febeVBfebe

Members
  • Content count

    194
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    4

febeVBfebe last won the day on February 8 2013

febeVBfebe had the most liked content!

About febeVBfebe

  • Rank
    Senang Jalan Jalan

Recent Profile Visitors

3,566 profile views
  1. febeVBfebe

    Ke Samarinda Itu, Harusnya..

    wahhh makasi tambahan infonya bung asli dari kaltim ya?
  2. febeVBfebe

    Antara Balikpapan - Samarinda

    udah pernah ke bukit suharto dong mas? ngapain disana? cari hewan2 asli kalimntan kah? hehehehe
  3. hahahahaha jadul? tapi sekarang mulai eksis lagi kok bung udah pernah belum kesini dewasa2 ini??? makin rame lohhh...
  4. febeVBfebe

    Ke Samarinda Itu, Harusnya..

    baru sekali nyobain elai... dapet yang gak enak atau emang elai gak lebih enak dari durian heheheh soalnya menurutku gak enak bangetttt :wacko: iya dimanapun kita traveling harus dong jaga sikap n tingkah laku
  5. febeVBfebe

    Kuliner-Kuliner Populer Di Kota Solo, Mana Saja?

    selain pasar klewer di PGS jg menyediakan beraneka ragam oleh2 mulai dr batik,sepatu,tas n acsessories terlengkap. lokasi deket alun2 surakarta...monggo kula aturi mersani piyambak he..he
  6. febeVBfebe

    Kuliner-Kuliner Populer Di Kota Solo, Mana Saja?

    jangan lp kl ke psr gede...silahkan mencicipi semangkok dawet dengan santan yg sangat kental di lengkapi bubur sumsum membuat dawet jd nikmat a..yo ibu2 bapak2 adik2 n semuanya silahkan mencoba ya....
  7. febeVBfebe

    Gua Pindul Nan Eksotik

    gimana ya....rasanya lewat sungai bawah tanah pasti asyik n was was he he... brp ya byr nya??
  8. febeVBfebe

    Mekarsari-nya Jawa Tengah

    wahh.. kalok dari semarang lebih deket nihh
  9. febeVBfebe

    Wisata belanja di Bali? Boleh juga

    enak sekali belanja di Sukowati...... asal gak salah tawar aja... heheheghegeh
  10. febeVBfebe

