awidiot.com

Members
  • Content count

    5
  • Joined

  • Last visited

About awidiot.com

  • Rank
    Baru Bergabung
  • Birthday 10/18/1993

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Location
    Pontianak

Contact Methods

  • Website URL
    www.awidiot.com

Recent Profile Visitors

The recent visitors block is disabled and is not being shown to other users.

  1. iya mas, main kesini kapan-kapan mas siaaappp
  2. Ritual Penyucian Rohani dan Jasmani di Bumi Galaherang. Kalimantan Barat memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, mulai dari wisata bahari hingga wisata alam, salah satu tempat wisata yang ada Kabupaten Mempawah ini mungkin bisa jadi tempat yang seru mengisi akhir pekan anda. Jika berbicara soal tempat rekreasi unik di Kalimantan Barat, maka tempat berlibur bernuansa sejarah tidak akan lepas darinya. Berdasarkan cerita para ahli sejarawan yang mengisahkan bahwa dahulunya Borneo wabilkhusus West Borneo adalah sebuah pulau yang terdiri dari banyak Kerajaan dengan 2 jenis corak, yaitu melayu dan dayak. Bahkan, disetiap kabupaten di Kalimantan Barat memiliki kisah tersendiri terkait Kerajaan ataupun Keraton, tidak terkecuali Kabupaten Mempawah. Daerah yang memiliki julukan Bumi Galaherang ini memiliki sebuah Keraton yang cukup terkenal dimasanya. Kerajaan yang memiliki corak melayu dan sangat kental dengan nuansa islaminya ini bernama Keraton Amantubillah yang memiliki arti "Aku Beriman Kepada Allah". Keraton ini terletak di Mempawah Hilir, sekitar 15 menit dari Terminal Kabupaten Mempawah. Keraton yang didominasi warna hijau tosca ini semakin terkenal dikancah internasional pada saat naik tahtanya Opu Daeng Manambon untuk menggantikan Sultan Senggauk. Orang-orang dari berbagai penjuru mulai mendatangi Keraton Amantubillah untuk berdagang ataupun untuk melakukan kontrak politik. Pada tahun 1808 M, Keraton Amantubillah sempat terbakar hebat yaitu pada masa pemerintahan Gusti Ibrahim (Sultan ke-9 Mempawah). Namun, dibangun kembali dan rampung pada tanggal 2 November 1922 saat pemerintahan sultan ke-11 Mempawah yaitu Gusti Muhammad Taufik Accamaddin. Keraton yang memiliki tulisan "Mempawah Harus Maju, Malu dengan Adat" pada gerbangnya ini membagi kompleks Keraton menjadi 3 bagian, yaitu bangunan utama yang dijadikan tempat Singgasana Raja beserta Pemaisuri dan juga dijadikan tempat tinggal keluarga Kerajaan (saat ini difungsikan sebagai museum, dan ditempat ini menyimpan berbagai benda peninggalan Keraton Mempawah, seperti Singgasana Raja, busana kebesaran, keris, dan juga foto-foto anggota keluarga Kerajaan). Bangunan sebelah kanan dijadikan tempat untuk mempersiapkan segala keperluan dan juga digunakan sebagai tempat untuk jamuan makan anggota keluarga Kerajaan (saat ini difungsikan sebagai pendopo Keraton). Sedangkan sisi sebelah kiri bangunan Kerajaan berfungsi sebagai aula dan juga tempat mengurus segala hal yang berkaitan dengan administrasi pemerintahan Kerajaan (saat ini difungsikan sebagai tempat tinggal para kerabat anggota Keraton Mempawah). Dibelakang istana Amantubillah terdapat sebuah kolam yang dahulunya digunakan sebagai pemandian keluarga Kerajaan, sayangnya kolam ini tidak dapat digunakan kembali karna tertutupnya saluran air yang menghubungkan tempat tersebut ke sungai Mempawah. Jika anda berkunjung ke tempat ini jangan khawatir kelaparan karna di dekat Keraton terdapat sebuah kantin yang memiliki ciri khas kearajaan, dan harga yang ditawarkanpun relatif terjangkau. Untuk anda yang muslim, jangan khawatir mau shalat dimana, karna didekat Keraton juga memiliki sebuah masjid peninggalan kesultanan Amantubillah yang diberi nama Masjid Jami'atul Khair, semakin lengkap bukan nuansa islaminya. Nah, untuk kalian yang tertarik menelusuri jejak Kerajaan bercorak melayu dan bernuansa kental islaminya di Kalimantan Barat, Keraton Amantubillah mungkin dapat dijadikan salah satu destinasi wisata pilihan untuk memenuhi hasrat penasaran anda. Sumber : www.awidiot.com
  3. awidiot.com

