Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

Hannafrn18

Members
  • Content Count

    5
  • Joined

  • Last visited

About Hannafrn18

  • Rank
    Baru Bergabung
  • Birthday 04/18/1996

Profile Information

  • Gender
    Female
  • Location
    Indonesia
  • Interests
    Writing, Reading

Recent Profile Visitors

The recent visitors block is disabled and is not being shown to other users.

  1. Hallo mba, maaf ya saya baru lihat nih hehe. Wah boleh kalau mau backpackeran bareng-bareng, saya kebetulan berdua sama partner backpacker saya, tapi dia juga senang kalau ada teman baru yang mau bergabung. Mba sudah ada itinerary untuk di sana? :)
  2. Hallo saya berencana untuk backpacking ke thailand agustus 2017. Dan ingin mencoba ke phuket melalui jalan darat dari bangkok. Ada yang bs memberikan informasi mengenai bus, serta harga dan jam keberangkatannya?
  3. Hehe terima kasih :) @kyosash Btw, lumayan kenceng juga betis naik 18lantai hahaha Iya mas rata-rata segitu kayaknya kalo dari Bandara ke hotel, sebelum berangkat juga liat-liat di blog orang rata-rata 75-80an gituu. Wah berarti saya beruntung pas ke Belitung sama sekali gak hujan, pas pulang baru hujan di bandara hihi @deffa @Rawoniste Itu harga PP hihi
  4. Hallo, Perkenalkan Saya Hanna, saya baru di forum ini, dan sangat antusias untuk share cerita jalan-jalan saya ke Belitung. Saya sertakan estimasi harga (Di akhir post) untuk yang mau travelling ke Belitung :) Ini pertama kalinya aku ke Belitung, awalnya dari denger cerita saudara, akhirnya tertarik. 5 Agustus 2016 lalu, aku dan pacarku berangkat ke Belitung pesawat sekitar jam 7.45 dari Soetta. Perjalanan kurang lebih 1 jam, sampai akhirnya kami tiba di Bandara H.A.S Hannandjoeddin. Bandaranya memang tidak sebagus dan sebesar Soetta (Ya iya lah, soetta kan Internasional), tapi dari segi kebersihan, bandara ini cukup bersih. Dari Jakarta kami sudah memesan Street Taxi (taxi di belitung yang bisa di order via sms, telfon, dan Whats's App), setelah mengambil koper, kami menuju keluar bandara, dan sudah ada supir Street Taxi yang menunggu dengan memegang kertas bertuliskan namaku. Lalu, ia membantu membawa koper kami ke mobil. Street taxi sama seperti taxi di Jakarta, tapi warnanya hitam, mobilnya bersih dan nyaman,Oh iya sebagai saran dari aku, kalau menggunakan street taxi jangan lupa makan permen mint ya supaya ga mual, soalnya karena jalanan yang kosong, mereka nyetirnya jadi ngebut, tapi dijamin aman kok :). Perjalanan dari bandara ke Hotel kami menginap sekitar 20 menit, kami menginap di Rahat Icon Hotel, tepatnya di JL.Depati Rahat. Setelah tiba di hotel, kami check in, proses check in juga tidak lama, hanya sekitar 3 menit. Hotel ini adalah hotel yang murah dan fasilitas terbilang baik, receptionist yang ramah, makanan yang enak, kamar yang luas (padahal kamar yg kami ambil kamar termurah), mini bar (kulkas kecil di dalam kamar), kamar mandi yang besar, kasur yang nyaman, Tv Cable tentunya, dan pemilik hotel yang ramah. Di lantai dasar hotel ini, ada mini market untuk berbelanja cemilan atau isi mini bar di kamar (karena kami memesan kamar yang termurah, jadi mini bar nya tidak di isi kan minuman/coklat), di lantai 2 ada seperti Fun World (tempat bermain anak-anak) yang buka dari pagi hari hingga sekitar pukul 8 malam, dan di lantai 3 baru ada receptionist dan kamar-kamar. FYI, di dekat receptionist ada dispenser yang kita boleh ambil air itu sepuasnya, boleh bikin teh manis sepuasnya juga. Kebersihan hotel ini sangat bersih. Hotel ini dekat dengan pusat kota. Hotel ini juga meminjamkan sepeda, dan bersedia mencarikan sewa motor atau mobil untuk pengunjung. Lalu, setelah beristirahat sebentar, kami bersepeda keliling-keliling sekitar hotel sampai ke Pantai Tanjung Pendam, kami mencari-cari tempat makan yang terkenal seperti yang diceritakan orang-orang. Karena matahari yang sangat cerah, dan udara yang panas, akhirnya kami memutuskan untuk kemballi ke hotel dan menyewa motor. Lagi-lagi kami menggunakan jasa Street Taxi karena