Diyan Hastari

Members
  • Content Count

    3,270
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    37

Everything posted by Diyan Hastari

  1. Malem mingguan kemarin tepatnya 3 Desember 2016, saya menghabiskan waktu di Museum Benteng Vredeburg. Ngapain? Melihat genangan masa lalu yang sulit terlupakan. Tsaaaaahhhhh. Bukan, bukan. Saya di Benteng Vredeburg dalam rangka mengikuti acara Amazing Race yang diadakan oleh Ikatan Duta Museum DIY dan komunitas Yogyakarta Night at The Museum. Nihhhh saya kepincut gara-gara lihat ini di instagram @malamuseum. Perlu perjuangan juga untuk datang ke acara ini, mendekati waktu yang telah ditentukan ehhhh hujan deras sederas-derasnya. Alhamdulillah, doa para jomblo yang minta diturunkan hujan dikabulkan. Kwkwkwkwk. *ini bikin FR apa curhat seehhh Narsis dulu yess, kapan lagi masuk benteng Vredeburg bisa pepotoan yang sepi gini. Pake celana pendek dan sandal jepit pula. Kwkwkwkwk Sekitar jam 19.30 acara dimulai. Diawali dengan keliling diorama 1 dan 2. Semacam keliling museum gitu sambil dijelaskan satu per satu. Sudah pernah ke benteng Vredeburg kan ya? Yang unik, yang diceritakan bukan semata bagaimana perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan RI. Tetapi juga diceritakan bagaimana perjuangan beberapa pahlawan kemerdekaan dalam rangka memperjuangkan agar bebas dari belenggu jomblo. Bagaimana cinta lokasi yang ternyata terjadi di beberapa konferensi yang diadakan organisasi Boedi Utomo. Bagaimana romantisnya Bung Hatta yang berjanji tidak akan menikah sebelum Indonesia Merdeka. Catat ya, catat. Para pahlawan tidak hanya memikirkan bagaimana caranya agar Indonesia merdeka, tetapi mereka juga memperjuangkan masalah hati dan cinta. Kamu kapan??? Ehhhh, lupakan. Setelah kelar, para peserta dibagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok diminta untuk memecahkan game yang diberikan oleh panitia. Total ada 5 game yang tempatnya disebar di seantero benteng Vredeburg. Game yang pertama adalah memindahkan makaroni memakai sumpit. Game ketiga, dan kelima saya kurang tahu apa karena bukan jatah saya. Hihihihi. Saya beruntung diberi mandat di game 3 dan 4. Game 3 memecahkan sandi gitu. Semacam kayak sandi-sandi waktu jaman masih pramuka. Game keempat enggak tahu nama game-nya apa, jadi diminta untuk mengambil biskuit, ditaruh di hidung dan diminta gerak-gerak gitu biar biskuitnya masuk ke mulut. Voilaaaa, dalam 2 detik bisa kelar. Sampai panitianya syok. Si embak-nya enggak tau sihh saya kan laper. Kwkwkwk. Di setiap game yang telah diselesaikan, para peserta mendapatkan kepingan puzzle yang harus disusun. Hasilnya? Kami enggak juara siihhh. Acara berikutnya adalah masing-masing kelompok diberi pertanyaan terkait dengan sejarah di Indonesia. Nah kami harus bertanya ke orang yang telah ditentukan di sekitar nol kilometer. Serius saya lupa pertanyaannya apa saja karena terlalu heboh nyari orang yang bisa ditanyain. Ada beberapa kriteria orang yang harus kita tanyain, yang saya ingat *cewek yang memakai widges *orang yang memakai kaus hijau *orang yang lagi duduk dan makan *orang di sekitar gembok cinta *sepasang kekasih Yang terakhir sih kayaknya enggak deh. Tetapi kelompok kami memang rusuh seringnya gangguin orang pacaran. Hahaha. Btw yang di sesi terakhir, kelompok kami menang dan mendapatkan hadiah tiket masuk ke museum de Mata. Alhamdulillah, hikmah gangguin orang pacaran. Ehhh Amazing Race ditutup dengan foto bersama para peserta dengan panitia. Kelar jam 23.00 langsung pulang dan tidur nyenyak. Fyi, komunitas Yogyakarta Night at The Museum sering banget mengadakan acara seru kayak gini. Ini acara ketiga yang saya ikuti. Kalau ingin mendapatkan info tentang komunitas Yogyakarta Night at The Museum follow saja akun instagram @malamuseum. Salam museum, museum di hatiku
