Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

Monfi

Members
  • Content Count

    107
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    6

Monfi last won the day on February 24 2018

Monfi had the most liked content!

3 Followers

About Monfi

  • Rank
    Tidak Baru Lagi
  • Birthday June 4

Profile Information

  • Gender
    Female
  • Location
    Jakarta
  • Interests
    Travelling

Recent Profile Visitors

The recent visitors block is disabled and is not being shown to other users.

  1. Day 3, 26 Maret 2017 Pagi hari kita siap-siap untuk meninggalkan Osaka menuju ke Kyoto. Dari Stasiun Kami Shinjo kita naik kereta Hankyu Line menuju Stasiun Kawaramachi (370 yen), kemudian lanjut jalan kaki sampai Stasiun Gion-Shijo untuk naik kereta Keihan Line sampai Stasiun Shichijo (150 yen). Waktu perjalanan kurang lebih 1 jam. Sampai di Stasiun Shichijo kita langsung menuju penginapan untuk taruh barang dan check in. Dari penginapan kita jalan kaki kurang lebih 15 menit menuju Stasiun Kyoto. Di stasiun ini kita janjian dengan temennya Mba Poppy, Mba Dyah, yang travelling bareng suami dan anaknya. Travel Pass yang kita gunakan ialah Kyoto Sightseeing 1 Day Pass (1,200 yen) yang bisa digunakan untuk naik kereta Subway dan Bus di Kyoto. Tujuan kita yang pertama yaitu Kinkakuji atau yang sering disebut dengan Golden Pavillion (400 yen, open 09.00-17.00). Sebenernya dari Stasiun Kyoto bisa langsung naik bus no. 101 atau 205, tapi kita pilih naik kereta Subway Karasuma Line dulu sampai Stasiun Kitaoji abis itu baru naik bus no. 101, 102, 204 atau 205 dari Terminal Bus Kitaoji sampai ke Bus Stop Kinkakuji Michi supaya hemat waktu. Tujuan kita yang kedua ialah ke Kiyomizudera Temple (400 yen, open 06.00-18.00, spring / fall ilumination pada jam 18.00-21.00). Kebetulan waktu sampai di sana sudah malam hari pas spring illumination, jadi kita bisa melihat pada saat lampu-lampu dinyalakan. Mba Dyah sekeluarga nggak ikut kita kesini karena anaknya mulai rewel sehingga harus segera balik ke Hotel. FYI, pada saat itu Main Hall-nya Kuil Kiyomizudera sedang dalam proses renovasi atap, dan diperkirakan selesai pengerjaannya pada bulan Maret 2020. Walaupun sudah malam hari dan dalam kondisi hujan, cukup banyak turis yang berkunjung ke kuil ini.. Kyoto Tower Kinkakuji Kiyomizudera Temple Day 4, 27 Maret 2017 Hari kedua di Kyoto, pastinya harus mengunjungi itenerary wajib klo orang jalan-jalan di sini, apalagi klo bukan Fushimi Inari Shrine (free, always open, stasiun terdekat : Stasiun JR Inari atau Stasiun Keihan Fushimi Inari). Pasti temen-temen udah pada tahu tentang senbon torii, gerbang berwarna merah oranye yang jumlahnya mencapai ribuan yang berjejer hingga sampai ke atas Gunung Inari. Sekilas mengenai Fushimi Inari Shrine, kuil Shinto ini dibangun untuk memuja Dewa Inari, dewa beras yang membawa kesuburan, kemakmuran, dan kesuksesan, sehingga dianggap sebagai salah satu dewa penting dalam pemujaan Shinto. Dewa Inari juga berperan sebagai pelindung usaha pertanian, perdagangan, dan perindustrian. Torii yang berdiri di kuil ini merupakan sumbangan dari para pemujanya, dimana nominalnya pun nggak sedikit, dari sekitar ratusan ribu sampai jutaan yen. Di kuil ini kita akan sering melihat patung rubah, yang konon katanya merupakan perantara Dewa Inari. Sayangnya aku nggak sempet naik sampai ke atas karena itinerary yang lumayan