jibot

Members
  • Content count

    22
  • Joined

  • Last visited


Reputation Activity

  1. Like
    jibot reacted to cheezlover for a blog entry, Seri Pilihan Pekerjaan Untuk Para Traveler – Dive Instructor   
    Aloha para traveler!

    Pecinta jalan2 pasti tahu lah, gimana sebelnya ketika sesama traveler mulai pamer lokasi – lokasi ajib untuk dikunjungi tapi kita berhalangan untuk ikut menikmati serunya berpetualang di situ. Rasanya ada dua hal yang paling membuat sebal para traveler. Satu, keterbatasan dana. Terutama bagi yang masih kuliah atau sekolah. Mau minta ke ortu juga sungkan, nggak minta ngiler berat.

    Yang kedua, ketika udah kerja, dana udah dikumpulin baik – baik, tapi nggak ada waktu buat jalan2 *sigh. Kerja kantoran terutama. Mulai dari jam 9 – 5, Senin sampai Jumat, dan saat weekend, lebih milih molor semolor – molornya karena jenuh dengan rutinitas kantor. Apalagi sejak teknologi lembur ditemukan. Itu. Sangat. Menyebalkan. Hahahahaa. Okeh, cukup sudah curhatnya.

    Tapi gimana jika kita bisa bekerja sambil terus jalan2? Mungkin? Mungkin banget! Banyak kok yang bersedia membayar kita dengan kompensasi setara dengan kerjaan kantoran dan kita dibayar murni untuk jalan2. Seru? Asyik? Hahahaa. Nanti dulu. Yuk kita telaah, kerjaan – kerjaan apa aja yang bisa masuk pilihan bagi para pecinta jalan2.

    Dive Instructor

    Okeh, pilihan bahasan kali ini adalah dive instructor. Kenapa dive instructor? Karena kebetulan siang ini saya nganggur parah dan nangkring seharian di dive center, jadinya saya ngobrol – ngobrol sama Fitri. Cewek manis yang kerja sebagai logistik dan marketing di Bali Breizh Divers. Dan ternyata seru lho! Saya aja ngiler. Sayang banget saya nggak bisa renang. Hhahahaa.







    Ini Fitri, narasumber saya kali ini



    Kerjaan Jadi Dive Instructor Ngapain Aja Sih?

    Sekilas kerjaan sebagai dive center. Yang pasti, kita akan bekerja di area dengan banyak pantai dengan pemandangan bawah laut yang ajib. Kalau di Indonesia, kebanyakan kota – kota yang kerap dikunjungi turis. Poin plus satu, sudah pasti di area wisata.

    Poin plus dua, kita nggak perlu kerja setiap hari. Kita hanya perlu kerja bila memang ada customer yang datang. Di luar itu, waktunya ngabis – ngabisin duit dengan jalan2 lagi. Hhahahaa.

    Poin plus ketiga, ini yang penting. Kita bisa meraup pendapatan setara dengan pekerja berdasi. Ini serius lho! Nanti deh ya, aku breakdown gimana pendapatan seorang dive instructor. Tapi tetep, lokasi, dive center tempat kita bekerja, dan kepiawaian kita dalam memenangkan hati customer tetap menjadi aspek yang berperan penting.

    Dengan memegang kartu dive instructor, kita bisa menjadi guide yang akan menemani customer yang ingin diving. Sekaligus, mengajarkan orang – orang yang ingin melakukan diving mulai dari nol. Sekaligus melakukan guide bagi orang – orang yang ingin ditemani saat diving. Seru donk, jalan2 gratis, dibayarin pula. Hahahaa.

    Garis besar kerjaan sebagai seorang dive instructor adalah jelas, mengajar. Dari step awal, untuk yang benar – benar buta masalah diving, biasanya dive instructor akan mengajarkan bagaimana cara untuk berenang. Disambi murid yang sedang belajar mempelajari teknis penggunaan alat – alat dan keperluan – keperluan lain melalui buku dan video yang disediakan oleh dive center.

