Lee_ega

Members
  • Content Count

    17
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    2

Lee_ega last won the day on September 12 2017

Lee_ega had the most liked content!

About Lee_ega

  • Rank
    Baru Bergabung

Profile Information

  • Location
    Jawa timur

Recent Profile Visitors

405 profile views
  1. Ajakan Sharecost *Explore Medan, Aceh, dan Sabang.*13-19 Oktober 2018, start Medan , end Aceh(Ulee lhee) Berikut Itinerary nya : DAY 1 - 13 oct 18 08.00 - 15.00 Kuala Namu Ke Prapat (Air terjun 2warna Sibolangit + pagoda Lumbini) 15.00 - 16.00 Tiba di Prapat Langsung nyebrang ke Samosir(Tomok/Tuk-Tuk) 16.00 - 17.00 Check In 17.00 - 18.00 Menikmati Pemandangan View sunset danau Toba 18.00 - 20.00 Downtown + kuliner Cost : Medan-parapat travel 350-400k/5-6 pax HTM 2warna 25k HTM Lumbini 5k Parapat-tomok/tuk2 7-10k HTM Toba 20k Penginapan 100-200k(shared) Total = 660K 6 = 67+25+5+10+20+100 = 232 DAY 2 - 14 oct 18 05.00 - 07.00 Bangun, Mandi dan Sarapan 07.00 - 16.00 Start to Explore Samosir (Tuk2-pangururan) - Bukit Holbung - Menara Tele di Desa Tele - Air terjun efrata - Air 7 rasa - Pantai2 : Pasir Putih Parbaba, dkk - Museum Simanindo Hutabolon - Danau sidihoni 16.30 - 17.00 Back To Penginapan 18.30 - 20.00 Jalan jalan dekat2 Penginapan 21.00 - 22.00 Packing, and Istirahat Cost : -penginapan 100-200k(shared) -HTM museum Simanindo : 10k -rental angkot/travel 200-350k/12 jam atau -rental motor 75-100k/24 jam Total = 560 6 = 100+10+60 = 170 DAY 3 - 15 oct 18 Subuh - 10.00 cek out - xplore tomok - Tuk Tuk --> Tomok (The Story Of Sidabutar King & The Tomb, 5 Km) - Ambarita ---> (The Story of Siallagan King & Stone Chair, 5 Km) 9.00 - 10.00 Tomok - parapat 10.00 - 11.00 parapat - air terjun Sipiso-piso 13.00 - otw Medan + kuliner medan 20.00 Berangkat Menuju Aceh By Bus Cost : Guide Ambarita 50k/ grup Ferry/boat Tomok/Tuk2-parapat 7-10 k Travel Parapat Medan 350-400k/5-6 pax HTM sipiso-piso 1500/org Bus biasa/ dobel Decker medan-aceh 160k - 430k(sleeper) (1way) Total = 891 6 = 9+10+67+1,5+160 = 250 DAY 4 - 16 oct 18 7.00 - 8.00 Sampai di Aceh (terminal Batoh, Banda Aceh) 08.30 - 09.00 Langsung Menuju ke Pelabuhan Ulee Lheue 09.00 - 09.30 Naik Kapal cepat Ke Pulau Sabang 10.30 - 14.00 Balohan - Jaboi volcano - pantai pasir putih - gua sarang - Gapang 14.00 - 16.00 cek in iboih 16.00 - 17.00 otw tugu 0 KM (sunset) 18.30 - 20.00 kuliner malam @ iboih 21.00 Istirahat Tidur Cost : Becak/angkot/labi2 terminal batoh-port Ulee Lheue : 10k/org Ferry ke Weh : 12-85k HTM goa sarang 5k Sewa motor/ mobil+driver 100k/hari - 300k/hari Sewa snorkeling set : 25-50k Cetak sertifikat 0 km : 30k Penginapan 200-350k/ shared (SeaView) Total = 830 6 = 10+85+5+50+50+30+150 = 380 DAY 5 - 17 oct 18 07.00 - 08.00 Sarapan 08.00 - 14.00 Snorkling di Sekitar Iboih, Rubiah Island, Seulako island 15.00 back 2 penginapan 16.00 bebas Cost: Sewa alat snorkeling 40-50k Sewa kapal 200-300k Penginapan 200-350k/ shared (sea view) Total =700 6= 50+50+150 = 250 Day 6 - 18 oct 18 05.00 - 07.00 cek out penginapan 07.00 - 10.00 air terjun pria Laot 10.30 - 12.00 Explore Kota Sabang (Sabang Fair, Kota atas dengan Pemandangan Danau Aneuk Alot, pantai Krueng raya+ rujak Klah 12.30 - 13.30 cek in penginapan kota Sabang 14.00 - explore pantai (kasih- sumur tiga - ujung Kareung - anoi itam - benteng Jepang) 19.00Hunting Souvenir & Wisata Malam Kuliner (Mie Kocok, Mie Sedap, Sate Gurita, Lobster, kopi di warung Aci Rasa) 21.00 - 22.00 Back To Penginapan 23.00 ----> Istirahat, Packing, Tidur Cost : Sewa mobil 300-600k/ 24 jam Penginapan 100-200k/ shared Total = 800 6 = 100+100 = 200 Day 7 - 19 oct 18 05.00 sunrise @ pantai sumur 3 06.30 - cek out penginapan Otw pelabuhan balohan 08.00 / 10.00 back 2 Aceh by KMP xpress/ Ferry 10.00/ 11.00 half day trip Aceh (optional)/ sayonara Cost : Angkot sewa 20-50k/org Ferry/ KMP 12k/ 85k / org Total = 135 6 = 50+85 = 135 Total untuk satu orang 4.576 6 orang = 1.617 NB : - biaya sharecost belum termasuk transportasi dr kota asal ke Meeting point dan biaya makan - tentatif (sesuai kesepakatan) : transportasi slm trip+ penginapan+ itin(sesuai sikon alam). - untuk masalah DP sesuai kesepakatan bila diperlukan utk booking sewa kendaraan + penginapan. CP : 082301434724 / ega 081333188908 / fyan
  2. Lee_ega