padat. Mungkin kapan-kapan jika ada kesempatan bisa ke sini lagi supaya bisa naik sampai puncak. Lanjut ke destinasi kedua yang sering dikunjungin orang waktu ke Kyoto, yaitu Arashiyama Bamboo Forest (free, always open, stasiun terdekat : Stasiun JR Saga-Arashiyama, Stasiun Randen Arashiyama, atau Stasiun Hankyu Arashiyama). Selain jalan-jalan di hutan bambu, banyak kegiatan yang bisa dilakukan di daerah Arashiyama. Kira-kira jam 12.00 siang, aku dan Mba Poppy berpisah disini, karena Mba Poppy akan ke Tokyo sedangkan aku masih di Kyoto. Kegiatan pertama yang aku lakukan ialah beli tiket Sagano Romantic Train, dari Stasiun Saga Torokko sampai Stasiun Kameoka Torokko (one way perjalanan 620 yen selama 25 menit, beroperasi dari tanggal 1 Maret sampai 29 Desember, libur di hari Rabu kecuali hari-hari tertentu). Stasiun Saga Torokko buka jam 08.35, dan kereta pertama yang berangkat dari Stasiun Saga Torokko ialah jam 09.01. Untuk lengkapnya bisa dilihat di web ini.. Akhirnya berhasil dapet tiket untuk keberangkatan jam 14.01. Karena masih ada waktu satu setengah jam, aku berkunjung ke salah satu kuil yang ada di Arashiyama, yaitu Tenryuji Temple (500 yen untuk taman, tambahan 300 yen klo masuk ke dalam kuil, open 08.30-17.30). Di dalam kuil yang termasuk ke dalam UNESCO World Cultural Heritage Site ini terdapat taman yang dikenal dengan nama Sogenchi Garden, salah satu taman tertua di Jepang yang masih dipertahankan keasliannya seperti abad ke 14. Bagi temen-temen yang suka Japanese Zen Garden recommended untuk mampir ke sini. Setelah puas jalan-jalan di Tenryuji Temple, saatnya kembali ke Stasiun Saga Torokko untuk naik kereta Sagano Romantic Train sampai ke pemberhentian terakhir di Stasiun Kameoka Torokko. Kemudian kita harus berjalan kaki sedikit sampai Stasiun Umahori untuk naik kereta JR Sagano Line sampai Stasiun Saga-Arashiyama (200 yen). Tujuan selanjutnya ialah menuju ke salah satu UNESCO World Cultural Heritage Site, yaitu Ninnaji Temple (500 yen, open 09.00-17.00). Untuk menuju ke kuil ini, aku naik kereta Randen Keifuku Arashiyama Line dari Stasiun Randen-Saga, transit di Stasiun Katabiranotsuji untuk ganti kereta Randen Keifuku Kitano Line menuju ke Stasiun Omuro Ninnaji (210 yen). Kereta ini cukup unik dimana cuman ada satu gerbong, saat masuk dan mengendarai kereta terasa sekali suasana zaman dahulu, karena memang kereta ini adalah satu-satunya tram line yang masih berfungsi. Banyak hal menarik yang ada di Ninnaji Temple, seperti struktur kuil yang menawan serta taman yang indah. Namun salah satu keunikan kuil ini ialah tumbuhnya Omuro Sakura, salah satu spesies sakura yang mekarnya lebih lambat dibandingkan pohon sakura biasa (biasanya mekar pada pertengahan April). Selain itu pohonnya juga tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 2 meter. Pada saat mekar dengan sempurna, biasanya ada biaya tambahan 600 yen untuk menikmati indahnya Omuro Sakura. Perjalanan aku lanjutkan dengan kembali menaiki kereta Randen Keifuku Kitano Line dari Stasiun Omuro Ninnaji, transit di Stasiun Katabiranotsuji untuk ganti kereta Randen Keifuku Arashiyama Line menuju ke Stasiun Randen Arashiyama. Tujuan utama aku ke sini ialah untuk menikmati indahnya Kimono Forest (free, always open) karya Yasumichi Morita, seorang interior designer. Di stasiun ini terdapat sekitar 600 pilar akrilik berhiaskan motif kimono dengan teknik kyo-yuzen sebagai bagian dari renovasi stasiun kereta yang selesai dikerjakan pada tahun 2013. Suasana menjadi lebih dramatis saat malam tiba, dimana pilar-pilar ini akan menyala dengan indahnya. Sampai di ujung, kita akan melihat kolam kecil yaitu Ryu no Atago-ike, dimana katanya banyak orang yang memanjatkan doa di sini. Sampai disini dulu semuanya.. Semoga bermanfaat yaa.. Fushimi Inari Shrine Arashiyama Bamboo Forest Tenryuji Temple Sagano Romantic Train Ninnaji Temple Togetsukyo Bridge Kimono Forest
