Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

bunsal

Members
  • Content Count

    50
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    1

bunsal last won the day on April 3 2016

bunsal had the most liked content!

1 Follower

About bunsal

  • Rank
    Tidak Baru Lagi

Profile Information

  • Gender
    Female
  • Location
    Selong Lombok Timur
  • Interests
    Writing, Reading, Trekking, Parenting mpe Keriting

Recent Profile Visitors

924 profile views
  1. Info yg helpfull banget-banget. Semoga suatu hari bisa berlibur ramai2 bareng anak-anak ke kota kembang yg cantik ini. *amin kenceng
  2. Pertama, baju adat itu hanya kain yang dikenakan seperti kemben karena tidak diperbolehkan kenakan under-wear. Untuk tangan yang dimasukkan ke dalam kain, khawatir saya salah menerangkan, sebaiknya saya konfirmasikan ulang dulu. Semoga secepatnya bisa kunjungi ulang Mesjid Bayan Beleq untuk tanyakan tentang itu. Kedua, pintu pendakian awal bisa dari mana saja sepanjang treknya memang ada. Yang umum sekarang ada 4 pintu, Senaru dan Torean di Lombok Utara, Sembalun dan Jalur Selatan (kalau tidak salah ingat, dari Timba Nuh Pringgasela) Lombok Timur. Kalau menurut ekspedisi kelompok pecinta alam kampus Grahapala Rinjani Universitas Mataram, sebenarnya ada 8 jalur. Tapi, di luar empat jalur yang umum, sisanya lebih sering digunakan pendaki (pecinta alam) yg bosan jalur umum atau masyarakat setempat. Ketiga, bukit-bukit yg buat one nite camp umumnya masih di Sembalun semua. Salam jalan-jalan dari Selong Lombok Timur.
  3. Wah, ada yg maag ya? Saya dulu pernah takluk dan addict ma antasida murah meriah. satu strip isi 10 tablet cuma dua ribu perak. Waktu itu menderita sekitar dua tahun lebih. Syukurnya, yg ampuh ya cuma antasida murmer enni. Brand lain yg mahal-mahal kadang harus minim 2 tablet sekali kunyah. Hiks. Trus, stelah mikir-mikir, apa iya sisa hidup bakalan addit ma antasida? Alhamdulillah, saking capeknya mikir, sudah hampir lima belas tahun terakhir ndak ngunyah antasida lagi. Jadi, saran saya si, mind set dulu saja yg dirubah. InshaAllah maag termasuk penyakit yang bisa kalah oleh mind set yang kuat. Tapi, saya sekarang sudah mulai nambah2in list makanan pantang. Terutama yg efeknya kasi hb darah drop dan asma...:D Oia, saya juga termasuk yang sukses sembuh dari beberapa phobia gegara latih mind set juga. Hmmm, bikin tret baru aja kali yaaaa. Share tips-tips sembuh dari phobia.
  4. Sembalun di kabupaten Lombok Timur dan Senaru di Lombok Utara sudah dikenal siapa pun yang pernah atau ingin mendaki gunung Rinjani. Si cantik 3726 mdpl, menjanjikan view lengkap mulai dari kegagahannya sendiri, lanskap pantai dari keseluruhan garis pantai pulau Lombok dan banyak spot air terjun. Perkenalan saya dengan dua desa ini di momen mendaki paling pertama, Agustus 1995, 21 tahun berselang. Kunjungan terakhir ke Senaru pada libur pasca lebaran tahun lalu, sementara kunjungan terakhir ke Sembalun di pendakian antar tamu bule di 2001, hampir lima belas tahun lalu. Kredit Foto: FB Taufan Sapardi, kakak sulung saya. Wisata Lain Senaru dan Sembalun Umumnya para pendaki lebih fokus tuntaskan trip puncak plus bermalam di base-camp Danau Segara Anak. Mandi dan telusuri gua Susu di kompleks air panas kadang-kadang masih