  2. Hollaaaa, ada yang kangen akuu? Ehhh Mau nulis lagi yaaaaa, kali ini nulis tentang satu tempat yang lumayan cihuyy di Jogjaaa. ******** Yang suka narsis, pas banget deh datang ke sini. Berkonsep serba terbalik, tempat ini menjadi salah satu tempat yang diincar oleh kawula muda di Jogja. Apalagi tempatnya dijamin instagrammable sekaleeeee. Datang ke tempat ini, kita berasa masuk ke rumah. Tercatat ada 8 spot foto yang sayang jika tidak diabadikan. Spot foto tersebut antara lain ruang 3D, living room, dinning room, master bed room, kids room, kitchen, laundry room hingga bathroom. Bingung bagaimana cara mendapatkan foto dengan hasil yang maksimal? Jangan sedih bin galau, di tiap spot foto ada contoh pengambilan gambarnya. Sekaligus ada petugas yang siap memberikan arahan ke tiap pengunjung. Yang pasti, siap-siap harus antri ya. Apalagi kalau akhir pekan, tempat ini pasti ramai pengunjung. Upside Down Wold terletak di Jalan Ring Road Utara No. 18 (Seberang Indomaret Casagrande) Maguwoharjo, Depok, Kabupaten Sleman. Tempat ini buka tiap hari dari jam 10.00–19.00. HTM Rp 80.000 untuk orang dewasa dan Rp 40.000 untuk anak-anak. Jadi, kapan ke sini?
  3. Heyyy JJ-ers Kalo temen2 jalan2 ke Jogja, jangan lupa tuk kuliner di Gubug Mang Engking Pusat yah. Yup, benar sekali. Gubug Makan Mang Engking (GMME) memang sudah membuka beberapa cabang di kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang dan beberapa kota lainnya. Tapi konon katanya rasa dan suasana di GMME Pusat ini masih juara. Letak GMME Pusat ini di Jl. Godean Km. 16 Sendangrejo, Minggir, Sleman, Yogyakarta. Lumayan jauh dengan kota dan letaknya pun tidak di pinggir jalan raya. Meski demikian, GMME Pusat ini nyaris tak pernah sepi. Yuk lihat penampakan tempatnya dulu. Sambil menunggu pesanan datang, kita bisa memberi makan ikan2 yang ada di kolam persis di bawah kita. Saat itu, saya dan teman saya pesan udang galah asam manis, gurameh bakar, dan ca kangkung. Untuk minumnya, kami pesan kelapa muda utuh dan juga es dawet. Tentang rasa? Jangan tanya. Memang top markotop. Teman2 patut mencoba. Inilah buah karya kami, tuntas hingga tetes terakhir.
  4. Lama di rantau ditambah jarang pulang pula membuat saya kurang update dengan daerah asal saya, Wonosobo. Meskipun sering menemani beberapa rekan ke Dieng tetap saja saya kuper dengan perkembangan pariwisata di Wonosobo selain Dieng. Beberapa waktu yang lalu tanpa sengaja saya membaca ulasan tentang Desa Wisata Wora Wari yang terletak di perbatasan Wonosobo-Banjarnegara. Waktu tempuh dari rumah saya tidak sampai 45 menit saudara-saudara. Dan payahnya saya belum lama tahu tentang potensi wisata di tempat tersebut. Saya tentu masih belum bisa bercerita banyak tentang potensi wisata di Desa Wisata Wora Wari ini. Meskipun dulu kala sering ke tempat ini tapi saat itu potensi wisata di tempat ini belum dikembangkan. Kemungkinan liburan lebaran besok saya akan mengajak para kurcaci-kurcaci (keponakan) tersayang ke sana dan tentu pengalaman di sana akan saya bagikan di forum tercinta. Adakah teman2 yang ingin gabung?? Berikut saya lampirkan beberapa foto potensi wisata di Desa Wisata Wora Wari. Foto-foto ini saya ambil dari web http://theworawari.blogspot.com/ River Tubing trekking gunungkarang
  5. Gegara momod @deffa resepsi jam 7 malem, aku gagal foto2 cantik di sini. bwahahahahaha. Moood, aturan resepsinya jam 12 maleemmm jadi aku bisa jalan2 manjaa duluuuu meskipun maceetttt. Nice post @Egisaputra. Salam kenal dari Jogja
  6. Diyan Hastari

    hello

    Gue dan tek kumpul dalam satu kalimat nih @falovwi. hihihihi. Salam kenal yaaaa dari Jogja. Welcome di forum kesayangan
  7. Diyan Hastari

