara. Komplek Istana Mirabell via salzburg.info/website Kata Mirabell sendiri berasal dari dua kata yaitu mirabile yang berarti ‘mengagumkan’ dan bella yang artinya ‘cantik’. Nama ini nampaknya menjadi gambaran kecintaan Pangeran Wolf Dietrich Raitenau kepada sang istri tercinta yang bernama Salome Alt. Bangunan Istana memiliki arsitektur gaya Baroque. Berpadu dengan taman bunga di seklilingnya, inilah yang menjadikan komplek istana ini selalu menarik pandangan. Taman-taman ini memang sengaja ditata dengan pola yang umumnya simetris sehingga menambah kesan megah dari bangunan Istana yang memang sudah tampak megah. Taman-tamannya juga tak hanya satu, tetapi ada beberapa di area yang berbeda termasuk taman labirin. Bisa dikatakan wujud komplek istana ini memang merefleksikan namanya, ‘cantik dan mengagumkan’. Komplek istana ini terbuka untuk wisatawan. Beberapa bagian dibuka dengan jadwalnya sendiri, namun secara umum dibuka setiap hari dari skeitar jam 8 pagi sampai sekitar jam 4 sore. Menariknya lagi tidak ada biaya khusus untuk tiket masuknya. 9. Schloss Hellbrunn Salah satu area di Istana Hellbrunn via salzburg.info/website Berjarak sekitar 7 km arah selatan dari Istana Mirabell, tepatnya di Jalan Furstenweg 37, ada juga sebuah istana bernama Hellbrunn. Bangunannya beragam dan tak jalah megah dengan Istana Mirabell, apalagi komplek istana ini juga cukup luas dan merupakan salah satu peninggalan kuno dari Salzburg. Dibangun antara tahun 1613 hingga 1619 oleh Pangeran Salzburg yang bernama Markus Sittikus von Hohenems, Istana ini dibangun untuk tempat tinggal musim panas. Karenanya taman-taman yang dibangun umumnya memiliki sentuhan air baik dari kolam yang luas maupun air mancur. Ada banyak hal yang bisa dieksplore di komplek Hellbrunn. Pengunjung tidak hanya sekedar bisa menikmati kemegahan bangunan istana atau sekedar bersantai ditaman-tamannya, tetapi juga akan diajak merasakan sentuhan-sentuhan menarik seperti melalui sebuah jalan yang memuncratkan air dari bawah. Pengunjung juga bisa masuk ke beberapa ruangan istana yang dijadikan ruang pameran. Jadwal bukanya sendiri yaitu setiap hari dari sekitar jam 9 pagi sampai sekitar jam 5 sore tergantung bulan atau musim yang tengah berlangsung. Tarif tiketnya yaitu sebesar 22 euro untuk dewasa dan 10,10 euro untuk anak 4-18 tahun. 10. Karajan Square Karajan Square via salzburg.info/website Karajan Square atau Karajan platz bisa menjadi pilihan lain untuk bersantai. Lokasinya kembali di kawasan Old Town tak jauh dari Old City Hall. Di lokasi yang berasal dari abad ke 17 ini terdapat sebuah kolam dengan patung kuda sebagai sebuah monumen. Disekilingnya terdapat dinding bergaya arsitektur pertengahan dengan lukisan-lukisan kuda. Hal ini lantaran disinilah dulunya menjadi tempat para pangeran uskup memandikan kuda-kuda parade mereka. Lokasinya juga berada tepat di bawah tebing Monchsberg. Jadilah pemandangan tebing yang langsung didepan mata cukup menarik perhatian apalagi untuk objek foto. Tak banyak memang hal yang bisa dilakukan disini. Tetapi karena lokasinya yang juga masih di kawasan Old Town dan mencapainya yang juga mudah dengan berjalan kaki, tak ada slaahnya juga rasanya untuk singgah kesana.
  12. Austria, negara ini menjadi salah satu tujuan wisata populer turis Eropa. Selain objek wisatanya yang beragam, juga lantaran letaknya yang strategis di tengah daratan Eropa. Bagi pemegang visa Schengen, sayang rasanya melewatkan untuk singgah ke negara satu ini. Kota utama tentu saja Wina atau Vienna sebagai ibukota negara. Info wisata kota ini sudah kita bahas di artikel sebelemnya (baca disini). Ikon wisata dari Austria lainnya yaitu Hallstatt. Sebuah desa dengan daya tarik pemandangan alam berpadu permukiman tradisional di tepi danau. Info wisata Hallstatt juga sudah dibahas di artikel sebelumnya (baca disini). Selain kedua kota itu, ada satu lagi kota wisata terkenal di Austria yaitu Salzburg. Kota Salzburg via getyourguide.com Selain mereka yang memang berencana libur ke Austria, banyak juga turis yang datang ke Salzburg lantaran lokasinya yang berada di perbatasan dengan Jerman. Turis yang ke Kota Munich di Jerman, banyak juga yang memanfaatkan waktu untuk mampir ke Salzburg. Kota terbesar ke empat di Austria ini memang berada di perbatasan negara Austria bagian Barat-Laut dan Jerman bagian Selatan. Salzburg berjarak sekitar 296 km dari ibukota Vienna dan hanya berjarak sekitar 145 km dari Kota Munich, Jerman. Dari Munich, Salzburg bisa dituju dengan menggunakan kereta dengan lama perjalanan sekitar 2 jam saja. Salzburg berada di dataran Pegunungan Alpen. Sungai Salzach jadi sungai utamanya yang membagi kota menjadi dua bagian yaitu Old Town dan New City. Seperti namanya, Old Town atau Altstadt menjadi pusat keberadaan bangunan-bangunan klasik abad pertengahan. Sedangkan New City atau Neustadt menjadi kawasan modern. 