Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

Varanus

Members
  • Content Count

    1,035
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    1

Reputation Activity

  1. Like
    Varanus got a reaction from kyosash in Tegang, Berhadapan Langsung Komodo di Pulau Rinca   
    malang lahhh uda g prnh kesana lg
    yaa .. menurut sejarah org kampung komodo, disanalah awal mula komodo berada. Kata mereka jaman dahulu pulau komodo dan sekitar menjadi satu bersama benua australia.
    skrg semua berpisah membentuk pulau" kecil, ada komodo yg berhasil menyebrang lautan sehingga tersebarlah ke pulau" kecil seperti rinca dan yg lain nya.
    untuk aussie disinyalir adalah keberadaan kakak tua di pulau komodo yg habitat aslinya adalah australia.
    begitu cerita mereka.

    kalau punya waktu seharusnya kunjung jg di desa Komodo :)

    wah salah sendiri ambil pasir disana ..
    yg namanya lahan konservasi itu, pakai etika
    jangan ambil, jangan sentuh, jangan bikin kotor, jangan jangan yg lain

    Untuk kalangan artis atau komersial memang akan ditangani oleh polhut sendiri dari Balai, para ranger tidak diperkenankan meng handle.

    Hahaha ... ga sengaja aja dikepung 3 komodo jantan gendut. ga mengira sebelumnya, deg degan jg sih..
    hahaha ... itu yg 1 meter pas kebetulan komodo betina, mngkn jg suka sama saya wkwkwk ...

    tongkat v gunanya untuk "mengunci" leher maupun badan. jika tidak nanti dikawatirkan akan menusuk komodo.

    sekian penjelasan dari mantan ranger hehe ..
     
    ajak saya kesana lah, kalau sama saya masug ga bayar hahaha ... mungkin
  2. Like
    Varanus got a reaction from deffa in Tegang, Berhadapan Langsung Komodo di Pulau Rinca   
    uda ga prnh buka, tp masih link sama email ada yg manggil" nama sy hehe ..
    wahhh sayang banget ga ke pulau komodo.
    emang ke pulau rinca lebih dekat, tpi kebanyakan orng salah.
    justru si empu alias leluhur komodo ada di pulau komodo.

    beda komodo di rinca dgn di komodo.
    di rinca lebih kecil" dan gesit, sedang dikomodo island lebih besar" karena penyesuaian jg oleh pulau.

    memang beda sekali komodo di pulau komodo dgn di rinca.
    bisa dilihat dari mata "mereka".

    kalo sy mah uda sering di serang sama komodo yng paling gede. ukuran 3 meter, jantan semua sekitar 3 ekor langsung mengepung saya ...
    sempat jantungan ..
    tapi karena uda terbiasa dan sedikit pengalaman, jadi tenang" saja sambil mencari jalan kabuir terbaik hehe ..

    tongkat ga menjamin bisa hentikan komodo dgn berat lebih dari 80 kg. tongkat besar pun bisa patah.

    ya berdoa saja lah hehe ...

    kalo saya pernah hadepin sambil ambil foto komodo di pulau komodo dengan jarak cuman 1 meter haha ...
    untung ga knapa".
    @Alfa Dolfin @deffa
  3. Like
    Varanus reacted to Link in Coban Sewu   
    Bulan puasa bukan alasan untuk tak beraktifitas, seperti itulah ungkapan teman-teman yang sedang menjalankan ibadah puasa. Yah, sama halnya dengan 3 pria tampan yang jadi teman seperjalananku bersama Evi ke Coban Sewu. Btw, sudah pernah dengar Coban Sewu kan? Kalo belum, silahkan baca terus sampai ke bawah.
     
    Awalnya saya tidak paham mengapa di sebut Coban Sewu, tapi setelah saya melihat dengan mata kepala sendiri akhirnya saya paham. Ternyata di air terjun ini ada banyak sumber aliran air yang mungkin tak terhitung banyaknya, akhirnya daripada capek-capek menghitung berapa banyak maka disebutlah Coban Sewu. Coban sewu berasal dari kata coban = air terjun dan sewu = seribu, jadi kira-kira terjemahan bebasnya adalah Air terjun seribu. Kalau mau tau lebih jauh kenapa di sebut Coban Sewu bisa di search kali ya, karena bagiku Air Terjun Seribu sudah cukup menggambarkan maksud pemberian nama Coban Sewu untuk air terjun yang terletak diperbatasan Malang - Lumajang
     
    Jam 7 malam kami berempat (Ruz, Adit, Evi dan Saya) berangkat dari Surabaya menuju ke Malang. Beruntung di sepanjang perjalanan bebas macet sehingga kami bisa tiba di Malang jam setengah sembilan-an. Setelah bertemu dengan Bang Tigor di daerah Terminal Gadang, kami bertiga segera menuju kearah Lumajang. Setelah melewati jalan yang berkelok-kelok dan sempat mengalami ban bocor di tengah jalan sehingga harus mencari tukang tambal ban ke sana kemari, akhirnya sekitar jam setengah 12 malam kami tiba di Kecamatan Ampel Gading desa Jagalan. Disanalah rumah Mas Ruz berada yang akan menjadi tempat peristirahatan kami malam ini. Disini dingin kawan, berasa lagi di Toraja.Tapi dinginya membuat tidur jadi lebih nyenyak.
     
    Besok paginya, kami berlima berangkat ke Coban Sewu yang ternyata letaknya sudah sangat dekat dengan rumah Mas Ruz.Tak sampai 10 menit kami sudah melihat sebuah banner denga tulisan “COBAN SEWU”. Setelah memarkirkan motor kami segera menuju ke perkebunan, bahkan masih di area parkir sudah terdengar deru air yang jatuh dari ketinggian.
     
    Tak sampai  5 menit, mata kami sudah menangkap pemandangan air yang jatuh dari ketinggian ditengah rimbunnya pepohonan. “Wuahhh… itu coban sewunya…”. “Kerenn...!!!”Kira-kira seperti itulah ekspresi terikan bahagia kami saat itu.
     
    Setelah menuruni beberapa (bukan beberapa sih, tapi “banyaakk…. Banyaakk…”) anak tangga yang dibuat oleh warga setempat dari bambu, namun cukup safety, akhirnya kami tiba di daerah paling bawah. Segarnya percikan air sudah terasa, jika tak ingin basah sebaiknya pakai jas hujan. Tapi karena tujuan kami kesana memang untuk main air, so kami berjalan menikmati percikan air dari coban sewu.
     
    Untuk bisa sampai tepat di bawah air terjun  Coban Sewu, kami harus melewati batu-batu besar dan menyeberangi aliran air berwarna coklat berupa sungai kecil namun cukup deras. Jadi untuk berjaga-jaga kami saling bergandengan tangan saat menyeberang. Tempat berpijak cukup licin, jadi jika teman-teman kesini sebaiknya berhati-hati. Apalagi saat akan berfoto, sebaiknya berjaga-jaga agar tetap berada di tempat yang aman. Jangan sampai hanya karena sebuah foto, kita mempertaruhkan nyawa. Karena sebelumnya ada seorang pria yang meninggal di tempat ini karena terpeleset data akan selfie.
    Tetap patuhi aturan yang ada seperti jangan melanggar pembatas yang sudah di buat oleh warga disana. Karena semua aturan dibuat demi kebaikan kita sendiri.
     
    Nb: lama gak posting, karena lebih banyak posting di blog. Tapi kali ini perjalanan saya di sponsori oleh baju jalan2.com.
    terima kasih bajunya kaka 
    selamat berpetualang




  4. Like
    Varanus reacted to Nadia Andayani in Salam kenal semuanya   
    Hallo semuanya, 
    Pertama kali gabung ke jalan2.com. Mohon bimbingannya kakak-kakak senior :)
    Saya Nadia dari Jakarta. Lagi niat banget untuk explore Indonesia lebih jauh, terutama Indonesia Timur.
  5. Like
    Varanus reacted to Sherly Agnesia in perkenalan   
    salam kenal semua nya...^^
  6. Like
    Varanus reacted to Raisa Yuliana Fitranie in Salam kenalll (^0^)/   
    Hiiiii semuanyaaaaa 
    salam kenal yaaa (^0^)/
    masi baru banget gabung disini...kmrnan kebetulan nemu forum ini pas lagi browsing info jalan2,,,,senangnya
    mohon bimbinganny yaaa
  7. Like
    Varanus reacted to Tarmizi Arl in Menyaksikan Penyu Bertelur Di Ujung Genteng   
    Hai Traveler sejati....
     
                Rasanya Indonesia tidak pernah ada habisnya untuk di eksplor, dari mulai pegunungan hingga ke lautan. Dari pangkal-an ojek hingga ujung dunia. Nah, ngomong-ngomong soal ‘ujung’ #RadaMaksa, kali ini saya mau berbagi cerita tentang daerah berawalan kata Ujung. Iya... Ujung genteng #udah ada di judul sih#.
                November 2012 lalu saya berkesempatan berlibur di kawasan yang masih berada di wilayah administratif Sukabami ini, tepatnya di kecamatan Ciracap. Ujung genteng ini saya rasa cukup tepat untuk kalian yang ingin berlibur di akhir pekan dengan suasana pantai khas pantai selatan. Apalagi lokasinya tidak begitu jauh dari Jakarta, dijamin kalian tidak akan kecewa menikmati liburan akhir pekan kalian di Ujung Genteng.
                Tapi sayangnya, tidak ada angkutan umum yang khusus mengantarkan kalian kesini, jadi saya sarankan untuk menyewa mobil dari daerah kalian. Atau naik bus terlebih dahulu ke Sukabumi kemudian baru mencari sewa mobil untuk ke Ujung Genteng.
    Alternatif berikutnya ialah naik Kereta Pangrango (Bogor-Sukabumi) dengan harga tiket ekonomi Rp20.000 dan Eksekutif Rp50.000 dengan jadwal keberangkatan terpagi ialah jam 8 pagi. Sesampainya di Stasiun Sukabumi, kalian bisa naik jurusan lembursitu (Rp6000). Sampai di terminal lembursitu, kalian naik Elf jurusan Surade dengan ongkos Rp30.000,- dimana perjalanan memakan waktu sekitar 3-4 jam perjalanan. Dari Surade tinggal naik angkot ke Ujung genteng atau naik Ojek yang biasanya menyerbu ketika kita turun dari Elf.
     
    Hari 1
     
    Perjalanan saya mulai dari subuh jam 5 pagi. Perjalanan dari Bogor saya tempuh selama 9 jam. Menuju Ujung Genteng, perjalanan berkelok, tanjakan, turunan, berkelok lagi, tanjakan lagi, turunan lagi, khas jalanan selatan jawa. Jadi bagi kalian yang kurang begitu hafal lokasi, perjalanan siang hari jadi alternatif terbaik. Ditambah lagi dengan jalanan ketika sudah mulai memasuki kawasan Ujung Genteng, jalannya tidak begitu mulus meskipun sudah beraspal. Beberapa titik penuh dengan lubang, bahkan cukup membahayakan jika tidak berhati-hati. Sekali lagi saya ingatkan ini perjalanan akhir tahun 2012, mungkin saja sekarang sudah mengalami perbaikan.
     
    Siang hari pukul 2, saya dan rombongan tiba di Ujung genteng. Untuk kalian yang belum menyiapkan penginapan, di Ujung genteng ini sudah cukup banyak penginapan dari yang berkelas hotel melati, villa, sampai rumah warga yang bisa disewakan. Tarif yang diberikan untuk penginapan di pinggir jalan adalah sekitar Rp150.000/malam, sedangkan untuk penginapan villa didekat pantai tentunya akan lebih mahal. Begitupun dengan penginapan di rumah warga yang juga berada dekat dengan pantai ditaksir sekitar Rp350.000/malam, semua tergantung hasil tawar menawar kalian.
     
    Untuk pengalaman yang lebih berkesan, kalian juga bisa menginap di Penginapan milik Penangkaran Penyu Pangumbahan, seperti yang saya lakukan. Menurut info biayanya Rp250.000/malam (Cp Bpk.Janawi : 0859 2132 0362) . Saya kurang tau harga karena trip diurus pihak kampus..
    Tapi untuk menuju Penangkaran Penyu ini, jalannya sangat amat tidak mulus, apalagi saat saya datang ialah di musim penghujan, jadilah jalannya becek penuh kubangan. Untuk sampai ke penangkaran ini saja, kami harus dijemput oleh mobil jeep milik dinas penangkaran tersebut. Bahkan jika kalian naik motor pun ada kemungkinan juga tetap harus beberapa kali turun karena menghindari kubangan.
     

    Penangkaran Penyu
     
    Namun dari semua kesulitan itu, Apa keuntungannya jika kalian menginap di penangkaran penyu ini?
    Ya... tentu saja kalian bisa melihat lokasi penangkaran penyu berupa kandang telurnya yang berada di belakang penginapan yang juga di area pantai. Tidak Cuma itu, saat malam kalian bisa ikut petugas untuk memantau alias menunggu penyu yang mungkin datang untuk bertelur. Dan lagi.... jika kalian datang dissaat yang tepat dan sedang ramai pengunjung, kalian bisa ikut (tambahan Rp.5000 saja) untuk melepaskan tukik (sebutan anak penyu). Bagaiaman? Rp 250.000  rasanya tidak mahal untuk merasakan semua pengalaman itu bukan?
    Seusai beristirahat sejenak di penginapan, sore hari kami menuju pantai untuk melihat sunset. Tapi sayangnya ternyat karena kita berada di laut selatan, artinya tidak ada sunset yang bisa dilihat disini.
     
    1. Pantai Pangumbahan
    Pantai yang memiliki panjang 2 km lebih ini merupakan pantai utama di Kawasan Ujung Genteng.
    Di pantai ini, kalian bisa menikmati kejernihan air khas pantai selatan jawa. Tapi kalian tidak disarankan untuk berenang tentunya, karena memang ombak di pantai Selatan sudah terkenal dengan keganasannya, termasuk ketika saya datang, ombak bulan November sangat besar dan tidak bersahabat untuk berenang.
    Akhirnya saya dan teman- teman hanya berkeliling menyusuri pantai yang masih sangat minim wisatawan ini. Jadilah kalian bisa puas bermain dan menikmati keindahan Samudera Hindia yang luas terbentang tanpa batas.
     


    Pantai pangumbahan
     
    Ketika hari sudah mulai gelap, saya kembali ke penginapan dengan melewati jalur pemukiman penduduk. Dari sini kalian bisa juga mampir kebeberapa rumah yang menjual souvenir khas Ujung Genteng atau jika kurang tertarik, jangan khawatir karena di Penginapan Penangkaran Penyu, juga dijual souvenir ini. Kalian bisa langsung tanyakan ke pihak pengelola.
    Malam hari, cobalah untuk menyantap makan malam dengan ikan laut dan beragam makanan laut lainnya. Para pedagang ini biasa membuka lapak di depan penginapan, apalagi ketika banyak pengunjung seperti saat ini. Kalian bisa memilih beragam jenis ikan laut yang nanti akan di bakar langsung oleh bapak penjualnya. Harganya juga cukup murah, hanya sekitar Rp30.000-Rp60.000 per ekor ditambah dengan upah bakar + sambal kecapnya nya Rp15.000.
     

    Menikmati Ikan bakar di Penginapan
     
    Suasana makan bersama teman-teman dari ikan yang masih segar ini tentu saja akan menambah kenikmatan liburan kalian disini.
    Usai makan, silahkan memilih langkah selanjutnya, tidur atau tetap terjaga. Saya sedniri memilih tidur untuk kemudian jam 11 malam akan ikut serta dengan petugas penangkaran dari Departemen Kelautan dan Perkikanan. Jadi memang penangkaran ini sekarang di pegang oleh Dept kelautan dan Perikanan, dari merekalah sekarang semua tanggung jawab pelestarian penyu ini dilakukan termasuk penyelamatan telur penyu setiap malamnya seperti saat ini.
     
