Dhistiraz

Members
  • Content count

    256
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    11

Dhistiraz last won the day on September 23

Dhistiraz had the most liked content!

About Dhistiraz

  • Rank
    Senang Jalan Jalan
  • Birthday November 15

Profile Information

  • Gender
    Male
  • Location
    Medan
  • Interests
    Jalan-jalan, music, blogging, berenang, jogging, aerobic, kuliner..

Contact Methods

  • Website URL
    www.resepmakanjalan.blogspot.com

Recent Profile Visitors

3,179 profile views
  1. Medan Bagus.... Regional Medan mau Gathering Lagi bulan April 2019 mas deffa,
  2. Salam Kenal

    selamat bergabung dan salam kenal @Tomz saya dari Medan, kita satu region nih... gabung yuk dengan regional medan
  3. AKSI Peduli Lingkungan Hidup “ Tanam Ribuan Mangrove “ Hutan Mangrove memiliki manfaat yang sangat penting antara lain ; Mencegah Intrusi air laut atau perembasan air laut ke tanah daratan yang menyebabkan air tanah menjadi payau sehingga tidak layak untuk di konsumsi, Mencegah Erosi dan Abrasi pantai, sebagai pencegah dan penyaring alami, sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa, berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir, serta manfaat-manfaat yang lainnya. “ Pantai kita butuh kepedulian kita, mari tanam ribuan mangrove !! “ Setidaknya itu adalah kalimat yang tersirat di benak teman-teman relawan yang peduli terhadap lingkungan kita, salah satunya adalah Komunitas “ Tempat Kita Peduli (TKP) SUMUT “. Hari Minggu, 17 September 2017 kemaren teman-teman dari Komunitas Tempat Kita Peduli (TKP) SUMUT, mengadakan kegiatan Peduli Lingkungan yang melibatkan berbagai kalangan baik dari indvidu, Pelajar & mahasiswa maupun dari berbagai lintas komunitas yang ada di Sumatera Utara. Kegiatan peduli lingkungan yang bertema “ Tanam Ribuang Mangrove “ ini mendapatkan tanggapan yang sangat positif, terbukti dengan banyaknya jumlah peserta yang mencapai 800 orang lebih yang ikut dalam kegiatan ini. Aksi peduli lingkungan ini di pusatkan di lokasi “ " Mekar Bahari Konservasi Area RUMAH MANGROVE “ Desa Percut, Bagan Percut Dusun XVIII, Deli Serdang, Sumatera Utara. Tentu saja, kegiatan yang bersifat peduli lingkungan ini mendapat tanggapan yang positif pula dari temen-temen Jalaners yang tergabung dalam Komunitas Jalan-jalan Indonesia Regional SUMUT ( Jalan2.com Regional SUMUT ). Mengapa ? karena; meskipun beda komunitasnya, namun memiliki kesamaan prinsip dan pandangan yakni sama-sama peduli sekitar tanpa mengharapkan imbalan. Selama ini temen-temen dari TKP sering mengadakan kegiatan amal utk kemanusiaan, sedangkan temen-temen dari komunitas Jalan2.com Regional SUMUT sering mengadakan kegiatan explore wisata yang masih terpendam dan meng-expose keluar melalui berbagai media agar di ketahui khalayak ramai dan diharapkan berdampak positif pula terhadap perekonomian masyarakat yang ada di lingkungan wisata. Okehlah .. persamaan pandangan clear…!! Yuk Ikuti keseruannya.. Sesuai Instruksi panitia kegiatan bahwa; para peserta yang sudah mengetahui lokasi kegiatan diharapkan bisa langsung ke lokasi kegiatan, sedangkan para peserta yang tidak/belum mengetahui letak lokasi kegiatan Tanam Ribuan Mangrove “ Rumah Mangrove Mekar Bahari “ diharapkan berkumpul di SPBU Haji Anif di Jalan Cemara Medan, pada Minggu pagi ,17 September 2017 jam 07.00 wib, dan dari sana rencananya akan dipandu oleh panitia dan berkonvoi menuju lokasi kegiatan. Terus bagaimana dengan saya dan rekan-rekan jalaners Regional SUMUT ? Awalnya kami mau menggunakan sepeda motor dan berkonvoi bersama, namun karena ada teman yang rumahnya sangat jauh dan ada sebagian teman yang sepeda motornya tidak sehat sehingga saya putuskan untuk pake mobil saya saja, kebetulan yang bisa ikut kegiatan hanya 7 orang karena temen-teman yang lain sudah ada schedule pribadi pada tanggal itu. Dan kami sepakat untuk berkumpul di depan Kantor Pos Pusat samping lapangan merdeka pada jam 06.30 Wib, dan ternyata teman-teman pada tepat waktu ! thanks. Sarapan dulu !! Yew… ternyata sama ! , sama-sama belum isi perut ! , yuklah sarapan dulu… “ Buk.. Lontong sayur 5, satu pake perkedel, empat pake telor , duanya lagi nasi gurih.. " Ok Mas ! kata ibu yang jualan menu sarapan, tidak berselang lama semua pesanan pun sudah ada di atas meja dan kami pun siap untuk menyantapnya. Ayuk sarapaaan… Sarapan udah kelar, yuk langsung ke SPBU Haji Anif, OK ! kata temen-temen.. Dan sesampai di SPBU Haji Anif, ternyata belum semua peserta kumpul baru sebagian saja yang sudah pada menunggu, meskipun sudah jam 07.30 wib, saya pantau