1.Old Town of Salzburg Sejak 1997, UNESCO sudah menjadikan Old Town Salzburg sebagai Situs Warisan Dunia dengan nama Historic Centre of the City of Salzburg. Kawasan Old Town ini berada persis di tepi Sungai Salzach sisi Barat. Lokasinya di tepian sungai utama ini menjadikan Old Town nampak menarik dilihat dari sungai dan seberangnya. Apalagi kawasan ini juga merupakan lahan berbukit sehingga bangunan-bangunannya nampak bertingkat dan menarik jika dilihat dari seberang sungai. Salah satu jalan/lorong teramai di Old Town via famouswonders.com Ciri khas bangunan di Old Town ini ialh berarsitektur klasik khas Medievel atau abad pertengahan dan gaya Baroque. Mengeliling kawasan Old Town terkhusus di jalan berupa lorong-lorongnya seolah membawa kita ke dimensi lain. Arsitekturnya yang kuno namun masih terawat disetiap sisi menjadikan berjalan disana tak akan membosankan. Apalagi banyak toko souvenir, makanan, dan cafe yang siap menjadi pengalih perhatian. Sempatkan untuk membeli oleh-oleh disana dan bersantai menikmati secangkir kopi untuk lebih puas menikmati pemandangan Old Town. Tak ketinggalan, sebagai kota musik, seringkali kita temui seniman jalanan yang asyik memamerkan kemampuan bermusiknya. Alun alun dan air mancurnya via ferienprofis.at Jangan lewatkan pula untuk menyambangi alun-alunnya atau dalam bahasa lokal disebut Residenzplatz Square. Dikelilingi oleh bangunan-bangunan klasik bertingkat yang terdiri atas Old Residenz di sisi Barat, New Residenz di sisi Timur, Salzburg Cathedral di sebelah Selatan, dan Royal Private Apartments di bagian Utara. Residenzplatz ini sendiri dibangun pada abad ke 16 atas perintah Pangeran Wolf Dietrich Raitenau sebagai bagian dari Salzburg Cathedral. Tepat dibagian tengah alun-alun ini juga ada sebuah air mancur berlapis marmer yang dinamai Residenzbrunnen. Air mancur ini sudah dibangun antara tahun 1656 sampai 1661. Selain berfoto di air mancur, kamu juga bisa mencoba naik kereta kuda karena ada banyak kereta kuda tradisional di kawasan alun-alun ini. Kawasan Old Town memang luas. Masih banyak bangunan bersejarah lain yang akan kita bahas selanjutnya. Bisa dikatakan pula Old Town inilah pusat objek-objek wisata utama Salzburg. Karenanya, satu wilayah ini mungkin bisa dihabiskan untuk satu harian. 2.Salzburg Cathedral Salzburg cathderal tampak sisi Barat via planetware.com Seperti yang sudah diungkap diatas, Salzburg Cathedral berada persis di sisi Selatan Residenzplatz. Gereja katolik roma yang didedikasikan untuk Saint Rupert dan Sain Vergilius ini memiliki arsitektur bergaya Baroque. Cikal bakal bangunan gereja sendiri berasal dari gereja yang dibuat oleh Saint Rupert di tahun 774. Namun sempat terjadi kebakaran dan sempat pula dibangun ulang tahun 1181. Pembangunan ulang secara total seperti kondisi saat ini sendiri baru dilakukan pada abad ke 17 tepatnya tahun 1614 sampai 1628, dibawah perintah Pangeran Wolf Dietrich Raitenau. Tepat di depan gereja, pengunjung sudah akan disuguhkan sebuah monumen patung yang nampak menjadi pelengkap keindahan bangunan gereja yang didominasirwarna abu-abu ini. Fasad bangunan di sisi Barat ini juga nampak menarik dari keberadaan jendela-jendela kecilnya dengan detil ukiran dibagian atas jendela. Terdapat juga dua menara dikedua sudutnya. Menara ini memiliki kubah kecil dibagian atasnya berwarna hijau toska. Jika dilihat dari samping, maka akan tampak juga sebuah kubah besar berwarna hijau toska disisi Timur bangunan. 3. Mozartplatz Patung Mozart via salzburg.info/website Masih di area Residenzplatz tepatnya di sisi Timur Laut, ada juga pelataran yang secara khusus didedikasikan untuk sang maestro, Mozart. Seperti yang sudah diungkap di awal, Salzburg adalah kampung halamannya Mozart dan karenanya pula Mozart sangat dicintai oleh warga Salzburg. Di Mozartplatz ini ditandai dengan sebuah monumen berupa patung Mozart. Dikeliling oleh taman bunga, patung di tengah-tengah pelataran ini tak pernah sepi kunjungan turis untuk berfoto disana. Ya, rasanya memang tak lengkap jika ke Salzburg tapi tidak berfoto dengan patung Mozart sebagai sosok ikon kota. 4. Old City Hall Jika biasanya di Eropa, pelataran Balai kota adalah alun-alunnya. Maka berbeda dengan di Old City Salzburg. Bekas balai kota atau Rathaus atau Old City Hall Salzburg ini tidak memiliki pelataran luas yang biasa dijadikan tempat berkumpul. Bangunan balai kota satu ini justru diapit oleh bangunan lain dengan gang kecil dan berada persis di tepi jalan utama yang berbatasan langsung dengan Sungai Salzach. Nampak menara jam Rathaus/Old City Hall via wikimedia.org Bangunan abad pertengahan dengan fasad bergaya Rococo ini nampak menonjol dibanding bangunan lain disekitarnya ialah dari menara jamnya. Menara jam inilah yang menjadi penciri dan membuatnya bisa dilihat dari banyak sudut termasuk dari seberang sungai. Sejak tahun 1947, Balai kota satu ini memang sudah tidak difungsikan sebagai kantor walikota karena dipindahkan ke Schloss Mirabell. Namun demikian, hingga kini masih digunakan oleh badan administratif kota untuk perkantoran dilantai atas, dan pertokoan di lantai bawah. Karenanya, kondisi bangunan yang diperkirakan dibangun pada abad ke 14 itu masih terawat hingga kini. 5. Benteng Hohensalzburg Tampak Hohensalzburg dari kejauhan via salzburg.info/website Berada hanya sekitar 500 meter dari Residenzplatz dan diatas sebuah bukit setinggi 506 meter yaitu Bukit Festungsberg, kalian bisa menyambangi sebuah benteng kuno yang dibangun lebih dari 600 tahun. Ya, benteng bernama Hohensalzburg ini awal didirikan tahun 1077 atas perintah Pangeran Gebhard von Helfenstein sebagai benteng kerajaan. Namun baru selesai pembangunannya di tahun 1681. Pembangunannya yang luar biasa lama ini membuat benteng ini sering disebut sebagai Benteng Abadi. Berwarna putih menjadikan benteng ini semakin mecolok di atas ketinggian bukit. Saat malam haripun, benteng ini dihiasi dnegan lampu kuning keemasan sehingga juga menarik perhatian. Funicular