maipura

Members
  • Content count

    140
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    1

maipura last won the day on January 1

maipura had the most liked content!

About maipura

  • Rank
    Tidak Baru Lagi
  • Birthday 05/15/1984

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Location
    sekayu
  • Interests
    mini4wd, he

Contact Methods

  • Website URL
    http://maipura.wordpress.com

Recent Profile Visitors

512 profile views
  1. Cara Menggunakan Aplikasi Antrian Paspor 2018

    antrian sampe 2020 ?? gimana bisa kek gitu ya? yang harusnya praktis jadi terhambat dong... istri juga kemaren coba daftar kuota penuh sampe juni 2018...
  2. wah... cakep2 gambar nya.... senang nya dapat cuaca yang bagus disana...
  3. Salam Kenal Traveller Palembang

    salam kenal om @Riohandoko21 senangnya bisa jalan2 sekeluarga... :)
  4. Menyusuri Mekong - Vietnam

    saya malah inget nya film operation mekong... hehe secara keseluruhan vietnam aman kan ya @Nicole Sacha ?
  5. Liburan ke Bangka...

    pas saya kesana juga ada rombongan abg yang asik nyebur lompat dari atas bukit2 itu... oo.. kalau yang di Belitung di larang berenang ya om @deffa ? emang kandungan kaolin efek nya apa ya ??
  6. Cara Upload / Posting Gambar Di Thread / Topic :)

    oo.. manual aja to.. pantes dicari2 gak ada :) ya ya , terima kasih info nya om @deffa
  7. Liburan ke Bangka...

    terima kasih om.. iya danau nya menenangkan hati... kalau cuaca cerah warna biru nya lebih bagus lagi katanya...
  8. Cara Upload / Posting Gambar Di Thread / Topic :)