suka skip (terutama pendaki pemula seperti saya dulu). Apalagi tiga spot air terjun di desa Senaru. Bayangan gempor bergandanya kaki sudah ciutkan nyali. Tapi, jika para penikmat jalan-jalan masih ada kesempatan berikutnya kunjungi Senaru dan Sembalun, berikut beberapa destinasi atau target wisata yang tak kalah dengan kenangan indah jejaki Rinjani. Apa saja? Wisata Kearifan Lokal Identik sebagai pulau Seribu Mesjid, beberapa adat dan kebiasaan dari masa sebelum Islam memasuki pulau Lombok masih terjaga sampai saat ini. Baik Senaru dan Sembalun, secara terpisah memiliki ritual rutin tahunan di mana pelaksanaan acara masih dijaga asri seperti kebiasaan leluhur. Tudung saji dan dulang (nampan) kayu berisi menu lengkap. Umumnya satu dulang untuk 4 orang dewasa. Berkumpulnya para sesepuh adat di Mesjid Tertua Lombok, Bayan Beleq, Senaru. Busana adat khas perempuan desa Senaru. Acara adat mencuci beras, biasanya di pesta besar rakyat desa. Empat foto di atas terpajang di dinding Kantor Camat Bayan, sebagian dari rangkaian prosesi Maulid Nabi a la Adat Bayan. Meski belum pernah saksikan langsung keseluruhan rangkaian acara di atas, saya pribadi yang lahir dan tumbuh besar di Selong kota kabupaten Lombok Timur sering lakukan sebagian prosesi di kampung ibu atau ayah saya. 'Misoq Beras' atau mencuci beras, 'Menutu Pare' atau merontokkan padi, memukuli gabah di lesung besar yang terbuat dari kayu beramai-ramai bersama perawan-perawan desa. Semakin ramai ketika para perawan bersahut-sahutan pantun dengan para jejaka. Terhitung tiga kali saya berkunjung ulang dan mampir di Pusuk pass Lombok Barat serta dapati kenyataan lokasinya sudah tak seramai biasanya. Kemudian, semacam bersorak ketika Pusuk pass Sembalun kondisi terbarunya sangat baik dan jauh lebih aman. One Nite Camp Berkemah semalam umumnya dilakukan para trekker pemula yang sudah terbelit jam kerja Senin sampai Sabtu serta belum sempat lakukan pendakian ke gunung Rinjani. Jika Senaru menjanjikan view lanskap Segara Anak dari puncak tertinggi Sangkareang atau di atas pos 3, maka Sembalun memiliki beberapa bukit di sekitar sisi timur Rinjani yang digunakan untuk kemping semalam saja. Ada bukit Pergasingan dan bukit Dandaun. Meski tak bisa dapatkan view lanskap danau Segara Anak, view pedesaan Sembalun dengan pagar bebukitan lain serta puncak Anjani yang di kejauhan telah menjadi favorit para pemburu kecantikan sunrise atau sunset. Sayang, saya pribadi belum berkesempatan lakukan kemping semalam ini. Jadi, foto-foto cantik view dimaksud akan menjadi pe er saya di FTR berikutnya yaaa. Kapan Si Acara-Acara Adat ini berlangsung? Di ulasan wisata religi Makam Selaparang dan Makam Sebinian (Dewi Anjani) saya sebelumnya, rata-rata kompleks adat atau Rumah Adat dibuka untuk umum atau memiliki agenda rutin pelaksanaan di perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Mengingat perbedaan kalender masehi dan Hijriyah, Tahun ini, 12 Rabiul Awal sebagai mauld Rasulullah akan bertepatan dengan 12 Desember 2016. Terhitung high season untuk musim kunjung turis umumnya ke destinasi-destinasi wisata favorit di Lombok. Jadi, jika pada pekan-pekan di sekitar tanggal tersebut Anda beroleh cuti, sebaiknya kontak rekan pejalan Anda di dua desa ini. Mencari tahu apakah perayaan adat desa