Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

Daniyah Isa

Members
  • Content Count

    20
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    2

Daniyah Isa last won the day on August 27 2018

Daniyah Isa had the most liked content!

About Daniyah Isa

  • Rank
    Baru Bergabung
  • Birthday 02/03/1993

Profile Information

  • Gender
    Female

Contact Methods

  • Website URL
    daniyahisa.wrodpress.com

Recent Profile Visitors

The recent visitors block is disabled and is not being shown to other users.

  1. Haay, saya baru muncul lagi neeh, Maaf jarang-jarang main ke tempat ini, tapi kalau setiap saya jalan, dan dirasa penting untuk dibagikan sebagai petunjuk, saya akan tinggalkan jejak di web ini hehhe. Selain sebagai kenang-kenangan, siapa tahu, ada yang lagi cari referesi destinasi perpelancongan. Tulisan ini saya co-past dari wordpress saya, let's check this out gengss....: Hayhay, ini adalah kedua kalinya saya menapaki kaki di Negeri Ziran, Malaysia. 2017 lalu, saya memilih Melaka – Kuala Lumpur untuk pelancongan pertama saya. Cerita sebelumnya bisa di click : Melancong ke Negeri Ziran (Melaka-KL 29-31 Oct 2017) Baiklah, kali ini saya memilih perjalanan menuju Utara Malaysia, dari Kuala Lumpur ke Pulau Penang. Tulisan ini, pengalaman pribadi saya sewaktu menjelajah di sana, jadi cukup bisa dijadikan referensi bagi kalian yang ingin menapaki kaki di negeri Ziran. What are we doing in Kuala Lumpur and Penang ? Let’s check it out : 1. Hunting Foto di Icon Kuala Lumpur Berkunjung ke Kuala Lumpur, rasanya tidak lengkap bila tidak mengunjungi gedung iconic Menara Kembar Petronas. How to get there ? Titik terpenting untuk berpergian di Malaysia adalah KL Sentral. KL Sentral merupakan stasiun pusat dan transit terbesar di Malaysia. Untuk menuju KL Sentral, sangat mudah bila dari Bandara KLIA atau KLIA2. Kalian dapat menaiki bus dengan tarif 12RM saja, atau bisa naik kereta KLIA Ekspres dengan tarif 55RM. Dari KL Sentral, ambil jalur LRT dengan tujuan KLCC Stesien. Ingat, di KL Sentral harus banyak tanya ya! Karena banyak jalur kereta di KL Sentral, tidak hanya kereta lokal saja, tapi kereta ke daerah lainya, bahkan bisa menuju Thailand dan Singapore. Bandara KLIA/KLIA2 ⇒ Bus (12RM) ⇒ KL Sentral Bandara KLIA/KLIA2 ⇒ KLIA Ekspres (55RM) ⇒ KL Sentral Begitu sampai di KL Sentral, kalian bisa ke Mesjid Jamek- Dataran Merdeka, Menara Petronas KLCC, Batu Caves, Bukit Bintang, Central Market. Untuk tujuan : Mesjid Jamek-Dataran Merdeka, Central Market, Menara Petronas KLCC, kalian bisa naik LRT arah Gombak. Mesjid Jamek-Dataran Merdeka KL Sentral – Mesjid Jamek by LRT Nampak depan Masjid Jamek, Kuala Lumpur by : @daniyahisa Saya sudah dua kali ke tempat ini, untuk singgah sementara dan sholat Jama’ah pastinya. Memasuki kawasan Mesjid Jamek, baik laki-laki maupun perempuan harus dalam keadaan menutup aurat, tidak boleh berbaju ketat juga ya ! Sebelum memasuki Mesjid kita mengisi buku tamu, dan tersedia jubah sewaan, gratis. Karena memasuki kawasan menutup aurat. Central Market KL Sentral – Central Market by LRT Pintu Masuk Central Market, Pusat Oleh-Oleh Malaysia by : @daniyahisa Area Central Market untuk Selfie by: @daniyahisa Bagi kalian yang mau belanja oleh-oleh banyak buat keluarga di rumah, sudah tak usah tenggok kanan-kiri