    Antara Balikpapan - Samarinda

    Apa kabar sahabat jalan2ers semua? Semoga selalu baik ya dan siap jalan-jalan dengan tips-tips menarik yang disajikan. Nah, kali ini di Balikpapan dan Samarinda, tepatnya di persimpangan jalan kedua Kota ini, siapa bilang nggak ada objek wisata yang menarik yang patut dikunjungi. Nah, apa aja ya objek-objeknya? Yang pasti menyenangkan. Yuk kita ulas, apa aja dan gimana aja. Check this out! Tugu Jepang Kilometer 12 Nah, kilometer 12 masih teritorial Balikpapan, dan disini ada yang namanya Tugu Jepang. Sebenarnya, bicara soal rekam jejak Jepang di Balikpapan itu nggak habis satu malam. Tugu yang berada di kilometer 12 ini saja nggak cuma satu-satunya. Di Balikpapan Timur, Kelurahan Lamaru, dideretan Pantai Lamaru juga ada Tugu dan Makam Jepang. Cuma kalau dari soal jauh-jauhan, lebih jauh dari Pusat Kota ke Tugu Jepang Lamaru, karena memakan jarak sekira 26 kilometer, sementara yang satu ini hanya berjarak 12 kilometer dari Pusat Kota Balikpapan. Masuk kesini gratis, tidak dipungut biaya apapun. Namun menuju kemari sudah bisa dipastikan agak horor. Terletak ditengah hutan dan ini adalah makam peringatan bagi warga Jepang yang ada di Balikpapan, khususnya para tentara yang terbantai dalam perang dahulu. Saran paling penting: Jangan ngomong jorok atau cacian kasar! Hutan Lindung Sungai Wain Ini terletak di kilometer 15 Balikpapan, adalah hutan wisata paling andalan di Balikpapan. Masih hingga kini HLSW menjadi objek wisata alam yang menarik, bahkan menjadi spot utama aksi penanaman pohon. Posisinya berada di kiri jalan dari Balikpapan menuju Samarinda, dan harus masuk lagi kedalam sekira 1-2 kilometer jauhnya dengan kondisi jalan diaspal. Jika sudah sampai ditengah, maka akan ada gazibu yang menyambut anda sebelum memasuki hutan perawan ini. Mengelilinginya seharian penuh tentu akan melelahkan apalagi bagi pecandu wisata petualangan amatir. Tapi jangan khawatir, HLSW punya jasa pemandu. Disini sahabat akan melihat secara langsung Orang Utan, saudara terdekat sahabat. Hahahaa.. Kenapa nggak mungkin sehari selesai mengelilingi hutan ini? Bayangkan saja luasnya sekitar 9ribu hektar lebih, dan sahabat perlu jaga kelakuan disini. Soalnya HLSW adalah sumber air utama di Balikpapan. Beragam flora dan fauna bisa disaksikan disini, termasuk salah satu burung paling dijaga dan menjadi ikon Kaltim, yaitu Enggang bermukim di HLSW. Wahana menarik lainnya juga ada seperti tracking bridge, pusat penelitian flora-fauna, menara pengintai dan fasilitas perahu menyusuri Sungai Wain. Jangan buang sampah sembarangan disini ya! Bukit Bangkirai Kilometer 38 Ini bukit dikelola PT Inhutani dan berada diwilayah administrasi Kabupaten Kutai Kartanegara, cuma dari Balikpapan menuju Samarinda, wilayah ini masuk di Kilometer 38 dari Balikpapan. Siapa yang nggak kenal tempat ini? Terakhir dijadikan tempat syuting film layar lebar dari grup boyband cilik, Cowboy Junior. Tempat ini sering dijadikan bumi perkemahan, spot fotografi hingga wisata alam. Yang paling terkenal dari tempat ini tentunya semua juga sudah tahu, ya apalagi kalau bukan Canopy Bridge diatas pohon setingi 30an meter. Memacu adrenalin sudah pasti, seru? Ya iyalah. Tempat ini nggak boleh terlewatkan para sahabat travellers sekalian ya. Biaya masuk Rp2000 untuk satu orang dewasa, Rp1000 untuk anak-anak dan Rp4000 untuk parkir mobil dan Rp2000 motor. Masuk Canopy Bridge juga bayar sebesar Rp15 ribu. Pusat Kuliner di Kilometer 51 Ini sudah masuk Kabupaten Kukar, tetapi ini tetap dilewati sebagai Jalan Negara dari Balikpapan menuju Samarinda, dan dikenal dengan nama kilometer 51. Disepanjang jalan ini berdiri kedai-kedai makanan, bahkan restoran makanan yang menarik minat. Dulu pernah ada restoran namanya Tahu Sumedang, namun kabar terakhir di tahun 2011 restoran ini sempat ingin ditutup karena makan Tanah Negara. Meski begitu Tahu Sumedang masih tetap buka, bersama kedai-kedai dan rumah makan lainnya disepanjang kikometer 51. Bicara soal harga, rata-rata makan disini seporsi lengkap plus minum, satu orangnya bisa habis sampai sekitar Rp50 ribuan loh. Disalah satu jajaran kedai disini juga, ada daging yang masuk menu ekstrim atau eksotis. Jarang didapat sih, tapi sering jadi menu incaran yaitu daging Rusa atau Payau. Taman Bukit Soeharto Ini adalah taman konservasi juga, dikelola oleh Universitas Mulawarman dan menjadi tempat paling rindang. Sayangnya ketika melirik kedalam, beberapa jumlah hutan telah ditebangi karena konon kandungan baturbara didalamnya cukup besar dan berkalori tinggi, praktis jadi incaran pelaku usaha batubara. Taman ini berada dikilometer 62 dan sering menjadi tempat ajang adu potensi motor trail atau motorcross. Terakhir bahkan, tempat ini dijadikan salah satu arena perayaan HUT Balikpapan ke 116 yang menggelar ajang Balikpapan 2 Days Enduro, yaitu ajang crosser. Sayangnya lewat ajang ini, ternyata harus memakan korban jiwa. Seorang crosser asal Australia Headley Michael Adrian (30) tewas karena kelelahan dan tersesat ditengah hutan, dalam keadaan motor rusak. Meski begitu, Bukit Soeharto tak pernah sepi dari ajang-ajang olahraga ekstrim dan pariwisata adventure, khas crosser. Mau coba? Datangi Wahyu Jaya Motor di Sumber Rejo 5 Balikpapan Tengah, mereka menyewakan jasa mototrail adventure. Siap-siap uang Rp500 ribu - Rp1 juta untuk rombongan berjumlah sekitar 5-6 orang.
  11. febeVBfebe