dari pembicaraan di chat group ternyata masih banyak yang OTW = on the way alias masih pada ngaspal ho ho ho…. Yaw udahlah kita coba duluan aja ke lokasi, meskipun belum tau posisi lokasinya kita coba ikuti Google Map ajah, saat itu HP saya lowbat !! haduuh padahal info lokasi ada di chat group TKP ! ya udahlah seingat saya namanya Bagan Percut, so pake HP nya si Vean, dan buka google map, cari Bagan Percut dan akhirnya mengikuti petunjuk GPS nya Google… sudah sekitar 30 menitan lamanya kami mengikuti petunjuk.. udah jauuuh bahkan sudah sampai pinggiran laut, udah habis jalan beraspalnya, sekarang sudah masuk ke jalan tanah tanggul sungai… sudah sekitar 3km lebih kami menyusuri pinggiran sungai tapi lokasi kegiatan tidak ketemu-ketemu ! Kami kesasar paaak….!! Ternyata GPS nya mengarah jalan yang salah ! ya iyalah wong titik point nya yang di ambil Bagan percut, Bagan percut itu luas ! Plaak plaak .. tepuk jidat lah…. Untung bro Anjas bawa PowerBank, setelah ngecarge HP, buka chat group dan teriak “ Saya kesasar paak !! … Dan Fast Response, panitia langsung Share Location by google map , jadi langsung balik lagi… dan akhirnya sampai dah ke lokasi kegiatan… Horeeeee !!! Sesampai di lokasi ternyata sudah ramai peserta yang datang, langsung dah jumpai panitia untuk konfirmasi peserta, dan panitia memberikan tanda peserta berupa Pita warna Hijau untuk di sematkan di kaos atau topi. Setelah pakai tanda peserta, kami langsung menuju di mana para peserta di kumpulkan dan……. Tiba-tiba suara keras terdengar dari soundsytem “ Ayok teman-teman dari komunitas Jalan2.com silahkan maju dan bergabung… “ Wah ternyata itu suara Abangda “Syukur Ricky Roy Aritonang, sang komandan TKP ! Ok bangnda kami bergabuuung…. Setelah panitia mengenalkan para petugas kegiatan serta pengenalan dan tata cara tanam pohon mangrove kami pun dibagi 3 kelompok besar untuk pengaturan lokasi tanam, dan masing-masing group di pimpin oleh satu petugas pengarah, kami diarahkan menuju lokasi bibit, dan setiap peserta di jatah minimal 5 bibit mangrove. Ayuk tanam Mangrove nya…. Semangaatt…. !!! Masing-masing bawa 5 bibit yaks..... Selama menanam mangrove, tentu saja kami saling berkenalan dengan banyak orang dari berbagai komunitas, ya ! di kegiatan peduli lingkungan seperti ini tentu banyak positifnya, selain belajar mengenal mangrove sambil berwisata juga menambah kenalan dengan teman-teman baru… ! Mau hiburan ?... tenang … di komunitas kita ada biduan, hahaha biduan… iya bener biduan.. Vokalis gitu lhoo.. Ada Muni yang suaranya merdu ada thepo yang menjadi teman duetnya Lanjuuut maang…. Hari sudah sore, dan acara sudah selesai, setelah menerima sertifikat dari panitia , kami pun meninggalkan lokasi kegiatan, dan dalam perjalanan pulang kami sepakat untuk mampir dan makan bakso di warung bakso Mas Edo di jalan sunggal, tepatnya di depan perumahan Somerset Regency. Kami suka makan disana karena disana ada bonus ceker dan tulang ayam yang banyak, tentu saja rasa nya enak dan harganya juga tidak terlalu mahal. Namun sayang, sesampai disana warung baksonya gak buka, alias tutup !!, waduh kemana nih mas edo nya.. ? ah barang kali lagi liburan… masa jualan melulu… Piknik dunk… Okeh, Fine !, kita cari warung bakso yang lain… Bakso Sahabat di jalan Merak, sunggal ini akhirnya menjadi pilihan, rasanya lumayan enak, apa lagi buat kami yang lagi kelaparan… OK Guys…. Sebegituh ajah ya Field Report (FR) saya di kegiatan Peduli Lingkungan Hidup “ Tanam Ribuan Mangrove “ semoga kegiatan ini bermanfaat bagi semua. Terima kasih kepada Komunitas Tempat Kita Peduli (TKP) SUMUT, yang sudah menyelenggarakan kegiatan peduli lingkungan ini. Terima kasih kepada “ Rumah Mangrove Mekar Bahari “ yang sudah menyediakan tempat dan berbagi ilmu tentang mangrove Dan tentu saja terima kasih buat temen-teman komunitas Jalan2.com Regional SUMUT yang sudah ikutan kegiatan peduli lingkungan; @Dhistiraz Kenzie, @Vean Tristan Vean, @just0682 Anjas, @thepo Thepo, Muni, Nopita, Indah jho.. Salam komunitas, dan Salam Lestari..
  4. kalo ke Medan, kabar-kabari bang @Sahat biar kongkow-kongkow kita sama anak regional medan.... banyak yang baru sih sebenarnya mas @deffa hanya maren itu banyak yang kita skip karena ngejar waktu... next time kita gathering lagi untuk keliling Sumut