    Salam kenal

    Halo @Johanb, welcome di forum kesayangan. Salam kenal dari Jogja
  8. Diyan Hastari

    Salam kenal

    Halo mas @ibnupri, wa saya ya ke 082138564799 kalo mau saya masukkan ke grup anak2 regio Jogja. Btw, salam kenal
  9. Aku pernah PP 250.000, PP 200.000 trus terakhir PP 150.000. Coba ehh kapan2 nyobain jembatan yang baruuuuuu. hihihi
  10. Diyan Hastari

    hallo..hallo

    Welcome @bonn. Salam kenal dari Jogja
  11. Diyan Hastari

    Info : Kapal Fery Surabaya-Lombok

    Pulangnya nyasar sampe Jakarta @Gabud. hahahahaha
  12. Diyan Hastari

    Info : Kapal Fery Surabaya-Lombok

    @Tommy Sahara @Gabud udah balik ke habitat ya sekarang? Ditunggu lagi kedatangannya di Jogjaaaa. Daniel id-nya @albertorazzi.
  13. Diyan Hastari

    need friends to Lombok this december

    Duuuhh baru buka forum lagiii. Padahal 18-21 des di lombok. 22 des baru mlipir sehari di Lombok. Sudah jadikah ke Lombok @zaneta lee?
  14. Tanggal 2 Agustus 2013 kemarin saya dan teman saya Pramika mbolang berdua ke Wonogiri. Saya berangkat pagi dari Jogja menuju Semarang sekitar pukul 6 pagi. Sampai Semarang sekitar pukul 9 siang. Di Semarang saya titip motor di kos Pramika dan ke Wonogiri pake motor Pramika. Yeahhh, naik motor berdua euyyy. Setelah istirahat sebentar, jam 10.30 kami berangkat dari Semarang. Diperkirakan perjalanan sekitar 5 jam. Tapi lumayan molor karena kami berkali-kali berhenti dan sempat mampir di tempat teman di Salatiga. Sekitar pukul 16.00 kami sampai di gerbang masuk menuju Wonogiri. Hebohlah kami berdua. Ada patung yang sayang untuk dilewatkan. Yup, patung Nyi Roro Kidul sedang naik kereta kuda. Setelah berheboh-heboh ria, kami pun segera menuju ke Waduk Gajahmungkur. Sayangnya agak mendung dan kami terlalu sore datang jadi tak bisa melihat sunset. Oh ya, berhubung datang terlalu sore kita sama sekali tidak dipungut biaya. he. Ketika adzan maghrib berkumandang, kami pun meninggalkan Waduk Gajahmungkur. Setelah maghriban dan membatalkan puasa kami pun mencari penginapan. Rencananya kami mau menginap di seputaran alun-alun. Niat hati sih malamnya mau nongkrong di alun-alun. Setelah mendapapatkan penginapan yang super murmer kami pun jalan2 keliling kota. Sampai di alun-alun kami kaget. Enggak banget buat nongkrong n cuci mata. Alun-alun saat itu sedang direnovasi. Akhirnya kami pun duduk n tidur manis aja di penginapan. Sambil ngumpulin tenaga buat keesokan harinya. Pagi-pagi sekitar pukul 3 pagi kami bangun dan cari makan buat sahur. Pilihan jatuh pada ayam penyet. Huks, pilihan yang tersedia cuma sedikit sih. Saat menunggu pesanan datang, kami melihat di seberang ada yang jualan serabi. Kami pun ngantri beli serabi yang ternyata rasanya maknyuss tenan. Jam 5 pagi, kami pun meninggalkan penginapan tuk melanjutkan perjalanan lagi. Tujuan pertama kami adalah melihat sunrise di Waduk Gajahmungkur. Akhirnya, kami berhenti di pinggir jalan. Dan inilah sunrise di tepi Waduk Gajahmungkur. Setelah puas nongkrong2 n poto2 di tepi Waduk Gajahmungkur kami pun melanjutkan perjalanan menuju Pantai Nampu. Perjalanan dari Wonogiri sekitar 2. Saya lupa, kami sampai di pantai Nampu jam berapa, yang jelas di pantai ini kami cukup lama. Perjalanannya cukup memacu adrenalin jadi kami mau berleha-leha sambil menghitamkan kulit yang sudah terlanjur hitam. Pasir di Pantai Nampu ini berwarna putih. Ombaknya relatif tenang. Oh ya, Pantai Nampu ini cenderung masih sepi pengunjung. Saat kami datang sekitar pukul 09.00 motor kami adalah motor ke dua yang parkir di parkiran. Motor pertama, tentu saja petugasnya. Bayangkan, serasa pantai pribadi. Menjelang siang ada beberapa orang berdatangan, sempat kami hitung masih dalam kisaran 20an. Hmmmm... Inilah pemandangan di Pantai Nampu Setelah puaassssss banget di Pantai Nampu, kami mengikuti saran dari petugas di Pantai Nampu untuk ke Pantai Sembukan. Sebenarnya kami disarankan ke pantai-pantai di Pacitan. Yup, 7 km dari Pantai Nampu sudah sampai ke Pacitan. Apa daya, dengan mempertimbangkan fisik kami yang cukup kelelahan kami pun tak jadi ke Pacitan. Berbeda dengan Pantai Nampu yang sangat tenang, Pantai Sembukan ini ombaknya dahsyat dan penuh batu karang. Pantes, petugas di Pantai Nampu nantang kami buat berenang di Pantai Sembukan. Ternyata oh ternyata. Sekitar jam 16.00 sore kami pun meninggalkan Pantai