Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

Agung Jelajah Nesia

Members
  • Content Count

    58
  • Joined

  • Last visited

About Agung Jelajah Nesia

  • Rank
    Tidak Baru Lagi
  1. Kalo bawa kendaraan sendiri mudah juga, Gan. Tetapi jika menggunakan angkutan umum, cuma sampai di Pasar Lumbang saja n hanya ada ojek menuju ke lokasi. Utk Nego ojek ini jangan kaget jika mereka akan menawarkan harga yg sangat mahal utk jarak tempuh sekitar 3 km.
  2. Benteng Cakraningrat IV adalah sebuah bangunan kuno berbentuk benteng yang merupakan peninggalan masa kolonial Belanda yang kemudian dilanjutkan pada masa pendudukan Jepang tahun 1942. Benteng ini berada di pantai barat Pulau Madura tepatnya di Desa Tanjung Piring, Bangkalan - Madura, Indonesia. Di kawasan ini terdapat banyak bangunan kuno militer baik yang masih utuh atau yang tinggal puing-puingnya saja. Bangunan itu berupa bastion, barak prajurit, gudang senjata/amunisi, pengintaian, ruang pertemuan dan sebagainya. Untuk menuju ke jejak benteng yang bersejarah ini cukup susah juga mengingat medannya yang harus dengan menembus semak belukar dan rimbunnya pepohonan. Nuansa horor ala Dunia Lain juga sangat terasa karena selain benteng-benteng itu sudah terlantar selama puluhan tahun dan berada di kawasan yang sangat sepi, juga karena di sana terdapat sebuah sumur tua yang dulu menjadi lokasi pembuangan mayat para pejuang yang gugur dalam peperangan. Terlepas dari sisi sensasi horor, Benteng Cakraningrat ini sebenarnya layak dikunjungi dalam perjalanan wisata Anda di Madura. Sayang, cukup susah dan rawan tersesat jika memasuki Benteng ini tanpa ditemani oleh pemandu mengingat sangat luas lokasinya dengan suasana bagaikan di dalam hutan. Simak Video Benteng Cakraningrat - Madura di Link ini , ya : http://www.youtube.com/watch?v=JndivqIcnLE
  3. Mercusuar Sembilangan adalah bangunan kuno yang bersejarah dan berada di Desa Tanjung Piring , Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan - Madura. Nuansa horor ala Dunia Lain begitu terasa ketika menyimak mercusuar itu yang ternyata merupakan bangunan kuno peninggalan masa kolonial Belanda. Selain tampak dari gaya dan arsitektur bangunannya, juga adanya prasasti yang terdapat di atas pintu masuk mercusuar ini. Dalam prasasti yang tertulis dalam bahasa Belanda itu menyebutkan bahwa mercusuar ini dibangun pada tahun 1879 dan tertulis nama Z.M. Willem III . Begitu juga dengan adanya prasasti yang lebih kecil di bagian belakang gapura yang tertulis tahun 1879. Mercusuar itu pada masa lampau dibangun untuk membantu kapal-kapal dari Belanda yang masuk dari laut Jawa ke selat Madura untuk kemudian bersandar di pelabuhan Tanjung Perak - Surabaya. Selain sebagai tempat wisata, mercusuar itu selama ini berfungsi sebagai sarana bantu navigasi pelayaran di selat Madura oleh Departemen Perhubungan. Simak Video Mercusuar Sembilangan - Madura di Link ini, ya : http://www.youtube.com/watch?v=B3smLXmiNK8
  4. Bedanya Rumah Abu Han ini sangat ekslusif dan khusus hanya untuk keturunan dari Marga Han saja. Selain itu juga karena rumah ini masih terjaga dan terawat bentuk dan keasliannya hingga kini.
  5. Gua Akbar adalah salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Tuban - Jawa Timur, Indonesia. Wisata ini berlokasi di belakang Pasar Baru - Tuban, atau berjarak sekitar 1 km arah selatan dari pusat kota Tuban. Gua Akbar ini cukup indah dan menarik karena memiliki lorong dan relungyang sangat panjang dan luas. Berbagai bentuk stalaktit dan stalakmit bisa dijumpai di sana, Begitu pula dengan sebuah mushola yang unik karena berada di dalam gua dengan beratapkan dan berdinding batu-batu gua yang alami. Konon, panjang lorong di Gua Akbar ini mencapai 1 km dengan kontur yang naik dan turun. Karena itu butuh waktu yang santai dan luang agar bisa menikmati pesona keindahannya dengan leluasa dan tidak tergesa-gesa agar tidak terlalu menguras stamina Anda. Simak video tentang Indahnya Gua Akbar - Tuban di Link ini, ya : http://www.youtube.com/watch?v=yz-cE2BJ-RQ