    Selanjutnya, setelah persiapan awal selesai, dive instructor bersama dengan customer melakukan diving bareng. Lokasi diving biasanya disesuaikan dengan tingkatan kelihaian customer. Makin cepat customer tersebut belajar, makin cepet pula diajak ke lokasi – lokasi yang asyik.

    Kerjaannya asyik kok! Nggak cuma diving. Seorang dive instructor juga diwajibkan lihai dalam melakukan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan saat diving. Lebih mantap lagi bila seorang dive instructor mengambil beberapa specialty. Memang, memerlukan biaya yang lebih banyak untuk kursusnya, tapi setelah sertifikat sudah di tangan, duit itu akan cepet banget kembalinya. Hahahahaa.

    Seru? Emang iya. Sekarang, kita coba telaah berapa banyak yang bisa diraup oleh seorang dive instructor dalam sebulan. Yuk..

    Berapa Sih Pendapatan Seorang Dive Instructor?

    Seorang dive instructor biasanya mendapatkan 20% hingga 26% dari total biaya kursus. Katakanlah, biaya untuk Open Water Course adalah 330 USD, maka seorang dive instructor berhak atas 66 USD – 83 USD. Itu kerja cuma butuh waktu sekitar tiga hari lho! Bila dalam sebulan seorang dive instructor mendapatkan lima customer saja, maka ia bisa mendapatkan kompensasi sebesar 330 USD alias Rp. 3.630.000,-. Itu cuma 15 hari kerja. Dan biasanya, jarang kalau yang ngambil kursus cuma satu orang. Biasanya orang cenderung mengambil kursus bersama dengan pasangan atau pun teman dekat.

    Hahahaa. Kebayang nggak tuh, berapa dalam sebulan? Kalau memang tertarik menjadi seorang dive instructor, baca dulu teknis untuk bisa menjadi seorang dive instructor. Ini nih...

    Wah, Asyik Tuh Jadi Dive Instructor. Mau Donk!

    Mau jadi seorang dive instructor? Jangan keburu nafsu donk ah. Ada “sekolah†khususnya untuk bisa menjadi seorang dive instructor. Oke, data yang saya gunakan adalah ketentuan yang berlaku di Bali Breizh Divers, yang ada di Jl. By Pass Ngurah Rai 70X, Padang Galak, Sanur.

    Bali Breizh Divers mengakomodasi semua keperluan untuk diving, mulai dari diving trip hingga PADI Courses. Kita bahas yang PADI Courses-nya aja ya. Kan kita mau membahas gimana cara menjadi dive instructor

    Ini nih kantornya!
























    Syarat untuk Menjadi Dive instructor

    Sehat jasmani dan rohani (pake surat keterangan dokter)

    Berusia lebih dari 18 tahun

    Sudah melakukan minimal 100 kali diving

    Sudah melakukan diving selama setidaknya 6 bulan sebelum mengambil ujian.


    Nah seperti yang udah dijelaskan di awal, menjadi seorang dive instructor, harus melalui sejumlah rangkaian kursus. Biayanya memang nggak murah, tapi bila ingin serius di sini, nggak butuh waktu lama buat balik modal.

    Rentang waktu yang dibutuhkan untuk menjadi seorang dive instructor setidaknya adalah 1,5 bulan dan maksimal 6 bulan. Tergantung kecepatan kita menangkap materi yang diberikan. Biayanya.. Ehem. Sekitar 19juta –menurut Fitri- untuk sampai di level Dive Master dan masih harus membayar dengan jumlah yang sama untuk menjadi seorang Dive Instructor.

    Keder? Hahahaa. Jangan dulu. Tenang donk. Menurut Fitri, hanya dengan lisensi Dive Master, kita bisa kerja layaknya Dive Instructor kalau di Indonesia. Nilai plus karena kita orang lokal.

    Cheers!
  2. Like
    jibot reacted to cheezlover for a blog entry, Seri Lengkap Pulau Sempu – Rute Trekking Dan Persiapan Keberangkatan   
    Penjelasan tentang transportasi bisa dibaca di sini.