  2. @deffa pake google map aja search Glico Man Sign.. Tinggal ngikutin arah deh.. Insyaallah ketemu..
  3. @twindry Alhamdulillah ada rezeki.. @kyosash Kmaren mampir ke nabana no sato di Kuwana, Prefektur Mie.. Bagus banget.. Recommended..
  4. Hallo semuanya.. Setelah sukses solo travelling kemarin ke Jepang tahun 2016 yang lalu, bisa dibilang tahun 2017 ini jadi part 2 nya.. Kali ini aku nggak sendiri, tapi bareng sama temen kantor, Mba Poppy (btw sekarang dia udah pindah ke perusahaan lain). Gimana ceritanya bisa barengan? Jadi sebenernya Mba Poppy udah beli tiket duluan untuk berangkat awal tahun 2017, terus karena denger dari temennya klo aku pasti mau berangkat bulan Maret, akhirnya tiketnya di-refund dan beli tiket baru. Jadi deh kita berangkat bareng tanggal 24 Maret. Bedanya, Mba Poppy pulang di tanggal 2 April 2017, sedangkan aku lanjut sendiri sampai tanggal 7 April. Overall itinerarynya ialah : Tanggal 24 Maret 2017 : Berangkat dari Jakarta menuju Kansai Airport via Hongkong Tanggal 25 Maret 2017 : Osaka Tanggal 26-27 Maret 2017 : Kyoto Tanggal 28 Maret 2017 : Kyoto, day trip ke Uji dan Kobe Tanggal 29 Maret 2017 : Kyoto Tanggal 30 Maret 2017 : Nara Tanggal 31 Maret 2017 : Nagoya, day trip ke Inuyama dan Kuwana Tanggal 1 April 2017 : Nagoya, day trip ke Ogaki dan Kakamigahara Tanggal 2 April 2017 : Suzuka dan Nagoya Tanggal 3 April 2017 : Amanohashidate Tanggal 4 April 2017 : Kinosaki Onsen Tanggal 5 April 2017 : Hikone Tanggal 6 April 2017 : Himeji Tanggal 7 April 2017 : Pulang dari Kansai Airport ke Jakarta via Hongkong Prologue Persiapan kurang lebih sama seperti tahun 2016, bedanya sekarang pake e-paspor jadinya lebih mudah. Untuk itinerary, perhitungan biaya, beli tiket dan lain-lain, aku yang urus, sedangkan Mba Poppy bagian booking akomodasi. Untuk kurs kurang lebih dapetnya sekitar 119 yen. Btw, kita masing-masing sewa pocket wifi, klo Mba Poppy dari Jakarta pake wi2fly, aku pake Sakura Mobile yang diambil di Jepang. Kenapa nggak sewa satu pocket wifi aja biar hemat? Mba Poppy ada rencana di tanggal 27 Maret 2017 ke Tokyo bareng temennya selama 3 hari 2 malem, sedangkan aku stay di Kyoto. Day 1, 24 Maret 2017 Ok, balik lagi ke cerita waktu berangkat. Kita pulang pergi menggunakan pesawat Cathay Pacific dengan transit di Hongkong. Beli tiket sudah dari tahun 2016, dengan total biaya pulang pergi Rp 4.9 juta. Sampai di Kansai Airport, proses imigrasinya ternyata cepet banget. Sempet khawatir karena beberapa akomodasi kita pesan dari Airbnb tapi ternyata nggak ada masalah. Kita cuman cantumin salah satu alamat penginapan yang dipesan di booking.com. Selesai urusan imigrasi, kita langsung ke Kansai Airport Tourist Information Center untuk beli beberapa travel pass, yaitu: Keihan Kyoto Sightseeing Pass 1 Day (500 yen) : untuk ke Uji Hankyu Tourist Pass 1 Day (800 yen) : untuk ke Kobe Kintetsu Rail Pass 5 Days (3,800 yen): untuk ke