untuk menuju benteng via citytixx.com Untuk bisa naik ke atas bukit, pengunjung bisa memilih dua cara. Pertama dengan berjalan kaki alias mendaki yang hanya memakan waktu sekitar 15-20 menit. Atau dengan naik funicular atau kereta atau Festungsbahn Cable car. Mungkin naik fenicular ini menjadi pilihan paling nyaman, apalagi tiketnya sudah termasuk tiket masuk benteng. Benteng Hohensalzburg mematok tarif mulai dari 12 euro perorang dewasa. Namun tiket ini tidak termasuk untuk memasuki beberapa bagian bentang yaitu Apartment dan Mechanical Theater. Jika kalian mau mengambil paket lengkapnya yaitu ke semua kawasan dan bangunan, maka kamu bisa membeli tiket seharga 15,2 euro untuk dewasa dan 8,7 euro untuk anak 6-14 tahun. Kedua tipe tiket ini sudah termasuk audio guide yang tersedia dalam 11 bahasa yang siap menjadi pemandu. Jadwal bukanya sendiri yaitu setiap hari dari antara jam 9 pagi sampai 5 sore. Jadwalnya memang tidak menentu tergantung bulan atau musim apa yang tengah berlangsung. Terdapat banyak bagian atau area di Hohensalzburg, seperti Capel, tempat tinggal atau aprtment, taman, aula, istana/kamar raja, serta termasuk beberapa museum seperti Museum Burg yang menyimpan peralatan tawanan perang zaman dahulu, Museum Marionette, dan Museum Rainer Regiment. Karena berada di atas bukit, maka pula pengunjung bisa melihat keindahan Kota Salzburg dari berbagai mata angin. - Bersambung ke artikel berikutnya -> klik disini
  13. Via expedia.com Setelah kita berpetualang di Kota Vienna (artikelnya bisa dibaca disini), sekarang waktunya kita menjelahah lebih jauh. Ya, Austria sejatinya tidak hanya menarik dari Kota Vienna sebagai ibukota negara saja. Negara ini juga punya kota-kota lain yang tak kalah menariknya, bahkan mungkin jauh lebih memanjakan mata. Salah satunya Hallstatt yang akan kita bahas kali ini. Kota kecil ini sangat terkenal dengan pemandangan alamnya berupa pegunungan berpadu rumah-rumah warga di tepi sebuah danau. Mungkin kalau kamu mendengar namanya masih asing, tapi jika melihat fotonya, kemungkinan kamu sudah pernah melihatnya di berbagai media karena begitu terkenalnya keindagan tempat ini. Masih penasaran dengan Hallstat? Yuk kita jelajahi tanah ‘White Gold’ ini 1.Mengenal Hallstatt dan Cara Menujunya Hallstatt adalah kota kecil di Region Salzkammergut, Negara bagian Upper Austria. Lebih tepatnya Hallstatt adalah desa karena luasnya yang tak sampai 60 km persegi dan penduduknya yang hanya sekitar 800 jiwa saja. Desa ini begitu terkenal karena pemandangan alamnya yang begitu memukau. Perpaduan barisan gunung yang terjal, danau, dan permukiman tradisional adalah kesatuan lanskap yang berhasil memukau banyak mata. Seperti yang sudah saya katakan diatas, jika melihat fotonya, kemungkinan besar kamu sudah pernah melihatnya dari berbagai sumber, saking begitu terkenalnya Hallstatt. Lokasi Hallstatt di Austria Hallstatt sendiri sudah terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1997. Ya, Hallstatt bukan Cuma soal keindahan alam, desa ini ternyata juga punya cerita sejarah dan budaya yang tinggi. Tercatat Hallstatt sudah ada sebelum Romawi alias diperkirakan sejak 7000 tahun yang lalu. Sejak dulu, Hallstatt terkenal sebagai penghasil garam alami, hingga Hallstatt dijuluki sebagai ‘White Gold’. Berada di ketinggian rata-rata 511 mdpl, desa Hallstatt memang berada di tepi Danau bernama sama yaitu Danau Hallstatt. Desa yang sering disebut sebagai ‘negeri dongeng’ ini berada di 280 km atah Barat Daya dari ibukota Vienna. Mencapainya dari Vienna, kamu bisa menggunakan kereta dengan waktu tempuh sekitar 4-5 jam. Kapal menuju Hallstatt via im-salzkammergut.at Tapi perjalanan masih berlangsung. Stasiun kereta dan pusat desa Hallstatt ternyata bersebrangan dipisahkan Danau Hallstatt. Jadilah, diawal perjalanan, kita sudah akan disuguhkan pengalaman naik ferry membelah Danau Hallstatt selama sekitar 5-10 menit. Biayanya sendiri sebesar 2,5 euro dengan Jadwal ferry disesuaikan dengan jadwal kedatangan kereta, jadi tak perlu takut tertinggal. Selain dengan kereta sebenarnya bisa juga naik Bus. Menggunakan Bus biasanya dilakukan oleh mereka yang pergi dari daerah lain disekitar Hallstatt seperti Obertraun. Jika dengan bus, halte pemberhentian terakhirnya akan langsung menuju Desa Hallstatt, jadi tak perlu naik ferry lagi. 2. Classic Village View Point dan World Heritage View Postcard khas Hallstatt via http://whc.unesco.org/en/list/806 Untuk mendapatkan foto seperti diatas, kalian tinggal berjalan menuju area yang dinamai Classic Village View Point atau dikenal juga dengan Postcard view point. Dari sanalah kamu bisa puas memotret keindahan lanskap pagunungan, danau, dan pemukiman persis seperti foto-foto yang ada di postcard Austria. Welterbeblick via thekhayalan.com Titik pandang terbaik berikutnya ialah World Heritage View atau Welterbeblick. Lokasinya sekitar 1 km Selatan dari Clasic Village View Point. Lokasinya menanjak sehingga memiliki panorama yang berbeda dengan Classic Village dimana di Welterbeblick ini pemandangan dari ketinggian adalah suguhannya. 