dilaksanakan persis di hari H atau beberapa hari sebelum atau sesudahnya. Seperti di hampir semua FTR saya lainnya, akses transportasi menuju dua desa ini memang masih mungkin dicapai menggunakan angkot publik (disebut engkel, tapi bukan engkel Sam yak). Range ongkos mulai dari Rp 30.000 dari terminal Mandalika di Bertais Lombok Barat. Namun sebaiknya menghindari perjalanan terlalu pagi atau terlalu sore. Ongkos umum ini akan tidak berlaku dan sopir cenderung terapkan ongkos sepihak. Range ongkos ekstra mulai dari penambahan Rp 10.000/orang. Selalu lebih mobile jika menggunakan motor sewa atau mobil untuk rombongan lebih dari 5 orang. Web-web penyewaan mobil sudah sangat banyak, sementara untuk motor sendiri relatif mudah ditemukan di Senggigi dan hanya ada satu di Cakranegara Mataram. Salam pejalan...^_^
  5. Saya juga jadi ikut nyandu. Tapi model pemancing moody. Kalo ikannya ogah makan, cepet ngambek trus ubek-ubek bekal makan. Udah kenyang, tinggal tidur. Siapa tahu mimpi umpan disambar ikan belasan kilo.
  6. Yup. Sudah mau tiga tahun di sini, belum keturutan menulis tentang public transport ini. Sudahlah susah, rental motor pun jarang.
  7. Nyesel masuk ke topik ini. Tetiba jadi ngidam soto. Seumur-umur jadi emak beranak dua, baru berhasil sekali doang masak sendiri soto semarangan. Hiks.. *menatap nanar foto soto-sotonya yang wuenak-wuenak..
  8. Di salah satu grup sosmed terbaru yang saya ikuti, ada informasi tentang asal-usul penggunaan nama Lalu di depan nama lelaki keturunan Sasak. Bahwa ternyata, gelar Lalu tersebut justru merupakan pengaruh dari penggunaan gelar yang sama pada keluarga Kerajaan Sumbawa. Pembeda hanya pada proses penamaan keturunan, dimana pada keluarga Kerajaan Sumbawa, gelar Lalu hanya bisa diteruskan jika pernikahan juga dengan keluarga kerajaan. Hal berbeda di keluarga Sasak, gelar Lalu diteruskan keturunan berdasarkan garis patrial-garis ayah. Jika ibu berasal dari warga kebanyakan (biasa), gelar Lalu masih disematkan pada keturunannya. Informasi yang masih harus diteliti lebih dalam, dan akan jauh lebih baik jika penelitian ini ilmiah. Berdasar pada referensi-referensi terpercaya dan saling berkait dengan referensi-referensi resmi lainnya. Sebuah peer untuk setiap generasi Sasak dimana pun berada. Kembali ke trah Sasak, salah satu jejak yang masih bisa dinikmati di hampir seperempat abad millenium ini, yaitu Makam Selaparang. Dipercaya sebagai makam dari trah Kerajaan Selaparang, juga satu lokasi petilasan Mahapatih Gadjah Mada dari kerajaan hindu tertua Indonesia, Majapahit. Makam Selaparang di desa Suela Lombok Timur. DokPri Ukiran batu nisan yang berbeda-beda. DokPri Makam Sebinian atau Makam Tanjung, disinilah petirahan akhir Dewi Anjani. DokPri Lokasi makam dikelilingi pagar batu cukup tinggi dengan gerbang dari pintu kayu tua yang tebal. Di luar hari berkunjung wisatawan (lokal atau luar), pintu terbuka. Namun pesan di sebelah kanan pintu masuk yang meminta dilepasnya alas kaki, juga mematikan gadget, saya yakin lebih sebagai usaha menjaga kebersihan makam serta penghormatan pada leluhur yang terbaring di makam-makam yang ada. Menapaki jejak batu selepas pintu masuk, beberapa makam yang terbesar dari makam-makam lainnya sangat mencolok. Pun karena nisan-nisan di makam-makam besar