cheezlover

Members
  • Content count

    651
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    10

cheezlover last won the day on December 11 2014

cheezlover had the most liked content!

About cheezlover

  • Rank
    Petualang
  • Birthday 08/06/1989

Profile Information

  • Gender
    Female
  • Location
    Malang

Contact Methods

  • Yahoo
    kisuluh

Recent Profile Visitors

8,332 profile views
  1. cheezlover

    Tips Keselamatan Pesawat Terbang

    Nice post @Jalan2 :salut Masalahnya saya otomatis langsung ngorok begitu lampu seat belt dimatiin, baru bangun pas udah pada ribet ngambilin bawaan Harus rubah kebiasaan nih keknya.
  2. cheezlover

    Ubud & (Almost) One Year Of Major Changes

    Udah normal mbak sekarang.. udah bisa jalan2 lagiii
  3. cheezlover

    5 Resolusi Kamu Tahun 2015

    Hahahaaa, sampai ketemu di Malang
  4. Coba bayangin yang ngegotong dah, Mod. Beratnya kaya gimana coba ._. Salut!
  5. Besakih keknya jauh deh modelnya sama Uluwatu. Kok bisa lupa lho Tempatnya emang cakep. Sayangnya, jauuuuhhh. Beneran ogah kalau disuruh bawa motor sendiri.
  6. Lebih rame dari karnaval sih kalau menurutku. Karnaval rame yang nonton, kalo Ngaben Puri rame yang ikutan
  7. cheezlover

    5 Resolusi Kamu Tahun 2015

    -tripost-
  8. Jack of all trades, master of none.