3. Rudolf’s Tower View Platform di Rudolf’s Tower via hallstatt.net Masih kurang tinggi? lokasi berikutnya yang bisa menjadi pilihan ialah Rudolf’s Tower atau Rudolfsurm. Titik di ketinggian ini menjadi tempat terbaik untuk melihat panorama Hallstatt dari ketinggian. Untuk mencapainya, kalian tak perlu mendaki. Tersedia kereta atau panoramic furnicular atau lebih dikenal dengan istilah tram. Dengan membayar tiket 13,4 euro untuk perjalanan pergi-pulang, kita akan diajak mendaki hanya sekitar 3 menit menggunakan kareta satu kabin dengan jalur rel khusus. Perjalanan yang memang singkat akan terasa semakin singkat lantaran sajian pemandangan alam yang memukau dari berbagai sisi. Tapi sayangnya untuk tram tidak beroperasi sepanjang tahun. Furnicular ini punya jadwal-jadwal off yang bisa dicek jadwalnya di laman www.salzwelten.at . Jam operasinya juga berbeda-beda namun umumnya dari jam 9 pagi sampai jam setengah 5 sore. Panoramic Funicular via world-2r.blogspot.co.id Sesampainya di atas pada ketinggian 400 meter, pengunjung akan menyebrangi jembatan yang menghubungkan jurang kecil dibawahnya. Setelahnya, barulah sampai kita di Rudolf’s Platform atau area pandang yang menggantung di ujung jurang. Dari sanalah kita diajak menyaksikan pemandangan memukau dari Hallstatt. Lantas mana menara atau towernya? Ternyata Rudolf’s Towernya sendiri berada di belakang platform ini. Bangunan menara sudah ada sejak abad 12 sebagai benteng pertahanan bagi tambang garam, sebelum akhirnya di abad ke 13 hingga 640 tahun sesudahnya digunakan sebagai tempat tinggal dan kantor Manajer Tambang. Sekarang Rudolf’s Tower difungsikan sebagai Restoran. Jadi kamu yang mau merasakan sensasi bersantap diatas ketinggian dengan pemandangan bak negeri dongeng, maka tak ada salahnya menyempatkan diri kesana. Sebenarnya jika kalian punya waktu dan uang lebih, dari Rudolf’s Tower ini kalian bisa berjalan lagi sekitar 1,5 km menuju wisata pertambangan garam. Wisata ini akan mengajak pengunjungnya merasakan kegiatan pertambangan garam yang berada di dalam tanah. Menyusuri area pertambangan bawah tanah dengan kereta kayu hingga menyaksikan video ilustrasi menjadi sebagian kecil dari kegiatan yang ditawarkan. Sayangnya seperti yang sudah dikatakan diatas, tarifnya memang tidak murah yaitu sebesar 60 euro perorangnya. 4. Bone House Michael’s Chapel Rumah tulang? Ya, jangan heran dengan namanya. Ruang ini menempati lantai pertama dari dua lantai di Kapel St. Michael. Berada di puncak sebuah bukit kecil, pengunjung harus mendaki melalui jalan tangga batu untuk mencapai Bone House. Bone House via hallstatt.net Bersebelahan dengan Gereja Katolik Paroki, Bone House ini merupakan tempat tersimpannya lebih dari 1.200 tengkorang dan tulang yang tersusun. Ini adalah warisan tradisi setempat. Dulu, kuburan berlaku dengan sistem sewa, jika masa sewa habis dan tidak diperpanjang, maka mayat harus dipindahkan untuk digantikan dengan mayat lain yang baru meninggal. Karena kekurangan lahan, maka sejak abad ke 12 dibuatlak Bone House ini untuk menyimpan tulang belulang mayat tersebut. Jika dilihat, setiap tengkorang penuh dengan lukisan dan nama. Hal ini juga merupakan tradisi yang mulai berlangsung sejak abad ke 17. Keluarga atau kerabat akan menandai tengkorak dengan nama, tahun kematian, dan hiasan lain yang menyimbolkan berbagai hal. Tapi sekarang setelah diizinkannya kremasi, tradisi peletakan mayat seperti ini sudah sangat jarang dilakukan kecuali atas wasiat. Untuk bisa masuk kedalam kapel dan melihat koleksi tengkorak, pengunjung dikenakan biaya sebesar 2 euro. Jadwal bukanya sendiri yaitu dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Pemakaman di dekat Bone House via hallstatt.net Tak hanya Bone Housenya, area pemakaman juga ada disana. Menariknya, pemakaman disana terbilang unik. Ditata dengan apik berpadu dengan tanamam bunga di sekelilingnya, makam-makam yang ada justru nampak sangat menarik. 5. Marktplatz Lebih dekat dengan rumah-rumah tradisional Hallstatt, lokasi terbaiknya ialah di Marktplatz. Bahkan sebelum sampai Marktplatz, kita sudah akan disuguhkan dengan pemandangan indah dari rumah-rumah kayu yang berjajar di tepi danau. Rumah-rumah ini berjajar melingkar keatas bukit sehingga nampak bertingkat. Salah satu sisi Markplatz via fotocommunity.de Rumah-rumah tradisional yang ada di Marktplatz memang terlihat sangat cantik. Disinilah pusat dari Desa Hallstatt sesungguhnya karena pemukiman awal berada disini. Sayangnya pada tahun 1750 sempat terjadi kebakaran hebat yang meludeskan sebagian rumah-rumah disana. Jadilah sebagian rumah adalah hasil renovasi. Pembedanya, rumah yang benar-banar tua ialah yang seluruh bagiannya masih terbuat dari kayu.
  14. Tahu dong dengan Beethoven dan Mozart? Komposer musik klasik yang namanya begitu terkenal dan abadi ini menghabiskan waktu berkarya hingga wafatnya di Austria. Bagi warga Austria, mereka adalah tokoh penting bagi kebudayaan bermusik disana. Tapi tak hanya mereka berdua, masih ada sederet nama populer lain seperti Schubert, Liszt, Haydn, Mehler, dan Brucner. Tak heran jika Vienna atau Wina sebagai ibukota negara mendapat julukan sebagai Kota Musik di Barat. Austria memang menarik. Negara yang tak punya batas laut ini juga masih punya sejuta warna lain. Peninggalan arsitektur misalnya, seperti negara-negara Eropa lain, Austria juga punya bangunan tua dengan arsitektur khas yang masih terjaga. Alamnya pun bak tak mau ketinggalan. Negara yang masuk jajaran negara terkaya di dunia ini dianugerahi pula bentang alam yang menarik bagi pecinta alam. Dengan kata lain, Austria punya sejuta alternatif wisata yang bisa kalian pilih. Jika kamu memang punya rencana ke Eropa, tak ada salahnya menjadikan Austria sebagai salah satu negara tujuan. Apalagi