    om @deffa kalau mau bikin tulisan dibawah foto itu ada caranya gak? biar bisa kasih keterangan tiap foto-foto nya
  9. izin bikin field report ya.. :) tulisan dan foto nya di copy dari blog :) mohon maaf sebelumnya kalau banyak kekurangan, Liburan Natal kemarin saya dan istri jalan-jalan ke Bangka. Sebenarnya kami sudah jauh-jauh hari merencanakan untuk liburan ke Bangka ini, bahkan tiket sudah kami beli bulan April lalu. Agak khawatir juga sebenarnya ke Bangka di akhir tahun, soale wisata di Bangka kan kebanyakan pantai, sekarang kan lagi musim hujan, gak asik kan hujan-hujan ke pantai... Dan bener aja, empat hari kami disana kemarin setiap hari pasti hujan. Haha Hari pertama, 23 Desember 2017 Kami janjian untuk bertemu di Bandara Depati Amir, saya berangkat dari Palembang sedangkan istri berangkat dari Jakarta, pas kami sampai disana pagi hari pun Bangka baru saja diguyur hujan. Kami berdua punya keluarga di Bangka, saya punya pakwo sedangkan istri ada om, mereka sama-sama tinggal di Sungai Liat. Jadi liburan kali ini kami tidak perlu pusing soal penginapan maupun transportasi. :) Perjalanan dari Bandara Depati Amir ke Sungai Liat kurang lebih 45 menit sampai 1 jam. Kami sampai di Sungai Liat sekitar pukul 10 pagi. Tadinya mau langsung jalan-jalan, tapi ternyata hujan turun lagi. Jadi nya nunggu dulu.. Agak siang sekitar jam 2 siang, hujan sudah reda dan kami pun diajak jalan-jalan oleh kakak sepupu ke Pantai Matras. Dari rumah ke Pantai Matras gak terlalu jauh, sekitar 20 menitan lah. Tapi sebelum ke Pantai Matras kami mampir dulu di Pantai Turun Aban terus jalan ke sebelahnya, Pantai Tanjung Kelayang. Dua pantai ini sepertinya belum di kelola secara profesional, tidak ada fasilitas apa-apa disana, masih alami, hanya ada beberapa pondokan yang dibangun mungkin untuk tempat warga sekitar berjualan. Padahal pantai nya bagus lho.. pasir nya halus, dan banyak batu-batu besar :) Dari pantai ke Pantai Matras kira-kira 5-10 menit. Beda dengan pantai sebelumnya, Pantai Matras sudah lengkap dengan bermacam fasilitas pendukung nya, lokasi parkir memadai, kamar mandi, warung-warung makan, mushalla dan taman-taman. Yang sama dengan pantai sebelumnya kalau kata saya ya pasir pantai nya, pasir pantai nya halus banget.. sayang nya pantai ini sepertinya mengalamai abrasi, pinggiran pantainya mulai terkikis, makanya dibuat pemecah ombak Waktu kami kesana pengunjung nya lumayan rame, pengen rasanya ikutan nyebur ke laut, tapi udah sore dan gak bawa baju ganti, karena dari awal emang gak ada niatan buat mandi di laut.. haha Hari kedua, 24 Desember 2017 Hari ini sama seperti kemarin, hujan dari malam sampai pagi. Baru agak siang hujan reda. Setelah Dzuhur, sekitar pukul dua siang kami pun kembali jalan-jalan. Kali ini yang mengantar om-nya istri ku. Beliau membawa kami ke Puri Tri Agung dan Pantai Tikus Emas. Puri Agung ini sebenarnya tempat ibadah, namun banyak wisatawan yang datang kesini,untuk sekedar foto-foto dan melihat-lihat. Dari Puri Tri Agung, kami kemudian mampir ke Pantai Tikus Emas sebelum pulang. Lokasi Puri dan pantai ini berdekatan soale. Pantai Tikus Emas ini sangat ramai dengan pengunjung. Mungkin karena hari minggu dan kebetulan cuaca-nya mendukung. Tiket masuk kalau tidak salah Rp.3000 per orang, ditambah tarif parkir sebesar Rp.5000. Banyak aktifitas yang bisa dilakukan di Pantai Tikus Emas selain berenang di pantai, yang suka olahraga air bisa maen banana boat atau jet ski, mau balapan ATV ada, permainan untuk anak-anak juga banyak. Lengkap lah pokoknya, gak salah kalau pantai ini ramai. Pantai Tikus Emas bersebelahan dengan Pantai Tanjung Pesona. cottage Tanjung Pesona kelihatan dari Pantai Tikus Emas Malam hari nya kami mengujungi de locomotive, yang masih satu bagian dengan pantai Tongaci, tapi berhubung kalau malam pantainya tutup jadi kami mampir kesini, de Locomotief. Tadinya saya kira tempat ini adalah tempat hiburan malam seperti cafe atau pub gitu, ternyata saya salah. Memang didalamnya ada Bar, tapi selain itu ada juga ruang pamer benda-benda kuno, museum, taman-taman dan tempat makan pastinya. Di tata apik dengan lampu-lampu warna-warni tempat ini cocok sebagai tempat santai dan foto-foto kalau malam. Hari ketiga, 25 Desember 2017 Hari ini kami berencana mengunjungi pantai parai tenggiri dan kebetulan pagi ini tidak hujan. Sekitar pukul sembilan kami bergegas menuju pantai parai tenggiri. Pantai Parai Tenggiri adalah Pantai resort jadi tiket masuknya agak mahal, Rp. 25.000 per orang nya. Sedang asyik-asyiknya menikmati pantai Parai Tenggiri, tiba-tiba hujan turun, sepakat kami pun memutuskan untuk pulang. Sekitar pukul dua siang dan hujan sudah reda, om mengajak kami untuk jalan lagi, kali ini agak jauh. Tujuan kami adalah Danau Kaolin, orang Bangka biasa menyebutnya Kulong Biru. Perjalanan menunju Danau Kaolin dari Sungai Liat memakan waktu kurang lebih 2 jam. Dan jalan masuk menuju ke lokasi nya masih jalan tanah, jadi harus hati-hati kalau habis hujan. :) Menjelang ashar kami tiba di lokasi, tidak ada tiket masuk yang ada hanya biaya parkir sebesar Rp.5000.- Hari keempat , 26 Desember 2017. Hari terakhir kami di Bangka, kami akan pulang hari ini. Saya kembali ke Palembang dan Istri saya kembali ke Jakarta. Jadi tidak ada agenda di hari terakhir ini. Selepas dzuhur kami berangkat ke Bandara setelah sebelumnya mampir sejenak untuk membeli oleh-oleh di BTS. Praktis liburan ke Bangka kali ini kami habiskan di Sungai Liat, Pangkal Pinang tidak tersentuh sama sekali, apalagi Mentok. Padahal saya ingin melihat Museum Timah dan Rumah penginggalan Bung Karno. Mungkin lain kali ya… Sekian field report pertama saya :)
  10. Museum Keris Nusantara

