chrizz_msweb

Members
  • Content count

    549
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    1

Everything posted by chrizz_msweb

  1. Bunaken adalah taman laut pertama di Indonesia, keindahan bawah lautnya terkenal sampai manca negara. Saya telah membuktikannya sendiri, selama freediving beberapa kali di Indonesia, yang terbaik menurut saya adalah di Bunaken. Sayang keindahan Indonesia ini tampaknya lebih banyak dinikmati orang asing daripada orang Indonesia sendiri. Terutama sejak Cina membuka penerbangan langsung ke Menado. Sepanjang saya di sana, hanya satu rombongan turis lokal yang saya temui. Sisanya adalah orang asing. Maklum kegiatan yang menarik di Bunaken adalah diving, bahkan snorkeling seperti dianggap kegiatan nomor dua di sini. Mungkin olahraga diving masih terlalu mahal untuk ukuran kantong orang2 Indonesia. Karena tujuan utama saya adalah untuk freediving, susah susah gampang di Bunaken. Kapal dari operator diving hanya mau mengantarkan turis yang diving. Seperti nebeng turis lain yang diving ceritanya. Saat saya sedikit memaksa, mereka mengatakan mau mengantarkan tapi tetap dengan tarif diving. Rugi, saya membawa perlengkapan seperti snorkel dan fin sendiri, juga tidak memerlukan BCD atau regulator seperti orang diving. Tidak kehabisan akal, saya mencari penduduk lokal di warung yang bisa menyewakan kapal unuk snorkeling. Tak lupa juga mengajak turis lokal lain (satu-satunya rombongan turis lokal yang satu hotel dengan kami) untuk patungan. Mereka juga tidak diving, tentu saja mereka lebih senang dengan kapal penduduk lokal ini daripada kapal dari diving operator yang harganya gila gila an bila tidak dibarengi turis yang diving. Lumayan, kami mendapatkan harga 500 ribu untuk 5 orang. Tentu saja kapal nya kalah jauh dengan kapal dari diving operator, tapi inilah yang lebih pas di kantong. Banyak sekali spot yang menarik untuk snorkeling atau diving di bunaken. Keunggulan utamanya adalah jenis terumbu karang yang berbentuk wall. Di tempat lain jarang saya menemukan wall sebagus di Bunaken. Yang terbaik menurut saya adalah spot bernama Cela Cela. Disebut Cela Cela karena banyak terdapat lubang atau celah di kumpulan terumbu karang, di celah ini saya menemukan Lion Fish. Agak susah mengambil gambar nya, saya harus sedikit masuk ke celah tersebut, dan harus berhati-hati juga jangan sampai terkena Lion Fish tersebut. Lion Fish memiliki racun di duri nya yang indah. Spot lain yang saya rekomendasikan adalah Lekuan. Di sini banyak terdapat penyu. Mereka suka bersarang di celah terumbu karang yang berbentuk wall. Guide kita menunjukkan ada penyu sedang tidur di sarangnya. Mungkin ini pengalaman sekali seumur hidup memotret penyu di sarang nya yang alami, biasa saya melihat penyu di perarian saja. Di spot yang dangkal, lebih banyak ikan berwarna-warni. Salah satu yang menarik adalah Trumpet Fish berwarna kuning. Tidak setiap tempat bisa menjumpai Trumpet Fish. Tidak seperti Nemo (Clown Fish) yang bisa dijumpai di hampir semua tempat yang banyak Anemon nya. Sayang tidak terdapat ikan besar di Bunaken. Tidak ada Manta atau Whale Shark seperti di Lombok atau Kalimantan. Memang di Bunaken lebih terkenal dengan sususan terumbu karang nya. Namun yang menarik difoto bukan cuma ikan, banyak juga jenis tanaman yang menarik. Selain ikan, penyu, dan tanaman, yang menarik difoto tentu saja turis lain yang sedang diving. Di Bunaken banyak orang belajar diving atau sekedar Fun Diving. Fun Diving adalah diving ditarik oelh instruktur, tidak perlu sertifikat, namun di kedalaman maksimal sekitar 6 meter. Fun Diving inilah yang paling gampang difoto. Ingat bahwa semakin dalam maka cahaya matahari makin sedikit dan warna makin cenderung kebiru- biruan. Tidak banyak saya melihat turis yang freediving seperti saya. Freediving adalah kegiatan diving tanpa menggunakan tabung oksigen. Hanya mengandalkan fin, masker, dan kekuatan tahan nafas. Cara ini lebih praktis untuk saya, tidak perlu pusing memikirkan tetek bengek seperti safety stop, decompression time, license, dan lain lain. Dan tentunya, lebih bersahabat di kantong. Di kedalaman sekitar 6 meter saya menemukan kerang. Apa yang bisa kita nikmati di Bunaken selain pemandangan bawah laut nya ? Jujur, tidak banyak. Hampir tidak ada apa-apa di sini. Bila tidak ada rencana basah-basahan, tidak disarankan untuk ke Bunaken. Beruntung saya mendapatkan foto sunset yang lumayan. Foto Lengkapnya : http://chrizz-photography.blogspot.co.id/2017/08/freediving-di-bunaken.html