  6. Watu Ondo adalah kawasan yang berada di Dusun Ngendut, Dusun Medokan dan Dusun Secang , Kecamatan Semanding , Kabupaten Tuban - Jawa Timur , Indonesia. Berjarak sekitar 15 km arah selatan dari pusat kota Tuban. Kawasan ini sangat menarik karena memiliki panorama alam yang indah dengan batu-batu tebingnya yang kokoh. Yang unik, di batu-batu tebing itu ternyata juga terdapat tangga-tangga yang terbuat dari kayu dan digunakan sebagai jalan pintas oleh warga setempat daripada menggunakan jalan yang sudah beraspal tetapi memutar dengan jarak 3 Km. Dengan keindahan panorama alam dan keunikannya itulah, Watu Ondo yang berarti Batu Tangga ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Bahkan banyak juga wisatawan yang berkemah di sana. Simak Video Tangga Yang Unik di Watu Ondo - Tuban di Link ini, ya : http://www.youtube.com/watch?v=LjO6ULIjjV8
  7. Pantai Boom di Kota Tuban , Jawa Timur - Indonesia merupakan destinasi wisata yang sangat menarik karena memiliki panorama pantai yang indah. Semburat warna tembaga pada langit dan Sang Surya pada waktu fajar dan senja menjadi momen kenangan dan keindahan yang tak terlupakan. Apalagi untuk menikmati keindahan panorama fajar dan senja itu bisa dilakukan dalam satu lokasi. Karena keindahannya itulah, banyak pengunjung wisata Pantai Boom yang menggunakan momen fajar dan senja itu untuk berfoto ria mengabadikan lembaran-lembaran kenangan indah. Simak video Senja Yang Indah di Pantai Boom di Link ini, ya : http://www.youtube.com/watch?v=eKHJseHdvBQ
  8. Betul, Gan. tetapi utk yg di Rumah Abu Han ini khusus bagi mereka yang bermarga Han saja.
  9. Betul, Gan. Bener2 faisilitas wisata yang menyenangkan dari HOS.
  10. Surabaya Heritage Track adalah layanan wisata kota ( City Tour ) yang disediakan secara gratis oleh wisata House of Sampoerna ( HoS ) di kota Surabaya, Jawa Timur - Indonesia. Siapapun bisa mengikuti wisata ini yang diadakan setiap hari dengan jadwal tertentu. Tentu dengan sebelumnya harus mendaftar terlebih dahulu baik melalui kontak telepon, email atau datang langsung ke House of Sampoerna. Surabaya Heritage Track akan membawa para tracker menikmati wisata kota di Surabaya dengan route dan lokasi perjalanan yang berbeda menurut tematiknya. Ada yang bertema Ramadhan, Imlek, Natal , sejarah, budaya, pendidikan dan sebagainya. Karena itu, jika Anda berrencana datang ke House of Sampoerna, jadwalkan diri juga untuk mengikuti Surabaya Heritage Track yang penuh kesan ini. Simak videonya di Link ini, ya : http://www.youtube.com/watch?v=ZQ__Lg8E_MU
  11. Sepintas, bangunan kuno ala Pecinan itu tak ada yang menarik, Bangunan yang dikenal dengan nama Rumah Abu Han itu tampak kuno dan kusam. Tetapi, ternyata Rumah Abu Han itu sangat legendaris karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang tak ternilai. Di rumah itulah tersimpan lukisan-lukisan klasik dan foto-foto lama. Selain itu juga terdapat aneka ornamen dan perabotan bergaya klasik. Lukisan-lukisan itu cukup menarik karena menggambarkan sosok pria dan wanita bangsawan yaitu Kapitan Han dan istrinya yang mengenakan pakaian khas ala Tiongkok kuno. Rumah Abu Han adalah sebuah bangunan