    2. Pengawasan Malam : Menanti Penyu Bertelur
     
    Tiap malam, petugas melakukan patroli untuk mengawasi apakah ada penyu bertelur. Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan wisata yang bisa dilakukan secara massal karena tentunya akan menggangu penyu yang ingin bertelur, jadi mungkin hanya beberapa orang saja yang bisa ikut serta mengikuti petugas.
    Kegiatan ini adalah upaya pengelola untuk melindungi keberadaan penyu dan telur- telurnya. Karena jika tidak, maka telur-telur penyu ini akan diambil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab utnuk dijual dan dikonsumsi. Hal ini karena telur penyu dipercaya dapat mengobati beragam penyakit. Harga nya pun dijual sangat murah, hanya sekitar Rp3000 saja, padahal penyu penyu ini sudah tergolong hewan langka. Oh iya, penyu disini berjenis penyu hijau yang sudah sangat langka keberadaannya.
     

    Penyu Bertelur
    (sumber gambar : www.kabarinews.com)
     
     
    Kegiatan mengawasi ini sebetulnya sangat membosankan karena kalian hanya akan duduk menunggu  mengawasi jika ada penyu yang datang. Tidak boleh berisik karena penyu bisa pergi dan batal bertelur. Itupun jika kalian beruntung melihat penyu yang datang dan bertelur.
    Jika penyu telah bertelur, setelah sang induk pergi, petugas akan mengambil telurnya dan memindahkannya ke penangkaran. Hal ini lagi-lagi untuk melindungi telur dari predator, baik itu hewan maupun predator terganas, manusia.
    Oh iya tips untuk kalian jika ingin menyaksikan penyu bertelur, waktu terbaik datang ke sini ialah antara oktober hingga maret.
     
    Hari 2
     
                Pagi hari saya langsung ke pantai kembali menikmati pantai Pangumbahan di pagi hari. Ternyata di pagi hari seperti ini adalah waktu yang pas untuk menikmati pantai karena ombaknya tidak sebegitu besar saat siang hari.
    Jadwal pagi ini pun sangat saya nantikan yaitu melepas tukik ke pantai. Jadwal melepas tukik biasanya ialah pagi atau sore tergantung kondisi terbanyak wisatawan dan melihat kondisi cuaca di lautan. Jadi bisa kalian diskusikan bersama pengelola jika kalian ingin ikut serta disini.
     
    3. Melepas Tukik
     
    Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, untuk ikut serta melihat pelepasan tukik, kita dikenakan tarif Rp 5000,-, mungkin ini seperti kompensasi biaya perawatan, karena toh sebetulnya tanpa ada wisatawan, tukik akan tetap dilepas oleh pengelola.
    Kegiatan melepas tukik ini juga jangan dibayangkan jika kalian akan melepas tukik dari tangan kalian sendiri karena ternyata itu dilarang demi keselamatan tukik itu sendiri, ya mungkin pengelola khawatir jika tukik justru mati atau dibawa kabur oleh wisatawan.
    Jadilah wisatawan hanya akan dibariskan berjajar menghadap pantai, lalu petugas akan melepskan tukiknya dari ember. Dan kita akan melihat tukik itu dilepaskan dan berjalan menuju garis pantai. Selain tidak boleh megang tukik, peraturan lainnya ialah, wisatawan juga tidak boleh berdiri didepan jalur tukik dan terlalu dekat dengan tukik, lalu tidak boleh juga mengambil foto terlalu dekat dengan tukik. Semua peraturan ini dibuat tentunya agar tukik dapat menuju habitatnya dengan selamat tanpa stress terlebih dahulu.
     

    Melepas Tukik
    (sumber gambar : www.discovery-indonesia.blogspot.com)
     
     
    Usai menyaksikan kebahagian tukik yang menuju habitatnya, saatnya kita menuju objek wisata berikutnya yaitu Air Terjun Cikaso.
     
    4. Air Terjun Cikaso
     
    Air terjun ini berada cukup jauh dari Pangumbahan yaitu hampir 2 jam perjalanan mobil. Berada di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Surade. Tidak ada angkot yang menuju ke sini, jadi pilihannya jika tidak membeawa mobil ialah naik ojek sekitar Rp60.000. Pilihan lain ialah kalian bisa sewa angkot seharian sama sopirnya, tarif yang mereka patok berkisar antara Rp300.000-Rp400.000,-.
     
    Sesampainya di lokasi, untuk menuju air terjunnya kalian bisa berjalan kaki atau menggunakan perahu. Berjalan kaki kira kira 15 menit saja, sedangkan kalau naik perahu biaya nya Rp60.000/perahu yang bisa ditumpangi 8-10 orang.
     
     
    Sesampainya di air terjun kalian harus bayar lagi ongkos kebersihan Rp2000,- tidak mengerti juga kenapa bisa beda antara tiket masuk dan kebersihan.
    Tapi secara pemandangan, air terjun ini sangat memukau. Air terjunnya cukup tinggi dengan aliran air yang jernih, namun disarankan untuk tidak berenang di bawah air terjun karena cukup dalam, mencapai 3 meter.
    Air terjun/curug ini memiliki tiga aliran air, dua diantaranya sangat jelas terlihat, dimana ketiga aliran ini memiliki namanya masing masing yaitu asahan, meong, dan aki.
    Berada disini rasanya tidak cukup hanya beberapa menit saja karena pemandangan dan kejernihan airnya yang sangat memanjakan mata.

    Curug Cikaso
    (sumber gambar : www.travelxpose.com)
     
     
    Selanjutnya jika kalian punya banyak waktu, cobalah ke Pantai lainnya di ujung Genteng ini yaitu Pantai Ombak Tujuh
     
    5. Pantai Ombak Tujuh
     
    Dinamakan ombak tujuh karena kabarnya jika angin kencang, ombak di pantai ini bisa mencapai tujuh lapis ombak. Tak salah jika pantai ini menjadi incaran para pecinta surfing.
    Lokasi pantai ini cukup jauh dan melewati hutan. Tarif jika kalian naik ojek ialah Rp150.000 PP engan waktu tempuh 1,5 jam.  Cara lain yang cukup menantang ialah dengan naik kapal nelayan dari Pantai ujung genteng dengan tarif Rp450.000/kapal. Per kapal bisa diiisi hingga 4 orang. Menggunkan perahu nelayan ini cukup menguji nyali karena kalian akan melewati lautan pantai selatan dengan ombaknya yang cukup bikin gemetaran, jadi banyak banyak berdoa saja.

    Perjalanan jalur darat ke Pantai
    (sumber gambar : www.blog.renggagumilar.com)
     
     
    Sesampainya di pantai ombak tujuh, kalian akan melihat keindahan pantai dengan deburan ombak yang sangat memukau ditambah dengan batu batu karang yang semakin memperelok pantai ini.
     

    Pantai Ombak Tujuh
    (sumber gambar : www.blog.renggagumilar.com)
     
    Ternyata Ujung Genteng menyimpan keindahan yang luar biasa. Meskipun lokasinya masih sulit dilalui, namun justru itu mungkin yang menjadi sebab masih asri dan alaminya objek wisata disana. Apalagi jika kalian pergi bersama teman-teman, dijamin kalian ibarat memiliki surga pribadi.
     
    Selamat berpetualang traveler !!!
     
     
  8. Like
    Varanus reacted to missfirta in Salam Kenal Dari Bagian Timur Indonesia   
    Hi.. Salam kenal semua :) Saya Firta dari Papua, Senang banget bisa nemu komunitas ini.. Hasrat buat traveling jd makin menggebu-gebu.. hahahaa.. Mohon panduan dan bimbingannya yaaa
  9. Like
    Varanus reacted to Popy Ppy Faradilla in Minta Saran Untuk Solo Backpacking Ke Dieng   
    Halo semuanya   saya ada rencana mau ke dieng sekitar bulan agustus tapi solo backpacking. Mau tanya nih, kira-kira dieng trmasuk aman nggak ya kalo buat cewek ,travelling sendiri ke situ ?
    trus , rencananya disana sy pengen one day tour aja dr pagi, nah dari kelima objek wisata ini :
    1. Candi Arjuna
    2. Kawah Sikidang
    3. Dieng Plateau Theatre
    4. Bukit Batu Pandang
    5. Telaga warna
    kira-kira yg mana aja yg bisa sy kunjungi ?
    Minta sarannya ya. terima kasih banyak 
  10. Like
    Varanus reacted to indarti in Halo Salam Kenal Semua   
    Hallo salam kenal semuanya 
    Saya Indah 
    mohon bimbingan nya untuk jadi seorang pengembara dunia hehe 
    btw grup ini adakah bbm grup or whatsapp grupnya?
    Thanks yaaaa 
  11. Like
    Varanus reacted to deffa in Apa Sih Bedanya Traveler Dengan Turis?   
    kalo saya pribadi sebenarnya gak tahu perbedaan traveler ama turis
    kalo di mata lokal melihat kita yang mengunjungi tempat mereka, kita dipandang mereka turis 
    apapun cara kita traveling (backpacking, koper, flashpacker) tetap aja di kategorikan turis
     
    jadi ya terserah seh balik lagi ke masing2 
     
    tulisan di atas saya rasa benar semua dari sisi si pejalan nya memandang kedua hal itu berbeda
  12. Like
    Varanus reacted to Popy Ppy Faradilla in Salam Kenal   
    Haii semuanya. kenalin, Saya popy, dari Surabaya.  
     
    Salam kenaaal 
  13. Like
    Varanus reacted to liraa in Halo   
    Halo, aku lira dari Bandung. Salam kenal ya buat semua orang yang suka jalan-jalan. Baru pertama kali gabung di forum kayak gini, semoga bisa dapet banyak ilmu dan pengalaman 
  14. Like
    Varanus reacted to alexandra anastasya in Salam Kenal Maaf Newbie   
    halo kk semua maaf newbie baru kenalan hhihihi
  15. Like
    Varanus reacted to pleasejackys in Teman Travellingmu Ternyata Menyebalkan? Coba Solusi Ini…   
    Teman Travellingmu Ternyata Menyebalkan? Coba Solusi Ini…
     
     
    Travelling bersama teman bisa menjadikan petualangan kita terasa lebih seru dan berkesan, asalkan kita bisa mendapatkan teman travelling alias travel partner yang cocok dengan kita. Cocok maksudnya adalah memiliki kesamaan minat dengan kita, memiliki kepribadian yang baik, dan kemandirian. Teman yang seperti itu tentu akan menjadi anugrah tersendiri bagi pengalaman kita dalam mengeksplorasi tempat baru.
     
    Sebaliknya, travelling bersama teman juga bisa mengubah seluruh mimpi indah petualangan kita menjadi kenyataan yang buruk. Hal itu dapat terjadi umumnya jika teman travelling kita ternyata memiliki beberapa sifat yang kurang menyenangkan, misalnya manja, egois, cerewet, tukang mengeluh, dan lain sebagainya. Belum lagi jika minat kita ternyata cukup berbeda dengannya.Jika sudah begini, acara travelling kita tentu menjadi sesuatu yang tak tertahankan lagi.Bisa jadi, kita justru merasa ingin segera pulang agar terhindar dari teman menyebalkan itu tadi.
     

    Teman yang Menyebalkan dan Tak Tertahankan
    (Sumber: Flickr. Credit: Jodie Dee McGuire)
     
    Masalahnya, sungguh disayangkan jika acara travelling kita harus dibiarkan menjadi kekacauan hanya gara-gara orang lain, apalagi jika kita sudah banyak mengeluarkan pengorbanan untuk perjalanan ini, misalnya menabung sekian lama dan menyusun rencana sedemikian matangnya. Sebagai seorang petualang, hendaknya memang kita tidak mudah menyerah dengan keadaan begitu saja.Kita harus bisa berpikir dan bersikap kreatif dalam menghadapi masalah agar tidak dikalahkan dengan keadaan. Untuk urusan travel partner yang menyebalkan, berikut adalah beberapa trik yang bisa kita coba lakukan agar acara travelling kita tidak terasa kacau:
     
     
    1. Earphone atau Buku
     
    Teman yang terlalu banyak mengoceh dan suka mengeluh tentu akan terasa menyebalkan jika kita mendengarnya berbicara atau saat kita mengobrol. Solusi untuk masalah ini cukup sederhana; Hindari mengobrol.Salah satu caranya adalah dengan menggunakan earphone dan nyalakan musik.Bersikaplah seolah-olah kita sedang ingin menikmati musik yang kita mainkan di gadget. Secara tidak langsung, hal ini akan menunjukkan bahwa sekarang bukanlah saat yang tepat untuk mengobrol. Melihat kita sedang asyik dengan earphone, tentu teman kita yang menyebalkan tadi akan diam dan mencari kesibukan lain dengan dirinya sendiri, atau orang lain.
     
    Jika menggunakan earphone masih kurang memuaskan dan tidak cukup untuk menghindarkan kita dari celotehannya, maka lengkapi persenjataan kita dengan satu barang lagi; buku.Biasakan untuk membawa satu buku bacaan yang cukup menarik setiap kali kita travelling untuk mengisi waktu luang dan juga untuk melindungi diri dari travel partner yang membosankan. Sembari mendengarkan musik, bacalah buku tersebut dengan fokus maksimal.Secara logika, orang tidak mungkin bisa konsentrasi membaca jika sambil diajak mengobrol.Jika partner kita masih nekat berceloteh, mintalah supaya dia bisa diam karena kita sedang ingin konsentrasi membaca.
     

    Sibukkan Diri dengan Fokus Membaca
    (Sumber: Flickr. Credit: Lezi Tan)
     
    Trik mendengarkan music dan membaca ini bisa kita terapkan di waktu-waktu tanpa kegiatan, misalnya selama di perjalanan atau saat sedang rehat di kamar hotel. Trik ini cukup efektif untuk menghindari rasa bosan akibat terpaksa mendengarkan omongannya.
     
     
    2. Sewa Hostel
     
    Jika partner travelmu ternyata menyebalkan, segeralah atur akomodasi agar kalian bisa menginap dalam sebuah kamar hostel.Di dalam hostel, satu kamar bisa diisi lebih dari 2 orang yang mana antar penghuninya tidak semuanya saling kenal.Hostel juga memiliki ruang umum dimana semua penguninya boleh berkumpul dan menghabiskan waktu bersama dengan santai.Keadaan inilah yang bisa membantu meringankan beban kita dalam menghadapi teman travelling yang menyebalkan.
     

    Hostel dengan Banyak Penghuni
    (Sumber: Flickr. Credit: Nomads Hostel)
     
    Banyaknya orang asing dalam satu kamar tentu akan membuat temanmu tadi untuk lebih menjaga sikapnya. Lain halnya jika kalian hanya berdua saja dalam satu kamar hotel biasa dimana tentu temanmu akan bersikap lebih bebas dan tidak membatasi diri. Mungkin, hal ini bisa membuatnya tidak terlalu menyebalkan.
     
    Masalah akan lebih ringan untuk dihadapi dan lebih mudah untuk diatasi jika ada orang lain yang ikut mengusahakannya bersama kita. Dengan menginap di hostel, otomatis para penghuni lain juga akan merasa terganggu dengan sikap temanmu tadi. Maka, merekapun akan mencari cara untuk mengendalikannya.
     
     
    3. Cari Teman Baru
     
    Ingin berpetualang bersama teman tetapi teman yang ada malah menyebalkan?Ini berarti kita memerlukan seorang teman baru.Lagipula, bukankah salah satu tujuan dari travelling adalah untuk mendapatkan teman baru?Teman baru bisa didapatkan di mana saja.Kita bisa memulainya dari sesama penghuni hostel tempat kita menginap tadi.Kita juga bisa mencari teman baru secara online lewat forum komunitas atau situs traveler.
     

    Teman Baru
    (Sumber: Flickr. Credit: Nomads Hostel)
     
    Dengan adanya teman baru, kita tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu dengan teman kita yang menyebalkan tadi. Kita juga bisa beraktivitas bersama teman baru sehingga petualangan kita bisa tetap terasa lebih seru, persis seperti apa yang kita harapkan di awal perjalanan. Teman baru juga bisa diajak bergabung sehingga kita tidak perlu sendirian menghabiskan waktu bersama si menyebalkan.Siapa tahu, teman baru ini justru bisa menjadi penengah yang menyelesaikan masalah yang kita alami sebelumnya.
     
     
    4. Rencanakan Aktivitas Sendiri
     
    Travelling bersama teman bukan berarti kita harus menghabiskan waktu 24 jam bersama dengannya selama berada di tempat tujuan. Sesekali, wajar jika masing-masing dari kita menghabiskan waktu dengan kegiatan dan acaranya sendiri-sendiri.Inilah kesempatan emas untuk menghindar sejenak dari si teman menyebalkan tadi.
     

