Rene

Members
  • Content count

    28
  • Joined

  • Last visited

4 Followers

About Rene

  • Rank
    Baru Bergabung

Recent Profile Visitors

3,221 profile views
  1. hahaha ... sori2, kirain maluku masuk salah satu wilayah provinsi di sulawesi XD
  2. Objek wisata yang satu ini, bisa memuncratkan air panas dari dalam bumi, tapi tentu saja bukan Lumpur yang seperti di Porong Sidoarjo. Ini merupakan objek wisata yang ada di Kabupaten Muara Enim, berupa wisata air panas yang dinamakan Gemuhak. Obyek wisata Air Panas Gemuhak ini terletak di atas puncak Bukit Umang, dekat Desa Penindaian, Kecamatan Semendo, sekitar 70 km dari kabupaten Muara Enim., tepatnya terletak di desa Gunung Tiga. Jaraknya dari dari desa Gunung Tiga menuju objek wisata kurang lebih sekitar 6 kilometer dengan berjalan kaki sekitar 3 jam. Kalau kita tempuh dari pusat kota Baturaja menuju desa Gunung Tiga, jangka waktu tempuh perjalanan darat bisa mencapai sekitar 1,5 hingga 2 jam. Jalurnya hingga sampai di Gunung Tiga bisa melalui perbukitan maupun bisa dengan menelusuri alur sungai Ogan. Lokasi objek wisata termasuk dalam kawasan hutan lindung, dan tidak terdapat permukiman penduduk. Lokasi wisata air panas Gemuhak berada pada ketinggian 389 meter di atas permukaan laut dengan. Perjalanan menuju lokasi yang melalui perbukitan masih alami melalui hutan dan perkebunan rakyat sehingga tentu bisa menyegarkan kita. Atau kalau kita ingin petualangan air dengan berbasah ria, dapat melalui alur sungai Ogan dengan sebelas kali menyeberangi alur sungai yang ditempuh dengan berjalan kaki. Objek wisata Air panas Gemuhak ini memiliki beberapa sumber atau pusat air panas yang tersebar pada beberapa titik lokasi wisata. Pusat air panas ini yang terbesar dapat menyemburkan air panas atau istilah lainnya gletser dengan tinggi bisa mencapai tinggi sekitar tiga meter. Tiap kali penyemburan air panas memiliki interval waktu sekitar 15 detik. Dengan adanya selisih waktu tersebut, dan mengakibatkan fenomena menyembur kemudian berhenti, kemudian menyembur lagi sehingga masyarakat setempat menyebutnya dengan nama “Maluanâ€. Air panas ini memiliki panas yang bisa mencapai titik tertinggi 98°C. Air panas ini mengandung mineral-mineral, yang kalau kita rasakan berasa asin dan dapat dikonsumsi secara langsung, karena sudah mendidih. Air panas yang dihasilkan ini memiliki kandungan sulfur dan yodium yang tinggi yang tentu saja dapat mencegah penyakit gondok karena kandungan yodiumnya dan mengobati berbagai macam panyakit kulit karena kandungan sulfur yang ada. Mungkin kalau anda berwisata ke objek air panas ini, bisa membawa telur mentah atau jagung yang baru dipetik. Disana, kita bisa mengukus telur hingga matang maupun mengukus jagung untuk kita nikmati sambil bersantai bersama keluarga. Cukup mencelupkan telur tersebut dengan perantara sebuah tongkat kayu yang telah dimodifikasi dengan tempat telur sehingga kita tidak perlu lagi menceburkan diri ke air panas untuk mencobanya. Selain itu, sumber air panas ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit terutama penyakit kulit. Jika kita bisa berhasil hingga sampai daerah ini, kita akan bisa merasakan sendiri hawa panas daerah ini, walau belum benar-benar sampai ke sumber air panas. Meski demikian, tetap saja kita bisa menikmati segaranya alam di kawasan ini. Sayangnya karena termasuk hutan lindung, anda tidak akan menemukan penginapan bahkan yang dikelola masyarakat sekalipun. Sehingga anda harus menginap jauh di Muara Enim. Pemerintah kabupaten Muara Enim melalui Dinas Pemuda Olahrga Budaya dan Pariwisata, sedang membangun fasilitas untuk pemanfaatan sumber mata air panas yang bisa dijadikan terapi kesehatan ini. Disana sudah dibangun bak bak penampungan air panas, dengan pengontrol derajat kepanasan yang terukur untuk terapi kesehatan, spa center, kolam rendam dan dilengkapi fasilitas pendukung lainnya.
  3. Rene