kuno ala Pecinan yang sangat legendaris dan berada di Jalan Karet - Surabaya, Jawa Timur - Indonesia. Rumah Abu Keluarga Han didirikan sekitar abad 18-19 oleh Han Bwe Koo, keturunan ke-6 dari Keluarga Han. Sejarah Keluarga Han itu sendiri diawali oleh Han Siong Kong yang berasal dari Tiongkok dan pertama kali tiba di Indonesia sekitar tahun 1673 dengan mendatangi di kota pesisir Lasem. Sejarah Keluarga Han kemudian berlanjut dengan salah satu keturunannya yaitu Han Bwee Koo yang datang ke Surabaya dan diangkat menjadi Kapiten der Chineezen.Yaitu wakil pemerintah kolonial Belanda untuk menjadi pemimpin orang-orang Tionghoa di Surabaya. Meskipun dikenal sebagai Rumah Abu Keluarga Han, di rumah ini tidak menyimpan abu orang yang sudah meninggal ataupun tentang abu lainnya.Yang ada adalah kayu-kayu simbolis yang disebut ' sinci ' ( Papan Arwah ) dan bertuliskan dalam bahasa Tiongkok tentang nama-nama leluhur marga Keluarga Han yang telah meninggal. Sinci yang terletak di meja altar dan berwarna putih gading itu berukuran panjang sekitar 20 cm dan lebar 5 cm.Altar persembahan itu sepintas mirip dengan altar persembahan yang ada di kelenteng. Rumah ini digunakan untuk kegiatan bersembahyang dan menghomati leluhur dari keluarga bermarga Han ( Ancsetral House ). Sayang, rumah yang bersejarah ini tak bisa dikunjungi setiap saat karena hanya bisa mengunjunginya jika ada even-even yang bertema khusus. Simak video Rumah Abu Han di link ini, ya : http://www.youtube.com/watch?v=fy1ca9X4Hrc
  12. Nama Marching Band Sampoerna tentu banyak yang masih belum tahu dan mengenalnya karena marching band ini sudah lama tidak eksis lagi sejak masa kejayaannya era tahun 90-an. Bahkan kebesaran namanya melegenda hingga penjuru nusantara dan luar negeri karena keberadaannya yang fenomenal dan luar biasa. Walaupun sudah tidak eksis lagi, kita bisa menyimak dan bernostalgia tentang Marching Band Sampoerna itu dengan berkunjung ke House Of Sampoerna di kota Surabaya - Jawa Timur.Di sana tersimpan koleksi memorabilia tentang Marching Band Sampoerna. Simak kisah selengkapnya di link ini, ya : http://jelajah-nesia2.blogspot.com/2014/01/mengenang-marching-band-sampoerna-yang.html
  13. Ada yang menarik di Museum Bung Karno di Kota Blitar - Jawa Timur. Di antara benda-benda koleksi yang bersejarah, ada sebuah lukisan tentang Bung Karno yang menarik perhatian banyak pengunjung. Konon lukisan itu " HIDUP " karena bisa bergerak pada bagian dadanya sehingga menampakkan degup jantungnya. Ada pula yang mengatakan tatapan mata Bung Karno itu senantiasa bergerak mengikuti arah orang yang melihatnya. Benarkah lukisan itu memang " Hidup " atau adakah suatu hal lain yang menggerakkannya? Simak artikel selengkapnya di link ini, ya : http://jelajah-nesia2.blogspot.com/2013/11/misteri-lukisan-bergerak-bung-karno-di.html
  14. Ular apalagi jenis King Cobra tentu sangat berbahaya. Bisa ular jenis ini sangat kuat dan sanggup mematikan korbannya. Begitu pula dengan semburan bisa yang bisa membutakan bila terkena mata korbannya. Tetapi tidak demikian halnya dengan si Panji ini. Ular King Cobra sepanjang 3 meter seolah menjadi kawan akrabnya. Walau bisa berkelit dari patukan sang Cobra, tak luput berkali-kali Panji terkena semburan ular itu . Bahkan Panji bisa mendekati ular Kobra dan mencium keningnya. Begitu pula sebaliknya, seolah memberi hormat pada kesaktian Panji, sang ular juga mendekat dan mencium kening Panji. Simak reportase lengkapnya di Link berikut ini, ya : http://jelajah-nesia2.blogspot.com/2013/10/atraksi-maut-panji-dengan-king-kobra-di.html
×
×
  • Create New...