posisinya yang sangat strategis di tengah Eropa, serta masuk dalam anggota visa Schengen, tak ada alasan lagi rasanya untuk melewatkan negara satu ini. Biar lebih yakin akan pesona warna di Austria, yuk kita jelajahi objek dan tempat-tempat menarik yang ada di sana. Sebelumnya, kamu juga bisa baca artikel tentang hal-hal umum seputar Austria di sini. 1.Schonbrunn Palace Kemegahan Istana Schonbrunn via ytimg.com Sebelum jauh melanglang buana ke berbagai tempat, tujuan pertama yang wajib kamu singgahi ialah Istana Schonbrunn. Istana ini adalah Landmark utama dari Austria. Kemegahan bangunan berarsitektur gaya Baroque – Racoco ini sudah sangat terlihat dari besarnya bangunan utama istana. Wajar saja, karena tercatat ada 1.441 ruangan didalam istana tersebut. Istana ini sendiri pertama kali dibangun pada abad ke 16 dengan nama Katterburg. Dulunya, istana ini adalah kediaman resmi keluarga Kerajaan Austria saat musim panas. Pada yajun 1996, bahkan komplek Istana Schonbrunn masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Kemegahan bangunan istana semakin kuat ditunjang oleh taman-taman yang mengelilinginya. Bahkan taman di depan istana adalah berupa taman luas dengan rumput hijau dan bunga-bunga beraneka warna. Di bagian lain juga ada taman-taman utama seperti Orangerie, Palm House, Gloriete, dan kebun binatang atau Tiergarten. Taman Labirin via schoenbrunn.at Bagi pengunjung, ada beberapa pilihan tiket untuk masuk ke Istana Schonbrunn termasuk beberapa taman yang juga bertiket. Contohnya ialah Imperial Tour yang akan membawa kita memasuki 22 ruangan dengan durasi 30-40 menit. Tur satu ini mematok tarif 14,20 euro. Ada juga Grand Tour untuk 40 ruang dengan durasi tur 1 jam dan tiket 17,50 euro. Sedangkan untuk masuk ke taman-taman tematiknya, pengunjung harus membayar sebesar 3,80 euro yaitu untuk Privy Garden, Orangery Garden, dan Gloriete. Ada juga taman labirin dengan tiket 5,5 euro. Kamu yang tertarik untuk menjelajah lebih dalam juga bisa memilih Museum Anak-anak sebagai tujuan. Museum ini secara khusus memamerkan barang-barang peninggalan anak-anak anggota kerajaan termasuk suasana kehidupan mereka. Untuk yang satu ini tiketnya yaitu sebesar 8,8 euro untuk dewasa dan 6,7 euro untuk anak usia 3-18 tahun. Loket tiket untuk masuk istana sendiri dibuka untuk umum dari pukul 8 pagi hingga sekitar jam 5 sore sedangkan untuk tiket taman berbeda-beda dari sekitar jam 9 – 10 pagi hingga 4 – 7 sore. Perihal angkutan umum menuju Schonbrunn Palace, kalian bisa menggunakan metro U4, atau Tram 10 atau 58, atau Bus nomor 10 A yang kesemuanya ke tujuan Stasium Schonbrunn. 2. Hofburg Palace Masih di Kota Wina dan masih dengan landmark utama, kali ini kita menuju ke Michaelerkuppel 1010. Kalian bisa menggunakan Metro U3 Herrengasse, atau Tram nomor 1,2, atau 71, atau Bus nomor 2A atau 3A, atau juga bisa naik Bus Hop on Hop Off di Jalur Merah. Istana Hofburg via expedia.ca Tujuan kita ialah Istana Hofburg. Istana bekas Kekaisaran Austria ini, kini masih difungsikan sebagai istana presiden. Sejak tahun 1275, para pemimpin Austria menempati istana dan tak jarang menambah bahkan merubah beberapa bagian, tak heran jika selain gaya arsitektur utamanya yaitu Baroque, di beberapa bagian istana juga ada percampuran gaya arsitektur lain seperti Renaissance, Gothic, Rococo, dan Klasik. Dibangun jauh lebih dulu dari Istana Schonbrunn yaitu pada abad ke 13, Komplek Istana megah ini sangat besar termasuk taman-tamannya yang juga luas. Karena merupakan komplek, artinya di sini ada banyak bagian bangunan yang beberapanya ada yang baru dibangun pada abad ke 18 hingga 20. Saking luasnya bangunan istana, tercatat ada lebih dari 2.600 kamar disana. Sisi Museum via wikimapia.org Meskipun sebagai Istana Kepresidenan, ada bagian Istana yang dibuka untuk umum yaitu Museum Sisi, Silver Collection, dan Imperial Apartments. Pertama Museum Sisi, disini menjadi museum yang didedikasikan untuk Permaisuri Sisi atau nama lainnya Elisabeth, putri dari Raja Austria yang terkenal dengan kecantikannya. Permaisuri ini wafat diusia muda lantaran tertusuk pisau karena ulah pemberontak. Mungkin karena itulah dibuat museum khusus untuk sang permaisuri. Museum tersebut mengkoleksi lebih dari 300 barang pribadi milik sang permaisuri dari mulai perhiasan, pakaian, gaun, alat kecantikan, dan banyak lainnya. Berikutnya ialah Imperial Silver Collection. Bagian yang menempati area di Wing Kanselir ini, menjadi ruang untuk koleksi barang-barang Kekaisaran terutama perak. Setidaknya ada 7 ribu barang koleksi yang dipamerkan disana. Perak memang menjadi salah satu ciri dari kekaisaran Austria saat itu, bahkan hingga kini, beberapa barang perak masih digunakan sebagai perjamuan resmi negara. Terakhir ialah Imperial Apartments. Seperti namanya, area ini menjadi pusat tempat tinggal bagi anggota kekaisaran. Setiap apartemen didekorasi dengan mewah bergaya Empire, Barok, dan Rococo. Pengunjung bisa menikmati dan merasakan kehidupan anggota istana kala itu yang terbilang megah nan mewah. Untuk bisa masuk dan mengeksplore ketiga tempat diatas, kalian bisa datang dari jam 9 pagi sampai sebelum jam 6 sore, setiap harinya. Tiket dipatok dengan besaran 13,9 euro untuk dewasa dan 8,2 euro untuk anak-anak. Tapi jika mau berhemat, kalian bisa menggunakan Vienna Pass. 3. Belvedere Palace Istana Atas Belvedere via wikipedia.org Ternyata tidak hanya Schonbrunn dan Hofburg, Kerajaan