  5. GATHERING ADVENTURE Jalaners Regional SUMUT, 9 - 10 September 2017 Hola semuwah……. Horassss..!! Berawal dari ide temen-temen saat kopdar jalaners Sumut di Raden's Crispy Steak & Spicy Chicken di akhir bulan Juli kemaren, akhirnya keluarlah rencana Gathering Adventure untuk explore Pesona Sumatera Utara yang di fix kan tanggalnya di 9-10 September 2017. Total ShareCost per orang hanya RP. 433.000, itu sudah termasuk ( Transportasi, Akomodasi, konsumsi, Penyebrangan Ferry, Retribusi Wisata, Parkir wisata & umum dan pengeluaran lain-lain) pokoknya sudah semua. Sebenarnya ShareCost Awal hanya Rp. 350.000 per orang, namun karena adanya biaya-biaya tambahan yang tidak di anggarkan sebelumnya, maka Sharecost tambahan dikenakan Rp. 83.000 per orang sehingga totalnya menjadi seperti yang di sebutkan diatas. Mari kita ikuti keseruannya… TITIK KUMPUL & KEBERANGKATAN Schedule Gatheringnya sih Sabtu-Minggu, 9-10 September 2017, tapi keberangkatan kami di hari Jum’atnya , dan sesuai kesepakatan kami pilih SPBU Setia Budi sebagai Titik Kumpul keberangkatan. Jum’at , 8 September 2017 sekitar jam 20.00 wib temen-temen sudah pada kumpul di SPBU Setia Budi, setelah saling berkenalan dengan teman-teman yang baru bergabung di komunitas maka kami pun mulai mempersiapkan tas masing-masing untuk di susun di bagasi mobil. Selanjutnya.. pengarahan dari ketua Team Gathering Adventure @Dhistiraz ( Kenzie ) dan berdo’a bersama sebelum keberangkatan. Tepatnya pukul 22.00 Wib kami berangkat dari titik kumpul menuju ke kota Pamatang Siantar sebagai destinasi pertama yang akan kami kunjungi. WISATA MALAM DI KOTA PEMATANG SIANTAR Berangkat dari titik kumpul pukul 22.00 wib dan sampai di Pematang Siantar pukul 00.30 wib ( dini hari ). Sesampainya di kota Pematang Siantar hujanpun turun dengan derasnya, kamipun mampir ke SPBU yang berada di seberang RS. Horas Insani, menurut rencana sih kami akan istirahat disana hingga pagi hari. Sudah satu setengah jam kami disana namun hujan tidak kunjung berhenti, baru sekitar menjelang jam 2.30 wib hujan mulai reda.. Sepertinya ada yang aneh nih, temen-temen pada clingak clinguk pandang-pandangan… eh ternyata temen-temen pada kelaperan… Karena di sekitar SPBU nggak ada kedai makanan yang buka, akhirnya kami menuju ke SIANTAR SQUARE yang berada di Jl. Vihara Pematang Siantar. Untuk Menuju ke Siantar Square sangat mudah, Jika Anda dari Arah Medan menuju Parapat, pasti akan melewati Jalan Sutomo atau Jalan Lintas Tengah Sumatera yang berada di pusat kota , nah dari pusat Perbelanjaan Ramayana terus saja, nanti di sebelah kiri jalan ada gapura bertuliskan SIANTAR SQUARE pas di pangkalnya Jl. Vihara. Jika Anda kemalaman dan tidak ada lagi rumah makan yang buka, silahkan mampir kemari saja, karena mereka buka sampai pagi. Mulai dari sate padang, indomie rebus, nasi goreng, teh manis panas, kopi panas , kopi susu panas pun kami tuntaskan wkwkwww TUGU BECAK BSA PEMATANG SIANTAR Setelah perut kenyang… sembari menunggu waktu subuh tiba, kamipun tidak mau menghabiskan waktu percuma, jam 04.00 wib kami menuju TUGU BECAK SIANTAR, disana mobil kami parkirkan di tempat parkir disamping tugu, tepatnya dihalaman Gedung Dinas Kebudayaan Pematang Siantar. Turun dari mobil…… weshhhh para Celebgram langsung cari posisi joss buat selfie, maklum Tugu Becak Siantar adalah salah satu Hot Spot yang lagi naik daun dan menjadi salah satu objek yang paling di buru oleh para Celebgram. Sebagai informasi, Tugu Becak Siantar ini di resmikan pada hari sabtu, 15 September 2016, Becak Siantar yang ber merk Birmingham Small Army (BSA ) dan sejenisnya ini merupakan warisan Perang Dunia yang masih beroperasi dengan baik. So ..jika rekan-rekan main ke Pematang Siantar, pastikan mampir ke Tugu Becak Siantar ini. Lokasi Tugu Becak Siantar (BSA) berada di Jalan Merdeka, di Halaman Kantor Dinas Kebudayaan Pematang Siantar, Sumatera Utara. Hingga akhirnya Adzan subuh pun berkumandang, saya dan teman-teman kita yang muslim tentu harus menunaikan ibadah wajib, dan sekitar 15 menit dari Tugu Becak Siantar, kami pun singgah di Masjid Rindam ( Al-Huda ) yang berada di jl. Bangau, Pematang Siantar. Masjidnya cukup besar dengan pelataran parkir yang luas. Setelah mobil terparkir di halaman Masjid kami semua pun turun baik yang muslim maupun yang non muslim, setelah bersih-bersih di kamar mandi kami yang muslim masuk ke dalam masjid untuk sholat subuh, dan teman-teman kami yang tidak sholat subuh beristirahat di teras depan masjid. Setelah selesai sholat subuh, kami bergabung kembali dengan teman-teman yang berada diteras depan, dan disana kami rebahan meluruskan badan sambil cerita kesana kemari. PEMANDIAN BAH DAMANIK Sekitar jam 06.30 kami bergerak dari Masjid Rindam untuk mulai melanjutkan Adventure, Jam 6.50 wib kami sampai di simpang tiga SPBU Simarimbun, atau lebih jelasnya persimpangan Jalan Parapat ( menuju Parapat) dengan Jalan Pematang Purba