fxmuchtar

Members
  • Content Count

    70
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    2

fxmuchtar last won the day on February 2 2015

fxmuchtar had the most liked content!

About fxmuchtar

  • Rank
    Tidak Baru Lagi

Profile Information

  • Gender
    Not Telling
  • Interests
    suka jalan-jalan, suka menyelam, suka motot-motoran... tinggal nunggu yang ngajak olah raga udara...

Contact Methods

  • Yahoo
    fxmuchtar110
  • Skype
    fxmuchtar
  • Website URL
    http://www.fxmuchtar.blogspot.com

Recent Profile Visitors

2,834 profile views
  1. fxmuchtar

    Aprak-Aprakan (Jalan-Jalan) Ka Bosscha

    lokasinya berjauhan. museum boscha di bagian paling selatan bandung sementara observatorioum di bagian paling utara.
  2. nah itu dia masalahnya. saya belum nyobain makanannya. kayaknya harus ada yang traktir deh he he he
  3. hebat euy pengalaman na. Dago... dago... kalapaaa
  4. ada bagian tertutupnya di rumah joglo. buka hanya sampai jam 6 sore
  5. fxmuchtar

    Aprak-Aprakan (Jalan-Jalan) Ka Bosscha

    ngeri-ngeri sedap gitu ya
  6. Tebing Keraton memang magnet kuat yang menarik orang untuk mengunjunginya. Tempat keren di Kampung Ciburial itu menjadi tempat pavorit untuk berfoto sambil menikmati panorama hutan yang hijau menghampar. Namun tahukah bahwa di sekitar Tebing Keraton ada tempat hangout yang tak kalah keren? Namanya D' Cafe. Seperti namanya, tempat ini adalah sebuah cafe. Cafe ini menghidangkan pemandangan indah namun pemandangan cafe khas Desa Ciburial yang menggoda. Bentang bumi yang menggetarkan jiwa, hamparan hijau dari hutan Djuanda yang keren dan usapan udara gunung yang segar. Cafe ini belum lama beroperasi sehingga belum banyak yang tahu. Pengelola cafe juga belum melakukan promosi yang gencar. Promosinya baru mouth to mouth alias getok tular alias dari mulut ke mulut. Yang datang ke Cafe ini biasanya adalah orang yang sudah atau akan ke Tebing Keraton. Bagi yang belum tahu dan ingin tahu banget jalur ke D' Cafe dan Tebing keraton bisa mengikuti jalur sebagai berikut : 1. Memakai ojek. dari terminal dago menuju D, Cafe atau tebing keraton. Tarif kurang lebih 20 ribu - 30 ribu (mungkin bisa lebih mahal). 2. Memakai mobil atau motor. Dari teminal dago menuju Tahura Ir. H. Djuanda. Sebelum masuk gerbang II belok kanan dan ikuti jalur. 300 meter sebelum Warung Bandrek di sebelah kiri ada gerbang kayu dengan rumah joglo di dalamnya. itulah D'cafe. Nah ini penampakan fotonya. (Kunjungi juga blog saya ya yang ini Fxmuchtar.blogspot.com )
  7. fxmuchtar

    Aprak-Aprakan (Jalan-Jalan) Ka Bosscha

    tempat yang indah dan harus dikunjungi. Apalagi denger cerita-certa mistikna ...
  8. fxmuchtar

    Aprak-Aprakan (Jalan-Jalan) Ka Bosscha

    Kebelet sih ingin ngunjungi santolo. jadi maksakeun pakai motor. nuhun yaaa
  9. fxmuchtar