mereka juga menyewakan motor dan mobil, kami menyewa motor untuk 3 hari. Sekitar 30 menit kemudian, motor yang kami sewa datang, ternyata yang mengantar adalah Owner dari Street Taxi (WNA, berbahasa Inggris), mereka menyewakan motor tanpa STNK, karena menurut si Owner dan Pemilik Hotel tempat kami menginap, Belitung jarang ada razia kendaraan bermotor dan aman dari Polisi Lantas (Beda sama JKT). Kami berjalan-jalan mengitari belitung, lagi-lagi mencari tempat makan yang terkenal. Akhirnya, kami coba jajanan yang ada di pinggir jalan, mencoba beli hoklopan, yang ternyata sama seperti martabak manis (maklum, saking penasarannya sampai kami beli), lalu melanjutkan jalan-jalan, mencari tempat minum kopi yang hits di belitung, Kopi Ake namanya, letaknya di Ruko dekat Bundaran Batu Satam, KV Senang nama rukonya. Karena aku bukan coffee person, jadi menurutku rasa kopinya sama aja kayak di Jakarta. Kami juga mencoba Mie Belitung, tetapi bukan Atep, tepat di sebelah Mie Atep, untuk membandingkan rasa. Sekitar pukul 9 malam kami kembali ke hotel untuk istirahat. 6 Agustus 2016, adalah jadwal kami untuk Island Hopping. Kami akan coba menelusuri pulau-pulau terkenal yang ada di Belitung. Dari hotel kami naik motor yang sudah kami sewa, berangkat pukul 7 pagi menuju Pantai Tanjung Kelayang. Perjalanan kurang lebih 40 menit dari Hotel, tidak macet, selama di Belitung kami tidak pernah terjebak macet atau merasakan macet hehe. Menggunakan Google Map dan akhirnya kami sampai di Tj.Kelayang. Setelah parkir motor kami langsung di tanya dengan penjaga parkir, untuk sewa kapal. Setelah "deal" harga, akhirnya kami menunggu kapal dan langsung memulai petualangan kami (hahaha). Jangan lupa untuk membawa makanan dan sunblock ya, karena harga makanan bisa dibilang mahal di Tj.Kelayang. Lebih baik beli di sekitar hotel, dan jangan lupa bawa Biskuit atau Roti untuk makanan ikan-ikan gemas nanti. Pulau pertama yang kami datangi adalah Pulau Pasir atau dikenal dengan Patrick Island. Kita bisa berfoto dengan bintang laut (Yang sudah mati) di sana. Jadi, selama ini aku juga kelas liat kelakuan wisatawan yang foto-foto sama binatang laut seperti itu, "kok dipegang-pegang sih! kalau mati gimana? Ga kasihan banget" setelah ke Pulau ini, dan diberitahu oleh bapak yang membawa perahu kami, ternyata bintang laut di sini sudah mati, dan hanya satu bintang laut itu yang digunakan untuk berfoto oleh wisatawan, akhirnya aku berani pegang dan foto. Lalu setelah Foto-foto dan sedikit main air di pulau pasir, kami menuju ke pulau lengkuas, kelihatannya memang dekat tapi ternyata lumayan juga perjalanannya, hehe. Di Pulau Lengkuas, kami mencoba menaiki Mercusuar yang tingginya 18 lantai, bayar dengan uang sebesar Rp. 10.000 untuk 2 orang (Aku lupa, per orang 5.000 atau 10.000). Ternyata cukup pusing juga menaiki tangga yang setengah memutar 18 lantai, tapi seru banget. Pas sampai di puncaknya, benar-benar bisa liat pemandangan yang priceless, ga ada di mana-mana, karena aku takut ketinggian, jadi ya Cuma berani beberapa kali foto, takut jatuh. Oh iya, jangan nyender di pagar pembatasnya ya, sangat bahaya, bisa terjatuh, walaupun keliatannya aman. Jangan di tanya ya kenapa ekspresi aku kayak gitu, karena tinggi banget dan takut jatuh (hahahahaha). Snorkeling di Pulau Lengkuas Ikan-Ikan Gemas di Pulau Lengkuas Setelah dari Pulau Lengkuas, Kami menuju ke Pulau Burung hanya untuk berfoto-foto, karena pulau Burung terdapat bulu babi (menurut si bapak yang mengantar kami), jadi takut untuk berenang-renang di sana Karena sudah menunjukan pukul 3 sore, dan saat itu air laut sedang tinggi (menurut si Bapak yang mengantar kami), akhirnya kami memutuskan untuk kemballi ke Tj.Kelayang. Sampai di Tj.Kelayang kami bersih-bersih di Kamar mandi umum yang keadaannya menurut saya, bersih. Dan membayar 5000 rupiah untuk mandi. Lalu kami kembali ke hotel. Sekitar 40 Menit lalu kami sampai di hotel, mandi, lalu bersiap-siap makan ke Restauran Seafood yang terkenal dan tidak terlalu mahal. Kami mencoba menu yang