    Candi Bumi Ayu

    Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, kabupaten Muara Enim
  4. Kalau Anda seorang petualang dan pencinta wisata bahari, sekaligus peminat wisata sejarah, maka kepualaun Banda adalah tempat tujuan kaki anda dijejakkan. Kepulauan Banda terdiri dari sepuluh pulau vulkanis yang tersebar di Laut Banda, kurang lebih 140 kilometer sebelah selatan Pulau Seram dan dua ribu kilometer sebelah timur Pulau Jawa. Kepulauan ini total luasnya mencapai 180 km² ini termasuk dalam wilayah Provinsi Maluku. Kepulauan ini populer bagi penggemar selam scuba dan snorkeling. Di tepian dermaga laguna, kita bisa menyaksikan air laut sebening kaca yang tentu saja dapat memantulkan cahaya dan cerminan wajah kita kalau kita melongok ke arah permukaan air. Selain itu, di bibir puncak gunung, masih tampak terlihat bongkahan batu dan tanah tanah hitam sisa sisa erupsi gunung berapi setinggi 1000 meter, yang biasa disebut dengan nama Gunung Api.. Eksotisme fenomena ala mini benar benar membentuk panorama yang indah dan fantastis. Keindahan kepulauan ini tak hanya terkenal di Indonesia saja, namun berita pesona kepulauan Banda sudah tersebar di seluruh pelosok dunia. Bahkan sosok selebritis dunia seperti Sarah Ferguson hingga Mick Jagger pernah berwisata ke pulau ini. Sesekali melintas perahu nelayan dengan hangatnya, membuat mereka yang hobi hunting foto, menjadikan perahu sebagai objek foto mereka dengan momen yang pas. Untuk mencapai kawasan kepulauan ini, perlu sedikit nyali untuk menghadapi tantangan. Pasalnya, Jagger. tidak begitu mudah Penerbangan dari Ambon dilanjutkan dengan kapal Pelni tidak menentu atau boat carteran. Dari Bandara menuju pelabuhan Tuluhatu di teluk Ambon. Setelah tujuh jam mengarungi laut lepas, terlihat mulai ada burung burung berterbangan, dan itu artinya sudah dekat dengan daratan. Tinggal anda pilih, pulau manakah yang anda tuju. Kalau yang terbesar adalah Banda Neira. Saat saat terbaik dengan cuaca yang mendukung perjalanan untuk mengunjungi pulau Banda adalah bulan April hingga Mei atau September sampai November. Saat saat itu, konon cuaca bersahabat dan laut sangat tenang. Di luar bulan bulan tersebut, lautan kepulauan Banda menjadi sangat berbahaya untuk diarungi dengan kapal kapal kecil maupun kapal nelayan. Kalau kita mau melihat kawasan ini dengan detail, kita bisa berjalan-jalan di kota terbesarnya, yakni di Naira. Kota ini juga yang pernah dikuasai oleh pemerintah kolonoal Belanda saat jaman penjajahan, karena memang terkenal kaya akan hasil rempah rempahnya. Sudut sudut kota, jalanan serta bangunan yang ada tetap merefleksikan kehidupan yang sama ratusan tahun yang lalu. Masjid yang digunakan oleh Bung Hatta dan Sutan Sjahrir di masa pengasingan mereka di pulau ini, masih tetap dipakai oleh masyarakat di sekitar sana. Begitu juga gedung atau rumah peninggalan kolonial yang kini dipakai menjadi kantor, sekolahan serta hotel hotel kecil disekitar Banda Neira. Ada juga museum budaya yang memajang catatan sejarah yang ada serta barang barang peninggalan VOC, serta yang menarik adalah lukisan lukisan mengenai situasi jaman tersebut. Hingga pertengahan abad ke-19, Kepulauan Banda memang terkenal sebagai satu satunya sumber rempah-rempah pala. Kini pala sudah bisa dikembangkan di daerah lain, meski demikian pulau Banda tetap dinobatkan sebagai penghasil rempah pala yang tak kenal musim. Di sepanjang jalan kota di Banda, terutama jalan menuju pelabuhan, banyak sekali ditemui penjual aneka oleh-oleh yang terbuat dari pala. Ada yang berupa manisan kering maupun basah, dengan aneka rasa, dan ada juga yang berupa sirup yang bisa langsung diminum. Mengenai diving, kepulauan Banda dinobatkan sebagai spot diving terbaik di dunia. Bukan hanya omong kosong, karena kawasan ini memang terkenal dengan keindahan hayati alam bawah lautnya serta terumbu karang yang mempesona. Meski akibat letusan gunung Api merusak sebagian sisi terumbu karang Pulau Banda Besar, namun UNESCO memaparkan bahwa justru karena letusan inilah terumbu karang tumbuh tercepat di dunia. Hampir seluruh area penyelaman di Pulau Banda Besar,Pulau Ai, Pulau Run, Pulau Hatta dan Pulau Sjarir sampai di dermaga Banda Neira memiliki pesona dan keanekaragaman alam bawah laut yang tak mungkin dilihat di tempat lain di dunia. Nah, bagi kalian yang tertarik, sempatkan waktu untuk berkunjung di kepulauan Banda ini, dan jadilah saksi keindahan pulau Banda ini.
  5. Rene

    Candi Bumi Ayu

    Kalau sedang membahas candi, pasti ingatan kita bakal melesat ke duo candi kita yang terkenal, Candi Prambanan dan Borobudur. Konon, karena persebaran agama Hindu dan Budha yang kuat dan cepat di tanah Jawa, serta lantaran kedua tempat peribadatan ini tidak cukup menampung umat, maka banyak sekali kita temukan candi candi di dataran tanah Jawa. Kini, candi candi ini selain sebagai tempat peribadatan bagi umat Hindu atau Budha, juga sebagai cagar budaya yang dilindungi, serta wahana wisata sejarah yang menyenangkan. Namun, keberadaan candi tak hanya di Pulau Jawa saja. Ajaran Hindu yang tersebar hingga pulau Sumatera berdampak pada bangunan candi yang bisa ditemukan di pulau ini. Salah satunya adalah candi Bumi Ayu yang terletak di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Letak desa ini kira kira berjarak 300 Km dari kota Palembang. Candi ini merupakan satu-satunya Kompleks Percandian di Sumatera Selatan. Bumi Ayu dikenal dengan situs candi-candi peninggalan Hindu dari aliran Siwaisme. Pada situs candi ini, terdapat berbagai macam arca seperti Siwa Mahaguru, Nandi, Agastya serta Narawahana. Mereka dipercaya sebagai dewa oleh umat Hindu. Selain itu, terdapat juga peti peripih dan komponen-komponen hiasan candi yang kental dengan simbol Hindu. Simbol Hindu pada bangunan candi terlihat pada komponen bangunan atapnya yang dinamai ratna. Pada beberapa arca seperti Siwa Mahadewa, Nandi dan Agastya, simbol Hindu diperlihatkan dengan sebuah hiasan yang dinamakan buah keber. Sampai saat ini sudah ditemukan sebelas candi yang tersebar di wilayah seluas 76 hektar perkebunan karet, yang dikelilingi oleh anak sungai Musi, dengan batas terluar berupa 7 (tujuh) buah sungai parit yang sebagian sudah mengalami pendangkalan. Dari penggalian para arkeolog, bisa disimpulkan kalau komplek candi Bumi Ayu ini merupakan komplek candi Hindu terbesar di luar Jawa, merupakan tiruan Candi Prambanan di Jawa Tengah yang berdasarkan penelitian didirikan sekitar tahun 819 Saka atau 897 Masehi. Masyarakat asli Bumi Ayu sendiri sebenarnya tidak mengenal istilah candi sebelum ada kegiatan penelitian, perlindungan, dan pemeliharaan di situs bersejarah ini. Kata candi diambil dari bahasa Jawa sebagai pengganti kata kuil dari agama Hindu atau Budha. Tapi, orang Jawa yang mewarisi puluhan candi-candi itu pun tidak mengenal lagi pengertian dan fungsi candi yang sebenarnya. Mereka menganggap candi sebagai bangunan pemakaman atau penanaman abu jenazah, bukan kuil dewa Hindu atau Budha. Candi candi di Bumi ayu merupakan monumen yang telah ditinggalkan oleh masyarakat yang dulu mempercayai ajaran agama ini. Candi tersebut ditinggalkan mungkin seiring dengan terhimpitnya kekuatan politik Hindu oleh Islam pada sekitar abad ke-16. Kemudian candi-candi itu rusak dan terkubur tanah hingga ditemukan kembali pada tahun 1864. Tak hanya fisik candi yang terkubur, penduduk asli Desa Bumi Ayu pun tidak mengenal dengan baik struktur candi dan fungsi candi itu berdiri sebenarnya. Pemerintah berupaya keras untuk melakukan pemugaran di tubuh candi ini. Pemkab Muara Enim juga berperan untuk pembangunan Jalan, pembebasan tanah dan pembangunan gedung museum lapangan. Candi Bumi Ayu pada saat ini masih dalam proses pengkajian dan pemugaran, sehingga belum banyak informasi yang dapat diketahui, sedangkan informasi tertulis dari Candi tersebut masih dalam proses dipahami oleh Tim Pengkajian Peninggalan Purbakala Propinsi Sumatera Selatan.
  6. Rene