    kabar baik om @deffa maaf ini jarang online... internet nya kumat... he
  11. Museum Keris Nusantara

    terima kasih om @kyosash.. silahkan berkunjung kalau pas ke Solo :) haha..kalau yang ini sampai di klaim juga bakalan perang beneran kyke om @deffa
  12. Ada museum baru di Kota Solo, baru diresmikan oleh Bapak Presiden Jokowi pada tanggal 9 Agustus yang lalu. Namanya Museum Keris Nusantara. Kebetulan saya pas lagi ada di Solo minggu lalu, jadi deh kita sempatkan mampir mengunjungi Museum ini sebelum pulang kembali ke Sumatera. Lokasi Museum Keris ini ada di pusat kota, gak jauh dari taman Sriwedari, bersebelahan dengan stadion di Jalan Bhayangkara. Kalau lewat jln. Slamet Riyadi, pas pertigaan Sriwedari belok kiri, Museum nya ada di ujung jalan pas perempatan. Gak akan mungkin kelewatan lah. :) Harga tiket masuknya berapa? nah selama bulan Agustus ini, tiket masuk ke Museum Keris masih gratis, namun mulai september nanti katanya harga tiketnya Rp.6000 / orang. Museum ini merupakan gagasan pak Jokowi sewaktu beliau masih menjadi walikota Solo. Namun pembangunan gedung museum ini baru dimulai secara bertahap sejak tahun 2013. Gedung Museum Keris ini terdiri dari 1 basement yang dimanfaatkan sebagai tempat parkir, dan 4 lantai sebagai ruang pamer. Terdapat lift yang menyambungkan semua lantai-nya. Jadi kalau capek naek tangga, bisa naek lift. Lantai 1 Di lantai ini fungsinya sebagai lobi, soale gak ada keris yang dipajang disini. Cuman ada ruang Audio Visual di sisi sebelah kanan dan kiri dari pintu masuk. Loket pengunjung juga ada disini, disebelah kanan dari pintu masuk kemudian bagian informasi ada di sebelah kiri dari pintu masuk. Lantai 2 Di lantai 2 kita mulai bisa menikmati koleksi dari Museum Keris ini. Dan saya yang gak paham sema sekali soal keris. Di lantai 2 ini kita akan paham dan mengerti lebih dalam soal keris. Karena di lantai ini disuguhkan juga informasi tentang keris dan bagian-bagian keris, apa itu pamor, jejeran, luk dsb. Di lantai 2 ini juga ada tempat bermain untuk anak-anak dan perpustakaan. Koleksi buku-bukunya tidak jauh dari masalah keris dan budaya baik tentang kota Solo maupun kota-kota lain di Indonesia. Tapi sepertinya koleksi bukunya perlu diperbanyak, soale rak nya masih banyak yang kosong. Lantai 3 Lantai ini selain memajang beberapa koleksi keris ada juga diorama-diorama. Antara lain diorama pembuatan keris dan diorama ritual saat akan membuat keris. Selain itu di dinding ada informasi proses pembuatan keris dan rangkaian sesaji ketika akan membuat keris. Lantai 4 nah, lantai 4 ini merupakan ruang pamer utama, disini selain keris dari tanah jawa, ada juga keris dari bali, sulawesi dan sumatera. Selain keris ada juga beberapa koleksi tombang dan parang. Karna museum ini tidak mengkhusus kan keris dari Jawa saja, namanya kan Museum Keris Nusantara. walapun memang umumnya orang mengenal keris itu dari Jawa. Tapi ternyata ada juga keris dari