    Sehari di Morotai? Bisa

    Sudah bisa aplod, ternyata mesti dikompres file nya tp gambar nya jadi retak,wkwkw Terimakasih om @deffa, om @kyosash
  3. Sudah pada tau kan kalau Morotai termasuk salah 1 destinasi kece pilihan dari "10 bali baru"? Kalau belum tau, makanya cuss kepoin akun sosmed milik Kemenpar Indonesia Nah, berhubung ane sudah pernah menginjakkan kaki di Pulau Morotai, and sedikit riya' ceritanya, ODT morotai Jadi, September 2016 silam, kami berdua, start dari Pelabuhan Ahmad Yani, berangkat pukul 20.30 WIT menumpangi KM Ratu Maria, dg tujuan pelabuhan Daruba Morotai, tiket waktu itu 160ribu. Perjalanan laut sekitar 8 jam, tiba pukul 06.00 WIT. Kapal ini menyediakan bunkbead jadi semua penumpang masih bisa istirahat selama perjalanan. Esok paginya kami tiba di Pelabuhan Daruba tepat jam 06.00 WIT, jalan kurleb 150 meter, ada masjid yg bisa dibuat numpang ishoma (Istirahat-sholat-mandi) yah walaupun dengan air tawar seadanya. Maklumlah, bekpekere nyari gratisan Jam 07.00 an kami beranjak ke pelabuhan speedboat, kurleb jalan 300 meter. Makan di warung padang, tanya2 sama ibu pemilik warung, rupanya si ibu punya anak yg berprofesi sebagai divemaster + guide nya bule2, sayang gak ketemu anaknya, di sini sinyal yg ada cuma T*lkoms*l, cuma 2 tiang di layar hp Makan nasi campur lauk ikan + minum air putih(yg ini free) habis 15rb. Tambahan kalau makan disini hati2, bisa tekorr makan lauk selain ikan bisa dihargai 20-30k, lauk telur 1butir aja bisa 20-25k. Kelar makan + belanja logistik buat piknik sehari, kami beranjak ke pelabuhan yg banyak speedboat berjejer, jadi kalau mau keliling pulau/ hoping island atau balik ke pulau utama halmahera via tobelo, bisa dari pelabuhan sini. Tawar menawar dari yg sejuta akhirnya bisa turun 600k, eitsss, itu buat sehari, dg rute tujuan pulau Zum-zum/ macArthur- pulau Dodola-Pulau Kolorai. Dan berangkat lah kita jam 9 WIT tennggooo 1. Pulau Zum-zum tujuan awal ke sini selain liat panorama nya, kita sembari belajar sejarah, karena di sini terdapat 2 buah patung, yg pertama patung Jenderal MacArthur, dan yg kedua patung pemimpin tentara Jepang Terus Nakamura. Nanti biar lebih jelasnya bisa sambil mengunjungi museum di kota Daruba Morotai, atau monggo gugling sendiri Cuma sayangnya masih pagi banyak nyamuk rawa2 dan terik, pas airnya bening banget bersih, paling juga yg bikin kotor tuh ranting dan daun kering, asli pas ke sini cuma kami ber4, and, temen ane, nakhoda plus ABK, serasa pulau pribadi kannn 2. Lanjut jalan ke pulau Dodola, ini nih primadona nya Morotai yg sering kalian liat di mana-mana..wkwkwk. Pulau Dodola terdiri dari 3 pulau kecil: dodola besar, dodola kecil, dodolidodoliprett, bukan ding wkwkw, ane gak