Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

Koper Bunda

Members
  • Content Count

    24
  • Joined

  • Last visited

1 Follower

About Koper Bunda

  • Rank
    Baru Bergabung

Recent Profile Visitors

1,357 profile views
  1. Tarimo kasih reviewnyo @Tarmizi Arl, sangat berguno bagi si bundo Ada lagikah wisata baru hadir di Palembang?
  2. Butul D'Pakar ini asyik n seru buat tempat ngupi2+poto2 di atas gunung Hahaa Poo Ice Cream aya dimana tukh a'Deffaa??
  3. Iya asyik tukh kamar Duplex bisa utk ramean.. 'nongkrong' di Soda Bar & Resto-nya juga asyik.. di kursinya banyak tulisan-2 kocak khas Priangan
  4. Hihii lucu yaa.. Yupi gummy jadi cacingnya en tanahnya terbuat dari Oreo.. ice cream didalamnya wuenak juga.. en suasana cafenya.. superb!
  5. Selepas melaksanakan aktivitas alam bebas (baca: #kempingmanja) di bumi perkemahan Legok Kondang Ciwidey, regu bunda kembali merindukan hiruk pikuk kota metropolitan dan Bandung pun menjadi tujuan. Kota Bandung yang saat ini tlah menjadi destinasi wisata peringkat ke-4 di Asia dan ke-21 di dunia, terus mengembangkan fasilitas pariwisata dengan menghadirkan berbagai pilihan akomodasi, kuliner, serta tempat perbelanjaan produk branded seperti distro dan FO. Oleh karena itu wajar jika Ibukota Jawa Barat amatlah irresistible, terutama bagi si bunda, emak-emak yang mudah tergoda.. berbelanja! Hotel tua diremajakan begitu jua hotel muda tumbuh subur dan ranum di Kota Kembang. Masing-masing memiliki identitas atau ciri khas yang dikemas secara kreatif, unik dan menarik. The 101 Bandung Dago Hotel menyengat minat bunda kali ini. Hotel trendi nan nyentrik ini menerapkan gaya urban-modern-chic dengan paduan vintage sebagai dekorasi interiornya. Dibuka sejak tahun 2014, hotel yang terletak di Jl. Ir H. Juanda no. 3 Dago Bandung, sudah mengalami transformasi dari sebuah pusat perbelanjaan terdahulu yaitu Planet Dago. Hotel bintang 4 ini memiliki lokasi strategis di simpang Jalan Dago yang ramai dengan bermacam Café dan Factory Outlets, serta amat dekat dengan Bandung Indah Plaza –tempat si bunda belia rajin bersemedi di Gramedia; masa dimana beliau masih berkacamata tebal, bergigi kawat, berambut kribo, serta memasang tagline “Geek is the new cool” The 101 Hotel memiliki 141 kamar yang terbagi dalam tipe Deluxe Smart, Deluxe Stylist, Deluxe Experience, Duplex Suite, dan Urban Chic. Armada bunda memesan Duplex Suite semata-mata tertarik dengan konsep mezzanine yang diterapkan di kamar ini. Dengan weekend rate seharga Rp. 1440k/malam sudah include breakfast untuk 4 orang. Memuat 2 single beds di lantai bawah dan 1 queen bed di lantai atasnya; cukup memadai untuk jumlah armada yang terdiri dari 3 orang dewasa, 1 orang nyaris dewasa, dan 2 orang ‘boro-boro’ dewasa. Pada lobby level terdapat fasilitas kolam renang ‘nyempil’ di pojok restoran, dimana laskar mini dapat puas bermain air. Sementara itu eye-catching design yang ditemukan di tiap penjuru Soda Resto & Bar, menguras perhatian sang bunda. Berbagai ‘witty jokes’ khas jaleuma Priangan dicetak pada sejumlah perangkat dining, yang tentunya sangat menghibur. Tulisan di belakang kursi seperti– Sukajadi: Suka tapi ga jadi-jadi; Maaf aku sibuk: Sibuk mikirin kamu; Ulah ganggu! Delete mantan, donlot gebetan –dapat dijadikan “modus” bagi para kawula muda ;D Untuk tampilan foto-foto seru di The 101 Hotel Bandung, silahkeun intip di http://koperbunda.com/the-101-bandung-dago-cafe-dpakar-dago/