    Berjalan-Jalan Sendiri untuk Merefreshkan Diri
    (Sumber: Flickr. Credit: Sergio)
     
    Teman kita mungkin akan paham dan merasa wajar jika kita mengatur jadwal untuk pergi sendiri seharian tanpanya. Namun, ada juga jenis travel partner yang tidak suka ditinggal. Teman seperti ini mengharapkan kita bisa selalu bersama setiap waktu setiap hari, yang tentu saja akan terasa tidak nyaman bagi kita. Triknya untuk menghadapi situasi ini adalah dengan merencanakan kegiatan yang sangat tidak disukainya sehingga dia memilih untuk ditinggal dan beraktivitas sendiri.
     
     
    5. Kabur Mendadak
     
    Merencanakan sebuah kegiatanuntuk dilakukan sendiri seperti poin di atas adalah cara halus untuk menghindari dari teman yang menyebalkan. Cara ini bisa saja gagal jika teman kita ternyata memutuskan untuk tetap mengikuti kemana kita pergi atau memaksa kita untuk mengubah rencana sesuai keinginannya. Nah, jika teman kita termasuk orang yang manja dan keras kepala seperti ini, maka kita harus melakukan cara yang sedikit lebih ekstrim, yaitu kabur mendadak.
     
    Kabur mendadak bukan berarti lari secepat kilat atau menghilang begitu saja tanpa kabar. Hal semacamitu justru akan menimbulkan rasa kaget dan panik. Maksud dari kabur mendadak ini adalah dengan menyampaikan secara mendadak pada teman kita atas rencana kegiatan sendiri yang akan kita lakukan, dan kemudian langsung pergi.
     

    Kabur!
    (Sumber: Flickr. Credit: Amanda Widzinski)
     
    Sebagai contoh, kamu bisa bangun lebih awal dari temanmu dan pergi sebelum dia bangun sehingga tidak ada kesempatan baginya untuk protes. Tinggalkan catatan kecil atau SMS yang menjelaskan bahwa kamu akan pergi seharian seorang diri untuk satu kegiatan. Atau, kita bisa menyampaikan di pagi hari saat sedang bersiap-siap untuk pergi.Buatlah kesan bahwa ide ini muncul mendadak di otakmu dan segeralah pergi begitu selesai memberitahunya.
     
    Kabur seperti ini mungkin memang cara paling efektif untuk menghindar dari teman yang menyebalkan. Akan tetapi, belum tentu cara ini bisa menyelesaikan masalah. Bisa jadi, teman kita justru merasa marah dan tersinggung karena merasa “ditinggal mendadakâ€. Hal ini justru akan berakibat terjadinya konflik yang lebih heboh dari sebelumnya. Untuk itu, cara ini mungkin harus diikuti dengan alasan yang meyakinkan mengenai kenapa kita harus memberitahunya dengan sangat mendadak dan sepihak. Jika teman kita tadi termasuk orang yang sensitif, sangat dianjurkan agar kita tidak menggunakan kiat ini untuk menghindar dari mereka.
     
     
    5. Bicarakan dengan Lembut
     
    Seribu satu cara bisa kita usahakan agar tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu dengan partner travelling kita yang menyebalkan. Akan tetapi, kita tidak mungkin selamanya menghindar.Pada beberapa kesempatan, tetap saja kita harus bersamanya untuk menghabiskan waktu karena itulah rencana awalnya.
     
    Supaya kita tidak berlarut-larut dalam perasaan sebal, ada baiknya kita menghadapi masalah ini dengan bijak dan berani.Caranya adalah dengan membicarakan masalah ini kepada teman tersebut secara langsung. Katakan dengan lembut sikap apa darinya yang membuat kita tidak nyaman dan sampaikan apa yang kita harapkan darinya.Lagipula sebagai seorang teman, sudah sepatutnya kita membicarakan setiap masalah dengan baik-baik dari hati ke hati dan kemudian bermusyawarah bersama untuk mencari solusinya yang terbaik.
     

    Bicara dari Hati ke Hati
    (Sumber: Flickr. Credit: cassielane)
     
    Sebelum mengajaknya berbicara, kita harus sudah mempertimbangkan terlebih dahulu bagaimana kira-kira reaksinya nanti. Apakah dia akan tersinggung, marah, atau justru dia akan menerimanya dengan bijak dan terbuka. Siapkan diri kita atas segala kemungkinan reaksinya.Jangan mudah terpancing emosi agar komunikasi bisa tetap terjaga dengan baik.
     
    Kemungkinan teman kita tersebut memiliki alasan dan penjelasan sendiri atas sikapnya yang kita tidak ketahui. Untuk itulah kita perlu memberinya kesempatan untuk berargumen. Dengarkan apayang perlu diungkapkannya sebelum kita mulai menuntut suatu sikap darinya. Jika kita dan teman kita cukup bisa bersikap terbuka dan dewasa, masalah ketidakcocokan yang menyebalkan tadi tentu dapat terselesaikan dengan mudah setelah dibicarakan dengan baik-baik dari hati ke hati.
     
     
    6. Tegaskan dan Atur Batasan
     
    Jika kita sudah membicarakannya dengan baik-baik dan teman kita masih belum bisa mengubah sikapnya, maka kita harus membicarakannya sekali lagi dengan sedikit lebih tegas dari sebelumnya. Ulangi pernyataan kita tentang sikapnya yang mengganggu dan sampaikan apa yang kita harapkan darinya. Tidak perlu berteriak atau bersuara sinis ketika mengucapkannya.Tapi, katakan dengan lembut namun tegas.Ingat bahwa bagaimanapun juga, orang tersebut adalah teman kita dan tidak sebaiknya kita melakukan sesuatu yang dapat merusak pertemanan tersebut.
     
    Selain menegaskan hal itu, buat juga batasan atas bagaimana kalian bersikap terhadap satu sama lain. Batasan tersebut berupa sejauh mana kita bisa memberikan toleransi atas sikapnya yang negatif tadi dan apa yang paling mengganggu kita dari sikapnya. Sampaikan juga apa yang akan kita lakukan jika dia melakukan sikap yang sudah melewati batas tolerasni kita tadi.
     

    Tentukan Garis Batas
    (Sumber: Flickr. Credit: delombre)
     
    Sebagai contoh, anggaplah kita berhadapan dengan travel partner yang manja.Jelaskan padanya sampai batas mana kita dapat mentolerir kemanjaannya. Misalnya, dia boleh memilih tempat makan yang disukainya, tapi tidak boleh mengeluh jika harus berlama-lama naik kendaraan umum untuk pergi ke sana. Contoh lain misalnya ketika kita bepergian dengan teman yang hobi terlambat. Sampaikan bahwa toleransi keterlambatan baginya hanya 30 menit atau kita akan pergi sendiri meninggalkannya.
     
    Walaupun sudah membuat ketegasan dan aturan batasan, tidak sebaiknya kita bersikap terlalu keras padanya. Sesekali, buatlah toleransi yang lebih longgar dan bersabarlah.Jika perlu mengingatkan teman kita atas sikapnya, sesekali sampaikan dengan rasa humor agar suasana tidak terlalu kaku dan tegang. Melihat sikap kita yang baik dan sabar, tentu teman kita akan termotivasi untuk bersikap lebih baik lagi.
     
     
    7. Temukan Cara untuk Santai
     
    Seberapapun mengganggunya sikap teman kita, perlu kita ingat bahwa tujuan kita pergi jauh adalah untuk menikmati hidup dan bersenang-senang.Untuk itu, jangan sampai sikap teman kita tadi membuat kita pusing dan ribet sendiri.Ingat selalu bahwa waktu kita terlalu berharga untuk dihabiskan dengan mood yang suram dan aura negatif.
     

    Tetap Tersenyum dan Cerialah
    (Sumber: Flickr. Credit: lindseyy)
     
    Setiap kali merasa sebal, alihkan perhatian kita pada hal lain yang jauh lebih menyenangkan. Temukan caramu sendiri untuk bisa tetap santai dan tidak terlalu memikirkan perasaan sebal tersebut. Sebagai contoh, mungkin kita bisa meminum secangkir teh hangat dan kemudian berjalan-jalan sendirian keliling kota. Dengan bersantai sejenak, kita dapat mengembalikan mood kita yang tadi rusak sehingga kita bisa kembali berpetualang dengan penuh riang gembira.
     
     
    8. Ambil Hikmahnya
     
    Sebagai seorang traveler, sebaiknya kita mampu bersikap bijak dalam menghadapi setiap masalah yang ada. Ingat selalu bahwa dibalik setiap masalah pasti akan ada hal positif lain yang bisa kita petik, termasuk saat kita terjebak dengan seorang travel partner yang menyebalkan. Coba renungkan dalam hati, hal baik apa yang kita dapatkan dari sini. Misalnya, dengan travel partner yang menyebalkan, kita jadi tergerak untuk mencari teman baru.Kita jadi termotivasi untuk memberanikan diri berjalan-jalan sendiri.Atau, kita bisa bersikap lebih dewasa dengan berusaha mentoleransinya.
     

    Renungkan Hikmahnya
    (Sumber: Flickr. Credit: SuperDewa)
     
    Dengan mengambil hikmahnya, setiap masalah yang ada akan terasa lebih ringan dan mudah untuk dilalui. Pikiran dan perasaan kita pun juga akan lebih tenang dan tidak terganggu. Otomatis, rencana jalan-jalan kita pun tidak akan terlalu terkacaukan.
     
     
    Adanya teman atau partner saat kita travelling bisa memberi banyak manfaat. Kita bisa merasa lebih aman dan nyaman karena ada orang di sebelah kita untuk menghadapi setiap hal bersama. Selain itu, pengalaman dalam beraktivitas bisa terasa lebih seru dan mengasyikkan karena adanya teman untuk berbagi. Akan tetapi, semua keuntungan tersebut bisa sirna dan justru berbalik ke arah sebaliknya jika kita memilih teman travelling yang salah.
     
    Awalnya mungkin kita tidak akan menyangka bahwa partner kita akan berubah menjadi orang yang menyebalkan saat travelling nanti. Sifat tersebut baru terlihat saat kita sudah mulai melakukan perjalanan sehingga tidak mungkin untuk dibatalkan. Akan tetapi, hal itu tidak sebaiknya menghalangi niat kita untuk tetap bersenang-senang dan berpetualang.
  16. Like
    Varanus reacted to pleasejackys in Tipe Penumpang Paling Menyebalkan Di Perjalanan. Pernah Bertemu?   
    Tipe Penumpang Paling Menyebalkan di Perjalanan. Pernah Bertemu?
     
     
    Sebagai seorang yang hobi jalan-jalan dan berwisata, tentu sudah tak terhitung lagi berapa kali kita harus bepergian dengan alat transportasi umum jarak jauh seperti pesawat ataupun kereta api. Dalam perjalanan tersebut pun, banyak hal pernah kita alami, mulai dari hal-hal yang menyenangkan sampai menyebalkan. Dari sebagian pengalaman tersebut, tentu ada yang berhubungan dengan penumpang lain selama perjalanan.
     

    Banyak Penumpang dalam Sebuah Perjalanan
    (Sumber: Flickr. Credit: Oscar von Bonsdroff)
     
    Dalam sebuah perjalanan, tentu kita akan bersama dengan banyak penumpang lainnya. Penumpang pun bermacam-macam tipenya; ada yang menyenangkan, ada yang biasa saja, dan ada pula yang menyebalkan. Setiap perjalanan, penumpang yang kita temui akan berbeda pula tipenya. Semakin sering melakukan perjalanan, pasti akan semakin banyak tipe penumpang yang pernah kita temui. Namun, tidak ada yang bisa mengacaukan mood dan semangat selain penumpang yang menyebalkan.
     
    Jika kalian adalah seorang traveler, pasti sudah banyak tipe penumpang menyebalkan yang pernah kalian temui. Berikut adalah beberapa tipe penumpang menyebalkan yang sering ada dalam sebuah penerbangan. Mana sajakah yang pernah kalian temui?
     
     
    1. Tidur Seperti di Rumah Sendiri
     
    Dalam sebuah perjalanan yang jauh dan memakan waktu lama, tidur adalah suatu kegiatan yang paling nikmat untuk dilakukan. Selain bisa menghindarkan diri dari rasa bosan yang berkepanjangan, tidur selama perjalanan juga bisa menghindarkan kita dari rasa letih dan lelah yang bisa mengurangi produktifitas kita sesampainya di tempat tujuan nanti. Dengan tidur selama perjalanan, kemungkinan besar badan akan terasa segar dan bersemangat saat bangun nanti.
     

    Penumpang Tidur
    (Sumber: Flickr. Credit: Nick Kozak)
     
    Tidur tidak akan mengganggu penumpang lain sama sekali jika seseorang bisa melakukannya dengan diam dan tenang. Masalahnya, ada beberapa orang yang justru memiliki kebiasaan tidur yang sangat menyebalkan. Suara mengorok tentu akan sangat mengganggu jika didengar penumpang lain, apalagi jika mengoroknya cukup kencang. Belum lagi jika air liur menetes sehingga tampak jorok dan menjijikan. Beberapa orang juga suka bergerak dalam tidurnya dan ini bisa sangat mengganggu kenyamanan penumpang lain yang berada di sekitarnya. Awalnya, hanya kepalanya yang “jatuh†bersandar ke orang di sebelahnya. Atau kaki dan tangannya yang bergerak kemana-mana.
     
    Sebagai penumpang yang baik, seharusnya kita sudah mengenali kebiasaan tidur kita masing-masing.  Jika memang kita termasuk orang yang memiliki sikap tidur yang mengganggu, persiapkan segala tindakan antisipasi jika kita berencana untuk tidur selama perjalanan. Dengan begini, kita tidak perlu merusak kenyamanan penumpang lain yang kebetulan duduk di sekitar kita.
     
     
    2. Cerewet
     
    Sebagai seorang petualang, kita tentu senang jika bisa sesekali bertemu dan mengobrol santai dengan orang asing yang kita temui sepanjang perjalanan. Orang tersebut pun bisa jadi sesama penumpang saat di pesawat atau kereta. Selain menambah kenalan, kita juga bisa mendapatkan ekstra informasi atau cerita yang menarik dari orang tersebut. Mengobrol selama perjalanan pun bisa membuat kita jauh dari rasa bosan.Akan tetapi, tidak semua penumpang bisa diajak mengobrol dengan nyaman. Pola pikir dan sikap yang terlalu berbeda bisa jadi membuat kita merasa bosan atau justru kesal.
     
    Penumpang yang ramah dan supel tentu akan membuat kita nyaman dan senang untuk mengobrol bersama. Namun, beberapa orang justru terlalu ramah dan bahkan cenderung sok akrab. Mereka umumnya terlalu cerewet dan banyak omong, tetapi sebagian besar omongannya tidak menarik. Penumpang semacam ini akan menjejali telinga kita dengan cerita-cerita yang tidak penting dan membuat kita jengah.
     

    Mengobrol dengan Penumpang Lain
    (Sumber: Flickr. Credit: Lawrence Carlos)
     
    Agar tidak terus menerus terjebak dalam kebosanan obrolan seperti ini, sebaiknya kita segera mencari cara untuk “melarikan diriâ€. Kita bisa berpura-pura tidur, membaca, atau mendengarkan musik agar orang tersebut mau berhenti berbicara dan membiarkan kita sendiri. Jika masih belum manjur, mintalah pada pramugari untuk pindah tempat duduk.
     
     
    3. Berlebihan Minta Tolong
     
    Menghadapi sebuah perjalanan, terkadang orang akan menemui masalah atau merasa kerepotan. Kalau sudah begini, wajar saja jika orang tersebut akan meminta sedikit bantuan dari pramugari atau penumpang lain. Sebagai sesama manusia pun, sudah sepatutnya kita untuk saling tolong menolong ketika ada orang lain yang membutuhkannya.
     
    Namun, minta tolong tersebut akan berubah menjadi sesuatu hal yang menyebalkan jika dilakukan secara berlebihan. Inilah yang kadang dilakukan beberapa penumpang. Sebagai contoh, orang tersebut minta bertukar tempat duduk karena dia ingin mendapat kursi di sebelah jendela, padahal kita sudah memesan kursi tersebut sejak awal. Contoh lain, dia minta tolong untuk menaikkan kopernya ke rak atas dan kemudian memintanya mengambil kembali dan meletakkannya di atas kembali beberapa kali karena ada barang yang ingin diambilnya di koper.
     