tempat belanja mana yang akan kalian kunjungi, Central Market adalah tempat paling pas untuk berbelanja oleh-oleh dan bisa kalian tawar semurah-murahnya loh ! Kaos bergambar icon menara kembar, pajangan rumah, hingga coklat, semua ada di sini. Tapi tetap hati-hati yaa, jangan sampai khilaf sampai lupa ongkos pulang. hehehe Menara Petronas KL Sentral – KLCC by LRT Twin Towers Petronas malam haridi Kuala Lumpur by : @daniyahisa Nah, kalau ke Kuala Lumpur, Malaysia nggak lengkap rasanya kalau nggak foto di spot ini yaa ! Jadi nanti pas turun dari LRT, kalian akan berada di loby bawah sebuah Mall. Keluar dari lobby tersebut, menyebrang ke arah kiri, dan cobalah tenggok ke atas. Bisa terlihat Menara kembar Petronas KLCC tower menjulang tinggi. Kenapa saya minta menengok ke atas, karena sudah 2x ke tempat ini, tapi kurang yakin, gedungnya yang mana. heheheh. Bukit Bintang KL Sental – Bukit Bintang by Monorail Simpang jalan Bukit Bintang Malaysia by : @daniyahisa Monorail transportasi umum yang paling tepat menuju Bukit Bintang, jika titik awal kalian dari KL Sentral. Ada apa saja di Bukit Bintang ? Sungei Wang Plaza (Belanja) Jalan Alor (Kuliner) Oh iyah, untuk jalur monorail kalian harus berjalan melalui mall NU Sentral yang masih satu bangunan dalam KL Sentral. Mengapa Monorail ? Karena kalau naik LRT, harus transit dulu. Tapi kalau naik monorail, kalian tidak perlu transit, dan langsung sampai di Bukit Bintang, tepatnya di depan Sungai Wang Plaza. Sungei Wang Plaza by : Google Images Berbahagialah kalian para wanita, di Sungai Wang Plaza, lantai dasar, terdapat VNC dengan harga miring. Saya hanya menemukan itu sih, untuk brand lain, tidak dicari lagi. Sediakan uang, dan tenaga yaa ! bila kalian benar-benar ingin berbelanja, heheh. Di Sungai Wang Plaza, juga terdapat toko coklat yang bisa kalian beli dengan jumlah banyak. Tapi, saya sarankan, lebih baik beli di Central Market saja, harganya lebih bersaing. Kalian ingin kuliner ??? Jalan Alor tempatnya. Kalian perlu jalan sebentar untuk mencari makanan yang lebih variatif. Jalan Alor seperti pasar malam pada umumnya, pedagang mulai dari Chinese food, Thai Food, Arabian Food, atau makanan khas Melayu, semuanya ada di Jalan Alor. Wisata Jalan Alor by : Google Images Tempat ini ramai sekali, pedagang dan pejalan kaki harus saling berbagi, terlebih lagi kalau ada mobil yang ingin lewat. Mohon maaf untuk kedua tempat ini saya ambil dari Google Images, karena sangat waspada di tempat keramian. Sebelumnya sempat ketemu sesama orang Indonesia yang Passport, dan dompetnya hilang di Bukit Bintang. Waduh, jadi takut-takut gimana gitu kaan! Duh, hati-hati di tempat keramaian dimanapun kalian berada, tetap waspada. Jaga pasport, dompet, handphone, pokoknya barang-barang berharga. Batu Caves Batu Caves merupakan tempat ibadah umat Hindu keturunan India yang tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia. Pedagang di halaman Batu Caves untuk umat Hindu beribadah by : @daniyahisa Tempat ini juga merupakan objek wisata andalan para travelers. Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan patung dewa berlapiskan emas, dengan bukit menjulang tinggi dibelakangnya. Patung Emas Iconic Batu Caves, Kuala Lumpur by : @daniyahisa Nampak dari ketinggian menuju gua di dalam Batu Caves by : @daniyahisa Patung Dewa Krisna dan Sapi di sisi kiri Batu Caves by : @daniyahisa Tempat ini memang sudah Hits! di time line IG yaa. Nah, mau ke sini ? Begini caranya jika kalian tidak menggunakan travel agent, alias ngebolang sendiri. Tetap, titik awalnya adalah KL Sentral : KL Sentral – Batu Caves Stasiun Akhir Batu Caves by : @daniyahisa Sekali perjalanan membutuhkan waktu 40 Menit, dan biaya 3.2RM (2018). Di tempat ini tidak dipungut biaya, alias gratis. Waah, senang kaan! 2. Pulau Penang Setelah puas dan lelah berkutat di Kuala Lumpur, saya melanjutkan perjalanan ke sebuah Pulau yang terpisah dari daratan Malaysia, Pulau Penang. Pulau Penang terletak di sebelah utara Kuala Lumpur, membutuhkan waktu sekitar 4-5 Jam melalui jalur darat. How to get there ? Menuju ke Terminal Bersepadu Selatan (TBS) dengan titik awal KL Sentral, menggunakan kereta KLIA transit. KL Sentral – Terminal Bersepadu Selatan Biaya yang dibutuhkan sekitar 6 RM dengan lama waktu perjalanan sekitar 9 menit. Sampai di Terminal Bersepadu Selatan (TBS) langsung ke counter pembelian tiket bus. Beda banget loh terminalnya, pertama kali lihat terminal di Malaysia amazing banget ! padahal cuma terminal. Bersih, rapi, tertib, ada foodcourt, dan tempat oleh-oleh juga. Paling bikin amazed lagi, pembelian tiket di terminal ini benar-benar teratur. Setelah kita memilih bus dan jam keberangkatan, penumpang di data sesuai pasport bagi warga asing / IC number bagi warga Malaysia. Kalau di Jakarta, bisa dibilang seperti naik kereta keluar kota. Saya memilih bus seharga 33.80RM tujuan akhir Pulau Penang, terminal Sungai Ningbo. kenapa saya tebalin nama terminalnya ? biar nggak salah turun. karena kalau kalian turun di terminal Butterwoth, harus nyambung kapal very lagi. Better turun di terminal Sungai Ningbo, biar lewat Penang bridge (jembatan diatas laut menuju Pulau Penang). Untuk mempermudah kalian mengecheck jadwal bus, atau ingin memperkirakan harga, bisa dicheck secara online di : BUS KE PULAU PENANG Karena tenaga sudah cukup habis sewaktu di Kuala Lumpur, sampai di Pulau Penang, saya memutuskan hanya ke satu tempat wisata yang sangat wajib kalian kunjungi di Pulau Penang. Bukit Bendera Bukit Bendera atau Penang Hills by : @daniyahisa Bukit yang menjulang tinggi menghadap lautan Pulau Penang. Berada di atas Pulau ini, kalian akan disuguhkan pemandangan memanjakan mata. Perbukitan hijau berpadu dengan biru lautan luas dan biru langit. Wah, nggak bisa berucap deh pokoknya keren banget ! Cocok nih buat kalian penikmat senja, pecinta cakrawala. How to Get there ? KOMTAR – Bukit Bendera Titik awalnya adalah KOMTAR (Komplek Tun Abdul Razak) yang terletak di George Town. Sangat mudah untuk menuju titik ini, karena KOMTAR adalah menara iconic setinggi 60 lantai di Pulau Penang. Di paling atas menara KOMTAR, bisa befoto ria dengan lantai trasnparan loh ! hayoo, siapa berani ? Pemandangan Menara KOMTAR (menara bulat dari Hotel by : @daniyahisa Di bawah Menara KOMTAR adalah terminal bus dalam kota. Kalian bisa naik bus dari terminal KOMTAR menuju Bukit Bendera seharga 2RM saja. Tak perlu khawatir, karena Bukit Bendera adalah tujuan akhir Bus tersebut, bisa bobo manis lah yaa di dalam bus. Bus Rapid Penang di pemberhentian akhir, Bukit Bendera by : @daniyaisa Sampai di Bukit Bendera, pengunjung dikenakan HTM 30RM