    awidiot.com

    Tugu Khatulistiwa
  4. Pontianak Kota Wisata Paling Menarik di Indonesia. Pernah mendengar istilah “Pontianak Kota Khatulistiwa”? Istilah yang disandang oleh Kota Pontianak ini bukanlah sembarang istilah, pasalnya istilah ini untuk menunjukan salah satu keunikan dari Kota Pontianak yang notabenedilintasi oleh garis Khatulistiwa. Baru-baru ini Kota Pontianak menjadi sorotan dunia karena melakukan sebuah ritual yang hanya terjadi 2 kali dalam setahun. Ritual yang membuat Kota Pontianak menjadi salah satu Kota tanpa bayangan, dimana pada jam-jam tertentu Pontianak benar-benar seperti ada didalam sebuah scene Film. Selain fenomena alam ini, Kota Pontianak juga masih menyimpan berbagai tempat rekreasi unik lainnya, seperti Istana Kesultanan Kadriyah, Taman Alun-Alun Kapuas, dan masih banyak yang lainnya.Anda ingin merasakan secara langsung bagaimana keunikan dari Pontianak Kota Khatulistiwa ini? Silahkan kunjungi 8 tempat rekreasi di Kota Pontianak berikut ini :TUGU KHATULISTIWATugu Khatulistiwa merupakan sebuah tempat yang sangat ikonik untuk Kota Pontianak. Jika kita sedang berbicara tentang Kota Pontianak, maka Tugu Khatulistiwa tidak akan pernah lepas darinya.Sebagai salah satu ikon wisata di kota Pontianak, Tugu Khatulistiwa menyuguhkan wisata sejarah dan keunikan yang tidak dimiliki oleh kota-kota lainnya. Salah satu keunikan dari Tugu Khatulistiwa adalah adanya perayaan yang hanya terjadi 2 kali dalam setahun yaitu Kulminasi yang menjadikan Kota Pontianak bak dalam sebuah scene film. Pada saat prosesi alam ini terjadi, semua benda yang berada di atas bumi Khatulistiwa tidak lagi memiliki bayangan untuk beberapa saat.Jika anda ingin menikmati fenomena alam ini, maka berkunjunglah antara tanggal 21 hingga 23 Maret dan 21 hingga 23 September.Selain itu, tempat rekreasi yang beralamat di Jalan Khatulistiwa bagian Pontianak Utara ini sangat sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing. Mengingat jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Pusat Kota Pontianak yaitu sekitar 3 Kilometer dan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit jika menyeberang melalui penyeberangan Kapal ferry dari Taman Alun-Alun Kapuas menuju Siantan.MAKAM KESULTANAN BATU LAYANGPontianak yang terkenal dengan julukan Kota Seribu Parit ini juga menyimpan wisata religi yang patut masuk dalam daftar tempat rekreasi yang wajib anda singgahi di Kota Pontianak.Makam Kesultanan Batu Layang adalah komplek pemakaman delapan Sultan Istana Kadriyah. Tidak diketahui secara jelas mengapa sultan menamakan tempat ini “Batu Layang” dan ingin dimakamkan ditempat ini. Namun, menurut cerita yang beredar, dahulu kala tempat ini adalah tempat pertama kali Sultan Abdurahman Al Kadrie datang, oleh karena itu, beliau ingin dimakamkan ditempat ini. Dan hal ini sekaligus menjadi pembeda antara komplek pemakaman Kerajaan di Pontianak dengan kerajaan di pulau Jawa dan Sumatera yang lebih memilih komplek pemakaman disekitar perbukitan.Tempat ini selalu ramai dikunjungi, terlebih lagi pada malam jum’at. Kebanyakan pengunjung yang hadir berziarah merupakan orang-orang yang mencintai Sultan Abdurahman Al Kadri, dan perlu anda ketahui bahwa pengunjung komplek pemakaman ini bukan hanya penduduk asli Kota Pontianak saja, namun dari berbagai kalangan dan etnis.Saya pernah beberapa kali mengunjungi tempat ini, dan saya dapat pastikan bahwa anda akan merasakan atmosfir yang berbeda dari tempat wisata biasanya