    Air Terjun Bedegung di Muara Enim

    wah, baru tau kalo momod asli palembang
  7. Indonesia memang terkenal dengan kekayaan wisata alam yang melimpah. Bahkan banyak pula yang potensial namun belum banyak terpublikasi dengan baik. Salah satunya, yang dimiliki provinsi Sumatera Selatan. Tepatnya di kabupaten Muara Enin, daerah ini ternyata menyimpan sebuah objek wisata air terjun yang sangat menakjubkan. Air terjun ini dinamakan air terjun curup tenang, atau yang biasa dikenal dengan nama air terjun bedegung. Sebenarnya, nama air terjun curup tenang yang sebenarnya tersemat untuk menamai objek wisata yang satu ini. Namun karena terletak di desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung, pengunjung akan lebih gampang bertanya kepada penduduk setempat letak air terjun ini berada. Air terjun curup tenang ini merupakan air terjun alami yang tentu saja memberikan kesejukan bagi para wisatawan, karena hembusan angin yang membawa butiran air serta panorama yang segar karena nuansa alamnya yang kelilingi hijaunya pepohonan. Air yang mengalir di air terjun ini bersumber dari mata air yang terletak di celah kawasan Bukit Barisan, kawasan bukit yang memanjang hamper mendominasi wilayah pulau Sumatera. Air terjun ini menjadi salah satu objek wisata alam unggulan Kabupaten Muara Enim. Air terjun Curup tenang ini memiliki ketinggian sekitar 99 meter sehingga menobatkan air terjun ini sebagai salah satu air terjun tertingi di Indonesia. Tentu, urutan peringkatnya setelah Air terjun Sigura gura setinggi 250 meter, Air terjun Payakumbuh di Ngarai Harau dengan ketinggian 150 meter, dan Air terjun Curug Citambur setinggi 100 meter. Pemerintah daerah setempat melihat potensi ini dan serius menangani objek wisata ini. Demi memberi kenyamanan kepada para pengunjung objek wisata ini, Pemerintah kabupaten Muara Enim terus menerus melakukan beberapa perbaikan sarana dan prasarana penunjang, seperti pembangunan toilet dan kamar mandi di sekitar lokasi, serta pembangunan jalan setapak yang akan digunakan sebagai akses utama bagi para wisatawan menuju air terjun ini. Beberapa fasilitas ini sudah banyak yang bisa digunakan oleh wisatawan. Nah, bagi kita nih yang datang dari dari luar daerah atau bahkan dari luar negeri, tidak perlu khawatir untuk mencari sarana penginapan. Di sekitar kawasan air terjun curup tenang ini sudah banyak dibangun villa serta tempat penginapan yang tentu saja, mampu membuat kita nyaman beristirahat. Untuk bisa sampai ke air terjun Curup Tenang ini bisa di tempuh dengan waktu kurang lebih satu setenagah sampai dua jam perjalanan darat dari pusat kota Muara Enim. Jaraknya kurang lebih sekitar 58 kilometer. Sepanjang jalan, pelancong akan dimanjakan dengan hijaunya pepadian di sawah. Di sisi lain, kita bakal menikmati adrenalin yang dipicu karena di sisi kanan jalan adalah jurang lebar di tengah jalanan yang berkelok dan banyak tikungan. Sesampai di lokasi air terjun curup tenang, kita perlu mempersiapkan tenaga yang cukup ekstra. Ini karena untuk menuju lokasi utama air terjun, kita masih harus berjalan mendaki. Untunglah, pemkab Muara Enim memfasilitasi dengan membangun banyak anak tangga untuk membantu perjalanan sehingga lebih ringan. Walaupun lelah mendaki, tapi di sisi anak tangga mengalir air sangat jernih dan menyegarkan, yang tentu memacu wisatawan untuk segera sampai di lokasi. Bagi yang tertarik mengunjungi Air Terjun Curup Tenang ini, ada baiknya kita mempersiapkan bekal sebelumnya. Di sekitar lokasi wisata ini tersedia warung-warung kecil, namun biasanya hanya tersedia pop mie dan minuman ringan. Untuk makanan nasi dan tentunya untuk mengganti energi kita selama perjalanan.
  8. Rene