tersebut memiliki pola hias dan ukir yang berbeda. Meski belum mendapat penjelasan mengenai perbedaan pola hias dan ukir dari nisan di makam ini (akan diuraikan di tulisan berikutnya), keberadaannya cukup mengundang rasa ingin tahu. Mengingat selain makam-makam besar ini, ada juga beberapa kubur kecil dengan nisan batu biasa. Satu kompleks dengan makam, seingat saya terdapat bangunan yang berfungsi sebagai museum (kunjungan masa kecil dulu). Museum yang menyimpan gerabah, keramik, koleksi keris serta kisah tentang keluarga Kerajaan Selaparang. Sayang, tokoh adat yang juga bertanggung-jawab dengan bangunan ini sedang keluar kota, sehingga saya tidak bisa berkunjung ke museum ini (terakhir berkunjung di April 2015 lalu, bangunan tampak seperti rumah tinggal biasa). Yang terbaik dari kompleks ini, alih-alih merasa seram, yang menguar di hati justru rasa yang tak tergambarkan kata-kata. Menjadi bagian dari satu suku dari ribuan suku di Indonesia, meski bukan trah raja, jejak masa lalu yang tertinggal di kompleks makam ini terasa menjadi magnet luarbiasa kuat. Keingin-tahuan tentang cerita kerajaan Sasak di masa lalu. Pintu masuk Makam Selaparang. DokPri Disklemer selama di dalam makam. DokPri Selain jejak Kerajaan Selaparang, satu hal yang membuat makam ini melekat di memori dan hati saya, saat kecil dulu keluarga besar almarhum kakek saya yang pernah menikah 10 kali, membawa hampir semua anak-cucu dari 8 mantan istri dan 2 istri beliau yang masih terikat, berwisata bersama ke lokasi ini. Momen berkumpul yang tak lekang oleh kenangan lain setelahnya. Berkunjung ulang ke Makam Selaparang dua hari menjelang Ramadhan 1436 H. Saya sekeluarga akhirnya berjodoh juga dengan Mamiq Lalu Wirakanom atau biasa dipanggil Miq Anom. Generasi ke-27 dari keturunan keluarga kerajaan Selaparang, dengan Raja Pertama yang diangkat, Raden Panji Tilar Negara.Generasi dengan silsilah keluarga yang masih tersimpan rapi. Semakin bersyukur karena Miq Anom berkenan luangkan waktu, berbagi cerita tentang makam-makam yang ada, juga sedikit riwayat mengapa beliau yang di’tugas’kan menjaga Makam Selaparang. Deretan makamdi dekat pintu masuk. DokPri Bentuk ukiran nisan batu yang berbeda-beda. DokPri Rimbun kamboja teduhi makam. DokPri Kebetulan karena kali ini kami masuk melalui desa Ketangga, meskipun jalan lebih kecil dan agak rusak, malah justru melewati Makam Tanjung ini. Jadi, ketika Miq Anom menjelaskan tentang perbedaan peruntukan makam, tak sulit untuk kembali dan berkunjung ke Makam Tanjung. Cerita umum yang saya dengan dari masa kecil dulu, bahwa terdapat juga petilasan Mahapatih Gadjah Mada, dibenarkan Miq Anom. Diceritakan Miq Anom, bahwa Mahapatih Gadjah Mada menjadi muallaf, sesaat setelah datang dan menjadi tamu besar kerajaan Selaparang. Petilasan Mahapatih Gadjah Mada. DokPri Satu kisah penting yang akhirnya juga saya ketahui dari berbincang-bincang dengan Miq Anom, lokasi makam tadinya menjadi tempat pertemuan. Semacam aula besar untuk berkumpul dan menerima tamu-tamu penting keluarga kerajaan. Sayangnya, kami tak sempat bertemu juru kunci Makam Tanjung meski jelas-jelas kontak beliau dicantumkan di pintu gebyok Makam Selaparang, juga Makam Tanjung sendiri. Namun, makam utama yang tampak paling besar di makan sebinian ini jelas terlihat. Pagar