    Penumpang SalingMenolong
    (Sumber: Flickr. Credit: Aaron Saraurer)
     
    Jangan sampai kita menjadi penumpang yang semacam ini selama di jalan. Pikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi sebelum memulai perjalanan sehingga kita bisa menyiapkan tindakan apa yang akan kita lakukan untuk menghadapinya nanti. Cara ini akan memperkecil resiko kita untuk merepotkan penumpang lain selama di perjalanan nantinya. Dan jika kita bertemu dengan orang yang menyebalkan ini, sampaikan dengan sopan keberatan kita saat dia meminta tolong secara berlebihan namun jangan sampai terpancing emosi.
     
     
    4. Banyak Bawaan
     
    Kadang kita harus menghabiskan waktu yang cukup lama untuk tinggal di tempat tujuan kita, entah itu untuk urusan jalan-jalan semata maupun urusan bisnis. Ini akan membuat kita cenderung membawa lebih banyak bawaan. Terkadang pula kita sudah merencanakan berbagai macam aktivitas untuk dilakukan di tempat tujuan nanti. Ini membuat kita harus membawa beberapa perlengkapan ekstra untuk aktivitas tersebut.
     
    Membawa banyak barang bawaan akan merepotkan kita saat berangkat dari rumah menuju stasiun atau bandara. Namun sesampainya di bandara, kita bisa langsung memasukkan semunya ke bagasi pesawat dan hanya menyisakan satu tas tangan saja untuk dibawa ke kabin. Maka tidak ada masalah yang akan mengganggu kenyamanan kita maupun penumpang lain nantinya.
     

    Banyak Barang yang Dibawa
    (Sumber: Flickr. Credit: Jeff)
     
    Namun sayangnya, ada beberapa penumpang yang suka membawa kopernya ke kabin demi menghindari biaya bagasi tambahan, atau hanya karena malas semata. Dan jika naik kereta, tidak ada bagasi khusus untuk menyimpan koper dan barang bawaan yang besar. Yang ada hanyalah rak di atas tempat duduk yang kapasitasnya terbatas. Jika bawaan cukup banyak, rak tersebut tidak akan mampu menampung semuanya sehingga kita harus menyimpannya di bawah, di sekitar tempat duduk kita.
     
    Meletakkan koper di sekitar tempat duduk seperti inilah yang berpotensi membuat penumpang lain tidak nyaman. Ini karena koper tersebut akan mengurangi ruang gerak yang dari awalnya saja sudah cukup terbatas. Belum lagi jika bawaan tersebut diletakkan di bawah tempat duduk penumpang lain atau di koridor sehingga orang lain jadi semakin sulit bergerak.
     
     
    5. Mengabaikan Etika Tempat Duduk
     
    Sopan santun dan etika adalah hal dasar yang sepatutnya sudah diketahui dan dipraktekkan oleh setiap manusia kapanpun dimanapun. Ini penting untuk menjaga kenyamanan bersama. Termasuk dalam hal berada dalam sebuah perjalanan pun, kita perlu menghargai etika dalam bersikap agar perjalanan terasa nyaman bagi semua orang.
     
    Masalahnya, ada orang-orang yang terlalu cuek terhadap etika dan cenderung bertindak semaunya sendiri. Dalam perjalanan, etika yang paling sering dilanggar oleh penumpang adalah etika tempat duduk. Tempat duduk dalam pesawat atau kereta tentu memiliki banyak keterbatasan, apalagi jika kita membeli yang kelas ekonomi. Tempat duduk dan ruang gerak cenderung sempit sehingga jika kita terlalu banyak bergerak akan langsung mengganggu penumpang lain yang duduk di sekitar kita.
     

    Pesawat dengan Tempat Duduk yang Sempit
    (Sumber: Flickr. Credit: lunaryuna)
     
    Berikut adalah beberapa etika yang harus kita jaga ketika sedang duduk di kursi pesawat atau kereta:
    Jika ingin merebahkan sandaran kursi, lihat dulu keadaan orang yang duduk di belakang kita dan sampaikan padanya bahwa kita akan merebahkan kursi agar orang tersebut tidak kaget. Selain itu, jangan merebahkan terlalu mundur jika orang di belakang tampak kesempitan bergerak Jangan menghabiskan lebih dari satu tempat duduk walaupun orang di sebelah cukup kurus Jangan meletakkan barang di tempat duduk sehingga mempersempit ruang gerak penumpang lain Jangan menendang-nendang kursi di depan kita. Jangan terlalu sering bergerak sehingga mengurangi kenyamanan penumpang sebelah Katakan permisi dengan sopan setiap kali kita harus lewat di depan tempat duduk orang lain, misalnya saat kita akan pergi ke toilet atau akan turun dari kereta lebih dahulu.  
    Menjaga etika dan sopan santun akan membuat kita disegani oleh orang. Sebaliknya, bertindak seenak sendiri akan membuat penumpang lain sebal dengan kita. Jika dipikir dengan logika, kita juga tentu akan merasa sebal jika bertemu penumpang yang semacam ini bukan?
     
     
    6. Anak Nakal yang Dibiarkan Orang Tuanya
     
    Terkadang ada penumpang yang membawa anaknya serta dalam sebuah perjalanan. Lazimnya anak-anak, mereka akan bertingkah macam-macam terutama saat berada di lingkungan yang terbilang asing dan baru, seperti misalnya di dalam pesawat atau kereta. Aktifnya anak tersebut merupakan sebuah proses perkembangan kecerdasan mereka yang wajar terjadi sehingga kita tentu dapat memakluminya.
     

    Anak Kecil yang Aktif di Kereta dengan Ibunya
    (Sumber: Flickr. Credit: Wazari Wazir)
     
    Walaupun kita bisa memaklumi penyebabnya, tetap saja kadang kita merasa terganggu jika ada anak yang bertingkah berlebihan. Sebagai contoh, dia memukul-mukul tempat duduk kita atau berteriak dengan suara yang terlalu kencang. Beberapa anak bahkan suka mengganggu penumpang lain seperti mencubit dan lain sebagainya. Bertemu anak yang semacam ini, kita tidak akan bisa merasa terlalu sebal kepada mereka karena mungkin mereka belum tahu bahwa yang dilakukannya adalah perbuatan yang salah. Tugas orang tuanya lah untuk menenangkan sang anak agar tidak mengganggu penumpang lain.
     
    Sialnya ada juga orang tua yang suka cuek terhadap kenakalan anaknya. Inilah yang paling menyebalkan. Contohnya, sang ibu sibuk memainkan handphone sementara anaknya lompat-lompat di kursi sambil berteriak. Sang orang tua berpikir penumpang lain seharusnya memahami jika ada anak kecil yang bertingkah aktif. Penumpang lain yang sudah tidak tahan mungkin akan menegur orang tua sang anak agar mau menenangkan anaknya. Ini akan menjadi jauh lebih menyebalkan lagi jika sang orang tua justru merasa tersinggung karena ditegur dan bersikeras bahwa apa yang dilakukan anaknya adalah hal yang biasa saja. Padahal, jika anak tidak pernah dididik untuk bersikap sopan, kapan mereka akan bisa mulai bersikap sopan?
     
     
    7. Penumpang Sakit
     
    Menjaga kesehatan adalah hal yang wajib dilakukan setiap orang, terutama jika kita berencana melakukan perjalanan yang cukup jauh, lama, dan melelahkan. Kurang berhati-hati dalam menjaga kesehatan akan membuat kita beresiko terserang penyakit. Padahal, sakit saat sedang travelling adalah hal yang sangat merepotkan, apalagi jika kita sedang berada dalam perjalanan naik pesawat atau kereta.
     
    Tidak ada orang yang berharap apalagi berencana untuk sakit selama di perjalanan. Untuk itu, jika kita kebetulan bertemu dengan penumpang yang sakit dalam perjalanan, kita tidak bisa menyalahkannya juga. Hanya saja, ada beberapa penumpang yang menjadi menyebalkan saat sakit. Misalnya, penumpang yang bersin-bersin dengan keras dan terus menerus sepanjang perjalanan. Selain tidak enak didengar, penumpang ini juga akan menyebarkan virusnya kemana-mana dan beresiko menulari penumpang lain. Ada juga orang yang suka merintih-rintih secara berlebihan saat sakit. Yang paling mengganggu, adalah penumpang yang sampai muntah, apalagi jika muntahannya berantakan dan berbau menyengat.
     

    Traveler yang Sakit
    (Sumber: Flickr. Credit: librarymook)
     
    Jika merasa tidak enak badan, sebaiknya kita tidak memaksakan diri untuk tetap berangkat. Ambillah satu hari untuk beristirahat dan memulihkan stamina. Geser jadwal perjalanan kita dengan menghubungi pihak maskapai. Kalau memang terpaksa tidak bisa ditunda, minumlah obat terlebih dahulu agar kita bisa menekan rasa sakit dan meminimalisir gejala penyakit yang bisa mengganggu penumpang lain saat di perjalanan nanti. Usahakan obat yang diminum adalah obat yang menyebabkan kantuk agar kita akan tertidur lelap sepanjang perjalanan dan tidak merecoki penumpang lain.
     
     
    8. Jorok dan Bau
     
    Satu lagi tipe penumpang yang sering muncul dalam sebuah perjalanan adalah penumpang yang kurang menjaga kebersihan sehingga tampak jorok dan bahkan juga bau. Duduk di sebelah penumpang yang semacam ini tentu akan membuat kita merasa risih dan tidak betah, apalagi jika kita termasuk orang yang sangat menjaga kebersihan dan kesehatan. Ingin rasanya perjalanan segera berakhir atau segera mencari tempat duduk lain untuk pindah.
     
    Bau yang umum muncul dari penumpang lain antara lain bau bekas keringat di badan dan bau mulut. Bau juga kadang bisa berasal dari bahan makanan yang dibawanya, misalnya ikan atau durian. Kadang ada pula penumpang yang merokok sembarangan. Asapnya menimbulkan bau yang menyebalkan dan abunya berceceran dimana-mana.Sementara, joroknya penumpang tersebut biasanya berupa bersin tanpa ditutup, buang sampah sembarangan, mengupil, dan masih banyak lagi. Jorok ini tentu akan lebih terasa menjijikan dan mengganggu daripada sekedar bau. Selain jijik, kita tentu juga khawatir akan persebaran virus, kuman, dan bakteri yang mungkin saja terjadi.
     
    Jika penumpang di sebelah kita menunjukkan sikap jorok seperti itu, janganlah ragu untuk segera menegurnya dengan sopan karena kadang mereka tidak sadar bahwa tingkahnya itu cukup mengganggu orang lain.
     
     
     
    Bagaimana dengan kalian? Sudah pernahkah bertemu dengan penumpang-penumpang menyebalkan seperti yang disebut di atas? Atau jangan-jangan, kalian pernah jadi penumpang yang semacam itu? Adakah tipe penumpang menyebalkan lain yang pernah kalian temui dan belumdisebut dalam artikel di atas?
  17. Like
    Varanus reacted to pleasejackys in Ini Caranya Agar Bisa Menghemat Biaya Akomodasi Saat Travelling   
    Ini Caranya Agar Bisa Menghemat Biaya Akomodasi Saat Travelling
     
     
    Banyaknya biaya yang perlu dikeluarkan dalam sekali travelling membuat kita agak kerepotan setiap kali merencanakan diri untuk pergi berkunjung ke suatu tempat. Jika sudah hobi, segala usaha pun akan dilakukan demi bisa mengumpulkan uang untuk modal jalan-jalan maupun menghemat biaya selama berpelancong itu. Tidak sulit memang, namun justru disitulah kita ditantang untuk menjadi kreatif dan sabar.
     
    Dari sekian banyak keperluan selama travelling, yang paling cukup menghabiskan biaya antara lain adalah akomodasi. Menyewa satu kamar di sebuah hotel memang tidaklah murah. Padahal, saat berwisata, seringkali kita akan menghabiskan waktu selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu untuk tinggal di sana. Ini berarti kita bisa menghabiskan beberapa ratus ribu atau bahkan beberapa juta hanya untuk menyewa akomodasi saja, belum termasuk pengeluaran travelling lainnya.
     

    Kamar Hotel
    (Sumber: Flickr. Credit: Mandarin Oriental Hotel)
     
    Ironisnya, seringkali kamar hotel hanya kita gunakan untuk merebahkan badan di malam hari saja. Sementara dari pagi sampai sore sebagian besar kita habiskan untuk jalan-jalan menjelajah tempat-tempat yang menarik di kota tersebut. Sangat disayangkan jika uang kita harus habis untuk penginapan. Maka dari itulah, pilihan akomodasi menjadi satu hal yang paling sering disiasati oleh para traveler. Tujuannya agar dana tersebut bisa digunakan untuk hal lain yang lebih penting tanpa mengurangi kenyamanan kita dalam berwisata. Berikut adalah beberapa cara yang biasa digunakan para traveler untuk menghemat biaya penginapan selama travelling:
     
     
    1. Browsing Sebanyak Mungkin
     
    Jangan terlalu gampang memilih dan melakukan reservasi pada sebuah hotel, walaupun hotel tersebut tampak menggiurkan di iklan. Karena, iklan memang dibuat agar hotel yang ditawarkan tampak sangat menarik. Sebelum memilih satu hotel untuk direservasi, sebaiknya kita cari sebanyak mungkin pilihan hotel dengan kisaran harga yang mirip di kota yang akan kita kunjungi.
     

    Pilihan Hotel
    (Sumber: Flickr. Credit: Matt Egdar)
     
    Dari sekian banyak hotel tersebut, selanjutnya bisa kita bandingkan antar satu sama lain. Dalam membandingkan, sebaiknya kita menggunakan sebanyak mungkin aspek untuk dipertimbangkan, misalnya dari segi harga, lokasi, fasilitas, keindahan, dan kenyamanan. Semakin teliti kita dalam melakukan seleksi, hotel yang akan kita pilih nanti tentu akan semakin sepadan dengan harganya.
     
     
    2. Musim
     
    Harga kamar hotel per malamnya dapat berubah sewaktu-waktu, apalagi jika hotel tersebut termasuk hotel besar yang reputasinya sudah banyak dikenal. Beda tanggal atau hari, kisaran harga kamarnya bisa jauh berbeda. Semuanya tergantung dari tingkat kepadatan wisatawan dalam setiap waktunya. Hal inilah yang bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan kamar hotel dengan patokan harga yang paling rendah.
     
    Kegiatan pariwisata dan travelling cenderung ramai pada musim liburan seperti saat liburan sekolah, hari raya, atau Tahun Baru. Pada musim liburan inilah harga kamar hotel akan mencapai puncak harga tertinggi. Hindarilah travelling pada musim ini karena akan membuat kita harus menghabiskan jauh lebih banyak uang dari seharusnya hanya untuk sebuah kamar hotel yang akan kita manfaatkan pada malam hari saja.
     

    Musim Liburan di Hotel
    (Sumber: Flickr. Credit: Douglas)
     
    Pilihlah bulan-bulan yang sibuk dimana tidak ada banyak orang yang berwisata. Menurut statistik, umumnya bulan yang cenderung sepi wisatawan adalah antara Februari sampai April. Di sinilah sebaiknya kita melakukan kegiatan travelling kita karena harga kamar hotel sedang berada di titik terendah. Selain itu, utamakan untuk memilih waktu di hari kerja karena harga kamar akan lebih mahal di akhir pekan.
     
     
    3. Lokasi
     
    Banyak orang yang masih belum tahu bahwa lokasi adalah faktor yang amat mempengaruhi harga kamar hotel, apalagi jika kota tersebut termasuk kota tujuan wisata. Hotel yang berada tepat di pusat kota, harganya bisa dua kali lebih mahal dibanding dengan hotel yang berada di pinggiran walaupun secara keindahan dan fasilitas sama saja.
     