belum pernah kami temui di JKT, seperti Ikan ini (lupa namanya hehe) dan Kumak (seperti sawi, tetapi taste better). Nama restonya Mutiara Seafood (alamat lengkap aku lupa, tapi ada di google kok) Kelihatannya Dikit, tapi kenyang banget untuk porsi Dua Orang. Dan makanan di Sini bisa di pesan separuh. Misalnya di Menu tulisannya 1kg, kita boleh pesan ½ kg, atau bahkan separuh dari menunya. Sangat friendly di lidah, perut, dan dompet. Kami juga mencoba kopi di Kopi Kong Djie yang cabangnya sangat banyak di Belitung, untuk kopi mungkin bagiku sama aja, tapi untuk Es Cokelat nya, SANGAT DIREKOMENDASIKAN, enak banget!. Nyesel kalau gak coba. 7 Agustus 2016 Ke Danau Kaolin (Danau Biru) Pagi hari sebelum ke danau biru, kami mencoba makan Mie Belitung yang terkenal, Mie Atep. Hampir setiap orang yang ke Belitung, merekomendasikan Mie ini. Dan selain murah, mie ini juga Enak, BANGET. Kuahnya kental dan gurih banget. Harus coba! Lalu kami pergi ke Danau Kaolin atau Danau Biru, dengan bantuan Google Map, akhirnya sampai. Ternyata Danau Biru ini warnanya bagus banget, kalau tidak salah danau ini bekas tambang (CMIIW). Yang sangat disayangkan, sudah ada pagar dan ada beberapa larangan untuk tidak turun ke bawah danau untuk berfoto atau memegang air yang ada, pada kenyataannya banyak Wisatawan NAKAL yang melanggar. Kalau ada larangan pasti pernah ada korban, atau mencegah adanya korban. Jadi, kenapa harus rela melanggar hanya demi berfoto? Toh, foto dari atas viewnya juga bagus kok. Jadilah wisatawan yang taat pada aturan dan norma-norma yang ada, jangan malu-maluin :) Ini Foto Larangannya dan, masih ada yang nyebrang pagarnya, hadeeuuhhh. Seperti tumpukan susu bubuk di sebrang Danau Kaolin (Entahlah apa, tapi lembut seperti susu, tapi bukan susu loh ya) Setelah berfoto-foto dan menikmati keindahan danau kaolin, kami menuju ke Pantai Tanjung Tinggi atau dikenal dengan Pantai Laskar Pelangi (Karena tempat shooting laskar pelangi). Setelah naik-naik ke batu, demi pemandangan laut dari tempat yang tinggi. Menunggu sunset dari tengah laut, dengan menyewa Ban (mereka bilangnya ban, so ya Ban). Lalu, setelah puas melihat matahari terbenam, kami menuju ke Restauran di dekat pantai, untuk makan malam. Harga di restoran ini bisa dikatakan agak lebih mahal daripada harga di Mutiara Seafood. Saya lupa apa nama Restorannya, yang jelas hanya ada 1 restauran di pantai ini. Untuk rasa, menurutku lebih enak di Mutiara Seafood :) Tapi selera berbeda-beda. Setelah makan, kami kembali ke hotel. 8 Agustus 2016 Kembali Ke Jakarta Sebelum kembali ke Jakarta, kami makan Mie Atep Sekali lagi. Lalu kami juga makan di Restauran Timpok Dulu (Alamat bisa dicari di google) Makanan di sini terhitung murah dan enak, banyak makanan khas belitung di restoran ini. Silahkan di coba :) Kami juga menyempatkan membeli oleh-oleh kerupuk (getas) khas belitung, dan terasi. Lalu, ke bandara HAS Hannandjoeddin menggunakan Street Taxi dan kembali ke Jakarta pada sekitar pukul 15.00 delay selama 1 jam karena Hujan. Sekian cerita perjalanan saya selama di Belitung, Semoga membantu :) RINCIAN HARGA Pesawat Nam Air CGK-TJQ & TJQ-CGK Rp. 833.900 / orang - Traveloka Rahat Icon Hotel (4Hari 3Malam) Rp. 986.672 - Traveloka Street Taxi Bandara Belitung ke Hotel Rp. 80.000 ( Kontak : 082283075555) Street Taxi Hotel ke Bandara Belitung Rp. 80.000 Sewa Motor di Street Taxi Rp. 70.000/hari (termasuk bensin pada pertama penyewaan) Harga Bensin di Belitung Rp. 7.000/liter Mie Atep Rp. 43.000 (berdua plus minum air jeruk kunci) Mutiara Seafood Rp. 120.000 (berdua termasuk minum) Sewa Kapal untuk Island Hopping Rp. 450.000 (satu kapal max. 10 orang, plus alat snorkeling) Biaya masuk mercusuar P.Lengkuas Rp. 10.000 (berdua) Makan di Resto pantai Tj.Tinggi Rp. 250.000 (berdua) Biaya Sewa Ban di Tj,Tinggi Rp. 45.000 / ban . Bisa berdua atau lebih Kopi di Kopi Ake Rp. 18.000 (Berdua) Kopi dan Es Cokelat di Kong Djie Rp. 18.000 (berdua) Estimasi Harga Jajanan pinggir jln Rp. 10.000 s/d 15.000 Semoga Membantu :)
×
×
  • Create New...