  6. Belum lengkap darmawisata di Bandung jika tidak ‘sekalian’ menyambangi tempat kuliner yang tengah nge-hitz! Cafe D’Pakar di wilayah Dago Pakar (Dago Atas) menjadi destinasi selanjutnya selepas check-out dari hotel. Berangkat pukul 12.00 WIB dari The 101 Dago –dan walau judulnya sesama Dago– menghabiskan waktu 1 jam menuju Cafe D’Pakar Dago. Penyebabnya adalah traffic dan jalan terhambat oleh karena banyaknya ‘musim kawin’ a.k.a kondangan di hari Minggu! Sesuai judulnya, Cafe D’Pakar terletak di bibir tebing wilayah Bukit Dago Pakar. Restoran ini menyuguhkan pemandangan indah berupa hutan pinus dan barisan pegunungan. Menu dan kwalitas makanan yang disajikan memang cukup sederhana, tetapi apalah artinya bila panorama alam yang menjadi sajian menu utamanya! Legiun bunda asyik bersantap siang ditemani semilir angin sejuk seraya bersantai menikmati suasana. Terdapat dua pilihan tempat duduk yakni semi-indoor beratapkan joglo serta area outdoor. Namun biasanya, banyak orang yang rela menunggu (waiting list) untuk mendapatkan tempat di ruang terbuka. Tentu karena akan terasa lebih seru dan bebas bercanda sambil berfoto ria. Oya, perabot meja dan kursi yang ada disini dibuat dari kayu utuh usia uzur (ratusan tahun) lho! Harga yang ditawarkan ternyata cukup murah bagi sebuah café menawan diatas gunung. Legiun bunda memesan Nasi Goreng Kencur, Ottogi Cheese Ramen, Thai Green Tea, Bandrek Susu, serta Cireng. Yang menyenangkan bagi si bolang (dan juga bunda) adalah Free Ice Cream Pot untuk pembelian di atas Rp. 150k. Umumnya harga makanan dan minuman di resto ini berkisar antara Rp. 10k – Rp. 40k, dan sebaiknya membayar dengan uang kontan. Saran KoperBunda: Cafe D’Pakar berlokasi Jl. Bukit Pakar Timur di Desa Ciburial, dengan rute sbb: ketika anda menemukan jalan bercabang tak jauh dari Terminal Dago, ambil arah atas yakni Bukit Dago Pakar, lanjut melewati Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Juanda, terus lurus ke arah Tebing Keraton. Jika jalan sudah semakin jauh menanjak (±2,5 km dari Tahura), rusak dan berbatu, tidak ada tanda-tanda keramaian, memasuki kegelapan hutan, serta menyaksikan bayangan kelam dibalik kabut misterius (lokh kok jadi horor?), maka kemungkinan anda telah tiba di lokasi! Café D’Pakar buka setiap hari (kecuali hari Isnin) pukul 12.00 WIB – 18.00 WIB weekday, sementara weekend buka lebih cepat pukul 09.00 WIB. Last order yang diterima sekitar pukul 16.30 WIB sebab tempat ini tutup di malam hari. Salah satu alasannya karena kondisi jalan kurang memadai untuk berkendara selepas petang: tidak ada lampu jalan dan pembatas di sisi jalan yang berbatasan langsung dengan jurang! Perhatian!! Untuk memasuki area Cafe D’Pakar terdapat aturan minimum order sebesar Rp. 25k/orang, dan minimum order sebesar Rp. 40k untuk booking tempat. Hal ini untuk memastikan agar pengunjung yang datang tidak ‘hanya modal’ air meneral untuk melihat-lihat pemandangan ;p Ajak pasangan, atau gebetan, atau mantan teman –siapa tahu didukung oleh suasana romantis– anda dapat langsung jadian Waktu terbaik untuk menikmati wajah alam di Cafe D’Pakar (jikalau cuaca cerah) pada pukul 15.30 WIB hingga 17.30 WIB. Pada saat itu anda dapat menyaksikan momen pergeseran kala sang surya mulai terbenam, yang akan memantulkan pendaran cahaya indahnya ke barisan pohon pinus. Pada saat itu jua anda akan menyaksikan wajah pasangan tampak lebih memukau dari biasanya ;D Oya, jangan lupa bawa kamera! Untuk menyaksikan foto-foto dan saran lengkapnya silahkan visit http://koperbunda.com/the-101-bandung-dago-cafe-dpakar-dago/
  7. Si legok yang sedang "kondang-kondangnya" ini amat asyik dinikmati berduaan atau sekelurahan.. tempat yang menarik untuk kabur dari kenyataan eh kebisingan ibukota dengan pemandangannya yang serba greeeeennn Secara sedang "kondang" harap booking jauh hari sebelumnya yak