    Pantai Angsana

    Kabar baik bagi kalian penikmat wisata bahari, apalagi yang hobi menjelajah pulau Borneo Kalimantan. Ada satu pantai yang memiliki garis pantai yang landai dan sangat menawan, dengan air laut yang jernih, dan udara yang segar yang siap memanjakan kita. Belum lagi kawasan taman laut dengan spesies terumbu karang yang indah, dijamin kita bakal betah untuk snorkling disini. Nah, itulah pantai Angsana dengan taman lautnya, yang sempat masuk nominasi Cipta Sapta Pesona Award Tahun 2010. Pantai Angsana ini berada di Kabupaten Tanah Bumbu, provinsi Kalimantan Selatan. Kalau ditempuh dari Banjarmasin, membutuhkan waktu sekitar 4 jam perjalanan darat. Pantai ini berada di balik perkebunan kelapa sawit milik sebuah perusahaan perkebunan yang tumbuh rimbun. Untuk mencapai ke tampat ini, tersedia banyak angkutan umum tujuan ke Angsana. Tarifnya mulai dari Rp 4 ribu saja. Pesona garis pantai angsana ini begitu memukau dengan pasir dominan putih yang landai dan panjang, serta deburan ombak yang bergemuruh tenang menyenangkan untuk didengar. Saat musim kemarau tiba, Pantai Angsana memiliki air yang sangat jernih sehingga tak jarang pengunjung kedapatan berenang atau snorkeling untuk melihat suasana di taman laut sekitar pantai angsana ini. Pantai ini bersih dan tertata, di tepian pantai terdapat pepohonan yang rimbun yang pas untuk berteduh sambil menikmati birunya laut. Namun, di Pantai Angsana adalah tidak tersedianya fasilitas seperti penginapan. Meski begitu, wisatawan yang berkunjung dan ingin menginap, maka camping bisa menjadi pilihan untuk menikmati malam dengan indahnya di tepian pantai. Kalau nggak, bisa juga menumpnang nginap di rumah warga sekitar. Tak hanya itu, ada pula jembatan atau mungkin lebih tepatnya dermaga kayu ke arah tengah laut, panjangnya mencapai 200 meter. Dari ujung jembatan, pemandangan pantai dan lautan yang membentang sangat indah. Hal yang paling mengesankan di pantai angsana ini apabila kita bisa menyaksikan matahari senja maupun pagi hari. Pada waktu tertentu, kita bisa melihat segerombolan lumba-lumba terkadang muncul di sekitar laut Angsana Setiap sore hingga malam hari, banyak warga sekitar desa Angsana memancing ikan laut di sepanjang jembatan hingga ujungnya. Banyak juga jenis ikan laut yang bisa didapat. Bagi warga sekitar, hasil tangkapan itu dijadikan lauk makan hari itu, sedangkan untuk pengunjung pasti langsung dibakar dan dinikmati di tepian pantai. Selain itu, pengunjung juga bisa membeli ikan segar hasil tangkapan nelayan setempat. Bagi mereka yang tidak mau repot mengolah ikan, bisa membayar upah ke warga sekitar untuk memasakkan ikan segar itu sesuai selera Daya tarik utama Pantai Angsana adalah kekayaan biota laut yang terdapat di perairan ini. Termasuk terumbu karang berbagai macam spesies di dalamnya. Lokasi ini lebih populer untuk snorkeling dan diving, terutama untuk beberapa spot seperti spot Batu Anjir, Sungai Dua Laut dan Karang Kima. Khusus untuk spot Batu Anjir dan Karang Kima, lokasi nya berada sekitar 30 menit ke tengah lautan. Untuk dapat ke spot ini, pengunjung bisa menyewa kapal milik nelayan setempat. Ada tempat penyewaan peralatan selam dan snorkeling yang sangat lengkap di sekitar pantai. Sehingga bagi penyelam tak perlu repot membawa alat selam lagi. Tarif sewa sudah ditetapkan oleh pihak penyewa. Tak hanya peralatan saja, mereka juga menyediakan jasa pemandu atau biasa dikenal dengan dive master. Ada paket lengkap untuk peralatan sekaligus dive masternya. Tentu saja, penyelam akan diajak ke tempat-tempat penyelaman yang terbaik di sekitar laut Angsana. Apabila beruntung, saat laut sangat jernih dan langit pun biru cerah, panorama snorkeling akan semakin memukau. Pancaran sinar matahari akan membantu kita memandang biota terumbu karang dan ikan ikan mungil di dasar laut. Bagaimana, menarik bukan? Kini saatnya menikmati wisata bahari lengkap, pantai, pasir putih, deburan ombak serta taman laut di satu tempat yakni pantai Angsana.
  9. Sumber daya alam serta kekuatan ekosistem hutan di Indonesia memang terkenal akan kekayaannya, bahkan diakui dunia hutan Indonesia menjadi paru paru dunia. Namun seiring itu, diperlukan juga penanganan secara optimal agar kelestarian hutan dan lingkungan tetap terjaga serta menekan angka eksploitasi liar terhadap alam kita. Nah, untuk itu perlu penyisihan sebagian areal yang digunakan sebagai kawasan konservasi. Tujuannya, untuk konservasi sumberdaya alam dan pelaksanaan pengawetan keanekaragaman genetik (flora maupun fauna) serta mewujudkan keseimbangan ekosistem lingkungan. Untuk mewujudkan itu, pemerintah khususnya pemerintah daerah menggalakkan konservasi, salah satunya yang ada di kota Sintang yakni hutan wisata Baning. Hutan wisata Baning merupakan suatu kawasan pelestarian sumberdaya alam yang letaknya berada di tengah tengah kota Sintang. Secara administratif, berada dalam wilayah Kelurahan Baning Kota dan Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Luasnya mencapai kurang lebih 215 hektar. Udaranya yang sejuk dan segar, pohonnya yang rindang dan hijau, kicauan beraneka burung, menjadikan hutan Wisata Alam Baning tepat sekali dipilih sebagai tempat rekreasi alam bersama sanak saudara maupun kerabat yang mengasyikan. Hutan ini merupakan hutan tropis dengan ditumbuhi berbagai macam jenis flora dan fauna serta tumbuh beribu ribu macam pohon yang besar. Keberadaan