    bintan lagoon - phiphi island versi riau

    sayang banget... padahal udah deket banget tuhhhh kalo sarana publik masih kurang... mungkin lebih mending carter mobil. karena belum terlalu ramai juga persewaan mobil disana... tajir melintir :D:D:D yah selain biaya hidup disana juga udah emang mahal kan... tapi sebanding gak kira2 sama fasilitas yg kita dapet bro??? asli itu jangan salah, emang Indonesia kepulauannya cantik2 kok... apalagi yg diluar jawa. karena belum banyak terusak populasi manusia :)
  12. febeVBfebe

    Wiskul di Samarinda

    Hai sahabat travellers, jumpa lagi kita dalam tips-tips menarik. Kali ini kita ke Samarinda, berburu kuliner. Tentunya yang perlu disiapkan dalam wisata kuliner kali ini, selain uang yang cukup dan yang tak kalah jauh pentingnya adalah perut yang lapar. Hahahaa.. So, let's check this out! Amplang Ini adalah menu yang menduduki puncak teratas perburuan kuliner di Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur dan Samarinda. Amplang yang paling terkenal di Samarinda, sama halnya dengan Kota-Kota lain di Kaltim adalah amplang kuku macan. Oke, jangan dibayangkan kalau amplang itu dibuat dari mencopot kuku-kuku macan untuk disantap. Meski namanya begitu agak sangar, bahan dasar paling penting dari membuat amplang kuku macan adalah ikan pipih. Ikan ini jamak ditemukan di Kaltim, dan berbicara ikan pada dasarnya menu-menu kuliner di Kaltim adalah seafood. Oh iya, dekat Bandara Sepinggan Balikpapan, ada UKM Center milik Pemerintah Provinsi Kaltim. Masih satu gedung dengan UKM Center ini, sahabat bisa mengulik ke dapur mereka dalam membuat amplang. Hampir disetiap sudut Kota Samarinda, sangat mudah menemukan amplang dan kerupuk ini cocok buat camilan atau teman makan nasi. Lempok Durian Kayaknya, Kaltim, khususnya Samarinda nggak mau kalah sama Medan, Sumatera Utara. Kalian tahu kan, kalau Medan itu kayaknya nggak pernah kenal "musim tidak ada durian". Nah, di Kaltim durian memang ada musimnya tapi, kalau bicara lempok durian itu nggak kenal musim. Apa sih lempok durian? Itu semacam dodol, dengan bahan dasarnya adalah durian. Lempok ini cukup populer sebagai kuliner dan oleh-oleh khas Kalimantan, dengan rata-rata banderol harga perkotaknya sekitar Rp30 ribu dengan variasi jumlah isi beragam. Sayangnya, tidak seperti amplang yang mudah ditemukan, hanya beberapa lokasi tertentu yang menjual lempok durian. Biasanya lempok dijual di Pasar atau terminal bus Sei Kunjang. Kalau beruntung, terkadang ada juga di minimarket yang ada di Kota Samarinda. Pisang Gapit Yap, bahan utamanya adalah pisang. Kalau biasanya sahabat travellers berkeliling Pulau Jawa, dan nggak fasih sama Pisang Goreng, ingin cari suasana berbeda? Ya, pisang gapit ini adalah kuliner khas Kaltim, Samarinda. Dinamakan pisang gapit, karena pisang ini dijepit ketika dimasak lalu kemudian dipanggang. Nah, yang bikin istimewa itu pisang gapit punya rasa yang menarik, karena