  8. Legok Kondang Lodge memiliki konsep kegiatan camping di alam terbuka namun turut dilengkapi berbagai sarana modern. Barisan penginapan eksklusif ini menjual privacy dan kenyamanan dalam berkemah. Konstruksi bangunan ‘rumah panggung’ dibuat semipermanen dari kayu dan bambu, dilapisi tenda berbahan waterproof membrane serta kain corduraoy yang memberi kehangatan melebur iklim dingin pegunungan. Posisi Legok Kondang tersembunyi pada sebuah lembah di Desa Rancabali, dan dari situlah kata ‘legok’ berasal. Suhu disini berkisar antara 10°C hingga 20°C, memiliki udara bersih dan sejuk dikelilingi oleh bukit hutan pinus. Perkemahan ini bermula dengan 4 tenda (tahun 2004) dan kini mempunyai 20 tenda didalam areal seluas ± 3 ha. Terbagi dalam beragam tipe yang disesuaikan dengan jumlah penghuni, yaitu Standard Tent, Deluxe Tent, Family Tent, Luxury Tent, dan Luxury Tent Sunrise yang memiliki keunggulan sebagai tempat terbaik menyaksikan keindahan sinaran sang surya. Kesatuan bunda memesan Deluxe Tent seharga Rp. 1200k/malam, dan telah dibayar LUNAS 2 bulan sebelumnya! Ya, saking “kondang”nya sampai harus memesan berbulan-bulan sebelumnya untuk mendapatkan kamar eh tenda! Tenda Deluxe berkapasitas 4 orang ini ternyata cukup luas untuk menampung 3 dewasa, 1 ABG, dan 2 serdadu kumbang. Tipe ini memiliki balkon dilengkapi jemuran eh tempat duduk untuk selonjoran (serta hammock sebagai point plus-nya), menghadap ke kolam (fish pool view) serta rimbunan pohon hijau di lereng pegunungan. Seperti biasa bunda mengangkut serta koper kesayangannya walau judulnya sedang menginap di tenda. Dia tidak membawa perlengkapan berkemah pada umumnya, seperti backpack berisi sleeping bag, tenda, bantal, selimut, handuk, makanan kaleng, kompor, beras, kulkas, bakiak, obor, ember, gayung, sabun dan sikat gigi, karena semua sudah disediakan. Camping has never been so easy atau istilah si bunda: #kempingmanja. ;p Fasilitas glamping berbeda di setiap bumi perkemahan. Di Legok Kondang dapat ditemui sejumlah perkakas modern seperti hot shower, toilet duduk, wastafel, telephone, wi-fi dan tivi kabel walau hanya memiliki 1 channel.. Fasilitas gratis lainnya berupa teh dan kopi *tuang-sendiri* yang hadir di depan tenda selama 24 jam, serta wahana api unggun. Berhubung hujan mengucur terus semalaman, upacara api unggun & BBQ dinner diganti dengan pesta duren! Tak usah khawatir untuk pergi mencari durian, petugas yang akan membantu dan membawakan durian lokal: tjap Tjiwidey. Ikuti kisah lanjutan, informasi serta foto-2nya di sini yaa.. http://koperbunda.com/legok-kondang-lodge-ciwidey/
  9. Sok atuh kang Deffa main2 ka Maribaya.. sekalian bawa si yayang biar bisa pasang gembok di LoveLock.. hehee
  10. Iyeez udah jadi keren ya A'a Deffa.. trus enak bangets tukh dingin2 berendam air panas alami di suasana yg asri
  11. Valentine’s day, jarang dirayakan bersama pasangan, apalagi jika pas di akhir pekan! Sudah (nyaris) tak mungkin ayah dan bunda dapat pergi berdua-duaan, tanpa dikawal oleh serdadu kumbang. Maka ketika matahari menyalakan sinarnya pada tanggal 14 February 2016, serdadu ‘ngengat’ plus orang tua bunda meluncur menuju Lembang untuk mendatangi sebuah “rumah peternakan” sebagai tujuan liburan penghujung minggu. Adalah Farm House yang sedang teramat nge-heitz (baca: hits), bahkan saking heitz-nya, ‘peternakan’ tersebut sudah dihinggapi oleh ribuan manusia walau masih pukul 09.00 WIB pagi, tepat waktunya dibuka! Farm House menjadi biang macet di Jalan Raya Lembang, dipadati dengan rombongan bus dan kendaraan yang mencari parkir hingga ke pekarangan rumah warga. Bunda harus mencari alternatif tempat wisata lain karena tak mungkin serdadu ciliknya dapat menikmati rekreasi jika situasi teramat ramai. Maribaya Reborn! Bunda mendapat petunjuk dari sang mertua (yang lebih ‘traveler’ daripada si bunda) mengatakan bahwa sekarang Maribaya sudah cantik jelita setelah di operasi eh renovasi. Segera ayah merubah haluan, mengarahkan pansernya 10 km ke bagian timur Lembang, melampaui