hutan wisata ini di pusat kota selain sebagai kawasan konservasi juga diharapkan dapat berperan sebagai paru-paru kota. Ekosistem di hutan ini termasuk yang masih utuh, termasuk keberadaan flora yang terdapat di dalamnya seperti Bunga Kantong Semar, berbagai jenis anggrek Hutan dan fauna seperti kelasi serta berbagai jenis burung endemik. Selain itu, tumbuh berbagai jenis pohon dan tanaman liar dan termasuk langka, sehingga selain sebagai tempat wisata yang menarik, kawasan ini juga dapat dijadikan tempat penelitian tentang kekayaan hayati bagi ilmuan, mahasiswa, pelajar, dan bahkan masyarakat umum Keistimewaan hutan wisata Baning ini karena merupakan hanya satu satunya hutan tropis alami di Indonesia yang berada di tengah-tengah kota. Selain itu, hutan ini memiliki keunikan ekosistem kawasan, karena merupakan hutan rawa gambut yang tergenang sepanjang tahun sehingga diperkirakan terdapat beberapa jenis tumbuhan endemik. Di hutan Wisata Alam Baning ini juga terdapat sebuah laboratorium yang dijadikan sebagai sarana pendukung penelitian dan pengembangan berbagai kekayaan hayati di kawasan ini. Kita yang ingin tahu tentang dasar dasar ilmu kehutanan, juga bisa mampir disini dan mendapatkan informasi sebanyak banyaknya dari laboratorium ini. Enak kan, selain rekreasi kita juga bisa menambah wawasan kita. Nah, bagi kita penyuka olahraga lintas alam, di kawasan ini disediakan jalan setapak yang berkelok kelok hingga ke dalam hutan dengan medan yang cukup menantang. Tersedia juga area camping ground yang luas dan aman sehingga bagi kita yang ingin berkemah dan melakukan kegiatan outdoor, dapat diakomodir disini juga. Tersedia juga sebuah jembatan kayu yang membelah hutan, sehingga dapat kita gunakan untuk sekadar menikmati kesejukan dan kekayaan hayati kawasan tersebut dari ketinggian. Fasilitas umum lain yang ditawarkan diantaranya, hotel, losmen, wisma dengan berbagai tipe sebagai penginapan rombongan wisatawan, pusat informasi pariwisata, tempat peribadatan, serta sentra oleh oleh dan cinderamata. Tak ketinggalan, apabila kita tidak membawa bekal yang cukup, tenang saja, juga ada warung makan, kantin pedagang asongan serta pedagang kaki lima yang siap memuaskan perut kita agar tidak keroncongan. Cukup mudah akses untuk mencapai hutan wisata ini. Dari pusat Kota Sintang kita dapat mengaksesnya dengan menggunakan bus, minibus, angkutan kota, atau kendaraan pribadi. berjalan kaki atau bersepeda dari pusat Kota Sintang. Menyenangkan bukan, kalau kita bisa rekreasi alam, menyegarkan pikiran, menghilangkan kepenatan sambil belajar tentang hutan di hutan Baning ini.
  10. Kita pasti sudah tahu, dan pasti sudah akrab dengan masakan kuliner tradisional ketan. Dengan berbagai olahannya seperti jenang ketan (di Jawa), tape ketan, bubur ketan dan masih banyak lagi lainnya, kita juga paham kalau makanan yang berbahan baku beras ketan ini dibuat biasanya mengiringi prosesi adat atau tasyakuran acara acara tradisional lainnya. Serupa tapi tak sama, di pulau Kalimantan, khususnya suku Dayak, juga ada makanan tradisional olahan beras ketan ini. Persis sama menggunakan beras ketan, hanya saja ada proses pengolahan dan ritual khusus yang mengiringi pembuatan ketan khas ini. Penyebutannya juga bukan ketan, tetapi kenta. Kenta ini juga mirip dengna makanan khas masyarakat Bugis di Soppeng yang disebut Soppeng. Kenta dibuat dengan menyangrai padi ketan, kemudian menumbuknya di dalam lesung kayu hingga berbentuk pipih. Pembuatan kenta dilakukan biasanya oleh para petani setelah musim panen padi tiba. Mereka memang sengaja menyisihkan padi ketan secukupnya dari hasil panen. Padi ketan yang disisihkan ini dibuat untuk kenta yang kemudian akan disajikan dalam pesta adat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas hasil panen dan rejeki yang diberikan. Kegiatan ini dilakukan mirip seperti upacara adat yang dilakukan di Jawa Barat, yakni upacara kepada Dewi Sri Pohaci dianggap sebagai dewi padi, dewi pemberi berkah. Kenta tergolong dalam jenis makanan kue. Makanan khas Suku Dayak ini dapat dimakan langsung setelah melalui proses penumbukan, namun rasanya akan sedikit lebih hambar. Supaya lebih nikmat dan lebih terasa kelezatan serta gurihnya, Kenta biasanya dicampurkan dengan parutan kelapa dan air kelapa muda lalu ditaburi sedikit gula pasir atau bisa juga diseduh dengan air panas dan diberi campuran susu. Selain rasanya gurih dan manis, tekstur Kenta yang kenyal membuat makanan ini semakin nikmat. Konon, saat ini kenta sudah termasuk ke dalam makanan langka yang sudah jarang ditemukan di kalangan masyarakat Dayak Kalimantan Tengah. Biasanya mereka yang berdomisili di wilayah Kabupaten Gunung Emas yang masih membuat kenta, itupun sudah bisa dibilang jarang. Salah satu faktor yang menyebabkan makanan ini langka adalah proses pembuatan yang cukup rumit. Pembuatan Kenta ini dilakukan minimal oleh lima orang dan memakan waktu satu hari penuh. Namun, proses pembuatan yang rumit ini tak serta merta membuat masyarakat Dayak lupa akan kuliner warisan leluhur yang khas ini. Mereka berupaya merancang suatu kegiatan untuk tetap melestarikan warisan. Salah satu kegiatannya adalah mengadakan lomba membuat Kenta dalam setiap perhelatan agenda acara seni dan kebudayaan yang dikemas dalam bentuk festival. Festival ini biasa disebut dengan nama Festival Mihing Manasa. Festival ini dihelat secara meriah di Kelurahan Kualakurun, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Emas, Provinsi Kalimantan Tengah. Soal harga, apabila kita datang kesana saat festival mihing Manasa, kita dapat menyantap Kenta ini gratis. Selain itu, kita juga bisa menyaksikan secara langsung proses pembuatan kenta yang dibuat oleh suku Dayak ini. Nah, untuk mencapai Kota Kuala Kurun, ibukota Kabupaten Gunung Emas dari Kota Palangkaraya bisa melalui dua jalur, yaitu darat dan udara. Jika menggunakan jalur udara, kita dapat menggunakan pesawat perintis dengan waktu tempuh sekitar 30 - 40 menit. Jika menempuh jalur darat, kita dapat menggunakan kendaraan roda empat atau dua dengan waktu tempuh sekitar 4 - 5 jam.