Nagoya dan Suzuka Sedangkan travel pass yang dibeli di Indonesia antara lain: Osaka Amazing Pass 1 Day (2,300 yen): untuk explore Osaka. Beli di H.I.S. Tours & Travel Indonesia. Dapetnya tiket fisik yang langsung bisa dipakai di Jepang. JR Pass 7 Days Ordinary (29,110 yen): untuk Mba Poppy pake ke Tokyo. Kayaknya beli vouchernya di Tripvisto. JR Kansai Wide Area Pass 5 Days (8,500 yen): untuk aku pake ke Amanohashidate, Kinosaki Onsen, Hikone, dan Himeji. Beli voucher di JTB Indonesia. Untuk voucher JR Pass dan JR Kansai Wide Area Pass kita tuker di Stasiun Osaka, karena pas di Kansai Airport antriannya udah panjang mengular, takut bakal ngabisin waktu. Selain travel pass diatas kita juga beli di vending machine yaitu: ICOCA (IC Card) untuk Mba Poppy (500 yen deposit). SUICA (IC Card) yang aku beli tahun lalu bisa digunakan juga di Kansai area, jadi diisi ulang aja Tujuan berikutnya ialah langsung ke apartemen di daerah Kami Shinjo, Osaka. Dari Kansai Airport naik kereta Nankai Line sampai Stasiun Tengachaya (920 yen), lanjut naik kereta Subway Sakaisuji Line sampai Stasiun Tenjimbashisujirokuchome (280 yen), abis itu naik kereta Hankyu Line sampai Stasiun Kami Shinjo (190 yen). Waktu perjalanan kurang lebih 1 jam 15 menit. Nyari gedung apartemennya susah banget, sampe kurang lebih 1 jam kita muter-muter, mana yang punya juga susah dihubungin. Tapi pada akhirnya ketemu juga gedung apartemennya setelah kita tanya-tanya sama penduduk sekitar. Overall apartemennya oke dan kita puas menginap disana. Hongkong International Airport Cathay Pacific Moslem Meal Koleksi Travel Pass Apartemen Airbnb Day 2, 25 Maret 2017 Hari kedua di Jepang kita habiskan seharian di Osaka. Travel pass yang kita gunakan ialah Osaka Amazing Pass, dimana dengan menggunakan pass ini untuk transportasi dan beberapa admission fee tempat wisata sudah di-cover. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di web. Tempat wisata yang kita kunjungin yaitu: Osaka Castle (600 yen, open 09.00-17.00). Stasiun terdekat : Stasiun Tanimachi 4-chrome (Tanimachi / Chuo Subway Line) atau Stasiun Osakajokoen (JR Line). Koleksinya lengkap tapi klo udah pernah berkunjung ke kastil original kayaknya ada sesuatu yang kurang. Shinsekai Area & Tsutenkaku Tower (700 yen, open 09.00-21.00, untuk open air deck 10.00-18.00). Stasiun terdekat : Stasiun Shin-Imamiya (JR Line), Stasiun Dobutsuen-mae (Midosuji / Sakaisuji Subway Line), atau Stasiun Ebisucho (Sakaisuji Subway Line). Kita nggak sempet naik ke atas Tsutenkaku Tower karena ngantrinya panjang banget, waiting time-nya sampai 1 jam. Shinsaibashi Shopping Street & Dotonbori, tempatnya papan Glico Running Man dan Kani Doraku Crab. Karena letaknya di daerah Namba, aksesnya gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Nankai Line, Kintetsu Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Sennichimae Subway Line. Disini kita belanja macem-macem. Beberapa toko yang kita datangi antara lain Daiso, Daimaru Shinsaibashi Sanrio Gallery, dan Matsumoto Kiyoshi. Jam buka toko di sini kurang lebih jam 10.00-21.00. Tempozan Ferris Wheel (800 yen, open 10.00-22.00). Stasiun terdekat : Stasiun Osakako (Chuo Subway Line). Bianglala ini merupakan yang terbesar di Osaka. Pemadangan Osaka Bay Area di malam hari dari ketinggian 112.5 meter nya keren banget. Recommended. Btw ada dua jenis gondola, yang pertama gondola biasa dan yang kedua “see through cabin” dimana dasar gondola dibuat transparan. Antrian “see through cabin” lebih panjang, jadinya kita naik yang biasa aja. Umeda Sky Building (1,000 yen, open 10.00-22.30). Akses ke sini juga gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Hankyu Line, Hanshin Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Tanimachi Subway Line. Tujuan utama ke gedung yang terdiri dari dua tower ini ialah untuk melihat pemandangan kota Osaka dari Floating Garden Observatory yang berada di lantai 39. Sampai di sana antriannya cukup panjang, tapi waiting time-nya nggak sampai 1 jam. Pemandangan kota Osaka di malam hari juga cukup bagus. Tadinya kita mau makan ramen halal di daerah Namba, nama restorannya Ramen Honolu, cuman karena timing-nya nggak tepat kedainya udah tutup duluan untuk break siang (jam 14.30, buka lagi jam 17.00). Overall waktu yang dihabiskan di Osaka sangat menarik, hanya saja pada saat itu bunga Sakura belum mekar. Sepertinya tahun ini ada keterlambatan akibat cuaca yang tidak menentu. Jadinya terpaksa beberapa itinerary ada yang aku modifikasi atau kadang jalan saja spontan tanpa itinerary. One Day in Osaka Sekian untuk saat ini.. Lanjutannya bisa dilihat di link berikut: Day 3-4, 26-27 Maret 2017 : Kyoto Untuk perjalananku ke Jepang (mainly Tokyo, Takayama, Toyama, Matsumoto) di tahun 2016 bisa dilihat di link ini Terima kasih semuanya..
  5. @deffa Padet banget itin-nya.. Luar biasa.. 1. Mungkin bisa mampir Osaka Museum of Housing and Living (termasuk ke Osaka Amazing Pass) bisa nyoba yukata/kimono 200 yen.. 2. Mampir Meriken Park di Kobe, ada Earthquake Memorial Park. Setengah hari aja cukup. Abis itu ke Kyoto, bisa ke Fushimi Inari sama Arashiyama.. 3. Klo mau ke Nara, bisa mampir ke Kasuga Taisha Shrine atau ke Sagiike Pond (Ukimido).. 4. Sampai Takayama jam berapa? Bisa ikut Shirakawa-go half day tour dari J-Hoppers (diskon 500 yen klo nginep di guesthouse-nya). Ada morning sama afternoon. Enaknya sih klo ke Hirayu no Mori sekalian ke Shin Hotaka Ropeway.. 5. Tokyo : Biasanya masih ada winter illumination ( https://fastjapan.com/en/p118383 atau http://www.gotokyo.org/en/tourists/attractions/fourseasons/illumination.html) Semoga membantu..
  6. @Gunnersaurus Kansai Area Pass bisa dibeli di travel agent.. Klo aku biasanya sih beli di JTB.. Nanti dapet voucher yang dituker di stasiun kereta di Jepang..
  7. @Gunnersaurus Kayaknya lebih prefer: Hari 1: Dari Kyoto ke Osaka beli tiket ketengan aja (naik JR atau Hankyu sekitar 400-500an yen), terus beli Osaka Kaiyu Ticket (2,550 yen) yang udah termasuk tiket masuk Kaiyukan Aquarium & naik subway seharian. Hari 2: Beli Kansai Area Pass 1 Day (beli di Indonesia / internet 2,200 yen). Pertimbangan hari 2 pake Kansai Area Pass karena untuk pindah2 kota yang agak jauh mending pake JR, klo pake private railway takutnya kelamaan di jalan. Note: ngga bisa naik shinkansen & hanya bisa naik Limited Express Haruka. Btw Kobe sama Himeji itu searah, tapi Nara berlawanan arah. Hari 4: Dari Osaka ke Kansai Airport beli tiket ketengan (naik JR atau Nankai sekitar 1,000an yen) Klo beli Kansai Thru Pass 3 Days 5,200 yen, jatohnya lebih mahal.. Mungkin bisa jadi masukan..
  8. @singgihfuadi13 wow FR nya udah jadi.. Fotonya bagus2.. @deffa iya, kita janjiannya di Nagoya..