Sembukan untuk menginap di tempat teman di daerah Boyolali. Oh ya, buat temen2 yang pengin ke 2 pantai ini saya benar2 tak tahu transportasi umum ke sana pake apa. Itu pula salah satu pertimbangan kami berdua akhirnya memilih motoran dari Semarang. Rasa-rasanya waktu mau ke 2 pantai ini kami tak sekalipun berpapasan dengan transportasi umum seperti bis ataupun angkutan umum. Rutenya pun saya lupa. Yah, saat itu hanya modal nekat. Ngikutin plang yang ada di jalan sambil tanya2 kalo dah benar-benar kebingungan. he. Sayang waktu kemarin kemari itu masih bulan puasa. Kebayang kan betapa panasnya dan betapa banyak godaan yang bisa membatalkan puasa kami. Untunglah, puasa kami tak batal. Meskipun perjalanan ini cukup melelahkan tapi sebanding dengan pemandangan eksotis pantai-pantai di sana. Sungguh.
  15. Heeyy JJ-ers Kalo teman2 berkesempatan ke Borobudur, jangan lupa tuk mampir sejenak di Taman Kupu Borobudur. Letaknya enggak jauh kok, sekitar 600 meter dari Borobudur. Di tempat ini kita bisa melihat ratusan koleksi kupu-kupu dari berbagai spesies. Waktu yang tepat untuk datang ke tempat ini dari pukul 10.00 WIB sampai 12.00 WIB. Kenapa?? Tanyalah pada kupu-kupu yang senang sekali beterbangan di antara jam-jam itu. Sayangnya, saat saya datang ke Taman Kupu Borobudur terlalu kepagian. Sekitar pukul 08.15 WIB. Jadi jumlah kupu yang beterbangan belum terlalu banyak. Saat saya tanyakan pada petugas, ternyata kupu-kupu itu banyak yang belum bangun. Saya tertawa mendengar jawaban itu. Tapi mau tak mau saya percaya saja, karena saya melihat banyak sekali kupu-kupu yang bergelantungan di pohon ataupun di bunga dalam posisi diam. Yaaaah, memang banyak yang belum bangun. Tiket masuk menuju Taman Kupu Borobudur ini Rp 10.000. Karena tergolong baru, fasilitas di tempat ini masih dalam tahap pembangunan. tiket masuk menuju Taman Kupu Borobudur
  16. Sumur Jalatunda merupakan salah satu dari sekian banyak destinasi wisata yang tergabung dalam kompleks wisata Dataran Tinggi Dieng. Narsis di pintu masuk Berdasar dugaan ilmiah, sumur berwarna hijau pekat ini adalah sebuah kepundan yang terbentuk akibat letusan gunung api jutaan tahun lalu. Kawah atau kepundan tersebut kemudian terisi air dan terbentuklah menyerupai sebuah sumur—sumur raksasa berkedalaman ratusan meter. Nama Jalatundha sendiri adalah berarti sumur yang besar atau luas dalam bahasa Jawa. Konon, fenomena terisinya kawah yang sejenis dengan proses terbentuknya Jalatunda hanya ada dua saja di dunia. Kawah sejenis Jalatunda yang lain dapat ditemukan di Meksiko. Untuk menikmati pesona Sumur Jalatunda, kita bayar karcis seharga Rp 5.000,-. Daaaan, untuk sampai di sumur jalatundha kita harus terlebih dulu meniti kira-kira 257 anak tangga. Tuuuuu, anak tangganya... eh, ibu tangganya mana yak??? xixiixixixi mungkin ibu tangganya yang lagi narsis yak?? xixixiix Setibanya di tangga terakhir, tampak beberapa tumpuk batu kerikil yang terhampar. Mitosnya, mereka yang mampu melempar batu kerikil ke sumur sejauh jarak tertentu akan mendapatkan keberuntungan dan terkabul niat serta keinginannya. Yippy, target lemparannya yaitu hingga ke seberang sumur yang ditandai dengan rimbun pohon bunga berwarna ungu, yang tumbuh di sela-sela batuan di sisi seberang sumur . Batu kerikil untuk dilempar di sumur ini, bisa kita beli di penjual kerikil yang ada di dekat kompleks sumur. Batu tersebut dapat dibeli seharga Rp500,00,- per buah. Waktu terakhir aku ke sini, "teman-teman juniorku" bawa kerikil sendiri loooooh. Ada yang bawa dari halaman rumahku, ada juga yang nyari di sekitar kawah. Dan mereka nyeletuk, 'Untung bawa kerikil sendiri, kalo enggak mungkin satu rombongan bisa habis uang Rp 140.000 hanya buat beli batu kerikil". Ngakak asli. Waktu mau ke sumur tas teman-temanku penuh dengan batu kerikil. NB: 1 rombongan 14 orang. Rata-rata per orang melempar 20 kali. 20x14xRp 500,-= Rp 140.000. Penjual batu kerikil. Eh... 20 kali??? Yup. Rata-rata per orang emang bisa puluhan kali. Susah??? Yup. Benar sekali. Kelihatannya sih mudah. Sudah ancang-ancang. Batu kerikil dilempar dengan sekuat tenaga. Wiiiiiiiing, batu melayang. Tunggu sebentar. Senyum bangga. Yeah, nyampe. Daaaaaan, PLUNG. Batu kerikil jatuh di tengah sumur. kwkkwkwkwwk Penasaran?? Ayo ke Dieng... Dan jangan lewatkan sumur jalatundha yang melegenda.
  17. Diyan Hastari