batu setinggi pinggang orang dewasa membuat makam masih terlihat dari luar pagar. Dikelilingi oleh persawahan dan kebun-kebun kecil warga, juga di samping pekuburan warga setempat. Suami saya justru terkesan dengan beberapa batu nisan yang tampak berbeda dengan batu-batu nisan lainnya. Meski sama-sama batu alam, kesan tua tampak dari bercak-bercak jamur di batu nisan tersebut. Kondisi yang seharusnya bisa kami pertanyakan jika saat itu ditemani juru kunci makam. Sementara, karena Miq Wiradana di bangunan yang menyimpan koleksi benda-benda masih sedang keluar kota, kami juga masih belum berhasil berkunjung ulang. Dus memastikan, keris-keris serta benda-benda lain yang saya saksikan saat berkunjung di masa kecil dulu, masih sama atau tidak. Pe-er yang saya pastikan bisa saya selesaikan di kunjungan berikutnya. InsyaAllah, aamiin. Lokasi dua makam ini sudah umum menjadi destinasi wajib beberapa paket TT (Tour Travel) ke spot-spot wisata di wilayah Lombok Timur. Saya pribadi sangat menyayangkan lenyapnya moda transportasi umum dari dan menuju lokasi ini. Para pejalan yang lebih menyukai eksplorasi dengan berbaur bersama aktivitas keseharian masyarakat setempat jadi cukup kesulitan. Rental motor atau mobil menjadi opsi transportasi yang tak terelakkan. .Salam hangat dari ujung timur Lombok.
  9. Terimakasih kembali. Kabar2i yaaaa...Belum pernah meet up dengan para pejalan di forum ini.
  10. Iya. Alhamdulillah kakak dan suami saya sudah teracuni buat sigap ambil foto-foto cantik saat mereka pergi memancing. Apalagi kalau trip ikut paket, inshaAllah variasi ikan tangkapan lebih banyak lagi. Tuna gigi anjing, tengiri puluhan kilo juga kurisi dan GT. Selain 3 Gili yg femes, saat ini yang mulai nyusul femes, ada Kesun (Kedis, Sudak dan Nanggu) di sisi Barat Daya. Untuk snorkling di clear blue turqoise sea ada Gili Kondo di Lombok Timur. Sayang, saya pribadi belum ke dua opsi gili-gili cantik ini. Jadi belum bisa setoran field trip dg foto-foto cantik. Salam hangat semuanya.
  11. Field trip ini harusnya saya susun di bulan Pebruari lalu, bisa menjadi opsi ketika wiken panjang di pekan di mana Jumat Agung memungkinkan para pejalan ambil cuti penuh seminggu. Opsi destinasi ketika masih banyak pintu-pintu pendakian di beberapa wisata gunung favorit di Indonesia masih ditutup. Meski tersaji terlambat sebulan, semoga masih bisa bermanfaat di momen berlibur lainnya. Dua spot land-base atau rock fishing sumber foto-foto cantik plus tentu saja ikan-ikan target pancing yang memacu adrenalin di proses mengajar ikan, pertama di Ujung Langit pantai Pengantap Lombok Tengah. Spot ke dua di Tanjung Bloam Lombok Timur. Anda bisa tetap memilih varian penginapan di Senggigi atau di Kuta pun bisa di kota Selong Lombok Timur (relatif lebih dekat jika ingin ke Tanjung Bloam). Rentang cost kamar per malam mulai dari seratusan ribu untuk wisma, sampai jutaan untuk hotel-hotel bintang empat ke atas. DokPri: Jolong-Jolong, salah satu target ikan mancing dasaran atau teknik casting. Minggu malam yang biasa di salah satu malam bulan kabisat, saya menahan kantuk mendengarkan field trip suami dari perjalanan memancingnya ke salah satu spot land-base atau rock casting di pantai Pengantap Lombok Tengah NTB. Trip mancing yang cukup dramatis karena motor