  2. Bila mendengan kata Gili, traveler pasti langsung membayangkan Gili Meno atau Gili Trawangan di Bali. Sebenar nya ada Gili lain yang tidak terletak di Lombok, yaitu Gili Labak di dekat Madura. Gili Labak ini tidak kalah dengan gili-gili lain di Bali. Untuk menuju Gili Labak, dari Jakarta saya terbang menuju Surabaya terlebih dahulu. Di Surabaya, tidak ada bis Trans Surabaya. Beda dengan Jakarta, Jogja, atau Semarang yang transportasi bis nya memiliki jalur tersendiri. Dari Bandara Juanda Surabaya, harus naik bis biasa ke terminal Bungurasih. Beruntung ada bis langsung ke Madura melewati jembatan Suramadu. Sebelum ada Suramadu, harus naik kapal lagi untuk menuju Madura. Terminal bis di Madura adalah terminal Sumenep. Dari sini, kita bisa sewa mobil menuju pelabuhan Kalianget. Sebaiknya periksa dulu jadwal kapal dari pelabuhan Kalianget. Saya kehabisan kapal hingga harus menginap semalam di Madura, baru besok nya bisa melanjutkan perjalanan ke Gili Labak. Untuk menginap di Madura, kebanyakan menginap di hotel Wijaya yang murah meriah, hanya sekitar 200 ribu semalam. Spot snorkeling di Gili Labak terletak di dekat pantai, jadi tidak perlu sewa kapal lagi untuk snorkeling. Namun sebaiknya tanya ke penduduk lokal, di mana bagian yang terdapat terumbu karang yang bagus. Air nya tidak terlalu bening pada saat saya melakukan freediving, penduduk lokal mengatakan bahwa kondisi air paling bening biasanya pada bulan Oktober. Terumbu karang yang terletak dekat pantai sudah banyak yang rusak, namun agak jauh dari pantai di kedalaman sekitar 8-10 meter kondisi terumbu karang nya banyak dan sangat cantik. Kebetulan saat saya ke sana, 17 Agustus, ada kegiatan SOLL (Save Our Littoral Life) yang diadakan oleh TNI AL. Kegiatan tersebut adalah penanaman kembali terumbu karang, bibit terumbu karang sudah disediakan dan kita tinggal mengikat nya ke dasar laut di kerangka yang sudah disediakan. Segera saya mendaftar jadi sukarelawan, kesempatan untuk berpartisipasi untuk keindahan terumbu karang, bukan hanya mengagumi keindahannya seperti yang selama ini saya lakukan. Kegiatan dimulai dengan upacara di dasar laut. Sayang air laut menjadi keruh karena terlalu banyak orang yang ikut serta dalam upacara. Foto underwater yang saya ambil hampir semua buram. Setelah upacara, penanaman terumbu karang pun dimulai. Bibit terumbu karang diikat di kerangka yang sudah disediakan di kedalaman sekitar 1.5 meter. Walaupun hanya 1.5 meter, cukup susah secara badan kita bergerak terus terkena arus, terlebih lagi saya tidak menggunakan scuba. Para TNI menggunakan scuba bisa memasang terumbu karang dengan lebih efisien, tidak perlu bolak balik naik turun seperti saya. Namun saya cukup puas bisa terlibat kegiatan ini. Di malam hari, keindahan lain dari Gili Labak muncul. Gili Labak adalah pulau kecil tidak sampai 5 hektar, dan listrik berasal dari diesel yang hanya cukup untuk penerangan seadanya. Bahkan jumlah rumah tidak cukup untuk menampung semua tamu sehingga banyak yang tidur di luar. Saya beruntung masih mendapatkan kamar untuk menginap dengan biaya hanya seratus ribu rupiah, walaupun sebenarnya lebih tepat disebut gudang alat snorkel daripada kamar. Dalam kondisi gelap seperti ini, bintang tampak dengan indah nya. Bahkan gugusan Bima Sakti bisa kita lihat dengan jelas. Untuk memotret bima sakti, perlu setingan khusus seperti bukaan besar, speed lambat, dan iso tinggi. Foto di bawah saya ambil