tau namanya apa yg ujung setelah dodola kecil, atau sebut saja dodolamini. yg jelas view nya 360 derajat kecee badai.. Jadi di dodola besar sudah tersedia dermaga, homestay/resort 3 buah, bananaboat, speedboat milik disbudpar untuk keperluan visitmorotai2017, ke sini lagi lagi sepi, baru sejam kemudian ada rombongan keluarga dari Jakarta yg start dari Tobelo. Jam 10 pagi masih air pasang, belum bisa nyebrang jalan ke dodola kecil. Jadi buat buang waktu, kami muter2 ke belakang resort, sampai jam 12an siang kami baru bisa nyebrang sampai dodolamini. Kalau beruntung, bisa ketemu kawanan nelayan lokal di dodola kecil, seperti kami yg ditawarin makan siang bareng dg ikan fufu cakalang dg sambal dabu-dabu homemade Kelar makan, kami balik ke pulau utama, dodola besar dengan jalan memutari pulau. Kesan selama di sini, asli view nya kece badai, airnya bening biru dg kombinasi gradasi yg cantik banget, dg ombak yg tenang, pasirnya putih, bersih, apalagi kalau jalan sampai dodolamini, ampun dah pengen kesana lagi. Lanjut jam setengah 2 siang kami beranjak ke Pulau Kolorai, Kolorado nya Morotai. Atau dalam bahasa setempat artinya yang terurai. Salah 1 desa nelayan yg dikembangkan menjadi desa wisata di gugusan pulau di Morotai, dengan bantuan para mahasiswa KKN dari UGM jogja dan berkat kesadaran wisata dan semangat kerja keras para warga, akhirnya dibentuklah Pokdarwis Kolorai, desa wisata, di lahan seluas 1km2, dihuni tidak lebih dari 100KK, applauss dong Kaka Di Kolorai, listrik sudah memakai tenaga solar panel, homestay milik warga yg berjejer dihiasi ornamen bikinan ibu2 PKK. ada pula toko/stand suvenir. Sayangnya untuk fasilitas seperti air tawar cuma ada 1 di pulau ini, mau digali di berbagai sudut manapun di pulau ini tetep aja gak akan ketemu sumber airnya kecuali di tengah2 pulau ini, yg letaknya persis di sebelah masjid satu2nya di pulau ini. Ya karena seluruh warga disini adalah muslim 100%. Dan sekolah di sini cuma sampai SD dengan gurunya cuma 2 orang dari pulau Jawa. Pas muter2 mau balik ke kapal, kami ditegur oleh salah 1 warga, namanya Pak Fauzi, beliau kira, kami adalah mahasiswa KKN yg lagi survey, karena jarang banget wisatawan yg mampir ke sini. Usut punya usut, beliau ternyata asli orang Jawa Banyuwangi, yg merantau hingga menikah dengan wanita asli keturunan Kolorai hingga 10tahun lebih. Beliau bercerita senang sekali bisa bertemu dg sesama orang Jawa, seperti kami. Karena di pulau ini cuma 3 orang pendatang dari Jawa, selebihnya asli penduduk sana. Beliau bercerita tentang asal usul nama desa ini, Kolorai artinya yang terurai (konon berkonotasi negatif) dan beliau sempat curhat tentang apa saja yg sudah dialami warga desa ini sampai beliau menyarankan