PP termasuk kereta menuju atas bukit. Kereta Wisata PP 30 RM menuju ke atas Bukit Bendera Pintu Masuk Bukit Bendera, Penang Hill untuk mengantri tiket masuk by : @daniyahisa Pemandangan dari atas Bukit Bendera by : @daniyahisa Rel Kereta menuju stasiun akhir Bukit Bendera by : @daniyahisa Puas memandang lautan, langit dan daratan Malaysia yang terpisah dari sebrang, saya kembali ke Menara KOMTAR. Ada apa sih di dalam Menara iconic pulau Penang ini ? Ada berbagai mall di dalamnya. Kaos, pajangan lemari khas Pulau Penang, dan kue khas Penang. Selain kopi yang sering dicari sama para travelers, yang belum banyak orang ketahui kue khas penang, yaitu Kue Tambun. Biskuit Tambun khas Penang, Malaysia by : goole images Mirip seperti kue nastar dalam ukuran besar, rasa originalnya asin-asin gurih, dan masih banyak varian rasa lainya seperti keju, coklat, durian. Harganya murah kok hanya 5RM saja. Anyway, maaf yaa itu foto nyomot dari Google, karena yang punya sendiri sudah habis, hehehe. Ingat yaa, usahakan beli di Menara KOMTAR jika ingin harga lebih murah dan banyak. Atau kalau kalian punya banyak waktu di Penang, bisa cari pabrik yang sekaligus menyedikan cafenya, semacam Bakpia Pathok kalau ke Jogja. Kalau beli di Bandara, harganya bisa 3x lipat. Woow!!! Sayang banget kan, heheh. Okay, begitulah liburan singkat saya yang masih penasaran sama Kuala Lumpur dan menjelajah pulang dari Pulau Penang. Semoga terinspirasi yaa. Terima Kasih.
  2. Ooh, berarti bebatuan itu memang reruntuhanya ? Saya pikir memang dibiarkan seperti itu.
  3. Bukan, baru sampai terminal Jombor. nanti nyambung lagi naik bus lokal Yogya-Magelang.
  4. Hayhay, Sedang ingin melokal dulu saja nih, ke tempat yang dekat sebelum melunvcur lagi ke tempat yang jauh Diantara kalian ada yang orang Yogya ? atau pernah stay lama di Yogya ? Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan petunjuk dan arah ini yaa Siapa yang tidak kenal dengan Yogyakarta? Daerah Istimewa yang tidak ada habisnya untuk rekomendasi wisata. Long weekend 16-19 Agustus 2018 saya berkesempatan mengunjungi Yogya. Niat saya memang untuk menaiki transportasi umum di tempat ini. Untuk kalian yang senang berpergian sendiri, tanpa memesan paket wisata, semoga cerita saya bisa jadi referensi. Tepat pukul 04.00 Subuh saya tiba di stasiun Tugu Yogya. Saya keluar, belok kiri dan menelusuri jalan hingga menemui perempatan. Sampai di perempatan, saya ambil ke kanan untuk mengunjungi Jalan Malioboro. Nah buat kalain yang ingin menginap di kawasan Malioboro, dalam satu gang ini dari depan sampai belakang semuanya Hotel terjangkau loh : Jl. Kp.Sosromenduran Saya memilih menginap di Malioboro, karena aksesnya sangat dekat. Ini loh Hotel pilihan saya : Hotel Larasati Selain Hotel itu, di dalam satu gang terdapat pilihan beberapa hotel, dari ujung depan sampai ke ujung belakang. Baiklah, hari pertama tujuan tempat wisata saya adalah : 1. Candi Prambanan Tidak jauh dari hotel, saya berjalan menuju halte Malioboro 1. Saya menunggu transJogja 1A. Turun di Halte Pasar Prambanan. TransJogja 1A Halte Malioboro – Halte Pasar Prambanan Saran Saya, jangan malas jalan yaa! Memang sih ada banyak pilihan seperti bentor (becak motor), Ojek, dan Delman. Buat pelancong seperti saya, agak sayang sih! Ini tinggal ke sebrang saja, sudah sampai ke pintu masuk kawasan wisata prambanan. Jadi, jangan malas jalan! Tetap siapkan stamina *kalau bisa. Kawasan Candi Prambanan Harga tiket Masuk saat itu, 17 Agustus 2018 Rp 40,000 untuk turis Domestik. Saya rasa ini cukup mahal, mengingat harga itu hanya untuk ke candi Prambanan saja, tidak untuk satu komplek candi disekitar Prambanan. 