    Yuk, anggaran transportasi udah kena, sekarang waktunya untuk mengulik tentang apa – apa yang perlu dipersiapkan untuk berkunjung ke Pulau Sempu sekaligus rute trekkingnya yang lumayan bikin keder. Hahahaa.

    Ok. Kita mulai dengan persiapan keberangkatan terlebih dahulu.

    Persiapan Keberangkatan

    Oke, sesi yang ini akan kita bagi dua. Persiapan umum, yakni apa – apa saja yang harus dibawa atau dilakukan baik bagi yang berminat untuk menginap mau pun tidak. Nah, persiapan khusus untuk menginap, adalah rincian apa – apa saja yang sekiranya perlu dipertimbangkan bila memang ingin bermalam di Pulau Sempu. Lanjooot!!

    Persiapan Umum

    Perjalanan dari Kota Malang menuju Pantai Sendang Biru memakan waktu kurang lebih 3 jam. Supaya puas maen – maennya, lebih baik berangkat pas subuh, sekitar pukul 05.00. Jadi sampai di Pantai Sendang Biru sekitar pukul 08.00, pake perahu butuh sekitar 10 menit, dan trekking butuh waktu sekitar 1 – 3 jam, tergantung kondisi fisik dan medan. Jadi, bisa sampai di Segara Anakan, yang mana poin tercantik di Pulau Sempu, pada pukul 10.00. Bisa puas maennya seharian deh. Oh ya, usahakan minta jemput dari Pulau Sempu nggak lebih dari pukul 15.00 ya, biar tetap mudah nyari angkotnya pas mau pulang. Kalau bawa kendaraan pribadi sih bebas aja mau pulang jam berapa. Selain itu, nggak bakal mudah ngelewatin hutan pas matahari udah mulai surut.
    Perlu dicatat bahwa Pulau Sempu bukan mall. Bukan pula taman bermain. Pakai baju yang nyaman buat gerak. Lupakan jeans. Celana katun atau parasit lebih menyenangkan untuk dijadikan teman. Ayolah, ini petualangan alam. Bukan mau ngeceng! Celana panjang lebih ok, ngelindungi kaki dari ranting – ranting selama perjalanan.
    Oke, beberapa perlengkapan kecil lainnya : handuk, baju ganti, dan kantong plastik buat bawa sampah. Ini penting! Jangan ninggalin sampah apa pun! Kantong plastik juga penting buat mengamankan barang – barang elektronik kalau – kalau nanti hujan. Jaga – jaga aja.Senter juga oke buat persiapan, takutnya kemaleman pulangnya.
    Air minum. Sekedar saran, minimal, satu orang bawa minimal satu botol ukuran 1,5 liter. Perjalanan berat, dan di Pulau Sempu nggak ada warung. Perjalanan juga menguras tenaga, jadi lebih baik persiapan matang lebih baik ketimbang nantinya terjadi apa – apa.
    Cemilan. Sesuai selera sih. Tapi inget ya, sekali lagi nggak ada yang jualan makanan di Pulau Sempu.
    Power bank! Kalau nggak ada, batere hpnya jangan diboros – borosin. Jangan salah lho, di Pulau Sempu ada sinyal hp. Meskipun nggak begitu kenceng. Tapi cukup lah buat telfon sama SMSan. Makanya, simpen batere buat SMS bapak tukang perahu buat ngejemput.
    Kamera donk ah. Apa lagi? Hahahaa. Sayang banget perjuangan sejauh dan seberat ini tapi nggak ada kenang – kenangan berupa foto.
    Kalau mau snorkeling, bawa aja perlengkapannya. Terumbu karangnya memang nggak spektakuler atau gimana, tapi lumayan lah, buat mengobati waktu rindu pas kangen indahnya pemandangan bawah laut. Sekalian ama baju renang. Asal jangan bikini aja.
    Tisu basah sama obat – obatan secukupnya. Paling enggak plester lah, sama minyak kayu putih atau balsem. Jaga – jaga kalau ada yang luka atau keseleo. Sama lotion anti nyamuk!!
    Persiapan Khusus
    Tenda dan perlengkapannya. Kalau nggak punya, bisa sewa di Pantai Sendang Biru.
    Garam buat ngejaga supaya nggak ada hewan – hewan usil menyelinap ke tenda pas kita lagi bobo.
    Alat pancing, buat mancing ikan.
    Pisau, buat masak ikan.
    Kalau males masak yang aneh – aneh, ya udah, bawa Pop Mie aja yang banyak
    Korek api dan perlengkapan perapian. Bisa kompor parafin atau minyak tanah. Buat bikin api unggun.
    Air minumnya bawa dua atau tiga kali lipat. Jangan bawa galon ya. Kasian yang bawa nanti.
    Perlengkapan mandi.
    Jaket dan baju ganti.
    Rute Trekking