pisang ini dimasak dipanggangan dengan pamungkas terakhirnya adalah kuah santan kental berbahan gula merah. Kuah itu disiram diatas pisang gapit lalu dimakan bersama-sama, kalau sendirian rakus. Hahahaa.. Seporsi biasanya Rp10 ribu, coba cari di Loa Janan dikedai-kedai pinggir Sungai Mahakam. Ini pisang, sangat jarang ditemukan diluar Samarinda atau Kaltim. Di Balikpapan juga ada yang menjual Pisang Gapit, tapi nggak sebanyak di Samarinda. Selain di sepanjang Sungai Mahakam, tempat lainnya di Samarinda yang sering dijadikan tempat hunting kuliner khususnya Pisang Gapit, itu ada di GOR Segiri Samarinda. Tempat kumpulnya anak muda Samarinda, juga tempat biasanya warga datang berjoging ria. Habis olahraga, makan Pisang Gapit mantap bener. So, worth to try! Bakso Awang Long Ini bukan baksonya Gubernur Kaltim sekarang pak Awang Faroek Ishak, juga bukan berarti bakso ini bentuknya panjang karena ada "long" nya. Hanya karena bakso ini dulunya dijual di Jalan Awang Long sehingga memang dikenal demikian namanya. Lantas karena peristiwa kebakaran beberapa tahun silam, sehingga kedai ini pun berpindah alamat di Jalan Pembangunan. Namun ibarat pepatah menyebutkan, barangsiapa yang sudah meminum air Sungai Mahakam bakal kembali lagi ke Samarinda, maka belum makan Bakso Awang Long pasti belum pernah ke Samarinda. Umumnya, seporsi bakso dengan mie kuning ini plus minum segelas es teh manis, mampu merogoh kocek anda hingga Rp20 ribu. Udang Ganal Sebenarnya lebih pas kalau di Kaltim, khususnya Samarinda menyebut udang yang satu ini dengan sebutan Udang Ganal. Ganal itu bahasa Banjar, yang artinya besar. Saking besarnya, ada anggapan kalau berburu kuliner yang satu ini, cukup makan sstu udang untuk sekeluarga. Memang udang di Samarinda terkenal besar-besar, beragam penyajiannya juga menarik. Ada yang digoreng ala tempura, hingga dicampur bumbu asam manis. Biasanya disediakan di resto-resto seafood, coba telisik di Jalan Mulawarman. Seporsi dari udang ganal Samarinda ini dihargai Rp25 ribu. Sup Ikan Patin Sebelumnya, sahabat perlu tahu kalau ikan Patin ini semacam ikan endemik di Samarinda. Saking tenarnya, bahkan menjadi bahan dasar pembuatan amplang. Nggak perlu nggak percaya, buktikan saja lewat tiap bungkus-bungkus amplang, selalu mencantumkan "ikan patin" sebagai bahan dasarnya. Nah, sahabat penasaran seperti apa ikan ini, dan apa hanya bsia digunakan sebagai bahan dasar amplang? Jawabannya, Tidak. Buktikan di Jalan Awang Long, Samarinda Ulu. Disana ada restoran yang namanya Akmal, dimana salah satu menu andalannya adalah Sup Palimara atau Sup Ikan Patin. Disajikan panas dan sedikit asam pedas, rasanya memukau selera makan sahabat loh. Makanan ini perpaduan masakan khas Samarinda dan Sulawesi, dimana seporsinya dihargai Rp45 ribu termasuk nasi dan segelas es teh nyam...nyam.... siapkan perut kosong sebelum wisata kuliner di Samarindaaa
  13. febeVBfebe

    Ke Samarinda Itu, Harusnya..

