Fauzan Ammary

Members
  • Content Count

    68
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    2

Fauzan Ammary last won the day on January 5 2017

Fauzan Ammary had the most liked content!

About Fauzan Ammary

  • Rank
    Tidak Baru Lagi

Profile Information

  • Location
    Yogyakarta

Recent Profile Visitors

670 profile views
  1. Fauzan Ammary

    Slovakia, Nggk Pernah Kepikiran

    Maas baru balas, menurut saya sih aman-aman saja kok. Di Bratislava yang mungkin sedikit perl waspada, karena vibe nya emang krasa beda banget, semacam not tourist friendly. Tapi kalau Budapest sm Vienna itu aman banget kok ehehe
  2. Fauzan Ammary

    Jalan ke maroko

    sini2 saya bantu, saya sudah ke Casablanca, Rabat, Marrakech, Ourzazate, sama ke Merzouga. Kalo Fez, Agadir, Chefchaouen saya belom pernah
  3. hallo bang, ehehehe lama nggk muncul disini.. sebenarnya pengen kontribusi banyak tulisan. Tapi kebetulan saya kehilang begitu banyak foto gara2 laptop keserang malware.. jadi gitu deh eheheh
  4. perahu kalo nggk salah 25K, tergantung ukuran juga. Kalo yang mau snorkeling bisa langsung berenang dari pingar cantai, jaraknya deket banget. Ada patahan yang langsung kedalam banget, nah disitu si hiu2nya
  5. Makasih bang ehehe kalo ke Manado sempatin ke Gorontalo bang. Saya team no paketan bang ehehe, cari jalan sendiri. tapi untuk sewa snorkel, glass, sama fins itu totalnys 40K-50K, lokasinya di pinggir jalan. Ada semacam dive center disitu. overall mural kok bang, karna berenang cuman ngasih retribusi 15 ribu buat turis lokal, turis asung saya lupa berapa
  6. wah ini keren nih, saya kepikiran nih ke Vietnam tapi nggk trip selatan ke utara ato sebaliknya, tapi ini one banget nie, detail juga. Thank bang
  7. Fauzan Ammary