    Ketika perahu berlabuh di Pulau Sempu, biasanya akan mendarat di Teluk Semut. Dari Teluk Semut, harus menempuh perjalanan selama 1 – 3 jam dengan jalan kaki menuju ke Segara Anakan. Oke, perjalanan ini berangkat dari Teluk Semut ke Segara Anakan berjarak kurang lebih 5 km. Nggak jauh memang, tapi medan yang lumayan berat membuat perjalanan jadi memakan waktu. Medannya lebih sering berlumpur. Karenanya, sangat tidak disarankan untuk berkunjung pada waktu musim penghujan. Musim kemarau lebih enak. Medan yang agak basah dan berlumpur, jadi sedikit lebih susah karena banyak ranting dan akar pohon yang berserakan di tanah. Jalannya pelan – pelan aja. Sesekali istirahat sambil minum juga keputusan yang baik. Nggak usah buru – buru. Segara Anakan nggak akan lari kemana – mana

    Mulai keder? Jangan dulu. Memang jauh, capek, dan berat, tapi percaya akan terbayar lunas begitu menginjakkan kaki di Segara Anakan.

    Beberapa pengunjung yang tidak menggunakan guide, memang bisa saja mengandalkan insting serta mengikuti jejak kaki yang ada. Kalau rame – rame dan punya banyak waktu sih oke aja. Palingan kalau nyasar ya ketawa – kewata bareng. Hahahaa. Tapi paling enak kalau sebisa mungkin kenalan sama sesama pengunjung di Pulau Sempu. Nambah temen, kemungkinan nyasar juga makin tipis.

    Lanjutan : Kulas abis Segara Anakan
  3. Like
    jibot reacted to cheezlover for a blog entry, Stop Cyberbullying – Pelajaran Dari Kisah Tragis Amanda Todd   
    Siapa yang tidak mengenal internet di era dunia maya seperti ini? Bila awal kemunculan internet hanya booming di kalangan remaja dan dewasa awal, atau kisaran usia 15 – 30 tahun, kini hampir tidak ada orang yang tidak bersinggungan dengan internet. Sekarang bukan pemandangan yang aneh bila anak usia 7 tahun lebih asyik dengan gadgetnya ketimbang berkumpul bersama keluarga atau pun bermain di lapangan bersama teman – temannya. Sama halnya, orang – orang yang berusia di atas 40 tahun pun juga sama lekatnya dengan internet.

    Memang, internet sangat membantu di tengah tuntutan dunia modern yang menginginkan segalanya serba cepat dan praktis. Di sisi lain, kehadiran internet pun juga memunculkan banyak problem baru. Kita semua paham bahwa tidak semua orang yang kenal melalui dunia maya adalah orang yang bertanggungjawab. Banyak predator, penipu, dan orang – orang tidak bertanggungjawab lainnya yang bisa merubah identitas mereka dalam hitungan tiga empat kali klik. Mudahnya berganti wajah dan bersembunyi di balik identitas palsu membuat kejahatan melalui dunia maya makin menjamur. Masalah demi masalah yang mengedepankan internet sebagai media menunjukkan tren naik yang cukup mengkhawatirkan.

    Salah satu masalah yang patut mendapat perhatian serius adalah cyberbullying. Dunia sempat tersentak dengan kemunculan kisah Amanda Todd, remaja yang memilih untuk mengakhiri hidupnya di usianya yang ke – 15 tahun. Di usianya yang masih belia, Amanda harus menghadapi cacian dan makian yang akhirnya mendorong gadis manis ini untuk gantung diri.