    Sahabat, pernah nggak sih ke Kalimantan Timur, khususnya Samarinda? Nah, kayakanya udah bukan rahasia lagi kalo kesini identik dengan hutan dan nuansa yang seram-seram. Nah, makanya tips kali ini hadir, kita bareng-bareng membahas kalau ke Samarinda itu, harusnya gimana? Mau taukan? So, check this out! Ke Samarinda Harus Hati-Hati Dijalan Wisata di Samarinda itu beda dengan berwisata di Balikpapan atau Bontang misalnya. Meski tercatat sebagai Ibukota Provinsi Kaltim, kondisi jalan yang nggak kondusif, macet dan sering banjir membuat kita yang berwisata disini harus berhati-hati dijalan. Kalian harus tahu, kalau di Samarinda itu ada yang namanya Gunung Lipan. Konon wilayah ini dikenal angker bin serem. Sering terjadi kecelakaan maut disini, jadi mesti banget hati-hati. Ada mitos yang beredar, kalau Gunung Lipan ini wilayah mistis tempat tinggalnya mahkluk-mahkluk halus. Ke Samarinda itu Harus Ke Sungai Mahakam Ya haruslah. Nggak ke Samarinda kalau belum kesini. Dikawasan waterfront Sungai Mahakam banyak berjajar cafe-cafe menarik. Paling enak menyaksikan pesona Sungai Mahakam di cafe-cafe sepanjang waterfront. The River Cafe, mungkin adalah cafe yang paling menarik dengan tagline Clubbing On The Mahakam River, nuansanya yang dominan merah hitam tempat ini menjadi spot paling andalan untuk bersantai dengan segelas kopi dan aneka makanan sambil memandangi Sungai Mahakam bersama dentuman musik. Ke Samarinda itu Hati-Hati Bertingkah Laku Kaltim khususnya Samarinda konon dihuni warga asli Kalimantan yaitu suku Dayak. Nah, suku ini juga dikenal "agak ditakuti" oleh warga-warga pendatang di Kaltim. Sahabat travellers, sebenarnya nggak perlu takut, tapi cobalah berperilaku sopan dan nggak menyinggung perasaan orang lain di Samarinda. Karena, banyak juga anggapan kalau Suku Dayak tersinggung, mereka nggak segan membalas ketersinggungan itu. Jadi, nggak cuma di Samarinda sebenarnya, tapi dimanapun sahabat melancong, harusnya memang mampu menjaga perilaku dan perasaan warga setempat. Di Samarinda itu Nggak Kenal Mikrolet Cuma di Jakarta kali orang kenal mikrolet. Seperti juga di Balikpapan, di Samarinda itu nggak ada mikrolet, adanya taksi. Nah, taksi itu disini sebenarnya mikrolet kayak di Jakarta. Cuma orang-orang disini aja nyebutnya agak gengsian dikit, taksi. Jadi kalo mau naik angkutan umum jangan bilang naik mikrolet, apalagi buat sahabat travellers yang belibur ke Samarinda, bisa nunggu sampai kiamat nungguin mikrotlet disini. Nah, kalau taksi yang sedan-sedan tuh, disini disebutnya taksi argo. Paham kan? Di Samarinda itu, Fanatis sama Persisam Nah, sahabat travellers doyan olahraga sepakbola? Nah, sekedar mengingatkan kalau sahabat lagi ke Samarinda, jangan sekali-kali menyinggung atau menjelek-jelekkan klub bola kesayangan mereka Persisam Samarinda. Memang sih, masalah ngefans itu hal yang paling sensitif dan pribadi. Disini fanatisme terhadap Persisam Samarinda sangat