    Lokasi Hotel
    (Sumber: Flickr. Credit: nigelpilgrim)
     
    Menyewa hotel di pinggiran kota mungkin bisa membuat kita jauh lebih hemat. Akan tetapi, kita perlu meneliti lebih lanjut terlebih dahulu sebelum melakukan reservasi. Misalnya, seberapa jauh jaraknya dari pusat kota dan obyek-obyek wisata lainnya? Adakah kendaraan umum yang bisa mengaksesnya dengan mudah? Dan lain sebagainya. Jangan sampai kita menghemat di penginapan tetapi harus mengeluarkan uang yang jauh lebih banyak untuk menyewa taksi menuju ke sana.
     
     
    4. Paket
     
    Beberapa perusahaan dalam bidang tour and travel seringkali melakukan promosi dengan cara menjual paket liburan. Paket tersebut biasanya termasuk transportasi, akomodasi, dan wisata. Travelling dengan paket tentu akan terasa lebih mudah dan praktis karena kita tidak perlu repot melakukan reservasi di sana-sini.
     

    Promosi Paket Wisata
    (Sumber: Flickr. Credit: kinzi wijaya)
     
    Harga yang ditawarkan untuk sebuah paket liburan bisa jadi lebih hemat karena merupakan kegiatan promosi dari pihak perusahaan. Di sisi lain, harga tersebut juga bisa jadi lebih mahal daripada harga satuannya karena mereka menawarkan kemudahan dan kepraktisan. Setiap kali menemukan iklan tentang paket wisata, sebaiknya kita periksa apa saja yang termasuk dalam paket tersebut dan cari tahu harga dari masing-masing item.
     
    Selain dari kepantasan harga, pertimbangkan juga apakah kita benar-benar mau menggunakan semua item yang ada di paket tersebut. Misalnya, apakah obyek wisata yang ditawarkan dalam paket cukup menarik untuk kita kunjungi? Jangan sampai kita menghabiskan uang kita untuk sesuatu yang sebenarnya kurang menarik.
     
     
    5. Fasilitas
     
    Setiap hotel tentu memiliki berbagai macam fasilitas untuk membuat para tamu nyaman dan senang menginap di dalamnya. Beda hotel, beda pula fasilitasnya. Ada hotel yang menawarkan fasilitas minim, ada juga yang menawarkan sejuta fasilitas dengan kualitas mewah. Fasilitas inilah yang akan sangat menentukan harga sewa kamar per malamnya.
     
    Yang perlu kita ingat adalah bahwa belum tentu semua fasilitas hotel tersebut akan kita manfaatkan saat kita menginap di sana. Bagi para traveler yang benar-benar aktif, mungkin hotel hanya akan disinggahi pada malam hari untuk tidur saja. Ini berarti kita tidak akan menggunakan banyak fasilitas hotel seperti spa, kolam renang, maupun gym.
     

    Fasilitas Mewah dalam Hotel
    (Sumber: Flickr. Credit: Cedric Meurens)
     
    Agar pengeluaran akomodasi kita tidak sia-sia, pilihlah hotel dengan fasilitas yang kita perlukan saja. Ketika memilih hotel, cari tahu fasilitas apa saja yang mereka punya di sana dan pertimbangkan apakah kita akan memanfaatkan fasilitas tersebut atau tidak. Jika memang ingin berenang, kita bisa memilih hotel yang sedikit berkelas. Namun jika hanya untuk tidur malam saja, cukup pilih hotel sederhana dengan fasilitas minim.
     
     
    6. Langganan
     
    Menjadi pelanggan tetap dalam sebuah hotel juga bisa membantu kita untuk lebih berhemat. Beberapa hotel yang memiliki jaringan internasional bahkan menyediakan semacam kartu member yang menawarkan berbagai bonus, promosi, dan kemudahan bagi para pelanggan setia mereka. Hal semacam ini tentu akan sangat menguntungkan bagi kita, apalagi jika kita termasuk orang yang sering travelling ke sana kemari.
     
    Hotel lokal yang tidak memiliki jaringan apapun juga bisa memberi kita kemudahan dan keuntungan jika kita menjadi pelanggan setia mereka. Hotel seperti ini umumnya tidak memiliki banyak pelanggan setia. Jadi setiap pelanggan setia akan diperlakukan dengan sangat istimewa. Jika ada suatu kota yang sering kita kunjungi, pilihlah satu hotel murah yang akan kita reservasi setiap kali datang ke kota tersebut. Bersikaplah ramah kepada semua staff hotel agar mereka menyukai kita. Lama-lama, para staff akan mengingat kita dan menunggu-nunggu kehadiran kita kembali ke hotel tersebut.
     

    Staff Hotel
    (Sumber: Flickr. Credit: Audio Luci Store)
     
    Jika kita sudah menjalin hubungan baik dengan para staff hotel, mereka akan dengan senang hati memberi informasi jika ada promosi dalam hotel tersebut. Mereka juga akan memberi pelayanan yang lebih baik daripada biasanya. Bahkan, kadang mereka bisa memberi kita bonus berupa ekstra kamar atau diskon khusus tanpa sepengatahuan tamu hotel lainnya.
     
     
    7. Kupon, Diskon, Promosi
     
    Cara paling mudah dan ampuh untuk menghemat biaya sewa kamar hotel adalah dengan memanfaatkan promosi berupa kupon, voucher, diskon, dan sebagainya. Dengan promosi ini, kita bisa memangkas harga secara signifikan tanpa harus mengurangi kualitas penginapannya. Bagi para traveler, promosi akomodasi adalah hal yang sangat menyenangkan.
     
    Ada banyak cara yang bisa kita tempuh untuk bisa mendapatkan promosi semacam ini. Pertama, kita bisa berlangganan newsletter dari beberapa jaringan hotel. Mereka akan memberi informasi pada kita secara rutin setiap kali ada promosi yang mereka selenggarakan. Informasi ini biasanya disampaikan via email dan bisa langsung kita tindak lanjuti dengan mudah.
     

    Promosi Harga Spesial
    (Sumber: Flickr. Credit: kinzi wijaya)
     
    Cara lain adalah dengan mengikuti forum komunitas jalan-jalan dan mencari teman sesama traveler sebanyak-banyaknya. Dengan begitu, kita bisa saling berbagi informasi setiap kali ada anggota yang mendapatkan informasi tentang promosi hotel dan sebagainya. Semakin banyak teman, semakin banyak informasi yang bisa kita dapatkan. Dengan begitu, semakin besar pula kemungkinan kita mendapatkan potongan harga untuk sewa kamar hotel nantinya.
     
    8. Hostel atau Motel
     
    Lupakan menyewa kamar di hotel dan cobalah beralih ke hostel atau motel, terutama jika kita tidak akan menggunakan fasilitas-fasilitas yang umumnya tersedia di hotel. Motel merupakan penginapan yang disediakan untuk pelanggan transit yang perlu tempat untuk bermalam.Motel umumnya sangat sederhana dan sangat minim fasilitas sehingga harganya bisa jadi jauh lebih murah daripada harga sewa kamar di sebuah hotel.Motel sangatlah cocok untuk para traveler yang memanfaatkan hotel hanya untuk tidur malam saja.
     

    Motel Murah
    (Sumber: Flickr. Credit: bob merco)
     
    Sementara, hostel adalah semacam hotel komunal dimana satu kamar bisa diisi oleh beberapa tamu lainnya yang tidak saling mengenal. Jika hotel menyewakan kamar, hostel hanya menyewakan tempat tidur saja. Maka dari itu harganya bisa jadi jauh lebih murah juga. Hostel sangat cocok bagi traveler yang ingin berhemat. Akan tetapi, hostel tidak akan cocok bagi para traveler yang sangat menyukai privasi.
     
     
    9. Tempat Ibadah
     
    Beberapa tempat ibadah juga bisa kita manfaatkan sebagai “akomodasi darurat†untuk menghemat biaya travelling.Untuk umat kristiani, ada beberapa biaya yang menyediakan kamar dengan harga yang sangat murah atau bahkan gratis kepada traveler yang seagama.Kamar yang disewakan tentu adalah kamar biara yang biasa digunakan untuk para murid atau biarawan mereka.Namun perlu diingat bahwa setiap biara tentu memiliki peraturannya sendiri.Menyewa kamar dalam biara hanya cocok bagi traveler kristiani yang tidak keberatan untuk mematuhi aturan biara.
     

    Tidur di Masjid
    (Sumber: Flickr. Credit: Hessam)
     
    Umat muslim pun bisa memanfaatkan tempat ibadah mereka untuk menghemat biaya akomodasi. Caranya adalah dengan tidur di masjid, tepatnya di sudut area tempat sholat. Tidur di masjid tidak akan menghabiskan biaya sama sekali. Akan tetapi, kita harus betah dengan lantai yang keras.Jika beruntung, kita bisa memanfaatkan karpet atau sajadah untuk alas tidurnya.Jika berencana tidur di masjid, pilihlah masjid yang cukup luas dan pilihlah sudut yang cukup sepi sehingga tidak mengganggu jamaah masjid lainnya.Selain itu kita juga harus bangun saat adzan subuh.
     
     
    10. Menumpang
     
    Saat travelling, kita juga bisa mengusahakan agar mendapatkan tempat menginap yang gratis yaitu dengan cara menumpang di rumah orang. Namun ingat, yang namanya gratis, tentu kita tidak bisa mengharapkan fasilitas atau kenyamanan yang mewah. Semua tergantung dari ketersediaan dari sang tuan rumah. Kadang kita bisa cukup beruntung mendapatkan tuan rumah yang memiliki satu kamar dengan ranjang empuk untuk kita tumpangi. Namun tak jarang pula kita hanya bisa tidur di sofa ruang tamu mereka ketika menumpang.Itulah resiko umum dari menumpang. Selain itu, pastikan juga kita untuk selalu bersikap sopan santun dan menghargai sang tuan rumah.
     

    Tidur di Sofa Rumah Orang
    (Sumber: Flickr. Credit: Naveem Kalam)
     
    Tumpangan tempat tinggal bisa didapat dari teman lama yang kita kebetulan kita kenal di kota tempat tujuan kita tersebut. Jika tidak ada teman yang kita kenal di kota tersebut, kita bisa tetap mendapatkan tumpangan gratis dari orang asing dengan mengikuti berbagai forum komunitas atau program seperti Couchsurfing. Selain tumpangan gratis, kita juga akan mendapatkan teman baru dari kota tersebut.
     
     
    11. Beramai-Ramai
     
    Trik lain agar dapat berhemat untuk urusan penginapan selama travelling adalah dengan pergi bersama teman atau keluarga. Lebih banyak orang, kemungkinan berhemat bisa lebih besar.Jika pergi beramai-ramai, kita bisa menyewa satu kamar dan beberapa ekstra bed. Total harganya kemudian dibagi rata ke semua orang. Anggaran yang kita keluarkan untuk ini tentu akan lebih murah dibanding ketika kita menyewa kamar sendiri-sendiri. Selain lebih murah, menginap beramai-ramai seperti ini akan terasa sangat seru.
     

    Beramai-Ramai di Kamar Hotel
    (Sumber: Flickr. Credit: Steve Koukoulas)
     
    Selain beramai-ramai dalam kamar hotel, kita juga bisa menyewa sebuah rumah secara harian atau mingguan untuk dipakai bersama.Tarif sewa rumah umumnya lebih murah daripada tarif sewa kamar hotel.Selain lebih murah, kita juga bisa mendapatkan fasilitas yang lebih nyaman seperti ruang keluarga dan dapur.Menyewa rumah juga membuat kita merasa lebih bebas. Kita bisa bersuara keras-keras antar satu sama lain tanpa perlu mengkhawatirkan kenyamanan tamu lain karena tidak ada tamu lain selain kita dan teman-teman kita sendiri.
     
     
     
    Bagi kalian yang merasa traveler sejati, mungkin beberapa trik di atas sudah biasa kalian terapkan selama jalan-jalan. Adakah cara lain yang pernah kalian coba demi menghemat pengeluaran untuk urusan akomodasi? Mari bagi kisah kalian di sini!
  18. Like
    Varanus reacted to pleasejackys in Tersesat Waktu Menjelajah Alam? Ini Solusinya!   
    Tersesat Waktu Menjelajah Alam? Ini Solusinya!
     
     
    Menjelajah alam adalah suatu kegiatan yang sangat seru dan penuh manfaat.Berjalan melintasi lebatnya hutan belantara, menyusuri sungai, mendaki gunung, dan memanjat tebing adalah sebuah petualangan yang penuh tantangan dan memicu adrenalin. Memang sangat melelahkan untuk dikerjakan, namun apa yang kita dapatkan pada akhirnya akan sepadan dengan perjuangan yang kita lakukan. Di ujung petualangan nanti, kita akan mendapatkan kenikmatan tak ternilai berupa segarnya udara, asrinya pemandangan, dan suasana menakjubkan yang langka. Rasa puas dan bangga pun akan membuat hati terasa penuh.
     
    Memang bukanlah hal yang mudah untuk bisa menyelesaikan petualangan dalam sebuah penjelajahan alam.Berbagai persiapan dan trik perlu kita upayakan semaksimal mungkin demi kelancaran penjelajahan kita. Alam yang akan kita pilih untuk dijelajah pun tidak bisa sembarangan. Tiap obyek memiliki tantangan dan tingkat kesulitannya masing-masing.Di sini, kita harus bisa memilih obyek mana yang sesuai dengan kemampuan kita agar kita terhindar dari berbagai resiko dan masalah.
     
    Namun kadangkala, masalah tetap datang walaupun kita sudah berusaha menghindarinya. Salah satu masalah yang biasa muncul pada kegiatan penjelajahan alam antara lain adalah tersesat. Wajar saja jika seorang petualang bisa tersesat di dalam hutan atau gunung karena di sana tidak ada papan penunjuk arah seperti di jalan raya di perkotaan. Belum lagi bentuk lingkungan yang cenderung monoton dan tak beraturan berupa pepohonan memang bisa sangat membingungkan.
     

    Tersesat di Hutan
    (Sumber: Flickr. Credit: Dean Aston)
     
    Walaupun cenderung umum, tersesat adalah masalah yang cukup serius. Berbagai macam resiko seperti kedinginan, kehausan, kelaparan, dan trauma akan siap menyerang kita jika kita tidak segera kembali. Agar terhindar dari berbagai resiko mengerikan tersebut, ada baiknya kita mempelajari langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan jika kita tersesat nantinya. Mari kita simak penjelasan di bawah ini:
     
     
    S.T.O.P
    Ada sebuah panduan yang sudah berlaku secara internasional untuk orang-orang yang tersesat saat hiking, camping, atau trekking.Panduan tersebut dikenal dengan istilah S.T.O.P. yang merupakan singkatan dari Stay Calm, Think, Observe, dan Plan. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing poin:
     
     
    1. Stay Calm (Tetap Tenang)
     
    Stay Calm berarti Tetap Tenang. Inilah hal pertama yang harus dilakukan saat kita menyadari bahwa kita sudah tersesat. Umumnya orang akan langsung panik jika menyadari bahwa ia telah tersesat. Kepanikan ini akan membuatnya semakin sulit untuk mencari jalan keluar. Jika terus dibiarkan, kepanikan bisa membuat kita mengambil sikap yang salah dan justru merugikan diri sendiri. Sebagai contoh, kepanikan akan membuat kita berjalan semakin tak tentu arah yang berakibat membuat kita tersesat semakin jauh atau menciptakan masalah lain yang lebih buruk lagi. Panik juga bisa membuat kita mudah ketakutan dan putus asa sehingga semangat kita untuk berusaha bertahan hisup akan menurun drastis. Maka dari itu, sebaiknya jangan membuat keputusan atau mengambil tindakanapapun sebelum kita berhasil menguasai emosi kita saat tersesat.
     

    Menenangkan Diri Terlebih Dahulu
    (Sumber: Flickr. Credit: Tristan O Tierney)
     
    Segera hentikan langkah begitu menyadari bahwa kita telah tersesat.Letakkan semua barang bawaan agar badan terasa ringan.Carilah sebuah pohon yang rindang dan duduklah di bawah agar badan terasa rileks. Tarik napas dalam-dalam dan keluarkan. Lakukan berulang kali dalam tempo yang pelan sampai kita merasa tenang.Jika otak sudah terasa tenang, kita bisa memulai langkah selanjutnya.Jika badan dan pikiran sudah cukup tenang, mencari solusi akan terasa lebih mudah.
     