yang mengarah ke Sidamanik. Tujuan kami adalah pemandian Bah Damanik, sekitar 40 menit dari Simpang tiga SPBU, sampailah kami di Sidamanik tepatnya pas di depan Plank yang bertuliskan “Pemandian Bah Damanik”, Sebenarnya secara jarak sih tidaklah jauh dari simpang tiga SPBU, andaikan jalannya bagus, harusnya sekitar 15 menit sudah sampai . Tapi karena jalannya rusak sana sini membuat kami harus berhati-hati . dalam hal ini “ jika ada pejabat pemerintah yg berwenang yang membaca tulisan ini, mohon kiranya jalan menuju Sidamanik ini diperbaiki.. “ Lanjut…. Dari plank nama pemandian Bah Damanik, mobil kami terus masuk kedalam sekitar 10 menitan, jalan pelan-pelan , dan akhirnya sampai ke pelataran parkir mobil dan sepeda motor. Untuk tarif parkir disini dikenakan Rp. 15.000.- per mobil, kalo bisa dinego saja, bisa aja jadi Rp. 10.000 per mobil, soalnya belum ada aturan khusus yg mengatur tarif parkir disini. Setelah turun dari mobil kami bersiap menuju pemandian Bah Damanik dengan menuruni anak tangga, namun sebelumnya kami harus membayar retribusi terlebih dahulu sebesar Rp. 5.000,- per orang, harusnya sih kalo di kali 14 orang totalnya, Rp. 70.000.- tapi kami minta diskon jadi kami hanya bayar RP. 60.000.- saja untuk 14 orang, lumayan.. BTW nih, tarif Rp. 5.000.- itu hanya untuk mandi-mandi di pemandian, naik rakit, dan untuk kamar kecil, sedangkan untuk sewa pondok di kenakan Rp. 25.000.- per pondok. Selanjutnya….. acara bebas di pemandian… Air nya sungguh dingin dan segar… kami yang tidak tidur semalaman ini menjadi bugar begitu nyemplung ke air. Rasa kantuk juga hilang… kalo pakar kesehatan bilang, itu karena banyaknya “ ION NEGATIF “ sehingga tubuh menjadi segar…. Au ah……. Tips : Karena Pemandian BAH DAMANIK adalah salah satu Spot Wisata yang paling diburu wisatawan, maka datanglah pagi-pagi agar teman-teman bisa menikmati jernihnya air Bah Damanik, sebagaimana kami yang menjadi tamu pertama di hari itu, karena jika teman-teman datangnya siang atau sore hari, sudah keburu rame orang, daaan… airnya udah nggak jernih lagi. KEBUN TEH BAH BUTONG Jam 9.30 wib kami harus keluar dari pemandian Bah Damanik, karena masih ada destinasi wisata yang harus di kunjungi yaitu Perkebunan Teh . Kebun teh yang ada di PTPN IV Bah Butong, Sidamanik dan Tobasari di Kecamatan Sidamanik, kabupaten Simalungun, Pematangsiantar kerap ramai disambangi wisatawan. Oleh karenanya kami juga tidak ingin melewatkan perkebunan teh yang konon hasil teh dari perkebunan ini adalah merupakan teh terbaik di dunia. Lama perjalanan dari pemandian Bah Damanik ke perkebunan Bah Butong Ini hanya memakan waktu 3 menit saja, dari kejauhan sudah terlihat plank nama milik PTPN IV yang di bawahnya bertuliskan Selamat Datang di Kebun Bah Butong. Sesampai disana ternyata sudah ada beberapa rombongan wisatawan yang sudah tiba terlebih dahulu, dan kamipun mengambil posisi parkir di pinggir jalan. Tarif parkir disini Rp. 10.000, per mobil tapi di nego jadi Rp. 5.000.- saja . Satu hal yang menjadi perhatian kami disana adalah, penduduknya yang sangat ramah, siapapun orang nya yang kami tanya-tanya disana, mereka akan menjelaskan dengan ramahnya… kami bisa melihat dari mata mereka akan rasa ingin menolong orang lain yang membutuhkan jawaban. Jika Anda ingin membawa oleh-oleh dari sini, ada beberapa pedagang yang menawarkan teh hijau, teh benalu, teh linting dll yang harganya juga tidak mahal. Saya membeli 1 bungkus teh hijau seharga Rp. 15.000.- untuk ukuran 250 gr. AIR TERJUN BAH BIAK Setelah puas kami perfoto dan ber selfie ria di perkebunan teh Bah Butong ini, kami melanjutkan perjalanan menuju air terjun BAH BIAK, lokasi nya tidak jauh dari perkebunan Bah Butong, sekitar 3 menit perjalanan kami sudah melihat Plank Petunjuk menuju air terjun Bah Biak, kami pun belok ke kiri mengikuti petunjuk, sayangnya jalan menuju ke air terjun Bah Biak ini masik tanah, belum di lapisi batu krikil apa lagi aspal hehehe.. maklumlah ini kan sebenarnya jalan perkebunan.. Beberapa kali saya harus turun untuk mengecek kondisi jalan yang kami lalui, karena khawatir kalo nanti mobil akan kepater, selip atau apalah… tapi ternyata disana tanahnya pasir bercampur batu bukan tanah liat, sehingga walaupun berlumpur tapi bagian bawahnya keras. Sehingga aman untuk dilalui kendaraan. Dan sekitar 10 menitan lamanya akhirnya kamipun sampai di tempat parkiran Air Terjun Bah Biak yang letaknya berada di perkebunan teh Sidamanik. Setelah parkir , kami langsung menuju ke air terjun Bah Biak, dengan menuruni anak tangga terlebih dahulu. Retribusi masuk tempat wisata ini, Rp. 2.000 per