dengan ISO 2500, F4, dan waktu 24 detik. Foreground diterangi dengan senter agar tidak jadi siluet. Keindahan lain dari Gili Labak adalah Sunrise nya. Sunset biasa saja, namun Sunrise di bagian belakang pulau sangat menarik. Tidak terdapat pulau lain di sisi Timur Gili Labak, jadi Sunrise tidak terhalang sama sekali. Juga terdapat kapal nelayan yang bersandar dengan jumlah pas, tidak terlalu banyak. Cocok untuk dijadikan foreground. Sayang kapal yang menjemput kita kembali ke Madura berangkat pagi. Jadi saya tidak sempat freediving lagi. Masih ingin menikmati lagi keindahan dasar laut Madura, padahal kemarin non stop di air dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Full Story and Picture: http://chrizz-photography.blogspot.co.id/2015/09/backpacking-gili-labak-madura.html
  3. Ke Singapura tidak harus mahal. Apalagi jika tujuan utamanya adalah memotret. Selama membawa kamera, jepret, edit di rumah, tidak ada biaya ekstra yang harus dieluarkan. Bahkan untuk memotret di Singapura, banyak objek menarik di Singapura yang bisa difoto dengan bebas tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Berikut caranya memotret Marina Bay di Singapura dengan biaya super murah. Tiket harus dipesan jauh-jauh hari. Tiket Air Asia yang dipesan sebulan sebelum nya bisa sekitar 300.000 rupiah. Bahkan banyak tiket promo dengan harga sekitar seratus ribu. Lebih murah daripada dari Jakarta ke Sumatra atau Kalimantan. Penginapan juga sebaiknya mencari yang termurah. Kita tidak ke Singapura untuk bersantai di hotel. Ada tiga alternatif untuk penginapan murah di Singapura. Pertama, cari hotel daerah Geylang. Hotel di sini murah-murah, namun lokasi nya di daerah postitusi. Tidak masalah, saya banyak menjumpai turis mancanegara di hotel ini. Kamar hotel di sini sekitar SGD 80-100 , merupakan daerah hotel termurah di Singapura. Kamar bisa diisi 2 orang. Masalah nya tidak ada stasiun MRT di dekat sini, yang terdekat adalah stasiun Kallang. Anda akan sering bepergian naik bis umum bila menginap di daerah sini. Pilihan kedua adalah hostel di daerah China Town. Lokasi nya strategis, dekat stasiun MRT China Town. Masalah nya di hostel ini adalah tidak ada privacy. 1 kamar diisi beberapa orang, dicampur dengan tamu lain. Harga nya dihitung per orang, sekitar SGD 30-50. Semakin besar kamar nya, makin murah dan makin banyak orang yang menginap di sana. Pilihan ini cocok bila anda bepergian dalam rombongan 4-6 orang. Langsung saja booking kamar dengan ukuran segitu, jadi 1 kamar isinya rombongan kita semua. Pilihan ketiga mirip dengan pilihan kedua, yaitu hostel di daerah Little India. Stasiun MRT terdekat adalah Little India atau Farrer Park (bersebelahan). Sistem nya mirip dengan hostel di China Town, namun di sini sedikit lebih murah dan menurut saya kurang nyaman. Tidak disarankan kecuali anda benar-benar ingin menghemat biaya. Saran saya adalah pilihan kedua (hostel sekitar China Town) bila anda bepergian sendirian, karena kamar hotel bisa diisi berdua dan biaya dibagi dua. Bila berdua dan tidak ada masalah berdekatan dengan tempat prostitusi, sebaiknya ambil pilihan pertama (hotel sekitar Geylang). Unuk menuju spot pemotretan di Marina Bay, gunakan MRT ke Bayfront atau Marina Bay. Terdapat banyak icon Singapura yang menarik untuk difoto di sekitar sini, diantaranya adalah The Sands, Helix, dan Singapore Science Museum. Foto-foto selengkapnya bisa dilihat di: http://chrizz-photography.blogspot.com/2014/08/backpacking-murah-ke-singapura-marina.html