    Halo, review tempat makan dimana ya?

    Kalo aku kemana kaki ingin melangkah @Andara Nila Kresna. Hahahaha. Biasanya kalau galau mau kuliner dimana akhirnya liat-liat instagram yang nampilin kuliner2 gitu. Kalo di Jogja seringnya ke ig jogjaculinary atau javafoodie
  18. Diyan Hastari

    FR: Amazing Race Museum Benteng Vredeburg

    Capek keleuuusss di-PHP. bwahahahahaha
  19. Diyan Hastari

    FR: Amazing Race Museum Benteng Vredeburg

    Udah ogah janji ma situ sihh @HarrisWang. PHP moloooooooo. *asahpisau
  20. Cemplungin aja di air. Trus banyak2 doa deh @Rawoniste
  21. Jarak Bandung - sindangbarang dengan sindangbarang. - Australia ternyata sama. Kenapa enggak sekalian ke Australia @Rawoniste?? Hahahaha
  22. Diyan Hastari

    FR: Amazing Race Museum Benteng Vredeburg

    Yang ngangenin dari aku kan galak dan bikin nyasarnya @Rawoniste. Hahahaha
  23. Diyan Hastari

    FR: Amazing Race Museum Benteng Vredeburg

    Kalo tanya orang lain sih bisa jadi ada. Kalo tanya ke aku, enggak ada. Yang bikin mistis kayaknya sih takut ke aku @Rawoniste. hahaha
  24. Diyan Hastari

    Lot 9 Cafe & Restaurant, Bintaro

    Gaya. Mentang-mentang udah bisa bully