matic yang dipacunya dari Lombok Timur bermasalah. Kipas cooling mesinnya mati. Oli mesin yang seharusnya menjaga tarikan mesin terjaga di banyak tanjakan serta kelokan panjang sepanjang jalur, ternyata terisikan oli samping. Dua kombinasi yang ajaibnya mampu mengantarkan suami dan paman saya selamat. Meski jalur kembali terpaksa mereka habiskan selama empat jam berkendara, dibanding dua jam berkendara di perjalanan berangkatnya jeda sehari sebelumnya. Senin pagi dua hari lalu, respon saya masih biasa-biasa saja. Hasil foto suami saya berbekal kamera gadget 2MP (mega pixel) tak terlalu menggugah. Namun saat sedang berselancar rutin di akun FB (facebook) saya, kakak saya yang juga satu dari empat pemancing di trip tersebut mengunggah fotonya bersama salah satu ikan hasil strike. Suami saya menimpali dengan mengatakan, kakak saya juga mengabadikan beberapa foto senja dan mentari terbit dari kamera digitalnya. Voilla! Bergegas menghampiri kamarnya di bagian belakang rumah, teriakan saya meminta foto-foto dimaksud berbalas segera. Mengangsurkan memori kamdignya, saya pun bersegera memindahkan file foto-foto dan memilih yang terbaik untuk field trip kali ini. Para pemancing mengenal spot ini sebagai 'Ujung Langit'. Lengkung teluk serupa U, dengan view bebukitan hijau dan pasir pantai putih bersih-Ujung Langit Pengantap (Koleksi Foto Kakak Saya: FB Taufan Sapardi). Jika saja saya bergabung di trip ini, tentunya saya akan berusaha keras mencari tahu, mengapa spot ini dinamakan demikian. Faktanya, naluri pemancing, segera setelah sampai di lokasi mereka akan segera menyiapkan piranti memancing. Orientasi spot, memastikan lebih detail ikan target apa saja yang terdapat di spot tersebut. Berikutnya, tentu saja ikhlas habiskan waktu dan pasang konsentrasi tertinggi pada gerakan paling sekali pun di ujung joran (tongkat pancing) mereka. Beruntung, sejak mengetahui hobi menulis field trip saya, kakak dus suami saya sempatkan menangkap angle-angle terbaik dari setiap spot memancing mereka. Saya mentasbihkan surga ujung langit, ketika beberapa foto mentari terbit lainnya bernuansa biru, warna terfavorit saya setelah ungu. Bias langit yang kental selepas hujan deras sepanjang pagi buta, memaksa sang mentari terbit berselimut kelabunya awan yang masih mengakrabi tetes air hujan. Pagi nan kelabu di Ujung Langit (Koleksi Foto Kakak Saya: FB Taufan Sapardi). Di atas semua kesukaan saya dengan hasil foto kakak tersebut, dua foto yang menangkap bias oranye di senja Ujung Langit membuat saya menahan nafas. Tiga kali mengklik fitur auto correct pada aplikasi edit foto bawaan microsoft, bias warna tersebut serupa kuas halus pelukis naturalis terbaik yang pernah saya tahu. Ah ia. Tentu saja pelukisnya memang terbaik. Pelukisnya adalah Sang Maha Mencipta Lukisan. Senja indah Ujung Langit (Koleksi Foto Kakak Saya: FB Taufan Sapardi). Tampak di kejauhan, pulau kecil dengan perairan yang potensial sebagai spot trolling (Koleksi Foto Kakak Saya: FB Taufan Sapardi). Merujuk hasil orientasi suami saya, spot ini bisa juga tertempuh melalui jalur laut menggunakan kapal khusus untuk memancing. Dua pulau kecil yang tampak di beberapa foto di atas bisa menjadi spot trolling, teknik memancing dengan ikan target predator seperti barakuda. Bisa juga ikan target