2. Candi Borobudur Nah, siapa yang tidak kenal dengan candi ini ! Pernah menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia, dan masih menjadi warisan sejarah dunia. Berangkat dari Halte Pasar Prambanan, saya memutuskan untuk lanjut saja ke candi Borobudur. Saya naik transJogja 1A arah balik menuju Malioboro, namun berhenti di halte Bandara Adisujipto lalu sambung transJogja 5B. Menaiki transJogja 5B, turun di terminal Jombor. Memang banyak juga yang menyarankan naik dari terminal Giwangan, tapi kebetulan saya dapat saran dari petugas transJogja untuk berhenti di terminal Jombor. Tapi memang dibutuhkan kesabaran bila kalian memutuskan berpergian menggunakan transportasi umum. TransJogja bisa dibilamg berputar hampir ke seluruh pusat kota Jogja. Turun di terminal Jombor, kalian akan temui kenek bus yang berteriak “Ayo Borobudur, Borobudur!” sayang saya nggak foto busnya karena terburu-buru waktu itu. Bus itu seperti kopaja kalau di Jakarta. Waktu beroprasi bus ini 05:00am-03:00pm dari terminal Jombor. Dari terminal Magelang, bus paling terakhir pukul 05.30pm (setengah enam sore), lepas itu tidak ada bus lagi ke Yogya. Tarif bus ini relatif sih! Jadi pengalaman saya, pas pertama berangkat pakai bahasa Nasional 25RB setara dengan turis asing di belakang saya. Nah, pas pulang saya pakai bahasa Jawa! Yaa memang kebetulan orang Purwokerto sih hehehe, tarifnya 20RB. Sejen lah, karo wonge dewek aja larang-larang! Hahaha. Beda lah, sama orangnya sendiri jangan mahal-mahal! Gituuh. Halaman utama Borobudur menghadap Gunung Merapi Turun dari terminal, kalian akan ditawari Ojek menuju pintu masuk Borobudur. Tawar saja 10RB, karena tempatnya hampir 1km dari terminal Magelang. HTM borobudur dikenakan 40RB untuk wisatawan Domestik. Kalian bisa memandang Gunung Merapi dari ketinggian. Tetap waspada dan hati-hati yaa! Tangga menaiki candi cukup curam. Patung Budha di atas Candi Borobudur Menunggu Sunset ataupun Sunrise disini memang sungguh indah. Melihat keagungan ciptaan Sang Illahi, Masha Allah. Aslinya lebih bagus daripada fotonya. 3. Keraton Kesultanan Tidak lengkap rasanya kalau kalian datang ke Yogya tanpa melewati Keraton Kesultanan. Lokasinya hanya lurus saja dari jalan Malioboro. Ditempuh jalan kaki sekitar 25 menit saja. Keraton Kesultanan Yogyakarta Yaps, gambar halaman depan Keraton Kesultanan Yogyakarta ! Saya tidak masuk ke dalamnya, karena bagi saya cukup melihat dari luar saja, heheh. Lapangan di depan Keraton Kesultanan Kebetulan, saat itu sedang 17 Agustus perayaan hari Merdeka. Malamnya, akan diadakan konser musik dan beberapa pameran. Di samping jalan, terdapat dua pohon beringin Kramat. 