  11. Pernah berkeinginan menghabiskan liburan di suatu pulau mungil yang cantik, sejuk, dan kaya wisata alam? Jika ya, Pulau Selimpai bisa menjadi salah satu tujuan Anda. Sejak dulu, Pulau Selimpai memang menjadi andalan tujuan wisata di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Pulau yang letaknya terpisah dari daratan Kabupaten Sambas ini berbatasan dengan Laut Natuna di sisi selatan hingga ke bagian barat, sedangkan sisi utaranya berbatasan dengan Sungai Merabau. Kesan pertama yang sering timbul manakala menapak di pulau ini adalah keberadaan beraneka pemandangan: hutan pinus, pantai elok, laut biru, hingga sungai yang indah. Dari kejauhan, pengunjung juga akan melihat penampakan Tanjung Datuk, kawasan berbatasan Malaysia. Yang paling memukau dari pulau ini adalah keberadaan hutan pinusnya. Jejeran pepohonan menjulang tinggi ini berderet rapi secara alami seakan ditata secara sengaja. Tak hanya dibuat berdecak kagum akan keindahan pulaunya, pengunjung juga akan terbuai oleh keelokan Pantai Selimpai di pulau ini. Tepatnya, Pantai Selimpai berlokasi di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Pantai yang terletak sekitar 7 km dari ibukota kecamatan ini memiliki luas 200 ha. Selain berbentuk memanjang, pantai ini juga diselimuti oleh pasir putih landai dan jejeran pohon pinus yang rapi menjulang. Hmm, apa saja sih keunggulan pantai ini? Awal menapak di Pulau Selimpai, pengunjung akan dibuat terpana oleh keelokan pantainya yang eksotis. Apalagi, jika pada saat yang sama matahari mulai tenggelam. Ya, tak dapat dipungkiri, Pantai Selimpai adalah salah satu pantai terbaik untuk menikmati pesona sunrise dan sunset. Baik di tepi pantai atau di sela-sela rerimbunan pinus, jika fajar atau senja menjelang, cahaya matahari berlatar langit biru akan berpendar dengan indahnya. Bahkan, meskipun matahari berada tepat di atas kepala, yang terasa hanya hangatnya karena panasnya terhalang oleh pepohonan pinus yang memanjang apik. Jika pantai-pantai lain didominasi oleh jejeran pohon kelapa atau rerimbunan bakau, Pantai Selimpai dihiasi oleh hutan pinus yang sangat indah. Penutup tanah di hutan ini adalah rumput hijau yang tumbuh merata. Tak hanya itu, di lahan berpasir ini juga banyak ditemukan rerumputan rimbun setinggi mata kaki. Hijau dan cantik, bukan? Sambil menyisir pantai, pengunjung akan dihibur oleh paduan kicau burung yang bersahutan dan deburan ombak yang sesekali memecah pantai. Sungguh, siapapun yang berada di sini akan merasakan kedamaian yang kental. Apalagi, pantai dan pulau ini benar-benar masih sangat alami, jauh dari hingar-bingar nuansa kota atau pernak-pernik sentuhan modern. Ya, meski memiliki pasir sebersih Kuta, pengunjung tak akan menemukan bangunan mewah semacam vila, hotel, atau restoran di sini. Selain hutan pinus, hal lain yang menjadi daya tarik pulau ini adalah pantainya yang menjadi tempat persinggahan penyu, seperti penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing, dan penyu lekang. Lahan berpasir ini ternyata juga menjadi tempat penyu bertelur, lho! Usut punya usut, ternyata Pulau Selimpai memang menjadi lokasi penangkaran penyu yang dilindungi agar tidak punah. Penyu-penyu ini naik ke pantai pada malam hari untuk bertelur. Di antara sekian penyu ini, penyu yang paling banyak bertelur adalah penyu sisik, yaitu sekitar 65–125 butir setiap kali naik ke pantai. Penyu hijau rata-rata hanya bertelur sembilan butir, sementara penyu lainnya kisaran puluhan butir. Nah, jika Anda tertarik menyaksikan hewan langka ini, silakan menginap di Pulau Selimpai. Sayangnya, Pulau Selimpai masih belum memiliki tempat penginapan khusus bagi pengunjung. Karena itu, jika berminat, Anda bisa mendirikan tenda di antara jajaran pohon pinus ini. Selain lebih ‘mendekat ke alam’, tenda-tenda ini akan membuat suasana alami pulau lebih terasa. Nah, jangan lupa mengajak teman-teman Anda. Hmm, serunya bermalam di pulau mungil sambil memetik gitar, membakar jagung, dan bercengkrama dengan sahabat. Nah, sudah memantapkan tujuan? Jika ya, silakan langkahkan kaki menuju pulau berjarak tempuh sekitar 7 km dari ibukota Kecamatan Paloh dan 80 km dari ibukota Kabupaten Sambas ini. Caranya, Anda dapat menggunakan sepeda motor atau mobil hingga di Dusun Setinggak lalu menyeberangi Sungai Paloh dengan kapal motor selama 20 menit menuju Pantai Selimpai. Biayanya sekitar Rp 10.000,00 pergi-pulang pada hari biasa. Harga tiket? Tenang saja, selalu gratis bagi Anda yang ingin mengetahui Indonesia lebih mendalam.