     
    2. Think (Berpikir)
     
    Langkah selanjutnya yang perlu kita lakukan saat tersesat setelah kita berhasil menguasai diri adalah Think alias Berpikir.Coba ingat kembali rute mana saja yang sudah kita lewati dan bagaimana caranya kita bisa mencapai titik kita berada saat ini.Pikirkan dimana kita mulai salah langkah tadi.Ingat-ingat kembali apakah ada hal yang cukup unik untuk kita ingat yang bisa dijadikan patokan, misalnya pohon besar yang pernah kita lewati atau danau kecil tempat kita mampir minum tadi.
     
    Jika kamu menjelajah alam secara berkelompok dan hanya kamu yang tersesat seorang diri, ingat-ingat kapan terakhir kali kamu berada bersama mereka.Apakah sudah cukup jauh atau belum.Pikirkan berapa lama kira-kira waktu yang mereka perlukan untuk menyadari bahwa kamu sudah tidak ada di tengah-tengah mereka lagi.Selain mengingat-ingat, kita juga perlu memikirkan berbagai macam kemungkinan yang akan terjadi mulai saat ini sampai selanjutnya. Adakah orang yang akan segera mencari kita di tengah belantara ini?
     

    Berpikir di Tengah Hutan
    (Sumber: Flickr. Credit: Lou By Lou)
     
    Pikirkan segala kemungkinan yang ada, dari yang terburuk sampai yang terbaik. Pastikan kita tetap tenang agar pikiran tetap jernih, walaupun saat kita sedang memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Jangan langsung menarik kesimpulan dan mengambil sikap sebelum kita berpikir cukup banyak dalam kondisi tenang.
     
     
    3. Observe (Amati)
     
    Observe atau Amati adalah langkah yang akan kita ambil setelah selesai mengingat dan berpikir. Amati yang dimaksud di sini adalah kita mengamati lingkungan sekitar kita.Sekilas pandang, yang kita lihat tentu hanyalah hamparan pepohonan lebat yang tidak beraturan. Sepintas, semuanya akan tampak sama saja. Tetapi, jika kita bisa bersikap tenang dan mengamati dengan lebih seksama, kita akan menyadari bahwa setiap satu pohon pasti berbeda dengan pohon lainnya.
     
    Dari pengamatan tersebut, mungkin kita bisa mengingat kembali arah mana saja yang baru saja kita lewati. Perhatikan juga keadaan langit, apakah mendung atau cerah. Apakah hujan akan segera turun? Apakah ada binatang buas yang tinggal di sekitar tempat kita berada saat ini?Perhatikan sebanyak mungkin detail yang ada di sekitar kita, siapa tahu ada hal-hal yang bisa kita jadikan petunjuk.
     

    Mengamati Pohon
    (Sumber: Flickr. Credit: Jun)
     
    Selain keadaan lingkungan, amati juga keadaan diri kita sendiri. Misalnya, seberapa lelahnya kah badan kita?Seberapa banyak bekal makanan dan minuman yang masih tersisa? Kemudian amati lagi keadaan di sekitar kita, dapatkan kita mencari sumber makanan dan minuman yang cukup aman dikonsumsi? Adakah tempat yang cukup nyaman dan aman untuk kita beristirahat sementara?
     
     
    4. Plan (Rancana)
     
    Setelah cukup banyak berpikir dan mengamati, mungkin kita akan mendapat petunjuk tentang arah mana yang harus kita tuju untuk dapat kembali ke jalan yang benar. Selanjutnya, kita hanya perlu melakukan Plan atau Rencana. Rencana yang perlu kita buat saat tersesat antara lain jalan dan arah mana yang akan kita tuju, berapa lama kira-kira waktu yang diperlukan untuk sampai ke pos atau sampai bertemu kembali dengan rekan sekelompok.
     
    Selain rute, kita juga perlu memastikan bekal makanan dan minuman kita cukup. Jika tidak cukup, kita harus mempunyai rencana dimana kita akan mendapatkan makanan dan minuman darurat jika kita terlanjur kehabisan sebelum sampai di pos. Tenaga juga harus dipastikan cukup kuat untuk berjalan sejauh itu. Jika sekiranya tidak kuat, rencanakan dimana kita akan berisitirahat nantinya.
     

    Rencana yang Matang
    (Sumber: Flickr. Credit: Julia Nimke)
     
    Ketika menyusun rencana, pastikan pikiran kita berada dalam kondisi yang benar-benar tenang. Jangan terburu-buru untuk segera melaksanakan rencana tersebut.Ambillah cukup waktu untuk mereview rencana kita secara perlahan, siapa tahu ada hal yang terlewatkan. Bayangkan kendala apa saja yang mungkin timbul saat kita menjalankan rencana tersebut. Sempurnakanlah rencana kita dengan sebaik-baiknya agar masalah yang ada tidak bertambah parah.
     
     
    Dari empat langkah yang ada dalam panduan S.T.O.P, yang paling sulit untuk dikerjakan adalah langkah terakhir ini (Plan/Rencanakan). Dengan informasi, perbekalan, dan keadaan yang sangat terbatas, seringkali kita ragu atas apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Salah langkah akan membuat kita semakin sulit untuk mendapatkan jalan keluar. Solusinya, adalah dengan Stay Put atau Tetap di Tempat.
     
     
    STAY PUT ( Tetap di Tempat)
    Stay Put atau Tetap di Tempat adalah langkah yang paling aman dan bijak untuk dilakukan saat tersesat ketika kita tidak merasa yakin dengan rencana kita. Stay Put bukan berarti pasrah dengan keadaan, tetapi kita hanya menunggu orang lain datang untuk menemukan kita. Ketika memutuskan untuk Tetap di Tempat pun, ada hal-hal yang harus kita waspadai baik-baik, antara lain:
     
     
    1. Tempat
     
    Sembari menunggu bantuan datang, diamlah di tempat yang sekiranya cukup mudah bagi kita untuk ditemukan, misalnya di tempat kita berada saat ini, di tepi sungai atau danau, atau di tempat terakhir kali kita masih bersama kelompok. Namun, pastikan bahwa tempat itu cukup aman dan nyaman untuk kita beristirahat sementara.Jika tempatnya kurang memadai, segeralah cari tempat lain yang lebih baik. Usahakan agar tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat kita berada saat ini agar kita tidak terlalu sulit untuk ditemukan.

    Gua yang Aman untuk Berteduh
    (Sumber: Flickr. Credit: Lynn Roebuk)
     
    Tempat yang kita gunakan untuk beristirahat hendaknya berada cukup dekat dari sumber air seperti sungai atau danau. Tempat tersebut juga harus memiliki suhu udara yang nyaman, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin sehingga kita bisa bertahan cukup lama di sana tanpa menderita. Pastikan juga bahwa tempat tersebut cukup aman dari serangan binatang buas.
     
     
    2. Dehidrasi dan Air Minum
     
    Dehidrasi adalah ancaman yang cukup serius bagi orang yang tersesat di tengah hutan atau gunung.Maka jika kita sampai tersesat saat sedang asyik menjelajah alam, segera periksa seberapa banyak bekal minuman yang kita miliki.Perhitungkan kira-kira berapa lama kita sanggup bertahan hidup dengan sisa air yang ada tersebut.
     
    Tanpa air minum, manusia hanya bertahan hidup selama 3 hari bahkan mungkin kurang. Jika beberapa jam tidak minum saja, tubuh akan beresiko terserang dehidrasi. Jika aktivitas kita cukup tinggi, maka kebutuhan air minum akan semakin bertambah. Dapat dikatakan juga, semakin banyak kita beraktivitas, kemungkinan dehidrasi akan semakin tinggi. Maka dari itu wajar jika kita tersesat dengan bekal air minum yang sangat terbatas, kita perlu segera mencari sumber air untuk membantu kita bertahan hidup.
     

    Sumber Air Bersih di Belantara
    (Sumber: Flickr. Credit: Irene Furton)
     
    Jika air bersih cukup sulit untuk ditemukan, maka air yang agak keruh pun bisa kita jadikan sebagai air minum darurat. Mungkin air ini akan membuat kita sakit perut. Tetapi, itu masih tetap lebih baik daripada tidak minum sama sekali. Agar resiko penyakitnya dapat dikurangi, kita bisa membuat api unggun dan merebus air tersebut terlebih dahulu. Atau jika bisa, buatlah peralatan suling air sederhana.
     
     
    3. Kelaparan
     
    Ancaman lain setelah dehidrasi bagi para petualang alam yang tersesat adalah kelaparan. Tanpa makanan, manusia maksimal dapat tetap hidup selama 3 minggu.Durasi ini memang jauh lebih panjang daripada jika tanpa minum.Namun, bukan berarti hal ini bisa kita sepelekan.Jika fisik badan tidak cukup kuat, bisa jadi kita hanya bertahan beberapa hari saja tanpa makan apa-apa.
    Jika bekal makanan yang ada di ransel tidak cukup banyak, kita harus mengatur strategi agar terhindar dari kelaparan.Makanlah sedikit demi sedikit dengan tempo yang pelan agar perut lebih terasa kenyang walaupun belum banyak makan.Hindari makan lagi sebelum kita benar-benar merasa lapar.Minum air putih sebanyak mungkin untuk mengganjal perut sehingga makanan bisa lebih dihemat.
     

    Berburu Ikan di Sungai untuk Dimakan
    (Sumber: Flickr. Credit: Ranch Seeker)
     
    Demi bertahan hidup, kita juga perlu mencari bahan makanan lain yang ada di alam di sekitar kita sebagai jaga-jaga seandainya bekal makanan sudah terlanjur habis namun bantuan masih belum datang. Perhatikan tumbuhan dan pohon di sekeliling, apakah ada buah atau dedaunan yang sekiranya cukup aman untuk dikonsumsi.Jika ada sungai atau danau, mungkin kita bisa memancing beberapa ekor ikan setiap kali merasa lapar.Namun, berhati-hatilah dengan jenis ikan yang bisa beracun jika dimakan.
     
     
    4. Usir Kesepian dengan Kesibukan
     
    Sangatlah wajar jika berada seorang diri di tengah belantara alam liar akan membuat kita merasa kesepian. Semakin lama kita tersesat, rasa kesepian biasanya akan semakin meningkat.Kesepian akan membuat kita lebih mudah merasa lelah dan putus asa. Kesepian juga dapat menumbuhkan rasa takut dan paranoid. Akibatnya, kita akan semakin kekurangan semangat untuk terus berusaha bertahan hidup.
     
    Jangan pasrah terhadap keadaan dengan memelihara rasa kesepian tersebut. Sebaliknya, kita justru harus berusaha keras menjauhkan diri dari perasaan tersebut. Cara paling efektif untuk mengusir kesepian adalah dengan menyibukkan diri.Jika kita sibuk, pikiran kita tidak akan melantur kemana-mana sehingga berbagai pikiran buruk akan jauh.
     

    Jangan Sampai Kesepian dan Melamun
    (Sumber: Flickr. Credit: Ryan)
     
    Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyibukkan diri sembari menunggu bantuan datang. Antara lain, kita bisa berburu makanan, menjerang air, membuat api unggun, olahraga ringan, atau menyusun tempat yang nyaman untuk tidur. Jika merasa lelah dengan kesibukan, kita bisa tidur.Tidak masalah jika kita menghabiskan banyak waktu untuk tidur siang karena itu masih lebih baik daripada duduk diam sembari melamun atau memaksakan diri untuk terus beraktivitas.
     
     
    Tersesat di tengah alam belantara adalah hal yang paling tidak diinginkan oleh siapapun. Berbagai upaya tentu akan kita lakukan agar terhindar dari ancaman yang satu ini. Akan tetapi, sebagai seorang petualang, kita harus menyadari bahwa kemungkinan kita tersesat akan tetap ada sehingga kita juga harus mempersiapkan diri sejak sebelum mulai menjelajah alam. Persiapan tersebut bukan saja dari perbekalan, namun juga berupa persiapan mental yang kuat.Dengan mempelajari strategi di atas, mungkin ilmu ini bisa kita jadikan bekal sebagai antisipasi jika kita tersesat di tengah hutan suatu saat nanti.
  19. Like
    Varanus reacted to ferlyriran in Solo Backpacking Ke Pulau Komodo   
    Yeaah Maret akhirnya dateng juga... Berasa lama banget nunggu ini bulan dateng
     
    Ini bener2 pengalaman pertama solo backpacking saya. Sempet deg2an juga si emak (maklum lah ya anak cewe pergi sendirian, pikiran udah kemana-mana aja si emak ). Penantian 1th buat ke Komodo akhirnya terealisasi, anak kuliahan gak bisa express nabungnya hihi.. Disini saya akan share rincian biaya dan juga akses untuk menuju lokasi.
     
    Dapet tiket 'lumayan' murah dari Jakarta untuk menuju Lombok menggunakan Garuda Indonesia (720k) dan untuk pulangnya Labuan Bajo-Denpasar (700k) nyicipin pesawat baru nya Garuda Indonesia, Denapasar-Jakarta (500k) Air Asia.
    Tepat tanggal 1 Maret saya berangkat menuju Lombok, dan pesawat delay 15 menit euwwh Garuda kok tumben delay -__-" Perjalanan cukup lancar dan berhasil mendarat mulus di Lombok Praya International Airport. LOMBOOOKKK kangen banget sama tempat ini. Saya sengaja berangkat 1 hari sebelum hari berangkat saya pake travel menuju komodo, alasannya mau jalan2 sebentar di Lombok dan juga supaya gak buru2. Pas di pesawat saya dapet kenalan, doi mau meeting di Lombok tapi blm dapet penginapan dan akhirnya saya rekomendasiin hotel tempat saya nginep di Sendok Hotel Lombok, dan dia sreg dengan tempat yang saya rekomendasiin (walaupun blm liat langsung lokasinya). Doi langsung booking kamar via tlp pas nyampe di Bandara sehrga 250k untuk junior room, sedangkan saya dapet harga 200k krn udah booking sebelumnya di tiket.com (waktu itu dapet potongan 100k krn tiket.com lagi ada promo).
     
    Pas lagi nunggu di Bandara tiba2 ada notif email dari Kencana Adventure (travel yg saya pake untuk sailing trip), baca judul nya kok bikin was-was tapi saya tetep berpikir positif, pas buka TARAAAA kejutan datang bro.. mereka ngabarin kalau boat yang akan di pake untuk sailing trip hari senin nanti mesin nya kemasukan air laut sehingga gak bisa digunakan.. WHAT?! udah semerawut aja nih isi kepala, akhirnya saya hubungin langsung adminnya dan dia nawarin untuk refund 100% atau tetep berangkat tapi akan di transfer perjalanan darat. Saya tetep pilih berangkat dan gak mau di cancel, dalam hati bilang "gile gue udah nyampe lombok masa iya gak jadi berangkat". Walaupun ada kendala tapi Kencana Adventure ini cukup recomended sbg pilihan sailing trip, rencana awal kalau kapal nya baik2 aja saya akan singgah di Moyo, Satonda, Gili Laba, Pink Beach, P.Komdo, Rinca, Kelor dan berakhir di Labuan Bajo. Tapi berhubung jadwal jadi buyar akhirnya saya dan rombongan di transfer darat dan di lanjut dengan rute Labuan Bajo - Manta Point - Pink Beach - Pulau Kalong - Pulau Komodo - Rinca - Pulau Kelor - Labuan Bajo. FYI harga sailing trip 4H4M itu 1,750k (deck class).
     
    Review untuk Sendok Hotel : Junior room nya bersih dan lokasi juga tenang, gak mengecewakan lah dan sebanding dengan harga. Deket juga sama senggigi sekitar 10 menitan jalan, makanan di restaurant nya juga enak, staff nya ramah, samping hotel persis ada indomaret dan juga tempat makan.
    Di Lombok saya di temenin muter sama Gan @Dimaz dari forum jalan2.com , thank you gan udah mau anter ke Kuta dan Tanjung Ann, di anterin pula ke tempat nginep daerah senggigi. Thnks berat lah pokok nya
     

     
     

     
     
    Perjalanan darat menuju Labuan Bajo dimulai dari penjemputan saya di Hotel, dan ke 3 orang partner trip saya. Mereka bule semua dan gak ada orang lokal nya hikss sempet bingung juga krn bhs inggris saya gak bagus2 amat
    kita menuju kantor kencana adventure untuk dapet pengarahan perjalanan nya, habis itu kita di anter ke terminal mataram untuk melanjutkan perjalanan. Kita dipesenin Bus Dunia Mas untuk menuju Pelabuhan Sape, untuk tarif bus nya saya lupa nanya krn smua udah di urus sama travel. kita berangkat jam 3 sore dari Mataram dan sampe di pelabuhan pertama (lupa nama nya) untuk menuju ke Sumbawa, lama nyebrang nya kira2 itu 2 jam. Lumayan deh dapet pemandangan bagus selama penyebrangan.
     