  9. cheezlover

    5 Resolusi Kamu Tahun 2015

    -dopost-
  10. cheezlover

    5 Resolusi Kamu Tahun 2015

    Haduh, bikin temporary ajah. Sini aku gambarin
  11. cheezlover

    5 Resolusi Kamu Tahun 2015

    Jampinya situ kurang kenceng, Mod. Ganti dukun deh, coba. Hahahaaa, sama2 idung pesek kita mbak :ngeledek
  12. Holaaa!! As you all know, now I live in the city of culture and art, The Exotic Ubud. Kota yang cuma seuprit, kecil, mungil, imut – imut namun sarat dengan budaya Bali hampir di setiap sudut kotanya. Mudahnya, kemana pun kaki melangkah, kita bisa menemukan spot buat mengulik budaya Bali. Literally kemana pun kaki melangkah, karena saking kecil pusat kotanya, bisa tuntas diselesaikan dalam waktu 4 jam berjalan kaki. Itu sudah termasuk sesi masuk ke beberapa art shop yang banyak tersebar di Ubud yah. Hahaha, yeah right, I am in the middle of love and hate relationship with Ubud. Nah, 12 Desember yang lalu, saya beruntung sempat menjadi saksi salah satu ngaben besar yang melibatkan kurang lebih 3000 orang lengkap dengan para petinggi Provinsi Bali, petinggi negara, serta keluarga Puri Ubud. Dobel beruntung karena tepat di sebelah kantor tempat saya kerja, adalah lokasi dimana ngaben untuk royal family Ubud biasa diadakan. Jadilah saya nangkring manis sejak jam 12 siang untuk cari spot buat menyaksikan salah satu event terbesar Ubud di tahun 2014 ini. Total 2 jam saya kabur dari kantor untuk mencuri beberapa foto dan ngobrol dengan penduduk setempat. Here is my report, enjoy! Sang Bangsawan yang Teknokrat Sebelum saya memulai membahas tentang prosesi Ngaben Puri, saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang sosok Ir. Tjokorda Raka Sukawati dan sumbangsihnya terhadap Indonesia. Pria yang wafat di usianya yang ke-83 tahun ini merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung dan mendedikasikan hidupnya untuk perkembangan teknik, khususnya teknik konstruksi di tanah air. Ir. Tjokorda Raka Sukawati atau yang juga dikenal dengan nama Ir. Tjokorda Raka Sasrabahu adalah penemu teknik konstruksi yang digunakan untuk memutar bahu lengan beton jalan layang. Teknologi temuan beliau tidak hanya digunakan di Indonesia, tapi juga diadopsi oleh beberapa negara di Asia Tenggara. Jalan layang Cawang – Tanjung Priok di Jakarta adalah peninggalan sang teknokrat. Termasuk juga, Fakultas Teknik di Universitas Udayana, Bali. Ya, Ir. Tjokorda Raka Sukawati adalah pendiri dari Fakultas Teknik, Unud. Kiprah mantan direktur PT. Hutama Karya ini tidak berhenti sampai di situ. Sembari mengembangkan teknologi Sasrabahu II, beliau juga aktif mengajar di Pascasarjana Teknik Sipil, Universitas Udayana. Jujur saja, saya malu melihat kiprah beliau. Ir. Tjokorda Raka Sukawati begitu banyak menorehkan tinta emas di sejarah negara. Lha saya? Baru sekarang berasa nyesel dulu nggak sekolah sama kuliah bener – bener. Main mulu, sih. Hash! The Royal Cremation Ok, kembali ke tema awal. This fantastic event, called Royal Cremation, atau orang Bali sendiri menyebutnya dengan Ngaben Puri, atau Pelebon. Prosesi ngaben yang diperuntukkan untuk para anggota puri, alias para darah biru. Tidak main – main, ribuan orang terlibat untuk melancarkan prosesi. Terlibat lho ya, bukan sekedar menjadi panitia penggembira dengan nonton doank. Bila melihat sekilas, pada tanggal 9 Desember 2014, saat Pelebon Tjokorda Raka Sukawati diadakan, Ubud seperti sedang ada demo masal. Ribuan orang memenuhi berkumpul, aparat keamanan berjaga di sepanjang jalan, yel – yel penyemangat dikobarkan, lengkap dengan mobil pemadam kebakaran dan water cannon. Padahal, spirit yang diusung jelas jauh berbeda. Saya terharu sampai hampir menitikkan air mata terbawa suasana. Penduduk Ubud saling gotong royong menyukseskan prosesi. Tua muda, wanita pria, semua ikut andil tanpa kecuali. Yang membuat saya lebih terharu, bila di kota lain orang – orang menganggap bule sebagai sosok yang wah, di sini justru bule yang terlihat sangat menghormati penduduk setempat. Mereka mengenakan kain lengkap dengan selendang dan pakaian sopan saat menonton Ngaben Puri. Bahkan saya sempat melihat seorang bule dibentak pecalang setempat karena tidak mau menepi dari jalan saat prosesi akan dimulai. Buat saya ini keren ya, memang penduduk Ubud mayoritas hidup dari sektor pariwisata. Namun bila sudah menyentuh adat, wah, maaf saja mister, tinggal milih, antara ngikutin aturan atau minggir. Berikut beberapa foto yang berhasil saya jepret, numpang pake DSLR kantor, hahahaa. Sorry kalau nggak begitu yahud, maklum, hasil jepretan amatir Barisan aparat keamanan beserta para petingginya. Ganteng – ganteng, ya? Lumayan bikin seger di cuaca yang panas terik. Hahahaha. Wanita – wanita yang bertugas menyiapkan dan membawa persembahan. Tidak ketinggalan, yang ini khas Indonesia banget nih, para pedagang yang ikut mengais rejeki. Mengapa bisa sampai ribuan orang yang terlibat? Well, untuk mengusung replika lembu dan bade, alias kerandanya saja, paling nggak butuh 300 pria. Itu untuk satu kelompok dan sekali angkat. Paling nggak butuh empat kelompok untuk membawa lembu dan bade hingga sampai di lokasi Ngaben Puri. Berlebihan? Wajar kok, karena replika lembu yang digunakan dalam prosesi, memiliki bobot, ehem, 2 ton. Itu baru replika lembunya. Untuk bade, ini lebih spektakuler, tinggi bade yang digunakan untuk mengantarkan Ir. Tjokorda Raka Sukawati ke peristirahatan terakhir adalah, ehem, 25 m. Konon, makin tinggi posisi mendiang di strata sosial, makin besar dan tinggi lembu serta bade yang dibuat. Bade dan lembu yang digunakan untuk Ir. Tjokorda Raka Sukawati sendiri dibuat sebulan sebelum Pelebon diadakan. Ini lembu seberat 2 ton yang nantinya akan digunakan sebagai kendaraan yang mengantarkan Ir. Tjokorda Raka Sukawati ke kremasi. Bade 25 m yang digunakan sebagai keranda untuk membawa jasad Ir. Tjokorda Raka Sukawati ke lokasi Ngaben Puri. Para pria perkasa yang menanti diguyur water canon untuk menyegarkan badan sekaligus bersiap mengangkat bade dalam estafet berikutnya. Dan ini rangkaian foto yang menunjukkan solidaritas dan gotong royong masyarakat Ubud saat Ngaben Puri sedang berlangsung. Semangat dan kerukunan yang luar biasa. Saya pribadi sudah lama tidak menyaksikan kerukunan yang tidak dibuat – buat seperti ini. Berapa Biayanya? Konon, berdasarkan info yang saya dapatkan dari warga setempat, Ngaben Puri ini menelan biaya hingga 1M. Wow. “Ya wajar Mbak, orang kalau rakyat biasa yang ngaben aja bisa habis 80juta-an, apalagi orang puriâ€. Bli Agung, narasumber saya kali ini, sukses membuat saya melongo dengan indahnya. Maklum, saya berasal dari Jawa, Jawa Timur tepatnya, yang mana prosesi pemakaman dan ritual adat yang lain biasanya menelan biaya tidak lebih dari 10juta. Bisa jadi menyentuh angka 25juta, itu pun sudah terhitung sangat megah. Okey, that's my report. See you on the next post! :hiking
  13. @Dewi Julianti itu maksudku mbak. Maap Aku libur dari tanggal 30 - 1 mbak. Yuhuuu!!
  14. cheezlover

    5 Resolusi Kamu Tahun 2015

    Lulus kuliah.. Jadi keinget masa muda Boong banget, Mooood. Situ kan ceweknya banyaaak
  15. @deffa manut dah mod. Minggu depan mbak @Dewi Julianti sama mbak @halimun mau maen ke kost.. Sekalian ngobrolin mau menunggang apa kita ke Bali.