    Kasus Amanda sendiri menarik perhatian karena ia mengunggah video berjudul
    di Youtube. Di video berdurasi 9 menit tersebut Amanda menceritakan awal cyberbullying yang ia alami. Amanda memang tidak berbicara sama sekali di video tersebut, ia hanya memperlihatkan potongan – potongan kertas bertuliskan runtutan cerita dan perasaan yang ia alami.




    Berdasarkan kisah yang disampaikan Amanda melalui videonya, cyberbullying yang ia alami berawal dari ketika ia berkenalan dengan seseorang di internet yang berhasil membujuk Amanda untuk menunjukkan payudaranya melalui webcam. Mungkin kita berpikir normatif, mengapa remaja berusia belasan bersedia menunjukkan bagian pribadinya pada seseorang yang baru dikenalnya melalui internet? Tidak sesederhana itu. Banyak dinamika psikologi yang terjadi di sini. Mungkin di artikel lain akan kita ulas lebih mendalam mengapa remaja lebih rentan untuk menjadi korban pelecehan seksual melalui dunia maya.





    Kembali ke Amanda. Pelaku kemudian menggunakan potongan foto payudara Amanda sebagai ancaman yang membuat Amanda bersedia menunjukkan bagian vitalnya yang lain pada sang pelaku. Sang pelaku mengancam akan menyebarkan foto payudara Amanda pada teman – teman sekolahnya. Awalnya Amanda menganggap ancaman ini hanya gertakan belaka, namun sang pelaku ternyata mengetahui dimana Amanda tinggal dan dimana Amanda sekolah. Amanda pun mengalami depresi dan anxiety disorder. Keadaan Amanda yang semakin parah membuatnya harus pindah kota setahun kemudian.

    Ternyata, cyberbullying tidak berhenti sampai di sini. Selang setahun setelah kepindahan Amanda, pelaku kembali muncul dan membuat Fanpage di Facebook dan menggunakan foto payudara Amanda sebagai profile picture. Yang membuat keadaan Amanda semakin parah, karena pelaku mengundang teman – teman Amanda di sekolahnya yang baru untuk me-like fanpage tersebut.

    Amanda berulang kali harus pindah sekolah karena teman – temannya di sekolah terus mengejek bahkan melakukan aksi fisik pada Amanda. Anehnya, pelaku selalu mengetahui dimana sekolah Amanda yang baru dan kejadian yang kurang lebih sama pun terjadi lagi.





    Kondisi psikologis Amanda yang buruk berpengaruh ke pencapaian akademisnya yang juga buruk. Merasa tidak bisa menceritakan pada orang tuanya karena ia melakukan kesalahan besar pernah menunjukkan bagian vitalnya pada orang asing, Amanda memilih untuk lari ke alkohol dan obat – obatan terlarang.

    Ketika bullying makin parah, Amanda mulai berpikir untuk bunuh diri. Ia bahkan sempat mengalami overdosis hingga dirawat di rumah sakit selama dua hari. Overdosis yang disengaja karena Amanda mengharapkan ia akan meninggal karena overdosis tersebut. Setelah Amanda keluar dari rumah sakit, kondisi psikologis Amanda sempat membaik. Ia menjalani konseling dan diawasi ketat oleh orang tuanya.





    Namun, teman – temannya makin brutal mem-bully Amanda. Di Facebook, teman – temannya mengatakan bahwa Amanda adalah seorang yang psycho bahkan mengatakan bahwa Amanda memang lebih baik mati saja. Separah itu? Iya. Amanda merasa ia tidak memiliki siapa pun dan tidak ada yang mau menerima dirinya hingga ia membuat video berjudul My Story: Struggling, bullying, suicide and self-harm pada tanggal 7 September 2012.





    Kurang lebih selang sebulan setelah video tersebut diupload, tepatnya pada 10 Oktober 2012, Amanda ditemukan meninggal dengan kondisi tergantung di kamarnya.