anda kunjungi. Jika anda sangat menyukai wisata religi dengan nuansa sejarah dan mistis serta barokah, saya sarankan kepada anda untuk tidak melewatkan berkreasi ke komplek Makam Kesutanan Batu Layang ini.ISTANA KESULTANAN PONTIANAK atau KERATON KADRIYAHSiapa yang tidak kenal Istana Kesultanan Pontianak? Kesultanan Pontianak atau Keraton Kadriyah merupakan cikal bakal lahirnya Kota Pontianak, menurut sejarahnya, Kesultanan ini didirikan oleh seorang Pria berketuruan Arab yang berasal dari Hadramaut yang kemudian menikahi seorang Putri dari kerajaan Mempawah.Pria ini bernama Sultan Abdurahman Al Kadrie yang memboyong sang Istri untuk berkelana dan kemudian mendirikan balai sebagai sebuah rumah singgah dipersimpangan sungai landak, sungai kapuas kecil dan besar.Singkat cerita, pada tahun 1778 (1192 H) dikukuhkanlah Sultan Abdurrahman Al Kadrie sebagai Sultan Pontianak.Ada cerita menarik dibalik pemberian nama “Pontianak”, konon katanya pemberian nama tersebut sangat erat kaitannya dengan makhluk halus “kuntilanak”, oleh karena itu, Pontianak juga sering disebut-sebut sebagai “Pontianak Kota Kuntilanak”.Jika anda penasaran dengan kebenaran kisah tersebut, silahkan berkunjung ke Istana Kesultanan Kadriyah Pontianak, disana anda bukan hanya dapat menyaksikan secara langsung peninggalan bersejarah dari Kesultanan ini, tapi anda juga dapat bertanya secara langsung dengan ahli waris mengenai sejarah dari Kesultanan Pontianak ini.Oleh karena itu, sangat disayangkan jika anda harus melewatkan tempat rekreasi bersejarah ini jika anda sedang berkunjung ke Kota Pontianak.MASJID JAMI’ atau MASJID SULTAN SYARIF ABDURRAHMAN AL KADRIETidak jauh dari Istana Kesultanan Kadriyah Pontianak anda akan menjumpai sebuah Masjid yang sangat terkenal di Kota Pontiank yaituMasjid Sultan Syarif Abdurrahman Al Kadrie atau lebih familiar dikenal dengan nama Masjid Jami’.Masjid Jami’ merupakan salah satu saksi atau tanda berdirinya Kota Pontianak, menurut sejarah, Masjid ini pertama kali dibangun oleh Sultan Syarif Abdurahman Al Kadrie yang kemudian dilanjutkan oleh putra beliau yang bernama Sultan Syarif Usman Al Kadrie.Masjid yang dibangun pada 23 Oktober 1771 ini mampu menampung sekitar 1.500 jama’ah dan memiliki arsitektur yang sangat menarik.Masjid yang hampir 90% bangunannya berbahan dasar kayu belian atau kayu ulin ini memiliki 6 pilar yang berukuran sangat besar, sekitar 2 pelukan orang dewasa. Selain itu, Masjid Jami’ juga memiliki 6 pilar penyangga yang berbentuk bujur sangkar dan masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi.Meskipun Masjid ini pernah direnovasi, namun cita rasa tradisional bernuansa sejarah masih dapat dinikmati jika anda berkunjung ke Masjid ini.MUSEUM PROVINSI KALIMANTAN BARATKota Pontianak sebagai Ibukota Kalimantan Barat telah banyak menyimpan perjalanan sejarah yang sangat panjang bahkan sampai ke masa prasejarah. Cerita yang amat panjang ini masih dapat kita nikmati dan pelajari di Museum Kota Pontianak sampai saat ini.Saat anda memasuki Museum yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani ini anda akan langsung disambut sebuah dinding tinggi dengan relief-relief yang menunjukan gaya hidup dari 2 suku asli Kalimantan Barat yaitu Dayak dan Melayu dimasa lalu.Di museum ini, anda juga dapat menemukan berbagai artefak-artefak dari suku dayak berupa baju tribal dan juga tempayan.Museum yang dirilis pada tahun 1974 oleh Kantor Wilayah Depdikbud Provinsi Kalimantan Barat