    Merzouga Negeri Seribu Bintang

    ada apa dyngan Barcelona mbak? Hallo bang, Marrakech kalau nggk ke Merzouga rugi banget bang. Wisata Sahara menurut saya itu pengalaman yang luar biasa, karena nggk bisa di dapatkan di Indonesia bang eheheh. Smog next time ada kesempatan buat mampir ya
  8. Lama tak muncul di forum, kali ini saya ingin membuat field trip tentang Gorontalo Gorontalo seketika menjadi magnet pariwisata dengan kemunculan hiu paus yang sangat jarang untuk berdiam di sebuah daerah, kerena mereka cenderung untuk berpindah tempat mengikuti sumber makanan. Tahun 2016 salu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Gorontalo yang kebetulan waktu itu untuk menghadiri pernikahan kakak saya. Kesan pertama cutup baik, karena kebetulan wake itu bandaranya baru seja di resmikan sekitar 2 bulan, sehingga tentu saja sangat bersih. penerbangan yang saya ambil, melalui Manado. Pilihan penerbangan dari dan ke Gorontalo sebenarnya sangat terbatas hanya tersedia dari Makassar dan Manado, ditambah Luwuk, selain tujuan Makassar, semuanya di layani Wings Air. Ibu saya waktu itu bahkan meminta saya membelikan tiket dari Ternate tujuan Makassar lalu menuju Gorontalo, yang penting pesawatnya besar walaupun jarak yang di tempuh berkali-kali lipat, tetapi saya berhasil meyakinkan untuk menggunakan pesawat baling-baling eheheh Gorontalo sendiri tidak banyak yang bisa dilihat, wisata lautnya jaraknya cukup jauh, dan tentunya memakan biaya, apalagi yang namanya Pulau Cinta itu. wisata Hiu Paus merupakan wisata yang paling dekat dan menawarkan pengalaman yang berbeda. Desa wisata hiu sendiri beraam desa Botubarani, lokasinya di tepi panti, dan ternyata di situ terdapat sebuah pabrik pengolahan udang, yang selama ini menarik kumpulan hiu ini untuk mendekati pantai karena adanya sumber makanan seperti kepala udang, yang ternyata oleh pabrik di jadikan sisa produksi dan di buang. Hiu ini sendiri berjumlah sekitar 12 ekor, tapi yang saya temui hanya 4 ekor saja, tapi itu sudah cukup untuk membuat saya kagum. Begini penampakannya Mereka ini tipe yang mendiami laut yang cutup dalam, mereka tidak bermain di bibir pantai. Jika teman-teman takut, bisa melihat hiunya melalui perahu yang di sewakan warga sekitar dengan biaya yang di sepakati, dan jangan lupa untuk membeli kepala udang, yang kaal tidak salah satu kantong kecil seharga RP 10.000. Jika sudah di permukaan laut, maka hiu akan di panggil dengan cari memukul sampan hingga menciptakan suara yang nyaring di dalam air. gambar di atas adalah ketika hiu akan naik ke permukaan untuk di beri makan, bisa di lihat perbandingan ukurannya dengan manusia, menakutkan. Sejujurnya awalnya saya takut, tapi lama kelamaan berubah menjadi kagum. untuk berat hiunya sendiri, bisa mencapai 19 ton, maka dari itu tidak disarankan untuk berenang mendekati hiu, kalaupun dekat harus waspada, karena jika terkena kibasan ekornya, cukup untuk membuat pingsan seketika. Kulit dari hiu ini pun sangat kasar, dan di sarankan untuk tidak menyentuhnya. nah ini perbandingan saya tengan hiunya itu sendiri, aslinya malah lebih besar lagi. Ini hiu dewasa, ada juga yang masih baby. nah ini baby-nya, lebih besar dari saya ahahah untuk makan sendiri, hiu ini menyaring makanannya melalui insang. nah, suatu saat kalau memang ada kesempatan, ini nggk boleh di lewatkan sama sekali. Semoga teman-teman jalan2.com berkesempatan untuk berkunjung ke Gorontalo nah, hiunya titip salam minta di kunjungi eheheh
  9. Fauzan Ammary

    Merzouga Negeri Seribu Bintang

    Iya murah bang, tiket Barcelona-Marrakech sm Casablanca-Barcelona itu di total skitar 120euro, kurs waktu itu kalo di rupiahin skitar 1,8 juta.. murah bang ehehe.. Kalo di Indo itu sekali jalan ke Sorong ahahah Ada cerita hari lainnya, waktu itu mampir ke Ourzazate sebelum ke Merzouga. Bagus Ourzazate ada satu tempat namanya Eit Bin Hadhou, itu tempat shooting Prince of Persia, Gladiator, Kingdom of Heaven dan sejenisnya. Buat foto malam nggk punya ehehe, keterbatasan lensa mohon di maklumi ehhee Tapi kalo liat Casablanca beda lagi bang, Rabat juga beda lagi modelnya, ini yang cukup jauh deket perbatasan Aljazair eheheh Iya bang, nggk nanggung2.. free visa buat 3 bulan loh bang eheheh Indo doang tuh yg dapat gituan, hubungannya Soekarno dulu sama Raja disini
  10. Fauzan Ammary