  9. @deffa infonya sih (https://en.japantravel.com/kyoto/the-kimono-forest-of-arashiyama/20545) ini ada sejak tahun 2013, jadi pas stasiunnya direnovasi, dipasang juga pilar2 kimononya.. Ntar bulan maret aku selidiki dulu ya..
  10. @deffa kimono forest ada di Randen Arashiyama Station.. http://randen.keifuku.co.jp/en/ @Vaylyn walaupun Kyoto rame wisatawan, banyak tempat-tempat yang kayaknya masih sepi pengunjung.. kayaknya ini salah satunya..
  11. @deffa @Nightrain ada lagi yg ngga kalah keren, klo ke arashiyama, mampir ke kimono forest jg.. https://trip101.com/article/what-a-wonderful-station-the-magical-lights-of-kimono-forest-at-randen-line-s-arashiyama-station Pas malem2 kayaknya bagus.. Yang pastinya gratis.. Hehehe
  12. @Nightrain klo ke kiyomizudera sekalian mampir ke Ishibei Koji : http://www.insidekyoto.com/ishibei-koji-lane ini FR pas ke Tateyama Kurobe Alpine Route : link Shin Hotaka Ropeway : link Waktu itu nginep di Toyama, start pagi Full Route sampe Shinano-Omachi, selesai sore nginep di Matsumoto..
  13. @Nightrain sebenernya belum pernah juga ke Kansai, baru Maret ini kesana.. Mungkin abis dari sana baru bisa kasi info.. Btw kayaknya bulan juni curah hujannya tinggi.. Bakal sering hujan.. Klo 3 best experiences yang bikin pengen kesana lagi: Tateyama Kurobe Alpine Route Kamikochi Shirakawa-go Di bulan juni masih ada salju di Tateyama Kurobe Alpine Route, kita bisa jalan di antara snow wall, ada snow slide, dan ada juga snow exhibition.. Beberapa atraksi yang kids friendly mungkin: Osaka Aquarium (Kaiyukan) - Osaka Tempozan Ferris Wheel - Osaka The Momofuku Ando Instant Ramen Museum - Osaka Nara Park - Nara Kyoto Railway Museum - Kyoto Toei Uzumasa Eigamura - Kyoto Klo ke Kobe bisa liat night view dari Harborland sama night view-nya Akashi Kaikyo Bridge.. Night view dari Mount Maya juga keren (Ten Million Dollar Night View, salah satu Three Major Night Views of Japan, selain Hakodate & Nagasaki) Untuk worst experiences mungkin karena ngga ngecek perkiraan cuaca kali ya..
  14. @Echyludfi tahun lalu ke shirakawago dari tokyo pake willer bus, rutenya tokyo (shinjuku)-takayama.. pake overnight bus, berangkat jam 11an malem sampe takayama jam 4 pagi.. selain rute itu bisa juga tokyo-toyama.. biaya overnight bus sekitar 6,000an yen.. lumayan hemat biaya penginapan juga.. untuk bus menuju shirakawago (nohi bus) bisa dari takayama atau toyama.. takayama-shirakawago pp 4,420 yen (ngga musti reserved), toyama-shirakawago pp 3,080 yen (musti reserved).. klo badan kuat mungkin naik overnight bus 2 kali, dari tokyo malem sampe di takayama / toyama pagi, terus jalan ke shirakawago, malemnya naik bus lagi sampe tokyo besok paginya.. klo ngga nginep aja 1 malem di takayama / toyama dulu..
  15. setuju ama @twindry klo ke nikko mending pas autumn.. @inusama klo sama orang tua mungkin itinerary-nya yang santai aja.. Klo budget ngga masalah, mungkin bisa pake Alpine-Takayama-Matsumoto Area Tourist Pass (http://www.japan-guide.com/e/e2361_alpen.html), dari Tokyo bisa naik willer bus ke Matsumoto (3 jam-an) atau ke Toyama.. Btw tanggal 19-20 April ada spring festival di Hida-Furukawa.. Emang ngga sedege di Hida-Takayama, cuman kayaknya keren juga.. Hida-Furukawa kota kecil tapi kayaknya charming.. Beberapa tempat wisata yang cocok & recommended: Tateyama Kurobe Alpine Route, Takato Castle Ruins Park (piknik nikmatin sakura), Hida-Takayama, Shirakawa-go, Okuhida (Hirayu Onsen / Shin-Hotaka), Hida-Furukawa, Nagoya
×
×
  • Create New...