tinggi. Nggak jarang loh, kalau ada fans Persiba Balikpapan datang kesini dengan pakaian tim Beruang Madu, malah jadi bulan-bulanan. So, jangan pakai atribut apapun yang menyinggung Persisam Samarinda. Ke Samarinda itu, Harus Jaga Dompet Pencurian, perampokan, kedua tindak kejahatan ini sering terjadi di Samarinda. Apalagi Samarinda juga banyak warga pendatang dan tingkat ekonomi yang tinggi, kerap memicu kriminalitas. Buat sahabat yang melancong kesini, nggak usah pamer-pamer perhiasan atau berlagak seperti turis kecuali memang dalam rombongan wisata. Kalau backpackeran kesini, perlu banget menjaga dompet supaya aman selalu. Cegahlah dari kecolongan dengan nggak menaruh dompet didalam tas, dan sandanglah tas anda menyilang biar nggak mudah dirampas. Ke Samarinda, Harus Ke Museum Mulawarman Museum ini adalah Istana Raja Kutai Kartanegara, juga tempat kediaman Sultan Kutai, Aji Muhammad Salehuddin II. Didirikan tahun 1963 dan diresmikan sebagai museum di tahun 1971, juga pernah sekali terbakar. Museum ini menjadi hal terpenting kedua dalam peta wisata Samarinda, yang harus dikunjungi setelah Sungai Mahakam. Benda-benda bersejarah peninggalan Kerajaan Kutai, hingga koleksi Sultan dijajar disini. Ada pula Makam Kerajaan yang dibangun khusus disisi lain Museum, yang menjadi tempat sakral. Konon banyak hal-hal mistis meliputi Museum Mulawarman. Namun dengan arsitektur yang menyerupai Istana Negara di Jakarta, museum ini jauh dari kesan kumuh dan tidak terurus. Sangat mungkin menjadi museum terbaik di Kalimantan Timur, sekaligus tertua di Indonesia. Bicara soal tertua, konon juga Kesultanan Kutai adalah Kerajaan Tertua di Indonesia. Kala itu masih Nusantara. Menuju kemari 3 jam perjalanan dari Balikpapan menggunakan kendaraan bermotor atau mobil, namun dari Samarinda hanya 45 menit.
  14. Sahabat travellers, bagi kalian yang berlibur ke Balikpapan pasti sudah kenal kalau tempat utama cari oleh-oleh khas di Kaltim, ya cuma di Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan. Sebagai tempat yang masih berbentuk pasar tradisional dan menjadi favorit buat Ibu Ani Yudhoyono, banyak hal yang perlu sahabat tahu banyak disini. Kita akan mengulas hal-hal terkait Pasar Inpres Kebun Sayur, apa dan bagaimana, simak baik2 ya. Menawarlah Sebebasnya Sahabat, beruntunglah karena Pasar Inpres Kebun Sayur sampai sekarang belum jadi mal. Keuntungan dari belum jadi mal ini, bisa kalian manfaatkan untuk menawar sebebas- bebasnya. Meski harus berkantong tebal untuk berbelanja kemari, bukan berarti nggak ada yang terjangkau untuk kelas Balikpapan. Nggak jauh dari Pasar Inpres Kebun Sayur, soalnya ada juga Pasar Tradisional dibelakangnya yaitu Pasar Pandansari. Jangan cuma cari perhiasan saja kemari, itu bisa kita bahas nanti. Nah, masih diseputar Pasar Inpres Kebun Sayur, sebelum kemari kalian pasti melewati Hotel Blue Sky dan BII MayBank disebelah kiri. Masuk ke kiri, nah tepat diseberang adalah sisi