Sulawesi dan Sumatera. Di lantai 4 ini saya ngobrol banyak dengan seorang bapak yang saya pikir petugas museum. Beliau berkata keris yang dipajang disini merupakan hibah dan pinjaman dari pribadi, tertulis di keterangan masing-masing keris yang dipamerkan. Dan katanya lagi masih ada sekitar 300-an lagi koleksi keris yang masih akan dipamerkan. Dan ada kabar bahwa pemerintah Belanda akan menyerahkan koleksi keris yang mereka miliki untuk kemudian disimpan dan dipamerkan di Museum Keris Nusantara ini. Ketika saya bertanya, koleksi yang paling tua dan mempunyai nilai sejarah paling tinggi yang mana, bapak petugas yang saya lupa tanya namanya itu menjawab. "semua koleksi kita disini berharga mas, baik usia maupun nilai sejarah-nya" "semua keris disini berusia lebih dari 100 tahun" "semuanya sudah di teliti terlebih dahulu oleh tim kurator kita sebelum kemudian bisa dipajang dimuseum ini" Lalu bapak itu membawa saya ke salah satu kotak tempat beberapa keris dipamerkan, lalu beliau mengatakan, "ini keris yang paling tua, ini diperkirakan dibuat pada jaman sebelum kerajaan Singosari" "pada waktu itu para pembuat keris belum mengenal cara mencampur besi untuk membentuk pamor (motif)" "ini bentuk awal daripada keris, masih sederhana, dan kemudian berkembang menjadi seperti sekarang ini" Ketika saya bertanya mana keris yang paling mahal, beliau pun mengajak saya kembali ke bagian tengah, dan mengatakan "ini semua keris yang mahal, semua keris-keris ini ditaksir harganya antara 3 - 15 milyar" Mendengar itu, gak ada komentar yang keluar dari mulut saya, cuman decak kagum yang ada. Obrolan santai pun terus berlanjut, kebetulan lantai 4 sudah agak sepi, sebelumnya rame dengan rombongan anak-anak SD. :). Sang bapak menjelaskan apapun yang saya tanyakan, baik itu soal keris maupun tentang Museum nya sendiri. Beliau pun sempat memperlihatkan foto nya ketika mendampingi pak Jokowi ketika pembukaan 9 Agustus yang lalu. Dan saya bener-bener bodoh gak nanya siapa namanya. Penasaran dengan koleksi-koleksi keris dari Museum Keris Nusantara? atau hobi dengan keris? Atau pengen dateng ke tempat Wisata yang sedikit berbeda waktu berkunjung ke Solo. Monggo, mampir ke Museum Keris Nusantara. :) foto-foto laen :)
  13. Gak Jelas Cara Gunain Forum ?

    oo.. kirain ada beda-nya kalau fieldtrip khusus untuk yg begini, yg subforum perdaerah tergantung lokasinya atau gimana gitu.. ternyata bebas2 aja ya? hehe hmm enaknya dimana ya bikin nya? he
  14. Gak Jelas Cara Gunain Forum ?

    selamat dini hari.. he saya agak sedikit bingung nih.. kalau kita mau post atau nulis cerita tentang jalan2... bagusnya dimana? di forum ada kategori, backpacking, fieldtrip sama sub kategori per daerah... bingung mau bikinnya dimana.. trus ada juga Blog.. itu bedanya apa ya ?
  15. Salam Kenal dari Lampung

    salam kenal @nilasari03. saya juga dari lampung walaupun lebih banyak menghabiskan waktu di sekayu sama pamulang.. :)