4. Nol Kilometer Jalanan ini hampir mirip kota tua bagi saya. Bangunan tua bekas kolonial Belanda masih berdiri kokoh, yang sekarang digunakan sebagai gedung perkantoran. Perempatan Jalan Nol Kilometer Jalanan ini cukup bersih, udaranya segar, ramai juga. Waktu itu cuaca cukup terik sekitar 38C. Tapi semua terbayar dengan semilir angin dan pohon-pohon besar yang teduh, heheh. Bangunan Pos Indonesia di Nol Kilometer 5. Jalan Malioboro Sengaja saya tempatkan diurutan terakhir untuk wisata di Malioboro. Saya menginap di kawasan Malioboro karena di tempat ini cukup strategis untuk akses transpotasi umum, ataupun bagi yang mau pick up taxi-ojek Online. Dari Stasiu Tugu, hanya keluar lalu belok kiri, menemukan perempatan dan belok kanan. Sampai deh, di Malioboro. Kawasan sekitar Jalan Malioboro Tempat ini menjajakan berbagai macam kuliner Yogya, ada toko pakaian, tas, sepatu dan macam-macam. Dari harga murah sampai yang menengah. Kawasan ini cukup padat, ramai dan tidak cocok untuk berfoto bagi saya. Kalau ingin berfoto di Malioboro, buat saya lebih baik bangun sebelum subuh dan mengelilingi jalan Malioboro yang sepi. Malioboro saat pagi hari Nampak di atas gerobak yang ditutupi terpal biru. Kalau malam, di depan itu semua para pedagang kaki lima menjajakan kaos dan oleh-oleh khas Yogya. Maaf itu kakinya nebeng narsis heheh . Sebenarnya jika kalian memiliki stamina yang cukup kuat, kalian bisa mendatangi kelima tempat itu dalam waktu satu hari. Ambil kereta malam, agar sampai pagi di Yogya. Jadi begitu sampai bisa langsung ke Borobudur lalu lanjut ke kawasan wisata sekitar pusat kota Yogya. Sekian cerita jalan-jalan saya, semoga bermanfaat untuk kalian uang sedang bingung ingin berwisata kemana. Tapi jangan dipaksain loh yaa, nanti sakit tipes lagi heheh
  5. Ada yang sudah pernah ke Ipoh, Malaysia? Apakah di sana ada Luggage storage seperti di KL Sentral? Atau tempat yg aman utk menitipkan koper kita?
  6. Hayhay, Aku ada rencana ke Jepang tahun depan, sudah ganti pasport jadi E-paspor. Apa benar visa waiver harus full 15 hari di Jepang? Karena kalau tidak, akan diintrogasi sama imigrasi, dan akan dipulangkan hari itu juga? Sementara, aku rencana cuma 7 hari di sana, ga enak cuti kelamaan. Mohon teman-teman infonya yang sdh pengalaman ke sana. Terima kasih.
  7. Hayhay, Selamat Siang, mau tanya lagi, misalnya saya mau beli tiket pulang di beda Bandara dari Air Asia, kok masih MYR ajah ya, nggak bisa jadi IDR ? nggak ada pilihan IDR di currency. Itu harus gimana ya ? terima kasih sebelumnya.
  8. Hii semua, Terima kasih infonya. kalau kita beli untuk orang lain, misal untuk teman-teman pakai ID BIG kita, apa akan menambah point juga ? meskipun saya ga ikut pergi ?
  9. Assalamualaikum, Ada yang tahu bagaimana caranya menambah point Air Asia bagi pengguna BIG Air Asia? Terima kasih sebelumnya, Wassalamualaikum
  10. Salam Kenal, selamat berteman
  11. Hello I'm Back, Salam Kenal, Iya kan, masih belum puas yaa. Enak dijangkau buat jalan kaki, tempatnya. Aku mungkin ada rencana lagi, tapi untuk KLsaja sih. Belum ke batu Caves
  12. loh, mana bulenya ? Berapa hari disana ? bagus kan tempatnya. hehehe
  13. Thank you, lebih menggiurkan kalau dicoba langsung, jadi rasa manisnya cuma dari kacang merah. Nggak bikin sakit tenggorokan, heheh. Iyah terima kasih. Ke sana yaa, share yang belum ke posting di sini Hiii, anyway terima kasih. Memang itu the most sih di memori kamera, tapi masih kurang menurutku. karena itu agak mendung, nggak full sunset hikss. Catet ! masih belum banyak orang tahu destinasi Mesjid Selat Melaka, tapi ramai sama turis Cina sih.
×
×
  • Create New...