favorit seperti tengiri, Giant Trevally (GT) atau todak. Suami saya bahkan menyaksikan sendiri tangkapan beberapa pemanah ikan, kurisi belasan kilo. Untuk umpan memancing sendiri, minnow koleksi suami saya berhasil memaksa keluar seekor kerapu karang meski si ikan tak tergoda menelan umpan tersebut dus mata kail pun luput mengait di mulutnya. Menyerah dengan teknik casting yang tak satu pun berujung ke strike, suami saya akhirnya ikut mancing dasaran. Empat jenis umpan bekal kelompok mereka, yaitu irisan cumi, ikan kecil, udang dan irisan tuna beroleh satu ekor pari totol hijau serta beberapa kerapu dan kurisi selebar tangan orang dewasa. Cukup banyak memenuhi coolbox, pelengkap lauk protein tinggi daging merah segar dari laut bagi keluarga yang menanti di rumah. Ujung Langit Pengantap Lombok Tengah, dari kamera gadget 2MP (Koleksi Foto Suami saya: FB Arinto Setiyadi). Dinding karang Tanjung Bloam Lombok Timur, dari kamera gadget 2MP (Koleksi Foto Suami saya: FB Arinto Setiyadi). Dua spot cantik land-base fishing atau rock casting ini bisa juga dicapai dari arah laut. Beberapa tour travel menawarkan paket sport fishing di spot-spot dasaran atau spot mancing teknik trolling seperti di perairan yang mengitari pulau kecil seperti di salah satu foto. Range harga paket mulai dari tiga sampai empat jutaan dengan opsi bermalam 3D2N. Maksimal pemancing di satu kapal lima orang dengan satu kapten dan dua abk. Jika memutuskan mengekor trip suami dan kak saya seperti ulasan field trip ini, opsi rental motor atau mobil menjadi pilihan terbaik. Range rental motor per hari, mulai dari enam puluh ribuan untuk motor bebek lama sampai dengan tujuh puluh lima ribuan untuk matic. Hotel International di kawasan Cakranegara satu-satunya rental motor yang saya ketahui di Mataram, dan beberapa lokasi rental di kawasan wisata Pantai Senggigi. Biasanya Anda diharuskan meninggalkan ID yang masih berlaku di pemilik rental. Range rental mobil mulai dari dua ratus lima puluh ribuan untuk lepas kunci, sampai kisaran empat ratusan ribu per hari untuk mobil semacam Xenia atau Avanza. Bagaimana pun, dua opsi transportasi yang Anda pilih, saya tetap menyarankan ada partner jalan setempat. Sangat membantu Anda sebagai penterjemah, petunjuk arah, pun lokasi-lokasi alternatif jika terpaksa bermalam di spot atau dalam perjalanan dari serta kembali ke penginapan. Salam strike!
  12. bunsal

    Minta Saran ke NTB

    Halo lagi @noped, kalo fixed pakai motor, semua estimasi waktu sesuai itin yang saya lengkapi di atas bisa dipangkas dengan range waktu 30 menit - 1 jam. Selamat berlibur.
  13. Halo @Syifa Fauziah, berminat wisata pantai sekaligus gili (pulau kecil)? Bukan si femes tiga gili di utara pulau lo. Tapi, Gili Kondo dengan pepohonan raksasa a la The Hobbit gitu. Lokasinya di Lombok Timur, tepatnya di selat perbatasan pulau Lombok dan Sumbawa. Menginapnya bisa di kota kelahiran saya, range per malamnya mulai dari ratusan ribu di kelas wisma sampai tiga ratusan ribu di hotel di pusat kota. Kalau memilih yang di pusat kota, kita bisa meet up deh. Karena saya cukup jalan kaki belasan menit doang dari rumah ke dua hotel yang dekat dari Taman Tugu dan Masjid Raya kota Selong ini. colek-colek lagi saja ya kalau butuh info tambahan.
×
×
  • Create New...