pada tetua desa untuk mengganti nama desa ini tujuannya supaya lebih berkah. lalu beliau juga bercerita tentang susahnya akses menuju fasilitas umum seperti sekolah lanjutan bagi anak2 pulau ini, fasilitas kesehatan di pulau utama, karena ombak di sini termasuk tinggi dan cukup ganas, pengalaman beliau sewaktu membantu persalinan istrinya yg butuh rujukan, 1jam perjalanan dg speedboat itu tidak mudah, belanja kebutuhan dapur, intinya hidup di pulau itu tidak seindah yg dibayangkan, namun beliau tetap bersyukur meski terkadang rindu kampung halaman, sampai dibelain bareng pesawat hercules milik TNI. beliau menawarkan bila mampir kesana lagi, bisa menginap di homestay kelolaan para warga. Beliau juga berpesan kalau masih ada 1 nilai plus di pulau ini, yaitu ikan fufu cakalang nya juara, daripada pulau2 lain, sayangnya lagi-lagi nelayan di sini terkendali dg faktor distribusi nya. Semoga ada dari para pembaca di sini yg sudi membantu demi kemajuan perekonomian di sana. Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, saatnya kami kembali ke pulau Motorai. Cari penginapan d dekat pelabuhan Daruba, lupa nama penginapan nya, sehari 160k, dg fasilitas ac +KM dalam, bangunannya bertingkat seperti ruko, dan ada fasilitas karaoke di sampingnya, bersih iya. Cuma seharian jalan2 baru nyasar, kalau orang Morotai rata2 memiliki tipikal wajah seperti peranakan Jepang dg kulit eksotisnya, dan tentunya ramah Total biaya ODT Morotai hoping island zumzum-dodola-kolorai 600ribu/boat + makan 15k + logistik 15k +jajan es m*rim*s 1000rupiah, jadi per orang setelah dibagi 2 jadi 331ribu, yeayy Gb.1 suasana dalam KM Ratu Maria Gb.2 pulau Zumzum Gb.3 zumzum lagi Gb.4 patung Jenderal MacArthur Gb.5 patung Jenderal Teruo Nakamura Gb.6 view Pulau Dodola besar dan Dodola kecil dari bagian belakang Pulau Dodola besar Gb. 7 Pulau Dodola dari dermaga, terlihat speedboat yg kami sewa Gb.8 resort/homestay di Pulau Dodola Besar,modelnya babang nakhoda n frens, gak nanya berapaan perhari krn gak ada yg jaga Gb.9 foto ala2 livefolk view Dodolamini dari Dodolakecil, ini yg paling bersih versi ane Gb.10 pulau Kolorai Gb. 11 Plang penyambutan di Pulau Kolorai Gb.12 plang arah dan jarak di dermaga Pulau Kolorai Gb. 13 keseruan aktivitas sehari-hari anak2 di pulau Kolorai selepas sekolah, bikin mainan pistol sendiri Lur Gb.14 sekolah satu2nya di Pulau Kolorai dg 2 guru, hayo loh yg masih bisa sekolah tinggi, mesti rajin Gb.15 kapal yg jadi sarana penunjang apapun bagi warga Pulau Kolorai Gb.16 bonus sunset swering di dermaga daruba morotai Gb.17 swering ala anak2 Meridai, berenang dan freestyle d dermaga
  4. Kabar baik,om @deffa,duh ini udah cukup lama, lupa mau ngelanjutin , #ngebut
  5. Lee_ega