orang. Sesampai di air terjun Bah Biak kami langsung ambil posisi cantik untuk jeprat-jepret. Namun karena hari sudah mulai siang kamipun tidak sempat untuk basah-basahan disana, karena harus melanjutkan destinasi selanjutnya, “ BUKIT SIPOLHA “. Seyogyanya kami berencana mengunjungi BUKIT INDAH SIMARJARUNJUNG terlebih dahulu sebelum menuju Bukit Sipolha, namun karena pertimbangan waktu akhirnya kami memutuskan untuk men-skip kunjungan ke Simarjarunjung. Next Time lah kami akan kesana. BUKIT SIPOLHA Rasa nya sudah tengah hari dan perut pun mulai lapar, dalam perjalanan menuju Bukit Sipolha, kami singgah di rumah makan padang yang ada di desa Sait buttu, untuk membeli nasi bungkus, yang rencananya akan kami nikmati nanti pas di Bukit Sipolha. Setelah membeli nasi bungkus, kami pun melanjutkan perjalanan, setelah beberapa menit sampailah kami di pertigaan antara Jalan Pematang Purba dan Jalan Simarjarunjung. Jika belok kekanan menuju Simarjarunjung dan Tigaras, sedangkan jika belok ke kiri menuju Sipolha dan Parapat, maka kamipun memilih belok ke kiri jalan yang menuju ke Bukit Sipolha dan Parapat. Selama perjalanan menuju bukit sipolha, kami disuguhi pemandangan yang menakjubkan, kilauan air danau toba terlihat dari kejauhan, didalam mobil teman-teman pada kegirangan melihat pemandangan pinggiran danau toba yang begitu indah. Dan sekitar 30 menitan kami sampai di persimpangan menuju Bukit Sipolha, kami pun menyusuri jalan sempit yang berbatu dan sedikit curam, namun bagi kami itu sudah biasa, jadi ya santai sajah… Sekitar 10 menitan sampailah kami di pelataran parkir yang sederhana dan mobil kamipun ambil posisi parkir yang strategis sesuai dengan arahan tukang parkir. Sayangnya Sesampai kami di parkiran, hujan turun dengan deras, sehingga kami tidak bisa langsung naik ke Bukit Sipolha, tapi kami mampir di warung kopi, sembari menunggu hujan reda, sekalian lah nyantap nasi bungkusnya, Udah lapar…. Baru sekitar setengah jam hujan mulai reda.. dan akhirnya cuaca kembali panas, maka saatnya untuk naik keatas Bukit Sipolha yang selama ini sudah di impikan… PENYEBERANGAN TIGARAS Setelah berpuas-puas di Bukit Sipolha, kami harus segera menuju ke pelabuhan Tigaras, karena kami harus mengejar jadwal penyebrangan jam 15.15 WIB, menuju Simanindo, Samosir. Sesampai di Pelabuhan Tigaras, sudah ada 12 mobil yang mengisi palataran pelabuhan dan mobil kami masuk pada urutan 13 dan 14, amanlah. Karena Kapal penyebrangan hanya bisa memuat 15-16 mobil saja, dan sisanya akan di masukan ke jadwal berikutnya. Saya langsung menuju Loket untuk membayar administrasi penyebrangan, dengan perincian sbb: Untuk Minibus Rp. 96.500, Penumpang 6 orang dewasa ( Supir tidak dihitung) Rp. 40.200, jadi perorangnya Rp. 6.700.- Asuransi keseluruhan 6.550 jadi totalny Rp. 143.250.- untuk Retribusi parkir per mobil Rp. 10.000 per mobil tapi negolah jadi Rp. 5.000.- bisa kok. Waktu penyeberangan sekitar 40 menit dari Tigaras menuju Pelabuhan Simanindo. TUGU SITIO TIO Selepas keluar dari Dermaga Simanindo kami langsung mampir ke Tugu Sitio- tio untuk sekedar berfoto-foto saja, setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Wisma AGAPE yang berada di Tomok, Samosir. Perjalanan dari Pelabuhan Simanindo ke Tomok memakan waktu sekitar 50 menitan, dengan kecepatan sedang antara 30-40 km/jam. PENGINAPAN WISMA AGAPE, TOMOK, SAMOSIR. Sengaja Kami memilih Wisma Agape karena secara harga cukup murah, untuk kamar berisi 6 ranjang seharga Rp. 180.000,- + 10% ppn + uang kebersihan Rp. 10.000 per orang. Lumayanlah untuk menghemat budget, tapi dengan catatan tidak ada air minum, tidak ada sarapan. It’s OK air mineral kami sudah lebih dari cukup. Kondisi kamar cukup bersih, kamar mandi besar dan juga bersih. Kami memesan 2 kamar, 1 kamar untuk para ladies dan 1 kamar lagi untuk para cowok.. Untuk makan malam kami beli nasi bungkus kerumah makan padang, FYI untuk temen-temen yang muslim tidak perlu khawatir, karena di Tomok, cukup banyak rumah makan Muslim . Untuk masalah harga, sepertinya sudah pada kompakan antara rumah-makan satu dengan yang lain. Yaitu harga rata-rata Rp. 20.000.- untuk nasi bungkus pake ayam maupun ikan, kecuali ikan Lele harganya Rp. 18.000.- perbungkus. Lebih mahal sih memang jika dibandingkan dengan yang di jual dikota Medan yang sebungkusnya hanya paling 9.000 – 11.000 saja. Tapi yah maklumlah mungkin karena ini tempat wisata, yang penting masih ada makanan yang bisa kami makan. Setelah makan malam bersama, kami melanjutkan dengan acara tukar kado, dimana kado ini sudah kita sepakati harganya Rp. 10.000.