beberapa objek wisata terkenal lainnya seperti De Ranch dan Kebun Bunga Begonia. Sejak dahulu Maribaya memang sudah terkenal akan sumber air panas dan kemolekan air terjunnya. Wanawisata ini sempat ditutup selama 2 tahun untuk dibenahi, and finally Maribaya dibuka kembali pada bulan Juli 2015 dengan konsep baru berupa air terjun serta kolam pemandian air panas alami yang sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas resor atau sanggraloka modern namun tetap ramah lingkungan. Objek wisata alam ini telah ‘lahir kembali’ dengan nama baru yaitu Maribaya Natural Hot Spring Resort and Waterfall. Tibalah jua serdadu bunda di kawasan yang terletak di Jl. Maribaya No.105/212 Kec. Lembang Jawa Barat, dan dari tempat ayah memarkirkan pansernya, telah menanti angkutan shuttle car (gratis) yang disediakan oleh pihak pengelola untuk mengantarkan pengunjung ke lokasi –yang ternyata hanya berjarak 1 menit dari tempat parkir. Setelah membayar tiket masuk Rp. 35k/orang, armada bunda mulai memasuki area Maribaya seluas 6 ha, yang tampak sangat berbeda dari wanawisata lain. Sebelumnya bunda sempat enggan “tamasya ke curug” mengingat pengalamannya kepayahan menaiki anak tangga di Curug Cimahi (Air Terjun Pelangi). Tapi ternyata Curug Maribaya tidak seperti yang ia kira. Bunda langsung tertarik dengan suasana taman hutan nan hijau asri dengan penataan natural-modern, bersih dan rapi. Bangunan yang ada pun memiliki design unik dan serasi dengan alam sekitar. Ya, kawasan Maribaya kini telah berkembang menjadi kawasan resort eksklusif. Keren! Untuk lanjutan kisahnya silahkan pencet link ini yuaa http://koperbunda.com/air-terjun-maribaya-lembang/ Salam
  12. Bunda tidak memahami mengapa aktivitas paralayang disebut sebagai “olahraga“, baginya hanya satu dampak dari kegiatan yang ‘semata-mata’ bergantung pada hembusan angin mamiri ini: olahraga jantung! Di Posko Pendaftaran Paralayang, laskar bunda memilih Paket A berupa Basic Tandem Flight Service seharga Rp. 350k/orang sekali terbang. Mereka akan terbang tandem (berdua) didampingi oleh instruktur paralayang profesional dan bersertifikat. Selain itu terdapat Paket Medium (Rp. 400k), Advance (Rp. 450k), dan Premium (Rp. 500k). Yang membedakan antara paket basic dan paket lainnya adalah fasilitas pick-up service dan welcome drink/snack. Walau penampakan warung Bakso Paralayang tampak lebih mengenyangkan daripada suguhan snack! Ingin mengetahui lanjutan kisah armada KoperBunda saat melayang-layang di udara serta bersantai di Omah Kayu? Silahkeun mampir kesini yaa http://koperbunda.com/paralayang-gunung-banyak-batu/
  13. Haluu Kyosash, iya sekarang tiket masuk Dufan berlaku Faham Satu Harga hehee.. okay kalau gitu dibikin en dicopas di Blog saja yaa.. (baru mau belajar bikin blog di jalan2.com) Mas Gung, itu kebetulan lewat Kediri pas mau ke Batu (dalam acara Ekspedisi Lintas Jawa). En baru tahu ada Monumen Gumul yg keweenn bingit gak kalah sama Paris! Akhirnya Nggumul dijadiin model di fesbuk.. hehee
  14. Ini baru pertama kalinya bunda membawa laskar ciliknya mengunjungi Dunia Fantasi (atau disingkat Dufan). Rasanya TERLALU bila bocah sudah diajak bermain ke Disneyland, Legoland, HelloKittyland, Citraland, Sinarmasland, tetapi belum pernah ke Dufanland.. Di masa kini, Dufan sudah menganut faham Satu Harga yang diterapkan untuk semua pengunjung, yaitu Rp. 190k/orang on weekday dan pada weekend Rp. 270k/orang. Dengan harga tersebut, pengunjung bebas menggunakan semua wahana permainan hingga berulang kali, kecuali (harus merogoh dompet ayah) bila ingin belanja souvenir dan jajan di kios makanan/minuman yang banyak terdapat di Dufan. Silahkeun dilanjut di http://koperbunda.com/dunia-fantasi-ancol-jakarta/ bila ingin mengulang memori pedekate di Dufan
×
×
  • Create New...