    SHARECOST TRIP MARET 2017

    Iyes,ini sudah kontek2an
  6. Lee_ega

    SHARECOST TRIP MARET 2017

    Loala,kak, mohon mangap, berhubung kmaren2 sudah koar2 ke sumba,jd semester ganjil ini mau jalan k sumba dulu,mungkin nunggu semester genap (agustus-desember 2017) baru mikirin maen ke sabang, piye kak @roesoeh, @nashir? Mungkin kak @deffajg mau ikutan skalian hanimun yg kedua, wkwkwk
  7. Keren,solotrepelingnya, inshaalloh april 2017 ane dkk mau k sumba. Mau tanya utk akomodasi slama kak @roesoehdi sana gimana?
  8. Iya kak,d sana memang kebetulan kampung nelayan, hatur nuhun kak @deffa
  9. Lee_ega

    Regional Jawa Timur

    Ayas kolem sam/mbak, oket ngalam (boso walikan malang)
  10. Lebih pasnya, ada banyak perahu di sana,jadi pinter2nya kita aje buat ambil angel,d balik uang seribu ntu berderet banyak perahu Kurleb untuk ber2 sharecost habis 1,6jt /org slama 6hr dg tujuan ternate-tidore-morotai. Blum termasuk tiket pp dg mepo d bandara ternate kak @kyosash Krn yg mahal cuma biaya makan dan transportasi ke pulau2
  11. Ini beberapa irisan cerita perjalanan saya dalam misi rekonstruksi uang seribu, karena saking penasarannya, saya sampai membuat itinerary backpacking ke maluku utara, ternate-tidore-morotai, sejak setahun yg lalu, namun karena kendala teknis,baru bisa berangkat september silam, alhamdulillah. Setelah menebar racun,lalu menskrining calon travelmate saya, tentunya dg berbagai alasan banyak yg membatalkannya, akhirnya saya berhasil mengajak 1 orang, masrangga nama samarannya, wkwkwk. Karena gak tega liat saya berangkat sendiri, akhirnya masrangga bersedia nemenin saya. Maacih ya mas. Berangkat dari Surabaya malam tgl 16 september,lalu transit d makassar tengah malam,lanjut terbang subuh,dan akhirnya landing dg selamat d bandara baabulah ternate jam 6 pagi tgl 17 september. Overall, bandaranya meski kecil tp view sekitar sangat memanjakan mata. Dari atas saya bisa melihat view masjid Al Munawwar (salah 1 masjid terapung di Indonesia) dan gunung Gamalama, Pulau Maitara, dan pulau2 lainnya. Ceritanya saya skip ya, next akan saya posting d lain waktu. Setelah keluar dari bandara, saya jalan sekitar 500 meteran lah,sampai ke gerbang luar,lalu nyetop angkota,atau di sini menyebutnya oto. Setelah tawar menawar,jatuh pada harga 300ribu untuk putar2 ternate seharian, lebih murah daripada sewa travel yg berada d kisaran 300-500rb. Sambil niatnya berbagi rezeki dg supir oto,krn d sana oto lumayan sepi penumpang. Deal berangkat sodara. Oiya, oto d sini sama seperti d flores,ambon,kupang,ada full musik nya. Jadi jangan heran ya nuat teman2 d jawa. Tp pas waktu masuk sholat, semua kendaraan yg lalu lalang dpn masjid mematikan lagu mereka. (Ini baru toleransi). Lanjut, setelah tanya2,dan