- saja, dan tentu saja menjadi tantangan tersendiri untuk mencari kado seharga Rp. 10.000.- udahlah… yang penting ada kado .. hahahaha Setelah acara tukar kado selesai , temen-temenpun sudah tidak sabar menuju tempat tidurnya masing-masing, maklumlah pada kurang tidur ditambah full day wisata jadi tidur malam ini sangat lelap… Pagi harinya, untuk meregangkan otot kami zumba dan aerobik ala kadarnya, yang penting otot-otot tidak kaku dan badan berkeringat.. di lanjutkan dengan mandi pagi di danau toba… segeerrrrr.. WISATA BELANJA DI TOMOK , 10 September 2017 ( day 2 ) Jam 8 pagi kami harus beres-beres dan siap-siap untuk melanjutkan perjalanan wisata, destinasi pertama adalah pusat oleh-oleh / kerajinan di Tomok, temen-temen pingin beli oleh-oleh buat dibawa pulang. Jadi silahkan berbelanjaa… sekali lagi mereka beruntung, karena mereka dapat harga bukaan dasar… PEMANDANGAN PULAU TAO Sebenarnya dari Tomok kami ingin langsung menuju Pantai Pasir Putih Parbaba, tapi ditengah perjalanan kami melihat pemandangan yang lumayan indah, yakni pemandangan pinggirian danau dengan background Pulau Tao, jadi kami mampir sejenak sekedar untuk perphoto-photo. Yang penting happy… PANTAI PASIR PUTIH PARBABA Mungkin sebagian dari kami sudah ada yang pernah ke mari, tapi pergi bersama teman-teman komunitas tentu lebih berbeda & seru. Tiket masuk pantai pasir putih parbaba Rp. 2.000.- per orang, jadi untuk 14 orang RP. 28.000.- namun seperti biasa kami minta diskon, jadi hanya bayar RP. 25.000.- saja. Rencana kami memang ingin makan siang di Parbaba, makanya pada saat kami masih di Tomok pagi tadi, kami sudah membeli nasi bungkus terlebih dahulu. Kami menyewa tikar seharga Rp. 30.000.- untuk kami duduk dan makan siang bareng-bareng, sayang duitnya sih sebenarnya karena kami hanya memakainya untuk makan siang saja, dan setelahnya kami sudah kearah tepi danau untuk berphoto ria. Dari semua pantai pasir putih yang ada di Samosir, Pantai Pasir Putih Parbaba inilah yang paling ramai dikunjungi, mungkin karena namanya yang sudah dikenal orang terlebih dahulu, dan fasilitas permainannya yang cukup banyak, sehingga wisatawan menjadikan pantai pasir putih Parbaba sebagai destinasi pilihan. PEMANDIAN AIR HANGAT – AEK RANGAT Setelah dari pantai pasir putih Parbaba, kami melanjutkan perjalanan ke AEK RANGAT, namun terlebih dahulu kami harus mengisi BBM kendaraan di kota Pangururan yang merupakan ibu kota kabupaten Samosir. Nah Bagi teman-teman yang membawa kendaraan ke pulau samosir, sebaiknya isilah BBM terlebih dahulu disini. Karena SPBU di Pulau Samosir hanya ada di sini. SPBU terdekatnya adalah di Parapat, dan Simpang tiga Jalan menuju Sidikalang itu jika temen-temen ingin pulang ke Medan melalu Tele, Jauh bukan ? Setelah isi full BBM, kami menuju ke Aek Rangat, sampai di Aek Rangat kami membayar retribusi masuk RP. 2000. Per orang, dan kami angsung menuju keatas dimana tempat biasa orang-orang berfoto dengan background Abjad “ AEK RANGAT ". Jika kami menginap satu malam lagi disini mungkin kami akan menikmati hangatnya air belerang dikawasan ini, namun karena kami masih punya beberapa destinasi lagi, maka kami harus melanjutkan perjalanan. Dan tujuan kami selanjutnya adalah Tempat Wisata AEK SIPITUDAI atau Air Tujuh Rasa. AEK SIPITUDAI Aek Sipitudai yang berarti Air Tujuh Rasa ini sudah sangat tersohor namanya dari dulu kala, namun beberapa temen-temen ada yang belum pernah mampir kemari untuk melihatnya secara langsung. So tentu saja tempat ini menjadi destinasi yang tidak boleh di lewatkan. Tiket Masuk Ke Tempat wisata ini RP. 2.000.- per orang, parkir Rp. 10.000.- per mobil, bisa saja dinego jadi RP. 5000.- per mobil. Tips Guide sukarela saja. Yang menjadi menarik para pengunjung adalah rasa airnya, penasaran” mengapa airnya bisa berbeda rasa di setiap pancurannya ”, karena mata airnya berbeda ? itu benar, tetapi dari semua mata air itu airnya megalir kedalam satu kolam penampungan dan bercampur menjadi satu. Dan dari kolam penampungan itulah airnya di alirkan ke dalam 7 Pancuran yang berbeda. Pendeknya satu penampungan 7 pancuran tapi rasanya beda. Untuk hal yang satu ini, tentu ada penjelasan secara ilmiahnya, namun saya sih menganggap ini adalah keajaiban yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. BUKIT HOLBUNG ( DOLOK HOLBUNG ) Nama Bukit Holbung Baru mencuat beberapa tahun terakhir ini, keindahan pemandangan danau toba dari puncak bukit Holbung ini tidak diragukan lagi, bahkan orang-orang yang sudah pernah kemari pun masih ingin kembali kemari hanya demi pemandangan yang menakjubkan. Tidak luput pula banyaknya informasi yang kurang