  12. update lain dari Kalbar, masih tentang air Kalimantan Barat memang memiliki potensi wisata yang sangat tinggi. Selain memliki peninggalan kerajaan masa lampau yang bernilai historis tinggi, kekayaan wisata alam di provinsi ini juga tak luput untuk tetap diacungi jempol. Salah satu dari sekian banyaknya adalah air terjun Riam Merasap. Objek wisata air terjun Riam Merasap ini persisnya terletak di kecamatan Tujuh Belas, kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Untuk bisa mencapai ke kawasan wisata ini yang berjarak kurang lebih 15 kilometer. Atau 25 menit perjalanan dari Simpang empat pasar Sanggau Ledo. Kalau ingin dari Bengkayang, perlu menempuh perjalanan sejauh 62 kilometer dan bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari Pontianak bisa menggunakan bis kurang lebih 8 jam denga melewati rute Pontianak - Pinyuh - Anjungan - Toho - Karangan - Bengkayang - Sanggau Ledo. Atau bisa juga menggunakan jalur lain dengan rute Pontianak - Pinyuh - Mempawah - Singkawang - Samalatan - Bengkayang - Sanggau Ledo. Rute perjalanan pertama lebih dekat dibandingkan rute kedua, selisih 50 km. namun jalur pertama kondisi jalannya rusak rusak, sedangkan jalur kedua melewati bukit Mendering yang lebih asik untuk dilewati dan sambil menikmati perjalanan. Lokasi ini juga terletak dekat dengan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga, Malaysia. Jarak dari riam merasap hingga perbatasan Malaysia hanya 10 kilometer. Penduduk setempat, menyebutnya hanya dengan sebutan riam merasap, tanpa air terjun. Riam merasap ini memiliki spot yang sangat indah dan menawan, dengan aliran air yang cukup deras dengan ketinggian jatuh air kurang lebih sekitar meter serta memiliki lebar 200 meter. Debit air yang mengalir cukup deras, apalagi kalau pada musim penghujan. Namun apabila musim kemarau datang, debit air menurun. Di sekeliling aliran air ini tumbuh dengan lebat pohon pohon hijau yang begitu menyegarkan mata. Pepohonan ini yang membuat kawasan ini tetap sejuk dan menyegarkan baik di musim penghujan maupun kemarau. Masyarakat menyebutnya riam merasap karena kalau pada musim bulan oktober atau musim penghujan dan airnya deras banyak buih-buih dari tetesan riam ini seperti asap. Dari cerita masyarakat yang beredar, konon riam merasap punya legenda, yakni ada intan sebesar kepalan tangan yang dijaga oleh seekor labi labi. Labi labi ini sebutan untuk kura kura putih. Lepas dari konteks kepercayan yang ada, masyarakat sendiri sudah sebagian besar memanfaatkan potensi air yang dihasilkan dari riam merasap ini. Setiap rumah yang dialiri air bersih dari sumber air ini dikenakan tarif tiap bulannya. Biaya tersebut digunakan untuk perawatan pipa air, sedangkan warga yang berada di tepian sungai ini tidak perlu membayar karena tidak perlu pipa untuk mengalirkan air ke dalam rumah mereka. Selain itu, untuk mencukupi kebutuhan listrik masyarakat, pada air terjun ini juga telah dipasang generator pembangkit listrik tenaga air, untuk mengaliri listrik penduduk sekitar riam merasap. Sementara untuk wisatawan, tidak ada biaya masuk untuk dapat menikmati kawasan wisata air terjun riam merasap ini. Hanya saja, pengelola berpesan kepada wisatawan agar membawa perbekalan makanan dan minum karena tidak ada masyarakat yang berjualan di sekitar objek wisata ini, demi menjaga keasrian lingkungan riam merasap ini. Meski demikian, wisatawan diharapkan juga turut menjaga kebersihan kawasan riam merasap, meski membawa makanan dari luar wilayah ini. Kawasan riam merasap sendiri biasa dikunjungi orang orang beragama Katolik pada kegiatan rohani pada bulan Rosario. Di sekitar kawasan ini juga terdapat fasilitas pendukung kegiatan rohani lainnya seperti patung Bunda Maria dan Goa Maria yang terletak di atas air terjun ini.
  13. Mungkin kita sudah sering sekali ke pantai, apalagi di negara kita ini pantainya terkenal sangat indah dan menawan. Bahkan seperti pantai Kuta dan Sanur di Bali sudah masuk dalam daftar kunjungan wisata manca negara. Namun bila Anda menginginkan suasana pantai yang berbeda dengan yang biasanya, cobalah berkunjung ke pantai Temajuk. Keunikan pantai Temajuk ini yang paling menonjol apabila air laut surut, akan menyisakan hamparan pasir yang sangat amat luas dengan lebar hingga sekitar 200 meter. Namun apabila memasuki bulan oktober hingga Februari, tiupan angin yang cukup kencang dan tinggi, gelombang di pantai ini bisa mencapai 2 meter, bahkan lebih. Nah, inilah saat yang pas bagi mereka yang hobi melakukan olahraga sky diving atau berselancar. Suasana cukup kontras ini hanya dijumpai di pantai ini. Suasana dan panorama yang disuguhkan pantai ini juga berbeda dengan kebanyakan pantai lain. Di ujung utara bagian pantai Temajuk ini, terdapat garis pantai dengan gugusan batu dengan berbagai ukuran yang membentuk formasi yang indah. Beberapa di antaranya memiliki keunikan pada bentuk dengan ukuran yang cukup besar. Air pantai yang menghempas di antara bebatuan jernih dan menimbulkan suara gemricik air yang tentu menyegarkan kita. Pantai ini juga cocok untuk berenang, hal ini karena kaki bakalan aman untuk memijak lantai pantai yang berpasir, jarang terdapat karang yang tajam yang bisa menusuk kulit. Pasir pantai ini termasuk kategori pantai pasir putih. Pantai temajuk berada di wilayah Provinsi Kalimantan Barat, persisnya di kecamatan paloh Kabupaten Sambas. Pantai Temajuk ini juga berbatasan langsung dengan Malaysia Timur dan Laut Natuna. Meski berbatasan langsung dengan negeri Jiran, namun wilayah tetap dalam wilayah Republik Indonesia. Jadi bagi Anda yang mau berkunjung ke pantai ini, nggak