    8 DAYS ICELAND 5 jutaan!

    Sempat ke museum penis nggk?
  11. Waktu SMP dulu saya pernah nonton sebuah siaran di Trans TV yang ngabahas soal jalan-jalan di Maroko, waktu itu di liatin mulai dari Laut, Selat Gibraltar, Gunung Bersalju sampai ke Padang Pasir. Di otak saya bilang, keren ya bisa ada gurun sama padang pasir dalam satu negara, akhirnya sebagai anak kecil saya berandai pergi ke Maroko, tak lain hanya untuk merasakan naek onta di padang passar dan merasakan nginap di camp ala suku berber di Sahara. Dan ternyata mimli itu menjadi kenyataan waktu saya umur 23 tahun, nggk pernah kebayang sebelumnya, tapi ternyata terjadi ehehehe. So here we go my trip to Merzouga. Saya mengambil penerbangan dari Barcelona menunju Marrakech, harganya waktu itu skitar 40an euro, hampir 750ribu, karena winter jadi harganya agak mahal, destinasi yang makin selatan harga pasti mahal, dan yang ke utara pasti murah. Penerbangan waktu di tempuh sekitar dua jam menggunakan maskapan Vueling, atau semacam maskapai low cost di Spanyol punya pemerintah. yeah tiba di Marrakech untuk Maroko sendiri rata-rata turis menuju Marrakech, kalau di Indonesia semacam Bali lah, pintu masuk lain itu Casablanca, kalau di Indonesia kayak Jakarta, pusat bisnis. Dari Marrakech sendiri jarak tempuh ke Merzouga itu sekitaran 12 jam naek mobil, tapi enaknya jalannya semuanya bagus, dan banyak yang jalan lurus, tapi di kiri kanan jalanannya gersang banget. Banyak banget orang yang duduk di pinggir jalan untuk naek transport antar daerah, jadi biasanya mereka nunggu di pinngir jalan buat angkutan tadi, mereka bisa nunggu seharian karena jam angkutan tadi nggk pasti, dan sayangnya suma satu kali sehari. Padang di jalan kita papasan sama onta yang nyebrang, seperti gambar ini perjalanannya cukup menarik menurut saya karena saya belum pernah merasakan yang kiri kanan bukit2 tandus, beda banget sama di Indo yang jalanannya kiri kanan pasti ijo. Saya cukup bersemangat ketika udah ngeliat dari kejauhan tumpukan gurun pasir. Dan sebenarnya Merzouga ini posisinya dekat banget dengan Aljazair, diperbatasan gitu, tapi hubungan Maroko dan Aljazair itu cukup tegang karena ada kasus West Sahara, jadi perbatasan kedja negara di tutup. tiba di lokasi untuk ngecamp, kita dipilih untuk di tentukan bakal naik onta yang mana, karena kalau onta yang agar aktif perempuan suka takut, berat badan juga memengaruhi pemilihan ontanya, jadi kita di pilihin siapa yang naek duluan dan sebagainya, naek onta awalnya takut karena cukup tinggi, apalagi pas proses berdiri dan duduk.. Dari tempat naik onta untuk menuju camp membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit, dan suhunya panasnya minta ampun. tiba di camp, kita langsung milih tenda untuk menginap, setelah itu saya naek ke gundukan pair, dan ternyata sangat melelahkan, karena pasirnya bergerak, bisa naek satu langkah turun dua langkah, kita harus naek ke sisi yang keras dan harus cepat, kalau nggk nanti bisa géra lagi passer, capek banget sumpah, tetapi sesampainya di atas, pemandangannya worth banget. saya menunggu sunset samba ngobrol bersama para peserta tour, karena saya ikut tour, dan harganya cukup bersahabat, sekitar 1,5-1,7jt untuk 3 hari dan 2 malam. pas sunset keren banget, sumpah. setalah sunset kita turun ke camp untuk makan malam di dalam tenda, setelah itu ada sesi api unggun samba ngobrol, suhunya sangat dingin, saya lebih tertarik untuk naek ke atas bukit pasir dan menikmati bintang-bintang yang jumlah tak bisa terhitung, indahnya minta ampun, saya di jelasin berbagai rasi bintang, benar-benar peaceful. benar-benar luar biasa, saya ngebayangin jaman dulu orang lintasin gurun make navigasi bintang, keren banget. btw seperti ini tempat kita tidur setelah melewati waktu tidur, kita bersiap untuk perjalanan kembali menaiki onta, ceritanya kita sunrise di atas onta ahahha tiba di parkiran mobil, kita bersiap melalui perjalanan 12 jam menuju kembali marrakech. Sepanjang perjalanan banyak pengembala domba seperti di cerita-cerita nabi gitu. Dan kebetulan ada satu yang pasukan yang lagi nyebrang, nih, ehehe Perjalanan saya untuk memenuhi mimpi masa kecil saya akhirnya terpenuhi, suatu saat saya berharap bisa balik kesini lagi :) Semoga teman2 Forum Jalan2.com juga bisa dapat kesempatan ke Merzouga
  12. Fauzan Ammary