pas mengenai Bukit Holbung ini, menjadikan banyak perdebatan diantara netizen mengenai letak posisi bukit ini. Ada yang mengatakan terletak di desa holbung, desa Janji Martahan, desa Hariara Pohan. Yang benar dan bisa di validasi kebenarannya adalah, Bukit Holbung / Dolok Holbung, berada di Desa Dolok Raja, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara. Anda bisa cek via Map batas desa milik pemerintah daerah maupun bisa melalui Google map. Terlepas dari perdebatan letaknya dimana, yang jelas Bukit Holbung ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta wisata, terutama bagi para Celebgram. Untuk mendapatkan hasil photo dan view yang bagus, memang untung-untungan, karena cuaca disini sangat cepat perubahannya. Terutama jika di musim hujan seperti sekarang ini. Namun secara keseluruhan pemandangan Bukit Holbung tetap Indah di cuaca apapun. Sampai saat ini tidak ada kutipan retribusi apapun, selain parkir sebesar RP. 5000.- per mobil Setelah puas kami di bukit holbung, kamipun kembali melanjutkan destinasi berikutnya, yakni air terjun Sampuran Efrata. Namun karena waktu Ashar sudah tiba, mampirlah kami ke Masjid yang ada di pinggir jalan di desa Janji Martahan untuk sholat Ashar. Sekalianlah kami numpang buang air kecil di sana soalnya udah kebelet sedari tadi. Tips : Bawalah makanan, karena udara yang dingin Anda pasti akan cepat merasa lapar, dan disini tidak ada satupun penjual makanan. Jika Anda berkunjung kemari, sebaiknya memakai sendal gunung atau sepatu tracking, karena anak tangga bisa licin bila habis diguyur hujan. Kenakanlah Jaket untuk menahan udara dingin, dan topi jika cuaca panas. Karena background pemandangan mayoritas berwarna hijau, maka pakailah pakaian yang cerah selain hijau, agar jika di photo akan terlihat lebih bagus alias mentereng.... Jika Anda kemari menggunakan sepeda motor, sebaiknya persiapkan mantel, atau setidaknya plastik pelindung tas dari air. Karena curah hujan disini tinggi. Satu-satunya tempat berteduh disini hanyalah pos penjagaan yang ukurannya kecil. Tapi jika Anda membawa tenda ya tidak akan menjadi masalah. AIR TERJUN SAMPURAN EFRATA Air terjun Efrata ini berada di desa Sosor Dolok, kecamatan Harian, kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara. Jaraknya sekitar 20 km dari kota pangururan, sebenarnya jalan menuju Air terjun Efrata ini searah dengan jalan menuju Bukit Holbung. Namun kami melewatkannya , karena kami mau mengunjungi Bukit Holbung terlebih dahulu. Baru setelah kami pulang dari bukit holbung, kami mampir ke Air Terjun Efrata ini. Tarif masuknya Rp. 2.000 per orang, dan parkir Rp. 5000 per mobil. Setelah turun dari mobil kami langsung menuju air terjun, yang letaknya tidak jauh dari rumah warga. Sebenarnya air terjun Efrata ini sangat indah, namun sepertinya tidak banyak wisatawan yang datang kemari, mungkin karena letaknya jauh dari tempat wisata utama Samosir, seperti Parapat, Tuk Tuk dan Tomok. Saran : Jika Anda mengunjungi Air terjun efrata, sebaiknya membawa bekal makanan yang cukup, minimal cemilanlah, terutama bagi yang muslim. Karena di sekitar air terjun hanya ada satu yang jual makanan, dan mungkin tidak bisa dikonsumsi oleh temen-temen yang muslim. MENARA PANDANG TELE Dari Air terjun Efrata, kami langsung menuju TELE, sebagai destinasi terakhir yang bisa kami kunjungi . Tepat pukul 18.30 wib kami sampai di Menara Pandang Tele. Sebenarnya kami khawatir jika sampai di tele ini hari sudah gelap, tapi Alhamdulillah, pukul 18.30 itu cuaca masih belum terlalu gelap, masih terlihat jelas pemandangan gunung pusuk buhit yang menjulang tinggi dan pinggiran danau toba yang terlihat indah. Kamipun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan pemandangan yang menakjubkan ini, sayangnya tidak bisa lama, karena hanya dalam beberapa menit saja hari sudah gelap dan malam pun tiba. Tiket masuk Rp. 2.000 per orang, Toilet Rp. 3.000 Setelah selesai photo-photo, kamipun melanjutkan perjalanan pulang ke Medan. Tips : Karena tidak ada Rumah makan disini, jadi sebaiknya belilah Cemilan untuk mengganjal perut. PERJALANAN PULANG KE MEDAN Tepat Pukul 19.00 wib, kami bertolak dari Menara Pandang Tele, menuju Medan. Kami melintasi jalan Dolok sanggul-Sidikalang, selama perjalanan kami tidak melihat adanya rumah makan yang buka, padahal kami sudah mulai lapar, dan persediaan cemilan sudah menipis. Dan setelah beberapa jam diperjalanan sampailah kami di simpang tiga Sidikalang, kami merasa senang karena kami melihat ada rumah makan yang buka, namun sayangnya itu rumah makan untuk non halal, sehingga kami tidak jadi singgah