lain Pasar Inpres Kebun Sayur. Ternyata disini banyak menjual barang-barang safety dengan harga miring. Mulai dari sepatu safety dan macam lagi bentuknya. Padahal mungkin, sepatu safety bisa mencapai harga jutaan rupiah, disini meskipun KW dengan harga terjangkau sudah mampu menambah style sahabat setingkat keatas. Beli Cincin Ah Hmm.. Sahabat travellers waktu ke Balikpapan dan belanja oleh-oleh ke Pasar Inpres Kebun Sayur, pasti nggak akan bisa nolak ajakan untuk membeli cincin ditempat ini. Pasalnya memang bagus-bagus dan indah. Paling terkenal diantara semua cincin-cincin disini, adalah cincin yang berhiaskan batu kecubung. Memang mahal, apalagi yang asli batu kecubung bisa sampai puluhan juta. Tetapi perlu diingat, beli cincin disini nggak selalu mahal untuk kelas Balikpapan. Ada juga yang dipatok dari harga Rp500 ribuan sampai Rp1 juta. Tipsnya, ketika beli cincin selalu bandingkan harga dikios satu dengan yang lain, jangan langsung naksir satu cincin di satu kios kalau nggak mau nyesel diduit. Jangan Terpaku Nggak cuma cincin, atau pakaian ketika berbelanja di Pasar Inpres Kebun Sayur. Sahabat, jangan juga terpaku sama anggapan kalau kesini cuma mau belanja cincin aja, dan hanya itu yang dikenal sama orang banyak. Nggak! Oleh-oleh dari tempat ini lebih luas dari sekadar batu. Yang menarik lainnya adalah batik Kalimantan. Batik ini berbeda dengan Batik-Batik Jawa pada umumnya. Coraknya sangat khas melambangkan Kalimantan, yaitu corak Burung Enggang yang dominan tribal. Hanya aja, semakin rumit coraknya juga semakin mahal Batiknya. Nah, Batik Kaltim berbeda dengan Batik Banjarmasin yang juga dijual disini. Coraknya Batik Banjar persis Batik celup. Harga kain batik mulai dari Rp100-500 ribu per meter. Ada juga ukir-ukiran khas Kalimantan khususnya Kaltim, topi, kalung, gelang, manik- manik, anyaman hingga bahan dasar jamu tradisional khas Kaltim. Biasanya untuk penambah gairah seksual. Nah, ada juga yang khas yaitu minyak urut atau pijat, akar lawang. Wah, wanginya keras dan hangat. Tokcer buat oleh-oleh temen kita habis melancong dari Balikpapan, apalagi yang sering masuk angin & keseleo. Pahami Pasar Inpres Kebun Sayur Pasar ini mulai dari simpang BII Maybank setelah Hotel Bluesky, hingga simpang selanjutnya yang berbatasan dengan Bank Mandiri. Nah, kalau berhenti ditengah-tengah memang praktis kita langsung berhadapan dengan pedagang cincin. Mungkin ini trik dagang untuk memancing turis, langsung menawar barang-barang tersier. Sementara disisi kiri pasar loak yang menjual alat-alat safety sampai fashion KW super, sebelah kanannya adalah sisi kios-kios yang menjual beragam jajanan khas Kalimantan, mulai dari amplang, chimi-chimi, abon kepiting, dan banyak lagi. Dengan memahami peta ini, sahabat bakal punya gambaran harus bagaimana dan kemana dulu didalam pasar. Lapar? Dibelakang bagian pasar banyak berjajar warung makan. Menu-menu ikan bakarnya, juara!
  15. febeVBfebe