Austria masih punya istana lainnya yang masih di Kota Wina yaitu Istana Belvedere. Berarsitektur gaya Baroque, Istana Belvedere dibangun sebagai tempat tinggal musim panas bagi Pangeran Eugene. Istana ini terdiri atas bangunan istana utama, sebuah galeri seni, dan kandang kuda. Istana utamanya sendiri terbagi dua yaitu di istana atas dan istana bawah. Istana atas dibangun sejak tahun 1712 sampai 1718, sedangkan istana bawah dibangun mulai tahun 1717 dan selesai di tahun 1723. Kedua bangunan ini sendiri dipisahkan oleh sebuah taman yang dihiasi oleh air mancur dan patung-patung. Sekarang, Belvedere secara penuh dijadikan sebuah museum. Koleksi yang dipamerkan ialah berbagai jenis karya seni dari berbagai seniman dan berbagai masa. Dua istana : atas dan bawah difungsikan semua tetapi keduanya memiliki tiket terpisah termasuk dua bagian museum lain yaitu yang bernama 21er Haus dan winterpalais. Tarif tiketnya sendiri masing-masing ialah 15 Euro untuk Istana atas, 13 Euro untuk istana bawah, dan 7 Euro untuk 21er Haus. Kalian juga bisa menghemat dengan langsung membeli tiket terusan untuk Istana atas dan bawah yaitu sebesar 20 Euro. Serta 26 Euro untuk tiket terusan Istana atas, bawah, dan winterpalais. 4. Parliament House Gedung Parlemen Austria via checkpointmedia.com Selain Istana Presiden, Gedung Parlemen Austria juga layak untuk dijadikan tujuan wisata. Gedung yang dibangun tahun 1918 ini memiliki gaya arsitektur Yunani kuno yang khas. Itu tampak jelas dari kolom-kolom besar yang memopang bagian terdepan bangunan. Selain detil arsitekturnya bangunannya itu sendiri, hal menarik lainnya yang bisa dieksplore ialah air mancur yang berada tepat di depan gedung. Air mancur yang disebut dengan Pallas Athene Fountain ini menjadi simbol tersendiri karena adanya patung martir setinggi 4 meter dengan kostum khas dan membawa tombak. Disekelilingnya ada juga figur-figur lain yang katanya menyimbolkan Sungai Denube, Inn, Elbe, dan Moldau. Memang pengunjung tidak boleh masuk ke dalam gedung, tetapi mengabadikan diri dengan latar bangunan megah ini tentu menjadi daya tarik tersendiri. Buktinya cukup banyak juga turis yang datang untuk sekedar berfoto disana. 5. Wiener Rathaus Vienna City Hall via wikipedia.org Rathaus atau City Hall atau Balai Kota di banyak negara Eropa, juga merupakan tempat tujuan wisata bagi turis mancanegara. Hal ini karena biasanya bangunan Balai kota memiliki nilai sejarah dan berarsitektur kuno yang menarik. Ciri khas adanya pelataran luas didepannya menjadikan pula Balai kota nyaman untuk disinggahi berlama-lama. Kota Wina juga punya balai kotanya sendiri yang juga menjadi salah satu list objek tujuan wisata. Beralamatkan di Rathausplatz, Distrik Innere Stadt, Bangunan Balai Kota Wina ini dibangun antara tahun 1872 sampai 1883 dengan arsitektur gaya Neo-Gothic. Dimensinya yang besar setinggi 6 lantai dengan dominasi warna putih gading menjadikan gedung ini bak istana. Tak hanya 6 lantai itu, Balai Kota ini juga punya 2 lantai bawah tanah, total ada sekitar 1.575 kamar di gedung ini. Bagian yang juga menarik ialah terdapat 4 menara kecil dan satu menara tinggi di sisi tengahnya. Menara utama ini memiliki tinggi mencapai 98 meter. 6. Gereja St. Stephen Bangunan St.Stephen Cathedral via medievalages.net Masih di Kota Wina dan masih dengan bangunan-bangunan megahnya, kali ini kita menuju Stephansplatz 3. Sebuah Gereja Katolik Roma dengan arsitektur gaya Gothic-Romanesque menjadi salah satu objek yang menarik untuk dieksplore. Gereja ini mulai dibangun tahun 1137 dan selesai pada tahun 1160. Sebagaimana arsitektur Gothic, tiap sisi bangunan dibuat sangat detil. Bagian yang terbilang khas ialah atap limasnya yang memiliki corak beragam. Tak ketinggalan, sebuah menara utama setinggi 136 meter nampak kokoh berdiri di sisi selatan bangunan. Interior gereja via travel.nationalgeographic.com Bagi turis, diperkenankan masuk ke dalam gereja namun ada tiket masuknya yaitu sebesar 5 Euro perorang sudah termasuk audio guide. Sama megahnya dengan bagian luar, interior gereja St.Stephen ini juga sangat menunjukkan nilai seni yang tinggi. Pola vertikal dari tiang dan jendela, didukung dengan ukiran dan patung Salib Yesus raksasa menjadikan pengunjung bak terhipnotis dengan kesakralannya. Nuansa sakral juga semakin kuat terasa karena didukung oleh pencahayaan lampu beraneka warna maupun dari kaca patrinya. Terdapat 18 altar didalam gereja ini. Altar utamanya ialah Wiener Neustadt, altar yang menggambarkan perajaman batu kepada St. Stephen. Altar ini berlapis marmer yang katanya didatangkan langsung dari Polandia, Syria, dan Tyrol. Dibagian atasnya terdapat juuga patung Bunda Maria yang seolah akan membawa St. Stephen menuju Surga. Jika kamu tertarik, cobalah sekedar mampir kebelakang gereje St. Stephen. Disana ada sebuah apartemen yang pernah ditingali Mozart. Mozarhaus Vienna, itulah nama apartemen itu sekarang. 