    Aprak-Aprakan (Jalan-Jalan) Ka Bosscha

    Insyaallah... satu satu sedang ditulis. semoga beres semuanya. terima kasih
  10. Disambut oleh semilirnya angis segar, yang menelisik sela-sela dedaunan teh di perkebunan Malabar. Walau sedikit jalan menuju makamnya tidak begitu bagus namun undangan untuk mengunjunginya telah lama saya pendam. Bersama dengan dua orang muridku, Taufik Mardani dan Fahmi, kami mengunjungi Bosscha. Perjalanan mengunjungi Bosscha adalah awal perjalanan saya mengelilingi Jawa Barat bagian selatan. Santolo adalah tujuan akhir dan Bosscha adalah ketidaksengajaan. Awalnya saya ingin mengunjungi stasiun radio Malabar, namun ternyata kebablasan. Daripada balik lagi saya pilih untuk mampir ke Bosscha. Menemukan makam Bosscha, sangatlah mudah. Tanya saja di Pasar Pangalengan, orang akan menunjuk sebuah area perkebunan teh. Sampai di gerbang, Tanya lagi kepada penjaga dan dia akan menunjukan satu tempat yang sangat rindang. Mengapa perlu bertanya? Karena sedikit sekali penunjuk arah menuju makam Bosscha. Makam Bosscha berada di tengah rindangnya pohon-pohon tua di hamparan hijau perkebunan teh Malabar. Makam berasitektur Eropa masihi dirawat dengan baik. Pusaranya merupakan kubah putih yang sudah berlumut. Makamnya dikelilingi pagar. Mungkin agar makam aman dan terjaga dari hal yang tak diinginkan. Bberapa meter dari pintu pertama, terdapat prasasti bertuliskan sedikit biografi Bosscha, tanda jasa dan penghargaan yang diterima. Cukup untuk bisa memberikan informasi tentang orang tua gendut dalam foto di makam. Tidak perlu membayar untuk masuk ke sini karena tak ada penunggu tiket. Hanya kepada Bah Ohim, penjaga yang selalu membersihkan makam orang biasa memberi tips. Tak ada tariff khusus. Seikhlasnya saja. Berapapun yang diberikan akan diterima dengan senyum dan keramahan. Bosscha atau nama lengkapnya Karel Albert Rudolf Bosscha lahir pada tahun 1865 di Belanda, dan wafat pada tanggal 26 November 1928 di Malabar Bandung, Jawa Barat. Dia datang ke Indonesia sekitar tahun 1887, dalam usia 22 tahun. Sebelum mengembangkan perkebunan teh miliknya sendiri, Bosscha membantu perkebunan teh milik pamannya Edward Julius Kerkhoven, di Sukabumi. Pada bulan Agustus 1896, Bosscha mendirikan Perkebunan Teh Malabar dan pangalengan. Bosscha menjabat sebagai Administratur selama 32 tahun. Selama itu, ia mendirikan dua pabrik teh dan menjadikan perkebunannya sebagai perkebunan yang maju. Dengan kemajuan perkebundan dan pabrik tehnya, Bosscha menjelma menjadi “Raja Teh Prianganâ€. Jika orang lebih mengenal Bosscha sebagai pemerhati astronomi ketimbang raja teh, sangatlah wajar karena Bosscha juga merupakan seorang pemerhati astronomi. Pada tahun 1923, Bosscha menjadi perintis dan penyandang dana pembangunan Observatorium di Lembang. Observatorium yang terkenal. Beberapa peninggalan lainnya yang hingga kini bermanfaat bagi masyarakat umum seperti Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, ITB dan Rumah Sakit Mata Cicendo. Berkunjung ke makam Bosscha mengantarkan saya pada banyak hal. Tentang teh dari priangan yang pernah merajai pasar teh dunia, pada kecintaan orang asing –seperti Bosscha- pada keindahan dan kekayaan Nusantara dan… dan… Ah… akhirnya saya hanya bisa menikmati keindahan perkebunan teh Malabar ditemani oleh semilir angin gunung. Setelah dari makam, seharusnya sama mampir ke Villa Bosscha yang juga jadi museumnya, namun awan hitam yang mendatangi saya memaksa untuk segera meninggalkan Bosscha dan menuju Santolo. @@fxmuchtar
  11. fxmuchtar

    Bus Bandros Yang Cantik Dari Bandung

    tiket masih 10000, kayaknya ndak boleh turun di sembarang tempat deh. entah kalau nego sama tour guidenya
  12. fxmuchtar

    Menikmati Pantai Pantai Selayar

    Alhamdulillah bisa liburan bareng keluarga besar ke Selayar. Kamera underwaternya pake Canon G12 kang.