perlu repot repot untuk mengurus Paspor. Sebelum memasuki kawasan pantai, wisatawan harus melewati pintu gerbang Pantai Temajuk lebih dahulu. Tembok putih akan menjadi pembuka jalan wisatawan menuju bibir Pantai Temajuk. Nantinya, setelah melewati kumpulan pepohonan hijau nan rindang, deru ombak dan angin pantai menjadi penyambut yang ramah di Pantai Temajuk. Anda akan terkesima dengan butiran pasir Temajuk yang putih membentang di sepanjang bibir pantai ini. Kawasan pantai ini tergolong sangat bersih dan sangat alami. Temajuk sendiri merupakan nama desa yang berada di kecamatan Paloh. Kecamatan ini di sebelah timur berbatasan langsung dengan Serawak Malaysia. Desa Temajuk sangat terkenal dan memiliki pantai terpanjang di dunia. Desa ini juga menjadi kawasan konservasi karena hutannya yang masih belantara. Untuk kesana memang memerlukan tenaga yang cukup ekstra, karena harus menempuh medan perjalanan yang menguras tenaga karena terisolirnya daerah tersebut dari pemukiman lainnya. Tetapi sepanjang perjalanan kita hanya bisa dibuat diam serta berdetak kagum dengan keindahan Pantai Temajuk. Konon pantai yang berada di ekor Kalimantan ini diprediksi akan menjadi penerus Pantai Kuta Bali. Total perjalanan sekitar 6-7 jam perjalanan apabila cuaca panas. Pantai Temajuk sendiri terletak sekitar 120 kilometer dari kota Sambas. Selain terkenal akan pasir pantai, ombak yang menantang untuk peselancar, dan bebatuan penghias pantai yang cantik, beberapa spesies penyu juga dapat di lihat di kawasan ini. Keramahan masyarakat Desa Temajuk juga akan membuat wisatawan untuk berlibur sekaligus bagi mereka yang ingin mengenal lebih jauh tentang kawasan Pantai Temajuk ini dan sekitarannya. Menurut masyarakat, dulu Desa Temajuk merupakan hutan belantara tanpa penghuni. Kini, bisa disulap dengan berbagai keindahan alam yang ada yang bisa kita nikmati bersama.
  14. Indonesia termasuk Negara yang sangat kaya akan potensi wisata yang handal, yang mampu bersaing di kancah internasional. Wisata Indonesia yang terkenal hamper di seluruh pelosok dunia yakni Pulau Bali. Namun kalau kita bisa menelusuri lebih jauh dan mampu menggali potensi wisata Indonesia sebaik-baiknya, masih banyak pulau dan pantai lain yang tak kalah menarik untuk dinikmati wisatawan. Bali memang dinobatkan sebagai pulau yang paling banyak dikunjungi, namun satu lagi pulau yang terlewatkan yang terkenal hingga mendapatkan pengakuan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Pulau itu adalah pulau Simping yang mendapat penobatan sebagai pulau terkecil di dunia. Pulau Simping ini terletak di perairan Tekuk Mak Jantu, Singkawang Selatan, Kalimantan Barat. Pulau ini berada dalam kawasan wisata pantai Sinka Park Island. Di antara sekitar 17.508 pulau yang berada di wilayah Indonesia, pulau Simping memang paling berukuran mini. Kawasan ini juga termasuk dalam area konservasi dan hutan yang dilindungi. Sebelumnya penyebutan wilayah daratan ini sebagai pulau Simping, pulau ini disebut Pulau Kelapa Dua. PBB pun sudah mengakui bahwa Simping merupakan pulau terkecil di dunia dan tentu saja, klaim seperti ini makin membuat pulau Simping ini ramai dikunjungi wisatawan.Ketika memasuki areal pulau ini, terdapat sebuah papan petunjuk, yang menerangkan mengenai Pulau Simping sebagai pulau terkecil itu ada di gerbang masuk Pulau Simping. Di papan itu tertulis bahwa Pulau Simping adalah pulau terkecil di dunia yang diakui PBB. Papan petunjuk itu dibuat oleh pengelola taman wisata alam Sinka Island Park. Pulau Simping sendiri merupakan daratan yang tediri dari pasir dan bebatuan yang ditumbuhi beberapa pohon di atasnya, serta terdapat mata air tawar. Di pulau dengan luas kurang lebih satu hektar ini, juga terdapat semacam Klenteng kecil sebagai tempat warga Tionghoa setempat bersembahyang. Wisatawan juga bisa menikmati pemandangan pantai yang indah, hamparan pasir, laut yang biru dan perbukitan mini di sekitar Pulau Simping. Di pulau mungil ini juga tersedia keindahan pemandangan pantai, laut, dan perbukitan yang mengelilinginya. Maka tak heran. Walaupun sangat kecil Simping tak pernah sepi pengunjung dan menjadi tujuan favorit liburan keluarga. Untuk bisa sampai ke pulau Simping ini tidaklah sulit, hanya 20 menit dari kota Singkawang menuju Pantai Teluk Mak Jantu. Jika dari arah Pontianak membutuhkan waktu sekitar tiga jam perjalanan menuju ke arah Kota Singkawang. Nah, kalau sudah sampai di kawasan pantai Sinka, untuk menuju Pulau Simping hanya melewati jembatan. Kondisi ini memanjakan wisatawan yang berjalan kaki hingga bisa menikmati deru ombak dan hempasan angin laut yang semilir lembut. Selain pulau Simping itu sendiri, juga dapat dinikmati keindahan Pantai Bay Mak Jantu, Laut Natuna, dan bukit-bukit kecil. Semuanya menghias dan menyertai mungil dan mempesonanya pulau Simping ini. Untuk memasuki kawasan Sinka Park Island, pengunjung harus membayar Rp 20 ribu per orang. Jika ingin melanjutkan ke Pulau Simping, pengunjung harus membayar lagi Rp 15 ribu orang. Biaya tersebut bakal terbayarkan dengan pesona dan panorama di kawasan pulau Simping dan sekitarnya. Jika lelah menjelajah Pulau Simping serta lapar setelah lama berjalan-jalan menikmati kawasan Sinka ini, kita bisa duduk santai, bercanda bersama kerabat di bibir pantainya. Di sekitaran bibir pantai banyak sekali warung yang menyediakan kelapa muda segar dan cemilan serta makanan ringan lainnya.