  4. Raja Ampat adalah salah satu tempat wisata bahari terbaik di dunia. Menurut CNN Travel, Raja Ampat adalah tempat diving terbaik nomor lima di dunia. Untuk menuju Raja Ampat, jalur nya dari Jakarta lumayan jauh. Dari Jakarta, penerbangan harus melewati Makassar, lalu dilanjutkan ke bandara Domine Eduard Osok di Sorong. Dari Sorong, terdapat dua pilihan, yaitu langsung terbang menggunakan pesawat kecil ke Waisai, atau dengan menggunakan perahu. Jarak dari bandara Sorong ke pelabuhan sekitar 10 menit dengan taksi. Untuk penginapan, biasanya turis menginap di salah satu dari empat pulau : Waigeo, Gam, Kri, dan Arborek. Pemilik penginapan bisa diminta menjemput kita di Waisai. Dalam trip ini, saya menginap di pulau Gam. Harga penginapan di sini sekitar 700 ribu per malam termasuk makan 3x. Kebanyakan penginapan di sini sudah termasuk dengan makan karena agak susah mencari warung atau restoran di Raja Ampat. Listrik juga agak susah, genset hanya menyala dari sore sampai tengah malam. Penginapan di pulau Gam dan kebanyakan penginapan lain berupa gubuk yang menjorok ke laut. Dari depan kamar, bisa langsung loncat ke air untuk snorkeling. Bahkan kadang saya melihat ikan hiu dan Lion Fish lewat persis di depan kamar, tidak perlu jauh jauh ke tengah laut. Jangan khawatir dengan hiu, hiu yang lewat adalah hiu kecil yang justru langsung kabur begitu ada seseorang masuk ke air. Saya tidak mendapatkan foto hiu di sini, mereka kabur sangat cepat. Foto Lion Fish saya dapatkan hanya di depan kamar. Sedangkan Mooray sekitar 20 meter dari penginapan. Kegiatan yang saya lakukan tiap hari adalah freediving. Saya jarang melihat orang diving di sini, hanya di sekitar dermaga Arborek. Mungkin diving dilakukan di lokasi tersendiri. Dermaga di Arborek cukup ramai, tidak seperti di Gam. Banyak yang berenang di pantai, baik turis lokal ataupun asing. Banyak juga anak-anak warga lokal yang berenang dan bermain kano. Pengalaman baru yang saya dapatkan di Raja Ampat adalah berburu foto Manta. Kenapa saya sebut berburu ? Karena untuk melihat Manta ternyata tidak mudah. Guide kita mengatakan hal tersebut karena ikan Manta tersebut tidak sedang makan, jadi mereka bergerak terus. Di sekitar Manta Point, kita berputar2 dahulu mencari ikan Manta. Setelah menemukan Manta, tidak bisa langsung masuk ke air, namun perahu harus cepat-cepat ke depan Manta tersebut, masuk ke air perlahan-lahan, baru menunggu Manta tersebut lewat. Kalau ikan Manta nya ternyata berubah arah, kita harus cepat cepat naik ke perahu lagi, lalu ke depan ikan Manta lagi, lalu turun lagi. Hal ini dilakukan berkali-kali sampai dapat. Agak melelahkan memang. Namun kita mendapatkan bonus. Saat sedang asik berburu Manta, tiba2 ada lumba-lumba yang lewat. Langsung kapten kapal mematikan mesin agar lumba-lumba tersebut tak takut mendekat. Bahkan mereka sampai menempel2 ke kapal seperti sedang memeriksa. Binatang laut unik yang saya temukan adalah Spider Jellyfish dan Hammerhead Fish. Saya tidak pernah melihat dua binatang itu di tempat lain. Yang paling terkenal di Raja Ampat adalau pulau Wayag. Bila melihat iklan wisata Raja Ampat di televisi atau di papan iklan, itu adalah pulau Wayag. Ada bukit yang cukup tinggi di Wayag yang dari sana bisa melihat gugusan pulau unik sekitar Wayag. Sayang lokasi nya sangat jauh dan biaya nya mahal. Saya memutuskan tidak ke Wayag untuk menghemat waktu dan biaya. Gantinya, kita ke pulau Pianemo. Pianemo disebut juga little Wayag, terdapat bukit juga yang bisa melihat kepulauan sekeliling, walaupun tidak setinggi Wayag. Selain kaya akan alam bawah laut, di raja Ampat juga terdapat binatang darat yang cukup unik. Ada Kuskus yang mencuri makanan yang kami letakkan di luar kamar. Saya juga melihat kadal, kepiting, dan laba-laba yang ukurannya lebih besar dari yang biasa ada di tempat lain. Foto lengkap: https://chrizz-photography.blogspot.co.id/2018/05/keindahan-bawah-laut-raja-ampat.html
  5. 9 hari kemarin, termasuk semalam di waisai sebelum balik jakarta
  6. Ud kapan lalu sih, tapi baru sekarang sempet bikin FR nya. he he Kena mahal tiket nya, peak season soalnya. lupa berapa tepat nya Ga pake trip sih, cari penginapan di internet aja. Jadwal nya aja ga ada, bener2 terserah hari ini mau ke mana. Sering nya sih tanya tetangga2, hari ini/ besok mau join ke mana buat patungan kapal buat snorkeling. Harga bensin nya kerasa banget soalnya klo ga patungan sm tamu lain.
  7. chrizz_msweb