7. Hundertwasser Via wetravel.com.au Naik Tram Line 1 dan turun di Lowegasse atau Hetzgasse, tujuan selanjutnya ialah ke bangunan unik berupa apartemen. Tidak seperti bangunan kuno berarsitektur khas Eropa seperti Gothic atau Klasik, keunikan dari bangunan ini ialah karena fasadnya yang dicat berwarna warni dengan sentuhan ornamen-ornamen yang nyentrik. Memukaunya lagi, beberapa bagian dinding dibiarkan ditumbuhi tanaman termasuk balkon-balkon di bagian atas yang dengan sengaja ditumbuhi pepohonan. Jadilah apartemen ini bak karya seni baru yang tak bisa ditemui di tempat lain. Dirancang oleh seniman bernama Friedensreich Hundertwasser dan bantuan arsitek Joseph Krawina, awal pengerjaannya dimulai sejak tahun 1980an. Karya seninya ini berhasil membuat apartemen ini mencuri perhatian Turis dan warga Austria sendiri. Mereka begitu mengagumi karya tak biasa ini dan akhirnya membuat perumahan ini menjadi objek wisata yang dikembangkan dengan baik. Kunjungan wisatawan bisa dilakukan setiap hari dari jam 9 pagi sampai 6 petang tanpa biaya tiket masuk khusus. 8. Bianglala Riesenrad Bagaimana dengan wisata hiburan? Rasanya menarik juga untuk menyambangi taman hiburan-nya Vienna. Kamu bisa bertolak ke Riesenradplatz 1, distrik Leopoldstadt. Taman Hiburan ini sangat luas dengan atraksi mainan yang beragam seperti Swinging, Frolicking, bungydome, roller coaster, dan puluhan atraksi lain. Wiener Riesenrad via pinterest.com Satu ikon yang paling populer ialah Bianglala atau dikenal dengan nama Wiener Riesenrad. Bianglala setinggi hampir 65 meter ini sudah mulai dibangun sejak tahun 1897 oleh Insinyur asal Inggris, Lieutenant Walter Bassettt. Pembangunannya didedikasikan untuk perayaan 50 tahun (usia emas) dari Kaisar Franz Josef I. Awalnya, Bianglala Riesenrad memiliki 30 gondola, tapi akibat Perang Dunia II, kondisi bianglala ini rusak parah. Kini, dibangun kembali gondolanya namun hanya berjumlah 15. Naik gondola ini tentu menjadi pengalaman menarik karena kalian bisa melihat keindahan Kota Vienna dari ketinggian. Beroperasi dari jam 10 pagi sampai menjelang tengah malam, harga tiketnya ialah sebesar 10 Euro untuk dewasa, 4,5 euro untuk anak 3-14 tahun, dan gratis untuk anak dibawah 3 tahun. Kalau kamu punya Vienna Card, tarifnya lebih hemat yaitu hanya 9 euro saja. 9. Museumquartier Kawasan Museumquartier, nampak juga bangunan MUMOK di ujung kanan via mgw.at Namanya memang museum, tapi lihat lagi ! tulisannya satu kata : Museumquartier. Ini adalah Cultural Quarter alias area pelataran luas yang menjadi pusat kebudayaan. Memiliki luas mencapai 6 hektar, area ini dikelilingi oleh berbagai bangunan klasik berarsitektur Baroque hingga modern. Mencapainya, kalian bisa menaiki Trem line 1 atau 2 dan turun di halte Karl Renner Ring. Bisa juga naik metri line U3 atau U2 dan turun di stasiun Volkstheater/Museumquartier. Mengunjungi museumquartier yang berada di distrik ke7 Vienna ini ibarat menyambangi museum terbuka. Karya seni bangunan atau patung menjadi objek yang bisa dinikmati termasuk bangku-bangku tamannya yang berdesain unik. Dikawasan ini juga menjadi pusat pameran seni dan museum seperti studio arsitektur, art center, dan yang paling terkenal ialah Museum Leopold dan Museum Moderner Kunst (MUMOK). Tampak bangunan Museum Leopold via mikrostar.net Museum Leopold adalah museum seni modern yang mengkoleksi ragam karya seni dari seniman terkenal terutama Austria. Kesan Modern sudah bisa dilihat dari bangunan museum yang menampilkan bentuk modern minimalis berupa kubus. Untuk Leopold Museum, harga tiketnya ialah sebesar 13 Euro. Sama halnya dengan MUMOK (Museum Moderner Kunst). Museum ini artinya Museum Seni Modern yang memamerkan 10.000 lebih karya seni modern dan kontemporer. Bangunannya juga nampak menarik dengan struktur susunan batu yang terekspose. Bangunan yang dibuat tahun 2001 silam ini adalah karya Arsitek Austria, Ortner & Ortner.
  15. Kamu punya rencana liburan ke Eropa? Sudah menentukan negara mana saja yang bakal jadi persinggahan? Bagaimana dengan Austria, sudahkah masuk dalam list? Ya, Republik Austria sangat layak diperhitungkan sebagai destinasi wisata di Eropa. Apalagi, negara ini masuk dalam anggota negara Schengen sehingga tentu akan sangat memudahkan untuk masuk kesana dengan satu visa Schengen. Lokasi negara Austria di Eropa via googlemap Negara ini juga sangat strategis. Republik Austria berada di tengah daratan Eropa dan dikepung dengan daratan alias tidak punya laut. Batas negaranya meliputi Jerman dan Ceko di bagian utara, bagian timur dengan Slowakia dan Hongaria, bagian barat dengan Swiss dan Liechtenstein, serya dengan Slovenia dan Italida di bagian selatan. Sebelum kamu ke Austria, yuk kita berkenalan dulu dengan salah satu negara terkaya di dunia ini. 1.Pengurusan Visa Seperti yang sudah diungkap diatas, Visa untuk masuk ke Austria ialah Visa Schengen. Tentunya kalian sudah tahu bahwa satu visa ini mencakup puluhan negara di Eropa. Jadilah, mengunjuki Austria sangat bisa dilakukan dalam tur eropa. Khusus untuk pengurusan Visa Schengen di kedutaan Austria, kamu bisa langsung menghubung kedutaan Austria untuk Indonesia yang berada di Jalan Diponegoro no.44 Menteng, Jakarta Pusat. Syarat-syaratnya sama seperti pembuatan visa pada umumnya seperti paspor yang berlaku minimal 6 bulan, pas foto, surat sponsor, kartu keluarga, slip gaji, dan lain-lainnya yang bisa kamu pastikan ke kedutaan. Biasanya pembuatan visa ini memakan waktu sekitar 3 minggu dengan biaya sekitar 1 jutaan. Harga tentu akan lebih tinggi jika kamu memesan via travel agent. 