gugling, akhirnya didapat informasi bahwa lokasi uang 1000 itu ada d 3 spot, d pantai gambesi, cafe florida, dan pantai fitu. Tp bang supirnya menyarankan ke cafe florida,karena katanya pula di sini ada pigura berinformasikan sbg lokasi uang 1000. Okelah demikian. Toh juga baru sekali ke ternate, belum tentu bisa kesana lagi next. Kemudian kami masuk,bang supir milih d luar aja. Kesan pertama memang wow banget, viewnya keren, cuma sayangnya untuk spot 1000 kurang pas, mungkin kami harus bergeser ke arah timur 10 derajat lah. Tapi krn sudah terlanjur, skalian pesen minuman, dan kami sempat terkejut, harga minuman d sini lumayan mihil untuk kantong bekpekere macem saya. Akhirnya kami sepakat untuk sedikit khilaf dg bersikap hedon selama di sini . Gb.1 view dari cafe floridas + minuman yg saya pesan Setelah gagal merekonstruksi krn posisi yg kurg bbrp derajat, akhirnya kami cuma ceki2 selfie sebentar sembari ngabisin minuman di sini. Setelahnya, kami sepakat melanjutkan perjalanan ke benteng kalamata untuk hunting sunset, karena searah lanjut balik ke pusat kota bawah sambil cari akomodasi. besok pagi sebelum berangkat ke tidore, mau menyempatkan ke pantai fitu. 18 september jam 6 pagi, kami sudah siap packing,niat awal mau ke pantai fitu,mumpung masih pagi,dan cuaca di sana cukup terik untuk jam 7 pagi ke atas, gak seperti di malang yg masih sejuk. Setelah naik oto yg menuju ke atas/ngade, tibalah kami d bibir pantai fitu, berkat pak sopir yg bersedia otonya kami carter untuk berangkat saja, 20k/2 orang. Jadi drpd jalan dr depan sampai ke bibir pantai,lumayan jauh,sekitar 300meter. Dan berikut view pantai fitu sbg spot uang 1000 Gb.2 misi rekonstruksi uang 1000 berhasil,,uyeee Pantai fitu sendiri terletak d kawasan pemukiman penduduk yg bermatapencaharian sbg nelayan, dan sebelum memasuki bibir pantai ini, kita akan melewati pemukiman/mess tentara nasional Indonesia. Tidak ada tiket masuk ke kawasan pantai fitu, kita cukup membayar dg senyuman hangat kepada penduduk sekitar. Dan penduduknya ramah dg pendatang atau turis. Setelah bermain disini kurleb 1 jam, kami beranjak menuju pelabuhan bastiong, kali ini kami membayar 6rb/orang untuk oto nya. Tetap jadi pejalan yg santun dan bijak ya jalaners. Semoga bermanfaat
  12. Lee_ega

    SHARECOST TRIP MARET 2017

    Mohon mangap,eh maap,barusan ceki kalender 2017,yg banyak liburnya bulan april dan mei. Maret cuma d tgl 28 jatuh hari selasa. Cmiiw Kalo saya sih pengen main ke sumba atau sabang atau labengki-sombori. Tp masih pengen,masih ceki2 event yg berkaitan. Barangkali saya boleh ikut juga
  13. Lee_ega

    Kauman dan Laweyan, Buckhon Village versi Solo

    Wahahaha,maklumin aja kak @deffa, saya cuma angkoters kemana-mana,mesti belajar ngapalin rute angkot