     

     
     
    Lanjut perjalanan ke terimal lagi untuk transfer bus kecil. Sempet kesel banget pas transfer bus untuk melanjutkan ke pelabuhan Sape, krn mereka yang ngaku nya 'penjaga tas' di bus minta bayaran, berhubung saya bawa bule jadi si calo itu ngomong ke saya kalau minta fee krn udah taruh bawaan kita di atas bus. WTH! mau marah tapi gimana, akhirnya saya kasih 50rb untuk kami ber 5 ( kami ketemu 1 bule filipina di bis dan akhirnya bareng) awalnya mereka minta 100rb dan ga saya kasih. Yaudahlah pengalaman, next time kalau kesana ga akan kena tipu lagi.. hati2 ya guys kalo mau menuju kesana.
     
    FINALLY sampe juga di Pelabuhan Sape, tapi perjalanan masih panjang broo.. sekitar 7 jam perjalanan supaya bisa sampai Labuan Bajo, kapal fery nya nyaman banget sih untungnya, kami istirahat di ruang ber AC dan baru bisa tidur nyenyak. Gak terasa 7 jam perjalanan udah mau nyampe aja, sepanjang perjalanan pemandangannya LUAR BIASA INDAH BANGET. Ada hikmah nya juga mesin kapal kemasukan air WELCOME TO LABUAN BAJO lah pokoknya
     

     
     
    Kita dapet free peginapan di travel nya, dan baru melanjutkan perjalanan besok paginya jam 9. Nah hari yang ditunggu dateng juga, sblm berangkat kita dibagiin snorkel set dan juga fin untuk snorkeling selama tour, tapi saya sudah bawa perlatan sendiri jadi gak ambil drsana.. Oh iya kami 1 kapal hanya ber 6 loh (ketemu temen 1 lagi di fery dan akhirnya gabung), di bikin private trip sama travel nya untuk nebus kesalahan krn kapal mereka bermasalah, awalnya kami sempat pikir akan digabung dengan peserta lain dr Labuan Bajo, ternyata enggak Tempat pertama yang kami singgahi Manta Point. Pemandangan bawah lautnya AJIB bro, bening nya ga usah di raguin lagi.. Kita juga sudah di sedain makan siang sama ABK nya, masakan nya enak bangettt!! bule2 pada ketagihan buat nambah.


     
     
     

     
     
    Setelah Puas di Manta Point kita langsung menuju Pink Beach, disini kapal berenti agak ditengah dan banyak kapal kecil yg nyamperin untuk nawarin anter ke pinggir pantai tarifnya 20k. Tapi saya coba untuk snorkeling dr tengah ke pinggir pantai, dan pilihan saya tepat krn BEST SPOT FOR SNORKELING, bagus banget bawah lautnya. Lebih banyak ikan dan lebih berwarna juga. Tapi ditempat ini pula ada insiden, handphone yang udah saya kasih case, saya bawa snorkeling sampai ke pinggir laut dan awal nya baik2 aja bisa menghasilkan foto.. Pas mau balik ke kapal, tiba2 case underwater saya malah kemasukan air dan handphone udh gak bisa ketolong haha.. oleh2 dari pink beach handphone RUSAK -__-" bener2 amazing lah solo trip kali ini, LENGKAP
     

     
     
    Yasudahlah lupakan hape rusak, yang penting perjalanan happy~ Selesai di Pink Beach kita langsung ke P.Kalong untuk liat sunset sekaligus bermalam di sini, bermalem nya tetep tidur di kapal.. pengalaman pertama banget nih
    Populasi kalong disini udah gak sebanyak dlu, krn banyak diganggu supaya wisatawan bisa liat populasi mereka, jadinya mereka cari tempat lain untuk dijadiin tempat tinggal. Bermalam disini menyenangkan juga kita habisin waktu dengan ngobrol dan juga main supaya gak boring dan diakhiri dengan pembagian matras tidur.. Untungnya bawa sleeping bag jadinya bisa agak lebih empuk pas tidur hehe..
     

     
    Nah pagi2 banget kita langsung menuju lokasi utama yaitu Pulau Komodo.. nikmatin pagi di pulau tuh emang ajib banget, kerjaan sepanjang perjalanan pegang kamera dan ga mau lewatin satu momen pun hihi.. dan baru inget 1 hal, gak bawa sunblock
     

     
    Jam 7 pagi kita udah nyampe di Pulau Komodo, dan kita menajadi pengunjung pertama yang akan mulai treking.. sebelumnya kita harus bayar untuk masuk ke Taman Nasional Komodo ini, untuk wisatawan sekitar 250an dan lokal 112rb (total sama tiket masuk Rinca).. kita ditemenin sama 2 ranger krn jumlah kita 6, jadi biar ga misah.. Ranger disini bener2 ramah dan ngebantu kita.. itu sih kelebihan dateng pagi, jadi pada masih seger hhe.. kita sepakat untuk ambil yang long track supaya bisa ketemu komodo lebih banyak.. Rombongan kita termasuk yang beruntung karena bisa liat 1 komodo lagi berjemur.. dan beruntung bisa foto bareng doi
     

     
     

     
    rombongan kita~
     

     
    tracking +/- 2 jam membuat kulit jadi menghitam drastis, karena gak pake sunblock juga sih.. yang penting ketemu si komodo dan rombongan kita bene2 beruntung, krn yang lain gak ketemu komodo selain di dapur umum.. umum nya komodo pasti ada di dapur umum.. YES beruntung~~ seneng
    Setelah selesai dari sini kita langsung ke Rinca untuk liat Komodo lagi. Komodo disini lebih liar dan ekstra hati2.. tapi kita pisah jadi 2 team.. bule2 pada pilih longtrack sedangkan saya dan lili (bule filipina) ambil yang medium track.. karena kaki udah ga kuat lagi dan panas nya gak bisa kompromi.. disini kita lumayan banyak nemu komodo nya.. dan yang paling penting view dari atas itu INDAH BANGEEEET..
     

     

     
    Menuju destinasi akhir yaitu P.Kelor.. disini juga spot untuk snorkeling nya bagus.. arus nya gak kenceng dan juga dangkal banget.. saking dangkal nya takut buat nginjek terumbu karang yang ada disana.. pemandangannya sih ga usah di raguin lagi ya, udah pasti bagus
     

     
     
    YAHHHH UDAH MAU SELESAI TRIP? hikss saat nya balik ke labuan bajo nih.. berhubung kita balik nya sore jadi gelombang laut udh mulai tinggi.. jarak dari P.Kelor ke labuan bajo sekitar 1 jam.. dan kapal kita menepi dengan baik di labuan bajo.
    Sebelum berangkat trip saya sudah booking penginapan untuk di Labuan Bajo. Selesai trip saya langsung menuju penginapan dan kebetulan Lili dari filipina mau share room bareng saya krn dia belum dapet penginapan.. oh ya Craig juga ternyata memesan hotel yang sama dengan saya, akhirnya kita jalan bareng menuju ke penginapan. Nama hotelnya Blue Marlin Dive Komodo, rate per malam nya saya dapat 475k  melalui booking.com :) secara keseluruhan disini terlalu mahal untuk fasilitas yang biasa aja, kelebihannya view balkon langsung ke pelabuhan dan juga hanya 10 menit jalan dari pelabuhan. Staff hotel sekitar jam 9 sudah ga ada satupun, yang tersisa cuma satpam.. sehingga menyulitkan kami kalo butuh sesuatu. TV yang disediakan juga gak ada saluran nya deuh - - gimana bisa nonton.. tapi yaudahlah yang penting bisa istirahat.
    Makan malam kami sepakat untuk ketemu kembali ber 6 dan nyobain ikan segar di pasar ikan.. biaya makan disini sekitar 45k untuk menu lengkap dengan sayur dan sambal.. bule2 seneng banget diajak makan disini apalagi pas nyoba sambal yang luar biasa pedes nya, bikin kita ketawa semua krn liat ekspresi masing2 yang lucu karena kepedesan.. ah gak kerasa besok udah pisah sama mereka..
     
    Keesokan harinya, saya menuju bandara jam 12.00 padahal pesawat masih jam 17.00 , gapapa lah sekalian jalan2 cari oleh2.. saya dibantu pihak hotel untuk menuju ke bandara menggunakan ojek, tarif nya 20k dan cuma 15 menitan dari hotel, tapi saya minta berhenti di toko oleh2 nama nya Exotic Komodo, persis di depan bandara.. harga yang di bandrol disini lumayan sih.. terutama untuk kain tenun ikat nya.. kalau untuk kaos2 komodo nya cukup recomended krn harga nya pas dan bahan kaos nya adem.
    Pukul 15.00 baru deh masuk bandara untuk nunggu.. dan Garuda delay lagi sekitar 30 menit.. setelah nyampe di Denpasar saya stay 2 hari sebelum kembali ke jakarta.. dapet tebengan penginapan karena ada temen disana..
     
    SELESAII YEAAH berhasil juga solo trip ke Komodo.. walaupun ga tau ini disebut flashpacker atau apapun.. karena dibuat nyaman aja dengan fasilitas yang dipilih.. Semoga bisa lanjutin perjalanan yang lebih seru..
     
    Inti perjalanan nya bener2 nemu temen baru, beda budaya, beda bahasa, tapi tetep seru dan pengalaman yang ga akan di lupain. Orang sana juga sangat friendly dan lebih welcome sama orang 'lokal'. Banyak banget yang ngebantu selama perjalanan mulai dari berangkat sampai nyampe rumah lagi
     
    Rincian biaya :
    - tiket jkt - lombok 720k
    - airport tax soetta 40k
    - Damri bandara - senggigi 35k (kemarin krn di jemput jadi gak pake damri)
    - penginapan di Sendok Hotel Senggigi 200k
    - Makan malem di hotel 45k
    - Travel ke komodo termasuk biaya jalur darat+laut 1,750k (www.kencanaadventure.com)
    - penginapan di Blue Marlin Dive Komodo 475 : 2 = 237k
    - makan malem di labuan bajo 45k
    - ojek ke bandara komodo 20k
    - airport tax lupa pokoknya gak lebih dari 15k
    - tiket labuan bajo - denpasar 700k
    - tiket denpasar - jakarta 500k
    - airport tax bandara denpasar 75k
    - fee liar di terminal 10k
    - fee lain2 untuk ABK dan ranger di rinca sekitar 140k (pribadi)
    - tiket masuk rinca + komodo 112k
     
    TOTAL semua 4,699k
     
    Happy traveling, mungkin biaya ini bisa lebih hemat lagi :)
  20. Like
    Varanus reacted to pleasejackys in Kisah Mereka Yang Nekat Demi Hasrat Travelling   
    Kisah Mereka yang Nekat demi Hasrat Travelling
     
     
    Apalah artinya hidup jika tidak diisi dengan sebuah hasrat dan impian.Dari impian tersebutlah, kita termotivasi untuk melakukan usaha apapun semaksimal mungkin demi mewujudkannya.Inilah yang seringkali menjadi tujuan hidup bagi kita. Ketika pikiran kita sudah termotivasi dengan kuat, sekeras apapun usaha yang kita lakukan, kita pasti akan menikmatinya. Dan saat impian tersebut akhirnya terwujud, tak ada kebahagiaan lain yang dapat menandinginya. Momen-momen seperti inilah dimana kita merasa hidup kita berharga dan penuh arti.
     
    Tiap orang tentu memiliki hasrat dan impiannya masing-masing, mulai dari memiliki karir yang sukses, keluarga bahagia, dan masih banyak lagi.Salah satu hasrat yang unik untuk kita bahas kali ini adalah hasrat travelling. Beberapa orang yang akan kita bahas kali ini memiliki impian yang besar untuk dapat berkelana keliling dunia. Impian tersebut begitu besar hingga jiwanya terusik untuk melakukan usaha yang besar demi mewujudkannya.Tak jarang ada pengorbanan besar yang harus mereka berikan demi mengejar impiannya.
     

    Impian untuk Keliling Dunia
    (Sumber: Flickr. Credit: Mary Jo.)
     
    Orang-orang di bawah ini cukup terkenal di dunia maya atas usaha yang mereka lakukan. Usaha dan pengorbanan yang mereka lakukan dapat dibilang unik, nekat, dan berani. Perjuangan mereka termasuk perjuangan yang amat jarang dilakukan oleh orang lain. Mau tahu siapa saja mereka dan apa yang telah mereka perbuat demi bisa berpetualang menjelajah dunia? Mari langsung saja kita simak bersama!
     
     
    1. Nick Vujivic – Travelling tanpa Tangan dan Kaki
     
    Nick Vujivic adalah warga Australia yang lahir pada 4 Desember 1982 dengan kondisi kesehatan yang tidak sempurna. Dia menderita sindrom langka bernama Tetra Amelia Syndrom, dimana dia terlahir tanpa memiliki tangan dan kaki sama sekali. Keadaan ini membuat hidupnya cukup berat, baik secara fisik maupun emosional.Namun, semangat hidupnya tidak pernah luntur untuk terus berusaha menjalani hidup yang penuh makna layaknya orang normal.
     
    Nick bukanlah orang yang betah diam di rumah dan tidak melakukan apa-apa. Baginya, keterbatasan itu bukanlah alasan untuk menjalani kehidupan yang pasif. Sebaliknya, justru dia memiliki gairah yang besar untuk mencoba berbagai hal yang tampak mustahil. Nick kemudian belajar berenang, main golf, dan banyak kegiatan lainnya. Pada usia remaja, Nick memutuskan untuk travelling keliling dunia dan mencoba menembus batas-batas yang dikiranya tidak akan pernah bisa ditembusnya.
     

    Nick Saat Travelling ke India
    (Sumber: Flickr. Credit: Barcroft Media)
     
    Travelling telah membuatnya bertemu dengan teman baru, Bethany, yang juga memiliki cacat fisik.Bethany adalah seorang gadis yang gemar berselancar sejak remaja. Suatu ketika, seekor hiu menyerangnya dan menggigit tangan kirinya sampai putus.Bethany pun kehilangan tangan secara permanen sejak saat itu.Akan tetapi, semangat berselancarnya tidak pernah hilang.Dia kembali meluncur di atas ombak dengan papan sekitar tiga minggu setelah kejadian mengerikan itu terjadi.
     
    Melihat kehebatan Bethany, Nick pun ikut tergerak untuk belajar berselancar.Dengan semangatnya yang besar, tidak butuh waktu lama baginya untuk bisa menguasai papan luncur dan ombak.Bahkan, dia pun bisa berputar 360 derajat di dalam sebuah gulungan ombak.Pencapaian ini membuatnya tampil di sampul majalah Surfer.
     

    Belajar Berselancar
    (Sumber: Flickr. Credit: Barcroft Media)
     
    Dari semangat yang dimilikinya, ia merasa ingin membaginya dengan orang lain di seluruh dunia yang hidup dengan keterbatasan seperti dirinya. Dari situ kemudian dia mendirikan organisasi dan mulai berkarir sebagai motivator. Berbagai kota dan negara pun didatanginya demi memberikan semangat hidup pada orang-orang yang tidak dikenalnya.
     
    Hingga saat ini, Nick masih terus berkelana dari satu kota ke kota lain. Selain ingin menjalani hidup yang tanpa batas, petualangan ini juga dimanfaatkannya untuk terus memberikan motivasi kepada orang lain.
     
     
    2. Jodi Ettenberg – Meninggalkan Karir demi Wisata Kuliner
     
    Sebagian besar orang di dunia merasa bahwa karir yang stabil dan kehidupan yang mapan adalah pencapaian paling hebat yang bisa diperoleh.Tak jarang dua hal tersebut menjadi motivasi utama mereka dalam menjalani hidup. Segala macam pengorbanan dan usaha keras pun dilakukan demi kesuksesan tersebut. Namun rupanya, hal tersebut tidak berlaku bagi Jodi Ettenberg, seorang gadis dari New York.
     