    The Best from Antioquia, Colombia : Guatape and El Peñol

    donde estas ahora? si, podemos hahaha
  13. Fauzan Ammary

    Ada Yang Mau Ke Brussels? Jangan Deh

    Makanya saya bilang butuh orang yang lebih professional Bang ehehe.. Kalo kategorinya abang negara maju itu gimana? saya nggk bisa mengkategorikan Thailand negara maju jika mau menggunakan kategori "impor beras" ataupun "kinerja" kenapa kita nggk make kategori yang lain bang? Thailand impor pesawat dari kita loh ehehe, Malaysia impor panser tempur dari kita loh, Filipina import kapal angkatan laut tipe LPD dari kita loh, Saudi Air Force maintain di PT. DI juga loh. Banyak bidang bang yang harus di kaji ehehehe. Impor beras yang di lakukan itu bentuk diplomasi kerjasama bang.. Saya ambil contoh waktu zaman presiden Megawati, kita nawarin pesawat ke Thailand, mereka mau tapi nggk ada duit, nah sebagai gantinya kita beli mereka beras, dan nnt uang itu di pakai sama Thailand buat beli pesawat. Orang pasti nanya, itu sama aja bukannya beli pesawat sendiri atau barter beras sama pesawat? memang kenyataannya kita butuh bang, karena kalau nggk ada produksi pesawat nanti licence perakitan bisa di cabut sama CASA Spanyol atau order seputaran wilayah Asia di ambil Spanyol, gitu bang eheheh... Banyak impor beras itu yang off record dari publik, itu kegiatan diplomasi bang. begitu juga beras Vietnam, Indonesia kudu beli beras Vietnam baru bisa masarin semen disana. Indonesia lebih maju dari Thailand bang menurut saya ehehe.. GDP kita jauh lebih besar dari Thailand, makanya kita jadi salah satu raksasa ekonomi dunia, kita gabung G-20. Soal kinerja itu menurut saya beda2 tiap kementrian bang, yang selama ini kita liat mungkin Kemenpar nggk maksimal narik wisatawan, disaat yang sama kementrian yang lain kinerjanya bagus bang eheheh, nggk bisa di generalisir ehehe... Lebih kurangnya saya mohon maaf bang ehehe
  14. Fauzan Ammary

    Ada Yang Mau Ke Brussels? Jangan Deh

    Bukan soal itu Bang, bukan masala negara majo atau negara berkembang.. Kalau mau bilang maju dan berkembang, Maldive bisa narik banyak banget wisatawan, ini masalah branding bang.. Thailand juga politik dalam negeri nggk begitu bagus bang, nggk stabil, lebih stabil di Indo di banding Thai. Tapi branding Thailand lebih pinter Bang di banding Indo. Ambil contoh bang, Thai punya Muay Thai, Thai Food, Thai Massage, sampai Thai Tea.. Dan itu semua di kenal di luar negeri, sedangkan Indo nggk bisa packaged itu Bang, management pariwisata di Indonesia belum sebaik Thailand padahal dari segi destinasi kita lebih beragam. Contoh lagi ya Bang, Thai punya kantor perwakilan pariwasat di negara2 lain, di Indo ada di Jkt sm Bali, sedangkan Indonesia nggk punya. Kita cuma butuh orang yang lebih professional Bang buat ngelola pariwisata.. Kalo soal Domestic Politic atau Sosial Agama, itu udh ada tupoksi masing2 Kementrian Bang ehehe
  15. Fauzan Ammary

    Ada Yang Mau Ke Brussels? Jangan Deh

    Bang kita kalah banget sama Thailand di luaran sana, branding Thailand kuat banget Ayo bang maen ke Europe, lagi winter gini tiket murah loh ahahah harusnya sih bang, tapi tetep aja bang nama Bali lebih strong dari Indonesia ahaha