    Mancing Mania di Balikpapan

    Ini sebenarnya bukan barang baru. Kemunculan pemancingan di Balikpapan Timur, ternyata membuat olahraga wisata ini jadi candu bagi warga Balikpapan. Bahkan bagi travellers yang mampir kesini. Starting pointnya ada di Pasar Manggar dekat Pantai Manggar, tepatnya di Kampung Nelayan. Tertarik juga ya? Yukk mampir, tapi sebelum tipsnya dibahas, sahabat yang datang kemari untuk wisata "Mancing Mania" di Balikpapan lebih baik datang berkelompok, minimal 5 orang. Urunan Sewa Perahu Itulah tujuannya kenapa harus datang berkelompok. Supaya uang sewa perahunya nggak dirasakan terlalu mahal. Sewa perahu sehari penuh dari pagi hingga sore, minimak Rp750 ribu sampai Rp1 juta. Itu sudah termasuk solar dan pengendara perahu, yang notabene adalah nelayan setempat. Jadi dijamin, pasti diantar ke tempat yang banyak ikannya. Berangkat Pagi, Maksimal Jam 10 Maksimal jam 10 pagi adalah waktu yang pas untuk mulai melaut. Bahkan biasanya yang mau pergi mancing, datang lebih pagi sekitar jam 7. Semakin pagi, semakin bagus soalnya nggak bakal kepanasan, meski sampai sore paling nggak kan sudah beradaptasi sama cuacanya. Lagian, biar makin terasa nikmatnya mancing di laut lepas Balikpapan. Belum Terbiasa Mancing di Tengah Laut, Bawa Antimo Yap, jangan lupa bawa obat anti mabok, alias antimo. Karena jangan sampai, acara mancingnya malah runyam gara-gara urusan mabok. Minum sebelum naik perahu, jangan juga diminum pas sudah diperahu dan udah kerasa mabok sahabat, bisa-bisa makin mabok gara-gara digoyang ombak, terus obatnya jadi gagal bekerja.. Bawa Minum dan Bekal Sebanyaknya Biasanya ada juga yang bawa termos air panas plus kopi sachet, sambil mancing sambil ngopi ditengah laut. Asyik loh, dan seru. Apalagi kalo bergrup, 1 hari bakal nggak kerasa. Bawa juga bekal sebanyak-banyaknya, soalnya gak ada warung makan atau minum, atau warkop ditengah laut. Ya kan? Hahahaa.. Jangan Bawa Kail, Bawa Alat Pancing Ya iyalah. Kalo cuma bawa kail doang, mending mancing di pemancingan aja. Hahahaa.. Bawa alat pancing, nggak perlu alat pancing yang pro. Tapi alat pancing yang semestinya, soalnya yang ditangkap ini ikan laut coy. Gerakan ikan-ikan ini terkenal liar, apalagi ditambah ombak. Kalo kail aja nggak mungkin bisa mengatasi pergelutan kalian dengan para ikan. Beli Umpan Jigging Ternyata sahabat, saya sendiri baru tahu. Yang namanya "mancing mania" ditengah laut, ternyata nggak pakai umpan cacing. Tapi pakai umpan jigging atau bisa pakai umpan popping. Bedanya apa sih? Kalau umpan jigging biasanya lebih berat dan dipakai untuk memancing ikan didasar laut atau dalam. Sementara popping, biasanya dipakai untuk memancing ikan di permukaan laut dan jenis umpannya juga cenderung ringan. Keduanya juga bukan jenis cacing, tapi emang dibuat sedemikian rupa atau crafting atau kerajinan tangan alias buatan manusia. Kalau jigging, biasanya dibuat dari leburan timah terus dicetak dengan warn-warna mencolok. Persis dibuat seperti ikan kecil. Pakai Sunblock dan Bawa Topi Sengatan panas ditengah laut, selain membuat dehidrasi juga bisa membuat tubun jadi lelah sampai sakit. Sebelum berangkat, lebih baik balur diri kalian pakai sunblock dan kenakan topi. Topi memancing, juga biasanya ada ekor dibagian belakangnya. Tujuannya untuk mencegah sengatan panas matahari mengenai bagian belakang kepala. Banyak kasus, ketika bagian belakang kepala terkena sengatan panas matahari, lantas membuat pemancing jadi pingsan. Habis Membaca Ini, Langsung Dicoba! Sahabat, percaya atau tidak. Ini pengakuan dari para "mancing mania" kalau rejeki pemancing pemula itu sangat baik. Nah, jadi karena sahabat udah ngeluangin waktu membaca tips ini lebih awal, nggak ada salah mencoba dan membuktikan langsung. Ayo, serbu Balikpapan untuk wisata bahari segera!