dan harus melanjutkan perjalanan lagi sambil berharap ada rumah makan yang buka, tapi ternyata tidak ada satupun rumah makan yang buka, mungkin karena sudah malam dan hujan pula, sehingga rumah makan tutup lebih awal. Sesampainya di Sumbul, sebenarnya kami ingin pulang lebih cepat, dengan melewati jalan besar Medan Sidikalang, namun saya mendapat informasi dari beberapa teman yang kemaren malamnya melewati jalan tersebut, mengatakan bahwa ada beberapa titik rawan longsor, dan mobil temen saya juga hampir terkena longsoran pada malam itu. Selain longsor jalanan juga sangat berkabut jarak pandang hanya sekitar 5 meter jika melintas diatas jam 9 malam, apalagi ini musim hujan. Sehingga sebagai ketua team Adventure saya memutuskan untuk mengambil jalan amannya saja, dengan pertimbangan keselamatan, meskipun dengan resiko jalan lebih jauh dan lebih buruk, mau tidak mau kami harus tempuh melalui jalan Silalahi, menyusuri pinggiran danau toba hingga akhirnya sampai ke Tongging, dan dari tongging kami naik menuju simpang merek , tepat pukul 22.30 malam kami sampai disana, dan kami berhenti di salah satu rumah makan yang masih buka, kamipun memesan makanan dan makan dengan lahap saking laparnya.. Setelah makan kami melajutkan perjalanan pulang, alhamdulillah perjalanan lancar, dan kami sampai ke Kota Medan sekitar pikul 02.00 dinihari. Dan masih sesuai Schedule, karena schedulenya jam 02.30 pagi sampai Medan. TIPS UMUM : 1. Sebaiknya persiapkan SmartPhone dan PowerBank dalam kondisi Full Charge, karena Anda akan banyak menggunakannya untuk berselfie ria dan merekam video, pastikan juga Anda membawa SD Card tambahan untuk menyimpan file video/foto atau sekurang-kurangnya, pindahkan dan kosongkan terlebih dahulu ruang penyimpanan Smartphone Anda. 2. Pastikan Anda Membawa Makanan/cemilan, Obat-obatan pribadi, karena bisa jadi anda tidak akan menemukannya di perjalanan. 3. Pastikan Anda membawa baju untuk mandi-mandi, dan baju ganti. 4. Konsumsilah Vitamin C, agak tubuh Anda tetap Vit, selama dalam perjalanan. PENUTUP Terima kasih buat temen-temen Jalaners Regional MEDAN ( SUMATERA UTARA ), yang sudah ikutan GATHERING ADVENTURE dalam Rangka Explore Pesona Sumatera Utara, semoga Pariwisata di Sumatera Utara semakin baik dan maju. Amin. Sampai Jumpa & Nantikan Keseruan Kami di Gathering Adventure Berikutnya..... Peserta Gathering Adventure : @Dhistiraz ( Kenzie Yudhistira ), @Jenatan Sianipar ( Jenatan Sianipar), @Just Fadli ( Anjas), @Vean Tristan ( Vean Tristan), @thepo (Thepo), Rizal Jali, @Hasrol Aswad Hasrol Aswad, @Diana Rose (Diana Rose), @Diana Ray (Diana Ray), @Nur Affanny Rezky (Fanny), Rara, Muni, Sarah, Indah Jho
  6. hahaha iya malah kebaca PM nya dulu baru baca ini .....
  7. Wah..... bisa lebih natural... lebih akrab.... insya Allah kalo pas maen kesana mampir dah.... semoga jadi sodara ya mas @Khalifah Ags...
  8. Silahkan di PM mbak @Diana Ray , btw mbak dimedan kah ? waseek...... kabar-kabari ya mbak @LastBreath kalo ke Medan... biar kongkow2 kita sama jalaners medan...
  9. Hi Jalaners..... Dear Mimin @Jalan2 Momod @deffa , Mau Info nih, Regional Medan mo Ngadain Gathering Adventure pada 9-10 September 2017, Gathering kali ini mempunyai misi " Explore spot-spot wisata yang masih terpendam di Sumatera Utara, untuk kemudian bisa di expose ke kalangan luas... " Kawasan-kawasan yang kami Explore diantaranya : kawasan wisata kabupaten Simalungun, Samosir, Dairi dan Tanah Karo Gathering Adventure ini bersifat Share Cost, dengan iuran dana sementara per orang Rp. 350.000.- , jika ternyata dilapangan nanti mengalami kekurangan dana, maka akan ditarik iuran tambahan sesuai kesepakatan bersama, dan jika ada kelebihan dana maka akan dibagi rata dan dikembalikan, atau dipergunakan untuk hal lain sesuai kesepakatan bersama di lapangan. Daftar Peserta Sementara : 1. Kenzie @Dhistiraz , 2. Vean Tristan @Vean Tristan , 3. Anjas @Just Fadli, 4. Jenatan @Jenatan Sianipar, 5. Rizal alias Thepo @thepo, 6. Rizal Jali , 7. Hasrol, 8. Diana Rose @annarose, 9. Indah jho, 10. Fanny, 11. Rara, 12. Sarah, 13. Silvi padang @silvi Padang need confirm, 14. Yoe @Yoe zubair need confirm NB : Buat Temen Jalaners yang ingin merekomendasikan Spot Wisata Menarik di 4 kawasan diatas , dengan senang hati kami akan menerimanya, dan semoga bisa kami explore dan bisa di Expose lebih luas..
  10. Freediving di Bunaken

    asiik nih divingnya...
  11. menarik nih....harganya nggak kemahalan.... @Endar
  12. wah enak ya bisa nonton langsung....
  13. Museum Pria Telanjang

    wah kalo semuanya pada polosan.. bisa pandang-pandangan neh.....