2. Wina, Ibukota Negara Siapa tak kenal dengan Wina. Kota ini sangat terkenal sebagai kota target wisata banyak turis dari berbagai negara termasuk Indonesia. Wina atau Wean dalam dialek Austro atau Vienna dalam Bahasa Inggris, adalah ibukota Austria yang dulunya juga merupakan ibukota dari Kekaisaran Habsburg (Austro-Hungaria). Tampak udara Vienna via airpano.com Wina sebagai kota modern juga dikenal sebagai kota budaya dan Kota Musik di Barat. Bahkan seniman terkenal dunia banyak yang berasal dan meniti karir dari kota di Timur Laut Asutria ini seperti Schubert, Brahms, dan termasuk Mozart dan Beethoven. Eits, ada satu lagi yang dibanggakan dari Wina. Kota ini pada tahun 2016 lalu dinobatkan sebagai Kota Paling Nyaman untuk Ditinggali Manusia mengalahkan 230 kota lain dari seluruh dunia. Penelitian ini dilakukan oleh Lembaga Survei Mercer yang mengambil indikator seperti stabilitas politik, biaya hidup, cuaca, tingkat kriminalitas, nilai tukar uang, perumahan, kesehatan, pendidikan, dan wahana rekreasi. Peninggalan sejarah di kota ini juga masih sangat terjaga. Bangunan-bangunan arsitektur kuno masih terlindungi seperti layaknya kota-kota di Eropa lain. Gaya arsitektur bangunannya juga beragam dari mulai periode Gothic, Barok, dan tentunya modern. Sebagai ibukota negara, Wina tentu menjadi salah satu gerbang masuk ke Austria terutama via udara. Bandara di kota ini bernama sama yaitu Vienna International Airport yang berada di Schwechat, sekitar 18 km arah tenggara dari pusat kota. 3. Biaya Hidup Austria, seperti negara-negara uni eropa lain, juga menggunakan mata uang Euro. Biaya hidup di negara ini terbilang cukup tinggi meskipun semua kembali tergantung kepada pola hidup masing-masing. Tapi jika dikaitkan dengan wisata, kebutuhan uang di Austria bisa dikatakan sejajar dengan negara eropa lain. Salah satu pusat perbelanjaan di Wina via shutterstock.com Keperluan konsumsi misalkan, untuk makanan ringan atau jajanan seperti es krim atau snack, harganya mulai dari 2,5-4 euro. Sedangkan untuk makanan berat di rumah makan biasa, harganya mulai dari 6-8 Euro. Bisa dikatakan untuk sehari dengan 3 kali makan berat dan cemilan, kamu harus menyiapkan uang minimal 35 Euro. Keperluan transportasi seperti metro, tarif tiketnya ialah sekitar 4,2 Euro sekali jalan. Sedangkan untuk akomodasi, penginapan termurah sejenis hostel backpacker atau dorm ialah sekitar 30 euro. Tentunya akan jauh lebih tinggi jika kamu menginap di hotel berbintang 2 atau 3 yaitu minimal sekitar 80-100 euro permalam. 4. Transportasi Transportasi umum di Austria terkenal sebagai salah satu sistem transportasi terbaik dan ternyaman di dunia. Banyak negara yang mengadopsi cara Austria mengelola layanan dan infrastruktur transportasinya. Artinya untuk urusan kenyamanan, kebersihan, keamanan, dan juga termasuk ketepatan waktu, rasanya tak perlu diragukan lagi. Bahkan warga Austria sendiripun terkenal gemar menggunakan transportasi umum. Hal ini juga didukung dengan kebijakan harga bahan bakar serta pajak kendaraan yang relatif tinggi, ditambah lagi lahan parkir yang memang terbatas. Metro di Wina via vienncouver.com Ada 4 angkutan darat umum yang ada di Austria, terutama kita membahas Kota Wina, yaitu Komuter atau disebut S-Bahn, kereta bawah tanah atau U-Bahn, Tram atau Strassenbahn, dan Bus. Antar moda ini, terintegrasi dengan sangat baik dan rapih sehingga sangat memudahkan penumpangnya menuju berbagai titik. Halte bus dan trem misalnya, ada banyak dan tidak begitu jauh antar satu halte dan lainnya. Hingga tengah malampun, di Kota Wina masih tersedia angkutan Bus, U-Bahn, dan S-Bahn. Jadilah penduduk Wina tak perlu khawatir sekalipun harus pulang menjelang pagi. Tram di Wina via wikipedia.org Dari kesemuanya, yang bisa dikatakan menjadi keunggulan dari Transportasi umum di Austria ialah sistem tiketnya. Satu tiket, bisa kamu pakai untuk berbagai moda alias tiket terintegrasi (kecuali tiket kereta bandara ke pusat kota). Ya, kamu bisa memilih pilihan tiket terusan dengan pilihan waktu dari 24 jam, 48 jam, 72 jam, seminggu, sebulan, hingga untuk satu tahun. Tarifnya ialah 6,2 Euro untuk 24 jam, 11,7 euro untuk 48 jam, 14,5 euro untuk 72 jam, 15 euro untuk seminggu, dan 365 euro untuk tiket jangka waktu satu tahun. Tiket satuan atau sekali jalan juga bisa, tapi jika kamu bakal beberapa kali pake angkutan umum, tiket sekali jalan akan lebih mahal karena rata-rata tarifnya ialah 2 euro. 5. Turis Muslim Austria terkhusus Wina adalah salah satu kota di Eropa yang terkenal ramah terhadap Muslim. Di Wina, muslim tak perlu takut karena toleransi di sana terbilang berjalan dengan sangat baik. Penduduk beragama Islam di Kota Wina sendiri berjumlah sekitar 120 ribu (8 persen dari totak penduduk Wina) dari sekitar 390 ribu total Muslim di Austria (lebih dari 4,2 persen dari total penduduk Austria). Islamic Centre Vienna via catrionarobertson.org Masjid dan Mushola juga menjadi hal yang tidak begitu sulit dicari di Kota Wina. Tercatat lebih dari 50 masjid ada di kota ini termasuk Masjid As-Salam yang menjadi Masjid Indonesia pertama di Austria. Masjid As-Salam yang baru diresmikan tahun 2012 silam ini berada di Distrik 12 Meidling. Masjidnya memang tidak begitu besar namun memiliki arti besar bagi geliat muslim terutama dari Indonesia di Wina. Berbicara Turis Muslim, maka pasti tak lepas pula dari kuliner halal. Di Wina-pun hal ini tidak menjadi masalah serius. Kota ini punya banyak restoran berlabel halal yang kebanyakan berasal dari Turki dan Timur tengah. Jika kesulitan, kamu bisa langsung mencarinya lewat aplikasi halal di smartphone yang mulai banyak pilihan. Tapi kalau kamu juga mau merasakan sensasi lokal, ada satu rumah makan Indonesia di Wina yaitu Rumah Sate. Lokasinya sendiri berada di Burg gasse nomor 43.