    Ancang-Ancang Biaya Ke Belitung 3H2M Tanpa Tur

    thank you banget info nya. lagi cari2 tujuan buat akhir tahun nih
  8. Mba diyan,  bisa bantu cariin penginapan di dieng yang bisa membawa anjing kecil ?

  9. chrizz_msweb

    Ancang-Ancang Biaya Ke Belitung 3H2M Tanpa Tur

    ok2, thax info nya. Susah dah berarti buat hunting sunrise
  10. chrizz_msweb

    Ancang-Ancang Biaya Ke Belitung 3H2M Tanpa Tur

    Di pulau Lengkuas ada penginapan kah ? Atau info pulau kecil lain yang ada hotel nya.
  11. 4 ekor yah. Pengen banget ngefoto ini. Ada di sini dan di Derawan klo ga salah
  12. chrizz_msweb

    Freediving di Bunaken

    Boleh. Dokter nya nakut2in doank kek nya. Waktu buka jaitan katanya gapapa, ha ha
  13. chrizz_msweb

    Yogyakarta Menyapa

    Asekk.. Jogja yah.. Salam kenal
  14. chrizz_msweb

    Merbabu, 3142 mdpl

    Candi Gedong Songo, Gunung Andong, sama ini Merbabu. Pengen ajakin dia ke pantai sih next nya
  15. Oh. Klo Mali sih nurut banget. Di mobil duduk anteng dipangku atau di kursi sebelah. Diajak jalan2 juga ga perlu leash. Dia suka nya jalan di depan, tapi kalo ada persimpangan dia nungguin kita buat mastiin mau belok kanan atau kiri. Tapi ya itu, kalo cape dia ngejongkrok ga mau jalan lagi. Jarang banget sih, sering nya dia yg lebih kuat dr kita
  16. chrizz_msweb

    Merbabu, 3142 mdpl

    Klo cape mogok, berenti jalan. Jadi dimasukin tas. Eh, malah gemeteran. Tapi selama kemping di Sabana ok sih, ga nakal. Tidur di tenda, mau pipis bisa bangunin pula buat pipis di luar.
  17. Filo umur berapa ? Cocok tuh buat diajak traveling sama Mali: https://www.instagram.com/malitheexplorer/
  18. Di Jakarta emang ada beberapa. Masalah nya anjing nya di Semarang, he he. Bingung mau dibawa ke mana yg asik buat dia. Yang bisa jalur darat, ribet bawa di pesawat kek nya
  19. Kalo di Jawa Tengah ada yang tahu tempat seperti ini ?
  20. Kalo anjing bisa kena hipotermia juga ga donk ? Kemarin saya bawa pom ke Merbabu. Sampe tengah2 dia menggigil gitu. Padahal sudah dimasukin ke dalam tas karena kelihatan cape. Apa justru gara2 ditaruh di dalam tas dia kurang gerak jadi kedinginan ?
  21. chrizz_msweb

    Merbabu, 3142 mdpl

    Akhirnya lewat Selo, ga jadi lewat Chuntel, takut terlalu berat doggie nya ga kuat. Pemandangan Merapi bagus dari track ini.
  22. chrizz_msweb

    Merbabu, 3142 mdpl

    @Endar cari di net dapet nya mahal2 : https://fjb.m.kaskus.co.id/product/57df902e5c77982e3c8b4569/jasa-porter-amp-guide-gunung-di-jawa-tengah Ini lg cari yg lebih murah. Eh, jembatan setan bahaya ga sih ? Soalnya di rombongan ada cewe yg ga pernah naik gunung. Lalu ada mau bawa anjing kecil juga. Btw, thax info nya.
  23. chrizz_msweb

    Merbabu, 3142 mdpl

    Guide / porter untuk ke gunung merbabu kira2 berapa ada yg tau kah ? Cari dari mana enak nya
  24. chrizz_msweb

    Trip Ke Bunaken Island

    Iy. takut infeksi