    Di usianya yang masih muda, Jodi telah sukses menjalani karir sebagai pengacara di sebuah perusahaan besar.Lima tahun berkarir dijalaninya dengan baik.Suatu hari, Jodi memutuskan untuk berhenti sementara dari pekerjaannya dan berencana menghabiskan satu tahun penuh untuk berlibur dan mengejar hasratnya; Wisata Kuliner.
     

    Jodi Ettenberg Saat ke Morocco
    (Sumber: Legal Nomads. Credit: Jodi Ettenberg)
     
    Tanpa disangkanya, petualangannya berkeliling dunia demi mencicipi makanan telah membuatnya merasa sangat bahagia. Perasaan itu tidak dapat ditandingi sama sekali oleh kesuksesannya dalam berkarir sebagai pengacara. Itulah yang membuatnya kemudian memutuskan untuk tidak kembali lagi ke pekerjaan lamanya.Sebaliknya, dia justru kemudian memulai karir baru yang lebih menyenangkan baginya, yaitu menjadi seorang Travelling Food Blogger.
     
    Dia memiliki website bertajuk Legal Nomads dimana dia menceritakan berbagai petualangannya dari waktu ke waktu untuk mencicipi cita rasa unik dari satu tempat ke tempat lainnya.Namun uniknya, website ini tidak digunakan untuk mencari uang. Tidak ada iklan maupun sponsor sama sekali dalam websitenya tersebut. Keputusan itu sengaja diambilnya karena memang bukan itulah tujuan utamanya membuat website. Awalnya, situs itu dibukanya hanya supaya ibunya dapat memantau kemana dia pergi dan apa saja yang dilakukannya.
     

    Semangat untuk Makan
    (Sumber: Facebook. Credit: Jodi Ettenberg)
     
    Jodi Ettenberg menghidupi dirinya dengan bekerja sebagai penulis dan konsultan freelance di berbagai media sosial.Dia pun pernah menulis buku panduan wisata kuliner berjudul “Food Traveller’s Handbookâ€. Jodi juga pernah memiliki proyek membuat peta kuliner topografis yang dikerjakan secara manual dimana kita bisa melihat makanan apa saja yang terdapat di setiap tempat. Dari pekerjaan itu juga dia mendapatkan uang untuk modalnya berkelana dan membeli makanan.
     
     
    3. Kim dan Brian Dinan – Menjual Seluruh Harta Benda untuk Modal Berkelana
     
    Ingin jalan-jalan tapi tidak punya uang dan kemudian batal jalan-jalan.Itulah kejadian yang umum dialami oleh banyak orang. Memang tak bisa dipungkiri bahwa travelling memang akan membutuhkan dana yang tidak sedikit, apalagi jika impiannya adalah untuk keliling dunia. Ketersediaan uang memang bisa menjadi masalah dalam hal ini.Namun bagi Kim Dinan, hal tersebut tidaklah seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang.
     
    Kim Dinan bekerja penuh waktu dari jam 09.00 pagi hingga jam 17.00 sore dalam sebuah kubikel kecil di sebuah perusahaan.Rutinitas itu dijalaninya selama beberapa tahun hingga kejenuhan mulai menghantuinya.Kim kemudian berpikir bahwa kehidupan seperti ini bukanlah tujuan hidupnya.Dia tidak mau harus menghabiskan seumur hidupnya bekerja di balik meja dari pagi sampai sore.
     
    Ternyata, sang suami, Brian, pun memiliki pikiran yang serupa. Lama kelamaan, impian tersebut makin menggelitik di kedua benak pasangan tersebut. Hingga pada suatu hari, mereka mendapatkan sebuah ide gila; Menjual seluruh harta benda dan memulai hidup baru sebagai traveler sepanjang waktu.
     

    Brian dan Kim Dinan yang Bahagia
    (Sumber: so-many-places.com. Credit: Kim Dinan)
     
    Butuh waktu beberapa bulan sebelum mereka memantapkan diri untuk mengambil langkah besar yang spektakuler ini.Keputusan mereka pun sempat ditentang orang tuanya karena resikonya terlalu besar.Namun, hasrat untuk menjelajah bumi rupanya telah memantapkan keduanya untuk itu. Kim dan Brian pun kemudian menjual rumah dan seluruh isinya, mengundurkan diri pekerjaan masing-masing, dan mulai mengepak beberapa pakaian dalam ranselnya.
     
    Brian dan Kim masing-masing memiliki website untuk menceritakan petualangannya. Mereka juga memiliki pekerjaan sebagai sumber penghasilan dan sumber dana untuk setiap petualangan yang dilakukannya. Kim menulis buku tentang travelling sementara Brian mengelola sebuah program berjudul e-Course Travel School, sebuah sekolah online yang mengajarkan orang-orang bagaimana caranya agar bisa memulai dan menjalani kehidupan baru sebagai seorang traveler. Pasangan petualang ini juga pernah menjadi Ambassador untuk sebuah majalah travelling.
     
     
    4. Ju Peng – Kencan dengan Siapa Saja di Setiap Negara
     
    Dari sekian ide gila yang pernah dilakukan seseorang untuk mewujudkan impiannya bertravelling keliling dunia, mungkin ide Ju Peng inilah yang paling gila. Ju Peng adalah seorang gadis muda dari Shanghai yang memiliki hasrat berpelancong yang besar, namun tidak memiliki cukup banyak uang untuk mewujudkannya.Ide yang muncul di benaknya kemudian adalah dengan mencari “teman kencan†di setiap negara yang dikunjunginya untuk membiayainya jalan-jalan.
     
    Ide ini pun benar-benar dilakukannya.Dia pun membuat pengumuman dengan penjelasan detail tentang rencana dan keinginannya. Disitu dijelaskan bahwa Ju bersedia mencari seorang “teman kencan sementara†di setiap kota yang akan dikunjunginya. Teman kencan tersebutlah yang nanti harus menanggung seluruh biaya Ju Peng selama di kota tersebut. Sebagai imbalannya, Ju bersedia menghabiskan malam untuk tidur bersama sang teman kencan tersebut.
     

    Ju Peng Saat Travelling
    (Sumber: News.co.au. Credit: Ju Peng)
     
    Tak diragukan lagi, banyak pemuda yang bersedia menjadi teman kencannya.Namun, Ju sangatlah pemilih.Dia hanya menerima pemuda yang tampan, masih berusia di bawah 30 tahun, berbadan tinggi, dan tentu saja, kaya raya.Pemuda tersebut juga harus royal dalam mengeluarkan uang demi Ju.Apalah gunanya orang kaya jika mereka pelit, bukan?
     
    Kisah tentang Ju Peng ini sempat membuat heboh di media sosial. Banyak orang yang mengkritik tindakannya karena dianggap tidak pantas dan tidak bermoral. Namun, bagi Ju Peng, apa yang dilakukannya sama saja dengan para backpacker yang mencari tumpangan transportasi dan menginap. Baginya, ini bukanlah hal besar yang patut dicemooh.
     
     
    5. Karl Bushby – Berjalan Kaki Melintasi Negara dan Benua
     
    Jalan kaki adalah hal yang menarik untuk dilakukan ketika kita mengelilingi sebuah kota saat travelling. Dengan berjalan santai, kita memiliki kesempatan untuk menikmati suasana kota dan menemukan setiap detail keunikan yang ada. Bagi kita para traveler, berjalan kaki keliling kota adalah sesuatu yang wajar. Namun, bagaimana dengan berjalan kaki melintasi negara dan benua?
     
    Itulah yang dilakukan oleh Karl Bushby, seorang traveler dari Inggris. Karl memulai petualangannya pada 1998 dari sebuah kota kecil di Chili, negara di ujung Amerika Selatan. Dalam petualangannya, Karl hanya membawa uang tunai sebanyak US$ 300 dan sebuah troli untuk menyimpan barang-barangnya.Karl berjalan kaki sampai ke Amerika Utara dan kemudian berlanjut ke Siberia.Saat ini, Karl sedang berjalan kaki dari Los Angeles ke Washington DC untuk mengajukan permohonan visa ke Kedutaan Rusia sehingga Karl bisa melanjutkan perjalanan impiannya tersebut.
     

    Berjalan Kaki dengan Trolinya
    (Sumber: Flickr. Credit: Karl Bushby)
     
    Hingga saat ini, Karl sudah berjalan kaki selama sekitar 17 tahun dan sudah menempuh lebih dari 20.000 mil jarak.Impian terbesar Karl adalah menyelesaikan misi berjalan kakinya melintasi Asia dan Eropa lalu kemudian berjalan kaki kembali ke kampung halamannya di Inggris.Kita dapat melacak perjalanannya melalui akun twitternya yang diupdate secara berkala.Dari akun tersebut, seringkali Karl ditemui oleh pembaca yang kemudian memberinya bantuan seperti makanan, tempat menginap, dan sebagainya.
     
     
    6. Tom Blancart – Memperbaiki Kapal Rusak untuk Hidup Berlayar
     
    Tom Blancart lahir di Perancis pada 1980.Sejak kecil, orang tuanya cukup sering membawanya travelling dan berlibur.Kegiatan itu sangatlah menyenangkan bagi Tom dan saudara-saudaranya.Bahkan hingga mereka dewasa pun, hasrat untuk bepetualang masih tetap ada dan justru malah semakin membesar. Maka tak heran juga jika setelah lulus kuliah, Tom memutuskan untuk berkarir di bidang pariwisata.
     
    Berbagai profesi dalam bidang pariwisata pernah dijalaninya.Salah satu pengalaman kerjanya adalah dengan menjadi kru kapal.Bekerja selama bertahun-tahun menjadi kru kapal seringkali membuatnya tidak betah, terutama ketika kebetulan dia mendapatkan kapten kapal yang menyebalkan.Kemudian muncul keinginan di pikirannya untuk menjadi kapten di kapalnya sendiri dan berlayar kemanapun dia mau.Akan tetapi, kapal bukanlah barang murah yang bisa dibelinya dari gajinya selama ini.
     

    Tom dan Kapalnya Keraka
    (Sumber: keraka.voila.net. Credit: Tom Blancart)
     
    Hingga pada tahun 2003, dia mendengar kabar bahwa ada seorang kapten meninggalkan kapalnya karena kapal tersebut sudah mulai tua.Saat itu juga, Tom langsung mengambil alih kapal tersebut.Tom kemudian membuka usaha charter kapal kecil-kecilan dengan itu.Uang yang didapatnya dikumpulkan sedikit demi sedikit untuk memperbaiki kapal itu.Karena jumlah terbatas, Tom tidak menggunakan jasa reparasi kapal sama sekali. Semua dikerjakannya sendiri dengan sesekali dibantu oleh temannya.
     
    Memperbaiki sebuah kapal tua bukanlah hal yang mudah.Butuh waktu yang cukup lama juga untuk dapat menyelesaikannya.Namun pada akhirnya, usaha Tom pun membuahkan hasil.Perlahan-lahan, kapal tersebut mulai tampak indah.Tom pun kemudian membentuk sebuah kru kecil dan memulai pelayarannya sendiri. Kapal yang dinamainya Keraka ini telah membawa berlayar melintasi Panama, Amerika Tengah, Australia, Papua Nugini, Micronesia, Filipina, Hong Kong, dan masih banyak lagi.
     
     
     
    Banyak orang bermimpi untuk travelling, bahkan mungkin hampir semua orang memiliki impian yang sama. Namun, hanya sebagian kecil dari mereka yang bisa melakukannya. Mereka yang belum berhasil berkelana memiliki banyak alasan seperti tidak ada dana, tidak ada waktu, dan lain sebagainya. Padahal sebenarnya, travelling bisa dilakukan oleh siapa saja.
     
    Memiliki impian untuk terus berkelana telah membuat mereka sangat tidak betah untuk diam di rumah dan tidak melakukan apa-apa.Di situlah mereka mulai memberanikan diri untuk mencari solusi yang kreatif, memberikan pengorbanan besar, dan mengambil resiko.Dari cerita mereka, kita bisa mengambil pelajaran berharga bahwa sebenarnya, semua hal bisa kita dapatkan asal kita mau berusaha secara maksimal.Termasuk juga dalam urusan travelling, uang dan waktu bukanlah masalah yang begitu besar selama kita masih memiliki usaha dan keberanian.
  21. Like
    Varanus reacted to Chris Tjakra in New Member   
    salam kenal semuanya...
    saya pendatang baru di web ini dari bandung..
    mohon bantuannya ya kaka semua...
    terima kasih
  22. Like
    Varanus reacted to ines in Ekstrimnya Perjalanan Ke Sumber Pitu   
    Kalau @Link kemarin nge-bolang di Air terjun berlokasi di Pujon, Malang. Nah giliran aku  memilih Sumber Pitu yang ada di daerah Tumpang, Malang.
     
    Awalnya sih sempet bingung dengan keberadaan Sumber Pitu ini, Beberapa temen bilang ada di daerah Pujon ehh.. temen yang lain bilang ada di Tumpang  Akhirnya daripada bingung Tanya eyang Google, disitu baru ketahuan deh kalau Sumber Pitu di Kota Malang ternyata ada 2. Okelah akhirnya memutuskan menjajal yang di daerah Tumpang.
     
    Perjalanan ke Sumber Pitu cukup bikin tegang, gimana gak! Jalan hanya cukup di lewati 1 motor naik turun, gak beraspal,  sesekali sebelah kiri kanan jurang dan perkebunan sayur, apel, dan durian   belum lagi tanahnya masih sedikit becek karena musim hujan. Jalan tersebut dilalui sepanjang perjalanan menuju Desa Duwet Krajan.
     
     

     

     
    Akhirnya sampai juga di tempat parkir Sumber Pitu setelah 2 jam perjalanan.
     

     
     
    Tapi perjalanan ekstrim gak hanya disitu ya, itu tadi cuma permulaan aja hehe… Dari tempat parkir kita masih harus turun  jalan kaki sekitar 700-800 meter sampai menemukan tangga darurat dari bambu untuk menuruni tebing setinggi kurang lebih 40 meter. Disini nih butuh nyali yang tinggi buat menuruni tangga bambu tersebut apalagi disaat cuaca gerimis.
     

     

     

     

     
    Eits ternyata di lokasi Sumber Pitu ini ada 2 air terjun yaitu Ringin Gantung dengan ketinggian sekitar 40 meter. Kenapa disebut Ringin Gantung? Karena  terdapat pohon beringin yang menempel di sisi barat air terjun.
     
    Berhubung lagi musim hujan jadi airnya berwarna cokelat.

     
    Di tebing sisi utara Ringin Gantung inilah letak Sumber Pitu, air yang jernih dan deras muncul di sela-sela hijaunya tanaman yang menutup dinding tebing. Air Terjun Sumber Pitu yang ini tidak terlalu tinggi namun cukup eksotis. Anehnya debit air dan warna air tidak terpengaruh kondisi cuaca berbeda dengan air terjun Ringin Gantung yang ada di sebelahnya.
    Penduduk setempat meyakini jika air yang keluar masih berhubungan dengan Gunung Bromo, bahkan ada beberapa warga di luar wilayah yang menjadikan lokasi ini sebagai tempat ritual,serta menganggap air yang keluar merupakan air suci.
     
     
     
  23. Like
    Varanus reacted to pauline in Salam Kenal😊   
    Hiii...salam kenal all...
    Saya member baru, ikut gabung ya...
    Ga sengaja nih nemu jln2.com waktu browsing...
    Asik juga ada wadah untuk saling berbagi dan bertanya seputar wisata...
    Nambah pengalaman.. nambah teman juga...☺
    Salam
  24. Like
    Varanus reacted to li_phing in Say Hi!   
    Hi semuanya!
    Salam kenal, panggil aja saya Phing, tinggal di Medan.
    Senang dengan kebebasan tanpa mengenal waktu dan tempat.
    Semoga ke depannya kita semua bisa nambah wawasan dengan bnyk travelling hahaha
  25. Like
    Varanus reacted to areyuri in Hello Folks   
    Hi All, salam kenal ya, baru join di komunitas ini, masih agak oneng2 dikit.   Aku Agnes dari Jakarta, hobi travelling tapi tergantung dana, hehehe. Hope we can get along well and moga2 dapat banyak kenalan baru sesama pencinta travelling.
×
×
  • Create New...