ini memiliki beberapa ruangan, yaitu Ruang Pengenalan, Ruang Budaya dan Ruang Keramik.Nah, untuk anda yang sangat mencintai sejarah atau sekedar penasaran mengenai sejarah Kalimantan Barat secara keseluruhan, saya sarankan anda untuk berkunjung ke MUSEUM PROVINSI KALIMANTAN BARAT guna informasi lebih lanjut.RUMAH RADAKNGRumah Radakng adalah rumah adat Dayak Kalimantan Barat dengan ciri memiliki bentuk yang sangat panjang bahkan dapat mencapai ratusan meter.Rumah adat yang beralamat di Jalan Sutan Syahrir, Kota Baru ini di resmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat yaitu Bapak Drs. Cornelis, MH pada tanggal 2 Juli 2013.Rumah Radakng ini memiliki panjang 138 meter dengan tinggi 7 meter dan setiap tahunnya selalu di adakan kegiatan Gawai Dayak se-Kalimantan Barat.Pengunjungnya bukan hanya wisatawan domestik, namun banyak juga wisatawan asing yang hadir untuk merasakan langsung kemeriahan Gawai Dayak ini.Bagi anda yang ingin mengetahui atau penasaran ingin mengikuti kemeriahan prosesi Gawai Dayak ini, silahkan hadir pada bulan Mei 2016 mendatang atau pantengin terus blog ini untuk informasi terkininya. RUMAH ADAT MELAYUMelayu adalah salah satu suku yang ada di Kalimantan Barat, dan setiap suku hampir kesemuanya memiliki sebuah tempat tinggal khas, begitu pula dengan suku melayu di Kalimantan Barat.Rumah adat Melayu yang ada di Kota Pontianak merupakan salah satu tanda eksistensi dari suku Melayu. Bangunan yang memiliki atap berbentuk segitiga atau biasa disebut lipat kajang dengan tinggi kira-kira 30 derajat ini saban tahunnya ramai dikunjungi oleh wisatawan.Selain itu, Rumah Adat yang diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla 2003 silam ini sering dijadikan tempat acara pesta perkawinan oleh masyarakat Kota Pontianak.Bangunan yang memiliki ornamen khas suku melayu ini juga menyediakan kuliner khas dari suku Melayu, seperti ikan asam pedas, pepes ikan kemangi, ikan bakar, boto ikan tenggiri. Selain itu juga ada umbut kelapa, pajri nanas, rebung, botok, lecak, tempoyak, satur keladi, cencalok, sayur asam.Anda penasaran seperti apa nikmatnya menyantap kuliner khas suku Melayu dengan suasana dan ornamen suku Melayu? Saya sarankan anda untuk mampir kesini dan rasakan langsung berwisata kuliner yang beda dari biasanya.ALUN-ALUN KAPUASSempat menjadi buah bibir dan berita terbaru di Kota Pontianak beberapa waktu lalu, inilah dia wajah baru dari Taman Alun-Alun Kapuas.Menyusuri jalan Rahadi Usman Kota Pontianak, anda akan menemukan sebuah “public-space” yang ramai pengunjungnya, terutama disore hari.Taman dengan luas sekitar 3 Ha ini memiliki panorama yang indah disore hari, di tempat ini anda dapat merasakan hembusan angin sepoi-sepoi sambil melihat senja yang sudah mulai kembali ke dalam pelukannya, sungguh pemandangan yang menenangkan jiwa.Jika anda berkunjung ke tempat ini, saya sarankan untuk membawa pasangan atau teman, jika tidak, sudah dapat dipastikan anda akan “ngiler” selama berada ditempat ini (hehehe). Hal ini dikarenakan, Taman Alun-Alun Kapuas yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu ini selalu dipenuhi oleh muda-mudi yang sedang asik pacaran, oleh karena itu, lebih baik anda membawa pasangan atau teman agar tidak dianggap jomblo kesepian (hehehe).Nah, demikian informasi mengenai berbagai tempat menarik yang wajib anda kunjungi jika sedang berlibur ke Kota Pontianak. Semoga bermanfaat.Sumber : Pontianak Kota Wisata Paling Menarik Di Indonesia